Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter

Makan babi atau berzinah – yang mana lebih dibenci Allah?

sate

Orang saleh selalu mempertimbangkan perbuatan-perbuatannya agar mereka berkenan kepada Allah. Setiap agama mempunyai larangan-larangan yang harus diperhatikan. Misalnya agama Islam melarang makan babi. Agama lain mengatakan tidak boleh menyalakan api pada hari Sabat. Lagi ada agama yang melarang merokok. Malahan, ada agama yang melarang makan daging sama sekali.

Pertanyaan yang membingungkan kami ialah: Dosa mana yang lebih besar, makan daging babi atau berzinah? Abu Huraira, pakar Islam yang hidup ratusan tahun yang lalu, pernah menulis bahwa Isa Al Masih akan turun dari surga dan antara lain akan melenyapkan semua babi, karena babi dianggap najis. Nabi Besar Isa Al-Masih, walaupun tidak menyinggung masalah babi, pernah mengajar: Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya [karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya lalu dibuang di jamban], tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskan ..... Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang. (Injil, Markus 7:15-23)

Sudah jelas Kalimah Allah mengajar bahwa hati manusia merupakan "kandang kotor" dan oleh karena itu kita sekalian sungguh najis di hadapan Allah. Perjuangan utama kita ialah bagaimana membersihkan kotoran dosa dari hati kita. Kita perlu mempertimbangkan: Mana yang lebih berat, misalnya menyalakan api pada Hari Sabat atau membiarkan dosa benci mendiami hati kita.


Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Berhubung banyak komentar yang masih belum kami balas, untuk sementara komentar tidak diterima.

Comments  

# parmin abadi 2011-03-27 21:30
*
Yang dibenci Allah kedua-duanya, serta orang-orang kafir. Dalam Al-Quran sudah jelas menolak adanya ajaran Kristen yaitu dalam surat Al-ikhlas.
# Staff Isa dan Islam 2011-04-08 09:18
~
Saudara Parmin, bolehkan kami mengetahui kenapa Allah membenci babi? Apakah mungkin Allah membenci ciptaan-Nya sendiri? Apakah Allah salah mencipta?

Tidak semua pakar Islam setuju akan hal ini. Imam Malik misalnya, ia berpegang kepada Qs 6: 145 yang mengatakan bahwa babi dilarang karena kotor. Bukan karena dibenci Allah atau najis, sehingga mengotori kesucian rohani. Dan adalah hal yang lebih penting, rohaniah dibanding jasmaniah.

Oleh sebab itu, adalah halal bagi kita untuk memakan apapun, asalkan dimasak secara benar dan higienis, karena: “Allah menciptakan untuk kamu apa yang ada di bumi seluruhnya (Qs 2: 29)”, dan karena “Allah telah menundukkan untuk kamu segala yang ada di langit dan di bumi yang semua bersumber dari-Nya (Qs 45: 13).”

Saudara telah salah mengerti Surat Al-Ikhlas. Surat ini jelas menyatakan bahwa Allah adalah esa adanya, bukan tunggal. Banyak orang Islam telah salah mengerti kata ‘esa’.

Menurut para pakar Islam yang mengerti secara benar, seperti Prof. DR. Quraish Shihab (mantan Menteri Agama dan ketua MUI, pakar tafsir Islam) dan ahli lainnya, kata ‘esa’ berarti suatu kesatuan, united, altogether, atau satu yang adalah terdiri dari kesatuan.

Beliau mengatakan bahwa ketika kata ‘ahad’ atau ‘esa’ diutarakan, maka dalam pikiran orang di Timur Tengah, akan tergambar sesuatu yang tidak dapat diterapkan operasi matematika, sedangkan operasi matematika (tambah/kurang) masih dapat dilakukan pada kata ‘wahid’ atau 'tunggal'.

Dengan demikian, maka Trinitas adalah Esa. Sebagaimana pula Allah-nya orang Islam adalah Esa, dan bukan tunggal. Apakah Saudara Parmin menyembah Allah yang tunggal?
~
CA
# herawati 2011-03-28 04:26
*
Babi dan perzinahan adalah dua hal yang diharamkan oleh Allah.

Perzinahan dapat merusak kerukunan rumah tangga, merusak nasab, dapat menimbulkan penyakit kelamin.

Babi adalah binatang yang memakan apa saja, bahkan kotorannya sendiri dimakan sehingga di dalamnya banyak terdapat cacing pita dan bibit penyakit sehingga manusia yang memakannya akan terjangkit penyakit yang terkandung dalam daging babi, karena pada umumnya daging babi dimasak setengah matang karena jika terlalu matang akan hancur.
# Staff Isa dan Islam 2011-04-09 15:52
~
Saudara Herawati, adalah tidak benar bahwa daging babi jika dimasak dengan benar, maka akan menjadi hancur.

Tidak semua pakar Islam setuju bahwa babi itu najis. Imam Malik misalnya, ia berpegang kepada Qs 6: 145 yang mengatakan bahwa babi dilarang karena kotor. Bukan karena dibenci Allah atau najis, sehingga bisa mengotori kesucian rohani.

Oleh sebab itu, adalah halal bagi kita untuk memakan apapun, asalkan dimasak secara benar dan higienis, karena: “Allah menciptakan untuk kamu apa yang ada di bumi seluruhnya (Qs 2: 29; Qs 45:13).”

Isa Al-Masih mengajarkan bahwa makanan tidaklah menajiskan seseorang, sebab apa yang masuk ke dalam perut, akan dibuang di jamban. Dengan demikian Isa Al-Masih menyatakan semua makanan halal. (Injil, Rasul Besar Matius 7:18-19).

Tetapi Isa Al-Masih menyatakan bahwa "Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang" (Injil, Rasul Besar Matius 7:20-23).
~
CA
# herawati 2011-03-28 04:42
*
Sebenarnya dalam Injil memakan babi juga dilarang. Hanya saja karena umat Kristen suka makan daging babi, maka yang tadinya babi dilarang, diganti menjadi babi hutan yang dilarang.

Dalam Al-Quran Allah telah menjamin tak akan berubah apa yang tertulis dalam Al-Quran walau satu titik pun, dari zaman dulu sampai hari kiamat. Bandingkan Kitab suci mana yang bahasanya selalu sama dengan bahasa aslinya, dan yang mana yang penggunaan kata-katanya begitu indah, sopan dan sesuai dengan akal. Mungkinkan Tuhan punya anak? Siapa ibunya? Siapa neneknya?

Pasti Tuhan punya karib kerabat, tapi pada kenyataannya Tuhan itu satu,tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.
# Staff Isa dan Islam 2011-04-09 15:53
~
Saudara Herawati, sesungguhnya apa yang Saudara sampaikan di atas adalah tidak benar, dan sama sekali tidak data pendukung.

Daging babi yang sudah dimasak secara benar dan higienis adalah boleh dimakan. Namun perlu diperhatikan bahwa semua makanan, apapun itu, harus dimakan dengan memperhitungkan kesehatan diri kita.

Adalah benar, bahwa Firman Allah adalah tidak pernah berubah, dari dahulu sampai selama-lamanya, Ia tetap kekal dan tidak bisa dipalsukan oleh siapapun juga. Oleh karena itu, dalam setiap artikel kami, kami menyertakan juga ayat-ayat dalam Taurat, Zabur, Kitab Nabi-Nabi, dan Injil, agar kita semua bisa menikmati keutuhan kebenaran Firman Allah yang telah Ia wahyukan sejak dahulu.

Qs 10:94 "Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu (Yahudi dan Nasrani). Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu."

Ayat di atas membuktikan bahwa kitab yang telah Allah wahyukan sebelum zaman Muhammad adalah benar adanya dan masih tetap asli hingga saat ini.
~
CA
# gathot 2011-04-14 16:38
*
Allah melarang daging babi dan perzinahan. Allah tentu memiliki maksud dibalik larangannya. Jadi tidak usah dikarang-karang alasannya. Allah menguji orang yang mengaku beriman dengan perintah dan larangan.

Semua yang ada di dunia ini ciptaan-Nya, termasuk setan. Tapi mengapa Allah juga membenci setan, yang juga ciptaan-Nya? Allah tidak membenci setan, tetapi setan dipakai Allah untuk menguji manusia, sperti halnya larangan memakan daging babi dan zina.
# Staff Isa dan Islam 2011-04-25 12:52
~
Saudara Gathot,

Jadi menurut Saudara, manakah yang lebih tidak disukai oleh Allah?

Makan daging babi yang sudah diolah dengan baik, ataukah melakukan dosa seperti berzinah, menipu, berbohong, dan hal-hal lainnya?

Kami mengimani perkataan Isa Al-Masih (sesuai ayat di atas), bahwa yang menajiskan diri kita bukanlah apa yang masuk ke dalam tubuh kita (yang dimakan), melainkan apa yang keluar (dari mulut kita), pikiran, dan tindakan kita.
~
CA
# syukrus 2011-04-27 20:03
*
Bagi ummat Islam yang taqwa. Apa pun yang dilarang Allah, ia hindari. Dan apa yang dianjurkan Allah, ia kerjakan.

Babi, Anjing, Darah, dan sembelihan yang disembelih dengan tidak menyebut nama Allah pun, juga diharamkan.

Apa sih enaknya makan daging babi? Toh masih banyak makan yang lebih lezat. Daging unta konon lebih nikmat dari daging babi.

Mempelajari Islam itu jangan sepotong-sepoto ng. Pelajari secara keseluruhan baru bisa paham. Dan tugas Rasulullah itu hanya menyampaikan, dan beliaupun tidak bisa memberikan hidayah atau petunjuk kepada siapapun karena itu urusan Allah.
# Staff Isa dan Islam 2011-05-04 09:59
~
Saudara Syukrus, kami setuju bahwa apa yang dilarang oleh Allah, tentunya hal itu tidak boleh kita kerjakan.

Menurut Saudara, apakah yang menajiskan seseorang: Daging babi yang masuk ke dalam perut itulah yang menajiskan orang, ataukah pelanggaran terhadap perintah Allah tersebutlah yang menajiskan dirinya?

Artikel kami ini membahas bahwa sesungguhnya kita lebih mempertimbangka n apa yang keluar dari diri kita, daripada apa yang masuk ke dalam diri kita melalui mulut.

Kita harus mengendalikan agar dari dalam diri kita jangan keluar hal-hal dan tindakan yang penuh dosa dan pelanggaran terhadap perintah Allah.
~
CA
# nona agustin 2011-05-03 20:39
*
Buat Saudari Herawati, coba Saudari jelaskan dalam Injil di ayat mana dimuat tentang karena orang Kristen suka memakan daging babi, maka akhirnya diubah menjadi larangan hanya berlaku untuk daging babi hutan.
# Staff Isa dan Islam 2011-05-04 10:01
~
Saudara Nona Agustin, kami berpikir bahwa ayat ini tidak mungkin ada. Tetapi kami persilahkan kepada Saudara Herawati untuk boleh menjawabnya. Terima Kasih.
~
CA
# obi 2011-05-07 19:39
*
Surat Imamat 11 ayat 7 menyebutkan babi haram karena memiliki dua kuku yang terbelah. Namun para pendeta Kristen tak menyatakan babi haram bagi umat Kristen."
# Staff Isa dan Islam 2011-05-19 13:55
~
Saudara Obi, hukum ini adalah berlaku bagi umat Israel pada zaman dahulu, dan tidak untuk diterapkan pada masa sekarang.

Pada zaman dahulu, Allah melarang umat-Nya untuk tidak mengkonsumsi beberapa jenis makanan tertentu, dengan tujuan agar umat Allah bisa terus menjaga kekudusan hidup mereka, dengan hidup terpisah (tidak bergaul) dengan bangsa-bangsa lain yang menyembah berhala dan melakukan kekejian lainnya, sehingga mereka tidak terkontaminasi.

Setelah zaman itu berlalu, maka Isa Al-Masih mengatakan bahwa semua makanan adalah halal, sebab: "Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskan, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang sesungguhnya menajiskan umat manusia."

Dalam hal ini, Isa Al-Masih mengajarkan bahwa hal yang lebih penting adalah bukan hal-hal lahiriah, melainkan hal-hal batiniah.
~
CA
# selamat 2011-06-23 18:03
*
Apa yang masuk ke dalam, itulah yang akan keluar. Bukan semua bahan yang masuk dalam akan jadi najis, ada bagian yang dicerna menjadi sebagian dari tubuh manusia, sedangkan sisanya yang tidak berguna menjadi najis.

Demikian juga dari segi batin, hati yang dipengaruhi makanan/minuman yang haram, maka akan jauh dari mempercayai / mentaati)Allah. Bila jauh dari mempercayai Allah, akan timbullah anggapan dan perbuatan yang melanggar aturan Allah termasuklah zina dalam masyarakat.

Jika umat Islam tidak memakan babi, kenapa begitu banyak di antara mereka berbuat kejahatan? Persoalannya, apakah memang benar makanan yang umat Islam itu makan semuanya suci, termasuk juga memastikan daging binatang adalah halal karena telah disembelih dengan menyebut nama Allah?

Daging babi dan perzinaan, keduanya adalah haram.
# Staff Isa dan Islam 2011-07-29 09:28
~
Saudara Selamat,

Dalam artikel di atas telah dijelaskan, bahwa setiap makanan adalah halal. Perhatikanlah ayat berikut: "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang." (Injil, Rasul Besar Matius 15:11)

Dan, seseorang yang tidak memakan babi tidak membuat serta-merta orang tersebut suci. Sebab, semua manusia jelas berdosa, baik karena perbuatannya maupun melalui pikirannya. "Dari hati orang timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa napsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan" (Injil, Rasul Markus 7:21-22)

Satu hal yang pasti adalah, seseorang yang tidak memakan babi tidak mempengaruhi apakah orang tersebut telah menerima Keselamatan sorgawi. Sebab makanan seseorang tidak mempengaruhi keselamatan sorgawinya, karena keselamatan sorgawi hanya ada dalam Isa Al-Masih.

Maka, apa gunanya seseorang tidak makan babi bila dia sendiri tidak memiliki keselamatan sorgawi seperti yang telah ditawarkan Isa Al-Masih?
~
SO
# dina 2011-08-05 11:09
*
Semua dibenci Allah, karena semua larangan Allah. Banyak hal yang tidak diketahui manusia akan ilmu Tuhan, perintah serta larangan.

Sekarang yang menjadi pertanyaan, kenapa shalat harus ada gerakan-gerakan , maksudnya apa? Pasti ada maksudnya karena tidak mungkin Allah memberikan perintah dan larangan.

Terkadang kita menganggap tidak ada artinya itu karena ilmu dan pemikiran kita yang tidak sampai, agama itu bukan hanya sekedar logika tapi keyakinan.

Untuk apa sebenarnya web ini dibuat kalau sebenarnya hanya memicu perbedaan?
# Staff Isa dan Islam 2011-08-08 15:17
~
Saudara Dina,

Tujuan website ini adalah untuk mengetahui lebih lagi tentang Pribadi Isa Al-Masih, baik menurut yang tertulis di Al-Quran maupun Injil. Alasannya? Karena masih banyak, baik umat Muslim dan Kristen tidak mengerti benar tentang hal tersebut.

Jadi, tujuan website ini bukan memicu perbedaan seperti yang saudara sampaikan. Walaupun memang ada perbedaan, namun tentang Isa Al-Masih, ke dua kitab tersebut mempunyai beberapa persamaan.

Allah tidak pernah membuat aturan tentang makan dan minum. Semua aturan tersebut hanyalah buatan manusia. Termasuk dengan gerakan-gerakan tubuh pada saat sholat atau berdoa.

Namun yang terpenting bukanlah apa yang kita makan minum. Atau bagaimana gerakan tubuh kita saat sholat atau berdoa, karena semua itu tidak memberikan jaminan keselamatan.

"Isa bersabda: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Menemukan Jalan, Kebenaran, dan Hidup bersama Allah, adalah jauh lebih penting daripada aturan tentang makan minum dan gerakan-gerakan tubuh.

Sudahkah saudara menemukan Jalan tersebut? Kami menghimbau saudara mengunjungi url ini, http://tinyurl.com/3oj8p6s.
~
SO
# gamaan 2011-12-06 12:07
*
Mengapa ada perbedaan dalam Alkitab terbitan tahun 1968? Bunyi kitab Imamat 11:7 adalah seperti berikut:

“Demikian juga babi, meskipun berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang tetapi tidak memamah biak; haram bagimu.”

Sedangkan dalam terbitan 1979, ayat haramnya babi tersebut disulap, diganti, ditambah, menjadi “babi hutan”:

“Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak, haram itu bagimu.” (Imamat 11:7).

Kemudian diubah lagi menjadi babi pada 1990 dan ditukar kembali menjadi babi hutan pada 2008, bukankah perkataan Allah itu menurut kalian adalah kekal?
# Bayu 2011-12-13 13:33
*
Hewan tidak bisa menyelamatkan kita dan hewan juga tidak bisa menjauhkan kita dari Tuhan. Yang menajiskan dan menjauhkan kita dari Tuhan hanyalah dosa.

God bless all.
# gamaan 2011-12-13 15:50
*
Imamat 11:43-44, Janganlah kamu membuat dirimu jijik oleh setiap binatang yang merayap dan berkeriapan dan janganlah kamu menajiskan dirimu dengan semuanya itu, sehingga kamu menjadi najis karenanya.Sebab Akulah Tuhan, Allahmu, maka haruslah kamu menguduskan dirimu dan haruslah kamu kudus, sebab Aku ini kudus, dan janganlah kamu menajiskan dirimu dengan setiap binatang yang mengeriap dan merayap di atas bumi.

Ternyata Allah tidak hanya menyuruh agar dibersihkan hati dan perlakuan, bahkan juga dari makanan yang haram dimakan.
# Tari Ngotna 2012-06-07 20:38
*
Menurut pengamatan saya, iman Muslim lebih fokus kepada aturan-aturan yang bersifat lahiriah. Sementara kotbah para pendeta dan pastor membawa jemaatnya kepada etika Kristen ke hal-hal yang batiniah atau rohaniah. Kekayaan kekristenan terletak pada dogmatika dan etika. Namun kekayaan Muslimin adalah tata cara dan syarat-syarat lahiriah.

Saya prihatin belakangan ini dari pemberitan media banyak anak-anak bangsa ini para santri menjadi korban sodomi guru ngaji bahkan syeikh terkenal. Tetapi protes rencana show Lady Gaga dari Ulama dan ormas Islam sangat tegas sampai mengerahkan demo para santri. Jelas semua mereka sangat menajiskan daging babi. Saya berdoa kepada Tuhan Yesus semoga Ia berkarya di Indonesia lebih dahsyat, supaya bangsa ini mengenal Sang Kebenaran. Saudara-saudara kita telah ditutupi dengan ajaran-ajaran lahiriah sehingga akhlak bangsa ini semakin terpuruk.

Saya ucapan terimakasih kepada misi Staf Isa dan Islam, semoga diberkati Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2012-06-09 13:15
~
Terimakasih atas komentar saudara, juga apresiasi saudara bagi situs ini.

Semoga apa yang saudara jelaskan di atas dapat menjadi pencerahan khususnya bagi saudara-saudara kita umat Muslim. Sehingga mereka dapat mengerti bahwa sebenarnya hal-hal rohani lebih penting dari hal-hal lahiriah.

“Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal”
(Injil, Surat 2 Korintus 4:18)
~
SO
# Human being 2012-06-13 20:41
*
Menurut saya pribadi, Allah memberikan semuanya untuk manusia, baik atau buruk. Manusia bebas memilih namun tidak 'dilepas begitu' saja. Diberi petunjuk mana yang halal mana yang haram/dosa.

Mengapa Allah mengharamkan babi? Mungkin ilmu pengetahuan manusia sekarang belum bisa menjawab 100% tepat. Ilmu Allah sangat jauh di atas ilmu manusia. Apa yang dilarang Allah pasti untuk kebaikan manusia. Yang namanya godaan bisa bersifat lahiriah atau batiniah, dari mana-mana saja datangnya.

Ibu Tari, mungkin soal sodomi guru ngaji/syekh sudah melenceng dari topik tentang daging babi. Seorang Pendeta/Pastor/ Paus juga ada yang berzina khan? Padahal mereka sudah disumpah oleh gereja. Semua bisa berdosa, kyai, guru ngaji, pastor, paus, rabi, imam... Mau Islam, Kristen, Hindu, Budha atau yang lainnya.
# Staff Isa dan Islam 2012-06-14 14:58
~
Saudara Human Being,

Perihal tentang larangan makan babi disampaikan pada zaman nabi Musa. Larangan ini ditujukan bagi bangsa Israel kala itu, agar mereka terpisah dari bangsa-bangsa lain. Ingat, bangsa Israel adalah bangsa pilihan Allah!

Mengapa babi dilarang? Menurut kami, lebih kepada menjaga kesehatan bangsa Israel di zaman itu. Sebab babi memang kotor dan penuh bakteri, jadi lebih baik dihindari. Namun pada zaman modern ini, di mana cara pengolahan makanan dan ilmu pengobatan sudah sangat maju, sehingga kita memakan makanan tersebut tanpa gangguan kesehatan.

Dan lagi, sudah dengan jelas Isa Al-Masih mengatakan. "Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya” (Injil, Rasul Markus 7:15).

Kami setuju dengan pernyataan saudara Human Being, setiap orang bisa berdosa. Lewat komentarnya, saudara Tari bukan mengatakan hanya guru ngaji/syekh yang dapat berdosa. Tetapi saudara Tari ingin menyampaikan, mengapa tidak ada tindakan tegas bagi seorang guru ngaji/syekh yang telah melakukan sodomi kepada santrinya. Sementara konser Lady Gaga, ormas Islam begitu antusias sampai mengerahkan demo agar tidak diberi ijin.

Inilah yang menjadi keprihatinan saudara Tari.
~
SO
# abdullah 2012-08-15 04:47
*
Kedua-duanya adalah yang dibenci Allah, karena keduanya tidak ada yang mendatangkan kebaikan.

Berzinah dapat merusak moral, akhlak, dan diri sendiri! Memakan babi sampai sekarang belum ada penelitian yang menegaskan hilangnya bibit penyakit bila dimasak dengan benar!
# Staff Isa dan Islam 2012-08-15 19:57
~
Saudara Abdullah,

Pertama kami setuju bahwa komentar di artikel ini sudah merembet ke topik lain. Bukan hanya menanggapi tentang berzinah dan babi. Supaya tidak semakin melebar, maka komentar saudara kami edit dan kami hapus untuk kalimat yang tidak berhubungan dengan topik.

Tentang komentar saudara di atas, menurut kami jelas zinah lebih dibenci Allah! Mengapa? Seperti yang Allah katakan, “Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya , sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya” (Injil, Rasul Besar Matius 5:28).

Sebegitu bencinya Allah dengan perzinahan, sampai-sampai seorang pria yang menginginkan wanita dalam hati saja sudah disebut berzinah.

Tentang babi, hanya berhubungan dengan kesehatan. Tidak ada hubungannya dengan dosa. Kitab suci menulis, "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang" (Injil, Rasul Besar Matius 15:11).
~
SO
# Folala 2012-10-06 21:17
*
Daging babi, daging kambing, daging ayam dll, tidak ada kaitannya dalam kerajaan sorga. Kerajaan sorga bukanlah soal makanan.
# Charlez Ucok Hsb 2012-10-22 12:08
*
Sering sekali aku dengar saudara-saudara kita yang Muslim bilang haram babi, anjing, dll dengan alasan cacing pita, belatung, makan kotoran sendiri.

1. Masalah babi ada cacing pitanya. Mungkin ya ada, tapi tidak semua babi ada cacing pitanya. Ayam kampung, ya ada juga cacing pitanya, tapi tidak semua. Saya mengatakan hal ini karena saya sering jadi tukang jagal. Mengapa ayam kampung dan ternak-ternak lain yang ada cacing pitanya tidak haram?

2. Kerajaan Allah bukan bukan soal makan dan minum tapi iman kepada Yesus sebagai Juru Selamat.

3. Yang najis itu bukan apa yang masuk ke dalam perut, tapi yang keluar dari hati.

4. Kalo babi tidak dimakan, lama-lama babi yang makan kita.

Tuhan Yesus Memberkati kita semuanya.
# Staff Isa dan Islam 2012-10-23 16:43
~
Dalam Taurat, Kitab Imamat pasal 11, kita dapat melihat hukum makanan, dimana salah satu hukum tersebut mengatakan babi haram. Namun perlu diketahui apa yang menjadi latar-belakang mengapa hukum tersebut dibuat. Hukum ini dibuat untuk memisahkan bangsa Israel sebagai bangsa pilihan Allah dengan bangsa-bangsa lain.

Bila ditilik dari kacamata biologi/kedokte ran, kita bisa melihat bahwa hukum ini dibuat lebih untuk menjaga kesehatan Bangsa Israel di jaman itu. Sebab babi biasanya memang kotor dan penuh bakteri. Jadi lebih baik dihindari. Terlebih ketika hukum ini diturunkan, bangsa Israel sedang berada di gurun pasir.

Namun dalam jalan modern saat ini, dimana cara pengolahan makanan dan ilmu pengobatan sudah sangat maju, sehingga kita bisa memakan makanan tersebut tanpa gangguan kesehatan.

Firman Allah berkata, "Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya” (Injil, Rasul Markus 7:15).
~
SO
# wiedy 2012-10-23 07:34
*
Kalau menurut saya dua-duanya jangan dilakukan. Karena memakan daging babi itu dosa, dan melakukan zina itu pun dosa.
# Staff Isa dan Islam 2012-10-23 16:43
~
Saudara Wiedy,

Terimakasih untuk pendapat saudara. Tapi ada satu pertanyaan dari kami. Atas dasar apakah saudara mengatakan bahwa makan babi itu dosa? Apakah menurut saudara, dosa seorang yang makan babi sama besarnya dengan dosa seorang penzinah?
~
SO
# Mulya 2012-10-23 17:04
*
Allah tidak membenci babi tapi mengharamkan dagingnya untuk dikomsumsi, kenapa? Silahkan anda teliti sendiri apa yang terkandung di dalam daging babi dan apa akibatnya bila dikomsumsi manusia! Begitu juga dengan hal-hal lain yang diharamkan. Diharamkan karena tidak memberikan manfaat tapi lebih memberikan mudarat!

Berzina adalah perbuatan yang bukan hanya dibenci Allah bahkan dilaknat Allah. Dan sudah banyak yang menjelaskan mengapa!

Anda hanya memandang Islam dari segi hukum yang dipenggal-pengg al dan tidak memandang Islam secara konsep yang utuh! Bila anda pelajari konsep Islam secara utuh maka anda akan menemukan konsep tata kelola dari seluruh aspek kehidupan dari jasmani sampai rohani yang teratur dan tertata dengan baik dan sempurna!

Itulah salah satu sebab mengapa Kristen tidak mau mengakui Islam, karena dalam Islam semua diatur dan terkonsep dengan sempurna. Islam terlalu mengekang kenikmatan duniawi mereka!
# Staff Isa dan Islam 2012-10-25 16:19
~
Untuk menanggapi komentar saudara mengenai babi yang dilarang untuk dikonsumsi, silakan saudara melihat tanggapan kami untuk komentar dari saudara Charlez Ucok Hsb di atas. Bila ada yang kurang jelas, silakan menghubungi langsung staf kami lewat email: .

Kekristenan tidak mengakui Islam bukan karena dalam Islam semua diatur dan terkonsep dengan sempuran seperti yang saudara sampaikan. Kekristenan menolak Islam, karena ajaran Islam banyak yang bertentangan dengan ajaran Isa Al-Masih, dimana sangat mustahil ajaran tersebut berasal dari Allah.

Ajaran manakah itu? Silakan saudara membaca pada link ini: http://tinyurl.com/7jm54rd.
~
SO
# Bagas Marhdika 2012-11-20 19:19
*
Katanya babi haram karena memakan kotoran-kotoran disekitarnya (menurut Islam). Apakah ayam juga yang makan kotoran disekitarnya, seperti di parit, dan celah-celah batu merupakan haram?
# nia 2012-12-29 10:59
*
Semua diharamkan baik itu makan babi maupun berzina, yang pasti keduanya bukanlah bahan untuk diperbandingkan , yang semata tujuan akhirnya hanya ingin mencari alasan bahwa masih ada yang lebih buruk daripada makan babi dan pastinya makan babi pun hanya dikarenakan nafsu, sama sekali tidak ada manfaat di dalamnya.

Saya rasa orang yang masih teguh dengan ajaran Kristen berarti dia masih terlena akan nafsu dunia, jadi Kristen itu enak, tidak perlu sholat, tidak perlu ada pantangan makanan.
# Staff Isa dan Islam 2013-01-05 20:32
~
Saudara Nia,

Menurut kami setiap makanan adalah baik untuk dimakan, selama kita mengolah makanan tersebut dengan baik dan mengkonsumsinya sesuai dengan takarannya. Setiap makanan akan menjadi tidak baik apabila kita mengolahnya tidak benar dan dimakan dalam jumlah berlebih.

Bagaimana dengan berzinah? Firman Allah berkata, "Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya , sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya" (Injil, Rasul Besar Matius 5:28). Menurut firman Allah, zinah adalah dosa yang tidak dapat ditolerir, bahkan seseorang yang baru memikirkan saja dalam hatinya, sudah dianggap berzinah.

Sehingga, menurut kami makan babi tidak sama dengan berzinah di hadapan Allah. "Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya" (Injil, Rasul Markus 7:15).
~
SO
# yudi 2013-01-21 14:54
*
Dear staff IDI,

Saya mau komentar secara plural saja, tidak ada unsur unsur keagamaan. Saya hanya heran saja, kenapa anda seolah-olah kepingin sekali melihat orang Islam makan babi. Kalau memang anda merasa babi itu tidak haram bagi anda yah silahkan dimakan. Tetapi kalau bagi orang lain itu haram dan dia juga mengharamkan dosa-dosa lain, contohnya perzinahan, bukankah lebih bagus?

Kalau bisa menjadi vegetarian pun itu juga baguskan untuk kesehatan? Lalu apa salahnya orang tidak mau ataupun mengharamkan babi? Apakah anda sudah konsultasi baik-baik ke dokter spesialis mengenai bahaya makan babi? Anda bilang dimasak secara higienis dan tidak dalam porsi berlebihan, sedalam apa anda mengartikan itu? Saya membaca forum-forum anda yg lain juga, tapi kok saya merasa artikel yang ini terlalu mengada-ada ya? Karena anda seolah-olah memaksakan orang untuk memilih sebuah dosa, kalau memang umat Islam bisa menjalankan aturan agamanya tanpa memilih milih, bukankah itu lebih sempurna?
# Staff Isa dan Islam 2013-01-29 11:01
~
Saudara Yudi,

Kami juga heran atas dasar apa saudara menyimpulkan bahwa kami ingin orang Islam makan babi? Pada artikel di atas memang kami mencoba membandingkan antara makan babi dengan zinah. Mengapa? Karena teman-teman Muslim menilai bahwa mengkonsumsi babi sama berdosanya dengan berzinah. Menurut kami, ini sungguh pandangan yang aneh.

Sebab firman Allah berkata, "Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya" (Injil, Markus 7:15-23).

Jadi, melalui artikel di atas kami ingin menyampaikan kepada umat Muslim, bahwa bukanlah sebuah dosa bila seorang Kristen mengkonsumsi babi, sebagaimana seseorang berdosa karena melakukan perzinahan.
~
SO
# Toga 2013-01-27 17:41
*
Terimakasih, bermanfaat sekali.

Untuk saudara Yudi,

Tujuannya karena agar kita dapat saling mengerti. Sebab perbedaan itu indah. Ada kalanya orang Muslim sering menganggap bahwa orang Kristen jijik, karena menganggap babi itu haram. Mungkin admin ingin menjelaskan perbedaan itu indah kalau kita saling mengerti dan menerima.
# Rishma93 2013-02-07 15:12
*
Saya prihatin dengan artikel di atas. Mengapa makan babi disamakan dengan berzina? Dan lihat pula, ada pun artikel berjudul "Perceraian Halal Babi Haram" dsb. Saya rasa perbandingan dari dua aspek tersebut tidaklah sebanding. Dan tidak pula terlihat bijaksana untuk dibandingkan. Sebaiknya untuk admin tidak "sekedar dan sembarangan" mendekatkan dua aspek yang tidak berhubungan untuk dibandingkan.

Terlebih lagi, seharusnya staf IDI benar-benar mempelajari Al-Quran beserta hadist yang lain secara keseluruhan dengan pikiran terbuka.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-28 21:25
~
Saudara Rishma,

Sebelumnya maaf, karena beberapa komentar saudara kami hapus. Silakan saudara memperhatikan aturan dalam memberi komentar yang sudah kami cantumkan di akhir artikel di atas.

Menurut kami, yang harus saudara prihatinkan bukanlah artikel di atas yang sepertinya membandingkan berzinah dengan makan babi. Tetapi, perlakuan umat beragama yang memutuskan untuk tidak mengkonsumsi babi karena dianggap haram, namun berani melakukan perzinahan. Seakan mereka melihat, bahwa dosa mengkonsumsi babi lebih besar dibanding berzinah. Dan lagi, lebih mudah bagi seseorang untuk menceraikan isterinya daripada mengkonsumsi babi.

Lewat artikel di atas, kami ingin mengingatkan para pembaca, bahwa zinah adalah perbuatan yang tidak berkenan di hadapan Allah dan sangat dilarang Allah. “Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah” (Injil, Rasul Besar Matius 5:27). Demikian juga dengan perceraian, adalah sesuatu yang dilarang oleh Allah.

Bagaimana dengan mengkonsumsi babi? Tentang hal ini firman Allah dalam Kitab Suci mengatakan, "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang" (Injil, Rasul Besar Matius 15:11).
~
SO
# KATOLIK SEJATI 2013-02-20 14:09
*
Makan babi kok haram? Bukankah babi juga ciptaan Allah? Kalo makan babi haram, apa hubungannya sama dosa? Lalu, apakah Allah menciptakan mahkluk-Nya ada yang haram? Kalo ya, untuk apa Allah berfirman semuanya dilihat sungguh baik waktu Allah menciptakan langit dan isinya, Kitab Kejadian 1-2:7. Bukankah Allah melihat kebersihan hati daripada makanan untuk masuk ke kerajaan sorga atau tidak? Bantu pencerahan.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-28 21:26
~
Saudara Katolik Sejati,

Firman Allah mengatakan "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang" (Injil, Rasul Besar Matius 15:11).

Maksudnya, apapun yang kamu makan, itu tidak akan pernah menajiskan kamu. Tetapi, apa yang keluar dari mulutmu, seperti: iri hati, dengki, caci-maki, berdusta, marah dll, itulah yang akan membuat kamu najis di hadapan Allah.
~
SO
# mualaf 2013-04-12 19:31
*
Jika segumpal darah itu baik, maka baiklah semuanya, jika segumpal darah itu buruk maka buruklah semuanya, segumpal darah itu adalah hati. Makanan dan minuman yang kita makan, saripatinya akan menjadi darah dan daging yang berpusat di hati, jikalau yang di makan dan di minum sesuatu yang haram atau dilarang oleh Allah, maka hati yang semula suci sedikit demi sedikit akan terhijab sehingga hati yang demikian akan sulit untuk menerima kebenaran.

Maka dari itu Allah memerintahkan agar manusia berhati-hati dalam makan dan minum, bedanya orang sholat yang makan minuman haram sholatnya tidak bisa kusuk, tetapi yang menjaga dari barang haram kurang lebihnya bisa merasakan kusuk, karena sholat itu hatinya yang menghadap Allah swt.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-15 21:29
~
Saudara Mualaf,

Makanan yang dimakan oleh manusia berguna atau tidak berguna hanya berdampak kepada fisik. Tidak ada Firman Allah yang menyatakan keadaan rohani manusia ditentukan oleh apa yang masuk ke dalam perut.

Isa Al-Masih mengajarkan bahwa apa yang masuk ke dalam hati itulah yang menajiskan. Makanan bukan masuk ke dalam hati. Tetapi nafsu zinah, iri hati, percideraan dll inilah yang menajiskan manusia (Injil, Rasul Besar Matius 15:17-19).

Saat ini, dengan berbagai macam modus kejahatan siapakah yang tahu bahwa makanan yang kita beli adalah suatu barang haram. Barang haram juga termasuk barang hasil curian, barang hasil korupsi, hasil menipu dan lain sebagainya.

Jika efek makanan mempengaruhi hati maka bagaimana dengan hewan kurban hasil uang korupsi, dan bagaimana dengan orang banyak yang makan hewan kurban tersebut?
~
NN
# Ratna 2013-04-14 00:06
*
Banyak orang yang makan babi sifatnya lebih terpuji dari orang yang tidak makan babi. Banyak yang pantang babi, tapi dalam hati dan pikiran penuh kebencian mengebu-ngebu terhadap umat lain sampai bisa korbankan diri dan keluarga demi kebencian tersebut.

Benarkah babi betul-betul meracuni hati seseorang. Ataukah hati seseorang teracuni oleh mulut dan kata-kata provokasi dan ajaran kebencian dan didikan kebencian yang diutarakan?
Pikirlah dengan baik saudara Mualaf.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-17 22:06
~
Secara ilmu kedokteran menyebutkan babi termasuk salah satu hewan yang mengandung banyak virus. Tetapi, dengan kecanggihan tehnologi zaman modern ini, virus tersebut dapat dimusnahkan sehingga babi merupakan hewan yang layak dikonsumsi. Bahkan di beberapa negara babi merupakan makanan penting.

Dan satu hal yang pasti, mengkonsumsi babi atau tidak, tidak ada hubungannya dengan keselamatan sorgawi seseorang. Karena keselamatan sorgawi tidak ditentukan apakah orang tersebut mengkonsumsi babi atau tidak.

Firman Allah berkata, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Injil, Surat Efesus 2:8).

Firman Allah berkata bahwa keselamatan sorgawi manusia adalah anugerah dari Allah. Dan anugerah tersebut telah dinyatakan dalam diri Isa Al-Masih.

“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan" (Injil, Kisah Para Rasul 4:12).
~
SO
# Feri Gunawan 2013-04-30 23:29
*
To: Sdr Mualaf,

Saya rasa khusuk tidaknya sembahyang tidak ada kaitanya dengan makanan/minuman nya, yang dikategorikan haram oleh suatu keyakinan. Namun lebih dari niatan hati kita untuk menghadap pada Sang Khalik.

Makanan dan minuman asal dikonsumsi dengan benar, dan diolah dengan baik tidaklah haram. Karena sifatnya hanya sebagai penunjang kebutuhan raga terhadap gizi dan nutrisi. Dari sisi mana hal itu dapat membuat kita jadi haram di hadapan Allah? Yang haram adalah apa yang keluar dari hati dan pikiran serta mulut kita, seperti yang tertulis di Injil Matius 15:11.

Raga ini akan kembali pada tanah, namun jiwa kita akan menghadap pada Allah. Kalau hal itu haram bagi anda, maka haramlah itu hanya bagi anda. Tapi anda tidak bisa mengharamkan hal itu untuk orang yang tidak mengharamkannya , karena bagi orang lain hal itu adalah sah-sah saja dan halal.

Saya heran, babi, haram kan untuk bangsa Yahudi pada masa Musa, sedangkan anda mengikuti ajaran dari Arab, juga sunat, puasa, kiblat, itu semua asalnya dari kebudayaan Yahudi. Bukan ajaran murni Islam, tapi diadopsi dan diaku sebagai ajaran Islam. Coba anda pelajari.
# Rush 2013-05-08 10:30
*
Makan babi sangat dilarang alias najis dan berzina hukumannya bagi umat Islam kedua duanya dirazama, dikubur setengah badan lalu setiap orang yang lewat melemparinya sampai keduanya mati. Itulah hukum bagi orang berzinah bagi Islam. Kalau mana yang lebih dibenci, kedua duanya bukan dibenci malah dilaknat oleh Tuhan, karena babi dan zinah sama-sama haram dan najis. Dilihat dari fisiknya saja babi menjijikan. Makanya belajar tuh terhadap agama Islam biar ga rakus apa aja dimakan ga ada larangan tentang makanan.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-14 21:09
~
Saudara Rush,

Dapatkah saudara menjelaskan apa dasarnya saudara mengatakan bahwa babi itu haram? Bukankah babi juga adalah ciptaan Allah, lalu untuk apa Allah menciptakan babi bila babi diharamkan? Karena segala sesuatu yang diciptakan Allah ada tujuannya.

Mana yang lebih najis, makan babi ataukah kata-kata kotor yang keluar dari dalam hati dan mulut kita?

Isa Al-Masih mengajarkan bahwa apa yang keluar dari dalam hati dan mulut itulah yang menajiskannya. Yaitu hati dan kata-kata kotor yang tidak berkenan bagi Allah
~
NN
# hakkuallah 2013-05-08 17:13
*
Staff IDI,

Sesungguhnya, penyebab dosa diakibatkan dari apa yang kita makan. Coba anda lihat di Jepang atau penjajahan Jepang terhadap negara Indonesia. Mereka kejam, sadis dan bengis diakibatkan makan daging yang tidak masak sepenuhnya dan sulit sekali hatinya untuk bersih. Makanya Indonesia sangat lembut dan ramah karena makanan yang dimakan hanya sayuran yang ada.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-14 10:15
~
Saudara Hakkuallah,

Kami mengucapkan terimakasih atas kesediaan saudara selalu memberi komentar di setiap artikel kami. Walau sejujurnya kami tidak melihat adanya kualitas dari komentar saudara, dan hubungannya dengan artikel yang sedang dibahas. Tetapi kami menghargai waktu yang saudara luangkan untuk sekedar memberi komentar di sini.

Bila memang menurut saudara orang Jepang bengis karena sering makan daging yang belum mateng, bagaimana dengan para jihadis Muslim yang melakukan bom bunuh diri. Silakan melihat kepada sejarah, bagaimana beberapa tahun lalu di Jakarta terjadi bom bunuh diri. Begitu banyak korban, tua-muda bahkan anak-anak.

Lihat juga tragedi bom Bali. Berapa banyak manusia yang tidak bersalah kehilangan nyawa. Akibat ulah para jihadis tersebut, apakah saudara Hakkuallah tahu, berapa banyak isteri-isteri yang menjadi janda, berapa banyak anak-anak yang kehilangan orang tua?

Apakah saudara Hakkuallah bisa menjawab apa yang menjadi penyebab semua itu bisa terjadi? Apakah karena para jihadis itu memakan daging yang mentah sehingga dia bisa membunuh sebegitu brutal?

Menurut kami jawabannya adalah: Karena Islam menghalalkan darah orang-orang kafir. Karena dalam Islam, darah orang kafir dapat menjamin mereka masuk sorga!

Saudara Hakkuallah, jangan keraskan hati saudara. Bukalah mata anda dan lihatlah kebenaran yang ada. Agar saudara tidak binasa.
~
SO
# Feri Gunawan 2013-05-13 14:36
*
Sdr Hakkuallah,

Larangan memakan daging babi itu bukan dari tradisi Islam. Sebelum Islam, dalam Perjanjian Lama dari Alkitab, hal itu sudah ada, dan dilang dalam Taurat. Dengan alasan, bahwa memang babi itu binatang yang jorok, pembawa bibit cacing pita dll, sehingga Allah melarangnya (dan bukan hanya itu, tapi ada +/- 613 hukum yang harus ditaati) agar umat Israel tidak mempunyai masalah dengan kesehatannya dalam perjalanan dari Mesir ke tanah perjanjian Kanaan selama hampir 40 thn.

Daging babi tidak akan membawa kita ke surga atau ke neraka, asal dimasak dengan benar. Makanan hanya sebagai penunjang kebutuhan nutrisi dan gizi tubuh ini, tidak menentukan keselamatan seseorang, selama dikonsumsi dengan benar dan wajar.

Kalau makan daging babi itu haram menurut anda, maka hal itu berlaku bagi anda saja, namun tidak bagi orang lain yang tidak mengharamkan, maka hal itu sah-sah saja dan halal. Sampai dimana penelitian anda tentang daging babi? Gbu
# b-boyz 2013-05-23 10:02
*
Saya membaca komen-komen Anda di atas. Daging babi halal dimakan jika pengolahannya benar. Tolong tunjukkan kepada saya di dunia yang modern ini bagaimana cara mengolah babi yang benar, sehingga tidak ada lagi penyakit yang terdapat pada daging babi. Daging babi itu haram karena terdapat banyak penyakit didalamnya, dan Allah mengharamkan itu karena Allah sayang kepada umat-Nya.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-24 04:43
~
Saudara B-Boyz,

Saudara meminta kepada kami untuk menunjukkan bagaimana cara mengolah babi yang benar.

Begini saja, di Indonesia tidak sedikit orang yang mengkonsumsi babi. Demikian juga di Korea, China, Singapore, bahkan negara-negara lain.

Pertanyaan kami: Apakah saudara pernah mendengar ada orang meninggal setelah mengkonsumsi daging babi?

Memang benar dalam babi terdapat virus yang dapat menimbulkan penyakit. Setiap hewan berpotensi menyebarkan virus, bukan hanya babi. Apakah saudara masih ingat dengan penyakit “flu burung”? Penyakit ini berjangkit dari unggas, termasuk ayam. Nah, mengapa ayam juga tidak haram, bukankah dalam tubuh ayam juga terdapat bibit penyakit?

Saudara B-Boyz, masalah haram atau tidak. Layak konsumsi atau tidak. Semua kembali kepada si konsumen. Bila anda mengharamkan sesuatu, maka haramlah itu bagi anda. Jangan memaksa orang lain untuk ikut mengharamkan apa yang anda haramkan.

Perhatikan firman Allah berikut ini: "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang" (Injil, Rasul Besar Matius 15:11).
~
SO
# b-boyz 2013-05-24 11:21
*
Kita hanya bicara soal babi bukan yang lain, jadi jangan bahas yang lain.

Di dalam daging babi terdapat banyak sekali virus, dan menurut penelitian virus dalam babi itu berbeda dengan sapi, kambing atau ayam. Menurut penelitian virus pada daging babi lebih kebal dari pada virus yang terdapat pada binatang lain. Virus tersebut tidak akan mati meskipun dimasak dalam suhu 100°C dan kalau dimasak dengan suhu yang lebih panas lagi, malah daging itu sendiri yang rusak, protein hilang, yang tersisa hanya racun saja.

Jadi pertanyaan saya masih sama, bagaimana cara mengolah daging babi yang benar sehingga aman untuk dikonsumsi?
# Staff Isa dan Islam 2013-05-28 17:25
~
Saudara B-Boyz,

Saya memang tidak tahu bagaimana cara mengolah babi, karena itu bukanlah keahlian saya. Tapi, perlu juga saudara ketahui, bahwa orang-orang yang mengkonsumsi babi tidak pernah ada meninggal setelah mengkonsumsi daging tersebut. Dan menurut kami, hal itu sudah cukup membuktikan, bahwa daging babi layak untuk dikonsumsi.

Dan yang terpenting, orang yang mengharamkan babi atau tidak, tidak ada pengaruhnya untuk keselamatan sorgawinya!
~
SO
# Fery Gunawan 2013-05-27 00:20
*
To: Sdr b-boyz,

Di banyak negara dan keyakinan tidak mempersoalkan memakan daging babi (kecuali keyakinan yang vegetarian), hanya Islam yang meng-ekspose hal ini. Saya punya sdr sebagai dokter peneliti hewan di Jepang. Menurutnya memang babi itu kotor jika tidak ditangani dengan benar. Tapi di negara yang maju sudah ditangai dengan baik, termasuk kesehatan babi itu sendiri.

Sebelum Islam, dalam Perjanjian Lama tentang babi memang dilarang Allah demi kesehatan umat pilihan-Nya (Israel). Masalah penyakit / virus, katak dan siput, juga kerang dan cumi, hewan ini lebih dekat dengan segala macam virus, termasuk cacing pita. Mengapa umat Muslim tidak pernah melarangnya?

Di Taurat hal itu dilarang untuk dikonsumsi (Imamat 11:3-7; Ulangan 14:6-8). Kanker timbul karena adanya bahan yang bersifat karsinogen, termasuk bahan lemak, yang memang banyak terdapat pada daging babi, tapi bukan hanya babi saja. Jika daging babi seperti yang anda katakan, tentunya WHO sudah mengeluarkan warning, seperti warning memakan daging unggas terkait flu burung, tapi hingga saat ini tidak ada bukan? Thanks. GBU.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-06 21:21
~
Saudara B-Boyz dan Saudara Fery Gunawan

Maaf, situs ini bukan situs kedokteran. Jadi saudara tidak perlu membahas tentang virus babi di sini. Di atas saudara sudah menjelaskan tentang virus yang terdapat dalam babi. Kami rasa hal itu sudah cukup sebagai informasi bagi mereka yang ingin mengetahuinya.

Saudara B-Boyz, bila menurut saudara babi itu haram, haramlah itu bagi saudara. Saudara tidak perlu memaksakan kehendak saudara agar orang lain juga melihat babi sebagai makanan yang haram.

Dan lagi, apakah dengan mengharamkan babi membuktikan bahwa saudara sudah menjadi seorang yang berkenan di hadapan Allah?
~
SO
# b-boyz 2013-06-08 19:19
*
Saya tidak maksa, tapi saya cuma bertanya yang sampai sekarang belum dijawab. Dan yang sangat jelas Alkitab sendiri melarang makan babi.
# Staff Isa dan Islam 2013-07-02 20:45
~
Saudara B-Boyz,

Menurut kami jawaban yang kami dan juga dari Sdr. Putra sudah cukup jelas. Bila saudara kurang puas dan ingin membahas tentang virus atau kuman-kuman apa saja yang terdapat dalam babi, silakan saudara mencari forum tentang kesehatan atau mungkin forum tentang babi. Tentu di sana saudara dapat dengan leluasa bertanya dan memberi pernyataan seputar babi.

Kami harap saudara dapat mengikuti aturan yang ada di situs ini. Harap maklum!
~
SO
# Putra 2013-06-08 22:20
*
To: B-boyz

Bila dalam Alkitab ditemukan adanya larangan memakan babi, itu adalah waktu sebelum Isa datang. Pada waktu itu, babi menjadi sumber penyakit karena cara pengolahannya yang kurang baik.

Isa datang untuk menggenapkan kitab sebelumnya. Didalam Injil, Anda akan menemukan ajaran; "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang" (Injil, Rasul Besar Matius 15:11).

Di dalam Injil tidak ada larangan memakan babi dan juga tidak ada keharusan untuk memakan babi. Dan non Muslim pun tidak memaksa Muslim memakan babi.
Saya makan babi dan sehat sehat saja, juga mempunyai teman Muslim yang makan bersama di warung babi. Dia pun makan tetap seperti biasa hanya tidak memesan babi.
Karena dosa bukan berasal dari memakan babi, melainkan justru ketika melihat teman non Muslim memakan babi kemudian menganggap temannya tersebut haram dan menjauhinya.
# salam damai 2013-07-01 04:27
*
Padahal sudah jelas-jelas ya dalam kitabnya Surat Imamat 11 ayat 7 menyebutkan babi haram karena memiliki dua kuku yang terbelah. Namun para pendeta Kristen tak menyatakan babi haram bagi umat Kristen."

Tetapi admin dan umat kristen itu menyangkal dan bilang itu untuk masa yg dulu bukan yang sekarang. Apa bedanya zaman dahulu dan sekarang toh kitab yang diwahyukan Allah itu seharusnya untuk dizaman apa pun. kita baik dulu dan sekarang. Bukankah sejatinya wahyu yang Allah turunkan itu adalah sebagai pedoman untuk manusia yang dulu dan sekarang supaya menjadi pedoman agar hidup bisa menjadi lebih baik. Kalau zaman nya berubah lagi jadi bisa ditambah dan dikurangi isinya begitukah. Inalillahi
# Staff Isa dan Islam 2013-07-12 13:23
~
Saudara Salam Damai,

Kitab Taurat terdiri dari dua bagian – hukum moral dan hukum perdata. Hukum moral mengatur tentang etika. Hukum perdata terdiri dari peraturan dan regulasi tentang kehidupan sehari-hari seperti makanan, pakaian, dan tata cara keagamaan. Tujuan hukum perdata adalah untuk memisahkan bangsa Israel dari bangsa-bangsa lainnya. Mereka harus berbedadengan bangsa lainnya di bumi karena mereka memuja satu-satunya Allah yang sejati. Oleh
karenanya mereka tidak boleh mengambil kebiasaan-kebia saan ibadah berhala di sekitar mereka.

Salah satu dari hukum perdata adalah larangan memakan babi. Kitab Taurat melarang makan babi (Imamat 11:7-8). Orang Yahudi menganggap makan babi sebagai tindakan yang najis.

Menjelang jaman Yesus, hukum perdata ini menjadi hanya sekedar tanda kesucian saja. Mereka menjadi hipokrit dengan berpura-pura menjadi suci sementara hati mereka jahat. Yesus melihat bagaimana mereka menyalahgunakan hukum perdata. Oleh karenanya Dia menyatakan semua makanan adalah bersih, supaya dapat membongkar kehipokritan mereka dan memfokuskan kembali hati kesucian hati yang sejati.

Yesus menyatakan semua makanan dapat dimakan (Markus 7:14-19). Al-Qur’an mengutip Yesus dengan mengatakan, “Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu” (Sura Ali Imran 3:50).
~
NN
Video Isa Dan Islam

Click gambar di atas untuk video-video terbaru kami

www.videoisadanislam.com

isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer