Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter

Benarkah Isa Al-Masih Adalah Tuhan?

SurgaPengunjung situs Isa dan Islam sering menanyakan, “Mengapa orang Kristen memanggil Isa Al-Masih, “Tuhan”?  Jawabannya: Orang percaya menyembah Isa Al-Masih sebagai Tuhan karena ini yang diajarkan dalam Taurat, Zabur, Kitab Nabi-Nabi dan Injil.

Kami melihat beberapa ayat di Al-Quran yang juga menunjukkan kepada keilahian Isa Al-Masih.

AL-QURAN DAN KETUHANAN ISA AL-MASIH

Jika orang Kristen membaca Al-Quran, mereka akan menemukan istilah-istilah yang menjelaskan bahwa Isa Al-Masih jauh lebih dari seorang nabi biasa. Diantaranya:

(1) Isa Al-Masih adalah “seorang anak laki-laki yang suci.” (Qs 19:19).  Pernyataan ini didukung dalam Injil (Kisah Para Rasul 4:30).  Jika kita menyelidiki Al-Quran maupun Alkitab, kita akan melihat bahwa semua nabi lain pernah berdosa. Isa Al-Masih adalah satu-satunya nabi yang tidak pernah berdosa.  Dan HANYA Allah yang tidak berdosa!!  Kesimpulannya: Isa Al-Masih adalah Tuhan karena Ia juga tidak pernah berdosa.

(2) Isa Al-Masih diberi gelar “Kalimat Allah.” (Qs 3:35, 39; Injil, Rasul Yohanes 1:1) Jelas “Kalimat Allah” tidak mempunyai permulaan.  Jika ada permulaan, maka ada masa dimana Allah tidak berkalimat. Itu mustahil!!  Karena Isa Al-Masih adalah “Kalimat Allah” maka Ia juga Allah.

(3) Isa Al-Masih adalah “terkemuka di dunia dan di akhirat.” (Qs 3:5; Injil, Surat Filipi 2:9-11).  Di sini kita melihat bahwa Ia lebih dari semua nabi yang pernah hidup.  Juga, Dia lebih dari semua malaikat.  Walaupun hal ini tidak membuktikan bahwa Isa Al-Masih adalah Tuhan, tapi jelas memberi Dia kedudukan di atas semua mahluk di dunia dan di sorga.

(4) Isa Al-Masih merupakan “Tiupan Roh dari Allah.” (Qs 4:171; Injil, Surat Filipi 1:19).  Kita tahu bahwa Roh Allah kekal adanya. Jika Isa Al-Masih adalah tiupan dari Roh Allah, Ia juga kekal adanya. Maka: Isa Al-Masih adalah juga Tuhan.

(5) Isa Al-Masih disebut “rahmat dari Kami [Allah].” (Qs 19:21; Injil, Lukas 2:34; Injil, Surat Ibrani 2:17; Injil, Surat Titus 3:5).  Jelas hanya Allah yang mempunyai rahmat. Jika Isa Al-Masih disebut ‘rahmat’ berarti Dia juga Tuhan.

PENGAKUAN ISA AL-MASIH TENTANG KEILAHIAN-NYA

(1) Akulah Akuadalah nama yang Allah berikan untuk diri-Nya di Taurat (Taurat Musa, Keluaran 3:14).  Isa Al-Masih juga memakai nama ini untuk diri-Nya sendiri, Aku telah Ada.” (Injil, Yohanes 8:58)

(2)Anak Manusia,” adalah sebutan untuk Tuhan yang disembah oleh segala bangsa. (Kitab Nabi, Daniel 7:13-14)  Isa Al-Masih membenarkan tuduhan Imam Besar bahwa Ia sendiri adalah Anak Manusia itu. (Injil, Matius. 26:62-65)  

(3) Mesias, Anak Allah yang hidup.” Saat Rasul Petrus mengakui-Nya sebagai Mesias, Anak Allah yang hidup, Isa Al-Masih memuji dia dengan mengatakan bahwa Allah sudah mengilhamkan pengertian itu kepadanya. (Injil, Matius 16:15-17)

(4) Ya Tuhanku, ya Allahku.” Saat Rasul Tomas memanggil Isa Al-Masih dengan dua sebutan ini, Isa Al-Masih mengiyakannya. (Injil, Rasul Yohanes 20:28)

PENJELASAN LAIN DALAM INJIL

(1) Firman (Kalam, Kalimat) adalah Allah.  Jelas dalam ayat ini bahwa “Kalimat Allah” tidak berbeda dari Allah. (Injil, Yohanes 1:1)

(2) Isa Al-Masih mengatakan bahwa ia adalah kebenaran, hidup, jalan.” Ia tidak mengatakan “mempunyai” kebenaran (walaupun itu betul).  Tapi, Dia “adalah” kebenaran.  Kebenaran jelas kekal adanya, tanpa permulaan. Kalau demikian Isa Al-Masih tidak mempunyai permulaan. (Injil, Yohanes 14:6)

(3) Ia dipanggil Tuhan berulang kali dalam Injil, seperti dalam Surat Filipi 1:2, Surat Kolose 1:15-19)

NUBUATAN KITAB NABI-NABI BAHWA ISA AL-MASIH ADALAH TUHAN

(1) Nabi Yesaya meramalkan bahwa seorang anak akan dilahirkan dan akan diberi nama: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang kekal, Raja Damai.  Nubuat ini terdapat dalam Kitab Nabi-Nabi, Yesaya 9:5-6

(2) Nabi Mikha meramalkan bahwa akan datang dari kota Betlehem seorang yang akan memerintah.  Permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.  Artinya Raja yang akan datang kekal adanya.  Nubuat ini mengenai kedatangan Isa Al-Masih dan memuat kenyataan bahwa Isa Al-Masih, seperti Allah, kekal adanya. (Kitab Nabi-nabi, Mikha 5:1)

KESIMPULAN

Cukup banyak ayat dalam Kitab Suci yang menyatakan Keilahian Isa Al-Masih. Orang Kristen menjunjung tinggi Kitab Suci, yaitu Taurat, Zabur, Nabi-nabi dan Injil. Dan percaya apa yang tertulis dalam kitab-kitab ini diilhamkan Allah. Kitab Suci berulang kali menekankan bahwa Isa Al-Masih, Kalimat Allah, adalah Tuhan.

Yang sangat indah, kasih Allah yang besar tercurah pada kita. Isa Al-Masih disalib untuk menyelamatkan kita dari hukuman dosa yang kekal.  Untuk menyelidiki keselamatan lebih mendalam bacalah seksi pada situs ini mengenai keselamatan.


Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Add comment

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Komentar hanya diperbolehkan menjawab salah satu dari 3 pertanyaan fokus yang dimuat di bagian akhir artikel. Kecuali beberapa artikel yang tidak memuat 3 pertanyaan fokus.
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments  

# Joannes Afif Idroes 2010-08-09 10:26
*
Ya, demikianlah ayat Kitab Suci Injil terbitan dan terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia, Jakarta. Dalam Bible Inggris, Isa / Yesus itu diberi gelar sebagai Lord. Lord dalam pengertian umum tidak sama dengan God dalam bahasa Inggris.

Dalam bahasa Melayu Lama disebut 'Tuan'. Mengapa jadi disebut 'Tuhan', yang dimengerti sebagai kata 'Tuhan' itu adalah Allah. Itulah yang saya mengerti. Terimakasih.
# hanim 2010-08-23 15:02
*
Tuhan adalah Maha Kuasa, Maha Esa, dan Maha Pencipta.

Yang selalu menjadi pertanyaan saya: Isa Al-Masih adalah Tuhan, padahal secara wujud Dia seperti manusia. Sebelum Dia ada, sudah ada manusia yang hidup. Lalu siapakah yang menciptakan manusia sebelum Isa ada? Soalnya, Ia datang belakangan.
# shiddiq 2010-08-29 12:26
*
Orang-orang Yahudi berkata bahwa Yesus adalah anak tidak sah dari Maryam karena Ia tidak dapat menunjukkan seorang ayah. Dan orang-orang Kristen dengan alasan yang sama, membuatnya menjadi Tuhan dan anak keturunan Tuhan.

Hanya cukup satu ayat saja untuk menolak kebohongan ini: "Wahai ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan kepada Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al-Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) Roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan, (Tuhan itu) tiga, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai pemelihara." (Qs. 4:171).
# hanim 2010-09-04 15:09
*
(1) Jika dikatakan Allah Yang Maha Esa itu beroknum tiga, lalu dimana letak ke-Esa-an Allah?

(2) Dalam Qs. 4:171 memang tidak secara langsung menyebutkan kalau Isa Al-Masih diciptakan (yang mana dalam penciptaan terdapat proses pembuahan). Isa Al-Masih diciptakan melalui Kalimat Allah, yakni "Kun fayakun". Jika Allah berkehendak, maka jadilah Ia.
# Staff Isa dan Islam 2010-09-08 06:18
~
(1) Saudara Hanim mempunyai jiwa dan tubuh yang jelas berbeda satu dari yang lainnya. Namun Saudara masih satu orang. Adanya jiwa bukan embel-embel pada keesaan Saudara. Demikian juga Allah Maha Esa yang beroknum tiga. Jelas hal ini sulit dimengerti, sebab Allah jauh melebihi manusia. Untuk mengerti kelemahan-kelem ahan dalam konsep Tauhid bacalah karangan di xr.com/lt57

(2) Adalah jelas bahwa Kalimat Allah tidak diciptakan. Dia kekal adanya. Firman Allah berbunyi: "Pada mulanya adalah Firman [Kalimat, Kalam]; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1). Injil menjelaskan bahwa Kalimat Allah yang kekal adanya menjelma menjadi manusia melalui proses kelahiran.
~
JG
# Ali bin Musleman 2011-02-24 12:03
*
Tidak ada satupun pernyataan/peng akuan Isa/Yesus adalah Tuhan/Allah selagi hidup-Nya.

Pernyataan bahwa Dia adalah Tuhan didasari atas mujizat-mujizat yang dilakukan-Nya yang terdapat dalam Injil.
# hadi 2011-02-28 16:31
*
Mengapa orang Kristen mengartikan Kalam itu Allah? bukankah sudah jelas bahwa Kalam itu artinya kalimat?.

Terimakasih, maaf atas kekurangannya.
# aingtea 2011-05-24 00:21
*
Injil, Rasul Besar Yohanes 17:3 “Dan inilah cara memperoleh hidup kekal itu -- dengan mengenal Engkau, satu-satunya Allah Yang Benar, dan Yesus Kristus, yang telah Engkau utus ke dunia.”

Yesus Kristus itu adalah Utusan, bukan Tuhan.
# andrea 2011-07-01 22:38
*
Hanya Allah saja yang tau tentang kiamat, tapi ternyata ada selain Allah yang tau tentang kiamat itu, "dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat,(Isa berkata)dan ikutlah Aku, inilah jalan yang lurus" (Qs.43:61)

Nyata bukan? Jalan yang lurus?
Bukankah itu yang anda minta setiap shalat, 5 kali dalam sehari, 17 kali setiap shalat, Al-Fatihah?

"Ihdinaashshiraa thalmustaqiim...."
Artinya tunjukkanlah jalan lurusmu.
Apakah anda orang yang bingung? Tanya jalan lurus, ditunjukkan jalan lurus itu, tapi anda ragu dan menganggap jalan itu salah.
# lucky 2011-08-02 04:27
*
Dalam Injil yang dikarang oleh Markus pasal 10:17-19 dikisahkan seseorang bertanya kepada Yesus:
“Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”

Jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorang pun yang baik selain dari pada Allah saja. Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!”

Ajaran Yesus tentang keselamatan tersebut sangat jelas, gamblang dan tidak memerlukan penafsiran bahwa untuk mencapai keselamatan seseorang harus mentaati hukum Taurat.

Yesus sama sekali tidak menyinggung apalagi mengajarkan secara nyata, bahwa keselamatan dapat dicapai dengan meyakini Yesus sebagai korban penebus dosa yang menyerahkan nyawa-Nya dan mati di tiang salib.
# Sultan Heru 2011-08-08 08:28
*
Al Maidah; 72: “Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.”

Kalau anda meyakini kebenaran pada Al-Quran, mengapa anda tidak menulis ayat ini? Kami umat Islam sudah meyakini jalan keselamatan adalah mengikuti nabi Muhammad. Mengikuti Isa Al-Masih yang meng-Esakan Allah, bertakwa kepada Allah.

Injil, Rasul Besar Yohanes 17:3; “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.”

Apakah yang diutus = yang mengutus?
# ayu 2011-08-11 15:30
*
Yesus berkata dalam Injil, Rasul Besar Yohanes 6:38-40:
"Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu setiap orang,yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal dan supaya Aku membangkitkanny a pada akhir zaman."

Semoga saudara-saudara ku memperoleh berkah dari Tuhan Yesus, dan dapat percaya pada-Nya sehingga kita kelak bertemu di surga, Amin.
# Staff Isa dan Islam 2012-01-31 14:06
~
Saudara Ayu,

Teruslah doakan saudara-saudara kita yang belum beroleh keselamatan dan pembersihan dari aib yang menajiskan manusia. Sebab sesungguhnya manusia telah menjadi najis dan tidak satu manusiapun layak dihadapan Allah yang Maha suci.

Ayat yang saudara kutip tersebut adalah perkataan Isa Al-Masih yang menjelaskan tentang diri-Nya. Isa Al-Masih menyebut diri-Nya adalah Utusan, Anak dan Allah adalah Bapa-Nya. Tentu saudara dari umat Muslim sulit memahami ayat ini. Namun perhatikanlah penjelasan singkat ini:

Hanya dengan Allah menjadi “utusan dan Anak manusia yang taat pada perintah” barulah manusia dapat belajar arti kerendahan hati, kebajikan, ketaatan, kesucian, kuasa/otoritas, pengorbanan dan kasih yang besar. Semua itu dapat dikerjakan secara bersamaan hanya oleh Allah. Dan Isa Al-Masih juga menjelaskan diri-Nya: “Aku (Isa Al-Masih) dan Bapa (Allah) adalah satu” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30).
~
NN
# salahasuhan 2011-08-23 07:45
*
a. Injil, Rasul Besar Yohanes 17:3 “Inilah hidup yang kekal, yaitu supaya mereka mengenal Engkau, Allah yang Esa dan Yesus Kristus yang telah Engkau suruhkan itu.”

b. Zabur, Kitab Ulangan 4:35 “Maka kepadamulah ia itu ditunjuk, supaya olehmu bahwa Tuhan itulah Allah dan kecuali Tuhan yang Esa tiadalah yang lain lagi.”

c. Injil, Rasul Markus 12:29 “Maka jawab Yesus kepadanya, hukum yang terutama ialah: Dengarlah olehmu hai Israil, adapun Allah Tuhan kita, ialah Tuhan yang Esa.”

d. Zabur, Kitab Ulangan 6:4 “Dengarlah, hai orang Israil: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu Esa.”

Ayat-ayat di atas menyebutkan Tuhan adalah Esa dan menyebut Yesus adalah Pesuruh Allah (Utusan/Rasul), bukan Tuhan.
# Lusimin 2011-09-03 22:04
*
Salah satu hal yang membatalkan keilahian Yesus adalah: Karena Yesus tidak rela diri-Nya dihina dengan cara dibantai dan disalib.
# adi 2011-10-16 11:43
*
Jika benar Isa Al-Masih adalah Tuhan, mengapa Dia repot-repot turun ke bumi, disalib dan menderita hanya untuk mengampuni dosa manusia, bukankah Dia cukup memerintahkan malaikat-Nya saja, bukankah Dia Maha Kuasa?
# Jalil 2011-10-17 00:34
*
Jika benar Isa Al-Masih adalah Allah yang menjelma, mengapa kita harus bertuhan pada jelmaan-Nya?

Lalu, jika benar penyaliban Isa Al-Masih sebagai penebusan dosa seluruh umat manusia, maka kita bebas berbuat apa saja seperti binatang dan tidak perlu bertobat karena dosa kita sudah ditanggung oleh Isa Al-Masih!
# lucky 2011-10-17 19:29
*
Saudaraku umat Kristus, renungkanlah bahwa sesungguhnya kalian telah menghujat Allah dengan menurunkan derajat-Nya sebagai manusia dalam diri Yesus.

Sebenarnya Islam yang benar-benar mengikuti ajaran Kristus sejati, yaitu menyembah hanya kepada Allah Yang Maha Esa seperti yang dilakukan oleh Yesus dan semua Nabi/Rasul utusan Allah.
# Noname 2011-11-23 16:42
*
Setelah saya membaca di atas ada ayat yang mendukung Yesus adalah Tuhan. Tapi juga ada ayat yang mendukung Yesus bukan Tuhan atau Allah.

Tuhan Allah ~> Tuhan Jesus ~> Tuhan Rohkudus = Trinitas!!

Manusia dimanakah?
# Staff Isa dan Islam 2011-11-24 13:32
~
Saudara Noname,

Allah dalam Alkitab adalah Allah Tritunggal. Konsep Allah Tritunggal tidak dapat dimengerti sepenuhnya oleh akal manusia. Oleh sebab itu Allah Yang Tak Terbatas hanya dapat diterima melalui iman.

Justru itulah tandanya Allah Maha Agung. Jika Allah mudah dimengerti oleh otak manusia, maka mungkin manusialah yang lebih besar dari Allah.

Roh Kudus adalah pribadi Allah dalam konsep Tritunggal. Roh Kudus adalah Pribadi penolong yang memimpin kita, dalam bentuk Roh yang dijanjikan oleh Isa Al-Masih sebelum kenaikan-Nya ke sorga (Injil, Sura Kisah Para Rasul 1:6-9).

Menurut ajaran Alkitab, seorang Kristen memiliki Roh Kudus di dalam dirinya. Roh tersebut berfungsi sebagai penolong, pemimpin, penghibur, dan teman yang setia. Roh Kudus menuntun umat Kristiani agar hidup sejalan dengan kehendak Tuhan. Roh Kudus juga merupakan penghubung antara umat Kristiani dengan Allah.

Oleh sebab itu dengan Roh Kudus yang tinggal di dalam kita, maka kita akan mengerti indahnya keselamatan di dalam diri Isa Al-Masih, dan kita telah memperoleh keselamatan tersebut.
~
SO
# grandma 2011-12-16 00:34
*
Ayat-ayat terjemahan Al-Quran yang menyebut "Rahmat dari Kami, Kalimat Allah, yang terkemuka di dunia dan akhirat, tiupan Ruh dari Allah, Anak lelaki yang suci" ini kalian katakan bukti Isa Al-Masih itu Tuhan?

Pernyataan yang belum kokoh dan tidak membuktikan Isa Al-Masih itu Tuhan, karena ungkapan itu bisa ditafsirkan sebaliknya.

Carilah ayat Al-Quran yang benar-benar menyebut Isa Al-Masih adalah Tuhan dan Tuhan adalah Isa Al-Masih!
# aingtea 2012-02-14 00:07
*
Jadi bagaimana dengan ayat Injil di bawah ini; “aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diriku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku”. (Injil, Rasul Besar Yohanes 5:30)

Juga: “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus” (Injil, Rasul Besar Yohanes 17:3).
# Staff Isa dan Islam 2012-02-21 11:41
~
Isa Al-Masih berkata seperti itu kepada mereka yang tidak percaya bahwa Dialah juruselamat manusia. Maka Isa Al-Masih menjelaskan kepada hal yang lebih mudah diterima oleh orang-orang saat itu, yaitu mengenai Bapa (Allah).

Untuk memahami ayat tersebut baca juga ayat-ayat sebelumnya, "Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah (Isa Al-Masih), dan mereka yang mendengarnya, akan hidup."(Injil, Rasul Besar Yohanes 5:22-25).

Dalam ayat-ayat tersebut Isa Al-Masih memberikan petunjuk. Siapakah Isa Al-Masih jika bukan Allah itu sendiri sehingga Ia sebagai hakim semesta ini, sehingga Isa berkata menghormati-Nya sama dengan menghormati Allah. Mendengar-Nya berarti mendengar Allah. Percaya kepada-Nya berarti beroleh hidup yang kekal. Dan orang-orang mati akan mendengar suara Isa Al-Masih. Berdasarkan ayat diatas, adakah manusia sesempurna Allah. Jika Isa Al-Masih bukan Allah maka mengapa Dia sesempurna itu. Isa Al-Masih berkata "Aku (Isa Al-Masih) dan Bapa (Allah) adalah satu"(Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30)

Dan dalam Yohanes 17:3 juga dijelaskan bahwa orang yang memiliki hidup yang kekal artinya tidak masuk dalam siksa neraka adalah manusia yang mengenal Allah dan Isa Al-Masih.
~
NN
# aurelius 2012-03-08 17:52
*
Saya kesulitan untuk membedakan antara "Tuhan Yesus dan Allah Yesus"

Kapankah Yesus adalah Tuhan, atau kapankah adalah Allah atau keduanya adalah sama?
# Staff Isa dan Islam 2012-03-09 19:47
~
Saudara Aurelius,

Kekristenan tidak pernah mengimani adanya “Tuhan Yesus dan Allah Yesus”. Orang Kristen hanya percaya bahwa Tuhan hanya ada satu. Yaitu Tuhan Yesus Kristus. Dialah Sang Pencipta, Allah alam semesta yang menciptakan langit dan bumi, isinya, termasuk manusia juga saudara Aurelius.

Tuhan Yesus Kristus adalah kekal. Tidak ada masa atau waktu dimana Dia ditetapkan sebagai Tuhan. Bila ada masa ditetapkannya Dia sebagai Tuhan, maka Dia bukan Pencipta?, melainkan hanya ciptaan.

“Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:3).
~
SO
# naya sehyu 2012-03-16 12:30
*
Sampai kapanpun, kami tetap tidak akan bisa menerima Yesus sebagai Allah.

Allah adalah sosok yang tidak bisa dijelaskan, tidak bisa dimengerti, tidak bisa dilihat. Bagaimana mungkin Yesus adalah Allah? Yesus bisa dilihat, bisa dipegang juga.
# Staff Isa dan Islam 2012-03-17 17:11
~
Saudara Naya,

Kami menghargai pernyataan saudara. Forum ini adalah forum diskusi, bukan forum untuk memaksakan seseorang menerima apa yang kita yakini.

Ketahuilah, bahwa tujuan kami mengadakan forum ini, untuk berbagi informasi khususnya tentang Pribadi Yesus. Di mana semua informasi harus berdasarkan pada apa yang tertulis dalam Al-Quran dan juga Alkitab.

Saudara betul, Allah adalah sosok yang tidak dapat dijelaskan. Sebab, manusia dengan keterbatasannya tidak mungkin dapat menjabarkan dengan baik siapakah Allah sebenarnya. Namun lewat sosok Yesus, setidaknya kita dapat mengenal bahwa Allah Maha Kasih. Yesus bukan hanya memberi ajaran, tetapi Dia juga memberi teladan akan hal itu.

Inilah doa Yesus bagi orang yang menyalibkan-Nya “Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat" (Injil, Rasul Lukas 23:34).
~
SO
# madridista 2012-04-14 22:26
*
Nabi Isa adalah Allah hanya dalam Alkitab. Bagimana mungkin Dia pun Allah di Al-Quran?

Katakanlah Isa juga adalah Allah di Al-Quran, timbul pertanyaan aneh, bagaimana mungkin nabi Isa yang menciptakan manusia akan datang dan memusnakan babi? Serta orang-orang yang percaya bahwa Dia adalah Tuhan ?

Jika di Alkitab, Yesus datang untuk menyelamatkan orang yang percaya pada-Nya, tetapi di Al-Quran Isa justru membinasakan mereka. Bagaimana anda menyatukan dua presepsi yang berbeda ini, sedangkan referensi anda adalah kedua kitab ini.
# Staff Isa dan Islam 2012-04-17 15:14
~
Saudara Madridista,

Bicara tentang Allah, seharusnya Allah itu hanya satu untuk jagat raya. Apakah saudara setuju akan hal ini?

Saudara mengatakan Isa akan datang untuk memusnahkan babi. Pertanyaan kami, mengapa Isa yang notabene adalah Kalimat Allah harus datang ke dunia untuk memusnakan babi? Apakah tidak ada pekerjaan lain yang lebih penting dari sekedar memusnakan babi?

Umat Islam diperintahkan untuk mengimani kitab Taurat, Zabur, Injil juga Al-Quran. Bila saudara Madridista mengatakan Isa adalah Allah dalam Alkitab, berarti Isa juga Allah dalam Al-Quran. Selidikilah Taurat, Zabur juga Injil. Ketiga kitab ini memberi kesaksian yang sama tentang Yesus/Isa. Datang ke dunia untuk memberi jaminan kepastian Keselamatan bagi manusia, termasuk saudara Madridista.

Tapi mengapa Al-Quran bicara lain? Inilah yang perlu saudara Madridista selidiki. Mengapa justru 'kitab' yang disebut sebagai penyempurna ini justru memberi kesaksian berbeda dari kitab-kitab sebelumnya.
~
SO
# Tari Ngotna 2012-04-18 23:50
*
Saya percaya Injil bahwa tidak seorang pun dapat percaya bahwa Isa Al-Masih (Yesus) adalah Anak Allah, Tuhan dan Juruselamat, jika bukan Roh Allah yang menyatakan kepadanya. Yesus mengatakan ini kepada Simon Petrus (Matius 16:13-17).

Menurut saya adalah percuma diskusi dengan para Muslim atau non-Kristen jika mereka tidak berdoa dengan sungguh-sungguh dan rendah hati (sembahyang) meminta kepada Allah Pencipta Alam Semesta untuk memberitahukan siapa sebenarnya Allah Yang Benar. Saya percaya seseorang yang haus akan kebenaran sejati bila memohon kepada Tuhan Yang Maha Benar dengan sungguh-sungguh maka Allah akan menjawab permohonannya.

Saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak, pembaca dan Staf IsadanIslam.

Salam hangat.
# Staff Isa dan Islam 2012-04-24 15:20
~
Saudara Tari Ngotna,

Apa yang saudara katakan tidak sepenuhnya salah. Memang seseorang perlu meminta tuntunan diri, agar Allah menyatakan sendiri kebenaran-Nya pada seseorang yang merindukan-Nya.

Tapi sebagai orang yang telah terlebih dahulu menerima Kebenaran Allah, adalah kewajiban kita membagikan kebenaran tersebut pada mereka yang belum mengetahuinya. Apakah orang yang diberi tahu mau percaya atau tidak, itu bukan urusan kita. Yang menjadi bagian kita adalah memberitakan Kebenaran Allah dan selebihnya menjadi bagian Allah.
~
SO
# Pamungkas 2012-06-20 21:16
*
Kenapa kata Kalimat dan Firman Allah menunjuk kepada Allah itu sendiri padahal pengertiannya adalah apa yang diwahyukan Allah kepada yang dikehendaki-Nya (Maryam).

Yesus memang yang lahir tanpa ayah dan sering menyebut Tuhan dengan panggilan Bapa, tapi itu tidak berarti Yesus adalah Putera Tuhan yang lebih jauh dianggap salah satu personal dalam Trinitas.

Kalau begitu, bagaimana dengan Nabi Adam yang lahir tanpa ayah dan ibu, kenapa tidak digolongkan dalam Trinitas juga? Karena tanpa kehadiran Nabi Adam, tidak mungkin ada Yesus dan semua yang namanya manusia di dunia ini.

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2012-06-22 16:38
~
Saudara Pamungkas,

Menurut saudara, apakah “suara” saudara Pamungkas bukanlah saudara Pamungkas sendiri? Apakah suara, jiwa/pikiran, tubuh saudara Pamungkas adalah tiga bagian yang berbeda dan dapat dipisahkan satu dengan lain? Tentu tidak bukan?

