Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter

Derajat Wanita Bagaimanakah Diangkat Muhammad?

adil-pria-wanitaDalam situs ini sudah cukup banyak artikel yang membahas tentang diskriminasi yang dialami wanita Muslim. Sayangnya, hampir seluruh umat Muslim (khususnya kaum pria) menolak. Menurut mereka apa yang dilakukan Muhammad justru mengangkat derajat wanita. Benarkah demikian?

Pandangan Allah Terhadap Wanita di Al-Quran

Mari kita lihat bagaimana Allah dalam Al-Quran menempatkan wanita. Siapa-siapa wanita yang dimunculkan Allah dalam wahyu-Nya di Al-Quran. Dengan mengetahui ini, berharap kita dapat melihat wanita mana yang disebut-sebut sebagai sosok teladan yang ditinggikan Allah.

Bila saudara seorang Muslim, mungkin akan sedikit kecewa. Karena hanya satu wanita disebut dalam Al-Quran. Yaitu Maryam, ibunda Isa Al-Masih. Namanya disebut sampai 34 kali!

Bagaimana nama Siti Aminah, ibunda dari Muhammad? Juga nama Khadijah yang disebut mayoritas Muslim sebagai sosok yang lebih besar kemuliaannya ketimbang Maryam? Nama mereka tidak dimunculkan sama sekali dalam Al-Quran.

Al-Quran Menempatkan Wanita di Bawah Kaki Pria

Mengapa Allah Islam tidak menempatkan wanita sejajar dengan pria? Apakah karena pria pemimpin sehingga wanita di bawah kaki pria?

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. . . . Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka” (Qs.4:34).

Ayat Lain Al-Quran yang Merendahkan Wanita

Bagaimana Al-Quran menilai wanita? Kita dapat merenungkan apakah benar ayat-ayat ini datang dari Allah sendiri: Qs 4:32 dan 38:44 mengizinkan pemukulan istri; Qs 2:228 dan 24:31 yang meletakkan wanita dibawah pria. Qs 5:6 yang menganggap wanita itu najis dalam kaitan salatnya pria; Qs 4:24 dan 33:52 yang melecehi budak wanita.

Hadis-hadis Juga Merendahkan Wanita

Terdapat juga hadis yang merendahkan martabat wanita. Hadist Bukhari 6/301 meriwayatkan alasan mengapa wanita lebih banyak di neraka, yaitu karena kurang otak dan agamanya. Hadist ini menegaskan wanita sebagai penghuni mayoritas neraka. HSB 62:81 meriwayatkan hal terpenting yang dibawa wanita ke dalam pernikahan adalah apa yang ada di antara kedua kakinya!

HSB 62:58 menjelaskan betapa wanita-wanita yang disodorkan kepadanya, apabila dia (Muhammad) tidak berkenan maka dihadiahkan kepada pria lainnya! Hadis Muslim 4:1039 meriwayatkan Aisha berkata kepada Muhammad, “Engkau telah menyamakan kami dengan anjing dan keledai.”

Jadi, benarkah Muhammad membawa pembaharuan martabat wanita ketimbang jaman Jahiliah?

Wanita Masa Pra-Islam Arab

Hal-hal penting apakah yang dilakukan Muhammad dan Islam dalam meningkatkan status wanita? Apakah cocok dengan klaim para apologet Muslim? Untuk mengentahuinya, kita perlu melihat sumber sejarah yang menggambarkan kehidupan di seputar masa Muhammad.

Ada dua sejarawan Islam, Ibn Ishaq (ahli sejarah Arab pertama yang mengarang biografi Muhammad. Hidup antara 704-774 SM) dan al-Tabari yang melukiskan pelbagai peristiwa tentang kehidupan wanita di Arab sebelum Islam. Menurut Sirat Rasul Allah oleh Ibn Ishaq, yang diterjemahkan oleh Muhammad b. Yasr, ada begitu banyak suku-suku yang mendiami Arabia sebelum keberadaan Muhammad.

