Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter
Cetak

Mengapa Pakai Bahasa Arab Dalam Bersholat?

ArabicApakah bijak memaksa orang bersolat dalam bahasa asing, yaitu bahasa Arab? Mengapa tidak lebih baik bersolat dalam bahasa ibu, yaitu bahasa sehari-hari. Apakah bahasa Arab lebih baik dipakai dalam solat dari pada bahasa Indonesia, Jawa, Bugis, Sunda, Minang, Madura dan lain sebagainya? Inilah pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam pikiran apabila mendengar bahwa orang Islam diharuskan bersolat dengan memakai bahasa Arab.

Semua Orang Mengerti Jika Pakai Satu Bahasa

Para Mukmin akan menjawab, apabila bersolat dengan bahasa Arab semua orang di seluruh dunia memakai kata yang sama. Tetapi walaupun semua memakai kata-kata yang sama, apakah gunanya jika kata-kata yang diucapkan tidak dimengerti?

Dulu orang Katolik Roma beribadah dengan menggunakan bahasa Latin.

Tapi akhirnya mereka menyadari bahwa sebagian besar umatnya tidak mengerti bahasa Latin. Akibatnya sekarang ibadah Katolik Roma selalu diucapkan dengan memakai bahasa ibu umat yang dilayani.

Kemurnian Al-Quran Dijaga

Para Mukmin juga mengatakan bahwa dengan memakai bahasa Arab, Al-Quran tidak mungkin dapat dirubah. Tetapi artinya Al-Quran juga tidak perlu dirubah jika menggunakan bahasa lain. Yang penting supaya terjemahan dalam bahasa ibu selalu sesuai dengan bahasa Arab.

Saat ini ada Al-Quran yang ditulis dalam dua bahasa, yaitu bahasa Arab dan bahasa terjemahan disebelahnya. Tentu, tidak mungkin arti aslinya hilang.

Al-Quran Lebih Murni dari Alkitab?

Ada orang berpandangan bahwa kemurnian Al-Quran lebih terjamin dari kitab-kitab lain. Ini jelas tidak dapat dipertahankan. Karena Al-Quran sekarang ini mulai diterjemahkan. Apakah itu artinya bahwa kemurnian Al-Quran dikurangi? Dengan kata lain kemurnian Alkitab dan Al-Quran tidak akan berkurang jika selalu diterjemahkan berdasarkan pada naskah-naskah kuno.

Isa Al-Masih Tidak Menyuruh Murid-Nya Memakai Bahasa Asli

Isa Al-Masih selalu memakai bahasa setempat, yaitu Aramaic. Orang banyak yang besar jumlahnya mendengarkan Dia dengan penuh minat. (Injil, Markus 12:37) Lagi Injil Lukas 19:48 berbunyi: … seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia. Tidak satu ayatpun dalam Injil yang menyuruh atau memberi nasihat supaya “Doa Bapa Kami” (doa yang sama penting bagi orang Kristen sebagai Al-Fatihah untuk umat Islam) diucapkan dalam bahasa asli Injil. Apalagi Isa Al-Masih tidak memakai bahasa Arab walaupun Ia Kalimah Allah! Malahan ia tidak mengajar pengikut-Nya memakai bahasa Arab. Namun kita tahu menurut Al-Quran Isa Al-Masih adalah “yang terkemuka di dunia dan di akhirat” (Sura Ali ‘Imran 3:45)

Allah Memiliki Semua Bahasa di Dunia

Bukankah Allah itu Maha Tahu dan bersifat universal memiliki semua bangsa di dunia ini? Demikian Allah tidak terbatas pada satu bahasa saja! Oleh karena itu kita perlu bertanya, “Mengapa bersolat harus mutlak menggunakan bahasa Arab saja?”

Doa Terbaik Adalah Doa Dalam Bahasa Ibu

Jika seorang anak dilukai dan menangis ia akan selalu mendekati orang tuanya dan meminta pertolongan dengan memakai bahasa ibu. Kita sebagai ciptaan Allah dikaruniakan bahasa ibu oleh Allah sendiri. Apabila kita berdoa dan/atau bersolat, pemakaian bahasa ibu adalah kecenderungan naluri. Kita dengan gampang dapat bersolat dari hati. Sebaiknya kita belajar bersolat dengan memakai bahasa ibu.

Dalam Bersolat Ingatlah Rahmat Allah Yang Tidak Berubah!

Allah berfirman melalui Nabi Yesaya 500 tahun sebelum Masehi: Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karenakehjahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatakan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalnnya sendiri tetap TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. (Kita Nabi-nabi, Yesaya 53:5-6)


Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Add comment

Tolong memberi komentar yang tidak melanggar norma-norma. Kami berhak menghapus komentar yang kasar, mengejek, bersifat menyerang, dan tidak berhubungan dengan artikel di atas. Oleh sebab itu, kiranya dapat menggunakan bahasa yang jelas!

Pedoman wajib untuk memasukkan komentar:
1. Tidak boleh memakai lebih dari satu kolom komentar.
2. Pertanyaan/masukan harus berhubungan dengan uraian diatas.
3. Sebaiknya satu atau dua pertanyaan dalam satu kolom komentar.
4. Hanya menggunakan bahasa Indonesia yang umum dan dimengerti semua orang.
5. Tidak memakai singkatan-singkatan, misalnya yg, dlm, sdh, tdk, dlsbgnya.
6. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
7. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.

Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]
Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments  

# Jesus Gondrong 2011-02-26 21:52
*
Itu bukanlah bahasa Arab, tetapi bahasa Al-Quran. Kalau Injil tidak ada yang asli lagi karena sudah banyak yang dirubah
# Staff Isa dan Islam 2011-03-12 16:12
~
Jadi, apakah menurut Saudara: Al-Quran itu bukan memakai bahasa Arab? Atau sebaliknya, orang Arab-lah yang kemudian memakai bahasa Al-Quran? Jika boleh, kami minta kejelasan dari Saudara agar semuanya tidak semakin membingungkan.

Injil jelas masih asli sampai saat ini. Jika menurut Saudara, Injil sudah dipalsukan, kapankah hal itu dilakukan? Setelah zaman Muhammad atau sebelum zaman Muhammad? Muhammad banyak sekali merujuk pada Injil, dan mengistruksikan agar Injil diamalkan. Jika setelah zaman Muhammad, Injil sudah tersebar jutaan copy-nya dalam berbagai bahasa.
~
CA
# kacau 2011-04-28 01:47
*
Silakan anda belajar bahasa Arab lebih dalam lagi, maka anda akan mengetahui perbedaan bahasa Arab dan bahasa Al-Quran.

Injil sudah banyak sekali mengalami perubahan. Silakan anda cari sendiri. Kalau belum dapat akan saya tunjukkan perubahan-perub ahan tersebut, karena ada perubahan-perub ahan tersebut sudah jelas mengaburkan arti makna yg sebenarnya.

Tak ada seorang ahli Injilpun yang hapal akan kitab sucinya. Berbeda dengan Al-Quran, dari anak kecil sampai yang tua renta, semua hapal Al-Quran. Itulah indahnya Islam.
# Staff Isa dan Islam 2011-05-04 17:18
~
Saudara Kacau, dalam halaman inilah kali pertama kami menemukan gurauan kalau Al-Quran tidak ditulis atau dilafalkan dalam bahasa Arab.

Adalah memang benar bahwa dialek dan gramatika-nya mungkin tidak sama. Namun bahasa Al-Quran tetap saja bahasa Arab bukan?

Mengenai Injil, jikalau Saudara menemukan adanya perubahan yang kemudian menjadi merubah makna Firman Allah, kami persilahkan Saudara mengemukakannya di sini.

Tentunya kami meminta Saudara menyajikan tuduhan perubahan yang terjadi pada Al-Kitab di dalam bahasa asli, dan bukan dalam bahasa terjemahan atau tafsirannya. Sebab bahasa setiap bangsa tentu saja berkembang secara periodik. Namun hal ini tentu saja tidak mengganggu makna asalinya.

CA
# Oci 2011-05-05 16:28
*
Jadi kalau beribadah di gereja Indonesia memakai bahasa Indonesia ya? Lalu kalau di negara Belanda pakai bahasa Belanda?

Adakah kemungkinan doa yang diucapkan dalam ibadah di kedua negara itu berbeda makna, mengingat bahasa yang digunakan berbeda?

