Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter
Cetak

Benarkah Isa Al-Masih Adalah Tuhan?

SurgaPengunjung situs Isa dan Islam sering menanyakan, “Mengapa orang Kristen memanggil Isa Al-Masih, “Tuhan”?  Jawabannya: Orang percaya menyembah Isa Al-Masih sebagai Tuhan karena ini yang diajarkan dalam Taurat, Zabur, Kitab Nabi-Nabi dan Injil.

Kami melihat beberapa ayat di Al-Quran yang juga menunjukkan kepada keilahian Isa Al-Masih.

AL-QURAN DAN KETUHANAN ISA AL-MASIH

Jika orang Kristen membaca Al-Quran, mereka akan menemukan istilah-istilah yang menjelaskan bahwa Isa Al-Masih jauh lebih dari seorang nabi biasa. Diantaranya:

(1) Isa Al-Masih adalah “seorang anak laki-laki yang suci.” (Qs 19:19).  Pernyataan ini didukung dalam Injil (Kisah Para Rasul 4:30).  Jika kita menyelidiki Al-Quran maupun Alkitab, kita akan melihat bahwa semua nabi lain pernah berdosa. Isa Al-Masih adalah satu-satunya nabi yang tidak pernah berdosa.  Dan HANYA Allah yang tidak berdosa!!  Kesimpulannya: Isa Al-Masih adalah Tuhan karena Ia juga tidak pernah berdosa.

(2) Isa Al-Masih diberi gelar “Kalimat Allah.” (Qs 3:35, 39; Injil, Rasul Yohanes 1:1) Jelas “Kalimat Allah” tidak mempunyai permulaan.  Jika ada permulaan, maka ada masa dimana Allah tidak berkalimat. Itu mustahil!!  Karena Isa Al-Masih adalah “Kalimat Allah” maka Ia juga Allah.

(3) Isa Al-Masih adalah “terkemuka di dunia dan di akhirat.” (Qs 3:5; Injil, Surat Filipi 2:9-11).  Di sini kita melihat bahwa Ia lebih dari semua nabi yang pernah hidup.  Juga, Dia lebih dari semua malaikat.  Walaupun hal ini tidak membuktikan bahwa Isa Al-Masih adalah Tuhan, tapi jelas memberi Dia kedudukan di atas semua mahluk di dunia dan di sorga.

(4) Isa Al-Masih merupakan “Tiupan Roh dari Allah.” (Qs 4:171; Injil, Surat Filipi 1:19).  Kita tahu bahwa Roh Allah kekal adanya. Jika Isa Al-Masih adalah tiupan dari Roh Allah, Ia juga kekal adanya. Maka: Isa Al-Masih adalah juga Tuhan.

(5) Isa Al-Masih disebut “rahmat dari Kami [Allah].” (Qs 19:21; Injil, Lukas 2:34; Injil, Surat Ibrani 2:17; Injil, Surat Titus 3:5).  Jelas hanya Allah yang mempunyai rahmat. Jika Isa Al-Masih disebut ‘rahmat’ berarti Dia juga Tuhan.

PENGAKUAN ISA AL-MASIH TENTANG KEILAHIAN-NYA

(1) Akulah Akuadalah nama yang Allah berikan untuk diri-Nya di Taurat (Taurat Musa, Keluaran 3:14).  Isa Al-Masih juga memakai nama ini untuk diri-Nya sendiri, Aku telah Ada.” (Injil, Yohanes 8:58)

(2)Anak Manusia,” adalah sebutan untuk Tuhan yang disembah oleh segala bangsa. (Kitab Nabi, Daniel 7:13-14)  Isa Al-Masih membenarkan tuduhan Imam Besar bahwa Ia sendiri adalah Anak Manusia itu. (Injil, Matius. 26:62-65)  

(3) Mesias, Anak Allah yang hidup.” Saat Rasul Petrus mengakui-Nya sebagai Mesias, Anak Allah yang hidup, Isa Al-Masih memuji dia dengan mengatakan bahwa Allah sudah mengilhamkan pengertian itu kepadanya. (Injil, Matius 16:15-17)

(4) Ya Tuhanku, ya Allahku.” Saat Rasul Tomas memanggil Isa Al-Masih dengan dua sebutan ini, Isa Al-Masih mengiyakannya. (Injil, Rasul Yohanes 20:28)

PENJELASAN LAIN DALAM INJIL

(1) Firman (Kalam, Kalimat) adalah Allah.  Jelas dalam ayat ini bahwa “Kalimat Allah” tidak berbeda dari Allah. (Injil, Yohanes 1:1)

(2) Isa Al-Masih mengatakan bahwa ia adalah kebenaran, hidup, jalan.” Ia tidak mengatakan “mempunyai” kebenaran (walaupun itu betul).  Tapi, Dia “adalah” kebenaran.  Kebenaran jelas kekal adanya, tanpa permulaan. Kalau demikian Isa Al-Masih tidak mempunyai permulaan. (Injil, Yohanes 14:6)

(3) Ia dipanggil Tuhan berulang kali dalam Injil, seperti dalam Surat Filipi 1:2, Surat Kolose 1:15-19)

NUBUATAN KITAB NABI-NABI BAHWA ISA AL-MASIH ADALAH TUHAN

(1) Nabi Yesaya meramalkan bahwa seorang anak akan dilahirkan dan akan diberi nama: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang kekal, Raja Damai.  Nubuat ini terdapat dalam Kitab Nabi-Nabi, Yesaya 9:5-6

(2) Nabi Mikha meramalkan bahwa akan datang dari kota Betlehem seorang yang akan memerintah.  Permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.  Artinya Raja yang akan datang kekal adanya.  Nubuat ini mengenai kedatangan Isa Al-Masih dan memuat kenyataan bahwa Isa Al-Masih, seperti Allah, kekal adanya. (Kitab Nabi-nabi, Mikha 5:1)

KESIMPULAN

Cukup banyak ayat dalam Kitab Suci yang menyatakan Keilahian Isa Al-Masih. Orang Kristen menjunjung tinggi Kitab Suci, yaitu Taurat, Zabur, Nabi-nabi dan Injil. Dan percaya apa yang tertulis dalam kitab-kitab ini diilhamkan Allah. Kitab Suci berulang kali menekankan bahwa Isa Al-Masih, Kalimat Allah, adalah Tuhan.

Yang sangat indah, kasih Allah yang besar tercurah pada kita. Isa Al-Masih disalib untuk menyelamatkan kita dari hukuman dosa yang kekal.  Untuk menyelidiki keselamatan lebih mendalam bacalah seksi pada situs ini mengenai keselamatan.


Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Add comment

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Komentar hanya diperbolehkan menjawab salah satu dari 3 pertanyaan fokus yang dimuat di bagian akhir artikel. Kecuali beberapa artikel yang tidak memuat 3 pertanyaan fokus.
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments  

# Joannes Afif Idroes 2010-08-09 10:26
*
Ya, demikianlah ayat Kitab Suci Injil terbitan dan terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia, Jakarta. Dalam Bible Inggris, Isa / Yesus itu diberi gelar sebagai Lord. Lord dalam pengertian umum tidak sama dengan God dalam bahasa Inggris.

Dalam bahasa Melayu Lama disebut 'Tuan'. Mengapa jadi disebut 'Tuhan', yang dimengerti sebagai kata 'Tuhan' itu adalah Allah. Itulah yang saya mengerti. Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2010-08-10 09:34
~
Saudara memakai terjemahan Inggris. Mari kita lihat apakah benar yang Saudara kemukakan.

Kisah Para Rasul / Act 20:28, "Take heed therefore unto yourselves, and to all the flock, over the which the Holy Ghost hath made you overseers, to feed the church of God, which he hath purchased with his own blood."

Dikatakan di sini bahwa gereja Tuhan (God) dibeli-Nya dengan darah-Nya sendiri. Siapakah yang menebus jemaat dengan darah-Nya? Jawabannya adalah: God atau Tuhan dalam bahasa Indonesia, dan jelas bahwa Dia adalah Isa Al-Masih bukan? Ataukah Saudara punya jawaban lain atas ayat ini?

Injil, Rasul Besar Matius 3:3 adalah paralel dengan Kitab Nabi Besar Yesaya 40:3 “Persiapkan jalan untuk Tuhan.” Perhatikanlah bahwa dalam Kitab Nabi Besar Yesaya, kata 'Tuhan' ditulis sebagai YHWH. Ini berarti Allah itu sendiri.

Saat Rasul Thomas sadar tentang identitas Isa Al-Masih, ia memanggil Isa sebagai: “Ya Tuhanku dan Allahku.” (Injil, Rasul Besar Yohanes 24:28). Di sini Yesus dipanggil sebagai “Tuhan” dan “Allah” sekaligus.

Dalam Injil, Surat Yudas kita membaca, “. . . satu-satunya Penguasa dan Tuhan Kita, Yesus Kristus.” (Injil Surat Yudas, 1:4). Dalam bahasa Inggris, dipakai kata 'God'.
~
JG
# gadaffi 2010-08-12 02:12
*
Al-Quran telah menyatakan akan ke-Ilahian Isa Al-Masih. Tetapi Al-Quran juga menyatakan Aku (Isa Al-Masih) bukan untuk disembah. Sembahlah Allah yang agung.

Di sini kita akan mengerti bahwasanya Allah itu seperti raja dan Tuhan itu presiden.
# Staff Isa dan Islam 2010-08-18 06:44
~
Yang kami maksudkan dengan ‘keilahian’ adalah, bahwa Isa Al-Masih adalah Tuhan. Dalam Al-Quran tidak secara jelas dikatakan Isa Al-Masih adalah Tuhan. Tetapi ada secara tersirat.

Namun Al-Quran memberi nama “Kalimat Allah” kepada Isa Al-Masih. Istilah “Kalimat Allah” jelas menekankan bahwa Isa Al-Masih kekal adanya. Karena Dia kekal, maka Dia adalah Allah. Allah adalah Esa, bukan dua atau tiga. Jelas hal itu mustahil. Oleh karena itu kita melihat bahwa Allah adalah “beroknum tiga” namun juga satu, atau “Esa.”

Tiga oknum ini semua sama dan memang Esa. Jelas hal ini sulit dimengerti, tapi satu hal yang harus kita mengerti, bahwa Allah adalah supra-rasional. Di atas akal manusia. Namun tidak bertentangan dengan akal atau irrasional.
~
JG
# hanim 2010-08-23 15:02
*
Tuhan adalah Maha Kuasa, Maha Esa, dan Maha Pencipta.

Yang selalu menjadi pertanyaan saya: Isa Al-Masih adalah Tuhan, padahal secara wujud Dia seperti manusia. Sebelum Dia ada, sudah ada manusia yang hidup. Lalu siapakah yang menciptakan manusia sebelum Isa ada? Soalnya, Ia datang belakangan.
# Staff Isa dan Islam 2010-08-24 06:48
~
Langit, bumi, dan segala isinya, termasuk manusia diciptakan hanya oleh Allah.

Ribuan tahun sesudah penciptaan manusia, Allah berkenan menjelma menjadi manusia di dalam diri Isa bin Maryam atau Isa Al-Masih. Ia datang dengan satu tujuan, yakni untuk menyelamatkan manusia dari belenggu dosa. Isa Al-Masih datang untuk menanggung hukuman sebagai ganti manusia yang seharusnya dihukum. Ia disalibkan, mati, dan dikuburkan. Namun kemudian Ia bangkit dari antara orang mati dan naik kembali ke sorga.

Sekarang kita ditawarkan keselamatan yang telah dimenangkan di atas kayu salib tersebut. Semoga Saudara beroleh rahmat dari Allah untuk boleh mengerti dan menerima keselamatan ini.

Untuk keterangan lebih mendalam bacalah artikel kami mengenai Jalan Keselamatan, atau merenungkan kesaksian-kesak sian orang lain yang sudah menerima keselamatan kekal dari Isa Al-Masih.
~
JG
# shiddiq 2010-08-29 12:26
*
Orang-orang Yahudi berkata bahwa Yesus adalah anak tidak sah dari Maryam karena Ia tidak dapat menunjukkan seorang ayah. Dan orang-orang Kristen dengan alasan yang sama, membuatnya menjadi Tuhan dan anak keturunan Tuhan.

Hanya cukup satu ayat saja untuk menolak kebohongan ini: "Wahai ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan kepada Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al-Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) Roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan, (Tuhan itu) tiga, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai pemelihara." (Qs. 4:171).
# Staff Isa dan Islam 2010-08-31 08:19
~
Sdr. Shiddiq, ijinkanlah kami memberi beberapa tanggapan:

(1) Orang Kristen tidak pernah membuat Isa Al-Masih menjadi Tuhan. Dia adalah sudah Tuhan sejak sebelum Ia menjelma menjadi manusia dan dikenal sebagai Isa putra Maryam. Taurat dan Kitab Nabi-nabi meramalkan kedatangan-Nya sejak ribuan tahun sebelumnya.

(2) Orang Kristen tidak pernah percaya bahwa Isa Al-Masih adalah anak keturunan Tuhan. Ini adalah salah satu kesalahan pengertian dari pihak Islam yang walaupun sudah berkali-kali dikoreksi oleh umat Kristiani, namun umat Islam tetap ngotot menuduhkan hal yang sama.

Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan. Tetapi Allah, kalau Ia mau, Ia tentu saja boleh menjelma menjadi manusia.

(3) Qs 4:171 adalah salah jikalau ia mengatakan bahwa orang Kristen percaya pada tiga Allah. Kitab Suci mengajarkan Allah adalah Allah Yang Esa. Ia beroknum tiga, bukan tiga Allah.

(4) Penterjemah Al-Quran lebih baik jangan memasukkan kata-kata dalam tanda kurung, misalnya (yang diciptakan dengan). Qs. 4:171 tidak mengatakan Isa Al-Masih diciptakan.

(5) Sudah jelas Isa Al-Masih adalah lebih dari sekedar "utusan Allah." Ia suci adanya, lahir dari perawan dan mati tersalib untuk dosa dunia. Ia utusan Allah dan jauh lebih dari utusan Allah. Ia Juruselamat Dunia.
~
JG
# hanim 2010-09-04 15:09
*
(1) Jika dikatakan Allah Yang Maha Esa itu beroknum tiga, lalu dimana letak ke-Esa-an Allah?

(2) Dalam Qs. 4:171 memang tidak secara langsung menyebutkan kalau Isa Al-Masih diciptakan (yang mana dalam penciptaan terdapat proses pembuahan). Isa Al-Masih diciptakan melalui Kalimat Allah, yakni "Kun fayakun". Jika Allah berkehendak, maka jadilah Ia.
# Staff Isa dan Islam 2010-09-08 06:18
~
(1) Saudara Hanim mempunyai jiwa dan tubuh yang jelas berbeda satu dari yang lainnya. Namun Saudara masih satu orang. Adanya jiwa bukan embel-embel pada keesaan Saudara. Demikian juga Allah Maha Esa yang beroknum tiga. Jelas hal ini sulit dimengerti, sebab Allah jauh melebihi manusia. Untuk mengerti kelemahan-kelem ahan dalam konsep Tauhid bacalah karangan di xr.com/lt57

(2) Adalah jelas bahwa Kalimat Allah tidak diciptakan. Dia kekal adanya. Firman Allah berbunyi: "Pada mulanya adalah Firman [Kalimat, Kalam]; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1). Injil menjelaskan bahwa Kalimat Allah yang kekal adanya menjelma menjadi manusia melalui proses kelahiran.
~
JG
# Ali bin Musleman 2011-02-24 12:03
*
Tidak ada satupun pernyataan/peng akuan Isa/Yesus adalah Tuhan/Allah selagi hidup-Nya.

Pernyataan bahwa Dia adalah Tuhan didasari atas mujizat-mujizat yang dilakukan-Nya yang terdapat dalam Injil.
# Staff Isa dan Islam 2011-03-10 01:17
~
Saudara Ali,

Terdapat cukup banyak ayat dalam Kitab Suci, yang membuktikan Isa Al-Masih adalah Allah, termasuk pernyataan langsung dari Isa Al-Masih.

Salah satu contohnya terdapat dalam Injil, Rasul Besar Yohanes 13:13 "Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat. Sebab memang Akulah Guru dan Tuhan." Isa Al-Masih sendiri menyatakan bahwa Dia adalah Tuhan.

Pada ayat lainnya, Isa Al-Masih mengatakan, “Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup sampai selama-lamanya, dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.” (Injil, Surat Wahyu 1:17-18).

Melalui pernyataan-Nya ini, Isa Al-Masih menyatakan dengan jelas bahwa Dia adalah Allah.

Bukti utama Isa Al-Masih adalah Allah, bila kematian-Nya tidak cukup membayar hukuman dosa manusia. Sebab, hanya allah yang dapat menanggung dosa manusia. Kematian dan kebangkitan-Nya membuktikan kemenangan-Nya atas dosa dan upah dosa yang adalah 'kematian' itu. Ini adalah mujizat paling besar yang dilakukan Isa Al-Masih.
~
SL/SO
# hadi 2011-02-28 16:31
*
Mengapa orang Kristen mengartikan Kalam itu Allah? bukankah sudah jelas bahwa Kalam itu artinya kalimat?.

Terimakasih, maaf atas kekurangannya.
# Staff Isa dan Islam 2011-03-12 17:03
~
Saudara Hadi,

Isa Al-Masih dengan jelas selalu memproklamirkan diri-Nya adalah Allah. Ambil sebagai contoh pengakuan Isa Al-Masih dalam Injil, Rasul Yohanes 10:30, “Aku dan (Allah) Bapa adalah satu.”

Ayat di atas lebih lanjut dipertegas dalam ayat: "Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat (Allah) Bapa." (Injil, Rasul Yohanes 14:9).

Isa Al-Masih adalah Kalam Allah, yang berarti Firman Allah.

Di dalam Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1 dan 14, mengatakan bahwa Firman Allah itu adalah Allah dan Firman itu telah menjadi manusia.

Allah mengutus Isa Al-Masih ke dunia sebagai penggenapan pesan / janji Allah yang telah diberikan Allah sepanjang masa, bahwa seorang Penolong / Juru Selamat akan datang. Dia disebut sebagai Mesias atau Masih, yang berarti Keselamatan dari Allah itu sendiri.
~
SL
# aingtea 2011-05-24 00:21
*
Injil, Rasul Besar Yohanes 17:3 “Dan inilah cara memperoleh hidup kekal itu -- dengan mengenal Engkau, satu-satunya Allah Yang Benar, dan Yesus Kristus, yang telah Engkau utus ke dunia.”

Yesus Kristus itu adalah Utusan, bukan Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2011-06-03 16:20
~
Saudara Aingtea,

Isa Al-Masih adalah utusan Allah, yang sekaligus adalah Kalimat dan Roh dari Allah (Qs 3:45).

Jadi Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah, Ia adalah Roh Allah yang telah menjelma menjadi manusia, yang sekaligus adalah utusan bagi diri-Nya sendiri yang adalah Allah.
~
CA
# andrea 2011-07-01 22:38
*
Hanya Allah saja yang tau tentang kiamat, tapi ternyata ada selain Allah yang tau tentang kiamat itu, "dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat,(Isa berkata)dan ikutlah Aku, inilah jalan yang lurus" (Qs.43:61)

Nyata bukan? Jalan yang lurus?
Bukankah itu yang anda minta setiap shalat, 5 kali dalam sehari, 17 kali setiap shalat, Al-Fatihah?

"Ihdinaashshiraa thalmustaqiim...."
Artinya tunjukkanlah jalan lurusmu.
Apakah anda orang yang bingung? Tanya jalan lurus, ditunjukkan jalan lurus itu, tapi anda ragu dan menganggap jalan itu salah.
# Staff Isa dan Islam 2011-07-25 16:29
~
"Isa bersabda: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Isa adalah sang "Jalan". Melalui Dia orang dapat belajar mengenai "Kebenaran" tentang Allah dan menemukan "Hidup" bersama Allah.
~
SO
# lucky 2011-08-02 04:27
*
Dalam Injil yang dikarang oleh Markus pasal 10:17-19 dikisahkan seseorang bertanya kepada Yesus:
“Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”

Jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorang pun yang baik selain dari pada Allah saja. Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!”

Ajaran Yesus tentang keselamatan tersebut sangat jelas, gamblang dan tidak memerlukan penafsiran bahwa untuk mencapai keselamatan seseorang harus mentaati hukum Taurat.

Yesus sama sekali tidak menyinggung apalagi mengajarkan secara nyata, bahwa keselamatan dapat dicapai dengan meyakini Yesus sebagai korban penebus dosa yang menyerahkan nyawa-Nya dan mati di tiang salib.
# Staff Isa dan Islam 2011-08-04 12:31
~
Ayat yang saudara kutip di atas adalah percakapan antara Yesus dengan seorang kaya. Konteks ayat tersebut adalah seorang kaya yang memiliki banyak harta namun sangat berat untuk melepaskan hartanya. Coba saudara lihat di ayat selanjutnya

“Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku. Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya.“ Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka: "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah." (Injil Rasul Besar Markus 10:21-23)

Yesus sangat tahu isi hati semua orang, termasuk orang kaya tersebut yang masih terikat dengan hidup duniawinya. Isa dalam menyampaikan perkataan-Nya, selalu sesuai dengan konteks peristiwa yang sedang terjadi.

Dengan jelas Yesus berkata bahwa Dialah jalan keselamatan, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Injil Rasul Besar Yohanes 14:6).
~
NN
# Sultan Heru 2011-08-08 08:28
*
Al Maidah; 72: “Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.”

Kalau anda meyakini kebenaran pada Al-Quran, mengapa anda tidak menulis ayat ini? Kami umat Islam sudah meyakini jalan keselamatan adalah mengikuti nabi Muhammad. Mengikuti Isa Al-Masih yang meng-Esakan Allah, bertakwa kepada Allah.

Injil, Rasul Besar Yohanes 17:3; “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.”

Apakah yang diutus = yang mengutus?
# Staff Isa dan Islam 2011-08-10 10:07
~
Kami tidak harus menggunakan semua ayat-ayat dalam Al-Quran. Sebagai wahyu Allah, Alkitab sudah lebih dari cukup sebagai dasar kebenaran. Kalaupun kami mengutip Al-Quran, maka hanya pada bagian yang mencantumkan hal-hal yang sama dengan Alkitab.

Isa Al-Masih bukan hanya utusan, tetapi Dia adalah Sang Firman yang menjadi manusia datang ke dunia untuk melakukan misi penyelamatan bagi umat manusia. Hal ini sama sekali tidak mengecilkan hakekat Isa Al-Masih sebagai Allah.

“Barang siapa telah melihat Aku, ia telah melihat Allah.”(Injil, Rasul Besar Yohanes 14:10).
~
SL
# ayu 2011-08-11 15:30
*
Yesus berkata dalam Injil, Rasul Besar Yohanes 6:38-40:
"Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu setiap orang,yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal dan supaya Aku membangkitkanny a pada akhir zaman."

Semoga saudara-saudara ku memperoleh berkah dari Tuhan Yesus, dan dapat percaya pada-Nya sehingga kita kelak bertemu di surga, Amin.
# Staff Isa dan Islam 2012-01-31 14:06
~
Saudara Ayu,

Teruslah doakan saudara-saudara kita yang belum beroleh keselamatan dan pembersihan dari aib yang menajiskan manusia. Sebab sesungguhnya manusia telah menjadi najis dan tidak satu manusiapun layak dihadapan Allah yang Maha suci.

Ayat yang saudara kutip tersebut adalah perkataan Isa Al-Masih yang menjelaskan tentang diri-Nya. Isa Al-Masih menyebut diri-Nya adalah Utusan, Anak dan Allah adalah Bapa-Nya. Tentu saudara dari umat Muslim sulit memahami ayat ini. Namun perhatikanlah penjelasan singkat ini:

Hanya dengan Allah menjadi “utusan dan Anak manusia yang taat pada perintah” barulah manusia dapat belajar arti kerendahan hati, kebajikan, ketaatan, kesucian, kuasa/otoritas, pengorbanan dan kasih yang besar. Semua itu dapat dikerjakan secara bersamaan hanya oleh Allah. Dan Isa Al-Masih juga menjelaskan diri-Nya: “Aku (Isa Al-Masih) dan Bapa (Allah) adalah satu” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30).
~
NN
# salahasuhan 2011-08-23 07:45
*
a. Injil, Rasul Besar Yohanes 17:3 “Inilah hidup yang kekal, yaitu supaya mereka mengenal Engkau, Allah yang Esa dan Yesus Kristus yang telah Engkau suruhkan itu.”

b. Zabur, Kitab Ulangan 4:35 “Maka kepadamulah ia itu ditunjuk, supaya olehmu bahwa Tuhan itulah Allah dan kecuali Tuhan yang Esa tiadalah yang lain lagi.”

c. Injil, Rasul Markus 12:29 “Maka jawab Yesus kepadanya, hukum yang terutama ialah: Dengarlah olehmu hai Israil, adapun Allah Tuhan kita, ialah Tuhan yang Esa.”

d. Zabur, Kitab Ulangan 6:4 “Dengarlah, hai orang Israil: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu Esa.”

Ayat-ayat di atas menyebutkan Tuhan adalah Esa dan menyebut Yesus adalah Pesuruh Allah (Utusan/Rasul), bukan Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2011-09-05 10:02
~
Berdasarkan ayat-ayat di atas seringkali umat Muslim menyimpulkan bahwa Isa Al-Masih itu bukan Tuhan karena Dia diutus.

Pada bagian lain Isa Al-Masih sendiri mengaku, “ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada” (Injil, Rasul Besar Yohanes 17:5) yang artinya 'Bapa lebih besar dari Aku'. Bagaimana penjelasannya?

Ketika Isa Al-Masih datang ke dunia dalam wujud manusia, Dia berada dalam batasan-batasan inkarnasi sehingga posisi Bapa saat itu adalah lebih besar.

Namun ketika Isa Al-Masih naik ke sorga maka Dia yang adalah Allah itu sendiri kembali dalam pada eksistensi-Nya yang hakiki.
~
SL
# Lusimin 2011-09-03 22:04
*
Salah satu hal yang membatalkan keilahian Yesus adalah: Karena Yesus tidak rela diri-Nya dihina dengan cara dibantai dan disalib.
# Staff Isa dan Islam 2011-09-06 14:39
~
Saudara Lusimin,

Sungguh satu pemahaman yang salah. Baik dalam Injil maupun Al-Quran tidak ada satu ayatpun yang menjelaskan bahwa Isa Al-Masih/Yesus tidak rela menjalani hukuman yang ditimpakan pada-Nya termasuk disalib.

Justru sebaliknya, dengan rela Dia menanggung penderitaan yang ditimpakan pada-Nya. Bila Dia mau, bukan hal yang sulit bagi-Nya untuk keluar dari penderitaan tersebut. Perhatikanlah ucapan-Nya berikut, “Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku?” (Injil, Rasul Besar Matius 26:53)

Isa Al-Masih tidak melakukan hal tersebut, sebab untuk itulah Dia datang ke dunia. Menderita dan mati di kayu salib sebagai 'Kurban' tebusan bagi seluruh dosa-dosa manusia. Sebab hanya dengan kematian-Nya di kayu saliblah, manusia berdosa dapat didamaikan dengan Allah.

Kitab Suci berkata, “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia [Isa Al-Masih], sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." (Injil, Kisah Para Rasul 4:12)

Untuk lebih jelas, silakan saudara membaca penjelasan kami pada artikel di ulr ini, http://tinyurl.com/3vnykw5.
~
SO
# adi 2011-10-16 11:43
*
Jika benar Isa Al-Masih adalah Tuhan, mengapa Dia repot-repot turun ke bumi, disalib dan menderita hanya untuk mengampuni dosa manusia, bukankah Dia cukup memerintahkan malaikat-Nya saja, bukankah Dia Maha Kuasa?
# Staff Isa dan Islam 2011-10-21 16:01
~
Saudara Adi,

Hanya Allah saja yang sanggup menghapuskan dosa manusia dan memberikan teladan bagaimana hidup yang sepatutnya menurut perkenanan Allah. Maka, Allah datang ke dunia mengambil rupa manusia, Dialah Isa Al-Masih.

Sifat Allah adalah kasih dan ingin dikenal dan disembah umat manusia.

Jika Allah tidak menebus dosa manusia dengan jalan menjadi manusia, maka celakalah manusia di dalam neraka selamanya. Celakalah manusia karena tidak akan mungkin mengenal Penciptanya. Celakalah manusia karena tidak akan memiliki pengharapan pasti.

Perikasalah diri saudara, sudahkah saudara menerima keselamatan oleh Isa Al-Masih. Sebab jika tidak, saudara tidak akan pernah tahu persis siapa pencipta saudara. Saudara hidup tanpa pengharapan pasti akan jaminan dan keselamatan di dunia dan akhirat.

Dalam kita saudara Qs 3:45 jelas mengatakan “Isa Al-Masih satu-satunya Yang Terkemuka di dunia dan Akhirat”. Dan dalam Injil, Kisah Para Rasul 4:12 “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia (Isa Al-Masih), sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."
~
NN
# Jalil 2011-10-17 00:34
*
Jika benar Isa Al-Masih adalah Allah yang menjelma, mengapa kita harus bertuhan pada jelmaan-Nya?

Lalu, jika benar penyaliban Isa Al-Masih sebagai penebusan dosa seluruh umat manusia, maka kita bebas berbuat apa saja seperti binatang dan tidak perlu bertobat karena dosa kita sudah ditanggung oleh Isa Al-Masih!
# Staff Isa dan Islam 2011-10-21 16:00
~
Saudara Jalil,

Isa Al-Masih menjelaskan diri-Nya dalam Inji, Rasul Besar Yohanes 10:30 “Aku (Isa Al-Masih) dan Bapa (Allah) adalah satu” Sebab Allah dan Isa Al-Masih satu adanya maka menyembah Isa Al-Masih Tuhan tidak ada bedanya dengan menyembah kepada Allah.

Dosa adalah dosa. Tidak ada dosa besar atau kecil. Setiap dosa tidak berkenan di mata Allah. Dan faktanya seluruh umat manusia tidak ada yang tidak pernah berbuat dosa. Jadi tidak ada manusia yang berkenan di mata Allah. Termasuk amal perbuatan baiknya, sudah tercemar oleh dosa karena hakekat manusia sudah berdosa.

Hanya Allah saja yang sanggup menghapuskan dosa tersebut dan memberikan teladan bagaimana hidup yang sepatutnya menurut perkenanan Allah. Maka, Allah datang ke dunia mengambil rupa manusia, Dia-lah Isa Al-Masih.

Isa Al-Masih menghapuskan dosa manusia bukan supaya manusia bebas melakukan dosa, tetapi Ia datang ke dunia, mati, bangkit pada hari ketiga untuk menebus manusia dari siksa neraka dan dari belenggu dosa yang memperbudak. Maka setiap pengikut Isa Al-Masih tidak lagi diperbudak oleh nafsu dosa.
~
NN
# lucky 2011-10-17 19:29
*
Saudaraku umat Kristus, renungkanlah bahwa sesungguhnya kalian telah menghujat Allah dengan menurunkan derajat-Nya sebagai manusia dalam diri Yesus.

