Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter

Apakah Ada Perubahan dalam Injil?

Perubahan InjilBENARKAH ADA PERUBAHAN DALAM INJIL?

Dibawah ini adalah balasan surat dari Staff IDI kepada Sdr. Karno tentang perubahan dalam Injil:

Mengkritik Isi Injil Sebelum Dibaca

Saudara Karno mengatakan bahwa di dalam kitab Injil 'selalu terjadi perubahan', dan 'di berbagai versi tersebut banyak sekali kalimat yang bertentangan satu sama lain.'  Kami merasa heran karena Sdr. Karno berani mengatakan demikian sementara ternyata belum membaca Injil.

Contoh Konkrit Perubahan Alkitab

Kami meminta supaya Sdr. Karno dapat menyebutkan secara spesifik ‘pertentangan' yang dituduhkan.  Memberikan satu contoh konkrit 'perubahan-perubahan' yang menurutnya banyak sekali.  Bagian atau ayat mana yang telah diubah. Apa tujuan orang Kristen mengubahnya?  Dan kapan mereka mengubahnya?

Terjemahan-Terjemahan Alkitab dan Al-Quran

Memang ada banyak terjemahan Alkitab.  Demikian juga halnya Al-Quran. Kami bahkan memiliki, membaca, dan mempelajari empat terjemahan Al-Quran bahasa Inggris.  Jika diperhatikan, ternyata cukup banyak perbedaan terjemahan yang kami temukan pada empat terjemahan bahasa Inggris yang kami miliki.

Naskah Asli Alkitab dan Al-Quran

Memang tidak ada naskah asli dari tulisan nabi Musa, nabi Daud maupun Injil.  Namun ada naskah-naskah tua yang masih disimpan di beberapa museum.  Naskah-naskah itu telah ada jauh sebelum agama Islam ada, yaitu ratusan tahun sebelumnya. Bagaimana dengan naskah asli Al-Quran?  Jelas tidak ada!  Tapi Sdr. Karno menjawab 'Allah berkata menjaga Al-Quran sampai akhir jaman'.  Ini memang sesuai dengan Qs 6:34 "Tak ada seorangpun yang dapat mengubah kalimat-kalimat Allah."  Tetapi bila Allah yang maha kuasa dapat menjaga wahyu Al-Quran, apakah Ia tidak berkuasa menjaga wahyu sebelumnya, yaitu kitab Injil?

Kontradiksi dalam Al-Quran?

Yang cukup membingungkan kami adalah, adanya kontradiksi antara Qs 6:34 tadi dengan Qs 2:106, "Apa saja ayat yang Kami naskahkan atau Kami jadikan lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya."  Jika demikian, manakah ayat berikut ini yang merupakan pesan Allah: Qs 2:256 "Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam)," atau Qs 8:39 "Dan perangilah mereka supaya jangan ada (fitnah) dan supaya agama itu semata-mata bagi Allah."?

Wassalam,

David Eran
Staff Isa dan Islam

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Add comment

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Komentar hanya diperbolehkan menjawab salah satu dari 3 pertanyaan fokus yang dimuat di bagian akhir artikel. Kecuali beberapa artikel yang tidak memuat 3 pertanyaan fokus.
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments  

# Staff Isa dan Islam 2010-07-30 23:07
T

TOPIK URAIAN UNTUK COMMENT:

............................................PERUBAHAN DALAM INJIL


Kami senang menerima comments yang langsung men yetujui dan/atau men antang intisari uraian di atas. Informasi yang mem perkaya pengertian tentang topik di atas juga diterima dengan senang hati.

Comment-comment lain yang tidak berhubungan langsung dengan topik di atas akan dihapus.

Di tempat ini kami ingin menjalankan satu diskusi mengenai topik ini saja.

Wassalam,
Staff, Isa dan Islam
# topan 2010-07-31 17:22
*
Konteks Al-Quran dimana pun sama, tentang arti atau menafsirkannya pun harus sama paling tidak mendekati.

Bagaimana dengan Injil yang memakai bahasa yang berbeda disetiap negara? Pasti punya penafsiran yang berbeda.
Jadi kalau mau tahu arti Al-Quran sebaiknya Anda belajar artinya.
# Staff Isa dan Islam 2010-08-01 06:21
~
Sdr. Topan, naskah-naskah Taurat, Zabur, Kitab Nabi-Nabi dan Injil dapat dimiliki dalam bahasa aslinya oleh setiap orang Kristen. Malahan seluruh Alkitab dalam bahasa aslinya sekarang terdapat di internet.

Kalau seorang ingin mempelajari satu ayat berdasarkan bahasa aslinya ia dapat dengan gampang dan segera mencari bahasa asli untuk ayat itu di internet.

Lagi perlu dikatakan bahwa umat Kristen mempelajari Kitab-kitab Suci dalam bahasa aslinya sejak masa Isa Al-Masih sendiri. Jutaan buku sudah dikarang yang menyelidiki Alkitab berdasarkan bahasa aslinya.

Orang Islam sungguh salah paham kalau mereka berpikir orang Kristen tidak mengerti atau mempelajari Alkitab dalam bahasa asli.
# Nowan 2010-08-05 14:39
~
Bahasa ibu yang dipakai Isa Al-Masih adalah bahasa Aramaik, yang pada saat ini sudah tidak ada yang memakainya alias punah. Entah apa yang dimaksud bahasa asli? Apakah bahasa Latin yang sekarang dipakai dalam ritual agama Katolik Roma?
# Staff Isa dan Islam 2010-08-06 07:33
~
Sebetulnya Aramaik belum punah. Bahasa ini masih dipakai oleh beberapa golongan Kristen, Yahudi dan Islam di Timur Tengah. (Lihatlah Wikipedia, Aramaic Language) Namun perlu dikatakan bahwa bahasa ini bukan bahasa penting di dunia atau Timur Tengah pada masa ini.

Pada zaman Isa Al-Masih Aramaik merupakan bahasa sehari-hari. Memang sehari-hari Isa Al-Masih berbahasa Aramaik. Tetapi Bahasa Yunani sudah popular juga di Palestina dan kebanyakan ahli merasa Isa Al-Masih dapat memakai bahasa itu. Bahasa Ibrani dipakai dalam pembacaan Taurat. Juga Bahasa Latin dipakai antara rakyat umum karena Palestina dijajah oleh Kerajaan Roma.

Allah mewahyukan Injil (Riwayat Hidup Isa Al-Masih) dan semua surat dalam Perjanjian Baru kepada Rasul-rasul. Mereka menulis semuanya dalam Bahasa Yunani. Demikian apabila orang menyinggung bahasa asli Perjanjian Baru, maksudnya Bahasa Yunani.
# atha 2010-08-05 15:10
*
Pencatatan Al-Quran sudah dilakukan sejak Nabi Muhammad saw masih hidup oleh juru tulis Nabi dan dilanjutkan di era sahabat Nabi.

Jadi jelas naskah asli Al-Quran masih ada hingga kini. Tidak benar kalau naskah aslinya tidak ada.
# Staff Isa dan Islam 2010-08-06 07:48
~
Sdr. Atha, menurut pengertian kami orang Islam berpandangan bahwa naskah asli Al-Quran ada di sorga. Lagi ada keterangan lain bahwa kata-kata asli Al-Quran ditulis pada kulit binatang, daun pohn, kulit pohon dan tulang. Juga sebagian dihafalkan ummah masa permulaan agama Islam. Kemudian pimpinan Islam mengambil keputusan untuk menurunkan semuanya pada kertas.

IDI tidak memfitnah. Kalau, menurut ajaran Islam, naskah asli ada di sorga jelas tidak ada di bumi. Lagi dimanakah kulit binatang, kulit pohon dan tulang yang memuat tulisan asli Al-Quran? Dan dimanakah orang yang sudah menghafalkan Al-Quran pada masa nabi Saudara?

Kami mengakui bahwa naskah Injil yang asli tidak ada. Juga naskah asli Al-Quran tidak ada.
~
JG
# soepandinata 2010-08-13 00:45
*
Soepandinata untuk Atha:

(1) Perlu saya luruskan sedikit. Rasul Muhammad SAW adalah umiyyin nabiy artinya beliau itu tidak bisa baca dan menulis sama sekali, karena itu tidak ada naskah Al-Quran buatan Muhammad.

(2) Yang ada adalah rekaman para sahabat nabi dalam bentuk tulisan Arab didalam berbagai media untuk mereka hafalkan dan ajarkan kepada pihak lainnya. Akan tetapi jangan lupa diantaranya banyak para hafidz bahkan 70 hafidzan juga telah gugur syuhada pada perang Badar.

(3) Coba perhatikan karya tulis mereka. Disatu sisi mereka tidak percaya Al-Quran. Aneh bin ajaib masih terus menggunakan ayat Al-Quran. Bukankah jika tidak percaya seharusnya Al-Quran ditangan mereka itu dibuang saja?
# Staff Isa dan Islam 2010-08-16 06:44
~
(1) Sudah jelas naskah asli Al-Quran tidak ada!

(2) Soalnya rekaman asli dari para sahabat nabi juga tidak ada.

(3) Orang yang percaya pada Isa Al-Masih senang mengutip Al-Quran dimana Al-Quran cocok dengan Kitab Suci. Jikalau Al-Quran memberi nama “Kalimat Allah” kepada Isa Al-Masih, kami senang mengutip ayat itu, karena ayat itu juga di Alkitab. Jikalau Al-Quran mengajar bahwa Isa Al-Masih adalah satu-satunya nabi yang dilahirkan oleh perawan, kami senang mengutip ayat itu karena cocok dengan Alkitab.

Perlu dikatakan bahwa walau orang Islam tidak percaya pada Injil toh masih suka mengutip Injil.

Akhirnya, yang terpenting, semua orang mencari jalan ke sorga. Inilah sebabnya setiap hari umat Islam dalam sholatnya meminta kepada Allah: Ihdinā ṣ-ṣirāṭ al-mustaqīm. Sudah jelas Isa Al-Masih adalah “Jalan” ke sorga. Sebaiknya kita mulai memperdalam pengertian kami tentang Dia.
~
JG
# Harry 2010-08-06 11:15
*
Dari semua tulisan anda yang telah saya baca saya hanya bisa berpikir betapa konyolnya anda jika mentakwilkan dan menangkisnya dari sebagian isi kandungan ayat Al-Quran. Itu artinya anda percaya bahwa Al-Quran itu adalah ayat Tuhan.

Jika mengambil pembenaran keyakinan anda kenapa dari sebagian ayat Al-Quran saja? Kenapa tidak dipahami semuanya? (Bukankah anda percaya dengan dalil Al-Quran hingga dijadikan rumusan?)

Dan hal ini seringkali dipermasalahkan oleh banyak orang yang menentang Al-Quran tetapi lagi-lagi menangkisnya dari Al-Quran itu sendiri.
# Staff Isa dan Islam 2011-04-13 12:21
~
Sdr. Harry, diatas ini pantas dikemukakan. Terima kasih! Kami menjawab:

Taurat, Zabur, Kitab Nabi-Nabi dan Injil diwahyukan ratusan tahun sebelum Al-Quran diterima oleh Nabi Saudara. Demikian kalau sesuatu di Al-Quran tidak sesuai dengan apa yang terdapat dalam wahyu-wahyu yang lebih tua, kami merasa tidak dapat diterima. Artinya Allah tidak mungkin memberi wahyu yang penuh kontradiksi. Isi Al-Quran yang berkontradiksi dengan isi Kitab Suci tidak dapat diterima sebagai wahyu Allah. Pokoknya kami terpaksa bersandar pada wahyu yang lebih tua.

Namun sebagian ayat-ayat Al-Quran sesuai dengan isi Kitab Suci. Ayat-ayat itu pantas dikutip sebagai dalil pada waktu membahas isi Kitab Suci.
# Heri 2010-08-09 19:04
*
Tempat Al-Quran bukan di Surga. Mula-mula Al-Quran berada di Lauh Mahfudz. Kemudian diturunkan ke langit bumi pada malam al-Qadr. Secara berangsur-angur selama 23 tahun diwahyukan kepada Rasulullah Muhammad saw. dan disampaikan kepada umatnya.

Ketika Jibril menyampaikan Al-Quran kepada Rasulullah, Jibril selalu mengecek hafalan Rasulullah tentang ayat yang baru diturunkannya. Kemudian Rasulullah menyuruh sekretarisnya untuk mencatatnya dalam berbagai media karena waktu itu belum ada kertas.

Setelah disampaikan kepada umatnya banyak pula yang menghafalnya, karena Al-Quran itu indah seperti syair sehingga mudah dihafal. Kaum Quraiasy terkenal sebagai kaum yang kuat hafalannya. Pada zaman itu syair sangat populer dan digandungri bahkan kepiawaian dalam bersyair bisa menjadi tanda status sosial masyarakat Quraisy saat itu.
# Staff Isa dan Islam 2010-08-12 06:44
~
Jikalau Al-Quran kekal, berarti Al-Quran yang asli di sorga dan tidak ada di bumi.

Saudara mengatakan bahwa, karena kertas tidak ada, ayat-ayat dicatat pada media lain. Pertanyaan kami ialah: Dimanakah media lain itu? Kalau kita tidak mempunyai “media lain” kita tidak mempunyai naskah asli di dunia ini.

Saudara Heri mengatakan bahwa Kaum Quraiasy kuat menghafal dan mereka menghafal Al-Quran. Tetapi kita tidak tahu apakah hafalan mereka betul atau salah. Soalnya hafalan mereka berada dalam otak mereka dan mereka sudah meninggal. Otak mereka tidak merupakan naskah asli.

Pokoknya naskah asli Al-Quran tidak ada.

Akhirnya Saudara mengatakan bahwa Allah menjamin bahwa Al-Quran yang ada sekarang otentik.

Sdr. Heri perlu tahu bahwa orang Kristen yakin bahwa naskah Kitab Taurat, Kitab Zabur, Kitab Nabi-nabi dan Kitab Injil dipelihara Allah dan karena itu otentik dan benar. Dan kitab-kitab itu jauh lebih tua dan lebih dulu dari Al-Quran.
# soepandinata 2010-08-13 00:18
*
Staff Isa dan Islam:

(1) Bagaimana mungkin bisa yakin jika yang aslinya saja tidak ada. Adakah pernyataan dari Yesus bahwa: ”Aku menjaga kebenaran dan keaslian dari isi Alkitab sepanjang zaman“ kepada para muridnya?

(2) Al Hijr 9: "Inna nahnu najalnadz dzikra wa innalahu hafidhuun. Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya kami benar-benar memeliharanya."

Ayat ini memberi jaminan tentang kesucian dan kemurnian Al-Quran selama-lamanya dengan cara Allah swt menjamin tetap adanya hafidzan yang ribuan adanya diseluruh muka bumi ini.

(3) Karenanya jika anda berpikir ada naskah Al-Quran dari Muhammad rasul kami maka itu salah besar karena Muhammad itu manusia yang buta huruf tidak bisa baca dan tidak juga bisa menulis.
# Staff Isa dan Islam 2010-08-15 06:20
~
(1) Mengapa dapat yakin akan aslinya Injil walaupun yang aslinya tidak ada? Contoh singkat:

Ayah menulis surat kepada anak-anaknya sebelum meninggal. Tujuh anaknya membuat 5000 salinan surat orisinal. Lima ribu salinin dikirim disimpan di pelbagai tempat oleh beberapa orang. Surat aslinya hilang. Dengan membandingkan 5000 salinan akan gampang sekali menentukan isi dari orisinal. Naskah Injil yang orisinal tidak ada tetapi ada lebih dari 5,000 salinan.

(2) Jaminan kemurnian Alitab: “Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi Firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya. (Kitab Yesaya 40:8); “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.” (Injil, Matius 24:35); “Firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya. (Injil, I Petrus 1:25)

(3) Ayat Al-Hijr 9 adalah perjanjian saja. Bagaimana kita tahu Al-Quran yang sedang dipakai adalah Al-Quran yang perlu dipakai? Mungkin orisinal (yang dipelihara Tuhan) disimpan di tempat lain dan berbeda dengan yang dipakai. Sayang yang sedang dipakai tidak dapat dicocokkan dengan orisinal.

Kitab Suci memperkenalkan Isa Al-Masih sebagai Juruselamat. Apakah Saudara berkenalan dengan Dia?

JG
# AS Rakhman 2010-12-13 17:05
*
Sekedar informasi tambahan, Injil modern disadur dari 3 Codex (Vaticanus, Sinaiticus dan Alexadrius) yang ditemukan pada abad 4. Pengarang aslinya tidak diketahui dan isinya banyak yang hilang. Berkali-kali direvisi oleh berbagai orang atau organisasi dengan kepentingan dan tujuan yang berbeda sehingga sekarang banyak sekali versinya.
# Staff Isa dan Islam 2010-12-15 19:22
~
Salam Sdr.AS Rakhman, justru dengan adanya ketiga codex yang Saudara kemukakan, kita menjadi lebih yakin akan keotentikan Al-Kitab. Ketiga codex tersebut, dan masih ada codex-codex lainnya justru saling menjunjang satu dengan yang lainnya.
 
Adalah tidak benar codex-codex itu telah direvisi atau dirubah. Yang asli dari ketiga codex tersebut masih ada dan dilindungi sampai saat ini. Jika Saudara hendak terbang ke luar negeri untuk melihat ketiga codex asli tersebut, saat ini pun masih bisa.
~
CA
# Truth Seeker 2010-12-13 17:20
*
Naskah tua yang menjadi acuan Injil modern ada banyak sekali, ribuan, tetapi tidak ada satupun naskah yang memuat secara komplit keseluruhan injil. Pengarangnyanya pun banyak yang misterius.

Jadi, manakah yang disebut sebagai patokan yang asli?

Salam Damai
# Staff Isa dan Islam 2010-12-15 19:21
~
Salam Sdr.Aris, benar sekali bahwa masih ada banyak salinan-salinan Kitab Suci, (manuskrip) yan g berasal dari abad mula-mula, namun semua salinan itu adalah sama antara yang satu dengan lainnya. Jikalaupun ada perbedaan, itu hanyalah perbedaan kecil yang tidak mempengaruhi isi dan makna dari Firman Allah itu sendiri.

Hal ini adalah lumrah karena faktor umur dari salinan Kitab Suci tersebut, karena tulisan-tulisan tersebut ditulis di atas kulit hewan atau kulit pohon.
 
Mungkin Sdr.Aris belum mengetahui bahwa Al-Kitab bukan merupakan satu buku yang ditulis satu orang. Allah memakai dan mewahyukan Firm an-Nya kepada berbagai orang dari berbagai kalangan untuk menuliskan Kitab Suci, dengan satu tema yang jelas: Isa Al-Masih. Total tulisan tersebut ada 66 buku. Buku-buku inilah yang kemudian digabungkan menjadi satu (di-kanon) dan jadilah Al-Kitab seperti yang ada saat ini.
 
Mengenai perkataan Saudara bahwa tidak ada codex yang lengkap, Ini adalah sama seperti di dalam satu kelas ada 50 siswa. Semua mencatat apa yang dituliskan guru di depan kelas. Jika di kemudian hari buku catatan 50 siswa tersebut ditemu kan, dan walau tidak ada satu yang utuh lengkap, maka keseluruhan apa yang dicatat sang guru di depan, masih bisa dipastikan dengan mengumpulkan semua catatan siswa-siswi tersebut dan memperbandingkannya.
 
Sdr.Aris boleh memeriksa dan membaca sendiri Al-Kitab ini untuk boleh menemukan kebenaran.
~
CA
# Heri 2010-12-16 20:24
*
Setiap bahasa memiliki nilai rasa yang berbeda, karena itu sangat riskan menerjemahkan dari satu bahasa ke bahasa lain, apalagi yang tidak serumpun. Bisa berubah arti kalau hanya memiliki pengetahuan bahasa saja.

Jika Al-Quran diterjemahkan, kami menyebutnya Tafsir Al-Quran, bukan Al-Quran, karena tafsir bisa saja salah, dan Rasulullah melarang menafsirkan Al-Quran dengan akal pikiran kita, tetapi harus dengan ilmu.

Ada sekurang-kurang nya 15 cabang ilmu yang harus dikuasai oleh orang yang menafsirkan Al-Quran, termasuk asbabul nuzul yaitu asal-usul suatu ayat diturunkan, dikaitkan dengan peristiwa-peris tiwa tertentu (sejarah).

Sedangkan Alkitab umat Kristen versi Indonesia, mungkin hasi terjemahan dari bahasa Inggris, bukan bahasa aslinya. Karena pendeta-pendeta biasanya membacakan bahasa Inggrisnya di samping bahasa Indonesia, bukan bahasa aslinya (Ibrani atau yang lain)
# Staff Isa dan Islam 2010-12-29 16:54
~
Saudara Heri, kiranya Saudara perlu mengetahui bahwa Alkitab yang dipakai oleh umat Kristen adalah hasil terjemahan orang-orang yang sangat piawai dalam bidangnya dan juga mereka dipimpin oleh Roh Kudus dalam menterjemahkan.

Mereka  berpegang teguh  pada prinsip yang harus digunakan dalam menafsirkan maupun menterjemahkan  Firman Tuhan, seperti yang tertulis dalam Injil Surat 2 Petrus 1:20. “Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri,”

Apakah saudara meragukan keaslian Alkitab karena diterjemahkan dalam berbagai bahasa? Silahkan saudara membaca penjelasan kami lebih detail lagi di artikel yang terdapat pada link ini: http://isadanislam.com/tanya--jawab/alkitab/193-injil-palsu-atau-tidak
~
SL
# ochim 2011-05-15 21:11
*
Bukti Allah memelihara kemurnian Al-Quran adalah adanya para penghafal Al-Quran sejak Rasul Muhammad ada hingga sekarang. Coba bandingkan dengan kitab agama lain, adakah manusia mau menjadi penghafalnya?

Sejak tahun kapan Isa diangkat sebagai anak Tuhan oleh pengikutnya? Silahkan jawab pertanyaan ini dengan jujur.
# Staff Isa dan Islam 2011-06-03 11:38
~
Saudara Ochim, perlu diketahui pula bahwa sungguh banyak orang yang mampu menghafal sila-sila Pancasila berikut butir-butir Pancasila yang terkandung di dalamnya; juga buku-buku dan rumus-rumus ilmu pengetahuan yang begitu banyak. Namun apakah dengan menghafalnya, maka tulisan-tulisan itu lantas menjadi Kitab Suci? Hari ini jika kita mengumpulkan sekian banyak orang untuk menghafal koran Kompas. Apakah koran Kompas edisi hari ini kemudian akan menjadi Kitab Suci karena banyak penghafalnya?

Kami sama sekali tidak pernah berpendapat bahwa cara menentukan sesuatu itu adalah Firman Allah atau bukan, adalah dengan cara menghafalnya.

Kami justru lebih setuju bahwa Kitab Suci yang benar akan mengubah para pembacanya karena Firman itu telah diamalkan oleh para pembacanya.

Sebagai contoh, Injil adalah Firman Allah, maka pada orang-orang yang mengikuti dan mengamalkan kitab tersebut, akan ada rasa santun dan kasih sayang (Qs 57:27).

Adalah sudah jelas dan nyata bahwa dalam Injil ada petunjuk dan terang (Qs 5:43-46; Qs 5:68), juga berkah yang yang dapat menjawab keraguan dan pertanyaan Muhammad (Qs 10:94; Qs 16:43-44).

Petunjuk dan terang dalam Injil mengungkapkan bahwa Isa Al-Masih adalah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang bisa sampai kepada Allah di sorga kalau tidak melalui Isa Al-Masih (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

CA
# dwi N.P. 2011-05-26 16:03
*
Injil yang asli itu menurut anda bagaimana? Yang setelah konsili 300 tahun setelah Yesus dan disahkannya Trinitas atau sebelumnya? Kita meyakini bahwa Al-Kitan sudah dirubah.
# Staff Isa dan Islam 2011-06-03 11:10
~
Saudara Dwi,

Injil ditulis oleh Allah sendiri dengan memakai perpanjangan tangan murid-murid Isa Al-Masih yang terdekat dengan-Nya. Konsili atau rapat gereja bukanlah untuk menuliskan suatu kitab Injil. Konsili menetapkan ulang dan menegaskan mana kitab yang asli dan mana kitab palsu yang mulai beredar di kalangan umat Kristiani. Kitab palsu tentulah harus diberantas bukan?

Kami percaya bahwa di antara umat Islam, tentulah pasti juga ada pengajaran yang sesat bukan? Jika diadakan suatu rapat, dan akhirnya diputuskan bahwa suatu ajaran adalah sesat. Katakanlah, MUI menyatakan bahwa Ahmadiyah adalah sesat, apakah itu berarti bahwa MUI telah membuat keputusan baru dan telah menetapkan suatu ajaran baru?

Trinitas adalah murni ajaran Al-Kitab, dan bukan sesuatu yang dihasilkan Konsili untuk ditambahkan pada Al-Kitab.

Al-Kitab adalah Firman Allah yang tidak pernah berubah dan masih tetap asli hingga saat ini, walaupun ada banyak orang yang berusaha memalsukannya. Al-Kitab pun masih tetap sangat diagungkan hingga pada zaman Muhammad, yang lahir 300 tahun kemudian.

Allah mengatakan dengan jelas bahwa pada Taurat dan Injil ada petunjuk dan terang (Qs 5:43-46; Qs 5:68), juga berkah yang yang dapat menjawab keraguan dan pertanyaan Muhammad (Qs 10:94; Qs 16:43-44).

Petunjuk dan terang dalam Injil mengungkapkan bahwa Isa Al-Masih adalah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang bisa sampai kepada Allah di sorga kalau tidak melalui Isa Al-Masih (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

CA
# swara 2011-06-11 15:06
*
"Di dunia ini mungkin tidak ada Kitab lain yang teksnya tetap murni selama dua belas abad(sekarang empat belas)." - (Sir William Muir)
# Staff Isa dan Islam 2011-06-23 05:56
~
Saudara Swara, kami tidak menyetujui kalimat di atas. Bukankah Utsman sendiri pernah membakar habis Al-Quran versi-versi yang berlainan dengan versi miliknya, termasuk pula versi Abu Bakar dan mushaf Zaid pun dibakar? Bagaimana pula dikatakan bahwa kitab Saudara telah terpelihara kelestariannya? Bukankah ini justru membuktikan bahwa Al-Quran itu ada banyak versi? Pernahkah Saudara ketahui bahwa Abu Bakar sendiri pernah membakar kumpulan Hadits?

CA
# swara 2011-06-24 11:47
*
Yang jelas di banding Injil, teks Al-Quran sekarang diakui lebih otentik.

Mengenai pembakaran dan pemusnahan Al-Quran, itu jusrtu salah satu cara Allah dalam melindungi kesamaan Al-Quran. Pembakaran mushaf-mushaf beberapa sahabat bukan berarti ada banyak versi Al-Quran, tapi lebih dikarenakan beberapa sahabat menambahkan catatan dan keterangan mereka sendiri dalam mushaf, sehingga ditakutkan umat akan tersalah menganggapnya bagian dari Al-Quran.
Hadits adalah bukan Al-Quran karena itu di luar konteks.

Bandingkan dengan injil sekarang yang mencampur adukkan apa yang dianggap kata-kata Tuhan, perkataaan Yesus, dan kesaksian orang ketiga. jelas ada perubahan dalam Injil yang otentik dari Nabi Isa a.s.
# Staff Isa dan Islam 2011-06-27 08:50
~
Saudara Swara, sejarah pemusnahan Al-Quran tidaklah seperti yang Saudara kemukakan. Hingga zaman Utsman bin Affan sebagai khalifah Islam yang ketiga, telah banyak versi Al-Quran yang beredar.

Terdapat banyak perbedaan di antara versi-versi tersebut, termasuk di antaranya mushaf Abu Bakar yang disimpan oleh Hafsah istri Muhammad, mushaf Abdullah Ibnu Mas'ud yang dipuji Muhammad sebagai penghafal Al-Quran terbaik, mushaf Ubay ibnu Ka’ab, mushaf Abu Musa al-Asy’ari, mushaf Ali bin abi Thalib, mushaf Umar bin Khattab, mushaf Abdullah Ibnu Abbas, mushaf Utsmani sendiri, dan versi lain-lainnya.

Oleh karena Al-Quran itu berbeda antara yang satu dengan yang lainnya, maka Utsman memutuskan untuk membakar semuanya dan yang disisakan hanyalah mushaf Utsmani saja. Al-Quran versi Utsmani inilah yang bertahan hingga saat ini.

Hal ini sangat berbeda dengan Injil yang dibiarkan tetap asli apa adanya, tanpa pemalsuan, dan tanpa pernah ada kisah pembakaran atau pemusnahan apapun. Injil sendiri diperintahkan Allah kepada Muhammad agar bisa diamalkan karena di dalamnya ada petunjuk dan terang. Bahkan jika Muhammad berada dalam keragu-raguan, dia diperintahkan Allah untuk bertanya kepada orang-orang yang membaca Kitab-Kitab yang sebelumnya.

Jadi kapan Injil itu dipalsukan? Kami berharap Saudara dapat menjawab pertanyaan kami ini? Kira-kira bagaimana cara pemalsuannya, sebelum atau setelah zaman Muhammad?

CA
# mikha 2011-06-12 23:23
*
Menurut Staff Isa dan Islam: "Kami mengakui bahwa naskah Injil yang asli tidak ada. Juga naskah asli Al-Quran tidak ada".

1.Pandangan Admin adalah sangat keliru, karena Al-Quran yang asli masih ada dan terdapat di museum yang ada di Arab Saudi(Mekah dan Madinah). Saya telah melihatnya dan Al-Quran yang ada ditangan saya adalah Al-Quran yang isinya sama dengan aslinya, dalam bahasa Arab.

2.Apa dasarnya admin mengatakan bahwa Injil yang sekarang masih Asli?
Sementara admin mengakui naskah asli Injil tidak ada, injil asli bukan dalam bahasa inggris, Yunani atau Latin, karena agama Kristen lahir di Timur Tengah, dalam bahasa Ibrani.

3.Injil yang ada sekarang hanya didasarkan pada Codex-codex, dimana antara codex yang satu dengan yang lainnya saling berbeda, jadi tidak merujuk pada naskah aslinya yang berbahasa Ibrani.
# setip 2011-06-20 14:59
*
Yang dimaksud Saudara Staff Isa dan Islam adalah media penulisan Al-Quran pada awalnya. Bukankah menurut sejarah sebelum dijadikan mushaf, ayat Al-Quran ditulis pada kulit binatang, tulang-tulang, bahkan ada yang di otak orang yang hapal Al-Quran?

Media-media(kul it binatang, tulang-tulang dan lain-lain)itula h yang disebut naskah asli. Apakah media-media tersebut yang saudara lihat di museum di Mekkah dan Madina?
# Staff Isa dan Islam 2011-06-23 06:05
~
Terima Kasih Saudara Setip atas tanggapan yang Saudara berikan. Kami sangat menghargainya.

CA
# Staff Isa dan Islam 2011-06-23 06:04
~
Saudara Mikha, Al-Quran asli yang Saudara lihat itu ditulis oleh siapa? Di atas media apa?

Kami mengatakan bahwa kami memiliki Injil asli secara makna, bukan perkamen Injil yang asli. Yang masih tetap lestari adalah salinan Injil yang jumlahnya ribuan dan bahkan puluhan ribu dokumen sehingga mustahil bisa salah. Salinan-salinan itu termasuk sebagian besar salinan dalam bahasa asli Kitab Suci.

Antara codex yang satu dengan codex yang lain tidak berbeda. Di antara puluhan ribu salinan (codex) hanya ada sedikit sekali perbedaannya, sehingga Injil yang asli secara makna maupun tulisan, masih bisa ditelusuri sampai seakurat-akurat nya dengan memperbandingka n puluhan ribu salinan tersebut.

CA
# kumbang 2011-06-23 03:24
*
“Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; "Ini dari Allah", untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan.”(Qs 2:79)

Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: 'ia dari sisi Allah', padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui. (Qs 3:78)

Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil , dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahuinya? (Qs 3:71)
# Staff Isa dan Islam 2011-06-29 00:31
~
Saudara Kumbang, tidak satu pun ayat di atas yang mengatakan bahwa umat Kristiani dan umat Yahudi semuanya bekerja sama memalsukan Al-Kitab. Sama sekali tidak ada kesan seperti ini.

Yang terjadi adalah bahwa ada beberapa orang / golongan yang berusaha memalsukan atau memutarbalikkan kata-kata yang tertera dalam Al-Kitab.

Ada segolongan orang (Qs 3:78) yang berusaha menafsirkan kata-kata Al-Kitab secara salah. Dan ada orang-orang yang mengerti setelah membaca Al-Kitab, namun mereka menyembunyikan artinya.

Ini sakma sekali tidak mengatakan bahwa Al-Kitab itu sudah dipalsukan. Sama sekali tidak. Sebab hampir seluruh umat Kristiani dan Yahudi tetap mempertahankan kebenaran dan keaslian Kitab Suci dari Allah ini.

Sama seperti ada golongan Islam yang menafsirkan Al-Quran secara salah, dan ada pula umat Islam yang menyembunyikan kebenaran. Juga ada umat Islam yang merubah kandungan ayat-ayat dalam Al-Quran. Golongan-golong an ini misalkan Ahmadiyah, dan yang lainnya. Apakah ini berarti bahwa Al-Quran telah berhasil dipalsukan?

Firman Allah tidaklah mungkin bisa dipalsukan oleh manusia (Qs 6:34,115). Dan ini berarti bahwa Taurat, Kitab Nabi-Nabi, Zabur, dan Injil masih tetap asli sampai saat ini. Dan website ini berusaha untuk bisa setia pada keseluruhan Firman Allah di dalam setiap artikel kami.

CA
# kumbang 2011-06-23 03:25
*
"Dan jika kamu dalam keraguan tentang Al Qur'an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami, buatlah satu surat yang semisal Al Qur'an itu dan ajaklah penolong-penolo ngmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar." (Qs 2:23)

"Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur'an? Kalau kiranya Al Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya." (Qs 4:82)
# Staff Isa dan Islam 2011-06-29 00:32
~
Saudara Kumbang, ayat-ayat dan sura-sura semacam Al-Quran sesungguhnya tidak sukar untuk dibuat, bahkan sungguh mudah. Beberapa penulis bahkan pernah mencoba membuatnya karena tantangan dari ayat ini. Contohnya adalah kitab The True Fur'qan. Namun kitab ini akhirnya ditentang habis-habisan oleh umat Islam, padahal yang menantangnya adalah Al-Quran itu sendiri.

Kami sendiri tidak menyetujui dan bahkan menentang keras pembuatan kitab-kitab semacam Al-Quran, walaupun mereka membuatnya karena tantangan dari ayat ini. Namun mereka membuktikan bahwa Kitab semacam kitab Saudara adalah gampang untuk bisa dibuatkan.

Dan untuk ayat kedua, tanggapan kami adalah bahwa sungguh banyak terdapat pertentangan dalam Al-Quran. Misalnya berapa lama 1 hari di sisi Allah menurut perhitungan manusia, 1000 tahun (Qs 22:47, 32:5) ataukah 50.000 tahun (Qs 70:4)? Atau berapa harikah Allah menciptakan langit dan bumi ini, 8 hari (Qs 41:9-12) atau 6 hari (Qs 7:54, Qs 10:3, Qs 11:7 dan Qs 25:59). Ini hanyalah sebagian kecil dari pertentangan kitab Saudara.

Namun tujuan kami sama sekali tidak ingin membahas tentang pertentangan dalam kitab Saudara. Kami menyinggungnya hanya sebagai tanggapan atas komentar Saudara.

Tujuan kami adalah untuk memperkenalkan kebenaran kepada Saudara di dalam Isa Al-Masih. Kami mengajak Saudara untuk boleh merenungkan isadanislam.com/jalan-keselamatan.

CA
# swara 2011-07-06 11:56
*
Staff Isa dan Islam menjawab: "Terdapat banyak perbedaan di antara versi-versi tersebut".

Tolong saudara sebutkan bukti perbedaan versi tersebut dan riwayat yang menceritakannya.

Para sahabat menyetujui pembakaran Al-Quran. Ali sendiri berkata:
"Demi Allah, dia tidak melakukan apa-apa dengan pecahan-pecahan (Mushaf)kecuali dengan persetujuan kami semua(tidak ada seorang pun di antara kami yang membantah).

Kapan Injil dipalsukan? saya kira topik pada artikel ini bukan tentang pemalsuan Injil, jadi saya tidak akan menjawabnya.

Mengenai perubahan Injil George D. Kilpatrick dari Queen's College, Oxford menegaskan bahwa "pada kira-kira tahun 200 M, mayoritas perubahan-perub ahan yang disengaja telah disusupkan ke dalam alur teks PB, dan bahwa setelah itu para juru tulis mentransmisikan beberapa bentuk teks dengan ketelitian tinggi."
# Staff Isa dan Islam 2011-07-13 09:41
~
Saudara Swara,

Sesuatu yang sangat penting dan jika tidak berbeda isinya (benar) pastilah akan disimpan dan dirawat. Tidak sebaliknya malah dibakar, sehingga tidak dapat membuktikan kebenarannya.

Seperti halnya suatu pengadilan, akan memutuskan suatu perkara dengan adil jika terdapat bukti yang menyatakan. Bukan malah bukti-bukti itu dimusnahkan. Jadi, kesimpulannya dengan menghilangkan, yaitu membakar maka membuktikan adanya kesalahan dan untuk menghilangkan bukti.
~
DA
# mulya 2011-07-26 19:37
*
Bila anda mencari Al-Quran yang asli tidaklah sulit, bila anda lewat sebuah masjid atau mushola silahkan anda mampir kedalam, saudara pasti menemukan Al-Quran yang asli.

Kita sama-sama berhak untuk menilai apakah Kitab Suci kita adalah firman Allah atau karangan manusia, tapi tentu dengan dasar dan kaidah-kaidah yang bisa kita buktikan dan pertanggung jawabkan.

Islam menilai Injil yang sekarang tidak asli tentu berdasarkan berita yang ada dalam Al-Quran itu sendiri dan juga berdasarkan telaah isi dari Injil itu sendiri dan dari kajian-kajian yang mendalam dan tentu setelah mempelajari dari para ahli Injil itu sendiri.
# Staff Isa dan Islam 2011-07-27 15:40
~
Saudara Mulya,

Definisi “asli” yang saudara maksud mencakup hal apa? Tulisan, bahasa?

Bila saudara mengatakan “tulisan” jelas Al-Quran yang saudara maksud bukanlah asli. Karena sudah merupakan cetakan ulang. Bila yang saudara maksud “bahasa”. Jelas Al-Quran juga sudah dipalsukan. Karena terdapat banyak Al-Quran dalam bahasa lain. Misalnya, bahasa Indonesia dan Inggris.

Lalu, dimana letak perbedaan keaslian antara Al-Quran dan Injil? Bukankah kedua-duanya sama-sama telah “dipalsukan” bahasa dan tulisannya?

Benarkah Al-Quran 100% firman Allah dan tidak tercampu dengan perkataan manusia? Apakah Al- Fatihah itu ucapan Allah atau manusia? Bukankah manusia yang berseru, “Hanya Engkaulah yang kami sembah”? Bukankah tidak mungkin Allah yang berdoa, “Tunjukilah kami jalan yang lurus”?

Benarkah Al-Quran mengatakan Injil sudah palsu? Lalu mengapa Al-Quran mengatakan: “Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu...” (Qs 10:94)

“Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israel) dengan Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.” (Qs 5:46)

Ayat di atas mengatakan bahwa dalam Injil ada “petunjuk dan cahaya”. Jika memang Injil sudah dipalsukan, mengapa ayat di atas masih diturunkan pada Muhammad?

Jelas Injil adalah firman Allah. Dan Allah tidak akan membiarkan firman-Nya dipalsukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung-jawab.
~
SO
# mulya 2011-08-01 23:24
*
Asli yang saya maksud adalah isi, arti, bentuk tulisan, bahasa, makna, jumlah huruf, jumlah kata, jumlah kalimat, jumlah ayat, jumlah surat, susunan suratnya, tata bahasanya, tanda bacanya dan kemurniannya belum dan tidak akan pernah berubah, bertambah dan berkurang dari pertama turun sampai hari ini!

Bagaimana dengan Injil? Ini telah diakui oleh para ahli sejarah berdasarkan penelitian secara ilmiah. Bila saudara memiliki wawasan yang luas tentang sejarah dan mau mengakaui penemuan dan penelitian para sejarahwan tersebut, anda akan mengatakan "ya memang benar!"

Apa yang ada dalam Injil yang asli ada dalam Al-Quran, karena Al-Quran adalah penyempurna dari kitab-kitab sebelumnya.

Cari tahu dahulu apa itu Surat Al Fatihah.
# Staff Isa dan Islam 2011-08-04 09:16
~
Saudara Mulya,

Tidak ada sedikitpun rasa grogi dalam menanggapi komentar saudara. Justru seharusnya mari kita sama-sama merenungkan apa arti “palsu” yang selama ini ditujukan oleh orang Islam terhadapa kitab suci orang Kristen.

Saudara mengatakan Al-Quran disebut “asli” karena arti, bentuk tulisan, bahasa, makna, jumlah huruf dll dari Al-Quran adalah sama. Benarkah?

Jika saudara bicara tentang arti atau makna, kami setuju. Bahwa setiap Al-Quran, apa pun bahasan, jelas mempunyai makna dan arti yang sama pada isinya. Dan jelas, hal ini pun terjadi pada Injil. Semua Injil, apa pun bahasanya, mempunyai arti dan makna yang sama. Berarti, dalam hal ini Injil dan Al-Quran sama-sama disebut 'asli'.

Bagaimana dengan bentuk tulisan, jumlah huruf dll. Jelas, Al-Quran yang ditulis dalam bahasa Arab, bentuk tulisan dan jumlah hurufnya berbeda dengan Al-Quran yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan Inggris, dan mungkin ada bahasa lainnya. Maka dalam hal ini Al-Quran tidak dapat dikatakan 'asli'. Dan alasan inilah yang sering digunakan oleh umat Muslim yang mengatakan bahwa Injil sudah tidak asli.

Bila hal itu benar, berarti Al-Quran dan Injil. Sama-sama dapat disebut asli, dan sama-sama dapat disebut tidak asli/palsu bukan?
~
SO
# mulya 2011-08-04 11:58
*
Apakah pernyataan saudara IDI telah berdasarkan penelitian dan kajian? Atau hanya berdasarkan keragu-raguan saudara?

Saya telah melakukan bedah Al-Quran dan Injil selama bertahun-tahun bersama-sama para ahlinya dan rata-rata para ahli Injil awalnya juga mengatakan hal yang sama seperti yang saudara katakan tentang Al-Quran.

Kemudian kami mengajak para ahli Injil untuk sama-sama berdiskusi dan membedah isi Kitab kita masing-masing.
Apa yang menjadi pertentangan saudara IDI tentang Al-Quran, itu pula yang dipertentangkan saudara-saudara kami para ahli Injil.

Kita lakukanlah penelitian secara acak beberapa Al-Quran dari 10 negara dari 5 benua dan kita hitung jumlah hurufnya, jumlah katanya, kalimatnya, ayatnya, dan suratnya! Tidak ada satu hurufpun yang berbeda.

Bagaimana dengan Injil?
# Staff Isa dan Islam 2011-08-05 11:49
~
Saudara Mulya,

Kami menilai tentu saudara adalah orang yang sangat ahli tentang Injil dan Al-Quran, karena saudara telah membedah Injil dan Al-Quran selama bertahun-tahun. Namun sayangnya, saudara menghabiskan waktu selama bertahun-tahun hanya untuk meneliti, jumlah huruf, kata, kalimat, ayat, dan surat pada dua kitab tersebut.

Saudara Mulya, keselamatan sorgawi tidak dipengaruhi seberapa tinggi pengetahuan kita tentang kitab suci. Seberapa detailnya kita mengetahui jumlah huruf, kata, kalimat dll dari kitab suci.

Kitab Suci berkata, “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia [Isa Al-Masih], sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." (Injil, Kisah Para Rasul 4:12)

Tanpa percaya dan menerima Isa Al-Masih sebagai Juruselamat, sia-sialah setiap usaha seseorang dalam menggapai keselamatannya.
~
SO
# lucky 2011-08-22 18:38
*
Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya di kala mereka berkata:`Allah tidak menurunkan sesuatupun kepada manusia `. Katakanlah:`Sia pakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab itu lembaran-lembar an yang bercerai-cerai, kamu perlihatkan (sebagiannya) dan kamu sembunyikan sebagian besarnya, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahui (nya)? `. Katakanlah:`All ah-lah (yang menurunkannya)` , kemudian (sesudah kamu menyampaikan Al Quran kepada mereka), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya.(Q S. 6:91)
# Staff Isa dan Islam 2011-08-31 14:35
~
Saudara Lucky,

Mungkinkah manusia menang menentang Allah? Jika yang dimaksudkan bahwa manusia sanggup menyembunyikan apalagi merubah isi Firman Allah maka dimana wibawa Allah?

Allah tentunya akan menjaga Firman-Nya dan tidak ada satupun mahkluk ciptaan-Nya yang sanggup mengubah ketetapan Allah.

Betapa ajaib dan mulia Firman Allah itu sehingga tidak mungkin ada satu bangsa yang diberi Firman kemudian seluruh umat tersebut sepakat memalsukan Firman dan membohongi diri mereka sendiri dengan kebohongan yang mereka buat kemudian mengamalkan kebohongan tersebut. Tetapi justru umat terdahulu sangat menghormati Firman Allah, lihatlah Taurat, Kitab Mazmur 119:105 “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”

~
NN
# sandy org awam 2011-11-22 15:26
*
Untuk lebih jelasnya apakah kitab Injil ada yang palsu, silahkan anda cari para pendeta yang menjadi muallaf, cari tahu alasannya mengapa dia pindah agama.

Sebenarnya yang palsu itu orang-orangnya. Perdebatan ini merupakan para kaum-kaum yang merasa tidak beriman, ada juga yang cenderung ragu-ragu dan juga ada yang merasa dirinya lebih paham tentang agama.

Sesungguhnya orang yang benar adalah orang yang memahami kitabnya untuk dirinya dan orang lain untuk di amalkan. Biarlah orang yang ragu akan agamanya biar diberi hidayah oleh Allah.
# Staff Isa dan Islam 2011-11-24 13:43
~
Saudara Sandy,

Terimakasih atas saran saudara. Untuk mengetahui apakah kitab suci yang selama ini kami imani asli atau tidak, kami tidak perlu menanyakannya pada manusia. Sebab manusia tidak ada yang sempurnah. Mereka bisa saja salah dalam mengambil keputusan atau menyikapi sesuatu.

Keaslian firman Allah cukuplah kami ketahui dari perkataan-Nya saja, karena kami tahu bahwa Allah adalah sempurna, Dia tidak pernah salah dalam berfirman dan kami tidak perlu meragukannya.

“Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israel) dengan Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.” (Qs 5:46)

Ayat di atas menjelaskan dalam Injil terdapat petunjuk dan cahaya bagi orang-orang yang bertakwa. Benarkah petunjuk dan cahaya dari Allah sudah tidak bermanfaat lagi bagi manusia?
~
SO
# hamba allah 2011-12-05 08:10
*
Apakah anda tahu keaslian Injil saudara (bukan Injil dalam Al-Quran) itu adalah benar-benar firman Tuhan? Sebab seharusnya Injil ada teks asli bahasa Ibrani/Arami sejak zaman nabi Isa AS, seperti Al-Quran selalu ada teks asli sejak zaman Nabi Muhammad, sehingga terjamin keasliaannya walaupun sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa.
# Staff Isa dan Islam 2011-12-06 15:54
~
Saudara Hamba Allah,

Bagi Allah tidak ada batasan bahasa. Allah mengerti setiap bahasa. Asli atau tidaknya sebuah kitab suci tidak dilihat dari bahasanya. Satu hal yang perlu saudara ketahui bahwa dalam Injil ada Kabar Keselamatan dalam Isa Al-Masih.

Inilah visi sebenarnya mengapa Injil harus diterjemahkan ke berbagai bahasa, selain itu sesuai dengan ajaran Isa Al-Masih bahwa Injil harus diberitakan kepada semua suku bangsa "Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya." (Injil, Rasul Besar Matius 24:14)
~
SO
# Ask 2012-03-10 12:11
*
To: Staff Isa dan Islam,

Perlu anda ketahui bahwasanya ayat-ayat suci yang diturunkan kepada setiap rasul utusan Allah, maka bahasa yang dipergunakan adalah sesuai dengan bahasa yang dipakai oleh rasul itu sendiri. Dan itu pun adalah ketetapan dari Allah agar memudahkan umat yang menerimanya.
# Staff Isa dan Islam 2012-03-13 17:05
~
Saudara Ask,

Kami setuju dengan pendapat saudara, Allah memberi firman-Nya lewat rasul/utusan-ut usan-Nya menggunakan bahasa yang dipakai/dimenge rti oleh rasul itu sendiri. Tujuannya: Agar si rasul dapat dengan mudah menyampaikan firman tersebut kepada pengikutnya, juga agar pengikutnya dapat mengerti dan memahami firman Allah tersebut karena ditulis dalam bahasa mereka sendiri.

Pertanyaan kami untuk saudara Ask, apakah saudara dan umat Muslim lainya yang ada di belahan dunia ini dapat berbahasa Arab, sehingga kitab suci umat Muslim harus dalam bahasa Arab dan sholat pun wajib menggunakan bahasa Arab?.
~
SO
# Jerry 2012-03-28 08:59
*
1. Berapa nama silsilah Daud sampai dengan Yesus ?
a. Lukas mencatat 43 nama dari Daud sampai dengan Yesus.
b. Matius hanya mencatat 28 nama dari Daud sampai dengan Yesus.

2. Siapakah kakek Yesus ?
a. Yakub (Matius 1:6).
b. Eli (Lukas 3:31).

3. Siapakah anak daud yang menurunkan Yesus ?
a. Salomo (Matius 1: 6).
b. Natan (Lukas 3:31).

Menurut anda ini sebuah kesalahan atau memang kewajaran.
# Staff Isa dan Islam 2012-03-30 16:12
~
Garis keturunan Isa Al-Masih yang ditulis oleh Matius adalah garis keturunan Yusuf. Di sini tampak bahwa Yusuf keturunan raja Daud melalui raja Salomo, dan garis keturunan raja-raja Yehuda. Sehingga Isa Al-Masih merupakan anak dari Yusuf secara hukum.
Sedangkan Lukas menulis menurut garis keturunan Maria. Di mana Maria merupakan keturunan raja Daud melalui anaknya yang bernama Natan. Maria adalah ibu Isa Al-Masih secara biologis.

Dengan demikian Matius dan Lukas menegaskan bahwa Isa Al-Masih berhak menjadi Mesias baik secara hukum maupun secara biologis.

Jadi, tidak ada kesalahan dalam penulisan garis keturunan Isa Al-Masih. Penulisan dari sudut pandang yang berbeda justru memberikan ketepatan mengenai nenek moyang Isa Al-Masih.
~
SL
# Osama 2012-05-24 22:42
*
Muhammad pada zamannya, tidak pernah menegur, mencegah, atau melarang siapapun untuk membaca Alkitab yang ada ditangan orang-orang Yahudi di Mekah atau Medina, apalagi yang ada ditanah Israel ! Tuhan malahan mendesakkan bacaannya: “Katakanlah, ”Maka ambillah Taurat dan bacalah dia jika kamu orang-orang yang benar” (Qs 3:93).

Bagaimana mungkin Muhammad disuruh Tuhan untuk berkonsultasi kepada orang-orang yang kitab-kitabnya palsu dan korup? Karena ada tertulis: “Maka jika engkau (Muhammad) dalam keragu-raguan tentang apa yang kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum engkau. Sungguh telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang yang ragu” (Qs 10:94).

“Dan tidak Kami mengutus sebelum engkau melainkan laki-laki yang kami beri wahyu kepada mereka: maka bertanyalah kamu kepada mereka yang berilmu (tentang nabi dan kitab), jika kamu tidak mengetahui” (Qs 16:43).
# Staff Isa dan Islam 2012-05-29 11:08
~
Kutipan dari beberapa ayat di atas, telah menjelaskan dengan sejelas-jelasny a bahwa Injil, Taurat, dan Zabur adalah firman Allah yang harus diimani oleh setiap manusia. Bukan hanya pengikut atau era Isa Al-Masih, tetapi perkataan Allah tersebut berlaku untuk selamanya.

Lebih tegas lagi Al-Quran berkata, “Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa” (Qs 5:46).
~
SO
# Jesus My Lord 2012-05-29 04:28
*
Quoting lucky:
*
Katakanlah:`Allah-lah (yang menurunkannya)`, kemudian (sesudah kamu menyampaikan Al Quran kepada mereka), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya.(QS. 6:91)


Disinilah terlihat bila Al-Quran penuh dengan pertentangan yang masing-masing arti memberikan kebingungan bagi pembacanya.
Disatu sisi “Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat” (Qs 5:46).
Disisi lain tertulis seperti yang anda sampaikan, dengan kata lain Allah tidak konsisten terhadap kalimat-kalimat -Nya. Bagaimana Allah yang Maha Benar bisa salah dalam menurunkan firman/kalimat-kalimat-Nya?
Haruskah Tuhan memperbaiki apa yang telah dikatakan-Nya? Mana yang lebih baik, menggenapi Firman-Firman-N ya atau mengganti Firman-Firman-N ya? Anda manusia biasa saja sudah tahu jawabannya apalagi Allah!

Salam Damai, Tuhan besertamu.
# Benjamin Gates 2012-07-09 22:34
*
Quoting Staff Isa dan Islam:
~

Dengan demikian Matius dan Lukas menegaskan bahwa Isa Al-Masih berhak menjadi Mesias baik secara hukum maupun secara biologis.
~
SL

Jelas-jelas di dalam Alkitab keduanya menjelaskan tentang silsilah Isa ini adalah pertentangan yang nyata. Bagaimana mungkin orang yang tidak memiliki bapak bisa memiliki silsilah.
# Staff Isa dan Islam 2012-07-13 14:21
*
Saudara Benjamin Gates,

Menurut adat Yahudi secara hukum Isa Al-Masih adalah anak dari Yusuf. Jadi, Isa Al-Masih juga memiliki silsilah berdasarkan bapak.

Benarkah di dalam Al-Quran tidak ada pertentangan? Bagaimana dengan ini? Baca di url ini http://tinyurl.com/86r3bgq dan silakan dipikirkan.
~
DA
# jose bush 2012-10-13 16:34
*
Aku pernah membaca sebuah postingan di Yahoo-answer. Di salah satu ayat menyebutkan, kalau tidak salah halal bagi kamu binatang berkuku belah dan memamah biak, kecuali babi karena babi binatang berkuku belah tapi tidak memamah biak.

Lalu pada Alkitab terbaru kata babi diganti dengan kata babi hutan. Maksudnya apa itu?
# Staff Isa dan Islam 2012-10-14 14:27
~
Sebelum kami menjawab pertanyaan saudara di atas, kami ingin mengajukan satu pertanyaan. Menurut saudara Jose, apakah babi dengan babi hutan adalah dua binatang yang berbeda?

Umat Muslim memang sering mengklaim bahwa Alkitab sudah direvisi atau Alkitab sudah kadaluarsa. Pertanyaan kami, bilakah isi Alkitab dirubah dan siapakah yang merubahnya?

Al-Quran mengatakan Injil dan Taurat adalah firman Allah yang tidak dapat dirubah oleh siapapun. “Tak ada seorangpun yang dapat merobah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah” (Qs 43:34).

Pernyataan yang sama juga terdapat dalam Alkitab. “Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya" (Kitab Nabi Besar Yesaya 40:8)

Melihat dua ayat di atas, masihkah mungkin firman Allah (Alkitab) dapat dirubah oleh manusia untuk kepentingan golongan tertentu?
~
SO
# john 2012-11-07 07:38
*
Staff IDI,

Saya mau tanya Injil dan Taurat dan Alkitab Kristen sama tidak? Beda Taurat dan Injil itu sudah tidak ada. Dan Alkitab yang dipegang umat Kristen saat ini adalah hayalan seperti dalam wahyu dan cerita dari mulut ke mulut seperti contoh saja Lukas dan pernyataan dari Lukas sendiri dari ayat pertama. Sedangkan yang paling banyak digunakan oleh umat Kristen adalah surat Paulus yang mengaku diangkat oleh Yesus sebagai murid dalam cerita bohongnya.

Jadi jelas beda Taurat dan Injil dengan Alkitab Kristen yang walaupun kenyataan masih ada ayat Taurat dan Injil yang asli di dalamnya walaupun sedikit. Tapi tercemar juga dangan ayat-ayat tambahan dan palsu. Perubahan kata dan yang paling tidak hebat adalah surat-surat Paulus Tarsus yang sesat, yang memang inilah inti dari ajaran Kristen mengikuti pendirinya.
# Staff Isa dan Islam 2012-11-09 09:00
~
Saudara John,

Kami sungguh kagum atas penelitian saudara. Sayangnya, saudara telah melakukan penelitian yang sangat-sangat salah, sehingga saudara memberi kesimpulan yang menyesatkan bagi diri saudara sendiri.

Saudara John, bila memang saudara ingin mempelajari isi Alkitab, saran kami, sebaiknya saudara mempelajarinya dengan cara membaca sendiri isi Alkitab dari awal hingga akhir. Sebelum saudara membaca, berdoalah dan minta hikmat dari Allah. Biar Roh Allah yang memberi hikmat dan pengetahuan yang benar bagi saudara.

Bila saudara tidak mempunyai Alkitab, saudara dapat membaca dalam versi online di link ini: http://tinyurl.com/akhyfpl.

Silakan juga saudara membaca penjelasan kami mengenai Kitab Suci orang Kristen pada link ini: http://tinyurl.com/cwt5kny.

Jika ada pertanyaan, silakan menghubungi staf kami lewat email: . Staf kami akan menjawab setiap pertanyaan saudara dengan jelas.
~
SO
# brili 2012-12-27 07:24
*
Isa Al-Masih adalah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang bisa sampai kepada Allah di sorga kalau tidak melalui Isa Al-Masih (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Coba anda kaji lagi ayat it di atas. Sebenarnya ayat itu jelas, bahwa "Isa Al-Masih adalah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang bisa sampai kepada Allah di sorga kalau tidak melalui Isa Al-Masih".

Isa itu hanya seorang rasul untuk kami umat Muslim! Tidak sah iman seorang Islam, jika tidak percaya dengan Isa. Jadi ayat tersebut jelas, bahwa Isa adalah sbagai rasul Allah. Dia pemberi jalan saja untuk sampai kepada Allah di surga.

Bukan bararti Isa yang kita sembah. Tapi Hanya Allah lah yang harus kita sembah, karena Allah adalah Tuhan satu-satunya. Dan Isa hanya sebagai rasul. Dia diutusan Allah, pemberi jalan saja. Dan kami kami umat Muslim, satu-satunya umat di dunia ini yang mempercayai itu!
# Staff Isa dan Islam 2012-12-28 11:55
~
Saudara Brili,

Bila memang saudara mempercayai Isa, bahkan seperti yang saudara katakan “tidak sah iman seorang Islam, jika tidak percaya dengan Isa”. Sebaiknya saudara tidak hanya mempercayai beberapa perkataan-Nya saja. Seseorang dapat disebut percaya, apabila yang bersangkutan dapat menerima setiap perkataan orang tersebut. Demikian halnya, saudara akan disebut mempercayai Isa bila saudara percaya pada setiap perkataan-Nya.

Perhatikan ayat ini: “Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada" (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:58) Apakah saudara percaya bahwa Isa sudah ada jauh sebelum Abraham ada?

“Aku [Isa Al-Masih] adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir" (Injil, Kitab Wahyu 22:13) Apakah saudara percaya Isa adalah Alfa dan Omega?

Bila saudara memang benar percaya kepada Isa, berarti saudara percaya dengan pengakuan-Nya di atas, bahwa Dia adalah Alfa dan Omega yang sudah ada sebelum Nabi Ibrahim ada.

Lewat ayat di atas, Isa ingin menyampaikan bahwa Dia adalah kekal adanya. Menurut saudara Brili, adakah manusia yang layak disebut kekal selain Allah?

Dan, sudahkah saudara Brilian menerima Isa Al-Masih sebagai satu-satunya Juruselamat saudara? Bila belum, berarti saudara berdusta mengatakan percaya kepada Isa Al-Masih!
~
SO
# Alex 2013-02-10 00:57
*
Katekismus ortodoks:
"karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anak yang diperanakkan-Ny a yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" (Yohanes 3:16 -AV)

Dalam RSV:
"karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" (Yohanes 3:16)

Terjadi penghapusan kata "yang diperanakkan"

Pendeta secara diam-diam menghapus tanpa ada kata permintaan maaf. Kata "diperanakkan" yang menghina Tuhan ini adalah salah satu dari banyak penambah di dalam "kitab suci Injil".
# Staff Isa dan Islam 2013-02-11 15:33
~
Saudara Alex,

Maaf, kami kurang mengerti saudara mengambil ayat yang pertama dari mana. Apakah maksud saudara Yohanes 3:16 -AV sama dengan King James? Bila itu yang saudara maksud, berikut saya copy ayatnya “For God so loved the world, that he gave his only begotten Son, that whosoever believeth in him should not perish, but have everlasting life” Kami tidak menemukan dalam ayat kata yang artinya adalah “diperanakkan.”

Saudara Alex, menurut kami mengubah isi dari sebuah kitab suci bukanlah semudah merevisi isi dari sebuah buku. Bila seseorang ingin mengubah isi dari Injil, maka hal pertama yang harus dia lakukan adalah merevisi naskah kuno yang jumlahnya lebih dari 24.000 dimana terdapat cuplikan-cuplik an asli dari generasi pertama. Tentu sangat mustahil bagi seseorang untuk bisa mengumpulkan ribuan naskah dari seluruh dunia dan membuat perubahan atas seluruh naskah-naskah tersebut.

Jadi, secara logika mustahil Injil dapat dirubah. Selain itu juga kami percaya firman Tuhan yang mengatakan “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu” (Injil, Rasul Besar Matius 24:35).
~
SO
# alex 2013-02-12 20:30
*
Saudara staf IDI,

Yang saya kutip bukan firman Tuhan, tetapi firman Yohanes seperti seorang sejarawan. Kalau Lukas 24:44-46, bisa jawab tidak?
# Staff Isa dan Islam 2013-02-20 10:59
~
Saudara Alex,

Maaf, sebenarnya tujuan saudara mengikuti forum ini untuk apa? Apakah saudara benar ingin diskusi dengan kami? Atau mungkin saudara tidak punya pengetahuan sama sekali tentang hal yang saudara tuliskan?

Pernyataan saudara pada komentar sebelumnya saja, belum selesai saudara jelaskan. Mengapa sekarang saudara mengajukan pertanyaan lain?

Supaya diskusi ini dapat berjalan dengan baik, mari kita kembali kepada topik awal.

Tolong saudara menjelaskan, mengapa saudara mengatakan “Pendeta secara diam-diam menghapus tanpa ada kata permintaan maaf. Kata "diperanakkan" yang menghina Tuhan ini adalah salah satu dari banyak penambah di dalam "kitab suci Injil".

Kami harap saudara dapat mempertanggung- jawabkan pernyataan di atas dengan memberi penjelasan!
~
SO
# moer 2013-02-17 13:37
*
To: Alex,

“Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga”

Kalau anda mencari tulisan "Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga" dalam PL memang tidak ada. Tapi apa benar PL tidak memuat tentang nubuat penderitaan Kristus dan kebangkitan Kristus?

Anda tidak perlu memaksakan logika sempit anda bahwa di PL harus ada tulisan "Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga"

Untuk membuktikan Lukas tidak sedang berbohong, sedangkan faktanya ada banyak sekali tulisan dalam PL yang menuliskan tentang penderitaan yang Yesus harus alami sebelum mati dan bangkit kembali.

Semoga tulisan ini bisa membantu anda membuka pikiran anda dan membantu anda keluar dari logika berpikir anda yang sempit.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-20 11:00
~
Saudara Moer,

Terimakasih atas bantuan saudara untuk menjawab pertanyaan saudara Alex di atas.

Maaf, kami harus menghapus beberapa komentar saudara dan juga komentar dari saudara Alex. Kami ingin agar saudara Alex focus pada satu topik pertanyaan yang dia ajukan di atas. Tujuan kita lewat situs ini adalah memberi penjelasan sejelas mungkin pada orang yang bertanya. Bila yang bersangkutan sudah cukup jelas atas topik yang sedang dibahas, kita sebaiknya pindah ke topik lain. Dengan demikian, menurut kami diskusi ini akan memberi dampak yang baik.

Tapi kami lihat saudara Alex hanya melempar pertanyaan, dan bila saudara Alex tidak dapat menyangkal, maka akan melempar pertanyaan lain, untuk mengalihkan perhatian kita ke topik lain. Menurut kami itu bukanlah bentuk diskusi yang sehat.

Kami harap saudara Moer dapat memakluminya, dan teruslah memberitakan Injil bagi mereka yang belum mendapatkan keselamatan dari Tuhan Yesus Kristus.
~
SO
# moer 2013-02-20 12:36
*
To: Staff Isa dan Islam,

Sdr staff, saya sama sekali tidak berkeberatan komentar saya dihapus demi menjaga agar diskusi berjalan sesuai jalur. Demikian juga untuk selanjutnya. Mohon maaf apabila komentar saya sering out of topic, karena pertanyaan teman kita kadang juga out of topic.

Terimakasih sudah diperbolehkan bergabung disini, teruskan pemberitaan Injil anda, Tuhan memberkati.
# Alex 2013-02-22 18:16
*
Sekte kesaksian Yehovah (50.000 kesalahan dalam Injil) Di situ saya dapatkan tentang perubahan tersebut.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-26 08:54
~
Saudara Alex,

Sebelum kami memberi tanggapan atas komentar saudara di atas, dapatkah saudara menjelaskan “Mengapa saudara mengatakan “Pendeta secara diam-diam menghapus tanpa ada kata permintaan maaf. Kata "diperanakkan" yang menghina Tuhan ini adalah salah satu dari banyak penambah di dalam "kitab suci Injil"?

