Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter

Bagaimana Mendekatkan Diri Kepada Allah Pada Bulan Puasa?

menunggu bukaPernahkah Anda semangat menyambut Ramadhan dan menyiapkan diri berpuasa agar dapat mendekatkan diri kepada Allah? Sayangnya, Ramadhan berlalu dan Anda tidak merasa lebih dengan Allah? Mengapa hal itu terjadi?

Banyak orang Muslim benar-benar ingin mendekatkan diri kepada Allah setiap Ramadhan. Tapi, banyak juga tidak merasa lebih dekat dengan Allah setelah bulan puasa. Jadi seharusnya, bagaimana?

Harus Mengevaluasi Motivasi Puasa Dulu

Anda harus terlebih dahulu mengevaluasi motivasi berpuasa. Mengapa Anda berpuasa tahun ini? Misalnya:

  • Ikut puasa wajib dalam agama Islam
  • Semua anggota keluarga, tetangga, dan teman akan berpuasa
  • Ingin mengasihi orang miskin
  • Ingin mendapat pahala dari Allah
  • Ingin Allah membersihkan dan mengampuni semua dosa
  • Ingin manfaat puasa bagi kesehatan

Motivasi di atas tidak salah, tapi mungkin masih kurang. Ada motivasi yang lebih mulia lagi yaitu untuk Allah saja. Silakan Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. kepada kami dan jelaskan mengapa Anda berpuasa tahun ini.

Motivasi Puasa Yang Lebih Mulia

Mungkin motivasi Anda seperti tertulis dalam Al-Quran: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (Qur’an, Sura Al Baqarah [2]:183).

Motivasi itu mulia – Muslim dan Kristen setuju. Kita semua ingin menjadi orang yang bertakwa. Takwa berarti melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi semua larangan Allah.

Tapi, apakah puasa dan berusaha keras untuk mematuhi perintah Allah mampu membersihkan hati kita? Adakah jaminan, bila Anda puasa setiap bulan Ramadhan lalu Allah akan mengampuni semua dosa Anda selamanya? Jika Anda ingin dibersihkan dari semua dosa selamanya, silakan Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya..

shalat di masjidSatu-Satunya Cara Mendekati Allah

Hanya ada satu cara untuk mendekati Allah, yaitu melalui Isa Al-Masih. Jika kita sungguh-sungguh ingin suci dan bertakwa, Allah harus mengampuni semua dosa kita terlebih dulu. Allah hanya bisa mengampuni dosa Anda melalui pengorbanan Isa.

Sebenarnya, Allah sangat mengasihi Anda. Ia ingin agar Anda mengenal Dia. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya [Kalimat-Nya] yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya . . . beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).

“Inilah hidup yang kekal . . . mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Isa Al-Masih . . .” (Injil, Rasul Besar Yohanes 17:3).

Pengikut Isa Al-Masih sering mengalami kehadiran Allah dan bisa bicara dengan Allah langsung. Mengapa demikian? Karena mereka yakin Isa sudah mengampuni semua dosanya. Juga, Allah sudah berjanji untuk tinggal beserta mereka selamanya.

Anda juga bisa merasa sangat dekat dengan Allah sepanjang tahun, bukan hanya bulan puasa! Kuncinya, berdoa sbb: “Allah Maha Pencipta, saya sudah berdosa. Tunjukilah saya jalan yang lurus. Tolong saya mengerti bagaimana Isa Al-Masih dapat mengampuni dosa saya.”

[Staf Isa dan Islam – Untuk masukan atau pertanyaan mengenai artikel ini, silakan mengirim email kepada Staff Isa dan Islam.]

Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Mengapa Saudara ingin ikut puasa tahun ini? Menurut Saudara, motivasi yang paling mulia seperti apa?
  2. Bagaimana pengalaman Saudara bulan Ramadhan biasanya? Biasanya merasa sangat dekat dengan Allah atau tidak?
  3. Apakah Saudara bisa sangat dekat dengan Allah tanpa dibersihkan semua dosa terlebih dulu? Apakah Saudara punya jaminan semua dosa sudah diampuni? Jelaskan. 

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Add comment

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments  

# @Jhon Lukas 2017-06-12 11:15
*
1. Bagi umat Muslim hukumnya adalah wajib, mengikuti aturan agama bukan aturan Allah Yesus Kristus. Sehingga puasa ini hanya seremonial seperti pengakuan sdr Rizal. Umat Muslim berpuasa terhadap makanan, bukan rohani, mereka takut akan Allah mereka yang kejam, karena bila tidak puasa maka mendapat siksaan digantung terbalik. Semoga umat Muslim menyadari bahwa Allah Muhammad tidak A-Rahman.

Motivasinya: Muhammad mengajarkan mengikuti apa yang diajarkan Allah Yesus Kristus Tuhan Kita, Namun Muhammad tidak menyadari bahwa Muhammad bukan berasal Nabi Allah Yesus Kristus Tuhan kita, terbukti dengan ucapan-Nya: "Jikalau orang itu tidak datang dari Allah Yesus Kristus Tuhan Kita, ia tidak dapat berbuat Apa-Apa", (Injil Rasul Besar Yohanes 9:33).
# Staff Isa dan Islam 2017-06-13 04:55
*
Saudara Jhon,

Umat Islam memiliki ketentuan dalam melaksanakan ibadah puasa yang tidak dimiliki umat beragama lain. Untuk itu, setiap orang perlu menghargainya. Walaupun diperlukan motivasi yang benar dalam beribadah, yaitu untuk dekat dengan Allah. Puasa tidak menjadikan manusia dekat dengan Allah bila ia belum diperdamaikan. Hanya Isa Al-Masih yang dapat memperdamaikan manusia dengan Allah. Isa Al-Masih berfirman, "Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal" (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:15). Dengan demikian, hubungan yang dekat dengan Allah terjadi karena Isa Al-Masih.
~
Solihin
# Realita 2017-06-12 11:24
***
1. Saya ingin ikut puasa pada bulan Ramadhan, karena ingin mendoakan sdr para Muslim dapat mengenal dan menjadi pengikut Isa Al-Masih. Meskipun tidak tiap hari selama ramadan.

2. Kitab suci ada tertulis: " berusahalah hidup damai dengan semua orang, dan kejarlah kekudusan. Sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun dapat melihat, berhubungan dengan Allah." Pengampunan dosa sudah saya terima dari korban kasih di kayu salib, sehingga saya berusaha mengejar kekudusan, membenci dan menjauhi segala dosa dan hawa nafsu yang menggoda.
# Staff Isa dan Islam 2017-06-13 04:58
***
Saudara Realita,

Baik sekali perbuatan saudara. Berpuasa untuk mendoakan rekan-rekan Muslim merupakan tindakan yang berkenan di hadapan Allah. Adalah baik mendoakan setiap orang. Kiranya banyak orang yang mengenal Isa Al-Masih di bulan puasa ini. Terimakasih saudara Realita untuk pengalaman yang dibagikan.
~
Solihin
# @Jhon Lukas 2017-06-12 11:27
***
2. Di bulan ramadhan ini menurut saya, seperti hari biasa, hanya banyak pedagang makanan khususnya warung nasi tutup, takut dirazia oleh umat Muslim yang berpuasa. Sehingga puasa ini hanya untuk makanan bukan rohani seperti di padang, ada razia makanan.

Saya rasa tidak, karena malam hari umat Muslim bebas sesuka hati melakukan kejahatan di malam hari tidak ada masalah, karena setan-setan ikatannya sudah dilepas dan berkeliharan, setan pada siang hari diikat oleh Allah. Allah mereka yang tidak kelihatan kata sdr Rizal. Maka Al-Quran itu seperti komik saja, Apa mungkin di siang hari setan diikat dan malam hari setan dilepas, seperti cerita wayang kulit, dan menakuti anak-anak dan balita.

3. Menurut saya tidak bisa dengan berpuasa lepas dari dosa-dosa, karena puasa ini bukan ajaran Allah Yesus Kristus Tuhan Kita, puasa ini adalah acara tahunan bisa disebut seremonial. Dosa dapat diampuni oleh Allah Yesus Kristus Tuhan Kita, bukti : "Dosamu telah diampuni" baca injil Rasul Besar Lukas 7:48, Muhammad nabi Manusia hanya mampu berdoa kepada umatnya mendatangi neraka, baca Qs 19:71-72.
# Staff Isa dan Islam 2017-06-13 05:07
***
Saudara Jhon,

Setiap orang berpuasa memiliki motivasi beragam. Motivasi-motiva si itu baik adanya. Sesungguhnya motivasi yang terbaik adalah hanya semata-mata karena Allah. Memiliki relasi yang dekat Allah merupakan tujuan puasa yang terbaik, bukan untuk mendapatkan pengampunan dosa. Sebab puasa tidak akan dapat menghapuskan dosa. Oleh sebab itu, kami berharap rekan-rekan Muslim sampai pada motivasi tersebut.
~
Solihin
# rizal 2017-06-12 13:52
~
Jhon,

Saya tidak pernah bilang kalau puasa adalah seremonial, saya heran sama Anda, mengapa suka sekali berkata bohong.

Orang ini mengatakan Allah tidak ar Rahman, padahal dia bisa bernafas, bisa makan, dsb itu dari siapa? Bukankah dalam Injil juga ada neraka? Dimana neraka itu adalah tempat bagi orang-orang yang tidak mau mematuhi perintah Allah dan digolongkan dengan setan. Jadi kalau ada orang yang tidak puasa maka baik Injil dan Al-Quran jawabannya adalah neraka tempatnya.
# Staff Isa dan Islam 2017-06-13 05:13
~
Saudara Rizal,

Sangat baik bila saudara tidak terburu-buru membuat kesimpulan. Injil tidak pernah menyatakan bahwa orang yang tidak berpuasa tempatnya di neraka. Sebaliknya, Injil menyatakan bahwa setiap orang yang percaya pada Isa Al-Masih masuk sorga (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:15). Dengan demikian, puasa tidak memberikan dampak logis bagi keselamatan manusia.

Kami menghargai usaha rekan-rekan Muslim berpuasa. Puasa demikian baik adanya. Kami berharap rekan-rekan Muslim sampai kepada hal yang mendasar dan hakiki, yaitu puasa dilakukan karena rindu dekat dengan Allah, bukan untuk mendapatkan pahala guna masuk sorga. Kami berharap saudara memiliki motivasi itu.
~
Solihin
# @Jhon Lukas 2017-06-12 14:05
~
To: Rizal,

Respon: Saudaraku, Yesus Kristus mengatakan bahwa bukan wajib umat Kristen harus berpuasa, dan bukan karena puasa Anda masuk sorga, dan bukan bagi yang tidak berpuasa masuk neraka. Tetapi Anda benar, bahwa Injil juga ada neraka, Muhammad berada disana sekarang Injil, Surat Wahyu 20:10, sebab nabi Palsu.

Baca Injil, Rasul Besar Yohanes 3:36 "Barangsiapa percaya kepada Anak, ia melihat hidup, barangsiapa tidak taati Anak ia tidak melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada diatasnya". Saya harap Anda mengerti.
# Staff Isa dan Islam 2017-06-13 05:17
~
Saudara Jhon,

Memang tidak ada perintah Isa Al-Masih secara literal yang menyatakan wajib berpuasa, sekalipun Isa Al-Masih pernah mengajar tentang puasa. Namun, puasa tidak menjadikan manusia masuk sorga atau masuk neraka. Kami berharap saudara Rizal memahami hal ini. Kami berterimakasih untuk tanggapan saudara yang baik sekali. Kami senang membaca tanggapan saudara. Kiranya saudara-saudara di forum ini mengedepankan sikap saling menghargai dalam berdiskusi.
~
Solihin
# rizal 2017-06-12 14:11
~
Jhon,

Buat umat Muslim, jaminan untuk mendapat ampunan dosa itu tidak ada karena Allah Muhammad tidak kelihatan, tidak terdengar suaranya dan tidak memiliki gambar dan rupa menurut sdr Rizal, maka dalam Al-Quran "Juruselamat" itu hampa. Mereka hanya mampu menerima doa Muhammad dari Qs 19:71-72". Beda dengan Allah Yesus Kristus Tuhan Kita, Baca Injil, Rasul Besar Yohanes 3:36, masuk "sorga".

Respon: Kalau Anda calon penghuni surga kenapa Anda tidak mati saja sekarang, bukankah kehidupan di surga jauh lebih enak dari pada di dunia? Qs 4:94. Kalau puasa tujuannya untuk mendekatkan diri kepada Yesus, lalu Yesus puasa tujuannya untuk mendekatkan diri kepada siapa?
# Staff Isa dan Islam 2017-06-13 05:24
~
Saudara Rizal,

Memilih kematian dari pada kehidupan adalah ciri orang frustasi dalam hidup. Bukankah demikian saudara? Menerima rahmat keselamatan dalam Isa Al-Masih perlu diaktualisasika n secara baik dalam hidup, bukan memilih mati. Misal, menyayangi orang-orang yang belum mengenal Isa Al-Masih dengan mendoakan mereka, menyayangi anak-anak yatim piatu, memelihara orangtua, dan sebagainya.

Isa Al-Masih telah menyayangi manusia dengan "memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang" (Injil, Rasul Besar Matius 20:28). Karena itu, puasa yang dilakukan Isa Al-Masih dilakukan sebelum memulai pekerjaan-Nya, bukan untuk dekat dengan Bapa. Sebab Dia dan Bapa adalah satu (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30). Ini menjelaskan bahwa Isa Al-Masih adalah Allah. Silakan klik ini http://tinyurl.com/hjqk7us untuk mengetahuinya.
~
Solihin
# @Jhon Lukas 2017-06-12 14:23
~
To: Sdr Rizal,

Puasa umat manusia mendekatkan kepada Allah Yesus Kristus Tuhan Kita. Anda tidak mengerti, puasa seremonial, karena setan-setan siang hari diikat. Apa mungkin setan diikat pada siang hari, kemudian malam dilepas karena umat Muslim tidak puasa. Dan jin, setan ada pada malam hari?
# Staff Isa dan Islam 2017-06-13 05:52
~
Saudara Jhon,

Tujuan puasa untuk dekat dengan Allah adalah tujuan yang tepat. Itu sebabnya, lsa Al-Masih mengajarkan ibadah yang berasal dari hati, bukan seremonial, apalagi bersifat legalistik (Injil, Rasul Besar Matius 15:8-9). Kami berharap saudara Rizal sampai pada ibadah yang berasal dari hati, bukan karena aturan agama.
~
Solihin
# rizal 2017-06-12 14:35
~
Jhon,
Saudaraku, Yesus Kristus mengatakan bahwa bukan wajib umat Kristen harus berpuasa. Dan bukan karena puasa Anda masuk sorga, dan bukan bagi yang tidak berpuasa masuk neraka. Tetapi Anda benar, bahwa Injil juga ada neraka, Muhammad berada disana sekarang. Injil, Surat Wahyu 20:10.

Respon: Yesus berkata jika kamu hendak sempurna "ikuti aku" berarti kalau Anda tida mau puasa Anda tidak mengikuti Yesus? Penghuni neraka itu ditujukan bagi orang-orang yang tidak mengikuti perintah Allah. Termasuk puasa. Itu bukan untuk Nabi Muhammad tapi untuk Paulus dan Anda. Sebab Nabi Muhammad puasa seperti Yesu. Sedangkan Anda dan Paulus tidak puasa. Berarti neraka cocok buat Anda karena Anda tidak pernah puasa.
# Staff Isa dan Islam 2017-06-13 05:58
~
Saudara Rizal,

Setiap orang yang hendak sempurna harus mengikut Isa Al-Masih. Dengan demikian, puasa bukan cara untuk mencapai kesempurnaan. Kesempurnaan hanya dapat diperoleh bila mengikut Isa Al-Masih. Artinya percaya sungguh-sungguh kepada Isa Al-Masih sebagai Tuhan dan Juruselamat. Ini arti dari kata "ikutlah Aku".

Oleh sebab itu, bila saudara hendak sempurna, maka tujuan saudara berpuasa perlu didasarkan pada Isa Al-Masih, bukan untuk mendapatkan pahala agar dapat masuk sorga. Sebab hanya Isa Al-Masih yang dapat memberikan sorga kepada saudara (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:15). Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# @Jhon Lukas 2017-06-12 14:54
~
To: Rizal,

Kalau puasa tujuannya untuk mendekatkan diri kepada Yesus, lalu Yesus puasa tujuannya untuk mendekatkan diri kepada siapa? Allah Yesus Kristus berpuasa untuk menunjukkan kepada manusia bahwa "Akulah Tuhan Allahmu", sebab tidak ada yang mampu berpuasa 40 hari terang dan gelap.
# Staff Isa dan Islam 2017-06-13 06:01
~
Saudara Jhon,

Isa Al-Masih berpuasa sebelum memulai pekerjaan-Nya dengan menunjukkan bahwa kekuatan setan telah dikalahkan (Injil, Rasul Besar Matius 4:1-11). Ini menunjukkan bahwa Isa Al-Masih adalah Allah. Dengan demikian, orang yang berpuasa atas dasar ingin dekat dengan Allah, maka puasa tersebut harus beralaskan pada Isa Al-Masih. Terimakasih saudara Jhon untuk tanggapan saudara.
~
Solihin
# rizal 2017-06-12 14:54
~
Jhon,

Kalau Anda dapat berpikir, coba Anda renungkan lagi perkataan Anda sendiri. Anda mengatakan tujuan puasa untuk mendekatkan diri kepada Yesus, kalau tujuannya untuk mendekatkan diri kepada Yesus lalu Yesus puasa untuk mendekatkan diri sama siapa?

Terus kenapa Anda tidak puasa? Itu berarti Anda tidak mau mendekatkan diri kepada Yesus. Jadi jelas Anda kan pengikut Paulus, jadi Anda mendekatkan diri-Nya bukan kepada Yesus tapi kepada Paulus.
# Staff Isa dan Islam 2017-06-13 06:07
~
Saudara Rizal,

Pendapat yang bijak berasal dari hati yang tenang dan pikiran yang mendalam. Kami berharap saudara tetap tenang dalam diskusi ini. Bila saudara tenang, maka saudara mengetahui dengan pasti bahwa pengikut Isa Al-Masih mengikuti Isa Al-Masih, bukan Paulus. Silakan klik ini http://tinyurl.com/7srwflg .

Itu sebabnya, pengikut Isa Al-Masih berpuasa mengikuti ajaran Isa Al-Masih, yaitu agar tidak perlu menggembar-gemb orkan dirinya sedang berpuasa. Kiranya saudara mengerti dan memahami ini. Silakan saudara membaca tanggapan kami di atas mengenai puasa Isa Al-Masih.
~
Solihin
# @Jhon Lukas 2017-06-12 15:07
~
To: Rizal.

Respon: Puasamu adalah tidak tulus melainkan jadwal dan seremonial, dan aturan sudah dirubah Muhammad menjadi 12 x 30 hari hanya siang, malam bebas buat dosa. Puasa Abal- Abal atau puasa gadungan atau puasa bodongan. Puasa Anda adalah puasa menyembah Allah Jin karena tidak jelas seperti ayat Injil, Rasul Besar Yohanes 5:37, Allah yang tidak kelihatan, tidak tendengar dan tidak memiliki gambar dan rupa. Yesus Kristus Tuhan Allah kita, menunjukkan puasa 40 hari siang dan malam menunjukkan Yesus Kristus adalah "Tuhan AllahMu", Kitab Nabi Hosea 13:4.
# Staff Isa dan Islam 2017-06-13 06:12
~
Saudara Jhon,

Memang umat Islam mendasarkan puasa pada aturan agama yang telah ditetapkan. Namun, sangat baik bila kita tidak terburu-buru membuat kesimpulan bahwa puasa saudara Rizal tidak tulus. Tentu saudara tidak mengetahui hati saudara Rizal, bukan? Kami berharap saudara tetap bijaksana dalam berpendapat. Terimakasih saudara Jhon untuk pengertian saudara.
~
Solihin
# ISA 2017-06-12 15:37
~
To: Staff & All Kristen,

Tak usah mengusik umat Muslim yang sedang berpuasa? Kalian urus saja kehidupan agama kalian. Memang kalian puasa? Tidak, bukan? Menurut kalian puasa tidak penting? Segala hal yang pernah dilakukan Yesus dirasa kalian tidak penting? Staff terlalu sibuk mengurusi keyakinan umat Muslim. Padahal generasi muda Kristen sudah jauh dari agama Kristen. Mengapa tidak kau urusi bagaimana agar eksistensi Kristen tetap ada?
# Staff Isa dan Islam 2017-06-13 21:54
~
Saudara Isa,

Setiap orang berhak untuk membuat keputusan bagi keyakinannya. Berpuasa pun adalah keputusan setiap orang, sekalipun dengan motivasi beragam. Isa Al-Masih berfirman bahwa hendaknya setiap orang tidak perlu memperlihatkan dirinya sedang berpuasa (Injil, Rasul Besar Matius 6:16). Ini adalah puasa yang dikehendaki Isa Al-Masih.

Pengikut Isa Al-Masih berpuasa tetapi tidak pernah memperlihatkan diri sedang berpuasa. Itu sebabnya, banyak rekan-rekan Muslim tidak mengetahui bahwa pengikut Isa Al-Masih berpuasa. Menjadi pertanyaan penting adalah mengapa saudara berpuasa dan apa tujuan saudara berpuasa?
~
Solihin
# Ahli Fikir 2017-06-12 16:13
~
Artikel Staf IDI: "Hanya ada satu cara untuk mendekati Allah, yaitu melalui Isa Al-Masih.Allah hanya bisa mengampuni dosa Anda melalui pengorbanan Isa."

Kata siapa Allah dekat melalui pengorbanan Isa? Eli, eli, lama sabakhtani. Tiada istilah dekat (sumber Alkitab).
# Staff Isa dan Islam 2017-06-13 21:54
~
Saudara Ahli Fikir,

Membaca teks Injil perlu juga mengetahui dan memahami konteks ayat tersebut sehingga saudara tidak keliru memberikan pendapat. Pengorbanan Isa Al-Masih di kayu salib merupakan jalan pendamaian bagi manusia sehingga manusia dapat dekat dengan Allah. Itu sebabnya, Isa Al-Masih berfirman untuk “memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Injil, Rasul Besar Matius 20:28).

Eli, eli, lama sabakhtani merupakan ungkapan yang dikutip Isa Al-Masih ketika Dia menderita di kayu salib (Kitab Zabur 22:2). Karena itu, satu-satunya jalan untuk dekat dengan Allah melalui Isa Al-Masih. Puasa tidak dapat menyelamatkan manusia dari dosa. Sebaliknya, ada pihak-pihak tertentu yang menjadikan ritual agama sebagai alasan untuk minta dihargai.
~
Solihin
# Agur bin Yake 2017-06-12 16:23
~
Isa,
Yang mengusik agamamu adalah tipuan yang Islam lakukan sendiri. Ketika orang lain mengatakan yang sebenarnya terhadap polesan-polesan mu inilah yang kamu anggap sebagai usikan. Apakah maumu orang lain diam jika dibodohi dan difitnah?

Bang Fikir,
Tidakkah kamu sadar bahwa qurban itu artinya 'dekat'? Keadilan Allah bukanlah Maha adil terhadap hari penghakiman kalau manusia berbangga dengan qurban kambing lembu dan sapinya. Hanya darah pribadi yang suci yang disalibkan oleh dunia yang dapat mendekatkan manusia kepada Sang Pencipta.
# Staff Isa dan Islam 2017-06-13 21:55
~
Saudara Agur,

Kami berterimakasih untuk perhatian saudara untuk saudara Isa. Memberitahukan kebenaran kepada sangat baik agar setiap orang mengetahui kebenaran. Kami berharap saudara Isa mengerti maksud saudara.
~
Solihin
# Abangnya Aisyah 2017-06-12 18:13
**
2. Tidak ada yang spesial di bulan ramadhan. Paling hanya tontonan tentang Islami yang diperbanyak, takjil bertebaran dimana-mana, orang-orang "suci" secara fisik berjubel. Hanya itu. Yang membedakan bulan Ramadhan dengan nulan lainnya, hanya makin digembar-gembor kannya hal-hal bersifat fisik oleh Muslim.

Adanya Islam membuat iman Kristen saya semakin mantap. Soalnya Islam sangat menyerupai dengan dunia ini lewat tampilan dan aktivitas fisiknya. "Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu" (Yoh 15:18). "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu..." (Roma 12:2).
# Staff Isa dan Islam 2017-06-13 21:55
**
Saudara Abang,

Situasi dan kondisi demikian selalu terlihat di bulan ramadhan. Seyogianya puasa dilakukan dengan khusuk sehingga setiap orang berpuasa dapat merenungkan tujuan puasa secara sungguh-sungguh . Menyaksikan banyaknya orang berjualan menjelang berbuka puasa telah menghilangkan kesan kekhusukan tersebut. Kiranya ini menjadi masukan bagi saudara-saudara Muslim. Terimakasih untuk tanggapan saudara.
~
Solihin