Suku-suku ini mempunyai tabiat dan budaya yang berbeda-beda. Di beberapa suku, wanita mempunyai kedudukan yang rendah. Di suku-suku lain, para wanitanya menikmati banyak kebebasan dan kemandirian. Kebebasan ini justru kemudian dikekang oleh pemberlakuan hukum-hukum Islam yang ditegakkan oleh Muhammad.

Wanita-wanita Berkuasa di Zaman Pra-Islam

Berikut adalah contoh wanita-wanita yang “berkuasa” pada zaman pra-Islam, yang ditulis oleh Ibn Ishaq dalam bukunya.

1.Seorang wanita bernama Salma d. ’Amr, disebutkan mempunyai kedudukan tinggi di antarakaumnya. Ketika akan menikah dia mengajukan syarat, untuk tetap mempertahankan kontrol atas pekerjaan dan urusannya (halaman 59).

2.Seorang wanita melamar untuk menikah dengan Abdullah. Dia memberikan unta-unta sebagai mas kawin jika Abdullah mau menikahinya (halaman 68). Bila wanita-wanita pra-Islam hanya sebagai budak tanpa hak (tidak mandiri) tidak mungkin mereka memiliki unta-unta. Merekapun tidak diijinkan melamar pria untuk pernikahannya.

3.Khadijah, isteri pertama Muhammad. Khadijah adalah seorang pedagang kaya yang mempekerjakan sejumlah orang pria. Muhammad sendiri mulai bekerja padanya sebagai karyawan. Bukankah akhirnya Khadijah yang melamar untuk menikahi Muhammad?

Kita dapat mencatat setidaknya ada empat kemartabatan yang dimiliki Khadijah di atas wanita Islamis Sharia: (1) Seorang wanita pedagang besar, (2) Memimpin sejumlah pegawai bawahan, (3) Melamar pria (Muhammad) yang inginkannya untuk menikahinya, (4) Dia adalah satu- satunya isteri Muhammad hingga dia meninggal.

Berdasarkan empat contoh di atas, dapatkah kita mengambil kesimpulan, Islam tidak meningkatkan martabat wanita di tanah Arab?

Reformasi Isa Al-Masih Tentang Wanita

Para pengikut Isa Al-Masih percaya akan model pembaharuan yang diserukan-Nya. Keteladanan-Nya senyawa dengan apa yang diperkatakan-Nya.

Ia memberi perhatian dan waktu khusus untuk mengajari Maria (bukan ibu-Nya), “Maria duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya.”

Kepada Marta, saudara Maria, Ia mengajar sekaligus menegur: ”Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya” (Injil, Rasul Lukas 10:38-42).

Penghormatan Yesus juga didemonstrasikan kepada seorang wanita berdosa Ia datang kepada-Nya untuk mendapatkan belas kasih-Nya. Dan Dia mendapatkannya dengan cuma-cuma (Injil, Rasul Lukas 7:36-39).

Nilai Kesaksian Wanita

Setelah kebangkitan-Nya, Yesus justru menyatakan diri terlebih dulu kepada murid-murid wanita-Nya. Mereka orang pertama di antara semua murid-Nya yang menjadi saksi atas kebangkitan-Nya (Injil, Rasul Besar Matius 28:8-10).

Artinya, nilai kesaksian wanita diangkat dan dihargai Yesus sama dengan pria. Kemartabatan mereka sama dengan kaum pria, tidak menjadi separuh kesaksian pria. Inilah bukti bahwa Yesus menempatkan pria-wanita adalah satu. “Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus” (Injil, Surat Galatia 3:28).

Pria dan Wanita Mendapat Hak Sama Tentang Keselamatan

Yesus tidak hanya mereformasi hak-hak wanita secara jasmani. Dalam hal keselamatan, Yesus juga memberi kesempatan yang sama kepada pria dan wanita. Yesus rindu, melalui jaminan keselamatan yang dibawa-Nya, sorga Allah akan ditempati oleh pria dan wanita.

Suatu hari Yesus berkata kepada seorang wanita Samaria. Suku yang tidak bersahabat dengan bani Israel, “Tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal" (Injil, Rasul Besar Yohanes 4:14).

Melalui keselamatan yang dibawa-Nya, Yesus telah mematahkan penghalang rasial dan kultural. Kepada wanita Samaria tersebut, Dia menunjukkan identitas-Nya yang sesungguhnya sebagai Mesias. Juga Dia telah memberikan satu hidup kekal kepada wanita tersebut.

Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI mengharapkan komentar dari para pembaca. Kiranya komentar yang diberikan hanya menanggapi salah satu pertanyaan berikut ini:

1.Dari penjelasan di atas, derajat wanita yang bagaimanakah yang sudah diangkat oleh Islam dan Al-Quran?

2.Mengapa Allah Islam enggan mensejejerkan wanita dengan laki-laki dalam Al-Quran?

3.Menurut saudara, dalam hal keselamatan akhirat, apakah pria dan wanita boleh mendapatkan kesempatan yang sama? Sebutkan alasan saudara!

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus. Untuk komentar atau pertanyaan yang berbeda, silakan kirim lewat email ke staf kami di:Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya..

Demikian, kami harap diskusi kita akan menjadi semakin terarah dan tidak keluar dari topik artikel.

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Add comment

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Komentar hanya diperbolehkan menjawab salah satu dari 3 pertanyaan fokus yang dimuat di bagian akhir artikel. Kecuali beberapa artikel yang tidak memuat 3 pertanyaan fokus.
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments  

# Yohanes 2013-08-12 10:09
*
Salam,

Kenapa dewasa ini kita semakin tahu akan keajaiban Allah, bahwa Dia telah berjanji akan menjaga firman-Nya di dalam Kitab Suci (Alkitab) dan itu benar-benar terjadi. Bagaimanapun Al-Quran membantah keras akan kebenaran Alkitab, tetapi semua yang terucap hanya orang-orang yang telah difirmankan oleh-Nya di dalam Alkitab.

Kenapa Maryam (Maria) Ibu Isa Al-Masih yang tertulis, bukan Khadijah yang dianggap lebih mulya atau Siti Aminah? Itu karena Allah telah memilih Maryam (Maria) sebagai Bunda Suci yang diberkati Allah. Dan apa yang telah difirmankan-Nya tidak bisa dibatalkan oleh siapapun dan apapun itu.

Emansipasi Isa Al-Masih adalah teladan bagi kita, karena kita juga memiliki seorang ibu, bukankah surga ada di telapak kaki ibu? Bagaimana perasaan kita apabila ibu kita atau saudara perempuan kita mengalami penindasan, KDRT, atau direndahkan?
# Staff Isa dan Islam 2013-08-13 10:39
~
Salam Sdr. Yohanes,

Kami setuju dengan pernyataan saudara. Sebagaimana Kitab Suci Allah menyatakan bahwa pria dan wanita dipandang-Nya setara. Hal ini dapat kita lihat bagaimana Isa Al-Masih juga memberikan keselamatan yang dibawa-Nya bagi wanita Samaria. Suku yang tidak bersahabat dengan bangsa Israel.

Disamping itu, Allah juga berkenan menuliskan nama wanita-wanita dalam kitab suci-Nya. Allah tidak menolak untuk mensejejerkan nama para nabi-Nya bersama nama isteri-isteri mereka. Inilah bukti, bahwa Allah tidak pernah membedakan antara pria dan wanita.
~
SO
# lucky 2013-08-12 22:50
*
Nabi Muhammad bersabda “la tadhribuu imaalah.” Artinya “jangan kalian pukul kaum perempuan.” Dalam hadits lainnya Nabi Muhammad juga menjelaskan “bahwa sebaik-baik lelaki atau suami adalah yang berbuat baik pada isterinya.”

Memang di dalam Al-Quran ada sebuah ayat yang memperbolehkan suami memukul isterinya. Tetapi harus diperhatikan dengan seksama, alasan apa yang melatar-belakan gi suami boleh memukul isterinya. Isteri yang bagaimana? Dalam situasi seperti apa? Tujuannya untuk apa? Dan cara memukulnya bagaimana?

Isteri yang nusyuz adalah isteri yang tidak lagi menghormati, mencintai, menjaga dan memuliakan suaminya. Isteri yang sudah tidak lagi komitmen pada ikatan suci pernikahan. Misalnya, isteri selingkuh dengan pria lain.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-13 10:40
~
Terimakasih Sdr. Lucky untuk penjelasan saudara di atas. Menurut kami, apapun itu alasannya seorang suami tidak berhak memukul isterinya.

Sebuah permasalahan tidak akan dapat diselesaikan melalui kekerasan. Bila memang suami bertujuan untuk mendidik isterinya, bukankah lebih baik dinasehati dengan cara baik-baik tanpa harus melakukan kekerasan? Sebab isteri adalah seorang manusia, mempunyai perasaan, dan pikiran.

Berbeda halnya bila kita sedang mendidik hewan peliharaan. Memang terkadang kita mendidiknya dengan cara dipukul, sebab hanya dengan cara itulah mereka mengerti.

Dalam sebuah rumah tangga pasti akan ada masalah. Baik itu masalah besar ataupun kecil. Satu hal yang pasti, setiap masalah ini ada penyebab dan jalan keluarnya. Ketika suami dan isteri dapat saling mengasihi, kami percaya mereka dapat duduk bersama mencari penyebab masalah tersebut, dan mencari jalan keluar.

Renungkanlah firman Allah ini, “Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia” (Injil, Surat Kolose 3:19) Dengan menanamkan wahyu Allah ini dalam hati setiap suami, kami percaya tidak akan ada suami yang tega untuk memukul isterinya.
~
SO
# Eagle John Huang 2013-08-13 02:46
*
To: Lucky,

“Istri yang nusyuz adalah istri yang tidak lagi menghormati, mencintai, ………”

Bagaimana bila suami yang nusyuz, apakah aturannya tidak diskriminasi ? Mengapa arahnya harus dari isteri yang harus menghormati, harus mencinta, tetapi suami sama sekali tidak ada tuntutan yang sama?
# Staff Isa dan Islam 2014-07-22 08:35
~
Saudara Eagle John Huang,

Dalam pemandangan Allah suami dan isteri mempunyai hak dan tanggung jawab yang sama.

Bahkan Allah tidak akan berkenan terhadap suami yang tidak menghormati isterinya.
"Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang" (Injil, Surat 1 Petrus 3:7).
~
Slamet
# jinggo 2013-08-13 05:58
*
Entah kenapa dalam artikel ini kesannya staff tidak melihat fakta di lapangan. Kenyataannya wanita Muslim bangga dan nyaman dengan ajaran Islam tentang bagaimana memperlakukan wanita di Al-Quran dan hadits.

Lebih banyak wanita dari agama lain yang terkesan dengan ajaran Islam dan menjadi pemeluk Islam. Daripada wanita Islam yang kecewa dengan ajaran agamanya dan menjadi murtad.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-13 10:40
~
Saudara Jinggo,

Bila memang wanita Muslim bangga dan nyaman dengan ajaran Islam tentang wanita, tentu dalam kehidupan sehari-hari kita tidak akan melihat ketika seorang wanita Muslim menolak suaminya berpoligami.

Penolakan seorang isteri untuk dipoligami, menurut kami adalah salah satu bentuk reaksi dari wanita Muslim yang tidak nyaman dengan ajaran Islam dalam memperlakukan wanita.

Saudara dapat membaca pada link ini: http://tinyurl.com/c39gksp apa yang menjadi alasan wanita Muslim meninggalkan agama Islam.
~
SO
# FN FALL 2013-08-13 10:41
*
Selama ini wanita nyaman dengan Islam, karena memang suami-suami dari mereka tidak 100% melakukan apa yang diperintahkan di dalam buku panduan Islam melalui sabda-sabda junjungan nabinya.

Karena Indonesia adalah negara demokrasi bukan negara Islam. Jadi kelakuan-kelaku an yang tidak manusiawi dianggap sebuah kejahatan. Seperti: Perlakuan KDRT terhadap istri dan anak, menikahi gadis di bawah umur, mem-bom, memperkosa sampai membunuh itu dianggap tidak bermoral.

