Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter

Islam: Ajaran Kasih Isa Itu Lemah

love loveUmat Islam menganggap ajaran kasih Kristen itu lemah. Tetapi Islam sendiri mengajarkan Allah Maha Pengasih dan Penyayang. Benarkah kasih itu lemah?

Apakah Kasih Itu Lemah?

Beberapa tahun lalu saya mendengar penceramah Muslim mengajarkan bahwa ajaran kasih Kristen itu lemah. Sehingga banyak kaum Muslim menganggap kasih itu lemah. Terus terang saya bingung dengan tuduhan dan anggapan seperti itu.

Sebagai umat beragama yang berfikir, kita tidak hanya berasumsi. Melainkan mendasarkan kepercayaan kita pada kebenaran Wahyu Allah.

Jika kasih itu lemah, mengapa Islam juga mengajarkan kasih?

Islam Mengajarkan Kasih

Para Mukmin yakin Allah Maha Pengasih dan Penyayang. Juga Al-Quran menuliskan Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Qs 3:31).

Jika kasih itu lemah, mengapa Islam juga mengajarkan untuk mengasihi Allah, Muhammad dan juga kasih sayang sesama Muslim? 

Bukankah kita sering melihat betapa besarnya kasih orang tua kepada anak-anaknya. Juga anak-anak wajib mengasihi orang tuanya. 

Suami dan istri wajib saling mengasihi. Kita juga wajib mengasihi sesama kita.

Bukankah semua itu membuktikan bahwa kasih itu mulia dan kuat?

Semua Orang Membutuhkan Kasih

Umat Muslim dan semua orang ingin dikasihi, bukan dimusuhi. Etnis Muslim Rohingya membutuhkan kasih sesamanya, termasuk dari non-Muslim. Para pengungsi Muslim dari Timur Tengah membutuhkan kasih orang-orang kafir atheis dan Kristen di Eropa.

Agar hidup damai sejahtera, maka kita wajib saling mengasihi, bukannya memusuhi. Jika Anda setuju, kirimlah lewat email kepada kami pandangan Anda tentang pentingnya kasih bagi kehidupan Anda.

Manusia membutuhkan kasih dan rahmat Allah. Artinya kasih itu tidak lemah. Kasih itu kuat dan berkuasa. Bagaimana nasib manusia jika tidak mendapatkan kasih dan rahmat Allah? 

Topik 3 CrossKasih Siapa Yang Termulia dan Terbesar?

Kasih Isa Al-Masih adalah kasih termulia. Sebab kasih Isa Al-Masih adalah kasih Allah. Ketika di dunia, Isa Al-Masih, Sang Kalimatullah, mengamalkan kasih Allah. Ia menolong manusia, baik masalah jasmani maupun rohani.

Kasih Isa Al-Masih adalah kasih yang terkuat. Injil Allah menyaksikan . . . kita ketahui kasih Kristus [Isa Al-Masih]  . . . bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita
. . .”(Injil, 1 Yohanes 4:16).

Karena kasih-Nya, Isa rela mati menanggung hukuman dosa manusia. Yaitu kematian di neraka. Isa rela mati agar Ia dapat mengampuni dosa dan menjamin hidup kekal di sorga.

Kasih Isa Al-Masih dan Hidup Kekal Anda

Jadi, kasih Isa Al-Masih adalah kasih terkuat, terbesar dan menyelamatkan. Jika ingin beroleh kasih Isa Al-Masih yang menyelamatkan, maka kita wajib menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat. Silakan menghubungi kami jika Anda rindu menerima kasih Isa Al-Masih tersebut!

[Staf Isa dan Islam – Untuk informasi lebih lanjut, silakan mendaftar untuk menerima secara cuma-cuma Buletin Mingguan "Isa dan Al-Fatihah."]

Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca:

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Jika kasih itu lemah, mengapa Islam juga mengajarkan kasih?
  2. Apa yang terjadi jika Allah tidak mengasihi manusia?
  3. Adakah kasih yang melebihi kasih Isa Al-Masih yang menyelamatkan manusia dan menjamin masuk sorga? Buktikan!

