Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter

Bulan Sabit Bukan Lambang Islam! Bagaimana Dengan Salib?

singapore mosqueBulan sabit dan bintang adalah lambang-lambang Islam yang terkenal. Lambang itu terpasang di puncak-puncak masjid. Sedangkan salib adalah lambang Kristen.

Mengapa sebagian umat Islam mengganti simbol bulan sabit dan bintang, sebaliknya Kristen bangga akan salib?

Simbol Bulan Bintang: Sejarah dan Maknanya

Achmad Rofi’imenjelaskan bahwa pada zaman dinasti Utsmani (Turki) simbol “. . . bulan sabit dan bintang pun meraih popularitas di masyarakat muslim.”  Namun, “. . . lambang bulan sabit dan bintang telah lama digunakan sebelum masa Islam . . . yang berasal dari paganisme Yunani kuno, Assyria dan Babylonia”, tambahnya. 

Menurut Nur Muhammad, “Bulan sabit melambangkan . . . tiga benua . . . yang telah dikuasai Islam . . . Asia . . . Afrika . . . Eropa. Sedangkan lambang bintang menunjukkan posisi ibu kota . . . Istambul yang bermakna: Kota Islam.”

“Berkembang juga filosofi lain, bulan sabit yang menjadi penanda waktu menuju bulan baru dalam Islam . . . Sedangkan bintang . . . bersudut lima, melambangkan . . . syahadat, shalat, zakat, puasa, dan ibadah haji,” terangnya.

Memasang Bulan Sabit Bid’ah?

Sebagian umat Islam telah mengganti simbol bulan sabit dan bintang di puncak-puncak masjid dengan lafadz الله (Allah). Ammi Nur Baits mengingatkan, “Meletakkan gambar bulan sabit di atas menara-menara masjid, termasuk bid’ah . . .”

Achmad Rofi’i menegaskan,“Bulan sabit dan bintang sesungguhnya bukan bagian daripada Islam dan tidak semestinya dianggap sebagai lambang Islam . . .”  Ia mengutip hadist, Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia bagian dari kaum itu(HR Abu Daawud no: 4033).

Jika punya pandangan lain tentang lambang-lambang Islam itu, emaillah kami di sini.

cross churchSimbol Salib dan Maknanya

Memang salib/hukuman penyaliban bukanlah budaya Kristen.

Namun, ratusan tahun sebelumnya, Allah telah menubuatkan peristiwa penyaliban Isa Al-Masih dalam Wahyu-Nya. “Mereka menusuk tangan dan kakiku [Isa Al-Masih] (Kitab Zabur/Mazmur 22:16-17). Isa Al-Masih akan wafat “di antara penjahat-penjahat . . . sebagai korban penebus salah” (Kitab Nabi Yesaya 53:9, 10). 

Allah menggenapi nubuat itu ketika prajurit-prajurit Romawi “. . . menyalibkan Dia [Isa Al-Masih] . . .” (Injil, Rasul Besar Matius 27:35).

Salib, Jaminan Keselamatan Jiwa Anda

Amal baik manusia tidaklah mencukupi syarat masuk sorga, yaitu suci tanpa satu dosa pun. Maka manusia berdosa harus dihukum di neraka kekal karena dosa-dosanya itu.

Isa Al-Masih rela mati tersalib guna menggantikan hukuman dosa manusia, yaitu kematian kekal. Melalui kematian dan kebangkitan-Nya itu, Isa Al-Masih menawarkan pengampunan dosa. “Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya [Isa Al-Masih] beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:15).

Sebaliknya, orang yang menolak Isa Al-Masih akan menanggung hukuman dosanya sendiri di neraka kekal. Dengan percaya Isa Al-Masih, Anda terjamin masuk sorga-Nya.

Jika Anda punya bantahan tentang penyaliban Isa Al-Masih, kirimkan via email ini.

[Staf Isa dan Islam - Untuk informasi lebih lanjut, silakan mendaftar untuk menerima secara cuma-cuma Buletin Mingguan "Isa dan Al-Fatihah."]

Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Mengapa ada gerakan mengganti simbol bulan sabit dan bintang dengan lafadz Allah di puncak-puncak masjid?
  2. Simbol bulan sabit dan bintang, ataukah salib yang menghibur rohani Anda? Mengapa?
  3. Bagaimana penyaliban Isa Al-Masih menjamin keselamatan manusia?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Add comment

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments  

# Allah itu Muhammad 2017-10-09 11:46
~
Usil, seperti yang nak kukatakan, allah itu Muhammad-Muhamm ad itu Allah dan sesembahan itu adalah kaabah, sebab itu satu ayatpun dalam Quran tidak releven dengan keTuhanan. Sampai kiamat tidak diketemukan dalam Quran "Akulah Allah, sembahlah aku!". Buktikan siapa yang nampak Jibril serah senaskah Quran kepada Muhammad? Kenapa Muhammad digelar Nabi tidak diangkat masuk Syurga sedangkan Isa disebut Nabi kalian kata langsung diangkat naik kesyurga? Buktikan Quran itu buku terdahulu dari yang lain...
# Staff Isa dan Islam 2017-10-10 17:25
~
Saudara Allah itu Muhammad,

Memang benar, bila mencermati ajaran Al-Quran maka akan ditemukan alloh swt tidak relevan dengan sifat-sifatnya. Contohnya diklaim sebagai alloh pengasih dan penyayang tetapi menyuruh untuk membunuh dan melakukan kekerasan pada kaum lain (Qs 8:12). Nah, begitu juga dengan nabi Islam dikatakan sebagai kekasih Allah tetapi tentang nasibnya dia tidak tahu (Qs 46:9). Dan Al-Quran dikatakan wahyu Allah tetapi menyatakan bahwa petunjuk dan cahaya bagi orang bertaqwa hanya ada dalam Taurat dan Injil (Qs 5:46). Berharap hal ini dapat dicermati oleh kaum Muslim.

Bila mengacu pada artikel di atas tentang simbol Salib, hal ini sudah dinubuatkan oleh kitab para nabi bahwa Sang Juruselamat dunia akan mati tersalib untuk menebus dosa manusia. Dan Allah menggenapi nubuat ini. "menyalibkan Dia [Isa Al-Masih] . . .” (Injil, Rasul Besar Matius 27:35). Sehinggah simbol ini memliki makna yang berarti bagi pengikut Isa Al-Masih hingga saat ini.
~
Purnama
# Usil 2017-10-09 11:51
~
Mana pernyataan Bapa, Yesus dan Roh Kudus bahwa mereka adalah Esa sebagai Allah = Trinitas ,di dalam Alkitab, kalau tidak mau dikatakan bahwa itu adalah pernyataan pihak penulis Alkitab (Paulus), yang kalian imani, bukti kalian Nasrani adalah pengikut ajaran Paulus, karena mengimani apa yang ditulisnya,di dalam Alkitab!
# Staff Isa dan Islam 2017-10-10 17:32
~
Saudra Usil,

Kami memerhatikan komentar saudara semuanya sama di setiap artikel, yaitu membahas tentang Tritunggal dalam Alkitab. Kami sudah memberikan jawaban berulangkali tentang hal ini serta memeberikan link yang tepat supaya sdr dapat memahaminya, tetapi sepertinya saudara tidak mempelajarinya. Untuk itu, silahkan saudara membaca kembali jawaban kami di artikel-artikel sebelumnya. Dan melihat di link ini https://tinyurl.com/d2k6hcw.

Nah, untuk saat ini kami sedang membahas tentang "Bulan Sabit Bukan Lambang Islam! Bagaimana Dengan Salib?" Silahkan sdr berkomentar sesuai dengan topik artikel. Terimakasih untuk pengertian sdr Usil.
~
Purnama
# Allah itu Muhammad 2017-10-09 12:07
~
"Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku" (Yohanes 17:21-23).
# Staff Isa dan Islam 2017-10-10 17:43
~
Saudara Allah itu Muhammad,

Terimakasih sudah menanggapi pertanyaan Sdr. Usil, berharap dapat dibaca dan dipahami olehnya. Untuk komentar selanjutnya kami berharap dapat sesuai dengan topik pembahasan artikel di atas. Silahkan sdr menanggapi salah satu pertanyaan kami. Terimakasih.
~
Purnama
# Yoga 2017-10-09 23:39
~
Hubungan keselamatan manusia dan tiang salib Isa. Tidak ada kaitannya sama sekali. Para nabi tak pernah menggantungkan keselamatan pada tiang salib. Lalu bagaimana nasib pengikut Isa yang wafat sebelum penyaliban? Tentu saja mereka sempat mengikuti ajaran asli Isa Al-Masih sehingga bisa membedakan pengikut yang benar-benar selamat dan tidak ada dalam Islam itu anjuran kuat mengikuti guru agama/alim ulama yang lidahnya sambung sampai nabi alias riwayat guru-gurunya sampai sahabat dan Rasulullah. Dan bagaimana dengan Kristen apakah mereka berguru dengan riwayat guru yang sampai Isa Al-Masih?
# Staff Isa dan Islam 2017-10-10 18:21
~
Saudara Yoga,

Keselamatan itu hanya bergantung pada Isa Al-Masih. Kematian-Nya di atas kayu salib memulihkan kembali hubungan manusia dengan Allah. Jadi, salib hanyalah simbol dimana manusia dapat berjumpa kembali dengan Allah melalui Isa Al-Masih."Dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus." (Injil, Surat Kolose 1:20).

Sedangkan orang Kristen mengikuti apa yang sudah dinubuatkan oleh Kitab Taurat dan para nabi, yang telah digenapi dalam pribadi Isa Al-Masih.
~
Purnama
# Kim 2017-10-10 19:57
*****
1. Mereka malu, sebab Bulan-Bintang hanyalah benda langit yang merupakan ciptaan dari Elohim. Ataukah ini adalah upaya mereka agar menghilangkan atau mengaburkan "Illah" mereka yang adalah dewa bulan.

2. Salib adalah lambang simbol Agung Karya Keselamatan dari Elohim sebagai jalan pendamaian antara manusia dengan Elohim dari jurang dosa. Salib sampai sekarang konsisten, sementara bulan-bintang mulai digeser ke huruf arab yang bila diperhatikan bagaikan ular yang sedang merayap.

3. Karena YESUS KRISTUS yang adalah manifestasi dari Firman Allah, telah menggenapi semua nubuat di atas kayu salib.

"Kamu berasal dari bawah dan AKU berasal dari atas, oleh karena itu kamu akan mati dalam dosamu jika engkau tidak percaya bahwa Akulah DIA."
# Staff Isa dan Islam 2017-10-10 21:25
*****
Saudara Kim,

Terimakasih sudah menjawab pertanyaan kami. Berharap jawaban sdr dapat dikaji oleh pengunjung forum ini. Memang lambang "bulan sabit dan bintang" memiliki beberapa arti. Namun, hal yang tak bisa dihilangkan adalah fakta lambang bulan sabit dan bintang telah lama digunakan sebelum masa Islam yang berasal dari paganisme Yunani kuno, Assyria dan Babylonia” Itu sebabnya banyak kaum Islam merubahnya dengan lafadz Allah.

Bebeda dengan lambang salib, ini adalah simbol dimana Isa Al-Masih telah menebus dosa manusia, dan membebaskan manusia dari hukuman kekal akibat dosa. Sehingga simbol salib mempunyai makna berarti bagi orang yang percaya pada Isa Al-Masih. "Ia (Isa Al-Masih) sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran..." (Injil, Surat 1 Petrus 2:24).
~
Purnama
# Isa Yesus Jesus 2017-10-11 15:58
~
Orang-orang Yahudi maupun Islam memiliki Tuhan yang Satu (bukan trinitas).

Gereja telah mencipta formula bodoh iaitu Tritinas daripada Trimurti Hindu. Padahal tiada satupun ayat Alkitab menerangkan konsep trinitas

1 Yohanes 5 : 7-8 terbukti ayat palsu, tiada dalam manuskrip asli. (di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu).
# Staff Isa dan Islam 2017-10-14 20:13
~
Saudara Isa,

Bukan hanya orang Yahudi dan Islam saja yang mempunyai Allah yang Esa. Orang Kristen juga percaya Allah itu Esa. Isa Al-Masih mengatakan,  "Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa" (Injil, Rasul Markus 12:29).

Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah yang telah menjadi manusia, itu sebabnya Dia berkata “Aku dan Bapa adalah satu" (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30).

“Pada mulanya adalah Firman (Kalimat); Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1; 14).

Untuk membahas hal ini silahkan sdr klik https://tinyurl.com/kqv4ebc. Selanjutnya tetap fokus sesuai topik di atas. Silahkan sdr menanggapi pertanyaan kami di atas. Terimakasih.
~
Purnama
# Usil 2017-10-12 02:23
~
Namun, ratusan tahun sebelumnya, Allah telah menubuatkan peristiwa penyaliban Isa Al-Masih dalam Wahyu-Nya. “Mereka menusuk tangan dan kakiku [Isa Al-Masih]” (Kitab Zabur/Mazmur 22:16-17). Isa Al-Masih akan wafat “di antara penjahat-penjah at . . . sebagai korban penebus salah” (Kitab Nabi Yesaya 53:9, 10). Allah menggenapi nubuat itu ketika prajurit-prajur it Romawi “. . . menyalibkan Dia [Isa Al-Masih] . . .” (Injil, Rasul Besar Matius 27:35).

Respons saya: Itu adalah tulisan Nabi Yesaya dan Mathius, bukti kalian bukanlah pengikut Yesus, melainkan pengikut mereka, karena mengimani apa yang ditulis mereka, di dalam Alkitab.
# Staff Isa dan Islam 2017-10-14 20:32
~
Saudara Usil,

Benar yang saudara katakan, itu adalah tulisan Nabi Yesaya yang berjarak sekitar 6 abad sebelum kedatangan Isa Al-Masih. Dan hebatnya tulisan itu tergenapi, Isa Al-Masih mengalami tepat seperti apa yang dinubuatkan. Hal inilah yang kami percaya bahwa Isa Al-Masih adalah Allah yang datang untuk menyelamatkan dan menebus dosa manusia, termasuk dosa saudara.

"Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." (Injil, Rasul Markus 10:45).
~
Purnama
# Ijtihad 2017-10-14 12:10
*****
1. Simbol hanya kreasi manusia, terserah bentuknya asal bukan tanda suatu kaum.

2. Tidak ada simbol yang menghibur selain Ridha Allah.

3. Yesus saja tidak selamat apalagi menyelamatkan. Adakah surga Kristen? Bukankah sudah hancur? Tidak ada sama sekali info ada apa di dalamnya.
# Staff Isa dan Islam 2017-10-14 21:06
*****
Saudara Ijtihad,

Terimakasih sudah menjawab pertanyaan kami. Ijinkan kami akan menanggapinya.

1. Benar, simbol adalah kreasi manusia. Tetapi kami kira simbol bulan sabit dan bintang adalah tanda bahwa itu adalah Islam. Dan yang menjadi pertanyaannya lagi, mengapa ada gerakan mengganti simbol bulan sabit dan bintang dengan lafadz Allah di puncak-puncak masjid?

2. Tentunya, setiap simbol yang digunakan oleh satu kaum mempunyai makna yang berarti, seperti salib yang adalah simbol dimana Isa Al-Masih telah mati berkorban untuk menebus dosa manusia. Nah, bagaimana dengan simbol Islam?

3. Sepertinya jawaban saudara tidak sesuai dengan fakta. Mengapa? Isa Al-Masih mati dan bangkit setelah itu terangkat ke sorga. "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku....." (Qs 3:55). Hal sama juga terdapat dalam Injil, “Sesudah Ia (Isa Al-Masih) mengatakan demikian, terangkatlah Ia (Isa Al-Masih) disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.” (Injil, Kisah Para Rasul 1:9).

Isa Al-Masih menyediakan tempat yang pasti bagi pengikut-Nya (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:2).
~
Punama
# Iqo 2017-10-15 21:29
~
Salib itu kan hukuman untuk penjahat kelas berat kok bisa-bisanya jadi penebus dosa, Isa jelas dianggap sekelas penjahat berat waktu itu mangkanya dihukum salib. Kenapa jadi diplintir, dihukum ya dihukum saja. Tapi sejarah membuktikan bahwa Dia bisa lolos dari kematian dan kabur mengungsi ke daerah dekat India kalau tidak salah, dan membangun komunitas untuk menyebarkan prinsip agamanya, kuburan keluarga yang diidentifikasi sebagai kuburan dia sudah ditemukan di tempat itu. Kita berpikir yang logis-logis saja, tak usah dibumbui macam-macam.
# Staff Isa dan Islam 2017-10-16 14:12
~
Saudara Iqo,

Memang benar salib adalah hukuman bagi seorang penjahat pada waktu itu. Tetapi faktanya Isa Al-Masih bukanlah seorang penjahat, karena Dia suci, tidak berdosa. “Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya” (Injil, Rasul 1Petrus 2:22). Al-Quran juga menyatakan Isa suci (Qs 19:19). Nah, Isa Al-Masih mati di kayu salib untuk menjadi penebus dosa bagi semua manusia. “Kristus telah menebus kita dari kutuk….dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” (Injil, Surat Galatia 3:13).

Jika benar sejarah membuktikan Isa Al-Masih tidak mati dan pergi ke India, dapatkah sdr bantu kami untuk menunjukkan fakta itu tertulis di mana? Kami harap sdr tidak berasumsi. Dan lagi, Injil menyatakan bahwa Isa Al-Masih mati dan bangkit dan naik ke sorga. “Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga” (Injil, Rasul Lukas 24:46, 51). Uniknya, Al-Quran juga mengakui Isa Al-Masih mati dan sudah berada di sorga (Qs 19:33, 3:55, 4:158). Bagaimana saudara? Sepertinya penyampaian sdr bertentangan dengan kitab suci.
~
Purnama
# Manusia 2017-10-22 15:43
Bukannya yang disalib itu Yudas? sedangkan ketika pengejaran Al-Masih, Allah jelmakan rupa Yudas lalu Allah angkat Al-Masih kelangit dan ketika tiba saatnya Allah akan menurunkannya di sebuah menara putih dengan memegang sayap malaikat untuk memerangi Al-Masih ad-Dajjal.