Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter

Alkitab – Kitab Suci Umat Kristen

ALKITAB adalah kitab suci umat Kristiani.  Sering juga disebut dengan Istilah Injil, khususnya di kalangan umat Muslim.

Alkitab dibagi atas dua bagian utama, yaitu “Perjanjian Baru” dan “Perjanjian Lama”.  Bagian-bagian utama ini disebut "Perjanjian" karena Allah membuat perjanjian kepada manusia. Pertama, antara Musa dengan bangsa Israel. Kedua antara Isa Al-Masih dengan seluruh umat manusia.

Sebagian besar kitab “Perjanjian Lama” ditulis dalam bahasa Ibrani.  Ada juga beberapa bagian yang ditulis dalam bahasa Aram, seperti ayat-ayat tertentu dalam Kitab Nabi Daniel. Sementara Kitab “Perjanjian Baru” ditulis dalam bahasa Yunani.

Pembagian Alkitab

Alkitab terdiri dari enam puluh enam (66) kitab atau buku. Tiga puluh sembilan (39) kitab atau buku termasuk dalam kelompok “Perjanjian Lama”.  Dua puluh tujuh (27) kitab atau buku termasuk dalam kelompok “Perjanjian Baru”.  Semua kitab atau buku ini terbagi menjadi fasal-fasal.

Berdasarkan isinya, “Perjanjian Lama” dapat dikelompokkan menjadi lima bagian utama yang terdiri dari: Lima kitab Taurat, dua belas Kitab Sejarah, lima Kitab Puisi, lima Kitab Para Nabi-nabi Besar, dan dua belas kitab Para Nabi-nabi Kecil.

Sedangkan pengelompokan untuk “Perjanjian Baru” terdiri atas, empat Kitab Injil, satu Kitab Sejarah, dua puluh satu Kitab-kitab Rasuli, dan satu Kitab Wahyu.

Janji Allah Dalam Kitab Perjanjian Lama

Secara garis besar, Kitab “Perjanjian Lama” memuat tentang sebuah JANJI.  Yaitu Janji Allah atas bangsa Israel yang disampaikan-Nya melalui Musa. Semua kitab dalam “Perjanjian Lama” menyinggung janji tersebut.

Misalnya bagian “Perjanjian Lama” yang disebut Kitab Para Nabi memuat pesan yang dikirim Allah kepada umat-Nya lewat utusan khusus yang disebut nabi. Para Nabi tersebut menyampaikan JANJI Allah tentang kedatangan Raja yang Agung dan masa depan yang indah. Salah satu janji atau nubuatnya adalah, “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.” (Kitab Nabi Besar Yesaya 9:5)

Janji Allah Digenapi Dalam Kitab Perjanjian Baru

“Perjanjian Baru” menuturkan bagaimana janji Allah menjadi genap. Semua orang menyaksikan dan mencatatnya dengan cermat.

Para penulis Kitab Injil mencatat bagaimana Allah menggenapi janji-Nya tentang Raja yang baru itu. "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" --yang berarti: Allah menyertai kita.” (Injil, Rasul Besar Matius 1:23)

Isa Al-Masih, Jalan Yang Allah Janjikan

Kedatangan Isa Al-Masih ke dunia bukan hanya menggenapi nubuat dari para nabi sebelumnya. Yang paling utama alasan kedatangan-Nya adalah menggenapi JANJI Allah bagi umat-Nya. Inilah janji Allah untuk memberikan JALAN agar semua umat-Nya yang tersesat dapat kembali kepada-Nya.

"Isa bersabda: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa (Allah), kalau tidak melalui Aku." (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).  Isa Al-Masih adalah sang "Jalan". Dengan mengikuti Isa Al-Masih kita merangkul dan mengikuti “Kebenaran.”  Dengan menerima Dia kita menerima "Hidup."

Maka dapat disimpulkan, Alkitab, kitab suci umat Allah, memuat tentang Janji Allah bagi seluruh umat manusia.  Tujuannya agar mereka dapat menemukan JALAN yang benar untuk dapat kembali pada Kemuliaan Allah.


[Staff Isa dan Islam – Kiranya Pembaca dapat menyelidiki lebih dalam tentang Keselamatan dalam Isa Al-Masih]


Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Add comment

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments  

# arsun 2011-05-10 16:43
*
Menurut Matius 15:24, Isa Al-Masih hanya diutus pada umat Israel saja. Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
# Staff Isa dan Islam 2017-07-17 20:54
~
Saudara Arsun

Dari ayat yang saudara kutip memang benar Isa berkata bahwa Ia diutus hanya kepada domba yang hilang dari Israel. Pengertiannya bisa seperti itu jika ayat tersebut dikutip hanya sebagian saja. Silakan saudara baca ayat-ayat sebelumnya dan saudara akan memahami makna sebenarnya, apa yang hendak disampaikan Isa.
~
Noni
# HambaAllah 2011-05-10 17:02
*
Yesus beribadah pada hari Sabat atau Sabtu, bukan hari Minggu.

Yesus beribadah seumur hidupNya pada hari Sabat dan anda malah beribadah pada hari Minggu.

Bukankah anda telah mengingkari dan bahkan mengkhianati Beliau?
Bukankah apa yang Yesus contohkan harus diikuti oleh penganut-Nya?
# Staff Isa dan Islam 2017-07-17 20:55
~
Saudara Hamba Allah,

Memang benar sekali, kita sepatutnya meneladani apa yang dilakuakn dan diajarkan Isa Al-Masih. Isa memang beribadah pada hari Sabat. Hal ini dilakukan oleh semua orang Yahudi.

Namun alasan kami beribaadah pada hari Minggu adalah untuk memperingati kebangkitan Isa Al-Masih. Isa bangkit pada hari ketiga yaitu Minggu.

~
Noni
# peri suci 2011-05-12 12:41
*
Adakah Injil berbahasa Ibrani? Yesus berbahasa Ibrani, mustahil Dia mengajar dengan bahasa Yunani.
# Staff Isa dan Islam 2017-07-17 21:03
~
Saudara Peri Suci,

Alkitab ditulis dalam dua bahasa yaitu Perjanjain Lama memakai bahasa Ibrani dan Perjanjian Baru mamakai bahasa Yunani. Bahasa Ibrani adalah bahasa nasional/pemers atu dan Yunani adalah bahasa Internasional pada zaman Isa. Jadi tidak mustahil jika Isa juga bisa berbahasa Yunani sebab orang Yahudi lain pun bisa berbahasa Yunani pada saat itu.

Sama seperti kita orang Indonesia, tetapi ada banyak orang Indonesia yang bisa berbahasa Inggris, bukan? Sebab Bahasa Inggris adalah bahasa internasional.
~
Noni
# HambaAllah 2011-05-12 14:50
*
Ayat-ayat Al-kitab yang mustahil dipraktekkan:

1. Dilarang memakai pakaian yang dibuat dari pada dua jenis bahan (Imamat 19:19).
Bila ayat ini diamalkan, maka manusia akan kembali kepada zaman primitif, ketinggalan zaman, ketinggalan gaya dan tidak modernis.

2. Cungkil mata yang menyesatkan orang untuk berbuat dosa (Matius 5:-29).
Secara letterlijk maupun figuurlijk, ayat ini mustahil dipakai. Bila diterapkan, maka banyak orang Kristen menjadi buta.
# Staff Isa dan Islam 2017-07-24 14:10
~
Saudara Hamba Allah,

Alkitab adalah Firman Allah. Dalam penulisannya ada yang berbentuk kiasan atau metafora, syair, sejarah dan nubuatan ke depan. Oleh karena itu penelitian Alkitab harus memperhatikan konteks pada teks tersebut. Perlu dipisahkan antara yang normatif dan yang relatif. Pokok persoalan mengenai pakaian itu relatif berlaku pada masa itu dan tidak ada pengulangan perintah yang menunjukan urgensitasnya.

Yang normatif misalnya, “hormatilah orang tuamu”. Demikian juga “mencungkil mata” adalah persoalan bentuk gaya bahasa yang harus dipahami makna rohaninya. Standar kerohanian itu sempurna seperti sifat Allah yang tanpa cacat. Tetapi tidak mungkin ada manusia yang dapat mencapai standar tersebut. Oleh karena itu hanya melalui rahmat yang ditawarkan Isa Al-Masih kita dilayakan dihadapan Allah.
~
Noni
# Mikha 2011-05-12 21:52
*
Ketika masih bersama-sama para murid-Nya, Yesus berterus terang bahwa masih banyak ajaran-Nya yang belum disampaikan karena ketidakmampuan para murid pada waktu itu:
"Masih banyak hal yang harus kukatakan kepadamu,tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya." (Yohanes 16:12). Ini artinya Injil belum sempurna.
# Staff Isa dan Islam 2017-07-24 14:11
~
Saudara Mikha,

Maksud ayat tersebut menunjukan bahwa Firman Tuhan Yesus itu sempurna dan tidak dibatasi oleh ciptaan. Itu sebabnya tidak mungkin manusia dapat menampung semua hikmat Tuhan. Kalau saudara menyimpulkan kesempurnaan Kitab Suci adalah jika dapat diketahui batasannya maka justru hal itu menunjukan ketidaksempurnaan.
~
Noni
# al 2011-05-13 09:16
*
Kumpulan wahyu atau Firman Allah kepada Isa Al-Masih itulah yang disebut Injil.

Sementara ketika masa pelayanan Isa Al-Masih yang kurang lebih 3.5 tahun, firman-firman dari Tuhan tersebut belum pernah ditulis, apalagi dibukukan.

Dakwah yang disampaikan Isa Al-Masih baru sebatas lisan, tidak ada satu orang pun yang mencatatnya. Zaman tersebut belum ada alat tulis-menulis.
# Staff Isa dan Islam 2017-07-24 14:13
~
Saudara Al,

Mengenai alat tulis menulis sebenarnya sudah ada beberapa abad sebelum Isa Al-Masih. Apalagi dilingkungan orang Yahudi pada masa Isa Al-Masih, dan jangan lupa bahwa pengaruh budaya Helenis dan Romawi pada abad-abad sebelum dan sesudah Isa Al-Masih sudah memberi dampak perkembangan kemajuan sistem dokumentasi dan tulis menulis.
~
Noni
# HambaAllah 2011-05-13 10:06
*
Azizah mengatakan bahwa Kristen bukan agama. Yesus tidak membawa agama. Apa maksudnya?
# Staff Isa dan Islam 2017-07-24 14:15
~
Saudara Hamba Allah,

Kristen sejak awal era kemajuan zaman pada abad ke-3 sudah menjadi suatu bentuk agama, namun hakikatnya Kristen adalah para pengikut Isa Al-Masih. Mengikuti ajaran dan pengharapan yang diberikan Isa Al-Masih. Isa Al-Masih adalah Tuhan oleh karena itu Dia meminta supaya manusia mengikuti-Nya. Isa Al-Masih berkata “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup…” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).
~
Noni
# al 2011-05-13 15:08
*
Injil Yohanes ditulis sekitar tahun 100 Masehi, sedangkan pelayanan Yesus yang terakhir ada pada sekitar tahun 40 Masehi.

Jaraknya 60 tahun. Dengan beda jarak sekitar 60 tahun, apakah surat tersebut bisa valid? Apalagi tempo dulu belum ada alat tulis menulis.
# Staff Isa dan Islam 2017-07-24 14:16
~
Saudara Al,

Maaf ada koreksi untuk saudara bahwa Isa Al-Masih mengakhiri pelayanan di dunia sebelum tahun 40 Masehi. Kedua, bahwa alat tulis menulis dan sistem dokumentasi sudah berkembang pada masa Isa Al-Masih, bahkan beberapa abad sebelumnya sudah ada bukti-bukti tulisan, contohnya kitab Taurat, Zabur, dan tulisan Plato.

Dan silakan periksa lagi sejarah penulisan Injil. Injil selesai ditulis sebelum tahun 70 Masehi, sebab tahun itu Bait Allah sudah dihancurkan sebagaimana sudah dinubuatkan oleh Isa Al-Masih dalam Injil .
~
Noni
# Sudaryanto 2011-05-13 21:19
*
Kitab Suci kok saling berlawanan, silsilah dari Daud hingga Yesus ada dua versi.

Versi pertama sesuai Sura Matius berjumlah 28 orang, sementara versi kedua sesuai Sura Lukas berjumlah 43 orang. Aneh bukan?
# Staff Isa dan Islam 2017-07-24 14:17
~
Saudara Sudaryanto,

Pencatatan kedua silsilah tersebut memang tidak sama tetapi bukan berbeda sebab memang pencatatan silsilah masing-masing kitab ditinjau dari beberapa daftar yang ada. Hal ini lumrah, silsilah seseorang bisa saja berbeda tergantung dari garis keturunan mana yang hendak disorot.
~
Noni
# HambaAllah 2011-05-14 08:29
*
Allah tidak pernah mewahyukan dan mendefinisikan Trinitas kepada Yesus. Yesus tidak pernah mengatakan bahwa Allah mewahyukan Trinitas KepadaNya.

Yesus sendiri tidak pernah menyebut-nyebut Trinitas, apalagi mengatakan bahwa diri-Nya adalah anggota Trinitas.

"Dengarlah hai orang Israel: Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa." (Ulangan 6:4).

"Akulah Allah dan tidak ada yang lain. Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku." (Yesaya 46:9).
# Staff Isa dan Islam 2017-07-24 14:18
~
Saudara Hamba Allah,

Allah tidak mewahyukan kepada Isa Al-Masih sebab Isa Al-Masih adalah Allah. Dan mengenai ketritunggalan tersebut terbukti ada ketika dalam beberapa kesempatan. Misalnya ketika Dia dibaptis oleh Yahya. Saat itu ada suara Bapa, ada Roh Kudus dan Isa Al-Masih sendiri (Injil, Rasul Besar Lukas.3:21-22). Dan masih banyak bukti lain.
~
Noni
# azizah 2011-05-14 11:41
*
Kitab kalian menulis tentang Adam dan Hawa. Apakah zaman mereka ada alat tulis-menulis?

Siapa pula yang mengatakan bahwa pada zaman Isa Al-Masih belum ada alat tulis menulis?
# Staff Isa dan Islam 2017-07-24 14:19
~
Saudara Azizah,

Tuhan itu Maha Tahu dan Maha Cerdas, Dia yang menciptakan manusia mana mungkin persoalan tulis menulis menjadi sulit bagi-Nya.
~
Noni
# dhedy 2011-05-14 15:27
*
Bukan setiap orang yang berseru kepadaku: "Tuhan, Tuhan.. akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan yang melakukan kehendak Bapa-Ku yg di sorga."(Matius 7:21). Ini menandakan bahwa Yesus tidak pernah menganggap diri-Nya Tuhan.

Apakah hukum Taurat ada di dalam Injil saat ini?
# Staff Isa dan Islam 2017-07-24 14:20
~
Saudara Dhedy,

Hukum Taurat ada dalam Injil dan terutama keduanya menjadi satu dalam Alkitab.
~
Noni
# mikha 2011-05-23 11:32
~
Kisah Adam dan Hawa dalam Al-Quran merupakan firman Allah yang diwahyukan kepada nabi Muhammad. Selanjutnya disampaikan kepada para sahabatnya, dan kemudian dihafal setelah ditulis pada masa itu juga.

Jadi nabi Muhammad mengetahui kisah Adam dan Hawa melalui wahyu dari Allah. Bukan seperti Injil yang ditulis jauh setelah Isa Al-Masih wafat.
# Staff Isa dan Islam 2017-07-26 13:40
~
Saudara Mikha,

Terimakasih. Apakah saudara sudah meneliti dengan benar, sepertinya belum. Di dalam Injil Rasul Besar Yohanes 14:6 Isa Al-Masih berkata “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup…” Bahkan dalam Qs 3:45 dikatakan bahwa Dia adalah yang terkemuka di dunia dan akhirat. Hal ini membuktikan bahwa perkataan-Nya adalah kebenaran dan berkuasa bukan semacam hadis.
~
Noni
# mikha 2011-05-23 11:40
*
Sebenarnya kalau diteliti, Injil bukan merupakan Kitab Suci karena bukan merupakan Firman Allah tapi hanya merupakan perkataan Isa dan murid-muridNya, kalau dalam Islam hal ini disebut hadits, bukan Al-Quran.

Karena Al-Quran seluruhnya merupakan Firman Allah bukan merupakan perkataan nabi Muhammad dan para sahabatNya.
# Staff Isa dan Islam 2017-07-24 14:20
~
Saudara Mikha,

Injil ditulis oleh beberapa orang dan mereka adalah saksi juga orang-orang dekat para saksi, yang saling melengkapi satu sama lainnya. Hal ini sangat menguntungkan bagi kita yang hidup di masa kini sebab karena keterangan banyak saksi kebenaran itu tidak diragukan lagi. Sementara kitab yang ditulis oleh seorang saja dan tanpa ada saksi lain, sangat rentan,
~
Noni
# abu syarif 2011-05-23 14:28
~
Yohanes 14:6 Kata Isa kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada (Allah) Bapa, kalau tidak melalui Aku."

Dalil ini menunjukkan bahwa Yesus itu adalah seorang Rasul.

Ucapan Yesus ‘Akulah jalan’ adalah benar, tidak ada seorangpun mampu sampai kepada Allah, kecuali dari sela-sela utusan-Nya.

Mereka adalah orang yang mengetahui tentang Allah, halal, haram, dan segenap pengajaran. Oleh karena itu, para Rasul itu adalah jalan, yang dari sela-sela mereka manusia akan bisa sampai kepada Allah.

Ucapan Yesus ‘Akulah kebenaran’, maka kamipun beriman bahwa Yesus adalah seorang Rasul yang haq (benar) dari sisi Allah.

Allah telah mengutus-Nya untuk menyampaikan risalah-Nya agar menjadi sebab hidayah manusia menuju jalan haq (benar), yang menyampaikan kepada Allah dan mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju terang.

"Tak ada seorangpun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku." Kalimat ini benar. Tidak seorang pun mampu sampai kepada Allah kecuali dari sela-sela para Rasul-Nya, karena mereka adalah jalan hidayah (petunjuk).
# Staff Isa dan Islam 2017-07-26 13:42
~
Saudara Abu Syarif,

Terimakasih. Silakan bandingkan dengan tokoh-tokoh besar lainnya yang pernah ada dalam dunia ini, adakah di antara mereka yang berani mengakui dirinya sebagai jalan dan kebenaran dan hidup? Kalau tidak ada, maka Isa Al-Masih berbeda dan Dia lebih unggul dari siapapun. Dan kebenaran serta hidup datang dari Dia.
~
Noni