Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter
Cetak

Sholat, Kiblat, Dan Konsep "Rumah Allah" Yang Membingungkan

Sholat Menggunakan Bahasa Arab Mekah

Pada dasarnya agama Islam mengakui Allah itu Esa, Maha Kuasa, Maha Hadir dan Kekal.

Ajaran Islam mewajibkan penganutnya sholat lima kali sehari semalam dalam bahasa Arab. Hal ini menggambarkan seolah-olah Allah hanya mengerti bahasa Arab saja. Di sisi lain Islam juga percaya Allah Maha Tahu, bersifat universal, milik semua bangsa, serta tidak terbatas pada satu bahasa. Lalu, mengapa sholat harus mutlak menggunakan bahasa Arab?

Ajaran Islam yang pokok adalah “Tauhid.” Pengakuannya: “Tiada Tuhan selain Allah dan hanya kepada Dialah kita wajib sembah sujud dan meminta pertolongan” (QS.1 Al-Fatihah 5). Apakah kiblat dan konsep “Rumah Allah” sesuai dengan konsep Tauhid?

Latar Belakang Kiblat ke Mekah

Arah kiblat ditentukan ketika Muhammad dan rekan-rekannya hijrah ke Medinah. Di situ banyak bangsa Yahudi mempunyai pengaruh besar di bidang pemerintahan, ekonomi dan sosial budaya. Mereka juga sangat fanatik beragama. Setiap hari mereka sembahyang dengan kiblat ke Yerusalem. Karena berada di negeri orang Muhammad menetapkan kiblat sholat ke Yerusalem. Akhirnya dia berhasil mengusir bangsa Yahudi dari Medinah dengan kekuatan pedang. Dengan alasan mendapat wahyu dari Allah, kiblat sholat yang awalnya ke Yerusalem diganti menjadi ke arah Mekkah karena di sana ada ”Baithollah / Rumah Allah.” Baithollah sekarang dikenal sebagai “Kaabah dan Batu Hitamnya.” (QS. 2 Al-Baqarah 142-145; 149-150).

Arah Kiblat di Indonesia

Umat Muslim di Indonesia yang ingin melakukan sholat harus menghadap ke barat, karena menurut letak geografis Indonesia diyakini bahwa Mekah atau Kaabah ada di sebelah barat Indonesia. Namun baru-baru ini sebuah ormas Islam yaitu Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan sebuah fatwa baru mengenai pergeseran arah kiblat di Indonesia yang semula menghadap ke barat menjadi arah barat laut.

Mengapa Menyembah Ke Arah Batu Hitam?

Umat Islam minimal lima kali sehari mengucapkan “Tauhid.” Tetapi mereka juga ruku dan sujud menyembah Allah ke arah Batu Hitam di Mekah. Benarkah Allah bertempat tinggal di Kaabah (Baitullah / Rumah Allah)? Bukankah ini menggambarkan orang sujud ke Batu Hitam? Allah yang Esa, Maha Kuasa, yang Roh, Tidak ada persamaanNya dan Kekal tentulah tidak tinggal di Baitullah. Juga tidak mungkin Batu Hitam ini mempunyai arti penting bagi Allah. Tapi, hal ini memberi kesan sepertinya Batu Hitam disembah.

Allah Mempunyai Rumah di Mekah?

Umat Islam mengakui bahwa Allah itu pada satu titik yang bersamaan ada di mana-mana di setiap sudut, penjuru dimensi dunia dan alam semesta ini. Itu betul! Namun “sepertinya” minimal lima kali dalam sehari semalam Allah hanya berada di Mekkah dalam Kabah. Betulkah Allah pencipta langit dan bumi beserta segala isinya mempunyai rumah atau bait di dunia, khususnya di Mekkah? Mungkinkah Allah berada di Baithollah lima kali sehari pada waktu-waktu khusus yaitu subuh, lohor, asyar, maghrib dan isya?

Mencium Batu Hitam Saat Ibadah Haji

Islam dengan tegas melarang pengikutnya menyembah patung dan berhala. Hal itu berarti syirik/menduakan Allah. Ini bertentangan dengan inti syahadad “Lailahailallah.” Yang menjadi pertanyaan, apakah berjuta-juta umat Islam dalam melaksanakan ibadah haji dengan ruku dan sujud menyembah Kabah bukan berarti syirik? Mereka mencium Batu Hitam yang ada di dalamnya. Pada waktu yang sama mereka juga mengucapkan doanya “Allahuma labaik bismillahilahu akbar.” Artinya: “Kami memenuhi panggilanmu ya Allah!” Hal ini dilakukan sebanyak tujuh kali berturut-turut. Kitab Suci dengan jelas melarang tindakan seperti ini.

Membingungkan

Kami yakin pemikir-pemikir Islam mempunyai jawabannya, walaupun itu membingungkan. Kami tahu umat Islam berpegang teguh pada konsep Tauhid. Kami juga memuji mereka yang konsisten melakukan sholat. Jelas jutaan orang Islam ingin hidup berkenan pada Allah. Namun hal-hal yang disebutkan di atas sulit dimengerti oleh umat Kristen karena tidak mendapat dukungan dalam Kitab Suci.

Kiblat dan Ruku Tidak Perlu

Alkitab mengajarkan Allah tidak mempunyai rumah di dunia. Langit adalah takhta-Nya dan bumi adalah tumpuan kaki-Nya (Injil, Kisah Para Rasul 7:48-50). Allah dalam satu detik yang bersamaan ada dimana-mana. Dia selalu ada di setiap milimeter di muka bumi dan jagad raya ini. Itulah sebabnya bila berdoa atau bersolat kepada Allah tidak memerlukan kiblat, berdoa dapat ke arah mana saja. Dimana kita berdoa, disitu ada Allah. Selain itu gerakan-gerakan jasmani (ruku, sujud, berdiri dst.) tidak diperlukan. Demikian juga halnya dengan doa yang dilafalkan dengan suara-suara yang berirama. Yang terutama, berdoalah dengan roh dan kebenaran karena Allah itu Roh adanya. (Injil, Rasul Besar Yohanes 4:21-24)

Yang lebih indah lagi Roh Allah ingin bertempat tinggal di dalam diri tiap orang yang menerima Isa Al-Masih sebagai Juruselamat: Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah . . . ? (Injil, Surat I Korintus 6:19) Tubuh kita dapat menjadi “Rumah Roh Allah.”

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Add comment

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Komentar hanya diperbolehkan menjawab salah satu dari 3 pertanyaan fokus yang dimuat di bagian akhir artikel. Kecuali beberapa artikel yang tidak memuat 3 pertanyaan fokus.
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments  

# Staff Isa dan Islam 2010-07-24 06:11
~
Pedoman wajib untuk memasukkan comment-comment:

(1) Tidak boleh memakai lebih dari satu kotak.
(2) Pertanyaan / masukan harus berhubungan erat dengan uraian diatas.
(3) Sebaiknya satu atau dua pertanyaan dimasukan dalam satu comment.
(4) Masukan harus selalu sopan dan jangan agresif.
(5) Masukan tidak boleh memuat banyak bahasa lain, misalnya Bahasa Arab.
(6) Masukan harus dalam Bahasa Indonesia yang lazim dimengerti semua orang.
(7) Jangan memakai singkatan-singk atan, misalnya yg, dlm, sdh, tdk, dlsbgnya.
(8) Huruf besar tidak boleh dipakai untuk menekankan sesuatu.

Kami mempersilahkan Saudara mengemail masukan@idionli ne.info untuk pertanyaan / comment yang majemuk. Kami senang menjawabnya.

Kiranya petunjuk-petunj uk diatas akan kita perhatikan.

Wassalam,
Jason Gilead
Staff, Isa dan Islam
# Staff Isa dan Islam 2010-07-24 06:15
~
TOPIK URAIAN UNTUK COMMENT:

..........................SHOLAT, KIBLAT DAN KONSEP “RUMAH ALLAH"..........................


Kami senang menerima comments yang langsung menyetujui dan/atau menantang intisari uraian di atas. Informasi yang memperkaya pengertian tentang topik di atas juga diterima dengan senang hati.

Comment-comment lain yang tidak berhubungan langsung dengan topik di atas akan dihapus.

Di tempat ini kami ingin menjalankan satu diskusi mengenai topik ini saja.

Wassalam,
Staff, Isa dan Islam
# chumaidi 2010-07-29 08:07
*
Dari uraian di atas, saya yakin semua itu benar bagi anda. Namun perlu diingat bahwa keyakinan dan kepercayaan itu ada pada diri kita masing-masing. Saya orang yang tidak begitu pintar dalam hal agama. Namun yang penting, "Bagimu agamamu dan bagiku agamaku sendiri."

Kita boleh mencari pengikut, namun jangan menyalahkan satu dan lainnya. Marilah kita meyakini kepercayaan kita masing-masing, dan penafsiran itupun juga berdasarkan penafsiran kita masing-masing. Sekali lagi dalam Al-Quran disebutkan: "Lakum Diinukum Waliadiin," yaitu bagimu agamamu dan bagiku agamaku sendiri.
# Staff Isa dan Islam 2010-07-30 23:33
~
Kami senang menerima comment Sdr. Chumaidi. Terimakasih.

Sebetulnya sangat bermanfaat kalau kita yang beragama mempertimbangka n konsep-konsep dalam akidah kita. Buat orang bukan Islam, sholat berbahasa Arab dengan arah kiblat ke Mekkah sangat membingungkan. Apalagi masalah mencium Batu Hitam. Kesannya pada orang bukan Islam adalah bahwa umat Islam menyembah Kabah.

Lain halnya dengan orang Kristen. Tidak ada bahasa khusus untuk sholat. Tidak boleh mencium benda sakti atau menyembah ke satu arah tertentu.

Orang Kristen juga tidak boleh menyembah salib. Pada salib, Isa Al-Masih menderita untuk menyelamatkan kita dari dosa. Tetapi kita dilarang menyembah benda itu.

Memang setiap orang mesti berpegang pada agamanya sendiri. Tetapi pantas juga kalau setiap orang melakukan penilaian atas agamanya sendiri. Mungkin dalam agamanya, ada hal-hal yang tidak benar.
~
SO
# Muslim 2010-07-31 19:39
*
Dikatakan bahwa arah kiblat itu "membingungkan. "

Padahal umat Islam sendiri tidak merasa bingung akan hal ini sebab kemana pun kita menghadap: Barat, Timur, Utara, Selatan, maka itu pun milik Allah.

Dikatakan lagi bahwa umat Islam menyembah Batu Hitam dan seakan-akan itu adalah rumah Allah.

Umat Islam ketika shalat, terlebih ketika sujud, yang diucapkan adalah "Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi" bukan "Maha Suci Kabah Yang Maha Tinggi".
# Staff Isa dan Islam 2010-08-01 07:11
~
Kata “membingungkan” dipakai, karena bagi "orang bukan Islam", tata cara berdoa harus menghadap satu arah dan kebiasaan mencium Batu Hitam adalah tidak rasional. Kami tidak mengatakan salah. Itu terserah pada orang. Kami hanya mengatakan bahwa karena Allah secara khusus tidak bertempat tinggal di Mekkah, mengapa sholat harus berkiblat ke sana?

Kalau Saudara membaca uraian dengan jelas, Saudara akan melihat bahwa uraian tidak mengatakan bahwa orang Islam menyembah Kabah dan Batu Hitam. Uraian ini hanya mengatakan ibadat yang merangkum dan mencium Batu Hitam serta sholat yang diarahkan ke Mekkah adalah sulit dimengerti oleh orang lain.

Buat orang Kristen yang tidak disuruh untuk bersholat menghadap ke satu arah tertentu, mencium Batu Hitam atau benda-benda apapun, dan memakai bahasa asing dalam sholat, maka semua ini membingungkan. Untuk orang Islam yang sudah biasa, mungkin tidak merasa apa-apa. Uraian di atas hanya mengatakan bahwa untuk orang bukan Islam, cara beribadat ini jelas membingungkan.

Berdoa dengan roh” dalam ayat di atas berarti berdoa dari hati, tanpa bingung sebelumnya mengenai kewajiban arah doa ataupun harus dengan pemakaian bahasa khusus. Inilah doa yang diterima Allah.
~
JG
# Hasila 2010-08-01 00:13
*
Solat menggunakan bahasa Arab bukan berarti Tuhan tidak paham bahasa lain.

Tetapi Tuhan telah tahu bahwa manusia suka mengubah maksud ajaran-Nya. Ini akan gampang terjadi apabila kitab Allah ditukar ke bahasa lain.
# Staff Isa dan Islam 2010-08-01 07:40
~
Kami setuju bahwa Allah mengerti dan mendengar semua bahasa.

Kami yakin kalau bersholat dalam bahasa sendiri, manfaatnya lebih besar karena bahasa sungguh dimengerti. Kalau tidak, orang hanya mengucapkan kata-kata dan tidak mengerti arti yang mendalam dari kata-kata itu.

Kita melihat hal yang sama di rumah tangga. Sering suami isteri, walaupun pandai memakai bahasa Indonesia, tetap saja lebih menyukai untuk bertukar pikiran dengan memakai bahasa suku. Kalau saja demikian dalam situasi rumah tangga, apalagi dalam keadaan bersholat dan menyembah Allah. Seharusnya hubungan kita dengan Allah lebih baik daripada hubungan dengan sesama manusia bukan?

Walaupun umat Kristen bersholat dan berdoa dalam ibu bahasa, ini sama sekali tidak ada hubungan dengan mengubah ajaran Alkitab. Semua ajaran umat Kristen didasarkan pada apa yang diuraikan dalam bahasa asli Alkitab.

Menerjemahkan sesuatu ke dalam bahasa lain, tidak berarti mengubah artinya. Kalau benar demikian, berarti tidak ada satu kalimat, surat atau buku pun di dunia, yang boleh diterjemahkan, supaya isinya masih dapat dipercaya. Masakan Saudara berpandangan demikian?
~
JG
# askar sasmita 2010-08-06 17:32
*
(1) Sayang sekali, anda banyak menunjukkan kekeliruan. Nabi Muhammad tidak pernah berkiblat ke Yerusalem. Ia berkiblat ke arah Kutub Utara sebagaimana Kabah dulunya adalah kutub utara Bumi.

(2) Anda tahu arti Kabah? Pasti tidak tahu kan? Ini saya beritahu. Kabah artinya 'mata Bumi', tempat di mana Bumi berputar. Kaum Muslimin shalat menghadap Kabah, bukan menyembah bangunan itu atau Hajar Aswad. Kami menyembah kepada pemilik kekuatan yang memutarkan Bumi dan semua benda-benda angkasa sehingga berjalan sebagaimana mestinya. Tidak ada yang mempunyai kekuatan sebesar itu selain Allah.

(3) Saya sarankan jangan membuat pernyataan hanya berdasarkan dugaan, tanpa pengetahuan yang mumpuni.
# Staff Isa dan Islam 2010-08-06 23:11
~
(1) Kelihatannya ada beberapa pandangan tentang masalah kiblat. Kami senang mendengar pandangan Saudara bahwa Kaabah dulu di Kutub Utara. Namun apakah semua orang Islam setuju dengan pandangan Saudara? Atau justru Saudara sedang mempopulerkan ajaran baru, bahwa dahulu arah kiblat adalah Kutub Utara?

(2) Kalau Saudara membaca uraian kami dengan hati-hati, Saudara akan melihat bahwa kami tidak mengatakan bahwa orang Islam menyembah Kaabah atau Hajar Aswad. Kami mengatakan bahwa kiblat ke jurusan Mekkah, tidak cocok dengan ajaran Injil. Allah berada di mana-mana. Ke mana pun kita menghadap, di situlah wajah Allah (Qs 2:115). Allah sesungguhnya tidak mematok arah sholat sebagai keharusan bagi semua orang. Nabi Saudara sholat menghadap Kaabah karena itulah yang disukai olehnya. "Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidilharam (Qs 2:144)."

(3) Kami selalu senang untuk belajar mengenai agama Islam. Juga kami senang memperbaiki uraian kami, apabila terbukti bahwa isinya salah. Satu hal yang saya belajar ialah bahwa orang Islam mempunyai bermacam-macam interpretasi yang berbeda. Sebagai contoh, saya tidak yakin semua orang Islam percaya bahwa Kaabah pertama adalah di Kutub Utara.

(4) Sebetulnya diskusi semacam ini tidak banyak menolong kita. Yang terpenting ialah supaya kita dilindungi dari murka Allah. Penyaliban Isa Al-Masih adalah kunci untuk menghindari murka Allah. Apabila kita menerima Dia sebagai Juruselamat, kita aman selama-lamanya.
~
JG
# As rakhman 2010-12-11 02:14
*
Anda mengatakan bahwa Allah ada di mana-mana, bahkan di setiap milimeter alam semesta. Pada saat yang sama, Anda juga mengatakan bahwa Roh Allah ingin berada (yang artinya belum) dalam hati orang yang menerima Isa. Apa arti dari pernyataan tersebut?

Kemudian Roh Kudus yang berasal dari Allah, Ini Roh Allah atau Roh Kudus? Bukankah Roh Kudus sama dengan Allah?
# Staff Isa dan Islam 2010-12-14 09:53
~
Adalah benar Allah ada di mana-mana. Ini adalah sifat Allah yang sulit dipahami oleh manusia.

Silahkan simak ilustrasi berikut ini: Udara ada di mana-mana, termasuk di sekitar tubuh kita dan juga di dalam tubuh kita. Udara pasti mengandung oksigen. Namun, orang dalam keadaan sakit, tetap membutuhkan tabung udara / oksigen untuk membantu dia bernafas atau dia akan mati. Bukankah udara ada di mana-mana? Mengapa diperlukan lagi tabung udara secara khusus?

Saya mengerti bahwa tentunya perumpamaan ini tidak bisa menjelaskan tentang Allah secara tuntas, karena sesungguhnya manusia dengan pikiran yang terbatas, tidak mungkin mengerti secara tuntas tentang diri Allah.

Roh Allah adalah benar seperti yang Saudara katakan, Ia adalah Roh Kudus, yang berada di dalam hati orang-orang yang menerima Isa Al-Masih.

Ini berarti Allah secara efektif mau masuk dan berintervensi di dalam hidup Saudara. Roh Allah berkehendak untuk mengubah hati kita yang keras dan merubah hidup kita. Tanpa Roh Allah yang berdiam di dalam hati kita, maka kita pasti akan 'mati' di dalam dosa. Namun dengan Roh Allah di dalam kita, maka kita akan mengerti indahnya keselamatan di dalam diri Isa Al-Masih, dan kita akan memperoleh keselamatan tersebut.
~
CA
# newbia 2011-01-03 13:39
*
Sungguh anda tidak mengetahui indahnya Islam. Coba anda sebutkan, ada tidak agama yang beribadah dalam sehari 5 kali, mengarah ke arah yang sama, pada waktu yang bersamaan, dan juga dengan bahasa yang sama, di mana pun dia berada?

Jika tidak diberikan tata cara seperti itu, saya rasa hanya dengan berkumpul di toilet umum untuk mengagungkan nama Tuhan, dan dengan bahasa yang tidak sopan, juga disebut ibadah.

Anda tidak tahu bahwa Hajar Aswad itu benar-benar harum, bahkan lebih harum dari bunga mawar atau kasturi. Oleh sebab itu, Muhammad mencium batu tersebut, yang akhirnya diikuti oleh para pengikutnya. Namun, karena orang-orang tidak tahu, seperti anda, maka interpretasinya berbeda.
# Staff Isa dan Islam 2011-02-09 23:34
~
Saudara Newbia, terima kasih untuk tanggapan yang telah Saudara berikan.

Saudara menganggap sholat 5x sehari adalah indah. Apakah Saudara juga akan berpendapat sama jikalau sholat itu diperintahkan untuk dilakukan sebanyak 10 atau 20x setiap hari? Allah yang disembah rasul Saudara bahkan pada mulanya memerintahkan agar sholat dilakukan 50x dalam sehari.

Jika Saudara punya keluhan ataupun doa kepada Allah, apakah lebih baik disampaikan dalam bahasa yang Saudara mengerti secara baik, atau dalam bahasa yang Saudara cuma mengerti sebahagian?

Kalau seseorang melakukan sholat dengan hati yang suci murni, namun menghadap arah yang salah, apakah sholat itu diterima Allah? Para ahli agama tampaknya tidak sepakat.

Saudaraku, inilah kali pertama kami mendengar bahwa rasul Saudara mencium batu Hajar Aswad hanya karena batu itu wangi.
~
CA
# newbia 2011-02-26 07:16
*
To. Staf Isa Dan Islam, mari kita bicara fakta. Faktanya, perintah sholat disampaikan kepada umat Muhammad adalah 5x sehari, hanya yang beriman saja yang akan melaksanakannya , bukan yang mengaku Islam, bahkan ada beberapa manusia yang karena rasa cintanya begitu besar kepada Tuhannya menambah bilangan sholatnya dalam sehari.

Kita diajarkan untuk berdoa, bermunajat dengan segala bahasa dan mengingat serta memuji Allah sepanjang waktu, bahkan kita juga diajarkan untuk mengucap bismillah sebelum memulai sesuatu dan alhamdulillah saat mengakhirinya, tetapi mengerjakan sholat adalah yang membedakan saya dengan anda.

Untuk segala urusan, kebenaran hanya milik Allah, tetapi karena telah datang ilmu kepada kita, maka bukankah kita termasuk manusia yang kufur nikmat jika mengingkarinya?
# Staff Isa dan Islam 2011-03-10 02:31
~
Saudara Newbia, pertama sekali, sholat diperintahkan agar dilakukan umat sebanyak 50x dalam sehari.

Dari Anas bin Malik ra. "Telah difardhukan kepada Nabi SAW shalat pada malam beliau diisra`kan 50 shalat. Kemudian dikurangi hingga tinggal 5 shalat saja. Lalu diserukan, "Wahai Muhammad, perkataan itu tidak akan tergantikan. Dan dengan lima shalat ini sama bagi mu dengan 50 kali shalat." (HR Ahmad, An-Nasai dan dishahihkan oleh At-Tirmizy).

Namun menurut cerita, Nabi Saudara menganggap bahwa 50x itu adalah terlalu banyak. Oleh sebab itu, Nabi Saudara kembali menghadap, dan diadakanlah beberapa kali negosiasi dengan Allah hingga akhirnya menjadi hanya 5x. Dan 5x kali itu dianggap cukup untuk menggantikan yang 50x.

Mungkin bagi Nabi Saudara, sholat cukup 5x sehari, dan dia tidak sependapat dengan Saudara Newbia yang berkata 'sepanjang waktu'.

Adalah benar kebenaran adalah milik Allah yang sejati. Oleh sebab itu, kami mengajak Saudara untuk boleh menyelidiki apa yang kami sampaikan di sini. Terimakasih.
~
CA
# ummi 2011-04-11 12:40
*
Anda lucu karena menyampaikan sesuatu hanya separuh-separuh . Dalam shalat itu sudah perintah dan harus bahasa Arab. Itu menunjukkan bahwa Islam itu murni.

Kalau berdoa setelah selesai shalat, maka Islam memperbolehkan dalam segala bahasa. Kalau berbeda-beda, jadilah seperti agamamu yang di tiap daerah berbeda.
# Staff Isa dan Islam 2011-04-13 14:51
~
Saudara Ummi, terimakasih untuk tanggapan Saudara.

Dalam website ini, kami berupaya untuk menyajikan selengkapnya tentang Isa Al-Masih, dan juga bagaimana tanggapan kami sebagai umat non-Islam dalam menanggapi dan mengerti tentang Islam itu sendiri.

Jikalau ada yang salah atau tidak benar dalam artikel kami, tentu saja Saudara boleh berkomentar dan ataupun menyatakannya kepada kami untuk boleh menjadi acuan dan masukan bagi kami.

Para pengikut Isa Al-Masih di setiap negara dan tempat adalah sama. Kami beriman hanya kepada Isa Al-Masih sebagai satu-satunya jalan, keselamatan, dan hidup (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Dan kami meyakini bahwa keselamatan hanya bisa dicapai melalui penebusan yang dilakukan oleh Isa Al-Masih.

Kami mengundang Saudara untuk boleh merenungkan tentang siapakah Isa Al-Masih dalam: isadanislam.com/jalan-keselamatan.

Kiranya Saudara mendapatkan berkah yang sejati dari Allah.
~
CA
# andragaris 2011-06-12 22:09
*
Jika anda baca Alkitab anda, tertera kata Petra (bukit batu), dimana Yesus akan mendirikan kerajaan-Nya. Apa dan di mana Petra itu? Petra adalah tempat di mana domba Nebayot dan Kedar digembalakan. Siapa Nebayot dan Kedar? Tak lain adalah keturunan Ismail yang bermukim di lembah Bakka (Mekkah).

Tempat ibadah (Mispha) pertama kali dibuat oleh manusia itu adalah daerah Kabah oleh Nabi Adam ketika turun ke bumi. Nabi Ibrahim sebagai bapak dari agama Tauhid membangunnya kembali dengan anaknya Ismail dan menjadi kiblat bagi agama Allah. Mengapa dari batu? Karena batu adalah elemen alam yang paling kuat dan tahan terhadap cuaca. Setiap Mispha yang dibuat oleh manusia untuk tempat berkiblatnya manusia kepada Penciptanya adalah sebuah batu. Coba anda baca kisah Jacob dan Sulaiman. Kiblat adalah arah yang universal bagi setiap manusia Muslim yang tinggal di belahan bumi manapun.
# Staff Isa dan Islam 2011-06-20 10:37
~
Saudara Andragaris, paragraf pertama dari tulisan Saudara di atas sesungguhnya hanya klaim sepihak yang tidak ada buktinya dalam sejarah.

Menurut Ensiklopedia Britannica and Ensiklopedia Islamica, masyarakat Arab tidak mencatat sejarah mereka sendiri sebelum zaman Islam. Muslim dengan yakin menyebut zaman itu sebagai zaman jahiliyah yang penuh nista dan kegelapan.

Mungkin tiada satupun suku bangsa di dunia yang terang-terangan menghapus sejarahnya sendiri selama 2.500 tahun, dengan secara sistematis menghancurkan segala yang berhubungan dengan masa lalu. Masyarakat Arab telah menghapus segala kenangan era sebelum Islam dalam benak mereka. Jadi segala sejarah sebelum pra Islam adalah tidak jelas menurut masyarakat Islam.

Namun sejarah dan arkeologi mencatatnya secara lain. Bangunan mirip Kabah ternyata bukan hanya Kabah saja. Arkeologi menemukan cukup banyak penemuan bangunan yang serupa yang merupakan tempat pemujaan berhala. Semua ini bisa dibuktikan dan dikunjungi langsung. Semua bangunan mirip Kabah ternyata adalah makam Kaisar-Kaisar Persia dan sebagian lain merupakan kuil dewa bulan. Simbol Bulan dan Bintang sendiri sudah dipakai kaum pagan sebelum diadopsi Islam.
~
CA
# Bayu 2011-09-20 13:08
*
Umat Islam sholat secara rohani menghadap kepada Allah, dan adapun kiblat digunakan sebagai arah pemersatu umat.
# Staff Isa dan Islam 2011-09-21 16:32
~
Benarkah kiblat hanya pemersatu umat Muslim? Setahu kami, tidak ada satupun ayat Al-Quran yang menjelaskan demikian. Sebaliknya, dalam ajaran Islam bila sholat tidak berkiblat ke Ka'bah maka sholatnya tidak sah dan tidak akan diterima Allah.

Bukankah hal ini mencerminkan bahwa Allah terbatas akan ruang dan waktu?

Kitab suci berkata, “Tetapi Yang Mahatinggi tidak diam di dalam apa yang dibuat oleh tangan manusia” (Injil, Surat Para Rasul 7:48)

Allah dalam satu detik yang bersamaan ada dimana-mana. Itulah sebabnya bila berdoa atau bersolat kepada Allah tidak memerlukan kiblat, berdoa dapat ke arah mana saja. Dimana kita berdoa, disitu ada Allah.
~
SO
# syarif musthafa 2011-09-21 17:05
*
Quoting Staff Isa dan Islam:
~
Bukankah hal ini mencerminkan bahwa Allah terbatas akan ruang dan waktu?
SO

Kesimpulan tanpa dasar, itu anggapan anda sebagai orang yang tidak tahu Islam. Muslim boleh berdoa menghadap kemana saja, tapi shalat harus menghadap kiblat. Doa orang Kristen tidak bisa dianalogikan dengan shalat di Islam, karena doa dan shalat berbeda syarat sahnya.
# Staff Isa dan Islam 2011-09-22 16:57
~
Saudara Syarif,

Saudara mengatakan: "tapi shalat harus menghadap kiblat" yaitu Ka'bah tentunya.

Pertanyaan kami: mengapa harus berkiblat ke Ka'bah? ada apa gerangan di Ka'bah sehingga shalat diharuskan menghadap ke sana?
~
SO
# yesus 2011-10-19 08:45
*
Jika Ka'bah musnah dan tidak ada lagi, ke arah mana Islam akan bersembah sujud?

Jika bulan musnah, bagaimanakah umat Islam dapat menentukan hari raya puasa?

Agama Islam dipengaruhi oleh duniawi dan Kristen tidak dipengaruhi oleh duniawi.
# mas galau 2011-11-21 08:39
*
Saya kurang suka memakai istilah agama, karena agama itu mengkotak-kotak kan. Saya lebih suka menggunakan kata iman, iman yang universal kepada Allah Bapa, dan akan Isa Al-masih.

Mari mengambil yang baik dan menyisihkan perbedaan yang ada.
# Staff Isa dan Islam 2011-11-22 12:52
~
Saudara Mas Galau,

Terimakasih atas komentar yang saudara berikan. Kami setuju dengan pendapat saudara. Agama tidak dapat menyelamatkan seseorang. Agama tidak dapat memberikan jaminan sorgawi bagi jemaatnya. Sebab hanya iman yang dapat menyelamatkan seseorang dan itu adalah anugerah dari Allah melalui Isa Al-Masih.

“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah” (Injil, Surat Efesus 2:8).

“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia [Isa Al-Masih], sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." (Injil, Kisah Para Rasul 4:12).
~
SO
# dedex 2012-01-03 20:48
*
Apakah anda mengetahui sejarah Ka'bah di Mekkah? Siapa yang mendirikan, dan siapa yang memerintahkan untuk didirikan? Dan bagaimana sejarah kota Mekkah di bumi? Tahukah saudara akan keajaiban dibalik kota Mekkah dan Ka'bah?
# Staff Isa dan Islam 2012-01-06 15:18
~
Setiap umat Muslim pasti mempunyai keinginan untuk menyembah Allah di kota suci Mekkah. Hal ini juga yang dialami oleh perempuan Samaria yang hidup pada abad pertama. Ia ingin menyembah Allah di tempat yang suci.

Pada saat perempuan Samaria bertemu Isa Al-Masih, ia menanyakan tentang tempat penyembahan yang benar. Bagi orang Samaria harus menyembah Allah di atas gunung yang suci, sedangkan orang Yahudi harus di kota suci Yerusalem. Ia mempersoalkan tempat-tempat suci, yang merupakan ciri khas ibadah lahiriah.

Tetapi Isa Al-Masih mengatakan bahwa ‘saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang’ bahwa tempat penyembahan tidak lagi dipersoalkan. Yang dipersoalkan adalah menyembah Allah dalam roh dan kebenaran (Injil, Rasul Besar Yohanes 4:24). Dengan kata-kata ini Isa Al-Masih membuang semua ibadah lahiriah, dan menekankan ibadah rohani.
~
SL
# Yuperhan Firdaus 2012-05-09 04:36
*
Memang cara berfikir website ini adalah berfikir cara manusia. Rumah Tuhan Anda artikan Tuhan berumah di rumah tersebut. Kok Tuhan seperti manusia. Ini adalah sebuah cara berfikir yang membingungkan, sehingga website ini menyimpulkan rumah Tuhan di Ka'bah.

Terimakasih atas dimuatnya komentar ini.
# Staff Isa dan Islam 2012-05-11 17:07
~
Saudara Yuperhan, kami mempercayai akan Allah yang infinity, Allah yang tidak terbatas akan ruang dan waktu. Sehingga, pada saat kami ingin bertemu dengan Dia, kami dapat menemui-Nya dimanapun dan kapanpun. Tidak terikat dengan waktu dan tempat.

Bagaimana dengan orang Islam? Mereka diwajibkan sholat pada jam-jam tertentu dan menghadap pada arah yang tertentu pula. Sholat yang menghadap pada arah lain dianggap tidak sah. Bagaimana saudara Yuperhan menjelaskan hal ini, apa alasan orang-orang Islam wajib menghadap Ka'bah setiap kali mereka sholat?

Dan lagi, mengapa orang-orang yang naik Haji rela berdesak-desaka n bahkan sampai terinjak-injak demi mencium bahkan sekedar menyentuh Ka'bah?
~
SO
# rico 2012-06-28 07:17
*
Kami tidak menyembah Ka'bah, tapi Allah-lah yang kami sembah.

Al-Baqarah ayat 148: “Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombal ah kalian (berbuat) yang terbaik. Di mana saja kalian berada pasti Allah akan mengumpulkanmu semua (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”.

Toh semuanya kelak akan kembali kepada Tuhan yang sama seraya mempertanggungj awabkan pilihan dan amal-perbuatann ya masing-masing. Inilah semangat beragama yang positif. Inilah semangat kemanusiaan sejati. Inilah Islam. Dengan cara seperti ini, kebenaran ditegaskan sifat singgularnya, tapi agama diakui sifat pluralnya. Dan pluralitas agama, setelah mengakui kebenaran agama yang kita anut, tidak perlu melahirkan perbenturan, apalagi peperangan atas nama agama.
# Staff Isa dan Islam 2012-07-03 09:33
~
Saudara Rico,

Kami menghargai pandangan saudara. Tapi, bukankah untuk mengakui kebenaran agama yang kita anut, juga pantas bila kita melakukan penilaian atasnya? Mungkin dalam ajaran agama tersebut ada hal-hal yang tidak benar.

Bila memang umat Islam tidak menyembah Ka'bah seperti pernyataan saudara, lalu mengapa umat Muslim ketika sholat harus menghadap ke Ka'bah? Bahkan kalau tidak salah, dalam ajaran Islam sholat tidak berkiblat ke Ka'bah maka sholatnya tidak sah dan tidak diterima Allah.

Bukankah hal ini mencerminkan bahwa Allah terbatas akan ruang dan waktu? Bagaimana saudara menjelaskan hal ini?

Berbicara tentang Tuhan kami sependapat dengan saudara, kita akan kembali pada Tuhan yang sama, karena Tuhan hanya satu.

Tetapi yang menarik saat itu, Isa Al-Masih akan menjadi Hakim Yang Adil. Akan menghakimi baik mereka yang sudah mati maupun yang masih hidup. Dia yang akan menentukan siapa yang layak masuk sorga, dan siapa yang harus dilemparkan ke neraka jahanam.

Nah, bagaimana dapat mengalami keselamatan sorgawi baca dan renungkan di link ini: http://tinyurl.com/6ntpehg yang akan menolong saudara.
~
DA
# The Illuminati 2012-07-12 00:46
*
Tunjukkan pada kami umat Muslim di dalam Al-Quran atau di dalam hadis manapun yang menyatakan bahwa umat Islam menyembah Ka'bah.

Saya ingin bertanya apabila kita menghadap suatu arah berarti kita menyembahnya? Kalau iya berarti umat Kristen yang setiap berdoa menghadap salib apakah umat Kristen menyembah salib? Andalah yang harus merenung. Anda menyembah orang bergambar Nabi Isa, apakah anda yakin itu benar-benar wajah-Nya? Mana buktinya itu benar-benar rupa dari Isa?
# Staff Isa dan Islam 2012-07-19 13:33
~
Saudara Illuminati

Katakanlah memang umat Islam tidak menyembah Ka'bah. Nah, sekarang dapatkah saudara Illuminati menjelaskan di forum ini, mengapa orang Islam setiap kali sholat harus menghadap ke Ka'bah? Dan kalau kami tidak salah, sholat yang tidak menghadap ke Ka'bah, maka sholatnya tidak sah.

