Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter

Perdamaian Atau Hukum Syariah: Yang Mana Lebih Penting?

world peaceAnton Hermansyah menuliskan artikel di The Jakarta Post yang berjudul “Peace More Important Than Sharia: NU” (Perdamaian Lebih Penting Daripada Hukum Syariah: NU). Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam yang paling besar di Indonesia, menyampaikan perdamaian di Indonesia lebih penting daripada melaksanakan hukum sharia. Ketua NU berkata, “Islam bukan komoditi politis” dan beliau ingin negara perdamaian di mana hukum Islam tidak dilaksanakan.

Apakah pandangan ini cocok dengan ajaran Islam? Menurut ajaran Islam, yang mana lebih penting – perdamaian atau hukum syariah?

Dasar Hukum Syariah

Dasar hukum syariah adalah Al-Quran dan Sunnah. Menurut ajaran Islam, Al-Quran adalah Firman Allah yang sempurna. Jadi, semua orang Muslim wajib mematuhi semua perintah dalam Al-Quran.

Juga, orang Muslim percaya agama Islam bukan hanya agama tapi sistem hidup yang komprehensif – hubungan, kesehatan, keluarga, budaya, politik, dll. Bila ingin menjadi orang Mukmin, Anda harus mematuhi semua perintah Allah. Dan semua perintah Allah harus mendahului apa saja termasuk perdamaian.

Dulu, Nabi Islam membela Islam dan mendorong pengikutnya untuk membela Islam juga. Allah memerintahkan umat-Nya untuk membela-Nya.

Menurut ajaran Islam, hal yang paling penting adalah menyerahkan diri kepada Allah dan mematuhi perintah Allah. Tampaknya, hukum syariah lebih penting daripada perdamaian.

Hukum Syariah Dalam Negara-Negara

Sulit melaksanakan hukum syariah dalam negara yang mengakui banyak agama, karena semua agama berbeda. Negara yang melaksanakan hukum syariah, tidak memperlakukan umat beragama lain dengan baik.

Salah satu contoh adalah negara Arab Saudi. Tidak boleh membangunkan gereja di Arab Saudi. Juga, orang yang meninggalkan agama Islam akan dibunuh.

singa dan dombaPerdamaian dalam Agama Kristen

Ajaran agama Kristen berbeda. Allah mengajarkan damai dan kasih. . . . kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam pendamaian dengan semua orang!” (Rasul Besar Paulus, Roma 12:18).

Isa Al-Masih mengajar perdamaian dan kasih kepada para musuh. . . . Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu” (Injil Matius 5:39).

Kita harus selalu mengejar apa yang mendatangkan damai. Jadi, situs ini dan orang Kristen lain memuji NU karena ingin perdamaian di Indonesia. Sungguh indah jika kita dapat memilih agama, dan saling menghormati.

 Isa Al-Masih sebagai Raja Damai

Ada salah satu deskripsi tentang Isa Al-Masih yang relevan di sini, yaitu Raja Damai. . . . Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai” (Kitab Nabi Yesaya 9:5).

Isa Al-Masih lahir, hidup, dan wafat untuk satu tujuan. Yaitu mendamaikan manusia berdosa dengan Allah. Kita semua pernah berdosa, jadi hubungan kita dengan Allah terputus. Jika ingin perdamaian dengan Allah selamanya, kita semua harus percaya kepada Isa Al-Masih. Bagaimana agar dapat diperdamaikan dengan Allah? Kami dapat menolong Anda, silakan menghubungi staff kami.

[Staf Isa dan Islam – Untuk informasi lebih lanjut, silakan mendaftar untuk menerima secara cuma-cuma Buletin Mingguan "Isa dan Al-Fatihah."]

Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca:

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Menurut Saudara, yang mana lebih penting di negaranya – perdamaian atau hukum syariah?
  2. Menurut Saudara, apakah perdamaian dan hukum syariah cocok dalam negara yang beragama banyak? Bagaimana?
  3. Apakah Saudara yakin ada perdamaian di antara Allah dan Saudara? Bagaimana Saudara bisa yakin?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Berhubung banyak komentar yang masih belum kami balas, untuk sementara komentar tidak diterima.

Comments  

# Ahli Fikir 2017-03-20 11:24
*****
1. Hukum syariah lebih penting kerana melaksanakan perintah Allah. Pedamaian saja tidak mencukupi karena manusia tidak bisa berdamai dengan Iblis.

2. Hukum syariat sangat cocok, karena di situ dapat membedakan yang adil dengan yang zalim. Sekiranya perdamaian 100%, maka tidak dapat bukti Tuhan itu maha adil. Contoh: Pejahat merogol adik perempuanmu, lalu kamu tawarkan damai dengan si perogol. Tidakkah kamu berfikir?

3) Pasti ada perdamaian dengan Allah. “...dan sesungguhnya Allah sekali-kali bukanlah penganiaya hamba-hamba-Nya (Qs 22:10). “...Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Qs 57:28).
# Staff Isa dan Islam 2017-03-20 20:49
*****
1. Di satu sisi, kami setuju bahwa hukum syariah itu baik. Tapi, sdr tidak dapat meletakkan hukum syariah di atas hukum perdamaian.

Contoh: Hukum syariah mengajarkan seorang pezinah harus dirajam hingga mati. Bagaimana mungkin manusia dapat mengambil nyawa seseorang? Apakah sdr dapat menjamin bahwa orang yang merajam tersebut lebih suci daripada si pezinah itu? Menurut saya tidak! Karena di hadapan Allah, dosa sekecil apapun sangat menjijikan di hadapan-Nya.

2. Dasar hukum syariah adalah Al-Quran dan sunnah. Sementara agama non-Islam tidak mengakui Al-Quran dan sunnah sebagai hukum yang harus ditaati. Maka menurut saya, pernyataan sdr di atas kurang tepat. Sebab hukum syariah jelas tidak dapat diterapkan di negara yang mengakui lebih dari satu agama.

3. Boleh tahu bagaimana sdr mengalami perdamaian dengan Allah? Apakah sdr pernah mempunyai pengalaman pribadi tentang hal itu?
~
Saodah
# rizal 2017-03-20 15:03
*****
1. Hukum syariah itu ada tujuannya untuk perdamaian. Jadi tidak dapat dipisahkan antara perdamaian dan hukum syariah.

2. Cocok! Sebab dalam hukum syariah tidak ada pakasaan untuk memeluk suatu agama tertentu.

3. Yakin! Sebab setiap yang diperintahkan Allah itu untuk kebaikan diri sendiri. Misalnya: Allah melarang minumam keras, dan terbukti secara medis minuman keras tidak baik untuk kesehatan.
# Staff Isa dan Islam 2017-03-20 20:49
*****
1. Rasanya sulit untuk menerima bahwa hukum syariah tujuannya untuk perdamaian. Karena dalam beberapa hal justru hukum syariah bertentangan dengan hukum perdamaian.

Misalnya: Salah satu daerah menerapkan hukum syariah wajib berhijab bagi wanita. Sementara di daerah tersebut banyak wanita non-Muslim. Apakah akan ada kedamaian bagi wanita-wanita non-Muslim itu yang diwajibkan untuk berhijab?

Sementara hukum perdamaian mengajarkan agar sdr hidup dalam perdamaian dengan semua orang.

2. Bila hukum syariah diterapkan dalam negara yang mengakui lebih dari satu agama, maka mau tidak mau umat agama lain harus menerima Al-Quran dan sunnah sebagai dasar dari hukum syariah. Bukankah hal ini sama saja dengan pemaksaan?

3. Apakah perdamaian antara sdr dengan Allah hanya sebatas hal-hal jasmani saja? Bagaimana dengan hal rohani seperti dosa. Sudahkah sdr mendapat perdamaian dengan Allah akan dosa-dosa sdr?
~
Saodah
# @Jhon Lukas 2017-03-20 17:40
~
Buat: Sdr Ahli Fikir,

1. Saudaraku, penting adalah syariah tetapi yang terpenting adalah perdamaian. Melihat situasi dan kondisi negaranya. Contoh: Negara Arab Saudi, terpenting adalah Hukum Syariah 100% Muslim. Maka akan muncul perdamaian.

2. Saudaraku, bila seperti ini hukum syariah tidak cocok. Contohkan saja Indonesia, negara besar ragam suku dan agama. Bila dijalankan hukum syariah, maka tidak akan tercapai perdamaian. Karena tidak 100% umatnya Muslim. Jadi diutamakan yang terpenting yaitu perdamaian.

3. Saudaraku, staff IDA, ini penjabarannya sangat luas. Bila tanya pertanyaan di atas, maka tentu semua orang akan menjawab yakin. Bukankah seseorang akan menjalani hubungan bathin yang sangat kuat dengan Sang Pencipta. Bila tidak maka fafirlah orang tersebut.

Menjalani hidup di dunia harus diutamakan perdamaian terutama kepada Allah Tuhan Kita Yesus Kristus. Amin.
# Staff Isa dan Islam 2017-03-20 20:50
~
Sdr. Jhon Lukas,

Terimakasih untuk tanggapan yang sdr berikan atas jawaban dari Sdr. Ahli Fikir.

Menanggapi pertanyaaan nomo #3, kami sedikit kurang setuju dengan pandangan sdr bahwa semua orang menjalani hubungan bathin yang sangat kuat dengan Sang Pencipta. Memang benar umat beragama berusaha untuk taat menjalankan ritual agamanya untuk menyenangkan Sang Penciptanya.

Apakah Tuhan selalu berkenan dengan semua ibadah kita? Belum tentu! Karena ada dosa yang memisahkan antara kita dengan Allah. Oleh sebab itu, semua manusia berdosa memerlukan perdamaian dengan Allah. Dan perdamaian itu hanya dapat dilakukan melalui Isa Al-Masih.

“Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami” (Injil, Surat 1 Korintus 5:18).
~
Saodah
# Hendy Gunawan 2017-03-20 17:59
~
To All Muslim,

Menurut Anda apa lebih baik bagi rakyatnya negara dengan hukum syariah dibandingkan dengan negara yg mengunakan perdamaian. “Kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam pendamaian dengan semua orang!” (Rasul Besar Paulus, Roma 12:18).

Berikan contoh-contoh yang nyata di dunia ini. Bagi Anda apakah orang yang makan babi lebih buruk, lebih jahat, dan lebih sadis hidupnya dibandingkan dengan orang tidak makan babi?

Menurut Anda apakah makan daging sapi lebih sehat dibanding daging babi? Dilihat pada jaman modern ini ya. Dan berikan dalil-dalilnya dan referensinya yang bisa menguatkan pandangan Anda itu.
# Staff Isa dan Islam 2017-03-20 21:26
~
Untuk alasan-alasan tertentu menerapkan hukum syariah memang adalah baik. Namun, bila kita melihat jauh ke point-point hukum syariah tersebut, hukum ini sangat bertentangan dengan hukum perdamaian. Terlebih di negara yang mengakui agama jamak.

Bicara soal perdamaian, sebagai umat beragama, selain memikirkan perdamaian dengan sesama, adalah sangat penting memikirkan perdamaian dengan Allah. Sebab ketika kita sudah diperdamaikan dengan Allah lewat pengorbanan Isa Al-Masih disalib, maka kita pun akan dapat berdamai dengan sesama.
~
Saodah
# Doyan 6 Tahun 2017-03-20 18:21
~
Hukum syariah Islam berisi ajaran-ajaran primitif yang dibalut dengan manis. Ibarat racun yang dilapisi gula.

Inti Hukum Primitif:
- membalas orang yang berbuat jahat dengan kejahatan
- membalas jangan sampai melampaui batas atau dengan siksa yang sama
- jika jumlah korban telah sama, maka bisa mengadakan perdamaian

Sama halnya dengan Islam:
“Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar” (Qs 16:126).

“Orang-orang yang memerangi kamu janganlah kamu melampaui batas, karena sesunguhnya Allah swt tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”
(Qs 2:190).

Iqra! bismi robbika lladzi kholaq Yeshua Almasiah.
# Staff Isa dan Islam 2017-03-20 21:27
~
Sdr. Doyan,

Terimakasih untuk pandangan yang sudah sdr berikan di atas. Walau memang di Indonesia hukum syariah tidak cocok, tapi di negara Islam tentulah hukum syariah merupakan hukum yang tepat untuk diterapkan. Karena dasar hukum syariah adalah Al-Quran dan sunnah yang merupakan dasar iman kepercayaan umat Muslim.
~
Saodah
# toto 2017-03-20 18:40
~
Hukum syariat Islam hanya ditujukan bagi negara Islam saja. Dengan hanya satu syariat maka negara Islam akan menjadi teratur dan tidak akan bertentangan (damai).

Tapi kalau dipraktekan dalam suatu negara yang ragam agama, syariat Islam tidak menjadi pegangan terciptanya kedamaian.
# Staff Isa dan Islam 2017-03-20 21:27
~
Saya setuju dengan pandangan Sdr. Toto di atas. Tapi sayangnya, walaupun Indonesia merupakan negara yang jamak agama, namun tetap saja di daerah-daerah tertentu hukum syariah masih diterapkan. Sekalipun di daerah tersebut juga ada pemeluk agama lain.
~
Saodah
# leon 2017-03-20 19:54
~
To: Doyan 6 tahun,

Ada ayat Alkitab berbunyi, “Siapa yang menghujat nama TUHAN, pastilah ia dihukum mati dan dilontari dengan batu oleh seluruh jemaah itu. Baik orang asing maupun orang Israel asli, bila ia menghujat nama TUHAN, haruslah dihukum mati” (Imamat 24:16).

Apakah itu sama dengan hukum primitif? Apakah Anda belajar Alkitab Anda?
# Staff Isa dan Islam 2017-03-20 21:28
~
Maaf Sdr. Leon, bukannya kami ingin membela Sdr. Doyan.

Menurut kami apa yang dijelaskan Sdr. Doyan adalah dua hal yang berbeda dengan ayat yang sdr kutip. Tentu sebagai umat beragama kita dilarang untuk menghujat nama Tuhan, bukan? Sebaliknya, adalah aneh rasanya bila Tuhan memerintahkan umat-Nya untuk saling membalas melakukan kejahatan.

Bandingkanlah dengan ajaran Alkitab berikut ini, “. . . Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu” (Injil, Rasul Besar Matius 5:39).

Bukankah sungguh indah ketika kita dapat hidup damai dengan sesama?
~
Saodah
# Anto 2017-03-20 20:01
~
Foto artikel "Singa + Anak domba" menandakan bahwa untuk perdamaian di dunia hanya lewat Isa Al-Masih.

Isa Al-Masih adalah Singa dari Yehuda, Allah yang kekal, Penasehat ajaib, yang Perkasa, Raja damai. Dia juga Anak Domba Allah tidak bercacat cela, disembelih supaya darah-Nya menjadi penghapus dosa sekali untuk selamanya. Menggenapkan Ketetapan Allah dalam Taurat bahwa tanpa penumpahan darah, tidak ada pengampunan dosa.

Semua hal di atas tertulis dalam kitab Taurat, para nabi dan Injil.

Hukum syariah itu sangat nyata buatan manusia, tapi Isa Al-Masih adalah Allah sejati, untuk semua manusia ciptaan-Nya.
# Staff Isa dan Islam 2017-03-20 21:29
~
Sdr. Anto,

Terimakasih untuk komentar sdr di atas. Firman Allah berkata, “Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami” (Injil, Surat 1 Korintus 5:18).

Amal dan pahala tidak dapat mendamaikan manusia berdosa dengan Allah. Hanya lewat Isa Al-Masih seseorang bisa menerima pendamaian dari Allah.
~
Saodah
# pelita 2017-03-20 20:01
***
1. syariat lebih penting, karena syariat mengatur tentang perdamaian. “Dan perdamaian itu lebih baik” (Qs 4:128). Allah juga berfirman, “Sebab itu bertaqwalah kepada Allâh dan perbaikilah hubungan diantara sesamamu” (Qs 8:1).

Adapun perdamaian dilandasi kepalsuan adalah perdamaian yang kosong. Perdamaian yang seperti apa? Sementara demi Allah hati-hati.
# Staff Isa dan Islam 2017-03-20 21:30
***
Sdr. Pelita,

Pada ayat yang sdr kutip di atas sebenarnya sudah sangat jelas mengatakan bahwa perdamaian itu lebih baik. Lewat ayat tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa Al-Quran pun setuju hukum perdamaian adalah jauh lebih baik.

Lewat hukum perdamaian, maka sdr akan dapat mengasihi sesamamu. Hukum perdamaian juga diperlukan untuk hubungan sdr dengan Allah.

Kalau boleh tahu, dengan cara apakah Sdr. Pelita yakin bahwa sdr sudah diperdamaikan dengan Allah?
~
Saodah
# @Jhon Lukas 2017-03-20 20:18
~
Buat: Sdr Pelita,

Saudaraku, coba koreksi no 1, bagaimana Anda mengatakan hukum syariat lebih penting dari perdamaian? Bila ditanya dalam soal negaranya, kan lebih cocok meliha situasi dan kondisinya?

Lebih jelas bila itu negara Muslim 100% pantaslah hukum syariat diberlakukan. Bagaimana negaranya penuh ragam suku dan agama seperti Indonesia. Mungkinkah dapat diberlakukan hukum syariat? Jelas tidak akan ada tercipta perdamaian, coba berpikir logis.

Syalom @Jhon Lukas.
# Staff Isa dan Islam 2017-03-21 20:59
~
Kami setuju dengan pandangan Sdr. Jhon. Negara dengan jamak agama sangat rentan timbul pertikaian bila di negara tersebut diterapkan hukum syariah dan bukan hukum perdamaian. Karena hukum syariah tentu hanya berkiblat kepada agama yang mengeluarkan hukum tersebut.

Sehingga, bagaimana pun jelas hukum perdamaian lebih cocok di negara yang mengakui lebih dari satu agama.
~
Saodah
# Anto 2017-03-20 20:36
~
Sdr Pelita,

Semua makna yang ada tertulis sebenarnya mudah dicerna, selama sdr punya hati tulus, baik dan mengejar suci perkataan, pikiran dan dalam perbuatan serta kemauan kuat mau mengenal siapa sesungguhnya Isa Al-Masih. Selama sdr tidak mengolok-olok pribadi Isa Al-Masih dalam Injil.

Semoga pemahaman sdr mendapat hidayah dari Roh Kudus yang siap menolong saudara.
# Staff Isa dan Islam 2017-03-21 21:00
~
Sdr. Anto,

Terimakasih untuk komentar yang sdr berikan. Semoga Sdr. Pelita berkenan untuk membaca dan merenungkan nasehat yang sdr berikan.
~
Saodah
# pelita 2017-03-20 20:42
~
To: Anto,

Betul, maknanya mudah tercerna kecuali bagi Allah tutup pintu hatinya.

Adapun tidaklah aku menghina Yesusmu, melainkan mengkritisi keyakinanmu tentang Yesus. Dimana demi Allah telah sangat nampak bahwa Yesus itu bukan Tuhan. Kenapa? Karena semua mujizatnya adalah milik Allah, dan tidaklah dia mampu melainkan ada juga lainnya mampu melakukannya dengan izin Allah.
# Staff Isa dan Islam 2017-03-21 21:00
~
Sdr. Pelita,

Sepertinya sdr belum mengenal siapa itu Yesus Kristus atau Isa Al-Masih. Sehingga sdr mempunyai penilaian yang salah akan Dia.

Setahu saya, Al-Quran menyebut Isa suci, dan Ia akan menjadi Hakim atas manusia pada akhir zaman. Mengacu kepada komentar sdr di atas, bila memang Isa itu hanya nabi biasa, mengapa Ia disebut suci dan mengapa Ia akan menghakimi manusia? Bukankah suci adalah sifat Allah dan penghakiman adalah kepunyaan-Nya?

Bagaimana menurut Sdr. Pelita?

Sepertinya sdr perlu meluangkan sedikit waktu untuk membaca artikel-artikel yang menjelaskan soal Yesus. Silakan klik di sini: http://tinyurl.com/c4phapd.
~
Saodah
# KESIMPULAN 2017-03-20 21:19
~
Hukum syariat Islam hanya ditujukan bagi negara Islam saja. Dengan hanya satu syariat maka negara Islam akan menjadi teratur dan tidak akan bertentangan (damai)?

Tapi kalau kita lihat Timur Tengah dari dulu sampai, sekarang jauh dari kata damai. Betul? Itu bukti hukum syariah tidak layak diterapkan di negara manapun.

Tapi kalau dipraktekan dalam suatu negara yang ragam agama, syariat Islam tidak menjadi pegangan terciptanya kedamaian.
# Staff Isa dan Islam 2017-03-21 21:00
~

Bila dibandingkan antara negara Islam dan negara yang ragam agama, memang menerapkan hukum syariah di negara Islam jauh lebih baik dibandingkan negara ragama agama.

Terimakasih untuk komentar sdr di atas, semoga teman-teman yang lain berkenan untuk merenungkan dan seksama tentang apa itu hukum syariah dan hukum perdamaian, sebelum mereka memberi pandangan.
~
Saodah
# Zakir Naik 2017-03-20 21:22
~
Ajaran agama Kristen berbeda. Allah mengajarkan damai dan kasih. “. . . kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam pendamaian dengan semua orang!” (Rasul Besar Paulus, Roma 12:18).

Isa Al-Masih mengajar perdamaian dan kasih kepada para musuh. “. . . Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu” (Injil Matius 5:39).

Ayat itu ditulis oleh Paulus dan Matius tanpa mereka sebagai tumpuan. Kalian tidak akan pernah mengenal ayat tsb sebagai kebenaran Allah, karena ayat tsb adalah tulisan mereka di dalam Alkitab.

Apa bukti ayat yang kalian kutip di atas itu benar kebenaran Allah. Kalau kebenaran-Nya tidak bertumpu kepada Dia sendiri sebagai kebenaran, tetapi justeru bertumpu kepada makhluk yang diciptakan-Nya, yaitu Paulus dan Mathius sebagai penulis Alkitab?
# Staff Isa dan Islam 2017-03-21 21:01
~
Sdr. Zakir Naik,

Kiranya komentar yang sdr berikan hanya menanggapi topik artikel di atas, atau setidaknya menjawab salah satu dari tiga pertanyaan yang ada. Bila sdr ingin menanggapi hal lain, silakan bergabung di topik artikel yang cocok.

Karena komentar di atas mempertanyakan soal Alkitab, maka kami menyarankan sdr membaca jawaban kami atas pertanyaan sdr tersebut di sini: http://tinyurl.com/cogqxrh.
~
Saodah
# Staff Isa dan Islam 2017-03-20 21:28
~
Sdr. Tobat,

Sebelumnya maaf bila komentar sdr kami hapus. Dalam memberi komentar, kiranya berikanlah komentar yang mengandung perdamaian. Bukan komentar yang menyulut pertentangan. Dan perlu kami jelaskan lagi bahwa artikel ini tidak membahas soal politik. Di sini kita masih membicarakan soal hal-hal yang berhubungan dengan hal-hal rohani.

Kiranya sdr dapat memakluminya dan tetaplah mengutamakan perdamaian.
~
Saodah
# pengamat 2017-03-20 21:46
~
Apakah benar Yesus mengganti perintah Hukum Taurat dengan Hukum Kasih? Tentu tidak benar, sebab yang Yesus ajarkan adalah Hukum Taurat dan Hukum Kasih saling melengkapi.

Hukum Taurat wajib dijalankan sesuai kesanggupan. Yesus tidak pernah mengatakan Hukum Taurat sudah tidak berlaku. Hukum Taurat tetap berlaku selama langit dan bumi masih ada. Segala perintah hukum Taurat ada di dalam Al-Quran. Kecuali hari Sabat, diganti hari Jumat. Setiap hari wajib ibadah.
# Staff Isa dan Islam 2017-03-21 21:52
~
Sdr. Pengamat,

Perhatikanlah perkataan Yesus berikut ini, "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi" (Injil, Rasul Besar Matius 22:37-40).

Jadi, sudah cukup jelas bukan bahwa dalam Hukum Kasih tergantung seluruh hukum termasuk Hukum Taurat. Itulah yang diajarkan Yesus.

Untuk mengetahui tentang Hukum Kasih yang diajarkan Yesus, sdr dapat membaca artikel ini: http://tinyurl.com/d8jhjfv.
~
Saodah
# pelita 2017-03-20 22:11
~
Anto,

Alhamdulillah Allah telah memberikan saya gambaran yang benar, dan benarlah firman Allah dalam Al-Quran ketika saya memba Bible bahwa Yesus hanyalah manusia biasa. Tidak ada tanda-tanda keilahian padanya sedikitpun, karena jelas tertulis “Kepada Yesus telah diberikan segala kuasa di sorga dan bumi” oleh Bapa/Allahnya (Matius 29:18).

Yesus hanya “diberi” tidak “memilik.”
# Staff Isa dan Islam 2017-03-21 21:52
~
Sdr. Pelita,

Membaca komentar sdr di atas soal pandangan sdr tentang Yesus, benarlah apa yang dikatakan oleh seorang Muslimah NU beberapa waktu lalu. Adalah Aisha Nurramdhani prihatin dengan salah paham kaum Muslim soal Isa.

Umat Muslim membenturkan sifat ketuhanan Yesus dengan kodrat-Nya sebagai manusia. Mereka tidak paham sifat "sepenuhnya insani" (kamil bi al-nasut) dan "sepenuhnya ilahi" (kamil bi al-lahut) yang dimiliki Yesus. “Yesus adalah 100 persen Allah (dalam kapasitasnya sebagai Firman Tuhan) namun juga 100 persen manusia (dalam fisik insaninya).”

Ia juga berkata heran dengan sikap Muslim yang sulit menerima Isa 100 persen Ilahi dan 100 persen insani. Padahal mereka gampang memahami ajaran Islam bahwa Al-Quran adalah 100 persen firman Allah dan 100 persen buku.

Adalah salah bila Sdr. Pelita berkata Yesus tidak memiliki kuasa. Jika sdr ingin tahu ke-Ilahian Yesus, saya bersedia menjelaskannya untuk sdr. Silakan menghubungi saya lewat email di: .
~
Saodah
# Rey 2017-03-21 00:31
~
To: Zakir Naik,

Penalaran Anda sudah di luar konsep. Anda meragukan eksistensi Allah Kristen tanpa berpikir diri sendiri.

Tanya untuk Anda: Selama ini Anda yakini bahwa Alloh yang Anda sembah itu dari mana? Bukannya dari Al-Quran? Loh koh mempertanyakan tentang eksistensinya Allah di dalam Alkitab juga?

Taurat dan Injil (Alkitab) merupakan buku yang menceritakan kita tentang Allah. Tanpa itu mustahil Anda sekarang beragama Muslim. Muhammad sendiri mengaku-ngaku bahwa firman yang diturunkan Alloh yang sama dengan Allah Israel yang telah tercatat dalam sejarah manusia. Melalui Alkitab kita mengetahui bahwa Allah itu berkuasa dan di luar pribadi kita, ada Pribadi yang lebih besar.
(bersambung)
# Rey 2017-03-21 00:54
~
Sambungan to Zakir Naik.

Allah dalam isi Alkitab dapat kita buktikan bahwa benar Allah sejatih yang berbedah jauh dengan Alloh Al-Quran.

Saya kutib Matius 7:17 " . . setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik."

Jadi apa hasil ajaran Alkitab vs Al-Quran?
Alkitab (Injil) selalu mengajarkan tentang damai dengan semua manusia, tanpa pandang buluh.
Al-Quran mengajarkan damai hanya untuk sesama Muslim dan non-Muslim (kafir) harus dibenci dan bila perlu dibunuh.

Sedikit fakta dan perbadaan itu saja sudah membuktikan kalau Allah Kristen ialah Allah sejati yang maha pengasih semua manusia. Bukannya Alloh yang hanya kasih kepada Mukmim dan benci pada non-Muslim.

Jadi Anda masih perlu bukti eksistensinya Allah di Alkitab?
# Staff Isa dan Islam 2017-03-21 21:53
~
Sdr. Rey,

Terimakasih untuk penjelasan yang sudah sdr berikan untuk komentar Sdr. Zakir Naik. Semoga Sdr. Zakir Naik berkenan untuk merenungkan apa yang sudah sdr sampaikan. Dan juga semoga penjelasan sdr di atas dapat memberi pandangan baru kepada pengunjung yang lain tentang Pribadi Allah dalam Alkitab.
~
Saodah
# LGN 2017-03-21 01:19
*****
Terimakasih kepada situs ini atas artikelnya.

1. Dari hati yang paling dalam, jelas perdamaian. Sebab Allah kita adalah Allah yang penuh Kasih, Dia Raja Damai. Sedikit menanggapi syariah yaitu, membunuh di jalan Alloh. Apakah tidak patut dipertanyaakan aturan ini? Menurut saya syariah tidak lebih dari "main hakim sendiri" dan "pengekangan"

2. Kita bisa hidup, namun hidup yang seperti apa yang kita jalani/rasakan? Kemungkinan hidup dengan rasa takut, hidup penuh paksaan, tidak merdeka. Jika ada yang namanya syariat di negara yang memiliki agama yang banyak, yang ada akan timbul rasa ketakutan, tidak nyaman, dan yang jelas jauh dari kata damai.

3. Saya yakin, kenapa? Allah sudah memberikan damai-Nya untuk kita manusia di dunia, yaitu Pengampunan Dosa.
# Staff Isa dan Islam 2017-03-21 21:54
*****
Terimakasih Sdr. LGN sudah berkenan memberi jawab untuk tiga pertanyaan yang kami sediakan.

Ketika kita sudah diperdamaikan dengan Allah dan menerima kasih Allah dalam Isa Al-Masih, maka dengan sendirinya kita pun akan dapat mengasihi sesama.

Firman Allah berkata, “Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing” (Injil, Surat 1 Korintus 13:1).
~
Saodah
# Ahli Fikir 2017-03-21 03:24
~
To: Saodah,

Syariah adalah penyempurnaan kehidupan manusia. Jika hukum syariah dilaksanakan, manusia akan takut untuk melangar perintah Allah. Perzinahan dan rogol akan berkurang. Bukankah melaksanakan perintah Allah lebih baik daripada seluruh dunia dan seisinya.

Hukum syariah terbukti dapat diterapkan di negara lebih dari satu agama (bukan 100% Muslim) Brunei dan Arab Saudi.
# Staff Isa dan Islam 2017-03-21 21:54
~
Sdr. Ahli Fikir,

Untuk menanggapi komentar sdr di atas, saya memberi satu ilustrasi.

Ada dua ayah, yang satu bernama ayah Ahli Fikir dan yang satu lagi bernama ayah Tono.

Ayah Ahli Fikir mendidik anaknya dengan hukum syariah. Yaitu mendidik anak agar takut kepada ayah, dengan demikian si anak akan patuh kepada peraturan ayah.

Ayah Tono mendidik anaknya dengan hukum perdamaian. Ayah Tono mengasihi anaknya. Ketika si anak melakukan kesalahan, si ayah tetap mengasihi dia.

Kedua anak tersebut sama-sama taat kepada ayah mereka. Tapi yang satu taat karena takut, sedangkan yang satu lagi taat karena kasih. Menurut Sdr. Ahli Fikir, manakah dari kedua ayah itu yang pantas untuk ditiru?

Arab Saudi dan Brunei adalah dua negara Islam. Jadi wajar saja bila negara tersebut melaksanakan hukum syariah.
~
Saodah
# Anto 2017-03-21 04:10
~
Sdr Pelita,

Sungguh demikianlah kebenarannya bahwa sesudah Isa Al-Masih sebagai 'anak domba Allah' disembelih. Darah-Nya buat pendamaian dan bangkit hidup dengan tubuh kemuliaan.

Maka Isa Al-Masih bersabda, " . . segala kuasa di sorga dan di bumi”. . . diberikan kepada Anak Domba itu, yaitu Allah yang mengambil rupa manusia yang kembali ketempat-Nya semula, yaitu naik kembali ke sorga.

Anak domba itu jugalah “Singa dari Yehuda” tadi, yaitu Allah yang kekal, perkasa, Penasehat Ajaib, Raja Damai. Segala kuasa di sorga dan di bumi siapa yang punya? Bukankah Allah sendiri.? Itulah makna foto pada artikel "Singa + Anak Domba."

Itulah Allah yang esa. Bagi orang yang rendah hati, mau jujur, suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan, maka Roh Kudus berkenan menolongnya.
# Staff Isa dan Islam 2017-03-22 14:18
~
Sdr. Anto,

Terimakasih untuk berkenan menjelaskan kepada Sdr. Pelita tentang makna di balik foto yang kami buat di artikel di atas. Dan semoga Sdr. Pelita dengan sikap rendah hati berkenan untuk merenungkan penjelasan yang sudah sdr berikan.
~
Saodah
# pelita 2017-03-21 05:57
~
To: Anto,

Mengapa tidak memasukan kata diberikannya dalam tanda petik?

Boleh aku tahu Yesus itu berkorban untuk siapa? Mana dalilnya kalau dia harus dikorbankan pada Alkitab? Tidak ada bung, melainkan hanya dari surat Paulus.

Bukankah Allah tidak menyukai korban darah? Lalu untuk siapa? Bahkan kalian bersuka cita makan daging Yesus.
# Staff Isa dan Islam 2017-03-22 14:19
~
Sdr. Pelita,

Seperti pada komentar saya sebelumnya, sdr perlu meluangkan waktu untuk mengenal siapa Yesus dari sumber yang benar. Atau, sdr juga bisa langsung diskusi dengan kami lewat email.

Tentu Yesus berkorban bagi manusia berdosa, termasuk Sdr. Pelita. Hal itu sudah jelas tertulis dalam Alkitab. Bahkan jauh sebelum Paulus mengenal Yesus, Nabi Allah sudah meramalkan soal kematian Yesus.

“Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh” (Kitab Nabi Besar Yesaya 53:5) Ratusan tahun sebelum Yesus datang ke dunia, Nabi Yesaya sudah menuliskan ramalan di atas.

Untuk lebih jelasnya, silakan sdr membaca penjelasan kami pada artikel ini: http://tinyurl.com/nku48ry.
~
Saodah