Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter

Benarkah Orang Kristen Menyembah Tiga Allah?

TrinitasDalam diskusi yang dilakukan oleh orang Islam dan Kristen, sering terjadi perdebatan sengit. Terutama bila topik yang dibicarakan mengenai Ketuhanan orang Kristen. Orang Islam mengklaim, hanya mereka yang percaya pada Allah Yang Esa, sedangkan orang Kristen percaya pada tiga Allah. Benarkah demikian?

Orang Kristen Percaya Allah Adalah Esa

Injil, Rasul Markus 12:29, berkata, “Jawab Isa Al-Masih: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Ayat ini menjelaskan bahwa orang Kristen juga percaya pada Allah yang Esa. “Esa” berarti “satu” atau “satu-satunya”. Dengan demikian, pendapat yang mengatakan bahwa orang Kristen menyembah tiga Allah adalah keliru.

Menyembah kepada Allah yang Esa telah dikenal dari sejak zaman nabi terdahulu. Allah yang disembah oleh Nabi Ibrahim, Ishak dan Yakub adalah Allah yang sama seperti yang diajarkan oleh Isa Al-Masih dalam Injil Rasul Besar Matius 22:32, “Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub. Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup."

Ke-Esa-an Allah Dinyatakan Secara Ajaib

Dalam kitab Taurat, Ke-Esa-an Allah dinyatakan dengan memakai kata ganti jamak, yaitu “Kita”. Demikian firman Allah semesta: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita." (Taurat, Kitab Kejadian 1:26).

Allah telah menciptakan manusia segambar dengan-Nya. Sehingga keadaan diri manusia menggambarkan Allah yang Esa. Manusia adalah pribadi tunggal, tetapi terdiri dari tiga bagian: tubuh, jiwa, dan roh. Ketika manusia meninggal, jiwa dan roh meninggalkan tubuh. Walaupun dalam tubuh manusia terdapat tiga bagian, tetapi ketiga bagian tersebut merupakan satu diri. Demikianlah ayat di atas menggambarkan bahwa makna ke-Esa-an Allah melebihi pengertian manusia.

Allah Yang Esa Dalam Tiga Bagian

Sebagaimana manusia yang tunggal terdiri dari tiga bagian, demikian juga Allah. Allah Bapa, Kalimat Allah (Isa Al-Masih) dan Ruh Allah menyatu sebagai Allah Yang Maha Esa, dan ketiga bagian ini mempunyai esensi yang sama.

Umat Islam sering salah paham dengan keyakinan orang Kristen. Banyak di antara mereka berpendapat bahwa Allah telah berhubungan seksual (kawin) dengan Siti Maryam dan memperanakkan Isa Al-Masih. Jelas pemahaman ini salah dan menyimpang dari ajaran Injil! Allah Yang Maha Esa tidak memiliki keingian untuk berhubungan seksual seperti manusia. Allah adalah suci dan berbentuk Roh (tidak kasat mata). Sedangkan manusia bersifat daging dan tercampur dosa.

Kalimat Allah, Isa Al-Masih

Menurut orang Islam, Isa Al-Masih sama seperti nabi-nabi lain yang Allah utus. Hal ini berbeda dengan pernyataan Injil, Rasul Besar Yohanes 5:18, “Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.” Ayat di atas mengatakan bahwa Isa Al-Masih sama dengan Allah.

Kalimat Allah dalam diri Isa diberi gelar sebagai “Al-Masih” karena Dia adalah seseorang yang dipilih, ditetapkan secara khusus untuk melaksanakan tugas mulia yang diperintahkan Allah Bapa. Tugas itu ialah memberitakan Kabar Baik (Injil) dari Allah kepada manusia, serta mengundang mereka bertobat dari dosa dan memperoleh keselamatan.

Peran sebagai wakil Allah di bumi untuk menyelamatkan manusia dapat dilakukan oleh Isa Al-Masih karena keberadaan-Nya sebagai manusia. Dia adalah penjelmaan Allah sendiri dan mempunyai hubungan dengan Allah Bapa. Dia juga merupakan penyataan diri Allah pribadi dalam bentuk manusia sekaligus Yang Ilahi. Demikian Firman Allah semesta, “....Baik Aku, maupun Bapa-Ku tidak kamu kenal. Jikalau sekiranya kamu mengenal Aku, kamu mengenal juga Bapa-Ku." (Injil Rasul Besar Yohanes 8:19)

Keselamatan Dalam Isa Al-Masih

Demikianlah Allah dengan segala kerelaan-Nya telah datang ke dunia, menjelma menjadi manusia, dan menyatakan diri-Nya sebagai Isa Al-Masih. Kapasitas-Nya sebagai manusia namun berkemuliaan ke-Allah-an, dapat berkarya dengan nyata dalam kehidupan di bumi. Di sini ia bersabda secara langsung, mengajar, memberi teladan, dan berkarya bagi penebusan umat manusia dari dosa agar terhindar dari hukuman neraka. “Supaya dalam nama Isa Al-Masih bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi” (Injil, Surat Filipi 2:10). “Yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.” (Injil, Surat I Timotius 2:4).


[Staff Isa dan Islam]

  • Kami mempersilahkan Saudara juga membaca artikel mengenai ketauhidan. Dengan membaca artikel tentang tauhid Allah, akan menolong Saudara untuk lebih mengerti isi artikel ini mengenai ketri-tunggalan Allah.

  • Kiranya Saudara pembaca bersedia membaca kesaksian dari orang-orang yang telah mengalami keselamatan seperti penjelasan di atas. Silahkan mengklik pada URL berikut ini:

  • Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Berhubung banyak komentar yang masih belum kami balas, untuk sementara komentar tidak diterima.

Comments  

# Hendra R. Sijabat 2011-02-24 21:02
*
Jika ada orang Islam yang mengatakan bahwa Allah bersetubuh dengan Maryam yang kemudian melahirkan Isa Al Masih, maka itu adalah pernyataan bodoh.

Al-Quran dengan jelas mengatakan bahwa Isa Al-Masih berasal dari Roh yang dikirimkan Allah melalui malaikat Jibril kepada Siti Maryam.

Tentang ke-esaan Allah yang menjadi salah satu rukun iman umat Islam bersumber dari pernyataan Allah sendiri, dinyatakan dalam Surat Al Ikhlas "Lam yalid walam yuulad", Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan. Itu bukan pernyataan ustaz, kiyai atau nabi Muhammad, tapi pernyataan Allah sendiri.

Maka jika orang-orang Islam meyakini bahwa Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan, mohon agar saudara-saudara ku umat Kristen tidak alergi, karena yang kami katakan adalah apa yang dinyatakan oleh Allah yang menciptakan kami dan saudara-saudara ku sekalian.
# kholiq 2011-02-26 09:06
*
Jika saudara memang pengikut Isa Al-Masih, maka saudara seharusnya jadi seorang Muslim, karena Isa Al-Masih hanya menyembah satu Tuhan saja.
# Rosa 2011-02-26 15:51
*
Sdr. Hendra percaya surat Al-Iklas itu firman Allah yang artinya Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan, semoga saudara mengamalkannya.

Jika Isa Al-Masih bisa hidup karena Roh yang dikirim oleh Allah, itu sangat betul sekali, kita manusia ciptaan-Nya, bisa hidup di dunia karena roh dari Allah. Jika roh itu diambil, maka manusia mati.

Nabi Isa dan kita manusia biasa sama-sama bisa hidup ke dunia karena roh dari Allah. Sudah berapa miliar roh-roh yang Allah ciptakan sehingga manusia yang masih hidup karena roh. Jadi sesama manusia tidak mentuhankan manusia lain yg bisa hidup kedua karena roh dari Allah
# abdul fatah 2011-02-26 23:35
*
Dalam Islam, Allah SWT tidak pernah menjelma menjadi manusia! Allah pasti akan mengutus para malaikat-Nya ataupun para rosul-Nya.

Injil yang ada saat ini bukanlah Injil yang di turunkan Allah SWT.
# kholiq 2011-02-27 05:56
*
Memang di Al-Quran tidak ada manusia yang lahir tanpa bapak kecuali Isa Al-Masih, tapi di Kitab saudara ada manusia yang di lahirkan tanpa silsilah dan hidupnya tanpa akhir.

Jadi, siapakah yang lebih hebat diantara mereka?
# Ewin 2011-02-27 10:12
*
Nabi Adam lebih layak disebut jadi kalimat Allah, karena dia manusia pertama yang dilahirkan tanpa ayah dan ibu. Berbeda dengan Nabi Isa yang hanya lahir tanpa ayah dan lahirnya ribuan tahun kemudian setelah manusia berkembang biak.

Nabi Adam ataupun Nabi Isa dan kita semua adalah manusia biasa ciptaan Allah. Tidak adil kalau memper-Tuhan-ka n salah satunya. Allah melaknak kita yang ber-Tuhan kepada selain Allah yang Esa, apalagi kepada ciptaan-Nya.
# Taufik 2011-02-27 18:15
*
“....Baik Aku, maupun Bapa-Ku tidak kamu kenal. Jikalau sekiranya kamu mengenal Aku, kamu mengenal juga Bapa-Ku." (Injil Rasul Besar Yohanes 8:19)

Pernyataan itu apakah menandakan Bapa dengan Isa itu sama wujud dan sifatnya, atau cuma sama sifat beda wujud? karena setiap langkah Isa tidak lepas dari Firman Allah.

Seperti nabi Muhammad, Al-Quran tidak pernah mengatakan bahwa Muhammad adalah Tuhan atau wakil Tuhan, tetapi hanya pesuruh Tuhan.

Mohon penjelasannya. Terimakasih.
# erni wahyuni 2011-02-27 22:10
*
Rasul Besar Yohanes 5:18, “Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.”

Ayat di atas mengatakan bahwa Isa Al-Masih sama dengan Allah. Bagaimana mungkin Isa Al-Masih bisa menyamakan diri-Nya dengan Allah sedangkan di ayat Injil yang lainnya Isa Al-Masih berdoa pada bapa di surga.

Menurut anda apakah anda dan anak anda merupakan satu tubuh dan bisa bercampur? Saya rasa penjelasan di atas saling mematahkan pendapatnya apalagi mengenai konsep ketuhanannya.

Mohon penjelasannya.
# newbia 2011-02-28 10:13
*
Injil, Rasul Markus 12:29, berkata, “Jawab Isa Al-Masih: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa”

Pada ayat di atas Isa Al-Masih mengakui bahwa Dia bertuhan bukan Tuhan itu sendiri.

Pertanyaan saya: Ayat manakah dalam Bible yang mengatakan bahwa Allah Yang Esa Dalam Tiga Bagian?
# TanahPermai 2011-02-28 12:53
*
To, Sdr Erni Wahyuni.

Menjawab pertanyaan anda: sama seperti Bapa, demikian pula Anak. Anak adalah cerminan Bapa. Anak diberi kuasa atas apa yang Bapa miliki.
# rosa 2011-02-28 13:30
*
Biarlah hanya orang Kristen yang men-Tuhan-kan Isa Al-Masih. Dalam Islam sudah jelas menyembah Tuhan selain Allah adalah dosa besar.
# TanahPermai 2011-02-28 13:45
*
Quoting rosa:
biar lah para pengikut paulus yg men Tuhan kan Yesus.Dalam Islam sudah jelas menyembah tuhan selain Allah dosa besar, alias balasannya neraka. semoga umat islam tetap kejalan lurus, mengikuti perintah Allah dan menjauhi larangannya. kita berdoa langsung pada Allah tak perlu perantara


Karena dosa, hubungan manusia dengan Allah terputus. Isa sebagai pendamai / perantara antara Allah dan manusia.

Kalaupun Ia sebagai manusia, saya tetap mempercayai usaha-Nya untuk menyelamatkan umat manusia. Tidak ada kasih yang lebih besar selain Dia, yang rela mengorbankan nyawa-Nya bagi kita.

Isa membuktikan Kasih-Nya pada Saudara dan saya.
# cumi 2011-03-01 01:47
*
Kalau Yesus sudah menghapus dosa umat-Nya, kenapa pengikut-Nya masih saja beribadah untuk mendapatkan sorga di alam setelah kematian kita? Bukankah semua dosa telah tertebus oleh Isa Al-Masih atau Yesus?
# achmad usman 2011-03-01 10:01
*
Qs 3:45 "Isa Al-Masih diciptakan dengan kalimat Allah/kalimat-N ya...dst..dst.."

Maksud kalimat Allah/kalimat-N ya adalah, Jibril (utusan Allah) membenarkan kedatangan seorang nabi yang diciptakan dengan kalimat "kun" (jadilah) tampa bapak yaitu nabi Isa. Baca Qs 16:40 (tentang "kun" jadilah).

Allah menciptakan nabi Isa sama seperti Allah menciptakan nabi Adam (atas kuasanya) diluar kehendak manusia "kun" jadilah.

Dalan Al-Quran terdapat cukup banyak ayat yang merupakan existensi Isa Al-Masih dimata Allah.
# Bagas 2011-03-01 12:13
*
Semua nabi dan rasul sejak Adam hingga Isa dan Muhammad semua adalah pribadi yang mulia. Namun mereka tetaplah pesuruh Allah yang Esa.

Itulah inti dari Islam, keyakinan tauhid (tiada Tuhan selain Allah).

"Tetapi yang sebenarnya, Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (Qs An-Nisaa 4:158)

“Hai Isa, sesungguhnya aku mutawaffiika dan mengangkat kamu kepada-Ku” (Qs Ali Imran 3:55).

Makna mutawaffika adalah mewafatkan.
Video Isa Dan Islam

Click gambar di atas untuk video-video terbaru kami

www.videoisadanislam.com

isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer