Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter
Cetak

Bagaimana Pandangan Al-Quran Tentang Allah?

Kitab 04

Menurut Sura 113 Allah adalah Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Tetapi kita juga dapat menemukan dalam Al-Quran beberapa kata-kata yang menandakan bahwa Allah adalah Allah yang menakutkan, diantaranya Sura 32:12 “Dan kalau kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuknya, akan tetapi telah tetaplah perkataanKu: Sesungguhnya akan Aku penuhi jahanam itu dengan jin dan manusia bersama-sama”. Sura 42:44 “Dan siapa-siapa yang disesatkan Allah maka baginya tidak ada seorang pemimpin sesudah itu.“ dan Sura 35:8 “Maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendakiNya dan menunjuk siapa yang dikehendakiNya…”

* Jika benar Allah adalah Allah yang kejam seperti yang dikatakan pada ayat diatas, bagaimana mungkin kita bisa mengasihi dan menyembah “Allah” semacam itu? Sangat berbeda dari Allah di dalam Alkitab, yang sungguh mengasihi manusia sehingga bersedia mati dikayu salib supaya dapat menyelamatkan manusia yang berdosa, bukan malah mau menyesatkan mereka!


Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Berhubung banyak komentar yang masih belum kami balas, untuk sementara komentar tidak diterima.

Comments  

# andragaris 2011-06-12 22:23
*
Ini berkaitan dengan tujuan Allah menciptakan manusia.
Tujuan penciptaan manusia adalah agar manusia itu diuji. mengapa? karena manusia dibekali oleh pilihan kehendak bebas(freewill) .

Manusialah yang memilih dirinya sendiri untuk berada dalam kesesatan walaupun telah diberikan kisi-kisi keselamatan lewat para Nabi dan RasulNya. Jika anda memilih jalan yang lurus, Allah akan memberikan. Sebaliknya jika anda lebih memilih jalan yang sesat, anda dituntun pada kesesatan.

Apakah seorang guru atau dosen dapat meluluskan semua muridnya? Bisa jika mau. Dan apakah bisa juga tidak meluluskan semua muridnya? Bisa. Itu semua tergantung dari sang murid yang mau belajar dan lulus ujian yang diberikan sang guru.

Simple saja sebenarnya.
# Staff Isa dan Islam 2011-08-02 09:44
~
Allah tidak pernah merencanakan kehidupan yang buruk bagi manusia. Ia merancangkan hari depan yang penuh damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan.

”Sebab Aku ini mengetahui rancangan-ranca ngan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”(Kitab Nabi Yeremia 29:11)

Namun kehendak Allah untuk mensejahterakan manusia dapat ditolak oleh manusia. Kebanyakan manusia justru memilih sebaliknya. Mereka melakukan sesuatu yang ,mendatangkan kegelisahan, kesedihan, ketakutan dan kerugian bagi orang lain. Itu berarti apa yang manusia lakukan bertolak belakang dengan rencana dan kehendak Allah dalam hidup manusia.

Allah menghendaki semua manusia percaya Isa Al-Masih agar tidak masuk dalam hukuman neraka, tetapi manusia menolak kehendak Allah baginya.
~
SL
# ilham khayafi 2011-09-15 20:18
*
Allah tidaklah kejam melainkan tegas, dalam kutipan surat-surat di atas dimaksudkan tujuan penciptaan manusia ialah beribadah kepada Allah, apabila mereka mengingkarinya neraka jahanam siap menanti.
# Staff Isa dan Islam 2011-09-22 11:54
~
Saudara Ilham,

Allah Sang Pencipta memang tegas, namun Dia adalah Allah yang Maha Pengasih. Tentu Allah tidak menginginkan umat ciptaan yang dikasihi-Nya masuk siksa neraka. Allah menciptakan manusia, bukan supaya manusia masuk neraka.

Karena itu Allah memberikan jalan keselamatan agar umat-Nya dapat memperoleh keselamatan dan jaminan masuk sorga. Allah tahu bahwa manusia tidak akan mampu menyelamatkan dirinya sendiri dengan usaha apapun juga. Oleh sebab itu Allah berinisiatif untuk menyelamatkan manusia.

Allah sangat mengasihi saudara dan saya. Ia ingin agar manusia memperoleh keselamatan, sehingga Ia datang ke dunia, menyatakan diri-Nya dalam Isa Al-Masih. Firman yang telah menjadi manusia untuk memberikan pengampunan dosa.

“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah"
"...Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya.” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1,14).

~
NN
# adam 2011-10-19 09:15
*
Di dalam Islam, rujukan tidak hanya Al-Quran, melainkan juga sabda Rasul Muhammad. Di Al-Quran Allah berfirman bahwa Dia tidak akan menganiaya walaupun seberat dzarroh (elemen terkecil yang boleh dikenali).

Dalam sabda Rasul Muhammad disebutkan bahwa akan keluar dari neraka orang yang mengatakan 'tidak ada sesembahan selain Allah' dan di dalam hatinya hanya ada seberat dzarroh dari kebaikan (diriwayatkan oleh Al Bukhary), disebutkan pula oleh al Bukhary sabda Rasul bahwa orang terakhir keluar dari neraka itu dimasukkan ke dalam sorga olehNya dan diberi semisal 10 kali dunia dan seisinya. Jadi Allah tidak kejam, Dia tidak akan menganiaya sedikitpun.
# Staff Isa dan Islam 2011-11-11 13:52
~
Saudara Adam,

Perhatikanlah ayat berikut ini, “Dan siapa-siapa yang disesatkan Allah maka baginya tidak ada seorang pemimpin sesudah itu” (Qs 42:44) Allah sendiri dalam Al-Quran berkata, akan menyesatkan siapa saja yang Dia kehendaki.

“Dan tidak ada seorangpun daripadamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan” (Qs 19:71) Allah juga berkata, tidak seorangpun yang luput dari neraka.

Bila Allah telah membuat sebuah ketetapan, apakah Muhammad dapat menyanggah ketetapan yang telah Allah buat? Bila Allah telah menetapkan setiap orang mendatangi neraka, sanggupkah Muhammad untuk menghalanginya?

Sulit untuk dipercaya, sebab Muhammad sendiri berkata, “Demi Allah, walaupun saya (Muhammad) seorang rasul Allah, saya tidak tahu apa yang akan Allah lakukan terhadap saya.” (Qs 5:266)
~
SO
# jagona 2011-12-12 17:15
*
Judul yang aneh "Bagaimana pandangan Al-Quran tentang Allah"

Tahukah anda bahwa Al-Quran adalah wahyu Allah, petunjuk Allah bagi manusia dalam menjalankan perannya sebagai hamba Allah di alam semesta ini. Bagi kami tidak masalah Allah itu kejam atau penuh kasih sayang, sebab Dia mempunyai hak prerogatif yang tidak dimiliki oleh makhluk berjiwa manapun.

Yang penting bagi kita adalah mengikuti petunjuk yang terdapat dalam Al-Quran, sebab bila kita mengikuti petunjuk itu kita akan selamat menjadi manusia sempurna di akherat nanti, dan pasti ditempatkan di surga. Namun sebaliknya jika kita menentang petunjuk itu di akherat nanti kita akan menjadi batu atau besi yang berjiwa untuk dijadikan bahan bakar di neraka.
# Staff Isa dan Islam 2011-12-13 15:27
~
Benarkah Al-Quran adalah wahyu Allah? Bila benar, mengapa banyak dari wahyu Allah tersebut yang bertentangan dengan wahyu Allah yang dibawa oleh nabi sebelumnya? Mungkinkah Allah telah berubah menjadi tidak konsisten, sehingga Dia perlu melakukan revisi dari perkataan-perka taan-Nya sebelumnya?

Saudara Jagona, terimakasih atas ajakan saudara untuk mengikuti petunjuk yang terdapat dalam Al-Quran. Namun maaf, kami tidak dapat mengikuti ajakan saudara, sebab kami tidak menemukan petunjuk jaminan keselamatan dalam Al-Quran. Sebaliknya Al-Quran mengatakan, petunjuk itu ada dalam Injil dan Taurat.

“... Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa” (Qs 5:46)

Bila saudara ingin menemukan petunjuk tersebut, carilah dalam Injil!
~
SO
# jagona 2011-12-14 10:06
*
Al-Quran yang disampaikan pada Muhammad adalah penyempurna Taurat dan Injil. Yang namanya penyempurna tentunya tidak sama persis. Semua ajaran Taurat dan Injil ada dalam Al-Quran.

Kalian menganggap wahyu Allah tidak konsisten, karena kalian membandingkanny a dengan Kitab kalian buatan manusia (murid-murid Isa Al-Masih), sehingga banyak macamnya dan masing-masing berbeda padahal sumbernya satu.

Menurut petunjuk Al-Quran ayat 42/13, semua nabi dari mulai Adam sampai Muhammad menyampaikan ajaran yang sama yaitu Islam, tentunya termasuk Isa Al-Masih.
Jadi Isa Al-Masih pun menyampaikan ajaran Islam.
# Staff Isa dan Islam 2012-01-30 14:34
~
Saudara Jagona,

Benarkah semua ajaran Taurat dan Injil ada dalam Al-Quran? Sepertinya tidak!

Perhatikanlah ayat berikut: Injil mengajarkan: "Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi." (Injil, Rasul Besar Matius 22:37-40).

Bandingkanlah dengan ayat berikut: “Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu dan bersikap keraslah terhadap mereka” (Qs 9:37).

Bila memang benar Al-Quran adalah kitab penyempurna, mengapa Muhammad mengganti ajaran Kasih yang disampaikan Isa Al-Masih dengan jihad?

Benarkah Injil adalah kitab buatan manusia dan bukan firman Allah? Silakan saudara membaca penjelasan kami pada artikel ini: http://tinyurl.com/7gyxbbz.

“Islam” adalah agama yang dibawah oleh Muhammad, dan kata “Islam” hanya tertulis dalam Al-Quran. Seluruh nabi yang datang ke muka bumi ini tidak ada yang datang atas nama sebuah agama. Hanya Muhammad yang datang dengan mengatas-namaka n agama Islam.

Pertanyaannya: Atas dasar apakah saudara mengatakan sejak nabi Adam hingga Isa Al-Masih menyampaikan ajaran Islam?.
~
SO
# Dedew 2012-07-19 20:57
*
Menafsirkan apa benar memang Al-Quran adalah kitab tafsiran? Mengapa saya sampai sekarang walau sudah pernah baca Al-Quran beserta ayat-ayatnya malah seperti terkesan bahwa Al-Quran merupakan Kitab Tafsiran Nabi Muhammad yang dibuat sendiri bukan berdasarkan kenyataan dan Firman Allah?

1. Firman Allah yang ada dalam Al-Quran yang menurut saya adalah benar sudah saya baca dalam Alkitab

2. Dalam ajaran-ajaran di Al-Quran yang tidak ada dalam Alkitab, sangat jelas ajaran-ajaran yang merugikan umat. Lihat ajaran Poligami sebagai contoh. Adakah Firman Allah memperbolehkan Poligami dalam Alkitab?

Ketika anda membaca Alkitab, mintalah tuntunan dan hikmat dari Allah, sehingga anda dapat mengerti firman Allah dengan benar. Sebab bila kita memahami isi Alkitab dengan pikiran dan logika, maka akan sia-sia. Sebab pikiran dan logika manusia yang terbatas tidak akan mampu mencerna dengan sempurna firman Allah yang Maha Besar.
# Love 2012-10-23 01:55
*
To Sdr. Jagona,

(Bagi kami tidak masalah Allah itu kejam atau penuh kasih sayang, sebab Dia mempunyai hak prerogatif yang tidak dimiliki oleh makhluk berjiwa manapun.)

Saya ingin bertanya, apakah anda tidak masalah jika Allah berlaku kejam terhadap saudara? Apakah anda yakin itu? Berhati-hatilah anda berkata-kata, karena setiap kata yang anda katakan harus anda pertanggung-jaw abkan. Apakah anda siap untuk itu?

Allah Itu Kasih, hak prerogatif tidak akan digunakan Allah sewenang-wenang , terlebih lagi untuk menunjukkan kekejaman seperti dalam pandangan sempit manusia. Hak prerogatif Allah senantiasa digunakan untuk memuntun manusia menuju keselamatan sejati, termasuk memberikan Yesus yang adalah Firman Allah untuk mati dan menebus kita dan seluruh umat manusia yang berdosa
# bima 2012-11-22 23:31
*
Allah itu Kasih, hak prerogatif tidak akan digunakan Allah sewenang-wenang , terlebih lagi untuk menunjukkan kekejaman seperti dalam pandangan sempit manusia. Hak prerogatif Allah senantiasa untuk memuntun manusia menuju keselamatan sejati, termasuk memberikan Yesus yang adalah Firman Allah untuk mati dan menebus kita dan seluruh umat manusia yang berdosa

Saya ingin bertanya, siapa anda berhak menetukan hak prerogatif Allah? Anda hanya manusia biasa sama seperti saya.

Yang ke dua, anda bilang Allah memberi Yesus? Lalu sebenarnya Yesus itu Allah atau sesuatu jalan yang diberi Allah?

Yang terakhir, kalau Yesus sebaik itu, menebus dosa semua manusia. Saya yang bukan umat-Nya apakah juga akan ditebus?
# Staff Isa dan Islam 2012-12-13 12:25
~
Saudara Bima,

Jelas kami tidak berhak menentukan hak-hak Allah. Kami berkata demikian karena Allah yang kami kenal adalah Allah yang penuh Kasih. Dia begitu mengasihi umat-Nya termasuk saya dan saudara Bima. Bila seorang bapa jasmani saja tidak ingin anaknya binasa, terlebih lagi Allah Bapa, jelas Dia tidak ingin manusia ciptaan-Nya binasa selamanya karena dosa.

Apakah yang bisa dilakukan manusia agar terhindar dari siksaan kekal api neraka? Tidak ada! Bahkan amal dan ibadah pun tidak bisa menyelamatkan saudara Bima dari api neraka. Hanya Allah yang sanggup melepaskan saudara Bima dari kebinasaan di neraka. Karena Allah mengasihi saudara Bima, maka Dia memberi Sang Juruselamat, yaitu Yesus Kristus. “Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:15).

Saudara benar, Yesus adalah Allah. Dia adalah oknum dari Allah yang esa. Lebih jelas mengenai hal ini, silakan saudara membaca pada artikel ini: http://tinyurl.com/8abrx5t.

Bila saudara memang rindu dosa saudara ditebus oleh Yesus, hal pertama yang perlu saudara lakukan adalah menerima Yesus Kristus secara pribadi sebagai Juruselamat saudara. Artikel pada link ini dapat membantu saudara: http://tinyurl.com/cy279xv.
~
SO
# Pasola 2012-12-11 12:40
*
Dari berbagai pembahasan di atas, nyatalah bahwa Allah orang Kristen dengan Allah orang Islam berbeda. Yang sama hanya penyebutannya saja. Sebab kalau dilihat dari wujudnya, di Islam Allah-nya adalah Dzat tapi di Kristen Allah-nya Roh. Dan dari sifat, Allah di Islam berbeda dengan Allah di Kristen, lagi pula nama Allah Kristen adalah Yahwee, sedangkan nama Allah di Islam berasal dari salah satu nama dewa sembahan orang Arab abad ke-7.
# chocolatte 2013-01-05 17:00
*
Quoting Staff Isa dan Islam:
~
“Islam” adalah agama yang dibawah oleh Muhammad, dan kata “Islam” hanya tertulis dalam Al-Quran. Seluruh nabi yang datang ke muka bumi ini tidak ada yang datang atas nama sebuah agama. Hanya Muhammad yang datang dengan mengatas-namakan agama Islam.


Ajaran sejak Nabi Adam hingga Nabi Muhammad memiliki ajaran dan sumber yang sama. Islam adalah nama yang diberikan langsung oleh Allah kepada ajaran yang berfungsi sebagai penyempurna semua ajaran sebelumnya.
# Staff Isa dan Islam 2013-01-11 13:59
~
Saudara Shocolatte,

Bila memang benar ajaran sejak dari Nabi Adam hingga Muhammad memiliki sumber yang sama, seharusnya ajaran tersebut sama. Karena yang memberi ajaran adalah sumber yang sama. Namun kenyataanya, ajaran Muhammad berbeda, bahkan bertolak-belaka ng dengan ajaran para nabi sebelumnya dia. Maka dapat disimpulkan, bahwa ajaran Muhammad tidak datang dari sumber yang sama seperti ajaran nabi-nabi sebelumnya.

Saudara Shocolatte, kami dapat memahami keteguhan iman saudara akan kebenaran iman yang saudara anut. Tetapi, tidak ada salahnya saudara membuka hati untuk mempelajari kebenaran yang sudah saudara yakini.

Pelajarilah Al-Quran dan Alkitab secara menyeluruh. Sebelum saudara membaca Kitab Suci ini, berdoalah dan minta pimpinan dari Allah, supaya hikmat dari Allah memberi pencerahan ketika saudara membaca firman-Nya.
~
SO
# IHFz 2013-02-28 21:18
*
Mengapa hanya ayat tersebut yang diambil sebagai acuan? Padahal ayat tersebut menunjukkan kuasa Allah yang maha berkehendak.

Allah berkehendak menyesatkan manusia yang dikehendaki. Maksudnya ialah orang-orang kafir yang sudah terbenam dalam kemaksiatan. Sehingga ia menduga perbuatan jahat itu sudah barang biasa dan lumrah saja, bahkan diduganya itulah yang baik.

Qs 32:13 menunjukkan bahwa kelak neraka akan dipenuhi oleh jin dan manusia, karena perbuatan jin dan manusia itu sendiri. Jika dalam Kristen, amal perbuatan manusia itu tidak berpengaruh dan hanya kasih Kristus saja yang dapat menyelamatkan manusia, maka apalah gunanya kita berlaku baik di dunia? Sangat membingungkan.
# Staff Isa dan Islam 2013-03-19 20:37
~
Saudara IHFz,

Maaf, kami kurang tahu maksud saudara ayat yang mana? Tentu kami setuju dengan saudara bahwa Allah maha berkehendak, dan Dia berhak melakukan apa saja yang dikehendaki-Nya . Bahkan bukan hanya menyesatkan orang-orang yang Dia inginkan.

Bila saudara setuju Allah maha berkehendak, bukankah juga Allah dapat menjelma menjadi manusia bila Dia menghendaki-Nya?

Apakah amal ibadah dapat menyelamatkan manusia dari hukuman dosa, dan apakah tujuan pengikut Isa berlaku baik di dunia? Untuk menemukan jawabannya, silakan saudara membaca penjelasan kami pada link ini: http://tinyurl.com/bo2jxca.
~
SO
# Anti Static 2013-03-10 10:56
*
"Sangat berbeda dari Allah di dalam Alkitab, yang sungguh mengasihi manusia sehingga bersedia mati dikayu salib supaya dapat menyelamatkan manusia yang berdosa"

Pertanyaan: Andaikan seorang telah membunuh seorang ayah dari satu keluarga, sesuai ajaran Kristiani, dan Yesus telah menanggung dosanya si pembunuh, apakah bagi keluarganya telah mendapatkan keadilan, karena keluarganya telah mendapatkan penderitaan lahir batin?
# Staff Isa dan Islam 2013-03-19 20:37
~
Saudara Anti Static,

Dalam iman kekristenan memang diajarkan bahwa keselamatan diperoleh karena kasih karunia Tuhan melalui iman kepada Yesus Kristus. Tapi, kehidupan kekristenan tidak berhenti sampai di situ saja. Sebagi wujud dari pengakuan bahwa Yesus adalah Juruselamat, seseorang harus menyerahkan hidup sepenuhnya dalam kehendak-Nya. Dengan kata lain, hidup sesuai kebenaran firman Allah. Inilah yang disebut buah dari pertobatan.

“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang”
(Injil, Surat 2 Korintus 5:17).

Perintah Tuhan dalam Kitab Suci, “Jangan membunuh” (Taurat, Kitab Keluaran 20:13). Seseorang yang melanggar firman Tuhan, berarti dia telah berdosa. Dan, “Upah dosa ialah maut” (Injil, Surat Roma 6:23).

Hukum dunia tidak kalah tegasnya dengan hukum Allah. Maka, seseorang yang melanggar hukum dunia dan hukum Allah, wajib mendapatkan hukumannya.
~
SO
# moer 2013-03-11 05:54
*
To: Anti Static,

Saya akan berusaha menjelaskan menurut pemahaman saya tentang konsep keselamatan:

-- Manusia jatuh dalam dosa, semua manusia, menanggung dosa asal

-- Yesus menebus dosa manusia, sehingga manusia dibebaskan dari dosa asal,

-- Selanjutnya setelah ditebus dosa asalnya, yang berarti Yesus telah memperdamaikan manusia dengan Allah, manusia menanggung sendiri akibat dari perbuatannya.

-- Karena itulah perhatikan ayat ini: Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil Yohanes 14:6).

-- Orang yang membunuh orang lain berarti tidak hidup dijalan yang Yesus ajarkan, tidak hidup dalam kebenaran, dan otomatis tidak akan beroleh hidup yang kekal.
# zaeni 2013-06-01 18:55
*
Sekali lagi admin jika ingin memahami isi Al-Quran jangan dibaca terpisah hanya per ayat. Setiap ayat di dalam Al-Quran saling berkaitan. Menerangkan lebih dalam makna dari ayat per ayatnya. Logika anda belum sampai untuk mentafsirkan ayat-ayat yang ada dalam Al-Quran.

Lebih baik jika anda ingin bisa memahami Al-Quran datangi orang yang memang ahli dalam mentafsirkannya . Sebelumnya maaf, itu kenapa dalam Al-Quran, kaum anda disebut kaum yang tersesat. Karena kaum anda selalu salah dalam mentafsirkan ayat-ayat Allah, bahkan ayat-ayat Injil sekalipun yang anda pegang.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-06 21:20
~
Saudara Zaeni,

Terimakasih untuk nasehat saudara di atas. Tapi menurut kami ayat Al-Quran berdiri sendiri, tidak disusun secara sistemati. Jadi, bagaimana mungkin saudara mengatakan bahwa ayat per ayat tidak dapat dipisah?

Dan lagi, kami tidak pernah bermaksud untuk menafsirkan Al-Quran. Karena itu bukanlah keahlian kami, dan juga bukan otoritas kami.

Artikel di atas sedang membahas “Bagaimana Pandangan Al-Quran Tentang Allah.” Saudara sebagai seorang Muslim tentu mengerti benar tentang Al-Quran. Bila tidak keberatan, dapatkah saudara menjelaskan bagaimana pandangan Al-Quran tentang Pribadi Allah itu?
~
SO
# kanciljionak 2013-08-18 21:25
*
Saya tidak paham dengan yang anda maksudkan di atas? Sebenarnya yang saudara anggap sebagai Allah itu siapa?
# Staff Isa dan Islam 2013-08-19 09:17
~
Saudara Kancil,

Tentu yang kami anggap sebagai Allah adalah Tuhan pencipta alam semesta. Dia, yang karena kasih-Nya kepada manusia telah datang ke dunia dalam wujud manusia, dan dikenal dengan nama Isa Al-Masih. Tujuan kedatangan-Nya, untuk memberikan jaminan keselamatan bagi setiap orang yang percaya.

“Tentang Dialah [Isa Al-Masih] semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya” (Kisah Para Rasul 10:43).
~
SO
# kanciljinak 2013-08-21 08:55
*
Bagaimana anda yakin kalau Isa Al-Masih itu adalah Allah. Bagaimana cara anda membuktikannya?

Saya yakin ini pertanyaan sederhana dan pasti anda bisa menjawabnya, karena anda telah menyakininya.

Dan satu hal lagi saya menolak Injil dan Al-Quran sebagai pembenaran dan pembuktian kalau Isa Al-Mash itu Tuhan walaupun di dalam Al-Quran tak munkin ada ayat yang menyatakan Isa Al-Masih itu Allah.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-24 21:18
~
Saudara Kanciljinak,

Sebenarnya bukanlah hal sulit untuk membuktikan ketuhanan Isa Al-Masih. Dari karya-karya yang dilakukan-Nya pun kita dapat mengetahui, bahwa Dia bukanlah sekedar manusia manusia.

Perhatikan karya Isa Al-Masih berikut ini:

1. Ketika Isa di dunia, Dia berkuasa mengampuni dosa seseorang, dimana kuasa tersebut tidak satu pun nabi lain yang dapat melakukannya. “Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni" (Injil, Rasul Lukas 7:48).

2. Alam semesta juga takut kepada Isa, sehingga ketika ada angin ribut setika itu juga reda ketika Isa membentaknya.

“Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur. Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali” (Injil, Rasul Besar Matius 8:24; 26)

3. Selain itu, Isa juga berkuasa menyembuhkan setiap sakit-penyakit, bahkan menyembuhkan orang yang kesurupan setan. Dan menghidupkan kembali Lazarus yang sudah terbaring dalam kubur selama tiga hari.

Nah, dari karya-karya Isa di atas, menurut Sdr. Kanciljinak siapakah sebenarnya Isa Al-Masih itu?
~
SO
# Kanciljinak 2013-08-26 22:23
*
Maaf saudara admin, saya menolak pembuktian anda. Saya ketikkan dengan jelas, bahwa saya menolak Injil dan Al-Quran. Kenapa admin juga menggunakan Injil sebagai pembuktian?

Buktikan secara akal, bukan pembuktian secara tertulis yang telah tertulis ribuan tahun lalu. Tolong dimengerti, kalau tidak dapat mengerti pertanyaan ini lebih baik tutup aja laman ini.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-27 14:18
~
Saudara Kanciljinak,

Ibarat sebuah pepatah mengatakan “dari buahnya kita dapat mengetahui pohonnya.” Ketika kita melihat mangga, maka kita tahu mangga itu pasti dipetik dari pohon mangga. Bukan dari pohon rambutan, durian, atau pohon lainnya.

Saudara meminta kami membuktikan ke-Ilahi-an Isa. Dan kami memaparkan bukti kepada saudara, dan meminta saudara menilai sendiri siapakah Isa dari hasil perbuatan-Nya yang tertulis di dalam Kitab Suci Injil. Sayang, saudara menolak dengan dalih tidak mau pembuktian dari Injil.

Saudara Kanciljinak, kami adalah pengikut Isa Al-Masih. Iman kami lahir dari pengenalan akan firman Allah yang terdapat dalam Kitab Suci Injil atau Alkitab. “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus” (Injil, Surat Roma 10:17).

Walau Kitab Suci Injil ditulis ribuan tahun lalu, namun firman Allah tidak akan pernah berubah. “Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya" (Kitab Nabi Yesaya 40:8). Dan pembuktian yang kami berikan, bukankah cukup masuk akal?
~
SO
# jarwo 2013-09-10 23:11
*
Untuk Kanciljinak,

Al-Quran pun sudah mengakui keilahian Yesus, bahkan di Al-Quran Isa/Yesus disebut sebagai Kalimat Allah. Bukankah itu bisa menjadi pembuktian? Lalu, pembuktian apa lagi yang anda minta?

Dan sesuai dengan tema di atas Allah swt adalah allah yang mati (maaf kami harus bicara tegas) karena sesuai dengan keimanan kami. Karena kami sebagai Nasrani, kami punya keimanan bahwa kami menyembah Allah yang hidup dan itu adalah Allah yang disembah Ishak, Yakub, Musa, Harun, Zakaria, Yunus dan nabi-nabi Yahudi lainnya.

Sedangkan waktu zaman pra-Islam orang Quraizh (suku Muhammad) dan suku-suku Arab sekitarnya adalah penyembah pagan (al ata, al uza dan al manat). Bahkan penduduk Mekkah menyembah 360 berhala dan salah satu berhala itu bernama Al-ilah. Dan semua suku-suku Arab menyebut berhala-hala itu adalah "allah"
# # ani 2013-09-18 19:31
*
Maaf sebelumnya, saya mendapat pertanyaan dari seorang guru saya.

Pertama: Allah itu maha kuasa dan menguasai segalanya, tapi kenapa Allah masih membutuhkan bantuan kepada mahkluk-Nya? Contoh: Malaikat memberikan wahyu kepada Nabi Muhamad, kenapa tidak Allah yang langsung memberikannya kepada Nabi Muhamad?

Kedua: Allah itu bisa membuat dan menciptakan segalanya. Tetapi manusia juga bisa membuat dan menciptakan sesuatu, apakah kedudukan manusia sama dengan Allah?

Saya mohon jawabannya, terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2013-09-19 10:13
~
1. Pertanyaan saudara yang pertama, kami akan melihatnya dari sudut pandang ajaran Isa Al-Masih. Dan mungkin teman Muslim yang lain dapat memberi jawaban sesuai dengan sudut pandang Al-Quran.

Pada zaman para nabi (sebelum Muhammad) Allah selalu menyampaikan wahyu-Nya langsung kepada para nabi-Nya. Tidak dengan perantaraan malaikat. Juga wahyu tersebut Allah sampaikan tidak dengan cara yang tersembunyi atau harus terlebih dahulu bertapa.

Dan kalaupun Allah memakai malaikat untuk menyampaikan wahyu-Nya, malaikat tersebut selalu terlebih dahulu memperkenalkan dirinya. “Jawab malaikat itu kepadanya: "Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu” (Injil, Rasul Lukas 1:19).

2. Kedudukan manusia dengan Tuhan jelas jauh berbeda. Tidak ada yang dapat menyamai keagungan Allah. Mengenai menciptakan sesuatu, manusia tidak dapat menciptakan sesuatu yang tidak ada menjadi ada. Mungkin saudara berpikir manusia dapat menciptakan kursi. Hal itu memang benar, tapi saudara juga harus ingat, bahwa Tuhan-lah yang telah menciptakan pohon. Manusia hanya dapat mengolah pohon tersebut, membuatnya menjadi kayu, membentuknya hingga menjadi sebuah kursi.

Jadi, salah besar bila ada yang berkata manusia dapat menciptakan sesuatu. Manusia hanya dapat disebut sebagai “penemu” bukan “pencipta.”
~
SO
# abdullah 2013-10-23 21:31
*
Kalau anda berkata bahwa Allah kejam, maka saya bisa berkata bahwa Yesus Kristus pilih kasih dan tidak adil. Mengapa Dia hanya muncul pada zaman Yahudi saja, apakah Dia hanya Tuhannya kaum Yahudi, dan di zamannya saja, pengaruhnyapun tidak terasa dipenjuru dunia, hanya di Yerusalem saja.

Jika Ia memang Tuhan semesta alam, mestinya Dia hadir di setiap tempat ruang dan waktu. Lantas dimanakah Yesus sebelum turun dahulu, sewaktu masih zaman Nabi Adam sampai pada masanya, dan dimanakah Dia sekarang?

Dan sangatlah aneh sekali menurut saya jika Tuhan dipilih sebagai manusia, sebab Dia akan muncul pada masa kurun sesuai kemanusiaannya, akan memakan makanan manusia, berjalan seperti manusia, disiksa oleh manusia dan mati oleh manusia, sangat manusiawi sekali.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-26 21:43
~
Saudara Abdullah,

Kami dapat memahami pandangan saudara. Saudara berkata demikian karena saudara tidak mengerti esensi ke-Ilahian Isa Al-Masih. Juga saudara berusaha memahami Allah dengan logika saudara, sehingga ketika saudara diperhadapkan dengan kenyataan di luar nalar saudara, maka saudara menolaknya dan mengatakan tidak mungkin. Bukankah saudara mengimani bahwa Allah maha berkuasa?

Sdr. Abdullah, Yesus tidak pernah pilih kasih. Memang benar Kalimat Allah itu datang dari silsilah bangsa Yahudi, namun bukan berarti Anugerah Keselamatan yang dibawa-Nya hanya untuk bangsa Yahudi. Perhatikan perkataan Yesus ini, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Injil, Rasul Besar Matius 11:28). Ayat ini mengatakan “semua” bukan “bangsa Yahudi saja.” Artinya, Yesus mengasihi semua manusia termasuk Sdr. Abdullah.

Yesus bukanlah manusia yang dipilih menjadi Tuhan. Dia sejak semua adalah kekal. Dia sudah ada jauh sebelum jagat raya ini diciptakan. “Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir" (Injil, Kitab Wahyu 22:13) ayat ini adalah bukti kekekalan Yesus yang tertulis dalam Injil.
~
SO
# Teguh 2013-10-24 14:32
*
Saudara Abdullah,

Allah kekal adanya, maka Ia pun hadir di segala zaman. Perhatikan ayat berikut !

Injil Yohanes 8:58 “Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada."

Perlu Saudara ketahui bahwa rentang waktu antara Nabi Abraham dengan era dimana Yesus menjalani kehidupan di dunia jelas sangat jauh sekali, ribuan tahun. Lalu, setelah peristiwa kenaikan Isa Al-Masih, apakah Allah lenyap ditelan waktu? Jelas tidak! Sebab pribadi-Nya yakni Roh Kudus menyertai kami.

Injil Yohanes 14:16 “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya”
# anas 2013-10-30 07:56
~
Baca saja QS Al-Maidah:72,bu kannya tuhanmu itu juga menyebut manusia kafir jika memang ia susah untuk diperingatkan. Tetapi bagi kami Isa a.s itu adalah Rasul Allah SWT.

Tentu juga jika anda adalah orang tua mempunyai anak durhaka pasti anda akan mengecap anda durhaka tapi engkau tetap akan sayang pada anakmu. Begitupun Allah SWT karena Allah Maha pengampun, Maha pengasih, Maha penyayang, Al-Hatim yang artinya Yang Maha penyantun, tidak cepat menjatuhkan hukuman kepada orang" berdosa. Al-Tawwab artinya Yang Maha penerima taubat.
# Staff Isa dan Islam 2013-11-18 23:06
~
Saudara Anas,

Kami tidak melihat kaitannya Qs 5:72 dengan topik pada artikel diatas. Dan ilustrasi yang saudara pakai malah menunjukan suatu perbedaan yang mencolok. Saudara menggambarkan sikap manusia terhadap anaknya lebih wajar atau lebih manusiawi daripada sikap Allah terhadap ciptaan-Nya yang digambarkan dalam Al-Quran. Sebab Al-Quran menggambarkan bahwa Allah itu:

1. Semena-mena menempatkan manusia dalam neraka jahanam

2. Menyesatkan manusia yang ingin Ia sesatkan.

Menurut saudara, Allah yang seperti itu pantaskah diberi slogan maha pengasih dan maha penyayang? Bandingkan dengan Allah dalam Alkitab yang turun ke dunia untuk menyelamatkan dan menebus manusia dari siksa maut. Jadi Allah yang mana yang nyata sebagai pengasih dan penyayang.
~
Noni
# addy 2013-11-08 10:54
~
Mengutip dari Staff Isa dan Islam di atas sbb :
Perhatikanlah ayat berikut ini, “Dan siapa-siapa yang disesatkan Allah maka baginya tidak ada seorang pemimpin sesudah itu” (Qs 42:44) (siapa yg berani membatah perkataan Tuhan) ?
“Dan tidak ada seorangpun daripadamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan” (Qs 19:71)

Bila Allah telah membuat sebuah ketetapan, apakah Muhammad dapat menyanggah ketetapan yang telah Allah buat? Bila Allah telah menetapkan setiap orang mendatangi neraka, sanggupkah Muhammad untuk menghalanginya? Tentu saja tidak, Muhammad hanyalah utusan, bukan Tuhan.
Sulit untuk dipercaya, sebab Muhammad sendiri berkata, “Demi Allah, walaupun saya (Muhammad) seorang rasul Allah, saya tidak tahu apa yang akan Allah lakukan terhadap saya” (Qs 5:266). Adakah kesombongan yang dikatakan Muhammad dari bunyi ayat tersebut ?
# Staff Isa dan Islam 2013-11-18 22:02
~
Saudara addy,

Ayat yang saudara kutip dalam Qs 5:266 menyatakan bahwa Muhammad hanyalah manusia biasa, sekalipun ia seorang nabi, karena ia pun tidak tahu bagaimana keadaannya kelak.

Muhammad tidak dapat menjamin keselamatan manusia, karena hanya Allah yang dapat melakukannya. Karena Allah Maha pengasih, maka Ia memberikan jalan agar manusia dapat diselamatkan dari siksa neraka. Allah yang Maha pengasih tentu tidak akan membiarkan umat-Nya sesat dan menetapkan umatnya untuk berada di neraka.

Karena itulah Allah menjadi manusia dalam Isa Al-Masih untuk memberikan hidup kekal bagi manusia, “dan Aku [Isa Al-Masih] memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:28).

~
Noni
# addy 2013-11-08 11:13
~
Kembali mengutip staff Isa :
“Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir" (Injil, Kitab Wahyu 22:13) ayat ini adalah bukti kekekalan Yesus yang tertulis dalam Injil.

Dalam ayat tersebut diatas "Aku" di situ disebutkan jika kita membaca dari ayat ke 9-13, "Aku" di situ adalah Malaikat Jibril bukan Yesus. Mohon dicheck kembali. bahkan di ayat 9 malaikat pun mengatakan : "Janganlah berbuat demikian ! Aku adalah hamba, sama seperti engkau dan sudara-saudaram u, para nabi dan semua mereka yang menuruti segala perkataan kitab ini. Sembahlah Allah !".
Jelas disini Malaikat pun menyuruh kita untuk menyembah Tuhan Allah, Tuhan Yang Esa dan diperkuat oleh perkataan Yesus sendiri, Markus 12:29 : "....Dengarlah hai orang Israel, Tuhan Allah kita adalah Tuhan Yang Esa."
# Staff Isa dan Islam 2013-11-18 21:41
~
Saudara addy,

Saudara keliru dalam memahami ayat tersebut. Dalam Kitab Wahyu 22, terdapat tiga tokoh utama yaitu Rasul Yohanes, malaikat dan Yesus/ Isa Al-Masih

“Dan aku, Yohanes, akulah yang telah mendengar dan melihat semuanya itu. Dan setelah aku mendengar dan melihatnya, aku tersungkur di depan kaki malaikat, yang telah menunjukkan semuanya itu kepadaku, untuk menyembahnya. Tetapi ia berkata kepadaku: "Jangan berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama seperti engkau dan saudara-saudara mu, para nabi dan semua mereka yang menuruti segala perkataan kitab ini. Sembahlah Allah!" (Injil, Kitab Wahyu 22:8-9). Ayat ini merupakan percakapan antara Rasul Yohanes dan malaikat.

Tetapi ayat selanjutnya, yaitu mulai ayat 12, bukanlah perkataan malaikat tetapi perkataan Isa Al-Masih.
"Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir”. Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu. Tetapi anjing-anjing dan tukang-tukang sihir, orang-orang sundal, orang-orang pembunuh, penyembah-penye mbah berhala dan setiap orang yang mencintai dusta dan yang melakukannya, tinggal di luar. "Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang " (Injil, Kitab Wahyu 22:12 ).
~
Noni
# Staff Isa dan Islam 2014-01-04 11:08
~
Tolong memberikan komentar yang tidak melanggar norma-norma. Kami berhak menghapus komentar yang kasar, mengejek dan bersifat menyerang termasuk komentar yang tidak ada hubungannya dengan artikel di atas. Silakan menggunakan bahasa yang jelas dan tidak menggunakan singkatan!

PEDOMAN MEMASUKKAN KOMENTAR:

(1) Tidak boleh memakai lebih dari satu kotak.
(2) Pertanyaan / masukan harus berhubungan erat dengan uraian.
(3) Sebaiknya satu atau paling dua pertanyaan / konsep dimasukan dalam satu comment.
(4) Masukan harus selalu sopan dan jangan agresif.
(5) Masukan tidak boleh memuat banyak bahasa lain, misalnya Bahasa Arab.
(6) Masukan harus dalam Bahasa Indonesia yang lazim dimengerti semua orang.
(7) Masukan tidak boleh memakai singkatan-singk atan, misalnya yg, dlm, sdh,dlsbgnya.
(8) Huruf besar tidak boleh dipakai untuk menekankan sesuatu.
(9) Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.

Kami mempersilakan Saudara mengemail untuk pertanyaan / comment yang majemuk. Kami senang menjawabnya.

Wassalam,
Staff, Isa dan Islam
# munafik 2014-03-08 01:28
~
Kepada semua umat Muslim yang berkata dari mulai Adam sampai Isa (Yesus) sudah memeluk agama Islam, tolong pelajari lagi Al-Qurannya dan baca lagi biografi nabi kalian.

Dengan jelas ditulis dalam hadits bahwa Muhammad menerima wahyu pertama pada saat berumur 40 tahun, dan saat itulah adanya Islam. Nabi Musa, Daud, dan Isa Al-Masih tidak ada yang membawa nama agama, yang mereka bawa ajaran firman Allah.

Agama itu dibuat dan dikenalkan oleh manusia biasa, bukan oleh orang pilihan Allah (nabi). Pertanyaannya jika Muhammad menerima wahyu pertama kali pada beliau berumur 40 tahun, jadi dari umur 1 - 39 tahun menganut agama apa?
# Katolik Sejati 2014-03-12 11:10
~
Jika Allah dalam Al-Quran digambarkan seperti itu, bagaimana mungkin manusia bisa mengenal kasih? Allah dalam Al-Quran saja tidak mengajarkan kasih kepada umatnya. Bahkan Allah dalam Al-Quran makin menyesatkan manusia jika manusia tersesat.

Sangat berbeda sekali dengan Allah dalam Alkitab. Allah dalam Alkitab adalah Allah yang penuh kasih. Jika manusia tersesat bukan makin disesatkan.
# Eagle John 2014-03-12 22:22
~
Sura 42:44, “Dan siapa-siapa yang disesatkan Allah maka baginya tidak ada seorang pemimpin sesudah itu.“ Tuhan Allah adalah kebenaran, mengapa bisa menyesatkan manusia (ciptaan-Nya)?

Kebenaran adalah terangnya manusia. Seperti orang yang bermata tetapi tak ada terang, maka meraba-raba dalam kegelapan. Demikan juga manusia yang memiliki mata nurani, tetapi tak ada Terang Ilahi, maka hidupnya adalah dalam raba-raba. Bukankah begitu?
# Ilham 2014-04-20 19:04
~
Tidakkah janggal saudara rasakan bahwa manusia menghakimi Tuhan? Manusia menyiksa Tuhan sebagai penciptanya di tiang salib untuk menebus dosa-dosanya? Saudara harus tahu bahwa yang ada di tiang salib itu bukanlah Nabi Isa, tetapi pengikut setianya yang diserupakan dengan nabi Isa. Nabi Isa sendiri telah diangkat Allah ke langit.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-23 17:15
~
Saudara Ilham,

Tidak seorang manusia pun yang berani untuk menghakimi Tuhan. Peristiwa penyaliban merupakan rencana Allah untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Sebab tidak mungkin manusia diselamatkan tanpa pertolongan Allah, bukan? Tentu tidak mudah bagi saudara mengerti ini. Tetapi kiranya artikel yang berkaitan dengan itu dapat membantu saudara mengerti hal itu. Silakan saudara mengunjungi link ini http://tinyurl.com/bs83yhy
~
Solihin
# amriadi 2014-05-30 13:07
~
Jika kita melihat dari konteks ayat di atas, maka tidak ada kata untuk disebutkan kejam dan jahat, tetapi konteks ayat itu adalah ketegasan dari Allah untuk manusia yang telah Allah ciptakan. Jika anda bekerja pada suatu perusahaan, maka anda harus tekun mengerjakan suatu perusahaan tersebut. Jika tidak, maka siap-siap anda dipecat di perusahaan itu.

Begitu juga dengan Allah yang menciptakan manusia. Kalau kita tidak mau mengerjakan apa yang disuruh dan dilarang oleh Allah, maka kita akan dihukum sesuai dengan apa yang kita perbuat. Dalam Injil begitu lemahnya Tuhan karena Tuhan itu harus tiga, dan Tuhan pernah kalah berkelahi dengan hambanya.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-10 18:31
~
Saudara Amriadi,

Allah memiliki sifat suci. Dan ketika kita membaca bahwa Allah menyesatkan manusia secara sengaja, itu bertentangan dengan kesucian Allah. Dan menurut kami, tindakan menyesatkan bukan bentuk ketegasan. Lebih tepat tindakan menyesatkan adalah tindakan Iblis atau setan. Mungkinkah Allah bekerjasama dengan setan dan Iblis? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer

Isa Islam Dan Kaum Wanita

Click gambar di samping untuk artikel - artikel untuk wanita Muslim


 

www.isaislamdankaumwanita.com