Sebenarnya Islam yang benar-benar mengikuti ajaran Kristus sejati, yaitu menyembah hanya kepada Allah Yang Maha Esa seperti yang dilakukan oleh Yesus dan semua Nabi/Rasul utusan Allah.
# Staff Isa dan Islam 2011-11-11 13:49
~
Saudara Lucky,

Siapakah manusia sehingga dia berani menurunkan derajat Allah? Jelas tidak ada seorangpun manusia yang berhak menurunkan derajat seseorang, apa lagi derajat Allah. Hanya Allah yang berhak menurunkan derajat manusia.

Bila memang benar Islam adalah pengikut Kristus, sudah seharusnyalah mereka mengikuti semua ajaran Kristus, bukan sebagian. Selain itu, mereka juga harus dapat mengerti apa yang menjadi tujuan Kristus datang ke dunia.

Kristus berkata, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Kristus adalah sang "Jalan". Melalui Dia orang dapat belajar mengenai "Kebenaran" tentang Allah dan menemukan "Hidup" bersama Allah.

Sudahkah saudara menemukan Jalan Kebenaran dan Hidup dalam Kristus? Artikel ini dapat membantu saudara bagaimana untuk menemukannya, http://tinyurl.com/86c6zc2.
~
SO
# Noname 2011-11-23 16:42
*
Setelah saya membaca di atas ada ayat yang mendukung Yesus adalah Tuhan. Tapi juga ada ayat yang mendukung Yesus bukan Tuhan atau Allah.

Tuhan Allah ~> Tuhan Jesus ~> Tuhan Rohkudus = Trinitas!!

Manusia dimanakah?
# Staff Isa dan Islam 2011-11-24 13:32
~
Saudara Noname,

Allah dalam Alkitab adalah Allah Tritunggal. Konsep Allah Tritunggal tidak dapat dimengerti sepenuhnya oleh akal manusia. Oleh sebab itu Allah Yang Tak Terbatas hanya dapat diterima melalui iman.

Justru itulah tandanya Allah Maha Agung. Jika Allah mudah dimengerti oleh otak manusia, maka mungkin manusialah yang lebih besar dari Allah.

Roh Kudus adalah pribadi Allah dalam konsep Tritunggal. Roh Kudus adalah Pribadi penolong yang memimpin kita, dalam bentuk Roh yang dijanjikan oleh Isa Al-Masih sebelum kenaikan-Nya ke sorga (Injil, Sura Kisah Para Rasul 1:6-9).

Menurut ajaran Alkitab, seorang Kristen memiliki Roh Kudus di dalam dirinya. Roh tersebut berfungsi sebagai penolong, pemimpin, penghibur, dan teman yang setia. Roh Kudus menuntun umat Kristiani agar hidup sejalan dengan kehendak Tuhan. Roh Kudus juga merupakan penghubung antara umat Kristiani dengan Allah.

Oleh sebab itu dengan Roh Kudus yang tinggal di dalam kita, maka kita akan mengerti indahnya keselamatan di dalam diri Isa Al-Masih, dan kita telah memperoleh keselamatan tersebut.
~
SO
# grandma 2011-12-16 00:34
*
Ayat-ayat terjemahan Al-Quran yang menyebut "Rahmat dari Kami, Kalimat Allah, yang terkemuka di dunia dan akhirat, tiupan Ruh dari Allah, Anak lelaki yang suci" ini kalian katakan bukti Isa Al-Masih itu Tuhan?

Pernyataan yang belum kokoh dan tidak membuktikan Isa Al-Masih itu Tuhan, karena ungkapan itu bisa ditafsirkan sebaliknya.

Carilah ayat Al-Quran yang benar-benar menyebut Isa Al-Masih adalah Tuhan dan Tuhan adalah Isa Al-Masih!
# Staff Isa dan Islam 2012-01-30 14:30
~
Saudara Grandma,

Bila kata “Rahmat dari Kami, Kalimat Allah, yang terkemuka di dunia dan akhirat, tiupan Ruh dari Allah, Anak lelaki yang suci" belum cukup sebagai bukti bahwa Isa Al-Masih bukan manusia biasa, lalu menurut saudara, adakah manusia yang layak disebut demikian?

Jelas tidak ada bukan!

Bahkan nabi saudara saja, yang menurut umat Muslim adalah nabi penyempurna, membawa ajaran sempurna, membawa kitab penyempurna, hanya disebut sebagai orang yang mulia di dunia. Bukan yang termulia di dunia.

Inilah pengakuan Isa Al-Masih adalah diri-Nya sendiri, “Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.” (Injil, Rasul Besar Yohanes 13:13)
~
SO
# aingtea 2012-02-14 00:07
*
Jadi bagaimana dengan ayat Injil di bawah ini; “aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diriku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku”. (Injil, Rasul Besar Yohanes 5:30)

Juga: “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus” (Injil, Rasul Besar Yohanes 17:3).
# Staff Isa dan Islam 2012-02-21 11:41
~
Isa Al-Masih berkata seperti itu kepada mereka yang tidak percaya bahwa Dialah juruselamat manusia. Maka Isa Al-Masih menjelaskan kepada hal yang lebih mudah diterima oleh orang-orang saat itu, yaitu mengenai Bapa (Allah).

Untuk memahami ayat tersebut baca juga ayat-ayat sebelumnya, "Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah (Isa Al-Masih), dan mereka yang mendengarnya, akan hidup."(Injil, Rasul Besar Yohanes 5:22-25).

Dalam ayat-ayat tersebut Isa Al-Masih memberikan petunjuk. Siapakah Isa Al-Masih jika bukan Allah itu sendiri sehingga Ia sebagai hakim semesta ini, sehingga Isa berkata menghormati-Nya sama dengan menghormati Allah. Mendengar-Nya berarti mendengar Allah. Percaya kepada-Nya berarti beroleh hidup yang kekal. Dan orang-orang mati akan mendengar suara Isa Al-Masih. Berdasarkan ayat diatas, adakah manusia sesempurna Allah. Jika Isa Al-Masih bukan Allah maka mengapa Dia sesempurna itu. Isa Al-Masih berkata "Aku (Isa Al-Masih) dan Bapa (Allah) adalah satu"(Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30)

Dan dalam Yohanes 17:3 juga dijelaskan bahwa orang yang memiliki hidup yang kekal artinya tidak masuk dalam siksa neraka adalah manusia yang mengenal Allah dan Isa Al-Masih.
~
NN
# aurelius 2012-03-08 17:52
*
Saya kesulitan untuk membedakan antara "Tuhan Yesus dan Allah Yesus"

Kapankah Yesus adalah Tuhan, atau kapankah adalah Allah atau keduanya adalah sama?
# Staff Isa dan Islam 2012-03-09 19:47
~
Saudara Aurelius,

Kekristenan tidak pernah mengimani adanya “Tuhan Yesus dan Allah Yesus”. Orang Kristen hanya percaya bahwa Tuhan hanya ada satu. Yaitu Tuhan Yesus Kristus. Dialah Sang Pencipta, Allah alam semesta yang menciptakan langit dan bumi, isinya, termasuk manusia juga saudara Aurelius.

Tuhan Yesus Kristus adalah kekal. Tidak ada masa atau waktu dimana Dia ditetapkan sebagai Tuhan. Bila ada masa ditetapkannya Dia sebagai Tuhan, maka Dia bukan Pencipta?, melainkan hanya ciptaan.

“Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:3).
~
SO
# naya sehyu 2012-03-16 12:30
*
Sampai kapanpun, kami tetap tidak akan bisa menerima Yesus sebagai Allah.

Allah adalah sosok yang tidak bisa dijelaskan, tidak bisa dimengerti, tidak bisa dilihat. Bagaimana mungkin Yesus adalah Allah? Yesus bisa dilihat, bisa dipegang juga.
# Staff Isa dan Islam 2012-03-17 17:11
~
Saudara Naya,

Kami menghargai pernyataan saudara. Forum ini adalah forum diskusi, bukan forum untuk memaksakan seseorang menerima apa yang kita yakini.

Ketahuilah, bahwa tujuan kami mengadakan forum ini, untuk berbagi informasi khususnya tentang Pribadi Yesus. Di mana semua informasi harus berdasarkan pada apa yang tertulis dalam Al-Quran dan juga Alkitab.

Saudara betul, Allah adalah sosok yang tidak dapat dijelaskan. Sebab, manusia dengan keterbatasannya tidak mungkin dapat menjabarkan dengan baik siapakah Allah sebenarnya. Namun lewat sosok Yesus, setidaknya kita dapat mengenal bahwa Allah Maha Kasih. Yesus bukan hanya memberi ajaran, tetapi Dia juga memberi teladan akan hal itu.

Inilah doa Yesus bagi orang yang menyalibkan-Nya “Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat" (Injil, Rasul Lukas 23:34).
~
SO
# madridista 2012-04-14 22:26
*
Nabi Isa adalah Allah hanya dalam Alkitab. Bagimana mungkin Dia pun Allah di Al-Quran?

Katakanlah Isa juga adalah Allah di Al-Quran, timbul pertanyaan aneh, bagaimana mungkin nabi Isa yang menciptakan manusia akan datang dan memusnakan babi? Serta orang-orang yang percaya bahwa Dia adalah Tuhan ?

Jika di Alkitab, Yesus datang untuk menyelamatkan orang yang percaya pada-Nya, tetapi di Al-Quran Isa justru membinasakan mereka. Bagaimana anda menyatukan dua presepsi yang berbeda ini, sedangkan referensi anda adalah kedua kitab ini.
# Staff Isa dan Islam 2012-04-17 15:14
~
Saudara Madridista,

Bicara tentang Allah, seharusnya Allah itu hanya satu untuk jagat raya. Apakah saudara setuju akan hal ini?

Saudara mengatakan Isa akan datang untuk memusnahkan babi. Pertanyaan kami, mengapa Isa yang notabene adalah Kalimat Allah harus datang ke dunia untuk memusnakan babi? Apakah tidak ada pekerjaan lain yang lebih penting dari sekedar memusnakan babi?

Umat Islam diperintahkan untuk mengimani kitab Taurat, Zabur, Injil juga Al-Quran. Bila saudara Madridista mengatakan Isa adalah Allah dalam Alkitab, berarti Isa juga Allah dalam Al-Quran. Selidikilah Taurat, Zabur juga Injil. Ketiga kitab ini memberi kesaksian yang sama tentang Yesus/Isa. Datang ke dunia untuk memberi jaminan kepastian Keselamatan bagi manusia, termasuk saudara Madridista.

Tapi mengapa Al-Quran bicara lain? Inilah yang perlu saudara Madridista selidiki. Mengapa justru 'kitab' yang disebut sebagai penyempurna ini justru memberi kesaksian berbeda dari kitab-kitab sebelumnya.
~
SO
# Tari Ngotna 2012-04-18 23:50
*
Saya percaya Injil bahwa tidak seorang pun dapat percaya bahwa Isa Al-Masih (Yesus) adalah Anak Allah, Tuhan dan Juruselamat, jika bukan Roh Allah yang menyatakan kepadanya. Yesus mengatakan ini kepada Simon Petrus (Matius 16:13-17).

Menurut saya adalah percuma diskusi dengan para Muslim atau non-Kristen jika mereka tidak berdoa dengan sungguh-sungguh dan rendah hati (sembahyang) meminta kepada Allah Pencipta Alam Semesta untuk memberitahukan siapa sebenarnya Allah Yang Benar. Saya percaya seseorang yang haus akan kebenaran sejati bila memohon kepada Tuhan Yang Maha Benar dengan sungguh-sungguh maka Allah akan menjawab permohonannya.

Saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak, pembaca dan Staf IsadanIslam.

Salam hangat.
# Staff Isa dan Islam 2012-04-24 15:20
~
Saudara Tari Ngotna,

Apa yang saudara katakan tidak sepenuhnya salah. Memang seseorang perlu meminta tuntunan diri, agar Allah menyatakan sendiri kebenaran-Nya pada seseorang yang merindukan-Nya.

Tapi sebagai orang yang telah terlebih dahulu menerima Kebenaran Allah, adalah kewajiban kita membagikan kebenaran tersebut pada mereka yang belum mengetahuinya. Apakah orang yang diberi tahu mau percaya atau tidak, itu bukan urusan kita. Yang menjadi bagian kita adalah memberitakan Kebenaran Allah dan selebihnya menjadi bagian Allah.
~
SO
# Pamungkas 2012-06-20 21:16
*
Kenapa kata Kalimat dan Firman Allah menunjuk kepada Allah itu sendiri padahal pengertiannya adalah apa yang diwahyukan Allah kepada yang dikehendaki-Nya (Maryam).

Yesus memang yang lahir tanpa ayah dan sering menyebut Tuhan dengan panggilan Bapa, tapi itu tidak berarti Yesus adalah Putera Tuhan yang lebih jauh dianggap salah satu personal dalam Trinitas.

Kalau begitu, bagaimana dengan Nabi Adam yang lahir tanpa ayah dan ibu, kenapa tidak digolongkan dalam Trinitas juga? Karena tanpa kehadiran Nabi Adam, tidak mungkin ada Yesus dan semua yang namanya manusia di dunia ini.

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2012-06-22 16:38
~
Saudara Pamungkas,

Menurut saudara, apakah “suara” saudara Pamungkas bukanlah saudara Pamungkas sendiri? Apakah suara, jiwa/pikiran, tubuh saudara Pamungkas adalah tiga bagian yang berbeda dan dapat dipisahkan satu dengan lain? Tentu tidak bukan?

Demikian juga halnya dengan Kalimat atau Firman Allah. Bila Kalimat atau Firman Allah dipisahkan dari Dia, maka ada waktu dimana Allah tidak dapat berkata-kata atau bisu.

Untuk memahami Trinitas, saudara dapat membaca artikel di ulr ini: http://tinyurl.com/7y5qolz.

Isa Al-Masih disebut sebagai Anak Allah karena Ia dengan sempurna menyatakan Allah kepada manusia. Dia dengan sempurna menjelaskan kehendak dan sifat Allah kepada manusia. Dan menyatakan kasih dan kesucian dan keselamatan dari Allah kepada manusia. Satu hal yang perlu saudara pahami, Isa Al-Masih bukanlah anak biologis Allah!

Demikianlah, Isa Al-Masih disebut sebagai bagian dari Trinitas Allah bukan hanya semata-mata Dia lahir tanpa ayah.
~
SO
# purwa 2012-06-27 22:20
*
Bukti-bukti ketuhanan Yesus tidak bisa dibuktikan dan hanya karangan saja.
# Staff Isa dan Islam 2012-07-03 11:08
~
Saudara Purwa,

Artikel di atas menunjukkan ke-Tuhanan Isa Al-Masih yang dinyatakan oleh Kitab suci maupun Al-Quran.

Dengan kata lain, saudara telah meragukan Al-Quran yang memberitahukan bahwa Isa Al-Masih adalah seorang yang suci, Kalimat Allah, seorang yang terkemuka di dunia dan di akhirat, merupakan tiupan Roh dari Allah dan Rahmat dari Allah!

Juga meragukan perkataan Isa Al-Masih sendiri yang notabene seorang yang suci, yang adalah kebenaran (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6). Bahkan meragukan kebenaran Firman Allah (Taurat, Zabur dan Injil) yang di dalamnya merupakan petunjuk dan terang. Juga berkah yang dapat menjawab keraguan dan pertanyaan Muhammad.

Bukankah ini lebih dari cukup membuktikan Ke-Tuhanan Isa Al-Masih?
~
DA
# Indri 2012-07-04 11:36
*
Jika Isa adalah Allah, maka kenapa Isa berucap Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? Bukankah Yesus sendiri Allah? Selain itu, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Siapa yang dimaksud Bapa disini?

Yohanes 5:07 berbunyi: "Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu". Ayat ini adalah bohong.
# Staff Isa dan Islam 2012-07-05 15:09
~
Saudara Indri,

Untuk mengetahui mengapa Yesus mengatakan demikian, saudara harus terlebih dahulu dapat memahami bahwa Isa Al-Masih adalah Kalimatullah yang datang ke dunia dalam rupa manusia. Dengan kata lain, secara jasmani, Isa adalah 100% manusia. Dia melakukan hal-hal yang umumnya dilakukan oleh manusia. Dia juga mempunyai perasaan, seperti sedih, sakit, senang dll.

Tetapi dalam keilahian-Nya, Isa juga 100% adalah Allah. Itulah sebabnya Isa dapat melakukan hal-hal yang hanya dapat dilakukan oleh Allah saja. Misalnya mengampuni dosa seseorang. “Lalu Isa berkata kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni" (Injil, Rasul Lukas 7:48).

Sedangkan pertanyaan saudara di atas, mengapa Isa ketika disalib memanggil Allah. Seseorang yang sedang disalib tentu merasa kesakitan yang luar biasa. Sehingga, adalah wajar bila Isa, yang pada saat itu adalah seorang manusia merasakan juga kesakitan. Dalam kesakitan-Nya itulah Dia berteriak memanggil Allah Bapa.

Saudara mengatakan Yohanes 5:07 adalah bohong. Kami tidak tahu apa alasan saudara mengatakan ayat tersebut bohong. Namun satu hal yang kami tahu, bahwa Kitab Suci berisi firman Allah. Allah jelas tidak pernah berbohong ketika menyampaikan firman-Nya.
~
SO
# Adi 2012-08-11 08:04
*
Adakah ayat yang mememerintahkan sembahlah Aku (Yesus), karena Aku adalah Tuhanmu, atau kalimat yang sejenisnya?
# Staff Isa dan Islam 2012-08-16 16:59
~
Saudara Adi,

Dalam Alkitab Isa Al-Masih tidak pernah berkata "Aku adalah Tuhan, sembahlah Aku.” Karena tujuan Dia datang ke dunia bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi tetapi lebih dari pada itu untuk memberitakan “Jalan Keselamatan”.

Adalah penghujatan bila manusia membiarkan dirinya disembah orang, bahkan malaikat sekalipun tidak boleh disembah oleh manusia. Tapi Isa Al-Masih membiarkan diri-Nya disembah oleh manusia karena memang itu adalah hak-Nya. Semua sifat Allah diberikan kepada Isa Al-Masih, Kemuliaan dan 'sembah sujud' yang adalah hak Allah saja diberikan juga kepada Isa Al-Masih.

“Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata:"Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.” (Injil, Kitab Wahyu 1:13)

Kiranya saudara juga dapat mengalami keselamatan dari Isa Al-Masih. Untuk itu silakan baca dan renungkan di url ini: http://tinyurl.com/6ntpehg
~
DA
# arie 2012-08-18 10:13
*
Kalau dalam Alkitab tidak ada secara tegas bahwa Isa Al-Masih mengatakan "sembahlah Aku sebagai Tuhanmu" Ini hanyalah pendapat para muridnya.

Jelas ini sangat-sangat krusial sekali, karena penyembahan dalam agama adalah bagaimana agama mengajarkan kita cara untuk menyembah / berdoa dengan benar kepada Yang Maha Kuasa Pencipta alam semesta. Jalan keselamatan mana yang anda tuju, sementara Isa Al-Masih sendiri sudah tidak ada?
# Staff Isa dan Islam 2012-08-20 16:38
~
Saudara Arie,

Bila saudara membaca Alkitab dengan baik-baik, maka saudara akan menemukan begitu banyak ayat yang menjelaskan tentang ketuhanan Isa Al-Masih.

Diantaranya: “Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan” (Injil, Rasul Besar Yohanes 13:13). Bila Yesus bukan Tuhan, tentu Dia tidak akan mengatakan perkataan di atas bukan?

“Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni" (Injil, Rasul Lukas 7:48). Bila Yesus bukan Tuhan, mungkinkah Dia dapat mengampuni dosa seseorang?

Dua ayat di atas adalah beberapa diantaranya.

Dalam wujud manusia, memang Isa Al-Masih sudah tidak ada di dunia. Tetapi karena Dia adalah Allah, maka Dia dapat menyertai umat-Nya hingga akhir zaman.

“Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman" (Injil, Rasul Besar Matius 13:13).

“Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus" (Injil, Rasul Lukas 23:43). Bila Yesus bukan Tuhan, dapatkah Dia memberi kepastian sorgawi bagi seorang penjahat?

Yesus/Isa Al-Masih, adalah Allah yang menjelma menjadi manusia. Dia bukan sekedar nabi/utusan Allah.
~
SO
# arie 2012-08-20 20:41
*
Jika Isa Al-Masih adalah Allah yang menjelma menjadi manusia, berarti secara keseluruhan Allah menjadi manusia. Lalu bagaimana Isa Al-Masih memberi kehidupan kepada makhluk di belahan bumi lainnya sementara Isa Al-Masih berada di suatu tempat?
# Staff Isa dan Islam 2012-08-23 13:03
~
Saudara Arie,

Perlu untuk diketahui bahwa Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah yang menjadi manusia. Oleh sebab itu, Ia adalah sekaligus Allah dan juga manusia. Jika saudara membaca Alkitab, saudara akan menemukan ayat-ayat yang menyatakan keilahian dan kemanusiaan Isa Al-Masih. Nah, kedua unsur itu tidak dapat dicampur/dituka r. Misalnya: manusia tidak maha kuasa, Allah tidak lapar.

Saudaraku, ketika Allah datang ke dalam dunia ini, sorga tidak mungkin menjadi kosong bukan?

Musa berbicara dengan Allah secara langsung (Qs 4:164). Jadi bukan hanya suara Allah yang didengar olehnya, melainkan Musa berbicara berhadapan dengan Allah. Pada saat itu Allah tentunya menggunakan wujud suatu ciptaan-Nya.

Apakah saat itu sorga menjadi kosong? Apakah Allah tidak dapat menjangkau kehidupan di belahan bumi lainnya?

Pikiran dan akal kita terbatas, namun Allah tidak terbatas. Sehingga jangan membatasi Allah dengan logika kita.
~
DA
# John 2012-08-23 08:14
*
Kepada saudara Arie dan Jalan Lurus, kadang-kadang kita akan mengalami berbagai persoalan terhadap kebenaran. Tetapi ketahuilah kebenaran tetap kebenaran, Isa Al-Masih (Yesus Kristus) adalah Tuhan. "Akulah jalan kebenaran dan hidup" Ayat itu sudah cukup membuktikan bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan.
# johanes 2012-10-23 05:06
*
Saya ingin menanggapi tentang masalah terjemahan. Memang benar Lord dalam bahasa Indonesia adalah tuan. Tetapi tuan yang bagaimana? Karena pada bahasa Inggris banyak sekali terdapat arti yang sama, tetapi makna dan penggunaannya berbeda.

Tidak ada yang salah jika di dalam Alkitab versi bahasa Inggris menyatakan Yesus sebagai Lord. Karena Lord didefifnisikan sebagai posisi sangat tinggi. Dengan kata lain, Tuan dari segala tuan dan Yesus pun memang Tuan dari segala tuan. Sangat sinkron dengan Alkitab yang menyatakan Yesus adalah Raja dari segala raja.

Dari kalimat bahwa Yesus adalah Raja dari segala raja, bukankah itu berarti Yesus memiliki posisi yang sangat agung dan tidak ada lagi yang berada diatas-Nya? Itulah dasar utama kenapa Alkitab dan seluruh umat Kristen memanggil Yesus dengan panggilan Tuhan/Allah.
# johanes 2012-10-23 05:25
*
Saya dilahirkan di keluarga Kristen dan saya sekarang sudah berumur 24 tahun. Saya sangat senang dengan situs-situs dan buku-buku yang berisi tentang dialog agama seperti ini. Bukan hanya dari 1 sisi kekristenan saja, tetapi juga dari sisi Islam. Dan jujur saja saya sempat goyah dan ragu tentang status keilahian Yesus.

Dan pada akhirnya saya mengenal Yesus bukan hanya berpatok pada ajaran-Nya. Tetapi lebih kepribadi Yesus itu sendiri. Yang paling utama adalah dari Adam sampai manusia sekarang, hanya Yesus yang tidak berdosa (Suci). Dan Dia adalah Hakim atas dunia pada akhir zaman.

Kalau Dia adalah manusia biasa seperti yang dituduhkan oleh saudara Muslim, bagaimana mungkin Dia dapat menghakimi pada akhir zaman? Sedangkan pada ajaran Islam dan Kristen jelas dikatakan bahwa penghakiman di akhir zaman adalah miliki Allah. Dia melakukan mujizat dengan spontan (secara langsung) tidak melalui proses doa seperti para nabi.
# muhammad fadhil isa 2012-11-06 15:49
*
Saudara Admin, menyangkut perkataan “Aku besertamu hingga akhir zaman”, adalah perkataan Allah kepada Isa, yang kemudian Isa menyampaikan kepada para murid-Nya. Begitu pula Muhammad yang telah menerima wahyu, kemudian menyampaikan kepada para sahabatnya. Bukan berasal dari hati dan fikiran mereka, keliru kita jika menganggap kata-kata itu berasal dari mereka

Saudara Johanes, kata “Akulah kebenaran jalan dan hidup”, bukan berarti Isa, namun ajaran-Nya. Muhamamd pun adalah kebenaran jalan dan hidup, namun hanya ajaran dan sikapnya. Sementara dia bertanggung-jaw ab sendiri di hadapan Allah, begitu pun Yesus.
# Staff Isa dan Islam 2012-11-13 10:45
~
Saudara Muhammad Fadhil,

Berikut ini saya kutip dengan jelas ayat yang saudara maksud, dan saya mulai satu ayat sebelumnya.

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman" (Injil, Rasul Besar Matius 28:19-20).

Silakan saudara membaca baik-baik ayat di atas. Ayat di atas adalah perintah langsung dari Yesus kepada murid-murid-Nya sesaat sebelum Dia terangkat naik ke sorga. Ayat di atas bukanlah pengulangan yang dilakukan Yesus atas perkataan Allah. Melainkan, perkataan langsung dari Yesus kepada murid-murid-Nya.

Sedangkan ayat “Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Ini merupakan pengakuan Yesus, bahwa Yesus adalah sang "Jalan". Melalui Dia orang dapat belajar mengenai "Kebenaran" tentang Allah dan menemukan "Hidup" bersama Allah. Itulah sebabnya pada ayat lain di Kitab Suci dikatakan, “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama laing diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan" yan (Injil, Kisah Para Rasul 4:12).

Jelas, Al-Quran tidak pernah memberi pernyataan serupa mengenai Muhammad.
~
SO
# amir 2012-11-19 03:27
*
Umat Kristen menganggap Isa sebagai Allah, berarti umat Kristen menyembah Allah. Umat Islam juga menyembah Allah, walaupun hanya menganggap Isa hanya sebagai nabi. Secara umum, persamaan kedua umat tersebut adalah keduanya mengakui adanya Allah dan menyembah-Nya.

Timbul pertanyaan:
Anggap saja terdapat seorang manusia yang teramat baik dan lurus hidupnya. Apakah jika manusia itu hanya menyembah Allah saja tanpa mengakui Isa sebagai Allah, manusia itu tidak mendapatkan keselamatan? Apakah Isa mutlak harus ikut diakui sebagai Allah agar manusia itu dapat diselamatkan?
# Staff Isa dan Islam 2012-11-21 11:48
~
Saudara Amir,

Pertanyaan yang baik sekali. Isa Al-Masih berkata “Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa [Allah], kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Isa Al-Masih berkata Dialah satu-satunya jalan menuju Allah atau keselamatan sorgawi yang dari Allah. Nah, bagaimana dengan orang yang teramat saleh tapi tidak menerima Isa Al-Masih sebagai jalan keselamatan, apakah amal salehnya dapat menyelamatkannya?

Bersumber dari Abu Huraira, Muhammad berkata “Mendekatlah dan berusahalah benar! Ketahuilah bahwa setiap orang diantara kalian tidak bakal selamat karena amalnya. Para sahabat bertanya “Ya Rasullah, tidak juga engkau? Rasullulah berkata: “Tidak juga aku, kecuali Allah melimpahiku dengan rahmat dan karunia-Nya” (Hadis Sohih Muslim KH. Adib Basri Mustafa Hal. 819 No 76).

Bersumber dari Jabir, beliau berkata: “Aku mendengar nabi saw bersabda “ Tak seorangpung diantara kalian dimasukan oleh amalnya ke dalam sorga dan tidak pula diselamatkan dari neraka begitu pula aku, kecuali dengan rahmat Allah” (Hadis Sohih Muslim KH. Adib Basri Mustafa Hal. 819 No 77).

Jadi jelas amal saleh manusia, bahkan nabi saudarapun tidak mendapat keselamatan kecuali karena rahmat Allah. Siapakah rahmat Allah itu? Dalam Qs 19:20-21 Isa Al-Masih disebut Rahmat Allah. Isa Al-Masih rahmat yang Allah sediakan bagi keselamatan manusia.

Maka sia-sialah kesalehan manusia yang tidak menerima rahmat Allah dalam Isa Al-Masih.
~
NN
# rayyan 2012-11-20 16:25
*
Sesuai saran admin, saya ajukan pertanyaan saya di sini

Bisakah Tuhan menciptakan Tuhan? (Mohon jangan menjawab dengan ilustrasi lagi, jika admin kurang berkenan dengan pertanyaan lain yang akan timbul)

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2012-11-22 21:40
~
Menurut saudara Rayyan, apakah Tuhan adalah hasil ciptaan? Bukankah Tuhan sifatnya kekal?

Bila saudara menjawab “tidak” dengan pertanyaan kami di atas, maka kami pun memberi jawaban yang sama. Jelas Tuhan tidak akan menciptakan Tuhan lain bagi-Nya.

Atau, pernahkah saudara mendengar bahwa Tuhan telah menciptakan Tuhan?
~
SO
# AKSEL 2012-11-27 17:27
*
Apakah Tuhan hanya meniupkan roh-Nya kepada Isa? Berarti Tuhan tidak meniupkan roh ke manusia?
.
# Staff Isa dan Islam 2012-11-29 09:06
~
Saudara Aksel,

Maaf, kami kurang mengerti dengan pertanyaan saudara di atas, tapi kami akan mencoba menjawabnya.

Penciptaan Isa dan manusia jelas berbeda. Pada zaman Nabi Adam, dia dibentuk Tuhan dari tanah. Tetapi setelah Adam tidak ada lagi manusia yang dibentuk dari tanah tetapi melalui proses melahirkan.

Seorang wanita dapat mengandung janin yang akan menjadi cikal bakal bayi, terjadi karena adanya hubungan biologis antara pria dan wanita. Maka hamillah si wanita. Inilah proses bagaimana lahirnya manusia ke dunia. Ada pria dan wanita.

Hal ini berbeda dengan Isa Al-Masih. Dikisahkan ketika Maryam mengandung Isa, Maryam masih perawan. Berarti Isa berada di kandungan Maryam bukan karena adanya hubungan biologis. Baik Al-Quran dan Injil memberi kesaksian yang sama bagaimana Maryam mengandung Isa, yaitu:

“Ingatlah, ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)” (Qs 3:45) Isa adalah Kalimat Allah yang ditaruh dalam kandungan Maryam.

Injil berkata, “Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" “Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah” (Injil, Rasul Lukas 1:34-35).
~
SO
# AKSEL 2012-11-30 10:41
*
Berarti kesimpulannya hanya Isa yang ditiupkan Roh Kudus waktu masih dikandungan. Lalu dalam diri manusia tidak ada Roh Kudus, berarti sekarang manusia hidup tanpa roh?
# Staff Isa dan Islam 2012-12-06 11:41
~
Jelas manusia mempunyai roh. Bila manusia tidak mempunyai roh bagaimana mungkin dia bisa hidup? Tapi saudara juga harus ingat, bahwa Roh Kudus berbeda dengan roh yang ada dalam tubuh manusia. Roh Kudus atau Rohululloh adalah bagian dari Allah. (Lihat artikel penjelasan tentang Roh Kudus pada link ini: http://tinyurl.com/d2k6hcw)

Sedangkan roh yang ada dalam diri manusia bukanlah Roh Kudus atau Rohululloh. Sebab manusia hanyalah ciptaan Allah, bukan bagian dari Allah sebagaimana Roh Kudus atau Rohululloh yang dikandung oleh Maryam yaitu Isa Al-Masih.

