Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter

Sholat, Kiblat, Dan Konsep "Rumah Allah" Yang Membingungkan

Sholat Menggunakan Bahasa Arab Mekah

Pada dasarnya agama Islam mengakui Allah itu Esa, Maha Kuasa, Maha Hadir dan Kekal.

Ajaran Islam mewajibkan penganutnya sholat lima kali sehari semalam dalam bahasa Arab. Hal ini menggambarkan seolah-olah Allah hanya mengerti bahasa Arab saja. Di sisi lain Islam juga percaya Allah Maha Tahu, bersifat universal, milik semua bangsa, serta tidak terbatas pada satu bahasa. Lalu, mengapa sholat harus mutlak menggunakan bahasa Arab?

Ajaran Islam yang pokok adalah “Tauhid.” Pengakuannya: “Tiada Tuhan selain Allah dan hanya kepada Dialah kita wajib sembah sujud dan meminta pertolongan” (QS.1 Al-Fatihah 5). Apakah kiblat dan konsep “Rumah Allah” sesuai dengan konsep Tauhid?

Latar Belakang Kiblat ke Mekah

Arah kiblat ditentukan ketika Muhammad dan rekan-rekannya hijrah ke Medinah. Di situ banyak bangsa Yahudi mempunyai pengaruh besar di bidang pemerintahan, ekonomi dan sosial budaya. Mereka juga sangat fanatik beragama. Setiap hari mereka sembahyang dengan kiblat ke Yerusalem. Karena berada di negeri orang Muhammad menetapkan kiblat sholat ke Yerusalem. Akhirnya dia berhasil mengusir bangsa Yahudi dari Medinah dengan kekuatan pedang. Dengan alasan mendapat wahyu dari Allah, kiblat sholat yang awalnya ke Yerusalem diganti menjadi ke arah Mekkah karena di sana ada ”Baithollah / Rumah Allah.” Baithollah sekarang dikenal sebagai “Kaabah dan Batu Hitamnya.” (QS. 2 Al-Baqarah 142-145; 149-150).

Arah Kiblat di Indonesia

Umat Muslim di Indonesia yang ingin melakukan sholat harus menghadap ke barat, karena menurut letak geografis Indonesia diyakini bahwa Mekah atau Kaabah ada di sebelah barat Indonesia. Namun baru-baru ini sebuah ormas Islam yaitu Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan sebuah fatwa baru mengenai pergeseran arah kiblat di Indonesia yang semula menghadap ke barat menjadi arah barat laut.

Mengapa Menyembah Ke Arah Batu Hitam?

Umat Islam minimal lima kali sehari mengucapkan “Tauhid.” Tetapi mereka juga ruku dan sujud menyembah Allah ke arah Batu Hitam di Mekah. Benarkah Allah bertempat tinggal di Kaabah (Baitullah / Rumah Allah)? Bukankah ini menggambarkan orang sujud ke Batu Hitam? Allah yang Esa, Maha Kuasa, yang Roh, Tidak ada persamaanNya dan Kekal tentulah tidak tinggal di Baitullah. Juga tidak mungkin Batu Hitam ini mempunyai arti penting bagi Allah. Tapi, hal ini memberi kesan sepertinya Batu Hitam disembah.

Allah Mempunyai Rumah di Mekah?

Umat Islam mengakui bahwa Allah itu pada satu titik yang bersamaan ada di mana-mana di setiap sudut, penjuru dimensi dunia dan alam semesta ini. Itu betul! Namun “sepertinya” minimal lima kali dalam sehari semalam Allah hanya berada di Mekkah dalam Kabah. Betulkah Allah pencipta langit dan bumi beserta segala isinya mempunyai rumah atau bait di dunia, khususnya di Mekkah? Mungkinkah Allah berada di Baithollah lima kali sehari pada waktu-waktu khusus yaitu subuh, lohor, asyar, maghrib dan isya?

Mencium Batu Hitam Saat Ibadah Haji

Islam dengan tegas melarang pengikutnya menyembah patung dan berhala. Hal itu berarti syirik/menduakan Allah. Ini bertentangan dengan inti syahadad “Lailahailallah.” Yang menjadi pertanyaan, apakah berjuta-juta umat Islam dalam melaksanakan ibadah haji dengan ruku dan sujud menyembah Kabah bukan berarti syirik? Mereka mencium Batu Hitam yang ada di dalamnya. Pada waktu yang sama mereka juga mengucapkan doanya “Allahuma labaik bismillahilahu akbar.” Artinya: “Kami memenuhi panggilanmu ya Allah!” Hal ini dilakukan sebanyak tujuh kali berturut-turut. Kitab Suci dengan jelas melarang tindakan seperti ini.

Membingungkan

Kami yakin pemikir-pemikir Islam mempunyai jawabannya, walaupun itu membingungkan. Kami tahu umat Islam berpegang teguh pada konsep Tauhid. Kami juga memuji mereka yang konsisten melakukan sholat. Jelas jutaan orang Islam ingin hidup berkenan pada Allah. Namun hal-hal yang disebutkan di atas sulit dimengerti oleh umat Kristen karena tidak mendapat dukungan dalam Kitab Suci.

Kiblat dan Ruku Tidak Perlu

Alkitab mengajarkan Allah tidak mempunyai rumah di dunia. Langit adalah takhta-Nya dan bumi adalah tumpuan kaki-Nya (Injil, Kisah Para Rasul 7:48-50). Allah dalam satu detik yang bersamaan ada dimana-mana. Dia selalu ada di setiap milimeter di muka bumi dan jagad raya ini. Itulah sebabnya bila berdoa atau bersolat kepada Allah tidak memerlukan kiblat, berdoa dapat ke arah mana saja. Dimana kita berdoa, disitu ada Allah. Selain itu gerakan-gerakan jasmani (ruku, sujud, berdiri dst.) tidak diperlukan. Demikian juga halnya dengan doa yang dilafalkan dengan suara-suara yang berirama. Yang terutama, berdoalah dengan roh dan kebenaran karena Allah itu Roh adanya. (Injil, Rasul Besar Yohanes 4:21-24)

Yang lebih indah lagi Roh Allah ingin bertempat tinggal di dalam diri tiap orang yang menerima Isa Al-Masih sebagai Juruselamat: Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah . . . ? (Injil, Surat I Korintus 6:19) Tubuh kita dapat menjadi “Rumah Roh Allah.”

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Berhubung banyak komentar yang masih belum kami balas, untuk sementara komentar tidak diterima.

Comments  

# Staff Isa dan Islam 2010-07-24 06:11
~
Pedoman wajib untuk memasukkan comment-comment:

(1) Tidak boleh memakai lebih dari satu kotak.
(2) Pertanyaan / masukan harus berhubungan erat dengan uraian diatas.
(3) Sebaiknya satu atau dua pertanyaan dimasukan dalam satu comment.
(4) Masukan harus selalu sopan dan jangan agresif.
(5) Masukan tidak boleh memuat banyak bahasa lain, misalnya Bahasa Arab.
(6) Masukan harus dalam Bahasa Indonesia yang lazim dimengerti semua orang.
(7) Jangan memakai singkatan-singk atan, misalnya yg, dlm, sdh, tdk, dlsbgnya.
(8) Huruf besar tidak boleh dipakai untuk menekankan sesuatu.

Kami mempersilahkan Saudara mengemail [email protected] ne.info untuk pertanyaan / comment yang majemuk. Kami senang menjawabnya.

Kiranya petunjuk-petunj uk diatas akan kita perhatikan.

Wassalam,
Jason Gilead
Staff, Isa dan Islam
# Staff Isa dan Islam 2010-07-24 06:15
~
TOPIK URAIAN UNTUK COMMENT:

..........................SHOLAT, KIBLAT DAN KONSEP “RUMAH ALLAH"..........................


Kami senang menerima comments yang langsung menyetujui dan/atau menantang intisari uraian di atas. Informasi yang memperkaya pengertian tentang topik di atas juga diterima dengan senang hati.

Comment-comment lain yang tidak berhubungan langsung dengan topik di atas akan dihapus.

Di tempat ini kami ingin menjalankan satu diskusi mengenai topik ini saja.

Wassalam,
Staff, Isa dan Islam
# chumaidi 2010-07-29 08:07
*
Dari uraian di atas, saya yakin semua itu benar bagi anda. Namun perlu diingat bahwa keyakinan dan kepercayaan itu ada pada diri kita masing-masing. Saya orang yang tidak begitu pintar dalam hal agama. Namun yang penting, "Bagimu agamamu dan bagiku agamaku sendiri."

Kita boleh mencari pengikut, namun jangan menyalahkan satu dan lainnya. Marilah kita meyakini kepercayaan kita masing-masing, dan penafsiran itupun juga berdasarkan penafsiran kita masing-masing. Sekali lagi dalam Al-Quran disebutkan: "Lakum Diinukum Waliadiin," yaitu bagimu agamamu dan bagiku agamaku sendiri.
# Staff Isa dan Islam 2010-07-30 23:33
~
Kami senang menerima comment Sdr. Chumaidi. Terimakasih.

Sebetulnya sangat bermanfaat kalau kita yang beragama mempertimbangka n konsep-konsep dalam akidah kita. Buat orang bukan Islam, sholat berbahasa Arab dengan arah kiblat ke Mekkah sangat membingungkan. Apalagi masalah mencium Batu Hitam. Kesannya pada orang bukan Islam adalah bahwa umat Islam menyembah Kabah.

Lain halnya dengan orang Kristen. Tidak ada bahasa khusus untuk sholat. Tidak boleh mencium benda sakti atau menyembah ke satu arah tertentu.

Orang Kristen juga tidak boleh menyembah salib. Pada salib, Isa Al-Masih menderita untuk menyelamatkan kita dari dosa. Tetapi kita dilarang menyembah benda itu.

Memang setiap orang mesti berpegang pada agamanya sendiri. Tetapi pantas juga kalau setiap orang melakukan penilaian atas agamanya sendiri. Mungkin dalam agamanya, ada hal-hal yang tidak benar.
~
SO
# Muslim 2010-07-31 19:39
*
Dikatakan bahwa arah kiblat itu "membingungkan. "

Padahal umat Islam sendiri tidak merasa bingung akan hal ini sebab kemana pun kita menghadap: Barat, Timur, Utara, Selatan, maka itu pun milik Allah.

Dikatakan lagi bahwa umat Islam menyembah Batu Hitam dan seakan-akan itu adalah rumah Allah.

Umat Islam ketika shalat, terlebih ketika sujud, yang diucapkan adalah "Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi" bukan "Maha Suci Kabah Yang Maha Tinggi".
# Staff Isa dan Islam 2010-08-01 07:11
~
Kata “membingungkan” dipakai, karena bagi "orang bukan Islam", tata cara berdoa harus menghadap satu arah dan kebiasaan mencium Batu Hitam adalah tidak rasional. Kami tidak mengatakan salah. Itu terserah pada orang. Kami hanya mengatakan bahwa karena Allah secara khusus tidak bertempat tinggal di Mekkah, mengapa sholat harus berkiblat ke sana?

Kalau Saudara membaca uraian dengan jelas, Saudara akan melihat bahwa uraian tidak mengatakan bahwa orang Islam menyembah Kabah dan Batu Hitam. Uraian ini hanya mengatakan ibadat yang merangkum dan mencium Batu Hitam serta sholat yang diarahkan ke Mekkah adalah sulit dimengerti oleh orang lain.

Buat orang Kristen yang tidak disuruh untuk bersholat menghadap ke satu arah tertentu, mencium Batu Hitam atau benda-benda apapun, dan memakai bahasa asing dalam sholat, maka semua ini membingungkan. Untuk orang Islam yang sudah biasa, mungkin tidak merasa apa-apa. Uraian di atas hanya mengatakan bahwa untuk orang bukan Islam, cara beribadat ini jelas membingungkan.

Berdoa dengan roh” dalam ayat di atas berarti berdoa dari hati, tanpa bingung sebelumnya mengenai kewajiban arah doa ataupun harus dengan pemakaian bahasa khusus. Inilah doa yang diterima Allah.
~
JG
# Hasila 2010-08-01 00:13
*
Solat menggunakan bahasa Arab bukan berarti Tuhan tidak paham bahasa lain.

Tetapi Tuhan telah tahu bahwa manusia suka mengubah maksud ajaran-Nya. Ini akan gampang terjadi apabila kitab Allah ditukar ke bahasa lain.
# askar sasmita 2010-08-06 17:32
*
(1) Sayang sekali, anda banyak menunjukkan kekeliruan. Nabi Muhammad tidak pernah berkiblat ke Yerusalem. Ia berkiblat ke arah Kutub Utara sebagaimana Kabah dulunya adalah kutub utara Bumi.

(2) Anda tahu arti Kabah? Pasti tidak tahu kan? Ini saya beritahu. Kabah artinya 'mata Bumi', tempat di mana Bumi berputar. Kaum Muslimin shalat menghadap Kabah, bukan menyembah bangunan itu atau Hajar Aswad. Kami menyembah kepada pemilik kekuatan yang memutarkan Bumi dan semua benda-benda angkasa sehingga berjalan sebagaimana mestinya. Tidak ada yang mempunyai kekuatan sebesar itu selain Allah.

(3) Saya sarankan jangan membuat pernyataan hanya berdasarkan dugaan, tanpa pengetahuan yang mumpuni.
# As rakhman 2010-12-11 02:14
*
Anda mengatakan bahwa Allah ada di mana-mana, bahkan di setiap milimeter alam semesta. Pada saat yang sama, Anda juga mengatakan bahwa Roh Allah ingin berada (yang artinya belum) dalam hati orang yang menerima Isa. Apa arti dari pernyataan tersebut?

Kemudian Roh Kudus yang berasal dari Allah, Ini Roh Allah atau Roh Kudus? Bukankah Roh Kudus sama dengan Allah?
# newbia 2011-01-03 13:39
*
Sungguh anda tidak mengetahui indahnya Islam. Coba anda sebutkan, ada tidak agama yang beribadah dalam sehari 5 kali, mengarah ke arah yang sama, pada waktu yang bersamaan, dan juga dengan bahasa yang sama, di mana pun dia berada?

Jika tidak diberikan tata cara seperti itu, saya rasa hanya dengan berkumpul di toilet umum untuk mengagungkan nama Tuhan, dan dengan bahasa yang tidak sopan, juga disebut ibadah.

Anda tidak tahu bahwa Hajar Aswad itu benar-benar harum, bahkan lebih harum dari bunga mawar atau kasturi. Oleh sebab itu, Muhammad mencium batu tersebut, yang akhirnya diikuti oleh para pengikutnya. Namun, karena orang-orang tidak tahu, seperti anda, maka interpretasinya berbeda.
# Staff Isa dan Islam 2011-02-09 23:34
~
Saudara Newbia, terima kasih untuk tanggapan yang telah Saudara berikan.

Saudara menganggap sholat 5x sehari adalah indah. Apakah Saudara juga akan berpendapat sama jikalau sholat itu diperintahkan untuk dilakukan sebanyak 10 atau 20x setiap hari? Allah yang disembah rasul Saudara bahkan pada mulanya memerintahkan agar sholat dilakukan 50x dalam sehari.

Jika Saudara punya keluhan ataupun doa kepada Allah, apakah lebih baik disampaikan dalam bahasa yang Saudara mengerti secara baik, atau dalam bahasa yang Saudara cuma mengerti sebahagian?

Kalau seseorang melakukan sholat dengan hati yang suci murni, namun menghadap arah yang salah, apakah sholat itu diterima Allah? Para ahli agama tampaknya tidak sepakat.

Saudaraku, inilah kali pertama kami mendengar bahwa rasul Saudara mencium batu Hajar Aswad hanya karena batu itu wangi.
~
CA
# newbia 2011-02-26 07:16
*
To. Staf Isa Dan Islam, mari kita bicara fakta. Faktanya, perintah sholat disampaikan kepada umat Muhammad adalah 5x sehari, hanya yang beriman saja yang akan melaksanakannya , bukan yang mengaku Islam, bahkan ada beberapa manusia yang karena rasa cintanya begitu besar kepada Tuhannya menambah bilangan sholatnya dalam sehari.

Kita diajarkan untuk berdoa, bermunajat dengan segala bahasa dan mengingat serta memuji Allah sepanjang waktu, bahkan kita juga diajarkan untuk mengucap bismillah sebelum memulai sesuatu dan alhamdulillah saat mengakhirinya, tetapi mengerjakan sholat adalah yang membedakan saya dengan anda.

Untuk segala urusan, kebenaran hanya milik Allah, tetapi karena telah datang ilmu kepada kita, maka bukankah kita termasuk manusia yang kufur nikmat jika mengingkarinya?
# Staff Isa dan Islam 2011-03-10 02:31
~
Saudara Newbia, pertama sekali, sholat diperintahkan agar dilakukan umat sebanyak 50x dalam sehari.

Dari Anas bin Malik ra. "Telah difardhukan kepada Nabi SAW shalat pada malam beliau diisra`kan 50 shalat. Kemudian dikurangi hingga tinggal 5 shalat saja. Lalu diserukan, "Wahai Muhammad, perkataan itu tidak akan tergantikan. Dan dengan lima shalat ini sama bagi mu dengan 50 kali shalat." (HR Ahmad, An-Nasai dan dishahihkan oleh At-Tirmizy).

Namun menurut cerita, Nabi Saudara menganggap bahwa 50x itu adalah terlalu banyak. Oleh sebab itu, Nabi Saudara kembali menghadap, dan diadakanlah beberapa kali negosiasi dengan Allah hingga akhirnya menjadi hanya 5x. Dan 5x kali itu dianggap cukup untuk menggantikan yang 50x.

Mungkin bagi Nabi Saudara, sholat cukup 5x sehari, dan dia tidak sependapat dengan Saudara Newbia yang berkata 'sepanjang waktu'.

Adalah benar kebenaran adalah milik Allah yang sejati. Oleh sebab itu, kami mengajak Saudara untuk boleh menyelidiki apa yang kami sampaikan di sini. Terimakasih.
~
CA
# ummi 2011-04-11 12:40
*
Anda lucu karena menyampaikan sesuatu hanya separuh-separuh . Dalam shalat itu sudah perintah dan harus bahasa Arab. Itu menunjukkan bahwa Islam itu murni.

Kalau berdoa setelah selesai shalat, maka Islam memperbolehkan dalam segala bahasa. Kalau berbeda-beda, jadilah seperti agamamu yang di tiap daerah berbeda.
# Staff Isa dan Islam 2011-04-13 14:51
~
Saudara Ummi, terimakasih untuk tanggapan Saudara.

Dalam website ini, kami berupaya untuk menyajikan selengkapnya tentang Isa Al-Masih, dan juga bagaimana tanggapan kami sebagai umat non-Islam dalam menanggapi dan mengerti tentang Islam itu sendiri.

Jikalau ada yang salah atau tidak benar dalam artikel kami, tentu saja Saudara boleh berkomentar dan ataupun menyatakannya kepada kami untuk boleh menjadi acuan dan masukan bagi kami.

Para pengikut Isa Al-Masih di setiap negara dan tempat adalah sama. Kami beriman hanya kepada Isa Al-Masih sebagai satu-satunya jalan, keselamatan, dan hidup (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Dan kami meyakini bahwa keselamatan hanya bisa dicapai melalui penebusan yang dilakukan oleh Isa Al-Masih.

Kami mengundang Saudara untuk boleh merenungkan tentang siapakah Isa Al-Masih dalam: isadanislam.com/jalan-keselamatan.

Kiranya Saudara mendapatkan berkah yang sejati dari Allah.
~
CA
# andragaris 2011-06-12 22:09
*
Jika anda baca Alkitab anda, tertera kata Petra (bukit batu), dimana Yesus akan mendirikan kerajaan-Nya. Apa dan di mana Petra itu? Petra adalah tempat di mana domba Nebayot dan Kedar digembalakan. Siapa Nebayot dan Kedar? Tak lain adalah keturunan Ismail yang bermukim di lembah Bakka (Mekkah).

Tempat ibadah (Mispha) pertama kali dibuat oleh manusia itu adalah daerah Kabah oleh Nabi Adam ketika turun ke bumi. Nabi Ibrahim sebagai bapak dari agama Tauhid membangunnya kembali dengan anaknya Ismail dan menjadi kiblat bagi agama Allah. Mengapa dari batu? Karena batu adalah elemen alam yang paling kuat dan tahan terhadap cuaca. Setiap Mispha yang dibuat oleh manusia untuk tempat berkiblatnya manusia kepada Penciptanya adalah sebuah batu. Coba anda baca kisah Jacob dan Sulaiman. Kiblat adalah arah yang universal bagi setiap manusia Muslim yang tinggal di belahan bumi manapun.
# Bayu 2011-09-20 13:08
*
Umat Islam sholat secara rohani menghadap kepada Allah, dan adapun kiblat digunakan sebagai arah pemersatu umat.
# syarif musthafa 2011-09-21 17:05
*
Quoting Staff Isa dan Islam:
~
Bukankah hal ini mencerminkan bahwa Allah terbatas akan ruang dan waktu?
SO

Kesimpulan tanpa dasar, itu anggapan anda sebagai orang yang tidak tahu Islam. Muslim boleh berdoa menghadap kemana saja, tapi shalat harus menghadap kiblat. Doa orang Kristen tidak bisa dianalogikan dengan shalat di Islam, karena doa dan shalat berbeda syarat sahnya.
# yesus 2011-10-19 08:45
*
Jika Ka'bah musnah dan tidak ada lagi, ke arah mana Islam akan bersembah sujud?

Jika bulan musnah, bagaimanakah umat Islam dapat menentukan hari raya puasa?

Agama Islam dipengaruhi oleh duniawi dan Kristen tidak dipengaruhi oleh duniawi.
# mas galau 2011-11-21 08:39
*
Saya kurang suka memakai istilah agama, karena agama itu mengkotak-kotak kan. Saya lebih suka menggunakan kata iman, iman yang universal kepada Allah Bapa, dan akan Isa Al-masih.

Mari mengambil yang baik dan menyisihkan perbedaan yang ada.
# dedex 2012-01-03 20:48
*
Apakah anda mengetahui sejarah Ka'bah di Mekkah? Siapa yang mendirikan, dan siapa yang memerintahkan untuk didirikan? Dan bagaimana sejarah kota Mekkah di bumi? Tahukah saudara akan keajaiban dibalik kota Mekkah dan Ka'bah?
# Yuperhan Firdaus 2012-05-09 04:36
*
Memang cara berfikir website ini adalah berfikir cara manusia. Rumah Tuhan Anda artikan Tuhan berumah di rumah tersebut. Kok Tuhan seperti manusia. Ini adalah sebuah cara berfikir yang membingungkan, sehingga website ini menyimpulkan rumah Tuhan di Ka'bah.

Terimakasih atas dimuatnya komentar ini.
# Staff Isa dan Islam 2012-05-11 17:07
~
Saudara Yuperhan, kami mempercayai akan Allah yang infinity, Allah yang tidak terbatas akan ruang dan waktu. Sehingga, pada saat kami ingin bertemu dengan Dia, kami dapat menemui-Nya dimanapun dan kapanpun. Tidak terikat dengan waktu dan tempat.

Bagaimana dengan orang Islam? Mereka diwajibkan sholat pada jam-jam tertentu dan menghadap pada arah yang tertentu pula. Sholat yang menghadap pada arah lain dianggap tidak sah. Bagaimana saudara Yuperhan menjelaskan hal ini, apa alasan orang-orang Islam wajib menghadap Ka'bah setiap kali mereka sholat?

Dan lagi, mengapa orang-orang yang naik Haji rela berdesak-desaka n bahkan sampai terinjak-injak demi mencium bahkan sekedar menyentuh Ka'bah?
~
SO
# rico 2012-06-28 07:17
*
Kami tidak menyembah Ka'bah, tapi Allah-lah yang kami sembah.

Al-Baqarah ayat 148: “Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombal ah kalian (berbuat) yang terbaik. Di mana saja kalian berada pasti Allah akan mengumpulkanmu semua (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”.

Toh semuanya kelak akan kembali kepada Tuhan yang sama seraya mempertanggungj awabkan pilihan dan amal-perbuatann ya masing-masing. Inilah semangat beragama yang positif. Inilah semangat kemanusiaan sejati. Inilah Islam. Dengan cara seperti ini, kebenaran ditegaskan sifat singgularnya, tapi agama diakui sifat pluralnya. Dan pluralitas agama, setelah mengakui kebenaran agama yang kita anut, tidak perlu melahirkan perbenturan, apalagi peperangan atas nama agama.
# Staff Isa dan Islam 2012-07-03 09:33
~
Saudara Rico,

Kami menghargai pandangan saudara. Tapi, bukankah untuk mengakui kebenaran agama yang kita anut, juga pantas bila kita melakukan penilaian atasnya? Mungkin dalam ajaran agama tersebut ada hal-hal yang tidak benar.

Bila memang umat Islam tidak menyembah Ka'bah seperti pernyataan saudara, lalu mengapa umat Muslim ketika sholat harus menghadap ke Ka'bah? Bahkan kalau tidak salah, dalam ajaran Islam sholat tidak berkiblat ke Ka'bah maka sholatnya tidak sah dan tidak diterima Allah.

Bukankah hal ini mencerminkan bahwa Allah terbatas akan ruang dan waktu? Bagaimana saudara menjelaskan hal ini?

Berbicara tentang Tuhan kami sependapat dengan saudara, kita akan kembali pada Tuhan yang sama, karena Tuhan hanya satu.

Tetapi yang menarik saat itu, Isa Al-Masih akan menjadi Hakim Yang Adil. Akan menghakimi baik mereka yang sudah mati maupun yang masih hidup. Dia yang akan menentukan siapa yang layak masuk sorga, dan siapa yang harus dilemparkan ke neraka jahanam.

Nah, bagaimana dapat mengalami keselamatan sorgawi baca dan renungkan di link ini: http://tinyurl.com/6ntpehg yang akan menolong saudara.
~
DA
# The Illuminati 2012-07-12 00:46
*
Tunjukkan pada kami umat Muslim di dalam Al-Quran atau di dalam hadis manapun yang menyatakan bahwa umat Islam menyembah Ka'bah.

Saya ingin bertanya apabila kita menghadap suatu arah berarti kita menyembahnya? Kalau iya berarti umat Kristen yang setiap berdoa menghadap salib apakah umat Kristen menyembah salib? Andalah yang harus merenung. Anda menyembah orang bergambar Nabi Isa, apakah anda yakin itu benar-benar wajah-Nya? Mana buktinya itu benar-benar rupa dari Isa?
# Staff Isa dan Islam 2012-07-19 13:33
~
Saudara Illuminati

Katakanlah memang umat Islam tidak menyembah Ka'bah. Nah, sekarang dapatkah saudara Illuminati menjelaskan di forum ini, mengapa orang Islam setiap kali sholat harus menghadap ke Ka'bah? Dan kalau kami tidak salah, sholat yang tidak menghadap ke Ka'bah, maka sholatnya tidak sah.

Kiranya saudara tidak keberatan untuk menjelaskannya.
~
SO
# Dedew 2012-07-19 20:38
*
Sungguh aneh, apakah anda sadar bahwa ada seseorang menyuruh menyembah pada Allah dengan aturan-aturan untuk membatasi. Allah maupun Nabi Isa tidak pernah mengajarkan sholat dengan aturan seperti yang terdapat dalam Al-Quran, mengapa?

Karena dalam memuji dan memuliakan nama Tuhan (sholat) tidak ada aturan yang membatasi. Itu ajaran yang Kristen pahami. Adapun beberapa syarat seperti khusyuk, namun tidak ada soal kiblat maupun sujud bukan berarti orang Kristen sombong. Tetapi karena Tuhan melihat dari hati dan niat suatu ibadah, bukan dari aturan.

Lebih terkesan sombong apabila harus memakai bahasa Arab karena sama saja dengan menghina Tuhan sebagai Sang Maha Pengerti.

Mengapa juga orang Kristen memakai bahasa Induk negara masing-masing? Alasannya agar semua orang dapat mengerti dan mendengar akan Firman Allah yang dimuliakan orang Kristen. Mengapa orang Kristen menyanyi dalam Ibadah? Karena Bersyukur sudah diselamatkan!
# Staff Isa dan Islam 2012-07-20 12:26
~
Saudara Dedew,

Terimakasih atas penjelasan yang sudah saudara berikan di atas. Jelas Allah Yang Maha Mengerti, mengerti setiap bahasa. Tidak ada bahasa yang dikhususkan Allah ketika kita datang memuji Dia.

Allah yang Maha Agung, adalah Allah yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Sehingga kita dapat menyembah-Nya di mana pun dan dengan cara apapun. Tidak terbatas oleh waktu atau kiblat.
~
SO
# rudi setiawan 2012-07-29 21:11
*
Kaum Muslim dan Muslimin di seluruh dunia tidak pernah menyembah Ka'bah dan Batu Hitam. Karena itu adalah syirik, dan dilarang oleh Allah. Ka'bah adalah arah pemersatu untuk umat Islam di seluruh dunia, dan menurut umat Islam ini justru membantu ke arah mana mereka harus beribadah.
# Staff Isa dan Islam 2012-07-31 19:42
~
Saudara Rudi Setiawan, terimakasih atas penjelasan saudara di atas.

Pertanyaan kami, mengapa Islam memilih Ka'bah menjadi arah pemersatu dan bukan Yerusalem? Bukankah sebelum Ka'bah, umat Islam berkiblat ke Yerusalem?

Dan lagi, bila memang orang Islam yang naik haji tidak menyembah Batu Hitam, lalu mengapa begitu banyak orang Islam yang berlomba-lomba bahkan rela sampai berdesak-desaka n agar dapat mencium, bahkan sekedar menyentuh Batu Hitam ketika mereka naik haji?

Bagaimana saudara Rudi menjelaskan hal ini?
~
SO