Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter
Cetak

Keselamatan Dalam Al-Quran Dan Injil

6Setiap umat beragama berlomba mencari keselamatan. Segala usaha dilakukan agar dapat memperoleh keselamatan. Al-Quran dan Injil memberi beberapa pandangan bagaimana seseorang dapat memperoleh keselamatan.

Pertama – Mencari Jalan Lurus

Jalan yang lurus jelas lebih baik bagi seorang pengendara dibanding jalan yang berliku. Demikian halnya dengan seseorang yang ingin diselamatkan. Dia perlu mencari jalan lurus itu. “Tunjukilah kami jalan yang lurus” (Qs 1:6).

Dimanakah “Jalan Lurus” itu dapat ditemukan? “Aku [Allah] hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh . . . . .” (Taurat, Mazmur 32:8)

Kedua – Mengetahui Pribadi Isa Al-Masih

Mengapa harus Isa Al-Masih? Mengapa bukan Muhammad, Musa, atau nabi lain? Bila kita menelusuri Al-Quran, tidak sedikit ayat-ayat yang membahas tentang Isa Al-Masih. Malahan ada gelar yang diberikan kepada-Nya yang tidak dimiliki oleh siapapun.

Al-Quran bersaksi, hanya Isa Al-Masih lahir dari seorang perawan (Qs 19:16-34; Injil, Rasul Matius 1:18). Dia disebut “seorang anak laki-laki yang suci” (Qs 19:19; Injil, Kisah Para Rasul 4:30). Ia diberi gelar “Kalimat Allah” (Qs 3:35, 39; Injil, Rasul Yohanes 1:1). Dialah Yang Mulia dan Yang Lama dinubuatkan yaitu “Al-Masih” (Qs 4:171; Injil, Lukas 24:25-27).

Hanya Isa Al-Masih merupakan “Tiupan Roh dari Allah” (Qs 4:171; Injil, Surat Filipi 1:19). Ia diberi kehormatan: “Seorang terkemuka di dunia dan di akhirat” (Qs 3:45; Injil, Surat Filipi 2:9-11). Ia dijadikan oleh Allah menjadi “suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami“ (Qs 19:21; Injil, Lukas 2:34; Injil, Surat Ibrani 2:17; Injil, Surat Titus 3:5).

Hanya Isa Al-Masih yang unik di dalam kuasa-Nya untuk mengerjakan mujizat. Ia menyembuhkan orang buta, orang sopak, menghidupkan orang mati, memberi hidangan dari langit (Qs 3:39; 5:114; Injil, Rasul Matius 11:2-6).

Hanya Isa Al-Masih yang sekarang sudah pasti berada di surga (Qs 3:55; Injil, Kisah Para Rasul 1:9-11). Dia akan kembali dari surga sebagai hakim pada hari kiamat (Qs 43:69; Injil, Wahyu Rasul Yohanes 1:5-8).

Demikianlah Al-Quran dan Injil menyatakan Pribadi Isa Al-Masih. Maka, bagi seseorang yang ingin menemukan “Jalan Lurus”, sudah seharusnya mengetahui lebih lagi Pribadi Isa Al-Masih.

Ketiga – Memperhatikan Isi Injil

Seseorang yang benar-benar rindu ingin menemukan “Jalan Lurus”, wajib memperhatikan isi Injil. Injil adalah Kabar Baik yang dibawa Isa Al-Masih.

Qs 10:94 berkata, "Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu [yaitu pengikut Isa Al-Masih]. . . . ."

". . . Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada . . . . ‘Isa [Al-Masih] . . . . ." (Qs 3:84).

"Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya . . . ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci" (Injil, I Korintus 15:2-4).

"Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi dibangkitkan menurut Roh" (Injil, 1 Petrus 3:18).

Keempat – Percaya Akan Sifat Allah r-Rahmani r-Rahim (Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang)

Al-Fatihah menggambarkan sifat Allah yang dominan, yaitu: Bismillahi r-rahmani r-rahim” (Qs 1:1).

Seseorang yang sungguh ingin menerima Keselamatan harus mengerti bahwa Allah adalah Maha Penyayang. Allah berkeinginan untuk membawa manusia kembali pada Keilahian-Nya. Hal ini hanya dapat tercapai melalui kedatangan Kalimat-Nya ke dunia sebagai tanda bagi manusia.

". . . Tuhanmu berfirman: ’Hal itu adalah mudah bagi-Ku [mengatur kelahiran Isa Al-Masih tanpa Maryam berhubungan dengan seorang laki]; dan agar dapat Kami menjadikannya [kelahiran Isa Al-Masih] suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat [Isa Al-Masih] dari Kami . . . ’" (Qs 19:21).

Bentuk dari kasih Allah telah dinyatakan dalam diri Isa Al-Masih, karena, “. . . Dia [Isa Al-Masih] telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya . . .” (Injil, Surat Titus 3:5).

Kelima – Mengerti Arti Pengorbanan Anak Ibrahim

Setiap perayaan Idul Adha, umat Muslim memberikan kurban. Sayangnya tidak sedikit diantara mereka yang masih kurang mengerti makna dari kurban tersebut. Seorang yang sungguh ingin menemukan “Jalan Lurus” wajib mengetahui dengan benar makna pengorbanan anak Ibrahim.

“...Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; ...". Tatkala keduanya telah berserahdiri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis-(nya) ... [Allah] panggillah dia: "Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu ... Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan [kambing] yang besar [noble, mulia]" (Qs 102-107).

Adakah hubungan korban sembelihan Ibrahim dengan Isa Al-Masih? Perhatikanlah ayat berikut ini, dalam Injil, Rasul Besar Yohanes 1:29. Nabi Yahya Pembaptis berkata, "Lihatlah Anak Domba Allah [Isa Al-Masih], yang menghapus dosa dunia". Isa Al-Masih datang ke dunia menjadi tebusan bagi setiap orang (Injil, Rasul Matius 20:28). Sebab Dia telah mati karena dosa-dosa manusia (Injil, I Korintus 15:3).

Dia telah mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa manusia (Injil, Surat Ibrani 9:28). Dia sendiri telah memikul dosa manusia di kayu salib (Injil, Surat I Petrus 2:24). Kematian-Nya hanya satu kali untuk segala dosa manusia (Injil, Surat I Petrus 3:18).

Isa Al-Masih adalah korban Eid yang Allah berikan untuk dihukum ganti manusia. Melalui Dia manusia dapat menerima pengampunan dosa dan keselamatan kekal.

Keenam – Berdoa dan Menyerahkan Setiap Dosa Pada Korban Allah (Isa Al-Masih)

Hal terakhir yang perlu diperhatikan adalah, percaya sepenuhnya pada pengorbanan Isa Al-Masih di kayu salib. Berdoa dengan khidmat kepada-Nya agar setiap dosa-dosa saudara diampuni. Akuilah dosa-dosa Saudara satu per satu kepada Allah. Berjanjilah untuk bertobat dari dosa-dosa tersebut.

Mintalah Isa Al-Masih membersihkan dosa-dosa Saudara dengan darah-Nya yang ditumpahkan di kayu salib. "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia [Allah] adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita [dengan darah tumpahan Isa Al Masih] dari segala kejahatan" (Injil, Surat I Yohanes 1:9).

Dalam doa mengaku dengan sungguh bahwa Saudara menerima Isa Al-Masih sebagai satu-satunya Juruselamat. “Tunjukilah kami jalan yang lurus” (Qs 1:6). “Kata Yesus [Isa] ... 'Akulah Jalan, Kebenaran dan Hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Mintalah agar Dia memberi hidup yang kekal kepada Saudara. "... Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya ..." (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:28).

Salah satu contoh tentang Doa Keselamatan bisa ditemukan di bawah ini

Doa Keselamatan

Tuhan, saya datang dengan kerendahan hati kehadapan-Mu untuk mengakui segala dosa yang telah saya lakukan selama ini. Ampuni saya ya Tuhan, bersihkan hati dan pikiran saya dari segala dosa-dosa ini. Saya percaya Isa Al-Masih sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi saya. Karena Isa Al-Masih telah mati dikayu salib ganti saya. Dan saat ini juga saya mengundang Isa Al-Masih untuk masuk dalam hati saya. Supaya hati saya diperbaharui dan dijagai. Saya bersyukur dan berterimakasih karena saya beroleh Anugerah terbesar dalam hidup saya dengan memiliki seorang juruselamat yaitu Isa Al-Masih, yang memberikan nyawan-Nya dan jaminan pasti hidup kekal di sorga. Amin.

[Staff Isa dan Islam - Bila Saudara melakukan enam hal di atas, dan berdoa dengan sungguh kepada Allah dalam Isa Al-Masih, kami yakin saudara akan menemukan apa yang selama ini saudara cari, “Jalan Lurus”, yaitu “Jalan Keselamatan.” Kiranya saudara berkenan menghubungi kami. Kami sungguh ingin membantu saudara dalam pertumbuhan kerohanian saudara.

Saudara kami persilakan artikel lain yang berhubungan tentang Keselamatan dalam Isa Al-Masih. Juga dikarang sebuah doa mengenai keselamatan yang dapat saudara doakan.]

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Berhubung banyak komentar yang masih belum kami balas, untuk sementara komentar tidak diterima.

Comments  

# husen 2010-06-10 07:07
*
Kalau Tuhan yang menguasai alam semesta itu mati, di mana kuasa-Nya? Karena hanya Allah yang memberikan kehidupan dan kematian kepada seluruh makhluk.

Bila Tuhan kemudian hidup kembali, siapa yang memberi / menjadikan-Nya hidup dan bagaimana caranya? Apakah seperti awal penciptaan dahulu, yakni dengan tiupan?
# Staff Isa dan Islam 2010-06-10 11:05
~
Saudara Husen,

Allah adalah Maha Kuasa. Tidak ada yang dapat membatasi-Nya! Termasuk menjelma menjadi manusia dalam diri Isa Al-Masih, dan karena kasih-Nya bagi manusia, rela mati di kayu salib. Siapakah yang dapat melarang-Nya? Orang kuat selalu bisa merendahkan diri pada yang lemah jika dia mau.

Yang disalib adalah Allah dalam tubuh manusia. Allah sendiri tidak disalib. Ingat, Al-Masih adalah Isa putra Maryam. Juga Kalimat Allah yang kekal adanya.

Kebangkitan Isa Al-Masih dari antara orang mati, adalah tanda bahwa maut tidak berkuasa atas nyawa-Nya.

"Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali" (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:17-18)
~
JG/CA/SO
# dien 2010-06-16 11:31
*
Tuhan disalib? Mungkinkah Tuhan mati?
# Staff Isa dan Islam 2010-06-17 05:59
~
Injil Allah dengan jelas, mengatakan bahwa Isa Al-Masih yang juga disebut Kalimat Allah disalib sampai mati: Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak mereka menyalibkan Yesus (Isa Al-Masih) di situ . . . .“ (Injil, Lukas 23:33).

Siapakah Isa Al-Masih yang tersalib? Rasul Petrus yang paling dekat dengan Isa Al-Masih diberi ayat dari Allah sebagai berikut: Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. (Injil, II Petrus 3:18). Jelas bahwa Isa Al-Masih adalah Tuhan.

Perlu diingat Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah yang menjelma menjadi manusia. Dengan demikian Isa Al-Masih adalah sekaligus manusia dan juga Ilahi. Jelas hanya tubuh manusia-Nya saja yang mati. Tuhan yang Ilahi tidak mati.

Yang terpenting adalah mengapa Isa mati tersalib? Perhatikanlah bahwa "Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran..." (Injil, I Petrus 2:24).
~
JG
# Achmad Nurul 2010-06-24 16:25
*
1. Bukankah yang dipertanyakan itu adalah jasad manusia-Nya? Karena kita tahu kalau Tuhan itu tak akan sudi untuk mati.

2. Kalau memang 'Kalimat Allah' / Yesus disalib untuk menebus dosa umat, kenapa umat-Nya takut berbuat dosa?
# Staff Isa dan Islam 2010-06-25 07:08
~
Alkitab menjelaskan bahwa Kalimat Allah menjelma menjadi manusia, dan dikenal sebagai Isa Al-Masih. Yang mati tersalib ialah jasad manusia-Nya. Jelas bahwa Allah tidak dapat mati.

Hanya orang yang menerima keselamatan yang disediakan oleh Isa Al-Masih melalui penyaliban-Nya, adalah pengikut-Nya. Semua orang Kristen lain hanya mengikuti agama Kristen tetapi bukan pengikut Isa Al-Masih.

Orang-orang yang sungguh menjadi pengikut Isa Al-Masih menghindari berbuat dosa, karena kasihnya bagi Allah. Mereka sudah pasti akan masuk sorga. Tetapi karena mereka sudah menerima hadiah keselamatan, mereka bertujuan untuk hidup berkenan kepada Allah. Karena kasih mereka bagi Allah, mereka menjauhkan diri dari berbuat dosa. Namun sebagai manusia mereka juga terkadang dapat gagal.

Mungkin ilustrasi berikut dapat membantu saudara untuk mengerti bagaimana Allah begitu mengasihi manusia bahkan rela mati. Silakan klik pada url ini: http://tinyurl.com/bs7u2q6.
~
JG/SO
# Taufik Ali 2010-08-23 20:10
*
1) Untuk apa Tuhan menjelma menjadi manusia padahal Dia Maha Kuasa untuk berbuat sekehendak-Nya?

2) Bagaimana Tuhan yang bahkan tidak mampu menyelamatkan diri-Nya sendiri dari mati tersalib, mampu menyelamatkan manusia?

3) Umat Islam memuliakan semua Nabi dan Rasul yang diutus Allah mulai dari Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, sampai Nabi terakhir Muhammad. Kami tidak membeda-bedakan satu dengan lainnya. Yang dimuliakan oleh Islam adalah Nabi-Nya, Isa Al-Masih dalam kapasitasnya sebagai Rasul Allah, bukan sebagai Yesus.
# Staff Isa dan Islam 2010-08-27 07:35
~
1) Karena Allah Maha Suci, hanya orang yang dosanya sudah dihukum-lah yang diperbolehkan masuk sorga. Allah tidak dengan begitu saja mengampuni dosa karena Ia adalah Allah yang adil dan suci. Setiap dosa harus dihukum. Isa Al-Masih menjelma menjadi manusia untuk dihukum ganti manusia supaya kita diperbolehkan masuk sorga.

2) Isa Al-Masih dengan gampang dapat menyelamatkan diri-Nya dari salib. Tetapi dengan rela, Ia menerima hukuman salib supaya dapat dihukum karena dosa-dosa kita. Karena kasih-Nya, Ia rela menderita ganti kita. Dia tidak memakai kuasa-Nya untuk menyelamatkan diri-Nya dari penderitaan salib.

3) Kami sadar bahwa orang Islam menerima Isa Al-Masih sebagai Nabi. Namun sudah jelas Ia bukan hanya sekedar Nabi tetapi Juruselamat Dunia. Ia jauh lebih mulia dibandingkan dengan semua Nabi yang lain. Hanya Isa Al-Masih yang dikatakan terkemuka oleh Allah, di sorga dan di bumi (Qs 3:45).
~
JG
# zhe aja 2010-06-23 11:55
*
Aku senang dengan adanya situs ini yang menambah keyakinan dan imanku kepada Kristus, Allah yang hidup. Berbahagialah mereka yang mendengar. Amen.
# Supriy 2010-07-11 14:41
*
Dan kalau disebutkan nama anggota keluarga yang berkurban, maka itu hanya sebagai niat saja, misalnya: "Saya, Baim, adik, kakek, dan lain-lain... menyembelih hewan ini untuk menjalankan perintah Allah." Hanya itu saja.

Mereka melakukannya karena itu ibadah yang diperintahkan. Bukan setelah itu langsung dapat pengampunan dosa. Itu tata cara anda, jangan disamakan begitu saja.
# Staff Isa dan Islam 2010-07-14 07:05
~
Sdr. Supriy, orang di Bangladesh ini mempunyai pikiran bahwa korban mampu mengangkat dosa mereka. Saya setuju dengan pandangan Saudara, bahwa ini bukan kepercayaan Islam di negeri ini.

Dalam Taurat Musa, apabila umat Tuhan menyembelih kambing-domba, mereka selalu meletakkan tangan pada korban tersebut dan mengaku dosanya. Baru kemudian kambing-domba itu dikorbankan. Inilah dijelaskan berulang kali dalam Taurat, bukan hanya satu-dua ayat.

Oleh sebab itu, sekarang kita mengenal istilah; "kambing hitam". Yang tidak bersalah, namun dijadikan bersalah. Ini adalah berbicara tentang Isa Al-Masih yang tidak bersalah, namun dosa kita ditanggungkan pada-Nya.

Bila orang Bangladesh berbuat demikian, maka mereka melakukan ibadat penyembelihan sesuai ajaran dalam Taurat Musa.

Dan Isa Al-Masih, dalam Injil dikatakan bahwa, Ia datang ke dalam dunia sebagai “Anak Domba Allah.” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:29).
~
JG
# wepe 2010-07-13 11:31
*
Kalau boleh saya menanggapi saudara Supriy. Jika anda melakukan suatu hal tanpa tujuan, untuk apa hal itu dilakukan? Ibadah Idul Adha seperti yang Saudara sebut, dilakukan hanya sebagai mencontoh bentuk ketaatan Nabi Ibrahim. Untuk apa ditiru?

Dalam diri Saudara, apakah tidak timbul pertanyaan, kenapa Allah memerintahkan hal itu? Tujuannya untuk apa? Apa karena masalah ketaatan saja?

Dan untuk Ketuhanan dari Isa Al-Masih. Sebagai contoh: Seorang jenderal tidak perlu mengaku bahwa dirinya adalah jenderal. Tetapi dengan otoritas dan kuasa serta apa yang diperbuatnya, orang-orang bisa tahu bahwa dia adalah jenderal.

Demikian Isa Al-Masih, tidak perlu Dia menyebut diri-Nya adalah Tuhan. Ia dengan kuasa-Nya menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati dan lain-lain. Persis menggenapi tanda akan datangnya seorang Mesias yang dijanjikan seperti yang sudah dinubuatkan jauh sebelum Dia lahir. Saya rasa itu adalah bukti yang kuat dan itu juga terdapat dalam kitab Saudara.
# Supriy 2010-07-14 11:15
*
Betul sekali perkataan Wepe, untuk apa kita melakukan sesuatu? Pasti ada sesuatunya kan?

Dalam ajaran Islam, manusia berbuat baik, beribadah untuk mengharap rahmat-Nya. Manusia bertobat untuk mengharap ampunan-Nya. Ketika diperintahkan Tuhannya, maka sikap kami adalah sami'na wa atho'na, kami dengar dan kami taati.

Sorga bagi kami adalah sesuatu yang harus diperjuangkan. Amal perbuatan baik, peribadatan, sedekah adalah beberapa jalannya. Neraka adalah sesuatu yang harus dihindari dengan menjauhi seluruh larangan-Nya.
# Staff Isa dan Islam 2010-07-15 06:54
~
Sdr. Supriy memberi penjelasan yang sungguh berbeda antara agama Islam dan Kristen. Dalam agama Islam, keselamatan tergantung kepada manusia, yakni dengan usaha, dengan harapan, akhirnya Allah akan menerima kita di sorga.

Namun tidak seorang Islampun yakin akan masuk sorga. Karena semua orang Islam, sama seperti setiap insan di bumi, sadar bahwa dosa mereka adalah sangat banyak. Sehingga bila ditanya mengenai masuk sorga, selalu dengan jujur menjawab, “mudah-mudahan.”

Dalam Injil dijelaskan bahwa manusia, atas usaha sendiri tidak mungkin akan menjadi cukup suci untuk masuk sorga. Manusia memerlukan Juruselamat. Isa Al-Masih disalib untuk menyelamatkan manusia yang percaya dari dosa. Isa Al-Masih berfirman: Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. (Injil, Markus 10:45).
~
JG
# Supriy 2010-07-15 08:52
*
(1) Isa Al-Masih berfirman: Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang (Injil, Markus 10:45). Bukan Anak Tuhan?

(2) Kalau nyawa-Nya diberikan, siapa yang menghidupkan-Ny a kembali? Apakah Allah yang lain? Berarti Ia tidak satu. Atau “I am” membagi nyawa-Nya jadi 3? Berarti jelas bukan 1. Yang satu mati, yang 2 ada. Atau yang 2 ini ikut mati bersama yang 1, karena 1 adalah 3 dan 3 adalah 1?
# Staff Isa dan Islam 2010-07-16 23:28
~
(1) Isa Al-Masih memakai beberapa titel untuk diri-Nya sendiri. Titel “anak manusia” diambil dari Kitab-Kitab Nabi, Daniel 7:13-14. Ayat itu mengatakan bahwa “seorang seperti anak manusia” akan disembah oleh segala bangsa dan kekuasaan-Nya kekal.

Semua orang Yahudi yakin bahwa dalam ayat ini, Al-Masih diberi titel “Anak Manusia.” Apabila Isa memakai titel “Anak Manusia”, maka Ia sedang menyatakan diri sebagai oknum di dalam Kitab Daniel yang akan disembah oleh semua orang di dunia.

(2) Isa Al-Masih yang menyerahkan nyawa-Nya dan Ia pula yang mengambil-Nya kembali. Isa Al-Masih memberikan nyawa-Nya untuk menerimanya kembali. Injil, Rasul Besar Yohanes 10:17-28, "Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali."

(3) Untuk mengerti lebih mendalam mengenai Allah Tri-Tunggal, bacalah artikel di dalam situs ini yang berhubungan dengan “Tauhid Islam dan Kristen”, di bawah bagian “Tanya Jawab.”
~
JG
# gaspery 2010-08-11 13:20
*
Saudara Supriy,

Isa Al-Masih berkata bahwa banyak yang ingin datang kepada Allah, tapi sedikit yang akan sampai. Orang banyak memanggil nama Allah, tapi hatinya jauh. Saat tiba waktunya Isa Al-Masih akan memilih domba di antara kambing, gandum diantara lalang (Lihatlah Injil, Rasul Matius 25:31-46). Isa Al-Masih akan datang sebagai Hakim Yang Adil.
# Supriy 2010-08-12 17:55
*
Yap! Jika kalimat di atas adalah shohih perkataan Isa bin Maryam, maka apa yang dikatakan telah menjadi sebuah kenyataan. Betapa banyak orang yg menyerukan nama-Nya, tapi mereka sangat jauh dari ajaran-Nya.
# Staff Isa dan Islam 2010-08-13 08:31
~
Sdr. Supriy, Injil tidak hanya minta agar orang mengikuti ajaran Isa Al-Masih. Injil berulang kali menekankan agar orang menerima Isa Al-Masih sebagai Juruselamat. Undangan untuk menerima Isa Al-Masih sebagai Juruselamat ditujukan kepada orang Kristen keturunan, kepada orang Islam dan kepada semua orang di bumi.

Saudara salah paham karena merasa agama terdiri dari menjalankan amal dan mengikuti ajaran. Isa Al-Masih menekankan bahwa yang dikehendaki Allah adalah hubungan pribadi yang terjalin indah dengan Allah. Perhatikanlah ayat Allah sebagai berikut: Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. (Injil, Rasul Matius 11:28-29).

Memang kita harus mengikuti ajaran Isa Al-Masih, tetapi jauh lebih penting lagi supaya kita menerima Dia sebagai Juruselamat pribadi.
~
JG
# aries 2010-08-29 06:40
*
Siapakah yg harus kami ikuti?
# Staff Isa dan Islam 2010-08-31 08:06
~
Saudara Aries, keselamatan jiwa dari api neraka tidak diterima karena kita rajin beragama. Banyak orang berpikir asal bersholat, beramal dan rajin dalam semua aktivitas agama, maka nanti mungkin akan diselamatkan. Semua agama dunia berfokus pada usaha pribadi untuk meraih hidup kekal.

Injil menjelaskan bahwa amal dan perbuatan baik manusia tidak cukup untuk menjamin hidup yang kekal. Manusia yang diikat oleh rantai-rantai dosa memerlukan Juruselamat. Kalimat Allah datang dari sorga di dalam pribadi Isa Al-Masih melalui penjelmaan. Ia hidup di antara manusia dan kemudian mati menanggung hukuman atas dosa yang telah dibuat oleh manusia dan dengan demikian menyelamatkan manusia dari neraka.

Untuk menerima keselamatan yang disediakan Isa Al-Masih, Sdr. Aries hanya perlu mengaku dosa kepada-Nya dan meminta Dia untuk masuk ke dalam hati serta menjadi Juruselamat Saudara. Ikutlah “6 Tindakan” seperti uraian di atas. Isa Al-Masih sedang menunggu dan Ia bersedia menjadi Juruselamat Saudara. “

“Dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya. . . “ (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:28).
~
CA
# Supriy 2010-09-04 23:16
*
(1) Masalahnya adalah apakah Juru Selamat itu harus diartikan sebagai Tuhan? Siapa yang mengharuskannya?

(2) Saya katakan bahwa umat Islam mengakui Isa Ibnu Maryam sebagai 'Juru Selamat'. Ya, Dia adalah Juru Selamat! Tapi dalam konteks kenabian bukan sebagai Tuhan.

(3) Ia mengajak kita pada keselamatan dengan men-Tauhid-kan Allah, dengan memurnikan peribadatan kepada Allah. Karena Allah sajalah yang dinyatakan dengan tegas dan jelas oleh-Nya, bahwa Allah adalah Tuhan bani Israil, Tuhannya Isa dan seluruh manusia.

(4) Maaf, saya semakin bingung dengan cara berpikir anda, tapi sekaligus saya menjadi paham akan apa yang anda jadikan pegangan.

(5) Jika umat Nasrani tidak harus mengikuti ajaran Isa, maka pantaslah bila Isa bin Maryam mengeluh tentang banyaknya orang yang menyerukan-Nya, merasa dekat dengan-Nya, tapi tidak memahami ajaran-Nya. Lalu, ajaran siapakah yang kalian ikuti?
# Staff Isa dan Islam 2010-09-07 00:25
~
(1) Isa Al-Masih sendiri menekankan berulang kali bahwa Ialah Tuhan. (Injil, Yohanes 8:58, Matius 16:15-17; 26:62-64 – Istilah ‘Anak Manusia’ adalah sebutan untuk Tuhan (Kitab Nabi-Nabi, Daniel 7:13). Ia adalah yang terkemuka di dunia dan di sorga (Qs 3:45), Dia adalah pemilik sorga itu sendiri. Isa Al-Masih mencipta, Dia membangkitkan orang mati, Dia satu-satunya yang disebut berasal dari Roh Allah, satu-satunya yang akan datang nanti untuk menghakimi seisi dunia, termasuk Nabi Saudara.

(2) Jelas dari ayat di atas, bahwa walaupun Ia juga adalah seorang nabi, tetapi Ia jauh lebih daripada sekedar seorang nabi. Ia adalah Tuhan.

(3) Ia mengajak kita kepada keselamatan melalui pengorbanan diri-Nya: Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. (Injil, Markus 10:45)

(4) Kami bersandar pada Alkitab saja sebagai dasar kepercayaan. Jikalau Saudara mempelajari Injil dengan hati terbuka, Saudara akan melihat dasar kepercayaan umat Kristen. Selama ribuan tahun orang Kristen mendasari kenyataan bahwa Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah dan Tuhan pada Alkitab. Mungkin jikalau Saudara merasa mengerti dan juga sekaligus bingung atas perkataan kami pada Saudara, maka kami persilahkan Saudara untuk boleh membaca Al-Kitab itu sendiri.

(5) Kami berkata bahwa: Jikalau seorang 'hanya' mengikuti ajaran Isa Al-Masih tanpa menerima Dia sebagai Juruselamat pribadi, orang itu tidak akan masuk sorga. Umat Kristen wajib dan perlu mengikuti ajaran Isa Al-Masih, tetapi langkah pertama ialah menjadi anak Allah melalui kelahiran baru (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:1-8), baru setelah itu menjalankan kehendak-Nya .

Kehendak atau ajaran Allah yang sesungguhnya adalah agar kita percaya kepada Isa Al-Masih.

Lalu kata mereka kepada-Nya: "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?" Jawab Isa kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah (Al-Masih)." (Injil, Rasul Besar Yohanes 6:28-29).
~
JG/CA
# sonnyrbsianturi 2010-11-26 19:00
*
Sebagai tambahan kepada Staff:

1. Al-Masih dalam bahasa Arab berarti Penolong / Juruselamat

2. Gelar Isa adalah Rohulullah - Qs 3:45 (Dzat / Roh Allah Tuhan Semesta Alam Yang Maha Kuasa). Sedangkan Muhammad SAW disebut sebagai rasululloh = rasul Allah. Ini perbedaan kualitatif.

3.Yesus Al-Masih AS Rohulullah, bukan membawa agama, tidak meminta orang-orang Yahudi dan Islam menjadi berpindah agama memeluk Kristen tetapi mempercayai bahwa Dia adalah "Al-Masih (Penolong), Rohululloh (Roh Allah Tuhan Semesta Alam), dan disalib, bangkit menjadi "Hakim yang Adil", Dia yang mengetahui Hari Kiamatmu (Qs 43:61).

4. Jadilah Yahudi Mukmin, Kristen Mukmin dan Islam Mukmin, yang artinya beriman dan beramal soleh.

5. Sehingga kita tidak terjebak oleh tipuan setan / iblis untuk diadu domba. Allah, Tuhan Semesta Alam, mempunyai maksud mulia agar Ahlul Kitab membaca Kitab Suci dengan berdoa mohon ampun dengan kerendahan hati agar diberikan rahmat dan hidayah keselamatan.

Bukan apa kata manusia / iblis, tetapi mencari dengan takut akan Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2010-11-29 15:10
~
Sdr Sonny, Isa Al-Masih adalah Rohulullah dikatakan dalam Qs 4:171.

Dengan kematian Isa Al-Masih sebagai Juruselamat manusia sebagai tebusan yang menanggung dosa manusia, kita yang percaya mendapat jaminan bahwa Allah yang Pengasih telah memberikan anugerah bahwa kita kelak akan masuk sorga.
 
Adalah salah besar untuk menganggap bahwa Isa Al-Masih adalah Allahnya orang Kristen saja. Isa Al-Masih datang ke dunia tidak untuk menyebarkan agama. Isa Al-Masih adalah Allah bagi semua orang yang mencari-Nya, bagi semua bangsa di seluruh penjuru dunia. Sangat tidak adil jika Isa Al-Masih mati tersalib hanya untuk menanggung dosa-dosa orang Kristen.
 
Terlepas dari masalah kebenaran masing-masing agama, tidak ada satu agamapun di dunia ini yang dapat menyelamatkan manusia — termasuk agama Kristen. Agama cuma usaha manusia sendiri, yang merasa sadar bahwa di luar dirinya ada Kuasa yang lebih besar. Namun agama tidak dapat menyelamatkan manusia. Manusia dapat mengenal Allah karena Allah sendiri yang telah memperkenalkan diriNya di dalam diri Isa Al-Masih.
~
SL
# Yunus 2010-11-29 13:53
*
Semoga Tuhan semakin memberkati situs ini, untuk menyampaikan berita keselamatan bagi orang lain.
# ojan 2010-12-09 13:52
*
Jika Tuhan Maha Kuasa, mengapa harus datang ke dunia, menjadi manusia dan menanggung dosa manusia? Bukankah setiap orang bertanggung-jaw ab atas semua perbuatannya?

Di mana letak kekuasaan Tuhan, jika untuk mengampuni umat-Nya saja, Ia harus menjelma menjadi manusia?

Bukankah Allah yang Maha Kuasa tidak perlu menjelma untuk mengingatkan ciptan-Nya, karena Allah tidak membutuhkan kita, sebaliknya kitalah yang membutuhkan Allah.
# Staff Isa dan Islam 2010-12-13 13:53
~
Sdr. Ojan, justru karena Tuhan adalah Maha Kuasa, maka Ia boleh datang ke dunia dan bebas menjalankan kehendak dan rencana-Nya. Ribuan tahun sebelumnya, Allah juga pernah datang ke dunia dan berbicara berhadapan muka dengan Nabi Musa dalam wujud manusia. Surah An Nisaa 4:164 "Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung".
 
Kekuasaan dan ke-Maha Luar Biasa-an Tuhan justru ditunjukkan dengan kedatangan-Nya secara langsung di antara manusia yang diciptakan-Nya. Sebagaimana kita ketahui, semua manusia telah berbuat dosa. Dan sebagai ganjarannya, maka semua manusia harus dihukum di dalam neraka. Semua dosa, kecil maupun besar, harus dihukum. Ini adalah keadilan Allah.

Namun Allah juga adalah Maha Kasih. Allah tidak menghendaki semua manusia diserahkan ke dalam neraka. Oleh sebab itu, Allah datang ke dunia di dalam diri Isa Al-Masih. Mengapa sebagai manusia? Karena manusia-lah yang berdosa dan harus dihukum.

Isa Al-Masih kemudian menanggung hukuman ganti kita yang berdosa. "Ini adalah kasih yang luar biasa dari Allah."

Sehingga setiap manusia yang menerima pengorbanan Isa di atas kayu palang, tidak lagi dihukum.

Untuk boleh lebih mengerti tentang hal keselamatan ini, saudara kami undang untuk membaca artikel kami di: http://isadanislam.com/jalan-keselamatan
~
CA
# AS Rakhman 2010-12-09 17:01
*
Langkah 2: Dalam doa minta Isa Al-Masih membersihkan dosa-dosa itu dari hati Saudara dengan darah-Nya yang ditumpahkan di kayu salib buat Saudara.

Apakah boleh meminta pengampunan dosa kepada Nabi Isa?
# Staff Isa dan Islam 2010-12-13 13:57
~
Ya, tentu saja kita boleh meminta pengampunan dosa kepada Isa Al-Masih. Dalam banyak kesempatan di dalam Injil, dikatakan bahwa Isa Al-Masih dapat dan Ia telah mengampuni dosa manusia. Salah satunya tercatat dalam Injil, Rasul Besar Matius 9:6 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia (Isa Al-Masih) berkuasa mengampuni dosa.
~
CA
# agus ahmadi 2010-12-10 17:27
*
Jika Isa dianggap sebagai Allah yang menjelma ke dalam tubuh manusia, mengapa ada istilah anak Allah?.

Jika ada "anak Allah" yang notabene adalah Isa itu sendiri, lalu Allah yang di Injil apakah: Isa = anak allah atau Isa = Allah?
# Staff Isa dan Islam 2010-12-13 14:01
~
Sdr. Agus, Isa Al-Masih disebut Anak Allah karena Ia dengan sempurna menyatakan Allah kepada manusia. Dia adalah Kalimat Allah dan dengan sempurna menjelaskan kehendak dan sifat Allah kepada manusia. Sebagai Anak dan Kalimat Allah, Isa Al-Masih menyatakan kasih dan kesucian serta keselamatan dari Allah kepada manusia.

QS 4:171 berbunyi “Sesungguhnya Al-Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan Kalimat-Nya".
Injil, Rasul Yohanes 1:1 “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah”.

Kedua ayat di atas menjelaskan bahwa Isa Al-Masih adalah Kalimat atau Firman Allah. Dengan demikian, Isa Al-Masih adalah kekal adanya, karena tidak ada masa atau waktu di mana Allah tidak berkalimat atau berfirman. Dengan kata lain, Allah tidak pernah bisu.
~
SO
# thomas bambang setyo 2010-12-15 14:13
*
Terima kasih saudara-saudara ku. Hendaknya kita saling mengasihi satu sama lain, supaya kita juga senantiasa menyenangkan hati Tuhan.
# zahra 2010-12-25 11:58
*
Dalam Al-Quran, Nabi Isa diangkat.

Maksud juru penyelamat adalah bahwa besok di hari akhir, Nabi Isa akan turun untuk melawan dajjal. Bahwa Nabi Isa belum meninggal sudah sangat jelas dalam Al-Quran.

Allah itu Esa, berdiri sendiri, tidak seperti manusia yang dilahirkan. Apalagi wujud seperti manusia, itu tidak mungkin.

Alasan Islam harus menghadap kiblat adalah karena Islam punya adab saat beribadah, dan juga untuk menjaga kesucian, bukan berarti Allah tidak ada di mana-mana.
# Staff Isa dan Islam 2011-02-09 02:41
~
Terima Kasih atas tanggapan yang Saudara kemukakan.

1. Adalah tidak benar bahwa Kitab Saudara mengatakan bahwa Isa Al-Masih belum meninggal. Saudara boleh membaca Qs 3:55, Qs 4:158, Qs 5:117, dan banyak ayat lainnya. Tafsiran ahli Islam mengatakan bahwa Isa telah mati (Al Tafsir al-Kabir 12:99).

2. Allah pernah menyatakan diri kepada Musa dalam rupa manusia (Qs 4:164). Allah menjelma menjadi manusia adalah hal yang mungkin dan tercatat di kitab Saudara.

3. Khusus mengenai masalah kiblat, Allah berfirman, "Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke manapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui." (Qs 2:115)
~
CA
# rosa 2011-01-04 11:25
*
Yesus sendiri mengatakan bahwa Tuhan itu Esa, bukan tiga tapi satu. Ini kutipan dari Markus. Yesus hanya seorang GURU bagi orang yahudi.

12:18 Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?"

12:29 Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.

12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.

12:31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."

12:32 Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia."
# Staff Isa dan Islam 2011-02-09 01:05
~
Benar sekali Saudara Rosa, Allah itu Esa. Kami pengikut Isa Al-Masih tidak pernah menyangkali ke-esa-an Allah.

Kami percaya bahwa Allah itu Esa (echad), dan bukan Allah yang tunggal (yachid).

Kami mengundang Saudara untuk boleh mempelajari bahasa Semitik, yang menjadi akar bahasa-bahasa di Timur Tengah.

- Echad (altogether, united) berarti 'satu' yang adalah kesatuan yang tak terpisahkan.
- Yachid berarti tunggal, atau satu secara mutlak.

Kita mempercayai Allah yang Esa, bukan Allah yang tunggal.
~
CA
# rosa 2011-01-04 14:39
*
Untuk mendapat kerajaan Allah, ternyata kita harus merelakan semua harta kita. Berat juga untuk mencapai keselamatan itu. Tidak seperti yang diungkapkan, yaitu cukup dengan hanya percaya.

Ini bunyi ayatnya, Lukas 18:20-22, "Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu." Kata orang itu: "Semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku. "Mendengar itu Yesus berkata kepadanya: "Masih tinggal satu hal lagi yang harus kaulakukan: juallah segala yang kaumiliki dan bagi-bagikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."
# Staff Isa dan Islam 2011-02-09 00:23
~
Terima Kasih untuk tanggapan Saudara.

Bagian Kitab Suci ini mengisahkan tentang seorang kaya yang telah berhasil menjadi pemimpin di masa mudanya. Dia menganggap bahwa untuk bisa masuk sorga, berarti dia harus melakukan semua perbuatan baik. Dan berdasarkan penilaian manusia, kelihatannya dia telah berhasil dalam hidupnya.

Namun Isa Al-Masih justru mengajarkan yang sebaliknya. Orang tersebut menganggap bahwa dengan harta-bendanya itu, ia bisa menjadi seorang dermawan dan melakukan segala yang baik dengan hartanya. Oleh sebab itu, ia menjadi terikat dengan harta bendanya.

Hal inilah yang hendak dibereskan Isa Al-Masih dengan menyuruhnya untuk meninggalkan segala harta bendanya.

Dengan demikian, ia baru bisa mengerti bahwa untuk selamat dan masuk sorga, ia cukup hanya percaya kepada Isa Al-masih sebagai JuruSelamat-nya secara pribadi. Dan orang-orang yang sungguh-sungguh telah percaya, barulah ia kemudian bisa berbuat baik.

Jadi berbuat baik adalah bukan untuk boleh diselamatkan. Tetapi setelah diselamatkan, barulah kita dimampukan untuk berbuat kebaikan sesuai dengan 'standar' Allah.

CA
# wepe 2011-01-04 17:59
*
Maaf jika perkataan saya ini kurang sopan. Bagi Bapak, Ibu, Sdr/i yang mengutip dari Alkitab, janganlah mengambil hanya sepenggal-sepen ggal saja. Apalagi bagi yang tidak pernah mendalaminya dan tidak pernah tahu konteks pembicaraan, sehingga hanya mengartikan sendiri.

Jika anda ingin berargumentasi, mari kita mencari setidaknya titik tengah, seperti sejarah, sehingga dapat dibuktikan.

Contoh, kenapa ibu Isa Al-Masih di Al-Quran ditulis sebagai saudara dari Musa? Padahal jarak tahunnya jauh sekali. Atau bagaimana 600 tahun setelah kelahiran dan kematian Isa, tiba-tiba ada yang meng-klaim bahwa Isa tidak mati. Padahal sejarawan Yahudi dan Romawi mencatat jelas akan hal itu.

Itu suatu hal yang membingungkan. Itulah yang patut kita pertanyakan, yakni mana kitab yang benar, dan secara otomatis menunjukkan "jalan" mana yang harus kita pilih.
# Staff Isa dan Islam 2011-02-08 21:34
~
Ini adalah salah satu argumen yang menarik. Kitab Saudara kita Muslim memang memiliki kesalahan mengenai hal ini. Ini disebabkan karena Miryam dan Maryam memiliki kedekatan huruf dan pelafalan yang sangat dekat.

Walau begitu, kami mengharapkan Saudara Wepe bisa memberikan komentar yang kembali sesuai dengan topik tulisan.

CA
# brother88 2011-01-04 22:37
*
Dalam Islam, tidak ada konsep jalan keselamatan selain beriman kepada Allah SWT dan bertaqwa kepada-Nya. Ini dirangkum dalam rukun Islam dan rukun Iman.
# Staff Isa dan Islam 2011-02-09 02:03
~
Saudaraku, izinkanlah kami bertanya kepada Saudara. Apakah Saudara sudah melakukan semua perintah Allah dengan sempurna, dan oleh sebab itu Saudara sudah merasa berhak masuk sorga?

Adalah benar jikalau kita sudah melakukan semua perintah Allah dengan sempurna dan tanpa cacat, maka kita boleh memasuki sorga di mana Allah yang suci berada. Tetapi Allah berkata bahwa tiada yang suci selain hanya Isa Al-Masih.

Ini berarti bahwa selain Isa Al-Masih, tidak ada yang berhasil melakukan perintah Allah dengan sempurna. Dan dengan demikian, tidak ada satu pun manusia yang bisa dan berhak memasuki sorga dengan berlandaskan pada kemampuan dan perbuatannya sendiri.

Pada hari kiamat, satu-satunya pribadi yang suci tersebut, yakni Isa Al-Masih, akan berperan sebagai Hakim yang Adil. Pada saat itu, Allah akan memberikan sorga kepada para pengikut Isa Al-Masih seperti tercatat dalam QS 3:55.

CA
# eva 2011-01-08 17:27
*
Berterima kasihlah pada tentara-tentara Romawi yang menyalib Yesus. Bagaimana jadinya bila tentara Romawi tidak jadi menyalib Yesus? Berarti dosa kita tidak jadi ditebus.

Akan sebesar apa dosa kita sekarang, karena dosa yang ditanggung mulai dari Adam. Jadi kesimpulannya kita harus lebih berterima kasih dan mengagungkan tentara Romawi daripada Yesus.
# Staff Isa dan Islam 2011-01-19 17:24
~
Saudara Eva, keselamatan adalah anugerah Allah melalui kematian Isa Al-Masih di atas kayu salib, dan bukanlah karya manusia.

Allah menyatakan dalam keseluruhan Kitab Taurat, Kitab Nabi-Nabi, dan dalam Kitab Zabur, bahwa Isa Al-Masih akan datang, dan Dia-lah yang akan menyelamatkan umat manusia dari ikatan dan hukuman atas dosa. Seluruh kitab-kitab suci Allah meramalkan tentang kepastian akan datangnya Al-Masih sebagai JuruSelamat.

Argumen yang Saudara kemukakan adalah argumen yang tidak memiliki logika sama sekali. Contoh yang mirip dengan cara berpikir Saudara adalah sebagai berikut: Malaikat Jibril memaparkan isi Al-Quran kepada Nabi Saudara. Oleh sebab itu, mari kita menyembah Jibril. Dia lebih berjasa daripada Nabi Saudara yang mendengar pewahyuan. Adalah lebih baik memberi daripada menerima. Bukankah cara berpikir seperti ini adalah salah?

Keselamatan adalah karya Allah sendiri. Oleh sebab itu, kita yang sudah menerima anugerah keselamatan itu harus mengucap syukur kepada Allah dalam pribadi Isa Al-Masih, Sang Juruselamat manusia.

“Aku senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kamu atas kasih karunia Allah yang dianugerahkan-N ya kepada kamu dalam Kristus Yesus”(Injil, Surat 1 Korintus 1:4)
~
SL/CA
# hendry pahotan 2011-01-09 11:23
*
Memang susah kalau mau memikirkan apa yang menjadi rencana dan keinginan Tuhan. Dan kalau dipikir secara manusia, semua pasti mustahil.

Sepertinya Saudara sudah sangat mengenal Isa atau Yesus. Aku seorang Kristen tapi masih belum mengerti apa itu Trinitas.

Bolehkah saya minta tolong? Tolong doakan saya, supaya bisa lebih mengenal Yesus dan mengerti apa yang menjadi kehendak Tuhan bagi saya.

Bolehkah saya tahu, anda seorang Muslim atau Kristen? Hanya ingin tahu saja.
# Staff Isa dan Islam 2011-01-19 17:25
~
Saudara Hendry Pahotan,

Saudara dapat membaca tentang Trinitas melalui situs Dialog Agama Isa dan Islam: http://www.isadanislam.com/tanya--jawab/tauhid-islam-a-kristen/140-keesaan-allah-dan-allah-tritunggal.

Kami akan membantu di dalam doa agar Saudara dapat lebih dalam mengenal Isa Al-Masih dan kehendak-Nya. Namun kami juga menyarankan agar Saudara mulai menyediakan waktu untuk berdoa dan belajar Alkitab secara sistematis. Kami, staff Isa dan Islam adalah pengikut Isa Al-Masih.
~
SL
# bobon 2011-01-10 11:55
*
Ketua RT diangkat oleh eselon yang lebih tinggi yaitu Camat. jika Camat diangkat RT, maka pengangkatan tidak sah.

Jika Tuhan mengangkat manusia menjadi nabi / rasul, maka pelantikannya sah, tetapi jika manusia mengangkat manusia menjadi Tuhan, apakah itu sah?
# Staff Isa dan Islam 2011-01-19 17:22
~
Saudara Bobon, Isa Al-Masih tidak pernah dilantik oleh manusia untuk akhirnya menjabat sebaga i Allah.

Kitab Suci Allah tidak akan membenarkan bahwa ada manusia yang kemudian menjadi Allah. Tetapi yang terjadi justru yang sebaliknya: Firman Allah / Kalimat Allah itu yang telah menjelma menjadi manusia dalam pribadi Isa Al-Masih (Injil Rasul Besar Yohanes 1:14).

Karena Isa Al-Masih adalah benar penjelmaan dari Allah, maka Dia tidak pernah menegur orang-orang yang menyembah-Nya. Kitab Suci menjelaskan bahwa ada banyak orang yang menyembah-Nya, dan hal ini tidak dilarang oleh Isa Al-Masih. Ini menyatakan dengan jelas bahwa diri-Nya adalah Allah, atau Isa adalah seorang yang kurang ajar karena membiarkan orang mendewakan-Nya.
~
SL
# Yan 2011-02-25 17:07
*
Saya menyukai cara Staf memberi jawaban secara netral dan terpaut pada hal yang semestinya saja.

Saya setuju bahwa Al-Quran itu tidak salah, tapi baiklah anda para pengikutnya menyimak dengan baik setiap hal yang tertulis di dalam Al-Quran itu sendiri.

Dan mulailah berpikir:
1. Jikalau Isa Al-Masih memang bukan orang penting, mengapa nama-Nya banyak tertulis di Al-Quran? Apakah hanya sebagai nabi yang terdaftar saja?

2. Cobalah hitung ada berapa banyak nama-Nya disebut dalam Al-Quran

3. Apakah Muhammad lebih banyak disebut dalam Al-Quran seperti nama Isa Al-Masih? Maafkan, tapi saya memang tidak bermaksud merendahkan salah satunya.

4. Apakah anda percaya bahwa Al-Ouran adalah tulisan dan hikmat Allah? Jika anda meragukan apa yang Al-Quran tulis tentang Isa Al-Masih, bukankah itu artinya dengan meragukan Al-Quran?

Maaf jika pendapat-pendap at saya ada yang salah.
# Staff Isa dan Islam 2011-03-10 02:03
~
Terima kasih, Saudara Yan.

Isa Al-Masih bukanlah seorang nabi atau utusan Allah saja, melainkan Ia adalah Kalimat Allah, dan Roh Allah. Dia adalah pribadi tanpa dosa, yang terkemuka di dunia dan akherat.

Nama Isa Al-Masih ditulis dalam Al-Quran sebanyak 25 kali.

Al-Quran sendiri menuliskan nama Isa Al-Masih lebih banyak daripada Nabi Muhammad.

Sebenarnya ada banyak perbedaan antara Injil dan Al-Quran, tetapi itu tidak perlu untuk diperdebatkan. Jika ada ayat dalam Al-Quran yang menulis tentang Isa Al-Masih, sesuai dengan yang ditulis dalam Injil maka ayat tersebut diwahyukan oleh Allah.
~
SL
# rosa 2011-02-26 15:27
*
To. Sdr Yan,

Seberapa banyak Isa Al-Masih dan Muhammad disebut dalam Al-Quran tidaklah penting. Mereka sama-sama utusan Allah.

Umat Islam tidak pernah meragukan tentang Isa Al-Masih sesuai dengan yang tertulis dalam Al-Quran, karena Al-Quran itu firman ALlah. Dalam ajaran Islam, tidak ada Tuhan selain Allah.
# Staff Isa dan Islam 2011-03-11 15:37
~
Jika Saudara Rosa mengatakan bahwa Al-Quran adalah Firman Allah, maka kami pengikut Isa Al-Masih juga mengklaim bahwa Injil adalah Firman Allah.

Jika Injil dan Al-Quran adalah sama-sama Firman Allah, pastilah tidak ada pertentangan di dalam kedua kitab dari Allah tersebut.

Sebagai klaim sebagai kitab yang terakhir, Al-Quran haruslah mendukung Injil secara mutlak. Injil menyatakan bahwa Isa Al-Masih bukan hanya utusan Allah melainkan Allah yang telah menjadi manusia. Tetapi Al-Quran justru tidak sependapat, walau dalam Al-Quran, Isa Al-Masih beroleh pengagungan yang tiada taranya, yang belum pernah diberikan kepada siapapun.

Kesimpulan kiranya perlu direnungkan, benarkah Al-Quran itu Firman Allah?
~
SL
# Taufik 2011-03-02 04:11
*
"Tunjukilah kami jalan yang lurus ... " (Al Fatihah 6)

Sabda Isa kepadanya, "Akulah jalan ... " (Injil, Rasul Yahya 14:6)

Ajaranku masih kurang, umatku. Setelah aku akan datang Nabi Lain (Yesus - Yoh 17:3)
# Staff Isa dan Islam 2011-03-11 15:39
~
Saudara Taufik, Isa Al-Masih adalah Firman Allah yang telah menjadi manusia. Ia telah datang ke dunia ini sebagai penebus dosa manusia dan Ia telah melakukan tugas terpenting, menyelamatkan umat manusia.

Ia sudah menggenapi janji Allah di dalam keseluruhan Kitab Suci, mulai dari Kitab Taurat, Zabur, dan semua kitab nabi-nabi.

Ajaran dan pengorbanan Isa Al-Masih sudah sempurna, perlukah Dia mengutus nabi lain?

Ayat yang Saudara kutip dari Injil, Yohanes 17:3 adalah salah. Isa AL-Masih tidak pernah mengutus ataupun meramalkan akan kedatangan seorang nabi yang lain.
~
SL/CA
# Blukar 2011-03-27 02:08
*
Islam menerima Isa sebagai Al-Masih (Juru Selamat) itu sudah cukup. Jika tidak mau mengakui-Nya sebagai Tuhan atau Allah itu terserah mereka.

Hanya saja tolong kata "Juru Selamat" tersebut dipelajari secara mendalam, karena yang saya lihat disini Umat Islam memandang dari sisi dunia.

Mengambil contoh dari sistem yang ada di dunia, sampai undang-undang dan itu tentu berbeda jauh dengan sistem Tuhan, sedangkan manusia membuat undang-undang belajar dari Tuhan.

Lucu saya rasa menyamakan pikiran Tuhan dengan pikiran pembuat undang-undang di dunia.
# Staff Isa dan Islam 2011-07-25 13:49
~
Saudara Blukar,

Setiap kali ketika kitab Taurat, Zabur, dan Kitab Para Nabi berbicara tentang Al-Masih, Mesias, atau Juru Selamat, maka itu dipahami oleh umatnya sebagai Allah itu sendiri yang adalah Juru Selamat dan Pembebas bagi mereka. Kata dan frasa “Juru Selamat” dalam Kitab Suci hanya berarti Allah itu sendiri, dan tiada yang lain. Oleh sebab itu, kami mengundang Saudara untuk boleh bersama-sama dengan kami mempelajari kitab-kitab suci dari Allah, melalui berbagai artikel yang dimuat di dalam situs ini.

Mari kita perhatikan ayat berikut: "Namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat..." (Qs 3:45)
Manusia tentu saja boleh dikatakan sebagai yang terkemuka di dunia. Tetapi tidak boleh dikatakan sebagai yang terkemuka di akhirat, atau di sorga dan neraka, karena yang boleh dinyatakan sebagai terkemuka di sorga hanya Allah itu sendiri. Menyamakan seorang manusia dengan Allah berarti adalah sirik. Isa Al-Masih jelas adalah Allah itu sendiri.
~
CA
# tikva 2011-04-11 01:56
*
Salam buat semuanya.

Saya mau bertanya:
1. Apakah perbedaan yang paling nyata antara Muhammad dan Isa?

2. Sebenarnya apa tujuan kita hidup di dunia ini? Neraka ataukah Surga?

3. Kalau kita bilang agama kita paling benar dan Nabi kita paling benar, apakah bukti yang paling kongkrit dari kehidupan kita sehari-hari?

4. Jika kita mengganggap agama kita paling benar, apakah sepatutnya kita harus jadi hakim di dunia ini dengan seenaknya kita berbuat(perilak u hidup kita sehari-hari dengan menindas orang lain)?

5. Sebenarnya siapakah yang dapat memberikan dan menjamin keselamatan itu?

6. Jika kita adalah orang benar, maka bukti nyata dari itu adalah perilaku kita harus bagaimana?
# Staff Isa dan Islam 2011-04-13 12:34
~
Saudara Tikva,

Perbedaan yang paling nyata adalah bahwa Isa Al-Masih selalu mengajarkan agar kita mengutamakan ‘kasih’ di dalam setiap hal dan keadaan.

Isa Al-Masih mengajarkan bahwa hukum yang paling utama adalah kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama manusia. Kedua hukum inilah yang menjadi dasar dari segala hukum lainnya, khususnya hukum dari Allah.

Jawab Isa kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.“ (Injil, Rasul Besar Matius 22:37-39).

Jikalau kita selalu mengutamakan ‘kasih’ di dalam hidup kita, maka tentunya segala persoalan hidup akan terselesaikan dengan baik. Persoalan hidup yang selalu menjadi masalah utama adalah persoalan hubungan dengan Allah dan hubungan dengan sesama manusia. Jika semua ini berjalan dengan baik, maka produktivitas hidup akan meningkat.

Bukan hanya itu saja, pada pengikut Isa Al-Masih dipastikan menerima sorga.

Isa Al-Masih berkata: "Janganlah gelisah hatimu; percaya lah kepada Allah, percaya lah juga kepada-Ku.” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:1). Bertak walah kepada Allah dan taatlah kepada-ku." (Qs 43:63).

Kata Isa kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada (Allah) Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6)… Ini adalah jalan yang lurus.” (Qs 43:64).

Dengan demikian, tidak ada manusia yang harus menyatakan bahwa dirinya lah yang paling benar. Semua umat manusia harus percaya kepada Isa Al-Masih sebagai satu-satunya jalan yang lurus (siratul mustaqim) menuju sorga.

CA
# Abdul Rendy 2011-04-15 17:16
*
Menurut saya agama tidak dapat menyelamatkan dan membawa anda menuju surga.

Tapi hanya "Percaya" kepada Yesus Kristus / Isa sebagai Tuhan dan Juru Selamat, atau yang biasa umat Muslim kenal dengan Sirotol Mustaqim/Jalan Lurus yang memberikan anugerah masuk dalam Kerajaan Surga.

Jadi, tentukan pilihanmu...

Anda tidak harus menjadi Agama Kristen untuk masuk Surga.

Tapi hanya yakin bahwa Yesus Kristus adalah Sang Juru Selamat dan Sirotol Mustaqim yang akan membawa anda menuju Jalan Keselamatan dan Hidup kekal di surga.
# Staff Isa dan Islam 2011-04-21 16:12
~
Saudara Abdul Rendy, kami mau menambahkan bahwa kepada pengikut Isa Al-Masih, Allah menjanjikan bahwa Dia akan memberikan tempat yang tinggi di sorga.

Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadi kan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat." (Qs 3:55).

Allah pasti akan menepati janji-Nya.

CA
# Demon Hunter 2011-04-25 23:02
*
Adalah perlu dipikirkan apakah kita mau menerima Isa Al-Masih sebagai Tuhan dan Juruselamat? Bukankah sudah dijelaskan dengan sangat jelas bahwa Isa Al-Masih adalah manusia 100% dan Allah 100%, yang berkenan datang ke dunia untuk menebus dosa anda dan saya.

Isa Al-Masih berkehendak untuk mau menebus dosa yang kita lakukan, kenapa kita tidak mau menerima? Dia telah berkenan untuk memberikan keselamatan secara gratis, namun tidak gratisan, karena dibayar dengan pengorbanan dan darah-Nya yang mahal. Jika tidak ada yang mau menebus dosa-dosa kita, maka anda dan sayalah yang harusnya mati dan 100% masuk ke dalam neraka.
# Staff Isa dan Islam 2011-04-26 10:16
~
Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah yang berkenan untuk menjelma menjadi manusia. Pernyataan ini tertuang dengan jelas dalam Qs 3:45 dan Qs 4:171.

Dijelaskan pula bahwa Isa Al-Masih adalah tanda yang besar dari Allah bagi seluruh umat manusia (Qs 21:91). Dengan mengenal Dia, berarti kita akhirnya akan mampu bertemu dengan Allah yang sejati. Inilah makna bahwa Isa Al-Masih adalah tanda dari Allah.

Sama seperti ketika sedang berjalan-jalan di pusat pembelanjaan, kita mencari "TANDA" yang menunjuk kepada toilet, maka Isa Al-Masih mengarahkan pada kita akan Allah yang sesungguhnya. Dan karena Allah tidak boleh diserupakan dengan apapun juga, maka Allah yang tidak kelihatan itu, menjelma menjadi "TANDA" yang kelihatan secara fisik bagi kita, umat manusia.

CA
# Lisda 2011-04-28 15:40
*
Gereja menyatakan bahwa Al-Kitab adalah satu-satunya sumber utama untuk mengenal Tuhan dan Yesus. Tetapi Al-Kitab sendiri menerangkan bahwa Yesus bukanlah oknum yang mempunyai sifat kemahaan.

Orang pertama yang seharusnya mengenal bahwa Yesus adalah TUHAN, pastilah orang yang paling dekat dan mengenal siapa Yesus sebenarnya. Orang tersebut pastilah Maryam, ibu biologis-Nya.

Apakah ada pernyataan Maryam yang menyatakan bahwa Isa itu adalah Tuhan?

Tetapi hal tersebut tidak dia lakukan, karena Maryam adalah orang pilihan, ia tahu kepada siapa dia harus menyembah.
# Staff Isa dan Islam 2011-05-03 17:22
~
Saudara Lisda, adalah tidak benar bahwa Isa Al-Masih tidak memiliki sifat ke-MAHA-an.

Banyak sekali ayat yang menyebut bahwa Isa Al-Masih memiliki sifat kekal sama seperti Allah. Sebagai contoh: "Semuanya itu akan binasa, tetapi Engkau tetap ada... Engkau tetap sama, dan tahun-tahunMu tidak berke-sudahan (Injil, Surat Ibrani 1:11-12)."

Isa Al-Masih disebut sebagai suci dan tak berdosa (Injil, Surat 2 Korintus 5:21; Surat Ibrani 4:15, dll..). Isa Al-Masih disebut sebagai Maha Kuasa, Maha Tahu, Maha Ada, dan sebagainya.

Isa Al-Masih bahkan disebut sebagai Pencipta, mengampuni dosa, dan disembah.

Walaupun tidak dicatat bahwa Maryam pernah menyembah Isa Al-Masih, namun tidak juga dikatakan bahwa Maryam tidak pernah sujud menyembah kepada-Nya. Namun adalah jelas, bahwa kedua orang tua jasmani-Nya mengetahui persis bahwa Isa Al-Masih adalah Tuhan. Menjelang kelahiran-Nya, malaikat berkata bahwa Isa Al-Masih akan disebut sebagai Allah yang menyertai manusia, Allah yang berada di antara manusia (Injil, Rasul Besar Matius 1:23).

CA
# mas syarif 2011-05-12 15:34
*
"Apakah Yesus adalah juru selamat bagi pengikut-Nya yang hidup pada zaman-Nya, atau juga juru selamat bagi para pengikut setelahnya?"

Mereka harus menjawab salah satu dari dua pilihan tersebut. Dan yang paling manis dari keduanya adalah pahit. Sebab, jika mereka menjawab bahwa Yesus adalah Juru Selamat bagi pengikutnya di zamannya saja, maka ini adalah sebuah kezaliman yang menimpa orang-orang yang beriman kepadanya setelah-Nya.

Jika mereka menjawab bahwa dia juga Juru Selamat pula bagi para pengikut setelah-Nya, maka sungguh Yesus telah membantu kezaliman, kemaksiatan, dan permusuhan, serta mendorong untuk membunuh, mencuri, korupsi dan maksiat lainnya. Karena setiap pelaku kejahatan akan bebas dari dosa hanya dengan sekedar pengakuannya terhadap pelanggaran dosa tersebut. Dia langsung akan mendapatkan ampunan, dan hidup dengan kehidupan yang kekal. Maka keadilan apakah yang ada dalam aqidah yang rusak ini?
# Staff Isa dan Islam 2011-06-08 10:36
~
Saudara Mas Syarif, ini adalah pertanyaan yang paling mudah untuk dijawab dari segala pertanyaan yang pernah kami terima.

Isa Al-Masih adalah Juru Selamat buat manusia di segala zaman, baik zaman sebelum, maupun zaman setelah Isa Al-Masih.

Gelar "Al-Masih" yang diberikan kitab Saudara sendiri pun sudah berarti Juru Selamat, bukan?

Isa Al-Masih senantiasa mengajarkan bahwa kita harus saling mengasihi. Mengasihi dan berbuat baik kepada semua orang, dan bahkan kepada musuh sekalipun kita wajib mendoakan dia (Injil, Rasul Besar Matius 5:44).

Isa Al-Masih mengajarkan segala perbuatan baik dalam keseluruhan Kitab Injil. Dan bahkan salah satu pengajaran-Nya dikenal luas sebagai "Golden Rule" (Hukum Yang Paling Mulia di dunia), yakni: "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka." (Injil, Rasul Besar Matius 7:12). Artinya adalah bahwa sebelum orang berbuat baik kepadamu, berbuat baiklah terlebih dulu kepada semua orang.

Semua orang yang percaya dan beriman kepada Isa Al-Masih akan diselamatkan. Ini berarti semua orang yang juga mentaati perintah-Nya.

Apakah Saudara bisa mengaku percaya kepada seseorang, namun Saudara tidak pernah mau melakukan apa yang dia katakan? Katakanlah bahwa Saudara mengaku percaya kepada seorang guru. Bukankah kalau guru tersebut mengatakan kepada Saudara untuk melakukan suatu hal, maka Saudara akan melakukan hal tersebut? Jika Saudara selalu tidak mau mendengarkan perkataan guru tersebut, dan malah selalu melakukan hal yang bertolak belakang, apakah layak Saudara berkata bahwa Saudara percaya kepadanya?

Jika seorang mengaku percaya dan beriman kepada Isa Al-Masih, berarti dia wajib melakukan perintah Isa Al-Masih, termasuk juga untuk melakukan segala perbuatan baik.

CA
# re 2011-05-24 09:43
*
Kenapa Isa saja yang dimasuki Roh Allah? Kenapa yang lain tidak, berarti Isa tidak punya Roh sendiri?
# Staff Isa dan Islam 2011-06-08 10:41
~
Saudara Re,

Roh yang ada pada Isa Al-Masih adalah Roh Allah itu sendiri.

Isa Al-Masih adalah Allah itu sendiri.

CA
# bejo 2011-06-18 11:51
*
Kalau Yesus itu Juru Selamat bagi manusia, mana rujukannya?
# Staff Isa dan Islam 2011-06-23 02:30
~
Saudara Bejo, Al-Quran dengan sangat jelas mengatakan bahwa setiap pengikut Isa Al-Masih akan mendapatkan tempat yang tinggi sampai pada hari kiamat. Ini berarti bahwa semua pengikut Isa Al-Masih dipastikan akan masuk sorga.

Ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat." (Qs 3:55).

Jadi sesuai dengan ayat di atas, Isa Al-Masih telah mati menanggung hukuman atas dosa-dosa yang telah kita perbuat selama kita hidup. Isa Al-Masih kemudian telah pula naik ke sorga. Dari sana Ia akan datang kembali sebagai Hakim Yang Adil, dan menjemput kita untuk menuju sorga. Ini adalah janji Allah yang tidak mungkin diingkari.

Sedemikian pula Al-Kitab mengatakan bahwa: "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal (Isa Al-Masih / Kalimat Allah yang telah menjadi manusia), supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).

Jadi, Firman Allah mengatakan dengan pasti bahwa jalan menuju sorga adalah dengan percaya kepada Isa Al-Masih.

CA
# Kumbang 2011-06-18 21:58
*
Staff Isa dan Islam tidak sembarang mengutip Al-Quran, karena itu pastilah paham Al-Quran. Namun sayang, ketika mengutip jalan keselamatan dalam surat Al-Fatihah tidak utuh karena tidak mencantumkan ayat ke-7.

Cobalah Saudara kutip secara utuh dari ayat 1-7 dan barulah kita berdiskusi lagi tentang jalan keselamatan di dalam Islam.
# Staff Isa dan Islam 2011-06-23 02:35
~
Saudara Kumbang, berikut kami kutipkan Surah Al-Faatihah bagi Saudara:

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan mereka yang dimurkai dan bukan mereka yang sesat. (Qs 1:1-7).

CA
# garamdanterang 2011-08-05 17:47
*
Saya dari Malaysia. Saya sangat bersyukur untuk website ini. Di Malaysia semakin banyak rekan- rekan Muslim yang telah menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Kami tidak pernah menginjili rekan Muslim disini karena larangan keras pihak pemerintah. Tetapi kami selalu berdoa agar umat Ismail akan beroleh kehidupan yang kekal di dalam Isa Al-Masih.

Hasilnya banyak yang mengalami pengalaman pribadi dengan Isa Al-Masih. Puji Tuhan karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, alangkah indahnya bila kita di dalam Isa Al-Masih boleh memanggil Yang Maha Kuasa, Tuhan semesta alam dengan panggilan Abba ya Bapa.

Ini adalah anugerah, bukannya usaha kita, tetapi karena kasih karunia-Nya.
# Staff Isa dan Islam 2011-08-10 09:24
~
Kami mengucapkan terima kasih atas informasinya. Kita patut bersyukur karena Allah telah memberi anugrah keselamatan kepada manusia berdosa ini.

“Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa”. Injil Surat Roma 5:8

Kasih Kristus adalah kasih yang berkorban demi menyelamatkan orang berdosa. Kasih Kristus membuat kita memiliki pengharapan hidup yang kekal. Kasih Kristus adalah kasih yang melihat jiwa manusia sangat berharga untuk diselamatkan.

Kasih seperti itulah yang menguasai dan mendorong kami untuk memberitakan berita keselamatan melalui website ini.
~
SL
# ghaaziy 2011-08-05 22:19
*
Isa Al-Masih telah membantah bahwa diriNya Tuhan dan Dia hanya mengakui hanya Allah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah, "Dan (ingatlah)ketik a Allah berfirman: "Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?" Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku(mengataka nnya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya.

Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib-gaib".
# Staff Isa dan Islam 2011-08-10 09:50
~
Isa Al-Masih tidak pernah membantah kalau Dia adalah Tuhan. Bahkan Dia sendiri membenarkan bahwa Dia adalah Tuhan.

“Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan memang katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.” (Injil rasul Besar Yohanes 13 : 13)

Alkitab sendiri memerintahkan kita untuk menyembah Isa Al-Masih (sebagaimana semua malaikat juga harus menyembahnya). Di bawah ini saya tuliskan ayat-ayat yang dimaksudkan oleh Alkitab:

“Dan ketika Ia (Allah) membawa pula Anak-Nya yang sulung kedunia, Ia berkata: "Semua malaikat Allah harus menyembah Dia." (Injil Surat Ibrani 1:6).

"... supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,; dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!" (Injil Surat Filipi 2:10, 11).
~
SL
# ojo_ngono 2011-08-16 12:22
*
Isa Al-Masih tidak pernah membantah kalau Dia adalah Tuhan. Bahkan Dia sendiri membenarkan bahwa Dia adalah Tuhan.

“Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan memang katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.” (Injil Rasul Besar Yohanes 13 : 13)

Alkitab sendiri memerintahkan kita untuk menyembah Isa Al-Masih (sebagaimana semua malaikat juga harus menyembahnya). Di bawah ini saya tuliskan ayat-ayat yang dimaksudkan oleh Alkitab:

“Dan ketika Ia (Allah) membawa pula Anak-Nya yang sulung kedunia, Ia berkata: "Semua malaikat Allah harus menyembah Dia." (Injil Surat Ibrani 1:6).

"... supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,; dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!" (Injil Surat Filipi 2:10, 11).
# Staff Isa dan Islam 2012-01-13 16:30
~
Saudara Ojo Ngono,

Terimakasih atas kutipan-kutipan ayat dan juga penjelasan yang sudah saudara berikan. Semoga hal ini dapat menjadi pencerahan bagi setiap orang yang membacanya. Sehingga mereka dapat mengerti bahwa Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah yang datang ke dunia untuk membawa keselamatan bagi setiap orang.

“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." (Injil, Kisah Para Rasul 4:21).
~
SO
# endi 2011-08-22 23:39
*
Keselamatan Dalam Al-Quran Dan Injil.

Salam sejahtera staf Isa dan Islam.

Semua manusia yang mengikuti ajaran-Nya masing-masing pasti akan selalu saling lempar surat dan firman Tuhannya, alangkah baiknya kita menggali inti dari isi Injil dan Al-Quran untuk di apresiasikan kedalam kehidupan kita sehari-hari.

Untuk mendapatkan keselamatan, saya rasa semua Kitab memberikan petunjuk keselamatan, entah itu satu ayat ataupun lebih.

Wassalam.
# Staff Isa dan Islam 2011-08-25 20:44
~
Dalam mencari kebenaran memang kita harus mencarinya dari berbagai sumber yang berasal dari Firman-Nya dan kita pun perlu objektif serta memiliki hati yang terbuka, bukan berpandangan sempit dan beranggapan ajaran turun temurun yang telah kita terima adalah ajaran yang benar. Kebenaran harus terus dicarai dan dengan memohon petunjuk dari Allah kita pasti dapat menemukan kebenaran yang sesungguhnya.

Jika diteliti kitab-kitab yang telah Allah sampaikan pada manusia baik Taurat, Zabur,Injil dan Al -Quran memiliki satu benang merah yang menuju pada satu berita utama yaitu keselamatan yang Allah berikan bagi manusia yang terancam kebinasaan akibat dosa. Puncak keselamatan itu adalah Isa Al-masih, yaitu Allah yang menjelma menjadi manusia. Isa Al-Masih adalah kalimatulah (Firman) Allah dan yang terkemuka di dunia dan akhirat (QS 3:45).

“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1)
~
NN
# Insan 2011-08-23 00:32
*
Al-Quran surat At Taubah : 30

Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah". Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka, bagaimana mereka sampai berpaling?"

Ayat di atas jelas menegaskan bahwa Allah akan melaknat siapa saja yang mengatakan Isa Al-Masih adalah Anak Allah.
# Staff Isa dan Islam 2011-08-25 13:56
~
Saudara Insan,

Celakalah orang yang mengatakan Isa Al-Masih anak Allah secara biologis, karena Allah tidak beranak dan tidak diperanakan. Ulangan 6:4 “Dengarlah hai orang Israel, Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa”

Pengikut Isa Al-Masih tidak menganggap Allah beranak Isa Al-Masih. Tetapi istilah Anak Allah tersebut adalah gelar dan petunjuk bagi umat manusia bahwa Allah menjadi manusia, merendahkan diri sama dengan manusia hanya saja Isa Al-Masih tidak berdosa karena Dia Allah, lihat juga dalam Qs 19:19 dan Hadis Shahih Bukhari jilid 3 halamn 208 ayat 1493.

Isa Al-Masih berkata dalam Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30 “Aku (Isa Al-Masih) dan Bapa (Allah) adalah satu”
~
NN
# garamdanterang 2011-08-24 10:07
*
Logika?

1. Injil telah beredar di seluruh dunia dalam jutaan copies kira-kira 600 tahun sebelum Islam, tetapi selepas itu dikatakan Injil telah diubahkan.

2. Ketika pertama kali menerima wahyu digua hira, Muhammad terus percaya bahwa Ia berasal dari Allah tanpa menguji roh tersebut. Ini karena di dalam Injil setiap roh harus diuji/diperiksa dan karena iblis pun boleh mengaku malaikat terang.

3. Muhammad dikatakan sebagai penutup nabi dan rasul, tetapi yang datang pada hari kiamat untuk membunuh dajjal dan menjadi hakim yang adil adalah Isa-Almasih.
# Staff Isa dan Islam 2011-09-07 15:07
~
Al-Quran mengatakan bahwa seluruh isi kitab Injil adalah wahyu dari Allah yang disampaikan kepada nabi Isa Al-Masih dan tidak ada sedikitpun terdapat didalamnya perkataan atau karangan manusia. Oleh sebab itu Al-Quran juga memerintahkan kepada umat Muslim percaya pada Injil.

Hal ini, menurut Hmmudah Abdalati, penulis buku Islam In facus (1975), merupakan konsekuensi logis dari iman kita kepada Allah SWT dan para rasulnya.

Bahwa setiap roh ataupun pengajaran yang mengakui Kristus sebagai Tuhan yang datang ke dunia sebagai manusia, adalah ajaran yang benar. Tetapi di luar itu adalah roh jahat atau pengajaran sesat. Dalam menguji setiap roh diperlukan hikmat. Untuk ini kita perlu minta hikmat dari Allah.

Andai-kata benar bahwa umat seorang nabi akan menjadi umat nabi yang berikutnya, justru ini berarti bahwa kita semua harus menjadi umat Isa Al-Masih, sebab masa nabi umat Muslim sudah lewat. Dia sudah meninggal, sementara Isa Al-Masih tetap hidup hingga sekarang.

Sebagai nabi Allah, bisa saja Muhammad yang benar sedangkan seluruh dunia salah, tetapi fakta sejarah berkata lain. Orang Kristen percaya bahwa Allah itu Maha Tahu dan dan Konsisten. Mungkinkah Allah menyalahi pesan yang Dia sampaikan sebelumnya? Dia tidak mungkin mengubah isapan jempol manusia menjadi fakta.
~
SL
# yes 2011-09-20 13:56
*
Isa Al-Masih telah menunjukkan mujizat kepada manusia, agar mereka tahu bahwa Allah Maha Kuasa, dan Isa Al-Masih telah mati untuk menyatakan bagi manusia betapa Allah Maha Pengasih dan Penyayang.

Itulah bukti kasih Allah yang sebenarnya. Rela berkorban demi dosa manusia. Seperti seorang ibu/ayah yang baik, yang rela berkorban demi anaknya.
# Staff Isa dan Islam 2011-11-16 16:20
~
Saudara Yes,

Terimakasih atas komentar yang telah saudara berikan. Terimakasih juga telah mengunjungi situs kami dan membaca artikel-artikel kami.

Semoga apa yang kami sajikan lewat situs ini bermanfaat bagi saudara.
~
SO
# johanes 2011-09-20 18:07
*
Saya seorang Kristen, ada beberapa hal yang mungkin bisa menjadi renungan untuk kita.

Saya percaya kepada Isa (Yesus) "bukan hanya" karena Dia telah menebus dosa manusia dan juga karena percaya akan diselamatkan. "Tetapi juga” karena hanya Dia satu-satunya "manusia" dari Adam diciptakan sampai pada saat ini yang memiliki kuasa "layaknya Allah".

Bila saya membaca forum tentang Islam dan Kristen, selalu saja mengandalkan logika manusia. Namun sesungguhnya ada yang perlu kita sadar dan pahami, bahwa kekuasaan Allah sampai kapanpun tidak dapat dibatasi oleh pola pikir manusia.

Semua manusia setuju bahwa “tiada yang mustahil bagi Allah”, tetapi mengapa masih saja ada yang membatasi kuasa Allah dengan mengatakan “mustahil Allah menjadi manusia dan menebus dosa manusia”?
# Staff Isa dan Islam 2011-11-16 16:20
~
Saudara Johanes,

Terimakasih atas komentar yang telah saudara berikan. Terimakasih juga telah mengunjungi situs kami dan membaca artikel-artikel kami. Semoga apa yang kami sajikan lewat situs ini bermanfaat bagi saudara.

Sejak dahulu, manusia tidak dapat dipuaskan hanya mendengar firman Allah yang disampaikan lewat nabi, rasul, atau malaikat. Oleh sebab itu manusia masih salah dalam merespon firman-Nya. Untuk mengatasi hal itu maka Kalimat Allah harus turun/nuzul ke dunia menjadi manusia Isa Al-Masih.

“Pada mulanya adalah Firman (Kalimat Allah); Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.Firman itu telah menjadi manusia,” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1,14)

Dan kini, bila kita mau mencari Allah, kita tidak usah mencarinya dengan susah. Dia telah ada di sini. Dia menampakkan diri-Nya, perkataan-Nya, kalimat-Nya, dan perbuatan-Nya di dalam Isa Al-Masih. Secara pribadi Dia mengajar, mengasihi, dan memberi contoh dan keteladanan kepada kita. Sekarang Isa Al-Masih mengundang setiap orang untuk ber-relasi dengan Dia.
~
SO
# kumbang 2011-11-16 00:52
*
Penjelasan tunjukilah jalan yang lurus (QS 1:6) ada di ayat selanjutnya (QS 1:7) yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan mereka yang dimurkai dan bukan mereka yang sesat.

Siapa mendapat nikmat itu? "Dan barangsiapa yang menta'ati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni'mat oleh Allah, yaitu : Nabi-nabi, para shiddiiqiin , orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya" (QS 4:69)

Siapa yang dimurkai dan tersesat itu?

Sahabat bertanya tentang mereka yang dimurkai . Nabi mengatakan bahwa mereka adalah Yahudi . Dan siapa yang tersesat. Nabi menjawab Nasrani (Kristen). Hadists At-Tirmidhi dan Abu Dawud.
# Staff Isa dan Islam 2011-11-23 16:39
~
Pada umumnya, sebagai umat beragama kita sering menghakimi orang lain. Kita merasa lebih suci dan lebih baik. Sehingga kita tidak mau bergaul dengan orang yang dianggap lebih berdosa dari kita. Padahal dalam pemandangan Allah semua manusia adalah sudah berdosa (Injil, Surat Roma 3:23).

Namun ada Pribadi yang benar-benar suci, mau bergaul dan bersahabat dengan orang berdosa. Ini adalah cerminan dari Pribadi yang rendah hati. Pribadi yang rendah hati ini merupakan gambar dan wujud Allah yang penuh kasih. Dan Dia berkehendak untuk menyelamatkan manusia berdosa dari hukuman kekal di neraka.

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal (Kalimat Allah), supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya (Kalimat Allah) tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16)
~
SL
# La Duren 2011-11-25 20:24
*
Yang terpenting adalah mengapa Isa Al-Masih mati tersalib? Perhatikanlah bahwa "Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran..." (Injil, I Petrus 2:24).

Tolong diingat, bahwa di dalam ajaran agama Islam semua Nabi dan Rasul yang diutus ke dunia oleh Allah adalah juruselamat.
# Staff Isa dan Islam 2011-11-29 14:27
~
Saudara La Duren,

Perhatikanlah ayat berikut ini, "Isa bersabda: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Melalui ayat di atas, Isa Al-Masih memproklamirkan bahwa Dia adalah "Jalan", "Kebenaran" dan "Hidup". Sehingga, melalui Dia orang dapat belajar mengenai "Kebenaran" tentang Allah dan menemukan "Hidup" bersama Allah.

Perhatikan juga ayat berikut, “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.” (Injil, Rasul Lukas 2:11) Silakan saudara membaca Al-Quran dan Kitab-kitab sebelumnya, saudara tidak akan pernah menemukan ayat serupa ditujukan ke Nabi lain selain Isa Al-Masih.

Sehingga yang disebut sebenar-benarny a Juruselamat adalah Isa Al-Masih. Tidak ada yang lain!
~
SO
# baby-J 2011-11-29 15:02
*
Jika ada yang bertanya, kok Tuhan mau jadi manusia, bisa mati, dilahirkan hina di kandang binatang, disalibkan pula (hukuman terhina jaman itu), tidak mampu menyelamatkan diri dari mati disalib.

Inilah jawabannya:

a. Kita telah kehilangan kemuliaan di hadapan Tuhan, sehingga perlu disucikan / dikembalikan oleh kurban suci.

b. Memang sudah ada grand design (rencana besar) Tuhan dari awal, karena Nabi-nabi sebelum Yesus Kristus telah menubuatkan/mem persiapkan umat-Nya untuk menyambut kedatangan Yesus/Mesias/Sa ng Juruselamat/Kur ban Suci/Anak Domba Allah/Jalan Kehidupan/Keban gkitan.
# Staff Isa dan Islam 2011-11-30 15:59
~
Saudara Baby,

Terimakasih untuk tanggapan yang telah saudara berikan. Semoga penjelasan saudara dapat menjadi pencerahan bagi yang membacanya.
~
SO
# Lionel Messias 2011-12-08 22:25
*
Saya ambil kutipan ini dari koment di atas "Demikian Isa Al-Masih, tidak perlu Dia menyebut diri-Nya adalah Tuhan. Ia dengan kuasa-Nya menyembuhkan orang sakit".

Bila Yesus tidak berkata Dia adalah Tuhan, jadi mungkin sajakan Dia nabi atau orang sakti.

Saya juga membaca koment-koment di facebook, katanya ada juga di Injil yang bisa menghidupkan orang mati selain Yesus dan orang Kristenpun mengakuinya. Jadi jelaskan bahwa Isa Al-Masih adalah nabi dan semua nabi mempunyai mukjizatnya masing-masing karena mereka dekat dengan Tuhan dan mereka adalah kekasih-Nya yang sungguh-sungguh taat di jalan-Nya.
# Staff Isa dan Islam 2011-12-10 14:56
~
Saudara Lionel,

Perhatikanlah ayat berikut ini: “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1).

....."Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al-Masih Isa putra Maryam...” (Qs 3:45).

Injil maupun Al-Quran menyatakan Isa Al-Masih adalah Kalimat/Firman/ Kalam Allah. Jelas Kalimat/Firman/ Kalam dari Allah adalah satu kesatuan dari Allah itu sendiri.

Lebih jelasnya tentang siapakah sebenarnya Isa Al-Masih, silakan saudara membaca uraian kami pada artikel ini http://tinyurl.com/6pmh4mg.

Memang ada orang-orang tertentu yang mendapat anugerah dari Allah untuk melakukan suatu mujizat. Tetapi mereka melakukan itu dengan seijin Allah. Tidak demikian halnya dengan Isa Al-Masih. Dalam melakukan mujizat-Nya, Dia tidak perlu terlebih dahulu berdoa atau memohon kuasa Allah. Sebab kuasa Allah itu ada pada-Nya.
~
SO
# rafi 2011-12-22 11:06
*
Yesus adalah 'jalan'. Jalan itu sarana mencapai tujuan. Tetapi Yesus bukanlah tujuan kebenaran. Dia hanya jalan/sarana.

Dia adalah 'jalan' menuju Tuhan. Tapi Yesus bukanlah satu-satunya 'jalan'.
# Staff Isa dan Islam 2011-12-30 10:35
~
"Isa bersabda: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Melalui ayat di atas, Yesus memproklamirkan bahwa Dia adalah “Jalan”. Melalui Dia orang dapat belajar mengenai “Kebenaran” tentang Allah dan menemukan “Hidup” bersama Allah.

Ucapan ini hanya disampaikan oleh Isa Al-Masih. Tidak ada nabi lain yang memproklamirkan sedemikian rupa bahwa mereka adalah jalan menuju Allah.

Lalu, bagaimana dengan saudara, sudahkah saudara mengikuti “Jalan” yang benar itu?.
~
SO
# ade kresna suwandi 2011-12-22 12:39
*
Yesus disalib bukan atas kehendak-Nya sendiri. Itu sebabnya Dia berteriak "Eli, Eli, Lamasabaktani".

Di Yehezkiel 18:20a, "orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati", jelas sekali menunjukkan bahwa yang mati adalah orang-orang yang berbuat dosa, bukan Yesus.
# Staff Isa dan Islam 2011-12-30 10:34
~
Ketika Yesus ditangkap di taman Getsemani oleh imam-imam besar bangsa Yahudi, bukanlah hal yang sulit bagi Dia untuk menyelamatkan diri atau melakukan perlawan. Tetapi Dia tidak melakukan hal itu, sebab Dia tahu untuk itulah Dia datang ke dunia. Mati disalib!

Setiap manusia pasti mati, sebab semua manusia berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Namun, tersalibnya Isa Al-Masih telah mendamaikan Allah dengan manusia. Kematian-Nya telah melepaskan manusia dari ikatan belenggu dosa dan memberi kehidupan yang baru. Karena Dia telah menjadi “Tebusan” atas dosa-dosa manusia.

“Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.” (Injil, Surat Roma 6:6).
~
SO
# kumbang 2011-12-28 04:12
*
Quoting pecel:
*
"Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu maka sembahlah Dia (Allah), ini adalah jalan yang lurus." (Qs 43:64)

Maaf, orang hidup hanyalah mencari keselamatan dunia akhirat, dan yang mampu memberikan semua itu hanya Isa Al-Masih, tidak ada yang lain. di Al-Quran maupun Injil sudah jelas tertulis.
Terus mau cari apa lagi?.


Saudara Pecel, perhatikan dengan baik Qs. 43:64. Dalam ayat tersebut Isa menyuruh kita menyembah Allah, bukan menyembah Isa (Yesus). Lihat pula Qs. 3:51 dan Qs. 19:36 dimana Isa menyuruh kita menyembah Allah.

Isa pun sholat dan bayar zakat. "Isa berkata: Dia (Allah) memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup" (Qs 19:31).
# Staff Isa dan Islam 2011-12-30 10:33
~
Saudara Kumbang,

Sepertinya telah berulang-kali staf kami menjelaskan kepada saudara mengenai Pribadi Isa Al-Masih. Siapakah Dia sebenarnya. Apakah hanya sekedar manusia biasa, seperti halnya nabi saudara, atau lebih dari itu.

Bila saudara dapat memahami Pribadi Isa Al-Masih yang sebenarnya, saudara akan dapat mengerti mengapa orang Kristen memandang Dia sebagai Allah yang datang ke dunia.

Untuk itu, kiranya saudara dapat mempelajari lebih dalam tentang Pribadi Isa Al-Masih. Mungkin artikel pada url ini dapat membantu saudara, http://tinyurl.com/4xhnjyf.

Mengenai zakat dan sholat, Isa pun mengajarkan kepada pengikut-Nya untuk tekun berdoa dan memberi sedekah. Namun ada satu perbedaan besar dari dua ajaran tersebut. Islam mengajarkan, sholat dan zakat diiringi motivasi agar mendapat pahala untuk bekal masuk sorga.

Sedangkan Isa Al-Masih mengajarkan, menyembah Allah dan bersedekah adalah bentuk ungkapan rasa syukur atas nikmat yang telah Allah berikan.
~
SO
# danang 2012-01-09 21:43
*
1. Kapan hari kiamat itu datang?
2. Sebenarnya surga itu sudah ada isinya atau belum?
3. Sambil menunggu hari kiamat apa yang terjadi dengan orang yang sudah mati, apakah sekarang sedang menunggu pengadilan terakhir sampai kiamat datang atau sudah dalam proses pengadilan di sana?
# Staff Isa dan Islam 2012-01-11 21:45
~
Saudara Danang,

Tidak ada manusia yang tahu kapan hari kiamat tiba. Hari itu datang seperti pencuri, tidak ada yang tahu.

Surga adalah tempat Allah pencipta dan para malaikat-Nya bersemayam. Merekalah yang sejak mulanya menghuni sorga.

Mereka yang sudah mati sebelum kiamat belum diadili tetapi masuk ke suatu tempat perhentian sementara. Dan akan diadili setelah dunia ini dihancurkan oleh Allah pencipta.
~
NN
# nap 2012-01-12 09:40
*
Jawaban admin menjelaskan kalau Dia adalah jalan, sudah jelas "jalan" tapi mengapa masih diakui sebagai Tuhan?
# Staff Isa dan Islam 2012-01-13 16:24
~
Saudara Nap,

Menurut saudara, adakah manusia yang layak membawa manusia lain ke sorga? Jelas tidak!

Inilah klaim dari Isa Al-Masih yang mengatakan bahwa Dia bukan sekedar manusia biasa, tetapi Tuhan itu sendiri. “Aku dan Bapa adalah satu." (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30)

“Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan memang katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30).

Demikianlah, bahwa Isa Al-Masih adalah benar Allah yang menjelma menjadi manusia.
~
SO
# ria 2012-02-09 13:57
*
Kami umat Islam mengenal Tuhan dari Muhammad dan umat Nasrani mengenal Tuhan melalui Isa Al-Masih, yang kedua-duanya menyembah pada Tuhan.

Mengapa umat Nasrani tidak menyembah Tuhan yang di sembah Isa Al-Masih, tetapi malah menyembah Isa Al-Masih?

Qs. 72, Al-Masih (sendiri) berkata "Hai Bani Isra'il, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu..."

Wassalam.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-10 14:51
~
Isa Al-Masih berbeda dengan Muhammad yang adalah manusia biasa. Isa Al-Masih tidak diciptakan, karena Ia berasal dari Firman Allah. Karena itulah Isa disebut "Kalimatullah" (Qs 3:45), seperti tertulis :" Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. "(Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1).

Isa Al-Masih tidak sama dengan manusia lain yang diciptakan. Dia adalah Allah yang menjadi manusia, merendahkan dirinya disalibkan, untuk menyelamatkan manusia dari hukuman neraka. Karena hanya Allah saja yang sanggup untuk menyelamatkan ciptaan-Nya. Ityulah alasan umat Nasrani menyembah Isa Al-Masih.

Isa Al-Masih adalah firman Allah yang menjadi manusia, :"Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya," (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:14).

Isa Al-Masih datang untuk memberikan keselamatan bagi manusia.:" Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia (Isa Al-Masih), sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." (Injil, Surat Kisah Para Rasul 4:12)
~
NN
# salman 2012-03-21 15:48
*
Mengapa kalian menganggap bahwa ibadah kalian yang paling benar?

Pada hakekatnya tidak ada nabi atau agama yang mengajarkan salah, hanya kita yang salah mengartikan dan memaknai hingga terjadi hal-hal seperti ini. Wajar jika Allah menurunkan nabi-nabi karena ajaran yang lama sudah dibelokkan/suda h dilupakan/diten tang.
# Staff Isa dan Islam 2012-03-22 14:01
~
Saudara Salman,

Dapatkah saudara menjelaskan, ajaran manakah yang sudah dibelokkan dan siapakah yang sudah membelokkannya?

Kami setuju dengan saudara, bahwa setiap umat beragama tentu merasa ibadah mereka paling benar. Saudara pun berpendapat demikian bukan?

Dalam hal ini, bukan kami ingin menghakimi cara ibadah orang lain atau cara ibadah saudara salah. Hanya saja cukup membingungkan, mengapa hanya untuk menyembah (beribadah) Allah saja harus dibatasi waktu, arah, mengikuti ritual-ritual serta gerak-gerakan tubuh?

Tentang ibadah Isa Al-Masih mengajarkan: "Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikung an jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya” (Injil, Rasul Besar Matius 6:5).

Demikianlah, adalah untuk membangun hubungan dengan Allah, bukan supaya dipuji orang sebagai yang agamawi atau untuk mendapatkan pahala.
~
SO
# @ 2012-04-13 03:40
*
Saya seorang Kristen. Saya hanya ingin berargumentasi bahwa pada dasarnya hal yg paling bertolak belakang yang diajarkan oleh Al-Quran dan Injil adalah dalam Yesus itu sendiri.

Jadi siapa yang benar dan salah, masing-masing ajaran saling bertolak-belaka ng mengenai Yesus Kristus. Jika Islam yang benar, maka Kristen-lah yang murtad. Dan jika Kristen yang benar, maka Islam telah menghilangkan satu-satunya jalan keselamatan bagi seluruh umat manusia. Yaitu percaya akan Yesus Kristus itu adalah Juruselamat manusia.
# Staff Isa dan Islam 2012-04-13 10:15
~
Karena Islam dan Kristen mempunyai argumentasi yang berbeda tengan Pribadi Isa Al-Masih, itulah sebabnya situs ini dibuat. Melalui situs ini, baik orang Islam maupun orang Kristen dapat mengetahui lebih jelas. Siapakah sebenarnya Isa Al-Masih menurut Al-Quran dan Injil.

Apakah Dia hanya sekedar manusia biasa, sama seperti manusia umumnya. Atau ada "sesuatu" yang melebihkan Dia dari manusia lain sehingga layak disebut sebagai terkemuka di dunia dan di akhirat?

Keselamatan adalah sesuatu yang pasti. Yang sudah harus kita miliki sebelum kita meninggal/dunia kiamat. Bila keselamatan itu kita ketahui setelah meninggal atau setelah penghakiman Allah turun, maka semua menjadi sia-sialah.
Sebab itu, selagi kita masih mempunyai kesempatan untuk mencari Keselamatan yang sejati, carilah!
~
SO
# mason ibnu gini 2012-04-19 19:31
*
Allah Tuhan yang menguasai langit dan bumi dan yang ada diantara keduanya. Allah maha mengetahui yang gaib dan yang nyata. Secara rasional jika hanya menyembah pada Isa, apakah Dia mengusai langit dan bumi?
# Staff Isa dan Islam 2012-04-20 15:52
~
Isa Al-Masih adalah Kalimatullah yang menjelma menjadi manusia. Qs 3:45 mengatakan “Ingatlah, ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)”.

Setujukah saudara bila saya mengatakan bahwa Kalimat Allah adalah kekal adanya sama seperti halnya Allah? Bila Kalimat Allah adalah kekal, maka Isa Al-Masih juga kekal, sebab Dia adalah Kalimat Allah yang menjelma menjadi manusia.

Adakah kekal merupakan sifat manusia? Jelas tidak! Kekal hanyalah sifat Allah. Maka, dalam hal ini bukankah telah membuktikan bahwa Isa Al-Masih adalah Allah?
~
SO
# mason ibnu gini 2012-04-27 18:05
*
Dalam Al-Quran disebutkan: dan tidaklah mereka membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi ada orang yang diserupakan dengan Isa, dia ini yang dibunuh dan disalib. Jadi nabi Isa diangkat ke langit.
# Staff Isa dan Islam 2012-04-28 13:40
~
Saudara Mason,

Bila memang ada yang diserupakan dengan Isa, siapakah orang itu dan siapakah yang melakukan penipuan itu? Siapa yang mengangkat Isa ke langit, dan mengapa Dia harus dilarikan. Apakah Allah tidak mempunyai cara lain yang lebih jujur untuk menyelamatkan Isa selain dengan cara melakukan penipuan?

Katakanlah Isa memang tidak wafat, lalu mengapa Al-Quran mencatat ayat ini: “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku (Isa Al-Masih), pada hari aku dilahirkan, pada hari aku (Isa Al-Masih) meninggal dan pada hari aku (Isa Al-Masih) dibangkitkan hidup kembali” (Qs 19:33).

Bukankah dengan jelas ayat di atas mengatakan bahwa Isa benar-benar dilahirkan, wafat, dibangkitkan dan hidup kembali?
~
SO
# Solihin 2012-04-29 22:10
*
Quoting Insan 2011-08-23 00:32

Al-Quran surat At Taubah:30, Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al-Masih itu putera Allah". Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka, bagaimana mereka sampai berpaling?"

Ayat di atas jelas menegaskan bahwa Allah akan melaknat siapa saja yang mengatakan Isa Al-Masih adalah Anak Allah.


Inilah pemikiran yang bodoh dan yang sesat!

Beberapa umat Islam selalu berpikir bahwa Isa Al-Masih Anak Biologis Allah. Padahal “apa yang Yesus maksudkan ketika Dia menyebut diri-Nya Anak Allah?” Anak manusia adalah manusia. (Kedua istilah ‘anak’ dan ‘manusia’, sama artinya untuk laki-laki dan perempuan).

Anak monyet adalah monyet. Anak anjing adalah anjing. Anak hiu adalah hiu. Dan demikian juga Anak Allah adalah Allah. ‘Anak Allah’ adalah gelar ke-Tuhan-an”.
# Eli 2012-05-22 21:14
*
Sebenarnya sederhana bila kamu percaya saja kepada Isa Al-Masih, maka kamu akan mengalami suatu keajaiban yang selama ini belum pernah kamu rasakan. Matamu dan hatimu akan dibukakan dan kamu sadar siapa dirimu sesungguhnya, cukup percaya saja.
# Staff Isa dan Islam 2012-05-23 16:09
~
Saudara Eli,

Terimakasih untuk komentar yang telah saudara berikan.

Untuk mengerti kebesaran Allah tidak dapat hanya mengandalkan logika. Allah hanya dapat dimengerti dengan iman. Dan iman juga lah yang akan menyelamatkan seseorang.

“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Injil, Surat Efesus 2:8-9).
~
SO
# petualang 2012-05-27 20:14
*
Apakah Yohanes Pembabtis bukan jalan keselamatan? Apakah Abraham, Musa, Daud, Solomo, dan nabi-nabi lain pra Yesus bukan jalan keselamatan? Dan bagaimana pengikut-pengik ut mereka memperolah surga?
# Staff Isa dan Islam 2012-05-28 13:40
~
Yohanes Pembaptis bukanlah jalan keselamatan. Dia adalah salah satu nabi besar yang datang membawa berita kedatangan Sang “Jalan Keselamatan” tersebut. Bahkan Yohanes Pembaptis sendiri mengakaui bahwa dia bukanlah Mesias (Yesus Kristus).

“Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: "Siapakah engkau?" Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: "Aku bukan Mesias" (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:19-20).

Demikian halnya dengan nabi-nabi pra Yesus, mereka bukanlah jalan keselamatan. Sebab Jalan Keselamatan hanya ada satu, yaitu Yesus Kristus. Dan inilah pengakuan Yesus akan hal itu:

“Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).
~
SO
# petualang 2012-05-29 06:15
*
To: staf Isa dan Islam,

Jika hanya seperti itu, lantas bagaimana para Nabi dan pengikut setianya yang taat memperoleh keselamatan dan surga?
# Staff Isa dan Islam 2012-05-29 11:03
~
Syarat keselamatan selalu adalah iman. “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman” (Injil, Surat Efesus 2:8). Obyek dari iman selalu adalah Allah. Taurat, Kitab Kejadian 15:6 memberitahukan, Abraham percaya kepada Allah dan itu cukup bagi Allah untuk memperhitungkan itu kepadanya sebagai kebenaran.

Sebelum Musa, tidak ada Kitab Suci yang dituliskan, namun umat manusia tetap harus bertanggung jawab sesuai dengan apa yang Tuhan telah wahyukan. Dalam masa sebelum Isa Al-Masih, orang-orang percaya diselamatkan karena mereka percaya bahwa Allah suatu hari kelak akan membereskan masalah dosa mereka.

Dan pada masa Isa A-Masih, apa yang mereka percaya telah digenapi, bahwa Isa Al-Masih telah membereskan dosa manusia di Kalvari. “Demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia” (Injil, Surat Ibrani 9:28).
~
SO
# Petualang 2012-05-31 23:34
*
To Staf IDI,

Saya sepakat dengan anda bahwa syarat keselamatan adalah iman. Karena imanlah yang menyebabkan para nabi itu selamat. Persoalan yang kemudian timbul adalah pengikut-pengik ut setia para nabi, bagaimana mereka bisa selamat? Iman kepada Allah saja ataukan harus juga beriman kepada nabi mereka?
# Staff Isa dan Islam 2012-06-01 11:53
~
Saudara Petualang,

Pada jawaban kami di pertanyaan saudara sebelumnya kami telah menjelaskan, bahwa syarat keselamatan adalah iman. Iman yang bagaimana? Yaitu iman dan percaya akan janji Allah, bahwa suatu hari kelak Dia akan membereskan masalah dosa mereka. Inilah janji Allah. Dan bagi siapa yang percaya dan beriman bahwa Allah akan menggenapi janji-Nya, maka orang tersebut akan menjadi bagian dari orang-orang yang diselamatkan.

Kedatangan Kalimat Allah (Isa Al-Masih) ke dunia adalah penggenapan dari janji Allah tersebut. Maka, bagi mereka yang hidup pada zaman Isa Al-Masih dan setelahnya, iman yang dituntut dari mereka adalah iman pada Injil Keselamatan yang telah dibawa oleh Isa Al-Masih.

“Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud” (Injil, Rasul Lukas 2:11)

Apakah saudara Petualang mau percaya dan beriman kepada-Nya?
~
SO
# Yesus My Lord 2012-06-01 01:02
*
Quoting Petualang:
To Staf IDI:

Persoalan yang kemudian timbul adalah pengikut-pengikut setia para nabi, bagaimana mereka bisa selamat? Iman kepada Allah saja ataukan harus juga beriman kepada nabi mereka?


“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia [Isa Al-Masih], sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan" (Injil, Kisah Para Rasul 4:12).

“Akulah Jalan, Kebenaran dan Hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Sesungguhnya telah benar apa yang telah dilakukan para Nabi terhadap semua ajarannya, namun hanya ada satu jalan yang telah dijanjikan Allah bagi umat-Nya untuk dapat masuk kedalam surga-Nya yaitu mengikuti semua ajaran Putra-Nya (Yesus Kristus) dan percaya pada Injil yang telah diturunkan pada-Nya. Biarkan Yesus diam dihatimu maka engkau akan hidup kekal bersama-Nya.
# MessengerofGod 2012-06-01 01:16
*
Ada beberapa statement ingin saya ajukan:

1. Orang-orang beriman sudah sepatutnya mengimani Tuhan Allah Maha Kuasa, Maha Pengasih dan di atas segala-galanya, bukan dengan logika, pola pikir, kepintaran manusia yang terbatas. Einste in dengan IQ tertinggi di dunia mengimani Tuhan hanya bisa diterima dengan "Iman"(Beriman dulu baru memahami Firman, Tuhan yang mencari kita, bukan sebaliknya, dengan cara apapun manusia yang terbatas tak akan pernah menjangkau-Nya yang tak terbatas)

2. Setelah membaca forum ini, saya makin mengerti pribadi Yesus menurut Injil dan Al-Quran. Jika dengan logika tidakkah saudara Muslim berpikir dan memahami semua isi al-Quran mengenai Isa memiliki perbedaan antara penulis yang satu dengan lainnya, ada yg mengakui keilahian-Nya, ada yang mentah-mentah menolak-Nya.

3. Jadi penulis yang mengakui-Nya dan menolak-Nya, siapa yang lebih dulu menulis dan tahun berapa? Bagaikan ada Roh kudus berperan & ada "Roh lain" berperan, sehingga membuat umat Muslim bingung antara mengakui-Nya atau menolak-Nya.

Wassalam.
# MessengerofGod 2012-06-01 02:06
*
Beriman kepada Allah/ nabi manusia?

Forum ini sudah memberitakan berulang-ulang, bahwa Isa Al-Masih 100% Tuhan (Allah, Firman, Roh adalah satu) - Seperti keberadaan kita terdiri dari tubuh, jiwa, roh. Jika salah satu ditiadakan apakah masih disebut manusia normal? - Isa Al-Masih juga 100% manusia.

Beriman pada Yesus otomatis percaya kepada Allah+Firman-Ny a dan mengakui keNabian-Nya. Forum ini tidak bisa melukiskan-Nya dengan jawaban yang memuaskan pikiran anda, sebab Yesus hanya bisa diterima dengan hati dan iman anda. Tunggu Dia yang mengetuk pintu hati anda. Bersediakah anda membuka dan mengijinkan-Nya masuk?

Karena pertanyaan-pert anyaan doktrin dan logika yang ingin memahami-Nya dengan pikiran terbatas manusia, akan tiada habisnya dan tetap tak akan mengerti, ingin menjangkau menyelami kebesaran-Nya yang tak terbatas adalah hal sia-sia.

Kita seperti domba-domba tersesat yang siap dimangsa serigala, maka Ia rindu untuk mengambil kita kembali ke naungan-Nya. Pasti setelah ini timbul pertanyaan, mengapa menyamakan manusia dengan domba? Pertanyaan-pert anyaan tiada habis.
# Staff Isa dan Islam 2012-06-01 11:51
~
Saudara MessengerofGod,

Terimakasih telah membantu kami untuk menjelaskan tentang pribadi Isa Al-Masih dan bagaimana kita seharusnya menyikapi Dia, yaitu dengan iman dan percaya.

Semoga dengan penjelasan saudara di atas, teman-teman yang mengunjungi situs ini semakin dapat mengerti bahwa sebenarnya Isa Al-Masih bukanlah sekedar manusia biasa, tetapi Dia adalah Kalimat Allah yang datang ke dunia dalam rupa manusia Isa Al-Masih.

“Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:14)
~
SO
# Antony 2012-06-06 15:05
*
To Messengerofgod,

Saya sangat setuju kata-kata anda dan sangat mengerti maksud anda. Hanya Allah yang berkuasa membuka hati, mata dan telinga seseorang kepada Kebenaran Mutlak. Kita manusia tidak akan sanggup menemui-Nya, kecuali Dia sendiri yang ingin menemui Dia.

Sungguh tak terselami pikiran dan rencana-Nya, sebab segala sesuatu dari Dia, oleh Dia dan bagi-Nya lah Kemuliaan dan Hormat sampai selama-lamanya Amin.
# Petualang 2012-06-09 22:39
*
To Staf Isa dan Islam,

Dua kali saya membuat pertanyaan tentang Iman dan keselamatan orang-orang terdahulu pra Isa. Keduanya anda hapus.

Pada topik Al-Quran, anda menyampaikan kepada saya kalau anda mengajak untuk mencari kebenaran sejati, nyatanya anda menghapus dua pertanyaan saya tanpa ada penjelasan.

Saya coba ulangi lagi pertanyaan yang anda hapus. Menurut anda bagaimana pengikut-pengik ut setia para nabi sebelum Isa Al-Masih memperoleh keselamatan/sor ga? Haruskah mereka beriman kepada nabi mereka?
# Staff Isa dan Islam 2012-06-12 15:23
~
Saudara Petualang,

Memang benar kami menghapus pertanyaan saudara. Alasannya, karena saudara mengulang pertanyaan yang sama, di mana pertanyaan saudara tersebut sudah kami jawab pada pertanyaan saudara sebelumnya.

Silakan saudara lihat jawaban kami atas pertanyaan saudara pada tanggal: 2012-05-27 20:14, 2012-05-29 06:15, dan 2012-05-31 23:34.

Apakah jawaban kami masih kurang jelas? Bila kurang jelas, kami sarankan saudara mengemail staf kami di: dengan alasan karena keterbatasan tempat di forum ini.

Demikian, kiranya saudara dapat memakluminya.
~
SO
# Hamba Allah 2012-06-11 16:26
*
To Arinori,

“Ya Bapa yang kudus [Allah Bapa], peliharalah mereka [murid-murid Yesus] dalam nama-Mu, supaya “mereka menjadi satu sama seperti Kita adalah” (Injil, Rasul Besar Yohanes 17:11)

Inilah syafaat Yesus bagi murid-murid-Nya . Kalau mau mengerti arti kata “satu”, bacalah dengan baik-baik ayat yang saya kasih tanda (“). Saya tidak perlu lagi menjelaskannya, karena saya yakin anda bisa mengerti.

Terimakasih. Allah memberkatimu.
# petualang 2012-06-17 13:54
*
Staff Isa dan Islam

Baiklah. Jika saya rangkum diskusi kita, anda mengatakan bahwa para nabi bukanlah jalan keselamatan. Untuk manusia pra kedatangan Yesus syarat keselamatan adalah iman. Dan obyek iman selalu adalah Allah. Artinya tidak ada kewajiban manusia untuk beriman kepada para nabi.

Kalau seperti itu tolong beritahu kami bisakah kita beriman kepada Allah tanpa beriman kepada para nabi?

Tolong juga beritahu kami apa hakikat iman menurut anda.

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2012-06-18 19:49
~
Kami setuju dengan pernyataan pertama saudara. Para nabi jelas bukan jalan keselamatan sebab seorang manusia berdosa tentu tidak dapat menjadi jalan keselamatan bagi manusia berdosa lainnya. Hanya Allah yang dapat memberi keselamatan bagi seseorang. Sebab keselamatan datangnya hanya dari Allah.

“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Injil, Surat Efesus 2:8-9).

Hakikat iman menurut kami adalah “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat” (Injil, Surat Ibrani 11:1).

Dan lebih lagi dikatakan, “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia” (Injil, Surat Ibrani 11:6).

Kesimpulannya, seseorang dapat diselamatkan bila dia beriman kepada Allah, bukan kepada nabi.
~
SO
# gak ngerti 2012-06-21 10:28
*
Hanya ingin meneruskan, “Tunjukilah kami jalan yang lurus” (Qs 1:6)

Dimanakah “Jalan Lurus” itu dapat ditemukan? “(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni'mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat” (Qs 1:7)
# Staff Isa dan Islam 2012-06-21 18:54
~
"Isa bersabda: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Isa adalah sang "Jalan". Melalui Dia orang dapat belajar mengenai "Kebenaran" tentang Allah dan menemukan "Hidup" bersama Allah.
~
SO
# petualang 2012-06-22 06:03
*
Menurut saya salah besar jika anda berkata keselamatan terjadi jika kita beriman kepada Allah saja tanpa iman kepada nabi yang diutus-Nya.

Mustahil seseorang dikatakan beriman kepada Allah jika ia menolak nabi utusan-Nya. Karena semua berita tentang Allah yang benar diwahyukan melalui Nabi dan semua cara menuju pada ketaatan murni pada Allah hanya bisa dicapai manakala mengikuti semua petunjuk dari Nabi.

Sehingga iman kepada nabi dan Allah adalah satu paket yang tidak boleh dipisahkan. Yohanes 17:3 “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah engkau utus”.

Ini yang disebut dengan duakalimat syahadat yaitu iman pada Allah dan utusan-Nya. Seperti ayat di atas.

Jadi, seseorang yang mengaku beriman kepada Allah tetapi tidak mau beriman kepada Nabi pasti ia akan tersesat.
# Staff Isa dan Islam 2012-06-26 12:27
~
Saudara Petualang,

Kami hanya beriman pada kebenaran firman Allah. Tidak pada yang lain!

Yesus berkata, “Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat , sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga” (Injil, Rasul Besar Matius 24:24).

Sebelum Yesus naik ke sorga, Dia memperingatkan pengikut-Nya bahwa setelah Dia, akan banyak muncul nabi-nabi palsu yang mengaku dirinya dari Allah, dan memutar-balikka n firman Allah.

Itulah sebabnya perkataan setiap nabi harus diuji, apakah konsisten dengan firman yang sudah Allah sampaikan kepada nabi-nabi sebelumnya.

Ayat yang saudara kutip di atas jelas berbeda dengan dua kalimat syahadat yang sering disampaikan oleh umat Muslim. Sebab, Muhammad dan Yesus jelas mempunyai kedudukan yang berbeda. Yesus adalah Firman Allah yang menjelma menjadi manusia, sedangkan Muhammad hanyalah manusia biasa. Bila kita beriman kepada manusia, bukankah berarti kita telah menduakan Allah?
~
SO
# nail 2012-06-26 11:19
*
Isa Al-Masih adalah Rahmat yang diberikan Allah kepada manusia, dan kita patut bersyukur untuk berkah-Nya. Karena kasih-Nya kepada manusia Ia rela datang ke dunia agar kita beroleh keselamatan bersama dengan Dia di dalam sorga.

Mungkin sulit diterima dengan akal, tetapi dengan iman, itulah kemaha-kuasaan Allah.
# Staff Isa dan Islam 2012-06-26 12:29
*
"Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal" (Injil, Rasul Besar Yohanes 3;15).
~
SO
# petualang 2012-06-26 23:04
*
Staff Isa dan Islam,

Saya sepakat dengan anda bahwa kita mesti menguji kebenaran setiap nabi yang datang. Bukan saja nabi, rasul atau tokoh agama pun perlu untuk kita uji ajarannya.

Di sini kita tidak memaksakan iman seseorang, akan tetapi kita berdialog sebagaimana tag line web anda ini. dalam rangka menguji kebenaran cara pandang kita terhadap iman dan kitab suci baik Islam maupun Kristen.

Sudah saya katakan bahwa tidaklah mungkin seseorang mencapai derajat iman jika menolak Nabi utusan-Nya. Semua penjelasan iman dan hakikat Tuhan yang benar hanya bisa kita dapatkan melalui ajaran Nabi. Pada saat saya menanyakan hakikat iman, anda tidak menjawab tetapi hanya memberikan posisi iman. Adapun ayat Yohanes14:6 harus anda lihat konteksnya dimana Yesus berkata seperti itu pada saat Yohanes Pembaptis telah meninggal. Pada saat ia masih hidup, Yesus menyerukan orang-orang Yahudi untuk taat dan mengikuti petunjuk Yohanes agar memperoleh keselamatan. Baca Matius 21:30-43
# Staff Isa dan Islam 2012-07-03 22:14
~
Saudara Petualang,

Kami telah menjawab setiap pertanyaan saudara tentang iman dan hakiki iman. Silakan saudara kembali membaca dengan teliti jawaban sebelumnya dari kami.

Tentang mengimani nabi yang saudara maksud, sepertinya kita mempunyai pandangan yang berbeda. Islam memang memerintahkan untuk mengimani dan meneladani nabinya, sehingga tanpa disadari, orang Islam lebih tunduk pada perkataan Muhammad daripada perkataan Allah.

Memang benar dan seperti Firman Allah katakan, bahwa dahulu Allah berbicara melalui nabi-nabi, tetapi pada akhir zaman ini melalui Isa Al-Masih (Injil, Surat Ibrani 1:1-2).

Inilah petunjuk yang disampaikan oleh Yohanes pembaptis: "Lihatlah Anak domba Allah (Isa Al-Masih), yang menghapus dosa dunia” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:29). Artinya keselamatan itu ada pada Isa Al-Masih. Adakah nabi dapat menghapus dosa manusia?

Tetapi Isa Al-Masih dapat, karena Ia lebih dari utusan. Ia adalah Kalimat/Firman Allah yang adalah Allah, yang telah menjadi manusia. Datang ke dunia menjadi Juruselamat umat manusia.

Bagaimana mengalami keselamatan dari Isa Al-Masih? Silakan baca dan renungkan di url ini http://tinyurl.com/6ntpehg
~
DA
# jamil 2012-06-29 21:09
*
Point ke lima, Mengerti arti pengorbanan anak Ibrahim.

Kalau dalam Islam memiliki dua makna besar yaitu, sebagai ujian keimanan (Ibrahim) dan ujian kesabaran dalam ketaatan (Ismail).

Dalam uraian penulis topik ini sama sekali tidak memberikan penjelasan apa arti pengorbanan anak Ibrahim. Karena tidak ada maka saya bertanya, kiranya penulis atau staff Isa dan Islam sudi memberikan penjelasan berdasarkan Alkitab.

Terima kasih
# Staff Isa dan Islam 2012-07-06 15:53
~
Saudara Jamil,

Maaf bila artikel di atas tidak begitu jelas menjabarkan arti dari pengorbanan anak Ismail.

Pengorbanan anak Ibrahim adalah ilustrasi dari pengorbanan Isa Al-Masih di kayu salib. Perhatikanlah ayat ini: “Kami tebusi anaknya itu sembelihan yang besar (seekor kambing / domba).” (QS 37:107).

Allah telah mengirim seekor domba untuk dikurban, agar anak Ibrahim kembali mendapatkan kehidupannya. Sebab, kematian domba jantan itu telah menebus manusia [anak Ibrahim] dan memberikan hidup kepadanya.

Demikian halnya dengan Isa Al-Masih. Dia telah menjadi “Kurban yang Agung”, agar melalui kematian-Nya, manusia mendapatkan kehidupan kekal. Yohanes Pembaptis, ketika dia melihat Isa Al-Masih, dia berkata, “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:29).

Untuk lebih jelasnya, silakan saudara membaca artikel tentang “Rahasia Idul Adha” pada url ini: http://tinyurl.com/d7yp79g.
~
SO
# jamil 2012-07-07 23:07
*
Melalui Al-Quran kita bisa mengetahui hakikat perintah penyembelihan anak Ibrahim, yaitu untuk menguji iman Ibrahim dan Ismail.

Perhatikan Qs 37:100-107, "Ibrahim sangat berkeinginan untuk memiliki keturunan, sehingga ia senantiasa berdoa pada Allah agar dikaruniai anak. Allah kemudian mendengar doa Ibrahim dan mengabulkan doanya. Lahirlah Ismail (Tuhan mendengar). Ketika Ismail tumbuh, Ibrahim mendapat perintah untuk menyembelih anak yang sangat didambakannya sejak lama. Setelah didiskusikan perintah itu dengan ismail, dilaksanakanlah perintah itu. Akhirnya mereka lulus ujian keimanan, dan akhirnya Allah mengganti qurban dengan seekor domba"

Menurut Al Kitab, untuk tujuan apa Allah memerintahkan Ibrahim menyembelih Ismail ?
# Staff Isa dan Islam 2012-07-11 10:55
~
Saudara Jamil,

Terimakasih atas penjelasan saudara. Boleh kami bertanya? bukankah tidak ada ayat di atas yang menjelaskan bahwa yang dikorbankan adalah Ismael?

Namun Alkitab dengan jelas menyebutkan bahwa Ishak yang dikurbankan. Firman Allah: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu" (Taurat Kitab Kejadian 22:2).

Selain untuk menguji ketaatan Ibrahim, ada sesuatu yang besar yang dinyatakan di situ, yaitu dapat menolong kita mengerti tentang penyaliban Isa Al-Masih. Untuk penjelasan selangkapnya silakan baca di url ini http://tinyurl.com/7uwqqhn dan http://tinyurl.com/d7yp79g.
~
DA
# Jesus My Lord 2012-07-10 07:48
*
Quoting Heri:
*
Karena Yesus pun Muslim,
Saya sering menemukan ungkapan para Muslim tentang hal ini tapi saya sangat bingung dengan pengertian itu.
1. Yesus lahir ke dunia jauh sebelum Muhammad lahir.
2. Muhammad adalah orang pertama yang manganut ajaran Agama Islam.

Pertanyaannya,
1. Apakah Muhammad pengikut Yesus?
2. Apakah Muhammad telah melakukan pembohongan publik dengan mengaku sebagai pencetus ajaran Islam?

Kesimpulan,
1. Muhammad tidak pernah mengikuti Yesus. Ajaran Yesus adalah Kasih. Ajaran Muhammad adalah Sahid (Jihad). Ajaran Yesus Kasihani musuhmu. Ajaran Muhammad taklukan musuhmu. Ajaran Yesus mengalah kepada musuhmu. Ajaran Muhammad lawanlah musuhmu.

2. Bila sebelum Muhammad lahir, mengapa tidak pernah ada catatan sejarah bahwa Agama Islam telah ada sebelum zaman Muhammad. Bila sesudah Muhammad lahir, dapatkah Muhammad mengatakan bahwa orang sebelum dia lahir telah mengikuti ajarannya?
# purwa 2012-07-10 12:52
*
Ajaran Yesus adalah kasih, ajaran Nabi Muhamad adalah kasih sayang.
# Staff Isa dan Islam 2012-07-11 13:01
~
Saudara Purwa,

Setiap umat tentu selalu memandang baik apa yang dilakukan oleh nabinya. Sehingga, kami dapat memaklumi bila saudara mengatakan nabi saudara mengajarkan kasih sayang.

Tetapi saudara juga harus dapat melihat dan menerima kenyataan, bahwa nabi saudara tidak sepenuhnya mengajarkan kasih sayang. Salah satunya adalah ajaran jihad.

"Penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka... barangsiapa yang menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Allah amat keras siksaanNya”
(Qs 8:12-13).

Tidak salah bagi setiap umat beragama untuk menyebarkan ajarannya, tapi apakah harus melakukannya dengan cara paksa sampai harus memenggal dan memancung jari orang yang tidak mau mengikuti agama kita?
~
SO
# Jesus My Lord 2012-07-11 01:10
*
Quoting purwa:
Ajaran Yesus adalah kasih, ajaran Nabi Muhamad adalah kasih sayang.

Apa Muhammad sering mengajarkan tentang kasih sayang? Yang paling sering diserukan Muhammad adalah agar semua pengikutnya untuk berjihad dan membunuh semua yang menentangnya dimana pun anda mendapatinya. Dimana dapat terlihat cinta kasihnya?

Apa yang dilakukan Muhammad mendapati seorang wanita berbuat zinah? Merajamnya sampai mati setelah melahirkan anaknya. Yesus mengajarkan untuk mendoakan dan mengasihi musuhmu bukan memeranginya. Yesus menyelamatkan wanita yang didapatinya akan dibunuh orang banyak karena kedapatan berzinah.

Terlihat jelas perbedaan Kasih Yesus dan Kasih Muhammad. Yesus malah menyuruh pengikut-Nya untuk memberikan pipi kirimu bila pipi kananmu ditampar, artinya jangan melawan kekerasan dengan kekerasan melainkan dengan kasih, apa Muhammad mengajarkan itu kepada umatnya?
# yohanes Waluyo 2012-07-11 10:43
*
Ajaran Muhammad kebanyakan dari Kitab Perjanjian Lama. Coba kita baca tentang kurban bakaran Musa, Tentang hukum bagi pezinah. Semua mengaku pada Kitab Taurat/Zabur. Walaupun tidak saya pungkiri dengan adanya Islam, bersatunya negara 2 Timur Tengah.
# Staff Isa dan Islam 2012-07-13 15:52
~
Saudara Yohanes Waluyo,

Itu merupakan salah satu bukit bahwa Alkitab adalah firman Allah untuk semua umat manusia. Hal ini terlihat dari beberapa pernyataan yang diberikan oleh Muhammad. Diantaranya, Qs 10:94, Allah meminta jika Muhammad ragu-ragu baiknya ia bertanya kepada “orang orang yang membaca kitab sebelumnya” (yaitu kitab orang Yahudi dan Kristen).

Juga dalam Qs 4:162-163, Allah menyatakan bila beriman pada “apa yang telah diturunkan sebelummu” (AlKitab) mendapat pahala besar. Qs 35:31 dikatakan, Allah memang mewahyukan Alkitab dan itulah yang benar. Pada Qs 4:136 Allah memerintah supaya beriman kepada kitab-kitab sebelumnya (Alkitab). Dan terakhir Qs 5:48, Al-Quran membenarkan kitab-kitab sebelumnya.

Jadi, selayaknyalah umat Muslim juga membaca, mempelajari dan melakukan Firman Allah tersebut. Sehingga dapat bersatu dengan bangsa-bangsa yang lain juga.
~
DA
# jamil 2012-07-12 07:26
*
Staff Isa dan Islam

Ok, saya pegang kesepakatan kita bahwa tujuan Allah memerintahkan Ibrahim menyembelih anaknya Ismail adalah untuk menguji iman Ibrahim. Sebagaimana dalam Kejadian 22:1-2 "Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham......Fi rman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, ... dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban ...."

Mari kita lihat keterangan tentang Ishak dalam ayat sebelumnya yaitu kejadian 21:12. "....sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak"

Allah sudah menjanjikan kepada Ibrahim bahwa ia akan memiliki keturunan dari Ishak. Sehingga perintah menyembelih Ishak menjadi tidak mungkin. Bertentangan dengan tujuan perintah itu 22:1.
# Staff Isa dan Islam 2012-07-18 14:50
~
Saudara Jamil,

Dari ayat-ayat Firman Allah yang saudara tulis, bukankan dengan jelas memberitahukan bahwa yang disebut keturunan Ibrahim adalah Ishak, anak tunggalnya. Jadi, yang dipersembahkan/ disembelih adalah Ishak bukan Ismail.

Mengenai apa yang saudara anggap tidak mungkin tentu saja mungkin dihadapan Allah. Silakan baca Taurat, Kitab Kejadian 22:11-14. Nabi Ibrahim rela mengorbankan anaknya karena taat pada perintah Allah. Allah menyediakan korban pengganti bagi anaknya.

Demikian Allah Bapa rela mengorbankan Kalimat-Nya karena kasih-Nya bagi manusia. Pengorbanan Kalimat Allah membuka jalan keselamatan bagi kita. Kiranya saudara pembaca akan berpaling kepada Dia, Isa AL-Masih, Juruselamat dunia dan menikmati keselamatan dari dosa yang disediakan Allah Bapa!
~
DA
# petualang 2012-07-13 22:34
*
Staf IDI:

Iman adalah sebuah keyakinan hati yang dibenarkan oleh lisan dan dibuktikan dengan perbuatan. Seseorang dikatakan beriman jika ada keselarasan antara hati, lisan dan perbuatannya. itulah hakikat iman. Karena pentingnya dan strategisnya iman ini maka ia menjadi dasar dari keselamatan. jadi (Injil, Surat Ibrani 11:1) hanya memberi gambaran pada kita betapa pentingnya iman bukan memberi penjelasan tentang hakikat iman. Islam lebih jelas dari Kristen terkait iman.

Dari pengertian iman itu bisa kita simpulkan, Nabi utusan Allah tidak mungkin melanggar perintah Tuhan dengan sengaja. Dan tidak mungkin seseorang bisa taat pada Allah disisi lain tidak mau taat pada Utusan Allah.

Semoga bisa memberi pencerahan pada anda.
# Staff Isa dan Islam 2012-07-18 11:47
~
Saudara Petualang,

Iman yang menyelamatkan adalah percaya hanya kepada Isa Al-Masih untuk memperoleh hidup kekal. Ini berarti bersandar kepada Isa Al-Masih yang telah menjalani hukuman dosa kita di atas kayu salib untuk membawa kita ke sorga. Dan bukan bersandar kepada usaha dan perbuatan baik kita.

“Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya (Isa Al-Masih) beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:15)
~
DA
# Dedew 2012-07-18 11:59
*
Maaf saya mau meluruskan kepada orang-orang yang memperdebat masalah siapa yang di korbankan?

Kejadian 16:1-16 Tentang siapa Ismail dan bagaimana nasibnya dijelaskan dengan jelas disana baca jika anda ingin kebenaran.

Dan lanjutannya, Kejadian 17:17-20 Kalimat paling utama disitu ialah ayat 18-19, “Lalu berkatalah ia (Abaraham) kepada Allah, "Sebaiknya Ismael saja yang menjadi ahli waris saya. Tetapi Allah berkata, "Tidak. Sara istrimu akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakannya Ishak. Aku akan setia kepada perjanjian-Ku dengan anak itu dan dengan keturunannya untuk selama-lamanya. Perjanjian itu kekal”

Lanjutan terahkir dengan jelas, Kejadian 22:2 "Kata Allah, "Pergilah ke tanah Moria dengan Ishak, anakmu yang tunggal, yang sangat kaukasihi. Di situ, di sebuah gunung yang akan Kutunjukkan kepadamu, persembahkanlah anakmu sebagai kurban bakaran kepada-Ku"
# Staff Isa dan Islam 2012-07-20 09:23
~
Saudara Dedew,

Terimakasih untuk penjelasan yang telah saudara berikan. Semoga dengan membaca penjelasan dari saudara, maka teman-teman Muslim dapat mengakui bahwa anak yang dikurbankan Abraham adalah Ishak sebagaimana yang telah diperintahkan Allah. Bukan Ismael sebagaimana yang diyakini teman-teman Muslim selama ini.
~
SO
# jamil 2012-07-19 23:30
*
Staff Isa dan Islam

Coba perhatikan urutannya:
Di ayat 21:12 Allah sudah berjanji akan memberikan keturunan kepada Ibrahim melalui Ishak. Tentunya, Ibrahim yang memiliki kekuatan iman yang besar percaya akan janji Allah.
Kemudian tiba-tiba Allah ingin menguji Iman Ibrahim (22:1). Ujian itu adalah memerintahkan Ibrahim untuk menyembelih anaknya, Ishak (menurut Kristen) [22:2].

Bagi orang yang memiliki kecerdasan standar saja sudah pasti akan melaksanakan perintah itu tanpa beban. Karena ia tahu bahwa Ishak tidak akan meninggal. Apa lagi Ibrahim yang memiliki iman dan kecerdasan yang luar biasa pasti menganggap ringan perintah itu, karena ia tahu bahwa Ishak akan selamat, tidak akan menjadi kurban. Dari mana Ibrahim tahu bahwa Ishak akan selamat? jawabannya dari janji Allah sendiri di ayat 21:12 di atas.

Lantas dimana esensi ujian perintah itu?
# Staff Isa dan Islam 2012-07-20 14:45
~
Saudara Jamil,

Apakah saudara sudah pernah membaca secara lengkap kisah dari Abraham tersebut?

Bila belum, saudara dapat mulai membaca dari Kitab Kejadian Pasal 12. Dimana Allah membuat satu perjanjian dengan Abraham melalui keturunannya. Pada Pasal 15 saudara dapat membaca lagi bagaimana Allah mengulang perjanjian-Nya. Dimana saat itu Abraham merasa putus asa sebab di usia tuanya dia belum kunjung memiliki anak.

Saudara Jamil, terkadang manusia tidak sabar menunggu janji Allah digenapi. Kadang juga manusia mengandalkan kekuatan mereka untuk menggenapi janji Allah dalam diri mereka. Tetapi semua adalah sia-sia, sebab hanya Allah saja yang dapat menggenapi janji-Nya. Itu juga yang terjadi pada Abraham. Karena usianya dan isterinya yang sudah tua, dan ketakutannya untuk tidak mempunyai keturunan, akhirnya Abraham mengambil budak Sarah untuk menjadi gundiknya, dan lahirlah Ismael.

Abraham berharap janji Allah dapat digenapi melalui Ismael. Tapi prediksi Abraham salah. “Dan Abraham berkata kepada Allah: "Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!" Tetapi Allah berfirman: "Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya” (Pasal 17:18-19).

Allah tidak pernah ingkar pada janji-Nya atas Abraham. Di usia tuanya, dan ketika Sarah isterinya sudah mandul, Allah menepati janji-Nya. Sarah melahirkan Ishak. Anak kandung Abraham.

Saudara Jamil, saudara dapat melihat bagaimana Allah benar-benar menguji iman dan kesetiaan Abraham. Dan ketika anak itu sudah ada, Allah meminta Abraham mempersembahkan nya untuk disembeli. Bila saudara Jamil ada diposisi Abraham, masihkan saudara dapat mengatakan bahwa hal itu adalah biasa dan tidak ada esensi ujiannya?
~
SO
# Wilah Sawung 2012-07-21 02:02
*
Tidak heran kalau orang memperdebatkan antara Al-Quran dan Injil.

Permasalahannya karena pada umumnya setiap orang jika membaca kitab orang lain selalu dari sudut pandang kitabnya masing-masing, tetapi kalau mau diteliti dengan tulus maka jelas ada hubungan tersembunyi antara Al-Quran dan Injil.
# Staff Isa dan Islam 2012-07-23 14:39
~
Benarkah ada hubugan antara Al-Quran dan Injil? Salah satu ayat Al-Quran berbunyi: “Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa” (Qs 5:46).

Walau Al-Quran dengan jelas-jelas telah mengatakan bahwa dalam Injil dan Taurat ada petunjuk dan cahaya, namun orang Islam tidak pernah percaya sepenuhnya pada isi Injil dan Taurat.

Pandangan ini diperkuat ayat lain dalam Al-Quran yang mengatakan bahwa Injil dan Taurat telah dipalsukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung-jawab.

Dua pandangan ini tentu sangat membingungkan. Mana yang benar, Injil Taurat sebagai petunjuk dan cahaya atau Injil Taurat telah dipalsukan sehingga tidak perlu dipercaya?
~
SO
# anakRaja 2012-07-24 12:41
*
Allah Maha Adil dan Allah Maha Pengasih. Ada seorang Raja di Rusia, suatu hari kekurangan pangan terjadi di kerajaan sehingga mereka harus menghemat pangan untuk bertahan hidup. Suatu hari ketika ada laporan bahwa sudah beberapa kali karung beras telah hilang, Raja itu marah. Ia memberi peringatan kepada seluruh pasukannya, siapa yang mencuri beras akan dihukum cambuk 50 kali.

Beberapa saat kemudian anak buahnya mendapati pencuri tersebut. Pencuri adalah ibu Raja. Raja terdiam, dia tak tega melihat ibunya dicambuk karena dia mengasihi ibunya. Tapi di satu sisi dia harus menegakkan keadilannya. Akhirnya dia mengambil satu keputusan bahwa hukum harus tetap dijalankan untuk suatu pelanggaran. Tapi Raja sendiri yang akan dicambuk 50 kali untuk menggantikan ibunya.
# Staff Isa dan Islam 2012-07-27 09:42
~
Saudara Anakraja,

Terimakasih atas ilustrasi yang sudah saudara buat di atas untuk menggambarkan bagaimana Allah yang Maha Adil, juga adalah Allah yang Maha Pengasih. Dan ilustrasi tersebut dapat menggambarkan bagaimana arti pengorbanan Kalimat Allah bagi manusia berdosa.

Kiranya dengan ilustrasi yang saudara cantumkan, orang-orang semakin dapat mengerti bahwa tidak mustahil Allah mau menanggung dosa manusia dengan dihukum di atas kayu salib.
~
SO
# BOLEH JUGA 2012-07-29 19:59
*
Tolong dibaca dan disimak baik-baik ayat kudus dari Taurat, Kitab Kejadian 22:9 berbunyi demikian:

"Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api"

Jelaslah bahwa dari ayat ini, Ishak-lah yang dipersembahkan. Tahu Ismael yang dikorbankan dari mana? Di Al-Quran saja tidak disebutkan namanya.

Semua ini karena Abraham kurang tahan diri, andai saja masih sabar menunggu janji Tuhan. Tidak mungkin berbedaaan ada sampai dengan jaman saat ini kita hidup.
# Staff Isa dan Islam 2012-07-30 14:49
~
Saudara, itulah salah satu sifat manusia. Tidak sabar menunggu janji Tuhan. Mereka selalu menginginkan segala sesuatunya secara instan. Mereka lupa bahwa rancangan Allah jauh lebih indah dari setiap hal yang mereka pikirkan.

Nah, bagaimana dengan saudara? Adakah saudara percaya bahwa waktu Tuhanlah yang paling tepat untuk menyatakan mujizat-Nya?

“Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir” (Kitab Pengkotbah 3:11).
~
SO
# ahmad 2012-07-31 11:59
*
Mengapa hanya untuk mengampuni dosa manusia dan untuk memberi keselamatan saja, Tuhan mesti menjelma jadi manusia dulu? Bukankah kalau Tuhan itu Maha Kuasa mestinya sederhana saja penyelesaiannya tanpa harus repot-repot menjadi manusia?

Saya saja yang manusia biasa, bisa memberikan penyelesaian sederhana atas dosa manusia. Cukup akan saya bilang begini: Hai manusia, jika kamu berdosa dan ingin selamat dalam kehidupan di dunia maupun akhirat, mintalah ampun dan bertaubatlah kepada-Ku, maka akan Aku ampuni, karena Aku maha penerima taubat. Itu saja kan cukup, tidak perlu repot-repot berubah wujud menjadi manusia.
# Staff Isa dan Islam 2012-08-01 13:42
~
Saudara Ahmad,

Itulah bedanya Anda dengan Allah. Manusia selalu ingin yang instans. Konsep pengampunan dosa yang saudara sampaikan, adalah salah satu bentuk sifat manusia yang selalu segala sesuatunya instans tanpa proses.

Salah satu ayat dalam Kitab Suci berkata, “O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keput usan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya !” (Injil, Surat Roma 11:33).

Tidak ada manusia yang dapat menyelami jalan-jalan Allah. Manusia juga tidak akan dapat mengerti bagaimana Allah mengasihi manusia ciptaan-Nya, sehingga Dia rela menjelma menjadi serupa dengan manusia, demi memberi keselamatan bagi mereka.

Sayangnya, manusia dengan keterbatasan mereka, berusaha untuk menyelami maksud Allah yang tak terselami.
~
SO
# eli 2012-08-01 16:11
*
Saudaraku, orang-orang telah menyamakan air sirup dengan sirup yang sebenarnya. Air sirup itu menyatu dengan sempurna, tapi air tetaplah air, dan sirup tetaplah gula-gula kental yang manis.

Sebutkanlah kalimat yang benar-benar meyakinkan bahwa Yesus adalah Allah.
# Staff Isa dan Islam 2012-08-04 10:23
~
Saudara Eli,

Sebenarnya bila saudara membaca Injil dengan teliti, saudara akan dapat melihat banyak ayat yang menyatakan ke-Tuhan-an Yesus. Salah satu diantaranya, adalah ketika murid-murid Yesus berkumpul, Yesus menampakkan diri kepada mereka setelah Dia bangkit dari kematian-Nya.

Ketika para murid menceritakan peristiwa tersebut pada Tomas yang tidak hadir saat itu, dia tidak percaya. Katanya, dia akan percaya kalau sudah membuktikannya. Delapan hari kemudian, Yesus kembali menampakkan diri pada mereka termasuk Tomas.

“Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."

Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!"

Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya"
(Injil, Rasul Besar Yohanes 20:27-29).

Perhatikanlah tanggapan Yesus atas perkataan Tomas. Bila Yesus tidak mengakui diri-Nya adalah Tuhan Allah, tentu Dia akan menyangkal perkataan Tomas. Tetapi karena apa yang dikatakan Tomas adalah benar, maka Yesus memperkuat jawaban Tomas dengan mengatakan “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya"

Untuk penjelasan yang lebih detail lagi, silakan menghubungi staf kami lewat email di: .
~
SO
# Petualang 2012-08-04 21:43
*
Staf IDI,

Menurut Alkitab, nabi-nabi juga adalah jalan keselamatan. Seseorang dikatakan beriman kepada Allah jika ia konsisten dalam mengikuti petunjuk Nabi utusan Allah. Jalan yang lurus adalah jalannya para Nabi dan pengikutnya yang setia. Para Nabilah petunjuk pada jalan kebenaran.

Yesus mengatakan dalam kitab Matius 21:31-32. "Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemung ut cukai dan perempuan-perem puan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah. Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemung ut cukai dan perempuan-perem puan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya"
# Staff Isa dan Islam 2012-08-10 16:33
~
Saudara Petualang,

Kami sependapat dengan saudara bahwa Nabi-nabi adalah menunjukkan jalan kebenaran.

Injil menjelaskan, bahwa Yohanes Pembaptis adalah nabi, utusan yang disuruh mendahului Sang Mesias (Lihatlah Injil, Rasul Markus 1:2; Kitab Nabi Maleakhi 3:1).

Apakah petunjuk Yohanes Pembaptis? Mari kita perhatikan ayat suci di bawah ini:
"Sesudah aku (Yohanes Pembaptis) akan datang Ia (Isa Al-Masih) yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak" (Injil, Rasul Markus 1:7).

“Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:29)

Dari ayat-ayat di atas jelas bahwa Yohanes Pembaptis menunjukkan bahwa Isa Al-Masih adalah jalan keselamatan. Ini selaras dengan yang dikatakan Isa Al-Masih sendiri, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup” (Injil Rasul Besar Yohanes 4:16)

Nah, bagaimana dengan saudara sudahkah mendengarkan dan mengimani petunjuk nabi Allah tersebut?
~
DA
# kebenaran 2012-08-06 15:44
*
To Petualang,

Saudara yang terkasih, kita semua harus mengetahui sejarah. Dari awal sampai kehadiran Tuhan di dunia sebagai manusia. Di zaman Nabi Ibrahim - Nabi Musa - Nabi Daud sampai seterusnya, sebelum langit dan bumi lenyap dan sebelum Anak Manusia (Tuhan yang menjadi Manusia) mengalahkan maut (Bangkit dari kematian), umat manusia sudah hidup berada dalam dosa. Mendapat hukuman/kutukan dari Tuhan dengan menjalankan Hukum Taurat, agar dapat tempat di sorga.

Oleh karena Yesus Kristus bangkit dan menang atas maut, kita semua mendapatkan pengampunan dosa/ kutukan tersebut. Karena Kasih Tuhan yang begitu besar terhadap kita manusia. Karena kita telah menerima pengampunan-Nya , sekarang ini kita tidak lagi menjalankan hukuman dari kutukan Tuhan dalam hukum Taurat, dan hanya Hukum Kasih yang wajib kita jalankan.
# kebenaran 2012-08-06 16:08
*
Sdr. Ahmad,

Untuk menempuh Jalan Kebenaran menuju tempat-Nya, tidak segampang seperti yang anda ucapkan. Dalam Alkitab pun semua Firman Tuhan tidak dapat dipahami oleh manusia, tanpa adanya Roh Allah yang Kudus. Kalau hanya menghafal saja kita semua bisa dengan gampang.

Dan Tuhan sendiri menjelma menjadi manusia sesuai kehendak-Nya, untuk menjadi panutan/ contoh hidup sebagai manusia, haruslah sempurna sama seperti Tuhan di dalam Yesus Kristus.
# hamba allah 2012-08-12 14:16
*
"Maka sekira-kira pukul tiga itu, bseserulah Yesus dengan suara yang nyaring, katanya: "eli, eli, lama sabachtani. "artinya ya Tuhan ku, ya Tuhan ku apakah sebabnya engkau meninggalkan aku" (Injil Matius 27:46)

Pertanyaan saya, mengapa Yesus berteriak minta tolong kepada Tuhan diwaktu akan disalib? Kalau memang kedatangan Yesus untuk disalib, mestinya Dia bersedia untuk disalib.
# Staff Isa dan Islam 2012-08-16 17:06
~
Saudara Hamba Allah,

Isa Al-Masih tidak pernah minta tolong untuk dilepaskan dari salib. “Eli-eli lama Sabakhtani” itu menyerukan kepahitan yang dialami Isa Al-Masih. Karena Ia harus terpisah dari Allah Bapa ketika menanggung hukuman dosa manusia.

Saudara benar, kedatangan Isa Al-Masih ke dalam dunia ini adalah untuk menebus dan menanggung hukuman atas dosa yang telah diperbuat umat manusia.

Oleh karena itu, mati disalib adalah tujuan dari hidup-Nya. Oleh sebab itu, Isa Al-Masih sendiri yang menyerahkan nyawa-Nya dan nyawa itu bukan dirampas dari-Nya.

"Demikianlah kita ketahui kasih Kristus (Al-Masih), yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita." (Injil, Surat 1 Yohanes 3:16)

Isa Al-Masih sangat rela untuk menderita ganti kita. Adakah Saudara juga rela menyambut uluran tangan-Nya, untuk mau percaya kepada-Nya?

Kami mengundang Saudara untuk boleh merenungkan siapakah Isa Al-Masih yang sesungguhnya dalam artikel: http://tinyurl.com/6ntpehg
~
DA
# #vina 2012-08-15 08:56
*
Terimakasih sebelumnya karena anda telah membuka ruang untuk perbedaan agama lebih saling mengetahui satu sama lain.

Mengapa Tuhan sepertinya harus disalib dahulu, baru bisa menghapus dosa-dosa umat-Nya? Bukankah, Isa Al-Masih hanya diutus oleh Allah untuk bangsa Israel?
# Staff Isa dan Islam 2012-08-15 19:55
~
Saudari Vina,

Terimakasih juga karena saudari Vina sudah bersedia bergabung di forum ini. Jawaban kami atas pertanyaan saudara adalah:

“Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (Injil, Surat Roma 6:23).

Aturan yang telah Allah buat adalah, setiap dosa harus dihukum. Aturan ini telah diterapkan sejak Adam dan Hawa melanggar perintah Allah.

Bila setiap manusia harus dihukum karena dosa-dosa mereka, maka semua manusia akan binasa. Sebab tidak ada yang dapat dilakukan oleh manusia untuk menghindari hukuman tersebut. Amal ibadah pun tidak dapat meluputkan manusia dari hukuman tersebut.

Tapi Allah yang Maha Pengasih tidak ingin manusia ciptaan-Nya binasa. Akhirnya Allah mengambil inisiatif untuk datang ke dunia dalam wujud manusia yang dikenal dengan nama Isa Al-Masih/Yesus Kristus. Tujuannya, agar Dia dapat menyatakan kepada manusia bagaimana Allah sangat mengasihi manusia, dan Allah ingin manusia dapat kembali pada kemuliaan-Nya.

Untuk bisa memperoleh keselamatan dan hidup kekal, Kalimat Allah harus mati disalib. Bukan karena Dia bersalah, tetapi untuk menanggung kesalahan manusia serta memberi jaminan hidup kekal bagi manusia.

“Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh” (Kitab Nabi Besar Yesaya 53:5).
~
SO
# ziach 2012-10-17 02:57
*
Quoting rosa:
*
Untuk mendapat kerajaan Allah, ternyata kita harus merelakan semua harta kita. Berat juga untuk mencapai keselamatan itu. Tidak seperti yang diungkapkan, yaitu cukup dengan hanya percaya.

Kisahnya seperti ini, “Dan mereka (murid-murid Isa) yang mendengar itu berkata: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?" (Injil Lukas 18:26).

Maksudnya seperti ini, "kalau orang kaya ini saja tidak bisa selamat, lalu siapa?" Mengapa orang kaya jadi patokan? Karena pada zaman itu orang-orang percaya bahwa orang kaya berarti “diberkati” karena ketaatannya dalam beribadah dan membayar persepuluhan. Maka Allah “berkenan” kepada orang tersebut dan memberkatinya.

Tapi ketika dia mencintai harta dan kekayaannya melebihi cintanya pada Allah, maka semua itu sia-sia. Karena itu "Lalu Isa memandang dia dan berkata: "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah" (Injil, Rasul Markus 10:23).
# Luhut 2012-10-22 18:10
*
Saya percaya dalam hati dan mengaku dengan lidahku bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah. Kristen dan Islam adalah bersaudara.
# revival 2012-10-26 12:45
*
Injil Yohhanse 12:50 “Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal”

Jadi, hidup yang kekal itu karena apa? Karena menjalankan perintah-Nya/Al lah. Bukan karena meyakini jika Yesus itu Allah.

Ayat selanjutnya " Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku"

Dan Yesus hanya penyampai firman.
# Staff Isa dan Islam 2012-11-05 12:14
~
Saudara Revival,

Sebelum mentaati perintah-Nya maka saudara terlebih dahulu harus tahu apa perintah tersebut. Perintah pertama dan yang utama yaitu percaya kepada Isa Al-Masih “Barangsiapa percaya kepada-Nya [Isa Al-Masih], ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Sang Anak Tunggal Allah” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:18).

Ayat diatas berkata “percaya kepada Sang Anak Tunggal Allah” yaitu Isa Al-Masih. Apa maksudnya “Sang Anak Tunggal Allah.” Maka ada seorang murid yang bingung akan hal ini dan Isa Al-Masih menjelaskan seperti ini “Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa [Allah]; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa [Allah] itu kepada kami” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:9).

Saudara memerlukan tiket. Tanpa tiket saudara tidak dizinkan masuk dan meyaksikan suatu pertandingan. Demikian juga Isa Al-Masih memberikan diri-Nya supaya kita percaya bahwa Dia adalah Tuhan dan Dia berjanji tidak akan mengecewakan. Dia jalan menuju sorga.
~
NN
# ond32lumut 2012-11-05 17:55
*
Bagaimana kalau saya tidak percaya Isa sebagai Tuhan, namun sebagi nabi saja seperti adanya? Namun saya mengikuti apa yang diperintah-Nya, misalnya agar mengasihi Tuhan dan sesama?
# Staff Isa dan Islam 2012-11-14 11:09
~
Saudaraku, pernah ada kisah seorang pengemis mati dengan piring emas. Sebelum meninggal pengemis ini hidup karena belas kasihan orang. Ia hidup dibawah kolong jembatan yang kumuh, namun ia setia dalam kemiskinanya menjalani hidup sebagai pengemis yang miskin.

Pengemis ini hanya memiliki piring yang setia menemaninya mencari nafkah. Piring ini tempat ia menampung rejekinya hari lepas hari. Ketika pengemis ini mati, terbukalah sebuah rahasia. Rupa-rupanya piring pengemis itu terbuat dari emas murni yang sangat mahal. Jika saja pengemis malang itu tahu bahwa piring itu bukan piring biasa maka dia tidak perlu mati kelaparan. Tapi sudah terlambat.

Begitu juga bagi orang yang mempercayai Isa Al-Masih sebatas nabi dan hanya mempercayai bagian kedua dari perintah-Nya, nasibnya seperti pengemis yang malang.

Saudara tidak akan mengalami kemahakuasaan dan keselamatan dari Isa Al-Masih jika tidak mempercayai-Nya sebagai Allah. Dan yang lebih buruk lagi, Isa Al-Masih tidak mengenal saudara.
~
NN
# Sheng 2012-12-01 16:10
*
Terimakasih buat admin,

Dengan adanya situs ini, kita bisa menambah wawasan untuk mencari kebenaran. Tuhan memberkati.
# Alfian 2012-12-29 17:22
*
Isa Putera Maryam adalah seorang Nabi Allah. Bukan seorang Tuhan. Dari sini sudah terlihat anda memiliki pemahaman keliru tentang Isa.
# Staff Isa dan Islam 2013-01-05 20:34
~
Orang Islam percaya bahwa Isa Al-Masih adalah satu nabi yang wajib dipercaya, namun tidak lebih besar dari Muhammad. Benarkah demikian?

Setahu kami Muhammad tidak pernah mengklaim dirinya lebih besar dibanding nabi lain. Dia juga tidak tahu kemana dia atau pengikutnya akan pergi setelah mati. Muhammad juga mengakui bahwa dirinya hanya rasul dan tidak tahu apa yang diperbuat terhadapnya (Qs 46:9-10).

Berbeda dengan Isa Al-Masih, Dia berjanji untuk membawa semua yang percaya kepada-Nya ke Allah di sorga, “Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Hal ini membuktikan bahwa Isa Al-Masih lebih dari sekedar nabi manapun. Bahkan Muhammad pun mengakui hal itu dalam Hadits, “Isa faa innahu rohullah wa kalimatuhu” (Isa adalah Roh Allah dan Kalimat Allah).
~
SO
# Alfian 2013-01-07 16:48
*
Roh dari Allah bukan berarti Isa adalah Allah. Semua manusia termasuk Adam dan kita mempunyai roh yang diciptakan dari Allah.
# Staff Isa dan Islam 2013-01-10 18:11
~
Saudara Alfian benar, semua manusia mempunyai roh dari Allah karena manusia adalah ciptaan Allah. Bahkan setiap makhluk hidup yang ada di dunia ini, mendapat kehidupan dari Allah.

Tapi hal ini jelas berbeda dengan ucapan Muhammad di atas yang menyatakan bahwa Isa adalah Roh Allah dan Kalimat Allah.

Roh yang ada dalam diri saudara bukanlah dua oknum yang berbeda. Roh saudara adalah saudara sendiri. Demikian juga dengan Roh Allah adalah Allah itu sendiri, bukan oknum lain.

Jadi, benarlah apa yang dikatakan oleh nabi saudara, bahwa Isa Al-Masih adalah Roh Allah. Dengan kata lain, Isa Al-Masih adalah Allah itu sendiri. Itulah sebabnya Isa Al-Masih berkata, “Aku dan Bapa adalah satu" (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30).
~
SO
# Tya 2013-01-10 14:24
*
Saya kira website ini hanya akan mendeskripsikan , tapi ternyata menjadi lebih mengkomparasika n dan mengkomporkan.

Orang tua saya sudah 30 tahun menikah dan tetap jatuh cinta hingga saat ini. Setiap minggu saya mengantarkan ibunda saya ke gereja dan menjadi makmum dari ayah saya setiap maghribnya.

Pada dasarnya, Tuhan adalah satu, terlepas dengan versi apa Tuhan tersebut 'dideskripsikan ' dan 'proses pendeskripsiann ya'. Mengingat Tuhan adalah realita yang harus datang dari 'sense of believe' maka dengan 'proses pendeskripsian' apa pun tidak akan mungkin mampu menggugah rasa 'percaya' individu tersebut akan realita Tuhannya, jika individu tersebut memang memiliki kapabilitas yang baik dalam berprinsip.

Dan sesuatu hal yang didasari atas 'percaya' adalah hak ultimate bagi setiap individu yang seharusnya tidak boleh diganggu-gugat.
# Staff Isa dan Islam 2013-01-10 18:11
~
Saudara Tya,

Terimakasih atas penjelasan saudara di atas.

Kami setuju dengan saudara, Tuhan adalah satu. Tuhan bukan dua atau tiga. Namun pertanyaan adalah: Apakah Tuhan yang disembah orang Kristen adalah Tuhan yang sama yang disembah oleh orang Islam?

Bila sesembahan umat Muslim adalah sama dengan sesembahan umat Kristen, maka timbul pertanyaan kedua: Mengapa ajaran Isa Al-Masih bertolak-belaka ng dengan ajaran Muhammad? Mengapa isi Al-Quran banyak yang bertolak-belaka ng dengan isi Injil. Bukankah seharusnya isi dua kitab ini sama bila memang benar-benar diwahyukan oleh Allah yang sama?

Kami setuju masalah kepercayaan adalah hak ultimate dari seseorang. Tapi bukankah tidak ada salahnya bila kepercayaan tersebut dipelajari kebenarannya? Nah, situs ini membantu untuk memaparkan tentang hal yang dipercaya umat Kristen dan Islam. Jadi, situs ini bukan untuk mengkomparasika n dan mengkomporkan seperti penilaian saudara.
~
SO
# Alfian 2013-01-11 20:38
*
“Aku dan Bapa adalah satu.” Kesatuan ini bukanlah satu dalam arti satu wujud, akan tetapi kesatuan ini adalah satu kesatuan akan tujuan.

Injil Yohanes 10:29 “Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa”

Jadi jelas statusnya tidak setara sebab Bapa lebih besar dari pada Yesus.
# Staff Isa dan Islam 2013-01-21 13:09
~
Kami copy komentar dari saudara Alfian, “Aku dan Bapa adalah satu.” Kesatuan ini bukanlah satu dalam arti satu wujud, akan tetapi kesatuan ini adalah satu kesatuan akan tujuan.

Dapatkah saudara menjelaskan atas dasar apa saudara menafsirkan ayat di atas secara demikian?

Perhatikan ayat ini: “Dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu" (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:28-30).

Dikatakan, Yesus dapat memberi hidup kekal kepada mereka (orang-orang yang percaya kepada-Nya), karena Yesus dan Allah Bapa adalah satu. Itulah sebabnya Dia sanggup melakukannya.

Saudara Alfian, bila saudara membaca konteks ayat tersebut secara keseluruhan, maka saudara akan mengerti mengapa Yesus berkata demikian. Jangan hanya membaca satu ayat saja.
~
SO
# asnawi 2013-01-26 22:31
*
Mengenai Qs 46:9 yang ditanyakan kepada saya, sebelumnya mungkin anda membaca terjemahan Qs 46:8 dan perhatikan dengan seksama ayat tersebut adalah jawaban dari yang saudara tanyakan kepada saya.

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2013-01-29 11:46
~
Saudara Asnawi,

Kami tidak melihat hubungan antara Qs 46:9 dan Qs 46:8, bila tidak keberatan, dapatkah saudara menjelaskan mengapa Muhammad berkata seperti pada ayat Qs 46:9 tersebut?
~
SO
# yns84 2013-01-31 08:15
*
Keselamatan tidak datang dari pihak manusia, tapi dari pihak Allah sendiri yang menebus umat manusia dari dosa lewat karya-Nya di atas kayu salib (Isa Al-Masih. Maka kita dapat mengambil teladan: Rendah hati, kasih, dan tindakan nyata.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-01 11:30
~
Saudara Yns,

Terimakasih atas komentar saudara di atas, kami setuju dengan pendapat saudara bahwa keselamatan adalah anugera Allah sebagaimana yang dikatakan dalam kitab suci.

"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Injil, Surat Efesus 2:8-9).
~
SO
# Basri 2013-02-05 21:13
*
Yesus atau Isa Al-Masih atau Isa ibnu Maryam adalah manusia yang kami umat Islam mengimaninya hanya sebagai nabi dan rasul Allah. Tidak lebih.

Kitab yang dibawa Isa Ibnu Maryampun kami imani sebagai Wahyu Allah. Tapi kami tidak mengimani Isa ibnu Maryam sebagai Tuhan atau Tuhan Anak ataupun Allah sekalipun.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-06 21:22
~
Saudara Basri,

Terimakasih atas komentar saudara di atas, kami tentu menghargai sikap saudara yang hanya mengimani Isa Al-Masih sebagai nabi biasa. Bisa saudara tidak keberatan, menurut kami tidak salah bila saudara mempelajari tentang Pribadi Isa Al-Masih. Silakan melihat pada link ini: http://tinyurl.com/c4phapd.

Ayat Al-Quran mengatakan, “Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa” (Qs 5:46) Bila saudara benar mengimani Injil dan Taurat, maka sudah seharusnya saudara juga mengimani isi dari Injil tersebut, karena di dalamnya ada petunjuk dan cahaya.

“Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup" (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:12) Menurut Injil, Isa Al-Masih adalah Terang Dunia!
~
SO
# Alfian 2013-02-08 23:15
*
Tentu saja ada dasarnya. Bapa lebih besar Yesus. Jadi jelas statusnya tidak sama.

Kalau memang Yesus Tuhan, mengapa tidak berkata Aku adalah Tuhanmu. Karena Yesus tidak punya kapasitas untuk mengatakan itu karena Dia bukan Tuhan. Saya tidak membaca satu ayat tapi dari awal.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-12 18:44
~
Saudara Alfian,

Terimakasih untuk penjelasan yang sudah saudara berikan. Bila saudara tidak keberatan, dapatkah saudara menuliskan ayat yang mengatakan bahwa Bapa lebih besar dari Yesus? Sebab, selama kami membaca Alkitab, selalu dikatakan bahwa Bapa dan Yesus sama. Tidak ada yang lebih besar atau lebih kecil.

Pada ayat selanjutnya saudara dapat membaca perkataan Yesus, “Aku dan Bapa adalah satu" (Injil, Rasul Yohanes 10:3) Dan menurut kami, ayat ini juga merupakan bukti bahwa Yesus tidak sekedar utusan biasa seperti nabi-nabi sebelumnya yang diutus Tuhan.
~
SO
# EWVNON BOON 2013-02-12 02:34
*
Yesus dihukum dan disalibkan? Siapa yang menghukumnya, manusia/hambany a? Apakah bukan sesuatu yang durhaka manusia menghukum Tuhan? Tuhanlah yang berhak memberi hukuman. Cobalah mengerti ini.

Apakah Tuhan mengorbankan diri-Nya untuk mengampuni dosa? Tuhan punya hirarki untuk melakukan ini (Pengampunan) tanpa harus mengorbankan diri-Nya, apalagi yang menghukumnya adalah manusia (yang tidak percaya kepadanya ) ada begitu banyak kerancuan.

Yesus bukanlah Tuhan, tapi seseorang yang "dituhankan" saja. Tuhan pada masa mereka (penyembah berhala) hanyalah gelar saja. Sebab Tuhan yang orang Islam maksud adalah Tuhan yang menciptakan seluruh alam semesta ini, Dia memiliki kuasa atas segalanya termasuk pengampunan dosa. Tapi Tuhan membiarkan manusia berlaku seenaknya untuk menguji keimanan manusia.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-12 18:45
~
Saudara Ewvnon,

Ketika Yesus disalib, yang disalibkan adalah tubuh manusia Yesus. Bukan keilahian Yesus sebagai Tuhan. Jadi, dalam proses penyaliban itu, yang terjadi adalah manusia menghukum manusia, bukan manusia menghukum Tuhan. Mengapa Yesus disebut Tuhan, silakan saudara membaca artikel di link ini: http://tinyurl.com/8abrx5t.

Saudara Ewvnon benar, Tuhan mempunyai kuasa untuk mengampuni begitu saja setiap orang yang berdosa. Tidak perlu harus datang ke dunia dan mati disalib. Tetapi saudara harus ingat, sifat Allah bukan hanya Maha Kuasa, tetapi juga Maha Adil.

Ketika Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, Allah menghukum mereka dengan mengusir dari Firdaus. Allah menetapkan semua dosa harus dihukum. Hukum Allah ini masih tetap berlaku hingga sekarang, dan bila Dia tiba-tiba begitu saja mengampuni setiap dosa manusia, berarti Allah telah melanggar hukum-Nya sendiri.

Tetapi Allah juga tidak ingin semua manusia binasa karena dosa. Untuk itulah Allah mengirim Sang Kalimatullah ke dunia. Karena hanya Dia satu-satunya yang dapat mendamaikan kembali Tuhan dengan manusia.
~
SO
# hakkuallah 2013-02-13 10:18
*
Staf, Isa dan Islam,

Satu hal yang harus anda ketahui bahwa Nabi Isa AS ditugasi oleh Allah SWT pada kaum tersebut saja, tidak untuk seluruh umat. Di dunia ini memiliki 3 ajaran yg terkenal: Taurat (Yahudi), Injil (Nasrani) dan Al-Quran (Islam). Taurat merasa kaumnya yang benar, begitu juga Nasrani dan Islam. Semua yang ketiga-tiganya adalah bersumber dari Allah SWT.

Tuduhan Nasrani yang saya tahu dari berbagai forum, mereka menganggap bahwa Al-Quran diciplak dari Injil. Saya katakan itu tidak benar. Kenapa? Karena ketiga-tiganya bersumber dari Allah SWT. Kitab Taurat disempurnakan oleh kitab Injil dan Taurat-Injil disempurnakan oleh Al-Quran, sekaligus meluruskan penyimpangan ajaran Tauhid yang dibawa oleh para nabi dan rasul. Bahasa Al-Quran ini bukan hanya khusus untuk orang Arab saja, tapi untuk seluruh dunia, Sebab, risalah Nabi Muhammad bukan khusus orang Arab saja tapi seluruh umat spanjang masa. Allah memilih bahasa Arab sebagai tandingan bagi orang-orang kafir yang menentangnya. Kalau Al-Quran buatan manusia, tentunya siapapun bisa melakukannya.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-18 20:57
~
Saudara Hakkuallah,

Benarkah Isa Al-Masih hanya untuk satu bangsa?

Malaikat Jibril menyampaikan kedatangan Isa Al-Masih adalah bagi keselamatan seluruh bangsa-bangsa, bukan hanya Israel saja. "Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Isa Al-Masih, Tuhan, di kota Daud" (Injil, Rasul Besar Lukas 2:10-11)

“(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)” (Qs 3:45).

Berdasarkan Qs 3:45 Isa Al-Masih tidak mungkin hanya bagi satu bangsa saja. Ayat tersebut bersaksi bahwa Isa Al-Masih terkemuka di dunia dan akhirat. Ungkapan “terkemuka di dunia dan akhirat” berarti lebih dari sekedar satu bangsa, bahkan bagi seluruh isi dunia dan akhirat. Jika saudara tertarik topik ini, klik http://tinyurl.com/caj4zaz
~
NN
# Alfian 2013-02-13 22:45
*
Quoting Staff Isa dan Islam:
~
Saudara Alfian,

Terimakasih untuk penjelasan yang sudah saudara berikan. Bila saudara tidak keberatan, dapatkah saudara menuliskan ayat yang mengatakan bahwa Bapa lebih besar dari Yesus? Sebab, selama kami membaca Alkitab, selalu dikatakan bahwa Bapa dan Yesus sama. Tidak ada yang lebih besar atau lebih kecil.

Pada ayat selanjutnya saudara dapat membaca perkataan Yesus, “Aku dan Bapa adalah satu" (Injil, Rasul Yohanes 10:3) Dan menurut kami, ayat ini juga merupakan bukti bahwa Yesus tidak sekedar utusan biasa seperti nabi-nabi sebelumnya yang diutus Tuhan.
~
SO

Bukankah saya sudah menuliskan salah satunya tapi baikllah akan ulang lagi :
10:29 :"Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa."
Jadi, statusnya tidak sama karena bapa lebih besar

"Yesus hanyalah utusan bukan Tuhan"
# Staff Isa dan Islam 2013-02-18 20:59
~
Saudara Alfian,

Kata “siapapun” yang dimaksud dalam Yohanes 10:29 menunjuk kepada yang lain. Isa Al-Masih tidak mensejajarkan diri-Nya dengan “siapapun” yang Ia maksud. Jika tidak demikian maka tidak mungkin Dia melnajutkan kata-kata-Nya itu dengan kalimat ini: “ Aku dan Bapa [Allah] adalah satu” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30).

Bahkan dalam kesempatan lain Isa Al-Masih berfirman: “Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; [Allah] bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:9).

Telah jelas Firman Tuhan, Allah dan Isa Al-Masih adalah satu.
~
NN
# Alfian 2013-02-19 17:35
*
Quoting Staff Isa dan Islam:
~
Saudara Alfian,

Kata “siapapun” yang dimaksud dalam Yohanes 10:29 menunjuk kepada yang lain. Isa Al-Masih tidak mensejajarkan diri-Nya dengan “siapapun” yang Ia maksud.

Bahkan dalam kesempatan lain Isa Al-Masih berfirman: “Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; [Allah] bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami” (Yohanes 14:9).
Jelas sekali kata siapapun merujuk pada semua termasuk Isa, bukan hanya merujuk pada yang lain. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku'.

Jelas statusnya tidak sama karena Bapa lebih besar.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-20 17:32
~
Saudara Alfian,

Bila saudara hanya mengartikan kata “siapapun” memang artinya bisa siapa saja. Termasuk Isa, Muhammad, saya, bahkan bisa saudra Alfian sendiri. Tapi dalam konteks ayat di atas, kata “siapapun” tidak mungkin mengarah pada Yesus. Silakan saudara baca dengan teliti ayat tersebut.

Perhatikan, ketika Yesus mengucapkan perkataan tersebut, Dia dalam wujud manusia. Otoritas-Nya kala Dia mengucapkan kalimat tersebut adalah sebagai manusia. Jadi, bukankah sangat jelas bahwa Allah Bapa lebih besar daripada Yesus dalam wujud-Nya manusia?

Tapi, di sisi lain, Yesus juga adalah Kalimatullah yang mempunyai esensi yang sama dengan Allah Bapa. Itulah sebabnya Dia mengatakan lagi, “Aku dan Bapa adalah satu” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:3)
~
SO
# ponco 2013-02-20 01:02
*
Quoting Staff Isa dan Islam:
~

3) Kami sadar bahwa orang Islam menerima Isa Al-Masih sebagai Nabi. Namun sudah jelas Ia bukan hanya sekedar Nabi tetapi Juruselamat Dunia. Ia jauh lebih mulia dibandingkan dengan semua Nabi yang lain. Hanya Isa Al-Masih yang dikatakan terkemuka oleh Allah, di sorga dan di bumi (Qs 3:45).
~
JG
Untuk ayat di atas memang benar bahwa umat Islam menerima Isa sebagai Nabi dan Rasul, sebagaimana Islam menerima para Nabi dan Rasul lainnya sebelum Isa, juga termasuk dari golongan orang-orang yang terkemuka di sisi Allah baik dunia dan akhirat.

Akan tetapi anda tidak meneruskan dengan ayat-ayat selanjutnya (46-62). Jika anda mau fair dan adil dalam mengambil ayat-ayat Al-Quran demi mendukung keimanan anda, seharusnya anda juga menyertakan ayat-ayat tersebut, disamping ayat-ayat tentang Isa AS lainnya dalam Al-Quran. Dengan demikian akan tampaklah pengertian dan pemahaman umat Islam berdasarkan Al-Quran terhadap Isa AS yang sejujurnya.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-20 17:33
~
Saudara Ponco,

Terimakasih atas saran saudara. Tapi, bila tidak keberatan dapatkah saudara menjelasan apa hubungan dari ayat yang saudara beri dengan isi dari Qs 3:45 yang kami kutip di atas?
~
SO
# ponco 2013-02-20 01:36
*
Quoting Staff Isa dan Islam:
~

Ketika Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, Allah menghukum mereka dengan mengusir dari Firdaus. Allah menetapkan semua dosa harus dihukum. Hukum Allah ini masih tetap berlaku hingga sekarang, dan bila Dia tiba-tiba begitu saja mengampuni setiap dosa manusia, berarti Allah telah melanggar hukum-Nya sendiri.

~
SO
Memang benar bahwa Adam dan Siti Hawa telah melakukan perbuatan dosa di surga, kita semua sepakat itu. Akan tetapi Adam kemudian bertobat dan menyadari kesalahannya dan Allah mengampuninya karena Dia adalah Sang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Akan tetapi Allah juga Maha Adil dan Kuasa menghukum siapapun yang berbuat kesalahan. Hukumannya adalah mengusir Adam dan Hawa dari Surga yang penuh dengan kenikmatan, kehidupan dunia yang fana dan berat ini. Itulah hukuman dari Tuhan dan selanjutnya dosa Adam dan Hawa diampuni oleh Allah.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-20 17:33
~
Saudara Ponco,

Allah memang mengampuni kesalahan yang dilakukan Adam dan Hawa, tetapi tidak berhenti sampai di sini. Allah tetap memberi hukuman kepada Adam dan Hawa sebagai akibat dari pelanggaran mereka, yaitu, mereka diusir dari taman Firdaus.

Itulah sebabnya firman Allah berkata, “Sebab upah dosa ialah maut” (Injil, Surat Roma 6:23). Setiap dosa, besar atau kecil, Allah telah menetapkan ganjarannya!
~
SO
# Lion 2013-02-20 10:05
*
Taufik say: “Ajaranku masih kurang, umatku. Setelah aku akan datang Nabi Lain (Yesus - Yoh 17:3)

Admin say:
Ayat yang Saudara kutip dari Injil, Yohanes 17:3 adalah salah. Isa AL-Masih tidak pernah mengutus ataupun meramalkan akan kedatangan seorang nabi yang lain.

Tolong dong buat admin dipertegas lagi kenapa ayat Yohohanes 17:3 bisa salah. Kan sudah jelas-jelas itu ada dalam Kitab Injil yang anda yakini.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-21 22:01
~
Saudara Lion,

Di sini kami kutip isi dari Injil Yohanes 17:3 “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus”

Perhatikanlah ayat di atas baik-baik. Apakah menurut saudara, pada ayat tersebut Yesus sedang menubuatkan seseorang?
~
SO
# Achmad 2013-02-20 15:09
*
Keenam- Berdoa dan Menyerahkan Setiap Dosa Pada Korban Allah (Isa Al-Masih).

Kalimat diatas mengusik saya, Isa Al-Masih merupakan korban Allah, artinya Isa Al-Masih bukan Allah atau Bapa atau Tuhan atau Alkhaliq dan hanya manusia!
# Staff Isa dan Islam 2013-02-21 22:01
~
Saudara Achmad,

Pada artikel di atas sebenarnya telah dijelaskan secara singkat tentang Pribadi Isa Al-Masih. Dikatakan bahwa Dia adalah Kalimatullah yang datang ke dunia dalam wujud manusia. Bahkan kedatangan, kematian dan kebangkitan-Nya dari kematian telah diramalakan pada nabi, ribuan tahun sebelum Dia datang ke dunia.

Agama tidak dapat menghapus dosa seseorang. Bila demikian adanya, dengan apakah dosa manusia dapat diampuni? Apakah manusia harus binasa selamanya dalam kekekalan neraka? Allah yang Maha Kasih tidak ingin hal itu terjadi, itulah sebabnya Dia mengambil inisiatif untuk datang ke dunia dan membungkus keilahian-Nya dengan tubuh manusia yang dikenal dengan nama Isa Al-Masih. Dia datang untuk memberi keselamatan bagi siapa saja yang mau mempercayai-Nya.

“Sabda Isa, "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati” (Injil, Rasul Besar Yohanes 11:25).

Untuk lebih jelasnya tentang Pribadi Isa Al-Masih, silakan saudara membaca pada artikel ini: http://tinyurl.com/7lj3dw7.
~
SO
# Alfian 2013-02-23 19:41
*
Quoting Staff Isa dan Islam:
~
Saudara Alfian,

Bila saudara hanya mengartikan kata “siapapun” memang artinya bisa siapa saja. Termasuk Isa, Muhammad, saya, bahkan bisa saudra Alfian sendiri. Tapi dalam konteks ayat di atas, kata “siapapun” tidak mungkin mengarah pada Yesus. Silakan saudara baca dengan teliti ayat tersebut.

Tapi, di sisi lain, Yesus juga adalah Kalimatullah yang mempunyai esensi yang sama dengan Allah Bapa. Itulah sebabnya Dia mengatakan lagi, “Aku dan Bapa adalah satu” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:3)
~
SO
Yesus mengakui bahwa dirinya bukan Tuhan, maka dari itu Dia berkata Bapa lebih besar daripada Aku dan Yesus tidak pernah menyatakan diri-Nya Tuhan. Jadi, sangat jelas satu yang dimaksud bukan satu wujud tapi satu tujuan.

Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu lihat.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-27 16:15
~
Saudara Alfian,

Kami sudah memberi cukup banyak penjelasan dan juga ayat-ayat pendukung, baik dari Al-Quran maupun Alkitab, yang menjelaskan bahwa Yesus adalah benar Tuhan yang datang ke dunia menjadi manusia.

Tapi sepertinya saudara bersikukuh dengan pendangan saudara sendiri bahwa Yesus bukan Tuhan. Itu hak saudara. Kami tidak akan pernah memaksakan saudara untuk mempercayai apa yang kami percayai.

Pesan kami, cobalah untuk membukan mata dan hati saudara akan kebenaran. Jangan keraskan hati untuk melihat mana yang benar dan mana yang salah, agar saudara tidak menyesal.
~
SO
# Gaevin Dragenfodt 2013-03-02 17:00
*
Yesus adalah Firman Allah yang menjelma menjadi manusia. Jadi, sekalipun Ia dilahirkan, sangat jelas Ia tidak diciptakan seperti manusia lainnya. Dan sepanjang hidup-Nya, Ia melakukan perbuatan besar, mujizat yang membuktikan bahwa kuasa Allah ada pada-Nya. Ia bahkan membangkitkan orang mati

Siapalah manusia, bahkan nabi sekalipun, yang mampu membangkitkan orang mati apabila Ia bukan Allah, Tuhan itu sendiri? Dan Al-Quran mengakui bahwa Yesus akan turun dari surga pada hari kiamat untuk menghakimi yang hidup dan yang mati. Siapalah yang punya kuasa untuk menghakimi melainkan Allah, Tuhan itu sendiri? Maka jelas Yesus adalah Tuhan, Allah yang hidup.
# Gaevin Dragenfodt 2013-03-02 18:43
*
To: Alfian,

Anda menyebut karangan? Yang mana yang karangan? Di artikel ini sendiri jelas sudah dijabarkan bagaimana Firman Allah menjelma menjadi Anak Manusia, yaitu Yesus/Isa Al-Masih. Bahkan ayat-ayat Al-Quran sendiripun mengakui ini.

Coba lihat poin dua artikel ini. Kedua – Mengetahui Pribadi Isa Al-Masih.

Mengapa harus Isa Al-Masih? Mengapa bukan Muhammad, Musa, atau nabi lain? Bila kita menelusuri Al-Quran, tidak sedikit ayat-ayat yang membahas tentang Isa Al-Masih. Malahan ada gelar yang diberikan kepada-Nya yang tidak dimiliki oleh siapapun.

Al-Quran bersaksi, hanya Isa Al-Masih lahir dari seorang perawan (Qs 19:16-34; Injil, Rasul Matius 1:18). Dia disebut “seorang anak laki-laki yang suci” (Qs 19:19; Injil, Kisah Para Rasul 4:30). Ia diberi gelar “Kalimat Allah” (Qs 3:35, 39; Injil, Rasul Yohanes 1:1). Dialah Yang Mulia dan Yang Lama dinubuatkan yaitu “Al-Masih” (Qs 4:171; Injil, Lukas 24:25-27).

Kalau ini semua karangan, berarti Anda juga mengatakan Al-Quran itu karangan?
# sandi 2013-03-04 15:32
*
Surah Maryam. Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup (Qs 19:30-31)

Ini isi dari beberapa ayat yang anda kutip.
# Staff Isa dan Islam 2013-03-05 15:57
~
Saudara Sandi,

Terimakasih atas kutipan ayat yang saudara berikan di atas. Kami ingin mengajukan satu pertanyaan, menurut saudara Sandi, siapakah yang berfirman pada ayat tersebut? Apakah Allah atau Nabi Isa?

Bukankah umat Muslim percaya bahwa Al-Quran 100% firman Allah? Lalu mengapa dalam Al-Quran ada perkataan Nabi Isa?
~
SO
# Staff Isa dan Islam 2013-03-05 15:58
~
Saudara Alfian,

Pada komentar-koment ar di atas, kami dan juga beberapa teman Kristen lainnya telah memberi penjelasan/alas an mengapa orang Kristen menyebut bahwa Yesus adalah Firman Allah yang menjadi manusia.

Apakah saudara mau percaya atau tidak, semua kembali kepada saudara. Kami hanya memberi penjelasan sesuai dengan kebenaran firman Tuhan, dan kami tidak akan pernah memaksakan saudara untuk mempercayainya.

Saran kami, bukalah mata rohani saudara. Lihatlah kebenaran yang sesungguhnya!
~
SO
# Lisania 2013-03-19 13:36
*
Untuk para staf,

Saya berterimakasih kepada kalian semua. Kalian dapat membuat artikel yang menyatakan kebenaran tentang Yesus Kristus, yang selama ini sangat saya utamakan di hati saya.

Saya sedih terkadang ada yang menghujat Yesus Kristus, tetapi melalui artikel ini, jika orang menghujat Yesus ku lagi, aku bisa menjawabnya dengan yakin.
# hamba Allah 2013-03-20 13:19
*
Sesungguhnya anda tetap tidak menemui jalan kebenaran, sebab anda hanya berpandukan kitab Injil yang telah diselewengkan oleh manusia yang kotor. Kasihan sekali Nabi Isa sebab Dia telah dianggap Tuhan.

Bagaimana bisa Nabi Isa dianggap Tuhan sedangkan Nabi Musa juga telah dilahirkan tanpa ibu dan bapa? Tapi kami tetap tidak mengangkatnya sebagai Tuhan. Kalau semua dosa pengikut Nabi Isa, Dia yang tanggung, bisa saja semua orang berbuat dosa sebab ada orang lain yang akan menanggung.
# Staff Isa dan Islam 2013-03-23 14:41
~
Saudara Hamba Allah,

Kami maklum dengan pandangan saudara, memang umumnya orang Islam menganggap Injil sudah diselewengkan atau tidak asli. Sayangnya, orang Islam sendiri tidak dapat menjelaskan mengapa mereka berpandangan demikian. Sebab, Al-Quran sendiri tidak pernah bicara secara tegas bahwa Injil sudah diselewengkan, oleh siapa dan mengapa?

Tetapi bagi kami pengikut Isa Al-Masih tidak perlu ada keraguan atas Injil. Sebab kami percaya bahwa Injil adalah wahyu Allah yang disampaikan kepada orang-orang pilihan-Nya, untuk mereka tuliskan dalam sebuah kitab. Dan kami percaya, setiap wahyu yang disampaikan Tuhan adalah 'iya' dan 'amin'. Tidak ada keraguan didalamnya, sehingga tidak perlu penyempurnaan.

“Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya"
(Kitab Nabi Yesaya 40:8).

Orang Kristen tidak pernah mengangkatnya Isa Al-Masih menjadi Tuhan. Sebab sejak dari semula Dia adalah Tuhan yang adalah kekal. “Aku [Isa Al-Masih] adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir" (Injil, Kitab Wahyu 22:13). Alfa dan Omega berarti kekal, dan kekal adalah sifat Allah saja. Bila Isa menyebut diri-Nya Alfa dan Omega yang artinya kekal, lalu siapakah Isa sebenarnya?

Satu hal lagi, Nabi Musa mempunyai ibu dan bapa. Kami tidak tahu darimana saudara mempunyai pengertian bahwa Nabi Musa tidak mempunyai ibu dan bapa.

Lebih jelas tentang siapakah Isa Al-Masih, saudara dapat membaca pada link ini: http://tinyurl.com/7lj3dw7.
~
SO
# Alfian 2013-03-20 16:13
*
Yesus adalah Allah yang menjelma menjadi manusia, apakah cuma karangan anda ataukah pengakuan Yesus?
# Staff Isa dan Islam 2013-03-23 14:43
~
Saudara Alfian,

Terkutuklah orang-orang yang memanipulasi wahyu-wahyu Allah. Kami sebagai pengikut Isa Al-Masih tidak pernah diajarkan untuk melakukan hal yang demikian.

Pengikut Isa Al-Masih atau orang Kristen tidak pernah mengada-ada tentang ketuhanan Yesus. Bila orang Kristen mengimani bahwa Yesus adalah Allah yang menjelma menjadi manusia, iman tersebut timbul karena membaca firman Allah.

Kitab Suci Allah menuliskan, “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1-2; 14).

Apakah manusia dapat mengakui manusia lain sebagai tuhannya? Jelas mustahil bukan?

Benarkah Isa adalah manifestasi Allah? Saudara dapat membaca penjelasan kami pada link ini: http://tinyurl.com/899uaqm.
~
SO
# Alfian 2013-03-23 19:00
*
Quoting Staff Isa dan Islam:
~
Saudara Alfian,

Terkutuklah orang-orang yang memanipulasi wahyu-wahyu Allah. Kami sebagai pengikut Isa Al-Masih tidak pernah diajarkan untuk melakukan hal yang demikian.

Pengikut Isa Al-Masih atau orang Kristen tidak pernah mengada-ada tentang ketuhanan Yesus. Bila orang Kristen mengimani bahwa Yesus adalah Allah yang menjelma menjadi manusia, iman tersebut timbul karena membaca firman Allah.

Kutipan yang anda maksud itu berasal dari Hymne Platonis (jiplak). "Pada mulanya adalah firman, firman itu bersama dengan Tuhan, dan firman itu berasal dari Tuhan." Jadi, bukan perkataan Yesus.
# Staff Isa dan Islam 2013-03-28 11:07
~
Saudara Alfian,

Setiap orang berhak memberi penilaian tentang firman Allah yang terdapat dalam Injil. Termasuk saudara juga berhak mengatakan bahwa ayat yang terdapat dalam Injil Yohanes 1:1-14 adalah Hymne Platonis (yang kami yakini issue ini saudara dapat dari situs lain).

Tapi, apalah artinya sebuah pernyataan bila tidak ada bukti yang mendukung kebenarannya?

Untuk membuktikan kebenaran tentang Firman Allah yang menjadi manusia, bukan hanya terdapat dalam Injil. Tetapi bukti tersebut juga bisa ditemukan dalam Taurat, seperti: “Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala” (Kitab Nabi Mikha 5:2). Dikatakan, Yesus sudah ada sejak dahulu kala. Artinya, masa yang ada pada diri-Nya tidak mulai dihitung ketika Dia lahir. Dengan kata lain, Dia tidak berawal.

Hal ini kembali digenapi Yesus melalui perkataan-Nya, “Aku [Yesus] adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir" (Injil, Kitab Wahyu 22:13).

Masihkah saudara mengatakan bahwa ayat dalam Injil hanyalah hymne platonis (jiplakan)?
~
SO
# Mustamar.Sutan 2013-03-28 17:25
*
Dialog yang baik kalau informasi itu diberikan secara utuh dan jujur, dan tidak memilih dan memplintir informasi tersebut untuk mencapai tujuan staf IDI bahwa jalan lurus itu adalah Yesus.

Seperti staf IDI memenggal Qs 3:84, dan tidak melanjutkan ke ayat Qs 3:85 "barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. Mari kita berdialog dengan jujur, yang benar tetap katakan benar, yang salah tetap katakan salah. Semoga semua kita diberi hidayah-Nya.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-01 15:14
~
Maaf saudara Mustamar Sutan,

Kami tidak mengerti dengan maksud saudara, bahwa kami tidak jujur dan memplintir informasi.

Di bawah ini saya kutip kedua ayat tersebut:

Qs 3:84 “Katakanlah: "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, ’Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri"

Qs 3:85 “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”

Perhatikan dua ayat di atas, bukankah memang dari sananya kedua ayat tersebut membicarakan dua hal yang berbeda?

Jadi, bagian mana yang kami plintir?
~
SO
# dorce 2013-04-08 13:07
*
Perlu direnungkan pendapat seorang Muslim yang sudah bertobat :

Didalam Injil jelas Yesus berkata Akulah jalan dan kebenaran dan hidup, tidak ada seorangpun yang sampai kepada Bapa/surga jika tidak melalui Aku. Nah,dalam dunia ini terdapat 2 kekuatan, yang 1(kekuatan Roh Kudus) akan berusaha menggiring manusia agar percaya dan menjadikan Yesus sebagai juruselamatnya, agar masuk surga, yg ke- 2 (kekuatan iblis/lucifer) akan berusaha dengan berbagai macam cara agar manusia jangn sampai percaya dan menjadikan Yesus sebagai juruselamatnya, karena pasti akan masuk surga.

Pertanyaannya, bagamana caranya agar iblis berhasil memperdaya manusia? Maka jawabannya adalah sebagai bapa segala dusta dan tipudaya, maka dia menciptakan sebuah buku yg seakan-akan benar dan berasal dari Allah, tapi isinya membelokkan kebenaran, dimana yang seharusnya isinya membuat manusia mengimani Yesus/Isa sebagai juruselamat, berbelok kepada yang lain.

Sehingga tujuan lucifer agar semakin banyak manusia masuk neraka untuk menemaninya tercapai.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-11 20:53
~
Saudara Dorce,

Terimakasih saudara Dorce. Saudara benar bahwa Iblis dengan berbagai macam cara berusaha untuk menyesatkan manusia. Bahkan iblis pun bisa menyamar menjadi malaikat terang sehingga manusia tertipu olehnya. “ Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat terang”(Injil, Surat 2 Korintus 11:14).

Kehendak Iblis supaya manusia tidak mengenal Allah-Nya. Iblis membuat manusia tidak mengenal penciptan-Nya dengan cara menyerupai bak malaikat terang, namun iblis tidak bisa mengajarkan sifat Allah kepada manusia karena berlawanan dengan kehendak iblis tersebut, inilah kelemahan Iblis dan peluang bagi manusia membedakan mana dari Allah dan dari Iblis, tergantung kita memilih.
~
NN
# Agnes H. Patty 2013-04-11 23:23
*
Terimakasih ya Allah, sudah mempersatukan seluruh umat-Mu, kiranya kami akan bertemu satu dengan yang lain di hadirat-Mu ya Allah!
# Staff Isa dan Islam 2013-04-17 18:06
~
Saudara Agnes,

Jika boleh bertanya, menurut saudar Agnes, dengan cara apakah seseorang dapat sampai di hadirat Allah?
~
SO
# korniansa 2013-04-17 01:02
*
Saran buat staf IDI, agar bisa membedakan antara "Islam" dan "Muslim". Islam adalah agama yang diajarkan Muhammad, sedangkan Muslim adalah sifat ketaatan manusia kepada Allah. Jadi siapapun juga akan disebut Muslim jika hatinya mau tunduk dan patuh hanya kepada Allah saja.

Jadi orang Kristen pun akan disebut Muslim jika dia mau menjadi murid Yesus yang baik. Muslim itu bukan Islam. Terimakasih staf IDI. Tuhan memberkati.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-26 09:46
~
Terimakasih saudara Korniansa untuk saran yang sudah saudara berikan. Kami sangat menghargainya.

Sedikit koreksi dari kami mengenai penjelasan saudara di atas. Pengikut ajaran Islam dikenal dengan sebutan Muslim yang berarti "seorang yang tunduk kepada Tuhan". Atau lebih lengkapnya adalah Muslimin bagi laki-laki dan Muslimat bagi perempuan.

Dengan demikian, tidak setiap orang yang tunduk pada Tuhan akan disebut Muslim. Kami sebagai pengikut sejati Isa Al-Masih tidak pernah menyebut diri kami sebagai Muslim. Bahkan Isa Al-Masih sendiri dalam Kitab Suci Injil tidak pernah mengatakan bahwa pengikut sejati-Nya adalah Muslim.

Seorang yang menjadi murid Yesus yang baik tidak akan disebut sebagai Muslim, tetapi sebagai anak-anak rohani Allah. “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:12).

Demikian secara singkat penjelasan dari kami, semoga menjadi pencerahan bagi saudara.
~
SO
# erlando 2013-04-26 15:53
*
Anda tau GPS? Kegunaan GPS sangat mudah, bahkan bisa memberi kita arah dan tujuan dalam mencari alamat.

Coba bayangkan GPS itu seperti Yesus Kristus. Dengan kita memegang Yesus dalam hati dan hidup kita, maka kita akan diberi petunjuk untuk pergi ke sorga bersama dengan Allah.

Jadi sudah jelas bukan? Percayalah sama Yesus Kristus maka kita diberi tempat di surga nanti.

Buat apa menyembah yang kamu tidak kenal.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-29 12:39
~
Saudara Erlando,

Terimakasih untuk komentar yang saudara berikan. Ijinkan kami berbagi satu ayat, mungkin bisa menguatkan komentar saudara di atas.

“Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”
(Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan. Di dalam Dia kita dapat menemukan kebenaran dan hidup kekal dalam Allah Bapa.
~
SO
# deni 2013-05-08 15:39
*
Maaf bagi kalian semua perdebatan sampai kapan pun tidak akan pernah selesai. Tidak ada satu agama pun yang menjelek-jeleka n agamanya sendiri. Jadi bagi yang mengaku beragama pelajari dan amalkan agamanya masing masing.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-14 08:01
~
Saudara Deni,

Terimakasih atas komentar saudara. Memang jika tujuannya adalah memperdebatkan agama tentu tidak ada gunanya. Tetapi Tujuan kami hanyalah menyampaikan kebenaran firman Allah, tanpa memaksa orang lain untuk menerima apa yang kami sampaikan.

Kami sungguh ingin agar orang lain juga dapat menerima keselamatan yang telah Allah berikan bagi semua manusia. Allah yang rela merendahkan diri-Nya menjadi manusia, karena kasih-Nya teramat besar bagi kita.

“ yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib” (Injil, Surat Filipi 2:6-8).

Dialah Isa Al-Masih, satu-satunya jalan keselamatan bagi manusia. Isa Al-Masih berkata, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku[Isa Al-Masih]” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Apakah saudara sudah menerima keselamatan yang Allah berikan?
~
NN
# tiur 2013-05-29 09:27
*
Gaya dan tata bahasa situs ini cukup baik dan menjaga kesopanan dalam menjawab pertanyaan-pert anyaan.

Dalam menjelaskan pribadi Allah Kristus, menurut saya tidak perlu membandingkan dengan kitab atau ajaran agama lain, karena Kristus adalah benar.

Apakah untuk mencari pembenaran harus dengan membandingkan dan menunjukan kesalahan pada kitab lain?

Karena tujuan situs ini menerangkan "siapakah Isa Alamasih", saya kira cukup dari kitab yang kita percaya dan kitab-kitab terdahulu yang menjelaskan dengan sungguh dan benar darimanakah "Jalan Keselamatan "itu, karena isi dari kitab yang lain tidak kita percaya kebenarannya sebagai pengikut Kristus.

Maaf jika pendapat saya salah dan kurang tahu pasti sebaiknya meletakkan comment ini dimana, karena mungkin berbeda dengan topik-topik yang dibahas.
# Pendosa 2013-06-07 02:17
*
Allah adalah maha adil dan maha pengasih. Karena Allah maha adil maka Ia membalas orang sesuai perbuatannya (melakukan kesalahan/dosa harus dihukum), tapi juga Allah adalah maha pengasih. Ia sungguh tidak ingin umat ciptaan-Nya menderita menerima hukuman.

Bagaimana hukuman dapat dihilangkan? Yaitu dengan cara ditebus/diganti kan. Siapakah yang layak untuk melakukan penebusan? Allah Sendiri didalam Isa dengan cara disalib. Barangsiapa percaya akan selamat.
# adriansyah 2013-06-27 23:04
*
Allah maha suci. Kalau Allah menanggung dosa umat-Nya, berati umat Kristen telah mengotori kemaha sucian dan kebesaran Allah.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-29 16:55
~
Maaf saudara Adriansyah,

Kami kurang mengerti maksud komentar saudara di atas. Dapatkah saudara menjelaskan mengapa saudara mengatakan orang Kristen mengotori kemahasucian dan kebesaran Allah?

Dan apa hubungan penebusan yang dilakukan Allah dengan hal tersebut?
~
SO
# salam damai 2013-07-01 23:04
*
Dalam Qs 10:94 memang tak ada yang salah. Yang salah adalah ketika anda hanya membaca cuma ayat 94 saja. Dan hanya mengartikan satu ayat itu saja. Padahal kisahnya belum tuntas. Coba baca dari Qs Yunus dari ayat 94 – 109, semoga kalian tak termasuk orang orang yang merugi.
# Staff Isa dan Islam 2013-07-02 16:34
~
Saudara Salam Damai,

Kami sudah membacanya Qs 10:94-109 seperti saran saudara. Tetapi kami tidak menemukan suatu penjelasan bahwa apa yang kami tulis tentang Qs 10:94 salah.

Di sini kami kutip isi Qs 10:94, "Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu"

Atau mungkin saudara bisa menjelaskan dimana letak kesalahan kami? Silakan saudara menjelaskan secara singkat dan jelas.
~
SO
# Staff Isa dan Islam 2013-07-02 16:33
~
Saudara Reza Kenanza,

Sebelumnya kami mengucapkan terimakasih atas penjelasan saudara yang cukup panjang. Tapi maaf, kami harus konsisten dengan aturan yang sudah kami buat, dimana setiap kontak hanya diperkenankan untuk menuliskan komentar dalam satu kolom.

Bila ada yang ingin saudara sampaikan sehubungan dengan artikel di atas, silakan memberi penjelasan secara singkat dan jelas. Untuk penjelasan yang lebih detail, saudara dapat mengirimkan lewat email ke: .

Demikian, kiranya saudara dapat memahaminya. Terimakasih.
~
SO
# Syahrir 2013-08-17 23:38
*
Cobalah Staf Isa & Islam membaca Kitab Injil mulai dari awal sampai akhir.

Terimakasih sebelumnya. Anggaplah ini suatu saran dan tantangan dari saya buat Staf Isa & Islam.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-19 17:19
~
Saudara Syahrir,

Terimakasih untuk saran dan tantangan saudara. Tanpa saudara sarankan dan tantang pun, kami sudah berkali-kali membaca Kitab Injil mulai dari awal sampai akhir.

Bagaimana bila kami menyarankan dan menantang Sdr. Syahrir untuk membaca dan menyelidiki Kitab Injil dan awal sampai akhir. Bersediakah saudara melakukannya? Bila saudara bersedia, kami percaya saudara akan menemukan Kebenaran Ilahi dari Allah.
~
SO
# Hulondhalangi 2013-08-21 12:32
*
Kalau memang IDI menggunakan ayat-ayat Al-Quran untuk memperkuat argumen tentang keberadaan Isa Al-Masih, tetapi di lain sisi tidak mengakui ajaran Al-Quran yang mengabarkan kalau Al-Masih hanya nabi Allah bukan Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-23 21:32
~
Saudara Hulondhalangi,

Ketika kami mengutip ayat Al-Quran, bukan berarti kami mempercayai Al-Quran. Jelas kami tidak melakukan seperti yang dilakukan umat Muslim terhadap Injil Barnabas. Yang mempercayai ayat-ayat yang menyatakan kenabian Muhammad.

Kami mengutip Al-Quran untuk menyatakan kepada umat Muslim, bahwa apa yang kami tulis bukan sekedar penafsiran kami. Terbukti, apa yang kami sampaikan juga terdapat dalam Al-Quran.

Jadi, kami harap saudara dapat membedakan mana yang mempercayai dan mana yang sekedar mengutip. Mengutip bukan berarti percaya bukan?
~
SO
# petualang 2013-08-27 11:45
*
Orang-orang Yahudi sama sekali tidak mempercayai keselamatan dalam Perjanjian Baru. Begitu pula orang-orang Kristen tidak akan percaya kepada jalan keselamatan Al-Quran. Itu sudah menjadi hukum alam.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-29 20:49
~
Saudara Petualang,

Menurut saudara, apakah jalan keselamatan dalam Al-Quran? Memang benar pengikut Isa Al-Masih tidak percaya jalan keselamatan Al-Quran, karena Al-Quran tidak memberi pernyataan yang jelas tentang jaminan keselamatan.

Bagaimana mungkin seseorang yang sudah mempunyai jaminan, melepas jaminan tersebut dan memilih sesuatu yang tidak pasti?

Sabda Isa, "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati” (Injil, Rasul Yohanes 11:25)
~
SO
# MIMH 2013-09-03 15:22
*
Ketika Allah telah menjelmakan diri-Nya menjadi manusia sebagai Isa Al-Masih lalu turun ke dunia, apakah Allah sudah tidak ada lagi karena berubah menjadi manusia?
# Staff Isa dan Islam 2013-09-04 17:20
~
Saudara MIMH,

Pernyataan seperti ini menunjukkan bahwa kita masih menganggap Allah seperti manusia. Sehingga kita berpikir jika seseorang berada di Mekah, maka dia tidak bisa berada di Indonesia. Sebab tidak mungkin bagi manusia berada di dua tempat di saat yang bersamaan.

Allah di luar dimensi waktu dan ruang. Dia tidak dibatasi oleh hal-hal seperti di atas. Ketika Yesus datang ke bumi, itu adalah pekerjaan Allah yang menjelma menjadi manusia yang menembusi dimensi waktu dan ruang. Memang mustahil bagi manusia untuk menjadi Allah, tetapi tidaklah mustahil bagi Allah untuk menjelma menjadi manusia.

Ketika Yesus lahir dari anak perawan Maryam, Dia memasuki dimensi waktu dan ruang. Ini sungguh merupakan mujizat. Ketika Yesus menjelma menjadi manusia, ini tidak berarti sorga menjadi kosong, karena sorga itu di luar dimensi waktu dan ruang.
~
SO
# revo cvte 2013-10-03 03:59
*
Tuhan menciptakan surga dan neraka buat manusia.Kalau seluruh manusia percaya sama Yesus atau beragama Kristen, semua pasti masuk surga karena sudah dijamin melalui pengorbanan Yesus. Berarti Tuhan sia-sia bikin neraka, kan tidak adil dan tidak masuk akal.

Kalau seluruh manusia percaya agama Islam kan sudah pasti adil dan masuk akal karena tidak ada yang jamin masuk surga atau yang nebus dosa. Pasti ada yang masuk neraka karena perbuatannya masing-masing, karena semuanya akan dihitung dari semua amal perbuatan kita.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-04 21:03
~
Saudara Revo

Allah memang memberi jaminan keselamatan bagi manusia yang mau menerima keselamatan daripada-Nya. Namun Allah menciptakan manusia dengan kehendak bebas untuk memilih. Bahkan hingga saat ini pun ada begitu banyak orang yang menolak jaminan keselamatan yang Allah berikan.

Apakah amal dan perbuatan yang saudara lakukan seumur hidup sanggup untuk menjamin saudara masuk surga-Nya yang suci? Tidak. Semuanya sis-sia karena dosa telah membelenggu manusia. Hanya Allah yang memiliki otoritas untuk menyelamatkan ciptaan-Nya. Allah yang menjadi manusia dalam Isa Al-Masih.

Isa Al-Masih berkata, “dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:28).

Dalam agama saudara tidak ada jaminan keselamatan bagi pengikutnya sehingga tidak pernah tahu apa yang akan terjadi saat kelak menghadap Allah.
~
NN
# Marcel Walukow 2013-10-09 18:40
*
Terimakasih situs ini membantu saya.

Bagaimana, kami mengikut Yesus, berarti kami juga wajib menjalankan perintah-Nya dengan berbuat baik. Agar saat penghakiman, nama saudara sekalian dan saya, ditulis dalam kitab kehidupan.

Kata Yesus kepadanya, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Yohanes 14:6).
# abdullah 2013-10-22 03:32
*
Saya bingung dengan tujuan pendirian situs ini. Terus terang saya menemukan banyak makna yang dipaksakan, dipotong dan diterjemahkan tidak pada tempatnya.

Contoh surat Al-Fatihah ayat 6 di atas, anda lupa bahwa ada kelanjutan ayat 7, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni’mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Secara umum makna dimurkai tersebut menurut ahli tafsir umat Islam adalah orang-orang Yahudi yang mendurhakai Allah SWT, dan sesat adalah orang-orang Nasrani yang mengatakan Allah mempunyai Anak (Isa Al-Masih), sedangkan pemahaman kami umat Islam Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan, lalu bagaimana jalan keselamatan umat Islam bisa dijelaskan dengan ketuhanan Isa Al-Masih yang tidak kami akui oleh orang Islam
# Staff Isa dan Islam 2013-10-22 15:21
~
Saudara Abdullah,

Sebenarnya tujuan dari situs ini sudah kami jelaskan di halaman utama. Dan bila memang saudara menemukan banyak makna yang dipaksakan, saudara dapat memberitahu kami. Mungkin kami dapat menjelaskannya atau juga merubahnya bila memang ayat tersebut benar salah.

Tentang ayat di halaman utama, kami memang sengaja hanya mengutip ayat 6. Sedangkan ayat Injil yang terdapat di bawah tulisan Qs 1:6, adalah ayat dari Injil yang merupakan jaminan keselamatan bagi orang semua.

Maaf, bila boleh bertanya, atas dasar apakah saudara menyimpulkan, yang dimukai pada ayat tersebut ditujukan kepada orang Yahudi? Bukankah orang Islam juga ada yang sesat dan mendurhakai Allah?

Jadi, menurut Sdr. Abdullah apakah jalan keselamatan umat Islam?

Saudara salah bila berkata orang Nasrani mengatakan Allah mempunyai anak. Kekristenan atau Nasrani tidak pernah mengajarkan bahwa Isa Al-Masih adalah anak biologis Allah.
~
SO
# abdullah 2013-10-23 20:25
~
Jalan keselamatan Islam itu adalah Islam sendiri, yang bisa diartinya penyerahan diri, penyerahan diri kepada siapa, kepada Allah yang Esa, yang tidak beranak dan diperanakkan, melalui siapa, melalui utusan terakhirnya Nabi Muhammad SAW, anda menafsirkan Al-Quran yang tidak anda yakini dengan Injil yang tidak kami yakini kebenarannya, jelas kami keberatan.

Jikalau Yesus bukan anak biologis Tuhan, yang pasti Yesus adalah anak biologis Maria yang lahir dari rahim Maria yang suci, maka hal itu tidak bisa anda pungkiri, maka jelas dalam hal ini Tuhan anda mempunyai hubungan kekerabatan dengan bani Israil, dan cucuk dari kakeknya Nabi Ibrohim, anda tidak bisa memungkiri hal ini, saya sudah berulang kali menuangkan analogi-analogi mengenai hubungan darah Yesus yang merupakan manusia dan anak manusia disitus ini yang belum mendapatkan jawaban dari anda, yang dinaikkan derajadnya menjadi Tuhan oleh manusia pula, bagaimana tanggapan anda.
# Staff Isa dan Islam 2013-11-03 10:32
~
Saudara Abdullah,

Islam dengan jujur mengakui tidak ada keselamatan didalam Islam. Tetapi Islam mengajarkan penyerahan diri yang artinya berserah pada keputusan Allah. Jika Allah Islam memutuskan seorang Islam selamat maka dia selamat, begitupun sebaliknya. Ini disebut takdir. Dalam Islam, takdirlah yang menentukan. Dan konsep takdir inipun sulit diterima akal, bahkan seorang Islam yang terdidikpun tidak bisa menerjemahkan takdir ke dalam kehidupannya.

Muhammadpun mengakui bahwa ia tidak yakin akan keselamatan dirinya dan pengikutnya. Qs 46:9. Katakanlah: "Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan."
~
Noni
# yohanes 2013-10-31 06:03
~
Tolong jelaskan kepada saya saat Yesus disidang didepan Pilatus yang bertanya apakah engkau Putra Allah? Yesus menjawab engkau sendiri yang mengatakannya. Saat Yesus akan meninggal dikayu salib dia berseru Allahku ya Allahku mengapa kau tinggalkan daku?

Jalan lurus yang diajarkan Yesus adalah hukum Taurat yang dilandasi cinta kasih seperti yang diutarakannya aku datang bukan mengenapi untuk meniadakan satu noktahpun tidak.
# Staff Isa dan Islam 2013-11-03 10:37
~
Saudara Yohanes,

Sebelum Isa Al-Masih datang ke dunia menjadi manusia, para nabi terdahulu telah menubuatkan tentang kedatangan-Nya. Itusebabnya Ia berkata diri-Nya datang untuk menggenapi bukan meniadakan. Salah satu nubuatan dalam kitab Zabur: "Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku." (Mazmur/Zabur 22:2).

Kalimat "Allahku-Allahk u mengapa Engkau meninggalkan aku?" dalam Injil, Rasul Besar Matius 27:46 Ialah kata-kata Isa Al-Masih yang diucapakannya sebagai penggenapan akan ramalan tentang kedatangan-Nya yang telah dinubuatkan oleh nabi Dawud seribu tahun sebelum Isa Al-Masih menjadi manusia.
~
Noni
# huzein 2013-11-07 18:14
~
Masuk akal tidak, kamu bilang Tuhan adalah Isa AS. Kalau orang Kristen mengakui bahwa Isa adalah Tuhan berarti dia keliru memahami isi Alkitab. Karena Nabi Adam AS, Allah yang menciptakan. Sedang Isa AS sendiri keluarga nabi Ibrahim. Sedangkan Nabi Ibrahim sendiri adalah keluarga dari Nabi Adam. Bagaimana mungkin orang kristen bilang Isa adalah Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2013-11-08 21:49
~
Saudara Huzein,

Alkitab dengan jelas menyatakan keTuhanan Isa Al-Masih. Kelahiran-Nya tidak seperti manusia lainnya. Isa Al-Masih tidak diciptakan, karena Ia berasal dari Firman Allah. Isa ada karena Firman. Karena itulah Isa disebut "Kalimatullah" (Qs 3:45), seperti tertulis dalam Kitab suci," Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya"(Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1,14). Isa Al-Masih adalah firman Allah yang menjadi manusia.

Jadi seklipun Isa Al-Masih lahir dari garis keturunan Nabi Adam dan Ibrahim, namun Ia bukan berasal dari benih manusia, tetapi dari benih ilahi.

Kedatangan Isa Al-Masih untuk memberikan jalan keselamatan bagi manusia yang berdosa. Apakah saudara sudah menemukan jalan keselamatan dalam hidup saudara?
~
Noni
# islam agamaku 2013-11-13 00:50
~
Saya kurang setuju dengan penerangan di dalam situs ini, yang memberi keterangan yang kurang jujur, lengkap, dan mengelirukan beberapa isi Al-Quran. Yang dinyatakan separuh-separuh dan ia bisa memperdayakan pembaca tanpa penerang yang lengkap. Jika Kristen agama sebenar tunjukkan kebenaran, bukan keterangan yang setengah-seteng ah dan putar belit.

". . . Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada . . . . ‘Isa [Al-Masih] . . . . ." (Qs 3:84).

Sebahagian ayat disembunyikan. katakanlah: "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang di turunkan kepada kami dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Yaaqub dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan kami. Kami tidak membeza-bezakan seorang pun di antara mereka dan hanya kepadaNyalah kami menyerahkan diri".(Qs 3:84).

Dan beberapa lainnya lagi ada yang diselitkan.
# Staff Isa dan Islam 2013-11-18 16:09
~
Saudara Islam Agamaku,

Terimakasih untuk koreksi yang saudara berikan. Bagi kami penilaian saudara di atas merupakan masukan bagi kami.

Tapi, bila kita baca kutipan ayat yang kami cantumkan dengan ayat yang saudara tulis secara penuh, menurut kami tidak ada perubahan dalam artinya. Kedua tulisan tersebut sama-sama mengatakan bahwa seseorang harus beriman kepada Allah juga apa yang diturunkan kepada Isa Al-Masih.

Memang kami tidak menulis ayat tersebut secara penuh karena yang ingin kami tekankan pada penjelasan kami di atas adalah tentang Isa Al-Masih. Sehingga menurut kami tidak ada yang mengelirukan atau keterangan yang tidak jujur dari penjelasan kami di atas.
~
Saodah
# Frandky 2013-11-13 11:15
~
Saya percaya bahwa Allah adalah Tuhan satu-satunya. dan saya percaya bahwa Isa Al-masih adalah salah satu Rasul Allah. sebagaimana Adam, Daud, Ibrahim, dan juga Muhammad.

Saya beragama untuk menuju Allah. Terserah anda pilih jalannya Daud, Ibrahim, Isa, atau Muhammad. Kita tidak pernah tau jalan yang kita pilih benar atau salah apakah menuju kepada Allah yang sebenarnya. Karena sang penunjuk jalan juga manusia yang sama seperti kita. sesucinya manusia masih tetap hakikatnya makhluk Allah.
Yang pasti konsisten lah di satu jalan. niatkan menuju Allah. Insyaallah kelak sampai kepada tujuan.

Alhamdulillah saya masih memilih jalannya Muhammad.
# Staff Isa dan Islam 2013-11-19 22:19
~
Saudara Frandky,

Mari kita bandingkan. Adam dan semua nabi maupun rasul telah berdosa sedangkan Isa Al-Masih tidak berdosa, lihat Hadist Shahih Bukhari jilid 3 halaman 208 ayat 1493 "semua anak Adam yang lahir sudah disentuh setan, kecuali Isa putera Maryam" adakah yang suci yang tidak dapat disentuh oleh Syaitan selain Allah.

Dalam Qs 47:19 "Maka ketahuliah ya (Muhammad), bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan, melainkan Allah dan mohonlah ampunan (kepada-Nya) bagi dosamu dan bagi dosa-dosa orang Mu'min." Jika kita perhatikan ayat ini berarti semua manusia, entah dia nabi atau rasul ternyata sudah ada dibawah kuasa dosa, kecuali Isa Al-Masih. Lihat juga Qs 19:19 "Ia (Jibril) berkata: sesungguhnya aku ini hanyalan utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki (Isa Al-Masih) yang suci"

Tanpa Isa Al-Masih saudara konsisten di jalan yang salah.
~
Noni
# Daniel Dongoran 2013-11-21 11:32
~
Mengapa agama Kristen tidak diberi kebenaran menyebut Allah? Apakah hak mutlak bagi mereka itu kalimat Allah. Kalau benar ayat mana yang memberikan hal tersebut?
# Staff Isa dan Islam 2013-11-25 14:53
~
Saudara Daniel,

Maaf, kami kurang mengerti pertanyaan saudara di atas. Karena setahu kami tidak ada larangan bagi orang Kristen menyembut Tuhannya dengan sebutan kata “Allah”

Silakan saudara membaca Alkitab, di sana saudara akan menemukan ribuan kata “Allah”. Bahkan orang Kristen di Timur Tengah memanggil Penciptanya dengan sebutan “Allah.”
~
Saodah
# John Elroi 2013-11-21 22:09
~
# Daniel Dongoran 2013-11-21 11:32
Mengapa agama Kristen tidak diberi kebenaran menyebut Allah ,apakah hak mutlak bagi mereka itu kalimat Allah .Kalau benar ayat mana yang memberikan hal tersebut ?
__________________________________________________

Siapa yang mengatakan agama Kristen tidak diberi kebenaran untuk menyebut Allah? Padahal orang Arab yang beragama Kristen, menyebut Tuhan itu Allah. "Tuhan" itu bahasa Indonesia, sedangkan "Allah" itu bahasa Arab. Jadi "Tuhan" itu sejajar artinya dengan "Allah" )
# rizki 2013-12-12 11:17
*****
Mengenai ke-Esa-an Allah atau Tuhan, dan konsep Trinitas, saya punya analogi seperti ini:

Matahari adalah sumber terang di bumi dan sumber panas untuk bumi. Jika matahari mendekati bumi apa jadinya? Bumi akan hancur, betul? Allah adalah mataharinya dan Yesus adalah terang dari matahari itu, dan panasnya matahari adalah Roh Kudus.

Allah tidak dapat langsung mendekati manusia karena pasti manusia akan binasa. Yesus yang adalah terang dari matahari bisa berguna bagi manusia, tapi Yesus terbatas meskipun Yesus adalah Allah, karena Yesus berada pada tubuh daging jasmani manusia yang tidak mungkin berada pada dua tempat secara bersamaan.

Demikian juga dengan terang dari matahari, tidak bisa pada dua lokasi yang berjauhan. Contohnya, jika di Indonesia siang maka di Amerika sana pasti masih gelap (malam). Tapi itu bukan berarti mataharinya padam atau redup. Karena Allah yang di dalam manusia, menjadi terbatas oleh tubuh jasmani, maka Yesus pun bisa mengalami kematian.
# Ahmad 2013-12-20 20:48
~
Setuju dengan staf Isa dan Islam yang banyak mengutip ayat suci Al-Quran untuk mendukung kebenaran ajaran Kristus. Karena dengan mengutip ayat Al-Quran, itu berarti ia mengakui kebenaran Al-Quran.
# Staff Isa dan Islam 2013-12-25 10:42
~
Sdr. Ahmad,

Memang kami sering mengutip ayat Al-Quran, namun bukan berarti kami mengakui kebenarannya. Ayat-ayat Al-Quran yang kami kutip merupakan bukti bahwa apa yang kami jelaskan adalah benar. Kami bukan hanya sekedar bicara tanpa bukti.

Contoh: Ketika kami menjelaskan bahwa dalam Islam tidak ada jaminan keselamatan, maka sebagai bukti kebenarannya, kami mengutip ayat Al-Quran dari Qs 2:81, dikatakan “Barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”

Tentu saudara setuju bila kami mengatakan tidak ada manusia yang luput dari dosa, bukan?

Nah, bagaimana agar manusia itu dapat masuk sorga? Apakah cukup hanya dengan beramal dan beribadah? Firman Tuhan mengatakan “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Injil, Surat Efesus 2:8-9).

Renungkanlah ayat ini, Sabda Isa, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6)
~
Saodah
# Bastian 2013-12-31 02:25
~
Firman Allah: "Bukan kamu yang memilih Aku, melainkan Aku yang memilih kamu."

Memahami pribadi Isa Al-Masih membutuhkan Roh Kudus di dalam hati, tanpa Roh Kudus tidak akan pernah bisa kita mengerti apa maksud firman Allah.

Tidak semua orang dapat menerima firman Allah, dikarenakan, Allah sendirilah yang memilih, siapa yang menjadi umat-Nya.
# Victory Alda Setiawa 2014-01-23 22:30
~
Kalau mau diperdebat memang panjang. Kalau kita percaya pada Yesus sebagai Tuhan pasti kita selamat. Yang menghakimi adalah Yesus, maka Yesus adalah pemegang kerajaan sorga maupun maut.

Baca ini. Yohanes 20:29, "Kata Yesus kepadanya: 'Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya'."

Semua sudah terbukti. Kita bisa percaya Yesus itu adalah anugerah. Yang pasti anugerah tidak ada yang adil. Maka bersyukurlah. Semoga bermanfaat. GBU.

@ me. FB: Victor Alda Setiawan
# Staff Isa dan Islam 2014-01-30 19:54
~
Saudara Victory Alda Setiawan,

Kami berterimakasih untuk komentar saudara. Kasih dan keadilan Allah telah dilaksanakan dalam Isa Al-Masih. Kasih-Nya dinyatakan dengan kedatangan Isa Al-Masih ke dunia (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16). Dan keadilan-Nya dilaksanakan dengan pengorbanan Isa Al-Masih (Injil, Surat Roma 3:25-26).

Hanya, setiap orang yang mau percaya kepada Isa Al-Masih diselamatkan karena anugerah (Injil, Surat Efesus 2:8-9). Bukan dengan perbuatan baik. Sebab Allah telah menjalankan seluruh keadilan Allah dalam Isa Al-Masih.
~
Salma
# Hamba Allah 2014-01-26 09:45
~
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata : “Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putra Maryam”, padahal Al-Masih sendiri berkata : “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. Sesungguhnya kafirlah orang-orang mengatakan : “Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.”
# Staff Isa dan Islam 2014-01-30 19:55
~
Saudara Hamba Allah,

Bila kita memerhatikan artikel di atas dengan teliti, maka Injil dan Al-Quran telah menjelaskan Ketuhanan Isa Al-Masih dari sifat dan tindakan-Nya. Karena itu, hanya Isa Al-Masih yang dapat menyelamatkan manusia dari dosa.
~
Salma
# Hamba 2014-02-03 04:51
~
Tidak rasional sekali ya agama Kristen. Konyol. Jika ibumu meninggal saat melahirkanmu apa kamu bakal membuat patung ibumu di atas kasur yang meninggal saat melahirkan dijadikan pajangan, kalung, dan lain-lain. Mikir dong.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-03 12:12
~
Saudara Hamba,

Apakah saudara pernah menemukan pengikut Isa Al-Masih melakukan seperti yang saudara tuliskan? Tidak, bukan? Nah, barangkali sulit diterima akal bahwa Allah mau menjadi manusia dan menyelamatkan manusia. Tetapi tentu ini rasional mengingat tidak mungkin manusia sanggup menjalankan seluruh perintah Allah tanpa melanggar satu pun, bukan?
~
Salma
# sedrhan 2014-02-04 12:14
~
Mereka tidak mengenal Engkau yang telah mati dan bangkit bagi kami semua. Mereka terus menanyakan dengan logika sempit mereka tentang engkau yang maha kasih dan mulia. Keselamatan hanya ada pada Yesus seperti dalam Kisah Para Rasul dikatakan, "tidak ada nama lain yang olehnya engkau diselamatkan dibawah kolong langit ini" hanya Yesus Tuhan. "...supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melaikan beroleh hidup yang kekal", "Dialah Alfa dan Omega" dan banyak lagi ayat yang mendukung bahwa Yesus adalah satu satunya jalan keselamatan itu sendiri.

Semoga mata hati Muslim diberikan hikmat pengertian untuk mengerti akan keselamatan. Sebab keselamatan adalah hal yang gratis diberikan Bapa pada kita semua melalui pengorbanan Anak-Nya yang tunggal.
# aku 2014-02-05 13:32
~
To: Victory Alda,

Silakan membaca ini. Yohanes 20:29, "Kata Yesus kepadanya: 'Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya'."

Saya ingin bertanya. Kapan anda melihat Yesus?
# Staff Isa dan Islam 2014-02-07 17:18
~
Saudara Aku,

Pada waktu itu, salah seorang murid-Nya, yaitu Tomas, tidak percaya bahwa Isa Al-Masih telah bangkit dari kematian. Sehingga Isa Al-Masih menampakkan diri kepadanya.

Nah, kebangkitan-Nya dari kematian membuktikan bahwa maut telah dikalahkan Isa Al-Masih. Dengan demikian, jaminan keselamatan hidup manusia terletak hanya pada Isa Al-Masih. Sehingga Isa Al-Masih bersabda, “...Berbahagial ah mereka yang tidak melihat, namun percaya” (Injil, Rasul Besar Yohanes 20:29).

Maksud ayat itu adalah setiap orang yang percaya pada Isa Al-Masih akan disebut berbahagia. Sekalipun tidak melihat Isa Al-Masih.
~
Salma
# nia 2014-02-07 14:20
~
Jelas di Al-Quran ditulis bahwa Isa tidak mati disalib, melainkan yang disalib itu orang yang diserupakan.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-07 17:21
~
Saudara Nia,

Adalah mudah untuk membuat sebuah pernyataan di atas. Tetapi sebuah pernyataan perlu didukung dengan bukti-bukti yang jelas dan akurat.

Kalau boleh tahu, tertulis dalam sura dan ayat berapa dalam Al-Quran nama orang yang diserupakan itu? Dan adakah saksi mata yang melihat bahwa bukan Isa Al-Masih yang disalibkan?

Sebab ini bertentangan dengan Injil dan kesaksian murid Isa Al-Masih. Petrus, salah seorang murid Isa Al-Masih berkata, “Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi” (Injil, Kisah Para Rasul 3:15).
~
Salma
# susan 2014-02-07 14:30
~
Tidak ada yang gratis di dunia ini. Allah itu maha adil. Di dalam Islam ada neraca. Amal baik dan buruk ditimbang. Tidak mungkin orang jahat masuk sorga dengan mudah tanpa berusaha.

Sholat adalah tiang agama. Al-Quran adalah pedoman. Kebenaran itu ada di dalam Al-Quran.

Assalamualaikum Wr Wb.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-07 17:22
~
Saudara Susan,

Kami setuju bahwa Allah itu maha adil. Karena itulah, Isa Al-Masih “telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib” (Injil, Surat 1 Petrus 2:24). Ini adalah keadilan Allah.

Sebab manusia tidak mungkin dapat menyelamatkan dirinya sendiri tanpa pertolongan Allah. Karena itulah, oleh “kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Injil, Surat Efesus 2:8-9).
~
Salma
# aku 2014-02-07 22:35
~
Staf IDI,

Pada waktu itu, pada waktu itu, waktu kapan? Kapan anda melihat Yesus?
# Staff Isa dan Islam 2014-02-26 15:52
~
Saudara Aku,

Injil, Rasul Besar Yohanes 20:29 merupakan sabda Isa Al-Masih kepada Tomas, murid-Nya. Nah, apakah kami pernah menuliskan pernah melihat Isa Al-Masih?
~
Salma
# MT 2014-02-09 07:11
~
Lalu siapa yang harus disembah Isa atau Allah?
# Staff Isa dan Islam 2014-02-26 15:57
~
Saudara MT,

Allah telah berkenan menjadi manusia dalam Pribadi Isa Al-Masih. Dan Allah memperkenalkan nama-Nya secara khusus dengan nama Isa Al-Masih.

Itulah sebabnya, hanya Isa Al-Masih yang "berkuasa mengampuni dosa" (Injil, Rasul Besar Matius 9:6). Dan hanya Isa Al-Masih satu-satunya yang dapat menyelamatkan manusia dari dosa.
~
Salma
# Khayfal 2014-02-14 15:10
~
Saya ingin bertanya kepada Anda wahai staff Isa dan Islam.

Anda berkata Yesus mati disalib untuk menebus dosa manusia. Padahal tidak ada dosa pikul. Seperti tertulis dalam..."melainkan: Setiap orang akan mati karena kesalahannya sendiri; setiap manusia yang makan buah mentah, giginya sendiri menjadi ngilu" (Yeremia 31:30).
# Staff Isa dan Islam 2014-02-26 16:12
~
Saudara Khayfal,

Kami setuju dengan ayat dari Nabi Yeremia. Tentu setiap orang akan mati karena kesalahannya sendiri. Dan tidak mungkin manusia berdosa menanggung kesalahan orang lain. Hanya pribadi suci yang sanggup menyelamatkan manusia dari dosa.

Dia adalah Isa Al-Masih. Dia suci dan "tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya" (Injil, Surat 1 Petrus 2:22).

Pertanyaan untuk saudara adalah siapakah yang akan menyelamatkan saudara? Sudahkah saudara memperoleh jaminan selamat darinya?
~
Salma
# Solonese 2014-02-18 08:32
~
Saudara Aku,

Yang dimaksud "pada waktu itu" dari yang ditulis staff IDI adalah peristiwa ketika Tomas melihat dengan langsung bahwa Yesus telah bangkit dari kematian.

Kalau anda bertanya bagaimana kami bisa melihat Yesus, kami melihatnya dengan iman. Bukan saja melihat tetapi benar-benar merasakan penyertaan Yesus. Karena ada tertulis dalam firman: "Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat" (Ibrani 11:1).

Apabila anda tidak percaya, beranikah anda berdoa dengan kesungguhan hati meminta Yesus menampakkan diri-Nya pada Anda? Dan Dia akan menjawab doa anda!

Tuhan Yesus memberkati anda.
# morshidi 2014-02-20 11:52
~
Nabi Adam mempunyai 40 orang anak sama Hawa. Allah menjadikan kedua makhluk ini beserta dengan anaknya. Tidak seorangpun dari anak Nabi Adam dan Hawa dijadikan Allah Tuhan sembahan manusia. Malah Nabi Adam dan hawa tidak mengklaim mereka Tuhan Allah.

Maryam adalah ibu Nabi Isa. Ibu Nabi Isa adalah cucu cicit nabi Allah. Adam dan Hawa tak pernah mengklaim anaknya Isa sebagai Tuhan Allah. Isa ibn Maryam sama seperti kelahiran Adam dengan izin Allah. Tetapi bagaimana seorang ibu seperti Maryam boleh melahirkan Tuhan Allah.

Kenapa seorang anak yang telah dilahirkan seorang perempuan diangkat menjadi Tuhan Allah? Dan mengajak manusia lain untuk menyembah-Nya dan mengakui-Nya sebagai Tuhan Allah.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-26 16:28
~
Saudara Morshidi,

Kami berterimakasih atas komentar saudara pada artikel ini. Tetapi maaf, kami tidak dapat menanggapi karena tidak sesuai dengan isi artikel di atas.

Silakan saudara mungunjungi link ini http://tinyurl.com/8abrx5t untuk membahasnya lebih lanjut.
~
Salma
# Kepala Staf isa & Is 2014-02-20 14:41
~
Alhamdulillah setelah membaca komen-komen staf IDI, saya jadi paham agama Kristen yang dibawa Paulus. Semakin menguatkan keimanan saya sebagai seorang Muslim. Pauluslah yang harus bertanggung jawab semua terhadap ajaran Kristen.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-26 16:36
~
Saudara Kepala Staf Isa & Is,

Kami berterimakasih atas kesediaan saudara mengunjungi dan memberikan komentar pada situs kami. Tetapi maaf, komentar saudara tidak berhubungan dengan artikel di atas.

Barangkali kami dapat membantu saudara dengan pertanyaan ini. Apakah Al-Quran memberikan kepastian selamat di akhirat nanti? Tertulis dalam sura dan ayat berapa dalam Al-Quran?
~
Salma
# maria jameela 2014-02-20 16:14
~
Tuhan menciptakan manusia, bisa. Mengapa turun ke bumi menjadi manusia tidak bisa? Saya terima argumen itu.

Tetapi Tuhan yang maha perkasa, maha berkuasa. Jika Ia datang ke bumi sebagai manusia untuk membayar dan menebus dosa manusia di kayu salib, untuk siapa Dia bayarkan pengorbanan itu? Kepada siapa Dia bayarkan pengorbanan itu? Bukankah dia Tuhan? Jika Dia mau mengampuni, tinggal ampuni saja. Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-26 16:50
~
Saudara Maria Jameela,

Allah telah berfirman kepada Musa, "Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa" (Kitab Taurat, Imamat 17:11).

Tentu Allah konsisten dengan firman-Nya. Karena itu, perlu ada pengorbanan untuk menebus manusia dari dosa. Dan karena manusia berdosa kepada Allah, maka kurban itu diberikan kepada Allah.

Bagaimana dengan saudara? Siapakah yang akan mendamaikan saudara dengan Allah sehingga saudara diselamatkan? Apakah Al-Quran memberikan kepastian selamat di akhirat?
~
Salma
# aku 2014-02-21 13:23
~
To: Solonese,

Tomas itu siapa? Anda melihatnya dengan iman. Saya suka jawaban anda. Kenapa tidak berani? Bagaimana doanya?
# Bersedia Belajar 2014-02-21 15:04
~
Terima kasih untuk web seperti ini karena memberikan paparan, pencerahan, dan pengetahuan bagi yang mau belajar serta yang mau menyimak dengan maksud mencari kebenaran yang sejati. Firman-Nya menegaskan: "Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan" (KPR 4:12). Sederhana saja, jika mau selamat dan mendapatkan jaminan keselamatan: terimalah Dia, Isa Al-Masih (Yohanes 14:6, 10:28).
# aku 2014-02-22 10:05
~
To: Bersedia Belajar,

Saya menerima Isa sebagai nabi, utusan Allah. Bukan sebagai Tuhan.
# Miljon Wandis S 2014-03-01 09:17
~
Kalu debat atau sharing atau dialog memang tidak pernah ada habisnya soal agama ataupun akidah ataupun agama.

Karena dari antara kedua pihak memiliki prinsip iman yang disebut keyakinan. Yang meyakini bahwa keyakinan yang saya yakini adalah benar yang dilandasi kitab suci. Masing masing isinya berbeda meskipun sedikit ada kesamaan dan juga tidak mungkin bisa mencari kesimpulan yang sama dalam perbedaan.

Sampai-sampai ketika saya dialog mengenai kebenaran dengan salah satu teman saya, dengan lelucon ia mengatakan, "Ya sudahlah, kalau kamu mau tahu pasti tentang kebenaran meninggal dulu, kemudian hidup lagi. Nanti kamu akan tahu tentang kebenaran yang sesungguhnya baru ceritakan ke orang." Saya jawab juga saya tidak perlu mati dulu supaya saya tahu kebenaran karena saya sudah dikasih tahu oleh satu-satunya orang yang sudah mati kemudian hidup lagi yakni Yesus.
# Roger banister 2014-03-02 09:20
~
Saya tidak paham dan keliru berkenaan dengan Matius 15:24?
# Staff Isa dan Islam 2014-03-07 12:55
~
Saudara Roger Banister,

Menarik sekali. Apa yang saudara pikirkan dengan Injil, Rasul Besar Matius 15:24? Tentu kita perlu membaca keseluruhan bagian itu mulai dari ayat 21 hingga 28 agar memiliki pemahaman yang benar dan utuh.
~
Salma
# Iman 2014-03-05 22:25
~
Anda ingin kebenaran dalam Al-Quran mengenai keselamatan akhirat. Seperti pertanyaan anda kepada kepala staf Isa dan Islam. Ada di dalam Surah Asy Syura ayat 20, yang berbunyi:

“Barang siapa yang menghendaki keuntungan di Akhirat, akan kami tambah keuntungan itu baginya, dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di Dunia, kami berikan ketiadaannya sebagian dari keuntungan Dunia, dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di Akhirat.”

Dan masih banyak lagi ayat-ayat di Al-Quran mengenai keselamatan akhirat yang jika saya sebutkan semua tidak akan cukup dalam web ini.

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-07 13:06
~
Saudara Iman,

Kami sangat menghargai tulisan saudara. Dan tentu banyak ayat mengenai keselamatan dalam Al-Quran. Tetapi adakah ayat yang menjamin dan pasti bahwa umat Islam selamat di akhirat?

Kami justru menemukan sebaliknya. "Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan" (Qs 19:71).
~
Salma
# Putranto 2014-03-06 19:08
~
Sebagian pernyataan penulis boleh jadi benar. Namun, menjadi salah besar ketika penulis hanya mengulas Nabi Isa dan Islam. Ulasan yang berimbang yaitu tentang Nabi Isa dan Nabi Muhammad atau Kristen dan Islam. Kecuali tujuan penulis memang ingin mengarahkan pikiran pemeluk agama Islam yang beriman kepada Al-Quran dan mengakui adanya Nabi Isa berpindah memeluk agama kristen. Padahal justru dengan meyakini bahwa keberadaan Nabi Isa juga diakui oleh umat Islam melalui Al-Quran, maka jalan keselamatan yang terbaik adalah umat Kristenlah yang berpindah memeluk agama Islam karena Allah telah menyempurnakan ajaran Nabi Isa melalui Al-Quran dan Nabi Muhammad.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-07 13:37
~
Saudara Putranto,

Menarik sekali tulisan saudara. Dan kalau boleh tahu, ajaran apa yang disempurnakan Allah melalui Al-Quran dan Muhammad? Tentu saudara mengetahuinya, bukan? Dan kami harap ini bukan sekedar asumsi belaka.
~
Salma
# Jefry 2014-03-07 03:46
~
Saudara Achmad Nurul,

Mohon pahami kalimat dengan pemikiran orang dewasa. Baca lagi.

1. Yesus atau yang anda mengerti itu Isa Al-Masih adalah utusan Allah yang suci. Karena Dia lahir dari tiupan roh dari Allah (mohon baca lagi). Dan lahir dari perawan Maria (tolong baca lagi). Benar Yesus itu tidak sudi mati. Tapi dia taat akan tugas Dia dilahirkan ke bumi untuk mati. Itu sudah serah terima tugas dari Allah (mohon baca lagi).

2. Anda pikir berbuat dosa terus itu halal?
# cokie 2014-03-07 08:58
~
To: Putranto,

Saya rasa mengakui tidak harus memeluk untuk menjadi Kristen. Tetapi yang menjadi pertanyaan, mengapa Islam dalam kehidupan nyata memiliki pengikut-pengik ut yang bertindak meresahkan kehidupan berbangsa dengan mengatasnamakan Allah?
# Iman 2014-03-09 14:12
~
Ayat yang anda tuliskan itu memliki makna bahwasanya mereka yang melakukan kesalahan akan dituntun menuju neraka, karena hal itu mudah saja bagi Allah. Pahamilah setiap kata-kata yang ada dalam sebuah kalimat, karena makna kata itu memiliki seribu makna atau arti. Karena jika sudah salah menafsirkannya, salah pula pengertian yang dimaksud.

Kata "padamu" jika dalam bahasa Indonesia tertuju pada kata orang tunggal artinya hanya satu. Jika di ayat itu tertulis kata "mereka" menandakan banyak orang. Otomatis ayat itu menjelaskan satu orang yang dalam hal ini melakukan kesalahan yang akan menerima ganjarannya yaitu neraka. Bukankah di agama anda juga demikian? Jika mereka yang bersalah akan masuk neraka? Nah, seperti itu pula di agama kami.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-15 20:20
~
Saudara Iman,

Kami setuju dengan saudara bahwa salah menafsirkan, salah pula pengertiannya. Tetapi ayat itu sangat jelas ditujukan bukan pada orang tunggal, tetapi jamak. '...tidak ada seorang pun dari padamu...', apakah ini tunggal atau jamak?

Silakan membacanya dengan teliti. Dan adakah ayat yang menjamin dengan pasti bahwa umat Islam selamat di akhirat?
# cokie 2014-03-11 16:48
~
To: Iman,

Anda menulis, "Pahamilah setiap kata-kata yang ada dalam sebuah kalimat, karena makna kata itu memiliki seribu makna atau arti. Karena jika sudah salah menafsirkannya, salah pula pengertian yang dimaksud."

Tanggapan: Berarti ajaran dalam Al-Quran menurut anda salah, sebab ada dikatakan bahwa Al-Quran adalah "buku yang terang dan jelas" (5:15), "mudah untuk dipahami" (44:58, 54:22, 54:32, 54:40), "dijelaskan secara detil" (6:114), "disampaikan secara jelas" (5:16, 10:15) dan "tanpa ada keraguan" di dalamnya (2:1). Atau anda yang selama ini memang tidak mengerti isi al-Quran?
# Agung Tri Pamungkas 2014-03-14 13:38
~
Puji Tuhan Yesus yang telah menciptakan semuanya dengan teratur.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-15 20:26
~
Saudara Botol Kaleng,

Kami berterimakasih atas kesediaan saudara mengunjungi situs kami juga memberikan komentar. Namun maaf, dengan terpaksa kami harus menghapus komentar-koment ar saudara karena tidak sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan.

Pedoman wajib untuk memasukkan komentar:
1. Tidak boleh memakai lebih dari satu kolom komentar.
2. Pertanyaan/masu kan harus berhubungan dengan uraian diatas.
3. Sebaiknya satu atau dua pertanyaan dalam satu kolom komentar.
4. Hanya menggunakan bahasa Indonesia yang umum dan dimengerti semua orang.
5. Tidak memakai singkatan-singk atan, misalnya yg, dlm, sdh, tdk, dlsbgnya.
6. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
7. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.

Untuk pertanyaan/masu kan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .
Kiranya petunjuk-petunj uk di atas dapat kita perhatikan.

Demikian, kiranya saudara dapat maklum.
~
Salma
# Iman 2014-03-16 11:31
~
Saya tanya pada anda, apakah kata kamu, saya dan dia bukan kata tunggal? Lalu bagaimana dengan kata kami dan mereka, apakah itu bukan kata jamak? Ayat yang anda tuliskan sebelumnya hanya tertuju pada ayat itu saja. Padahal di dalam Al-Quran setiap ayat masih mengandung satu pengertian dengan ayat lainnya atau masih mengandung pengertian yang utuh secara Surah dari ayat-ayat tersebut.

Coba anda baca dari ayat satu hingga selesai untuk sura Maryam, dan baca pula terjemahannya. Jika anda ingin buktinya, buka saja sendiri di Al-Quran. Jangan hanya membaca satu ayat saja. Coba baca keseluruhannya, baru anda dapat memahaminya.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-24 13:51
~
Salam Sdr. Iman,

Jika memang dalam pengertian saudara bahwa kata kamu, dia dan saya adalah tunggal. Maka ayat yang tertulis dalam Qs 19:71 ditujukan kepada siapa? Dapatkah saudara memberikan penjelasan kepada kami arti "...tidak seorangpun dari padamu."

Kami menunggu pemaparan dari saudara.
~
Salma
# Iman 2014-03-16 11:52
~
Kepada saudara Cokie,

Apakah saya berkata bahwa Al-Quran itu salah? Tidak. Justru menurut saya Al-Quran itu kitab yang sebaik-baiknya dan sebenar-benarny a. Yang anda katakan memang benar, Al-Quran memang kitab yang terang dan jelas maksudnya, bahwa semua para nabi telah diterangkan dan dijelaskan pula di dalam Al-Quran dari yang amat dasar hinggan detil.

Dan disampaikannyap un sudah amat jelas. Tapi, masih banyak manusia yang tidak paham akan isinya. Mudah untuk dipahami, bagi mereka yang memahaminya pastilah mudah. Karena, semua manusia tidak seutuhnya menafsirkan suatu kata dengan tepat dan benar.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-24 14:06
~
Salam Sdr. Cokie dan Sdr. Iman,

Al-Quran ditulis oleh Muhammad yang konon katanya sebuah wahyu bahkan yang menyempurnakan kitab sebelumnya yakni Taurat, Zabur dan Injil. Dalam Taurat dan Zabur jelas disampaikan bahwa seorang Mesias akan datang untuk memberikan keselamatan.

Hal ini telah telah tergenapi dengan datangnya Isa Al-Masih sebagai Kalimat Allah. Hal tersebut tertulis dalam Injil. Jika Injil sudah menerangkan bahwa dalam Isa Al-Masih ada keselamatan kekal, mengapa Al-Quran tidak memberikan kepastian keselamatan?
~
Salma
# zheget 2014-03-18 18:04
~
Pengurus selalu menyebut nama Isa Al-Masih yang dikutip dalam Al-Quran, tetapi apakah di Injil disebut nama Isa Al-Masih atau nama Yesus? Allah itu esa dan zat yang tidak ada satupun bisa menyerupai-Nya, termasuk Yesus.

Adakah ayat di Injil yang mengatakan: " Aku (Yesus) adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku" Kalau tidak ada, artinya Yesus bukanlah Tuhan dan hanya manusia biasa.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-24 21:01
~
Salam Sdr. Zheget,

Kami setuju bahwa tidak ada siapapun yang dapat menyerupai Allah. Tetapi bagaimana menurut saudara, mampukah Allah menyerupai siapapun termasuk Isa Al-Masih?

Allah maha besar, bukan? Dia maha hadir bahkan Dia maha kuasa. Jika demikian apakah sulit bagi Allah jika Dia menjadi manusia? Isa Al-Masih pernah berkata "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi" (Injil, Rasul Besar 28:18). Bukankah Isa Al-Masih Sang Pemilik sorga dan bumi?
~
Salma
# bayu 2014-03-19 12:44
~
Dengan cara apa anda beribadah? Apakah shalat atau Kebaktian? Tidak tahu mengapa, setiap membaca catatan di web ini iman saya semakin kuat. Bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.

Terimakasih atas segala pandangannya tentang islam, tapi sayangnya semua itu tidak ada yang mengena ke hati.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-24 21:10
~
Salam Sdr. Bayu,

Terimakasih untuk tetap setia dalam mengunjungi web kami, bahkan membaca setiap artikel kami.

Setiap umat tentu memiliki cara sendiri dalam beribadah kepada Sang Pemilik hidup. Hanya yang menjadi pemikiran kita adalah, kepada siapakah kita menujukan seluruh kehidupan kita?

Allah dengan segala kemahaan-Nya memberikan kebebasan kepada umat-Nya untuk mengekspresikan rasa syukurnya. Tetapi Allah dengan kasih-Nya hanya memberikan satu jalan untuk menikmati kehidupan kekal. Semua orang bahkan mas Bayu pun harus tahu. Dia adalah Isa Al-Masih.

Sabda-Nya “Kata Yesus [Isa Al-Masih] kepadanya: 'Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku'” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).
~
Salma
# Iman 2014-03-25 18:56
~
Maksud dari terjemahan yang anda kutip yaitu "...tidak seorangpun dari padamu" itu menunjukkan kepada satu orang yang bersalah. Dalam hal ini siapa saja yang melakukan dosa maka akan mendapat ganjarannya yaitu neraka. Dari ayat 71 itu masih memiliki pengertian yang berkaitan yaitu ayat 72 yang berbunyi: “Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.”

Apakah hal ini masih kurang begitu jelas bagi anda? Bahwasanya di dalam Al-Quran, Allah telah jelas-jelas menerangkan bahwa mereka yang mukmin dan beriman akan masuk sorga. Namun, bagi mereka yang maksiat dan berdosa, akan masuk neraka. Apakah dalam agama anda juga tidak seperti itu?
# Staff Isa dan Islam 2014-03-26 15:11
~
Saudara Iman,

Menarik sekali tulisan saudara. Menurut kami, kalimat itu justru menekankan jamak dan bukan tunggal. Perhatikan dan kiranya saudara membaca dengan teliti kalimat 'tidak seorang pun dari padamu'. Ini berarti ditujukan kepada banyak orang.

Uniknya, ayat 72 menjelaskan bahwa orang berdosa tidak kekal di neraka. Ini sangat bertentangan dengan ayat berikut ini, “Sesungguhnya orang-orang yang berdosa kekal di dalam azab neraka Jahannam” (Qs 43:74). Mengapa Al-Quran bertentangan tentang keselamatan di akhirat?
~
Salma
# zaky ziyadatul khair 2014-03-27 13:02
~
Dengan Menyebut Nama Allah Tuhan Semesta Alam Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.

Kelak ketika Dajjal telah muncul, maka Isa akan diturunkan ke dunia lagi untuk membunuh Dajjal tersebut. Dan Isa akan menyampaikan hal yang sebenar-benarny a kepada manusia. Dan bagi mereka yang percaya, mereka akan mengikuti-Nya untuk makan bersama hingga akhirnya tanpa sadar mereka telah dicabut nyawanya oleh Allah, Tuhan semesta alam.

Lalu di bumi hanya tersisa orang-orang pendosa yang tidak lagi mempunyai akal dan akhlak. Maka saat itulah kiamat telah tiba dengan diiringi nyanyian sangkakala. Seperti itulah kurang lebihnya Islam mengajarkan.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-08 07:06
~
Saudara Zaky Ziyadatul Khair,

Kami setuju bahwa Isa Al-Masih akan menghancurkan Dajjal di akhir zaman. Berarti betapa berkuasanya Isa Al-Masih, bukan? Tetapi kami kira akan jauh lebih baik bila diskusi ini dilakukan pada artikel yang tepat. Karena itu, kami mempersilakan saudara mengunjungi link ini http://tinyurl.com/7fjswyr agar kita dengan leluasa berdiskusi.
~
Solihin
# Iman 2014-03-31 19:04
~
Untuk Staf Isa dan Islam,

Anda pasti sudah belajar bahasa Indonesia sejak SD hingga SMA, 'kan? Otomatis anda tahu mana yang kata tunggal dan kata jamak. Karena kami, pakar linguis (bahasa) memiliki kamus EYD atau KBBI. Yang di dalamnya terdapat kata-kata dan kalimat-kalimat tunggal dan jamak yang benar-benar relevan. Karena, kata ‘Padamu’ sudah jelas-jelas tunggal. Lihat kata ‘mu’, kata tersebut telah diserap dari kata ‘kamu’ lalu ditambah dengan konjungsi ‘pada’ sehingga menjadi ‘padamu’. Apakah hal itu bukan tunggal?

Bukankah saya pernah bertanya pada anda, apakah kata kamu dan saya bukan kata tunggal? Lalu bagaimana dengan kata mereka dan kami? Ternyata anda memang tidak paham akan ilmu kebahasaan.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-08 07:21
~
Saudara Iman,

Ternyata kami sedang berhadapan dengan pakar lingustik. Tentu ini menambah khasanah dan pengetahuan bahasa kami. Dan kami setuju dengan saudara bila kita hanya memerhatikan pada kata 'padamu'. Tetapi bukankah – sebagai pakar lingustik tentu mengetahui – keutuhan kalimat perlu diperhatikan agar kita mengerti makna kalimat tersebut secara benar dan utuh, bukan?

Kami mencoba memerhatikan kalimat 'tidak ada seorangpun dari padamu', kiranya saudara juga tidak mengabaikan kata 'seorangpun'. Dalam pengertian ini, bukankah ini berarti jamak? Ini artinya bukankah itu ditujukan kepada umat?

Dan karena ketentuan situs kami, tidak boleh memberikan komentar lebih dari satu kolom, maka dengan terpaksa komentar saudara yang lain kami hapus. Tentu kami senang berdiskusi dengan saudara yang menggunakan bahasa yang baik dan santun. Dan kami menerima rasa persaudaraan saudara dan tentu kami hormat dan menghormati keyakinan saudara juga.
~
Solihin
# anynomous 2014-04-02 04:03
~
Jawab Isa kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri“ (Injil, Rasul Besar Matius 22:37-39).

Isa Al-Masih berkata: "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku" (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:1)

Kata Isa kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada (Allah) Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Malah dipertegas sama staff IDI kalau Yesus itu bukan Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-08 07:27
~
Saudara Anynomous,

Kami pasti senang untuk menanggapi tulisan saudara di atas. Tetapi bagaimana bila kita berdiskusi dengan topik yang membahas tentang Isa Al-Masih adalah Tuhan? Kita dapat berdiskusi dengan panjang lebar dan mendalami ini bersama. Karena itu, silakan saudara mengunjungi link ini http://tinyurl.com/9lqzv3d
~
Solihin
# Staff Isa dan Islam 2014-04-08 07:36
~
Saudara Cahya,

Tentu menarik mendiskusikan tentang Allah. Memahami dan mengerti Allah tentu tidak saja memerlukan pemikiran yang dalam, tetapi menjadi sangat sukar juga karena Pribadi ini tidak terbatas dan mahakuasa, bukan? Tetapi kami terpaksa menghapus semua komentar saudara karena ketentuan situs kami tidak memperkenankan pengunjung menggunakan lebih dari satu kolom dan harus berhubungan dengan artikel di atas.

Kiranya saudara memaklumi ini. Bila saudara ingin berdiskusi dengan topik tersebut, maka kami memiliki artikel yang membahas itu. Bagaimana bila kita berdiskusi mengenai topik itu di sana? Kami menunggu saudara mengunjungi link ini http://tinyurl.com/99ftrcx
~
Solihin
# Tona 2014-04-10 20:04
~
Jujur saja saya sering diajak untuk beralih keyakinan oleh beberapa orang. Saya pernah menjawab kepada seorang Muslim yang bernama Ademan bahwa saya memang tidak tidak tahu semua pertanyaan yang anda ajukan mengenai Isa (Yesus). Saya tidak bisa menjawab pertanyaan anda. Namun, yang harus anda ketahui adalah setelah saya menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat saya telah menjadi pribadi yang lebih baik. Saya meninggalkan hidup saya yang hitam, yaitu sebagai pencuri, pemabuk, perokok, dan tidak menghormati kedua orang tua saya.

Sebagai pengikut Kristus apapun yang dikatakan oleh saudara kita Islam, saya hanya bisa bilang dengan hinaan itu iman saya semakin baik.
# agnes 2014-04-13 22:59
~
Jadi, Yesus adalah Isa Al-Masih dan Isa Al-Masih adalah Yesus. Lalu, apa perbedaannya? Sebab jika Muslim percaya Isa Al-Masih dan Kristen percaya Yesus, maka apa bedanya? Sedangkan Injil dan Al-Quran menjelaskan keduanya. Satu lagi tambahan, manusia berdosa tidak bisa menebus dirinya sendiri, kecuali ada yang menebus. Dan tidak ada manusia yang mampu mengorbankan dirinya untuk orang lain karena semua manusia punya natur dosa.
# isa itu islam 2014-04-14 09:38
~
To: Semua,

Inilah jalan keselamatan yang benar.

Mat 7:21-23, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga... banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?... Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Bukan yang menyebut Yesus itu Tuhan yang akan masuk surga, tetapi mereka yang melakukan kehendak Bapanya Yesus yang masuk surga. Bapanya Yesus adalah Allah, Illah, Elohim, Yahweh.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-15 08:45
~
Saudara Isa Itu Islam,

Ada baiknya bila saudara membaca teliti dan seksama perikop itu mulai dari ayat 15-23. Konteks itu adalah berkaitan dengan nabi palsu. Orang yang menyebut diri-Nya nabi setelah Isa Al-Masih, maka nabi tersebut harus mengacu pada ajaran dan perbuatan Isa Al-Masih. Maka untuk membedakan nabi palsu dari nabi yang diutus Tuhan, kita dapat melihat dari perbuatannya, apakah sesuai dengan ajaran Isa Al-Masih atau tidak.

Salah satu ajaran Isa Al-Masih adalah “Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya , sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya...Kasih ilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” (Injil, Rasul Besar Matius 5:28, 44).

Dapat disimpulkan bahwa inti ajaran Isa Al-Masih adalah mengasihi Allah dan mengasihi sesama (Injil, Rasul Markus 12:30-31). Nah, pertanyaannya adalah apakah nabi saudara memenuhi kriteria sebagai nabi yang diutus Tuhan?
~
Solihin
# ilham 2014-04-16 20:23
~
Bisa jelaskan dengan sejujurnya dan sejelasnya? "Demi sesungguhnya! Telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Bahawasanya Allah ialah Al-Masih Ibni Maryam". Padahal Al-Masih sendiri berkata:" Wahai Bani Israil! Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhan kamu, Bahawasanya sesiapa yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang lain, maka sesungguhnya Allah haramkan kepadanya Syurga, dan tempat kembalinya ialah neraka; dan tiadalah seorang penolong pun bagi orang-orang yang berlaku zalim" Qs 5:72.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-17 00:04
~
Salam Sdr.Ilham,

Perlu saudara ketahui siapakah yang berfirman dalam Qs 5:72. Ayat ini menjelaskan bahwa kafir orang yang menganggap Allah adalah Isa Al-Masih, bukan? Tentu ini adalah perkataan Muhammad bukan perkataan Isa Al-Masih, bukan demikian?

Memang benar bahwa Isa Al-Masih pernah berkata dalam Injil, Rasul Markus 12:29 "Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa".  

Tetapi di lain kesempatan Isa Al-Masih berkata "Aku dan Bapa adalah satu" (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30). Bukankah ini menandakan bahwa Isa Al-Masih adalah Tuhan?
~
Salma
# Priska eveline 2014-04-17 16:09
~
Benar! Tuhan Yesus adalah jalan keselamatan dan kebenaran dan hidup!
# pangeran 2014-04-18 15:32
~
Saya tadi malam sempat menanggapi komen-komen di atas, tapi ternyata sudah dihapus oleh admin.
Jadi, akan saya ulang lagi. Saya hanya mencoba memberikan tantang kepada admin IDI. Apabila admin menggunakan ayat-ayat Injil (yang sekarang) sebagai rujukan, tolong buktikan bahwa injil tersebut memang benar-benar asli yang diturunkan kepada Isa Al-Masih saat beliau masih hidup!

Kalau mushaf Al-Quran, saya tidak ragu lagi akan keasliannya. Sudah banyak buktinya. Kalau admin ingin tahu mana mushaf Al-Quran yang asli, silakan kunjungi Uzbekistan, Istanbul, dan London. Meskipun tertulis dengan dialek berbeda-beda, namun isinya sama persis. Bukti lain akan keaslian mushaf Al-Quran adalah banyaknya penghafal Al-Quran. Sementara Injil (yang sekarang), ada yang hafal?
# Staff Isa dan Islam 2014-04-23 08:42
~
Saudara Pangeran,

Adalah orang yang membuat tuduhan yang perlu membuktikan bahwa Injil tidak asli. Dalam hal ini, saudara perlu membuktikannya, bukan kami. Amat janggal bila kami harus membuktikannya. Siapakah yang memalsukan Injil? Kapan terjadinya, sebelum dan sesudah nabi saudara meninggal? Dan apakah saudara pernah membaca Injil yang asli?

Karena itu, kami yakin dengan janji keselamatan yang tertulis dalam Injil. Sebab Isa Al-Masih sendiri yang menyatakannya. Sangat berbeda tentunya dengan Al-Quran. Al-Quran justru menjamin bahwa pengikutnya harus masuk neraka. “Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan” (Qs 19:71).

Yang perlu saudara renungkan dan lakukan adalah menentukan langkah kepada siapakah saudara menggantungkan keselamatan saudara, kepada Isa Al-Masih atau nabi saudara? Dan bagaimana saudara dapat memperoleh jaminan keselamatan di akhirat?
~
Solihin
# Dr Ady Lesmana MPd 2014-04-18 23:36
~
Salam,

Kitab Suci ditulis melalui lintas waktu. Berbicara soal keaslian Injil, silakan datang ke Roma-Italia. Gereja Katholik Roma, menyimpan semua naskah asli yang ditulis oleh para murid Yesus. Baik dalam bahasa Ibrani, Aram, maupun Yunani dan Latin. Injil adalah kabar baik yang ditulis oleh para murid atas dasar keimanan mereka pada Yesus dan keyakinannya pada Yesus, serta tugas pewartaan dan kerasulan mereka.

Yesus tidak menulis Injil, sebab Dialah Injil itu sendiri (Firman/Kalam/k alimat/Kalimatu hu yang hidup dan menjelma menjadi manusia). Semua dokumen yang ditulis oleh para rasul berisi keimanan dan kesaksian mereka akan Yesus, dan berisi ajaran-ajaranny a selama mereka mengikuti-Nya. Tulisan-tulisan mereka disusun dari waktu ke waktu dan kemudian disatukan menjadi Injil.
# Putri DJ 2014-04-19 12:18
~
Setelah saya membaca semua dialog ini, saya dapat menemukan kesamaan yaitu dalam Islam dan Kristen keduanya menyembah Allah (dalam Kristen Isa Al-Masih). Namun saya tidak memercayai bahwa Isa Al-Masih adalah Tuhan (Allah). Apakah orang yang tidak memercayai Isa Al-Masih sebagai Tuhan akan masuk neraka? Apakah orang-orang yang percaya Isa Al-Masih sebagai Tuhan akan masuk sorga (Kristen)?
# Staff Isa dan Islam 2014-04-23 09:04
~
Saudara Putri DJ,

Seorang pemberontak dalam satu negara atau kerajaan, pasti tidak mengakui otoritas seorang kepala negara atau raja. Apa yang dilakukan sang raja atau kepala negara tersebut? Tentu kepala negara tidak akan membiarkan pemberontak itu tinggal dan hidup dalam kerajaannya atau negaranya, bukan? Tetapi bila kita ingin tinggal dan hidup di satu negara yang berdaulat, maka kita perlu percaya dan mengakui kedaulatan negara itu, bukan?

Demikian juga dengan Isa Al-Masih. Saudara tidak berhak tinggal dan hidup dalam kerajaan-Nya bila saudara tidak percaya dan mengakui kedaulatan-Nya atas hidup saudara. Karena itu, yang perlu saudara lakukan adalah mengenal Isa Al-Masih dengan benar. Bagaimana saudara dapat mengenal-Nya? Saudara dapat mempelajarinya dari Injil.

Tetapi jangan kuatir, kami tahu saudara sibuk. Karena itu, kami memiliki artikel yang berhubungan dengan Isa Al-Masih, silakan mengunjungi link ini http://tinyurl.com/8abrx5t. Kiranya artikel tersebut dapat membantu saudara lebih mengenal Isa Al-Masih dengan benar.
~
Solihin
# Dr Ady Lesmana MPd 2014-04-19 18:26
~
Sdr Putri DJ,

Bacalah tulisan yang saya buat, maka anda memahami bahwa anda pun bisa selamat. Pahami itu. Titik persoalannya adalah iman dan masalah Yesus adalah Allah itupun adalah iman yang hanya ditemui pada Injil dan para pengikut-Nya.
# XucinXgaronX 2014-04-22 16:46
~
To: Dr Ady Lesmana MPd,

Hari seperti ini yang namanya bohong mudah sekali diketahui. Silakan anda lihat bukti ayat ayat palsu Alkitab di sini (karena blog ini membatasi max 800 karakter saja).
# Dr Ady Lesmana MPd 2014-04-23 08:22
~
Saudara XucinXgaronX,

Bagaimana mungkin anda sendiri yang menunjukkan link yang memuat nama anda sendiri. Itu menunjukkan anda melakukan propaganda terhadap Alkitab. Sudah jelas kita ketahui bahwa Gereja Katholik Roma telah berdiri sejak Rasul Yesus (Isa) yang pertama mendirikan gereja di atasnya dan menyebut pengikut Kristus adalah Kristen di Anthiokia.

Gereja Katholik selalu menetapkan dan menyimpan semua dokumen bahkan salib Kristus yang diamankan oleh Santa Helena. Mengapa saya harus percaya denganmu yang datang setelah beberapa abad kemudian dan mengatakan dokumen kami yang lebih tua darimu adalah palsu bahkan kamupun mengatakan Alkitab Yahudi palsu.
# shoes ugg 2014-04-23 21:42
~
Blog anda benar-benar baik, keep it up!
# sii ganteng 2014-05-01 08:06
~
"Dan Kami telah turunkan kepadamu al-Qur'an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu" (Qs Al-Maa-idah : 48).

Di situ jelas tertulis bahwa Al-Quran adalah kitab penyempurna sebelumnya.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-08 15:34
~
Saudara Sii Ganteng,

Terimakasih atas komentar saudara. Tetapi tampaknya komentar saudara tidak berhubungan dengan artikel di atas. Bagaimana bila saudara mengunjungi link ini http://tinyurl.com/7dozslb? Artikel tersebut sangat cocok dengan komentar saudara.
~
Solihin
# BENTO 2014-05-01 17:30
~
Sebenarnya beberapa bukti Al-Quran yang dikutip oleh staf IDI itu harus bisa direnungkan umat Muslim. Siapa sebenarnya Isa Al-Masih sesungguhnya dan seberapa pentingkah Isa harus dicatat dalam Al-Quran. Muhammad sendiri tidak dicatat secara istimewa dalam Al-Quran, baik awal kelahirannya sampai pelayanannya. Proses Muhammad jadi nabi sangat riskan dan dan dilatarbelakang i oleh tindakan-tindak an yang tidak terpuji dan mengatasnamakan Allah.
# Dr Ady Lesmana MPd 2014-05-02 12:43
~
"Aku telah menasehatkan agar jangan mengajarkan ajaran lain ataupun sibuk dengan dongeng dan silsilah yang tiada putus-putusnya, yang hanya menghasilkan persoalan belaka, dan bukan tertib hidup keselamatan yang diberikan Allah dalam iman. Tujuan nasehat itu ialah kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas. Tetaplah ada orang yang tidak sampai pada tujuan itu dan sesat dalam omongan sia-sia. Merekahendak menjadi pengajar hukum Taurat, tanpa mengerti perkataan mereka sendiri dan pokok-pokok secara mutlak mereka kemukakan. Kita tahu bahwa hukum Taurat itu baik kalau tepat digunakan. Yakni keinsafan bahwa hukum Taurat bukanlah bagi orang yang benar, melainkan bagi orang yang durhaka dan orang lalim, bagi orang fasik dan orang berdosa" (1 Tim 1:3-11).
# XucinXgaronX 2014-05-03 07:31
~
Pernyataan anda tak ada buktinya dan bertentangan dengan Alkitab anda. Rasul-rasul pertama Yesus tak pernah mendirikan gereja, mereka beribadah di tempat ibadah Yahudi.

Kis 13:5, "Setiba di Salamis mereka memberitakan firman Allah di dalam rumah-rumah ibadat orang Yahudi. Dan Yohanes menyertai mereka sebagai pembantu mereka."
# Staff Isa dan Islam 2014-05-08 15:43
~
Saudara Xucinxgaronx,

Menurut kami, tanggapan saudara tersebut sangat tepat bila berada pada artikel yang terdapat pada link ini http://tinyurl.com/7jm54rd. Tentu menyenangkan bila berdiskusi dengan topik yang tepat, bukan?
~
Solihin
# pembela Alloh 2014-05-03 11:57
~
Kami mengakui Ketuhanan Allah dan kerasulan Isa Al-Masih dan kitab yang disebut Kitab Injil namun kami juga yakin bahwa kitab yang di tangan saudara terkasih adalah kitab Injil yang isinya sudah diubah oleh pemuka-pemuka agama kalian untuk kepentingan mereka. Apakah mungkn Allah Yang maha sempurna berbuat kasalahan? Tahukah anda naskah asli kitab Injil yang anda pegang?

Saya kuatir ayat-ayat yang anda kutib dalam kitab injil itu ayat-ayat yang sudah diplesetkan oleh pemuka-pemuka agama terdahulu. Karena kekuatiran itu tolong tunjukkan kepada saya naskah yang asli dari kitab Injil sehingga saya dapat mempelajari. Saya yakin bahwa agama Islam dan Nasrani adalah agama yang sama karena kita mempunyai Tuhan yang sama yaitu Allah Yang Maha Esa.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-08 15:47
~
Saudara Pembela Alloh,

Kami sangat tertarik untuk menanggapi komentar saudara di atas. Tetapi kami perlu bersikap bijak sebab komentar saudara tidak berhubungan dengan artikel di atas. Bagaimana bila saudara mengunjungi link ini http://tinyurl.com/6h8rxu3 dan kita berdiskusi di sana? Kami menunggu saudara.
~
Solilhin
# jessica trevycorsel 2014-05-04 21:56
~
Yesuslah Tuhan. Apa muhamad menjanjikan kamu semua selamat? Hanya Yesus yang menjanjikannya.
# XucinXgaronX 2014-05-05 11:22
~
Menurut Yesus yang masuk sorga adalah yang melakukan semua Hukum Taurat dan faktanya tak ada Kristen yang melakukannya (Mat. 5:19-20).
# Staff Isa dan Islam 2014-05-08 15:55
~
Saudara Xucinxgaronx,

Kami senang karena saudara mengutip ayat itu. Dan bila kita membaca ayat-ayat selanjutnya, maka Isa Al-Masih menaikkan standar hukum Taurat. Mari kita mengambil salah satu saja. "Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya , sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya" (Injil, Rasul Besar Matius 5:28).

Apakah saudara sanggup untuk menjaga hati saudara saat memandang seorang perempuan dan menginginkannya ? Tentu tidak, bukan? Tidak ada seorang pun yang sanggup untuk melakukan sabda Isa Al-Masih ini. Karena itu, manusia diselamatkan bukan karena perbuatan baik atau amal, tetapi karena rahmat semata.

Dan uniknya nabi saudara pun mengakui hal ini. "Dari Jabir r.a katanya dia mendengar Nabi Saw. bersabda: 'Bukan amal seseorang yang memasukkannya ke Surga atau melepaskannya dari neraka, termasuk juga aku, tetapi ialah semata-mata rahmat Allah Swt. belaka'" (HSM 2412-2414).

Bagaimana pendapat saudara tentang perkataan nabi saudara di atas?
~
Solihin
# Jacky 2014-05-06 12:27
~
"Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: 'Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu..." (Yohanes 8:7, 10, 11).

"Karena itu, hai manusia, siapapun juga engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari salah. Sebab, dalam menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri, karena engkau yang menghakimi orang lain, melakukan hal-hal yang sama" (Roma 2:1).
# Staff Isa dan Islam 2014-05-08 15:59
~
Saudara Jacky,

Ayat-ayat yang saudara kutip sangat menarik. Boleh kami tahu, maksud pengutipan ayat-ayat itu?
~
Solihin
# XucinXgaronX 2014-05-08 21:51
~
"Bukan amal seseorang yang memasukkannya ke surga atau melepaskannya dari neraka, termasuk juga aku, tetapi ialah semata-mata rahmat Allah Swt. belaka". Bagaimana pendapat saudara tentang perkataan nabi saudara di atas?

Kalau anda membaca Qs 7:56, sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. Anda tahu arti kalimat superlatif amat dekat.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-09 11:37
~
Salam Sdr. Xucin Garong,

Kami menyampaikan terimakasih untuk pemaparan saudara.

Perihal ayat yang saudara paparkan, bukankah itu ditujukan perbuatan baik dalam menjaga langit dan bumi? Atau memang ayat-ayat dalam Al-Quran tidak dapat dibedakan dengan topiknya? Bagaimana menurut saudara?

"Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik".
~
Salma
# nasim 2014-05-09 01:07
~
Anda tidak memahami bahasa kitab saudara. Semua roh yang ada pada manusia adalah roh Allah, Roh yang ada pada tubuh Isa adalah Roh Allah. Bahkan roh yang ada pada tubuh saudara roh Allah. Roh Isa dan roh kita itu sama-sama roh Allah.

Saudara berpendapat bahwa Allah masuk ke tubuh Isa dan menjadi manusia. Jika Allah masuk ke tubuh Isa bahasanya bukan di ambil tetapi keluar.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-09 11:53
~
Salam Sdr. Nasim,

Jika saudara mengacu pada Alkitab, sangat jelas dalam Kitab Taurat, Kejadian 2:7 bahwa di sana bukanlah Roh Allah, tetapi Allah menghembuskan nafas hidup.

"Ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup".

Bagaimana dengan Isa Al-Masih? Isa Al-Masih berasal dari Roh Allah. Allah sendiri yang menyampaikan Kalimat-Nya yakni Roh-Nya. Sangat berbeda, bukan?
~
Salma
# XucinXgaronX 2014-05-09 13:20
~
Bukan langit dan bumi, yang benar di muka bumi. Yang namanya perbuatan baik adalah sesuai dengan perintah Allah. Berbuat baik di muka bumi adalah berbuat baik kepada makhluk yang ada di muka bumi dari flora hingga fauna dan bukankah manusia juga makhluk menetap di muka bumi?
# Staff Isa dan Islam 2014-05-10 00:21
~
Saudara Xucinxgaronx,

Tentu berbuat baik kepada sesama dan flora dan fauna harus dilakukan. Tetapi untuk keselamatan di akhirat, mungkinkah perbuatan baik dapat menyelamatkan manusia? Semua manusia berdosa dan tidak sanggup untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Seorang napi tidak mungkin dapat membebaskan dirinya sendiri tanpa pertolongan orang lain. Demikian juga manusia yang terbelenggu dosa tidak mungkin dapat membebaskan dirinya sendiri dengan perbuatan baik.

Pertanyaannya adalah apakah saudara yakin bahwa perbuatan baik dapat menyelamatkan saudara? Mengapa? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# XucinXgaronX 2014-05-10 07:33
~
Pertanyaannya adalah apakah saudara yakin bahwa perbuatan baik dapat menyelamatkan saudara? Mengapa? Bagaimana menurut saudara?

Sudah saya jawab sebelumnya bahwa perbuatan baik adalah perintah Allah, perbuatan baik mendekatkan kepada rahmat Allah. Rahmat Allah adalah kunci Sorga. Dan Muslim diperintahkan untuk tidak berputus asa dari rahmat Allah. Putus asa dari rahmat Allah adalah ciri-ciri orang kafir.

Qs 29: 23 "Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan Dia, mereka putus asa dari rahmat-Ku, dan mereka itu mendapat azab yang pedih".
# Staff Isa dan Islam 2014-06-19 03:43
~
Salam Sdr. Garonk,

Perbuatan baik atau amal, benarkah dapat memberikan jaminan keselamatan? Sumber dari Abu Huraira menyatakan, “Beliau Rasulullah berkata: 'Mendekatlah dan berusahalah benar! Ketahuilah, bahwa setiap orang di antara kalian tidak bakal selamat karena amalnya'.” Para sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, tidak juga engkau?” Rasulullah bersabda: “Tidak juga aku, kecuali bila Allah melimpahiku dengan rahmat dan karunia dari-Nya” (Hadis Shahih Muslim).

Lalu bagaimana tanggapan saudara perihal ayat ini?
~
Salma
# Tawangalun 2014-05-15 14:40
~
Bagaimana caranya untuk dapat subscribe comment yang ada si website ini dikirim melalui email. Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-19 03:52
~
Salam Sdr. Tawangalun,

Saudara bisa lihat sebelah kanan atas ada tulisan : Mutiara Tersembunyi tentang Isa Al-Masih di Alkitab dan Al-Quran. DI bawahnya ada kirimilah buletin. Silakan klik di sana dan akan ada petunjuk berikutnya untuk mengisi nama dan alamat email. Maka saudara akan mendapat kiriman buletin setiap minggunya.

Atau jika ada hal-hal yang hendak saudara tanyakan tentang Isa Al-Masih bahkan share pergumulan hidup silakan mengemail kami di . Terimakasih.
~
Salma
# Adhin 2014-05-19 13:49
~
Admin yang baik. Anda mengaitkan jalan keselamatan dengan mengambil banyak dalil dari Al-Quran dan Alkitab Injil. Muslim mengakui kedua kitab tersebut adalah benar. Untuk Injil, umat Muslim mengakui ucapan Yesus (Isa as/ Esau) sebagai guru besar, bukan Paulus, Petrus dsb. Pertanyaannya adalah, apakah anda benar-benar percaya dalam hati bahwa Al-Quran dan Muhammad saw adalah benar? Karena anda mengambil dalil dari Al-Qur'an. Mohon dijawab dengan hati anda bukan kedengkian. Salam.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-19 04:00
~
Salam Sdr. Adhin,

Isa Al-Masih selalu mengajarkan kasih dalam setiap ajaran-Nya. Al-Quran adalah satu-satunya kitab di dunia ini selain Alkitab yang memberikan ruang tentang Isa Al-Masih dan kemahakuasaan serta kehabatan dan keistimewaan. Tetapi Al-Quran jugalah yang menentang tentang kesaksian Isa Al-Masih yang adalah Tuhan dan Juruselamat.

Umat Muslim dalam ajaran Muhammad tidak mengakui ketuhanan Isa Al-Masih, sementara dalam Qs 3:45 dengan jelas dikatakan bahwa Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah yang berati Allah telah menjadi manusia sempurna dalam Al-Masih. Bukankah umat Muslimpun tidak memercayai kitabnya?
~
Salma
# mutia 2014-06-18 13:18
~
Salam,

Hebat sekali admin membuat perbandingan antara kitab Injil dan Al-Quran. KAlau saudara menganggap bahwa Nabi Isa itu Tuhan karena Allah meniupkan Roh kepada Nabi Isa, Allah juga meniupkan roh kepada kita. Kalau kita tidak punya roh kita tidak hidup. Kemudian kalau karena Nabi Isa lahir dari perawan suci Maryam tanpa seorang ayah, lebih hebat Nabi Adam sebab ia ada tanpa ayah dan ibu. Mengapa saudaratidak menjadikannya Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-19 04:12
~
Salam Sdr. Mutia,

Pernahkah saudara membaca atau mempelajari kitab saudara perbedaan Nabi Adam dan Isa Al-Masih? "ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup" (Kitab Taurat, Kejadian 2:7). Bagaimana dengan Isa Al-Masih? Dia adalah “Tiupan Roh dari Allah” (Qs 4:171). Roh Isa Al-Masih adalah Roh dari Allah.

Benar bahwa manusia memiliki roh Allah, tetapi manusia berdosa sementara Isa Al-Masih adalah suci (Qs 19:19). Dia tidak pernah berbuat dosa. Adakah manusia di dunia ini suci selain Allah?
~
Salma
# Roy 2014-06-24 17:08
~
Kenapa penebusan dosa harus dengan darah? Apa yang membedakannya dengan ritual Indian kuno yang mempersembahkan manusia untuk para dewa agar dimaafkan dosa-dosanya atau adu gladiator sampai mati sebagai persembahan bagi para dewa?

Kenapa tidak dimaafkan saja, tanpa perlu ritual darah. Seperti ada suara dari langit yang berseru "kalian sudah kumaafkan ..." “Daging-daging dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai Allah, tetapi Ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik“ ( Al Hajj : 37 )
# Staff Isa dan Islam 2014-06-25 05:36
~
Saudara Roy,

Allah memiliki sifat yang konsisten dengan firman-Nya. Sebagaimana yang dituliskan Injil, Surat Ibrani 9:22, "Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan." Artinya perlu ada kurban. Di sanalah keadilan Allah. Tetapi Allah juga memiliki sifat kasih. Sehingga Allah sendiri yang datang ke dunia dalam Pribadi Isa Al-Masih.

Tentu ini sangat menakjubkan, bukan? Bahwa Allah secara aktif mencari dan mendatangi manusia untuk menyelamatkan dari dosa. Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer

Isa Islam Dan Kaum Wanita

Click gambar di samping untuk artikel - artikel untuk wanita Muslim


 

www.isaislamdankaumwanita.com