Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter

Adakah Naik Haji Menjamin Keselamatan Sorgawi?

Naik Haji“......Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-'umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya....” (Qs. 2:158)

Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam. Hal ini wajib dilakukan bagi mereka yang mampu. Seseorang yang sudah menunaikan ibadah haji disebut sebagai “Haji/Hajjah”.

Bagi seorang Muslim, sebutan “Haji/Hajjah” mempunyai arti tersendiri.  Itulah sebabnya tidak sedikit umat Muslim setiap tahunnya berlomba-lomba menunaikan ibadah haji. Mereka sangat menghargai ritual ibadah naik haji.

Ritual Saat Menunaikan Ibadah Haji

Dalam menunaikan ibadah haji, seseorang diwajibkan mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali. Selain itu juga mencium batu hitam yang disebut Al-Hajr al-Aswad.  Mereka juga diharuskan berlari bolak-balik antara bukit As-Safa dan Al-Marwa.

Sebagai ritual, mereka juga harus melemparkan tujuh batu pada tiga tiang (jamarat).  Tiap tiang diyakini merupakan Setan.

Ritual Haji Dan Agama Pra-Islam

Ritual mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali bukanlah ritual pertama yang dilakukan oleh umat Muslim. Ritual ini sudah dilakukan oleh penyembah berhala di Arab, jauh sebelum Muhammad mendirikan agama Islam.

Saat itu, mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali bertujuan untuk menyembah Hubal dan Shams (dewa bulan dan matahari). Sedangkan mencium batu hitam merupakan acuan kepada Hubal. Mereka meyakini, para Dewa dan Dewi mempunyai batu khusus yang akan menggantikan perwujudan diri mereka. Sementara melempar batu, juga merupakan ritual yang berhubungan dengan dewa-dewa palsu.

Sedangkan bukit-bukit kecil yang disebut bukit As-Safa dan Al-Marwa, dipercaya merupakan tempat dewa Isaf dan Naila. Sering orang bertanya, mengapa pengikut haji harus berlari bolak-balik di antara bukit itu.  Bukankah ini juga dilakukan para penyembah Isaf dan Naila di zaman Jahiliah?

Menurut pakar Islam, Yusuf Ali, “Keseluruhan ziarah penyembah berhala dirohanikan dalam Islam” (Yusuf Ali, catatan kaki no 223, hal. 80, terjemahan Al-Quran dalam Bahasa Inggris).

Apakah Naik Haji Dapat Menyelamatkan?

Bila dilihat dari sisi lain, naik haji merupakan ritual ziarah ke makam Muhammad. Pertanyaannya, dapatkah orang yang sudah mati dapat memberikan keselamatan?

Jelas ritual menunaikan ibadah haji tidak dapat memberi jaminan keselamatan bagi seseorang. Walaupun tidak sedikit haji/hajjah merasa dirinya sudah layak untuk mendapatkan keselamatan.

Keselamatan Menurut Injil Terpisah dari Ritual

Seseorang yang merindukan keselamatan hanya perlu memintanya kepada Allah, bukan melalui ritual-ritual. Keselamatan yang diterima umat percaya berdasar pada iman akan Isa Al-Masih.

Keselamatan itu merupakan anugerah (pemberian cuma-cuma) dari Allah, bukan upah.  Anugerah adalah “. . . kemurahan Allah . . . dan kasih-Nya kepada manusia … bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya . . . .” (Injil, Surat Titus 3:4-5).

Keselamatan Bukti Kasih Allah

Isa Al-Masih mengajarkan berita yang sempurna. Ia mati tersalib untuk menggantikan dan membayar hukuman dosa manusia. Allah melakukan ini karena Dia mengasihi manusia. Dia ingin manusia menikmati kekekalan bersama dengan Dia di sorga!

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya [Kalimat-Nya] yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).

 

[Staff Isa dan Islam – Kami mengundang Saudara juga membaca karangan berhubungan dengan Sholat, Kiblat dan Konsep ‘Rumah Allah’]

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Berhubung banyak komentar yang masih belum kami balas, untuk sementara komentar tidak diterima.

Comments  

# abdullah 2011-10-20 20:19
*
Yang jelas Muhammad bukan pembawa ajaran baru dan bukan pendiri agama Islam, jika anda beranggapan bahwa Muhammad pendiri agama Islam anda nol besar, jadi kita harus memahami dulu apa itu agama!
# Azriadi 2011-10-26 05:05
*
Bangunan Kabah telah ada bahkan sebelum bangsa Arab ada, Ibrahim dikenal sebagai pendiri Kabah tapi bukan yang pertama mendirikan Kabah.

Tujuan didirikan Kabah adalah sebagai Baitullah, Bait Allah atau Rumah Tuhan merupakan tempat untuk mengadakan ritual mengingat Allah. Ibrahim atau Abraham oleh bangsa lain dikenal sebagai Brahma. Karena adanya pengaruh kebudayaan pagan akhirnya Kabah dipenuhi patung berhala.
# San-San 2011-12-13 16:28
*
Untung saya tidak diwajibkan naik haji. Karena Tuhan Yesus baik, keselamatan tinggal minta dalam doa dan penyerahan diri sepenuhnya untuk mengikuti firman-Nya dan hidup kudus, gratis pula.

Percuma kalau status Haji namun hidup tidak dalam kekudusan, contohnya koruptor. Orang Kristenpun yang korupsi artinya juga tidak hidup dalam kekudusan dan tidak menuruti kehendak-Nya.
# hamba Allah 2012-04-10 15:21
*
Nabi Muhammad bukanlah pendiri agama Islam, tapi pembawa agama Islam. Islam itu sendiri datang dari Allah, yang jelas-jelas merupakan Rahmat dan berkah bagi umat Muslim yang menganut Islam dan menjadi pengikut Nabi Muhammad.

Karena Islam adalah agama yang paling baik dan penuh dengan keselamatan. Apabila seorang Muslim sudah memeluk dan menjalankan ibadah sesuai dengan ajaran agama Islam, maka orang tersebut termasuk golongan orang mukmin, yang pasti mendapat "keberkahan dan keselamatan " baik di dunia maupun akherat nanti.
# Staff Isa dan Islam 2012-04-12 12:09
~
Bila benar Islam adalah agama dari Allah, apa yang terpikirkan oleh Allah saat itu sehingga Dia memutuskan membentu sesuatu yang namanya “agama Islam”. Mengapa ide untuk membentuk sebuah agama tidak terpikirkan oleh Allah sejak zaman nabi-nabi sebelum Muhammad? Apakah Allah begitu tidak konsisten?

Setiap umat tentu mengatakan agamanya paling baik. Namun satu hal yang pasti, manusia tidak hanya membutuhkan agama. Untuk hal akhirat, manusia membutuhkan jaminan kepastian keselamatan. Bukan mudah-mudahan (insyallah masuk sorga).

Benarkah orang yang memeluk Islam pasti mendapat "keberkahan dan keselamatan "baik di dunia maupun akherat nanti? Sayangnya Al-Quran berkata lain, “Dan tidak ada seorangpun daripadamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan” (Qs 19:71).

Inilah Jaminan Kepastian Keselamatan yang ditawarkan Isa Al-Masih: http://tinyurl.com/6ntpehg.
~
SO
# Manusia Biasa 2012-10-24 10:46
*
Secara langsung/tidak langsung, sengaja/tidak sengaja, sadar/tidak sadar, mengerti/tidak mengerti, seluruh umat Muslim di dunia, difokuskan (kiblat) untuk sujud menyembah minimal 5x sehari ke arah batu hitam dan Ka'bah.
# Jesua 2012-11-28 00:02
*
Kadang saya juga tidak mengerti, saya ada baca buku tentang Muhammad dalam terjemahan Arab. Diceritakan ketika Muhammad masih kecil, dia ditidurkan oleh Jibril dan katanya Jibril sambil mengambil hatinya dan mengeluarkan gumpalan darah Muhammad dan berkata, “ini adalah bagian dari setan”

Yang jadi pertanyaan, berarti Muhammad itu adalah manusia yang dipenuhi dengan setan sehingga harus disucikan? Sesdangkan Isa Al-Masih dari kandungan sudah suci dan kelahiran-Nya sudah dinubuatkan.

Yang beragama Islam mohon pencerahan apakah benar ada kisah seperti itu
# Dewa 2013-05-11 11:57
*
Kalau tidak ada negara Arab lantas naik haji ke mana?
# Staff Isa dan Islam 2013-07-12 16:58
~
Menurut kami, Arab ditentukan sebagai negara tujuan haji bukan semata-mata karena negaranya. Tetapi karena nabi umat Muslim kebetulan berasal dari negara Arab. Bila seandainya Muhammad orang Indonesia, bisa jadi naik haji tempatnya di Indonesia, bukan di Arab.

Namun satu hal yang perlu kita ketahui, ketika kita ingin menemui Allah, kita tidak perlu pergi jauh-jauh hingga ke negara lain. Sebab Allah tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Jadi, dimanapun dan kapanpun kita dapat menemui-Nya dalam setiap ibadah dan doa yang kita naikkan.
~
SO
# sandy 2013-07-10 12:30
*
Muhammad mengikuti jejak-jejak nabi sebelumnya yang disebutkan dalam Kitab. Muhammad mengikuti jejak Ibrahim, begitu pula Musa dan nabi-nabi yang lain.

Oleh karenanya kaum Muslim memiliki satu titik Ibadah yang menjadi pusat yaitu Ka'bah (yang dibangun Ibrahim).

Anda mengikuti siapa? Kalau Isa hanya menganjurkan yang penting beriman kepada-Ku, berarti Isa tidak mengikuti jejak nabi sebelumnya.
# Staff Isa dan Islam 2013-07-12 16:59
~
Saudara Sandy,

Maaf, kami tidak pernah mengatakan bahwa Muhammad mengikut jejak nabi-nabi sebelumnya. Kami pun tidak pernah membaca dalam Kitab Suci Alkitab yang menjelaskan tentang Muhammad yang akan mengikuti jejak Ibrahim, Musa ataupun nabi-nabi yang lain.

Kitab Suci Alkitab tidak pernah menjelaskan bahwa Ibrahim membangun sebuah Ka'bah yang saat ini menjadi arah kiblat umat Muslim. Bila saudara pernah menemukan penjelasan yang demikian di Alkitab, silakan berbagi informasi tersebut di sini.

Isa Al-Masih tidak pernah mengajarkan harus menghadap arah tertentu ketika beribadah. Karena Allah berada dimanapun. Sehingga, ketika kita ingin beribadah kepada-Nya, kita dapat menghadap kemana saja.

Firman Allah dalam kitab suci mengatakan, “Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu” (Kitab Nabi Besar Yesaya 59:2).

Jadi, yang membuat ibadah kita berkenan di hadapan Allah atau tidak, bukan ditentukan ke arah mana kita berkiblat. Tetapi dosa yang ada dalam diri kitalah yang membuat Allah menyembunyikan diri-Nya.
~
SO
# issa 2013-09-17 23:58
*
Dalam Alkitab mereka sendiri, jelas tertulis bahwa shalat itu harus menghadap kiblat, ini ayatnya:

Mazmur 5:8 “Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau.”

Mazmur 138:2 “Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu.”

Yehezkiel 44:4. “Lalu dibawanya aku melalui pintu gerbang utara ke depan Bait Suci; aku melihat, sungguh, rumah TUHAN penuh kemuliaan TUHAN, maka aku sujud menyembah.”
# Staff Isa dan Islam 2013-09-30 10:48
~
Saudara Issa,

Ketika umat Muslim sholat, mereka harus menghadapat ke kiblat, yaitu Mekkah. Hal ini jelas-jelas diajarkan dalam agama Islam. Bagi mereka yang sholat tidak menghadap ke Mekkah, maka sholatnya tidak sah. Dengan kata lain, wajib hukumnya bagi seorang Muslim menghadap ke Mekkah ketika mereka sholat.

Ketika seorang Muslim sholat, sholat yang dilakukannya harus mengikuti ritual yang sudah ditentukan. Termasuk bagaimana posisi tubuhnya. Kapan dia harus berdiri, kapan harus sujud, duduk, dst. Semua ini sudah ditetapkan dan tidak boleh dilanggar.

Sementara dalam kekristenan, baik dalam Taurat, Injil, maupun perkataan Isa/Yesus, tidak satupun dituliskan bahwa orang Kristen atau pengikut Isa/Yesus sholat harus menghadap ke Mekkah dan harus sujud.

Dan, “Bait Suci” yang disebut pada ayat yang saudara kutip di atas bukanlah Mekkah!
~
SO
# Love nabisa 2013-09-18 00:25
*
Alkitab pun sebenarnya menyuruh mereka bersujud, tapi kebanyakan doktrin gerejanya jadi Alkitab kadang dilupakan. Lihat ayat ini

-Matius 26:39 “Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."

-Markus 14:35 “Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya.”

-Keluaran 34:8 “Segeralah Musa berlutut ke tanah, lalu sujud menyembah”

Itulah makanya kami Islam sujud waktu solat karena seluruh nabi mengajarkan demikian dan Isa pun mengajarkan sujud ke arah baitmu.
# Staff Isa dan Islam 2013-09-30 10:49
~
Saudara Love nabisa,

Yang membedakan orang Kristen dan Islam ketika beribadah adalah “ritual”nya. Ketika umat Muslim sholat, mereka terikat dengan ritual yang sudah ditetapkan. Seperti: Bacaan yang harus dibaca, gerakan tubuh, dan posisi tubuh/arah.

Bagi orang Kristen, hal-hal yang jasmani seperti di atas bukanlah hal yang utama. Ketika beribadah, orang Kristen lebih mengutamakan “hubungan” yang akan mereka bangun bersama Allah. Apa artinya kita mengikuti semua ritual tersebut, bila Allah tidak berkenan terhadap ibadah kita? Bukankah semua akan menjadi sia-sia?

Orang Kristen tidak pernah dilarang untuk sujud ketika berdoa. Tetapi juga tidak pernah diajarkan/diper intahkan. Isa Al-Masih tidak pernah memerintahkan pengikut-Nya supaya sujud ketika beribadah juga harus menghadap ke kiblat tertentu.

Walau demikian, ada juga orang Kristen yang sujud ketika mereka berdoa. Bahkan saya sendiri tidak jarang bersujud ketika berdoa. Tapi ingat, semua itu bukan supaya ibadah saya diterima Allah. Allah tidak melihat bagaimana posisi tubuhmu ketika beribadah, tapi Allah melihat jauh ke dalam hatimu!
~
SO
Video Isa Dan Islam

Click gambar di atas untuk video-video terbaru kami

www.videoisadanislam.com

isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer