Apakah Semua Nabi Termasuk Muhammad Berdosa?

Enam hari lamanya Allah menciptakan bumi beserta isinya. Setelah semua lengkap, maka hari ketujuh Allah menciptakan sepasang manusia pertama, yaitu Adam dan Hawa. Awalnya hubungan manusia ini dengan Allah baik, hingga satu saat mereka diusir Allah dari Taman Firdaus karena telah melanggar aturan yang Allah buat, yaitu memakan buah “Pengetahuan”.
Itulah awal ditetapkannya dosa. Dan sebagai hukumannya, manusia kehilangan kemuliaan Allah. Bahkan, sejak saat itu, manusia dan keturunannya hingga sekarang menjadi budak dosa.
Manusia Membuat Allah Bagi Mereka
Kedua manusia itupun beranak cucu hingga dunia dipenuhi manusia. Karena mereka semakin jauh jatuh dalam dosa, merekapun semakin tidak mengenal Allah yang telah menciptakan mereka. Tidak sedikit diantara mereka membuat sendiri allah untuk mereka sembah.
Allah Yang Maha Kasih, sangat sedih melihat manusia semakin jauh jatuh dalam dosa. Allah perlu mengutus seseorang untuk menyampaikan pada manusia itu bahwa Dia adalah Allah yang telah menciptakan mereka. Allah yang layak untuk mereka sembah.
Adakah Manusia Yang Tidak Berdosa?
Sejak awal, manusia telah menjadi budak dosa. Manusia, dengan mengandalkan kekuatannya sendiri tidak dapat lepas dari ikatan belenggu dosa. Demikian juga dengan nabi-nabi yang Allah utus untuk membawa manusia agar kembali menyembah-Nya, ternyata mereka juga tidak luput dari dosa.
Dengan jelas Al-Quran mencatat bahwa nabi-nabi yang Allah utus itu juga berdosa. Seperti Nabi Nuh, Qs 11:47 mencatat bahwa Nuh meminta pengampunan atas dosanya pada Allah. Ibrahim, dia minta pengampunan dari Allah atas kesalahannya dan juga kesalahan yang dilakukan oleh kedua orang tuanya (Qs 26:82; 14:41). Musa, meminta pengampunan pada Allah atas dosa pembunuhan yang telah dia lakukan (Qs 28:15-16)
Muhammad Juga Berdosa
Ternyata bukan hanya nabi-nabi pada masa Taurat yang berdosa. Muhammad, yang menurut kepercayaan umat Muslim adalah nabi terakhir dan yang membawa kitab pernyempurna juga berdosa.
Al-Quran dengan jelas mencatat bahwa malaikat memerintahkan kepada Muhammad agar dia minta pengampunan pada Allah atas dosa-dosa yang telah dia lakukan (Qs 48:2; 47:19).
Hanya Ada Satu Pribadi Yang Tidak Berdosa
Bila semua nabi yang Allah utus untuk menunjukkan “Jalan” yang benar menuju pada Kemuliaan-Nya juga jatuh dalam dosa, bagaimana mungkin mereka dapat melaksanakan tugas mereka. Bagaimana mungkin mereka dapat membawa manusia kembali pada Kemuliaan Allah bila mereka sendiri masih membutuhkan “Penyelamatan” dari Allah atas dosa-dosa mereka.
Isa Al-Masih yang adalah Kalimat Allah, satu-satunya Pribadi yang suci, “Ia (Jibril) berkata: "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci" (Qs 19:19). Kata “suci” hanya ditujukan kepada Isa Al-Masih. Maka hanya Dia yang dapat mendamaikan Allah dengan manusia.
Dia adalah Jalan yang benar menuju pada Kemuliaan Allah. “Ia (Maryam) akan melahirkan anak laki-laki dan engkau (Yusuf) akan menamakan Dia Yesus (Isa), karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." (Injil Rasul Besar Matius 1:21)
Isa Al-Masih dan Keselamatan
Demikianlah semua nabi yang diutus Allah untuk membawa manusia kembali pada Kemuliaan-Nya juga jatuh dalam dosa, termasuk Muhammad. Sehingga mereka tidak dapat memberikan keselamatan bagi manusia.
"Isa Al-Masih bersabda: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).
Isa Al-Masih adalah Jalan menuju pada Kemuliaan Allah. Dengan menerima Dia sebagai Juruselamat, maka manusia dapat kembali pada Kemuliaan Allah. Sebab Dia datang untuk menyelamatkan manusia dari dosa mereka.
[Staff Isa dan Islam – Kiranya Pembaca dapat menyelidiki lebih dalam tentang Keselamatan dalam Isa Al-Masih]
Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.


