Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter

Mengapa Tidak Ada "Shalawat Nabi" Untuk Isa Al-Masih?

ShalawatBeberapa agama dan tradisi budaya di Indonesia, ketika ada anggota keluarga meninggal dunia, akan diadakan doa bersama. Doa bersama ini biasanya dilaksanakan pada hari ketujuh, hari ke empat belas, dan seratus hari setelah orang tersebut meninggal dunia. Mereka berdoa agar dosa-dosa almarhum diampuni. Supaya dia mendapatkan tempat yang layak di sisi Tuhan.

Pertanyaanya: Bukankah setelah seseorang meninggal dunia, maka tidak ada kesempatan mendapatkan pengampunan dari Allah?

Doa Shalawat dan Keselamatan

Berhubungan dengan orang yang sudah meninggal, kita tahu bahwa salah satu doa yang sangat populer di kalangan umat Muslim adalah doa “Shalawat Nabi.” Doa ini ditujukan bagi Nabi Muhammad yang sudah meninggal dunia.

Bershalawat artinya memohon supaya Allah memberi rahmat, kemuliaan dan keselamatan bagi seseorang (Catatan Kaki No. 1230-31, Qs. 33:56, “Al-Quran Departemen Agama RI,” tahun 1978). Merujuk pada definisi shalawat di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa shalawat hanya dibutuhkan oleh orang yang memerlukan keselamatan, bukan?

DoaNabi-Nabi Dalam Kitab Allah Tidak Membutuhkan Shalawat

Para nabi Allah, seperti Musa, Ibrahim, Daud, dll tidak pernah memerintahkan pengikutnya untuk mendoakan mereka. Bahkan Isa Al-Masih, sebagai Pribadi yang dihargai oleh umat Kristen dan Muslim, tidak membutuhkan doa “shalawat nabi”.

Mengapa Isa Al-Masih tidak membutuhkan doa “shalawat nabi”? Berikut ini beberapa alasannya: 

1. Tidak Ada Perintah Untuk Mendoakan-Nya

Dalam semua wahyu Isa Al-Masih kepada pengikut-Nya, tidak ada satupun perintah untuk bershalawat. Sehingga pengikut-Nya tidak perlu bershalawat bagi-Nya.

2. Isa Al-Masih Sudah Berada di Sorga

Al-Quran dan Injil memberi kesaksian yang sama, yaitu Isa Al-Masih berada di sorga. Qs 19:33 menulis, “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku (Isa Al-Masih), pada hari aku dilahirkan, pada hari aku [Isa Al-Masih] meninggal dan pada hari aku [Isa Al-Masih] dibangkitkan hidup kembali.”

Demikian pula dalam Injil, “Sesudah Ia [Isa Al-Masih] mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka” (Injil, Kisah Para Rasul 1:9). Isa Al-Masih saat ini telah berada di sorga. Dia tidak memerlukan doa “shalawat nabi” untuk keselamatan-Nya.

3. Doa Shalawat Akan Meragukan Ke-Nabian-Nya

Bershalawat artinya memohon keselamatan bagi seseorang. Bila seorang nabi memerlukan doa shalawat, bukankah hal ini dapat meragukan kenabiannya? Setiap umat beragama tidak perlu meragukan pengajaran keselamatan Isa Al-Masih. Saat ini Dia berada di sorga. 

4. Isa Al-Masih Adalah Juruselamat

Jelas, seseorang yang memerlukan doa tidak dapat disebut sebagai Juruselamat. Sebab, bagaimana mungkin seseorang yang keselamatannya saja belum pasti, dapat menyelamatkan pengikutnya? Isa Al-Masih adalah Juruselamat. Dia tidak memerlukan doa pengikut-Nya agar selamat. 

5. Isa Al-Masih Mendoakan Umat-Nya, Bukan Sebaliknya

Isa Al-Masih mendoakan umat-Nya. Lihatlah Injil, Rasul Besar Yohanes 17:1-26. Selain mendoakan, Isa Al-Masih juga memberikan keselamatan sorgawi (Injil, Rasul Besar Yohanes 5:24, 5:28 14:1-3, 14:6; Injil Rasul Lukas 23:43). Orang yang sungguh menerima Isa Al-Masih sebagai Penyelamat, tidak merasa ragu akan keselamatannya. Orang tersebut pasti masuk sorga.

Isa berkata: “Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya . . . .” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:29)

Bagaimana Dengan Keselamatan Pembaca?

Dalam Qs 3:85 dikatakan bahwa agama di luar agama Islam akan masuk neraka. Dengan kata lain, hanya mereka yang memeluk agama Islam yang berhak masuk sorga. Tetapi ayat ini bertolak-belakang dengan Qs 18:17. Dikatakan “Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah mendapat petunjuk; barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya” (Qs 18:17).

Allah dalam Al-Quran tidak menjamin bahwa setiap orang yang memeluk agama Islam akan masuk sorga sebagaimana yang dituliskan dalam Qs 3:88. Sebab Allah dengan hak preogratif-Nya dapat menyesatkan siapapun.

Berbeda dengan apa yang tertulis dalam Kitab Suci Injil. Isa Al-Masih memberi keselamatan dengan jaminan indah ini kepada murid-murid-Nya: “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. . . . Aku pergi ke situ [sorga] untuk menyediakan tempat bagimu. . . . Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:2-3).

Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI mengharapkan komentar dari para pembaca. Kiranya komentar yang diberikan hanya menanggapi salah satu pertanyaan berikut ini:

1. Setujukah saudara dengan penjelasan kami di atas bahwa tujuan doa shalawat adalah untuk mendoakan seseorang yang keselamatannya belum pasti? Kalau tidak setuju, mengapa?

2. Isa Al-Masih dan Muhammad sama-sama diimani umat Muslim sebagai pembawa wahyu Allah. Menurut saudara, mengapa Muhammad harus didoakan sedangkan Isa Al-Masih tidak?

3. Apakah mendoakan orang yang sudah meninggal bermanfaat? Mengapa?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus. Untuk komentar atau pertanyaan yang berbeda, silakan kirim lewat email ke staf kami di: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya..

Demikian, kami harap diskusi kita akan menjadi semakin terarah dan tidak keluar dari topik artikel

[Staf Isa dan Islam – Kiranya Pembaca dapat memikirkan secara jujur bagaimana keselamatan kekal Pembaca. Isa Al-Masih tidak memerlukan shalawat saudara. Ia sungguh dapat menyelamatkan saudara]

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Berhubung banyak komentar yang masih belum kami balas, untuk sementara komentar tidak diterima.

Comments  

# eden 2010-11-12 10:27
*
Isa Al-Masih dan nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad memang tidak ada shalawat, sebab mereka tidak ada penyambungnya.

Tamatnya seorang nabi diganti dengan nabi yang lain, kecuali Nabi Ibrahim disambungkan oleh anaknya Ismail, menjadi nabi. Umat nabi diperintahkan untuk mengikuti dan menuruti perintah Nabi. Nabi-nabi sebelumnya tidak ada apa-apa untuk ditinggalkan kepada umatnya.

Tetapi Nabi Muhammad, penutup segala nabi, bukan saja diwajibkan bagi pengikutnya untuk turut dan patuh kepada perintahnya, tetapi juga kepada agama yang dibawanya untuk terus hidup sampai selamanya, dan untuk diteruskan oleh anak-cucunya.

Itulah pernyataan yang ada dalam shalawat itu. Umatnya dibekali dengan shalawat supaya senantiasa ingat kepadanya, walaupun ada manusia yang ingin memadamkannya.
# noor mila 2011-03-30 20:10
*
Bagaimana bisa Dia menyelamatkan umatNya jika Dia sendiri tidak bisa menyelamatkan diri dari penyaliban?

Dia adalah seorang rasul, bagaimana bisa seorang yang mempunyai banyak mukzijat dapat mati terbunuh?
# Staff Isa dan Islam 2011-04-10 01:05
~
Saudara Noor Mila,

Kedatangan Isa Al-Masih ke dalam dunia ini adalah untuk menebus dan menanggung hukuman atas dosa yang telah diperbuat umat manusia.

Dan mati di kayu salib adalah tujuan dari hidup Isa Al-Masih. Oleh karena itu Isa Al-Masih perlu menyerahkan nyawa-Nya supaya Dia dapat mati. Jadi nyawa-Nya itu bukan dirampas dari-Nya. "Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita" (Injil, Surat 1 Yohanes 3:16).

Namun kini Isa Al-Masih berperan sebagai Imam Besar di Sorga, Dia lah pengantara bagi Allah dan manusia.
"Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka" (Injil, Surat Ibrani 7:25).

Jadi jangan lagi berdoa menggunakan jasa perantara orang mati, tetapi berdoalah dengan perantaraan “orang hidup” yaitu Isa Al-Masih.
~
CA/SL
# Azriady 2011-05-25 18:57
*
Bukankah Isa Al-Masih sebagai manusia mengajarkan umat-Nya berdoa kepada Allah yang di sorga bukan kepada diri-Nya yang hanya sebagai manusia biasa? Sebab Bapa lebih besar dari Anak.
# Staff Isa dan Islam 2011-06-03 17:12
~
Untuk menjelaskan hal ini, kita perlu mengetahui bahwa sebagai Kalimat Allah yang menjelma menjadi manusia, Isa Al-Masih adalah Allah dan juga adalah manusia. Dia mempunyai sifat Allah dan juga sifat manusia.

Oleh karena itu, ketika Isa Al-Masih mengajarkan murid-Nya untuk berdoa kepada Allah, ini mengacu kepada sifat kemanusiaan Isa Al-Masih. Namun ke-Allahan Isa Al-Masih tidaklah berkurang ketika Dia mengajarkan berdoa kepada Allah Bapa di sorga.

Jadi Isa Al-Masih dan Allah Bapa tidak pernah terpisah, dan Kitab Suci mencatat tentang kemanunggalan Isa Al-Masih dan Allah. "Aku dan (Allah) Bapa adalah satu" (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30).
~
NN/SL
# madie 2011-06-10 02:32
*
Kami beribadah menurut kehendak Tuhan bukan logika.
Kenapa tidak ada shalawat bagi Isa Al-Masih? Karena tidak ada perintah dari Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2011-06-11 09:14
~
Saudara Madie,

Apakah Saudara hendak mengatakan bahwa Saudara beribadah tanpa memakai logika dan mempercayai semua hal apapun yang dikatakan Ustad atau Kitab Saudara tanpa berpikir?

Apakah Allah itu berlawanan dengan logika? Bukankah akal dan pikiran kita ini juga adalah ciptaan Allah?

Menurut kami, perintah Allah itu tidak bertentangan dengan logika. Dan secara logika maupun perasaan dan kehendak, kita harus tunduk kepada Allah. Kita tidak melawan Allah dengan logika kita, tetapi dengan logika yang sudah diperbaiki dan disucikan oleh Allah, kita beribadah kepada-Nya.

Dan kalaupun Allah tidak memerintahkan Saudara bershalawat bagi Isa Al-Masih, itulah yang benar! Karena Dia tidak perlu shalawat kita, justru kitalah yang membutuhkan shalawat Isa Al-Masih.

"Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu" (Injil, Rasul Besar Yohanes 17:9).
~
CA/SL
# Obat Diabetes 2011-07-20 10:56
*
Shalawat nabi tidak pernah diajarkan oleh Allah dan Muhammad sendiri. Apakah ada ayat Al-Quran yang menyatakan hal ini? Mohon penjelasan dari umat Islam,
# Staff Isa dan Islam 2011-07-20 18:55
~
Saudara Obat Diabetes,

Dalam Al-Quran justru Allah yang memerintahkan agar umat Mulim bershalawat untuk Muhammad.

“Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaik at-Nya bershalawat untuk Nabi (Muhammad). Hai orang yang beriman (umat Muslim), ber-Shalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkan salam penghormatan kepadanya” (Qs 33:56).

Bila seorang nabi umat Muslim saja masih membutuhkan doa-Shalawat demi keselamatannya, lalu siapakah yang mendoakan keselamatan para pengikutnya?
~
SO
# Ism. 2011-07-20 13:58
*
To: Obat Diabetes:

Jika tak ada tertera dalam Al-Quran akan pengajaran cara lengkap untuk bershalawat bagi nabi Muhammad, maka kami orang Islam tidak akan bisa melakukannya.
# Staff Isa dan Islam 2011-07-20 18:53
~
Bershalawat artinya memohon supaya Allah memberi rahmat, kemuliaan dan keselamatan bagi seseorang. (Catatan Kaki No. 1230-31, Qs. 33:56, “Al-Quran Departemen Agama RI,” tahun 1978). Maka, shalawat hanya dibutuhkan seseorang yang memerlukan keselamatan.

Bila umat Muslim diwajibkan berdoa shalawat bagi nabi mereka, apakah karena nabi tersebut ragu akan keselamatannya?

Tidak demikian halnya dengan pengikut Isa Al-Masih. Mereka tidak perlu ragu akan keselamatannya, karena sudah ada jaminan dari Isa Al-Masih.

Isa berkata: “Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:29).
~
SO
# lucky 2011-08-04 19:31
*
Yth. Staf IDI.

Shalawat atas Nabi yang diserukan Allah dan Malaikat-Nya, maka itu akan berarti penghormatan dari Allah dan Malaikat-Nya atas Muhammad (atau nabi lainnya).

Ungkapan shalawat kaum Muslim atas Muhammad maupun nabi lainnya adalah setara dengan apa yang ada dalam Injil.
" Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya: “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, Hosana di tempat yang maha tinggi!” (Injil, Rasul Besar Matius 21:9).

Apakah Yesus belum tentu mendapat rahmat dari Tuhan semesta alam sehingga harus didoakan oleh orang banyak?
# Staff Isa dan Islam 2012-01-31 14:37
~
Saudara Lucky,

Teriakan orang banyak terhadap Isa Al-Masih tersebut terjadi ketika Isa Al-Masih berada di dunia, sebagai sanjungan terhadap-Nya namun bukan doa keselamatan agar Dia selamat di akhirat. Jadi, tidak jauh berbeda dengan peristiwa masa kini dikala orang banyak mengelu-elukan seorang presiden “Hidup Presiden!..Hidu p Presiden!”

Dan Isa Al-Masih tidak pernah memerintahkan para murid agar mendoakannya supaya selamat diakhirat. Isa Al-Masih justru berkata: “Kata Isa Al-Masih kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa (Allah), kalau tidak melalui Aku (Isa Al-Masih)” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Sedangkan salawat nabi diperuntukan bagi nabi saudara oleh karena beliau sudah meninggal. Dan isi salawat tersebut adalah doa mohon keselamatan bagi beliau. Nyatanya beliau tidak tahu keadaanya kelak, seperti perkataanya ini “Katakanlah: "Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan" (Qs 46:9).
~
NN
# Majnudin 2011-09-03 13:58
*
Shalawat artinya mendoakan nabi, bukan artinya dia belum tentu selamat. Logikanya, seorang bayi yang masih suci dari dosa, dikuburkan, maka dia harus juga diberi doa, walaupun dia sebenarnya masih suci.

Demikian halnya dengan nabi Muhammad yang dosa-dosanya sudah diampuni oleh Allah dan dijanjikan surga.
# Staff Isa dan Islam 2011-09-05 16:04
~
Saudara Majnudi,

Tentu Muhammad tidak sama dengan seorang bayi. Jelas seorang bayi belum bisa melakukan sebuah kesalahan, sebab itu dia belum mempunyai dosa. Namun bagaimana dengan Muhammad? Dengan jelas Al-Quran menulis bahwa dia berdosa, sama seperti manusia lainnya.

"Supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan ni'mat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus" (Qs 48:2).

Bila tujuan mendoakan Muhammad bukan untuk keselamatannya, lalu dapatkah saudara menjelaskan apakah tujuan dari doa tersebut? Dan bila keselamatannya sudah dijamin, lalu mengapa “Muhammad berkata, “demi Allah, walaupun saya seorang rasul Allah, saya tidak tahu apa yang akan Allah lakukan terhadap saya” (Qs 5:266).
~
SO
# nureen rafi 2011-10-18 18:18
*
Injil, Rasul Besar Matius 6:9 "Karena itu berdoalah demikian: "Bapa kami yang di sorga Dikuduskanlah nama-Mu". Apakah ini maknanya Tuhan anda tidak kudus?

Injil, Rasul Besar Matius 21:9 "Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya: “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, Hosana di tempat yang maha tinggi!”

Apakah ini berarti Yesus belum diberkati?
# Staff Isa dan Islam 2011-11-16 14:59
~
Injil, Rasul Besar Matius 6:9, Bila saudara Nureen Rafi membaca secara keseluruhan pasal dari ayat tersebut, saudara akan mengerti bahwa kata “dikuduskanlah” di atas, bukan berarti bahwa Allah belum kudus. Kata “dikuduskanlah nama-Mu” pada ayat tersebut merupakan satu pengakuan bahwa Allah adalah benar Kudus.

Injil, Rasul Besar Matius 21:9, kata “diberkatilah” yang terdapat pada ayat tersebut bukan menunjuk pada Isa Al-Masih, melainkan kepada orang yang datang dalam nama Tuhan.

Dengan demikian, ayat tersebut tidak dapat dikatakan sebagai shalawat.

Satu hal yang perlu saudara ketahui, di dalam Injil tidak ada satu ayatpun yang memerintahkan supaya pengikut Isa Al-Masih berdoa atau bershalawat bagi Isa Al-Masih. Dia tidak membutuhkan doa shalawat dari pengikut-Nya, sebaliknya Dia yang bershalawat bagi keselamatan pengikut-Nya. Sehingga pengikut-Nya tidak akan merasa ragu akan keselamatan mereka.

Isa berkata: “Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:29).
~
SO
# tomy 2011-11-01 22:30
*
Puji Syukur kepada Allah Bapa, Anak, dan Roh kudus.

Saudara Staff Isa dan Islam yang terkasih di dalam Yesus Kristus, teruslah, sebar-luaskan tentang kebenaran Yesus sebagai jalan kebenaran yang hidup.

Tuhan berkata, "Aku akan memberkati setiap orang yang percaya kepada-Ku" (Kitab, Nabi Yeremia:17).

Yesus berkata, "Barang siapa malu mengakui Aku, Aku pun akan malu mengakui dia di hadapan Bapa."
# grandma 2011-11-02 16:15
*
Tujuan perintah sholawat dari Tuhan ada banyak maksudnya. Dan Tuhan yang lebih mengetahui. Diantaranya karena ramai golongan yang menyebar fitnah dan menghina dan memburukkan nabi Muhammad.

Maka Allah dan Malaikat membaca shalawat ke atas Nabi. Maka diperintahkan juga umat Islam bersolawat ke atas nabi.

Jika Tuhan dan Malaikat bersolawat atas nabi, siapakah kalian untuk memghina nabi? Adakah kalian lebih mulia atau Tuhan lebih mulia?
# Staff Isa dan Islam 2011-11-03 17:25
~
Saudara Grandma,

Perhatikanlah ayat ini, “Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaik at-Nya bershalawat untuk Nabi (Muhammad). Hai orang yang beriman (umat Muslim), ber-Shalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkan salam penghormatan kepadanya” (Qs 33:56).

Bershalawat artinya memohon supaya Allah memberi rahmat, kemuliaan dan keselamatan bagi seseorang. (Catatan Kaki No. 1230-31, Qs. 33:56, “Al-Quran Departemen Agama RI,” tahun 1978).

Bila memang tujuan shalawat bukan untuk mendoakan keselamatan seseorang, lalu untuk apa Allah, malaikat dan orang Muslim mendoakan Muhammad? Apakah seseorang yang sudah mati memerlukan rahmat dan kemuliaan? Bukankah rahmat dan kemuliaan hanya milik orang yang masih hidup?

Mengapa umat Muslim hanya mendoakan Muhammad? Bukankah umat Muslim mengimani ada 25 nabi? Dan lagi, mengapa Allah, Malaikat, dan seluruh umat Muslim harus melindungi Muhammad dari orang-orang non-Muslim. Bila melindungi dirinya saja dia tidak bisa, masihkah dia layak disebut sebagai nabi?
~
SO
# grandma 2011-11-14 21:45
*
Hikmat bersolawat adalah untuk mendapatkan perlindungan dan pembelaan dari Nabi Muhammad dengan izin Allah.

Riwayat Al Baihaqi dan Al Khatib; Sabda Nabi Muhammad, "Barangsiapa berselawat kepadaku di sisi kuburku maka aku mendengarnya, barang siapa bersalawat kepadaku dari jauh, maka shalawat itu diserahkan oleh seorang malaikat yang menyampaikan kepadaku dan ia dicukupi urusan keduniaan dan keakhiratan dan aku sebagai saksi dan pembela baginya."
# Staff Isa dan Islam 2011-11-16 15:00
~
Saudara Grandma,

Benarkah tujuan shalawat nabi adalah untuk mendapatkan perlindungan dan pembelaan dari nabi Muhammad?

Sepertinya bertolak-belaka ng dengan doa shalawat nabi yang selalu diucapkan umat Muslim, yaitu meminta supaya kepada nabi Muhammad diberi rahmat dan kemuliaan.

Dan lagi, benarkah Muhammad dapat memberi pembelaan dan perlindungan? Jika benar, lalu mengapa umat Muslim selalu mengucapkan: “Assalamu Alaika Ayyuhan Nabi” artinya: Semoga keselamatan tercurah kepadamu Hai Nabi (Muhammad)."

Dan perhatikanlah perkataan nabi Muhammad pada ayat berikut, ”Demi Allah, Walaupun saya seorang Rasul Allah, saya tidak tahu apa yang akan Allah lakukan terhadap saya” (Hadist sahih Bukhari 5 : 266).

Bila Muhammad saja tidak tahu bagaimana akan keselamatannya, bagaimana mungkin dia dapat memberi perlindungan dan pembelaan bagi pengikutnya?

Hanya ada satu Pribadi yang dapat menjadi Juruselamat, yang dapat membawa semua manusia kembali pada Kemuliaan Allah, dan Pribadi itu adakah Kalimat Allah.

"Aku (Kalimat Allah/Isa Al-Masih) berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup" (Injil, Rasul Besar Yohanes 5:24).
~
SO
# grandma 2011-11-16 19:32
*
Quoting Staff Isa dan Islam:
~
Saudara Grandma,
Dan lagi, benarkah Muhammad dapat memberi pembelaan dan perlindungan?
~
SO

Jangan kawatir, Muhammad diberi ijin untuk memberi syafaat kepada kalian jika kalian sering membaca solawat atasnya dan berhenti menghinanya.

Bagaiman caranya? Muhammad akan memohon kepada Allah agar beri selamat. Bukan bermaksud Muhammad sendiri ada kuasa ketuhanan selamat umatnya.

Muhammad seorang yang merendah diri kepada Tuhan. Dia menyerahkan segala urusan dirinya kepada Allah. Walaupun Allah telah berjanji di dalam Al-Quran siapa yang taat akan Allah masukkan ke surga.

Banyak sekali disebut dalam Al-Quran ciri-ciri orang yang akan masuk surga sebagai Allah.
# Staff Isa dan Islam 2011-11-19 12:54
~
Saudara Grandma,

Terimakasih atas saran saudara. Tapi maaf, kami tidak memerlukan pertolongan dari nabi saudara untuk memohonkan keselamatan kami. Sebab Isa Al-Masih telah menjamin keselamatan sorgawi kami termasuk pengikut-Nya. Juga saudara, bila saudara berkenan.

Inilah janji indah Isa Al-Masih bagi setiap pengikut-Nya, “Aku (Isa Al-Masih) memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:29).

“Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. . . . . Aku (Isa Al-Masih) pergi ke situ [sorga] untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:2-3).
~
SO
# rico 2011-12-22 21:43
*
Sholawat bukan berarti doa buat menyelamatkan orang, siapa bilang Nabi Muhammad tidak terjamin keselamatannya? Ada banyak hadistnya dan ayatnya, sholawat dan salam itu bentuk penghargaan.

Dalam pengertian terjemah Al-Quran Depag pun disebut "kemuliaan"rahm at", bahkan Allah dan malaikat pun bersholawat atas Nabi Muhammad (Al Ahzab ayat 56).
# YAP 2012-05-02 19:26
*
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaik at-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

Maksud Allah SWT bersalawat nabi adalah Allah memberinya rahmat. Dan rahmat itu adalah kasih sayang yang selalu mendampingi beliau.
# Staff Isa dan Islam 2012-05-04 10:32
~
Bila Allah telah memberinya rahmat, lantas mengapa setiap orang Islam harus menaikkan doa shalawat baginya dengan mengucapkan perkataan seperti “Assalamu Alaika Ayyuhan Nabi” artinya: Semoga keselamatan tercurah kepadamu Hai Nabi (Muhammad)”

Apakah rahmat dari Allah belum cukup untuk memberi keselamatan bagi dia sehingga orang-orang Islam masih harus memohon agar Allah memberi keselamatan?

Dan lagi, mengapa orang Islam hanya mendoakan Muhammad, bukankah orang Islam harus mengimani sebanyak 25 nabi yang pernah diutus Allah ke dunia.
~
SO
# Rick 2012-08-16 10:40
*
Staf Isa,

Anda perlu tahu shalawat Nabi bagi umat Islam adalah memberikan penghormatan kepada Nabi Muhammad karena telah diangkat menjadi Nabi oleh Allah.

Umat Islam menghormati Muhammad sebagai Nabi yang memberikan penerang, bahwa Allah itu Esa tidak beranak dan tidak diperanakan.
# Staff Isa dan Islam 2012-08-30 15:46
~
Setahu kami, Islam mengajarkan untuk mengimani sebanyak 25 nabi. Dengan kata lain, nabi yang dipercaya oleh orang Islam bukan hanya Muhammad, tetapi masih ada 24 nabi lain.

Bila memang shalawat nabi adalah bentuk penghormatan umat Muslim kepada Muhammad karena dia telah diangkat sebagai nabi, mengapa penghormatan yang sama tidak diberikan kepada 24 nabi lainnya? Bukankah Allah tidak pernah membeda-bedakan nabi yang diutus-Nya?

Sulit untuk dipahami bahwa shalawat hanyalah bentuk penghormatan kepada Muhammad. Shalawat nabi yang dinaikkan lebih kepada mendoakan sang nabi agar diberi keselamatan oleh Allah.
~
SO
# cak gimin 2012-12-05 13:46
*
Baca yang dibawah ini baik-baik:

1. “Siapa yang bershalawat kepadaku pada waktu pagi sepuluh kali dan pada waktu sore sepuluh, maka ia akan memperoleh syafa’atku pada hari kiamat”. (Diriwayatkan oleh Thabrani dari Abi Darda’ra.)
Keterangan: Hanya Nabi Muhammad yang bisa memberi pertolongan saat hari kiamat.

2. “Siapa yang bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah berhalawat kepadanya sepuluh kali shalawat, dan Allah menghapus sepuluh kesalahan dan mengangkat sepuluh derajat kepadanya” (Diriwayatkan oleh Ahmad dan Nasai dan Al-Hakim dari Anas ra). Keterangan: barang siapa yang bersalawat nabi maka mereka akan mendapat ampunan dosa dari Allah.

3. “Bershalawatlah atas para Nabi Allah dan utusan-Nya sebagaimana kamu semua bershalawat kepadaku, sebab mereka itu sama diutus sebagaimana aku diutus" (Diriwayatkan oleh Ahmad dan Al-Khathib dari Abi Hurairah ra).
Keterangan: Kata siapa tidak ada shalawat untuk Nabi Isa?
# Staff Isa dan Islam 2012-12-06 11:40
~
Saudara Cak Gimin,

Sebelumnya salah seorang teman Muslim sudah pernah mengutip hadist di atas. Dan saat itu kami bertanya tentang kebenaran isi dari hadist tersebut. Sayangnya teman Muslim itu tidak menanggapi pertanyaan kami. Baiklah, kami akan mencoba menjelaskannya lagi di sini, mungkin saudara bisa membantu menjelaskannya.

Jadi begini saudara Cak Gimin, apa yang saudara kutip di atas adalah hadist. Dimana kita tahu bahwa hadist adalah perkataan Muhammad, bukan perkataan Allah. Dengan kata lain, yang memberi janji-janji pada hadist di atas adalah Muhammad dan bukan Allah.

Pertanyaan kami:
1. Apakah seorang manusia berdosa mampu memberi pertolongan bagi manusia berdosa lainnya? Ibaratnya, apakah seorang buta dapat menuntun orang buta?

2. Seseorang yang bershalawat bagi Muhammad satu kali, maka Allah akan bershalawat bagi orang tersebut sepuluh kali. Menurut saudara, apakah Muhammad kedudukannya lebih tinggi dibanding Allah?

3. Tidak ada perintah dalam kitab-kitab sebelumnya untuk bershalawat nabi, termasuk bagi nabi Isa. Perintah bershalawat hanya terdapat dalam ajaran Muhammad!

Silakan bandingkan hadist di atas dengan ayat Injil berikut “Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:29).

Silakan ditanggapi.
~
SO
# Hamba Allah 2013-04-05 03:54
*
Andai kita tahu bahwa makan cabai itu pedas, andai kita tahu bahwa bermain api itu panas, dan andai kita tahu bahwa bermain air itu basah, tentu kita juga akan membenarkan bahwa apapun perbuatan kita, kebaikan atau keburukan yang kita lakukan, akan kembali kepada diri kita sendiri.

"Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya" (Qs 74:38). Jika orang berbuat dosa, maka dia sendiri yg menanggungnya.

Shalawat Allah kepada nabi merupakan kasih sayang Allah. Shalawat malaikat untuk nabi: doa, penghormatan, pengakuan, bentuk kasih sayang untuk dia dan umatnya. Sholawat umat pada nabi: penghormatan atas perjuangannya yang menghendaki keselamatan umatnya, doa kepada Allah, wujud cinta kepada nabi karena Allah.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-09 19:44
~
Saudara Hamba Allah,

Kami setuju dengan pernyataan saudara. Setiap orang harus menanggung dosanya sendiri!

Bila Allah maha suci dan tidak mengijinkan satu dosa pun dalam sorga-Nya, menurut saudara apa kira-kira ada manusia yang dapat masuk sorga? “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah” (Injil, Surat Efesus 2:8).

Menurut saudara, manakah lebih tinggi, Muhammad atau Allah? Bila saudara mengatakan Allah, lalu mengapa Allah harus memberi shalawat kepada Muhammad? Mengapa kepada nabi lain tidak?

Mengapa para malaikat diwajibkan mendoakan dan menghormati Muhammad? Bukankah hanya Allah saja yang layak menerima penghormatan dari ciptaan-Nya?

Dan mengapa orang Islam harus mendoakan Muhammad? Apakah orang yang sudah mati bisa memberi keselamatan, dan mengapa dia wajib untuk didoakan?
~
SO
# Nicholas 2013-08-13 07:27
*
Mengapa Muhammad tidak takut sama Allah? Sampai-sampai dikatakannya Allah dan malaikat-Nya memuliakan Muhammad? Sedangkan nabi lainnya, yang tidak pernah membunuh, tidak dimuliakan Allah!

Benarkah perkataan-perka taan Muhammad berasal dari Allah? Karena saat bertapa, "malaikat" memaksa Muhammad untuk membaca. Satu lagi, nabi tidak membutuhkan pertapaan, sebaliknya Allah-lah yang memilih nabi atau merencanakan seorang nabi.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-13 10:41
~
Saudara Nicholas,

Terimakasih untuk komentar saudara di atas. Memang sulit untuk menerima Muhammad sebagai nabi dari Allah karena cukup banyak kejanggalan bila dilihat dari sudut Alkitabiah.

Sebagai umat percaya, pengikut Isa Al-Masih hanya bersandar pada kebenaran yang tertulis dalam Alkitab. Dan Alkitab sendiri tidak pernah menubuatkan nabi setelah kenaikan Isa ke sorga. Disamping itu, umat percaya tidak membutuhkan nabi lain untuk membawa mereka sampai kepada Allah, karena Isa sendiri telah menjamin hal itu.

Sebagaimana Isa bersabda, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Bukankah lebih baik mengikuti Pribadi yang dapat memberi jaminan keselamatan?
~
SO
# Syahrir 2013-08-13 18:26
*
“Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaik at-Nya bershalawat untuk Nabi (Muhammad). Hai orang yang beriman (umat Muslim), ber-Shalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkan salam penghormatan kepadanya” (Qs 33:56).

Jika Allah bershalawat kepadanya nabi-Nya, berarti Dia menyayangi nabi-Nya. Dan jika Allah menyayangi nabi-Nya, otomatis Allah sayang dengan pengikutnya.

Semoga Allah memberikan hidayah dan rahmat-Nya kepada staf IDI.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-14 20:44
~
Saudara Syahrir,

Terimakasih untuk penjelasan dan doa saudara. Puji Tuhan, kami sudah mendapatkan rahmat dari Allah. Yaitu rahmat keselamatan yang diberikan Allah sebagai anugerah-Nya dalam Isa Al-Masih. “Tetapi karunia Allah yaitu hidup yang kekal dalam Tuhan kita Isa Al-Masih” (Injil, Surat Roma 6:23).

Isa Al-Masih tidak membutuhkan shalawat dari pengikut-Nya. Sebaliknya, Dia telah menjamin keselamatan pengikut-Nya melalui pengorbanan yang dilakukan-Nya. Sungguh anugerah terindah!

Bagaimana dengan saudara, sudahkah saudara mendapatkan anugerah keselamatan dari Allah?
~
SO
# dodik 2013-08-14 22:34
*
Admin,

Ada beberapa fakta yang membuat umat Islam tidak tertarik sedikitpun dengan janji keselamatan dari agama Kristen. Antara lain:

1. Tidak ada ayat Injil yang memuat Yesus mengatakan Dia Tuhan dan menyuruh umat-Nya menyembah Dia

2. Injil, Rasul Besar Matius 7:21, "Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga."

3. Tidak ada ayat Al-Quran yang menyatakan bahwa Nabi Isa ada di surga. Qs 19:33, sama sekali tidak menerangkan bahwa Nabi Isa ada di surga.

4. Banyak sekali kontradiksi ketuhanan Yesus di Injil. Kalau dasar kitabnya tidak jelas, maka yang dijanjikan pun tidak jelas alias meragukan.

Jadi mungkin energi admin meyakinkan umat Islam tentang Kristen, lebih baik disalurkan mempelajari agama Kristen lebih baik lagi.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-17 18:37
~
Saudara Dodik, terimakasih untuk penjelasan dan juga saran saudara di atas. Jelas adalah hak saudara atau umat Muslim lainnya, apakah tertarik dengan janji Keselamatan yang diajarkan dalam kekristenan atau tidak. Kami sebagai orang yang telah mempunyai jaminan keselamatan tersebut, hanya ingin berbagi dengan teman-teman lain.

Menanggapi alasan yang saudara berikan di atas:

1. Secara tersurat memang Yesus tidak pernah mengatakan secara langsung Dia adalah Tuhan. Tetapi secara tersirat, cukup banyak perkataan Yesus yang menyatakan bahwa Dia adalah Tuhan. Inilah diantaranya: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati” (Injil, Rasul Besar Yohanes 11:25).

Bukankah yang menjadi sumber kehidupan hanya Tuhan saja? Tapi mengapa Yesus mengatakan orang yang mengikuti Dia akan mempunyai hidup? Lebih jelasnya tentang pengakuan Yesus perihal ketuhanan-Nya, silakan membaca di artikel ini: http://tinyurl.com/cgrffm4.

2. Saudara sudah pernah mengajukan pertanyaan ini, dan kami sudah menjawabnya. Silakan membaca jawaban kami untuk pertanyaan saudara di artikel ini: http://tinyurl.com/kcxqlpw [# dodik 2013-08-14 22:21]

3. “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku (Isa Al-Masih), pada hari aku dilahirkan, pada hari aku (Isa Al-Masih) meninggal dan pada hari aku (Isa Al-Masih) dibangkitkan hidup kembali” (Qs 19:33). Lalu, setelah Yesus hidup kembali dari kematian-Nya, dimanakah Yesus saat ini berada kalau bukan di sorga?

4. Kontradiksi ketuhanan Yesus? Silakan membaca tentang kebenaran Yesus sebagai Tuhan pada artikel ini: http://tinyurl.com/8abrx5t. Saran kami, sebelum saudara menolak fakta dalam artikel tersebut, ada baiknya saudara membaca terlebih dahulu penjelasan pada artikel tersebut dengan seksama.
~
SO
# Fidy 2013-08-17 18:37
*
Semua nabi dan rasul Allah di dalam Al-Quran disholatkan oleh Allah, mau bukti ? Bahkan Yesus di dalam Kitab Bible memerintahkan para pengikut-Nya untuk bersholawat pada-Nya. Mau bukti?
# Staff Isa dan Islam 2013-08-18 17:41
~
Iya sdr. Fidy, akan lebih baik ketika saudara menyatakan sesuatu, saudara juga memberikan buktinya.

Untuk itu, silakan memberikan bukti dari Al-Quran bahwa semua nabi dan rasul Allah disholatkan. Juga silakan memberikan bukti dari Bible kalau Yesus memerintahkan pengikut-Nya bersholawat pada-Nya.

Tapi ingat, dalam memberi jawaban, silakan menuliskan secara singkat dan tepat. Tidak perlu menuliskannya secara berkolom-kolom.
~
SO
# dodik 2013-08-18 13:44
*
Admin,

1. Karena secara tersurat Yesus tidak pernah menyatakan diri-Nya Tuhan, maka anda memberi ayat Injil, Rasul Besar Yohanes 11:25. Yang membuat anda menafsirkan bahwa Yesus memberi kehidupan bagi orang yang percaya pada-Nya. Padahal kalau kita teruskan membaca, pada Injil, Rasul Besar Yohanes 11:40-42: Yesus dengan jelas mengatakan:

- Kalau percaya akan melihat kemuliaan Allah (bukan Yesus),
- Yesus menengadah ke atas, Yesus bersyukur kepada Tuhan karena didengarkan
- Yang lebih tegas lagi adalah kalimat: “... ..Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.”

Sdr Admin, jelas sekali Yesus bisa berbuat seperti itu karena kata-katanya didengarkan oleh Tuhan dan dengan tegas Dia menyatakan bahwa Dia utusan Tuhan.

Sehingga kalau kita bicara fakta: Tidak ada ayat yang memuat Yesus menyatakan diri-Nya Tuhan, sebaliknya banyak ayat di Injil yang menyebut Yesus adalah utusan Tuhan, maka sangat membingungkan kenapa ditafsirkan Yesus adalah Tuhan?
# Staff Isa dan Islam 2013-08-22 17:01
~
Saudara Dodik,

Mengapa saudara sulit menerima ketuhanan Yesus? Hanya ada satu alasannya. Karena saudara tidak dapat memahami Pribadi Yesus. Andai saja saudara dapat memahami Pribadi-Nya sebagai Kalimat Allah dan Yesus sebagai manusia, maka tidak sulit bagi saudara memahami ayat-ayat yang saudara tanyakan di atas.

Sejelas apapun kami menjelaskan kepada saudara, saudara akan tetap tidak dapat mengerti. Karena dasar dari ketuhanan Yesus adalah Pribadi-Nya sebagai Kalimat Allah yang kekal dan Pribadi-Nya sebagai Kalimat Allah yang datang ke dunia dalam wujud manusia yang dipanggil dengan nama Yesus Kristus/Isa Al-Masih.

Bagaimana dengan ayat ini, “Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir" (Injil, Kitab Wahyu 22:13).
~
SO
# dodik 2013-08-18 14:00
*
2. Saya tanggapi jawaban saudara di artikel tsb

3. Penjelasan Qs 19:33, “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku (Isa Al-Masih), pada hari aku dilahirkan, pada hari aku (Isa Al-Masih) meninggal dan pada hari aku (Isa Al-Masih) dibangkitkan hidup kembali.”

Itu adalah siklus hidup semua manusia dan ayat di atas juga merupakan doa Nabi Isa karena Dia berdoa semoga dilimpahkan kesejahteraan. Bandingkan dengan Qs19:15, "Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali."

Miripkan, tapi ayat di atas merupakan penjelasan Allah mengenai Nabi Yahya. Sehingga kesejahteraan sudah terlimpah kepadanya, bukan semoga lagi. Dalam Islam ada tempat untuk ruh orang yang meninggal sebelum hari kiamat tiba, berbeda dengan konsep orang Kristen, jadi jangan asal menafsirkan ayat Al-Quran kalau anda tidak tahu.

4. Saya sudah baca, fakta jawaban saya yang no.1 belum terbantahkan.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-22 17:01
~
3. Bila memang menurut saudara Yesus tidak ada di sorga, lalu dimanakah Yesus saat ini berada? Menurut Al-Quran, bilakah Yesus meninggal dan dengan cara apakah Dia meninggal?

4. Silakan saudara tanggapi penjelasan kami di no. 1
~
SO
# Fidy 2013-08-18 23:32
*
To staff IDI,

Semua nabi dan rasul-Nya disholawatkan oleh Allah, termasuk Nabi Isa. Shalawat kepada Nabi Nuh, Qs 37:79 “Kesejahteraan dilimpahkan atas Nuh di seluruh alam."

Shalawat kepada Nabi Ibrahim Qs 37:109 “Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim."

Shalawat kepada Nabi Ilyas Qs 37:130 “Kesejahteraan dilimpahkan atas Ilyas?"

Masih mau bukti lagi?
# Staff Isa dan Islam 2013-08-22 17:02
~
Terimakasih untuk bukti yang saudara berikan. Akah lebih lengkap lagi bila saudara dapat menuliskan shalawat yang diberikan Al-Quran kepada 25 nabi Allah yang diimani umat Muslim. Bukankah menurut saudara Allah memberikan shalawat-Nya kepada semua nabi dan rasul-Nya?

Juga, dapatkah saudara menjelaskan apa yang menjadi alasan saudara mengutip ayat-ayat di atas sebagai shalawat Allah kepada para nabi tersebut. Bukankah di sana tidak ada kata “shalawat”?

Bandingkan dengan ayat ini, “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaik at-Nya bershalawat untuk Nabi (Muhammad). Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam "Penghormatan" kepadanya” (Qs 33:56).

Cukup jelas bukan Al-Quran mengatakan Allah bershalawat kepada Muhammad? Bukan hanya sekedar penafsiran seperti ayat yang saudara kutip di atas.
~
SO
# Fidy 2013-08-18 23:33
*
Bukti bahwa Yesus memerintahkan para pengikut-Nya untuk bershalawat pada-Nya di dalam Bible

Injil, Rasul Besar Matius 23:39 “Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi, hingga kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!"

“Diberkatilah Dia”, atau “Semoga Allah Memberkati Dia (Yesus)” adalah termasuk doa shalawat nabi dalam Islam “Allahuma Barik ala Muhammad” (Semoga Allah Memberkati Muhammad).”

Masih mau bukti lagi?
# Staff Isa dan Islam 2013-08-22 17:02
~
Saudara Fidy,

Menurut saudara, apakah arti dari “shalawat”? Kami perlu tahu pandangan saudara tentang shalawat. Dengan demikian, kami pun menjadi tahu apa yang menjadi alasan saudara mengklaim ayat di atas sebagai shalawat yang diperintahkan Yesus kepada pengikut-Nya.

Dan lagi, pada ayat tersebut kami tidak melihat ada kata perintah. Dapatkah saudara menjelaskan kata yang mana menurut saudara pada ayat tersebut yang merupakan bentuk perintah Yesus kepada pengikut-Nya?
~
SO
# Marcell 2013-08-28 12:08
*
Siapa bilang bahwa Yesus belum pernah mengatakan bahwa Dia adalah Tuhan? Baca Injil, Rasul Besar Yohanes 13:13.

“Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan” (Injil, Rasul Besar Yohanes 13:13).

Orang Kristen jangan mau disesatkan karena ketidak-tahuan, makanya baca Alkitab!
# Staff Isa dan Islam 2014-07-24 08:31
~
Saudara Marcell,

Terima kasih atas komentar saudara.

Saudara benar bahwa Isa Al-Masih adalah Tuhan, oleh karena itu Dia tidak membutuhkan shalawat dari para pengikut-Nya.
~
Slamet
# Al-Farouq 2013-08-29 21:00
*
Taurat, Kitab Kejadian 12:2-3 “Aku akan membuat engkau (Abraham) menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”

Qs 33:56-57 “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaik at-Nya bersholawat untuk nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.”

Masih mau memutar kata untuk menentang ketetapan Allah?
# Staff Isa dan Islam 2013-08-31 09:53
~
Sdr. Al-Farouq,

Terimakasih atas kutipan ayat yang saudara berikan di atas. Tetapi kami tidak melihat adanya hubungan antara kedua ayat tersebut.

Dalam Taurat, Kitab Kejadian 12:2-3, Allah berjanji akan memberkati Abraham. Dan hal itu telah dinyatakan Allah dan diawali dengan kelahiran Ishak putera Abraham yang menjadi anak perjanjian antara Abraham dan Allah.

Qs 33:56-57, dalam Al-Quran Allah menyatakan bahwa Dia, malaikat dan setiap umat Muslim harus bershalawat bagi Muhammad.

Jadi, menurut kami kedua ayat tersebut tidak berhubungan dan tidak ada memutar kata untuk menentang ketetapan Allah.

Namun, bila saudara melihat ada hubungan dari kedua ayat tersebut, silakan memberi penjelasan.
~
SO
# ari 2013-08-30 12:54
*
Nabi Muhammad adalah nabi yang paling mulia di antara para nabi dan pelengkap di antara para nabi sebelumnya. Dalam arti pelengkap yaitu penyempurna. Jadi mungkin sebelumnya, belum ditanyakan bagaimana cara untuk sholat, zakat, sampai makan dan tidur Nabi Muhammad menguraikan semua bagaimana caranya.

Siapa yang bersholawat kepada Nabi Muhammad maka dia akan patuh kepada nabinya. Siapa yang patuh kepada nabinya maka akan diberkahi oleh Allah. Jadi sholawat itu sangat penting karena di dunia ini adalah tempat kita diuji oleh Allah. Apakah kita akan tetap menyembahnya dengan berbagai kenikmatan dunia ataukah tidak.
# Staff Isa dan Islam 2013-09-03 14:25
~
Saudara Ari,

Menurut kami setiap nabi, Allah yang memilihnya. Ketika dia dipilih Allah untuk menyampaikan ajaran-Nya, maka Allah akan memberi ajaran yang sempurna. Karena sempurna adalah salah satu sifat Allah, bukan?

Jadi menurut kami Allah tidak perlu melakukan penyempurnaan atas ketidak-sempurn aan-Nya. Karena Allah selalu sempurna dalam tindakan-Nya.

Memang Muhammad menjelaskan dalam kitabnya bagaimana cara untuk sholat, zakat, sampai makan. Tapi menurut kami semua ini adalah hal-hal yang berhubungan dengan hal duniawi. Menurut saudara, apakah hal dunia lebih penting daripada hal akhirat?

Bukankah lebih penting mengetahui bagaimana harus menghindari hukuman kekal di neraka daripada mengetahui bagaimana cara makan, minum, tidur, sholat dll?

Sdr. Ari, menurut saudara manakah yang lebih berkuasa, Muhammad atau Allah? Atas dasar apakah Allah harus memberi berkah bagi orang yang bersholawat kepada Muhammad? Bukankah seharusnya yang disembah hanya Allah, dan hanya Dia-lah fokus dari segala berkah?
~
SO
# Hulondhalangi 2013-08-30 14:27
*
Shalawat itu bukan doa. Ketika mendengar nama nabi disebutkan seperti Ibrahim, Isa, Musa, Yunus, Daud, Adam dll, kita umat Islam dianjurkan mengucapkan alaihissalam. Jadi bukan kepada Nabi Muhammad saja kita bersalawat melainkan nabi-nabi Allah lainnya.
# Staff Isa dan Islam 2013-09-03 14:26
~
Saudara Hulondhalangi,

Mari kita buat satu perbandingan antara Muhammad dan nabi Allah lainnya. Apakah benar shalawat bukan doa, dan apakah benar umat Muslim bershalawat kepada semua nabi Allah.

1. Umat Muslim “wajib” mengucapkan doa shalawat bagi Muhammad. Perhatikan kata “wajib” pada kalimat tersebut.

2. Doa yang sama tidak pernah diucapkan oleh umat Muslim kepada nabi lain. Hanya kepada Muhammad saja.

3. Ayat Al-Quran berkata, “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaik at-Nya bershalawat untuk Nabi (Muhammad). Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam "Penghormatan" kepadanya” (Qs 33:56).

4. Tidak ada ayat serupa yang ditujukan kepada nabi lain. Hanya kepada Muhammad saja.

Dari empat poin di atas dapat diambil kesimpulan: Shalawat nabi hanya ditujukan oleh umat Muslim kepada Muhammad. Tidak kepada semua nabi!

Pertanyaannya:

1. Mengapa Allah, malaikat-malaik at Allah, dan orang Islam diwajibkan bershalawat kepada Muhammad?

2. Apakah Muhammad statusnya lebih tinggi daripada Allah, sehingga Allah wajib bershalawat baginya?
~
SO
# penny patricia 2013-09-18 12:08
*
Shalawat ialah pernyataan hamba atas ketundukannya kepada Allah Swt. Serta mengharapkan pahala dari-Nya, sebagaimana yang dijanjikan Nabi Muhammad, bahwa orang yang bershalawat kepadanya akan mendapat pahala yang besar, baik shalawat itu dalam bentuk tulisan maupun lisan (ucapan).

Perintah untuk bershalawat kepada Muhammad merupakan perintah dari Al-Quran yaitu "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaik at-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya" (Qs Al-ahzab 56).

Nabi Isa juga punya sholawat Isa AS (Alaihi asalam) As biasa digunakan untuk menyingkat lafaz Alaihis Salam yang bermakna semoga keselamatan dilimpahkan kepadanya. Ungkapan ini biasanya diberikan kepada para nabi dan rasul termasuk juga para malaikat. "Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul"(Qs Ash-Shaffaat :181).
# Staff Isa dan Islam 2013-09-30 16:34
~
Saudara Penny, dari penjelasan saudara di atas, kami ingin menanyakan beberapa hal kepada saudara dan kiranya saudara berkenan untuk menjelaskannya:

1. Bila shalawat merupakan pernyataan seorang hamba atas ketundukannya kepada Allah Swt, mengapa shalawat tidak ditujukan kepada Allah tapi justru kepada Muhammad?

2. Apakah umat Muslim menganggap Muhammad setara dengan Allah sehingga dia berhak menerima penghormatan yang seharusnya ditujukan kepada Allah?

3. Menurut saudara, apakah seorang manusia berhak memberi/menjanj ikan pahala kepada sesamanya? Bukankah yang berhak memberi pahala kepada manusia hanya Allah saja?
~
SO