Demikian juga halnya dengan Kalimat atau Firman Allah. Bila Kalimat atau Firman Allah dipisahkan dari Dia, maka ada waktu dimana Allah tidak dapat berkata-kata atau bisu.

Untuk memahami Trinitas, saudara dapat membaca artikel di ulr ini: http://tinyurl.com/7y5qolz.

Isa Al-Masih disebut sebagai Anak Allah karena Ia dengan sempurna menyatakan Allah kepada manusia. Dia dengan sempurna menjelaskan kehendak dan sifat Allah kepada manusia. Dan menyatakan kasih dan kesucian dan keselamatan dari Allah kepada manusia. Satu hal yang perlu saudara pahami, Isa Al-Masih bukanlah anak biologis Allah!

Demikianlah, Isa Al-Masih disebut sebagai bagian dari Trinitas Allah bukan hanya semata-mata Dia lahir tanpa ayah.
~
SO
# purwa 2012-06-27 22:20
*
Bukti-bukti ketuhanan Yesus tidak bisa dibuktikan dan hanya karangan saja.
# Staff Isa dan Islam 2012-07-03 11:08
~
Saudara Purwa,

Artikel di atas menunjukkan ke-Tuhanan Isa Al-Masih yang dinyatakan oleh Kitab suci maupun Al-Quran.

Dengan kata lain, saudara telah meragukan Al-Quran yang memberitahukan bahwa Isa Al-Masih adalah seorang yang suci, Kalimat Allah, seorang yang terkemuka di dunia dan di akhirat, merupakan tiupan Roh dari Allah dan Rahmat dari Allah!

Juga meragukan perkataan Isa Al-Masih sendiri yang notabene seorang yang suci, yang adalah kebenaran (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6). Bahkan meragukan kebenaran Firman Allah (Taurat, Zabur dan Injil) yang di dalamnya merupakan petunjuk dan terang. Juga berkah yang dapat menjawab keraguan dan pertanyaan Muhammad.

Bukankah ini lebih dari cukup membuktikan Ke-Tuhanan Isa Al-Masih?
~
DA
# Indri 2012-07-04 11:36
*
Jika Isa adalah Allah, maka kenapa Isa berucap Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? Bukankah Yesus sendiri Allah? Selain itu, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Siapa yang dimaksud Bapa disini?

Yohanes 5:07 berbunyi: "Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu". Ayat ini adalah bohong.
# Staff Isa dan Islam 2012-07-05 15:09
~
Saudara Indri,

Untuk mengetahui mengapa Yesus mengatakan demikian, saudara harus terlebih dahulu dapat memahami bahwa Isa Al-Masih adalah Kalimatullah yang datang ke dunia dalam rupa manusia. Dengan kata lain, secara jasmani, Isa adalah 100% manusia. Dia melakukan hal-hal yang umumnya dilakukan oleh manusia. Dia juga mempunyai perasaan, seperti sedih, sakit, senang dll.

Tetapi dalam keilahian-Nya, Isa juga 100% adalah Allah. Itulah sebabnya Isa dapat melakukan hal-hal yang hanya dapat dilakukan oleh Allah saja. Misalnya mengampuni dosa seseorang. “Lalu Isa berkata kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni" (Injil, Rasul Lukas 7:48).

Sedangkan pertanyaan saudara di atas, mengapa Isa ketika disalib memanggil Allah. Seseorang yang sedang disalib tentu merasa kesakitan yang luar biasa. Sehingga, adalah wajar bila Isa, yang pada saat itu adalah seorang manusia merasakan juga kesakitan. Dalam kesakitan-Nya itulah Dia berteriak memanggil Allah Bapa.

Saudara mengatakan Yohanes 5:07 adalah bohong. Kami tidak tahu apa alasan saudara mengatakan ayat tersebut bohong. Namun satu hal yang kami tahu, bahwa Kitab Suci berisi firman Allah. Allah jelas tidak pernah berbohong ketika menyampaikan firman-Nya.
~
SO
# Adi 2012-08-11 08:04
*
Adakah ayat yang mememerintahkan sembahlah Aku (Yesus), karena Aku adalah Tuhanmu, atau kalimat yang sejenisnya?
# Staff Isa dan Islam 2012-08-16 16:59
~
Saudara Adi,

Dalam Alkitab Isa Al-Masih tidak pernah berkata "Aku adalah Tuhan, sembahlah Aku.” Karena tujuan Dia datang ke dunia bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi tetapi lebih dari pada itu untuk memberitakan “Jalan Keselamatan”.

Adalah penghujatan bila manusia membiarkan dirinya disembah orang, bahkan malaikat sekalipun tidak boleh disembah oleh manusia. Tapi Isa Al-Masih membiarkan diri-Nya disembah oleh manusia karena memang itu adalah hak-Nya. Semua sifat Allah diberikan kepada Isa Al-Masih, Kemuliaan dan 'sembah sujud' yang adalah hak Allah saja diberikan juga kepada Isa Al-Masih.

“Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata:"Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.” (Injil, Kitab Wahyu 1:13)

Kiranya saudara juga dapat mengalami keselamatan dari Isa Al-Masih. Untuk itu silakan baca dan renungkan di url ini: http://tinyurl.com/6ntpehg
~
DA
# arie 2012-08-18 10:13
*
Kalau dalam Alkitab tidak ada secara tegas bahwa Isa Al-Masih mengatakan "sembahlah Aku sebagai Tuhanmu" Ini hanyalah pendapat para muridnya.

Jelas ini sangat-sangat krusial sekali, karena penyembahan dalam agama adalah bagaimana agama mengajarkan kita cara untuk menyembah / berdoa dengan benar kepada Yang Maha Kuasa Pencipta alam semesta. Jalan keselamatan mana yang anda tuju, sementara Isa Al-Masih sendiri sudah tidak ada?
# Staff Isa dan Islam 2012-08-20 16:38
~
Saudara Arie,

Bila saudara membaca Alkitab dengan baik-baik, maka saudara akan menemukan begitu banyak ayat yang menjelaskan tentang ketuhanan Isa Al-Masih.

Diantaranya: “Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan” (Injil, Rasul Besar Yohanes 13:13). Bila Yesus bukan Tuhan, tentu Dia tidak akan mengatakan perkataan di atas bukan?

“Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni" (Injil, Rasul Lukas 7:48). Bila Yesus bukan Tuhan, mungkinkah Dia dapat mengampuni dosa seseorang?

Dua ayat di atas adalah beberapa diantaranya.

Dalam wujud manusia, memang Isa Al-Masih sudah tidak ada di dunia. Tetapi karena Dia adalah Allah, maka Dia dapat menyertai umat-Nya hingga akhir zaman.

“Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman" (Injil, Rasul Besar Matius 13:13).

“Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus" (Injil, Rasul Lukas 23:43). Bila Yesus bukan Tuhan, dapatkah Dia memberi kepastian sorgawi bagi seorang penjahat?

Yesus/Isa Al-Masih, adalah Allah yang menjelma menjadi manusia. Dia bukan sekedar nabi/utusan Allah.
~
SO
# arie 2012-08-20 20:41
*
Jika Isa Al-Masih adalah Allah yang menjelma menjadi manusia, berarti secara keseluruhan Allah menjadi manusia. Lalu bagaimana Isa Al-Masih memberi kehidupan kepada makhluk di belahan bumi lainnya sementara Isa Al-Masih berada di suatu tempat?
# Staff Isa dan Islam 2012-08-23 13:03
~
Saudara Arie,

Perlu untuk diketahui bahwa Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah yang menjadi manusia. Oleh sebab itu, Ia adalah sekaligus Allah dan juga manusia. Jika saudara membaca Alkitab, saudara akan menemukan ayat-ayat yang menyatakan keilahian dan kemanusiaan Isa Al-Masih. Nah, kedua unsur itu tidak dapat dicampur/dituka r. Misalnya: manusia tidak maha kuasa, Allah tidak lapar.

Saudaraku, ketika Allah datang ke dalam dunia ini, sorga tidak mungkin menjadi kosong bukan?

Musa berbicara dengan Allah secara langsung (Qs 4:164). Jadi bukan hanya suara Allah yang didengar olehnya, melainkan Musa berbicara berhadapan dengan Allah. Pada saat itu Allah tentunya menggunakan wujud suatu ciptaan-Nya.

Apakah saat itu sorga menjadi kosong? Apakah Allah tidak dapat menjangkau kehidupan di belahan bumi lainnya?

Pikiran dan akal kita terbatas, namun Allah tidak terbatas. Sehingga jangan membatasi Allah dengan logika kita.
~
DA
# John 2012-08-23 08:14
*
Kepada saudara Arie dan Jalan Lurus, kadang-kadang kita akan mengalami berbagai persoalan terhadap kebenaran. Tetapi ketahuilah kebenaran tetap kebenaran, Isa Al-Masih (Yesus Kristus) adalah Tuhan. "Akulah jalan kebenaran dan hidup" Ayat itu sudah cukup membuktikan bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan.
# johanes 2012-10-23 05:06
*
Saya ingin menanggapi tentang masalah terjemahan. Memang benar Lord dalam bahasa Indonesia adalah tuan. Tetapi tuan yang bagaimana? Karena pada bahasa Inggris banyak sekali terdapat arti yang sama, tetapi makna dan penggunaannya berbeda.

Tidak ada yang salah jika di dalam Alkitab versi bahasa Inggris menyatakan Yesus sebagai Lord. Karena Lord didefifnisikan sebagai posisi sangat tinggi. Dengan kata lain, Tuan dari segala tuan dan Yesus pun memang Tuan dari segala tuan. Sangat sinkron dengan Alkitab yang menyatakan Yesus adalah Raja dari segala raja.

Dari kalimat bahwa Yesus adalah Raja dari segala raja, bukankah itu berarti Yesus memiliki posisi yang sangat agung dan tidak ada lagi yang berada diatas-Nya? Itulah dasar utama kenapa Alkitab dan seluruh umat Kristen memanggil Yesus dengan panggilan Tuhan/Allah.
# johanes 2012-10-23 05:25
*
Saya dilahirkan di keluarga Kristen dan saya sekarang sudah berumur 24 tahun. Saya sangat senang dengan situs-situs dan buku-buku yang berisi tentang dialog agama seperti ini. Bukan hanya dari 1 sisi kekristenan saja, tetapi juga dari sisi Islam. Dan jujur saja saya sempat goyah dan ragu tentang status keilahian Yesus.

Dan pada akhirnya saya mengenal Yesus bukan hanya berpatok pada ajaran-Nya. Tetapi lebih kepribadi Yesus itu sendiri. Yang paling utama adalah dari Adam sampai manusia sekarang, hanya Yesus yang tidak berdosa (Suci). Dan Dia adalah Hakim atas dunia pada akhir zaman.

Kalau Dia adalah manusia biasa seperti yang dituduhkan oleh saudara Muslim, bagaimana mungkin Dia dapat menghakimi pada akhir zaman? Sedangkan pada ajaran Islam dan Kristen jelas dikatakan bahwa penghakiman di akhir zaman adalah miliki Allah. Dia melakukan mujizat dengan spontan (secara langsung) tidak melalui proses doa seperti para nabi.
# muhammad fadhil isa 2012-11-06 15:49
*
Saudara Admin, menyangkut perkataan “Aku besertamu hingga akhir zaman”, adalah perkataan Allah kepada Isa, yang kemudian Isa menyampaikan kepada para murid-Nya. Begitu pula Muhammad yang telah menerima wahyu, kemudian menyampaikan kepada para sahabatnya. Bukan berasal dari hati dan fikiran mereka, keliru kita jika menganggap kata-kata itu berasal dari mereka

Saudara Johanes, kata “Akulah kebenaran jalan dan hidup”, bukan berarti Isa, namun ajaran-Nya. Muhamamd pun adalah kebenaran jalan dan hidup, namun hanya ajaran dan sikapnya. Sementara dia bertanggung-jaw ab sendiri di hadapan Allah, begitu pun Yesus.
# Staff Isa dan Islam 2012-11-13 10:45
~
Saudara Muhammad Fadhil,

Berikut ini saya kutip dengan jelas ayat yang saudara maksud, dan saya mulai satu ayat sebelumnya.

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman" (Injil, Rasul Besar Matius 28:19-20).

Silakan saudara membaca baik-baik ayat di atas. Ayat di atas adalah perintah langsung dari Yesus kepada murid-murid-Nya sesaat sebelum Dia terangkat naik ke sorga. Ayat di atas bukanlah pengulangan yang dilakukan Yesus atas perkataan Allah. Melainkan, perkataan langsung dari Yesus kepada murid-murid-Nya.

Sedangkan ayat “Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Ini merupakan pengakuan Yesus, bahwa Yesus adalah sang "Jalan". Melalui Dia orang dapat belajar mengenai "Kebenaran" tentang Allah dan menemukan "Hidup" bersama Allah. Itulah sebabnya pada ayat lain di Kitab Suci dikatakan, “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama laing diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan" yan (Injil, Kisah Para Rasul 4:12).

Jelas, Al-Quran tidak pernah memberi pernyataan serupa mengenai Muhammad.
~
SO
# amir 2012-11-19 03:27
*
Umat Kristen menganggap Isa sebagai Allah, berarti umat Kristen menyembah Allah. Umat Islam juga menyembah Allah, walaupun hanya menganggap Isa hanya sebagai nabi. Secara umum, persamaan kedua umat tersebut adalah keduanya mengakui adanya Allah dan menyembah-Nya.

