Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter

Pandangan Al-Quran Tentang Kematian Isa Al-Masih

Isa disalibKehidupan di dunia tidak ada yang kekal. Setiap makhluk hidup pada saatnya akan mati, termasuk manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan dan semua yang bernyawa. Tidak ada yang kekal selain Allah, Sang Pencipta.

Umat Muslim Tidak Percaya Isa Al-Masih Wafat

Kematian yang sama juga dialami oleh Isa Al-Masih, walaupun umat Muslim tidak percaya bahwa Isa Al-Masih benar wafat. Mereka meyakini Allah telah mengangkat Isa Al-Masih ke langit guna menyelamatkan-Nya dari tentara Romawi yang akan membunuh-Nya.

“Dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, ’Isa putera Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka.....” (Qs 4:157)

Tujuan Isa Al-Masih Datang ke Dunia

Injil Rasul Besar Matius 1:21 mencatat, tujuan Isa Al-Masih datang ke dunia adalah: “Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus (Isa), karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."

Amal ibadah yang dilakukan manusia guna dapat kembali pada Kemuliaan Allah adalah sia-sia. Anugerah keselamatan dari Allah hanya ada dalam Isa Al-Masih.

Kalimat Allah, Isa Al-Masih yang kudus dan suci, adalah satu-satunya Pribadi yang dapat mendamaikan manusia dengan Allah. Dia telah menjadi kurban dan tebusan bagi dosa manusia. “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah” (Injil, Surat 2 Korintus 5:21)

Fakta Isa Al-Masih Memang Wafat

Fakta utama Isa Al-Masih haruslah wafat, agar Dia dapat menyelamatkan manusia dari ikatan belenggu dosa. Tujuan ini hanya dapat digenapi melalui kematian-Nya. Hanya dengan kematian-Nya di salib, dosa manusia dapat dibayar lunas.

Walaupun umat Muslim tidak percaya Isa Al-Masih wafat, tetapi Al-Quran memberi kesaksian bahwa Dia benar wafat: “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku (Isa Al-Masih), pada hari aku dilahirkan, pada hari aku (Isa Al-Masih) meninggal dan pada hari aku (Isa Al-Masih) dibangkitkan hidup kembali” (Qs 19:33).

Injil juga memberi kesaksian yang sama, “Lalu Isa Al-Masih berseru dengan suara nyaring: “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya” (Injil, Rasul Lukas 23:46)

Kematian-Nya juga menggenapi nubuat dari seorang Nabi, “Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya” (Kitab Nabi Besar Yesaya 53:9)

Isa Al-Masih dan Keselamatan

Jika Isa Al-Masih tidak wafat, maka tidak ada penebusan jiwa dari dosa. Kematian-Nya telah memberi hidup bagi manusia. Dia yang tidak berdosa telah menyerahkan diri-Nya bagi orang berdosa. Dia menjadi tebusan dan memberi hidup bagi orang berdosa. “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia (Isa Al-Masih), sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." (Injil, Kisah Para Rasul 4:12)

Hanya mereka yang telah menerima keselamatan dari Isa Al-Masih yang dapat mengerti bahwa Dia datang untuk menebus jiwa manusia dari belenggu dosa.  Kematian-Nya telah memberi hidup kekal bagi mereka yang percaya kepada-Nya.

[Staff Isa dan Islam – Kiranya Pembaca dapat menyelidiki lebih dalam tentang Keselamatan dalam Isa Al-Masih]

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Berhubung banyak komentar yang masih belum kami balas, untuk sementara komentar tidak diterima.

Comments  

# azra 2011-04-26 21:37
*
Apakah anda menemukan dalam Al-Quran bahwa Isa Al-Masih mati di tiang salib?
# Staff Isa dan Islam 2011-05-24 11:28
~
Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah yang telah menjelma menjadi manusia. Sebagai orang Israel secara jasmani, maka Dia dilahirkan dalam lingkungan orang-orang yang menyembah Allah dan beriman pada janji-janji serta perintah Allah di dalam Taurat, Zabur, dan Kitab Nabi-Nabi.

Al-Quran tidak mencatat bahwa Isa Al-Masih mati di atas tiang salib, tetapi dalam banyak ayat, kitab Saudara menjelaskan bahwa Isa Al-Masih adalah benar telah mati, dan kemudian telah terangkat ke sorga (Qs 19:33).

Perhatikan juga Qs 3:55 "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu serta membersihkan kamu dari orang-orang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat."

Jadi alur yang benar adalah Isa mati dan kemudian terangkat ke sorga.

Dari sana kemudian Ia akan datang sebagai Hakim yang Adil untuk menghakimi semua umat manusia.

Ayat di atas juga mengatakan bahwa setiap pengikut Isa Al-Masih akan beroleh tempat yang tinggi hingga pada akhirat nanti. Ini berarti bahwa setiap pengikut Isa Al-Masih akan menikmati sorga.
~
CA
# jiyad 2011-05-07 20:21
*
"Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari Aku dilahirkan, pada hari Aku meninggal dan pada hari Aku dibangkitkan hidup kembali" (Qs 19:33)

Ayat bagi Isa Al-Masih ini juga berlaku buat Nabi Yahya sebagaimana ayat 15: "Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali."

Ini maksudnya bahwa Isa Al-Masih dan Yahya akan mati dan bangkit, sebagaimana kita semua.

Qs 4:158 yang menyatakan bahwa Isa Al-Masih diangkat ke langit, tidak menunjukkan bahwa Isa Al-MAsih secara fisik telah diangkat ke sorga.

Kata 'rafaa' tidak bisa kita tafsirkan secara harfiah, melainkan secara metafora. Tidak ada satu ayat pun yang mengatakan bahwa Isa Al-Masih akan turun atau datang lagi kedua kalinya.

Apakah Staff Isa dan Islam dapat menemukan ayat yang mengatakan bahwa Isa diangkat ke sorga? Ini adalah tantangan bagi anda.
# Staff Isa dan Islam 2011-05-10 18:42
~
Saudara Jiyad,

Sesuai dengan Qs 19:34 dan ayat 15, adalah benar pendapat Saudara yang mengatakan bahwa Isa Al-Masih dan Nabi Yahya Pembaptis mengalami kematian dan kebangkitan.

"Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku" (Qs 3:55) "Tetapi, Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana" (Qs 4:158)

Kedua ayat di atas dengan jelas mengatakan bahwa Isa Al-Masih mengalami kematian terlebih dahulu, baru kemudian diangkat ke sorga.

Tentunya kalau Saudara perhatikan ayat di atas, kata 'telah mengangkat' adalah benar-benar merupakan suatu hal yang telah terjadi, dan bukan nanti akan terjadi. Semua ini dengan jelas menyatakan bahwa Isa Al-Masih adalah benar-benar telah lahir, mati, bangkit, dan kemudian telah terangkat ke sorga.

Mengenai ayat Isa Al-Masih akan datang kembali, sesungguhnya tercantum dalam pelbagai hadis shahih.
~
CA
# Mikha 2011-05-11 23:28
*
Dalam ajaran agama Islam, setiap yang mati pasti akan dibangkitkan di alam barzah. Jadi semua manusia, termasuk Isa Al-Masih akan mengalami nasib yang sama (Qs 2:56,243).
# Staff Isa dan Islam 2011-05-20 01:18
~
Saudara Mikha, ayat-ayat yang Saudara lampirkan sama sekali tidak menyebutkan tentang alam barzah.

Sesuai dengan Qs 3:55 dan Qs 4:158, maka jelaslah bahwa Isa Al-Masih saat ini sedang berada bersama-sama dengan Allah di sorga dan bukan di alam barzah. Bukankah kediaman Allah adalah berada di sorga dan bukan di alam barzah?

Ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengang kat kamu kepada-Ku." (Qs 3:55).

"Tetapi, Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya." (Qs 4:158).

