Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter

Derajat Wanita Bagaimanakah Diangkat Muhammad?

adil-pria-wanitaDalam situs ini sudah cukup banyak artikel yang membahas tentang diskriminasi yang dialami wanita Muslim. Sayangnya, hampir seluruh umat Muslim (khususnya kaum pria) menolak. Menurut mereka apa yang dilakukan Muhammad justru mengangkat derajat wanita. Benarkah demikian?

Pandangan Allah Terhadap Wanita di Al-Quran

Mari kita lihat bagaimana Allah dalam Al-Quran menempatkan wanita. Siapa-siapa wanita yang dimunculkan Allah dalam wahyu-Nya di Al-Quran. Dengan mengetahui ini, berharap kita dapat melihat wanita mana yang disebut-sebut sebagai sosok teladan yang ditinggikan Allah.

Bila saudara seorang Muslim, mungkin akan sedikit kecewa. Karena hanya satu wanita disebut dalam Al-Quran. Yaitu Maryam, ibunda Isa Al-Masih. Namanya disebut sampai 34 kali!

Bagaimana nama Siti Aminah, ibunda dari Muhammad? Juga nama Khadijah yang disebut mayoritas Muslim sebagai sosok yang lebih besar kemuliaannya ketimbang Maryam? Nama mereka tidak dimunculkan sama sekali dalam Al-Quran.

Al-Quran Menempatkan Wanita di Bawah Kaki Pria

Mengapa Allah Islam tidak menempatkan wanita sejajar dengan pria? Apakah karena pria pemimpin sehingga wanita di bawah kaki pria?

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. . . . Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka” (Qs.4:34).

Ayat Lain Al-Quran yang Merendahkan Wanita

Bagaimana Al-Quran menilai wanita? Kita dapat merenungkan apakah benar ayat-ayat ini datang dari Allah sendiri: Qs 4:32 dan 38:44 mengizinkan pemukulan istri; Qs 2:228 dan 24:31 yang meletakkan wanita dibawah pria. Qs 5:6 yang menganggap wanita itu najis dalam kaitan salatnya pria; Qs 4:24 dan 33:52 yang melecehi budak wanita.

Hadis-hadis Juga Merendahkan Wanita

Terdapat juga hadis yang merendahkan martabat wanita. Hadist Bukhari 6/301 meriwayatkan alasan mengapa wanita lebih banyak di neraka, yaitu karena kurang otak dan agamanya. Hadist ini menegaskan wanita sebagai penghuni mayoritas neraka. HSB 62:81 meriwayatkan hal terpenting yang dibawa wanita ke dalam pernikahan adalah apa yang ada di antara kedua kakinya!

HSB 62:58 menjelaskan betapa wanita-wanita yang disodorkan kepadanya, apabila dia (Muhammad) tidak berkenan maka dihadiahkan kepada pria lainnya! Hadis Muslim 4:1039 meriwayatkan Aisha berkata kepada Muhammad, “Engkau telah menyamakan kami dengan anjing dan keledai.”

Jadi, benarkah Muhammad membawa pembaharuan martabat wanita ketimbang jaman Jahiliah?

Wanita Masa Pra-Islam Arab

Hal-hal penting apakah yang dilakukan Muhammad dan Islam dalam meningkatkan status wanita? Apakah cocok dengan klaim para apologet Muslim? Untuk mengentahuinya, kita perlu melihat sumber sejarah yang menggambarkan kehidupan di seputar masa Muhammad.

Ada dua sejarawan Islam, Ibn Ishaq (ahli sejarah Arab pertama yang mengarang biografi Muhammad. Hidup antara 704-774 SM) dan al-Tabari yang melukiskan pelbagai peristiwa tentang kehidupan wanita di Arab sebelum Islam. Menurut Sirat Rasul Allah oleh Ibn Ishaq, yang diterjemahkan oleh Muhammad b. Yasr, ada begitu banyak suku-suku yang mendiami Arabia sebelum keberadaan Muhammad.

Suku-suku ini mempunyai tabiat dan budaya yang berbeda-beda. Di beberapa suku, wanita mempunyai kedudukan yang rendah. Di suku-suku lain, para wanitanya menikmati banyak kebebasan dan kemandirian. Kebebasan ini justru kemudian dikekang oleh pemberlakuan hukum-hukum Islam yang ditegakkan oleh Muhammad.

Wanita-wanita Berkuasa di Zaman Pra-Islam

Berikut adalah contoh wanita-wanita yang “berkuasa” pada zaman pra-Islam, yang ditulis oleh Ibn Ishaq dalam bukunya.

1.Seorang wanita bernama Salma d. ’Amr, disebutkan mempunyai kedudukan tinggi di antarakaumnya. Ketika akan menikah dia mengajukan syarat, untuk tetap mempertahankan kontrol atas pekerjaan dan urusannya (halaman 59).

2.Seorang wanita melamar untuk menikah dengan Abdullah. Dia memberikan unta-unta sebagai mas kawin jika Abdullah mau menikahinya (halaman 68). Bila wanita-wanita pra-Islam hanya sebagai budak tanpa hak (tidak mandiri) tidak mungkin mereka memiliki unta-unta. Merekapun tidak diijinkan melamar pria untuk pernikahannya.

3.Khadijah, isteri pertama Muhammad. Khadijah adalah seorang pedagang kaya yang mempekerjakan sejumlah orang pria. Muhammad sendiri mulai bekerja padanya sebagai karyawan. Bukankah akhirnya Khadijah yang melamar untuk menikahi Muhammad?

Kita dapat mencatat setidaknya ada empat kemartabatan yang dimiliki Khadijah di atas wanita Islamis Sharia: (1) Seorang wanita pedagang besar, (2) Memimpin sejumlah pegawai bawahan, (3) Melamar pria (Muhammad) yang inginkannya untuk menikahinya, (4) Dia adalah satu- satunya isteri Muhammad hingga dia meninggal.

Berdasarkan empat contoh di atas, dapatkah kita mengambil kesimpulan, Islam tidak meningkatkan martabat wanita di tanah Arab?

Reformasi Isa Al-Masih Tentang Wanita

Para pengikut Isa Al-Masih percaya akan model pembaharuan yang diserukan-Nya. Keteladanan-Nya senyawa dengan apa yang diperkatakan-Nya.

Ia memberi perhatian dan waktu khusus untuk mengajari Maria (bukan ibu-Nya), “Maria duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya.”

Kepada Marta, saudara Maria, Ia mengajar sekaligus menegur: ”Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya” (Injil, Rasul Lukas 10:38-42).

Penghormatan Yesus juga didemonstrasikan kepada seorang wanita berdosa Ia datang kepada-Nya untuk mendapatkan belas kasih-Nya. Dan Dia mendapatkannya dengan cuma-cuma (Injil, Rasul Lukas 7:36-39).

Nilai Kesaksian Wanita

Setelah kebangkitan-Nya, Yesus justru menyatakan diri terlebih dulu kepada murid-murid wanita-Nya. Mereka orang pertama di antara semua murid-Nya yang menjadi saksi atas kebangkitan-Nya (Injil, Rasul Besar Matius 28:8-10).

Artinya, nilai kesaksian wanita diangkat dan dihargai Yesus sama dengan pria. Kemartabatan mereka sama dengan kaum pria, tidak menjadi separuh kesaksian pria. Inilah bukti bahwa Yesus menempatkan pria-wanita adalah satu. “Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus” (Injil, Surat Galatia 3:28).

Pria dan Wanita Mendapat Hak Sama Tentang Keselamatan

Yesus tidak hanya mereformasi hak-hak wanita secara jasmani. Dalam hal keselamatan, Yesus juga memberi kesempatan yang sama kepada pria dan wanita. Yesus rindu, melalui jaminan keselamatan yang dibawa-Nya, sorga Allah akan ditempati oleh pria dan wanita.

Suatu hari Yesus berkata kepada seorang wanita Samaria. Suku yang tidak bersahabat dengan bani Israel, “Tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal" (Injil, Rasul Besar Yohanes 4:14).

Melalui keselamatan yang dibawa-Nya, Yesus telah mematahkan penghalang rasial dan kultural. Kepada wanita Samaria tersebut, Dia menunjukkan identitas-Nya yang sesungguhnya sebagai Mesias. Juga Dia telah memberikan satu hidup kekal kepada wanita tersebut.

Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI mengharapkan komentar dari para pembaca. Kiranya komentar yang diberikan hanya menanggapi salah satu pertanyaan berikut ini:

1.Dari penjelasan di atas, derajat wanita yang bagaimanakah yang sudah diangkat oleh Islam dan Al-Quran?

2.Mengapa Allah Islam enggan mensejejerkan wanita dengan laki-laki dalam Al-Quran?

3.Menurut saudara, dalam hal keselamatan akhirat, apakah pria dan wanita boleh mendapatkan kesempatan yang sama? Sebutkan alasan saudara!

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus. Untuk komentar atau pertanyaan yang berbeda, silakan kirim lewat email ke staf kami di:Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya..

Demikian, kami harap diskusi kita akan menjadi semakin terarah dan tidak keluar dari topik artikel.

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Add comment

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Komentar hanya diperbolehkan menjawab salah satu dari 3 pertanyaan fokus yang dimuat di bagian akhir artikel. Kecuali beberapa artikel yang tidak memuat 3 pertanyaan fokus.
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments  

# Yohanes 2013-08-12 10:09
*
Salam,

Kenapa dewasa ini kita semakin tahu akan keajaiban Allah, bahwa Dia telah berjanji akan menjaga firman-Nya di dalam Kitab Suci (Alkitab) dan itu benar-benar terjadi. Bagaimanapun Al-Quran membantah keras akan kebenaran Alkitab, tetapi semua yang terucap hanya orang-orang yang telah difirmankan oleh-Nya di dalam Alkitab.

Kenapa Maryam (Maria) Ibu Isa Al-Masih yang tertulis, bukan Khadijah yang dianggap lebih mulya atau Siti Aminah? Itu karena Allah telah memilih Maryam (Maria) sebagai Bunda Suci yang diberkati Allah. Dan apa yang telah difirmankan-Nya tidak bisa dibatalkan oleh siapapun dan apapun itu.

Emansipasi Isa Al-Masih adalah teladan bagi kita, karena kita juga memiliki seorang ibu, bukankah surga ada di telapak kaki ibu? Bagaimana perasaan kita apabila ibu kita atau saudara perempuan kita mengalami penindasan, KDRT, atau direndahkan?
# Staff Isa dan Islam 2013-08-13 10:39
~
Salam Sdr. Yohanes,

Kami setuju dengan pernyataan saudara. Sebagaimana Kitab Suci Allah menyatakan bahwa pria dan wanita dipandang-Nya setara. Hal ini dapat kita lihat bagaimana Isa Al-Masih juga memberikan keselamatan yang dibawa-Nya bagi wanita Samaria. Suku yang tidak bersahabat dengan bangsa Israel.

Disamping itu, Allah juga berkenan menuliskan nama wanita-wanita dalam kitab suci-Nya. Allah tidak menolak untuk mensejejerkan nama para nabi-Nya bersama nama isteri-isteri mereka. Inilah bukti, bahwa Allah tidak pernah membedakan antara pria dan wanita.
~
SO
# lucky 2013-08-12 22:50
*
Nabi Muhammad bersabda “la tadhribuu imaalah.” Artinya “jangan kalian pukul kaum perempuan.” Dalam hadits lainnya Nabi Muhammad juga menjelaskan “bahwa sebaik-baik lelaki atau suami adalah yang berbuat baik pada isterinya.”

Memang di dalam Al-Quran ada sebuah ayat yang memperbolehkan suami memukul isterinya. Tetapi harus diperhatikan dengan seksama, alasan apa yang melatar-belakan gi suami boleh memukul isterinya. Isteri yang bagaimana? Dalam situasi seperti apa? Tujuannya untuk apa? Dan cara memukulnya bagaimana?

Isteri yang nusyuz adalah isteri yang tidak lagi menghormati, mencintai, menjaga dan memuliakan suaminya. Isteri yang sudah tidak lagi komitmen pada ikatan suci pernikahan. Misalnya, isteri selingkuh dengan pria lain.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-13 10:40
~
Terimakasih Sdr. Lucky untuk penjelasan saudara di atas. Menurut kami, apapun itu alasannya seorang suami tidak berhak memukul isterinya.

Sebuah permasalahan tidak akan dapat diselesaikan melalui kekerasan. Bila memang suami bertujuan untuk mendidik isterinya, bukankah lebih baik dinasehati dengan cara baik-baik tanpa harus melakukan kekerasan? Sebab isteri adalah seorang manusia, mempunyai perasaan, dan pikiran.

Berbeda halnya bila kita sedang mendidik hewan peliharaan. Memang terkadang kita mendidiknya dengan cara dipukul, sebab hanya dengan cara itulah mereka mengerti.

Dalam sebuah rumah tangga pasti akan ada masalah. Baik itu masalah besar ataupun kecil. Satu hal yang pasti, setiap masalah ini ada penyebab dan jalan keluarnya. Ketika suami dan isteri dapat saling mengasihi, kami percaya mereka dapat duduk bersama mencari penyebab masalah tersebut, dan mencari jalan keluar.

Renungkanlah firman Allah ini, “Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia” (Injil, Surat Kolose 3:19) Dengan menanamkan wahyu Allah ini dalam hati setiap suami, kami percaya tidak akan ada suami yang tega untuk memukul isterinya.
~
SO
# Eagle John Huang 2013-08-13 02:46
*
To: Lucky,

“Istri yang nusyuz adalah istri yang tidak lagi menghormati, mencintai, ………”

Bagaimana bila suami yang nusyuz, apakah aturannya tidak diskriminasi ? Mengapa arahnya harus dari isteri yang harus menghormati, harus mencinta, tetapi suami sama sekali tidak ada tuntutan yang sama?
# Staff Isa dan Islam 2014-07-22 08:35
~
Saudara Eagle John Huang,

Dalam pemandangan Allah suami dan isteri mempunyai hak dan tanggung jawab yang sama.

Bahkan Allah tidak akan berkenan terhadap suami yang tidak menghormati isterinya.
"Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang" (Injil, Surat 1 Petrus 3:7).
~
Slamet
# jinggo 2013-08-13 05:58
*
Entah kenapa dalam artikel ini kesannya staff tidak melihat fakta di lapangan. Kenyataannya wanita Muslim bangga dan nyaman dengan ajaran Islam tentang bagaimana memperlakukan wanita di Al-Quran dan hadits.

Lebih banyak wanita dari agama lain yang terkesan dengan ajaran Islam dan menjadi pemeluk Islam. Daripada wanita Islam yang kecewa dengan ajaran agamanya dan menjadi murtad.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-13 10:40
~
Saudara Jinggo,

Bila memang wanita Muslim bangga dan nyaman dengan ajaran Islam tentang wanita, tentu dalam kehidupan sehari-hari kita tidak akan melihat ketika seorang wanita Muslim menolak suaminya berpoligami.

Penolakan seorang isteri untuk dipoligami, menurut kami adalah salah satu bentuk reaksi dari wanita Muslim yang tidak nyaman dengan ajaran Islam dalam memperlakukan wanita.

Saudara dapat membaca pada link ini: http://tinyurl.com/c39gksp apa yang menjadi alasan wanita Muslim meninggalkan agama Islam.
~
SO
# FN FALL 2013-08-13 10:41
*
Selama ini wanita nyaman dengan Islam, karena memang suami-suami dari mereka tidak 100% melakukan apa yang diperintahkan di dalam buku panduan Islam melalui sabda-sabda junjungan nabinya.

Karena Indonesia adalah negara demokrasi bukan negara Islam. Jadi kelakuan-kelaku an yang tidak manusiawi dianggap sebuah kejahatan. Seperti: Perlakuan KDRT terhadap istri dan anak, menikahi gadis di bawah umur, mem-bom, memperkosa sampai membunuh itu dianggap tidak bermoral.

Tapi beda hal di negara-negara Islam seperti: Pakistan, Afganistan, Iran, Irak, dll, itu semua berbanding terbalik yang mengikuti ajaran Islam 100% dan semua hallal selama membawa jubah agama Islam itu sendiri.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-14 17:32
~
Saudara FN Fall, kami setuju dengan komentar saudara. Memang tidak semua pria Muslim setuju dengan poligami. Juga, tidak semua suami Muslim yang mau memukul isterinya atau menikahi gadis di bawah umur.

Tapi, bila kita bicara tentang “ajaran Islam,” poligami, KDRT, menikahi gadis di bawah umur diperbolehkan. Sedangkan menurut kami, seharusnya suami dapat mengasihi dan melindungi isterinya sebagai pendamping yang telah Tuhan berikan kepadanya.

Hal itulah yang kami coba jabarkan di artikel di atas. Dan menurut kami, seorang suami harus mengasihi isterinya, bukan menyakitinya. “Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia” (Injil, Surat Kolose 3:19).
~
SO
# joy 2013-08-13 11:40
*
Saya pengikut Yesus, hanya ingin bertanya, Nabi Muhammad mempunyai 4 isteri dengan alasan untuk membantu. Apakah hanya karena alasan itu, maka sekarang diperbolehkan orang Islam berpoligami?
# Staff Isa dan Islam 2014-07-22 09:20
~
Saudara Joy,

Kalau kita hanya merasa belas kasihan atas penderitaan seseorang, atau sebaliknya kita perlu pertolongan seseorang , tentunya kita tidak harus kawin dengan orang tersebut, bukan?

Dalam Alkitab, Allah mengajarkan agar umat-Nya memiliki standard hidup dan kekudusan hidup nikah yang tinggi.

"TUHAN telah menjadi saksi antara engkau dan isteri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia, padahal dialah teman sekutumu dan isteri seperjanjianmu, …Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya" (Kitab Nabi Maleakhi 2:14-15).
~
Slamet
# abdul 2013-08-13 11:55
*
Enak jadi Muslim, bisa mempunyai isteri 4, lalu banyak amal sholeh. Dan ketika masuk sorga, bisa menikmati banyak bidadari.

Tapi apa bisa ya menjalani punya isteri banyak? Punya istri satu anak 2 saja masalahnya banyak, apalagi istri 4 anak 8. Berarti harus kaya/banyak duit dulu mungkin?
# Staff Isa dan Islam 2014-07-22 09:30
~
Saudara Abdul,

Allah menuntut agar kita tidak menuruti hawa nafsu. Dia menghendaki kita mempunyai kesucian dalam pernikahan.

"Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu" (Injil, Surat 1 Petrus 1:14).
~
Slamet
# Mirda 2013-08-13 13:40
*
Pengertian ayat tersebut bukan merendahkan derajat kaum wanita. Kewajiban seorang wanita Muslim adalah taat kepada suami. Dengan begitu mereka akan ditinggikan derajatnya oleh Allah.

Dalam Al-Quran, kewajiban suami adalah memberi nafkah kepada anak dan istrinya. Kewajiban istri adalah taat kepada suami.

Berapa banyak wanita saat ini, yang dengan alasan emansipasi atau persamaan derajat menjadi lupa akan kewajibannya sebagai istri. Derajat seorang wanita ditinggikan bukan karena dia bisa mencari nafkah dll. Tetapi karena berbakti kepada suami sesuai perintah Allah.

Justru saat ini banyak wanita yang tidak taat kepada suami karena merasa sudah mampu mencari nafkah sendiri.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-14 17:33
~
Saudara Mirda,

Kami setuju dengan pendapat saudara, sebagai seorang isteri adalah kewajiban kita untuk taat kepada suami. “Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan” (Injil, Surat Kolose 3:18).

Namun, ketika seorang isteri taat kepada suaminya, bukan berarti suami dapat memperlakukan seenak mereka, termasuk memukul si isteri, bukan?

Yang kami maksud “derajat wanita direndahkan” pada artikel di atas adalah, ketika “wahyu” Allah mengijinkan seorang suami memperlakukan isterinya dengan semena-mena. Juga, ketika seorang suami diperbolehkan mengganti isterinya dengan isteri-isteri lain. Apakah menurut saudara isteri sebuah barang yang dapat diganti dengan barang lain ketika suami tidak lagi menginginkannya?

Bila saudara bicara tentang emansipasi, menurut kami emansipasi ini sudah terjadi sebelum Muhammad menjadi nabi bahkan sebelum dia lahir. Contohnya isteri pertama Muhammad, Khadijah. Dia telah menjadi seorang wanita karir sebelum menikah dengan Muhammad, bahkan Muhammad adalah salah satu karyawannya.

Jadi, dalam hal “diskriminasi” wanita ini, kami kurang setuju bila saudara mengatakan penyebabnya karena wanita menuntut emansipasi. Tetapi lebih kepada, karena memang demikianlah yang diajarkan Al-Quran tentang pernikahan.
~
SO
# jinggo 2013-08-13 20:09
*
To: Admin,

Okelah mungkin dalam agama Islam ada beberapa ayat yang terkesan mendiskriminasi kan wanita, tapi ada juga ayat yang memang untuk melindungi wanita itu sendiri. Contohnya dalam hal menutup aurat.

Islam tegas dalam hal ini, mana yang ditutupi. Coba dengan ajaran Kristen, hanya dikatakan berpakaian sopan. Pada hal sopan itu relatif, bahkan trend di beberapa gereja sekalipun ada wanita yang menggunakan rok mini, atau belahan dadanya nampak. Dan pendeta di gereja itu sepertinya menanggapinya biasa saja. Mungkin karena tidak ada ayat di Alkitab yang bisa digunakan untuk menegur itu.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-14 17:34
~
Saudara Jinggo, sebelum kami menanggapi komentar saudara selanjutnya, kami ingin menegaskan, berarti saudara setuju bahwa agama Islam mendiskriminasi wanita, bukan?

Perihal berbusana, dalam kehidupan sehari-hari apakah semua wanita Muslim menutup auratnya? Menurut kami tidak! Bahkan tidak sedikit wanita Muslim yang menggunakan rok mini dan pakaian yang mini. Juga ada wanita berjilbab hamil di luar nikah.

Dengan kata lain, pakaian tidak menjadi satu patokan apakah orang tersebut beriman atau tidak. Kesolehan seorang wanita tidak terletak pada jilbab yang digunakannya.

Memang dalam Alkitab tidak ada ayat yang mengatur tata cara berpakaian. Karena berpakaian adalah kebutuhan lahiriah dan sifatnya relatif. Itu sebabnya tidak semua orang yang melihat wanita menggunakan rok mini melihatnya sebagai pakaian yang seksi. Semua tergantung bagaimana saudara mendefinisikan pakaian tersebut.

Lalu wanita sholehah seperti apakah yang Allah kehendaki? Simaklah ayat dalam Injil, Surat 1 Petrus 3:4-5, “Tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah . . . . . menaruh pengharapannya kepada Allah. . . .”
~
SO
# tubagus 2013-08-13 21:52
*
Justru di dalam Islam wanita itu berlian. Aurat harus ditutup. Kalau berlian sudah rusak pasti jatuh harganya, mungkin itu yang bisa saya jabarkan.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-14 17:35
~
Saudara Tubagus,

Menurut kami wanita bukan berlian. Harga wanita tidak sama dengan harga sebuah berlian. Wanita tidak dapat dihargai dengan apapun.

Katakanlah ada wanita yang jatuh dalam dosa perzinahan. Dapatkah saudara mengatakan bahwa harga wanita tersebut sudah jatuh? Bagaimana dengan saudara? Apakah saudara adalah orang suci dan tidak pernah melakukan dosa sama sekali?

Setiap manusia mempunyai dosa. Yang membedakan adalah dosa yang mereka lakukan. Tetapi di mata Allah, semua dosa itu sama. Bila Allah saja tidak pernah menjatuhkan harga seorang wanita, siapakah saudara sehingga berani menurunkan harga dari seorang wanita?

“Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus” (Injil, Surat Galatia 3:28).
~
SO
# Mirda 2013-08-14 17:07
*
Sebagai Muslimah yang bangga sebagai wanita Muslim. Pertama dari harta warisan yang dibagi orang tua memang lebih kecil dibanding saudara laki-laki. Tetapi wanita tidak wajib membagi kepada suami dan anaknya. Berbeda dengan laki-laki yang berkewajiban untuk tetap memelihara orangtua, wajib membagi dengan anak istrinya.

Kedua, ketika mulai berjilbab saya merasakan kenyamanan dibanding dengan sewaktu dulu saya belum berhijab, saya jalan dimana bahkan di luar negeri rasanya aman, dan dihormati.

Ketiga, ketika berkeluarga saya memutuskan untuk berhenti kerja dari BUMN yang memberikan gaji besar, suami saya memberi kebebasan untuk itu, tetapi saya ingin mengabdi kepada keluarga dibanding mengabdi kepada perusahaan yang tidak akan menjamin akhirat saya. Sebagai seorang Ibu, dalam Islam, anak-anak diperintahkan untuk taat 3 kali kepada saya ibunya daripada bapaknya yang sudah mencari nafkah, bukan main begitu dimuliakan seorang wanita dalam Islam.

Dalam Islam wanita diberi keistimewaan, mereka diperbolehkan untuk memasuki pintu surga melalui pintu mana pun yang ia sukai. Cukup melalui 4 syarat: Sholat 5 waktu, puasa Ramadhan, taat suaminya dan menjaga kehormatannya (riwayat Ahmad dan Thabrani).

Admin dalam menyajikan didahului dengan artikel yang menyesatkan, seandainya admin langsung pada pertanyaan tentulah lebih arif dan bijaksana kami menilainya.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-15 13:29
~
Saudara Mirda, terimakasih untuk kisah saudara di atas.

Dari komentar pertama saudara, saudara selalu berkata artikel di atas menyesatkan. Dapatkah saudara menjelaskan tulisan manakah yang menyesat itu? Harap saudara dapat menunjukkan secara spesifik, sehingga kami dan pembaca lain mengetahuinya.

Benarkah wanita Muslim dapat masuk sorga melalui pintu manapun yang dia sukai? Bila memang hal itu benar, silakan saudara memberikan ayat Al-Quran yang menjelaskan hal yang demikian.
~
SO
# Staff Isa dan Islam 2013-08-14 17:36
*
Kiranya komentar yang diberikan hanya menanggapi salah satu pertanyaan berikut ini:

1. Dari penjelasan di atas, derajat wanita yang bagaimanakah yang sudah diangkat oleh Islam dan Al-Quran?

2. Mengapa Allah Islam enggan mensejejerkan wanita dengan laki-laki dalam Al-Quran?

3. Menurut saudara, dalam hal keselamatan akhirat, apakah pria dan wanita boleh mendapatkan kesempatan yang sama? Sebutkan alasan saudara!

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk komentar atau pertanyaan yang berbeda, silakan kirim lewat email ke staf kami di: .

Demikian, kami harap diskusi kita akan menjadi semakin terarah dan tidak keluar dari topik artikel.
~
SO
# petruk 2013-08-14 17:59
*
Saya mau nanya, apa benar, bahwa Yesus cinta sama pelacur?
# Staff Isa dan Islam 2013-08-15 13:27
~
Saudara Petruk,

Kata “cinta” mempunyai banyak makna. Cinta terhadap sahabat, lawan jenis, harta benda dll.

Dalam Alkitab memang dijelaskan satu pertemuan antara Yesus dengan seorang wanita pelacur. Dijelaskan, suatu hari para ahli Taurat dan orang Farisi membawa seorang wanita yang kedapatan berzinah. Mereka meminta agar Yesus menghukum wanita tersebut dengan hukuman rajam, yaitu dilempar batu sampai mati.

Yesus tidak menanggapi permintaan mereka, sebaliknya Dia berkata, "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu" (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:7). Apa yang terjadi? Tidak seorangpun yang berani melempar. Artinya, para ahli Taurat dan orang Farisi itu menyadari bahwa mereka sama berdosanya dengan wanita tersebut.

Yesus pun berkata pada wanita itu, "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang" (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:11).

Apa yang dilakukan Yesus terhadap wanita itu, bukan karena Dia mencintai wanita itu layaknya pria mencintai wanita. Tetapi Yesus mengasihi wanita tersebut, dan Dia tahu bahwa wanita itu memerlukan pengampunan dan keselamatan.

Inilah bukti bahwa Yesus tidak pernah membedakan pria dan wanita, bahkan wanita pelacur.
~
SO
# herdy 2013-08-14 19:42
*
Terimakasih IDI telah memberi pencerahan yang banyak sekali sehingga saya makin mantab di Kekristenan saya.

Dan satu hal, kalau di Indonesia ada pepatah "Surga berada di telapak kaki ibu" apakah itu ajaran Islam?
# Staff Isa dan Islam 2013-08-15 13:27
~
Saudara Herdy,

Terimakasih untuk apresiasi yang saudara berikan terhadap situs kami. Kami sungguh senang bila situs ini dapat menjadi satu pencerahan dan menguatkan iman saudara.

Mengenai pertanyaan saudara di atas, pepatah “surga berada di telapak kaki ibu" merupakan sebuah ungkapan, yang juga sering dikutip umat Muslim sebagai rasa hormat mereka terhadap wanita/ibu yang sudah melahirkan mereka.

Ungkapan ini sudah ada jauh sebelum Islam masuk ke Indonesia. Jadi menurut kami pepatah ini bukan ajaran Islam, walaupun mungkin Islam mengajarkan bahwa seorang anak harus berbakti/mengho rmati ibunya.

Sebagaimana ajaran yang demikian juga diajarkan dalam Injil. “Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan” (Injil, Surat Kolose 3:20).
~
SO
# Mirda 2013-08-14 20:21
*
Berpoligami bukanlah kewajiban, tapi dibolehkan. Jika sekiranya kamu tidak bisa berlaku adil kawinlah seorang saja, itu lebih baik.

Segala sesuatu yang ada dalam Al-Quran tentulah ada maksudnya. Poligami adalah solusi untuk menyalurkan hasrat laki-laki yang umumnya lebih besar dan waktunya panjang sampai uzur, daripada berzinah. Sementara wanita dimasa menopause sudah tidak menginkan hasrat tsb. Memukul istri adalah bentuk pengajaran yang baik, dan untuk itu bukan asal memukul, sesuai apa yang terkandung dalam Al-Quran.

Saya sebagai wanita setuju poligami sepanjang itu untuk kebaikan, dan memukul jika suami sudah mengajarkan yang baik tetapi istrinya membangkang setelah dinasehati, apalagi istri yang berbuat maksiat. Zaman sekarang hal tersebut banyak terjadi. Toh walaupun dalam Injil tidak mengajar demikian banyak pria Kristen yang punya istri simpanan dan memukul istrinya. Islam lebih logis.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-15 13:28
~
Saudara Mirda,

Pertama, kami tidak pernah mengatakan Islam mewajibkan poligami. Kami hanya mempertanyakan mengapa Islam memperbolehkan poligami? Sementara perkawinan pertama yang Allah ciptakan adalah monogami. Allah hanya menciptakan satu wanita bagi Adam.

Kedua, bila memang hanya seorang Muslim yang dapat berlaku adil yang boleh poligami, maka poligami tidak akan pernah terjadi. Demikian juga dengan Muhammad, dia tidak akan pernah berpoligami. Sebab dari buku yang menjelaskan tentang riwayat Nabi Muhammad yang kami baca, di sana dijelaskan bahwa Muhammad lebih menyayangi Aisyah dibanding isteri-isteriny a yang lain.

Bila Nabi Muhammad saja tidak dapat berlaku adil, mungkinkah pria Muslim lainnya dapat melebihi Muhammad dan dapat berlaku adil?

Sungguh tidak masuk akal ketika saudara berkata, poligami solusi mengatasi hasrat pria yang lebih tinggi, daripada berzinah. Apakah menurut saudara tujuan dari pernikahan hanya sekedar menghalalkan seks?
~
SO
# Praditya 2013-08-14 20:57
*
Dari puluhan kesaksian keluarga Kristen yang saya baca, meski sang istri berzinah, memukul anak-anak, menghambur-hamb urkan uang suami (atau sebaliknya), semua yang mereka lakukan bukan dengan kekerasan. Tapi menyerahkan sama Tuhan dengan berdoa.

Tuhanlah yang memiliki jalan keluar dan maha mengubah segalanya, termasuk sikap dan sifat manusia. Dan akhirnya mereka rukun lagi tanpa harus talak. Jadi, bila doa mampu memberikan jalan keluar yang baik di setiap masalah, mengapa harus dengan kekerasan?
# Staff Isa dan Islam 2013-08-15 13:28
~
Saudara Praditya,

Kami setuju dengan pendapat saudara. Tidak semua masalah dapat diselesaikan dengan kekerasan. Mengundang Tuhan untuk campur-tangan dalam menangani masalah adalah jauh lebih baik, daripada menyelesaikan masalah tersebut dengan kekerasan.

Terimakasih atas penjelasan saudara.
~
SO
# Jaga 2013-08-14 23:09
*
Islam memberikan jalan keluar atas semua yang dipertanyakan manusia. Sesungguhnya wanita itu mulia, bagi orang-orang yang mengetahui. Dalam Islam ditegaskan bahwa surga dibawah telapak kaki Ibu.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-15 13:29
~
Saudara Jaga,

Bila memang Islam memberikan jalan keluar atas semua pertanyaan manusia, kiranya saudara dapat menjawab pertanyaan kami dibawah ini sesuai dengan pengajaran yang diberikan Islam:

1. Dari penjelasan di atas, derajat wanita yang bagaimanakah yang sudah diangkat oleh Islam dan Al-Quran?

2. Mengapa Allah Islam enggan mensejajarkan wanita dengan laki-laki dalam Al-Quran?

3. Menurut saudara, dalam hal keselamatan akhirat, apakah pria dan wanita boleh mendapatkan kesempatan yang sama? Sebutkan alasan saudara!
~
SO
# dodik 2013-08-14 23:17
*
Staf Isa dan Islam,

Saya persilakan baca ayat di Alkitab yang sangat merendahkan wanita:

Injil, Surat Korintus 14:34, perempuan tidak punya hak bicara dan tidak boleh memimpin.

Taurat, Kitab Imamat 15:19 - 30, Wanita haid harus diasingkan dan dia najis kalau disentuh,semua yang diduduki dan ditiduri wanita haid adalah najis, dan haid adalah dosa jadi harus mempersembahkan korban!

Injil, Surat Efesus 5:22-24, Isteri harus tunduk kepada suaminya seperti kepada Tuhan!

Injil, Surat 1 Korintus 11:3-9, Harkat laki-laki di mata Tuhan berada di atas perempuan.

Taurat, Kitab Kejadian 3:16, Perempuan di kutuk Tuhan

Taurat, Kitab Ulangan 22:13-30, Wanita harus membuktikan keperawanan saat dituduh zina, kalau tidak perawan (dengan alasan apapun) harus dihukum mati, kalau diperkosa harus nikah dengan pemerkosanya.

Banyak sekali yang lain, jadi saya pikir anda salah mempermasalahka n ayat Al-Quran tentang wanita karena anda menafsirkan keliru. Justru ayat di Alkitab yang sangat merendahkan wanita.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-20 11:48
~
Saudara Dodik,

Ayat-ayat yang saudara kutip adalah aturan atau ketentuan bagi kehidupan wanita. Ada juga ayat-ayat yang mengatur ketentuan bagi kehidupan pria. Aturan-aturan tersebut bukan bertujuan untuk memposisikan wanita lebih rendah dan pria lebih tinggi. Ayat-ayat tersebut justru menolong para wanita mengetahui peran atau fungsinya sebagai wanita di dalam kehidupan sosial dan spiritualnya.

Sayang sekali isi yang sebenarnya dari ayat-ayat tersebut tidak saudara kutip apa adanya, tetapi malahan saudara gantikan dengan penafsiran saudara yang tidak tepat.

Saudara mengira kami yang salah tafsir. Mari kita buktikan dalam realitas. Di negara-negara Islam dan di negara kita ini wanita diperlakukan tidak sewajarnya.

Prinsip Alkitab pria dan wanita sama di mata Allah. Memang ada perbedaan peran agar mereka saling melengkapi. Perbedaan itulah tanda keserasian pria dan wanita. Namun Allah bukan menilai berdasarkan perbedaan gender melainkan iman.
~
NN
# Harry 2013-08-15 00:55
****
1. Saya tidak paham mengenai derajat wanita yang bagaimana yang sudah diangkat Islam. Namun, mungkin saja kondisi yang diajarkan oleh Al-Quran lebih baik daripada kondisi pada masa Muhammad.

2. Saya juga tidak tahu. Ini adalah doktrin yang diajarkan Islam. Setiap doktrin perlu diteliti dan dirasakan. Pendapat saya, pengajaran seperti ini terkait dengan persepsi sosial-masyarak at yang kelihatannya meninggikan laki-laki, yaitu patriarki.

3. Tentu saja, kesempatan untuk selamat adalah sama setiap orang, tanpa membedakan apapun. Bacalah Taurat Kitab Kejadian 2:8-25. Allah tidak pernah mengatakan laki-laki/perem puan, tetapi manusia yang membedakannya. Perempuan itu pun berasal dari rusuk Adam. Allah tidak mengambil tulang kepala/kaki, tetapi rusuk. Artinya, kesetaraan, bukan ketimpangan.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-15 13:28
*****
Saudara Harry,

Terimakasih atas usaha saudara memberi jawaban sesuai dengan pertanyaan yang kami ajukan. Sedikit tanggapan dari kami:

1. Memang mungkin ada hal-hal yang diperbaiki Muhammad, tetapi menurut kami tidak sedikit juga Islam memberi pengajaran yang mendiskriminasi kan wanita. Di antaranya, seperti yang kami uraikan pada artikel di atas.

2. Menurut kami hal ini bukan sekedar persepsi masyarakat saja. Walaupun memang ada suku-suku tertentu yang lebih meninggikan pria dibanding wanita. Namun bila kita kembali melihat pada pengajaran yang diberikan Allah sebelumnya, kita dapat melihat bahwa Allah memandang pria dan wanita setara.

Contoh sederhana mengenai keselamatan akherat. Pada kitab sebelum Al-Quran Allah mengatakan pria dan wanita mempunyai hak yang sama untuk masuk sorga. Tetapi Islam mengajarkan bahwa wanita adalah penghuni neraka. Bukankah pria dan wanita adalah ciptaan Allah, mengapa mereka harus dibedakan?

3. Iya. Kami setuju dengan saudara akan hal ini. Dan memang seharusnya demikian, pria dan wanita mempunyai hak sama untuk mendapatkan keselamatan.
~
SO
# tubagus 2013-08-15 19:48
*
Untuk staf IDI,

Terimakasih atas jawaban dan pertanyaan saudara terhadap saya. Yang namanya manusia sudah pasti pernah melakukan dosa, terkecuali Nabi Muhammad. Karena dia orang yang maksum.

Yang saya maksudkan wanita seperti berlian itu karena selalu terjaga. Pokok pertama dari segi berpakaian itu sudah menunjukan ahlak yang santun, tidak sebaliknya.

Nah sekarang saya mau tanya, yang berjemur di pantai baik pria maupun wanita terus memamerkan aurat itu Muslim apa non-Muslim?
# Staff Isa dan Islam 2013-08-17 21:14
~
Saudara Tubagus,

1. Kata siapa Nabi Muhammad tidak pernah berdosa? “Ya Allah! Ampunilah saya! Kasihanilah saya dan hubungkanlah saya dengan Teman Yang Maha Tinggi …” (Sahih Bukhari Vol. 5 Book 59 No. 715). "Maka ketahuliah ya (Muhammad) . . . . . mohonlah ampunan (kepada-Nya) bagi dosamu dan bagi dosa-dosa orang Mu'min” (Qs 47:19). “Supaya Allah memberi ampunan kepadamu (Muhammad) terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang . . . . ” (Qs 48:2).

Dua ayat dan hadist di atas menjelaskan bahwa Muhammad berdosa. Berbeda dengan Isa Al-Masih, tidak satupun ayat Al-Quran mengatakan Dia berdosa.

2. Memang cara berpakaian dapat menunjukkan pribadi seseorang. Tapi apakah wanita berjilbab sudah pasti wanita yang solehah? Menurut kami tidak! Sebab ada juga wanita berjilbab hamil di luar nikah. Inilah wanita solehah yang dikehendaki Allah, “Tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah . . . . . menaruh pengharapannya kepada Allah. . . .” (Injil, Surat 1 Petrus 3:4-5).

3. Maaf, saya kurang tahu apakah pria dan wanita yang berjemur di pantai yang memamerkan auratnya itu Muslim atau non-Muslim. Karena saya tidak pernah menanyakan hal itu kepada mereka. Mungkin Sdr. Tubagus dapat bertanya langsung kepada mereka agar saudara tidak penasaran.
~
SO
# Praditya 2013-08-16 07:10
*****
Menjawab artikel, menurut saya:

1. Derajad wanita dalam Al-Quran membingungkan. Ada yang dimuliakan ada yang direndahkan. Seperti Aisyah yang dianggap seperti "hewan". Dan biasanya para kyai hanya mengulas yang "dimuliakan". Jarang mengulas siapa isteri-isteri Muhammad dan bagaimana dia memperoleh isteri-isteriny a. Bagaimana pula sikapnya dengan isteri waktu memukul, dsb.

2. Allah maha adil. Semua manusia ciptaan-Nya sama di mata-Nya. Jika Allah tak mau mensejajarkan wanita dengan pria, Allah manakah itu? Pria boleh memukul dan menceraikan isteri ketika isteri berulah. Tapi bagaimana dengan isteri yang suaminya berulah?

3. Wanita dan pria dapat kesempatan sama masuk surga. Tidak ada wanita yang karena suaminya jahat, lalu isteri masuk neraka ikut suami (kecuali kalau isteri tidak mengingatkan). Urusan akhirat adalah urusan pribadi masing-masing. Bukan ikut orang lain.

Mungkin itu jawaban saya. Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-17 21:14
*****
Saudara Praditya,

Terimakasih sudah berusaha memberi tanggapan sesuai dengan pertanyaan yang kami berikan. Semoga tanggapan yang saudara berikan dapat menjadi contoh bagi teman-teman lain yang ingin memberi komentar, agar mereka memberi komentar tidak keluar dari topik yang sedang dibahas.

Juga semoga penjelasan yang saudara berikan dapat menjadi satu pencerahan bagi teman lain yang membacanya.
~
SO
# petruk 2013-08-16 20:42
*
Admin,

Bukankah pelacur itu bernama Maria Magdalena yang kemudian selalu bersama Yesus, dan dari naskah laut mati, ternyata Maria Magdalena adalah isteri Yesus.

To: Jay,

Mengutip bukan berarti mengikut atau mempercayai. Karena admin dan Kristen yang lain juga sering mengutip ayat-ayat Al-Quran.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-17 21:16
~
Saudara Petruk,

Benarkah Maria Magdalena seorang pelacur? Kiranya saudara dapat mengutip ayat yang menjelaskan bahwa Maria Magdalena adalah seorang pelacur.

Yang disebutkan dalam Injil adalah, “Dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat” (Injil, Rasul Lukas 8:2)

Kami tidak pernah mendengar bahwa Yesus menikah. Silakan tunjukkan bukti yang menyatakan Yesus pernah menikah.

Kami memang terkadang mengutip ayat dari Al-Quran. Tujuannya, untuk menyatakan bahwa apa yang kami sampaikan lewat situs ini bukan klaim atau perkataan kami semata. Tetapi juga dibenarkan oleh Al-Quran. Sehingga, kami sedikit merasa bingung mengapa orang Muslim yang membaca situs ini mengatakan kami menyesatkan. Pada hal apa yang tertulis di sini juga dibenarkan oleh Al-Quran.
~
SO
# Fidy 2013-08-17 18:56
*
Justru Paulus yang sangat merendahkan kaum wanita;

“Seharusnyalah perempuan berdiam diri dan menerima ajaran dengan patuh. Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri. Karena Adam yang pertama dijadikan, kemudian barulah Hawa. Lagi pula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa” (Injil, Surat 1 Timotius 2:11-14).
# Staff Isa dan Islam 2013-08-19 15:00
~
Saudara Fidy,

Sebelum membahas ayat di atas, ada baiknya saudara memperhatikan perikop yang ditulis pada ayat tersebut. Yaitu “Mengenai sikap orang laki-laki dan perempuan dalam ibadah jemaat” Jadi, aturan yang disebut pada ayat tersebut berlaku ketika si wanita ada dalam satu jemaat.

Dengan kata lain, aturan ini diberikan untuk satu situasi tertentu. Bukan untuk suatu prinsip secara kekal bagi seluruh wanita dan bagi seluruh situasi.

Kembali kepada derajat wanita yang diangkat oleh Muhammad. Bila memang benar Muhammad mengangkat derajat wanita, apakah Muhammad lupa untuk menyempurnakan ayat di atas pada kitab sucinya?
~
SO
# Fidy 2013-08-17 19:02
*
Salah satu bukti bahwa laki-laki dan perempuan memilik hakikat yang sama di mata Allah.

Qs 33:35 “Sungguhnya laki-laki dan perempuan yang Muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.”
# Staff Isa dan Islam 2013-08-19 15:01
~
Saudara Fidy,

Inilah salah satu yang membuat orang Kristen bingung dengan Al-Quran. Ayat-ayat Al-Quran tentang wanita cenderung kontradiksi. Pada ayat tertentu Al-Quran begitu merendahkan wanita dan meninggikan pria. Tapi di ayat lain, Al-Quran mengatakan pria dan wanita sederajat.

Mengapa Allah dalam Al-Quran tidak konsisten dalam menilai wanita?
~
SO
# Staff Isa dan Islam 2013-08-17 21:17
~
Staf IDI mengharapkan komentar dari para pembaca. Kiranya komentar yang diberikan hanya menanggapi salah satu pertanyaan berikut ini:

1. Dari penjelasan di atas, derajat wanita yang bagaimanakah yang sudah diangkat oleh Islam dan Al-Quran?

2. Mengapa Allah Islam enggan mensejejerkan wanita dengan laki-laki dalam Al-Quran?

3. Menurut saudara, dalam hal keselamatan akhirat, apakah pria dan wanita boleh mendapatkan kesempatan yang sama? Sebutkan alasan saudara!

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk komentar atau pertanyaan yang berbeda, silakan kirim lewat email ke staf kami di:. Demikian, kami harap diskusi kita akan menjadi semakin terarah dan tidak keluar dari topik artikel.
~
SO
# Alif 2013-08-17 21:50
*
Di dalam gereja Kristen ada biarawati yang tidak diperkenankan menikah. Kenapa demikia? Bukankah itu suatu bentuk pengekangan? Adakah Tuhan Kristen mengajarkan demikian?

Dewasa ini dan mungkin juga dari dulu banyak terbongkar kasus seksual di kalangan gereja. Pastor menghamili biarawati. Biarawati menggugurkan kandungannya. Bahkan ada pastor yang membunuh wanita dan anak selingkuhannya. Biarawati juga banyak yang keluar dari gereja karena ingin menikah.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-19 15:01
~
Saudara Alif,

Gereja Khatolik memang membuat satu aturan dimana para rohaniwan mereka tidak menikah. Tentu setiap aturan ada tujuannya, demikian juga aturan yang dibuat gereja tersebut. Ini adalah aturan dari gereja Khatolik, bukan ajaran yang diberikan oleh Tuhan yang kami sembah.

Memilih untuk melepaskan hal-hal duniawi dan menyerahkan seluruh hidupnya untuk melayani Tuhan, jelas hal yang mulia bukan? Dan keputusan untuk tidak menikah seumur hidup, menurut kami bukanlah hal yang mudah. Karena menikah adalah salah satu kebutuhan yang manusiawi.

Sehingga, ketika seorang rohaniwan Khatolik memutuskan untuk melepas jubahnya, dan kembali kembali ke masyarakat, apakah itu salah? Jelas tidak salah! Seorang pastor/biarawat i, jelas tidak berdosa ketika dia akhirnya memilih untuk menikah.

Tentang kasus-kasus yang saudara sebutkan di atas, menurut kami itu kembali kepada manusianya. Yang salah adalah ahklak dari manusia tersebut, bukan gereja atau agamanya. Sebagaimana halnya seorang ustad yang melakukan pelecehan seksual terhadap santrinya. Atau seorang santri yang jatuh dalam dosa perzinahan.
~
SO
# Fidy 2013-08-17 22:32
*
Staff IDI

1. Penjelasan anda yang mana? Anda tidak menjelaskan apa-apa, semua pernyataan pada artikel di atas hanyalah sesuai dengan penafsiran anda yang menyimpang. Sudah banyak ditanggapi oleh teman-teman Muslim bahwa wanita yang dipukul adalah yang nusyuz. Itu bukanlah merendahkan wanita, melainkan memberi pelajaran berharga. Justru Bible yang merendahkan wanita, seorang ayah diperbolehkan untuk menjual anak wanitanya, silakan baca Taurat, Kitab Keluaran 21:7

2. Baca lagi ayat Al-Quran yang saya kutip di atas dalam Qs 33:35, itulah salah satu bukti bahwa pria dan perempuan memiliki hakikat yang sama.

3. Tentu saja laki-laki dan wanita mendapatkan kesempatan yang sama di akhirat. Qs 40:40 “barangsiapa mengerjakan amal yang saleh baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezki di dalamnya tanpa hisab.”
# Staff Isa dan Islam 2013-08-19 15:51
~
1. Bila penjelasan di atas hanya penafsiran kami saja, bagian manakah itu? Silakan tunjukkan secara jelas bagian mana. Jangan membuat alibi hanya sekeder berkata, “artikel di atas.” Karena di artikel tersebut cukup banyak penjelasan.

2. Di komentar saudara sebelumnya kami sudah mengatakan Al-Quran tidak konsisten menilai wanita. Kadang sangat merendahkan wanita, tapi di ayat lain seakan-akan mengatakan wanita dan pria derajatnya sama. Jadi mana yang benar? Wanita lebih rendah atau sederajat? Bila sederajat, mengapa ada ayat-ayat yang mendiskriminasi kan wanita?

3. Mungkin benar pria dan wanita mendapat kesempatan yang sama masuk sorga. Tetapi sorga di Al-Quran lebih mempersiapkan “penyamputannya ” terhadap pria melalui janji-janjinya, daripada wanita. Bahkan dikatakan wanita akan lebih banyak masuk neraka dibanding pria. Bila pria dan wanita mempunyai kesempatan yang sama, bukankah seharusnya Al-Quran memberi janji yang sama terhadap pria dan wanita?
~
SO
# moer 2013-08-18 09:08
*
To. Fidy,

Dalam iman Kristen, semua ayat-ayat dalam Bible shahih. Tidak boleh dimaknai dengan saling bertentangan satu sama lain. Juga tidak ada doktrin pembatalan ayat sebelumnya dan diganti dengan ayat yang kemudian.

Dan ini jelas tidak anda mengerti ketika anda mencungkil ayat dalam Injil, Surat 1 Timotius 2:11-14 sebagai pembenaran opini anda.

Sebelum kita berbicara mengenai ayat di atas, saya kutip beberapa ayat Bible yang akan bertentangan dengan opini anda.

Taurat, Kitab Kejadian 2:23 “Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki."

Taurat, Kitab Kejadian 1:27 “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."

Pria dan wanita sama-sama diciptakan menurut gambar Allah. Ayat ini menggambarkan wanita diciptakan dari bahan yang sama, dan diambil dari pria. Secara eksplisit ini menunjukkan wanita sebagai makhluk kelas 2 bukanlah tujuan Illahi dalam proses penciptaan manusia.

Satu ayat lagi dalam proses penciptaan. Taurat, Kitab Kejadian 2:18 “TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." Perempuan diciptakan sebagai penolong bagi pria, dan sepadan dengan pria.
# Staff Isa dan Islam 2014-07-22 10:02
~
Saudara Moer,

Terima kasih untuk komentar yang saudara tujukan kepada Saudara Fidy. Kiranya komentar saudara dapat memberikan pencerahan bagi Saudara Fidy.
~
Slamet
# petruk 2013-08-18 11:58
*
To: Moer,

Wahai Bapak Moer, penjelasan anda yang berkolom-kolom itu bukan menjawab pertanyaan. Tapi malah membuka celah yang nyata memperlihatkan pertentangan yang ada dalam kitab Injil anda.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-19 15:52
~
Saudara Petruk,

Menurut kami apa yang dilakukan oleh Sdr. Moer sangat bagus dan layak diberi apresiasi. Mengapa? Karena Sdr. Moer dengan jujur mengutip ayat dari Alkitab tanpa khawatir akan ada cela dimana orang Islam akan menyerang imannya. Bukankah itu adalah salah satu bentuk kejujuran?

Bila Sdr. Moer tidak yakin bahwa kitab suci yang diimaninya benar, tentu Sdr. Moer hanya akan memilih ayat-ayat yang menurutnya menguntungkan, bukan?
~
SO
# tubagus 2013-08-18 15:21
*
To IDI,

Yang dimaksud maksum itu dimana dia melakukan yang tidak dikehendaki Allah, dia langsung ditegur, makanya selalu terjaga!

Anda mengatakan banyak wanita berjilbab hamil diluar nikah! Tapi ada pertanyaan dari saya; saya kerja di Timur Tengah dan kawan saya banyak dari Filipi mayoritas Kristen. Apa benar di Kristen diperbolehkan wanita dan pria tanpa ikatan pernikahan boleh hidup bareng sampai punya anak, yang penting saling suka sama suka?

Kalaupun di tengah jalan tidak ada kecocokan boleh pisah. Justru kalau menurut saya wanita sangat rendah derajatnya di Kristen. Bagaimana pandangan saudara dalam hal ini?
# Staff Isa dan Islam 2013-08-19 15:05
~
Saudara Tubagus,

Ketika seseorang bahkan seorang nabi telah melanggar kehendak Allah, maka saat itu juga dia sudah berdosa. Terlepas apakah Allah kemudian menegurnya atau tidak. Dan firman Allah mengatakan “Upah dosa adalah maut” (Injil, Surat Roma 6:23).

Kekristenan tidak pernah mengajarkan wanita dan pria dapat hidup bersama tanpa ikatan pernikahan. Bila ada yang melakukan hal tersebut, berarti dia sudah berzinah.

Jangankan untuk hidup bersama tanpa pernikahan, seorang pria yang hanya menginginkan wanita saja sudah dianggap berzinah. “Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya , sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya” (Injil, Rasul Besar Matius 5:28).

Bila memang ada teman-teman Kristen saudara yang melakukan hal tersebut, itu kembali kepada oknumnya. Yang perlu disalahkan adalah orangnya, bukan ajaran agamanya. Dan setahu kami orang Islam juga ada yang melakukan hal demikian, hidup serumah tanpa ikatakan pernikahan atau mereka menikah sirih agar masyarakat tidak mengatakan mereka berzinah.
~
SO
# gare 2013-08-18 17:02
*
Setelah saya pelajari kitab-kitab agama, memang wanita mendapatkan perlakuan yang seakan-akan tidak adil atau merendahkan derajatnya. Walau ini tentu hanya penilaian kita saja, karena hakekat penciptaan wanita hanya Tuhan yang tahu. Karena tidak mungkin semua dicipta sebagai laki-laki.

Tapi setelah saya perbandingkan, untuk orang Yahudi dan Kristen wanita tidak punya hak hukum (Injil, Surat Efesus 5: 22-24 dan Injil, Surat 1 Korintus 14:34)

Apalagi Muhammad waktu diutus telah memutus mata rantai pembunuhan anak perempuan oleh kaum jahiliyah. Yang sangat malu bila memiliki anak perempuan dan harus dibunuh dengan cara dikubur hidup-hidup.

Kalau memukul dianggap melecehkan wanita, itu hanya pendapat saja. Karena pada waktu Muhammad diutus, perempuan biasa dibunuh atau diperkosa sesukanya oleh laki-laki.

Jadi melihat sesuatu itu tidak bisa sepihak, harus diperbandingkan secara komprehensif.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-19 15:06
~
“Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu” (Injil, Surat Efesus 5:22-24).

Kami kutip di atas ayat yang saudara berikan. Kiranya saudara dapat menjelaskan, bagian manakah dari ayat tersebut yang mengatakan wanita tidak punya hak hukum.

Tolong saudara memberikan ayat dalam Al-Quran yang mengatakan Muhammad telah berhasil memutus mata rantai pembunuhan anak perempuan oleh kaum jahiliyah.

Bila memang Muhammad telah mengangkat derajat wanita yang dulunya biasa dibunuh dan diperkosa pria sesukanya, lalu mengapa saat ini masih banyak wanita mengalami pembunuhan dan memperkosaan? Bahkan di negara Islam sendiri, wanita sering diperkosa dan dibunuh.

Bagaimana pandangan Sdr. Gare akan hal itu?
~
SO
# moer 2013-08-18 17:37
*
To: Fidy dan Petruk,

Jelas ini sebuah pembodohan ketika seorang Muslim memprotes ayat dalam Injil, Surat 1 Timotius 2:12, “Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri.” . Ayat ini menunjukkan bahwa" Paulus yang sangat merendahkan kaum Wanita"

Entah pembodohan macam apa yang sedang coba anda lakukan dengan kalimat tersebut, membodohi teman-teman seiman anda atau mungkin juga membodohi diri anda sendiri. Anda meneriaki tulisan Paulus namun anda setuju dengan kitab anda yang jelas-jelas memperbolehkan pemukulan terhadap wanita. Kekerasan terhadap wanita jelas tidak bisa diterima dengan alasan apapun.

Saudara Petruk biar lebih jelas saya tuliskan lagi

Kalau wanita dilarang mengajar, dianggap suatu bentuk perbuatan yang merendahkan derajat wanita. Lalu apa sebutan untuk tindakan pemukulan terhadap wanita hanya karena wanita berselingkuh? Silakan anda jawab dengan rasa kemanusiaan, bukan dengan emosional religius anda.
# Staff Isa dan Islam 2014-07-22 10:38
~
Saudara Moer,

Terima kasih untuk komentar yang saudara tujukan kepada Saudara Fidy dan Petruk.

Semoga komentar saudara dapat menjadi satu pencerahan bagi mereka. Sehingga mereka dapat memahami Ajaran Isa Al-Masih yang pada akhirnya juga percaya kepada-Nya..
~
Slamet
# moer 2013-08-18 18:04
*
Sdr Tubagus,

Ada tidak dalil yang anda bisa pakai untuk menuduh Kristen memperbolehkan orang hidup bersama sampai punya anak tanpa ikatan perkawinan, lalu kalau bosan boleh pisah?

Pertanyaan anda ini konyol betul pak. Salah satu hal yang dikritisi oleh umat Kristen dari ajaran Islam adalah diperbolehkanny a pria Muslim punya isteri lebih dari satu. Bayangkan saja, punya isteri sah secara hukum lebih dari satu saja sudah dipertanyakan, bahkan iman Kristenpun menolak adanya perceraian.

Iman Kristen jelas menganut prinsip bahwa sama seperti Adam dan Hawa dipasangkan oleh Allah dalam perkawinan yang monogami hingga ajalnya, demikian juga setiap perkawinan dalam iman Kristen.

Soal ada yang melanggar itu oknumnya pak, bukan iman Kristen yang mengajarkan seperti itu.
# Staff Isa dan Islam 2014-07-22 10:47
~
Saudara Moer,

Terima kasih untuk komentar yang saudara sampaikan. Benar! Sejak awal Allah tidak menghendaki perkawinan yang poligami.

"Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging" (Taurat, Kitab Kejadian 2:24).
~
Slamet
# t4mph4n 2013-08-18 22:03
*
Buat Moer,

Jangan banyak berstatment, tapi lihat faktanya saja. Benar kata Mirda kalau hasrat pria itu lebih besar dari wanita. Tidak heran banyak pria di luar sana lebih memilih berzina ( jajan atau selingkuh ) ketika istri sudah tidak mampu atau berhalangan atau yang lebih parah ketika mereka sudah tidak peduli (biasanya karena istri sibuk kerja) untuk memenuhi hasrat suami.

Dengar bung ini fakta dan sudah marak di lingkungan masyarakat. Kita bisa ambil contoh kasus para pejabat. Ini alasan kenapa Islam membolehkan poligami. Yang jadi pelajaran buat Moer dan admin, hanya Al-Quran kitab/petunjuk hidup/jalan keselamatan yang benar-benar sesuai fakta dan dapat dibuktikan kebenarannya di berbagai bidang kehidupan.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-19 15:52
~
Saudara t4mph4n,

Ketika seseorang sudah kecanduan narkoba, maka apapun upaya yang dilakukan, dia akan berusaha sekuat tenaga agar hasratnya terpenuhi. Bahkan ketika dia dipenjara atau direhabilitasi, dia akan kembali mencari narkoba. Kecuali, dalam dirinya ada kerinduan untuk memperbaiki diri dan melepaskan ikatan dengan narkoba tersebut.

Demikian juga dengan pria yang tidak dapat menguasai hasrat seksnya. Jangankan mempunyai isteri 2 atau 4. Sekalipun dia mempunyai isteri 10, dia akan tetap mencari wanita lain untuk memuaskan hasratnya.

Tapi, seorang pria yang dapat menguasai kebutuhan seksnya dengan baik dan dia tidak mau diperbudak oleh nafsunya sendiri, maka dia bisa puas dengan satu isteri. Dan ketika karena satu dan lain hal isterinya tidak dapat memenuhi kebutuhannya, dia bisa menerimanya dengan tulus. Atau mungkin mereka dapat bersama-sama mencari jalan keluar.

Jadi, dilihat dari sudut pandang apapun, poligami bukan jalan keluar terbaik. Hanya pria yang tidak dapat menguasai hawa nafsunya yang mengatakan poligami jalan keluar terbaik.
~
SO
# Fidy 2013-08-18 23:20
*
To: Moer,

Lebih baik mana ajaran Al-Quran atau Bible tentang wanita? Al-Quran membolehkan memukul jika melanggar perintah suaminya. Itupun ada aturannya, diantaranya dilarang memukul bagian wajah. Bagaimana menurut Bible? Seorang ayah dibolehkan menjual anak perempuannya untuk dijadikan sebagai budak

Taurat, Kitab Keluaran 21:7 “Apabila ada seorang menjual anaknya yang perempuan sebagai budak, maka perempuan itu tidak boleh keluar seperti cara budak-budak lelaki keluar.”

Bukankah itu tindakan diskriminasi terhadap perempuan? Ayah yang menjualnya tidak dihukum pula.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-19 15:53
~
Saudara Fidy,

Kalau kami tidak salah, kami pernah menyarankan kepada saudara untuk mempelajari Alkitab/Bible. Tapi sepertinya saudara enggan untuk melakukannya. Pada hal, jika saja saudara mau mempelajari Alkitab saudara akan mengerti mengapa ayat yang saudara kutip di atas mengatakan demikian.

Saudara Fidy, ayat yang saudara kutip di atas ditulis pada zaman Nabi Musa. Dimana pada zaman tersebut masih ada perbudakan.

Tetapi ketika Isa Al-Masih datang ke dunia, Dia datang memberi kasih karunia dan kebenaran. “Sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:17).

Wahyu Allah mengatakan, “Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus” (Injil, Surat Galatia 3:28).
~
SO
# Fidy 2013-08-18 23:50
*
Ajaran Al-Quran memang sangat rasional dan berbudi pekerti yang luhur dalam menghormati wanita. Sampai-sampai di Al-Quran ada surat An-Nisa (Wanita). Bagi istri yang nusyuz, Al-Quran memerintahkan para suaminya untuk menasehati. Kalau tidak mau dinasehati maka harus dipisahkan dari tempat tidurnya. Cara terakhir adalah memukul dengan kelembutan hati. Bagaimana pandang Bible? Kepada Istri yang menolong suaminya saja harus dipotong tangannya

Taurat, Kitab Ulangan 25:11-12 “Apabila dua orang berkelahi dan isteri yang seorang datang mendekat untuk menolong suaminya dari tangan orang yang memukulnya, dan perempuan itu mengulurkan tangannya dan menangkap kemaluan orang itu, maka haruslah kaupotong tangan perempuan itu; janganlah engkau merasa sayang kepadanya."

Rasionalkah ayat di atas?
# Staff Isa dan Islam 2013-08-19 15:54
~
Saudara Fidy,

"Memukul dengan kelembutan hati." Kalimat ini sungguh tidak rasional menurut kami. Ketika seseorang dalam kondisi emosi, jelas orang tersebut tidak dapat mengontrol seberapa kuat dia memukul seseorang. Dan, bagaimana bisa orang yang memukul isterinya dapat dikatakan berbudi pekerti?

Memukul isteri sama halnya melakukan kekerasan. Orang yang melakukan kekerasan adalah orang yang tidak mempunyai kasih dan tidak berbudi pekerti.

Saran untuk Sdr. Fidy, silakan saudara membaca artikel ini http://tinyurl.com/cwt5kny untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan Alkitab.
~
SO
# Fidy 2013-08-19 23:53
*
Staff IDI

Kalau tidak salah pula, saya sering menganjurkan anda untuk memperlajari Kitab anda dengan lebih teliti lagi, namun sepertinya anda malas melakukannya. Owh jadi yang tertulis pada Kitab Keluaran hanya berlaku pada zaman Nabi Musa? Lantas mengapa Kitab tersebut masih anda gunakan? Mengapa Tuhan anda membiarkan perbudakan terhadap wanita pada masa itu? Hukum Taurat juga masih berlaku pada masa Yesus lho, karena Yesus datang untuk menggenapinya (Injil, Rasul Besar Matius 5:17).

Memukul dengan kelembutan hati = memukul dengan tanpa bekas, ada aturan dan ketentuannya. Jelas itu bukan suatu kekerasan terhadap istri. Yang namanya kekerasan itu memotong tangan istri yang membela suaminya yang tertulis dalam Kitab anda (Taurat, Kitab Ulangan 25:11-12). Bagaimana tanggapan anda mengenai ayat itu, rasionalkah dipraktekkan zaman sekarang? jawab dengan jujur dan hati nurani, jangan melebar kemana-mana.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-22 15:52
~
1. Memukul dengan kelembutan hati = memukul dengan tanpa bekas.

Menurut saudara, seorang suami yang melihat isterinya selingkuh masih dapat memukul isterinya dengan kelembutan hati? Jelas mustahil! Mungkin pemukulan itu tidak meninggalkan bekas pada bagian tubuh yang dipukul, tapi dapatkah saudara menjamin pemukulan tersebut tidak meninggalkan bekas di hati isterinya?

Saya sebagai wanita jelas menolak kekerasan suami, apa pun itu tujuannya. Karena menurut saya, kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah. Bagi orang Muslim mungkin kekerasan adalah hal biasa, karena itulah yang diajarkan agama Islam. Tetapi tidak dalam kekristenan. Seorang suami yang hidup sepenuhnya dalam Kristus, tidak akan melakukan kekerasan terhadap isterinya.

“Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya” (Injil, Surat Efesus 5:25). Inilah yang diajarkan oleh Yesus Kristus kepada para pria Kristen.

2. Jelas itu bukan suatu kekerasan terhadap istri. Sungguh pemahaman yang menyesatkan. Bagaimana mungkin saudara dapat berkata memukul isteri bukan suatu kekerasan? Mencaci-maki isteri saja sudah merupakan tindak kekerasan yang dilarang hukum, apalagi memukulnya!
~
SO
# Saswar 2013-08-20 07:31
*
To: Fidy,

Saya tidak ragu akan kemampuan admin menguasai isi Alkitab lalu menjelaskan kepada saudara tentang kedudukan wanita dalam Alkitab. Yang saya ragukan apakah saudara mengerti isi Al-Quran saudara sendiri. Ketika isinya mendukung kesetaraan, tapi pada ayat lain menolak kesetaraan bahkan menuduh wanita akan lebih banyak berada di neraka. Juga fasilitas surga lebih banyak diterima oleh kaum pria.

Perlu saudara ingat dan jangan lupa atau salah paham, bahwa semua kutipan kami termuat dalam Al-Quran anda. Salam.
# Staff Isa dan Islam 2014-07-22 11:02
~
Saudara Saswar,

Terima kasih untuk komentarnya. Kiranya firman Tuhan yang kita sampaikan dipakai oleh Roh Kudus untuk memberikan pencerahan bagi Saudara Fidy. Sehingga Saudara Fidy pada akhirnya membuka hati bagi keselamatan melalui Isa Al-Masih.
~
Slamet
# Fiqih 2013-08-27 15:35
*
Apakah ada ayat yang menjaga kehormatan wanita dalam Kristen seperti kalau Islam diperintahkan (wajib) bagi wanita untuk menutup aurat (seluruh badan kecuali muka dan telapak tangan)?

Lihat kebiasaan orang-orang di luar Islam yang menggunakan bikini yang menunjukkan rasa tidak malu dan rendah sekali harga dirinya.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-29 20:46
~
Saudara Fiqih,

Benarkah seluruh wanita Islam menutup seluruh badannya kecuali muka dan telapak tangan? Menurut kami tidak! Setidaknya, di Indonesia dan Malaysia yang merupakan negara mayoritas Islam, kami tidak melihat semua wanita Muslim menutup badannya.

Dalam hal ini, wanita Muslim telah melanggar aturan agamanya. Bila memang saudara perduli dengan wanita-wanita yang tidak menggunakan pakaian yang tidak layak, sebaiknya saudara terlebih dahulu menegur wanita-wanita Muslim yang tidak menutup seluruh tubuhnya. Dimana hal itu sudah jelas melanggar aturan agamanya.

Memang baik untuk memperhatikan penampilan jasmani. Namun memperhatikan penampilan jasmani saja belumlah cukup. Seorang wanita perlu mengutamakan penampilan rohaninya. “Tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah” (Injil, Surat 1 Petrus 3:4).

Menurut saudara Fiqih, manakah yang lebih pantas disebut solehah: wanita berjilbab namun tidak mempunyai moral yang baik atau wanita tanpa jilbab tapi bermoral baik? Bukankah jilbab tidak menjamin kesolehan seseorang?
~
SO
# yusuf 2013-08-29 00:06
*
To: Saswar,

Saya sebagai umat Muslim percaya bahwa kaum wanita yang tidak menutupi auratnya itu berdosa. Dan pada kenyataanya kita bisa melihat sendiri kebanyakan wanita mengumbar auratnya. Maka perkataan Nabi Muhammad itu benar.

Anda tahu dari mana bahwa Islam mengatakan di surga adalah kebanyakan pria? Sedangkan Muhammad tidak pernah mengatakan hal itu.

Perhatikan ayat berikut : “..Dan barangsiapa mengerjakan amal yang saleh baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga,..” (Qs 40:40).

Baik pria maupun wanita berhak masuk surga dengan kesempatan yang sama.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-31 11:25
~
Saudara Yusuf,

Menurut kami, bukan hanya wanita Muslim yang tidak menutup auratnya yang berdosa. Wanita Muslim yang menutup auratnya pun pasti berdosa. Karena tidak ada manusia yang luput dari dosa.

Pertanyaan saudara tentang pria lebih banyak masuk sorga, inilah pengakuan nabi saudara akan hal itu, “Ditunjukkan kepada saya neraka dan saya belum pernah melihat apa pun yang lebih mengerikan daripada itu. Dan saya melihat bahwa mayoritas dari orang-orang di situ adalah perempuan . . . .” (diriwayatkan oleh Al-Bukhaari, 1052).

Jika mayoritas penghuni neraka adalah wanita, maka secara otomatis penghuni sorga mayoritas adalah pria.
~
SO
# akang 2013-08-30 10:32
*
Staff IDI,

Satu hal yang menjadi kekurangan artikel-artikel di website ini adalah tidak menyertakan history kronologis pada saat firman Tuhan diwahyukan.

Hal inilah yang kemudian menyebabkan kesalahan persepsi anda terhadap ayat/hadits tersebut.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-31 11:28
~
Saudara Akang,

Terimakasih atas nasehat saudara, kami akan mempertimbangkannya.

Kami juga terbuka menerima masukan dan koreksi, kiranya kami melakukan kesalahan dalam mengartikan ayat/hadist. Selamat koreksi yang diberikan menyertakan bukti-bukti yang dapat membenarkan, tentu kami tidak akan menolaknya.
~
SO
# Fidy 2013-09-03 23:34
*
To :Staff IDI

1. Baca lagi ayat Al-Quran yang anda kutip di atas dalam Qs 4:34, perhatikan urutannya: nasehati, pisahkan dari tempat tidur, kalau keduanya sang istri masih saja melakukan kesalahan, barulah dipukul. Jadi tidak langsung dipukul dan urutan tersebut menunjukkan tata cara yang baik dalam mendidik istri. Itulah tugas dan tanggung-jawab yang harus diemban oleh suami.

Dalam Injil, Surat Efesus 5:25, Paulus memerintahkan agar suami mengasihi isteri, namun anda melupakan ayat sebelumnya. Injil, Surat Efesus 5:22, “Isteri harus tunduk kepada suaminya seperti kepada Tuhan, bukankah itu sangat merendahkan isteri?"

2. Hingga detik ini anda belum bisa dan berani menjawab pertanyaan saya, lebih baik memukul atau memotong tangan istri yang menolong suaminya? Baca lagi Taurat, Kitab Ulangan 25:11-12, itu baru namanya kekerasan terhadap isteri. Isteri tidak salah kok malah dipotong? Jawab dengan hati nurani anda sebagai wanita.
# Staff Isa dan Islam 2013-09-05 08:10
~
Saudara Fidy,

1. Memang tidak ada yang salah dalam mendidik isteri. Jelas seorang suami wajib dan berhak mendidik isterinya. Yang menjadi pertanyaan kami adalah: Mengapa harus mendidik dengan cara kekerasan? Apakah tidak ada solusi lain, selain memukul?

Kami tidak melihat makna yang sangat merendahkan dari dua ayat yang saudara kutip di atas. Kiranya saudara dapat menjelaskan alasan saudara, mengapa saudara mengatakan ayat tersebut sangat merendahkan isteri.

2. Bila saudara bertanya mana lebih baik: memukul atau memotong tangan isteri? Kami jawab, dua-duanya tidak ada yang lebih baik. Karena keduanya sama-sama tindak kekerasan. Saran kami, silakan membaca dan mempelajari kembali makna dari ayat Taurat, Kitab Ulangan 25:11-12 yang saudara kutip di atas. Bacalah ayat sebelum dan sesudahnya. Jangan hanya terpaku pada satu ayat saja.
~
SO
# Fidy 2013-09-06 13:12
*
Staff IDI

1. Apakah dalam Qs 4:34 terdapat kekerasan dalam mendidik isteri? Anda membaca ayat tersebut dipenuhi dengan kebencian, maka wajar jika anda beranggapan seperti itu. Untuk memberi pelajaran kepada isteri yang dikhawatirkan pembangkanganny a haruslah mula-mula diberi nasehat, bila nasehat tidak bermanfaat barulah dipisahkan dari tempat tidur mereka, bila tidak bermanfaat juga barulah dibolehkan memukul mereka dengan pukulan yang tidak meninggalkan bekas. Bila cara pertama telah ada manfaatnya janganlah dijalankan cara yang lain dan seterusnya. Kira-kira dimana bentuk kekerasannya?

Injil, Surat Efesus 5:22 tidak merendahkan istri? Ternyata anda tidak jujur dalam menjawab. Paulus mengatakan bahwa isteri harus tunduk pada suami sama seperti kepada Tuhan, itu artinya menyamakan perempuan dengan hamba atau budak suaminya. Bandingkan dengan Qs 4:34 yang amat santun “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita”. Pemimpin artinya pelindung, pengayom, pembela, dan lain-lain.
# Staff Isa dan Islam 2013-09-08 13:27
~
Saudara Fidy,

Perhatikanlah ayat ini, “Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka” (Qs 4:34).

Menurut kami hanya pria yang tidak mempunyai perasaan yang mengatakan ayat di atas bukan kekerasan!

Bila suami sebagai pemimpin, berarti orang yang dipimpinnya adalah bawahan. Dengan kata lain, suami pemimpin dan isteri adalah bawahannya. Mungkin hal inilah yang membuat Al-Quran memberi hak kepada suami untuk memukul isterinya. Karena memang dapat dimaklumi sebagai pemimpin suami berhak memperlakukan bawahannya.

Alkitab tidak pernah menggambarkan hubungan Allah dengan manusia layaknya hubungan tuan dan budaknya. Ajaran ini hanya ada dalam ajaran Islam.

Alkitab mengajarkan Allah sangat mengasihi manusia. Bahkan hubungan yang digambarkan Alkitab antara Allah dengan manusia layaknya Bapa dan anak. Saudara salah bila mengatakan Injil, Surat Efesus 5:22 telah merendahkan isteri.
~
SO
# Staff Isa dan Islam 2013-09-08 13:27
~
Saudara Fidy,

Maaf komentar saudara sebagian kami hapus. Mari kita kembali ke topik artikel yang sedang dibahas. Dan mari kita mendiskusikan topik yang telah diberikan penulis artikel di atas:

1. Dari penjelasan di atas, derajat wanita yang bagaimanakah yang sudah diangkat oleh Islam dan Al-Quran?

2. Mengapa Allah Islam enggan mensejejerkan wanita dengan laki-laki dalam Al-Quran?

3. Menurut saudara, dalam hal keselamatan akhirat, apakah pria dan wanita boleh mendapatkan kesempatan yang sama? Sebutkan alasan saudara!

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.
~
SO
# raffa 2013-09-11 07:48
*
Kepada anda-anda yang non-musim,

1. Saya pikir bagaimanapun banyak kebenaran tentang Islam anda tidak akan terima dan terus mencari celah untuk menjadikan Al-Quran itu salah khususnya tentang perempuan. Sebetulnya jika ingin memang mencari kebenaran tentang agama, anda bisa berdiskusi dengan orang Islam secara langsung dan membawa buku kitab anda dan silakan bandingkan dan konverensikan dengan cara diskusi yang baik-baik. Tanpa membuat web adu debat seperti ini.

2. Nabi Muhammad nabi yang sangat kami cintai sebagai umat Muslim, mengajarkan kami untuk meninggalkan debat meskipun benar. Karena debat hanya akan menimbulkan dampak negatif.

3. Jika anda memang yakin dengan agama anda, silakan anda jalankan agama anda sesuai dengan keyakinan anda. Baca Al-Quran Surat Al-Kafirun surat ke 106 dalam Al-Quran. Karena kami hanya percaya pada 1 (satu) Tuhan yaitu Allah dengan segala peraturan-Nya yang ada dalam Al-Quran.
# Staff Isa dan Islam 2013-09-16 14:42
~
Saudara Raffa,

1. Website ini bukan untuk adu debat, dan kami tidak mencari-cari kesalahan Al-Quran khususnya tentang wanita. Lewat artikel di atas, kami hanya memaparkan pandangan kami bagaimana Muhammad memandang wanita. Kami juga terbuka atas kritik/sanggaha n dari teman-teman Muslim. Tentu tidak salah bukan bila kita mempelajari agama yang kita yakini?

2. Kami menghargai sikap saudara yang begitu mengagungkan Muhammad. Kalau boleh sedikit meluruskan, menurut kami debat tidak selamanya menimbulkan dampak negatif. Sebaliknya, debat dapat memberi dampak positif bagi kita, ketika kita melakukan debat tersebut dengan cara positif dan niat yang positif pula.

3. Sdr. Raffa, andai seluruh umat Muslim dapat menerapkan isi dari Surat Al-Kafirun surat ke 106, maka di negara ini akan tercipta kerukunan umat beragama. Tidak ada gereja yang dibom. Tidak ada gereja yang ditutup, juga tidak ada birokrasi pendirian gereja yang sulit. Sayangnya, Surat Al-Kafirun surat ke 106 hanya tertulis dalam Al-Quran, tanpa dapat diterapkan oleh seluruh umat Muslim khususnya Muslim di Indonesia.
~
SO
# penny patricia 2013-09-19 14:43
*
1. Islam itu menjaga dan memuliakan wanita “Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik kepada para wanita” (HR Muslim: 3729).

2. Wanita bagaikan mutiara yang harus dijaga. “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu , anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnyake seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Qs 33:59).

Di antara aturan yang khusus bagi wanita adalah aturan dalam pakaian yang menutupi seluruh tubuh wanita. Aturan ini berbeda dengan kaum laki-laki. Allah memerintahkan demikian agar mereka dapat selamat dari mata-mata khianat kaum laki-laki dan tidak menjadi fitnah bagi mereka. Dan masih banyak lagi hadist dan pandangan Al-Quran tentang kaum wanita.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-02 14:16
~
Saudara Penny, terimakasih untuk hadis yang sudah saudara kutip.

1. Perintah untuk berbuat baik, hal ini pun telah diperintahkan oleh Isa Al-Masih sebelum Muhammad lahir bahkan jauh sebelum agama Islam ada. Kami tidak mengatakan bahwa hadist di atas salah, tetapi menurut kami hadist tersebut kurang tepat bila diklaim sebagai perubahan yang dilakukan oleh Muhammad. Karena memang sebelum Muhammad ada, ajaran tersebut sudah diajarkan.

2. Orang bijak berkata, “kejahatan dapat timbul karena ada kesempatan.” Seorang pria yang tadinya tidak terpikir melecehkan wanita, pikiran itu dapat timbul ketika melihat wanita berpakaian seksi. Namun menurut kami dalam hal ini wanita tidak dapat disalahkan 100%. Seorang pria yang takut akan Tuhan dan hidup tunduk sesuai dengan kebenaran firman Allah, tidak akan mengambil kesempatan dalam kesempitan.

Bila Muhammad memang bertujuan menjaga agar wanita tidak dilecehkan, hal yang dilakukan bukan menutup seluruh tubuh wanita, tetapi juga harus mengingatkan kepada pria agar mereka menjaga pikirannya supaya tidak jatuh dalam dosa. Mungkin ayat ini dapat mengingatkan bagi kaum pria, “Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya , sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya” (Injil, Rasul Besar Matius 5:28).

Memang menggunakan pakaian yang layak itu baik. Tetapi pakaian tidak dapat menjadi tolok-ukur tingkat kerohanian seseorang. Sebab, seperti yang kami sampaikan sebelumnya, tidak jarang wanita berjilbab hamil di luar nikah.
~
SO
# answer 2013-10-02 23:12
*****
Jawaban untuk pertanyaan admin:

1. Tidak ada, justru Allah Islam mendiskriminasi kan wanita.

2. Karena ajaran Islam adalah ajaran Muhammad, dan Muhammad sangat rendah memandang wanita, tetapi malah suka mengkawinkan banyak wanita.

3. Setiap wanita dan pria semua sama dihadapan Tuhan dan berharga di mata Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2014-07-22 11:11
*****
Saudara Answer,

Terima kasih bahwa saudara sudah memberikan tanggapan atas tiga pertanyaan yang kami ajukan. Semoga tanggapan saudara menjadi contoh bagi pengunjung lain dalam memberikan komentar.
~
Slamet
# hamba ALLAH 2013-10-05 13:26
*
Taurat, Kitab Ulangan 22:28-29 “Apabila seseorang bertemu dengan seorang gadis, yang masih perawan dan belum bertunangan, memaksa gadis itu tidur dengan dia, dan keduanya kedapatan maka haruslah laki-laki yang sudah tidur dengan gadis itu memberikan lima puluh syikal perak kepada ayah gadis itu, dan gadis itu haruslah menjadi isterinya, sebab laki-laki itu telah memperkosa dia; selama hidupnya.”

Injil, Surat 1 Korintus 11:7 tidak boleh laki-laki itu menyuruh dia pergi. Lelaki dan wanita tiada sama derajatnya karena wanita lebih rendah martabatnya

Saya harap TS memberi penjelasan ayat-ayat di atas. Kami mengharapkan TS dan seluruh staf untuk tidak mencari pembenaran, tapi carilah kebenaran dengan akal dan pikiran.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-08 11:15
~
Saudara Hamba Allah,

Taurat, Kitab Ulangan 22:28-29 menurut kami sudah sangat jelas. Dikatakan pria yang memperkosa wanita, maka pria tersebut wajib menikahi wanita yang diperkosanya.

Jelas ajaran ini jauh lebih dapat diterima daripada hukum perkosaan yang diatur dalam Islam. Dimana ketika seorang wanita diperkosa, dia harus membuktikan perkosaan tersebut dengan mengajukan dua saksi yang benar-benar melihat kejadian itu. Dan kalaupun dia dinyatakan benar diperkosa, maka dia harus dihukum. Dengan kata lain, Islam tidak memberi perlindungan terhadap wanita korban perkosaan.

Ayat yang saudara kutip untuk Injil, Surat 1 Korintus 11:7 adalah: tidak boleh laki-laki itu menyuruh dia pergi. Lelaki dan wanita tiada sama derajatnya karena wanita lebih rendah martabatnya.

Sementara ayat yang benar adalah: “Sebab laki-laki tidak perlu menudungi kepalanya: ia menyinarkan gambaran dan kemuliaan Allah. Tetapi perempuan menyinarkan kemuliaan laki-laki” (Injil, Surat I Korintus 11:7).
~
SO
# semprul 2013-10-05 14:32
*
Bila memang ada teman-teman Kristen saudara yang melakukan hal tersebut, itu kembali kepada oknumnya. Yang perlu disalahkan adalah orangnya, bukan ajaran agamanya. Dan setahu kami orang Islam juga ada yang melakukan hal demikian, hidup serumah tanpa ikatakan pernikahan atau mereka menikah sirih agar masyarakat tidak mengatakan mereka berzinah. (tanggapan TS)

Bila memang Muhammad telah mengangkat derajat wanita yang dulunya biasa dibunuh dan diperkosa pria sesukanya, lalu mengapa saat ini masih banyak wanita mengalami pembunuhan dan memperkosaan? Bahkan di negara Islam sendiri, wanita sering diperkosa dan dibunuh. (tanggapan TS)

Tampaklah TS hanya membenarkan keyakinan, bukan mencari kebenaran. Di satu sisi jika orang Nasrani bersalah, maka pribadinya yang salah. Beda apa bila Muslim salah, berarti agamanya yang salah.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-08 11:16
~
Saudara Semprul, terimakasih untuk komentar saudara di atas. Jadi, menurut Sdr. Semprul

1. Derajat wanita yang bagaimanakah yang sudah diangkat oleh Islam dan Al-Quran?

2. Mengapa Allah Islam enggan mensejajarkan wanita dengan laki-laki dalam Al-Quran?

3. Menurut saudara, dalam hal keselamatan akhirat, apakah pria dan wanita boleh mendapatkan kesempatan yang sama? Sebutkan alasan saudara!
~
SO
# semprul 2013-10-05 15:09
*
To: Answer,

Taurat, Kitab Kejadian 4:19, Lamekh mengambil isteri dua orang; yang satu namanya Ada, yang lain Zila.

Kitab, Nabi 2 Samuel 5:13, Daud mengambil lagi beberapa gundik dan isteri dari Yerusalem, setelah ia datang dari Hebron dan bagi Daud masih lahir lagi anak-anak lelaki dan perempuan.

Bagaimana menurut saudara Answer?

3. Setiap wanita dan pria semua sama dihadapan Tuhan dan berharga di mata Tuhan.(Penyataa n Answer)

Setuju, pria dan wanita sama di mata Tuhan. Hanya kadar keimanan yang membedakan.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-08 11:16
~
Saudara Semprul,

Tentu Sdr. Answer dan umat Kristen lainnya tidak akan menolak ayat yang saudara kutip di atas. Kami sebagai orang Kristen tidak akan menolak fakta bahwa ada nabi-nabi yang ditulis di Alkitab mempunyai isteri lebih dari satu.

Pertanyaannya adalah: Bila memang benar Kristen mengajarkan monogami, mengapa nabi-nabi itu berpoligami?

Untuk mengetahui jawabannya, saudara perlu melihat ke akar permasalahannya . Yaitu:

1. Orang-orang yang ditulis dalam Alkitab berpoligami, mereka melakukannya bukan karena diperintahkan Allah. Tetapi atas keinginan mereka sendiri. Contoh: Sarah adalah isteri Abraham. Tetapi karena Sarah mandul, dan didorong oleh keinginan mempunyai anak, maka Sarah menyarankan Abraham menikahi Harga, budak Sarah. Sarah berharap, dari Hagar dia bisa mempunyai anak.

Dari kisah ini cukup jelas bukan, ketika Abraham memperistri Hagar, dia melakukannya bukan atas dasar perintah Allah. Tetapi karena keinginan seorang manusia.

2. Muhammad dan orang Islam berpoligami, disamping karena didorong oleh keinginan sendiri, juga karena ajaran Islam yang memperbolehkan. Bahkan, Al-Quran mencatat bahwa Allah turut campur tangan dalam sepak terjang poligami Muhammad.

Contohnya dapat kita lihat bagaimana Allah mengatur skenario ketika Muhammad ingin menikahi isteri anak angkatnya.

Dari dua point di atas, semoga Sdr. Semprul dan teman-teman Muslim lain dapat melihat perbedaannya.
~
SO
# answer 2013-10-05 17:36
*
To Semprol,

Terimakasih atas komen dari saudara, baik saya akan menjawabnya.

Anda harus tahu dulu, bahwa nabi adalah seorang manusia juga, dan dia rentan akan dosa. Kalau dia poligami itu karena keserakahan hawa nafsu sex dia, dan nabi itu sudah melakukan dosa.

Jadi anda jangan berpikir bahwa nabi itu tidak bisa melakukan dosa, dan nabi pun meminta pengampunan dengan Allah.

Semenjak Adam ada, Allah telah memberinya seorang wanita yaitu Hawa. Jadi semenjak Adam diciptakan ajaran monogami sudah berlaku. “Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging” (Injil, Rasul Besar Matius 19:5).

Demikian penjelasan dari saya, semoga anda mengerti.
# Staff Isa dan Islam 2014-07-22 11:46
~
Saudara Answer,

Terima kasih untuk komentarnya. Memang pada umumnya manusia mempunyai kecenderungan untuk menuruti hawa nafsunya, termasuk nabi.

Oleh karena itu agar tidak jatuh dalam hal ini, Isa Al-Masih memberikan pencegahan dengan berkata, "Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya , sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka" (Injil, Rasul Besar Matius 5:28-29).
~
Slamet
# semprul 2013-10-07 00:56
*
To Answer,

Berarti nabi (Lamekh dan Daud) yang mengimani Yesus tidak selalu menjalankan firman Yesus, apakah mereka juga mendapat jaminan masuk surga dari Yesus. Apakah nabi (Lamekh dan Daud) tidak mendapat bimbingan Roh Kudus saat itu?

Dalam Kitab Nabi 2 Samuel 5:13 Daud mengambil lagi beberapa gundik dan isteri dari Yerusalem, setelah ia datang dari Hebron dan bagi Daud masih lahir lagi anak-anak lelaki dan perempuan.

Sedikit saya luruskan, Islam bukan ajaran Muhammad. Muhammad hanyalah utusan Allah. Tidak pernah sekalipun umat Islam menganggap Muhammad adalah Tuhan.

Menurut saudara Answer lebih baik mana bergundik dan berpoligami.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-11 08:59
~
Saudara Semprul,

Maaf komentar saudara kami gabung, supaya tidak terlalu panjang menjawabnya.

Sebenarnya apa yang dijelaskan oleh Sdr. Answer dan yang kami jelaskan sudah sangat jelas.

Kristen berpoligami karena didorong oleh keinginan mereka. Bukan karena diperitahkan Allah. Sedangkan Islam berpoligami karena memang demikianlah yang diajarkan oleh agama Islam. Cukup jelas bukan perbedaanya?

Mari kita batasi diskusi ini hanya menyikapi tentang ajaran poligami Islam. Kita tidak perlu merembet tentang keselamatan para nabi, karena sudah ada artikel yang menjelaskan hal itu.

Saran kami, mari Sdr. Semprul buka hati dan bacalah baik-baik penjelasan yang sudah ada. Jangan berkelit dengan menjangkuan pertanyaan lain, yang membuat saudara sendiri bingung.
~
SO
# answer 2013-10-07 04:24
*
To: Semprul,

Yang pertama, anda tidak perlu menulis berkolom-kolom, kalau bertanya atau memberikan jawaban cukup singkat padat dan jelas saja.

Memang benar adanya nabi itu kalau poligami karena keserakahan nafsu dunia dia sendiri, apakah dia dosa? Jelas berdosa. Dan apakah para nabi minta pengampunan dari Allah? Jelas, sebagai manusia berdosa Muhammad memerlukan pengampunan Allah..

Sejak adam diciptakan, Allah sudah menetapkan Hawa menjadi istri dia, bukan beberapa Hawa dan Allah mengambil tulang rusuk Adam, bukan beberapa tulang rusuk si Adam, jadi jelas sudah!

Menurut saya jelas keduanya tidak baik, sebab Allah mengajarkan monogami. Kalau ada nabi mengambil gundik, itu karena keserakahan dia sendiri, bukan keinginan Allah.

Dan jika Islam bukan ajaran Muhammad, lantas ajaran siapa? Sangat jelas bahwa agama Islam adalah ajaran Muhammad, kalau tidak tahu tanyakan kepada teman seiman anda.

Juga sangat jelas Muhammad adalah manusia biasa dan berdosa, mana bisa dianggap Tuhan!
# Staff Isa dan Islam 2014-07-22 11:33
~
Saudara Answer,

Terima kasih atas penjelasan saudara bagi saudara Semprol. Kami juga setuju dengan apa yang saudara sampaikan, bahwa Allah sejak semula telah melarang perkawinan poligami.

“Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging” (Taurat, Kitab Kejadian 2:24).
~
Slamet
# hamba ALLAH 2013-10-09 20:10
*
To: IDI,

Jadi menurut IDI ayat Injil, Surat 1 Korintus 11:7 itu tidak benar alias palsu...?

Taurat, Kitab Ulangan 22:28-29 (Jelas ajaran ini jauh lebih dapat diterima) jadi menurut agama Nasrani memperbolehkan pemerkosaan asal mau mengawininya begitu.

pemerkosaan memang harus di buktikan! Bagai mana kalau seorang wanita yang pura-pura diperkosa dan mengaku diperkosa. Kalau anda wanita yang diperkosa malah mendapat hukuman tolong tunjukkan dalil atau ayatnya jangan hanya pernyataan pribadi.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-11 09:00
~
Saudara Hamba Allah,

Letak permasalahannya bukan apakah Injil, Surat 1 Korintus 11:7 tidak benar alias palsu. Tetapi, dari kitab mana saudara mengutip isi ayat tersebut? Karena di beberapa Injil yang kami cek, tulisan untuk Injil, Surat 1 Korintus 11:7 tidak seperti yang saudara kutip dan juga tidak sesingkat yang saudara tuliskan.

Saran kami, ketika saudara mengutip satu ayat dari Injil, silakan saudara melakukan cross-check dengan cara membaca langsung Injil tersebut. Jangan sekedar copas, karena bisa jadi orang yang pertama mengutip salah kutip.

Kami tidak pernah mengatakan agama Kristen memperbolehkan memperkosa. Yang ingin kami tekankan adalah: Ajaran Injil yang memerintahkan si pemerkosa mengawini wanita yang diperkosanya adalah tindakan yang jauh lebih mulia, dibanding ajaran Al-Quran yang tidak memberi keadilan kepada wanita korban pemerkosaan.

Harap Sdr. Hamba Allah dapat melihat dengan jelas letak perbedaanya!
~
SO
# alibaba 2013-10-10 09:39
*
To: Hamba Allah,

Pembuktian perkosaan sama dengan pembuktian zina. Kedua, kesaksian (syahadah) empat laki-laki Muslim yang adil (bukan fasik) dan merdeka (bukan budak), yang mempersaksikan satu perzinaan (bukan perzinaan yang berbeda-beda) dalam satu majelis (pada waktu dan tempat yang sama), dengan kesaksian yang menyifati perzinaan dengan jelas. Ketiga, kehamilan (al habl), yaitu kehamilan pada perempuan yang tidak bersuami. (Abdurrahman Al Maliki, Nizhamul Uqubat, hlm. 34-38).

Pertama, jika perempuan itu mempunyai bukti (al bayyinah) perkosaan, yaitu kesaksian empat laki-laki Muslim, atau jika laki-laki pemerkosa mengakuinya (Wah bah Zuhaili, Al Fiqh Al Islami wa Adillatuhu, Juz 7 hlm. 358).

Sangat tidak adil bukan untuk kaum wanitanya, dan anda bisa mencarinya di google agar lengkap.

Jelas dalam pemerkosaan pasti dituntutkan dihadapan pengadilan, jika terbukti yah si pria itu harus bertanggung-jaw ab menikahinya, apa yang salah?
# hamba Allah 2013-10-15 22:51
*
To: IDI,

Bagaimana dengan ayat yang menyatakan wanita yang diperkosa mendapat hukuman. Di mana letak ketidak-adilan wanita yang diperkosa. Kiranya IDI bisa menjelaskan yang di maksud.

To: Alibaba,

Apa yang salah dengan pembuktian saksi atau pelaku mengakuinya. Apakah wanita yang mengaku diperkosa itu selalu benar? Bagaimana kalau dia hanya mengarang cerita? Bukanya saksi dan pengakuan pelaku juga digunakan di negara ini dalam memutus perkara?

Ulangan 22:28-29 ya jelas salah. Bagaimana kalau cara ini saya pakai untuk mendapatkan adik perempuan anda. Karena saya tertarik dengan adik perempuan anda, tetapi dia menolak dan saya pakai cara ini. Saya perkosa kemudian di pengadilan saya mengakui sehingga bisa kawin dengan adik perempuan anda.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-16 16:17
~
Saudara Hamba Allah,

Mari kita melihat “hukum perkosaan” ini dari sudut pandang Al-Quran dan juga Alkitab.

Menurut Alkitab sudah jelas, bila pria memperkosa seorang wanita, dia wajib menikahinya. Menurut kami hukum ini akan sangat membantu si korban, khususnya secara mental.

Sedangkan menurut Al-Quran, bila seorang wanita ingin menuntut pertanggung-jaw aban dari pria yang telah memperkosanya, maka hal yang harus dilakukan adalah: Mengajukan saksi mata empat orang. Para saksi harus pria beragama Islam serta melihat kejadian tersebut secara bersamaan.

Bila syarat-syarat ini dipenuhi, barulah proses hukum mulai dijalankan. Hal ini juga dicatat dalam Al-Quran, “Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji (zinah), hendaklah ada empat orang saksi di antara kamu (yang menyaksikannya) (Qs 4:15).

Bila proses di atas sudah dipenuhi apakah masalah sudah selesai? Jelas tidak!

Sebab, ketika si wanita mulai menuduh, berarti dia sudah ketahuan berzinah dan pasti dihukum. Namun, belum tentu tuduhannya menyeret pelaku untuk dihukum.

Dengan kata lain, wanita korban perkosaan dalam Islam, ibarat makan buah simalakama. Bila ketahuan akan dihukum, dan bila tidak diberitahu maka dia akan menderita seumur hidupnya.

Nah, dari penjelasan ini tentu Sdr. Hamba Allah dapat melihat perbedaanya, bukan? Lebih jelasnya, silakan saudara membaca artikel yang membahas topik tersebut di link ini: http://tinyurl.com/lsscy55.
~
SO
# alibaba 2013-10-16 12:28
*
To Hamba Allah,

Pemikiran yang dangkal sekali anda, jelas dalam Islam hak wanita tidak terlindungi. Bukankah sudah saya tulis di atas? Jika mau yang lengkap cari digogle terusannya.

Jika begitu cara pemikiran anda, kalau saya memperkosa adik anda jelas harus di tempat sepi dan tidak ada saksi, dan jika adik anda menuntut jelas tidak akan berlaku suaranya karena tidak ada saksi 4 laki-laki Muslim, atau pelaku mengakuinya, dan malah adik anda yang akan dihukum karena tidak bisa membuktikannya. Apakah ini yang namanya adil? Anda bisa membedakanya tidak?

Jelas jika anda ketahuan memperkosa wanita anda harus bertanggung-jaw ab yaitu dengan menikahinya, bukankah ini lebih baik daripada ajaran anda yaitu ketidak-adilan terhadap wanita?

Dan anda bisa mencari di google, ketidak-adillan terhadap wanita di Islam, anda tidak bisa menutup mata selamanya?
# hamba Allah 2013-10-16 23:12
*
Ketika si wanita mulai menuduh, berarti dia sudah ketahuan berzinah dan pasti dihukum. Namun, belum tentu tuduhannya menyeret pelaku untuk dihukum. (mana dalilnya)

Tidak ada hukuman untuk korban perkosaan “Telah diangkat dari umatku (dosa/sanksi) karena ketidaksengajaa n, karena lupa, dan karena apa-apa yang dipaksakan atas mereka” (HR Thabrani dari Tsauban RA.).

Setiap kejahatan tentulah ada pembuktiannya, jika seandainya ada wanita ke pengadilan dan mengatakan anda memperkosanya, apakah anda langsung akan menerimanya dan mengwininya. Tentu tidak bukan, pasti anda minta dibuktikan tuduhanya.

Hukum dalam Islam jelas pemerkosaan mendapat hukuman cambuk 100 kali dan rajam. Bagaimana menurut Alkitab kalau seorang gadis diperkosa 5 laki-laki, apakah kelima laki-laki tersebut harus mengawini satu perempuan.

Apakah menurut anda setiap wanita yang diperkosa akan rela dinikahi pemerkosanya, apa lagi perkosaan dengan kekerasan.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-22 10:40
~
Saudara Hamba Allah,

Di atas kami sudah menjelaskan tentang perbedaan hukum untuk wanita korban perkosaan menurut ajaran Al-Quran (Islam) dan ajaran Alkitab (Kristen).

Bila saudara kurang jelas, silakan membaca ulang penjelasan kami di atas. Juga ada baiknya saudara mempelajari sejarah agama Islam agar pengetahuan saudara tentang Islam bertambah.

Kami rasa topik tentang hukum pemerkosaan ini sudah jelas.
~
SO
# alibaba 2013-10-17 16:10
*
To Hamba Allah,

Padahal sudah sangat jelas diterangkan oleh IDI di atas, mengapa anda sulit mencernanya. Pikiran anda sungguh kacau sekali, anda mengatakan harus ada pembuktiannya, yaitu harus ada saksi. Sekarang saya tanya anda, mungkinkah orang yang memperkosa wanita itu bodoh sampai-sampai ada saksi yang melihat, jika ada saksi pun pasti tidak akan terjadi pemerkosaan, karena bakal ditolongin.

Anda bisa lihat televisi, jika ada korban pemerkosaan, dia bisa melaporkan ke polisi, dan saksinya adalah korban tersebut. Bukan 4 pria Muslim dan pria yang telah memperkosanya akan dihukum sesuai UUD 45, tapi bagaimana dengan negara yang menggunakan hukum Islam, korban pemerkosaan tidak ada suara untuk mengadu. Karena syaratnya harus ada saksi, jika dia tidak dapat membuktikannya, malah wanita tersebut yang akan dihukum, karena kedapatan berzina.

Sangat tidak adil bukan bagi kaum wanitanya. Jadi sampai sini anda bisa membedakanya tidak?
# anas 2013-10-29 19:13
~
Justru Islam sangat menghargai wanita.

1. Surga berada ditelapak kaki ibu.
2. Seorang ibu yang meninggal saat melahirkan jaminannya surga
3. Ibulah seorang yang pertama kali harus dihormati oleh anaknya.
4. Harta warisan wanita lebih sedikit sebab harta warisanya untuk dirinya sendiri, berbeda dengan pria yang harta warisannya untuk menafkahi keluarganya.
5. Wanita punya sifat penyayang, penuh cinta dan lembut cocok untuk mengasuh anak dan penasihat bagi pria yang memimpinya.
6. Untuk wanita sangat mudah untuk masuk surga, hanya dengan menutup aurat dan taat pada Allah SWT dan suami. Kalau banyak wanita yang masuk neraka, karena banyak wanita yang enggan menutup aurat. Jadi kalau wanita Muslim menutup aurat berarti jarang yang masuk neraka.
7. Kalau mau tahu kenapa Maryam bisa disebut dalam Al-Quran baca saja kisahnya dalam cerita Islam.
8. Siti Khadijah salah satu wanita yang dijamin masuk surga.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-31 14:12
~
Saudara Anas,

Terimakasih untuk 8 item yang sudah saudara sebutkan di atas, yang menurut saudara adalah kelebihan wanita dalam ajaran Islam.

Bila tidak keberatan, kiranya saudara memberi dalil dalam Al-Quran yang membenarkan kedelapan informasi yang saudara sebutkan di atas. Ingat, yang kami minta adalah dalil dari Al-Quran, bukan hadist.
~
Saodah
# Panigat 2013-10-29 23:20
~
HSB 62:58 menjelaskan betapa wanita-wanita yang disodorkan kepadanya, apabila dia (Muhammad) tidak berkenan maka dihadiahkan kepada pria lainnya!

Benarkah kalimat tersebut ada? Kalau benar lalu apa arti kata “disodorkan kepadanya”?

Terus terang saya terkejut membaca kalimat itu. Apakah ada yang menjelaskannya?
Thanks.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-31 14:13
~
Saudara Panigat,

Karena pertanyaan yang saudara ajukan berhubungan dengan keimanan umat Muslim, menurut kami ada baiknya teman-teman Muslim yang memberi penjelasan.

Kepada teman-teman Muslim, silakan memberi tanggapan untuk pertanyaan dari Sdr. Panigat di atas.

Terimakasih!
~
Saodah
# answer 2013-10-30 22:26
~
To: Anas,

Benarkah Islam menghargai wanita?

“Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka” (Qs 4:34). Terlihat sangat kasar sekali bukan didikan di Al-Quran?

“Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanamm u itu bagaimana saja kamu kehendaki…” (Qs 2: 223).

Jelas isi ayat ini isteri dijadikan sebagai budak sex bukan?
"Maka kawinilah oleh mu perempuan yang baik bagi kamu, kedua, ketiga atau keempat orang" (Qs 4:3). Apa tidak was-was sebagai wanita Muslim, jika dia dipoligami?

Jika dilihat dari sudut pandang manapun, jelas Islam tidak menghargai wanita, anda jangan menutup mata hati anda. Bandingkan dengan ayat suci Alkitab: “Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri” (Injil, Surat Efesus 5:28-29).
# Staff Isa dan Islam 2014-07-23 08:21
~
Saudara Answer,

Terima kasih atas komentar saudara. Semoga Saudara Anas bersedia merenungkannya dengan hati yang ikhlas, sehingga ia dapat mengetahui kebenaran yang sesungguhnya.

"dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu" (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:32).
~
Slamet
# bilal 2013-10-31 07:59
~
To Answer,

Anda sepertinya rajin juga membaca Al-Quran, tapi ingat Al-Quran bukan hanya untuk dibaca, tapi dipahami isinya (Qs 4:4). Masih ada terusannya, "Tetapi jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil maka nikahilah seorang saja.”

Lagi pula poligami itu banyak syaratnya dalam Islam. Bahkan sebelum turunnya ayat ini, sudah pernah para nabi terdahulu melakukan poligami, yaitu Nabi Daud beristri 99 dan ingin menggenapkannya menjadi 100, lalu ia pun diperingatkan oleh Allah SWT.

Maka dengan ayat ini Nabi Muhammad membatasinya dengan 4. Dan itupun dengan syarat yang tidak mudah (Qs 4:34) Nusyuznya ialah istri yang meninggalkan kewajibannya sebagai istri, justru suamilah tugasnya yang sangat berat jika istri sampai meninggalkan kewajibannya, suami akan dimintai pertanggung-jaw abanya dihadapan Allah. Terusannya ingat "Tetapi. Jika istrimu mentaatimu janganlah kamu mencari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh Allah Maha tinggi, Maha besar.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-31 14:14
~
Saudara Bilal, ada beberapa hal yang ingin kami luruskan dari pendapat saudara di atas.

1. Poligami yang dilakukan para nabi di Alkitab berbeda dengan poligami yang diajarkan Al-Quran. Dalam Al-Quran poligami benar-benar diperbolehkan, bahkan Muhammad sendiri melakukannya dan diijinkan oleh Allah SWT.

Poligami dalam Alkitab terjadi karena keserakahan atau ketidak-puasan seseorang atas apa yang sudah dimilikinya. Contoh Abraham. Sarah tidak puas hanya mendengar janji Allah bahwa suatu hari dia akan mempunyai anak. Dia tidak tunduk atas perintah Allah hingga hari itu tiba. Karena keserakahannya untuk segera mempunyai anak, dia memberi pembantunya, yaitu Hagar untuk dinikahi Abraham dan melahirkan anak untuknya. Sehingga terjadilah poligami.

Silakan saudara membaca Alkitab mulai dari awal hingga selesai, tidak satupun ayat yang merupakan perintah Tuhan agar nabi-Nya mengambil isteri kedua, ketiga dst.

2. Bicara tentang adil. Adakah manusia yang adil? Jelas tidak ada! Adil hanya sifat Allah semata. Bila memang benar “adil” merupakan persyaratan berpoligami, tentu nabi umat Muslim tidak akan berpoligami. Sebab dia lebih menyayangi Aisyah dibanding isteri-isteri nya yang lain.

3. Mendidik isteri dengan cara memukul. Sebagai seorang wanita, saya sangat menentang keras ajaran Islam yang satu ini. Bagaimana mungkin seorang suami diperintahkan mendidik isteri dengan cara kekerasan? Bukankah hal ini dapat dikatakan sebagai KDRT dan melanggar hukum yang ada di Indonesia?
~
Saodah
# anas 2013-10-31 09:29
~
To Answer ,

Sudah dijawabkan, Nabi Daud pun diperingatkan oleh Allah SWT. Itu menandakan Allah SWT mencintai setiap mahluk ciptaan-Nya.

Qs 2:223 itu maknanya ladang yang berarti adalah harta dan perhiasan. Karena seorang istri adalah harta dan perhiasan bagi suami, yang kelak suami akan dimintai pertanggung-jaw abnnya di hadapan Allah SWT. Apakah perhiasannya itu bukan hanya untuk di dunia saja tapi di akhirat.

Nafsu bukan hanya milik suami, tapi setiap mahluk memiliki nafsu. Bagaimana dengan gigolo, berarti ia juga budak nafsu. Jadi setiap laki-laki maupun perempuan berhak atas apa yang dimilikinya dengan cara halal. Andalah yang menuduh wanita itu budak nafsu, bukan Al-Quran.
# Staff Isa dan Islam 2013-11-02 13:25
~
Saudara Anas,

Kami kurang tahu atas dasar apa saudara menafsirkan isi Qs 2:223 seperti penjelasan saudara di atas.

Mari kita lihat kembali isi dari ayat tersebut “Isteri-isterim u adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanamm u itu bagaimana saja kamu kehendaki…” (Qs 2:223).

Pada ayat di atas dikatakan “isteri” layaknya seperti “tanah” tempat bercocok tanam. Bila kita ibaratkan seorang petani, maka isteri di sini adalah “ladang” dimana si petani berhak memperlakukan ladang tersebut seperti yang dia mau. Apakah dia mau menanaminya dengan bibit yang baik, bibit yang rusak, atau mau membiarkan ladang itu ditumbuhi semak, ladang tersebut tidak mempunyai hak untuk komplain. Karena si petani mempunyai hak penuh atasnya.

Demikian juga seorang suami dalam memperlakukan isterinya menurut Qs 2:223. Suami mempunyai hak penuh atas isterinya. Apakah dia mau memperlakukanny a dengan baik, atau suami hanya menganggap isterinya sebagai tempat pemuas nafsu, si isteri hanya boleh menerimanya dan tidak boleh komplain. Karena menurut Qs 2:223, isteri adalah tanah bercocok tanam dan suami bebas memperlakukanny a bagaimanapun sesuai yang dikehendaki suami.

Nah, menurut Sdr. Anas, apakah perlakuan yang demikian layak untuk ditiru?
~
Saodah
# answer 2013-10-31 19:12
~
To: Bilal,

Nabi terdahulu jika dia berpoligami itu adalah nafsu atau keserakahan dari nabi tersebut, bukan perintah Tuhan. Karena Allah menetapkan monogami, seperti Adam dan Hawa. Berbeda dengan Islam yang jelas-jelas menghalalkan poligami. Anda sudah paham?

Anda baca baik-baik “Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri” (Injil, Surat Efesus 5:28-29). Inilah ayat yang mendidik dengan baik! Bukan seperti ayat di Al-Quran yang jelas-jelas memperbolehkan memukul isteri. Anda sudah paham perbedaannya?

Jika saya orang kaya raya, maka istilahnya saya mampu untuk mengawini 4 wanita, bukan karena adil bukan? Karena saya kaya raya dan saya mampu memiliki isteri banyak, dan saya bercukupkan menafkahi 4 isteri saya. Jadi hanya orang kaya saja yang dominan memiliki istri banyak.
# Staff Isa dan Islam 2014-07-23 08:35
~
Saudara Answer,

Kami sependapat dengan penjelasan saudara. Memang sejak awal dunia dijadikan, Allah memerintahkan bahwa seorang pria hanya boleh menikah dengan satu wanita.

Dan juga suami tidak diperbolehkan memukuli isterinya dengan alasan apapun. "Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia" (Injil, Surat Kolose 3:19).
~
Slamet
# Rosi 2013-11-29 12:42
~
Anda boleh saja memiliki keyakinan sendiri dalam diri anda yaitu menjadi seorang Kristen dan percaya terhadap isi Injil. Tapi sangat disayangkan sekali, kenapa anda mengomentari ajaran agama lain. Ini menurut saya sangat tidak etis, agama anda saja Kristen, bagaimana anda bisa mengerti tentang Islam.

Jadi tidak sepantasnya anda berbicara tentang Islam apalagi anda membanding-band ingkan dengan agama anda. Kepercayaan anda boleh kepercayaan anda, tetapi kepercayaan kami menjadi Muslim dan mempercayai Al-Quran jangan anda salah-salahkan. Itu jelas menyimpang.

Orang Kristen tidak mungkin paham tentang Islam, begitu juga sebaliknya. Jadi untuk apa anda membeda-bedakan antara isi Injil dan Al-Quran. Sedangkan anda sendiri saja tidak mungkin memahami Al-Quran karena anda saja bukan Muslim. Kalau anda menganggap isi dari Injil yang paling benar menurut anda, itu terserah anda.
# Staff Isa dan Islam 2013-12-03 12:29
~
Saudara Rosi,

Pertam-tama, kami ingin menjelaskan kepada saudara bahwa tujuan forum ini bukan untuk membanding-band ingkan antara isi Injil dan Al-Quran. Tujuan website ini adalah untuk mengetahui siapakah sebenarnya Isa Al-Masih itu menurut Al-Quran dan Injil.

Kedua, seorang Kristen bukan berarti tidak bisa mengerti isi Al-Quran. Pun sebaliknya seorang Islam belum tentu tidak mengerti isi Injil. Kami banyak bertemu dengan orang-orang Islam, yang selain mempelajari Al-Quran, mereka juga mempelajari Injil.

Memang, biasanya orang yang mempelajari kedua kitab tersebut dengan benar, pada akhirnya mereka lebih memilih mengikuti Isa Al-Masih. Mengapa bisa demikian?

Kiranya Sdr. Rosi dapat merenungkan ayat ini, “Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa” (Qs 5:46).

Menurut Al-Quran, di dalam Injil dan Taurat ada petunjuk, cahaya, serta pengajaran dari Allah bagi orang-orang bertakwa. Sebagai seorang bertakwa, bukankah seharusnya Sdr. Rosi juga membaca Injil dan Taurat?
~
Saodah
# alibaba 2013-11-29 16:05
~
To: Rosi,

Anda jika mempunyai bantahan silahkan anda bantah jika itu tidak benar, tidak perlu anda emosi! Apakah anda merasa terhinakan dengan adanya situs ini, dan lagipula anda merasa marah karena terpojokan akan ayat-ayat Al-Quran itu sendiri?

Silahkan anda baca lagi tujuan situs ini diadakan, dan lagi, anda katakan karena kami orang Kristen tidak mengerti Islam, maka anda sebagai orang Islam silahkan bantah jika ada yang salah. Kolom komentar selalu sedia untuk yang ingin berdiskusi.
# Staff Isa dan Islam 2014-07-23 08:58
~
Saudara Alibaba,

Terima kasih untuk komentarnya. Kalau kita sungguh-sungguh mengasihi kebenaran, tentunya kita tidak akan marah apabila kebenaran itu memberikan ganjaran kepada kita.

"Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya" (Injil, Surat Ibrani 12:11).
~
Slamet
# Sandi 2014-01-21 18:04
~
Tentunya seorang utusan/nabi Allah datang untuk mengubah situasi menjadi baik, bukan? Bagaimana mungkin seorang nabi dikatakan sebagai teladan yang baik, bila mengajarkan hak-hak wanita seperti itu?

Untuk umat Muslim coba ada pikirkan secara logika, karena anda sering bermain dengan logika anda? Terima kasih.
# Staff Isa dan Islam 2014-07-23 09:22
~
Saudara Sandi,

Terima kasih untuk komentarnya. Semoga hal ini dapat memberikan inspirasi bagi saudara pembaca yang sungguh-sungguh mencari kebenaran Allah.

"Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan" (Injil, Rasul Besar Matius 5:6).
~
Slamet
# ijtihad 2014-09-02 16:49
~
Wanita pilihan terakhir setelah hewan tidak sepadan dengan Adam. Kejadian 2:20. Bapa tidak akan ciptakan wanita jika Adam cukup puas dengan hewan. Wanita tak berharga dalam Alkitab. Gundik yang bisa diusir oleh Abraham, boleh ditiduri dalam perang. Bapa minta 352 perawan pampasan perang. Wanita tak punya hak warisan bil 27.
# Staff Isa dan Islam 2014-09-09 10:42
~
Salam Sdr. Ijtidah,

Kami menyampaikan terimakasih untuk pemparan saudara.

Alkitab dalam Perjanjian Lama memuat kisah-kisah tentang seorang wanita. Bagaimana Allah juga membimbing dan melindungi kaum wanita. Mungkinkah Allah mensederajatkan Adam dengan hewan? Barangkali itu hanya asumsi saudara semata saja, bukan?

Terlebih saudara perlu banyak belajar tentang ajaran yang diajarkan oleh Isa Al-Masih soal memberikan penghargaan kepada kaum wanita. Lihat saja, ketiak seorang pelacur hendak dilempari batu oleh orang banyak. Bagaimana Isa Al-Masih memberikan jalan keluar?

Kisah ini adalah sebuah kisah yang sangat menarik yang perlu saudara pelajari. Lihat Injil, Rasul Besar Yohanes 8:1-11.
~
Salma
# pandu 2014-09-21 21:41
~
Belum ada yang pernah mengalahkan debat Dr. Zakir Naik tentang Islam. Kalau anda ingin tahu tentang agama Islam, jangan hanya menampilkan tiga ayat saja dalam Al-Quran tentang wanita. Anda pasti juga tahu bagaimana perilaku orang-orang barat yang memeluk agama Kristen.
# Staff Isa dan Islam 2014-09-24 09:58
~
Saudara Pandu,

Kami sangat senang bila saudara dapat membantu kami tentang ayat Al-Quran mengenai wanita yang lainnya. Tetapi jelas, kedudukan wanita lebih rendah dibandingkan kedudukan pria dalam Al-Quran. Kenyataan ini tentu tidak dapat dipungkiri, bukan? Nah, pertanyaannya adalah mengapa kedudukan wanita lebih rendah dibandingkan pria dalam Al-Quran? Bagaimana saudara?
~
Solihin
isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer

Isa Islam Dan Kaum Wanita

Click gambar di samping untuk artikel - artikel untuk wanita Muslim


 

www.isaislamdankaumwanita.com