Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter

Mengapa Tidak Ada "Shalawat Nabi" Untuk Isa Al-Masih?

ShalawatBeberapa agama dan tradisi budaya di Indonesia, ketika ada anggota keluarga meninggal dunia, akan diadakan doa bersama. Doa bersama ini biasanya dilaksanakan pada hari ketujuh, hari ke empat belas, dan seratus hari setelah orang tersebut meninggal dunia. Mereka berdoa agar dosa-dosa almarhum diampuni. Supaya dia mendapatkan tempat yang layak di sisi Tuhan.

Pertanyaanya: Bukankah setelah seseorang meninggal dunia, maka tidak ada kesempatan mendapatkan pengampunan dari Allah?

Doa Shalawat dan Keselamatan

Berhubungan dengan orang yang sudah meninggal, kita tahu bahwa salah satu doa yang sangat populer di kalangan umat Muslim adalah doa “Shalawat Nabi.” Doa ini ditujukan bagi Nabi Muhammad yang sudah meninggal dunia.

Bershalawat artinya memohon supaya Allah memberi rahmat, kemuliaan dan keselamatan bagi seseorang (Catatan Kaki No. 1230-31, Qs. 33:56, “Al-Quran Departemen Agama RI,” tahun 1978). Merujuk pada definisi shalawat di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa shalawat hanya dibutuhkan oleh orang yang memerlukan keselamatan, bukan?

Nabi-Nabi Dalam Kitab Allah Tidak Membutuhkan Shalawat

Para nabi Allah, seperti Musa, Ibrahim, Daud, dll tidak pernah memerintahkan pengikutnya untuk mendoakan mereka. Bahkan Isa Al-Masih, sebagai Pribadi yang dihargai oleh umat Kristen dan Muslim, tidak membutuhkan doa “shalawat nabi”.

Mengapa Isa Al-Masih tidak membutuhkan doa “shalawat nabi”? Berikut ini beberapa alasannya: 

1. Tidak Ada Perintah Untuk Mendoakan-Nya

Dalam semua wahyu Isa Al-Masih kepada pengikut-Nya, tidak ada satupun perintah untuk bershalawat. Sehingga pengikut-Nya tidak perlu bershalawat bagi-Nya.

2. Isa Al-Masih Sudah Berada di Sorga

Al-Quran dan Injil memberi kesaksian yang sama, yaitu Isa Al-Masih berada di sorga. Qs 19:33 menulis, “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku (Isa Al-Masih), pada hari aku dilahirkan, pada hari aku [Isa Al-Masih] meninggal dan pada hari aku [Isa Al-Masih] dibangkitkan hidup kembali.”

Demikian pula dalam Injil, “Sesudah Ia [Isa Al-Masih] mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka” (Injil, Kisah Para Rasul 1:9). Isa Al-Masih saat ini telah berada di sorga. Dia tidak memerlukan doa “shalawat nabi” untuk keselamatan-Nya.

3. Doa Shalawat Akan Meragukan Ke-Nabian-Nya

Bershalawat artinya memohon keselamatan bagi seseorang. Bila seorang nabi memerlukan doa shalawat, bukankah hal ini dapat meragukan kenabiannya? Setiap umat beragama tidak perlu meragukan pengajaran keselamatan Isa Al-Masih. Saat ini Dia berada di sorga. 

4. Isa Al-Masih Adalah Juruselamat

Jelas, seseorang yang memerlukan doa tidak dapat disebut sebagai Juruselamat. Sebab, bagaimana mungkin seseorang yang keselamatannya saja belum pasti, dapat menyelamatkan pengikutnya? Isa Al-Masih adalah Juruselamat. Dia tidak memerlukan doa pengikut-Nya agar selamat. 

5. Isa Al-Masih Mendoakan Umat-Nya, Bukan Sebaliknya

Isa Al-Masih mendoakan umat-Nya. Lihatlah Injil, Rasul Besar Yohanes 17:1-26. Selain mendoakan, Isa Al-Masih juga memberikan keselamatan sorgawi (Injil, Rasul Besar Yohanes 5:24, 5:28 14:1-3, 14:6; Injil Rasul Lukas 23:43). Orang yang sungguh menerima Isa Al-Masih sebagai Penyelamat, tidak merasa ragu akan keselamatannya. Orang tersebut pasti masuk sorga.

Isa berkata: “Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya . . . .” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:29)

Bagaimana Dengan Keselamatan Pembaca?

Dalam Qs 3:85 dikatakan bahwa agama di luar agama Islam akan masuk neraka. Dengan kata lain, hanya mereka yang memeluk agama Islam yang berhak masuk sorga. Tetapi ayat ini bertolak-belakang dengan Qs 18:17. Dikatakan “Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah mendapat petunjuk; barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya” (Qs 18:17).

Allah dalam Al-Quran tidak menjamin bahwa setiap orang yang memeluk agama Islam akan masuk sorga sebagaimana yang dituliskan dalam Qs 3:88. Sebab Allah dengan hak preogratif-Nya dapat menyesatkan siapapun.

Berbeda dengan apa yang tertulis dalam Kitab Suci Injil. Isa Al-Masih memberi keselamatan dengan jaminan indah ini kepada murid-murid-Nya: “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. . . . Aku pergi ke situ [sorga] untuk menyediakan tempat bagimu. . . . Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:2-3).

Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI mengharapkan komentar dari para pembaca. Kiranya komentar yang diberikan hanya menanggapi salah satu pertanyaan berikut ini:

1. Setujukah saudara dengan penjelasan kami di atas bahwa tujuan doa shalawat adalah untuk mendoakan seseorang yang keselamatannya belum pasti? Kalau tidak setuju, mengapa?

2. Isa Al-Masih dan Muhammad sama-sama diimani umat Muslim sebagai pembawa wahyu Allah. Menurut saudara, mengapa Muhammad harus didoakan sedangkan Isa Al-Masih tidak?

3. Apakah mendoakan orang yang sudah meninggal bermanfaat? Mengapa?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus. Untuk komentar atau pertanyaan yang berbeda, silakan kirim lewat email ke staf kami di: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.">Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya..

Demikian, kami harap diskusi kita akan menjadi semakin terarah dan tidak keluar dari topik artikel

[Staf Isa dan Islam – Kiranya Pembaca dapat memikirkan secara jujur bagaimana keselamatan kekal Pembaca. Isa Al-Masih tidak memerlukan shalawat saudara. Ia sungguh dapat menyelamatkan saudara]

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Add comment

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Komentar hanya diperbolehkan menjawab salah satu dari 3 pertanyaan fokus yang dimuat di bagian akhir artikel. Kecuali beberapa artikel yang tidak memuat 3 pertanyaan fokus.
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments  

# eden 2010-11-12 10:27
*
Isa Al-Masih dan nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad memang tidak ada shalawat, sebab mereka tidak ada penyambungnya.

Tamatnya seorang nabi diganti dengan nabi yang lain, kecuali Nabi Ibrahim disambungkan oleh anaknya Ismail, menjadi nabi. Umat nabi diperintahkan untuk mengikuti dan menuruti perintah Nabi. Nabi-nabi sebelumnya tidak ada apa-apa untuk ditinggalkan kepada umatnya.

Tetapi Nabi Muhammad, penutup segala nabi, bukan saja diwajibkan bagi pengikutnya untuk turut dan patuh kepada perintahnya, tetapi juga kepada agama yang dibawanya untuk terus hidup sampai selamanya, dan untuk diteruskan oleh anak-cucunya.

Itulah pernyataan yang ada dalam shalawat itu. Umatnya dibekali dengan shalawat supaya senantiasa ingat kepadanya, walaupun ada manusia yang ingin memadamkannya.
# Staff Isa dan Islam 2010-11-12 18:15
~
Sdr. Eden salah mengerti akan apa yang dinamakan shalawat. Bershalawat berarti memohon supaya Allah memberi rahmat, kemuliaan, keselamatan bagi seseorang.

Mengapa seseorang itu perlu dimohonkan keselamatannya? Jelas karena dia sendiri tidak yakin akan keselamatannya sehingga perlu untuk diselamatkan.

Bila kita sebagai pengikut, harus mendoakan keselamatan bagi orang yang kita ikuti, lalu siapa yang akan mendoakan keselamatan bagi kita?

"Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku" (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:29).

Isa Al-Masih adalah Jalan Keselamatan, oleh sebab itu Dia tidak perlu memikirkan keselamatan-Nya . Keselamatan umat-Nya adalah prioritas bagi-Nya.

Jika ada satu pribadi yang bersedia menjamin keselamatan kita, mengapa kita harus mengikuti pribadi lain yang tidak dapat menjamin keselamatan kita?
~
SO
# noor mila 2011-03-30 20:10
*
Bagaimana bisa Dia menyelamatkan umatNya jika Dia sendiri tidak bisa menyelamatkan diri dari penyaliban?

Dia adalah seorang rasul, bagaimana bisa seorang yang mempunyai banyak mukzijat dapat mati terbunuh?
# Staff Isa dan Islam 2011-04-10 01:05
~
Saudara Noor Mila,

Kedatangan Isa Al-Masih ke dalam dunia ini adalah untuk menebus dan menanggung hukuman atas dosa yang telah diperbuat umat manusia.

Dan mati di kayu salib adalah tujuan dari hidup Isa Al-Masih. Oleh karena itu Isa Al-Masih perlu menyerahkan nyawa-Nya supaya Dia dapat mati. Jadi nyawa-Nya itu bukan dirampas dari-Nya. "Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita" (Injil, Surat 1 Yohanes 3:16).

Namun kini Isa Al-Masih berperan sebagai Imam Besar di Sorga, Dia lah pengantara bagi Allah dan manusia.
"Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka" (Injil, Surat Ibrani 7:25).

Jadi jangan lagi berdoa menggunakan jasa perantara orang mati, tetapi berdoalah dengan perantaraan “orang hidup” yaitu Isa Al-Masih.
~
CA/SL
# Azriady 2011-05-25 18:57
*
Bukankah Isa Al-Masih sebagai manusia mengajarkan umat-Nya berdoa kepada Allah yang di sorga bukan kepada diri-Nya yang hanya sebagai manusia biasa? Sebab Bapa lebih besar dari Anak.
# Staff Isa dan Islam 2011-06-03 17:12
~
Untuk menjelaskan hal ini, kita perlu mengetahui bahwa sebagai Kalimat Allah yang menjelma menjadi manusia, Isa Al-Masih adalah Allah dan juga adalah manusia. Dia mempunyai sifat Allah dan juga sifat manusia.

Oleh karena itu, ketika Isa Al-Masih mengajarkan murid-Nya untuk berdoa kepada Allah, ini mengacu kepada sifat kemanusiaan Isa Al-Masih. Namun ke-Allahan Isa Al-Masih tidaklah berkurang ketika Dia mengajarkan berdoa kepada Allah Bapa di sorga.

Jadi Isa Al-Masih dan Allah Bapa tidak pernah terpisah, dan Kitab Suci mencatat tentang kemanunggalan Isa Al-Masih dan Allah. "Aku dan (Allah) Bapa adalah satu" (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30).
~
NN/SL
# madie 2011-06-10 02:32
*
Kami beribadah menurut kehendak Tuhan bukan logika.
Kenapa tidak ada shalawat bagi Isa Al-Masih? Karena tidak ada perintah dari Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2011-06-11 09:14
~
Saudara Madie,

Apakah Saudara hendak mengatakan bahwa Saudara beribadah tanpa memakai logika dan mempercayai semua hal apapun yang dikatakan Ustad atau Kitab Saudara tanpa berpikir?

Apakah Allah itu berlawanan dengan logika? Bukankah akal dan pikiran kita ini juga adalah ciptaan Allah?

Menurut kami, perintah Allah itu tidak bertentangan dengan logika. Dan secara logika maupun perasaan dan kehendak, kita harus tunduk kepada Allah. Kita tidak melawan Allah dengan logika kita, tetapi dengan logika yang sudah diperbaiki dan disucikan oleh Allah, kita beribadah kepada-Nya.

Dan kalaupun Allah tidak memerintahkan Saudara bershalawat bagi Isa Al-Masih, itulah yang benar! Karena Dia tidak perlu shalawat kita, justru kitalah yang membutuhkan shalawat Isa Al-Masih.

"Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu" (Injil, Rasul Besar Yohanes 17:9).
~
CA/SL
# Obat Diabetes 2011-07-20 10:56
*
Shalawat nabi tidak pernah diajarkan oleh Allah dan Muhammad sendiri. Apakah ada ayat Al-Quran yang menyatakan hal ini? Mohon penjelasan dari umat Islam,
# Staff Isa dan Islam 2011-07-20 18:55
~
Saudara Obat Diabetes,

Dalam Al-Quran justru Allah yang memerintahkan agar umat Mulim bershalawat untuk Muhammad.

“Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaik at-Nya bershalawat untuk Nabi (Muhammad). Hai orang yang beriman (umat Muslim), ber-Shalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkan salam penghormatan kepadanya” (Qs 33:56).

Bila seorang nabi umat Muslim saja masih membutuhkan doa-Shalawat demi keselamatannya, lalu siapakah yang mendoakan keselamatan para pengikutnya?
~
SO
# Ism. 2011-07-20 13:58
*
To: Obat Diabetes:

Jika tak ada tertera dalam Al-Quran akan pengajaran cara lengkap untuk bershalawat bagi nabi Muhammad, maka kami orang Islam tidak akan bisa melakukannya.
# Staff Isa dan Islam 2011-07-20 18:53
~
Bershalawat artinya memohon supaya Allah memberi rahmat, kemuliaan dan keselamatan bagi seseorang. (Catatan Kaki No. 1230-31, Qs. 33:56, “Al-Quran Departemen Agama RI,” tahun 1978). Maka, shalawat hanya dibutuhkan seseorang yang memerlukan keselamatan.

Bila umat Muslim diwajibkan berdoa shalawat bagi nabi mereka, apakah karena nabi tersebut ragu akan keselamatannya?

Tidak demikian halnya dengan pengikut Isa Al-Masih. Mereka tidak perlu ragu akan keselamatannya, karena sudah ada jaminan dari Isa Al-Masih.

Isa berkata: “Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:29).
~
SO
# lucky 2011-08-04 19:31
*
Yth. Staf IDI.

Shalawat atas Nabi yang diserukan Allah dan Malaikat-Nya, maka itu akan berarti penghormatan dari Allah dan Malaikat-Nya atas Muhammad (atau nabi lainnya).

Ungkapan shalawat kaum Muslim atas Muhammad maupun nabi lainnya adalah setara dengan apa yang ada dalam Injil.
" Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya: “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, Hosana di tempat yang maha tinggi!” (Injil, Rasul Besar Matius 21:9).

Apakah Yesus belum tentu mendapat rahmat dari Tuhan semesta alam sehingga harus didoakan oleh orang banyak?
# Staff Isa dan Islam 2012-01-31 14:37
~
Saudara Lucky,

Teriakan orang banyak terhadap Isa Al-Masih tersebut terjadi ketika Isa Al-Masih berada di dunia, sebagai sanjungan terhadap-Nya namun bukan doa keselamatan agar Dia selamat di akhirat. Jadi, tidak jauh berbeda dengan peristiwa masa kini dikala orang banyak mengelu-elukan seorang presiden “Hidup Presiden!..Hidu p Presiden!”

Dan Isa Al-Masih tidak pernah memerintahkan para murid agar mendoakannya supaya selamat diakhirat. Isa Al-Masih justru berkata: “Kata Isa Al-Masih kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa (Allah), kalau tidak melalui Aku (Isa Al-Masih)” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Sedangkan salawat nabi diperuntukan bagi nabi saudara oleh karena beliau sudah meninggal. Dan isi salawat tersebut adalah doa mohon keselamatan bagi beliau. Nyatanya beliau tidak tahu keadaanya kelak, seperti perkataanya ini “Katakanlah: "Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan" (Qs 46:9).
~
NN
# Majnudin 2011-09-03 13:58
*
Shalawat artinya mendoakan nabi, bukan artinya dia belum tentu selamat. Logikanya, seorang bayi yang masih suci dari dosa, dikuburkan, maka dia harus juga diberi doa, walaupun dia sebenarnya masih suci.

Demikian halnya dengan nabi Muhammad yang dosa-dosanya sudah diampuni oleh Allah dan dijanjikan surga.
# Staff Isa dan Islam 2011-09-05 16:04
~
Saudara Majnudi,

Tentu Muhammad tidak sama dengan seorang bayi. Jelas seorang bayi belum bisa melakukan sebuah kesalahan, sebab itu dia belum mempunyai dosa. Namun bagaimana dengan Muhammad? Dengan jelas Al-Quran menulis bahwa dia berdosa, sama seperti manusia lainnya.

"Supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan ni'mat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus" (Qs 48:2).

Bila tujuan mendoakan Muhammad bukan untuk keselamatannya, lalu dapatkah saudara menjelaskan apakah tujuan dari doa tersebut? Dan bila keselamatannya sudah dijamin, lalu mengapa “Muhammad berkata, “demi Allah, walaupun saya seorang rasul Allah, saya tidak tahu apa yang akan Allah lakukan terhadap saya” (Qs 5:266).
~
SO
# nureen rafi 2011-10-18 18:18
*
Injil, Rasul Besar Matius 6:9 "Karena itu berdoalah demikian: "Bapa kami yang di sorga Dikuduskanlah nama-Mu". Apakah ini maknanya Tuhan anda tidak kudus?

Injil, Rasul Besar Matius 21:9 "Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya: “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, Hosana di tempat yang maha tinggi!”

Apakah ini berarti Yesus belum diberkati?
# Staff Isa dan Islam 2011-11-16 14:59
~
Injil, Rasul Besar Matius 6:9, Bila saudara Nureen Rafi membaca secara keseluruhan pasal dari ayat tersebut, saudara akan mengerti bahwa kata “dikuduskanlah” di atas, bukan berarti bahwa Allah belum kudus. Kata “dikuduskanlah nama-Mu” pada ayat tersebut merupakan satu pengakuan bahwa Allah adalah benar Kudus.

Injil, Rasul Besar Matius 21:9, kata “diberkatilah” yang terdapat pada ayat tersebut bukan menunjuk pada Isa Al-Masih, melainkan kepada orang yang datang dalam nama Tuhan.

Dengan demikian, ayat tersebut tidak dapat dikatakan sebagai shalawat.

Satu hal yang perlu saudara ketahui, di dalam Injil tidak ada satu ayatpun yang memerintahkan supaya pengikut Isa Al-Masih berdoa atau bershalawat bagi Isa Al-Masih. Dia tidak membutuhkan doa shalawat dari pengikut-Nya, sebaliknya Dia yang bershalawat bagi keselamatan pengikut-Nya. Sehingga pengikut-Nya tidak akan merasa ragu akan keselamatan mereka.

Isa berkata: “Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:29).
~
SO
# tomy 2011-11-01 22:30
*
Puji Syukur kepada Allah Bapa, Anak, dan Roh kudus.

Saudara Staff Isa dan Islam yang terkasih di dalam Yesus Kristus, teruslah, sebar-luaskan tentang kebenaran Yesus sebagai jalan kebenaran yang hidup.

Tuhan berkata, "Aku akan memberkati setiap orang yang percaya kepada-Ku" (Kitab, Nabi Yeremia:17).

Yesus berkata, "Barang siapa malu mengakui Aku, Aku pun akan malu mengakui dia di hadapan Bapa."
# Staff Isa dan Islam 2011-11-03 17:16
~
Saudara Tomy,

Kami mengucapkan terimakasih atas apresiasi saudara terhadap situs kami. Terimakasih juga telah bersedia mengunjungi dan memberi komentar pada artikel kami.

Teruslah mendukung kami dalam doa.

Tuhan memberkati!
~
SO
# grandma 2011-11-02 16:15
*
Tujuan perintah sholawat dari Tuhan ada banyak maksudnya. Dan Tuhan yang lebih mengetahui. Diantaranya karena ramai golongan yang menyebar fitnah dan menghina dan memburukkan nabi Muhammad.

Maka Allah dan Malaikat membaca shalawat ke atas Nabi. Maka diperintahkan juga umat Islam bersolawat ke atas nabi.

Jika Tuhan dan Malaikat bersolawat atas nabi, siapakah kalian untuk memghina nabi? Adakah kalian lebih mulia atau Tuhan lebih mulia?
# Staff Isa dan Islam 2011-11-03 17:25
~
Saudara Grandma,

Perhatikanlah ayat ini, “Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaik at-Nya bershalawat untuk Nabi (Muhammad). Hai orang yang beriman (umat Muslim), ber-Shalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkan salam penghormatan kepadanya” (Qs 33:56).

Bershalawat artinya memohon supaya Allah memberi rahmat, kemuliaan dan keselamatan bagi seseorang. (Catatan Kaki No. 1230-31, Qs. 33:56, “Al-Quran Departemen Agama RI,” tahun 1978).

Bila memang tujuan shalawat bukan untuk mendoakan keselamatan seseorang, lalu untuk apa Allah, malaikat dan orang Muslim mendoakan Muhammad? Apakah seseorang yang sudah mati memerlukan rahmat dan kemuliaan? Bukankah rahmat dan kemuliaan hanya milik orang yang masih hidup?

Mengapa umat Muslim hanya mendoakan Muhammad? Bukankah umat Muslim mengimani ada 25 nabi? Dan lagi, mengapa Allah, Malaikat, dan seluruh umat Muslim harus melindungi Muhammad dari orang-orang non-Muslim. Bila melindungi dirinya saja dia tidak bisa, masihkah dia layak disebut sebagai nabi?
~
SO
# grandma 2011-11-14 21:45
*
Hikmat bersolawat adalah untuk mendapatkan perlindungan dan pembelaan dari Nabi Muhammad dengan izin Allah.

Riwayat Al Baihaqi dan Al Khatib; Sabda Nabi Muhammad, "Barangsiapa berselawat kepadaku di sisi kuburku maka aku mendengarnya, barang siapa bersalawat kepadaku dari jauh, maka shalawat itu diserahkan oleh seorang malaikat yang menyampaikan kepadaku dan ia dicukupi urusan keduniaan dan keakhiratan dan aku sebagai saksi dan pembela baginya."
# Staff Isa dan Islam 2011-11-16 15:00
~
Saudara Grandma,

Benarkah tujuan shalawat nabi adalah untuk mendapatkan perlindungan dan pembelaan dari nabi Muhammad?

Sepertinya bertolak-belaka ng dengan doa shalawat nabi yang selalu diucapkan umat Muslim, yaitu meminta supaya kepada nabi Muhammad diberi rahmat dan kemuliaan.

Dan lagi, benarkah Muhammad dapat memberi pembelaan dan perlindungan? Jika benar, lalu mengapa umat Muslim selalu mengucapkan: “Assalamu Alaika Ayyuhan Nabi” artinya: Semoga keselamatan tercurah kepadamu Hai Nabi (Muhammad)."