Dan pertanyaan kami yang kedua, apakah saudara seorang pengikut Saksi Yehovah?
~
SO
# moer 2013-02-23 10:15
*
Quoting Alex:
Sekte kesaksian yehovah (50.000 kesalahan dalam Injil)

disitu saya dapatkan tentang perubahan tersebut
Silakan anda jawab dulu pertanyaan dari staff IDI. Tolong saudara menjelaskan, mengapa saudara mengatakan “Pendeta secara diam-diam menghapus tanpa ada kata permintaan maaf. Kata "diperanakkan" yang menghina Tuhan ini adalah salah satu dari banyak penambah di dalam "kitab suci Injil".

Jangan hanya melempar pertanyaan tanpa dasar yang jelas.
# Chocolatte 2013-02-23 17:28
*
Isi injil sering dirubah sesuai keinginan si pencetak Injil.

(2 Samuel 24:13)
"...Akan datangkah menimpa engkau -tiga tahun- kelaparan di negerimu..."
(2 Samuel 24:13, Version 1976, King James Version)
"...Shall -seven year- of famine come unto thee in thy land..."
Mana yang benar 3 Tahun atau 7 Tahun?

(Yohanes 5:7, KJV)
"For there are three that bear record in heaven, the Father, the Word, and Holy Ghost..."
(Yohanes 5:7, NIV)
"For there are three that testify: the Spirit, the water and the blood..."

Bukankah Isi Yohanes 5:7 pada versi NIV merupakan isi ayat ke 8 versi KJV?

Fakta mengatakan bahwa Kalimat Bapa, Firman dan Roh Kudus pada ayat ke-7 mulai timbul pada catatan kaki dari Perjanjian baru berbahasa latin yang diawali pada abad ke-5.
Jadi ayat ke-7 pada injil KJV merupakan tambahan yang berdasarkan catatan kaki dari Injil sebelumnya.

Haruskah catatan kaki menjadi firman Tuhan?
# Staff Isa dan Islam 2013-02-27 12:41
~
Saudara Chocolatte,

Jika terjemahan LAI kemudian menyamakan ’3 tahun’ (dengan mengacu kepada salinan teks Septuaginta dan Arab) dalam terjemahan 1976 untuk ayat 2 Samuel 24:13 dan 1 Tawarikh 21:11-12, tidak mengubah kenyataan bahwa terdapat dua jenis teks dalam salinan Kitab Suci. Namun hal ini tidaklah menjadi permasalahan. Sebab kedua pernyataan tersebut, tergantung dari manakah permulaan penghitungannya , tetap menyampaikan kebenaran. Yang terpenting maksud intinya, yaitu bahwa Raja Daud harus menanggung akibat dari kesalahannya.

Salinan teks dalam bahasa Ibrani menyebutkan tujuh tahun, sedangkan salinan teks Septuaginta dan beberapa salinan Arab menyebutkan tiga tahun. ‘Tiga’ tahun (angka tiga) nampaknya lebih sesuai dengan rangkaian angka tiga yang terkait dengan pernyataan hukuman lainnya.

Gad, nabi yang mengunjungi Daud dapat saja awalnya menyebut tujuh tahun kelaparan, namun kemudian menguranginya menjadi tiga tahun. Atau, bahwa Tuhan memberikan tiga tahun hukuman bagi Raja Daud untuk rasa ingin tahunya akan kekuatan kerajaannya (sebab penghitungan sensus berkaitan dengan pajak yang artinya juga adalah kekayaan bagi kerajaan).

Dan masa tiga tahun hukuman ini, dengan masa tiga tahun kelaparan yang saat itu memang sudah terjadi (lih. 2 Sam 21:1). Mengakibatkan pada tahun ketujuh, atau tahun sabatikal, tidak ada yang dapat dipanen. Sehingga masa kelaparan total yang ditawarkan oleh Gad adalah tujuh tahun.

Dengan demikian, baik angka tiga tahun maupun tujuh tahun adalah sama-sama benar, dilihat dari manakah permulaan penghitungannya .
~
NN
# moer 2013-02-23 19:57
*
To: Chocolatte,

John 5:7 KJV
7 The impotent man answered him, Sir, I have no man, when the water is troubled, to put me into the pool: but while I am coming, another steppeth down before me.

John 5:7 NIV
7 “Sir,” the invalid replied, “I have no one to help me into the pool when the water is stirred. While I am trying to get in, someone else goes down ahead of me.”

John 5:8 KJV
8 Jesus saith unto him, Rise, take up thy bed, and walk.
# Chocolatte 2013-03-01 21:53
*
To Staff IDI,

Bukankah firman Tuhan tidak boleh dirubah? Jika Tuhan mengatakan "Tujuh", maka tidak ada seorangpun yang mempunyai kekuatan untuk merubahnya menjadi "Tiga", termasuk seorang Nabi sekalipun.

Lalu, bagaimana dengan ayat 1 Yohanes 5:7? Haruskah sebuah catatan kaki dijadikan firman Tuhan? Bukankah catatan kaki adalah tafsiran manusia? Jika demikian, maka Bible sudah mengalami penambahan ayat, dan itu berarti Bible telah mengalami perubahan. Dan perubahan itu dibuat oleh manusia sendiri.

Masihkah isi Bible yang sekarang masih terjaga kemurniannya?
# Staff Isa dan Islam 2013-03-07 11:24
~
Saudara Chocolatte,

Dalam ayat yang saudara maksud, tulisan yang ada di dalam tanda kurung merupakan penegasan terhadap kalimat sebelumnya. Bukankah dalam Kitab Suci saudara pun ada tulisan-tulisan yang berada dalam tanda kurung? Apakah berarti Kitab saudara pun bukan firman Allah?

Allah lebih dari sanggup untuk menjaga kemurnian Alkitab. Karena itu Alkitab tidak pernah berubah baik sejak dulu, sekarang dan selamanya.

Alkitab memiliki keunikan yaitu ditulis oleh lebih dari 40 penulis dari segala lapisan masyarakat. Termasuk Raja, petani, ahli filsafat, nelayan, pujangga, negarawan, cendikiawan dll.

Ditulis di berbagai tempat yang berbeda, pada waktu yang berbeda, dan pada suasana hati yang berbeda. Ditulis di tiga benua yang berbeda (Eropa, Asia, Afrika). Ditulis dalam tiga bahasa yang berbeda. Temanya meliputi berbagai masalah yang kontroversial. Tetapi kesimpulannya bersinambungan tidak pernah bertentangan. Dan semua kitab menubuatkan tentang Isa Al-Masih.
~
NN
# Hamba Allah 2013-03-30 21:12
*
To: Staf IDI,

Bolehkah saya tahu, adakah ayat dalam Injil yang menyebutkan bahwa Allah itu satu, seperti halnya yang terdapat dalam kitab suci kami Al-Quran?
# Staff Isa dan Islam 2013-04-03 19:37
~
Saudara Hamba Allah,

Umat Kristen tidak menyembah tiga Allah seperti yang diyakini oleh umat Muslim. Umat Kristen menyembah Allah yang esa. “Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!” (Taurat, Kitab Ulangan 6:4).

Tidak ada satu orang Kristen pun yang percaya kepada tiga allah. Tuduhan ini menunjukkan kesalahpengerti an umat Muslim selama ini tentang apa yang dipercayai orang Kristen.
~
SO
# Chocolatte 2013-04-04 18:02
*
Quoting Staff Isa dan Islam:
~

Allah lebih dari sanggup untuk menjaga kemurnian Alkitab. Karena itu Alkitab tidak pernah berubah baik sejak dulu, sekarang dan selamanya.
~
NN


Benarkah? Lalu kenapa ada ayat sisipan yang awalnya berasal dari sebuah catatan kaki seperti ayat 1 Yohanes 5:7 ?

Apabila ada perubahan dalam tiap tulisannya, maka kitab tersebut sudah tidak dapat dikatakan suci lagi, sebab telah dicampuri oleh tangan manusia.

Jangankan penambahan ayat, penghilangan titik atau koma-pun telah menghilangkan esensi kata "suci" dalam sebuah kitab.

Lagipula, bukankah Perjanjian Baru adalah kesaksian manusia biasa (Matius, Markus, Lukas, Yohanes, Paulus, dll) bukan firman-firman langsung dari Tuhan.

Sedangkan sebuah kitab dikatakan "suci" apabila kitab tersebut berisi Firman Tuhan tanpa ada campur tangan manusia pada tiap isinya.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-10 22:01
~
Saudara Chocolatte,

Jika saudara mengira Alkitab sudah dirubah atau bisa dirubah maka saudara juga harus percaya bahwa Al-Quran berdusta, sebab Al-Quran memerintahkan umat Islam beriman kepada Alkitab.

"Katakanlah hai orang-orang mukmin: kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya. Dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya" (Qs 2:136).

Ayat sejenis menunjukan penerimaan Muhammad atas kitab-kitab sebelumnya dapat saudara lihat juga dalam Qs 4:163.
~
NN
# hakkuallah 2013-04-12 10:36
*
Saya ingin menanggapi sedikit saja. Mengapa Alkitab sudah tidak asli dan tidak murni? Jawabannya karena tidak memiliki bahasa aslinya. Kalau yang namanya terjemahan, pasti tiap orang akan berbeda. Terjemahan Al-Quran, bukanlah Al-Quran. Terjemahan Injil bukanlah Injil. Terjemahan Taurat, bukanlah Taurat. Ketika anda membaca terjemahan Al-Quran, maka kita akan mengatakan itu bukan Al-Quran, karena bahasa Al-Quran sangatlah luas.

Saya sudah tulis beberapa kali di forum ini, belajar Al-Quran tanpa guru akan sesat sangatlah jauh. Guru kita utama adalah Nabi Muhammad. Al-Quran hanya memberikan pesan singkat dan bermakna bagi orang yang bertakwa. Al-Quran tidak menjelaskan secara detail menyeluruh.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-17 18:03
~
Saudara Hakkuallah,

Menurut kami sangat tidak masuk akal Alkitab dikatakan tidak suci hanya karena ditulis di luar bahasa aslinya. Karena yang diterjemahkan adalah bahasanya. Sedangkan isinya sendiri tidak akan mengalami perubahan. Dan lagi, orang-orang yang melakukan terjemahan tersebut adalah orang-orang yang memang sudah ahli.

Bila saudara mengatakan terjemahan Al-Quran bukanlah Al-Quran, kami maklum akan hal itu. Karena umat Muslim, sangat meninggikan bahasa Arab. Sehingga mereka berpikir hanya Al-Quran dalam tulisan bahasa Arab yang dianggap sebagi kitab suci.

Tetapi tidak demikian halnya dengan umat Kristen. Umat Kristen tidak mempersoalkan masalah bahasa atau cover dari kitabnya. Tetapi mereka fokus pada isi dari kitab tersebut. Firman Allah berkata, “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung” (Kitab Nabi Yoshua 1:8)

Untuk apa kita mempunyai kitab dalam bahasa asing dan dibungkus dengan cover yang bagus bila kita tidak mengerti apa yang ditulis dalam kitab tersebut. Bukankah akan lebih baik bila kita membaca kitab dalam bahasa yang kita mengerti?
~
SO
# semi ateis 2013-04-17 12:30
*
Quoting Staff Isa dan Islam:
~
Saudara Chocolatte,

Jika saudara mengira Alkitab sudah dirubah atau bisa dirubah maka saudara juga harus percaya bahwa Al-Quran berdusta, sebab Al-Quran memerintahkan umat Islam beriman kepada Alkitab.
~
NN

Dalam Islam diajarkan untuk beriman kepada kitab-kitab sebelumnya, cuma untuk percaya, isinya tidak perlu diamalkan karena sudah ada Al-Quran yang harus diamalkan.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-18 14:08
~
Saudara Semi Ateis,

Dapatkah saudara menjelaskan lebih rinci pengertian dari kata “ cuma untuk percaya” pada komentar saudara di atas?

Dan, mengapa Al-Quran memerintahkan umat Muslim untuk beriman kepada Alkitab?
~
SO
# ardylion 2013-04-17 15:21
*
Sejarah telah jujur dan nyata membuktikan bahwa Injil telah mengalami banyak perubahan selama berabad-abad. The Revised Standard Version 1952 & 1971, The New American Standart Bible dan The New World Transalation Of The Holly scriptures telah menghapuskan beberapa ayat dalam The King James Version. Reader’s Digest telah mengurangi isi kandungan Kitab Perjanjian Lama sebanyak 50% dan Kitab Perjanjian Baru sebanyak 25%.

Mengapa kitab Injil, kitab suci yang diyakini oleh kaum Nasrani bisa dengan mudahnya diubah/revisi, dikurangi bahkan ditambah ayat-ayatnya?
# Staff Isa dan Islam 2013-04-18 14:08
~
Saudara Ardylion,

Setiap orang bebas dan sah-sah saja membuat sebuah pernyataan.

Tetapi sebagai orang yang benar-benar ingin mencari kebenaran, bukankah setiap informasi yang ada perlu kita cek kebenarannya? Demikian juga dengan informasi yang saudara tulis di atas, menurut kami perlu diperiksa kebenarannya. Maka dari itu, kami harap saudara dapat memberi tahu darimana informasi tersebut saudara kutip. Sehingga kita dapat bersama-sama memeriksa kebenarannya.
~
SO
# As-one 2013-05-10 12:44
*
Ya pasti 100% Alkitab sudah berubah.
Wong Alkitab yang aslinya berbahasa Ibrani, anda tidak punya.

Bagaimana tidak berubah, wong yang buat Markus, Matius, Lukas Yohanes dll. Masa iya sih, Alkitab yang buat manusia?

Alkitab yang asli itu firman Tuhan, seperti Al-Quran tidak ada yang membuat Al-Quran karena Al-Quran adalah Wahyu yang diturunkan lewat Nabi Muhammad Rasulallah. Al-Quran akan terjaga dari tulisan maupun hurufnya sampai kiamat dan selama lamanya.

Contoh banyak orang-orang Yahudi atau orang Kristen mau merubah isi Al-Quran ga mampu. Karena ga mampu kemudian buat film yang menjelekan Nabi Muhammad. Eh, yang buat film itu ditangkap dan dihukum. Itulah bukti kebenaran.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-13 19:55
~
Saudara As-one,

Dugaan saudara salah, karena kami punya Alkitab asli dalam bahasa aslinya.
Dan mengenai penangkapan pengusik Islam, bukan ukuran bahwa Al-Quran adalah kebenaran. Sebab sudah banyak terjadi penangkapan karena kasus yang serupa yang dialami agama-agama non Islam.

Umat Muslim saat ini percaya bahwa Al-Quran yang ada saat ini adalah juga yang sama dengan yang diterima Muhammad dan berarti sama seperti dari disorga. Banyak Muslim tidak percaya bahwa pernah disuatu masa tertentu Al-Quran beredar dengan berbagai versi.

Telah terbukti bahwa pada saat kematian Muhammad tidak didapati kumpulan wahyu yang telah disusun rapi seperti Al-Quran sekarang ini. Dan tampaklah telah terjadi suatu proses editorial. Beberapa waktu setelah kematian Muhammad barulah wahyu-wahyu itu dikumpulkan oleh para pemimpin Muslim. Dari catatan yang ditulis diatas daun-daun, batu-batu, tulang belikat onta, dll, serta dari ingatan orang-orang. Hasil dari pengumpulan berbagai koleksi tampak saling berbeda.

Khalifah Usman memutuskan untuk memperbaiki situasi dan mengumpulkan para ulama untuk menciptakan teks standar resmi antara tahun 650-656 yang disebarkan secara luas. Dan disaat yang sama mengeluarkan perintah agar semua versi lainya dimusnahkan.

Bukankah berarti Al-Quran pun telah mengalami proses edit dan juga memiliki beberapa versi?
~
NN
# A.R.Hadi 2013-05-11 17:29
*
Dalam kitab suci, kontradiksi tidak dapat dibenarkan karena sebagai firman Tuhan mestinya akan luput dari kesalahan. bila terdapat sebuah kontradiksi (berlawanan) dari dua ayat, tentu salah satu atau kedua-duanya salah, karena mustahil keduanya adalah benar. Dan bila dalam kitab suci terdapat kesalahan seperti itu maka kesucian dan keasliannya tentu tidak dapat dipercaya.

Salah satu contoh, 2 Samuel 24:1 "Bangkitlah pula murka Tuhan terhadap orang Israel; Ia menghasut Daud melawan mereka,firman-N ya, "Pergilah, hitunglah orang Israel dan orang Yehuda."

I Tawarikh 21:1 "Iblis bangkit melawan orang Israel dan membujuk Daud untuk menghitung orang Israel."

Dapatkah anda menjelaskan masalah ini? Apakah menurut anda sama antara Tuhan dengan Iblis ? Atau Tuhan menyamar menjadi Iblis? Atau Iblis juga didalam Tuhan seperti Yesus?

Apakah anda masih bersikeras bahwa Alkitab anda suci dan 100% firman Tuhan?
# Staff Isa dan Islam 2013-05-20 22:32
~
Saudara A.R. Hadi,

Perbedaan keterangan di dalam Firman Allah mengenai Tuhan dan Iblis yang menggoda Daud harus dipahami secara konfrehensif. Pertama bahwa kedua kitab tersebut adalah satu rangkaian yang saling terkait. Dan urutannya seperti ini, bahwa Allah murka karena dosa umat Israel dan keangkuhan Daud. Kemudian Allah mengizinkan Iblis menggodai/menco bai Daud.

Mirip dengan riwayat Ayub. "Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan." Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah? Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu. Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu." Maka firman TUHAN kepada Iblis: "Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya." Kemudian pergilah Iblis dari hadapan TUHAN" (Kitab nabi Ayub 1:8-12).
~
NN
# A.R.Hadi 2013-05-11 18:14
*
Silsilah Yesus yang mana sebenarnya yang mau dipakai orang Kristen untuk mendudukkan dengan paksa Yesus sebagai keturunan Raja Daud , "Tuhan akan mendudukkan seorang keturunan Daud sendiri diatas tahtanya" (Kisah Para Rasul 2:30), silsilah menurut Matius 1:6-16 (anak Daud melalui Sulaiman), Atau menurut Lukas 3:23-31 (anak Daud melalui Natan)?

Karena mustahil Sulaiman dan Nathan adalah orang yang sama.

Tragisnya Injil sendiri mengingkari ramalan itu dengan mendudukkan penyembah berhala yang menghukum mati Yesus; Pontius Pilatus, Gubernur Iudaea, Penguasa Yerussalem pada waktu itu yang mewakili Pemerintah Kekaisaran Romawi.

(Salah satu ayat salah/palsu/buk an Firman atau kedua-duanya?)
# Staff Isa dan Islam 2013-05-20 22:35
~
Saudara A.R.Hadi,

Tidak terdapat kontradiksi di sini karena yang satu merupakan garis silsilah dari pihak Maria sementara yang satunya lagi dari pihak Yusuf. Dan merupakan kebiasaan di kalangan orang Yahudi untuk menyebutkan suatu silsilah dengan menggunakan nama ayah meskipun jelas-jelas garis keturunan itu ditarik dari sisi ibu.

Memecahkan garis silsilah dari sisi ibu maupun bapak dengan tetap menyebut kedua-duanya dengan nama bapak merupakan suatu hal yang biasa terjadi dan diterima oleh budaya Timur Dekat karena umumnya sering dianggap tidak sopan jika membicarakan seorang wanita tanpa memperhatikan syarat-syarat tertentu, seperti: kehadiran suaminya, dll.

Karena itulah, silsilah yang satu adalah dari sisi Maria yang satu lagi dari sisi Yusuf. Meskipun kedua-duanya menyebutkan Yusuf sebagai orang tua langsung Yesus. Dengan kata lain, Maria telah diperhitungkan sebagai "bagian/ di dalam" nama Yusuf sebagai kepala keluarganya.

Kedua, apakah saudara sungguh-sungguh berpikir bahwa para pengumpul kitab-kitab Perjanjian Baru, dan sekaligus merupakan pihak yang percaya bahwa Alkitab tidak mengandung kesalahan, bisa sampai tidak memperhatikan perbedaan yang mencolok ini? Apakah memang ada orang yang berpikir bahwa orang Kristen memang sebegitu konyolnya sehingga mereka tidak sadar bahwa terdapat perbedaan dalam daftar silsilah Yesus, tentu tidak. Mereka tahu persis konteks kultural dan tidak menganggap hal ini sebagai masalah karena mereka tahu bahwa yang satu memang dari sisi Yusuf dan yang lain dari sisi Maria.

Akhirnya, dalam silsilah Yusuf terdapat seseorang yang bernama Yekhonya. Allah telah mengutuk Yekhonya, dengan menetapkan bahwa tidak ada seorang pun dari keturunannya yang akan duduk di atas tahta Daud,"Beginilah firman TUHAN: "Catatlah orang ini sebagai orang yang tak punya anak, sebagai laki-laki yang tidak pernah berhasil dalam hidupnya; sebab seorangpun dari keturunannya tidak akan berhasil duduk di atas takhta Daud dan memerintah kembali di Yehuda." (Kitab Nabi Yeremia 22:30).

Tetapi Yesus, tentu saja, akan duduk di atas tahta Kerajaan Sorga. Hal ini karena Yesus memang bukan keturunan biologis dari Yekhonya, tetapi keturunan Daud dari garis lain -- yaitu garis Maria. Karenanya, nubuat dan kutukan terhadap Yekhonya tetap berlaku tanpa cacat. Tetapi, Yusuf yang secara sah mengadopsi Yesus sebagai anaknya menyebabkan Yesus diakui secara hukum sebagai anak Yusuf tanpa perlu melanggar kutuk biologis tersebut. Karena itulah diperlukan pengungkapan dua silsilah: satu dari sisi Maria (garis biologis yang aktual sesuai dengan nubuatan) dan garis yang resmi secara hukum melalui Yusuf.
~
NN
# semi Ateis 2013-05-30 18:54
*
Quoting Staff Isa dan Islam:
~
Saudara Semi Ateis,

Dapatkah saudara menjelaskan lebih rinci pengertian dari kata “ cuma untuk percaya” pada komentar saudara di atas?

Dan, mengapa Al-Quran memerintahkan umat Muslim untuk beriman kepada Alkitab?
~
SO

Ya cuma untuk percaya. Percaya kalau memang benar ada kitab yang bernama Injil. Dan tidak perlu untuk diamalkan karena khusus untuk umat dulu.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-01 20:15
~
Saudara Semi Ateis,

Terimakasih untuk jawaban yang saudara berikan. Maaf komentar saudara kami edit. Ada baiknya kita diskusi satu topik sampai selesai, agar lebih jelas. Kami harap saudara tidak keberatan.

Kalau boleh tahu, sejauh apakah saudara memahami kitab suci saudara? Apakah ada di kitab suci saudara ditulis bahwa Injil khusus untuk umat dulu?
~
SO
# priyayicilik 2013-05-31 14:31
*
Apakah diantara kita pernah menjumpai/melih at naskah atau kertas asli pada jaman Nabi Musa atau Nabi Isa?
Silahkan dicek sejarah munculnya naskah atau kertas pada zaman dahulu (zaman Musa, Isa dan Muhammad).

Semua ilmu berasal dari penglihatan, pendengaran dan hapalan, bukan tulisan. Jika pun ada tulisan maka hanya sebatas di batu, tulang dan pelepah daun, itu pun terjadi pada saat zaman Muhammad.

Jadi bukti mana yang akan dijadikan kitab/naskah itu asli dari empunya kecuali dari hapalan yang sama dari zaman dulu sampai zaman sekarang?
# Staff Isa dan Islam 2013-06-07 21:27
~
Saudara Priyayicilik,

Alkitab memiliki naskah-naskah tua dalam bentuk tulisan yang sampai detik ini isinya masih sama dengan Alkitab yang ada sekarang, sekalipun telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa.

Bagaimana kita membuktikan bahwa Alkitab yang ada saat ini akurat?
1. Dapat dipertanggungja wabkanya para penyalin. Penyalin Yahudi adalah salah satu peran yang paling dihargai dan paling menuntut pada masa Alkitab. Diperlukan komitmen seumur hidup. Pelatihan dimulai pada usia 14 tahun dan belum selesai sampai usia 40 tahun.

2. Aturan-aturan penyalinan kitab suci. Gulungan-gulung an kitab Master Alkitab disalin dengan aturan dan pemeriksaan silang yang luar biasa banyaknya untuk memastikan keakuratan penyalinan:
(a) Persiapan permukaan dan tinta khusus. (b) Hanya Master yang digunakan bukan salinan dari salinan. (c) Jarak antar huruf harus diperiksa. (d) Jumlah huruf perhalaman harus dihitung, diverifikasi. (e) Satu kesalahan maka seluruh salinan gulungan kitab suci dimusnahkan. (f) kolom-kolom dispesifikasi, 37 huruf per baris. (g)Setiap huruf dikonfirmasi secara visual. (h) Setiap huruf alfabet dihitung, diverifikasi. (i) Huruf tengah gulugan kitab diverifikasi terhadap masternya.

3. Konsistensi Internal. Terdapat ribuan rujukan silang dalam Alkitab. Setelah ratusan tahun pemeriksaan ulang oleh jutaan sarjana, Alkitab masih 100 persen konsisten secara internal.

4. Konsistensi eksternal. Banyak skeptis dan sarjana mencari ketidaksesuaian Alkitab dengan dunia. Alkitab selalu terbukti benar, kadang-kadang sebelum dunia mengetahuinya.

5. Nubuat Alkitab berisi banyak nubuatan tersembunyi dan digenapi.

6. Gulungan-gulung an kitab laut mati dan septuaginta. Gulungan-gulung an kitab laut mati yang terkubur hampir selama 2000 tahun cocok dengan Alkitab masa kini secara nyaris identik.

Berbeda dengan Al-Quran tidak memiliki naskah dalam bentuk tulisan dan hanya mengandalkan ingatan para penghapal-pengh apal Al-Quran.
~
NN
# Karno 2013-06-05 17:02
*
Kalau anda mau lihat, silakan menyimak dengan jujur dan hati bersih tentang statement dari kaum ahli Kristen sendiri, dan jangan marah pada saya: BIBLE STUDY: 33 Bukti OTENTIK LAI ( Lembaga Alkitab Indonesia ) Merevisi kata Tuan / Sir / Master menjadi TUHAN

Matius 8:21 / Matius 8:25 / Matius 9:28 / Matius 14:28 / Matius 14:30 / Matius 15:22 / Matius 15:25 / Matius 15:27 / Matius 16:22 / Matius 17:14 / Matius 17:15 / Matius 20:30 / Matius 20:31 / Matius 20:33 /

Markus 7:28 / Markus 14:19 / Markus 16:19 /

Lukas 2:11 / Lukas 5:8 / Lukas 6:46 / Lukas 9:54 / Lukas 9:61 / Lukas 10:1 / Lukas 10:17 / Lukas 11:1 /

Yohanes 4:1 / Yohanes 4:19 / Yohanes 11:32 / Yohanes 13:13 / Yohanes 13:14 / Yohanes 21:15 / Yohanes 21:16 / Yohanes 21:17 /
# Staff Isa dan Islam 2013-06-24 16:30
~
Maaf saudara Karno,

Untuk mempermudah kami menanggapi komentar saudara,sebaikn ya saudara memberi satu ayat dan mengutip isi ayat tersebut, serta manakah kata yang dirubah.

Terimakasih.
~
SO
# Rojo Poso 2013-06-22 11:04
*
Dear Staf IDI,

Pertanyaan saya tetap sama, asal ayat Yohanes 1:1 bukan firman Yesus tapi bisa mendasari injil Yohanes.

Saya tunggu jawaban anda.

Thank's.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-25 09:45
~
Saudara Rojo Poso,

Perlu saudara ketahui bahwa seluruh Injil, termasuk Injil Yohanes adalah Firman Allah. Dibukukan oleh rasul-rasul-Nya sesudah Isa Al-Masih naik ke sorga. Jika saudara membaca seluruh Injil maka saudara akan menemukan banyak narasi seperti Yohanes 1:1. Apakah narasi tidak termasuk Firman Tuhan?

Yohanes 1:1 adalah Firman Tuhan. Diilhamkan Roh Allah kepada Rasul Yohanes. Memang narasi Injil Yohanes 1:1 bukan perkataan Isa Al-Masih secara langsung, tetapi Roh Allah mengatur sehingga ayat tersebut ada di awal kitab. Tujuannya untuk menerangkan hakikat Isa Al-Masih yang ilahi.

“Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah” (Injil, Surat 2 Petrus 1:21).
~
NN
# Rojo Poso 2013-06-26 21:50
*
Dear Staf IDI

Maaf, saudara tidak menjelaskan apapun soal asal Yohanes 1:1 yang saya tanyakan.
Kenapa saya ragu terhadap keaslian Ayat Yohanes 1:1? Kita ambil saja Firman Yesus sendiri yang menyatakan kalau Dia sudah ada sebelum Abraham ada. Berarti Dia ikut bersama Allah saat membuat perjanjian Sunat dengan Abraham, dalam Injil Yohanes 7:22. Dia mengatakan bahwa sunat adalah buaya nenek moyang bangsa Yahudi. Padahal Sunat adalah perjanjian Allah dengan Abraham dan seluruh keturunannya.

Thank's.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-27 13:00
~
Saudara Rojo Poso,

Adalah hak saudara bila saudara tidak mempercayai Injil Yohanes 1:1 adalah firman Allah. Kami tidak mempunyai otoritas untuk memaksa saudara mempercayai isi dari Injil. Silakan berdoa kepada Allah, minta Roh Allah yang menjelaskan kepada saudara arti dan maksud dari setiap firman-Nya. Bila saudara mau membuka hati, dengan pertolongan Roh Allah, saudara akan dapat memahami setiap firman-Nya.

Maaf, kami kurang mengerti maksud kalimat saudara; "buaya nenek moyang bangsa Yahudi".
~
SO
# Rojo Poso 2013-07-03 02:50
*
Dear Staf IDI

Maksud saya kenapa Yesus tidak menjelaskan kronologi tentang perintah sunat itu sendiri, Yesus cuma menjelaskan kalau sunat adalah berasal dari nenek moyang. Padahal Yesus bersama Allah menurunkan perintah sunat kepada Abraham.

Thank's
# Staff Isa dan Islam 2013-07-04 14:51
~
Saudara Rojo Poso,

Secara pasti, kami tidak tahu mengapa Yesus tidak menjelaskan kronolog tentang perintah sunat dalam Injil. Karena jelas kami tidak tahu semua rahasia Allah. Satu hal yang kami ketahui, Yesus menekankan sunat secara rohani dan bukan sunat secara jasmani.

Memang dalam Al-Quran juga ajaran Islam lebih melihat kepada hal-hal yang jasmani. Seperti: harus sunat, sebelum sholat wajib berwudhu bila tidak berwudhu sholat tidak sah dsb.

Memang memperhatikan hal-hal jasmani baik, tetapi bukankah jauh lebih baik memperhatikan hal-hal yang rohani?

Kitab Suci Injil menuliskan, “Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa” (Injil, Surat Kolose 2:11)

Yesus dalam Injil menekankan sunat secara rohani. Yaitu menyunat hati kita dari perilaku yang tidak berkenan di hadapan Allah. “Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat” (Injil, Rasul Besar Matius 15:19)
~
SO
# Rojo Poso 2013-07-05 12:49
*
Dear Staf IDI

Terimakasih untuk penjelasan anda soal sunat rohani.

Maaf, kita disini sedang membahas Injil dan Yohanes 1:1.

Maaf menurut Kristen, Yesus difirmankan Allah (karena Allah berfirman) atau Firman yang mejadi manusia dengan sendirinya (tanpa Allah berfirman).

Mohon penjelasannya. Thank's.
# Staff Isa dan Islam 2013-07-05 16:04
~
Saudara Rojo Poso,

Maaf, kami sedikit bingung diskusi dengan saudara. Saudara diskusi tidak mengikuti alur diskusi.

Sebelum pertanyaan saudara ini, saudara mengajukan pertanyaan tentang sunat. Lalu kami jawab. Mengapa sekarang malah saudara menegaskan kepada kami bahwa topik diskusi bukan sunat tetapi tentang Injil Yohanes 1:1?
Bukankah saudara sebelumnya sudah mengatakan tidak percaya ayat tersebut bukan merupakan firman Allah? Lalu mengapa sekarang saudara persoalkan lagi?

Bila memang saudara ingin tahu apa arti dari Kalimat Allah, silakan saudara membaca penjelasan kami di artikel ini: http://tinyurl.com/dx4cc9k.
~
SO
# Rojo Poso 2013-07-05 21:22
*
Dear Staf IDI

Maaf sebelumnya, saya tidak bertanya tentang makna sunat tapi saya bertanya mengapa Yesus tidak menjelaskan tentang kronologi turunnya perintah sunat.

Pertanyaan saya pertama adalah tentang Yohanes 1:1 dan saya tadi mencoba menggukan logika saya untuk menerjemahkan Yohanes 1:1, dan logika saya belum sampai.

Thank's.
# Staff Isa dan Islam 2013-07-09 10:56
~
Saudara Rojo Poso,

Pada komentar di atas, kami sudah menjelaskan tentang Injil Yohanes 1:1. Tetapi saudara mengatakan ragu terhadap keaslian ayat tersebut. Menurut saudara, ayat itu bukan firman Allah.

Adalah hak saudara untuk menerimanya sebagai kebenaran firman Tuhan atau tidak. Dan kami tidak punya hak untuk memaksa saudara. Jadi, apa lagi yang harus kami jelaskan?
~
SO
# radot 2013-08-16 18:28
*
To Rojo Poso,

Firman telah menjadi manusia, saya coba memaparkan sedikit. Firman itu adalah Allah dan Allah itu adalah Roh. Jadi Roh atau Roh Kudus telah menjadi daging/manusia di dalam rahim Maria. Otomatis manusia yang di dalam rahim Maria adalah diri dari Allah yang disebut Anak Allah.

“Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah” (Injil Lukas 1:35)

“Tetapi ketika ia mempertimbangka n maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus” (Injil Matius 1:20).

Maaf kepada staf telah keluar dari topik. GBU.
# rezkyjoe 2013-11-14 20:21
~
Anda mengakui Taurat dan Zabur sebagai kitab Allah. Lalu Injil yang sempurna.

Kami mengakui Taurat, Zabur dan Injil sebagai kitab Allah. Lalu Al-Quran yang sempurna.
# Staff Isa dan Islam 2013-11-18 17:07
~
Saudara Rezkyjoe,

Kami mengakui bahwa Alkitab (Taurat, Zabur dan Injil) atau yang sering umat Muslim menyebut Injil adalah kitab Suci Allah yang sempurna. Dimana dulu Allah menyampaikan firman-Nya melalui nabi-nabi dan pada zaman akhir melalui firman-Nya sendiri, yaitu Isa Al-Masih.

"Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta" (Injil, Surat Ibrani 1:1-2).

Itulah berita Injil, apakah Saudara Rezkyjoe benar sudah mengakuinya?
~
Daniar
# badd 2014-01-09 13:24
~
“Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israel) dengan Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa” (Qs 5:46).

"Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: ""Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putra Maryam"", padahal Al Masih (sendiri) berkata: ""Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu"" Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolong pun" (Qs. 5:72).
# Staff Isa dan Islam 2014-01-20 12:31
~
Saudara Badd,

Kutipan ayat dari sura Al Maa'idah :46 sangat menarik. Pertanyaannya adalah sudahkah saudara membaca seluruh kitab Injil? Bukankah di dalamnya ada petunjuk dan cahaya?

Silakan saudara mengunjungi artikel kami di link berikut ini http://tinyurl.com/8abrx5t untuk mengetahui benarkah Isa Al-Masih adalah Tuhan.
~
Salma
# Steven 2014-01-15 13:20
~
Untuk Sdr. Badd,

Ada sebuah kerajaan. Ada raja, Pangeran dan Duta Besar. Pangeran sedang pergi ke negeri jajahannya.
Ketika dia disebut sebagai anak raja, dia tidak menolak karena hakikatnya dia adalah anak raja.

Pangeran itu berkata kepada mereka "bersikaplah setia kepada raja, rajaku dan rajamu" Apakah kalimat ini akan menghilangkan esensi pangeran tersebut sebagai anak raja yang berkuasa? Di negri itu, sang pangeran pasti memiliki kuasa absolute ibarat sang raja.

Baik pangeran maupun dutabesar yang datang ke negri itu, harus dihormati ibarat raja itu sendiri yang hadir di tengah mereka. Siapa yang menghina salah satu dari pangeran atau dutabesar, berarti juga menghina raja.
# find 2014-01-22 23:36
~
Dalam Alkitab sekarang, mungkin masih ada firman Tuhan, dan itulah petunjuk dan cahaya. Tapi masalahnya dalam Alkitab Kristen sudah banyak campur tangan para pakar Kristen di situ, bukan hanya firman Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-19 10:27
~
Saudara Find,

Atas dasar apakah saudara mengatakan bahwa Alkitab sudah banyak campur tangan para pakar Kristen? Apakah saudara sudah pernah membaca Alkitab sebelumnya?

Sdr. Find, orang-orang Kristen tidak sebobrok yang saudara pikirkan. Orang-orang Kristen bukanlah orang kafir yang akan membuat “wahyu” sendiri bagi diri mereka sendiri.

Kami orang-orang Kristen mempunyai iman yang lahir dari kebenaran firman Allah. Yaitu firman Allah yang kami baca, kami renungkan, dan kami pahami. Karena kami mengerti isi dari firman tersebut.

Bagaimana dengan Sdr. Find, apakah saudara mengerti dan memahami isi Al-Quran? Atau mungkin saudara hanya sekedar manggut dengan apa yang dikatakan pemimpin agama saudara?

Sdr. Find, sebelum saudara melempar sebuah pernyataan, ada baiknya saudara mencari tahu kebenarannya. Jangan hanya bicara, karena belum tentu yang saudara dengar itu benar.
~
Saodah
# omzell 2014-02-19 11:36
~
Naskah aslinya mana?
# Jarwo 2014-03-03 23:22
~
Omzell,

Sekaliber forum-forum seperti ini sepertinya pertanyaan yang anda tanyakan sudah basi, karena sudah sering kami jawab di forum-forum Islam 10 tahun yang lalu. Jadi, tolong tanyakan hal-hal yang berbobot. Kalau perlu jika anda berniat menuduh harus disertai bukti-bukti yang otentik dan terpercaya.
# marsal halis 2014-03-31 00:32
~
Bukankah ini suatu kebodohan yang nyata? Anda selalu berbicara Injil itu benar dan Injil lebih tua dari pada Al-Quran. Dan Al-Quran cuma menyalin isi Injil.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-21 22:26
~
Saudara Marsal Halis,

Tentu saudara setuju dengan kami bahwa Injil lebih tua dibandingkan Al-Quran, bukan? Bahwa Al-Quran menyalin cerita dari Injil dan Taurat, itu adalah fakta. Silakan baca dan pelajari Injil dan Taurat, maka saudara akan menemukan kutipan Al-Quran yang menyalin dari Injil dan Taurat.

Dengan demikian, kita dapat pahami bahwa Injil tidak mungkin diubah. Sebab keberadaan Injil enam abad sebelum Al-Quran muncul. Tentu kita harus lebih percaya pada Injil dibandingkan Al-Quran, bukan? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# achmad 2014-05-01 05:17
~
Qs 2:79 "Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Alkitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: Ini dari Allah, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan".

Ramalan kedatangan Yesus (Matius 10:23, 16:28, Markus 9:1 dan Lukas 9:27). Ramalan ini meleset jauh, sebab sampai saat ini Yesus belum juga turun datang kembali ke dunia. Padahal para murid Yesus sudah mati semua 2000 tahun yang Ialu ketika Firman-Nya berdusta kepada anda dan anda mengetahui hal itu apakah kamu masih percaya kepada-Nya?
# Staff Isa dan Islam 2014-05-27 21:48
~
Salam Sdr. Achmad,

Ada banyak murid Isa Al-Masih. Setiap orang yang percaya bahkan yang melakukan ajaran Isa Al-Masih adalah murid-murid-Nya . "Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi" (Injil, Rasul Besar Yohanes 13:35).
~
Salma
# didit 2014-05-13 13:29
~
Tetapi bila Allah yang maha kuasa dapat menjaga wahyu Al-Quran, apakah Ia tidak berkuasa menjaga wahyu sebelumnya, yaitu kitab Injil?

Jikalau memang Allah memang memelihara kitab Taurat dan Injil serta Al-Quran hingga sampai yang ada saat ini, lantas mengapa konsep ketuhanan yang ada di dalamnya saling bertentangan? Bukankah jika terjaga ketiga kitab itu harus seiring sejalan dan saling menopang satu sama lain?
# Staff Isa dan Islam 2014-05-27 21:55
~
Salam Sdr. Didit dan Sdr. Berpikir Sehat,

Kami menyampaikan terimakasih untuk pemaparan saudara dan diskusi saudara dalam situs ini.

Harapan kami, silakan berdiskusi dengan baik dan sehat serta santun. Tidak menggunakan tulisan dengan huruf kapital atau pakailah tanda baca sesuai EYD yang ada. Apa saja bisa didiskusikan asal sesuai dengan topik di atas. Jika tidak sesuai maka dengan terpaksa kami akan menghapusnya, dan tentu saudara akan kecewa, bukan?

Saudara Didit, dapatkah saudara memberikan bukti konsep ketuhanan yang mana yang saling bertentangan? Tentu kami pun perlu melihat data dan fakta agar tulisan dan komentar saudara dapat dipertanggungja wabkan dan kami dapat memberikan penjelasan jika itu perlu dan keliru. Terimakasih.
~
Salma
# xucinxgaronx 2014-05-18 09:27
~
Benarkah ada perubahan dalam Injil? Baca saja dan simpulkan sendiri Alkitab resmi codex sinatitucus. Silakan cari Markus 16:9-20 dan Yohanes 8:1-11 kalau ada sudah cukup membuktikan perubahan kitab Injil.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-27 22:00
~
Salam Saudara Garonk,

Bolehkah kami mengetahui maksud saudara untuk ayat tersebut di atas? Apa yang hendak saudara sampaikan.
~
Salma
# berpikir sehat 2014-05-19 14:43
~
Injil kan berita intinya cuma satu dan disaksikan oleh Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Bila ada Injil Markus yang tidak termasuk dalam Matius atau sebaliknya maka keduanya saling melengkapi. Ahli-alih sudah mengakui kutipan Markus 16 ke bawah ditulis dari rangkuman Injil Matius dan Lukas.

Yohanes 8 sendiri tertulis di Codex Bezae th.450 (100 th Sebelum Muhamad). Codex-codex salinan dibuat untuk saling melengkapi. Makanya tidak perlu sampai ada rekayasa pembakaran kitab suci yang berbeda seperti yang dilakukan Kalifah Usman.

Kitab Suci yang sempurna dan tidak bertentangan masa harus dibakar? betul tidak? Jika harus dibakar bukankah menandakan atau membuktikan kitab tersebut bukan Firman Tuhan?
# Xucinxgaronx 2014-05-21 21:44
~
To: Berpikir Sehat,

Ahli-ahli sudah mengakui kutipan Markus 16 ke bawah ditulis dari rangkuman Injil Matius dan Lukas. Ahli siapa? Baca atau lihat di youtube keterangan sarjana Alkitab Bart Ehrman, tentang amburadulnya seluruh Injil tulis saja dengan keyword nama di atas ada debatnya dengan para pendeta Kristen di Amerika.

Yohanes 8 sendiri tertulis di Codex Bezae th. 450. Codex-codex salinan dibuat untuk saling melengkap. Alkitab tertua adalah codex sinaiticusdan vayicanus tahun 345 M. Codex selebihnya membuktikan adanya tambahan-tambah an atau ayat-ayat palsu.
# Muhammad Rajab Habib 2014-05-22 03:52
~
Berpikir Sehat

Pertama, ngarang yang bilang Rasulullah SAW mengakui Alkitab itu asli. Yang di imani dan dihormati. Rasulullah SAW adalah lembaran-lembar an yang ada kutipan ayat-ayat Taurat dan Injil yang masih murni. Bukan sebuah Alkitab.

Kedua, anda beriman pada Yesus Juru Selamat, dengan kitabnya, Alkitab.

Ketiga, anda tidak mengakui Rasulullah SAW dan Al-Quran, tetapi anda mengutip hadist dan ayat-ayat Al-Quran.

Salam
# berpikir sehat 2014-05-22 07:20
~
Garong,

Yang namanya orang Jahat dan ingin menyelewengkan Taurat pasti ada. Mazmur 119:126 "Waktu untuk bertindak telah tiba bagi TUHAN; mereka telah merombak Taurat-Mu" Sangat jelas bahwa Daud masih memegang Taurat yang asli.

Mazmur 159-159 "Lihatlah, betapa aku mencintai Titah-Titah-Mu! Ya TUHAN, hidupkanlah aku sesuai dengan kasih setia-Mu". Ayat 160 "Dasar firman-Mu adalah kebenaran dan segala Hukum-Hukum-Mu yang adil adalah untuk selama-lamanya" .

Contoh dari Quran: Qs 15:91, "[yaitu] orang-orang [1] yang telah menjadikan Al-Quran itu terbagi-bagi". Apakah saudara mengakui Al-Quran yang sudah terbagi-bagi atau terpecah-pecah?
# wahyu BS 2014-05-27 19:06
~
To: Berfikir Sehat,

Para Sahabat Rasulullah jelas ketakwaannya sudah sangat jauh di atas orang Muslim yang ada sekarang ini. Karena mengalami perjuangan langsung dan digembleng langsung oleh Muhammad SAW. Mereka melakukan itu pasti ada sebabnya yaitu agar tersisa satu mushaf yang sudah tersusun dengan baik, mengapa kami musti protes?

Al-Quran dibukukan sangat cepat setelah kematian nabi kami Muhammad SAW, lebih otentik mana dengan yang ditulis setelah sumbernya tidak ada sekitar paling cepat 100 tahun kah? Yang saya heran lagi sejak kapan Yesus punya murid-murid orang Romawi yang mengaku rasul lalu menulis surat- surat kepada rekan sekerja dalam menginjil, Lalu membatalkan sunat jadi sunat rohani, Menghalalkan najis menjadi yang leih menajiskan adalah yang keluar dari mulut.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-27 22:42
~
Salam Sdr. Wahyu BS,

Kami sangat senang jika saudara dapat memberikan penjabaran kepada kami tentang disusunnya kitab saudara. Jadi kami harap saudara dapat memberikan bukti-bukti secara kongkrit sesuai dengan data dan fakta.

Injil memiliki keterkaitan satu dengan yang lain soal ajaran Isa Al-Masih. Tahun, tempat dan penulisannya itu berbeda, tetapi luar biasanya tulisan itu tidak bertentangans atu dengan yang lain. Wah, sungguh Allah begitu hebat, bukan? Bagaimana dengan Al-Quran? Saudara mengatakan bahwa ditulis dengan cepat setelah nabi Muslim meninggal. Dan yang sangat sulit dipikirkan adalah, mengapa Al-Quran saling bertentangans atu dengan yang lain? Jelas, para sahabat bingung, sebab mereka tidak dapat melihat mujizat secara langsung tentang ayat-ayat tersebut dari Allah atau plagiat.
~
Salma
# berpikir sehat 2014-05-28 07:38
~
Wahyu,

Murid-murid Yesus orang Romawi? Terlihat jelas anda tidak dapat menahan emosi, tolong buktikan fitnahan anda bahwa murid-murid Yesus orang Romawi. Kalimat yang sudah keluar pantang untuk dijilat ulang, bukan? Saya tunggu buktinya ucapan anda.
# XucinXgaronX 2014-06-04 15:27
~
Berpikir Sehat,

Contoh dari Al-Quran: Qs 15:91, "[yaitu ] orang-orang yang telah menjadikan Al-Quran itu terbagi-bagi." Apakah saudara mengakui Al-Quran yang sudah terbagi-bagi atau terpecah-pecah?

Bukankah yang menjadikan Al-Quran terbagi-bagi atau terpecah adalah seluruh Kristen di blog ini termasuk anda yang mengimani sebagian Al-Quran (yang anda kutip) dan mengkafiri sebagian yang lainnya?
# Staff Isa dan Islam 2014-06-11 21:55
~
Saudara Xucinxgaronx,

Pengikut Isa Al-Masih tidak pernah mengimani Al-Quran sebagai kitab Allah. Sebab wahyu Allah telah selesai pada abad pertama. Karena itu, ada baiknya bila saudara mengunjungi link ini untuk mengetahuinya http://tinyurl.com/9ynn46b
~
Solihin
# Staff Isa dan Islam 2014-06-29 15:56
~
Salam Sdr. Fajar,

Saran kami, sebelum saudara memberi komentar, kiranya saudara dapat membaca aturan yang telah kami taruh di bawah setiap artikel yang ada. Untuk lebih jelasnya, dibawah ini kami tuliskan kembali aturan tersebut.

Pedoman wajib untuk memasukkan komentar:
1. Tidak boleh memakai lebih dari satu kolom komentar.
2. Pertanyaan/masu kan harus berhubungan dengan uraian diatas.
3. Sebaiknya satu atau dua pertanyaan dalam satu kolom komentar.
4. Hanya menggunakan bahasa Indonesia yang umum dan dimengerti semua orang.
5. Tidak memakai singkatan-singk atan, misalnya yg, dlm, sdh, tdk, dlsbgnya.
6. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
7. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.

Untuk pertanyaan/masu kan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .
Kiranya petunjuk-petunj uk di atas dapat kita perhatikan.

Demikian, kiranya saudara dapat maklum.
~
Salma
# kasih 2014-08-05 18:08
~
Saya hanya ingin menanggapi mengenai kontradiksi Al-Quran. Qs 2:256 memang Muslim meyakini bahwa pada dasarnya tidak ada paksaan dalam memasuki agama, karena ini berkaitan dengan iman. Dan iman berada di hati masing-masing individu. Bahkan di negara Islam pun seorang non Muslim tidak diminta untuk melaksanakan ibadat yang diwajibkan terhadap Muslim.

Contohnya, zakat. Non Muslim hanya dikenakan jizyah yang besarnya jauh lebih murah daripada zakat. Dan mereka sama-sama mendapat hak perlindungan dari pemerintah. Dan Muslim tidak boleh gentar dalam memerangi orang-orang yang memerangi Muslim, seperti yang ditegaskan dalam Qs 8:39 tesebut. Dan dalam berperang pun ada tata caranya, yaitu tidak melibatkan warga sipil dan tidak membuat kerusakan di bumi. Terimakasih
# Staff Isa dan Islam 2014-08-05 22:02
~
Saudara Kasih,

Kami menemukan pertentangan antara Qs 2:256 dengan Qs 8:39. Tidak ada paksaan untuk memasuki agama Islam, tetapi di sisi lain non Muslim diperangi. Tidakkah ini janggal, saudaraku? Jelas, Al-Quran memiliki standar ganda. Bukankah ini satu bentuk inkonsistensi? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# Kasih 2014-08-06 12:47
~
Sepertinya anda kurang memahami apa yang saya maksudkan. Anda harus melihat konteks tentang siapa yang diperangi Muslim. Muslim memerangi non Muslim yang memerangi Muslim. Muslim tidak memerangi dan tetap hidup berdampingan dengan non Muslim yang tidak memerangi Muslim atau yang telah ada perjanjian damai di antara mereka.

Dalam berdakwah, Muslim hanya berkewajiban menyampaikan tentang Islam. Jika tertarik silakan masuk, kalau tidak, terserah. Karena tidak ada paksaan dalam beragama. Iman itu dari dalam hati, ibaratnya anda tidak perlu minta ijin orang lain untuk mencintai atau membenci sesuatu, bukan? Semua datang dari hati anda sendiri terlepas dari anda memberitahukan atau menyembunyikann ya dari hadapan orang lain.
# Staff Isa dan Islam 2014-08-06 14:06
~
Saudara Kasih,

Realita yang kami temukan justru sebaliknya. Muslim memerangi non Muslim sekalipun Muslim tidak diperangi. Masih segar diingatan kami, bagaimana tindakan umat Islam terhadap umat non Muslim yang tidak boleh beribadah. Bukankah itu bentuk memerangi?

Bila saudara katakan tidak ada paksaan dalam beragama, maka bagaimana tanggapan saudara terhadap orang yang meninggalkan Islam dan memeluk agama lain?
~
Solihin
# Staff Isa dan Islam 2014-08-11 21:40
~
Kepada para pengunjung situs IDI,

Kami menyampaikan terimakasih untuk kesetiaan saudara dalam memberikan komentar dalam situs ini.

Kami harap saudara hanya membahas topik pada setiap artikel yang disajikan. Jika tidak sesuai dengan topik artikel, maka dengan terpaksa kami akan menghapusnya. Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terimaksih.
~
Salma
# Kurniawan 2014-08-19 12:41
~
Saya tergelitik dengan artikel saudara. Dan kenapa begitu susah mencari bahasa asli Injil sampai-sampai harus membuka internet. Bayangkan kalau tidak ada internet bagaimana kita bisa mengetahui bahwa terjemahannnya sudah diubah atau tidak? Anda begitu detail mengkritisi Al-Quran tetapi anda malah tidak tahu atau pura-pura tidak tahu ada banyak perubahan di dalam Injil. Penambahan di Injil saya rasa menggambarkan ketidakkonsiste nan meskipun penambahan itu sifatnya positif. Jadi, apa bedanya kitab suci dengan buku sejarah? Lagipula bahasa asli dalam bahasa Yunani, apakah Al-Masih orang Yunani?
# Staff Isa dan Islam 2014-08-19 23:03
~
Saudara Kurniawan,

Bila saudara menyatakan ada perubahan dan penambahan dalam Injil, maka dengan senang hati kami meminta bukti dari saudara. Bagian atau ayat mana yang telah diubah. Apa tujuan orang Kristen mengubahnya? Dan kapan mereka mengubahnya?

Mengapa bahasa Yunani? Karena bahasa Yunani menjadi bahasa Internasional pada masa itu di seluruh wilayah Israel. Tentu Isa Al-Masih juga menggunakan bahasa itu (Injil, Rasul Besar Matius 8:5-10).
~
Solihin
# yusuf 2014-08-21 11:11
~
Injil bukan hanya berubah melainkan diputarbalikkan isinya agar manusia tersesat. Oleh sebab itu Allah menurunkan Al-Quran sebagai penggantinya.
# Staff Isa dan Islam 2014-08-23 15:53
~
Salam Sdr. Yusuf,

Sangat disayangkan tuduhan saudara tidak berdasar dan tanpa bukti. Sebab sampai saat ini tidak satupun manusia dapat membuktikan apa yang telah diputarbalikan dalam Injil. Atau barangkali saudara mampu membuktikannya?
~
Salma
# Edi Setiawan 2014-08-22 14:06
~
Perihal naskah, Al-Quran sudah ditulis dan dihafalkan sejak masa kehidupan nabi. Dalam penyusunannya, setiap tulisan harus disertai minimal 2 saksi (hafalan) dari orang yang bisa dipercaya.

Alkitab? Bisakah naskah/lembaran /gulungan/tulis an bersaksi? Bisakah sebuah tulisan/lembara n diberi/disematk an predikat bisa dipercaya? Sejumlah besar naskah Alkitab tidak diketahui jelas siapa penulisnya. Bahkan yang jelas-jelas bukan Firman Tuhan-pun masuk didalam Alkitab. Aneh bukan?
# Staff Isa dan Islam 2014-08-23 16:08
~
Salam Sdr. Edi Setiawan

Terimakasih untuk pamaparan saudara.

Jika memang benar apa yang saudara paparkan tentang Al-Quran maka bagaimana dengan Qs 2:106, "Apa saja ayat yang Kami naskahkan atau Kami jadikan lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya."

Dari pernyataan ayat ini, bukankah tidak menutup memungkinan ayat-ayat dalam Al--Quran dapat diubah? Bagaimana menurut saudara?
~
Salma
# Eagle John 2014-08-23 23:55
~
Hanya satu kitab yang jangka waktu penulisannya 1800 tahun. Ditulis oleh 40 penulis. Ada yang tidak saling mengenal dan jumpa, pada zaman yang berbeda. Dalam kebudayaan bangsa yang berbeda. Tersebar di berbagai tempat. Tetapi hanya satu Theme (Grand Concept). Bukankah kitab lain ditulis hanya pada zaman yang sama, budaya yang sama, berisi masalah dunia dan tak ada yang mengenai kekekalan?
# Staff Isa dan Islam 2014-08-24 23:39
~
Saudara Eagle John,

Terimakasih untuk komentar saudara. Kiranya ini menjadi bahan masukan bagi pengunjung situs ini.
~
Solihin
# Edi Setiawan 2014-08-25 15:11
~
Kalau sudah dijadikan lupa oleh Allah tentang suatu ingatan, terus mau apa? Bukankah kalau hal itu terjadi, bahkan seluruh manusia yang pernah hidup di bumi tidak akan bisa berbuat apa-apa? Terus apa masalahnya?
# Staff Isa dan Islam 2014-08-31 22:00
~
Saudara Edi Setiawan,

Terimakasih untuk komentar saudara. Maaf, bila sebagian komentar saudara terpaksa kami hapus karena tidak sesuai dengan artikel di atas. Kiranya saudara memaklumi hal ini.

Kembali ke topik. Sangat baik bila kami mengutip kembali ayat Al-Quran tersebut. "Ayat mana saja yang Kami nasakhkan, atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. Tidakkah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?" (Qs 2:106).

Jelas, di sini Allah terlihat tidak konsisten. Ayat-ayat tersebut dapat berubah sewaktu-waktu. Padahal di bagian lain dituliskan, "...Tak ada seorangpun yang dapat merobah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah..." (Qs 6:34). Ini menandakan inkonsistensi Allah. Karena itu, ini patut dipertanyakan. Mengapa Allah tidak konsisten? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# domba tersesat 2014-08-25 16:02
~
Kontradiksi Injil. Tak seorangpun naik ke sorga, tapi nyatanya ada yang naik ke sorga! “Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia” (Yohanes 3: 13). “...lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai” (2 Raja-Raja 2:11).

Katanya tidak ada yang naik ke sorga?
# Staff Isa dan Islam 2014-08-31 22:08
~
Saudara Domba Tersesat,

Kami sangat bersyukur bahwa ayat-ayat dalam Injil saling terkait dengan ayat sebelum dan sesudahnya. Sangat baik bila saudara membaca ayat-ayat tersebut secara keseluruhan agar mengerti konteksnya. Jelas, konteks ayat dalam Injil, Rasul Besar Yohanes 3:13 adalah tentang keselamatan di akhirat. Karena itu, Isa Al-Masih menyatakan demikian untuk memberikan kepastian tentang hidup kekal di akhirat.
~
Solihin
# Roger 2014-08-28 11:32
~
Shalom,

Seharusnya apa yang hendak kujawab bila mana saya di soal begini: Terdapat Alkitab yang di dalamnya ada gambaran atau lukisan seperti rumah Tuhan dan kota-kota tetapi di Alkitab lain tidak ada gambaran atau lukisan yang ada hanya tulisan-tulisan . Maksud saya Alkitab bahasa Malaysia dan Indonesia. Tolong yah.
# Staff Isa dan Islam 2014-09-01 16:28
~
Saudara Roger,

Kami kira gambar atau lukisan diselipkan hanya sebagai ilustrasi. Tetapi tidak mengubah isi Alkitab itu sendiri. Sebab tidak mungkin Allah membiarkan firman-Nya diubah manusia, bukan? Kiranya ini dapat membantu saudara.
~
Solihin
# Edi Setiawan 2014-09-01 11:14
~
Bagian mana yang tidak konsisten? Antara Qs 2:106 dan Qs 6:34? Qs 2:106, Allah berkuasa atas segala sesuatu. Salah satunya merubah Firman dan/atau membuat manusia lupa kepadanya. Qs 6:34, "...tidak seorangpun (perhatikan, "seorangpun") yang dapat merubah..."

Qs 6:34 sama sekali tidak membahas bahwa Allah tidak bisa atau tidak akan merubah firman, tetapi penegasan bahwa Firman Allah tidak bisa dirubah oleh seorangpun (siapapun kecuali Allah sendiri tentunya).
# Staff Isa dan Islam 2014-09-01 16:34
~
Saudara Edi Setiawan,

Terimakasih untuk komentar saudara. Tulisan saudara semakin menjelaskan bahwa Allah tidak konsisten. Allah bisa dengan sengaja mengubah firman-Nya dan Allah bisa menjadi penipu dengan membuat lupa ayat-ayat yang telah disampaikan-Nya . Jelas ini disampaikan Al-Quran. Artinya tulisan dalam Al-Quran pun patut dipertanyakan, bukan? Karena itu, kami bertanya kepada saudara. Mengapa Allah tidak konsisten? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# Edi Setiawan 2014-09-02 13:08
~
Kalau berdebat, yang adil dan jujur, jangan curang dan licik. Hal itu semakin menunjukkan kekerdilan anda. Tuhan itu Maha Suci, dan tidak akan menjadi terkutuk hanya untuk sekedar mengampuni dosa. Kalau anda cukup jantan dan cukup punya keberanian, datang saja ke tempat saya dan bawalah domba sebanyak-banyak nya. Kita dialog secara langsung, saya tunggu di Jl. Banyu Urip Jaya 5/43A Surabaya.
# Staff Isa dan Islam 2014-09-04 14:00
~
Saudara Edi Setiawan,

Terimakasih untuk komentar saudara. Maaf, bila kami terpaksa menghapus komentar saudara karena saudara menggunakan kata-kata yang kurang baik. Kiranya saudara memaklumi hal ini.

Kembali ke topik. Kami bisa mengerti bila saudara emosi. Tetapi kami mengajak saudara untuk berpikir dengan jernih dan membaca tanggapan kami dengan teliti. Jelas, bahwa Allah Al-Quran tidak konsisten. Bila Allah Al-Quran tidak konsisten, maka tulisan dalam Al-Quran pun patut dipertanyakan, bukan? Karena itu, kami bertanya. Mengapa Allah tidak konsisten? Kiranya saudara berkenan menjawabnya.
~
Solihin
# pedulihal 2014-09-05 06:00
~
Qs 2:106 ayat ini berkaitan dengan ayat sebelumnya untuk menjawab kritikan dari orang-orang Yahudi tehadap Al-Quran, bahwa urusan nasakh mansukh adalah hak Allah. Orang-orang Yahudi yang enggan menerima Al-Quran berdalih bahwa "Tuhan tidak mungkin mengubah ketetapan-ketet apannya, seperti perubahan nasakh mansukh Taurat ke Injil. Dan Injil ke Al-Quran. Orang-orang Yahudi berdalih ketetapan terakhir dari Allah hanya ada pada kitab suci mereka saja (tafsir Al-mishbah), kesimpulannya: tidak ada kontroversi ayat Qs 2:106, malahan Qs 2:106 mendukung Qs 6:34.
# Edi Setiawan 2014-09-08 13:51
~
Ya saya maafkan dan saya maklumi. Bukan karena kata-kata saya yang kurang baik, tetapi karena saya yakin bahwa anda sendiri sebenarnya mengakui bahwa Alkitab bukanlah berisi Firman. Tetapi lebih kepada kumpulan buku/kitab biografi yang bahkan pengarang/penul isnyapun tidak diketahui.
.
Sekarang coba jawab dengan jujur. Apakah Injil, Rasul Lukas 1:1~4 dan Injil, Surat Roma 16:2~23 adalah firman Tuhan?
# Staff Isa dan Islam 2014-09-11 17:24
~
Salam Sdr. Edi,

Kami menyampaikan terimakasih untuk pertanyaan saudara.

Seluruh isi Alkitab adalah Firman Tuhan. Tuhan memberikan wahyu kepada para penulis yang dipimpin oleh Roh Allah. Sehingga tidak ada kesalahan sedikitpun yang terdapat dalam Alkitab. Semua saling berkaitan dan saling terkait.

Injil memuat satu pesan khusus kepada manusia yakni bahwa Allah yang kuasa datang ke dunia untuk membebaskan manusia dari belenggu dosa. Jadi segala sesuatu yang tidak memberitakan tentang kedatangan Allah ke dunia untuk menyelamatkan manusia tentu itu bukanlah firman Tuhan. Ini adalah Injil yang sebenarnya.
~
Salma
# sumin 2014-09-16 18:06
~
Karena banyaknya kritikan tentang errornya Alkitab, baik dari teolog Kristen maupun Muslim via Al-Quran. Lalu petinggi Kristen hingga level bawah cs-cs nya membuat pembelaan diri dengan cara pontang panting, karena keterpojokannya tersebut hingga muncul ide bagaimana mengkritik Al-Quran yang sebenarnya adalah kitab yang akurat yang sebagian besar teolog Kristenpun telah mengakui keakuratan pendokumentasia n Al-Quran.
# Staff Isa dan Islam 2014-09-18 18:43
~
Salam Sdr. Sumim,

Barangkali pemaparan saudara tidak mendasar. Sangat jelas bahwa kebenaran Injil tidak perlu dibela, sebab kebenaran itu mutlak sebuah kebenaran.

Bukankah tuduhan bahwa ada perubahan terhadap Injil dilakukan oleh umat Muslim? Atau saudara tahu apa yang telah diubah dalam Injil?

Jelas bahwa Alkitab tidak sama dengan Al-Quranyang dapat diubah-ubah. Seperti yang dikatakan "Apa saja ayat yang Kami naskahkan atau Kami jadikan lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya."Bagaimana menurut saudara dengan ayat ini?
~
Salma
isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer

Isa Islam Dan Kaum Wanita

Click gambar di samping untuk artikel - artikel untuk wanita Muslim


 

www.isaislamdankaumwanita.com