Menurut Saudara, semua manusia pasti masuk ke alam barzah terlebih dahulu. Namun mengapa tidak demikian dengan Isa Al-Masih yang langsung kembali ke sorga? Karena sorga adalah juga tempat kediaman-Nya sebelum Ia menjelma menjadi manusia dan hidup di bumi.

Oleh karena Isa Al-Masih saat ini sudah berada di sorga, maka saat ini pula Dia sedang mempersiapkan tempat bagi kita di sorga nantinya.

"Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada" (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:3).
~
CA
# zaenurdin 2011-05-12 20:51
*
a) "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"(Galatia 3:13)

b) Matius 27:59-60, Markus 15:45-46 dan Lukas 23:53 melaporkan bahwa yang menurunkan mayat Yesus dari tiang salib adalah Yusuf Arimatea sendiri. Tetapi Yohanes 19:38-42 membantah dan melaporkan bahwa yang menurunkan adalah Yusuf Arimatea dan Nicodemus.
Ini jelas dua versi kisah yang saling berbeda!
# Staff Isa dan Islam 2011-05-26 02:01
~
Benar, Saudara Zaenurdin, orang yang tergantung di atas kayu adalah orang yang terkutuk.

Firman Allah dalam Taurat Musa memberitahukan dengan jelas bahwa: "Apabila seseorang berbuat dosa yang sepadan dengan hukuman mati, maka ia dihukum mati." Lebih lanjut lagi, dikatakan pula bahwa seorang yang digantung terkutuk oleh Allah (Taurat, Kitab Ulangan 21:22-23)."

Manusia yang berbuat dosa layak mendapat hukuman (gantung), dan Allah mengatakan bahwa hukuman gantung itu berasal dari Allah dan adalah kutukan dari Allah.

Namun hal yang dialami Isa Al-Masih adalah berbeda. Isa Al-Masih sama sekali tidak pernah melakukan dosa. Namun Ia tetap dihukum gantung karena justru pada diri-Nya lah ditanggungkan hukuman yang seharusnya dijatuhkan pada manusia yang berdosa. Oleh sebab itu, Isa Al-Masih beroleh status 'terkutuk' oleh Allah karena dosa-dosa manusia yang ditanggung oleh-Nya.

Isa Al-Masih rela menanggung status 'terkutuk' itu ganti kita, dan melalui karya penebusan-Nya, maka kita yang tadinya menyandang status 'terkutuk', menjadi menyandang status 'dibenarkan' oleh Allah.

"Sebab itu, kita yang dibenar kan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Isa Al-Masih (Injil, Kitab Roma 5:1)."

Dan karena kita sudah 'dibenarkan' oleh Allah, maka kita akhirnya menjadi berhak mendapatkan jaminan keselamatan kekal menuju sorga.

Kitab Suci tidak pernah mengatakan bahwa yang menurunkan tubuh Isa Al-Masih adalah hanya Yusuf dari Arimatea seorang. Oleh sebab itu, maka apa yang dicatat oleh ayat-ayat Kitab Suci yang Saudara sertakan adalah tidak saling bertentangan, melainkan mereka saling melengkapi.

Untuk lebih jelas mengenai penebusan yang dikerjakan oleh Isa Al-Masih, kami mengundang Saudara untuk boleh merenungkan: isadanislam.com/jalan-keselamatan. Kiranya Saudara mendapatkan hidayah dari Allah.
~
CA
# zaenurdin 2011-05-12 20:52
*
Menurut Injil Markus 15:25, Yesus disalib pada jam 9: “Hari jam sembilan ketika Ia (Yesus) disalibkan”.

Padahal menurut Injil Yohanes 19:14, pada jam 12 Yesus masih belum disalib: “Hari itu ialah hari persiapan Paskah, kira-kira jam dua belas.”
# Staff Isa dan Islam 2011-05-26 02:57
~
Saudara Zaenurdin, cara orang Yahudi menghitung waktu adalah berbeda dengan cara kita menghitung waktu.

