Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter

Injil, Palsu Atau Tidak?

Alkitab dikoreksiInjil adalah firman Allah. Injil merupakan surat cinta dari Allah kepada manusia. Benarkah demikian? Benarkah kita merasa bahwa Injil adalah surat cinta Allah dan kita menerima kliem tersebut dengan serius. Atau mungkin kita hanya tertarik pada salah satu aspek saja? Yaitu hal yang menurut kita baik dan sesuai dengan logika manusia yang terbatas?

Benarkah Injil Adalah Firman Allah?

Pernyataan di atas sering dilontarkan oleh umat Muslim sebagai bukti keragu-raguan mereka atas keabsahan Injil.  Namun Al-Quran dengan jelas mengatakan “Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat.” (QS 5:46). Bila benar Injil bukan firman Allah, mungkinkah Al-Quran memberikan pernyataan demikian?

Jelas Injil adalah Firman Allah. Karena Isa Al-Masih memberitahukan demikian. Isa Al-Masih yang merupakan Kalimat Allah dan menjelma menjadi manusia. Ia, dengan otoritas-Nya, telah meneguhkan Kitab-Kitab terdahulu dalam ajaran-Nya. Dan Dia juga menjanjikan Injil, yaitu Kabar Baik yang penuh kuasa, melalui murid-murid-Nya. Demikianlah, Isa Al-Masih, yaitu Kalimat Allah, telah menyatakan bahwa Injil adalah benar Firman Allah.

Injil Tidak Asli Karena Terdapat Dalam Berbagai Bahasa

Salah satu alasan yang dilontarkan oleh umat Muslim atas ketidak-absahan dari Injil adalah, terdapatnya Injil dalam berbagai bahasa. Perlu diketahui bahwa orang Kristen sangat ingin mengerti wahyu Allah. Karena tidak semua orang Kristen dapat membaca Injil dalam bahasa aslinya (Ibrani dan Yunani), maka Injil diterjemahkan ke dalam masing-masing bahasa pembacanya. Penterjemahan Injil ini dilakukan dengan hati-hati, teliti, dan semua didasarkan pada naskah orisinil yang berbahasa Ibrani dan Yunani.

Seperti halnya sebuah dokumen internasional, misalnya dari PBB, kita tidak akan mencurigai keabsahannya karena dokumen tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Namun, bila kita ragu, kita dapat melihat isi dokumen tersebut dalam bahasa aslinya, misalnya bahasa Inggris.

Ahli yang menerjemahkan dokumen tersebut adalah orang-orang yang berpengalaman di bidangnya.  Mereka menerjemahkan dengan sangat hati-hati.  Demikian kita tidak perlu meragukannya.  Tentu hasil terjemahan tersebut dapat diterima dan dipercayai.

Al-Quran juga diterjemahkan.  Kebanyakan orang yang membaca Al-Quran tidak mengerti bahasa Arab.  Namun mereka sadar bahwa penterjemah Al-Quran kedalam bahasa Indonesia ahli dalam bidang menterjemahkannya.

Demikian halnya dengan Injil.  Injil selalu diterjemahkan oleh orang-orang yang berpengalaman. Diterjemahkan dengan sangat hati-hati, teliti, dan semua didasarkan pada naskah orisinil yang berbahasa Ibrani dan Yunani.

KitabBukti Keotentikan Injil

Saat ini terdapat lebih dari 5,300 naskah kuno Injil dalam bahasa Yunani. Naskah yang paling tua adalah naskah yang paling penting, disebut uncials dan papyri.

Salah satu naskah kuno yang lengkap memuat seluruh Kitab Injil ialah Codex Sinaiticus, yang berasal dari tahun 350 M (hampir tiga ratus tahun sebelum Muhammad lahir). Codex adalah buku kuno yang ditulis tangan sebelum adanya penemuan mesin cetak.

Berikut adalah beberapa naskah tertua, uncials yang diakui keasliannya, dan dipakai menjadi dasar terjemahan Injil pada masa kini.

Nama Naskah

Perkiraan Tahun Naskah Ditulis

Tempat Naskah Berada sekarang

Codex Vaticanus 325 - 350 M London, Inggris
Codex Sinaiticus 350 M London, Inggris
Codex Alexandrinus 400 M London, Inggris
Codex Ephraimi 400 M Paris, Prancis
Codex Bezae 450 M Cambridge, Inggris

Naskah-naskah ini memberikan bukti bahwa Injil yang ada sekarang sama dengan Injil yang ada pada masa Muhammad, dan bahkan beberapa abad sebelumnya.  Dengan kata lain umat Kristen sekarang ini memiliki Injil yang sama seperti yang diedarkan di tanah Arab pada masa perkembangan Islam, yaitu Injil yang dikenal oleh nabi umat Islam.

Firman Allah, Tidak Ada Yang Dapat Merubah

Al-Quran, Sura Al An'aam ayat 34 berkata, “Tak ada seorangpun yang dapat merobah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah”.  Bagaimana seseorang yang berpandangan bahwa kalimat-kalimat Allah dapat diubah oleh manusia?  Dialah orang yang kurang percaya akan ke-Maha Besar-an Allah.

Ayat serupa juga terdapat dalam Injil, Surat Galatia 1:8 “Tetapi sekalipun kami atau seorang dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia

Demikianlah, Injil yang merupakan firman Allah, sifatnya adalah kekal. Tidak ada yang dapat merubahnya. Dan Injil yang ada sekarang adalah Injil yang diberitakan oleh pengikut Isa Al-Masih 600 tahun sebelum agama Islam lahir di tanah Arab.

Apakah arti kata “Injil”?  Kabar baik!  Kabar baik, yaitu keselamatan dari dosa.  Bacalah dengan seksama uraian tentang keselamatan pada situs ini.

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Add comment

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments  

# newbia 2011-01-03 13:02
*
Kenapa ada Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru?
# Staff Isa dan Islam 2017-06-26 17:57
*
Saudara Newbia,

Pertanyaan yang bagus sekali. Perjanjian Lama adalah penantian kedatangan Isa Al-Masih yang pertama. Sedangkan Perjanjian Baru merupakan penantian kedatangan Isa Al-Masih yang kedua kali. Sebagaimana janji yang telah digenapi Isa Al-Masih pada Perjanjian Lama, maka Isa Al-Masih pun akan menggenapi janji yang telah disampaikan-Nya (Injil, Surat Wahyu 22:20).

Perjanjian Lama telah menubuatkan kedatangan Isa Al-Masih untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Sedangkan Perjanjian Baru menubuatkan kedatangan Isa Al-Masih ke dunia untuk menghakiminya kelak. Kiranya jawaban ini menjawab pertanyaan saudara.
~
Solihin
# newbie 2011-01-04 08:37
*
Kalau ada 5300 naskah, tetapi 5 naskah di atas saja yang diambil acuan (beberapa), bagaimana dengan sisanya? Apakah tidak absolut?
# Staff Isa dan Islam 2017-06-26 17:57
*
Saudara Newbie,

Pertanyaan yang bagus sekali. Naskah yang jumlahnya begitu banyak dapat menjadi alat untuk memeriksa salinan Alkitab saat ini. Alkitab saat ini menggunakan terjemahan dari naskah Wescott & Hort serta Textus Receptus. Walaupun demikian, tidak ditemukan kesalahan, melainkan naskah-naskah yang ada saling melengkapi. Karena itu, Alkitab sangat absolut karena terdiri dari banyak naskah yang tetap terjaga kelestariannya. Kiranya ini dapat menjawab pertanyaan saudara.
~
Solihin
# brother88 2011-01-04 22:23
*
Revisi Alkitab bukanlah rahasia umum lagi, semua orang sudah tahu.
# Staff Isa dan Islam 2017-06-26 17:57
*
Saudara Brother,

Tentu tidak masalah semua orang mengetahui revisi Alkitab. Revisi dilakukan berkenaan dengan perkembangan bahasa yang begitu cepat. Perhatikan perkembangan bahasa dari masa ke masa. Misal, toean menjadi tuan. Walaupun demikian, isi Alkitab tidak pernah direvisi, melainkan tetap terjaga sesuai dengan makna aslinya.

Lebih penting dari itu adalah inti berita yang utama dari Alkitab adalah keselamatan dalam Isa Al-Masih. Berita ini tidak berubah dari waktu ke waktu. Dengan demikian, Alkitab tidak pernah direvisi, kecuali perkembangan bahasanya.
~
Solihin
# irkhamov 2011-01-08 10:12
*
"Naskah-naskah ini memberikan bukti bahwa Injil yang ada sekarang sama dengan Injil yang ada pada masa Muhammad, dan bahkan beberapa abad sebelumnya"

Adakah yang bisa menjamin bahwa Injil, di jaman nabi Muhammad masih seperti saat diturunkan kepada Isa anak Maryam? Bahkan Rasulullah pernah menegur sahabat Umar bin Khattab karena suatu ketika masih menyimpan lembaran Perjanjian Lama yang diperolehnya sebelum masuk Islam. Jelas sekali bahwa Rasulullah tidak berkenan dengan tindakan Umar itu.

Umat Islam hanya wajib percaya akan 4 kitab Allah yang diturunkan pada 4 nabi, tapi cuma wajib mempelajari kitabnya sendiri saja, Al-Quran. Jadi beriman kepada 4 kitabullah ini tidak ada kaitannya dengan klaim keaslian Injil yang dipegang kaum Kristiani hari ini.
# Staff Isa dan Islam 2017-06-26 17:58
*
Saudara Irkhamov,

Injil tidak pernah berubah. Sebab Isa Al-Masih berfirman, “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu” (Injil, Rasul Besar Matius 24:35). Dengan demikian, Injil dari masa ke masa tidak pernah mengalami perubahan.

Menurut kami, kejanggalan pemikiran dan pandangan umat Islam adalah mengimani tetapi tidak mempelajari. Mengimani tanpa mau dan berani mempelajari adalah bentuk pengingkaran terhadap tiga kitab sebelumnya. Dengan kata lain, umat Islam mengingkari keberadaan firman Allah yang telah diberikan-Nya kepada para nabi sebelumnya. Pertanyaan adalah mengapa umat Islam tidak diajarkan untuk mempelajari tiga kitab sebelumnya? Kiranya saudara dapat menjelaskan ini.
~
Solihin
# rosa 2011-01-08 16:44
*
Injil merupakan catatan orang-orang yang menyaksikan Yesus mulai dari Dia sebelum lahir sampai disalib dan bangkit lagi. Kemudian orang tersebut menceritakannya dari berbagai perspektif dan sudut pandang, makanya ada berbagai versi yang berbeda.
# Staff Isa dan Islam 2017-06-26 17:58
*
Saudara Rosa,

Injil ditulis oleh murid-murid Isa Al-Masih yang menjadi saksi atas segala perbuatan, kuasa, dan pekerjaan-Nya untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Murid-murid meriwayatkan Isa Al-Masih sesuai dengan kenyataan yang terjadi. Sekalipun ada beberapa penulis, tetapi tulisan tersebut saling melengkapi sehingga kita dapat mengetahui gambaran utuh dari riwayat Isa Al-Masih. Bukankah ini hebat?

Tidak ada kitab yang sedemikian hebat yang ditulis dalam rentang waktu, tempat, dan penulis berbeda tetapi memiliki berita yang sama, yaitu keselamatan dalam Isa Al-Masih. Dengan demikian, kita mengetahui bahwa Injil tidak pernah berubah.
~
Solihin
# rosa 2011-01-08 16:49
*
Naskah-naskah kuno bahasa Yunani dan naskah Injil tertua bahasa Yunani, padahal Yesus orang Israel memakai bahasa Ibrani.

Atau waktu Yesus bersabda menggunakan bahasa Yunani?
# Staff Isa dan Islam 2017-06-26 17:58
*
Saudara Rosa,

Alangkah lebih baik bila saudara mempelajari sejarah pada masa Isa Al-Masih. Pada zaman Isa Al-Masih, masyarakat telah mengenal tiga bahasa, yaitu Ibrani, Latin, dan Yunani (Injil, Rasul Besar Yohanes 19:20). Isa Al-Masih pun menggunakan bahasa Yunani ketika berinteraksi dengan seorang perwira Kapernaum (Injil, Rasul Lukas 7:1-10).

Namun, penulisan Injil dalam bahasa Yunani disebabkan bahasa Yunani telah digunakan hampir di seluruh dunia sama seperti bahasa Inggris saat ini. Dengan maksud agar berita mengenai keselamatan dalam Isa Al-Masih dapat diberitakan kepada bangsa-bangsa lain. Bukankah ini hebat?
~
Solihin
# eva 2011-01-08 16:53
*
Tahun naskah yang tertua 325M, berarti sekitar 300 tahun setelah Yesus mati, Bagaimana bisa dibilang itu asli?

Berarti yang mengarang Injil mengarang kisah Yesus, dan mengarang kisah-kisah lain, serta tidak menyaksikan sendiri waktu Yesus hidup.
Pantas saja jadi banyak versi.
# Staff Isa dan Islam 2017-06-26 17:58
*
Saudara Eva,

Injil Markus ditulis sekitar tahun 50. Sedangkan Rasul Besar Yohanes menuliskan Injil, Rasul Besar Yohanes tahun 90, yakni akhir abad pertama. Dengan demikian, Injil telah selesai ditulis akhir abad pertama. Namun, karena bahan yang digunakan adalah papyrus yang mudah rusak, maka naskah-naskah tersebut disalin agar tetap terjaga kemurniannya.

Namun, naskah-naskah tersebut tidak pernah berubah dan tetap terjaga keasliannya. Saudara dapat memeriksa dan mempelajari Alkitab untuk mengetahui kebenarannya. Bukankah itu cara yang terbaik?
~
Solihin
# maria 2011-01-09 11:03
*
Umat Kristen berkeyakinan bahwa semua Injil yang sah itu ditulis oleh para "murid" dengan wahyu dari Roh Kudus.

Namun berdasarkan bukti ilmiah terbukti bahwa keempat Injil yang dikatakan sah dewasa ini, tidak satupun yang ditulis oleh kedua belas murid pilihan Yesus!
# Staff Isa dan Islam 2017-06-26 17:59
*
Saudara Maria,

Kami sangat senang bila saudara dapat menunjukkan bukti ilmiah tersebut sehingga kita dapat mendiskusikan. Silakan saudara menunjukkan bukti ilmiah itu, maka kami pun akan menunjukkan bukti ilmiah yang ada. Sederhana, bukan? Kami menunggu pembuktian saudara.
~
Solihin
# Maman 2011-01-10 01:36
*
Saya sangat setuju, menurut saya pribadi Injil itu banyak merupakan hadist, baik hadist sahih, lemah maupun palsu.

Jadi, jika apa yang dikatakan Sdr. Maria di atas adalah benar, yakni jika Injil tidak ditulis satupun oleh murid pilihan Yesus, jelas itu sudah merupakan hadist palsu karena di dalam Injil pun terdapat kata-kata: "nabi palsu".
# Staff Isa dan Islam 2017-06-26 17:59
*
Saudara Maman,

Tanpa ada pembuktian dari saudara Maria, maka pernyataan di atas hanya bersifat asumsi, kalau tidak mau disebut tuduhan. Bukankah lebih baik bila membuat pernyataan dengan menyertakan dalil atau bukti-bukti konkret sehingga setiap orang dapat memeriksa kebenaran pernyataan tersebut. Karena itu, kami berharap setiap orang yang memiliki bukti bahwa Injil telah dipalsukan dapat membuktikan hal itu, bukan sekedar asumsi atau khayalan belaka.
~
Solihin
# Jonatan 2011-02-25 14:20
*
To Maman:
Memang betul Alkitab menuliskan kata "nabi palsu". Yang dimaksud dengan nabi palsu adalah mereka yang mengaku nabi dan muncul sesudah Isa Al-Masih (Yesus). Anda bisa menebak sendiri nabi (atau yang mengaku sebagai nabi) siapa yang muncul sesudah Isa Al-Masih.

Isa Al-Masih pernah berfirman, bahwa akan ada pengajaran yang sesat, yang memutar-balikka n pengajaran dari Allah.
# Staff Isa dan Islam 2017-06-26 17:59
*
Saudara Jonatan,

Banyak nabi palsu yang akan muncul setelah Isa Al-Masih. Nabi-nabi demikian memberitakan hal yang tidak benar mengenai Isa Al-Masih. Walaupun demikian, nabi-nabi palsu tidak akan bertahan sebab firman Allah adalah penguji ajaran para nabi palsu tersebut, yakni Injil. Terimakasih saudara Jonatan untuk tanggapan saudara.
~
Solihin
# Akang 2011-02-25 22:32
*
Salam,

Saya heran, mengapa hal-hal seperti ini diperdebatkan. Kalau sudah lahir ke dunia, kita semua membawa "Roh Allah", dalam diri kita terdapat sifat-sifat Ilahi.

Jika anda ingin mengenal Allah, maka kenalilah dirimu sendiri terlebih dahulu.
# Staff Isa dan Islam 2017-06-26 17:59
*
Saudara Akang,

Menarik sekali pernyataan saudara. Kami bertanya kepada saudara. Benarkah orang yang telah lahir ke dunia membawa Roh Allah? Roh Allah diberikan kepada mereka yang telah percaya pada Isa Al-Masih sebagai Tuhan dan Juruselamat (Injil, Surat Efesus 1:13). Karena itu, setiap orang yang telah menerima Isa Al-Masih akan dimeteraikan dengan Roh Kudus. Kami berharap saudara dapat memeriksa Injil sehingga kebenaran semakin nyata bagi saudara.
~
Solihin
# newbia 2011-02-26 07:26
*
Manusia yang menerima wahyu Allah adalah Rasul Allah. Kami umat Islam mengimani bahwa Taurat diturunkan kepada Musa, Zabur kepada Daud, Injil kepada Isa Al-Masih dan Al-Quran kepada Muhammad.

Bukankah hal itu membuktikan dua hal, Isa Al-Masih adalah rasul Allah dan bukan Tuhan. Dan kitab yang paling terakhir turun akan menggenapi dan menyempurnakan kitab-kitab sebelumnya.
# Staff Isa dan Islam 2017-06-26 18:00
*
Saudara Newbia,

Membaca sejarah penulisan kitab-kitab akan menolong saudara mengetahui kebenaran sesungguhnya. Allah tidak pernah menurunkan Injil kepada Isa Al-Masih. Sebaliknya, Injil menjelaskan mengenai Isa Al-Masih dengan segala kuasa dan perbuatan-Nya untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Karena itu, amat keliru yang berpikir bahwa Isa Al-Masih menerima Injil.

Bila Injil meriwayatkan seluruh kuasa dan perbuatan Isa Al-Masih, maka sangat jelas bahwa Isa Al-Masih lebih dari sekedar nabi. Bukti-bukti keilahian Isa Al-Masih dapat saudara periksa dan selidiki di link ini http://tinyurl.com/8abrx5t . Terimakasih saudara Newbia untuk tanggapan saudara.
~
Solihin
# Gurobah amin 2011-03-01 16:41
*
Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.(Injil Matius.4:23)

Masih adakah injil yang diberitakan atau yang diajarkan Yesus itu?
# Staff Isa dan Islam 2017-06-28 18:53
*
Saudara Gurobah,

Perlu dipahami definisi Injil agar saudara mengerti maksud Injil Kerajaan Allah. Injil artinya kabar baik yang berasal dari bahasa Yunani, euanggelion. Ini berarti Isa Al-Masih memberitakan kabar baik Kerajaan Allah kepada banyak orang. Siapakah kabar baik itu? Dia adalah Isa Al-Masih. Sebab Isa Al-Masih yang menyelamatkan manusia dari dosa.

Injil ini masih ada hingga kini dan tidak pernah berubah. Itu sebabnya, inti berita Injil adalah Isa Al-Masih, yaitu keselamatan dalam Isa Al-Masih. Pertanyaannya adalah maukah saudara menerima kabar baik yang disampaikan Injil?Mengapa?
~
Solihin
# Maseko 2011-03-01 16:54
*
Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah kami beri Alkitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui. QS 2.146
# Staff Isa dan Islam 2017-06-28 18:53
*
Saudara Maseko,

Menarik sekali ayat Al-Quran yang dikutip saudara. Kalau boleh jujur, kami meragukan ayat tersebut. Sebab ayat tersebut tidak jelas dan ambigu. Apa maksud mengenal? Mengenal dalam konteks apa? Apa yang disembunyikan? Ayat ini tidak jelas. Kami berharap saudara dapat menjelaskan pertanyaan kami.

Berbeda dengan Injil yang begitu jelas, akurat, sistematis, dan kronologis sehingga kita mengetahui konteks dan alur kisah yang dimaksud. Oleh karena itu, Injil tidak dapat diubah karena saling berkaitan satu dengan yang lain.
~
Solihin
# atar 2011-06-12 19:07
*
Sangat tidak mungkin Injil dipalsukan. Sesuatu yang dipalsukan biasanya adalah bertujuan negatif. Tetapi hal tersebut berbeda pada kenyataan. Injil adalah kabar baik.

Coba kita bandingkan dengan Al-Quran yang di dalamnya mengatur mengenai harta rampasan perang. Apakah mungkin firman Allah mengatur tentang harta rampasan perang?
# Staff Isa dan Islam 2017-06-28 18:53
*
Saudara Atar,

Injil adalah firman Allah yang terjaga kemurniannya. Injil tidak pernah berubah. Karena itu, inti berita Injil hanya satu yaitu Isa Al-Masih. Hal ini dapat diselidiki dan dicermati dengan membaca Injil secara menyeluruh. Terimakasih untuk tanggapan saudara.
~
Solihin
# mikha 2011-06-12 23:33
*
To Atar: Justru Tuhan harus mengatur tentang hukum rampasan perang, agar umat manusia tidak sesat, serakah atau melampaui batas. Saya sarankan anda untuk lebih banyak membaca Injil, karena di dalam Injil banyak memuat ayat-ayat yang sangat sadis bertolak belakang dengan ajaran kasihnya.
# Staff Isa dan Islam 2017-06-28 18:54
*
Saudara Mikha,

Menyatakan bahwa dalam Injil banyak ayat-ayat sadis adalah mudah. Namun, saudara perlu menunjukkan bukti tersebut agar hal ini bukan sekedar asumsi, apalagi tuduhan yang tidak memiliki dasar. Sebab Isa Al-Masih telah berfirman bahwa pengikut Isa Al-Masih harus mengasihi sesama, termasuk mengasihi musuh (Injil, Rasul Besar Matius 5:44).

Dengan demikian, Isa Al-Masih tidak berkenan dengan segala bentuk sadisme. Itu sebabnya, Injil tidak pernah berubah hingga kini. Berita Injil tetap sama yaitu keselamatan dalam Isa Al-Masih.
~
Solihin
# atar 2011-06-13 18:35
*
Menanggapi Saudaraku Mikha. Kami sudah membaca keseluruhan Al-Kitab, tapi kami tidak menemukan ayat-ayat sadis, bolehkah Saudara menujukan kepada kami ayat-ayat yang dimaksud?
# Staff Isa dan Islam 2017-06-28 18:54
*
Saudara Atar,

Tepat sekali bahwa Alkitab tidak mencantumkan perintah yang mengarah ke tindakan sadisme. Sangat jelas bahwa Isa Al-Masih mengajarkan untuk mengasihi sesama, termasuk mengasihi musuh (Injil, Rasul Besar Matius 5:44). Kami berharap saudara Mikha dapat membuktikan pernyataannya. Terimakasih saudara Atar untuk tanggapan saudara.
~
Solihin
# HambaAllah 2011-06-14 06:59
*
I Samuel 15:2–3

Beginilah firman Tuhan semesta alam: "Aku akan membala s apa yang dilakukan orang Amalek kepada orang Israel, karena orang Amalek menghalangi mereka, ketika orang Israel pergi dari Mesir. Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai.”


Ulangan 20:12–16

Tetapi apabila kota itu tidak mau berdamai dengan engkau, melainkan mengadakan pertempuran melawan engkau, maka haruslah engkau mengepungnya; dan setelah Tuhan, Allahmu, menyerahkannya ke dalam tanganmu, maka haruslah engkau membunuh seluruh penduduknya yang laki-laki dengan mata pedang. Hanya perempuan, anak-anak, hewan dan segala yang ada di kota itu, yakni seluruh jarahan itu, boleh kau rampas bagimu sendiri, dan jarahan yang dari musuhmu ini, yang diberikan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu, boleh kau pergunakan. Demikianlah harus kau lakukan terhadap segala kota yang sangat jauh letaknya dari tempatmu, yang tidak termasuk kota-kota bangsa-bangsa di sini. Tetapi dari kota-kota bangsa-bangsa itu yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu, janganlah kau biarkan hidup apa pun yang bernafas.”

Bandingkan dengan ayat AlQur'an:

Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
(Qs 2:190)

Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka. (Qs 47:4)
# Staff Isa dan Islam 2017-06-28 18:54
*
Saudara Hamba,

Menarik sekali ayat Taurat dan 1 Samuel tersebut. Ayat-ayat itu berkenaan dengan peperangan antarbangsa, bukan dalam hubungan/relasi pribadi. Peperangan antara bangsa Israel dan bangsa Amalek terjadi hanya pada waktu itu dan dalam konteks itu saja. Alkitab menggambarkan dan meriwayatkan peristiwa itu sebagai bagian dari sejarah bangsa Israel, tetapi Alkitab tidak pernah mengajarkan untuk membunuh.

Berbeda dengan ayat Al-Quran yang dikutip saudara. Ayat-ayat tersebut merupakan pengajaran yang dilakukan nabi saudara untuk membunuh orang-orang kafir. Ayat ini menegaskan tentang perang agama yang diajarkan nabi saudara. Bukankah ini mengerikan dan sadis? Silakan saudara melanjutkan diskusi mengenai ini di link berikut: http://tinyurl.com/d8jhjfv . Terimakasih.
~
Solihin
# atar 2011-06-14 13:10
*
Kutipan dari Saudara adalah isi dari Kitab-Kitab Allah sebelum kedatangan Isa Al-Masih ke dalam dunia.

Dan setelah kami perhatikan, ternyata gaya bahasa seperti ini juga muncul di Al-Qquran, yakni banyak perumpamaan atau kiasan-kiasan, yang tidak boleh diartikan secara harfiah.

Injil adalah Kitab Suci yang ditulis dengan insirasi Roh Kudus setelah kedatangan Isa Al-Masih. Pokok ajarannya adalah cinta kasih. Jika setiap manusia hidup dengan mengikuti ajaran Isa Almasih, maka tidak akan ada peperangan. Tetapi pada kenyataannya, manusia sering mengabaikan ajaran-Nya dan jatuh dalam dosa.
# Staff Isa dan Islam 2017-06-28 18:54
*
Saudara Atar,

Hakekat manusia yang berdosa menjadikan manusia cenderung untuk bertindak melawan kehendak Allah. Namun, Isa Al-Masih telah berkenan datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia dari dosa sehingga manusia dimampukan untuk melakukan kehendak Isa Al-Masih, yaitu mengasihi termasuk mengasihi musuh. Silakan klik ini http://tinyurl.com/d8jhjfv untuk berdiskusi mengenai ajaran kasih Isa Al-Masih.
~
Solihin
# cahaya 2011-06-15 04:49
*
Roh Kudus yang menulis kitab ini plin plan dan pelupa. Firman kepada Matius lain dengan Markus. Yohanes malah lebih berbeda lagi. Makanya Al-Kitab ayatnya banyak bertentang satu sama lain
# Staff Isa dan Islam 2017-06-28 18:54
*
Saudara Cahaya,

Kami dapat memaklumi pendapat saudara di atas. Ssebab saudara belum pernah membaca Injil secara menyeluruh sehingga tidak mengerti dan tidak memahami gambaran utuh Injil. Tulisan Rasul Besar Matius, Rasul Markus, dan Rasul Besar Yohanes tidak pernah bertentangan satu dengan yang lain. Sebaliknya, tulisan mereka saling melengkapi.

Karena itu, bila saudara membaca Injil secara menyeluruh, maka saudara mendapati bahwa inti berita atau tulisan mereka adalah satu, yaitu keselamatan dalam Isa Al-Masih. Kami berharap saudara dapat membaca Injil seluruhnya sebelum membuat kesimpulan.
~
Solihin
# HambaAllah 2011-06-15 10:38
*
Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur'an dengan membawa kebenaran, membena rkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu ; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat, tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombal ah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-N ya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu." (QS 5:48)

Jadi Al-Qur'an merupakan kitab penguji dari kitab-kitab sebelum, palsu atau tidak.
# Staff Isa dan Islam 2017-06-28 18:55
*
Saudara Hamba,

Sangat baik bila saudara membaca Al-Maidah tersebut secara teliti. Mari kita mengkaji dan meneliti Qs 5:48. Qs 5:48 menyatakan “membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain." Berarti ada dua fungsi Al-Quran menurut ayat tersebut. Pertama, membenarkan kitab-kitab sebelumnya dan penguji bagi kitab-kitab yang lain. Kitab-kitab yang mana? Jelas di luar kitab-kitab sebelumnya.

Kitab-kitab yang manakah itu? Al-Quran tidak pernah menyatakan kitab-kitab tersebut, sehingga ayat tersebut menjadi ambigu alias tidak jelas. Bila Al-Quran telah membenarkan kitab-kitab sebelumnya, maka tidak ada keraguan terhadap isi kitab-kitab sebelumnya. Sehingga kesimpulan bahwa kitab-kitab sebelumnya adalah palsu patut dikaji ulang kembali.
~
Solihin
# tiara sekar 2011-06-19 20:18
*
Al-Kitab yang paling akurat saat ini, yang telah direvisi, yakni kitab RSV (Revised Standard Version) dihasilkan oleh 30 sarjana penginjil Amerika yang didukung 50 aliran Kristiani. Mereka saling bekerjasama untuk menghasilkan kitab RSV ini.

Dan yang mengejutkan bahwa mereka justeru menemukan kecacatan-kecac atan mendasar dalam kitab versi King James yang banyak digunakan oleh pendeta Protestan di Amerika. Dan kecacatan-kecac atan tersebut sangat besar dan serius dan perlu direvisi sehingga banyak ayat-ayat yang harus dibuang.
# Staff Isa dan Islam 2017-06-28 18:55
*
Saudara Tiara,

Menarik sekali tulisan saudara di atas. Kami bertanya kepada saudara. Ddari manakah sumber tulisan saudara di atas? Alangkah lebih baik bila saudara dapat mencantumkan sumber tulisan saudara sehingga saudara tidak dianggap berasumsi.

Kami memiliki banyak terjemahan, termasuk RSV dan King James Version. Tidak ada perbedaan isi di dalamnya. Inti berita dari terjemahan-terj emahan tersebut tetap sama yaitu Isa Al-Masih. Bila saudara menyebutkan adanya kecacatan mendasar, maka seyogianya saudara menyebutkan kecacatan mendasar tersebut sehingga kita dapat mendiskusikanny a.
~
Solihin
# HambaAllah 2011-06-20 07:20
*
Taurat Musa, Kitab Keluaran 21:1-2 "Inilah peraturan-perat uran yang harus kaubawa ke depan mereka. Apabila engkau membeli seorang budak Ibrani, maka haruslah ia bekerja padamu enam tahun lamanya, tetapi pada tahun yang ketujuh ia diizinkan keluar sebagai orang merdeka, dengan tidak membayar tebusan apa-apa."

Pertanyaan :
1. Jika membeli budak/seharga 50.000, berapa tahun dia harus bekerja ?
2. Jika membeli budak/pembantu seharga 1 juta, berapa tahun dia harus bekerja?

Apakah masih relavan ayat ini dipakai pada zaman sekarang?
# Staff Isa dan Islam 2017-06-28 18:56
*
Saudara Hamba,

Pertanyaan yang menarik sekalipun pertanyaan ini sudah tidak relevan. Sebab perbudakan tidak ada lagi. Perlu dimengerti dan dipahami bahwa pengikut Isa Al-Masih yang menghapuskan perbudakan. Amerika Serikat memiliki Abraham Lincoln yang berjuang menghapuskan perbudakan.

Hukum perbudakan berlaku pada zaman Musa hingga perbudakan dihapuskan. Dengan demikian, yang berlaku saat ini adalah ajaran Isa Al-Masih, yaitu mengasihi sesama, termasuk musuh (Injil, Rasul Besar Yohanes 13:34-35). Karena itu, Injil tidak pernah berubah sebab hukum Isa Al-Masih senantiasa diajarkan berulang kali.
~
Solihin
# sakitu 2011-06-23 17:13
*
Harusnya tidak menjadi persoalan mau asli atau palsu! Yang jelas setelah Al-Quran diturunkan, Injil sudah tidak berlaku.
# Staff Isa dan Islam 2017-06-28 18:56
*
Saudara Sakitu,

Menarik sekali bahwa saudara menyatakan Injil tidak berlaku lagi. Kami bertanya kepada saudara. Kalau boleh tahu, siapakah yang memberikan otoritas pada saudara sehingga Injil (firman Allah) tidak berlaku lagi? Bukankah saudara terlalu terburu-buru membuat kesimpulan demikian? Mengapa saudara berani menyatakan bahwa Injil tidak berlaku lagi?

Sebaliknya, Injil tetap berlaku hingga kapanpun. Isa Al-Masih berfirman, “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu” (Injil, Rasul Besar Matius 24:35). Ini berarti Injil tidak akan berlalu alias tetap berlaku. Kiranya saudara mengerti hal ini.
~
Solihin
# HambaAllah 2011-07-05 17:09
*
Quoting Staff Isa dan Islam:
~
Saudara HambaAllah, bolehkah Saudara menerangkan kepada kami, mengapakah hal-hal seperti yang tersebut di atas, dilarang dilakukan oleh Allah?

Apakah Allah tidak diperbolehkan untuk melakukan hal-hal di atas? Siapakah yang berhak melarang-Nya? Mengapakah Saudara hendak membatasi Allah? Apakah Allah harus sesuai dan harus cocok semuanya dengan pikiran Saudara?

Bukankah justru Saudara yang harus mencocokkan pikiran Saudara dengan Firman Allah?

Apakah Al-Kitab adalah Firman Allah? Jika Taurat dan Injil adalah Firman Allah, kenapa Saudara tidak mau beriman kepadanya? Jika sudah dipalsukan, kira-kira kapan dan bagaimana kira-kira cara memalsukannya?

CA

Sangat merendahkan Kemaha Kuasaan Tuhan.
Dipalsukan sejak terjadi begitu banyak kontradiksi antara ayat-ayatnya.
# Staff Isa dan Islam 2017-06-28 18:56
*
Saudara Hamba,

Tanggapan di atas tidak menjawab pertanyaan kami. Kapan Injil dipalsukan dan bagaimana cara memalsukannya mengingat Injil telah tersebar di berbagai belahan daerah pada abad ke-6? Saudara perlu membuktikan secara ilmiah, bukan berdasarkan asumsi belaka. Kami menunggu jawaban saudara.

Dengan demikian, amat sulit untuk memalsukan Injil karena pengikut Isa Al-Masih dapat memeriksa bila ada pemalsuan Injil. Lagi pula, untuk apa dipalsukan? Apa keuntungan memalsukan Injil pada masa itu? Mohon dijawab dengan jelas dan bukan asumsi.
~
Solihin
# cahaya 2011-07-08 17:23
*
Dr. A. Powel Daviesdalam bukunya "The meaning of the Dead Sea Scrolls The New American Library" tahun 1961, page:106, berkata: Tiga Injil pertama, yaitu Injil Synoptik, membawakan cerita yang sama. Terdapat pertentangan-pe rtentangan di dalamnya sehingga tidaklah mungkin sedemikian jauh untuk mendamaikan ayat-ayat ini.

Namun Injil Yohanes menceritakan cerita-cerita yang amat berbeda dari ketiga Injil pertama itu. Bila Injil Yohanes yang betul, maka ketiga Injil yang lain itu salah; bila ketiga Injil itu betul, maka Injil Yohanes pasti salah.
# Staff Isa dan Islam 2017-06-28 18:56
*
Saudara Cahaya,

Menarik sekali bahwa saudara mengutip buku Powel Davies. Apakah saudara sudah membaca seluruh tulisan Powel Davies dan telah membaca Injil secara menyeluruh serta membandingkanny a? Kami berharap ini bukan sekedar copy paste sehingga saudara dapat mengetahui kebenaran sesungguhnya.

Injil sinoptik memiliki kesamaan dan riwayat di dalamnya saling melengkapi. Demikian juga dengan Injil, Rasul Besar Yohanes. Pertanyaannya adalah ayat-ayat mana yang tidak bisa didamaikan? Mohon kiranya saudara dapat menyebutkan dan keberatan atas ayat tersebut.
~
Solihin
# mulya 2011-08-01 23:44
*
Injil yang ada sekarang adalah Injil yang tidak murni lagi sebagai firman Tuhan, karena Tuhan hanya menurunkan satu Injil saja. Tuhan tidak pernah menurunkan Injil menjadi 2(Perjanjian Lama dan Baru)dan tidak pernah menurunkan atas nama Injil Lukas, Matius dan lain-lain. Yang mana antara yang satu dengan yang lain terdapat perbedaan, apapun itu perbedaannya.
# Staff Isa dan Islam 2017-06-28 18:57
*
Saudara Mulya,

Kami menghargai pendapat saudara sekalipun pendapat saudara ambigu. Menyatakan bahwa terdapat perbedaan dalam Injil, apapun perbedaan tersebut menandakan saudara tidak mempelajari Injil secara menyeluruh dan sungguh-sungguh . Ini berarti kesimpulan saudara didasarkan pada asumsi belaka.