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

 

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Berhubung banyak komentar yang masih belum kami balas, untuk sementara komentar tidak diterima.

Comments  

# sejarah 2017-02-27 20:10
~i
Yesus katanya Tuhan, Yesus menyerahkan nyawanya? Kepada siapa Yesus menyerahkan nayawanya sementara Yesus itu katanya adalah Tuhan? Tidak sanggupkah Tuhan mengasihi manusia selain dengan jalan menjadi hina terlebih dahulu sebagaimana Yesus mati terkutuk di tiang salib?
# Staff Isa dan Islam 2017-02-28 15:39
~
Saudara Sejarah,

Perbedaan Isa Al-Masih dengan ilah lain adalah Isa Al-Masih menunjukkan kasih-Nya yang besar melalui tindakan konkret. Ini membuktikan kasih Isa Al-Masih tidak lemah. Sebaliknya, pengorbanan Isa Al-Masih membuktikan kebesaran kasih Isa Al-Masih.

Bagaimana dengan alloh Islam? Alloh Islam tidak pernah membuktikan kasihnya kepada umat Islam, bukan? Kalau boleh tahu, apa bukti konkret alloh Islam mengasihi umatnya secara spesifik? Mohon pencerahan saudara.
~
Solihin
# Usil 2017-02-27 20:46
~
To: Nasrani,

Kasih tanpa pedang adalah kelemahan. Pedang tanpa kasih adalah kekejaman. Pedang dengan kasih adalah kesempurnaan. Itulah Islam.
# Staff Isa dan Islam 2017-02-28 15:46
~
Saudara Usil,

Menarik sekali pernyataan saudara bahwa kasih tanpa pedang adalah kelemahan. Barangkali lebih baik saudara memberikan contoh konkret mengenai kasih tanpa pedang adalah kelemahan agar kami tidak menduga-duga. Bagaimana saudara?

Bila kasih tanpa pedang adalah kelemahan, mengapa Qs 3:31 menyebutkan bahwa alloh Islam mengasihi dan mengampuni dosa-dosa? Bagaimana hubungan kasih dan pedang dalam perspektif Al-Quran? Mohon penjelasan saudara.
~
Solihin
# pengunjung 2017-02-27 20:59
~
Jadi, kasih Isa Al-Masih adalah kasih terkuat, terbesar dan menyelamatkan. Jangankan untuk menjadi Tuhan yang akan saya sembah, menjadikan ajudan saja sosok seperti Yesus itu sungguh tidak layak. Sejatinya Tuhan itulah adalah maha kuasa dan perkasa.
# Staff Isa dan Islam 2017-02-28 15:51
~
Saudara Pengunjung,

Saudara mengakui bahwa Tuhan mahakuasa, maka saudara pun perlu mengakui bahwa Tuhan dapat menunjukkan kasih-Nya dengan cara yang dikehendaki-Nya . Hal ini bila saudara konsisten dengan pernyataan saudara. Faktanya, saudara menolak kemahakuasaan Allah dengan menolak bahwa Allah dapat menunjukkan kasih-Nya dengan menderita mati di kayu salib untuk menyelamatkan manusia dari dosa.

Pertanyaannya adalah mengapa saudara mengingkari kemahakuasaan Allah yang berkenan menjadi manusia dan menunjukkan kasih-Nya dengan mati di kayu salib? Mohon penjelasan saudara.
~
Solihin
# Alif 2017-02-27 21:04
~
Kasih yang mana yang diajarkan Yesus? Yesus datang bukan untuk damai/kasih, tapi untuk pedang/perang. Tertulis di Alkitab berarti itu ucapan Yesus, orang Kristen dilarang menyangkal Alkitab.
# Staff Isa dan Islam 2017-02-28 15:55
~
Saudara Alif,

Ada baiknya bila saudara mengutip ayat tersebut secara lengkap sehingga mengerti dengan benar maksud kata 'pedang'. Benarkah kata 'pedang' memiliki arti perang berdasarkan teks tersebut? Kami mengajak saudara untuk jujur terhadap diri sendiri. Lagi pula, tidak ada bukti konkret bahwa Isa Al-Masih berperang. Bila ada, maka tertulis dimanakah dalam Injil?

Sebaliknya, Isa Al-Masih menunjukkan kebesaran kasih-Nya dengan "memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang" (Injil, Rasul Besar Matius 20:28). Dengan demikian, tidak ada kasih yang lebih besar selain yang ditunjukkan Isa Al-Masih.
~
Solihin
# Ahli Fikir 2017-02-27 21:35
~
Jadi kasih sayang Allah lebih besar daripada kasih sayang Yesus (Yoh. 14:28), dan kasih sayang Allah lebih besar daripada sesiapapun (Yoh. 10:29).
# Staff Isa dan Islam 2017-02-28 19:45
~
Saudara Ahli Fikir,

Kami senang saudara mengutip ayat Injil. Walaupun demikian, kami menyayangkan karena saudara tidak membaca dengan teliti ayat-ayat tersebut. Kami mengutipnya untuk saudara. "Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku" (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:28).

Ayat di atas justru menegaskan bahwa Isa Al-Masih mengasihi manusia, bukan menekankan tentang kasih Allah lebih besar dibandingkan Isa Al-Masih. Dengan demikian, saudara salah konteks memahami ayat tersebut. Bagaimana dengan alloh Islam? Kami tidak menemukan bukti konkret alloh Islam. Al-Quran hanya menjelaskan alloh Islam maha penyayang. Apa bukti konkret kasih alloh Islam?
~
Solihin
# Anggur bin Yakult 2017-02-28 00:46
~
Tentu saja tidak lemah kalau ajaran kasihnya itu; kasih duit, kasih beras, kasih indomie, dsb.
# Staff Isa dan Islam 2017-02-28 19:50
~
Saudara Anggur,

Mengasihi bukan sekedar retorika belaka. Allah menyebut diri-Nya kasih karena Dia membuktikan kasih-Nya dengan datang ke dunia dan mengambil rupa manusia. Dan dalam keadaan manusia, Dia relah "memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang" (Injil, Rasul Besar Matius 20:28). Bukankah ini kasih yang konkret?

Adalah tidak bijak bila ada ilah yang menyebut dirinya maha pengasih dan maha penyayang, tetapi tidak pernah menunjukkan kasihnya secara khusus. Alih-alih membuktikan kasih, malah yang terjadi adalah kebingungan. Bagaimana menurut saudara bila ada ilah yang hanya beretorika?
~
Solihin
# الملك|ᴮᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ|كالا 2017-02-28 00:47
*****
1. Berarti ajaran Islam itu munafik.
2. Berarti tidak ada Allah.
3. Tidak ada, buktinya ilah Islam itu bukan kasih tetapi sombong. Hαdits qudsi, dαri Abu Hurαirαh rα, sαw bersαbdα: "Ilαh kitα berkαtα, 'kemuliααn αdαlαh sαrungku dαn kesombongαn αdαlαh selendαngku'." (HR.Muslim,4752 ). Padahal: 1 Yohαnes 4:8, "…Allαh αdαlαh kαsih." 1 Korintus 13:4, "Kαsih itu…tidαk sombong." Amsαl 21:4, "…sombong…αdαlα h dosα." Yohαnes 3:8, "…dosα, berαsαl dαri iblis…"
# Staff Isa dan Islam 2017-02-28 19:53
*****
Saudara Biangkala,

Tidak mudah untuk membuktikan kasih alloh Islam sebab hingga saat ini rekan-rekan Muslim belum dapat menunjukkan kasih alloh Islam secara spesifik dan konkret, kecuali yang umum-umum saja. Harap ini menjadi sebuah perenungan bersama. Bila kasih dianggap sebagai kelemahan, mengapa alloh Islam menyebut dirinya maha pengasih?
~
Solihin
# LGN 2017-02-28 00:59
*****
Terima kasih buat staff IDI Tuhan Yesus memberkati.

1. Kasih itu bersumber dari Allah. Menurut saya ini adalah pertanyaan yang sangat tepat bagi Muslim. Jika kasih itu lemah kenapa mereka diajarkan kasih? Mohon dijawab buat saudara-saudara Muslim.

2. Jika Allah tidak mengasihi kita manusia apalah jadinya kita ini umat manusia, tidak ada harapan, yang pasti jika Allah tidak mengasihi, manusia pasti tinggal menunggu maut (neraka). Namun saya bersyukur Allah sudah menyatakan kasih-Nya buat saya (Yohanes 3:16).

3. Tidak ada kasih yang melebihi Allah, karena Allah sumber kasih. Hanya Yesus (penuh kasih) yang mampu menyelamatkan dan mengampuni dosa manusia dan itu sudah dinyatakan. Allah adalah Yesus, Yesus adalah Allah. "Aku dan Bapa adalah satu" (Yohanes 10:30).
# Staff Isa dan Islam 2017-02-28 19:58
*****
Saudara LGN,

Kasih yang membuat Allah rela datang ke dunia dan mengambil rupa manusia agar manusia dapat diselamatkan. Kasih tidak lemah. Sebaliknya, kasih menunjukkan kebesaran dan kekuatan Allah. Bukankah tidak ada seorang pun yang dapat memberikan nyawanya untuk orang lain? Apakah memberikan nyawa untuk orang lain sebagai kelemahan? Kiranya ini menjadi perenungan bagi pengunjung situs ini.
~
Solihin
# rizal 2017-02-28 05:37
*****
1. Saya mau tahu dari mana anda mendengar orang Islam yang mengatakan ajaran kasih itu lemah? Ingat jangan pernah bersaksi dusta karena itu akan menghambat kalian masuk surga (Matius 19:18).

2. Maka manusia akan binasa. Untuk itu Allah memberikan kalian kesempatan untuk bertobat, sebab kalian salah menyembah Tuhan, yang kalian sembah adalah utusan Tuhan.

3. Ada. Yaitu Allahnya Yesus dan Allahnya kita semua. Buktinya Yesus menyuruh menyembah Allah bukan menyembah diri-Nya (Markus 12:29-30; Qs 5:72 dan 117). "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Rabb-ku dan Rabb-mu."
# Staff Isa dan Islam 2017-02-28 20:08
*****
Saudara Rizal,

1. Pertanyaan saudara telah dijawab oleh saudara Anakkunafiisah di kolom bawah. Ia menyatakan bahwa kasih Kristen itu lemah. Bukankah ini menandakan bahwa Muslim memandang kasih itu lemah?

2. Isa Al-Masih tidak pernah menyebut diri-Nya utusan, kecuali penafsiran saudara. Saudara dapat memeriksa banyaknya ayat yang menjelaskan bahwa Dia adalah Tuhan. Silakan saudara klik ini http://tinyurl.com/8abrx5t untuk mengetahuinya. Bagaimana dengan alloh saudara? Apa bukti konkret kasih alloh saudara untuk menyelamatkan saudara dari dosa?

3. Membaca poin membuat hati kami bertanya-tanya. Mengapa saudara tidak menyebutkan alloh saudara? Bukankah alloh Islam dan Isa Al-Masih berbeda? Alloh Islam tidak pernah memberikan bukti konkret kasihnya kepada manusia. Apa bukti konkret kasih alloh saudara untuk menyelamatkan saudara dari dosa?
~
Solihin
# anakkunafiisah 2017-02-28 05:52
*
1. Betul sekali kasih Kristen itu lemah. Dia tidaklah dibangun pada ajaran Yesus sendiri dan juga tidak dibangun di atas nash atau hukum yang berlaku. Bahkan membuat hukum baru dan "penggenapan" yang palsu. Penggenapan tidaklah menghapus apa yang ada dalam Taurat itu. Bahkan jika memang Kristen jujur menganut kasih sesuai ajaran Yesus dia pasti taat dalam menjalankan Taurat sebab telah tertulis 22:40, "Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.“

Yakni ada makna dimana: 1. Harus dijalankan sesuai Taurat dan kitab atau 2. Dengan kasih inilah sebagai dorongan dalam ketaatan menjalankan hukum Taurat dan kitab para nabi. Mudah-mudahan bisa jadi renungan karena kami Muslim adalah saksi bagi kalian kelak.
# Staff Isa dan Islam 2017-02-28 20:53
*
Saudara Anakku,

Menarik sekali pernyataan saudara bahwa kasih Kristen tidak dibangun pada ajaran Isa Al-Masih. Agar hal ini jelas, maka dapatkah saudara menjelaskan lebih lanjut apa maksud dari tidak dibangun pada ajaran Isa Al-Masih? Bagaimana saudara?

Pengikut Isa Al-Masih berusaha untuk mengikuti ajaran Isa Al-Masih untuk mengasihi sesama, termasuk mengasihi orang yang menganiaya (Injil, Rasul Besar Matius 5:44). Sebab Isa Al-Masih telah memberikan contoh dan teladan mengenai kasih yang besar. Bagaimana mungkin pengikut Isa Al-Masih mengasihi tidak dibangun atas ajaran Isa Al-Masih?
~
Solihin
# shukri 2 2017-02-28 08:14
~
Jangan hanya cakap pada sifat kasih semata. Bagaimana pula pada sifat murka Allah? Sesungguhnya Ar-Rahman juga tidak menyukai orang-orang yang syirik dan ingkar. Qs 4:48, "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya . Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar."

Qs 30:45, "agar Allah memberi pahala kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang ingkar."
# Staff Isa dan Islam 2017-03-01 06:12
~
Saudara Shukri,

Kami senang saudara menyinggung mengenai sifat murka Allah. Ini berarti berbicara tentang keadilan Allah. Allah sangat murka terhadap orang yang berbuat dosa. Dosa apapun itu. termasuk dosa yang dianggap kecil. Karena itu, setiap orang yang berdosa dihukum di neraka (Injil, Surat Roma 6:23). Uniknya, Al-Quran menyatakan hal yang sama (Qs 43:74).

Namun, Allah memiliki kasih yang besar kepada manusia dan menghendaki manusia tidak binasa di neraka. Sebab itu Dia datang ke dunia dan menjadi manusia. Namun, orang menganggap wujud kasih-Nya datang ke dunia dianggap kasih yang lemah. Bila kasih dianggap lemah, mengapa Al-Quran menyatakan alloh Islam maha pengasih dan maha penyayang?
~
Solihin
# Ahli Fikir 2017-02-28 11:29
~
Bukti Allah Maha Adil:
- perbuatan baik manusia dapat ganjaran yang baik
- perbuatan jahat dibalas dengan kejahatan

Anehnya ajaran Kristen semuanya di klaim kasih:
- yang baik dikasih
- yang jahat dikasih
- perogol anaknya dikasih
- penzina dengan adik perempuannya dikasih
- perempuan sundal dikasih
- yang Iblis?
Apa yang adilnya ajaran penyembah manusia ini?
# Staff Isa dan Islam 2017-03-01 06:19
~
Saudara Ahli Fikir,

Membuat pernyataan berdasarkan asumsi hanya akan menghasilkan tuduhan tidak berdasar. Namun, ijinkan kami menanggapi mengenai maha adil versi saudara. Tidak ada yang baik pada manusia. Sebab di dalam kebaikan pun bisa terdapat kejahatan. Misal, berbuat baik agar dilihat orang. Ini pun kejahatan. Berbuat baik agar masuk sorga. Ini pun kejahatan. Seolah-olah Allah disuap dengan perbuatan baik sehingga diijinkan masuk sorga.

Berbeda dengan kasih dari Allah sejati. Allah mengetahui ketidakmampuan manusia menyelamatkan diri sehingga Dia datang ke dunia dan mengambil rupa manusia (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1,1 4). Kasih demikian merupakan kebesaran Allah. Pertanyaannya adalah apakah bukti konkret kasih alloh Islam untuk menyelamatkan umat Islam dari dosa?
~
Solihin
# Agur bin Yake 2017-02-28 13:01
~
Silakan tunjukkan bukti nyata keadailan alloh lembah Mekkah bagi seluruh umat manusia di muka bumi ini. Kalau adil saja tidak tahu, lalu bagaimana bisa Maha Pengasih dan Penyayang?
# Staff Isa dan Islam 2017-03-01 06:21
~
Saudara Agur,

Membaca Al-Quran secara menyeluruh akan membantu setiap orang mengetahui apakah alloh Islam memiliki sifat kasih dan adil. Kami telah memeriksa dan menyelidiki Al-Quran dan belum menemukan itu. Kami berharap pengunjung situs ini dapat membantu memberikan pencerahan mengenai kasih dan keadilan alloh Islam yang konkret.
~
Solihin
# lawas 2017-02-28 14:00
~
Staff IDI,

Kalau membuat artikel jangan bohong. Nama penceramahnya siapa dan lokasi dimana. Fitnah saja.
# Staff Isa dan Islam 2017-03-01 06:26
~
Saudara Lawas,

Isa Al-Masih mengajarkan untuk berkata ya, bila ya. Dan berkata tidak, bila tidak. Artinya di sana terkandung kejujuran. Pertanyaannya adalah untuk apa membuat artikel dengan maksud berbohong. Bukankah itu tidak sesuai dengan ajaran Isa Al-Masih? Kami tidak menyebutkan nama dan lokasi penceramah untuk menjaga nama baik orang itu. Namun, apa yang disampaikan penceramah sesuai dengan isi artikel di atas.

Persoalannya bukan pada nama atau lokasi, mengapa penceramah itu menganggap kasih Kristen itu lemah? Saudara Anakkunafiisah pun menyatakan hal yang sama. Bila kasih Kristen itu lemah, mengapa alloh Islam menyebut dirinya pengasih dan penyayang?
~
Solihin
# shukri 2 2017-02-28 14:26
~
To: Staff IDI,

Mengapa anda hapus postingan saya? Jelaskan alasan anda. Apakah memberi makna kasih Allah mengikut perspektif Al-Quran salah dan perspektif anda saja yang betul? Lihat kembali postingan-posti ngan saya.
# Staff Isa dan Islam 2017-03-01 06:34
~
Saudara Shukri,

Membicarakan kasih berarti bukan membicarakan benar atau salah, tetapi apa bukti konkret kasih itu? Kasih dalam perspektif Al-Quran tidak memiliki bukti konkret. Kami telah mengajukan pertanyaan mengenai bukti konkret kasih alloh Islam untuk menyelamatkan umat Islam dari dosa. Hingga saat ini pun belum ada yang dapat menjawabnya.

Berbeda dengan kasih Isa Al-Masih. Isa Al-Masih membuktikan kasih-Nya dengan "memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang" (Injil, Rasul Besar Matius 20:28). Namun, tampaknya kasih demikian dianggap lemah.

Oh ya, kami memohon maaf untuk ketidaknyamanan yang saudara rasakan karena komentar saudara dihapus. Kami memiliki ketentuan untuk memasukkan komentar hanya di satu kolom. Namun, saudara telah memasukkan komentar lebih dari satu kolom. Kiranya saudara memahami ini.
~
Solihin
# Hendy Gunawan 2017-02-28 14:34
~
To: All Muslim,

Memang ajaran Muslim itu level ajarannya untuk manusia-manusia yang tinggal di dunia, bukan level ajaran surga. Ajaran Kristus adalah ajaran yang mempunyai level surga dan kemahasucian. Bagi Muslim kasih itu bisa diterima cuma dengan cara bicara saja seperti alloh swt yang mengampuni manusia. Lalu kataya alloh swt ingin manusia masuk surga tinggal menyuruh tidak boleh ini dan itu, harus begini dan begitu sampai tebalnya satu buku.
# Staff Isa dan Islam 2017-03-01 06:38
~
Saudara Hendy,

Kasih membutuhkan bukti, bukan sekedar janji. Isa Al-Masih telah membuktikan kasih-Nya kepada manusia dengan "memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang" (Injil, Rasul Besar Matius 20:28). Tidak ada ilah manapun yang dapat membuktikan kasih yang demikian besar selain kasih yang ditunjukkan Isa Al-Masih. Kiranya ini menjadi perenungan bersama.
~
Solihin