Semoga dengan penjelasan ini saudara semakin mengerti apa yang dimaksud dengan Roh Kudus atau Rohululloh.
~
SO
# rayyan 2012-12-04 17:29
*
Anda mengakui Isa 100% manusia 100% Tuhan. Bukankah 100% manusia berarti dia makhluk? Jika makhluk berarti diciptakan, atau adakah penjelasan lainnya?
# Staff Isa dan Islam 2012-12-06 11:42
~
Saudara Rayyan,

Kami bisa memahami ketidak-mengert ian saudara. Memang untuk mengetahui ke-Maha Kuasa-an Allah tidaklah mudah. Itulah bukti bahwa Dia Maha Kuasa, bila Allah dapat kita dimengerti dengan mudah, bisa jadi jsutru kita-lah yang lebih kuasa dibanding Dia.

Pertanyaan saudara di atas, hampir serupa dengan pertanyaan saudara Aksel. Untuk itu, silakan saudara membaca penjelasan kami untuk pertanyaan saudara Aksel di atas.

Bila ada yang kurang jelas, saudara dapat memberi pertanyaan lagi.
~
SO
# Abu Ahdy 2013-01-12 14:00
*
Terlalu kecil Allah menjelma jadi manusia, yang bahkan malaikat yang besar dan mulia saja tidak mungkin Allah menyerupainya. Allah pemilik singgasana yang sangat luas, langit dan bumi hanya sebagai kaki dari singgasana tersebut, Allah mampu turun ke bumi bahkan dekat sekali dengan urat nadi umat-Nya tanpa harus turun dari singgasana-Nya

Dan semua ini adalah pelajaran yang agar kita bisa mengambil bahwa betapa besar Allah, betapa besar Dzat-Nya, sedangkan manusia bahkan sebuah sayap lalatpun tidak mampu membuat dari tangannya sendiri.
# Staff Isa dan Islam 2013-01-16 13:56
~
Saudara Abu Ahdy,

Mungkin bagi Allah yang saudara sembah mustahil dapat menjadi malaikat, apa lagi menjadi manusia. Namun tidak dengan Allah yang kami. Sebab Allah yang kami sembah adalah Allah yang Maha Kuasa. Allah yang dapat menjadi apapun yang Dia mau. Dia tidak dibatasi oleh logika manusia. Itulah kebesaran Allah!

Selain Maha Kuasa, Allah yang kami sembah juga Maha Pengasih. Dia juga tidak ingin manusia ciptaan-Nya binasa karena dosa. Itulah sebab-Nya Dia datang ke dunia untuk menyatakan betapa Dia sangat mengasihi manusia dan ingin mereka kembali kepada-Nya.

“Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:14)

“Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:15).
~
SO
# yonatan 2013-02-04 03:12
*
Mohon untuk umat Muslim jangan hanya menerima kalimat dalam Alkitab dengan menelan mentah-mentah, karena dengan begitu tidak ada bedanya dengan seorang anak kecil yang menelan padi setelah di panen tanpa memasaknya terlebih dahulu. Butuh banyak waktu untuk mengolah padi yang baru saja dipanen supaya bisa menjadi nasi yang enak untuk dicerna dan menjadi bahan pokok makanan.

Begitu juga Alkitab, tidak bisa anda hanya membaca sepatah kalimat lalu menyimpulkannya begitu saja tanpa anda membaca ayat pendukung yang lain. Banyak sekali pernyataan yang kalau saudara menyertakan ayat pada Alkitab ternyata anda salah dalam menyimpulkannya
Membaca Alkitab perlu hikmat dari Tuhan, karena jikalau demikian barulah kita mengerti kedahsayatan rahasia Tuhan.

Semoga Tuhan memberkati.
# Alex 2013-02-15 23:02
*
Kalau Firman telah menjadi manusia, berarti tidak ada gunanya malaikat. Dan juga tidak ada gunanya nabi terdahulu sebelum Yesus.

Tuhan turun hanya untuk bani Israel, berarti bangsa lain itu hina dimata Tuhan. Seperti sistem kasta.

Saya kira jika Allah menjelma menjadi manusia, maka tubuh jelmaannya itu akan hancur karena ke Maha-an Allah.

Jika Yesus menebus dosa manusia, berarti sia-sia dibuat neraka dan surga, sia-sia juga penggodaan iblis terhadap manusia, dan untuk apa Iblis dihidupkan sampai hari kiamat kalau Yesus bisa menebus dosa manusia?
# Staff Isa dan Islam 2013-02-20 15:23
~
Saudara Alex,

Menurut saudara, apakah fungsi dari malaikat? Apakah menurut saudara peranan malaikat dengan Yesus adalah sama?

Agar saudara dapat menjawab pertanyaan kami di atas, saudara perlu mengetahui, apa tujuan Isa/Yesus datang ke dunia. Untuk itu, silakan membaca penjelasan kami pada link ini: http://tinyurl.com/c2quvd8.

Penebusan yang dilakukan oleh Yesus hanya berlaku bagi mereka yang percaya kepada-Nya. “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup” (Injil, Rasul Yohanes 5:24)

Bagaimana dengan orang-orang yang tidak percaya pada perkataan Isa Al-Masih? Mereka itulah yang akan menjadi penghuni neraka!

Nah, bagaimana saudara saudara Alex, masihkah saudara mengeraskan hati dan tetap akan mengandalkan kekuatan saudara untuk mendapatkan keselamatan?

Ingatlah firman Allah ini: “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Injil, Surat Efesus 2:8-9)
~
SO
# HAMBA 2013-02-19 09:51
*
"Tuhan tidak melahirkan dan tidak dilahirkan" (Al Qur'an: Surat Al Ikhlaash).

Isa dilahirkan, jadi Isa bukan Tuhan.

Qs 19:30-32 “berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka”

Berbondong-bond ong manusia akan masuk Islam karena telah terbukti kebenaranya.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-20 15:24
~
Saudara Hamba,

Benar, Tuhan tidak mungkin bisa melahirkan. Karena “melahirkan” adalah salah satu cara makhluk hidup untuk meneruskan keturunannya. Karena Tuhan itu Esa dan kekal, jadi Dia tidak perlu “melahirkan” untuk meneruskan keturunannya.

Tapi, satu hal yang perlu saudara ketahui bahwa Yesus/Isa Al-Masih adalah Kalimatullah yang datang ke dunia dalam wujud manusia. Ketika Kalimatullah memutuskan untuk datang ke dunia, Dia harus mengambil wujud rupa manusia, sebab hanya dengan demikianlah Dia dapat tinggal bersama-sama dengan manusia di dunianya manusia.

Nah, bila demikian, menurut saudara dengan cara apakah yang pantas “manusia” Kalimatullah tersebut datang ke dunia selain dengan cara lahir? Bukankah “lahir” adalah cara yang lazim manusia datang ke dunia? Itulah sebabnya Isa/Kalimatulla h perlu dilahirkan.

“Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:14).

“Ingatlah, ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)” (Qs 3:45).

Saudara Hamba, kami ingin mengajukan satu pertanyaan bagi saudara. Menurut saudara, siapakah yang berbicara dalam Al-Quran? Apakah Al-Quran 100% adalah wahyu Allah atau ada objek lain yang berwahyu lewat Al-Quran tersebut?
~
SO
# bhantok 2013-02-20 02:23
*
“Isa Al-Masih berkata, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup” (Injil, Rasul Besar Yohanes 5:24).

Dia yang mengutus Aku? Dia itu siapa? Dia berarti bukan Aku, karena Aku diutus Dia, Aku hanya orang utusan. Lalu siapakah Dia itu? Kenapa kita tidak menyembah Dia yang sudah mengutus Isa Al-Masih?
# Staff Isa dan Islam 2013-02-26 15:49
~
Saudara Bhantok,

Kata "Dia" dari kutipan ayat di atas adalah Allah Bapa. Saudara Bhantok benar, Isa Al-Masih dan Allah Bapa adalah pribadi yang berbeda. Tetapi adalah Allah yang esa.

Seperti pernyataan Isa Al-Masih, bahwa "Aku dan Bapa adalah satu." (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30).

Jadi, menyembah Isa Al-Masih atau Allah Bapa adalah sama, tidak ada bedanya.

Bagaimana dengan saudara Bhantok, rindukah saudara memiliki hidup kekal?
~
DA
# Ikhsan 2013-02-28 22:13
*
Allah adalah yang maha kuasa, yang maha mencipta, yang maha segala-galanya.

Untuk mengampuni dosa manusia yang sangat banyak, Allah tidak perlu menjadi manusia yang merupakan ciptaan-Nya, karena Allah itu Maha Pengampun. Allah mampu melakukan segalanya. Dia menciptakan alam semesta, manusia, jin, dan ciptaan-Nya yang lain tanpa perlu bersusah payah.

Oleh karena itu, mengapa Allah malah harus menjadi manusia, padahal Dia dapat dengan mudah mengampuni dosa makhluk-Nya? Terimakasih
# Staff Isa dan Islam 2013-03-22 09:27
~
Saudara Ikhsan,

Apa yang saudara katakan itu benar. Allah memang maha kuasa. Tetapi saudara juga harus ingat, bahwa Allah maha adil dan sangat membenci dosa. Bahkan dikatakan, “Sebab upah dosa ialah maut” (Injil, Surat Roma 6:23). Maka, bagi siapa saja yang melakukan dosa, dia harus dihukum! Itulah hukum Allah atas dosa.

Andai Allah menghukum setiap orang yang berdosa, maka binasalah seluruh manusia. Karena tidak ada manusia yang luput dari dosa. Tidak ada manusia yang dapat menghapus dosanya, baik dengan amal ibadahnya.

Sifat Allah yang lain adalah maha pengasih. Karena sifat inilah Allah mengambil inisiatif untuk mengutus Kalimatullah datang ke dunai dalam wujud manusia. Dikenal dengan nama Isa Al-Masih. Tujuan kedatangan-Nya, untuk menjadi Kurban Agung, wafat di salib. Agar Dia dapat mendamaikan manusia dengan Allah.

Kitab Suci Allah menuliskan, "Lihatlah Anak domba Allah [Isa Al-Masih], yang menghapus dosa dunia” (Injil Rsul Besar Yohanes 1:29)

Keselamatan sorgawi tidak dapat dibeli dengan amal perbuatan. Keselamatan sorgawi adalah kasih karunia Allah di dalam Isa Al-Masih. “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Injil, Surat Efesus 2:8-9).
~
SO
# adriansyah 2013-03-19 08:06
*
"Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) dari-Nya, Allah meniupkan roh ke dalam rahimmu namanya Al-Masih Isa putera Maryam, seorang yang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa, dan dia termasuk di antara orang-orang yang soleh untuk menjalan kan perintah allah"
(Qs 3:45-46)
# Staff Isa dan Islam 2013-03-22 09:26
~
Saudara Adriansyah,

Terimakasih atas kutipan ayat yang sudah saudara berikan di atas. Adakah yang ingin saudara sampaikan sehubungan dengan ayat tersebut?
~
SO
# Jimmy 2013-03-22 05:11
*
Dalam forum diskusi ini admin memilih judul "Benarkah Isa Al-Masih adalah Tuhan?"

Dalam surat Al Fatihah ada tertulis "Maaliki yaumid diin" yang berarti "Yang menguasai hari pembalasan."

Dari ayat di atas jelas dikatakan bahwa Allah adalah penguasa hari pembalasan. Dan Allah sendiri yang akan menjadi Hakim Agung yang akan menghakimi dunia ini.

Ini sangat sinkron dengan ayat Al-Quran yang menyatakan bahwa Isa Al-Masih (Yesus Kristus) akan datang kedua kali dan menjadi Hakim Agung bagi dunia.

Celakalah orang-orang yang menyatakan Isa Al-Masih (Yesus) hanya sebagai nabi dan manusia biasa. Karena mereka telah memandang rendah sang Hakim Agung. Sudah jelas siapa sebenarnya Isa Al-Masih (Yesus)

Untuk saudara muslim, jelas tertulis di Al-Quran bahwa Isa Al-Masih lahir, mati dan dibangkitkan. Tetapi mengapa di Al-Quran juga menyatakan kontradiksi bahwa Isa Al-Masih tidak mati melainkan langsung diangkat ke Surga?
# Staff Isa dan Islam 2013-03-25 23:28
~
Saudara Jimmy,

Ada banyak bukti yang menakjubkan mengenai keilahian Isa Al-Masih di dalam Al-Quran. Jadi sebenarnya umat Isa Al-Masih dimungkinkan untuk saling bergandengan tangan dengan umat Muslim dan mempelajari bersama riwayat Isa Al-Masih.

Lagipula Alkitab memberikan keterangan lengkap, mulai dari nubuatan para nabi terdahulu mengenai kehadiran Isa Al-Masih di tengah-tengah manusia hingga penggenapannya. Isa Al-Masih menjadi manusia. Hidup bersama manusia. Menolong manusia. Dipersalahkan, mati dan dikuburkan lalu bangkit dari kubur hingga naik kembali ke sorga dan berjanji akan datang kembali pada hari akhir.

“Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;” (Injil, Surat 1 Korintus 15:4).
~
NN
# Hilarion 2013-04-01 19:01
*
Saya hanya ingin bertanya kepada teman-teman kaum Muslim. Di Al-Quran dikisahkan ketika kiamat datang, ketika itu yang mengalahkan dajjal adalah Isa Al-Masih dan Dia akan menjadi hakim yang adil.

Pertanyaan saya sederhana, mengapa yang mengalahkan dajjal Isa Al-Masih dan bukan Muhammad? Terus hakim yang adilkan milik Allah, lalu mengapa juga harus Isa yang menjadi hakim? Mengapa bukan Muhammad?

Mengapa juga mendoakan Muhammad ketika sholat, sedangkan Isa Al-Masih tidak meminta doa, tapi malah mendoakan dan memberkati kita?
# Lodaya 2013-04-01 21:49
*
Setau saya kisah itu adanya dalam hadits bukan Al-Quran. Ketahuilah saudaraku, kalau ajaran Muhammad sudah sempurna, dan tugasnya sudah selesai didunia ini. Sedangkan Nabi Isa turun tujuannya untuk membuktikan kepada Yahudi dan Nasrani kalau dia tidak mati disalib, juga untuk meluruskan ajarannya yang telah diselewengkan.

Dia turun bukan pada hari kiamat, tapi pada akhir zaman mendekati kiamat. Setelah itu dia akan memimpin kaum Muslim selama 40 tahun menjadi hakim yang adil, kemudian meninggal dan dibangkitkan setelah hari kiamat beserta manusia dan makhluk yang lain secara bersamaan.

Sedangkan kita mendoakan Muhammad sebagai penghomatan karena dia menunjukan jalan yang benar yang kebaikannya akan kembali pada kita.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-02 20:05
~
"Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat" (Qs 43:61)

"Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pegetahuan tentang hari Kiamat" (Qs 31:34)

Perhatikan, hanya Allah yang mengetahui tentang hari kiamat. Dan Isa juga mengetahui hari kiamat.

Nabi bersabda Hadits Shahih Muslim 127 "Demi Allah yang jiwaku ditangan-Nya sesungguhnya telah dekat masanya Isa anak Maryam akan turun ditengah kamu Dia akan menjadi Hakim yang adil".

"Tuhanmu benar-benar akan memberi putusan diantara mereka dihari kiamat"
(Qs 16:124).

Al-Quran mengatakan Allah adalah hakim atas manusia, demikian juga hadist mengatakan Isa adalah Hakim yang adil.

Jadi, Isa dinubuatkan akan datang sebagai hakim yang adil pada akhir zaman bukan karena ajaran Muhammad sudah sempurnah. Melainkan karena hanya Isa Al-Masih-lah yang berhak untuk menghakimi manusia, karena Dia adalah Allah itu sendiri.
~
SO
# Lodaya 2013-04-03 21:13
*
Lihatlah ayat sebelumnya "Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk bani israil" (Qs 43:59).

Ayat ini sudah jelas menjadi acuan untuk menerangkan ayat yang masih samar, janganlah menerka-nerka.

"Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat". Maknanya adalah, turunnya Nabi Isa sebelum terjadinya kiamat memberi pengetahuan pada kita bahwa kiamat sudah sangat dekat, bukannya Dia tahu akan kiamat.

Anda percaya kalau Isa mati disalib sebagai Tuhan. Kalau Tuhan mati siapa yang menjalankan alam semesta ketika Dia mati selama 3 hari dan 3 malam. Karena segalanya tidak ada yang otomatis, semua makhluk bergantung padanya, maka sirnalah segalanya.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-05 19:59
~
Saudara Lodaya,

Tentu saudara setuju bahwa Allah mahakuasa. Jika kita manusia dapat mengerjakan dua hal sekaligus dalam satu waktu. Apalagi Allah yang tidak dapat dibatasi oleh apapun. Allah dapat berada di dua tempat dalam waktu bersamaan, karena Allah tidak terbatas pada ruang dan waktu.

Karena itu saat Allah menjadi manusia, disalibkan, mengalami kematian, namun bangkit kembali, surga tidaklah kosong. Allah tetap berada di tahta-Nya yang mahatinggi dan tetap mengendalikan alam semesta.

“Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia, dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus” (Injil, Surat Kolose 1:19-20)

Dan saat Allah menjadi manusia tidak pernah terjadi kekacauan di alam semesta ini. Justru Allah memulihkan alam semesta dan seluruh ciptaan-Nya dari kerusakan akibat dosa.
~
NN
# Lodaya 2013-04-06 00:01
*
Nampaknya anda hanya mencari pembenaran bukan kebenaran. Baiklah, ini komen terakhir saya.

Allah pencipta segalanya termasuk ruang dan waktu, dengan kata lain Dia di luar ruang dan waktu, makanya Dia disebut yang awal dan yang akhir tidak berawal tidak berakhir sebab awal akhir yang berawal yang berakhir cuma terjadi dalam ruang dan waktu, tidak beranak tidak pula diperanakkan sebab anak beranak cuma terjadi dalam ruang dan waktu, tidak akan berubah menjadi apapun apalagi manusia, sebab perubahan hanya terjadi dalam ruang dan waktu, disembah tidak akan untung tidak disembah tidak akan rugi, sebab untung rugi cuma terjadi dalam ruang dan waktu.

Semua kehidupan, baik buruk siang malam hidup mati sedih senang dan semua yang pernah kita tahu, pikirkan, bayangkan dan rasakan itu semua adanya hanya di dalam ruang dan waktu, dan Allah diluar itu semua. semoga penjelasan ini bisa memberi sedikit pencerahan, terima kasih.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-10 21:37
~
Saudara Lodaya,

Memang benar Allah yang menjadikan segala sesuatu termasuk yang saudara sebut “ruang dan waktu” Tetapi Allah yang kuasa tidak dibatasi oleh ruang dan waktu itu. Ia menjadikannya tetapi Allah juga bisa masuk dalam ruang dan waktu. Jika ruang dan waktu dapat memberikan batasan pada Allah berarti ruang dan waktu lebih berkuasa daripada Allah.

Allah pencipta pasti bisa menembus ruang dan waktu bahkan masuk ke dalam ruang waktu dan keluar dari ruang dan waktu.
~
NN
# Zulu 2013-04-11 06:00
*
Siapa bilang Allah bisa melakukan apapun? Allah itu dibatasi oleh kekuasaan-Nya sendiri. Memangnya Allah bisa melempar kamu keluar kekuasaan-Nya? Sedangkan tidak ada sesuatupun di luar kekuasaan-Nya. Emangnya Allah bisa menciptakan Tuhan lain yang tidak berawal dan tidak berakhir?

Allah tidak dibatasi ruang dan waktu, makanya Dia tidak bisa masuk ke sesuatu yang dibatasi ruang dan waktu. Lihatlah apa yang terjadi pada Nabi Musa ketika ia memohon kepada Allah untuk menampakkan diri-Nya "Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku."

Tapi yang terjadi bukit itu hancur. Itu menandakan sesuatu yang dibatasi oleh ruang dan waktu tidak akan sanggup menampung Allah yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Dan Allah tidak bisa membuat sesuatu menjadi sanggup menampung dirinya, karena membuat sesuatu itu setara dengannya.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-11 20:37
~
Saudara Zulu,

Bila Allah tidak bisa melakukan apapun, berarti Allah itu terbatas. Allah yang terbatas sama dengan Allah yang tidak Maha Berkuasa. Apakah saudara setuju bila Tuhan yang saudara sembah adalah Tuhan yang berbatas?

Saudara Zulu mungkin puas menyembah Tuhan yang demikian. Tetapi kami enggan menyembah Tuhan yang terbatas. Karena Kitab Suci Allah mengatakan “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil" (Injil, Rasul Lukas 1:37). Allah yang maha berkuasa, adalah Allah yang dapat melakukan apa saja karena bagi-Nya tidak ada yang mustahil. Itulah Allah yang kami sembah!

Sepertinya saudara perlu memahami lagi bagaimana kebesaran Allah. Janganlah kiranya saudara mengatakan bahwa Allah itu terbatas!
~
SO
# Zulu 2013-04-12 08:21
*
Tentu Allah itu Maha Kuasa atas segala. Tetapi Ia melakukan segalanya atas sifat-sifat ketuhanan-Nya. Kita ambil contoh, apakah Allah bisa membuat besi yang sangat kuat sehingga Allah sendiri tidak bisa menghancurkanny a? Atau membuat batu yang sangat berat hingga Allah sendiri tidak bisa mengangkatnya?

Jadi, Ia melakukan segalanya menurut sifat ketuhanan-Nya. Dan sifat Allah itu esa yang berarti tidak ada yang setara dengan-Nya. Tidak mungkin Allah jadi manusia dan tidak mungkin manusia jadi Allah, karena itu menyimpang dari sifat ketuhanan-Nya.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-29 15:24
~
Saudara Zulu,

Maaf, kami tidak mengerti dengan kalimat saudara “sifat ketuhanan-Nya.” Dapatkah saudara menjelaskan apa maksud dari kalimat tersebut?

Dan kami tidak melihat ada korelasi antara contoh yang saudara berikan di atas, yaitu: apakah Allah bisa membuat besi yang sangat kuat sehingga Allah sendiri tidak bisa menghancurkanny a? Atau membuat batu yang sangat berat hingga Allah sendiri tidak bisa mengangkatnya? Dengan kemaha-kuasaan Tuhan.

Saudara mengatakan “tidak mungkin manusia jadi Allah.” Kami setuju!

Tapi bagaimana dengan pernyataan saudara “Tidak mungkin Allah jadi manusia?” Atas dasar apakah saudara mengatakan demikian? Bukankah saudara setuju bila dikatakan Allah maha kuasa dan tidak ada yang mustahil bagi Dia?
~
SO
# Ikhsan 2013-04-29 10:13
*
Kepada Staf IDI dan Jimmy

Jimmy pernah menulis:
Untuk saudara Muslim. Jelas tertulis di Al-Quran bahwa Isa Al-Masih lahir, mati dan dibangkitkan. Tetapi mengapa di Al-Quran juga menyatakan kontradiksi bahwa Isa Al-Masih tidak mati melainkan langsung diangkat ke Surga?

"Apakah anda ingat peristiwa ketika Yesus muncul kembali, sesudah disebarluaskan pengumuman seolah-olah Dia telah disalib. Para murid-Nya menyangka Dia melihat hantu. Bacalah Lukas 24:36.

"Untuk menghilangkan salah paham dan rasa. takut yang mengganggu mereka, "Rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat"
(Lukas 24:39)

Yesus menyuruh murid-Nya untuk meraba-Nya karena hantu tidak ada tulang dan daging. Yang sekaligus menegaskan bahwa Dia belum mati karena tubuh-Nya masih berupa fisik (materialize physically). Belum menjadi tubuh rohani (Spiritualized body). Bacalah: Lukas 20:36.

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-29 15:25
~
Saudara Ikhsan,

Terimakasih untuk penjelasan saudara di atas.

Sebelum saudara membaca ke ayat 36, ada baiknya juga saudara memperhatikan ayat 13. Dari perikopnya saja sudah dikatakan “Yesus menampakkan diri.” Perhatikan ayat 23-24 “Tetapi beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur, dan tidak menemukan mayat-Nya. Lalu mereka datang dengan berita, bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaik at, yang mengatakan, bahwa Ia hidup” dikatakan bahwa malaikat telah mengatakan kepada wanita-wanita yang melihat ke kubur Yesus bahwa Dia sudah bangkit.

Kebangkitan Yesus di sini, bukan kebangkitan roh. Tetapi tubuh-Nya secara utuh. Pada ayat 3 ditulis “dan setelah masuk mereka tidak menemukan mayat Tuhan Yesus” Jadi, menurut kami adalah hal yang wajar bila Yesus menampakkan diri seperti tubuh manusia pada umumnya. Mempunyai tulang dan daging.
~
SO
# Zulu 2013-04-29 21:26
*
Contoh yang saya berikan untuk menunjukan bahwa Allah tidak bisa menciptakan sesuatu yang lebih dari diri-Nya, karena tidak ada yang melebihi Allah. Tentang Allah menjadi manusia, itu sangat mustahil karena Allah tak terbatas (unlimited), sedangkan manusia terbatas (limited). Yang unlimited akan selalu meniadakan yang limited.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-02 17:28
~
Saudara Zulu,

Kami dapat memahami pemikiran saudara. Bila kita memahami sifat Allah hanya sebatas logika kita, memang tidak mudah untuk dapat menerima bahwa Allah bisa menjadi manusia. Tetapi seseorang yang mengenal Allah dengan imannya, akan berkata Allah dapat melakukan apa saja, bahkan menjadi apa saja sesuai kehendak-Nya.

Maka dari itu, kita perlu mengenal Allah dengan iman. Bukan dengan logika. “Supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah” (Injil, Surat 1 Korinstus 2:5).
~
SO
# Ikhsan 2013-04-30 13:48
*
Kepada Staf IDI. Anda menjawab pernyataan saya dengan mengatakan:

"Kebangkitan Yesus di sini, bukan kebangkitan roh. Tetapi tubuh-Nya secara utuh. Pada ayat 3 ditulis “dan setelah masuk mereka tidak menemukan mayat Tuhan Yesus” Jadi, menurut kami adalah hal yang wajar bila Yesus menampakkan diri seperti tubuh manusia pada umumnya. Mempunyai tulang dan daging."

Itu berarti bahwa Yesus tidak bangkit karena kebangkitan selepas mati itu, bukan lagi berbentuk tubuh atau jasad, melainkan berupa tubuh spritual atau roh.

Seperti yang terdapat di Al-Kitab: "Mereka (tubuh yang dibangkitkan dari mati itu) sama seperti malaikat." Ini berarti pembawaan mereka akan berubah yaitu ke alam malaikat, alam rohaniah. Mereka akan menjadi makhluk rohaniah (artinya roh-roh). "Mereka sama seperti malaikat-malaik at dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan" (Lukas 20:36)

Terimakasih atas kesempatannya.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-02 17:28
~
Terimakasih saudara Ikhsan untuk penjelasan saudara di atas. Mari kita sederhanakan diskusi ini agar lebih mudah dimengerti.

Nah, menurut saudara mana yang benar: Yesus wafat dan bangkit hidup kembali dengan tubuh yang utuh (bukan hanya Roh-Nya saja), atau Yesus tidak pernah wafat?
~
SO
# Ikhsan 2013-04-30 14:07
*
Kepada Staf IDI. Anda pernah menjawab pernyataan saudara Zulu, saya akan mengutip perkataan Anda yaitu:

"Tapi bagaimana dengan pernyataan saudara “Tidak mungkin Allah jadi manusia?” Atas dasar apakah saudara mengatakan demikian? Bukankah saudara setuju bila dikatakan Allah maha kuasa dan tidak ada yang mustahil bagi Dia?"

Saya membenarkan Anda. Dan perlu Anda ketahui Bahwa Allah memiliki sifat Wajib, Sifat Mustahil dan Sifat Jaiz, Sifat Wajib Allah artinya pasti ada pada Allah SWT. contoh, Allah Maha Penyayang, Maha Sempurna Dll.

Sifat Jaiz adalah sifat yang mungkin bagi Allah. Artinya Allah berkuasa melakukan sesuatu sesuai kehendak-Nya.

Nah, yang mustahil seperti apa? Misal, saya yakin Anda mengetahui dan meyakini bahwa hanya Allah Yang Maha Kaya. Maka mustahil bagi Allah menjadi Yang Maha Miskin atau Allah Yang Maha Pemurah Mustahil Allah menjadi Yang Maha Pelit. Itulah contoh Sifat Mustahil Allah.

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-02 17:28
~
Terimakasih saudara Ikhsan untuk penjelasan saudara di atas.

Jadi, apakah saudara percaya bahwa Allah bisa menjadi manusia, atau Dia mustahil menjadi manusia? Silakan memberi penjelasan yang singkat disertai alasan saudara.
~
SO
# zulu 2013-05-02 19:24
*
Pengertian bahwa Allah bisa menjadi apa saja sesuai kehendak-Nya, sama seperti keyakinan Hindu. Allah bisa menjadi wujud manusia (Rama, Krishna) Allah bisa menjadi wujud seekor gajah (ganesha) dan mereka menyembahnya, mereka tidak perlu logika, yang mereka perlukan hanya iman. Tapi bagi kami seorang Muslim, sebelum mengimani sesuatu maka sesuatu itu harus masuk akal, karena itu yang membedakan manusia dan makhluk lain, yaitu akalnya.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-03 17:12
~
Saudara Zulu,

Dalam hal ini kami tidak ingin mempertentangka n soal iman dan keyakinan orang Hindu.

Inilah bedanya iman orang Islam dan iman orang Kristen. Orang Islam mengukur kebesaran Allah dengan logika mereka. Sedangkan orang Kristen mengenal sesembah mereka melalui iman yang mereka punya. Mereka tidak menggunakan akal mereka untuk menginterpretas ikan Allah, karena mereka tahu Allah itu Maha Besar, Dia jauh di luar nalar dan logika manusia.

Ijinkan kami berbagi satu ayat, mungkin bermanfaat bagi saudara. “Sebab oleh Roh, dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan” (Injil, Surat Galatia 5:5)
~
SO
# Ikhsan 2013-05-03 09:52
*
Kepada Staf IDI

Di dalam Islam, Nabi Isa belum wafat tetapi yang disalib itu adalah orang yang diserupakan dengan-Nya. Para ahli tafsir berpendapat bahwa orang yang diserupakan itu adalah murid-Nya yang berkhianat yaitu Yahuza (atau nama lainnya).

Nabi Isa diangkat ke langit, (bukan di surga. Karena siapa saja yang ditempatkan di surga dan neraka itu nanti setelah hari kiamat.)

Nanti pada hari akhir Nabi Isa, akan turun ke dunia untuk menjadi pemimpin yang adil dan meluruskan keimanan dan ketaqwaan.

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-06 13:58
~
Saudara Ikhsan,

Terimakasih untuk jawaban dan penjelasan saudara di atas. Dimana menurut saudara, Isa Al-Masih tidak pernah wafat atau disalib, tetapi diangkat ke langit (bukan ke sorga). Dan yang disalib itu adalah orang lain.

Pertanyaan kami:
1. Dimanakah sekarang Isa berada?

2. Bila memang Isa Al-Masih diangkat oleh Tuhan ke langit, apakah yang diangkat hanya roh-Nya saja, atau tubuh-Nya secara utuh? Bila tubuh-Nya diangkat secara utuh, apakah di langit orang bisa hidup hingga ratusan atau ribuan tahun?

3. Manakah yang lebih saudara percaya, perkataan ahli tafsir atau wahyu dari Allah? Bila kepercayaan yang mengatakan bahwa yang disalib adalah orang lain, dan itu hanya menurut ahli tafsir, apakah hal tersebut dapat dipercaya 100%? Sementara kitab suci saudara dengan jelas mengatakan: “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku (Isa Al-Masih), pada hari aku dilahirkan, pada hari aku (Isa Al-Masih) meninggal dan pada hari aku (Isa Al-Masih) dibangkitkan hidup kembali” (Qs 19:33)

Perhatikan, bukankah ucapan pada ayat di atas sangat sistematis: lahir, meninggal, dan bangkit hidup kembali?
~
SO
# Ikhsan 2013-05-03 10:05
*
Kepada Staf IDI,

Saya sudah memberi beberapa contoh soal sifat- sifat Allah. Termasuk sifat mustahil Allah. Contoh, Allah Maha Kaya, maka mustahil bagi Allah menjadi Yang Maha miskin.

Begitulah contohnya, yakni Allah mustahil menjadi atau berbuat sesuatu yang lemah. Karena, Allah Maha Besar. Sedangkan manusia Itu yang kecil dan tidak ada apa-apanya.

Anda berdalih , bahwa karena Allah Maha Pengasih maka Allah menjadi manusia untuk mati disalib. Bukankah itu aneh, bagaimanapun Allah mampu menciptakan segalanya tanpa harus mati. Allah mampu memberi kita rezeki tanpa harus mati, Allah mampu menciptakan manusia dengan berbagai ragam bentuk dan sifat tanpa harus mati.

Dan ingatlah, kesempurnaan hanya milik Allah, dan kekurangan adalah milik kita. Allah memang Maha Kuasa, dan Allah mustahil melakukan yang lemah seperti contoh di atas.

Karena itu, Allah mustahil menjadi manusia yang lemah.

Terima Kasih.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-10 11:49
~
Saudara Ikhsan,

Allah tidak dapat dibatasi seperti itu. Ia tidak kaya dan tidak miskin sebab Dialah pemilik segalanya. Saudara menaruh ukuran Allah kaya dan miskin, kuat dan lemah berdasarkan pengalaman manusiawi. Allah tidak dapat diukur dari panca indra kita.

Jika Dia hanya Allah yang kaya dan tidak mungkin miskin, maka Ia lebih tepat untuk orang yang kaya raya saja. Bagaiamana dengan orang miskin di dunia ini yang jumlahnya lebih banyak dari orang kaya. Orang miskin akan berpikir Allah tidak adil dan Allah tidak mungkin mengerti penderitaan orang miskin. Dan pengalaman si kaya lebih dekat dengan sifat Allah yang kaya.

Isa Al-Masih justru berkata "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga” (Injil, Rasul Besar Matius 5:3).

Kami bersyukur memiliki Allah yang peduli dengan orang miskin dan lemah tetapi juga mengasihi orang kaya dan kuat. Allah kami turut merasakan penderitaan si miskin sebab Ia menjadikan diri-Nya seperti itu.

Apakah Allah saudara turut merasakan penderitaan saudara di dunia ini, atau Dia duduk tenang dalam ke Maha-kayaan-Nya?
~
NN
# Zulu 2013-05-03 23:02
*
Bukankah dengan begitu keyakinan Islam terhadap Allah simpel dan dapat dimengerti bahkan oleh anak kecil sekalipun? Ingatlah ketika malaikat dan iblis disuruh bersujud dihadapan nabi Adam, karena nabi Adam diberi kelebihan yaitu pengetahuan (akal), maka pergunakanlah itu.

Apa yang anda ragukan dari keyakinan kami (Islam) terhadap Allah?
# Staff Isa dan Islam 2013-05-15 20:41
~
Saudara Zulu,

Yang kami ragukan dari keyakinan Muslim adalah ajarannya yang bertentangan dengan ajaran Isa Al-Masih. Islam menyangkali keilahian Isa Al-Masih dan menganggap-Nya hanya nabi seperti nabi lainnya. Padahal Firman Allah sangat jelas menerangkan siapa Isa Al-Masih, baik dalam kitab Taurat, Injil maupun Al-Quran.

Mengapa ajaran Muhammad bisa bertentangan dengan ajaran Isa Al-Masih jika Muhammad mengklaim bahwa ajarannya berasal dari Allah? Mungkinkah Allah memberikan firman yang bertentangan?
~
NN
# Ikhsan 2013-05-09 08:45
*
Kepada Staf IDI,

1. Nab Isa berada di langit di sisi Allah SWT.

2. Yang diangkat ke langit itu bersama tubuh-Nya, bukan roh-Nya saja karena memang Nabi Isa belum mati.

3. Saya mengatakan bahwa yang disalib itu adalah orang yang diserupakan dengan Nabi Isa. Bukan pendapat ahli tafsir, melainkan Al-quran yang menjelaskan. Silahkan Anda baca Surah An-Nisaa' ayat 157.

Yang pendapat ahli tafsir itu adalah siapa dia tepatnya. Qs 19:33, itu benar dan masuk akal. Bahwa setiap manusia lahir, mati, dan dibangkitkan. Dan perlu diingat bahwa tidak ada tercantum waktu kapan Nabi Isa as akan lahir, mati, dan dibagkitkan. Karena itu rahasia Allah SWT.

Dan perlu saya camkan, bahwa Tuhan itu tidak lahir, tidak mati, dan tidak dibangkitkan.

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-10 19:04
~
Saudara Ikhsan,

1. Bila memang benar Isa Al-Masih tinggal di langit, di sisi Allah seperti yang saudara sebutkan di atas, berarti Tuhan sesembahan umat Muslim tinggal di langit, begitukah? Tolong memberi referensi dalil yang mengatakan bahwa Isa tinggal di langit bersama-sama dengan Allah!

2. Mungkinkah manusia dengan tubuh yang utuh bisa tinggal di langit selama ratusan bahkan ribuan tahun dan tidak mengalami kematian? Apakah menurut saudara hal ini masuk akal?

3. Di sini saya kutip isi dari Qs 4:157 "Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, ’Isa putera Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan ’Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) ’Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah ’Isa.

Ayat tersebut mengatakan bahwa orang yang membunuh Isa saja saling berselisih paham. Mereka ragu, apakah benar Isa yang dibunuh atau tidak. Dengan kata lain, tidak ada kepastian bahwa yang disalib itu adalah orang lain yang diserupakan dengan Isa seperti yang saudara sampaikan. Apakah ayat yang demikian bisa dipertanggung-jawabkan?
~
SO
# Ikhsan 2013-05-20 14:22
*
Kepada Staf IDI

Maaf, tetapi comment saya terhadap jawaban Anda tentang sifat Allah dan sebagian kisah Nabi Ibrahim as tidak ada, padahal dulu ada.

Kemudian perihal Nabi Isa as. Sebenarnya ulama-ulama Islam juga masih berbeda pendapat tentang apa maksud firmannya Allah soal pengangkatan Nabi Isa as ke langit. Apa dalam keadaan hidup atau mati, apa dengan tubuhnya atau yang dimaksud itu adalah meninggikan derajat dan kemuliaannya.

Namun satu hal yang sudah pasti sejak dahulu, bahwa Nabi Isa dilindungi Allah sehingga kaum Yahudi tidak membunuhnya dan ia tidak mati di tiang salib seperti anggapan kaum Nasrani. Sebagaimana firman Allah di Al-Quran surah An-Nisaa ayat 157-158.

Para ulama terus berijtihad karena hal itu dalam khazanah keilmuan Islam bukan hal baru. Supaya terhindar dari kesalahan tafsir.

Maafkan saya atas kesalahan saya sebelumnya. Saya hanya orang bodoh yang tak mengkaji sebelumnya

Terima Kasih
# Staff Isa dan Islam 2013-05-26 21:17
~
Saudara Ikhsan,

Ada tertulis tentang Isa Al-Masih seperti ini, "Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali" (Qs 19:33). Dalam ayat ini digunakan kata dalam bentuk masa lalu, yaitu "Tawafa", yang berarti Dia telah mati.

Saudara juga dapat menyelidiki dalam kitab suci saudara mengenai kematian Isa Al-Masih pada Qs 4:157,158; Qs 19:33; Qs 5:116,117; Qs 2:87 dan Qs 3:55

Tidak ada sarjana Muslim yang menyangkal bahwa Yohanes pembaptis lahir, mati dan akan dibangkitkan. "Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan, dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali" (Qs 19:15).

Penyusunan kata-kata yang praktis sama juga diberikan kepada Isa Al-Masih, didalam Qs 19:33-34 "Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali". Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-banta han tentang kebenarannya."

Jika umat Muslim percaya bahwa Yohanes Pembaptis memang mati, lalu mengapa untuk Isa Al-Masih tidak?

Injil menjelaskan bahwa Isa Al-Masih mati dan bangkit "Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Isa Al-Masih telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci" (Injill, Surat 1 Korintus 15:3-4).
~
NN
# MUALLAF 2013-05-27 17:25
*
Injil: Bahwa Yesus bukan Tuhan.

Matius 10:34-36 "Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti"

Ulangan 4:35 "Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui bahwa Tuhanlah Allah tidak ada yag lain kecuali Dia"

Markus 12:29 "Jawab Yesus :"Hukum yang terutama ialah Dengarlah hai orang-orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa"

Lukas 6:12 "Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman ia berdoa kepada Allah"

Matius 4:10 "Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti"

Ulangan 4:39 "Sebab ketahuilah bahwa pada hari ini dan camkanlah bahwa Tuhanlah Allah yang di langit dan di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain"


Membingungkan/k ontradiktif.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-31 11:17
~
Saudara Muallaf,

Umat Muslim sudah diajarkan untuk mempercayai tuduhan Kristen adalah kafir karena menyekutukan Allah. Benarkah kami menyekutukan Allah?

Lihatlah ketika umat Nasrani disebut kafir, mereka tidak tersinggung dan tidak meresponi. Mengapa? Sebab mereka tidak merasa seperti yang dituduhkan di ceramah-ceramah Islam, bahwa Kristen kafir telah menyekutukan Allah.

Allah yang disembah umat Kristen sama persis dengan yang saudara nyatakan tadi. Allah Kristen itu esa eksistensinya, tak terhitung presensinya, dan tak terhitung juga penampilannya. Berdasarkan Alkitab, penampilan Allah yang tak terhitung jumlahnya tadi dikelompokkan ke dalam 3 kelompok. Yakni penampilan sebagai Allah Bapa, Sang Anak dan Roh Kudus.

Ada namanya gelombang Elektromagnetik . Gelombang elektromagnetik ini memberikan pengertian bahwa: Eksistensi gelombang hanya ada 1 atau tunggal, Presensi gelombang tak terhitung jumlahnya. Presentasi gelombang ada 5 buah. Obyek pengetahuan yang diobservasi hanya satu yaitu TVRI.

Observasi dilakukan untuk beberapa konteks yakni: eksistensi, presensi, dan presentasi. Konteks eksistensi tidak sama dengan konteks presensi dan konteks presentasi. Dengan wawasan gelombang elektromagnetik ini diketahui bahwa sesuatu yang bereksistensi tunggal, presensi dan presentasinya tidak harus tunggal.

Allah yang disembah Abraham memang hanya ada satu atau Maha Esa. Tapi perlu dipahami bahwa Maha Esa di sini hanya dalam konteks eksistensi Allah. Allah Yang Maha Kuasa itu bisa hadir dimanapun sehingga dalam konteks kehadiran atau presensi Allah jumlahnya ialah tak terhitung.
~
NN
# bakarzin 2013-05-28 21:30
*
Tapi dalam ayat ini coba anda lihat

Markus 12:28-29 "Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?" Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa"

Yesus mengatakan Tuhan itu esa. Jadi menurut anda bagaimana?
# Staff Isa dan Islam 2013-05-31 11:23
~
Saudara Bakarzin,

Anas Bin Malik 72, mengatakan Isa Al-Masih adalah kalimat dan Roh Allah. Renungkanlah penjelasan ini:

Seorang sarjana Muslim bernama Al Shaikh Muhip al Din al Arabi berkata "Kalimat adalah Allah dalam hakikat-Nya dan Ia adalah tidak lain dari satu pribadi ilahi. Kalimat adalah pribadi Ilahi." (buku Fustus Al Hukum bagian 2 hal.35).

Al Shaikh Muhhamad al Hariri al Bayyimi berkata " Roh Kudus adalah Roh Allah, dan Roh Allah tidak diciptakan." (kitab Al Ruh wa Mahiyyutaha hal 53).

Al Iman al Nasafi berkata "dengan Roh Kudus artinya Roh Yang dikuduskan atau nama Allah yang akbar" (Al Nasafi, Tafsir Bag.1 Hal.56).

Al Sayyid Abdul Karim al Djabali berkata Roh kudus itu tidak diciptakan. Dan apa yang tidak diciptakan adalah kekal, dan yang kekal adalah Allah sendiri." (Madjallat Kullyyat al Adab, 1934)

Dialah Isa Al-Masih, Roh dan Kalimat Allah. Hakekatnya Allah sendiri.

Jadi benar Esa-lah Allah itu.
~
NN
# Zulu 2013-05-31 14:20
*
Nabi Isa tidak memerintahkan anda untuk menyembah-Nya. Andaikan anda menyuruh pembantu anda untuk membuatkan kopi, tapi dia malah memuji-muji anda dan tidak membuatkan kopi, apa yang akan anda lakukan?

Jangan katakan menyembah Nabi Isa sama dengan menyembah Allah, karena ketika anda menyembah Nabi Isa, yang ada dalam gambaran anda adalah seorang anak muda yang tampan bermata biru. Namun ketika menyembah Allah, dalam perasaan anda sangat besar yang menggambarkan penguasa alam semesta, 7 langit yang luar biasa agungnya.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-07 21:39
~
Saudara Zulu,

Sepertinya saudara sangat mengetahui isi hati orang Kristen. Sehingga saudara dapat menyimpulkan bahwa ketika mereka menyembah Nabi Isa, maka yang ada di benak mereka adalah seorang pemuda bermata biru. Saya saja yang seorang Kristen, tidak pernah tahu kalau mata Nabi Isa berwarna biru. Tetapi saudara justru tahu kalau mata Nabi Isa berwarna biru.

Isa Al-Masih memang tidak pernah secara langsung mengatakan “Sembahlah Aku.” Karena Dia tahu hal itu akan menimbulkan kontrofersi. Sehingga, Dia memilih untuk mengungkapkan hal itu secara tidak langsung. Baik lewat perbuatan-Nya maupun dengan cara mengklaim hal-hal tentang diri-Nya yang hanya Allah patut mengklaimnya.

Misalnya, Isa Al-Masih mengatakan, “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati” (Injil, Rasul Besar Yohanes 11:25) Isa membuat persyaratan untuk mendapatkan hidup yang kekal berdasarkan iman/percaya kepada Dia.

Bila saudara berkenan membaca Kitab Suci Injil, maka saudara akan menemukan sangat banyak ayat yang menjelaskan Pribadi Nabi Isa yang sebenarnya.
~
SO
# adriansyah 2013-06-22 08:09
*
Menurut anda sejak kapan Isa dijadikan Tuhan? Karena waktu keci Isa tidak pernah dipanggil Tuhan. Kenapa setelah Isa wafat menurut versi Kristen Isa baru disebut sebagai Tuhan. Atas dasar apa Isa disebut Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-25 09:49
~
Saudara Adriansyah,

Tentu saja Isa Al-Masih tidak disebut Tuhan pada waktu kecil. Dan pasti tidak ada orang yang akan percaya kepada seorang anak kecil yang mengaku diri Tuhan. Dan yang terutama perlu saudara pahami bahwa Isa Al-Masih ke dunia bukan untuk mempertontonkan ketuhanan-Nya. Ia tidak membutuhkan pengakuan, penghormatan dari manusia sebagaimana manusia haus pengakuan dan sanjungan.

Misi-Nya sungsang. Justru Isa Al-Masih datang untuk merendahkan diri. Ia memuji orang lemah. Ia berkata berbahagialah yang miskin. Ia merobek kesucian agama legalistis saat itu dengan makan dan bergaul bersama orang berdosa. Ia berkata bahwa diri-Nya tidak punya tempat meletakan kepala untuk tidur. Ia kekurangan dan tidak punya kedudukan namun memberi makan lima ribu orang. Ia merasa kesakitan namun menyembuhkan dan membangkitkan orang mati.

“Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib” (Injil, Surat Filipi 2:5-8).

Hanya manusia yang dikenan Tuhan yang percaya bahwa Isa Al-Masih adalah Tuhan.
~
NN
# adriansyah 2013-07-01 08:22
*
Jadi menurut saudara Allah tidak butuh penghormatan/di sanjung. Apa Tuhan butuh siksaan dari umat-Nya sendiri agar Dia menghapus dosa orang-orang yang ingkar akan kebesara-Nya?
# Staff Isa dan Islam 2013-07-12 21:00
~
Saudara Adriansyah,

Kami tidak mengatakan bahwa Allah tidak membutuhkan penghormatan. Justru orang Islam-lah yang mempunyai keyakinan bahwa Allah tidak membutuhkan penghormatan. Sebaliknya, justru Allah yang memberi penghormatan kepada ciptaan-Nya. Seperti yang Allah lakukan kepada Muhammad.

Yang kami maksud pada komentar sebelumnya adalah: Isa Al-Masih tidak seperti manusia pada umumnya, yang haus akan pengakuan dan penghormatan. Itulah sebabnya Dia tidak memberi pengumuman agar semua orang tahu bahwa Dia adalah Kalimat Allah yang menjadi manusia, dengan tujuan agar orang-orang menghormati-Nya dan menyanjung-Nya.

Isa Al-Masih lebih memilih orang lain mengenal siapa Dia sebenarnya dari apa yang dilakukan-Nya. Bukan lewat perkataan-Nya. Perhatikan ayat ini: “Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapapun bahwa Ia Mesias” (Injil, Rasul Besar Matius 16:20).
~
SO
# YAN 2013-07-04 06:53
*
Yesus berkata: Yohanes 5:31-21 “Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar; ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar”

Untuk membenarkan bahwa Yesus sebagai Anak/ Utusan saja membutuhkan kesaksian langsung dari yang mengutus. Apalagi pengakuan sebagai Tuhan. Jelas harus banyak kesaksian dari Tuhan yang menyatakan Yesus adalah sang Tuhan itu sendiri.
# Staff Isa dan Islam 2013-07-13 14:46
~
Saudara Yan,

Bila saudara membaca dalam Alkitab, maka saudara akan menemukan bahwa sebenarnya, jauh sebelum Kalimat Allah datang ke dunia dalam wujud manusia, Allah telah menyampaikan nubuat-Nya melalui para nabi-Nya.

Di sini kami mencoba memberikan beberapa di antaranya:

“Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala” (Kitab Nabi Mikha 5:1) Dikatakan permulaannya sudah ada sejak dahulu kala. Menurut kami, dahulu kala sama artinya dengan kekal atau tidak ada masa permulaan. Bukankah hanya Tuhan yang sifatnya kekal?

“Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai” (Kitab Nabi Yesaya 9:5) Ayat ini cukup jelas bukan, dikatakan Allah Perkasa, Bapa Kekal, Raja Damai. Jelas nama-nama ini hanya Allah yang layak menyandangnya.

Selain dari nubuat ini, kita juga dapat melihat keilahian Yesus melalui karya yang dilakukan-Nya ketika Dia masih di dunia. Misalnya mengampuni dosa seseorang. “Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni" (Injil, Rasul Lukas 7:48). Bukankah hanya Allah yang berkuasa dan berhak mengampuni dosa seseorang?
~
SO
# Islam 2013-07-10 09:06
*
1. "Isa Al-Masih merupakan “Tiupan Roh dari Allah.” (Qs 4:171; Injil, Surat Filipi 1:19). Kita tahu bahwa Roh Allah kekal adanya. Jika Isa Al-Masih adalah tiupan dari Roh Allah, Ia juga kekal adanya. Maka: Isa Al-Masih adalah juga Tuhan." Apa itu benar surat yang anda pelajari?

Jika benar, mengapa anda tidak menyembah Allah saja yang sudah diakui punya segalanya? Mengapa menyembah Isa Al-Masih?

2. Isa Al-Masih disebut “rahmat dari Kami [Allah].” (Qs 19:21; Injil, Lukas 2:34; Injil, Surat Ibrani 2:17; Injil, Surat Titus 3:5). Jelas hanya Allah yang mempunyai rahmat. Jika Isa Al-Masih disebut ‘rahmat’ berarti Dia juga Tuhan.

Jika Anda mengakui jelas hanya Allah yang mempunyai rahmat, mengapa bertuhan kepada Allah diabaikan? Sementara Isa Al-Masih hanya manusia sama seperti Anda.
# Staff Isa dan Islam 2013-07-13 14:46
~
Saudara Islam,

Menurut kami ayat-ayat di atas sudah sangat jelas menyatakan siapakah sebenarnya Isa Al-Masih.

1. Dikatakan Isa adalah Tiupan Roh dari Allah atau dengan kata lain Isa adalah Roh-Nya Allah. Apakah Allah dengan Roh-Nya merupakan merupakan dua pribadi yang berbeda?

2. “Pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus” (Injil, Surat Titus 3:5) Ayat ini dengan jelas mengatakan bahwa Isa Al-Masih telah menyelamatkan manusia karena rahmat-Nya, bukan karena perbuatan baik manusia.

Jadi, adakah yang salah dari ayat di atas? Apakah ayat di atas tidak cukup jelas menyatakan siapa Isa Al-Masih sebenarnya?
~
SO
# joshua 2013-07-11 14:56
*
Di seluruh alam semesta, baik di dunia yang bisa kelihatan oleh mata fisik maupun tidak kelihatan oleh mata fisik (dunia lahiriah maupun rohaniah), tidak ada satupun dan apapun yang bisa menyamai Yesus Kristus/Yoshua Hanasiah/Isa Al-Masihu.

Dia adalah utusan Tuhan, Rasul Tuhan, Imam Besar, Kekasih Jiwa, Sahabat Sejati, Firman Allah/Kalimahtu llah, Roh Allah/Rohulalla h/Roh Kudus, Anak Allah, Anak Manusia, Anak Domba Allah Yang Maha Suci/Maha Kudus, Anak Maria. Dialah Sang Maha Terpuji dari kekekalan sampai kekekalan. Amin.
# muhamd 2013-08-15 02:20
*
Yesus makan, tidur, minum. Apakah ini Tuhan?
# Staff Isa dan Islam 2013-08-15 13:31
~
Saudara Muhamd,

Memang ketika Yesus tinggal di dunia, Dia juga makan, tidur, minum dan melakukan hal-hal lain yang umumnya dilakukan oleh manusia. Dia juga dapat merasakan kesedihan, marah, dll. Ini adalah bukti bahwa Yesus adalah benar 100% manusia.

Namun, disamping Dia 100% sebagai manusia, dalam diri-Nya juga ada ke-Ilahian Allah, yang tidak dimiliki oleh manusia lainnya. Itulah sebabnya Yesus juga dapat melakukan hal-hal yang hanya Allah saja dapat lakukan.

Seperti: Yesus dapat mengampuni dosa seseorang. “Lalu Ia [Yesus] berkata kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni" (Injil, Rasul Lukas 7:48) Saudara setuju bukan bila kami berkata, mengampuni dosa hanya otoritas Allah?

Mari kita lihat hal lain yang dilakukan Yesus melalui otoritas-Nya sebagai Kalimatullah. “Iapun [Yesus] bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali” (Injil, Rasul Markus 4:39) Lihat, alam semestapun tunduk pada Yesus.

Dari dua hal di atas, menurut Sdr. Muhamd, apakah Yesus hanya sekedar manusia biasa?
~
SO
# hendri 2013-08-15 15:05
*
Ke-Tritunggal-an oknum pribadi Allah, sebenarnya terdapat baik dalam Alkitab maupun dalam Al-Quran. Qs 15:16 “Dan sesungguhnya KAMI telah menciptakan gugusan bintang-bintang dan KAMI telah menghiasi langit itu”

Kata “KAMI” pada ayat di atas menunjukan oknum Allah Tritunggal, “Berfirmanlah Allah baiklah KITA menjadikan manusia menurut rupa dan gambar KITA” (Kejadian 1:26).

“Berfirmanlah Tuhan Allah: Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari KITA” (Kejadian 3:22).

Kata “KITA” pada ayat di atas menunjukan oknum Tritunggal Allah.

Jika oknum Pribadi Allah Islam benar-benar esa, maka Ia harusnya konsisten dengan menyatakan kepribadian-Nya dengan nama AKU dan tidak dengan nama KAMI.

Qs 15:41 “Allah berfirman: "Ini adalah jalan yang lurus; kewajiban Aku-lah (menjaganya)” Ada kalanya Allah Islam menyatakan diri-Nya sebagai Allah yang Esa dengan nama AKU. Tapi adakalanya juga menyatakan diri-Nya sebagai Allah yang Tritunggal dengan nama KAMI. Sebuah penyangkalan bagi Tritunggal Allah Nasrani yang tidak konsosten oleh umat Muslim.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-15 18:58
~
Saudara Hendri,

Terimakasih untuk penjelasan saudara di atas. Semoga menjadi satu pencerahan bagi teman-teman yang membacanya, khususnya umat Muslim.
~
SO
# yusuf 2013-08-28 23:52
*
kepada kawan hendri dan staf IDI,

Para Ulama mengetahui bahwa makna (Nahnu = Kami) di sini adalah salah satu yang diagungkan dan memiliki pembantu-pemban tu. Dia tidak memaksudkannya dengan makna tiga Illah.

Dan penjelasan dari wikipedia: Kami adalah kata ganti orang atau pronomina pertama jamak atau tunggal yang bersifat menunjukkan kehormatan si pembicara yang bersifat eksklusif. Dengan kata lain, lawan bicara tidak termasuk, berbeda dengan kita.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dikatakan; bahwa “kami” itu digunakan pada yang berbicara itu adalah orang besar, misalnya raja, juga pada satu kelompok tertentu, yang kesemuanya itu untuk menunjukkan bahwa tidak masuknya lawan bicara dalam pembicaraan

Baca Qs 4:171, isinya tentang Nabi Isa sebagai utusan Allah, dan Allah itu Esa.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-31 10:01
~
Saudara Yusuf,

Terimakasih untuk penjelasan saudara di atas. Sebagaimana saudara mengakui Allah itu esa, demikian juga kami mengimani Allah esa adanya.

Bagaimana dengan Isa Al-Masih, mengapa pengikut-Nya menyebut Dia Tuhan? Bila hanya sekedar mengacu kepada isi kitab, baik Al-Quran maupun Alkitab, memang bukan hal mudah untuk memahami siapa Isa sebenarnya.

Oleh sebab itu, kami ingin mengajak saudara untuk melihat Isa dari sisi lain. Yaitu dari otoritas-otorit as yang Dia miliki ketika Dia di dunia. Diantaranya:

1. Ketika Isa di dunia, Dia berkuasa mengampuni dosa seseorang, dimana otoritas itu hanya milik Allah saja. “Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni" (Injil, Rasul Lukas 7:48).

2. Alam semesta juga takut kepada Isa, sehingga ketika ada angin ribut seketika itu juga reda, ketika Isa membentaknya. Bukankah hanya Allah yang berotoritas atas alam semesta?

“Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur. Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali”
(Injil, Rasul Besar Matius 8:24; 26)

3. Selain itu, Isa juga berkuasa menyembuhkan setiap sakit-penyakit, bahkan menyembuhkan orang yang kesurupan setan. Dan menghidupkan kembali Lazarus yang sudah terbaring dalam kubur selama tiga hari. Dimana kita ketahui bahwa hal-hal tersebut hanyalah otoritas Allah.

Nah, dari otoritas yang dimiliki Isa di atas, menurut Sdr. Yusuf siapakah sebenarnya Isa Al-Masih itu?
~
SO
# Zuly 2013-08-29 00:35
*
Menarik, Dialah Isa Al-Masih seorang anak laki-laki yang suci dan Allah Maha Suci.

Kalimat Allah itu semua yang diwahyukan dari Allah merupakan kalimat yang keluar dari-Nya. Isa Al-Masih merupakan yang terkemuka di dunia dan di akhirat. Sedangkan Allah yang Maha Kuasa di dunia dan di Akhirat.

Rahmat dari Allah, kelihatan Allah memberi rahmat kepada-Nya. Tiupan roh dari Allah, itulah kekuasaan Allah. Sesungguhnya apa yang ada di dunia dan diakhirat adalah kepunyaan Allah.

Mana dalilnya kalau Isa Al-Masih telah mengorbankan diri-Nya sebagai penembusan dosa seluruh manusia? Lalu kenapa pas disalib Dia berbicara "Tuhan.. Tuhan mengapa Kau tinggalkan Aku"? Ada yang bisa menjelaskannyak ah?
# Staff Isa dan Islam 2013-08-31 10:02
~
Saudara Zuly,

Kelahiran, kematian, kebangkitan, bahkan kenaikan kembali Isa ke sorga telah dinubuatkan jauh sebelum kelahiran-Nya ke dunia. “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai” (Kitab Nabi Yesaya 9:5).

“Tentang Dialah [Isa Al-Masih] semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya” (Injil, Kisah Para Rasul 10:43).

“Sebab di dalam Dia [Isa Al-Masih] dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya” (Injil, Surat Efesus 1:7).

Kiranya saudara dapat merenungkan ayat-ayat di atas.
~
SO
# Paulisme 2013-08-29 04:21
*
Staf IDI menulis: Saudara Adriansyah, yang kami maksud pada komentar sebelumnya adalah: Isa Al-Masih tidak seperti manusia pada umumnya, yang haus akan pengakuan dan penghormatan. Itulah sebabnya Dia tidak memberi pengumuman agar semua orang tahu bahwa Dia adalah Kalimat Allah yang menjadi manusia, dengan tujuan agar orang-orang menghormati-Nya dan menyanjung-Nya.

Kalau ayat ini sungguh bertentangan bagaimana tanggapan anda?

Yohanes 5:31 “Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar”

Yohanes 8:18 “Akulah yang bersaksi tentang diri-Ku sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus Aku, bersaksi tentang Aku”
# Staff Isa dan Islam 2013-08-31 10:03
~
Saudara Paulisme,

Yohanes 5:31 yang saudara kutip di atas disampaikan Yesus ketika orang Yahudi berusaha mencari tahu tentang ke-Ilahian-Nya dengan maksud agar mereka mempunyai alasan untuk membunuh Dia. Hal itu mereka lakukan karena mereka mendengar Yesus mengatakan Allah adalah Bapa-Nya dan Dia menyamakan diri-Nya dengan Allah.

Perhatikan ayat sebelumnya, “Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak” (Injil, Rasul Besar Yohanes 5:19)

Di sini Yesus ingin menjelaskan bahwa Dia dan Bapa adalah satu. Sehingga otoritas Bapa adalah otoritas Anak [Yesus] juga. Karena Allah dan Anak adalah satu, maka kesaksian yang hanya datang dari Anak saja tidaklah sah. Tanpa adanya kesaksian yang sama dari Allah.

Lihat di ayat selanjutnya, “ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar” (Injil, Rasul Besar Yohanes 5:32). Artinya, kesaksian tentang Anak Allah [Yesus] juga disampaikan Allah lewat para nabi-Nya.

Yohanes 8:18 yang saudara kutip sebenarnya adalah lanjutan dari Yohanes 5:31. Orang-orang Farisi mempertanyakan kesaksian Yesus ketika Dia berkata, "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup" (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:12).

Ketika orang Farisi mendengar perkataan Yesus di atas, mereka berkata “kesaksian-Mu tidak benar.” Inilah yang dikatakan Yesus untuk menjawab penolakan orang Farisi tersebut “Dan dalam kitab Tauratmu ada tertulis, bahwa kesaksian dua orang adalah sah; Akulah yang bersaksi tentang diri-Ku sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus Aku, bersaksi tentang Aku" (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:17-18).

Kesimpulannya, Yohanes 5:31 dan Yohanes 8:18 tidak bertentangan. Sebaliknya, kedua ayat tersebut saling berkesinambungan.
~
SO
# teguh 2013-09-06 15:37
*
Bagiku Isa Al-Masih adalah nabi yang ku imani sebagai pemimpin Bani Isarel saja, bukan umat lain termasuk Indonesia.

Dan ingatlah, bahwa yang di imani dan dijadikan Tuhan oleh umat Kristen itu adalah Ludas Iskariot. Salah satu pengikut Nabi Isa Al-Masih yang di bunuh oleh Paulus dan pengikut-pengik utnya.
# Staff Isa dan Islam 2013-09-09 12:06
~
Saudara Teguh,

Sepertinya saudara masih perlu belajar banyak tentang Kekristenan dan Isa Al-Masih.

Orang Kristen tidak pernah menjadikan Ludas Iskariot sebagai Tuhan. Dan kami tidak mengenal siapakah itu Ludas Iskariot. Yang ada di Alkitab adalah Yudas Iskariot dan dia mati bunuh diri. Bukan dibunuh oleh Paulus dan pengikut-pengikutnya.

Perhatikanlah perkataan Isa Al-Masih berikut ini, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku” (Injil Rasul Besar Matius 28:19).

Juga ayat Al-Quran berikut ini, “Jibril berkata: "Demikianlah, Tuhanmu berfirman: ’Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya ( Isa Al-Masih) suatu tanda bagi manusiadan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan" (Qs 19:21).

Ayat di atas tidak mengatakan “suatu tanda bagi bangsa Israel saja” melainkan bagi seluruh bangsa, bukan? Berarti Indonesia juga termasuk di dalamnya.

Selengkapnya, silakan saudara membaca pada artikel ini: http://tinyurl.com/cqvgxdo.
~
SO
# irwan susanto 2013-10-05 02:07
*
Semua yang melihat ayat di bawah ini tolong jelaskan menurut logika dan akal pikiran anda. Ayat ini menjelaskannya bahwa Yesus bukan Tuhan.

“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku (Yesus): Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" (Matius 7:21-23).
# Staff Isa dan Islam 2013-10-08 11:20
~
Saudara Irwan Susanto,

Sebenarnya ayat yang saudara tanyakan sudah sering kami bahas. Teman-teman Muslim sering berkata ayat tersebut adalah bukti bahwa Yesus bukan Tuhan.

Ketika saudara hanya membaca ayat tersebut, memang sekilas benar apa yang saudara dan teman-teman Muslim katakan. Tapi, untuk mengetahui maksud dari sebuah perkataan, tentu kita harus melihat isi perkataan tersebut secara keseluruhan, bukan?

Ibarat ketika kita menonton acara berita di tv. Jika kita mulai mendengar berita tersebut dipertengahan, tentu kita tidak mengerti apa yang disampaikan di pembawa berita, bukan? Karena kita tidak mendengar dari awal.

Demikian juga dengan ayat yang saudara kutip di atas. Saudara perlu tahu mengapa Yesus mengatakan demikian. Cara mengetahuinya, dengan membaca ayat sebelum atau sesudahnya.

Ayat ini merupakan teguran dari Yesus kepada orang-orang yang melakukan ibadah keagamaanya dengan maksud tertentu. Mereka melakukan ibadah keagamaanya bukan untuk memuliakan Allah, tetapi agar mendapat pujian dari manusia. Mungkin agar dia disebut sebagai orang saleh, dsb.

Yesus berkata, orang-orang seperti itu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah (sorga)!
~
SO
# irwan susanto 2013-10-14 23:35
*
Anda mengatakan sendiri bahwa untuk mengetahui maksud dari sebuah kata, tentu kita harus melihat isi kata tersebut secara keseluruhan. Tetapi apa yang anda lakukan pada Al-Quran anda menampilkan potongan ayat AL-Quran dan anda berani menyimpulkan dan mengartikan pada forum ini. Maaf anda terlalu munafik dan tidak adil dalam dialog ini. Ini masalah akhirat ayo kita dialog dengan sportif.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-19 11:59
~
Saudara Irwan Susanto,

Mohon maaf jika berdasarkan penilaiaan saudara kami tidak sportif tetapi kami tidak bermaksud untuk seperti itu. Kami berterimakasih atas kritikan saudara dan harapan kami juga agar dialog ini sportif seperti harapan saudara. Adapun penggunaan penggalan ayat Al-Quran tersebut bertujuan untuk mempermudah pembaca memahami maksud dan substansi dari ayat itu sendiri.

Bagaimana tanggapan saudara mengenai isi artikel di atas?
~
NN
# semprul 2013-10-15 19:33
*
to: IDI setuju komentar Irwan Susanto,

Kiranya staf IDI dapat menulis lengkap ayat ayat dalam Al-Quran secara lengkap, tidak di penggal penggal sehingga tidak menyesatkan bagi pembaca.

(1) Isa Al-Masih adalah “seorang anak laki-laki yang suci.” (Qs 19:18.19.20).
(2) Isa Al-Masih diberi gelar “Kalimat Allah.” (Qs 3:35, 39;)
(3) Isa Al-Masih adalah “terkemuka di dunia dan di akhirat.” (Qs 3:5;)
(4) Isa Al-Masih merupakan “Tiupan Roh dari Allah.” (Qs 4:171;)
(5) Isa Al-Masih disebut “rahmat dari Kami [Allah].” (Qs 19:21;)

Munafiklah orang orang yang mengatakan Isa itu Tuhan dengan mengutip Al-Quran. Silakan anda baca ayat ayat Al-Quran yang di klaim pada artikel di atas. Maka anda akan mengetahui kebenarannya.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-19 12:09
~
Saudara Semprul.

Justru merugilah orang-orang yang membaca Al-Quran namun tidak mengkaji pribadi Isa Al-Masih sebab Dialah jalan yang lurus yang disebutkan dalam Al-Quran dan Injil.

Hadis Anas Bin Malik 72, "mengatakan Isa Al-Masih adalah kalimat dan Roh Allah." Kalimat adalah Allah dalam hakikat-Nya dan Ia adalah tidak lain dari satu pribadi ilahi. Kalimat adalah pribadi Ilahi. Roh Kudus adalah Roh Allah, dan Roh Allah tidak diciptakan. Dan apa yang tidak diciptakan adalah kekal, dan yang kekal adalah Allah sendiri.
~
NN
# fan 2013-10-17 13:09
*
Jika Injil sudah sepenuhnya benar, maka Allah tidak akan menurunkan Al-Quran pada Nabi Muhammad sebagai penyempurna Kitab - kitab terdahulu.

Terimakasih
# Staff Isa dan Islam 2013-10-22 21:13
~
Saudara Fan,

Jauh sebelum Allah menurunkan Al-Quran melalui nabi saudara, Allah telah menurunkan firman-Nya melalui para nabi. Jika Kitab-kitab terdahulu saudara katakan tidak benar, apakah berarti Allah telah berbuat kesalahan, karena Firman-Nya yang terdahulu ternyata tidak benar?

Yang harus direnungkan adalah apakah Kitab yang telah ada ribuan tahun sebelumnya adalah salah dan yang benar adalah Kitab yang baru muncul ribuan tahun setelah ada Kitab-kitab terdahulu?
~
NN
# Marcel Walukow 2013-10-17 18:29
*
Isa Al-Masih Yesus, manusia-manusia tidak mempertuhankan Dia, karena memanglah Dia Tuhan.

“Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir" (Wahyu 22:13).
# abdullah 2013-10-22 04:10
*
Bagaimanak kedudukan Ibrahim dan Ishak dalam pandangan kaum Kristiani, sebab bukankah mereka yang menurunkan Isa itu sebagai keturunan mereka. Apakah mereka mempunyai hubungan pertalian dengan Tuhan, sebab dari merekalah anak tuhan dilahirkan walaupun tidak memiliki ayah.

Dan bagaimanakah kedudukan Adam dalam Injil, sebab beliau tidak memiliki ayah dan ibu, dan dari beliau munculah anak tuhan, beliaulah sumber kehidupan pertama tanpa adanya manusia.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-22 19:36
~
Maaf Sdr. Abdullah,

Yang dimaksud dengan “kedudukan” di sini apa ya?

Secara silsilah memang benar Yesus mempunyai hubungan dengan Ibrahim dan Ishak. Tetapi kedua orang ini tidak ada hubungannya dengan ke-Ilahian Yesus. Demikian juga dengan Adam, dia adalah manusia pertama yang diciptakan Allah.

Itulah yang dijelaskan oleh Alkitab tentang orang-orang tersebut.
~
SO
# abdullah 2013-10-22 21:18
*
Bagaimana mungkin tidak ada hubungannya, sedangkan Isa lahir dari rahim seorang Maryam yang merupakan notebene keturunan Ibrahim, yang berarti mengalir darah Ibrahim di diri Maryam. Begitu Isa yang lahir dari rahim Maryam, berarti ada hubungan kekerabatan yang tidak terbantahkan antara Tuhan Yesus dengan kakeknya Ibrahim, yang berarti Ibrahim adalah kakek dari Tuhan.

Konsep ini tidaklah membingungkan jikalau Nabi Adamlah sang Kristus, sebab dari dialah manusia berasal, hal ini sesuai dengan akal sehat, dan kekerabatan antara Tuhan Isa dengan kakeknya Nabi Ibrahim tidaklah terbantahkan. Sebagaimana hubungan antara kakek dengan cucu, karena Isa lahir dari perut manusia biasa, yang dianggap pula bunda Tuhan. Jadi saya tidak salah tafsir jika saya menyebut Ibrahim adalah kakek Tuhan, dan Bai Israel adalah saudara-saudara Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-28 14:40
~
Saudara Abdullah,

Perhatikanlah ayat ini: “Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah” (Injil, Rasul Lukas 1:34-35).

Ketika Maria mengandung Isa, Maria masih perawan!

Bagaimana Maria bisa mengandung Isa? Menurut ayat di atas, Maria mengandung dari Roh Allah (dalam Qs 3:45 disebut Kalimat Allah). Dengan kata lain, Isa ada bukan hasil dari hubungan biologis antara pria dan wanita.

Maka, walau secara yuridis/hukum Ibrahim dapat disebut sebagai kakek Isa, karena Maria adalah keturunan dari Ibrahim. Tetapi Ibrahim tidak ada sangkut-pautnya dengan ke-Ilahian Isa. Sehingga, jelas tidak masuk akal bila saudara mengatakan Ibrahim adalah kakek tuhan dan Israel adalah saudara-saudara tuhan secara biologis.

Semoga penjelasan yang sederhana di atas lebih mudah saudara mengerti.
~
SO
# herman 2013-10-24 21:56
*
Allah berkenan menjelma menjadi manusia di dalam diri Isa bin Maryam atau Isa Al-Masih. Segenting apakah kondisi manusia saat itu? Bukankah makhluk Tuhan tidak hanya manusia saja? Begitu berartinyakah manusia ini di hadapan Tuhan, hingga Tuhan sendiri yang harus turun ke bumi? Apakah berpengaruh pada Dzatnya Tuhan, jika semua makhluk Tuhan termasuk manusia ini tak menyembah Tuhan?
# Staff Isa dan Islam 2013-10-28 14:41
~
Saudara Herman,

Bila saudara bertanya segenting apakah kondisi manusia saat itu, sebenarnya keadaan manusia saat ini jauh lebih genting dibanding kala itu. Lihatlah di sekeliling saudara, di kota saudara, di negara saudara bahkan di negara-negara luar. Dosa begitu merajalela merasuki umat Tuhan. Dosa bukan hanya menyerang orang-orang yang imannya lemah, bahkan pemuka-pemuka agama yang terlihat suci, tidak jarang jatuh dalam dosa. Dapatkah saudara bayangkan begitu jauhnya manusia jatuh dalam dosa?

Inilah yang membuat hati Tuhan sedih. Manusia semakin jauh meninggalkan Tuhan. Siapakah yang dapat menyelamatkan manusia dari kondisi ini? Jelas tidak ada! Hanya Tuhan sendiri yang dapat melakukannya. Dan untuk itulah Tuhan datang.

Saudara bertanya “begitu berartikah manusia di mata Tuhan”? Iya, manusia termasuk Sdr. Herman sangat berharga di mata Tuhan, bahkan firman Allah mengatakan, Dia mengelilingi, mengawasi, dan menjaga umat-Nya seperti biji mata-Nya (Taurat, Kitab Ulangan 32:10).

Renungkanlah kiranya ayat ini, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya [kata kiasa untuk Kalimat Allah] yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).
~
SO
# irwan susanto 2013-10-30 17:34
~
1. Menurut anda lebih suci mana bunda Maria dengan biarawati yang ada di gereja sekarang?
2. Kalau ada yang bisa melakukan mukjizat yang dimiliki Yesus apa anda akan ganti Tuhan?
3. Apa yang dimaksud kata "ANAK" dalam Alkitab?
# Staff Isa dan Islam 2013-11-01 16:24
~
Saudara Irwanto,

1. Bila saudara bertanya apakah Maria dan biarawati yang ada di gereja sekarang pernah melakukan dosa? Kami jawab iya. Tetapi bila saudara bertanya mana dari mereka yang lebih suci, maaf kami tidak bisa menjawabnya. Karena kami tidak dapat mengetahui isi hati seseorang. Hanya Tuhan saja yang dapat melihat seberapa bersih hati seseorang dari dosa. Jubah dan gelar keagamaan tidak dapat menjamin kesucian hati seseorang. Sehingga wajar, bila ada pemuka agama yang jatuh dalam dosa.

2. Yesus diimani umat Kristen sebagai Kalimat Allah yang kekal bukan karena mujizat yang dilakukan-Nya. Mujizat-mujizat tersebut hanya sebagian kecil dari bukti ke-Ilahian-Nya. Dan lagi, kekristenan tidak pernah mengajarkan bahwa Tuhan dapat diganti-ganti. Kami tidak tahu darimana saudara mempunyai pemikiran demikian yang sungguh aneh.

3. Dalam Alkitab kata “anak” mempunyai beberapa arti. Ada arti yang sesungguhnya dan ada juga “anak” dalam arti hurufiah/kiasan . Nah, yang Sdr. Irwanto tanyakan “anak” dalam bentuk apa?
~
Saodah
# Eddie 2013-10-31 01:53
~
Sering orang tanya: "Apakah Isa adalah Tuhan?"

Banyak yang mengira bukan, karena 2 hal: 1.Tuhan kok wujudnya manusia sama dengan ciptaan-Nya 2. Tuhan kok meninggal.

Ini jawabnya:
1. Isa adalah Tuhan. Tuhan Maha Tidak Terbatas, jadi tidak bisa dibatasi, misal dibatasi menghadap ke arah tertentu jika ingin menyembah-Nya. Tuhan bisa hadir di mana saja.

2. Isa adalah Tuhan. Isa meninggal karena menebus dosa manusia, ini analogi cantik: seorang sopir menabrakkan truknya baik sengaja atau tidak, maka dia harus menanggung ongkos perbaikan truk, tapi gaji dia tidak cukup untuk itu. Jadi dia meminta maaf ke tuannya. Si Tuan memaafkan tapi ongkos perbaikan tetap harus ada yang menanggung, maka si Tuan berkata: "OK saya maafkan, dan saya yang akan menanggung dan menebus ongkosnya karena kamu tidak akan kuat menebusnya".

Karena itulah Isa wafat untuk menanggung dan menebus dosa kita karena kasih-Nya kepada kita. Dia wafat, bangkit dan akan datang kembali.
# Staff Isa dan Islam 2013-11-01 16:24
~
Saudara Eddie,

Terimakasih untuk penjelasan saudara di atas. Semoga menjadi satu pencerahan khususnya bagi teman-teman lain yang belum mengerti tentang arti penebusan.
~
Saodah
# Bibot 2013-10-31 23:09
~
Kalau Yesus Tuhan, apa maksud dari ayat ini. Tolong penjelasanya.

Yohanes 5:30 “Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diriku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.”
# Staff Isa dan Islam 2013-11-02 14:03
~
Saudara Bibot,

Yesus akan menjalankan tugas terbesar ketika Dia menghakimi dunia. Sadar akan otoritas yang diberikan kepada-Nya, Yesus merendahkan diri dengan berkata seperti kutipan dari Injil Yohanes 5:30 yang saudara kutip di atas.

Dia secara konsisten memberikan segala hormat kepada Bapa. Yesus ingin melakukan kehendak Bapa baik dalam perkataan maupun perbuatan. Akibatnya, Yesus bersedia mati di atas kayu salib untuk membebaskan kita dari hukuman dosa kita.

Malam sebelum Dia disalibkan, Yesus berdoa, “bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi” (Injil, Rasul Lukas 22:42). Dia dengan rendah hati taat kepada kehendak Bapa walaupun hal ini membawa Dia kepada penderitaan di kayu salib.

Jika Yesus bersedia taat kepada Allah sampai sejauh ini, kita juga tahu bahwa Dia akan memberikan penghakiman Allah sesuai dengan kehendak Bapa. Roh Allah menyelidiki hati kita, mengungkapkan segala dosa yang kita sembunyikan. Yesus, yang selalu berhubungan erat dengan Bapa dan Roh Kudus, mengetahui hati kita dan akan menghakimi kita dengan adil.

Dengan mengaku dosa kita di hadapan Allah dan menerima pengampunan dosa yang ditawarkan Yesus kepada kita, maka Yesus akan membebaskan kita dari kemarahan Allah.
~
Saodah
# irwan susanto 2013-11-06 08:50
~
Yesus memang mukjizat yang lahir dari Maria yang perawan. Yang ditanyakan cuma sikap/keputusan . Setelah beberapa lama kemudian. Akhirnya Maria menikah/dinikah i. Berarti Maria juga memikirkan duniawikan. Lebih suci biarawati karena tidak menikah sampai mati.

Itu artinya sebenarya dalam agama Nasrani sangat dianjurkan untuk menikah. Bankan Yesus juga menikah dengan wanita yang benama Magdalena. Menurut Prof. DR. Barbara tiering, dari Univ. of Sidney Australia.

Upacara perkawinan Yesus, dapat ditelusuri dalam Perjanjian Baru sendiri, yaitu dalam Injil Markus-14: 3, Yohanes-12: 3 dan Lukas-7: 37 dan seterusnya.

Dalam Injil Philip, disebutkan dengan jelas, "Ada tiga orang yang selalu berjalan bersama Yesus: Maria ibundanya dan Maria saudara ibunya, dan Magdalena, yang disebut sebagai pasangannya. Dan pasangan dari Sang Juru Selamat (Saviour) adalah Maria Magdalena. (Dia mencintai) nya, melebihi cintanya kepada murid-murid yang lain dan sering menciumnya di mulutnya. Murid-murid yang lain berkata kepadanya: "Kenapa engkau lebih mencintainya dari pada kami?". Sang Juru Selamat menjawab dan berkata: Kenapa aku tidak mencintai kalian seperti mencintai dia? " (59, 6-12; 63, 32 - 64, 5)
# Staff Isa dan Islam 2013-11-06 15:16
~
Saudara Irwan,

Orang yang menikah dan tidak menikah tidak ada hubungannya dengan suci atau tidak. Sebab pernikahan bukanlah sesuatu yang tidak benar dan mendatangkan dosa, sehingga seorang biarawati yang tidak menikah tidak dapat dikatakan lebih suci dibanding wanita menikah.

Hal-hal duniawi bukan saja soal menikah. Memang biarawati umumnya tidak menikah. Tetapi bukan berarti mereka tidak memikirkan hal-hal duniawi sama sekali. Suka bergosip, cemburu, iri hati, rasa benci adalah hal-hal yang berhubungan dengan dunia, dan masih banyak lagi. “Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat” (Injil, Rasul Besar Matius 15:19).

Kekristenan tidak pernah melarang ataupun mengharuskan setiap orang harus menikah. Baik orang yang menikah maupun tidak menikah, adalah baik di mata Allah. Selama mereka hidup sesuai dengan kebenaran firman Allah.

Kami sudah beberapa kali membaca Injil Markus-14: 3, Yohanes-12: 3 dan Lukas-7:37 dan seterusnya, tetapi di ayat tersebut kami tidak menemukan penjelasan tentang pernikahan Yesus. Dapatkah Sdr. Irwan membantu menjelaskan bagian manakah dari ayat tersebut yang menjelaskan tentang upacara perkawinan Yesus?

Kami tidak pernah mendengar yang namanya Injil Philip. Kekristenan tidak pernah mengimani injil tersebut sebagai wahyu dari Allah. Jadi maaf, pernyataan saudara mengenai pernikahan Yesus tidak dapat diterima sebagai kebenaran.
~
Saodah
# irwan susanto 2013-11-11 19:59
~
OK, berarti perkataan anda menegaskan bahwa menikah tidak menjamin wanita tersebut lebih suci dimata Tuhan. Bahwa yang penting itu dari hati kita selalu bersih dari kejahatan.

Akhirnya pertanyaan dari teman saya biarawati dari gereja Pekalongan terjawab oleh anda, dan ia sekarang yakin sekali untuk menikah. Karena menikah membawa kebahagiaan.
# Staff Isa dan Islam 2013-11-18 17:04
~
Saudara Irwan Susanto,

Ketika Allah menciptakan manusia, Dia menciptakannya berpasang-pasan gan. Artinya, setiap orang sudah ditetapkan Allah siapa kelak yang menjadi pendamping hidupnya.

Walau memang ada orang-orang tertentu yang dipilih Allah untuk tidak menikah seumur hidupnya. Mungkin karena profesi seperti biarawan/biaraw ati, namun satu hal yang perlu saudara ingat, baik bagi mereka yang menikah ataupun tidak, Tuhan telah menetapkan satu rancangan dan rancangan itu adalah rancangan damai sejahtera.

“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-ranca ngan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan” (Kitab Nabi Yeremia 29:11)

Tentang teman saudara yang seorang biarawati memutuskan untuk menikah. Menurut informasi yang pernah saya baca, bukanlah sebuah dosa atau kesalahan ketika seorang biarawan/biaraw ati melepaskan jubah biaranya dan memilih untuk menikah. Bukankah jauh lebih baik dia menikah daripada harus mempertahankan statusnya sebagai biara tapi hatinya jauh dari Tuhan?
~
Saodah
# Eddie 2013-11-13 03:33
***
1. Benarkah Isa Tuhan?
2. Tuhan kok ada 3?

Ini jawabnya:

1. Isa adalah satu-satunya yang suci, Al-Quran dan Alkitab menjelaskan itu. Tidak ada satu pun Manusia yang suci jika bukan Tuhan. Jadi Isa adalah Tuhan.

2. Tuhan adalah Maha Kuasa, tidak bisa Tuhan dibatasi, misal dengan jika menyembah harus menghadap arah tertentu. Tuhan bisa hadir di mana saja. Tuhan satu, wujudnya 3. Untuk memahami sederhana: es batu, air dan awan, Zatnya satu tapi bisa 3 wujud.
# Staff Isa dan Islam 2013-11-18 17:04
~
Saudara Eddie,

Terimakasih untuk penjelasan saudara di atas. Semoga penjelasan tersebut dapat memberi satu pencerahan dan memudahkan teman-teman pembaca lainnya untuk memahami ke-Ilahian Isa Al-Masih.
~
Saodah
# irwan susanto 2013-11-14 00:28
~
Yesus Dilahirkan Maryam. Jika Nabi Adam dan Hawa yang manusia saja tidak perlu dilahirkan dari kemaluan wanita, kok Yesus yang dianggap sebagai Tuhan oleh orang
Kristen lahir dari kemaluan wanita?

"Tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud " (Injil, Surat Roma 1:3)
"Yakub memperanakan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus" (Injil, Rasul Besar Matius1: 16)
"Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin" (Injil, Rasul Lukas 2:6)

Kasihan sekali nenek moyang Yesus, yaitu Nabi Daud, karena "Tuhan" Yesus lahir belakangan, Daud tak bisa menyembah Yesus. Benar-benar tidak masuk di
akal. Menurut konsep yang benar, Tuhan itu adalah pencipta segalanya. Bagaimana Yesus menciptakan Daud, Maryam, dll, jika Yesus sendiri adalah keturunan dari orang-orang tersebut?
# Staff Isa dan Islam 2013-11-20 20:34
~
Saudara Irwan Susanto,

Isa Al-Masih memang dilahirkan Maryam, tetapi Isa bukan berasal dari benih manusia, namun benih ilahi. Walaupun berdasarkan garis keturunan Isa dari keturunan Daud. Dan tentu saja penciptaan Adam sebagai manusia pertama berbeda dengan kelahiran Isa Al-Masih, karena Isa Al-Masih tidak diciptakan seperti manusia lainnya.

Isa ada karena Firman Allah, karena itu dalam Kitab saudara Ia disebut “kalimatullah”,

"Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih ‘Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat” (Qs 3:45).

“di dalam Dia [Isa Al-Masih] kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa. Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia”(Injil, Surat Kolose 1:14-17).

Artinya Isa Al-Masih telah ada sebelum segala sesuatu ada, bahkan Ia yang menciptakan segala sesuatu. Karena Isa Al-Masih adalah Allah. Pada zaman Raja Daud, ia tentu saja menyembah Isa Al-Masih, namun dalam keberadaan-Nya sebagai Allah yang belum menjadi manusia.
~
Noni
# Eddie 2013-11-14 02:17
~
1. Kalau Isa adalah Tuhan, kok lemah dipukuli orang bahkan meninggal?

Ini jawabnya:
Isa adalah Tuhan. Isa meninggal karena menebus dosa manusia. Ini analogi cantik: seorang sopir menabrakkan truknya baik sengaja atau tidak, maka dia harus menanggung ongkos perbaikan truk, tapi gaji dia tidak cukup untuk itu. Jadi dia meminta maaf ke tuannya. Si Tuan memaafkan tapi ongkos perbaikan tetap harus ada yang menanggung, maka si Tuan berkata: "OK saya maafkan, dan saya yang akan menanggung dan menebus ongkosnya karena kamu tidak akan kuat menebusnya".

Karena itulah Isa wafat untuk menanggung dan menebus dosa kita karena kasih-Nya kepada kita. Dia wafat, bangkit dan akan datang kembali.
# sumimoko 2013-11-22 15:34
~
(1) Orang Kristen tidak pernah membuat Isa Al-Masih menjadi Tuhan. Dia adalah sudah Tuhan sejak sebelum Ia menjelma menjadi manusia dan dikenal sebagai Isa putra Maryam. Taurat dan Kitab Nabi-nabi meramalkan kedatangan-Nya sejak ribuan tahun sebelumnya.

Isa Al Masih tidak pernah menciptakan Adam dan Eva, dan tidak pernah menciptakan Harut Marut sebelum diciptakan Adam dan Eva. Sesuatu zat yang tidak menciptakan mahluk, bukanlah Tuhan, dan Tuhan tak akan pernah bisa menjelma menjadi manusia, Tuhan bukan ilusionis macam dedy cobuiser. Tuhan tidak pernah dilahirkan dari sebuah rahim manusia. Apa pendapat anda?
# Staff Isa dan Islam 2013-11-26 11:31
~
Saudara Sumimoko,

Daripada berandai-andai lebih baik kita mengkaji dari kitab-kitab Allah. Sepertinya saudara kurang banyak tahu tentang Injil, Al-Quran dan Hadis. Dalam Injil ada tertulis. “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah...Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan” ( Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1,3). Dan Firman itu telah menjadi manusia yaitu Isa Al-Masih (Ay. 14). Firman itulah yang menciptakan semesta dan manusia Adam dan Hawa.

Al-Quran 3:45 berkata bahwa Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah [Firman Allah] dan Yang terkemuka di dunia dan akhirat. Hadis Anas Bin Malik 72 berkata “Sesunggunya Isa Al-Masih adalah Roh Allah dan Kalimat Allah” Roh Allah tidak diciptakan. Apa yang tidak diciptakan adalah kekal. Dan yang kekal hanyalah Allah.
~
Noni
# irfan muafif 2013-12-03 19:12
~
Tuhan itu maha tahu segala sesuatu. Dengan adanya suatu masalah di muka bumi, maka diturunkan pembawa kabar berita, pembawa / perantara yaitu dengan Rasul.
Hal kecil baginya segala permasalahan. Kenapa Tuhan mesti turun ke bumi dan menyeru kepada manusia yang menyimpang? Wujud Tuhan itu tidak sama dengan makhluknya, kalau misalnya Tuhan itu turun dengan berwujud manusia, kenapa lewat rahim Maryam?
Terus katanya Tuhan mati karena menebus dosa manusia. Terus kalau Tuhan mati dengan menebus dosa manusia, siapa dong yang jadi hakim sang pengadilnya nanti, Tuhan yang lain?
Kenapa mesti mati juga? Matinya juga sama makhluk ciptaan-Nya. Mungkin kalau nggak mati apakah Dia tidak menanggung dosa manusia?
Kok Tuhan yang ciptain manusia, dia yang nanggung dosa manusia? Terus siapa yang mau ngadilin?

Ditunggu diskusinya, terimakasih..
# Staff Isa dan Islam 2013-12-06 22:35
~
Saudara irfan muafif,

Semua yang saudara nyatakan adalah berasal dari pikiran manusia yang tentunya terbatas. Tetapi Allah tidak terbatas. Ia tidak dapat dibatasi oleh apapun juga, termasuk jika Allah berkehendak untuk menjadi manusia. Apakah kita manusia berhak membatasi apa yang ingin Allah lakukan?

Allah menjadi manusia dan menebus dosa manusia agar kita tidak binasa dalam hukuman kekal di neraka. Inilah cara yang Allah pilih karena kasih-Nya yang sangat besar bagi kita.

"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya [Isa Al-Masih] yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" (Injil, Rasul besar Yoanes 3:16). Istilah anak bukan dalam pengertian biologis tetapi mengartikan Allah itu sendiri.

Isa Al-Masih harus menanggung dosa manusia dengan kematian-Nya di kayu salib. Namun Ia bangkit untuk memberikan keselamatan bagi kita.

“Ia [Isa Al-Masih] sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh” (Injil, Surat 1Petrus 2:24)

~
Noni
# btcmdn 2013-12-05 17:39
~
Allah tiga tetapi satu seperti kita yang terdiri dari tiga oknum: tubuh, jiwa dan roh.
# Staff Isa dan Islam 2013-12-09 21:15
~
Saudara Btcmdn,

Sebaiknya bagi kita manusia yang serba terbatas ini memprioritaskan mengenal Allah dan menyelidiki kehendak Allah bukan sibuk dengan membedah kedalaman Allah.

Mengenal Allah akan terarah benar jika kita membaca Alkitab Firman Allah. Setelah itu baru kita memahami bahwa kehendak Allah supaya manusia bisa bertemu dengan Allah dalam jamuan sorga yang kudus. Barulah kita dapat memahami makna Tritunggal Allah.
~
Noni
# ulos narara 2013-12-16 19:24
~
Pada hakikatnya di dalam Al-Quran juga secara tersirat sudah dijelaskan Isa Al-Masih itu adalah Tuhan. Dengan alasan tidak ada di dalam Al-Quran dikatakan nabi-nabi sebagai Kalimatullah.
# Staff Isa dan Islam 2013-12-27 11:39
~
Menurut Sdr Ulos Narara sendiri, siapakah Isa Al-Masih itu? Apakah saudara percaya bahwa Dia adalah satu-satunya Pribadi yang dapat membawa saudara dapat masuk ke sorga Allah?

Semoga ayat ini dapat memberi pencerahan bagi saudara, “Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup" (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:12).
~
Saodah
# agus maryadi 2013-12-16 19:29
~
Salam sejahtera buat admin dan peserta diskusi.

Dengan adanya situs ini kami lebih mengerti tentang selama ini belum pernah terungkap. Kiranya Tuhan memberkati sdra/sdri Admin yang dengan cerdas dan tidak emosi memberikan jawaban yang sangat Alkitabiah. GBU.
# Staff Isa dan Islam 2013-12-27 11:40
~
Saudara Agus Maryadi,

Terimakasih untuk apresiasi yang saudara berikan. Puji Tuhan bila memang situs ini memberi dampak positif bagi saudara.

Tentu kami akan selalu berusaha memberi yang terbaik dan menggunakan kata-kata kasih. Walau mungkin tanpa kami sadari, ada kata-kata yang emosional dalam penjelasan-penj elasan kami. Tentu kami tidak keberatan untuk meminta maaf akan hal itu.

Harapan kami, setiap orang yang masuk ke situs ini, dapat menggunakan forum ini sebagai tempat diskusi, bukan sekedar berdebat.
~
Saodah
# Eddie 2014-01-08 03:12
*****
Pernyataan sering:
1. Ayo berjihad lawan orang kafir, kok aneh Isa dibilang sebagai Tuhan.

Ini jawabnya:
1. Satu-satunya yang suci yang disebut dalam Al-Quran adalah Isa, tidak ada lain yang disebut suci. Manusia tidak ada yang suci, hanya Tuhan yang suci, dan hanya Isa yang disebut sebagai satu-satunya yang suci dalam Al Quran.

Jika menyangkal ini, maka adalah kafir. Kafir adalah mereka yang menyangkal Isa. Sesuai juga yang dinyatakan Al-Quran sebagai satu-satunya yang suci. Tadi apa rencana kita terhadap mereka yang kafir?
# Hamba Allah 2014-01-09 22:30
~
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya menyembah nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya . Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang nama-nama itu. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Al-Quran surat Yusuf ayat 40).
Maha benar Allah dengan segala firman-Nya.
# Staff Isa dan Islam 2014-01-21 21:05
~
Saudara Hamba Allah,

Kami pun hanya menyembah Allah Sang Pencipta langit dan bumi. Namun Alla yang kami semba adalah Allah yang kami kenal karena Dia berkenan untuk menyatakan diri-Nya agar manusia mengenal siapa pencipta-Nya.

Apakah saudara mau menyembah Allah tidak saudara kenali?

Allah telah menyatakan diri-Nya dalam wujud yang dapat dijangkau oleh indera manusia. Karena mustahil manusia dapat mengenali Allah dalam kemuliaan-Nya yang sempurna.

Dialah Isa Al-Masih, Allah yang mengambil rupa manusia agar kita dapat mengenal-Nya. Seperti ada tertulis dalam Kitab Suci, “Ia [Isa Al-Masih] adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia” (Injil, Surat Kolose 1:15-16).
~
Noni
# capila 2014-01-16 13:14
~
Persoalan dalam artikel ini nampaknya tidak akan mencapai titik dimana masing masing pihak dapat memahami Isa Al-Masih. Antara lain: Kelahiran-Nya, misi yang diemban ke dunia ini, konsep ketuhanan, konsep keselamatan, ajaran yang dibawa untuk manusia dll.

Untuk itu mari bersama-sama berdoa untuk kita semua agar diberikan hidayah dari Allah sehingga bisa memahami semua.
# tirtayasa 2014-01-17 01:32
~
To: Hilarion,

Anda berkata “Saya hanya ingin bertanya kepada teman-teman kaum Muslim. Di Al-Quran dikisahkan ketika kiamat datang, ketika itu yang mengalahkan dajjal adalah Isa Al-Masih dan Dia akan menjadi hakim yang adil”

Tolong dicantumkan ayatnya.
# Staff Isa dan Islam 2014-01-22 11:24
~
Saudara Tirtayasa,

Berikut ini kami kutip satu hadist yang membenarkan pernyataan Sdr. Hilarion di atas “Nabi bersabda Hadits Shahih Muslim 127 "Demi Allah yang jiwaku ditangan-Nya sesungguhnya telah dekat masanya Isa anak Maryam akan turun ditengah kamu Dia akan menjadi Hakim yang adil".

Nah, bagaimana pendapat Sdr. Tirtayasa tentang hadist tersebut. Setujukah saudara dengan informasi yang mengatakan bahwa nantinya Isa Al-Masih yang akan menghakimi semua manusia termasuk Sdr. Tirtayasa dan mengalahkan dajjal?
~
Saodah
# panss 2014-01-17 05:19
~
Sampai sekarang saya masih heran dengan sebuah ayat di Injil yang mengatakan ” terkutuklah orang yang mati tergantung pada tiang salib ” Galatia 1:3. Kenapa saya heran dan merasa aneh sekali dengan ayat tersebut? Karena kebalikan dari ayat tersebut. kenyataan yang terjadi malah “orang” yang terkutuk karena di gantung dan disalib, seperti bunyi ayat Galitia: 1:3 itu malah diangkat dan di anggap sebagai wujud Tuhan di dunia.
# Staff Isa dan Islam 2014-01-22 22:11
~
saudara panss,

Ada baiknya saudara membaca ayat-ayat Alkitab secara masif. Isa Al-Masih harus mati dengan cara demikian oleh karena dosa-dosa seluruh umat manusia. Nabi Yesaya yang hidup 1500 tahunan sebelum Isa Al-Masih sudah menubuatkannya. Bacalah: “Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.” (Kitab Yesaya 53:4,5).

Dia terkutuk karena menanggung kutuk bagi manusia sehingga ada jalan ampunan dan keselamatan bagi manusia. Dan jangan lupa, Isa Al-Masih bangkit dari kematian setelah menebus manusia dengan darah-Nya. Barangsiapa percaya akan pengorbanan Isa Al-Masih maka dosanya diampuni dan terhindar dari siksa neraka. Dan bagi orang yang tidak percaya, maka kutuk dosa akan tetap ada sehingga hidupnya masuk dalam neraka kekal.
~
Noni
# panss 2014-01-17 05:36
~
Setiap umat Kristiani dosanya akan di hapuskan karena dosanya sudah di tebus oleh Tuhan mereka. Jadi walaupun mereka memperkosa, korupsi, membunuh, sudah pasti tidak akan apa-apa dan yang saya ketahui, kepercayaan umat Kristiani yaitu setiap dosa balasannya adalah kematian dan kebaikan balasannya adalah kehidupan itu sendiri.

Pertanyaanya saya, apa gunanya surga dan neraka? Tidak usah muluk-muluklah, kalaupun juga dosanya sudah di tebus sudah pasti tidak ada dosa terus neraka jadi pajangan doank?
# Staff Isa dan Islam 2014-01-22 22:24
~
Saudara Panss,

Kami sangat bersyukur karena pengorbanan Isa Al-Masih membuka jalan bagi manusia untuk beroleh ampunan Allah atas dosa. Jika tidak, sudah dipastikan manusia seluruhnya masuk neraka. Namun kini ada jalan oleh Isa Al-Masih. Namun manusia yang menolak jalan ini maka dosanya tetap ada dan sudah dipastikan kekal di neraka. Itu sebabnya ada sorga bagi orang yang dosanya diampuni melalui Isa Al-Masih dan neraka bagi orang yang dosanya dibawa masuk akhirat. Saudara sendiri bisa menilai diri, bahwa selamanya amal ibadah saudara tidak akan pernah mencukupi berat dosa saudara.

Apakah umat Isa Al-Masih gemar berdosa? Perhatikanlah, hanya orang yang tidak waras yang sesudah mandi lalu terjun lagi kekubangan lumpur. Demikianlah orang yang dosanya sudah dibersihkan oleh Isa Al-Masih, ia jijik berdosa karena sudah mengalami bahagia dan tentram hati daripada sebelumnya.
~
Noni
# athaillah 2014-01-23 22:28
~
1 Samuel 15:29, “Yang Mulia Allah Israel tidak berdusta dan tidak pula mengubah pendirian-Nya, karena Dia bukan manusia."

Dia adalah Allah, bukan manusia. Yesus 100 persen manusia. Yesus bukan Allah.

Kisah Para Rasul 2:36, “Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.” 

Allah membuat Yesus yang disalibkan menjadi Tuhan. Sebelum disalibkan Yesus bukan Tuhan. Bisakah manusia dijadikan Tuhan?
# Staff Isa dan Islam 2014-01-29 11:53
~
Saudara Athaillah,

Tentu saja manusia tidak bisa menjadi Allah. Tetapi pertanyaannya adalah apakah Allah tidak bisa menjadi manusia?
~
Salma
# capila 2014-01-24 10:40
~
To: Staff IDI dan Semuanya,

Umat manusia diberi akal oleh Tuhan. Salah satu tujuan agar dapat berpikir, menelaah siapa Tuhan yang patut disembah. Tuhan yang dapat memberi hidayah, syafaat, dan lain sebagainya.

Mengapa komentar saya diedit dihilangkan sebagian? Mohon dong email saya yang saya masukkan di  dijawab. Saya harap staff IDI ini dapat berlaku adil dan penuh kasih serta damai. Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2014-01-29 11:54
~
Saudara Capila,

Kami senang dengan pemikiran saudara. Karena itu, kami mengajak saudara untuk berpikir dan merenungkan pertanyaan ini. Bisakah Allah menjadi manusia untuk menyelamatkan manusia dari dosa?

Saudara Capila, bila ada komentar yang diedit, barangkali karena tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia dan ketentuan admin. Karena itu, kiranya saudara bersabar sejenak. Staff IDI pasti membalas email saudara. Terimakasih.
~
Salma
# karyakita 2014-01-26 11:00
~
Sebelum Isa Al-Masih lahir siapa yang jadi Tuhan?
# Staff Isa dan Islam 2014-01-29 11:55
~
Saudara Karyakita,

Salah satu gelar yang dimiliki Isa Al-Masih adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir (Injil, Surat Wahyu 1:8). Artinya sekalipun Isa Al-Masih belum datang ke dunia, Dia tetap Allah. Sebab Dia adalah Allah yang menjadi manusia (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1, 14).
~
Salma
# Hamba Allah 2014-01-26 18:35
~
Jelaskan satu saja kitab suci mana yang menyatakan bahwa ada kalimat Isa Al-Masih yang menyatakan bahwa Dia adalah Allah? Karena saya membaca artikel saudara dan saya masih bingung. Karena menurut saya tidak ada kalimat satu pun yang menegaskan bahwa Yesus adalah Tuhan. Terimakasih
# Staff Isa dan Islam 2014-01-29 11:56
~
Saudara Hamba Allah,

Injil telah menjelaskan bahwa Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah yang menjadi manusia (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1, 14; bdk. Qs. 3:45). Dan Isa Al-Masih bersabda, “Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan” (Injil, Rasul Besar Yohanes 13:13).
~
Salma
# hamba Allah 2014-02-05 09:52
~
Bagaimana dengan kitab cetakan lama yang menyatakan “Akulah guru dan tuan, bukan Tuhan”. Bagaimana dengan versi bahasa inggris yang menyatakan Jesus is my Lord kenapa bukan Jesus is my God?
# Staff Isa dan Islam 2014-02-12 21:49
~
Salam Hamba Allah,

Kata 'Tuhan' diambil dari bahasa Yunani yakni kurios yang artinya Allah; Tuhan. Bahasa Indonesia tidak mempunyai satu kata dengan makna berganda yang persis sepadan dengan kurios dalam bahasa Yunani, yang dapat dipakai bagi Allah maupun bagi orang berderajat tinggi.

Kata 'Tuhan' dan 'tuan' pernah dianggap sebagai padanan dari kurios. Tapi mengingat pertimbangan-pe rtimbangan agama dan perkembangan bahasa, maka kata 'Tuhan' dan 'tuan' sudah tidak dapat lagi dipakai sebagai padanan kata dari kurios. Pada masa ini kata 'Tuhan' dan 'tuan' merupakan dua kata dengan arti yang berbeda.
~
Salma
# panss 2014-02-07 03:51
~
Buat: Staf Isa dan Islam,

Memang maksud dari Kitab Nabi, Yesaya 53:4,5, kalau Dia menangguang segala kutukan dari busuknya sifat dan dosa manusia. Tetapi tidak sama sekali menyatakan tentang cara menanggung itu semua dengan cara disalib. Sedangkan di Injil yang mengatakan ”Terkutuklah orang yang mati tergantung pada tiang salib” (Injil, Surat Galatia 3:13). Bukan menyatakan tentang seorang penyelamat atau pun penebus yang mati tergantung disalib.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-13 17:27
~
Salam Panss,

Kematian Isa Al-Masih sudah diramalkan jauh sebelum Isa Al-Masih mengalaminya. Dalam Kitab Nabi, Yesaya 53:9 “Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjah at, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya.”

Hal itu benar-benar terjadi. Dalam peristiwa peyaliban Isa Al-Masih di Injil, Rasul Lukas 23:33 dikatakan “Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya.”

Semua ini tergenapi dalam Pribadi Isa Al-Masih. Apa yang dikatakan dalam Injil, Surat Galatia 3:13, memanglah benar, bahwa seseorang yang mati digantung di kayu salib adalah orang yang terkutuk. Isa Al-Masih mengambil alih hukuman itu, yang seharusnya diberikan kepada manusia berdosa tetapi Dia merelakan diri menjadi orang yang menanggung dosa manusia.
~
Salma
# Jarwo 2014-02-11 22:40
~
Untuk: Hamba Allah,

Muslim sedunia seharusnya belajar bahasa Ibrani, Yunani dan Aramaic. Jika ingin menafsirkan teks-teks kuno yang berkenaan dengan identitas JHWH dan YOSHUA AL-MASHIAKH, hanya bersandar pada tekstual saja maka maknanya akan lain. Apalagi orang yang merasa tahu tetapi yang tidak pernah belajar bahasa Ibrani.

Pada awalnya Tuhan memperkenalkan pada Musa namanya adalah ‘Yud Heh Waw Heh atau (LAI: AKULAH AKU). Akhirnya orang Yahudi menyebutnya JHWH. Yud Heh Waw Heh’ (YHWH) secara simbolik diterjemahkan menjadi "Lihatlah tangan itu, lihatlah paku itu". Yeshua, atau Yesus, dalam bahasa Ibrani berarti Yahweh (YHWH), artinya keselamatan kita. Siapakah Dia yang tangannya dipaku di atas kayu salib utk menyelamatkan umat manusia ? Dia adalah Yesus atau YESHUA (YHWH).
# Faiz Husein 2014-02-12 13:01
~
Orang-orang Kristen berkeyakinan bahwa nabi Isa disalib dan dibunuh oleh musuh-musuh-Nya . Namun Al-Quran menentang keyakinan itu dengan tegas. Allah berfirman "padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka" (Qs. 4:157).

Mohon ya staf Isa dan Islam pelajari dulu bahasa Ibrani dengan benar jangan asal kasih argumen dan penafsiran yang keliru.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-13 17:31
~
Salam Faiz Husein,

Al-Quran menjelaskan dalam Qs. 19:33 “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku (Isa Al-Masih), pada hari aku dilahirkan,pada hari aku (Isa Al-Masih) meninggal dan pada hari aku (Isa Al-Masih) dibangkitkan hidup kembali.”

Bagaimana Al-Quran dapat memberikan keterangan yang berbeda tentang kematian Isa Al-Masih? Qs. 4:157 menerangkan seolah-olah Isa Al-Masih tidak mengalami kematian, tetapi dalam Qs.19:33 diterangkan bahwa Isa Al-Masih mengalami kematian bahkan Dia memiliki kuasa kebangkitan?
~
Salma
# Acha Milan 2014-02-13 15:39
~
Yang membuat saya tidak mengerti adalah mengapa Yesus harus mengatakan diri-Nya adalah Anak Tuhan? Bukankah akan lebih mudah dipahami bila Beliau cukup berkata bahwa Aku adalah Allah yang menjelma menjadi manusia kalau memang benar Allah dan Yesus itu merupakan satu kesatuan?

Dan kalau memang benar Yesus itu adalah Allah, mengapa dalam menjelma menjadi manusia harus melalui perantara rahim manusia yaitu Maryam? Kalau memang benar Dia Tuhan, bukankah lebih mudah baginya langsung menjelma dalam bentuk manusia dewasa? Dengan begitu umat manusia bisa lebih yakin akan ke-Tuhanan-Nya. karena hal itu tidaklah mustahil bagi-Nya kalau Dia memang Tuhan semesta Alam.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-13 17:33
~
Salam Acha Milan,

Pemaparan saudara begitu menarik. Tidaklah sulit bagi Isa Al-Masih bila langsung menjelma menjadi manusia. Tetapi itulah kehebatan yang begitu luar biasa yang Allah lakukan dalam Pribadi Isa Al-Masih.

Dia rela menanggalkan segala kemegahan dan kemahaan-Nya dan mengambil rupa menjadi daging melalui proses kelahiran dari rahim seorang perawan Maryam. Dia menjadi manusia seutuhnya dan merasakan pergulatan yang dialami manusia dalam melawan dosa.

Bukankah ini hal yang luar biasa yang tidak dapat terpikirkan oleh pikiran manusia?
~
Salma
# Acha Milan 2014-02-14 08:19
~
Benarkah demikian? Ataukah itu hanya pendapat anda para staf IDI semata? Kalau tidak salah kemarin saya menulis komentar dua kali tentang Malaikat Jibril, yang menyampaikan wahyu kepada nabi Muhammad dalam bentuk manusia dewasa..
# Staff Isa dan Islam 2014-02-14 08:53
~
Salam Acha Milan,

Sebelumnya kami minta maaf, karena terpaksa harus menghapus komentar saudara. Ada ketentuan-keten tuan yang harus ditaati oleh para komentator. Salah satunya tidak diperkenankan menggunakan kolom lebih dari satu. Oleh sebab itu setiap komentator yang menggunakan kolom lebih dari satu kami terpaksa menghapusnya. Contohnya saudara menggunakan kolom lebih dari satu, maka sebisa mungkin kami akan menyatukan pertanyaan, agar tidak melanggar aturan yang ada. Kami harap saudara maklum.

Perihal pertanyaan saudara, setiap apapun yang kami tuliskan tentu semua berdasar pada perkataan Alkitab. Saudara yakin bukan Allah maha kuasa?

Mungkinkah manusia mampu menjelma menjadi Allah? Tentu tidak bukan? Tetapi sangat mungkin bukan jika Allah menjelma menjadi manusia? Nah, itulah yang Isa Al-Masih lakukan. Dia menjelma menjadi manusia untuk menjadi tebusan bagi dosa manusia.

Injil, Rasul Matius 20:28 berkata “sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."
~
Salma
# Staff Isa dan Islam 2014-02-14 08:38
~
Salam Capila,

Sebelumnya kami minta maaf karena telah menghapus komentar saudara dalam situs ini. Kami telah membalas email saudara melalui email. Kami harap email yang saudara masukan benar, sebab ada banyak komentator yang tidak manggunakan email yang sesungguhnya. Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.
~
Salma
# Acha Milan 2014-02-14 13:22
~
Saya ingin mengutip perkataan anda "Tidaklah mudah bagi Isa Al-Masih bila langsung menjelma menjadi manusia." Mengapa anda bilang tidak mudah? Padahal kalau memang benar beliau adalah Tuhan, hal itu tidaklah sulit.

Ada hal yang menurut saya sangat plin-plan ketika di satu sisi Isa dikatakan sebagai "anak Tuhan" tetapi di sisi lain beliau dikatakan sebagai "jelmaan Allah dalam bentuk manusia". Lalu mana yang benar?

Mengapa harus ada istilah "Anak Allah" atau "Tuhan Anak" atau "Tuhan Bapa"? Apakah Tuhan mempunyai sifat seperti manusia dalam wujud dan Dzat-Nya sehingga bisa memiliki keturunan?

Analoginya begini. Saya dan ayah saya mempunyai hubungan yang namanya "ayah dan anak". Lalu apakah lantas saya bisa dibilang sebagai jelmaan ayah saya?
# Staff Isa dan Islam 2014-02-18 12:16
~
Saudara Acha Milan,

Kami meminta maaf atas kesalahan pengetikan dalam jawaban kami sebelumnya. Tetapi kami sudah mengeditnya. Saudara dapat memeriksa kembali jawaban kami.

Kami menyarankan saudara untuk mengunjungi link ini http://tinyurl.com/cv9lkk9 untuk mengetahui istilah Anak Allah.
~
Salma
# hamba Allah 2014-02-14 21:18
~
To: Jarwo,

Bagaimana menurut anda dengan Advent dan Menara Pengawal yang menyatakan Tuhan/Bapa itulah YHWH, sedangkan Yesus hanyalah utusan YHWH?
# Staff Isa dan Islam 2014-02-18 12:30
~
Saudara Hamba Allah,

Bolehkah kami tahu sumber tulisan saudara? Alangkah lebih baik bila saudara menyebutkan sumber referensi saudara agar lebih akurat dan bukan sekedar berasumsi.

Injil menjelaskan bahwa Isa Al-Masih lebih dari sekedar utusan. Dia adalah Allah itu sendiri. "Firman itu adalah Allah. Firman itu telah menjadi manusia" (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1, 14).

Jika demikian, mungkinkah Isa Al-Masih sekedar utusan atau lebih dari sekedar utusan? Silakan saudara mengunjungi link ini http://tinyurl.com/cbpty36 untuk mengetahui utusan sorga.
~
Salma
# capila 2014-02-14 22:44
~
Salam untuk Salma Staf IDI,

Saya mohon kepada staf IDI, saya hanya ingin mengetahui lebih banyak tentang konsep Ketuhanan yang ada pada Kristen, maka dari itu saya bertanya dengan sopan dan sesuai dengan topik yang dibicarakan.

Hal yang saya tidak mengerti saya sebagai orang yang mau belajar tentang konsep Ketuhanan Kristen, malah anda menghapus komentar dan pertanyaan saya. Saya mengirim pertanyaan majemuk kedua kalinya melalui email anda belum dijawab.

Ada apa dengan staf IDI? Di satu sisi anda memperkenalkan konsep Ketuhanan anda. Tetapi saya bertanya sesuai topik malah dihapus.

Saya mohon jawablah pertanyaan saya. Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-18 12:57
~
Saudara Capila,

Perihal pertanyaan saudara kami sudah menjawabnya melalui email. Kami harap alamat email yang saudara cantumkan adalah email yang sebenarnya. Kami berterimakasih untuk kesediaan saudara mengunjungi situs kami. Tuhan yang penuh kasih dan rahmat memberkahi saudara dan keluarga.
~
Salma
# Acha Milan 2014-02-15 21:06
~
Kepada Staf IDI,

Sampai saat ini saya sedang menunggu jawaban anda perihal pertanyaan saya pada komentar saya yang sebelumnya.

Mungkin sambil menunggu, saya ingin menjelaskan bahwa kalaupun ada manusia yang berhak disebut jelmaan Tuhan dia adalah Nabi Adam. Karena beliau terlahir bukan dari rahim manusia dan sudah dalam bentuk manusia dewasa.

Al-Qur'an mengatakan dalam Qs 7:11, "Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu Adam, lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat : "Bersujudlah kamu kepada Adam", maka merekapun bersujud kecuali Iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud."
# Staff Isa dan Islam 2014-02-18 13:13
~
Saudara Acha Milan,

Kami sudah menjawab komentar saudara sebelumnya. Silakan diperiksa kembali.

Perihal Adam. Adam adalah manusia biasa dan dia berdosa. Apakah saudara mau menuhankan manusia berdosa?

Uniknya lagi ayat yang saudara kutip sepertinya mengijinkan Allah disekutukan dengan Adam. Pertanyaannya adalah mengapa Allah memerintahkan malaikat dan Iblis untuk bersujud kepada Adam?

Bagaimana saudara menjelaskan ini?
~
Salma
# Akhyar 2014-02-15 21:13
~
"Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: 'Sujudlah kamu kepada Adam,' maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir" (Qs 3:34).

"Sesungguhnya misal Isa di sisi Allah, adalah seperti Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah", maka jadilah dia" (Qs 3:59).
# Staff Isa dan Islam 2014-02-18 13:16
~
Saudara Akhyar,

Dari kedua ayat yang saudara kutip, kira-kira apa yang hendak saudara sampaikan? Tentu menarik bila kita menggali ayat di atas, bukan?
~
Salma
# pansss 2014-02-17 04:32
~
Buat Staf Isa dan Islam,

Ketika kita menggabungkan isi surat Galatia yang mengatakan, "Terkutuklah orang yang mati tergantung pada tiang salib" dan dengan perkataan terakhir Yesus saat disalib yaitu "Eli, eli, lama sabakhtani" (Tuhanku, Tuhanku mengapa Kau meninggalkan Aku?).

Sudah berarti orang terkutuk yang tergantung di tiang salib itu bukanlah Tuhan. Karena setelah Dia terkutuk di tiang salib, dia berteriak "Tuhanku, Tuhanku mengapa kau meninggalkan aku."

Tidak akan mungkin seorang Tuhan akan memohon kepada Tuhan lainnya dan mengatakan mengapa kau meninggalkan aku.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-18 13:27
~
Saudara Pansss,

Pada waktu Isa Al-Masih di kayu salib, Ia mengutip bagian Mazmur 22:2 yang bunyinya, "Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku."

Mengutip Mazmur adalah tradisi orang Yahudi saat mengalami penderitaan yang berat. Apakah salah bila Isa Al-Masih mengutip bagian Mazmur yang ditulis Daud?

Selain itu, sesungguhnya tidak ada alasan kuat untuk menyalibkan Isa Al-Masih. Sebab Dia adalah suci. Seharusnya manusia yang dikutuk Tuhan, tetapi kutuk itu ditimpakan kepada-Nya. Karena Isa Al-Masih mengasihi manusia.
~
Salma
# Jarwo 2014-02-17 23:50
~
Untuk Faiz Husein,

Anda mengatakan untuk menyuruh-nyuruh admin untuk belajar lagi bahasa Ibrani, memang umat Muslim sedunia sudah tahu bahasa Ibrani? Jangankan bahasa Ibrani, sebagian besar umat Muslim saja sudah kesusahan dengan bahasa Arab. Dan dalam Qs 19:33 adalah bahasa Arab bukan bahasa Ibrani.

Untuk Hamba Allah,

Buku Menara Pengawal adalah dogma dari sekte/bidat Saksi Jehovah bukan kepercayaan Nasrani pada umumnya. Saksi Jehovah pada zaman Muhammad disebut ajaran Nestorius. Ajaran yang hampir sama dengan doktrin Islam.

Mereka menganggap Yesus hanya nabi saja bukan Kalam Allah dan ajaran Saksi Jehovah mengatakan bahwa ajaran di luar ajaran saksi Jehovah adalah ajaran sesat, termasuk Islam dan Kristen.
# Akhyar 2014-02-18 19:07
~
Saya ingin menambahkan apa yang disampaikan saudara Acha Milan. Bahwa konteks permasalahannya adalah Allah ingin menunjukkan kepada para malaikat dan iblis kekuasaan-Nya melalui Kalimatullah 'Kun Fayakun'.

Bahwa tanah yang dibentuk dapat menjadi manusia dewasa dengan ditiupkan roh ke dalamnya. Karena itulah mereka diperintahkan untuk bersujud bukan untuk menyekutukan Allah.

Begitu juga dengan penciptaan Isa. Bahwa dengan Kalimatullah 'Kun Fayakun' lalu ditiupkan roh ke dalam rahim Siti Maryam, maka lahirlah seorang anak laki-laki yang suci.

Islam mengajarkan bahwa setiap anak bayi yang baru lahir adalah suci dari dosa. Bagaikan kertas putih yang masih kosong.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-19 10:07
~
Saudara Akhyar,

Benarkah Allah ingin menunjukkan kekuasaan-Nya kepada para malaikat dan Iblis? Menurut kami, pembuktian seperti itu tidak perlu dilakukan Allah. Adakah malaikat dan Iblis ragu dengan kekuasaan-Nya atau ini adalah alasan saudara saja?

Pertanyaannya adalah mengapa Allah memerintahkan malaikat dan Iblis bersujud kepada Adam? Bukankah ini bentuk menyekutukan Allah? Dan kalau boleh tahu, tertulis dimanakah dalam Al-Quran bahwa Isa Al-Masih diciptakan?
~
Salma
# pansss 2014-02-19 04:51
~
Buat Staf Isa dan Islam,

Tidak akan mungkin seorang Tuhan (Tuhan Yesus) yang mendekati ajalnya berteriak seperti itu hanya karena mengikuti tradisi Yahudi. Padahal sudah jelas-jelas para pendeta Yahudi yang membuat dia sampai tergantung di tiang salib. Coba anda pikir baik-baik.

Seorang terkutuk yang tergantung di tiang salib berteriak (Tuhanku, Tuhanku, mengapa kau meninggalkan aku) dianggap sebagai Tuhan hanya karena tradisi orang Yahudi. Padahal sudah jelas para umat Yahudi menentang ajaran Isa (Yesus).
# Staff Isa dan Islam 2014-02-19 10:14
~
Saudara Pansss,

Adakah kami menuliskan bahwa Isa Al-Masih dianggap Tuhan karena tradisi orang Yahudi? Itu adalah asumsi saudara. Silakan membaca kembali komentar kami sebelumnya.

Isa Al-Masih bukan dianggap Tuhan. Tetapi Isa Al-Masih adalah Tuhan itu sendiri. Kata 'dianggap' memiliki arti bahwa Isa Al-Masih bukan Tuhan lalu dijadikan Tuhan. Tetapi Isa Al-Masih adalah Tuhan karena hakikat-Nya memang Tuhan.
~
Salma
# Akhyar 2014-02-19 12:58
~
Untuk menjawab pertanyaan anda, kita harus kembali pada pertanyaan mengapa Allah menciptakan manusia.

Al-Quran mengatakan dalam Qs 2:30-34, “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat; “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi”. Mereka bertanya (tentang hikmat ketetapan Tuhan itu dengan berkata): “Adakah Engkau (Ya Tuhan kami) hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah (berbunuh-bunuh an), padahal Kami senantiasa bertasbih dengan memuji-Mu dan mensucikan-Mu?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Sebenarnya saya ingin menambahkan lebih banyak ayat untuk menjawab anda. Akan tetapi anda membuat peraturan bahwa komentar tidak boleh melebihi 800 karakter.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-19 14:01
~
Saudara Akhyar,

Kami sangat menghargai tulisan saudara. Maaf, kami belum memahami maksud saudara.

Bila saudara sangat dibatasi dengan karakter yang ada di kolom komentar, saudara dapat memberikan email kepada kami supaya saudara merasa nyaman dengan diskusi ini.
~
Salma
# omzell 2014-02-19 15:11
~
Dalam diri setiap makhluk ada hakikat keilahian. Namun, kadarnya berbeda. Ada yang besar seperti Isa, sehingga Ia mampu melakukan banyak hal dan diberi gelar dan banyak pujian. Anda pun memiliki hakikat keilahian. Cobalah diingat-ingat hal keilahian yang pernah terungkap dan terjadi kepada anda.

Hakikat keilahian yang terjadi kepada Musa, diantaranya ia bisa berdialog dengan Tuhannya. Tidakkah anda pernah merasakan berdialog dengan Tuhan anda? Atau setidaknya merasakan kebesaran dan keberadaan Tuhan anda?
Itulah hakikat keilahian, ada pada diri setiap orang. Kadarnya berbeda, ada yang besar, ada yang kecil bahkan ada yang mengingkarinya. Dan Isa termasuk yang dipilih memiliki kadar keilahian yang besar. Tapi Dia bukan Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-24 23:26
~
Saudara Omzell,

Sangat menarik tulisan saudara. Menurut kami, hakikat yaitu kodrat atau dasar. Bila saudara menyatakan bahwa setiap makhluk ada hakikat keilahian, bolehkah kami tahu dasar dari pernyataan saudara?

Hanya Isa Al-Masih yang memiliki hakikat Ilahi, tidak ada yang lain. Sebab Ia suci dan "berkuasa mengampuni dosa" (Injil, Rasul Besar Matius 9:6). Bukankah hakikat keilahian tercermin dari sifat dan tindakan-Nya?
~
Salma
# Nia 2014-02-19 16:32
~
Tidakkah anda membaca ini?

"Dia (Isa) berkata, 'Sesungguhnya aku hamba Allah, Dia memberiku kKitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi dan Dia menjadikan aku seorang yg diberkahi di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kpdaku (melaksanakan) salat dan menunaikan (zakat) selama aku hidup. Itulah Isa putra Maryam, (yg mengatakan) perkataan yg benar, yg mereka ragukan kebenarannya. Tidak patut bagi Allah mempunyai anak, Mahasuci Dia. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya "Jadilah!" Maka jadilah sesuatu itu. (Isa berkata), "Dan sesungguhnya Allah itu Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia. Ini adalah jalan yg lurus" (Qs 19:30-36).
# Staff Isa dan Islam 2014-02-24 23:30
~
Saudara Nia,

Kami sering membaca ayat yang saudara kutip. Tetapi kalau boleh tahu, apa yang hendak saudara sampaikan dengan ayat itu?
~
Salma
# capila 2014-02-24 15:53
~
Salam kepada Salma, Noni, dan staf IDI lainnya,

Saya mengirimkan beberapa pertanyaan dan tanggapan ketiga kalinya perihal diskusi masalah Ketuhanan kepada email anda antara lain , , . Mohon mendapat perhatian anda untuk menjawab atau menanggapi pertanyaan saya. Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-24 23:37
~
Saudara Capila,

Kami berterimakasih atas email saudara. Kami pasti akan membalas email saudara. Dan maaf, bila harus membuat saudara menunggu. Tetapi kami senang dapat melakukan diskusi melalui email juga. Sebab tentu banyak hal yang saudara ingin ungkapkan melalui email itu, bukan?

Harap kiranya saudara sabar menunggu balasan email dari kami.
~
Salma
# panss 2014-02-24 17:12
~
Buat Staf Isa dan Islam,

Adakah saya menuliskan bahwa Isa Al-Masih dianggap Tuhan karena tradisi orang Yahudi? Tolong dibaca kembali pernyataan saya.

Saya hanya menyatakan bahwa tidak mungkin seorang Tuhan yang turun ke bumi untuk menyebarkan agama, bahkan sampai menebus dosa-dosa manusia akan mengatakan, "Eli, eli, lama sabakhtani" hanya karena tradisi orang-orang Yahudi. Padahal perkataan-Nya tersebut sangat bisa memengaruhi iman dari manusia terhadap diri-Nya. Apakah Tuhan akan sebodoh itu?
# Staff Isa dan Islam 2014-02-24 23:46
~
Saudara Panss,

Kami menghargai tulisan saudara. Tetapi itu adalah asumsi saudara. Apakah Isa Al-Masih datang ke dunia menyebarkan agama? Bolehkah kami tahu, tertulis dimanakah hal itu dalam Injil?

Dan bila perkataan "Eli, eli, lama sabakhatani" adalah kutipan Mazmur Daud dan itu adalah tradisi Yahudi saat mengalami penderitaan, apakah saudara keberatan dengan kutipan ayat dari Mazmur (Zabur) dan tradisi Yahudi itu?
~
Salma
# bri 2014-02-24 22:26
~
Kalian tidak perlu membela Tuhan kalian masing-masing. Yang harus kalian bela yaitu diri kalian sendiri. Sudah benarkah hidup kalian di dunia?

Buat apa kalian berantem di sini? Sedangkan nanti kalian semua akan bertemu di akhirat. Masih mending bertemu di sorga, bila di neraka?
# Staff Isa dan Islam 2014-02-24 23:56
~
Saudara Bri,

Sebuah tulisan yang menarik. Tentu tidak ada manusia yang benar di dunia ini. Sebab "semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah" (Injil, Surat Roma 3:23).

Karena itulah, Tuhan datang ke dunia dalam Pribadi Isa Al-Masih untuk menyelamatkan manusia. Karena tidak mungkin manusia diselamatkan dengan amal ibadah.

Tidakkah ini kabar bahagia bahwa Tuhan mau masuk dalam sejarah manusia? Dan Isa Al-Masih membuktikan bahwa Dia adalah Tuhan dengan "berkuasa mengampuni dosa" manusia (Injil, Rasul Besar Matius 9:6).
~
Salma
# Mr. Anomali 2014-02-25 13:59
~
Kepada Staf IDI,

Perkataan Anda saya kutip "Karena tidak mungkin manusia diselamatkan dengan amal ibadah."

Kalau begitu umat Kristen tidak usah repot-repot pergi ke gereja. Silakan saja berzinah, memakai narkoba, minum khamr, memperkosa orang, dan kejahatan lainnya.

Jadi tidak perlu takut untuk melakukan perbuatan itu semua karena dosa-dosa tersebut sudah ada yang menebus. Pantas saja di negeri-negeri barat yang mayoritas beragama Kristen begitu mudahnya orang melakukan seks bebas, homoseksual dilegalkan di sana. Karena rupanya mereka merasa dosa mereka sudah ditebus. Maka mereka tak perlu khawatir ketika berbuat dosa.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-05 10:35
~
Saudara Mr. Anomali,

Pernyataan kami adalah manusia diselamatkan bukan karena amal ibadah. Artinya bukan berarti tidak beribadah. Sebab bagi pengikut Isa Al-Masih, ibadah bukan jalan untuk selamat atau masuk sorga. Ibadah dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur atas keselamatan yang diberikan Isa Al-Masih.

Adakah pernyataan kami menentang ibadah? Dan adakah kami menyatakan bebas berbuat dosa?
~
Salma
# pannss 2014-02-28 04:07
~
Buat Staf Isa dan Islam,

Itu bukan asumsi saya sendiri. Itu merupakan kisah salah satu dari 25 nabi dan rasul menurut kepercayaan Islam. Memang tidak ada di Injil tentang Isa menyebarkan agama. Maka saya ingin tanya kepada anda. Sebenarnya apa tujuan Isa turun ke bumi menurut ajaran Injil?
# Staff Isa dan Islam 2014-03-05 10:49
~
Saudara Pannss,

Isa Al-Masih datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia dengan "memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang" (Injil, Rasul Besar Matius 20:28).

Sebaiknya saudara membaca tanggapan kami sebelumnya. Isa Al-Masih bukan dianggap Tuhan karena tradisi. Tetapi karena hakikatnya adalah Tuhan.
~
Salma
# muslim 2014-03-01 22:46
~
Al-Fatihah: tunjukanlah jalan yang lurus. jalan bagi orang yang Engkau beri nikmat. bukan jalan orang yang Engkau murkai (Yahudi) dan bukan jalan orang yang tersesat (Nasrani).

Kalau menyampaikan yang lengkap!
# Staff Isa dan Islam 2014-03-05 10:53
~
Saudara Muslim,

Bolehkah kami tahu, adakah tertulis dalam bahasa aslinya kata dalam tanda kurung (Yahudi) dan (Nasrani)? Tentu saudara harus membuktikan itu kepada kami.
~
Salma
# capila 2014-03-02 00:17
~
Salam kepada Salma, Noni, dan Staf IDI lainnya,

Saya mengirimkan beberapa pertanyaan dan tanggapan keempat kalinya perihal diskusi masalah agama, kitab suci, Ketuhanan kepada email anda antara lain: masukanidionlin e.info, noniidionline.i nfo, salmaidionline. info.

Mohon mendapat perhatian anda untuk menjawab atau menanggapi pertanyaan saya. Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-05 11:46
~
Saudara Capila,

Kami berterimakasih atas email saudara tersebut. Dan kami sudah menjawabnya. Silakan mengecek email saudara. Kami senang berdiskusi dengan saudara.
~
Salma
# pansss 2014-03-02 06:24
~
Buat Isa IDI,

Saya menjawab kembali pertanyaan anda pada tanggal pada tanggal 22/1/2014 karena anda menghapus jawaban saya.

Anda yang bertanya pada saya, "Apakah umat Isa Al-Masih gemar berdosa? Perhatikanlah, hanya orang yang tidak waras yang sesudah mandi lalu terjun lagi kekubangan lumpur."

Jawaban saya, lumpur itu menjijikan, sementara berbuat sangat banyak yang doyan karena senangnya lebih banyak. Contoh zinah, judi, minum miras, bahkan narkoba, dan semua itu terjadi di setiap harinya dan terjadi di klub malam terbesar di dunia yang pemiliknya beragama Kristen (umat Isa).
# Staff Isa dan Islam 2014-03-05 11:55
~
Saudara Pansss,

Setiap pengikut Isa Al-Masih pasti akan sangat membenci perbuatan yang saudara sebutkan di atas. Ini bukan sekedar beragama. Tetapi pengenalan kepada Isa Al-Masih dengan benar. Bila dia telah mempelajari dan hidup sesuai dengan ajaran Isa Al-Masih, maka dialah pengikut Isa Al-Masih sesungguhnya.
~
Salma
# Jarwo 2014-03-03 22:37
~
Untuk Semua Muslim,

Sepertinya semua Muslim di sini sekarang lebih sibuk membaca Injil daripada Al-Quran dan hadits. Tidak masalah. Itu adalah awal yang baik. Baiklah sesuai dengan tema di atas, saya merasa umat Islam sekarang sudah mengalami distorsi agama. Artinya sudah tahu Isa Al-Masih menurut Al-Quran dan hadits adalah wujud dari kalam Allah dan Roh Allah tapi Muslim sepertinya mencoba berpura-pura tidak tahu padahal sudah tahu.

Kita lihat di Hadits Shahih Bukhari 1496 dan Hadits Anas Bin Malik hal.72 " Isa itu sesungguhnya Roh Allah dan Kalam Allah". Dan sejalan dengan Qs. An Nissa 4:171. Ingat! dalam Qs. At Tin 4:8 mengatakan bahwa Allah adalah Hakim yang adil tapi kalau kita lihat di Hadits Shahih Muslim no.127 dan Hadits shahih Bukari no.1090 dikatakan bahwa Isa/Yesus adalah Hakim yang Adil. Saya sudah tanya ke ustadz tapi pusing dia.
# omzell 2014-03-04 13:41
~
Berimanlah tapi berilmulah. Iman tanpa ilmu itu ngawur. Anda menyebutkan ketuhanan Isa ada dalam Taurat. Coba sebutkan. Ketuhanan Isa ada dalam Al-Quran. Sebutkan. Anda beriman tapi tidak berilmu.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-05 12:09
~
Saudara Omzell,

Tentu kami mempunyai dasar atas hal itu. Silakan saudara mengunjungi link ini http://tinyurl.com/9lqzv3d untuk mengetahuinya.
~
Salma
# hamba Allah 2014-03-05 03:43
~
Salam,

Sebenarnya sudah terbuka lebar tabir pendustaan yang dilakukan kaum Nabi Isa (Yesus versi Nasrani). Ingat, Islam lahir dari pemurnian agama Allah (tauhid), tiada Tuhan yang patut disembah selain kepada Allah. Dan nabi yang diutus untuk penyampai hal tersebut rasulullah yang merupakan nabi penutup sebagai rahmatan 'alamin artinya rasul Allah untuk semua makhluk di alam semesta.

Beda halnya dengan nabi-nabi sebelumnya diutus Allah hanya untuk kaumnya. Dalam Al-Quran Allah menyebutkan bagi kaum nabi Musa dan kaum Nabi Isa sebagai pendusta agama karena megubah isi kitab Allah serta menyembunyikan kebenaran. Pertanyaan kepada pemeluk Kristen : 1. Apa buktinya kalau Injil yang kalian yakini dari Tuhan itu benar asli? Kenapa Injil selalu berubah (revisi).
# Staff Isa dan Islam 2014-03-05 12:14
~
Saudara Hamba Allah,

Kami berterimakasih atas kesediaan saudara mengunjungi dan memberikan komentar pada situs kami. Tetapi maaf, komentar saudara tidak berhubungan dengan artikel di atas. Silakan saudara mengunjungi link ini http://tinyurl.com/6h8rxu3 untuk mengetahui jawabannya.
~
Salma
# Mr. Anomali 2014-03-05 20:42
~
Kepada Staf IDI,

Kalaupun anda mengatakan bahwa beribadah itu adalah wujud syukur atas keselamatan yang diberikan Isa Al-Masih, berarti tidak masalah juga bagi umat Kristen untuk berbuat dosa dan beribadah secara beriringan.

Artinya umat Kristen bisa tetap pergi ke gereja untuk ibadah dan setelah itu melakukan seks bebas lalu hamil di luar nikah atau memperkosa orang lain. Juga bermabuk-mabuka n di tempat umum dan lain sebagainya.

Dengan kata lain, kita tidak perlu khawatir untuk berbuat maksiat karena dosa sudah ditebus. Dan kita pasti tetap dijamin masuk surga. Yang penting kita percaya kepada Isa Al-Masih sebagai Juru Selamat yang Maha Pengasih dan Penyayang walaupun umat-Nya sering berbuat kerusakan di muka bumi tetapi di sisi lain juga tetap beribadah.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-01 07:48
~
Salam Sdr.Anomali,

Ada banyak kesaksian yang diceritakan oleh orang-orang setelah mereka menerima Isa Al-Masih sebagai Juruselamat. Salah satu pengalaman yang mereka ceritakan adalah perubahan sikap. Ada kuasa yang dialami secara pribadi untuk tidak melakukan dosa.

Tetapi apakah setelah menerima Isa Al-Masih lantas tidak dapat berbuat dosa lagi? Tentu terkadang kita juga masih jatuh dalam dosa, tetapi kita tidak semena-mena untuk menikmati kejatuhan dalam dosa. Sebab ada roh kudus yang tinggal dalam hati umat percaya. Sehingga roh kudus selalu mengingatkan kita untuk bertobat.

Satu ayat suci Alkitab berkata "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan" (Injil, Surat 1 Yohanes 1:9).
~
Salma
# PANSS 2014-03-08 02:26
~
Buat staff IDI,

Iya, saya memang tidak menyatakan kalau Isa dianggap Tuhan karena tradisi. Tapi saya mengatakan tentang perkataan eli-eli lama sabakhtani. Jangan anda memutar-mutar perkataan yang saya katakan, karena saya yakin anda tahu maksud saya.

Dan juga mohon setiap pernyataan ataupun pertanyaan yang menyudutkan umat Kristen jangan dihapus. Saya lihat kalaupun tidak dihapus oleh staf IDI, malah tidak dijawab dan juga menyuruh masuk ke link yang lain.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-01 08:08
~
Salam Sdr. Panss,

Adapun komentar-koment ar yang kami hapus jika, kalimat-kalimat yang ditulis baik dari umat Nasrani maupun umat Muslim, tidak menggunakan kalimat yang santun. Jadi bukan saja menyudutkan Kristen tetapi jika tidak santun dan menyerang umat Muslim, maka secara otomatis kami akan menghapusnya.

Dan lagi jika kami meminta saudara untuk mengunjungi link lain, dikarenakan kami hanya menanggapi komentar yang sesuai dengan artikel. Jika tidak sesuai maka kami akan mempersilakan untuk menuliskankomen tar pada link yang sesuai.

Perihal perkataan Isa Al-Masih saat ia tergantung di kayu salib dan mengatakan "Eli-Eli Lama Sabakhtani". Isa Al-Masih adalah Allah yang menjadi manusia. Ketakutan yang Dia alami dikarenakan mungkinkah Allah dapat mati?

Hanya manusia yang mengalami kematian. Sebagai Pribadi yang suci dan kudus tentu itulah yang menjadi ketakutan-Nya, bukan? Tetapi karena kuasa-Nya pada hari ke-3, Isa Al-Masih mengalahkan maut dan bangkit dari kamatian. Bukankah itu menandakan satu perbuatan yang hanya dapat dilakukan oleh Allah sendiri?
~
Salma
# pintarkansaya 2014-03-09 19:17
~
Siapakah yang menulis Injil? Mengapa orang beda mengartikan?
# Staff Isa dan Islam 2014-04-01 08:11
~
Salam Sdr. Pintarkansaya,

Bolehkah kami bertanya apa maksud pertanyaan saudara, maaf sebab kami kurang memahaminya. Terimakasih.
~
Salma
# Mr. Anomali 2014-04-02 21:06
~
Kepada Staf IDI,

Saya ingin mengutip pernyataan Anda: "Sebab ada Roh Kudus yang tinggal dalam hati umat percaya. Sehingga Roh Kudus selalu mengingatkan kita untuk bertobat."

Maaf menurut saya teori di atas sangat membingungkan. Lalu untuk apa harus ada konsep penebusan dosa kalau mereka yang percaya kepada Isa Al Masih sebagai Juruselamat masih harus perlu bertobat?
# Staff Isa dan Islam 2014-04-07 18:59
~
Saudara Mr. Anomali,

Memang benar bahwa Isa Al-Masih telah menebus manusia dari dosa. Artinya Isa Al-Masih telah mengalahkan hakikat dosa. Sehingga setiap orang yang percaya kepada Isa Al-Masih tidak berada di bawah kuk perhambaan dosa lagi.

Tetapi bukan berarti semua pengikut Isa Al-Masih kebal terhadap dosa. Pengikut Isa Al-Masih bisa saja tergelincir jatuh dan berbuat dosa. Karena itu, pengikut Isa Al-Masih terus berjuang untuk berusaha meneladani Isa Al-Masih dengan mengikuti semua perintahnya yaitu mengasihi Allah dan mengasihi manusia (Injil, Rasul Markus 12:30-31).

Tetapi hal yang perlu disyukuri adalah Isa Al-Masih telah mengaruniakan Roh-Nya kepada semua pengikut Isa Al-Masih. Isa Al-Masih bersabda, "...Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu" (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:26).

Kiranya ini dapat membantu saudara untuk lebih memahami Isa Al-Masih.
~
Solihin
# pansss 2014-04-07 06:13
~
Buat Staff IDI,

Memang Allah mempunyai segala kuasa. Dia bisa mati dan hidup kembali dengan kuasa-Nya, tapi dengan kuasa-Nya yang besar seperti itu, apakah wajar bila Dia harus takut mati? Apakah wajar Allah memohon ke Tuhan? Padahal Dialah Tuhan itu sendiri.

Masalah penghapusan pernyataan karena bentuk kata yang tidak santun, saya melihat banyak penghinaan agama Islam yang tidak dihapus. Contoh, pernyataan nabi palsu yang penuh dengan hinaan kepada Muhammad, ketika saya membalasnya, hanya komentar saya yang dihapus.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-07 19:16
~
Saudara Pansss,

Topik tersebut sangat menarik untuk didiskusikan lebih lanjut, bagaimana bila kami merujuk saudara pada artikel yang berkaitan dengan hal itu. Tentu saudara mau, bukan? Silakan saudara mengunjungi link ini http://tinyurl.com/8xz6g59.

Perihal penghapusan komentar. Kami bersikap tidak pandang bulu. Setiap komentar yang tidak santun, baik itu dari Islam maupun Nasrani atau yang lainnya terpaksa kami hapus. Kami tidak tahu pada artikel mana yang saudara maksud. Tetapi kami akan senang bila saudara mau menunjukkannya kepada kami.
~
Solihin
# pansss 2014-04-08 00:51
~
Buat Staf IDI,

Coba anda baca di artkel ilustrasi gambar nabi Muhammad. Di situ ada penghinaan tentang Muhammad, dan masih banyak lagi pernyataan di artikel-artikel lain yang menghina Islam. Maaf saya masih belum mau masuk ke artikel lain karena di artikel sini saja masih belum mendapat jawaban yang memuaskan.

Saya juga masih konsisten dengan pernyatan saya tentang isi Injil Galatia 3:13, “Terkutuklah orang yang mati tergantung di tiang salib.” Dan pernyataan terakhir Yesus, “Eli-eli lama sabakhtani (Tuhanku, Tuhanku mengapa Kau meninggalkan Aku)"
# Staff Isa dan Islam 2014-04-13 19:22
~
Saudara Pansss,

Membuat pernyataan tanpa menunjukkan bukti adalah tuduhan tidak berdasar. Kami akan sangat senang bila kita berdiskusi di sana. Mohon kiranya saudara menunjukkan bagian mana dari artikel tersebut yang menghina nabi saudara.

Kami juga telah memberikan link menyangkut pertanyaan saudara. Silakan saudara membaca link tersebut. Mari kita berdiskusi di sana panjang lebar mengenai Allah yang bisa mati. Kami menunggu saudara di sana.
~
Solihin
# pansss 2014-04-17 04:27
~
Buat Staff IDI,

Pernyataan nabi palsu menyatakan wahyu karangan nabi Muhhamad dan banyak sadur serta ada satu lagi perntayaannya yang menghina pula Muhammad. Tapi sayangnya pernyataannya telah dihapus setelah saya menyatakan staf IDI tidak adil. Bukankah artikel ini membahas tentang kebenaran ketuhanan Isa? Mengapa saya harus ke link lain?

Sedangkan pernyataan adalah tentang isi Injil, Surat Galatia 3:13, “Terkutuklah orang yang mati tergantung di tiang salib.” Dan pernyataan terakhir Yesus, “Eli-Eli lama sabakhtani (Tuhanku, Tuhanku mengapa Kau meninggalkan Aku). Padahal pernyataan saya berhubungan erat dgn artikel ini.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-23 10:43
~
Salam Sdr. Panss,

Kami menyampaikan terimakasih untuk masukan dan koreksiannya, kami sangat menghargai hal tersebut.

Kami berterimakasih untuk saudara yang telah mengikuti aturan dalam situs kami. Silakan hanya menggunakan satu kolom saat memberi komentar. Dan kami mengharapkan dapat membahas sesuai dengan topik dan lagi marilah kita menggunakan bahasa-bahasa yang santun ketika berdiskusi.

Atas segala perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terimakasih. Tuhan memberkahi saudara dan keluarga.
~
Salma
# Mr. Anomali 2014-04-17 20:17
~
Kepada Staf IDI,

Sebenarnya kalaupun ada pihak yang berhak menyebut Isa Al Masih adalah Tuhan, mereka adalah Kaum Muslim. Karena di dalam Al Quran dijelaskan bahwa Isa tidak disalib dan telah diangkat ke Surga. Sedangkan orang yang mati di tiang salib itu sendiri adalah Yudas Iskariot yang di serupakan wajahnya dengan Isa.

Ini justru dapat membuktikan bahwa Isa Al Masih memiliki kekuatan untuk menyelamatkan diri dari orang yang ingin membunuhnya. Tetapi mengapa Al Quran menjelaskan bahwa Isa bukan Tuhan ? Karena memang kenyataannya tidak demikian.

Isa Al Masih diangkat oleh Allah ke langit untuk menyelamatkanny a dari pengkhianatan Yudas untuk menangkap dan menyerahkannya kepada Bangsa Yahudi.
# tauhid 2014-04-19 13:24
~
1. (Qs 19:19) sejatinya anak yang baru lahir itu memang dalam keadaan suci, karena belum dapat melakukan hal salah maupun benar.

2. (Qs 3:35, 39) surah ini menerangkan lahirnya Maryam, bukan Isa sebagai Kalimat Allah.

3. (Qs 3:5) Allah berfirman, "Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satu pun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit". Jadi bukan soal nabi Isa sebagai orang terkenal.

4. Qs 4 : 171 sepertinya admin sedang merenungkan diri.

5. Salah besar mengartikan rahmat itu sama dengan Tuhan..

Jadi tetap, nabi Isa bukanlah Tuhan. Dan jangan salah menertejmahkan Al-Quran dengan seenak admin.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-23 11:09
~
Salam Sdr. Tauhid,

Bagaimana mungkin saudara dapat mengatakan anak yang baru lahir dalam keadaan suci? Muhammad mengatakan, “Setiap anak Adam yang baru lahir disentuh oleh setan ketika lahirnya itu, . . . . . . selain Maryam dan anaknya” (Hadits Shohih Bukhori 1493). Bukankah anak yang lahir sudah tersentuh setan dengan arti sudah terkena dosa?

Dan lagi, Qs3:45 menerangkan bahwa Kalimat Allah itu adalah Isa Al-Masih. Bagaimana mungkins audara mengatakan 3:35, 39 mengacu pada Maryam. Kami sangat meragukan pemahaman saudara untuk memahami kitab saudara.

"Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh" (qs3:39).

Menurut saudara siapakah Kalimat yang dari Allah?
~
Salma
# senja syahdu 2014-04-21 15:57
~
(Qs 4:157). "Dan karena ucapan mereka:" Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putera Maryam, Rasul Allah, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. bukan dia!" Dan kata sebagian pula, "Memang dia itu Isa!"
# Staff Isa dan Islam 2014-04-23 11:41
~
Salam Sdr. Senja Syahdu,

Terimakasih untuk pemaparan ayatnya. Dapatkah saudara memberikan alasan mengapa saudara mengutip ayat tersebut. Atas kesediaan saudara memberikan penjelasan kami ucapkan terimakasih.
~
Salma
# mr eka 2014-04-23 01:56
~
Adakah perintah Yesus atau Tuhan untuk beribadah pada hari Minggu? Sementara yang dianjurkan hari Sabtu untuk beribadat.

“Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat “hari kenikmatan”, dan hari kudus Tuhan “hari yang mulia; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong, maka engkau akan bersenang-senan g karena Tuhan, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhan-lah yang mengatakannya” (Kitab Nabi, Yesaya 58:13-14).
# Staff Isa dan Islam 2014-04-23 12:04
~
Salam Sdr. Mr. Eka,

Kami menyampaikan terimakasih untuk pemapran saudara. Agar saudara lebih jelas perihal pembahasan saudara, silakan mengunjungi artikel kami di http://tinyurl.com/c24eac7.

Terimakasih, Tuhan memberkahi saudara dan keluarga.
~
Salma
# Staff Isa dan Islam 2014-04-23 11:35
~
Salam Sdr. Max Do,

Kami menyampaikan terimakasih untuk pemaparan saudara. Dan sebelum saudara bergabung ataupun hendak memberikan komentar, kami harap saudara dapat mematuhi aturan-aturan yang sudah kami tetapkan dalam situs ini.

Tidak diperkenankan menggunakan kolom lebih dari satu. Baik dari umat Nasrani maupun umat Islam yang tidak mematuhinya, maka secara otomatis kami menghapus komentarnya. Dan silakan menggunakan kalimat atau tata bahasa yang santun. Sebab diskusi ini tidak untuk menyerang satu dengan yang lain tetapi memaparkan tentang Pribadi Isa Al-Masih secara benar. Karena Al-Quran secara kebetulan yang banyak menyinggung tentang Isa Al-Masih maka kami membandingkan Pribadi Isa Al-Masih menurut Alkitab dan Al-Quran.

Kami bersedia menerima masukan, asalkan sesuai dengan fakta dan data. Bukan sebuah omong kosong dan tuduhan yang tidak berlandaskan pada kebenaran. Kami harap saudara dapat maklum. Tuhan memberkahi saudara dan keluarga.
~
Salma
# jayy 2014-04-26 02:15
~
"Janganlah bapa dihukum mati karena anaknya, janganlah pula anak dihukum mati karena bapanya; Setiap orang harus dihukum mati karena dosanya sendiri.” (Ulangan 24:16). "…sebab seorang yang digantung terkutuk oleh Allah; janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu” (Ulangan 21:23). “…sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” (Galatia 3:13)

Hukuman salib sebagai ganjaran bagi orang yang menentang Allah dan rasul-Nya sebagaimana firman Allah di atas. Sekarang bagaimana pula Isa harus dikatakan telah tersalibkan? Apakah Isa merupakan musuh Allah sehingga harus dihukum salib?
# Staff Isa dan Islam 2014-05-07 14:51
~
Salam Sdr. Jayy,

Kami menyampaikan terimakasih untuk pemaparan saudara.

Allah memiliki satu hal yang tidak dapat dilakukan oleh siapapun selain diri-Nya sendiri. Kasih-Nya akan manusia membuat Ia merelakan diri untuk mati tersalib. Hal tersebut bukanloah karena Dia berdosa, sebab baik Al-Quran dan Injil pun membuktikan bahwa Isa Al-Masih suci tanpa dosa.

“Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya”
(Injil, Surat 1 Petrus 2:22). Bukankah hanya Allah saja yang tidak berdosa?
~
Salma
# wisnu 2014-04-26 21:08
~
Dalam Al-Quran jelas bahwa Isa adalah nabi bukan Tuhan. Tapi dalam kitab Injil dari kisah Yohanes kadang diceritakan Isa itu Tuhan, Roh Kudus dan Anak Allah. Kadang cerita Isa adalah utusan Bapa Allah, bisa dijelaskantetap i mengapa bisa berbeda? Apabila dalam satu kitab cerita Yohanes mengandung dua penafsiran bisakah dikatakan suci atau mengandung kebenaran.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-07 15:01
~
Salam Sdr. Wisnu,

Kami menyampaikan terimakasih untuk pemaparan saudara.

Kami teringat dengan apa yang dikatakan dalam Qs 3:45. Ayat tersebut mengatakan bahwa Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah, Dia adalah Roh Kudus. Bukankah Kalimat Allah adalah Allah yang telah menjadi manusia sempurna? Bahkan dalam Qs 19:19, Isa Al-Masih suci. Al-Quran yang mengatakan bahwa Isa Al-Masih terkemuka di dunia dan akhirat, tetapi AL-Quran sendiri yang menentang ketuhanan Isa Al-Masih.

Menurut saudara jika Isa AL-Masih dikatakan suci (kudus) maka siapakah Dia, adakah nabi tidak pernah berbuat dosa? “Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya” (Injil, Surat 1 Petrus 2:22).
~
Salma
# andi 2014-04-27 11:16
~
Assalamualaikum,

Tanggapan saya pada Solomon mengenai Irene Handoyo. Saudari Irene belum mengalami pribadi Isa Al-Masih di dalam roh, belum alami/berjumpa secara supranatural. Boleh dia jadi pengikut agama Khatolik. Sekalipun dia 30 tahun di gereja dan mengalami pelayanan secara fisik. Irene hanya melihat secara logos (firman tertulis) masalahnya sudahkah saudara Irene mengalami Isa Al-Masih secara roh, dilahirkan di dalam roh?

Saya pernah bertanya Tuhan siapakah antikris itu? Jawabnya ada pada orang Yahudi itu sendiri (pemuka-pemuka agama Yahudi, ahli kitab, orang Farisi) yang dipakai Iblis. Memang tidak semua orang Yahudi anti Isa Al-Masih. Lihat murid-murid Yesus. Mereka orang biasa yang tidak terpelajar tapi dipakai Tuhan.
# tauhid 2014-05-05 17:20
~
Benarkah Yesus adalah Tuhan? Yesus bersyahadat: "Yesus menengadah ke langit dan berkata: "Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus" (Yohanes 17:3).
# Staff Isa dan Islam 2014-05-12 22:28
~
Saudara Tauhid,

Membaca satu ayat tanpa memerhatikan ayat sebelum dan sesudahnya dapat menimbulkan kesalahan pengertian. Tentu pemahaman saudara kurang komprehensif tentang pribadi Isa Al-Masih bila hanya mengutip satu ayat di atas. Ada baiknya bila saudara membaca ayat sesudahnya. “Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada” (Injil, Rasul Besar Yohanes 17:5).

Tidak ada manusia yang memiliki kemuliaan di hadapan Allah sebelum dunia ada. Dan kemuliaan seperti itu hanya dimiliki Allah saja, bukan? Bila Isa Al-Masih memiliki kemuliaan sebelum dunia ada, maka mungkinkah Dia sekedar manusia? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# Hamba Allah 2014-05-06 11:58
~
Saudara staf mungkin terlalu memaksakan pengertian saudara padahal sangat jelas. Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi..." (Maryam 30).

"Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu)" (Al Maa'idah: 75).

Pada alasan saudara Kisah Para Rasul 4:30, ayat itu mengatakan bahwa Yesus Hamba-Mu yang kudus. Dia hanya seorang Hamba Bapa. Bagaimana menurut anda?
# Staff Isa dan Islam 2014-05-12 22:39
~
Saudara Hamba Allah,

Sesungguhnya Isa Al-Masih memiliki banyak gelar. Dia disebut Guru, Hamba, Anak Manusia, dan sebagainya. Dan itu hanya sebagian kecil dari gelar-gelar-Nya . Tetapi yang patut dipertanyakan adalah mengapa Isa Al-Masih memiliki sifat dan tindakan yang adalah sifat dan tindakan Allah? Seperti yang telah dijelaskan artikel di atas. Bagaimana saudara menanggapi uraian artikel di atas?
~
Solihin
# wisnu 2014-05-10 20:36
~
Saya kira pertanyaan saudara staf Isa telah terjawab oleh saudara Tauhid dan Hamba Allah setelah saya. Kalau boleh saya mengajukan pertanyaan sesuai dengan topik.
Yoh 10:30, "Aku dan Bapa adalah satu." Yoh. 17:3, "Dan inilah cara memperoleh kekal itu dengan mengenal engkau satu-satunya Allah yang benar dan Yesus yang telah engkau utus ke dunia."

Manakah di antara kisah Yohanes di atas yang benar. Apakah dua-duanya benar atau satu benar atau dua-duanya salah?
# Staff Isa dan Islam 2014-05-12 22:48
~
Saudara Wisnu,

Silakan membaca tanggapan kami pada saudara Tauhid di atas. Kedua-duanya benar. Kebingungan saudara disebabkan hanya karena saudara mengutip satu ayat dan tergesa-gesa membuat kesimpulan. Sebaiknya membaca keseluruhan Injil Yohanes sehingga pemahaman saudara tentang Pribadi Isa Al-Masih lebih komprehensif dan benar.
~
Solihin
# totz 2014-05-12 06:06
~
Jika Yesus adalah Tuhan, kepada siapa dahulu ia berdoa? Jika Yesus adalah Tuhan dan disalib, lalu siapa yang menghidupi sorga dan dunia? Pertanyaan itu tak pernah terjawab selama aku memeluk ajaran Kristen.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-12 22:58
~
Saudara Totz,

Tidak cukup bagi saudara hanya beragama Kristen, tetapi tidak pernah membaca dan mempelajari Alkitab. Kami cukup ragu dengan Kekristenan saudara. Sebab cara berpikir saudara sama dengan umat di luar Kekristenan.

Allah tidak dapat kita batasi dengan pola pikir manusia yang terbatas. Dan cara memandang Allah tidak boleh sama dengan cara memandang manusia. Pertanyaan saudara telah menempatkan Allah seperti manusia yang terbatas, padahal kita tahu bersama bahwa Allah tidak terbatas. Apapun yang terjadi pada Isa Al-Masih di kayu salib, dunia tetap berjalan teratur dan tidak terjadi benturan pada gugus bintang. Dan kami yakin demikian juga dengan sorga. Apakah saudara pernah membaca bahwa pada saat Isa Al-Masih disalib, dunia menjadi kacau dan bintang bertabrakan? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# priyo 2014-05-20 10:31
~
"Isa Al-Masih adalah satu-satunya nabi yang tidak pernah berdosa. Dan hanya Allah yang tidak berdosa!! Kesimpulannya: Isa Al-Masih adalah Tuhan karena Ia juga tidak pernah berdosa." Kesimpulan yang memaksakan, tidak konsisten. Katanya nabi jadi Tuhan. Coba pakai logika saja?

"Walaupun hal ini tidak membuktikan bahwa Isa Al-Masih adalah Tuhan, tapi jelas memberi Dia kedudukan di atas semua mahluk di dunia dan di sorga. Isa Al-Masih adalah tiupan dari Roh Allah, Ia juga kekal adanya. Maka: Isa Al-Masih adalah juga Tuhan." Kalau nabi dan manusia lainnya tiupan dari Allah tidak? Kalau ditiup berarti Tuhan?!
# Staff Isa dan Islam 2014-06-13 12:04
~
Saudara Priyo,

Ada perbedaan mendasar antara nabi menjadi Tuhan dengan Tuhan menjadi nabi. Nabi tidak mungkin dapat menjadi Tuhan. Sedangkan Tuhan dapat menjadi nabi. Ini adalah kemahakuasaan Tuhan. Tentu tidak ada yang bisa melarang Allah untuk menjadi nabi, bukan? Bagaimana menurut saudara?

Bila saudara tertarik mendiskusikan tentang Roh Allah, silakan kunjungi link ini http://tinyurl.com/8hj5f7a
~
Solihin
# wisnu 2014-05-24 22:30
~
Salam Buat Mas Priyo,

Bisakah anda menunjukkan satu ayat yang mengatakan bahwa Yesus adalah Tuhan dan patut untuk disembah juga agama yang dia bawa adalah Kristen. Kalau Yesus saja tidak menganggap dia Tuhan, mengapa orang-orang seperti anda menganggap dia Tuhan? Anda selalu berpegang pada kitab. Bolehkah mas Priyo tunjukkan yang Yesus berkata: Aku adalah Yesus Tuhanmu, maka sembahlah aku.

Salam kenal mas Priyo.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-13 12:12
~
Saudara Wisnu,

Bila saudara tertarik untuk mengetahui apakah Isa Al-Masih pernah berkata Dia Tuhan, silakan mengunjungi link ini http://tinyurl.com/cgrffm4 untuk mengetahuinya. Terimakasih.
~
Solihin
# priyo 2014-05-28 13:30
~
Saudara Wisnu agama saya Islam. Justru saya menanyakan penjelasan yang ada pada penjelasan admin karena penjelasannya tidak masuk akal dan logika. Maaf saudara Wisnu.
# muslim 2014-06-04 20:46
~
Lalu apa makna di Alkitab bahwa Yesus banyak mengatakan Dia utusan Tuhan? Bapa lebih besar dari aku. Aku diutus oleh Bapa. Dan banyak ayat-ayat yang secara jelas menunjukkan bahwa Yesus adalah utusan.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-13 14:19
~
Saudara Muslim,

Kami pernah membaca sabda Isa Al-Masih, "Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini" (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:23). Seorang duta besar negara A pasti berasal dari negara A. Demikian juga Isa Al-Masih. Dia adalah utusan dari sorga, bukan dari dunia ini. Karena Dia berasal dari sorga, dan bukan berasal dari dunia ini. Itulah sebabnya, Dia menyatakan diri-Nya adalah utusan. Tetapi apakah Dia bukan Allah? Perhatikan dari mana Ia berasal! Pertanyaannya adalah siapakah yang berasal dari atas, bukan dari dunia ini, selain Isa Al-Masih? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# Sibol Onsu 2014-06-19 20:33
~
Dimanakah ayat yang mendukung perkataan Yesus bahwa Ia telah dimuliakan Allah dalam ayat di bawah ini? "Bapa-Kulah yang memuliakan Aku"

Yohanes 8:54, "Jawab Yesus: 'Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikit pun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami.'"
# Staff Isa dan Islam 2014-06-20 21:07
~
Saudara Sibol Onsu,

Tentu saja ada ayat yang menunjukkan bahwa Isa Al-Masih dimuliakan Bapa. "Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia" (Injil, Rasul Besar Matius 17:5). Ini adalah salah satu contoh yang menunjukkan Isa Al-Masih adalah Tuhan. Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# Almajdulillah 2014-06-20 08:07
~
Surah Al Fatihah ayat 2. Terjemahan Bahasa Indonesia, "Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam." Terjemahan Bahasa Inggris, "All praise is due to Allah, the Lord of the Worlds."

Nampak tidak Rabbi = Tuhan = Lord? Jadi, apa salahnya Lembaga Alkitab Indonesia menterjemahkan perkataan Kurios yang dipakai untuk menggelar Isa Al-Masih dalam Alkitab ke Tuhan (Indonesia) dan Lord (Inggris)? Walhal, si penerjemah Al-Quran pun berbuat demikian.
# Olen Diana 2014-06-20 20:48
~
Apakah Yesus itu adalah Bapa itu sendiri? Ataukah Bapa itu adalah pribadi yang lain dan demikian juga Yesus? Karena seperti yang saya perhatikan dalam Injil, kata satu tidak berarti satu orang atau satu pribadi. Seperti contoh ada ayat tentang pernikahan yang mengatakan mereka tidak lagi dua tetapi satu. Padahal nyatanya ada dua orang yaitu laki-laki dan perempuan yang dijadikan satu. Seperti banyak juga Yesus mengatakan bahwa Dia dan Bapa adalah satu, demikian kita dan Yesus juga satu. Lalu jika Allah itu esa dan pencemburu kenapa Isa juga harus disembah dan jika Isa dan Bapa itu adalah dua Allah apakah bisa dikatakan esa?
# Staff Isa dan Islam 2014-06-20 21:17
~
Saudara Olen,

Kami memiliki artikel yang membahas hal itu secara khusus. Kami menyarankan saudara mengunjungi link ini http://tinyurl.com/d2k6hcw untuk mengetahuinya. Terimakasih.
~
Solihin
# Reynald Of Chatillon 2014-06-22 08:05
~
Yesus bukan anak Tuhan, Yesus adalah utusan Tuhan. Jika seorang peternak punya satu ekor kambing betina, kemudian kambing melahirkan anak, apa pendapat orang lain yang berpikiran positif? Pasti orang yang berpikiran positif berpikiran kambing itu di suntikan sperma (kawin suntik), Tidak berpikiran bahwa peternak itu menyetubuhi kambingnya. Dan anak kambing itu bukan anak peternak itu, anak kambing itu tetap jadi peliharaan peternak tersebut.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-23 16:26
~
Salam Sdr. Reynald,

Kami teringat apa yang dituliskan dalam Qs 3:45, yang mengatakan bahwa Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah, yang berarti Allah sendiri telah mengambil rupa dalma bentuk tubuh manusia. Menurut saudara, mampukah Allah menjadi manusia? Jika Allah tidak mampu melakukannya, maka Dia bukan Allah, bukan?
~
Salma
# pembenar 2014-06-23 14:30
~
Dengan ucapan "Eli-eli Lama Sabhaktani..." tersebu, terlihat jelas kalau Yesus sebelum digantung ketakutan dan berteriak-teria k. Jadi, Yesus tidak tahu kalau tiga hari kemudian Dia akan bangkit. Soalnya kalau Dia tau bakal bangkit, Dia akan tersenyum nyantai, kalem. Lalu tanpa harus teriak-teriak
# Staff Isa dan Islam 2014-06-23 22:40
~
Salam Sdr. Pembenar,

Dapatkah saudara memberikan data dan fakta bahwa Isa Al-Masih ketika di salib berteriak-teria k? Kami yakin ketika saudara memberikan pemaparan tentu berdasarkan data dan fakta, bukan?
~
Salma
# Fitrah 2014-06-23 15:55
~
Mengulang pertanyaan sebelum-sebelum nya. Dalam Injil adakah Yesus mengucapkan "Akulah Tuhan oleh karena itu sembahlah Aku" atau dengan kata-kata yang berbeda tapi secara tegas mengakui dirinya Tuhan dan harus disembah. Al-Quran menyebutkan bahwa Isa Al-Masih adalah utusan Allah untuk menerima firman-Nya melalui Jibril untuk diteruskan pada umat saat itu.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-25 03:59
~
Saudara Fitrah,

Kami memiliki artikel yang membahas hal itu secara khusus. Kiranya saudara berkenan mengunjungi link ini http://tinyurl.com/cgrffm4 untuk mengetahui lebih lanjut. Dan berharap artikel tersebut dapat membantu saudara.
~
Solihin
# muhammarld rizki 2014-06-25 11:37
~
Assalamualaikum admin,

Saya sebagai Muslim ingin bertanya kepada admin, kenapa jika admin percaya kalau nabi Isa di Al-Quran adalah Tuhan? Kenapa admin tidak memakai Al-Quran sebagai pedoman hidup? Apa yang sebenarnya terjadi?
# Staff Isa dan Islam 2014-06-26 15:47
~
Salam Muhammarld,

Al-Quran telah memberikan kesaksian bahwa Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah yang berarti Allah sendiri telah mengambil rupa dalam bentuk tubuh manusia (Qs 3:45). Tetapi umat Muslim menyangkalnya. Yang harus dipertanyakan mengapa umat Muslim menyangkali bahwa Isa Al-Masih adalah Tuhan?

Alkitab adalah satu-satunya pedoman hidup umat Nasrani, jika Al-Quran mencatat tentang Isa Al-Masih itu hanya sebuah kebetulan yang dimuat dalam Al-Quran.
~
Salma
# allah 2014-06-26 15:42
~
Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30, “Aku dan (Allah) Bapa adalah satu.” Jika Dia bersatu, seharusnya Dia tahu kapan hari kiamat terjadi.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-28 11:06
~
Salam Sdr. allah,

Sekalipun tidak tertulis Isa Al-Masih menyatakannya, tetapi Isa Al-Masih sudah memberitahukan tanda-tanda akhir zaman (kiamat). Isa Al-Masih pernah berkata "Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi" (injil, Rasul Besar Yohanes 28:18).

Bumi dan sorga adalah milik kuasanya. Adakah manusia berkuasa atas bumi dan sorga? Jika demikian seharusnya kita sebagai umat yang harus mempersiapkan diri kapan akan tiba waktunya. Apakah saudara pun sudah yakin akan keselamatan jiwa saudara? Mintalah dan percaya kepada sang pemilik bumi dan sorga. Dialah Isa Al-Masih.
~
Salma
# muhammad 2014-06-26 15:46
~
Manusia bukan Allah, dan Allah tidak terdengar suaranya. Siapa yang mengatakan, Injil sendiri. Sedangkan Yesus 100% manusia dan jelas terdengar suaranya. "Pada mulanya adalah Firman [yesus]; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1).

Bagaimana mungkin, tadinya berpisah, kemudian bersama-sama, lalu menyatu. Pada mulanya Yesus, Yesus bersama dengan Allah, Yesus adalah Allah.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-28 11:46
~
Salam Muhammad, allah, gayanaji dan kebenaran,

Kami menyampaikan terimakasih untuk partisipasi saudara dalam mengunjungi serta memberikan komentar dalam situs ini.

Al-Quran menyatakan bahwa Isa Al-Masih adalah tiupan Roh dari Allah. Dan lagi, Dia adalah Kalimat Allah yang berarti Allah sendiri telah menjadi manusia sempurna (Qs 3:45). Jika Al-Quran menyatakan hal demikian, lalu mengapa banyak umat Muslim menyangkali kesaksian Al-Quran itu sendiri?

Menurut saudara, mampukah Allah datang ke bumi dan mengambil rupa dalam bentuk tubuh manusia? Dan sanggupkah manusia berdosa menjadi Tuhan dan hidup suci tanpa ada dosa yang diperbuat? Tentu jawabannya tidak, bukan? Sebab tidak ada satu manusia pun yang luput dari dosa "Semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah" (Injil, Surat Roma 3:23).
~
Salma
# ochi_2910 2014-08-04 23:47
~
Menurut saya penjelasan dalam situs in semuanya jelas dan ada faktanya. Sang penulis tidak hanya bicara saja tapi beliau juga memberikan fakta tertulis yang ada pada Al-Quran dan Injil. Jadi, kalau umat Islam yang katanya percaya Al-Quran tapi tidak mau menerima apa yang tertulis dalam kitab tersebut, lalu apalagi yang akan mereka jadikan pegangan dalam hidup?

Karena setahu saya sudah sangat jelas pun dikatakan di Al-Quran siapa Isa Al-Masih tersebut karena tidak ada satupun orang yang mengetahui hari datangnya kiamat itu. Bahkan malaikatpun tidak. Tapi di Al-Quran dikatakan Isa Al-Masih mengetahui tentang hari kiamat. Jadi, menurut saya sudah jelas siapa Isa Al-Masih itu.
# Staff Isa dan Islam 2014-08-05 00:16
~
Saudara Ochi_2910,

Terimakasih untuk komentar saudara. Kiranya ini menjadi bahan perenungan bagi saudara-saudara kita umat Islam agar mengenal Isa Al-Masih dengan benar dan mempelajari Al-Quran dengan seksama.
~
Solihin
# Jonathan Deivid Alfa 2014-08-06 20:04
~
Syaloom, salam sejahtra bagi kita semua.

Saya cuma ingin menambahkan ayat untuk kita renungkan, ayat ini terdapat pada Injil, Surat Rasul Besar Matius 7:15-23, hhususnya ayat 21 - 23. Saya kira ayat ini sudah cukup jelas. kalu ada pertanyaan, saya persilahkan. Syalom.
# Staff Isa dan Islam 2014-08-11 06:14
~
Salam Sdr. Jonathan Deivid Alfa,

Kami menyampaikan terimakasih untuk komentar dan referensi ayat yang saudara berikan. Hanya saja, barangkali saudara dapat menjelaskan maksud dari ayat tersebut di atas. Atas kesediaan saudara kami ucapkan terimakasih.
~
Salma
# Alfian 2014-08-07 09:32
~
Saya seorang Muslim, saya juga mengimani Yesus/Isa adalah nabi Allah. Begitu juga rasul kami Nabi Muhammad SAW adalah nabi Allah. Jadi sebenarnya orang Muslim itu melebihi dari orang Kristiani, karena orang Kristiani hanya percaya kepada Yesus/Isa adalah nabi Allah sedangkan Muhammad SAW mereka tidak percaya sebagai nabi Allah. Dan umat Muslim percaya nabi sebelum Nabi Muhammad SAW dilahirkan ada nabi Allah.

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2014-08-11 06:23
~
Salam Sdr. Alfian,

Kami menyampaikan terimakasih untuk pemaparan saudara.

Kami mengetahui bahwa umat Muslim percaya kepada Isa Al-Masih, hanya mereka percaya sebagai seorang nabi, bukan? Sementara Isa Al-Masih sudah diramalkan jauh sebelum Muhammad lahir.

Nabi Yahya kurang lebih 700 tahun sudah meramalkan hal tersebut, Dan kedatangan Isa Al-Masih yang adalah Kalimat Allah (Qs 3:34) benar terjadi. Jika Isa Al-Masih bukan Pribadi Allah dan hanya manusia biasa, mungkinkah hal tersebut terjadi?

Bukankah hanya Allah yang begitu berkuasa melakukan apapun juga? Bagaimana menurut saudara?
~
Salma
# mumet 2014-08-11 21:47
~
Maaf untuk IDI,

Saya mengutip pernyataan saudara "Satu ayat suci Alkitab berkata "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan" (Injil, Surat 1 Yohanes 1:9). Disatu sisi saya sangat kagum karena ajaran dalam kitab anda tidak menyulitkan manusia yang berdosa untuk kembali suci hanya dengan mengakui perbuatan dosa (betapa maha pengampunnya Tuhan anda.

Tapi disisi lain saya menjadi heran mengapa dosa manusia menjadi sulit diampuni oleh-Nya sendiri sebagai Tuhan yang maha pengampun dan punya hak tanpa syarat sehingga untuk mengampuni dosa manusia ciptaannya Dia harus mengorbankan diri-Nya. Sehingga saya berpikir Tuhan tidak independen. Dia seakan akan tergantung terhadap ciptaan-Nya.
# Staff Isa dan Islam 2014-08-13 11:44
~
Salam Sdr. Mumet,

Kami menyampaikan terimakasih untukpemaparan saudara. Tetapi bolehkah kami bertanya? Dapatkah saudara memberikan penjelasan maksud dari pernyataan saudara "Tuhan tidak independen. Dia seakan akan tergantung terhadap ciptaan-Nya".

Atas kesediaan saudara kami ucapkan terimakasih.
~
Salma
# ismail 2014-08-12 00:06
~
Maaf saudara,

Jika Isa ditafsirkan sebagai yang diciptakan maka, pertanyaannya: diciptakan dari apa? Manusia sejak Adam diciptakan Tuhan, dari sesuatu yang telah diciptakan Tuhan. Contoh: aAam dari tanah menjadi manusia, Hawa dari rusuk Adam, manusia saat ini dari pembuhan sel telur wanita. Maka sekali lagi , Isa diciptakan dari apa?
# Staff Isa dan Islam 2014-08-13 11:54
~
Salam Sdr. Ismael,

Kami menyampaikan terimakasih untuk pertanyaan saudara.

Sekalipun Isa Al-Masih hadir di dunia melalui proses kelahiran dari rahim seorang perawan suci (belum terjamah oleh seorang laki-laki), tetapi Dia adalah Rohulah dan Kalimat Allah. Kalimat Allah berarti Allah sendiri telah rela mengambil rupa dalam bentuk tubuh manusia sempurna, Dialah Isa Al-Masih.

Isa Al-Masih juga adalah “Tiupan Roh dari Allah.” (Qs 4:171; Injil, Surat Filipi 1:19). Dia sudah ada sebelum dunia ada

"Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan" (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1-3).
~
Salma
# Cahya 2014-08-15 00:42
~
Dari mana asal-usul Isa Al-Masih? Ada tertulis: “Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga.” Ia bukan seorang manusia yang sudah ada di dunia dan lalu tiba-tiba dinobatkan atau menobatkan diri-Nya sebagai Tuhan. Seperti yang disangkakan orang-orang yang tidak mengenal-Nya selama ini.

Jadi, Ia sama sekali tidak sejajar dengan nabi-nabi, yang adalah manusia-manusia bumi dan yang berasal dari bawah. Dan tidak juga sama dengan nabi-nabi yang diangkat ke sorga. Sebab mereka itu adalah manusia yang berasal dari bawah. Sekalipun dalam keadaan-Nya sebagai manusia sungguh nyata, Isa Al-Masih tidak mungkin dapat disejajarkan atau disamakan zat-Nya dengan Buddha, Musa, Muhammad, dan dengan siapapun yang berasal dari tanah.
# Staff Isa dan Islam 2014-08-16 14:27
~
Saudara Cahya,

Terimakasih untuk komentar dan penjelasan saudara. Kiranya itu membantu teman-teman Muslim lainnya.
~
Solihin
# ismail 2014-08-15 23:06
~
Benar sekali. Isa adalah Kalimat Allah yang adalah Allah yang menjadi manusia (Qs 3:45, 47). Pertanyaan, siapakah yang menciptakan Kalimat Allah?
# Staff Isa dan Islam 2014-08-16 14:29
~
Saudara Ismail,

Terimakasih untuk komentar saudara. Pertanyaan itu patut mendapat perhatian dari saudara kita, umat Islam.
~
Solihin
# mumet 2014-08-18 13:59
~
Menjawab pertanyaan saudara IDI.

Dalam Injil, Surat 1 Yohanes 1:9, bukankah syarat untuk diampuninya suatu dosa, manusia cukup mengakui dosanya saja. Coba saudara tunjukan pernyataan mana yang mengharuskan manusia untuk melakukan pengorbanan, sehingga menurut keyakinan saudara Tuhan mengambil alih untuk menanggung dosa dan menebusnya dengan pengorbanan.

Coba pikirkan siapa yang bikin dan punya peraturan? Dan siapa yang harusnya melaksanakan peraturan itu? Layakkah Tuhan menjadi pemain pula. Lagi pula aturan main yang Dia buat, dilanggar-Nya sendiri. Jadi dari mana aturan itu ada? Dari Tuhan atau manusia? Jika Tuhan tidak buat aturan itu, pasti dari selainnya. Jadi independenkah Tuhan kalau itu ternyata aturan yang dibuat manusia. Silahkan direnungkan.
# Staff Isa dan Islam 2014-08-19 21:57
~
Salam Sdr. Mumet,

Kami menyampaikan terimakasih untuk pemapran saudara yang begitu baik.

Saudar Mumet, perlu umat Muslim ketahui, Alkitab ditulis secara sistematis dan teratur. Setiap hendak menyelidikinya perlu di ketahui kontes dan teksnya. Tentu tidak demikian dengan Al-Quran, bukan?

Soal pemapran saudara dalam Injil, Surat 1 Yohanes 1:9 jelas harus mengacu pada kitab-kitab sebelumnya. Hal itu menjelaskan tentang seseorang yang telah percaya kepada Isa Al-Masih. Terimakasih.
~
Salma
# Jonathan Deivid Alfa 2014-08-19 10:16
~
Shalom,

Terimakasih untuk staff Isa. Di Injil Matius 7:21, 22 jelas bahwa Tuhan Yesus menyatakan bahwa diri-Nya adalah Tuhan dan yang akan menjadi Hakim yang adil di hari terakhir (baca Injil Yohanes 14:3). Di ayat 22b dikatakan, "Tuhan, Tuhan bukankah kami bernubuat demi nama-Mu...". Jadi, di ayat 22b penjelasannya dengan membaca Matius 7:17-19.

Injil, Yohanes 14:6, telah dijelaskan di Injil Matius 7:21 bagian bawah menyatakan "melaikan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga". Bandingkan Injil Yohanes 5:22,30,37-40; 6:40; 8:18,24. Pada ayatnya yang ke-23 Tuhan Yesuslah yang akan menghakimi kita (bandingkan Injil Yohanes 14:9-11). Tuhan Yesus memberkati kita sekalian.

Shalom.
# Staff Isa dan Islam 2014-08-19 20:41
~
Saudara Jonathan,

Terimakasih untuk penjelasan saudara yang baik sekali. Kiranya ini bermanfaat bagi pengunjung situs ini.
~
Solihin
# hany aro 2014-08-22 17:40
~
Yesus Bukan Tuhan

Yohanes 12:49-50, "Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan. Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku."

Coba tengok kata-kata, “...Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan.”
# Staff Isa dan Islam 2014-08-24 19:23
~
Saudara Hany Aro,

Kami sangat bersyukur bahwa ayat Alkitab memiliki kaitan dengan ayat sebelum dan sesudahnya. Kami mengajak saudara untuk membaca ayat sebelumnya.

"Dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku. Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan" (Injil, Rasul Besar Yohanes 12:45-46). Jika seseorang telah melihat Isa Al-Masih, maka ia telah melihat Allah. Dan Isa Al-Masih adalah Terang. Bukankah Allah adalah Terang dunia? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# Ikhlas 2014-08-26 16:45
~
Assalamualaikum,

Ketika ada Muslim menyampaikan ayat Al-Quran yang menyatakan Al-Masih bukan Tuhan, maka admin menjawab: ''Kami tidak harus mengutip semua ayat dalam Al-Quran..."
# Staff Isa dan Islam 2014-09-01 15:14
~
Saudara Ikhlas,

Terimakasih untuk komentar saudara. Maaf, bila sebagian komentar saudara terpaksa kami hapus karena tidak sesuai dengan topik di atas. Kiranya saudara memaklumi hal ini.

Kembali ke topik. Artikel di atas dengan jelas dan baik menjelaskan Ketuhanan Isa Al-Masih berdasarkan Al-Quran dan Injil. Karena itu, bila saudara mempunyai keberatan tentang bukti-bukti yang diberikan dari Al-Quran, silakan saudara sampaikan. Dan kami siap mendiskusikanny a dengan saudara.
~
Solihin
# mumet 2014-08-27 08:25
~
Yth. Staff IDI,

Uraian anda berkaitan dengan pertanyaan saya beberapa hari yang lalu, saya rasa belum menjawab esensi pertanyaan saya dengan tegas. Karena kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya pasti bisa menjawabnya dengan tegas dan jelas. Kemudian pernyataan anda mempelajari kitab harus tahu konteks, sementara anda berbicara tentang ayat Al-Quran seakan-akan anda tahu, padahal sebenarnya anda tidak tahu konteksnya sama sekali.

Kitab mana yang penyusunannya lebih sistematis dari Al- Quran. Dan buat Muslim cukup Al-Quran saja karena sudah lengkap. Tidak perlu kitab yang sebelumnya untuk pedoman saat ini dan seterusnya. Silakan dicerna dengan hati anda.
# Staff Isa dan Islam 2014-09-01 15:22
~
Saudara Mumet,

Tentu saudara bisa saja menyangkal Ketuhanan Isa Al-Masih. Tetapi bukti dari Al-Quran dan Alkitab telah menjelaskan Ketuhanan Isa Al-Masih. Dan artikel di atas dengan sangat baik telah menjelaskannya. Nah, Isa Al-Masih memiliki tujuan ketika datang ke dunia. Yaitu untuk menyelamatkan manusia dari dosa dengan cara "memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang". Kiranya ini menjawab pertanyaan saudara.
~
Solihin
isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer

Isa Islam Dan Kaum Wanita

Click gambar di samping untuk artikel - artikel untuk wanita Muslim


 

www.isaislamdankaumwanita.com