Jika kita mulai menghitung jam 1 sebagai satu jam setelah tengah malam, maka orang Yahudi menghitung jam 1 adalah sebagai satu jam setelah matahari terbit. Dengan kata lain, maka perhitungan waktu orang Yahudi dimulai dari jam 6 pagi dan jam 6 malam. Satu hari terdiri dari 12 jam, dan satu malam terdiri dari 12 jam. Ini cara penghitungan waktu bagi orang Yahudi.

Jika kita meneliti dalam bahasa asli, dalam Surat Markus dicatat bahwa Isa Al-Masih disalib pada jam 3 pagi perhitungan Yahudi, atau jam 9 pagi pada perhitungan kita.

Sementara itu, dalam Surat Yohanes dicatat bahwa Ia belum disalib menjelang jam 12 malam (perhitungan Yahudi) pada hari H-1 atau jam 6 pagi (perhitungan kita) hari H. Perhatikanlah bahwa pada jam 7 nanti (atau jam 1 menurut perhitungan Yahudi), itu bukanlah hari persiapan lagi, melainkan itu sudah hari Paskah. Jadi jam 12 yang dicatat Yohanes adalah menurut cara perhitungan kebanyakan bangsa dan bukan cara perhitungan Yahudi, sebab itu masih hari persiapan, atau hari H-1. Dengan kata lain, itu masih jam 6 pagi.

Isa Al-Masih dihakimi sejak malam hari (hari persiapan Paskah). Dan setelah dilempar ke sana-sini, akhirnya menjelang jam 6 pagi, Ia diperhadapkan pada Pilatus (gubernur wilayah Yahudi pada kerajaan Romawi), dan akhirnya pada jam 9 pagi, Isa Al-Masih akhirnya disalibkan (pada hari Paskah).

Cara mengerti masalah ini hanya dengan memperhatikan perbedaan cara orang Yahudi di dalam menghitung waktu, dengan cara orang kebanyakan (Romawi, Yunani, dan kita sendiri) di dalam menghitung waktu.
~
CA
# zaenurdin 2011-05-12 20:58
*
Kontradiksi kronologis kisah penyaliban Yesus, misalnya:

a. Tulisan apa yang ada di atas kayu salib?

Injil Matius 27:37 melaporkan bahwa di atas salib Yesus terpampang tulisan “Inilah Yesus Raja orang Yahudi”. Sedangkan Injil Markus 15: 26 melaporkan bahwa tulisan itu berbunyi “Raja orang Yahudi”. Lukas 23:38 membaca bahwa tulisan di salib Yesus adalah “Inilah raja orang Yahudi”. Sangat berbeda dengan laporan Yohanes 19:19 “Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi”. Ini adalah pertentangan yang nyata.

b. Berapa orang yang mencaci maki Yesus di atas kayu salib?

Menurut Matius 27:44 dan Markus 15: 32, ada dua orang yang mencaci maki Yesus di atas kayu salib. Sedangkan Lukas 3:39 melaporkan bahwa yang mencaci Yesus hanya satu orang saja. Jelas kontradiksi, bukan?
# Staff Isa dan Islam 2011-05-26 03:16
~
Saudara Zaenurdin, keempat Surat ini memuat hal-hal yang sama sekali tidak saling bertentangan. Kalau nama lengkap seseorang berikut daerah kelahiran-nya adalah: Ahmad Tanjung-Solo. Maka ketika kita mengutip ulang apa yang dia tuliskan pada bukunya, kita boleh-boleh saja mengatakan bahwa namanya adalah Ahmad saja, atau Ahmad Tanjung, atau Ahmad Tanjung dari Solo secara lengkap.

Ketiga hal ini tentu saja bukan berarti bertentangan, atau bahwa hanya satu di antara ketiga pernyataan tersebut yang adalah benar, sementara sisanya adalah salah, atau bertentangan.

Orang yang mencaci Isa Al-Masih pada mulanya ada 2 orang. Namun salah seorang yang mencaci Isa Al-Masih tersebut akhirnya bertobat, sehingga akhirnya menjadi hanya satu orang yag mencaci-maki Isa Al-Masih. Ini hanyalah perbedaan kapan waktu pencatatan, dan sama sekali bukan kontradiksi.