Timbul pertanyaan:
Anggap saja terdapat seorang manusia yang teramat baik dan lurus hidupnya. Apakah jika manusia itu hanya menyembah Allah saja tanpa mengakui Isa sebagai Allah, manusia itu tidak mendapatkan keselamatan? Apakah Isa mutlak harus ikut diakui sebagai Allah agar manusia itu dapat diselamatkan?
# Staff Isa dan Islam 2012-11-21 11:48
~
Saudara Amir,

Pertanyaan yang baik sekali. Isa Al-Masih berkata “Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa [Allah], kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Isa Al-Masih berkata Dialah satu-satunya jalan menuju Allah atau keselamatan sorgawi yang dari Allah. Nah, bagaimana dengan orang yang teramat saleh tapi tidak menerima Isa Al-Masih sebagai jalan keselamatan, apakah amal salehnya dapat menyelamatkannya?

Bersumber dari Abu Huraira, Muhammad berkata “Mendekatlah dan berusahalah benar! Ketahuilah bahwa setiap orang diantara kalian tidak bakal selamat karena amalnya. Para sahabat bertanya “Ya Rasullah, tidak juga engkau? Rasullulah berkata: “Tidak juga aku, kecuali Allah melimpahiku dengan rahmat dan karunia-Nya” (Hadis Sohih Muslim KH. Adib Basri Mustafa Hal. 819 No 76).

Bersumber dari Jabir, beliau berkata: “Aku mendengar nabi saw bersabda “ Tak seorangpung diantara kalian dimasukan oleh amalnya ke dalam sorga dan tidak pula diselamatkan dari neraka begitu pula aku, kecuali dengan rahmat Allah” (Hadis Sohih Muslim KH. Adib Basri Mustafa Hal. 819 No 77).

Jadi jelas amal saleh manusia, bahkan nabi saudarapun tidak mendapat keselamatan kecuali karena rahmat Allah. Siapakah rahmat Allah itu? Dalam Qs 19:20-21 Isa Al-Masih disebut Rahmat Allah. Isa Al-Masih rahmat yang Allah sediakan bagi keselamatan manusia.

Maka sia-sialah kesalehan manusia yang tidak menerima rahmat Allah dalam Isa Al-Masih.
~
NN
# rayyan 2012-11-20 16:25
*
Sesuai saran admin, saya ajukan pertanyaan saya di sini

Bisakah Tuhan menciptakan Tuhan? (Mohon jangan menjawab dengan ilustrasi lagi, jika admin kurang berkenan dengan pertanyaan lain yang akan timbul)

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2012-11-22 21:40
~
Menurut saudara Rayyan, apakah Tuhan adalah hasil ciptaan? Bukankah Tuhan sifatnya kekal?

Bila saudara menjawab “tidak” dengan pertanyaan kami di atas, maka kami pun memberi jawaban yang sama. Jelas Tuhan tidak akan menciptakan Tuhan lain bagi-Nya.

Atau, pernahkah saudara mendengar bahwa Tuhan telah menciptakan Tuhan?
~
SO
# AKSEL 2012-11-27 17:27
*
Apakah Tuhan hanya meniupkan roh-Nya kepada Isa? Berarti Tuhan tidak meniupkan roh ke manusia?
.
# Staff Isa dan Islam 2012-11-29 09:06
~
Saudara Aksel,

Maaf, kami kurang mengerti dengan pertanyaan saudara di atas, tapi kami akan mencoba menjawabnya.

Penciptaan Isa dan manusia jelas berbeda. Pada zaman Nabi Adam, dia dibentuk Tuhan dari tanah. Tetapi setelah Adam tidak ada lagi manusia yang dibentuk dari tanah tetapi melalui proses melahirkan.

Seorang wanita dapat mengandung janin yang akan menjadi cikal bakal bayi, terjadi karena adanya hubungan biologis antara pria dan wanita. Maka hamillah si wanita. Inilah proses bagaimana lahirnya manusia ke dunia. Ada pria dan wanita.

Hal ini berbeda dengan Isa Al-Masih. Dikisahkan ketika Maryam mengandung Isa, Maryam masih perawan. Berarti Isa berada di kandungan Maryam bukan karena adanya hubungan biologis. Baik Al-Quran dan Injil memberi kesaksian yang sama bagaimana Maryam mengandung Isa, yaitu:

“Ingatlah, ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)” (Qs 3:45) Isa adalah Kalimat Allah yang ditaruh dalam kandungan Maryam.

Injil berkata, “Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" “Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah” (Injil, Rasul Lukas 1:34-35).
~
SO
# AKSEL 2012-11-30 10:41
*
Berarti kesimpulannya hanya Isa yang ditiupkan Roh Kudus waktu masih dikandungan. Lalu dalam diri manusia tidak ada Roh Kudus, berarti sekarang manusia hidup tanpa roh?
# Staff Isa dan Islam 2012-12-06 11:41
~
Jelas manusia mempunyai roh. Bila manusia tidak mempunyai roh bagaimana mungkin dia bisa hidup? Tapi saudara juga harus ingat, bahwa Roh Kudus berbeda dengan roh yang ada dalam tubuh manusia. Roh Kudus atau Rohululloh adalah bagian dari Allah. (Lihat artikel penjelasan tentang Roh Kudus pada link ini: http://tinyurl.com/d2k6hcw)

Sedangkan roh yang ada dalam diri manusia bukanlah Roh Kudus atau Rohululloh. Sebab manusia hanyalah ciptaan Allah, bukan bagian dari Allah sebagaimana Roh Kudus atau Rohululloh yang dikandung oleh Maryam yaitu Isa Al-Masih.

Semoga dengan penjelasan ini saudara semakin mengerti apa yang dimaksud dengan Roh Kudus atau Rohululloh.
~
SO
# rayyan 2012-12-04 17:29
*
Anda mengakui Isa 100% manusia 100% Tuhan. Bukankah 100% manusia berarti dia makhluk? Jika makhluk berarti diciptakan, atau adakah penjelasan lainnya?
# Staff Isa dan Islam 2012-12-06 11:42
~
Saudara Rayyan,

Kami bisa memahami ketidak-mengert ian saudara. Memang untuk mengetahui ke-Maha Kuasa-an Allah tidaklah mudah. Itulah bukti bahwa Dia Maha Kuasa, bila Allah dapat kita dimengerti dengan mudah, bisa jadi jsutru kita-lah yang lebih kuasa dibanding Dia.

Pertanyaan saudara di atas, hampir serupa dengan pertanyaan saudara Aksel. Untuk itu, silakan saudara membaca penjelasan kami untuk pertanyaan saudara Aksel di atas.

Bila ada yang kurang jelas, saudara dapat memberi pertanyaan lagi.
~
SO
# Abu Ahdy 2013-01-12 14:00
*
Terlalu kecil Allah menjelma jadi manusia, yang bahkan malaikat yang besar dan mulia saja tidak mungkin Allah menyerupainya. Allah pemilik singgasana yang sangat luas, langit dan bumi hanya sebagai kaki dari singgasana tersebut, Allah mampu turun ke bumi bahkan dekat sekali dengan urat nadi umat-Nya tanpa harus turun dari singgasana-Nya

Dan semua ini adalah pelajaran yang agar kita bisa mengambil bahwa betapa besar Allah, betapa besar Dzat-Nya, sedangkan manusia bahkan sebuah sayap lalatpun tidak mampu membuat dari tangannya sendiri.
# Staff Isa dan Islam 2013-01-16 13:56
~
Saudara Abu Ahdy,

Mungkin bagi Allah yang saudara sembah mustahil dapat menjadi malaikat, apa lagi menjadi manusia. Namun tidak dengan Allah yang kami. Sebab Allah yang kami sembah adalah Allah yang Maha Kuasa. Allah yang dapat menjadi apapun yang Dia mau. Dia tidak dibatasi oleh logika manusia. Itulah kebesaran Allah!

Selain Maha Kuasa, Allah yang kami sembah juga Maha Pengasih. Dia juga tidak ingin manusia ciptaan-Nya binasa karena dosa. Itulah sebab-Nya Dia datang ke dunia untuk menyatakan betapa Dia sangat mengasihi manusia dan ingin mereka kembali kepada-Nya.

“Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:14)

“Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:15).
~
SO
# yonatan 2013-02-04 03:12
*
Mohon untuk umat Muslim jangan hanya menerima kalimat dalam Alkitab dengan menelan mentah-mentah, karena dengan begitu tidak ada bedanya dengan seorang anak kecil yang menelan padi setelah di panen tanpa memasaknya terlebih dahulu. Butuh banyak waktu untuk mengolah padi yang baru saja dipanen supaya bisa menjadi nasi yang enak untuk dicerna dan menjadi bahan pokok makanan.

Begitu juga Alkitab, tidak bisa anda hanya membaca sepatah kalimat lalu menyimpulkannya begitu saja tanpa anda membaca ayat pendukung yang lain. Banyak sekali pernyataan yang kalau saudara menyertakan ayat pada Alkitab ternyata anda salah dalam menyimpulkannya
Membaca Alkitab perlu hikmat dari Tuhan, karena jikalau demikian barulah kita mengerti kedahsayatan rahasia Tuhan.

Semoga Tuhan memberkati.
# Alex 2013-02-15 23:02
*
Kalau Firman telah menjadi manusia, berarti tidak ada gunanya malaikat. Dan juga tidak ada gunanya nabi terdahulu sebelum Yesus.

Tuhan turun hanya untuk bani Israel, berarti bangsa lain itu hina dimata Tuhan. Seperti sistem kasta.

Saya kira jika Allah menjelma menjadi manusia, maka tubuh jelmaannya itu akan hancur karena ke Maha-an Allah.

Jika Yesus menebus dosa manusia, berarti sia-sia dibuat neraka dan surga, sia-sia juga penggodaan iblis terhadap manusia, dan untuk apa Iblis dihidupkan sampai hari kiamat kalau Yesus bisa menebus dosa manusia?
# Staff Isa dan Islam 2013-02-20 15:23
~
Saudara Alex,

Menurut saudara, apakah fungsi dari malaikat? Apakah menurut saudara peranan malaikat dengan Yesus adalah sama?

Agar saudara dapat menjawab pertanyaan kami di atas, saudara perlu mengetahui, apa tujuan Isa/Yesus datang ke dunia. Untuk itu, silakan membaca penjelasan kami pada link ini: http://tinyurl.com/c2quvd8.

Penebusan yang dilakukan oleh Yesus hanya berlaku bagi mereka yang percaya kepada-Nya. “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup” (Injil, Rasul Yohanes 5:24)

Bagaimana dengan orang-orang yang tidak percaya pada perkataan Isa Al-Masih? Mereka itulah yang akan menjadi penghuni neraka!

Nah, bagaimana saudara saudara Alex, masihkah saudara mengeraskan hati dan tetap akan mengandalkan kekuatan saudara untuk mendapatkan keselamatan?

Ingatlah firman Allah ini: “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Injil, Surat Efesus 2:8-9)
~
SO
# HAMBA 2013-02-19 09:51
*
"Tuhan tidak melahirkan dan tidak dilahirkan" (Al Qur'an: Surat Al Ikhlaash).

Isa dilahirkan, jadi Isa bukan Tuhan.

Qs 19:30-32 “berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka”

Berbondong-bond ong manusia akan masuk Islam karena telah terbukti kebenaranya.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-20 15:24
~
Saudara Hamba,

Benar, Tuhan tidak mungkin bisa melahirkan. Karena “melahirkan” adalah salah satu cara makhluk hidup untuk meneruskan keturunannya. Karena Tuhan itu Esa dan kekal, jadi Dia tidak perlu “melahirkan” untuk meneruskan keturunannya.

Tapi, satu hal yang perlu saudara ketahui bahwa Yesus/Isa Al-Masih adalah Kalimatullah yang datang ke dunia dalam wujud manusia. Ketika Kalimatullah memutuskan untuk datang ke dunia, Dia harus mengambil wujud rupa manusia, sebab hanya dengan demikianlah Dia dapat tinggal bersama-sama dengan manusia di dunianya manusia.

Nah, bila demikian, menurut saudara dengan cara apakah yang pantas “manusia” Kalimatullah tersebut datang ke dunia selain dengan cara lahir? Bukankah “lahir” adalah cara yang lazim manusia datang ke dunia? Itulah sebabnya Isa/Kalimatulla h perlu dilahirkan.

“Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:14).

“Ingatlah, ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)” (Qs 3:45).

Saudara Hamba, kami ingin mengajukan satu pertanyaan bagi saudara. Menurut saudara, siapakah yang berbicara dalam Al-Quran? Apakah Al-Quran 100% adalah wahyu Allah atau ada objek lain yang berwahyu lewat Al-Quran tersebut?
~
SO
# bhantok 2013-02-20 02:23
*
“Isa Al-Masih berkata, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup” (Injil, Rasul Besar Yohanes 5:24).

Dia yang mengutus Aku? Dia itu siapa? Dia berarti bukan Aku, karena Aku diutus Dia, Aku hanya orang utusan. Lalu siapakah Dia itu? Kenapa kita tidak menyembah Dia yang sudah mengutus Isa Al-Masih?
# Staff Isa dan Islam 2013-02-26 15:49
~
Saudara Bhantok,

Kata "Dia" dari kutipan ayat di atas adalah Allah Bapa. Saudara Bhantok benar, Isa Al-Masih dan Allah Bapa adalah pribadi yang berbeda. Tetapi adalah Allah yang esa.

Seperti pernyataan Isa Al-Masih, bahwa "Aku dan Bapa adalah satu." (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30).

Jadi, menyembah Isa Al-Masih atau Allah Bapa adalah sama, tidak ada bedanya.

Bagaimana dengan saudara Bhantok, rindukah saudara memiliki hidup kekal?
~
DA
# Ikhsan 2013-02-28 22:13
*
Allah adalah yang maha kuasa, yang maha mencipta, yang maha segala-galanya.

Untuk mengampuni dosa manusia yang sangat banyak, Allah tidak perlu menjadi manusia yang merupakan ciptaan-Nya, karena Allah itu Maha Pengampun. Allah mampu melakukan segalanya. Dia menciptakan alam semesta, manusia, jin, dan ciptaan-Nya yang lain tanpa perlu bersusah payah.