Kiranya saudara tidak keberatan untuk menjelaskannya.
~
SO
# Dedew 2012-07-19 20:38
*
Sungguh aneh, apakah anda sadar bahwa ada seseorang menyuruh menyembah pada Allah dengan aturan-aturan untuk membatasi. Allah maupun Nabi Isa tidak pernah mengajarkan sholat dengan aturan seperti yang terdapat dalam Al-Quran, mengapa?

Karena dalam memuji dan memuliakan nama Tuhan (sholat) tidak ada aturan yang membatasi. Itu ajaran yang Kristen pahami. Adapun beberapa syarat seperti khusyuk, namun tidak ada soal kiblat maupun sujud bukan berarti orang Kristen sombong. Tetapi karena Tuhan melihat dari hati dan niat suatu ibadah, bukan dari aturan.

Lebih terkesan sombong apabila harus memakai bahasa Arab karena sama saja dengan menghina Tuhan sebagai Sang Maha Pengerti.

Mengapa juga orang Kristen memakai bahasa Induk negara masing-masing? Alasannya agar semua orang dapat mengerti dan mendengar akan Firman Allah yang dimuliakan orang Kristen. Mengapa orang Kristen menyanyi dalam Ibadah? Karena Bersyukur sudah diselamatkan!
# Staff Isa dan Islam 2012-07-20 12:26
~
Saudara Dedew,

Terimakasih atas penjelasan yang sudah saudara berikan di atas. Jelas Allah Yang Maha Mengerti, mengerti setiap bahasa. Tidak ada bahasa yang dikhususkan Allah ketika kita datang memuji Dia.

Allah yang Maha Agung, adalah Allah yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Sehingga kita dapat menyembah-Nya di mana pun dan dengan cara apapun. Tidak terbatas oleh waktu atau kiblat.
~
SO
# rudi setiawan 2012-07-29 21:11
*
Kaum Muslim dan Muslimin di seluruh dunia tidak pernah menyembah Ka'bah dan Batu Hitam. Karena itu adalah syirik, dan dilarang oleh Allah. Ka'bah adalah arah pemersatu untuk umat Islam di seluruh dunia, dan menurut umat Islam ini justru membantu ke arah mana mereka harus beribadah.
# Staff Isa dan Islam 2012-07-31 19:42
~
Saudara Rudi Setiawan, terimakasih atas penjelasan saudara di atas.

Pertanyaan kami, mengapa Islam memilih Ka'bah menjadi arah pemersatu dan bukan Yerusalem? Bukankah sebelum Ka'bah, umat Islam berkiblat ke Yerusalem?

Dan lagi, bila memang orang Islam yang naik haji tidak menyembah Batu Hitam, lalu mengapa begitu banyak orang Islam yang berlomba-lomba bahkan rela sampai berdesak-desaka n agar dapat mencium, bahkan sekedar menyentuh Batu Hitam ketika mereka naik haji?

Bagaimana saudara Rudi menjelaskan hal ini?
~
SO
# ferguson 2012-07-30 10:39
*
Bagi kaum Muslim, tolong memberikan penjelasan yang otentik. Mengapa harus ke Mekkah baru bisa dapat gelar Haji atau Hajjah?

Bila kita lihat untuk biaya naik Haji, setiap tahun selalu naik. Dengan kata lain, orang Islam yang ekonominya lcemah tidak akan bisa mendapatkah gelar Haji atau Hajjah.

Apakah memang gelar Haji atau Hajjah hanya milik orang berada saja?

Terimakasih.
# rayyan 2012-11-06 23:26
*
Izinkan saya yang berilmu cekak ini sedikit untuk rembug masalah ini. Dalam Al-Quran jelas disebutkan bahwa "Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia” (Qs 3:96). Di sini disebutkan untuk manusia dan bagi semua manusia (artinya bukan buat Muslim saja).

Lalu mengapa sholat harus menggunakan bahasa Arab? Muhammad adalah orang Arab, wahyu yang disampaikannya pun dalam bahasa Arab. Al-Quran juga ditulis dalam bahasa Arab. Intinya, disamping Al-Quran, Muslim berpegang juga kepada hadits (ucapan dan perilaku Muhammad).

Allah memang mengerti semua bahasa, dan kemanapun engkau menghadap, itulah muka-Nya. Tapi engkau juga diperintah-Nya untuk taat dan meneladani tuntunan nabi-nabi-Nya. Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2012-11-13 10:37
~
Saudara Rayyan, terimakasih untuk penjelasan saudara.

Kami tidak mengatakan apa yang saudara sampaikan di atas seluruhnya salah. Bila kita hanya berpegang pada ayat tersebut, mungkin benar apa yang saudara katakan, bahwa Mekkah bukan hanya kiblat sholat bagi umat Muslim saja, tetapi bagi seluruh manusia.

Namun persoalannya ialah:
1. Hanya Muhammad yang mengajarkan, bila sholat harus berkiblat ke Mekkah. Sedangkan nabi-nabi sebelum dia tidak mengajarkan demikian. Dan bila memang Allah memerintahkan untuk berkiblat ke Mekkah, mengapa tidak sedari awal Islam ada. Karena di awal berdirinya Islam, Muhammad mengajak umatnya berkiblat ke Yerusalem, bukan ke Mekkah.

2. Apa yang menjadi landasan/dasar bagi seseorang harus mengarah pada satu kiblat? Bukankah hal ini secara tidak langsung menegaskan bahwa kita telah menyucikan satu arah diantara arah lain?

3. Jika Tuhan membenci mereka yang sujud menyembah matahari yang dibuat-Nya, mengapa Allah justru memperbolehkan bahkan cenderung memerintahkan umat-Nya untuk sujud menyembah Ka'bah yang dibuat oleh ciptaan-Nya sendiri?

Firman Allah dalam kitab suci berkata, “Juga janganlah kamu mengikuti allah lain untuk beribadah dan sujud menyembah kepadanya; janganlah kamu menimbulkan sakit hati-Ku dengan buatan tanganmu, supaya jangan Aku mendatangkan malapetaka kepadamu” (Kitab Nabi Yeremia 25:6)
~
SO
# rayyan 2012-11-24 00:47
*
Mencoba menjawab pertanyaan admin:

1. “Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), “umat pertengahan” agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Kami tidak menjadikan kiblat yang (dahulu) kamu (berkiblat) kepadanya, melainkan agar Kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik ke belakang. Sungguh, (pemindahan kiblat) itu sangat berat, kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sungguh, Allah Mahapengasih, Mahapenyayang kepada manusia.” (Qs 2:143)

2. Lalu di Injil disebutkan: "Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah.” Kata Yesus kepadanya: “Hai perempuan, percayalah kepada-Ku, saatnya tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini bukan juga di Yerusalem” (Yohanes 4: 20-21).
# Staff Isa dan Islam 2012-12-10 15:11
~
Jawaban saudara Rayyan no 1 sepertinya tidak menjawab pertanyaan kami no 1. Karena ayat yang saudara kutip tidak sedikitpun menjelaskan bahwa nabi-nabi sebelum Muhammad memerintahkan umatnya berkiblat ke Mekkah. Dengan kata lain, kiblat Mekkah hanya ajaran Muhammad.

Dapatkah saudara Rayyan menjelaskan apa maksud saudara mengutip ayat di atas?
~
SO
# rayyan 2012-11-24 01:06
*
"Bukankah hal ini secara tidak langsung menegaskan bahwa kita telah menyucikan satu arah diantara arah lain?"

Yang saudara admin maksud satu arah itu seperti apa? Jika yang saudara maksud semua Muslim Indonesia sholat menghadap ke arah barat (barat saja=satu arah), bagaimana dengan umat Muslim di Eropa, Amerika, atau Afrika? Bukankah arah sholatnya berbeda dengan Muslim Indonesia?

Tuhan memang melarang kita menyembah makhluk-Nya, tapi bukankah kita memang diperintahkan menghadap Ka'bah ketika sholat? “Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu.

Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Kitab (Taurat dan Injil) tahu, bahwa (pemindahan kiblat) adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan Allah tidak lengah, terhadap apa yang mereka kerjakan.” (Qs 2:144).
# Staff Isa dan Islam 2012-12-10 15:13
~
Saudara Rayyan,

Yang kami tahu, seluruh umat Muslim di dunia ketika sholat diwajibkan berkiblat ke Mekkah. Itulah yang kami maksud satu arah. Tapi bila menurut saudara orang Eropa berkiblat ke tempat lain dan juga orang Amerika dan Afrika, wah...ini informasi baru bagi kami. Dan bila itu benar, maka apa yang saudara katakan di atas benar, bahwa orang Muslim di Indonesia kiblatnya berbeda dengan orang Muslim di negara-negara lain. Benarkah demikian?

Saudara Rayyan, perlu kami garis bawahi. Hanya Tuhan yang disembah oleh umat Muslim yang memerintahkan umatnya kalau sholat menghadap ke Ka'bah. Sedangkan Tuhan yang disembah oleh non-pengikut Muhammad, tidak pernah memerintahkan menghadap ke Ka'bah ketika berdoa. Dan lagi, sholat hanyalah ajaran Muhammad!

Dengan demikian, saudara tidak dapat menyamakan ajaran Muhammad dengan ajaran nabi-nabi sebelum dia termasuk Isa Al-Masih.
~
SO
# chocolate 2013-01-06 16:50
*
Sebelumnya anda harus memahami konsep energi. Ada 2 sumber energi, yaitu makro (alam) dan mikro (tubuh manusia), ada 2 jenis energi, yaitu positif dan negatif, ketika anda shalat anda melepaskan energi mikro bermuatan positif ke alam.

Mengapa menghadap ke kiblat? Hal itu dikarenakan ketika kita menghadap ke kiblat maka energi positif yang kita lepaskan saat shalat akan diarahkan ke sana, ketika energi tersebut mencapai Ka'bah energi tersebut akan bergabung bersama energi-energi dari orang lain yang juga sedang malaksanakan shalat dan membentuk sebuah energi besar. Energi besar tersebut kemudian mengarah ke atas menuju langit ke-7, dan saat anda tahu fungsi dari energi tersebut maka anda akan tercengang dan menganggpnya hanya lelucon konyol.

Energi tersebut brfungsi untuk mengunci gerbang Dajjal, itulah sebabnya salah satu tanda kiamat adalah sudah tidak ada lagi adzan, Dengan kata lain sudah tidak ada lagi shalat, maka tidak ada lagi energi untuk menguncinya.
# Staff Isa dan Islam 2013-01-07 14:07
~
Membaca penjelasan saudara Chocolate di atas, kami menyimpulkan bahwa tujuan orang Islam sholat berkiblat ke Ka'bah adalah untuk mengumpulkan energi, yang bertujuan untuk mengunci dajjal/sentan.

Bila memang demikian, berarti di Ka'bah banyak terdapat dajjal/setan? Apakah orang-orang Islam yang mencium Batu Hitam di Ka'bah, sebenarnya adalah mencium dajjal yang berkumpul di sana? Dan mungkinkah orang-orang yang melempari Ka'bah dengan batu, sebenarnya mereka melempari dajjal yang ada di tempat itu?

Dari penjelasan saudara Chocolate di atas, seharusnya jawaban atas pertanyaan kami di atas adalah: Benar. Dan bila memang demikian adanya, maaf bila kami menyimpulkan bahwa sebenarnya Ka'bah adalah tempat tinggal dari sekumpulan dajjal.

Benarkah demikian saudara Chocolate?
~
SO
# Chocolatte 2013-01-23 01:25
*
Staff IDI,

Jika ada yang salah dengan komentar-koment ar saya mohon kiranya staff IDI memberikan informasi dimana letak kesalahannya.

Anda menghapus 2 komentar saya tanpa ada penjelasan pasti. Setidaknya tulislah seperti ini "Maaf saudara chocolatte, komentar anda keluar dari konteks subjudul diatas." Tapi saya tidak merasa ada yang keluar dalam isi komentar-koment ar saya sebelumnya.

Atau anda tidak mampu lagi menanggapinya, hingga anda memutuskan untuk menghapus 2 komentar saya. Atau mungkin konsep yang saya berikan terlalu sulit untuk anda cerna?

Mohon tidak dihapus lagi, dan tolong dibalas.
# Staff Isa dan Islam 2013-01-24 13:55
~
Saudara Chocolatte,

Kami benarkan bahwa kami telah menghapus beberapa komentar saudara. Alasannya:

1. Saudara memberi komentar yang hampir sama pada beberapa artikel yang berbeda. Jadi, kami menjawab satu dan menghapus yang lain. Masih banyak komentar lain yang harus kami jawab, jadi kami tidak ingin membuang-buang waktu untuk menjawab komentar yang sama beberapa kali.

2. Kedua, terkadang komentar yang saudara berikan adalah apa yang sudah kami jelaskan pada artikel di atas dan juga pertanyaan tersebut sudah ditanyakan beberapa kali oleh penanya yang lain. Sepertinya dalam memberi komentar saudara tidak membaca secara menyeluruh artikel yang sedang dibahas, juga saudara tidak membaca komentar dari teman-teman sebelumnya.

3. Saudara Chocolatte, berulang kali kami sampaikan bahwa kapasitas untuk forum ini sangat terbatas. Jika memang saudara benar-benar ingin berdiskusi dengan kami, saudara dapat berdiskusi langsung dengan staf kami lewat email. Selain saudara bisa lebih leluasa, saudara juga dapat membahas topik-topik lain yang menurut saudara perlu didiskusikan.

Demikian penjelasan dari kami, kiranya saudara maklum.
~
SO
# Gaevin Dragenfodt 2013-03-02 21:46
*
To: Hakkuallah,

Apabila benar Al-Quran telah menjelaskan dan menyempurnakan semua kitab sebelumnya, tentunya tidak akan ada lagi pertanyaan umat non-Muslim seperti mengenai kiblat umat Muslim dalam artikel ini bukan?

Tetapi sampai pembacaan saya di sini, belum ada satupun Muslim yang mampu menjelaskan alasan mengapa sholat diharuskan berkiblat ke Mekkah dan perpindahan kiblat itu sendiri dari Yerusalem. Yang saya maksud dengan penjelasan di sini adalah penjelasan dengan dasar ayat-ayat dalam Al-Quran itu sendiri. Dan ini adalah suatu keharusan! Kenapa? Karena umat Muslim mempercayai Al-Quran adalah kitab yang sempurna. Maka segala penjelasan seharusnya berdasar padanya.

Dan pertanyaan saya yang lebih lanjut adalah bukankah umat Muslim diperintahkan untuk tetap mengimani Taurat dan Injil? Lalu mengapa apa yang diajarkan dalam Al-Quran tidak pernah ada dalam ajaran Taurat dan Injil (dalam hal ini sholat yang harus berkiblat ke Mekkah/Ka'bah)?

Kami pengikut Yesus bukan asal-asalan seperti yang Anda katakan. Kami mengimani bahwa Allah tak terbatas ruang dan waktu. Ia-lah yang Maha Menguasai dan bisa berada di mana-mana dalam waktu bersamaan. Atas dasar ini kami boleh berdoa dan memuji-Nya kapanpun dan di manapun.
# reinaldy 2013-03-21 21:11
*
Bukankah Alkitab mengajarkan sujud, berlutut ke arah bait Yerusalem 3 kali sehari.

"Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau" (Kitab Mazmur 5:8).

"Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu" (Kitab Mazmur 138:2).

"Lalu dibawanya aku melalui pintu gerbang utara ke depan Bait Suci; aku melihat, sungguh, rumah tuhan penuh kemuliaan tuhan, maka aku sujud menyembah" (KItab Nabi Yehezkiel 44:4).

"Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, bedoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya" (Kitab Nabi Daniel 6:10).
# Staff Isa dan Islam 2013-03-26 12:49
~
Saudara Reynaldi,

Allah menetapkan kiblat ke Bait Suci Salomo di Yerusalem supaya bani Israel dimanapun berada ingat akan Allah mereka. Agar mereka tidak sesat dan mengikuti ilah-ilah berhala buatan manusia, dan yang terutama supaya mereka tetap berada dalam alur keselamatan dari Allah. Apa maksudnya alur keselamatan dari Allah?

Allah sejak semula telah menetapkan diri-Nya sebagai juruselamat manusia. Dan ketika itu digenapi di dalam Isa Al-Masih seperti ada tertulis “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus [Isa Al-Masih], Tuhan, di kota Daud” (Injil, Rasul Besar Lukas 2:11).

Sejak itu arah kiblat itu tidak berlaku lagi. Isa Al-Masih berkata “Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem” (Injil, Rasul Besar Yohanes 4:21).

Dan Muhammad meniru pola ini. Padahal Isa Al-Masih sudah menggenapi dan menyelesaikan segala aturan lahiriah dengan kebenaran batiniah yang Ia ajarkan. Muhammad meniru dan anehnya lagi konsep kiblat tersebut dia campuradukan dengan keyakinan pagan bangsa Jahiliah ketika arah kiblat di ubah ke arah Mekkah.
~
NN
# rabkaid 2013-03-29 23:44
*
Konsep satu bahasa itu lebih baik daripada banyak bahasa. Sama halnya protokol Internet, kita cuma punya satu protokol yang mendukung semuanya mengerti bukan? TCP/IP. Sama halnya ketika ada sebuah program ketika dibuat dengan satu bahasa, maka lebih baik daripada konversi kebahasa lain. Satu protokol juga begitu, konvergensi pemahaman. itulah Islam. Agama pemersatu.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-04 20:30
~
Saudara Rabkaid,

Kami setuju dengan pendapat saudara, bahwa konsep satu bahasa lebih baik daripada banyak bahasa. Konsep ini hanya bisa digunakan jika orang-orang yang menggunakan bahasa tersebut, mengerti dengan konsep bahasa yang dipakai. Bagaimana dengan mereka yang tidak mengerti?

Protokol internet jelas berbeda dengan kitab suci. Dan lagi, seluruh manusia tidak diwajibkan untuk menggunakan internet, bukan? Berbeda dengan kitab suci, setiap umat beragama, diwajibkan untuk membaca, memahami, dan melakukan isi kitab suci. Bagaimana mereka dapat mengerti isi dari kitab tersebut, sedangkan mereka sendiri tidak tahu bahasanya?

Menurut saudara, manakah lebih baik, seluruh umat bersatu atau seluruh umat dapat membaca dan mengerti isi kitab sucinya?

Menurut kami, kitab suci bukan hanya sekedar untuk dibaca dan dihafal. Tapi yang terpenting adalah memahami isinya, sehingga kita dapat bertindak sesuai dengan isi kitab suci tersebut.

Ijinkan saya berbagi satu ayat untuk saudara, “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung” (Kitab Nabi Yoshua 1:8).
~
SO
# Dope 2013-04-06 11:03
*
Aku percaya kepada Allah Bapa yang maha Kuasa khalik langit dan bumi. Aku percaya kepada Yesus Kristus anak-Nya yang Tunggal Tuhan kita, yang dikandung dari pada Roh Kudus lahir dari gadis perawan Maria. Disalibkan, mati dan dikuburkan. Pada hari yang ke-tiga Dia bangkit antara orang mati, naik di ke sorga. Dari sana Dia akan datang kelak untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.
# ahok 2013-04-08 14:08
*
Terimakasih atas adanya website ini, sehingga dapat membuat dan menambah iman saya menjadi bertambah kuat dan kokoh.
# heri 2013-04-12 16:25
*
Rukun sholat tidak ada bicara tentang bahasa, yang penting khusuk. Tapi bagaimana bisa khusuk kalau yang dibaca saja tidak tau maksudnya?
# Staff Isa dan Islam 2013-04-15 20:31
~
Tuhan tidak pernah meninggikan satu bahasa di antara bahasa yang ada. Tuhan yang maha tahu, mengerti setiap bahasa. Dan lagi, diterima atau tidaknya ibadah kita, tidak ditentukan oleh bahasa yang kita gunakan.

Lebih daripada itu, Allah melihat jauh ke dalam hati kita. Ketika seseorang datang beribadah kepada Allah dalam kondisi hati yang dipenuhi dosa, maka Allah akan memalingkan wajah-Nya. Dengan kata lain, bagaimana kondisi hati ketika beribadah, itulah yang paling terutama.

Mengenai hal ini dapat dibaca lebih lanjut pada artikel di link: http://tinyurl.com/dytdxcb.
~
SO
# muhammad 2013-04-15 00:08
*
Sadarlah kalian saudara-saudara Muslim. Naik haji, mencium batu hitam, dan kabah adalah ritual pagan/berhala yang dilakukan suku Muhammad, Quraisy. Di zaman pra-islam kabah adalah tempat 360 berhala dan Muhammad menghancurkanny a dan meninggalkan 1 berhala yaitu dewa bulan yang bernama Allah.
# b-boyz 2013-04-15 14:14
*
Banyak ayat Al-Quran yang menjelaskan mengenai dasar hukum menghadap kiblat, "Sungguh Kami melihat mukamu menengadah ke langit,maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada,palingka nlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Al Kitab memang mengetahui,bahw a berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan" (Qs 2:144)

Juga dalam Qs 2:150, "Dan dari mana saja kamu keluar (datang) maka palingkanlah wajahmu kearah masjidil haram,dan dimana saja kamu semua berada maka palingkanlah wajahmu kearahnya,agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu,kecuali orang-orang yang dhalim diantara mereka. Maka janganlah kamu takut kepada mereka,dan takutlah kepada-Ku.Dan agar Ku-sempurnakan nikmat-Ku atas kamu,dan supaya kamu dapat petunjuk"
# Staff Isa dan Islam 2013-04-29 21:34
~
Saudara b-boyz,

Memang benar Al-Quran dan sejarah Islam mencatat bahwa aturan sholat dan kiblat sudah diatur sedemikian rupa. Justru itulah yang membingungkan. Sepertinya Allah menjadi sangat terbatas, sebab hanya ada satu tujuan kiblat dan hanya ada satu bahasa dan hanya ada satu tata cara sholat.

Jika Allah maha kuasa dan maha pencipta berarti Dia tidak dibatasi oleh apapun, bukan?
~
NN
# Ikhsan 2013-04-30 15:46
*
Kepada Staf IDI

Mengenai uraian sholat memakai bahasa arab. Perlu saya beritahu, bahwa Al-Quran juga memakai bahasa Arab. Kenapa? Karena perintah shalat dan Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad, yang berasal dari bangsa Arab dan memakai bahasa Arab. Bayangkan jika Allah menurunkan Al-Quran ke bangsa Arab memakai bahasa lain. Tentu, kita tidak mengerti.

Nabi Muhammad dengan memakai bahasa arab. Dan Rasulullah bersabda "Shalatlah kalian sebagaimana aku shalat". Karena itu umat Muslim dunia shalat menggunakan bahasa Arab. Dan juga karena dalam diri Muhammad terdapat suri tauladan yang baik sebagaimana yang terdapat di Al-Quran.

Al-Quran memakai bahasa Arab juga karena menurut penelitian bahasa Arab merupakan bahasa yang terbaik di dunia. Bahkan bahasa Inggris memakai bahasa Arab contoh alkohol, aljabar

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-02 07:52
~
Penjelasan saudara Ikhsan cukup masuk akal. Sholat menggunakan bahasa Arab, karena Muhammad orang Arab. Berarti, bukan karena Allah lebih meninggikan bahasa Arab dibanding bahasa lain, bukan? Melainkan hanya kebetulan saja Muhammad berasal dari bangsa Arab. Berarti juga sah-sah saja bila ada orang yang sholat menggunakan bahasa Indonesia, bukan?

Bagaimana dengan Al-Quran, bukankah juga Al-Quran memakai bahasa Arab karena memang hanya bahasa itulah yang dimengerti Muhammad? Tentu tidak masuk akal bukan, bila Al-Quran diturunkan dalam bahasa Inggris, sementara Muhammad tidak mengerti bahasa Inggris.

Dari penjelasan saudara di atas, kami mengambil kesimpulan bahwa sepertinya Islam dan Al-Quran hanya ditujukan kepada bangsa Arab. Bukan untuk seluruh umat manusia. Bagaimana tanggapan saudara?

Sedikit perbandingan dengan Injil. Injil memang ketika pertama kali diwahyukan Allah, tidak dalam bahasa Indonesia. Tetapi karena Injil ditujukan kepada seluruh umat manusia, maka dengan tuntunan dari Roh Allah Injil diterjemahkan ke seluruh bahasa di dunia, termasuk bahasa Indonesia. Tujuannya, agar setiap suku, bangsa, dan bahasa dapat membaca Injil dalam bahasa mereka.

“Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya" (Injil, Rasul Besar Matius 24:14)
~
SO
# Ikhsan 2013-05-02 14:30
*
Kepada Staf IDI,

Allah SWT hanya memerintahkan shalat secara global. Dan Nabi Muhammad yang menjabarkan tata caranya. Sebagaimana sabdanya: "Shalatlah kalian sebagaimana aku shalat". Karenanya umat Muslim melakukan shalat sebagaimana ditunjukkan Nabi Muhammad.

Perihal Al-Quran yang diturunkan berbahasa Arab, bukan berarti bahwa Al-Quran tidak untuk seluruh umat. Tetapi, karena diturunkan di Arab. Maka dari itu, Allah menurunkan wahyu pertama yakni surah Qs 96:1-5. Yaitu perihal menuntut ilmu. Yang arti ayat pertamanya: "Bacalah, dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan.” (Silahkan dilihat arti selanjutnya). Selain yang saya sebutkan di atas masih banyak lagi hikmah dari wahyu Allah ini.

Jadi, perintah Allah untuk membaca supaya seluruh umat mengerti apa isi dari Al-Quran itu. Bukan hanya untuk bangsa Arab.

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-03 14:34
~
Saudara Ikhsan,

Terimakasih karena saudara sudah berkenan untuk memberikan penjelasan.

Mengenai sholat, kami bisa memaklumi mengapa orang Islam harus sholat menggunakan bahasa Arab. Menurut saudara dan sesuai dengan hadist yang saudara cantumkan, alasannya: karena sesuai dengan perintah Muhammad. Terlepas dari apa yang dibaca/diucapka n ketika sholat dimengerti atau tidak.

Tentang Al-Quran, kami sudah membaca Qs 96:1-5 yang saudara berikan di atas. Tetapi kami tidak menemukan hubungan antara ayat tersebut dengan Al-Quran yang ditulis dalam bahasa Arab. Di sana hanya dikatakan bahwa Allah akan mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahui oleh manusia.

Menurut kami arti ini sangat umum. Jelas bagi orang yang mau belajar, dia akan pintar. Dan itu bukan karena usahanya, tetapi karena kemurahan Tuhan yang telah memberi dia otak/pikiran.

Contoh: Seseorang yang mau belajar bahasa Arab, maka pasti dia dapat membaca dan mengerti isi Al-Quran yang ditulis dalam bahasa Arab.

Tapi, bagaimana dengan orang yang tidak mengerti bahasa Arab?
~
SO
# b-boyz 2013-05-03 15:54
*
Teks Al-Quran selalu asli. Bila ada terjemahannya pasti ada teks yang asli berbahasa Arab. Jadi bisa mengontrol tafsir terjemahannya. Ini beda dengan kitab lain, ada beberapa versi
terjemahan tapi tak tahu naskah aslinya.

Jadi jika ada kejadian salah tafsir pada Alkitab, kita tidak bisa mengkoreksinya.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-14 07:54
~
Saudara b-boys,

Banyak orang Muslim yang keliru dan menyangka bahwa Alkitab tidak memiliki naskah aslinya. Itu membuktikan banyak sekali yang tidak diketahui umat Muslim mengenai Alkitab. Karena pada kenyataan-Nya Alkitab tentu memiliki bahasa aslinya yaitu Ibrani untuk Alkitab Perjanjian Lama dan Yunani untuk Perjanjian Baru.

Jika saudara mau kami dapat menunjukanya pada saudara dan saudara pun dapat dengan mudah menemukan naskah sali Alkitab di mana saja, tanpa harus kesulitan mencarinya.
~
NN
 
# Ikhsan 2013-05-04 10:51
*
Kepada Staf IsadanIslam,

Memang tidak ada hubungannya Surah Al-'Alaq ayat 1-5 dengan Al-Quran yang berbahasa Arab. Tapi, maksud saya mencantumkan ayat itu yaitu perintah membaca, menuntut ilmu, untuk mengerti dan memahami isi Al-Quran dan juga kekuasaan Allah yang lainnya.

Ada banyak hikmah dibalik terbit matahari di timur dan tenggelam di barat. Nah, bagi yang tidak bisa berbahasa Arab, makanya Islam mewajibkan untuk belajar, bukan hanya bahsa Arab tapi juga ilmu yang lainnya.

Bisa Anda lihat di berbagai madrasah atau pesantren, pasti salah satu mata pelajarannya adalah Bahasa Arab.

Kenapa? Supaya kita bisa mengerti dan memahami isi Al-Quran dan Hadits.

Perihal Al-Quran berbahasa Arab, selain karena Nabi Muhammad SAW dari Arab, bisa juga saya katakan bahwa bahasa Arab memiliki tingkat sastra yang tinggi, bahasa yang indah dan santun. (Bukan bermaksud meninggikan bahasa arab, namun saya hanya menunjukkan beberapa keutamaannya).
# Staff Isa dan Islam 2013-05-15 20:33
~
Saudara Ikhasn,

Apa alasan saudara mengatakan bahwa bahasa Arab memiliki tingkat sastra yang tinggi, indah dan santun. Apakah saudara sudah membuktikannya sendiri dengan mempelajari seluruh bahasa yang ada di dunia ini.

Kita tahu bahwa bahasa-bahasa berasal dari Tuhan. Namun jika Tuhan mengistimewakan satu bahasa betapa terbatasnya Dia dan Ia adalah Allah yang munafik, menciptakan banyak bahasa namun memandang rendah bahasa dan bangsa lain. Apakah Ia layak disebut Allah yang bijak.

Justru sikap melebih-lebihka n bahasa Arab ini menunjukan sikap manusia yang kekanak-kanakan , dan bukan sifat Allah.
~
NN
# raihan muhammad 2013-05-08 18:26
*
Islam itu indah dan agama paling baik dan paling sopan.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-14 07:58
~
Saudara Raihan Muhammad,

Sebaiknya saudara menyelidiki lagi kebenaran pernyataan saudara. Fakta membuktikan sejak Islam lahir di abad ke-7 hingga tahun 2013 sudah 270 juta jiwa yang mati terbunuh oleh jihad Islam. Angka yang memilukan hati, melebihi jumlah penduduk Indonesia saat ini. Jadi inikah yang disebut agama yang baik?

Ada banyak perbedaan yang terjadi di antara sesama Islam itu sendiri, terutama mengenai persoalan tata cara peribadatan dan perkara-perkara lahiriah lainya. Orang Islam sendiri mengasosiasikan keislamannya dengan sesama muslim yang berpandangan sama.

Kebingungan umat Mulim ini membuat saya bertanya, apakah benar aturan-aturan agama di dalam Islam adalah buatan Allah.

Contoh, mengenai arah kiblat. Di Indonesia umat Islam pernah gempar dengan arah kiblat yang telah dijalankan sekian lama namun dikemudian hari ditemukan bahwa arahnya kurang tepat. Lalu dengan rasa bersalah dan rasa takut arah kiblatpun digeser.

Jadi apakah ini aturan Allah, bukankah Allah itu Maha dan tidak dibatasi oleh satu arah saja?
~
NN
# Farel 2013-05-17 17:19
*
Menurut saya, staf Isa dan Islam belum mengerti lebih detail tentang Islam. Saya ingin menjelaskan bahwa, rumah Allah ada di mana-mana. Yaitu di masjid.

Saya hanya ingin tanya, Kristen mengharuskan memakai pakaian yang rapi saat ke gereja. Lalu, mengapa harus saat di gereja saja? Mengapa di luar gereja tidak?
# Staff Isa dan Islam 2013-05-20 14:46
~
Saudara Farel,

Bila memang benar menurut ajaran Islam rumah Allah di mana-mana, lalu mengapa umat Islam diwajibkan mengunjungi Mekkah atau istilah dalam Islam disebut naik haji? Dapatkah saudara menjelaskan hal ini?

Bila rumah Allah ada di mana-mana, mengapa setiap kali sholat, umat Islam harus menghadap ke Mekkah? Apakah karena Allah yang disembah umat Muslim sedang bersemayam di sana? Kiranya saudara tidak keberatan untuk menjelaskan!

Menurut kami hal berpakaian tergantung kepada selera seseorang. Dan perlu saudara ketahui, dalam ajaran Kristen tidak ada perintah orang-orang yang di luar gereja dapat memakai baju seenaknya.

Bicara tentang memakai baju, setahu kami wanita Muslim diwajibkan untuk memakai jilbab. Pertanyaan kami: Mengapa sangat banyak wanita-wanita Muslim yang tidak berjilbab, bahkan mereka memakai pakaian seksi? Kiranya saudara tidak keberatan untuk menjelaskan!
~
SO
# Ikhsan 2013-05-20 14:08
*
Kepada Staf IDI,

Bukan maksud saya melebihkan bahasa Arab. Namun, itu adalah keutamaannya dibanding bahasa lain.

Allah menciptakan secara berpasangan, ada miskin ada kaya, ada siang ada malam, ada laki ada perempuan. Saya contohkan, Allah menciptakan kita berbangsa-bangs a, bersuku-suku. Tetapi, apakah setiap bangsa atau suku itu sama?

Tidak, karena ada bangsa atau suku atau kerajaan atau negara yang lebih hebat dan besar dibanding dengan yang lainnya. Contoh saja Indonesia itu memiliki keanekaragaman budaya dan SDA yang tidak dimiliki bangsa lain.

Orang kaya belum tentu lebih hebat dibanding orang miskin, orang pintar belum tentu lebih mulia dibanding orang bodoh, dan sebaliknya.

Jadi, maksud saya adalah bahwa bangsa Arab itu telah dikenal memiliki tingkat sastra bahasa yang tinggi, indah, dan santun. Namun, bukan berarti Allah mengistimewakan satu bangsa saja

Terimakasih,
# Staff Isa dan Islam 2013-05-25 07:22
~
Saudara Ikhsan,

Menurut saudara, alasan penggunaan bahasa Arab dalam sholat, karena hal tersebut sesuai dengan perintah Muhammad. Sebab Muhammad orang Arab, jadi dia sholat menggunakan bahasa Arab. Yaitu bahasa yang dia mengerti Muhammad. Pada konsep ini, Islam semata-mata diperintahkan hanya meneladani Muhammad, bukan terpusat pada kebutuhan umatnya.

Lalu, mengapa Al-Quran menggunakan bahasa Arab. Menurut saudara karena bahasa Arab lebih baik dibanding bahasa lain, bahkan bahasa Inggris. Juga di atas saudara telah menjelaskan alasannya.

Jujur sebenarnya penjelasan ini menurut kami sedikit kurang masuk akal. Mengapa? Menurut kami kitab suci adalah kitab yang berfungsi sebagai pedoman dan penuntun bagi umatnya. Sehingga setiap umat diwajibkan membaca, mempelajari, dan memahami is kitab tersebut. Agar kehidupan mereka tidak melenceng dari norma-norma yang telah dijelaskan dalam kitab itu. Apakah saudara setuju dengan alasan kami ini?

Bila saudara setuju dengan alasan kami di atas. Pertanyaanya adalah: Apakah orang yang tidak mengerti bahasa Arab dapat memahami Al-Quran? Manakah lebih baik: Mempertahankan keindahan dari satu bahasa atau memperhatikan kebutuhan umatnya?
~
SO
# ryan 2013-05-27 08:01
*
Salam pada semua yang diskusi,

Bagi saya yang pengetahuannya cetek tentang Islam, malah jadi makin percaya dan yakin. Pada saudara non-Muslim juga mungkin bisa ambil pelajaran dan mengambil kesimpulan sendiri mengikuti nurani masing-masing. Karena ada istilah kata nurani itu tidak pernah bohong.

Saya pernah pelajari semua agama, walau mungkin masih dangkal. Jadi berharap forum dialog atau diskusi ini diteruskan dengan mengedepankan kepentingan penambahan wawasan. Bagi kami umat Muslim malah makin banyak wawasan juga. Terimakasih atas dimuatnya komentar ini.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-27 20:01
~
Saudara Ryan,

Terimakasih untuk komentar saudara. Jelas tujuan dari forum atau diskusi ini adalah untuk berbagi kebenaran firman Allah. Dan kami tidak akan pernah memaksa siapapu untuk meninggalkan agamanya. Hal mengubah iman seseorang bukanlah otoritas kami, Allah-lah yang berhak untuk melakukan itu.

Artikel di atas sedang membahas tentang “Sholat yang mengharuskan berkiblat ke Ka'ba.” Dapatkah saudara menjelaskan, mengapa orang Islam ketika sholat harus menghadap ke Ka'bah? Bukankah Allah tidak terbatas oleh ruang dan waktu? Sehingga kita dapat beribadah menghadap ke mana saja dan kapan saja.
~
SO
# wahyudi kurniawan 2013-06-09 12:01
*
Mengapa orang Islam sholat menghadap ke Ka'bah? Saya ingin bertanya juga kepada anda, jika agama anda tidak ada pendisiplinan untuk menyembah Allah, bukan tidak mungkin ada umat Kristiani yang ketika sholat menyembah kotoran manusia atau kotoran hewan, karena anda berkata anda sholat bebas menghadap kemana saja, dan saya meragukan agama yang anda anut.

Menurut anda Isa Al-Masih adalah Anak Allah? Dari mana anda tahu dia Anak Allah, kalaupun itu benar, kenapa Allah yang menjadi Bapa-Nya tidak memberi pertolongan kepada anak-Nya? Sungguh kejamnya seorang Bapa melihat anak-Nya dianiyaya tanpa memberi pertolongan, anda juga mengatakan Isa Al-Masih Tuhan? Jadi mana Tuhan anda yang sebenarnya? Anda mempunyai dwi Tuhan. Mana yang mesti disembah?
# Staff Isa dan Islam 2013-06-10 23:20
~
Saudara Wahyudi Kurniawan,

Arah kiblat Islam tidak ada hubungannya dengan pendisiplinan. Yang perlu di disiplin adalah ketepatan waktu sholat. Sedangkan arah kiblat sholat berkaitan dengan konsep ketuhanan. Buktinya, umat Islam tidak akan menjalankan sholat ke arah yang bukan kiblatnya.

Jika saudara sholat ke arah kiblat apa yang saudara pikirkan tentang posisi Allah. Tentu saudara berpikir Allah ada di Arasy bukan di arah kiblat. Lalu mengapa arah kiblat menjadi begitu suci sehingga tidak boleh bergeser sedikitpun, apalagi pindah arah. Jawabannya tentu akan kembali kepada konsep ketuhanan. Dan lagi-lagi inipun membingungkan.
~
NN
# ogi 2013-06-09 21:15
*
Quoting wahyudi kurniawan:
mengapa orang Islam Sholat menghadap ke Ka'bah? Saya ingin bertanya juga kepada anda, jika agama anda tidak ada pendisiplinan untuk menyembah Allah, bukan tidak mungkin ada umat kristiani yang ketika sholat menyembah kotoran manusia atau kotoran hewan, karna anda berkata anda sholat bebas menghadap kemana saja,dan saya meragukan agama yang anda anut, menurut anda isa almasih adalah anak Allah? dari mana anda tahu dia anak Allah, kalaupun itu benar, kenapa Allah yang menjadi BapaNya tidak memberi pertolongan kepada anaknya? Sungguh kejamnya seorang bapa melihat anaknya dianiyaya tanpa memberi pertolongan, anda juga mengatakan isa almasih Tuhan? jadi mana Tuhan anda yang sebenarnya? anda mempunyai Dwi Tuhan???mana yang mesti disembah?

Wahyudi, pelajari dulu Al-Quran dengan benar, dan bacalah Injil sampai tamat, pasti anda akan bisa menjawab pertanyaan anda sendiri. Apakah anda tahu apa isi Ka'bah? Tempat apa Ka'bah sebelum dipakai oleh orang Islam?
# oces 2013-06-09 22:13
*
Kenapa Muslim berkiblat ke Ka'bah? Karena disanalah bersemayam Al-ilah rajanya ilah-ilah yang berjumlah 360 itu. Muhammad termasuk juga yang ikut ritual penyembahan ilah-ilah itu. Setelah mendapat “wahyu” dia menghancurkan semua berhala kecuali Al-ilah.

Jadi jangan beranggapan Allah-nya orang Kristen sama dengan Allah-nya Islam. Allah-nya Islam ya Allah yang berasal dari Al-ilah menjadi Allah.

Kenapa orang Islam yang naik haji selalu mencium batu hitam Hajar Aswad? Karena dulu Muhammad suka mencium batu hitam ini. Apakah batu hitam ini yang disebut Al-ilah?
# erlian 2013-06-13 17:47
*
Dalam ilmu tasawuf ada 4 bagian syariat, tarekat, hakikat, makrifat. Dan ibadah serta segala tata caranya merupakan syariat yang ditentukan Allah. Kalau sudah mencapai tingkat Ma'rifat kita bisa berkomunikasi dengan Allah secara terus menerus (maksud komunikasi di sini bukan dialog yang harus dijawab dengan kata).

Dan pastinya untuk mencapai tingkat tersebut tidak mudah. Hanya orang dengan keimanan tinggi yang dapat mencapainya. Dan pastinya jika sudah mencapai tingkat atas, tidak boleh meninggalkan tata cara tingkat bawahnya. bila ingin lebih paham tanya ustad saja.

Soal mencium Hajar Aswad (batu hitam pada Ka'bah) itu merupakan perintah Nabi Muhammad. Karena itu merupakan batu suci dari surga.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-20 22:11
~
Saudara Erlian,

Lalu bagaimana dengan orang yang berada di tingkat bawah. Berarti mereka gologan yang tidak pernah berkomunikasi dengan Allah, padahal mereka sudah menjalankan tuntutan keislaman. Kasihan sekali bagi orang Muslim yang masih berada di tingkat bawah.

Ajaran adanya tingkatan pendekatan kepada Allah sangat berbeda dengan ajaran Injil yang menekankan kemurahan hati Allah bagi segala lapisan orang. Ajaran tingkatan ini sepertinya bertentangan juga dengan sifat pemurah Allah. Jangan-jangan ajaran tingkatan tersebut adalah hasil rekayasa manusia semata.
~
NN
# Rojo Poso 2013-06-22 15:39
*
Dear Staf IDI,

Pada mulanya, kiblat mengarah ke Yerusalem. Menurut Ibnu Katsir, Nabi Muhammad dan para sahabat salat dengan menghadap Baitul Maqdis. Namun, Nabi Muhammad lebih suka salat menghadap kiblatnya Nabi Ibrahim, yaitu Ka'bah. Oleh karena itu dia sering salat di antara dua sudut Ka'bah, sehingga Ka'bah berada di antara dirinya dan Baitul Maqdis. Dengan demikian dia salat sekaligus menghadap Ka'bah dan Baitul Maqdis.

Setelah hijrah ke Madinah, hal tersebut tidak mungkin lagi. Ia salat dengan menghadap Baitul Maqdis. Ia sering menengadahkan kepalanya ke langit menanti wahyu turun agar Ka'bah dijadikan kiblat salat. Allah pun mengabulkan keinginannya dengan menurunkan ayat 144 dari Surat al-Baqarah.

Banyak nabi sebelum Muhamad yang salat mengahadap kebaitul maqdis (Bait Allah).
# Staff Isa dan Islam 2013-06-23 18:25
~
Saudara Betul, memang sebelum Muhammad sholat dengan menghadap satu kiblat tertentu, orang Yahudi pun sudah melakukannya terlebih dahulu. Karena kiblat berasal dari ajaran Yahudi. Ketika Muhammad ingin meneguhkan kenabiannya, dia berusaha mengikuti cara Yahudi beribadah. Diapun sholat dengan berkiblat ke Yerusalem agar bangsa Yahudi mau mengakui kenabiannya. Sayangnya, dia tidak berhasil dan akhirnya memindahkan kiblatnya ke Mekkah.

Tetapi di sini kami tidak akan membahas hal itu lebih lanjut. Karena menurut kami Allah berada dimanapun. Sehingga, ketika kita ingin beribadah kepada-Nya, kita dapat menghadap kemana saja.

Firman Allah dalam kitab suci mengatakan, “Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu” (Kitab Nabi Besar Yesaya 59:2)

Jadi, yang membuat apakah ibadah kita berkenan kepada Allah atau tidak, bukan pada kiblat yang kita tuju. Tetapi bagaimana hati kita ketika kita beribadah. Apakah masih ada dosa yang tersimpan di sana?
~
SO
# Rojo Poso 2013-06-24 20:02
*
Dear Staf IDI

Maaf saya kutipkan lagi 3 ayat dalan Injil tentang nabi yang bersujud ke arah Bait Allah.

Mazmur 138:2 Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena
kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu.

Yehezkiel 44:4. Lalu dibawanya aku melalui pintu gerbang utara ke depan Bait Suci; aku melihat, sungguh, rumah TUHAN penuh kemuliaan TUHAN, maka aku sujud menyembah.

Daniel 6:10 Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.

Kalau kiblat tidak diperlukan kenapa para nabi bersujud mengarah ke Bait Allah?
# Staff Isa dan Islam 2013-06-29 11:39
~
Saudara RoJo Poso,

Seperti yang sudah kami jelaskan pada komentar kami sebelumnya, kami tidak menentang tentang nabi-nabi pada jaman sebelum Yesus datang, mereka sujud ke arah Bait Allah.

Tetapi, yang perlu kami tekankan di sini, tujuan mereka sujud mengarah ke Bait Allah bukan supaya Allah mendengar doa mereka. Tetapi karena itulah tradisi bangsa Yahudi.

Dan setelah Yesus turun ke dunia, Dia tidak pernah mengingatkan atau mengajarkan kepada murid atau pengikut-Nya untuk menghadap ke Bait Allah ketika beribadah. Sebab kemanapun kamu menghadap atau bagaimanapun posisi tubuhmu ketika beribadah, itu tidak menjamin Allah mendengar doamu.

“Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat” (Injil, Rasul Besar Matius 15:19) Bagaimana kondisi hatimu ketika beribadah, itulah yang diperhatikan Allah. Karena hati yang menyimpan dosa, doanya tidak akan didengar Allah.
~
SO
# Rojo Poso 2013-06-29 23:57
*
Dear Staf IDI

Memang Yesus tidak bersujud ke arah kiblat seperti nabi-nabi lain. Musa, Yakub, Daud, Salomo, dan nabi-nabi lain punya kiblat. Mendirikan kiblat (bait suci) adalah perintah Allah, jadi bersujud ke arah bait suci adalah perintah Allah, bukan tradisi orang Yahudi. Tapi Yesus pun bersujud itulah intinya.

Dan seseorang yang bersujud tidak akan pernah mau menjadi kiblat untuk orang lain bersujud. Karena sujud yang dilakukan-Nya sama dengan sujud yang kami lakukan setiap hari (muka menyentuh lantai dan menyetarakan kepala dengan kaki sendiri/mengham bakan diri).

Thank's
# Staff Isa dan Islam 2013-07-13 12:21
~
Saudara Rojo Poso,

Menurut kami kiblat dengan bait suci adalah dua hal yang berbeda. Pada zaman para nabi mereka sering membuat tugu peringatan ketika mereka mengalami pengalaman rohani dengan Allah. Dan tidak jarang mereka pun berdoa di situs. Tapi bukan berarti tugu peringatan tersebut menjadi kiblat mereka.

“Kemudian Yakub mendirikan tugu di tempat itu, yakni tugu batu; ia mempersembahkan korban curahan dan menuangkan minyak di atasnya” (Taurat, Kitab Kejadian 35:14).

Bait Suci atau disebut juga Bait Allah adalah tempat pusat peribadatan kaum Yahudi di zaman itu. Basanya di Bait Allah ini setiap hari pemuka agama membaca Kitab Suci. Dalam Kitab Suci Injil dijelaskan, ketika Yesus masih kanak-kanak Dia pun sudah berkumpul bersama pemuka agama di Bait Allah.

“Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pert anyaan kepada mereka” (Injil, Rasul Lukas 2:46).

Sedangkan kiblat adalah: Arah yang harus menjadi fokus ketika seseorang beribadah. Contoh: Umat Muslim ketika sholat harus menghadap ke Mekka. Bila menghadap ke arah lain, maka sholatnya tidak sah.

Tetapi tidak demikian dengan para nabi termasuk Yesus. Alkitab tidak pernah mengatakan mereka harus menghadap ke Yerusalem ketika berdoa, dan bila ke arah lain maka doanya tidak didengar Allah.

Posisi tubuh ketika berdoa menurut kami bukan sesuatu yang harus dipermasalahkan . Apakah karena Yesus berdoa dengan sujud berarti Dia beragama Islam? Saya juga ketika berdoa sering sujud, berdiri, duduk, berlutut. Dan menurut saya itu bukan sesuatu yang aneh. Karena Allah tidak melihat bagaimana posisi tubuh saya ketika saya berdoa.
~
SO
# salam damai 2013-07-01 03:20
*
Pertanyaan anda tentang kiblat dan arah umat Muslim shalat menghadap Ka'bah: Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia (Qs 3:96).

Harusnya kalau anda ahli kitab anda sendiri, pasti tahu dan kenapa kiblat umat Muslim ke sana, karena mengulang sejarah yang lalu.

“Dan, ingatlah ketika Ibrahim meninggikan pondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), ‘Ya Rabb kami, terimalah (amal) dari kami. Sesungguhnya, Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (Qs 2:127).
# Staff Isa dan Islam 2013-07-13 12:22
~
Ketika Muhammad mulai menyebarkan ajarannya dan untuk mengukuhkan kenabiannya, Muhammad memilih Yerusalem sebagai kiblat. Tujuannya, agar orang Yahudi menerima dia sebagai nabi. Sayangnya niat Muhammad tersebut tidak tercapai, orang Yahudi menolak kenabian Muhammad. Dan akhirnya Muhammad pun menggeser kiblatnya menjadi ke Mekkah.

Jika memang benar Al-Quran telah mengatakan bahwa rumah yang mula-mula dibangun untuk manusia ada di Mekkah, lalu mengapa Muhammad berkiblat ke Yerusalem? Mengapa tidak langsung ke Mekkah saja?

Dan lagi, Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa Ibrahim tinggal bersama-sama dengan Ismael untuk membangun Bait Allah di Mekkah. Karena Ismael bukanlah orang Arab, melainkan orang Mesir.
~
SO
# dodol 2013-07-02 11:40
*
Kapan Mekkah dan Ka'bah dibangun? Oleh siapa siapa? Apa oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismael ribuan tahun sebelum masehi? Anehnya sampai kira-kira abad ke-e Masehi (kalau tidak salah), tidak ada bukti keberadaan Mekkah. Tidak ada satu pun bukti arkeologis keberadaan Mekkah pada ribuan tahun sebelum masehi.

Kalau Nabi Ibrahim dan Nabi Ismael memang mendirikan kota Mekkah dan Ka'bah, tentu nama mereka akan tercatat oleh generasi berikutnya seumur hidup. Bukankah pendirian suatu kota dan rumah ibadah adalah suatu prestasi cemerlang bukan? Kenyataanya pernyataan tentang Mekkah dan Ka'bah hanya datang dari Islam tanpa bukti apa pun pendukungnya.
# Staff Isa dan Islam 2013-07-13 12:22
~
Saudara Dodol,

Maaf kami tidak mempunyai informasi yang lengkap tentang kapan Mekkah dan Ka'bah dibangun. Memang orang Islam percaya bahwa yang membangun Mekkah dan Ka'bah adalah Nabi Ibrahim dan anaknya Ismael.

Hal itu sulit dipercaya. Karena Alkitab tidak pernah sama sekali mengatakan bahwa Nabi Ibrahim tinggal di Mekkah dan mendirikan Ka'bah di sana bersama anaknya. Dan lagi, sulit dipercaya kalau Ismael menetap di Arab, sebab ibunya bukan orang Arab melainkan seorang budak dari Mesir.
~
SO
# Najib 2013-07-02 18:40
*
Al-Quran sudah diterjemahkan dalam banyak bahasa, sehingga setiap orang bisa memahaminya, termasuk Saudara Admin sendiri saya kira sudah baca terjemahan Indonesianya.

Mengenai shalat berbahasa Arab, Al-Quran berbahasa Arab, saya setuju bahwa salah satu alasannya adalah karena bahasa Arab adalah bahasa terindah gaya dan struktur bahasanya di antara bahasa-bahasa yang Allah ciptakan. Cobalah saudara Admin dengarkan betapa indahnya suara para imam melantunkan ayat-ayat suci berbahasa Arab ketika salat (maaf, bukannya merendahkan mereka yang kurang merdu suaranya), demikian pula ketika perlombaan tentang Al-Quran dalam MTQ misalnya,.

Bagi yang belum paham bacaan shalat karena berbahasa Arab, itu merupakan tugas kita mengajari sedikit demi sedikit. Karena sungguh memahami arti bacaan salat bukanlah hal yang sulit-sulit amat, karena memang tidak terlalu banyak! Saya yakin, Saudara dalam waktu sehari saja bisa diajari arti bacaan shalat itu.
# Staff Isa dan Islam 2013-07-13 12:23
~
Saudara Najib,

Menurut kami fungsi dari sebuah kitab suci bukan hanya untuk diperdengarkan, dibaca dengan suara merdu, atau diperlombakan.

Fungsi dari sebuah kitab suci adalah sebagai pedoman bagi yang mengimaninya. “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung” (Kitab Nabi Yoshua 1:8). Bagaimana dapat digunakan sebagai pedoman bila bahasanya saja tidak mengerti?

Demikian juga ketika sholat, Allah tidak pernah melihat apakah kita sholat dengan menggunakan bahasa yang indah atau merdu. Apa gunanya kita sholat dengan menggunakan bahasa yang terindah sedunia, bila kita saja tidak mengerti apa yang kita sampaikan?

Dan lagi, kalau pun sholat menggunakan bahasa Arab dan Al-Quran ditulis dalam bahasa Arab, menurut kami bukan karena bahasa Arab merupakan bahasa terindah gaya dan struktur bahasanya di antara bahasa-bahasa yang Allah ciptakan. Tetapi karena Muhammad kebetulan keturunan Arab. Bagaimana jika seandainya Muhammad orang Jawa? Pasti sholat akan menggunakan bahasa Indonesia, demikian juga Al-Quran akan ditulis dalam bahasa Indonesia.
~
SO
# Tanya Tanya 2013-07-07 19:02
*
Alkitab memberitakan Yesaya 40:22 “Dia yang bertakhta di atas bulatan bumi yang penduduknya seperti belalang; Dia yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman!”

Dunia bulat, kalau sholat harus menghadap ke Mekkah, pada waktu yang sama juga membelakangi Mekkah. Gimana ini?
# abdillah 2013-07-10 01:37
*
Hikmah dibalik penetapan Kiblat. Sebagaimana kita ketahui, ibadah puasa dan dzikrullah (mengingat Allah) adalah ibadah individu. Adapun Shalat dan Haji adalah ibadah yang dikerjakan secara berjama’ah (bersama-sama). Prinsip terpenting untuk mencapai kesatuan dan kesetia-kawanan (solidaritas) kelompok adalah dengan penyatuan arah pandangan yang menafikkan pengelompokan atas dasar kebangsaan, rasialisme, kesukuan, asal wilayah, bahasa, maupun asal negara.

Allah memilih kiblat sebagai jalan-keluar untuk mencapai kesatuan dan solidaritas umat. Kiblat yang tunggal untuk semua orang di seluruh penjuru dunia melambangkan kesatuan dan keseragaman. Lebih dari itu, perintah ini sangat sederhana dan mudah dikerjakan, baik oleh lelaki ataupun perempuan, berpendidikan tinggi ataupun rendah, orang kampung ataupun orang kota, kaya ataupun miskin, semuanya menghadap ke titik yang sama.
# Staff Isa dan Islam 2013-07-13 12:23
~
Saudara Abdillah,

Benarkah Allah yang menetapkan kiblat? Bila benar Allah yang menetapkan kiblat, siapakah yang salah, Muhammad atau Allah, ketika kiblat umat Muslim ke Yerusalem di awal-awal Muhammad mendirikan agamanya?

Kami setuju dengan pendapat saudara, bahwa sholat menggunakan kiblat bukan suatu hal yang susah. Tetapi yang menjadi permasalahan bukan pada pengerjaannya, tetapi lebih kepada alasan mengapa sholat harus menghadap ke Ka'bah di Mekkah? Dan mengapa sholat yang tidak menghadap ke Mekkah dinyatakan tidak sah?

Kesatuan dan solidaritas apakah yang akan dimunculkan dari kiblat ini? Bukankah setiap negara bahkan daerah mempunyai perbedaan waktu yang berbeda-beda? Jadi bagaimana mungkin pada waktu yang sama akan menghadap ke Ka'bah?
~
SO
# Staff Isa dan Islam 2013-07-12 20:56
~
Saudara Sandy,

Maaf bila komentar-koment ar saudara kami hapus. Saran kami, bila saudara ingin memberi komentar, silakan memberikan komentar secara singkat dan jelas.

Bila ada yang ingin saudara jelaskan secara panjang lebar, silakan mengirimkan lewat email ke staf kami di: .

Demikian, harap saudara maklum.
~
SO
# tubagus 2013-08-13 22:15
*
Kami orang Islam dalam menjalankan sebagaimana yang telah dicontohkan oleh uswah kami yaitu Muhammad SAW karena beliau mengatakan dalam haditsnya "sholatlah kalian sebagaimana kalian melihatku sholat". Jadi gak mungkin kami mengubahnya setiap ajaran seperti anda. Sudah jelas Nabi Isa AS itu rasul tapi kalian pertuhankan.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-16 11:26
~
Saudara Tubagus,

Sholat yang saudara jalankan adalah bagian dari ibadah yang diajarkan oleh nabi saudara. Namun umat Islam menjalankan sholat sebagai cara untuk dapat masuk surga dan dapat diterima oleh Allah.

Saudaraku apakah sholat yang saudara lakukan dapat menjamin saudara untuk dapat masuk surga-Nya?Karen a usaha apapun yang dilakukan manusia tidak dapat menyelamatkan manusia dari hukuman siksa di neraka akibat dosa manusia. Hanya Allah sendiri yang dapat menyelamatkan ciptaan-Nya.

“Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus [Isa Al-Masih], Tuhan kita” (Injil, Surat Roma 6:23).

Allah menyediakan jalan untuk menyelamatkan manusia dengan menjadi manusia dalam Isa Al-Masih. Karena itu hanya Isa Al-Masih satu-satunya jalan keselamatan bagi manusia.
~
NN
# jarwo 2013-09-10 22:38
*
Untuk umat Muslim,

Kalau kalau anda sholat berkiblat ke Barat berarti itu menghadap ke Afrika. Para ulama besar Islam di Indonesia seperti Syekh Siti Jenar dan Kyai haji Ahmad Dahlan sudah membuktikannya, jika anda sholat menghadap ke barat maka anda menghadap ke afrika bukan ke Mekkah. Maka untuk itu sholat anda harus miring sedikit ke arah Barat Laut seperti yang dilakukan pengikut-pengik ut Ahmad Dahlan dahulu.
# Staff Isa dan Islam 2013-09-14 13:47
~
Saudara Jarwo,

Terimakasih untuk informasi yang saudara berikan. Dengan adanya pembuktian ini, berarti sholat yang dilakukan umat Muslim di Indonesia selama ini tidak sah. Karena sholat yang sah harus menghadap ke Mekkah.

Bagaimana tanggapan Sdr. Jarwo tentang hal ini?
~
SO
# Teguh 2013-09-12 00:20
*
Staff IDI tentu lebih paham tentang makna dan fungsi maupun hal yang berkaitan perihal Tabut Perjanjian. Kiranya mau berbagi untuk memberi pemahaman yang benar kepada saya.

Apakah betul itu dimaknai sebagai lambang kehadiran Allah sehingga dikhususkan bagi kaum Lewi untuk membawa kemana-mana setiap kali Allah perintahkan bangsa Israel pergi?

Bahkan pernah diletakkan di tempat seseorang dan membuat keluarga tersebut diberkati. Kemudian ada kemenangan yang dialami saat Tabut Allah berada di pihaknya. Ini menunjukan bahwa benda tersebut memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan orang sekitarnya.

Kalau memang betul begitu, maka tidak jauh berbeda dengan Ka’bah maupun Hajar Aswad yang menandakan bahwa "allah swt" berkenan untuk bersemayam di tempat tersebut.
# Staff Isa dan Islam 2013-09-14 13:48
~
Saudara Teguh,

Memang benar Tabut Perjanjian melambangkan kehadiran Allah. Namun Allah sendiri tidak mau Tabut tersebut menjadi semacam jimat melebihi Allah sendiri. Allah bukan hanya membawa berkat kepada orang yang percaya kepada-Nya, tetapi juga membawa kutuk terhadap orang-orang yang tidak memandang Allah secara serius.

Ada kasus dalam Alkitab di mana bangsa Israel membawa Tabut untuk berperang agar mereka menang. Namun bangsa Israel kalah dan Tabut Perjanjian dirampas bangsa Filistin. Peristiwa ini melambangkan Allah tidak berkenan kepada mereka yang lebih mementingkan Tabut Perjanjian dibanding kehadiran Allah sendiri. Ketika Tabut dirampas, Allah juga hadir di tengah musuh bangsa Israel, tapi tidak membawa berkat melainkan kutuk. Orang Filistin-pun akhirnya mengembalikan Tabut tersebut kepada bangsa Israel karena sudah tidak kuat.

Dalam kasus yang saudara sebut sebelumnya, alasan Tabut itu diletakkan di rumah seseorang (keluarga Obed-Edom yang sebenarnya adalah orang Filistin) adalah bahwa Tabut itu sengaja "ditelantarkan" oleh Raja Daud. Sebelumnya, ketika Tabut itu dipindahkan dari rumah seorang imam ke Zion, seorang imam muda tidak sengaja menyentuh Tabut tersebut agar tidak jatuh, tapi Allah malah menghukum imam muda itu sehingga ia mati.

Raja Daud takut akan amarah Tuhan, lalu dia sengaja berbelok dan "menelantarkan" Tabut itu di rumah Obed-Edom selama 3 bulan. Karena Allah malah memberkati Obed-Edom, akhirnya Daud mengerti bukan Tabut itu yang membawa berkat ataupun kutuk, melainkan Allah sendiri. Selama Daud mengikuti dan menghormati Allah, dia akan mendapatkan berkat. Raja Daud bahkan menolak membawa Tabut itu ketika ia kabur saat anaknya memberontak. Ia mengerti bahwa Allah sendiri yang akan menolongnya apabila Allah berkenan, bukan Tabut Perjanjian.

Kasus di atas dapat saudara baca secara detail di Alkitab, dalam Kitab Nabi Samuel.

Kesimpulannya, Tabut Perjanjian hanya merupakan simbol dan tidak bisa menggantikan Allah. Jika Tabut menjadi lebih penting daripada Allah, kutuk akan datang. Bagaimanapun juga, Tabut tersebut sudah terbukti membawa mujizat (baik berkat maupun kutuk) bukan karena itu barang ajaib, melainkan hadirat Allah sendiri. Hal itu sudah terbukti bukan hanya terjadi dalam sejarah Israel, tetapi juga sejarah orang lain.

Ka'bah tidak mendapatkan bukti tersebut karena tidak ada mujizat yang terjadi selama Ka'bah hadir selama ratusan tahun.
~
SO
# Staff Isa dan Islam 2013-09-30 19:51
~
Saudara Andi Issa,

Terimakasih untuk komentar yang telah saudara berikan. Maaf bila kami terpaksa untuk menghapus komentar-koment ar saudara tersebut karena tidak sesuai dengan aturan yang telah kami tentukan.

Saran kami, bila saudara ingin memberi komentar, silakan memperhatikan aturan di bawah ini:

(1) Tidak boleh memakai lebih dari satu kotak.
(2) Pertanyaan / masukan harus berhubungan erat dengan uraian diatas.
(3) Sebaiknya satu atau dua pertanyaan dimasukan dalam satu comment.
(4) Masukan harus selalu sopan dan jangan agresif.
(5) Masukan tidak boleh memuat banyak bahasa lain, misalnya Bahasa Arab.
(6) Masukan harus dalam Bahasa Indonesia yang lazim dimengerti semua orang.
(7) Jangan memakai singkatan-singk atan, misalnya yg, dlm, sdh, tdk, dlsbgnya.
(8) Huruf besar tidak boleh dipakai untuk menekankan sesuatu.

Demikian, kiranya saudara maklum adanya.
~
SO
# via 2013-10-07 09:25
*
Encyclopedia Americana menulis :

"...Sekiranya orang-orang Islam berhenti melaksanakan thawaf ataupun shalat di muka bumi ini, niscaya akan terhentilah perputaran bumi kita ini, karena rotasi dari super konduktor yang berpusat di Hajar Aswad, tidak lagi memencarkan gelombang elektromagnetik.

Pertanyaannya apakah sebelum kami melakukan sholat bumi ini tidak berotasi? Karena kami melakukan sholat setelah nabi Muhammad berisra miraj.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-15 10:08
~
Saudara Via,

Firman Tuhan mengajarkan bahwa bumi berputar atas kehendak Allah sang pencipta. Bumi sudah berputar sejak ia diciptakan. Sungguh mustahil apabila perputaran bumi kita bergantung kepada solat umat Islam yang baru lahir di abad ke-7, atau oleh ibadah gerejawi, doa umat Buddha dan materi-materi apapun yang terdapat di dalam bumi ini.

Silakan mencoba menghentikan perputaran bumi dan semoga berhasil.
~
NN
# Staff Isa dan Islam 2013-10-11 10:47
~
Saudara Andi As,

Kami berterimakasih atas kesediaan saudara mengunjungi situs kami juga memberikan komentar. Namun maaf, dengan terpaksa kami harus menghapus komentar-koment ar saudara karena tidak sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan.

Saran kami, sebelum saudara memberi komentar, kiranya saudara dapat membaca aturan yang telah kami taruh di bawah setiap artikel yang ada. Untuk lebih jelasnya, dibawah ini kami tuliskan kembali aturan tersebut.

Pedoman wajib untuk memasukkan komentar:
1. Tidak boleh memakai lebih dari satu kolom komentar.
2. Pertanyaan/masu kan harus berhubungan dengan uraian diatas.
3. Sebaiknya satu atau dua pertanyaan dalam satu kolom komentar.
4. Hanya menggunakan bahasa Indonesia yang umum dan dimengerti semua orang.
5. Tidak memakai singkatan-singk atan, misalnya yg, dlm, sdh, tdk, dlsbgnya.
6. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
7. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.

Untuk pertanyaan/masu kan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .
Kiranya petunjuk-petunj uk di atas dapat kita perhatikan.

Demikian, kiranya saudara dapat maklum.
~
SO
# abdullah 2013-10-23 22:25
~
Membingungkan?Mana yang lebih membingungkan laga? Saya pernah berbicara dengan teman yang seorang mualaf, pernah suatu ketika dia salah masuk kesuatu gereja Toraja. Karena dia orang Dayak, maka dia tidak paham dengan apa yang disampaikan oleh pendeta. Jadi saya mempunyai kesimpulan, dengan munculnya Injil dengan berbagai bangsa, seolah-olah menerapkan eksklusivitas sesuai persuku dan tidak global. Contoh kecil di Amerika sana kita akan menemukan gereje kulit hitan yang tidak akan dimasuki oleh orang kulit putih dan sebaliknya. Lebih baik mana jikalau kita menggunakan bahasa yang sama dalam beribadah?Kibla t yang satu tujuan, dan anda jangan salah sangka. Kami umat Islam hanya menyembah Allah, bukan ka'bah dan batu hitam, sebagaimana klaim anda bahwa anda tidak menyembah manusia yang mati diatas tiang salibnya
# Staff Isa dan Islam 2013-12-03 09:55
~
Saudara abdullah,

Tujuan penerjemaan Alkitab dalam berbagai bahasa adalah agar manusia yang terdiri dari beragam bahasa dapat lebih memahami apa yang disampaikan Allah melalui Firman-Nya. Jika ada gereja-gereja suku seperti yang saudara sebutkan, itu hanya untuk melestarikan budaya suku-suku yang ada. Karena Injil pun dapat masuk ke semua budaya yang ada tanpa harus merubah budaya tersebut.

Jadi baik orang Sunda, Jawa dapat beribadah sesuai bahasa dan kebudayaannya sehingga dapat lebih memahami. Bukankah kita lebih memahami bila beribadah dengan bahasa yang kita mengerti, daripada bahasa yang tidak kita mengerti?

Bila umat Muslim tidak menyembah batu hitam, lalu mengapa umat Muslim berlomba-lomba untuk mencium batu tersebut?
~
Noni
# Staff Isa dan Islam 2013-12-27 10:18
~
Saudara Abdul Hakim,

Kami berterimakasih atas kesediaan saudara mengunjungi situs kami juga memberikan komentar. Namun maaf, dengan terpaksa kami harus menghapus komentar-koment ar saudara karena tidak sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan.

Saran kami, sebelum saudara memberi komentar, kiranya saudara dapat membaca aturan yang telah kami taruh di bawah setiap artikel yang ada. Untuk lebih jelasnya, dibawah ini kami tuliskan kembali aturan tersebut.

Pedoman wajib untuk memasukkan komentar:
1. Tidak boleh memakai lebih dari satu kolom komentar.
2. Pertanyaan/masu kan harus berhubungan dengan uraian diatas.
3. Sebaiknya satu atau dua pertanyaan dalam satu kolom komentar.
4. Hanya menggunakan bahasa Indonesia yang umum dan dimengerti semua orang.
5. Tidak memakai singkatan-singk atan, misalnya yg, dlm, sdh, tdk, dlsbgnya.
6. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
7. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.

Untuk pertanyaan/masu kan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .
Kiranya petunjuk-petunj uk di atas dapat kita perhatikan.

Demikian, kiranya saudara dapat maklum.
~
SO
# Hamba Allah 2014-01-03 14:14
~
Mengapa kita shalat menghadap Ka’bah? Karena Allah memerintahkan seperti itu dalam syariat-Nya. Dan tentu yang paling tahu alasan dari semua ketentuan syariat hanyalah Dia. Dan kita sebagai umat Islam percaya dengan ketentuan syariat-Nya. Dan orang yang beriman yakin pasti adanya hikmah yang baik dari-Nya dari semua pristiwa ini.
# Staff Isa dan Islam 2014-01-06 13:00
~
Saudara Hamba Allah,

Kami menghargai keyakinan saudara bahwa ketika shalat seseorang harus menghadap ke Ka'bah. Walau memang menurut kami iman seperti itu sungguh aneh. Sebab, bila kita ingin menyembah Allah tidak perlu harus menghadap ke arah tertentu dan pada jam-jam tertentu.

Karena Allah ada dimana-mana, tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Allah tidak mempunyai rumah di dunia. Langit adalah takhta-Nya dan bumi adalah tumpuan kaki-Nya.

“Tetapi Yang Mahatinggi tidak diam di dalam apa yang dibuat oleh tangan manusia, seperti yang dikatakan oleh nabi: Langit adalah takhta-Ku, dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku. Rumah apakah yang akan kamu dirikan bagi-Ku, demikian firman Tuhan, tempat apakah yang akan menjadi perhentian-Ku? Bukankah tangan-Ku sendiri yang membuat semuanya ini?” (Injil, Kisah Para Rasul 7:48-50).
~
Saodah
# Hamba Allah 2014-01-10 22:29
~
Allah sendiri yang menyuruh seperti itu sesuai dengan syariat-Nya. Dan satu hal yang perlu saudara ketahui bahwa di dalam syariat-Nya, Allah juga tidak pernah menyebutkan bahwa Allah tinggal di Ka'bah. Jadi hanya dugaan saudara saja jika Allah itu menempati Ka'bah.
# Staff Isa dan Islam 2014-01-16 12:17
~
Saudara Hamba Allah,

Jika Allah yang menyuruh umat Islam mengarahkan sujud solat dan menunaikan ibadah haji ke Ka'bah namun Allah tidak ada disitu sebab Ia tidak tinggal disitu, sebagaimana penuturan saudara. Lalu untuk apa harus ke Ka'bah?

Kami sangat yakin bahwa Allah itu maha bijak. Tetapi jika ada perintah-Nya yang tidak bijak maka kami ragu itu adalah perintah Allah. Sejarah berkata bahwa sebelumnya Ka'bah adalah kuil penyembahan berhala yang kemudian diadopsi Muhammad untuk dijadikan Islam.
~
Noni
# Fariant To die 2014-01-16 11:09
~
Kiblat menghadap Baitullah adalah simbol atau bukti umat Muslim tidak melenceng dari nabi-nabi-Nya. Kenapa Muslim sholat menghadap Baitulloh? Karena Muslim melakukan apa yang telah diajarkan oleh utusan Allah yaitu Yesus.

“Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau” (Mazmur 5:8).

Seperti yang tertulis di Injil. Yesus mengajarkan sholat dengan cara masuk rumah Allah, bersujud, dan menghadap Baitullah. Demikian yang diperintahkan oleh Yesus. Dan umat Muslim tidak kuasa untuk mengingkarinya.
# Staff Isa dan Islam 2014-01-21 22:09
~
Saudara Fariant To Die,

Ayat yang saudara kutip dari Mazmur adalah tulisan Nabi Daud. Dan itu adalah ungkapan isi hati Nabi Daud yang dituangkan dalam bentuk nyanyian, dan bukan Isa Al-Masih.

Nah, kalau boleh tahu, tertulis dimanakah dalam Injil bahwa Isa Al-Masih mengajarkan sholat dengan cara masuk rumah Allah, bersujud, dan menghadap Baitullah?
~
Salma
# Hamba Allah 2014-01-21 13:51
~
Sura Ali 'Imran 96, Al-Baqarah 125 dan 144 diatas, sudah dijelaskan oleh saudara-saudara Muslim. Jadi, di dalam urusan menghadap Ka’bah, umat Islam punya latar belakang sejarah yang panjang. Dan Allah telah menetapkan bahwa shalatnya seorang Muslim harus menghadap ke Ka’bah sebagai bagian dari aturan baku dalam shalat.

"Ibadah umat Islam menghadap Ka’bah serupa dengan tata cara menyembah berhala?" Secara bahasa saja, menghadap tidaklah sama dengan menyembah. Itu dua hal yang sangat jelas berbeda. Saya rasa saudara juga mengerti perbedaannya.
# Staff Isa dan Islam 2014-01-22 21:58
~
Saudara Hamba Allah,

Kami setuju bahwa menghadap dan menyembah adalah dua hal yang berbeda. Tetapi kita mengetahui bersama yang dilakukan setelah menghadap ke Ka'bah. Bukankah itu menyembah? Tidakkah ini berarti Ka'bah menjadi pusat penyembahan, dan bukan Allah?
~
Salma
# Hamba Allah 2014-01-23 17:59
~
Kita sebagai orang Islam sesuai dengan syariat-Nya. Kita sholat menghadap ke Ka'bah sebagai kiblat dan menyembah Allah. Bukan seperti yang saudara maksudkan bahwa kita sholat menghadap dan menyembah Ka'bah. Saudara salah besar jika beranggapan seperti itu.
# Staff Isa dan Islam 2014-01-29 12:29
~
Saudara Hamba Allah,

Pertanyaannya adalah bagaimana bila sholat tidak menghadap Ka'bah? Dosa atau tidak?
~
Salma
# das 2014-01-26 15:03
~
Mengapa sholat menghadap kiblat? Dalam Al-Quran jelas disebutkan bahwa "Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia” (Qs 3:96).

Kehancuran Ka'bah dalam hadits. “Yang menghancurkan Ka`bah ini adalah orang Habasyah yang dijuluki Dzus suwaiqotain” (HR. Muslim).

Menurut admin, apakah umat Muslim menyembah Ka'bah? Padahal umat Muslim sudah diberitahu sebelumnya oleh rasul bahwa Ka'bah akan hancur nantinya.

Apakah admin heran dan bertanya lagi, lalu dimana kiblatnya umat Muslim nantinya bila sudah hancur?
# Staff Isa dan Islam 2014-01-29 12:31
~
Saudara Das,

Bila Ka'bah akan hancur, berarti sholat tidak harus menghadap Ka'bah, bukan? Jika demikian, mengapa umat Islam sholat harus menghadap Ka'bah? Bagaimana bila sholat tidak menghadap Ka'bah? Dosa atau tidak?
~
Salma
# Hamba Allah 2014-02-03 18:58
*****
Pertanyaannya adalah bagaimana bila sholat tidak menghadap Ka'bah? Dosa atau tidak? Bicara soal dosa atau tidak bukan kehendak hamba Allah, tapi kehendak Allah.

Al-Quran sebagai syariat atau firman Tuhan diturunkan untuk semua umat manusia, untuk digunakan sebaga pedoman hidup untuk menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Dan sudah menjadi syariat-Nya bahwa sholat harus menghadap ke arah Ka'bah sebagai kiblat dan dengan niat menyembah Allah.

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-19 10:25
*****
Saudara Hamba Allah,

Bagaimana bila pertanyaan di atas diganti menjadi “apakah sholat sah bila tidak menghadap ke Ka'bah”? Bila saudara menjawab sah, lalu mengapa ada syariat yang mengharuskan ketika sholat harus menghadap Ka'bah?

Ketika umat Kristen memuji Khalik mereka dengan menyanyi dan menari, saudara sebagai Muslim mempertanyakann ya. Padahal para nabi sebelumnya melakukan hal tersebut. Sayangnya, saudara tidak berani untuk mempertanyakan mengapa sholat harus menghadap Ka'bah? Sehingga, tidak salah bukan bila orang non-Muslim bertanya, ada apa dengan Ka'bah, mengapa Muhammad sangat mengkultuskannya?

Saudara salah bila mengatakan Al-Quran diturunkan bagi semua manusia sebagai pedoman hidup. Karena Al-Quran sendiri tidak pernah mengatakan demikian. Sebaliknya, Al-Quran mengatakan “petunjuk, cahaya, serta pengajaran dari Allah terdapat dalam Kitab Injil dan Taurat” (Qs 5:46).
~
Saodah
# das 2014-02-10 18:06
~
Menambahkan dari Hamba Allah. Dalam keadaan tertentu sholat diperbolehkan menghadap arah mana saja, sebagian contoh:

1. Jika tidak mempunyai kompas, hari sudah malam, dan berada di tengah hutan, tidak memungkinkan untuk bisa menghadap kiblat, maka insyaallah diperbolehkan.

2. Dalam berkendaraan, misal di dalam pesawat dan tidak mengetahui arah kiblat, dan sudah memasuki waktu sholat. Dalam hal ini insyallah diperbolehkan. Dengan catatan apabila pesawat sudah sampai di tujuan, dan ternyata masih berada pada waktu sholat yang sudah dijalaninya, maka boleh mengulanginya lagi dan lalu menghadap kiblat.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-19 10:26
~
Saudara Das, terimakasih sudah menambahkan komentar dari Sdr. Hamba Allah. Bila tidak keberatan, saudara juga dapat memberi penjelasan untuk jawaban yang kami tulis untuk Sdr. Hamba Allah di atas.

Sdr. Das, dari penjelasan saudara di atas, saudara selalu mencantumkan kata “insyaallah” yang artinya, mudah-mudahan, bukan? Dengan kata lain, belum tentu apa yang saudara jelaskan di atas diperbolehkan, bukan?

Dan lagi, menurut Sdr. Das, apakah sholat itu sebuah ibadah atau ritual? Bila saudara mengatakan sholat adalah ibadah dan bukan ritual, mengapa sholat yang sudah dilakukan, harus diulang lagi setelah sampai tujuan, agar sholat tersebut dapat dilakukan menghadap Ka'bah? Bukankah saudara sebelumnya sudah mengatakan sholat bisa menghadap ke arah mana saja?

Jadi sebenarnya, sholat tidak boleh dilakukan ke sembarang arah, bukan?
~
Saodah
# Hamba Allah 2014-02-20 17:54
*****
Apakah sholat sah jika tidak menghadap ke Ka'bah? Jawabanya tidak sah. Di sini saya membahas kondisi pada umumnya bukan pengecualian seperti saudara Das katakan. Kenapa tidak sah? Karena tidak sesuai syariat-Nya. Itu artinya melanggar perintah Allah.

Saya tidak mempermasalahka n kalian memuji Tuhan dengan cara bernyanyi karena kami juga melakukannya. Banyak pujian-pujian yang kita nyanyikan untuk Tuhan dan rasul-Nya.

Al-Quran surat Al-Maaidah: 3. Dengan diturunkannya ayat ini, maka ajaran sebelumnya disempurnakan menjadi agama Islam. Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-20 19:51
*****
Saudara Hamba Allah,

Bila saudara mengatakan bahwa sholat tidak menghadap Ka'bah tidak sah merupakan pelanggaran terhadap perintah Allah, bukankah itu berarti dosa?

Tidakkah saudara sudah membuat hukuman yang saudara sendiri tidak dapat memastikannya? Hal ini bertentangan dengan pernyataan saudara sebelumnya. "Bicara soal dosa atau tidak bukan kehendak hamba Allah, tapi kehendak Allah."

Bagaimana saudara menjelaskan ini?
~
Salma
# Hamba Allah 2014-02-21 07:02
~
Jelasnya jika kita mematuhi perintah-Nya kita akan mendapat pahala. Jika kita melanggar larangan-Nya kita akan mendapat dosa. Kita tahu, jika kita sholat tidak menghadap ke Ka'bah, berarti kita melanggar syariat-Nya. Berarti dosa. Tapi yang berhak memberi dosa atau pahala itu Allah. Bukan hamba Allah.

Contoh lain, anda melanggar peraturan lalu lintas. Yang berhak memberikan sanksi adalah petugas yang berwajib. Walaupun anda tahu namanya pelanggaran pasti ada sanksinya.

Tapi sangat beda sekali antara sanksi dari Tuhan dan dari manusia. Sepertinya anda pasti bisa memahami maksud saya.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-21 16:24
~
Saudara Hamba Allah,

Maaf, sepertinya pernyataan saudara tidak konsisten. Saudara dapat memastikan bahwa sholat tidak menghadap Ka'bah adalah dosa, tetapi saudara sendiri pun tidak dapat memastikan kehendak Allah apakah itu dosa atau tidak.

Nah, barangkali ini dapat membantu saudara untuk mengetahui kehendak Allah, apakah sholat tidak menghadap Ka'bah adalah dosa. Tertulis dalam sura dan ayat berapa dalam Al-Quran sholat tidak menghadap Ka'bah adalah dosa?
~
Salma
# Hamba Allah 2014-02-22 09:25
~
“Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah.” (Qs 27:65). Saya tidak punya hak untuk memastikan kehendak Allah, karena itu ghoib. Pikiran kita tidak sampai untuk memikirkan hal-hal ghoib tersebut. Biarkan itu menjadi urusanNya. Tugas hamba hanyalah menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya sesuai dengan syariat-Nya.


Manusia diberi akal pikiran dimana mereka bisa berfikir, jika seorang hamba mematuhi perintah-Nya akan dapat pahala jika melanggar larangan-Nya akan dapat dosa. Karena tidak semua perkara dosa dan pahala dijelaskan detail dalam Al-Quran.

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-16 15:44
~
Salam Sdr. Hamba Allah,

Kami sangat sepakat ada gal-hal yang memang tidak dapat kita pikirkan sebagai manusia yang terbatas. Hanya Allah yang mengetahui apa yang terjadi ke depan atas diri kita, bukan? Tetapi soal keselamatan sangat jelas diberitahukan dalam Injil, Bahwa hanya melalui Isa Al-Masih ada keselamatan. (Injil, Surat Kisah Para Rasul 4:12).

Sayangnya Al-Quran tidak memberikan jaminan kepastian seseorang dapat menikmati sorga. Mereka dituntun untuk mencari dan berusaha sendiri, bukan? Tentu saudara perlu menemukannya dalam Injil Isa Al-Masih.
~
Salma
# Dede kazaf 2014-02-25 09:21
~
Simple saja, yang membingungkan adalah pemuja salib yang membolak-balik fakta. Jika kalian benar mengapa kitab kalian cuma ada terjemahan? Tidak jelas riwayat dari mana? Ada yang dari Yunani, Yerusalem, Italia, Turki.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-16 17:38
~
Salam Sdr. Dede Kazaf,

Alkitab tentu memiliki bahasa aslinya. Untuk mengetahui hal tersebut silakan saudara mengunjungi artikel kami yang membahas hal tersebut di http://tinyurl.com/bggzc73.
~
Salma
# Raihan Habib 2014-02-25 10:31
~
Assalamu'alaikum,

Jadi di dalam urusan menghadap Ka’bah, umat Islam punya latar belakang sejarah yang panjang. Ka’bah merupakan bangunan yang pertama kali didirikan di atas bumi untuk dijadikan tempat ibadah manusia pertama. Dan Allah swt telah menetapkan bahwa shalatnya seorang Muslim harus menghadap ke Ka’bah sebagai bagian dari aturan baku dalam shalat. Namun dalam Islam, Allah tidak menyulitkan umat-Nya untuk beribadah kepada Allah. Beribadah dapat di mana saja, jikalau tidak memungkinkannya menghadap kiblat.

Jika umat non Muslim menyembah salib, apakah etis menyembah sebuah simbol yang di mana dalam simbol itu, Isa mati. Mohon ditanggapi dengan santai.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-16 17:54
~
Salam Sdr. Raihan Habib,

Apakah saudara mengetahui asal usul kiblat? Orang Israel sudah melakukan itu dari dulu zaman para nabi, mereka berdoa menghadap Yerusalem. Daniel pun melakukan hal yang sama.

"Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya" (Kitab nabi, Daniel 6:10-11). Sepertinya Muhammad meniru banyak mengadopsi kebiasaan umat Israel.

Umat Nasrani tidak pernah menyembah salib. Saat vini kiblat umat Nasrani bukanlah Yerusalem atau pun salib tetapi Isa Al-Masih.
~
Salma
# nur jehovah 2014-02-25 18:22
~
Tidak masuk logika dan sulit untuk dipahami bahkan dengan naluri kemanusiaan dan keimanan. Bersujud hanya satu tempat dan hanya karena kebencian pada Yahudi terus mengganti kiblat ke Mekah. Menyembah Tuhan dengan bahasa yang kita tidak tahu artinya, yang penting kita lakukan karena sudah tradisi. "Agamamu bagimu dan agamaku bagiku" tapi mendirikan rumah ibadah dilarang dengan dalil kafir sesui kitab suci.
# Muhammad Farid 2014-03-09 23:22
~
Banyak komentator Muslim yang tingkatan Ilmu keislamannya kurang, ikut memberikan komentar yang kesannya ngawur (maaf, seperti kalimat bahwa Ka'bah awal mula berada di kutub utara). Meski ada beberapa jawaban yang benar adanya. Kolomnya dibatasi sehingga tulisan terbatas. Sepertinya admin yakin dengan pendapatnya sendiri dan tidak Menyimpulkan secara kerucut atas beberapa tanggapan. Dan menjadi kesimpulan utuh. Admin suka atau tidak, harus disimpulkan agar selesai. Saya Muslim dan saya mendukung website ini untuk mencari kebenaran.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-16 21:06
~
Salam Sdr. Muhammad Farid,

Kami sangat menghargai pemaparan saudara. Jika kami menyimpulkan apa yang sedang didiskusikan tentu sudah tidak diperlukannya sebuah diskusi, bukan? Dalam forum ini memang kami membatasi karakter dan kolomnya, agar diskusi dapat berjalan dengan baik. Ada komentar dari umat Nasrani dan Muslim jika saling mengejek dan memakai kalimat yang tidak santun akan kami hapus.

Kami berharap para pengunjung maupun komentator yang dapat menyimpulkan sendiri siapa Pribadi yang benar. Dan jika pendapat kami salah tentu kami mempersilakan untuk dikoreksi sesuai fakta dan data. Sebab ada banyak komentar yang diberikan tidak sesuai dengan fakta dan data.

Kami berharap saudara dan semua mendapat hidayah menemukan jalan kebenaran dan jaminan kepastian keselamatan.
~
Salma
# nick nurutami 2014-03-11 03:05
~
To: All,

Ka'bah merupakan bangunan pertama untuk manusia dan didirikan oleh Ibrahim dan Ismail. Apakah sebelum Ibrahim dan Ismail membangun ka'bah tidak ada bangunan yang dibangun?

Saya pernah mendengar saat Jumat ada yang berkotbah tidak boleh buang air kecil dan besar menghadap Barat. Tidak tahu hukumnya dosa atau tidak. Padahal banyak perumahan, dan bangunan yang lain yang toiletnya menghadap Barat. Jika ka'bah tidak begitu penting tentu tidak masalah buang air menghadap ke barat karena itu bukan sholat? Mohon penjelasannya.
# joko 2014-03-25 13:44
~
Mustahil menyatukan sholat harus menghadap Mekkah, terutama yang berada di belahan bumi yang lain.Contohnya Amerika. Sebab bumi ini bukanlah datar seperti yang dipikirkan manusia kuno zaman dahulu , melainkan bulat seperti bola.
# ilham khayafi 2014-04-16 14:38
~
Kiblat adalah arah umat Islam untuk melaksanakan sholat. Dan itu adalah perintah Allah kepada umat Islam. Tidaklah pantas seorang hamba mempertanyakan kebjiakan dan perintah Tuhannya. Saya ingin bertanya, pernahkah saudara umat Kristiani mempertanyakan atau malah menentang perintah Tuhan anda? Misalnya waktu kebaktian setiap hari Minggu, bisakah anda mengubahnya sesuka hati sesuai hari yang anda suka?
# Staff Isa dan Islam 2014-04-16 21:55
~
Salam Sdr. Ilham Khayafi,

Hanya memang sedikit sulit dipahami apa yang tertulis dalam Al-Quran. Dalam Qs 2:15 mengatakan "Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, kemanapun kamu menghadap disitulah Wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui".

Jika Allah yang empunya Barat, Timur, Selatan maupun Utara lalu mengapa harus ditetapkan ke satu Arah saja. Bukankah sepertinya ayat-ayat Al-Quran saling bertentangan satu dengan yang lain.
~
Salma
# jo 2014-04-18 11:07
~
Ka'bah sebagai kiblat bagi umat Islam karena itu perintah Allah, bukan karena bangunannya atau hajar aswad. Hajar aswad adalah batu dari sorga, dan wangi sekali. Ada hadits yang mengatakan, "Nikmatilah(peg anglah) hajar aswad ini sebelum diangkat dari bumi. Ia berasal dari sorga..." Mencium hajar aswad bukan kewajiban. Hajar aswad pernah hilang selama 21 tahun tapi itu tidak menghentikan umat Islam untuk shalat dan melakukan ibadah haji setiap tahunnya, karena itu adalah perintah Allah.

Seperti yang anda katakan, umat Islam menyembah Ka'bah atau hajar aswad, bagaimana mungkin ada umat Islam yang berani menginjak Ka'bah (pada zaman Rasullullah orang azan dengan berdiri di atas Ka'bah, sekarang di saat memasang kain penutup Ka'bah orang juga berada di atas Ka'bah).
# Staff Isa dan Islam 2014-05-27 18:43
~
Saudara Jo,

Kita tahu bahwa Allah mahahadir. Dia tidak dibatasi ruang dan waktu. Ini yang membuat kami bertanya. Benarkah Allah yang memerintahkan kiblat harus ke Ka'bah? Tidakkah ini menjadikan Allah hanya ada di satu arah? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# hery 2014-04-20 12:54
~
"Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah. Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penye mbah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penye mbah demikian" (Yohanes 4:20-23).

Ini tanda Mekkah adalah yang dimaksudkan oleh Yesus.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-27 18:48
~
Saudara Hery,

Kami kagum saudara mengutip ayat dalam Injil, Rasul Besar Yohanes. Tetapi sangat disayangkan saudara tampaknya tidak membaca dengan benar dan teliti. Saudara tidak memerhatikan dengan teliti kalimat "penyembah-peny embah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penye mbah demikian."

Artinya Isa Al-Masih menekankan penyembahan bukan ke Mekkah atau berkiblat ke Mekkah atau Ka'bah. Tetapi menyembah dalam roh dan kebenaran. Siapakah kebenaran itu? Isa Al-Masih bersabda, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup..." (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6). Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# Annung Hadi 2014-05-09 23:05
~
Sholat menghadap kiblat itu merupakan ajaran agama saya, kitab suci Al-Quran pegangan umat Islam.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-27 18:51
~
Saudara Annung Hadi,

Kami setuju dengan saudara bahwa sholat menghadap kiblat itu ajaran agama saudara. Tetapi yang perlu dipikirkan dan direnungkan adalah mengapa harus menghadap kiblat ke Mekkah? Bukankah Allah mahahadir? Tidak adakah Dia di Indonesia atau Dia hanya ada di Mekkah saja? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# wongso 2014-05-15 16:33
~
Maaf sebelumnya anda belum mengerti benar ternyata. Sholat menghadap ke Ka'bah itu hanya sebuah simbol agar semua orang mukmin di dunia sholatnya selaras. Begitu pula bahasa.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-27 18:55
~
Saudara Wongso,

Kami sangat menghargai pendapat saudara. Tetapi faktanya menghadap Ka'bah bukan sekedar simbol. Bukankah bila sholat tidak menghadap Ka'bah, sholatnya tidak sah? Apakah saudara mengartikan ini sekedar simbol atau lebih dari sekedar simbol? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# Velarde Anindya 2014-05-16 18:32
~
Ass.Wr.Wb/Shaloom Aleikhem,

Sebetulnya di mazmur Daud ada penjelasan mengenai arah kiblat untuk menyembah YHWH. Saya sebagai Muslim keturunan Yahudi mengerti apa tujuan dari arah kiblat untuk Muslim. Jadi sebetulnya hanya meneruskan apa yang difatwakan dari Moses sampai Muhammad.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-27 19:12
~
Saudara Velarde,

Saudara menulis,"Jadi, sebetulnya hanya meneruskan apa yang difatwakan dari Moses sampai Muhammad." Bila benar demikian, pertanyaannya adalah mengapa Isa Al-Masih tidak menekankan kiblat? Tidakkah saudara bertanya mengenai hal ini dan memikirkannya?

Isa Al-Masih justru menekankan bahwa "penyembah-peny embah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penye mbah demikian" (Injil, Rasul Besar Yohanes 4:23). Apakah saudara sudah menyembah dalam kebenaran? Dan menurut saudara siapakah kebenaran itu? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# korniansa 2014-05-16 19:03
~
To: Velarde Anindya. Salam Sejahtera bagimu,

Memang Nabi Daud menuliskan dalam Kitab Mazmur 138:2, "Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu."

Tetapi kita juga harus tahu bahwa yang membuat Bait Suci di Yerusalem yaitu Nabi Salomo, jauh setelah Nabi Daud wafat. Ini sudah jelas bahwa kata "bait-Mu" tidak mengacu kepada tempat, gedungnya, ataupun situs peninggalan, tetapi ketika kita beribadah di situ hadirat Tuhan turun.
# Pengamat 2014-05-16 21:25
~
Hajar azwad itu adalah simbol rahim. Bukankah Yesus juga keluar dari rahim? Umat Islam mencium hajar aswad berarti juga memuliakan Yesus. Hadits nabi "Keridhoan Tuhan tergantung keridhoan ibu bapa." Oleh karena itulah umat Islam mencium hajar aswad sebagai simbol rahim ibu dan jalan manusia menuju Tuhan. Bagaimana dengan Yesus yang mendurhakai orang tuanya sendiri dengan berkata "Akulah kebenaran dan hidup"?
# Staff Isa dan Islam 2014-05-27 19:23
~
Saudara Pengamat,

Saudara mengaitkan Isa Al-Masih keluar dari rahim. Kami ingin mengetahui lebih lanjut pengertian saudara tentang Hajar Aswad adalah simbol rahim. Apakah ini berarti Hajar Aswad mempunyai anak dengan analogi yang saudara gunakan dari Isa Al-Masih? Bagaimana saudara?

Perihal durhaka. Sebaiknya saudara mengunjungi link yang berkaitan dengan Isa Al-Masih. Kami pasti akan menanggapinya. Terimakasih.
~
Solihin
# Kritis 2014-05-16 21:39
~
Saudara Staf Isa dan Islam,

Kalau anda menganggap anda berdoa dalam "roh dan kebenaran" sesungguhnya anda sudah tidak perlu berdoa karena roh dan kebenaran sudah ada pada diri anda. Kalau anda menganggap Tuhan tidak memiliki rumah, sesungguhnya anda tidak perlu ke gereja karena rumah Tuhan sudah ada dalam diri anda. Kalau anda bicara ritual seperti wudhu tidak dapat mensucikan jiwa manusia, sesungguhnya anda tidak perlu makan roti "daging" Yesus di gereja, karena Yesus sudah "ada" dalam diri anda.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-27 19:29
~
Saudara Kritis,

Ada perbedaan mendasar antara menyembah dalam roh dan kebenaran dengan menyembah ke arah kiblat. Menyembah ke arah kiblat berarti kita sedang membatasi keberadaan Allah pada satu daerah tertentu. Sedangkan menyembah dalam roh dan kebenaran tidak dibatasi tempat atau kiblat. Barangkali ini perlu saudara pikirkan. Bagaimana saudara?
~
Solihin
# Pengamat 2014-05-16 23:35
~
Tuhan ada dimana-mana dan kemana pun manusia menghadap di situ terdapat wajah Tuhan (ayat Al-Quran). Tetapi ingat, untuk beribadah kepada-Nya, manusia harus tetap melalui aturan sebagaimana semua alam semesta beribadah kepada-Nya melalui aturan. Yang ingin ditanyakan, anda ke gereja seminggu sekali, apakah Tuhan Bapa hanya ada di gereja dan hanya ada di situ seminggu sekali sehingga anda harus beribadah kepada-Nya hanya pada waktu dan tempat itu?
# Staff Isa dan Islam 2014-05-27 19:37
~
Saudara Pengamat,

Kami senang bila saudara dapat menyebutkan ayat Al-Quran tersebut bahwa Allah ada dimana-mana dan kemana pun manusia menyembah di situ terdapat wajah Tuhan. Demikian juga kami ingin mengetahui bagaimana aturan alam semesta menyembah Tuhan. Tentu saudara dapat menjelaskan hal ini dengan memberikan bukti dan data yang jelas, bukan?

Mengenai pertanyaan saudara. Sekedar informasi untuk saudara. Banyak pengikut Isa Al-Masih saat ini yang dihambat beribadah. Sehingga mereka tidak dapat beribadah di gereja, tetapi di rumah. Apakah pengikut Isa Al-Masih dibatasi tempat untuk beribadah? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# WA 082110056638 2014-05-17 16:50
~
To: Rekan Muslim dan Kristiani,

Perihal sejarah pemindahan kiblat dari Masjidil Aqsa ke Masjidil Haram, sepanjang yang kami hayati, Masjidil Aqsa yang disebut di situ bukan secara fisik, tetapi lebih bermakna simbolik, sebagaimana juga kata Aqsa dalam ayat yang menceritakan tentang perjalanan Mi'raj Nabi. Aqsa di situ mempunyai arti "masjid yang terjauh" (Arasy Tuhan atau Sidhratul Muntaha) bukan mesjid yang secara fisik terdapat di Yerusalem.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-27 19:44
~
Saudara WA 08...,

Terimakasih untuk informasi yang saudara berikan. Tetapi kami belum tahu pendapat saudara tentang arah kiblat yang menjadi aturan umat Islam dalam beribadah. Mengapa ini menjadi aturan yang baku sehingga bila umat Islam tidak mengarahkan sholat ke Mekkah, maka sholat itu tidak sah? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# ijtihad 2014-05-27 08:55
~
Yahudi, Nasrani dan Islam adalah kakak beradik. Shalat adalah bentuk sembahyang orang Islam. Menghadap Ka'bah seperti orang Yahudi dan Nasrani menghadap Bait Suci. Bukti orang Nasrani sembahyang (sujud, tersungkur dan menyembah): Wahyu 7:11; Wahyu 11:16; Wahyu 19:4; Wahyu 19:10; II Tawarikh 29:30, dan lain-lain. Bukti menghadap Kiblat (Bait Suci): Mazmur 5:7. (5-8); Yehezkiel 44:4 dan Daniel 6:10 (6-11). Ka'bah bukan untuk disembah seperti Yahudi dan Nasrani, tapi fokus energi pada satu titik dan wujud persatuan.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-27 19:57
~
Saudara Ijtihad,

Barangkali akan sangat bijak bila saudara bertanya dulu kepada pengikut Isa Al-Masih. Apakah benar pengikut Isa Al-Masih menyembah harus menghadap kiblat? Tentu hal ini sangat berbeda dengan umat Islam yang mengharuskan sholat menghadap ke Ka'bah, bukan? Pengikut Isa Al-Masih pun tidak menyembah rumah atau tempat yang dianggap suci seperti tuduhan saudara.

Justru kami perlu bertanya pada saudara, mengapa bila sholat tidak mengarah ke Ka'bah batal? Tidakkah ini menjadikan Ka'bah sebagai pusat penyembahan? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# ijtihad 2014-05-28 16:13
~
Setelah dibaca ulang ternyata ada satu kata yang terlupa, harusnya "Ka'bah bukan untuk disembah seperti juga Yahudi dan Nasrani". Maaf, saya tidak boleh menuduh. Saya hanya bingung dengan orang bingung yang bingung tentang kiblat, padahal semua agama langit punya kiblat. Tertulis dalam Alkitab dan Al-Quran.

Alkitab yang saya pelajari tidak mengharuskan Yahudi dan Nasrani menghadap kiblat, tetapi Islam tidak mungkin tidak mengharuskan Muslim menghadap Ka'bah karena Islam harus bersatu dan satu. Dengan bahasa Arab, dimanapun orang bisa shalat berjamaah. Bayangkan kalau shalat di Mekah harus menggunakan ribuan imam untuk ribuan suku bangsa. Orang Irian bisa shalat dengan gerakan yang sama di Masjid New York.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-03 21:36
~
Saudara Ijtihad,

Sebagaimana telah kami sampaikan di atas bahwa sangat bijak bila saudara bertanya kepada pengikut Isa Al-Masih atau mempelajari Alkitab secara benar dan menyeluruh agar saudara mengerti. Sebab Nasrani tidak memiliki kiblat untuk beribadah. Isa Al-Masih bersabda, "...penyembah-p enyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penye mbah demikian" (Injil, Rasul Besar Yohanes 4:23).

Siapakah kebenaran itu? Isa Al-Masih bersabda, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup..." (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6). Dengan demikian, kalau boleh tahu, tertulis dimanakah bahwa pengikut Isa Al-Masih mempunyai kiblat? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# budy 2014-06-18 14:19
~
Saudara semua,

Siapapun dan di manapun berada, pelajarilah keduanya dengan baik. Telusuri sesuai dengan sejarah yang benar,jangan setengah-seteng ah apalagi merubah fakta, jangan membenarkan/men yalahkan salah satu jika tidak mengerti yang satunya lagi. Banyak cara jika kita ingin paham keduanya, jangan memihak salah satu jika belum tahu mana yang benar. Jika perlu datangi ke sumbernya, mungkin itu lebih adil dan bijaksana.
# Arushie 2014-06-19 11:41
~
Umat Islam memang harus menghadap kiblat ketika shalat, tetapi bukan artinya jika tidak menghadap kiblat shalatnya tidak sah. Al-Bukhari meriwayatkan dari Jabir, bahwa beliau berkata, “Adalah Rasulallah shallallahu alahi wasallam shalat di atas kendaraannya dengan menghadap arah yang dituju kendaraan. Dan jika beliau hendak shalat fardhu maka beliau turun dan menghadap kiblat” (HR. al-Bukhari No.400)
# Staff Isa dan Islam 2014-06-20 16:56
~
Arushie,

Kami sering mendengar bahwa sholat yang tidak menghadap kiblat, sholat itu tidak sah. Kami ingin mengkonfirmasi ini kepada saudara. Manakah yang benar, sholat tidak menghadap kiblat sah atau tidak menghadap kiblat tidak sah? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# Muhammad Ihsan 2014-06-23 08:18
~
Saudara-saudaraku akan saya jelaskan secara singkat tentang pertanyaan di atas. Kiblat adalah lambang visi umat Islam. Dimanapun umat berada itulah visi hidupnya. Mengapa Baitullah? Rumah terdiri dari tiga komponen utama: teritori/lokasi , peraturan, anggota /penduduk. Baitullah berarti suatu teritori yang berlaku di dalamnya hukum Tuhan yang ditegakkan oleh umat Tuhan.

Ritual dan aplikasi selalu berdampingan seperti dua sisi sungai. Shalat artinya doa, doa ritual dan usaha memantaskan diri. Kenapa ruku dan sujud? Usaha memantaskan diri harus keras hingga kepala dijadikan kaki. Artinya ego kita tempatkan di bawah. Kita boleh bilang hukum Tuhan ada, kuasa Tuhan ada, tapi apakah itu semua eksis? Belum tentu. Nah, eksistensi itulah akan diperjuangkan.

Wassalam.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-24 05:42
~
Saudara Muhammad Ihsan,

Terimakasih untuk penjelasan saudara. Tetapi satu pertanyaan yang muncul ketika membaca tulisan saudara adalah apakah benar kiblat itu visi atau aturan baku dan kaku? Bukankah seorang yang sholat dengan tidak menghadap kiblat batal? Tidakkah kita berpikir bahwa kehadiran Allah hanya di tempat kiblat itu saja? Sehingga Dia tidak maha hadir. Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# Dewa brata 2014-06-27 22:42
~
Ilmu dan agama itu selalu sepakat namun ilmu dan iman selalu bertengkar. Begitulah iman. Kita akan diuji atas keyakinan diri masing-masing, baik dari dalam atau dari yang jauh lebih dalam.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-30 05:42
~
Saudara Dewa Brata,

Kami ingin mengetahui lebih lanjut pernyataan saudara di atas. Tentu menarik untuk mendiskusikan ilmu dan iman selalu bertengkar. Lalu apa hubungan pernyataan saudara tersebut dengan topik artikel di atas? Bagaimana saudara?
~
Solihin
isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer

Isa Islam Dan Kaum Wanita

Click gambar di samping untuk artikel - artikel untuk wanita Muslim


 

www.isaislamdankaumwanita.com