Dan Isa Al-Masih berkata bahwa pada hari itu juga si penjahat akan sudah berada di sorga bersama-sama dengan Isa Al-Masih karena ia telah bertobat dengan sungguh-sungguh . Padahal si penjahat bertobat pada detik-detik sebelum dia mati, dan ia sama sekali tidak sempat untuk berbuat kebaikan apapun.

Kata Isa kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus." (Injil, Kisah Para Rasul 23:43).

Ini berarti bahwa siapapun yang mempercayai Isa Al-Masih sebagai Juru Selamat, maka ia sudah menerima janji Allah, yakni keselamatan yang kekal menuju sorga.
~
CA
# Mikha 2011-05-13 20:21
*
Injil banyak ayat yang kontradiktif, seperti:

Apakah hukumnya bersunat?

a. Sunat itu wajib (Kejadian 17:10-14,21:4). Yesus tidak membatalkan sunat (Matius 5:17-20, Lukas 2:21). Yesus juga disunat (Lukas 2:21). Dan orang yang tidak disunat, tidak dapat diselamatkan (Kisah Para Rasul 15:1-2).

b. Menurut Paulus, sunat tidak wajib, tidak berguna, tidak penting dan tidak perlu ditaati karena bukan hukum Allah (Galatia 5:2,6; 6:15; 1 Korintus 7:18-19).

Jadi mana yang benar? Kalau sudah begini apakah Injil dapat dikatakan Kitab Suci? Tentu tidak, bukan?
# Staff Isa dan Islam 2011-05-26 04:09
~
Saudara Mikha, sunat adalah hukum secara lahiriah untuk dilakukan oleh umat Yahudi, sebagai suatu tanda perjanjian dengan Allah. Dan setelah Isa Al-Masih datang ke dalam dunia, ini berarti bahwa janji Allah itu sudah digenapi. Janji Allah telah dipenuhi oleh Allah itu sendiri.

"Lalu Allah memberikan kepadanya perjanjian sunat; dan demikianlah Ibraham memperanakkan Ishaq, lalu menyunatkannya pada hari yang kedelapan; dan Ishaq memperanakkan Yaqub, dan Yaqub memperanakkan kedua belas bapa leluhur kita (Israel)." (Injil, Kisah Para Rasul 7:8).

Isa Al-Masih tidak membatalkan hukum Taurat. Ini berarti bahwa segala hukum moral yang diberikan pada umat Yahudi tidak pernah dibatalkan. Namun beberapa hukum lahiriah ataupun hukum mengenai upacara sudah tidak menjadi suatu kewajiban untuk dilakukan, karena kegenapan seluruh janji Allah di dalam sepanjang kitab Taurat, Zabur, dan Kitab Nabi-Nabi sudah digenapi oleh kedatangan Isa Al-Masih ke dalam dunia.

Kitab Suci telah menjelaskan dengan baik bahwa:

"Semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah (Isa) Al-Masih." (Injil, Surat Kolose 2:17).

"Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang (Isa Al-Masih), dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri." (Injil, Surat Ibrani 10:1).

Jadi, yang menjadi inti dari seluruh berita Kitab Suci adalah Isa Al-Masih itu sendiri, sementara sunat hanyalah hal sekunder yang dilakukan sebagai tanda bahwa Allah telah berjanji kepada umat-Nya, dan penggenapan dari janji tersebut adalah kedatangan Isa Al-Masih sebagai Juru Selamat dosa.

Untuk boleh mengerti akan Isa Al-Masih sebagai Juru Selamat atas dosa manusia, kami mempersilahkan Saudara untuk boleh merenungkan: isadanislam.com/jalan-keselamatan.
~
CA
# Mikha 2011-05-14 22:03
*
"Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaKu (Isa Al-Masih), pada hari Aku dilahirkan, pada hari Aku (Isa Al-Masih) meninggal dan pada hari Aku (Isa Al-Masih) dibangkitkan hidup kembali”
(Qs 19:33).

Maksud ayat ini tidak menegaskan bahwa Isa telah wafat, karena konteks ayat ini adalah ikrar dariNya (Isa Al-Masih) tentang kehambaanNya kepada Allah dan diriNya adalah satu ciptaan Allah yang dihidupkan, dimatikan dan dibangkitkan seperti makhluk lainnya (dilahirkan kelak akan mati dan akan dibangkitkan pada hari akhirat), akan tetapi Isa akan memperoleh kesejahteraan di saat kondisi mencekam menyelimutinya.

Saya sarankan anda dalam menerjemahkan Al-Quran harus belajar Ilmu Nahwu dan Sharaf.
# Staff Isa dan Islam 2011-05-26 04:17
~
Jika menurut perkataan Saudara bahwa ayat di atas juga berlaku sama seperti makhluk lainnya, yakni juga lahir, mati, dan bangkit, mengapakah pada diri Isa Al-Masih, Saudara menyangkal bahwa Isa Al-Masih telah mati?

Kalau begitu, bagaimana dengan ayat ini: "Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat" (Qs 3:55).

Bukankah ayat ini menegaskan urutan bahwa Isa Al-Masih telah mati dan kemudian Ia saat ini telah diangkat Allah ke sorga, dan baru kemudian nanti akan datang hari kiamat?
~
CA
# Jerya 2011-05-24 12:19
*
Mungkin jika maksud Azriyadi demikian, memang banyak orang di dunia ini yang mati kemudian hidup kembali. Namun akhirnya juga pasti akan mati.

Tapi untuk Isa Al-Masih(Yesus) , kalaupun menurut anda Isa Al-Masih hidup lagi, harusnya ada cerita lagi kalau akhirnya Isa Al-Masih mati kembali. Tetapi itu tidak ada. Karena memang Ia mati-bangkit namun tidak mati kembali, tetapi naik ke sorga ketempat Allah Bapa.

Untuk Zaerudin, Alkitab tidak mengajarkan tentang pertentangan atau kontradiktif. Penulis kitab Injil tidak hanya 1(satu)orang. Dan jika memang ada perbedaan jumlah, kata, atau apapun, hal itu tidak mengurangi makna dan berita yang ingin disampaikan.

Maka, isi Alkitab tidak ada yang diubah, dikurangkan, ataupun ditambahkan. Dan dengan iman, kita pasti akan mengerti.

Kiranya tulisan saya dapat membantu.
# HambaAllah 2011-05-25 16:30
*
Yohanes 5:30 “Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diriku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku”.

Lukas 10:16 “Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barang siapa menolak kamu, ia menolak Aku,; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.”

Markus 9:37 “Siapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku.”

Matius 10:40 “Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barang siapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku“.

Keempat Injil semuanya menulis pengakuan Yesus bahwa dia itu hanya seorang utusan Tuhan atau Rasul Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2011-06-08 11:18
~
Saudara Hamba Allah,

Umat Kristiani tidak pernah menyangkal kalau Isa Al-Masih memang adalah utusan dari Allah. Dan bahwa tugas-Nya adalah menjalankan semua yang dikehendaki oleh Allah supaya Ia lakukan di dunia ini, termasuk untuk disalibkan dan mati menanggung hukuman atas dosa-dosa manusia.

Namun adalah tidak benar kalau dikatakan bahwa Ia hanya seorang utusan. Isa Al-Masih jelas bukan hanya seorang utusan. Dia adalah Kalimat Allah yang menjelma menjadi manusia.

Kalimat Allah itu pasti kekal adanya. Kalimat Allah itu tidak pernah diciptakan dan tidak pernah ada suatu waktu di mana Kalimat Allah itu tidak ada atau belum ada. Kalimat Allah dan Allah sudah ada sejak awal mulanya. Dan Kitab Suci mengatakan dengan jelas bahwa Kalimat Allah itu adalah Allah itu sendiri. "Pada mulanya adalah Firman (Kalimat Allah); Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah" (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1).
~
CA
# Azriady 2011-05-25 20:24
*
Bukankah Yesus harus mati untuk menebus dosa dunia?

Kalau ternyata Yesus malah tidak mati dan setelah penyaliban tapi masih hidup, bukankah itu menyebabkan keraguan apakah Yesus benar-benar mati.

Kuburan kosong dan terbuka, yang membuka pasti Yesus yang belum mati. Atau mungkin para murid yang diam-diam menyembunyikan jasad orang yang rela berperan sebagai Yesus menggantikannya disalib.

Yesus muncul secara diam-diam hanya pada orang-orang tertentu saja, itu karena beliau tidak ingin musuhnya tahu kalau diri-Nya masih hidup. Demikian pula tentang akhir hidup-Nya di dunia. Semua masih misteri.
# Azriady 2011-05-25 21:01
*
Membunuh orang yang tidak berdosa adalah dosa besar.

Yesus tidak berdosa tetapi malah harus dibunuh dan disalib. Itu adalah dosa besar. Apakah dosa dunia yang besar ini harus ditebus dengan perbuatan dosa besar juga?

Yahudi dan Kristen sama-sama menginginkan kematian Yesus. Yang satu untuk memurnikan agama dan yang satu lagi untuk menebus dosa.

Beberapa nabi dibunuh tapi setelah berjuang demi kebenaran. Namun tidak mungkin seorang utusan harus mati dalam penghinaan penyaliban. Dengan kata lain mati konyol, dan tanpa bisa berbuat apa-apa. Oleh karena itu, Allah menyelamatkan-N ya.
# nureen rafil 2011-06-21 12:09
*
Barnabas dalam Injil Barnabas mendakwa Paulus termasuk golongan sesat . Dia melihat ramai orang yang mengajarkan pengajaran yang mengkafirkan, mengatakan Isa Al-Masih sebagai anak Allah, menghapuskan bersunat yang di perintahkan oleh Allah untuk selama-lamanya dan menghalalkan semua daging yang najis(Barnabas Pendahuluan 1-9 ; pasal 222: 1-6).
# Staff Isa dan Islam 2011-07-29 09:31
~
Memang tidak sedikit umat Muslim yang menggunakan Injil Barnabas untuk menyerang ajaran Kristen. Pada hal, dengan sangat jelas mendiang Dr. Abbas Mahmoud Al Aqqad, guru besar yang terkenal di Universitas Al Azhar di Cairo Mesir, mengajak kaum Islam sedunia untuk menjauhkan diri dari “Injil Barnabas.”

Pernyataan Guru Besar tersebut bukanlah tidak beralasan. Penolakan ini disebabkan begitu banyaknya ajaran yang terdapat dalam Injil Barnabas yang bukan hanya bertentangan dengan ajaran Isa Al-Masih, tetapi juga ajaran Al-Quran.

Di antaranya, Injil Barnabas mengklaim bahwa Mesias adalah Muhammad, bukan Isa Al-Masih. Untuk lebih jelasnya, silakan membaca penjelasan kami pada artikel yang terdapat di url ini, http://tinyurl.com/3eh8gbh.
~
SO
# Allahu Akbar 2011-07-08 23:07
*
Isa Al-Masih tidak pernah mati, tapi nantinya akan mati juga layaknya manusia, kapan itu? Yaitu diakhir zaman, Isa Al-Masih akan kembali kedunia untuk meluruskan kekeliruan umat Nasrani dan mengajak ke jalan yang benar yang diridhai Allah.
# lucky 2011-08-11 19:26
*
Quoting Staff Isa dan Islam:
~
“Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku (Isa Al-Masih), pada hari aku dilahirkan, pada hari aku (Isa Al-Masih) meninggal dan pada hari aku (Isa Al-Masih) dibangkitkan hidup kembali” (Qs 19:33)

SO


Dari ayat di atas sudah jelas kalau Nabi Isa, adalah manusia juga yang melalui proses "dilahirkan" sampai "meninggal". Sedangkan "dibangkitkan hidup kembali" juga terjadi pada semua makhluk hidup ciptaan Allah sesudah hari kiamat kelak.

Al-Quran meluruskan kekeliruan tentang Injil yang dirubah oleh ahli kitab yang menyatakan kalau Nabi Isa yang mati disalib.