Oleh karena itu, mengapa Allah malah harus menjadi manusia, padahal Dia dapat dengan mudah mengampuni dosa makhluk-Nya? Terimakasih
# Staff Isa dan Islam 2013-03-22 09:27
~
Saudara Ikhsan,

Apa yang saudara katakan itu benar. Allah memang maha kuasa. Tetapi saudara juga harus ingat, bahwa Allah maha adil dan sangat membenci dosa. Bahkan dikatakan, “Sebab upah dosa ialah maut” (Injil, Surat Roma 6:23). Maka, bagi siapa saja yang melakukan dosa, dia harus dihukum! Itulah hukum Allah atas dosa.

Andai Allah menghukum setiap orang yang berdosa, maka binasalah seluruh manusia. Karena tidak ada manusia yang luput dari dosa. Tidak ada manusia yang dapat menghapus dosanya, baik dengan amal ibadahnya.

Sifat Allah yang lain adalah maha pengasih. Karena sifat inilah Allah mengambil inisiatif untuk mengutus Kalimatullah datang ke dunai dalam wujud manusia. Dikenal dengan nama Isa Al-Masih. Tujuan kedatangan-Nya, untuk menjadi Kurban Agung, wafat di salib. Agar Dia dapat mendamaikan manusia dengan Allah.

Kitab Suci Allah menuliskan, "Lihatlah Anak domba Allah [Isa Al-Masih], yang menghapus dosa dunia” (Injil Rsul Besar Yohanes 1:29)

Keselamatan sorgawi tidak dapat dibeli dengan amal perbuatan. Keselamatan sorgawi adalah kasih karunia Allah di dalam Isa Al-Masih. “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Injil, Surat Efesus 2:8-9).
~
SO
# adriansyah 2013-03-19 08:06
*
"Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) dari-Nya, Allah meniupkan roh ke dalam rahimmu namanya Al-Masih Isa putera Maryam, seorang yang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa, dan dia termasuk di antara orang-orang yang soleh untuk menjalan kan perintah allah"
(Qs 3:45-46)
# Staff Isa dan Islam 2013-03-22 09:26
~
Saudara Adriansyah,

Terimakasih atas kutipan ayat yang sudah saudara berikan di atas. Adakah yang ingin saudara sampaikan sehubungan dengan ayat tersebut?
~
SO
# Jimmy 2013-03-22 05:11
*
Dalam forum diskusi ini admin memilih judul "Benarkah Isa Al-Masih adalah Tuhan?"

Dalam surat Al Fatihah ada tertulis "Maaliki yaumid diin" yang berarti "Yang menguasai hari pembalasan."

Dari ayat di atas jelas dikatakan bahwa Allah adalah penguasa hari pembalasan. Dan Allah sendiri yang akan menjadi Hakim Agung yang akan menghakimi dunia ini.

Ini sangat sinkron dengan ayat Al-Quran yang menyatakan bahwa Isa Al-Masih (Yesus Kristus) akan datang kedua kali dan menjadi Hakim Agung bagi dunia.

Celakalah orang-orang yang menyatakan Isa Al-Masih (Yesus) hanya sebagai nabi dan manusia biasa. Karena mereka telah memandang rendah sang Hakim Agung. Sudah jelas siapa sebenarnya Isa Al-Masih (Yesus)

Untuk saudara muslim, jelas tertulis di Al-Quran bahwa Isa Al-Masih lahir, mati dan dibangkitkan. Tetapi mengapa di Al-Quran juga menyatakan kontradiksi bahwa Isa Al-Masih tidak mati melainkan langsung diangkat ke Surga?
# Staff Isa dan Islam 2013-03-25 23:28
~
Saudara Jimmy,

Ada banyak bukti yang menakjubkan mengenai keilahian Isa Al-Masih di dalam Al-Quran. Jadi sebenarnya umat Isa Al-Masih dimungkinkan untuk saling bergandengan tangan dengan umat Muslim dan mempelajari bersama riwayat Isa Al-Masih.

Lagipula Alkitab memberikan keterangan lengkap, mulai dari nubuatan para nabi terdahulu mengenai kehadiran Isa Al-Masih di tengah-tengah manusia hingga penggenapannya. Isa Al-Masih menjadi manusia. Hidup bersama manusia. Menolong manusia. Dipersalahkan, mati dan dikuburkan lalu bangkit dari kubur hingga naik kembali ke sorga dan berjanji akan datang kembali pada hari akhir.

“Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;” (Injil, Surat 1 Korintus 15:4).
~
NN
# Hilarion 2013-04-01 19:01
*
Saya hanya ingin bertanya kepada teman-teman kaum Muslim. Di Al-Quran dikisahkan ketika kiamat datang, ketika itu yang mengalahkan dajjal adalah Isa Al-Masih dan Dia akan menjadi hakim yang adil.

Pertanyaan saya sederhana, mengapa yang mengalahkan dajjal Isa Al-Masih dan bukan Muhammad? Terus hakim yang adilkan milik Allah, lalu mengapa juga harus Isa yang menjadi hakim? Mengapa bukan Muhammad?

Mengapa juga mendoakan Muhammad ketika sholat, sedangkan Isa Al-Masih tidak meminta doa, tapi malah mendoakan dan memberkati kita?
# Lodaya 2013-04-01 21:49
*
Setau saya kisah itu adanya dalam hadits bukan Al-Quran. Ketahuilah saudaraku, kalau ajaran Muhammad sudah sempurna, dan tugasnya sudah selesai didunia ini. Sedangkan Nabi Isa turun tujuannya untuk membuktikan kepada Yahudi dan Nasrani kalau dia tidak mati disalib, juga untuk meluruskan ajarannya yang telah diselewengkan.

Dia turun bukan pada hari kiamat, tapi pada akhir zaman mendekati kiamat. Setelah itu dia akan memimpin kaum Muslim selama 40 tahun menjadi hakim yang adil, kemudian meninggal dan dibangkitkan setelah hari kiamat beserta manusia dan makhluk yang lain secara bersamaan.

Sedangkan kita mendoakan Muhammad sebagai penghomatan karena dia menunjukan jalan yang benar yang kebaikannya akan kembali pada kita.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-02 20:05
~
"Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat" (Qs 43:61)

"Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pegetahuan tentang hari Kiamat" (Qs 31:34)

Perhatikan, hanya Allah yang mengetahui tentang hari kiamat. Dan Isa juga mengetahui hari kiamat.

Nabi bersabda Hadits Shahih Muslim 127 "Demi Allah yang jiwaku ditangan-Nya sesungguhnya telah dekat masanya Isa anak Maryam akan turun ditengah kamu Dia akan menjadi Hakim yang adil".

"Tuhanmu benar-benar akan memberi putusan diantara mereka dihari kiamat"
(Qs 16:124).

Al-Quran mengatakan Allah adalah hakim atas manusia, demikian juga hadist mengatakan Isa adalah Hakim yang adil.

Jadi, Isa dinubuatkan akan datang sebagai hakim yang adil pada akhir zaman bukan karena ajaran Muhammad sudah sempurnah. Melainkan karena hanya Isa Al-Masih-lah yang berhak untuk menghakimi manusia, karena Dia adalah Allah itu sendiri.
~
SO
# Lodaya 2013-04-03 21:13
*
Lihatlah ayat sebelumnya "Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk bani israil" (Qs 43:59).

Ayat ini sudah jelas menjadi acuan untuk menerangkan ayat yang masih samar, janganlah menerka-nerka.

"Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat". Maknanya adalah, turunnya Nabi Isa sebelum terjadinya kiamat memberi pengetahuan pada kita bahwa kiamat sudah sangat dekat, bukannya Dia tahu akan kiamat.

Anda percaya kalau Isa mati disalib sebagai Tuhan. Kalau Tuhan mati siapa yang menjalankan alam semesta ketika Dia mati selama 3 hari dan 3 malam. Karena segalanya tidak ada yang otomatis, semua makhluk bergantung padanya, maka sirnalah segalanya.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-05 19:59
~
Saudara Lodaya,

Tentu saudara setuju bahwa Allah mahakuasa. Jika kita manusia dapat mengerjakan dua hal sekaligus dalam satu waktu. Apalagi Allah yang tidak dapat dibatasi oleh apapun. Allah dapat berada di dua tempat dalam waktu bersamaan, karena Allah tidak terbatas pada ruang dan waktu.

Karena itu saat Allah menjadi manusia, disalibkan, mengalami kematian, namun bangkit kembali, surga tidaklah kosong. Allah tetap berada di tahta-Nya yang mahatinggi dan tetap mengendalikan alam semesta.

“Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia, dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus” (Injil, Surat Kolose 1:19-20)

Dan saat Allah menjadi manusia tidak pernah terjadi kekacauan di alam semesta ini. Justru Allah memulihkan alam semesta dan seluruh ciptaan-Nya dari kerusakan akibat dosa.
~
NN
# Lodaya 2013-04-06 00:01
*
Nampaknya anda hanya mencari pembenaran bukan kebenaran. Baiklah, ini komen terakhir saya.

Allah pencipta segalanya termasuk ruang dan waktu, dengan kata lain Dia di luar ruang dan waktu, makanya Dia disebut yang awal dan yang akhir tidak berawal tidak berakhir sebab awal akhir yang berawal yang berakhir cuma terjadi dalam ruang dan waktu, tidak beranak tidak pula diperanakkan sebab anak beranak cuma terjadi dalam ruang dan waktu, tidak akan berubah menjadi apapun apalagi manusia, sebab perubahan hanya terjadi dalam ruang dan waktu, disembah tidak akan untung tidak disembah tidak akan rugi, sebab untung rugi cuma terjadi dalam ruang dan waktu.

Semua kehidupan, baik buruk siang malam hidup mati sedih senang dan semua yang pernah kita tahu, pikirkan, bayangkan dan rasakan itu semua adanya hanya di dalam ruang dan waktu, dan Allah diluar itu semua. semoga penjelasan ini bisa memberi sedikit pencerahan, terima kasih.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-10 21:37
~
Saudara Lodaya,

Memang benar Allah yang menjadikan segala sesuatu termasuk yang saudara sebut “ruang dan waktu” Tetapi Allah yang kuasa tidak dibatasi oleh ruang dan waktu itu. Ia menjadikannya tetapi Allah juga bisa masuk dalam ruang dan waktu. Jika ruang dan waktu dapat memberikan batasan pada Allah berarti ruang dan waktu lebih berkuasa daripada Allah.

Allah pencipta pasti bisa menembus ruang dan waktu bahkan masuk ke dalam ruang waktu dan keluar dari ruang dan waktu.
~
NN
# Zulu 2013-04-11 06:00
*
Siapa bilang Allah bisa melakukan apapun? Allah itu dibatasi oleh kekuasaan-Nya sendiri. Memangnya Allah bisa melempar kamu keluar kekuasaan-Nya? Sedangkan tidak ada sesuatupun di luar kekuasaan-Nya. Emangnya Allah bisa menciptakan Tuhan lain yang tidak berawal dan tidak berakhir?

Allah tidak dibatasi ruang dan waktu, makanya Dia tidak bisa masuk ke sesuatu yang dibatasi ruang dan waktu. Lihatlah apa yang terjadi pada Nabi Musa ketika ia memohon kepada Allah untuk menampakkan diri-Nya "Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku."

Tapi yang terjadi bukit itu hancur. Itu menandakan sesuatu yang dibatasi oleh ruang dan waktu tidak akan sanggup menampung Allah yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Dan Allah tidak bisa membuat sesuatu menjadi sanggup menampung dirinya, karena membuat sesuatu itu setara dengannya.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-11 20:37
~
Saudara Zulu,

Bila Allah tidak bisa melakukan apapun, berarti Allah itu terbatas. Allah yang terbatas sama dengan Allah yang tidak Maha Berkuasa. Apakah saudara setuju bila Tuhan yang saudara sembah adalah Tuhan yang berbatas?

Saudara Zulu mungkin puas menyembah Tuhan yang demikian. Tetapi kami enggan menyembah Tuhan yang terbatas. Karena Kitab Suci Allah mengatakan “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil" (Injil, Rasul Lukas 1:37). Allah yang maha berkuasa, adalah Allah yang dapat melakukan apa saja karena bagi-Nya tidak ada yang mustahil. Itulah Allah yang kami sembah!

Sepertinya saudara perlu memahami lagi bagaimana kebesaran Allah. Janganlah kiranya saudara mengatakan bahwa Allah itu terbatas!
~
SO
# Zulu 2013-04-12 08:21
*
Tentu Allah itu Maha Kuasa atas segala. Tetapi Ia melakukan segalanya atas sifat-sifat ketuhanan-Nya. Kita ambil contoh, apakah Allah bisa membuat besi yang sangat kuat sehingga Allah sendiri tidak bisa menghancurkanny a? Atau membuat batu yang sangat berat hingga Allah sendiri tidak bisa mengangkatnya?

Jadi, Ia melakukan segalanya menurut sifat ketuhanan-Nya. Dan sifat Allah itu esa yang berarti tidak ada yang setara dengan-Nya. Tidak mungkin Allah jadi manusia dan tidak mungkin manusia jadi Allah, karena itu menyimpang dari sifat ketuhanan-Nya.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-29 15:24
~
Saudara Zulu,

Maaf, kami tidak mengerti dengan kalimat saudara “sifat ketuhanan-Nya.” Dapatkah saudara menjelaskan apa maksud dari kalimat tersebut?

Dan kami tidak melihat ada korelasi antara contoh yang saudara berikan di atas, yaitu: apakah Allah bisa membuat besi yang sangat kuat sehingga Allah sendiri tidak bisa menghancurkanny a? Atau membuat batu yang sangat berat hingga Allah sendiri tidak bisa mengangkatnya? Dengan kemaha-kuasaan Tuhan.

Saudara mengatakan “tidak mungkin manusia jadi Allah.” Kami setuju!

Tapi bagaimana dengan pernyataan saudara “Tidak mungkin Allah jadi manusia?” Atas dasar apakah saudara mengatakan demikian? Bukankah saudara setuju bila dikatakan Allah maha kuasa dan tidak ada yang mustahil bagi Dia?
~
SO
# Ikhsan 2013-04-29 10:13
*
Kepada Staf IDI dan Jimmy

Jimmy pernah menulis:
Untuk saudara Muslim. Jelas tertulis di Al-Quran bahwa Isa Al-Masih lahir, mati dan dibangkitkan. Tetapi mengapa di Al-Quran juga menyatakan kontradiksi bahwa Isa Al-Masih tidak mati melainkan langsung diangkat ke Surga?

"Apakah anda ingat peristiwa ketika Yesus muncul kembali, sesudah disebarluaskan pengumuman seolah-olah Dia telah disalib. Para murid-Nya menyangka Dia melihat hantu. Bacalah Lukas 24:36.

"Untuk menghilangkan salah paham dan rasa. takut yang mengganggu mereka, "Rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat"
(Lukas 24:39)

Yesus menyuruh murid-Nya untuk meraba-Nya karena hantu tidak ada tulang dan daging. Yang sekaligus menegaskan bahwa Dia belum mati karena tubuh-Nya masih berupa fisik (materialize physically). Belum menjadi tubuh rohani (Spiritualized body). Bacalah: Lukas 20:36.

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-29 15:25
~
Saudara Ikhsan,

Terimakasih untuk penjelasan saudara di atas.

Sebelum saudara membaca ke ayat 36, ada baiknya juga saudara memperhatikan ayat 13. Dari perikopnya saja sudah dikatakan “Yesus menampakkan diri.” Perhatikan ayat 23-24 “Tetapi beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur, dan tidak menemukan mayat-Nya. Lalu mereka datang dengan berita, bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaik at, yang mengatakan, bahwa Ia hidup” dikatakan bahwa malaikat telah mengatakan kepada wanita-wanita yang melihat ke kubur Yesus bahwa Dia sudah bangkit.

Kebangkitan Yesus di sini, bukan kebangkitan roh. Tetapi tubuh-Nya secara utuh. Pada ayat 3 ditulis “dan setelah masuk mereka tidak menemukan mayat Tuhan Yesus” Jadi, menurut kami adalah hal yang wajar bila Yesus menampakkan diri seperti tubuh manusia pada umumnya. Mempunyai tulang dan daging.
~
SO
# Zulu 2013-04-29 21:26
*
Contoh yang saya berikan untuk menunjukan bahwa Allah tidak bisa menciptakan sesuatu yang lebih dari diri-Nya, karena tidak ada yang melebihi Allah. Tentang Allah menjadi manusia, itu sangat mustahil karena Allah tak terbatas (unlimited), sedangkan manusia terbatas (limited). Yang unlimited akan selalu meniadakan yang limited.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-02 17:28
~
Saudara Zulu,

Kami dapat memahami pemikiran saudara. Bila kita memahami sifat Allah hanya sebatas logika kita, memang tidak mudah untuk dapat menerima bahwa Allah bisa menjadi manusia. Tetapi seseorang yang mengenal Allah dengan imannya, akan berkata Allah dapat melakukan apa saja, bahkan menjadi apa saja sesuai kehendak-Nya.

Maka dari itu, kita perlu mengenal Allah dengan iman. Bukan dengan logika. “Supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah” (Injil, Surat 1 Korinstus 2:5).
~
SO
# Ikhsan 2013-04-30 13:48
*
Kepada Staf IDI. Anda menjawab pernyataan saya dengan mengatakan:

"Kebangkitan Yesus di sini, bukan kebangkitan roh. Tetapi tubuh-Nya secara utuh. Pada ayat 3 ditulis “dan setelah masuk mereka tidak menemukan mayat Tuhan Yesus” Jadi, menurut kami adalah hal yang wajar bila Yesus menampakkan diri seperti tubuh manusia pada umumnya. Mempunyai tulang dan daging."

Itu berarti bahwa Yesus tidak bangkit karena kebangkitan selepas mati itu, bukan lagi berbentuk tubuh atau jasad, melainkan berupa tubuh spritual atau roh.

Seperti yang terdapat di Al-Kitab: "Mereka (tubuh yang dibangkitkan dari mati itu) sama seperti malaikat." Ini berarti pembawaan mereka akan berubah yaitu ke alam malaikat, alam rohaniah. Mereka akan menjadi makhluk rohaniah (artinya roh-roh). "Mereka sama seperti malaikat-malaik at dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan" (Lukas 20:36)

Terimakasih atas kesempatannya.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-02 17:28
~
Terimakasih saudara Ikhsan untuk penjelasan saudara di atas. Mari kita sederhanakan diskusi ini agar lebih mudah dimengerti.

Nah, menurut saudara mana yang benar: Yesus wafat dan bangkit hidup kembali dengan tubuh yang utuh (bukan hanya Roh-Nya saja), atau Yesus tidak pernah wafat?
~
SO
# Ikhsan 2013-04-30 14:07
*
Kepada Staf IDI. Anda pernah menjawab pernyataan saudara Zulu, saya akan mengutip perkataan Anda yaitu:

"Tapi bagaimana dengan pernyataan saudara “Tidak mungkin Allah jadi manusia?” Atas dasar apakah saudara mengatakan demikian? Bukankah saudara setuju bila dikatakan Allah maha kuasa dan tidak ada yang mustahil bagi Dia?"

Saya membenarkan Anda. Dan perlu Anda ketahui Bahwa Allah memiliki sifat Wajib, Sifat Mustahil dan Sifat Jaiz, Sifat Wajib Allah artinya pasti ada pada Allah SWT. contoh, Allah Maha Penyayang, Maha Sempurna Dll.

Sifat Jaiz adalah sifat yang mungkin bagi Allah. Artinya Allah berkuasa melakukan sesuatu sesuai kehendak-Nya.

Nah, yang mustahil seperti apa? Misal, saya yakin Anda mengetahui dan meyakini bahwa hanya Allah Yang Maha Kaya. Maka mustahil bagi Allah menjadi Yang Maha Miskin atau Allah Yang Maha Pemurah Mustahil Allah menjadi Yang Maha Pelit. Itulah contoh Sifat Mustahil Allah.

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-02 17:28
~
Terimakasih saudara Ikhsan untuk penjelasan saudara di atas.

Jadi, apakah saudara percaya bahwa Allah bisa menjadi manusia, atau Dia mustahil menjadi manusia? Silakan memberi penjelasan yang singkat disertai alasan saudara.
~
SO
# zulu 2013-05-02 19:24
*
Pengertian bahwa Allah bisa menjadi apa saja sesuai kehendak-Nya, sama seperti keyakinan Hindu. Allah bisa menjadi wujud manusia (Rama, Krishna) Allah bisa menjadi wujud seekor gajah (ganesha) dan mereka menyembahnya, mereka tidak perlu logika, yang mereka perlukan hanya iman. Tapi bagi kami seorang Muslim, sebelum mengimani sesuatu maka sesuatu itu harus masuk akal, karena itu yang membedakan manusia dan makhluk lain, yaitu akalnya.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-03 17:12
~
Saudara Zulu,

Dalam hal ini kami tidak ingin mempertentangka n soal iman dan keyakinan orang Hindu.

Inilah bedanya iman orang Islam dan iman orang Kristen. Orang Islam mengukur kebesaran Allah dengan logika mereka. Sedangkan orang Kristen mengenal sesembah mereka melalui iman yang mereka punya. Mereka tidak menggunakan akal mereka untuk menginterpretas ikan Allah, karena mereka tahu Allah itu Maha Besar, Dia jauh di luar nalar dan logika manusia.

Ijinkan kami berbagi satu ayat, mungkin bermanfaat bagi saudara. “Sebab oleh Roh, dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan” (Injil, Surat Galatia 5:5)
~
SO
# Ikhsan 2013-05-03 09:52
*
Kepada Staf IDI

Di dalam Islam, Nabi Isa belum wafat tetapi yang disalib itu adalah orang yang diserupakan dengan-Nya. Para ahli tafsir berpendapat bahwa orang yang diserupakan itu adalah murid-Nya yang berkhianat yaitu Yahuza (atau nama lainnya).

Nabi Isa diangkat ke langit, (bukan di surga. Karena siapa saja yang ditempatkan di surga dan neraka itu nanti setelah hari kiamat.)

Nanti pada hari akhir Nabi Isa, akan turun ke dunia untuk menjadi pemimpin yang adil dan meluruskan keimanan dan ketaqwaan.

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-06 13:58
~
Saudara Ikhsan,

Terimakasih untuk jawaban dan penjelasan saudara di atas. Dimana menurut saudara, Isa Al-Masih tidak pernah wafat atau disalib, tetapi diangkat ke langit (bukan ke sorga). Dan yang disalib itu adalah orang lain.

Pertanyaan kami:
1. Dimanakah sekarang Isa berada?

2. Bila memang Isa Al-Masih diangkat oleh Tuhan ke langit, apakah yang diangkat hanya roh-Nya saja, atau tubuh-Nya secara utuh? Bila tubuh-Nya diangkat secara utuh, apakah di langit orang bisa hidup hingga ratusan atau ribuan tahun?

3. Manakah yang lebih saudara percaya, perkataan ahli tafsir atau wahyu dari Allah? Bila kepercayaan yang mengatakan bahwa yang disalib adalah orang lain, dan itu hanya menurut ahli tafsir, apakah hal tersebut dapat dipercaya 100%? Sementara kitab suci saudara dengan jelas mengatakan: “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku (Isa Al-Masih), pada hari aku dilahirkan, pada hari aku (Isa Al-Masih) meninggal dan pada hari aku (Isa Al-Masih) dibangkitkan hidup kembali” (Qs 19:33)

Perhatikan, bukankah ucapan pada ayat di atas sangat sistematis: lahir, meninggal, dan bangkit hidup kembali?
~
SO
# Ikhsan 2013-05-03 10:05
*
Kepada Staf IDI,

Saya sudah memberi beberapa contoh soal sifat- sifat Allah. Termasuk sifat mustahil Allah. Contoh, Allah Maha Kaya, maka mustahil bagi Allah menjadi Yang Maha miskin.

Begitulah contohnya, yakni Allah mustahil menjadi atau berbuat sesuatu yang lemah. Karena, Allah Maha Besar. Sedangkan manusia Itu yang kecil dan tidak ada apa-apanya.

Anda berdalih , bahwa karena Allah Maha Pengasih maka Allah menjadi manusia untuk mati disalib. Bukankah itu aneh, bagaimanapun Allah mampu menciptakan segalanya tanpa harus mati. Allah mampu memberi kita rezeki tanpa harus mati, Allah mampu menciptakan manusia dengan berbagai ragam bentuk dan sifat tanpa harus mati.

Dan ingatlah, kesempurnaan hanya milik Allah, dan kekurangan adalah milik kita. Allah memang Maha Kuasa, dan Allah mustahil melakukan yang lemah seperti contoh di atas.

Karena itu, Allah mustahil menjadi manusia yang lemah.

Terima Kasih.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-10 11:49
~
Saudara Ikhsan,

Allah tidak dapat dibatasi seperti itu. Ia tidak kaya dan tidak miskin sebab Dialah pemilik segalanya. Saudara menaruh ukuran Allah kaya dan miskin, kuat dan lemah berdasarkan pengalaman manusiawi. Allah tidak dapat diukur dari panca indra kita.

Jika Dia hanya Allah yang kaya dan tidak mungkin miskin, maka Ia lebih tepat untuk orang yang kaya raya saja. Bagaiamana dengan orang miskin di dunia ini yang jumlahnya lebih banyak dari orang kaya. Orang miskin akan berpikir Allah tidak adil dan Allah tidak mungkin mengerti penderitaan orang miskin. Dan pengalaman si kaya lebih dekat dengan sifat Allah yang kaya.

Isa Al-Masih justru berkata "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga” (Injil, Rasul Besar Matius 5:3).

Kami bersyukur memiliki Allah yang peduli dengan orang miskin dan lemah tetapi juga mengasihi orang kaya dan kuat. Allah kami turut merasakan penderitaan si miskin sebab Ia menjadikan diri-Nya seperti itu.

Apakah Allah saudara turut merasakan penderitaan saudara di dunia ini, atau Dia duduk tenang dalam ke Maha-kayaan-Nya?
~
NN
# Zulu 2013-05-03 23:02
*
Bukankah dengan begitu keyakinan Islam terhadap Allah simpel dan dapat dimengerti bahkan oleh anak kecil sekalipun? Ingatlah ketika malaikat dan iblis disuruh bersujud dihadapan nabi Adam, karena nabi Adam diberi kelebihan yaitu pengetahuan (akal), maka pergunakanlah itu.

Apa yang anda ragukan dari keyakinan kami (Islam) terhadap Allah?
# Staff Isa dan Islam 2013-05-15 20:41
~
Saudara Zulu,

Yang kami ragukan dari keyakinan Muslim adalah ajarannya yang bertentangan dengan ajaran Isa Al-Masih. Islam menyangkali keilahian Isa Al-Masih dan menganggap-Nya hanya nabi seperti nabi lainnya. Padahal Firman Allah sangat jelas menerangkan siapa Isa Al-Masih, baik dalam kitab Taurat, Injil maupun Al-Quran.

Mengapa ajaran Muhammad bisa bertentangan dengan ajaran Isa Al-Masih jika Muhammad mengklaim bahwa ajarannya berasal dari Allah? Mungkinkah Allah memberikan firman yang bertentangan?
~
NN
# Ikhsan 2013-05-09 08:45
*
Kepada Staf IDI,

1. Nab Isa berada di langit di sisi Allah SWT.

2. Yang diangkat ke langit itu bersama tubuh-Nya, bukan roh-Nya saja karena memang Nabi Isa belum mati.

3. Saya mengatakan bahwa yang disalib itu adalah orang yang diserupakan dengan Nabi Isa. Bukan pendapat ahli tafsir, melainkan Al-quran yang menjelaskan. Silahkan Anda baca Surah An-Nisaa' ayat 157.

Yang pendapat ahli tafsir itu adalah siapa dia tepatnya. Qs 19:33, itu benar dan masuk akal. Bahwa setiap manusia lahir, mati, dan dibangkitkan. Dan perlu diingat bahwa tidak ada tercantum waktu kapan Nabi Isa as akan lahir, mati, dan dibagkitkan. Karena itu rahasia Allah SWT.

Dan perlu saya camkan, bahwa Tuhan itu tidak lahir, tidak mati, dan tidak dibangkitkan.

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-10 19:04
~
Saudara Ikhsan,

1. Bila memang benar Isa Al-Masih tinggal di langit, di sisi Allah seperti yang saudara sebutkan di atas, berarti Tuhan sesembahan umat Muslim tinggal di langit, begitukah? Tolong memberi referensi dalil yang mengatakan bahwa Isa tinggal di langit bersama-sama dengan Allah!

2. Mungkinkah manusia dengan tubuh yang utuh bisa tinggal di langit selama ratusan bahkan ribuan tahun dan tidak mengalami kematian? Apakah menurut saudara hal ini masuk akal?

3. Di sini saya kutip isi dari Qs 4:157 "Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, ’Isa putera Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan ’Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) ’Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah ’Isa.

Ayat tersebut mengatakan bahwa orang yang membunuh Isa saja saling berselisih paham. Mereka ragu, apakah benar Isa yang dibunuh atau tidak. Dengan kata lain, tidak ada kepastian bahwa yang disalib itu adalah orang lain yang diserupakan dengan Isa seperti yang saudara sampaikan. Apakah ayat yang demikian bisa dipertanggung-jawabkan?
~
SO
# Ikhsan 2013-05-20 14:22
*
Kepada Staf IDI

Maaf, tetapi comment saya terhadap jawaban Anda tentang sifat Allah dan sebagian kisah Nabi Ibrahim as tidak ada, padahal dulu ada.

Kemudian perihal Nabi Isa as. Sebenarnya ulama-ulama Islam juga masih berbeda pendapat tentang apa maksud firmannya Allah soal pengangkatan Nabi Isa as ke langit. Apa dalam keadaan hidup atau mati, apa dengan tubuhnya atau yang dimaksud itu adalah meninggikan derajat dan kemuliaannya.

Namun satu hal yang sudah pasti sejak dahulu, bahwa Nabi Isa dilindungi Allah sehingga kaum Yahudi tidak membunuhnya dan ia tidak mati di tiang salib seperti anggapan kaum Nasrani. Sebagaimana firman Allah di Al-Quran surah An-Nisaa ayat 157-158.

Para ulama terus berijtihad karena hal itu dalam khazanah keilmuan Islam bukan hal baru. Supaya terhindar dari kesalahan tafsir.

Maafkan saya atas kesalahan saya sebelumnya. Saya hanya orang bodoh yang tak mengkaji sebelumnya

Terima Kasih
# Staff Isa dan Islam 2013-05-26 21:17
~
Saudara Ikhsan,

Ada tertulis tentang Isa Al-Masih seperti ini, "Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali" (Qs 19:33). Dalam ayat ini digunakan kata dalam bentuk masa lalu, yaitu "Tawafa", yang berarti Dia telah mati.

Saudara juga dapat menyelidiki dalam kitab suci saudara mengenai kematian Isa Al-Masih pada Qs 4:157,158; Qs 19:33; Qs 5:116,117; Qs 2:87 dan Qs 3:55

Tidak ada sarjana Muslim yang menyangkal bahwa Yohanes pembaptis lahir, mati dan akan dibangkitkan. "Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan, dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali" (Qs 19:15).

Penyusunan kata-kata yang praktis sama juga diberikan kepada Isa Al-Masih, didalam Qs 19:33-34 "Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali". Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-banta han tentang kebenarannya."

Jika umat Muslim percaya bahwa Yohanes Pembaptis memang mati, lalu mengapa untuk Isa Al-Masih tidak?

Injil menjelaskan bahwa Isa Al-Masih mati dan bangkit "Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Isa Al-Masih telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci" (Injill, Surat 1 Korintus 15:3-4).
~
NN
# MUALLAF 2013-05-27 17:25
*
Injil: Bahwa Yesus bukan Tuhan.

Matius 10:34-36 "Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti"

Ulangan 4:35 "Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui bahwa Tuhanlah Allah tidak ada yag lain kecuali Dia"

Markus 12:29 "Jawab Yesus :"Hukum yang terutama ialah Dengarlah hai orang-orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa"

Lukas 6:12 "Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman ia berdoa kepada Allah"

Matius 4:10 "Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti"

Ulangan 4:39 "Sebab ketahuilah bahwa pada hari ini dan camkanlah bahwa Tuhanlah Allah yang di langit dan di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain"


Membingungkan/k ontradiktif.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-31 11:17
~
Saudara Muallaf,

Umat Muslim sudah diajarkan untuk mempercayai tuduhan Kristen adalah kafir karena menyekutukan Allah. Benarkah kami menyekutukan Allah?

Lihatlah ketika umat Nasrani disebut kafir, mereka tidak tersinggung dan tidak meresponi. Mengapa? Sebab mereka tidak merasa seperti yang dituduhkan di ceramah-ceramah Islam, bahwa Kristen kafir telah menyekutukan Allah.

Allah yang disembah umat Kristen sama persis dengan yang saudara nyatakan tadi. Allah Kristen itu esa eksistensinya, tak terhitung presensinya, dan tak terhitung juga penampilannya. Berdasarkan Alkitab, penampilan Allah yang tak terhitung jumlahnya tadi dikelompokkan ke dalam 3 kelompok. Yakni penampilan sebagai Allah Bapa, Sang Anak dan Roh Kudus.

Ada namanya gelombang Elektromagnetik . Gelombang elektromagnetik ini memberikan pengertian bahwa: Eksistensi gelombang hanya ada 1 atau tunggal, Presensi gelombang tak terhitung jumlahnya. Presentasi gelombang ada 5 buah. Obyek pengetahuan yang diobservasi hanya satu yaitu TVRI.

Observasi dilakukan untuk beberapa konteks yakni: eksistensi, presensi, dan presentasi. Konteks eksistensi tidak sama dengan konteks presensi dan konteks presentasi. Dengan wawasan gelombang elektromagnetik ini diketahui bahwa sesuatu yang bereksistensi tunggal, presensi dan presentasinya tidak harus tunggal.

Allah yang disembah Abraham memang hanya ada satu atau Maha Esa. Tapi perlu dipahami bahwa Maha Esa di sini hanya dalam konteks eksistensi Allah. Allah Yang Maha Kuasa itu bisa hadir dimanapun sehingga dalam konteks kehadiran atau presensi Allah jumlahnya ialah tak terhitung.
~
NN
# bakarzin 2013-05-28 21:30
*
Tapi dalam ayat ini coba anda lihat

Markus 12:28-29 "Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?" Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa"

Yesus mengatakan Tuhan itu esa. Jadi menurut anda bagaimana?
# Staff Isa dan Islam 2013-05-31 11:23
~
Saudara Bakarzin,

Anas Bin Malik 72, mengatakan Isa Al-Masih adalah kalimat dan Roh Allah. Renungkanlah penjelasan ini:

Seorang sarjana Muslim bernama Al Shaikh Muhip al Din al Arabi berkata "Kalimat adalah Allah dalam hakikat-Nya dan Ia adalah tidak lain dari satu pribadi ilahi. Kalimat adalah pribadi Ilahi." (buku Fustus Al Hukum bagian 2 hal.35).

Al Shaikh Muhhamad al Hariri al Bayyimi berkata " Roh Kudus adalah Roh Allah, dan Roh Allah tidak diciptakan." (kitab Al Ruh wa Mahiyyutaha hal 53).

Al Iman al Nasafi berkata "dengan Roh Kudus artinya Roh Yang dikuduskan atau nama Allah yang akbar" (Al Nasafi, Tafsir Bag.1 Hal.56).

Al Sayyid Abdul Karim al Djabali berkata Roh kudus itu tidak diciptakan. Dan apa yang tidak diciptakan adalah kekal, dan yang kekal adalah Allah sendiri." (Madjallat Kullyyat al Adab, 1934)

Dialah Isa Al-Masih, Roh dan Kalimat Allah. Hakekatnya Allah sendiri.

Jadi benar Esa-lah Allah itu.
~
NN
# Zulu 2013-05-31 14:20
*
Nabi Isa tidak memerintahkan anda untuk menyembah-Nya. Andaikan anda menyuruh pembantu anda untuk membuatkan kopi, tapi dia malah memuji-muji anda dan tidak membuatkan kopi, apa yang akan anda lakukan?

Jangan katakan menyembah Nabi Isa sama dengan menyembah Allah, karena ketika anda menyembah Nabi Isa, yang ada dalam gambaran anda adalah seorang anak muda yang tampan bermata biru. Namun ketika menyembah Allah, dalam perasaan anda sangat besar yang menggambarkan penguasa alam semesta, 7 langit yang luar biasa agungnya.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-07 21:39
~
Saudara Zulu,

Sepertinya saudara sangat mengetahui isi hati orang Kristen. Sehingga saudara dapat menyimpulkan bahwa ketika mereka menyembah Nabi Isa, maka yang ada di benak mereka adalah seorang pemuda bermata biru. Saya saja yang seorang Kristen, tidak pernah tahu kalau mata Nabi Isa berwarna biru. Tetapi saudara justru tahu kalau mata Nabi Isa berwarna biru.

Isa Al-Masih memang tidak pernah secara langsung mengatakan “Sembahlah Aku.” Karena Dia tahu hal itu akan menimbulkan kontrofersi. Sehingga, Dia memilih untuk mengungkapkan hal itu secara tidak langsung. Baik lewat perbuatan-Nya maupun dengan cara mengklaim hal-hal tentang diri-Nya yang hanya Allah patut mengklaimnya.

Misalnya, Isa Al-Masih mengatakan, “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati” (Injil, Rasul Besar Yohanes 11:25) Isa membuat persyaratan untuk mendapatkan hidup yang kekal berdasarkan iman/percaya kepada Dia.

Bila saudara berkenan membaca Kitab Suci Injil, maka saudara akan menemukan sangat banyak ayat yang menjelaskan Pribadi Nabi Isa yang sebenarnya.
~
SO
# adriansyah 2013-06-22 08:09
*
Menurut anda sejak kapan Isa dijadikan Tuhan? Karena waktu keci Isa tidak pernah dipanggil Tuhan. Kenapa setelah Isa wafat menurut versi Kristen Isa baru disebut sebagai Tuhan. Atas dasar apa Isa disebut Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-25 09:49
~
Saudara Adriansyah,

Tentu saja Isa Al-Masih tidak disebut Tuhan pada waktu kecil. Dan pasti tidak ada orang yang akan percaya kepada seorang anak kecil yang mengaku diri Tuhan. Dan yang terutama perlu saudara pahami bahwa Isa Al-Masih ke dunia bukan untuk mempertontonkan ketuhanan-Nya. Ia tidak membutuhkan pengakuan, penghormatan dari manusia sebagaimana manusia haus pengakuan dan sanjungan.

Misi-Nya sungsang. Justru Isa Al-Masih datang untuk merendahkan diri. Ia memuji orang lemah. Ia berkata berbahagialah yang miskin. Ia merobek kesucian agama legalistis saat itu dengan makan dan bergaul bersama orang berdosa. Ia berkata bahwa diri-Nya tidak punya tempat meletakan kepala untuk tidur. Ia kekurangan dan tidak punya kedudukan namun memberi makan lima ribu orang. Ia merasa kesakitan namun menyembuhkan dan membangkitkan orang mati.

“Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib” (Injil, Surat Filipi 2:5-8).

Hanya manusia yang dikenan Tuhan yang percaya bahwa Isa Al-Masih adalah Tuhan.
~
NN
# adriansyah 2013-07-01 08:22
*
Jadi menurut saudara Allah tidak butuh penghormatan/di sanjung. Apa Tuhan butuh siksaan dari umat-Nya sendiri agar Dia menghapus dosa orang-orang yang ingkar akan kebesara-Nya?
# Staff Isa dan Islam 2013-07-12 21:00
~
Saudara Adriansyah,

Kami tidak mengatakan bahwa Allah tidak membutuhkan penghormatan. Justru orang Islam-lah yang mempunyai keyakinan bahwa Allah tidak membutuhkan penghormatan. Sebaliknya, justru Allah yang memberi penghormatan kepada ciptaan-Nya. Seperti yang Allah lakukan kepada Muhammad.

Yang kami maksud pada komentar sebelumnya adalah: Isa Al-Masih tidak seperti manusia pada umumnya, yang haus akan pengakuan dan penghormatan. Itulah sebabnya Dia tidak memberi pengumuman agar semua orang tahu bahwa Dia adalah Kalimat Allah yang menjadi manusia, dengan tujuan agar orang-orang menghormati-Nya dan menyanjung-Nya.

Isa Al-Masih lebih memilih orang lain mengenal siapa Dia sebenarnya dari apa yang dilakukan-Nya. Bukan lewat perkataan-Nya. Perhatikan ayat ini: “Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapapun bahwa Ia Mesias” (Injil, Rasul Besar Matius 16:20).
~
SO
# YAN 2013-07-04 06:53
*
Yesus berkata: Yohanes 5:31-21 “Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar; ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar”

Untuk membenarkan bahwa Yesus sebagai Anak/ Utusan saja membutuhkan kesaksian langsung dari yang mengutus. Apalagi pengakuan sebagai Tuhan. Jelas harus banyak kesaksian dari Tuhan yang menyatakan Yesus adalah sang Tuhan itu sendiri.
# Staff Isa dan Islam 2013-07-13 14:46
~
Saudara Yan,

Bila saudara membaca dalam Alkitab, maka saudara akan menemukan bahwa sebenarnya, jauh sebelum Kalimat Allah datang ke dunia dalam wujud manusia, Allah telah menyampaikan nubuat-Nya melalui para nabi-Nya.

Di sini kami mencoba memberikan beberapa di antaranya:

“Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala” (Kitab Nabi Mikha 5:1) Dikatakan permulaannya sudah ada sejak dahulu kala. Menurut kami, dahulu kala sama artinya dengan kekal atau tidak ada masa permulaan. Bukankah hanya Tuhan yang sifatnya kekal?

“Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai” (Kitab Nabi Yesaya 9:5) Ayat ini cukup jelas bukan, dikatakan Allah Perkasa, Bapa Kekal, Raja Damai. Jelas nama-nama ini hanya Allah yang layak menyandangnya.

Selain dari nubuat ini, kita juga dapat melihat keilahian Yesus melalui karya yang dilakukan-Nya ketika Dia masih di dunia. Misalnya mengampuni dosa seseorang. “Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni" (Injil, Rasul Lukas 7:48). Bukankah hanya Allah yang berkuasa dan berhak mengampuni dosa seseorang?
~
SO
# Islam 2013-07-10 09:06
*
1. "Isa Al-Masih merupakan “Tiupan Roh dari Allah.” (Qs 4:171; Injil, Surat Filipi 1:19). Kita tahu bahwa Roh Allah kekal adanya. Jika Isa Al-Masih adalah tiupan dari Roh Allah, Ia juga kekal adanya. Maka: Isa Al-Masih adalah juga Tuhan." Apa itu benar surat yang anda pelajari?

Jika benar, mengapa anda tidak menyembah Allah saja yang sudah diakui punya segalanya? Mengapa menyembah Isa Al-Masih?

2. Isa Al-Masih disebut “rahmat dari Kami [Allah].” (Qs 19:21; Injil, Lukas 2:34; Injil, Surat Ibrani 2:17; Injil, Surat Titus 3:5). Jelas hanya Allah yang mempunyai rahmat. Jika Isa Al-Masih disebut ‘rahmat’ berarti Dia juga Tuhan.

Jika Anda mengakui jelas hanya Allah yang mempunyai rahmat, mengapa bertuhan kepada Allah diabaikan? Sementara Isa Al-Masih hanya manusia sama seperti Anda.
# Staff Isa dan Islam 2013-07-13 14:46
~
Saudara Islam,

Menurut kami ayat-ayat di atas sudah sangat jelas menyatakan siapakah sebenarnya Isa Al-Masih.

1. Dikatakan Isa adalah Tiupan Roh dari Allah atau dengan kata lain Isa adalah Roh-Nya Allah. Apakah Allah dengan Roh-Nya merupakan merupakan dua pribadi yang berbeda?

2. “Pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus” (Injil, Surat Titus 3:5) Ayat ini dengan jelas mengatakan bahwa Isa Al-Masih telah menyelamatkan manusia karena rahmat-Nya, bukan karena perbuatan baik manusia.

Jadi, adakah yang salah dari ayat di atas? Apakah ayat di atas tidak cukup jelas menyatakan siapa Isa Al-Masih sebenarnya?
~
SO
# joshua 2013-07-11 14:56
*
Di seluruh alam semesta, baik di dunia yang bisa kelihatan oleh mata fisik maupun tidak kelihatan oleh mata fisik (dunia lahiriah maupun rohaniah), tidak ada satupun dan apapun yang bisa menyamai Yesus Kristus/Yoshua Hanasiah/Isa Al-Masihu.

Dia adalah utusan Tuhan, Rasul Tuhan, Imam Besar, Kekasih Jiwa, Sahabat Sejati, Firman Allah/Kalimahtu llah, Roh Allah/Rohulalla h/Roh Kudus, Anak Allah, Anak Manusia, Anak Domba Allah Yang Maha Suci/Maha Kudus, Anak Maria. Dialah Sang Maha Terpuji dari kekekalan sampai kekekalan. Amin.
# muhamd 2013-08-15 02:20
*
Yesus makan, tidur, minum. Apakah ini Tuhan?
# Staff Isa dan Islam 2013-08-15 13:31
~
Saudara Muhamd,

Memang ketika Yesus tinggal di dunia, Dia juga makan, tidur, minum dan melakukan hal-hal lain yang umumnya dilakukan oleh manusia. Dia juga dapat merasakan kesedihan, marah, dll. Ini adalah bukti bahwa Yesus adalah benar 100% manusia.

Namun, disamping Dia 100% sebagai manusia, dalam diri-Nya juga ada ke-Ilahian Allah, yang tidak dimiliki oleh manusia lainnya. Itulah sebabnya Yesus juga dapat melakukan hal-hal yang hanya Allah saja dapat lakukan.

Seperti: Yesus dapat mengampuni dosa seseorang. “Lalu Ia [Yesus] berkata kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni" (Injil, Rasul Lukas 7:48) Saudara setuju bukan bila kami berkata, mengampuni dosa hanya otoritas Allah?

Mari kita lihat hal lain yang dilakukan Yesus melalui otoritas-Nya sebagai Kalimatullah. “Iapun [Yesus] bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali” (Injil, Rasul Markus 4:39) Lihat, alam semestapun tunduk pada Yesus.

Dari dua hal di atas, menurut Sdr. Muhamd, apakah Yesus hanya sekedar manusia biasa?
~
SO
# hendri 2013-08-15 15:05
*
Ke-Tritunggal-an oknum pribadi Allah, sebenarnya terdapat baik dalam Alkitab maupun dalam Al-Quran. Qs 15:16 “Dan sesungguhnya KAMI telah menciptakan gugusan bintang-bintang dan KAMI telah menghiasi langit itu”

Kata “KAMI” pada ayat di atas menunjukan oknum Allah Tritunggal, “Berfirmanlah Allah baiklah KITA menjadikan manusia menurut rupa dan gambar KITA” (Kejadian 1:26).

“Berfirmanlah Tuhan Allah: Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari KITA” (Kejadian 3:22).

Kata “KITA” pada ayat di atas menunjukan oknum Tritunggal Allah.

Jika oknum Pribadi Allah Islam benar-benar esa, maka Ia harusnya konsisten dengan menyatakan kepribadian-Nya dengan nama AKU dan tidak dengan nama KAMI.

Qs 15:41 “Allah berfirman: "Ini adalah jalan yang lurus; kewajiban Aku-lah (menjaganya)” Ada kalanya Allah Islam menyatakan diri-Nya sebagai Allah yang Esa dengan nama AKU. Tapi adakalanya juga menyatakan diri-Nya sebagai Allah yang Tritunggal dengan nama KAMI. Sebuah penyangkalan bagi Tritunggal Allah Nasrani yang tidak konsosten oleh umat Muslim.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-15 18:58
~
Saudara Hendri,

Terimakasih untuk penjelasan saudara di atas. Semoga menjadi satu pencerahan bagi teman-teman yang membacanya, khususnya umat Muslim.
~
SO
# yusuf 2013-08-28 23:52
*
kepada kawan hendri dan staf IDI,

Para Ulama mengetahui bahwa makna (Nahnu = Kami) di sini adalah salah satu yang diagungkan dan memiliki pembantu-pemban tu. Dia tidak memaksudkannya dengan makna tiga Illah.

Dan penjelasan dari wikipedia: Kami adalah kata ganti orang atau pronomina pertama jamak atau tunggal yang bersifat menunjukkan kehormatan si pembicara yang bersifat eksklusif. Dengan kata lain, lawan bicara tidak termasuk, berbeda dengan kita.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dikatakan; bahwa “kami” itu digunakan pada yang berbicara itu adalah orang besar, misalnya raja, juga pada satu kelompok tertentu, yang kesemuanya itu untuk menunjukkan bahwa tidak masuknya lawan bicara dalam pembicaraan

Baca Qs 4:171, isinya tentang Nabi Isa sebagai utusan Allah, dan Allah itu Esa.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-31 10:01
~
Saudara Yusuf,

Terimakasih untuk penjelasan saudara di atas. Sebagaimana saudara mengakui Allah itu esa, demikian juga kami mengimani Allah esa adanya.

Bagaimana dengan Isa Al-Masih, mengapa pengikut-Nya menyebut Dia Tuhan? Bila hanya sekedar mengacu kepada isi kitab, baik Al-Quran maupun Alkitab, memang bukan hal mudah untuk memahami siapa Isa sebenarnya.

Oleh sebab itu, kami ingin mengajak saudara untuk melihat Isa dari sisi lain. Yaitu dari otoritas-otorit as yang Dia miliki ketika Dia di dunia. Diantaranya:

1. Ketika Isa di dunia, Dia berkuasa mengampuni dosa seseorang, dimana otoritas itu hanya milik Allah saja. “Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni" (Injil, Rasul Lukas 7:48).

2. Alam semesta juga takut kepada Isa, sehingga ketika ada angin ribut seketika itu juga reda, ketika Isa membentaknya. Bukankah hanya Allah yang berotoritas atas alam semesta?

“Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur. Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali”
(Injil, Rasul Besar Matius 8:24; 26)

3. Selain itu, Isa juga berkuasa menyembuhkan setiap sakit-penyakit, bahkan menyembuhkan orang yang kesurupan setan. Dan menghidupkan kembali Lazarus yang sudah terbaring dalam kubur selama tiga hari. Dimana kita ketahui bahwa hal-hal tersebut hanyalah otoritas Allah.

Nah, dari otoritas yang dimiliki Isa di atas, menurut Sdr. Yusuf siapakah sebenarnya Isa Al-Masih itu?
~
SO
# Zuly 2013-08-29 00:35
*
Menarik, Dialah Isa Al-Masih seorang anak laki-laki yang suci dan Allah Maha Suci.

Kalimat Allah itu semua yang diwahyukan dari Allah merupakan kalimat yang keluar dari-Nya. Isa Al-Masih merupakan yang terkemuka di dunia dan di akhirat. Sedangkan Allah yang Maha Kuasa di dunia dan di Akhirat.

Rahmat dari Allah, kelihatan Allah memberi rahmat kepada-Nya. Tiupan roh dari Allah, itulah kekuasaan Allah. Sesungguhnya apa yang ada di dunia dan diakhirat adalah kepunyaan Allah.

Mana dalilnya kalau Isa Al-Masih telah mengorbankan diri-Nya sebagai penembusan dosa seluruh manusia? Lalu kenapa pas disalib Dia berbicara "Tuhan.. Tuhan mengapa Kau tinggalkan Aku"? Ada yang bisa menjelaskannyak ah?
# Staff Isa dan Islam 2013-08-31 10:02
~
Saudara Zuly,

Kelahiran, kematian, kebangkitan, bahkan kenaikan kembali Isa ke sorga telah dinubuatkan jauh sebelum kelahiran-Nya ke dunia. “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai” (Kitab Nabi Yesaya 9:5).

“Tentang Dialah [Isa Al-Masih] semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya” (Injil, Kisah Para Rasul 10:43).

“Sebab di dalam Dia [Isa Al-Masih] dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya” (Injil, Surat Efesus 1:7).

Kiranya saudara dapat merenungkan ayat-ayat di atas.
~
SO
# Paulisme 2013-08-29 04:21
*
Staf IDI menulis: Saudara Adriansyah, yang kami maksud pada komentar sebelumnya adalah: Isa Al-Masih tidak seperti manusia pada umumnya, yang haus akan pengakuan dan penghormatan. Itulah sebabnya Dia tidak memberi pengumuman agar semua orang tahu bahwa Dia adalah Kalimat Allah yang menjadi manusia, dengan tujuan agar orang-orang menghormati-Nya dan menyanjung-Nya.

Kalau ayat ini sungguh bertentangan bagaimana tanggapan anda?

Yohanes 5:31 “Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar”

Yohanes 8:18 “Akulah yang bersaksi tentang diri-Ku sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus Aku, bersaksi tentang Aku”
# Staff Isa dan Islam 2013-08-31 10:03
~
Saudara Paulisme,

Yohanes 5:31 yang saudara kutip di atas disampaikan Yesus ketika orang Yahudi berusaha mencari tahu tentang ke-Ilahian-Nya dengan maksud agar mereka mempunyai alasan untuk membunuh Dia. Hal itu mereka lakukan karena mereka mendengar Yesus mengatakan Allah adalah Bapa-Nya dan Dia menyamakan diri-Nya dengan Allah.

Perhatikan ayat sebelumnya, “Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak” (Injil, Rasul Besar Yohanes 5:19)

Di sini Yesus ingin menjelaskan bahwa Dia dan Bapa adalah satu. Sehingga otoritas Bapa adalah otoritas Anak [Yesus] juga. Karena Allah dan Anak adalah satu, maka kesaksian yang hanya datang dari Anak saja tidaklah sah. Tanpa adanya kesaksian yang sama dari Allah.

Lihat di ayat selanjutnya, “ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar” (Injil, Rasul Besar Yohanes 5:32). Artinya, kesaksian tentang Anak Allah [Yesus] juga disampaikan Allah lewat para nabi-Nya.

Yohanes 8:18 yang saudara kutip sebenarnya adalah lanjutan dari Yohanes 5:31. Orang-orang Farisi mempertanyakan kesaksian Yesus ketika Dia berkata, "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup" (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:12).

Ketika orang Farisi mendengar perkataan Yesus di atas, mereka berkata “kesaksian-Mu tidak benar.” Inilah yang dikatakan Yesus untuk menjawab penolakan orang Farisi tersebut “Dan dalam kitab Tauratmu ada tertulis, bahwa kesaksian dua orang adalah sah; Akulah yang bersaksi tentang diri-Ku sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus Aku, bersaksi tentang Aku" (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:17-18).

Kesimpulannya, Yohanes 5:31 dan Yohanes 8:18 tidak bertentangan. Sebaliknya, kedua ayat tersebut saling berkesinambungan.
~
SO