Kalau boleh saya tahu, apakah sejak zaman Isa Al-Masih ibadah yang dilakukan adalah berkumpul di sebuah gereja dan melakukan ritual nyanyian suci?
# Staff Isa dan Islam 2011-05-11 18:14
~
Saudara Oci, setiap pengikut Isa Al-Masih boleh beribadah di mana saja, karena masalah ibadah adalah masalah hati. Tidak ada gunanya kita beribadah kepada Allah kalau kita tetap lebih mementingkan masalah lahiriah dibanding masalah batiniah.

Hal ini juga termasuk bagaimana tata ibadahnya, bahasanya, apakah memakai nyanyian atau tidak, dan lain-lain. Semua ini adalah masalah lahiriah yang kurang begitu penting.

Masalah bahasa adalah masalah yang kedua. Yang lebih penting adalah kita mengerti bahwa kita sedang menyembah siapa, dan mengapa kita harus menyembah-Nya.

Jikalau kita mengerti dengan fasih bahasa Indonesia, maka pakailah bahasa itu untuk beribadah. Jikalau kita cukup fasih akan suatu bahasa lain, maka kita tentu saja juga boleh beribadah memakai bahasa tersebut. Bahasa hanyalah alat untuk menyuarakan hati.

Jika kita sedang berada di suatu tempat di mana kita sama sekali tidak mengerti bahasa mereka, maka kita boleh memilih tempat ibadah yang memakai bahasa yang kita mengerti.

Oleh sebab itu, maka kegiatan peribadatan Kristiani selalu memakai bahasa lokal, agar segala sesuatu yang dilakukan dalam kegiatan ibadah tersebut dapat dimengerti dan dihayati oleh orang-orang yang mengikuti kegiatan ibadah tersebut.

CA
# obi 2011-05-12 10:45
*
Masalah lahiriah tidak penting? Jadi intinya di Kristen tidak ada tata cara baku bagaimana cara beribadah? Tidak ada keharusan kapan harus beribadah? Berapa kali sehari? Berapa kali seminggu? Bahkan sekali seumur hidup pun tak apa-apa?

Kemurnian Al-Quran tetap terjaga karena meskipun Al-Quran diterjemahkan tetapi tetap saja ada bahasa asli Al-Quran yang tetap disertakan. Namanya bukan Al-Quran jika cuma berisi terjemahan Al-Quran.
# Staff Isa dan Islam 2011-05-19 04:17
~
Saudara Obi, adalah benar bahwa masalah lahiriah adalah bukan hal yang terpenting di dalam kekristenan. Masalah paling utama adalah mengenai masalah hati.

Jikalau hati kita beres di hadapan Allah, maka semua masalah lahiriah akan menjadi beres dengan sendirinya (otomatis).

Ketika kita benar-benar mengaku beriman kepada Allah, maka tentu saja hati kita akan mendahulukan Allah di antara semua hal.

Injil tidak mengatur jam berapa kita harus beribadah dan satu hari harus berapa kali. Namun kami percaya bahwa setiap pengikut Isa Al-Masih yang sejati pasti meluangkan waktunya yang terbaik di setiap hari untuk beribadah kepada Allah. Bahkan waktu beribadah bisa lebih dari 5x sehari dengan durasi waktu berjam-jam.

Dengan makin berimannya seseorang kepada Allah, maka ia akan semakin mengasihi Allah dan merindukan untuk boleh menghadap Allah dan bertemu dengan Allah di dalam kegiatan ibadahnya sehari-hari, tanpa terikat waktu maupun tempat dan hal-hal fisik lainnya.
~
CA
# obi 2011-05-12 10:46
*
Ibadah shalat adalah ibadah kepada Allah. Mengenai gerakan, jumlah rakaat dan bacaannya pun sudah ditentukan oleh Allah. Mengapa harus dirubah? Apakah ketentuan-keten tuan itu menyulitkan kami orang Muslim? Sesungguhnya hanya Allah yang tahu kemampuan umat-Nya.

Tidak semua orang mengerti bahasa Al-Quran? Mengapa banyak orang yang mampu menghafal ayat-ayat Al-Quran?
# Staff Isa dan Islam 2011-05-19 12:12
~
Saudara Obi, tentu saja kami tidak melarang orang lain untuk menjalankan ibadah dan perintah agama masing-masing.

Yang kami pertanyakan adalah mengapa semua itu harus dilakukan dalam bahasa yang tidak kita mengerti secara baik. Apakah Saudara mengerti dengan baik dan memahami setiap ayat yang Saudara baca?

Bukankah lebih baik bagi kita untuk boleh membaca dan melantunkan ayat Firman Allah, dan sekaligus di saat yang sama kita mengerti maknanya untuk boleh kita amalkan di dalam kehidupan kita?

Isa Al-Masih sendiri mengajarkan kita untuk berdoa dengan kata-kata yang tidak sukar, namun dimengerti oleh kita, sebagai curahan hati kepada Allah Sang Pencipta. Isa Al-Masih selalu mengajar dengan bahasa yang dimengerti oleh banyak orang.
~
CA
# Abu Syarif 2011-05-13 05:56
*
Membaca Al-Quran tidak boleh kecuali dengan bahasa Arab, demikian pula shalat, karena tidak boleh bagi kami untuk mengubah atau mengganti Firman Allah, walaupun satu huruf.

Seandainya Allah mengizinkan untuk membaca Al-Quran dengan bahasa masing-masing, maka pastilah hal itu akan menjadikan perubahan pada Al-Quran seperti yang terjadi pada Taurat dan Injil.
# Staff Isa dan Islam 2011-05-19 12:15
~
Saudara Abu Syarif,

Menurut kami, jika kita membaca suatu kitab dalam bahasa terjemahan, itu tentunya tidak berarti bahwa kita telah merubah kitab tersebut, karena kita masih membaca kalimat-kalimat dengan makna yang sama. Arti-artinya masih tetap sama dan tidak berubah. Malah itu akan membuat kita semakin mengerti akan Firman Allah bukan?

Jika semua orang mengerti makna kitab yang ia baca, bukankah ini justru menutup peluang bagi kitab itu untuk bisa dipalsukan? Bukankah semua orang telah membaca dan sekaligus mengerti akan artinya? Mana mungkin lagi bisa dipalsukan?
~
CA
# andragaris 2011-06-12 21:33
*
1. Bahasa adalah alat komunikasi. Setiap bahasa memiliki karakteristik. Menterjemahkan bahasa apapun ke dalam bahasa lain tidak mungkin persis sama dengan bahasa asalnya.

2. Bacaan Al-Quran dalam bahasa Arab karena yang menerima Wahyu Allah itu berbahasa Arab berdialek Quraisy. Dalam bacaan shalat ada ayat-ayat Al-Quran yang memang harus dibaca dengan bahasa aslinya.

3. Bahasa Arab menjadi alat pemersatu umat seluruh dunia.

Al-Quran diturunkan ayat demi ayat. Dibaca setiap melakukan shalat, dihapalkan dan dibaca setiap hari, ditulis oleh para penulis Al-Quran setiap turunnya dan Rasulullah melarang penulisan selain ayat Al-Quran sehingga tidak tercampur dengan perkataannya sendiri(Hadits) , dihimpun oleh kepanitiaan Mushaf Al-Quran. Diperbanyak dengan mengacu pada Mushaf Al-Quran. Jadi sangat tidak masuk akal jika Al-Quran yang telah dibukukan itu berbeda dengan Al-Quran yang dibaca saat ini.

Sederhana saja sebenarnya, terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2011-08-02 09:41
~
Kalaupun ada anggapan bahwa bahasa Arab dapat digunakan alat pemersatu umat tidaklah salah. Namun yang lebih penting, bagaimana caranya mempersatukan kembali hubungan antara manusia dengan Allah yang telah rusak akibat dosa?

Sejak manusia jatuh dalam dosa maka terbentuklah ”tembok pemisah” antara manusia dan Allah. Tembok itu memisahkan hubungan antara manusia dan Allah. Namun Alkitab menegaskan bahwa “tembok pemisah” itu telah diruntuhkan oleh Isa Al-Masih di salib. Allah sendiri melalui diri Isa Al-Masih berinisiatif untuk mempersatukan setiap kita yang berseteru dengan menghancurkan tembok pemisah itu.

Kematian Isa Al-Masih di salib menciptakan manusia baru melalui diri-Nya sendiri. Kematian-Nya yang menyirnakan dan menyingkirkan jurang antara Yahudi dan Non Yahudi; laki-laki dan perempuan; kaya dan miskin. Kematian-Nya di atas kayu salib juga telah memberikan kedamaian antara manusia dengan Allah dan antara manusia dengan sesama manusia (Injil, Surat Efesus 2:14-16).
~
SL
# Johan 2012-02-22 00:17
*
Bahasa Arab adalah bahasa pemersatu umat Islam dalam hal ibadah. Sudah tentu para pemeluknya mengerti apa arti bacaan shalat yang mereka baca.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-29 12:44
~
Saudara Johan,

Siapapun akan mampu menguasai bahasa tertentu jika belajar. Tidak harus menjadi orang Afrika baru dapat menguasai bahasa Afrika. Namun bahasa bukan jaminan yang membenarkan sebuah kepercayaan.

Bagi saudara-saudara Muslim, ada baiknya tidak hanya pandai dalam menghafal tetapi juga mengerti apa yang dibaca.

Allah yang menjadikan ragam bahasa dan Allah mengerti semua bahasa. Tidak ada bahasa yang menjadi spesial dimata Allah dan tidak ada bahasa yang tidak berarti bagi Allah. Yang Allah cari bukan yang mampu menggunakan bahasa tertentu tetapi hati yang mengharapkan pertolongan dari Allah dan yang mau mencari kebenaran Allah.
~
NN
# akbarsyamsul 2012-04-13 15:57
*
Komentar saya untuk uraian di atas: Saya menghargai kepercayaan dan agama anda, saya mencintai anda kaum anda dan Tuhan anda. Saya akan membela hak-hak anda dalam menjalankan kepercayaan anda. Saya rela mati untuk melindungi anda.

Kami orang Muslim adalah orang yang selalu mencintai orang lain yang berbeda agama, menyayangi mereka, melindungi mereka, kami tidak suka menghujat dan menghina kepercayaan orang lain, terserah anda mau bicara apa tentang agama kami, kami tidak peduli dan kami akan tetap selalu mencintai anda semua.

Kami yakin bahwa Tuhan mencintai orang yang selalu mencintai orang lain, dan membenci orang yang selalu membenci orang lain, bukankah Yesus selalu mengajarkan tentang cinta kasih dan toleransi? Nabi kami Muhammad pun juga begitu, beliau selalu mencintai dan memaafkan orang lain yang telah menyakitinya.
# Staff Isa dan Islam 2012-04-14 15:23
~
Terimakasih saudara Akbarsyamsul komentar saudara di atas. Memang seharusnya demikianlah kita sebagai umat beragama. Saling mengasihi satu sama lain. Seandainya seluruh umat Muslim di Indonesia mempunyai pandangan yang sama seperti saudara, maka akan tercipta kerukunan beragama di bangsa ini.

Saudara benar, Tuhan mencintai orang yang selalu mencintai orang lain. Tetapi Tuhan yang kami sembah juga tetap mencintai orang yang sekalipun membenci orang lain. Itulah sebabnya Allah disebut Maha Kasih.

Kami tidak pernah berpikir bahwa orang Islam tidak mempunyai cinta kasih dan toleransi. Termasuk mereka yang melakukan bom bunuh diri pun, kami pikir mereka mempunyai cinta kasih. Terbukti karena cinta kasih yang begitu besar terhadap agama mereka, mereka mau mengorbankan nyawa menjadi bomer.

Mereka tidak dapat disalahkan sepenuhnya atas jihad yang mereka lakukan. Sebab memang demikianlah yang terdapat dalam kitab suci yang mereka percaya. Setidaknya ada sembilan puluh empat ayat dalam Al-Quran yang bicara tentang jihad, termasuk 'upah' yang mereka terima bila mati sebagai jihadis.
~
SO
# akbarsyamsul 2012-04-14 20:03
*
Bukankah Tuhan kita satu, yaitu Allah? Okelah bila memang Tuhan anda mencintai orang yang membenci orang lain, tapi bukankah ketika kita tidak membenci orang lain itu lebih baik? Bukankah Tuhan anda akan lebih mencintai anda?

Saya pikir kalau anda ingin menciptakan kerukunan antar umat beragama, maka anda jangan menulis uraian yang mungkin bagi sebagian orang dianggap provokatif. Saya sebenarnya ingin tahu tujuan anda membuat situs ini.

Mengapa harus mengusik keyakinan kami sebagai Muslim. Biarkanlah kami beribadah sesuai dengan keyakinan kami walaupun anda menganggap itu semua sebagai sebuah kesalahan dan kebodohan.
# Staff Isa dan Islam 2012-04-16 14:45
~
Saudara Akbarsyamsul,

Seharusnya memang Tuhan kita satu. Tetapi, bila kita membandingkan ajaran yang dibawah nabi saudara dengan nabi-nabi sebelumnya, sungguh sulit mempercayai bahwa Allah kita satu. Bila Allah yang berbicara dengan nabi sebelum nabi saudara adalah Allah yang sama, yang berbicara dengan nabi saudara, tentu ajaran mereka tidak bertentangan, bukan?

Pada awal halaman situs ini kami telah menulis, apa tujuan situs ini. Yaitu menolong umat beragama memahami lebih jelas lagi tentang Pribadi Isa Al-Masih, menurut ajaran Al-Quran dan Alkitab. Umumnya orang Kristen tidak mengetahui apa yang dikatakan Al-Quran tentang Isa Al-Masih. Begitu juga sebaliknya dengan orang Islam, banyak diantara mereka tidak mengetahui apa yang dikatakan Al-Quran, Hadith, dan para cendekiawan Muslim tentang Isa Al-Masih.

Dengan demikian kami rasa kita tidak perlu memperdebatkan antara agama Islam dan agama Kristen maupun agama lainnya.
~
SO
# Michel 2012-11-19 17:44
*
Sholat tidak mutlak menggunakan bahasa Arab, tapi sebagai pengikut Muhammad tentunya kami berusaha agar bagaimana ibadah kami sesuai dengan perintahnya. Begitulah cara kami mencintainya.
# Staff Isa dan Islam 2012-11-20 15:35
~
Membuktikan rasa cinta kepada orang yang kita cintai dengan mengikuti perintahnya, sungguh sangat mulia. Tetapi, apakah demi menyenangkan hati orang yang kita cintai, kita harus rela sholat dalam bahasa yang kita sendiri tidak mengerti? Bukankah tujuan sholat adalah ibadah pada Allah, dan yang menjadi fokus adalah Allah dan bukan Muhammad?

Menurut kami, dalam hal sholat/sembahya ng, yang perlu kita senangkan hatinya melalui ibadah yang kita lakukan adalah hati Allah. Tapi, bagaimana mungkin kita dapat menyenangkan hati Allah kalau kita sendiri tidak mengerti apa yang kita sampaikan pada-Nya?
~
SO
# Pencerah 2012-11-27 02:59
*
Selamat sejahtera,

Saya sangat senang dengan adanya website ini, karena dapat memberikan penjelasan kepada saudara-saudara kita umat Muslim agar dapat mengetahui lebih luas lagi pengetahuan di luar Islam atau Al-Quran.

Jujur saya katakan bahwa sebagian besar umat Muslim hanya mengetahui Kristen itu seperti apa, bukan karena dirinya sendiri ingin tau lebih dalam. Tetapi karena ajaran turun-temurun dari orang tua mereka. Dan repotnya di kalangan saudara kita umat Muslim, semenjak kecil sudah ditanamkan benih-benih kebencian kepada umat Nasrani atau Yahudi, tanpa mengetahui sebab-sebab yang jelas.

Maju terus untuk website ini. Tuhan memberkati
# ANEH 2012-12-12 00:38
*
Staf Isa dan Islam,

Saya seorang Kristen, menurut saya agama atau kepercayaan adalah panggilan/jodoh yang sudah ditetapkan bagi setiap manusia itu sendiri. Jadi untuk apa membahas soal seperti ini? Buat saya lebih baik membahas hal positif untuk kehidupan beragama di Indonesia. Banyak hal yang bisa kita lakukan secara bersama-sama daripada membahas soal bahasa.
# Staff Isa dan Islam 2012-12-12 15:08
~
Terimakasih untuk saran saudara, tentu selain hanya memikirkan hal-hal duniawi yang bersifat sementara, tidak ada salah kita juga meluangkan waktu untuk memikirkan masa depan, terutama di kehidupan kekal.

Untuk memperoleh kehidupan kekal, tentu kita harus mempunyai jaminan keselamatan. Nah, bagaimana dengan saudara, apakah saudara telah mempunyai jaminan itu? Jaminan Keselamatan Sorgawi jelas merupakan hal terpenting dibanding hal-hal duniawi.

“Yesus Kristus berkata, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup” (Injil, Rasul Besar Yohanes 5:24).

Yesus Kristus adalah jaminan keselamatan bagi setiap manusia. Dan adalah menjadi tugas dan tanggung-jawab kita sebagai orang yang telah menerima kebenaran, memberitakan kebenaran tersebut bagi orang lain, agar mereka tidak binasa.

“Ketahuilah, bahwa barangsiapa membuat orang berdosa berbalik dari jalannya yang sesat, ia akan menyelamatkan jiwa orang itu dari maut dan menutupi banyak dosa” (Injil, Surat Yakobus 5:20).
~
SO
# Yaumil 2012-12-19 17:32
*
Sebenarnya anggapan shalat harus menggunakan bahasa Arab itu tidak mutlak karena Allah mengerti semua bahasa. Jadi bershalat pakai bahasa apapun sah-sah saja. Seperti di tempat saya yang menggunakan bahasa daerah dan tidak masalah. Saya bershalat menggunakan bahasa Arab namun, saya juga mengerti arti bacaan shalat dalam bahasa saya sendiri. Selain itu bahasa Arab pun lebih simple dan pendek bacaanya dibanding terjemahan.

Menurut saya anda tidak usah memperdebatkan masalah-masalah yang sepele seperti ini dan membuat bingung umat Islam. Mungkin analoginya hampir mirip dengan kenapa harus bahasa Indonesia tapi tidak menggunakan bahasa daerah masing-masing saja.
# Staff Isa dan Islam 2012-12-21 12:31
~
Kami setuju dengan saudara Yaumil, sholat pakai bahasa apa saja, sah-sah saja. Karena Allah mengerti semua bahasa.

Namun pertanyaan kami adalah: Mengapa orang Islam ketika sholat selalu menggunakan bahasa Arab? Apakah dapat dipastikan bahwa semua orang Islam Indonesia mengerti bahasa Arab sebagaimana mereka mengerti dengan baik bahasa Indonesia? Bukankah lebih baik beribadah kepada Allah dengan menggunakan bahasa yang kita mengerti, sehingga kita pun tahu apa yang kita ucapkan.

Saudara Yaumil, situs ini bukan untuk memperdebatkan. Tetapi menurut kami tidak ada salahnya bila kita, sebagai umat beragama mempelajari agama yang kita anut. Sehingga iman yang kita ambil bukan iman yang buta, yang hanya mendengar dan menerima begitu saja apa yang disampaikan oleh pemimpin agama tanpa mencari tahu kebenarannya. Bukankah manusia tidak pernah luput dari kesalahan? Jadi, tidak menutup kemungkinan bukan, bila seorang pemimpin agama juga dapat melakukan kesalahan.

Untuk itulah forum ini dibuat, untuk kita dapat bersama-sama berdiskusi dan belajar tentang kepercayaan yang kita anut. Bukan untuk memperdebatkannya.
~
SO
# hakkuallah 2013-02-11 09:29
*
Staf Isa dan Islam,

Semua itu ada tuntunannya, sementara orang Kristen tidak memiliki tuntunan makanya jadi berantakan. Orang yang membaca, walau tidak mengerti tapi mendapat pahala dari Allah, karena Alalh Maha Tahu isi hati manusia.

Sebelumnya saya memang tidak tahu bahasa Arab, tapi saya sendiri begitu mudah sekali untuk memahaminya, seolah-olah saya berbicara dalam bahasa sendiri Bahasa Al-Quran adalah bahasa surga.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-11 15:27
~
Saudara Hakkuallah,

Maaf, komentar saudara kami gabung jati satu dan kami edit bahasanya agar lebih mudah dimengerti dan enak dibaca.

Salah satu perbedaan dalam Kristen dan Islam adalah bagaimana mereka beribadah. Islam, selalu mengutamakan hal-hal jasmani dalam ibadahnya. Sehingga, ketika beribadah ada ritual-ritual tertentu yang harus dilakukan bila ingin ibadah tersebut diterima Allah.

Namun tidak demikian halnya dalam Kristen. Memang memperhatikan hal-hal jasmani tidak salah, tetapi mempersiapkan hati adalah jauh lebih penting. Karena ketika seseorang beribadah, Tuhan melihat ke dalam hati, bukan ritual-ritual yang dilakukan.

“Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh” (Injil, Surat Roma 1:21-22)
~
SO
# robin.... 2013-03-20 18:27
*
Terimakasih buat saudara yang membuat situs ini, saya jadi mengerti sebagian tentang isi ayat dalam Al-Quran dan bisa membandingkan dengan kitab Injil.

Menurut saya bahasa sangat penting dalam berbicara dengan Tuhan (doa). Tapi yang terutama adalah hati. Bagaimana saya mengungkapkan kata hatiku dengan menggunakan bahasa yang dari mulutku yang tidak kumengerti?

Di sebelah negara Eropa sudah ada pakau bahasa Indonesia, bahkan bahasa daerah dari Indonesia sudah ada untuk beribadah di sana. Walaupun berbeda bahasa, tapi semuanya sama artinya, dan juga cara dalam beribadahnya sama.

Tapi kalau saya melihat kesenjangan dalam umat beragama di Indonesia, masih sangan minim (timpang). Padahal saya sendiri tidak menganggap anda itu musuh. Apapun bahasamu agamamu, latar belakangmu, kami tetap mengasihimu. Salam damai, salam sejahtera syalom.
# Staff Isa dan Islam 2013-03-21 18:26
~
Saudara Robin,

Kami setuju dengan penjelasan saudara, bahwa ketika kita berbicara dengan Tuhan lewat doa, adalah lebih baik bila kita berbicara dengan bahasa yang kita mengerti. Sehingga, setiap hal yang kita ucapkan, semu benar-benar keluar dari hati kita, bukan hanya perkataan semata.

Maaf, kami kurang mengerti dengan kesenjangan yang saudara maksud. Sebagaimana saudara tidak menganggap kami musuh, demikian juga kami tidak menganggap saudara atau siapapun yang mengunjungi situs ini sebagai musuh.

Sebab kami diajarkan untuk saling mengasihi sesama sebagaimana yang tertulis dalam Kitab Suci Allah yang kami imani. “Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini" (Injil, Rasul Markus 12:31).
~
SO
# aldo 2013-04-07 06:54
*
Kalau urusan berdoa, saya bisa memakai bahasa apa saja. Saya selalu berbahasa Indonesia saat berdoa. Kalau urusan dzikir, saya tahu arti dan mengerti maknanya. Maka saya berbahasa Arab. Kalau sholat, saya berbahasa Arab, sama seperti yang dilakukan Nabi Muhammad.

Sebab Nabi Muhammad bersabda " Sholatlah sebagaimana aku sholat.." Dan itu sudah tidak bisa ditawar lagi. Maka saya pun sholat sebagaimana Nabi Muhammad melakukanya, sebab dialah yang menyampaikan ajaran Islam kepada umatnya.

Terimakasih dan mohon maaf apabila ada kesalahan kata dalam berkomentar.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-09 10:32
~
Saudara Aldo,

Ketika saudara berzikir dan sholat dengan menggunakan bahasa Indonesia, bagaimana perasaan saudara. Mungkinkah saudara merasakan penerimaan yang sama dari Allah, sama seperti ketika saudara melakukannya dalam bahasa Arab?

Kami tidak yakin Allah hanya mendengarkan pengguna bahasa Arab. Kalau memang seperti itu berarti dia bukan Allah yang kita maksud yang menciptakan semesta dan menjadikan berbagai suku bangsa dan bahasa.
~
NN
# finka 2013-06-11 20:15
*
Lebih aneh lagi kalau sholat menggunakan bahasa daerah masing- masing pasti lucu. Perbedaan dialek, arti dsb pasti kalau sholatnya berjamaah nggak selesai-selesai karena ketawa lucu. Paling afdol dan memang seharusnya ya bahasa Arab. Tiap hari dibaca ya ngertilah kan belajar mas, sholat itu apa, memang syariat agama kami, mau di Ambon, di Irian di Amerika ya sholat seperti itu.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-13 21:44
~
Saudara Finka,

Esensi saudara sholat adalah untuk beribadah pada Allah bukan? Namun apa gunanya jika saat beribadah saudara tidak mengerti artinya dan hanya hapalan saja. Menurut saudara mana yang lebih menyentuh hati, beribadah dengan memakai bahasa sendiri yang dipahami atau menggunakan bahasa negara lain yang kita tidak mengerti? Bukankah Allah menciptakan beragam bahasa yang ada di dunia ini? Allah tidak hanya menciptakan bahasa Arab saudaraku.

Karena ibadah pada Allah bukan hanya ritual saja, tetapi saat beribadah kita berkomunikasi dengan Sang Pencipta dan merasakan hubungan yang dekat dengan-Nya.
~
NN
# ferry 2013-06-12 16:38
*
Quoting finka:
lebih aneh lagi kalau sholat menggunakan bahasa daerah masing- masing pasti lucu, perbedaan dialek, arti dsb pasti kalau sholatnya berjamaah ngk selesai2 karena ketawa lucu, paling afdol dan memang seharusnya ya bahasa arab, tiap hari dibaca ya ngertilah kan belajar mas, sholat itu apa, memang syariat agama kami, mau di ambon, di irian di amerika ya sholat seperti itu

Benarkah selucu itu? Apabila anda tertawa mungkin saya rasa itu benar-benar lucu.

Sepanjang saya baca komen dari atas sampai bawah. Jawaban dari pertanyaan "Mengapa pakai bahasa Arab dalam Sholat" adalah: Karena itu suatu keharusan oleh Muhammad, bila sholat pakai bahasa lain berarti tidak sah menurut dia dan tidak didengar oleh Allah.

Apakah ada ketetapan dari Allah dalam Al-Quran harus begitu ya? Misalnya, "Allah berkata..." atau " Allah bersabda..." Saya ingin tahu.
# irwan 2013-06-28 20:32
*
Menurut saya, saya tidak pernah menemukan hal yang berkaitan dengan kasih dalam Al-Quran, hanya ada kata-kata kasar, anarkis seperti itu, membunuh, nafsu. Jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia, maka hasil terjemahannya tidak jauh berbeda dengan hal-hal di atas.

Berbeda dengan Alkitab. Sedikit sekali mirip dengan Al-Quran, tapi kita bisa mengerti secara detail maksudnya. Jika ada yang mengerti detail bahasa Arab dan sastra Arab, maka bisa tau. Arti yang sesungguhnya yang terdapat dalam 2 kitab itu sangat jauh sekali berbeda, bukan begitu?

Salam Damai.
# Pengemis Berdasi 2013-08-13 13:22
*
Salam hormat admin,

1. Meskipun sebagian orang tidak memahami artinya, tapi setidaknya mengetahui bahwa maknanya baik. Akan lebih tidak mengerti lagi bagi saya, ketika beribadah di negara lain dengan bahasa yang berbeda.

2-3. Itulah fungsinya terjemahan agar bisa memberi keyakinan yang baik terhadap arti dan makna dalam bahasa Al-Quran. Bukan untuk mengurangi kemurnian Al-Quran itu sendiri.

4. Itulah kenpa Nabi Muhammad menjadi nabi terakhir, untuk meluruskan semua ajaran-ajaran terdahulu. Salah satunya mewajibkan sholat dalam bahasa Al-Quran.

5. Bahasa Tuhan (Al-Quran) itu jauh lebih mulia dibangdikan semua bahasa di dunia, tentu umat Islam lebih milih yang mulia dong.

6. Sesungguhnya sholat dan doa itu berbeda, (perbedaan yg paling mendasar adalah waktu dan kondisi/keadaan).

7. Yang ini saya kurang paham.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-14 19:58
~
Terimakasih Sdr. Pengemis Berdasi, maaf kami kurang tahu jawaban-jawaban yang saudara tulis di atas untuk pertanyaan mana. Tapi kami akan memberikan sedikit tanggapan.

1. Menurut saudara, manakah lebih baik, beribadah dengan bahasa yang dimengerti, atau tidak dimengerti? Manakah lebih baik, memahami dengan baik ibadah yang sedang dilaksanakan, atau sekedar mengetahui maknanya saja?

2-3. Bila memang saudara setuju Al-Quran diterjemahkan, bukankah hal tersebut juga dapat dilakukan terhadap Alkitab? Tetapi, mengapa umat Muslim cendrung mengatakan Alkitab sudah palsu karena diterjemahkan dalam berbagai bahasa?

4. Menurut kami, nabi-nabi sebelum Muhammad tidak ada yang mengajarkan sholat dalam bahasa Al-Quran. Karena sholat dan Al-Quran adalah ajaran Muhammad.

5. Tuhan tidak pernah mempunyai satu bahasa tertentu. Dia pernah meninggikan satu bahasa dari bahasa lain. Tuhan tidak pernah menetapkan “bahasa tertentu” sebagai tolok-ukur apakah ibadah itu berkenan di hadapan-Nya atau tidak.

6. Selain waktu dan kondisi/keadaan , dapatkah saudara menjelaskan apa perbedaan sholat dan doa? Apakah keduanya mempunyai tujuan yang berbeda?
~
SO
# iseng 2013-08-17 00:53
*
Bahasa Arab adalah bahasa tertua dan abadi. Sebab sejarah membuktikan bahwa sejak zaman Ibrahim di muka bumi yang diperkirakan hidup pada abad 19 sebelum masehi, mereka tercatat sudah menggunakan bahasa Arab. Itu berarti bahasa Arab paling tidak sudah digunakan oleh umat manusia sejak 40 abad yang lalu, atau 40.000 tahun.

Bahkan analisa yang lebih jauh lagi menunjukkan bahwa bahasa Arab telah berusia lebih tua lagi. Karena bahasa Arab adalah bahasa yang digunakan Allah untuk berfirman di dalam Al-Quran. Sementara Al-Quran itu sudah ada di sisi Allah jauh sebelum awal mula diturunkan di masa Nabi Muhammad. Dan Allah menjamin bahwa Al-Quran itu tidak akan lenyap hingga hari kiamat. Artinya, bahasa Arab adalah bahasa yang sudah jauh sebelum adanya peradaban manusia dan akan terus berlangsung hingga akhir dunia ini.

Mohon maaf apabila ada kesalahan dari saya, karena saya hanya manusia yang tak luput dari kesalahan.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-18 21:38
~
Benarkah bahasa Arab adalah bahasa tertua? Tidak ada fakta sejarah yang menyatakan bahwa bahasa Arab adalah bahasa tertua. Dan lagi, tidak ada fakta sejarah yang mengatakan Nabi Ibrahim menggunakan bahasa Arab.

Al-Quran adalah kitab yang dibawa oleh Muhammad. Bahkan kitab ini dibukukan jauh setelah Muhammad meninggal. Al-Quran ditulis menggunakan bahasa Arab, hanya secara kebetulan saja. Yaitu karena Muhammad seorang berbangsa Arab, dimana bahasa ibunya adalah bahasa Arab.

Bila memang benar Al-Quran sudah ada jauh sebelum diberikan kepada Muhammad, lalu dimanakah Al-Quran disimpan kala itu? Jelas Al-Quran tidak jatuh dari langit, bukan?
~
SO
# Staff Isa dan Islam 2013-08-27 14:19
~
To: Saudara Iseng,

Tolong memberi komentar yang tidak melanggar norma-norma. Kami berhak menghapus komentar yang kasar, mengejek, bersifat menyerang, dan tidak berhubungan dengan artikel di atas. Oleh sebab itu, kiranya dapat menggunakan bahasa yang jelas!

Pedoman wajib untuk memasukkan komentar:
1. Tidak boleh memakai lebih dari satu kolom komentar.
2. Pertanyaan/masu kan harus berhubungan dengan uraian diatas. 
3. Sebaiknya satu atau dua pertanyaan dalam satu kolom komentar.
4. Hanya menggunakan bahasa Indonesia yang umum dan dimengerti semua orang.
5. Tidak memakai singkatan-singk atan, misalnya yg, dlm, sdh, tdk, dlsbgnya.
6. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
7. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.

Untuk pertanyaan/masu kan yang majemuk, silakan mengirim email ke: 
Kiranya petunjuk-petunj uk di atas dapat kita perhatikan.
~
SO
# iseng 2013-08-27 18:36
*
Sekiranya ada kesalahan dalam perkataan tolong dijelaskan kata apa yang tidak diperbolehkan. Kenapa harus dihapus semuanya? Karena komentar yang saya berikan itu untuk menjawab pertanyaan admin yang ditanyakan di komentar di atas bukan?
# Staff Isa dan Islam 2013-08-29 20:45
~
Saudara Iseng,

Di atas kami sudah menjelaskan kepada saudara aturan yang harus diikuti ketika memberi komentar. Kiranya saudara dapat memperhatikan hal tersebut bila tidak ingin komentar saudara dihapus.

Demikian, kiranya saudara maklum.
~
SO
# jarwo 2013-09-10 22:59
*
Sdr. Iseng sepertinya tidak pernah belajar sejarah nampaknya. Kok bisa anda mengatakan bahasa Arab adalah bahasa tertua? Ilmu itu anda dapat darimana?

Baiklah, saya akan memberitahu anda. Ada bahasa tertua dari bahasa Arab, yaitu: (1) bahasa Greek (2) Latin (3) Hebrew (Ibrani) (4) Persian (5) Chinese (6) Sansekerta (7) Tamil. Dan itu membuktikan bahwa ada banyak bahasa tertua, jauh melebihi bahasa Arab.

Bahasa Arab perkembangannya berasal dari bahasa Aramaic. Seperti halnya bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia. Dan tidak hanya itu, masih msh ada sekitar 5000-an bahasa yang sudah punah dan bahasa-bahasa punah itu umurnya jauh lebih tua dari bahasa Arab (pelajari kajian linguistik historis komparatif).
# pencari kebenaran 2013-09-18 00:03
*
Hidupku yang dulu, aku beribadah dan membaca kitab berbahasa Arab. Meski berkali-kali khatam dan rutin ibadah tapi aku tidak pernah tahu dan paham artinya.

Awalnya aku juga berpikir Alkitab tidak lagi murni dan Yesus hanya utusan Allah. Namun setelah mencari kebenaran yang ada, aku kini paham Alkitab tentu masih murni. Tidak ada perubahan dalam isinya.

Kenapa ada Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru? Perjanjian Lama adalah nubuat sebelum Tuhan Yesus lahir. Dalam Perjanjian Lama Allah melakukan perjanjian-perj anjian-Nya. Perjanjian Baru menggenapi semua janji-janji-Nya termasuk dengan datangnya Yesus ke dunia untuk selamatkan umat-Nya dari dosa.

Yesus adalah manusia kenapa harus disembah? Yesus memang manusia, lebih tepatnya Dia adalah Allah dalam wujud manusia untuk dapat menuntun manusia ke jalan kebenaran menuju surga (Baca dan renungkan Yohanes 1:1-18).

Aku dulunya fanatik Islam tentu berontak dan sangat menentang Yesus, juga sangat memusuhi agama Kristen. Namun kasih karunia dan penyertaan-Nya sempurna dalam hidupku. Baru beberapa bulan ini aku sadari hal itu dan tentu aku sangat menyesal dengan apa yang telah aku perbuat. Ketika aku berdoa dan mengucapkan "hanya di dalam nama Tuhan Yesus Kristus ku serahkan... dalam tangan-Mu Haleluyah Amin"

Puji Tuhan semua tergenapi meski harus menunggu, dan terkadang tidak seperti yang diharapkan. Namun rancangan-Nya sungguh indah dan sempurna dalam hidupku. Semua yang aku ragukan dan pertanyakan telah kudapatkan jawabnya dan Tuhan sendiri yg berbicara padaku tentang kebenaran itu. Satu hal yang saya ingatkan, tolong jangan asal bicara dan men-judge salah dengan agama lain sebelum anda tahu kebenaran sesungguhnya. Kenalilah dulu siapa Yesus baru anda boleh berkomentar.
# Staff Isa dan Islam 2013-09-19 10:16
~
Saudara Pencarai Kebenaran,

Terimakasih untuk kesaksian saudara. Semoga apa yang sudah saudara saksikan dapat menjadi satu hidayah bagi mereka yang membacanya.
~
SO
# hed7b 2013-10-16 01:42
*
Karena setiap bahasa ada resiko/chance perubahan makna jika diterjemahkan ke masing-masing bahasa lain, oleh karena itu kaum Muslimin sholat menggunakan ayat Al-Quran yang sama dimana pun dibelahan dunia ini tanpa merubah apapun dalam penegakan sholat.

contoh kasus "Berikanlah kami roti seharian pada hari ini"
ini adalah hasil terjemahan ke bahasa indonesia. Bagaimana dengan orang di daerah yang belum mengenal roti? Mungkin diubah lagi menjadi

-Berikanlah kami gandum seharian pada hari ini
-Berikanlah kami nasi seharian pada hari ini
-Berikanlah kami makanan seharian pada hari ini

Itu baru satu kalimat, bagaimana jadinya jika sholat diterjemahkan? Mungkin akan hilang yang aslinya seperti apa.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-18 11:06
~
Saudara Hed7b,

Dalam dunia manusia bisa saja terjadi kekeliruan berbahasa baik dari segi makna maupun dari segi pelafalan. Wajar karena manusia bukan maha tahu. Tetapi bagi Allah yang maha tahu tidak mungkin terjadi hal seperti itu. Doa adalah suatu komunikasi manusia dengan Allah. Komunikasi terjadi jika dua arah. Dan doa yang efektif adalah suatu komunikasi dua arah antara manusia dengan Allah dan Allah dengan manusia.

Terjadi dalam dunia pengikut Isa Al-Masih bahwa mereka berdoa kepada Allah dengan bahasanya. Ada bahasa Indonesia, bahasa Jawa, bahasa Inggris, bahasa Arab dan lain-lain. Allah mengerti bahasa-bahasa ini dan pendoa mengerti juga bahasa dan isi doanya. Maka terjadilah suatu komunikasi dua arah.

Tidak demikian dalam Islam sebab doa bagi Islam bersifat satu arah. Orang Islam percaya mereka hanyalah hamba, sebagai hamba mereka tidak mengharapkan terjadinya komunikasi dua arah.
~
NN
# bumble blue 2013-10-22 03:16
*
Tidak dibenarkan bagi umat Islam untuk memaknai Al-Quran secara sembarang. Ada aturan-aturan tertentu yang harus dipahami sebelumnya, dimana hal ini diterangkan melalui ilmu nahwu sebagai kajian dasarnya. Ilmu ini menerangkan tentang tata bahasa sebagaimana grammar dalam bahasa Inggris. Maka dari pada itu, kemurnian Al-Quran akan tetap terjaga.

Doa-doa yang kami panjatkan sebagian besar terdapat dalam Al-Quran sebagai tuntunan dan pedoman hidup. Dengan kata lain, seorang Muslim tidak mungkin tidak memahami doa yang dipanjatkannya.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-22 19:37
~
Saudara Bumble Blue,

Terimakasih untuk penjelasan saudara di atas. Satu pertanyaan kami, kiranya saudara berkenan untuk menjelaskan.

1. Menurut saudara, manakah lebih baik berdoa dengan bahasa yang kita mengerti atau bahasa asing yang belum tentu kita mengerti?

2. Apakah doa yang disampaikan dalam bahasa tertentu menjamin doa kita didengar dan dijawab Allah?
~
SO
# Putra 2013-10-24 20:16
*
Maaf saya orang Indonesia, saya berdoa dengan bahasa saya, dalam hal saya berdoa saya tidak perlu harus belajar bahasa lain.

Allah pun mengerti apa yang saya katakan, karena Allah itu universal dan maha mengerti, dan yang ingin Allah kehendaki adalah niat dan keyakinan dalam berdoa.
# day 2013-11-07 15:42
~
Inilah bedanya Islam sama Kristen. Begitu pula penafsiran Kristen tentang nama Allah berbeda dengan Islam, karena dalam Kristen tidak ada nama Allah. Yang ada Yehua. Nama Allah dicatut dari Islam untuk menyesatkan umat Islam.

Begitu pula Yesus tidak sama dengan Nabi Isa. Karena Nabi Isa tidak disalib oleh orang-orang Yahudi. Dan Yahudi tidak sama dengan Kristen/Nasrani . Kristen diperalat Yahudi untuk menahan kekuatan Islam.

Jadi sadarlah wahai sodaraku.
# Staff Isa dan Islam 2013-11-20 17:32
~
Saudara Day,

Sepertinya kami perlu meluruskan pandangan saudara yang salah tentang Kekristenan. Kiranya saudara dapat membaca penjelasan kami berikut:

1. “Nama” hanyalah sebuah panggilan yang ditujukan bagi seseorang yang dipanggil. Tujuannya, untuk membedakan orang tersebut dengan orang lain. Contoh: Katakanlah dua orang bernama Budi dan Yanto sedang berjalan. Lalu tiba-tiba seseorang memanggil nama Yanto. Maka yang akan menoleh adalah Yanto, bukan Budi.

Demikian juga panggilan yang diberikan bagi Sang Pencipta. Siapa saja berhak memanggil Dia dengan sebutan Allah. Yang lain juga ada memanggil-Nya dengan nama Gusti, Bapa, Tuhan, dll. Semua nama ini mengarah kepada satu Pribadi, yaitu Yang Ilahi.

Jadi, penggunaan nama Allah dalam Injil tidak pernah bertujuan untuk menyesatkan umat Islam.

2. Yesus dan Isa Al-Masih adalah Pribadi yang sama. Yang membedakannya hanyalah “nama”nya dikarenakan perbedaan bahasa. Sama seperti Hawa dalam bahasa Indonesia, dan Eve dalam bahasa Inggris. Hawa dan Eve adalah nama bagi wanita pertama yang diciptakan Allah.

3. Bangsa Yahudi tidak pernah memperalat orang Kristen untuk menahan kekuatan Islam. Sebab Kekristenan tidak pernah mengajarkan kekerasan. Inti dari ajaran Injil adalah Kasih. “Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini" (Injil, Rasul Markus 12:31)
~
Saodah
# FARIANT TO DIE 2013-11-14 10:45
~
Islam patuh pada nabi-nabi ketika nabi memerintahkan sholat menghadap kiblat, serentak umat Muslim patuh. Ketika nabi meminta sembahlah Allah, serentak umat Muslim patuh. Ketika nabi memerintah jangan minum yang memabukan, jangan makan babi serentak umat Muslim patuh.

Ketika nabi memerintahkan imani kitab Allah (Zabur, Taurat, Injil Al-Quran) dan imani nabi besar Allah (25 nabi termasuk Daud, Musa, Isa Al-Masih, Muhhamad) umat Islam pun patuh.

Bagaimana dengan anda?
# Staff Isa dan Islam 2013-11-20 17:32
~
Saudara Fariant,

Maaf, sepertinya kami kurang setuju dengan pernyataan saudara di atas. Karena tidak sedikit umat Muslim yang minum minuman yang memabukan bahkan menjual minuman tersebut. Juga saya ada mengenal beberapa orang Islam yang makan babi. Ironisnya, mereka mengatakan makanan tersebut enak.

Selain itu, sulit dipercaya bahwa umat Muslim mengimani Zabur, Taurat, dan Injil serta beriman kepada 24 nabi lainnya.

Bila umat Islam mengimani Zabur, Taurat, dan Injil, tentu mereka akan percaya bahwa keselamatan sorgawi adalah anugerah Allah dalam Isa Al-Masih. Bukan hasil dari pahala yang dikumpulkan. “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Injil, Surat Efesus 2:8-9).

Juga, bila benar Islam mengajarkan untuk mengimani 24 nabi sebelumnya, tentu Muhammad akan mengakui bahwa Isa Al-Masih adalah Juruselamat sebagaimana yang disampaikan oleh nabi-nabi sebelumnya. “Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6)
~
Saodah
# Katolik Sejati 2013-11-14 11:05
~
To: Obi,

Aku mau tanya sama kamu. Bukankah kamu lebih mengerti isi dan makna sholatmu jika digunakan dengan bahasa ibu? Kamu gimana bisa memahami tujuan sholatmu jika bahasa yang digunakan tidak dapat kamu pahami? Apakah dalam sholat kamu menggunakan bahasa Arab dengan hapalan namun kamu tak mengerti arti bahasa Arab?

Thanks buat jawaban kamu. Semoga kasih karunia Allah Bapa, Allah Putra dan Allah Roh Kudus besertamu. Sekarang dan selama-lamanya. Amin.
# hamba 2013-11-14 12:14
~
Menurut saya kalau sholat menggunakan bahasa masing-masing sudah tentu seluruh umat Muslim di dunia akan membangun Ka'bah masing di kotanya. Mungkin bisa di bilang sama saja. Kenapa menggunakan bahasa Arab. Karena sumbernya memang dari Arab. Rusaknya umat manusia.

Dari situ Tuhan Allah swt berkehendak untuk meluruskan ajaran. Lewat perantara seorang manusia yang mulia. Nabi. Berbagai nabi pun diwahyukan. Termasuk nabi Isa a.s. Yang dijadikan Tuhan sama orang Kristen. Nabi Muhammad nabi penutup untuk mnyempurnakan ajaran yang lebih mulia. Makanya satu bahasa untuk semua umatnya.
# Staff Isa dan Islam 2013-11-22 20:40
~
Saudara Hamba,

Jika Allah maha bijak tentu Ia tidak akan membuat ragam bahasa jika ternyata bahasa-bahasa tersebut menjadikan manusia seteru Allah. Tetapi kenyataannya Allah menjadikan jutaan bahasa, hal ini menunjukan bahwa keyakinan Islam bahwa bahasa, selain bahasa Arab, tidak pantas dipakai sebagai alat komunikasi manusia dengan Allahnya adalah salah dan tidak sesuai dengan tujuan adanya bahasa itu sendiri.

Bukankah Allah itu Maha Tahu dan bersifat universal memiliki semua bangsa di dunia ini? Demikian Allah tidak terbatas pada satu bahasa saja! Oleh karena itu kita perlu bertanya, “Mengapa bersolat harus mutlak menggunakan bahasa Arab saja?”
~
Noni
# Wayhu 2013-11-14 15:42
~
Kalau kamu orang Islam maka belajarlah bahasa Arab supaya kamu bisa mengerti ayat-ayat dalam Al-Quran dan jangan salah sebut nanti beda maksud.
# Staff Isa dan Islam 2013-11-20 17:33
~
Saudara Wayhu,

Terimakasih untuk saran yang sudah saudara tuliskan di atas.

Nah, bagaimana dengan Sdr. Wayhu, apakah saudara seorang Muslim yang menguasai dengan baik bahasa Arab dan memahami seluruh isi Al-Quran?

Memang baik untuk mempelajari bahasa Arab. Sehingga ketika kita membaca Al-Quran, kita tidak hanya sekedar membacanya, tetapi juga mengerti artinya.

Tetapi menurut kami untuk mengerti Al-Quran pun dapat dilakukan dengan membaca Al-Quran yang ditulis dalam bahasa Indonesia. Kecuali, bila memang orang-orang yang menterjemahkan Al-Quran tersebut bukan orang-orang yang ahli dalam tugasnya. Sehingga tidak menutup kemungkinan Al-Quran dalam bahasa Indonesia mempunyai arti berbeda dengan Al-Quran dalam bahasa Arab.

Bila hal ini terjadi, menurut kami yang pantas disalahkan bukan si pembaca Al-Quran. Tetapi mereka yang diberi tugas menterjemahkannya.
~
Saodah
# LOGICA 2013-12-13 10:47
~
Untuk apa kita hidup? Dan setelah mati mau kemana kita? Ke neraka atau ke surga?
Siapa yang menentukan kita ke neraka atau ke surga?
Di dalam Al-Quran dan Alkitab mengatakan yang "mengadili orang hidup dan mati di hari kiamat adalah Isa Al-Masih atau Yesus, benarkah?
# Staff Isa dan Islam 2013-12-15 21:27
~
Saudara Logica,

Tentunya semua orang menginginkan sorga sebagai tujuan akhir hidup di dunia ini. Apakah ada manusia yang menginginkan untuk masuk neraka? Tentu tidak, bukan.

Dalam Alkitab Isa Al-Masih berkata,"Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir" (Injil, Surat Wahyu 22:12-13). Siapakah yang akan datang tersebut dan waktu kapan yang dimaksudkan Dia akan datang segera? Ingat kitab ini berbicara tentang hari kiamat. Yang datang pada hari kiamat adalah Isa Al-Masih, sebagaimana umat Muslim juga meyakini hal itu.

Dan dalam hadis dikatakan bahwa Isa Al-Masih akan datang sebagai hakim Yang Adil, “Demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, sesungguhnya telah dekat masanya 'Isa putera Maryam akan turun di tengah-tengah kamu. Dia akan menjadi Hakim Yang Adil” ( Hadits Shahih Muslim no. 127).
~
Noni
# Kami 2014-01-09 01:34
~
Untuk masalah sholat dengan bahasa Arab, saya kira ada jawaban dari seorang pembaca yang mengatakan memang haditsnya Muhammad SAW "Sholatlah engkau seperti aku sholat ..." adalah jawaban yang cukup memuaskan. Karena ini adalah perintah beliau yang merupakan pemimpin kami. Saya rasa apabila ada ajaran Isa di dalam Alkitab untuk melakukan sesuatu secara specifik, umat Nasrani pun pasti akan melakukannya. Atau mungkin Pope Francis tiba-tiba memberi amanah untuk cara berdoa yang baik atau sejenisnya. Umat Katolik pun pasti akan mengikuti.

Yang saya ingin tanyakan adalah respon anda terhadap komen saudara akbarsyamsul yang terkesan seperti menyudutkan Islam. Saya kira website ini untuk menengahi dan memberi pengertian untuk sesamanya.
# Staff Isa dan Islam 2014-01-17 19:27
~
Saudara Kami,

Kami mohon maaf jika saudara lain yang memberikan komentar yang tidak berkenan bagi saudara. Kami selalu tegaskan bahwa tujuan situs ini adalah untuk berdiskusi, bukan berdebat.

Umat Muslim selalu melakukan apapun yang diperintahkan Muhammad. Apakah berarti Muhammad memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari Allah? Bukankah Allah adalah Allah bagi segala bangsa yang terdiri dari beragam bahasa?

Kami umat Nasrani tentu akan selalu mengikuti apapun perintah Allah yang terdapat dalam Firman-Nya. Karena perintah Allah adalah prioritas tertinggi untuk ditaati. Perintah Allah sama dengan perintah Isa Al-Masih, karena Isa bukan hanya nabi atau manusia biasa. Isa Al-Masih adalah Allah yang menyatakan diri-Nya dalam wujud manusia.
~
Noni
# ILIL 2014-01-24 19:36
~
Bicara dengan bahasa yang tidak kita ketahui artinya sama dengan mengigau.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-19 10:26
~
Saudara Ilil,

Kami setuju dengan komentar saudara di atas. Apalah artinya kita dapat mengucapkan atau menghafal satu isi buku, bila kita tidak mengerti artinya?

Ibarat anak SD yang sedang belajar bahasa Inggris, dia hanya dapat mengucapkan dan menghafal kata-kata dalam bahasa Inggris, tetapi belum tentu tahu artinya.

Bukankah lebih baik kita membaca Kitab Suci dalam bahasa yang kita mengerti? Dan, bukankah lebih baik kita beribadah kepada Allah, menggunakan bahasa yang kita mengerti?

Allah mengerti semua bahasa. Dia bukan Allah yang meninggikan satu bahasa di antara bahasa-bahasa yang lain.
~
Saodah
# dany 2014-02-13 20:25
~
Sesungguhnya Allah mengetahui perbuatan-perbu atan penulis ulang Injil. Karenanya Allah menetapkan Al-Quran, agar Al-Quran tetap asli. Jikalau Al-Quran diterjemahkan dan mengalami perbedaan pendapat, maka bisa merujuk kepada aslinya.

Sekarang tidakkah anda lihat Injil anda? Bisakah anda merujuk pada yang asli dengan bahasa Aramaic yang telah dihancurkan atau sengaja dihilangkan? Agama anda agama Roma bukan agama Nabi Isa.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-19 10:27
~
Saudara Dany,

Benarkah Al-Quran diturunkan karena Injil sudah diubah? Justru Al-Quran diberikan untuk membenarkan, bahwa kitab suci yang ada sebelum zaman Muhammad tidak pernah diubah. Dan Muhammad sendiri percaya bahwa Injil, Taurat, Zabur yang ada sebelumnya adalah akurat. Silakan baca di Qs 3:3-4.

Dan lagi, bila Injil sudah diubah, mengapa Muhammad diinstruksikan untuk membaca Taurat, Zabur, dan Injil? Silakan baca di Qs 10:94-95.

Muhammad juga mengutip banyak ayat dari kitab-kitab tersebut. Jika kitab-kitab tersebut sudah diubah, seorang nabi pasti akan mengetahuinya, bukan?

Kristen memang bukan agama Isa, karena Isa datang bukan untuk menyebarkan agama. Melainkan memberi Jalan Kebenaran bagi saudara! Sabda Isa, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6)
~
Saodah
# tauhid 2014-02-20 08:28
~
Kesaksian saya tentang Alkitab masa kini. Peringatan dari Yesus (Markus 13: 5-6), Yesus menyembah Allah (Matius 19:16-17; Markus 12:29; Yohanes 17:3). Tapi Paulus menyembah Yesus (2 Korintus 1:3; Roma 8:39). Yesus disunat sesuai ajaran Taurat (Lukas 2:21; perintah sunat Kejadian 17:14).

Tapi Paulus meniadakan sunat (Galatia 5:6). Yesus tetap mengakui legitimasi "Hukum Taurat" berlaku bagi para pengikutnya (Matius 5:17-19). Tapi Paulus meniadakan hukum Taurat (Galatia 2:16).
# Staff Isa dan Islam 2014-02-28 15:05
~
Saudara Tauhid,

Kami berterimakasih atas kesediaan saudara memberikan komentar pada situs kami. Tetapi maaf, komentar saudara tidak sesuai dengan artikel di atas.

Kalau boleh tahu, bagaimana pandangan saudara dengan artikel di atas? Tidakkah lebih baik menyembah Tuhan menggunakan bahasa ibu? Bukankah menggunakan bahasa ibu lebih mudah dimengerti?
~
Salma
# nur jehovah 2014-02-25 18:02
*
Allah itu maha dan tidak terbatas. Ibadah mau pakai bahasa apapun tetap sah. Allah tidak terbatas dan tidak bisa dibatasi atau diatur oleh manusia agar cuma mengerti satu bahasa saja. Allah ada dimana saja dan tidak hanya tertuju pada satu tempat saja. Allah itu adalah Pencipta dan kekal dan tidak bisa asal comot dan ganti. Amin.
# andrie 2014-02-28 10:01
*
Islam diturunkan di Arab, jelas memakai bahasa Arab. Kalau diturunkan di Jawa, jelas memakai bahasa Jawa. Pada saat diturunkan di Arab budaya bahasa/sastra saat itu sangat mengemuka dan bahasa Al-Quran sangat tinggi nilai ajarannya juga nilai bahasanya.

Hanya Allahlah yang bisa membuat seperti itu. Kalau kita berkunjung ke wilayah/lokasi lain dengan bahasa yang tidak sama dengan bahasa ibu kita, dan kita beribadah di tempat itu, kita juga mungkin/tidak akan mengerti dengan bahasa yang disampaikan.

Sebaliknya di Islam kita akan memiliki bahasa yang sama saat beribadah yaitu bahasa Al-Quran. Dan di Islam, apabila kita mengucapkan kalimat-kalimat Ilahi dengam pemahaman yang sedikit saja akan bernilai ibadah apalagi dengan pemahaman yang baik dan benar.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-28 15:20
*
Saudara Andrie,

Kami setuju bahwa Islam berawal di Arab. Tetapi bukankah dalam perkembangannya , Islam sampai kepada bangsa-bangsa lain? Tidakkah lebih menyenangkan menggunakan bahasa ibu ketika menyembah Allah?

Bukankah penyembahan kepada Allah merupakan komunikasi atau relasi dengan Sang Pencipta? Bagaimana mungkin kita berkomunikasi dan menjalin relasi, sedangkan kita tidak mengerti bahasa yang kita ucapkan? Apakah itu bermanfaat untuk kita?
~
Salma
# yulius galih aji 2014-03-28 21:49
~
Alkitab tidak murni sinkron antara bahasa asli dengan bahasa ibu. Ada dua versi yang mengomentari. Yang pertama, terjemahan mempermudah umat dengan bahasa yang berbeda dan lebih singkat tapi sama sekali tidak mengubah makna. Yang kedua, memang tidak ada terjemahan paten dari bahasa asli Alkitab yang diterjemahkan ke bahasa ibu, jika dipaksakan maka kalimat menjadi berbeda makna.

Al-Quran menggunakan bahasa Arab, kemurnian makna-makna tetaplah tidak berubah. Ini menjadi suatu keuntungan tapi menggunakan Arab juga dapat menjadi kekurangan. karena banyak yang tidak mengerti.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-07 23:38
~
Saudara Yulius Galih Aji,

Baik sekali tulisan saudara dengan mencoba berpikir obyektif. Dan karena ini berkaitan dengan ibadah atau – dalam bahasa kami – hubungan dengan Tuhan, maka amatlah janggal menggunakan bahasa yang kita sendiri tidak mengerti untuk berkomunikasi dengan Sang Pencipta. Bukankah komunikasi yang baik bila kedua pihak memahami dan mengerti bahasa yang digunakan? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# Staff Isa dan Islam 2014-04-07 23:30
~
Saudara Haydar,

Terimakasih atas penjelasan saudara tentang sholat dalam bahasa Arab. Tetapi kami tidak dapat menanggapi lebih jauh mengenai hal itu. Dan karena ketentuan situs kami tidak boleh menggunakan lebih dari satu kolom, maka dengan terpaksa kami menghapus komentar saudara yang jumlahnya lebih dari satu kolom. Kiranya saudara memaklumi sikap kami ini. Terimakasih.
~
Solihin
# Willard 2014-04-16 09:35
Hi, all is going perfectly here and ofcourse every one is sharing data,
that's truly excellent, keep up writing.
isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer

Isa Islam Dan Kaum Wanita

Click gambar di samping untuk artikel - artikel untuk wanita Muslim


 

www.isaislamdankaumwanita.com