Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter

Bagaimana Pandangan Al-Quran Mengenai Kematian dan Kebangkitan Isa Al-Masih?

Tokoh 10 Islam dan Kristen adalah dua agama terbesar di dunia. Injil dan Al-Quran–Kitab Suci kedua agama besar tersebut– sama-sama memberikan “Gelar Kehormatan” kepada Isa Al-Masih. Kedua kitab ini sama-sama mengatakan bahwa Isa Al-Masih adalah satu-satunya manusia suci yang pernah datang ke muka bumi ini. Dia juga disebut Kalimat/Firman Allah yang dikandung dari Roh Kudus dan dilahirkan oleh seorang perawan yang saleh bernama Maryam.

Kematian Isa Al-Masih

Terdapat beberapa hal kesamaan Al-Quran dan Injil dalam menilai Isa Al-Masih. Tetapi tidak sedikit pula perbedaan yang diajukan oleh kedua Kitab Suci tersebut. Diantaranya adalah mengenai kematian Isa Al-Masih. Dalam Injil, Rasul Besar Matius 27:45-66 kita dapat mengetahui tentang kematian Isa Al-Masih. Lebih jelas lagi pada ayat 50 dikatakan “Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.” Jelas ayat ini mengatakan bahwa Isa Al-Masih benar-benar meninggal di atas kayu salib.

Bagaimana dengan Al-Quran? Tidak ada ayat yang pasti dalam Al-Quran yang mengatakan apakah Isa Al-Masih benar mati di kayu salib atau tidak. Namun demikian, umumnya umat Islam percaya bahwa yang salib bukanlah Isa Al-Masih, melainkan orang lain yang dibuat Allah mirip dengan Isa Al-Masih.

Pemahaman ini didukung oleh ayat dalam Al-Quran Sura 4:157 “Padahal bukanlah mereka membunuhnya dan bukan pula menyalibnya, melainkan orang yang serupa dengan dia”. Benarkah demikian?

Beberapa ayat dalam Al-Quran juga bicara tentang kematian Isa Al-Masih, yaitu: “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali". (Qs 19:33). (Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta . . . . menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. . . . . ". (Qs 3:55).

Dua ayat di atas dengan jelas mengatakan bahwa Isa Al-Masih benar-benar mati. Atau mungkinkah dalam Al-Quran terdapat beberapa ayat yang saling bertentangan?

Dengan demikian dapat disimpulkan, baik Injil maupun Al-Quran sama-sama mengakui bahwa Isa Al-Masih benar-benar meninggal.

Kebangkitan Isa Al-Masih

Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas bahwa Isa Al-Masih saat ini berada di sorga. Walaupun Injil dan Al-Quran mencatat bahwa Dia mati, tetapi maut tidak dapat mengambil nyawa-Nya daripada-Nya. Injil, Rasul Besar Matius 28:5-6 mengatakan, ”Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Isa Al-Masih yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya”.

Al-Quran juga menjelaskan bahwa Isa Al-Masih telah bangkit dari kematian-Nya. Hal ini dapat kita baca dalam Qs 19:33, “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku (Isa Al-Masih) dibangkitkan hidup kembali".

Dengan demikian dapat disimpulkan, baik Injil maupun Al-Quran sama-sama mengakui bahwa Isa Al-Masih benar-benar telah bangkit dan naik ke sorga. Dia telah kembali ke sorga karena dari sorgalah Dia berasal.

Isa Al-Masih Adalah Kebangkitan dan Hidup

Injil, Rasul Besar Yohanes 11:25 berkata, “Akulah (Isa Al-Masih) kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati”. Hanya seseorang yang telah menerima Isa Al-Masih yang akan mendapatkan kehidupan kekal. Sudahkah saudara menerima “Kebangkitan” dan “Hidup” itu?

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Berhubung banyak komentar yang masih belum kami balas, untuk sementara komentar tidak diterima.

Comments  

# muliadi 2010-12-08 11:19
*
Dia hidup dihidupkan dan Dia mati dimatikan. Berarti Dia bukan yang menghidupkan dan bukan yang mematikan.

