Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter
Cetak

Benarkah Al-Quran Seratus Persen Firman Allah?

Kitab 06

Benarkah Al-Quran adalah seratus persen firman (perkataan) Allah, tidak bercampur dengan ucapan Muhammad sebagaimana dinyatakan dalam Sura 53:3-5? Mari kita simak ayat-ayat Al-Quran di bawah ini:

Apakah Al Faatihah itu ucapan Allah atau manusia? Bukankah manusia yang berseru, “Hanya Engkaulah yang kami sembah”? Bukankah tidak mungkin Allah yang berdoa, “Tunjukilah kami jalan yang lurus”?

Apakah benar bagian akhir dari Sura 6:106 adalah ucapan Allah, “Dan aku sekali-kali bukanlah pemelihara“? Bukankah ini jelas ucapan Muhammad seperti telah diakui dengan memasukkan namanya dalam tanda kurung?

Bagaimana dengan Sura 6:114, “Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah, padahal Dialah yang menurunkan kitab …” Bukankah ini ucapan Muhammad dan bukan ucapan Allah?

Apakah bukan ucapan Muhammad dalam Sura 17:1 yang berbunyi, “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hambaNya pada suatu malam hari dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha …”?

Siapakah “Aku“ dalam Sura 27:91? Tidakkah ini jelas bukan Allah tetapi seorang manusia? Bagaimana Allah dapat berkata, “Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini yang telah menjadikannya suci dan kepunyaanNyalah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya termasuk orang-orang yang berserah diri”?

Apakah sungguh Allah bersumpah demi hari kiamat dan dengan jiwa yang amat menyesal (Sura 75: 1-2)? Bukankah ini ucapan manusia?

Apakah sungguh Allah bersumpah demi bintang-bintang dan demi malam dan demi subuh (Sura 81:15-18)? Bukankah ini ucapan manusia?

Apakah bukan malaikat yang mengucapkan Sura 19:64, “Dan tidaklah kami turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu. KepunyaanNyalah apa-apa yang ada dihadapan kita dan apa-apa yang ada di antara keduanya, dan tidaklah Tuhanmu lupa“?

Apakah bukan malaikat yang mengucapkan Sura 37:161-166? Bagaimana mungkin Allah yang mengatakan, “Maka sesungguhnya kamu dan apa-apa yang kamu sembah itu, sekali-kali tidak dapat menyesatkan terhadap Allah, kecuali orang-orang yang akan masuk neraka yang menyala. Tiada seorangpun di antara kami (malaikat) melainkan mempunyai kedudukan tertentu, dan sesungguhnya kami benar bershaf-shaf (dalam menunaikan perintah Allah) dan sesungguhnya kami benar-benar bertasbih (kepada Allah)”? Jelas sekali ini perkataan malaikat, bahkan kata “malaikat” sudah dimasukkan.

Apakah sungguh ucapan Allah yang terdapat dalam Sura Al Jin? Bukankah sebenarnya Jin yang berbicara – umpamanya Sura 72:11, “Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh (apakah ada jin yang saleh? Bukankah ini dusta belaka?) dan di antara kami ada yang tidak demikian halnya.”


Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Berhubung banyak komentar yang masih belum kami balas, untuk sementara komentar tidak diterima.

Comments  

# Sugia 2011-02-25 09:16
*
Jika membaca Al-Quran 10:37, jelas sekali bahwa Al-Quran itu adalah dari Allah.
# Staff Isa dan Islam 2011-03-06 07:22
~
Saudara Sugia, di dalam beberapa ayat, seolah-olah memang dikatakan bahwa semua isi Al-Quran adalah berasal dari Allah.

Bukankah diceritakan bahwa Al-Quran didiktekan melalui Jibril, langsung kepada Nabi Saudara? Dengan demikian, apakah ini berarti semua ucapan dan kalimat dalam kitab Saudara adalah perkataan atau firman langsung dari Allah?

Ayat selanjutnya dari ayat yang Saudara lampirkan, yakni dalam Qs 10:38, dikatakan bahwa orang-orang dipersilahkan untuk mengajukan bagian kitab yang mereka ragukan untuk ditanyakan. Ini pula yang kami lakukan, yakni kami dengan tulus berniat untuk mengetahui jawabannya. Salam...
~
CA
# Sugia 2011-02-25 09:27
*
Mengenai Jin dalam surah 72:11, ia adalah mahluk seperti manusia juga (lihat surah 7:179).
# Staff Isa dan Islam 2011-03-06 07:27
~
Kalau begitu, apakah Sura Al Jin itu ditulis oleh kalangan jin? Ataukah ucapan-ucapan dalam sura ini adalah berasal dari perkataan kalangan jin, yang kemudian diperintahkan Jibril untuk dimasukkan dalam kitab Saudara? Terima Kasih.
~
CA
# santo de Alfaruqo 2011-03-24 22:55
*
Semua yang ingin mengetahui makna sesungguhnya dalam Al-Quran harus belajar ilmu Nahwu dan Shorof, karena ilmu tersebut menjelaskan tiap-tiap huruf didalam Al-Quran. Sungguh Al-Quran sangat terjaga dari segala bentuk kelemahan.

Apakah anda sudah selesai mempelajarinya?
# Staff Isa dan Islam 2011-05-11 02:25
~
Kalau begitu, apakah Firman Allah yang sudah diwahyukan-Nya kepada manusia, hanya terbatas untuk bisa dimengerti hanya oleh kaum terpelajar saja?
~
CA
# parmin abadi 2011-03-24 22:58
*
Wahyu yang diterima Muhammad melalui malaikat Jibril yang bertugas menyampaikan wahyu karena Allah Sang Khalik/Pencipta tidak mempunyai sifat mahluk/yang diciptakan.

Bahasa Al-Quran penuh dengan perumpamaan supaya manusia mengetahui (yang diberi pengetahuan)ole h Allah. Kata Al-Quran ada yang bercerita (misal tentang bani Israel) dan lainnya yang di bahasakan manusia(lagi-la gi)supaya manusia mengerti (bagi yang berfikir).

Tidak sembarang/semua orang dapat menafsirkan sesuatu ayat/surat. Harus punya ilmu dan iman.

Seperti dalam hadist, walaupun seseorang melihat/mendeng ar langsung Rasul berkata/melakuk an sesuatu tetapi orang yang mendengar dan melihat pernah/sering melakukan kebohongan dan kurang dipercaya serta kurang takwa maka hadist tersebut tidak dapat menjadi hujat.

Itulah kehati-hatian orang Islam, walaupun kelahirannya ratusan tahun lalu tetapi Al-Quran dan hadist masih utuh dari tangan-tangan yang berusaha menodainya.
# Staff Isa dan Islam 2011-08-02 09:18
~
Alkitab menyatakan bahwa pada jaman dahulu para nabi dan malaikat menyampaikan kata-kata tentang Allah dan dari Allah. Dan kata-kata mereka benar adanya. Namun kini Isa Al-Masih yang jauh lebih besar dari mereka. Dia tidak hanya menyampaikan kata-kata dari Allah melainkan Dia sendiri adalah kata-kata Allah / Kalimat Allah. Isa Al-Masih adalah firman Allah yang hidup penuh dengan kuasa ilahi.

Tidak ada seorangpun baik dari nabi maupun dari malaikat yang mempunyai kekuasaan yang lebih besar daripada Isa Al-Masih. Dia adalah satu-satunya jalan kepada keselamatan yang kekal dan satu-satunya Pengantara Allah dan manusia.

Permulaan dan akhir segala sesuatu yang Allah ingin kita ketahui hanya ada di dalam Isa Al-Masih. Karena di dalam Dia tidak ada perubahan sedikitpun. “Yesus Kristus (Isa Al-Masih) tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. (Injil, Surat Ibrani 13:8)
~
SL
# arina 2011-03-25 19:31
*
Saya merasa topik kali ini seakan-akan melecehkan Al-Quran.

Orang mempunyai kepercayaan masing-masing. Tidaklah sopan jika berdiskusi dengan cara menjatuhkan Kitab Suci Al-Quran.
# Staff Isa dan Islam 2011-04-05 18:01
~
Saudara Arina yang kami hormati,

Kami tidak sedang berupaya menjatuhkan kitab Saudara. Fokus kami bukan itu.

Situs kami, Isa Dan Islam, justru mengemukakan kebenaran tentang siapakah Isa Al-Masih yang sesungguhnya kepada setiap orang. Kami menyampaikan fakta yang diikuti dengan data.

Jikalau menurut Saudara ada yang salah atau tidak tepat, sudilah kiranya Saudara menyampaikan kepada kami apa yang salah di dalam artikel di atas.

Website ini menunjukkan siapa sesungguhnya Isa Al-Masih. Saudara kami undang untuk boleh merenungkannya dalam: isadanislam.com/jalan-keselamatan.
~
CA
# nur 2011-04-11 10:47
*
Jika kita tahu tentang apa yang benar, tetapi tidak mau memberitahukan yang tidak tahu maka kita akan berdosa.

Hanya pada jalan Allah saja kebenaran bisa didapatkan, diluar itu semua adalah kesia-siaan.

Hanya Yesus jalan kebenaran dan hidup yang dapat dipegang janjiNya dan dipercayai otoritas-Nya. Gbu.
# Staff Isa dan Islam 2011-04-13 13:56
~
Saudara Nur,

Situs Isa Dan Islam berusaha membagikan kebenaran Firman Allah, dan berusaha memperkenalkan siapakah Isa Al-Masih yang sesungguhnya berdasarkan Al-Kitab dan Al-Quran. Kami percaya bahwa tidak banyak orang yang mengetahui tentang siapakah Isa Al-Masih yang sesungguhnya.

Terimakasih untuk komentar Saudara, dan kiranya kita boleh sama-sama belajar.
~
CA
# hardin 2011-04-12 10:59
*
Setelah membaca artikel ini dan membaca Al-Quran lebih banyak lagi, jelas sekali bahwa dalam Al-Quran banyak sekali petunjuk, ilmu pengetahuan, teknologi, cerita sejarah, cara-cara dan doa, baik doa selamat, doa kesembuhan, doa diturunkan hujan, doa agar perkataan mudah didengar, bahkan doa untuk membuat orang tidur.

Dan semua itu diajarkan oleh Allah kepada kita semua melalui Al-Quran, jadi dengan membaca al-Quran kita otomatis berdoa.

Itu sebabnya banyak yang berkata: doa adalah kekuatan bagi orang Muslim, sumber ilmu pengetahuan, dan al-Quran adalah obat hati.

Terimakasih untuk admin, sebarkanlah walau hanya satu ayat, karena walaupun membaca satu huruf Al-Quran artinya itu ada balasan pahala bagi Muslim-muslim disini yang membacanya.
# Staff Isa dan Islam 2011-04-13 14:02
~
Terima kasih untuk tanggapan Saudara yang positif terhadap kami.

Sesungguhnya tujuan utama kami dalam website ini adalah untuk memperkenalkan siapakah Isa Al-MAsih yang sesungguhnya berdasarkan keseluruhan Firman Allah seperti yang Allah wahtukan di dalam Taurat, Zabur, Kitab Nabi-Nabi, dan Injil. Dengan juga memperbandingka nnya dengan isyarat yang terkandung di dalam kitab Saudara.

Kiranya Saudara dapat mengambil hikmah dari website ini dan terus mau merendahkan hati di hadapan Allah agar Allah berkenan menunjukkan kepastian akan keselamatan itu kepada Saudara.

Kami mengajak Saudara untuk boleh merenungkan artikel berikut: isadanislam.com/jalan-keselamatan.
~
CA
# isa 2011-04-12 19:45
*
Gajah di pelupuk mata tidak tampak, semut di seberang laut tampak. Peribahasa ini mungkin cocok untuk komentari topik ini.

Karena jelas Alkitab jauh lebih parah disebut buatan Rasul Paulus dibandingkan dengan tuduhan Al-Quran sebagai buatan Muhammad.

Sangat jeli terhadap "kesalahan" Al-Quran tetapi saat bersamaan seolah tidak tahu kalau Alkitab buatan Rasul Paulus.
# Staff Isa dan Islam 2011-04-13 14:24
~
Adalah tidak benar, dan ini merupakan tuduhan tanpa data dan fakta.

Sampai dengan zaman nabi Saudara, Al-Kitab sudah tersebar ke seluruh dunia, dan telah jutaan manusia yang telah memiliki Al-Kitab. Al-Kitab tidak mungkin dalam satu waktu dikumpulkan semua untuk kemudian dibakar dan ataupun dirubah semuanya sekaligus.

Dan pada waktu itu, nabi Saudara masih menginstruksika n agar kita mengamalkan Al-Kitab.

Lebih dari beberapa belas kali, Al-Kitab disinggung dalam kitab Saudara, dan tidak pernah dikatakan bahwa Al-Kitab telah dipalsukan.

Jikalau Al-Kitab telah dipalsukan, masakan ada ayat seperti ini:

"Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikit pun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat dan Injil yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu." (Qs 5:68).

Kita harus hidup sesuai dengan Al-Kitab. Kenapa kita harus hidup sesuai dengan Injil kalau memang Injil sudah diubah-ubah?

Kami tidak mengerti Saudara mendapatkan isu ini dari pihak mana yang sungguh tidak bertanggung-jawab.
~
CA
# Umam 2011-04-28 23:45
*
Injil dibuat jauh sesudah masa Isa Al-Masih, yaitu dibuat sekitar ratusan tahun oleh beberapa orang yang berkumpul di suatu tempat lalu membuatnya. Dan Injil banyak versinya sesuai dengan penciptanya itu sendiri.
# Staff Isa dan Islam 2011-05-04 18:26
~
Saudara Umam, inilah kali pertama saya mendengar bahwa Injil itu bukan berasal dari Allah, melainkan sejak awal, Injil itu adalah rekayasa manusia.

Kalau Injil adalah hasil rekayasa manusia, mengapakah nabi Saudara mengatakan bahwa dalam Injil ada petunjuk dan terang (Qs 5:43-47), dan oleh sebab itu Allah menginstruksika n agar Injil boleh diamalkan?

Mengapa pula Allah menginstruksika n kepada nabi Saudara untuk bertanya kepada orang yang membaca dan memiliki Injil (Qs 10:94; 16:43-44)?

Sesungguhnya ini hanya beberapa dari sekian banyak ayat dalam kitab Saudara yang menyatakan bahwa adalah benar Injil itu berasal dari Allah.
~
CA
# ARILa 2011-05-07 17:44
*
Semua yang dikatakan bahwa di dalam Al-Quran ada perkataan manusia, itu tidak benar. Tapi adalah firman Allah sebagai petunjuk bagi manusia untuk dibaca sebagai doa.
# Staff Isa dan Islam 2011-05-11 02:29
~
Saudara Arila, bolehkah Saudara menjelaskan apa maksud pernyataan Saudara di atas?
~
CA
# syarif musthafa 2011-05-13 09:33
*
Injil yang asli bukan Injil yang ada sekarang. Muslim percaya Injil diturunkan kepada Isa Al-Masih, tapi isi aslinya sudah beda jauh.

Makanya ada ayat Al-Quran surat Al-Baqarah 79, "Maka kecelakaan yang besar bagi orang-orang yang menulis Alkitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: "Ini dari Allah."
# Staff Isa dan Islam 2011-06-03 10:11
~
Saudara Syarif Mustafa, Injil yang dipercayai oleh umat Kristiani saat ini adalah sama persis dengan Injil yang sudah beredar dengan luas pada zaman Muhammad. Hanya saja saat ini lebih banyak lagi terjemahan dan tafsiran dalam berbagai bahasa.

Banyak Kitab Injil yang tersimpan dengan rapi di museum-museum di Eropa dengan penanggalan sebelum zaman Muhammad. Jadi, kapan Injil dirubah-rubah oleh orang, dengan menuliskan isi Injil yang berbeda jauh? Kira-kira sebelum zaman Muhammad ataukah setelah zaman Muhammad?

Injil adalah Firman Allah. Oleh sebab mustahil Injil itu bisa dipalsukan oleh manusia karena ia berasal dari Allah. Allah sendiri mengatakan bahwa Firman-Nya tidak mungkin dapat dipalsukan. Kalimat-kalimat Allah tidak mungkin dapat dirubah oleh siapapun (Qs 6:34).

Dalam Injil ada petunjuk dan terang (Qs 5:43-46; Qs 5:68), juga berkah yang yang dapat menjawab keraguan dan pertanyaan Muhammad (Qs 10:94; Qs 16:43-44).

Petunjuk dan terang dalam Injil mengungkapkan bahwa "Isa Al-Masih adalah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang bisa sampai kepada Allah di sorga kalau tidak melalui Isa Al-Masih" (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).
~
CA
# hengky 2011-07-04 00:19
*
Pada dasarnya saya percaya bahwa isi Alkitab adalah benar, yang menegaskan bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan hidup, tapi memang ada ayat-ayat tertentu yang jika dipahami memang agak susah sehingga memerlukan penafsiran.

Itu karena memang ada orang jahat yang sudah merubah sebagian kecil dari isi Alkitab dengan tujuan supaya terjadi kebingungan di antara orang-orang yang memahaminya.

Bukti dari saya yaitu di Kitab Mormon, yang menjelaskan bahwa suatu saat nanti Kitab Anak Domba Allah akan dirubah oleh "gereja yang besar dan keji", maksudnya ialah orang-orang jahat yang merubah isi Kitab tersebut.

Yang dirubah bukan inti dari Alkitab, tetapi hanya kata-kata tertentu yang menyebabkan orang jadi terjebak dalam kebingungan.
Jadi inti dari Alkitab yang menyebut bahwa Yesus adalah Anak Allah tidak dirubah oleh orang-orang jahat, tetapi yang dirubah hanya kata-kata tertentu saja.
# Staff Isa dan Islam 2012-01-27 16:42
~
Saudara Hengky,

Tidak ada yang pernah merubah isi dari Alkitab. Baik kata maupun intinya. Kalaupun ada perbedaan dalam Alkitab, hanya perbedaan bahasa saja. Tentu bahasa Jawa berbeda dengan Sunda. Indonesia dengan Inggris. Inggris dengan Spanis, dll.

Sepertinya saudara masih perlu mempelajari Alkitab secara keseluruhan dengan teliti. Mintalah hikmat dan bimbingan dari Allah, supaya ketika saudara membaca firman Allah, Roh Kudus dapat memberi pengajaran bagi saudara. Sehingga saudara tidak memahami firman Allah dengan salah.
~
SO
# Feliks 2011-07-04 20:38
*
Saudara Hengky,

Saudara mengatakan saudara adalah seorang Kristen, tapi sungguh tampak jelas saudara tidak mengerti Injil.

Semua yang dikatakan saudara bahkan saya seorang Kristen pun tidak mengerti. Saudara sudah sesat, bertobatlah! Kerajaan Allah sudah dekat, banyak setan dalam hati saudara.

Saya salut dengan pengetahuan admin yang luar biasa tentang Al-Quran dan Injil.

Tuhan Yesus memberkati, amin.
# Staff Isa dan Islam 2011-07-06 14:10
~
Sdr. Feliks,

Jelas tidak semua orang Kristen mengerti dan memahami kitab suci mereka. Untuk itu, kita memerlukan bantuan dari Roh Kudus untuk dapat memahami dengan baik apa yang Allah firmankan dalam kitab suci-Nya.

Juga, sebagai orang percaya kita harus selalu bersandar pada Allah. Dan hidup sesuai dengan kebenaran firman Allah, agar kita layak dihadapan Allah.

Itulah sebabnya, dalam salah satu kesempatan Isa Al-Masih berkata pada murid-murid-Nya “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga”. (Injil, Rasul Besar Matius 7:21)
~
SO
# hengky 2011-07-07 01:25
*
Saudara Felix,

Saya tidak mempermasalahka n apakah Alkitab sebagian sudah dirubah atau tidak. Yang terpenting bagi saya adalah bahwa saya percaya bahwa Yesus adalah Juru Selamat saya.

Tidak seharusnya sebagai sesama pengikut Kristus mengatakan sesat kepada sesama Kristen lainnya. Saudara tahu dari mana kalau pernyataan saya salah? Apakah sudah diselidiki?

Di gereja saya tetap memakai Alkitab (versi raja James) sebagai tulisan suci dan saya tetap bersaksi bahwa Alkitab adalah tulisan yang diilhami Allah.

Saya memberikan pernyataan tentang isi Alkitab yang sudah dirubah tersebut, tidak bertujuan memusuhi Kristen atau menyangkal Alkitab, tetapi hanya sekedar bersifat pemberitahuan saja.

Percaya atau tidak, saya kembalikan kepada yang membaca pernyataan saya itu. Semoga saudara Felix memahami maksud saya.

Tuhan memberkati anda.
# Feliks 2011-07-08 10:27
*
Terima kasih Saudara Hengky.

Sekiranya saudara harus memahami terlebih dahulu bahwa Firman adalah kekal, tidak ada yang salah dengan Alkitab versi raja James dari Inggris dan tentunya masih banyak lagi terjemahan dalam versi lain yang akan disesuaikan dengan daerah setempat untuk memudahkan pengertian akan Firman Tuhan atau Injil.

Pada hakekatnya Injil adalah Firman Allah yang kekal tidak akan berubah ataupun dirubah karena terjemahannya kecuali terjemahan yang tidak sesuai dengan Kitab aslinya dan tentunya tidak diakui oleh gereja karena telah terjadi penyesatan oleh sekte-sekte yang tidak bertanggung jawab.

Semoga saudara Hengky memahaminya, terima kasih.

Tuhan memberkati.
# Staff Isa dan Islam 2011-07-16 00:03
~
Saudara Feliks,

Komentar saudara baik sekali. Alkitab adalah Firman Allah yang berisi kebenaran Allah, didalamnya tidak ada manipulasi melainkan kebenaran Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya.

Lihatlah dalam Injil, surat Roma 1:16 “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.”
~
NN
# lucky 2011-07-20 10:57
*
“Mereka (Ahli Kitab) suka mengubah Kalimat-kalimat Allah daripada tempat-tempatny a dan mereka itu (sengaja) melupakan perkara-perkara yang telah diperingatkan (dinasihatkan) kepada mereka…”
(Qs 5:13).

“Sebagian dari orang-orang Yahudi, mereka mengubah kalimat-kalimat dari tempat-tempatny a” (Qs 4:46, baca juga: Qs 2:7; Qs 3:71)

Untuk menjaga kemurnian firman-Nya, Allah mewahyukan Al-Quran sebagai kitab pamungkas kepada penutup nabi dan rasul. Sebagai kitab suci pamungkas, Al-Quran di istimewakan dengan banyak kelebihan, antara lain: dijamin keasliannya (Qs 15: 9); mudah dihafal, dipahami dan diamalkan (Qs 54:17); berlaku universal untuk seluruh alam(Qs 2:1); ajarannya sempurna atau mencakup seluruh aspek kehidupan (Qs 6:38).

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Qur’an dan sesungguh¬nya Kami yang akan menjaganya” (Qs 15:9).
# Staff Isa dan Islam 2011-07-22 21:43
~
Saudara Lucky,

Sungguh sulit dicerna bahwa Allah mempunyai kuasa untuk menjaga Al-Quran dari perubahan selama 14 abad, tetapi tidak mampu berbuat hal yang sama untuk Taurat dan Injil, Qs 6:115 menjelaskan bahwa tidak ada yang dapat merubah kalimat-Nya.

Maaf apakah saudara sudah meneliti sendiri bahwa Injil telah di revisi atau hanya mendengar dari orang. Jika Injil telah di revisi atau dipalsukan maka kapan pemalsuan itu terjadi? apakah waktu pemalsuannya sebelum kitab saudara? jika betul pada saat itu bukankah Allah memerintahkan nabi saudara mencari pertolongan dari mereka yang membaca Alkitab untuk menghilangkan segala macam keraguan (Yunus 10:94) lagipula kitab saudara menyaksikan keaslian Alkitab (Qs 29:46).

Apakah Alkitab dipalsukan setelah datangn ya Al-Quran? jika benar bukankah berarti kitab saudara gagal sebagai penjaga. Di lain hal jika Al-Kitab dirubah setelah munculnya Al-Quran tentul ah hal ini bertentangan dengan hal yang utama, yaitu alasan mengapa Al-Quran diberikan.
~
NN
# Mohamad tukang sayur 2011-07-26 14:18
*
Begitulah jawaban Muslim tanpa didasari sumber dan data yang benar karena hanya memberi tahu begitu saja tanpa dasar.

Anak 2,6 tahun sudah hafal Al-Quran? Bisa tolong lebih jelas sumber dan datanya? Kalaupun anak 2,6 tahun sudah hafal Al-Quran dan harus menerapkan Al-Quran dalam hidup mereka, apakah mereka diharuskan kawin balita seperti Aisyah dan kawin lebih dari 1 istri seperti Muhammad yang punya 21 isteri?(isteri ada yang mengatakan 12)
# Staff Isa dan Islam 2012-01-27 16:43
~
Hafal atau tidak sebuah kitab suci tidak dapat menjamin seseorang dapat masuk sorga. Sebab keselamatan seseorang tidak ditentukan apakah dia hafal isi kitab sucinya atau tidak. Apalah artinya seseorang hafal seluruh isi kitab sucinya, namun hidupnya tidak berkenan pada Allah?.

Maka, melakukan kebenaran firman Allah, adalah jauh lebih baik dibanding hanya menghafalnya.
~
SO
# sportif 2011-08-02 10:39
*
"Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikit pun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat dan Injil yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu." (Qs 5:68).

Benar adanya, tapi maksud ayat diatas adalah tidak dikatakan Islam jika ia meragukan isi Alkitab sebelumnya, tapi isi Alkitab yang mana? Pasti yang asli, sebab Injil sekarang sudah di revisi oleh Paulus, mungkin manusia lebih tinggi derajatnya dari Tuhan sehingga tulisan Tuhan berani dia rubah.

Baca Injil anda dan lihat siapa yang sebenarnya memelihara ajaran Isa Al-Masih? Yesus mengharamkan makan babi.
# Staff Isa dan Islam 2011-08-04 09:24
~
Injil palsu? Hal ini sudah sering kami dengar. Namun sayangnya tidak satupun umat Muslim yang dapat membuktikan kebenarannya.

Yesus mengharamkan babi? Sepertinya tidak ada satupun perkataan dari Yesus yang mengatakan demikian. Perhatikanlah perkataan Yesus berikut ini, "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang." (Injil, Rasul Besar Matius 15:11)

Benarkah yang saudara katakan umat Muslim menjaga ajaran Isa? “Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini" (Injil, Rasul Markus 12:31)

Jelas hukum di atas bertentangan dengan ajaran Al-Quran, yaitu Jihad! Lalu, ajaran Isa yang mana yang saudara maksud dipertahankan oleh umat Muslim?
~
SO
# lucky 2011-08-02 18:25
*
Quoting Mohamad tukang sayur:
*
Anak 2,6 tahun sudah hafal Al-Quran? Bisa tolong lebih jelas sumber dan datanya? Kalaupun anak 2,6 tahun sudah hafal Al-Quran dan harus menerapkan Al-Quran dalam hidup mereka, apakah mereka diharuskan kawin balita seperti Aisyah dan kawin lebih dari 1 istri seperti Muhammad yang punya 21 isteri?(isteri ada yang mengatakan 12)


Dalam Al-Quran justru melarang pernikahan dibawah umur, saya punya bukti otentik kalau Siti Aisyah sudah dewasa saat menikah.

Saya juga punya bukti otentik kalau Yesus juga ber-poligami.

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2011-08-03 16:11
~
Saudara Lucky,

Bila memang dalam Al-Quran ada larangan pernikahan dini, lalu mengapa nabi Muhammad justru menikahi anak di bawah umur? Sayangnya, sebagian besar umat Muslim percaya bahwa Aisyah masih berusia 9 tahun saat dinikahi Muhammad.

Yesus berpoligami? Issue ini bukanlah hal yang baru kami dengar. Tidak sedikit umat Islam menggunakan statement tersebut untuk menyerang orang Kristen bila bicara tentang pernikahan dan poligami.

Tetapi hingga saat ini dari semua pemberitaan tersebut tidak ada yang dapat membuktikan kebenarannya.
~
SO
# lucky 2011-08-10 23:56
*
Para ahli Kitab tak akan pernah sadar dengan kekeliruan mereka hingga akhir zaman nanti, kecuali bagi mereka yang sudah banyak memperoleh hidayah Allah.

Apa tanggapan mereka dengan bukti riil sekarang ini kalau di negara yang mayoritas Kristen sudah banyak yang tidak percaya dengan Injil hingga banyak Gereja yang ditinggalkan oleh jemaatnya.
# Staff Isa dan Islam 2011-08-12 14:27
~
Kalau saudara melihat dunia saat ini, semakin banyak orang yang berbuat jahat dan meninggalkan Allah. Bahkan banyak orang yang tidak percaya lagi akan adanya Allah. Bukan hanya dari golongan orang Kristen yang menyangkal kebenaran Allah.

Orang Kristen yang tidak percaya lagi Injil adalah sama dengan orang yang belum menemukan kebenaran dan keselamatan. Hal ini terjadi bukan karena kesalahan ajaran agamanya, tetapi karena dosa manusia. Dosa yang membuat manusia buta dan tidak menyadari bahwa dirinya membutuhkan keselamatan.

Sekalipun banyak orang yang menyangkal Firman-Nya, namun kebenaran Allah tetaplah kebenaran mutlak yang akan tetap Allah nyatakan.

Sekalipun banyak orang yang menolak, namun karya keselamatan yang Allah kerjakan dalam Isa Al-Masih akan tetap Allah nyatakan karena inilah kebenaran dari Allah.

Dan setiap manusia akan menerima hukuman dari apa yang telah dilakukannya selama hidup. Karena Allah akan membalas kepada setiap manusia menurut perbuatannya.

"Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya" (Injil, Kitab Wahyu 22:12).
~
NN
# komar 2011-08-15 01:35
*
Quoting lucky:
*
Para ahli Kitab tak akan pernah sadar dengan kekeliruan mereka hingga akhir zaman nanti, kecuali bagi mereka yang sudah banyak memperoleh hidayah Allah.

Apa tanggapan mereka dengan bukti riil sekarang ini kalau di negara yang mayoritas Kristen sudah banyak yang tidak percaya dengan Injil hingga banyak Gereja yang ditinggalkan oleh jemaatnya.


Kalimat ini memang sangat terkenal ampuh sebagai jawaban seorang Muslim yang sulit mempertanggung jawabkan imannya bila imannya dipertanyakan.
# Staff Isa dan Islam 2011-08-17 19:49
~
Pengenalan akan Isa Al-Masih, merupakan anugerah Allah kepada manusia. Namun untuk mengenal Isa Al-Masih dengan benar, membutuhkan komitmen total. Setiap orang Kristen harus melepaskan sesuatu yang dianggap paling berharga untuk “digantikan” dengan pengenalan akan pribadi Tuhan dan Juruselamat Isa Al-Masih.

Malahan segala sesuatu harus dianggap rugi, karena pengenalan akan Isa Al-Masih, Tuhan, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah harus dilepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya memperoleh Isa Al-Masih (Injil, Surat Filipi 3:8).

Jika tidak maka keinginan dan kecemaran dunia akan selalu menggoda setiap orang Kristen. Bahkan keadaannya akan semakin rusak daripada sebelum ia mengenal Isa Al-Masih.
~
SL
# lucky 2011-08-15 10:19
*
Sekarang ini sudah jutaan orang yang hafal Al-Quran yang logikanya jelas kalau Al-Quran merupakan mukjizat dari Allah.
# Staff Isa dan Islam 2011-08-15 13:38
~
Saudara Lucky,

Apakah ada gunanya seseorang hafal 100% isi kitab sucinya, namun hidupnya tidak sesuai dengan kebenaran firman Allah? Adakah seseorang yang hafal isi kitab sucinya pasti masuk sorga? Jelas tidak!

Karena jaminan untuk masuk sorga bukan tergantung, hafal atau tidak isi kitab sucinya. Melainkan, apakah kita sudah memiliki “Jalan” yang benar, yang dapat menghantarkan kita ke sana.

"Isa bersabda: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

“Tiket” untuk bisa masuk pintu sorga hanya ada pada Isa Al-Masih. Sebab Isa adalah "Jalan" menuju ke Allah yang benar. Melalui Dia orang dapat belajar mengenai "Kebenaran" tentang Allah dan menemukan "Hidup" bersama Allah.

Sekali lagi kami katakan, bahwa hafal isi kitab suci, tidak akan pernah menjamin saudara dapat masuk sorga.
~
SO
# lilin kecil 2011-09-03 18:22
*
[quote name="hardin"]*
Setelah membaca artikel ini dan membaca al-Quran lebih banyak lagi, jelas sekali bahwa dalam al-Quran banyak sekali petunjuk, ilmu pengetahuan, teknologi, cerita sejarah, cara-cara dan doa, baik doa selamat, doa kesembuhan, doa diturunkan hujan, doa agar perkataan mudah didengar, bahkan doa untuk membuat orang tidur.

Dan semua itu diajarkan oleh Allah kepada kita semua melalui Al-Quran, jadi dengan membaca al-Quran kita otomatis berdoa.


Sdr Hardin, tolong anda pikirkan kembali postingan anda. Sepertinya anda melecehkan kitab suci agama Islam. Jadi menurut anda Al-Quran itu hanya kumpulan mantra-mantra (tolak hujan, sakit, mengusir santet, bahkan dongeng untuk menina-bobokan orang dll) dan kumpulan kamus teknik. Dan kumpulan diktat cara doa dan shalat dan yang saya tangkap juga anda mau bilang Al-Quran juga pedoman dan tekhnik berperang.
# Staff Isa dan Islam 2011-09-05 16:02
~
Dalam kehidupan sehari-hari banyak ditemui, dimana umat Muslim menggunakan kutipan-kutipan ayat Al-Quran sebagai jimat. Dan dalam Al-Quran juga banyak ditemui ayat-ayat yang berupa doa atau mantra yang digunakan untuk mengusir setan dll. Contohnya: ayat kursi. Ayat ini sering ditempel di depan pintu-pintu atau digantung pada ruang tertentu, karena dipercaya dapat mengusir roh-roh jahat.

Jelas sebuah “tulisan” tidak mempunyai kekuatan apapun, termasuk mengusir roh-roh jahat. Isa Al-Masih adalah satu-satunya Pribadi yang dapat mengalahkan roh-roh jahat. Bacalah dengan seksama artikel berikut, http://tinyurl.com/3ctg5ku.
~
SO
# dokter benar 2011-09-04 21:55
*
Hanya satu pertanyaan saja, adakah yang tau siapa yang menjadi saksi waktu Muhammad mendapat wahyu Al-Quran di gua hira? Kalau Nabi Musa sangat banyak sekali yaitu rakyat Yahudi sendiri, apalagi Allah berdiri sebagai tiang awan tentunya banyak yang melihat.

Kalau Isa Al-Masih 4 orang rasul-Nya yang menulis tentang keTuhanan-Nya.
# Staff Isa dan Islam 2011-09-05 16:01
~
Jelas tidak ada saksi mata yang melihat ketika Muhammad “katanya” menerima wahyu dari Allah. Sebab, setiap wahyu-wahyu tersebut diterima pada saat dia sedang seorang diri. Dan hal inilah merupakan salah satu faktor mengapa orang Kristen tidak percaya akan kenabiannya.

Setiap berita tentu harus diuji kebenarannya, apakah berita itu benar dari Allah atau tidak. Taurat Musa tentu telah teruji kebenarannya. Sebab, Allah sendiri telah menyatakan diri-Nya kepada Musa dan bangsa Israel yang dipimpinnya.

Demikian halnya dengan Isa Al-Masih. Selain kesaksian dari orang-orang yang berada bersama-Nya, kedatangan-Nya juga telah dinubuatkan oleh nabi Yesaya, lebih dari enam ratus tahun sebelum Dia lahir.
~
SO
# cari Tuhan 2011-09-05 04:00
*
Saya setuju dengan sdr. Dokter Benar, seandainya saudara kita umat Islam ada yang menjadi saksi atau menyempatkan waktunya untuk mencari keaslian Taurat, Kitab Para Nabi, Zabur, serta Injil, maka terbukalah semua tentang ada atau tidaknya Al-Quran tersebut.

Dan malah, mungkin akan mengenal lebih dekat lagi siapa itu Nabi Isa Al-Masih yang seutuhnya.
# Staff Isa dan Islam 2011-09-05 16:00
~
Sudah bukan rahasia umum lagi bila umat Muslim mengatakan bahwa Taurat dan Injil sudah palsu. Namun sayang, tidak satu-pun diantara mereka yang dapat menjelaskan kapan hal itu terjadi. Bahkan Al-Quran sendiri dengan tegas berkata,

“Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israel) dengan Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.” (Qs 5:46)

Mungkinkah petunjuk dan pengajaran dari Allah dapat dirubah oleh manusia?
~
SO
# cari Tuhan 2011-09-05 04:04
*
Sebab ada tertulis: Carilah terlebih dahulu kerajaan Allah, maka semuanya akan ditambahkan padamu.
# Staff Isa dan Islam 2011-09-05 15:59
~
Saudara benar. Mencari keilahian Allah adalah jauh lebih baik dibanding hal-hal duniawi. Sebab, saat kita mencari wajah-Nya, maka Dia akan mencukupkan setiap hal yang kita butuhkan.

Sebab demikianlah janji Allah, “Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.” (Injil, Rasul Besar Matius 6:31-32)
~
SO
# cerah 2011-12-01 23:24
*
Islam tidak perlu mencari Kitab Suci yang lain, karena semua sudah disempurnakan dalam Al-Quran yang sesuai janji Allah akan terjaga hingga akhir zaman.

Islam justru mengenal paling dekat dengan Isa Al-Masih dibandingkan Kristen, karena apa yang disembah oleh Isa Al-Masih adalah juga disembah oleh Islam, yaitu Allah.
# Staff Isa dan Islam 2011-12-03 11:21
~
Kami juga setuju dengan saudara Cerah. Sebab hal itu akan membuktikan apakah pernyataan yang diberikan umat Muslim selama ini tentang Injil sudah dipalsukan benar atau salah.
~
SO
# cerah 2011-12-13 23:28
*
Saya mau bertanya: Seandainya saat ini seluruh Kitab suci, termasuk yang sudah kuno di seantero dunia ini dimusnahkan, bagaimana caranya untuk dibuat kembali seperti aslinya?.
# Staff Isa dan Islam 2012-01-06 15:40
~
Sebaiknya kita tidak perlu berandai-andai karena sudah terbukti bahwa sebagai Firman Allah, Kitab Suci tidak dapat dimusnahkan. Kitab Suci berkali-kali diserang dan berusaha dimusnahkan, lebih sering dibandingkan dengan buku-buku lain dalam sejarah.

Mulai dari kaisar Roma seperti Diokletian, sampai para diktator komunis dan orang-orang ateis maupun penganut agnostik zaman modern, telah berusaha menghancurkan Kitab Suci . Tetapi Kitab Suci tetap bertahan dari segala serangan mereka dan sampai sekarang masih merupakan buku yang paling banyak dicetak.

Tidak mengejutkan bahwa bagaimanapun Kitab Suci diserang, Kitab Suci akan lolos dan tak berubah. Karena Isa Al-Masih telah berkata, “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataanKu tidak akan berlalu.” (Injil, Rasul Markus 13:31)
~
SL
# dedex 2012-01-04 23:04
*
Saudara Cerah,

Bila seluruh kitab suci musnah tentu itu pertanda kiamat datang, kecuali masih ada ahli-ahli kitab yang hafal Kitab Suci. Karena Kitab Suci adalah jalan terang, petunjuk bagi umat-Nya di dunia maupun di akhirat.
# Staff Isa dan Islam 2012-01-06 14:59
~
Saudara Dedex,

Kami setuju dengan saudara, kitab suci adalah jalan terang dan petunjuk bagi umat Allah.

Qs 5:46 berkata, “......Dan Kami telah memberikan kepadanya (Isa Al-Masih) Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.”

Bagi seseorang yang memerlukan petunjuk dan pengajaran, serta ingin menjadi orang yang bertagwa, maka orang tersebut dapat menemukan petunjuk dan pengajaran itu dalam Injil dan Taurat.

Sudahkah saudara menjadi orang yang bertakwa?
~
SO
# azman 2012-03-01 00:28
*
To: Staff IDI,

Al-Quran diturunkan kepada Muhammad melalui perantaraan Malaikat Jibril. Malaikat Jibril adalah malaikat yang ditugaskan oleh Allah untuk menyampaikan kalam Allah kepada Muhammad.

Mana mungkin seorang makhluk Allah yang ditugaskan untuk menyampaikan wahyu melanggar amanat Allah dengan menambah kata-katanya dalam Al-Quran yang merupakan wahyu Allah!
# Staff Isa dan Islam 2012-03-07 10:45
~
Umat Muslim meyakini bahwa Nabi Muhammad buta huruf. Bahwa Al-Quran diilhamkan langsung dari sorga kepada Muhammad. Jadi, Muhammad seperti alat perekam saat menerima Al-Quran.

Nah, yang harus dikritisi ialah bagaimana jika ada kesalahan gramatikal, geografis, atau historikal di dalam Al-Quran, kesalahan siapa itu? Bila bukan kesalahan malaikat dan Muhammad, berarti kesalahan Allah. Apakah mungkin Allah melakukan kesalahan?

Yang harus diselidiki adalah apakah benar semua yang diterima Muhammad adalah wahyu dari Allah atau hasil penafsiran subjektifitas pribadi. Karena saat wahyu tersebut diterima tidak ada saksi. Al-Quran pun belum pernah melewati proses uji, karena hal itu dilarang.

Allah tidak akan pernah melakukan kesalahan, namun manusia bisa melakukan kesalahan.
~
NN
# Erik 2012-03-20 21:53
*
Quoting Staff Isa dan Islam:
~
..Mungkinkah petunjuk dan pengajaran dari Allah dapat dirubah oleh manusia?
~
SO

Benar. Itulah yang terjadi pada Zabur, Taurat, dan Injil. Sebagian dari mereka yang tidak lagi mendengarkan perkataan nabi mereka telah menjauh dari ajaran nabi dan kitab mereka.

Oleh karena itulah Al-Quran diturunkan dan keterpeliharaan isinya dijamin langsung oleh Allah dalam firman-Nya: ”Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya" (Qs 15:9).
# Staff Isa dan Islam 2012-03-26 22:14
~
Kitab Zabur, Taurat dan Injil, adalah adalah Firman Allah. Tidak ada seorangpun yang dapat mengubah Firman Allah, karena Allah sendiri yang menjaga firman-Nya. “Semua firman Allah adalah murni. Ia adalah perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya” (Zabur, Kitab Amsal 30:5)

Sebenarnya seseorang yang tidak menaati atau menyimpang dari pengajaran Alkitab tidak boleh didakwa sebagai orang yang mengubah Alkitab. Orang yang dikatakan mengubah Alkitab misalnya adalah orang yang benar-benar mengubah fakta-fakta mengenai kelahiran, penyaliban dan kebangkitan Isa Al-Masih.

Dan Allah akan memberikan sanksi kepada orang yang benar-benar telah mengubah Alkitab. "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perka taan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-mala petaka yang tertulis di dalam kitab ini” (Injil, Kitab Wahyu 22:18).
~
SL
# mer 2012-05-22 13:27
*
Quoting Sugia:
*
Mengenai Jin dalam surah 72:11, ia adalah mahluk seperti manusia juga (lihat surah 7:179).

Berarti Allah menyamakan manusia dengan setan dan tidak ada bedanya. Kalau setan penyesat, maka manusia juga penyesat, kalau setan terkutuk, manusia juga sama.
# Staff Isa dan Islam 2012-05-23 16:12
~
Menurut Alkitab, setan adalah bapak dari segala kebohongan "Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keing inan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta" (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:44).

Sedangkan manusia adalah mahkluk ciptaan Allah yang mulia. Allah sangat mengasihi manusia, tentu Allah juga tidak ingin manusia binasa sebagaimana halnya setan.
~
SO
# Tari Ngotna 2012-06-29 04:16
*
Saya sudah membaca diskusi ini sejak dari awal. Saya puji kesabaran dan ketepatan tanggapan dan ketulusan hati staf IDI. Para Muslim yakin Alkitab sudah diubah manusia, tetapi tidak seorang pun Muslim mampu dengan meyakinkan memberikan bukti atau obyek fakta yang mendukung tuduhannya. Hanya tuduhan tanpa bukti. Dan mereka menjadi buntu, karena beberapa ayat Al-Quran bahkan menjadi lawan tuduhan mereka sendiri.

Jika saya pada posisi seperti ini saya tidak akan bisa tidur nyenyak. Karena ini menyangkut kehidupan akhirat. Saya mencoba merasakan hati para Muslim yang telah berpartisipasi dalam diskusi ini. Saya hanya bisa menahan nafas saat membaca tulisan-tulisan mereka yang menurut saya hanya karena dorongan hati yang kuat, dengan tak ada pilihan lain kecuali hanya Al-Quran atau Islam.

Saya berdoa semoga staf IDI tetap diberi ketangguhan dan ketahanan, sehingga banyak orang yang diselamatkan.
# Staff Isa dan Islam 2012-07-03 21:50
~
Terimakasih saudara Tari atas apresiasi saudara, juga dukungan doa saudara bagi kami. Tentu kami senang akan dukungan doa dari saudara-saudara seiman.
~
SO
# Fajri 2012-07-09 03:21
~
Menurut saya semua ajaran agama itu menuntun kita pada kebaikan bukan keburukan. Al-Quran adalah pelengkap dari semua kitab-kitab Allah yang telah ada. Nabi Muhammad juga nabi terahkir dari semua nabi-nabi Allah.

Jika anda mengatakan Al-Quran bukan firman Allah, melainkan perkataan Nabi Muhammad. Apakah anda yakin jika hanya kitab Injil saudara yang merupakan perkataan Allah, dan bukan dari perkataan Nabi Isa?

Sebelum kitab Injil dan Al-Quran diturunkan, telah ada 2 kitab yang di turunkan Allah, yaitu Kitab Taurat kepada Nabi Musa dan Zabur kepada Nabi Daud.

Jadi, kalau Al-Quran bukan firman Allah, maka semua kitab-kitab sebelum Al-Quran diturunkan (Kitab Taurat, Kitab Zabur, Kitab Injil) juga bukan Firman Allah, melainkan hanya perkataan Nabi-Nabi.
# Staff Isa dan Islam 2012-07-11 22:11
~
Saudara Fajri,

Kami percaya bahwa Alkitab (Taurat, Zabur, Kitab Nabi-nabi dan Injil) adalah Firman Allah, berasal dari Allah. Kami juga sependapat dengan saudara Fajri, tentu saja setiap agama mengajarkan kebaikan. Tetapi agama itu sendiri tidak dapat menyelamatkan manusia dari hukuman dosa. Hanya ada satu pribadi yang dapat menyelamatkan kita, yaitu Isa Al-Masih.

Mengenai pandangan kami tentang kitab saudara, kami mengatakan bukan tanpa alasan, tetapi apa yang kami katakan berdasarkan kitab saudara sendiri. Benarkah Al-Quran 100% firman (perkataan) Allah? Tidak bercampur dengan ucapan Muhammad sebagaimana dinyatakan dalam Qs 53:3-5? Sedangkan pada ayat-ayat yang lain pada kitab yang sama jelas menyatakan itu perkataan manusia (Muhammad).

Dan pandangan kami mengenai nabi saudara, silakan baca di url ini http://tinyurl.com/cj969my

Nah, bagaimana tanggapan saudara Fajri dengan ayat-ayat yang kami kutip dalam artikel di atas?
~
DA
# mualaf 2012-07-19 04:49
*
Quoting mer:
*
[quote name="Sugia"]*
Mengenai Jin dalam surah 72:11, ia adalah mahluk seperti manusia juga (lihat surah 7:179).

Berarti Allah menyamakan manusia dengan setan dan tidak ada bedanya. Kalau setan penyesat, maka manusia juga penyesat, kalau setan terkutuk, manusia juga sama.


Di mata Allah manusia, jin dan malaikat itu sama-sama ciptaan-Nya. Bedanya Malaikat tidak mempunyai hawa nafsu dan hanya melaksanakan perintah Allah. Jin (ada golongan beribadah dan ada golongan terkutuk (syetan). Sedangkan manusia ada yang Muslim dan ada yang kafir.
# Staff Isa dan Islam 2012-07-19 11:18
~
Maaf saudara Mualaf, sepertinya komentar saudara tidak menanggapi pernyataan saudara Mer di atas.

Pertanyaan kami, lalu bagaimana saudara Mualaf menjelaskan tentang adanya Surat Jin dalam Al-Quran seperti pada komentar di atas. Masihkah dapat dikatakan bahwa Al-Quran 100% firman Allah?
~
SO
# petualang 2012-07-20 02:20
*
Al-Quran itu 100% wahyu Allah. Firman Allah. Gaya bahasa Al-Quran bernilai sastra yang indah, menarik dan tinggi. Sebagaimana gaya bahasa, ada yang monolog, dialog, drama, dan lain sebagainya.

Al-Quran adalah skenario kehidupan yang "ditulis" dan disutradarai oleh Allah.
# Staff Isa dan Islam 2012-07-20 12:19
~
Saudara Petualang,

Kami menghormati pandangan saudara tentang Al-Quran. Jelas setiap umat pasti mengatakan bahwa kitab sucinya terbaik dan benar-benar paling baik.

Bila kami membaca pernyataan saudara di atas, kami mengambil kesimpulan bahwa alasan saudara mengatakan Al-Quran 100% wahyu Allah karena semata-mata karena gaya bahasa Al-Quran yang bernilai sastra tinggi, menarik, dan indah.

Pertanyaan kami, bila seandainya Muhammad adalah orang Indonesia dan bukan orang Arab. Apakah wahyu yang diturunkan Allah kepadanya masih menggunakan gaya bahasa bernilai sastra yang indah, menarik dan tinggi sebagaimana bahasa Al-Quran saat ini? Dan akankah Al-Quran tetap ditulis dalam bahasa Arab?

Pertanyaan kami kedua, bila memang benar Al-Quran adalah skenario kehidupan yang ditulis Allah, mengapa skenario tersebut banyak berubah bahkan bertolak-belaka ng dari skenario sebelumnya?
~
SO
# die 2012-07-27 16:45
*
Admin, apakah di dalam Al-Quran terdapat ayat-ayat atau pernyataan yang menurut anda menyesatkan, sehingga anda tidak yakin atas semua ayat yang terdapat dalam Al-Quran?

Sesungguhnya Al-Quran adalah pedoman bagi umat manusia untuk menuju kebaikan.

Maaf jika terdapat kesalahan kata dalam komentar saya. Karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT, dan segala kekurangan adalah milik manusia.
# Staff Isa dan Islam 2012-07-28 16:03
~
Saudara Die,

Kalau bisa jujur, sebenarnya kami meragukan apakah benar Al-Quran firman Allah yang Dia sampaikan kepada Muhammad. Bukan saja karena ayat-ayatnya yang menyesatkan, tetapi karena banyaknya ayat dalam kitab tersebut yang bertentangan dengan firman Allah sebelumnya.

Contoh yang sederhana: Pada nabi-nabi sebelumnya, Allah tidak pernah “menetapkan” sebuah agama sebagai agama yang lebih baik dibanding agama yang lain. Sehingga sungguh tidak masuk akal bila tiba-tiba Allah berubah pikiran, lalu mengutus Muhammad dengan agama “Islam”nya.

Contoh lain, ajaran-ajaran yang terdapat di Al-Quran banyak yang bertentangan dengan ajaran-ajaran yang diberikan Allah pada kitab-kitab sebelumnya. Ajaran manakah itu? Saudara dapat membaca artikel pada link ini: http://tinyurl.com/cj969my.

Alasan lainnya adalah, terkadang ayat Al-Quran tidak konsisten. Contoh: Qs 5:46 “mengatakan bahwa dalam Taurat dan Injil ada petunjuk dan cahaya bagi orang bertakwa”. Tetapi, ayat lain dalam Al-Quran mengatakan bahwa Taurat dan Injil sudah dipalsukan.

Lagi, Qs 19:33 dengan jelas mengatakan bahwa “Isa benar-benar lahir, wafat, dan dibangkitkan kembali”. Tetapi ayat lain dalam Al-Quran mengatakan Isa tidak wafat.

Manakah yang dapat dipercaya dari ayat-ayat di atas?
~
SO
# arie 2012-08-12 14:17
*
Admin,

Al-Quran mempunyai ayat yang berhubungan antara ayat yang satu dengan ayat lainnya. Anda tidak tahu apa-apa tentang Al-Quran. Jadi mohon anda tidak menafsirkan / menterjemahkan Al-Quran secara satu persatu maupun sepotong-sepoto ng.
# Staff Isa dan Islam 2012-08-18 11:32
~
Saudara Arie,

Baiklah, mungkin dalam pandangan saudara pengetahuan kami tentang Al-Quran masih sangat minim sekali dibanding saudara yang adalah seorang Muslim.

Untuk itu, bagaimana pandangan saudara dengan dua ayat ini:

“dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, ’Isa putera Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan ’Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) ’Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah ’Isa” (Qs 4:157)

“(Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya" (Qs 3:55)

Qs 4:157 mengatakan Isa tidak mati, tetapi diangkat naik ke sorga. Sementara Qs 3:55 mengatakan Isa sampai pada akhir ajalnya. Dengan kata lain, Dia benar-benar wafat.

Nah, yang benar yang mana? Wafat atau diangkat ke sorga?
~
SO
# Muhammad H Sy 2012-08-14 19:44
~
Al-Quran sepenuhnya bahasa Allah. Al-Quran berisi bahasa-bahasa perumpamaan yang sulit dimengerti oleh orang awam.

Allah Maha Mengetahui apa yang kita tidak ketahui. Surah-surah yang anda jelaskan pasti ada maksud di balik semua itu.
# Staff Isa dan Islam 2012-08-18 11:33
~
Saudara Muhammad,

Kami setuju dengan pernyataan saudara bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang tidak kita ketahui. Tetapi maaf, kami kurang setuju bila saudara mengatakan Al-Quran sepenuhnya bahasa Allah. Sebab yang kami tahu Allah tidak pernah meninggikan satu bahasa dari bahasa lain. Di hadapan Allah semua bahasa sama dan Dia mengerti setiap bahasa.

Setahu kami kitab suci adalah sebuah buku penuntun bagi umatnya. Sehingga seharusnya kitab suci ditulis dengan menggunakan bahasa yang mudah untuk dimengerti. Sebab kitab suci gunanya bukan hanya sekedar enak dibaca lalu dihafal. Tetapi juga untuk mengerti dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Adalah sangat menyedihkan bila memang Al-Quran sangat sulit dipahami. Sehingga wajar saja bila umat Muslim banyak yang tidak memahami kitab sucinya. Mungkinkah saudara Muhammad salah satu diantaranya?

Untuk menghindari hal-hal seperti inilah mengapa Injil diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Tujuan dari penterjemahan tersebut, agar setiap orang dapat membaca, mengerti, memahami, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan” (Kitab Nabi Yosua 1:8)
~
SO
# Santo 2012-08-16 15:49
*
Contoh yang sederhana: Para nabi-nabi sebelumnya, Allah tidak pernah “menetapkan” sebuah agama sebagai agama yang lebih baik dibanding agama yang lain. Sehingga sungguh tidak masuk akal bila tiba-tiba Allah berubah pikiran, lalu mengutus Muhammad dengan agama “Islam”nya.

Sungguh anda telah melecehkan Allah dan Firman-Nya, guna membela paham anda akan Yesus. Apakah anda penganut ajaran Allah atau sekadar Yesusnisme?


Bila anda benci Islam, bencilah orangnya. Kalau anda benci ajaran Islam, bencilah orangnya. Anda tidak akan pernah tahu apakah Islam datang dari Allah, bila anda membaca Al-Quran hanya untuk mencari kesalahan Islam.

Pada Ar-rum: Allah membela romawi yang mengamalkan Injil. Mengapa dibela? Karena Nasrani datang dari Nabi Isa. Sedang tugas Nabi Muhammad adalah menuntaskan yang belum Nabi Isa lakukan. Menyebarkan Ajaran Allah ke seluruh dunia.
# Staff Isa dan Islam 2012-08-18 11:33
~
Saudara Santo,

Melalui perkataan kami di atas, kami merasa tidak melecehkan Allah dan Firman-Nya. Dan kami juga tidak membela Yesus. Yesus tidak membutuhkan pembelaan dari kami sebab Dia adalah Kalimat Allah. Apakah menurut saudara orang berdosa layak membela Pribadi yang suci?

Bila saudara mempelajari sejarah dari nabi Adam hingga Isa Al-Masih, mereka tidak ada yang datang atas nama sebuah agama. Bahkan Nasrani sendiri bukanlah agama yang dibawa oleh Isa Al-Masih. Nasrani atau Kristen adalah nama lain yang diberi bagi pengikut Isa Al-Masih. Dan hingga kini orang-orang pengikut Isa disebut Kristen.

Kami tidak pernah membenci agama Islam, ajaran Islam, atau orang Islam. Sebaliknya kami mengasihi semua orang baik dari latar-belakang agama apapun. Saya sendiri hidup dan bergaul dengan orang-orang Islam. Sebab itulah yang diajarkan oleh Isa Al-Masih.

“Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Injil, Rasul Besar Markus 22:39)
~
SO
# Citra 2012-08-16 22:46
*
Sanggupkah manusia biasa menceritakan seperti apa yang ada di dalam Al-Quran? Sanggupkah manusia biasa menceritakan kisah para nabi ratusan bahkan ribuan tahun sebelumnya? Sanggupkah manusia biasa menceritakan tentang ilmu pengetahuan yang ada di alam semesta yang baru dibuktikan ribuan tahun sesudahnya?

Semua itu mustahil tanpa adanya Firman yang turun dari Allah SWT.
# Staff Isa dan Islam 2012-08-18 11:34
~
Saudara Citra,

Bila saudara bertanya, apakah mungkin Al-Quran bukan merupakan firman Allah? Jawaban kami, tidak ada yang tidak mungkin.

Bagaimana asal-usul Al-Quran dibuat, saudara dapat membaca buku ini: http://tinyurl.com/6tst4v3. Silakan saudara membaca dan mempelajari dengan hati yang jujur, dengan demikian saudara akan menemukan satu kebenaran.

“Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat , sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga” (Injil, Rasul Besar Matius 24:24).
~
SO
# arie 2012-08-20 21:44
*
Sebenarnya anda tau kan perkataan siapa yang dimaksudkan di dalam (Qs 4:157)..? yaitu para Ahli Kitab. yang telah dijelaskan di ayat sebelumnya : (Qs 4:151 - 156).

(QS 4:158). Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

(QS 4:159). Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari Kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.
# Staff Isa dan Islam 2012-08-23 12:58
~
Saudara Arie,

Telah menjawab pertanyaan pada artikel di atas. Dengan mengatakan bahwa dalam Qs 4:157 itu adalah perkataan para Ahli Kitab.

Jadi, kesimpulanya kitab saudara tidak seratus persen firman (perkataan) Allah, tetapi juga bercampur dengan perkataan para Ahli Kitab, benar?

Mengenai hari kiamat kami tidak perlu ragu-ragu. Bahkan nabi Saudara menasihati, ". . . janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu . . ." (Qs. 43:61). Mengapa demikian? Dalam kalimat sebelumnya nabi saudara menulis, "Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat" Silakan baca penjelasannya di url ini: http://tinyurl.com/9tyjl4m

Saudaraku, Isa Al-Masih bukan hanya memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Tetapi Isa juga sebagai Hakim yang adil (Hadis Shahih Bukhari 1090 ).

Demikian dalam Injil dinyatakan bahwa Isa Al-Masih bukan hanya sebagai Hakim, tetapi juga Pembela kita (yang percaya kepada Isa Al-Masih). “Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?” (Injil, Surat Roma 8:34).

Nah, bagaimana dengan saudara ingin masuk hukuman kekal atau bersama Allah di sorga? Untuk itu silakan baca dan renungkan di url ini: http://tinyurl.com/6ntpehg
~
DA
# ari 2012-10-21 01:34
*
Kepada Staf Isa dan Islam,

Al-Quran adalah firman Allah. Dalam Qs 4:157 Allah menjelaskan bahwa yang disalib adalah yang diserupakan Isa Al-Masih.
# Staff Isa dan Islam 2012-10-22 19:43
~
Saudara Ari,

Maaf bila kami mengatakan adalah satu kebodohan bila saudara mengutip ayat di atas untuk menguatkan pernyataan saudara bahwa Al-Quran adalah firman Allah. Mengapa?

Bila memang benar apa yang dikatakan dalam ayat tersebut adalah yang sebenarnya, berarti Allah yang disembah oleh umat Muslim dan Muhammad, adalah Allah yang suka berbohong. Dan ayat di atas adalah bukti kebohongan Allah tersebut.

Mengganti atau membuat wajah seseorang mirip wajah Isa, sehingga orang-orang yang melihat mengira orang tersebut adalah Isa, bukankah sebuah penipuan? Patutkah Allah yang demikian disembah? Bila Allahnya saja bisa melakukan pembohongan publik, apa lagi nabinya?
~
SO
# arie 2012-11-15 00:42
*
Kepada staf Isa dan Islam,

Penyelamatan tidak bisa dikatakan sebagai suatu pembohongan. Allah menyelamatkan Isa Al-Masih dari penyaliban, seperti Nabi Musa yang diselamatkan oleh Allah dengan membelah lautan supaya terhindar dari kejaran pasukan Firaun dan Nabi Ibrahim yang diselamatkan dari api yang membakar tubuhnya.
# Staff Isa dan Islam 2012-11-16 14:26
~
Saudara Arie,

Penyelamatan yang dilakukan Allah terhadap Nabi Musa jelas berbeda dengan “konsep penyelamatan” Allah terhadap Isa Al-Masih sebagaimana yang diyakini oleh umat Muslim.

Allah menyelamatkan Nabi Musa melalui mujizat yang diberikan-Nya kepada Nabi Musa. Yaitu dengan membelah laut, dimana laut tersebut terpisah menjadi dua bagian di antara daratan agar Musa dan bangsa Israel dapat menyeberanginya.

Bagaimana dengan “penyelamatan” yang dilakukan Allah terhadap Isa? Menurut Al-Quran dan yang dipercaya oleh umat Muslim, Allah mengambil seseorang dan mengubah wajah orang tersebut persis seperti wajah Isa. Alhasil, orang-orang yang ada di situ mengira dia adalah Isa. Dengan kata lain, orang-orang itu telah tertipu.

Inilah penyelamatan yang menurut kami tidak masuk akal. Dan lagi, Al-Quran mengatakan bahwa orang yang diserupakan dengan Isa itu adalah Yudas, murid-Nya yang telah mengkhianati Dia. Sementara Injil berkata Yudas mati gantung diri. “Maka iapun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri” (Injil, Rasul Besar Matius 27:5)

Lalu, manakah yang benar dan pantas untuk dipercayai? Tulisan dari saksi mata yang melihat kejadian sebenarnya atau berita yang disampaikan setelah ratusan tahun kemudian?
~
SO
# arie 2012-11-18 11:35
*
Kepada yth staf Isa dan Islam,

Usaha penyelamatan tetap tidak bisa dikatakan sebagai suatu pembohongan.

Jika tiba-tiba ada seorang perempuan yang masuk ke dalam rumah anda dan ia sedang bersembunyi dan takut karena sedang dikejar-kejar dan diancam dibunuh oleh preman. Apa yang anda lakukan jika preman itu datang? Anda berbohong dan mengatakan tidak tau dimana perempuan itu, atau memberitahu preman dimana perempuan itu berada?
# Staff Isa dan Islam 2012-11-20 13:46
~
Saudara Arie,

Apakah kami pernah mengatakan bahwa usaha penyelamatan adalah pembohongan? Penyelamatan yang bagaimana yang saudara maksud sebagai pembohongan, dan apa relevansi dari penyelamatan tersebut dengan ilustrasi yang saudara sebutkan?
~
SO
# Sheng 2012-12-04 15:30
*
Dari semua komentar-koment ar atau ayat-ayat yang dikutip dari Al-Quran (tanpa SARA), saya bisa menyimpulkan bahwa Al-Quran sangat membingungkan. Terkesan mutar-mutar dan tidak ada ujung pangkal serta arah yang jelas.

Di ayat lain Al-Quran percaya bahwa Injil itu dari Allah, bahkan Muhammad kalau bingung pun bisa membaca Injil. Sementara di ayat Al-Quran lainnya mengatakan bahwa Injil sudah dipalsukan.

Saya jadi bingung, bagaimana Muhammad boleh membaca Injil sementara di ayat lain, Injil sudah diubah katanya.

Tanpa mengurangi rasa hormat saya terhadap Islam, saya menyimpulkan bahwa Al-Quran ini perlu dipertanyakan kebenarannya. Sehingga umatnya bisa langsung mendapatkan jalan yang lurus. Bukan sepanjang hidup berdoa untuk mendapatkan jalan yang lurus tetapi sampai kiamatpun tidak ketemu. Pada hal kalau sudah kiamat, tidak ada kesempatan untuk bertobat lagi.
# kusmardiyanto 2012-12-04 20:59
*
Seluruh isi Al-Quran adalah perkataan Allah. Artinya seluruh perkataan yang ada di dalamnya, Allah yang membuatnya. Di dalamnya ada kalanya Allah menceritakan/me ngabarkan perkataan malaikat-Nya, utusan-Nya, jin, doa, pernyataan yang Dia ridhoi untuk diucapkan oleh seorang hamba, pernyataan orang-orang kafir dll.

Dalam bahasa Arab karena turun kepada seorang nabi dan rasul dari kalangan yang berbahasa Arab
# Staff Isa dan Islam 2012-12-12 14:44
~
Saudara Kusmardiyanto, terimakasih untuk penjelasan saudara yang mengatakan bahwa seluruh isi Al-Quran adalah perkataan Allah.

Tapi ada satu ayat yang kami kurang mengerti, apakah itu benar perkataan Allah atau tidak. Yaitu Qs 72:1-15. Bagaimana pendapat saudara mengenai ayat ini. Siapakah sebenarnya yang berbicara pada ayat tersebut, Allah atau Setan?

Selain itu, kami juga membaca dalam Qs 46:29-32 bahwa roh-roh jahat/jin-jin memainkan peranan penting dalam formasi agama Islam. Bagaimana pendapat saduara Kusmardiyanto mengenai hal ini?
~
SO
# muhammad rifadhli 2012-12-05 18:07
*
Injil yang beredar tidak mungkin seantero jagad bisa dihanguskan, akan tetapi Injil sudah banyak yang berubah dan Injil pertama (pegangan Isa Al-Masih adalah Injil Barnabas).
# Staff Isa dan Islam 2012-12-06 11:45
~
Saudara Muhammad Rifadhli,

1. Silakan memberi dua atau tiga bukti yang menyatakan bahwa Injil sudah berubah!

2. Sejauh manakah saudara mengerti tentang Injil? Kiranya saudara tidak keberatan untuk memberi penjelasan sejauh mana saudara mengerti tentang apakah yang maksud dengan “Injil”!

3. Apakah saudara pernah membaca penjelasan tentang Injil Barnabas? Bila belum, silakan membacanya pada link ini: http://tinyurl.com/bovljam.
~
SO
# arie 2012-12-10 11:31
*
Kepada Staf Isa dan Islam,

Sebagai orang Nasrani tentu anda tidak percaya bahwa Isa Al-Masih telah diselamatkan Allah dari penyaliban. Tetapi itulah yang tertulis di Al-Quran. Kebenaran Al-Quran tidak diragukan lagi dan tidak bertentangan dengan ilmu pengetahuan.

Masih tidak percayakah anda dengan Al-Quran?
# Staff Isa dan Islam 2012-12-13 13:27
~
Saudara Arie,

Kami maklum atas keyakinan saudara akan kebenaran Al-Quran. Sekarang mari kita lihat ilustrasi ini:

Suatu hari saudara Arie bertemu dengan dua pria. Yang satu hidup pada zaman penjajahan Belanda dan yang satu hidup pada zaman kemerdekaan. Lalu mereka berdua bercerita bagaimana Belanda menjajah Indonesia. Tapi cerita keduanya berbeda. Menurut saudara Arie cerita siapakah yang layak dipercaya, apakah orang yang hidup di zaman penjajahan dan menyaksikan sendiri bagaimana Belanda menjajah Indonesia, atau orang yang hidup setelah kemerdekaan dan tidak menyaksikan sama sekali?

Tentu yang layak dipercaya adalah dia yang menyaksikan kejadian itu terjadi bukan? Karena dia melihat sendiri. Bukan sekedar mendengar cerita dari orang lain.

Cerita yang sama juga terjadi pada kematian Isa Al-Masih. Murid-murid Yesus yang menulis Injil menyaksikan sendiri bagaimana Yesus disalib. Sedangkan Muhammad, jangankan menyaksikan, dia saja baru lahir setelah ratusan tahun Isa Al-Masih naik ke sorga.

Terlepas dari saudara Arie seorang Muslim yang diwajibkan percaya pada Al-Quran, bila melihat ilustrasi di atas dan tentang cerita kematian Yesus disalib, manakah yang dapat dipercaya. Cerita dari murid-murid Yesus yang menyaksikan sendiri bagaimana Dia disalib, atau orang lain yang hanya mendengar cerita itu dan menceritakan lagi pada orang lain?
~
SO
# Penjaga Neraka 2012-12-21 01:24
*
Sudahkah anda tahu bahwa tulisannya sedikit meragukan firman-firman Allah? Daripada anda menyangkal, setelah mati kita akan buktikan siapa yang benar.
# Staff Isa dan Islam 2012-12-28 10:22
~
Sering kami mendengar teman-teman Islam berkata “setelah mati, kita akan buktikan siapa yang benar!”

Maaf, menurut kami ini adalah pemikiran yang bodoh. Pemikiran orang-orang yang tidak ingin menyusahkan dirinya untuk mencari sebuah kebenaran.

Ketika seseorang mati, maka semua berakhir. Sudah tidak ada kesempatan untuk memperbaiki apa yang salah. Semua sudah terlambat, yang tinggal hanyalah penyesalan. Menyesal mengapa semasa hidupnya dia tidak mau menerima bahkan mendengar kebenaran yang disampaikan kepadanya.
~
SO
# if soejalma 2013-01-21 21:09
*
Tolong paparkan dengan argumen rasional, disertai data-data yang akurat bahwa Al-Quran benar-benar firman Tuhan.
# Noel Caesar 2013-01-22 17:00
*
Dalam Qs 10:64 (Qs 6:34), menyatakan tidak ada yang boleh merubah kalimat Allah, tetapi kenyataannya:

1. Qs 4:7 dibatalkan oleh ayat 11.
2. Qs 73: 2 dibatalkan oleh ayat 20.
3. Qs 24:2 dibatalkan oleh Qs 4:16
4. Qs 2:183 dibatalkan oleh ayat 184

Lalu masih benarkah Firman Allah, biarlah hati kita yang memilih. Semoga menjadi berkat.
# hamba Allah 2013-01-25 11:36
*
Perkataan untuk mengatakan siapa yang benar dan salah, itu setelah mati karena setiap manusia akan ditampakkan kebaikan dan keburukan pada saat hari kiamat. Mereka terbuka mata, sehingga mereka akan tahu kebenaran yang sebenarnya. Yang berkata itu bukan orang-orang Islam, tapi Allah sendiri menggambarkan di hari kiamat. Orang-orang Islam hanya menyampaikan saja, kalau tidak percaya baca saja Al-Quran tentang hari kiamat.
# Staff Isa dan Islam 2013-01-29 10:54
~
Saudara Hamba Allah,

Memang apa yang saudara katakan di atas tidak salah. Sebab, ketika hari kiamat itu tiba, mau tidak mau setiap mata akan melihat mana yang benar dan mana yang salah.

Pertanyaannya adalah: Jika ternyata saudara berada dalam posisi yang salah, apa yang saudara lakukan? Satu-satunya adalah pasrah menerima nasib untuk dilempar ke neraka selama-lamanya.

Jelas setiap orang tidak ingin masuk neraka. Setiap orang ingin masuk ke dalam sorga. Ketika kita berada di dunia, itulah kesempatan untuk kita bisa mengambil “kunci” untuk bisa masuk sorga. Setelah kiamat tiba, maka kesempatan itu sudah habis.

Bila saudara memang ingin masuk sorga, selagi ada kesempatan dan Tuhan masih memberi saudara nafas kehidupan, ambillah “kunci” tersebut. Firman Allah berkata, “Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).
~
SO
# hamba Allah 2013-01-25 18:22
*
Qs 4:7 dan 11, ayat Al-Quran sedikitpun tidak akan pernah berobah. Ayat 11 sebagai penjelas ketetapan dari ayat 7. Begitu juga Qs 73 ayat 2 dan 20, ayat 20, menjelaskan ayat 2 dan 16.

kedua-duanya tetap tidak dibatalkan. Jika mereka mau bertaubat, silahkan, tapi hukum tetap dijalankan sesuai yang ditetapkan.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-05 11:04
~
Saudara Hamba Allah,

Apakah benar Al-Quran tidak pernah berubah?

Banyak Muslim tidak percaya bahwa pernah disuatu masa tertentu Al-Quran beredar dengan berbagai versi. Pada saat kematian Muhammad tidak didapati kumpulan wahyu yang telah disusun rapi seperti Al-Quran sekarang ini.

Setelah kematian Muhammad barulah wahyu-wahyu itu dikumpulkan oleh para pemimpin Muslim dari catatan yang ditulis di atas daun-daun, batu-batu, tulang belikat Onta dll. Serta dari ingatan orang-orang. Hasil dari pengumpulan berbagai koleksi tampak saling berbeda.

Khalifah Usman memutuskan untuk memperbaiki situasi dan mengumpulkan para ulama untuk menciptakan teks standard resmi antara tahun 650-656 yang disebarkan secara luas dan disaat yang sama mengeluarkan perintah agar semua versi lainya dimusnahkan. Petikan naskah Al-Quran paling tua yang masih bertahan, tertanggal tidak lebih awal dari abad ke-2 Hijjriah.

Berbagai versi yang berbeda terus bermunculan sampai paling tidak abad 10 M, ketika beberapa ulama Islam dipenjara karena menolak meninggalkan Al-Quran versi pilihan mereka. Bahkan hingga pertengahan abad ke-20 masih ada dua versi yang dipakai.
~
NN
# zulmasri 2013-01-26 09:16
*
Mohon maaf sebelumnya, saya belum tau banyak tentang agama, tapi saya yakin 100% Al-Quran itu murni dari Allah. Al-Quran tidak bisa dibaca hanya satu ayat saja, karena ayat satu dengan ayat lainnya berkaitan. Tolong baca ayat sebelumnya atau kalau bisa baca sampai selesai. Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2013-01-29 10:52
~
Saudara Zulmasri,

Terimakasih atas saran saudara. Ijinkan kami mengajukan satu pertanyaan, atas dasar apakah saudara mengatakan bahwa Al-Quran 100% dari Allah? Bagaimana dengan ayat ini: “Tunjukilah kami jalan yang lurus” (Qs 1:6).

Mungkinkah Allah meminta petunjuk jalan yang lurus, dan kepada siapa Allah meminta petunjuk tersebut?
~
SO
# David Tan 2013-01-27 02:29
*
Untuk menanggapi pertanyaan yang menurut saya itu bukan sebuah pertanyaan. Lebih adalah sebuah kesimpulan yang dibuat oleh penulis. Sekali lagi saya mengingatkan, bacalah Al-Quran supaya sebelum anda mengambil kesimpulan di setiap pernyataan anda di awal surah itu. Apakah anda tidak memperhatikan ada penggunaan kata “Qul” pahami arti dari kata itu.
# Staff Isa dan Islam 2013-01-29 10:58
~
Saudara David Tan,

Maaf, kami kurang mengerti dengan komentar saudara di atas. Apakah ada yang salah dari artikel atau penjelasan yang kami berikan? Sekiranya ada kesalahan, kiranya saudara tidak keberatan untuk memberitahu yang salah tersebut, dan juga menjelaskan seharusnya mana yang benar.
~
SO
# Berry V Sihotang 2013-01-27 02:53
*
Tolong terjemahkan Al-Quran (lengkap) dalam bahasa Indonesia yang bisa di download oleh berbagai perangkat, dari cellular dan lain-lain.

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2013-01-29 10:50
~
Saudara Berry,

Saudara dapat melihat Al-Quran dalam terjemahan bahasa Indonesia pada link ini: http://tinyurl.com/atmpcqf. Terdapat juga di sana Al-Quran berbahasa Inggris jika saudara memerlukannya.
~
SO
# Diamond White 2013-01-30 15:38
*
Dear Admin,

Sebelum anda mempertanyakan kemurnian Al-Quran, bukankah sebaiknya saudara baca dulu, dari awal sampai akhir isi Al-Quran.

Ibarat novel bila dibaca sepotong-sepoto ng kita tidak akan mengerti alur ceritanya. Begitu juga dengan Al-Quran. coba saudara baca dan pahami. jika tidak mengerti tanyalah kepada Ulama yang lebih mengerti supaya saudara mendapatkan jawaban yang memuaskan.

Dan sebelum saudara mempertanyakan keaslian Al-Quran, kenapa saudara tidak mempertanyakan keaslian Alkitab? Saya punya buku tentang dialog ketuhanan Yesus terbitan 1981. Di sana banyak sekali perselisihan antara ayat 1 dengan ayat yang lain. Bahkan untuk membuktikan saya download Alkitab dan saya buktikan sendiri. Ternyata benar adanya, begitu banyak perselisihan. Dan disitu saya baru tahu kalo Yesus tidak tahu kapan kiamat terjadi. Bagaimana mungkin Tuhan tidak tahu kapan kiamat terjadi?
# Staff Isa dan Islam 2013-02-02 15:17
~
Saudara Diamond,

Terimakasih atas saran yang saudara berikan. Maaf, pandangan kami sedikit berbeda dengan saudara. Menurut kami, untuk mengetahui isi dari sebuah novel kita tidak harus selalu terlebih dahulu membaca seluruh isi novel tersebut. Dari ringkasan yang ada pun kita dapat mengetahui sebenarnya apa inti dari novel tersebut.

Sejauh yang kami ketahui, orang Islam pun tidak seluruhnya pernah membaca Al-Quran dari awal hingga akhir. Walau memang tidak sedikit yang pernah membaca Al-Quran sampai selesai. Apakah saudara ingin mengatakan bahwa orang-orang yang belum membaca Al-Quran sampai tuntas itu juga tidak mengerti isi Al-Quran?

Mengenai keaslian Alkitab, kami tidak perlu mempertanyakan. Karena kami percaya bahwa Allah yang menurunkan wahyu tersebut adalah Allah yang Maha Kuasa. Dia sanggup menjaga kemurnian firman-Nya dari tangan-tangan orang yang ingin merubahnya.

Perhatikan ayat ini: “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu” (Injil, Rasul Besar Matius 24:35).

Tentang ayat-ayat yang menurut saudara banyak perselisihan, dapatkah saudara memberikan salah satu contoh dari ayat tersebut? Mungkin kami bisa membantu menjelaskannya kepada saudara.

Tentang apakah Yesus tahu hari kiamat atau tidak, silakan membaca penjelasan kami di link ini: http://tinyurl.com/7c9xqoo.
~
SO
# zulmasri 2013-02-01 13:05
*
Al-Quran tidak bisa dibaca hanya satu ayat saja. Di dalam Al-Quran tidak hanya perkataan Allah saja, tapi juga perintah Allah. Yang dimaksud dengan "tunjukilah kami jalan yang lurus" itu adalah perintah Allah. Allah memerintahkan kami umat Islam untuk selalu meminta kepada-Nya. Jika kami membaca surat Al-Fatihah maka kami sama dengan meminta kepada Allah. Jadi bukan Allah yang meminta.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-02 15:17
~
Saudara Zulmasri,

Terimakasih atas penjelasan saudara di atas. Ijinkan kami mengajukan satu pertanyaan: Mengapa Allah memerintahkan dan mewajibkan umat Muslim untuk selalu (minimal setiap sholat) menanyakan “jalan yang lurus” kepada Allah?.

Saya buat satu ilustrasi: Seorang raja mengeluarkan satu perintah kepada rakyatnya untuk selalu menanyakan “jalan manakah” menuju istana raja. Rakyatpun mengucapkan “pertanyaan” tersebut kepada raja dalam satu minimal 7 x 5 kali seumur hidup mereka. Sayangnya, sampai mereka meninggal raja tidak perlu menunjukkan “jalan” tersebut.

Melihat penjelasan saudara tentang ayat "tunjukilah kami jalan yang lurus," tidak jauh berbeda dengan apa yang dialami oleh rakyat di atas. Karena umat Muslim, seumur hidup mereka diwajibkan Allah untuk bertanya "tunjukilah kami jalan yang lurus," tapi Allah tidak pernah memberitahunya.

Ijinkan kami berbagi satu ayat dari Kitab Suci Injil, “Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).
~
SO
# hakkullah 2013-02-02 05:32
*
Itu hanya sebuah terjemahan saja. Terjemahan bukanlah Al-Quran, terbukti bahwa Al-Quran tidak ada satupun yang sanggup mengkritik, untunglah mereka mengkritik terjemahan saja, bukan Al-Quran, berarti Al-Quran itu benar-benar suci dan bersih dari kesalahan.

Terjemahan adalah buatan manusia, tidak 100% ayat-ayat mudah dipahami. Bahasa Al-Quran maknanya sangat luas dan memiliki kaidah tersendiri. Bahasa Al-Quran beda dengan bahasa-bahasa lain yang ada di muka bumi, baik bahasa Arab itu sendiri maupun bahasa-bahasa lainnya jangan disamakan bahasa Arab dengan bahasa Al-Quran, karena bahasa Al-Quran adalah bahasanya berbahasa Arab dan memiliki pengertian luas.

Al-Quran ada yang dapat dipahami dan ada yang tidak dapat dipahami, supaya manusia mau berfikir. Kalau kalimat jelas semuanya, tentu manusia tidak mau belajar dan tidak mau berusaha berfikir.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-04 20:25
~
Bila memang terjemahan tidak disebut sebagai Al-Quran, lalu disebut apakah Al-Quran diluar bahasa Arab?

Sebuah dokumen PBB ditulis dalam bahasa Inggris. Dan ketika dokumen tersebut dibawa ke Indonesia, lalu pemerintah Indonesia menterjemahkann ya ke dalam bahasa Indonesia agar rakyat Indonesia tahu isi dari dokumen tersebut. Apakah dokumen itu tidak disebut lagi sebagai dokumen PBB karena sudah diterjemahkan ke luar bahasa Inggris?

Saudara Hakkullah, mengkritik Al-Quran terjemahan sama saja dengan mengkritik isi Al-Quran. Perbedaannya hanya terletak pada bahasanya saja. Bila dalam terjemahan ada yang salah, otomatis sumbernyapun salah. Bagaimana sebuah kitab suci dapat dikatakan sebagai pedoman hidup, bila isinya ada yang tidak dipahami?

“Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa” (Qs 5:46) Jika saudara ingin disebut sebagai orang bertakwa, imanilah Injil dan Taurat!
~
SO
# furqan_syarif 2013-02-02 14:10
*
Saudara staf Isa dan Islam,

Anda mau meneliti Al-Quran sampai kiamat pun semuanya tetap ada jawaban. Al-Quran dimanapun dan kapan pun tetap sama. Dan kalau saya mau membahas Injil, saya pun bingung mau membahas Injil versi yang mana.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-04 20:26
~
Saudara Furqan,

Lewat situs ini kami tidak ingin membahas Al-Quran. Tapi kami hanya ingin menyampaikan siapakah sebenarnya Isa Al-Masih menurut pandangan Al-Quran dan juga Alkitab. Karena kami menemukan satu ayat dalam Al-Quran yang mengatakan bahwa Isa Al-Masih adalah “Kalimat Allah, seorang terkemuka di dunia dan di akhira” (Qs 3:45).

Juga pernyataan Injil “Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup" (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:12).

Bila memang saudara rindu untuk mempelajari Injil, saudara tidak perlu bingung untuk memilih Injil versi mana, karena Injil hanya satu!
~
SO
# Diamond White 2013-02-05 13:49
*
Terimakasih atas tanggapan saudara. Saya yakin banyak umat Islam Kristen tidak mengerti kitabnya. Al-Quran melarang nikah beda agama tapi banyak yang melakukan. Kristen melarang bercerai tapi banyak yang bercerai.

Yesus tidak tahu kapan kiamat terjadi. Perhatikan ayat ini: “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu, Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaik at di surga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri [Matius 24:35-36 ]

Ayat di atas dengan jelas menyatakan Yesus tidak tahu kiamat, jelas Yesus tidak bersatu dengan Allah.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-05 22:01
~
Saudara Diamond White,

Itulah tujuannya kita membaca kitab suci dengan bahasa yang kita mengerti. Agar kita dapat memahami kitab tersebut dan menjadikannya sebagai pedoman dalam hidup, sebagaimana firman Allah katakan "Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung" (Kitab Nabi Yoshua 1:8).

Bila kita sendiri tidak mengerti bahasa kitab kita, bagaimana mungkin kita dapat mengerti isinya?

Isa Al-Masih dalam kapasitasnya ketika sebagai manusia, tugas-Nya adalah hanya menyampaikan apa yang menjadi keinginan Allah untuk disampaikan kepada manusia. Namun dalam kapasitas-Nya sebagai Tuhan, justru Isa Al-Masih yang menentukan kapan hari kiamat itu terjadi. “Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:3)

Ayat ini merupakan pengakuan Yesus bahwa Dia dengan Allah adalah satu "Aku dan Bapa adalah satu" (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30).
~
SO
# Diamond White 2013-02-07 10:23
*
Sebenarnya kita sama-sama pemeluk agama turunan. Saya yakin jika saudara turunan Islam tentu anda akan mempertanyakan Alkitab.Tapi saya bersaksi Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Esa, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Maha Memelihara, yang mengaruniakan keamanan. Yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu, tidak beranak dan diperanakan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.

Dan saya bersaksi bahwa Isa putra Maryam adalah Ruh dari Allah yang diciptakan dengan kalimat Nya yang disampaikan Nya kepada Maryam yang terpilih, baik dan terpelihara. Maka ia hamil kemudian diciptakan Isa dengan tiupan ruh dari-Nya sebagaimana diciptakan Adam dari tanah dengan tangan-Nya.

Untuk bukunya apakah saudara berminat untuk membaca? Isinya dialog selama 9 malam dan 99% membahas Alkitab, dan jawabannya diambil dari Alkitab itu sendiri. Saudara bisa membuktikan kebenaranya dari Alkitab saudara.

Salam Damai.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-18 06:18
~
Alkitab tidak mengajarkan bahwa Allah itu mempunyai orang tua dan juga mempunyai anak. Pemahaman seperti ini sebenarnya menghina, baik bagi orang Kristen maupun umat Muslim.

Sebaliknya konsep Isa Al-Masih sebagai Anak Allah menunjukkan relasi antara keduanya dan sifat keallahan yang dimiliki keduanya.

Pada saat kelahiran Isa Al-Masih, Malaikat Gabriel memberitahukan kepada anak dara Maria. Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Isa Al-Masih. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi”.

Isa Al-Masih disebut Anak Allah (bentuk tunggal). Anak Allah bukan berarti bahwa Allah itu seperti seorang perempuan beranak. Anak Allah adalah gelar yang diberikan untuk menunjukkan keakraban hubungan. Isa Al-Masih dan Bapa memiliki "satu" hakekat, tidak berarti bahwa kedua-duanya itu identik.

Demikian, kami sampaikan terima kasih atas tawaran buku tentang dialog selama 9 malam.
~
SL
# Ito 2013-02-14 21:25
*
Staff Isa dan Islam,

Anda jangan sok tahu, pelajari secara komprehensif isi Al-Quran jangan dibaca secara parsial, jadinya anda ngawur. Tidak diragukan lagi Al-Quran itu adalah wahyu ilahi. Tidak ada satu pun manusia atau bangsa jin mampu membuat sekalipun satu ayat. Tidak ada keragu-raguan didalamnya.

Nabi Muhammad adalah nabi yang ma'sum yang selalu dijaga oleh Allah. Tidak mungkin Kalam Ilahi itu sebagian dari ucapan Nabi Muhammad. Manusia tidak akan sanggup membuat sekalipun satu ayat yang indah itu.

Saya siap berdebat dengan staf Isa dan Islam, taruhannya, saya akan masuk agama anda, jika memang agama anda yang bisa membuktikan kebenaran. Tapi sebelumnya, saya sarankan anda untuk mempelajari dengan saksama, semua kitab kitab yang diturunkan oleh Allah, agar anda bisa menjawab dengan tepat perdebatan nanti.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-26 19:43
~
Saudara Ito,

Kami bukannya ingin sok tahu. Tapi lewat artikel di atas kami ingin menjabarkan beberapa alasan, yang menurut kami perlu dipertanyakan apakah benar Al-Quran sebagai kitab penyempurna.

Bila dari penjelasan di atas, ada yang menurut saudara tidak benar, silakan saudara memberi tanggapan dengan dilengkapi bukti dan fakta. Bukan sekedar iman buta. Dan juga saudara dapat memberi penjelasan, mengapa saudara percaya bahwa Al-Quran adalah firman Allah.
~
SO
# Frans 2013-02-19 09:23
*
Quoting Ito:
Staff isa dan Islam
...............Alquran jangan dibaca secara parsial, jadinya anda ngawur. Tidak diragukan lagi Alquran itu adalah wahyu ilahi....
.....Saya siap berdebat dengan staf Isa dan Islam......
Lah untuk apa emosi mas nyantai aja, daripada ngotot sana sini ga karuan mendingan Kalau tidak setuju dengan artikel di atas bisa menyanggah. Anda bisa menyajikan bukti-bukti berdasarkan sanggahan anda. Atau anda hanya punya "pokoknya kata orang begitu" juga boleh kalo mau disampaikan biar semua yang baca termasuk saya juga bisa tahu.
# zulmasri 2013-02-20 13:31
*
Itu sebabnya saya mengatakan kami umat Muslim selalu diperintahkan untuk meminta jalan yang lurus. Jika kita meminta, apakah kita harus menunggu saja? Tentu tidak, dibutuhkan usaha untuk mendapatkan jalan yang lurus tersebut. Allah tidak akan menunjukkan jalan yang lurus kepada orang yang tidak berusaha mencari jalan yang lurus tersebut.

Mengenai Yesus berkata, "tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa tanpa melalui Aku" Kami wajib mengimani nabi Isa, tapi bukan sebagai Anak Allah, dan yang dikatakannya itu benar, karena kelak di akhirat kami akan menemui semua rasul yang diutus oleh Allah dan nabi Isa adalah salah satunya.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-28 21:30
~
Saudara Zulmasri,

Terimakasih atas penjelasan saudara di atas. Pertanyaan kami, dengan cara bagaimanakah seseorang menemukan jalan yang lurus yang dicarinya? Apakah jalan yang lurus tersebut dapat ditemukan di tempat lain, selain daripada Allah itu sendiri?

Melihat dari pernyataan saudara di atas, jadi apakah saudara percaya bahwa Isa adalah satu-satunya jalan bagi seseorang untuk datang kepada Allah Bapa seperti ayat yang saudara kutip di atas?
~
SO
# gio 2013-02-22 23:59
*
Saya pikir lebih baik kita mempelajari dan mengamalkan ajaran agamanya masing-masing dengan baik, tak perlu membanding-band ingkan atau memperdebatkan ajaran agama lain. Karena saya yakin semua agama mengajarkan kedamaian dan toleransi.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-28 21:31
~
Saudara Gio,

Terimakasih atas nasehat saudara di atas. Memang sebagai umat beragama, tugas kita adalah mengamalkan ajaran dari agama yang kita imani.

Tetapi menurut kami tidak ada salahnya bila kita juga dapat membuka diri untuk berdiskusi dengan orang lain tentang ajaran kita masing-masing. Walau bukan bermaksud untuk membandingkan, namun setidaknya untuk menambah wawasan kita tentang ajaran yang kita anut.

Apakah saudara setuju dengan kami akan hal ini?
~
SO
# alhy 2013-02-28 12:51
*
Semua pernyataan di atas adalah penegasan ciptaan Allah, bahwa tidak ada kekuasaan apapun yang bisa melampaui kekuasaan Allah yang esa. Jadi, bagaimanapun juga, semua itu adalah penegasan untuk bertuhan kepada yang satu, yaitu Allah. Dan hanya dengan pemahaman yang dalam bisa mengaplikasikan pernyataan tersebut.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-28 21:31
~
Saudara Alhy,

Kami sepakat dengan pernyataan saudara, bahwa Allah itu maha kuasa. Tidak ada kekuasaan apapun yang bisa melampaui kekuasan Allah.

Bila demikian adanya, apakah saudara percaya bila kami mengatakan bahwa Allah kuasa untuk menjelma menjadi manusia dan tinggal di dunia dengan manusia ciptaan-Nya?
~
SO
# philip 2013-03-19 18:13
*
Tanggapan saya mengenai topik ini, jika ada kalimat/ayat yang sama dengan isi Alkitab adalah "iya dan benar," kalimat/ayat tersebut adalah 100% firman Allah. Menurut literatur secara pandangan Kristiani/pengi kut umat Kristus.

Karena saya tidak mengetahui banyak isi dan tafsir Al-Quran semenjak lepas sekolah. Yang pasti memang ada ayat yang menurut versi Kristiani adalah isi dari Kitab Injil. Dan umat Muslim juga pasti tahu mengenai ayat yang bilamana ragu-ragu, baiklah merujuk pada kitab-kitab terdahulu/yang lebih dahulu. Termasuk Kitab Injil. Adalah bagian dari isi Al-Quran.

Namun perlu diingat, ada perbedaan yang diberitakan. Injil ditulis adalah dari Ilham Tuhan kepada murid-murid Isa Al-Masih. Jauh sebelum Al-Quran itu diberitakan turun kepada Muhammad.
# Staff Isa dan Islam 2013-03-19 22:17
~
Saudara Philip,

Terimakasih atas tanggapan saudara. Menurut kami, Alkitab adalah kitab yang sudah lengkap dan sempurna. Sehingga, orang Kristen tidak memerlukan kitab penyempurna lainnya untuk menyempurnakan wahyu Allah yang disampaikan-Nya.

Dalam Kitab Suci Allah dituliskan, “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu” (Injil, Rasul Besar Matius 24:35). Demikianlah firman Allah tidak akan pernah berlalu. Firman-Nya adalah kekal walau begitu banyak manusia yang menghujat dengan mengatakan bahwa firman-Nya sudah tidak asli.
~
SO
# philip 2013-03-19 18:23
*
Quoting arina:
*
Saya merasa topik kali ini seakan-akan melecehkan Al-Quran.

Orang mempunyai kepercayaan masing-masing.
Tidaklah sopan jika berdiskusi dengan cara menjatuhkan Kitab Suci Al-Quran.
Mungkin sebaliknya ya Arina, jika membahas mengenai Alkitab, kita menjawabnya dengan keyakinan kita. Saya pikir sama, orang Kristiani yang melihat share topic yang dibahas oleh Islam, akan merasa begitu direndahkan karena pengetahuan yang mereka share beragam. Ada yang menghormati, ada yang tidak. Betul itu, orang mempunyai kepercayaan masing-masing. Baiklah ditanamkan untuk tetap percaya dan mencari tahu kebenaran didalamnya.

Saya senang sudah tidak hanya satu agama mau berpendapat, mau share, untuk tahu, bukan untuk memaksakan. Baiklah kita hidup berdampingan dan saling tolong menolong.
# anton 2013-03-21 02:03
*
Saya sedang mencoba belajar tentang Al-Quran. Mungkin teman-teman Muslim bisa memberi saya pencerahan di sini. Mengapa dalam terjemah Al-Quran, pribadi Allah yang berfirman digambarkan kadang sebagai subyek tunggal (Aku) tapi sering pula sebagai subyek jamak (Kami)?

Apakah mungkin terjemahannya yang keliru atau ada kesulitan menterjemahkan dalam bahasa Indonesia? Kalau terjemahan sudah benar, mengapa demikian? Terimakasih.
# hakkuallah 2013-03-23 17:39
*
Staf, Isa dan Islam,

Baca QS:53 ayat 1-18. Jadi, apapun yang diucapkan tidak lain adalah firman Allah, sementara Nabi Muhammad hanya mengikuti apa yang didengar oleh Jibril dari ucapannya.

Misionaris bertanya: "Bukankah tidak mungkin Allah yang berdoa, “Tunjukilah kami jalan yang lurus?" Penafsiran ini suatu kesalahan besar. Allah memberi tuntunan kepada kita, cara-cara memohon kepada Allah. Maka itu, Al-Fatihah sudah mencakup isi Al-Quran. Kalau kita melihat dari ayat pertama sampai akhir, maka 1 ayat saja dijelaskan beberapa ayat, contoh: (segala puji Allah Tuhan semesta alam).

Untuk mendapatkan penjelasan mengenai itu, maka ayat lainpun menjelaskan mengenai itu. Kemudian sampai ihdinashiratul mustaqim sampai ghairil maghduubi alaihim wa laa adhaalliin.. Siapa yang dimaksud ayat tersebut, lalu ayat-ayat lain menjelaskan, bahwa yang dimaksud golongan sesat adalah orang-rang Yahudi dan Nasrani. Jadi, ayat yang satu dengan yang lainnya tidak bisa dipisahkan.
# Staff Isa dan Islam 2013-03-26 15:11
~
Saudara Hakkuallah,

Saudara benar, bahwa Al-Quran adalah penyampaian Jibril kepada nabi saudara. Faktanya nabi saudara tidak pernah berkomunikasi atau berhubungan langsung dengan Allah. Hal ini seharusnya menjadi pertanyaan besar bagi umat Islam.

Perhatikanlah semua nabi dari Adam sampai Isa Al-Masih (Isa Al-Masih bukan nabi seperti dugaan Islam) berkomunikasi langsung dengan Allah. Allah secara terang-terangan berfirman kepada mereka. Tetapi kepada Muhammad, tidak pernah terjadi hubungan yang nyata dari Allah seperti pengalaman nabi-nabi Allah. Muhammad hanya mendengar suara Jibril. Ada apa ini?

Sebagai nabi sudah seharusya diteguhkan Allah dengan suatu hubungan nyata.
~
NN
# Mustamar.Sutan 2013-03-28 11:12
*
Sebaiknya staf IDI, belajar tentang ilmu Al-Quran yaitu bahasa Arab, sebab Al-Quran diturunan dalam bahasa Arab Quraish yang tata bahasanya sangat rumit, sehingga terjemahan anda menjadi persepsi.

Bahasa Arab merupakan bahasa terbaik sampai saat ini, sudah 14 abad tidak kata-kata yang diganti/hilang. Lihat Ahmad Deedat mengeritik bible, jelas baik isi dan sejarahnya sehingga orang Kristen membela terpaksa menggunakan akrobatik bahasa.

Dalam menafsir Al-Quran tidak bisa hanya dengan membaca satu atau satu kata saja, anda baru bisa mengerti tujuan Al-Quran kalau anda pelajari seluruh ayat. Yang aneh dan ini menanda Al-Quran itu wahyu, ada ayat Al-Quran hanya terdiri 3 huruf dan tidak mengerti maksudnya dan inilah beda wahyu dengan karangan manusia.

Jagi staf IDI tolong mengomentari secara jujur jangan yang dicari hanya "kelemahan", sebab dibalik kelemahan menurut anda tapi disitulah kebenarannya menurut orang cerdas. Ketidakmengerti an anda itulah bukti bahwa Al-Quran itu adalah murni wahyu.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-09 03:09
~
Saudara Mustamar,

Jika bahasa Arab adalah bahasa terbaik maka seharusnya bahasa Arab dalam Al-Quran tidak perlu meminjam istilah dari bahasa non Arab.

Namun kenyataannya Muhammad menggunakan kata-kata atau ucapan asing dalam Al-Quran, sehingga menimbulkan pertanyaan besar mengapa "bahasa Allah" itu tidak mencukupi untuk mengutarakan maksud Tuhan sehingga memerlukan bantuan bahasa lain?

Kata-kata asing dalam Al-Quran: Firaun ( berasal dari bahasa Mesir dan berarti raja. Dipakai 84 kali dalam kitab suci saudara); Adam dan Eden (Dipakai 24 kali, ialah kata Accadian. Istilah yang lebih tepat untuk Adam dalam bahasa Arab ialah Basharan atau Insan yang berarti umat manusia); Ibrahim (berasal dari bahasa Assiria); Firdaus ( dari kata Persia yang menunjuk langit ke-7). Dan masih banyak contoh lain lagi.
~
NN
# dorce 2013-04-04 12:07
*
Menurut saya isi Al-Quran adalah titah Muhammad dengan menggunakan nama Allah dalam rangka menarik sebanyak mungkin pengikut dalam memenangkan perang. Karena dia adalah seorang pemimpin perang. Hal itu bisa kita lihat dari ayat-ayat mengenai perang dan pembalasan dalam Al-Quran. Dan juga hasil dari mengadopsi cerita-cerita/k abar burung kejadian di tanah Israel untuk melegitimasi bahwa buku yng diciptakan adalah kitab suci, karena sebagian isinya sama dengan kitab suci sebelumnya.

Tapi sangat disayangkan, cerita yang ditulis justru banyak yang berbeda dengan kenyataannya. Contoh: Mengenai Yesus tidak disalib, di Alkitab ditulis para ahli Taurat dan imam-imam kepala sampai membayar orang untuk menyebarkan cerita bahwa Yesus tidak bangkit, tapi mayat-Nya dicuri. Mungkin cerita-cerita versi rekayasa ahli-ahli Taurat inilah yang menyebar hingga ke tanah Arab, dan dijadikan sebagai bahan untuk menulis kitab.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-04 20:43
~
Banyak faktor yang membuat orang Kristen sulit menerima Al-Quran sebagai wahyu dari Allah. Diantaranya, ajaran yang terdapat dalam kitab tersebut banyak yang bertentangan dengan wahyu Allah yang disampaikan-Nya kepada nabi-nabi-Nya terdahulu.

Inti dari Alkitab adalah mengenai berita kedatangan, kematian, dan kebangkitan Isa Al-Masih. Sayangnya, Al-Quran dengan mentah-mentah menentang hal tersebut. Sehingga, bagaimana mungkin dapat menerima dua wahyu yang saling bertentangan?
~
SO
# mualaf 2013-04-07 20:08
*
Banyak ahli kitab orang di luar Islam yang mempelajari Al-Quran dan Al-hadist dengan tujuan mencari kelemahan Islam, tetapi justru mengakui kebenaran Islam dan akirnya masuk Islam. Mereka lupa bahwa Al-Quran itu firman Allah yang diterangkan melalui hadist, yaitu perkataan dan perbuatan Nabi Muhammad. Jadi kalau mempelajari Al-Quran ya harus mempelajari Al-hadist.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-10 14:33
~
Saudara Mualaf,

Saudara sendiri bagaimana, sejauh mana saudara sudah mempelajari dan memahami Al-Quran dan hadist?

Apa pendapat saudara menengenai hadist ini: "Bukan amal seseorang yang memasukannya ke Surga atau melepaskannya dari neraka, termasuk juga aku, tetapi ialah semata-mata rahmat Allah Swt. belaka" (HSM 2412-2414).

“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Injil, Surat Efesus 2:8-9).

Setujukah saudara bila kami mengatakan keselamatan sorgawi bukan terletak pada agama Islam, tetapi pada kasih karunia Allah?
~
SO
# mualaf 2013-04-12 17:41
*
Saya mempelajari Al-Quran dan hadist sedalam samudera setinggi langit, jangankan 1 ayat Al-Quran, setiap huruf dalam Al-Quran yang terdiri dari 6666 ayat, 114 surat, 30 juz adalah memiliki arti yang sangat mendalam.

Kutipan staf IDI (HSM 2412-2414). Itu maksudnya dalam beribadah apapun harus iklas karena Allah semata. Karena Allah maha pengasih dan penyayang hambanya, dikasih belum tentu disayang akan tetapi disayang sudah pasti dikasih. Jadi jangan jadi hamba yang hanya mau dikasihani saja, jadilah hamba yang bagaimana kita juga disayang.

Dikasih tanpa disayang bagaikan pengemis, disayang tanpa dikasih pasti tidak adil, jadi ibadah itu bukan karena ingin masuk surga dan juga tidak takut karena neraka, semata-mata karena iklas ingin dekat dengan Allah yang maha pengasih dan penyayang.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-16 19:28
~
Saudara Mualaf,

Dengan pengalaman yang luar biasa yang saudara miliki tersebut, apakah menurut saudara Al-Quran seratus persen Firman Allah?
~
NN
# hakkuallah 2013-04-15 17:29
*
Staff IDI,

Mana buktinya kalau Nabi Nuh atau Nabi Isa berbicara langsung dengan Allah? Itupun anda tidak memiliki bukti apa-apa.

Darimana anda dapat semua berita itu? Apakah anda mengarang sendiri? Allah sendiri memberikan pengakuan. Baca surat annajam dan pahamilah. Nabi Muhammad pernah berbicara langsung dengan Allah melalui tabir, yang bisa berbicara langsung adalah Nabi Musa dan Nabi Muhammad.

Bisa saja Allah langsung berbicara kepada Nabi Muhammad tanpa perantara. Apakah itu tidak lebih hebat daripada langsung berbicara dengan Allah?

Makanya, fikiran anda masih dangkal. Apakah anda baru percaya, kalau anda sudah melihat Allah? Apakah anda baru percaya kepada Allah dan rasul-Nya kalau anda sudah melihat azab Allah? Apakah anda memiliki bukti, bahwa Nabi Muhammad berbohong, dusta, berkhianat? Tidak satupun terbukti semuanya, justru kembali pada dirinya sendiri sehingga anda sendiri tidak bisa menjawabnya? Akar permasalahan terdapat pada Al-Quran.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-24 21:41
~
Saudara Hakkuallah,

Alkitab mencatat bahwa Nuh, Yesaya, Elisa, Daud, dan semua nabi dalam Alkitab berbicara langsung dengan Allah. Mereka mendengar suara Allah secara langsung. Silakan saudara membaca Alkitab untuk mengetahuinya dengan pasti.

Al-Quran dengan jelas mencatat bahwa isi Al-Quran adalah perkataan "Allah"/Jibril yang disampaikan kepada Muhammad atau bahkan di dalamnya terdapat perkataan Muhammad dan bukan Allah pencipta secara langsung berkata kepada Muhammad. Hal ini diakui oleh Al-Quran sendiri. Jadi menurut saudara apakah Al-Quran seratus persen firman Allah?
~
NN
# mualaf 2013-04-17 18:28
*
Staf IDI: 'Dengan pengalaman yang luar biasa yang saudara miliki tersebut, apakah menurut saudara Al-Quran seratus persen Firman Allah?"

Al-Quran surah al-isra/bani israil ayat 88 "Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain"

Turunya ayat ini dikarenakan orang Yahudi dan Nasrani pada waktu itu meragukan kebenaran Al-Quran, menuduh Muhammad mengarang, dan dengan tegas Allah swt menantang anggapan mereka. umpama ayat ini turun misal di kitab Taurat, Zabur, Injil atau nabi sebelumnya, maka Al-Quran perlu dipertanyakan firman apa bukan.

Mari berbagi pengetahuan, saya pun juga mempelajari kitab-kitab lain tapi bukan mencari kelemahan untuk diperolokan, tetapi untuk menambah ilmu pengetahuan untuk mendekatkan diri pada Allah swt, karena ilmu adalah nur, dengan nur itu kita bisa bedakan yang benar dan salah.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-25 09:22
~
Saudara Mualaf,

Tentu saja tidak ada yang dapat membuat ayat Al-Quran serupa sebab semua ayat hanya dapat di dengar oleh Muhammad. Justru jika ada saksi-saksi lain yang mengalami hal yang serupa seperti Muhammad lalu menuliskan hal yang sama maka kedudukan wahyu tersebut akan lebih kuat dan teruji. Contohnya, di zaman yang mengalami kemajuan seperti sekarang ini kita sangat menyakini bahwa kesaksian empat orang lebih kuat dibandingkan kesaksian satu orang.

Mungkinkah Allah hanya mampu mengirimkan satu saksi saja yaitu Muhammad untuk meyakinkan kesaksian bahwa Al-Quran adalah dari Allah?
~
NN
# sederhana 2013-05-24 11:54
*
Betul itu adalah buatan manusia. Sayangnya dalam ajaran Islam sama sekali dilarang bertanya, dilarang untuk mengoreksi Al-Quran sehingga kalau itu dilakukan akibatnya nyawanya dan hidupnya akan jadi masalah.

Tetapi jika orang mau membuka hati dan pikirannya, jelas sekali bahwa ayat itu adalah ayat buatan manusia, sehingga bodohlah kita yang mengikutinya.
# zaeni 2013-06-01 16:55
*
Untuk memahami isi Al-Quran tidak hanya dibaca ayat per ayat, karena tiap-tiap ayat itu saling berkaitan.

Di dalam Al-Quran berisikan ajaran untuk semua manusia. Contoh dalam surah Al-fatihan yang anda kutip di atas, bacalah dari awal, Allah mengajarkan doa kepada manusia berdoa, "seraya memohon dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih dan maha penyayang" dan kemudian dilanjut ayat-ayat berikutnya sehingga pada ayat "tunjukanlah kami jalan yang lurus".

Jika teman-teman dari umat Nasrani ada yang ingin memahami Al-Quran jangan membaca sediri, tetapi datangi orang-orang yang ahli dalam memahami-Nya, agar tidak terjadi salah penafsiran seperti apa yang telah terjadi pada kitab yang sekarang anda yakini.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-17 20:25
~
Saudara Zaeni,

Sepengetahuan kami ayat Al-Quran itu berdiri sendiri. Tidak disusun secara sistematis seperti Alkitab. Sehingga, dalam memahami ayat Al-Quran dapat diartikan per ayat, tidak harus membaca seluruh isi Al-Quran.

Menurut kami, justru kitab yang kami yakini saat ini tidak ada kesalahan penafsiran seperti yang saudara sampaikan. Karena kitab yang kami imani tertulis dalam bahasa yang kami mengerti. Dan hal itu sangat memudahkan kami untuk memahaminya.

Bila memang saudara tidak setuju dengan pendapat kami, bahwa Al-Quran bukan 100% firman Allah, bagaimana menurut saudara tentang ayat ini: “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hambaNya pada suatu malam hari dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha …” Qs 17:1). Menurut saudara, ayat ini perkataan Allah atau Muhammad?
~
SO
# Josephine 2013-06-10 23:19
*
Tidak ada gunanya membandingkan Isa dan Muhammad karena Muhammad melarang membanding-band ingkan para nabi. Misalnya Nabi Musa lebih hebat dari Jesus, atau Muhammad lebih hebat dari Jesus dan seterusnya.

Selain itu postingan ini sia-sia saja, karena kalau menyangkut agama pastilah tidak ada alasan rasional melainkan teologia. Lihat surat Al-Kafiruun, "Bagimu agamamu, dan bagiku agamaku" bahkan umat Islam dilarang menjelek-jeleka n Jesus karena umat Jesus juga akan menjelek-jeleka n Allah dan rasul-Nya.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-17 20:26
~
Saudara Josephine,

Maaf, tujuan situs ini atau artikel di atas bukan mau menjelek-jeleka n Tuhan dan nabi saudara. Artikel di atas membahas tentang pendapat orang Kristen, yang menyatakan bahwa Al-Quran tidak benar 100% perkataan dari Tuhan, sebagaimana yang diyakini oleh umat Muslim selama ini.

Pada artikel tersebut juga dicantumkan beberapa ayat Al-Quran, yang menurut penulis ayat tersebut bukan perkataan Allah.

Nah, sebagai seorang Muslim, yang diwajibkan untuk membela agama dan nabinya, apakah pendapat saudara mengenai ayat-ayat yang digolongkan bukan perkataan Allah di atas?
~
SO
# PEJALAN KAKI 2013-06-14 12:58
*
Wahyu yang diterima Muhammad melalui malaikat Jibril yang bertugas menyampaikan wahyu karena Allah Sang Khalik/Pencipta tidak mempunyai sifat mahluk/yang diciptakan.

Bahasa Al-Quran penuh dengan perumpamaan supaya manusia mengetahui (yang diberi pengetahuan) oleh Allah. Kata Al-Quran ada yang bercerita (misal tentang bani Israel) dan lainnya yang dibahasakan manusia (lagi-lagi) supaya manusia mengerti (bagi yang berfikir).

Tidak sembarang/semua orang dapat menafsirkan sesuatu ayat/surat. Harus punya ilmu dan iman.

Seperti dalam hadist, walaupun seseorang melihat/mendeng ar langsung Rasul berkata/melakuk an sesuatu, tetapi orang yang mendengar dan melihat pernah/sering melakukan kebohongan dan kurang dipercaya serta kurang takwa maka hadist tersebut tidak dapat menjadi hujat.

Apa penjelasan saudara Parmin ini kurang jelas bagi admin? Atau ada pertanyaan mungkin?
# Staff Isa dan Islam 2013-06-18 13:35
~
Terimakasih atas penjelasan saudara di atas.

Kami ingin bertanya, bagaimana dengan ayat: “Katakanlah (hai Muhammad): "Telah diwahyukan kepadaku bahwasanya: sekumpulan jin telah mendengarkan (Al Qur’an), lalu mereka berkata: "Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Qur’an yang menakjubkan” (Qs 72:1) Apakah benar ayat ini perkataan Allah atau perkataan Jin/Setan seperti nama surahnya?
~
SO
# Surani 2013-06-16 09:12
*
Sebagai umat Muslim kami meyakini bahwa Al-Quran adalah firman Allah yang diturunkan pada Nabi Muhammad. Al-Quran sudah pasti terbukti keasliannya. Bukan hanya saja karena banyak Muslim dari segala usia yang hafal Al-Quran, tetapi juga dari segi bahasa, sains dan juga yang mendukung keasliannya adalah segi matematika.

Al-Quran memiliki keajaiban luar biasa pada segi matematikanya. Baik dari jumlah ayat jumlah huruf, jumlah kata yang disebutkan, maupun jarak huruf antar kata yang memiliki keajaiban matematika.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-18 13:35
~
Saudara Surani,

Di sini kami tidak sedang mempertanyakan apakah Al-Quran asli atau tidak. Dan lagi, menurut kami adanya orang-orang dari segala umur yang hafal Al-Quran tidak dapat dijadikan patokan apakah kitab tersebut asli atau tidak.

Di sini kami senang mempertanyakan apakah benar isi Al-Quran itu seluruhnya perkataan Allah. Atau mungkin ada beberapa diantaranya yang bukan perkataan Allah. Katakanlah seperti ayat-ayat Jin yang terdapat dalam Al-Quran.

Nah, apa pendapat saudara Surani mengenai ayat-ayat yang bukan merupakan perkataan Allah tersebut?
~
SO
# Rojo Poso 2013-06-16 23:11
*
Dear Staf IDI,

Anda lucu sekali, membuktikan kebenaran Al-Quran dengan permainan kata dan tidak mengambil makna dibalik ayat tersebut. Kata seperti itu memang diperintahkan agar Muhammad menyatakan siapa Allah sebagai seorang hamba, bagaimana kita sikap manusia kepada sesembahanya.

Kita buktikan kebenaran Injil, saya mau tanya Yohanes 1:1 dst itu bukan kata-kata Yesus, tapi kok bisa mendasari Injil Yohanes. Soalnya Injil kan ditulis setelah Yesus diangkat Allah. Ini kata-kata siapa?

Mungkin hanya ini saya jelaskan sesuai kemampuan saya.. Maaf, selain Staf IDI tidak akan saya tanggapi. Thank's.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-18 13:36
~
Saudara Rojo Poso,

Kita di sini sedang membahas Al-Quran, bukan membahas Alkitab. Bila saudara ingin membahas Alkitab silakan bergabung pada artikel ini: http://tinyurl.com/cogqxrh.

Bila memang tulisan pada artikel di atas salah, silakan saudara menjelaskan: Apakah surat Al-Fatihah adalah perkataan Allah? Bila benar Al-Fatihah adalah perkataan Allah, siapakah yang Allah sembah dalam ayat tersebut? Kepada siapakah Allah Allah bertanya dan minta ditunjukkan jalan yang lurus?
~
SO
# Rojo Poso 2013-06-18 19:41
*
Dear Staf IDI,

Surah Al-Fatihah dari awal adalah, perintah Allah kepada Nabi Muhamad agar Nabi Muhamad mengajarkan kepada manusia bagaimana cara manusia bersikap kepada sesembahanya, bagaimana manusia memohon kepada sesembahanya. Lihat surah ke. 2 terus Tuhan mengucapkan puji syukur kepada siapa?

Tentang Yohanes 1:1 dst yang saya tanyakan, mohon anda jawab disini.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-22 15:37
~
Saudara Rojo Poso,

Kami menanyakan Surah Al-Fatihah karena di dalam ayat tersebut tidak ada keterangan atau perkataan dari Allah, bahwa begitulah Muhammad harus mengajarkan pengikutnya untuk sembahyang. Apakah ini hanya penafsiran saudara saja?

Di sini kita sedang membahas kebenaran Al-Quran sebagai firman Allah, bukan membahas tentang Injil. Jika saudara ingin membahas Injil, silakan bergabung di artikel yang membahas topik tersebut. Ini kami berikan link-nya: http://tinyurl.com/cogqxrh.
~
SO
# zaeni 2013-06-20 11:36
*
Seratus persen percaya dunia akhirat, sudah janji Allah Al-Quran akan Allah jaga kemurnianya.

Jika orang yang telah percaya kepada Isa Al-Masih telah diselamatkan dan di dalam hidupnya ada Roh Kudus. Roh Kuduslah yang membawa orang tersebut mentaati dan mempercayai Isa Al-Masih. Dan orang-orang yang ada Roh Kudus dalam hidupya disebut anak-anak Allah, bukan Tuhan. bagaimana dengan konsep Trinitas Tuhan anda?
# Staff Isa dan Islam 2013-06-25 15:27
~
Saudara Zaeni,

Di dalam Taurat, Injil, Zabur, dan Kitab Nabi, Allah juga berjanji untuk menjaga kemurnian firman-Nya. Bahkan Allah mengatakan “Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya" (Kitab Nabi Yesaya 40:8) Tapi mengapa umat Muslim masih juga mengatakan bahwa kitab-kitab sebelum Al-Quran sudah palsu?

Bila memang benar Allah tidak sanggup menjaga keaslian firman-Nya pada kitab-kitab tersebut, jelas Allah pun tidak sanggup menjaga keaslian firman-Nya dalam Al-Quran. Sehingga, tidak menutup kemungkinan bahwa ayat-ayat Al-Quran pun tidak seratus persen firman Allah.

Untuk mengerti Konsep Trinitas, silakan membaca penjelasan di artikel ini: http://tinyurl.com/q4qf9e2.
~
SO
# Rojo Poso 2013-06-22 21:45
*
Dear Staf IDI

Itu di ayat pertama "Dengan Menyebut Nama Allah yang maha pengasih dan penyayang. Surat ini dibaca diucapkan oleh Muhammad sebagai seorang hamba Allah, dan saya sebagai umat Islam meyakini bahwa Al-Quran 100% Firman Allah.

Sebenernya sudah jelas sekali, tapi kalau seseorang memang mau mencari-cari kesalahan dalam Al-Quran memang seperti itu. Pura-pura tidak tahu.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-25 15:28
~
Saudara Rojo Poso,

Di sini saya kutip surah Al-Fatihah ayat pertama sampai terakhir:

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Yang menguasai hari pembalasan Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni‘mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai (orang-orang yang mengetahui kebenaran dan meninggalkannya ), dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat (orang-orang yang meninggalkan kebenaran karena ketidaktahuan dan kejahilan)”

Silakan saudara jelaskan, bagian mana dari ayat tersebut yang merupakan keterangan atau perkataan dari Allah, bahwa harus begitulah Muhammad mengajarkan pengikutnya untuk sembahyang. Saudara tidak perlu membuat prasangka apakah kami pura-pura atau memang bodoh, silakan saja saudara menjawab pertanyaan kami.
~
SO
# Rojo Poso 2013-06-26 21:17
*
Dear Staf IDI

Ini memang kata-kata manusia untuk memuji Allah, dan bukan hanya surat Al-Fatihah, An-nas, Al-Falaq, Al Ikhlas Dan masih banyak lagi surah-surah yang menyatakan siapa Allah, dan mengajarkan bagaimana manusia memuji sesembahanya. Anda juga paham bagaimana surat Al Alaq diturunkan, Muhamad juga mengatakan posisinya sebagai manusia untuk menyatakan siapa Allah. Semua surah dalam Al-Quran adalah firman Alllah.

Thank's.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-27 13:01
~
Saudara Rojo Poso,

Awalnya saudara mengatakan bahwa semua ayat yang terdapat dalam Al-Quran adalah perkataan Allah. Lalu kami bertanya “bagaimana dengan Al-Fatihah, apakah benar itu perkataan Allah”? Bila benar, mana dari ketujuh ayat tersebut yang merupakan perkataan Allah.

Saudara tidak menjawab pertanyaan kami, malah menuduh kami mencari-cari kesalahan dan pura-pura tidak tahu. Sebenarnya kronologis diskusi kita cukup jelas, dan pertanyaan kami sangat sederhana.

Sekarang saudara membawa surah-surah lain dalam Al-Quran. Bila Al-Fatihah saja saudara belum menjelaskan, bagaimana saudara menjelaskan surah-surah yang lainnya itu?

Pertanyaan kami tetap sama: Silakan saudara jelaskan, bagian mana dari ayat Al-Fatihah tersebut yang merupakan keterangan atau perkataan dari Allah, bahwa harus begitulah Muhammad mengajarkan pengikutnya untuk sembahyang!
~
SO
# Rojo Poso 2013-06-30 20:43
*
Dear Staf IDI,

Bukan saya mau membawa surah yang lain dalam Al-Quran tapi saya hanya ingin anda melihat bagaimana proses turunnya setiap ayat dan surah dalam Al-Quran. Dan maaf, kalau anda menggunakan logika anda, pasti anda akan paham bahwa surah Al-Fatihah adalah Firman Allah. Hanya ini penjelasan yang bisa saya berikan.

Thank's.
# Staff Isa dan Islam 2013-07-02 16:41
~
Saudara Rojo Poso,

Terimakasih untuk penjelasan yang saudara berikan. Justru kami melihat ayat tersebut dengan logika dan kami tidak menemukan penjelasan di sana yang mengatakan bahwa ayat tersebut perintah dari Allah, makanya kami menanyakannya kepada saudara.

Dan ternyata penjelasan saudara hanya sebatas itu. Kami cukup menghargainya.

Jadi, tidak salah bukan bila orang-orang non-Muslim meragukan Al-Quran seratus persen firman Allah?

~
SO
# andri 2013-07-10 07:01
*
Al-Quran itu isinya adalah berita. Di dalamnya terdapat sejarah, kejadian masa lalu juga masa depan.
# Staff Isa dan Islam 2013-07-16 22:44
~
Saudara Andri,

Selain sebagai buku sejarah dan berita, Al-Quran dipercaya oleh umat Muslim sebagai wahyu Allah atau perkataan Allah. Tetapi kenyataannya kita menemukan di dalam Al-Quran itu sendiri adanya perkataan-perka taan ajaran manusia. Sepertinya hal ini bertolak-belaka ng dengan cerita Islam bahwa Al-Quran turun dari langit dari Allah.

Sudah sewajarnya seorang Muslim membela, mencintai Al-Quran dan menjunjungnya sebagai wahyu ilahi, tetapi yang perlu diwaspadai ialah dampak dari kecintaan tersebut justru membutakan mata hati. Itu sebabnya umat Muslim tidak berani menyelidiki Al-Quran. Dan ketika kita menemukan kasus seperti yang diangkat dalam artikel ini, kebanyakan umat Muslim tidak siap.
~
NN
# nono 2013-07-10 09:29
*
Al Quran itu 100% asli firman Allah. Adakalanya Tuhan mengajari manusia cara berdoa kepada-Nya dalam ayat-ayat A-Quran.

Makanya pelajari bahasa Al-Quran, bahasa Arab Al-Quran itu bahasa surga. Berbeda dengan bahasa Arab sehari-hari. Bahasa Arab jadi bahasa Al-Quran karena kosakatanya terbanyak dan paling awet sepanjang jaman dibandingkan bahasa-bahasa lain.

Taurat, Injil yang dimaksud Al-Quran adalah yang masih asli, bukan yang sekarang ini, yang sudah palsu.
# Staff Isa dan Islam 2013-07-16 22:51
~
Saudara Nono,

Umat Muslim percaya bahwa bahasa Arab adalah bahasa Allah. Itulah sebabnya bahasa Arab dianggap sebagai satu-satunya yang berkuasa dan alasan banyak Muslim yang tidak mengerti bahasa Arab namun menghapal bagian-bagian dalam Al-Quran dalam bahasa Arab.

Namun demikian Muhammad menggunakan kata-kata atau ucapan asing dalam Ql-Quran, sehingga menimbulkan pertanyaan besar mengapa "bahasa Allah" itu tidak mencukupi untuk mengutarakan maksud Tuhan sehingga memerlukan bantuan bahasa lain?

Kata-kata asing dalam Al-Quran: Firaun ( berasal dari bahasa Mesir dan berarti raja. Dipakai 84 kali dalam kitab suci saudara); Adam dan Eden (Dipakai 24 kali, ialah kata Accadian. Istilah yang lebih tepat untuk Adam dalam bahasa Arab ialah Basharan atau Insan yang berarti umat manusia); Ibrahim (berasalh dari bahasa Assiria)' Firdaus ( dari kata Persia yang menunjuk langit ke-7).
~
NN
# HM 2013-08-12 12:17
*
Saya copy komentar dari Sdr. Mualaf,

"Al-Quran surah al-isra/bani israil ayat 88 "Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain"

Turunya ayat ini dikarenakan orang Yahudi dan Nasrani pada waktu itu meragukan kebenaran Al-Quran, menuduh Muhammad mengarang, dan dengan tegas Allah swt menantang anggapan mereka..."


Saya dengan segala keterbatasan merasa bingung dan membuat kesimpulan berdasarkan pernyataan Sdr. Mualaf di atas. Bahwa Al-Quran telah ada / terbit sebelumnya, lalu Yahudi dan Nasrani pada waktu itu mempertanyakan kebenaran Al-Quran. Berdasarkan kejadian ini, Allah menurunkan firman ini, lalu terbit lagi Al-Quran dengan adanya tambahan ayat ini.

Saya harap, saya benar-benar keliru menyimpulkan tanggapan Sdr. Mualaf. Mohon maaf sebelumnya, terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-13 12:08
~
Saudara HM, terimakasih untuk komentar yang saudara tulis di atas.

Kami mempersilakan Sdr. Mualaf atau teman-teman Muslim untuk memberikan tanggapan atas kesimpulan yang dibuat oleh Sdr. HM di atas.

Terimakasih!
~
SO
# rbtt 2013-08-15 00:59
*
Benarkah ada jin yang baik? Saya baru tahu kalau ada jin yang baik. Apa masuk akal dalam kitab suci ada perkataan jin?
# Fahn 2013-08-15 11:43
*
"Kalau begitu, apakah Firman Allah yang sudah diwahyukan-Nya kepada manusia, hanya terbatas untuk bisa dimengerti hanya oleh kaum terpelajar saja?"

Saudara admin yang yang budiman, menanggapi komentar anda yang saya kutip di atas, saya setuju dengan saudara Santo D Alfaruqo. Memang benar bahwa diajaran kami "Jika ingin mengetahui makna sesungguhnya dalam Al-Quran harus belajar ilmu Nahwu dan Shorof,"

Nah, tentang jawaban anda bahwa Al-Quran hanya terbatas untuk kaum terpelajar saja, itu menurut saya kurang tepat. Kita tahu bahwa tidak semua orang dalam agama kita benar-benar memahami isi kitabnya. Anda, saya dan mereka mempunyai teladan masing-masing.

Jika kita belum mampu memahami, baiknya kita ikuti orang yang lebih paham ilmu nahwu dan shorof. Itulah fungsinya teladan .Tapi jangan taklid buta kecuali kepada Allah dan rasul. Anda, saya dan kita semua masih perlu banyak belajar lagi untuk menyelaraskan hati dan pikiran dalam mengkaji kitab suci kita. Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-17 18:41
~
Saudara Fahn, terimakasih untuk penjelasan saudara di atas.

Berarti jawaban saudara berbeda dengan jawaban dari Sdr. Santo D Alfaruqo. Sebab menurut Sdr. Santo D Alfaruqo, seseorang yang mau mempelajari Al-Quran harus terlebih dahulu mengerti ilmu Nahwu dan Shorof.

Sedangkan menurut Sdr. Fahn, seseorang yang mau belajar Al-Quran tidak harus mengerti ilmu Nahwu dan Shorof, tetapi cukup meneladani orang yang mengerti ilmu Nahwu dan Shorof itu.

Sdr. Fahn, menurut kami sebuah kitab suci ada, bermanfaat untuk mengajar dan menjadi petunjuk bagi umatnya. Sehingga, melalui kitab suci tersebut, umatnya dapat mengenal siapakah Sang Khalik dan apa rencana yang akan Tuhan nyatakan dalam hidup ciptaan-Nya.

“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran” (Injil, Surat 2 Timotius 3:16).

Ketika kita membaca kitab suci dalam bahasa yang tidak kita mengerti, dapatkah dikatakan bahwa kitab tersebut berfungsi untuk mengajar?
~
SO
# HM 2013-08-15 16:10
*
To: Fahn,

Maaf, mungkin jawabannya tidak mengenai sasaran.

Pertanyaan admin bukanlah tentang pemahaman isi kitab, tetapi cara membacanya. Dari tulisan anda, jelas bahwa anda menyetujui bahwa untuk bisa "membaca" Al-Quran maka perlu belajar dulu tentang Nahwu dan Shorof yang menjelaskan tiap-tiap huruf dalam Al-Quran.

Jelas sekali, membaca Al-Quran haruslah "terpelajar" (KBBI: telah mendapat pelajaran). Sebelum seseorang menjadi teladan (KBBI: sesuatu yang patut ditiru) bagi orang lain di satu bidang keahlian, dia haruslah terpelajar dibidang itu juga.

Mohon maaf jika kata-kata saya kurang berkenan. Immanuel.
# t4mph4n 2013-08-18 00:03
*
Buat admin,

Bagaimana tanggapan anda tentang "pembuktian Al-Quran melalui sains". Contoh: Penciptaan alam semesta, janin, bumi dan matahari berputar menurut garis edarnya masing-masing, dll. Bukanya itu semua disinggung dalam Al-Quran dan sudah dibuktikan kebenarannya oleh para ilmuan jaman sekarang.

Kalau sekiranya itu dari Muhammad sangat mustahil. Bukannya itu bukti nyata kalau Al-Quran benar-benar firman Allah. Saya mohon anda memberi tanggapan untuk hal ini. Karena inilah satu yang membuat saya percaya dengan Al-Quran dan mantap dengan Islam selain beberapa hal lagi, seperti manfaat ibadah dan sunah-sunah rosul dalam Islam.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-23 09:48
~
Saudara T4mph4n,

Jauh sebelum Al-Quran ada, bumi sudah berputar. Sebuah janin sudah ada dalam rahim seorang wanita. Apa bila kemudian tiba-tiba ada orang yang berkata, “Hei bumi itu berputar lho!” Menurut saudara, apakah ini sesuatu yang luar biasa? Dimana letak pembuktiannya?

Bila memang benar Al-Quran sesuai dengan sains, benarkah matahari terbenam di dalam laut? Dan benarkah laut berlumpur hitam? “Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat” (Qs 18:86).

Sepertinya saudara masih harus mempelajari Al-Quran, untuk memastikan apakah pilihan saudara yang sudah mantap adalah benar.
~
SO
# jarwo 2013-08-19 23:39
*
Untuk Admin,

Memang benar bahwa dulu Nabi Muhammad konon mendapat wahyu dari jibril di gua Hira, tidak ada satu-pun yang menjadi saksinya. Isterinya saja menunggu di luar gua dan tidak tahu apa-pun hal-hal terjadi di dalam gua.

Bahasa Arab yang dipakai Muhammad menulis waktu itu-pun masih menggunakan Arab gundul (Cuvic Arab) atau masih belum mempunyai tanda baca seperti bahasa Arab yang kita kenal sekarang. Jadi sangat wajar jika sepeninggalan Muhammad banyak revisi.

Tidak usah jauh-jauh, contohnya saja sekarang pemahaman Al-Quran penganut Ziah dan Sunny masih banyak pertentangan sehingga mereka saling bunuh. Apalagi Al-Quran dibandingkan dengan Injil, apa mereka mereka, interen Islam saja sudah kacau, belum lagi dikacaukan dengan ajaran Ahmadiah.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-23 09:48
~
Saudara Jarwo,

Dari buku tentang Muhammad yang kami baca, kami tidak pernah menemukan informasi yang mengatakan Khadijah ada di luar gua ketika Muhammad menerima wahyunya.

Dan lagi, roh yang memberi wahyu kepada Muhammad tidak pernah memperkenalkan dirinya. Terbukti, di awal-awal Muhammad menerima wahyunya, dia tidak pernah mengatakan siapa sosok yang berbicara kepadanya itu.

Iya, kami setuju dengan penjelasan saudara di atas. Kami memang pernah membaca bahasa Arab yang dipakai di zaman Muhammad adalah Arab gundul. Nah, dari penjelasan saudara di atas, berarti saudara setuju Al-Quran mengalami revisi, bukan?

Sebagaimana saudara tidak menyangkal Al-Quran mengalami revisi secara bahasa, demikian juga kami tidak pernah menyangkal Alkitab direvisi secara bahasa. Ingat, yang direvisi adalah bahasanya. Bukan isi/maksud tujuan dari kitab tersebut. Hal ini terjadi karena adanya perkembangan bahasa seiring dengan perkembangan zaman. Contoh: Dari Arab gundul, menjadi bahasa Arab yang mempunyai huruf vokal.

Bila umat Muslim dapat menerima revisi yang terjadi pada Al-Quran, mengapa hal yang sama tidak dapat dilakukan terhadap Alkitab?

Jelas Al-Quran berbeda dengan Injil. Sehingga wajar bila orang Kristen dan Islam sering berbeda pendapat. Tapi, bila sesama orang Islam saling bunuh hanya karena mempunyai pemahaman yang berbeda tentang Al-Quran, menurut kami hal itu tidak masuk akal. Bila membunuh sesama saudara sendiri saja dilakukan, bagaimana dengan umat lain?
~
SO
# maliq 2013-08-21 06:01
*
Al-Quran adalah murni 100% kalam Allah.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-23 09:48
~
Saudara Maliq,

Terimakasih untuk komentar saudara di atas. Singkat dan jelas. Jika tidak keberatan, dapatkah saudara memberi alasan, mengapa saudara begitu yakin bahwa Al-Quran adalah murni 100% kalam Allah?
~
SO
# Staff Isa dan Islam 2013-08-31 15:01
~
Saudara Muslim dan Sdr. Ainun,

Sebelumnya maaf bila komentar-koment ar saudara terpaksa kami hapus. Karena komentar yang saudara berikan tidak berhubungan dengan topik yang sedang dibahas.

Artikel di atas sedang membahas apakah Al-Quran seratus persen benar firman Allah. Di artikel tersebut juga kami menyebutkan beberapa bukti dari Al-Quran, yang menjadi alasan mengapa non-Muslim mempertanyakan keaslian Al-Quran sebagai firman Allah.

Bagaimana menurut saudara tentang hal tersebut?
~
SO
# rian 2013-09-03 07:16
*
Lalu apakah Alkitab berkata bahwa bumi itu lurus dan tidak bulat? Malah di Al-Quran-lah bumi itu dijelaskan bentuk sesuai aslinya. Jadi Al-Quran itu sangat sempurna dan tidak ada kesalahan sedikit pun.
# Staff Isa dan Islam 2013-09-05 17:11
~
Saudara Rian, benarkah Al-Quran menjelaskan bentuk bumi sesuai dengan aslinya?

Perhatikanlah ayat ini, “Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan? dan gunung-gunung sebagai pasak?” (Qs 78:6-7).

Dikatakan bumi dijadikan sebagai hamparan. “Hamparan” memberikan gagasan akan sesuatu yang datar. Kata Arab yang digunakan dalam Al-Quran adalah mehad, (= tempat tidur). Tempat tidur dibuat mendatar. Tidak berongga. Lebih jauh lagi, gunung-gunung bukanlah seperti pasak yang menjaga agar bumi ini tidak bergoyang.

Benarkah Al-Quran menyebut bumi berbentuk bulat? Silakan membaca penjelasan kami pada artikel ini: http://tinyurl.com/nyp5xqo.
~
SO
# avandi tri nugraha 2013-09-04 16:28
*
Dan (ingatlah) ketika 'Isa putra Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata."surat Ash-Shaff Ayat 6

Apakah pantas mereka mengatakan dia (Muhammad) yang telah membuat-buatnya ? Katakanlah, “Buatlah sebuah surat yang semisal dengan surat (al-Qur’an) dan ajaklah siapa saja di antara kalian orang yang mampu (membuatnya) selain Allah, jika kamu bersungguh-sung guh dalam tuduhanmu itu. surat yunus ayat 38

Mustahil jika orang-orang dahulu membuat buku seperti Al-Quran dan Injil. Terbukti banyak yang masuk Islam karena kata Nabi Isa akan datang seorang rasul setelah Nabi Isa. Tapi sekarang kalimat-kalimat Injil sudah dirubah sama Santo Paulus.
# Staff Isa dan Islam 2013-09-07 14:50
~
Saudara Avandi,

Saudara percaya Al-Quran dan Injil mustahil dibuat oleh orang-orang dahulu. Dengan kata lain, saudara setuju Al-Quran dan Injil adalah wahyu Allah. Allah yang membuatnya.

Saudara juga percaya Al-Quran masih asli. Tetapi mengapa saudara tidak percaya Injil juga masih asli? Bila Allah dapat menjaga Al-Quran, mengapa Allah tidak dapat menjaga Injil?

Dan lagi, apakah saudara yakin Injil sudah dirubah sama Santo Paulus, atau saudara hanya mendengar isu yang beredar tentang hal itu?

Sdr. Avandi, perhatikanlah ayat ini: “Sungguh, Aku bersumpah dengan bintang-bintang , yang beredar dan terbenam, demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya, dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing” (Qs 81:15-18).

Menurut Sdr. Avandi, apakah sungguh Allah bersumpah demi bintang-bintang dan demi malam dan demi subuh? Bukankah mengucap sumpah adalah sifat manusia?
~
SO
# AMRIL LUBIS 2013-09-10 10:50
*
Sdr Admin,

Jawab judul artikel anda bagi seorang Muslim, pasti ya! Tapi bagi yang non-Muslim pasti tidak. Karen kalau ya, pastilah telah beriman dengan Islam. Kalau saudara ingin memahami Al-Quran secara utuh dan ikhlas, saudara tidak menemukan jawaban yang lengkap di blog saudara ini. Karena ulama-ulama terkemuka kami tidak memiliki kesempatan yang luas buat memberi pemahaman buat sdr di sini.

Karena mereka lebih mementingkan peningkatan kwalitas iman dari kaum Muslimin daripada peningkatan kwantitasnya. Lebih baik sdr temui mereka untuk mendapat jawaban yang pasti. Sekedar sdr ketahui, Islam mengamalkan ajaran Injil, tapi bukan Injil yang sdr pegang sekarang. Tapi yang dimurnikan dan disempurnakan ajaran Muhammad.

Kalau sdr menjadikan tafsir Al-Quran dengan pehamahan yang dangkal seperti saat ini, dan tanpa hidayah Allah, apalagi disertai ada niat mencari pembenaran Injil yang sdr pegang saat ini dengan menggunakan sepotong-sepoto ng ayat Al-Quran, yang saudara rasa sesuai dengan nafsu sdr, maka sdr tidak akan mendapatkan hasil yang baik. Lebih baik temui ahlinya.
# Staff Isa dan Islam 2013-09-16 14:46
~
Saudara Amril Lubis,

Bukannya saudara seorang Muslim? Mengapa saudara tidak dapat mengajar kami untuk memahami Al-Quran? Apakah saudara tidak mengerti kitab suci saudara sendiri? Bila saudara tidak memahami Al-Quran, bagaimana mungkin saudara mengatakan pemahaman kami terhadap Al-Quran dangkal?

Sdr. Amril Lubis, mungkin saudara tidak memahami Al-Quran karena bahasanya tidak saudara mengerti. Maka itu, kami menyarankan agar saudara membaca Injil dan Taurat agar saudara mendapat petunjuk dan cahaya dari Allah. Sebab, menurut Al-Quran dalam kitab-kitab tersebutlah terdapat petunjuk dari Allah. Bahkan nabi saudara sendiri diperintahkan untuk bertanya kepada orang-orang yang membaca kitab-kitab tersebut bila dia dalam keragu-raguan.

Maka, dengan membaca Injil dan Taurat, saudara akan mendapat petunjuk dan cahaya dari Allah, yang tidak saudara dapatkan selama ini.

“Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa” (Qs 5:46)
~
SO
# jarwo 2013-09-10 22:09
*
Untuk Amril Lubis,

Sepertinya anda dalam menjawab suka meniru para pendeta yang sering menjawab "kalau menafsirkan Injil janga setengah-tengah " Sepertinya orang Islam di sini kena demam Nasrani semua.

Baiklah untuk Amril Lubis, seperti yang saudara admin bilang, saya ingin tanya pada anda "dimana kalau boleh tahu Injil yang asli?”

Anda menuduh, resikonya anda harus bisa membuktikan secara otentik dan terpercaya. Kalau anda tidak bisa membuktikan, berarti anda telah melakukan fitnah. Dan menurut ajaran Yahudi anda layak dihukum mati.

Kalau saya ingin bilang Al-Quran yang anda pegang sekarang tidak asli, memang iya! Karena Mushaf-mushaf Al-Quran yang asli sudah dibakar oleh Utshman semuanya, tidak ada yang tersisa. Karena Arab yang dipakai Muhammad menulis masih berupa Arab gundul, bukan bahasa Arab yang kita kenal sekarang. Dan sejak saat itu naskah Al-Quran banyak mengalami revisi, dan Al-Quran yang dipegang oleh umat Islam sedunia sekarang yang asli masih disimpan di musium di Inggris.
# Love and peace 2013-09-17 17:01
*
Saya bingung, Al-Quran dikatakan adalah murni firman /perkataan Allah, tetapi setelah saya baca mengapa dalam al-Quran Allah menyebut dirinya dengan "KAMI'? Bukankah "KAMI" adalah kalimat jamak (untuk personal lebih dari 1)? Berbeda di Injil, Allah menyebut diri-Nya dengan kata "AKU"

Lalu siapa sajakah yang menjadi bagian dari 'KAMI" dalam Al-Quran tersebut?
# auliya iskandar mn 2013-09-21 01:06
*
Saya jabarkan tentang KAMI di Al-Quran sedikit saja.

Al-Quran adalah wahyu yang diwahyukan. Ada dua kali wahyu. Kronologis singkat. si T: Tuhan pencipta langit dan bumi beserta isinya tanpa saham dan bantuan pihak lain. si R: seorang utusan yang memiliki anggota. Dan si M: Seorang manusia, tambahan, ada seorang manusia lagi dengan kode si MH.

Mari kita mulai perjalanan wahyu yang diwahyukan itu.
Si T mewahyukan sesuatu ke si R, lalu si R beserta rombongannya kembali mewahyukan wahyu yang mereka dapat ke si M.

Nah, ketika si R dan rombongan menyampaikan kepada si M, mereka mempergunakan kata KAMI. Ketika si R datang sendiri ke si M, ia mempergunakan kata AKU. Begitu pula ketika si T berbicara langsung dengan si MH, ia mempergunakan kata AKU.

Jamak tetaplah jamak dan tunggal tetaplah tunggal. Semakin banyak kata ganti orang semakin mudah dimengerti bahasa kaum itu.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-02 14:12
~
Saudara Auliya,

Terimakasih untuk penjelasan saudara di atas.

Kalau tidak salah, setahu kami Tuhan tidak pernah menyampaikan langsung wahyu-Nya kepada Muhammad. Tapi selalu menggunakan malaikat sebagai perantara.

Bila tidak keberatan, dapatkah saudara juga menjelaskan mengapa ada kata “Aku” pada penjelasan saudara di atas?
~
SO
# mahroe 2013-10-03 22:05
*
Saudara yang baik, Isa menurut saudara itu sebagai apa, Tuhan atau apa kenapa harus di sembah kalau bukan Tuhan, dan kalau memang Isa itu Tuhan tolong kenapa Isa sewaktu ditanyain hari kiamat Isa kok tidak tahu, bukankah kalau Tuhan itu sifatnya maha tahu.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-07 23:03
~
Saudara Mahroe,

Sebaiknya komentar saudara masih berkaitan dengan topik pada artikel di atas. Jadi mohon maaf kami tidak menanggapi pertanyaan saudara. Jika saudara tertarik dengan topik Isa Al-Masih dan hari kiamat kami tawarkan saudara kunjungi tautan ini: http://tinyurl.com/d8hdrs5
~
NN
# xioza 2013-10-06 14:27
*
1. Memang jin ada yang shaleh, kalau yang sepenuhnya jahat namanya iblis.

2. Al-Quran benar dari Allah yang diberikan kepada Nabi Muhammad lewat malaikat Jibril.

3. Kalau bingung dengan terjemahan Al-Quran, silakan baca Al-Qurannya, jangan lewat google translate. Karena itulah resikonya kalau menterjemahkan bahasa. Tapi hati akan menjadi tenang bila membaca Al-Quran.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-12 10:38
~
Saudara Xioza,

Terimakasih untuk komentar yang saudara buat. Maaf bila komentar saudara kami edit. Kami pikir, dengan diedit seperti ini orang lain yang membaca akan menjadi mudah memahami apa yang saudara sampaikan. Kiranya saudara maklum.

1. Menurut kami baik iblis, setan, maupun jin adalah nama yang sama untuk satu malaikat yang telah diusir Allah dari sorga karena tidak mentaati Allah. Jin/iblis/setan hidup di dunia yang berbeda dengan manusia, sehingga tidak masuk akal bila manusia dapat membuat Jin/iblis/setan untuk bertobat.

2. Kalau boleh tahu, atas dasar apakah saudara mengatakan bahwa roh yang memberikan “wahyu” kepada Muhammad adalah Jibril? Muhammad sendiri dalam sekian lama tidak pernah tahu siapa roh itu. Nama “Jibril” sendiri diklaim Muhammad setelah puluhan tahun dia menerima wahyunya.

Ada baiknya saudara membaca artikel kami yang menjelaskan “Siapakah sebenarnya roh yang mengaku diutus Allah untuk memberi wahyu-Nya kepada Muhammad.” Silakan klik pada link ini: http://tinyurl.com/8hj5f7a.

3. Menurut Sdr. Xioza, manakah lebih baik: membaca kitab yang kita mengerti atau yang tidak dimengerti sama sekali? Masalah perasaan tenang ketika membaca Al-Quran, apakah dapat dipastikan hal tersebut benar-benar terjadi atau hanya sekedar sugesti semata?
~
SO
# yudi 2013-10-06 19:50
*
Ass. W. W,

Bahwa yang anda tulis itu jelas merupakan pemenggalan ayat, yang bisa memberikan arti/makna seperti yang anda tulis, yaitu seperti bukan ucapan Allah SWT. Pertanyaan yang bisa menjebak dan memutarbalikkan pemahaman. Kata seperti itu juga banyak ditemukan dalam Injil. Memang Al-Qurán diturunkan menggunakan bahasa manusia. Al-Qurán bahasa Arab, Injil bahasa Ibrani, dan sterusnya. Tentang ayat yang anda sebut, misalnya "Tunjukilah kami jalan lurus, yaitu jalannya ....." ini dimaksudkan Allah "mengajarkan" manusia, Ya memberikan contoh doa. Apakah ucapan Muhammad? Ya jelas bukan "karangan" Nabi Muhammad, walaupun diucapkan olehnya. Dan ditujukan untuk semua umat manusia, agar menggunakan lafal asli seperti diatas.

Gaya bahasa seperti ayat diatas dapat dipelajari dalam ilmu alat bahasa Arab, khususnya ilmu balaghah. Secara ilmu tafsir, dapat dilihat asbabunnuzulnya.
Sayang halaman komentar cuma minim.

Wass W W,
Yudi
# Staff Isa dan Islam 2013-10-16 20:42
~
Saudara Yudi,

Allah memberikan Firman-Nya untuk dapat dipahami oleh umat-Nya. Jika untuk memahami ayat-ayat Al-Quran kita harus terlebih dahulu belajar ilmu balaghah seperti yang saudara sebutkan, apakah berarti semua Muslim harus belajar ilmu ini dulu baru dapat mengerti Al-Quran? Berarti hanya orang-orang tertentu yang memahami ayat Al-Quran.

Tentu Allah memberikan Firman-Nya yang dapat dengan mudah dipahami oleh semua umat-Nya.
~
NN
# Muhammad Budi Satria 2013-11-04 22:35
~
Kalau boleh saya kasih tau, saya sedang menangis melihat sikap orang yang membuat ini. Celakalah anda, pada suatu saat ketika anda meninggal dunia, anda akan tau mana yang benar! Semoga anda bisa menemukannya.
# Staff Isa dan Islam 2013-11-06 13:43
~
Saudara Muhammad Budi Satria,

Bolehkah kami tahu apa yang membuat saudara menangis ketika membaca situs kami?

Sepertinya saudara sudah sangat yakin akan apa yang saudara imani saat ini. Bila tidak keberatan untuk saling berbagi, dapatkah saudara menjelaskan tentang kebenaran yang saudara pegang? Tentu saudara pun ingin orang lain mengikuti kebenaran Allah sebelum mereka meninggal, bukan?

Karena bila kita menunggu sampai meninggal dunia baru tahu mana yang benar, menurut kami sudah sangat terlambat sekali. Sebab bagi orang-orang yang meninggal tidak mempunyai kesempatan lagi untuk bertobat. Yang ada hanyalah menunggu pengadilan Allah dinyatakan.

Kami senang bila saudara berkenan membagikannya di sini.
~
Saodah
# emmanuel 2013-11-05 04:03
~
Bolehkah sudara admin jelaskan tentang sura Al-Jinn. Mengapa dikatakan ada jin Islam dan jin kafir? Rekan Islam saya menyuarakan tentang kesahihan sura Al-Jinn ini. Bagaimana untuk menjelaskan. Terimakasih
# Staff Isa dan Islam 2013-11-07 21:53
~
Saudara Emmanuel,

Terimakasih atas pertanyaan saudara. Tetapi maaf kami kurang memahami mengenai sura al-jinn yang saudara maksud. Sehingga kami tidak dapat memberikan jawabannya.
~
Noni
# Diamond 2013-11-13 10:35
~
Al-Quran Allah yang menjaganya Qs (15:41) Justru injil dan Taurat yang palsu. Beberapa Injil yang asli hanya tentang ke Esa an Allah:

Yohanes pasal 17 ayat 3 "Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus." (utusan/rasul)

Markus pasal 12 ayat 29 "Jawab Yesus Iisa): Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu ESA.

Ulangan pasal 4 ayat 35: "Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, Tidak ada yang lain kecuali DIA."

Ulangan pasal 6 ayat 4: “Dengarlah hai orang israel, Tuhan itu Allah kita. Tuhan itu ESA (satu).”

Jelas Injil sendiri mengatakan Tuhan itu Tunggal/ Esa/Satu. bukan 3 menjadi 1 / 1 menjadi 3.

Bukti nyata Taurat Injil palsu adalah Yahudi Nasrani agama samawi. Tetapi memiliki Tuhan yang berbeda.
# Staff Isa dan Islam 2013-11-18 21:59
~
Saudara Diamond,

Terimakasih untuk penjelasan saudara di atas dan juga bukti-bukti yang menurut saudara adalah bukti kepalsuan dari Taurat dan Injil.

Pertanyaan kami: Dapatkah saudara menjelaskan kapankah persisnya Injil dan Taurat tersebut dipalsukan. Apakah sebelum, sesudah, atau di saat zamannya Muhammad?

Kiranya saudara tidak keberatan untuk memberi penjelasan.
~
Saodah
# Putra 2013-11-28 20:49
~
To: Diamond
- "Injil sekarang adalah palsu dan sudah banyak yang diubah". Pernyataan ini banyak sekali keluar dalam situs ini, namun ketika ditanya apa yang diubah kapan dipalsukannya tidak, ada satupun yang bisa menjawab.

- Esa berasal dari bahasa sansekerta yang lebih mengacu pada pengertian keberadaan yang mutlak. Sedangkan kata “satu” dalam pengertian jumlah dalam bahasa Sansekerta atau bahasa Pali adalah kata “eka”. Seperti contoh dalam sila pertama adalah jika jumlah Tuhan yang satu, maka kata yang seharusnya digunakan adalah “eka” bukan kata “esa”

- Apabila anda berbicara sesuatu yang palsu pasti akan ada yang aslinya, apabila anda ingin membuktikan secara nyata bahwa Alkitab sekarang palsu, maka tentunya anda harus memberikan hal yang memuat kitab asli (seperti situs web, foto, potongan ayat). Karena bukti nyata yang anda berikan di koment tersebut malah tidak ada hubungannya satu dengan lainnya.
# Staff Isa dan Islam 2013-11-29 18:33
~
Saudara Fauzi,

Kami berterimakasih atas kesediaan saudara mengunjungi situs kami juga memberikan komentar. Namun maaf, dengan terpaksa kami harus menghapus komentar-koment ar saudara karena tidak sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan.

Saran kami, sebelum saudara memberi komentar, kiranya saudara dapat membaca aturan yang telah kami taruh di bawah setiap artikel yang ada. Untuk lebih jelasnya, dibawah ini kami tuliskan kembali aturan tersebut.

Pedoman wajib untuk memasukkan komentar:
1. Tidak boleh memakai lebih dari satu kolom komentar.
2. Pertanyaan/masu kan harus berhubungan dengan uraian diatas.
3. Sebaiknya satu atau dua pertanyaan dalam satu kolom komentar.
4. Hanya menggunakan bahasa Indonesia yang umum dan dimengerti semua orang.
5. Tidak memakai singkatan-singk atan, misalnya yg, dlm, sdh, tdk, dlsbgnya.
6. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
7. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.

Untuk pertanyaan/masu kan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .
Kiranya petunjuk-petunj uk di atas dapat kita perhatikan.

Demikian, kiranya saudara dapat maklum.
~
SO
# Jarwo 2013-12-03 21:33
~
Untuk umat Muslim,

Saya pribadi secara yakin seyakin-yakinny a menganggap Al-Quran cuma gurauan Muhammad saja. Sebagai contoh ayat berikut ini, “Jagalah penismu, kecuali terhadap istri dan pelayan-pelayan mu.” (QS 23:5-6) Atau,

“Kawinlah sebanyak 2, 3 atau 4, atau bila takut tidak mampu menafkahi, setubuhi pelayan saja.” (QS 4:3)

“Pukullah istrimu” (QS 4:34),

“Kurunglah sampai mati” (QS 4:15),

“Merampok itu halal” (QS 8:69, QS 48:20),

“Di surga, pria Muslim akan dihadiahi wanita-wanita cantik” (QS 52:17-20, QS 56:22-24),

“Bunuh orang-orang kafir yang ada di sekitarmu” (QS 9:123, QS 9:5)

Kita tidak perlu menunggu kiamat tiba untuk memastikan ajaran di atas itu benar atau salah, saat ini juga, detik ini juga, kita sudah bisa menentukannya, bahwa yang demikian itu sudah pasti salah!
# Diamond 2013-12-04 14:07
~
Dear Admin,

Injil dipalsukan sebelum Nabi Muhammad ada, karena Allah mengutus Nabi Muhammad saat manusia sudah melampaui batas. Di saat Al-Quran diturunkan masih ada segolongan Ahli Kitab yang beriman kepada Allah Qs 3:199.

To: Jarwo,
Di situ tidak ada penis, yang ada kemaluan. Jangan mengada-ada.

Yang lebih porno itu Injil, Yehezkiel 23:1-21. Baca sendiri di situ ditulis birahi, susu dijamah-jamah, keperawanan dipegang-pegang , zakar kuda. dan masih banyak lagi.

Samuel 2 pasal 11 ayat 4: Nabi Daud berzina. Pantaskah seorang nabi berzina?
# Staff Isa dan Islam 2013-12-05 21:57
~
Benarkah Injil dipalsukan sebelum zaman Muhammad? Muhammad percaya bahwa kitab Taurat, Mazmur dan Injil yang ada dalam jamannya adalah akurat. Al-Quran diberikan untuk membenarkan bahwa kitab-kitab suci yang ada di jaman Muhammad tidak pernah diubah (baca Qs 3:3-4)

Muhammad diberi perintahkan untuk membaca Taurat, Mazmur dan Injil (Qs 10:94-95) Pastilah Tuhan tidak akan meminta Muhammad untuk membaca wahyu yang sudah diubah. Muhammad juga mengutip banyak ayat dari Taurat, Mazmur, dan Injil. Jika kitab-kitab tersebut sudah diubah, seorang nabi pasti akan mengetahuinya, bukan? Kecuali bila Muhammad bukan seorang nabi sehingga dia tidak mengetahui bahwa kitab yang dibacanya sudah diubah.

Untuk komentar dari Sdr. Jarwo, menurut kami ada baiknya saudara menanggapi pernyataannya bila menurut saudara hal itu salah. Bukan malah merambat ke hal-hal lain. Bila saudara ingin membahas tentang Injil, saudara dapat bergabung di artikel ini: http://www.isadanislam.com/alkitab/.
~
Saodah
# deha 2013-12-11 22:58
~
Saya baru belom lama menemukan forum ini, semoga saya bisa terlibat.
# Staff Isa dan Islam 2013-12-16 14:20
~
Selamat bergabung di forum ini Sdr. Deha. Semoga saudara mendapat pemahaman yang baru melalui konten-konten yang ada. Sehingga iman saudara semakin dikuatkan.

Ijinkan kami berbagi satu ayat, yang mungkin dapat menjadi perenungan bagi saudara hari ini. “Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup" (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:12).
~
Saodah
# Putra 2013-12-17 20:51
~
Al-Quran berbeda dengan Alkitab. Konsep memahaminya pun berbeda. Al-Quran lebih cenderung suatu aturan dan perintah/larang an. Sedangkan Alkitab merupakan cerita kesaksian sehingga mirip cerita sejarah.

Perbedaan konsep Alkitab adalah suatu kesaksian yang diceritakan banyak orang dari dahulu hingga kesaksian tentang Yesus. Sedangkan Al-Quran adalah suatu hal baku yang disebut "firman Allah" tanpa ada orang lain atau saksi yang mengetahui selain Muhammad.

Dalam Alkitab, jika anda tidak percaya jalan hidup Yesus oleh cerita Matius anda bisa melihat kesaksian dari Lukas dan seterusnya. Sedangkan dalam Al-Quran anda diharuskan menerima bahwa Al-Quran adalah firman Allah yang diberikan kepada Muhammad tanpa ada orang lain atau saksi selain Muhammad sendiri.
# ryan 2013-12-19 14:20
~
Al-Quran seratus persen firman Allah,

Maka serahkanlah (Ya Muhammad) kepada-Ku (urusan) orang-orang yang mendustakan perkataan Ini (Al-Quran). nanti kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsu r (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui.
# Staff Isa dan Islam 2013-12-25 21:26
~
Kami menghargai keyakinan Sdr. Ryan yang mengimani Al-Quran 100% firman Allah. Sayangnya, tidak sedikit hal-hal yang terdapat dalam Al-Quran, yang menyebabkan orang-orang non-Muslim mempertanyakan kebenarannya 100% firman Allah.

Selain ayat-ayatnya yang bertentangan dengan wahyu Allah di zaman sebelum Muhammad, juga terdapat ayat-ayat Al-Quran yang sepertinya bukan perkataan Allah. Contoh: “Aku bersumpah dengan hari kiamat, dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesal (dirinya sendiri)” (Qs 75:1-2).

Nah, menurut Sdr. Ryan apakah ayat di atas perkataan Allah atau manusia? Bila perkataan manusia, berarti isi Al-Quran tidak 100% firman Allah, bukan?
~
Saodah
# dhani ramadhan 2014-01-02 22:52
~
Assalamualaikum wr wb, salam sejahtera staff Isa dan Islam.

Al-Quran adalah pedoman atau petunjuk bagi umat Muslim dan di dalamnya terdapat berbagai keajaiban tentang ilmu pengetahuan, seperti piramida yang telah diungkap oleh Al- Quran tentang bahan pembuatannya dan juga jasad Firaun yang ditemukan di dalamnya. Al-Quran juga menulis tentang larangan memakan babi yang ternyata setelah diteliti oleh para ahli kedokteran ada banyak penyakit yang ada di dalamnya jika di konsumsi. Padahal Al-Quran di tulis jauh sebelum peradaban modern. Subhanallah Allah maha tahu.
# Staff Isa dan Islam 2014-01-09 21:53
~
Saudara dhani ramadhan,

Adalah hak saudara untuk meyakini suatu kitab sebagai Firman Allah. Namun ada baiknya saudara pun meneliti dan mempelajarinya. Karena Firman Allah isinya pasti tidak akan bertentangan antara ayat yang satu dengan yang lainnya

Kitab saudara mengharamkan umat-Nya memakan babi bukan dengan alasan kedokteran, karena tidak pernah ada tertulis demikian. Hal ini sama sekali tidak membuktikan bahwa Kitab saudara adalah benar-benar seratus persen Firman Allah.
~
Noni
# stefanus 2014-01-03 11:46
~
Staf Isa dan Islam,

Saya mau tanya, mengapa saudara tidak menggunakan Kitab Taurat melainkan Kitab Injil?
# Staff Isa dan Islam 2014-01-06 16:13
~
Sdr. Stefanus,

Tentu kami menggunakan Kitab Taurat, bahkan juga kami menggunakan Kitab Zabur, dan Kitab Para Nabi. Kami tidak hanya menggunakan Kitab Injil.

Apakah saudara pernah membaca pernyataan kami yang mengatakan bahwa kami hanya menggunakan Kitab Injil?
~
Saodah
# babahfawwz 2014-01-07 07:17
~
Sedikit masukan. Al-Quran 100% Firman Tuhan tapi isinya ada dalam bentuk cerita yang namanya cerita berarti disana ada dialog dialog manusia, jin, orang jahat dsb. Al-Quran juga berisi penuntun termasuk tuntunan doa. Isinya bagaimana doa yang baik yang ditunjukan pada Allah beri isinya yaitu mengajarkan kata kata/permohonan yang layak untuk Allah bukan berarti Tuhan berdoa. Al-Quran berisi juga tentang perkataan-perka taan Nabi Muhammad dan para nabi sebelumnya berarti ini sedang menceritakan bukan berrti ada campur baur kata kata manusia. Perlu cerdas dan teliti dalam menilai sesuatu. Khawatir akan menurunkan kwalitas situs ini sendiri terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2014-01-14 13:08
~
Saudara Babahfawwz,

Terimakasih untuk masukan saudara. Kami sudah paham mengenai hal itu tetapi maksud kami agar pembaca mulai berpikir kritis sebab yang disebut Allah atau sang pencipta sama sekali tidak pernah berbicara kepada Muhammad dalam menyampaikan Firman. Tetapi mahluk Namus, yang kemudian oleh “penjaga” Islam dinamakan Jibril, yang memberikan ayat-ayat kedalam pikiran Muhammad.

Sebab jika benar Allah Yang Maha Tahu itu yang berfirman maka tidak mungkin Ia salah. Dan sayangnya Al-Quran mencatatkan banyak kesalahan sejarah. Salah satunya Al-Quran menyebut Maryam sebagai saudara perempuan Harun, padahal Harun hidup 1570 tahun sebelum Maryam – Sura 19:28. Sangat aneh kalau Al-Quran yang demikian sempurna tidak dapat membedakan Miriam yang adalah kakak Musa dan Harun, dari Maryam yang menjadi ibu Isa Al Masih – Sura 19:28; 3:33 dan seterusnya. Imron adalah ayah Musa, Harun, dan Miriam yang lahir lebih dari seribu tahun sebelum Maryam (ibu Isa) lahir. Juga Maryam bukan dari suku Lewi tetapi dari suku Yehuda.
~
Noni
# Staff Isa dan Islam 2014-01-08 14:14
~
Saudara Ryan,

Kami berterimakasih atas kesediaan saudara mengunjungi situs kami juga memberikan komentar. Namun maaf, dengan terpaksa kami harus menghapus komentar-koment ar saudara karena tidak sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan.

Saran kami, sebelum saudara memberi komentar, kiranya saudara dapat membaca aturan yang telah kami taruh di bawah setiap artikel yang ada. Untuk lebih jelasnya, dibawah ini kami tuliskan kembali aturan tersebut.

Pedoman wajib untuk memasukkan komentar:
1. Tidak boleh memakai lebih dari satu kolom komentar.
2. Pertanyaan/masu kan harus berhubungan dengan uraian diatas.
3. Sebaiknya satu atau dua pertanyaan dalam satu kolom komentar.
4. Hanya menggunakan bahasa Indonesia yang umum dan dimengerti semua orang.
5. Tidak memakai singkatan-singk atan, misalnya yg, dlm, sdh, tdk, dlsbgnya.
6. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
7. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.

Untuk pertanyaan/masu kan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .
Kiranya petunjuk-petunj uk di atas dapat kita perhatikan.

Demikian, kiranya saudara dapat maklum.
~
SO
# Ryan 2014-01-08 15:48
~
Salam ke pada admin,

Bisakah komentar saya tidak dihapus? Masalah kirim email di sini atau di situ saya rasa tidak sehat. Ada baiknya peraturan no 1 saya langgar.

Artikel ini dibuat untuk menemukan suatu kebenarankan? Maka ada baiknya kalau saya berkomentar panjang di sini.
# Staff Isa dan Islam 2014-01-09 08:59
~
Saudara Ryan,

Aturan yang kami buat berlaku bagi siapa saja. Kami tidak mau disebut sebagai admin yang pilih kasih. Jadi, kami harap saudarapun dapat mengikuti aturan yang ada. Bila orang lain dapat mengikutinya dan tidak melanggar, tentu saudarapun dapat berlaku demikian, bukan?

Sebuah kebenaran tidak harus dijelaskan secara panjang lebar. Penjelasan yang singkat, padat, dan jelas tentu akan bermanfaat dan kemungkinan dibaca lebih besar, daripada tulisan yang panjang lebar. Karena dari pengalaman kami, pembaca lebih suka dengan tulisan yang singkat dan jelas, daripada tulisan yang panjang.

Jadi, kami harap Sdr. Ryan dapat menjelaskan kebenaran yang saudara maksud dengan singkat dan jelas.

Demikian, kiranya saudara maklum adanya. Terimakasih.
~
Saodah
# Ryan 2014-01-09 10:26
~
Di sebutkan dalam Perjanjian Lama dalam lmamat 11:7-8 "Jangan makan babi" dalam bilangan 14:18 " Jangan makan babi" dalam Yesaya 65:25 "jangan makan babi" Orang Kristen makan babi sedangkan umat Muslim tidak memakannya.

Yesus menyebut dalam Lukas bahwa Dia di sunat pada hari kedelapan. Umat muslim di sunat dan mayoritas Kristen tidak di sunat. Jika Kristen berarti mengikuti ajaran Yesus maka umat muslim lebih Kristen dari pada umat Kristen sendiri.
# Staff Isa dan Islam 2014-01-14 12:40
~
Saudara Ryan,

Pertanyaan saudara tidak berkaitan dengan topik artikel diatas jadi mohon maaf kami tidak menanggapinya. Namun saudara dapat menemukan salah satu jawaban atas pertanyaan saudara di http://tinyurl.com/d6ec7cm

Berkaitan dengan pertanyaan tersebut, saudara harus paham dulu perbedaan mendasar antara Kristen dengan Islam. Kristen percaya bahwa Allah menghendaki suatu kualitas kebenaran batiniah, sedangkan Islam adalah agama lahiriah yang berpusat pada hal-hal lahiriah. Maka sering keduanya tidak menemukan titik temu. Jika Kristen mengutamakan kesucian hati, maka Islam mempermasalahka n tata cara lahiriah. Bahkan sesama Islam acap kali bertengkar hanya karena perbedaan-perbe daan tata cara.

Jika Islam mengutamakan kebenaran batiniah dan kesucian hati seperti Kristen maka damailah dunia Islam dari perkelahian karena perbedaan berekspresi dalam menyembah Allah.
~
Noni
# anes 2014-01-09 21:05
~
Al-Quran tidak dapat dimaknai sebatas logika manusia yang terbatas, yang mampu memahaminya hanya yang beriman dan berakal. Iman asalnya dari hati, dan akal dari logika. Itulah hakikatnya manusia. Pertajamkanlah hati anda. Semoga kekritisan anda membawa anda ke jalan yang benar. Tidak perlu diperdebatkan hal seperti ini. Tuhan itu satu. Dia bukan manusia, bukan malaikat. Tuhan berbeda dengan makhluknya. Berdiri sendiri dan kekal.

Sekarang digunakan logikanya, apakah ada ayat Al-Quran yang menyimpang dari itu? Al-Quran Firman Allah yang tercipta agar mudah dipahami manusia. Karena manusia itu terbatas. Jangan sombong di hadapan Tuhan.Tidak sepantasnya meragukan Al-Quran sedang logika kita terbatas. Terima kasih.
# Staff Isa dan Islam 2014-01-14 12:54
~
Saudara Anes,

Dalam dunia ini kita harus mawas diri. Ada baiknya kita meragukan segala sesuatu daripada mempercayai segala sesuatu yang belum dibuktikan kebenarannya oleh diri kita sendiri. Hanya manusia yang malas dan yang celakalah yang hanya menerima ajaran tetapi tidak mempelajari.

Perhatikanlah kitab-kitab suci Alkitab (Taurat dan Injil) dan Al-Quran. Kedua kitab ini mengklaim atau diklaim sebagai Firman Allah yang suci, namun keduanya tidak sama. Mana diantaranya Firman Allah yang benar. Salah satu harus menjadi yang benar sebab keduanya tidak sama. Mungkinkah kita dapat menemukan mana yang benar. Tentu saja bisa, sebab Allah itu hidup dan mau membantu umat-Nya menemukan Firman-Nya. Maka mulailah menyelidikinya. Berharap situs ini dapat membantu saudara.
~
Noni
# Diamond 2014-01-10 11:53
~
Dear Admin,

Dipalsukan sebelum Nabi Muhammad, jarak antara Nabi Isa dan Nabi Muhammad sekitar 500 tahun. Kitab-kitab dan nabi-nabi yang diceritakan dalam Al-Quran berdasarkan Firman Allah (QS 10:37), bukan karena Nabi Muhammad membaca dan menguntip kitab sebelumnya.

Salah satu contoh baca QS:19 (Maryam) disitu dikisahkan beberapa nabi-nabi sebelumnya.

(QS 3:3-4) Membenarkan kitab sebelumnya bukan berarti menjaga keasliannya. tapi Al-Quran Allah yang berjanji yang menjaganya (QS 15:9).

(QS 10:94-95) tidak ada perintah membaca, tapi bertanya. Ahli kitab yang membaca disini (10:94) adalah ahli kitab yang hanya beriman kepada Allah (QS 3:113,199)

Catatan buat jarwo, supaya dia membaca kitabnya seperti apa. Jangan hanya membela membabi buta.
# Staff Isa dan Islam 2014-01-14 21:22
~
Saudara Diamond,

Umat Muslim meyakini bahwa Bahwa Al-Quran diilhamkan langsung dari sorga kepada Muhammad. Jadi, Muhammad seperti alat perekam saat menerima Al-Quran.

Nah, yang harus dikritisi ialah bagaimana jika ada kesalahan gramatikal, geografis, atau historikal didalam Al-Quran, kesalahan siapa itu? Apakah kesalahan Allah yang telah memberikan wahyu-Nya

Beberapa cendikiawan sependapat bahwa ada kesalahan-kesal ahan dalam Al-Quran. Al-Quran belum pernah diperiksa secara seksama sebagaimana Alkitab diperiksa secara seksama. Akankah Al-Quran diizinkan melewati pemeriksaan semacam itu? Jika ya, akankah lulus uji?

Dan pada suatu masa Al-Quran pernah beredar dalam beberapa versi. Sampai akhirnya ditetapkan versi mana yang harus diikuti.
~
Noni
# neto 2014-01-16 16:57
~
Menurut saya agama itu tidak penting. Yang terpenting adalah kita harus percaya Tuhan Yesus Kristus Sang Juru Selamat, apapun itu agamanya. Karena Tuhan pernah mengatakan "Akulah jalan kebenaran."

Jadi intinya, hanya di dalam nama Tuhan saja kita dapat selamat.

Untuk semua perhatiannya saya ucapkan terimakasih. Tuhan memberkati.
# jonathan 2014-01-17 11:52
~
Jelas sekali dan saya yakin sekali kalau Al-Quran bukan firman Allah. Karena Al-Quran tidak pernah teruji dan tidak pernah terbukti.

Kalau Alkitab sangat teruji, banyak nubuatan nabi yang terjadi karena semua nabi-nabi, selain Muhammad, dituntun oleh kuasa Roh Allah. Muhammad tidak pernah menguji roh yang datang menghampiri dia ketika mendapat wahyu. Apakah roh itu adalah Roh Allah atau bukan, seolah-olah Al-Quran ini dipaksakan tanpa dasar yang jelas.
# TaiLaso 2014-01-21 08:33
~
Menurut Alkitab Kristen tahun 1928 dan 2001, Kitab Raja-Raja 4:26, jumlah kandang Sulaiman 40.000, tetapi menurut Kitab terjemahan Baru 1991, Kitab Raja-Raja 4:26, jumlah kandang Sulaiman 4.000 (Jumlah kandang tidak jelas). Apakah ini Firman Tuhan? Tuhan tidak pernah salah berfirman. Bisakah Admin menjawabnya ?
# Staff Isa dan Islam 2014-04-03 13:56
~
Salam Sdr. Tailaso,

Penulis Yahudi ketika menyelidiki hal tersebut memberkan penjelasan bahwa bahwa kandang kuda yang disebutkan dalam 2 Tawarikh adalah kandang gandengan yang lebih besar dan yang masing-masing dapat menampung 10 ekor kuda (jadi setiap kandang berisi 10 kuda).

Dengan demikian 4000 kandang kuda gandengan sama saja dengan 40.000 kandang kuda yang kecil. Jadi dengan kata lain, tidak ada yang bertentangan dalam seluruh kitab Allah yakni Alkitab. Harap saudara memahami penjelasan kami.
~
Salma
# Jarwo 2014-01-23 22:08
~
Untuk Admin IDI,

Di sini ada ayat Al-Quran yang menggelitik saya, bahwasanya konon katanya Al-Quran hadir karena menyempurnakan kitab-kitab sebelumnya. Tapi kalau kita lihat secara jujur, ayat dalam Al-Quran ini maknanya ternyata bukan menyempurnakan, tapi mengganti.

Kita tahu makna menyempurnakan dan mengganti dua hal yang berbeda. Bila makna menyempurnakan, pastinya Al-Quran haruslah berpedoman pada kitab-kitab sebelumnya (Injil dan Taurat). Tapi anehnya justru al-Quran menuduh Injil dan Taurat sudah tidak asli lagi.

Nah ini kan tidak konsisten, mohon pencerahan admin.
# Staff Isa dan Islam 2014-01-28 22:20
~
Saudara Jarwo,

Umumnya memang Muslim percaya Al-Quran ada untuk menyempurnakan kitab-kitab sebelumnya. Sebab kitab-kitab terdahulu sudah tidak asli dan ayatnya pun banyak yang dirubah.

Sayangnya, ketika umat Muslim dimintakan penjelasan lebih lanjut akan hal ini, mereka tidak dapat memberi penjelasan. Kapan tepatnya kitab-kitab tersebut dirubah, umat Muslim juga tidak tahu.

“Dia menurunkan Al Kitab (Al-Qur’an) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil, sebelum (Al-Qur’an), menjadi petunjuk bagi manusia” (Qs 3:3-4)

Ayat ini adalah bukti bahwa Al-Quran tidak datang untuk menyempurnakan kitab-kitab sebelumnya. Sebaliknya, Al-Quran percaya bahwa kitab-kitab sebelumnya tidak pernah dirubah. Jadi menurut kami, kepercayaan yang mengatakan Al-Quran menyempurnakan kitab-kitab sebelumnya, hanyalah doktrin.
~
Saodah
# Hamba Allah 2014-01-25 10:36
~
“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-Qur'an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab yang sebelumnya dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat saja, tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombal ah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allahlah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-N ya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu” (Qs 5: 48).
# Staff Isa dan Islam 2014-01-28 22:21
~
Saudara Hamba Allah,

Terimakasih untuk kutipan ayat Al-Quran yang saudara berikan. Apakah ada yang ingin saudara jelaskan atau tanyakan dari ayat tersebut?
~
Saodah
# Jarwo 2014-01-26 02:41
~
Untuk Hamba Allah,

Nah, berarti secara implisit ayat yang saudara cantumkan seperti di atas maknanya sama halnya dengan menggantikan. Bukan menyempurnakan seperti yang selama ini ulama-ulama katakan, betul begitu? Jadi bagaimana ini? Kok, sepertinya ada dua pendapat yang berbeda. Pantas saja di dalam Islam banyak sekali penafsiran-pena fsiran yang berbeda-beda antara ulama yang satu dengan ulama yang lain sehingga banyak umat jadi bingung.

Lihat, antara Syiah dan Sunni saling bunuh. Antara Sunni dan Ahmadiyah saling serang. Antara Wahab dan Salafi saling caci maki. Dan itu belum tarekat-tarekat yang lain. Intern Islam saja sudah ribut apalagi dengan agama lain? Pantas saja negara-negara Islam saat ini banyak yang terpecah belah.
# yassir khadaffi 2014-01-26 15:14
~
Al-Quran itu bukan perkataan Allah secara langsung. Tetapi perkataan jati diri atau diri sebenar diri Muhammad yang dinamakan Allah. Allah itu hanya sebatas nama. Dan setiap manusia mempunyai itu.

"Kenali rata dirimu, maka kamu akan kenal Tuhanmu." Perkataan Allah (jati diri Muhammad)
"aku lebih dekat dari urat lehermu" perkataan Allah (jati diri Muhammad).
# Staff Isa dan Islam 2014-01-28 22:55
~
Saudara Yassir Khadaffi,

Maaf, kami kurang memahami maksud tulisan saudara. Bila tidak keberatan, sudi kiranya saudara menjelaskan maksudnya. Terimakasih.
~
Salma
# Hamba Allah 2014-02-04 03:12
~
Begini saudara staff Isa dan Islam. Sesungguhnya Al-Quran itu adalah firman Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad melalui malaikat Jibril selama 23 tahun. Dan Allah akan menjaga kemurnian isi dari Al-Quran sebagai pedoman hidup bagi umat manusia untuk bisa selamat dunia dan akhirat. Karena adzhab dari Allah itu sungguh amat pedih bagi orang-orang yang dzhalim.

Jika saudara masih meragukan isi dari Al-Quran, silakan saudara pelajari dengan betul-betul. Anda hayati dan anda renungkan apa yang terkandung di dalam Al-Quran sesuai dengan kejadian di alam semesta yang luas ini. Setelah saudara renungkan apakah ada keraguan isi dari Al-Quran? Jika saudara masih meragukan, coba anda renungkan kejadian di alam semesta yang luas ini beserta segala isinya serta penjuru langit.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-04 06:52
~
Saudara Hamba Allah,

Artikel di atas telah menjelaskan ayat-ayat yang meragukan Al-Quran adalah firman Allah. Salah satu contoh adalah sura Al-Fatihah. Mungkinkah Allah meminta ditunjukkan jalan yang lurus? Tidakkah ini lebih tepat diucapkan Muhammad?
~
Salma
# Hamba Allah 2014-02-05 20:50
*
Surat Al-Fatihah adalah permohonan seorang hamba supaya diberi petunjuk oleh Tuhan ke jalan lurus yang Allah wahyukan kepada rasulnya, Muhammad. Karena Allah maha mengetahui hamba-Nya.

Saya tekankan lagi saudara. Bahwa ayat-ayat yang terkandung dalam Al-Quran bukan buatan manusia. Tetapi firman yang Allah wahyukan kepada rasulnya secara berangsur-angsu r, tidak sekaligus. Sebagai petunjuk bagi orang-orang yang beriman.

Jika saudara masih meragukan Allah sebagai Tuhan, Muhammad adalah utusan-Nya, dan Al-Quran adalah kitab-Nya, maka buat satu ayat saja yang mampu menggambarkan kejadian dunia dan isinya yang telah terkandung di dalam Al-Quran.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-07 18:03
*
Saudara Hamba Allah,

Kami berterimakasih karena saudara mengakui bahwa Al-Fatihah adalah permohonan seorang hamba. Apakah ini berarti bahwa Al-Quran bukan wahyu Allah, tetapi perkataan Muhammad?

Banyak ayat dalam Taurat yang menjelaskan permulaan kejadian dunia ini yang tidak terdapat dalam Al-Quran. “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi” (Taurat, Kejadian 1:1). Untuk lengkapnya, silakan saudara membaca Taurat, Kejadian 1:1-31.
~
Salma
# Riza 2014-02-07 11:04
*
Sedetail dan sekuat apapun tulisan anda tentang keraguan isi Al-Quran, saya tetap meyakini bahwa Al-Quran seratus persen firman Allah.

Semoga Allah mengampuni dosa-dosa orang yang tidak meyakini Al-Quran sebagai firman Allah.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-07 18:05
*
Saudara Riza,

Artikel di atas mencoba memaparkan fakta-fakta keraguan tentang Al-Quran adalah firman Allah. Bila tulisan di atas ada yang salah, saudara dapat menunjukkan dengan menyertai bukti-bukti yang jelas dan akurat.

Menurut kami, kita perlu memiliki iman yang disertai dengan logika. Mungkinkah Allah berkata, “Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan?” (Qs. 1:5)?

Kepada siapa perkataan ini ditujukan, kepada Allah atau kepada oknum lain? Mungkinkah Allah berkata kepada diri-Nya sendiri seperti itu?
~
Salma
# ilham 2014-02-07 19:36
~
Menanggapi admin.

Allah itu mengajarkan kepada kita siapa yang pantas disembah. Bukan Allah menyembah Allah. Logika anda dimana?

Tidak perlu mengkritik agama Islam yang sudah sempurna.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-11 08:53
~
Saudara Ilham,

Kami setuju bahwa Allah mengajarkan kita untuk menyembah-Nya. Tetapi mari kita meneliti Al-Fatihah :5, “Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.”

Bila Al-Quran adalah perkataan Allah, maka mungkinkah Dia menyembah dan meminta pertolongan kepada diri-Nya sendiri? Dan bila Islam sudah sempurna, maka mungkinkah muncul ajaran Allah menyembah Allah?

Tidakkah ini mengherankan? Bagaimana saudara menjelaskan hal ini?
~
Salma
# tauhid 2014-02-10 15:50
~
Kebenaran Al-Quran firman Allah adalah penciptaan manusia.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-11 08:55
~
Saudara Tauhid,

Sebuah kitab disebut firman Allah adalah bila ada nubuat-nubuat yang terpenuhi, terutama tentang janji keselamatan manusia di akhirat. Seperti halnya Alkitab.

Alkitab menjelaskan janji Allah tentang keselamatan manusia. “Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel" (kitab nabi, Yesaya 7:14).

Dan ini terpenuhi dalam Isa Al-Masih. “...dan mereka anak menamakan Dia Imanuel” - yang berarti: Allah menyertai kita” (Injil, Rasul Besar Matius 1:21-23).

Kalau boleh bertanya, adakah nubuat janji keselamatan yang disampaikan Al-Quran dan apakah semuanya sudah terpenuhi?

Bila Al-Quran adalah firman Allah karena ada penciptaan manusia, maka bolehkah kami tahu detail penciptaan itu? Apa yang diciptakan pada hari pertama? Dan tertulis dimanakah dalam Al-Quran?
~
Salma
# DEWA 2014-02-12 10:34
~
Untuk Admin,

Allah adalah sesuatu yang tidak dapat dinalar oleh logika. Kita manusia terlalu tinggi jika memikirkan-Nya. Begitupun firman-Nya, ada ilmu yang memang harus dipelajari agar tidak salah tafsir. Itu usaha Allah untuk mencerdaskan kaum Muslimin.

Jika anda menfsirkan jelas tidak mampu, karena belum belajar agama Islam apalagi menafsirkannya. Masya Allah. Itu adalah hal yang patut anda renungkan. Bagaimana bisa orang yang tidak menggeluti suatu agama, berpendapat untuk agama yang tidak digelutinya? Membuktikan suatu logika yang benar-benar salah.

Wassalamua'laikum Wr Wb.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-12 21:29
~
Salam Dewa,

Allah mengijinkan manusia untuk menyelidiki apa yang menjadi wahyu-Nya. Ayat suci Alkitab yang terdapat dalam Injil, Surat 1 Tesalonika 5:19-20 mengatakan “Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.”

Tentu Allah memberikan kebebasan bukan untuk menguji segala sesuatu, termasuk kitab suci di dalamnya. Apakah Al-Quran siap untuk diselidiki sebagai firman Allah?
~
Salma
# JustMe 2014-02-12 20:01
~
"Bagimu Agamamu, Bagiku Agamaku...". Coba cari tentang "Dr Zakir Naik" aja mungkin bisa membantu.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-12 21:34
~
Salam Just Me,

Setiap orang memiliki kebebasan untuk meyakini satu ajaran agama tertentu. Soal ia menggantungkan hidupnya kepada siapa tentu itu hak seseorang.

Tetapi bagaimana dengan keselamatan? Tentu berbicara soal keselamatan adalah hak Allah, bukan? Allah yang berdaulat atas keselamatan seseorang. Allah memberikan sebuah wahyu bagi manusia agar tahu siapa yang dapat menjadi penjamin keselamatan. Semua terdapat dalam Injil.

Silakan saudara selidiki kebenaran yang terdapat dalam Injil.
~
Salma
# Staff Isa dan Islam 2014-02-12 21:13
~
Salam Tauhid,

Tolong memberi komentar yang tidak melanggar norma-norma. Kami berhak menghapus komentar yang kasar, mengejek, bersifat menyerang, dan tidak berhubungan dengan artikel di atas. Oleh sebab itu, kiranya dapat menggunakan bahasa yang jelas!

Pedoman wajib untuk memasukkan komentar:
1. Tidak boleh memakai lebih dari satu kolom komentar.
2. Pertanyaan/masukan harus berhubungan dengan uraian diatas.
3. Sebaiknya satu atau dua pertanyaan dalam satu kolom komentar.
4. Hanya menggunakan bahasa Indonesia yang umum dan dimengerti semua orang.
5. Tidak memakai singkatan-singk atan, misalnya yg, dlm, sdh, tdk, dlsbgnya.
6. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
7. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.

Untuk pertanyaan/masu kan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .
Kiranya petunjuk-petunj uk di atas dapat kita perhatikan.
~
Salma
# aku adalah aku 2014-02-14 15:43
~
Jika anda memang meragukan Al-Quran, coba anda lakukan uji coba. Pakai logika dan hati nurasi ketika mengujinya. Ambil masing-masing 10 atau 15 buah Al-Quran dan Injil yang berbeda tahun penerbitannya. Cari masing-masing ayat yang di dalamnya ada angka-angka atau nominal (baik Al-Quran atau Injil, lalu tandai).

1. Chek Al-Quran yang pertama hingga akhir, pasti tidak akan ada yang berbeda sama sekali.
2. Chek Injil, dari yang pertama hingga akhir, temukanlah beberapa perbedaan. Kenapa? Karena Injil telah banyak berubah dan bisa dirubah. Sementara Al-Quran tidak akan bisa diuobah hingga akhir zaman nanti.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-23 21:30
~
Saudara Aku adalah aku,

Menurut kami, untuk mengetahui kebenaran dari sebuah kitab suci tidak dapat dilihat dari satu sisi saja. Apalagi hal yang sangat sederhana seperti yang saudara sebutkan di atas. Bagi mereka yang memang benar-benar membaca Injil, bukan suatu hal yang sulit untuk menjelaskan perbedaan nominal tersebut.

Tapi, bagi saudara yang memang tidak mengerti Injil bahkan sama sekali tidak pernah membacanya, wajar bila saudara menganggap hal itu aneh. Faktanya, untuk menjelaskan kapan persisnya Injil dirubah saja, saudara tidak tahu, bukan?

Justru yang layak dipertanyakan adalah: Bila Al-Quran benar firman Allah, mengapa isinya justru bertentangan dengan kitab-kitab sebelumnya? Dapatkah saudara menjelaskan hal tersebut?
~
Saodah
# Jarwo 2014-02-14 22:18
~
Untuk Sdr. Aku adalah aku,

Bisa anda buktikan jika Injil dirubah? Jika anda tidak bisa membuktikan itu sama halnya fitnah!

Al-Quran yang dipegang oleh umat Muslim sedunia sudah tidak asli lagi. Yang asli sudah dibakar habis oleh Usthman, dan para penghafal Al-Quran-pun (Hafitz) sudah banyak yang tewas terbantai di pertempuran Yamama.

Bahasa Al-Quran yang asli masih memakai Arab gundul, bukan bahasa Arab yang ada tanda bacanya seperti sekarang. Apalagi Al-Quran yang sekarang adalah terbitan Saudi dan kita tahu Saudi zaman dulu adalah wilayah yang dikuasai Abu Jahl.

Jadi, sejarah penyusunan Al-Quran masih kontroversi. Dan bodohnya, ahli sejarah Islam-pun tidak berani untuk menyelidiknya.
# deki 2014-02-16 21:08
~
Yesus Kristus adalah Tuhan dan Allah.

“Pada mulamya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Firman itu telah menjadi manusia dan diam diantara kita, dan kita telah melihat kemulian-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa penuh kasih karunia dan kebenaran” (Injil Yohanes 1:1; 14).

Itu yang 100% benar, jadi untuk apa kalian meragukan Yesus lagi. Bertobatlah karena Kerajaan Allah sudah dekat.
# uswatun hasanah 2014-02-23 17:20
~
Dari mana adanya kata Yesus Kristus dan apa artinya? Apakah Yesus menyatakan dirinya seorang Kristen?
# Staff Isa dan Islam 2014-02-23 21:31
~
Saudara Uswatun Hasanah,

Nama lain untuk Isa ialah Yesus. Gelar Al-Masih berasal dari bahasa Ibrani yang artinya adalah “yang diurapi”. Sedangkan “Kristus” merupakan terjemahan “yang di-urapi” ke dalam bahasa Yunani. Dengan demikian, baik Isa Al-Masih maupun Yesus Kristus artinya adalah “yang diurapi”.

Yesus memang tidak pernah menyatakan diri-Nya beragama Kristen. Karena memang Yesus, dan juga nabi-nabi sebelumnya tidak pernah datang atas nama sebuah agama. Yang nabi-nabi itu sampaikan adalah wahyu dari Allah, bukan agama seperti yang dilakukan oleh nabi umat Muslim.

Demikianlah, tujuan Yesus datang ke dunia bukan untuk menyebarkan sebuah agama. Tetapi menunjukkan “Jalan” dan memberi jaminan menuju sorga.

Inilah perkataan Yesus akan hal itu "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).
~
Saodah
# Perjalanan Roh 2014-02-23 23:38
~
Assalammualaikum,

Saya mengikuti juga perbincangan di sini. Kenapa saudara tidak berhujah dengan orang seperti Dr. Zakir Naik? Sebab jika begini tiada kesudahan. Wakil membawa kitab masing-masing dan berpegang pada kebenaran masing-masing untuk ke arah tauhid yang sebenarnya. InsyaAllah.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-24 11:30
~
Saudara Perjalanan Roh,

Artikel di atas memaparkan tentang benarkah Al-Quran seratus persen firman Allah? Bila ada yang keliru dengan artikel di atas, kami mempersilakan teman-teman Muslim untuk menanggapi dan menunjukkan kekeliruannya, termasuk Dr. Zakir Naik. Kami bersedia mendiskusikan hal ini.
~
Salma
# Hamba Allah 2014-02-24 08:06
~
Kitab Allah baik Al-Quran dan kitab sebelumnya memiliki sisi ilahi karena sebagai Firman Allah dan manusiawi karena untuk umat manusia. Kenapa di dalam kitab tersebut seolah ada perkataan rasul-Nya? Karena rasul tersebut yang diutus Allah untuk menyampaikannya . Itu juga terjadi ke kitab-kitab sebelumnya. Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-24 11:38
~
Saudara Hamba Allah,

Al-Fatihah adalah contoh konkret keraguan bahwa Al-Quran adalah firman Allah. Mungkinkah Allah yang berkata, "Tunjukilah kami jalan yang lurus" (Qs 1:6)? Bukankah lebih pantas bila Muhammad yang mengucapkan hal ini?

Jadi, ini bukan 'seolah ada perkataan rasul-Nya', tetapi memang itu adalah perkataan Muhammad.
~
Salma
# jona 2014-02-24 11:20
~
Kaidah bahasa Arab itu teguh dan berbeda dengan kaidah bahasa lain. Jadi, konteks terjemahannya berbeda pula dengan makna bahasa Indonesia.

Saya seorang Muslim yang percaya pada kitab suci Al-Quran dan hadist. Karena isi kandungan Al-Quran sangat otentik dan sangat berguna menuntun saya ke jalan yang benar. Sekarang saya balik tanya, kenapa dan apa yang menyebabkan banyaknya mualaf dari kalangan pendeta yang notabene paham dengan kitab Injil justru pindah agama dari Kristen ke Islam? Kami umat Islam memaknai mereka telah mendapat hidayah dari Allah.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-24 11:50
~
Saudara Jona,

Setiap orang yang berpindah agama, pasti mempunyai alasan masing-masing. Dan kami tidak mempunyai kapasitas untuk memberikan pendapat karena kami tidak tahu alasan mereka.

Namun, bila saudara berpandangan bahwa Al-Quran menuntun saudara ke jalan yang benar, maka bagaimana pendapat saudara dengan tulisan Al-Quran "Tunjukilah kami jalan yang lurus" (Qs 1:6)?

Tidakkah ini menjelaskan bahwa Al-Quran pun tidak menunjukkan jalan yang lurus? Padahal Isa Al-Masih bersabda, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup..." (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).
~
Salma
# Hamba Allah 2014-02-24 20:57
~
Mungkinkah Allah yang berkata, "Tunjukilah kami jalan yang lurus" (Qs 1:6)? Sudah pasti karena Al-Quran firman Allah, pada kalimat ayat tersebut Allah menyuruh nabi Muhammad mengajak seluruh umatnya untuk berdoa meminta ditunjukan jalan yang lurus bukan berarti itu perkataan nabi Muhammad.

Dan bukan pula Al-Quran bukan jalan yang lurus, tapi dalam ayat tersebut berisi doa agar tunjukan jalan yang lurus. Ayat sangatlah mendukung dengan sifat Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Seharusnya jika anda berfikir anda pasti bisa memahaminya.

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-25 12:58
~
Saudara Hamba Allah terimakasih untuk komentarnya,

Hanya kami sedikit bertanya-tanya, apakah ada bukti bahwa ayat yang saudara paparkan adalah Allah yang berkata kepada Muhammad, atau perkataan Muhammad yang sedang meminta petunjuk?

Ketika ayat "Tunjukanlah kami jalan yang lurus" sebagai induk Al-Quran maka apakah maksud dari perkataan tersebut? Petunjuk untuk apakah yang diharapkan oleh Muhammad? Apakah Al-Quran memberikan petunjuk bagaimana cara mendapat kepastian keselamatan?
~
Salma
# aku adalah aku 2014-02-25 10:51
~
To: Jarwo dan Staf,

Terserah anda. Jika anda mengatakan Al-Quran itu tidak asli, dari mana anda tau? Apakah anda sendiri tau dan paham dengan bahasa Arab? Mengapa saya bilang Injil banyak yang berubah karena bahasa asli Injil itu adalah bahasa Ibrani. Dan sepengetahuan saya pendeta atau pastur yang tau bahasa Ibrani itu dua orang telah meninggal dunia dan satu orang yang masih hidup memilih jalan mualaf. Menurut anda mengapa dia memilih jadi mualaf?
# Staff Isa dan Islam 2014-02-25 13:08
~
Saudara Aku adalah Aku,

Terimakasih untuk pemaparannya. Kami sangat senang jika saudara dapat membuktikan keaslian Al-Quran. Apakah menurut saudara faktor tulisan menandakan bahwa Al-Quran masih dikatakan asli?

Alkitab ditulis dalam dua bahasa, Perjanjian Lama ditulis dalam bahasa Ibrani dan Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani. Untuk mengetahui tentang keaslian Alkitab, silakan saudara mengunjungi situs kami di http://tinyurl.com/c9ebrry
~
Salma
# Hamba Allah 2014-02-25 15:02
~
"Tunjukilah kami jalan yang lurus". Saya sudah menjelaskan malsud dari kata tersebut di komen saya sebelumnya. Apakah saudara Salma tidak bisa memahami penjasan saya? Kalau boleh tau dari segi mana yang tidak faham?

Al-Quran adalah firman Allah, dan banyak ayat yang menjelaskannya. Apakah saudara juga minta ayat yang menyatakan bahwa Al-Quran adalah firman Allah?

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-12 21:04
~
Salam Sdr. Hamba Allah,

Kami berterimakasih untuk pemaparan saudara dalam komentar yang lalu. Tetapi kami juga bertanya, adakah kepastian jalan keselamatan yang ditunjukan dalam Al-Quran? Tentu kami bersedia jika saudara memberikan bukti-buktinya.
~
Salma
# Umroh 2014-02-25 15:22
~
Tanpa mengurangi rasa hormat, kami hanya ingin menyampaikan bahwa ulasan anda tentang Al-Quran sangat dangkal. Sebaiknya pelajari lebih dalam sebelum memberikan ulasan. Semoga Allah SWT memberi hidayah kepada anda, sehingga anda dapat memahaminya.

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-12 21:07
~
Salam Sdr. Umroh,

Kami menyampaikan terimakasih untuk komentar saudara. Bolehkah kami tahu ulasan dan bagian yang mana yang saudara anggap dangkal?
~
Salma
# hamba_allah 2014-02-26 13:23
~
Apabila anda mengulas sesuatu dan anda tidak tahu tentang pengetahuan atau sumbernya, maka lebih baik anda mempelajarinya terlebih dahula. Tidak ada awal maka tidak ada akhir. Anda akan lebih memahami tentang apa yang anda bicarakan apabila anda sudah mengetahui tentang pokok pembicaraan yang anda ulas.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-03 12:13
~
Salam Hamba Allah,

Apakah saudara sudah memahami isi dari kitab saudara? Kami menuliskan tentu sesuai dengan apa yang tertulis dalam kitab saudara, bukan? Kitab Allah tentu berisikan perkataan Allah, tidak ada pertentangan di dalamnya apalagi sesuatu yang membingungkan.

Jika ayat-ayat dalam Al-Quran adalah perkataan Muhammad, maka benarkah itu kitab Allah?
~
Salma
# Jarwo 2014-02-28 00:14
~
Untuk all Muslim,

Sesuai tema di atas, saya tolak keras yang mengatakan Al-Quran sebagai wahyu Allah. Karena kalau kita teliti A-Quran merupakan plagiat dari Injil, Taurat dan linear. Dengan pendapat bahwasanya saya secara pribadi menolak jika Al-Quran seratus persen firman Allah.

Karena berangkat dari penelitian perkamen Sana’a Qur’an dr Gerd R Puin’s, Sebenarnya kata “Quran” berasal dari bahasa Aramaik, “Qariyun”, artinya sebuah leksionari bagian-bagian kitab suci yang ditetapkan untuk dibaca dalam ibadah ilahi. Quran kebanyakan berisi cerita-cerita Alkitab tetapi dalam bentuk yang lebih pendek dan merupakan “sebuah ringkasan dari Alkitab untuk dibaca dalam ibadah.” menurut teori (Ed.) Warraq, Ibn (1998).
# inramus 2014-03-02 21:51
~
Jika Al-Quran buatan manusia dan anda tidak percaya jika Al- Quran firman Allah. Maka kumpulkan semua ahli kitab anda, kemudian buatkan satu ayat saja yang indahnya mendekati Al-Quran.

Apakah agama yang dianut oleh Isa Al-Masih? Jika beragama Kristen atau Katolik tolong tunjukkan ayat yang menerangkannya?
# Staff Isa dan Islam 2014-03-12 21:56
~
Salam Sdr. Inramus,

Bolehkah kami meminta ayat yang indah dalam kitab saudara? Dan kami akan memperlihatkan ayat yang lebih indah dalam Alkitab.

Saudara, Isa Al-Masih datang ke dunia ini bukan untuk mendirikan agama. Sebab agama tidak pernah menjamin keselamatan. Isa Al-Masih datang ke dunia untuk memberikan kebebasan kepada manusia akan dosa. "Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang" (Injil, Rasul Matius 20:28).
~
Salma
# anak kecil 2014-03-03 02:32
~
Untuk saudara-saudaraku,

Sesama makhluk Allah, kita sama-sama memiliki keyakinan tentang ketuhanan. Mengapa kita harus membuang-buang waktu untuk perdebatan yang nantinya menimbulkan perselisihan antar saudara. Alangkah baiknya mari kita bersama-sama berdoa dan memohon ridho Allah semata dalam waktu yang sebentar ini.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-12 22:02
~
Salam Sdr. Anak Kecil,

Tentu dalam diskusi ini jika dengan hati yang besar, pemahaman yang matang dan keikhlasan yang dalam tidak akan membuat perselisihan. Ada banyak para komentator baik Islam dan Kristen yang mengakui bahwa mereka semakin terbuka wawasannya tetang Isa Al-Masih.

Bukankah ini hal yang sangat baik, dan akan membuat kita semakin kaya akan pengenalan terhadap Pribadi Isa Al-Masih yang benar? Bagaimana pengalaman saudara?
~
Salma
# inramus 2014-03-07 10:09
~
Yang benar-benar ingin mengerti makna setiap ayat-ayat Al-Quran, bacalah ayat-ayat-Nya berulang-ulang dengan khusuk dan dengan hati yang bersih. Insa Allah kalian akan mendapat petunjuk. Makna Al-Quran yang sebenarnya jauh lebih luas dari pada tafsir-tafsirny a.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-03 14:59
~
Salam Sdr. Inramus,

Ketika seseorang membaca Al-Quran tentu diharapkan mereka menyadari bahwa di dalamnya ada petunjuk. Petunjuk untuk memberikan arahan bahwa Al-Quran mengakui hanya dalam Injil petunjuk itu.

"...Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa" (Qs 5:46).

Jika dalam Injil dan Taurat ada petunjuk dan cahaya, perlukah kita membaca untuk mencari petunjuk dalam Al-Quran?
~
Salma
# Dalijo 2014-03-11 09:25
~
Isinya penyesatan, hati-hati.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-12 22:10
~
Salam Sdr. Dalijo,

Harap saudara dalam keadaan sehat. Bolehkah kami tahu penyesatan seperti apa yang saudara maksudkan?
~
Salma
# Pencari Kebenaran 2014-03-11 21:42
~
Yth. Admin Staf Isa dan Islam,

Sekiranya Anda masih mencari tahu jawaban atas uraian anda di atas, maka sudilah kiranya mengunjungi blok lain. Di blok tersebut Anda mendapatkan jawaban yang mencerahkan. Terima kasih atas kesediaannya.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-03 21:29
~
Salam Sdr. Pencari Kebenaran,

Terimakasih untuk informasi yang saudara berikan. Tentu kami akan melihat hal tersebut, tetapi maaf kami harus menghapus link yang saudara berikan sesuai dengan aturan dalam wed kami. Kiranya Tuhan memberkahi saudara dan keluarga.
~
Salma
# Staff Isa dan Islam 2014-03-12 21:17
~
Salam Sdr. Jarwo dan Sdr. Pencari kebenaran,

Kami terpaksa harus menghapus komentar saudara, karena tentu sudah melanggar aturan. Untuk saudara Jarwo, kami berterimakasih untuk pemaparan saudara.

Saudara Pencari kebenaran, kami senang saudara mempertanyakan tentang Kekristenan, kami kira itu hal yang sangat logis. Mengapa? Sebab ada banyak orang yang beragama Kristen tetapi tidak pernah kritis tentang imannya. Jika ada hal-hal yang hendak saudara tanyakan, maka kami sangat terbuka untuk berdiskusi dengan saudara.

Silakan saudara mengirim email kepada kami di . Kami menunggu email dari saudara. Tuhan memberkahi saudara dan kelurga.
~
Salma
# Staff Isa dan Islam 2014-03-12 22:08
~
Salam Sdr. Syam,

Kami harap saudara dalam lindungan Allah. Saudara Syam, sebelumnya kami minta maaf jika dengan terpaksa harus menghapus komentar saudara. Kami harap saudara dapat menggunakan kalimat yang santun. Tentu kami sangat terbuka mendapat kritikan dan masukan dari saudara jika pemaparan saudara dengan kalimat yang baik.
~
Salma
# Haydar 2014-03-14 15:22
~
Dari apa yang saya pahami, Al-Quran di Tablet yang terjaga (Lauhul Mahfuz) bentuknya tidaklah materi. Mungkin serupa gagasan atau ide yang kemudian ketika di dunia ini dimaterikan. Terkadang Al-Quran bersifat mengajari manusia, memberi tahu kabar baik dan buruk, maupun langsung kata-kata-Nya.

Jadi, tidak serta-merta 'segala puji bagi Allah' menjadi 'segala puji bagi-Ku'. Karena hal itu menunjukkan keegoisan Tuhan. Karena kita adalah tajalli dari Tuhan (bayangan cermin-Nya) sehingga terkadang kata Engkau, Kami, Dia itu merujuknya sama ke Diri Allah walau berbeda redaksi kata ganti.

Wallahualam.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-30 20:03
~
Saudara Haydar,

Mungkinkah Allah mempunyai sifat egois? Menurut kami, tulisan saudara tidak mempunyai dasar yang jelas. Tentu pujian dari ciptaan-Nya sudah menjadi hak mutlak Allah. Apakah maksud saudara Allah perlu berbagi pujian dengan ilah lain agar tidak disebut egois? Tentu ini sangat janggal, bukan?

Kalimat 'segala puji bagi Allah' hanya pantas diucapkan oleh manusia. Mungkinkah Allah mengucapkan kalimat itu? Kepada ilah mana Dia menujukan kalimat itu?
~
Salma
# kere hore 2014-03-14 19:36
~
Jangan belajar kitab orang lain hanya sekedar untuk mencari kelemahan karena dengan tujuan seperti itu anda tidak akan melihat kelebihan sekecil apapun di dalamnya. Belajarlah untuk mencari kebenaran, dengan logika anda yang benar-benar bersih dari unsur ketidakcocokan.

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-30 20:05
~
Saudara Kere Hore,

Kami tidak sedang mencari kelemahan kitab saudara. Kami hanya mencoba berpikir kritis terhadap isinyya. Barangkali dengan ini, kita dapat mengetahui kebenaran sesungguhnya. Jikalau saudara ingin mencari kebenaran, maka seharusnya saudara mengkaji lebih dulu tulisan kami. Bila salah, kami bersedia untuk mendiskusikan hal itu dengan saudara.

Pertanyaan yang perlu saudara jawab adalah mungkinkah Allah meminta jalan yang lurus? Kepada siapakah Allah meminta jalan lurus itu?
~
Salma
# rober2 2014-03-15 18:27
~
To: Kere Hore,

Saya mempelajari Alkitab untuk mencari kebenaran. Dan alhamdulillah saya menemukan kebenarannya. Bahwa ajaran Isa Al-Masih telah dari awal ditambah dan dikurangi oleh pengikutnya.

Coba anda gali lebih dalam Injil, Rasul Markus ayat 7. Dari situ anda bisa menarik benang merah tentang apa yang terjadi pada agama Kristen. Perkataan Isa/Yesus benar. "Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia". Dalam ayat itu juga bisa dibuktikan siapa yang menghalalkan apa yang diharamkan. Pernyataan “dengan demikian ia menyatakan semua makanan halal” adalah kesimpulan bukan perkataan Yesus.

Mari gunakan akal sehat dan pikiran terbuka dalam mencari kebenaran.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-30 20:58
~
Saudara Rober2,

Menurut kami, saudara tidak membaca keseluruhan perikop itu sehingga saudara keliru dalam membuat kesimpulan. Saran kami, silakan membaca keseluruhannya agar saudara mengerti konteks ayat itu ditujukan kepada siapa.

Barangkali yang perlu saudara renungkan adalah mungkinkah Allah meminta jalan yang lurus? Kepada siapakah Dia meminta jalan lurus? Tidakkah ini membingungkan dan sangat janggal? Pencipta alam semesta meminta jalan yang lurus.

Bila saudara tertarik mendiskusikan tentang makanan, silakan mengunjungi link ini http://tinyurl.com/d6ec7cm
~
Salma
# nick nurutami 2014-03-15 21:39
~
Umat Islam meyakini Al-Quran firman Allah 100%, meskipun disampaikan melalui malaikat. Jika ada perkataan selain Dia, berarti gugurlah kitab tersebut.

Contoh Qs 17:1, “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

1. Malaikat menyampaikan sesuai firman yang diperintahkan Allah kepada Muhammad.

2. Bagaimana mungkin Allah berkata “Maha Suci Allah...hamba-N ya (kepada Tuhan yang mana lagi?). Sesungguhnya Dia merujuk kepada siapa lagi?

3. Silakan memperagakan dengan tiga pribadi yaitu Allah, malaikat, dan Muhammad. Harus sesuai ayat terjemahan tersebut.

4. Perkataan siapakah? Allah, malaikat, atau Muhammad?
# zheget 2014-03-16 22:00
~
To: Staf Isa dan kawan-kawan,

Pengurus situs ini mempunyai kegusaran yang sangat mendalam terhadap perkembangan umat Islam di Indonesia dan dunia. Pengurus tidak memiliki ilmu tafsir tentang Al-Quran sehingga banyak salah memahami tentang Al-Quran. Selain terjemahan juga ada ilmu tafsir dari terjemahan itu.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-30 21:42
~
Saudara Zheget,

Kami tidak gusar dengan perkembangan Islam sebagaimana tuduhan saudara. Dan kami tidak mempersoalkan itu. Kami hanya mencoba bertanya, mungkinkah Allah meminta jalan yang lurus? Kepada siapakah Dia meminta? Tentu ini sangat janggal, bukan?

Al-Quran diyakini sebagai firman Allah. Semua yang tertulis di dalamnya adalah perkataan Allah. Jika demikian, mungkinkah Allah yang berkata-kata meminta ditunjukkan jalan lurus atau manusia?
~
Salma
# Sami 2014-03-26 12:07
~
Mengapa orang yang percaya pada kitab Injil tapi tidak konsisten dalam pelaksanaannya? Misalnya, Taurat, Kitab Imamat 11:7; Taurat, Kitab Ulangan 14:8; dan Yesaya 65:4, babi diharamkan tapi tidak diindahkan.

Ulangan 29:6; Hakim-hakim 13:4; Bilangan 6:3, minuman yang memabukkan diharamkan tapi dilanggar. Imamat 16:29, 23, 27, 31, 32, puasa diwajibkan tapi tidak dilaksanakan.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-30 21:44
~
Saudara Sami,

Maaf saudara, ayat-ayat yang saudara kutip bukan berasal dari Injil, tetapi dari Taurat dan kitab para nabi. Kitab Taurat dan kitab para nabi sangat dipegang teguh umat Israel. Mereka melakukan perintah-perint ah dalam hukum Taurat melebihi umat manapun, termasuk Islam.

Yang membingungkan kami adalah mengapa Allah meminta ditunjukkan jalan yang lurus? Bagaimana saudara menjelaskan ini?
~
Salma
# Tuhan Yang Maha Esa 2014-03-28 09:22
~
Intinya hanya satu. Kalau manusia disebut Tuhan itu baru dosa besar. Bukti-bukti Ketuhananan yang sering dibilang itu sebenarnya sebuah mujizat dan semua karena kuasa Allah semata. Allah yang maha esa, apapun yang dikehendaki pasti akan terjadi, karena Dia maha pencipta. Tiada Tuhan selain Allah. Tanah saja jadi makhluk, apalagi sekedar meniupkan nyawa ke dalam rahim seorang perempuan suci. Itu menandakan kebesaran Allah.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-30 21:45
~
Saudara Tuhan Yang Maha Esa,

Kami berterimakasih karena saudara berkenan mengunjungi dan memberikan komentar pada situs kami. Tetapi maaf, komentar saudara tidak berhubungan dengan artikel di atas. Saran kami, bila saudara ingin melanjutkan diskusi tersebut, silakan mengunjungi link ini http://tinyurl.com/8abrx5t
~
Salma
# wiwiek 2014-03-28 16:58
~
Kalau orang tua anda memberi sepucuk surat kepada anda yang isi tulisannya: "Aku akan berbakti kepada orang tuaku". Dengan pesan yang tersirat supaya anaknya membaca surat itu, apakah artinya si anak yang membuat surat itu? Tidak, bukan? Tapi bagaimana dengan perkataan Yesus "Akulah kebenaran dan hidup"? Masak firman "berfirman". Kalau Yesus adalah firman, Dia tidak perlu berfirman, karena dalam diam pun, Dia adalah firman.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-30 23:04
~
Saudara Wiwiek,

Kami setuju bahwa Isa Al-Masih adalah Firman. Justru karena Dia adalah Firman, maka Ia harus berfirman. Tidakkah aneh bila firman hanya diam saja? Dan sesungguhnya, pertanyaan yang benar bukan bagaimana, tetapi mengapa. Mengapa Isa Al-Masih bersabda, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup...” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6)? Tentu tidak ada seorang pun yang pernah berkata demikian, termasuk nabi saudara, bukan? Apakah di dalam Al-Quran tercantum perkataan yang sangat istimewa ini?
~
Salma
# widodo 2014-03-28 17:11
~
Al-Quran memang bukan perkataan Allah, tapi "firman Allah" yang dibacakan malaikat Jibril.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-30 23:05
~
Saudara Widodo,

Kami dapat memaklumi tulisan saudara. Tetapi pertanyaannya adalah dalam sura dan ayat berapa dalam Al-Quran pribadi Jibril berkata-kata membacakan firman Allah? Dan siapakah saksi yang melihat malaikat Jibril membacakan firman Allah? Tentu saudara perlu membuktikan ini agar tidak sekedar asumsi.

Sebab klaim dapat saja dibuat, tetapi klaim tanpa bukti, hanyalah asumsi. Kami harap saudara dapat membuktikan hal ini.
~
Salma
# Usil 2014-03-28 17:21
~
Baca 99 nama Allah. Tidak ada disebutkan Tuhan itu maha berkata. Tapi Dia maha mendengar. Dia tidak berkata, tapi dia berbuat. Kata-katanya adalah kasih sayang-Nya. Al-Quran bukan perkataan Allah, tapi firman Allah. Dia meletakkan "perkataan-Nya" di mulut hamba-Nya melalui Jibril. Itulah makna "Ihdinash Shiratal Mustaqim". Umat Kristen menciptakan perkataan mereka sendiri untuk berdoa kepada Tuhan-Nya.
# Nandaka 2014-03-28 19:57
~
Di Al-Fatihah juga ada. "Hanya kepada Engkau kami menyembah dan hanya kepada Engkau kami memohon pertolongan". Memang benar itu firman Allah (kepercayaan saya sebagai Muslim). Itu cara Allah mendidik kita.

Contohnya saja, ada ibu yang lagi mengasuh anaknya. Lalu bertemu anak kecil lain, ibu tersebut memanggil anak kecil itu dengan panggilan mas/mbak/kak padahal sudah pasti ibu itu lebih tua, tapi untuk mendidik anaknya yang berumur lebih muda daripada anak kecil tersebut.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-30 23:07
~
Saudara Nandaka,

Menurut kami, analogi yang saudara gunakan tentang seorang ibu dengan anak kecil untuk menggambarkan atau menjelaskan Al-Fatihah kurang tepat. Sebab ini adalah perkataan yang diyakini berasal dari Allah. Mungkinkah Allah berkata kepada diri-Nya sendiri, “Hanya kepada Engkau kami menyembah? Siapakah Engkau dan siapakah kami? Tidakkah ini aneh?

Perkataan itu lebih tepat diucapkan manusia karena redaksinya pun jelas perkataan manusia. Barangkali saudara perlu menyelidiki lebih dalam keseluruhan sura tersebut. Benarkah Tuhan menyembah diri-Nya sendiri?
~
Salma
# Nandaka 2014-03-31 21:11
~
Begini lho mas, itukan cara Allah mendidik manusia. Allah itu baik, pemurah hati, firmannya saja kalau dibaca manusia tersebut otomatis berdoa kepada-Nya, kita diperintahkan berdoa kepada-Nya, Dia bahkan mencontohkan. Apalagi wahyu itukan diturunkan untuk Muhammad lalu disampaikan kepada umatnya.

Al-Quran itu Allah yang berfirman, kalau sabda rasul itu hadist. Allah kan Tuhan, kebaikan berasal dari Dia, Dia yang menuntun manusia kepada kebaikan. Saya paham kebingungansaud ara, sudah banyak yang menjelaskan tolong dipahami jawaban para komentator. Kalau komen boleh langsung dobel mas?
# Staff Isa dan Islam 2014-04-01 22:14
~
Salam Sdr. Nandaka,

Jika kita cermati dan teliti apa yang tertulis dalam sura Al-Fatihah, menandakan bukanlah perkataan Allah tetapi perkataan manusia yang meminta pertolongan kepada Allah. Apa yang tertulis dalam sura Al-Fatihah sudah dijawab dalam Alkitab.

Contohnya, Ayat yang ke-4, “Yang menguasai di Hari Pembalasan.” Siapakah Dia yang menguasai hari pembalasan? Adakah manusia yang menguasai hari pembalasan? jauh sebelum agama dan kitab saudara muncul, dalam Injil, Surat Ibrani 10:30 “ Sebab kita mengenal Dia yang berkata: pembalasan adalah hak-Ku. Akulah (Isa Al-Masih) yang akan menuntut pembalasan Dan lagi: "Tuhan akan menghakimi umat-Nya."
~
Salma
# Staff Isa dan Islam 2014-04-03 16:02
~
Salam Sdr. Sarjana,

Kami minta maaf karena dengan terpaksa harus menghapus komentar saudara. kami harap ketika memberikan komentar, saudara dapat menggunakan bahasa yang santun. Kami harap saudara dapat maklum. Tuhan memberkahi saudara dan keluarga.

Barangkali saudara dapat belajar dari Pribadi Isa Al-Masih yang lemah lembut. "...Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan" (Injil, Rasul Besar Matius 11:29).

~
Salma
# Dullah 2014-04-06 07:52
~
Wahai saudaraku Muslimin walmuslimah, sudahlah tidak perlu kalian ladeni yang punya blog ini. Inilah orang fasik yang ingin mencari pembenaran Alkitab melalui Al-Quran.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-08 21:24
~
Salam Sdr. Dullah,

Seharusnya pembenaran Al-Quran dalan Alkitab. Sebab fakta membuktikan bahwa Al-Quran mencatat banyak cerita dalam Alkitab. Hanya saja Al-Quran tidak jujur mengemukakannya , sebab fakta yang ada diselewengkan.
~
Salma
# lili 2014-04-08 07:19
~
Bagaimana anda mau mengetahui sedangkan anda saja tidak mempelajarinya?
# Staff Isa dan Islam 2014-04-08 21:26
~
Salam Sdr. Lili,

Fakta-fakta yang kami paparkan bukankah mengatakan yang sesungguhnya? Sudahkah saudara menyelidiki kebenaran yang telah kami paparkan? Silakan bersikap terbuka dengan fakta yang ada, niscaya saudara menemukan jalan kebenaran dalam terang dan cahaya Injil.

Tuhan memberkahi saudara dan keluarga.
~
Salma
# dhani ramadhan 2014-04-18 01:20
~
Assalamualaikum wr. Salam Sejahtera Bagi Anda Kaum Nasrani,

Sudah terbukti bagi kami umat Islam, Al-Quran adalah sebuah keajaiban dari nabi kami Muhammad untuk memberi petunjuk kepada umatnya, dan menunjukkan betapa agung kuasa Tuhannya. Dengan banyaknya fakta ilmiah yang berkaitan dengan ayat suci Al-Quran, seperti tentang misteri makam firaun. Bagiku agamaku, dan bagimu agamamu. Kami tidak menyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak menyembah apa yang kami sembah. Kami juga diajarkan untuk menghormati sesama. Itulah islam yang hakiki.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-25 08:01
~
Saudara Dhani Ramadhan,

Biarlah sikap menghormati ini menjadi yang utama sekalipun ada perbedaan. Kami menghargai setiap klaim yang diberikan teman-teman Muslim atas kitabnya. Tetapi tentu boleh kami bertanya dan mempertanyakan sesuatu yang kami rasa janggal, bukan? Contoh yang menarik adalah Al-Fatihah.

Apakah Al Fatihah itu ucapan Allah atau manusia? “Hanya Engkaulah yang kami sembah.” Tidakkah lebih tepat ini diucapkan manusia? Bukankah tidak mungkin Allah yang berdoa, “Tunjukilah kami jalan yang lurus”? Bagaimana pendapat saudara tentang hal ini?
~
Solihin
# ya 2014-04-19 00:33
~
Wahai Saudara,

Tuhan itu maha mendengar dan maha memberi petunjuk. Jila saudara percaya kepada Tuhan bertanyalah kepada Tuhan dengan cara berdoa agar diberikan petunjuk tentang kebenaran. Tapi saudara juga harus bersabar karena doa saudara akan dijawab pada saat yang tepat. Tuhan tahu apa yang kita inginkan tapi Tuhan lebih tahu apa yang kita butuhkan. Jika saudara bertanya kepada manusia maka bertanyalah kepada orang yang berilmu dan bersifat baik. Jika saudara berdoa, maka berdoalah sepanjang hari, setiap waktu dan sesering mungkin dengan niat menginginkan kebenaran agar bisa disampaikan kepada saudara yang lain.

Assalamu'alaiku m.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-25 08:07
~
Saudara Ya,

Sebuah saran yang baik sekali. Inti yang saudara sampaikan adalah mencari kebenaran. Boleh kami menyampaikan pandangan kami? Kami teringat sabda Isa Al-Masih, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6). Tentu ini adalah jawaban atas perkataan nabi saudara ketika dia berkata, “Tunjukilah kami jalan yang lurus” (Qs 1:6)? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# berpikir sehat 2014-04-20 22:06
~
Ulama-ulama Masjidil Haram di Mekah taklid kepada Imam Ahmad, yang yakin Basmalah bukan bagian dari surat Fatihah, dan yang tertulis di mushaf hanya penanda saja. Artinya Allah tak pernah ucapkan Basmalah dalam Fatihah.

Sebaliknya, Nahdlatul Ulama Indonesia mengikuti mazhab Syafei yang percaya Allah pernah ucapkan Basmalah dalam Fatihah. Berarti salah satu kafir karena mendustai ayat dalam Fatihah dengan menambah atau mengurangkan ucapan Allah.

"Adapun orang-orang yang Kafir dan Mendustakan Ayat-ayat Kami, mereka itu Penghuni Neraka; mereka kekal di dalamnya" (Qs 2:39). "Apabila mereka tidak mendalami Al-Quran, kalau sekiranya itu bukan dari sisi Allah tentulah mereka dapati banyak pertentangan di dalamnya" (Qs 4:82).
# Anti Static 2014-04-24 20:34
~
Anda berkata, “Hanya Engkaulah yang kami sembah”? Bukankah tidak mungkin Allah yang berdoa?

Jawab:

Mari kita ganti kata "Engkau" menjadi "Aku" dan "kami" jadi "kalian". "Hanya Akulah yang kalian sembah." Allah berfirman melalui Jibril disampaikan kepada nabi Muhammad untuk digunakan sebagai ucapan manusia beriman. Jika mengikuti seperti keinginan anda, maka jadi seperti itukah kalimat yang anda inginkan? Bukankah menjadi kalimat bodoh?
# Staff Isa dan Islam 2014-04-25 08:18
~
Saudara Anti Static,

Kami senang saudara mau menggali ayat itu. Tetapi mari kita menggalinya dengan pemahaman yang lebih cerdas. Allah berbicara kepada manusia, tentu menggunakan kata 'Aku', bukan kata 'Dia'. Kata 'Dia' lebih tepat diucapkan manusia, bukan? Akan menjadi kurang cerdas, bila kata 'Dia' dianggap Allah yang berfirman.

Jika demikian, Allah merujuk kepada siapa saat berkata 'Dia'? Tentu kita tidak mau menjadi orang yang tidak cerdas, bukan? Karena itu, mari kita berpikir dengan jernih dan menyelidiki kebenarannya. Benarkah Al-Quran seratus persen firman Allah atau firman nabi saudara?
~
Solihin
# Umat Muhammad 2014-04-25 22:53
~
1. Al-Quran dan Kitab-kitab Allah adalah dari Allah untuk hambanya.

2. Semua kitab Allah berisi perintah-Nya.

3. Baik dalam Al-Quran maupun Injil dan Taurat juga banyak kalimat yang seperti saudara staff contohkan pada Al-Quran. Yaitu kalimat yang seolah-olah bukan perkataan Allah. Satu contoh saja "Isa bersabda: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa (Allah), kalau tidak melalui Aku." (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6). Sudah jelas itu sabda Isa bukan sabda Allah. Apa tanggapan saudara staff.

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-26 19:19
~
Salam Sdr. Umat Muhammad,

Kami menyampaikan terimakasih untuk pemapran saudara.

Apa yang saudara paparkan memanglah benar. Bahwa itu adalah sabda dari Isa Al-Masih. Sebab Isa Al-Masih pernah berkata “Aku dan Bapa adalah satu” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30).

Isa Al-Masih adalah Allah yang merelakan diri-Nya mengambil rupa menjadi tubuh manusia dalam Pribadi Isa Al-Masih. (Qs 3:45). Dia adalah Kalimat Allah yang artinya Allah telah menjadi manusia sempurna dalam Isa Al-Masih.
~
Salma
# berpikir sehat 2014-04-26 07:39
~
Al-Quran melarang makan segala macam bangkai. "Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang (yang ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah” [Qs 2:173]

Tapi larangan yang diklaim ucapan Allah bisa dianulir oleh ucapan Muhammad. Sabda Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam, "Dihalalkan bagi kalian dua bangkai dan dua darah. Adapun dua bangkai tersebut adalah ikan dan belalang. Sedangkan dua darah tersebut adalah hati (lever) dan limpa” (HR Ibn Majah). Perhatikan, Firman Allah yang katanya kekal bisa dianulir bukan Hadits Qudsi tetapi hanya oleh perkataan manusia fana. Benarkah itu firman Tuhan?
# Staff Isa dan Islam 2014-04-26 20:01
~
Salam Sdr. Berpikir Sehat,

Kami menyampaikan terimakasih untuk pemaparan saudara. Kami kira umat Muslim perlu mengkaji ulang ayat-ayat dalam Al-Quran. Siapakah yang meberikan wahyu tersebut kepada nabi Muslim, Muhammad.
~
Salma
# Anti Static 2014-04-26 18:13
~
Jika demikian, Allah merujuk kepada siapa saat berkata 'Dia'? Tentu kita tidak mau menjadi orang yang tidak cerdas, bukan? Karena itu, mari kita berpikir dengan jernih dan menyelidiki kebenarannya. Benarkah Al-Quran seratus persen firman Allah atau firman nabi saudara?

Jika itu firman yang berasal dari nabi Muhammad pun (seandainya) maka redaksinya sudah benar "Hanya Engkaulah yang kami sembah" bukan "Hanya akulah yang engkau sembah".
# Staff Isa dan Islam 2014-04-26 20:14
~
Salam Sdr. Anti Static,

Kitab suci yang Allah berikan kepada manusia sebagai panduan bagi manusia tentu perlu diselidiki lagi. Bukan kita meragukan firman Allah, tetapi ada banyak kitab yang hanya ditulis oleh logika manusia. Mengapa umat Nasrani percaya bahwa Alkitab adalah firman Allah?

Sebab hampir 100 persen ramalan yang dituliskan dalam Alkitab terjadi. Bukankah hanya dengan kuasa Allah semuanya itu dapat terlaksana? Al-Quran, berapa persenkah perkataannya terpenuhi di dalamnya. Kami harap umat Muslim perlu menyelidikinya dan membuktikannya.
~
Salma
# berpikir sehat 2014-04-27 12:00
~
Staff,

Betul, masa Allah kalah oleh Muhammad? Allah dalam Al-Quran mengharamkan makan segala macam bangkai. "Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang (yang ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah” (Qs 2:173).

Tapi larangan yang diklaim ucapan Allah bisa dianulir oleh ucapan Muhammad. Karena ia menghalalkan makan bangkai beberapa hewan. Sabda Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam, "Dihalalkan bagi kalian dua bangkai dan dua darah. Adapun dua bangkai tersebut adalah ikan dan belalang. Sedangkan dua darah tersebut adalah hati (lever) dan limpa” (HR Ibn Majah).

Ini bukti Al-Quran bukan Firman Allah.
# Gibran 2014-04-29 22:41
~
Buat apa kita memperdebatkan ini! Kita yang punya iman sudah tentu pastinya kita meyakini kitab yang kita yakini! Al-Quran merupakan kitab yang paling sempurna dari kitab-kitab sebelumnya!
# Staff Isa dan Islam 2014-04-30 13:47
~
Saudara Gibran,

Kami setuju dengan saudara bahwa setiap orang pasti meyakini kitab yang diyakini. Tetapi mari kita berpikir lebih jauh sedikit untuk tidak sekedar meyakini, tetapi menyelidiki. Yakin tanpa menyelidiki adalah keyakinan buta. Pertanyaannya adalah sudahkah saudara membaca artikel di atas dengan teliti dan mempelajari ulang Al-Quran? Mengapa banyak kalimat yang menandakan perkataan manusia dibandingkan perkataan Allah dalam Al-Quran? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# hamba ALLAH 2014-05-03 06:26
~
Sudah-sudah jangan berdebat, kalau kaum yang belum tahu tentang Al-Quran, silakan belajar saja di pesantren atau mengikuti pengajian-penga jian yang ada di wilayah sekitar anda, supaya anda lebih tahu apa itu Al-Quran. Jadi, intinya Al-Quran itu memang firman Allah tapi ada juga ucapan nabi Muhammad.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-08 21:05
~
Saudara Hamba Allah,

Satu-satunya orang yang kami tahu yang mengakui bahwa Al-Quran ada ucapan nabi saudara adalah saudara sendiri. Sebab selama ini, umat Islam selalu berdalih bahwa Al-Quran adalah perkataan Allah tanpa ada ucapan nabi saudara di dalamnya. Terimakasih karena saudara sudah jujur. Berarti dengan kata lain, bahwa Al-Quran bukan seratus persen firman Allah. Dan saudara telah mempertegas keyakinan kami.
~
Solihin
# berpikir sehat 2014-05-03 11:02
~
Hamba Allah,

Jadi anda mengaku Al-Quran bukan 100% firman Allah? Terimakasih sudah jujur ternyata Al-Quran itu campuran idenya Muhammad plus idenya Allah. Lalu yang melarang makan bangkai Allah atau Muhammad?

Kalau yang melarang Allah lalu kenapa perkataan Muhammad lebih hebat dari Allah dengan menghalalkan dua macam bangkai? Kalau yang melarang Muhammad lalu mengapa Muhamad plin-plan? Apa saking tak tertahankan nafsu laparnya sehingga cuma bangkai belalang dihalalkan? Mohon Hambaku bisa menjawabnya dengan logis.
# pakar kristen 2014-05-03 14:06
~
Al-Quran 100% dari Allah. Kumpulkanlah seluruh ahli penulis buku di dunia. Cobalah buat satu ayat saja yang setara dengan Al-Quran, pasti ngawurnya. Paling-paliing cuma jadi best seller selama sebulan, setelah itu lenyap. Al-Quran tetap abadi sepanjang masa hingga kiamat. Diturunkan pertama kali dalam bahasa Arab, sampai dengan hari ini dan kiamat nanti, tetap berbahasa Arab.

Bagaimana dengan Injil? Diturunkan pertama kali berbahasa Ibrani, sekarang sudah jadi bahasa Batak. Berubah dia. Macam mana pula itu. Injil asli berbahasa Ibrani, mirip-mirip bahasa Arab. Al-Quran berbahasa Arab.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-08 23:07
~
Saudara Pakar Kristen,

Sudahkah saudara membaca artikel di atas dengan teliti? Banyak kejanggalan dalam Al-Quran yang menjelaskan itu bukan firman Allah. Salah satu contoh, Al-Fatihah :6. Mungkinkah Tuhan meminta ditunjukkan jalan yang lurus? Lebih tepat ini adalah perkataan nabi saudara dibandingkan perkataan Tuhan.

Klaim yang saudara buat sah-sah saja. Tetapi itu perlu pembuktian. Benarkah Al-Quran seratus persen firman Allah atau firman nabi saudara? Bila saudara ingin mengetahui tentang Injil, klik ini http://tinyurl.com/c9ebrry
~
Solihin
# berpikir sehat 2014-05-03 20:18
~
Hadits Shahih Bukhari, "Waraqah bin naufal bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushshay, anak paman Khadijah, atau saudara ayahnya, ia adalah semasa jahiliyah beragama nashrani dan suka menulis kitab suci arabi, ia menulis Injil Arabi dengan kehendak Allah."

Islam terbukti mengakui penerjemahan Injil ke bahasa lain adalah kehendak Allah. Apa Muslim boleh mempertanyakan kehendak Allah? Q21:23, "Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya, dan merekalah yang akan ditanyai."

Bagi Muslim, tolong jawab pertanyaan saya.

1. Kenapa Muhammad melawan Allah dan Al-Quran dengan menghalalkan makan bangkai yang diharamkan Al-Quran?

2. Kenapa Kalimat Basmalah ditolak sebagai ayat Fatihah oleh salah satu mazhab Sunni?
# ina 2014-05-08 20:20
~
Salam,

Langsung saja, sekarang kamu baca Al-Quran surat 61 ayat 6. Coba dibaca dengan hati yang lapang dan jernih, minta petunjuk ke Allah, mudah-mudahan kamu dapat hidayah.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-08 23:15
~
Saudara Ina,

Terimakasih atas saran saudara. Kami telah membaca ayat itu. Bila saudara ingin mengetahui pandangan kami, maka silakan klik ini http://tinyurl.com/cj969my
~
Solihin
# umat Muhammad SAW 2014-05-09 19:19
~
Perbandingan Al-Quran dan Injil tidak mendasar dimana hanya berdasarkan dengan nubuat saja. Di Al-Quran yang bisa mengampuni dosa hanya Allah dan hari penghakiman dan tidak ada di Al-Quran yang menuliskan nabi bisa mengampuni dosa. Tapi di Kristiani masa anak manusia bisa mengampuni dosa. Apa lagi lewat pendeta.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-09 23:28
~
Saudara Umat Muhammad SAW,

Bila kita mencermati isi Al-Quran, maka akan timbul keraguan. Contoh, Al-Fatihah :6. Tidakkah rancu Allah meminta ditunjukkan jalan yang lurus? Mungkinkah Allah berkata demikian atau nabi saudara? Bila itu perkataan nabi saudara, maka Al-Quran lebih tepat disebut firman Muhammad dibandingkan firman Allah. Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# Suhendri Mr 2014-05-10 01:44
~
"Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka[1154], dan katakanlah: "Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri" (Qs. Al-Ankabut [29]:46).
# Staff Isa dan Islam 2014-05-13 23:05
~
Saudara Suhendri Mr,

Kami yakin saudara memiliki tujuan dengan mengutip ayat di atas. Kalau boleh tahu, apa yang hendak saudara sampaikan dengan ayat itu?
~
Solihin
# borisrowo 2014-05-12 20:57
~
Anda menantang Al-Quran bukan dari Allah? Mau debat di mana juga saya layani.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-13 23:08
~
Saudara Borisrowo,

Kami yakin sekali saudara sudah membaca artikel di atas. Tentu keinginan saudara untuk berdebat karena membaca artikel di atas, bukan? Kami ingin tahu pandangan saudara tentang artikel di atas? Kita dapat berdiskusi di forum ini. Bagaimana saudara?
~
Solihin
# didit 2014-05-13 15:47
~
Bukankah Al-Quran divonis palsu oleh kaum Kristen lantas mengapa staf masih menggunakan Al-Quran sebagai dalil dalam memperkokoh Ketuhanan Yesus? Mengapa tidak memakai ayat Injil dan mencari pernyataan penisbahan pererogratif Yesus terhadap Ketuhanannya sendiri? Bukankah ini adalah hak utama Tuhan sebagai Tuhan yang tidak ada makhluk yang mampu menunjuk atau mengangkat Tuhan menjadi Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-13 23:12
~
Saudara Didit,

Diskusi tentang Ketuhanan Isa Al-Masih sangat menarik. Dan kami memiliki artikel terkait hal ini. Bagaimana bila saudara mengunjungi link ini http://tinyurl.com/8abrx5t? Dengan senang hati, kita berdiskusi di sana. Bagaimana saudara?
~
Solihin
# berpikir sehat 2014-05-13 16:32
~
Semua Muslim,

Hadits Shahih Bukhari mengatakan ada tokoh berpengaruh bernama Pendeta Waraqah dalam kehidupan Muhammad. Ada indikasi karangan-karang an Muhammad dalam Al-Quran dan hadits akibat pengaruh pendeta tersebut, belum lagi interaksi Muhammad dengan pendeta-pendeta Kristen lainnya di sekitarnya.

Kita hanya menunjukkan sisa-sisa contekan Muhammad. Sampai hari ini masih ada golongan besar umat Islam (mazhab Hanafi) yang menolak Basmalah sebagai ayat Al-Fatihah, artinya Basmalah adalah ucapan manusia yang disunahkan tetapi bukan ucapan langsung Allah.
# didit 2014-05-14 09:47
~
To: Staf,

Mengapa setelah saya mencoba masuk ke tinyurl tapi tidak masuk-masuk juga. Mohon bantuannya.

Bukankah Al-Quran divonis palsu oleh kaum Kristen, lantas mengapa staf masih menggunakan Al-Quran sebagai dalil dalam memperkokoh Ketuhanan Yesus? Mengapa tidak memakai ayat Injil dan mencari pernyataan penisbahan pererogratif Yesus terhadap ketuhanan-Nya sendiri? Bukankah ini adalah hak utama Tuhan sebagai Tuhan yang tidak ada makhluk yang mampu menunjuk atau mengangkat Tuhan menjadi Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-03 09:43
~
Salam Sdr. Didit,

Barangkali ada kesalahan pada jaringan internet, mungkin saudara dapat mencoba untuk mengaksesnya kembali di
http://tinyurl.com/9xwrbqw.

Tidak dapat dipungkiri bahwa Al-Quran yang juga mencatat tentang nabi-nabi dalam Alkitan dan juga tentang Isa Al-Masih. Tetapi sangat disayangkan sekalipun Al-Quran memberikan ruang untuk mencatat kisah Isa Al-Masih tetapi kurang jujur untuk memberikan informasi sesuai data dan fakta.

Oleh sebab itu, kami hendak meluruskan hal-hal yang keliru dalam pewartaan dalam Al-Quran. Tentu umat Muslim perlu menyelidiki lebih lanjut dalam Alkitab perihal Isa Al-Masih dan memberikan ruang untuk mendalami Al-Quran, benarkah informasinya berasal dari Allah?

Qs 3:45 pun memberikan informasi bahwa Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah yang telah menjelma menjadi manusia. Tetapi Al-Quran sendiri yang menyangkalnya, lalu bagaimana kekonsistenan hal tersebut.
~
Salma
# berpikir sehat 2014-05-15 10:41
~
Didit,

Pada hakekatnya Kristen sama sekali tidak perlu kitab sesat macam Al-Quran untuk menegaskan kebenarannya. Pembahasan adalah refleksi bagi umat Muslim sendiri untuk melihat kontradiksi dalam ajaran Al-Quran dan hadits. Yang mana nabi palsu Muhammad bersikap mendua dalam meninjau Alkitab di zamannya.
# didit 2014-05-16 10:58
~
To: Berpikir Sehat,

Lantas mengapa anda menggunakannya sebagai dalil? Bukannya harus menolaknya dan membiarkannya sebagaimana rumput yang bergoyang terhembus angin kepalsuan?
# berpikir sehat 2014-05-16 16:53
~
Didit,

Justru karena anda pihak yang tertipu dan oleh belas kasihan pada anda, maka kami menunjukan bagaimana anda bisa tertipu oleh ajaran Islam. Kalau anda berprasangka merasa tidak tertipu, tidak apa-apa juga, karena umat muslim bukan cuma anda saja. Bila anda tidak merasa puas, bukankah tidak ada yang memaksa anda untuk berada di sini?
# Umat Muhammad 2014-05-18 21:53
~
"Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuhNya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran ...." (Injil Allah, Surat I Petrus 2:24). Saudara Salma boleh berpendapat Isa dan Bapa adalah satu. Tapi yang jadi pertanyaan apakah itu perkataan Isa? Di situ terdapat kata 'kita', dan menurut saya kata 'kita' itulah yang berbicara bukan Isa.

Berpikir dengan cara berpikir saudara terhadap Al-Quran memunculkan pertanyaan apakah Alkitab juga seratus persen firman Allah?

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-03 20:57
~
Saudara Umat Muhammad,

Kami senang saudara mengutip ayat itu. Allah telah mengilhamkan firman-Nya kepada Rasul Besar Petrus untuk disampaikan kepada jemaat. Bahwa Isa Al-Masih telah menyelamatkan manusia dengan cara mati di kayu salib. Bila saudara ingin melanjutkan diskusi tentang Alkitab, silakan klik ini http://tinyurl.com/dygnn2j

Sangat berbeda dengan Al-Quran. Al-Quran diyakini sebagai perkataan Allah, tetapi Allah minta untuk ditunjukkan jalan yang lurus (Qs 1:6). Bagaimana menurut saudara mengenai hal ini?
~
Solihin
# berpikir sehat 2014-05-19 10:54
~
Al-Quran memang telah terbukti bukan Firman Allah. "Apabila mereka tidak mendalami Al-Quran, kalau sekiranya itu bukan dari sisi Allah tentulah mereka dapati banyak pertentangan di dalamnya" (Qs 4:82). Kaum Suni saling bertentangan tentang pantas tidaknya Kalimat Bismilah sebagai ayat Fatihah.

Ulama Hanafi menolak Basmalah sebagai ayat Fatihah. Ulama Maliki lebih ekstrim lagi memastikan Basmalah bukanlah ayat Al-Quran (kecuali yang di Qs 27:30). Ulama Syafei memastikan Basmalah sebagai ayat Fatihah. Masak ayat Basmalah masih diragukan dan dipertentangkan layak atau tidak sebagai ayat Al-Quran? Bukankah ini bukti nyata Al-Quran bukan Firman Tuhan?
# sabat 2014-05-25 00:07
~
Menurut saya, untuk mengetahui mana kitab yang firman Allah (asli/tidak asli) harus ada tolok ukurnya pribadi Allah sendiri (sebab kitab itu adalah ucapan Allah). Menurut saya, kitab itu harus mewakili karakter Allah yang berfirman. Kitab itu diturunkan karena Allah memiliki rencana besar. Karena kitab itu untuk umat manusia, maka kitab itu juga harus memberikan jalan/cara bagi manusia untuk mencapai rencana besar Allah itu. Tujuan akhir rencana besar itu juga jelas.
# Irfan 2014-05-30 15:17
~
Begini, maaf bacanya setengah saja (awalnya saja). Tapi menurut pendapat saya, ucapan yang diucapakan Allah yang seperti diucapkan Muhammad, itu Allah sendiri yang bicara. Jadi singkatnya Allah lagi narasi. Assalamualaikum.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-03 21:09
~
Saudara Irfan,

Memang kami sering mendengar bahwa Al-Quran adalah seluruh ucapan Allah. Tetapi yang membuat kami terkejut dan bertanya adalah mengapa Allah meminta ditunjukkan jalan yang lurus (Qs 1:6)? Tidakkah ini patut dipertanyakan? Sedangkan enam abad sebelum Al-Quran muncul, Isa Al-Masih telah bersabda, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6). Tidakkah janggal menurut saudara? Bagaimana?
~
Solihin
# Ivan Christian 2014-06-02 23:51
~
Al-Quran diturunkan oleh Allah agar manusia berpikir. Berbeda dengan Alkitab doktrin yang kuat.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-03 21:17
~
Saudara Ivan,

Kami senang dengan komentar saudara saat menyatakan bahwa Al-Quran diturunkan agar manusia berpikir. Dan ketika kami membaca ayat Al-Quran Al-Fatihah :6, maka kami berpikir dan bertanya. Mungkinkah Allah meminta ditunjukkan jalan yang lurus? Bukankah Allah adalah jalan lurus itu sendiri? Mengapa ayat ini diucapkan Allah? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# ya 2014-06-03 10:37
~
Wahai Saudara,

Yang dikatakan nabi Isa itu untuk umatnya. Sekarang ini zamannya nabi Muhammad. Coba anda cari tahu apa yang terjadi pada nabi Isa menurut Islam. Bukankah zaman mulai modern setelah turunnya Al-Quran? Jika anda ingin mendapatkan informasi yang jelas sebaiknya anda mempelajari semua agama yang bersangkutan. Tidak ada salahnya kita belajar.

Belajar mencuri pun boleh, tapi untuk mencegah pencurian bukan untuk diamalkan."Kita tidak akan mendapatkan sesuatu, lebih dari usaha kita". Usaha anda maksimal. Hasil anda juga maksimal.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-03 21:22
~
Saudara Ya,

Kami telah membaca dan mempelajari Al-Quran. Dan ketika membacanya, kami menemukan satu fakta yang menarik. Al-Quran menyatakan, "Tunjukilah kami jalan yang lurus" (Qs 1:6). Pertanyaannya adalah benarkah ini perkataan Allah atau perkataan nabi saudara? Tidakkah janggal bila Allah mengatakan ini? Bukankah Dia adalah sumber jalan yang lurus? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# Umat Muhammad 2014-06-04 13:16
~
1. Bukankah Injil, Surat I Petrus 2:24 Allah telah mengilhamkan firman-Nya kepada Rasul Besar Petrus untuk disampaikan kepada jemaat. Bahwa Isa Al-Masih telah menyelamatkan manusia dengan cara mati di kayu salib.

2. Menurut saudara solihin Al-Quran diyakini sebagai perkataan Allah, tetapi Allah minta untuk ditunjukkan jalan yang lurus (Qs 1:6).

Tanggapan saya sama, Allah telah memberi wahyu kepada Nabi Muhammad berupa Firman-Nya dalam Al-Quran untuk disampaikan kepada umat-Nya agar (kami) umatnya untuk senantiasa meminta kepada Allah untuk ditunjukkan jalan yang lurus.

Bagaimana tanggapan saudara? Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-16 13:49
~
Salam Sdr. Umat Muhammad,

Saudara, kami teringat dengan sura Al-Fatihah yang menuliskan, "Tunjukilah kami jalan yang lurus". Perkenankan kami bertanya kepada saudara, siapakah jalan yang lurus dalam hidup saudara? Apakah yang ditunjukan oleh Pribadi yang memiliki jalan lurus itu?

Kami yakin saudara akan sepakat dengan kami, bahwa Sang pemilik jalan lurus itu akan memberikan jaminan keselamatan dan kepastian, bukan? Jika tidak ada kepastiand alam keselatan, apakah ia adalah seseorang yang memiliki jalan lurus itu?

Kami teringat apa yang disampaikan oleh Isa Al-Masih "Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6). Bukankah hanya Isa Al-Masih jalan itu?
~
Salma
# Tendian 2014-06-19 00:48
~
Admin,

Untuk menafsirkan Al-Qran itu tidak ayat perayat. Akibatnya nanti malah jadi salah penafsiran. Sebagai contoh, Al Fatihah, "Tunjukilah jalan yg lurus". Lurus yang bgaimana? Lalu djelaskan di ayat berikutnya. "yaitu jalan orang-jalan yang Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan jalan yang Engkau murkai, dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat." Jadi Al-Quran itu saling menjelaskan satu sama lain. Admin, ada yang dtanyakan lagi?
# Staff Isa dan Islam 2014-06-19 01:44
~
Salam Tendian,

Tentu hanya umat yang mengetahui jalan yang benarlah yang tidak tersesat, bukan? Kalimat "Tunjukilah kami jalan yang lurus" membuktikan bahwa umat tersebut masih belum menemukan jalan tersebut. Bahkan ayat selanjutnya tidak memberikan sebuah petunjuk tentang jalan lurus itu.

Hal ini dapat terlihat, bahwa umat Isa Al-Masih lah yang mengetahui jalan itu. Sebab sabda Isa Al-Masih berkata "Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).
~
Salma
# panji hitam 2014-06-21 09:17
~
Ada yang bisa menjawab, apakah Isa Al-Mashi beragama Kristen?
Saya ingin buktinya dalam Injil, Zabur dan Taurat, bahwa Isa Al-Mashih beragama Kristen. Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-21 13:05
~
Salam Sdr. Panji,

Kami menyampaikan terimakasih untuk pertanyaan saudara yang begitu baik sekali.

Isa Al-Masih datang ke dunia ini bukan untuk membuat sebuah agama. Dia datangke dunia ini untuk memberikan jaminan kepastian keselamatan kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya.

Agar saudara dapat menemukan jawaba perihal pertanyaan saudara, silakan kunjungi link kami di http://tinyurl.com/82hxuh4. Terimakasih.
~
Salma
# AndiMuhammadSaktiAM 2014-06-21 17:01
~
Kalau masalah jin, jin memang ada yang Muslim dan ada yang kafir, kecuali setan sama Iblis semuanya kafir. Menurut buku yang saya baca.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-22 23:12
~
Saudara Andi,

Terimakasih untuk komentar saudara di situs kami. Kalau boleh tahu, bagaimana pandangan saudara tentang artikel di atas? Tentu saudara sudah membacanya, bukan? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# arraya janeeta myesh 2014-06-22 13:44
~
Sesungguhya mereka itu buta, tuli, dan bisu. Firman Allah telah aku sempurnakan. Untukmu agamamu di dalam A-Quran nikmat manakah yang engkau dustakan? Sesungguhnya manusia tercipta dari yang satu dan kami utus rasul itu diantara kalian (hati). Maka dengarkanlah waktu orang azan? Apakah rasul itu menyuruhmu untuk solat?
# Staff Isa dan Islam 2014-06-22 23:16
~
Saudara Arraya,

Bila saudara tertarik untuk mendiskuikan tentang agama, silakan saudara mengunjungi link http://tinyurl.com/cm8psjb. Tentu akan menyenangkan bila diskusi fokus pada topik. Terimakasih.
~
Solihin
# Dail Hamba Allah 2014-06-26 10:49
~
To: Admin,

Pandai betul saudara mempelintir ayat dalam Al-Quran dan dihubungkan dengan ayat di Injil. Al-Quran sudah jelas bahwa "Tunjukilah jalan yang lurus." Lurus yang bagaimana? Dijelaskan di ayat berikutnya. "yaitu jalan orang-jalan yang Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan jalan yang Engkau murkai, dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat."

Mengapa demikian? Karena Islam itu di setiap waktu meminta agar luput dari apa yang dijelaskan pada ayat selanjutnya. Bukankah manusia tempatnya lupa? Nah, kok sekarang dihubungkan dengan ayat Injil? Hubungannya apa? Injil diturunkan lebih awal dari Al-Quran.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-29 21:39
~
Saudara Dail,

Artikel di atas telah menjelaskan ada banyak kejanggalan yang seharusnya mendapat perhatian kita. Misal, "Tunjukilah kami jalan yang lurus” (Qs 1:6). Tidakkah ini janggal? Al-Quran dianggap sebagai perkataan Allah, bukan perkataan manusia. Pertanyaannya adalah mengapa Allah harus meminta ditunjukkan jalan yang lurus? Apakah mungkin jalan Allah tidak lurus? Bagaimana saudara?
~
Solihin
isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer

Isa Islam Dan Kaum Wanita

Click gambar di samping untuk artikel - artikel untuk wanita Muslim


 

www.isaislamdankaumwanita.com