Kami bertanya kepada saudara. Apa saja perbedaan dalam Injil tersebut? Mengapa itu dianggap sebagai perbedaan? Mohon saudara menjelaskannya dengan gamblang, lugas, dan jelas.
~
Solihin
# cahaya 2011-08-07 13:40
*
Katanya Tuhan pengasih?

(Imamat 21:16-21), Tuhan berfirman kepada Musa: "Katakanlah kepada Harun, begini: Setiap orang dari antara keturunanmu turun-temurun yang bercacat badannya, janganlah datang mendekat untuk mempersembahkan santapan Allahnya, karena setiap orang yang bercacat badannya tidak boleh datang mendekat: orang buta, orang timpang, orang yang bercacat mukanya, orang yang terlalu panjang anggotanya, orang yang patah kakinya atau tangannya, orang yang berbongkol atau yang kerdil badannya atau yang bular matanya, orang yang berkedal atau berkurap atau yang rusak buah pelirnya.

Setiap orang dari keturunan imam Harun, yang bercacat badannya, janganlah datang untuk mempersembahkan segala korban api-apian Tuhan; karena badannya bercacat janganlah ia datang dekat untuk mempersembahkan santapan Allahnya.
# Staff Isa dan Islam 2017-06-28 18:57
*
Saudara Cahaya,

Memang benar bahwa Tuhan adalah Pengasih. Di samping pengasih, Tuhan juga mahakudus atau mahasuci. Sifat ini pun melekat pada Allah. Dengan demikian, setiap orang yang hendak memberikan persembahan harus memberikan yang terbaik atau tidak bercacat baik persembahan maupun orang yang memberikan persembahan.

Nah, pertanyaannya adalah bila Allah menghendaki umat-Nya dan persembahannya tidak bercacat, apakah itu salah? Mengapa? Kiranya saudara dapat menjelaskan pandangan saudara mengenai hal ini.
~
Solihin
# HambaAllah 2011-08-16 08:03
*
Yesus tidak membatalkan hukum taurat:

Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. (Matius 5:18)

Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perint ah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. (Matius 5:19)

Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. (Matius 5:20)
# Staff Isa dan Islam 2017-06-28 18:57
*
Saudara Hamba,

Memang Isa Al-Masih tidak pernah membatalkan Taurat. Sebaliknya, Isa Al-Masih datang untuk menggenapi hukum Taurat (Injil, Rasul Besar Matius 5:17). Ini berarti segala kurban yang ditentukan oleh hukum Taurat dipenuhi Isa Al-Masih. Dengan demikian, manusia tidak perlu melaksanakan ketentuan hukum Taurat mengenai kurban. Sebab Isa Al-Masih telah menjadi jalan pendamaian agar manusia diselamatkan (Injil, Surat Roma 3:25).
~
Solihin
# radig 2011-09-20 08:48
*
Quoting atar:
*
Menanggapi Saudaraku Mikha. Kami sudah membaca keseluruhan Al-Kitab, tapi kami tidak menemukan ayat-ayat sadis, bolehkah Saudara menujukan kepada kami ayat-ayat yang dimaksud?


To. Atar, ini sebagian kecil ayat sadis yang harus Anda praktekkan, tapi mustahil:

Perhatikan apa kata Yesus dalam ayat ini:(Injil Matius 5:29-30)

"Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka."
# Staff Isa dan Islam 2017-06-28 18:58
*
Saudara Radig,

Bahasa Indonesia memiliki gaya bahasa untuk mengungkapkan suatu makna, yaitu figuratif atau literal. Injil, Rasul Besar Matius 5:29-30 bermakna figuratif. Artinya ayat itu tidak diartikan secara harafiah untuk mencungkil mata. Ayat tersebut ingin menegaskan bahwa Allah memandang serius dengan dosa.

Itu sebabnya, Isa Al-Masih mengajarkan agar setiap orang tidak bermain-main dengan dosa dan harus sempurna (Injil, Rasul Besar Matius 5:48). Mungkinkah hidup sempurna mengajarkan sadisme? Kiranya saudara dapat menunjukkan ayat yang lebih tepat.
~
Solihin
# cyntya 2011-12-07 09:27
*
Mengapa di dalam Alkitab, ajaran Yesus dan Paulus saling bertentangan?

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2017-06-28 18:58
*
Saudara Cyntya,

Membaca tulisan di atas membuat kami merasa ingin tertarik dan ingin tahu perbedaan ajaran Isa Al-Masih dengan Paulus. Kalau boleh tahu, apa perbedaan ajaran Isa Al-Masih dengan Paulus? Tertulis dimanakah itu dalam Injil? Mengapa kami bertanya demikian? Sebab kami tidak menemukan ada perbedaan ajaran Isa Al-Masih dengan Paulus.

Isa Al-Masih mengajarkan untuk mengasihi (Injil, Rasul Besar Matius 5:44). Paulus pun mengajarkan untuk saling mengasihi (Injil, Surat Roma 12:10). Bagaimana saudara?
~
Solihin
# dedex 2012-01-04 22:37
*
Kitab Suci seharusnya berisi tentang kejadian masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang secara terperinci.

Berikan saya contoh ayat di dalam Injil yang bisa menerangkan kejadian masa lalu, masa yang akan datang dan masa sekarang, jika Injil yang anda bawa sekarang adalah Firman Allah.
# Staff Isa dan Islam 2017-06-28 18:58
*
Saudara Dedex,

Pertanyaan yang bagus sekali. Seyogianya pertanyaan ini pun diberikan pada Al-Quran. Walaupun demikian, kami menghargai pertanyaan saudara. Bila saudara ingin mengetahui kejadian masa lalu, maka saudara dapat membaca salah satu riwayat di Taurat, Kitab Kejadian-Ulanga n secara menyeluruh.

Masa sekarang, saudara dapat membaca Injil, Rasul Besar Matius 24-25 dan Injil, Surat Wahyu. Masa yang akan datang, silakan saudara membaca Injil, Surat Wahyu secara menyeluruh. Bagaimana dengan Al-Quran? Apakah saudara dapat menjelaskan mengenai masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang? Tertulis dimanakah itu dalam Al-Quran?
~
Solihin
# Radig Alfian 2012-01-09 15:25
*
Yang diberitakan oleh Isa Al-Masih sudah tentu Injil asli Firman Allah, akan tetapi Alkitab orang Kristen jelas mustahil keasliannya.

Buktikan jika ini asli Firman Allah:

1. Roh Allah melayang di atas air.

2. Urutan penciptaan alam semesta sangat ngawur.

3. Allah menipu Adam jika makan buah pengetahuan akan mati seketika ternyata bohong.

4. Silsilah Yesus ngawur, ternyata isinya silsilah Yusuf dan beda lagi antara Matius dan Lukas.

5. Bohong besar jika Yesus datang tidak merubah hukum Taurat walau setitik sampai langit dan bumi lenyap, belum apa-apa Paulus sudah membatalkan Hukum Taurat.

6. Yesus dikatakan Alfa dan Omega jelas kitab Wahyu tidak nalar, karena Yesus lahir dan mati.
# Staff Isa dan Islam 2017-06-28 18:58
*
Saudara Radig,

Amat disayangkan bahwa saudara tidak membaca Injil secara menyeluruh sehingga mengerti dan memahami konteks yang dimaksud. Kami ambil salah satu contoh, yaitu mengenai urutan penciptaan. Alkitab lebih rinci dan detil meriwayatkan kisah penciptaan alam semesta dibandingkan Al-Quran.

Urutan penciptaan pun dikisahkan dengan jelas, runtut dan teratur. Karena itu, pertanyaannya adalah bagian mana dari urutan penciptaan tersebut yang tidak runtut? Mohon penjelasan saudara.
~
Solihin
# Jesus My Lord 2012-05-28 03:43
*
Quoting cyntya:
*
Mengapa di dalam Alkitab, ajaran Yesus dan Paulus saling bertentangan?