Berarti Isa Al-Masih hanyalah makluk yang diangkat dan dimuliakan oleh Yang Maha Menghidupkan dan Maha Mematikan makluk, dan dapat dihidupkan kembali bagaikan listrik dihidupkan dan dimatikan arusnya.
# Staff Isa dan Islam 2010-12-10 16:07
~
Sdr. Muliadi, hal pertama yang perlu Saudara pahami, bahwa Isa Al-Masih adalah Allah yang kemudian menjelma menjadi manusia. Allah adalah sumber hidup, Allah memiliki kuasa untuk mencipta dan menghidupkan.

“Sesungguhnya manusia itu, walaupun bersatu padu, tidaklah sanggup menciptakan walau hanya seekor lalat pun”
(Qs 22:73). Dalam diri Isa Al-Masih, kita melihat bahwa Dia juga adalah sumber hidup. Dia berkuasa untuk mencipta dan menghidupkan orang yang sudah mati (QS 3:49).

Bagi pengikut Isa Al-Masih, dijanjikan Allah akan memperoleh tempat yang tinggi di akhirat (Qs 3:55), dimana Isa Al-Masih seorang terkemuka di sorga (Qs 3:45), akan datang lagi sebagai Hakim Yang Adil untuk menentukan setiap orang, baik yang masih hidup maupun yang sudah mati, untuk dapat menerima 'hidup' yang kekal di dalam sorga ataupun 'mati' di dalam neraka.

Sudahkah Sdr. Muliadi menerima keselamatan itu? Silahkan saudara menyelidikinya di http://tinyurl.com/6ntpehg.
~
CA/SO
# Hamba Allah 2010-12-11 10:47
*
Jangan hanya sekedar membaca, tapi mari kita kaji dan melihat secara utuh, karena Islam menuntut kecerdasan untuk bisa memahaminya.

Adalah benar Isa Al-Masih belum mati (QS 4:157, 19:33, 3:55). Dan seperti yang anda tulis di atas: "pada hari aku meninggal." Tapi kalimat "akhir ajalmu" bukan berarti sudah meninggal, tapi nanti pasti akan meninggal.
# Staff Isa dan Islam 2010-12-14 10:00
~
Saudara mengatakan bahwa Isa belum meninggal, namun nanti pasti akan meninggal. Bolehkah Saudara menerangkan kepada kami kapan nanti Isa Al-Masih akan meninggal?

Setahu kami, ketika kali kedua Isa Al-Masih datang ke dunia, bukan sebagai manusia yang bisa mati. Tetapi sebagai Hakim Yang Adil (Ahkamil Hakimin) untuk menghakimi semua orang. Baik yang masih hidup maupun yang sudah mati, termasuk semua nabi dan rasul tanpa kecuali (Hadis Shahih Bukhari 1090).

Ia datang untuk menentukan siapa yang akan diserahkan ke dalam neraka, dan siapa yang boleh menikmati sorga.

Kiranya Saudara dapat memahami kebenaran ini.
~
CA
# abd. razak 2010-12-16 17:18
*
Dalam memahami Isa Al-Masih, Islam berbeda dengan Kristen. Umat Islam meyakini Isa hanya sebatas Nabi dan akan datang di akhir zaman untuk meluruskan akidah umat dan menghancurkan salib. Islam wajib mempercayai hal ini.

Berbeda dengan umat Kristen yang menganggap Isa Al-Masih sebagai "Anak Tuhan". Padahal Isa Al-Masih sendiri tidak pernah mengatakan kalau diri-Nya "Tuhan". Juga Dia tidak tahu kapan kiamat akan datang.
# Staff Isa dan Islam 2010-12-29 16:50
~
Isa Al-Masih memang tidak pernah secara langsung berkata “Akulah Tuhan”. Tetapi Ia mengajarkan dalam berbagai kesempatan bahwa Dia adalah Tuhan.

Tentang hal ini, bukan hanya manusia yang bersaksi, tetapi malaikat Tuhan. "Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud" (Injil, Rasul Lukas 2:11).

Isa Al-Masih dalam kapasitas -Nya ketika sebagai manusia, bertugas menyampaikan apa yang menjadi keinginan Allah bagi manusia.

Tetapi dalam kapasitas-Nya sebagai Tuhan, justru Isa Al-Masih yang menentukan kapan hari kiamat itu terjadi.
~
SL & CA
# rosa 2011-01-04 08:22
*
Bukankah kalau Yesus mati, Dia akan bertemu dengan Bapa-Nya di surga?
# newbia 2011-02-26 07:05
*
Untuk staf Isa dan Islam, saya senang anda mengakui satu hal, yaitu bahwa Isa Al-Masih adalah rasul Allah, kalimat Allah dan Roh Allah, bukan Allah itu sendiri. Dengan demikian, Isa Al-Masih adalah ciptaan Allah,

Seperti halnya Muhammad dan nabi lainnya, Isa Al-Masih adalah manusia pilihan yang mulia dan diberikan kelabihan-keleb ihan di sisi Allah.

Mengapa bukan Isa Al-Masih yang dijadikan manusia pertama?
# Hamba Allah SWT 2011-04-28 02:53
*
Allah itu satu, tidak beranak dan tidak diperanakkan.

Ketika Allah menanyai Isa Al-Masih, apakah Isa Al-Masih pernah mengatakan agar orang-orang menyembah diri-Nya dan Ibu-Nya (Maryam), Isa menjawab: Tidak!
# Staff Isa dan Islam 2011-05-04 17:47
~
Saudara mengutip Qs 5:116. Ayat ini lagi-lagi merupakan satu kesalahan data yang diperbuat oleh kitab Saudara, sebab umat Kristiani tidak pernah menganggap Maryam sebagai Tuhan.

Bagaimana mungkin kitab Saudara bisa menuduh kalau Isa dan Maryam telah dijadikan menjadi dua orang Tuhan?

Umat Kristiani juga tidak pernah beranggapan bahwa Allah melakukan suatu hubungan dengan Maryam, dan kemudian melahirkan Isa Al-Masih sebagai 'Anak Allah' yang diperanakkan. Tuduhan bahwa 'Allah beranak dan diperanakkan' adalah benar-benar suatu kekejian yang menghina kesucian Allah. Sama sekali tidak pernah ada konsep 'anak' yang seperti ini.

Konsep 'anak' yang benar adalah bahwa Isa Al-Masih adalah 'tanda yang besar' dari Allah bagi semesta alam (Qs 21:91). Isa Al-Masih adalah wakil dari Allah yang merefleksikan Allah sepenuhnya di dalam segala firman dan tindakan-Nya. Inilah makna 'Anak Allah' yang sebenarnya dalam konsep Kristiani.
~
CA
# hamba Allah 2011-06-10 00:08
*
Saudaraku umat Kristiani,

saya tidak mempermasalahka n kata Esa atau Tunggal. Yang jelas Tuhan hanya Allah semata, tidak ada namanya Tuhan Yesus.

Tidak ada dalam Kitab kami Isa Al-Masih adalah Allah itu sendiri, yang kami kenal hanya Nabi Isa dan Nabi Muhammad. Mereka sama-sama Nabi, Utusan Allah.
# setip 2011-06-21 17:23
*
Kepada Saudara Hamba Allah,

Sesungguhnya cukup banyak ayat di Al-Quran yang menerangkan siapa sesungguhnya Isa Al-Masih. Memang tidak diterangkan secara gamblang. Tapi jika kita mau rendah hati dan membuka mata rohani kita, kiranya kita dapat menangkap makna yang tersirat dalam ayat-ayat Al-Quran tentang siapakah sesungguhnya Isa Al-Masih.

Dalam surah Az-Zukhruf 43:61 dikatakan Isa benar-benar memberi pengetahuan tentang hari kiamat. Bukankah hanya Allah yang mengetahui hari kiamat itu? Kita bandingkan dengan Qs. Luqman 31:34 "Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan hari kiamat itu...".

Tapi mengapa Isa juga mengetahuinya? Ternyata jawabannya ada di Qs 3:45 "Hai Maryam sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat dari pada-Nya, namanya Al-Masih Isa Putra Maryam.

Seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang terdekat dengan Allah". Ayat itu dengan tegas mengatakan bahwa Isa sebelum ada di dalam kandungan Maryam adalah Firman Allah.
# Staff Isa dan Islam 2011-07-29 09:45
~
Saudara Setip,

Terimakasih atas penjelasan yang sudah saudara berikan.
~
SO
# setip 2011-06-21 17:48
*
Qs 3:45 Sesuai dengan Injil Yohanes 1:1 "Pada mulanya adalah Firman. Firman itu bersama-sama dengan Allah. Dan Firman itu adalah Allah."

Jadi jika kita memahami Qs 3:45 dan Yohanes 1:1, Isa Almasih adalah Firman Allah yang menjadi manusia diurapi/dinobat kan dengan kedudukan terkemuka di dunia dan diakhirat.

Tidak ada pribadi yang punya kedudukan terkemuka di dunia dan di akhirat kecuali Allah. Jadi Isa Almasih adalah Allah.

Perhatikan ayat di surah An-Nisaa 4:171 "Sesungguhnya Al-Masih Isa Putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan Kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam, dan Roh dari-Nya." Dari ayat ini bisa disimpulkan Isa Almasih adalah Firman Allah, Isa Al-Masih adalah Roh Allah.

Dan dari ayat tersebut secara tersirat Al-Quran menerangkan konsep Allah Trinitas/Tritun ggal Maha Kudus. Masih ada ayat-ayat lain di Alquran yang menjelaskan siapa sesungguhnya Isa Al-Masih itu. Kiranya hal ini bisa menjadi renungan kita dalam upaya mencari kebenaran sejati.
# Staff Isa dan Islam 2011-07-29 09:44
~
Saudara Setip,

Terimakasih atas penjelasan yang sudah saudara berikan.
~
SO
# Staff Isa dan Islam 2011-07-29 10:12
~
Saudara Hamba Allah,

Benar yang saudara katakan, bahwa Allah adalah Esa. Esa dalam Tritunggal. Bagaimana dengan Isa Al-Masih? Perhatikanlah apa pendapat Al-Quran tentang Isa Al-Masih.

Hanya Isa disebut sebagai “Kalimat dari Allah“ (Sura 3:39), “Isa putera Maryam adalah utusan Allah dan KalimatNya” (Sura 4:171) Sanggup mengerjakan bermacama-macam mujizat (Sura 3:49; Sura 5:114), “seorang laki-laki yang suci“ (Sura 19:19) Juga, “Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat” (Sura 43:61).

Maka, orang Kristen tidak pernah menaikkan “derajat” seorang manusia sehingga “men-Tuhankan manusia oleh manusia.” Jelas tidak seorang manusia pun dapat menaikkan derajat dirinya sendiri atau diri orang lain untuk menjadi Tuhan. Tetapi Tuhan dapat, dan bahkan karena kasih-Nya yang besar Ia sudah menurunkan derajat-Nya dari Allah menjadi manusia di dalam diri Isa Al-Masih. Itulah sebabnya Ia sekarang berada di surga lagi.
~
SO
# ade kresna suwandi 2011-12-19 17:07
*
Berkali-kali Yesus mengatakan bahwa Dia hanyalah utusan (Yohanes 17:3, Matius 10:40, Matius 15:24, Markus 9:37, Lukas 10:16) bukan Tuhan.

Tapi tidak ada satupun ayat yang menyatakan bahwa Yesus itu Tuhan yang patut disembah. Mengapa ayat-ayat diatas dipungkiri oleh umat Kristus?
# Bunyamin 2011-12-21 10:01
*
Memang betul Isa Al-Masih sudah mati, tetapi matinya bukan karena di tiang salib. Isa Al-Masih hanyalah utusan Allah seperti tercantum dalam Injil.

Yesus masih hidup setelah dipaku ditiang salib selama 3 jam saja, padahal umumnya orang yang disalib makan waktu sampai 3 hari baru dia mati. Waktu itu Yesus diturunkan oleh pengikut-Nya karena sudah sore menjelang malam dan orang Yahudi Romawi mengharamkan adanya orang mati (bangkai) pada hari Sabat yang dihormati dan disucikan.

Yesus dibawa dari Bukit Golgota dan dirawat oleh Maria sampai sembuh, kemudian Yesus mengembara dan mencari domba yang lain kearah timur (10 suku Israel lainnya dan Yesus mati di Kasmir).
# shidik 2012-01-04 14:21
*
Isa Al-Masih menurut Islam adalah seorang Rasul yang diutus oleh Allah kepada kaum bani Israil dan itu yang kita yakini.

Menurut Kristen Yesus itu memang disalib, itu memang benar dan Dia itu Anak Tuhan, bukan Nabi yang kita yakini.