Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter

Mengapa Pakai Bahasa Arab Dalam Bersholat?

ArabicApakah bijak memaksa orang bersolat dalam bahasa asing, yaitu bahasa Arab? Mengapa tidak lebih baik bersolat dalam bahasa ibu, yaitu bahasa sehari-hari. Apakah bahasa Arab lebih baik dipakai dalam solat dari pada bahasa Indonesia, Jawa, Bugis, Sunda, Minang, Madura dan lain sebagainya? Inilah pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam pikiran apabila mendengar bahwa orang Islam diharuskan bersolat dengan memakai bahasa Arab.

Semua Orang Mengerti Jika Pakai Satu Bahasa

Para Mukmin akan menjawab, apabila bersolat dengan bahasa Arab semua orang di seluruh dunia memakai kata yang sama. Tetapi walaupun semua memakai kata-kata yang sama, apakah gunanya jika kata-kata yang diucapkan tidak dimengerti?

Dulu orang Katolik Roma beribadah dengan menggunakan bahasa Latin.

Tapi akhirnya mereka menyadari bahwa sebagian besar umatnya tidak mengerti bahasa Latin. Akibatnya sekarang ibadah Katolik Roma selalu diucapkan dengan memakai bahasa ibu umat yang dilayani.

Kemurnian Al-Quran Dijaga

Para Mukmin juga mengatakan bahwa dengan memakai bahasa Arab, Al-Quran tidak mungkin dapat dirubah. Tetapi artinya Al-Quran juga tidak perlu dirubah jika menggunakan bahasa lain. Yang penting supaya terjemahan dalam bahasa ibu selalu sesuai dengan bahasa Arab.

Saat ini ada Al-Quran yang ditulis dalam dua bahasa, yaitu bahasa Arab dan bahasa terjemahan disebelahnya. Tentu, tidak mungkin arti aslinya hilang.

Al-Quran Lebih Murni dari Alkitab?

Ada orang berpandangan bahwa kemurnian Al-Quran lebih terjamin dari kitab-kitab lain. Ini jelas tidak dapat dipertahankan. Karena Al-Quran sekarang ini mulai diterjemahkan. Apakah itu artinya bahwa kemurnian Al-Quran dikurangi? Dengan kata lain kemurnian Alkitab dan Al-Quran tidak akan berkurang jika selalu diterjemahkan berdasarkan pada naskah-naskah kuno.

Isa Al-Masih Tidak Menyuruh Murid-Nya Memakai Bahasa Asli

Isa Al-Masih selalu memakai bahasa setempat, yaitu Aramaic. Orang banyak yang besar jumlahnya mendengarkan Dia dengan penuh minat. (Injil, Markus 12:37) Lagi Injil Lukas 19:48 berbunyi: … seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia. Tidak satu ayatpun dalam Injil yang menyuruh atau memberi nasihat supaya “Doa Bapa Kami” (doa yang sama penting bagi orang Kristen sebagai Al-Fatihah untuk umat Islam) diucapkan dalam bahasa asli Injil. Apalagi Isa Al-Masih tidak memakai bahasa Arab walaupun Ia Kalimah Allah! Malahan ia tidak mengajar pengikut-Nya memakai bahasa Arab. Namun kita tahu menurut Al-Quran Isa Al-Masih adalah “yang terkemuka di dunia dan di akhirat” (Sura Ali ‘Imran 3:45)

Allah Memiliki Semua Bahasa di Dunia

Bukankah Allah itu Maha Tahu dan bersifat universal memiliki semua bangsa di dunia ini? Demikian Allah tidak terbatas pada satu bahasa saja! Oleh karena itu kita perlu bertanya, “Mengapa bersolat harus mutlak menggunakan bahasa Arab saja?”

Doa Terbaik Adalah Doa Dalam Bahasa Ibu

Jika seorang anak dilukai dan menangis ia akan selalu mendekati orang tuanya dan meminta pertolongan dengan memakai bahasa ibu. Kita sebagai ciptaan Allah dikaruniakan bahasa ibu oleh Allah sendiri. Apabila kita berdoa dan/atau bersolat, pemakaian bahasa ibu adalah kecenderungan naluri. Kita dengan gampang dapat bersolat dari hati. Sebaiknya kita belajar bersolat dengan memakai bahasa ibu.

Dalam Bersolat Ingatlah Rahmat Allah Yang Tidak Berubah!

Allah berfirman melalui Nabi Yesaya 500 tahun sebelum Masehi: Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karenakehjahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatakan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalnnya sendiri tetap TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. (Kita Nabi-nabi, Yesaya 53:5-6)


Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Add comment

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Komentar hanya diperbolehkan menjawab salah satu dari 3 pertanyaan fokus yang dimuat di bagian akhir artikel. Kecuali beberapa artikel yang tidak memuat 3 pertanyaan fokus.
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments  

# Jesus Gondrong 2011-02-26 21:52
*
Itu bukanlah bahasa Arab, tetapi bahasa Al-Quran. Kalau Injil tidak ada yang asli lagi karena sudah banyak yang dirubah
# kacau 2011-04-28 01:47
*
Silakan anda belajar bahasa Arab lebih dalam lagi, maka anda akan mengetahui perbedaan bahasa Arab dan bahasa Al-Quran.

Injil sudah banyak sekali mengalami perubahan. Silakan anda cari sendiri. Kalau belum dapat akan saya tunjukkan perubahan-perub ahan tersebut, karena ada perubahan-perub ahan tersebut sudah jelas mengaburkan arti makna yg sebenarnya.

Tak ada seorang ahli Injilpun yang hapal akan kitab sucinya. Berbeda dengan Al-Quran, dari anak kecil sampai yang tua renta, semua hapal Al-Quran. Itulah indahnya Islam.
# Oci 2011-05-05 16:28
*
Jadi kalau beribadah di gereja Indonesia memakai bahasa Indonesia ya? Lalu kalau di negara Belanda pakai bahasa Belanda?

Adakah kemungkinan doa yang diucapkan dalam ibadah di kedua negara itu berbeda makna, mengingat bahasa yang digunakan berbeda?

Kalau boleh saya tahu, apakah sejak zaman Isa Al-Masih ibadah yang dilakukan adalah berkumpul di sebuah gereja dan melakukan ritual nyanyian suci?
# obi 2011-05-12 10:45
*
Masalah lahiriah tidak penting? Jadi intinya di Kristen tidak ada tata cara baku bagaimana cara beribadah? Tidak ada keharusan kapan harus beribadah? Berapa kali sehari? Berapa kali seminggu? Bahkan sekali seumur hidup pun tak apa-apa?

Kemurnian Al-Quran tetap terjaga karena meskipun Al-Quran diterjemahkan tetapi tetap saja ada bahasa asli Al-Quran yang tetap disertakan. Namanya bukan Al-Quran jika cuma berisi terjemahan Al-Quran.
# Staff Isa dan Islam 2011-05-19 04:17
~
Saudara Obi, adalah benar bahwa masalah lahiriah adalah bukan hal yang terpenting di dalam kekristenan. Masalah paling utama adalah mengenai masalah hati.

Jikalau hati kita beres di hadapan Allah, maka semua masalah lahiriah akan menjadi beres dengan sendirinya (otomatis).

Ketika kita benar-benar mengaku beriman kepada Allah, maka tentu saja hati kita akan mendahulukan Allah di antara semua hal.

Injil tidak mengatur jam berapa kita harus beribadah dan satu hari harus berapa kali. Namun kami percaya bahwa setiap pengikut Isa Al-Masih yang sejati pasti meluangkan waktunya yang terbaik di setiap hari untuk beribadah kepada Allah. Bahkan waktu beribadah bisa lebih dari 5x sehari dengan durasi waktu berjam-jam.

Dengan makin berimannya seseorang kepada Allah, maka ia akan semakin mengasihi Allah dan merindukan untuk boleh menghadap Allah dan bertemu dengan Allah di dalam kegiatan ibadahnya sehari-hari, tanpa terikat waktu maupun tempat dan hal-hal fisik lainnya.
~
CA
# obi 2011-05-12 10:46
*
Ibadah shalat adalah ibadah kepada Allah. Mengenai gerakan, jumlah rakaat dan bacaannya pun sudah ditentukan oleh Allah. Mengapa harus dirubah? Apakah ketentuan-keten tuan itu menyulitkan kami orang Muslim? Sesungguhnya hanya Allah yang tahu kemampuan umat-Nya.

Tidak semua orang mengerti bahasa Al-Quran? Mengapa banyak orang yang mampu menghafal ayat-ayat Al-Quran?
# Staff Isa dan Islam 2011-05-19 12:12
~
Saudara Obi, tentu saja kami tidak melarang orang lain untuk menjalankan ibadah dan perintah agama masing-masing.

Yang kami pertanyakan adalah mengapa semua itu harus dilakukan dalam bahasa yang tidak kita mengerti secara baik. Apakah Saudara mengerti dengan baik dan memahami setiap ayat yang Saudara baca?

Bukankah lebih baik bagi kita untuk boleh membaca dan melantunkan ayat Firman Allah, dan sekaligus di saat yang sama kita mengerti maknanya untuk boleh kita amalkan di dalam kehidupan kita?

Isa Al-Masih sendiri mengajarkan kita untuk berdoa dengan kata-kata yang tidak sukar, namun dimengerti oleh kita, sebagai curahan hati kepada Allah Sang Pencipta. Isa Al-Masih selalu mengajar dengan bahasa yang dimengerti oleh banyak orang.
~
CA
# Abu Syarif 2011-05-13 05:56
*
Membaca Al-Quran tidak boleh kecuali dengan bahasa Arab, demikian pula shalat, karena tidak boleh bagi kami untuk mengubah atau mengganti Firman Allah, walaupun satu huruf.

Seandainya Allah mengizinkan untuk membaca Al-Quran dengan bahasa masing-masing, maka pastilah hal itu akan menjadikan perubahan pada Al-Quran seperti yang terjadi pada Taurat dan Injil.
# Staff Isa dan Islam 2011-05-19 12:15
~
Saudara Abu Syarif,

Menurut kami, jika kita membaca suatu kitab dalam bahasa terjemahan, itu tentunya tidak berarti bahwa kita telah merubah kitab tersebut, karena kita masih membaca kalimat-kalimat dengan makna yang sama. Arti-artinya masih tetap sama dan tidak berubah. Malah itu akan membuat kita semakin mengerti akan Firman Allah bukan?

Jika semua orang mengerti makna kitab yang ia baca, bukankah ini justru menutup peluang bagi kitab itu untuk bisa dipalsukan? Bukankah semua orang telah membaca dan sekaligus mengerti akan artinya? Mana mungkin lagi bisa dipalsukan?
~
CA
# andragaris 2011-06-12 21:33
*
1. Bahasa adalah alat komunikasi. Setiap bahasa memiliki karakteristik. Menterjemahkan bahasa apapun ke dalam bahasa lain tidak mungkin persis sama dengan bahasa asalnya.

2. Bacaan Al-Quran dalam bahasa Arab karena yang menerima Wahyu Allah itu berbahasa Arab berdialek Quraisy. Dalam bacaan shalat ada ayat-ayat Al-Quran yang memang harus dibaca dengan bahasa aslinya.

3. Bahasa Arab menjadi alat pemersatu umat seluruh dunia.

Al-Quran diturunkan ayat demi ayat. Dibaca setiap melakukan shalat, dihapalkan dan dibaca setiap hari, ditulis oleh para penulis Al-Quran setiap turunnya dan Rasulullah melarang penulisan selain ayat Al-Quran sehingga tidak tercampur dengan perkataannya sendiri(Hadits) , dihimpun oleh kepanitiaan Mushaf Al-Quran. Diperbanyak dengan mengacu pada Mushaf Al-Quran. Jadi sangat tidak masuk akal jika Al-Quran yang telah dibukukan itu berbeda dengan Al-Quran yang dibaca saat ini.

Sederhana saja sebenarnya, terimakasih.
# Johan 2012-02-22 00:17
*
Bahasa Arab adalah bahasa pemersatu umat Islam dalam hal ibadah. Sudah tentu para pemeluknya mengerti apa arti bacaan shalat yang mereka baca.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-29 12:44
~
Saudara Johan,

Siapapun akan mampu menguasai bahasa tertentu jika belajar. Tidak harus menjadi orang Afrika baru dapat menguasai bahasa Afrika. Namun bahasa bukan jaminan yang membenarkan sebuah kepercayaan.

Bagi saudara-saudara Muslim, ada baiknya tidak hanya pandai dalam menghafal tetapi juga mengerti apa yang dibaca.

Allah yang menjadikan ragam bahasa dan Allah mengerti semua bahasa. Tidak ada bahasa yang menjadi spesial dimata Allah dan tidak ada bahasa yang tidak berarti bagi Allah. Yang Allah cari bukan yang mampu menggunakan bahasa tertentu tetapi hati yang mengharapkan pertolongan dari Allah dan yang mau mencari kebenaran Allah.
~
NN
# akbarsyamsul 2012-04-13 15:57
*
Komentar saya untuk uraian di atas: Saya menghargai kepercayaan dan agama anda, saya mencintai anda kaum anda dan Tuhan anda. Saya akan membela hak-hak anda dalam menjalankan kepercayaan anda. Saya rela mati untuk melindungi anda.

Kami orang Muslim adalah orang yang selalu mencintai orang lain yang berbeda agama, menyayangi mereka, melindungi mereka, kami tidak suka menghujat dan menghina kepercayaan orang lain, terserah anda mau bicara apa tentang agama kami, kami tidak peduli dan kami akan tetap selalu mencintai anda semua.

Kami yakin bahwa Tuhan mencintai orang yang selalu mencintai orang lain, dan membenci orang yang selalu membenci orang lain, bukankah Yesus selalu mengajarkan tentang cinta kasih dan toleransi? Nabi kami Muhammad pun juga begitu, beliau selalu mencintai dan memaafkan orang lain yang telah menyakitinya.
# Staff Isa dan Islam 2012-04-14 15:23
~
Terimakasih saudara Akbarsyamsul komentar saudara di atas. Memang seharusnya demikianlah kita sebagai umat beragama. Saling mengasihi satu sama lain. Seandainya seluruh umat Muslim di Indonesia mempunyai pandangan yang sama seperti saudara, maka akan tercipta kerukunan beragama di bangsa ini.

Saudara benar, Tuhan mencintai orang yang selalu mencintai orang lain. Tetapi Tuhan yang kami sembah juga tetap mencintai orang yang sekalipun membenci orang lain. Itulah sebabnya Allah disebut Maha Kasih.

Kami tidak pernah berpikir bahwa orang Islam tidak mempunyai cinta kasih dan toleransi. Termasuk mereka yang melakukan bom bunuh diri pun, kami pikir mereka mempunyai cinta kasih. Terbukti karena cinta kasih yang begitu besar terhadap agama mereka, mereka mau mengorbankan nyawa menjadi bomer.

Mereka tidak dapat disalahkan sepenuhnya atas jihad yang mereka lakukan. Sebab memang demikianlah yang terdapat dalam kitab suci yang mereka percaya. Setidaknya ada sembilan puluh empat ayat dalam Al-Quran yang bicara tentang jihad, termasuk 'upah' yang mereka terima bila mati sebagai jihadis.
~
SO
# akbarsyamsul 2012-04-14 20:03
*
Bukankah Tuhan kita satu, yaitu Allah? Okelah bila memang Tuhan anda mencintai orang yang membenci orang lain, tapi bukankah ketika kita tidak membenci orang lain itu lebih baik? Bukankah Tuhan anda akan lebih mencintai anda?

Saya pikir kalau anda ingin menciptakan kerukunan antar umat beragama, maka anda jangan menulis uraian yang mungkin bagi sebagian orang dianggap provokatif. Saya sebenarnya ingin tahu tujuan anda membuat situs ini.

Mengapa harus mengusik keyakinan kami sebagai Muslim. Biarkanlah kami beribadah sesuai dengan keyakinan kami walaupun anda menganggap itu semua sebagai sebuah kesalahan dan kebodohan.
# Staff Isa dan Islam 2012-04-16 14:45
~
Saudara Akbarsyamsul,

Seharusnya memang Tuhan kita satu. Tetapi, bila kita membandingkan ajaran yang dibawah nabi saudara dengan nabi-nabi sebelumnya, sungguh sulit mempercayai bahwa Allah kita satu. Bila Allah yang berbicara dengan nabi sebelum nabi saudara adalah Allah yang sama, yang berbicara dengan nabi saudara, tentu ajaran mereka tidak bertentangan, bukan?

Pada awal halaman situs ini kami telah menulis, apa tujuan situs ini. Yaitu menolong umat beragama memahami lebih jelas lagi tentang Pribadi Isa Al-Masih, menurut ajaran Al-Quran dan Alkitab. Umumnya orang Kristen tidak mengetahui apa yang dikatakan Al-Quran tentang Isa Al-Masih. Begitu juga sebaliknya dengan orang Islam, banyak diantara mereka tidak mengetahui apa yang dikatakan Al-Quran, Hadith, dan para cendekiawan Muslim tentang Isa Al-Masih.

Dengan demikian kami rasa kita tidak perlu memperdebatkan antara agama Islam dan agama Kristen maupun agama lainnya.
~
SO
Video Isa Dan Islam

Click gambar di atas untuk video-video terbaru kami

www.videoisadanislam.com

isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer