Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter

Mengapa Islam Dan Kristen Perlu Menjadi Skeptis?

tanda tanyaSaya mulai beragama saat berusia 18 tahun. Sekarang berusia 76 tahun. Dulu saya sering merasa bersalah jika mencurigai ajaran agama. Sekarang, saya yakin sikap skeptis, yaitu mencurigai kebenaran ajaran agama, menolong menguatkan iman. 

Pentingnya  Skeptis

Sering pemimpin agama membungkam jemaatnya yang mencurigai sesuatu ajaran, dengan nasihat, “Percayalah saja, jangan bertanya!”

Ini menyedihkan. Orang beragama perlu skeptis, sebab Allah memberi kita kemampuan berpikir dan menyelidiki. Sikap skeptis melindungi kita dari mempercayai ajaran palsu.

Dunia Datar, Bukan Bundar!

Lactantius (250-325 M), Kristen penasihat Kaisar Konstantinus (272-337 M), percaya bumi datar, bukan bulat.

Apakah ia menguji idenya secara ilmiah? Mengapa ia menolak pandangan tokoh Kristen lain yang yakin bumi bulat? Sayang orang ini tidak skeptis/mencurigai pandangannya sendiri.

Bukankah penting mencurigai ajaran ahli agama, seperti misalnya Lactantius?

Wanita Menentukan Kelamin Anak

Berabad-abad orang beragama menyalahkan isteri jika tidak melahirkan anak laki-laki. Banyak suami menceraikan atau menambah isteri, jika isteri pertama tidak memberi anak laki-laki.

Tetapi sains membuktikan bahwa jenis kelamin bayi ditentukan oleh tipe kromosom dari sperma pria, bukan kromosom wanita!

Berabad-abad umat beragama menerima konsep salah. Sayang mereka tidak skeptis akan kepercayaan bahwa wanita menentukan kelamin bayi.

lalatHadits Lalat dan Pemusnahan Bakteria

Nabi Islam berkata, “Kalau lalat jatuh ke dalam minuman, mencelupkannya lagi dalam minuman, karena walau salah satu sayapnya mempunyai penyakit (bakteri), sayap lain berkhasiat meniadakan penyakit (bakteri)” (Sahih Al-Bukhari, 4-54 # 537).

Karena sains modern, kita pasti skeptis mengenai ajaran hadits ini. Bila lalat sudah menyentuh minuman, kita tahu, lebih baik jangan diminum!

Masih ada orang yang membenarkan ajaran pencelupan lalat di minuman akan meniadakan bakteri. Sayang! Para ilmuwan membuktikan bahwa ada enam juta bakteri pada kaki-kaki seekor lalat.

Percayakah pencelupan lalat dalam minuman akan memusnahkan enam juta bakteri itu? Dalam hal ini sikap skeptis pasti menolong kita menghindari penyakit.

Rasul Besar Tomas Mencurigai Kebangkitan Isa Al-Masih

Para Rasul, kecuali Tomas, bertemu Isa sesaat setelah kebangkitan-Nya. Rasul Tomas mencurigai kebangkitan-Nya, “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku de dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya” (Injil, Rasul Besar Yohanes 20:24-29). 

Kemudian Isa, Kalimatullah datang dan meminta Tomas mencucukkan jarinya ke dalam luka-luka-Nya. Hasilnya, Rasul Tomas pun percaya.

Meskipun Rasul Tomas skeptis, mencurigai kebangkitan-Nya, Isa tidak menghardiknya. Sebaliknya, Isa menolong Tomas menjadi yakin akan kebangkitan-Nya.

Tidak salah skeptis pada ajaran agama! Pemimpin yang baik tidak akan menolak Anda. Seperti Isa Al-Masih, Ia akan menolong Anda mencari kebenaran!

Bagaimana menjadi seorang skeptis? Staff  IDI dapat menolong Anda, silakan hubungi mereka.

[Staf Isa dan Islam – Untuk informasi lebih lanjut, silakan mendaftar untuk menerima secara cuma-cuma Buletin Mingguan "Isa dan Al-Fatihah."]

Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca:

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Pernahkah saudara punya pengalaman, seseorang menegur saudara karena mencurigai salah satu dogma ajaran agama?
  2. Apakah saudara menjauhkan diri dari minuman yang sudah dikotori oleh bakteri lalat?  Apakah saudara percaya pada Hadits di atas atau sains modern? Mengapa?
  3. Menurut saudara, apakah orang beragama perlu skeptis? Apakah saudara punya contoh orang skeptis selain yang dijelaskan pada artikel di atas? Jelaskanlah. 

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Berhubung banyak komentar yang masih belum kami balas, untuk sementara komentar tidak diterima.

Comments  

# KESIMPULAN 2017-04-03 20:41
~
Sikap skeptis hanya akan membuat kita jadi seseorang yang mempunyai pandangan dan pemahaman yang terbatas terhadap segala sesuatu. Hanya dengan membuka diri dan berpikir positif dengan sesuatu yang akan kita pelajari, maka akan mendewasakan kita dalam berpikir dan bertindak.

Saya kira itu juga berlaku untuk kita semua dalam belajar mencari dan belajar Kebenaran tentang siapa Isa Al-Masih sesungguhnya. Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2017-04-04 10:53
~
Saudara Kesimpulan,

Sikap skeptis diperlukan berkenaan dengan ajaran yang janggal atau sesuatu yang tidak lazim. Bila sikap skeptis ini dipahami dengan baik, maka diharapkan sikap kritis pun dapat dikembangkan. Kami berharap pengunjung situs ini memikirkannya.
~
Solihin
# Usil 2017-04-03 21:00
~
Sudahlah Nasrani: Kebenaran kalian itu bukanlah kebenaran Tuhan dan Alkitab, melainkan kebenaran menurut ajaran gereja.
# Staff Isa dan Islam 2017-04-04 10:56
~
Saudara Usil,

Berbicara kebenaran, maka kita akan sampai pada satu pribadi yang menyatakan diri-Nya adalah kebenaran. Isa Al-Masih berfirman, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6). Adakah pribadi yang berani menyatakan demikian? Mengapa nabi Islam tidak berani menyatakan demikian bila ia adalah nabi terakhir? Bukankah sikap skeptis terhadap kenabian nabi Islam akan membantu saudara lebih mengenal siapa nabi Islam itu? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# Rizal 2017-04-04 05:41
*
Saya menjadi skeptis melihat ayat Alkitab yang mengatakan "tiang-tiang langit bergoyang goyang" (Ayub 26:11). Memang langit punya tiang? Bisa anda tunjukan langit ada tiangnya? Dalam Ayub 10:9-10 mengatakan manusia tercipta seperti mencurahkan susu dan mengentalkan keju beku, apakah seperti ini proses penciptaan manusia?

Mengenai hadist yang tentang lalat para ilmuan medis memang sudah membuktikan kebenaran hadist tersebut peneliti dari Australia menemukan bukti bahwa pada sayap lalat terdapat gen refilin, yaitu gen yang bisa mengobati penyakit yang ada pada syaraf arteri dan syaraf meina.
# Staff Isa dan Islam 2017-04-04 11:18
*
Saudara Rizal,

Bagus sekali bahwa saudara mengutip kitab puisi, Ayub 26:11. Sebagaimana sebutan kitab itu adalah kitab puisi, maka ayat dalam kitab puisi, Ayub sarat dengan gaya bahasa, termasuk ayat tersebut. Tiang-tiang langit bergoyang-goyan g merupakan gaya bahasa untuk menggambarkan kebesaran Allah. Silakan saudara membaca mulai dari ayat 1. Namun, amat disayangkan bahwa saudara tidak jujur membaca Kitab puisi, Ayub 10:9-10. Manusia tercipta bukan seperti mencurahkan susu. Silakan saudara lebih teliti lagi membacanya.

Hadits ini adalah klaim bahwa lalat dapat menyembuhkan penyakit. Jelas kita harus kritis. Bukankah terdapat enam juta bakteri pada kaki-kaki seekor lalat? Bagaimana mungkin sayapnya dapat menyembuhkan bila ada enam juga bakteri pada kaki-kaki lalat? Bagaimana saudara menjelaskan ini?
~
Solihin
# Ahli Fikir 2017-04-04 06:21
~
Skeptis vs Ragu-ragu

Ahli Fikir: Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar (Qs 2:111).
Katolik: Nah, kitab Injil suci kami ada 73 Kitab.
Protestan: Kami punya lebih asli 66 Kitab. Kami buang tujuh kitab milik Katolik karena kami tidak mengakuinya sebagai kitab suci
Muslim: Tuan Yesus, mohon pencerahan anda mengenai masalah ini.
Yesus: "Sebab, umat-Ku bodoh, mereka tidak mengenal Aku. Mereka adalah anak-anak yang tolol dan mereka tidak memiliki pengertian. Mereka pintar melakukan yang jahat, tetapi melakukan yang baik mereka tidak tahu" (Yer 4:22).
# Staff Isa dan Islam 2017-04-04 11:24
~
Saudara Ahli Fikir,

Cerita yang saudara buat di atas menarik sekali. Amat disayangkan bahwa itu hanya rekayasa saudara, bukan kebenaran. Sekalipun saudara menggunakan kitab para nabi, Yeremia 4:22. Terlepas dari cerita karangan saudara, maka patut dipikirkan benarkah hadits yang menyatakan sayap lalat dapat menyembuhkan penyakit sebagaimana dijelaskan saudara Rizal? Bagaimana dengan enam juta bakteri yang terdapat pada kaki-kaki lalat? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# Steve 2017-04-04 06:25
****
1. Sudah pernah contohnya di forum ini. Kebenaran adalah kebenaran. Bersabar sambil memberitakan kebenaran firman Allah. Biarkanlah Allah sendiri yang mengetuk hati yang rindu mencari kebenaran.

2. Mungkinkah seandainya Muhammad saat di Khaibar makan daging yang diberi racun, saat keracunan berinisiatif memakan daging sisa yang beracun akan sembuh dari racun?

Khaedar W.,
Sesuai artikel di atas kita memiliki sikap skeptis. Kapan Muhammad bertemu Allah siapa saksinya? Siapa yang mengangkat Muhammad jadi nabi, apakah Khadijah? Berpikirlah saudara.
# Staff Isa dan Islam 2017-04-04 11:27
****
Saudara Steve,

Menarik sekali tulisan saudara di atas. Bila kita mencoba mengaitkan bunyi hadits dengan kondisi nabi Islam setelah makan daging yang diberi racun, maka sudah seharusnya nabi Islam mengumpulkan sebanyak-banyak nya lalat di semenanjung Arab agar ia disembuhkan. Faktanya, nabi Islam meninggal akibat memakan daging yang beracun tersebut. Karena itu, sikap skeptis terhadap ajaran hadits Islam tersebut perlu dikembangkan.
~
Solihin
# Hendy Gunawan 2017-04-04 08:07
~
To: Usil,

Makanya saya ragu kalau alloh swt itu adalah Allah sejati, karena imingannya kalau mengikuti dia selalu berkenaan dengan aurat dan kenikmatan seks, sampai-sampai di surga juga urusan seks tidak hilang.

Usil, kenapa Allah sejati menciptakan Adamnya satu Hawanya satu, tidak Adamnya satu Hawanya 72, seperti visinya alloh swt nanti di surga? Coba jawab pintar, pakai dali-dalilnya, jangan mengarang apalagi pakai mengkhayal.
# Staff Isa dan Islam 2017-04-04 11:32
~
Saudara Usil,

Sikap skeptis kepada alloh Islam pun perlu dikembangkan mengingat alloh Islam tidak pernah menampakkan diri kepada nabi Islam, kecuali klaim dari nabi Islam semata. Dengan demikian, ajaran yang lebih menekankan pemuasan hawa nafsu perlu dikritisi sedemikian rupa sehingga jamaah tidak disesatkan atau dibodohi dengan ajaran yang menyesatkan. Terimakasih saudara Hendy untuk tanggapan saudara.
~
Solihin
# Usil 2017-04-04 08:26
~
Hai Nasrani dan Hendi Gunawan,

Jawab dulu pertanyaan: Siapa yang berfirman di dalam Alkitab? Bapa sebagai Allah, Yesus sebagai Allah atau Roh Kudus sebagai Allah, atau mereka bertiga sebagai Allah, dan mana firman yang benar?
# Staff Isa dan Islam 2017-04-04 11:38
~
Saudara Usil,

Kata Ibarani echad berarti satu kesatuan yang utuh. Sama halnya dengan kata ahad. Artinya ketika Allah berfirman, maka firman itu berasal dari ketiganya yang adalah Allah, tetapi bukan berarti ada tiga Allah. Hakekat Allah tetap esa adanya. Namun, esa di sini adalah satu kesatuan yang utuh. Bagaimana dengan kata "Kami" dalam Al-Quran? Siapakah "Kami" itu? Bukankah kata "Kami" menunjukkan lebih dari satu oknum? Bagaimana saudara menjelaskan ini?
~
Solihin
# ilusi 2017-04-04 10:06
~
Skeptis, apakah Yesus benar Tuhan? Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia tidak mampu mengkristenkan umat Israel di mana ia menjalankan misi dan tugas keagamaannya? Fakta: mayoritas umat Israel tetap beragama Yahudi hingga sekarang.
# Staff Isa dan Islam 2017-04-04 11:42
~
Saudara Ilusi,

Baik sekali rasa skeptis saudara. Tetapi rasa skeptis yang tidak tepat. Sebab Isa Al-Masih tidak pernah membawa agama Kristen. Agama Kristen merupakan sebutan kepada para pengikut Isa Al-Masih dari orang-orang yang tidak percaya pada Isa Al-Masih. Jelas saudara keliru karena tidak mempelajari sejarah agama Kristen.

Seyogianya pun saudara skeptis terhadap kenabian nabi Islam. Mengapa? Apa dasar nabi Islam memproklamirkan dirinya adalah nabi? Siapa yang mengangkat dirinya menjadi nabi, Allah sejati atau Khadijah dan Waraqah? Bagaimana saudara menjelaskan ini?
~
Solihin
# Hendy Gunawan 2017-04-04 10:18
~
To: Ilusi,

Anda itu harus tahu bahwa Allah di Alkitab itu adalah Allah Tritunggal. Yesus adalah Firman Allah yang telah menjelma menjadi manusia yang mempunyai visi dan misi menebus dosa manusia. Bayangkan Allah pencipta langit dan bumi rela menjelma menjadi manusia, diludahi, dipukul, dicambuk (dengan cambuk berpaku kail), diejek, dimahkotai duri dan mati untuk menebus dosa seluruh umat manusia. Ketika Yesus menanggung dosa manusia, Allah Bapa meninggalkan-Ny a, makanya Dia berteriak Eli Eli Lamasabakhtani (artinya Allah-Ku, Allah-Ku mengapa Engkau meninggalkan Aku). Bukan minta tolong.
# Staff Isa dan Islam 2017-04-05 05:17
~
Saudara Hendy,

Memahami Allah Tritunggal memang tidak mudah. Sebab yang kita bicarakan adalah Allah. Bila Allah dapat dipahami seluruhnya oleh manusia, maka Dia bukan lagi Allah. Manusialah yang adalah Allah. Karena itu, kami berterimakasih untuk penjelasan saudara di atas. Pengorbanan Isa Al-Masih di kayu salib adalah bukti kasih Allah yang besar. Silakan saudara klik ini http://tinyurl.com/bs83yhy untuk melanjutkan diskusi mengenai kematian Isa Al-Masih.
~
Solihin
# ilusi 2017-04-04 10:21
~
Skeptis, apakah Yesus benar Tuhan? Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa Ia sujud menyembah dan memohon perlindungan kepada Bapa?

"...Maka mulailah Ia (Yesus) merasa sedih dan gentar, lalu kata-Nya kepada mereka: 'Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.' Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: 'Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki'" (Matius 26:37-39).
# Staff Isa dan Islam 2017-04-05 05:28
~
Saudara Ilusi,

Pertanyaan yang bagus sekali. Adanya kata 'sujud' tidak berarti Isa Al-Masih menyembah. Sebab Isa Al-Masih pun menerima penyembahan manusia (Injil, Rasul Besar Matius 28:17). Perhatikan ayat tersebut secara utuh, termasuk perkataan Isa Al-Masih. Perkataan Isa Al-Masih di atas adalah dialog antara Isa Al-Masih dengan Bapa untuk menggenapi seluruh rencana Allah menyelamatkan manusia dari dosa.

Dalam hal ini, Isa Al-Masih yang adalah Allah dan manusia memilih untuk menanggung dosa manusia. Karena itu, sangat baik bila membaca keseluruhan Injil sehingga saudara mengetahui bahwa Isa Al-Masih pun bangkit dari kematian dan naik ke sorga. Itu membuktikan Dia adalah Allah.
~
Solihin
# Hendy Gunawan 2017-04-04 10:22
~
To: Ilusi,

"Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: 'Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki'." Inilah yang sangat ditakuti Tuhan Yesus, ketika Dia meminum cawan (dosa seluruh umat manusia), sampai peluhnya keluar titik-titik darah, Yesus akan terpisah dengan Allah Bapa.
# Staff Isa dan Islam 2017-04-05 09:58
~
Saudara Hendy,

Sisi kemanusiaan Isa Al-Masih tampak dalam peristiwa itu. Namun, sisi Ketuhanan-Nya tetap sebab Dia akan menanggung seluruh dosa manusia. Itu sebabnya, Isa Al-Masih tidak mati seterusnya, tetapi Dia bangkit dari kematian dan naik ke sorga yang membuktikan Dia adalah Allah. Kami berharap saudara Ilusi mengerti hal ini.
~
Solihin
# Santo 2017-04-04 11:07
~
Sikap skeptis akan membelenggu pikiran kita. Sikap skeptis juga tidak obyektif dalam berpikir. Contohnya yang berdialog di sini banyak sekali saya baca teman-teman kita yang bersikap skeptis. Rata-rata yang bersikap skeptis teman-teman pengikut Zakir Naik.
# Staff Isa dan Islam 2017-04-05 10:02
~
Saudara Santo,

Sikap skeptis diperlukan agar keyakinan diseimbangkan dengan pemahaman yang benar dan tepat, bukan sekedar menerima. Menerima begitu saja setiap ajaran yang ada dapat merugikan diri sendiri. Karena itu, kami berharap pengunjung situs ini berani mempertanyakan ajarannya dan menyelidiki ajaran tersebut. Terimakasih saudara Santo.
~
Solihin
# ilusi 2017-04-04 11:22
~
Skeptis: Apakah Yesus penebus dosa manusia?
Orang Kristen yakin betul bahwa Tuhan menjelma menjadi manusia Yesus sengaja agar dapat disalib dan dikorbankan untuk menebus dosa umat manusia. Masalahnya, Yesus sendiri terbukti tidak mau disalib. Fakta bahwa Yesus harus ditangkap, bukan menyerahkan diri dengan legowo untuk digantung.

Kalau betul penyaliban sudah dikehendaki dan direncanakan harusnya Yesus memerintahkan orang untuk menggantungnya, bukan ditangkap. Mustinya Yesus legowo, ikhlas bukan malah ketakutan dan berteriak-teria k minta tolong dan menggerutu karena merasa ditinggalkan oleh Tuhannya (Mat 26:37-38 dan Mat 27:46).
# Staff Isa dan Islam 2017-04-05 10:12
~
Saudara Ilusi,

Pendapat demikian tampak benar bila tidak membaca Injil secara menyeluruh. Faktanya, Isa Al-Masih membiarkan diri-Nya ditangkap dan tidak berusaha membela diri ketika di persidangan. Silakan saudara membaca Injil, Rasul Besar Matius 26 dan 27 secara menyeluruh, bukan satu atau dua ayat saja. Kami berpendapat bahwa kesimpulan saudara keliru bila hanya membaca satu atau dua ayat saja.

Bagaimana dengan pertanyaan kami? Seyogianya pun saudara skeptis terhadap kenabian nabi Islam. Mengapa? Apa dasar nabi Islam memproklamirkan dirinya adalah nabi? Siapa yang mengangkat dirinya menjadi nabi, Allah sejati atau Khadijah dan Waraqah? Bagaimana saudara menjelaskan ini?
~
Solihin
# Hendy Gunawan 2017-04-04 11:48
~
To: Ilusi,

Tanda-tanda orang yang percaya dan dibaptis:
- dijauhkan dari setan
- menangkap ular
- berbicara dengan bahasa asing
- tidak celaka jika minum racun maut
- jika tangannya diletakkan diatas orang sakit = sembuh

Tanda-tanda ini telah dibuktikan dari dahulu sampai sekarang. Para misionaris yang datang ke pedalaman telah banyak yang diracun dan disantet oleh dukun-dukum yang ada di pedalaman, tetapi mereka masih hidup, bahkan para dukunnya banyak yang bertobat. Mau bukti: coba anda datang ke pedalaman Irian dan Kalimantan, saya yakin anda pulang cuma tinggal namanya saja. Muslim cuma berani datang pada orang-orang atau suku-suku yang sudah beradab, kalau ke pedalaman ngacir.
# Staff Isa dan Islam 2017-04-05 10:22
~
Saudara Hendy,

Tepat sekali bahwa tanda-tanda tersebut telah dibuktikan. Salah satu bukti tertulis adalah saat Rasul Paulus digigit ular beludak dan tidak menderita apapun, apalagi berujung pada kematian (Kisah Para Rasul 28:1-6). Ini membuktikan bahwa firman tersebut benar adanya. Terimakasih untuk tanggapan saudara.
~
Solihin
# rizal 2017-04-04 12:00
~
Solihin,

Al-Quran adalah sastra Arab terbaik sepanjang masa, di saat yang sama perkataan yang terdapat dalam Al-Quran tidak pernah melenceng dari kenyataan. Kalau dalam Alkitab bermaksud ingin mengagungkan Allah tapi perkataannya melenceng dari kenyataan.

Saya kutip ayatnya Ayub 10:10, "Bukankah Engkau yang mencurahkan aku seperti air susu, dan mengentalkan aku seperti keju?" Saya copas langsung dari Alkitab. Apakah seperti ini proses penciptaan manusia?
# Staff Isa dan Islam 2017-04-05 10:27
~
Saudara Rizal,

Menarik juga pernyataan saudara bahwa Al-Quran tidak melenceng dari kenyataan. Sekarang kami bertanya dan mohon penjelasan saudara mengenai ayat berikut. "Ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-ganggu an syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh dengannya telapak kaki" (Qs 8:11). Benarkah air hujan dapat mensucikan umat Islam dari dosa?

Mengenai Kitab puisi, Ayub 10:10, kami bertanya kepada saudara. Bagian mana dari ayat itu yang menjelaskan penciptaan manusia? Mohon pencerahan saudara.
~
Solihin
# Bayu 2017-04-04 12:27
~
Dari awal apa yang ditulis sudah salah. Admin mengatakan bahwa "Kristen mengajarkan bumi bulat". Bukak lagi buku sejarah. Galileo dihukum mati pihak gereja karena menyatakan bumi bulat bukan datar seperti ajaran gereja. Dari awal sudah menyebarkan kebohongan, masih mau percaya selanjutnya?
# Staff Isa dan Islam 2017-04-05 10:35
~
Saudara Bayu,

Tepat sekali bahwa bumi itu bulat. Hal ini sesuai dengan kitab nabi, Yesaya 40:22, "Dia yang bertakhta di atas bulatan bumi yang penduduknya seperti belalang; Dia yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman!" Namun, Lactantius tidak berani mengkaji dan skeptis terhadap pernyataan dan mengujinya sehingga gereja melakukan kesalahan dengan terburu-buru membuat keputusan. Tentu kita perlu belajar dari kesalahan Lactantius, bukan?

Pertanyaannya adalah bagaimana dengan Al-Quran? Apakah Al-Quran adalah firman Allah? Apakah alloh Islam pernah menampakkan diri kepada nabi Islam dan berfirman kepadanya? Tertulis dimanakah itu dalam Al-Quran? Mohon pencerahan saudara.
~
Solihin
# Ahli Fikir 2017-04-04 12:53
~
Hendy,

Jika Yesus terpisah dengan Bapa apa masalah? Apa akan terjadi Ketuhanan Yesus akan hilang atau Tritunggal akan jadi Dwitunggal (Bapa + Roh Kudus = satu)?
# Staff Isa dan Islam 2017-04-05 10:40
~
Saudara Ahli Fikir,

Hakekat Allah tidak akan berubah sama sekali, sekalipun Isa Al-Masih mati secara jasmani. Sebab hakekat Isa Al-Masih adalah Allah sehingga Tritunggal akan tetap Tritunggal dan tidak akan menjadi Dwitunggal. Keterpisahan itu karena Allah adalah suci, sedangkan Isa Al-Masih harus menanggung dosa manusia. Jelas, suci dan dosa tidak dapat bersatu.

Bagaimana dengan pertanyaan kami? Benarkah hadits yang menyatakan sayap lalat dapat menyembuhkan penyakit sebagaimana dijelaskan saudara Rizal? Bagaimana dengan enam juta bakteri yang terdapat pada kaki-kaki lalat? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# ilusi 2017-04-04 13:09
~
Hendy Gunawan,

Testlah sendiri pada diri anda. Itu gampang buat anda, bukan? Usah berselindung di sebalik cerita-cerita dongeng saja.
# Staff Isa dan Islam 2017-04-05 10:46
~
Saudara Ilusi,

Kami pernah berjumpa dengan orang-orang yang mengalami tanda-tanda orang percaya tersebut. Mereka meletakkan tangan di atas orang sakit dan sembuh. Tetapi kuasa itu bukan dipertontonkan dan didemonstrasika n untuk show, melainkan agar nama Isa Al-Masih dipermuliakan.

Bagaimana dengan pertanyaan kami? Mengapa saudara tidak menjawab pertanyaan kami yang sederhana itu? Apa dasar nabi Islam memproklamirkan dirinya adalah nabi? Siapa yang mengangkat dirinya menjadi nabi, Allah sejati atau Khadijah dan Waraqah? Bagaimana saudara menjelaskan ini?
~
Solihin