Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter
Cetak

Pandangan Al-Quran Tentang Kematian Isa Al-Masih

Isa disalibKehidupan di dunia tidak ada yang kekal. Setiap makhluk hidup pada saatnya akan mati, termasuk manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan dan semua yang bernyawa. Tidak ada yang kekal selain Allah, Sang Pencipta.

Umat Muslim Tidak Percaya Isa Al-Masih Wafat

Kematian yang sama juga dialami oleh Isa Al-Masih, walaupun umat Muslim tidak percaya bahwa Isa Al-Masih benar wafat. Mereka meyakini Allah telah mengangkat Isa Al-Masih ke langit guna menyelamatkan-Nya dari tentara Romawi yang akan membunuh-Nya.

“Dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, ’Isa putera Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka.....” (Qs 4:157)

Tujuan Isa Al-Masih Datang ke Dunia

Injil Rasul Besar Matius 1:21 mencatat, tujuan Isa Al-Masih datang ke dunia adalah: “Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus (Isa), karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."

Amal ibadah yang dilakukan manusia guna dapat kembali pada Kemuliaan Allah adalah sia-sia. Anugerah keselamatan dari Allah hanya ada dalam Isa Al-Masih.

Kalimat Allah, Isa Al-Masih yang kudus dan suci, adalah satu-satunya Pribadi yang dapat mendamaikan manusia dengan Allah. Dia telah menjadi kurban dan tebusan bagi dosa manusia. “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah” (Injil, Surat 2 Korintus 5:21)

Fakta Isa Al-Masih Memang Wafat

Fakta utama Isa Al-Masih haruslah wafat, agar Dia dapat menyelamatkan manusia dari ikatan belenggu dosa. Tujuan ini hanya dapat digenapi melalui kematian-Nya. Hanya dengan kematian-Nya di salib, dosa manusia dapat dibayar lunas.

Walaupun umat Muslim tidak percaya Isa Al-Masih wafat, tetapi Al-Quran memberi kesaksian bahwa Dia benar wafat: “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku (Isa Al-Masih), pada hari aku dilahirkan, pada hari aku (Isa Al-Masih) meninggal dan pada hari aku (Isa Al-Masih) dibangkitkan hidup kembali” (Qs 19:33).

Injil juga memberi kesaksian yang sama, “Lalu Isa Al-Masih berseru dengan suara nyaring: “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya” (Injil, Rasul Lukas 23:46)

Kematian-Nya juga menggenapi nubuat dari seorang Nabi, “Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya” (Kitab Nabi Besar Yesaya 53:9)

Isa Al-Masih dan Keselamatan

Jika Isa Al-Masih tidak wafat, maka tidak ada penebusan jiwa dari dosa. Kematian-Nya telah memberi hidup bagi manusia. Dia yang tidak berdosa telah menyerahkan diri-Nya bagi orang berdosa. Dia menjadi tebusan dan memberi hidup bagi orang berdosa. “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia (Isa Al-Masih), sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." (Injil, Kisah Para Rasul 4:12)

Hanya mereka yang telah menerima keselamatan dari Isa Al-Masih yang dapat mengerti bahwa Dia datang untuk menebus jiwa manusia dari belenggu dosa.  Kematian-Nya telah memberi hidup kekal bagi mereka yang percaya kepada-Nya.

[Staff Isa dan Islam – Kiranya Pembaca dapat menyelidiki lebih dalam tentang Keselamatan dalam Isa Al-Masih]

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Add comment

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Komentar hanya diperbolehkan menjawab salah satu dari 3 pertanyaan fokus yang dimuat di bagian akhir artikel. Kecuali beberapa artikel yang tidak memuat 3 pertanyaan fokus.
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments  

# azra 2011-04-26 21:37
*
Apakah anda menemukan dalam Al-Quran bahwa Isa Al-Masih mati di tiang salib?
# Staff Isa dan Islam 2011-05-24 11:28
~
Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah yang telah menjelma menjadi manusia. Sebagai orang Israel secara jasmani, maka Dia dilahirkan dalam lingkungan orang-orang yang menyembah Allah dan beriman pada janji-janji serta perintah Allah di dalam Taurat, Zabur, dan Kitab Nabi-Nabi.

Al-Quran tidak mencatat bahwa Isa Al-Masih mati di atas tiang salib, tetapi dalam banyak ayat, kitab Saudara menjelaskan bahwa Isa Al-Masih adalah benar telah mati, dan kemudian telah terangkat ke sorga (Qs 19:33).

Perhatikan juga Qs 3:55 "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu serta membersihkan kamu dari orang-orang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat."

Jadi alur yang benar adalah Isa mati dan kemudian terangkat ke sorga.

Dari sana kemudian Ia akan datang sebagai Hakim yang Adil untuk menghakimi semua umat manusia.

Ayat di atas juga mengatakan bahwa setiap pengikut Isa Al-Masih akan beroleh tempat yang tinggi hingga pada akhirat nanti. Ini berarti bahwa setiap pengikut Isa Al-Masih akan menikmati sorga.
~
CA
# jiyad 2011-05-07 20:21
*
"Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari Aku dilahirkan, pada hari Aku meninggal dan pada hari Aku dibangkitkan hidup kembali" (Qs 19:33)

Ayat bagi Isa Al-Masih ini juga berlaku buat Nabi Yahya sebagaimana ayat 15: "Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali."

Ini maksudnya bahwa Isa Al-Masih dan Yahya akan mati dan bangkit, sebagaimana kita semua.

Qs 4:158 yang menyatakan bahwa Isa Al-Masih diangkat ke langit, tidak menunjukkan bahwa Isa Al-MAsih secara fisik telah diangkat ke sorga.

Kata 'rafaa' tidak bisa kita tafsirkan secara harfiah, melainkan secara metafora. Tidak ada satu ayat pun yang mengatakan bahwa Isa Al-Masih akan turun atau datang lagi kedua kalinya.

Apakah Staff Isa dan Islam dapat menemukan ayat yang mengatakan bahwa Isa diangkat ke sorga? Ini adalah tantangan bagi anda.
# Staff Isa dan Islam 2011-05-10 18:42
~
Saudara Jiyad,

Sesuai dengan Qs 19:34 dan ayat 15, adalah benar pendapat Saudara yang mengatakan bahwa Isa Al-Masih dan Nabi Yahya Pembaptis mengalami kematian dan kebangkitan.

"Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku" (Qs 3:55) "Tetapi, Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana" (Qs 4:158)

Kedua ayat di atas dengan jelas mengatakan bahwa Isa Al-Masih mengalami kematian terlebih dahulu, baru kemudian diangkat ke sorga.

Tentunya kalau Saudara perhatikan ayat di atas, kata 'telah mengangkat' adalah benar-benar merupakan suatu hal yang telah terjadi, dan bukan nanti akan terjadi. Semua ini dengan jelas menyatakan bahwa Isa Al-Masih adalah benar-benar telah lahir, mati, bangkit, dan kemudian telah terangkat ke sorga.

Mengenai ayat Isa Al-Masih akan datang kembali, sesungguhnya tercantum dalam pelbagai hadis shahih.
~
CA
# Mikha 2011-05-11 23:28
*
Dalam ajaran agama Islam, setiap yang mati pasti akan dibangkitkan di alam barzah. Jadi semua manusia, termasuk Isa Al-Masih akan mengalami nasib yang sama (Qs 2:56,243).
# Staff Isa dan Islam 2011-05-20 01:18
~
Saudara Mikha, ayat-ayat yang Saudara lampirkan sama sekali tidak menyebutkan tentang alam barzah.

Sesuai dengan Qs 3:55 dan Qs 4:158, maka jelaslah bahwa Isa Al-Masih saat ini sedang berada bersama-sama dengan Allah di sorga dan bukan di alam barzah. Bukankah kediaman Allah adalah berada di sorga dan bukan di alam barzah?

Ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengang kat kamu kepada-Ku." (Qs 3:55).

"Tetapi, Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya." (Qs 4:158).

Menurut Saudara, semua manusia pasti masuk ke alam barzah terlebih dahulu. Namun mengapa tidak demikian dengan Isa Al-Masih yang langsung kembali ke sorga? Karena sorga adalah juga tempat kediaman-Nya sebelum Ia menjelma menjadi manusia dan hidup di bumi.

Oleh karena Isa Al-Masih saat ini sudah berada di sorga, maka saat ini pula Dia sedang mempersiapkan tempat bagi kita di sorga nantinya.

"Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada" (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:3).
~
CA
# zaenurdin 2011-05-12 20:51
*
a) "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"(Galatia 3:13)

b) Matius 27:59-60, Markus 15:45-46 dan Lukas 23:53 melaporkan bahwa yang menurunkan mayat Yesus dari tiang salib adalah Yusuf Arimatea sendiri. Tetapi Yohanes 19:38-42 membantah dan melaporkan bahwa yang menurunkan adalah Yusuf Arimatea dan Nicodemus.
Ini jelas dua versi kisah yang saling berbeda!
# Staff Isa dan Islam 2011-05-26 02:01
~
Benar, Saudara Zaenurdin, orang yang tergantung di atas kayu adalah orang yang terkutuk.

Firman Allah dalam Taurat Musa memberitahukan dengan jelas bahwa: "Apabila seseorang berbuat dosa yang sepadan dengan hukuman mati, maka ia dihukum mati." Lebih lanjut lagi, dikatakan pula bahwa seorang yang digantung terkutuk oleh Allah (Taurat, Kitab Ulangan 21:22-23)."

Manusia yang berbuat dosa layak mendapat hukuman (gantung), dan Allah mengatakan bahwa hukuman gantung itu berasal dari Allah dan adalah kutukan dari Allah.

Namun hal yang dialami Isa Al-Masih adalah berbeda. Isa Al-Masih sama sekali tidak pernah melakukan dosa. Namun Ia tetap dihukum gantung karena justru pada diri-Nya lah ditanggungkan hukuman yang seharusnya dijatuhkan pada manusia yang berdosa. Oleh sebab itu, Isa Al-Masih beroleh status 'terkutuk' oleh Allah karena dosa-dosa manusia yang ditanggung oleh-Nya.

Isa Al-Masih rela menanggung status 'terkutuk' itu ganti kita, dan melalui karya penebusan-Nya, maka kita yang tadinya menyandang status 'terkutuk', menjadi menyandang status 'dibenarkan' oleh Allah.

"Sebab itu, kita yang dibenar kan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Isa Al-Masih (Injil, Kitab Roma 5:1)."

Dan karena kita sudah 'dibenarkan' oleh Allah, maka kita akhirnya menjadi berhak mendapatkan jaminan keselamatan kekal menuju sorga.

Kitab Suci tidak pernah mengatakan bahwa yang menurunkan tubuh Isa Al-Masih adalah hanya Yusuf dari Arimatea seorang. Oleh sebab itu, maka apa yang dicatat oleh ayat-ayat Kitab Suci yang Saudara sertakan adalah tidak saling bertentangan, melainkan mereka saling melengkapi.

Untuk lebih jelas mengenai penebusan yang dikerjakan oleh Isa Al-Masih, kami mengundang Saudara untuk boleh merenungkan: isadanislam.com/jalan-keselamatan. Kiranya Saudara mendapatkan hidayah dari Allah.
~
CA
# zaenurdin 2011-05-12 20:52
*
Menurut Injil Markus 15:25, Yesus disalib pada jam 9: “Hari jam sembilan ketika Ia (Yesus) disalibkan”.

Padahal menurut Injil Yohanes 19:14, pada jam 12 Yesus masih belum disalib: “Hari itu ialah hari persiapan Paskah, kira-kira jam dua belas.”
# Staff Isa dan Islam 2011-05-26 02:57
~
Saudara Zaenurdin, cara orang Yahudi menghitung waktu adalah berbeda dengan cara kita menghitung waktu.

Jika kita mulai menghitung jam 1 sebagai satu jam setelah tengah malam, maka orang Yahudi menghitung jam 1 adalah sebagai satu jam setelah matahari terbit. Dengan kata lain, maka perhitungan waktu orang Yahudi dimulai dari jam 6 pagi dan jam 6 malam. Satu hari terdiri dari 12 jam, dan satu malam terdiri dari 12 jam. Ini cara penghitungan waktu bagi orang Yahudi.

Jika kita meneliti dalam bahasa asli, dalam Surat Markus dicatat bahwa Isa Al-Masih disalib pada jam 3 pagi perhitungan Yahudi, atau jam 9 pagi pada perhitungan kita.

Sementara itu, dalam Surat Yohanes dicatat bahwa Ia belum disalib menjelang jam 12 malam (perhitungan Yahudi) pada hari H-1 atau jam 6 pagi (perhitungan kita) hari H. Perhatikanlah bahwa pada jam 7 nanti (atau jam 1 menurut perhitungan Yahudi), itu bukanlah hari persiapan lagi, melainkan itu sudah hari Paskah. Jadi jam 12 yang dicatat Yohanes adalah menurut cara perhitungan kebanyakan bangsa dan bukan cara perhitungan Yahudi, sebab itu masih hari persiapan, atau hari H-1. Dengan kata lain, itu masih jam 6 pagi.

Isa Al-Masih dihakimi sejak malam hari (hari persiapan Paskah). Dan setelah dilempar ke sana-sini, akhirnya menjelang jam 6 pagi, Ia diperhadapkan pada Pilatus (gubernur wilayah Yahudi pada kerajaan Romawi), dan akhirnya pada jam 9 pagi, Isa Al-Masih akhirnya disalibkan (pada hari Paskah).

Cara mengerti masalah ini hanya dengan memperhatikan perbedaan cara orang Yahudi di dalam menghitung waktu, dengan cara orang kebanyakan (Romawi, Yunani, dan kita sendiri) di dalam menghitung waktu.
~
CA
# zaenurdin 2011-05-12 20:58
*
Kontradiksi kronologis kisah penyaliban Yesus, misalnya:

a. Tulisan apa yang ada di atas kayu salib?

Injil Matius 27:37 melaporkan bahwa di atas salib Yesus terpampang tulisan “Inilah Yesus Raja orang Yahudi”. Sedangkan Injil Markus 15: 26 melaporkan bahwa tulisan itu berbunyi “Raja orang Yahudi”. Lukas 23:38 membaca bahwa tulisan di salib Yesus adalah “Inilah raja orang Yahudi”. Sangat berbeda dengan laporan Yohanes 19:19 “Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi”. Ini adalah pertentangan yang nyata.

b. Berapa orang yang mencaci maki Yesus di atas kayu salib?

Menurut Matius 27:44 dan Markus 15: 32, ada dua orang yang mencaci maki Yesus di atas kayu salib. Sedangkan Lukas 3:39 melaporkan bahwa yang mencaci Yesus hanya satu orang saja. Jelas kontradiksi, bukan?
# Staff Isa dan Islam 2011-05-26 03:16
~
Saudara Zaenurdin, keempat Surat ini memuat hal-hal yang sama sekali tidak saling bertentangan. Kalau nama lengkap seseorang berikut daerah kelahiran-nya adalah: Ahmad Tanjung-Solo. Maka ketika kita mengutip ulang apa yang dia tuliskan pada bukunya, kita boleh-boleh saja mengatakan bahwa namanya adalah Ahmad saja, atau Ahmad Tanjung, atau Ahmad Tanjung dari Solo secara lengkap.

Ketiga hal ini tentu saja bukan berarti bertentangan, atau bahwa hanya satu di antara ketiga pernyataan tersebut yang adalah benar, sementara sisanya adalah salah, atau bertentangan.

Orang yang mencaci Isa Al-Masih pada mulanya ada 2 orang. Namun salah seorang yang mencaci Isa Al-Masih tersebut akhirnya bertobat, sehingga akhirnya menjadi hanya satu orang yag mencaci-maki Isa Al-Masih. Ini hanyalah perbedaan kapan waktu pencatatan, dan sama sekali bukan kontradiksi.

Dan Isa Al-Masih berkata bahwa pada hari itu juga si penjahat akan sudah berada di sorga bersama-sama dengan Isa Al-Masih karena ia telah bertobat dengan sungguh-sungguh . Padahal si penjahat bertobat pada detik-detik sebelum dia mati, dan ia sama sekali tidak sempat untuk berbuat kebaikan apapun.

Kata Isa kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus." (Injil, Kisah Para Rasul 23:43).

Ini berarti bahwa siapapun yang mempercayai Isa Al-Masih sebagai Juru Selamat, maka ia sudah menerima janji Allah, yakni keselamatan yang kekal menuju sorga.
~
CA
# Mikha 2011-05-13 20:21
*
Injil banyak ayat yang kontradiktif, seperti:

Apakah hukumnya bersunat?

a. Sunat itu wajib (Kejadian 17:10-14,21:4). Yesus tidak membatalkan sunat (Matius 5:17-20, Lukas 2:21). Yesus juga disunat (Lukas 2:21). Dan orang yang tidak disunat, tidak dapat diselamatkan (Kisah Para Rasul 15:1-2).

b. Menurut Paulus, sunat tidak wajib, tidak berguna, tidak penting dan tidak perlu ditaati karena bukan hukum Allah (Galatia 5:2,6; 6:15; 1 Korintus 7:18-19).

Jadi mana yang benar? Kalau sudah begini apakah Injil dapat dikatakan Kitab Suci? Tentu tidak, bukan?
# Staff Isa dan Islam 2011-05-26 04:09
~
Saudara Mikha, sunat adalah hukum secara lahiriah untuk dilakukan oleh umat Yahudi, sebagai suatu tanda perjanjian dengan Allah. Dan setelah Isa Al-Masih datang ke dalam dunia, ini berarti bahwa janji Allah itu sudah digenapi. Janji Allah telah dipenuhi oleh Allah itu sendiri.

"Lalu Allah memberikan kepadanya perjanjian sunat; dan demikianlah Ibraham memperanakkan Ishaq, lalu menyunatkannya pada hari yang kedelapan; dan Ishaq memperanakkan Yaqub, dan Yaqub memperanakkan kedua belas bapa leluhur kita (Israel)." (Injil, Kisah Para Rasul 7:8).

Isa Al-Masih tidak membatalkan hukum Taurat. Ini berarti bahwa segala hukum moral yang diberikan pada umat Yahudi tidak pernah dibatalkan. Namun beberapa hukum lahiriah ataupun hukum mengenai upacara sudah tidak menjadi suatu kewajiban untuk dilakukan, karena kegenapan seluruh janji Allah di dalam sepanjang kitab Taurat, Zabur, dan Kitab Nabi-Nabi sudah digenapi oleh kedatangan Isa Al-Masih ke dalam dunia.

Kitab Suci telah menjelaskan dengan baik bahwa:

"Semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah (Isa) Al-Masih." (Injil, Surat Kolose 2:17).

"Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang (Isa Al-Masih), dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri." (Injil, Surat Ibrani 10:1).

Jadi, yang menjadi inti dari seluruh berita Kitab Suci adalah Isa Al-Masih itu sendiri, sementara sunat hanyalah hal sekunder yang dilakukan sebagai tanda bahwa Allah telah berjanji kepada umat-Nya, dan penggenapan dari janji tersebut adalah kedatangan Isa Al-Masih sebagai Juru Selamat dosa.

Untuk boleh mengerti akan Isa Al-Masih sebagai Juru Selamat atas dosa manusia, kami mempersilahkan Saudara untuk boleh merenungkan: isadanislam.com/jalan-keselamatan.
~
CA
# Mikha 2011-05-14 22:03
*
"Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaKu (Isa Al-Masih), pada hari Aku dilahirkan, pada hari Aku (Isa Al-Masih) meninggal dan pada hari Aku (Isa Al-Masih) dibangkitkan hidup kembali”
(Qs 19:33).

Maksud ayat ini tidak menegaskan bahwa Isa telah wafat, karena konteks ayat ini adalah ikrar dariNya (Isa Al-Masih) tentang kehambaanNya kepada Allah dan diriNya adalah satu ciptaan Allah yang dihidupkan, dimatikan dan dibangkitkan seperti makhluk lainnya (dilahirkan kelak akan mati dan akan dibangkitkan pada hari akhirat), akan tetapi Isa akan memperoleh kesejahteraan di saat kondisi mencekam menyelimutinya.

Saya sarankan anda dalam menerjemahkan Al-Quran harus belajar Ilmu Nahwu dan Sharaf.
# Staff Isa dan Islam 2011-05-26 04:17
~
Jika menurut perkataan Saudara bahwa ayat di atas juga berlaku sama seperti makhluk lainnya, yakni juga lahir, mati, dan bangkit, mengapakah pada diri Isa Al-Masih, Saudara menyangkal bahwa Isa Al-Masih telah mati?

Kalau begitu, bagaimana dengan ayat ini: "Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat" (Qs 3:55).

Bukankah ayat ini menegaskan urutan bahwa Isa Al-Masih telah mati dan kemudian Ia saat ini telah diangkat Allah ke sorga, dan baru kemudian nanti akan datang hari kiamat?
~
CA
# Jerya 2011-05-24 12:19
*
Mungkin jika maksud Azriyadi demikian, memang banyak orang di dunia ini yang mati kemudian hidup kembali. Namun akhirnya juga pasti akan mati.

Tapi untuk Isa Al-Masih(Yesus) , kalaupun menurut anda Isa Al-Masih hidup lagi, harusnya ada cerita lagi kalau akhirnya Isa Al-Masih mati kembali. Tetapi itu tidak ada. Karena memang Ia mati-bangkit namun tidak mati kembali, tetapi naik ke sorga ketempat Allah Bapa.

Untuk Zaerudin, Alkitab tidak mengajarkan tentang pertentangan atau kontradiktif. Penulis kitab Injil tidak hanya 1(satu)orang. Dan jika memang ada perbedaan jumlah, kata, atau apapun, hal itu tidak mengurangi makna dan berita yang ingin disampaikan.

Maka, isi Alkitab tidak ada yang diubah, dikurangkan, ataupun ditambahkan. Dan dengan iman, kita pasti akan mengerti.

Kiranya tulisan saya dapat membantu.
# Staff Isa dan Islam 2011-06-01 15:25
~
Sdr Jerya,

Terimakasih atas bantuan saudara di dalam usaha membantu menjawab komentar Saudara-Saudari di tempat ini.

Setiap mahkluk hidup dan yang bernafas, suatu saat pasti akan mati. Karena di dunia tidak ada yang kekal. Hanya Allah yang kekal.

Baik Injil maupun Al-Quran telah memberi kesaksian atas kelahiran, kematian dan kebangkitan Isa Al-Masih. Hal ini dapat dilihat pada Qs 19:33 dan Injil, Kisah Para Rasul 1:9 bahwa Dia telah kembali ke sorga. Isa Al-Masih berasal dari sorga, itu sebabnya Dia harus kembali ke sorga. Tempat di mana Dia datang.

Inti Injil adalah Kabar Baik tentang Keselamatan melalui Isa Al-Masih. Allah sendirilah yang menulis Injil ini dengan perantaraan tangan para murid Isa Al-Masih. Dan mereka masing-masing menuliskan Injil dengan spesifik. Dengan demikian tidak ada bagian yang saling bertetangan dan kontradiktif dalam Injil, melainkan bagian-bagian yang saling melengkapi.
~
SO
# HambaAllah 2011-05-25 16:30
*
Yohanes 5:30 “Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diriku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku”.

Lukas 10:16 “Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barang siapa menolak kamu, ia menolak Aku,; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.”

Markus 9:37 “Siapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku.”

Matius 10:40 “Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barang siapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku“.

Keempat Injil semuanya menulis pengakuan Yesus bahwa dia itu hanya seorang utusan Tuhan atau Rasul Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2011-06-08 11:18
~
Saudara Hamba Allah,

Umat Kristiani tidak pernah menyangkal kalau Isa Al-Masih memang adalah utusan dari Allah. Dan bahwa tugas-Nya adalah menjalankan semua yang dikehendaki oleh Allah supaya Ia lakukan di dunia ini, termasuk untuk disalibkan dan mati menanggung hukuman atas dosa-dosa manusia.

Namun adalah tidak benar kalau dikatakan bahwa Ia hanya seorang utusan. Isa Al-Masih jelas bukan hanya seorang utusan. Dia adalah Kalimat Allah yang menjelma menjadi manusia.

Kalimat Allah itu pasti kekal adanya. Kalimat Allah itu tidak pernah diciptakan dan tidak pernah ada suatu waktu di mana Kalimat Allah itu tidak ada atau belum ada. Kalimat Allah dan Allah sudah ada sejak awal mulanya. Dan Kitab Suci mengatakan dengan jelas bahwa Kalimat Allah itu adalah Allah itu sendiri. "Pada mulanya adalah Firman (Kalimat Allah); Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah" (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1).
~
CA
# Azriady 2011-05-25 20:24
*
Bukankah Yesus harus mati untuk menebus dosa dunia?

Kalau ternyata Yesus malah tidak mati dan setelah penyaliban tapi masih hidup, bukankah itu menyebabkan keraguan apakah Yesus benar-benar mati.

Kuburan kosong dan terbuka, yang membuka pasti Yesus yang belum mati. Atau mungkin para murid yang diam-diam menyembunyikan jasad orang yang rela berperan sebagai Yesus menggantikannya disalib.

Yesus muncul secara diam-diam hanya pada orang-orang tertentu saja, itu karena beliau tidak ingin musuhnya tahu kalau diri-Nya masih hidup. Demikian pula tentang akhir hidup-Nya di dunia. Semua masih misteri.
# Staff Isa dan Islam 2011-06-01 15:20
~
Saudara Azriady, kami persilahkan Saudara untuk boleh memperhatikan ayat berikut:

Ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat." (Qs 3:55).

Bukankah ayat di atas menyatakan bahwa Isa Al-Masih telah mati, dan telah bangkit serta dinaikkan Allah ke sorga? Kami berpikir bahwa ayat di atas adalah sudah sangat jelas urutan-urutan kejadiannya.

Kubur kosong menandakan bahwa Dia telah bangkit dari kematian-Nya, bukan karena Ia tidak mati. Dan yang menggulingkan batu kubur yang besar tersebut adalah malaikat sendiri, dan bukan murid-murid Isa Al-Masih. Setelah Isa Al-Masih dimasukkan ke dalam kubur tersebut, sepasukan tentara Romawi yang terkenal kedisiplinannya ditugaskan menjaga dan menyegel kubur tersebut. Oleh sebab itu adalah mustahil bagi siapapun untuk bisa mendekat ataupun melakukan suatu hal apapun atas kubur.

“Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali” (Injil, Rasul Yohanes 10:17-18)

Ayat di atas menjelaskan, bahwa kematian Isa Al-Masih adalah atas kehendak-Nya sendiri. Mengapa? Karena dengan kematian-Nya, Isa Al-Masih telah menjadi tebusan dan memberi hidup bagi orang berdosa.
~
SO/CA
# Azriady 2011-05-25 21:01
*
Membunuh orang yang tidak berdosa adalah dosa besar.

Yesus tidak berdosa tetapi malah harus dibunuh dan disalib. Itu adalah dosa besar. Apakah dosa dunia yang besar ini harus ditebus dengan perbuatan dosa besar juga?

Yahudi dan Kristen sama-sama menginginkan kematian Yesus. Yang satu untuk memurnikan agama dan yang satu lagi untuk menebus dosa.

Beberapa nabi dibunuh tapi setelah berjuang demi kebenaran. Namun tidak mungkin seorang utusan harus mati dalam penghinaan penyaliban. Dengan kata lain mati konyol, dan tanpa bisa berbuat apa-apa. Oleh karena itu, Allah menyelamatkan-N ya.
# Staff Isa dan Islam 2011-06-01 15:18
~
Saudara Azriady,

Berdasarkan hukum Allah, dosa hanya bisa diampuni dengan pertumpahan darah. Itulah sebabnya di dalam sepanjang sejarah nabi-nabi, mereka diinstruksikan untuk mempersembahkan kurban kepada Allah. Masih ingatkah Saudara terhadap kisah pengurbanan Ibrahim beserta anaknya? Di mana pada akhir kisah, Allah sendirilah yang ternyata telah menyediakan kurban yang besar buat mereka. Dan semua kurban itu disembelih bagi Allah, sebagai tanda bahwa dosa-dosa mereka telah ditanggungkan atas kurban tersebut.

Fakta utama Isa Al-Masih haruslah wafat, agar Dia dapat menyelamatkan manusia dari ikatan belenggu dosa dan membayar lunas dosa manusia. Ini hanya dapat digenapi melalui kematian-Nya di salib.

Ini bukanlah kematian yang konyol. Karena dengan kematian-Nya, Isa Al-Masih telah menjadi tebusan dan memberi hidup bagi orang berdosa. “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia (Isa Al-Masih), sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." (Injil, Kisah Para Rasul 4:12)
~
SO/CA
# nureen rafil 2011-06-21 12:09
*
Barnabas dalam Injil Barnabas mendakwa Paulus termasuk golongan sesat . Dia melihat ramai orang yang mengajarkan pengajaran yang mengkafirkan, mengatakan Isa Al-Masih sebagai anak Allah, menghapuskan bersunat yang di perintahkan oleh Allah untuk selama-lamanya dan menghalalkan semua daging yang najis(Barnabas Pendahuluan 1-9 ; pasal 222: 1-6).
# Staff Isa dan Islam 2011-07-29 09:31
~
Memang tidak sedikit umat Muslim yang menggunakan Injil Barnabas untuk menyerang ajaran Kristen. Pada hal, dengan sangat jelas mendiang Dr. Abbas Mahmoud Al Aqqad, guru besar yang terkenal di Universitas Al Azhar di Cairo Mesir, mengajak kaum Islam sedunia untuk menjauhkan diri dari “Injil Barnabas.”

Pernyataan Guru Besar tersebut bukanlah tidak beralasan. Penolakan ini disebabkan begitu banyaknya ajaran yang terdapat dalam Injil Barnabas yang bukan hanya bertentangan dengan ajaran Isa Al-Masih, tetapi juga ajaran Al-Quran.

Di antaranya, Injil Barnabas mengklaim bahwa Mesias adalah Muhammad, bukan Isa Al-Masih. Untuk lebih jelasnya, silakan membaca penjelasan kami pada artikel yang terdapat di url ini, http://tinyurl.com/3eh8gbh.
~
SO
# Allahu Akbar 2011-07-08 23:07
*
Isa Al-Masih tidak pernah mati, tapi nantinya akan mati juga layaknya manusia, kapan itu? Yaitu diakhir zaman, Isa Al-Masih akan kembali kedunia untuk meluruskan kekeliruan umat Nasrani dan mengajak ke jalan yang benar yang diridhai Allah.
# Staff Isa dan Islam 2011-07-14 10:26
~
“Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku (Isa Al-Masih), pada hari aku dilahirkan, pada hari aku (Isa Al-Masih) meninggal dan pada hari aku (Isa Al-Masih) dibangkitkan hidup kembali” (Qs 19:33)

Jelaslah kesaksian Al-Quran melalui ayat di atas, bahwa Isa Al-Masih pernah lahir, dan telah meninggal, dan juga telah bangkitkan dan diangkat ke sorga. Itulah sebabnya, pengikut-Nya tidak perlu memberikan doa shalawat bagi-Nya.

Kesaksian kematian Isa Al-Masih juga terdapat dalam Injil, Rasul Lukas 23:46, dan Kitab Nabi Besar Yesaya 53:9.

Sedangkan tujuan Isa Al-Masih untuk datang ke dunia kalinya adalah sebagai Hakim yang adil. Yang akan menghakimi setiap manusia. Bukan hanya orang Kristen, tetapi juga orang Islam dan penganut agama lain.
~
SO
# lucky 2011-08-11 19:26
*
Quoting Staff Isa dan Islam:
~
“Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku (Isa Al-Masih), pada hari aku dilahirkan, pada hari aku (Isa Al-Masih) meninggal dan pada hari aku (Isa Al-Masih) dibangkitkan hidup kembali” (Qs 19:33)

SO


Dari ayat di atas sudah jelas kalau Nabi Isa, adalah manusia juga yang melalui proses "dilahirkan" sampai "meninggal". Sedangkan "dibangkitkan hidup kembali" juga terjadi pada semua makhluk hidup ciptaan Allah sesudah hari kiamat kelak.

Al-Quran meluruskan kekeliruan tentang Injil yang dirubah oleh ahli kitab yang menyatakan kalau Nabi Isa yang mati disalib.
# Staff Isa dan Islam 2011-11-11 16:29
~
Saudara benar, Isa Al-Masih mengalami proses “dilahirkan”. Sebab dengan cara demikianlah Dia datang ke dunia. Sedangkan “kematian-Nya” jelas tidak sama seperti kematian manusia biasa. Tujuan kematian-Nya adalah sebagai tebusan bagi dosa-dosa manusia

“Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." (Injil, Rasul Besar Matius 20:28)

Sedangkan kebangkitan-Nya , jelas bukan seperti kebangkitan mahkluk lain, yaitu saat hari kiamat. Isa Al-Masih telah bangkit dari kematian-Nya, dan saat ini Dia berada di sorga. “Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perem puan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Isa Al-Masih yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya”. (Injil, Rasul Besar Matius 28:5-6).

Bila benar Injil dirubah, kapankah hal itu terjadi? Apakah sebelum atau setelah Al-Quran diturunkan?
~
SO
# diki 2011-11-06 22:47
*
Isa tidak mati, tidak juga disalib (Qs 4:157-158). Makanya ketika Dia muncul di tengah-tengah murid-Nya, Dia membiarkan murid-Nya menyentuh-Nya. Karena Dia masih utuh sebagai manusia, Dia-pun minta makan.

Ini sekaligus membuktikan bahwa Dia manusia biasa yang butuh makan dan minum. Apa anda ingin menunjukkan bahwa Tuhan masih butuh makan dan minum?
# Staff Isa dan Islam 2011-11-11 16:30
~
Bila menurut saudara Isa Al-Masih tidak mati dan juga tidak disalib berdasarkan surat Qs 4:157-158, lalu bagaimana penjelasan saudara atas ayat berikut,

“Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali". (Qs 19:33).

(Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta . . . .menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. . . . ". (Qs 3:55).

Dua ayat di atas dengan jelas mengatakan bahwa Isa Al-Masih benar-benar mati. Atau mungkinkah dalam Al-Quran terdapat beberapa ayat yang saling bertentangan?
~
SO
# Ancilla Domini 2012-02-29 18:13
*
To: Saudara Hamba Allah,

Injil, Rasul Besar Yohanes 14:7-9, Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia." Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami." Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.
# Staff Isa dan Islam 2012-03-02 19:25
~
Saudara Ancilla,

Terimakasih untuk jawaban yang telah saudara berikan atas komentar dari saudara Hamba Allah. Semoga ayat yang saudara kutip dapat menambah pengetahuan saudara Hamba Allah atas ke-Tuhan-an Isa Al-Masih. Sehingga dia dapat menyadari, bahwa Isa Al-Masih bukan sekedar nabi utusan Allah, melainkan Kalimat Allah yang telah menjelma menjadi manusia.

Dia datang ke dunia membawa Kabar Baik, yaitu berita Keselamatan dari Allah. Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya memperoleh hidup kekal.

“Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:15).
~
SO
# Erik 2012-03-20 22:15
*
Istilah bahwa Isa Al-Masih wafat karena disalib. Memang benar Al-Quran menyatakan Isa benar wafat, namun tahu kah anda kapan Isa wafat?

Pada hari aku dilahirkan, pada hari aku (Isa Al-Masih) meninggal dan pada hari aku (Isa Al-Masih) dibangkitkan hidup kembali

Pada hari aku meninggal bukan berarti Isa wafat ketika Dia disalib. Hanya Allah yang tahu kapan akan memanggil Isa Al-Masih.
# Staff Isa dan Islam 2012-03-26 17:08
~
Saudara Erik,

Kami tahu kematian Isa Al-Masih, karena dengan jelas Injil menyatakan demikian. Dan kematian-Nya untuk menyelamatkan umat manusia dari perbudakan dosa.

Isa Al-Masih ". . . telah menyerahkan diri-Nya karena dosa-dosa kita, untuk melepaskan kita dari dunia jahat yang sekarang ini . . . " (Injil, Surat Galatia 1:4).

Sdr Erik, bukankah Allah tidak akan membuat manusia dalam keragu-raguan/k ebingungan. Untuk itu Injil memberikan penjelasan. Dan tentunya menjawab keragu-raguan saudara mengenai kematian Isa Al-Masih.
~
DA
# petualang 2012-06-06 09:18
*
Menyelamatkan umat dari dosa adalah misi seluruh nabi.

Orang Kristen sering menyampaikan bahwa kematian Yesus adalah misi untuk menebus "dosa" manusia. Namun jika dilihat dari penjelasan-penj elasan mereka, ternyata bukan untuk menebus "dosa" melainkan untuk menebus kecendrungannya.

Persoalannya kemudian kenapa menggunakan kata dosa kalau bukan untuk dosa? Kenapa tidak menggunakan istilah yang lebih jelas saja. Sebelumnya anda mengatakan bahwa Allah tidak akan membuat manusia dalam keragu-raguan/k ebingungan.
# Staff Isa dan Islam 2012-06-08 21:04
~
Hakikat dosa adalah sifat mementingkan diri, yaitu menginginkan hal-hal dan kesenangan untuk diri sendiri tanpa menghiraukan kesejahteraan orang lain atau perintah Allah.

Sikap ini mengakibatkan kekejaman kepada orang lain dan pemberontakan terhadap Allah dan hukum-Nya. Akhirnya dosa menjadi penolakan untuk tunduk kepada Allah dan Firman-Nya. Dosa adalah perseteruan dengan Allah dan ketidaktaatan kepada-Nya.

Dosa merupakan musuh terbesar umat manusia karena merusak jiwa dan kehidupan kita. Melalui kematian Yesus yang mendamaikan dan kuasa Roh Kudus yang menguduskan, mereka yang berbalik kepada Yesus akan dibebaskan dari kesalahan dan perbudakan kepada dosa.

“Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus”
(Injil, Surat Roma 6:11)
~
SL
# rico 2012-06-27 21:32
*
Kita semua yang hidup pasti mati dan pada saat kita hidup pasti berkeinginan selamat di dunia dan setelah itu. Jadi wajar jika Nabi Isa As berdoa agar kesejahteraan dilimpahkan kepada-Nya pada saat Dia meninggal sampai Dia dibangkitkan.

Yang dimaksud dibangkitkan kembali, bukan seperti Kristen imani yaitu Yesus bangkit dari kematian setelah dikubur. Tapi dibangkitkan pada saat Yaumul Qiyamah nanti di Akhirat. Kita yang mati juga dibangkitkan di pada saat itu juga.
# Staff Isa dan Islam 2012-07-03 09:38
~
Saudara Rico,

Benar, kami sependapat dengan saudara bahwa kita semua yang hidup pasti mati. “manusia diteta pkan untuk mati  hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi” (Injil, Surat Ibrani 9:27)

Boleh kami bertanya? Sudah siapkah saudara menghadapi hal itu? Apakah harapan kita?  Jelas semua ingin “hidup sesudah mati”, namun semua ragu-ragu dan tidak pasti akan hidup sesudah kematian. 

Kabar baik ialah jaminan hidup kekal dan keselamatan ada pada Isa Al-Masih.

Kembali pada pernyataan saudara, lalu kapan menurut saudara Isa Al-Masih wafat? Bukankah urutannya jelas yaitu lahir, meninggal lalu bangkit? Juga perhatikan kutipan ayat ini:
“…Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir aj almu dan mengangkat kamu . .” (Qs. 3:55). Ayat ini semakin jelas menyatakan bahwa wafat dulu baru diangkat.
~
DA
# RemangRemang 2012-07-30 15:35
*
Salam damai sejahtera, hanya ingin berbagi pendapat.

Qs 3:45-47, menggembirakanm u dengan kalimat daripada-Nya. Maryam berkata: “Wahai Tuhanku! Bagaimana aku dapat memperoleh anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun?” Allah berfirman dengan perantaraan Malaikat Jibril: “Begitulah. Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki. Bila Dia menghendaki sesuatu, hanya tinggal, mengucapkan saja “Kun” lalu jadilah ia.’

Pada ayat di atas dijelaskan bahwa Isa Al-Masih adalah kehendak dari Allah. "Kun" artinya "jadilah"

Dia berasal dari sorga, kembali ke sorga. Isa Al-Masih yang lahir karena kehendak-Nya, kemudian mati dan bangkitkan sesuai Firman-Nya dan diangkat oleh Allah secara pribadi ke Sorga.

Salam Damai Sejahtera
# Staff Isa dan Islam 2012-08-02 16:51
~
Salam damai sejahtera, Saudara Remangremang!

Terimakasih sudah berkenan memberi pendapat di situs kami.

Dalam kisah penjelmaan Kalimat Allah menjadi manusia, sebagaimana dicatat dalam Qs 3:45-47 dan Qs 4:171, tidak pernah disebutkan bahwa Isa Al-Masih 'diciptakan' dengan cara yang mirip dengan 'kun fayakun'. Mengapa tidak dicatat demikian? Karena memang bukan demikian adanya.

Melainkan, Kalimat itu datang dari Allah. Kalimat itu adalah kepunyaan Allah. Dengan kata lain, Isa Al-Masih itu adalah Kalimat Allah.

Dan benar sekali bahwa Isa Al-Masih telah mati dikayu salib, bangkit pada hari yang ketiga lalu naik ke sorga, karena berasal dari sorga. Menyediakan tempat untuk kita di sorga (Injil Rasul Besar Yohanes 14:2-3) … Inilah salah satu sebabnya mengapa Dia naik kembali ke sorga, ke tempat di mana Dia berasal, supaya kitapun bisa berada di sana bersama-sama Dia.

Bagaimana dengan saudara rinduhkah untuk dapat ke sorga?
~
DA
# Emmie 2012-10-14 09:01
*
"Fakta utama Isa Al-Masih haruslah wafat, agar Dia dapat menyelamatkan manusia dari ikatan belenggu dosa. Tujuan ini hanya dapat digenapi melalui kematian-Nya. Hanya dengan kematian-Nya di salib, dosa manusia dapat dibayar lunas." (dari tulisan artikel di atas).

Enak sekali orang Kristen, dosanya sudah ditebus sama Tuhannya sendiri. Mau jadi apa di dunia ini kalau manusia sudah dijamin tidak punya dosa sebesar apapun. Maka manusia bebas melakukan kejahatan karena dosanya sudah diampuni. Walau habis membunuh, memperkosa dll. Tetapi saja bisa masuk sorga karena dosanya sudah ditebus Tuhannya.
# Staff Isa dan Islam 2012-10-15 20:00
~
Seseorang yang mengaku telah percaya dan menerima keselamatan dari Isa Al-Masih tentu sudah terlepas dari ikatan dosa dan tidak akan lagi sengaja untuk berbuat dosa. Keselamatan yang telah diterima dari Isa Al-Masih membuat manusia meninggalkan dosa karena ia telah terbebas dari hukuman dosa dan menjadi pribadi yang baru. “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” (Injil, Surat 2 Korintus 5:17).

Sekalipun manusia masih dapat berbuat dosa, karena masih hidup dalam tubuh jasmani, namun hati nuraninya akan segera memohon ampun karena Roh Kudus yang ada dalam dirinya menginsafkannya akan dosa.

Dan yang terpenting keselamatan yang Allah berikan dalam Isa Al-Masih membawa pada kehidupan yang kekal, terlepas dari hukuman kematian kekal.
~
SO
# muhali 2012-10-26 21:17
*
"Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku (Isa Al-Masih), pada hari aku dilahirkan, pada hari aku (Isa Al-Masih) meninggal dan pada hari aku (Isa Al-Masih) dibangkitkan hidup kembali” (Qs 19:33).

Itukan setelah kiamat. Semua akan dimatikan, bangkit kembali. Dibangkitakan lagi untuk dimintai pertanggungan-j awab.
# Staff Isa dan Islam 2012-11-13 09:12
~
Saudara Muhali,

Jika melihat penjelasan saudara di atas, maka menurut saudara hingga saat ini Isa Al-Masih belum dibangkitkan dari kematian-Nya?

Lalu, bagaimana pendapat saudara mengenai ayat ini: “Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat" (Qs 3:55).

Bukankah ayat ini menegaskan urutan bahwa Isa Al-Masih telah mati dan kemudian Ia saat ini telah diangkat Allah ke sorga, dan baru kemudian nanti akan datang padahari kiamat?
~
SO
# Bagas 2012-11-27 22:59
*
“Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku (Isa Al-Masih), pada hari aku dilahirkan, pada hari aku (Isa Al-Masih) meninggal dan pada hari aku (Isa Al-Masih) dibangkitkan hidup kembali” (Qs 19:33)

Coba kita lihat ayat ini. “Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan” (QS 7:25).

Kira-kira kematian dan kebangkitan berlaku untuk siapa? Semua manusia. Jadi wajar saja jika Isa berucap seperti itu, karena itu pengandaian meski akhirnya dia tidak meninggal.
# Staff Isa dan Islam 2012-11-29 09:41
~
Saudara Bagas,

Kami tidak melihat relevansinya antara ayat dalam Qs 19:33 dengan ayat yang saudara kutip, yaitu Qs 7:25.

Kiranya saudara berkenan memberi penjelasan lebih jauh.
~
SO
# Sheng 2012-12-04 15:56
*
“Dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, ’Isa putera Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka.....” (Qs 4:157)

Apa mungkin Allah itu berbohong. Sepertinya Al-Quran perlu dipertanyakan lagi kebenarannya.
# Terang 2013-02-12 05:22
*
Sdr. Bagas, pertanyaan saya:
1. Disiksakah Isa?
2. Meninggalkah Isa?
3. Apakah Isa pada saat terangkat ke surga masih dalam keadaan hidup?

Maaf sebelumnya, saya tidak bermaksud berdebat, saya hanya mencari teman diskusi tampa ada yang direndahkan. Dan sekiranya sdr dapat memberikan pandangan yang jelas kepada saya. Sebab ini yang biasa menjadi pembahasan dan biar saya dapat memahami.

Terimakasih.
# Bagas 2013-02-12 07:00
*
Saudara Terang, tidak apa-apa

1. Disiksakah Isa?
Dalam Al-Quran tidak dijelaskan terperinci apakah Isa sempat disiksa atau masih dalam pelarian, namun Dia terancam dibunuh.

2. Meninggalkah Isa?
Syarat disebut meninggal adalah terlepasnya ruh dari raga. Maka tidak, Isa tidak meninggal, tapi lebih ke arah dipingsankan

3. Masihkah hidup
Iya.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-12 11:58
~
Saudara Bagas, saya akan menanggapi sedikit tentang jawaban saudara atas pertanyaan saudara Terang di atas.

1. Benar, Al-Quran tidak menjelaskan apakah Isa sempat disiksa atau tidak. Sebab bagaimana mungkin Al-Quran bisa menjelaskannya, kalau Al-Quran sendiri menyangkal kematian Isa.

2. Ketika dalam kondisi apakah Isa dipingsankan? Dan siapa yang membuat Dia pingsan?
Jawaban saudara pada point ini menurut kami bertentangan dengan ayat Al-Quran dan kepercayaan umat Muslim yang mengatakan bahwa Isa sama sekali tidak pernah disalib. Dia diangkat hidup-hidup oleh Allah langsung ke sorga. Sedangkan yang disalib itu adalah orang lain. Bila kepercayaan ini benar, berarti jawaban saudara yang mengatakan Isa dipingsankan adalah salah?

3. Saudara menjawab Isa masih hidup. Dapatkah saudara menjelaskan, Dia hidup karena memang tidak pernah mati, atau Dia hidup dari kematian-Nya sebagaimana yang tertulis dalam Kitab Injil?
~
SO
# Bagas 2013-02-12 22:04
*
Admin SO,

1. Untuk yang ini saya tak perlu banyak komentar, tanggapan saya, tidak perlu terbawa emosi.

2. Sebenarnya proses salib itu sendiri seperti apa? Coba jelaskan semua dari awal sampai akhir tahap penyaliban yang sebenarnya, kita main pelan-pelan di sini.

3. Dia hidup karena tidak pernah mati.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-15 08:48
~
Saudara Bagas,

1. Kami tidak emosi, tetapi kami pikir ada baiknya juga saudara mencoba mencari jawaban atas pertanyaan ini dalam Al-Quran. Sebenarnya, apakah Al-Quran mempercayai kematian Isa seperti yang tertulis dalam Qs 19:33, atau menyangkalnya seperti yang tertulis dalam ayat lain di Al-Quran?

2. Komentar saudara pada point ini tidak menjawab pertanyaan kami sebelumnya. Mari kita kembali pada topik pertanyaan. Sebenarnya apa yang terjadi menurut Al-Quran atas diri Isa, langsung di angkat hidup-hidup ke sorga, atau sempat disalib?

3. Bila memang Yesus hidup dan tidak pernah mati, lalu mengapa Al-Quran menuliskan, “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku (Isa Al-Masih), pada hari aku dilahirkan, pada hari aku (Isa Al-Masih) meninggal dan pada hari aku (Isa Al-Masih) dibangkitkan hidup kembali” (Qs 19:33) Urutan dari kejadian ini begitu jelas. Isa lahir, meninggal, dan hidup kembali
~
SO
# Terang 2013-02-13 02:13
*
Sdr. Bagas,
1. Saya setuju dengan sdr kita tidak perlu ada emosi, sebab ketidak tahuan bukan berarti ketidak benaran. Dan sayapun hanya ingin berdiskusi, tidak menyuruh orang untuk mengikuti aliran saya sebab iman akan muncul dengan sendirinya, tidak perlu ada paksaan/kekeras an, sebab yang terpenting adalah pengajaran.

2. Sdr Bagas, kiranya sdr dapat membaca Alkitab mulai dari Matius 26 s/d 27 terlebih dahulu. Karena semua berurut, dimulai dari pemberitahuan, diurapi, penghianatan, Perjamuan Paskah, diolok-olok, disalib, mati, kebangkitan, kedustaan sampai dengan perintah.

Bila ada yang perlu kita diskusikan, maka dengan senang hati kita berdiskusi. Satu hal lagi, dalam Alkitab ada footnote yang juga berisi tentang pengenapan dari nabi-nabi terdahulu dan ayat terkait tentang hal itu. Sebab alangkah lebih mudah apabila sdr membacanya terlebih dahulu sebelum kita berdiskusi.

3. Sdr Bagas, saya tidak pahan tentang poin ini apa maksudnya.
# Bagas 2013-02-13 09:18
*
Saudara Terang,

Yang saya maksudkan bukanlah penyaliban untuk Yesus. Tentu hukuman salib ini bukan pertama dan bukan terakhir dilakukan pada Yesus kan? Kita ambil secara umum, tahapan-tahapan penyaliban itu apa saja?

3. Ini jawaban untuk pertanyaan admin SO
# Staff Isa dan Islam 2013-02-15 08:49
~
Saudara Bagas,

Maaf, sekali lagi kami minta mari kita kembali pada topik pertanyaan. Agar kita sama-sama jelas. Pertanyaan yang sedang kita bahas bukan tahapan-tahapan dalam penyaliban. Tetapi pernyataan saudara yang mengatakan bahwa “Isa tidak mati, melainkan dipingsankan”.

Nah, untuk itu kami harap saudara Bagas dapat menjelaskan, atas dasar apa saudara mengatakan bahwa Isa hanya pingsan, dan mengapa Dia sampai bisa pingsan. Apakah karena disalibkan atau?
~
SO
# Terang 2013-02-14 06:13
*
Sdr. Bagas, sebelumnya saya mohon maaf.

Saya buat terpisah untuk mempermudah pemahaman saya:

1. Yang saya maksudkan bukanlah penyaliban untuk Yesus. Lalu, apakah maksud saudara penyaliban orang secara umum?

2. Tentu hukuman salib ini bukan pertama dan bukan terakhir dilakukan pada Yesus kan?

Jelas itu pertama dan terakhir. Seperti ada tertulis "Bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari" (Injil Markus 8:31). Jelas tidak ada penulisan disalibkan kembali untuk ke 2 dan ke 3.

3. Kita ambil secara umum, tahapan-tahapan penyaliban itu apa saja?

Apabila ini untuk Isa, saudara dapat membaca pada point 2 tulisan saya di atas. Sebab sudah saya tuliskan secara berurut tahapan-tahapan dan kiranya saudara dapat lebih memperhatikan. Namun kejelasan dari semua tentu sdr dapat membacanya sesuai arahan saya dan ada beberapa tahapan kurang karena terbatasnya penulisan kata.
# Bagas 2013-02-15 09:03
*
Admin SO,

Saya janji akan menunjukkan apa itu dipingsankan, tapi sebelumnya kita harus tau dulu apa itu penyaliban dan tahapan-tahapan nya. Bisa dipahami?
# Staff Isa dan Islam 2013-04-05 22:14
~
Saudara Bagas,

Kami melihat sepertinya saudara berusaha untuk mengendalikan topik diskusi ini. Bukankah dari awal topik yang sedang kita bahas adalah: Pernyataan saudara yang mengatakan bahwa “Isa tidak mati, melainkan dipingsankan”? Dan hingga saat ini saudara belum menjawab pertanyaan kami, tapi justru menanyakan topik lain.

Baik, mungkin menurut saudara ada hubungannya tahapan-tahapan penyaliban dengan pernyataan saudara bahwa Isa dipingsankan. Silakan saudara menjelaskan tahapan-tahapan tersebut, dan apa hubungannya dengan kepingsanan Isa.
~
SO
# HAMBA YESUS KRISTUS 2013-02-28 17:38
*
Ketika Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, ada terdengar suara dari langit: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, dengarkanlah Dia”. Artinya Allah mengasihi Anak-Nya (Yesus Kristus)

Ayat ini adalah bukti kasih Allah bagi manusia yang memberikan Anak-Nya (Yesus Kristus) kepada manusia, sebagai wakil Allah di dunia.
# septian 2013-03-30 06:29
*
Yesus mati? Bila Yesus Tuhan, mengapa Dia bisa mati? Bukankah Tuhan itu kekal?
# Staff Isa dan Islam 2013-04-07 18:06
~
Saudara Septian,

Kematian Yesus disalib bukan bukti ketidak-mahakua saan-Nya atau bukti bahwa Dia bukan Tuhan. Yang disalib adalah tubuh manusia Yesus. Bukan keilahian Yesus sebagai Tuhan.

Bagi umat Muslim memang mustahil Allah mau menjadi manusia dan mati hanya untuk menanggung dosa manusia. Tapi Kekristenan memandang bahwa Allah itu suci, namun juga adil (Injil, Surat Ibrani 6:10). Karenanya, Dia harus menghukum dosa.

Agama Islam mengajarkan bahwa perbuatan baik akan menghapus dosa, dan jika timbangan lebih berat kepada kebaikan kita, kita akan masuk Firdaus. Tapi Adam hanya berdosa satu kali saja, dan karena itu Allah mengusir Adam keluar dari Firdaus. Jika kita melakukan bahkan hanya satu dosa saja seperti Adam, harapan apa yang kita miliki untuk bisa masuk ke Firdaus?

Karena mustahil bagi perbuatan baik kita untuk lebih berat dari dosa, maka kita perlu cara lain untuk masuk Firdaus. Yesus bersedia untuk mati di kayu salib, sehingga kita dapat dibebaskan dari hukuman dosa kita. Hanya melalui percaya kepada Yesus maka kita dapat masuk ke Firdaus.

“Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).
~
SO
# Kevin 2013-04-10 09:32
*
Staf Isa dan Islam, maaf bila saya menggunakan lebih dari satu kolom, demi memperjelas pernyataan saya.

Jika ada yang mengatakan Yesus itu Tuhan yang mana lagi, terlebih dahulu harus memahami pokok ajaran Kristologi. Pada mulanya Allah sudah menetapkan suatu peraturan: “Upah dosa ialah maut” (kejadian 2 :16-17)

Untuk melakukan karya penebusan manusia dari dosa, Allah bukanlah pribadi yang dapat mati. Karena Dialah kekal. Secara tidak langsung Allah sendiri memberi penyingkapan tentang kriteria juruselamat manusia: Pribadi itu harus bisa mengalami maut. Tentunya manusia. Pribadi itu haruslah Allah, supaya dapat menjadikan kematian itu sebagai penebusan lunas atas dosa.

Allah adalah Sosok yang penuh dengan kasih. Dalam Injil tercatat Allah tidak lagi menuntut kurban sembelihan sebagai media pengampunan dosa. Karena manusia sudah "jatuh dalam dosa dan kehilangan kemuliaan Allah" maka pengampunan dosa tidaklah cukup untuk masuk ke surga.

Manusia harus benar-benar terlepas dari dosa, harus diselamatkan dari dosa dulu, karena sorga kudus adanya. Caranya hanya dengan karya penebusan dosa dan Allah sendiri yang melakukan hal itu melalui Pribadi Yesus. Kata Anak Allah di dalam Alkitab yang ditujukan kepada Yesus, bukan menunjukan adanya garis keturunan. Tapi kata Anak Allah mengacu kepada gambaran hubungan yang intim dan sangat dekat layaknya seorang Anak dan seorang Bapa. Jadi Yesus itu bukanlah anak biologis dari Allah.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-10 18:47
~
Saudara Kevin,

Terimakasih untuk penjelasan saudara di atas. Maaf terpaksa penjelasan saudara kami edit dan menjadikannya satu kotak. Karena bagaimana pun juga kami harus jujur dengan aturan yang telah kami buat. Kami tidak mau pilih kasih, dengan memberi ijin kepada orang Kristen memberi komentar lebih dari satu kontak, sedangkan teman Muslim hanya diberi satu kotak.

Dengan demikian, kami ingin diskusi ini yang adil dan tidak pilih kasih. Kiranya saudara maklum.
~
SO
# Kevin 2013-04-11 09:16
*
Staff Isa dan Islam,

Ya tidak apa-apa dijadikan satu, yang penting intisarinya jelas.
# hendri 2013-05-13 12:45
*
Itu bukan hukum Allah, itu adalah editable dan kesepakatan gereja pada tahun 325 masehi. Allah maha kuasa dan maha pengampun, Dia tidak butuh darah mahluk yang diciptakan-Nya, juga tidak butuh pengorbanan dari utusan-Nya.

Kasih-Nya meliputi apa yang ada di bumi dan di langit, kamu hanyalah manusia yang hidup di zamanmu tidak lain hanya menduga-duga. Allah tetaplah Tuhan bagi semesta alam. Hukum dosa dengan darah tersebut, adalah budaya Romawi zaman dulu, dan tidak ada dalam Injil yang sejati. Semoga anda mendapat rahmat dari Tuhan sekalian alam.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-15 21:37
~
Saudara Hendri,

Bisakah saudara menunjukan ayat Injil yang sejati atau Injil sejati yang saudara sebut itu. Apakah saudara mempercayai Injil?

Saudara lupa bahwa jauh sebelum bangsa Romawi berkuasa, sistem korban untuk penghapusan dosa sudah ada. Nabi Musa mengajarkan hal itu.

“Tiap-tiap hari haruslah engkau mengolah seekor lembu jantan menjadi korban penghapus dosa untuk mengadakan pendamaian dan haruslah kausucikan mezbah itu, dengan mengadakan pendamaian baginya; haruslah engkau mengurapinya untuk menguduskannya” (Taurat Kitab Keluaran 29:36).

Dan sudah pasti darah binatang yang dimaksud oleh para nabi terdahulu adalah kiasan mengenai yang akan terjadi pada Isa Al-Masih demi menyelamatkan manusia.
~
NN
# nevi 2013-08-12 13:22
*
Kenapa Tuhan harus mati dulu untuk menebus dosa manusia? Kenapa Yesus tidak pernah mengakui bahwa dirinya sendiri adalah Tuhan? Bahwa Nabi Isa baik sudah meninggal atau belum pun, pada hari kiamat akan turun ke bumi utk menjelaskan semua perkara ini, dan semua orang berbondong-bond ong masuk Islam.
# Staff Isa dan Islam 2013-09-16 14:00
~
Saudara Nevi,

Perlu kami koreksi komentar saudara di atas, bahwa Tuhan tidak pernah mati! Yang mati di atas kayu salib bukanlah ke-Ilahi-an Allah. Tetapi tubuh jasmani Yesus yang membungkus ke-Ilahian-Nya.

Mengapa Yesus mati di kayu salib? Inilah jawabannya: “Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:15).

Ketika Isa Al-Masih datang kali kedua, Dia datang bukan untuk menyebarkan agama Islam. Tapi Dia akan berdiri di hadapan seluruh manusia sebagai Hakim untuk mengadili mereka. Pada pengadilan ini, orang-orang akan menerima ketetapan hukuman kekal atas dosa-dosa mereka.

Inilah perkataan nabi saudara akan hal itu: Nabi bersabda Hadits Shahih Muslim 127 "Demi Allah yang jiwaku ditangan-Nya sesungguhnya telah dekat masanya Isa anak Maryam akan turun ditengah kamu Dia akan menjadi Hakim yang adil".

Untuk lebih jelasnya, kami mengundang saudara untuk membaca penjelasan kami pada artikel ini” http://tinyurl.com/d8hdrs5
~
SO
# jarwo 2013-09-10 21:56
*
ajaran Islam beranggapan bahwa Yesus tidak mati, tapi tetap hidup. Bahkan ajaran Ahmadiah mengatakan Yesus pergi mengembara sampai ke daerah Khasmir. Tetapi sekali lagi orang Muslim telah ditipu daya oleh para ulama-ulama yang sok tahu.

Karena yang pergi ke daerah Khasmir bukan Yesus tapi di Apollo's of Tyana. Dan pekerjaan dia hampir sama dengan yang Yesus lakukan. Dia pergi ke Khasmir juga melakukan mukzizat sama seperti Yesus lakukan (lihat di google atau di en wikipedia.org)
# zainal 2013-10-04 17:57
*
“Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku (Isa Al-Masih), pada hari aku dilahirkan, pada hari aku (Isa Al-Masih) meninggal dan pada hari aku (Isa Al-Masih) dibangkitkan hidup kembali” (Qs 19:33).

Cuma mau membenarkan saja yang dimaksud pada hari Isa Al- Masih meninggal adalah pada hari kiamat, sedangkan dibangkitkan adalah setelah ditiupnya sangkakala yang kedua. Bukan hanya Nabi Isa saja yang dihidupkan tapi seluruh umat manusia.

Jadi yang dimaksud dibangkitkan dalam Al-Quran itu bukan setelah penyaliban yang dimaksud umat Kristen.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-22 10:48
~
Saudara Zainal,

Terimakasih untuk penjelasan saudara di atas. Injin kami mengajukan beberapa pertanyaan dari penjelasan saudara tersebut:

1. Jadi menurut Sdr. Zainal, apakah Isa Al-Masih sudah wafat? Bila sudah, kapankah tepatnya Dia meninggal?

2. Bila menurut Sdr. Zainal Isa belum wafat, dimanakah Isa Al-Masih saat ini?

3. Bila memang bukan hanya Isa yang dimaksud dalam ayat tersebut, mengapa tidak disebut seluruh manusia, melainkan hanya Isa Al-Masih?
~
SO
# Arulxander 2013-10-17 02:17
*
Para Uskup berkumpul di Alexandria membahas soal ketuhanan Yesus tahun 316-325 M. Golongan Arius berpendapat bahwa Yesus tidak dapat menjadi Tuhan karena dia lebih muda dari Tuhan sedangkan golongan Anastasius berpendapat Bahwa Yesus adalah Tuhan dengan doktrin trinitasnya yang didukung oleh Kaisar konstantin dari Romawi. Hasilnya ditetapkan Yesus adalah Tuhan

Pertanyaan saya, kenapa Tuhan baru diangkat Tahun 325 M?
# Staff Isa dan Islam 2013-10-22 10:49
~
Saudara Arulxander

Injil dari semula dengan jelas mengatakan Yesus sebagai Tuhan dan Mesias. Sebelum Yesus datang ke dunia dalam wujud manusia, Dia adalah Tuhan dalam kekekalan-Nya. Ketika Kalimat Allah menembus waktu dan ruang, Dia membungkus wujud keilahian-Nya dengan wujud manusia.

Ketika Kalimat Allah datang ke dunia, para Malaikat mengumumkan kedatangan-Nya “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud” (Injil, Rasul Lukas 2:11)

Itulah sebabnya Yesus memperkenalkan diri-Nya sebagai Alfa dan Omega. “Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir" (Injil, Kitab Wahyu 22:13). Artinya, tidak ada masa dimana Yesus diangkat menjadi Tuhan, sebab dari kekekalan Dia adalah Tuhan.
~
SO
# sugeng santoso 2013-10-22 13:12
*
Yang saya herankan Al-Quran yang mengakui kebenaran Alkitab, yang berarti sudah mempelajari dan mengerti Isi Alkitab. Tapi penulis Al-Quran justru merubah isi Alkitab. Hal inilah yang menimbulkan masalah yang semestinya “tidak perlu terjadi.”

Tadi di hal Hj Handono mantan suster, saya sarankan agar tak terjadi perubahan isi Alkitab, sebaiknya Muslim juga membaca langsung dari Alkitab yang juga diakui kebenarannya oleh Al-Quran. Bila menemui ayat-ayat yang ada hubungan dengan Alkitab, saya yakin dengan cara ini bisa menimbulkan Pengertian yang searah. Sehingga akrab hubungan antar umat yang mempercayai Taurat dan Injil, bahkan bisa berdiskusi se-arah.

Marilah melakukan tindakan untuk kedamaian, agar tugas kita bermakna bagi sesama di dunia.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-22 15:24
~
Kami berterimakasih atas kesediaan saudara mengunjungi situs kami juga memberikan komentar. Namun maaf, dengan terpaksa kami harus menghapus komentar-koment ar saudara karena tidak sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan.

Saran kami, sebelum saudara memberi komentar, kiranya saudara dapat membaca aturan yang telah kami taruh di bawah setiap artikel yang ada. Untuk lebih jelasnya, dibawah ini kami tuliskan kembali aturan tersebut.

Pedoman wajib untuk memasukkan komentar:
1. Tidak boleh memakai lebih dari satu kolom komentar.
2. Pertanyaan/masu kan harus berhubungan dengan uraian diatas.
3. Sebaiknya satu atau dua pertanyaan dalam satu kolom komentar.
4. Hanya menggunakan bahasa Indonesia yang umum dan dimengerti semua orang.
5. Tidak memakai singkatan-singk atan, misalnya yg, dlm, sdh, tdk, dlsbgnya.
6. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
7. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.

Untuk pertanyaan/masu kan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .
Kiranya petunjuk-petunj uk di atas dapat kita perhatikan.

Demikian, kiranya saudara dapat maklum.
~
SO
# SAYA PAHAM 2013-11-28 08:08
~
"Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari Aku dilahirkan, pada hari Aku meninggal dan pada hari Aku dibangkitkan hidup kembali" (Qs 19:33)

Apa yang salah dengan ayat itu? bukankah dilahirkan, meninggal dan dibangkitkan adalah proses yang memang seharusnya dilalui oleh semua manusia?

Dalam konteks ayat tersebut, nabi Isa hanya memohon doa kepada Allah agar diberikan limpahan kesejahteraan. Simple!
# Staff Isa dan Islam 2013-11-30 16:44
~
Saudara Saya Paham,

Memang tidak ada yang salah dari ayat tersebut. Kami setuju dengan saudara bahwa lahir, meninggal adalah proses/siklus hidup manusia.

Yang menjadi permasalahan adalah: Sebagian orang Islam menolak fakta bahwa Isa Al-Masih sudah pernah meninggal, dan juga sudah bangkit dari kematian-Nya, hidup kembali dan naik ke sorga.

Nah, bagaimana menurut pandangan saudara. Apakah saudara percaya bahwa saat ini Isa Al-Masih sudah bangkit dari kematian-Nya dan naik ke sorga?
~
Saodah
# Putra 2013-11-28 20:58
~
To: SAYA PAHAM

Bangkit yang dimaksud di sini adalah benar-benar bangkit hidup kembali (jiwa dan raga karena ada penekanan "Hidup kembali").

Berbeda dengan bangkit manusia karena manusia hanya bangkit jiwanya, raganya masih tetap dikuburan menjadi abu.
# ipoel 2014-01-08 07:38
~
Dalam Qs. 3:55 “(Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir.”

Pada ayat itu Allah berfirman hendak akan, atau berencana menyampaikan kepada Isa akhir ajalnya. Apakah itu menandakan Isa mati? Tidak bukan? Kemudian Pada Qs.19:33 “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali".

Sesungguhnya ini adalah perkataan Isa pada saat Ia masih di dalam buian ibu-Nya. Kalimat ini berupa harapan Ia kepada Allah. Jadi juga sama tidak menandakan kalau nabi Isa mati.
# Staff Isa dan Islam 2014-01-09 22:32
~
Saudara Ipoel,

Sungguh menarik ayat yang tertulis di Qs.19:33. Bukankah Isa Al-Masih sudah mengetahui bahwa diri-Nya akan hidup kembali?

Bagaimana menurut saudara, adakah seseorang mengatakan bahwa ia akan hidup tanpa mengalami kematian? Jika Isa Al-Masih tidak mengetahui bahwa Ia akan mati, bagaimana mungkin Ia dapat berkata “pada hari Aku dibangkitkan dan hidup kembali?”

Bukankah Al-Quran pun membuktikan kemaha-tahuan Isa Al-Masih akan hidup-Nya di masa yang akan datang? Benarkah ini hanya buaian belaka?
~
Salma
# Hamba Allah 2014-02-24 08:51
~
Jika saudara memerhatikan dan memahami Qs 19:33 merupakan kutipan nabi Isa yang disampaikannya kepada bani Israel. Yang berisi harapan dan keinginan bahwa ia senantiasa mendapatkan kesejahteraan pada masa ia di masa dilahirkan, saat meninggal dan saat dibangkitkan. Sama sekali tidak ada hubungannya dengan peristiwa penyaliban yang terkait dengan ayat Qs Annisa 157. Dan sama sekali tidak bisa dijadikan alat bukti atau bahwa ayat tersebut petunjuk kalau Isa mati di tiang salib.

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-26 22:40
~
Saudara Hamba Allah,

Menarik sekali tulisan saudara. Kalau boleh tahu, bila Qs 19:33 tidak ada hubungannya dengan peristiwa penyaliban, maka dengan cara apa Isa Al-Masih mati? Tertulis dimanakah itu dalam Al-Quran? Sebab bila Al-Quran benar, maka Al-Quran juga yang menjelaskan kematian Isa Al-Masih, bukan? Dan kami yakin saudara mengetahuinya, bukan?
~
Salma
# lanjutkan 2014-02-26 18:57
~
Sedikit kutipan: “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku mati dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.”
# Staff Isa dan Islam 2014-03-26 22:41
~
Saudara Lanjutkan,

Kami berterimakasih atas kutipan ayat dari Al-Quran tersebut. Tetapi bolehkah kami tahu, apa yang hendak saudara sampaikan dengan kutipan tersebut? Tentu saudara mempunyai tujuan dengan kutipan itu, bukan?
~
Salma
# jawab 2014-02-26 19:06
~
Pendapat penganut Kristen yang hendak membuktikan kebenaran cerita Injil tentang kebangkitan Yesus Kristus setelah mati disalib dan berada dalam kubur selama tiga hari tiga malam dengan mengklaimnya berdasarkan ayat Al-Quran merupakan kengawuran luar biasa. Apalagi penganut Kristen sama sekali tidak percaya dengan Al-Quran sebagai wahyu Allah.

Bagaimana mereka menggunakan dalil-dalil dalam Al-Quran - dengan memesongkan maknanya - padahal mereka tidak memercayainya sebagai kebenaran dan wahyu Allah? Hal ini berbeda dengan umat Islam. Yaitu umat Islam tidak mengakui Injil itu sebagai firman Allah
# Staff Isa dan Islam 2014-03-26 22:50
~
Saudara Jawab,

Sesungguhnya pengikut Isa Al-Masih tidak memerlukan kesaksian dari Al-Quran tentang kematian dan kebangkitan Isa Al-Masih. Sebab Injil dengan jelas dan detail menceritakan seluruh peristiwa sebelum dan sesudah kematian Isa Al-Masih sekaligus kebangkitan-Nya .

Hal ini menjadi menarik ketika Al-Quran menolak mengakui peristiwa itu, tetapi di bagian lain menyatakan bahwa Isa Al-Masih mati (Qs 19:33). Tidakkah ini mengherankan? Mungkinkah Allah lupa dengan wahyu dan peristiwa sejarah yang terjadi? Bagaimana saudara menanggapi hal ini?
~
Salma
# akidah 2014-02-26 19:07
~
Injil hanyalah karangan manusia berdasarkan cerita tutur dari mulut ke mulut yang kemudian ditulis setelah melewati tenggang waktu yang cukup lama. Sehingga kita mendapatkan isi Injil itu penuh dengan kejanggalan-kej anggalan, perubahan-perub ahan, dongeng-dongeng tidak masuk akal dan sebagainya.

Namun, umat Islam percaya, di dalam Injil itu masih terdapat sisa-sisa ajaran para nabi/rasul Allah. Oleh karena itu, tidak salah umat Islam menggunakan Injil untuk menunjukkan kebenaran Islam kepada penganut Kristen.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-26 23:04
~
Saudara Akidah,

Kami berterimakasih karena saudara berkenan mengunjungi dan memberikan komentar pada situs kami. Tetapi maaf, komentar saudara tidak berhubungan dengan artikel di atas. Bila saudara ingin melanjutkan diskusi dengan topik tersebut, kami mempersilakan saudara mengunjungi link ini http://tinyurl.com/6uh4jag
~
Salma
# Staff Isa dan Islam 2014-03-26 22:42
~
Saudara Hamba_Allah,

Kami berterimakasih atas kesediaan saudara mengunjungi situs kami juga memberikan komentar. Namun maaf, dengan terpaksa kami harus menghapus komentar-koment ar saudara karena tidak sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan.

Pedoman wajib untuk memasukkan komentar:
1. Tidak boleh memakai lebih dari satu kolom komentar.
2. Pertanyaan/masu kan harus berhubungan dengan uraian diatas.
3. Sebaiknya satu atau dua pertanyaan dalam satu kolom komentar.
4. Hanya menggunakan bahasa Indonesia yang umum dan dimengerti semua orang.
5. Tidak memakai singkatan-singk atan, misalnya yg, dlm, sdh, tdk, dlsbgnya.
6. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
7. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.

Untuk pertanyaan/masu kan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .
Kiranya petunjuk-petunj uk di atas dapat kita perhatikan.

Demikian, kiranya saudara dapat maklum.
~
Salma
# Staff Isa dan Islam 2014-03-26 23:06
~
Saudara Rontzz,

Kami berterimakasih atas kesediaan saudara mengunjungi situs kami juga memberikan komentar. Namun maaf, dengan terpaksa kami harus menghapus komentar-koment ar saudara karena tidak sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan.

Pedoman wajib untuk memasukkan komentar:
1. Tidak boleh memakai lebih dari satu kolom komentar.
2. Pertanyaan/masu kan harus berhubungan dengan uraian diatas.
3. Sebaiknya satu atau dua pertanyaan dalam satu kolom komentar.
4. Hanya menggunakan bahasa Indonesia yang umum dan dimengerti semua orang.
5. Tidak memakai singkatan-singk atan, misalnya yg, dlm, sdh, tdk, dlsbgnya.
6. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
7. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.

Untuk pertanyaan/masu kan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .
Kiranya petunjuk-petunj uk di atas dapat kita perhatikan.

Demikian, kiranya saudara dapat maklum.
~
Salma
# DR.M.SUPARMAN 2014-04-02 17:29
~
Saya sangat menghormati Isa Al-Masih, segaimana Al-Quran mengabadikan keluarga besar-Nya dalam surat Al-Imron. Uraian di atas saya pahami dan jadi referensi, pegangan saya bahwa Isa Al-Masih menjelaskan pada saya tentang diri-Nya pada surat Al-Imron ayat 51, inipun jawaban tentang Al-Fatihah.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-16 13:47
~
Salam Sdr. DR. M. Suparman,

Terimakasih untuk pemaparan saudara yang sangat baik. Isa Al-Masih disinggung sebanyak lebih dari 25 kali dalam Al-Quran, dan hal tersebut membuktikan bahwa Isa Al-Masih adalah sebuah berita penting dalam Al-Quran, bukan?

Al-Quran pun begitu memuji Isa Al-Masih. Seperti yang dikatakan dalam Qs 3:45 "Isa Al-Masih terkemuka di dunia dan akhirat".

~
Salma
# Fanita 2014-04-13 05:43
~
Amal ibadah yang dilakukan manusia guna dapat kembali pada Kemuliaan Allah adalah sia-sia. Anugerah keselamatan dari Allah hanya ada dalam Isa Al-Masih. Apabila amal yang dilakukan sia-sia menurut web ini mengapa umat Kristiani tetap pergi gereja? Setiap perbuatan pasti ada balasannya.

Di akhirat pasti ada hisab perhitungan amal baik dan amal buruk. Apabila dalam Kristiani amal adalah sia-sia untuk apa ada Tuhan yang maha mengetahui kebaikan dan keburukan. "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Masa Allah menyerahkan nyawa? Allah adalah Maha Kuasa.

Sudah banyak pendeta/pastur yang masuk Islam dan membuka kebohongan Kristiani.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-16 14:08
~
Salam Sdr. Fanita,

Barangkali perlu saudara paparkan kebohongan apa yang saudara maksudkan?

Keselamatan hanya di dapat melalui Isa Al-Masih. Setiap orang yang mengaku dan percaya bahwa Isa Al-Masih adalah Tuhan dan Juruselamat maka ia akan diselamatkan. Tetapi apakah setelah seseorang diselamatkan lantas mereka tidak melakukan hal baik?

Tentu mereka wajib melakukan hal baik, berbuat baik, pergi ibadah, berdoa dan mengasihi satu dengan yang lain serta menjauhi perbuatan dosa. Tetapi kebaikan yang mereka lakukan bukanlah untuk mencari keselamatan tetapi ucapan syukur karena telah diselamatkan.
~
Salma
# astari 2014-04-13 21:54
~
Maaf admin, jadi maksud sauadra Isa Al-Masih adalah bentuk perwujudan Allah? Setau saya dalam Islam haram untuk mengetahui bentuk Allah, karena Allah tidak memiliki bentuk pasti. Dia tidak sama dan tidak dapat dibandingkan dengan makhluk atau bentuk apapun, bahkan membayangkan bentuk Allah saja tidak boleh karena itu sudah termasuk menyekutukan Allah. Maaf sebelumnya. Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-16 15:12
~
Salam Sdr. Astari,

Qs 3:45 mengatakan bahwa Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah yang berarti Allah telah menjelma menjadi manusia sempurna. Dapatkah saudara menjelaskan kepada kami, seperti apakah Allah dipandang oleh umat Muslim? Apakah Allah bisa mendengar, bisa melihat, bisa berbicara?
~
Salma
# hambaAllah 2014-04-13 22:35
~
Menurut saya, memang masih kontradiksi antara nabi Isa diangkat dalam keadaan sudah wafat atau masih hidup. Tetapi yang jelas nabi Isa AS tidak pernah disalib dan Dia bukan refleksi dari Allah melainkan utusan Allah. Dan merupakan hamba Allah seperti nabi-nabi lain. "Berkata Isa: 'Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi" (Qs19:30). Bukankah itu yang membedakan persepsi antara Islam dengan Kristen? Ada pun dijelaskan dalam (Qs 4:157).
# Staff Isa dan Islam 2014-04-16 15:22
~
Salam Sdr. Hamba Allah,

Dalam Qs 4:157 menuliskan "Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa."

Al-Quran tidak memberikan penjelasan kebenaran siapa yangdibunuh. Sebab AL-Quran memberikan penjelasan yang belum tuntas. Sebab merke masih berselisih dan bingung siapa yang dibunuh itu, bukan? Karena memang benar Isa Al-Masih telah diangkat setelah mengalahkan kematian.

Al-Quran belum lengkap menuliskan bahwa Isa Al-Masih telah mati dan dikuburkan, tetapi bangkit pada hari ke tiga.
~
Salma
# AHMAD LUKFI 2014-04-14 22:52
~
Berarti yang disalib itu adalah seseorang yang diserupakan oleh Allah dan berarti nabi Isa mukanya seperti itu, dan mengapa kita tidak bisa melihat wajah nabi-nabi yang lain?
# Staff Isa dan Islam 2014-04-16 15:29
~
Salam Sdr. Ahmad Lukfi,

Semua nabi tentu memiliki gambaran seperti apa sosok mereka. Misalkan, nabi Musa, Daud dan nabi yang lainnya, karena mereka adalah keturunan Yahudi bangsa Israel tentu mereka memiliki paras seperti itu, bukan? Muhammad pu karena keturunan orang Arab tentu perawakannya tidak jauh dari perawakan bangsa Arab.

Perihal tidak diperbolehkan melihat gabat Muhammad, tentu itu juga perlu dipikirkan. Ada apa gerangan dengan Muhammad, bukan?
~
Salma
# Fry 2014-04-16 19:23
~
Saya mau tanya, Tuhan anda Yesus Kristus atau Isa Al-Masih? Kalau Tuhan anda Isa Al-Masih, berarti agama anda bukan Kristen/Katolik ? Soalnya kata Kristus itu sudah jauh sekali dari Isa Al-Masih. Kalau anda mengakui Isa Al-Masih, harusnya anda masuk Islam.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-28 12:41
~
Saudara Fry,

Pribadi Isa Al-Masih dan Yesus Kristus adalah sama. Perbedaannya hanya terletak pada tulisan dalam Al-Quran. Tentang hal ini, silakan saudara mengunjungi link berikut ini http://tinyurl.com/8abrx5t
~
Solihin
# Khmer 2014-04-30 19:04
~
Qs 19:33 bukan begitu bunyinya. Kalau menulis yang benar! Itu surah Al fuqraan tentang orang kafir. Skip, Qs 4:157 tulis semua, jangan setengah! Walaupun itu bukan topiknya. Sesungguhnya mereka hanya mengikuti prasangka. Itulah sejenis anda!
# Staff Isa dan Islam 2014-05-28 21:20
~
Saudara Khmer,

Kami ingin bertanya kepada saudara. Apakah ada yang salah dengan tulisan kami? Jelas, Al-Quran menyatakan bahwa Isa Al-Masih wafat berdasarkan Qs 19:33. Tentu ini menjadi perenungan bagi kita? Fakta-fakta yang disampaikan artikel di atas telah membantu kita mengetahui kebenaran yang sesungguhnya. Bahwa Isa Al-Masih mati untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Tidak ada cara lain agar manusia diselamatkan, kecuali Isa Al-Masih menjadi kurban agung (Injil, Surat Ibrani 9:22). Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# didit 2014-05-14 10:10
~
Al-Quran memberi kesaksian bahwa Dia benar wafat: “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku (Isa Al-Masih), pada hari aku dilahirkan, pada hari aku (Isa Al-Masih) meninggal dan pada hari aku (Isa Al-Masih) dibangkitkan hidup kembali” (Qs 19:33) - kutipan -

Apakah staf mengamini ayat tersebut di atas sebagai bukti wafatnya Isa?
# Staff Isa dan Islam 2014-05-28 22:10
~
Saudara Didit,

Enam abad sebelum Al-Quran muncul, Injil telah menjelaskan kematian Isa Al-Masih dengan jelas dan gamblang. Tentu kami memercayai berita yang disampaikan Injil. Bagaimana dengan informasi yang disampaikan Al-Quran? Adalah hal yang lumrah untuk mengutip referensi dari sumber berbeda tentang pokok yang sama. Jadi, informasi Al-Quran hanya sebagai referensi, bukan untuk diimani. Kami harap saudara tidak kecewa dengan ini. Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# heru 2014-05-27 14:40
~
Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat" (Qs 3:55).

Ayat ini cukup jelas bahwa orang kafir itu orang yang memercayai kitab Injil. Isa akan diturunkan nanti di akhir zaman untuk membunuh Dajjal dan membuktikan bahwa agama Muhammad itu benar.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-28 22:14
~
Saudara Heru,

Terimakasih saudara telah memberikan komentar pada artikel ini. Tetapi kami membaca komentar saudara tidak berhubungan dengan topik di atas. Barangkali saudara tertarik untuk mendiskusikan tentang akhir zaman, silakan klik ini http://tinyurl.com/7fjswyr.
~
Solihin
# Asum 2014-05-29 22:30
~
[Staff Isa dan Islam – Kiranya Pembaca dapat menyelidiki lebih dalam tentang Keselamatan dalam Isa Al-Masih]

Keselamatan itu ada pada Allah Bapa, bukan pada Yesus. Karena Yesus pun menyerahkan nyawanya ketika di kayu salib kepada Allah Bapa sebagai satu-satunya Allah yang benar. "Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus" (Yohanes 17:3).
# Staff Isa dan Islam 2014-05-30 09:23
~
Saudara Asum,

Isa Al-Masih pernah bersabda, "...Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang" (Injil, Rasul Besar Matius 20:28). Artinya keselamatan diperoleh karena rahmat dari Isa Al-Masih. Tentang hal ini, silakan klik ini http://tinyurl.com/6wf9w8k.
~
Solihin
# ricky 2014-05-30 08:08
~
Maaf, saya mau tanya apakah kenaikan nabi Isa ke sorga itu dengan jasadnya atau ruhnya saja seperti nabi Muhammad saat mi'raj dia naik ke langit dengan jasadnya. Saya di sini tidak mengunggulkan salah satu nabi tapi menurut saya manusia di muka bumi ini tak ada yang sempurna.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-30 09:27
~
Saudara Ricky,

Kami memiliki artikel yang membahas hal itu secara khusus. Silakan klik ini http://tinyurl.com/maftuxm

Oh ya, bagaimana tanggapan saudara tentang kematian Isa Al-Masih? Tentu peristiwa ini sangat penting karena ini berkenaan dengan keselamatan hidup manusia. Bagaimana saudara?
~
Solihin
# Umat Muhammad 2014-06-04 12:36
~
Menjawab pernyataan saudara Salma "bila Qs 19:33 tidak ada hubungannya dengan peristiwa penyaliban, maka dengan cara apa Isa Al-Masih mati? Sebab bila Al-Quran benar, maka Al-Quran juga yang menjelaskan kematian Isa Al-Masih, bukan?"

Dalam Al-Quran tidak dijelaskan kematian Nabi Isa. Ayat Al-Quran dan hadist banyak yang menjelaskan bahwa Allah mengangkat Nabi Isa ke langit, untuk diturunkan lagi kelak ketika kiamat sudah dekat.

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-04 23:28
~
Saudara Umat Muhammad,

Kami senang saudara jujur bahwa Al-Quran tidak menjelaskan kematian Isa Al-Masih. Sesungguhnya ini menjadi pertanyaan. Qs 19:33 menyinggung tentang kematian dan kebangkitan Isa Al-Masih, tetapi Al-Quran tidak menjelaskan apa-apa tentang kematian-Nya. Sedangkan Injil dengan detail menjelaskan fakta kematian Isa Al-Masih diragukan. Tidakkah ini janggal?

Pertanyaannya adalah informasi manakah yang saudara percaya? Informasi detail disertai banyak saksi atau informasi sekilas tanpa disertai saksi? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# akhsan 2014-06-17 23:19
~
Pak Admin,

Apa pendapat anda tentang kitab Injil Barnabas yang ditemukan di Turki pada tahun 2000? Yang termasuk isinya mengakui adanya Muhammad utusan Allah? Dan kitab Injil yang sekarang kenapa Muhammad tidak diakui?
# Staff Isa dan Islam 2014-06-18 21:48
~
Saudara Akhsan,

Kami telah menuangkan pandangan kami tentang Injil Barnabas pada link ini http://tinyurl.com/bovljam. Silakan mengunjunginya. Semoga bermanfaat.
~
Solihin
# yusuf 2014-08-26 21:06
~
Saya sebagai Muslim percaya jika Isa telah wafat, karena Al-Quran sendiri yang menjelaskan.

"Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad); maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal? Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarny a). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan" (Qs 21:34-35).
# Staff Isa dan Islam 2014-09-01 16:51
~
Saudara Yusuf,

Kami setuju dengan saudara bahwa Isa Al-Masih telah wafat. Tetapi tidak berhenti di situ saja. Sebab Isa Al-Masih telah bangkit dari kematian (Injil, Rasul Besar Matius 28:1-10). Ini menjelaskan bahwa kematian tidak berkuasa atas Isa Al-Masih. Dan Ia hidup selama-lamanya. Sehingga Ia saat ini berada di sorga. Tentu saudara setuju dengan kami, bukan? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# yusuf 2014-09-02 16:48
saya hanya setuju sebatas isa telah wafat, mengenai isa telah bangkit hanya kitab perjanjian baru saja dan saya tidak mengimaninya, didalam qs.3:55, mengangkat kamu kepada-Ku
adalah ruhnya yg dimasukan kedalam syurga illyin sebagai penampungan ruh para nabi dan fisabilillah yg telah wafat. Mengenai kebangkitannya adalah diakhirat untuk menyaksikan umatnya sewaktu bersamanya dan penyelewengan ajaran setelah ia wafat.
bagaimana??
# dukenukem 2014-09-02 20:47
Sesungguhnya yang harus di tanya apa tujuan Yesus / Isa Almasih datang ke Dunia menurut pandangan ALQURAN. Apakah hanya untuk Menyebarkan KITAB INJIL
Menjadi pertanyaan terhadap ALQURAN adalah :

1. Apakah untuk menyebarkan sebuah Kitab INJIL, ALLAH harus mengutus 2 Nabi secara bersamaan (Yesus dan Yahya) kalau Yesus bertujuan menyebarkan INJIL lalu apakah fungsi seorang Yahya ? Atau adakan Tujuan Khusus yang lebih besar dari itu ?
2. Mengapa ALLAH mensetting seluruh Proses kejadian ini harus terjadi Zaman Kerajaan Romawi ?

Salam Damai.
# dukenukem 2014-09-02 20:49
3. Apabila memang ayat ini (Qs 4:157) tentunya orang tersebut fisik / mayatnya ada ? di mana ?
4. Apabila di curi oleh pengikut Yesus bukankan di katakan bahwa ditugaskan Pasukan Khusus yang menjaga agar tidak di curi, saya pikir mereka bukan Pasukan yang sembarangan tentunya terlatih untuk bertempur dan berperang di bandingkan pengikut Yesus yang saat itu terdiri atas sipil dan ketakutan karena menjadi incaran Pasukan Romawi dan Yahudi.
5. Apabila Para Pasukan tersebut bersekongkol apakah mereka tidak takut dengan Hukuman Mati yang di jatuhkan tentunya ini sangsi berat.

Saya pikir ini bisa menjadi renungan yang indah untuk di jawab...

Salam Damai
isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer

Isa Islam Dan Kaum Wanita

Click gambar di samping untuk artikel - artikel untuk wanita Muslim


 

www.isaislamdankaumwanita.com