Tapi beda hal di negara-negara Islam seperti: Pakistan, Afganistan, Iran, Irak, dll, itu semua berbanding terbalik yang mengikuti ajaran Islam 100% dan semua hallal selama membawa jubah agama Islam itu sendiri.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-14 17:32
~
Saudara FN Fall, kami setuju dengan komentar saudara. Memang tidak semua pria Muslim setuju dengan poligami. Juga, tidak semua suami Muslim yang mau memukul isterinya atau menikahi gadis di bawah umur.

Tapi, bila kita bicara tentang “ajaran Islam,” poligami, KDRT, menikahi gadis di bawah umur diperbolehkan. Sedangkan menurut kami, seharusnya suami dapat mengasihi dan melindungi isterinya sebagai pendamping yang telah Tuhan berikan kepadanya.

Hal itulah yang kami coba jabarkan di artikel di atas. Dan menurut kami, seorang suami harus mengasihi isterinya, bukan menyakitinya. “Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia” (Injil, Surat Kolose 3:19).
~
SO
# joy 2013-08-13 11:40
*
Saya pengikut Yesus, hanya ingin bertanya, Nabi Muhammad mempunyai 4 isteri dengan alasan untuk membantu. Apakah hanya karena alasan itu, maka sekarang diperbolehkan orang Islam berpoligami?
# Staff Isa dan Islam 2014-07-22 09:20
~
Saudara Joy,

Kalau kita hanya merasa belas kasihan atas penderitaan seseorang, atau sebaliknya kita perlu pertolongan seseorang , tentunya kita tidak harus kawin dengan orang tersebut, bukan?

Dalam Alkitab, Allah mengajarkan agar umat-Nya memiliki standard hidup dan kekudusan hidup nikah yang tinggi.

"TUHAN telah menjadi saksi antara engkau dan isteri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia, padahal dialah teman sekutumu dan isteri seperjanjianmu, …Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya" (Kitab Nabi Maleakhi 2:14-15).
~
Slamet
# abdul 2013-08-13 11:55
*
Enak jadi Muslim, bisa mempunyai isteri 4, lalu banyak amal sholeh. Dan ketika masuk sorga, bisa menikmati banyak bidadari.

Tapi apa bisa ya menjalani punya isteri banyak? Punya istri satu anak 2 saja masalahnya banyak, apalagi istri 4 anak 8. Berarti harus kaya/banyak duit dulu mungkin?
# Staff Isa dan Islam 2014-07-22 09:30
~
Saudara Abdul,

Allah menuntut agar kita tidak menuruti hawa nafsu. Dia menghendaki kita mempunyai kesucian dalam pernikahan.

"Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu" (Injil, Surat 1 Petrus 1:14).
~
Slamet
# Mirda 2013-08-13 13:40
*
Pengertian ayat tersebut bukan merendahkan derajat kaum wanita. Kewajiban seorang wanita Muslim adalah taat kepada suami. Dengan begitu mereka akan ditinggikan derajatnya oleh Allah.

Dalam Al-Quran, kewajiban suami adalah memberi nafkah kepada anak dan istrinya. Kewajiban istri adalah taat kepada suami.

Berapa banyak wanita saat ini, yang dengan alasan emansipasi atau persamaan derajat menjadi lupa akan kewajibannya sebagai istri. Derajat seorang wanita ditinggikan bukan karena dia bisa mencari nafkah dll. Tetapi karena berbakti kepada suami sesuai perintah Allah.

Justru saat ini banyak wanita yang tidak taat kepada suami karena merasa sudah mampu mencari nafkah sendiri.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-14 17:33
~
Saudara Mirda,

Kami setuju dengan pendapat saudara, sebagai seorang isteri adalah kewajiban kita untuk taat kepada suami. “Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan” (Injil, Surat Kolose 3:18).

Namun, ketika seorang isteri taat kepada suaminya, bukan berarti suami dapat memperlakukan seenak mereka, termasuk memukul si isteri, bukan?

Yang kami maksud “derajat wanita direndahkan” pada artikel di atas adalah, ketika “wahyu” Allah mengijinkan seorang suami memperlakukan isterinya dengan semena-mena. Juga, ketika seorang suami diperbolehkan mengganti isterinya dengan isteri-isteri lain. Apakah menurut saudara isteri sebuah barang yang dapat diganti dengan barang lain ketika suami tidak lagi menginginkannya?

Bila saudara bicara tentang emansipasi, menurut kami emansipasi ini sudah terjadi sebelum Muhammad menjadi nabi bahkan sebelum dia lahir. Contohnya isteri pertama Muhammad, Khadijah. Dia telah menjadi seorang wanita karir sebelum menikah dengan Muhammad, bahkan Muhammad adalah salah satu karyawannya.

Jadi, dalam hal “diskriminasi” wanita ini, kami kurang setuju bila saudara mengatakan penyebabnya karena wanita menuntut emansipasi. Tetapi lebih kepada, karena memang demikianlah yang diajarkan Al-Quran tentang pernikahan.
~
SO
# jinggo 2013-08-13 20:09
*
To: Admin,

Okelah mungkin dalam agama Islam ada beberapa ayat yang terkesan mendiskriminasi kan wanita, tapi ada juga ayat yang memang untuk melindungi wanita itu sendiri. Contohnya dalam hal menutup aurat.

Islam tegas dalam hal ini, mana yang ditutupi. Coba dengan ajaran Kristen, hanya dikatakan berpakaian sopan. Pada hal sopan itu relatif, bahkan trend di beberapa gereja sekalipun ada wanita yang menggunakan rok mini, atau belahan dadanya nampak. Dan pendeta di gereja itu sepertinya menanggapinya biasa saja. Mungkin karena tidak ada ayat di Alkitab yang bisa digunakan untuk menegur itu.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-14 17:34
~
Saudara Jinggo, sebelum kami menanggapi komentar saudara selanjutnya, kami ingin menegaskan, berarti saudara setuju bahwa agama Islam mendiskriminasi wanita, bukan?

Perihal berbusana, dalam kehidupan sehari-hari apakah semua wanita Muslim menutup auratnya? Menurut kami tidak! Bahkan tidak sedikit wanita Muslim yang menggunakan rok mini dan pakaian yang mini. Juga ada wanita berjilbab hamil di luar nikah.

Dengan kata lain, pakaian tidak menjadi satu patokan apakah orang tersebut beriman atau tidak. Kesolehan seorang wanita tidak terletak pada jilbab yang digunakannya.

Memang dalam Alkitab tidak ada ayat yang mengatur tata cara berpakaian. Karena berpakaian adalah kebutuhan lahiriah dan sifatnya relatif. Itu sebabnya tidak semua orang yang melihat wanita menggunakan rok mini melihatnya sebagai pakaian yang seksi. Semua tergantung bagaimana saudara mendefinisikan pakaian tersebut.

Lalu wanita sholehah seperti apakah yang Allah kehendaki? Simaklah ayat dalam Injil, Surat 1 Petrus 3:4-5, “Tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah . . . . . menaruh pengharapannya kepada Allah. . . .”
~
SO
# tubagus 2013-08-13 21:52
*
Justru di dalam Islam wanita itu berlian. Aurat harus ditutup. Kalau berlian sudah rusak pasti jatuh harganya, mungkin itu yang bisa saya jabarkan.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-14 17:35
~
Saudara Tubagus,

Menurut kami wanita bukan berlian. Harga wanita tidak sama dengan harga sebuah berlian. Wanita tidak dapat dihargai dengan apapun.

Katakanlah ada wanita yang jatuh dalam dosa perzinahan. Dapatkah saudara mengatakan bahwa harga wanita tersebut sudah jatuh? Bagaimana dengan saudara? Apakah saudara adalah orang suci dan tidak pernah melakukan dosa sama sekali?

Setiap manusia mempunyai dosa. Yang membedakan adalah dosa yang mereka lakukan. Tetapi di mata Allah, semua dosa itu sama. Bila Allah saja tidak pernah menjatuhkan harga seorang wanita, siapakah saudara sehingga berani menurunkan harga dari seorang wanita?

“Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus” (Injil, Surat Galatia 3:28).
~
SO
Video Isa Dan Islam

Click gambar di atas untuk video-video terbaru kami

www.videoisadanislam.com

isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer