Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter

Pernikahan Dan Perceraian Di Alkitab Dan Al-Quran

CeraiPernikahan bukanlah hubungan yang mengikat dalam agama Islam. Al-Quran tidak menganggap perceraian sebagai pilihan yang tragis, ketika upaya lainnya gagal. Ada perbedaan yang mencolok antara ajaran Al-Quran dan Alkitab tentang hal ini. Berikut beberapa faktanya.

Seorang Ibu Terpisah dari Anak Perempuannya

Satu kisah nyata yang menggambarkan fakta ini, ditulis dalam buku “Not Without My Daughter” (Tidak Mau Tanpa Anak Perempuan Saya), karangan Betty Mahmoody (St. Martin’s Press, 1987).

Buku tersebut kemudian difilmkan dengan judul yang sama, dibintangi Sally Field. Buku ini menceritakan krisis yang dihadapi wanita-wanita Kristen, ketika mereka menikah dengan pria Muslim. Nyonya Mahmoody dijadikan tahanan rumah oleh keluarga suaminya, hingga suatu hari dia berhasil melarikan diri. Namun, dia tidak mau pergi tanpa anak perempuannya.

Orang-orang Muslim yang bersimpati terhadapnya, menolong anaknya melarikan diri. Sejak saat itu, dia bekerja menolong para wanita yang memiliki pengalaman sama. Dia menolong lebih dari tujuh puluh lima anak, untuk disatukan kembali dengan ibu mereka (Ladies Home Journal, November 1998, hal.44).

Seorang Muslimah Dicerai Tanpa Alasan

Ajaran pernikahan dan perceraian dalam Islam, menyebabkan timbulnya keprihatinan, bahkan di antara orang Muslim. Seorang Muslim dicerai tanpa ajalan jelas, hal ini menjadi permulaan perjalanan rohani yang membawanya pada Alkitab sebagai jawaban. Dia menjadi Kristen ketika menemukan kekudusan pernikahan dalam Alkitab.

Inilah pengalaman nyata dari Bilquis Sheikh, penulis buku “I Dared to Call Him Father” (Chosen Books of The Zondervan Publishing House, Grand Rapids, Michigan, 1978).

Memang Al-Quran dan Alkitab melarang percabulan. Namun letak perbedaannya ada pada ajaran Alkitab yang unik.

Kekudusan Pernikahan Berdasarkan Alkitab

Pada kitab pertama Alkitab, “manusia” didefinisikan sebagai pria dan wanita. Juga dikatakan, mereka diciptakan menurut gambar Allah (Taurat, Kitab Kejadian 1:27).

Dalam pernikahan, dua manusia ini menjadi “satu daging” (Taurat, Kitab Kejadian 2:24). Dan Isa Al-Masih menjelaskan bahwa Allah hanya memperbolehkan perceraian apabila adanya kasus perzinahan (Injil, Rasul Besar Matius 19:3-12).

Walaupun Alkitab mengajarkan tentang kekudusan pernikahan, namun tingkat perceraian di negara-negara Barat begitu tinggi. Beberapa orang Islam menjadi kritis terhadap fakta ini, karena merupakan suatu masalah.

Namun inilah faktanya, bahwa semua manusia telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Itulah sebabnya, manusia membutuhkan Juruselamat (Injil, Surat Roma 3:22-24)

Al-Quran: Pernikahan dan Hak Wanita Muslim

Berikut adalah beberapa ayat Al-Quran yang menjelaskan pernikahan dan hak wanita Muslim.

Wanita BerkerundungPoligami dan Selir

Islam memperbolehkan seorang pria mempunyai isteri lebih dari satu. Mereka percaya, banyak isteri dan anak lelaki berarti banyak rejeki. “Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezki dari yang baik-baik.” (Qs 16:72)

Selain itu, Islam juga memperbolehkan poligami. “Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat...” (Qs 4:3)

Juga seorang pria diijinkan mempunyai selir. “dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.” (Qs 23:5-6)

Sementara Alkitab mengajarkan, seorang isteri adalah berkat dari Allah. Seorang pria hanya diperbolehkan mempunyai satu isteri saja. Dan hubungan seks hanya dapat dilakukan dengan isteri yang sah.

Pernikahan Dan Perceraian Dalam Islam

Sebagaimana nabi umat Muslim mempunyai seorang isteri di bawah usia, demikianlah Islam memperbolehkan seorang pria dewasa menikahi gadis di bawah usia. Termasuk mengawini anak tirinya.  “....anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya...” (Qs 4:23)

Islam juga memandang perceraian adalah baik. Seorang suami dapat mengganti isterinya dengan isteri lain (Qs 4:20).  Namun, bila si pria menginginkan wanita yang sudah diceraikannya,  dia dapat mengawininya kembali (Qs 2:230). Seorang pria Muslim juga dapat mengawini isteri-isteri pria non-Muslim/kafir (Qs 60:10)

Injil mengajarkan, seorang Kristen hanya diperbolehkan menikah dengan orang yang sungguh telah menerima keselamatan dalam Isa Al-Masih. Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya...” (Injil, Surat II Korintus 6:14)

Hak-Hak Wanita Muslim

Bila Injil mengajarkan pria dan wanita mempunyai hak yang sama, tidak demikian halnya dalam Islam. Islam mengajarkan hak pria lebih tinggi dibanding wanita. “...Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya...” (Qs 2:228)

Suami juga diperbolehkan memukul isterinya, “..Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka....” (Qs 4:34)

Seorang Muslimah yang diceraikan, hanya berhak atas warisan dari suaminya selama satu tahun “Kepada wanita-wanita yang diceraikan (hendaklah diberikan oleh suaminya) mut`ah menurut yang ma’ruf, sebagai suatu kewajiban bagi orang-orang yang takwa.” (Qs 2:241)

Mereka juga harus rela disamakan seperti ladang untuk dibajak, “Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok-tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki...” (Qs 2:223)

Ajaran Islam mengenai perkawinan sangat bertolak-belakang dengan ajaran Injil. Seorang suami Kristen tidak diperkenankan memperlakukan isterinya seperti ladang, atau memukulnya. Injil berkata, Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.” (Injil, Surat Kolose 3:19)


[Staff Isa dan Islam – Kami mempersilakan saudara membaca artikel mengenai hubungan suami-isteri!]


Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Add comment

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Komentar hanya diperbolehkan menjawab salah satu dari 3 pertanyaan fokus yang dimuat di bagian akhir artikel. Kecuali beberapa artikel yang tidak memuat 3 pertanyaan fokus.
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments  

# atar 2011-09-19 21:59
*
Jika kita baca artikel di atas terlihat sekali perbedaan antara kedua ajaran di atas, terutama hubungan dengan budak, perlu dijelaskan apakah boleh dilakukan tanpa menikah atau menikah terlebih dahulu?
# Staff Isa dan Islam 2011-09-20 11:28
~
Saudara Atar benar, Islam dan Kristen memiliki pandangan yang berbeda tentang “Pernikahan”. Perbedaan yang paling nyata adalah, bila Islam mengajarkan poligami, Kristen mengajarkan monogami. Kristen mengharamkan perceraian, Islam sebaliknya memperboleh perceraian.

Pada artikel di atas juga telah dijelaskan perbedaan-perbe daan lainnya, yaitu tentang siapa-siapa saja yang dapat dinikahi.

Bila saudara ingin diskusi lebih jauh tentang topik ini, silakan menghubungi staf kami lewat email: .
~
SO
# Azis 2011-09-20 02:41
*
Saya beragama Muslim, tapi bagi saya pernikahan satu kali seumur hidup dan hanya satu pendamping sampai ajal menjemput. Karena saya berprinsip (terdapat pada ajaran Isa dan Islam) wanita diciptakan dari satu tulang rusuk pria.

Jadi dapat digambarkan seorang isteri adalah tulang rusuk yang hilang yang dipertemukan oleh Allah dengan suaminya. Maka tidak ada alasan untuk memperisteri lebih dari satu.

Soal boleh memiliki isteri lebih dari satu tetapi wajib adil, saya bisa pastikan hanya 1:100000 manusia yang dapat berbuat adil dan boleh ditanya kepada setiap wanita dari hati kecil mereka pasti tidak ada yang ingin dimadu.

Coba kita bayangkan jika hal ini terjadi sebaliknya? Apakah kaum pria sanggup? Mari kita jawab pada diri kita masing-masing.

Wasallam.
# Staff Isa dan Islam 2011-09-20 11:25
~
Saudara Aziz,

Benar apa yang saudara katakan, bahwa wanita diciptakan Allah dari tulang rusuk pria. Itulah sebabnya pria dan wanita adalah sepadan.

Dalam dunia nyata, memang tidak sedikit pria Muslim yang menolak poligami. Hal ini terbukti dengan banyaknya pria-pria Muslim yang setia pada satu isteri. Namun tidak dapat dipungkiri, bahwa dalam ajarannya, Muhammad memperbolehkan poligami. Bahkan dia sendiri mempraktekkanny a dengan memiliki isteri lebih dari satu.

Pria Muslim bukan hanya melihat model pernikahan nabi mereka, tetapi Al-Quran dalam beberapa ayatnya juga mendukung tindakan seorang pria Muslim yang ingin memiliki isteri lebih dari satu. Itulah sebabnya, banyak ditemui pria Muslim yang memiliki isteri lebih dari satu, baik mereka dari kalangan biasa hingga pemuka agama.
~
SO
# yes 2011-09-20 11:04
*
Kita harus setia yang satu isteri seperti kita setia Allah yang satu, kalau di dunia pun kita tidak dapat setia kepada isteri/suami yang satu, bagaimanakah kita dapat setia kepada Allah yang satu?

Kalau kita beristeri lebih dari satu apa bedanya kita seperti hewan yang bersetubuh kepada banyak pasangan?
# Staff Isa dan Islam 2011-09-21 15:53
~
Setia pada satu isteri memanglah penting, namun satu hal yang perlu kita ketahui bahwa pernikahan adalah sesuatu yang kudus di hadapan Allah. Dan pernikahan bukanlah hanya sebatas untuk kepentingan seks belaka.

Firman Allah berkata, “Demikianlah mereka (suami-isteri) bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." (Injil, Rasul Besar Matius 19:6)
~
SO
# atar 2011-09-21 20:26
*
Terimakasih Staff IDI, kami hanya merasa agak terganggu dengan ayat Qs 23: 5-6, Allah yang Maha suci bisa membolehkan "hubungan" dengan budak, bukankah budak juga ciptaan-Nya sendiri? Kami meragukan ayat tersebut berasal dari Allah yang Maha suci dan Maha kasih.
# Abdullah Rajab 2011-09-22 12:21
*
Islam mengajarkan "bolehnya poligami", tidak ada keraguan tentangnya karena hal itu terdapat dalam Al-Quran dan dicontohkan oleh Muhammad.
# Andragaris 2011-10-25 12:05
*
Apakah umat sebelum Muhammad tidak ada yang berpoligami? Nuh berpoligami, Abraham berpoligami, Yakub bepoligami, Daud (nenek moyang Yesus) berpoligami.

Poligami adalah satu kenyataan yang mungkin dapat dilakukan oleh manusia. Hanya ajaran Islam lewat Rasulullah-lah yang mengatur hak-hak dan kewajiban, serta batasan seseorang untuk melakukannya.
Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2011-10-31 12:29
~
Alkitab menyebutkan bahwa Allah menciptakan satu pria (Adam) dan satu wanita (Hawa) untuk melahirkan keturunan. Adanya poligami dimulai dari anak Kain bernama Lamech, Kain adalah anak Adam yang berdosa membunuh Habel saudaranya. Jadi penyimpangan poligami terjadi sejalan dengan penolakan manusia akan firman Allah.

Ajaran Isa Al-Masih dan para rasul melarang umat Kristen untuk poligami. Perkawinan merupakan pembentukan satu kesatuan daging yang melibatkan hanya dua pihak. Ketika seseorang menceraikan ataupun tidak menceraikan pasangannya kemudian mencari pasangan baru maka disebut berzinah (Injil, Rasul Besar Matius 19:3-9).
~
SL
# Azriadi 2011-10-26 20:26
*
Apa benar manusia diciptakan berpasang-pasan gan? Faktanya didunia ini ada lebih banyak wanita dibandingkan pria, kurang lebih 1:4. Para wanita yang tidak memiliki pasangan, kehidupannya akan bagaimana?

Namanya manusia tidak akan tahan hidup sendiri, lalu akhirnya berbuat maksiat. Karena itulah Islam membolehkan poligami tapi bukan berarti suatu kewajiban. Menikah adalah untuk ibadah mengangkat derajat kaum wanita, menjaga dan menafkahi, bukan untuk menyalurkan nafsu cinta semata.
# Azriadi 2011-10-31 06:31
*
Saya akan memberikan contoh positif dari poligami. Saat Sarah istri Ibrahim sedang mandul beliau bijaksana dengan mengijinkan suaminya mengambil Hajar sebagai isterinya agar memperoleh keturunan.

Ketahuilah poligami bukan untuk melarikan diri dari tanggung-jawab suami isteri. Walau kebanyakan manusia memanfaatkan ijin poligami untuk lari dari masalah keluarga yang kurang harmonis. Jadi bukan karena poligami yang menimbulkan perpecahan suami isteri tapi karena keluarga itu sendiri yang sudah kurang harmonis.
# Azriadi 2011-11-04 06:40
*
Menurut kepercayaan Islam kisah Ibrahim tidak seperti itu. Saat Hajar hamil ia menolak untuk menyerahkan anaknya pada Sarah, sifat alamiah seorang ibu yang tak ingin dipisahkan dari anaknya.

Hajar melarikan diri ke padang Paran, dan membesarkan anaknya sendirian. Sarah merasa itu suatu penghinaan dikarenakan Hajar tidak mematuhi permintaannya. Walaupun Hajar tidak mau kembali, Ibrahim tetap menjalankan kewajibannya menafkahi Hajar dan anaknya yang pada waktu itu adalah keturunan satu-satunya dari Ibrahim.
# gamaan 2011-11-25 15:02
*
Saya agak kesal dengan cara ayat-ayat Al-Quran digunakan dalam artikel di atas. Sudah tentu menghairankan apabila penulis hanya menggunakan sebahagian daripada ayat tentang poligami guna menekankan seolah-olah Islam sangat menggalakkan poligami, pada hal poligami itu ada syaratnya, yaitu berlaku adil.

Coba lihat ayat yang penuh seperti berikut “Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilama kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi ; dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya” [An-Nisa:3]
Video Isa Dan Islam

Click gambar di atas untuk video-video terbaru kami

www.videoisadanislam.com

isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer