Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter
Cetak

Pernikahan Dan Perceraian Di Alkitab Dan Al-Quran

CeraiPernikahan bukanlah hubungan yang mengikat dalam agama Islam. Al-Quran tidak menganggap perceraian sebagai pilihan yang tragis, ketika upaya lainnya gagal. Ada perbedaan yang mencolok antara ajaran Al-Quran dan Alkitab tentang hal ini. Berikut beberapa faktanya.

Seorang Ibu Terpisah dari Anak Perempuannya

Satu kisah nyata yang menggambarkan fakta ini, ditulis dalam buku “Not Without My Daughter” (Tidak Mau Tanpa Anak Perempuan Saya), karangan Betty Mahmoody (St. Martin’s Press, 1987).

Buku tersebut kemudian difilmkan dengan judul yang sama, dibintangi Sally Field. Buku ini menceritakan krisis yang dihadapi wanita-wanita Kristen, ketika mereka menikah dengan pria Muslim. Nyonya Mahmoody dijadikan tahanan rumah oleh keluarga suaminya, hingga suatu hari dia berhasil melarikan diri. Namun, dia tidak mau pergi tanpa anak perempuannya.

Orang-orang Muslim yang bersimpati terhadapnya, menolong anaknya melarikan diri. Sejak saat itu, dia bekerja menolong para wanita yang memiliki pengalaman sama. Dia menolong lebih dari tujuh puluh lima anak, untuk disatukan kembali dengan ibu mereka (Ladies Home Journal, November 1998, hal.44).

Seorang Muslimah Dicerai Tanpa Alasan

Ajaran pernikahan dan perceraian dalam Islam, menyebabkan timbulnya keprihatinan, bahkan di antara orang Muslim. Seorang Muslim dicerai tanpa ajalan jelas, hal ini menjadi permulaan perjalanan rohani yang membawanya pada Alkitab sebagai jawaban. Dia menjadi Kristen ketika menemukan kekudusan pernikahan dalam Alkitab.

Inilah pengalaman nyata dari Bilquis Sheikh, penulis buku “I Dared to Call Him Father” (Chosen Books of The Zondervan Publishing House, Grand Rapids, Michigan, 1978).

Memang Al-Quran dan Alkitab melarang percabulan. Namun letak perbedaannya ada pada ajaran Alkitab yang unik.

Kekudusan Pernikahan Berdasarkan Alkitab

Pada kitab pertama Alkitab, “manusia” didefinisikan sebagai pria dan wanita. Juga dikatakan, mereka diciptakan menurut gambar Allah (Taurat, Kitab Kejadian 1:27).

Dalam pernikahan, dua manusia ini menjadi “satu daging” (Taurat, Kitab Kejadian 2:24). Dan Isa Al-Masih menjelaskan bahwa Allah hanya memperbolehkan perceraian apabila adanya kasus perzinahan (Injil, Rasul Besar Matius 19:3-12).

Walaupun Alkitab mengajarkan tentang kekudusan pernikahan, namun tingkat perceraian di negara-negara Barat begitu tinggi. Beberapa orang Islam menjadi kritis terhadap fakta ini, karena merupakan suatu masalah.

Namun inilah faktanya, bahwa semua manusia telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Itulah sebabnya, manusia membutuhkan Juruselamat (Injil, Surat Roma 3:22-24)

Al-Quran: Pernikahan dan Hak Wanita Muslim

Berikut adalah beberapa ayat Al-Quran yang menjelaskan pernikahan dan hak wanita Muslim.

Wanita BerkerundungPoligami dan Selir

Islam memperbolehkan seorang pria mempunyai isteri lebih dari satu. Mereka percaya, banyak isteri dan anak lelaki berarti banyak rejeki. “Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezki dari yang baik-baik.” (Qs 16:72)

Selain itu, Islam juga memperbolehkan poligami. “Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat...” (Qs 4:3)

Juga seorang pria diijinkan mempunyai selir. “dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.” (Qs 23:5-6)

Sementara Alkitab mengajarkan, seorang isteri adalah berkat dari Allah. Seorang pria hanya diperbolehkan mempunyai satu isteri saja. Dan hubungan seks hanya dapat dilakukan dengan isteri yang sah.

Pernikahan Dan Perceraian Dalam Islam

Sebagaimana nabi umat Muslim mempunyai seorang isteri di bawah usia, demikianlah Islam memperbolehkan seorang pria dewasa menikahi gadis di bawah usia. Termasuk mengawini anak tirinya.  “....anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya...” (Qs 4:23)

Islam juga memandang perceraian adalah baik. Seorang suami dapat mengganti isterinya dengan isteri lain (Qs 4:20).  Namun, bila si pria menginginkan wanita yang sudah diceraikannya,  dia dapat mengawininya kembali (Qs 2:230). Seorang pria Muslim juga dapat mengawini isteri-isteri pria non-Muslim/kafir (Qs 60:10)

Injil mengajarkan, seorang Kristen hanya diperbolehkan menikah dengan orang yang sungguh telah menerima keselamatan dalam Isa Al-Masih. Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya...” (Injil, Surat II Korintus 6:14)

Hak-Hak Wanita Muslim

Bila Injil mengajarkan pria dan wanita mempunyai hak yang sama, tidak demikian halnya dalam Islam. Islam mengajarkan hak pria lebih tinggi dibanding wanita. “...Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya...” (Qs 2:228)

Suami juga diperbolehkan memukul isterinya, “..Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka....” (Qs 4:34)

Seorang Muslimah yang diceraikan, hanya berhak atas warisan dari suaminya selama satu tahun “Kepada wanita-wanita yang diceraikan (hendaklah diberikan oleh suaminya) mut`ah menurut yang ma’ruf, sebagai suatu kewajiban bagi orang-orang yang takwa.” (Qs 2:241)

Mereka juga harus rela disamakan seperti ladang untuk dibajak, “Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok-tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki...” (Qs 2:223)

Ajaran Islam mengenai perkawinan sangat bertolak-belakang dengan ajaran Injil. Seorang suami Kristen tidak diperkenankan memperlakukan isterinya seperti ladang, atau memukulnya. Injil berkata, Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.” (Injil, Surat Kolose 3:19)


[Staff Isa dan Islam – Kami mempersilakan saudara membaca artikel mengenai hubungan suami-isteri!]


Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Berhubung banyak komentar yang masih belum kami balas, untuk sementara komentar tidak diterima.

Comments  

# atar 2011-09-19 21:59
*
Jika kita baca artikel di atas terlihat sekali perbedaan antara kedua ajaran di atas, terutama hubungan dengan budak, perlu dijelaskan apakah boleh dilakukan tanpa menikah atau menikah terlebih dahulu?
# Staff Isa dan Islam 2011-09-20 11:28
~
Saudara Atar benar, Islam dan Kristen memiliki pandangan yang berbeda tentang “Pernikahan”. Perbedaan yang paling nyata adalah, bila Islam mengajarkan poligami, Kristen mengajarkan monogami. Kristen mengharamkan perceraian, Islam sebaliknya memperboleh perceraian.

Pada artikel di atas juga telah dijelaskan perbedaan-perbe daan lainnya, yaitu tentang siapa-siapa saja yang dapat dinikahi.

Bila saudara ingin diskusi lebih jauh tentang topik ini, silakan menghubungi staf kami lewat email: .
~
SO
# Azis 2011-09-20 02:41
*
Saya beragama Muslim, tapi bagi saya pernikahan satu kali seumur hidup dan hanya satu pendamping sampai ajal menjemput. Karena saya berprinsip (terdapat pada ajaran Isa dan Islam) wanita diciptakan dari satu tulang rusuk pria.

Jadi dapat digambarkan seorang isteri adalah tulang rusuk yang hilang yang dipertemukan oleh Allah dengan suaminya. Maka tidak ada alasan untuk memperisteri lebih dari satu.

Soal boleh memiliki isteri lebih dari satu tetapi wajib adil, saya bisa pastikan hanya 1:100000 manusia yang dapat berbuat adil dan boleh ditanya kepada setiap wanita dari hati kecil mereka pasti tidak ada yang ingin dimadu.

Coba kita bayangkan jika hal ini terjadi sebaliknya? Apakah kaum pria sanggup? Mari kita jawab pada diri kita masing-masing.

Wasallam.
# Staff Isa dan Islam 2011-09-20 11:25
~
Saudara Aziz,

Benar apa yang saudara katakan, bahwa wanita diciptakan Allah dari tulang rusuk pria. Itulah sebabnya pria dan wanita adalah sepadan.

Dalam dunia nyata, memang tidak sedikit pria Muslim yang menolak poligami. Hal ini terbukti dengan banyaknya pria-pria Muslim yang setia pada satu isteri. Namun tidak dapat dipungkiri, bahwa dalam ajarannya, Muhammad memperbolehkan poligami. Bahkan dia sendiri mempraktekkanny a dengan memiliki isteri lebih dari satu.

Pria Muslim bukan hanya melihat model pernikahan nabi mereka, tetapi Al-Quran dalam beberapa ayatnya juga mendukung tindakan seorang pria Muslim yang ingin memiliki isteri lebih dari satu. Itulah sebabnya, banyak ditemui pria Muslim yang memiliki isteri lebih dari satu, baik mereka dari kalangan biasa hingga pemuka agama.
~
SO
# yes 2011-09-20 11:04
*
Kita harus setia yang satu isteri seperti kita setia Allah yang satu, kalau di dunia pun kita tidak dapat setia kepada isteri/suami yang satu, bagaimanakah kita dapat setia kepada Allah yang satu?

Kalau kita beristeri lebih dari satu apa bedanya kita seperti hewan yang bersetubuh kepada banyak pasangan?
# Staff Isa dan Islam 2011-09-21 15:53
~
Setia pada satu isteri memanglah penting, namun satu hal yang perlu kita ketahui bahwa pernikahan adalah sesuatu yang kudus di hadapan Allah. Dan pernikahan bukanlah hanya sebatas untuk kepentingan seks belaka.

Firman Allah berkata, “Demikianlah mereka (suami-isteri) bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." (Injil, Rasul Besar Matius 19:6)
~
SO
# atar 2011-09-21 20:26
*
Terimakasih Staff IDI, kami hanya merasa agak terganggu dengan ayat Qs 23: 5-6, Allah yang Maha suci bisa membolehkan "hubungan" dengan budak, bukankah budak juga ciptaan-Nya sendiri? Kami meragukan ayat tersebut berasal dari Allah yang Maha suci dan Maha kasih.
# Staff Isa dan Islam 2011-09-22 16:13
~
Saudara Atar,

Budak memang juga ciptaan Allah. Namun bila ditilik dari segi pernikahan menurut ajaran Isa Al-Masih, seorang pria tidak diperkenankan untuk mengawini budak-budaknya. Sebab seorang pria hanya diperkenankan memiliki satu isteri, demikian juga sebaliknya.

Namun bila kita melihat dari kaca mata Islam, jelas mengawini seorang budak diperbolehkan. Karena poligami merupakan salah satu landasan pernikahan dalam Islam.

Mengenai keraguan saudara tentang ayat Qs 23:5-6, umat Muslim percaya bahwa Al-Quran 100% perkataan Allah. Namun tidak demikian halnya dengan pengikut Isa Al-Masih, karena tidak sedikit ayat-ayat dalam Al-Quran yang jelas-jelas menandakan bahwa itu bukanlah perkataan Allah.

Untuk lebih jelasnya, silakan mengunjungi url ini, http://tinyurl.com/68qrm5t. Artikel ini menjawab keraguan saudara, apakah benar Al-Quran 100% perkataan Allah.
~
SO
# Abdullah Rajab 2011-09-22 12:21
*
Islam mengajarkan "bolehnya poligami", tidak ada keraguan tentangnya karena hal itu terdapat dalam Al-Quran dan dicontohkan oleh Muhammad.
# Staff Isa dan Islam 2011-09-22 16:28
~
Saudara Abdullah,

Apa yang saudara katakan memang benar, Islam memang memperbolehkan poligami karena ada ayat pendukung dalam Al-Quran dan juga Muhammad memberi teladan demikian.

Namun, pernahkah terpikir oleh saudara bahwa poligami dapat merugikan pihak wanita. Jelas tidak ada satu wanita pun yang ingin berbagi suami dengan wanita lain.
~
SO
# Andragaris 2011-10-25 12:05
*
Apakah umat sebelum Muhammad tidak ada yang berpoligami? Nuh berpoligami, Abraham berpoligami, Yakub bepoligami, Daud (nenek moyang Yesus) berpoligami.

Poligami adalah satu kenyataan yang mungkin dapat dilakukan oleh manusia. Hanya ajaran Islam lewat Rasulullah-lah yang mengatur hak-hak dan kewajiban, serta batasan seseorang untuk melakukannya.
Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2011-10-31 12:29
~
Alkitab menyebutkan bahwa Allah menciptakan satu pria (Adam) dan satu wanita (Hawa) untuk melahirkan keturunan. Adanya poligami dimulai dari anak Kain bernama Lamech, Kain adalah anak Adam yang berdosa membunuh Habel saudaranya. Jadi penyimpangan poligami terjadi sejalan dengan penolakan manusia akan firman Allah.

Ajaran Isa Al-Masih dan para rasul melarang umat Kristen untuk poligami. Perkawinan merupakan pembentukan satu kesatuan daging yang melibatkan hanya dua pihak. Ketika seseorang menceraikan ataupun tidak menceraikan pasangannya kemudian mencari pasangan baru maka disebut berzinah (Injil, Rasul Besar Matius 19:3-9).
~
SL
# Azriadi 2011-10-26 20:26
*
Apa benar manusia diciptakan berpasang-pasan gan? Faktanya didunia ini ada lebih banyak wanita dibandingkan pria, kurang lebih 1:4. Para wanita yang tidak memiliki pasangan, kehidupannya akan bagaimana?

Namanya manusia tidak akan tahan hidup sendiri, lalu akhirnya berbuat maksiat. Karena itulah Islam membolehkan poligami tapi bukan berarti suatu kewajiban. Menikah adalah untuk ibadah mengangkat derajat kaum wanita, menjaga dan menafkahi, bukan untuk menyalurkan nafsu cinta semata.
# Staff Isa dan Islam 2011-10-27 17:04
~
Saudara Azriadi,

Kami percaya bahwa setiap karya yang Allah lakukan adalah rancangan damai sejahtera. Allah tidak pernah salah dalam melaksanakan setiap rencana-Nya. Demikian pula halnya dengan wanita yang lebih banyak daripada pria seperti penilaian saudara.

Wanita dan pria adalah ciptaan Allah. Jika wanita lebih banyak dari pria, itu adalah rancangan Allah. Jelas Allah mempunyai sesuatu yang indah dibalik diciptakannya wanita lebih banyak. Namun tujuan itu bukanlah untuk poligami seperti yang saudara katakan. Karena poligami tidak memberikan dampak baik bagi wanita. Jelas tidak ada satu orang pun wanita yang ingin berbagi suami dengan orang lain. Sebab wanita dalam kehidupan ini mempunyai tujuan, hak dan kewajiban yang telah Tuhan tetapkan dari semula.

Perkawinan adalah sesuatu yang sakral. Tujuan perkawinan bukanlah semata-mata hanya untuk kepentingan seks atau kebutuhan kasih-sayang. Namun lebih dari pada itu, Injil mencatat bahwa salah satu tujuan pernikahan supaya suami isteri dapat saling menolong. Sebab pria dan wanita diciptakan Allah sepadan.
~
SO
# Azriadi 2011-10-31 06:31
*
Saya akan memberikan contoh positif dari poligami. Saat Sarah istri Ibrahim sedang mandul beliau bijaksana dengan mengijinkan suaminya mengambil Hajar sebagai isterinya agar memperoleh keturunan.

Ketahuilah poligami bukan untuk melarikan diri dari tanggung-jawab suami isteri. Walau kebanyakan manusia memanfaatkan ijin poligami untuk lari dari masalah keluarga yang kurang harmonis. Jadi bukan karena poligami yang menimbulkan perpecahan suami isteri tapi karena keluarga itu sendiri yang sudah kurang harmonis.
# Staff Isa dan Islam 2011-10-31 11:34
~
Saudara Azriadi,

Bila hanya melihat sekilas, tampaknya poligami yang dilakukan Ibrahin terhadap Hagar/Hajar tidak ada masalah bagi Sarah. Benarkah demikian? Perhatikanlah ayat berikut,

"...Ketika Hagar tahu, bahwa ia mengandung, maka ia memandang rendah akan nyonyanya itu (Sarah). Lalu berkatalah Sarah kepada Abram: "Penghinaan yang kuderita ini adalah tanggung jawabmu; akulah yang memberikan hambaku ke pangkuanmu, tetapi baru saja ia tahu, bahwa ia mengandung, ia memandang rendah akan aku; TUHAN kiranya yang menjadi Hakim antara aku dan engkau." (Taurat, Kitab Kejadian 16:4-5)

Ayat di atas telah menjelaskan bahwa poligami yang dilakukan Abraham/Ibrahim telah membuat Hajar memandangnya rendah. Dan menurut Sarah, itu adalah sebuah penghinaan.

Maka, apapun motivasi atau penyebabnya, jelas poligami bukan jalan keluar terbaik. Bila sebuah keluarga sudah tidak harmonis, seharusnya mereka mencari jalan keluar dan meminta pertolongan pada Tuhan, bukan menyelesaikanny a dengan poligami.
~
SO
# Azriadi 2011-11-04 06:40
*
Menurut kepercayaan Islam kisah Ibrahim tidak seperti itu. Saat Hajar hamil ia menolak untuk menyerahkan anaknya pada Sarah, sifat alamiah seorang ibu yang tak ingin dipisahkan dari anaknya.

Hajar melarikan diri ke padang Paran, dan membesarkan anaknya sendirian. Sarah merasa itu suatu penghinaan dikarenakan Hajar tidak mematuhi permintaannya. Walaupun Hajar tidak mau kembali, Ibrahim tetap menjalankan kewajibannya menafkahi Hajar dan anaknya yang pada waktu itu adalah keturunan satu-satunya dari Ibrahim.
# Staff Isa dan Islam 2011-11-11 16:37
~
Saudara Azriadi,

Terlepas dari perbedaan kepercayaan mengenai kisah Ibrahim, dan alasan mengapa Sarah merasakan sebuah penghinaan, dalam kisah ini saudara dapat melihat bahwa poligami yang dilakukan Ibrahim telah menimbulkan masalah baru bagi Sarah dan Hajar. Sarah merasa dihina oleh Hajar, dan Hajar pun terpaksa melarikan diri sementara dia hamil. Jelas kondisi itu sangat menyakitkan bagi mereka berdua.

Ibrahim adalah seorang hamba Allah yang taat. Bila seorang hamba Allah yang taat sekalipun tidak dapat menjalankan poligami dengan baik, bagaimana mungkin saudara dapat mengatakan bahwa poligami adalah solusi terbaik bagi sebuah pernikahan?
~
SO
# gamaan 2011-11-25 15:02
*
Saya agak kesal dengan cara ayat-ayat Al-Quran digunakan dalam artikel di atas. Sudah tentu menghairankan apabila penulis hanya menggunakan sebahagian daripada ayat tentang poligami guna menekankan seolah-olah Islam sangat menggalakkan poligami, pada hal poligami itu ada syaratnya, yaitu berlaku adil.

Coba lihat ayat yang penuh seperti berikut “Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilama kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi ; dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya” [An-Nisa:3]
# Staff Isa dan Islam 2011-12-02 15:14
~
Al-Quran sendiri mengamanatkan agar kaum pria agar memperlakukan istrinya dengan santun, baik, ramah, serta menghargai kemanusiaannya (Qs. 4:34).

Namun kenyataannya sebagian besar banyak kaum wanita, terutama ibu-ibu yang hatinya tersakiti akibat praktek poligami. Apapun alasannya, sebenarnya banyak masyarakat kita yang menentang poligami. Tidak hanya kaum wanita, tetapi bagi kaum pria (husnul khuluq) dan yang mengasihi istrinya tentunya tidak akan melakukan poligami.

“Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.” (Injil, Surat Efesus 5:25)
~
SL
# andragaris 2011-11-25 16:55
*
Satu pertanyaan saya untuk staff IDI,

Ajaran Kristen melarang perceraian. Bagaimana jika dalam pernikahan tersebut, ada suami maupun isteri yang melakukan tindakan kekerasan dalam rumah-tangga hingga membahayakan salah satu anggota keluarga?

Apakah dibiarkan hingga babak belur? Berdosa jika bercerai, namun bisa mati jika bertahan.
# Staff Isa dan Islam 2011-12-02 15:13
~
Alkitab mengajarkan kalau pernikahan merupakan institusi ilahi. Allah melihatnya sebagai elemen penting dalam mencapai tujuan-Nya bagi umat manusia. Untuk alasan ini iblis pasti menyerangnya. tetapi bgaimanapun, serangannya tidak perlu kuatir. Karena Tuhan meneguhkan pernikahan untuk dibuat berhasil!

Pasangan suami-istri dapat menjadi keluarga Kristen yang bahagia jika sungguh-sungguh belajar dan mempraktekan prinsip pernikahan. Setiap suami dan istri yang normal pasti menikmati pernikahan yang bahagia jika mereka belajar apa yang diajarkan Alkitab dan melakukannya.

Prinsip Alkitab ini akan menjadi sangat bernilai hanya jika keduanya sungguh-sungguh memperlajarinya dan meminta kuasa Tuhan untuk bisa mentaatinya. Bahkan jika hanya salah satu saja yang sungguh taat, maka paling tidak ada perkembangan dalam pernikahan, dan ketaatannya tidak percuma! Jika keduanya melakukannya, mereka bisa merasakan kebahagiaan dalam keluarga.
~
SL
# gamaan 2011-12-01 09:17
*
Selain adil Islam juga mensyaratkan agar para suami haruslah mampu menanggung nafkah isteri jika hendak berpoligami, Inilah syarat poligami yang disampaikan oleh Nabi Muhammad: "Wahai sekalian pemuda, sesiapa di antara kamu yang berkuasa mengeluarkan nafkah, maka hendaklah kamu berkahwin. Dan sesiapa yang tidak berkuasa, hendaklah berpuasa."

Dan juga dijelaskan dalam Al-Quran: "Dan kamu tidak sekali-kali akan sanggup berlaku adil di antara isteri-isteri kamu sekalipun kamu bersungguh-sung guh (hendak melakukannya); oleh itu janganlah kamu cenderung dengan melampau-lampau (berat sebelah kepada isteri yang kamu sayangi) sehingga kamu biarkan isteri yang lain seperti benda yang tergantung (di awang-awang)." (Qs 4:129)
# Staff Isa dan Islam 2011-12-03 11:25
~
Menurut Saudara Gamaan, adakah suami yang dapat berlaku adil pada isteri-isteriny a? Jelas bukan adil hanya dari segi materi. Tetapi juga perhatian, kasih-sayang dll. Bukankah ayat Al-Quran yang saudara kutip di atas telah mengatakan "Dan kamu tidak sekali-kali akan sanggup berlaku adil di antara isteri-isteri kamu sekalipun kamu bersungguh-sung guh (hendak melakukannya)”

Perkawinan bukan hanya mampu atau tidak memberi nafkah. Perkawinan adalah suatu yang sakral dan suci di hadapan Allah. Itulah sebabnya Isa Al-Masih mengatakan, “Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." (Injil, Rasul Markus 10:9)

Saudara Gamaan, sekali lagi kami katakan, apapun alasannya, poligami jelas bukan jalan terbaik.
~
SO
# gamaan 2011-12-06 12:10
*
Saya fikir sudah cukup penjelasan saya tentang poligami. Mari kita lihat pula apakah hak seorang isteri yang diceraikan dalam Islam:

“Tempatkanlah mereka (para isteri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan mereka. Dan jika mereka (isteri-isteri yang sudah ditalak) itu sedang hamil, maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka bersalin, kemudian jika mereka menyusu (anak-anak)mu untukmu maka berikanlah kepada mereka upahnya dan musyawarahkanla h antara kamu (segala sesuatu) dengan baik dan jika kamu menemui kesulitan maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya”
(Qs 65:6).
# Staff Isa dan Islam 2011-12-06 16:55
~
Saudara Gamaan,

Apapun alasannya, ajaran Muhammad tentang poligami sangat bertentangan dengan ajaran Isa Al-Masih. Tentang alasannya, kami telah menjelaskannya pada kolom komentar di atas.
~
SL
# Bayu 2011-12-13 12:47
*
Allah itu selalu merancangkan damai sejahtera. Kalau Allah menciptakan poligami sama saja dengan Allah menciptakan masalah sendiri di dalam pernikahan.

Salah satu resiko dalam berpoligami yang mungkin semua orang kurang peka. Jika kita memperbanyak istri sama saja dengan kita melakukan praktek seks bebas yang sudah di tutupi oleh status pernikahan. Dan dampak dari seks bebas adalah kemungkinan tertularnya penyakit kelamin (maaaf).

Jadi apapun alasannya, meskipun alasan itu baik untuk menolong, kita tidak boleh berpoligami. Tidak seharusnya membuat kebijakan-kebij akan sendiri dengan hikmat manusia yang terbatas tanpa mengandalkan Tuhan. Karena rancangan Tuhan adalah rancangan yang terbaik.

God bless all.
# Staff Isa dan Islam 2011-12-13 15:21
~
Saudara Bayu,

Terimakasih atas komentar yang sudah saudara berikan. Semoga dapat menjadi pencerahan bagi setiap orang yang membacanya.
~
SO
# Armi 2011-12-13 12:57
*
To, Saudara Gamaan.

Anda hanya melihat seluruh permasalahan dari tuntutan seorang pria, "tempatkan lah wanitamu..", "berlakulah adil pada istrimu". Pernyataan ini membuat istri hanyalah sebagai objek, karena tidak melihat apa yang dirasakan si wanita.

Seandainya saudara Gamaan adalah salah satu suami atau dipoligami oleh istri yang kaya, bagaimana perasaan anda dan hakikat anda sebagai manusia? Walaupun anda diperlakukan adil, tetap anda hanya sebagai objek, bukan pasangan yang sepadan.
# Staff Isa dan Islam 2011-12-13 15:21
~
Saudara Armi,

Terimakasih atas komentar yang sudah saudara berikan. Semoga dapat menjadi pencerahan bagi setiap orang yang membacanya.
~
SO
# gamaan 2011-12-15 14:43
*
Sebelum ini anda menyatakan bahwa pernikahan adalah sesuatu yang sakral dan suci di hadapan Tuhan, maka tidak dibolehkan berpoligami dan tidak juga boleh bercerai. Maka bagaimanakah penyelesaian agama saudara dalam hal pernikahan yang berikut:

1) Salah satunya itu mandul?
2) Salah satunya ada penyakit yang berbahaya, seperti AIDS, atau thalasemia?
3) Yang dinikahi itu ternyata curang?
4) Yang dinikahi itu buruk moralnya?
5) Yang dinikahi itu keluar agama, menganut agama Buddha, Hindu atau lainnya?
6) Yang dinikahi itu mencoba membunuh pasangannya karena menginginkan hartanya?
7) Suami mempunyai kehendak seksual yang kuat, sehingga penat isteri melayaninya?
8) Seseorang dinikahi paksa?
9) seseorang itu menikah karena diperdaya?
# Staff Isa dan Islam 2012-01-19 16:04
~
Saudara Gamaan,

Masalah yang terjadi dalam sebuah pernikahan merupakan ujian dari Allah. Dan seharusnya masalah yang terjadi dalam disikapi dengan baik dan diselesaikan sesuai dengan kebenaran firman Allah. Bukan justru lari dari masalah tersebut dengan cara melakukan perceraian.

Sebagai contoh: Bila istri saudara mandul, haruskah saudara menceraikan dia karena dia mandul? Tidakkah hal tersebut dapat diatasi dengan cara lain?. Dengan mengadopsi anak mungkin. Atau hidup berdua dengan pernikahan yang bahagia.

Bercerai atau menikahi wanita lain agar mendapat anak bukanlah menyelesaikan masalah. Justru menambah masalah baru. Seorang pengikut Isa Al-Masih yang telah benar-benar menerima keselamatan dari Isa Al-Masih mengerti, bahwa tujuan pernikahan bukan semata-mata untuk mendapat keturunan.

Maka apapun alasannya, perceraian atau poligami bukanlah solusi terbaik untuk mengatakan masalah dalam pernikahan.
~
SO
# Anton 2011-12-19 16:16
*
Saudara Gamaan,

Anda memberikan contoh yang begitu ekstrim dalam pernikahan. Namun anggap saja hal itu terjadi dalam pernikahan Kristen. Justru disinilah letak kesetiaan seseorang diuji terhadap pasangannya. Dan juga jangan lupa dalam pernikahan Kristiani, Tuhan terlibat dan turut campur di dalam setiap permasalahan yang dihadapi setiap orang yang berharap pada-Nya. Tuhan hadir dalam pernikahan sakral umat-Nya dan Dia sanggup memberikan jalan keluar.

Alasan anda jangan dijadikan untuk melegalisasi perceraian atau alasan poligami. Tuhan masih dan tetap berkuasa menjaga pernikahan yang kudus umat-Nya. Namun kembali kepada kita, apakah kita masih memiliki kesetiaan? Dan apakah kita masih percaya Tuhan sanggup memberikan yang terbaik dalam hidup pernikahan kita?

Gbu.
# Staff Isa dan Islam 2012-01-19 16:03
~
Saudara Anton,

Terimakasih atas komentar yang telah saudara berikan. Semoga menjadi pencerahan bagi setiap orang yang membacanya.
~
SO
# besang 2012-01-17 22:56
*
Islam itu tuntunan yang sangat lengkap, lebih lengkap dari yang pernah diatur dalam kitab-kitab sebelumnya dalam semua aspek kehidupan, karena merupakan tuntunan untuk umat sampai akhir zaman.

Dalam ajaran Islam, menikah wajib hukumnya bagi yang sudah memenuhi syarat. Islam tidak pernah mewajibkan poligami, karena bersikap adil adalah hal yang sangat sulit, bahkan oleh Allah SWT sendiri sudah dijelaskan.

Tapi apakah di dunia ini tidak ada orang yang bisa bersikap adil. Islam memberikan jalan bagi umatnya yang mampu berlaku adil untuk mengawini lebih dari satu wanita. Karena hamba yang adil mampu menjadi pelindung yang baik dan dapat dipercaya (termasuk istri-isterinya ).
# Staff Isa dan Islam 2012-01-19 16:00
~
Apakah ajaran poligami dan juga perceraian, juga termasuk salah satu aturan lengkap yang terdapat dalam ajaran Islam?.

Ajaran Islam terkadang membingungkan. Pada ayat tertentu terkadang suatu ajaran dilarang, tapi di ayat lain ajaran tersebut justru diperbolehkan.

Contohnya seperti yang saudara jelaskan di atas bahwa Allah Islam tidak pernah mewajibkan poligami. Bila memang poligami tidak pernah diwajibkan, mengapa justru ada ayat dalam Al-Quran yang memperbolehkan seorang pria memiliki isteri dua, tiga, bahkan sampai empat.

Lalu, ajaran manakah yang harus diikuti? Boleh atau tidak?

Jelas di dunia tidak ada manusia yang dapat berlaku adil. Bahkan nabi saudarapun tidak dapat berlaku adil terhadap isteri-isteriny a. Terbukti, Aisyah isteri terakhirnya adalah isteri yang paling dia sayangi.

Bila Muhammad saja yang nota bene diyakini umat Islam sebagai nabi yang sempurna, tidak dapat berlaku adil terhadap isteri-isteriny a, apa lagi pria-pria Islam lainnya?
~
SO
# cicil 2012-05-29 14:52
*
Allah menciptakan manusia untuk berpasang-pasan gan. Dan wanita diciptakan dari tulang rusuk pria. Maka wanita dan pria adalah sederajat. Karena tempat tulang rusuk adalah dekat hati, maka wanita harus ditempatkan dihati pria, bukan dikaki ataupun kepala pria.
# Staff Isa dan Islam 2012-05-30 16:04
~
Firman Allah berkata, “TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia" (Taurat, Kitab Kejadian 2:18). Sejak penciptaan manusia pertama, Allah telah menciptakan pria dan wanita sepadan.

Mungkinkah ratusan tahun kemudian Allah mengirim firman yang baru untuk merubah perkataan-Nya sendiri? Mungkinkah wanita yang telah diciptakan Allah sepadan dengan pria, akan dirubahnya menjadi lebih rendah dibanding pria?

Allah adalah Maha Sempurna. Perkataan-Nya adalah sempurna dan tidak membutuhkan revisi.
~
SO
# LIA 2012-08-02 11:39
*
Selamat siang staf Isa dan Islam,

Saya mau tanya, apakah benar di dalam pernikahan itu harus satu keyakinan? Bisakah kita menikah dengan orang yang berbeda keyakinan dengan kita?

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2012-08-06 11:54
~
Saudara Lia,

Terimakasih atas pertanyaan saudara. Karena kami mengimani perkataan Isa Al-Masih dalam Injil, maka kami pun akan menjawab pertanyaan saudara sesuai dengan ajaran Isa Al-Masih.

Firman Allah dalam kitab suci sangat jelas mengenai pernikahan yang berbeda keyakinan. Yaitu, “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?” (Injil, Surat 2 Kolose 6:14).

Menurut saudara Lia, mungkinkah sebuah bahtera pernikahan akan sampai pada tujuan, bila dalam bahtera tersebut ada dua nahkoda yang mempunyai dua “arah mata angin” yang berbeda?

Kami mempunyai beberapa artikel yang membahas tentang pernikahan. Ada baiknya saudara membacanya untuk menambah wawasan saudara mengenai sebuah pernikahan. Silakan klik pada link ini: http://tinyurl.com/bqlqkbu.
~
SO
# tia 2012-10-07 07:56
*
Maaf saya mau meluruskan sedikit, di dalam Islam tidak diperbolehkan menikah jika tak seiman. Lalu perceraian itu dibenci Allah, itu dilakukan jika sudah tidak ada solusi terbaik lagi. Oleh karena itu kita dianjurkan ta'ruf dan istikhoroh agar tidak salah dalam memilih pasangan. Di sini kenapa Islam diperbolehkan poligami karena nafsu laki-laki lebih besar dari perempuan, akan tetapi jika tidak bisa bersikap adil, cukup satu saja.
# Staff Isa dan Islam 2012-10-10 12:45
~
Dari nama Anda, sepertinya Anda adalah seorang wanita. Kiranya Anda tidak keberatan kami panggil dengan sebutan saudari Tia.

Sebagai seorang wanita, apakah saudari Tia tidak keberatan bila dipoligami? Menurut kami, tidak ada manusia yang bersifat adil, sebab adil hanyalah sifat Allah. Jadi, seorang suami yang mempunyai isteri lebih dari satu, sangat mustahil dia bisa memperlakukan isteri-isteriny a dengan adil. Bahkan Muhammad sendiri lebih menyayangi Aisyah dibanding isteri-isteriny a yang lain.

Apa pun alasannya, jelas poligami bukanlah solusi terbaik dalam permasalahkan yang terjadi dalam rumah tangga. Karena poligami bukan penyelesaian dari masalah, sebaliknya poligami akan menambah masalah baru.

Isa Al-Masih pun mengajarkan pernikahan tidak seiman jelas dilarang. “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?” (Injil, Surat 1 Korintus 6:14).
~
SO
# hadazah 2012-10-20 21:06
*
Saya umat Kristen, sebelum saya membaca artikel ini, saya tidak tahu memilih Tuhan yang mana. Jujur, karena saya sangat mengagumi cara Islam bribadah, saya sempat terfikirkan untuk masuk Islam.

Karena perbedaan antara Kristen dan Islam dalam cara beribadah sangatlah jauh berbeda. Saya melihat ketulusan bersholat, sedangkan gereja, melihat seperti mau ke pesta.

Tapi setelah membaca artikel ini, semua keganjalan soal agama yang membuat saya tersiksa, akhirnya semua terjawab di sini. Dan akhirnya saya mendapatkan jawaban jalan mana yang harus saya pilih, yaitu Yesus.

Terimakasih untuk website ini.
# Staff Isa dan Islam 2012-10-22 13:38
~
Saudara Hadazah,

Pertama, kami bersyukur karena situs kami membantu untuk meneguhkan iman saudara akan Yesus Kristus. Bahwa Dia adalah satu-satunya Jalan Keselamatan yang dapat membawa saudara menemukan Kemuliaan Allah. Sehingga sekarang dalam diri saudara tidak ada keraguan akan kebenaran tentang-Nya.

Yesus berkata, “Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku" (Injil, Rasul Besar Matius 11:6).

Mengenai perbedaan yang saudara sampaikan, di sini saudara dapat melihat bahwa dalam ajaran Kristen kita diwajibkan untuk berpikir dan merenungkan firman Tuhan. Firman Allah berkata, “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam” (Kitab Mazmur 1:1-2).

Dalam ajaran Kristen tidak ada aturan yang mengharuskan bagaimana pakaian seseorang ke gereja. Karena dalam hal ini yang terpenting bukanlah pakaian, melainkan hati. Sehingga, apa pun yang kita pakai ketika beribadah, tidak menjadi satu jaminan apakah doa kita diterima atau tidak. Namun bukan berarti kita dapat bebas menggunakan baju apa saja, sebaiknya kita mengenakan baju sopan dan enak untuk dilihat.

Orang Islam ketika sholat harus menggunakan pakaian tertentu. Dan sebelum sholat harus melakukan ritual-ritual yang sudah ditentukan. Ketika sholat pun mereka hanya membaca kalimat-kalimat yang telah ditentukan dan diiringi oleh gerakan-gerakan tubuh tertentu. Semua mereka lakukan sebagai suatu kewajiban, tanpa mengetahui apa tujuan hal tersebut dilakukan karena dalam Islam dilarang untuk berpikir. Mereka harus melakukannya dengan taat sebagaimana seseorang taat pada sebuah hukum.
~
SO
# rayyan 2012-11-24 19:17
*
Apakah Yesus menikah? Siapa istri Yesus?
# Staff Isa dan Islam 2012-12-06 15:48
~
Yesus tidak pernah menikah, dengan demikian, Dia pun tidak mempunyai isteri. Tidak ada kitab suci yang menulis tentang pernikahan Yesus.
~
SO
# rayyan 2012-12-04 17:36
*
Lukas 7:37 menjelaskan bahwa Maria Magdalena membawa buli-buli pualam berisi minyak wangi, sambil menangis ia berdiri di belakang kaki Nabi Isa, kemudian dibasahinya dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, menciuminya dan meminyakinya.

Seorang perempuan membawa minyak wangi menyeka dan memberi minyak wangi ke rambutnya. Ini adalah upacara pernikahan bangsawan Yahudi.

Dan dalam Quran pun disebutkan: “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan” (Qs 13: 38).
# Staff Isa dan Islam 2012-12-06 15:52
~
Saudara Rayyan,

Dari ayat-ayat yang saudara kutip di atas, tidak ada kata atau kalimat yang menyatakan bahwa Yesus pernah menikah. Baik dengan Maria Magdalena maupun dengan perempuan lain.

Bila saudara dan teman-teman Muslim lain meminta kami untuk tidak mengartikan ayat-ayat Al-Quran seenak kami (walau kami tidak pernah melakukannya), kami harap saudara juga tidak mengartikan ayat Injil sesuai persepsi saudara sendiri.

Sebelum saudara mengartikan sebuah ayat, ada baiknya saudara terlebih dahulu membaca konteks dari ayat tersebut secara keseluruhan. Dengan demikian saudara dapat mengerti mengapa ayat tersebut ditulis demikian.
~
SO
# rayyan 2012-12-13 14:28
*
Jika memang Yesus tidak menikah, kenapa umat Kristen menikah? Bukankah Yesus sama sekali tidak mencontohkan/me lakukannya?
# Staff Isa dan Islam 2012-12-20 13:40
~
Saudara Rayyan,

Berikut saya kutip ayat Qs 13:38 yang saudara maksud. “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan. Dan tidak ada hak bagi seorang Rasul mendatangkan sesuatu ayat (mu’jizat) melainkan dengan izin Allah. Bagi tiap-tiap masa ada Kitab (yang tertentu)”

Saudara mengatakan bahwa dalam Qs 13:38 dikatakan semua rasul menikah dan mempunyai anak tanpa mengecualikan Nabi Isa. Kami katakan, sekali lagi saudara Rayyan telah mengartikan ayat seenak saudara. Mengapa? Perhatikanlah ayat di atas, tidak ada kata-kata “tanpa mengecualikan Nabi Isa.” Saudara sendirilah yang menambah kalimat tersebut demi kepentingan saudara!

Yesus tidak menikah dan orang Kristen menikah. Mengapa? Karena tidak ada dalam Injil perintah dari Yesus supaya pengikut-Nya tidak menikah. Itulah alasan mengapa orang Kristen menikah!

Bagaimana dengan saudara Rayyan, setahu kami, Nabi Muhammad mempunyai isteri lebih dari sepuluh dan belum termasuk gundik-gundikny a. Dia juga pernah mempunyai isteri yang masih dibawah umur. Apakah saudara Rayyan juga mempunyai isteri lebih dari sepuluh serta mempunyai gundik? Apakah saudara Rayyan juga menikahi anak dibawah umur seperti yang dilakukan oleh nabi saudara?
~
SO
# kedzhy 2013-03-02 18:29
*
Apakah sah jika seorang lelaki Kristen menikahi wanita Muslim dan menikahnya masuk Muslim? Tapi setelah menikah tidak ada yang dapat dicontoh atau jadi panutan karena tuntutan provesi pekerjaan, maka hukum Islam tidak dijalani. Apakah pernikahaan itu sah?
# Staff Isa dan Islam 2013-03-09 07:25
~
Saudara Kedzhy,

Ada banyak pasangan suami isteri Islam maupun Kristen yang tidak menjalankan hukum agamanya sebagaimana mestinya karena mereka tidak menjalankan secara sempurna setiap rukun iman. Apakah kemudian pernikahan mereka menjadi tidak sah? Pernikahan mereka tetap sah, namun mereka telah gagal mentaati perintah. Itu saja persoalannya.

Pernikahan itu suci. Satu kali untuk selamanya kecuali maut yang memisahkan. Allah telah memberikan aturan pernikahan begitu sempurna. Kita dapat melihat hal itu dalam riwayat Adam dan Hawa. Adam hanya diberi satu isteri demikian juga sebaliknya.

Ketika dua insan mengikrarkan sumpah pernikahan dihadapan jemaah dan imam atau pendeta maka pernikahan itu telah sah.
~
NN
# philip 2013-03-19 18:29
*
Dear admin, mau tanya,

Mohon dishare ketegasan ayat yang pokoknya pernikahan, perceraian, zinah, ingin berbuat zinah itu adalah melanggar firman. Kalau boleh, tolong juga dijabarkan sedikit pemahaman tentang ayat yang tadi.
# Staff Isa dan Islam 2013-03-22 10:51
~
Saudara Philip,

Mengenai perzinahan, Tuhan mengajarkan: “Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya , sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya” (Injil, Rasul Besar Matius 5:27-28).

Zinah di dalam hatinya apabila ia memandang wanita dan menginginkannya . Yang dimaksud “memandang dan menginginkan” pada ayat diatas ialah keinginan yang didorong oleh nafsu birahi kepada wanita yang bukan istrinya.

Tuhan tidak merancangkan perceraian. “Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel...” (Kitab, Nabi Maleakhi 2:16).

“Adakah engkau terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau mengusahakan perceraian..!” (Injil, surat 1 Korintus 7:27).

Sebelum membahas tentang perceraian, pahami dahulu hukum pernikahan yang Allah tetapkan. Alkitab mengajarkan bahwa pernikahan itu sakral dan suci. Tidak dapat dipisahkan kecuali oleh maut.
~
NN
# sanchez 2013-05-11 01:09
*
Pernikahan beda agama itu boleh atau tidak jika masing-masing pihak tetap pada kepercayaannya masing-masing? Dalam undang-undang negara dan agama apakah pernikahan itu dianggap sah atau tidak?
# Staff Isa dan Islam 2013-05-15 19:34
~
Saudara Sanchez,

Di Indonesia sendiri setahu kami belum ada undang-undang yang memperbolehkan menikah beda agama. Biasanya, salah satu dari pasangan tersebut berpindah keyakinan. Mungkin itulah sebabnya, beberapa orang Indonesia (para selebritis misalnya) yang menikah beda agama, mereka menyelenggaraka n pernikahannya di luar Indonesia. Di negara yang memperbolehkan orang menikah beda agama.

Sedangkan menurut kebenaran firman Tuhan dikatakan: “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?” (Injil, Surat 2 Korintus 6:14).

Kesimpulannya, baik undang-undang pernikahan di Indonesia, maupun undang-undang Allah, pernikahan beda keyakinan tidak dibenarkan.
~
SO
# Halaby 2013-09-03 12:59
*
Saya pikir kita semua harus membaca Al-Quran lebih kritis, karena Allah tidak mendorong perceraian. Bahkan, perceraian adalah salah satu perbuatan hukum yang dilarang di sisi Allah.

Namun jika ada seorang pria sampai mengatakan talak 3 kali terhadap istrinya, maka ia harus meninggalkan wanita tersebut dan ini bukanlah dosa.
# Staff Isa dan Islam 2013-09-04 17:21
~
Saudara Halaby,

Kami setuju dengan pernyataan saudara bahwa perceraian adalah perbuatan yang dilarang Allah. Karena pernikahan pertama yang Allah ciptakan adalah monogani, bukan poligami.

"Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging" (Taurat, Kitab Kejadian 2:24). Firman Allah ini hanya mengatakan “seorang pria bersatu dengan isterinya” bukan “dengan isteri-iserinya.”

Saudara Halaby, menurut kami apapun alasannya, seorang pria yang meninggalkan/me nceraikan isterinya, itu adalah perbuatan hukum yang dilarang di sisi Allah.
~
SO
# ahmad dani 2013-09-12 01:29
*

Poligami dalam Islam bukanlah tuntunan, karena hanya sebagian kecil yang poligami umat Islam. Namun poligami adalah bagian dari hukum dan cara penyelesaian masalah perkawinan dalam Islam. Karena Islam lebih memilih hukum halal daripada haram.

Poligami solusi dari perzinahan, berzina adalah haram. Selain itu juga poligami menjauhkan dari pada fitnah (tuduhan, dugaan dan cobaan) serta akan meredamkan nafsu.
# Staff Isa dan Islam 2013-09-13 21:02
~
Menurut kami poligami bukanlah bagian dari hukum untuk menyelesaikan masalah perkawinan. Keinginan seseorang berpoligami timbul dari rasa ketidak-puasan yang ada dalam dirinya. Tidak puas dengan satu isteri atau tidak puas dengan rumah tangganya. Alhasil, untuk memuaskan hasrat tersebut, suami memilih berpoligami. Rasa ketidak-puasan cendrung membuat seseorang menjadi tamak.

Ketamakan inilah sebenarnya akar dari keinginan seseorang berpoligami. Dan inilah yang harus diselesaikan. Sehingga setiap orang perlu dilepaskan dan diampuni dari dosa ketamakan. Jelas amal ibadah tidak dapat melakukannya. Manusia memerlukan pertolongan Sang Ilahi. Kitab Suci Allah menuliskan, “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia [Allah] adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (Injil, I Yohanes 1:9).
~
SO
# Bert 2013-09-17 14:37
*
Jika kita perbandingkan ayat-ayat al-Quran dan ayat-ayat Alkitab seperti tersebut di atas. Sangat jauh berbeda seperti bumi dan langit dalam menghargai wanita. Padahal katanya Al-Quran adalah penyempurna kitab-kitab sebelumnya.

Apakah penderitaan wanita yang makin disempurnakan?
# katolik sejati 2013-09-19 20:55
*
Untuk semua umat Muslim,

Saya mau tanya, mengapa di Islam ada istilah kawin siri? Apa maksudnya? Apakah di Al-Quran ada ayatnya yang memperboleh untuk kawin siri? Jika tidak ada, istilah kawin siri itu siapa yang mengizinkan? Mohon dijawab.

Untuk staff IDI, comment saya tolong jangan dihapus. Jesus bless us.
# Andrian 2013-11-05 01:51
~
Syalom untuk admin,

Terimakasih, dengan adanya website ini iman saya akan ajaran Kristus semakin diteguhkan. Semoga rahmat Roh Kudus selalu beserta admin, sehingga dapat terus mewartakan kabar gembira dan kebenaran.

Tanggapan saya soal pernikahan sederhana saja, sejak awal penciptaan sudah jelas tulang rusuk Adam yang hilang itu cuma satu. Jadi sudah jelas dari situ ajaran Tuhan itu monogami. Kecuali kalau tulang rusuk Adam yang hilang lebih dari satu, barulah saya setuju poligami.

Itu saja tanggapan saya, semoga dami Tuhan beserta kita semua. Amin.
# Staff Isa dan Islam 2013-11-06 16:47
~
Saudara Andrian,

Terimakasih juga untuk komentar dan juga apresiasi yang saudara berikan atas situs kami. Benar yang saudara katakan, pernikahan yang Allah ciptakan adalah monogami, bukan poligami. Sebab, siapakah wanita yang ingin berbagi dengan wanita lain? Menurut kami tidak ada!

Sehingga, apapun alasannya poligami bukanlah jalan keluar terbaik dari sebuah masalah.
~
Saodah
# hamba_Allah 2013-11-06 07:09
~
Bahkan di antara orang Muslim. Seorang Muslim dicerai tanpa alasan jelas, ( kalau cuma tuduhan, semua orang bisa menuduh, karena ada sifat iri dan benci dalam dirinya).

Dalam Kristen tidak ada perceraian yang ada pembatalan (anulasi). Bahkaan suami yang impotensi pernikahannya boleh dibatalkan.
# Staff Isa dan Islam 2013-11-06 23:40
~
Saudara Hamba Allah,

Kami kurang paham maksud tuduhan yang saudara katakan. Perkara perceraian yang mudah terjadi dalam Islam adalah fakta. Islam mengajarkan bahwa perceraian dibenci Allah namun dizinkan Allah. Bagi kami ajaran ini bukan hanya membingungkan tetapi meragukan kalau disebut sebagai ajaran Allah yang suci dan maha bijak.

Dalam pernikahan Kristen tidak ada kata perceraian dan pembatalan. Dan janji nikah Kristen tersebut tidak bisa dibatalkan, tapi hanya bisa diingkari. Sebab janji pernikahan yang diucapkan itu sifatnya mengikat dan kekal.
~
Noni
# miftah arif 2013-11-08 09:48
~
Mengenai hak laki-laki dan wanita alam Islam,disitu hanya dituliskan kalau laki-laki memiliki hak yang lebih tinggi daripada wanita.kenapa tidak dituliskan tentang tanggung jawab yang diemban oleh seorang lelaki terhadap istrinya sehingga sangat wajar apabila lelaki mendapat hak tersebut.

Dan tentang istri sebagai ladang buat suami, bukankah admin mengerti ini sebagai perumpamaan yang bermakna jika seseorang mempunyai sebuah ladang, apa mungkin orang tersebut membuat sesuatu yang dapat merusak ladangnya? Yang apabila dia berbuat kerusakan itu, maka yang rugi dirinya sendiri.

Harap pelajari terlebih dahulu sebelum mencoba menjelek-jelekk an Islam. Terima kasih.
# Staff Isa dan Islam 2013-11-12 23:14
~
Saudara Miftah Arif,

Mohon maaf kami tidak bermaksud menyebarkan fitnah untuk menjelekan Islam tetapi kami berbicara berdasarkan fakta dan realita. Faktanya, bahwa Al-Quran mengajarkan pernikahan dalam Islam adalah sesuatu yang tidak berimbang. Mungkinkah Allah yang bijak menjadikan wanita bagaikan ladang untuk digarap pria. Islam memandang wanita bukan sebagai suatu pribadi sebagaimana ia adalah mahluk berpribadi melainkan tidak lebih dari sebagai objek.

Realita yang terjadi dalam kehidupan rumah tangga atau pernikahan dalam Islam menjadi soroton sebab bertentangan dengan kodrat. Poligami dan kawin cerai adalah berlawanan dengan kodrat pernikahan yang Allah maksudkan. Adam dan hawa diciptakan sepasang sebagai contoh kodrat pernikahan yang sesungguhnya. Etika manusiapun menganggap memalukan perceraian dan poligami itu.
~
Noni
# hamba Allah 2013-11-08 11:21
~
to: Staff IDI,

Maaf saya tidak melakukan tuduhan. Umat Kristen dapat mengajukan pembatalan perkawinan bila syaratnya terpenuhi. Lebih lengkapnya anda dapat membacanya sendiri di (katolisitas.or g).

Lain halnya kalau anda berani menyatakan bahwa (katolisitas.or g) adalah ajaran sesat.
# Staff Isa dan Islam 2013-11-12 23:25
~
Saudara Hamba Allah,

Maaf saudara berlebihan jika Katolisitas sebagai acuan dari asumsi saudara. Allah melarang perceraian ataupun pembatalan, yang berarti juga perceraian seperti yang saudara maksudkan. Peraturan itu sangat jelas tercatat dalam Alkitab. Alkitab Inilah yang sesungguhnya acuan resmi dari Tuhan, bukan yang lain.
~
Noni
# Putra 2013-11-21 11:27
~
To: Hamba Allah,

Dalam pernikahan Katholik memerlukan tahap:
- Tahapan pertama kursus perkawinan. Dalam kursus ini kedua mempelai diuji dalam permasalahan dan pemecahannya dalam kehidupan sehari-hari. Serta diulas habis seperti kelemahan pasangan sehingga tidak ada hal yang disembunyikan dalam pasangan tersebut (contoh keseriusan pernikahan, penyakit bawaan, keperawanan) (biasanya 3 bulan).

- Tahapan kedua pengumuman di gereja selama 3 minggu berturut turut. Adanya pengumuman ini untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Seperti: Pasangan ternyata sudah pernah menikah ditempat lain.

- Tahapan ketiga Sakramen Pernikahan (ijab kabul kalau dalam Muslim) "Pembatalan perkawinan itu benar ada apabila syarat terpenuhi" Misal: Pasangan tersebut telah menikah sebelumnya sehingga pembatalan menikah ini bukan karena ketidak-cocokan pasangan seperti perceraian pada Muslim. Namun biasanya karena oknum yang ingin menikah secara Katolik namun sudah pernah menikah sebelumnya.
# Staff Isa dan Islam 2013-12-03 12:25
~
Saudara Putra,

Terimakasih untuk penjelasan saudara di atas. Kami setuju dengan apa yang saudara jelaskan. Sedikit menambahkan, bahwa sebenarnya setiap pernikahan para pengikut Isa Al-Masih melakukan tahap-tahap seperti yang saudara sebutkan di atas.

Jadi, selain pernikahan yang dilakukan secara Khatolik, dapat dipastikan bahwa semua denominasi gereja hampir mempunyai tahapan seperti yang saudara sebutkan di atas.

Diharapkan, sebelum menikah kedua pasangan menjadi tahu, apa sebenarnya tujuan dari pernikahan menurut kebenaran firman Allah.
~
Saodah
# hamba Allah 2013-11-29 08:52
~
To: Putra,

Bagaimana dengan syarat kalau laki-laki impoten, pihak wanita dapat mengajukan pembatalan. Tetapi kalau pihak wanita yang impoten, pihak laki-laki tidak boleh melakukan pembatalan.

Bagaimana kalau pihak yang satu menyatakan tidak ada pembatalan perkawinan apa pun alasanya dan pihak yang lain membolehkan pembatalan bila syaratnya terpenuhi. Mana yang benar.
# Staff Isa dan Islam 2013-12-03 12:26
~
Saudara Hamba Allah,

Seperti yang telah dijelaskan oleh Sdr. Putra di atas, bahwa seorang Kristen, sebelum menikah dia harus melalui proses atau beberapa tahapan. Contohnya sudah dijelaskan oleh Sdr. Putra di atas, silakan saudara baca lagi baik-baik penjelasan di atas.

Sebelum pernikahan terjadi, baik pihak pria maupun wanita dapat membatalkan pernikahannya. Ingat, pembatalan dilakukan sebelum pernikahan terjadi. Dan menurut kami membatalkan rencana menikah jauh lebih baik daripada bercerai. Bukankah demikian menurut Sdr. Hamba Allah?
~
Saodah
# hamba Allah 2013-12-04 10:08
~
To: IDI Saodah,

Sepertinya anda tidak paham dengan ajaran agama anda sendiri. Kanon 1674 menyatakan: yang dapat menggugat perkawinan adalah (1) pasangan suami-isteri; (pasangan bukan calon pasangan )

Sebagai catatan penting: Sebuah tribunal gerejawi hanya akan memulai sidang-sidang perkara perkawinan jika usaha rujuk kembali praktis sudah tidak mungkin lagi.

Pernyataan pembatalan perkawinan (Surat bebas untuk melangsungkan perkawinan baru) (setelah bercerai umat Katolik boleh menikah lagi).
# Staff Isa dan Islam 2013-12-10 11:43
~
Saudara Hamba Allah,

Sebelum kami menanggapi komentar saudara di atas, kami ingin mengajukan pertanyaan. Aturan yang saudara sebutkan di atas, apakah aturan gereja atau aturan yang tertulis dalam Kitab Suci Alkitab?

Bila saudara ingin menyoroti tentang pembatalan perkawinan atau kawin setelah cerai yang terjadi di gereja Khatolik, silakan saudara bertanya kepada umat Khatolik. Jujur kami akui, gereja Khatolik sedikit mempunyai aturan yang berbeda dengan gereja-gereja non-Khatolik.

Namun, bila saudara bertanya dari sudut pandang ajaran Yesus, maka penjelasan kami masih sama seperti penjelasan-penj elasan sebelumnya. Bahwa orang yang bercerai tidak boleh menikah lagi karena hal itu sama saja dengan zinah. Perhatikanlah ayat ini, “Setiap orang yang menceraikan isterinya, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah; dan barangsiapa kawin dengan perempuan yang diceraikan suaminya, ia berbuat zinah" (Injil, Rasul Lukas 16:18).
~
Saodah
# Putra 2013-12-11 19:13
~
Hamba Allah,

Dalam kursus perkawinan Katholik dipandu oleh seorang imam, dan di sinilah ditanyakan termasuk perihal impoten. Impotensi yang menggagalkan perkawinan, harus sudah ada sebelum perkawinan dan bersifat tetap. Artinya impotensi itu terus-menerus, bukan berkala. Serta tidak dapat diobati kecuali dengan operasi tidak berbahaya.

Impotensi ada dua jenis: Bersifat absolut dan relatif. Impotensi absolut jika pria atau wanita sama sekali impotens. Dalam kasus orang tersebut tidak dapat menikah sama sekali. Impotensi relatif jika pria atau wanita tidak dapat melaksanakan hubungan seksual. Dalam kasus ini pasangan tertentu juga tidak dapat menikah secara sah.

Lantas bagaimana dengan mereka yang impoten? Apakah tidak boleh menikah? Tentu boleh. Dan dalam kursus pernikahan jalan terakhir yang ditempuh ketika ada impoten adalah mengangkat seorang anak.
# Putra 2013-12-11 19:53
~
Hamba Allah,

- Bagi pengikut Isa, inti dari perkawinan adalah tetap "menjadi satu daging". Apabila dianalogikan sama seperti pernikahan Muslim Jawa dengan pernikahan Muslim Sumatera. Tentu mereka menikah dengan adat yang berbeda, namun tujuannya tetap ke penghulu bukan?

- Perbedaan bab pada kitab Katholik dan Protestan intinya, salah satunya adalah perbedaan peraturan yang ada pada waktu itu. Apabila saya jelaskan di sini terlalu panjang, karena ada hubungannya dengan sejarah Gereja, dan tidak pada tempatnya pada bagian ini.

Namun adanya perbedaan ini pengikut Isa tetap mengacu pada Yesus. Dan bagi pengikut Isa, yang diperlukan bukanlah menghapal seluruh ayat kitab suci atau hanya mengikuti apa yang tertulis dengan kitab suci saja. Melainkan dengan iman, karena pada dasarnya manusia sudah mengerti mana baik mana jahat dan Yesus mengajak manusia untuk berpikir, bukan hanya mengikuti secara polos apa yang tertulis dalam kitab suci seperti yang dianut pengikut Al-Quran.
# Staff Isa dan Islam 2013-12-26 12:04
~
Maaf Sdr. Hamba Allah dan Sdr. Putra,

Kami melihat komentar ini sudah sangat jauh keluar dari konteks yang sedang dibahas. Sebab itu kami sarankan, mari kita kembali kepada topik.

Untuk Sdr. Hamba Allah,

Kami dan juga Sdr. Putra sudah menjelaskan secara panjang lebar kepada saudara bagaimana hukum pernikahan dan perceraian menurut Kitab Suci Alkitab. Ingat, menurut Alkitab. Bukan menurut tradisi gereja atau apa yang dilakukan oleh orang-orang Kristen sesuka hati mereka.

Iman kami berlandaskan pada kebenaran firman Tuhan. Kalaupun mungkin ada gereja lain yang mempunyai aturan berbeda di luar apa yang tertulis dalam Alkitab, itu adalah aturan yang mereka buat yang tentunya mempunyai dasar yang kuat. Juga, kalaupun ada orang Kristen bercerai, hal itu bukan karena dianjurkan oleh Alkitab atau gereja. Tetapi keputusan yang bersangkutan.

Supaya saudara dapat memahami masalah ini, saudara harus dapat membedakan: Mana ajaran kitab suci, mana tradisi gereja, dan mana keputusan seseorang.
~
Saodah
# hamba Allah 2013-12-30 12:25
~
To: IDI,

Terlepas dari dasar hukum apa yang dipakai umat Katolik, terbukti bahwa ajaran pembatalan perceraian diimani sebagian umat Nasrani.

Bahkan dijelaskan bahwa gereja akan mengusahakan rujuk sebelum melakukan persidangan. Anda perhatikan kata rujuk. Usaha rujuk berarti orang tersebut telah melakukan pernikahan.
# Staff Isa dan Islam 2014-01-03 10:29
~
Saudara Hamba Allah,

Mungkin apa yang saudara katakan itu benar. “Sebagian” umat Nasrani mengimani perceraian. Namun yang perlu saudara garis bawahi adalah: Hal tersebut bukan ajaran Alkitab, tetapi aturan yang dibuat oleh gereja itu sendiri.

Sama halnya dalam Islam, tidak semua aliran dalam agama Islam merayakan Maulid Nabi Muhammad dan Isra Miraj. Alasan mereka, karena tidak ada perintah merayakannya dalam Al-Quran. Namun faktanya, umat Muslim di Indonesia banyak juga yang merayakannya, bukan?

Justru menurut kami upaya yang dilakukan oleh gereja itu bagus. Dimana “gereja” sebagai pihak ketiga mencoba untuk memperbaiki hubungan tersebut. Bukan justru mendukung perceraiannya.

Renungkanlah kembali ayat ini, “Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia" (Injil, Rasul Markus 10:9)
~
Saodah
# hamba Allah 2014-01-07 15:51
~
To: IDI,

Kalau anda membandingkan perceraian Katolik dengan peringatan Maulid Nabi tentu anda keliru. Memang tidak ada perintah menyelenggaraka n peringatan Maulid Nabi tetapi tidak ada pula larangan untuk memperingati Maulid Nabi. Melakukan sesuatu yang tidak dilarang, tentunya bukanlah sebuah kesalahan, bukan?

Berbeda dengan perceraian Katolik. Kitab anda menyatakan perceraian dilarang apapun alasannya. Tetapi Katolik mengimaninya. Tentulah ini sebuah kesalahan.

Jadi, intinya silakan anda berdakwah tanpa harus membandingkan dengan agama lain. Karena dasar keyakinan yang berbeda, tentu mempunyai aturan yang berbeda.

Bagimu agamamu dan bagiku agamaku.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-27 18:02
~
Saudara Hamba Allah,

Seperti telah dijelaskan di atas bahwa saudara harus dapat membedakan: Mana ajaran kitab suci, mana tradisi gereja, dan mana keputusan seseorang. Tetapi sesungguhnya perceraian bukanlah ajaran Alkitab.
~
# Widya 2014-02-04 10:43
~
Saya belajar dari sepasang suami istri. Sang suami kaya, pandai, orang terkenal, mempunyai satu orang istri. Mereka sudah menikah lebih dari 30 tahun. Saya pikir anak mereka pasti pandai seperti bapaknya dan baik seperti ibunya. Ternyata mereka tak mempunyai anak. Sang suami mandul. Tetapi sang istri tak meminta bercerai.

Nah, kembali lagi ke topiknya. Bagaimana jika yang mandul atau penyakitan atau yang menghambat proses pelipatgandaan keturunan itu ada pada pihak suami? Adilkah jika suami dipoliandri?

"Ya sudah, saya tetap jadi istrimu, tapi saya cari anaknya iseminasi dari pria lain ya?" Bagaimana perasaan lelaki?

Hakikatnya Tuhan mengizinkan poligami itu terjadi bukan berarti Dia menyukainya, tetapi lebih kepada bagaimana sikap kita yang harus bergantung selalu pada-Nya, taat apa firman-Nya.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-27 18:10
~
Saudara Widya,

Apakah dengan kata lain, saudara tidak setuju dengan poligami? Tentu poligami tidak mendatangkan manfaat bagi rumah tangga. Bahkan bagi suami, bila hal itu disadari.

Sebab Allah menghendaki kita "untuk hidup dalam damai sejahtera" (Injil, Surat 1 Korintus 7:15). Artinya harus ada komitmen untuk menjaga keutuhan pernikahan hingga ajal menjemput. Bila hal ini dilakukan, maka kebahagiaan akan dialami rumat tangga itu.
~
Salma
# shacidiva 2014-02-19 11:46
~
Pernikahan dalam Kristen itu sangat sakral karena menggambarkan hubungan Tuhan dengan jemaat-Nya. Tidak seperti dalam Islam hanya di ukur menurut keinginan nafsu suami. Itu namanya tidak menghargai sesama manusia. Apa yang dilakukan di barat, itu bukan ajaran Kristen. Tentu ada harga yang harus dibayar sebagai hukuman.

Umat tidak boleh pisah dengan Tuhan. Demikian pun suami isteri. Kalau ada perselihan, maka firman Tuhan yang akan menyelesaikanny a. Kalau cerai juga itu menghina Tuhan.
# hamba Allah 2014-02-27 14:09
~
To: Shacidiva,

Anda menulis, "Kalau cerai juga itu menghina Tuhan."

Bagaimana menurut saudara dengan umat Katolik yang membolehkan pembatalan pernikahan bila syaratnya terpenuhi? Apakah anda akan menyatakan keyakinan umat Katolik menghina Tuhan?
# gieang 2014-03-06 02:51
~
Saya sedikit bingung mengapa tidak diperbolehkan bercerai dalam Kristen? Sebagai contoh, sang istri tidak memenuhi kewajibanya sebagaimana selayaknya seorang istri karena terlalu sibuk dengan dunianya sehingga suami terabaikan dan sang suami memutuskan untuk berselingkuh. Secara logika para suami tidak mungkin berusaha mencari yang ia butuhkan di luar rumah jika semua kebutuhan yang ia inginkan sudah terpenuhi di dalam rumah. Bukankan begitu? Jadi, apakah Kristen memperbolehkan berselingkuh dibandingkan bercerai? Mohon petunjuk. Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-17 21:07
~
Saudara Gieang,

Menarik sekali contoh saudara. Tetapi menurut kami, hal itu bukan alasan bagi suami untuk berselingkuh. Sebab semua bisa dibicarakan dengan baik dan terbuka. Bukan menyimpan dan membiarkan dalam hati sehingga merugikan diri sendiri dan keluarga. Apakah hanya karena kenikmatan sesaat mau menggantikan keutuhan sebuah keluarga? Karena itu, selingkuh dan bercerai tidak diperkenankan Tuhan sejak semula.
~
Salma
# cokie 2014-03-17 11:39
~
To: Gieang,

Manusia diciptakan Allah dengan memiliki berahi guna memberikan keturunan. Namun tidak berarti membiarkan berahi menjadi panglima atas kehidupan seseorang. Itu sebabnya diingatkan: "Berjaga-jagala h dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah" (Matius 26:41). Hawa nafsu kedagingan hanya bisa diredam dengan berdoa dan bersandar pada pimpinan Roh Kudus.
# joko 2014-03-25 15:59
~
Bagaimana dengan nikah misyar dan nikah mut'ah dalam ajaran Islam? Bukankah itu penghinaan terhadap wanita, dan utamanya adalah penghinaan kepada Tuhan? Umat beragama diajarkan untuk puasa, tujuannya untuk menahan hawa nafsu. Alih-alih menahan hawa nafsu yang besar, Islam justru mengajarkan bagaimana cara melampiaskan nafsu.
# B.Monk 2014-05-10 08:33
~
Permisi saya mau bertanya. Ini adalah pemahaman saya,
mengapa di hukum Islam, dilarang berzinah, tetapi diperbolehkan poligami, selir, budak, kawin siri, dll? Apakah hukum ini sudah direvisi sesuai perkembangan jaman, maksud saya bukan yang murni?

Karena terkadang membingungkan saya. Di satu sisi, tidak menghargai wanita (yang juga termasuk disebut manusia) di sisi lain, memperlihatkan kalau hukum ini mendukung kepuasan kaum laki-laki semata dengan batasan-batasan tertentu, tidak merebut istri / budak orang lain.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-10 15:16
~
Salam Sdr. B. Monk,

Kami menyampaikan terimakasih untuk pertanyaan saudara. Sangat jelas bahwa Allah tidak memperbolehkan manusia khususnya kaum laki-laki untuk berpoligami. Kitab Taurat Musa, Kejadian 2:24 "Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging."

Islam memperbolehkan mengambil istri 3 sampai 4. Jika Allah melarang manusia berpoligami, lalu mengapa Al-Quran mengijinkan berpoligami? Seharusnya kembali kepada Hukum Musa yang ada dalam Alkitab.
~
Salma
isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer

Isa Islam Dan Kaum Wanita

Click gambar di samping untuk artikel - artikel untuk wanita Muslim


 

www.isaislamdankaumwanita.com