Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter

Makan babi atau berzinah – yang mana lebih dibenci Allah?

sate

Orang saleh selalu mempertimbangkan perbuatan-perbuatannya agar mereka berkenan kepada Allah. Setiap agama mempunyai larangan-larangan yang harus diperhatikan. Misalnya agama Islam melarang makan babi. Agama lain mengatakan tidak boleh menyalakan api pada hari Sabat. Lagi ada agama yang melarang merokok. Malahan, ada agama yang melarang makan daging sama sekali.

Pertanyaan yang membingungkan kami ialah: Dosa mana yang lebih besar, makan daging babi atau berzinah? Abu Huraira, pakar Islam yang hidup ratusan tahun yang lalu, pernah menulis bahwa Isa Al Masih akan turun dari surga dan antara lain akan melenyapkan semua babi, karena babi dianggap najis. Nabi Besar Isa Al-Masih, walaupun tidak menyinggung masalah babi, pernah mengajar: Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya [karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya lalu dibuang di jamban], tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskan ..... Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang. (Injil, Markus 7:15-23)

Sudah jelas Kalimah Allah mengajar bahwa hati manusia merupakan "kandang kotor" dan oleh karena itu kita sekalian sungguh najis di hadapan Allah. Perjuangan utama kita ialah bagaimana membersihkan kotoran dosa dari hati kita. Kita perlu mempertimbangkan: Mana yang lebih berat, misalnya menyalakan api pada Hari Sabat atau membiarkan dosa benci mendiami hati kita.


Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Add comment

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Komentar hanya diperbolehkan menjawab salah satu dari 3 pertanyaan fokus yang dimuat di bagian akhir artikel. Kecuali beberapa artikel yang tidak memuat 3 pertanyaan fokus.
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments  

# parmin abadi 2011-03-27 21:30
*
Yang dibenci Allah kedua-duanya, serta orang-orang kafir. Dalam Al-Quran sudah jelas menolak adanya ajaran Kristen yaitu dalam surat Al-ikhlas.
# Staff Isa dan Islam 2011-04-08 09:18
~
Saudara Parmin, bolehkan kami mengetahui kenapa Allah membenci babi? Apakah mungkin Allah membenci ciptaan-Nya sendiri? Apakah Allah salah mencipta?

Tidak semua pakar Islam setuju akan hal ini. Imam Malik misalnya, ia berpegang kepada Qs 6: 145 yang mengatakan bahwa babi dilarang karena kotor. Bukan karena dibenci Allah atau najis, sehingga mengotori kesucian rohani. Dan adalah hal yang lebih penting, rohaniah dibanding jasmaniah.

Oleh sebab itu, adalah halal bagi kita untuk memakan apapun, asalkan dimasak secara benar dan higienis, karena: “Allah menciptakan untuk kamu apa yang ada di bumi seluruhnya (Qs 2: 29)”, dan karena “Allah telah menundukkan untuk kamu segala yang ada di langit dan di bumi yang semua bersumber dari-Nya (Qs 45: 13).”

Saudara telah salah mengerti Surat Al-Ikhlas. Surat ini jelas menyatakan bahwa Allah adalah esa adanya, bukan tunggal. Banyak orang Islam telah salah mengerti kata ‘esa’.

Menurut para pakar Islam yang mengerti secara benar, seperti Prof. DR. Quraish Shihab (mantan Menteri Agama dan ketua MUI, pakar tafsir Islam) dan ahli lainnya, kata ‘esa’ berarti suatu kesatuan, united, altogether, atau satu yang adalah terdiri dari kesatuan.

Beliau mengatakan bahwa ketika kata ‘ahad’ atau ‘esa’ diutarakan, maka dalam pikiran orang di Timur Tengah, akan tergambar sesuatu yang tidak dapat diterapkan operasi matematika, sedangkan operasi matematika (tambah/kurang) masih dapat dilakukan pada kata ‘wahid’ atau 'tunggal'.

Dengan demikian, maka Trinitas adalah Esa. Sebagaimana pula Allah-nya orang Islam adalah Esa, dan bukan tunggal. Apakah Saudara Parmin menyembah Allah yang tunggal?
~
CA
# herawati 2011-03-28 04:26
*
Babi dan perzinahan adalah dua hal yang diharamkan oleh Allah.

Perzinahan dapat merusak kerukunan rumah tangga, merusak nasab, dapat menimbulkan penyakit kelamin.

Babi adalah binatang yang memakan apa saja, bahkan kotorannya sendiri dimakan sehingga di dalamnya banyak terdapat cacing pita dan bibit penyakit sehingga manusia yang memakannya akan terjangkit penyakit yang terkandung dalam daging babi, karena pada umumnya daging babi dimasak setengah matang karena jika terlalu matang akan hancur.
# Staff Isa dan Islam 2011-04-09 15:52
~
Saudara Herawati, adalah tidak benar bahwa daging babi jika dimasak dengan benar, maka akan menjadi hancur.

Tidak semua pakar Islam setuju bahwa babi itu najis. Imam Malik misalnya, ia berpegang kepada Qs 6: 145 yang mengatakan bahwa babi dilarang karena kotor. Bukan karena dibenci Allah atau najis, sehingga bisa mengotori kesucian rohani.

Oleh sebab itu, adalah halal bagi kita untuk memakan apapun, asalkan dimasak secara benar dan higienis, karena: “Allah menciptakan untuk kamu apa yang ada di bumi seluruhnya (Qs 2: 29; Qs 45:13).”

Isa Al-Masih mengajarkan bahwa makanan tidaklah menajiskan seseorang, sebab apa yang masuk ke dalam perut, akan dibuang di jamban. Dengan demikian Isa Al-Masih menyatakan semua makanan halal. (Injil, Rasul Besar Matius 7:18-19).

Tetapi Isa Al-Masih menyatakan bahwa "Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang" (Injil, Rasul Besar Matius 7:20-23).
~
CA
# herawati 2011-03-28 04:42
*
Sebenarnya dalam Injil memakan babi juga dilarang. Hanya saja karena umat Kristen suka makan daging babi, maka yang tadinya babi dilarang, diganti menjadi babi hutan yang dilarang.

Dalam Al-Quran Allah telah menjamin tak akan berubah apa yang tertulis dalam Al-Quran walau satu titik pun, dari zaman dulu sampai hari kiamat. Bandingkan Kitab suci mana yang bahasanya selalu sama dengan bahasa aslinya, dan yang mana yang penggunaan kata-katanya begitu indah, sopan dan sesuai dengan akal. Mungkinkan Tuhan punya anak? Siapa ibunya? Siapa neneknya?

Pasti Tuhan punya karib kerabat, tapi pada kenyataannya Tuhan itu satu,tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.
# Staff Isa dan Islam 2011-04-09 15:53
~
Saudara Herawati, sesungguhnya apa yang Saudara sampaikan di atas adalah tidak benar, dan sama sekali tidak data pendukung.

Daging babi yang sudah dimasak secara benar dan higienis adalah boleh dimakan. Namun perlu diperhatikan bahwa semua makanan, apapun itu, harus dimakan dengan memperhitungkan kesehatan diri kita.

Adalah benar, bahwa Firman Allah adalah tidak pernah berubah, dari dahulu sampai selama-lamanya, Ia tetap kekal dan tidak bisa dipalsukan oleh siapapun juga. Oleh karena itu, dalam setiap artikel kami, kami menyertakan juga ayat-ayat dalam Taurat, Zabur, Kitab Nabi-Nabi, dan Injil, agar kita semua bisa menikmati keutuhan kebenaran Firman Allah yang telah Ia wahyukan sejak dahulu.

Qs 10:94 "Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu (Yahudi dan Nasrani). Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu."

Ayat di atas membuktikan bahwa kitab yang telah Allah wahyukan sebelum zaman Muhammad adalah benar adanya dan masih tetap asli hingga saat ini.
~
CA
# gathot 2011-04-14 16:38
*
Allah melarang daging babi dan perzinahan. Allah tentu memiliki maksud dibalik larangannya. Jadi tidak usah dikarang-karang alasannya. Allah menguji orang yang mengaku beriman dengan perintah dan larangan.

Semua yang ada di dunia ini ciptaan-Nya, termasuk setan. Tapi mengapa Allah juga membenci setan, yang juga ciptaan-Nya? Allah tidak membenci setan, tetapi setan dipakai Allah untuk menguji manusia, sperti halnya larangan memakan daging babi dan zina.
# Staff Isa dan Islam 2011-04-25 12:52
~
Saudara Gathot,

Jadi menurut Saudara, manakah yang lebih tidak disukai oleh Allah?

Makan daging babi yang sudah diolah dengan baik, ataukah melakukan dosa seperti berzinah, menipu, berbohong, dan hal-hal lainnya?

Kami mengimani perkataan Isa Al-Masih (sesuai ayat di atas), bahwa yang menajiskan diri kita bukanlah apa yang masuk ke dalam tubuh kita (yang dimakan), melainkan apa yang keluar (dari mulut kita), pikiran, dan tindakan kita.
~
CA
# syukrus 2011-04-27 20:03
*
Bagi ummat Islam yang taqwa. Apa pun yang dilarang Allah, ia hindari. Dan apa yang dianjurkan Allah, ia kerjakan.

Babi, Anjing, Darah, dan sembelihan yang disembelih dengan tidak menyebut nama Allah pun, juga diharamkan.

Apa sih enaknya makan daging babi? Toh masih banyak makan yang lebih lezat. Daging unta konon lebih nikmat dari daging babi.

Mempelajari Islam itu jangan sepotong-sepoto ng. Pelajari secara keseluruhan baru bisa paham. Dan tugas Rasulullah itu hanya menyampaikan, dan beliaupun tidak bisa memberikan hidayah atau petunjuk kepada siapapun karena itu urusan Allah.
# Staff Isa dan Islam 2011-05-04 09:59
~
Saudara Syukrus, kami setuju bahwa apa yang dilarang oleh Allah, tentunya hal itu tidak boleh kita kerjakan.

Menurut Saudara, apakah yang menajiskan seseorang: Daging babi yang masuk ke dalam perut itulah yang menajiskan orang, ataukah pelanggaran terhadap perintah Allah tersebutlah yang menajiskan dirinya?

Artikel kami ini membahas bahwa sesungguhnya kita lebih mempertimbangka n apa yang keluar dari diri kita, daripada apa yang masuk ke dalam diri kita melalui mulut.

Kita harus mengendalikan agar dari dalam diri kita jangan keluar hal-hal dan tindakan yang penuh dosa dan pelanggaran terhadap perintah Allah.
~
CA
# nona agustin 2011-05-03 20:39
*
Buat Saudari Herawati, coba Saudari jelaskan dalam Injil di ayat mana dimuat tentang karena orang Kristen suka memakan daging babi, maka akhirnya diubah menjadi larangan hanya berlaku untuk daging babi hutan.
# Staff Isa dan Islam 2011-05-04 10:01
~
Saudara Nona Agustin, kami berpikir bahwa ayat ini tidak mungkin ada. Tetapi kami persilahkan kepada Saudara Herawati untuk boleh menjawabnya. Terima Kasih.
~
CA
# obi 2011-05-07 19:39
*
Surat Imamat 11 ayat 7 menyebutkan babi haram karena memiliki dua kuku yang terbelah. Namun para pendeta Kristen tak menyatakan babi haram bagi umat Kristen."
# Staff Isa dan Islam 2011-05-19 13:55
~
Saudara Obi, hukum ini adalah berlaku bagi umat Israel pada zaman dahulu, dan tidak untuk diterapkan pada masa sekarang.

Pada zaman dahulu, Allah melarang umat-Nya untuk tidak mengkonsumsi beberapa jenis makanan tertentu, dengan tujuan agar umat Allah bisa terus menjaga kekudusan hidup mereka, dengan hidup terpisah (tidak bergaul) dengan bangsa-bangsa lain yang menyembah berhala dan melakukan kekejian lainnya, sehingga mereka tidak terkontaminasi.

Setelah zaman itu berlalu, maka Isa Al-Masih mengatakan bahwa semua makanan adalah halal, sebab: "Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskan, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang sesungguhnya menajiskan umat manusia."

Dalam hal ini, Isa Al-Masih mengajarkan bahwa hal yang lebih penting adalah bukan hal-hal lahiriah, melainkan hal-hal batiniah.
~
CA
# selamat 2011-06-23 18:03
*
Apa yang masuk ke dalam, itulah yang akan keluar. Bukan semua bahan yang masuk dalam akan jadi najis, ada bagian yang dicerna menjadi sebagian dari tubuh manusia, sedangkan sisanya yang tidak berguna menjadi najis.

Demikian juga dari segi batin, hati yang dipengaruhi makanan/minuman yang haram, maka akan jauh dari mempercayai / mentaati)Allah. Bila jauh dari mempercayai Allah, akan timbullah anggapan dan perbuatan yang melanggar aturan Allah termasuklah zina dalam masyarakat.

Jika umat Islam tidak memakan babi, kenapa begitu banyak di antara mereka berbuat kejahatan? Persoalannya, apakah memang benar makanan yang umat Islam itu makan semuanya suci, termasuk juga memastikan daging binatang adalah halal karena telah disembelih dengan menyebut nama Allah?

Daging babi dan perzinaan, keduanya adalah haram.
# Staff Isa dan Islam 2011-07-29 09:28
~
Saudara Selamat,

Dalam artikel di atas telah dijelaskan, bahwa setiap makanan adalah halal. Perhatikanlah ayat berikut: "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang." (Injil, Rasul Besar Matius 15:11)

Dan, seseorang yang tidak memakan babi tidak membuat serta-merta orang tersebut suci. Sebab, semua manusia jelas berdosa, baik karena perbuatannya maupun melalui pikirannya. "Dari hati orang timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa napsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan" (Injil, Rasul Markus 7:21-22)

Satu hal yang pasti adalah, seseorang yang tidak memakan babi tidak mempengaruhi apakah orang tersebut telah menerima Keselamatan sorgawi. Sebab makanan seseorang tidak mempengaruhi keselamatan sorgawinya, karena keselamatan sorgawi hanya ada dalam Isa Al-Masih.

Maka, apa gunanya seseorang tidak makan babi bila dia sendiri tidak memiliki keselamatan sorgawi seperti yang telah ditawarkan Isa Al-Masih?
~
SO
# dina 2011-08-05 11:09
*
Semua dibenci Allah, karena semua larangan Allah. Banyak hal yang tidak diketahui manusia akan ilmu Tuhan, perintah serta larangan.

Sekarang yang menjadi pertanyaan, kenapa shalat harus ada gerakan-gerakan , maksudnya apa? Pasti ada maksudnya karena tidak mungkin Allah memberikan perintah dan larangan.

Terkadang kita menganggap tidak ada artinya itu karena ilmu dan pemikiran kita yang tidak sampai, agama itu bukan hanya sekedar logika tapi keyakinan.

Untuk apa sebenarnya web ini dibuat kalau sebenarnya hanya memicu perbedaan?
# Staff Isa dan Islam 2011-08-08 15:17
~
Saudara Dina,

Tujuan website ini adalah untuk mengetahui lebih lagi tentang Pribadi Isa Al-Masih, baik menurut yang tertulis di Al-Quran maupun Injil. Alasannya? Karena masih banyak, baik umat Muslim dan Kristen tidak mengerti benar tentang hal tersebut.

Jadi, tujuan website ini bukan memicu perbedaan seperti yang saudara sampaikan. Walaupun memang ada perbedaan, namun tentang Isa Al-Masih, ke dua kitab tersebut mempunyai beberapa persamaan.

Allah tidak pernah membuat aturan tentang makan dan minum. Semua aturan tersebut hanyalah buatan manusia. Termasuk dengan gerakan-gerakan tubuh pada saat sholat atau berdoa.

Namun yang terpenting bukanlah apa yang kita makan minum. Atau bagaimana gerakan tubuh kita saat sholat atau berdoa, karena semua itu tidak memberikan jaminan keselamatan.

"Isa bersabda: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Menemukan Jalan, Kebenaran, dan Hidup bersama Allah, adalah jauh lebih penting daripada aturan tentang makan minum dan gerakan-gerakan tubuh.

Sudahkah saudara menemukan Jalan tersebut? Kami menghimbau saudara mengunjungi url ini, http://tinyurl.com/3oj8p6s.
~
SO
# gamaan 2011-12-06 12:07
*
Mengapa ada perbedaan dalam Alkitab terbitan tahun 1968? Bunyi kitab Imamat 11:7 adalah seperti berikut:

“Demikian juga babi, meskipun berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang tetapi tidak memamah biak; haram bagimu.”

Sedangkan dalam terbitan 1979, ayat haramnya babi tersebut disulap, diganti, ditambah, menjadi “babi hutan”:

“Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak, haram itu bagimu.” (Imamat 11:7).

Kemudian diubah lagi menjadi babi pada 1990 dan ditukar kembali menjadi babi hutan pada 2008, bukankah perkataan Allah itu menurut kalian adalah kekal?
# Staff Isa dan Islam 2011-12-29 15:00
~
Saudara Gamaan,

Babi hutan, atau babi berkuku belah, atau hanya babi. Tetaplah babi. Dengan memakan babi tidak dapat menjamin seseorang langsung masuk neraka. Sebaliknya, orang yang tidak makan babi tidak dapat menjamin dia masuk sorga.

Saudara Gamaan, adalah lebih bermanfaat bila kita menghabiskan waktu untuk membahas hal yang lebih bermanfaat. Tetang keselamatan dan hidup kekal misalnya. Sebab keselamatan dan hidup kekal jauh lebih bermanfaat dibanding membahas soal babi.

Bila besok atau lusa ajal menjemput saudara, Tuhan tidak akan pernah bertanya apakah saudara pernah makan babi atau tidak. Seseorang yang layak masuk sorga, adalah dia yang telah menerima nikmat Allah. Yaitu anugerah keselamatan. Sebeb keselamatan adalah nikmat/anugerah , bukan usaha manusia.

“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” (Injil, Surat Efesus 2:8-9).
~
SO
# Bayu 2011-12-13 13:33
*
Hewan tidak bisa menyelamatkan kita dan hewan juga tidak bisa menjauhkan kita dari Tuhan. Yang menajiskan dan menjauhkan kita dari Tuhan hanyalah dosa.

God bless all.
# Staff Isa dan Islam 2011-12-13 15:26
~
Kami setuju dengan pendapat saudara Bayu. Jelas tidak ada yang dapat memberikan keselamatan bagi manusia selain Allah itu sendiri. Sebab keselamatan adalah anugerah terindah dari Allah. Dan semuanya itu diberikan dengan cuma-cuma bagi mereka yang mau menerimanya.

“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah” (Injil, Surat Efesus 2:8)
~
SO
# gamaan 2011-12-13 15:50
*
Imamat 11:43-44, Janganlah kamu membuat dirimu jijik oleh setiap binatang yang merayap dan berkeriapan dan janganlah kamu menajiskan dirimu dengan semuanya itu, sehingga kamu menjadi najis karenanya.Sebab Akulah Tuhan, Allahmu, maka haruslah kamu menguduskan dirimu dan haruslah kamu kudus, sebab Aku ini kudus, dan janganlah kamu menajiskan dirimu dengan setiap binatang yang mengeriap dan merayap di atas bumi.

Ternyata Allah tidak hanya menyuruh agar dibersihkan hati dan perlakuan, bahkan juga dari makanan yang haram dimakan.
# Staff Isa dan Islam 2011-12-22 10:40
~
Saudara Gamaan,

Untuk memahami sebuah ayat, tentu kita juga harus belajar latar-belakang mengapa ayat tersebut disampaikan. Demikian juga dengan kutipan ayat saudara di atas. Ayat tersebut disampaikan Allah sebagai aturan-aturan yang harus dipatuhi oleh suku Lewi. Di mana saat itu suku Lewi merupakan imam Allah.

Isa Al-Masih memang berkata kedatangan-Nya adalah untuk menggenapi hukum Taurat. Tetapi Dia juga berkata bahwa kedatangan-Nya bukan semata-mata untuk menggenapi hukum Taurat, melainkan membawa keselamatan. “Sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:17).

Maka, adalah lebih penting untuk menerima kasih karunia dan kebenaran dari Isa Al-Masih, dibandingkan mematuhi aturan-aturan duniawi yang ditetapkan dalam hukum Taurat. Yang mana hal tersebut ditetapkan pada zaman Musa yang dikhususkan bagi bangsa Israel.

Dan Isa Al-Masih menekankan, "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang." (Injil, Rasul Besar Matius 15:11).
~
SO
# Tari Ngotna 2012-06-07 20:38
*
Menurut pengamatan saya, iman Muslim lebih fokus kepada aturan-aturan yang bersifat lahiriah. Sementara kotbah para pendeta dan pastor membawa jemaatnya kepada etika Kristen ke hal-hal yang batiniah atau rohaniah. Kekayaan kekristenan terletak pada dogmatika dan etika. Namun kekayaan Muslimin adalah tata cara dan syarat-syarat lahiriah.

Saya prihatin belakangan ini dari pemberitan media banyak anak-anak bangsa ini para santri menjadi korban sodomi guru ngaji bahkan syeikh terkenal. Tetapi protes rencana show Lady Gaga dari Ulama dan ormas Islam sangat tegas sampai mengerahkan demo para santri. Jelas semua mereka sangat menajiskan daging babi. Saya berdoa kepada Tuhan Yesus semoga Ia berkarya di Indonesia lebih dahsyat, supaya bangsa ini mengenal Sang Kebenaran. Saudara-saudara kita telah ditutupi dengan ajaran-ajaran lahiriah sehingga akhlak bangsa ini semakin terpuruk.

Saya ucapan terimakasih kepada misi Staf Isa dan Islam, semoga diberkati Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2012-06-09 13:15
~
Terimakasih atas komentar saudara, juga apresiasi saudara bagi situs ini.

Semoga apa yang saudara jelaskan di atas dapat menjadi pencerahan khususnya bagi saudara-saudara kita umat Muslim. Sehingga mereka dapat mengerti bahwa sebenarnya hal-hal rohani lebih penting dari hal-hal lahiriah.

“Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal”
(Injil, Surat 2 Korintus 4:18)
~
SO
# Human being 2012-06-13 20:41
*
Menurut saya pribadi, Allah memberikan semuanya untuk manusia, baik atau buruk. Manusia bebas memilih namun tidak 'dilepas begitu' saja. Diberi petunjuk mana yang halal mana yang haram/dosa.

Mengapa Allah mengharamkan babi? Mungkin ilmu pengetahuan manusia sekarang belum bisa menjawab 100% tepat. Ilmu Allah sangat jauh di atas ilmu manusia. Apa yang dilarang Allah pasti untuk kebaikan manusia. Yang namanya godaan bisa bersifat lahiriah atau batiniah, dari mana-mana saja datangnya.

Ibu Tari, mungkin soal sodomi guru ngaji/syekh sudah melenceng dari topik tentang daging babi. Seorang Pendeta/Pastor/ Paus juga ada yang berzina khan? Padahal mereka sudah disumpah oleh gereja. Semua bisa berdosa, kyai, guru ngaji, pastor, paus, rabi, imam... Mau Islam, Kristen, Hindu, Budha atau yang lainnya.
# Staff Isa dan Islam 2012-06-14 14:58
~
Saudara Human Being,

Perihal tentang larangan makan babi disampaikan pada zaman nabi Musa. Larangan ini ditujukan bagi bangsa Israel kala itu, agar mereka terpisah dari bangsa-bangsa lain. Ingat, bangsa Israel adalah bangsa pilihan Allah!

Mengapa babi dilarang? Menurut kami, lebih kepada menjaga kesehatan bangsa Israel di zaman itu. Sebab babi memang kotor dan penuh bakteri, jadi lebih baik dihindari. Namun pada zaman modern ini, di mana cara pengolahan makanan dan ilmu pengobatan sudah sangat maju, sehingga kita memakan makanan tersebut tanpa gangguan kesehatan.

Dan lagi, sudah dengan jelas Isa Al-Masih mengatakan. "Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya” (Injil, Rasul Markus 7:15).

Kami setuju dengan pernyataan saudara Human Being, setiap orang bisa berdosa. Lewat komentarnya, saudara Tari bukan mengatakan hanya guru ngaji/syekh yang dapat berdosa. Tetapi saudara Tari ingin menyampaikan, mengapa tidak ada tindakan tegas bagi seorang guru ngaji/syekh yang telah melakukan sodomi kepada santrinya. Sementara konser Lady Gaga, ormas Islam begitu antusias sampai mengerahkan demo agar tidak diberi ijin.

Inilah yang menjadi keprihatinan saudara Tari.
~
SO
# abdullah 2012-08-15 04:47
*
Kedua-duanya adalah yang dibenci Allah, karena keduanya tidak ada yang mendatangkan kebaikan.

Berzinah dapat merusak moral, akhlak, dan diri sendiri! Memakan babi sampai sekarang belum ada penelitian yang menegaskan hilangnya bibit penyakit bila dimasak dengan benar!
# Staff Isa dan Islam 2012-08-15 19:57
~
Saudara Abdullah,

Pertama kami setuju bahwa komentar di artikel ini sudah merembet ke topik lain. Bukan hanya menanggapi tentang berzinah dan babi. Supaya tidak semakin melebar, maka komentar saudara kami edit dan kami hapus untuk kalimat yang tidak berhubungan dengan topik.

Tentang komentar saudara di atas, menurut kami jelas zinah lebih dibenci Allah! Mengapa? Seperti yang Allah katakan, “Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya , sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya” (Injil, Rasul Besar Matius 5:28).

Sebegitu bencinya Allah dengan perzinahan, sampai-sampai seorang pria yang menginginkan wanita dalam hati saja sudah disebut berzinah.

Tentang babi, hanya berhubungan dengan kesehatan. Tidak ada hubungannya dengan dosa. Kitab suci menulis, "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang" (Injil, Rasul Besar Matius 15:11).
~
SO
# Folala 2012-10-06 21:17
*
Daging babi, daging kambing, daging ayam dll, tidak ada kaitannya dalam kerajaan sorga. Kerajaan sorga bukanlah soal makanan.
# Charlez Ucok Hsb 2012-10-22 12:08
*
Sering sekali aku dengar saudara-saudara kita yang Muslim bilang haram babi, anjing, dll dengan alasan cacing pita, belatung, makan kotoran sendiri.

1. Masalah babi ada cacing pitanya. Mungkin ya ada, tapi tidak semua babi ada cacing pitanya. Ayam kampung, ya ada juga cacing pitanya, tapi tidak semua. Saya mengatakan hal ini karena saya sering jadi tukang jagal. Mengapa ayam kampung dan ternak-ternak lain yang ada cacing pitanya tidak haram?

2. Kerajaan Allah bukan bukan soal makan dan minum tapi iman kepada Yesus sebagai Juru Selamat.

3. Yang najis itu bukan apa yang masuk ke dalam perut, tapi yang keluar dari hati.

4. Kalo babi tidak dimakan, lama-lama babi yang makan kita.

Tuhan Yesus Memberkati kita semuanya.
# Staff Isa dan Islam 2012-10-23 16:43
~
Dalam Taurat, Kitab Imamat pasal 11, kita dapat melihat hukum makanan, dimana salah satu hukum tersebut mengatakan babi haram. Namun perlu diketahui apa yang menjadi latar-belakang mengapa hukum tersebut dibuat. Hukum ini dibuat untuk memisahkan bangsa Israel sebagai bangsa pilihan Allah dengan bangsa-bangsa lain.

Bila ditilik dari kacamata biologi/kedokte ran, kita bisa melihat bahwa hukum ini dibuat lebih untuk menjaga kesehatan Bangsa Israel di jaman itu. Sebab babi biasanya memang kotor dan penuh bakteri. Jadi lebih baik dihindari. Terlebih ketika hukum ini diturunkan, bangsa Israel sedang berada di gurun pasir.

Namun dalam jalan modern saat ini, dimana cara pengolahan makanan dan ilmu pengobatan sudah sangat maju, sehingga kita bisa memakan makanan tersebut tanpa gangguan kesehatan.

Firman Allah berkata, "Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya” (Injil, Rasul Markus 7:15).
~
SO
# wiedy 2012-10-23 07:34
*
Kalau menurut saya dua-duanya jangan dilakukan. Karena memakan daging babi itu dosa, dan melakukan zina itu pun dosa.
# Staff Isa dan Islam 2012-10-23 16:43
~
Saudara Wiedy,

Terimakasih untuk pendapat saudara. Tapi ada satu pertanyaan dari kami. Atas dasar apakah saudara mengatakan bahwa makan babi itu dosa? Apakah menurut saudara, dosa seorang yang makan babi sama besarnya dengan dosa seorang penzinah?
~
SO
# Mulya 2012-10-23 17:04
*
Allah tidak membenci babi tapi mengharamkan dagingnya untuk dikomsumsi, kenapa? Silahkan anda teliti sendiri apa yang terkandung di dalam daging babi dan apa akibatnya bila dikomsumsi manusia! Begitu juga dengan hal-hal lain yang diharamkan. Diharamkan karena tidak memberikan manfaat tapi lebih memberikan mudarat!

Berzina adalah perbuatan yang bukan hanya dibenci Allah bahkan dilaknat Allah. Dan sudah banyak yang menjelaskan mengapa!

Anda hanya memandang Islam dari segi hukum yang dipenggal-pengg al dan tidak memandang Islam secara konsep yang utuh! Bila anda pelajari konsep Islam secara utuh maka anda akan menemukan konsep tata kelola dari seluruh aspek kehidupan dari jasmani sampai rohani yang teratur dan tertata dengan baik dan sempurna!

Itulah salah satu sebab mengapa Kristen tidak mau mengakui Islam, karena dalam Islam semua diatur dan terkonsep dengan sempurna. Islam terlalu mengekang kenikmatan duniawi mereka!
# Staff Isa dan Islam 2012-10-25 16:19
~
Untuk menanggapi komentar saudara mengenai babi yang dilarang untuk dikonsumsi, silakan saudara melihat tanggapan kami untuk komentar dari saudara Charlez Ucok Hsb di atas. Bila ada yang kurang jelas, silakan menghubungi langsung staf kami lewat email: .

Kekristenan tidak mengakui Islam bukan karena dalam Islam semua diatur dan terkonsep dengan sempuran seperti yang saudara sampaikan. Kekristenan menolak Islam, karena ajaran Islam banyak yang bertentangan dengan ajaran Isa Al-Masih, dimana sangat mustahil ajaran tersebut berasal dari Allah.

Ajaran manakah itu? Silakan saudara membaca pada link ini: http://tinyurl.com/7jm54rd.
~
SO
# Bagas Marhdika 2012-11-20 19:19
*
Katanya babi haram karena memakan kotoran-kotoran disekitarnya (menurut Islam). Apakah ayam juga yang makan kotoran disekitarnya, seperti di parit, dan celah-celah batu merupakan haram?
# nia 2012-12-29 10:59
*
Semua diharamkan baik itu makan babi maupun berzina, yang pasti keduanya bukanlah bahan untuk diperbandingkan , yang semata tujuan akhirnya hanya ingin mencari alasan bahwa masih ada yang lebih buruk daripada makan babi dan pastinya makan babi pun hanya dikarenakan nafsu, sama sekali tidak ada manfaat di dalamnya.

Saya rasa orang yang masih teguh dengan ajaran Kristen berarti dia masih terlena akan nafsu dunia, jadi Kristen itu enak, tidak perlu sholat, tidak perlu ada pantangan makanan.
# Staff Isa dan Islam 2013-01-05 20:32
~
Saudara Nia,

Menurut kami setiap makanan adalah baik untuk dimakan, selama kita mengolah makanan tersebut dengan baik dan mengkonsumsinya sesuai dengan takarannya. Setiap makanan akan menjadi tidak baik apabila kita mengolahnya tidak benar dan dimakan dalam jumlah berlebih.

Bagaimana dengan berzinah? Firman Allah berkata, "Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya , sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya" (Injil, Rasul Besar Matius 5:28). Menurut firman Allah, zinah adalah dosa yang tidak dapat ditolerir, bahkan seseorang yang baru memikirkan saja dalam hatinya, sudah dianggap berzinah.

Sehingga, menurut kami makan babi tidak sama dengan berzinah di hadapan Allah. "Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya" (Injil, Rasul Markus 7:15).
~
SO
# yudi 2013-01-21 14:54
*
Dear staff IDI,

Saya mau komentar secara plural saja, tidak ada unsur unsur keagamaan. Saya hanya heran saja, kenapa anda seolah-olah kepingin sekali melihat orang Islam makan babi. Kalau memang anda merasa babi itu tidak haram bagi anda yah silahkan dimakan. Tetapi kalau bagi orang lain itu haram dan dia juga mengharamkan dosa-dosa lain, contohnya perzinahan, bukankah lebih bagus?

Kalau bisa menjadi vegetarian pun itu juga baguskan untuk kesehatan? Lalu apa salahnya orang tidak mau ataupun mengharamkan babi? Apakah anda sudah konsultasi baik-baik ke dokter spesialis mengenai bahaya makan babi? Anda bilang dimasak secara higienis dan tidak dalam porsi berlebihan, sedalam apa anda mengartikan itu? Saya membaca forum-forum anda yg lain juga, tapi kok saya merasa artikel yang ini terlalu mengada-ada ya? Karena anda seolah-olah memaksakan orang untuk memilih sebuah dosa, kalau memang umat Islam bisa menjalankan aturan agamanya tanpa memilih milih, bukankah itu lebih sempurna?
# Staff Isa dan Islam 2013-01-29 11:01
~
Saudara Yudi,

Kami juga heran atas dasar apa saudara menyimpulkan bahwa kami ingin orang Islam makan babi? Pada artikel di atas memang kami mencoba membandingkan antara makan babi dengan zinah. Mengapa? Karena teman-teman Muslim menilai bahwa mengkonsumsi babi sama berdosanya dengan berzinah. Menurut kami, ini sungguh pandangan yang aneh.

Sebab firman Allah berkata, "Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya" (Injil, Markus 7:15-23).

Jadi, melalui artikel di atas kami ingin menyampaikan kepada umat Muslim, bahwa bukanlah sebuah dosa bila seorang Kristen mengkonsumsi babi, sebagaimana seseorang berdosa karena melakukan perzinahan.
~
SO
# Toga 2013-01-27 17:41
*
Terimakasih, bermanfaat sekali.

Untuk saudara Yudi,

Tujuannya karena agar kita dapat saling mengerti. Sebab perbedaan itu indah. Ada kalanya orang Muslim sering menganggap bahwa orang Kristen jijik, karena menganggap babi itu haram. Mungkin admin ingin menjelaskan perbedaan itu indah kalau kita saling mengerti dan menerima.
# Rishma93 2013-02-07 15:12
*
Saya prihatin dengan artikel di atas. Mengapa makan babi disamakan dengan berzina? Dan lihat pula, ada pun artikel berjudul "Perceraian Halal Babi Haram" dsb. Saya rasa perbandingan dari dua aspek tersebut tidaklah sebanding. Dan tidak pula terlihat bijaksana untuk dibandingkan. Sebaiknya untuk admin tidak "sekedar dan sembarangan" mendekatkan dua aspek yang tidak berhubungan untuk dibandingkan.

Terlebih lagi, seharusnya staf IDI benar-benar mempelajari Al-Quran beserta hadist yang lain secara keseluruhan dengan pikiran terbuka.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-28 21:25
~
Saudara Rishma,

Sebelumnya maaf, karena beberapa komentar saudara kami hapus. Silakan saudara memperhatikan aturan dalam memberi komentar yang sudah kami cantumkan di akhir artikel di atas.

Menurut kami, yang harus saudara prihatinkan bukanlah artikel di atas yang sepertinya membandingkan berzinah dengan makan babi. Tetapi, perlakuan umat beragama yang memutuskan untuk tidak mengkonsumsi babi karena dianggap haram, namun berani melakukan perzinahan. Seakan mereka melihat, bahwa dosa mengkonsumsi babi lebih besar dibanding berzinah. Dan lagi, lebih mudah bagi seseorang untuk menceraikan isterinya daripada mengkonsumsi babi.

Lewat artikel di atas, kami ingin mengingatkan para pembaca, bahwa zinah adalah perbuatan yang tidak berkenan di hadapan Allah dan sangat dilarang Allah. “Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah” (Injil, Rasul Besar Matius 5:27). Demikian juga dengan perceraian, adalah sesuatu yang dilarang oleh Allah.

Bagaimana dengan mengkonsumsi babi? Tentang hal ini firman Allah dalam Kitab Suci mengatakan, "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang" (Injil, Rasul Besar Matius 15:11).
~
SO
# KATOLIK SEJATI 2013-02-20 14:09
*
Makan babi kok haram? Bukankah babi juga ciptaan Allah? Kalo makan babi haram, apa hubungannya sama dosa? Lalu, apakah Allah menciptakan mahkluk-Nya ada yang haram? Kalo ya, untuk apa Allah berfirman semuanya dilihat sungguh baik waktu Allah menciptakan langit dan isinya, Kitab Kejadian 1-2:7. Bukankah Allah melihat kebersihan hati daripada makanan untuk masuk ke kerajaan sorga atau tidak? Bantu pencerahan.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-28 21:26
~
Saudara Katolik Sejati,

Firman Allah mengatakan "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang" (Injil, Rasul Besar Matius 15:11).

Maksudnya, apapun yang kamu makan, itu tidak akan pernah menajiskan kamu. Tetapi, apa yang keluar dari mulutmu, seperti: iri hati, dengki, caci-maki, berdusta, marah dll, itulah yang akan membuat kamu najis di hadapan Allah.
~
SO
# mualaf 2013-04-12 19:31
*
Jika segumpal darah itu baik, maka baiklah semuanya, jika segumpal darah itu buruk maka buruklah semuanya, segumpal darah itu adalah hati. Makanan dan minuman yang kita makan, saripatinya akan menjadi darah dan daging yang berpusat di hati, jikalau yang di makan dan di minum sesuatu yang haram atau dilarang oleh Allah, maka hati yang semula suci sedikit demi sedikit akan terhijab sehingga hati yang demikian akan sulit untuk menerima kebenaran.

Maka dari itu Allah memerintahkan agar manusia berhati-hati dalam makan dan minum, bedanya orang sholat yang makan minuman haram sholatnya tidak bisa kusuk, tetapi yang menjaga dari barang haram kurang lebihnya bisa merasakan kusuk, karena sholat itu hatinya yang menghadap Allah swt.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-15 21:29
~
Saudara Mualaf,

Makanan yang dimakan oleh manusia berguna atau tidak berguna hanya berdampak kepada fisik. Tidak ada Firman Allah yang menyatakan keadaan rohani manusia ditentukan oleh apa yang masuk ke dalam perut.

Isa Al-Masih mengajarkan bahwa apa yang masuk ke dalam hati itulah yang menajiskan. Makanan bukan masuk ke dalam hati. Tetapi nafsu zinah, iri hati, percideraan dll inilah yang menajiskan manusia (Injil, Rasul Besar Matius 15:17-19).

Saat ini, dengan berbagai macam modus kejahatan siapakah yang tahu bahwa makanan yang kita beli adalah suatu barang haram. Barang haram juga termasuk barang hasil curian, barang hasil korupsi, hasil menipu dan lain sebagainya.

Jika efek makanan mempengaruhi hati maka bagaimana dengan hewan kurban hasil uang korupsi, dan bagaimana dengan orang banyak yang makan hewan kurban tersebut?
~
NN
# Ratna 2013-04-14 00:06
*
Banyak orang yang makan babi sifatnya lebih terpuji dari orang yang tidak makan babi. Banyak yang pantang babi, tapi dalam hati dan pikiran penuh kebencian mengebu-ngebu terhadap umat lain sampai bisa korbankan diri dan keluarga demi kebencian tersebut.

Benarkah babi betul-betul meracuni hati seseorang. Ataukah hati seseorang teracuni oleh mulut dan kata-kata provokasi dan ajaran kebencian dan didikan kebencian yang diutarakan?
Pikirlah dengan baik saudara Mualaf.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-17 22:06
~
Secara ilmu kedokteran menyebutkan babi termasuk salah satu hewan yang mengandung banyak virus. Tetapi, dengan kecanggihan tehnologi zaman modern ini, virus tersebut dapat dimusnahkan sehingga babi merupakan hewan yang layak dikonsumsi. Bahkan di beberapa negara babi merupakan makanan penting.

Dan satu hal yang pasti, mengkonsumsi babi atau tidak, tidak ada hubungannya dengan keselamatan sorgawi seseorang. Karena keselamatan sorgawi tidak ditentukan apakah orang tersebut mengkonsumsi babi atau tidak.

Firman Allah berkata, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Injil, Surat Efesus 2:8).

Firman Allah berkata bahwa keselamatan sorgawi manusia adalah anugerah dari Allah. Dan anugerah tersebut telah dinyatakan dalam diri Isa Al-Masih.

“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan" (Injil, Kisah Para Rasul 4:12).
~
SO
# Feri Gunawan 2013-04-30 23:29
*
To: Sdr Mualaf,

Saya rasa khusuk tidaknya sembahyang tidak ada kaitanya dengan makanan/minuman nya, yang dikategorikan haram oleh suatu keyakinan. Namun lebih dari niatan hati kita untuk menghadap pada Sang Khalik.

Makanan dan minuman asal dikonsumsi dengan benar, dan diolah dengan baik tidaklah haram. Karena sifatnya hanya sebagai penunjang kebutuhan raga terhadap gizi dan nutrisi. Dari sisi mana hal itu dapat membuat kita jadi haram di hadapan Allah? Yang haram adalah apa yang keluar dari hati dan pikiran serta mulut kita, seperti yang tertulis di Injil Matius 15:11.

Raga ini akan kembali pada tanah, namun jiwa kita akan menghadap pada Allah. Kalau hal itu haram bagi anda, maka haramlah itu hanya bagi anda. Tapi anda tidak bisa mengharamkan hal itu untuk orang yang tidak mengharamkannya , karena bagi orang lain hal itu adalah sah-sah saja dan halal.

Saya heran, babi, haram kan untuk bangsa Yahudi pada masa Musa, sedangkan anda mengikuti ajaran dari Arab, juga sunat, puasa, kiblat, itu semua asalnya dari kebudayaan Yahudi. Bukan ajaran murni Islam, tapi diadopsi dan diaku sebagai ajaran Islam. Coba anda pelajari.
# Rush 2013-05-08 10:30
*
Makan babi sangat dilarang alias najis dan berzina hukumannya bagi umat Islam kedua duanya dirazama, dikubur setengah badan lalu setiap orang yang lewat melemparinya sampai keduanya mati. Itulah hukum bagi orang berzinah bagi Islam. Kalau mana yang lebih dibenci, kedua duanya bukan dibenci malah dilaknat oleh Tuhan, karena babi dan zinah sama-sama haram dan najis. Dilihat dari fisiknya saja babi menjijikan. Makanya belajar tuh terhadap agama Islam biar ga rakus apa aja dimakan ga ada larangan tentang makanan.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-14 21:09
~
Saudara Rush,

Dapatkah saudara menjelaskan apa dasarnya saudara mengatakan bahwa babi itu haram? Bukankah babi juga adalah ciptaan Allah, lalu untuk apa Allah menciptakan babi bila babi diharamkan? Karena segala sesuatu yang diciptakan Allah ada tujuannya.

Mana yang lebih najis, makan babi ataukah kata-kata kotor yang keluar dari dalam hati dan mulut kita?

Isa Al-Masih mengajarkan bahwa apa yang keluar dari dalam hati dan mulut itulah yang menajiskannya. Yaitu hati dan kata-kata kotor yang tidak berkenan bagi Allah
~
NN
# hakkuallah 2013-05-08 17:13
*
Staff IDI,

Sesungguhnya, penyebab dosa diakibatkan dari apa yang kita makan. Coba anda lihat di Jepang atau penjajahan Jepang terhadap negara Indonesia. Mereka kejam, sadis dan bengis diakibatkan makan daging yang tidak masak sepenuhnya dan sulit sekali hatinya untuk bersih. Makanya Indonesia sangat lembut dan ramah karena makanan yang dimakan hanya sayuran yang ada.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-14 10:15
~
Saudara Hakkuallah,

Kami mengucapkan terimakasih atas kesediaan saudara selalu memberi komentar di setiap artikel kami. Walau sejujurnya kami tidak melihat adanya kualitas dari komentar saudara, dan hubungannya dengan artikel yang sedang dibahas. Tetapi kami menghargai waktu yang saudara luangkan untuk sekedar memberi komentar di sini.

Bila memang menurut saudara orang Jepang bengis karena sering makan daging yang belum mateng, bagaimana dengan para jihadis Muslim yang melakukan bom bunuh diri. Silakan melihat kepada sejarah, bagaimana beberapa tahun lalu di Jakarta terjadi bom bunuh diri. Begitu banyak korban, tua-muda bahkan anak-anak.

Lihat juga tragedi bom Bali. Berapa banyak manusia yang tidak bersalah kehilangan nyawa. Akibat ulah para jihadis tersebut, apakah saudara Hakkuallah tahu, berapa banyak isteri-isteri yang menjadi janda, berapa banyak anak-anak yang kehilangan orang tua?

Apakah saudara Hakkuallah bisa menjawab apa yang menjadi penyebab semua itu bisa terjadi? Apakah karena para jihadis itu memakan daging yang mentah sehingga dia bisa membunuh sebegitu brutal?

Menurut kami jawabannya adalah: Karena Islam menghalalkan darah orang-orang kafir. Karena dalam Islam, darah orang kafir dapat menjamin mereka masuk sorga!

Saudara Hakkuallah, jangan keraskan hati saudara. Bukalah mata anda dan lihatlah kebenaran yang ada. Agar saudara tidak binasa.
~
SO
# Feri Gunawan 2013-05-13 14:36
*
Sdr Hakkuallah,

Larangan memakan daging babi itu bukan dari tradisi Islam. Sebelum Islam, dalam Perjanjian Lama dari Alkitab, hal itu sudah ada, dan dilang dalam Taurat. Dengan alasan, bahwa memang babi itu binatang yang jorok, pembawa bibit cacing pita dll, sehingga Allah melarangnya (dan bukan hanya itu, tapi ada +/- 613 hukum yang harus ditaati) agar umat Israel tidak mempunyai masalah dengan kesehatannya dalam perjalanan dari Mesir ke tanah perjanjian Kanaan selama hampir 40 thn.

Daging babi tidak akan membawa kita ke surga atau ke neraka, asal dimasak dengan benar. Makanan hanya sebagai penunjang kebutuhan nutrisi dan gizi tubuh ini, tidak menentukan keselamatan seseorang, selama dikonsumsi dengan benar dan wajar.

Kalau makan daging babi itu haram menurut anda, maka hal itu berlaku bagi anda saja, namun tidak bagi orang lain yang tidak mengharamkan, maka hal itu sah-sah saja dan halal. Sampai dimana penelitian anda tentang daging babi? Gbu
# b-boyz 2013-05-23 10:02
*
Saya membaca komen-komen Anda di atas. Daging babi halal dimakan jika pengolahannya benar. Tolong tunjukkan kepada saya di dunia yang modern ini bagaimana cara mengolah babi yang benar, sehingga tidak ada lagi penyakit yang terdapat pada daging babi. Daging babi itu haram karena terdapat banyak penyakit didalamnya, dan Allah mengharamkan itu karena Allah sayang kepada umat-Nya.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-24 04:43
~
Saudara B-Boyz,

Saudara meminta kepada kami untuk menunjukkan bagaimana cara mengolah babi yang benar.

Begini saja, di Indonesia tidak sedikit orang yang mengkonsumsi babi. Demikian juga di Korea, China, Singapore, bahkan negara-negara lain.

Pertanyaan kami: Apakah saudara pernah mendengar ada orang meninggal setelah mengkonsumsi daging babi?

Memang benar dalam babi terdapat virus yang dapat menimbulkan penyakit. Setiap hewan berpotensi menyebarkan virus, bukan hanya babi. Apakah saudara masih ingat dengan penyakit “flu burung”? Penyakit ini berjangkit dari unggas, termasuk ayam. Nah, mengapa ayam juga tidak haram, bukankah dalam tubuh ayam juga terdapat bibit penyakit?

Saudara B-Boyz, masalah haram atau tidak. Layak konsumsi atau tidak. Semua kembali kepada si konsumen. Bila anda mengharamkan sesuatu, maka haramlah itu bagi anda. Jangan memaksa orang lain untuk ikut mengharamkan apa yang anda haramkan.

Perhatikan firman Allah berikut ini: "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang" (Injil, Rasul Besar Matius 15:11).
~
SO
# b-boyz 2013-05-24 11:21
*
Kita hanya bicara soal babi bukan yang lain, jadi jangan bahas yang lain.

Di dalam daging babi terdapat banyak sekali virus, dan menurut penelitian virus dalam babi itu berbeda dengan sapi, kambing atau ayam. Menurut penelitian virus pada daging babi lebih kebal dari pada virus yang terdapat pada binatang lain. Virus tersebut tidak akan mati meskipun dimasak dalam suhu 100°C dan kalau dimasak dengan suhu yang lebih panas lagi, malah daging itu sendiri yang rusak, protein hilang, yang tersisa hanya racun saja.

Jadi pertanyaan saya masih sama, bagaimana cara mengolah daging babi yang benar sehingga aman untuk dikonsumsi?
# Staff Isa dan Islam 2013-05-28 17:25
~
Saudara B-Boyz,

Saya memang tidak tahu bagaimana cara mengolah babi, karena itu bukanlah keahlian saya. Tapi, perlu juga saudara ketahui, bahwa orang-orang yang mengkonsumsi babi tidak pernah ada meninggal setelah mengkonsumsi daging tersebut. Dan menurut kami, hal itu sudah cukup membuktikan, bahwa daging babi layak untuk dikonsumsi.

Dan yang terpenting, orang yang mengharamkan babi atau tidak, tidak ada pengaruhnya untuk keselamatan sorgawinya!
~
SO
# Fery Gunawan 2013-05-27 00:20
*
To: Sdr b-boyz,

Di banyak negara dan keyakinan tidak mempersoalkan memakan daging babi (kecuali keyakinan yang vegetarian), hanya Islam yang meng-ekspose hal ini. Saya punya sdr sebagai dokter peneliti hewan di Jepang. Menurutnya memang babi itu kotor jika tidak ditangani dengan benar. Tapi di negara yang maju sudah ditangai dengan baik, termasuk kesehatan babi itu sendiri.

Sebelum Islam, dalam Perjanjian Lama tentang babi memang dilarang Allah demi kesehatan umat pilihan-Nya (Israel). Masalah penyakit / virus, katak dan siput, juga kerang dan cumi, hewan ini lebih dekat dengan segala macam virus, termasuk cacing pita. Mengapa umat Muslim tidak pernah melarangnya?

Di Taurat hal itu dilarang untuk dikonsumsi (Imamat 11:3-7; Ulangan 14:6-8). Kanker timbul karena adanya bahan yang bersifat karsinogen, termasuk bahan lemak, yang memang banyak terdapat pada daging babi, tapi bukan hanya babi saja. Jika daging babi seperti yang anda katakan, tentunya WHO sudah mengeluarkan warning, seperti warning memakan daging unggas terkait flu burung, tapi hingga saat ini tidak ada bukan? Thanks. GBU.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-06 21:21
~
Saudara B-Boyz dan Saudara Fery Gunawan

Maaf, situs ini bukan situs kedokteran. Jadi saudara tidak perlu membahas tentang virus babi di sini. Di atas saudara sudah menjelaskan tentang virus yang terdapat dalam babi. Kami rasa hal itu sudah cukup sebagai informasi bagi mereka yang ingin mengetahuinya.

Saudara B-Boyz, bila menurut saudara babi itu haram, haramlah itu bagi saudara. Saudara tidak perlu memaksakan kehendak saudara agar orang lain juga melihat babi sebagai makanan yang haram.

Dan lagi, apakah dengan mengharamkan babi membuktikan bahwa saudara sudah menjadi seorang yang berkenan di hadapan Allah?
~
SO
# b-boyz 2013-06-08 19:19
*
Saya tidak maksa, tapi saya cuma bertanya yang sampai sekarang belum dijawab. Dan yang sangat jelas Alkitab sendiri melarang makan babi.
# Staff Isa dan Islam 2013-07-02 20:45
~
Saudara B-Boyz,

Menurut kami jawaban yang kami dan juga dari Sdr. Putra sudah cukup jelas. Bila saudara kurang puas dan ingin membahas tentang virus atau kuman-kuman apa saja yang terdapat dalam babi, silakan saudara mencari forum tentang kesehatan atau mungkin forum tentang babi. Tentu di sana saudara dapat dengan leluasa bertanya dan memberi pernyataan seputar babi.

Kami harap saudara dapat mengikuti aturan yang ada di situs ini. Harap maklum!
~
SO
# Putra 2013-06-08 22:20
*
To: B-boyz

Bila dalam Alkitab ditemukan adanya larangan memakan babi, itu adalah waktu sebelum Isa datang. Pada waktu itu, babi menjadi sumber penyakit karena cara pengolahannya yang kurang baik.

Isa datang untuk menggenapkan kitab sebelumnya. Didalam Injil, Anda akan menemukan ajaran; "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang" (Injil, Rasul Besar Matius 15:11).

Di dalam Injil tidak ada larangan memakan babi dan juga tidak ada keharusan untuk memakan babi. Dan non Muslim pun tidak memaksa Muslim memakan babi.
Saya makan babi dan sehat sehat saja, juga mempunyai teman Muslim yang makan bersama di warung babi. Dia pun makan tetap seperti biasa hanya tidak memesan babi.
Karena dosa bukan berasal dari memakan babi, melainkan justru ketika melihat teman non Muslim memakan babi kemudian menganggap temannya tersebut haram dan menjauhinya.
# salam damai 2013-07-01 04:27
*
Padahal sudah jelas-jelas ya dalam kitabnya Surat Imamat 11 ayat 7 menyebutkan babi haram karena memiliki dua kuku yang terbelah. Namun para pendeta Kristen tak menyatakan babi haram bagi umat Kristen."

Tetapi admin dan umat kristen itu menyangkal dan bilang itu untuk masa yg dulu bukan yang sekarang. Apa bedanya zaman dahulu dan sekarang toh kitab yang diwahyukan Allah itu seharusnya untuk dizaman apa pun. kita baik dulu dan sekarang. Bukankah sejatinya wahyu yang Allah turunkan itu adalah sebagai pedoman untuk manusia yang dulu dan sekarang supaya menjadi pedoman agar hidup bisa menjadi lebih baik. Kalau zaman nya berubah lagi jadi bisa ditambah dan dikurangi isinya begitukah. Inalillahi
# Staff Isa dan Islam 2013-07-12 13:23
~
Saudara Salam Damai,

Kitab Taurat terdiri dari dua bagian – hukum moral dan hukum perdata. Hukum moral mengatur tentang etika. Hukum perdata terdiri dari peraturan dan regulasi tentang kehidupan sehari-hari seperti makanan, pakaian, dan tata cara keagamaan. Tujuan hukum perdata adalah untuk memisahkan bangsa Israel dari bangsa-bangsa lainnya. Mereka harus berbedadengan bangsa lainnya di bumi karena mereka memuja satu-satunya Allah yang sejati. Oleh
karenanya mereka tidak boleh mengambil kebiasaan-kebia saan ibadah berhala di sekitar mereka.

Salah satu dari hukum perdata adalah larangan memakan babi. Kitab Taurat melarang makan babi (Imamat 11:7-8). Orang Yahudi menganggap makan babi sebagai tindakan yang najis.

Menjelang jaman Yesus, hukum perdata ini menjadi hanya sekedar tanda kesucian saja. Mereka menjadi hipokrit dengan berpura-pura menjadi suci sementara hati mereka jahat. Yesus melihat bagaimana mereka menyalahgunakan hukum perdata. Oleh karenanya Dia menyatakan semua makanan adalah bersih, supaya dapat membongkar kehipokritan mereka dan memfokuskan kembali hati kesucian hati yang sejati.

Yesus menyatakan semua makanan dapat dimakan (Markus 7:14-19). Al-Qur’an mengutip Yesus dengan mengatakan, “Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu” (Sura Ali Imran 3:50).
~
NN
# Staff Isa dan Islam 2013-07-02 20:45
~
Pedoman wajib untuk memasukkan komentar:
1. Tidak boleh memakai lebih dari satu kolom komentar.
2. Pertanyaan/masu kan harus berhubungan dengan uraian diatas.
3. Sebaiknya satu atau dua pertanyaan dalam satu kolom komentar.
4. Hanya menggunakan bahasa Indonesia yang umum dan dimengerti semua orang.
5. Tidak memakai singkatan-singk atan, misalnya yg, dlm, sdh, tdk, dlsbgnya.
6. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
7. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.

Untuk pertanyaan/masu kan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .
Kiranya petunjuk-petunj uk di atas dapat kita perhatikan.
~
SO
# Diara 2013-07-09 20:33
*
Maaf sebelumnya, saya sendiri adalah seorang remaja Hindu yang memang menyukai tentang urusan agama. Dalam umat saya sendiri setahu saya tidak ada larangan memakan makanan apapun kecuali memang alergi.

Setelah membaca beberapa komentar di sini, saya ingin meluruskan beberapa statement yang mungkin keliru tentang daging babi. Memang benar memakan daging babi itu tidaklah mempengaruhi isi hati, pikiran dan hawa nafsu kita. Karena sudah 19 tahun saya mengkonsumsi daging babi, tidak ada pengaruhnya terhadap kerohanian saya.

Masalah haram atau tidaknya bagi umat lain, mungkin karena sudah keyakinan masing-masing yang sudah menjadi tradisi turun temurun. Sehingga sudah menjadi sugesti untuk diri sendiri. Jadi lebih baik marilah kita saling menghargai keyakinan orang lain saja.

Dan saya minta, jangan mengharamkan orang yang memakan danging babi juga seperti umat saya. Karena jiwa kami masih berjalan sesuai ajaran agama, babi hanya sebagai kebutuhan raga dalam kehidupan. Salam damai.
# Staff Isa dan Islam 2013-07-12 19:52
~
Saudara Diara,

Terimakasih untuk komentar yang sudah saudara berikan. Semoga apa yang sudah saudara sampaikan dapat menjadi perenungan bagi teman-teman Muslim khususnya. Dimana mereka terkadang, memandang umat non-Muslim najis karena mereka mengkonsumsi daging babi. Pada hal di luar sana, tidak sedikit orang Muslim juga yang mengkonsumsi daging babi.

Jika tidak keberatan, ijin kami berbagi satu ayat yang kami kutip dari Kitab Suci kami. "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang" (Injil, Rasul Besar Matius 15:11)

Dengan kata lain, Kitab Suci kami mengajarkan bahwa setiap hal yang dimakan seseorang itu tidak dapat menajiskan dia. Tetapi apa yang keluar dari mulutnya (perkataan) itulah yang menajiskan.
~
SO
# answer 2013-07-11 10:04
*
Begini saja, jika yang merasa babi itu haram dan membawa banyak penyakit, tolong dilihat juga yang non-Islam atau pun non-Kristen yang mengkonsumsi daging babi selama hidupnya pun tidak ada masalah. Bahkan ada yang berumur panjang, tidak ada berita tentang mengkonsumsi daging babi lantas meninggal.

Dan ingat itu hanya makanan, jadi menurut hemat saya berzinahlah yang haram dan dosa hukumnya. Masalah makanan tidak ada haram hukumnya.
# Jarwo 2013-08-17 21:52
*
Saya ingin menambah, bahwasanya orang Yahudi zaman dulu juga mempersoalkan makanan haram dan yang tidak haram. Seperti yang terdapat dalam ajaran Taurat. Namun seiring berjalannya waktu, orang Yahudi justru semakin mempersoalkan makanan, dan tidak melihat hal yang esensi bagi agama.

Seperti hal kasih, rela berkorban, mengampuni orang lain dsb. Dan kelihatannya ajaran nabi yang berasal dari Arab-pun seperti seperti itu. Di zaman ini masih saja mempersoalkan mana makanan haram/halal, sehingga mereka melupakan hal yang paling esensi dari dogma agama itu sendiri (pengampunan, saling menghargai, menghormati, cinta kasih dsb).

Makanya Yesus mengajarkan bukan apa yang masuk (dimakan) yang membuat orang berosa, tetapi yang keluar dari hati-lah yang menyebabkan orang itu berdosa. Seperti: Iri hati, dengki, selalu memusuhi agama orang lain, membakar tempat ibadah orang lain, membunuh orang lain dengan bom bunuh diri dsb.
# ahmad 2013-08-20 04:00
*
Ayat (Injil, Markus 7:15-23) tersebut tidak menjelaskan tentang binatang. Seandainya babi itu halal dimakan, kenapa tidak disebut saja semua hewan halal. Jadi tidak perlu menggunakan kata-kata kiasan seperti ayat di atas.

Adam dan Hawa telah memakan buah larangan Tuhan yakni buah khuldi. Namun akankah kita menuntut Tuhan, kenapa Tuhan menciptakan buah Khuldi kemudian ia melarangnya.

Tuhan menciptakan alkohol. Bukankah Tuhan melarang minuman keras dan mabuk mabukkan...,, apakah kita perlu menanyakan kenapa Tuhan tentang penciptaan Alkohol.

Iblis dan seetan diciptakan Allah, toh untuk menjerumuskan manusia ke dalam neraka. Apakah kita menanyai Tuhan kenapa Dia menciptakan kedua makhluk itu.

Babi sudah jelas haram, baik dalam Al-Quran atau dalam Alkitab. Dan tidak bisa mengarang dalil lain yang tidak jelas ada hubungannya sama sekali.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-26 14:05
~
Saudara Ahmad,

Agar lebih jelas, saya kutip di sini ayat yang saudara sebutkan di atas:

“Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya. (Barangsiapa bertelinga untuk mendengar hendaklah ia mendengar!) Sesudah Ia masuk ke sebuah rumah untuk menyingkir dari orang banyak, murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya tentang arti perumpamaan itu. Maka jawab-Nya: "Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?" Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal. Kata-Nya lagi: "Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang" (Injil, Markus 7:15-23).

Ayat di atas memang tidak menyebutkan jenis binatangnya, hanya menuliskan “apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang” atau dengan kata lain, “apapun yang kamu makan, tidak menajiskan kamu.”

Bukankah binatang (seperti: Ikan, ayam, kambing, sapi, babi, dll) adalah salah satu yang dikonsumi manusia? Bila jenis binatang tersebut harus disebutkan satu per satu, dapatkah saudara bayangkan akan sepanjang apa isi dari ayat tersebut? Karena jumlah binatang yang ada di alam semesta ini tidak sedikit.

Tuhan hanya melarang untuk tidak mabuk-mabukan. Tuhan tidak pernah melarang mengkonsumsi alkohol bila dikonsumsi sesuai porsinya.
~
SO
# Bert 2013-08-27 14:02
*
Pasti babilah yang sangat dibenci Allah, karena babi sudah membuka kedok ketidak mahatahuan Allah tentang manfaat babi. Alloh tidak tahu manfaat babi sehingga mengharamkannya , padahal babi sudah berperan besar dalam menghajikan Muslim.

Apa lagi Muslim mempermalukan Allah yang sudah mengharamkan babi, dengan memakai vaksin yang dalam proses pembuatannya memakai enzim yang berasal dari babi dan vaksin itu dipakai ketika mengunjungi Ka'bah ("rumah Allah")

Aneh bukan? Ternyata Allah tidak tahu manfaat babi. Padahal babi adalah ciptaan-Nya sendiri dan mengharamkannya pula.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-29 20:47
~
Saudara Bert,

Kami tidak pernah menemukan ayat dalam kitab suci yang menyatakan Allah membenci babi. Kami kurang tahu apa yang menjadi alasan saudara mengatakan Allah membenci babi, yang diciptakan-Nya sendiri.

Sekiranya Allah membenci babi, tentulah Allah tidak akan menciptakan babi. Allah saja tidak pernah membenci manusia yang sudah jelas-jelas melanggar perintah-Nya. Bahkan, karena Allah begitu murah hati dan penuh rasa kasih, Allah menyediakan “cara” bagaimana agar manusia yang sudah jauh jatuh dalam dosa, tidak binasa.

“Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih; di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa” (Injil, Surat Kolose 1:13-14).

Agar manusia tidak binasa, Kalimat Allah datang ke dunia. Agar melalui Dia setiap orang memiliki penebusan dan pengampunan dosa.

Lihatlah, betapa Allah sangat mengasihi ciptaan-Nya. Sehingga mustahil Allah membenci babi.
~
SO
# rio 2013-08-27 21:26
*
Saya ingin bertanya kepada staff IDI,

Dalam Injil babi dikatakan haram, tapi mengapa menjadi halal karena urusan duniawi saja? Pada hal dalam Injil juga disebutkan lebih baik dunia ini hancur daripada setitik hukum Taurat batal. Tolong dijelaskan.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-29 20:48
~
Saudara Rio,

Injil tidak pernah menuliskan babi haram. Satu-satunya ayat yang mengatakan tentang babi terdapat dalam Taurat. Perintah ini datang dari Allah bagi bangsa Israel, yang kala itu tinggal di padang gurun, ketika mereka keluar dari tanah Mesir menuju tanah yang dijanjikan Allah.

Untuk melindungi bangsa Israel dari sakit-penyakit (ingat, kala itu mereka masih di padang gurun) maka Allah memberi beberapa aturan. Termasuk hal-hal apa saja yang boleh mereka konsumsi. Dan babi adalah salah satu yang tidak boleh dikonsumsi.

Memang Taurat tidak menulis dengan jelas mengapa Allah melarang bangsa Israel mengkonsumsi babi. Namun bila kita lihat bahwa dalam babi terdapat beberapa virus yang tidak baik bagi tubuh manusia, sehingga memerlukan pengolahan yang benar, wajar saja bila kala itu bangsa Israel dilarang mengkonsumsi babi.

Di zaman modern saat ini, bukanlah hal sulit untuk mengolah babi dengan benar sehingga menjadi makanan yang layak dikonsumsi. Dan lagi dalam Kitab Suci Injil dituliskan, "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang" (Injil, Rasul Matius 15:11)

Maksudnya, apapun yang Anda makan, hal itu tidak akan membuatmu menjadi najis di hadapan Allah. Tetapi apa yang keluar dari dirimu (perkataan, perbuatan, pikiran) yang tidak berkenan di hadapan Allah, itulah yang menajiskanmu.
~
SO
# Lia 2013-09-04 10:21
*
Menurut saya pribadi, jasmani dan rohani seseorang itu terintegrasi dimana kadang-kala apa yang kita konsumsi secara fisik (nyata) dapat mempengaruhi rohani, pikiran, dan prilaku.

Contoh: Alkohol. Dalam takaran tertentu baik untuk penghangat tubuh dalam cuaca dingin. Sebaliknya jika dalam takaran tidak benar, maka efeknya berpengaruh pada pikiran dan prilaku pada akhirnya.

Jadi, konsum babi jika dalam bentuk "minyak" kemungkinan sudah dalam pengolahan yang benar. Secara ilmiah, babi itu kotor masuk akal. Perzinahan adalah perbuatan sengaja yang dapat dikendalikan secara akal. Sudah kotor namun belum tentu dapat dikatakan "berdosa".

Makan babi dilarang karena faktor kesehatan. Perzinahan dilarang karena dosa. Jika menyebabkan dampak inresponsibilit nya, faktor kesehatan, dan sejauh mana iman diuji di tengah nafsu? Sepahit-pahitny a pilihan, lebih baik makan "minyak babi" daripada berzina secara sadar namun agamawi tetap jalan (maaf tidak didukung dalil, hanya penalaran).
# Staff Isa dan Islam 2013-09-05 17:10
~
Saudara Lia,

Kami setuju dengan penalaran saudara di atas. Segala sesuatu, bila dikonsumsi dalam takaran yang tidak benar maka dampaknya akan berpengaruh kepada kesehatan. Bahkan, seseorang yang mengkonsumsi nabi secara berlebihan dapat menimbulkan penyakit.

Jadi, tidak ada alasan bukan untuk kita mengatakan babi atau alkohol haram selama kita mengkonsumsinya dalam takaran yang benar. Juga dengan pengolahan yang benar?
~
SO
# Roy 2013-09-06 07:57
*
Mungkin pertanyaan saya sedikit berbeda namun staf IDI bisa menjelaskan. Apakah dengan memakan darah binatang juga haram atau halal?
# Staff Isa dan Islam 2013-09-09 12:07
~
Saudara Roy, kami akan mencoba untuk menjawab pertanyaan saudara.

Suatu hari, ketika Petrus dalam perjalanan memberitakan Injil Kebenaran Allah, Petrus mengalami penglihatan rohani. Dalam pengalaman rohani tersebut, Petrus melihat berbagai hewan yang diharamkan oleh Hukum Taurat. Selanjutnya dikatakan,

“Kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata: "Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!" Tetapi Petrus menjawab: "Tidak, Tuhan, tidak, sebab aku belum pernah makan sesuatu yang haram dan yang tidak tahir." Kedengaran pula untuk kedua kalinya suara yang berkata kepadanya: "Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram" (Injil, Kisah Para Rasul 10:13-15).

Kembali kepada pertanyaan saudara di atas. Allah tidak pernah berfirman bahwa darah hewan haram dikonsumsi. Walau memang pada zaman Nabi Musa darah adalah simbol penebusan dosa, karena di masa itu darah dianggap sebagai nyawa dari makhluk hidup.
~
SO
# Roy 2013-09-10 08:30
*
Terimakasih atas penjelasannya staf IDI,

Saya masih mau bertanya lagi, dalam PL memang dilarang memakan darah (Imamat 7, Imamat 10:18 dst), karena dalam Kisah Para Rasul 10:13-15 sudah staf IDI jelaskan. Isa Al-Masih juga berkata "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang" (Injil Matius 15:11).

Tapi dalam PB juga masih dilarang memakan darah (Kisah Para Rasul 15:20,29 dan Kisah Para Rasul 21)

Pendapat saya maka boleh memakan daging, tapi tidak dengan darahnya. Menurut Staf IDI bagaimana?
# Staff Isa dan Islam 2013-09-16 11:09
*
Saudara Roy,

Seperti judul bukunya, Kitab Imamat berisi peraturan-perat uran yang hanya ditujukan kepada Imam Lewi. Tujuannya, untuk memisahkan mereka dari para imam-imam penyembah berhala yang ada di zaman tersebut.

Kisah Para Rasul 15:20 dan 29, merupakan hasil perundingan antara para Rasul dan Penatua-penatua yang lainnya, yang memperdebatkan pemaksaan adat-istiadat Yahudi (seperti sunat) kepada orang-orang bukan Yahudi yang baru percaya (Lihat Kisah Para Rasul 15:1). Hasil keputusannya adalah melunakkan aturan Yahudi, sehingga hanya peraturan makan tersebut yang ada.

Namun, kita harus melihat mengapa darah dilarang. Setiap peraturan Allah tentunya ada alasannya. Allah tidak akan membuat peraturan yang tidak membuat kita lebih baik. Alasan utama mengapa darah dilarang adalah darah itu tidak sehat. Secara ilmiah, darah sebenarnya adalah racun apabila dimakan / minum. Berhubung darah kaya dengan zat besi dan tubuh manusia tidak bisa mengeluarkan zat besi yang berlebihan secara mudah, meminum darah secara berlebihan (lebih dari beberapa sendok sehari) dapat mengakibatkan kerusakan pada hati, diabetes, penyakit jantung, arthritis, dan lainnya.

Jadi sama seperti apa yang Paulus (yang membawa pesan ini di Kisah Para Rasul 21 ke orang-orang percaya lainnya) tulis di 1 Korintus 10:23 mengenai hal makanan, "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun". Memakan darah sama sekali tidak berguna ataupun membangun, malah merusak, jadi apa salahnya kita menuruti hal tersebut?

Ingat, darah yang dimaksud di sini adalah darah segar dari binatang yang baru saja disembelih, bukan darah satu dua tetes yang menempel pada daging yang baru dipotong. Apabila kita mengikuti larangan darah secara sangat ortodox, kita tidak bisa makan daging sama sekali, berhubung darah akan selalu berada dalam daging di dalam pembuluh darah kapiler. Namun jumlah darah yang tersisa di pembuluh darah kapiler sangatlah sedikit karena pembuluh darah kapiler hanya sekitar 5 - 10 micrometer lebarnya.

Demikian penjelasan dari kami untuk pertanyaan yang saudara sampaikan.
~
SO
# guardian mooslem 2013-09-16 21:48
*
Manusia tidak pernah tahu rahasia Allah, jadi kalau sudah diharamkan makan babi apa lagi berzinah ya sudah jalani saja.

Apalagi sekarang sudah ada bukti kalau babi itu mengandung banyak penyakit. Saya tanya teman saya orang Batak Tyson Pandiangan, kalau babi dimasak terlalu panas maka akan hancur dagingnya lalu si Tison menjawab ya. Tetapi anehnya mereka masih memakan babi. Firman Allah mengatakan sesunggunya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.

Jadi walaupun babi ciptaan Allah tidak susah bagi Allah untuk membuat aturan seperti mengharamkan babi. Yang saya herankan staf IDI rasanya ingin kalau orang Islam harus mencoba daging babi.
# Staff Isa dan Islam 2013-09-17 14:18
~
Saudara Guardian Mooslem,

Ketika Allah membuat satu ketetapan, tentulah ada alasan dan tujuan mengapa Allah membuat ketetapan tersebut. Demikian juga ketika zaman Nabi Musa Allah mengatakan kepada bangsa Israel jangan mengkonsumsi babi, tentu Allah mempunyai maksud dan tujuan mengapa pada saat itu bangsa Israel tidak boleh makan babi.

Sdr. Guardian, kami tidak pernah mempunyai pikiran untuk memaksa saudara atau umat Muslim lainnya untuk mencoba babi. Walaupun pada kenyataanya tidak sedikit teman-teman saya yang Muslim makan babi.

Pada komentar di atas sudah cukup banyak dijelaskan tentang mengkonsumsi babi. Silakan saudara membaca komentar-koment ar tersebut untuk menambah pengetahuan saudara.
~
SO
# Roy 2013-09-17 10:06
*
Saya sangat setuju dan sependapat dengan staf IDI.

Berikut saya rangkum yang sudah staf IDI jelaskan: Kisah Para Rasul 11:5-10 “Tuhan perintahkan sembelihlah dan makanlah! Semua jenis binatang boleh makan, dan kata Tuhan: Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram!”

Dan di sini agak lebih rinci lagi dalam Kisah Para Rasul 15:20,29 dan Kisah Para Rasul 21 ada tertulis darah tidak boleh dimakan. Saya kutip sesuai dengan penjelasan Staf IDI: 1 Korintus 10:23 mengenai hal makanan, "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun".

Kesimpulannya: Kita boleh memakan daging babi dan daging binatang lainnya tetapi tidak dengan darah binatang. Berarti staf IDI dan saya sama-sama makan daging babi, tetapi tidak memakan darahnya.

Tuhan Yesus (Isa Al-Masih) memberkati kita semua.
# Staff Isa dan Islam 2013-09-17 14:19
~
Saudara Roy,

Terimakasih untuk kesimpulan yang saudara berikan. Bila saudara bertanya kepada saya secara pribadi, saya sendiri tidak makan daging babi maupun darah. Tetapi saya tidak memakannya bukan karena saya takut berdosa atau agar mendapat pahala.

Namun, kalaupun di luar sana ada orang yang mengkonsumsi daging babi. Firman Allah mengatakan itu sah-sah saja. Dan kalaupun di luar sana ada yang memakan darah hewan, menurut kami itu sah-sah saja karena dia tidak akan berdosa. Tetapi, memang ada konsekwensi yang harus dia terima. Karena sebagaimana yang sudah kami jelaskan di atas, terdapat zat-zat yang kurang baik bagi tubuh yang terdapat pada darah hewan tersebut.

Kesimpulan kami: Apapun dapat dimakan selama itu bermanfaat bagi tubuh. Tetapi, bila makanan itu tidak bermanfaat, mengapa kita harus mengkonsumsinya ? Jadi, semua tergantung pada tubuh kita, bukan pada makanan yang kita makan.
~
SO
# yulius selly 2013-09-17 13:45
*
Daging babi tidak boleh diharamkan, kalaupun umat Muslim mengharamkan ya udah. Asalkan jangan mngharamkan manusia (umat lain) yang memakannya.

Banyak teman-teman Muslim di tempat saya yang makan daging babi. Ketika saya tanya mengapa kalian makan, sementara agama kalian melarang dengan sangat keras sampai mengharamkannya.

Tetapi mereka menjawab dengan santai, bukan babi yang kami makan, tetapi daging yang kami makan.

Saya sangat apresiasi buat jawaban mreka itu, karena jawaban itu merupakan suatu hal yang sangat logis. " bukan babi yang kami makan, melainkan daging."

Mereka juga sangat menyesal karena banyak Muslim yang tidak mengerti akan hal ini. Dan satu kata lagi yang mereka tambahkan "enak." Coba saja teman-teman Muslim rasakan seperti Muslim teman-temanku.

Thanks and GBU all.
# Alfian 2013-09-17 20:45
*
Makan babi dan berzina keduanya adalah perbuatan dosa yang dilarang oleh Allah. Sebagai orang yang taat kepada Allah tentu akan menjauhi segala larangannya.
# Staff Isa dan Islam 2013-09-30 16:36
~
Saudara Alfian, terimakasih untuk komentar saudara.

Dalam Injil, ada satu kisah yang menarik. Suatu hari para pemuka agama membawa seorang wanita yang tertangkap berzinah kepada Yesus. Mereka meminta agar wanita itu dihukum dengan cara dilempari batu sampai tewas.

Tetapi Yesus tidak menghukum atau melempar wanita itu, sebaliknya Dia berkata kepada para pemuka agama itu: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu” Apa yang terjadi? Tidak satupun dari pemuka agama itu yang berani untuk melemparnya, karena mereka menyadari bahwa mereka pun berdosa. Sama seperti wanita yang mereka bawa kepada Yesus. Yang membedakan mereka hanyalah dosa yang mereka lakukan.

Hal ini juga sering terjadi pada sebagian besar umat Muslim. Karena Islam mengatakan babi haram, maka mereka pun mengharamkan orang-orang yang mengkonsumsi babi. Pada hal, tidak sedikit orang-orang yang mengharamkan babi tersebut, justru melakukan dosa perzinahan.

Sementara wahyu Allah dalam Kitab Suci Injil mengatakan, "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang" (Injil, Rasul Besar Matius 15:11).
~
SO
# Roy 2013-09-18 09:46
*
Staf IDI Berkata: “Dan kalaupun di luar sana ada yang memakan darah hewan, menurut kami itu sah-sah saja karena dia tidak akan berdosa”.

Tapi saya kurang sependapat dengan staf IDI karena staf IDI Kurang tegas untuk menjelaskannya.

Kenapa manusia jatuh dalam dosa? Karena manusia tidak mendengar perintah Allah. Perintah Allah yang mana? Jawabannya kata: “jangan” Jangan kamu makan ataupun raba buah itu nanti kamu mati (Kejadian 3:3).

Hanya melanggar kata “jangan” tetapi Manusia makan buah itu akibatnya manusia jatuh dlm dosa. Sama halnya dalam perintah jangan memakan darah, janganlah kita makan. Ada nats yang berbunyi kira-kira seperti ini “kalau benar katakanlah benar, apabila salah katakanlah salah lebih dari pada itu dari Iblis”

Apabila Tuhan sudah mengatakan jangan, manusia tidak boleh mengatakan boleh, akibatnya manusia akan berdosa. Bagi yang makan darah renungkanlah hal ini, saya di sini hanya membantu staf IDI meluruskan. Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2013-09-30 16:38
~
Saudara Roy,

Terimakasih karena sudah bersedia membantu meluruskan penjelasan kami di atas.

Menurut kami, kunci dari kejatuhan manusia dalam dosa bukan pada kata “jangan” di ayat tersebut. Tetapi “ketidak-patuhan” manusia terhadap perintah Allah. Sedangkan kata “jangan” di sini adalah penjelasan dari perintah Allah. Yaitu: “Jangan” kamu makan buah itu, “nanti” kamu mati.

Demikian juga ketika dalam Kisah Para Rasul 15:20; 29 Paulus menuliskan kata “jangan” makan darah. Alasannya bukan karena nanti kamu berdosa. Tetapi karena banyak orang-orang Yahudi yang baru percaya masih memegang teguh adat-istiadat Yahudi (seperti sunat). Dan dari hasil perundingan antara para Rasul dan Penatu-penatua lainnya, maka dibuatlah peraturan makan tersebut.

Mengapa kami tidak mengatakan secara tegas “dilarang makan darah”? Karena tidak ada nats dalam Alkitab yang mengatakan “orang yang makan darah berdosa!” Tentu kami tidak mau menyatakan sesuatu yang dalam Alkitab sendiri tidak dituliskan.

Bila memang darah hewan haram, maka kita tidak bisa makan daging sama sekali, karena darah akan selalu berada dalam daging hewan, di dalam pembuluh darah kapiler.
~
SO
# Roy 2013-10-03 07:29
*
Memang tidak ada nats dalam Alkitab yang mengatakan “orang yang makan darah berdosa!” Dosa adalah: Perbuatan yang melanggar Perintah Tuhan.

Staf IDI kalau Allah perintahkan kata “jangan” artinya apabila ada orang yang melanggar perintah-Nya sama saja dengan “ketidak patuhan” bukan? Akibatnya manusia berdosa, kata jangan dan ketidak patuhan berbeda, hanya kosa kata saja tapi saling terkait.

“Ingat, darah yang dimaksud di sini adalah darah segar dari binatang yang baru saja disembelih, bukan darah satu dua tetes yang menempel pada daging yang baru dipotong”

Staf IDI coba kembali membaca Kisah Para rasul 15:28-29, "Sebab adalah keputusan Roh Kudus..." Ayat 28 Sangat jelas, itu adalah keputusan Roh Kudus, kalau staf IDI mengatakan boleh makan darah berarti tidak patuh terhadap apa yang sudah diperintahkan Allah, apalagi itu adalah keputusan Roh Kudus. Bagaimana mungkin staf IDI mengatakan boleh makan darah, sedangkan ayat tersebut melarangnya, yang menentang Roh Kudus ia tidak akan diampuni.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-03 14:37
~
Saudara Roy,

Terimakasih untuk penjelasan saudara di atas. Intinya, menurut saudara “makan darah dilarang.” Betul demikian?

Pertanyaan kami untuk Sdr. Roy: Apakah saudara tidak pernah makan darah sama sekali?

Dalam konteks ini kita bicara “darah,” tidak perduli seberapa banyak jumlahnya. Ketika saudara mengatakan Allah melarang memakan darah binatang, maka setetes darah pun yang masuk ke mulut saudara telah membuat saudara berdosa.
~
SO
# Alfian 2013-10-03 19:39
*
Staf IDI,

Bukankah di Alkitab babi juga diharamkan, tapi kenapa malah jadi halal? Demikian juga babi, karena memang berkuku belah.

Mengenai ayat Matius 15;11 ayat tersebut tidak berbicara tentang babi haram atau halal. Jadi terkesan dipaksakan, jika babi itu halal. Di satu sisi mengatakan tidak tetapi di sisi lain mengatakan boleh.

Salam.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-05 22:06
~
Saudara Alfian,

Bila saudara membaca komentar-koment ar di atas, saudara akan menemukan penjelasan dari kami maupun dari teman-teman Kristen lainnya untuk pertanyaan saudara di atas.

Jadi saran kami, bila saudara memang ingin mengetahui mengapa orang Kristen tidak mengharamkan babi, silakan membaca komentar-koment ar di atas.

Matius 15:11 menuliskan "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang."

Menurut kami ayat ini sangat jelas sekali. Apapun yang kamu makan, bukan itu yang membuatmu najis di hadapan Allah. Melainkan setiap hal yang keluar dari mulutmu (perkataan yang ditimbulkan oleh pikiran) itulah yang menajiskanmu.

Contoh sederhananya: Seseorang yang makan daging babi tidak lebih najis dibanding seseorang yang mengeluarkan sumpah serapah dari mulutnya.
~
SO
# Roy 2013-10-04 08:40
*
Saya mau mengajak Staf IDI untuk memberitakan Firman Allah dalam Roh dan Kebenaran.Waktu masih di dunia Tuhan Yesus (Isa) berkata "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang" Matius 15:11.

Di saat Tuhan Yesus (Isa) naik kesurga, Dia mengutuskan Roh Kudus (Yohanes 14:26) sangat jelas Roh Kudus mengajarkan dan mengingatkan. Kisah Para Rasul 10:12-15 sangat jelas, sampai 3 kali Tuhan Allah berkata: "Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram"

Dan di sini lebih rinci lagi dijelaskan Kisah Para Rasul 15:28-29 tidak boleh makan darah, sebab itu (keputusan Roh Kudus).

Jadi Bapa,Yesus dan Roh Kudus yang mengatakan, mengajarkan dan mengingat, darah tidak boleh dimakan, bukan menurut saya?

Saya sudah tahu kebenaranya maka saya harus mengikuti perintah-Nya bukan? Mari saya mengajak staf IDI untuk memberitakan hal ini (Kebenaran) kepada semua orang.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-04 16:26
~
Seperti yang dibilang sebelumnya, Allah membuat aturan pasti ada alasannya. Bila Allah benar-benar mengharamkan darah, bahkan setetespun, maka semua daging hewan otomatis haram. Karena didalamnya (dalam pembuluh darah kapiler) terdapat darah. Namun Allah sama sekali tidak mengharamkan daging, bukan?

Jadi yang diharamkan di sini adalah meminum darah dalam jumlah yang relatif besar. Larangan ini termasuk memakan daging yang masih ada darahnya (Kejadian 9:4). Jika kita bisa melihat secara langsung darah di dalam daging, tentu darah itu berkuantitas besar. Bukan satu-dua tetes yang akan pasti ada di dalam daging segar yang dijual di pasar-pasar. Alasannya memang jelas dan terbukti secara medis: darah dalam kuantitas besar terdapat toxin (racun) bagi tubuh manusia. Dan kita pun sudah merasa bahwa darah itu tidak baik untuk dimakan dari kejijikan kita, jika kita memakan ayam goreng yang belum sepenuhnya matang. Jadi untuk apa memperdebatkan hal ini lagi dengan melibatkan Roh Kudus segala?

Lagipula, banyak kepercayaan yang keliru (bahkan sampai sekarangpun) bahwa meminum darah bisa membawa khasiat baik secara medis maupun secara magis. Inilah yang diharamkan oleh Allah, bukan darah itu sendiri.

Kita harus melihat hukum dari maksud pembuatnya (the intent of the law), bukan dari tulisannya saja (the letter of the law). Ini yang Yesus berulang kali tekankan dalam debatnya dengan orang Farisi (yang sangat mengikuti hukum secara tulisan, bukan secara maksud). Lagipula, untuk memberitakan hal semacam ini, akan jauh lebih baik untuk menggunakan akal logika / ilmu pengetahuan, daripada hanya dengan alasan "perintah Allah". Aturan ini akan jauh lebih mudah diterima oleh orang lain.
~
SO
# saprianto 2013-10-05 08:45
*
Babi tetap haram. Banyak sekali ayat-ayat Alkitab menerangkan babi itu haram:

[Imamat 11:7] Juga babi, karena walaupun berkuku belah, tidak memamah biak. Kamu dilarang memakan dagingnya ataupun menyentuh bangkainya; karena binatang-binata ng itu haram bagimu.

[Ulangan 14:8] Babi tidak boleh kamu makan karena, walaupun berkuku belah, binatang itu tidak memamah biak. Bahkan bangkai binatang-binata ng semacam itu tidak boleh kamu sentuh.

[Yesaya 65:4] Mereka duduk di kuburan-kuburan dan bermalam di gua-gua (untuk menyembah roh-roh jahat). Mereka makan daging babi dan makanan-makanan lain yang najis.

[Yesaya 66:17] Mereka yang menyucikan diri untuk beribadah kepada berhala-berhala yang tersembunyi di balik pohon-pohon di taman-taman, juga mereka yang makan daging babi dan daging tikus dan daging binatang haram lainnya, akan dilenyapkan.

Firman Tuhan ini berlaku sepanjang masa jangan saudara admin punya alasan diturunkan kepada kaum terdahulu.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-10 15:54
~
Saudara Saprianto,

Saat Isa Al-Masih belum datang ke dunia, manusia masih dibayangi oleh hukum yang bersifat lahiriah. Itulah sebabnya dalam Kitab Taurat ada ayat-ayat halal dan haram mengenai makanan. Namun Isa Al-Masih menekankan ajaran yang bersifat batiniah bukan yang lahiriah.

Isa berkata, "Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun ke dalam perut lalu dibuang di jamban? Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang" (Injil, Rasul Besar Matius 15:17-18). Artinya bahwa hati yang jahat adalah lebih najis dibandingkan dengan persoalan apa yang kita makan.
~
NN
# Alfian 2013-10-06 11:05
*
Injil, Rasul Besar Matius 15:11 menuliskan "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang."

Ayat tersebut tidak sedikitpun berbicara tentang peraturan haram dan halal, apalagi membatalkannya tetapi berbicara tentang makan tanpa membasuh tangan. Jadi, diluar konteks jika babi menjadi halal berdasarkan ayat tersebut.

“Demikian juga babi, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak, haram itu bagimu.
” Apakah umat Kristen melanggar kitabnya sendiri?

Jika tetap dipaksakan halal, apakah Tuhan tidak konsisten dengan peraturan yang telah ditetapkannya?
# Staff Isa dan Islam 2013-10-10 15:55
~
Saudara Alfian,

Dalam ayat tersebut Isa Al-Masih sedang berbicara dengan ahli-ahli Taurat yang mempersoalkan perihal membasuh tangan. Isa Al-Masih ingin menekankan bahwa ajarannya bukan hanya bersifat pada perkara lahiriah

Isa Al-Masih memberikan pengertian yang lebih dalam lagi yaitu mengenai kebenaran dalam batin bukan kebenaran lahiriah mengenai aturan-aturan, termasuk perihal halal dan haram yang sifatnya lahiriah. Karena itu Isa Al-Masih berkata, "Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun ke dalam perut lalu dibuang di jamban? Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat."

Dan lebih jelas lagi dalam ayat ini “karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?" Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal” (Injil, Rasul Besar Markus 7:19).

Menurut saudara mana yang lebih baik, apakah tidak makan hewan haram namun hati penuh dengan aib najis dosa, iri hati, nafsu, kebencian atau hati yang saleh dan penuh syukur taat kepada Allah?
~
NN
# Roy 2013-10-07 09:09
*
Staf IDI anda tidak bisa merubah kebenaran.

Staf IDI mengatakan: “Jadi untuk apa memperdebatkan hal ini lagi dengan melibatkan Roh Kudus segala?”

Di ayat ini sangat jelas Kisah Para Rasul 15:28-29: “Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu ini: kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik. Sekianlah, selamat."

Apakah staf IDI tidak mengakui keputusan Roh Kudus?

Staf IDI sendiri tidak memakan darah kenapa staf IDI memperolehkan orang memakan darah? Emangnya kita tidak boleh mengikuti perintah Allah?

Staf IDI tidak mengakui keputusan Roh kudus artinya juga tidak mengikuti perintah Allah, Jadi Tetap keputusan darah tidak boleh dimakan (itu adalah kebenaran).
# Staff Isa dan Islam 2013-10-08 16:10
~
Saudara Roy,

Kami tidak menutupi kebenaran. Kami juga tidak pernah mendustakan Roh Kudus.

Kami hanya ingin saudara melihat duduk permasalahan yang sebenarnya. Tidak perlu merembet sampai terlalu jauh. Alhasil, saudara bingung sendiri dan saudara tidak berkenan menjawab pertanyaan kami.

Dua kali kami mengajukan pertanyaan kepada saudara, dan saudara belum menjawabnya. Pertanyaan kami sangat sederhana. Apakah Sdr. Roy makan daging hewan?

Saudara cukup menjawab pertanyaan kami iya atau tidak.
~
SO
# ahmad 2013-10-07 21:41
*
Makan babi dan berzina sama-sama dilarang. Namanya larangan ya jangan dilakukan. tidak perlu banding-banding kan mana yang lebih dosa. Allah menciptakan babi karena Allah menyayangi seluruh makhluk. Babi dilarang untuk umat Muslim. Lantas bukan berarti Allah melarang hewan lain yang makan babi sebagai bagian dari rantai makanan. Ingat Allah juga menciptakan racun.

Apa karena Allah tidak menyukainya lantas Allah tidak ciptakan? Masalah penciptaan itu hak Allah. Manusia diberi akal dan pengetahuan. mana yang dilarang ya jangan dilakukan. Memang dalam Alkitab babi juga dilarang. Tetapi kata babi kalian gantikan jadi babi hutan.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-10 15:55
~
Saudara Ahmad,

Memang benar bahwa berzinah adalah perbuatan yang dilarang oleh Allah. Namun perihal masalah makanan yaitu makan babi tidak dapat disamakan dengan perbuatan berzinah. Allah tentu akan murka terhadap umat-Nya yang berzina tetapi tidak pada umat yang makan babi.

Peraturan halal dan haram itu baik. Tetapi lebih dari sekedar peraturan halal dan haram. Allah lebih melihat hati manusia, apakah hati kita benar atau jahat, bukan perkara yang lahiriah seperti apa yang halal dan apa yang haram.
~
NN
# Roy 2013-10-10 07:01
*
Dalam dialog ini Saya tidak merasa binggung atau tidak pernah merembet permasalahan terlalu jauh. Saya hanya memberikan kebenaran yang sesunguhnya yang ada di dalam firman Allah. Saya sudah menjelaskan sebelumnya, dari dulu hingga saat ini masih tetap sama darah tidak boleh dimakan karena sesuai dengan firman Allah.

Kalau staf IDI tidak menutup kebenaran dan tidak pernah mendustakan Roh Kudus, ayolah marilah staf IDI sampaikan kebenarannya yang telah diberitakan. Karena dalam hal ini cukup sederhana dalam menjelaskannya.

Sebelum staf IDI bertanya kepada saya makan daging hewan? Saya sudah mengatakan di tanggal 2013-09-17 10:06. Karena sangat jelas sekali dalam Kisah Para Rasul 10 dan Kisah Para Rasul 11, Tuhan menunjukan semua jenis hewan dan sampai 3 kali Tuhan katakan: sembelilah dan makanlah, dan suara dari Tuhan katakan apa yang dinyatakan halal dari Allah tidak boleh engkau nyatakan haram, jadi kita boleh makan daging hewan bukan? Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-11 09:56
~
Saudara Roy,

Terimakasih untuk jawaban saudara di atas. Jadi, menurut saudara boleh makan daging.

Jadi sebenarnya siapakah yang sudah melanggar firman Tuhan? Kami atau Sdr. Roy?

Mengapa saudara makan daging? Bukankah saudara mengatakan darah haram dimakan?

Ingat, seperti yang sudah kami jelaskan sebelumnya. Darah akan selalu berada dalam daging, di dalam pembulu darah kapiler. Walaupun jumlahnya hanya sekitar 5-10 micrometer, tetapi tetaplah darah yang menurut saudara haram dimakan.

Dengan kata lain, daging yang saudara makan tetap mengandung darah. Maka, ketika saudara makan daging maka secara otomatis saudara sudah makan daging tersebut bersama darah yang menempel di sana.
~
SO
# ahmad 2013-10-15 21:24
*
To Staf IDI,

Allah memberi kita akal pikiran agar kita bisa berfikir mana yang dilarang ya jangan dilakukan. Bukan Allah lebih melihat hati lalu mengabaikan yang namanya aturan halal haram. Aturan halal haram itu penting. Manusia yang beriman pasti akan melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangannya.

Kalau Allah hanya melihat hati manusia tanpa membuat aturan halal haram, ya tidak perlu lah ada agama. Agama kan petunjuk bagi manusia. Di dalamnya ada perintah dan ada larangan. Kalau Allah memang hanya melihat hati orang, Allah sudah tahu karena Allah maha tahu. Si A hatinya baik dan bersih dan si B hatinya tidak baik. Allah juga sudah pasti tahu siapa yang bakal masuk surga dan neraka. Untuk apa juga ada Yesus yang kalian yakini menebus dosa.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-17 19:24
~
Saudara Ahmad,

Terimakasih untuk nasehat saudara di atas. Kami setuju dengan saudara, manusia diberi oleh Allah akal agar dapat berfikir dan mengikuti perintah Allah.

Inilah firman Allah yang tertulis dalam Kitab Suci Injil mengenai halal haram: “Di dalamnya terdapat pelbagai jenis binatang berkaki empat, binatang menjalar dan burung. Kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata: "Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!" Tetapi Petrus menjawab: "Tidak, Tuhan, tidak, sebab aku belum pernah makan sesuatu yang haram dan yang tidak tahir." Kedengaran pula untuk kedua kalinya suara yang berkata kepadanya: "Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram" (Injil, Kisah Para Rasul 10:12-15).

Bila Allah saja menyatakannya halal, siapakah manusia sehingga dia berhak membuat aturan tentang mana yang halal dan mana yang haram?
~
SO
# Roy 2013-10-16 08:52
*
Staf IDI tidak usah bolak balik memutar kata, sangat jelas menjelaskan dengan bahasa yang sederhana sesuai dengan firman Tuhan makan daging atas perintah Tuhan dalam Kisah ParaRasul 11:6-9 (Sembelihlah dan Makanlah). ayat 9: Akan tetapi untuk kedua kalinya suara dari sorga berkata kepadaku: Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram!

Dan di sini lebih rinci lagi dijelaskan Kisah Para Rasul 15:28-29 “Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu ini: kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan.

Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik. Sekianlah, selamat." Siapa yang mengikuti perintah Tuhan atau yang melanggar perintah Tuhan? Apalagi Staf IDI menyuruh orang makan darah tidak apa-apa, atas perintah siapa?
# Staff Isa dan Islam 2013-10-17 19:24
~
Saudara Roy,

Kami tidak bolak-balik memutar kata. Semua penjelasan kami sangat jelas.

Saran kami kepada Sdr. Roy, ketika saudara membaca sebuah ayat, ada baiknya saudara mempelajari latar belakang mengapa ayat tersebut disampaikan. Supaya saudara tidak salah mengerti.

Kami harap diskusi tentang topik darah ini cukup sampai di sini. Berdoalah, minta hikmat dari Roh Kudus agar saudara dapat lebih memahaminya.
~
SO
# arzun 2013-10-16 16:56
*
Menurut saya perzinahan adalah dosa yang sangat menjijikan, apalagi jika berzinah di luar nikah dan berzinah dengan istri yang bukan istrinya.

Untuk daging babi, menurut saya itu bukan dosa, kita tidak usah ambil dari sisi agama, saya buat perumpamaan kepada kalian semua misal: jika dalam suatu peristiwa tepatnya di hutan, kamu kehabisan makanan yang ada di hutan tersebut makanan hanya babi yang mudah didapat selebihnya susah. Apakah anda masih juga menaati perintah-Nya.

Seperti yang tertulis di Al-Quran "Oleh sebab itu, adalah halal bagi kita untuk memakan apapun, asalkan dimasak secara benar dan higienis, karena: “Allah menciptakan untuk kamu apa yang ada di bumi seluruhnya” (Qs 2: 29; Qs 45:13)”.
# Trisno 2013-10-30 16:47
~
Babi adalah makanan yang paling baik gizinya untuk kesehatan tubuh dan mencerdaskan otak juga memperkuat stamina. Buktinya negara-negara yang mayoritas pemakan babi adalah prestasi olah raga terbaik di dunia.

Kita buktikan dengan sekitar kita saja. Pemain bola dan tinju adalah olah raga yang paling mengutamakan ketahanan stamina, perhatikan club pemain bola dan petinju kebanyakan pemakan babi.
Jadi dari segi kesehatan tidak ada pembuktian kalau makan babi banyak penyakit malah justeru sebaliknya yang saya lihat.

Kalaupun dikatakan babi banyak cacing pita mungkin itu benar tetapi mungkin justeru cacing pita itulah gizi yang menjadi menyehatkan tubuh. karena secara logikanya tidak mungkin cacing yang masuk kedalam perut jadi cacing didalam perut. justeru itulah yang membuat babi lebih tinggi gizinya bila dibandingkan dengan daging yang lainnya.
# Staff Isa dan Islam 2013-11-06 11:42
~
Saudara Trisno,

Kami setuju bila saudara berkata bahwa daging babi tidak masalah untuk dikonsumsi. Tetapi tentang analisa saudara yang mengatakan daging babi paling baik gizinya untuk kesehatan tubuh dan mencerdaskan otak juga memperkuat stamina, kami tidak tahu persis tentang hal itu. Karena kami baru mendengarnya.

Tapi menurut kami setiap daging atau pun makanan lain yang dikonsumsi seseorang, jelas ada vitamin atau zat lain yang bermanfaat didalamnya. Walau memang, tidak semua tubuh manusia dapat menerima asupan zat yang sama. Contoh: Mungkin bagi A mengkonsumsi daging ayam adalah baik bagi tubuh dan kesehatannya. Tetapi bisa saja bagi si B justru sebaliknya. Sehingga si B mengharamkan daging ayam untuk dia konsumsi.

Jadi menurut kami, “haram” adalah label yang diberikan oleh manusia pada sebuah makanan. Mengharamkan sebuah makanan tidak membawa pengaruh apapun atas keselamatan akherat seseorang. Karena makanan adalah hal-hal yang bersifat duniawi.

“Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus” (Injil, Surat Roma 14:17).
~
Saodah
# yonathan.. 2013-11-04 23:51
~
Biar orang tidak makan babi, tidak makan babi saja harganya sudah mahal dan langka.
# Staff Isa dan Islam 2013-11-06 11:43
~
Saudara Yonathan,

Terimakasih sudah mengunjungi situs kami dan berkenan memberi komentar. Memang topik tentang boleh atau tidaknya mengkonsumsi daging babi merupakan topik yang sering dipertanyakan oleh umat Muslim kepada orang Kristen.

Dimana menurut kami hal tersebut seharusnya tidak perlu diperdebatkan. Karena hal keselamatan sorgawi jauh lebih penting daripada hal-hal duniawi seperti mengapa harus makan babi dll.

Wahyu Allah dalam Kitab Suci Injil dikatakan, "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang" (Injil, Rasul Besar Matius 15:11). Bagaimana tanggapan Sdr. Yonathan ini, setujukah saudara?
~
Saodah
# Kris 2013-11-05 04:23
~
Penting untuk kita renungkan. Siapakah sebenarnya Isa Al-Masih yang akan menghakimi kita nanti? Di dalam surah Az-zukhruff 61 yang berbunyi “Dan (Isa) akan memberi tanda (untuk datang) pada waktu (pengadilan) Di sana tidak ada keraguan tentang (waktu), tetapi ikutlah Aku, inilah jalan yang lurus.”

Di dalam surah Al-Fatihah1:6 "Ihdinasyiraata  llmustaqiim" yang bermaksud 'tunjukkanlah aku jalan yang lurus'.

Di dalam Injil, Yohanes 14:6 Isa berfirman "Akulah jalan untuk mengenal Allah dan untuk mendapat hidup. Tidak seorang pun yang dapat datang kepada Allah kalau tidak melalui Aku".

Di dalam Injil, Yohanes 5:24 berbunyi: “Sungguh benar kata-kataKu ini, sesiapa yang mendengar kata-kataKu ini dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, beroleh hidup sejati dan kekal.”

Beranikanlah hatimu untuk mengenal pasti siapa Isa Al-Masih. Saya yakin Anda akan menemui kebenaran, jawaban dan hidup yang Kekal.
# Staff Isa dan Islam 2013-11-06 11:43
~
Saudara Kris,

Terimakasih untuk komentar yang sudah saudara berikan. Semoga apa yang saudara jelaskan di atas dapat menjadi satu pencerahan bagi teman-teman yang belum mengerti tentang siapakah Isa Al-Masih sebenarnya.

Kiranya dengan pertolongan dan kasih karunia Allah, saudara tetap setia dalam memberitakan kebenaran Injil. Tuhan memberkati saudara.
~
Saodah
# addy 2013-11-08 11:39
~
Sudah jelas dalam Imamat 11:7, "babi itu haram bagimu"
mengapa ada saja orang yang berusaha membuat bahwa babi itu boleh dimakan, Jelas-jelas dalam perjanjian lama tertulis seperti itu.

Jangan bilang jika segala aturan dalam perjanjian Lama sudah tidak berlaku karena sudah ada Perjanjian Baru. Itu akan sangat lucu sekali.

Yesus lahir ke dunia untuk melengkapi dan membenarkan Perjanjian Lama, lalu mengapa kalian tidak mematuhinya. sungguh celakalah kalian.
# Staff Isa dan Islam 2013-11-18 08:21
~
Saudara Addy,

Memang jelas ada jenis-jenis hewan, tidak hanya babi, yang diharamkan dalam Alkitab di zaman Perjanjian Lama. Tahukah saudara bahwa hukum tentang hewan yang haram dan halal baru ada sejak sekitar zaman Nuh. Sebab padamulanya, ketika Allah menciptakan hewan-hewan tidak satupun binatang dibeda-bedakany a dalam kelompok halal dan haram. Melainkan semua ciptaannya itu baik. “Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam” (Taurat Kejadian 1:31).

Padamulanya satu-satunya barang yang haram dimakan manusia hanyalah buah terlarang dalam taman Eden. Dan sejak manusia makan buah terlarang itu manusia jatuh ke dalam dosa. Segenap aspek dalam diri manusia sudah najis dimata Allah. Allah memberikan aturan hewan haram dan halal kemudian hari untuk menegur keserakahan manusia. Allah tidak mengutuki hewan menjadi sebagian haram tetapi Allah menegur keserakahan manusia.
~
Noni
# agus 2013-11-13 13:20
~
Apa-apa yang tercantum dalam Kitab Suci semua agama adalah suatu bentuk untuk menjadikan umat-Nya pada waktu itu untuk taat dan patuh, supaya tidak ada perselisihan. Nah kita sebagai umat nabi terakhir harus patuh dan taat pada Al-Quran dan Al- Hadist..Agama bukan untuk diperdebatkan.t idak ada tawar menawar..
# Staff Isa dan Islam 2013-11-21 22:29
Saudara Agus,

Memang benar bahwa agama bukan untuk diperdebatkan. Agama adalah buatan manusia, tetapi kebenaran mutlak hanya berasal dari Allah. Kitab Suci ada agar Allah dapat menyampaikan maksud-Nya kepada umat-Nya. Kitab Suci yang diturunkan Allah bukan anya Al-Quran, karena Allah pun memerintakan untuk beriman kepada Kitab-kitab terdaulu yaitu Taurat, zabur dan Injil

" Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka, dan katakanlah: "Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri" (Qs 29:46).

Jadi umat Muslim bukan hanya harus taat pada Al-Quran dan Hadist saja, tertapi juga taat pada Kitab-kitab terdahulu juga. Lalu apakah umat Muslim sudah menjalankan perintah Allah tersebut ?
~
Noni
# Putra 2013-11-21 11:56
~
To: Addy,

Bagi saudara pembaca Alkitab pasti akan menemukan ayat dimana babi itu haram. Dan bila pembaca Alkitab membaca secara lengkap akan ditemukan sebab mengapa tidak boleh memakan babi waktu itu.

Namun kami adalah pengikut Isa yang seluruh kisah hidup Isa diteladani dan dituangkan dalam Injil, (Matius 15:11, 18-20) dan bagi Isa bukanlah hal penting makan babi atau tidak. Karena yang dibutuhkan Isa adalah Iman.

Namun jika dengan memakan daging babi itu seseorang menjadi batu sandungan bagi orang lain [terutama di hadapan orang-orang yang mengharamkan babi], maka sebaiknya ia tidak makan babi dihadapan orang tersebut (Injil, Surat Roma 14:21). Hal inilah yang dianjurkan oleh Rasul Paulus (Injil, Surat 1 Korintus 8:13)

To: Agus,

Apakah harus taat terhadap Al-Quran termasuk didalamnya anjuran dari MUI untuk tidak memberikan ucapan selamat hari raya non-Muslim? Atau menganggap agama non-Muslim sebagai kafir?

Semoga hati nurani anda benar-benar ke jalan yang benar.
# mikekabli 2013-11-21 21:08
~
Persoalan di sini, apakah hanya memakan babi akan merusak kesehatan? Jika babi itu kotor hanya karena memakan apa saja, tidakkah ayam juga memakan apa saja termasuk najis?

Jika benar babi dapat merusak kesehatan, mengapa begitu banyak orang yang makan babi sehat-sehat saja. Bahkan banyak bahan vitamin dan vaksin dibuat dari lemak babi.

Semua yang diciptakan Allah bermanfaat bagi manusia. Jika benar Allah mengharmkan sesuatu, ia sudah pasti haram tampa ada istilah darurat.

Contah: Jika Allah mengharamkan membunuh, kenapa jihad dikatakan perbuatan terpuji. Begitu juga zina, jika Allah mengharamkannya kenapa ia dibenarkan semasa perang dalam islam, para parajuritnya dibolehkan mengambil budak untuk sex. Tidakkah ini menunjukkan Allah itu berdusta dan melanggar firman-Nya sendiri.

Mana mungkin Allah yang suci berkelakuan sedemikian rupa. Semua manusia mengaku adanya Allah tapi benarkah Allah yang sejati yang disembah. Semoga Tuhan Yesus memberkati.
# maman 2013-12-04 10:21
~
Kalian berbicara dosa seakan kalian yang menentukan seseorang dosa. Ketika Tuhan menciptakan sesuatu tidak ada yang sia-sia, tinggal manusianya saja.

Sekarang kalau berbicara daging babi haram, memang jelas haram, tapi pertanyaannya apa kita tidak jijik? Sedangkan semua makanan apabila kita jijik memakannya, itu sudah haram. Sedangkan zinah itu haram karena merendahkan derajat manusia daripada hewan.
# Putra 2013-12-13 11:02
~
Sdr. Maman menuliskan "Kalian berbicara dosa seakan kalian yang menentukan seseorang dosa. Ketika Tuhan menciptakan sesuatu tidak ada yang sia-sia, tinggal manusianya saja"

Apabila saya perhatikan, justru kitab suci anda yang menentukan dosa seperti mengharamkan babi. Padahal Tuhan menciptakan sesuatu tidak ada yang sia sia.

Andapun tidak akan merasa jijik ketika tidak sengaja makan bakso babi dan tidak mengetahui apakah itu dari babi atau bukan. Bagaimana dengan vaksin yang mengandung babi? Padahal dalam kadar dan dosis yang tepat justru malah menyehatkan manusia.

- Zinah menjijikan karena merendahkan manusia. Bagaimana dengan Syekh puji, Eyang Subur, Aceng Fikri melakukan poligami dan kawin cerai dalam waktu singkat yang notabene menurut agama yang dianut adalah benar?
# abdullah 2013-12-31 07:32
~
Saya pikir ini adalah pertanyaan yang aneh. Yang jelas ketika Allah SWT memerintahkan sesuatu, di situ pasti ada kebaikannya. Dan ketika Allah melarang sesuatu, pasti di situ pula ada keburukannya bagi manusia.

Untuk itu, orang beriman ketika terdapat perintah atau larangan dari Allah, maka dia tidak akan banyak bertanya: kenapa, kenapa atau kenapa, dan yang ia katakan hanyalah kami mendengar dan kami taat.
# Staff Isa dan Islam 2013-12-31 10:01
~
Saudara Abdullah,

Kami setuju dengan saudara, pertanyaan di atas memang sedikit aneh. Justru karena pertanyaan ini aneh, membuat kami ingin mencaritahu mengapa Allah swt membuat aturan demikian.

Tentang zinah, kami setuju agama manapun melarangnya, dan itu adalah dosa. Bahkan, orang Atheis sekalipun, yang tidak percaya akan Tuhan setuju bahwa zinah itu tidak benar.

Bagaimana dengan daging babi. Benarkah Allah swt dan umat Muslim sungguh-sungguh mengharamkannya ? Ingat, “babi” di sini adalah segala sesuatu yang ada dalam tubuh babi tersebut berarti haram!

Informasi yang kami baca mengatakan ada sebuah vaksin yang proses pembuatannya menggunakan enzim yang berasal dari babi. Vaksin ini bahkan dipakai umat Muslim yang akan naik haji ke Mekkah.

Bila memang benar Allah swt dan umat Muslim mengharamkan babi, mengapa penggunaan vaksin ini diperbolehkan?

Nah, bagaimana tanggan Sdr. Abdullah akan hal itu?
~
Saodah
# abdullah 2014-01-02 13:45
~
Sdr Saodah,

Dalil yang membolehkan: Allah telah menerangkan kepadamu apa-apa yang Ia telah haramkan atas kamu, kecuali kamu dalam keadaan terpaksa. (al-An'am: 119)

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang (yang ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. (QS. 2:173)

Dalil yang tidak membolehkan: “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah melarang berobat dengan sesuatu yang kotor/haram (Diriwayatkan oleh Abu Daawud)

“Sesungguhnya Allah tidak akan menjadikan obat bagi kalian pada sesuatu yang diharamkan kepada kalian”
# Staff Isa dan Islam 2014-01-04 20:45
~
Sdr. Abdullah,

Terimakasih untuk dalil yang saudara kutip.

1. Jadi intinya, larangan yang Allah berikan hanya berlaku bila kondisinya memungkinkan. Sedangkan bila dalam keadaan terpaksa maka larangan tersebut tidak berlaku. Benarkah demikian?

2. Hadist di atas mengatakan Muhammad melarang berobat dengan yang kotor/haram. Kita semua tahu bahwa babi adalah haram. Nah, kembali ke pertanyaan saya sebelumnya tentang orang-orang Islam yang menggunakan vaksin babi. Apakah ini tidak bertentangan dengan hadist tersebut?

Kiranya Sdr. Abdullah tidak keberatan untuk berbagi informasi.
~
Saodah
# Ina 2014-01-02 18:31
~
Allah SWT selalu punya misteri. Inilah ujian-Nya, mana hamba yang patuh walau perintah Allah SWT tidak masuk akal manusia. Seperti perintah-Nya kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelih puteranya yang akhirnya diganti dengan kambing. Itu cara Allah SWT untuk menguji keimanan hamba-Nya.

Sama seperti larangan-Nya yang lain, tetap dipatuhi mesti tidak tau alasannya atau dilanggar? Sudah jelas ada di kitab, kenapa harus berbantah? Jika betul meyakini Tuhan yang dianut, lakukan saja seperti apa yang diperintahkan-N ya, jangan pusing berdebat dosa mana yang lebih besar. Karena keduanya tetap saja dosa.

Tapi itulah manusia. Cari tau boleh, tapi jangan sampai hilang keimanan karena jawaban yang belum ketemu. Itu kenapa akal manusia tidak bisa terus dipakai untuk membahas ini. Pada akhirnya malah menghilangkan keimanan kita. Kalau vaksin, banyak Muslim yang tidak tau yang dipakai itu babi. Negara ini kan mana yang bisa dikorupsi ya korupsi.
# Staff Isa dan Islam 2014-01-04 20:46
~
Saudara Ina,

Terimakasih untuk penjelasan saudara di atas. Tapi maaf, kami tidak melihat hubungan dari penjelasan saudara tersebut dengan topik di atas yang sedang dibahas.

Jadi, menurut Sdr. Ina, manakah yang lebih berdosa, mengkonsumsi babi atau berzinah?

Terimakasih!
~
Sadaoh
# jojo 2014-01-07 05:43
~
Tetapi Isa Al-Masih menyatakan bahwa "Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang" (Injil, Rasul Besar Matius 7:20-23).

Jadi kalau saya boleh menggambarkan, kalau orang makan hasil korupsi, tidak berakibat apa-apa ya? Korupsi adalah sesuatu yang kotor, kalau dimakan pun tidak ikut membikin orang itu menjadi kotor. Kalaupun orang tua yang korupsi, apabila yang memakan hasil korupsinya adalah anak-anaknya yang tidak berdosa, berarti sama saja dengan memakan harta yang halal. Begitukah yang ingin disampaikan Injil?
# Staff Isa dan Islam 2014-01-08 14:58
~
Saudara Jojo,

Menurut kami artikel di atas sangat jelas. Membahas tentang makan babi. Juga ayat yang saudara kutip sangat jelas, mengatakan bahwa yang menajiskan seseorang bukan apa yang dimakannya, tetapi yang keluar dari hatinya.

Seseorang sebelum makan uang hasil korupsi, tentu dia berpikir untuk melakukan korupsi dulu, bukan? Nah, ketika dia berpikir untuk korupsi, dia sudah berdosa. Jadi, apakah dia makan uang hasil korupsi itu atau tidak, dia sudah berdosa.

Bila Anda sudah tahu bahwa apa yang saudara makan adalah hasil curian, apakah Anda akan tetap memakannya? Bukankah firman Allah mengatakan “Jangan mencuri” (Taurat, Kitab Keluaran 20:15), lalu mengapa saudara harus mencobai firman Allah?
~
Saodah
# jojo 2014-01-10 05:45
~
Staf IDI,

Belum tentu yang memakan hasil korupsi itu pelaku korupsinya secara langsung Yang saya tekankan adalah pada objeknya. Kalau barang sudah kotor, apakah bisa menjadi bersih? Tentu tidak, kecuali dikembalikan kepada yg berhak.
# Staff Isa dan Islam 2014-01-13 13:31
~
Saudara Jojo,

Kami jadi bingung dengan komentar saudara. Jelas sebuah “objek” tidak dapat membuat seseorang berdosa.

Contoh seperti yang saudara sebutkan di atas, seseorang yang bukan pelaku korupsi ikut menikmati uang korupsi. Bila dia sudah tahu uang itu adalah hasil curian, jelas dia juga ikut berdosa!

Tapi, yang membuat dia berdosa bukan “uang” curian itu. Melainkan “hasrat/keingin an” dia untuk ikut mengambil uang curian tersebut! Ingat, dia ikut menikmati. Dengan kata lain, dia ikut memiliki uang tersebut. Hal ini sama saja dia ikut mencuri walau tidak secara langsung.

Semoga saudara dapat memahami penjelasan di atas, dan jangan sekali-kali memberi anak isteri saudara makan uang hasil korupsi! Atau, jangan sampai saudara ikut menikmati uang hasil curian orang lain.
~
Saodah
# panss 2014-01-17 05:07
~
Yang pasti keduanya haram. Kita tidak perlu mengetahui kenapa Allah mengharamkan babi. Kita tinggal menjauhi saja mana yang dilarang-Nya dan menjalani perintah-Nya.
# Staff Isa dan Islam 2014-01-21 12:25
~
Saudara Panss,

Prinsip saudara tersebut baik. Namun kebanyakan manusia beragama salah kaprah. Melakukan yang satu dan mengabaikan yang lain. Celakanya lagi malah menghakimi orang lain dan terus menyatakan diri paling benar. Kita harus membuang jauh-jauh cara beragama seperti itu. Kemudian Allah memberikan kita akal budi bukan untuk disimpan tetapi dipakai untuk menyelidiki kehendak Allah. Jadi jangalah berpikiran tidak perlu mengetahui alasan Allah mengharamkan atau melegalkan sesuatu.
~
Noni
# anyau 2014-01-24 14:34
~
Sebenarnya yang ada di pikiran dan pemahaman kalian itu salah. Sebenarnya dalam ayat Al-Quran dan kitab-kitab lainnya tidak ada menuliskan untuk memakan daging apa pun. Tapi karena sudah diterjemahkan oleh manusia menjadi melenceng.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-17 07:39
~
Saudara Anyau,

Kami menghargai tulisan saudara. Tentu alangkah lebih baik bila saudara menjelaskan dengan menunjukkan bukti-bukti tertulis.

Al-Quran menuliskan, "Diharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, yang disembelih atas nama selain Allah..." (Qs 5:3).

Ayat di atas menjelaskan bahwa daging babi dapat disembelih asalkan atas nama Allah. Nah, kalau boleh tahu, bagaimana terjemahan yang benar dari kitab-kitab yang ada di dunia ini?
~
Salma
# mpc 2014-02-09 22:00
~
Dalam Islam keduanya diharamkan. Dilihat dari hukum Al-Quran para pezina langsung dihukum dengan tegas seperti hukum rajam. Hal itu menunjukkan bahwa zina merupakan dosa. Sementara dalam Islam untuk mengkonsumsi babi itu diharamkan karena lebih besar efek negatifnya daripada efek positifnya. Seperti yang kita tahu terdapat cacing pita. Selain itu, babi termasuk hewan kategori kotor dan menjijikan.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-17 07:49
~
Saudara MPC,

Kami setuju bahwa perzinahan dilarang. Tetapi bagaimana dengan memakan daging babi?

Al-Quran menuliskan, "Diharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, yang disembelih atas nama selain Allah..." (Qs 5:3).

Berarti daging babi halal disembelih bila atas nama Allah. Ini sangat bertolak belakang dengan pandangan Islam umumnya, bukan? Bagaimana saudara menjelaskan ini?
~
Salma
# evita 2014-02-15 18:50
~
Yang penasaran, mengapa agama lain senang sekali makan babi?
# Staff Isa dan Islam 2014-02-17 08:04
~
Saudara Evita,

Apa yang terpikirkan oleh saudara ketika agama lain dapat memakan daging babi? Tentu ada dasar dari rasa penasaran saudara, bukan?

Tetapi Isa Al-Masih bersabda, "Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang" (Injil, Markus 7:15-23).

Jadi, bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan seseorang (makanan), tetapi hati.
~
Salma
# pansss 2014-02-17 04:50
~
Buat Staf Isa dan Islam,

Jadi, harus memakai akal untuk mencari tahu apa saja kehendak Allah.

Jadi dalam pembahasan ini, anda selalu memaksakan babi itu halal apalagi buat umat Kristen. Bagaimana dengan agama Kristen Advent (umat Yesus) yang mengharamkan makan hewan yang berdarah apa lagi babi yang sudah jelas-jelas berdarah?

Lalu mengapa kopi diharamkan buat Kristen Advent (umat Isa)? Padahal menurut anda, masakan apapun yang dimasak secara higienis sudah pasti bisa dimakan atau halal menurut anda.

Coba pikir secara akal sehat.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-17 08:49
~
Saudara Pansss,

Allah sudah menyatakan kehendak-Nya dalam kitab suci Taurat, Zabur, dan Injil. Kita dapat mempelajarinya.

Taurat memang melarang bangsa Israel untuk memakan daging babi. Dan sesungguhnya halal atau haram adalah berkaitan dengan maksud Allah untuk menguduskan umat-Nya.

Setelah Isa Al-Masih datang ke dunia, Dialah yang menjadi jalan untuk mencapai kekudusan, bukan dengan menghindari makanan tertentu. Karena dalam Isa Al-Masih sudah terpenuhi semua hukum untuk menguduskan umat-Nya.

Isa Al-Masih bersabda, "...bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur" (Injil, Rasul Besar Lukas 24:44). Ini termasuk hukum-hukum tentang makanan.

Kristen Advent memiliki pandangan tersendiri mengenai hal ini. Tetapi bagi Kristen Advent makanan bukan usaha untuk mencapai kekudusan. Hal ini lebih menitikberatkan kepada kesehatan.
~
Salma
# garido 2014-02-17 08:57
~
Saya heran larangan makan daging babi diperjuangkan mati-matian. Sementara yang pasti buat dosa besar, biasa-biasa saja. Contoh, Islam mengesahkan laki-laki kawin semau-maunya.

Ajaran yang sulit dipahami. Makan daging babi haram hukumnya, tapi dalam keadaan terpaksa boleh memakannya. Bagaimana ini?
# nyaman 2014-02-17 13:09
~
Selamat Siang Saudara Sekalian,

Saya mau menyinggung sedikit tentang komen yang ada di atas. Dan di bagian jawaban dalam penyebutan melarang daging babi untuk di konsumsi tidak disebutkan secara lengkap di Al-Quran dalam penyebutannya.

Misal, Qs 6:145 dalam surat apa? Sedangkan di bagian jawaban untuk Alkitab penyebutannya lengkap. Contoh, Injil, Rasul Besar Matius 7:20-23 sehingga mudah mengecek kebenaranya. Sebab Al-Quran banyak nama surat-surat seperti surat Al Baqarah. Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-18 17:10
~
Saudara Nyaman,

Qs 6:145 adalah sura Al An'aam.

Isi sura tersebut demikian, "Katakanlah: 'Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi - karena sesungguhnya semua itu kotor - atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa, sedang dia tidak menginginkannya dan tidak melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'"

Bagaimana menurut saudara mengenai ayat di atas?
~
Salma
# mpc 2014-02-18 21:12
~
"Diharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, yang disembelih atas nama selain Allah..." (Qs 5:3). Sedikit diralat "Diharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah..." Yang anda tulis itu berbeda maksud, dijelaskan dengan sangat jelas daging babi (koma) itu menjelaskan satu hewan, kemudian daging hewan yang disemblih atas nama selain nama Allah termasuk ayam sekalipun akan haram hukumnya bagi kami. Intinya anda jangan mengurangi dan menambahkan arti, dan saya juga yakin anda sudah cukup jelas dengan ayat tersebut.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-13 14:30
~
Saudara MPC,

Menarik sekali. Tetapi bukan itu inti yang kami sampaikan. Ayat di atas sepertinya memberikan ijin menyembelih daging babi apabila atas nama Allah. Tidakkah ini bertentangan dengan pandangan umum umat Islam? Bagaimana saudara menjelaskan ini?
~
Salma
# indah 2014-02-24 14:14
~
Imamat 11:7-8, ”Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binata ng itu janganlah kamu makan dan bangkainya janganlah kamu sentuh; haram semuanya itu bagimu.”

Ulangan 14:8, ”juga babi hutan, karena memang berkuku belah, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binata ng itu janganlah kamu makan dan janganlah kamu terkena bangkainya.”

Babi halal? Melawak saja!
# Staff Isa dan Islam 2014-03-13 14:45
~
Saudara Indah,

Menurut kami, halal atau tidak halal itu berkaitan dengan kenajisan, bukan? Nah, menurut saudara, manakah yang lebi najis makan daging babi atau berzinah?

Uniknya, sepertinya Al-Quran memperbolehkan menyembelih daging babi bila atas nama Allah (Qs 5:3). Bagaimana saudara menjelaskan ini?
~
Salma
# Hamba allah 2014-02-24 16:10
~
Cetakan 1991. Imamat 11:7-8, ”Demikian juga babi, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak, haram itu bagimu.”

Alkitab cetakan lama tahun 1941. Imamat 11:7-8, ”Dan lagi babi, karena soenggoehpon koekoenja terbelah doewa, ija itoe bersiratan koekoenja, tetapi tiada ija memamah bijak, maka haramlah ija kapadamoe. Djangan kamoe makan daripada dagingnja dan djangan poela kamoe mendjamah bangkainja, maka haramlah ija kapadamu.”

Babi haram!
# Staff Isa dan Islam 2014-03-13 14:54
~
Saudara Hamba Allah,

Kami setuju dengan ayat-ayat itu bahwa pada masa itu babi diharamkan. Tetapi sesungguhnya Isa Al-Masih menegaskan bahwa "bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang" (Injil, Rasul Besar Matius 15:11).

Uniknya, Al-Quran sepertinya memperbolehkan menyembelih daging babi (Qs 5:3). Tidakkah ini bertentangan dengan pandangan umum umat Islam? Bagaimana saudara menjelaskan ini?
~
Salma
# panss 2014-02-24 17:33
~
Buat Garido,

Konteks ini dibahas tentang haramnya makan babi. Jadi, sudah sewajarnya umat Muslim memperjuangkan. Tapi jika anda ingin membahas laki-laki yang bisa kawin lebih dari 1 saya akan meladeni.

Dalam ajaran Islam lelaki bisa poligami dan diharamkan jika dia tidak bisa memenuhi syarat. Yaitu dia harus mendapat ijin dulu dari istrinya, kemudian dia mampu berbuat adil, lahir dan batin terhadap istri-istrinya dan itu merupakan sesuatu yang sangat sulit. Lalu yang terahir dia mampu menafkahi semua istri-istrinya.

Lebih baik menikah yang sah dari pada berzinah. Dan saya ingin bertanya kepada anda, bapak Garido. Bagamaina dengan umat Kristen yang gemar melakukan kumpul kebo (tinggal bareng tapi tidak menikah)? Bukankah itu zinah?
# Staff Isa dan Islam 2014-03-13 15:02
~
Saudara Panss,

Perzinahan itu adalah dosa. Dan kumpul kebo bertentangan dengan ajaran Isa Al-Masih. Menurut kami, orang yang melakukan itu bukan pengikut Isa Al-Masih sejati. Bila ia melakukan itu, maka ia tidak mengasihi Allah dan mengasihi manusia yang merupakan ajaran Isa Al-Masih.

Tetapi kami ingin meminta pendapat saudara ayat berikut ini. "Diharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, yang disembelih atas nama selain Allah..." (Qs 5:3). Sepertinya Al-Quran memberikan ijin untuk menyembelih daging babi asal atas nama Allah. Bagaimana menurut saudara?
~
Salma
# imani 2014-02-25 13:42
~
To: Admin,

Kata anda, "Setelah Isa Al-Masih datang ke dunia, Dialah yang menjadi jalan untuk mencapai kekudusan, bukan dengan menghindari makanan tertentu. Karena dalam Isa Al-Masih sudah terpenuhi semua hukum untuk menguduskan umat-Nya."

Jadi, anda meninggalkan hukum-hukum Perjanjian Lama?
# Staff Isa dan Islam 2014-03-13 15:34
~
Saudara Imani,

Tampaknya saudara tidak membaca dengan teliti tulisan kami. Pengikut Isa Al-Masih tetap memelihara hukum Perjanjian Lama seperti 10 perintah Allah. Tetapi mengenai makanan, Isa Al-Masih memberikan pengertian bahwa "bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang" (Injil, Rasul Besar Matius 15:11).
~
Salma
# seseorang 2014-03-05 19:39
~
Tonton tayangan ini. Semoga dipikir-pikir lagi sebelum makan babi.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-13 15:48
~
Saudara Seseorang,

Terimakasih untuk link yang saudara berikan. Tetapi maaf, dengan terpaksa kami harus menghapusnya karena tidak sesuai dengan ketentuan situs ini.

Menurut kami, tayangan tersebut sangat menarik dan menjadi informasi berharga dampak dari memakan daging babi. Tetapi inti dari artikel di atas adalah bagaimana membersihkan kotoran dosa dari hati kita.

Makanan tidak membawa kita lebih saleh atau kudus atau suci. Tetapi berzinah sudah pasti membuat hati kita kotor, bukan? Karena itu, pertanyaannya adalah makan babi atau berzinah yang lebih dibenci Allah?
~
Salma
# Hendri hendri 2014-03-09 23:13
~
Semua makanan sekarang banyak yang haram. Sayur sudah disemprot pestisida. Binatang ternak disuntik atau diberi makanan agar cepat pertumbuhannya. Yang halal itu selalu berdoa dan bersyukur dalam melakukan apapun agar disucikan dan diberkati.
# akrom 2014-03-10 17:50
~
Apa Yesus itu Tuhan?
# Staff Isa dan Islam 2014-03-13 15:54
~
Saudara Akrom,

Terimakasih atas kesediaan saudara berkunjung dan memberikan komentar pada situs kami. Tetapi maaf, komentar saudara tidak berhubungan dengan artikel di atas.

Kami menyarankan saudara mengunjungi link ini http://tinyurl.com/8abrx5t untuk mengetahuinya.
~
Salma
# Jarwo 2014-03-10 22:13
~
Untuk Akrom,

Pertanyaan anda telah terjawab di tema lain bukan di tema ini.

Untuk Semua Muslim,

Bahwasanya orang Muslim mengetahui dan melaksanakan perintah Al-Quran berkaitan segala aturan makanan halal atau haram. Sebenarnya aturan tersebut sudah ada sebelum Islam itu ada. Dan orang Yahudilah yang pertama kali menerapkan aturan-aturan masalah makanan itu dari nabi mereka yakni Musa.

Tetapi dalam versi Injil PB yang dibenci Allah bukan apa yang kita makan tapi apa yang dipikirkan, diucapkan, maupun perbuatan, termasuk orang yang tidak percaya, tidak punya iman, yang selalu khawatir, orang yang meragukan firman Tuhan, sudah termasuk dosa. Bahkan orang yang tidak percaya Yesus bisa dikategorikan berdosa.
# pannsss 2014-03-11 07:01
~
Buat Jarwo,

Ya, kami sebagai umat Muslim sudah tahu bahwa umat Yahudi yang lebih dulu menerapkan haram dan halal makanan. Kita umat Muslim meneruskan apa yang sudah di tentukan Allah jauh dari diri zaman rasul Muslim. Apakah anda tahu arti kata 'penyempurna'?

Muhammad menyempurnakan segala sesuatu dari agama sebelumya. Dengan cara mengambil yang positif dan membuang yang negatif (melenceng dari aturan Allah). Begitu pula dengan halal dan haramnya makanan. Itu merupakan sesuatu yang positif yang wajar diambil untuk penyempurna.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-13 16:07
~
Saudara Pannsss,

Menarik sekali tulisan saudara. Bila Muhammad menyempurnakan dengan cara mengambil yang positif dan membuang yang negatif, maka itu bukan penyempurna, melainkan pemilah. Memilah yang baik dan yang tidak baik.

Dan kalau boleh tahu, ajaran apa yang disempurnakan Muhammad dari kitab-kitab sebelumnya?
~
Salma
# Jarwo 2014-03-11 13:27
~
Untuk Pannsss,

Bahwasanya makna Islam sebagai agama "penyempurna" seharusnya harus merujuk pada kitab-kitab sebelumnya dan itu sudah ada di dalam Al-Quran. Tapi masalahnya dalam Al-Quran dalam ayat yang lain telah menuduh bahwasanya Injil telah dipalsukan, dan menurut saya Al-Quran tidak konsisten.

Jadi, kalau Al-Quran sudah berani menuduh, jangan sampai umat Islam mengutip atau mencontoh ayat-ayat dalam Injil walau satu ayat pun, termasuk makanan halal/haram. Karena hukum tersebut sudah menjadi salah satu hukum milik orang Yahudi (baca PL kitab Imamat dan Keluaran).
# wiwiek 2014-03-12 13:53
~
Tuhan tidak membeci ciptaan-Nya.Tap i kalau anda mengerti reinkarnasi, anda akan tahu bahwa ada binatang yang hakikatnya "tercipta" dari perbuatannya sendiri. Itulah hakikat binatang yang hina. Dan kalau binatang itu anda makan, jelas akan berpengaruh kepada pribadi anda sendiri. Tuhan "menjaga" saudara.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-13 16:13
~
Saudara Wiwiek,

Menarik sekali tulisan saudara. Kalau boleh tahu, konsep reinkarnasi mana yang saudara gunakan? Hal ini kami tanyakan agar kami tidak menduga-duga.

Dan bagaimana menurut saudara, manakah yang lebih dibenci Allah, makan babi atau berzinah?
~
Salma
# rayyan 2014-03-12 21:51
~
Kebanyakan kata khinzir memang diartikan sebagai babi. Tapi khinzir juga bisa berarti daging yang tercemar. Jadi, selama babi diternakan secara higienis dan proses penyembelihanny a sesuai, maka babi halal. Selama ini babi haram karena proses pengolahannya tidak sesuai (tidak disembelih dengan nama Alloh). Sementara zinah adalah perbuatan yang keji.

Wallohu alam
# Staff Isa dan Islam 2014-03-13 16:21
~
Saudara Rayyan,

Menarik sekali tulisan saudara. Tampaknya saudara memiliki pemahaman yang lebih baik atas Qs 5:3. Dan kami setuju bahwa zinah adalah perbuatan yang keji.
~
Salma
# pansss 2014-03-13 04:56
~
Buat Jarwo,

Dipalsukan bukan berarti semua yang di dalam kitab itu palsu. Karena yang ada di kitab tersebut bukan hanya satu ayat. Maka dari itu hanya hal-hal yang benarlah yang diambil Al-Quran dari kitab lain sebagai penyempurna.

Kamipun umat Muslim tidak mencontohi ataupun mengutip isi dari kitab-kitab lain. Karena kitab kami hanya satu, tidak seperti kalian yang begitu banyak kitab, dan yang lain dari kitab-kitab kalian malah bertentangan. Contoh Injil Barnabas yang menyatakan Isa tidak disalib.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-13 16:30
~
Saudara Pansss,

Menarik sekali tulisan saudara. Menurut kami, jelas tulisan saudara sangat tendensius. Ini sangat jelas dari pernyataan saudara 'hanya hal-hal yang benar yang diambil Al-Quran sebagai penyempurna'.

Kami justru bingung bahwa kitab penyempurna malah mengambil dari kitab lain hal-hal tertentu saja yang sesuai dengan kepentingannya. Tidakkah ini mengherankan? Dan kalau boleh tahu, ajaran apa yang disempurnakan Al-Quran dari kitab lain?
~
Salma
# mohammad hisyam 2014-03-13 22:04
~
Anda telah mengatakan makan babi haram itu berlaku bagi umat Israel pada zaman dahulu, dan tidak untuk diterapkan pada masa sekarang. Atas dasar apa anda bisa mengatakan begitu? Tolong sebutkan kitab dan ayatnya?
# Staff Isa dan Islam 2014-03-15 06:29
~
Saudara Mohammad Hisyam,

Dengan semakin meningkatnya kesadaran dan pengetahuan manusia tentang kesehatan, makan daging babi bukan lagi soal aturan dan hukum agama, tetapi soal kesehatan.

Isa Al-Masih bersabda, "'...Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?' Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal" (Injil, Rasul Besar Markus 7:18-19).

Tetapi sesungguhnya yang menajiskan manusia adalah hatinya. Menurut saudara, manakah yang lebih dibenci Allah, makan daging babi atau berzinah?
~
Salma
# front pembela injil 2014-03-14 13:19
~
Sudah jelas makan babi dilarang, tapi dengan logikanya mereka beranggapan bahwa jasmani tidak najis tapi rohani yang najis, memakai dalil dari Alkitab lagi. Kalian Nasrani agama rekayasa. Pakailah logika kalian secara turun-temurun.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-15 06:38
~
Saudara Front Pembela Injil,

Bukankah yang menjadi dasar seseorang mengetahui kebenaran adalah kitab suci? Dasar kami jelas. Sebab memang sabda Isa Al-Masih menyatakan demikian.

"'...Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?' Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal" (Injil, Rasul Besar Markus 7:18-19).

Jadi, bukan makanan yang menajiskan manusia, tetapi hati. "Sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan" (Injil, Rasul Besar Markus 7:21-22).

Manakah yang lebih dibenci Allah, makan daging babi atau berzinah?
~
Salma
# Staff Isa dan Islam 2014-03-24 06:44
~
Saudara Yosep, Boim, Reza, Rimba,

Kami berterimakasih atas kesediaan saudara mengunjungi situs kami juga memberikan komentar. Namun maaf, dengan terpaksa kami harus menghapus komentar-koment ar saudara karena tidak sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan.

Pedoman wajib untuk memasukkan komentar:
1. Tidak boleh memakai lebih dari satu kolom komentar.
2. Pertanyaan/masu kan harus berhubungan dengan uraian diatas.
3. Sebaiknya satu atau dua pertanyaan dalam satu kolom komentar.
4. Hanya menggunakan bahasa Indonesia yang umum dan dimengerti semua orang.
5. Tidak memakai singkatan-singk atan, misalnya yg, dlm, sdh, tdk, dlsbgnya.
6. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
7. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.

Untuk pertanyaan/masu kan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .
Kiranya petunjuk-petunj uk di atas dapat kita perhatikan.

Demikian, kiranya saudara dapat maklum.
~
Salma
# Staff Isa dan Islam 2014-03-24 06:47
~
Saudara Mohammad Hisyam, Andri, dan Rober,

Kami berterimakasih atas kesediaan saudara mengunjungi situs kami juga memberikan komentar. Namun maaf, dengan terpaksa kami harus menghapus komentar-koment ar saudara karena tidak sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan.

Pedoman wajib untuk memasukkan komentar:
1. Tidak boleh memakai lebih dari satu kolom komentar.
2. Pertanyaan/masu kan harus berhubungan dengan uraian diatas.
3. Sebaiknya satu atau dua pertanyaan dalam satu kolom komentar.
4. Hanya menggunakan bahasa Indonesia yang umum dan dimengerti semua orang.
5. Tidak memakai singkatan-singk atan, misalnya yg, dlm, sdh, tdk, dlsbgnya.
6. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
7. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.

Untuk pertanyaan/masu kan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .
Kiranya petunjuk-petunj uk di atas dapat kita perhatikan.

Demikian, kiranya saudara dapat maklum.
~
Salma
# randy 2014-03-25 13:09
~
Untuk Staff IDI,

Bagaimana pencerahannya? Kata Yesus hal lahiriah lebih penting dari batiniah. Apa maksudnya?
# Staff Isa dan Islam 2014-03-26 15:26
~
Saudara Randy,

Menarik sekali pertanyaan saudara. Kami baru mengetahui bahwa Isa Al-Masih lebih menekankan hal lahiriah dibandingkan batiniah. Bolehkah kami tahu mengenai hal itu? Tertulis dimanakah dalam Injil? Dan bagaimana pendapat saudara, manakah yang dibenci Allah, berzinah atau makan daging babi?
~
Salma
# widodo 2014-03-27 23:50
~
Sebaiknya staff Isa Islam belajar kebenaran yang lebih universal daripada membatasi dirinya kepada logika yang sempit di dalam "ajarannya" sendiri. Tuhan tidak membenci ciptaannya sendiri. Kalau anda mempelajari reinkarnasi, maka anda akan tahu bahwa binatang itu "tercipta" dari sifat dan perilaku manusia itu sendiri, dengan izin Allah.Orang yang berjiwa babi akan masuk ke dalam binatang babi. Dan jelas kalau anda makan, akan mempengaruhi jiwa dan perilaku saudara. Tuhan melarang makan babi untuk melindungi saudara.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-04 01:05
~
Saudara Widodo,

Terimakasih atas perhatian saudara. Mengenai tulisan saudara, hal yang sama juga sudah disampaikan saudara Wiwiek. Saudara dapat membaca tanggapan kami di sana.

Namun, sedikit tambahan saja. Makanan sehat tentu bermanfaat bagi tubuh, tetapi bukan berarti makanan membuat kita lebih kudus atau suci, bukan? Bila saudara diperhadapkan dengan satu pertanyaan, manakah yang lebih dibenci Allah, makan daging babi atau berzinah? Bagaimana saudara menjawabnya?
~
Solihin
# wiwiek 2014-03-27 23:58
~
Analoginya mungkin seperti kartu ATM. Bank mengeluarkan kartu ATM untuk nasabahnya. Kartu ATM itu akan tertelan apabila anda salah memasukkan PIN sampai 3 kali. Apakah bank membenci nasabahnya sendiri? Kalau anda mengerti bahwa uang itu adalah uang anda, kartunya kartu anda yang diciptakan oleh bank, tentu tidak, bukan? Tindakan bank itu untuk melindungi anda sendiri.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-04 01:06
~
Saudara Wiwiek,

Sesungguhnya yang menjadi persoalan adalah bukan baik atau tidaknya, melainkan orang yang memakan daging babi dianggap najis. Bukankah Abu Huraira, seorang pakar Islam, mengakuinya? Dalam pengertian ini termaktub adanya satu konsep kenajisan, bukan melindungi diri.

Makanan tidak membuat manusia lebih kebal terhadap dosa. Tetapi menjaga hati dengan seksama dapat menghindari manusia dari dosa. Karena itu, kita perlu menjawab dengan jujur, manakah yang lebih dibenci Allah, makan daging babi atau berzinah? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# randy 2014-03-28 11:31
~
Di dalam Taurat ada larangan memakan babi dan darah. Di dalam Injil diharamkan memakan najis, sedangkan ketika Yesus masih ada di bumi ia melarang. "Tidak ada setitik dari Taurat yang kubatalkan.” Sekarang makan babi dihalalkan bagi paus dan staff IDI dengan dalih bahwa najis rohaniah lebih bahaya daripada najis jasmaniah. Logika manusia atau Injil atau Taurat yang dipakai?
# Staff Isa dan Islam 2014-04-04 01:07
~
Saudara Randy,

Pengertian saudara tentang ayat itu akan jauh lebih baik bila saudara mengutip ayat yang saudara maksud dengan benar dan menyeluruh. Kami akan membantu saudara dalam hal ini.

“Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi” (Injil, Rasul Besar Matius 5:18).

Mohon perhatikan kalimat yang kami garis bawah. Pertanyaannya adalah kapan semuanya terjadi? Semuanya terjadi ketika Isa Al-Masih mati di kayu salib. Maka setelah kebangkitan Isa Al-Masih, Ia bersabda, "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur" (Injil, Rasul Lukas 24:44).

Mengapa harus mempersoalkan makanan bila hal yang esensi, yaitu keselamatan manusia, telah dituntaskan Isa Al-Masih di kayu salib? Bagi saudara, mana jauh lebih dibenci Allah, berzinah atau memakan daging babi?
~
Solihin
# edo 2014-03-28 11:36
~
Ketika nabi Adam dan Hawa memakan buah khuldi. Dia telah mengetahui larangan untuk memakan buah tersebut. Datang Iblis merayu bahwa dengan memakan buah khuldi akan menjadi kekal. Dan nabi Adam terbujuk oleh rayuannya. Mengapa Allah menciptakan buah khuldi? Ternyata itu adalah pelajaran ketaqwaan kepada manusia. Bagaimana dengan babi?
# Staff Isa dan Islam 2014-04-04 01:07
~
Saudara Edo,

Sebuah penjelasan yang baik sekali dan masuk akal. Kami tertarik untuk mengetahui lebih lanjut. Karena saudara berhenti pada pertanyaan dan belum memaparkan penjelasan saudara terkait hal itu.
~
Solihin
# panssss 2014-03-31 00:38
~
Buat Staff IDI,

Apakah anda tidak mengerti makna kata penyempurna? Penyempurna berarti mengambil hal-hal yang benar dan positif. Dan itu bukan hanya untuk kepentingan Al-Quran sendiri, tapi untuk kepentingan umat manusia.

Contoh, haramnya makan babi dari Taurat tapi diubah lagi di Injil, dan diharamkan lagi di Al-Quran karena efek dari makan babi itu banyak yang merugikan. Yang saya ingin katakan pada anda, jika anda tidak mengerti apa makna kata penyempurna, maka lebih baik anda kembali lagi di sekolah dasar.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-04 01:08
~
Saudara Pansss,

Definisi saudara tentang penyempurna tampaknya harus saudara tinjau ulang. Definisi yang saudara berikan bukan arti dari penyempurna. Penyempurna adalah proses, cara, perbuatan menyempurnakan. Definisi saudara lebih tepat adalah memilah. Memilah memiliki arti memisah atau membagi. Memilah yang benar dari yang tidak benar atau mengambil yang positif dari yang negatif.

Al-Quran tidak menyempurnakan apa-apa dari Taurat dan Injil. Al-Quran hanya mengutip yang sudah ada dalam Taurat dan Injil, termasuk tentang makan daging babi yang tertulis dalam Taurat. Yang membuat kami terkejut adalah nabi saudara sesungguhnya tidak melarang memakan daging babi asalkan disembelih atas nama Allah. "Diharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, yang disembelih atas nama selain Allah..." (Qs 5:3). Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# Kang Aryo 2014-03-31 03:16
~
Berhubung larangan memakan babi ada dalam Alkitab Perjanjian Lama (Imamat 11:7), maka Alkitab Perjanjian Lama sudah tidak berlaku. Apa benar begitu IDI?

Saudara Gamaan,

Mengapa masih di simpan Alkitab terbitan tahun 1968, terbitan 1979, terbitan pada 1990, terbitan pada 2008? Kalau "babi hutan" itu hidupnya di hutan, kalau "babi" itu di ternak, berhubung tahun 2008 babi hutan sudah langkah yang dilarang "babi hutan".

Saudara IDI,

Mengapa bisa dari "babi hutan" ke "babi" lalu "babi hutan" lagi? Selamanya keyakinan umat Kristen dan umat Islam tidak akan ada titik temu. Dengan kejernihan hati dan pikiran, semoga Allah memberikan hidayah-Nya.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-04 01:09
~
Kang Aryo,

Sesungguhnya terlalu cepat membuat kesimpulan tanpa ada pernyataan jelas adalah sebuah kekeliruan. Kami tidak pernah menyatakan membatalkan Taurat. Justru kami menyatakan bahwa Isa Al-Masih telah menggenapi seluruh yang tertulis dalam Taurat. Menggenapi dengan membatalkan, tentu berbeda, bukan?

Persoalan sesungguhnya bukan terletak pada redaksi, tetapi arti. Umat Islam memandang bahwa orang yang memakan daging babi najis. Padahal kita tidak bisa menjamin orang yang tidak makan daging babi tidak najis. Seharusnya kita dapat bersikap dengan jujur dan merenungkan pertanyaan ini. Manakah yang lebih dibenci Allah, berzinah atau memakan daging babi?
~
Solihin
# teman yesus 2014-04-01 15:15
~
Imamat 11:7 itu maksudnya apa? Babi halal atau haram? Sesuatu yang enak bagi manusia, dilarang oleh Tuhan. Babi haram dimakan untuk meminimalisasi dosa-dosa berikutnya. Makan babi, biasanya dinetralisasi dengan alkohol. Alkohol membuat mabuk, memicu perbuatan maksiat lain, mencuri, membunuh, berzinah.

Jangan sepelekan larangan Tuhan. Umat Kristen seperti peringatan pada iklan rokok: merokok membunuhmu. Tapi rokok tetap laris manis. Makan babi menjerumuskanmu . Tapi Kristen cuek. Markus 7:15-23, anda salah pemahaman. Jika itu anda pahami sebagai babi, maka ayat itu bertentangan dengan Imamat 11:7.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-04 01:10
~
Saudara Teman Yesus,

Tulisan saudara mengingatkan kami pada salah satu penggunaan gaya bahasa (majas) hiperbola. Pengungkapan yang melebih-lebihka n kenyataan sehingga kenyataan tersebut menjadi tidak masuk akal. Apakah saudara dapat menjamin bahwa orang yang tidak makan daging babi tidak akan mabuk, tidak memicu perbuatan maksiat lain, tidak mencuri, tidak membunuh, dan tidak berzinah?

Menurut kami, esensinya bukan terletak pada makanan, tetapi hati. Saudara tidak makan daging babi, tetapi hati saudara menyimpan dendam, pikiran kotor, perzinahan, percabulan, tidakkah itu sangat dibenci Allah? Maka perlu ada kejujuran hati nurani dalam diri kita saat menjawab, manakah yang lebih dibenci Allah, berzinah atau makan daging babi?
~
Solihin
# ryuzaki90 2014-04-02 14:40
~
Di Alkitab dikatakan bahwa ada seseorang yang dirasuki begitu banyak setan (ratusan atau ribuan). Kemudian Yesus mengusir setan-setan itu dan dimasukkan ke tubuh kawanan babi. Makanya sampai sekarang Iblis benci dan trauma sama babi dan melarang pengikutnya untuk memakan babi.
# tyo nur 2014-04-03 15:33
~
Keduanya adalah haram hukumnya. Setelah saya baca komentar yang membuat artikel ini, semua saya anggap salah. Anda bukan Tuhan. Tak usah anda mengarang-ngara ng untuk menghalalkan apa yang telah diharamkan. Ingat, Tuhan lebih tahu dibanding anda.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-04 01:11
~
Saudara Tyo Nur,

Kami setuju dengan saudara bahwa Tuhan lebih tahu. Tentu Tuhan lebih tahu bahwa berzinah lebih dibenci dibandingkan memakan daging babi, bukan? Bila menurut saudara, memakan daging babi adalah haram, beranikah saudara menjamin bahwa orang yang tidak memakan daging babi memiliki hidup lebih baik? Tidak memunyai rasa dendam, sabar, tidak sombong, tidak ada iri dan dengki, tidak memiliki pikiran kotor, dan sebagainya.

Dan bila menurut saudara menyembelih daging babi haram, maka saudara perlu memeriksa kembali Al-Quran. "Diharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, yang disembelih atas nama selain Allah..." (Qs 5:3). Dengan kata lain, nabi saudara memperbolehkan menyembelih daging babi asalkan atas nama Allah. Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# Staff Isa dan Islam 2014-04-03 23:47
~
Saudara Gindal Tjoeroep,

Kami senang saudara sangat aktif memberikan komentar pada situs kami. Tentu ini yang kami harapkan. Walaupun demikian, kiranya saudara tetap memerhatikan ketentuan yang telah dibuat situs kami. Bahwa komentar sebaiknya tidak lebih dari satu kolom. Karena itu, dengan terpaksa kami menghapus komentar saudara. Kiranya saudara memaklumi ini.

Untuk mengingatkan saudara tentang ketentuan situs kami, ada baiknya kami menuliskan kembali ketentuan tersebut untuk saudara.

Pedoman wajib untuk memasukkan komentar:
1. Tidak boleh memakai lebih dari satu kolom komentar.
2. Pertanyaan/masu kan harus berhubungan dengan uraian diatas.
3. Sebaiknya satu atau dua pertanyaan dalam satu kolom komentar.
4. Hanya menggunakan bahasa Indonesia yang umum dan dimengerti semua orang.
5. Tidak memakai singkatan-singk atan, misalnya yg, dlm, sdh, tdk, dlsbgnya.
6. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
7. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.

Untuk pertanyaan/masu kan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .
Kiranya petunjuk-petunj uk di atas dapat kita perhatikan.

Demikian, kiranya saudara dapat maklum.
~
Solihin
# tyo nur 2014-04-04 07:25
~
Allah melarang kita memakan daging babi (Imamat 11:7) karena babi tidak memamah biak. Sampai sekarang babi tidak memamah biak. Jika Allah mengubah firman-Nya untuk menghalalkan daging babi, sedangkan babi masih memamah biak sampai saat ini, itu berarti Allah telah berdusta dengan firman-Nya. Tapi perlu anda ketahui Allah tidak akan pernah merubah firman-Nya. Firman Allah tetap kekal dari zaman dulu hingga akhir zaman nanti [kiamat].
# Staff Isa dan Islam 2014-04-07 20:21
~
Saudara Tyo Nur,

Kami setuju dengan saudara bahwa firman Allah kekal. Tetapi kita juga perlu memerhatikan konteks dari firman itu agar mengerti menempatkan firman itu dengan benar. Pada zaman purbakala, manusia belum mengerti cara mengolah makanan agar bersih dan sehat. Apakah manusia zaman ini tidak mengerti cara mengolah makanan yang sehat dan bersih? Karena itu, makanan tidak berpengaruh terhadap kesucian hidup manusia, melainkan perzinahan.

Dan bila saudara konsisten, maka bukan saja daging babi yang tidak boleh dimakan, tetapi juga kepiting asam-manis, unagi/belut, cumi, sate kelinci, kerang rebus, udang, pecel lele, kodok goreng, kelelawar, biawak, siput, sate ular, dan lain-lain. Silakan membaca Taurat, Kitab Imamat 11:1-47 untuk mengetahuinya. Pernahkah saudara memakan makanan yang kami sebutkan di atas?
~
Solihin
# gindal tjoeroep 2014-04-04 11:59
~
"Diharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, yang disembelih atas nama selain Allah..." (Qs 5:3). Sesudah daging babi ada koma yang disembelih atas nama selain Allah. Misalkan memotong ayam kebo, tidak baca bismilah. Coba yang benar baca tanda bacanya.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-07 20:41
~
Saudara Gindal Tjoeroep,

Kami tidak tahu, apakah kami yang salah atau saudara yang keliru membacanya? Kami berharap saudara membacanya dengan teliti dan berulang-ulang agar saudara tidak saja memerhatikan tanda baca tetapi keutuhan kalimatnya.

Bangkai, darah, daging babi haram bila disembelih atas nama selain Allah. Artinya saudara dapat menyembelih bangkai, darah, daging babi asalkan atas nama Allah. Berarti daging babi halal, bukan? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# Kang aryo 2014-04-05 06:47
~
Dalam Markus 7:21-22 semua makanan halal. Bagaimana bila berhubungan itu sebagai kebutuhan/makan an batin, dapatkah ini disebut makanan yang halal? Bagaimana menurut anda berdosakah seseorang yang berzinah?
# Staff Isa dan Islam 2014-04-07 20:47
~
Kang Aryo,

Kami kira saudara sudah mengetahui jawaban kami tentang berzinah. Karena itu, artikel di atas berjudul manakah yang lebih dibenci Allah, makan babi atau berzinah? Justru saat ini kami membutuhkan jawaban saudara atas artikel kami. Menurut saudara, manakah yang lebih dibenci Allah, makan daging babi atau berzinah? Bagaimana saudara?

Untuk pertanyaan saudara yang lain, kami belum mengerti maksud makanan batin. Silakan saudara menjelaskan lebih lanjut mengenai hal ini.
~
Solihin
# Ahad 2014-04-05 16:33
~
Maaf, di dalam Al-Quran tidak menjelaskan mana yang lebih dibenci oleh Allah, makan babi atau berzinah? Yang tertulis dalam Al-Quran keduanya dibenci oleh Allah.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-07 21:28
~
Saudara Ahad,

Allah memberikan akal untuk membuat pertimbangan, baik pertimbangan etika maupun pertimbangan moral. Dari hal ini, maka menurut saudara, manakah yang lebih dibenci Allah, makan babi atau berzinah?

Bila makan babi dibenci Allah, mengapa Al-Quran justru memperbolehkan menyembelih makan daging babi? Baca ayat berikut ini. "Diharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, yang disembelih atas nama selain Allah..." (Qs 5:3).
~
Solihin
# ryuzaki90 2014-04-05 20:30
~
Imamat itu Perjanjian Lama. Yang tujuannya hanya untuk kesehatan saja. Karena orang zaman dulu tidak tahu soal mana makanan yang sehat. Tapi malah disalahartikan oleh manusia. Contohnya, ada orang yang kelaparan, lalu terpaksa makan makanan tersebut, malah dijerat karena dianggap dosa.

Babi itu ciptaan Tuhan. Apa yang Ia ciptakan semuanya baik.
# ddbbvio 2014-04-06 00:42
~
Salam Kepada Staff Isa dan Islam,

Saya juga beragama Kristian SDA dan kami juga tidak dibenarkan makan babi sebab ada tertulis dalam Imamat 11:7. "Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu."

Jika ada dalam Alkitab mengatakan daging babi itu diperbolehkan, kiranya anda tidak keberatan menyatakan kitab mana dan ayat ke berapa?
# Staff Isa dan Islam 2014-04-07 21:36
~
Saudara Ddbbvio,

Kami tidak menafikan ayat itu. Tetapi kita perlu memerhatikan konteksnya agar pemahaman kita terhadap firman Allah benar. Dan kami kira saudara dapat melihat jawaban kami kepada saudara Tyo Nur tentang Taurat, Kitab Imamat 11:7. Karena inti tulisan saudara sama.
~
Solihin
# teman yesus 2014-04-06 14:53
~
To: Ryuzaki90,

Kau bilang apa yang diciptakan Tuhan itu baik. Tapi masalahnya kau dilarang makan babi. Taat tidak? Patuh tidak? Kenapa dilarang? Bukankah Tuhan yang menciptakan?
# Staff Isa dan Islam 2014-04-07 21:59
~
Saudara Teman Yesus,

Kami kira inti tulisan saudara sama dengan tulisan saudara Tyo Nur. Silakan membaca tanggapan kami di atas perihal ini.
~
Solihin
# pansss 2014-04-07 06:43
~
Buat Staff IDI,

Saya mendefinisikan penyempurna hanya dalam bentuk yang sederhana agar lebih mudah dipahami bagi para pembaca, tapi mempunyai makna yang sama. "Diharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, yang disembelih atas nama selain Allah..." (Qs 5:3).

Yang membuat anda terkejut adalah nabi kami sesungguhnya tidak melarang memakan daging babi asalkan disembelih atas nama Allah? Itu tidak benar, apakah anda tidak melihat tanda koma?
# Staff Isa dan Islam 2014-04-07 22:03
~
Saudara Pansss,

Ternyata tulisan saudara sama dengan tulisan saudara Gindal Tjoeroep. Karena itu, silakan membaca tanggapan kami di atas perihal tanda baca.
~
Solihin
# gindal tjoeroep 2014-04-07 08:05
~
To: Ryuzaki90,

Jangan heran suatu waktu berzinah juga dihalalkan.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-07 22:11
~
Saudara Gindal Tjoeroep,

Sesungguhnya artikel di atas telah menjelaskan bagaimana sikap kami terhadap perzinahan. Justru saudara belum menjawab dengan tegas, manakah yang lebih dibenci Allah, makan babi atau berzinah?
~
Solihin
# pansss 2014-04-08 01:10
~
Buat stafI IDI,

Jawaban kami memang sama, karena memang itulah kebenarannya. Anda bertanya saya menjawab sesuai dengan pertanyaan, dan tidak seperti anda yang menjawab pertanyaan dengan tujuan akan lari dari konteks pembahasan awal. Contoh, kita berdua di artikel ini sudah sampai membahas tentang agama penyempurna dan saya pun berhasil menjawab pertnyaan anda. Tapi anda tidak lagi menjawab hal tersebut, hanya menjawab tentang surat Imamat. Menyatakan jawaban kami sama dan disuruh membaca kembali, agar anda bisa lari dari pembahasan awal kita berdua.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-09 21:48
~
Salam Panss,

Dalam melakukan diskusi kami tidak pernah mencoba lari dari pembahasan. Hanya saja yang perlu diketahui dalam membahas setiap pemaparan tentu kami berharap tidak keluar dari topik artikel yang dibahas.

Kami harap saudara tidak berburuk sangka kepada kami. Jika keluar dari topik, kami memiliki ketentuan dengan terpaksa harus menghapus komentar. Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.
~
Salma
# gindal tjoeroep 2014-04-10 11:08
~
Dua-duanya dibenci Allah. Pertanyaan ini pertanyaan yang sebenarnya tidak perlu dijawab, sama kalau saya tanya yang paling disayang Yahweh Katolik atau Protestan?
# Staff Isa dan Islam 2014-04-10 23:52
~
Salam Sdr. Gindal,

Allah sungguh mengetahui isi hati manusia, sekalipun terkadang ada banyak cara yang kita lakukan untuk menutup rapat perbuatan dosa kita. Kita melakukan kebaikan, sholat, berpuasa, melakukan kebaikan. Sungguh Dia sangat mengerti bahwa dibalik itu semua ada maksud yang tidak tulus dari hati kita, sekalipun kita mengatakan kita tulus melakukannya.

Jika umat Muslim memandang makan babi adalah sesuatu yang haram, tentu Allah pun tahu bahwa kemunafikan dalam hati kita juga tidak dipandang Allah. Tetapi Dia begitu mengenal kita, Dia sangat mengerti kita. Oleh sebab itu, Dia melakukan sesuatu yang hany dapat dilakukan oleh-Nya yakni menjadi manusia sempurna.

Dia tidak pernah menyoalkan tentang makan, memakan. Hal utama yang harus diselesaikan adalah soal dosa. Hati kita adalah sasarannya. Tinggal bersedia atau tidaknya kita itu tergantung pilihan saudara.
~
Salma
# imani 2014-04-13 11:47
~
"Tampaknya saudara tidak membaca dengan teliti tulisan kami. Pengikut Isa Al-Masih tetap memelihara hukum Perjanjian Lama seperti 10 perintah Allah. Tetapi mengenai makanan, Isa Al-Masih memberikan pengertian bahwa 'bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang' (Injil, Rasul Besar Matius 15:11)”

Mantap! Perkataan Yesus berlawanan dengan perkataan Perjanjian Lama.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-15 22:32
~
Saudara Imani,

Dalam memahami teks firman Allah, kita perlu mengetahui konteks pada waktu itu agar pengertian terhadap firman Allah benar. Bangsa Israel yang baru keluar dari tanah Mesir dan mengembara di padang gurun tentu tidak memiliki sarana yang baik untuk menjaga kesehatan. Karena itu, hewan-hewan yang berpotensi besar memicu penyakit dilarang Allah. Karena bangsa itu belum mengerti cara mengolah hewan-hewan itu menjadi makanan sehat.

Berbeda dengan zaman Isa Al-Masih yang tidak dalam pengembaraan. Tentu memiliki sarana dan prasarana yang jauh lebih baik. Karena itu, Isa Al-Masih memberikan pengertian yang baru tentang makanan. “Bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang” (Injil, Rasul Besar Matius 15:11). Menurut saudara, manakah yang lebih dibenci Allah, makan daging babi atau berzinah?
~
Solihin
# ndah 2014-04-13 12:06
~
Kata anda, "Uniknya, sepertinya Al-Quran memperbolehkan menyembelih daging babi bila atas nama Allah (Qs 5:3). Bagaimana saudara menjelaskan ini?” Karena itulah, mengapa diberi tanda koma. Lalu anda meminta kami melihat keutuhan kalimatnya. Maka dari itu ada penjelasan tafsirnya yang diberi tanda koma.

"Diharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekek, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas" Ada koma itu salah satu fungsinya adalah memisahkan unsur-unsur dalam suatu pemerincian dalam suatu kalimat atau pembilang. Babi halal?
# Staff Isa dan Islam 2014-04-15 22:34
~
Saudara Ndah,

Kami berusaha untuk menerima penjelasan saudara. Tetapi sulit sekali kami memahaminya. Jelas, kalimat tersebut menjelaskan bahwa daging babi halal asalkan disembelih atas nama Allah. Tetapi saudara berkelit dengan menyatakan memerhatikan tanda koma. Kami tidak tahu korelasi tanda koma dengan penafsiran. Mengapa saudara justru lebih memusatkan pikiran pada tanda baca dari pada keutuhan kalimat tersebut? Lihat dan bacalah dengan teliti kalimat itu agar saudara mengerti dengan benar.
~
Solihin
# mualaf 2014-04-15 10:27
~
Kalian Para Misionaris,

Janganlah kalian menjual firman Tuhan dengan harga yang rendah. Zabur, Taurat, Injil Perjanjian Lama, Al-Quran adalah satu Tauhid. Kecuali Injil Perjanjian Baru ajaran paus. Ia tidak berlawanan. Tidak ada satu ajaran yang bertolak belakang terkecuali Injil PB.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-15 22:35
~
Saudara Mualaf,

Ada baiknya kami melakukan konfirmasi dari pada kami membuat kesimpulan tanpa bertanya. Sudahkah saudara membaca seluruh Taurat, Zabur, dan Injil? Bagaimana saudara dapat menyimpulkan Injil adalah ajaran paus. Silakan saudara mengunjungi link ini http://tinyurl.com/8f7wac5 untuk mengetahui lebih lanjut apa yang dimaksud dengan Injil.
~
Solihin
# REZKI 2014-04-15 12:19
~
Berzinah. Karena zinah merupakan perbuatan kriminal (jarimah) yang dikategorikan hukuman hudud. Yakni sebuah jenis hukuman atas perbuatan maksiat yang menjadi hak Allah, sehingga tidak ada seorang pun yang berhak memaafkan kemaksiatan tersebut, baik oleh penguasa atau pihak berkaitan dengannya. Berdasarkan Qs. an-Nuur [24]: 2, pelaku perzinaan, baik laki-laki maupun perempuan harus dihukum jilid (cambuk) sebanyak 100 kali. Namun, jika pelaku perzinahan itu sudah muhson (pernah menikah), sebagaimana ketentuan hadits nabi, maka diterapkan hukuman rajam.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-15 22:46
~
Saudara Rezki,

Terimakasih atas jawaban saudara yang jelas dan tegas. Kami setuju dengan saudara bahwa berzinah lebih dibenci Allah dibandingkan bila makan daging babi. Sebab perzinahan telah melanggar hukum Allah yang ketujuh (Taurat, Kitab Keluaran 20:14). Dan hukum ini – pada prinsipnya – berlaku hingga akhir zaman sebagai tuntunan moral dan etika. Tetapi soal makan daging babi, tentu tidak menjadikan saudara dan saya lebih suci bila tidak memakannya atau menjadi lebih bejat bila saudara dan saya memakannya, bukan?
~
Solihin
# gindal tjoeroep 2014-04-15 21:09
~
Kalau saya tanya yang paling disayang Yahweh itu, Katolik atau Protestan?
# Staff Isa dan Islam 2014-04-15 22:47
~
Saudara Gindal Tjoeroep,

Pertanyaan saudara akan sangat menarik untuk dijawab dan didiskusikan pada artikel yang terdapat pada link ini http://tinyurl.com/q6nddlm. Saudara dengan leluasa mendiskusikan hal itu secara mendalam di sana.
~
Solihin
# imani 2014-04-16 16:32
~
Kata anda, "Dalam memahami teks firman Allah, kita perlu mengetahui konteks pada waktu itu agar pengertian terhadap firman Allah benar. Bangsa Israel yang baru keluar dari tanah Mesir dan mengembara di padang gurun tentu tidak memiliki sarana yang baik untuk menjaga kesehatan. Karena itu, hewan-hewan yang berpotensi besar memicu penyakit dilarang Allah. Karena bangsa itu belum mengerti cara mengolah hewan-hewan itu menjadi makanan sehat."

Ayat ini berkata bukan karena babi itu sehat atau tidak sehat, tetapi dalam konteks ini babi haram karena berkuku belah dan tidak memamah biak. Bukan karena sehat atau tidak sehat seharusnya andalah yang harus memahami Injil!
# Staff Isa dan Islam 2014-05-12 10:44
~
Saudara Imani,

Kami setuju dengan saudara tentang hal itu. Tetapi berkuku belah dan memamah biak hanya menunjukkan ciri-ciri, bukan sebab munculnya larangan. Dan uniknya, Al-Quran justru menghalalkan menyembelih daging babi. “Diharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan yang disembelih untuk berhala...” (Qs 5:3).

Karena itu, menurut saudara, manakah yang lebih dibenci Allah berzinah atau memakan daging babi? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# indah 2014-04-16 16:38
~
Koma memisahkan unsur-unsur dalam pemerincian di suatu kalimat! Berarti antara kalimat daging babi dan kalimat "yang disembelih selain atas nama Allah" itu terpisah pengertiannya satu sama lain! Coba berpikir dan pahami tata kalimat kebahasaan dengan baik dan benar.

Salam
# Staff Isa dan Islam 2014-05-12 10:52
~
Saudara Indah,

Kami setuju dengan saudara bahwa tanda koma memisahkan unsur-unsur pemerincian dalam kalimat. Tetapi kita tidak hanya terpaku pada tanda koma, bukan? Perhatikan keutuhan kalimatnya. "Diharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, yang disembelih atas nama selain Allah..." Artinya daging babi boleh disembelih asalkan atas nama Allah. Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# gindal tjoeroep 2014-04-16 23:45
~
Salah tafsir selalu menjadi andalan kalian, sehingga Alkitab anda sendiri pun banyak salah tafsir.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-12 10:56
~
Saudara Gindal Tjoeroep,

Kami mencoba membaca sesuai yang tertulis dalam teks Al-Quran. Perhatikanlah ayat itu (Qs 5:3). Jelas, daging babi diperbolehkan disembelih asalkan atas nama Allah. Tidakkah ini bertentangan dengan keyakinan umat Islam pada umumnya? Sudahkah saudara membaca dengan teliti ayat itu? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# imani 2014-04-17 14:16
~
Dan anda membandingkan kejelekan antara dosa satu dengan dosa lain. Anda membandingkan mana yang lebih dibenci Allah, makan babi atau berzinah, tetapi dalam Al-Quran dan dijelaskan melalui sabda rasul telah tersurat bahwa Allah yang mahakuasa membenci hal-hal yang keji yang telah tercantum melalui Al-Quran dan hadits. Dan hari ini jangan ada pertanyaan bahwa apakah Allah lebih membenci berzinah atau makan babi. Sebab kedua-duanya adalah hal yang keji dan menajiskan!
# Staff Isa dan Islam 2014-05-12 19:25
~
Saudara Imani,

Perbandingan itu diperlukan untuk menempatkan bahwa makan daging babi atau tidak, tidak membuat manusia lebih suci. Tetapi berzinah, sudah pasti memengaruhi kesucian hidup dan melanggar nilai moral masyarakat. Tidakkah ini jauh lebih penting diperhatikan dari pada memerhatikan hal sekunder seperti makan daging babi. Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# melky 2014-04-19 12:51
~
Masalah najis atau tidak najis sesungguhnya kita sendiri dapat menilainya mana yang dikehendaki Tuhan. Apakah perbuatan kita atau sesuatu yang kita makan? Karena Tuhan adalah Roh Kudus yang menyelidiki hati manusia bukan melihat tubuh fisik kita dan apa yang kita makan.
# Kang Aryo 2014-04-25 23:26
~
Perbuatan makan babi dan zinah dua hal yang dilarang Allah. Apa yang dilarang Allah adalah untuk kebaikan manusia itu sendiri. Jadi, bukan masalah dibenci atau lebih dibenci, karena perkataan dibenci atau lebih dibenci tersebut masih memberikan peluang manusia untuk berbuat yang sedikit dibenci. Karena bila makan babi dianggap sedikit dibenci maka makan babi hukumnya bisa boleh dimakan.

Dalam Imamat 11:7, Ulangan 14:8 sudah jelas dan tegas babi haram, dan hukum haram ini tidak boleh dirubah. Matius 5:17-18, menurut staf IDI, hukum babi menjadi halal. Injil, Rasul Besar Matius 15:11, ayat ini tentang najis bukan halalnya babi.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-12 19:36
~
Kang Aryo,

Bukankah Al-Quran yang justru memperbolehkan menyembelih daging babi? Perhatikan ayat berikut ini. “Diharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan yang disembelih untuk berhala” (Qs 5:3).

Dan Isa Al-Masih pun menegaskan bahwa “bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang” (Injil, Rasul Besar Matius 15:11). Artinya makanan yang masuk ke dalam mulut tidak dapat menajiskan orang, justru yang keluar dari hati yang menajiskan orang seperti perzinahan, pembunuhan, dan sebagainya. Bukankah ini jauh lebih dibenci Allah? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# pdt. situmorang 2014-04-26 10:18
~
Bagi siapa yang datang padaku, apakah dia berdosa atau hina, datanglah padaku dalam penebusan dosa. Akan kuterima dia di kerajaan sorga bersama Raja Damai, Yesus Kristus, Tuhan kita.
# Rabia 2014-04-29 23:31
~
Bismillahirrahmanirrahim,

Dua-duanya dibenci Allah karena dua-duanya telah dilarang oleh Allah. Sebagai umat Muslim adalah wajib hukumnya mentaati periñtah Allah. Kami tidak melarang anda makan babi atau yang lainnya, tapi kenapa anda repot sekali kalau kami menolak makan babi? Kalau Injil anda tidak melarang, silakan saja, toh bukan urusan kami. Kalian seperti orang yang kebakaran jenggot saja dengan hukum-hukum kami. Lucu sekali anda kalian ini.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-12 19:57
~
Saudara Rabia,

Apakah kami gelisah karena saudara tidak makan babi? Tidak, saudaraku! Bukankah umat Islam yang memberikan cap negatif kepada orang yang memakan daging babi? Tampaknya pendapat saudara salah alamat. Seharusnya orang Kristen yang berpendapat demikian kepada saudara. Bukankah justru umat Islam yang kebakaran jenggot karena orang Kristen makan daging babi? Tetapi bagaimana pendapat saudara dengan orang yang berzinah? Manakah menurut saudara yang lebih dibenci Allah, berzinah atau memakan daging babi?
~
Solihin
# AbdiYe 2014-05-02 13:07
~
Menurut saya, hal ini tidak akan ada habisnya, karena kaum Muslim pasti akan mempertahankan apa yang telah diperintahkan Allah kepada mereka, tanpa bisa mempertanyakan atau pun protes. Walau secara logika dan hati nurani mereka mungkin menyadarinya, seperti juga diharamkan bagi mereka musik (alat-alat musik) dan sutera, tapi kenapa banyak yang melanggar.

Tuhan Yesus sudah menawarkan jalan keselamatan dan hidup, tapi jalan itu banyak ditolak oleh saudara kita kaum Muslim, karena mereka tidak dapat melihat kebenaran itu. Mata dan pikiran mereka tertutup. Mereka malah memilih jalan berliku dan tidak ada kepastian keselamatan di dalamnya. Dan apakah masuk akal harus menjadi pembunuh dengan menjadi jihadis supaya bisa masuk sorga dan mendapat bidadari? Pikirkanlah.
# indah 2014-05-04 22:17
~
Sampai kapanpun Allah, Tuhan penyayang, Tuhan pengasih tetaplah rajaku dan bersukacitalah hai kamu orang yang berteguh pada kebenaran Allah, sebab dia Tuhan kita, raja kita yang agung.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-12 20:19
~
Saudara Indah,

Semua orang mempunyai keyakinan yang sama seperti saudara. Tetapi tentang kebenaran, tampaknya saudara perlu meninjau kembali. Manakah yang lebih dibenci Allah, berzinah atau memakan daging babi? Memiliki pemahaman yang benar akan menghasilkan pengenalan tentang Allah dengan benar pula. Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# andes 2014-05-10 05:14
~
Umat Muslim bilang makan babi haram, tapi bukankah satenya enak? Kalau menurut pemikiran saya, memang benar kalau babi itu tidak haram dimakan, tapi boleh juga kita buat babi itu haram. Mohon maaf, misalkan kita panggil nama orang tertentu dengan kata-kata (babi). Itu baru namanya haram.

Kita lihat kambing tidak haram dimakan, tetapi ketika kita panggil seseorang dengan nama kambing, saya pikir hal pertama yang dia lakukan adalah menggampar kita.

Shalom.
# B.Monk 2014-05-10 08:25
~
Mohon petunjuk para ahli. Kenapa babi diciptakan kalau akan diharamkan? Dan kenapa beberapa haji di tempat kami juga makan daging babi dengan alasan selama tidak dimuntahkan lagi, itu halal. Apakah alasan itu bisa digunakan? Saya rasa di tempat saudara juga mungkin ada, beberapa teman kita makan daging babi, babi hutan.
# Abdullah 2014-05-11 09:22
~
Saudara Staf Isa dan Islam,

Apakah dengan diharamkannya babi bagi umat Islam maka berarti Allah membenci babi? Kami umat Islam hanya mengikuti perintah Allah. Kami diperintah dan kami patuh. Itu saja.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-12 20:30
~
Saudara Abdullah,

Isa Al-Masih bersabda, “...bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang” (Injil, Rasul Besar Matius 15:11). Artinya makanan tidak akan menajiskan orang, tetapi perzinahan, pembunuhan, dan sebagainya itu yang menajiskan orang. Tidakkah hal ini membuat kita berpikir? Isa Al-Masih tidak menekankan haram dan halal makanan, tetapi menekankan tentang hidup dan perilaku yang benar. Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# aziz 2014-05-13 01:01
~
Babi adalah hewan yang najis dan kotor serta jorok dan mengandung banyak penyakit. Allah telah mengharamkan makanan dan hewan-hewan yang jelek, karena makanan memiliki pengaruh terhadap akhlak dan tabiat seseorang. Makanan yang halal dan baik akan menumbuhkan darah dan daging yang baik. Begitu pula sebaliknya.

“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang (yang ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah” (Qs 2:173). Adapun berzinah itu adalah dosa besar. Di ajaran kami tidak diajarkan memilah dan memilih dosa mana yang lebih ringan. Kalau dilarang, tinggalkan. Sungguh tragis apabila memang di ajaran agama tidak diberitahu mana makanan yang baik dan yang buruk.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-12 23:07
~
Saudara Aziz,

Isa Al-Masih pernah bersabda, "Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun ke dalam perut lalu dibuang di jamban?" (Injil, Rasul Besar Matius 15:17). Itu makanan. Artinya makanan tidak membawa dampak bagi kesalehan hidup manusia. Apakah dengan memakan makanan yang menurut saudara halal menjadi saudara suci? Bagaimana dengan perzinahan? Manakah yang lebih dibenci Allah? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# gindal tjoeroep 2014-05-13 09:45
~
Tuhan melarang makan babi dan Paulus menghalalkan. Paulus melalui Roh Kudus menyuruh makan roti dibakar di atas kotoran manusia kering, makan babi dan makan roti.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-12 23:15
~
Saudara Gindal,

Ada satu istilah yang pernah kami dengar, "Makan untuk hidup". Artinya makanan adalah penunjang hidup, tetapi bukan hidup itu sendiri. Manusia tidak akan lebih saleh dan suci dengan memakan makanan tertentu. Tetapi hidup yang telah diperdamaikan dengan Allah yang menjadikan hidup manusia bernilai.

Isa Al-Masih bersabda, "Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun ke dalam perut lalu dibuang di jamban?" (Injil, Rasul Besar Matius 15:17). Makanan tidak berdampak pada hubungan kita dengan Allah. Tetapi hati yang kotor, pasti berdampak terhadap kehidupan rohani kita. Nah, menurut saudara, manakah yang lebih dibenci Allah, berzinah atau memakan daging babi? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# ties 2014-05-14 21:38
~
Saya mau tanya, sebagai orang tua apakah kamu melarang anakmu berzinah dan makan makanan yang kamu tahu akan berakibat buruk untuk anakmu? Kalãu jawabannya ya kenapa? Dan manakah dari kedua perbuatan itu yang paling kamú benci? Kalãu kamu membenci salah satunya apakah berarti kamu memperbolehkan yang lainnya? Kalau kamu membolehkan keduanya berarti kamu tidak sayang sama anakmu?
# Staff Isa dan Islam 2014-06-12 23:18
~
Saudara Ties,

Kami kira dari artikel yang ada sudah jelas pandangan kami. Menurut saudara, manakah yang lebih dibenci Allah, berzinah atau memakan daging babi? Itu saja. Sederhana, bukan? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# fajar 2014-05-15 12:34
~
Saya tidak tahu kenapa babi diharamkan di Taurat, tetapi Injil versi Nasrani tidak mengatakan apa-apa, bahkan beberapa ayat mendukung tentang ketidakharamnya apapun yang masuk mulut manusia, tentunya termasuk babi. Menurut saya, manusia sudah bisa berpikir apa yang pantas untuk dimakan, mana yang tidak, manusia tidak memakan manusia, manusia tidak memakan kotoran, manusia tidak memakan tanah, manusia tidak makan semut.

Manusia zaman sekarang hanya memakan makanan yang higienis dan pantas (sesuai budaya masing-masing), saya pribadi enggan makan tikus, tetapi di belahan bumi lain, banyak yang memakannya, tentunya dengan proses-proses tertentu.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-12 23:22
~
Saudara Fajar,

Terimakasih untuk pendapat saudara yang obyektif. Makanan memang tidak akan membawa kita lebih dekat kepada Allah. Tetapi perzinahan jelas sangat bertentangan dengan hakikat Allah yang suci. Nah, kami ingin mengetahui pandangan saudara. Manakah yang lebih dibenci Allah, berzinah atau memakan daging babi? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# islam 2014-05-15 14:11
~
Semua dibenci Allah. Karena babi kalau dimakan haram, kalau perzinaan anda tahu sendiri. Atas dasar apa babi diharamkan? Atas dasar kitab suci anda dan kami (Al-Quran). Kalau anda orang yang beriman anda pasti mempercayai isi kitab anda, tapi kalau anda tidak mempercayai Al-Quran itu terserah anda karena itu adalah kitab kami, mengapa babi itu haram? Jawabannya sama seperti mengapa babi itu ada?
# Staff Isa dan Islam 2014-06-12 23:26
~
Saudara Islam,

Pertanyaan dalam artikel di atas adalah pilihan. Dalam memilih tentu ada yang lebih ditekankan dibandingkan yang lain, bukan? Jadi, kita tidak dapat memilih keduanya. Harus salah satunya. Manakah yang lebih dibenci Allah, perzinahan atau makan daging babi? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# arnata 2014-05-18 04:22
~
Yesus melarang makan babi. Paus membolehkan makan babi dengan mengutip kata "babi hutan". Siapa yang lebih Kristen imani perkataan Yesus atau perkataan Paulus?
# Staff Isa dan Islam 2014-06-13 08:25
~
Saudara Arnata,

Judul artikel di atas sudah sangat jelas. Manakah yang lebih dibenci Allah, berzinah atau makan daging babi? Tentu ini yang perlu direnungkan, bukan? Dan bila kita membaca dan mencermati Injil, sesungguhnya Isa Al-Masih tidak pernah melarang makan babi. Pertanyaan kami, tertulis dimanakah dalam Injil sabda Isa Al-Masih mengenai hal ini? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# albertuspaul 2014-05-19 11:12
~
“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah dan daging babi dan hewan yang disembelih dengan (menyebut nama) selain Allah. Tetapi barang siapa terpaksa (memakannya) bukan karena menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." Ini yang benarnya. Injil mengharamkan babi, dan menghalakan babi.

Mengenai Imamat 11:7; Ulangan 14:8; Yesaya 65:4; 66:17 (mengharamkan/ menajiskan babi). Anda mengatakan "hukum ini adalah berlaku bagi umat Israel pada zaman dahulu" Dasarnya apa dan adakah bukti-bukti tertulis dalam Injil? Saya yakin ini hanyalah alasan untuk berkelit karena sudah terpojok karena adanya pertentangan oleh para pengarang Injil.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-13 09:03
~
Saudara Albertus,

Pada masa itu bangsa Israel keluar dari tanah Mesir dan hidup di padang gurun. Tentu padang gurun bukanlah tempat yang baik dan tepat untuk mengolah daging menjadi sehat, bukan? Karena itu, binatang-binata ng tersebut diharamkan. Ada baiknya bila saudara membaca keseluruhan perikop sehingga saudara memiliki pemahaman yang benar.

Ayat Al-Quran yang saudara kutip pun tetap memperbolehkan makan daging babi asal disembelih atas nama Allah dan memakannya tidak melampaui batas. Bukankah itu menandakan daging babi halal? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# fajar 2014-05-21 22:52
~
Sedih,

Sesuai nama anda, saya juga sedih atas kelalaian anda mengartikan itu. Itu biogas, bung. Dan sering diterapkan di peternakan besar/kecil. Teknologi yang baru booming setelah ribuan tahun ditemukan. Untuk catatan bahwa zat dari tinja telah murni berubah oleh api bara, atau dengan kata lain, tinja dan api benar-benar beda muasal. Tapi tetap anda tidak tahu kenapa Allah anda mengharamkan babi untuk dimakan dan menjadi dosa seperti zinah.
# Bergas Frenli 2014-05-22 18:51
~
Bukankah Perjanjian Lama melarang kita untuk memakan babi? Kitab Ulangan 14 : 8 yang berbunyi: "Juga babi hutan, karena memang berkuku belah, tetapi tidak memamah biah, haram itu bagimu…" Imamat 11 : 7 yang berbunyi: "Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak, haram itu bagimu."

Itu memang tertera pada Perjanjian Lama. Tapi dalam Perjanjian Baru, Isa (Yesus) berkata dalam Injil Matius: "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya" (Matius 5:17). Itu berarti Perjanjian Lama masih berlaku.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-13 09:27
~
Saudara Bargas,

Saudara mengutip ayat Injil tetapi tidak membaca dengan teliti ayat itu. Perhatikan kata 'menggenapi'. Artinya semua hukum yang tertulis dalam Taurat telah digenapi Isa Al-Masih. Dengan demikian, Isa Al-Masih adalah puncak dari penggenapan itu sehingga penekanannya bukan pada hukum Taurat, tetapi kepada Isa Al-Masih.

Lagipula, Isa Al-Masih tidak mempersoalkan tentang makanan. Ia justru menekankan kepada hati manusia. Sebab dari "hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat" (Injil, Rasul Besar Matius 15:19). Jadi pertanyaannya adalah manakah yang lebih dibenci Allah, berzinah atau makan daging babi?
~
Solihin
# DR. Ady Lesmana, MPD 2014-05-23 00:36
~
Walaupun saya seorang vegetarian, saya kemukakan ayat ini yang jelas sekali mengatakan, "Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku" (Qs 3:50).

Isa Al-Masih, nabi siapakah itu? Isa menghalalkann sebagian makanan yang tadinya diharamkan bagimu dan membawa mujizat sebagai bukti penghalalannya itu. Taatlah pada-Nya (Isa).
# kebenaran 2014-05-28 15:10
~
Sampai saat ini pun saya masih tidak paham mengapa babi itu diharamkan oleh agama Islam. Kalau memang penjelasanya karena babi mengandung banyak cacing atau bakteri yang dapat merusak tubuh, lalu bagaimana dengan saudara kita yang makan babi? Karena mereka sudah mengkonsumsi babi dari zaman dahulu kala, dan tidak pernah terdengar bahwa ada yang sampai meninggal karena mengkonsumsi babi. Contoh, nenek saya sampai saat ini masih mengkonsumsi babi. Sekarang usianya 92 tahun. Mohon penjelasannya. Terimakasih.
# subekhi 2014-05-29 20:26
~
"Bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut." Babi haram dimakan selain mengandung banyak penyakit. Babi itu diciptakan sebagai contoh kalau sifat dari babi tidak boleh ditiru oleh manusia. Sapi halal dimakan, bukan berarti kotorannya juga halal untuk dimasukkan mulut.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-13 09:43
~
Saudara Subekhi,

Sesungguhnya ayat yang saudara kutip telah berbicara dan menjelaskan kepada saudara. Bahwa bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, tapi yang keluar yaitu dari hati. Karena dari "hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat" (Injil, Rasul Besar Matius 15:19). Jadi pertanyaannya adalah manakah yang lebih dibenci Allah, berzinah atau makan daging babi?
~
Solihin
# Dr. Ady Lesmana MPd 2014-06-02 09:43
~
To: Subekhi,

Mas, perhatikan semua tingkah laku hewan. Anjing juga makan kotorannya. Kelinci juga makan kotorannya (pelajari dan silakan pelihara itu) burung juga makan kotoran sapi sebagai simbiosis mutualisme. Ikanpun makan kotoran manusia di kolam-kolam lele dan sebagainya. Pelajari tingkah laku hewan sebelum anda berbicara soal Discovery Channel. Apakah anda seorang scientist atau bukan? Jika bukan dan tidak pernah melakukan penelitian tersebut, jangan bicara soal perilaku hewan dan makanannya.
# subekhi 2014-06-02 12:03
~
To: Dr. Ady Lesmana,

Di alam liar itu sifat asli binatang. Bukan sifat karena pemaksaan manusia. Seperti kolam ikan lele manusia. Di alam liar mana ada anjing makan kotoran. Ataupun kelinci makan kotoran. Meskipun ada itu pun tidak disengaja. Di luar agama Islam pun babi disimbolkan. Pernah lihat serial kera sakti, ada siluman babi? Menurut anda, bagaimana sifatnya?
# Karyadi 2014-06-04 09:13
~
Selamat pagi,

Sehubungan dengan kenyataan yang sering diabaikan dan didalilkannya sesuatu yang tidak pernah dibuktikan. Marilah kita membuktikan sesuatu. Lebih baik kita melihat dengan mata kepala sendiri daripada hanya percaya dengan kata orang maupun membaca buku. Marilah kita membandingkan jenis-jenis daging yang umum dikonsumsi masyarakat Indonesia. Karena kita hidup di Indonesia, marilah membeli daging sapi, ayam, kambing, babi dan ikan.

Setelah kita membeli maka rebuslah masing masing daging itu sampai matang, setelah itu ambillah toples dan masukkan ke dalamnya satu toples satu jenis daging, kemudian tutuplah rapat-rapat, diamkan selama 5 hari. Setelah 5 hari, mari kita sama-sama menyaksikan apa yang terjadi.

Karyadi
# Staff Isa dan Islam 2014-06-13 09:55
~
Saudara Karyadi,

Terimakasih untuk klinik percobaan yang saudara sampaikan. Tetapi artikel di atas menekankan pada perbandingan. Manakah yang lebih dibenci Allah, berzinah atau makan babi? Tentu ini perlu dipikirkan dan direnungkan. Sebab banyak orang tidak makan babi tetapi suka berzinah. Tetapi ada orang yang memakan babi tetapi dia memelihara hidupnya dari perzinahan. Ini perlu dijawab.

Dari pada kita melakukan percobaan itu -- walaupun itu baik -- tetapi barangkali yang lebih penting membersihkan hati dari dosa. Bagaimana caranya? Datang kepada Isa Al-Masih. Sebab Dia yang "menyucikan kita dari segala dosa" (Injil, Surat 1 Yohanes 1:7).
~
Solihin
# subekhi 2014-06-05 21:10
~
Hukum haram dalam agama Islam itu seperti naik motor melewati lampu merah, diterobos saja atau memilih menunggu lampu hijau atau halal. Lampu kuning itu makruh. Belum ada yang tahu akibatnya sebelum dicoba. Silakan dicoba. Kenapa makan babi dilarang dalam agama islam? Itulah agama Islam. Sebagai pengatur atau pedoman hidup mati.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-13 11:08
~
Saudara Subekhi,

Kami belum menemukan jawaban secara jelas dan tegas dari pertanyaan saudara sendiri. Mengapa makan babi dilarang dalam agama Islam? Barangkali saudara dapat menjelaskan lebih lanjut mengenai hal ini. Tentu ini baik agar saudara bukan sekedar tahu tetapi mengerti benar alasan pelarangan itu. Bagaimana saudara?
~
Solihin
# Nurhayati 2014-06-17 10:23
~
Salam Damai,

Saya sudah membaca sebagian dari komen-komen yang ada. Sungguh sangat bagus artikel ini. Saya sendiri dengan sadar mengatakan bukan hal makanan dan minuman yang membenarkan manusia, tapi akal dan budinya. Dan iman percayanya kepada Yesus Sang Juruselamat dunia. Contoh: Racun.

Dalam Alkitab, Al-Quran, dan lain- tidak ada larangan! Tapi apakah baik itu dikomsumsi? Saya menjawab tidak! Jelas itu akan membawa kepada kematian. Jadi marilah kita yang berakal berpikir menurut hati nurani. Jangan mempersulit sesuatu kalau itu dapat diselesaikan. Saya Kristen. Saya tidak pernah membenci siapa pun, terkecuali dosa. Jadi, jangan ada pikiran Kristen membenci Muslim. Itu sungguh sangat salah, karena Kristen diajarkan tentang kasih.

Shalom.
# Taka Jode 2014-06-18 16:11
~
Seingat saya larangan makan babi cuma berlaku untuk orang-orang mu'min, sementara untuk Muslim tidak ada. Coba sebutkan dimana dalam Al-Quran orang Muslim dilarang makan babi. Begitu juga istilah zinah, belum tentu yang dimaksud adalah hubungan badan ala suami istri. Karena bisa jadi zinah memiliki asal kata dari za-ya-na (jadi, zinah dapat berarti condong ke berlebihan dalam keindahan/kebor juisan sampai pada titik merugikan pasangan).

Selama ini zina diartikan dari kamus/leksikon Arab yang belum tentu tepat dengan bahasa Arab Al-Quran. Ini mengingat kemungkinan benarnya anggapan bahwa fenomena Maryam-Isa justru mempertanyakan cara pandang Yahudi terhadap institusi pernikahan dan keabsahan nasab seseorang. Selain itu, dalam Al-Quran hubungan badan di luar nikah sah-sah saja selama sama suka dan luar mahram.
# sedih 2014-06-18 23:56
~
Yang dibenci Tuhan, mengkuduskan hari Sabath atau mengkuduskan hari Minggu?
# Staff Isa dan Islam 2014-06-19 02:07
~
Salam Sdr. Sedih,

Alkitab tidak pernah menyinggung bahwa Allah membenci hari Minggu. Sebab semua hari baik, karena Allah lah yang menciptakan hari, bukan?

Tetapi bagaimana dengan babi ataupun zinah? Manakah yang dibenci Alllah?
~
Salma
# Widiya 2014-06-28 19:35
~
Assalamualaikum wr wb,

Maaf jika saya lancang. Makan babi dan berzina itu bagi umat Islam memang sama-sama haram dan anda bertanya mengapa haram? Bukan kah sudah di jelaskan di Injil, tapi kalau anda ingin tau uji coba saja daging babi mentah dicampur dengan coco-cola setelah beberapa jam lihat apa yang terjadi. Terimakasih.

Wasalam.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-29 20:08
~
Salam Sdr. Widiya,

Terimakasih untuk pemaparan dan penjelasan saudara. Secara kesehatan kami mengakui bahwa makan daging babi tidak baik bagi kesehatan. Tetapi bukan saja daging babi ada banyak jenis makanan juga tidak baik untuk kesehatan. Daging kerbau misalnya, tetapi apakah itu juga haram?

Perkenankan kami bertanya, mengapa babi menjadi hal yang mengharamkan dalam Al-Quran, bisakah saudara memberikan penjelasannya? Sebab semua larangan tentu ada alasannya, bukan?
~
Salma
# adit 2014-06-28 23:55
~
Unggas, kambing, sapi memiliki penyakit masing-masing. Buktinya Amerika, Kanada, Amerika Latin, Eropa, Afrika Selatan, Jepang, Korea, China, Thailand, Singapore, Australia, New Zeland dan masih banyak lagi adalah negara pengkonsumsi babi. Tetapi sehat-sehat saja. Dan rakyatnya terbilang makmur. Sekarang percayakan babi itu aman.

Ikan juga ga punya leher, penelitain yg sangat menyudutkan babi dan saya nyatakan babi tidak bersalah atas segala tuduhan.
# Muhammad Erik 2014-06-29 13:25
~
Umat Kristen mengakui babi dahulu dilarang (Kitab Taurat, Imamat 11:7) sekarang tidak (PB). Ini artinya umat Kristen telah mengubah hukum Tuhan. Jika umat Bani Israel umatnya Nabi Musa dilarang makan babi, itu artinya Tuhan sudah tahu bahwa babi memang bermasalah. Dan babi dari dulu tetap babi, Mereka tidak berevolusi jadi kambing. Dagingnya tetap sama. Kenapa Paulus melegalkan Babi? Ini artinya ajaran Paulus memang telah menyimpangkan ajaran tauhid Nabi Isa dan Nabi Musa.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-29 22:23
~
Salam Sdr. Muhammad Erik,

Ada banyak orang Muslim yang beranggapan bahwa umat Nasrani mengikuti ajaran Rasul Paulus. Untuk mengetahui kebenarannya, kami mempersilakan saudara mengunjungi link kami di http://tinyurl.com/7srwflg.

Perkenankan kami bertanya, apakah haram soal makanan dan minuman saja? Jika demikian memakan bangkai tentu haram, bukan? Bagaimana menurut saudara?
~
Salma
# baso 2014-08-06 08:54
~
To: IDI,

Anda membandingkan dua perkara yang tidak sepadan. Tapi kalau mau sekedar tahu apa yang menjadi alasan Islam mengharamkan makan babi, maka cobalah buka kitab suci Qs 2:173. Anda menyakini kalau Injil itu adalah petunjuk bagi kaum Kristen, begitupun dengan umat Islam menyakini bahwa Al-Quran itu adalah petunjuk baginya.
# Staff Isa dan Islam 2014-08-06 11:50
~
Salam Sdr. Baso,

Dari ayat yang saudara berikan (Qs 2:173), jika memang Allah mengharamkan, mengapa ada pengecualian? Dan lagi, tahukah saudara mengapa nabi umat Muslim mengharamkan babi? Jika saudara tidak keberatan barangkali saudara dapat memberitahukan kepada kami, agar kami pun dapat memahaminya, bagaimana?
~
Salma
# baso 2014-08-07 06:43
~
Untuk pertanyaan pertama: "Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (Al-Baqarah 2:173).

Untuk pertanyaan kedua: Pertama saya sarankan anda mencari tahu dulu siapa itu Allah dan siapa itu Nabi Muhammad dalam Islam. Kedua, Nabi dalam Islam itu tidak pernah membuat peraturan sendiri dengan mengatakan babi itu haram melainkan semua itu perkataan Allah (wahyu-Nya) dalam kitab suci Al-Quran yang diperuntukkan bagi umat Nabi Muhammad.
# Staff Isa dan Islam 2014-08-12 14:52
~
Saudara Baso,

Kami mengajak saudara untuk teliti membaca Qs 2:173. "Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah..." Artinya boleh menyembelih daging babi asalkan atas nama Allah.

Hal senada juga disebutkan dalam bagian lain. “Diharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan yang disembelih untuk berhala” (Qs 5:3). Dengan kata lain, daging babi tidak haram untuk dikonsumsi. Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# Roger 2014-08-16 08:51
~
Tidak pasti. Cuma rasa-rasanya hanya darah yang haram di makan?
# Staff Isa dan Islam 2014-08-17 14:59
~
Saudara Roger,

Kami tertarik dengan tulisan saudara. Bolehkah kami tahu dasar dari dugaan saudara tersebut? Tentu bila darah yang diharamkan, saudara mengetahui dasar pernyataan itu, bukan? "Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus" (Injil, Surat Roma 14:17). Bagaimana saudara?
~
Solihin
# Alexan 2014-08-16 12:58
~
Mari kita berikan argumen kita tanpa memojokkan siapapun biar diskusinya sehat.

Masalah babi yang diharamkan. Haram jelas dituliskan di Alkitab, yaitu darii kitab Imamat 11 dan tidak pernah dirubah. Karena Yesus ke dunia bukan untuk merubah tapi untuk menggenapi.

Mengenai Kisah Para Rasul 10. Harus dibaca secara menyeluruh karena intinya bukan di ayat 14. Permasalahan di sana bukan makanan haram. Coba dibaca ayat 28 dan 29. Saat itu ada larangan keras untuk bergaul orang Yahudi dan bukan Yahudi atau masuk ke rumah mereka merupakan suatu yang najis. Di akhir ayat 28 pada penglihatan Petrus bahwa dia tidak boleh menyebut orang najis atau tidak tahir. Inti dari pasal ini adalah bahwa Tuhan tidak membedakan orang dari bangsa manapun.
# Staff Isa dan Islam 2014-08-17 15:02
~
Saudara Alexan,

Terimakasih untuk komentar saudara. Kiranya ini bermanfaat bagi pengunjung lainnya.
~
Solihin
# Furqan 2014-08-29 11:41
~
Tanggapan pada Alexan.

Alexan, jangan komentar kalau belum baca semua Alkitab semua versi (tapi saya yakin Alexan tak sanggup karena banyaknya dan berlainan kata-kata dari satu ayat yang sama, bingung). Tidak semua babi itu babi hutan (ada babi peliharaan), tapi babi hutan itu sudah pasti babi. Betul tidak pernyatan saya?

Nah, kata "babi" dalam Imamat 11:7 sekarang menjadi "babi hutan". Apa akibatnya? Teman Kristen saya makan babi dan bilang ke saya babi tidak haram cuma babi hutan yang haram.
# Staff Isa dan Islam 2014-09-01 21:29
~
Saudara Furqan,

Kami pernah membaca ayat Al-Quran berikut ini. “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang (yang ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah...” (Qs 2:173). Jelas, berdasarkan ayat ini daging babi halal untuk dikonsumsi asalkan disembelih atas nama Allah, bukan? Bagaimana saudara menanggapi hal ini?
~
Solihin
# ari 2014-08-31 23:24
~
Saya tertarik dengan ini. Dan banyak pertanyaan sebenarnya. Tapi saya kemukakan tiga saja.

1. Anda selalu berkata, "Untuk apa Tuhan menciptakan babi jika diharamkan?" Bukankah hidup itu pilihan dan Tuhan menciptakan babi dan ayam sebagai pilihan. Mau makan babi yang haram dan mengolahnya susah atau ayam?

2. Anda selalu bilang, "Tidak penting apa yang masuk pada diri kita karena pada akhirnya keluar di jamban." Sistem tubuh tidak seperti itu. Tubuh akan menyerap apapun yang masuk dan mengeluarkan ampasnya. Jika yang masuk itu jelek, tubuhpun ikut jelek.

3. Anda selalu bilang, "Kerajaan sorga itu tidak berhubungan dengan makanan" Tetapi bukankah makanan dan minuman berperan dalam pembentukan sikap. Orang yang suka menenggak alkohol, tentu kelakuannya bejat. Beda sama yang minum air.
# Staff Isa dan Islam 2014-09-01 21:42
~
Saudara Ari,

Terimakasih untuk komentar saudara. Berikut tanggapan kami.

1. Kalau tidak keberatan, kiranya saudara berkenan menunjukkan pernyataan kami seperti itu. "Untuk apa Tuhan menciptakan babi jika diharamkan?"

2. Kalau tidak keberatan, kiranya saudara berkenan menunjukkan pernyataan kami seperti itu. "Tidak penting apa yang masuk pada diri kita karena pada akhirnya keluar di jamban."

3. Kalau tidak keberatan, kiranya saudara berkenan menunjukkan pernyataan kami seperti itu. "Kerajaan sorga itu tidak berhubungan dengan makanan." Bagaimana saudara?
~
Solihin
# ari 2014-09-02 21:09
~
1. Pernyataan anda ketika mengomentari sdr. Rush. Bukankah babi juga adalah ciptaan Allah, lalu untuk apa Allah menciptakan babi bila babi diharamkan? Karena segala sesuatu yang diciptakan Allah ada tujuannya.
2. Salah satu penggalan artikel di atas apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya [karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya lalu dibuang di jamban]
3. Walaupun beda. Tapi saya artikan begitu “Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus” (Injil, Surat Roma 14:17).
isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer

Isa Islam Dan Kaum Wanita

Click gambar di samping untuk artikel - artikel untuk wanita Muslim


 

www.isaislamdankaumwanita.com