Terimakasih.


Kalau Paulus menyimpang dari Injil dan ajaran Yesus, tentu saja mungkin dalam Injil nama Paulus yang menjadi Isa Al-Masih nya bukan Yesus.

Perlu anda ketahui, Nabi Muhammad saja tidak pernah membuktikan bila Injil dari Yesus Kristus itu telah dipalsukan, bila berdasarkan Al-Quran sendiri, semua tentang Injil saling bertentangan, dimana ada tertulis “Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat” (Qs 5:46).

Ada pula yang berkata “...Tak ada seorangpun yang dapat merobah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebahagian dari berita rasul-rasul itu” (Qs. 6:34).

Namun di satu sisi disebutkan jika Injil telah di palsukan. Apakah semua itu bertentangan?

Tuhan memberkati.
# Staff Isa dan Islam 2012-05-28 11:25
~
Terimakasih atas komentar saudara, semoga apa yang saudara sampaikan di atas boleh menjadi satu pencerahan khususnya bagi teman-teman Muslim yang selama ini menganggap bahwa isi Injil bertentangan.

Juga untuk menepis anggapan bahwa orang Kristen pengikut Paulus, bukan pengikut Isa Al-Masih.
~
SO
# Jesus My Lord 2012-05-29 17:01
*
Quoting Radig Alfian:
*
Bukan hanya Injil yang mengatakan Yesus lahir dan mati, Al-Quran pun percaya bahwa Yesus lahir, mati, bangkit dan naik ke sorga.

Manakah yang tidak nalar? Yang tidak nalar adalah tulisan di Kitab Wahyu, yang jauh ditulis setelah peristiwa penyaliban ternyata masih ada perkataan Yesus: "Akulah Alfa dan Omega".

Sesuatu yang lahir, hidup dan mati adalah mustahil Ia adalah yang awal dan yang akhir, karena hanya Allah yang awal dan yang akhir.


Nalarnya, Yesus turun ke dunia sebagai manusia, jadi wajar apabila Yesus wafat dan naik ke surga seperti yang telah tertulis di Alkitab sebelum Yesus datang, sebab Yesus ingin menggenapkan apa yang tertulis tentang Dia. Padahal di dalam Al-Quran saja tertulis bila Nabi Isa (Yesus) tidak wafat namun diangkat kesurga, itu saja anda sudah tidak percaya tentang Nabi Isa (Yesus) adalah Alfa dan Omega tetapi malah mengakui Nabi Muhammad yang jelas-jelas wafat dan bukan Alfa dan Omega.
# Staff Isa dan Islam 2017-06-28 18:59
*
Saudara My,

Injil telah menjelaskan bahwa Isa Al-Masih adalah Allah yang mengambil rupa manusia (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1, 14). Dengan demikian, hakekat diri-Nya adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Sebab hanya Allah yang mengawali dan mengakhiri. Kami berharap saudara Radig mengerti hal ini.
~
Solihin
# masrukhi 2012-06-09 18:34
*
Yang benar Al-Quran mengatakan Isa Al-Masih adalah seorang nabi bukan Tuhan. Isa Al-Masih tidak mati melainkan ketika terjadi pembantaian / penyaliban Isa Al-Masih langsung diangkat Allah ke langit dan ditangguhkan kematian-Nya hingga waktu yang ditentukan Allah.
# Staff Isa dan Islam 2012-06-11 20:51
~
Saudara Masrukhi,

Terimakasih atas komentar yang telah saudara berikan. Secara tersurat memang tidak ada ayat dalam Al-Quran yang mengatakan secara terus-terang bahwa Isa Al-Masih adalah Tuhan. Tetapi, bila kita perhatikan baik-baik, terdapat beberapa ayat dalam Al-Quran yang membenarkan bahwa Isa Al-Masih bukanlah sekedar nabi, melainkan Allah yang menjelma menjadi manusia.

Ayat yang kami maksud, seperti: “Ia (Jibril) berkata: "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci" (Qs 19:19) Adakah manusia yang suci selain Allah? Jelas tidak ada!

“Ingatlah, ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)” (Qs 3:45)

Kalimat Allah adalah Allah itu sendiri. Kalimat Allah sama kekalnya dengan Allah, sebab tidak ada masa dimana Allah bisu atau tidak berkalimat.

Adakah manusia yang layak disebut terkemuka di dunia dan di akhirat? Tentu yang layak disebut terkemuka hanya Allah.

Tentang penyaliban Isa Al-Masih, saudara dapat membaca penjelasan kami pada url ini: http://tinyurl.com/c2quvd8.
~
SO
# Jesus My Lord 2012-07-10 09:11
*
Quoting masrukhi:
*
Yang benar Al-Quran mengatakan Isa Al-Masih adalah seorang nabi bukan Tuhan. Isa Al-Masih tidak mati melainkan ketika terjadi pembantaian / penyaliban Isa Al-Masih langsung diangkat Allah ke langit dan ditangguhkan kematian-Nya hingga waktu yang ditentukan Allah.

Jadi yang disalib itu siapa? Yudas? Berarti dalam Al-Quran, Tuhan itu telah menipu manusia. Melakukan pembohongan publik.

Mana yang lebih baik dilakukan Tuhan?
1. Membiarkan Yesus disalib lalu dibangkitkan-Ny a lagi dari alam maut. Atau..
2. Mengangkat Yesus ke surga dan mengganti Yesus dengan orang lain untuk disalibkan.

Apa sulitnya bagi Tuhan untuk membangkitkan seseorang dari alam maut, dari pada melakukan pembohongan publik keseluruh umat-Nya. Bila Tuhan berdusta, artinya Tuhan tidaklah Esa. Tuhan dalam Kristen adalah Esa yang tidak pernah melakukan manipulasi ataupun pembohongan publik.
# Staff Isa dan Islam 2017-06-28 18:59
*
Saudara My,

Tepat sekali yang disampaikan saudara bahwa menyerupakan Isa Al-Masih dengan orang lain menjadikan Allah Pribadi pembohong. Tentu hal ini bertentangan dengan sifat Allah yang mahasuci, bukan? Karena itu, kami berpendapat bahwa klaim diserupakan merupakan ketidakmampuan alloh Islam menjawab peristiwa penyaliban secara jelas dan akurat. Terimakasih saudara My untuk tanggapan saudara.
~
Solihin
# purwa 2012-07-24 15:08
*
Saudara YMH,

Jelas sekali Tuhan Kristen berdusta, Yesus mengatakan dia turunan Daud, Mesias, Raja Yahudi, dan lain-lain. Tapi nyatanya bohong!
# Staff Isa dan Islam 2012-07-27 12:22
~
Saudara Purwa,

Atas dasar apa saudara mengatakan Yesus bohong?

Tentu setiap pernyataan harus selalu diikuti dengan pembuktian, sehingga orang yang mendengarnya dapat menjadi percaya. Tapi bila pernyataan tidak dapat diikuti dengan pembuktian, maka orang yang memberi pernyataan tersebutlah yang telah berbohong.

Demikian juga halnya dengan pernyataan saudara di atas, kiranya saudara dapat memberi bukti-bukti bahwa memang benar Yesus bohong. Bila saudara tidak dapat mengajukan bukti, berarti bukan Yesus yang berbohong, melainkan orang yang mengatakan Yesus bohong.
~
SO
# wismanmaman 2012-07-27 09:19
*
Adakah para pendeta, pastor, guru agama Kristen mengajarkan ayat-ayat Injil yang berbahasa Yunani maupun Ibrani kepada umatnya? Sebagaimana dalam agama Islam, sangat dianjurkan mempelajari, menghafalkan serta mengamalkan.
# Staff Isa dan Islam 2012-07-27 12:23
~
Saudara Wismaman,

Menurut saudara, mana lebih baik mempelajari sesuatu dengan bahasa yang kita mengerti atau mempelajarinya dengan bahasa yang tidak kita mengerti?

Bila Injil dapat dipelajari dengan bahasa yang kita mengerti, dengan bahasa Indonesia misalnya, lantas mengapa Injil tersebut harus dipaksakan dipelajari dengan bahasa Yunani maupun Ibrani yang kita sendiri tidak mengerti bahasanya?

Tentu hal ini berbeda dengan agama Islam. Islam mengajarkan untuk menguduskan sebuah bahasa. Sehingga setiap hal yang berhubungan dengan Al-Quran, harus dilakukan dalam bahasa Arab. Bahkan bila tidak dalam bahasa Arab maka dianggap tidak sah. Seakan-akan Islam ingin menegaskan bahwa Allah hanya mengerti dan menerima bahasa Arab saja.

Mempelajari, menghafalkan serta mengamalkan tentu adalah hal yang baik. Namun, bagaimana mungkin kita dapat mempelajari dan mengamalkannya bila kita saja tidak mengerti bahasanya? Dan apalah artinya kita dapat menghafal sesuatu sementara kita tidak tahu arti yang kita hafal?
~
SO
# wismanmaman 2012-07-28 09:18
*
Saudara-saudara dari staf IDI,

Justru itulah kelebihan Al-Quran bila dibandingkan dengan kitab-kitab lain. Satu hal yang penting anda ketahui bahwa Arab Al-Quran tidak sama dengan bahasa Arab yang sekarang dipergunakan sehari-hari. Mudah atau tidaknya mempelajari bahasanya hal itu hanyalah alasan anda saja. Buktinya bukan makin sedikit orang-orang ingin mempelajarinya, malahan makin bertambah.
# Staff Isa dan Islam 2012-07-28 16:10
~
Saudara Wisman,

Bila menurut saudara Al-Quran yang ditulis dalam bahasa Arab adalah kelebihannya dari kitab-kitab lain, maka kami ingin mengajukan pertanyaan dan kiranya saudara bersedia untuk menjawab.

Bila Muhammad bukan orang Arab, atau katakanlah dia adalah orang Indonesia keturunan suku Jawa misalnya, menurut saudara, masihkan Al-Quran ditulis dalam bahasa Arab dan dilebihkan dari kitab-kitab yang lain?

Pertanyaan kami yang kedua, menurut saudara, manakah yang lebih penting dari sebuah kitab. Bahasanya atau isi ajarannya?
~
SO
# hamba ALLAH 2012-07-28 14:47
*
Sesungguhnya Al-Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan Kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan Roh dari-Nya." (Qs 4:171).

Anda berani mengambil ayat-ayat Al-Quran sebagai dalil, dan anda sepatutnya yakin akan ayat ini juga.

Demi sesungguhnya, kafirlah orang-orang yang berkata: "Bahwasanya Allah ialah Al-Masih Ibni Maryam) katakanlah (wahai Muhammad): "(Dakwaan itu tidak benar) karena siapakah yang dapat menahan (seksa) dari Allah sedikit jua pun kalau Ia mahu membinasakan Al-Masih Ibni Maryam beserta ibunya dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya?" Dan (ingatlah) bagi Allah jualah kuasa pemerintahan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya. Ia menciptakan apa jua yang dikehendakiNya. Dan (ingatlah) Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu" (Qs 5:17)
# Staff Isa dan Islam 2012-08-04 10:19
~
Saudara Hamba Allah,

Tujuan kami mengutip ayat Al-Quran, bukan berarti kami mempercayai kitab tersebut sebagai wahyu Allah yang harus kami imani. Kami mengutip ayat Al-Quran untuk mempertegas bahwa apa yang kami katakan bukan berdasarkan pikiran kami sendiri, tetapi berdasarkan apa kata Al-Quran.

Dan mengenai ayat yang saudara kutip di atas, benarkah itu adalah perkataan Allah? Sulit dipercaya, sebab ayat lain pada Al-Quran mengatakan, bahwa Allah akan mengangkat Isa Al-Masih ke sisi-Nya (Qs 3:45).

Lalu, sekarang mana yang harus kita percaya, perkataan Allah pada Qs 3:45 atau perkataan Allah dalam Qs 5:17 yang akan memusnahkan Isa?
~
SO
# wismanmaman 2012-08-01 14:52
*
Anda anda dari Staff IDI,

Untuk menjawab pertanyaan anda yang mempergunakan istilah pengandaian, bagi saya hal itu tidak masuk katagori perdebatan. Yang penting bagi saya kesemuanya ini sudah kehendak Allah. Kita tidak usah mencari alasan ini dan itu atau berkilah.

Seperti yang pernah saya jelaskan bahwa bagi Allah cukup dengan menyebut "Kun" Jadilah. "Fayakun" maka jadilah apa apa yang dikehendaki-Nya . Kita tidak bisa menolak kehendak Allah.

Kedua: Jawaban dari saya adalah kedua-duanya. Baik bahasa maupun ajarannya. Karena dengan mempelajari kedua-duanya akan mendapat pahala disisi-Nya.
# Staff Isa dan Islam 2012-08-04 10:21
~
Saudara Wisman,

Baiklah, bila memang saudara tidak ingin menanggapi pertanyaan kami di atas, tidak jadi masalah. Kami menghargai sikap saudara.

Saya sependapat dengan saudara, bila Allah sudah berkehendak, siapa yang dapat menolak kehendak-Nya? Demikian juga dengan penjelmaan Kalimat Allah ke dunia, bila Allah sudah berkehendak, apakah mustahil bila Dia mau menjadi manusia? Bukankah bagi Allah tidak ada yang mustahil?
~
SO
# wismanmaman 2012-08-04 11:51
*
Saudara Staff IDI,

Apabila saya amati jalan pemikiran anda tidak lain adalah bahwa anda seolah-olah ingin lebih mengetahui siapa sebenarnya Allah itu. Setiap anda memberi jawaban dari setiap penanya, kesemuanya itu adalah berdasarkan anggapan/ logika/dan pengandaian.

Anda mengatakan bahwa Isa/Yesus itu adalah Allah yang berubah wujud menjadi manusia. Padahal Allah itu adalah sesuatu yang Maha Besar, tidak berwujud, tidak ada yang menyamai/dipersamakan.

Allah itu sudah ada sebelum langit dan bumi beserta isinya diciptakan-Nya. Tidak berawal maupun berakhir. Apapun yang dikehendaki-Nya , Dia-Nya cukup menyebut "Kun" Jadilah . "Fayakun" Maka jadilah. Allah tidak dibatasi ruang dan waktu. Jadi janganlah memakai istilah pengandaian terhadap Allah.
# Staff Isa dan Islam 2012-08-07 15:22
~
Saudara Wisman,

1. Kami tidak pernah Isa/Yesus berubah wujud menjadi manusia. Yang mengatakan itu adalah kitab suci. Dan kami mengcopy pernyataan tersebut, dan menyampaikannya kepada saudara.

“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1-3)

“Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:14)

2. Kami berkata, bahwa Allah dapat menjadi apa saja yang Dia mau. Termasuk menjadi manusia. Sebab menurut kitab suci, “Bagi Allah tidak ada yang mustahil" (Injil, Rasul Lukas 1:37).
Saudara Wisman mengatakan “tidak mungkin Allah dapat berubah wujud menjadi seperti manusia ciptaan-Nya”

Pertanyaan kami, siapakah di sini yang seolah-olah ingin lebih mengetahui siapa sebenarnya Allah itu? Siapakah yang telah seolah-olah ingin membatasi Allah? Saudara Wisman atau kami?
~
SO