Keselamatan Dalam Al-Quran Dan Injil

6Setiap umat beragama berlomba mencari keselamatan. Segala usaha dilakukan agar dapat memperoleh keselamatan. Al-Quran dan Injil memberi beberapa pandangan bagaimana seseorang dapat memperoleh keselamatan.

Pertama – Mencari Jalan Lurus

Jalan yang lurus jelas lebih baik bagi seorang pengendara dibanding jalan yang berliku. Demikian halnya dengan seseorang yang ingin diselamatkan. Dia perlu mencari jalan lurus itu. “Tunjukilah kami jalan yang lurus” (Qs 1:6).

Dimanakah “Jalan Lurus” itu dapat ditemukan? “Aku [Allah] hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh . . . . .” (Taurat, Mazmur 32:8)

Kedua – Mengetahui Pribadi Isa Al-Masih

Mengapa harus Isa Al-Masih? Mengapa bukan Muhammad, Musa, atau nabi lain?  Bila kita menelusuri Al-Quran, tidak sedikit ayat-ayat yang membahas tentang Isa Al-Masih.  Malahan ada gelar yang diberikan kepada-Nya yang tidak dimiliki oleh siapapun.

Al-Quran bersaksi, hanya Isa Al-Masih lahir dari seorang perawan (Qs 19:16-34; Injil, Rasul Matius 1:18). Dia disebut “seorang anak laki-laki yang suci” (Qs 19:19; Injil, Kisah Para Rasul 4:30).  Ia diberi gelar “Kalimat Allah” (Qs 3:35, 39; Injil, Rasul Yohanes 1:1). Dialah Yang Mulia dan Yang Lama dinubuatkan yaitu “Al-Masih” (Qs 4:171; Injil, Lukas 24:25-27).

Hanya Isa Al-Masih merupakan “Tiupan Roh dari Allah” (Qs 4:171; Injil, Surat Filipi 1:19).  Ia diberi kehormatan:  “Seorang terkemuka di dunia dan di akhirat” (Qs 3:45; Injil, Surat Filipi 2:9-11). Ia dijadikan oleh Allah menjadi “suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami“ (Qs 19:21; Injil, Lukas 2:34; Injil, Surat Ibrani 2:17; Injil, Surat Titus 3:5).

Hanya Isa Al-Masih yang unik di dalam kuasa-Nya untuk mengerjakan mujizat.  Ia  menyembuhkan orang buta, orang sopak, menghidupkan orang mati, memberi hidangan dari langit (Qs 3:39; 5:114; Injil, Rasul Matius 11:2-6).

Hanya Isa Al-Masih yang sekarang sudah pasti berada di surga (Qs 3:55; Injil, Kisah Para Rasul 1:9-11). Dia akan kembali dari surga sebagai hakim pada hari kiamat (Qs 43:69; Injil, Wahyu Rasul Yohanes 1:5-8).

Demikianlah Al-Quran dan Injil menyatakan Pribadi Isa Al-Masih. Maka, bagi seseorang yang ingin menemukan “Jalan Lurus”, sudah seharusnya mengetahui lebih lagi Pribadi Isa Al-Masih.

Ketiga – Memperhatikan Isi Injil

Seseorang yang benar-benar rindu ingin menemukan “Jalan Lurus”, wajib memperhatikan isi Injil. Injil adalah Kabar Baik yang dibawa Isa Al-Masih.

Qs 10:94 berkata, "Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu [yaitu pengikut Isa Al-Masih]. . . . ."

". . . Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada . . . . ‘Isa [Al-Masih] . . . . ." (Qs 3:84).

"Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya . . . ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci" (Injil, I Korintus 15:2-4).

"Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi dibangkitkan menurut Roh" (Injil, 1 Petrus 3:18).

Keempat – Percaya Akan Sifat Allah r-Rahmani r-Rahim (Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang)

Al-Fatihah menggambarkan sifat Allah yang dominan, yaitu: Bismillahi r-rahmani r-rahim” (Qs 1:1).

Seseorang yang sungguh ingin menerima Keselamatan harus mengerti bahwa Allah adalah Maha Penyayang.  Allah berkeinginan untuk membawa manusia kembali pada Keilahian-Nya. Hal ini hanya dapat tercapai melalui kedatangan Kalimat-Nya ke dunia sebagai tanda bagi manusia.

". . . Tuhanmu berfirman: ’Hal itu adalah mudah bagi-Ku [mengatur kelahiran Isa Al-Masih tanpa Maryam berhubungan dengan seorang laki]; dan agar dapat Kami menjadikannya [kelahiran Isa Al-Masih] suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat [Isa Al-Masih] dari Kami . . . ’" (Qs 19:21).

Bentuk dari kasih Allah telah dinyatakan dalam diri Isa Al-Masih, karena, “. . . Dia [Isa Al-Masih] telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya . . .” (Injil, Surat Titus 3:5).

Kelima – Mengerti Arti Pengorbanan Anak Ibrahim

Setiap perayaan Idul Adha, umat Muslim memberikan kurban. Sayangnya tidak sedikit diantara mereka yang masih kurang mengerti makna dari kurban tersebut. Seorang yang sungguh ingin menemukan “Jalan Lurus” wajib mengetahui dengan benar makna pengorbanan anak Ibrahim.

“...Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; ...".  Tatkala keduanya telah berserahdiri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis-(nya) ... [Allah] panggillah dia: "Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu ... Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan [kambing] yang besar [noble, mulia]" (Qs 102-107).

Adakah hubungan korban sembelihan Ibrahim dengan Isa Al-Masih? Perhatikanlah ayat berikut ini, dalam Injil, Rasul Besar Yohanes 1:29.  Nabi Yahya Pembaptis berkata, "Lihatlah Anak Domba Allah [Isa Al-Masih], yang menghapus dosa dunia". Isa Al-Masih datang ke dunia menjadi tebusan bagi setiap orang (Injil, Rasul Matius 20:28).  Sebab Dia telah mati karena dosa-dosa manusia (Injil, I Korintus 15:3).

Dia telah mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa manusia (Injil, Surat Ibrani 9:28).  Dia sendiri telah memikul dosa manusia di kayu salib (Injil, Surat I Petrus 2:24). Kematian-Nya hanya satu kali untuk segala dosa manusia (Injil, Surat I Petrus 3:18).

Isa Al-Masih adalah korban Eid yang Allah berikan untuk dihukum ganti manusia. Melalui Dia manusia dapat menerima pengampunan dosa dan keselamatan kekal.

Keenam – Berdoa dan Menyerahkan Setiap Dosa Pada Korban Allah (Isa Al-Masih)

Hal terakhir yang perlu diperhatikan adalah, percaya sepenuhnya pada pengorbanan Isa Al-Masih di kayu salib. Berdoa dengan khidmat kepada-Nya agar setiap dosa-dosa saudara diampuni. Akuilah dosa-dosa Saudara satu per satu kepada Allah. Berjanjilah untuk bertobat dari dosa-dosa tersebut.

Mintalah Isa Al-Masih membersihkan dosa-dosa Saudara dengan darah-Nya yang ditumpahkan di kayu salib. "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia [Allah] adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita [dengan darah tumpahan Isa Al Masih] dari segala kejahatan" (Injil, Surat I Yohanes 1:9).

Dalam doa mengaku dengan sungguh bahwa Saudara menerima Isa Al-Masih sebagai satu-satunya Juruselamat. Tunjukilah kami jalan yang lurus” (Qs 1:6). “Kata Yesus [Isa] ... 'Akulah Jalan, Kebenaran dan Hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Mintalah agar Dia memberi hidup yang kekal kepada Saudara. "... Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya ..." (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:28).

Bila Saudara melakukan enam hal di atas, dan berdoa dengan sungguh kepada Allah dalam Isa Al-Masih, kami yakin saudara akan menemukan apa yang selama ini saudara cari, “Jalan Lurus”, yaitu  “Jalan Keselamatan.”

[Staff Isa dan Islam – Saudara kami persilakan artikel lain yang berhubungan tentang Keselamatan dalam Isa Al-Masih.  Juga dikarang sebuah doa mengenai keselamatan yang dapat saudara doakan.]


Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.



Comments  

 
# husen 2010-06-10 07:07
*
Kalau Tuhan yang menguasai alam semesta itu mati, di mana kuasa-Nya? Karena hanya Allah yang memberikan kehidupan dan kematian kepada seluruh makhluk.

Bila Tuhan kemudian hidup kembali, siapa yang memberi / menjadikan-Nya hidup dan bagaimana caranya? Apakah seperti awal penciptaan dahulu, yakni dengan tiupan? Apakah wajah Tuhan sama seperti yang digambarkan orang-orang Kristiani?
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-06-10 11:05
~
Saudara Husen, jika Allah adalah Maha Kuasa, kita tidak dapat membatasi Dia! Jika Allah ingin menjelma menjadi manusia di dalam diri Isa Al-Masih, siapa yang berani membatasi Dia? Jika Allah dalam diri Isa Al-Masih, karena kasih-Nya untuk kita manusia, merelakan diri supaya disalib ganti kita manusia, siapa berani melarang-Nya? Orang yang kuat selalu bisa merendahkan diri pada yang lemah jika dia mau.

Dan Allah Yang Maha Kuasa dalam diri Isa Al-Masih berkenan merendahkan diri-Nya untuk sementara, supaya dapat disalibkan oleh manusia. Allah dalam tubuh manusia disalibkan. Allah sendiri tidak disalibkan. Ingat bahwa Al-Masih adalah Isa putra Maryam. Ia juga sekaligus adalah Kalimat Allah yang kekal adanya.

Namun perlu diingat bahwa Isa Al-Masih kemudian bangkit dari antara orang mati dan dengan demikian, Ia menyatakan kuasa-Nya atas maut.

Injil, Rasul Besar Yohanes 10:17-18, "...Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali..."

Kita tidak tahu wajah Isa Al-Masih yang sesungguhnya. Gambar-gambar Isa Al-Masih yang digambar orang-orang saat ini, bukanlah wajah Isa Al-Masih yang sebenarnya!
~
JG/CA
 
 
# dien 2010-06-16 11:31
*
Tuhan disalib? Mungkinkah Tuhan mati?
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-06-17 05:59
~
Injil Allah dengan jelas, mengatakan bahwa Isa Al-Masih yang juga disebut Kalimat Allah disalib sampai mati: Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak mereka menyalibkan Yesus (Isa Al-Masih) di situ . . . .“ (Injil, Lukas 23:33).

Siapakah Isa Al-Masih yang tersalib? Rasul Petrus yang paling dekat dengan Isa Al-Masih diberi ayat dari Allah sebagai berikut: Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. (Injil, II Petrus 3:18). Jelas bahwa Isa Al-Masih adalah Tuhan.

Perlu diingat Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah yang menjelma menjadi manusia. Dengan demikian Isa Al-Masih adalah sekaligus manusia dan juga Ilahi. Jelas hanya tubuh manusia-Nya saja yang mati. Tuhan yang Ilahi tidak mati.

Yang terpenting adalah mengapa Isa mati tersalib? Perhatikanlah bahwa "Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran..." (Injil, I Petrus 2:24).
~
JG
 
 
# Achmad Nurul 2010-06-24 16:25
*
1. Bukankah yang dipertanyakan itu adalah jasad manusia-Nya? Karena kita tahu kalau Tuhan itu tak akan sudi untuk mati.

2. Kalau memang 'Kalimat Allah' / Yesus disalib untuk menebus dosa umat, kenapa umat-Nya takut berbuat dosa?
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-06-25 07:08
~
Alkitab menjelaskan bahwa Kalimat Allah menjelma menjadi manusia, dan Ia dikenal sebagai Isa Al-Masih. Yang mati tersalib ialah jasad manusia-Nya. Jelas bahwa Allah tidak dapat mati.

Hanya orang yang menerima keselamatan yang disediakan oleh Isa Al-Masih melalui penyaliban-Nya, adalah pengikut-Nya. Semua orang Kristen lain hanya mengikuti agama Kristen tetapi bukan pengikut Isa Al-Masih.

Orang-orang yang sungguh menjadi pengikut Isa Al-Masih menghindari berbuat dosa, karena kasihnya bagi Allah. Mereka sudah pasti akan masuk sorga. Tetapi karena mereka sudah menerima hadiah keselamatan, mereka bertujuan untuk hidup berkenan kepada Allah. Karena kasih mereka bagi Allah, mereka menjauhkan diri dari berbuat dosa. Namun sebagai manusia mereka juga terkadang dapat gagal.

Untuk mengerti hal motivasi ini lebih mendalam, bacalah cerpen “Wortel Untuk Raja, Sholat Untuk Diri Sendiri” - http://www.isadanislam.com/kesaksian/cerpen/156-wortel-untuk-raja-sholat-untuk-diri-sendiri
~
JG
 
 
# Taufik Ali 2010-08-23 20:10
*
Pertanyaannya:

(1) Untuk apa Tuhan menjelma menjadi manusia padahal Dia Maha Kuasa untuk berbuat sekehendaknya?

(2) Bagaimana Tuhan, yang bahkan tidak mampu menyelamatkan diri-Nya sendiri dari mati tersalib, mampu menyelamatkan manusia?

(3) Umat Islam memuliakan semua Nabi dan Rasul yang diutus Allah mulai dari Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, sampai Nabi terakhir Muhammad. Kami tidak membeda-bedakan satu dengan lainnya. Yang dimuliakan oleh Islam adalah Nabi-Nya, Isa Al-Masih dalam kapasitasnya sebagai Rasul Allah, bukan sebagai Yesus.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-08-27 07:35
~
(1) Karena Allah Maha Suci, hanya orang yang dosanya sudah dihukum-lah yang diperbolehkan masuk sorga. Allah tidak dengan begitu saja mengampuni dosa karena Ia adalah Allah yang adil dan suci. Setiap dosa harus dihukum. Isa Al-Masih menjelma menjadi manusia untuk dihukum ganti manusia supaya kita diperbolehkan masuk sorga.

(2) Isa Al-Masih dengan gampang dapat menyelamatkan diri-Nya dari salib. Tetapi dengan rela, Ia menerima hukuman salib supaya dapat dihukum karena dosa-dosa kita. Karena kasih-Nya, Ia rela menderita ganti kita. Dia tidak memakai kuasa-Nya untuk menyelamatkan diri-Nya dari penderitaan salib.

(3) Kami sadar bahwa orang Islam menerima Isa Al-Masih sebagai Nabi. Namun sudah jelas Ia bukan hanya sekedar Nabi tetapi Juruselamat Dunia. Ia jauh lebih mulia dibandingkan dengan semua Nabi yang lain. Hanya Isa Al-Masih yang dikatakan terkemuka oleh Allah, di sorga dan di bumi (Qs 3:45).
~
JG
 
 
# mahendra 2010-06-16 17:44
*
Mau bertanya saja. Menurut Islam, yang dipersembahkan Abraham / Ibrahim itu Ishak atau Ismail?
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-06-17 06:27
~
Ayat kudus dari Taurat, Kitab Kejadian 22:9 berbunyi demikian: Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api. Jelaslah bahwa dari ayat ini, Ishak-lah yang dipersembahkan.

Nama anak Abraham yang dipersembahkan tidak disebut dalam Al-Quran. Namun umat Islam, pada umumnya, menganggap bahwa Ishmael yang akan dipersembahkan.

Perlu diingat bahwa yang kemudian dikorbankan bagi Allah bukan Ishak ataupun Ishmael, melainkan seekor binatang yang desediakan oleh Allah sendiri sebagai pengganti. Ini adalah lambang penggantian, atau sering disebut penebusan.

Kitab-kitab Taurat diturunkan Allah kurang lebih 2,000 tahun sebelum Al-Quran dikarang. Jelas ceritera ini dikutip dari orang Yahudi yang tinggal di benua Arab pada zaman Muhammad.

Sebetulnya ceritera dimana Abraham mempersembahkan anak tunggalnya ini, merupakan semacam "ramalan" akan pengorbanan Isa Al-Masih sendiri. "Dia (Isa Al-Masih) yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.” (Injil, II Korintus 5:21).
~
JG
 
 
# Riyanto 2010-06-21 14:56
*
Kemandirian Tuhan.

Dalam Injil Matius diceritakan bagaimana Yesus berseru dengan suara nyaring: “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?

Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Matius 27:46).

Dalam Al-Quran dijelaskan Allah bukanlah orang yang hina, yang perlu penolong:

Dan katakanlah: “Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya. “ (Al-Israa’ 111).
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-06-22 07:53
~
Kalimat Allah yang kekal adanya, yang Ilahi, menjelma menjadi manusia. Kalimat Allah adalah Allah itu sendiri, walaupun Ia mendiami tubuh manusia. Dan tubuh manusia bisa haus dan lapar sehingga Ia harus minum dan makan.

Pada kayu salib, Ia menderita dan merasa kesakitan. Pada saat yang sama, Ia sedang menanggung hukuman atas dosa seluruh umat manusia. Dan karena Ia mempunyai perasaan, sama seperti seorang manusia, maka Ia berseru dalam penderitaan-Nya.

Jelas Allah bukanlah orang hina yang perlu penolong. Saat itu, Isa Al-Masih bukan berseru agar ditolong, tetapi Ia berseru karena penderitaan-Nya. Sebagai bukti Ia tidak butuh ditolong adalah bahwa pada saat-saat terakhir hidup-Nya di atas kayu salib, Ia berseru bahwa "Semuanya sudah selesai." (Injil, Rasul Besar Yohanes 19:30).

Pengorbanan-Nya di atas kayu salib adalah tugas yang sudah diselesaikan-Nya. Kami mengundang Saudara supaya rindu untuk mempelajari mengenai “Jembatan Keselamatan” sebagaimana yang dijelaskan di http://www.isadanislam.com/jalan-keselamatan.
~
JG
 
 
# zhe aja 2010-06-23 11:55
*
Aku senang dengan adanya situs ini yang menambah keyakinan dan imanku kepada Kristus, Allah yang hidup. Berbahagialah mereka yang mendengar. Amen.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-07-24 05:50
~
Pedoman wajib untuk memasukkan comment-comment:

(1) Tidak boleh memakai lebih dari satu kotak.
(2) Pertanyaan / masukan harus berhubungan erat dengan uraian diatas.
(3) Sebaiknya satu atau dua pertanyaan dimasukan dalam satu comment.
(4) Masukan harus selalu sopan dan jangan agresif.
(5) Masukan tidak boleh memuat banyak bahasa lain, misalnya Bahasa Arab.
(6) Masukan harus dalam Bahasa Indonesia yang lazim dimengerti semua orang.
(7) Jangan memakai singkatan-singkatan, misalnya yg, dlm, sdh, tdk, dlsbgnya.
(8) Huruf besar tidak boleh dipakai untuk menekankan sesuatu.

Kami mempersilahkan Saudara mengemail masukan@idionli ne.info untuk pertanyaan / comment yang majemuk. Kami senang menjawabnya.

Kiranya petunjuk-petunjuk diatas akan kita perhatikan.

Wassalam,
Jason Gilead
Staff, Isa dan Islam
 
 
# aljii 2010-07-10 17:03
*
Saya menghormati agama Saudara, tapi tolong hormati agama Islam ini. Penerangan anda tentang ibadat korban jauh menyeleweng dari ajaran Islam. Jangan memutar-balikkan ajaran Islam supaya seturut dengan agamamu.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-07-25 16:17
~
Kami prihatin akan masukan Saudara Aljii. Penjelasan tentang pengorbanan anak Ibrahim terdapat baik dalam Taurat Musa maupun di Al-Quran. Semoga Sdr. Aljii mengerti bahwa selama 2000 tahun pengikut-pengikut Isa Al-Masih mengajarkan bahwa pengorbanan anak Ibrahim merupakan gambaran / ramalan akan pengorbanan Isa Al-Masih.

Dalam banyak negara, umat Islam masih meletakkan tangan di atas korban ibadahnya sekali setahun dan mengaku dosa-dosa keluarga. Demikian kelihatan sebagian orang Islam di dunia percaya bahwa korban ini berhubungan dengan penebusan dosa. Dengan membagi interpretasi ini kami merasa kami juga menghormati agama Islam.

Yahya Pembaptis satu kali menunjukkan kepada Isa Al-Masih yang datang kepadanya dan berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:29)

JG
 
 
# Supriy 2010-07-11 14:40
*
Setiap tahun umat Islam merayakan Eid-al-Adha. Dalam beberapa negara, pada saat kambing atau domba disembelih, semua laki-laki dalam keluarga berkumpul mengelilingi korban dan meletakkan tangan mereka di atas korban. Kepala keluarga menyebut nama-nama anggota keluarga yang tidak hadir. Maksudnya penyembelihan binatang ini akan berfungsi sebagai pengampunan dosa keluarga dan nama-nama orang yang disebut. Sesudah kepala keluarga berdoa,
korban disembelih.

Saya sependapat dengan Aljii, bahwa ini adalah sebuah kesalahan, karena tata cara di atas bukanlah yang biasa dilakukan orang Islam. Saya sendiri belum pernah melihatnya. Kalau boleh tahu dimana staff melihat yang seperti ini?

Tegasnya, dalam Islam, kurban adalah perwujudan syukur dan peringatan atas ketaatan yang luar biasa atas Ibrahim, ketika disuruh menyembelih Ismail.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-07-13 08:39
~
Saudara Supriy, cara merayakan Eid-al-Adha berbeda dari negara ke negara. Informasi yang kami sajikan ini adalah menjelaskan mengenai perayaan Eid-al-Adha di tempat-tempat tertentu di Bangladesh. Informasi ini diberikan oleh seorang yang tinggal di antara orang Islam di Bangladesh.

Di Indonesia cara merayakan Eid-al-Adha adalah berbeda. Namun saya kira Saudara dapat melihat makna dari pengorbanan dengan cara ini.

Buat kami, pengikut Isa Al-Masih, pengorbanan Eid-al-Adha dan cara Bangladesh sungguh menghibur hati kami. Kami diingatkan pada pengorbanan Isa Al-Masih buat manusia. Di kayu salib Ia menanggung dosa kami. Lihatlah Injil, Surat I Petrus 2:24, 3:18.
~
JG
 
 
# Supriy 2010-07-11 14:41
*
Dan kalau disebutkan nama anggota keluarga yang berkurban, maka itu hanya sebagai niat saja, misalnya: "Saya, Baim, adik, kakek, dan lain-lain... menyembelih hewan ini untuk menjalankan perintah Allah." Hanya itu saja.

Mereka melakukannya karena itu ibadah yang diperintahkan. Bukan setelah itu langsung dapat pengampunan dosa. Itu tata cara anda, jangan disamakan begitu saja.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-07-14 07:05
~
Sdr. Supriy, orang di Bangladesh ini mempunyai pikiran bahwa korban mampu mengangkat dosa mereka. Saya setuju dengan pandangan Saudara, bahwa ini bukan kepercayaan Islam di negeri ini.

Dalam Taurat Musa, apabila umat Tuhan menyembelih kambing-domba, mereka selalu meletakkan tangan pada korban tersebut dan mengaku dosanya. Baru kemudian kambing-domba itu dikorbankan. Inilah dijelaskan berulang kali dalam Taurat, bukan hanya satu-dua ayat.

Oleh sebab itu, sekarang kita mengenal istilah; "kambing hitam". Yang tidak bersalah, namun dijadikan bersalah. Ini adalah berbicara tentang Isa Al-Masih yang tidak bersalah, namun dosa kita ditanggungkan pada-Nya.

Bila orang Bangladesh berbuat demikian, maka mereka melakukan ibadat penyembelihan sesuai ajaran dalam Taurat Musa.

Dan Isa Al-Masih, dalam Injil dikatakan bahwa, Ia datang ke dalam dunia sebagai “Anak Domba Allah.” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:29).
~
JG
 
 
# wepe 2010-07-13 11:31
*
Kalau boleh saya menanggapi saudara Supriy. Jika anda melakukan suatu hal tanpa tujuan, untuk apa hal itu dilakukan? Ibadah Idul Adha seperti yang Saudara sebut, dilakukan hanya sebagai mencontoh bentuk ketaatan Nabi Ibrahim. Untuk apa ditiru?

Dalam diri Saudara, apakah tidak timbul pertanyaan, kenapa Allah memerintahkan hal itu? Tujuannya untuk apa? Apa karena masalah ketaatan saja?

Dan untuk Ketuhanan dari Isa Al-Masih. Sebagai contoh: Seorang jenderal tidak perlu mengaku bahwa dirinya adalah jenderal. Tetapi dengan otoritas dan kuasa serta apa yang diperbuatnya, orang-orang bisa tahu bahwa dia adalah jenderal.

Demikian Isa Al-Masih, tidak perlu Dia menyebut diri-Nya adalah Tuhan. Ia dengan kuasa-Nya menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati dan lain-lain. Persis menggenapi tanda akan datangnya seorang Mesias yang dijanjikan seperti yang sudah dinubuatkan jauh sebelum Dia lahir. Saya rasa itu adalah bukti yang kuat dan itu juga terdapat dalam kitab Saudara.
 
 
# Supriy 2010-07-14 10:53
Sudah jelas cara yang anda ambil sebagai contoh, bukanlah dari Islam.

Dan masalah cocok atau tidak dengan Taurat dan Injil, itu urusan anda. Bukan urusan kami. Bagi kami, syariat Islam menghapus syariat nabi-nabi sebelumnya. Untukmu agamamu untukku agamaku.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-07-15 06:44
~
Namun Sdr. Supriy perlu tahu bahwa ada jutaan orang Islam yang merasa cara mereka merayakan Eid-Al-Adha adalah benar, seperti cara yang kami uraikan di atas.

Orang Islam yang meletakkan tangan pada korban, merasa cara mereka merayakan Eid-Al-Adha adalah benar. Mereka mengaku diri mereka Muslim dan mereka merasa ada 'makna' dalam pengorbanan Eid-al-Adha, bukan hanya sekedar mencontoh ketaatan Nabi.

Sudah jelas pengertian mereka lebih dekat dengan arti Taurat dan bukan hanya soal ketaatan saja.
~
JG
 
 
# Supriy 2010-07-15 08:43
*
Sudah jelas pengertian mereka lebih dekat dengan arti Taurat dan bukan hanya soal ketaatan saja.

(1) Taurat yang mana yang anda maksudkan?

(2) Jika umat Yahudi masih berpegang pada Taurat yang asli, niscaya mereka akan masuk Islam.

(3) Bahkan mereka tidak akan sampai hati menghinakan Isa bin Maryam, memenggal Yahya bin Zakaria. Mereka telah berbuat keji terhadap para Nabi yang nyata-nyata menyampaikan kebenaran dengan lisan-Nya yang mulia. Lalu anda masih mempercayai Kitab-Nya?

(4) Kalau anda katakan bahwa tata cara Idul Adha yang anda maksudkan sesuai dengan Taurat, maka jawablah dulu pertanyaan di atas dan pertanyaan ini:

(5) Jika mereka benar kenapa anda bukan Yahudi?

(6) Apakah mereka beriman dengan kenabian Isa bin Maryam?

(7) Dan jika Kristen yang benar kenapa mereka (Yahudi) tidak mau menjadi Kristen?
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-07-17 00:28
~
(1) Taurat hanya satu, dan masih ada hingga sekarang. Tidak ada yang asli, tidak ada yang palsu. Semua orang di atas bumi ini membaca kitab Taurat yang sama.

Nabi Saudara juga berulang kali mengagungkan Taurat dan memerintahkan agar Taurat, Zabur, dan Injil diamalkan. Apakah Kitab Taurat pada zaman ini berbeda dengan Kitab Taurat pada zaman Muhammad? Di zaman Muhammad sudah banyak beredar Kitab Taurat di seluruh dunia, yang tidak mungkin dikumpulkan semua untuk kemudian dipalsukan.

(2) Tidak ada satupun kata dalam Kitab Taurat yang mengarahkan seseorang kepada Islam.

(3) Orang beragama tidak selalu hidup menurut ajaran agamanya. Selalu saja ada umat yang merasa dirinya beragama, tetapi akhlak mereka jauh lebih parah daripada mereka yang tidak beragama. Apakah Saudara sadar akan hal ini?

(4) Taurat memuat arti yang mendalam. Ini menunjuk pada Isa Al-Masih yang menanggung dosa seisi dunia. Sayang kebanyakan umat Islam belum mengerti arti yang sesungguhnya ini.

(5) Taurat menunjuk pada Isa Al-Masih. Taurat meramalkan kedatangan Isa Al-Masih. Dan Injil memuat penggenapan akan ramalan Taurat tersebut, yakni kedatangan, kehidupan, dan pengajaran Isa Al-Masih. Kami sebagai pengikut Isa Al-Masih menaati Taurat, Zabur, dan Injil.

(6) Sebagian orang Yahudi masih belum mengerti akan hal ini. Mereka belum mengerti bahwa Taurat menunjuk pada Isa Al-Masih sebagai Juruselamat (Injil, Surat 2 Korintus 4:4).

(7) Namun banyak orang Yahudi mulai beriman kepada Isa Al-Masih sebagai Juruselamat. Cukup banyak teman kami orang Yahudi yang bertobat dan menerima Isa Al-Masih sebagai Juruselamatnya.
~
JG
 
 
# Supriy 2010-07-14 11:15
*
@wepe: Sebagai orang awam, jika anda melakukan sesuatu tanpa tujuan, untuk
apa?

Betul sekali perkataan Wepe, untuk apa kita melakukan sesuatu? Pasti ada sesuatunya kan?

Dalam ajaran Islam, manusia berbuat baik, beribadah untuk mengharap rahmat-Nya. Manusia bertobat untuk mengharap ampunan-Nya. Ketika diperintahkan Tuhannya, maka sikap kami adalah sami'na wa atho'na, kami dengar dan kami taati.

Sorga bagi kami adalah sesuatu yang harus diperjuangkan. Amal perbuatan baik, peribadatan, sedekah adalah beberapa jalannya. Neraka adalah sesuatu yang harus dihindari dengan menjauhi seluruh larangan-Nya.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-07-15 06:54
~
Sdr. Supriy memberi penjelasan yang sungguh berbeda antara agama Islam dan Kristen. Dalam agama Islam, keselamatan tergantung kepada manusia, yakni dengan usaha, dengan harapan, akhirnya Allah akan menerima kita di sorga.

Namun tidak seorang Islampun yakin akan masuk sorga. Karena semua orang Islam, sama seperti setiap insan di bumi, sadar bahwa dosa mereka adalah sangat banyak. Sehingga bila ditanya mengenai masuk sorga, selalu dengan jujur menjawab, “mudah-mudahan.”

Dalam Injil dijelaskan bahwa manusia, atas usaha sendiri tidak mungkin akan menjadi cukup suci untuk masuk sorga. Manusia memerlukan Juruselamat. Isa Al-Masih disalib untuk menyelamatkan manusia yang percaya dari dosa. Isa Al-Masih berfirman: Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. (Injil, Markus 10:45).
~
JG
 
 
# Supriy 2010-07-15 08:52
*
(1) Isa Al-Masih berfirman: Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang (Injil, Markus 10:45). Bukan Anak Tuhan?

(2) Kalau nyawa-Nya diberikan, siapa yang menghidupkan-Nya kembali? Apakah Allah yang lain? Berarti Ia tidak satu. Atau “I am” membagi nyawa-Nya jadi 3? Berarti jelas bukan 1. Yang satu mati, yang 2 ada. Atau yang 2 ini ikut mati bersama yang 1, karena 1 adalah 3 dan 3 adalah 1?
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-07-16 23:28
~
(1) Isa Al-Masih memakai beberapa titel untuk diri-Nya sendiri. Titel “anak manusia” diambil dari Kitab-Kitab Nabi, Daniel 7:13-14. Ayat itu mengatakan bahwa “seorang seperti anak manusia” akan disembah oleh segala bangsa dan kekuasaan-Nya kekal.

Semua orang Yahudi yakin bahwa dalam ayat ini, Al-Masih diberi titel “Anak Manusia.” Apabila Isa memakai titel “Anak Manusia”, maka Ia sedang menyatakan diri sebagai oknum di dalam Kitab Daniel yang akan disembah oleh semua orang di dunia.

(2) Isa Al-Masih yang menyerahkan nyawa-Nya dan Ia pula yang mengambil-Nya kembali. Isa Al-Masih memberikan nyawa-Nya untuk menerimanya kembali. Injil, Rasul Besar Yohanes 10:17-28, "Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali."

(3) Untuk mengerti lebih mendalam mengenai Allah Tri-Tunggal, bacalah artikel di dalam situs ini yang berhubungan dengan “Tauhid Islam dan Kristen”, di bawah bagian “Tanya Jawab.”
~
JG
 
 
# Jerry Martinus 2010-07-15 12:40
*
Hal yang unik setiap saya melihat pembahasan antara Kristen dan Islam adalah:

(1) Jika penyelenggaraan itu dilakukan Saudaraku kaum Muslimin, biasanya berisi pencarian kesalahan dari Alkitab atau semacam penjatuhan ajaran keKristenan.

(2) Jika penyelenggaraan dilakukan umat Kristen, biasanya berisi pencarian kebenaran dari Al-Quran dan Islam, yang memang mengajarkan bahwa Isa Al-Masih adalah merupakan Kalimatullah (Kalimat Allah) dan Sirotul Mustaqim.

Nah, untuk selanjutnya silahkan lihat video ini saja.

Part 1: http://www.youtube.com/watch?v=fSmanSI2Lpg

Part 2: http://www.youtube.com/watch?v=dQIZRih_LcQ&feature=related

Part 3: http://www.youtube.com/watch?v=XGGUI_Ff3QA

Part 4: http://www.youtube.com/watch?v=VjJ1VhO3M3M
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-07-16 08:17
~
Sdr. Jerry, kami berterima kasih atas informasi ini. Kami belum tahu ada video-video ini di Youtube. Orang yang memberi keterangan, kelihatan sungguh mahir akan Taurat, Zabur, Kitab Nabi-nabi, Injil dan juga Al-Quran. Penjelasannya menolong kami. Sekali lagi terima kasih.

Wassalam,
Jason Gilead
Staff, Isa dan Islam
 
 
# Supriy 2010-07-15 19:07
*
Menanggapi Jerry Martinus:

-. Jika penyelenggaraan itu dilakukan Saudaraku kaum Muslimin, biasanya berisi pencarian kesalahan dari Alkitab atau semacam penjatuhan ajaran kekristenan.

(Maaf, menurut saya bukan penjatuhan, tapi pembuktian bahwa ajaran Alkitab banyak yang mengarahkan pada Islam, dan menunjukkan betapa kontradiktifnya isi Alkitab yang ada saat ini).

-. Jika penyelenggaraan dilakukan umat Kristen, biasanya berisi pencarian kebenaran dari Al-Quran dan Islam, yang memang mengajarkan bahwa Isa A.S adalah Kalimatullah (Kalimat Allah) dan Sirotul Mustaqim.

(Maaf, ini adalah pandangan anda. Pandangan saya adalah bahwa Kristen seringkali membuat penafsiran yg 'aneh' dari Quran. Kristen mencocok-cocokkan apa yang sebenarnya tidak cocok. Kalau ada kesempatan, saya berikan contohnya).
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-07-16 08:16
~
Kami berusaha mencari-cari ayat di dalam Kitab Taurat, Zabur, Nabi-Nabi, atau Injil yang mengarahkan pada agama Islam, namun tidak menemukan. Kami mengetahui ada ayat-ayat Al-Kitab yang dipakai orang Islam. Situs kami membahas ayat-ayat tersebut. Silahkan membacanya di bagian "Pertanyaan-Pertanyaan".

Kami mengaku bahwa mungkin ada orang Kristen yang membuat beberapa penafsiran “aneh” pada Al-Quran. Namun yang mengherankan kami adalah keistimewaan yang diberikan Al-Quran pada Isa Al-Masih. Sudah jelas bahwa menurut Al-Quran, Isa Al-Masih adalah nabi yang terkemuka. Apalagi titel “Kalimat Allah” dan “Al-Masih” adalah dua titel yang dipakai berulang kali untuk Dia di Alkitab. Orang Kristen mengerti dengan jelas makna dua titel ini.

Adakalanya kami terpaksa menghentikan kesempatan memberi 'comment' pada situs kami untuk sementara, karena keterbatasan waktu kami.

Kami juga tidak akan menghapus kalimat Saudara. Hanya kata-kata kasar yang kami hapus, dan bukan perkataan Sdr.Supriy. Comment Saudara selalu fair dan disampaikan dengan cara sopan dan halus. Kami mengucapkan terima kasih.

Kami akan selalu membuka kesempatan bagi kita semua untuk memberikan 'comment'. Jikalau pada satu waktu, kesempatan itu belum ada, kiranya Saudara berkenan untuk datang lagi pada situs kami di kesempatan berikutnya. Harap maklum.
~
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-07-17 01:12
~
Pedoman wajib untuk memasukkan comment-comment:

(1) Tidak boleh memakai lebih dari satu kotak.
(2) Pertanyaan / masukan harus berhubungan erat dengan uraian diatas.
(3) Sebaiknya satu atau dua pertanyaan dimasukan dalam satu comment.
(4) Masukan harus selalu sopan dan jangan agresif.
(5) Masukan tidak boleh memuat banyak bahasa lain, misalnya Bahasa Arab.
(6) Masukan harus dalam Bahasa Indonesia yang lazim dimengerti semua orang.
(7) Jangan memakai singkatan-singkatan, misalnya yg, dlm, sdh, tdk, dlsbgnya.
(8) Huruf besar tidak boleh dipakai untuk menekankan sesuatu.

Kami mempersilahkan Saudara mengemail masukan@idionli ne.info untuk pertanyaan / comment yang majemuk. Kami senang menjawabnya.

Kiranya petunjuk-petunjuk diatas akan kita perhatikan.

Wassalam,
Jason Gilead
Staff, Isa dan Islam
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-07-24 06:08
T

Dalam seri comment kami wajib, sewaktu-waktu, kembalikan peserta kepada topik utama.

TOPIK URAIAN UNTUK COMMENT:

...................KESELAMATAN DALAM ALKITAB & AL-QURAN......................

Kami senang menerima comments yang langsung menyetujui dan/atau menantang intisari uraian di atas. Informasi yang memperkaya pengertian tentang uraian di atas juga diterima dengan senang hati.

Comment-comment lain yang tidak berhubungan langsung dengan topik di atas akan dihapus.

Di tempat ini kami ingin menjalankan satu diskusi mengenai topik ini saja.
 
 
# gaspery 2010-08-11 13:20
*
Saudara Supriy,

Isa Al-Masih berkata bahwa banyak yang ingin datang kepada Allah, tapi sedikit yang akan sampai. Orang banyak memanggil nama Allah, tapi hatinya jauh. Saat tiba waktunya Isa Al-Masih akan memilih domba di antara kambing, gandum diantara lalang (Lihatlah Injil, Rasul Matius 25:31-46). Isa Al-Masih akan datang sebagai Hakim Yang Adil.
 
 
# Supriy 2010-08-12 17:55
*
Yap! Jika kalimat di atas adalah shohih perkataan Isa bin Maryam, maka apa yang dikatakan telah menjadi sebuah kenyataan. Betapa banyak orang yg menyerukan nama-Nya, tapi mereka sangat jauh dari ajaran-Nya.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-08-13 08:31
~
Sdr. Supriy, Injil tidak hanya minta agar orang mengikuti ajaran Isa Al-Masih. Injil berulang kali menekankan agar orang menerima Isa Al-Masih sebagai Juruselamat. Undangan untuk menerima Isa Al-Masih sebagai Juruselamat ditujukan kepada orang Kristen keturunan, kepada orang Islam dan kepada semua orang di bumi.

Saudara salah paham karena merasa agama terdiri dari menjalankan amal dan mengikuti ajaran. Isa Al-Masih menekankan bahwa yang dikehendaki Allah adalah hubungan pribadi yang terjalin indah dengan Allah. Perhatikanlah ayat Allah sebagai berikut: Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. (Injil, Rasul Matius 11:28-29).

Memang kita harus mengikuti ajaran Isa Al-Masih, tetapi jauh lebih penting lagi supaya kita menerima Dia sebagai Juruselamat pribadi.
~
JG
 
 
# aries 2010-08-29 06:40
*
Siapakah yg harus kami ikuti?
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-08-31 08:06
~
Saudara Aries, keselamatan jiwa dari api neraka tidak diterima karena kita rajin beragama. Banyak orang berpikir asal bersholat, beramal dan rajin dalam semua aktivitas agama, maka nanti mungkin akan diselamatkan. Semua agama dunia berfokus pada usaha pribadi untuk meraih hidup kekal.

Injil menjelaskan bahwa amal dan perbuatan baik manusia tidak cukup untuk menjamin hidup yang kekal. Manusia yang diikat oleh rantai-rantai dosa memerlukan Juruselamat. Kalimat Allah datang dari sorga di dalam pribadi Isa Al-Masih melalui penjelmaan. Ia hidup di antara manusia dan kemudian mati menanggung hukuman atas dosa yang telah dibuat oleh manusia dan dengan demikian menyelamatkan manusia dari neraka.

Untuk menerima keselamatan yang disediakan Isa Al-Masih, Sdr. Aries hanya perlu mengaku dosa kepada-Nya dan meminta Dia untuk masuk ke dalam hati serta menjadi Juruselamat Saudara. Ikutlah “6 Tindakan” seperti uraian di atas. Isa Al-Masih sedang menunggu dan Ia bersedia menjadi Juruselamat Saudara. “

“Dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya. . . “ (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:28).
~
CA
 
 
# khoirul amala 2010-09-04 10:04
*
(1) Membaca tulisan tersebut di atas, menurut saya, anda percaya bahwa Al-Quran itu benar dan Al-Quran adalah penyempurna kitab kitab sebelumnya, yakni Taurat, Zabur (Mazmur di Alkitab), dan Injil.

(2) Kalau anda menjadikan Injil anda sebagai pegangan dan menganggap Injil anda itu 100% adalah benar, maka jangan menggunakan pegangan yang lain. Apabila anda menggunakan ayat-ayat Al-Quran dan mempercayainya, kenapa anda tidak mengikutinya? Itu logikanya.

(3) Seperti undang-undang yang sudah diamandemen, maka undang-undang yang lama tidak dapat dipakai sebagai dasar, demikian juga dengan tulisan anda tersebut di atas.

(4) Jadi kalau anda berpegang kepada Injil, anda harus berani berkata bahwa Al-Quran, Islam dan Muhammad Saw adalah bohong.

(5) Dan apabila anda menggunakan dasar dan percaya bahwa Al-Quran dan Muhammad saw itu benar, anda harus mengikuti ajarannya dan jangan mengambil ayat-ayat Al-Quran sebagai pembenaran.

Semoga Allah melimpahkan rahmat dan barokah-Nya kepada anda sekalian.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-09-05 05:50
~
(1) Al-Quran tidak menjadi penyempurna Injil. Injil sudah sempurna dalam dirinya dan memuat berita yang sangat dibutuhkan dunia, yaitu berita Injil.

(2) Al-Quran memuat banyak ayat yang serupa dengan isi Alkitab. Ayat-ayat yang mendukung kebenaran Alkitab adalah ayat-ayat yang kami kutip.

(3) Allah adalah Allah Yang Kekal dan Maha Tahu, demikian pula dengan firman-Nya. Apabila Ia memberikan firman-Nya, maka tidak perlu diberi amandemen atau perubahan. Kalau kita merasa bahwa firman-Nya perlu diubah, berarti Allah bukan Allah Yang Kekal dan Maha Tahu. Firman Allah (Taurat, Zabur, dan Injil) tidak perlu diamandemen.

(4) Kami tidak mengatakan bahwa Nabi Saudara berbohong, namun kami berpikir bahwa sebagian informasi yang disampaikan-Nya adalah salah.

(5) Kami merasa tidak salah untuk mengutip ayat-ayat dari Al-Quran yang cocok dengan Injil. Injil dalam diri-Nya komplit dan sempurna. Kami diwajibkan menerima Isa Al-Masih sebagai Juruselamat dan mengasihi Allah dengan segenap hati kami. (Lihat Injil, Rasul Besar Matius 22:37-38).

Semoga Tuhan juga memberkati Saudara.
~
CA
 
 
# Supriy 2010-09-04 23:16
*
(1) Masalahnya adalah apakah Juru Selamat itu harus diartikan sebagai Tuhan? Siapa yang mengharuskannya ?

(2) Saya katakan bahwa umat Islam mengakui Isa Ibnu Maryam sebagai 'Juru Selamat'. Ya, Dia adalah Juru Selamat! Tapi dalam konteks kenabian bukan sebagai Tuhan.

(3) Ia mengajak kita pada keselamatan dengan men-Tauhid-kan Allah, dengan memurnikan peribadatan kepada Allah. Karena Allah sajalah yang dinyatakan dengan tegas dan jelas oleh-Nya, bahwa Allah adalah Tuhan bani Israil, Tuhannya Isa dan seluruh manusia.

(4) Maaf, saya semakin bingung dengan cara berpikir anda, tapi sekaligus saya menjadi paham akan apa yang anda jadikan pegangan.

(5) Jika umat Nasrani tidak harus mengikuti ajaran Isa, maka pantaslah bila Isa bin Maryam mengeluh tentang banyaknya orang yang menyerukan-Nya, merasa dekat dengan-Nya, tapi tidak memahami ajaran-Nya. Lalu, ajaran siapakah yang kalian ikuti?
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-09-07 00:25
~
(1) Isa Al-Masih sendiri menekankan berulang kali bahwa Ialah Tuhan. (Injil, Yohanes 8:58, Matius 16:15-17; 26:62-64 – Istilah ‘Anak Manusia’ adalah sebutan untuk Tuhan (Kitab Nabi-Nabi, Daniel 7:13). Ia adalah yang terkemuka di dunia dan di sorga (Qs 3:45), Dia adalah pemilik sorga itu sendiri. Isa Al-Masih mencipta, Dia membangkitkan orang mati, Dia satu-satunya yang disebut berasal dari Roh Allah, satu-satunya yang akan datang nanti untuk menghakimi seisi dunia, termasuk Nabi Saudara.

(2) Jelas dari ayat di atas, bahwa walaupun Ia juga adalah seorang nabi, tetapi Ia jauh lebih daripada sekedar seorang nabi. Ia adalah Tuhan.

(3) Ia mengajak kita kepada keselamatan melalui pengorbanan diri-Nya: Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. (Injil, Markus 10:45)

(4) Kami bersandar pada Alkitab saja sebagai dasar kepercayaan. Jikalau Saudara mempelajari Injil dengan hati terbuka, Saudara akan melihat dasar kepercayaan umat Kristen. Selama ribuan tahun orang Kristen mendasari kenyataan bahwa Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah dan Tuhan pada Alkitab. Mungkin jikalau Saudara merasa mengerti dan juga sekaligus bingung atas perkataan kami pada Saudara, maka kami persilahkan Saudara untuk boleh membaca Al-Kitab itu sendiri.

(5) Kami berkata bahwa: Jikalau seorang 'hanya' mengikuti ajaran Isa Al-Masih tanpa menerima Dia sebagai Juruselamat pribadi, orang itu tidak akan masuk sorga. Umat Kristen wajib dan perlu mengikuti ajaran Isa Al-Masih, tetapi langkah pertama ialah menjadi anak Allah melalui kelahiran baru (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:1-8), baru setelah itu menjalankan kehendak-Nya .

Kehendak atau ajaran Allah yang sesungguhnya adalah agar kita percaya kepada Isa Al-Masih.

Lalu kata mereka kepada-Nya: "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?" Jawab Isa kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah (Al-Masih)." (Injil, Rasul Besar Yohanes 6:28-29).

JG/CA
 
 
# Reno 2010-11-16 16:15
*
Saya mau bertanya kepada umat Islam, mengapa orang Islam jika beribadah harus selalu menghadap barat (kiblat)?

Apakah Tuhan orang Islam berbeda dengan Tuhan orang Kristen?

Bukankah Tuhan itu ada di mana-mana, di sekeliling kita, sehingga kita bebas mau beribadah menghadap ke mana saja, karena kita diperintahkan untuk beribadah kepada Allah yang di sorga...bukan di bumi?
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-11-25 10:06
~
Sdr Reno,

Bila dilihat dari 'sifat' Allah, menurut kami, Tuhan orang Islam adalah sama dengan Tuhan orang Kristen. Tuhan yang Maha Kasih dan Maha Adil. Kedua sifat ini tidak boleh dihilangkan salah-satunya.

Kekristenan menyatakan perbandingan yang setara antara keadilan dan kasih Allah:

- Allah adil, maka semua dosa harus dihukum
- Allah kasih, maka tidak menghendaki manusia binasa dalam dosa.

Karena dua sifat di ataslah, maka Allah datang sendiri ke dunia untuk menanggung hukuman dosa, dan menyelamatkan umat-Nya dengan darah-Nya sendiri (Injil, Kisah Para Rasul 20:28).

Sementara Islam hanya menekankan pada keadilan Allah. Inilah perbedaan utamanya.

Mengapa Islam punya kiblat? Saudara dapat menemukan jawabannya pada artikel berikut: tinyurl.com/4ltu2r7

Arah kiblat sendiri sudah berubah beberapa kali, Yerusalem adalah salah satu tempat berkiblat di antara beberapa perubahan tersebut.
~
CA
 
 
# mohamad yudi anwar 2010-11-26 18:20
*
Lakum dinukum waliadin...

Tidak akan ada titik yang sama di dalam memperdebatkan dua agama.

Islam Agamaku
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-12-10 16:22
~
Tidak ada maksud dari situs ini untuk memperdebatkan dua agama. Seperti yang telah kami jelaskan di awal situs ini, tujuan kami adalah memaparkan Pribadi Isa Al-Masih sesuai dengan kebenaran Al-Quran dan Injil.

Isa Al-Masih diakui oleh dua kitab tersebut sebagai yang terkemuka di dunia dan di akhirat. Di mana pengikut-Nya akan dijadikan di atas orang-orang kafir.

Kami memaparkan bahwa Isa Al-Masih adalah Jalan Keselamatan, sesuai apa yang dikandung dari kedua kitab tersebut.
~
SO
 
 
# sonnyrbsianturi 2010-11-26 19:00
*
Sebagai tambahan kepada Staff:

1. Al-Masih dalam bahasa Arab berarti Penolong / Juruselamat

2. Gelar Isa adalah Rohulullah - Qs 3:45 (Dzat / Roh Allah Tuhan Semesta Alam Yang Maha Kuasa). Sedangkan Muhammad SAW disebut sebagai rasululloh = rasul Allah. Ini perbedaan kualitatif.

3.Yesus Al-Masih AS Rohulullah, bukan membawa agama, tidak meminta orang-orang Yahudi dan Islam menjadi berpindah agama memeluk Kristen tetapi mempercayai bahwa Dia adalah "Al-Masih (Penolong), Rohululloh (Roh Allah Tuhan Semesta Alam), dan disalib, bangkit menjadi "Hakim yang Adil", Dia yang mengetahui Hari Kiamatmu (Qs 43:61).

4. Jadilah Yahudi Mukmin, Kristen Mukmin dan Islam Mukmin, yang artinya beriman dan beramal soleh.

5. Sehingga kita tidak terjebak oleh tipuan setan / iblis untuk diadu domba. Allah, Tuhan Semesta Alam, mempunyai maksud mulia agar Ahlul Kitab membaca Kitab Suci dengan berdoa mohon ampun dengan kerendahan hati agar diberikan rahmat dan hidayah keselamatan.

Bukan apa kata manusia / iblis, tetapi mencari dengan takut akan Tuhan.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-11-29 15:10
~
Sdr Sonny, Isa Al-Masih adalah Rohulullah dikatakan dalam Qs 4:171.

Dengan kematian Isa Al-Masih sebagai Juruselamat manusia sebagai tebusan yang menanggung dosa manusia, kita yang percaya mendapat jaminan bahwa Allah yang Pengasih telah memberikan anugerah bahwa kita kelak akan masuk sorga.
 
Adalah salah besar untuk menganggap bahwa Isa Al-Masih adalah Allahnya orang Kristen saja. Isa Al-Masih datang ke dunia tidak untuk menyebarkan agama. Isa Al-Masih adalah Allah bagi semua orang yang mencari-Nya, bagi semua bangsa di seluruh penjuru dunia. Sangat tidak adil jika Isa Al-Masih mati tersalib hanya untuk menanggung dosa-dosa orang Kristen.
 
Terlepas dari masalah kebenaran masing-masing agama, tidak ada satu agamapun di dunia ini yang dapat menyelamatkan manusia — termasuk agama Kristen. Agama cuma usaha manusia sendiri, yang merasa sadar bahwa di luar dirinya ada Kuasa yang lebih besar. Namun agama tidak dapat menyelamatkan manusia. Manusia dapat mengenal Allah karena Allah sendiri yang telah memperkenalkan diriNya di dalam diri Isa Al-Masih.
~
SL
 
 
# sonnyrbsianturi 2010-11-26 19:50
*
Kita adalah bersaudara sama seperti yang dikatakan Qs 29:46, Qs 2:3-4, Qs 5:68, dan Rukun Iman.

Bapa orang beriman, Nabi Abraham (Ibrahim AS) melahirkan dua bangsa besar yaitu Arab dari keturunan Nabi Ismael dan Yahudi dari Nabi Ishak, sebagai pewaris berkat dan janji Tuhan Allah semesta alam untuk Keselamatan.

Jadi Yahudi, Kristen dan Islam telah dinubuatkan seperti warna Pelangi: merah kuning dan hijau yang ada di langit Allah yang biru. Kita harus menjadi berkat bagi "agama-agama bumi", bukan berkelahi dan masuk dalam tipuan iblis. Masalah tafsir biar kita serahkan pada kasih karunia Allah. Yang penting adalah lakukan yang baik dan benar, serta jauhilah kejahatan / dosa.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-12-14 10:48
~
Sebagai bapa orang beriman, Abraham memang mengajarkan iman yang sama kepada kedua anaknya, Ismail dan Ishak. Akan tetapi Allah yang berdaulat menetapkan bahwa melalui keturunan Ishak-lah akan lahir Juru Selamat manusia. (Abraham – Ishak – Yakub – Yehuda – Daud - Isa Al-Masih).
 
Dalam rupa seorang manusia, Isa Al-Masih telah mati, sehingga yang percaya kepada-Nya tidak akan mati, tetapi akan memperoleh kehidupan kekal di sorga kelak.
 
Namun Iblis tetap berusaha mengagalkan rencana Allah dengan cara membuat manusia tidak percaya kepada Isa Al-Masih. Iblis menyebarkan berita bahwa Isa Al-Masih bukan Allah tapi hanya seorang nabi biasa. Inilah yang diberitakan kembali pada situs ini.

Iblis menyebarkan berita bahwa Isa Al-Masih tidak mati disalib. Ia membuat manusia sibuk dengan urusan dunia sehingga lupa akan urusan rohaninya sampai waktu kesudahan zaman tiba. Iblis berusaha keras dengan bekerja lembur setiap hari. Iblis tahu bahwa waktu dan kesempatannya semakin singkat dan hari penghukumannya semakin dekat, yaitu ketika Isa Al-Masih datang kembali ke bumi sebagai Hakim yang Adil.
~
SL & JG
 
 
# sonnyrbsianturi 2010-11-26 20:05
*
Saudaraku yang terkasih, Alhamdul Illah hi Rabbilalamin (Segala Puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam Yang Maha Esa dan Yang Maha Kuasa), yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Adalah sangat rugi bagi orang beragama Yahudi yang tidak membaca Injil dan Al-Quran. Sangat rugi juga orang yang beragama Kristen, yang membaca Taurat dan Injil (Alkitab), tetapi tidak membaca Al-Quran. Dan bagi orang Islam juga sangat rugi bila tidak membaca dan mengamalkan Taurat dan Injil (Alkitab).

Hahaha..semua kita ditipu oleh setan / iblis. Yang beruntung adalah mereka yang membaca dan mengamalkan semua kitab-kitab-Nya dan menjadi mukmin dalam agamanya, serta menjadi berkat bagi agama-agama bumi. Itu yang dicari-Nya.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-11-29 15:07
~
Sdr Sonny, terima kasih atas sarannya. Jika kita dapat membaca kitab suci yang dimiliki oleh masing-masing agama, memang akan ada manfaatnya. Namun perlu Saudara ketahui bahwa iblis tidak takut /gentar kalau kita hanya membaca dan mengamalkan ajaran-ajaran kitab suci tersebut.

Yang iblis takutkan adalah ketika seseorang datang kepada Isa Al-Masih untuk menerima hidup kekal di dalam-Nya.

Masalahnya, walaupun kitab suci banyak berbicara tentang keselamatan dalam Isa Al-Masih, tetapi manusia tidak bersedia datang untuk menerima keselamatan itu.

Hal ini disampaikan sendiri oleh Isa Al-Masih dalam Injil Rasul Yohanes 5:39-40 “Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.”
~
SL
 
 
# Yunus 2010-11-29 13:53
*
Semoga Tuhan semakin memberkati situs ini, untuk menyampaikan berita keselamatan bagi orang lain.
 
 
# ojan 2010-12-09 13:52
*
Jika Tuhan Maha Kuasa, mengapa harus datang ke dunia, menjadi manusia dan menanggung dosa manusia? Bukankah setiap orang bertanggung-jawab atas semua perbuatannya?

Di mana letak kekuasaan Tuhan, jika untuk mengampuni umat-Nya saja, Ia harus menjelma menjadi manusia?

Bukankah Allah yang Maha Kuasa tidak perlu menjelma untuk mengingatkan ciptan-Nya, karena Allah tidak membutuhkan kita, sebaliknya kitalah yang membutuhkan Allah.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-12-13 13:53
~
Sdr. Ojan, justru karena Tuhan adalah Maha Kuasa, maka Ia boleh datang ke dunia dan bebas menjalankan kehendak dan rencana-Nya. Ribuan tahun sebelumnya, Allah juga pernah datang ke dunia dan berbicara berhadapan muka dengan Nabi Musa dalam wujud manusia. Surah An Nisaa 4:164 "Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung".
 
Kekuasaan dan ke-Maha Luar Biasa-an Tuhan justru ditunjukkan dengan kedatangan-Nya secara langsung di antara manusia yang diciptakan-Nya. Sebagaimana kita ketahui, semua manusia telah berbuat dosa. Dan sebagai ganjarannya, maka semua manusia harus dihukum di dalam neraka. Semua dosa, kecil maupun besar, harus dihukum. Ini adalah keadilan Allah.

Namun Allah juga adalah Maha Kasih. Allah tidak menghendaki semua manusia diserahkan ke dalam neraka. Oleh sebab itu, Allah datang ke dunia di dalam diri Isa Al-Masih. Mengapa sebagai manusia? Karena manusia-lah yang berdosa dan harus dihukum.

Isa Al-Masih kemudian menanggung hukuman ganti kita yang berdosa. "Ini adalah kasih yang luar biasa dari Allah."

Sehingga setiap manusia yang menerima pengorbanan Isa di atas kayu palang, tidak lagi dihukum.

Untuk boleh lebih mengerti tentang hal keselamatan ini, saudara kami undang untuk membaca artikel kami di: http://isadanislam.com/jalan-keselamatan
~
CA
 
 
# AS Rakhman 2010-12-09 17:01
*
Langkah 2: Dalam doa minta Isa Al-Masih membersihkan dosa-dosa itu dari hati Saudara dengan darah-Nya yang ditumpahkan di kayu salib buat Saudara.

Apakah boleh meminta pengampunan dosa kepada Nabi Isa?
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-12-13 13:57
~
Ya, tentu saja kita boleh meminta pengampunan dosa kepada Isa Al-Masih. Dalam banyak kesempatan di dalam Injil, dikatakan bahwa Isa Al-Masih dapat dan Ia telah mengampuni dosa manusia. Salah satunya tercatat dalam Injil, Rasul Besar Matius 9:6 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia (Isa Al-Masih) berkuasa mengampuni dosa.
~
CA
 
 
# agus ahmadi 2010-12-10 17:27
*
Jika Isa dianggap sebagai Allah yang menjelma ke dalam tubuh manusia, mengapa ada istilah anak Allah?.

Jika ada "anak Allah" yang notabene adalah Isa itu sendiri, lalu Allah yang di Injil apakah: Isa = anak allah atau Isa = Allah?
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-12-13 14:01
~
Sdr. Agus, Isa Al-Masih disebut Anak Allah karena Ia dengan sempurna menyatakan Allah kepada manusia. Dia adalah Kalimat Allah dan dengan sempurna menjelaskan kehendak dan sifat Allah kepada manusia. Sebagai Anak dan Kalimat Allah, Isa Al-Masih menyatakan kasih dan kesucian serta keselamatan dari Allah kepada manusia.

QS 4:171 berbunyi “Sesungguhnya Al-Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan Kalimat-Nya".
Injil, Rasul Yohanes 1:1 “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah”.

Kedua ayat di atas menjelaskan bahwa Isa Al-Masih adalah Kalimat atau Firman Allah. Dengan demikian, Isa Al-Masih adalah kekal adanya, karena tidak ada masa atau waktu di mana Allah tidak berkalimat atau berfirman. Dengan kata lain, Allah tidak pernah bisu.
~
SO
 
 
# thomas bambang setyo 2010-12-15 14:13
*
Terima kasih saudara-saudaraku. Hendaknya kita saling mengasihi satu sama lain, supaya kita juga senantiasa menyenangkan hati Tuhan.
 
 
# ginarto 2010-12-23 01:08
*
Untuk saudaraku semua, tidaklah akan selesai untuk mempertajam perbedaan atas keyakinan masing masing. Akan lebih indah apabila kita sama-sama menjalankan apa yang kita yakini tanpa harus membedakan satu sama lain. Saya rasa semua agama mengajarkan untuk kebaikan dan bukan untuk mempertajam perbedaan.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-01-03 16:28
~
Saudara Ginarto, melalui website ini kami sama sekali tidak bermaksud untuk mempertajam perbedaan, melainkan kami justru membuka kesempatan untuk saling membagi berkat dan sharing, serta kesempatan untuk berdiskusi.

Kami merasa bahwa kita seharusnya lebih mengenal siapakah Allah yang kita sembah. Apakah Dia adalah Allah yang sejati atau bukan? Kenapa? Ini adalah hal penting yang menyangkut keselamatan kita di dunia dan akhirat.

Jika kita selalu menginginkan untuk mendapatkan barang yang asli atau original di dunia yang fana ini, mengapa terhadap hal keselamatan menuju sorga, kita bisa bersikap acuh tak acuh, terserah, dan merasa cukup untuk memeluk begitu saja agama yang diwariskan turun-temurun? Atau kita hanya mengikut saja apa kata orang? Mengapa kita tidak berusaha mengerti lebih lanjut dan meneliti agama manakah yang benar?

Kita harus berani menerobos jikalau selama ini kita ternyata berada di jalur yang salah...

Untuk mengenal kepastian keselamatan yang disediakan oleh Isa Al-Masih, Saudara kami persilahkan untuk melihat di dalam: www.isadanislam.com/jalan-keselamatan

CA
 
 
# Ade 2010-12-23 23:38
*
Sebenarnya siapa yang dimaksud kalimat: "akan datang kepadamu seorang juru selamat", padahal pada saat itu Isa Al-Masih sudah diangkat ke sorga?

Apakah ada Injil / Taurat dalam cetakan bahasa aslinya? Kenapa tidak memakai yang aslinya? Jika tiap negara menggunakan Injil / Taurat dalam bahasa masing-masing, penafsirannya jadi bisa banyak perbedaan.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-02-09 16:01
~
Saudaraku, kalimat yang Saudara kutip ini tidak ada di dalam Kitab Suci Allah.

Kitab Taurat, Kitab Para Nabi, Zabur Daud, dan Injil, jelas terdapat dalam bahasa aslinya. Dan Al-Kitab dalam bahasa asli masih tetap banyak dipakai oleh orang. Termasuk boleh dipakai oleh saya dan Saudara jika kita mengerti bahasa aslinya.

Tetapi apakah masyarakat awam yang tidak mengerti bahasa asli, tidak boleh mambaca Kitab Suci? Tentu saja boleh. Kita tidak harus menjadi seorang ahli bahasa untuk mengetahui apa yang hendak Allah sampaikan kepada kita, tiap-tiap orang.

Kesalahan tafsir bisa terjadi baik dalam bahasa asli maupun terjemahan. Memakai bahasa asli bukan berarti kita pasti benar di dalam menafsirkan kitab tersebut. Itulah sebabnya banyak tafsiran Al-Quran yang beredar, dan berbeda antara yang satu dengan yang lainnya.

CA
 
 
# zahra 2010-12-25 11:58
*
Dalam Al-Quran, nabi Isa diangkat.

Maksud juru penyelamat adalah bahwa besok di hari akhir, Nabi Isa akan turun untuk melawan dajjal. Bahwa Nabi Isa belum meninggal sudah sangat jelas dalam Al-Quran.

Allah itu Esa, berdiri sendiri, tidak seperti manusia yang dilahirkan. Apalagi wujud seperti manusia, itu tidak mungkin.

Alasan Islam harus menghadap kiblat adalah karena Islam punya adab saat beribadah, dan juga untuk menjaga kesucian, bukan berarti Allah tidak ada di mana-mana.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-02-09 02:41
~
Terima Kasih atas tanggapan yang Saudara kemukakan.

1. Adalah tidak benar bahwa Kitab Saudara mengatakan bahwa Isa Al-Masih belum meninggal. Saudara boleh membaca Qs 3:55, Qs 4:158, Qs 5:117, dan banyak ayat lainnya. Tafsiran ahli Islam mengatakan bahwa Isa telah mati (Al Tafsir al-Kabir 12:99).

2. Allah pernah menyatakan diri kepada Musa dalam rupa manusia (Qs 4:164). Allah menjelma menjadi manusia adalah hal yang mungkin dan tercatat di kitab Saudara.

3. Khusus mengenai masalah kiblat, Allah berfirman, "Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke manapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui." (Qs 2:115)

CA
 
 
# rosa 2011-01-04 11:25
*
Yesus sendiri mengatakan bahwa Tuhan itu Esa, bukan tiga tapi satu. Ini kutipan dari Markus. Yesus hanya seorang GURU bagi orang yahudi.

12:18 Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?"

12:29 Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.

12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.

12:31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."

12:32 Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia."
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-02-09 01:05
~
Benar sekali Saudara Rosa, Allah itu Esa.
Kami pengikut Isa Al-Masih tidak pernah menyangkali ke-esa-an Allah.

Kami percaya bahwa Allah itu Esa (echad), dan bukan Allah yang tunggal (yachid).

Kami mengundang Saudara untuk boleh mempelajari bahasa Semitik, yang menjadi akar bahasa-bahasa di Timur Tengah.

- Echad (altogether, united) berarti 'satu' yang adalah kesatuan yang tak terpisahkan.
- Yachid berarti tunggal, atau satu secara mutlak.

Kita mempercayai Allah yang Esa, bukan Allah yang tunggal.

CA
 
 
# rosa 2011-01-04 14:27
*
Satu lagi ayat dalam Injil yang bertentangan dengan ajaran Yesus yang penuh kasih:

Lukas 14:26 "Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku."

14:27 "Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku."
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-02-09 00:56
~
Saudaraku, maksud Isa Al-Masih dalam ucapan ini, adalah bahwa kita harus lebih mendahulukan dan lebih mementingkan Allah dibanding segala yang lain di dalam dunia ini.

Dan kisah ini ditutup dengan kalimat yang menjadi kesimpulan dari pengajaran Isa Al-Masih pada catatan Lukas pasal 14 ini, yakni dengan ucapan:

"Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku." (Injil, Lukas 14:43)

Kiranya Saudara boleh dimampukan Allah untuk mengerti Firman-Nya.

CA
 
 
# rosa 2011-01-04 14:39
*
Untuk mendapat kerajaan Allah, ternyata kita harus merelakan semua harta kita. Berat juga untuk mencapai keselamatan itu. Tidak seperti yang diungkapkan, yaitu cukup dengan hanya percaya.

Ini bunyi ayatnya, Lukas 18:20-22
"Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu." Kata orang itu: "Semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku. "Mendengar itu Yesus berkata kepadanya: "Masih tinggal satu hal lagi yang harus kaulakukan: juallah segala yang kaumiliki dan bagi-bagikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-02-09 00:23
~
Terima Kasih untuk tanggapan Saudara.

Bagian Kitab Suci ini mengisahkan tentang seorang kaya yang telah berhasil menjadi pemimpin di masa mudanya. Dia menganggap bahwa untuk bisa masuk sorga, berarti dia harus melakukan semua perbuatan baik. Dan berdasarkan penilaian manusia, kelihatannya dia telah berhasil dalam hidupnya.

Namun Isa Al-Masih justru mengajarkan yang sebaliknya. Orang tersebut menganggap bahwa dengan harta-bendanya itu, ia bisa menjadi seorang dermawan dan melakukan segala yang baik dengan hartanya. Oleh sebab itu, ia menjadi terikat dengan harta bendanya.

Hal inilah yang hendak dibereskan Isa Al-Masih dengan menyuruhnya untuk meninggalkan segala harta bendanya.

Dengan demikian, ia baru bisa mengerti bahwa untuk selamat dan masuk sorga, ia cukup hanya percaya kepada Isa Al-masih sebagai JuruSelamat-nya secara pribadi. Dan orang-orang yang sungguh-sungguh telah percaya, barulah ia kemudian bisa berbuat baik.

Jadi berbuat baik adalah bukan untuk boleh diselamatkan. Tetapi setelah diselamatkan, barulah kita dimampukan untuk berbuat kebaikan sesuai dengan 'standar' Allah.

CA
 
 
# rosa 2011-01-04 15:22
*
Bukti lain bahwa ajaran Yesus bukanlah ajaran kasih, adalah bahwa orang yang tidak buta, akan dibutakan.

Injil Yohanes 9:39-41: Kata Yesus: "Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta." Kata-kata itu didengar oleh beberapa orang Farisi yang berada di situ dan mereka berkata kepada-Nya: "Apakah itu berarti bahwa kami juga buta?" Jawab Yesus kepada mereka: "Sekiranya kamu buta, kamu tidak berdosa, tetapi karena kamu berkata: Kami melihat, maka tetaplah dosamu."
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-02-08 21:53
~
Saya mengajak Saudara untuk membaca keseluruhan Kitab Injil, Rasul Besar Yohanes pasal 9.

Dalam Yohanes 9, dikisahkan bahwa Isa Al-Masih menyembuhkan seorang yang buta sejak lahir. Ini jelas membuktikan bahwa Isa Al-Masih justru membuat dia yang buta menjadi melek, dan bukan sebaliknya.

Kemudian ada orang Farisi yang merasa tidak senang, mencela Isa Al-Masih dan orang buta tersebut. Oleh sebab itu, Isa Al-Masih mengeluarkan perkataan seperti yang Saudara kutip.

Isa Al-Masih mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang melek. Namun setelah melihat mujizat yang dilakukan Isa Al-Masih, mereka malah menjadi 'buta'.

Atau dalam kata lain, setelah melihat mujizat, mereka harusnya menjadi percaya bahwa Isa adalah JuruSelamat. Tetapi yang terjadi justru adalah sebaliknya. Mereka makin tidak percaya kepada Isa Al-Masih.

Kiranya Saudara boleh membaca ulang kisah ini, kemudian kembali memberikan tanggapan.

CA
 
 
# wepe 2011-01-04 17:59
*
Maaf jika perkataan saya ini kurang sopan. Bagi Bapak, Ibu, Sdr/i yang mengutip dari Alkitab, janganlah mengambil hanya sepenggal-sepenggal saja. Apalagi bagi yang tidak pernah mendalaminya dan tidak pernah tahu konteks pembicaraan, sehingga hanya mengartikan sendiri.

Jika anda ingin berargumentasi, mari kita mencari setidaknya titik tengah, seperti sejarah, sehingga dapat dibuktikan.

Contoh, kenapa ibu Isa Al-Masih di Al-Quran ditulis sebagai saudara dari Musa? Padahal jarak tahunnya jauh sekali. Atau bagaimana 600 tahun setelah kelahiran dan kematian Isa, tiba-tiba ada yang meng-klaim bahwa Isa tidak mati. Padahal sejarawan Yahudi dan Romawi mencatat jelas akan hal itu.

Itu suatu hal yang membingungkan. Itulah yang patut kita pertanyakan, yakni mana kitab yang benar, dan secara otomatis menunjukkan "jalan" mana yang harus kita pilih.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-02-08 21:34
~
Ini adalah salah satu argumen yang menarik. Kitab Saudara kita Muslim memang memiliki kesalahan mengenai hal ini. Ini disebabkan karena Miryam dan Maryam memiliki kedekatan huruf dan pelafalan yang sangat dekat.

Walau begitu, kami mengharapkan Saudara Wepe bisa memberikan komentar yang kembali sesuai dengan topik tulisan.

CA
 
 
# brother88 2011-01-04 22:37
*
Dalam Islam, tidak ada konsep jalan keselamatan selain beriman kepada Allah SWT dan bertaqwa kepada-Nya. Ini dirangkum dalam rukun Islam dan rukun Iman.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-02-09 02:03
~
Saudaraku, izinkanlah kami bertanya kepada Saudara. Apakah Saudara sudah melakukan semua perintah Allah dengan sempurna, dan oleh sebab itu Saudara sudah merasa berhak masuk sorga?

Adalah benar jikalau kita sudah melakukan semua perintah Allah dengan sempurna dan tanpa cacat, maka kita boleh memasuki sorga di mana Allah yang suci berada. Tetapi Allah berkata bahwa tiada yang suci selain hanya Isa Al-Masih.

Ini berarti bahwa selain Isa Al-Masih, tidak ada yang berhasil melakukan perintah Allah dengan sempurna. Dan dengan demikian, tidak ada satu pun manusia yang bisa dan berhak memasuki sorga dengan berlandaskan pada kemampuan dan perbuatannya sendiri.

Pada hari kiamat, satu-satunya pribadi yang suci tersebut, yakni Isa Al-Masih, akan berperan sebagai Hakim yang Adil. Pada saat itu, Allah akan memberikan sorga kepada para pengikut Isa Al-Masih seperti tercatat dalam QS 3:55.

CA
 
 
# wepe 2011-01-04 23:16
*
Untuk perihal yang saya tulis, anda bisa membukanya di QS 66:12; 19:28. Ayat-ayat ini menunjukkan Maryam ibu Isa adalah saudara dari Harun, sedangkan Harun adalah saudara dari Musa.

Bagaimana mungkin mereka yang berselisih tahun terlampau jauh tersebut, bisa menjadi saudara? Marilah kita telaah dengan hati yang dingin. Itulah pentingnya kita belajar sejarah. Belum lagi beberapa kisah yang lain.

Jika saya umpamakan: Anda dan saya yang hidup di tahun 2011 tahu bahwa Mbah Marijan meninggal terkena asap panas Gunung Merapi. Kita semua tahu, wartawan tahu, penduduk tahu. Namun tiba-tiba, 600 tahun kemudian, ada orang dari negeri asing yang mengatakan bahwa Mbah marijan tidak mati karena Gunung Merapi. Kira-kira yang absolut dan yang bisa dipercayai adalah berita yang mana?
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-02-09 01:41
~
Saudara Wepe, terima kasih untuk tanggapan yang Saudara kemukakan.

Saudara kita umat Muslim sering mengatakan bahwa adalah suatu kebetulan, Maryam memiliki nama ayah yang sama dengan Miryam saudara Musa dan Harun, yakni Imran (QS 3:33-36)

Demikian pula untuk QS 19:28 yang mengatakan bahwa Maryam adalah saudara Harun. Mereka mengatakan bahwa itu berarti Maryam bersaudara dengan Elisabet yang adalah keturunan Harun.

Namun saudara-saudara kita melupakan QS 66:11-12 yang mengisahkan Puteri Firaun sekaligus dengan Maryam, yang seolah kitab ini mau berkata bahwa Maryam adalah hidup sezaman dengan Puteri Firaun.

Ini adalah pembahasan yang menarik. Namun marilah kita kembali kepada pembahasan yang tidak melenceng dari judul dan isi artikel.

CA
 
 
# eva 2011-01-08 17:27
*
Berterima kasihlah pada tentara-tentara Romawi yang menyalib Yesus. Bagaimana jadinya bila tentara Romawi tidak jadi menyalib Yesus? Berarti dosa kita tidak jadi ditebus.

Akan sebesar apa dosa kita sekarang, karena dosa yang ditanggung mulai dari Adam. Jadi kesimpulannya kita harus lebih berterima kasih dan mengagungkan tentara Romawi daripada Yesus.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-01-19 17:24
~
Saudara Eva, keselamatan adalah anugerah Allah melalui kematian Isa Al-Masih di atas kayu salib, dan bukanlah karya manusia.

Allah menyatakan dalam keseluruhan Kitab Taurat, Kitab Nabi-Nabi, dan dalam Kitab Zabur, bahwa Isa Al-Masih akan datang, dan Dia-lah yang akan menyelamatkan umat manusia dari ikatan dan hukuman atas dosa. Seluruh kitab-kitab suci Allah meramalkan tentang kepastian akan datangnya Al-Masih sebagai JuruSelamat.

Argumen yang Saudara kemukakan adalah argumen yang tidak memiliki logika sama sekali. Contoh yang mirip dengan cara berpikir Saudara adalah sebagai berikut: Malaikat Jibril memaparkan isi Al-Quran kepada Nabi Saudara. Oleh sebab itu, mari kita menyembah Jibril. Dia lebih berjasa daripada Nabi Saudara yang mendengar pewahyuan. Adalah lebih baik memberi daripada menerima. Bukankah cara berpikir seperti ini adalah salah?

Keselamatan ada lah karya Allah sendiri. Oleh sebab itu, kita yang sudah menerima anugerah keselamatan itu harus mengucap syukur kepada Allah dalam pribadi Isa Al-Masih, Sang Juruselamat manusia.

“Aku senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kamu atas kasih karunia Allah yang dianugerahkan-Nya kepada kamu dalam Kristus Yesus”(Injil, Surat 1 Korintus 1:4)
~
SL/CA
 
 
# maria 2011-01-08 17:55
*
@wepe
Memang selisih masa antara hidupnya Nabi Musa dan Maria adalah sangat jauh, dan mereka tidak pernah bertemu.

Namun ini bukan berarti Harun yang disebut saudara Maryam adalah sama dengan Harun pada masa Musa. Nama orang kan bisa saja sama. Seperti Yusuf suami Maria. Bukan berarti dia adalah orang yang sama dengan Nabi Yusuf bukan? Nama Harun juga sekarang banyak dipakai. Begitu juga nama Maria.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-01-19 17:23
~
Penulis Al-Quran menemui masalah dalam mengidentifikas i dengan tepat nama Maryam yang terdapat di dalam Kitab Suci Allah, yang adalah kitab-kitab suci yang diturunkan sebelum zaman Islam. Oleh sebab itu mari kita lihat bagaimana Kitab Suci Allah mencatat hal tersebut.

Alkitab mencatat bahwa Musa dan Harun adalah adik dan kakak, di mana ayah mereka bernama Amram (seorang suku Lewi dari bangsa Israel) dan ibu mereka bernama Yokhebed. Miryam adalah saudara perempuan Harun. Jadi, Amram memiliki anak-anak yang bernama: Harun, Miryam, dan Musa (Taurat, Kitab Keluaran 6:19).

Nama ayah Maryam ibu Isa Al-Masih adalah Eli, dan nama ayah mertua Maryam adalah Yakub.

Jadi jelaslah bahwa baik ayah maupun ayah mertua dari Maryam tidak ada yang bernama Amran atau Imran. Miryam dan Maryam adalah dua orang yang berbeda dan hidup berbeda zaman. Namun kedua nama ini dicatat secara tumpang tindih dalam kitab Saudara.
~
SL/CA
 
 
# wepe 2011-01-08 22:34
*
@brother: Kalau memang namanya mirip, tapi masak nama bapaknya juga sama? Baca dengan teliti dong. Lagipula penjelasan atas 'misteri' ini berbeda-beda. Bukalah semua alasan di internet untuk melihat bagaimana ayat itu dipertentangkan , tetapi jawaban-jawaban yang ada, tidak ada yang sama atau cukup kuat.

Jangan selalu beranggapan bahwa Injil dan Taurat sudah palsu, sedangkan yang katanya 'asli' tidak pernah diuji. Itu kan aneh.

@eva: Jangan terlalu memaksakan kehendak. Kalau semua harus selalu menggunakan dasar Al-Quran, itu bukan berargumentasi. Tapi mari kita pakai sesuatu yang kita bisa pikirkan dengan baik. Memang agama adalah soal hati, tapi manusia juga diberi akal dan pikiran oleh Yang Maha Kuasa.

Kami percaya jikalau seseorang mau menerima Isa, itu hanya karena anugerah saja. Dan saya secara pribadi juga boleh menilai anda "memper-Tuhan-kan" nabi Saudara. Padahal banyak nabi di Al-Quran, kenapa satu aja yang diagungkan? Sedangkan ada ayat Al-Quran yang menulis bahwa Isa adalah yang termulia di dunia dan di akhirat. Namun ayat ini cenderung dilupakan.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-01-24 18:57
~
Ada pendapat yang menyatakan bahwa agama artinya tidak kacau atau teratur. Maksudnya, agama adalah peraturan yang dapat membebaskan manusia dari kekacauan yang dihadapi dalam hidupnya.

Berdasarkan pengertian tersebut, sebenarnya agama tidak dapat memberikan jaminan keselamatan bagi para pemeluknya setelah mereka mati.

Namun Alkitab menyatakan bahwa hanya ada satu pribadi saja yang dapat membebaskan manusia dari hukuman kekal Allah, yaitu Isa Al-Masih.

Memang terkadang agama dapat menciptakan perpecahan dan kebencian, karena masing-masing merasa menjadi agama yang paling benar. Tetapi Isa Al-Masih menyatakan kasih Allah kepada dunia dan mengajarkan untuk saling mengasihi "Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi orang yang menganiaya kamu." (Injil Rasul Matius 5:44)
~
SL&SO
 
 
# hendry pahotan 2011-01-09 11:23
*
Memang susah kalau mau memikirkan apa yang menjadi rencana dan keinginan Tuhan. Dan kalau dipikir secara manusia, semua pasti mustahil.

Sepertinya Saudara sudah sangat mengenal Isa atau Yesus. Aku seorang Kristen tapi masih belum mengerti apa itu Trinitas.

Bolehkah saya minta tolong? Tolong doakan saya, supaya bisa lebih mengenal Yesus dan mengerti apa yang menjadi kehendak Tuhan bagi saya.

Bolehkah saya tahu, anda seorang Muslim atau Kristen? Hanya ingin tahu saja.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-01-19 17:25
~
Saudara Hendry Pahotan,

Saudara dapat membaca tentang Trinitas melalui situs Dialog Agama Isa dan Islam: http://www.isadanislam.com/tanya--jawab/tauhid-islam-a-kristen/140-keesaan-allah-dan-allah-tritunggal.

Kami akan membantu di dalam doa agar Saudara dapat lebih dalam mengenal Isa Al-Masih dan kehendak-Nya. Namun kami juga menyarankan agar Saudara mulai menyediakan waktu untuk berdoa dan belajar Alkitab secara sistematis. Kami, staff Isa dan Islam adalah pengikut Isa Al-Masih.
~
SL
 
 
# bobon 2011-01-10 11:55
*
Ketua RT diangkat oleh eselon yang lebih tinggi yaitu Camat. jika Camat diangkat RT, maka pengangkatan tidak sah.

Jika Tuhan mengangkat manusia menjadi nabi / rasul, maka pelantikannya sah, tetapi jika manusia mengangkat manusia menjadi Tuhan, apakah itu sah?
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-01-19 17:22
~
Saudara Bobon, Isa Al-Masih tidak pernah dilantik oleh manusia untuk akhirnya menjabat sebaga i Allah.

Kitab Suci Allah tidak akan membenarkan bahwa ada manusia yang kemudian menjadi Allah. Tetapi yang terjadi justru yang sebaliknya: Firman Allah / Kalimat Allah itu yang telah menjelma menjadi manusia dalam pribadi Isa Al-Masih (Injil Rasul Besar Yohanes 1:14).

Karena Isa Al-Masih adalah benar penjelmaan dari Allah, maka Dia tidak pernah menegur orang-orang yang menyembah-Nya. Kitab Suci menjelaskan bahwa ada banyak orang yang menyembah-Nya, dan hal ini tidak dilarang oleh Isa Al-Masih. Ini menyatakan dengan jelas bahwa diri-Nya adalah Allah, atau Isa adalah seorang yang kurang ajar karena membiarkan orang mendewakan-Nya.
~
SL
 
 
# Yan 2011-02-25 17:07
*
Saya menyukai cara Staf memberi jawaban secara netral dan terpaut pada hal yang semestinya saja.

Saya setuju bahwa Al-Quran itu tidak salah, tapi baiklah anda para pengikutnya menyimak dengan baik setiap hal yang tertulis di dalam Al-Quran itu sendiri.

Dan mulailah berpikir:
1. Jikalau Isa Al-Masih memang bukan orang penting, mengapa nama-Nya banyak tertulis di Al-Quran? Apakah hanya sebagai nabi yang terdaftar saja?

2. Cobalah hitung ada berapa banyak nama-Nya disebut dalam Al-Quran

3. Apakah Muhammad lebih banyak disebut dalam Al-Quran seperti nama Isa Al-Masih? Maafkan, tapi saya memang tidak bermaksud merendahkan salah satunya.

4. Apakah anda percaya bahwa Al-Ouran adalah tulisan dan hikmat Allah? Jika anda meragukan apa yang Al-Quran tulis tentang Isa Al-Masih, bukankah itu artinya dengan meragukan Al-Quran?

Maaf jika pendapat-pendapat saya ada yang salah.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-03-10 02:03
~
Terima kasih, Saudara Yan.

Isa Al-Masih bukanlah seorang nabi atau utusan Allah saja, melainkan Ia adalah Kalimat Allah, dan Roh Allah. Dia adalah pribadi tanpa dosa, yang terkemuka di dunia dan akherat.

Nama Isa Al-Masih ditulis dalam Al-Quran sebanyak 25 kali.

Al-Quran sendiri menuliskan nama Isa Al-Masih lebih banyak daripada Nabi Muhammad.

Sebenarnya ada banyak perbedaan antara Injil dan Al-Quran, tetapi itu tidak perlu untuk diperdebatkan. Jika ada ayat dalam Al-Quran yang menulis tentang Isa Al-Masih, sesuai dengan yang ditulis dalam Injil maka ayat tersebut diwahyukan oleh Allah.
~
SL
 
 
# rosa 2011-02-26 15:27
To. Sdr Yan,

Seberapa banyak Isa Al-Masih dan Muhammad disebut dalam Al-Quran tidaklah penting. Mereka sama-sama utusan Allah.

Umat Islam tidak pernah meragukan tentang Isa Al-Masih sesuai dengan yang tertulis dalam Al-Quran, karena Al-Quran itu firman ALlah. Dalam ajaran Islam, tidak ada Tuhan selain Allah.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-03-11 15:37
~
Jika Saudara Rosa mengatakan bahwa Al-Quran adalah Firman Allah, maka kami pengikut Isa Al-Masih juga mengklaim bahwa Injil adalah Firman Allah.

Jika Injil dan Al-Quran adalah sama-sama Firman Allah, pastilah tidak ada pertentangan di dalam kedua kitab dari Allah tersebut.

Sebagai klaim sebagai kitab yang terakhir, Al-Quran haruslah mendukung Injil secara mutlak. Injil menyatakan bahwa Isa Al-Masih bukan hanya utusan Allah melainkan Allah yang telah menjadi manusia. Tetapi Al-Quran justru tidak sependapat, walau dalam Al-Quran, Isa Al-Masih beroleh pengagungan yang tiada taranya, yang belum pernah diberikan kepada siapapun.

Kesimpulan kiranya perlu direnungkan, benarkah Al-Quran itu Firman Allah?
~
SL
 
 
# Taufik 2011-03-02 04:11
*
"Tunjukilah kami jalan yang lurus ... " (Al Fatihah 6)

Sabda Isa kepadanya, "Akulah jalan ... " (Injil, Rasul Yahya 14:6)

Ajaranku masih kurang, umatku. Setelah aku akan datang Nabi Lain (Yesus - Yoh 17:3)
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-03-11 15:39
~
Saudara Taufik, Isa Al-Masih adalah Firman Allah yang telah menjadi manusia. Ia telah datang ke dunia ini sebagai penebus dosa manusia dan Ia telah melakukan tugas terpenting, menyelamatkan umat manusia.

Ia sudah menggenapi janji Allah di dalam keseluruhan Kitab Suci, mulai dari Kitab Taurat, Zabur, dan semua kitab nabi-nabi.

Ajaran dan pengorbanan Isa Al-Masih sudah sempurna, perlukah Dia mengutus nabi lain?

Ayat yang Saudara kutip dari Injil, Yohanes 17:3 adalah salah. Isa AL-Masih tidak pernah mengutus ataupun meramalkan akan kedatangan seorang nabi yang lain.
~
SL/CA
 
 
# Blukar 2011-03-27 02:08
*
Islam menerima Isa sebagai Al-Masih(Juru Selamat)itu sudah cukup.
Jika tidak mau mengakui-Nya sebagai Tuhan atau Allah itu terserah mereka.

Hanya saja tolong kata "Juru Selamat" tersebut dipelajari secara mendalam, karena yang saya lihat disini Umat Islam memandang dari sisi dunia.

Mengambil contoh dari sistem yang ada di dunia, sampai undang-undang dan itu tentu berbeda jauh dengan sistem Tuhan, sedangkan manusia membuat undang-undang belajar dari Tuhan.

Lucu saya rasa menyamakan pikiran Tuhan dengan pikiran pembuat undang-undang di dunia.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-07-25 13:49
~
Saudara Blukar,

Setiap kali ketika kitab Taurat, Zabur, dan Kitab Para Nabi berbicara tentang Al-Masih, Mesias, atau Juru Selamat, maka itu dipahami oleh umatnya sebagai Allah itu sendiri yang adalah Juru Selamat dan Pembebas bagi mereka. Kata dan frasa “Juru Selamat” dalam Kitab Suci hanya berarti Allah itu sendiri, dan tiada yang lain. Oleh sebab itu, kami mengundang Saudara untuk boleh bersama-sama dengan kami mempelajari kitab-kitab suci dari Allah, melalui berbagai artikel yang dimuat di dalam situs ini.

Mari kita perhatikan ayat berikut: "Namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat..." (Qs 3:45)
Manusia tentu saja boleh dikatakan sebagai yang terkemuka di dunia. Tetapi tidak boleh dikatakan sebagai yang terkemuka di akhirat, atau di sorga dan neraka, karena yang boleh dinyatakan sebagai terkemuka di sorga hanya Allah itu sendiri. Menyamakan seorang manusia dengan Allah berarti adalah sirik. Isa Al-Masih jelas adalah Allah itu sendiri.
~
CA
 
 
# tikva 2011-04-11 01:56
*
Salam buat semuanya.

Saya mau bertanya:
1. Apakah perbedaan yang paling nyata antara Muhammad dan Isa?

2. Sebenarnya apa tujuan kita hidup di dunia ini? Neraka ataukah Surga?

3. Kalau kita bilang agama kita paling benar dan Nabi kita paling benar, apakah bukti yang paling kongkrit dari kehidupan kita sehari-hari?

4. Jika kita mengganggap agama kita paling benar, apakah sepatutnya kita harus jadi hakim di dunia ini dengan seenaknya kita berbuat(perilak u hidup kita sehari-hari dengan menindas orang lain)?

5. Sebenarnya siapakah yang dapat memberikan dan menjamin keselamatan itu?

6. Jika kita adalah orang benar, maka bukti nyata dari itu adalah perilaku kita harus bagaimana?
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-04-13 12:34
~
Saudara Tikva,

Perbedaan yang paling nyata adalah bahwa Isa Al-Masih selalu mengajarkan agar kita mengutamakan ‘kasih’ di dalam setiap hal dan keadaan.

Isa Al-Masih mengajarkan bahwa hukum yang paling utama adalah kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama manusia. Kedua hukum inilah yang menjadi dasar dari segala hukum lainnya, khususnya hukum dari Allah.

Jawab Isa kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.“ (Injil, Rasul Besar Matius 22:37-39).

Jikalau kita selalu mengutamakan ‘kasih’ di dalam hidup kita, maka tentunya segala persoalan hidup akan terselesaikan dengan baik. Persoalan hidup yang selalu menjadi masalah utama adalah persoalan hubungan dengan Allah dan hubungan dengan sesama manusia. Jika semua ini berjalan dengan baik, maka produktivitas hidup akan meningkat.

Bukan hanya itu saja, pada pengikut Isa Al-Masih dipastikan menerima sorga.

Isa Al-Masih berkata: "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:1). Bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepada-ku." (Qs 43:63).

Kata Isa kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada (Allah) Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6)… Ini adalah jalan yang lurus.” (Qs 43:64).

Dengan demikian, tidak ada manusia yang harus menyatakan bahwa dirinya lah yang paling benar. Semua umat manusia harus percaya kepada Isa Al-Masih sebagai satu-satunya jalan yang lurus (siratul mustaqim) menuju sorga.

CA
 
 
# fafa 2011-04-13 19:06
*
Mau bertanya, dalam keyakinan anda, kenapa firman Tuhan banyak versinya?
Kenapa firman Tuhan harus direvisi? Kenapa Tuhan bisa melakukan kesalahan?

Kenapa untuk menebus dosa manusia Tuhan memilih cara menjelma menjadi manusia, dihina, direndahkan, diludahi?
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-04-21 15:48
~
Saudara Fafa, Firman Tuhan (Al-Kitab) itu hanya satu versi. Sama sekali tidak ada perbedaan antara Al-Kitab yang kami baca dengan Al-Kitab yang dibaca oleh umat Kristiani lain di seluruh dunia.

Yang mungkin kelihatan berbeda hanyalah tafsiran ataupun terjemahannya di dalam pelbagai bahasa-bahasa di dunia.

Justru karena Allah tidak mungkin melakukan kesalahan dan masih tetap memelihara Firman-Nya lah, maka kami berpendapat bahwa Taurat, Zabur, Kitab Nabi-Nabi, dan Injil, adalah masih tetap asli hingga saat ini.

Oleh sebab itu, kami mengajak Saudara untuk boleh terus bersama-sama dengan kami meneliti kebenaran dan keutuhan Firman Tuhan, di dalam mempelajari setiap bagian artikel di dalam website ini.

CA
 
 
# amabel 2011-04-14 10:19
*
Injil kita bakar saja di dunia ini, Al-Quran juga kita bakar saja di dunia ini, dua-duanya lenyap kan?

Yang mana yang segera bisa dicetak kembali? Al-Quran, karena bahasa Wahyu bisa dilantunkan tanpa kehilangan arti dan tanda baca.
Adakah di dunia ini yang bisa menghapal Injil dari awal sampai penutup?
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-04-21 16:01
~
Saudara Amabel,

Kami berpendapat bahwa Firman Tuhan tidaklah mungkin bisa dilenyapkan oleh umat manusia. Allah pastilah terus menjaga Firman-Nya. Oleh sebab itu, kami mengajak Saudara untuk boleh memiliki sebuah Al-Kitab, untuk kita boleh mempelajarinya bersama-sama.

“Tak ada seorangpun yang dapat merobah kalimat-kalimat Allah.” (Qs 6:34).

CA
 
 
# Abdul Rendy 2011-04-15 17:16
*
Menurut saya agama tidak dapat menyelamatkan dan membawa anda menuju surga.

Tapi hanya "Percaya" kepada Yesus Kristus / Isa sebagai Tuhan dan Juru Selamat, atau yang biasa umat Muslim kenal dengan Sirotol Mustaqim/Jalan Lurus yang memberikan anugerah masuk dalam Kerajaan Surga.

Jadi, tentukan pilihanmu...

Anda tidak harus menjadi Agama Kristen untuk masuk Surga.

Tapi hanya yakin bahwa Yesus Kristus adalah Sang Juru Selamat dan Sirotol Mustaqim yang akan membawa anda menuju Jalan Keselamatan dan Hidup kekal di surga.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-04-21 16:12
~
Saudara Abdul Rendy, kami mau menambahkan bahwa kepada pengikut Isa Al-Masih, Allah menjanjikan bahwa Dia akan memberikan tempat yang tinggi di sorga.

Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat." (Qs 3:55).

Allah pasti akan menepati janji-Nya.

CA
 
 
# Joni 2011-04-16 00:16
*
Dalam Kitab Suci di ayat yang satu mengatakan Isa Al-Masih dilahirkan oleh Maryam, tetapi di ayat yang lain mengatakan Isa Al-Masih sudah ada sebelum manusia dijadikan.

Siapakah yang menciptakan agama ini sehingga harus memilih salah satu dari yang ada? Menurut Staf Isa dan Islam, apakah dosa jika saya tidak memilih salah satu agama tetapi mempercayai adanya jalan menuju surga dan neraka?
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-04-21 16:25
~
Saudara Joni, Isa Al-Masih adalah Allah yang kemudian berkenan untuk menjadi manusia demi menanggung hukuman atas dosa-dosa yang telah diperbuat oleh umat manusia.

Karena dosa-dosa tersebut, semua manusia dengan pasti, sedang berjalan menuju neraka sebagai hukumannya.

Namun jika hukuman atas dosa-dosa kita telah ditanggung oleh Isa Al-Masih, maka nanti kita tidak lagi akan diminta pertanggungan jawaban atasnya.

Dosa kita telah mendatangkan hukuman yang ditanggung oleh Isa Al-Masih, maka atas dasar apa, nanti kita harus dihukum lagi?

Semua telah lunas dibayar oleh Isa Al-Masih.

Jika Saudara tidak menerima Isa Al-Masih sebagai Juru Selamat Saudara, maka nanti Saudara tentu saja akan menanggung sendiri hukuman atas dosa yang Saudara perbuat di dalam neraka.

Kami tidaklah mengada-ada. Ini adalah hukum yang Allah telah tetapkan.

Kami mengajak Saudara untuk boleh mengenal siapakah Isa Al-Masih yang sesungguhnya dalam: isadanislam.com/jalan-keselamatan.

CA
 
 
# Demon Hunter 2011-04-25 23:02
*
Adalah perlu dipikirkan apakah kita mau menerima Isa Almasih sebagai Tuhan dan Juruselamat? Bukankah sudah dijelaskan dengan sangat jelas bahwa Isa Almasih adalah manusia 100% dan Allah 100%, yang berkenan datang ke dunia untuk menebus dosa anda dan saya.

Isa Almasih berkehendak untuk mau menebus dosa yang kita lakukan, kenapa kita tidak mau menerima? Dia telah berkenan untuk memberikan keselamatan secara gratis, namun tidak gratisan, karena dibayar dengan pengorbanan dan darah-Nya yang mahal. Jika tidak ada yang mau menebus dosa-dosa kita, maka anda dan sayalah yang harusnya matidan 100% masuk ke dalam neraka.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-04-26 10:16
~
Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah yang berkenan untuk menjelma menjadi manusia. Pernyataan ini tertuang dengan jelas dalam Qs 3:45 dan Qs 4:171.

Dijelaskan pula bahwa Isa Al-Masih adalah tanda yang besar dari Allah bagi seluruh umat manusia (Qs 21:91). Dengan mengenal Dia, berarti kita akhirnya akan mampu bertemu dengan Allah yang sejati. Inilah makna bahwa Isa Al-Masih adalah tanda dari Allah.

Sama seperti ketika sedang berjalan-jalan di pusat pembelanjaan, kita mencari "TANDA" yang menunjuk kepada toilet, maka Isa Al-Masih mengarahkan pada kita akan Allah yang sesungguhnya. Dan karena Allah tidak boleh diserupakan dengan apapun juga, maka Allah yang tidak kelihatan itu, menjelma menjadi "TANDA" yang kelihatan secara fisik bagi kita, umat manusia.

CA
 
 
# gusmus 2011-04-26 23:42
*
Kalau Tuhan lebih dari satu, bagaimana mengatur seluruh alam dan isinya?
Bukankah di penghujung kerasulan Isa Al-Masih masih ada kerasulan lagi, yaitu khataman nabiyin / penutup para nabi?

"Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan."

Kalau menurut saya, ajaran dari Nabi Adam sampai dengan Nabi Muhammad, tetap meng-Esa-kan Tuhan.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-05-05 03:49
~
Orang Kristen tidak percaya kepada tiga Tuhan. Al-Kitab mengajarkan bahwa Allah itu satu secara hakekat, namun tiga secara Pribadi, yakni Allah (Bapa), Kalimat Allah (Isa Al-Masih), dan Roh Allah. Setiap Pribadi adalah Allah yang sempurna. Walaupun manusia tidak dapat sepenuhnya memahami mengenai kesatuan Allah dalam tiga pribadi, namun ini adalah kebenaran dari Allah.

Kami setuju bahwa konsep "Anak Allah" bukanlah berarti bahwa Allah itu telah melakukan suatu hubungan dengan Maryam dan kemudian melahirkan anak. Konsep tentang "Anak Allah" seperti ini justru ditentang oleh semua umat Kristiani.

"Anak Allah" berarti bahwa Isa Al-Masih adalah wakil dari Allah, Ia adalah 'tanda yang besar' dari Allah bagi semesta alam (Qs 21:91). Ia mewakili Allah sepenuhnya di dalam setiap Firman dan tindakan-Nya. Inilah konsep "Anak Allah" yang sesungguhnya.

Allah tidak pernah berkata di dalam Firman-Nya ada nabi penutup sesudah Isa Al-Masih. Tidak ada satu ayatpun dalam Al-Kitab yang menuliskan tentang hal ini.

SL/CA
 
 
# Anang 2011-04-27 09:49
*
Untuk teman-teman muslim, cukup kita mendengar Firman Allah.

Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman. Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat. (Qs 2:6-7)
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-05-05 03:36
~
Saudara Anang, adalah benar bagi kita untuk selalu hanya bersandar dan hanya taat kepada Firman Allah. Masalahnya adalah apakah apa yang kita akui sebagai Firman Allah tersebut adalah benar-benar Firman Allah yang sebenarnya?

Sesungguhnya, Allah telah mewahyukan Firman-Nya kepada manusia. Melalui website ini kami mengajak saudara untuk boleh bersama-sama dengan kami untuk mempelajari keutuhan Firman Allah sebagaimana yang telah diwahyukan oleh-Nya di dalam Taurat, Zabur, Kitab Nabi-Nabi, dan Injil.

Di dalam Firman Allah, kita menemukan berita penebusan dalam Isa Al-Masih yang adalah jalan keselamatan dari kebinasaan kekal bagi setiap orang yang membuka hatinya.

Namun berita ini dianggap sebagai suatu 'kebodohan' bagi orang yang ingin menemukan keselamatan di dalam kebenaran pemikiran mereka sendiri.

Kami mengajak Saudara untuk boleh merenungkan jalan keselamatan yang telah Allah sediakan bagi kita di dalam artikel: isadanislam.com/jalan-keselamatan. Kiranya Allah berkenan membuka pintu bagi Saudara untuk boleh mengenal Dia sebagai Allah yang sejati.

SL/CA
 
 
# Dhana 2011-04-27 11:50
Quoting Anang:
Untuk teman-teman muslim cukup kita mendengar Firman Allah SWT.

Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman. Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat. (Qs 2:6-7)

Apakah ini berarti anda juga percaya kepada Isa Almasih itu sendiri yang jelas-jelas banyak dituliskan dan ditinggikan dalam Al-Quran (yang katanya adalah Firman Allah juga). Bahkan katanya, nama Isa Al-Masih sendiri tercatat lebih banyak dari Nabi Muhammad?

Kalau anda tidak mempercayainya, itu sama saja anda tidak percaya akan Al-Quran bukan ?

Dan bahkan ada tertulis bahwa pada akhirnya, pengikut Isa Almasih akan ditinggikan di antara orang-orang kafir?
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-05-03 16:58
~
Terima Kasih buat tanggapan dari Saudara.

Adalah benar bahwa Isa Al-Masih banyak dicatat dan ditinggikan, bahkan dimuliakan di dalam kitab umat Islam.

Menurut catatan kitab mereka, bahkan Isa Al-Masih disebut sebagai yang terkemuka di dunia dan akhirat (Qs 3:45). Ini adalah ungkapan yang menyetarakan Isa Al-Masih dengan Allah. Sebab siapakah yang boleh disebut sebagai yang terkemuka di akhirat selain Allah?

Juga adalah benar bahwa pengikut Isa Al-Masih ditinggikan di atas orang kafir hingga hari kiamat. Ini adalah janji dari Allah sendiri bahwa setiap pengikut Isa Al-Masih akan memperoleh sorga. Kalimat ini tercatat dalam Qs 3:45.

CA
 
 
# Lisda 2011-04-28 15:40
*
Gereja menyatakan bahwa Al-Kitab adalah satu-satunya sumber utama untuk mengenal Tuhan dan Yesus. Tetapi Al-Kitab sendiri menerangkan bahwa Yesus bukanlah oknum yang mempunyai sifat kemahaan.

Orang pertama yang seharusnya mengenal bahwa Yesus adalah TUHAN, pastilah orang yang paling dekat dan mengenal siapa Yesus sebenarnya. Orang tersebut pastilah Maryam, ibu biologis-Nya.

Apakah ada pernyataan Maryam yang menyatakan bahwa Isa itu adalah Tuhan?

Tetapi hal tersebut tidak dia lakukan, karena Maryam adalah orang pilihan, ia tahu kepada siapa dia harus menyembah.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-05-03 17:22
~
Saudara Lisda, adalah tidak benar bahwa Isa Al-Masih tidak memiliki sifat ke-MAHA-an.

Banyak sekali ayat yang menyebut bahwa Isa Al-Masih memiliki sifat kekal sama seperti Allah. Sebagai contoh: "Semuanya itu akan binasa, tetapi Engkau tetap ada... Engkau tetap sama, dan tahun-tahunMu tidak berke-sudahan (Injil, Surat Ibrani 1:11-12)."

Isa Al-Masih disebut sebagai suci dan tak berdosa (Injil, Surat 2 Korintus 5:21; Surat Ibrani 4:15, dll..). Isa Al-Masih disebut sebagai Maha Kuasa, Maha Tahu, Maha Ada, dan sebagainya.

Isa Al-Masih bahkan disebut sebagai Pencipta, mengampuni dosa, dan disembah.

Walaupun tidak dicatat bahwa Maryam pernah menyembah Isa Al-Masih, namun tidak juga dikatakan bahwa Maryam tidak pernah sujud menyembah kepada-Nya. Namun adalah jelas, bahwa kedua orang tua jasmani-Nya mengetahui persis bahwa Isa Al-Masih adalah Tuhan. Menjelang kelahiran-Nya, malaikat berkata bahwa Isa Al-Masih akan disebut sebagai Allah yang menyertai manusia, Allah yang berada di antara manusia (Injil, Rasul Besar Matius 1:23).

CA
 
 
# mas syarif 2011-05-12 15:34
*
"Apakah Yesus adalah juru selamat bagi pengikutnya yang hidup pada zamannya, atau juga juru selamat bagi para pengikut setelahnya?"

Mereka harus menjawab salah satu dari dua pilihan tersebut. Dan yang paling manis dari keduanya adalah pahit. Sebab, jika mereka menjawab bahwa Yesus adalah Juru Selamat bagi pengikutnya di zamannya saja, maka ini adalah sebuah kezaliman yang menimpa orang-orang yang beriman kepadanya setelah-Nya.

Jika mereka menjawab bahwa dia juga Juru Selamat pula bagi para pengikut setelah-Nya, maka sungguh Yesus telah membantu kezaliman, kemaksiatan, dan permusuhan, serta mendorong untuk membunuh, mencuri, korupsi dan maksiat lainnya. Karena setiap pelaku kejahatan akan bebas dari dosa hanya dengan sekedar pengakuannya terhadap pelanggaran dosa tersebut. Dia langsung akan mendapatkan ampunan, dan hidup dengan kehidupan yang kekal. Maka keadilan apakah yang ada dalam aqidah yang rusak ini?
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-06-08 10:36
~
Saudara Mas Syarif, ini adalah pertanyaan yang paling mudah untuk dijawab dari segala pertanyaan yang pernah kami terima.

Isa Al-Masih adalah Juru Selamat buat manusia di segala zaman, baik zaman sebelum, maupun zaman setelah Isa Al-Masih.

Gelar "Al-Masih" yang diberikan kitab Saudara sendiri pun sudah berarti Juru Selamat, bukan?

Isa Al-Masih senantiasa mengajarkan bahwa kita harus saling mengasihi. Mengasihi dan berbuat baik kepada semua orang, dan bahkan kepada musuh sekalipun kita wajib mendoakan dia (Injil, Rasul Besar Matius 5:44).

Isa Al-Masih mengajarkan segala perbuatan baik dalam keseluruhan Kitab Injil. Dan bahkan salah satu pengajaran-Nya dikenal luas sebagai "Golden Rule" (Hukum Yang Paling Mulia di dunia), yakni: "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka." (Injil, Rasul Besar Matius 7:12). Artinya adalah bahwa sebelum orang berbuat baik kepadamu, berbuat baiklah terlebih dulu kepada semua orang.

Semua orang yang percaya dan beriman kepada Isa Al-Masih akan diselamatkan. Ini berarti semua orang yang juga mentaati perintah-Nya.

Apakah Saudara bisa mengaku percaya kepada seseorang, namun Saudara tidak pernah mau melakukan apa yang dia katakan? Katakanlah bahwa Saudara mengaku percaya kepada seorang guru. Bukankah kalau guru tersebut mengatakan kepada Saudara untuk melakukan suatu hal, maka Saudara akan melakukan hal tersebut? Jika Saudara selalu tidak mau mendengarkan perkataan guru tersebut, dan malah selalu melakukan hal yang bertolak belakang, apakah layak Saudara berkata bahwa Saudara percaya kepadanya?

Jika seorang mengaku percaya dan beriman kepada Isa Al-Masih, berarti dia wajib melakukan perintah Isa Al-Masih, termasuk juga untuk melakukan segala perbuatan baik.

CA
 
 
# re 2011-05-24 09:43
*
Kenapa Isa saja yang dimasuki Roh Allah? Kenapa yang lain tidak, berarti Isa tidak punya Roh sendiri?
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-06-08 10:41
~
Saudara Re,

Roh yang ada pada Isa Al-Masih adalah Roh Allah itu sendiri.

Isa Al-Masih adalah Allah itu sendiri.

CA
 
 
# muh tahir abdullah 2011-05-25 22:24
*
Tolong diartikan ayat dalam Al-Quran (Qs 61:6) yaitu:

Dan ketika Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad." Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata."
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-06-08 10:53
~
Saudara Muh Tahir Abdullah, ayat di atas secara jelas mengakui bahwa Taurat adalah Firman Allah, dan bahwa kitab Taurat hingga zaman Isa Al-Masih adalah masih benar dan asli. Saat ini, kitab Taurat yang sama persis tercantum pula di dalam Al-Kitab, yang juga berisi: Kitab Nabi-Nabi, Zabur, dan Injil. Semuanya ini adalah Firman Allah.

Perlu diperhatikan, bahwa semua kitab-kitab dari Allah ini hanya selalu berbicara tentang Isa Al-Masih, dan tidak pernah satu kalipun berbicara atau menunjuk pada nabi lain yang akan datang setelah Isa Al-Masih, apalagi yang bernama Ahmad.

Namun tiba-tiba muncul satu kitab yang juga mengaku berasal dari Allah, dan kitab ini langsung mengatakan hal-hal yang berlawanan dengan kitab-kitab Firman Allah yang sebelumnya. Menurut Saudara, apakah kitab ini boleh dipercaya?

Menurut saya, kitab ini boleh dipercaya kalau isinya sama dan sesuai dengan Kitab-Kitab dari Allah yang sebelumnya sudah diberikan kepada manusia. Namun kitab ini sama sekali tidak boleh dipercaya kalau kitab ini menyampaikan hal-hal yang bertentangan dengan isi Kitab-Kitab dari Allah yang sebelumnya. Mengapa? Sebab Firman Allah tidak mungkin saling bertentangan.

Ketika kitab yang datang lebih akhir berbeda dengan Firman Allah yang telah datang sebelumnya, maka kitab yang terakhir ini pasti kitab palsu. Sebab nyata-nyata Firman Allah itu berlaku kekal selama-lamanya, dan tak akan pernah bisa dipalsukan sampai kapanpun (Qs 6:34,115). Firman Allah itu tidak punya masa kadaluarsa.

CA
 
 
# bejo 2011-06-18 11:51
*
Kalau Yesus itu Juru Selamat bagi manusia, mana rujukannya?
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-06-23 02:30
~
Saudara Bejo, Al-Quran dengan sangat jelas mengatakan bahwa setiap pengikut Isa Al-Masih akan mendapatkan tempat yang tinggi sampai pada hari kiamat. Ini berarti bahwa semua pengikut Isa Al-Masih dipastikan akan masuk sorga.

Ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat." (Qs 3:55).

Jadi sesuai dengan ayat di atas, Isa Al-Masih telah mati menanggung hukuman atas dosa-dosa yang telah kita perbuat selama kita hidup. Isa Al-Masih kemudian telah pula naik ke sorga. Dari sana Ia akan datang kembali sebagai Hakim Yang Adil, dan menjemput kita untuk menuju sorga. Ini adalah janji Allah yang tidak mungkin diingkari.

Sedemikian pula Al-Kitab mengatakan bahwa: "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal (Isa Al-Masih / Kalimat Allah yang telah menjadi manusia), supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).

Jadi, Firman Allah mengatakan dengan pasti bahwa jalan menuju sorga adalah dengan percaya kepada Isa Al-Masih.

CA
 
 
# Kumbang 2011-06-18 21:58
*
Staff Isa dan Islam tidak sembarang mengutip Al-Quran, karena itu pastilah paham Al-Quran. Namun sayang, ketika mengutip jalan keselamatan dalam surat Al-Fatihah tidak utuh karena tidak mencantumkan ayat ke-7.

Cobalah Saudara kutip secara utuh dari ayat 1-7 dan barulah kita berdiskusi lagi tentang jalan keselamatan di dalam Islam.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-06-23 02:35
~
Saudara Kumbang, berikut kami kutipkan Surah Al-Faatihah bagi Saudara:

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan mereka yang dimurkai dan bukan mereka yang sesat. (Qs 1:1-7).

CA
 
 
# Joe 2011-07-01 21:35
*
Saudara staff Isa dan Islam, apakah anda 100% yakin bahwa Kitab anda yang saat ini masih merupakan firman dari Allah dan tidak ada yang bertentangan antara satu ayat dengan yang lainnya?
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-07-22 16:09
~
Saudara Joe,

Umat Muslim sering menuduhkan bahwa ada kontradiksi dalam Alkitab. Sebenarnya kontradiksi yang dipermasalahkan kebanyakan bukanlah kesalahan sama sekali. Hanya kesalahan dalam memahami konteks ayat atau yang tidak lebih daripada kesalahan pembuat salinan ulang. Menjelaskan jenis kesalahan yang pertama adalah lebih mudah, sedangkan untuk kesalahan yang kedua perlu lebih banyak perhatian.

Namun yang perlu disadari adalah tidak ada satupun perbedaan dalam salinan ulang Alkitab yang mengubah doktrin Alkitab itu sendiri. Justru Roh Kudus telah melakukan "campur tangan" dan menjaga agar penyalinan ulang teks Alkitab jangan sampai menggeser ajaran-ajaran doktrinal itu sendiri.

“Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.” (Injil, Surat 2 Petrus 2:20-21)
~
SL
 
 
# sugeng 2011-08-02 10:38
*
QS ALI 'IMRAN 3 : 84
Katakanlah: "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nyalah kami menyerahkan diri."

QS AT TAUBAH 9 : 30
Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah." Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling?

QS YUNUS 10 : 94
Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu temasuk orang-orang yang ragu-ragu.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-08-05 14:20
~
Seluruh umat manusia memang harus beriman hanya kepada Allah saja. Namun manusia perlu menyadari siapa sesungguhnya Allah yang harus disembah.

Allah telah menyatakan diri-Nya dalam pribadi Isa Al-Masih dan hal ini telah Allah sampaikan dalam kebenaran Firman-Nya: "Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.”(Injil Rasul Besar Yohanes)
~
NN
 
 
# sugeng 2011-08-04 12:44
*
Al Maa'idah (QS 5 : 16-18)

16. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan(dengan kitab itu pula)Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.

17. Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam." Katakanlah: "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi kesemuanya?." Kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-08-05 11:41
~
“Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israel) dengan Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.” (Qs 5:46)

Dengan jelas ayat di atas mengatakan bahwa dalam Injil dan Taurat-lah ada petunjuk dan cahaya. Dengan demikian, bila merujuk pada ayat yang saudara kutip di atas, maka yang disebut dengan Kitab Allah, adalah Injil dan Taurat. Sehingga, setiap umat manusia harus mengimani setiap isi dari Injil dan Taurat, karena di dalamnya terdapat Jalan Keselamatan.

Terkutuklah orang yang mengatakan bahwa Allah telah mendekati Maryam, melakukan hubungan biologis sehingga Maryam melahirkan Isa Al-Masih. Umat Kristen tidak pernah mengklaim bahwa Isa Al-Masih adalah “anak biologis” Allah dan Maryam. Kalaupun umat Kristen mengatakan Isa anak Allah, arti anak di sini hanyalah arti kiasan.

Isa sendiri disebut Anak Allah karena Ia dengan sempurna menyatakan Allah kepada manusia. Dia adalah Kalimat Allah dan dengan sempurna menjelaskan kehendak dan sifat Allah kepada manusia. Sebagai Anak dan Kalimat Allah, Isa Al-Masih menyatakan kasih dan kesucian dan keselamatan dari Allah kepada manusia.
Perhatikanlah ayat berikut, Saudara dapat merenungkan ayat berikut: “Sesungguhnya Al Masih, ’Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya.” (Qs 4:171)
~
SO
 
 
# garamdanterang 2011-08-05 17:47
*
Saya dari Malaysia. Saya sangat bersyukur untuk website ini. Di Malaysia semakin banyak rekan- rekan Muslim yang telah menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Kami tidak pernah menginjili rekan Muslim disini karena larangan keras pihak pemerintah. Tetapi kami selalu berdoa agar umat Ismail akan beroleh kehidupan yang kekal di dalam Isa Al-Masih.

Hasilnya banyak yang mengalami pengalaman pribadi dengan Isa Al-Masih. Puji Tuhan karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, alangkah indahnya bila kita di dalam Isa Al-Masih boleh memanggil Yang Maha Kuasa, Tuhan semesta alam dengan panggilan Abba ya Bapa.

Ini adalah anugerah, bukannya usaha kita, tetapi karena kasih karunia-Nya.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-08-10 09:24
~
Kami mengucapkan terima kasih atas informasinya. Kita patut bersyukur karena Allah telah memberi anugrah keselamatan kepada manusia berdosa ini.

“Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa”. Injil Surat Roma 5:8

Kasih Kristus adalah kasih yang berkorban demi menyelamatkan orang berdosa. Kasih Kristus membuat kita memiliki pengharapan hidup yang kekal. Kasih Kristus adalah kasih yang melihat jiwa manusia sangat berharga untuk diselamatkan.

Kasih seperti itulah yang menguasai dan mendorong kami untuk memberitakan berita keselamatan melalui website ini.
~
SL
 
 
# ghaaziy 2011-08-05 22:19
*
Isa Al-Masih telah membantah bahwa diriNya Tuhan dan Dia hanya mengakui hanya Allah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah, "Dan (ingatlah)ketik a Allah berfirman: "Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?" Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku(mengataka nnya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya.

Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib-gaib".
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-08-10 09:50
~
Isa Al-Masih tidak pernah membantah kalau Dia adalah Tuhan. Bahkan Dia sendiri membenarkan bahwa Dia adalah Tuhan.

“Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan memang katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.” (Injil rasul Besar Yohanes 13 : 13)

Alkitab sendiri memerintahkan kita untuk menyembah Isa Al-Masih (sebagaimana semua malaikat juga harus menyembahnya). Di bawah ini saya tuliskan ayat-ayat yang dimaksudkan oleh Alkitab:

“Dan ketika Ia (Allah) membawa pula Anak-Nya yang sulung kedunia, Ia berkata: "Semua malaikat Allah harus menyembah Dia." (Injil Surat Ibrani 1:6).

"... supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,; dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!" (Injil Surat Filipi 2:10, 11).
~
SL
 
 
# ojo_ngono 2011-08-16 12:22
*
Isa Al-Masih tidak pernah membantah kalau Dia adalah Tuhan. Bahkan Dia sendiri membenarkan bahwa Dia adalah Tuhan.

“Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan memang katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.” (Injil Rasul Besar Yohanes 13 : 13)

Alkitab sendiri memerintahkan kita untuk menyembah Isa Al-Masih (sebagaimana semua malaikat juga harus menyembahnya). Di bawah ini saya tuliskan ayat-ayat yang dimaksudkan oleh Alkitab:

“Dan ketika Ia (Allah) membawa pula Anak-Nya yang sulung kedunia, Ia berkata: "Semua malaikat Allah harus menyembah Dia." (Injil Surat Ibrani 1:6).

"... supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,; dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!" (Injil Surat Filipi 2:10, 11).
 
 
# Staff Isa dan Islam 2012-01-13 16:30
~
Saudara Ojo Ngono,

Terimakasih atas kutipan-kutipan ayat dan juga penjelasan yang sudah saudara berikan. Semoga hal ini dapat menjadi pencerahan bagi setiap orang yang membacanya. Sehingga mereka dapat mengerti bahwa Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah yang datang ke dunia untuk membawa keselamatan bagi setiap orang.

“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." (Injil, Kisah Para Rasul 4:21).
~
SO
 
 
# endi 2011-08-22 23:39
*
Keselamatan Dalam Al-Quran Dan Injil.

Salam sejahtera staf Isa dan Islam.

Semua manusia yang mengikuti ajaran-Nya masing-masing pasti akan selalu saling lempar surat dan firman Tuhannya, alangkah baiknya kita menggali inti dari isi Injil dan Al-Quran untuk di apresiasikan kedalam kehidupan kita sehari-hari.

Untuk mendapatkan keselamatan, saya rasa semua Kitab memberikan petunjuk keselamatan, entah itu satu ayat ataupun lebih.

Wassalam.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-08-25 20:44
~
Dalam mencari kebenaran memang kita harus mencarinya dari berbagai sumber yang berasal dari Firman-Nya dan kita pun perlu objektif serta memiliki hati yang terbuka, bukan berpandangan sempit dan beranggapan ajaran turun temurun yang telah kita terima adalah ajaran yang benar. Kebenaran harus terus dicarai dan dengan memohon petunjuk dari Allah kita pasti dapat menemukan kebenaran yang sesungguhnya.

Jika diteliti kitab-kitab yang telah Allah sampaikan pada manusia baik Taurat, Zabur,Injil dan Al -Quran memiliki satu benang merah yang menuju pada satu berita utama yaitu keselamatan yang Allah berikan bagi manusia yang terancam kebinasaan akibat dosa. Puncak keselamatan itu adalah Isa Al-masih, yaitu Allah yang menjelma menjadi manusia. Isa Al-Masih adalah kalimatulah (Firman) Allah dan yang terkemuka di dunia dan akhirat (QS 3:45).

“ Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” (Injil Rasul Besar Yohanes 1:1)
~

NN
 
 
# Insan 2011-08-23 00:32
*
Al-Quran surat At Taubah : 30

Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah". Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka, bagaimana mereka sampai berpaling?"

Ayat di atas jelas menegaskan bahwa Allah akan melaknat siapa saja yang mengatakan Isa Al-Masih adalah Anak Allah.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-08-25 13:56
~
Saudara Insan,

Celakalah orang yang mengatakan Isa Al-Masih anak Allah secara biologis, karena Allah tidak beranak dan tidak diperanakan. Ulangan 6:4 “Dengarlah hai orang Israel, Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa”

Pengikut Isa Al-Masih tidak menganggap Allah beranak Isa Al-Masih. Tetapi istilah Anak Allah tersebut adalah gelar dan petunjuk bagi umat manusia bahwa Allah menjadi manusia, merendahkan diri sama dengan manusia hanya saja Isa Al-Masih tidak berdosa karena Dia Allah, lihat juga dalam Qs 19:19 dan Hadis Shahih Bukhari jilid 3 halamn 208 ayat 1493.

Isa Al-Masih berkata dalam Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30 “Aku (Isa Al-Masih) dan Bapa (Allah) adalah satu”

~
NN
 
 
# garamdanterang 2011-08-24 10:07
*
Logika?

1. Injil telah beredar di seluruh dunia dalam jutaan copies kira-kira 600 tahun sebelum Islam, tetapi selepas itu dikatakan Injil telah diubahkan.

2. Ketika pertama kali menerima wahyu digua hira, Muhammad terus percaya bahwa Ia berasal dari Allah tanpa menguji roh tersebut. Ini karena di dalam Injil setiap roh harus diuji/diperiksa dan karena iblis pun boleh mengaku malaikat terang.

3. Muhammad dikatakan sebagai penutup nabi dan rasul, tetapi yang datang pada hari kiamat untuk membunuh dajjal dan menjadi hakim yang adil adalah Isa-Almasih.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-09-07 15:07
~
Al-Quran mengatakan bahwa seluruh isi kitab Injil adalah wahyu dari Allah yang disampaikan kepada nabi Isa Al-Masih dan tidak ada sedikitpun terdapat didalamnya perkataan atau karangan manusia. Oleh sebab itu Al-Quran juga memerintahkan kepada umat Muslim percaya pada Injil.

Hal ini, menurut Hmmudah Abdalati, penulis buku Islam In facus (1975), merupakan konsekuensi logis dari iman kita kepada Allah SWT dan para rasulnya.

Bahwa setiap roh ataupun pengajaran yang mengakui Kristus sebagai Tuhan yang datang ke dunia sebagai manusia, adalah ajaran yang benar. Tetapi di luar itu adalah roh jahat atau pengajaran sesat. Dalam menguji setiap roh diperlukan hikmat. Untuk ini kita perlu minta hikmat dari Allah.

Andai-kata benar bahwa umat seorang nabi akan menjadi umat nabi yang berikutnya, justru ini berarti bahwa kita semua harus menjadi umat Isa Al-Masih, sebab masa nabi umat Muslim sudah lewat. Dia sudah meninggal, sementara Isa Al-Masih tetap hidup hingga sekarang.

Sebagai nabi Allah, bisa saja Muhammad yang benar sedangkan seluruh dunia salah, tetapi fakta sejarah berkata lain. Orang Kristen percaya bahwa Allah itu Maha Tahu dan dan Konsisten. Mungkinkah Allah menyalahi pesan yang Dia sampaikan sebelumnya? Dia tidak mungkin mengubah isapan jempol manusia menjadi fakta.
~
SL
 
 
# yes 2011-09-20 13:56
*
Isa Al-Masih telah menunjukkan mujizat kepada manusia, agar mereka tahu bahwa Allah Maha Kuasa, dan Isa Al-Masih telah mati untuk menyatakan bagi manusia betapa Allah Maha Pengasih dan Penyayang.

Itulah bukti kasih Allah yang sebenarnya. Rela berkorban demi dosa manusia. Seperti seorang ibu/ayah yang baik, yang rela berkorban demi anaknya.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-11-16 16:20
~
Saudara Yes,

Terimakasih atas komentar yang telah saudara berikan. Terimakasih juga telah mengunjungi situs kami dan membaca artikel-artikel kami.

Semoga apa yang kami sajikan lewat situs ini bermanfaat bagi saudara.
~
SO
 
 
# johanes 2011-09-20 18:07
*
Saya seorang Kristen, ada beberapa hal yang mungkin bisa menjadi renungan untuk kita.

Saya percaya kepada Isa (Yesus) "bukan hanya" karena Dia telah menebus dosa manusia dan juga karena percaya akan diselamatkan. "Tetapi juga” karena hanya Dia satu-satunya "manusia" dari Adam diciptakan sampai pada saat ini yang memiliki kuasa "layaknya Allah".

Bila saya membaca forum tentang Islam dan Kristen, selalu saja mengandalkan logika manusia. Namun sesungguhnya ada yang perlu kita sadar dan pahami, bahwa kekuasaan Allah sampai kapanpun tidak dapat dibatasi oleh pola pikir manusia.

Semua manusia setuju bahwa “tiada yang mustahil bagi Allah”, tetapi mengapa masih saja ada yang membatasi kuasa Allah dengan mengatakan “mustahil Allah menjadi manusia dan menebus dosa manusia”?
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-11-16 16:20
~
Saudara Johanes,

Terimakasih atas komentar yang telah saudara berikan. Terimakasih juga telah mengunjungi situs kami dan membaca artikel-artikel kami. Semoga apa yang kami sajikan lewat situs ini bermanfaat bagi saudara.

Sejak dahulu, manusia tidak dapat dipuaskan hanya mendengar firman Allah yang disampaikan lewat nabi, rasul, atau malaikat. Oleh sebab itu manusia masih salah dalam merespon firman-Nya. Untuk mengatasi hal itu maka Kalimat Allah harus turun/nuzul ke dunia menjadi manusia Isa Al-Masih.

“Pada mulanya adalah Firman (Kalimat Allah); Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.Firman itu telah menjadi manusia,” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1,14)

Dan kini, bila kita mau mencari Allah, kita tidak usah mencarinya dengan susah. Dia telah ada di sini. Dia menampakkan diri-Nya, perkataan-Nya, kalimat-Nya, dan perbuatan-Nya di dalam Isa Al-Masih. Secara pribadi Dia mengajar, mengasihi, dan memberi contoh dan keteladanan kepada kita. Sekarang Isa Al-Masih mengundang setiap orang untuk ber-relasi dengan Dia.
~
SO
 
 
# kumbang 2011-11-16 00:52
*
Penjelasan tunjukilah jalan yang lurus (QS 1:6) ada di ayat selanjutnya (QS 1:7) yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan mereka yang dimurkai dan bukan mereka yang sesat.

Siapa mendapat nikmat itu? "Dan barangsiapa yang menta'ati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni'mat oleh Allah, yaitu : Nabi-nabi, para shiddiiqiin , orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya" (QS 4:69)

Siapa yang dimurkai dan tersesat itu?

Sahabat bertanya tentang mereka yang dimurkai . Nabi mengatakan bahwa mereka adalah Yahudi . Dan siapa yang tersesat. Nabi menjawab Nasrani (Kristen). Hadists At-Tirmidhi dan Abu Dawud.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-11-23 16:39
~
Pada umumnya, sebagai umat beragama kita sering menghakimi orang lain. Kita merasa lebih suci dan lebih baik. Sehingga kita tidak mau bergaul dengan orang yang dianggap lebih berdosa dari kita. Padahal dalam pemandangan Allah semua manusia adalah sudah berdosa (Injil, Surat Roma 3:23).

Namun ada Pribadi yang benar-benar suci, mau bergaul dan bersahabat dengan orang berdosa. Ini adalah cerminan dari Pribadi yang rendah hati. Pribadi yang rendah hati ini merupakan gambar dan wujud Allah yang penuh kasih. Dan Dia berkehendak untuk menyelamatkan manusia berdosa dari hukuman kekal di neraka.

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal (Kalimat Allah), supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya (Kalimat Allah) tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16)
~
SL
 
 
# Entoters 2011-11-25 13:31
Quoting Supriy:
*

Tegasnya, dalam Islam, qurban adalah perwujudan syukur dan peringatan atas ketaatan yang luar biasa atas Ibrahim alaihi salam,ketika disuruh menyembelih Ismail.


Tolong dibaca dan disimak baik-baik ayat kudus dari Taurat, Kitab Kejadian 22:9 berbunyi demikian:

"Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api"


Jelaslah bahwa dari ayat ini, Ishak-lah yang dipersembahkan.

Tahu Ishmael yang dikorbankan dari mana? Di Al-Quran saja tidak disebutkan namanya.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-11-29 14:29
~
Saudara Entoters,

Terimakasih atas penjelasan saudara di atas. Semoga hal tersebut dapat menjadi pencerahan bagi yang membacanya.
~
SO
 
 
# La Duren 2011-11-25 20:24
*
Yang terpenting adalah mengapa Isa Al-Masih mati tersalib? Perhatikanlah bahwa "Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran..." (Injil, I Petrus 2:24).

Tolong diingat, bahwa di dalam ajaran agama Islam semua Nabi dan Rasul yang diutus ke dunia oleh Allah adalah juruselamat.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-11-29 14:27
~
Saudara La Duren,

Perhatikanlah ayat berikut ini, "Isa bersabda: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Melalui ayat di atas, Isa Al-Masih memproklamirkan bahwa Dia adalah "Jalan", "Kebenaran" dan "Hidup". Sehingga, melalui Dia orang dapat belajar mengenai "Kebenaran" tentang Allah dan menemukan "Hidup" bersama Allah.

Perhatikan juga ayat berikut, “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.” (Injil, Rasul Lukas 2:11) Silakan saudara membaca Al-Quran dan Kitab-kitab sebelumnya, saudara tidak akan pernah menemukan ayat serupa ditujukan ke Nabi lain selain Isa Al-Masih.

Sehingga yang disebut sebenar-benarnya Juruselamat adalah Isa Al-Masih. Tidak ada yang lain!
~
SO
 
 
# wito 2011-11-28 11:08
*
Quoting Entoters:
Tahu Ishmael yang dikorbankan dari mana? Di Al-Quran saja tidak disebutkan namanya.


Sdr. Entoters dan umat Kristiani yang lain,

Al-Quran surat As-Shaffat (surat 37) ayat 100-111 menjelaskan asal-usul pengorbanan Ibrahim, Memang di situ tidak dijelaskan siapa yang dikorbankan oleh Ibrahim. Tetapi itu jelas Ismail. Kenapa? Tolong dilanjutkan ceritanya yaitu ayat 112 yang berbunyi sebagai berikut:

“Dan Kami beri dia kabar gembira dengan kelahiran Ishaq seorang Nabi yang termasuk orang-orang yang saleh”.

Jadi Ishaq lahir setelah terjadinya peristiwa penyembelihan. Kesimpulannya: anak shalih dikurbankan Ibrahim itu pastilah Nabi Ismail.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-11-29 14:31
~
Saudara Wito,

Pada ayat di atas tidak ada dijelaskan bahwa Ishaq lahir setelah terjadinya peristiwa penyembelihan. Dan juga Al-Quran tidak pernah menjelaskan bahwa yang disalib itu adalah Ismail. Lalu, atas dasar apa saudara membuat penafsiran demikian?

Sementara dalam Taurat dengan jelas dikatakan bahwa yang dikorbankan adalah Ishak, bukan Ismail!

“Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu." (Taurat, Kitab Kejadian 22:2).
~
SO
 
 
# baby-J 2011-11-29 15:02
*
Jika ada yang bertanya, kok Tuhan mau jadi manusia, bisa mati, dilahirkan hina di kandang binatang, disalibkan pula (hukuman terhina jaman itu), tidak mampu menyelamatkan diri dari mati disalib.

Inilah jawabannya:

a. Kita telah kehilangan kemuliaan di hadapan Tuhan, sehingga perlu disucikan / dikembalikan oleh kurban suci.

b. Memang sudah ada grand design (rencana besar) Tuhan dari awal, karena Nabi-nabi sebelum Yesus Kristus telah menubuatkan/mempersiapkan umat-Nya untuk menyambut kedatangan Yesus/Mesias/Sang Juruselamat/Kurban Suci/Anak Domba Allah/Jalan Kehidupan/Kebangkitan.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-11-30 15:59
~
Saudara Baby,

Terimakasih untuk tanggapan yang telah saudara berikan. Semoga penjelasan saudara dapat menjadi pencerahan bagi yang membacanya.
~
SO
 
 
# wito 2011-12-01 01:00
*
Quoting Staff Isa dan Islam:
~
Saudara Wito,
Pada ayat di atas tidak ada dijelaskan bahwa Ishaq lahir setelah terjadinya peristiwa penyembelihan.
~
SO

Ibrahim punya dua anak, yaitu Ismail dan Ishak (Qs 14:39). Siapa yang lahir terdahulu? Baca Qs 37:100-101 sebagai berikut:

Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar.
Selanjutnya ayat 102-111 bercerita soal penyembelihan. Lalu ayat 112:

Dan Kami beri dia kabar gembira dengan kelahiran Ishaq seorang Nabi yang termasuk orang-orang yang saleh.

Jadi anak yang lahir terdahulu pastilah Ismail karena ayat 112 memberi informasi kelahiran Ishak.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-12-06 16:19
~
Saudara Wito,

Memang benar apa yang saudara jabarkan di atas, Ismail lebih dahulu lahir dibanding Ishak. Tetapi itu bukan merupakan jaminan bahwa Ismail-lah yang dikurbankan.

Taurat menceritakan, bahwa sebelum Ishaq lahir, Ibrahim telah mengajukan Ismail agar Allah berkenan kepadanya, tetapi Allah mengatakan tidak! Perhatikanlah ayat berikut ini:

“Dan Abraham berkata kepada Allah: "Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!" Tetapi Allah berfirman: "Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya.” (Taurat, Kitab Kejadian 17:18-19).

Untuk lebih jelasnya tentang hal ini, silakan saudara membaca dalam (Taurat, Kitab Kejadian 22:1-19).
~
SO
 
 
# Muhammad Azis 2011-12-05 13:33
*
Ismail bukan anak tunggal, yang disebut anak tunggal yang berasal dari isteri sah Nabi Ibrahim.

Coba telusuri lagi Kitabnya kawan-kawan, Ismail anak pertama, tapi dari mana? Ishak anak pertama dari isteri yang sah.

Wassalam.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-12-06 16:35
~
Terimakasih saudara Muhammad Aziz atas komentar yang saudara berikan. Semoga menjadi pencerahan bagi setiap orang yang membacanya.

Jika ada kesempatan, silakan juga mengunjungi situs kami lainnya di: www.isadanalquran.com dan www.isadanalfatihah.com.
~
SO
 
 
# Entoters 2011-12-05 13:55
*
Jadi Ishaq lahir setelah terjadinya peristiwa penyembelihan. Kesimpulannya anak shalih dikurbankan Ibrahim itu pastilah Nabi Ismail.

Maaf nih Sdr. Wito, anak yang sah itu berasal dari isteri yang pertama bukan dari gundik. Seandainya mas Wito punya isteri yang sah dan mas Wito punya isteri simpanan pasti warisan akan diturunkan ke anak yang sah statusnya, bukan ke isteri simpanan.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-12-06 16:10
~
Terimakasih saudara Entoters atas komentar yang sudah saudara berikan. Semoga dapat menjadi pencerahan bagi setiap orang yang membacanya, bahwa jelaslah yang dikurbankan Ibrahim adalah Ishaq, bukan Ismail.
~
SO
 
 
# kumbang 2011-12-08 07:38
*
Quoting Muhammad Azis:
*
Ismail bukan anak tunggal, yang disebut anak tunggal yang berasal dari isteri sah Nabi Ibrahim.


Hagar (ibunya Ismael) adalah istri sah Ibrahim. Bahkan Sarai, isteri pertama Abraham, memberikan Hagar kepada Abraham untuk menikahinya.

"Adapun Sarai, isteri Abram itu, tidak beranak. Ia mempunyai seorang hamba perempuan, orang Mesir, Hagar namanya".
(Kejadian 16:1).

"Berkatalah Sarai kepada Abram: "Engkau tahu, Tuhan tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak." Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai".(Kejadian 16:2).

Aku dalam hal ini adalah Sarai. Sarai ingin punya anak dari Hagar. Jadi Ismail itu anak resmi Ibrahim.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2012-01-13 16:35
~
Pada ayat di atas, Sara meminta agar Abraham menghampiri Hagar. Di sini tidak dikatakan agar Abraham menikahinya. Apakah Ismail anak haram? Sulit untuk mengetahuinya, sebab Alkitab maupun Al-Quran tidak menjelaskan status Ismail.

Apapun status Ismail, hal itu bukan merupakan perkara besar. Hal penting yang harus diketahui adalah bagaimana Abraham dengan taat meresponi perintah Allah. Mengorbankan anaknya. Juga apa sebenarnya makna dari pengorbanan itu sendiri.

Bacalah lebih lanjut artikel pada url ini: http://tinyurl.com/2dguahy.
~
SO
 
 
# Lionel Messias 2011-12-08 22:25
*
Saya ambil kutipan ini dari koment di atas "Demikian Isa Al-Masih, tidak perlu Dia menyebut diri-Nya adalah Tuhan. Ia dengan kuasa-Nya menyembuhkan orang sakit".

Bila Yesus tidak berkata Dia adalah Tuhan, jadi mungkin sajakan Dia nabi atau orang sakti.

Saya juga membaca koment-koment di facebook, katanya ada juga di Injil yang bisa menghidupkan orang mati selain Yesus dan orang Kristenpun mengakuinya. Jadi jelaskan bahwa Isa Al-Masih adalah nabi dan semua nabi mempunyai mukjizatnya masing-masing karena mereka dekat dengan Tuhan dan mereka adalah kekasih-Nya yang sungguh-sungguh taat di jalan-Nya.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-12-10 14:56
~
Saudara Lionel,

Perhatikanlah ayat berikut ini: “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1).

....."Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al-Masih Isa putra Maryam...” (Qs 3:45).

Injil maupun Al-Quran menyatakan Isa Al-Masih adalah Kalimat/Firman/Kalam Allah. Jelas Kalimat/Firman/Kalam dari Allah adalah satu kesatuan dari Allah itu sendiri.

Lebih jelasnya tentang siapakah sebenarnya Isa Al-Masih, silakan saudara membaca uraian kami pada artikel ini http://tinyurl.com/6pmh4mg.

Memang ada orang-orang tertentu yang mendapat anugerah dari Allah untuk melakukan suatu mujizat. Tetapi mereka melakukan itu dengan seijin Allah. Tidak demikian halnya dengan Isa Al-Masih. Dalam melakukan mujizat-Nya, Dia tidak perlu terlebih dahulu berdoa atau memohon kuasa Allah. Sebab kuasa Allah itu ada pada-Nya.
~
SO
 
 
# wito 2011-12-09 00:22
*
Quoting Entoters:
*
Wito, anak yang sah itu berasal dari istri pertama bukan dari gundik. Seandainya mas Wito punya istri sah dan mas Wito punya istri simpanan pasti warisan akan diturunkan ke anak yang sah statusnya, bukan ke istri simpanan.


Saudara Entoters,
Ibrahim tidak punya istri simpanan (gundik) karena tidak mungkin Nabi melakukan perbuatan tercela. Semua istri Ibrahim adalah sah/resmi. Bacalah juga kejadian 16:1-16. Dan ini juga tidak berkaitan soal warisan.

Mohon saudara Entoters membaca Al-Quran 37:100-111 secara lengkap. Kelahiran anak pertama di ayat 101. Anak ini kemudian dikorbankan. Selanjutnya ayat 112 menceritakan kelahiran Ishak (ayat ini menyebutkan nama Ishak).

Jadi anak yang dikorbankan pastilah Ismail.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-12-10 14:58
~
Umat Islam selalu mengatakan “jangan menafsirkan isi Al-Quran dengan seenaknya!”

Tidak ada satupun ayat dari Al-Quran yang dengan jelas-jelas mengatakan bahwa yang dikurbankan Ibrahim adalah Ismail. Sebaliknya, Alkitab dengan begitu jelasnya menulis bahwa yang diminta Allah untuk dikurbankan Ibrahim adalah Ishaq.

Sayangnya, umat Muslim begitu bersikukuh mengatakan bahwa yang kurban itu adalah Ismail. Mereka mengutip dan menafsirkan begitu saja ayat Al-Quran untuk membenarkan pernyataan mereka.

Sebenarnya siapakah yang menafsirkan Al-Quran dengan seenaknya?
~
SO
 
 
# cerah 2011-12-13 00:07
*
Berdasarkan Bibel sendiri, tidak benar tuduhan penginjil bahwa Ismael adalah anak rekayasa yang tidak sah sebagai anak tunggal Abraham. Kitab Kejadian 16:1-4 mengakui bahwa Ismael lahir dari pernikahan resmi/sah antara Abraham dan Hagar atas restu istri pertamanya, Sara.

Secara otomatis, Ismael pernah jadi anak tunggal Abraham selama 14 tahun. Sedangkan Ishak tidak pernah jadi anak tunggal Abraham.

Setelah proses pengorbanan selesai dilakukan Nabi Ibrahim, surat Ash-Shaffat 112, memberitakan kelahiran Nabi Ishaq.

“Dan Kami beri dia kabar gembira dengan kelahiran Ishaq seorang Nabi yang termasuk orang-orang yang saleh” (Qs. As-Shaffat 112).

Mustahil Nabi Ibrahim mengorbankan Ishaq, karena saat prosesi kurban dilakukan, Ishaq belum lahir.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-12-13 15:34
~
Injil memang tidak pernah mengatakan bila Ismael adalah anak rekayasa. Dan walaupun Ismael pernah menjadi anak tunggal Abraham selama 14 tahun, satu hal yang perlu diingat bahwa Ismael adalah anak Abraham dari gundiknya. Bukan dari isteri sahnya. Sebab isteri sahnya hanyalah Sara.

Sebelum kelahiran Ishaq, Allah telah membuat satu perjanjian dengan Abraham. Janji tersebut akan digenapi melalui anak kandungnya. Dan dengan tegas Allah mengatakan bahwa yang dimaksud dengan anak kandung tersebut adalah Ishaq. Allah menolak Ismael ketika Abraham mencoba 'menyodorkan" Ismael untuk menggenapi janji tersebut.

"Dan Abraham berkata kepada Allah: "Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!" Tetapi Allah berfirman: "Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya". (Taurat, Kitab Kejadian 17:18-19)

Bila dengan jelas Allah pernah "menolak" Ismail, masih mungkinkah Allah meminta supaya dia dikorban?

Bagi saudara mungkin mustahil yang dikurbankan itu adalah Ishaq, namun demikianlah kenyataannya. Firman Allah mengatakan bahwa yang dikurbankan itu adalah Ishaq, bukan Ismael!
~
SO
 
 
# wito 2011-12-13 02:36
*
Quoting Staff Isa dan Islam:
~
Sebenarnya siapakah yang menafsirkan Al-Quran dengan seenaknya?
~
SO

Ibrahim punya dua anak, yaitu Ismail dan Ishak. "Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua(ku) Ismail dan Ishaq..."(Qs:14:39).

Siapa lahir terdahulu? Informasinya ada di Qs 37:100-112. "Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar"(Qs 37:101).

Kemudian anak tersebut dikorbankan (Qs 37:102-107). Informasi kelahiran Ishak ada di ayat 112: "Dan Kami beri dia kabar gembira dengan kelahiran Ishaq seorang Nabi.."(Wa basy-syarnaahu bi ishaaqa..) Diawali huruf "wa" artinya dan. Berarti menunjukkan urutan dua peristiwa.

Jadi anak yang lahir terdahulu pastilah Ismail.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-12-13 15:38
~
Diantara Ismael dan Ishaq, memang Ismael lebih dulu lahir. Tetapi hal tersebut tidak cukup menjadi jaminan bahwa dia yang dikorbankan oleh Abraham.

Alkitab telah secara gamblang mengatakan bahwa yang dikurbankan adalah Ishaq. Bukan Ismael!
~
SO
 
 
# cerah 2011-12-13 20:22
*
Secara logika saja, bila anda sendiri mengalami cobaan dari Allah untuk mengorbankan anak kandung anda, mana yang lebih berat saat ujian Allah itu tiba, punya anak cuma satu atau punya anak dua?.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2012-01-13 16:36
~
Firman Allah berkata, “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Kitab Nabi Besar Yeremia 29:11).

Allah yang Maha Tahu tentu mengetahui kapasitas umat-Nya. Maka, Dia tidak akan memberikan cobaan yang melebihi kapasitas tersebut. Tentu setiap hal yang Tuhan nyatakan bagi umat-Nya, adalah baik adanya.

Seperti firman Allah di atas, rancangan-rancangan Allah adalah rancangan damai sejahtera.
~
SO
 
 
# kumbang 2011-12-16 04:26
*
Quoting Staff Isa dan Islam:
Alkitab secara gamblang mengatakan bahwa yang dikurbankan adalah Ishaq. Bukan Ismael!
SO

Justru Alkitab salah.

"Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran.." (Kejadian 22:2).

Anak yang tunggal, bukanlah Ishak, tapi Ismail karena Ismail lahir dulu.

"Adapun Sarai, isteri Abram itu, tidak beranak. Ia mempunyai seorang hamba perempuan, orang Mesir, Hagar namanya".(Kejadian 16:1).

"Berkatalah Sarai kepada Abram: "Engkau tahu, Tuhan tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak..(Kejadian 16:2).
 
 
# Staff Isa dan Islam 2012-01-13 16:37
~
Umat Muslim bersikeras bahwa yang dikurbankan Ibrahim adalah Ismail, padahal Al-Quran tidak pernah mengatakan bahwa yang dikurbankan tersebut adalah Ismail.

Mengenai siapakah yang dikurbankan Ibrahim bukanlah suatu perkara besar. Yang perlu direnungkan adalah ketaatan Ibrahim dalam meresponi perintah Allah, yaitu mengorbankan anaknya. Tentu bukanlah hal yang mudah bagi Ibrahim untuk menyerahkan anaknya yang dikasihi menjadi kurban. Tetapi Ibrahim mengimani bahwa anaknya akan dibangkitkan Allah.

Teladan inilah yang selayaknya perlu direnungkan. Yaitu melihat rahasia yang tersembunyi dibalik kurban Ibrahim. Rahasia yang tidak dapat dilihat oleh mata manusia, kecuali bila Roh Kudus membukakannya.

Lebih jelas, silakan saudara membaca pada link ini: http://tinyurl.com/2dguahy.
~
SO
 
 
# rafi 2011-12-22 11:06
*
Yesus adalah 'jalan'. Jalan itu sarana mencapai tujuan. Tetapi Yesus bukanlah tujuan kebenaran. Dia hanya jalan/sarana.

Dia adalah 'jalan' menuju Tuhan. Tapi Yesus bukanlah satu-satunya 'jalan'.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-12-30 10:35
~
"Isa bersabda: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Melalui ayat di atas, Yesus memproklamirkan bahwa Dia adalah “Jalan”. Melalui Dia orang dapat belajar mengenai “Kebenaran” tentang Allah dan menemukan “Hidup” bersama Allah.

Ucapan ini hanya disampaikan oleh Isa Al-Masih. Tidak ada nabi lain yang memproklamirkan sedemikian rupa bahwa mereka adalah jalan menuju Allah.

Lalu, bagaimana dengan saudara, sudahkah saudara mengikuti “Jalan” yang benar itu?.
~
SO
 
 
# ade kresna suwandi 2011-12-22 12:39
*
Yesus disalib bukan atas kehendak-Nya sendiri. Itu sebabnya Dia berteriak "Eli, Eli, Lamasabaktani".

Di Yehezkiel 18:20a, "orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati", jelas sekali menunjukkan bahwa yang mati adalah orang-orang yang berbuat dosa, bukan Yesus.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-12-30 10:34
~
Ketika Yesus ditangkap di taman Getsemani oleh imam-imam besar bangsa Yahudi, bukanlah hal yang sulit bagi Dia untuk menyelamatkan diri atau melakukan perlawan. Tetapi Dia tidak melakukan hal itu, sebab Dia tahu untuk itulah Dia datang ke dunia. Mati disalib!

Setiap manusia pasti mati, sebab semua manusia berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Namun, tersalibnya Isa Al-Masih telah mendamaikan Allah dengan manusia. Kematian-Nya telah melepaskan manusia dari ikatan belenggu dosa dan memberi kehidupan yang baru. Karena Dia telah menjadi “Tebusan” atas dosa-dosa manusia.

“Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.” (Injil, Surat Roma 6:6).
~
SO
 
 
# kumbang 2011-12-28 04:12
*
Quoting pecel:
*
"Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu maka sembahlah Dia (Allah), ini adalah jalan yang lurus." (Qs 43:64)

Maaf, orang hidup hanyalah mencari keselamatan dunia akhirat, dan yang mampu memberikan semua itu hanya Isa Al-Masih, tidak ada yang lain. di Al-Quran maupun Injil sudah jelas tertulis.
Terus mau cari apa lagi?.


Saudara Pecel, perhatikan dengan baik Qs. 43:64. Dalam ayat tersebut Isa menyuruh kita menyembah Allah, bukan menyembah Isa (Yesus). Lihat pula Qs. 3:51 dan Qs. 19:36 dimana Isa menyuruh kita menyembah Allah.

Isa pun sholat dan bayar zakat. "Isa berkata: Dia (Allah) memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup" (Qs 19:31).
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-12-30 10:33
~
Saudara Kumbang,

Sepertinya telah berulang-kali staf kami menjelaskan kepada saudara mengenai Pribadi Isa Al-Masih. Siapakah Dia sebenarnya. Apakah hanya sekedar manusia biasa, seperti halnya nabi saudara, atau lebih dari itu.

Bila saudara dapat memahami Pribadi Isa Al-Masih yang sebenarnya, saudara akan dapat mengerti mengapa orang Kristen memandang Dia sebagai Allah yang datang ke dunia.

Untuk itu, kiranya saudara dapat mempelajari lebih dalam tentang Pribadi Isa Al-Masih. Mungkin artikel pada url ini dapat membantu saudara, http://tinyurl.com/4xhnjyf.

Mengenai zakat dan sholat, Isa pun mengajarkan kepada pengikut-Nya untuk tekun berdoa dan memberi sedekah. Namun ada satu perbedaan besar dari dua ajaran tersebut. Islam mengajarkan, sholat dan zakat diiringi motivasi agar mendapat pahala untuk bekal masuk sorga.

Sedangkan Isa Al-Masih mengajarkan, menyembah Allah dan bersedekah adalah bentuk ungkapan rasa syukur atas nikmat yang telah Allah berikan.
~
SO
 
 
# domba nyasar 2011-12-28 22:38
*
Quoting kumbang:
[quote

Isa pun sholat dan bayar zakat.

Isa berkata: Dia (Allah) memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup (QS 19:31)


Saya setuju dengan Sdr.Kumbang. Perintah untuk mendirikan shalat memang telah ada bagi umat nabi dan rasul sebelum nabi Muhammad ada, yang dijalankan sebanyak 50x sehari.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-12-30 10:33
~
Saudara Domba Nyasar,

Bila “sholat” yang saudara maksud adalah menyembah dan memuji Allah lewat doa, itu benar. Tapi bila “sholat” yang saudara maksud adalah sholat dengan aturan-aturan gerakan tubuh dan didahului ritual tertentu seperti yang dilakukan orang Islam, jelas hal itu salah.

Sholat dengan gerakan tubuh dan ritual-ritual tertentu adalah ajaran Muhammad. Hal ini tidak ada pada zaman nabi sebelum Muhammad.

Apakah gunanya seseorang sholat 50 kali sehari, bila saat melakukan sholatnya tidak dengan hati yang suci?.

“Tuhan itu jauh dari pada orang fasik, tetapi doa orang benar didengar-Nya.” (Kitab Amsal 15:29).
~
SO
 
 
# danang 2012-01-09 21:43
*
1. Kapan hari kiamat itu datang?
2. Sebenarnya surga itu sudah ada isinya atau belum?
3. Sambil menunggu hari kiamat apa yang terjadi dengan orang yang sudah mati, apakah sekarang sedang menunggu pengadilan terakhir sampai kiamat datang atau sudah dalam proses pengadilan di sana?
 
 
# Staff Isa dan Islam 2012-01-11 21:45
~
Saudara Danang,

Tidak ada manusia yang tahu kapan hari kiamat tiba. Hari itu datang seperti pencuri, tidak ada yang tahu.

Surga adalah tempat Allah pencipta dan para malaikat-Nya bersemayam. Merekalah yang sejak mulanya menghuni sorga.

Mereka yang sudah mati sebelum kiamat belum diadili tetapi masuk ke suatu tempat perhentian sementara. Dan akan diadili setelah dunia ini dihancurkan oleh Allah pencipta.
~
NN
 
 
# nap 2012-01-12 09:40
*
Jawaban admin menjelaskan kalau Dia adalah jalan, sudah jelas "jalan" tapi mengapa masih diakui sebagai Tuhan?
 
 
# Staff Isa dan Islam 2012-01-13 16:24
~
Saudara Nap,

Menurut saudara, adakah manusia yang layak membawa manusia lain ke sorga? Jelas tidak!

Inilah klaim dari Isa Al-Masih yang mengatakan bahwa Dia bukan sekedar manusia biasa, tetapi Tuhan itu sendiri. “Aku dan Bapa adalah satu." (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30)

“Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan memang katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30).

Demikianlah, bahwa Isa Al-Masih adalah benar Allah yang menjelma menjadi manusia.
~
SO
 
 
# fadli 2012-01-19 13:58
*
Saya setuju dengan Saudara Kumbang.

Kutipan tanggapan staff IDI:

"Mengenai siapakah yang dikurbankan Ibrahim bukanlah suatu perkara besar."

Memang dalam masalah siapakah yang dikorbankan bukanlah masalah akidah, namun kebenaran siapakah yang dikorbankan membawa konsekuensi yang teramat besar. Pasalnya kebenaran ini berhubungan langsung dengan keakuratan Kitab Suci dalam mengisahkan kejadian yang sesungguhnya karena objek cerita yang sama.

Mengapa anda tidak berkomentar dan bersikukuh bahwa Ishak yang dikorbankan padahal Kitab anda sendiri mengatakan tidak demikian? Rancu isi firman Kitab anda yang satu dengan firman yang lainnya, padahal pada Kitab yang sama.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2012-01-26 16:28
~
Saudara Fadli,

Bila saudara bersikeras mempermasalahka n siapa yang dikurbankan oleh Ibrahim, mari kita kembali pada Kitab suci saudara. Adakah dalil dalam Al-Quran yang menyatakan dengan jelas bahwa yang dikurbankan Ibrahim adalah Ismail?

Jelas tidak ada! Lalu, atas dasar apakah saudara menyimpulkan bahwa yang dikurbankan Ibrahim adalah Ismail?

Bila saudara bicara tentang keakuratan Kitab suci, tentu Alkitab lebih akurat dibanding Kitab suci saudara. Sebab dengan jelas Alkitab mengatakan, yang dikurbankan Ibrahim adalah Ishak. Bukan Ismail.

“Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu." (Taurat, Kitab Kejadian 22:2).
~
SO
 

Berhubung banyak komentar yang masih belum kami balas, untuk sementara komentar tidak diterima.

Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Twitter Ikuti Isa dan Islam di RSS Feed
Mutiara Tersembunyi tentang Isa Al-Masih di Alkitab dan Al-Quran

Tweet Terbaru

isadanislam
isadanislam: Nikmat - Sekarang Saja Atau Di Akhirat Juga? http://t.co/M3tZ0ze0

Rabu, 01 Februari 2012

isadanislam: Islam & Kristen Setuju - Allah Tidak Beranak http://t.co/U2lKs4Xv

Selasa, 31 Januari 2012

isadanislam: Apakah Isa Al-Masih Mengajarkan Perang? http://t.co/pZIqiPBl

Senin, 30 Januari 2012


 
Joomla Templates and Joomla Extensions by ZooTemplate.Com
Hak Cipta © 2012 Dialog Agama - Isa dan Islam. Dilindungi oleh Undang-undang
Joomla! adalah Perangkat Lunak Bebas yang diterbitkan di bawah Lisensi GNU/GPL