Dan perhatikanlah perkataan nabi Muhammad pada ayat berikut, ”Demi Allah, Walaupun saya seorang Rasul Allah, saya tidak tahu apa yang akan Allah lakukan terhadap saya” (Hadist sahih Bukhari 5 : 266).

Bila Muhammad saja tidak tahu bagaimana akan keselamatannya, bagaimana mungkin dia dapat memberi perlindungan dan pembelaan bagi pengikutnya?

Hanya ada satu Pribadi yang dapat menjadi Juruselamat, yang dapat membawa semua manusia kembali pada Kemuliaan Allah, dan Pribadi itu adakah Kalimat Allah.

"Aku (Kalimat Allah/Isa Al-Masih) berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup" (Injil, Rasul Besar Yohanes 5:24).
~
SO
# grandma 2011-11-16 19:32
*
Quoting Staff Isa dan Islam:
~
Saudara Grandma,
Dan lagi, benarkah Muhammad dapat memberi pembelaan dan perlindungan?
~
SO

Jangan kawatir, Muhammad diberi ijin untuk memberi syafaat kepada kalian jika kalian sering membaca solawat atasnya dan berhenti menghinanya.

Bagaiman caranya? Muhammad akan memohon kepada Allah agar beri selamat. Bukan bermaksud Muhammad sendiri ada kuasa ketuhanan selamat umatnya.

Muhammad seorang yang merendah diri kepada Tuhan. Dia menyerahkan segala urusan dirinya kepada Allah. Walaupun Allah telah berjanji di dalam Al-Quran siapa yang taat akan Allah masukkan ke surga.

Banyak sekali disebut dalam Al-Quran ciri-ciri orang yang akan masuk surga sebagai Allah.
# Staff Isa dan Islam 2011-11-19 12:54
~
Saudara Grandma,

Terimakasih atas saran saudara. Tapi maaf, kami tidak memerlukan pertolongan dari nabi saudara untuk memohonkan keselamatan kami. Sebab Isa Al-Masih telah menjamin keselamatan sorgawi kami termasuk pengikut-Nya. Juga saudara, bila saudara berkenan.

Inilah janji indah Isa Al-Masih bagi setiap pengikut-Nya, “Aku (Isa Al-Masih) memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:29).

“Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. . . . . Aku (Isa Al-Masih) pergi ke situ [sorga] untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:2-3).
~
SO
# rico 2011-12-22 21:43
*
Sholawat bukan berarti doa buat menyelamatkan orang, siapa bilang Nabi Muhammad tidak terjamin keselamatannya? Ada banyak hadistnya dan ayatnya, sholawat dan salam itu bentuk penghargaan.

Dalam pengertian terjemah Al-Quran Depag pun disebut "kemuliaan"rahm at", bahkan Allah dan malaikat pun bersholawat atas Nabi Muhammad (Al Ahzab ayat 56).
# Staff Isa dan Islam 2011-12-30 18:15
~
Saudara Rico,

Bila memang benar sholawat bukan untuk mendoakan keselamatan nabi umat Muslim, lalu untuk apa seluruh umat Muslin di dunia ini wajib mendoakan dia minimal lima kali sehari?. Apakah semata-mata hanya sekedar penghargaan?.

Bukankah Islam mengimani ada 25 nabi, lantas mengapa hanya nabi Muhammad yang menerima penghargaan. Bukankah penghargaan itu sebenarnya lebih layak ditujukan kepada Isa Al-Masih, sebab Dia adalah yang terkemuka di dunia dan di akhirat. Di adalah Hakim yang akan menghakimi manusia pada akhir zaman. Dia juga disebut Kalimat Allah yang datang ke dunia. Bukankah dengan berbagai gelar yang diberikan Al-Quran kepada Isa Al-Masih telah menempatkan Dia lebih tinggi dibanding Muhammad?.

Apakah sholawat yang diberikan Allah dan Malaikat-Nya juga merupakan bentuk penghargaan Allah bagi Muhammad? Apakah menurut saudara kedudukan Muhammad lebih tinggi dibanding Allah, sehingga Allah harus memberi penghargaan bagi dia?.
~
SO
# YAP 2012-05-02 19:26
*
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaik at-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

Maksud Allah SWT bersalawat nabi adalah Allah memberinya rahmat. Dan rahmat itu adalah kasih sayang yang selalu mendampingi beliau.
# Staff Isa dan Islam 2012-05-04 10:32
~
Bila Allah telah memberinya rahmat, lantas mengapa setiap orang Islam harus menaikkan doa shalawat baginya dengan mengucapkan perkataan seperti “Assalamu Alaika Ayyuhan Nabi” artinya: Semoga keselamatan tercurah kepadamu Hai Nabi (Muhammad)”

Apakah rahmat dari Allah belum cukup untuk memberi keselamatan bagi dia sehingga orang-orang Islam masih harus memohon agar Allah memberi keselamatan?

Dan lagi, mengapa orang Islam hanya mendoakan Muhammad, bukankah orang Islam harus mengimani sebanyak 25 nabi yang pernah diutus Allah ke dunia.
~
SO
# Rick 2012-08-16 10:40
*
Staf Isa,

Anda perlu tahu shalawat Nabi bagi umat Islam adalah memberikan penghormatan kepada Nabi Muhammad karena telah diangkat menjadi Nabi oleh Allah.

Umat Islam menghormati Muhammad sebagai Nabi yang memberikan penerang, bahwa Allah itu Esa tidak beranak dan tidak diperanakan.
# Staff Isa dan Islam 2012-08-30 15:46
~
Setahu kami, Islam mengajarkan untuk mengimani sebanyak 25 nabi. Dengan kata lain, nabi yang dipercaya oleh orang Islam bukan hanya Muhammad, tetapi masih ada 24 nabi lain.

Bila memang shalawat nabi adalah bentuk penghormatan umat Muslim kepada Muhammad karena dia telah diangkat sebagai nabi, mengapa penghormatan yang sama tidak diberikan kepada 24 nabi lainnya? Bukankah Allah tidak pernah membeda-bedakan nabi yang diutus-Nya?

Sulit untuk dipahami bahwa shalawat hanyalah bentuk penghormatan kepada Muhammad. Shalawat nabi yang dinaikkan lebih kepada mendoakan sang nabi agar diberi keselamatan oleh Allah.
~
SO
# cak gimin 2012-12-05 13:46
*
Baca yang dibawah ini baik-baik:

1. “Siapa yang bershalawat kepadaku pada waktu pagi sepuluh kali dan pada waktu sore sepuluh, maka ia akan memperoleh syafa’atku pada hari kiamat”. (Diriwayatkan oleh Thabrani dari Abi Darda’ra.)
Keterangan: Hanya Nabi Muhammad yang bisa memberi pertolongan saat hari kiamat.

2. “Siapa yang bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah berhalawat kepadanya sepuluh kali shalawat, dan Allah menghapus sepuluh kesalahan dan mengangkat sepuluh derajat kepadanya” (Diriwayatkan oleh Ahmad dan Nasai dan Al-Hakim dari Anas ra). Keterangan: barang siapa yang bersalawat nabi maka mereka akan mendapat ampunan dosa dari Allah.

3. “Bershalawatlah atas para Nabi Allah dan utusan-Nya sebagaimana kamu semua bershalawat kepadaku, sebab mereka itu sama diutus sebagaimana aku diutus" (Diriwayatkan oleh Ahmad dan Al-Khathib dari Abi Hurairah ra).
Keterangan: Kata siapa tidak ada shalawat untuk Nabi Isa?
# Staff Isa dan Islam 2012-12-06 11:40
~
Saudara Cak Gimin,

Sebelumnya salah seorang teman Muslim sudah pernah mengutip hadist di atas. Dan saat itu kami bertanya tentang kebenaran isi dari hadist tersebut. Sayangnya teman Muslim itu tidak menanggapi pertanyaan kami. Baiklah, kami akan mencoba menjelaskannya lagi di sini, mungkin saudara bisa membantu menjelaskannya.

Jadi begini saudara Cak Gimin, apa yang saudara kutip di atas adalah hadist. Dimana kita tahu bahwa hadist adalah perkataan Muhammad, bukan perkataan Allah. Dengan kata lain, yang memberi janji-janji pada hadist di atas adalah Muhammad dan bukan Allah.

Pertanyaan kami:
1. Apakah seorang manusia berdosa mampu memberi pertolongan bagi manusia berdosa lainnya? Ibaratnya, apakah seorang buta dapat menuntun orang buta?

2. Seseorang yang bershalawat bagi Muhammad satu kali, maka Allah akan bershalawat bagi orang tersebut sepuluh kali. Menurut saudara, apakah Muhammad kedudukannya lebih tinggi dibanding Allah?

3. Tidak ada perintah dalam kitab-kitab sebelumnya untuk bershalawat nabi, termasuk bagi nabi Isa. Perintah bershalawat hanya terdapat dalam ajaran Muhammad!

Silakan bandingkan hadist di atas dengan ayat Injil berikut “Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:29).

Silakan ditanggapi.
~
SO
# Hamba Allah 2013-04-05 03:54
*
Andai kita tahu bahwa makan cabai itu pedas, andai kita tahu bahwa bermain api itu panas, dan andai kita tahu bahwa bermain air itu basah, tentu kita juga akan membenarkan bahwa apapun perbuatan kita, kebaikan atau keburukan yang kita lakukan, akan kembali kepada diri kita sendiri.

"Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya" (Qs 74:38). Jika orang berbuat dosa, maka dia sendiri yg menanggungnya.

Shalawat Allah kepada nabi merupakan kasih sayang Allah. Shalawat malaikat untuk nabi: doa, penghormatan, pengakuan, bentuk kasih sayang untuk dia dan umatnya. Sholawat umat pada nabi: penghormatan atas perjuangannya yang menghendaki keselamatan umatnya, doa kepada Allah, wujud cinta kepada nabi karena Allah.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-09 19:44
~
Saudara Hamba Allah,

Kami setuju dengan pernyataan saudara. Setiap orang harus menanggung dosanya sendiri!

Bila Allah maha suci dan tidak mengijinkan satu dosa pun dalam sorga-Nya, menurut saudara apa kira-kira ada manusia yang dapat masuk sorga? “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah” (Injil, Surat Efesus 2:8).

Menurut saudara, manakah lebih tinggi, Muhammad atau Allah? Bila saudara mengatakan Allah, lalu mengapa Allah harus memberi shalawat kepada Muhammad? Mengapa kepada nabi lain tidak?

Mengapa para malaikat diwajibkan mendoakan dan menghormati Muhammad? Bukankah hanya Allah saja yang layak menerima penghormatan dari ciptaan-Nya?

Dan mengapa orang Islam harus mendoakan Muhammad? Apakah orang yang sudah mati bisa memberi keselamatan, dan mengapa dia wajib untuk didoakan?
~
SO
# Nicholas 2013-08-13 07:27
*
Mengapa Muhammad tidak takut sama Allah? Sampai-sampai dikatakannya Allah dan malaikat-Nya memuliakan Muhammad? Sedangkan nabi lainnya, yang tidak pernah membunuh, tidak dimuliakan Allah!

Benarkah perkataan-perka taan Muhammad berasal dari Allah? Karena saat bertapa, "malaikat" memaksa Muhammad untuk membaca. Satu lagi, nabi tidak membutuhkan pertapaan, sebaliknya Allah-lah yang memilih nabi atau merencanakan seorang nabi.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-13 10:41
~
Saudara Nicholas,

Terimakasih untuk komentar saudara di atas. Memang sulit untuk menerima Muhammad sebagai nabi dari Allah karena cukup banyak kejanggalan bila dilihat dari sudut Alkitabiah.

Sebagai umat percaya, pengikut Isa Al-Masih hanya bersandar pada kebenaran yang tertulis dalam Alkitab. Dan Alkitab sendiri tidak pernah menubuatkan nabi setelah kenaikan Isa ke sorga. Disamping itu, umat percaya tidak membutuhkan nabi lain untuk membawa mereka sampai kepada Allah, karena Isa sendiri telah menjamin hal itu.

Sebagaimana Isa bersabda, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Bukankah lebih baik mengikuti Pribadi yang dapat memberi jaminan keselamatan?
~
SO
# Syahrir 2013-08-13 18:26
*
“Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaik at-Nya bershalawat untuk Nabi (Muhammad). Hai orang yang beriman (umat Muslim), ber-Shalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkan salam penghormatan kepadanya” (Qs 33:56).

Jika Allah bershalawat kepadanya nabi-Nya, berarti Dia menyayangi nabi-Nya. Dan jika Allah menyayangi nabi-Nya, otomatis Allah sayang dengan pengikutnya.

Semoga Allah memberikan hidayah dan rahmat-Nya kepada staf IDI.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-14 20:44
~
Saudara Syahrir,

Terimakasih untuk penjelasan dan doa saudara. Puji Tuhan, kami sudah mendapatkan rahmat dari Allah. Yaitu rahmat keselamatan yang diberikan Allah sebagai anugerah-Nya dalam Isa Al-Masih. “Tetapi karunia Allah yaitu hidup yang kekal dalam Tuhan kita Isa Al-Masih” (Injil, Surat Roma 6:23).

Isa Al-Masih tidak membutuhkan shalawat dari pengikut-Nya. Sebaliknya, Dia telah menjamin keselamatan pengikut-Nya melalui pengorbanan yang dilakukan-Nya. Sungguh anugerah terindah!

Bagaimana dengan saudara, sudahkah saudara mendapatkan anugerah keselamatan dari Allah?
~
SO
# dodik 2013-08-14 22:34
*
Admin,

Ada beberapa fakta yang membuat umat Islam tidak tertarik sedikitpun dengan janji keselamatan dari agama Kristen. Antara lain:

1. Tidak ada ayat Injil yang memuat Yesus mengatakan Dia Tuhan dan menyuruh umat-Nya menyembah Dia

2. Injil, Rasul Besar Matius 7:21, "Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga."

3. Tidak ada ayat Al-Quran yang menyatakan bahwa Nabi Isa ada di surga. Qs 19:33, sama sekali tidak menerangkan bahwa Nabi Isa ada di surga.

4. Banyak sekali kontradiksi ketuhanan Yesus di Injil. Kalau dasar kitabnya tidak jelas, maka yang dijanjikan pun tidak jelas alias meragukan.

Jadi mungkin energi admin meyakinkan umat Islam tentang Kristen, lebih baik disalurkan mempelajari agama Kristen lebih baik lagi.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-17 18:37
~
Saudara Dodik, terimakasih untuk penjelasan dan juga saran saudara di atas. Jelas adalah hak saudara atau umat Muslim lainnya, apakah tertarik dengan janji Keselamatan yang diajarkan dalam kekristenan atau tidak. Kami sebagai orang yang telah mempunyai jaminan keselamatan tersebut, hanya ingin berbagi dengan teman-teman lain.

Menanggapi alasan yang saudara berikan di atas:

1. Secara tersurat memang Yesus tidak pernah mengatakan secara langsung Dia adalah Tuhan. Tetapi secara tersirat, cukup banyak perkataan Yesus yang menyatakan bahwa Dia adalah Tuhan. Inilah diantaranya: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati” (Injil, Rasul Besar Yohanes 11:25).

Bukankah yang menjadi sumber kehidupan hanya Tuhan saja? Tapi mengapa Yesus mengatakan orang yang mengikuti Dia akan mempunyai hidup? Lebih jelasnya tentang pengakuan Yesus perihal ketuhanan-Nya, silakan membaca di artikel ini: http://tinyurl.com/cgrffm4.

2. Saudara sudah pernah mengajukan pertanyaan ini, dan kami sudah menjawabnya. Silakan membaca jawaban kami untuk pertanyaan saudara di artikel ini: http://tinyurl.com/kcxqlpw [# dodik 2013-08-14 22:21]

3. “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku (Isa Al-Masih), pada hari aku dilahirkan, pada hari aku (Isa Al-Masih) meninggal dan pada hari aku (Isa Al-Masih) dibangkitkan hidup kembali” (Qs 19:33). Lalu, setelah Yesus hidup kembali dari kematian-Nya, dimanakah Yesus saat ini berada kalau bukan di sorga?

4. Kontradiksi ketuhanan Yesus? Silakan membaca tentang kebenaran Yesus sebagai Tuhan pada artikel ini: http://tinyurl.com/8abrx5t. Saran kami, sebelum saudara menolak fakta dalam artikel tersebut, ada baiknya saudara membaca terlebih dahulu penjelasan pada artikel tersebut dengan seksama.
~
SO
# Fidy 2013-08-17 18:37
*
Semua nabi dan rasul Allah di dalam Al-Quran disholatkan oleh Allah, mau bukti ? Bahkan Yesus di dalam Kitab Bible memerintahkan para pengikut-Nya untuk bersholawat pada-Nya. Mau bukti?
# Staff Isa dan Islam 2013-08-18 17:41
~
Iya sdr. Fidy, akan lebih baik ketika saudara menyatakan sesuatu, saudara juga memberikan buktinya.

Untuk itu, silakan memberikan bukti dari Al-Quran bahwa semua nabi dan rasul Allah disholatkan. Juga silakan memberikan bukti dari Bible kalau Yesus memerintahkan pengikut-Nya bersholawat pada-Nya.

Tapi ingat, dalam memberi jawaban, silakan menuliskan secara singkat dan tepat. Tidak perlu menuliskannya secara berkolom-kolom.
~
SO
# dodik 2013-08-18 13:44
*
Admin,

1. Karena secara tersurat Yesus tidak pernah menyatakan diri-Nya Tuhan, maka anda memberi ayat Injil, Rasul Besar Yohanes 11:25. Yang membuat anda menafsirkan bahwa Yesus memberi kehidupan bagi orang yang percaya pada-Nya. Padahal kalau kita teruskan membaca, pada Injil, Rasul Besar Yohanes 11:40-42: Yesus dengan jelas mengatakan:

- Kalau percaya akan melihat kemuliaan Allah (bukan Yesus),
- Yesus menengadah ke atas, Yesus bersyukur kepada Tuhan karena didengarkan
- Yang lebih tegas lagi adalah kalimat: “... ..Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.”

Sdr Admin, jelas sekali Yesus bisa berbuat seperti itu karena kata-katanya didengarkan oleh Tuhan dan dengan tegas Dia menyatakan bahwa Dia utusan Tuhan.

Sehingga kalau kita bicara fakta: Tidak ada ayat yang memuat Yesus menyatakan diri-Nya Tuhan, sebaliknya banyak ayat di Injil yang menyebut Yesus adalah utusan Tuhan, maka sangat membingungkan kenapa ditafsirkan Yesus adalah Tuhan?
# Staff Isa dan Islam 2013-08-22 17:01
~
Saudara Dodik,

Mengapa saudara sulit menerima ketuhanan Yesus? Hanya ada satu alasannya. Karena saudara tidak dapat memahami Pribadi Yesus. Andai saja saudara dapat memahami Pribadi-Nya sebagai Kalimat Allah dan Yesus sebagai manusia, maka tidak sulit bagi saudara memahami ayat-ayat yang saudara tanyakan di atas.

Sejelas apapun kami menjelaskan kepada saudara, saudara akan tetap tidak dapat mengerti. Karena dasar dari ketuhanan Yesus adalah Pribadi-Nya sebagai Kalimat Allah yang kekal dan Pribadi-Nya sebagai Kalimat Allah yang datang ke dunia dalam wujud manusia yang dipanggil dengan nama Yesus Kristus/Isa Al-Masih.

Bagaimana dengan ayat ini, “Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir" (Injil, Kitab Wahyu 22:13).
~
SO
# dodik 2013-08-18 14:00
*
2. Saya tanggapi jawaban saudara di artikel tsb

3. Penjelasan Qs 19:33, “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku (Isa Al-Masih), pada hari aku dilahirkan, pada hari aku (Isa Al-Masih) meninggal dan pada hari aku (Isa Al-Masih) dibangkitkan hidup kembali.”

Itu adalah siklus hidup semua manusia dan ayat di atas juga merupakan doa Nabi Isa karena Dia berdoa semoga dilimpahkan kesejahteraan. Bandingkan dengan Qs19:15, "Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali."

Miripkan, tapi ayat di atas merupakan penjelasan Allah mengenai Nabi Yahya. Sehingga kesejahteraan sudah terlimpah kepadanya, bukan semoga lagi. Dalam Islam ada tempat untuk ruh orang yang meninggal sebelum hari kiamat tiba, berbeda dengan konsep orang Kristen, jadi jangan asal menafsirkan ayat Al-Quran kalau anda tidak tahu.

4. Saya sudah baca, fakta jawaban saya yang no.1 belum terbantahkan.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-22 17:01
~
3. Bila memang menurut saudara Yesus tidak ada di sorga, lalu dimanakah Yesus saat ini berada? Menurut Al-Quran, bilakah Yesus meninggal dan dengan cara apakah Dia meninggal?

4. Silakan saudara tanggapi penjelasan kami di no. 1
~
SO
# Fidy 2013-08-18 23:32
*
To staff IDI,

Semua nabi dan rasul-Nya disholawatkan oleh Allah, termasuk Nabi Isa. Shalawat kepada Nabi Nuh, Qs 37:79 “Kesejahteraan dilimpahkan atas Nuh di seluruh alam."

Shalawat kepada Nabi Ibrahim Qs 37:109 “Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim."

Shalawat kepada Nabi Ilyas Qs 37:130 “Kesejahteraan dilimpahkan atas Ilyas?"

Masih mau bukti lagi?
# Staff Isa dan Islam 2013-08-22 17:02
~
Terimakasih untuk bukti yang saudara berikan. Akah lebih lengkap lagi bila saudara dapat menuliskan shalawat yang diberikan Al-Quran kepada 25 nabi Allah yang diimani umat Muslim. Bukankah menurut saudara Allah memberikan shalawat-Nya kepada semua nabi dan rasul-Nya?

Juga, dapatkah saudara menjelaskan apa yang menjadi alasan saudara mengutip ayat-ayat di atas sebagai shalawat Allah kepada para nabi tersebut. Bukankah di sana tidak ada kata “shalawat”?

Bandingkan dengan ayat ini, “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaik at-Nya bershalawat untuk Nabi (Muhammad). Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam "Penghormatan" kepadanya” (Qs 33:56).

Cukup jelas bukan Al-Quran mengatakan Allah bershalawat kepada Muhammad? Bukan hanya sekedar penafsiran seperti ayat yang saudara kutip di atas.
~
SO
# Fidy 2013-08-18 23:33
*
Bukti bahwa Yesus memerintahkan para pengikut-Nya untuk bershalawat pada-Nya di dalam Bible

Injil, Rasul Besar Matius 23:39 “Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi, hingga kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!"

“Diberkatilah Dia”, atau “Semoga Allah Memberkati Dia (Yesus)” adalah termasuk doa shalawat nabi dalam Islam “Allahuma Barik ala Muhammad” (Semoga Allah Memberkati Muhammad).”

Masih mau bukti lagi?
# Staff Isa dan Islam 2013-08-22 17:02
~
Saudara Fidy,

Menurut saudara, apakah arti dari “shalawat”? Kami perlu tahu pandangan saudara tentang shalawat. Dengan demikian, kami pun menjadi tahu apa yang menjadi alasan saudara mengklaim ayat di atas sebagai shalawat yang diperintahkan Yesus kepada pengikut-Nya.

Dan lagi, pada ayat tersebut kami tidak melihat ada kata perintah. Dapatkah saudara menjelaskan kata yang mana menurut saudara pada ayat tersebut yang merupakan bentuk perintah Yesus kepada pengikut-Nya?
~
SO
# Marcell 2013-08-28 12:08
*
Siapa bilang bahwa Yesus belum pernah mengatakan bahwa Dia adalah Tuhan? Baca Injil, Rasul Besar Yohanes 13:13.

“Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan” (Injil, Rasul Besar Yohanes 13:13).

Orang Kristen jangan mau disesatkan karena ketidak-tahuan, makanya baca Alkitab!
# Staff Isa dan Islam 2014-07-24 08:31
~
Saudara Marcell,

Terima kasih atas komentar saudara.

Saudara benar bahwa Isa Al-Masih adalah Tuhan, oleh karena itu Dia tidak membutuhkan shalawat dari para pengikut-Nya.
~
Slamet
# Al-Farouq 2013-08-29 21:00
*
Taurat, Kitab Kejadian 12:2-3 “Aku akan membuat engkau (Abraham) menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”

Qs 33:56-57 “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaik at-Nya bersholawat untuk nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.”

Masih mau memutar kata untuk menentang ketetapan Allah?
# Staff Isa dan Islam 2013-08-31 09:53
~
Sdr. Al-Farouq,

Terimakasih atas kutipan ayat yang saudara berikan di atas. Tetapi kami tidak melihat adanya hubungan antara kedua ayat tersebut.

Dalam Taurat, Kitab Kejadian 12:2-3, Allah berjanji akan memberkati Abraham. Dan hal itu telah dinyatakan Allah dan diawali dengan kelahiran Ishak putera Abraham yang menjadi anak perjanjian antara Abraham dan Allah.

Qs 33:56-57, dalam Al-Quran Allah menyatakan bahwa Dia, malaikat dan setiap umat Muslim harus bershalawat bagi Muhammad.

Jadi, menurut kami kedua ayat tersebut tidak berhubungan dan tidak ada memutar kata untuk menentang ketetapan Allah.

Namun, bila saudara melihat ada hubungan dari kedua ayat tersebut, silakan memberi penjelasan.
~
SO
# ari 2013-08-30 12:54
*
Nabi Muhammad adalah nabi yang paling mulia di antara para nabi dan pelengkap di antara para nabi sebelumnya. Dalam arti pelengkap yaitu penyempurna. Jadi mungkin sebelumnya, belum ditanyakan bagaimana cara untuk sholat, zakat, sampai makan dan tidur Nabi Muhammad menguraikan semua bagaimana caranya.

Siapa yang bersholawat kepada Nabi Muhammad maka dia akan patuh kepada nabinya. Siapa yang patuh kepada nabinya maka akan diberkahi oleh Allah. Jadi sholawat itu sangat penting karena di dunia ini adalah tempat kita diuji oleh Allah. Apakah kita akan tetap menyembahnya dengan berbagai kenikmatan dunia ataukah tidak.
# Staff Isa dan Islam 2013-09-03 14:25
~
Saudara Ari,

Menurut kami setiap nabi, Allah yang memilihnya. Ketika dia dipilih Allah untuk menyampaikan ajaran-Nya, maka Allah akan memberi ajaran yang sempurna. Karena sempurna adalah salah satu sifat Allah, bukan?

Jadi menurut kami Allah tidak perlu melakukan penyempurnaan atas ketidak-sempurn aan-Nya. Karena Allah selalu sempurna dalam tindakan-Nya.

Memang Muhammad menjelaskan dalam kitabnya bagaimana cara untuk sholat, zakat, sampai makan. Tapi menurut kami semua ini adalah hal-hal yang berhubungan dengan hal duniawi. Menurut saudara, apakah hal dunia lebih penting daripada hal akhirat?

Bukankah lebih penting mengetahui bagaimana harus menghindari hukuman kekal di neraka daripada mengetahui bagaimana cara makan, minum, tidur, sholat dll?

Sdr. Ari, menurut saudara manakah yang lebih berkuasa, Muhammad atau Allah? Atas dasar apakah Allah harus memberi berkah bagi orang yang bersholawat kepada Muhammad? Bukankah seharusnya yang disembah hanya Allah, dan hanya Dia-lah fokus dari segala berkah?
~
SO
# Hulondhalangi 2013-08-30 14:27
*
Shalawat itu bukan doa. Ketika mendengar nama nabi disebutkan seperti Ibrahim, Isa, Musa, Yunus, Daud, Adam dll, kita umat Islam dianjurkan mengucapkan alaihissalam. Jadi bukan kepada Nabi Muhammad saja kita bersalawat melainkan nabi-nabi Allah lainnya.
# Staff Isa dan Islam 2013-09-03 14:26
~
Saudara Hulondhalangi,

Mari kita buat satu perbandingan antara Muhammad dan nabi Allah lainnya. Apakah benar shalawat bukan doa, dan apakah benar umat Muslim bershalawat kepada semua nabi Allah.

1. Umat Muslim “wajib” mengucapkan doa shalawat bagi Muhammad. Perhatikan kata “wajib” pada kalimat tersebut.

2. Doa yang sama tidak pernah diucapkan oleh umat Muslim kepada nabi lain. Hanya kepada Muhammad saja.

3. Ayat Al-Quran berkata, “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaik at-Nya bershalawat untuk Nabi (Muhammad). Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam "Penghormatan" kepadanya” (Qs 33:56).

4. Tidak ada ayat serupa yang ditujukan kepada nabi lain. Hanya kepada Muhammad saja.

Dari empat poin di atas dapat diambil kesimpulan: Shalawat nabi hanya ditujukan oleh umat Muslim kepada Muhammad. Tidak kepada semua nabi!

Pertanyaannya:

1. Mengapa Allah, malaikat-malaik at Allah, dan orang Islam diwajibkan bershalawat kepada Muhammad?

2. Apakah Muhammad statusnya lebih tinggi daripada Allah, sehingga Allah wajib bershalawat baginya?
~
SO
# penny patricia 2013-09-18 12:08
*
Shalawat ialah pernyataan hamba atas ketundukannya kepada Allah Swt. Serta mengharapkan pahala dari-Nya, sebagaimana yang dijanjikan Nabi Muhammad, bahwa orang yang bershalawat kepadanya akan mendapat pahala yang besar, baik shalawat itu dalam bentuk tulisan maupun lisan (ucapan).

Perintah untuk bershalawat kepada Muhammad merupakan perintah dari Al-Quran yaitu "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaik at-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya" (Qs Al-ahzab 56).

Nabi Isa juga punya sholawat Isa AS (Alaihi asalam) As biasa digunakan untuk menyingkat lafaz Alaihis Salam yang bermakna semoga keselamatan dilimpahkan kepadanya. Ungkapan ini biasanya diberikan kepada para nabi dan rasul termasuk juga para malaikat. "Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul"(Qs Ash-Shaffaat :181).
# Staff Isa dan Islam 2013-09-30 16:34
~
Saudara Penny, dari penjelasan saudara di atas, kami ingin menanyakan beberapa hal kepada saudara dan kiranya saudara berkenan untuk menjelaskannya:

1. Bila shalawat merupakan pernyataan seorang hamba atas ketundukannya kepada Allah Swt, mengapa shalawat tidak ditujukan kepada Allah tapi justru kepada Muhammad?

2. Apakah umat Muslim menganggap Muhammad setara dengan Allah sehingga dia berhak menerima penghormatan yang seharusnya ditujukan kepada Allah?

3. Menurut saudara, apakah seorang manusia berhak memberi/menjanj ikan pahala kepada sesamanya? Bukankah yang berhak memberi pahala kepada manusia hanya Allah saja?
~
SO
# sedulur 2013-09-19 09:33
*
Manusia pada dasarnya pembuat kerusakan. Semakin bertambah usia dunia ini semakin kompleks sumber kerusakannya, sehingga diturunkanlah kitab-kitab wahyu Tuhan yang semakin menyempurnakan (sempurna di sini saya maksudkan lengkap, sampai hal kecil perbuatan dunia akhirat).

Dengan tugas yang kompleks tsb, dan ketaatannya dalam melakukan tugasnya itu, wajar kiranya jika Tuhan memberikan hadiah kasih sayang penghormatan sebanding dengan beban yang diemban utusan-Nya ini (pemberi penghormatan tidak selalu lebih rendah derajatnya dari yang dihormati).

Salah satu bentuk penghormatan ini, Tuhan serta makhluk-Nya bersholawat bagi nabi ini. Ucapan nabi perihal ajakan kepada manusia untuk bersholawat kepadanya bertujuan supaya pengikutnya ini terverifikasi bahwa mereka mengakui Tuhan mewahyukan kitab terakhir kepada nabi terakhir ini (penghormatan diberikan tanpa diminta).
# Staff Isa dan Islam 2013-09-30 16:34
~
Sinonim dari kata “utusan” adalah pesuruh. Dalam hal ini, Muhammad disuruh/diperin tahkan Allah untuk menyampaikan “wahyu”-Nya kepada manusia.

Mungkin ilustrasi ini dapat membantu saudara:

Seorang Raja memerintahkan pesuruhnya untuk menyampaikan mandat Raja kepada rakyatnya. Ketika si “pesuruh” datang kepada rakyat dan membacakan mandat raja tersebut, rakyatpun berterimakasih kepadanya karena dia sudah menyampaikan pesan sang Raja.

Ketika si “pesuruh” datang kepada Raja untuk melaporkan tugasnya. Apakah Raja dan semua prajuritnya wajib berterimakasih kepada si “pesuruh” itu? Jelas tidak! Karena memang itulah tugasnya. Melakukan apa yang disuruh raja.

Demikian juga dengan nabi-nabi yang diutus Allah untuk menyampaikan wahyu-Nya. Allah dan malaikat-Nya tidak mempunyai kewajiban untuk berterimakasih karena dia sudah melakukan tugasnya, sebab untuk itulah dia dipanggil Allah. Melakukan apa yang Allah suruh.

Lalu, siapakah Muhammad sehingga Allah, manusia, malaikat wajib berterimakasih kepadanya bahkan setelah dia mati? Dan, apakah hak Muhammad memerintahkan manusia agar selalu berterimakasih kepadanya? Bukankah seharusnya manusia berterimakasih kepada Allah karena telah menurunkan kitab-kitab wahyu Tuhan yang semakin menyempurnakan?
~
SO
# Roy 2013-09-20 08:38
*
To: Penny Patricia,

Untuk apa berdoa bagi orang yang sudah mati? Siapapun orangnya, mau rasul atau nabi tidak penting untuk didoakan. Berdoalah buat orang yang masih hidup saja (saling mendukung dalam doa) berdoa kepada Allah yaitu Tuhan Yesus yang hidup supaya kita semua diberkati.

Tuhan Yesus juga memberi salam damai sejahtera bagimu, kepada para rasul (itu posisinya mereka masih hidup dan masih bertatap muka) tidak ada ajaran Yuhan Yesus berdoa untuk orang mati

Mana ada Allah dan Malaikat bershalawat untuk nabi, tidak terbalik itu?

Bagi siapa saja yang kedudukan tinggi (yang masih hidup) kita harus hormati. Contoh guru dan anak murid. Murid harus memberi hormat kepada gurunya, apabila gurunya sudah meninggal, untuk apa juga berdoa untuk dia terus menerus setiap hari tidak ada henti-hentinya.
# Staff Isa dan Islam 2014-07-24 09:08
~
Saudara Roy,

Terima kasih atas komentar saudara untuk Saudara Penny Patricia. Semoga penjelasan saudara dapat memberikan pencerahan, sehingga Saudara Penny Patricia tidak lagi berdoa bagi orang yang sudah mati.

Kitab Suci Allah melarang kita berhubungan dengan orang mati. "Janganlah kamu berpaling kepada arwah atau kepada roh-roh peramal; janganlah kamu mencari mereka dan dengan demikian menjadi najis karena mereka; Akulah TUHAN, Allahmu" (Taurat, Kitab Imamat 19:31).
~
Slamet
# Johan 2013-10-03 02:37
*
Staf Isa,

Saya rasa keliru jika artikel ini menyebutkan tidak ada sholawat kepada Nabi Isa. Karena pada dasarnya setiap nabi dan rasul mendapat sholawat dari umat Muslim, tidak terkecuali Nabi Isa, Apakah lantas semua nabi dan rasul belum selamat ?

Contohnya saja, jika seorang Muslim menyebut nama seorang nabi pasti selalu diakhiri dengan kata ‘alaihis sholatu wassalam' atau lebih dikenal dengan ‘alaihis salam'.

Sesuai dengan firman Allah: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaik at-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” (Qs 33:56).

Bahkan Allah dan malaikat-Nya bershalawat atas nabi.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-07 19:25
~
Saudara Johan,

Isa Al-Masih bukan sekedar nabi saja. Ia bukan manusia biasa seperti nabi lainnya yang memerlukan shalawat.

Isa Al-Masih tidak diciptakan, karena Ia berasal dari Firman Allah. Isa ada karena Firman. Karena itulah Isa disebut "Kalimatullah" (Qs 3:45), seperti ada tertulis," Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah" (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1).

Sehingga ungkapan "alaihissalam" bukan berarti mendoakan Isa yang tidak berdosa atau maksum supaya selamat. Tapi merupakan pujian atau penghormatan bagi Isa Al-Masih.
"Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus" (Injil, Surat 2 Korintus 1:3).

Justru Isa Al-Masih datang untuk memberikan keselamatan bagi manusia," Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia (Isa Al-Masih), sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan"( Injil, Surat Kisah Para Rasul 4:12).

Jadi Isa Al-Masih tidak memerlukan shalawat karena Ia sendiri yang menjamin keselamatan manusia.
~
NN/SL
# Johan 2013-10-03 19:11
*
Sebenarnya sudah jelas bahwa staf Isa sendiri belum paham apa itu arti dari kata 'shalawat'.

Cobalah sebelum membahas hal ini lebih jauh, tolong staf Isa menjelaskan terlebih dulu arti kata 'shalawat' baik dari segi bahasa maupun istilah.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-04 12:55
~
Saudara Johan,

Menurut arti/istilah, shalawat adalah bentuk jamak dari kata “salla” atau “salat”. Artinya: doa, keberkahan, kemuliaan, kesejahteraan, dan ibadah.

Sedangkan menurut Catatan Kaki No. 1230-31, Qs. 33:56, “Al-Quran Departemen Agama RI,” tahun 1978, bershalawat artinya: Memohon supaya Allah memberi rahmat, kemuliaan dan keselamatan bagi seseorang.

Sementara umat Muslim mendefinisikan shalawat dengan berbeda-beda. Diantaranya:

1. Penghormatan kepada Muhammad.

2. Mendoakan Muhammad.

3. Supaya mendapat perlindungan dan pembelaan dari Muhammad.

4. Supaya mendapat ampunan dosa dari Allah karena telah bershalawat kepada Muhammad. Dan masih banyak versi lain dari umat Muslim tentang arti shalawat.

Adapun penjelasan dan pertanyaan yang kami berikan di forum ini adalah meminta umat Muslim menjelaskan maksud dari shalawat di atas. Karena menurut kami tidak masuk akal orang yang sudah meninggal membutuhkan doa dari orang yang masih hidup.

Juga rasanya aneh bila orang yang berdosa dapat memberi perlindungan dan pembelaan, serta berkuasa mengampuni dosa sesamanya. Bukankah hanya Allah berkuasa melindung, membela, dan mengampuni dosa seseorang?

Nah, sebagai seorang Muslim, bagaimana tanggapan Sdr. Johan?
~
SO
# answer 2013-10-05 09:08
*
Shalawat itu artinya memohon kepada Tuhan agar diberi keselamatan kepada nabi tersebut agar tidak masuk neraka.

Karena Muhammad adalah manusia berdosa, dia takut akan api neraka, makanya dia memerintahkan agar semua umat Muslim mendoakan dia.

Agar wahyunya dapat dipercaya, bahkan dia menegaskan bahwa Allah berserta malaikat-Nya bershalawat untuk dia.

Padahal siapakah Muhammad berkata Allah dan malaikat-Nya juga ikut shalawat untuk dia, apakah status Muhammad lebih tinggi dari Allah?

Apakah kita mengharapkan syafaat dari orang yang sudah mati dan dia sendiri tidak tahu ke mana dia kelak?

Ada satu Pribadi yang menunjukan bahwa Dia adalah jalan ke surga itu sendiri, pada sulit menerima.

Selama kalian masih hidup, pakai akal sehat kalian, jangan sekedar iman buta.
# Staff Isa dan Islam 2014-07-24 10:40
~
Saudara Answer,

Memang benar kita tidak bisa mengharapkan syafaat dari orang mati karena ia sendiri tidak mengetahui nasibnya setelah meninggal dunia.

Dalam Al-Quran, Nabi Muhammad sendiri mengatakan: "Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan" (Qs 46:9).

Semoga penjelasan saudara dapat menjadi bahan perenungan bagi umat Muslim.
~
Slamet
# hamba ALLAH 2013-10-06 10:29
*
Apakah mendoakan orang yang sudah meninggal bermanfaat? Mengapa?

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau doa anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631).

Sesuai keyakinan kami, kami dapat langsung memohon ampun kepada Allah tanpa perantara dengan cara tobat. Ayat dalam hadist di atas dalam artian luas yaitu saudara. Sedangkan sesama Muslim adalah saudara, maka kami umat Muslim adalah saling mendoakan contoh salam. Mendoakan jangan disalah artikan ikut menanggung dosa orang lain.

Sedangkan keyakinan umat Nasrani dosa hanya dapat di ampuni melalui Yesus. “Kata Isa Al-Masih kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa (Allah), kalau tidak melalui Aku (Isa Al-Masih)” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Untuk mendapat ampunan Allah harus melalui Yesus yang berarti menjadi jemaat Yesus, sedang syarat menjadi jemaat Yesus harus harus hidup sesuai firman-Nya. Kalau anda tidak hidup dalam firman Yesus berarti anda bukan jemaat Yesus, kalau anda bukaan jemaat Yesus berarti anda tidak mendapat pengampunan dan masuk neraka.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-23 16:37
~
Saudara Hamba Allah,

Hadist yang saudara kutip di atas adalah perkataan manusia, bukan perkataan Allah.

1. Menurut saudara, apakah manusia berkuasa untuk menentukan bagaimana dosa seseorang diampuni?

2. Sebenarnya Islam ajaran dari Tuhan atau dari manusia? Mengapa banyak sekali ketetapan-ketet apannya yang ditetapkan oleh manusia dan bukan Tuhan?
~
SO
# Johan 2013-10-07 18:15
*
Staf Isa dan Islam,

Terimakasih atas penjelasannya dan saya menghargai jawaban dari anda. Walaupun saya mengharapkan jawaban yang lebih dari itu. Karena seperti yang sudah saya tuliskan di komentar sebelumnya bahwa shalawat itu sendiri tidak ditujukan khusus untuk Nabi Muhammad saja, akan tetapi juga ditujukan kepada semua nabi dan rasul tidak terkecuali Nabi Isa. Apakah semua nabi dan rasul semuanya belum selamat sehingga harus didoakan?

Nah, tentu saja tidak mungkin. Akan tetapi shalawat adalah bentuk penghormatan, cinta, dan rasa terimakasih kita kepada nabi. Bahkan shalawat itu juga perintah dari Allah yang juga bershalawat untuk nabi. Adapun Allah bershalawat untuk nabi ialah untuk melimpahkan berkah, rahmat, dan kemuliaan untuk nabi. Tidak hanya Nabi Muhammad saja, akan tetapi semua nabi dan rasul.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-23 16:36
~
Saudara Johan,

1. Bila memang benar umat Muslim juga bershalawat kepada nabi lain selain Muhamamd. Apakah shalawat yang dinaikkan umat Muslim untuk nabi lain selain Muhammad? Kiranya Sdr. Johan dapat menuliskannya di sini.

2. Sah-sah saja sudara mengatakan shalawat hanya bentuk penghormatan, cinta, dan rasa terimakasih. Namun faktanya orang Islam yang lain memberi jawaban berbeda. Ada yang menulis shalawat adalah mendoakan Muhammad. Ada juga yang berkata supaya mendapat ampunan dosa dari Allah karena telah bershalawat kepada Muhammad. Dan masih banyak versi lain dari umat Muslim tentang arti shalawat.

Bila sesama umat Muslim saja mempunyai pandangan yang berbeda tentang arti shawalat, bagaimana umat Muslim menjelaskan bahwa shalawat adalah benar ajaran dari Allah!
~
SO
# Rifqy Ramdhani dhola 2013-10-16 18:31
*
Forum tentang shalawat ini, hanya setingan orang Kristen yang rendah pemahaman tentang agama Kristen apalagi tentang agama lain. Banyak belajar lagi tentang Islam dan ajukan pertanyaan saja ke orang-orang masuk Islam karena apa alasannya?

Kasihan anda yang jadi pengikut Kristus tapi kurang mendalami. Coba simak kehidupan negara yang mayoritas Kristen yang hidup bebas, sex bebas, pesta pora dll. Bandingkan dengan hidup ala Islam.

Islam bukan cuma mengajarkan tentang shalawat saja tapi semua proses hidup sampai kita mati kelak. Aturan Islam sangat jelas, perkawinan sampai semua kehidupan sudah di atur.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-23 16:36
~
Saudara Rifqy Ramdhani dhola,

Terimakasih untuk penilaian yang saudara berikan kepada kami. Hal itu menjadi satu koreksi bagi kami untuk semakin dapat meningkatkan ilmu kami tentang kekristenan. Jika boleh berbagi, kami sudah puluhan tahun menjadi Kristen, juga kami sudah puluhan tahun mempelajari Kekristenan. Kami juga sudah berkali-kali membaca seluruh isi Alkitab. Bagaimana dengan Sdr. Rifqy Ramdhani dhola, sudah sejauh mana saudara mempelajari Alkitab dan Kekristenan?

Jika boleh tahu, bagian manakah dari artikel di atas yang menurut saudara kurang benar sehingga saudara mengambil kesimpulan bahwa pemahaman kami tentang Kristen masih rendah. Mungkin dengan masukan dari saudara kami dapat membuat koreksi agar forum ini dapat semakin bagus.

Menurut kami, kita tidak perlu jauh-jauh melihat kehidupan ke negara lain, mari kita lihat yang di negara kita, di kota kita, di sekitar kita. Bagaimana kehidupan orang-orang Muslim dan non-Muslim? Dan satu lagi, Islam memang mengajarkan tata cara kehidupan, seperti contohnya menutup aurat. Sayangnya, tidak sedikit orang-orang yang menggunakan jilbab itu hamil di luar nikah.

Nah, menurut Sdr. Rifqy Ramdhani dhola, mengapa sampai terjadi hal yang demikian?
~
SO
# alibaba 2013-10-16 20:29
*
To: Rifqy Ramdhani Dhola,

Jika saya boleh mengatakan anda itu bak pepatah tong kosong nyaring bunyinya.

Saya lihat komentar anda mengatakan betapa hebatnya Islam, tetapi tidak menunjukan apanya yang hebat? Kalau anda pintar tunjukkan dong jangan cuma mengeritik. Jika cara pemikiran anda sesempit itu, saya ingin mengatakan ini, Anda pikir umat Islam tidak suka melakukan sex bebas? Bahkan wanita berjilbab pun ada yang hamil diluar nikah, inikah ajaran kalian?

Jelas kalau ajaran kami tidak mengajarkan seperti itu, jika ada itu adalah oknumnya, jadi anda bisa membedakan tidak?
# Staff Isa dan Islam 2014-07-24 11:04
~
Saudara Alibaba,

Terima kasih untuk komentarnya. Semoga Saudara Rifqy Ramdhani Dhola tidak lagi secara sembarangan main tuduh.

Isa Al-Masih berkata: "Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu" (Injil, Rasul Besar Matius 7:5).
~
Slamet
# jawa 2013-10-24 09:55
*****
1. Menurut saya pembacaaan shalawat nabi memang menjadikan keraguan kenabian, karena yang namanya nabi utusan Tuhan pasti suci dan dijamin keselamatam hidup di dunia dan akhirat.

2. Menurut saya ajaran shalawat nabi hanya rekayasa supaya terwujud kultus individu.

3. Mendoakan orang meninggal sangat bermanfaat bagi yang meninggal dan yang mendoakan.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-26 14:27
*****
Saudara Jawa,

1. Kami setuju dengan pernyataan saudara bahwa shalawat dapat meragukan kenabian bagi orang yang diberikan shalawat. Tetapi kami kurang setuju bila saudara berpendapat bahwa nabi atau utusan Tuhan pasti suci. Karena bagaimanapun juga nabi adalah manusia yang tidak luput dari dosa, dan membutuhkan kasih karunia Tuhan untuk keselamatannya.

2. Untuk point ini, maaf kami kurang mengerti maksud saudara. Siapakah yang saudara maksud sudah merekayasa ajaran shalawat? Apakah Muhammad?

3. Menurut kami, orang yang sudah meninggal tidak membutuhkan doa dari orang-orang yang masih hidup. Orang yang sudah meninggal yang dapat dilakukannya hanyalah menunggu pengadilan Allah. Sehingga, sebanyak apapun doa yang dipanjatkan oleh orang yang masih hidup baginya, semua itu sia-sia.

Jadi saran kami bagi Sdr. Jawa, selagi masih ada kesempatan, bertobatlah. Terimalah jaminan keselamatan yang sudah diberikan Allah melalui Kalimat-Nya, yaitu Isa Al-Masih.

Sabda Isa, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).
~
SO
# zaenalalexander 2013-10-24 23:50
*
Qs 33:56 "Sesungguhnya ALLOH dan malaikat-malaik atnya bersholawat untuk nabi(Muhammad). Hai orang-orang beriman, bersholawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya."

Menurut penjelasan Al Qodhi Ismaa'iil Jahdzomiy, sholawat Allah kepada Nabi Muhammad maksudnya adalah memuji (menyanjung).

Sedangkan sholawat malaikat kepada Nabi Muhammad adalah memohonkan rahmat (kasih sayang) dan kemuliaan.

Hanya ibadah sholawat kapada Nabi Muhammad saja yang Allah swt perintahkan dan Allah juga melakukannya. Sedangkan ibadah seperti sholat, Allah memerintah sholat tapi Allah tidak sholat, zakat. Allah memerintah zakat tapi Allah tidak zakat, puasa, Allah memerintah puasa Allah pun tidak puasa. Begitu juga ibadah yang lainnya. Dan inilah salah satu bukti Nabi Muhammad paling tinggi derajatnya diantara nabi-nabi lain.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-26 14:27
~
Saudara Zaenalalexander,

1. Setahu kami, umat Islam mengimani ada 25 nabi Allah. Dapatkah saudara menjelaskan mengapa Allah hanya memuji Muhammad? Sifat Allah ini bertentangan dengan sifat-Nya yang maha adil. Bila Dia benar Allah yang maha adil, bukankah seharusnya Dia memuji semua nabi-Nya dan tidak pilih kasih?

2. Menurut saudara, apakah Muhammad dan Allah sederat sehingga malaikat Allah harus memohonkan rahmat (kasih sayang) dan kemuliaan kepadanya? Bukankah seharusnya hanya kepada Allah kita memohonkan rahmat (kasih sayang) dan kemuliaan?

3. Dari penjelasan saudara di atas, kami mengambil kesimpulan bahwa Islam memandang derajat Muhammad lebih tinggi daripada Allah. Dan kelihatannya Allah tunduk kepada Muhammad dan Allah wajib memberi shalawat baginya. Jadi sebenarnya siapakah yang menyembah manusia?
~
SO
# Johan 2013-11-05 02:15
~
Staf Isa dan Islam

1. Sudah saya tuliskan di sini, apakah anda tidak membacanya?

2. Mendoakan bukan berarti belum selamat, di sinilah yang saya tidak setuju. Sama seperti seorang bayi yang meninggal, maka bayi itu sudah pasti masuk surga. Apakah lantas orang tuanya tidak boleh mendoakan bayi itu agar diberi rahmat, nikmat, dan karunia-Nya kepada bayi itu?

Dan memang benar, shalawat dapat menghapus dosa. Sesuai dengan hadits ini: Dari Anas bin malik r.a, beliau berkata bahwa Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang mengucapkan shalawat kepadaku satu kali maka Allah akan bershalawat baginya sepuluh kali, dan digugurkan sepuluh kesalahan (dosa)nya, serta ditinggikan baginya sepuluh derajat/tingkat an (di surga kelak)” (HR. An-Nasa’i).

Saya rasa tidak ada perbedaan pendapat, karena semua Muslim yang paham akan ilmu agamanya pasti setuju akan penjelasan saya.
# Staff Isa dan Islam 2013-11-06 15:15
~
Saudara Johan,

1. Yang kami minta adalah ayat dari Al-Quran yang berupa perintah dari Allah kepada umat Muslim untuk bershalawat kepada nabi selain Muhammad. Bila memang Al-Quran juga memerintahkan orang Islam bershalawat kepada semua nabi, tentu ada perintah tersebut tertulis di Al-Quran. Nah, kiranya saudara dapat mengutip ayatnya.

2. Menurut saudara tidak ada perbedaan pendapat. Tapi faktanya di situs ini kami mendapat pendapat yang berbeda tentang tujuan shalawat dari orang Islam. Maka kesimpulan kami: Bila sesama umat Muslim saja mempunyai pandangan yang berbeda tentang arti shawalat, bagaimana umat Muslim menjelaskan bahwa shalawat adalah benar ajaran dari Allah!

Saudara mengutip sebuah hadist untuk membenarkan bahwa shalawat dapat menghapus dosa. Pertanyaan kami: Siapakah Muhammad sehingga dia dapat menghapus dosa seseorang? Apakah di mata orang Islam Muhammad setara dengan Allah sehingga dia berkuasa mengampuni dosa?
~
Saodah
# Staff Isa dan Islam 2013-11-06 15:15
~
Kepada Sdr. SoeDjoko dan Sdr. Wijana,

Maaf komentar saudara berdua kami hapus, karena komentar tersebut sudah berulang-kali dibahas di forum ini. Saran kami, silakan membaca komentar-kometa r di atas, maka saudara akan mendapatkan jawaban dari kami tentang komentar yang saudara tuliskan.

Selanjutnya, kiranya komentar yang saudara beri dapat menanggapi tiga pertanyaan berikut ini:

1. Setujukah saudara dengan penjelasan kami di atas bahwa tujuan doa shalawat adalah untuk mendoakan seseorang yang keselamatannya belum pasti? Kalau tidak setuju, mengapa?

2. Isa Al-Masih dan Muhammad sama-sama diimani umat Muslim sebagai pembawa wahyu Allah. Menurut saudara, mengapa Muhammad harus didoakan sedangkan Isa Al-Masih tidak?

3. Apakah mendoakan orang yang sudah meninggal bermanfaat? Mengapa?
~
Saodah
# Jarwo 2013-11-06 20:39
~
Secara implisit Islam berusaha untuk menghilangkan eksistensi 24 nabi lainnya. Karena kalau kita jujur seluruh hari besar Islam diperuntukkan hanya untuk Nabi Muhammad seorang, dan tidak ada satu-pun diperuntukkan untuk nabi-nabi selain Muhammad. Kalau umat Islam membantahnya, saya kira itu terlalu naif dan paradoks. Apalagi saya belum menjumpai umat Islam mengenang hari besar untuk Isa Al-Masih.
# Staff Isa dan Islam 2014-07-24 11:37
~
Saudara Jarwo,

Kami sependapat dengan saudara. Sebenarnya ada banyak ayat dalam Al-Quran yang menunjukkan bahwa Allah sangat menjunjung tinggi Isa Al-Masih dibandingkan Muhammad.

Al-Quran mengatakan bahwa Allah mengutus Isa dan mendukungNya dengan Roh Kudus (Qs 2:87).
Allah mempermuliakan Isa bahwa Isa benar adanya dan tidak berdosa (Qs 3:46).
Isa Al-Masih dibangkitkan dari antara orang mati (Qs 19:33-34).
Isa seorang terkemuka di dunia dan di akhirat (Qs 3:45).

Jika kita tunduk kepada Allah, tentunya kita akan mengutamakan yang diutamakan Allah dalam Al-Quran, bukan?
~
Slamet
# Johan 2013-11-12 02:38
~
Staf Isa,

1, Sudah saya katakan, saya sudah menulisnya di sini. "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaik at-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” (Qs 33:56).

2. Lebih tepatnya bukan perbedaan pendapat, karena shalawat itu banyak manfaatnya, tentu setiap Muslim memiliki tujuan masing-masing dalam bershalawat. Ada bershalawat sebagai wujud rasa cintanya kepada nabi, ada yang mengharapkan syafa'at nabi di hari kiamat kelak, ada juga yang mengharapkan dosanya diampuni. Semuanya benar tidak, ada yang salah. Karena memang demikianlah manfaat shalawat.

Cobalah untuk memahami hadits yang saya berikan, dan tidak membacanya dengan tergesa-gesa. Maka anda akan mendapat jawaban dari pertanyaan anda.
# Staff Isa dan Islam 2013-11-18 16:11
~
Saudara Johan,

1. Jawaban saudara tersebut menunjukkan bahwa memang sebenarnya di Al-Quran tidak ada tertulis perkataan Allah, yang memerintahkan seluruh umat Muslim bershalawat kepada nabi selain Muhammad. Sedangkan “nabi” yang disebut pada Qs 33:56 yang saudara kutip hanya menunjuk kepada Muhammad, bukan kepada 25 nabi yang diyakini umat Muslim.

2. Baik, jadi menurut saudara manfaat shalawat bermacam-macam. Dan diantaranya adalah agar dosa orang yang melantunkan shalawat itu diampuni oleh Muhammad.

Pertanyaan kami: Apakah Muhammad adalah Allah sehingga dia berkuasa mengampuni dosa manusia? Bukankah hanya Allah saja yang berkuasa mengampuni dosa manusia?
~
Saodah
# Andrew 2013-11-13 13:17
*
"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaik at-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” (Qs 33:56)

Allah dan malaikat-malaik at-Nya bershalawat untuk Nabi. Seperti apa shalawat-Nya? Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah. Shalawat ini kita tahu. Jadi apakah Nabi Muhammad yang memerlukan shalawat?
# Staff Isa dan Islam 2013-11-18 16:12
~
Saudara Andrew,

Kalau boleh memberi tanggapan atas pertanyaan saudara di atas. Menurut pendapat kami shalawat tersebut dibutuhkan oleh Muhammad. Dia membutuhkan doa dari pengikutnya untuk keselamatannya di akhir zaman kelak.

Hal ini dikarenakan Muhammad adalah manusia biasa yang juga tidak luput dari dosa dan memerlukan anugerah dari Allah. Sebuah hadist menuliskan “Ya Allah! Ampunilah saya! Kasihanilah saya dan hubungkanlah saya dengan Teman Yang Maha Tinggi …” (Sahih Bukhari Vol. 5 Book 59 No. 715).

Nah, menurut Sdr. Andrew sendiri bagaimana, apakah Muhammad yang membutuhkan shalawat atau justru umatnyalah yang membutuhkan pertolongannya?
~
Saodah
# ahmad 2013-11-27 16:38
~
Dengarkan bunyi ayat ini: "Allah dan para malaikat senantiasa bersholawat kepada nabi, wahai orang-orang beriman bersholawat lah kamu kepada nabi."

Dapat kita simpulkan bahwasanya Allah dan malaikat juga bersholawat kepada Nabi Muhammad. Berarti kalau misalnya, sholawat itu menurut pemahaman orang Kristen adalah doa, berarti Allah dan malaikat-Nya doa kepada siapa? Bukankah Allah itu Tuhan yang esa.

Dan saya hanya ingin kasih tahu, arti sholawat itu bukan doa tapi salam penghormatan.
# Staff Isa dan Islam 2013-11-28 15:14
~
Saudara Ahmad,

Terimakasih untuk penjelasan saudara di atas. Menurut kami “shalawat” adalah salah satu ajaran Islam yang cukup membingungkan. Mengapa kami mengatakan demikian? Karena di kalangan umat Muslim sendiri mempunyai pemahaman yang berbeda-beda tentang maksud dan tujuan shalawat tersebut.

Sebagian umat Muslim mengatakan shalawat hanya salam penghormatan. Sebagian ada yang berkata, shalawat bertujuan agar mendapat berkah dan pembelaan dari Muhammad di akherat. Bila dipikir secara logika, mungkinkah orang buta dapat menuntun orang buta? Mungkinkah orang berdosa dapat membela dosa orang lainnya?

Sementara menurut “Catatan Kaki No. 1230-31, Qs. 33:56, “Al-Quran Departemen Agama RI,” tahun 1978” bershalawat artinya memohon supaya Allah memberi rahmat, kemuliaan dan keselamatan bagi seseorang. Mungkinkah Muhammad tidak yakin keselamatannya sehingga dia perlu dimohonkan agar Allah memberi rahmat, kemuliaan, dan keselamatan baginya?

Sabda Isa “Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya . . . .” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:29).

Bila ada yang sudah pasti, mengapa harus mengikuti yang tidak pasti?
~
Saodah
# shasi kirono 2013-11-27 22:28
~
Shalawat itu dalam kepercayaan Muslim adalah sebagai kunci safaat dari nabi kami nanti di hari penghakiman. Kalau untuk menjawab mengapa orang mati harus di doakan dan sebagainya. Jawaban saya ilmu Islam itu luas.
# Staff Isa dan Islam 2013-12-02 20:55
~
Saudara Shasi Kirono,

Kami sependapat dengan saudara bahwa pada hari penghakiman nasib nabi saudara ditentukan oleh banyak atau sedikitnya orang-orang yang bershalawat baginya. Karena Muhammad sendiri tidak yakin bahwa dirinya selamat dan masuk sorga.

Menjelang akhir hidupnya Muhammad sangat khawatir akan hidupnya dan dengan sangat sedih Muhammad berkata, ”Demi Allah, Walaupun saya seorang Rasul Allah, saya tidak tahu apa yang akan Allah lakukan terhadap saya” (Hadist sahih Bukhari 5:266).

Dengan pengetahuan Islam yang luas sebagaimana pengakuan saudara, tolong jelaskan: Isa Al-Masih dan Muhammad sama-sama diimani umat Muslim sebagai pembawa wahyu Allah. Menurut saudara, mengapa Muhammad harus didoakan sedangkan Isa Al-Masih tidak?
~
Noni/Slamet
# Johan 2013-12-05 20:36
~
Staf Isa dan Islam,

1. Kalau memang hanya diperuntukkan untuk nabi selain Muhammad, mengapa ada shalawat kepada nabi Musa dan Harun (Q 37:120)?

2. Sejak kapan saya mengatakan bahwa orang yang melantunkan shalawat maka dosanya akan diampuni oleh Nabi Muhammad ? Sudah saya katakan, baca baik-baik hadits yang saya berikan. Maka siapakah yang mengampuni dosa yang tertulis pada hadits itu?
# Staff Isa dan Islam 2013-12-09 14:48
~
Saudara Johan,

1. Bila memang Qs 37:120 adalah shalawat untuk Nabi Musa dan Harun, maka sebagai seorang Muslim yang harus mentaati setiap isi Al-Quran, sudahkan saudara juga menaikkan shalawat untuk Nabi Musa dan Harun?

2. Silakan membaca komentar saudara di: “# Johan 2013-11-12 02:38” Di sana tertulis bahwa orang Islam juga ada yang mengharapkan agar dosanya diampuni lewat shalawat yang dinaikkannya.

Sdr. Johan, kami ingin mengajak saudara merenungkan ilustri berikut: Ada dua pribadi, keduanya menawarkan Keselamatan. Sayangnya satu pribadi tidak dapat memberi garansi untuk tawarannya, karena dia sendiri tidak yakin. Sedangkan Pribadi yang lain, dengan tegas dan yakin berkata, bila saudara mengikuti Dia, saudara pasti tidak tersesat.

Nah, Pribadi manakah yang akan saudara ikuti? Apakah yang tidak dapat memberi garansi atau Dia yang dapat menjamin saudara?

Kiranya saudara dapat merenungkan ayat ini, “Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Jangan pernah keraskan hati saudara untuk menerima kebenaran dari Allah!
~
Saodah
# Johan 2013-12-10 12:52
~
Staf Isa dan Islam,

1. Sudah saya jelaskan sebelumnya jika seorang Muslim menyebut nama seorang nabi pasti selalu diakhiri dengan kata ‘alaihis sholatu wassalam' atau lebih dikenal dengan ‘alaihis salam'.

2. Coba perhatikan kalimat saya baik-baik, saya mengatakan: "ada juga yang mengharapkan dosanya diampuni" lalu bandingkan dengan tulisan anda "agar dosa orang yang melantunkan shalawat itu diampuni oleh Muhammad". Lihat, di sini saja sudah terbukti bahwa anda memang tidak memperhatikan apa yang saya tulis. Silakan di pahami hadits di bawah ini siapakah yang mengampuni dosa itu ? "Barangsiapa yang mengucapkan shalawat kepadaku satu kali maka Allah akan bershalawat baginya sepuluh kali, dan digugurkan sepuluh kesalahan (dosa)nya, serta ditinggikan baginya sepuluh derajat/tingkat an (di surga kelak)” (HR. An-Nasa’i).
# Staff Isa dan Islam 2013-12-12 21:25
~
1. Pertanyaan saya: Apakah Sdr. Johan menyebut ke-24 nabi lainnya sebanyak saudara menaikkan sholawat kepada Muhammad?

2. Sdr. Johan, kami hanya menulis apa yang disampaikan oleh teman Muslim, bahwa melalui sholawat yang mereka sampaikan kepada Muhammad, maka dosa-dosa mereka akan diampuni. Dengan kata lain, manfaat sholawat Muhammad adalah mengampuni dosa. Lalu, dimana letak kesalahannya?

Nah, pertanyaan kami buat Sdr. Johan dan teman Muslim lain: Apakah Muhammad adalah Tuhan sehingga dia dapat mengampuni dosa?

Sdr. Johan, seperti yang sebelum-sebelum nya kami sarankan kepada saudara. Mari, jangan keraskan hati saudara melihat kebenarannya. Jadilah orang yang beriman. Bukan seorang yang didoktrin.

“Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup" (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:12).
~
Saodah
# syadzafi 2013-12-18 01:18
~
Maksud Allah pada ayat ini adalah “Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah mendapat petunjuk; barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya” (Qs 18:17).

Allah menciptakan manusia dengan berbeda agama, ada yang dilahirkan Muslim, Kristen, Yahudi, sdb. Tetapi Allah memberikan kita otak untuk berfikir. Untuk mencari jalan yang lurus dan benar, hidayah itu dicari dan Allah yang memberikan hidayah itu.
# Staff Isa dan Islam 2013-12-30 10:59
~
Saudara Syadzafi,

Menurut kami agama adalah pilihan. Bukan Allah yang menentukan. Dan lagi, agama adalah buatan manusia, bukan hasil ciptaan Allah.

Saudara benar, hendaknyalah setiap orang menggunakan akal dan pikirannya untuk mencari hidayah Allah. Sehingga, ketika kita mengimani sesuatu, iman tersebut timbul dari hasi pencarian. Bukan karena doktrin atau karena keturunan.

Salah satu ayat dalam Al-Quran mengatakan, “Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa” (Qs 5:46).

Nah bagaimana dengan Sdr. Syadzafi, sudahkah saudara mencari petunjuk dan cahaya Allah itu dalam Injil dan Taurat sebagaimana yang diperintahkan pada ayat di atas?
~
Saodah
# syadzafi 2013-12-18 01:30
~
Dear staff IDI,

Nabi Muhammad menyuruh kita kita bershalawat kepadanya, agar diberi syafaat ketika akhirat nanti. Berati yang mendapat rahmat Allah dan syafaat Nabi Muhammad adalah yang bershalawat. Jadi intinya Nabi Muhammad menyuruh kita bershalawat atasnya, agar kita diberikan syafaat olehnya.
# Staff Isa dan Islam 2013-12-30 10:59
~
Arti kata “syafaat” adalah pertolongan. Mengacu pada penjelasan Sdr. Syadzafi di atas tentang tujuan bershalawat, maka dapat diartikan, tujuan shalawat adalah agar Muhammad memberi pertolongan di akhirat kepada orang-orang yang bershalawat kepadanya. “Pertolongan di akhirat” tentu maksudnya pertolongan agar bisa masuk sorga, bukan?

Sebuah hadist menuliskan, “Rasulullah saw. Berdiri ketika Tuhan yang Maha Mulia dan Maha Besar menurunkan ayat yang artinya: “Dan berilah peringatan kepada kaum famili engkau terdekat!” lalu beliau bersabda: “Hai kaum Quresy! (atau perkataan yang serupa dengan itu). Tebuslah dirimu! Saya tiada dapat menolongmu barang sedikitpun dari siksa Tuhan. Hai bani Abdi Manaf! Saya tiada bisa menolongmu sedikitpun. Hai Abbas anak Abdul Mutholib! Saya tiada bisa menolongmu sedikitpun dari siksa Tuhan. “Hai Safiah, bibi Rasulullah! Saya tiada bisa menolongmu sedikitpun dari siksa Tuhan. Hai Fatimah binti Muhammad! Mintalah kepada saya harta dan saya tiada bisa menolongmu sedikitpun dari siksa Tuhan!” (Hadits Shohih Bukhori Jilid 4, nomor 16).

Sdr. Syadzafi, lewat hadist di atas Muhammad mengatakan dia tidak dapat menolong siapapun dari siksa Tuhan. Dengan kata lain, dia tidak dapat memberi syafaat bagi saudara, sekalipun saudara bershalawat baginya.

Lalu, siapa yang dapat memberi syafaat bagi saudara? Renungkanlah ayat ini, “Sabda Isa, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).
~
Saodah
# Novianus 2014-01-07 18:30
~
Hello salam hormat,

Saya cuma mau bertanya, apakah anda pernah mendoakan saudara anda atau kenalan anda yang telah meninggal dunia?

Jika ia, apa yang anda mohonkan, bukankah doa adalah bentuk dari komunikasi kita dengan Tuhan. Dan kita semua percaya bahwa Tuhan akan mendengarkan doa kita. Mendoakan orang yang telah meninggal juga adalah bentuk cinta kasih yang diajarkan Kristus kepada kita.

Salam

Novi
# Staff Isa dan Islam 2014-01-09 18:14
~
Saudara Novi,

Kami tidak pernah mendoakan orang-orang yang sudah meninggal. Sebab setahu kami, Tuhan Yesus Kristus tidak pernah mengajarkan pengikut-Nya untuk mendoakan orang yang sudah meninggal.

Orang yang sudah meninggal tidak membutuhkan lagi doa dari orang-orang yang masih hidup. Yang dapat dilakukan orang yang sudah meninggal adalah menunggu putusan hukuman dari Allah. Pintu pertobatan, sudah tertutup baginya.

Maka dari itu, sebelum kematian menghampiri, ada baiknya kita mempersiapkan diri. Sehingga, bila kematian itu menjemput, kita sudah tahu harus kemana kita akan pergi. Sorga atau neraka.

Kiranya saudara merenungkan ayat ini, “Isa Al-Masih berkata, “Akulah Kebangkitan dan Hidup; barang-siapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun Ia sudah mati” (Injil, Rasul Besar Yohanes 11:25).
~
Saodah
# ika ayu 2014-01-09 08:13
~
Islam adalah agama logika yang sejalan dengan fitrah manusia. Islam begitu sempurna. Islam tidak hanya mengajarkan tentang akhirat. Tapi islam juga mengajarkan tentang dunia dengan begitu sempurna dan indah. Kita hanya butuh satu Tuhan. Bukan tiga. Lakum dinukum walliyadin. Untukmu agammu, dan untukku agamaku. Saya bangga menjadi muslimah, karena Islam begitu menghormati wanita.
# gani octavian 2014-01-23 03:32
~
Sebelumnya saya ucapkan terimakasih kepada staf IDI. Karena setelah membaca artikel ini, saya menjadi lebih termotivasi untuk mendalami atau mengkaji kembali tentang agama saya yaitu Islam.

Kepada admin IDI, saya meminta ijin untuk mengutip sebuah penjelasan tentang shalawat.

Namun karena penjelasannya cukup panjang dan tidak mencukupi kapasitas karakter pada komentar, maka ijinkan saya untuk menulis satu persatu poin penjelasannya pada masing-masing komentar saya.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-19 08:26
~
Saudara Gani Octavian,

Kami berterimakasih atas kesediaan saudara mengunjungi dan memberikan komentar pada situs kami. Tentu baik bila saudara semakin termotivasi untuk mendalami dan mengkaji agama saudara.

Tetapi maaf, beberapa komentar saudara terpaksa kami hapus karena tidak sesuai dengan ketentuan situs kami. Namun, kami telah mengerti penjelasan saudara.

Pertanyaannya mengapa Allah harus memberikan salam penghormatan kepada Muhammad? Bukankah salam penghormatan diberikan kepada pribadi yang derajatnya lebih tinggi?

Bila shalawat bukan doa, lalu apa pengertian shalawat? Mengapa Departemen Agama memberikan definisi seperti di atas?
~
Salma
# morshidi 2014-02-05 08:54
~
Kesilapan petikan Al-Quran dalam "Mengapa Tidak Ada "Shalawat Nabi" Untuk Isa Al-Masih?" Rujukan ayat yang betul.

"Sesungguhnya Allah dan malaikatNya bershalawat (memberi segala penghormatan dan kebaikan) kepada Nabi (Muhammad s.a.w); wahai orang-orang yang beriman bershalawatlah kamu kepadanya serta ucapkanlah salam sejahtera dengan penghormatan yang sepenuhnya" (Qs 33:56).

"Dan siapa saja yang mencari agama selain agama Islam, maka tidak akan diterima daripadanya, dan ia pada hari akhirat kelak dari orang-orang yang rugi" (Qs 3: 85).

Semua petikan ayat Al-Quran yang digunakan saudara telah diselewangkan. Mengapa?
# Staff Isa dan Islam 2014-02-19 08:43
~
Saudara Morshidi,

Kami tidak menyelewengkan ayat Al-Quran. Tetapi inti pertanyaannya adalah mengapa Allah harus memberikan penghormatan kepada Muhammad? Bukankah penghormatan diberikan kepada derajat yang lebih tinggi?

Hal ini jelas sangat berbeda dengan Isa Al-Masih. Dia tidak memerlukan shalawat dari pengikut-Nya. Justru Isa Al-Masih mendoakan para pengikut-Nya. "Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu" (Injil, Rasul Besar Yohanes 17:9). Dan juga "di hari Kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka" (Qs 4:159).
~
Salma/Slamet
# Fajar 2014-02-06 12:28
~
Bagi umat Muslim nabi Isa belum mati. Ia diangkat oleh Allah. Jadi, tidak perlu dishalawatkan. Nabi Isa nantinya akan turun ke bumi sebagai Juruselamat dan Beliau juga akan mematahkan salib dan membunuh babi. Itu yang umat Islam yakini.

Jadi, jika tidak ada shalawat untuk Nabi Isa karena Nabi Isa masih hidup. Jadi, tidak perlu dishalawatkan.

Wassalam. Bagimu agamamu dan bagiku agamaku.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-19 08:52
~
Saudara Fajar,

Kami setuju Isa Al-Masih hidup hingga saat ini. Dan bila saudara mengartikan shalawat diberikan kepada orang yang meninggal, mengapa nabi-nabi lain tidak ada shalawat?

Dengan demikian, sepertinya saudara menyetujui bahwa Muhammad membutuhkan shalawat karena ia belum yakin dengan keselamatannya.

Oleh karena itu ketika akan meninggal dunia, Nabi Muhammad berkata, ”Demi Allah, Walaupun saya seorang Rasul Allah, saya tidak tahu apa yang akan Allah lakukan terhadap saya” (Hadist sahih Bukhari 5:266).
~
Salma/Slamet
# Bedjo 2014-02-13 13:52
~
Kata siapa cuma nabi Muhammad saja yang diberi shalawat? 24 nabi dibelakang namanya diberi tambahan gelar AS (alaihis salam= Semoga keselamatan dilimpahkan kepadanya) termasuk Nabi Isa AS.

Dan SAW untuk nabi Muhammad SAW (SAW = semoga Allah memberikan shalawat dan salam kepadanya). Qs 33:56 tidak menyebutkan kata 'Muhammad', tapi nabi secara keseluruhan. Shalawat juga diberikan kepada para sahabat nabi Muhammad dengan pemberian gelar "RA" (Radhiyallahu `anhu/`anha / `anhum) di akhir nama-nama mereka yang berarti kurang lebih "Semoga Allah meridhainya".

Apakah semua nabi dan para sahabat tersebut tidak selamat? Tentu saja kami sebagai umat Muslim memercayai bahwa mereka semua adalah selamat semuanya.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-19 09:11
~
Saudara Bedjo,

Pemberian gelar bukan berarti nabi-nabi itu membutuhkan shalawat. Bukankah umat Islam yang memberikan gelar-gelar itu? Adakah nabi-nabi itu sendiri menyematkan gelar pada namanya?

Lagi pula tertulis dimana dalam Al-Quran bahwa 24 nabi lainnya membutuhkan shalawat, kecuali Muhammad? Dan karena Al-Quran diberikan kepada Muhammad sudah tentu Qs 33:56 adalah untuk Muhammad.

Bila Qs 33:56 untuk semua nabi, apa dasar dari pendapat itu? Bagaimana dengan Musa yang menuliskan kitab Taurat? Mengapa Taurat tidak menuliskan perintah shalawat untuk Musa? Bagaimana dengan Isa Al-Masih? Mengapa tidak perintah shalawat untuk Dia?
~
Salma
# Jarwo 2014-02-17 23:23
~
Untuk Bedjo,

Anda mengatakan bahwa Islam itu indah? Coba buktikan indahnya di mana? Ya, memang indah untuk Islam tapi untuk Nasrani? Untuk Budha? Untuk Hindu? Untuk Tao? Dan sepertinya anda tidak menjawab apa yang admin tanyakan.

Admin bertanya mengapa tidak ada shalawat untuk Isa/Yesus? Mana dalil dan ayatnya? Karena di dalam Qs 37 dan Qs 19:27-34 secara implisit hanya diperuntukkan khusus untuk Muhammad dan pengikutnya, bukan untuk Yesus Kristus.

Jadi jangan naif. Shalawat siapapun yang mengadakan, entah ponpes ataupun Riyadhul Jannah pasti diperuntukkan untuk Muhammad.
# Staff Isa dan Islam 2014-07-25 08:40
~
Saudara Jarwo,

Kalau kita membaca Al-Quran khususnya Qs 33:56, "Sesungguhnya Allah dan malaikatNya bershalawat (memberi segala penghormatan dan kebaikan) kepada Nabi (Muhammad s.a.w); wahai orang-orang yang beriman bershalawatlah kamu kepadanya serta ucapkanlah salam sejahtera dengan penghormatan yang sepenuhnya."

Kami mempunyai pandangan yang sama dengan saudara, bahwa hanya Muhammad saja yang memerlukan shalawat, sedangkan nabi-nabi yang lain tidak.
~
Slamet
# omzell 2014-02-19 15:31
~
Shalawat bukanlah doa. Shalawat adalah pujian dan perhargaan diberikan oleh Allah kepada para nabinya. Sebagai bentuk penghormatan atas kepatuhannya. Baca lagi Injil dengan baik dan benar, wahai saudaraku. Semua nabi diberi shalawat, termasuk Isa. Ada kidung yang memuliakan dan memuji Yesus. Bacalah. Bacalah Injil itu dengan nama Tuhanmu yang menjadikan. Apakah Yesus yang menjadikanmu? Tidak! Yang menjadikanmu adalah Allah, Tuhanmu. Mengapa engkau mengingkarinya? Tidak takutkah kamu dengan laknat-Nya?
# Staff Isa dan Islam 2014-03-03 23:47
~
Saudara Omzell,

Depag memberikan definisi shalawat adalah memohon supaya Allah memberi rahmat, kemuliaan dan keselamatan bagi seseorang. Ini artinya Muhammad belum mendapatkan kepastian keselamatan di akhirat.

Ini sesuai dengan tulisan Al-Quran. "...Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu..." (Qs 46:9). Tidakkah mengherankan ada nabi yang tidak tahu nasibnya di akhirat? Bukankah nabi adalah orang yang sangat dekat dengan Tuhan?
~
Salma
# Jarwo 2014-02-19 23:49
~
Untuk Omzell,

Anda jangan berkelit. Dan itu membuktikan bahwa anda kurang matang dalam memahami sebuah konteks dan teks. Yang kami tanyakan di sini, mengapa dalam Islam tidak ada shalawat untuk Yesus Kristus? Dalam Injil pastilah kami sebagai orang Nasrani bershalawat untuk nabi-nabi kami (kecuali Muhammad tentunya). Di sini masalahnya kenapa dalam Islam tidak ada shalawat untuk Yesus Kristus? Itu yang kami tanyakan. Dan anda jangan fokus ke Injil karena Injil tidak ada masalah bagi kami.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-03 23:53
~
Saudara Jarwo,

Kami berterimakasih atas kesediaan saudara memberikan komentar. Tetapi kami kurang setuju bila dituliskan bahwa orang Nasrani bershalawat untuk nabi mereka. Sebab Alkitab tidak pernah mengajarkan demikian. Justru Isa Al-Masih mendoakan pengikut-Nya.

"Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka" (Injil, Rasul Besar Yohanes 17:9-10).
~
Salma/Slamet
# jori ondoro 2014-03-06 10:34
~
Dalil yang mengacu pada pernyataan bahwa Allah bershalawat kepada nabi Muhammad adalah Qs 33:56 “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaik at-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk nabi (Muhammad) dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”
# Staff Isa dan Islam 2014-03-27 09:18
~
Salam Sdr. Jori Ondoro,

Terimakasih untuk pemaparan ayatnya. Hanya saja apakah yang hendak saudara paparkan dari ayat tersebut? Bolehkah kami bertanya? Menurut saudara mengapa harus bershalawat kepada Muhammad?
~
Salma
# arbasdo 2014-03-15 21:04
~
Doa shalawat nabi hanya milik umat Muslim. Dan bagi siapa yang membanding-band ingkannya dengan ajaran selain Islam sudah pasti tidak akan mengerti untuk memahami ayat-ayat Al-Quran. Jadi mengapa anda yang bukan penganut agama Islam sulit untuk memahami? Sebaiknya bacalah Al-Quran dan tadaruslah dulu.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-27 09:20
~
Salam Sdr. Arbasdo,

Jika kita melihat sejaran nabi-nabi tentu tidak ada satu nabipun dishalawatkan oleh para umatnya. Inilah yang menjadi pemikiran bagi kita, mengapa Muhammad meminta umatnya bershalawat bagi dirinya?

Sangat berbeda bukan dengan ajaran Isa Al-Masih? Isa berkata: “Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya . . . .” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:29).
~
Salma
# priyo 2014-04-03 13:00
~
Bershalawat berarti memohon supaya Allah memberi rahmat, kemuliaan, keselamatan bagi seseorang. Anda mengerti maksudnya? Karena nabi Muhammad adalah nabi dan sekaligus rasul terakhir yang menyempurnakan agama yang ada untuk umat manusia.

Nabi Muhammad adalah pemberi contoh yang diajarkan Allah, ibaratnya Al-Quran itu berjalan bagi umat manusia.
Mengapa tidak diberikan shalawat untuk Nabi Isa, karena ia bukan nabi terakhir dan ajarannya bukan untuk umat manusia hanya untuk kaum bani Israel?
# Staff Isa dan Islam 2014-04-03 23:11
~
Salam Sdr. Priyo,

Kami sepakat dengan saudara bahwa shalawat itu adalah sebuah doa yang dipanjatkan bagi seseorang untuk keselamatan jiwanya? Tentu dalam hal ini ditujukan bagi nabi umat Mukmim, bukan? Sebagai nabi terakhir, yang konon kabarnya nabi penyempurna seharusnya memiliki keyakinan akan keselamatan jiwanya, bukan? Tetapi mengapa Muhammad tidak yakin akan keselamatan jiwanya? Lalu bagaimana dengan para pengikutnya?

Setelah dishalawatkan, lantas apakah ada peluang untuk menikmati sorga?

Tidak hanya umat Israel, umat Nasrani juga telah mendapatkan anugerah keselamatan dari Isa Al-Masih sebagai penggenap dari ramalan nabi terakhir. "Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).
~
Salma/Slamet
# Mr Roboto 2014-04-11 13:06
~
“Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaik at-Nya bershalawat untuk Nabi (Muhammad). Hai orang yang beriman (umat Muslim), bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkan salam penghormatan kepadanya” (Qs 33:56).

Kalau Allah sendiri mendoakan Muhammad sebagai penghormatan, lalu doanya kepada siapa? Bukankah kita berdoa kepada Allah? Lantas Allah berdoa kepada diri-Nya sendiri? Apakah ada Tuhan-Nya Allah lagi? Atau apakah Allah sendiri kurang yakin kepada diri-Nya sendiri sehingga Dia perlu meyakinkan diri-Nya melalui shalawat/doa keselamatan agar tidak ragu mau menyelamatkan Muhammad? Yang pasti memang Allah mengasihi Muhammad semasa hidupnya, cuma Muhammad yang tidak mau menerima kasih Allah melalui Isa.
# Staff Isa dan Islam 2014-07-25 09:50
~
Saudara Mr. Roboto,

Umat Muslim memahami bahwa kalimat "Allah bershalawat" artinya Allah tidak berdoa bagi Muhammad, melainkan Allah sangat menghargai Muhammad.

Masalahnya, apakah kedudukan Muhammad lebih tinggi dibanding Allah, sehingga Allah harus memberi penghargaan bagi dia?
~
Slamet
# priyo 2014-04-14 12:44
~
Umat Nasrani telah mendapatkan anugerah keselamatan dari Isa Al-Masih sebagai penggenap dari ramalan nabi terakhir. "Kata Yesus kepadanya: 'Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku'" (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6). Sekarang pertanyaannya, anda sudah menjalankan apa yang diajarkan oleh Tuhanmu?

Jika belum, berarti anda bukan umat-Nya. Setelah dishalawatkan, lantas apakah ada peluang untuk menikmati sorga? Yang berhak memutuskan siapa yang masuk sorga dan neraka bukan manusia tapi hanya Allah yang maha tahu. Mengapa banyak mualaf masuk Islam karena mereka diberi hidayah.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-15 11:58
~
Saudara Priyo,

Isa Al-Masih memberikan keselamatan kepada manusia sebagai anugerah, bukan karena kita melakukan amal atau kebaikan. Karena tidak mungkin manusia dapat melakukan seluruh perintah Allah seluruhnya. Bila kita melanggar satu saja dari perintah Allah, maka kita telah melanggar perintah Allah seluruhnya.

"Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya" (Injil, Surat Yakobus 2:10).

Karena itu, kami cukup heran bahwa nabi saudara dishalawatkan. Mengapa jutaan umat Islam berdoa memohon keselamatan dari Allah untuk nabi saudara? Menurut kami, hanya nabi saudara satu-satunya orang yang meminta dishalawatkan oleh pengikutnya. Jika saudara bershalawat untuk nabi saudara, maka siapakah yang akan bershalawat untuk saudara, nabi saudara atau siapakah?
~
Solihin
# priyo 2014-04-15 12:55
~
Nabi Muhammad itu adalah manusia kekasih Allah dan dengan shalawat berarti mendoakan beliau seperti assalamualaikum untuk saling mendoakan sesama umat Muslim. Pertanyaan saya yang ke-2, mengapa tidak saudara jawab?

Sekarang coba saudara tanyakan para pastur dan suster yang sudah muallaf, mengapa mereka masuk Islam maka saudara akan mengerti apa itu Islam dan Al-Quran.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-15 13:41
~
Salam Sdr. Priyo,

Memang sangat berbeda dengan Isa Al-Masih. Jika Muhammad didoakan oleh umat Muslim, Isa Al-Masih mendoakan para pengikut-Nya.

"Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka" (Injil, Rasul Besar Yohanes 17:9-10).
~
Salma
# HAMBA ALLOH SWT 2014-04-30 15:12
~
Umat Islam bersholawat kepada nabi Muhammad, bukan karena Muhammad tidak yakin dengan keselamatannya, tapi perintah untuk bersholawat kepada nabi langsung dari Allah (Qs al-ahzab 33:56.

Isa Al-Masih hanya manusia biasa ia bukan Tuhan (anak Tuhan). Ia hanya utusan Tuhan karena kalau ia Tuhan maka untuk menebus dosa umatnya tidak perlu menderita disalib oleh manusia, tapi cukup diampuni saja dosa manusia dan di masukkan saja semua ke dalam sorga karena kalau Tuhan pasti mahakuasa, tidak perlu susah, repot apalagi menderita.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-28 23:51
~
Saudara Hamba Alloh,

Shalawat artinya memohon supaya Allah memberi rahmat, kemuliaan dan keselamatan bagi seseorang. Tidakkah janggal bila Allah sendiri yang memerintahkan umat Islam untuk shalawat kepada nabi? Bukankah sorga adalah miliknya, mengapa harus bershalawat dulu agar nabi saudara selamat. Bagaimana menurut saudara?

Oh ya, silakan klik ini http://tinyurl.com/8abrx5t untuk mendiskusikan tentang Ketuhanan Isa Al-Masih.
~
Solihin
# taripas 2014-05-01 14:03
~
Benar bahwa Isa Al-Masih tidak memerlukan shalawat, Itu tidak akan saya sangkal! Hanya Isa Al-Masih yang disebut Yesus, Tuhannya umat Kristen dan satu-satunya jalan menuju keselamatan manusia. Barangsiapa tidak percaya Yesus, segera bertobat. Amin. Yesus memberkati kita semua. Terimakasih Isa dan Islam.
# Staff Isa dan Islam 2014-07-25 10:21
~
Saudara Taripas,

Kami sependapat dengan pandangan saudara bahwa Isa Al-Masih tidak perlu shalawat dari para pengikut-Nya. Karena Dia adalah Tuhan yang akan mengaruniakan Kerajaan Kekal bagi setiap orang yang bersedia menerima-Nya.

"Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus" (Injil, Surat 2 Petrus 1:11).
~
Slamet
# Allahumma sholli ala 2014-05-09 00:05
~
1. Shalawat itu sebagai rasa penghormatan Muslim kepada junjungan besar kami Muhammad. "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaik at-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya" (Qs Al-ahzab : 56).

2. Nabi-nabi terdahulu tidak butuh shalawat? Anda tahu, dengan mengatakan, contoh Isa, Ibrahim, Musa, Daud dan sebagainya merupakan salawat kepada para nabi tersebut yang artinya semoga keselamatan dilimpahkan kepadanya (para nabi)

3. Muhammad juga mendoakan umatnya. Bahkan, ketika beliau sedang dalam ajalnya yang beliau pikirkan adalah umatnya. Bagaimana nanti umatnya setelah tiadanya beliau. Nabi bahkan ketika menjelang ajal yang ia katakan adalah umatku, umatku, umatku.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-29 00:03
~
Saudara Allahumma,

Terimakasih atas tanggapan saudara. Berikut tanggapan kami.

1. Ini menimbulkan tanda tanya besar. Mengapa Allah memberikan penghormatan kepada nabi saudara? Tidakkah ini menjelaskan bahwa nabi saudara memiliki kedudukan lebih tinggi dibandingkan Allah?

2. Para nabi tidak meminta untuk dishalawatkan karena mereka percaya pada janji Allah. Hanya nabi saudara yang meminta shalawat dari umatnya.

"Ya Allah, limpahkanlah rahmat, keselamatan, dan keberkahan kepadajunjungan kami, Nabi Muhammad saw., yang membuha sesuatuyang tertutup, yang menu-tup sesuatu yang terdahulu, yang menolon.g kebenaran dengan kebenaran, yang memberikan petunjuk pada jalan-Muyang lurus. Semoga Allah memberikan rah­mat kepada Nabi Muhammad saw., keluarganya, dan para sahabatnya dengan kekuasaan dan ukuran Allah Yang Maha Agung” (Shalawat Fatih).

3. Boleh kami tahu, tertulis dimanakah ini dalam Al-Quran? Bagaimana saudara?
~
Solihin/Slamet
# Rabia 2014-05-09 22:24
~
Bismillahirrahmanirrahim,

Kalau anda mempertanyakan keselamatan Muhammad sehingga harus didoakan oleh umatnya, lalu bagaimana dengan keselamatan Yesus yang juga selalu berdoa juga memohon keselamatan?

Injil, Rasul Besar Matius 26:39, " Maka ia (Yesus) maju sedikit, lalu sujud dan berdoa..."

Injil, Surat Ibrani 5:7 "Dalam hidupnya sebagai manusia, ia (Yesus) telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-N ya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan."

Injil, Rasul Lukas 22:44, "Ia (Yesus) sangat ketakutan dan makin bersungguh-sung guh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah."

Jadi, mengapa Tuhan anda berdoa kepada Tuhan lain memohon keselamatan?
# Staff Isa dan Islam 2014-05-29 00:15
~
Saudara Rabia,

Isa Al-Masih pernah bersabda, "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati" (Injil, Rasul Besar Yohanes 11:25).

Mungkinkah pribadi yang berani mengatakan ini memerlukan keselamatan? Justru Isa Al-Masih yang memberikan keselamatan. Karena itu, kami menyarankan agar saudara membaca keseluruhan perikop itu agar mengerti dengan benar konteks ayat-ayat itu.

Sangat berbeda dengan nabi saudara. Ketika menjelang akhir hidupnya Muhammad dengan sangat sedih berkata: "Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu" (Qs 46:9).

Oleh karena itu, umat Islam diminta untuk shalawat kepada nabi saudara. Tidakkah aneh seorang nabi harus dishalawatkan pengikutnya? Hanya nabi yang tidak yakin selamat yang memerlukan doa dari pengikutnya, bukan? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin/Slamet
# Ties 2014-05-13 18:01
*
Jawab no.1: Arti shalawat nabi yang dibaca umat Muslim dalam shalat: "Ya Allah, wahai Tuhanku muliakan oleh-Mu akan Muhammad dan akan keluarganya sebagaimana Engkau memuliakan keluarga Ibrahim dan berilah berkat olehmu kepada Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau telah memberkati keluarga Ibrahim, bahwasanya Engkau sangat terpuji lagi sangat mulia diserata alam" (HR.Muslim).

Apakah ini termasuk doa? Ya. Semua bentuk komunikasi antara mahluk dan penciptanya dinamakan doa. Di dalam shalawat berisi permintaan mahluknya kepada Tuhannya untuk selalu memuliakan nabinya. Bukan untuk meminta ampunan bagi nabinya. Sebagai kekasih Allah Nabi Muhammad sudah pasti diampuni kehilafannya. Jadi, jawabannya tidak setuju.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-29 21:37
*
Saudara Ties,

Kami telah membaca Taurat, Zabur, dan Injil secara menyeluruh dan tidak menemukan bahwa para nabi ataupun pengikutnya mendoakan nabinya. Hanya nabi saudara yang demikian.

“Perbanyaklah shalawat kepadaku setiap hari jum’at karena shalawatnya umatku akan dipersembahkan untukku pada hari jum’at, maka barangsiapa yang paling banyak bershalawat kepadaku, dia akan paling dekat derajatnya denganku” (HR. Baihaqi dengan Sanad Shahih).

Tidakkah hal ini menimbulkan pertanyaan besar? Mengapa nabi saudara harus didoakan? Tidakkah terjaminkah keselamatannya di akhirat atau bagaimana?
~
Solihin/Slamet
# Koizumi Al-Yabani 2014-05-16 11:55
*****
1. Shalawat/doa bukan selalu berarti untuk mendoakan (meminta) tetapi juga untuk memuji. Di Al-Quran dan Injil banyak doa-doa yang isinya pujian-pujian untuk Allah. Jadi, salah besar kalau dibilang doa shalawat untuk Nabi Muhammad berarti keselamatannya tidak terjamin.

2. Karena Nabi Isa ditugaskan Allah untuk membawa syariat yang hanya khusus untuk Bani Israel pada saat itu, sementara Nabi Muhammad untuk umat manusia secara umum hingga kiamat.

3. Ya. Karena belum datang hari perhitungan.

Untuk Admin,

Kalau anda memang sedang mencari kebenaran, pasti akan bertanya-tanya kenapa anda hidup di dunia dan bukan di sorga? Karena Nabi Isa menjadi Juruselamat dan semua dosa termasuk dosa pastor, pedofil juga sudah diselamatkan. Kenapa tidak langsung sorga?
# Staff Isa dan Islam 2014-05-29 21:50
*****
Saudara Koizumi,

Terimakasih atas jawaban saudara. Berikut tanggapan kami.

1. Tentu saudara dapat melihat perbedaan dari poin satu ini, bukan? Injil memuat doa pujian untuk Allah, tetapi Injil tidak pernah mencatat doa pujian untuk manusia. Pertanyaannya mengapa saudara harus berdoa memberikan pujian kepada nabi saudara? Bukankah yang layak dipuji dalam doa hanya Allah? Bagaimana saudara?

2. Apakah karena perbedaan, menurut saudara, diutus untuk umat manusia secara umum harus didoakan? Silakan klik ini http://tinyurl.com/cqvgxdo untuk mengetahui benarkah Isa Al-Masih hanya untuk bani Israel saja.

3. Manfaat apa yang saudara dapatkan dengan mendoakan nabi saudara? Dan mengapa?

Menanggapi pertanyaan saudara. Isa Al-Masih pernah bersabda, "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa" (Injil, Rasul Markus 2:17). Silakan klik ini http://tinyurl.com/6wf9w8k untuk mendiskusikan lebih lanjut.
~
Solihin
# suherjan xv 2014-05-18 09:24
~
Kenapa dipermasalahkan ? Jika kamu yakin Isa yang membawamu ke jalan kebenaran, jalani dan patuhi perintahnya. Karena Islam hanya untuk orang yang berpikir. Dan bagi kami, umat Islam, bagimu adalah agamamu bagiku adalah agamaku. Soal shalawat itu, biarlah bagian dari kami umat Islam. Salam damai dari kami. Wassalam.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-29 21:57
~
Saudara Suherjan,

Kami senang saudara menyatakan bahwa Islam hanya untuk orang yang berpikir. Kami yakin saudara adalah salah satu yang dapat berpikir dengan jernih dan kritis. Kiranya saudara tidak keberatan untuk menjawab pertanyaan kami. Mengapa nabi saudara perlu dishalawatkan? Dan mengapa nabi yang lain tidak? Dan mengapa Allah dan malaikat harus bershalawat untuk nabi saudara? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# adhityaa 2014-05-26 23:03
*****
1. Tidak sama sekali. Nabi Muhammad pun tetap memohon ampun kepada Allah walaupun semua orang beriman tahu bahwa segala dosa-dosanya akan diampuni. Namun, tidak ada salahnya dan bukan berarti tidak berguna untuk bersholawat kepada seseorang. Bacalah surat Al- 'Ahzab (33) ayat 56.

2. Menurut saya, tidak ada shalawat untuk Nabi Isa karena karena kita (umat Islam) meneladani Nabi Muhammad. Walaupun kita harus beriman kepada 25 nabi dan rasul Allah. Kepada nabi Isa kita cukup mengimaninya saja. Ini pandangan saya.

3. Ya! Tentu saja, mendoakan para pendahulu kita adalah hal yang sangat penting. Bayangkan saja jika, maaf, orang tua saudara telah meninggal, kita sebagai anak merasa tidak bermanfaat untuk mengirim doa kepada mereka. Bukankah itu hal yang durhaka?
# Staff Isa dan Islam 2014-05-29 22:16
*****
Saudara Adhityaa,

Terimakasih atas jawaban saudara. Berikut tanggapan kami.

1. Kami tertarik dengan kalimat "semua orang beriman tahu". Apakah saudara yakin dan pasti bahwa nabi saudara diampuni dosa-dosanya. Sedangkan kami pernah membaca satu riwayat. "Aku mendengar Rasul Allah berkata, “Demi Allah! Aku meminta pengampunan dari Allah dan menghadap pada-Nya dengan pertobatan lebih dari 70x sehari" (Hadits Bukari, Vol 8, book 75. no. 319). Tidakkah saudara membaca bagaimana terasa beratnya pergumulan nabi saudara dengan dosanya?

2. Kita tahu bersama bahwa Isa Al-Masih pun memiliki pengikut. Tetapi pengikut Isa Al-Masih tidak pernah bershalawat untuk Isa Al-Masih. Sebab Isa Al-Masih yang memberikan keselamatan pada pengikut-Nya seperti sabda-Nya, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

3. Durhaka atau tidak, penentuannya bukan melalui doa yang dipanjatkan setelah orang tua meninggal. Tetapi perilaku dan tindakan kita bagaimana memperlakukan orang tua semasa mereka hidup. Ini sangat berbeda. Pertanyaan untuk saudara, apa manfaat yang saudara peroleh mendoakan nabi saudara? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# evelyn chang 2014-05-30 19:02
~
Setelah membaca komentar yang ada. Hai staf Isa, anda tidak perlu mengeritik Islam tentang shalawat. Seharusnya anda lebih mencari tahu apakah Injil yang kalian anut itu benar atau asli keberadaannya (wahyu yang diturunkan kepada Isa) atau karangan dari golongan kalian sendiri.

Karena saya mendengar bahwa Injil yang asli disembunyikan, dan yang dianut oleh umat Nasrani adalah karangan dari golongan kalian sendiri.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-10 18:41
~
Saudara Evelyn,

Kami sangat senang untuk membagikan pemahaman dan penemuan kami tentang Isa Al-Masih kepada siapapun. Dan karena nama Isa Al-Masih disebutkan dalam Al-Quran serta kami menemukan fakta bahwa Isa Al-Masih tidak perlu dishalawatkan seperti nabi saudara, maka pemahaman ini kami bagikan kepada semua orang. Apakah salah bila membagikan pemahaman kepada semua orang? Bagaimana saudara?

Oh ya, silakan kunjungi link ini http://tinyurl.com/dygnn2j untuk mengetahui tentang Injil. Terimakasih.
~
Solihin
# AKBAR 2014-05-31 03:18
~
Shalawat nabi sudah tertulis di Al-Quran dan Al-Hadis. Dan Al-Quran dari sejak pertama turun hingga sekarang masih tetap menggunakan bahasa aslinya yaitu bahasa Arab dan itu masih menjaga keasliannya. Sedangkan Injil sudah sangat banyak menjadi berbagai macam bahasa sehingga keasliannya sangat diragukan, apalagi ditambah dengan pembaruan-pemba ruan yang ada.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-10 18:47
~
Saudara Akbar,

Kami setuju dengan saudara bahwa shalawat tertulis dalam Al-Quran. Ada baiknya bila kami mengutipnya untuk saudara. “Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaik at-Nya bershalawat untuk Nabi (Muhammad). Hai orang yang beriman (umat Muslim), ber-Shalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkan salam penghormatan kepadanya” (Qs 33:56).

Ayat tersebut meninggalkan kesan dan pertanyaan besar. Mengapa Allah harus bershalawat kepada nabi saudara? Tidakkah Dia sanggup menyelamatkan nabi saudara? Sungguh mengherankan! Apakah ini berarti nabi saudara lebih tinggi kedudukannya dibandingkan Allah? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# fatah 2014-06-04 11:06
~
Shalawat merupakan bukti ucapan terimakasih kami kepada nabi kami Muhammad yang telah membawa nikmatnya Islam ke dalam diri kami. Lalu bagaimana dengan kalian umat Kristiani?
# Staff Isa dan Islam 2014-06-10 18:56
~
Saudara Fatah,

Bila shalawat merupakan bukti terimakasih saudara kepada nabi saudara, maka untuk tujuan apa Allah dalam Al-Quran dan malaikat bershalawat? Apakah untuk berterimakasih juga kepada nabi saudara? Apakah ini berarti kedudukan nabi saudara lebih tinggi dibandingkan Allah? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# adhy 2014-06-04 15:13
~
Allah melarang makan babi, karena dilarang, yang melanggar tentunya ada ganjaran. Allah memerintahkan bershalawat kepada nabi (meliputi nabi Isa ibn Maryam).
# Staff Isa dan Islam 2014-06-10 19:01
~
Saudara Adhy,

Allah memerintahkan umat Muslim bershalawat untuk nabi saudara, sehingga setiap kali shalat umat Muslim mengucapkan.“Ya Allah, wahai Tuhanku, muliakanlah oleh-Mu akan Muhammad dan akan keluarganya” (HR. Al-Nasâ’i dari Zaid ibn Kharijah).

Tidakkah janggal Allah memerintahkan demikian? Bukankah Allah dapat menyelamatkan nabi saudara tanpa harus memerintahkan bershalawat?

Lagi pula, Al-Quran tidak menyebutkan untuk Isa Al-Masih, hanya untuk nabi saudara dan keluarga. Karena Isa Al-Masih justru memberikan keselamatan kepada pengikut-Nya dengan bersabda, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).
~
Solihin/Slamet
# Hendarta 2014-06-17 19:40
*****
1. Allah dan para malaikat pun bershalawat untuk Rasullullah. “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya“ (Qs. 33:56).

2. Setiap nabi diutus untuk kaum tertentu. Rasullullah adalah pembuka pintu sorga untuk seluruh umat manusia yang lahir setelah kenabiaannya. Sedangkan Nabi Isa untuk kaum di Nasr (nama tempat yang pengikutnya disebut kaum Nasrani).

3. Bermanfaat terlebih antar orangtua dan anak. Sedangkan sholawat kepada nabi adalah kebutuhan kita seperti halnya sholat. Allah tidak semakin kuat jika kita sembah, manusia yang butuh sholat.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-18 10:52
*****
Saudara Hendarta,

Terimakasih saudara telah menjawab pertanyaan kami. Berikut tanggapan kami.

1. Tentu ini yang perlu dicermati. Mengapa Allah harus bershalawat untuk nabi saudara agar ia selamat? Tidakkah Allah sanggup menyelamatkanny a. Jelas ini menandakan kedudukan nabi saudara lebih tinggi dibandingkan Allah, bukan?

2. Kami menghargai keyakinan saudara. Tetapi jelas itu bertentangan dengan pernyataan Al-Quran. "...Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu..." (Qs 46:9). Artinya nabi saudara sendiri belum tahu pasti keselamatannya, bukan?

3. Bila saudara bershalawat untuk mendoakan nabi saudara agar selamat, maka pertanyaannya adalah siapakah yang dapat memberikan kepastian keselamatan untuk saudara? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# Hamba Allah 2014-06-19 07:39
~
Kepada Admin,

Shalawat nabi itu secara bahasa memang artinya adalah untuk mendoakan nabi. Namun, secara makna yakni untuk menyampaikan rasa terimakasih kita kepada nabi yang telah memperjuangkan Islam sehingga dapat sampai kepada kita kaum Muslimin. Nabi Muhammad sudah bebas dari dosa karena Allah telah menjaminnya. Nabi tidaklah membutuhkan doa dari umatnya, akan tetapi umatnya yang membutuhkan.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-20 08:55
~
Saudara Hamba Allah,

Terimakasih saudara memberikan pendapat tentang hal ini. Kami berpikir bila shalawat adalah ucapan terimakasih, maka Allah pun berterimakasih kepada nabi saudara. "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaik at-Nya bershalawat untuk Nabi..." (Qs 33:56). Tentu ini janggal, bukan? Dan ini memastikan bahwa nabi saudara memiliki kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan Allah. Mungkinkah Allah lebih rendah dibandingkan nabi saudara? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# iyan 2014-06-22 19:00
~
Shalawat dan salam mari kita bacakan untuk Nabi Muhammad, sebagaimana perintah Allah dalam Al-Quran. "Allah dan malaikat-Nya bershalawat atas Nabi (Muhammad Saw). Wahai orang-orang beriman, ucapkan shalawat dan salam atas Nabi (Muhammad) Saw” ( Al-Ahzab : 56).
# Staff Isa dan Islam 2014-06-23 16:06
~
Salam Sdr. Iyan,

Kami sangat memahami bagaimana penghormatan saudara kepada nabi saudara, Muhammad. Tetapi pernahkah terlintas dalam benak saudara, mengapa Allah harus bershalawat kepada manusia ciptaan-Nya yang berdosa? Siapakah manusia sehingga Allah harus bershalawat baginya? Apakah saudara tidak bertanya-tanya dan mencoba mencari kebenaran tentang pernyataan Al-Quran tersebut?
~
Salma
# idil 2014-06-23 14:36
~
Mengapa kita dianjurkan bershalawat? Karena setiap satu shalawat yang kita ucapkan untuk Nabi Muhammad Saw, maka Allah akan membalasnya 10 kali keselamatan buat kita sendiri. Shalawat juga adalah bukti kecintaan kita terhadap Nabi Muhammad Saw, orang yang bershalawat akan mendapat syafaat dari Nabi Muhammad ketika kelak di alam mahsyar.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-23 16:10
~
Salam Sdr. Idil,

Memang dalam sebuah hadits, Rasulullah saw pernah bersabda: “Barang-siapa yang membaca shalawat kepada-ku sekali, Allah akan memberikan balasan shalawat kepadanya sepuluh kali”(HR. Muslim 1/288)

Setelah memperhatikan isi hadits di atas, kami ingin bertanya kepada saudara. Sebenarnya Allah atau Muhammad yang mempunyai otoritas memberikan kepastian jaminan keselamatan kepada umat-Nya?

Juga dari pernyataan saudara mengindikasikan bahwa jika umat Muslim bershalawat untuk Nabi Muhammad maka mereka akan mendapat keselamatan? Apakah umat Muslim yakin akan keselamatan jiwa saudara?
~
Salma/Slamet
# jahlun murokkab 2014-06-25 13:32
~
Tiada salahnya untuk bershalawat. Bahkan dalam Al-Quran sudah jelas diperintahkan untuk membaca shalawat untuk nabi. Juga dalam sholat lima waktu di setiap tahiyyat juga diwajibkan membaca shalawat.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-29 22:43
~
Saudara Jahlun,

Shalawat menjadi semakin menarik didiskusikan mengingat Allah dan malaikat pun ikut bershalawat. “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya“ (Qs. 33:56).

Tentu ini sangat janggal. Seolah-olah nabi saudara lebih tinggi kedudukannya dibandingkan Allah dan malaikat. Bila nabi saudara masih membutuhkan doa dari pengikutnya agar selamat, lalu bagaimana dengan keselamatan para pengikutnya?
~
Solihin
# arya 2014-06-28 16:32
*
Sekiranya di sini saya akan memberikan tanggapan untuk pertanyaan nomor 3. Apakah mendoakan orang yang sudah meninggal bermanfaat? Mengapa?

Jawabannya adalah tidak, jika dalam Islam. Mengapa? Dalam Islam telah disebutkan bahwa “Apabila seseorang mati, seluruh amalnya akan terputus kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang manfaat, dan anak sholeh yang mendoakannya” (HR. Muslim ).

Untuk ajaran doa pada hari ke-7 atau ke-14 atau ke-100, hal tersebut tidak ada dalam ajaran Islam. Hal tersebut merupakan adat orang Jawa. Lalu untuk pernyataan saudara di atas, sebenarnya Islam juga mengajarkan untuk bershalawat kepada nabi-nabi yang lain, termasuk Nabi Isa (AS adalah Alaihissalam yang berarti mendoakan shalawat kepada nabi yang bersangkutan).
# Staff Isa dan Islam 2014-06-29 22:48
*
Saudara Arya,

Alkitab menyatakan bahwa orang meninggal dunia, rohnya langsung kembali Allah. Oleh karena itu tidak ada manfaatnya samasekali berdoa bagi orang yang sudah meninggal. “Dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakanny a” (Kitab, Nabi Pengkhotbah 12:7).

Kami juga tertarik dengan pernyataan saudara bahwa Islam mengajarkan untuk bershalawat kepada Isa Al-Masih. Boleh kami tahu, tertulis dalam sura dan ayat berapa hal itu dalam Al-Quran? Tentu akan sangat baik bila mendiskusikan hal itu. Bagaimana saudara?
~
Solihin
# nibroos rasyid 2014-08-05 00:02
~
Di dalam doa seseorang hanya ditujukan kepada dirinya dan kedua orang tuanya. Maka anda salah jika kami mendoakan Muhammad dan Muhammad menyelamatkan kami. Muhammad adalah perantara Allah kepada umat. Demikian pula Isa untuk menjadi lebih baik. Yang menyelamatkan kita adalah kita, bukan siapa-siapa.
# Staff Isa dan Islam 2014-08-05 00:23
~
Saudara Nibroos,

Kami ingin mengutip kembali definisi yang diberikan Departemen Agama RI tentang arti shalawat. "Bershalawat artinya memohon supaya Allah memberi rahmat, kemuliaan dan keselamatan bagi seseorang" (Catatan Kaki No. 1230-31, Qs. 33:56, “Al-Quran Departemen Agama RI,” tahun 1978). Tidakkah ini menjadi jelas bahwa umat Islam bershalawat untuk mendoakan nabi saudara agar selamat, bukan?

Tentu sangat berbeda dengan Isa Al-Masih. Isa Al-Masih tidak memerlukan shalawat agar selamat. Justru Isa Al-Masih memberikan kepastian keselamatan kepada semua pengikut-Nya dengan bersabda, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6). Bagaimana menurut saudara mengenai hal ini?
~
Solihin
# Alvis 2014-08-06 23:57
~
Bismillahirrahmanirrahim,

Mengenai Allah memberi shalawat kepada nabi. Itu dimaksudkan untuk memberi penghargaan. Namun, bukan berarti kedudukan Muhammad lebih tinggi dari Allah. Sebagaimana dimisalkan seorang raja mengutus utusan kepada suatu kaum, namun utusan tersebut selama menjalankan tugasnya mendapat rintangan yang berat. Sang raja tentu boleh saja memberi penghargaan tersebut karena gigih dan tidak menyerah. Namun, bukan berarti utusan tersebut lebih tinggi dari raja tersebut.

Jadi, Allah boleh saja memberi penghargaan kepada Muhammad sesuai dengan sifat-Nya yaitu jaiz, yang menurut bahasa berarti 'boleh'. Dengan maksud Allah berkehendak dalam hal ini.
# Staff Isa dan Islam 2014-08-11 06:08
~
Saudara Alvis,

Banyak nabi yang menderita dan mendapat rintangan yang lebih berat dari nabi saudara. Misal: Musa, Yeremia. Bahkan Isa Al-Masih lebih menderita karena harus memikul seluruh kesalahan dan dosa manusia di kayu salib. Tetapi tidak pernah ada shalawat untuk mereka. Pertanyaannya adalah benarkah shalawat diberikan sebagai bentuk penghargaan? Apakah dasar dari pernyataan itu?

Bila hanya sebagai bentuk penghargaan, maka tidak demikian nabi saudara diperlakukan. Sehingga seluruh umat Islam, malaikat, bahkan Allah harus bershalawat. Ini menandakan shalawat bukan penghargaan. Dan menurut definisi yang diberikan DEPAG bahwa shalawat adalah permohonan keselamatan. Tentu berbeda dengan asumsi saudara, bukan? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# Hahahahaha 2014-08-08 21:47
~
Shalawat ibarat penghormatan dari rakyat terhadap rajanya. Penghormatan tersebut berarti pengungkapan rasa cinta kepada rajanya dan juga supaya rakyat mendapat keselamatan dari raja tersebut. Bukan berarti rajanya yang butuh kemuliaan, sebab dia sudah mulia sebagai seorang raja.
# Staff Isa dan Islam 2014-08-11 06:17
~
Saudara Hahahaha,

Ada satu ayat yang menyatakan, "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaik at-Nya bershalawat untuk Nabi..." (Qs 33:56). Dengan ilustrasi yang saudara berikan di atas, berarti Allah dan malaikat adalah rakyat. Dan nabi saudara adalah raja. Tidakkah kedudukan nabi saudara lebih tinggi dibandingkan Allah? Tampaknya Al-Quran ingin menempatkan nabi saudara lebih tinggi dibandingkan Allah. Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# hehe 2014-08-09 15:35
~
Mungkin anda tidak pernah paham kenapa kami (umat Muslim) senantiasa bershalawat kepada panutan kami, nabi Muhammad. Selain karena sayangnya kami kepada beliau --
anda tentu belum merasakan ini. Insyaallah akan datang kepadamu rahmat Allah sehingga anda bisa merasakan apa yang kami rasakan --

Kami percaya bahwa shalawat-shalaw at yang kami ucapkan akan menyelamatkan kami saat hari perhitungan. Insyaallah ada saat anda akan "menerimanya" dan anda menjadi orang yang paling bersyukur karenanya. Semoga Allah menuntun kita dengan jalan yang benar kembali kepada-Nya. Karena sesungguhnya kembali kepadanya merupakan hal yang paling indah.
# Staff Isa dan Islam 2014-08-11 06:30
~
Saudara Hehe,

Sesungguhnya kami bersyukur kepada Isa Al-Masih karena Dia bersabda, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6). Dengan demikian, jalan yang benar adalah Isa Al-Masih.

Sungguh berbeda dengan nabi saudara. Nabi saudara berkata, "Katakanlah: 'Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu...'" (Qs 46:9). Sudah seharusnya nabi saudara adalah orang pertama yang tahu keselamatannya. Tetapi ini sebaliknya. Bila nabi saudara saja tidak tahu keselamatannya, bagaimana saudara yakin bahwa nabi saudara akan menyelamatkan saudara? Apakah dasar dari pernyataan itu? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# hehe 2014-08-12 00:57
~
Nah, anda sudah sedikit mengerti tentang Islam yang kami yakini. Dimana hanya Dialah Sang Pencipta. Mahabesar, Maha mengetahui baik apa yang kita tahu atau tidak kita tahu. Kalau ini web benar-benar mau mempelajari (membandingkan) Isa dalam Islam dan Isa dalam Kristen harusnya udah khatam Al-Quran. Sudah baca Al-Quran dari surat Al-Fatihah sampai surat An-Nas atau cuma sepenggal-sepenggal?

Dalam Al-Quran jelas sejelasnya bahwa para nabi dan rasul Allah itu hanya pembawa pesan. Sekali lagi, bahwa para nabi dan rasul Allah itu hanya pembawa pesan. Dimana kita dituntun bahwa siapa yang berkuasa, Allah. Jadi, jangan anda pikir Islam itu mengagung-agung kan menyembah-nyemb ah rasulullah.
# Staff Isa dan Islam 2014-08-13 08:18
~
Saudara Hehe,

Terimakasih untuk tanggapan saudara. Maaf, bila kami harus menghapus beberapa komentar saudara. Karena tidak sesuai dengan ketentuan situs ini untuk memberikan komentar hanya satu kolom.

Oh ya, kami menghargai penjelasan saudara. Tetapi kami tidak menemukan jawaban atas pertanyaan kami. Bila nabi saudara saja tidak tahu keselamatannya, bagaimana saudara yakin bahwa nabi saudara akan menyelamatkan saudara? Apakah dasar dari pernyataan itu? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# salahdin el ayyubi 2014-08-12 11:26
~
Staff Isa dan Islam,

Ini lengkapnya. "Katakanlah: 'Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan'" (Qs 46:9). Artinya Muhammad bukan rasul yang pertama karena ada pendahulunya yang membawa pesan dari Allah. Berikutnya maksudnya, agar Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosa-dosa yang lalu dan yang akan datang agar manusia merenungkan.
# Staff Isa dan Islam 2014-08-13 08:25
~
Saudara Salahdin,

Kami setuju dengan saudara bahwa nabi saudara bukan rasul yang pertama. Tetapi bukan itu penekanannya. Penekanannya adalah nabi saudara tidak tahu apa yang akan diperbuat kepada dirinya dan kepada para pengikutnya.

Mungkinkah seorang yang menganggap dirinya nabi Allah tidak tahu tentang dirinya? Bukankah Al-Quran juga menyatakan bahwa Allah bershalawat? Berarti nabi saudara sangat dekat dengan Allah dan barangkali kedudukannya lebih tinggi dibandingkan Allah. Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# Staff Isa dan Islam 2014-08-13 08:29
~
Semua Pengunjung Situs,

Terimakasih karena saudara telah meluangkan waktu dan memberikan komentar pada situs kami. Tetapi kami berharap komentar yang dimasukkan berhubungan dengan artikel di atas dan hanya menggunakan satu kolom saja. Karena itu, bila ada komentar yang tidak berhubungan dengan artikel di atas dan lebih dari satu kolom, maka terpaksa kami hapus.

Dan untuk membantu saudara fokus pada artikel di atas, kiranya tiga pertanyaan di bawah dapat menjadi refleksi kita.
1. Setujukah saudara dengan penjelasan kami di atas bahwa tujuan doa shalawat adalah untuk mendoakan seseorang yang keselamatannya belum pasti? Kalau tidak setuju, mengapa?
2. Isa Al-Masih dan Muhammad sama-sama diimani umat Muslim sebagai pembawa wahyu Allah. Menurut saudara, mengapa Muhammad harus didoakan sedangkan Isa Al-Masih tidak?
3. Apakah mendoakan orang yang sudah meninggal bermanfaat? Mengapa?
~
Solihin
# hehe 2014-08-13 14:32
*
Anda memberikan tiga pertanyaan. Tapi kolom anda tidak bisa memuat jawaban dari tiga pertanyaan tersebut. Jadi, saya terpaksa membuat kolom lebih dari satu untuk menjawabnya.

1. Shalawat itu tergantung siapa yang bershalawat. Allah bershalawat kepada nabi. Berarti Allah memberi rahmat kepada nabi. Malaikat dan manusia bershalawat kepada nabi. Berarti malaikat dan manusia memintakan (do'a) rahmat dari Allah untuk nabi.

Kalau ada pertanyaan, berarti malaikat setara dengan manusia? Tidak. Manusia jika ujiannya (semasa hidup di dunia ini) sukses, maka derajatnya lebih tinggi dibanding malaikat. Karena manusia adalah ciptaan Allah terbaik. Sebaliknya jika manusia tersebut tidak berhasil melewati ujian ini, maka derajatnya berada di bawah malaikat.
# Staff Isa dan Islam 2014-08-13 16:49
*
Saudara Hehe,

Terimakasih untuk tanggapan saudara atas pertanyaan kami. Tetapi kami perlu meminta maaf pada saudara karena kami terpaksa menghapus komentar saudara lainnya karena melebihi satu kolom. Kiranya saudara memaklumi ini.

Kami senang dengan kalimat "Allah memberi rahmat". Dan itu adalah sifat Allah. Tetapi bila kita membaca Qs 46:9, "...Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu..." Artinya nabi saudara belum tahu rahmat Allah, bukan?

Selain itu, bila mengutip definisi Depag tentang shalawat, maka berarti nabi saudara membutuhkan keselamatan. Untuk apa Allah bershalawat bila Ia sanggup memberikan keselamatan kepada nabi saudara? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# hehe 2014-08-13 19:14
~
Islam itu artinya berserah diri kepada Allah. Allah adalah Maha Mengetahui. Semua pengetahuan berasal dari-Nya. Dan para nabi dan rasul itu hanya pembawa pesan. Hanya manusia sama seperti kita.

Bahkan dengan penciptaan neraka, malaikat menjadi takut. Bahkan malaikat yang tidak pernah menentang perintah Allah pun menjadi takut. Karena apa? Karena dia tidak yakin bisa selamat. Karena Allah adalah yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Jangankan manusia, bahkan malaikat pun merasa takut, tidak yakin bisa selamat dari neraka. Hanya Allah yang Maha mengetahui.
# Staff Isa dan Islam 2014-08-14 05:05
~
Saudara Hehe,

Malaikat senantiasa bersama dengan Allah. Dan malaikat tidak berdosa. Hanya manusia yang disebut berdosa. Jadi, kami tidak tahu dasar saudara menyatakan bahwa malaikat tidak yakin bisa selamat. Boleh kami tahu, tertulis dimanakah malaikat tidak yakin selamat?

Oh ya, kami memberikan beberapa pertanyaan kepada saudara. Dan kami belum menemukan jawaban atas pertanyaan itu. Bila nabi saudara saja tidak tahu keselamatannya, bagaimana saudara yakin bahwa nabi saudara akan menyelamatkan saudara? Apakah dasar dari pernyataan itu? Untuk apa Allah bershalawat bila Ia sanggup memberikan keselamatan kepada nabi saudara? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# hehe 2014-08-14 05:49
~
Tentang malaikat yang takut akan neraka. Ada beberapa riwayat hadits yang menulisnya. Salah satunya: "Di dalam kitab Az-Zuhd terdapat hadis dari Abu Al-Juni. Ia berkata, 'Telah sampai kepada kami bahwa Jibril menangis'. Rasul bertanya, 'Mengapa engkau menangis wahai Jibril?' Jibril menjawab, 'Kedua mataku tidak pernah kering semenjak Jahanam di ciptakan karena takut aku bermaksiat kepada-Nya, lalu di lemparkan ke dalamnya.' Hadis ini diriwayatkan pula secara mursal dari beberapa jalur."

Berulang-ulang saya jelaskan, bahwa kita hanya hamba Allah yang berlindung kepadanya. Meminta petunjuk karena Dialah maha mengetahui. Dan belum bisa dipahami oleh anda. Semoga anda diberi hidayah untuk bisa memahaminya.
# Staff Isa dan Islam 2014-08-17 14:31
~
Saudara Hehe,

Membaca tulisan saudara, terbersit dalam pikiran kami satu pertanyaan. Bila Jibril saja takut, artinya ada kemungkinan Jibril bisa berdosa dan masuk neraka. Jibril yang dianggap pembawa wahyu saja sedemikian takut, maka tidak heran bila nabi saudara tidak tahu dengan keselamatannya (Qs 46:9). Maka sangat wajar bila kami bertanya kepada saudara.

Bila nabi saudara saja tidak tahu keselamatannya, bagaimana saudara yakin bahwa nabi saudara akan menyelamatkan saudara? Apakah dasar dari pernyataan itu? Untuk apa Allah bershalawat bila Ia sanggup memberikan keselamatan kepada nabi saudara? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# baim 2014-08-16 20:47
~
Nabi Muhammad adalah nabi yang sudah dijamin sorga oleh Allah. Apabila kita ingin masuk sorga, maka dekati orang yang sudah dijaminkan sorga oleh Allah. Nabi Muhammad adalah kekasih Allah yang sangat dicintai, maka dengan bershalawat atas Nabi Muhammad bertujuan agar kita juga mendapat cintanya beliau. Allah akan mengumpulkan Nabi Muhammad beserta orang-orang yang mencintainya.
# Staff Isa dan Islam 2014-08-17 14:43
~
Saudara Baim,

Kami pernah membaca ayat Al-Quran berikut ini. Kiranya ini menjadi bahan perenungan tentang nabi saudara.

"Katakanlah: 'Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan'." (Qs 46:9).

Jelas, nabi saudara tidak tahu keselamatannya. Tetapi uniknya, saudara begitu yakin nabi saudara masuk sorga. Bolehkah kami tahu dasar dari pernyataan itu? Bila nabi saudara sendiri tidak tahu dengan keselamatannya, apakah saudara yakin dengan keselamatan saudara sendiri? Dan kepada siapakah saudara meminta keselamatan, kepada nabi saudara atau Allah? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# sunariah karim 2014-08-17 17:51
~
Sholawat dan salam adalah bentuk pengabdian dan penghormatan kepada Nabi Muhammad. Dan ini bukan perintah nabi melainkan perintah Allah. Karena nabi sendiri sudah dijamin keselamatannya oleh Allah dan sorga jaminannya.
# Staff Isa dan Islam 2014-08-18 12:04
~
Saudara Sunariah,

Kami membaca ayat Al-Quran berikut ini. "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaik at-Nya bershalawat untuk Nabi..." (Qs 33:56). Bila shalawat adalah bentuk pengabdian kepada nabi saudara, apakah ini berarti Allah mengabdi kepada nabi saudara? Bukankah ini menjelaskan nabi saudara memiliki kedudukan lebih tinggi dibandingkan Allah dan nabi saudara adalah Allah?

Selain itu, klaim dan keyakinan saudara tentang keselamatan nabi saudara sangat tidak didukung Al-Quran. "...Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan" (Qs 46:9).

Bagaimana pandangan saudara tentang kenyataan itu?
~
Solihin
# Sandi 2014-08-20 00:51
~
"Sesungguhnya Allah dan Malaikat- malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi (Muhammad). Hai orang yang beriman (umat Muslim), bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkan salampenghormat an kepadanya" (Qs 33:56).

Ada yang aneh dengan ayat di atas. Mengapa Allah yang maha segalanya ikut partisipasi dalam shalawat nabi? Bukankah yang menentukan keselamatan akhirat adalah Allah itu sendiri? Secara garis besar Allah dalam Al-Quran "tidak memiliki kuasa atau otoritas dalam keselamatan akhirat manusia (Muslim)". Dan yang anehnya lagi dalam ayat tersebut nabi Muhammad seakan-akan derajatnya lebih tinggi dari Allah. Bagaimana para Muslim menjelaskan mengenai ayat tersebut? Tolong penjelasan Staff IDI
# Staff Isa dan Islam 2014-08-22 14:04
~
Saudara Sandi,

Terimakasih untuk komentar saudara. Kami pun memiliki pemikiran yang sama dengan saudara. Tentu ini patut mendapat perhatian dan perenungan bagi umat Islam. Mengapa Allah harus bershalawat untuk Muhammad? Bukankah dia manusia biasa? Kiranya teman-teman Muslim dapat menjelaskan hal ini.
~
Solihin
# sholeh frans 2014-08-21 21:24
*****
1. Tujuan doa adalah meminta keselamatan. Dalam Islam telah dianjurkan untuk berdoa. Karena doa adalah yang bisa menolak terdapat. Tujuan sholawat adalah supaya kita mendapat syafaat dari Nabi Muhammad. Karena hanya Nabi Muhammad kelak yang bisa memberi safaat di akhirat nanti ketika nabi-nabi sebelumnya tak bisa menolong.

2. Jangankan kita Allah pun bersholat kepada Nabi Muhammad.

3. Mendoakan orang yang meninggal jelas bermanfaat. Buktinya jika seorang Muslim meninggal pasti disholati oleh Muslim lain. Dan tahukah anda dalam sholat jenazah terdapat doa pada si jenazah pada takbir ketiga yaitu yang isinya allahummagfirla hu dan seterusnya.
# Staff Isa dan Islam 2014-08-22 15:21
~
Saudara Sholeh,

Terimakasih untuk tanggapan saudara. Kami perlu meminta maaf karena ada sebagian tulisan saudara yang belum kami mengerti. Sehingga pemenggalan kalimatnya kurang tepat. Kami berharap saudara dapat menggunakan tulisan yang kami dapat mengerti sehingga kami dapat mengedit dengan baik. Terimakasih untuk pengertian saudara. Berikut tanggapan kami.

1. Membaca bagian ini, muncul satu pertanyaan dalam benak kami. Bila nabi saudara dapat memberi syafaat, maka sudah seharusnya nabi saudara tahu keselamatannya sendiri di akhirat. Tetapi Al-Quran menyatakan, "...Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu..." (Qs 46:9). Bagaimana saudara menanggapi hal ini?

2. Jelas, ini menimbulkan satu pertanyaan besar. Mengapa Allah harus bershalawat kepada nabi saudara? Bukankah Allah dapat menyelamatkan saudara tanpa harus bershalawat kepada nabi saudara? Ini seolah-olah nabi saudara memiliki derajat yang lebih tinggi dibandingkan Allah? Bagaimana menurut saudara?

3. Kalau boleh tahu, apa manfaat dari mendoakan orang yang sudah meninggal? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# sholeh frans 2014-08-22 20:02
~
Jelas benar ayat tersebut kalau Nabi Muhammad saw bukan yang pertama karena beliau adalah nabi akhir zaman. Dan jelas pula beliau tdak mengetahui apa yang terjadi terhadap beliau dan terhadap umatnya. Karena takdir adalah ketetapan Allah, sebagai dzat yang maha segala galanya. Begitu pula nasib, jodoh, rizki dan matinya seseorang itu adalah rahasianya Allah.

Allah bersholawat kepada Nabi Muhammad saw artinya adalah Allah memberi rahmat kepada nabi. Dan kita sebagai umat untuk bersholawat itu maknanya memberi salam sejahtera kepada Nabi Muhammad sebagai nabi yang mendapat rahmat dari Allah.

Begitu pula dalam Taqiyat akhir dalam sholat kita membaca sholawat kepada Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad. Manfaatnya ya untuk diri kita dan yang dituju. Barang siapa yang berdoa kepada Allah pasti akan dikbulkan.
# Staff Isa dan Islam 2014-08-23 21:17
~
Salam Sdr. Sholeh,

Dari pemapran saudara jujur saja ada sedikit mengganjal di pikiran kami. Mengapa Allah bershalawat bagi Muhammad? Adakah nabi lebih tinggi derajatnya dari Allah dalam Al-Quran? Jika Allah di AL-Quran mampu memberikan jaminan keselamatan kepada Muhammad dan umat Muslim yang lain, tentu tidak perlu shalawat, bukan?
~
Salma
# Sandi 2014-08-23 06:51
~
Saudara Sholeh Frans,

Untuk point 2 yang anda jelaskan. Mengapa harus mesti bershalawat untuk memberikan rahmatnya, bukankh cukup dengan berkalimat (kun) saja? Bukankah Allah maha segalanya? Bagaimana?
# Staff Isa dan Islam 2014-08-23 21:21
~
Salam Sdr. Sandi,

Kami menyampaikan terimakasih untuk pertanyaan saudara. Kami pun sepakat bahwa jika Allah berkehendak tentu tanpa harus bershalawat bagi umat-Nya. Kiranya umat Muslim dapat memikirkan hal tersebut.
~
Salma
# sholeh frans 2014-08-23 19:39
~
Untuk Bang Sandi,

Pertanyaan anda lucu, kenapa harus sholawat padahal Allah dengan (kun) bisa menjadikan segala sesuatu. Bukanlah Allah maha segalanya? Begini lho Bang Sandi, justru Allah maha segalanya, jadi bebas deagan cara apa Allah memeberi rahmad.
# Staff Isa dan Islam 2014-08-23 21:39
~
Salam Sdr. Sholeh,

Kami menyampaikan terimakasih untuk pemaparan saudara.

Kami sepakat bahw Allah maha segalanyanya sehingga dengan cara apapun Dia mampu memberikan rahmat. Allah memberikan rahmat kepada manusia melalui diri-Nya datang untuk mengambil rupa dalam bentuk tubuh manusia sempurna, Dialah Kalimat Allah.

Itulah sebabnya Dia (Isa Al-Masih) tidak perlu dishalawati. Karena Dialah sang pemberi rahmat.
~
Salma
# sholeh frans 2014-08-23 23:28
~
Untuk Salma,

Katanya anda setuju Allah maha segalanya. Jadi segala-galanya itu milik Allah. Dan yang memberi rahmat itu hanya Allah, bukan Nabi Isa. Nabi Isa as saja selalu berdoa dan minta perlindungan pada Allah swt.
# Staff Isa dan Islam 2014-08-24 20:32
~
Salam Sdr. Sholeh,

Allah maha segalanya. Dengan kata lain Dia juga maha kuasa, bukan? Jika Allah maha kuasa, maka menurut saudara mampukah Allah menjelma menjadi manusia?

Isa Al-Masih pernah berkata "Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi". Bukankah segala kuasa milik Isa Al-Masih? Jadi mintalah rahmat kepada sang pemilik kuasa.
~
Salma
# asgab 2014-08-23 23:54
~
Jika anda yakin dengan jalan Isa Al-Masih tanpa bersholawat kepada-Nya bisa masuk sorga dan terbebas dari neraka karena penebusan dosa yang dilakukan-Nya, untuk apa anda mempertanyakan tentang Islam dan sholawat kepada Muhammad? Apakah anda tidak yakin dengan agama yang anda yakini sekarang? Mohon penjelasan.
# Staff Isa dan Islam 2014-08-24 20:42
~
Salam Sdr. Asgab,

Perkenankan kami bertanya sedikit kepada saudara. Apakah saudara mengimani bahwa bershalawat akan menghantar saudara ke sorga?

Umat Nasrani tidak harus bershalawat untuk Isa Al-Masih lantas dijamin masuk sorga. Sorga adalah hak Allah. Dan lagi Isa Al-Masih pernah berakata "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi". Isa Al-Masih lah sang pemilik sorga dan bumi. Jadi, keyakinan bukan soal agama tetapi Pribadi yang mampu memberikan jaminan keselamatan. bagaimana?
~
Salma
# Sandi 2014-08-24 13:39
~
Saudara Sholeh,

Bolehkah anda menejelaskan makna/arti kata "shalawat" dan "rahmat".

Saudara Asgab,

Bukannya kami tidak yakin dengan keselamatan kami, tapi kami rindu membagikan jalan keselamatan dari Isa Al-Masih. "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu" (Injil, Rasul Besar Matius 11:28).

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2014-08-24 20:46
~
Salam Sdr. Sandi,

Kami harap diskusi dalam situs ini akan membawa berkat bagi saudara dan akan menambah wawasan satu dengan yang lain. Tuhan memberkati.
~
Salma
# sholeh frans 2014-08-24 15:04
~
Untuk Sandi,

Sholawat itu adalah dari bahasa arab yaitu jama' dari sholat yang artinya do'a. yaitu berdoa kepada Allah swt. Rahmat atau rahmatullah adalah rasa kasih atau sayang yang diberikan Allah swt kepada nabi Muhammad saw.
# Staff Isa dan Islam 2014-08-24 20:57
~
Salam Sdr. Sholeh,

Apakah dengan kata lain Muhammad tidak meyakini keselamatan jiwanya, sehingga ia meminta dishalawati oleh pengikutnya?

Kami teringat apa yang pernah dikatakan Isa Al-Masih, “Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya . . ..” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:29).
~
Salma
# asgab 2014-08-24 18:27
~
Sandi dkk,

''Kami''? Jadi, kalian yang membagikan jalan keselamatan dari Isa? Hebat sekali. Kemudian kalau semua manusia selamat otomatis semuanya masuk sorga? Nah, pertanyaannya buat apa Tuhan membuat neraka? Terus berbaginya keselamatannya kok sama Islam saja, bukankah banyak keyakinan di Indonesia? Maksudnya apa?
# Staff Isa dan Islam 2014-08-25 06:30
~
Saudara Asgab,

Isa Al-Masih menjamin keselamatan semua umat manusia. Sebab Dia bersabda bahwa "setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16). Ini artinya keselamatan bukan hanya untuk kalangan Islam atau Kristen, tetapi untuk semua kalangan. Karena itu, kita tidak akan menemukan shalawat kepada Isa Al-Masih. Sebab shalawat diberikan kepada orang yang tidak yakin selamat di akhirat. Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# asgab 2014-08-25 06:10
~
Staf,

Jawabannya, saya yakin masuk sorga. Dan bukan sholawat yang mengantarkan saya tetapi sholawat nabi Muhammad yang menjemput saya dari sorga. Jelas?

Staf dan kawan-kawan Nasrani mau masuk sorga tanpa sholawat itu urusan kalian sama Isa Al-Masih. Bukan urusan saya. Yang menjadi persoalan kenapa kalian melecehkan sholawat kepada nabi Muhammad? Dan ingat di kehidupan alam semesta jagad raya mulai diciptakan ini tidak ada yang gratis.
# Staff Isa dan Islam 2014-08-25 06:38
~
Saudara Asgab,

Terimakasih untuk komentar saudara. Maaf, bila sebagian komentar saudara terpaksa kami hapus karena tidak sesuai dengan artikel di atas.

Kembali ke topik. Kami pernah membaca ayat Al-Quran berikut ini. "Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu..." (Qs 46:9). Nabi saudara tidak tahu keselamatannya di akhirat. Bagaimana mungkin shalawat nabi saudara akan menjemput saudara ke sorga? Tidakkah ini janggal? Lagi pula, bila semua di alam semesta ini tidak ada yang gratis, maka saudara perlu meninjau kembali. Karena saudara bernafas saat ini tidak perlu membayar. Itu adalah rahmat Allah, bukan? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# asgab 2014-08-25 13:59
~
'Menemukan''. Jadi, anda mencari sholawat untuk Isa Al-Masih. Terus anda juga ingin bersholawat kepadanya. Anda tidak akan pernah menemukan sholawat untuk Isa Al-Masih. Karena sholawat itu spesial untuk Nabi Muhammad. Jelas?

Mau selamat, mau celaka, itu urusan Tuhan. Jadia anda takut masuk neraka? Sorga dan neraka tidak ada bedanya. Kenapa? Anda bingung? Apakah anda pernah ke sorga atau neraka sehingga anda berharap selamat dan masuk sorga? Itulah pemahaman salah yang anda yakini sehingga mempengaruhi kehidupan anda sekarang. Untung rugi, benar salah, selamat celaka, sorga neraka. Islam itu berserah diri kepada Allah langsung tanpa melewati siapapun. Paham, jelas? Sholawat itu penghargaan untuk Nabi Muhammad yang membawa risalah Islam. Jelas?
# Staff Isa dan Islam 2014-08-30 06:46
~
Saudara Asgab,

Kami sangat bersyukur bahwa Isa Al-Masih tidak perlu dishalawatkan. Karena shalawat adalah permohonan untuk keselamatan di akhirat. Dan yang sangat janggal adalah nabi saudara perlu shalawat dari umatnya. Jelas, ini menandakan bahwa nabi saudara tidak tahu keselamatannya di akhirat. Uniknya, Allah pun ikut bershalawat. Hal ini semakin menambah kejanggalan berikutnya. Bila Allah yang menyelamatkan umat-Nya, mengapa Allah harus bershalawat untuk nabi saudara?

Karena itu, sangat janggal dan patut dipertanyakan pernyataan saudara. Nabi saudara tidak tahu keselamatannya di akhirat. Bagaimana mungkin shalawat nabi saudara akan menjemput saudara ke sorga? Tidakkah ini janggal? Lagi pula, apakah saudara bernafas saat ini karena membeli atau karena pemberian dan rahmat Allah? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# Sandi 2014-08-26 18:41
~
Saudara Sholeh,

Terimakasih atas penjelasannya. Tapi coba anda bandingkan Qs 33:56. Di ayat tersebut dikatakan Allah bershalawat bahkan malaikat pun ikut bershalawat pada nabi anda. Bukankah ayat tersebut menjelaskan bahwa nabi anda memiliki kedudukan tertinggi? Bagaimana penjelasan anda mengenai hal tersebut? Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2014-08-30 06:49
~
Saudara Sandi,

Terimakasih untuk komentar saudara. Kiranya pertanyaan itu menjadi perenungan bagi pengunjung situs ini.
~
Solihin
# Sandi 2014-08-27 13:05
~
Saudara Asgab,

Anugerah keselamatan yang diberikan Isa Al-Masih berlaku untuk semua manusia. "Lalu kata malaikat itu kepada mereka: 'Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Isa Al-Masih, Tuhan, di kota Daud'" (Lukas 2:10-11). Bukankah kitab anda juga menyatakan bahwa Isa Al-Masih adalah "suatu tanda bagi manusia" (Qs 19:21). Maukah anda menerima Isa Al-Masih sebagai Juruslamat anda?

Dan inilah perintah Isa Al-Masih kepada pengikut-Nya, "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus" (Matius 28:19).
# Staff Isa dan Islam 2014-08-30 07:37
~
Saudara Sandi,

Terimakasih untuk komentar saudara.
~
Solihin
# mubalgum 2014-08-28 00:47
~
Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman: "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaik at-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya" (Qs 33:56).

Nabi Shallallahu'ala ihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang membaca shalawat kepadaku sekali maka Allah akan membalasnya sepuluh kali."
# Staff Isa dan Islam 2014-09-01 21:23
~
Salam Sdr. Mubalqum,

Adalah seorang manusia berdosa, kemudian menurut saudara layakkah Allah memberikan shalawat kepada manusia berdosa tersebut? Bukankah manusia itu terlalu berani memerintah Allah untuk bershalawat baginya? Bagaimana menurut pandangan saudara tentang hal tersebut? Silakan dijawab?
~
Salma
# asgab 2014-08-30 02:40
~
Sandi dkk,

Apapun yang dikatakan Lukas, Matius, Yohanes Ibrani dkk. Saya tidak percaya percumakan anda beriahukan ke saya. Pertanyaannya saya tidak meyakini kitab kamu kenapa anda yakin dengan kitab kami?

Jawabannya tidak mau, menyelamatkan dirinya dari tiang salib saja tidak mampu, apalagi menyelamatkan umat manusia. tentu argumen anda karena penebusan dosa. Pertanyaanya, apakah pemimpin-pemimp in gereja mengikuti jejak Yesus? Tidakkan? Tidak ada pendeta atau pastur yang mengikuti jejak Yesus mati di salib.
# Staff Isa dan Islam 2014-09-01 21:29
~
Salam Sdr. Asgab,

Bila menurut pandangan saudara bahwa Isa Al-Masih tidak sanggup menurunkan diri dari tiang salib, lalu bagaimana dengan diri-Nya bangkit dari kematian? Dia bangkit dari antara orang mati, dan saat ini Dia ada di sorga. Dia telah menyediakan tempat bagi setiap umat yang percaya kepada-Nya.

"Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan"
(Injil, Surat Roma 10:9). Bagaimana dengan saudara, rindukah saudara mendapatkan keselamatan kekal?
~
Salma
# pedulihal 2014-08-31 11:12
~
Allah SWT memberikan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk penghargaan terhadap prestasinya sebagai nabi penutup para nabi, Allah memberi penghargaan tertinggi kepada Nabi SAW dalam membawa risalah Islam melampaui prestasi para nabi yang lain. Prestasi nabi SAW memang mirip perjuangannya dengan karakter Musa AS.

Sedangkan Yesus sedikit alias minim prestasi dan pencapaian, Beliau gagal mengajarkan ajaran tauhid kepada kaumnya terbukti Yahudi tidak mau ikut Yesus, malahan yang banyak prestasi penyiaran dalam pemelintiran ajaran keseantaro jagat adalah Saulus Tarsus.
# Staff Isa dan Islam 2014-09-01 21:49
~
Salam Sdr. Pedulihal,

Kami kira Isa Al-Masih tidak perlu prestasi, mengapa? Sebab Dia-lah yang memberikan penghargaan kepada setiap umat. Dia terkemuka di dunia dan akhirat. Bukankah itu satu hal yang tidak pernah dimiliki oleh manusia maupun nabi?

Hanya saja, pantaskah manusia bedosa memerintah Allah untuk mendoakannya? Terlihat sekali bahwa Muhammad tidak tahu kemana kelak ia akan pergi, surga kah atau neraka? Bagaimana menurut pandangan saudara?
~
Salma
# pedulihal 2014-09-02 18:46
~
Tidak mungkin Yesus memberikan prestasi kepada orang lain, buat menyelamatkan diri saja tidak mampu. Mana buktinya? Setelah mati disalib, kenyataannya umat Nasrani masih banyak dosa. Banyak penjahat, ketelanjangan, dan kemesuman. Kenapa tidak mampu Yesus mengalahkan dosa/kejahatan- kejahatan tersebut? Percuma Yesus mati disalib.

Kalau Isa disebut di Al-Quran salah seorang terkemuka di dunia dan di akhirat, wajar-wajar saja karena dia salah seorang nabi seperti nabi yang lain. Dalam ayat yang lain Al-Quran menyatakan dengan tegas orang yang mempertuhankan Isa adalah disebut kafir. Allah bersalawat kepada nabi justru membuktikan bahwa Yesus itu jauh di bawah standar Muhammad.
# Staff Isa dan Islam 2014-09-04 08:06
~
Saudara Pedulihal,

Terimakasih untuk tanggapan saudara. Menurut kami, sah-sah saja saudara mengklaim bahwa nabi saudara lebih tinggi dibandingkan Isa Al-Masih. Dan menurut kami, ayat Qs 33:56 menjelaskan bahwa nabi saudara pun memiliki kedudukan lebih tinggi dibandingkan Allah. Sebab mungkinkah Penguasa alam semesta menaikkan doa keselamatan untuk nabi saudara? Jelas, ini berarti Allah berada di bawah nabi saudara, bukan?

Nah, bagaimana saudara memandang hal ini? Mengapa Allah harus bershalawat untuk nabi saudara? Apakah nabi saudara ingin menjadi Allah? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# pedulihal 2014-09-04 12:15
~
Sholawat samadengan selamat. Jika Allah mengucapkan kepada hambanya solawat/selamat berarti Allah memberi ucapan "Selamat/Congra tulation" kepada hamba terbaiknya. Hal ini setara ketika seseorang memberi selamat kepada orang lain atau kepada anaknya ketika lulus ujian, ucapan tsb bukan berarti yang memberi ucapan selamat lebih rendah posisinya, bukan?

Contoh sekarang saya ingin mengucapkan buat staf IDI: "Solawat/selama t/congratulatio n buat staf IDI ya, "hai pengunjung sekalian 'ucapkan solawat/selamat /congratulation kepada staf IDI sebagai penghormatan kepada mereka yang telah bekerja keras membuat artikel siang malam". Bagaimana tanggapan anda?
# Staff Isa dan Islam 2014-09-09 13:22
~
Salam Sdr. Pedulihal,

Kami menyampaikan terimakasih untuk pemaparan saudara.

Perihal shalawat yang saudara paparkan sepertinya sangat berbeda dengan keterangan yang dipaparkan oleh “Al-Quran Departemen Agama RI,” tahun 1978. Bershalawat artinya memohon supaya Allah memberi rahmat, kemuliaan dan keselamatan bagi seseorang (Catatan Kaki No. 1230-31, Qs. 33:56. Bagaimana menurut saudara? Apakah shalawat hanya ucapan selamat seperti yang saudara paparkan?
~
Salma
# Roger 2014-09-06 20:55
~
Ternyata Muslim setiap hari berharap keselamatan melalui perantaraan Muhammad dan Allah? Berbanding dengan Kristen yang berdoa terus kepada Allah tanpa adanya perantaraan.
ya? Agamamu, agamamulah tetapi agama tidak memberi keselamatan.
# Staff Isa dan Islam 2014-09-09 13:30
~
Salam Sdr. Roger,

Kami menyampaikan terimakasih untuk pemaparan saudara.

Benar sekali bahwa keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain didalam Isa Al-Masih. "Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan" (Injil, Surat Kisah Para Rasul 4:12).

Seharusnya setiap umat hanya berharap kepada Pribadi yang mampu memberikan keselamatan, bukan kepada pribadi yang masih bingung soal keselamatannya, bukan?
~
Salma
# Furqan 2014-09-07 09:53
~
Beginilah orang-orang yang tidak berpikir kalau bukan dikatakan bodoh. Anda harus tau bahwa doa dan shalawat itu berbeda. Sekarang saya tanya apakah berikut yang Kristen ucapkan di gereja merupakan doa atau bukan: "Ya Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu"

Kalau anda katakan doa, berarti Bapa-mu yang di sorga itu belum kudus. Kalau tidak kudus berati kotor atau najis. Jangan jadi orang bodoh, atau pura pura bodoh untuk mengnyembunyika n kebenaran Injil dan Quran. Anda semua dengan website ini hanya untuk menghilangkan, menyembunyikan dan membengkokkan kebenaran firman Tuhan dan menyesatkan pembaca.
# Staff Isa dan Islam 2014-09-09 13:35
~
Salam Sdr. Furqon,

Kami menyampaikan terimakasih untuk pemaparan saudara. Perihal shalawat yang saudara paparkan menurut saudara shalawat itu seperti apa?

Bukankah bershalawat artinya memohon supaya Allah memberi rahmat, kemuliaan dan keselamatan bagi seseorang (Catatan Kaki No. 1230-31, Qs. 33:56, “Al-Quran Departemen Agama RI,” tahun 1978). Bagaimana menurut saudara?
~
Salma
# pedulihal 2014-09-09 15:38
~
Jika saya beri contoh shalawat buat staf IDI hanya untuk membantu saudara berlogika. Jika saya bertemu dengan sesama Muslim saya menyampaikan salam (asslkm wr.wb) Saya tidak bertemu nabi maka saya ucapkan shalawat. Jika Allah mengucapkan shalawat kepada nabi, namanya penghargaan. Jika umat Muslim mengucapkan selamat sama dengan penghormatan (Qs 33:56 ucapkan salam penghormatan kepadanya).

Penggunaan shalawat hanya untuk nabi-nabi SAW, AS. Jika saya bertemu non Muslim saya ucapkan selamat pagi siang dan seterusnya. Semua yang ada di atas adalah bisa disebut doa dan penghormatan. Kalau Kristen mau ucap pakai apa buta etika?
# Staff Isa dan Islam 2014-09-11 06:20
~
Saudara Pedulihal,

Terimakasih telah mau membantu kami untuk lebih memahami. Tetapi kalau boleh jujur, penjelasan saudara semakin menegaskan pertentangan dengan definisi yang diberikan Depag. Yang mengherankan saudara menyatakan bahwa shalawat diucapkan karena saudara tidak bertemu dengan nabi saudara. Bukankah itu artinya mursyirik, berbicara dengan orang yang sudah meninggal?

Kemudian pertanyaan lainnya adalah mengapa Allah harus bershalawat kepada nabi saudara? Bukankah shalawat artinya memohonkan keselamatan pada nabi saudara? Pertanyaannya kepada siapa Allah memohonkan keselamatan untuk nabi saudara? Jelas, ini membingungkan dan seolah-olah nabi saudara lebih tinggi dibandingkan Allah. Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# pasi 2014-09-14 11:41
~
Dalam Qs 33:56, sudah jelas posisi shalawat. Jika Allah dan para malaikat mengucapkan shalawat posisinya sebagai penghargaan. Sedangkan buat umat sebagai penghormatan. Sekarang yang menjadi masalah bukan arti shalawat sama dengan doa, yang menjadi masalah adalah posisi/keduduka n shalawat bagaimana kita memandangnya? Malahan yang aneh anda itu lupa ketika pengikut Yesus mengucapkan shalawat kepada Yesus yang anda anggap itu Tuhan (Matius 21:9). Bagaima menurut anda?
# Staff Isa dan Islam 2014-09-17 13:50
~
Saudara Pasi,

Depag telah memberikan definisi shalawat. Bershalawat artinya memohon supaya Allah memberi rahmat, kemuliaan dan keselamatan bagi seseorang (Catatan Kaki No. 1230-31, Qs. 33:56, “Al-Quran Departemen Agama RI,” tahun 1978). Jelas, shalawat adalah doa permohonan keselamatan. Ada dua persoalan di sini.

Pertama, nabi saudara tidak yakin pasti selamat sehingga nabi saudara minta untuk dishalawatkan. Kedua, Allah bershalawat untuk nabi saudara menjelaskan kedudukan nabi saudara lebih tinggi dibandingkan Allah. Jelas, nabi saudara adalah Allah bagi Allah, bukan? Bagaimana saudara?

Mengenai Injil, Rasul Besar Matius 21:9. Sangat baik dan bijak bila saudara membaca keseluruhan teks itu supaya saudara tidak salah konteks. Jelas, itu bukan shalawat.
~
Solihin
# pasi 2014-09-17 20:44
~
1. Etika Muslim bertemu Muslim (salam samadengan doa sebagai penghormatan). Assalamulaikum wr.wb (semoga Allah memberikan keselamatan, rahmad dan barokah bagimu).

2. Etika Muslim terhadap Nabi Muhammad SAW. Nabi Ibrahim AS, Nabi Isa AS. (solawat samadengan doa sebagai penghormatan).

3. Etika terhadap non Muslim selamat pagi dst. (selamat samadengan doa juga sebagai penghormatan).

4. Semua yang di atas adalah bisa disebut doa dan penghormatan. Itulah Islam yang ber-etika.

5. Yesus minta didoakan Matius 21:9 Matius 23:39. (ini adalah ayat aneh yang memalukan didoakan untuk Yesus yang anda anggap Tuhan itu).
# Staff Isa dan Islam 2014-09-19 08:33
~
Salam Sdr. Pasi,

Kami menyampaikan terimakasih untuk pemapran saudara.

Pemaparan saudara begitu baik, jika ahalawat memiliki arti yang demikian. Tetapi yang sudah disinggung pada artikel di atas bahwa bershalawat artinya memohon supaya Allah memberi rahmat, kemuliaan dan keselamatan bagi seseorang (Catatan Kaki No. 1230-31, Qs. 33:56, “Al-Quran Departemen Agama RI,” tahun 1978).

Nah, jika merujuk pada definisi shalawat di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa shalawat hanya dibutuhkan oleh orang yang memerlukan keselamatan, bukan? Bagaimana menurut saudara?
~
Salma
# pedulihal 2014-09-18 16:41
~
Yahudi yang empunya kata “hosanna” mengartikannya sebagai permohonan atau doa, sedangkan Christian, karena telah terlanjur mengkritik Al-Quran“hosann a” demi apologynya butanya lalu memelintir mengartikannya sebagai pujian/sanjunga n. Padahal jelas dalam Mazmur 118:25 "Ya TUHAN, berilah kiranya keselamatan! Ya TUHAN, berilah kiranya kemujuran!"
# Staff Isa dan Islam 2014-09-19 08:45
~
Salam Pedulihal,

Barangkali saudara salah konteks jika mengutip Mazmur. Mazmur adalah syair atau pujian yang dinaikan raja Daud kepada Tuhan. Jelas bahwa raja Daud adalah nabi yang benar dihadapan Tuhan, sekalipun ia juga pernah melakukan dosa.

Dan lagi, jelas bahwa shalawat dinaikan oleh nabi-nabi Allah, karena mereka perlu keselamatan. Tidak demikian dengan Isa Al-Masih. Dia-lah yang memberikan keselamatan kepada umat manusia. Saudara juga mau diselamatkan?
~
Salma
# pedulihal 2014-09-19 11:11
Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya: "Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!"

disini bukan masalah syair atau bukan syair, tapi yang jadi masalah adalah arti kata "Hosanna" yang dalam bahasa "Yahudi" telah jelas artinya "berilah kiranya keselamatan", apa alasan anda tidak mengakui Hosanna bukan permohonan doa keselamatan?
# pasi 2014-09-19 17:10
Salma:"jelas bahwa shalawat dinaikan oleh nabi-nabi Allah, karena mereka perlu keselamatan. Tidak demikian dengan Isa Al-Masih."

Jawab: perhatikan lagi dalam artikel diatas jelas anda tulis "nabi-nabi Allah seperti Musa, Ibrahim, Daud, dll, termasuk isa tidak perlu sholawat karena mereka sudah selamat". Sekarang ketika dibuktikan(oleh sdr@pedulihal) arti kata dalam bahasa yahudi "hosanna adalah doa keselamatan(maz mur118:25)" lalu anda berubah pendirian, mengatakan "hanya isa saja yang tidak butuh solawat sedangkan seluruh nabi Allah lain butuh solawat", bagaimana anda ini?
isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer

Isa Islam Dan Kaum Wanita

Click gambar di samping untuk artikel - artikel untuk wanita Muslim


 

www.isaislamdankaumwanita.com