Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter
Cetak

Allah Tri-tunggal dan Keselamatan Manusia

TritunggalSifat Allah yang Maha Besar dan Keagungan Allah membuat manusia tidak dapat memahami Dia secara penuh. Demikian juga halnya dengan Ke-Esa-an Allah dalam Tri-Tunggal yang Kudus. Manusia yang serba terbatas tidak akan mampu memahami tentang keberadaan Allah yang Maha Besar dan tidak terselami keberadaanNya, pengetahuan yang terbatas dari manusia tidak akan mampu menjangkau Sang Pencipta.

Allah Tiga Pribadi Yang Esa

Alkitab mengajarkan bahwa Allah adalah Esa. Tetapi Alkitab juga mengajarkan bahwa Allah terdiri dari tiga pribadi, yaitu Allah Bapa, Kalimat Allah dan Allah Roh. Namun ini bukan berarti bahwa Allah ada tiga. (Sebagai contoh, manusia terdiri dari tiga bagian yaitu tubuh, jiwa, dan roh. Tetapi tidak disebut tiga orang, melainkan hanya satu saja). Demikian juga halnya dengan Allah, bukan berarti ada tiga Allah melainkan “Allah yang Esa yang terdiri dari tiga Pribadi yang berada bersama dalam kekekalan”. Atau dengan kata lain “Allah yang Mahaesa yang beroknum tiga”.

Fakta bahwa Allah adalah Tri-Tunggal yang Esa

Dalam Kitab Taurat, Kejadian 1:26, 3:22, kata “KAMI” yang Allah gunakan menunjuk pada PribadiNya yang “jamak” (lebih dari satu) atau dalam bahasa aslinya disebut ELOHIM. Kitab Nabi Yesaya 48:16, juga menjelaskan adanya tiga Pribadi yang berbeda.

Tetapi dalam Kitab Taurat, Ulangan 6:4;  Injil, Surat 1 Korintus 8:4;  Injil, Surat Galatia 3:20; dan Injil, Surat 1 Timotius 2:5, kita dapat membaca bahwa Allah itu adalah Esa. Dalam Injil juga ada beberapa ayat yang menjelaskan tentang Ketritunggalan yang kudus, diantaranya dalam Injil Rasul Matius 3:16-17, Injil Rasul Matius 28:19, Injil, Surat 2 Korintus 13:14.

Pengertian Pribadi dalam Tri-Tunggal

Arti dari Ketritunggalan yang kudus adalah Allah yang Esa adanya, tetapi dapat kita bedakan dengan:

Allah sebagai Bapa yang memelihara, memberi kasih seorang Bapa Sejati. Bapa Sorgawi tidak pernah sama dengan para bapa (bapak-bapak atau para ayah) dunia ini dalam hal kasih dan karakter yang tidak dapat terbandingi dengan kasih dan karakter Bapa Sorgawi.

Kalimat Allah sebagai teladan dengan Ia merendahkan diri-Nya dalam rupa manusia Isa Al-Masih, taat pada semua hukum yang telah Ia tetapkan sehingga mati di kayu salib, dikuburkan, lalu bangkit dari antara orang mati dan naik ke surga

Allah Roh Kudus, sebagai Pembimbing, Pendamping, Penolong dan Penghibur yang berada dalam hati setiap manusia yang mengaku bahwa Isa Al-Masih adalah Tuhan dan hidup didalam-Nya.

Walaupun ketiga Pribadi tersebut mempunyai peranan yang berbeda, tetapi Kepribadian Allah Bapa tidaklah lebih tinggi daripada Kalimat Allah dan Roh Kudus.

Keselamatan dalam Tri-Tunggal

Bagaimana dengan keselamatan, apakah ketiga oknum tersebut berperan dalam keselamatan?. Injil, Rasul Yohanes 3:16 mengatakan Allah adalah yang merencanakan keselamatan manusia. Injil, Surat 2 Korintus 5:19 membuktikan bahwa Kalimat Allah adalah yang melaksanakan penyelamatan tersebut dan Allah Roh sebagai penyempurna keselamatan tertulis dalam Injil, Rasul Yohanes 3:6. Maka dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Allah sebagai Perencana Keselamatan, Kalimat Allah sebagai PELAKSANA KESELAMATAN dan Allah Roh sebagai PENYEMPURNA KESELAMATAN kita.

Hal inilah yang menjadi dasar bagi orang Kristen yang selalu menutup kebaktian mereka dengan kata-kata: “Dan kiranya berkat anugerah dari Allah Bapa, persekutuan Roh Kudus, dan kasih karunia dari Yesus Kristus menyertai kamu sekalian.”

Saodah

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Add comment

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Komentar hanya diperbolehkan menjawab salah satu dari 3 pertanyaan fokus yang dimuat di bagian akhir artikel. Kecuali beberapa artikel yang tidak memuat 3 pertanyaan fokus.
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments  

# ERI 2010-05-10 18:04
*
Allah Tri-Tunggal tidak bisa disamakan dengan pengertian tubuh, jiwa, dan roh. Kalimat Allah berwujud dalam manusia (Isa Al Masih) sulit diterima dengan nalar. Bagaimana mungkin Kalimat Allah yang berwujud menjadi manusia, bisa mengalami ketakutan akan ditangkap dan dibunuh oleh tentara Romawi. Jika itu perwujudan, mengapa bisa ditangkap secara ragawi.

Jika Isa memang Tuhan yang menciptakan manusia, masa Isa tidak bisa menolong dirinya sendiri ketika disalib? Dan di saat Isa disalib oleh tentara Romawi, Isa berkata, "Tuhanku, mengapa Engkau tinggalkan aku." Dari perkataan tersebut, berarti Isa mempunyai Tuhan yang ia sembah. Lantas jika Isa adalah Tuhan, berarti Tuhan menyembah Tuhan.

Ajaran Tuhan Yang Maha Esa, yang termuat dalam kitab suci yang benar, pastilah dapat dipelajari secara logika dan nalar.
# Staff Isa dan Islam 2010-05-12 09:32
~
Kalimat Allah menjelma menjadi manusia. Hal inilah yang dikatakan Al-Quran dan Al-Kitab sekaligus. Qs 3:45 mengatakan bahwa Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah. Dan dalam Injil dikatakan bahwa: “Pada mulanya adalah Firman / Kalimat Allah.” “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita.”

Benar, hal itu sulit diterima dengan nalar, tetapi bagi Tuhan, tidak ada yang mustahil. Dosa telah memisahkan manusia dari Allah, di mana awalnya hubungan tersebut adalah baik. Setiap usaha yang dilakukan manusia tidak dapat membawa mereka kembali kepada Allah. Tetapi dengan kematian Isa di kayu salib, Dia telah menjadi “jalan / jembatan” yang menghubungkan manusia dengan Allah, karena “Isa Al-Masih adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup” (Injil, Rasul Yohanes 14:6).

Tujuan Isa Al-Masih datang kedunia adalah untuk menebus manusia dari ikatan dosa dan memberikan jaminan hidup yang kekal. Dia taat sampai akhir, sehingga tidak ada Injil yang mengatakan bahwa Isa ketakutan ketika ditangkap atau disalibkan. Dia bisa ditangkap karena Ia menyerahkan diri-Nya sendiri, untuk ditangkap dan dibunuh. Kalau Isa Al-Masih mau membebaskan diri, maka itu akan sangat gampang bagi-Nya.

Dalam kesakitan-Nya, Isa Al-Masih berseru kepada Allah di sorga.

Kami hendak menanyakan kepada Saudara. Ketika Allah berbicara dengan Nabi Musa secara langsung dan berhadapan, apakah sorga menjadi kosong, karena Allah sedang turun ke bumi?
~
JG
# hamba Allah 2010-05-20 14:20
*
Adalah benar bahwa: “Isa Al-Masih atau Nabi Isa adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup.” Tujuan Isa Al-Masih datang ke dunia adalah untuk menebus setiap jiwa-jiwa dari ikatan dosa dan memberikan jaminan hidup kekal. Dia taat akan ketentuan Allah sampai akhir hidup-Nya. Dia membawa firman Tuhan agar manusia sadar akan kesalahannya dan kembali pada jalan yang benar dengan cara kembali menyembah ALLAh, dan menaati setiap ketentuan-Nya yang berasal langsung dari Allah, semenjak Nabi Adam diciptakan. Tugas manusia hanya untuk menyembah Allah. Tetapi manusia terlena dan lebih memilih mendengarkan bisikan syeitan, sehingga manusia diturunkan di bumi.

Jadi marilah kita menyembah apa yang jelas patut disembah. Yaitu Tuhan YME dan bukan utusan-Nya.
# Staff IDI 2010-05-22 20:21
~
Kita wajib menerima seluruh Firman Tuhan, dan bukan hanya bagian-bagian yang kita sukai. Mujizat-mujizat sulit dimengerti dan diterima dengan nalar, namun semua umat beragama mengakui bahwa Isa Al-Masih dilahirkan oleh seorang perawan. Ia mampu menyembuhkan orang buta dan yang berpenyakit kusta serta membangkitkan orang mati.

Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah. Dia adalah Sang Suci yang berasal dari Roh Allah. Dia adalah yang terkemuka di bumi dan di sorga. Dia adalah Kebenaran. Dia adalah Sang Hayat. Dia nanti akan datang kembali sebagai Hakim Yang Adil, untuk menentukan siapa yang layak menghuni sorga dan siapa yang akan dilemparkan ke dalam neraka. Dia..dan Dia... Semua kemuliaan diberikan kepada Isa Al-Masih di dalam Kitab Saudara, yang menyatakan dengan jelas, bahwa Dia bukan hanya seorang manusia, tetapi juga adalah Allah.
~
JG
# randi 2010-06-01 00:03
*
Menurut saya, bila Nabi Isa dianggap sebagai Tuhan karena Dia dilahirkan tanpa seorang ayah, maka bukankah Nabi Adam lebih patut untuk disembah, karena tidak memiliki ayah dan ibu?

Mengenai nabi Isa yang dapat menghidupkan orang mati, itu adalah mujizat yang diberikan oleh Allah, dalam rangka mengemban amanat Tuhan.

Jadi menurut saya, Nabi Isa hanyalah penyampai Firman Tuhan dan bukan Tuhan itu sendiri. Mohon tanggapannya. Trims.
# Staff Isa dan Islam 2011-06-03 17:18
~
Saudara Randi, Isa Al-Masih tidak pernah diper-Tuhan-kan hanya karena Ia dilahirkan tanpa seorang ayah. Kami menyembah Isa Al-Masih karena Dia memang adalah Allah, sesuai dengan keseluruhan Firman Allah yang tercantum dalam Taurat, Kitab Nabi-Nabi, Zabur, dan Injil.

Adalah sudah jelas Adam harus diciptakan. Tidak mungkin ia dapat dilahirkan, karena pada saat itu belum ada manusia lain. Hanya satu kali dalam sejarah dunia, seseorang dilahirkan oleh perawan, dan itulah Isa Al-Masih. Adam diciptakan dari debu tanah, sementara Isa Al-Masih adalah berasal dari Roh Allah. Bagimana mungkin keduanya dapat disejajarkan?

Lagi kita perlu ingat bahwa Adam berdosa, sedangkan Isa Al-Masih tidak pernah berdosa. Perlu ditanyakan, mengapa Nabi Muhammad tidak dilahirkan oleh perawan?

Juga perlu diingat, bahwa Isa Al-Masih disebut “Kalimat Allah.” Kita semua tahu bahwa “Kalimat Allah” adalah kekal adanya, dan tidak mempunyai permulaan sama halnya dengan Allah. Ini hanyalah beberapa bukti yang menunjukkan ketuhanan Isa Al-Masih.
~
JG
# Gurobah amin 2011-03-01 16:10
*
Tuhan Allah tidak pernah berniat hendak menebus dosa kesalahan Adam sesaat setelah Adam berdosa di Kitab Kejadian, kalau ada tolong ditunjukkan kepada saya.
# Staff Isa dan Islam 2011-03-03 16:39
~
"Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau (iblis) dan perempuan ini, antara keturunanmu (iblis) dan keturunannya (perempuan); keturunannya (perempuan) akan meremukkan kepalamu (iblis), dan engkau (iblis) akan meremukkan tumitnya (keturunan perempuan)." (Taurat Nabi Musa, Kitab Kejadian 3:15).

Begitu Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, Allah langsung menjanjikan seorang penebus bagi mereka, yang akan menghancurkan iblis. Keturunan perempuan (binti perempuan) akan meremukkan kepala si Iblis (iblis dihancurkan), dan iblis 'hanya' dapat meremukkan tumit keturunan perempuan ini (Isa binti Maryam), dengan cara menyalibkan-Nya.

Isa Al-Masih mati, namun bangkit kembali, dan saat ini Dia sudah berada di sorga untuk kemudian akan datang lagi membawa kita ke sana.
~
CA
# aingtea 2011-05-06 23:19
*
Bolehkah minta tolong cantumkan isi ayat Al-Quran Qs 3:45?
# Staff Isa dan Islam 2011-05-19 13:35
~
Qs 3:45

Ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan."
~
CA
# CosmicBoy 2011-05-13 16:38
*
Semua manusia telah berbuat dosa, jadi bagaimana manusia dapat berkenan kepada Allah hingga diterima di hadirat-Nya (sorga)?

Dengan ibadat? Tidak mungkin. Dengan amal? Tidak mungkin. Amal dan ibadat tidak dapat menggantikan / menutupi dosa kita.

Makanya dibutuhkan pengganti, sebagai qisas untuk menggantikan/me nutupi dosa kita. Ini dilakukan secara rela oleh Isa/Yesus.

Apa yang tidak dapat dikerjakan kita telah dikerjakan oleh Kalam-Nya yakni Isa/Yesus. Amal dan ibadah yang kita lakukan bukan untuk menjadi berkenan kepada Allah, melainkan sebagai tanda kasih kita kepada-Nya, Allah Khalik Pencipta langit dan bumi.
# Staff Isa dan Islam 2011-05-19 13:34
~
Saudara CosmicBoy, terima kasih untuk kalimat pernyataan dari Saudara. Kiranya bisa menjadi perenungan yang mendalam bagi banyak umat.
~
CA
# aingtea 2011-05-24 00:51
*
Ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan" (Qs 3:45)

Jelas bahwa Isa putra Maryam adalah seorang (manusia) dan termasuk orang yang dekat dengan Allah.
# Staff Isa dan Islam 2011-06-08 08:59
~
Saudara Aingtea, kami tidak pernah berkata bahwa Isa Al-Masih bukan seorang manusia.

Isa Al-Masih adalah Allah yang berkenan menjadi manusia. Jadi Isa Al-Masih adalah Allah, dan pada saat yang sama Ia juga adalah seorang manusia. Isa Al-Masih adalah Allah yang menjelma menjadi manusia.

Lagian, bagaimana tanggapan Saudara tentang kalimat di atas yang menyatakan bahwa Isa Al-Masih adalah seorang yang terkemuka di dunia akhirat? Apakah seseorang boleh dinyatakan sebagai yang terkemuka di akhirat nanti, atau di sorga dan neraka? Apakah ada yang terkemuka di sorga selain Allah saja-kah?
~
CA
# aingtea 2011-05-24 00:54
*
Hai Cosmicboy,

Kalau anda berpikiran seperti itu buat apa anda beramal baik. Toh itu tidak ada artinya kan? Karena kita sudah ditebus. Kalau begitu silakan anda mabuk sepuasnya, main judi, dan berbuat dosa sepuas anda di dunia ini.

Anda mengatakan bahwa perbuatan baik hanya sebagai tanda kasih kepada Allah. Kalau tanda kasih berarti hukumnya tidak wajib kan? Jadi boleh saja dilakukan ataupun tidak usah dilakukan, yang penting beriman sama Yesus Kristus.

Kalau begitu tidak ada neraka donk? Apakah umat Kristiani percaya dengan neraka?
# Staff Isa dan Islam 2011-06-08 09:12
~
Saudara Aingtea, kita semua layak untuk masuk ke dalam neraka karena kita melakukan dosa. Semua manusia melakukan dosa, dan sedang berbondong-bond ong menuju neraka.

Apakah perbuatan baik bisa menutupi dosa kita dan menghantar kita untuk berbalik kembali dan berjalan menuju sorga? Saudara kiranya perlu memikirkan ulang: Seorang pencuri banyak melakukan perbuatan baik setelah ia mencuri dan membunuh, apakah ia masih harus menghadapi pengadilan dan dihukum? Ia berpikir bahwa ia telah banyak berdosa, oleh sebab itu ia membagi-bagikan hartanya kepada orang miskin. Ketika di pengadilan, apakah ia dibebaskan karena sudah berbuat banyak kebaikan?

Berbuat baik adalah kewajiban kita sebagai seorang manusia ciptaan Tuhan yang berakhlak. Berbuat baik tidaklah bisa menutupi semua dosa-dosa kita. Justru di saat kita tidak mau melakukan perbuatan baik, maka pada waktu itu juga, kita sedang menambah-nambah i dosa kita.

Perlu diingat bahwa dosa sama sekali tidak bisa dibayar dengan perbuatan baik. Dosa harus dihukum, sekecil apapun dosa itu. Dosa tidak bisa dibayar dengan taat menjalankan perintah Allah, sebab dosa adalah justru pelanggaran terhadap hukum Allah.

Dosa harus dihukum. Oleh sebab itu, Allah mengutus Isa Al-Masih untuk menanggung hukuman atas dosa tersebut. Kami mengajak Saudara untuk boleh merenungkan: isadanislam.com/jalan-keselamatan. Kiranya Saudara diberi hidayah yang sejati oleh Allah.
~
CA
# Aldi 2011-06-22 16:40
*
4:171. Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan(yang diciptakan dengan)kalimat- Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam dan(dengan tiupan)roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu)tiga”, berhentilah(dar i ucapan itu). (Itu)lebih baik bagimu.

Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.

Fakta yang tersisa adalah, tidak ada satupun Bibel yang berbicara tentang Trinitas.

Konsep Trinitas dikembangkan lebih dari rentang waktu tiga setengah abad semenjak zaman Yesus.

Ayat tersebut turun sebagai "teguran" untuk ahli Kitab yang memberikan pengajaran 'menyimpang' dari apa yang ditulis dalam Bibel.
# Staff Isa dan Islam 2011-07-29 10:01
~
Saudara Aldi,

Dengan jelas pada ayat yang saudara kutip di atas (Qs 4:171), bahwa Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah, yang datang ke dunia dan dilahirkan oleh seorang perawan bernama Maryam. Hal yang sama juga terdapat dalam Injil, “Pada mulanya adalah Firman (Kalimat Allah); Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.Firman itu telah menjadi manusia,” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1,14)

Apakah Allah pernah terpisahkan dengan Kalimat-Nya? Jelas tidak pernah. Sebab tidak ada masa dimana Allah tidak pernah ber-Firman/bisu . Dengan demikian, baik Allah maupun Firman-Nya (Isa Al-Masih) adalah kekal adanya, dan keduanya tidak dapat terpisahkan.

Sedangkan Trinitas, dengan jelas Alkitab mengatakan bahwa Allah Tritunggal. Namun manusia tak akan bisa mengerti misteri Allah Tritunggal karena keterbatasannya . Sedangkan Allah adalah Maha Besar dan Tak Terbatas.

Lebih lanjut, silakan saudara membaca penjelasan kami pada artikel ini, http://tinyurl.com/3el4zod.
~
SO
# Messi 2011-12-27 14:39
*
Jika Yesus mati untuk dosa-dosa umat Kristen, dan umat-Nya hanya perlu percaya itu untuk diselamatkan dan masuk surga.

Bagaimana hal itu dapat masuk akal? Bukankah itu artinya sama saja, umat Kristen dapat melakukan dosa sepuasnya karena akan tetap diselamatkan.
# Staff Isa dan Islam 2012-01-04 14:15
~
Saudara Messi,

Isa Al-Masih berkata Ia dan Allah adalah satu dan memiliki wewenang untuk mengampuni dosa. Pada "akhir jaman" Isa Al-Masih berkata bahwa Ia akan menghakimi yang hidup dan mati, maka yang benar akan naik ke Surga dan yang salah ke neraka. Untuk masuk ke dalam surga, setiap orang harus percaya pada Isa Al-Masih, yang dibuktikan dengan ketaatan kepada perintah-Nya.

Makna “dengan percaya dapat diselamatkan” yaitu bahwa manusia memerlukan anugerah Allah untuk selamat. Amal dan perbuatan baik tidak dapat membawa pada surga, karena apapun usaha manusia adalah sia-sia. Hanya Allah yang dapat menyelamatkan manusia.

"Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Isa Al-Masih untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya." (Injil, Surat Efesus 2:10).

Setiap manusia yang mengaku-ngaku pengikut Isa Al-Masih namun terus hidup berbuahkan dosa, sebenarnya manusia tersebut bukan pengikut Isa Al-Masih, sehingga belum mengalami pembebasan atas dosa-dosanya. Karena Isa Al-Masih memberikan keselamatan dan juga pembebasan manusia dari keterikatan atas dosa .Manusia yang sudah percaya dan diselamatkan tentu tidak akan berbuat hal yang dibenci oleh Allah, yaitu berbuat dosa.
~
NN
# you knowlah 2011-12-27 20:14
*
Manusia terdiri dari tubuh, jiwa dan roh adalah benar. Tetapi tubuh tanpa jiwa dan roh bukanlah manusia karena dia tidak bisa bergerak alias mati. Jiwa tanpa tubuh dan roh tidak memiliki esensi. Begitu pun roh tanpa tubuh dan jiwa tidak bisa disebut manusia karena tak kasat mata alias mahluk halus. Tubuh, jiwa dan roh bersatu, barulah menjadi Manusia.

Bapa = Tuhan, Putra = Tuhan, Roh = Tuhan. Berarti ada 3 Tuhan karena masing-masing bisa berdiri sendiri.
# Staff Isa dan Islam 2012-01-05 11:04
~
Kita tidak dapat melihat Allah yang tidak terbatas dari kacamata manusia, karena manusia terbatas. Tetapi coba pahami apa yang ingin Allah nyatakan mengenai diri-Nya

Allah SWT  adalah Sang Khalik yang Mahakuasa. Kare na itu Ia juga dapat menyatakan diri-Nya dalam 3 pribadi karena Dia Mahakuasa, namun Dia tetap satu (Esa). Allah dapat melakukan hal apapun karena Dia tidak terbatas. Jika Saudara berpendapat tidak mungkin hal itu terjadi, sama dengan Saudara memungkiri ke-Mahakuasaan-Nya.

Allah menyatakan diri-Nya agar semua manusia bisa mengenalnya. Bukan Allah yang bersembunyi, bukan Allah yang hanya dapat diketahui dengan jelas oleh sekelompok orang yang mengatakan dipilih Allah. Tetapi Allah yang membuktikan secara rill akan pribadi dan sifat-Nya kepada seluruh umat manusia ciptaan-Nya.

Ada tertulis  "Berfirmanlah Allah : Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita...".(Taura t, Kitab Kejadian 1:26). Kata Kita (Allah SWT) dalam ayat ini juga bermakna jamak. Allah SWT adalah Allah yang  Esa, yang memiliki 3 pribadi dalam satu kesatuan yaitu Allah SWT, kalimat-Nya (Isa Al-Masih) dan Roh-Nya.

Dalam Injil juga dijelaskan tentang keesaan Allah : "Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Isa Al-Masih.". (Injil, Surat 1Timotius 2:5). Sekalipun Allah menjelma menjadi manusia dalam Isa Al-Masih, Dia tetaplah Allah yang Esa. Allah dan Isa-Almasih adalah satu kesatuan yang merupakan pribadi Allah seperti tertulis :" Aku dan Bapa (Allah) adalah satu (Esa)." (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30)
~
NN
# madi 2012-01-12 07:10
*
Injil, Rasul Markus 14:50, “Lalu semua murid itu meninggalkan dia dan melarikan diri.”

Injil, Rasul Besar Matius 26:56, “…lalu semua murid itu meningalkan dia dan melarikan diri.”

Jika Yesus mati untuk dosa-dosa umat Kristen dan umat-Nya hanya perlu percaya itu untuk diselamatkan dan masuk surga, mengapa semua murid Yesus takut mati dan lari ketika Yesus ditangkap?

Apakah semua murid Yesus tidak percaya kepada Yesus?
# Staff Isa dan Islam 2012-01-13 16:34
~
Pada saat Yesus disalib hingga kematian-Nya, para murid mengalami ketakutan karena pada saat itu mereka belum mengerti dan belum percaya pada karya keselamatan yang telah dilakukan Yesus.

Namun pada saat Yesus bangkit, Ia mengumpulkan mereka semua hingga kemudian Yesus naik ke sorga.

“Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah” (Injil, Rasul Lukas 24:50-53).

Yesus berkata pada murid-Nya bahwa Ia akan selalu menyertai hingga akhir jaman, “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman" (Injil, Rasul Besar Matius 28:20)

Mengapa mereka belum percaya? karena pada saat penyaliban hingga kematian Yesus, Roh Kudus belum dicurahkan. Roh kuduslah yang menuntun seseorang untuk percaya. Setelah Yesus naik ke sorga, Roh Kudus dicurahkan dan mereka percaya. Roh Kudus yang menuntun mereka untuk memberitakan tentang Yesus

“Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya” (Injil, Surat Kisah ParaRasul 2:4).
~
NN
# Benjamin Gates 2012-05-01 10:32
*
Kata Elohim dalam bahasa Ibrani memang berarti jamak atau plural. Tetapi dalam bahasa Ibrani dan Arab terdapat dua jenis plural, plural yang berarti jamak dan plural of respect (plural yang menunjukkan rasa hormat) imbuhan im dalam kata elohim menunjukan plural of respect. Kalau tidak percaya tanya orang Yahudi atau Israel
# Staff Isa dan Islam 2012-05-04 20:09
~
Saudara Benjamin,

Bahasa Ibrani dan Arab memang masih dapat disebut satu rumpun. Namun bukan berarti semua kata pada kedua bahasa tersebut mempunyai arti yang sama. Mungkin dalam bahasa Arab Elohim bisa disebut sebagai plural of respect seperti yang saudara jelaskan di atas.

Namun dalam bahasa Ibrani, Elohim berarti jamak atau plural. Kata ini berasal dari kata “Eli” artinya Allah dan ditambah akhiran “im” menjadi “Elohim” yang artinya adalah jama atau plural.

Di sinilah Allah menyatakan diri-Nya sebagai Allah yang Esa terdiri dari tiga oknum berbeda. Yaitu Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus.

Maka, kata Elohim bukanlah berarti plural of respect seperti yang saudara sampaikan di atas. Melainkan Elohim berarti jamak dalam satu kesatuan.
~
SO
# Arinori 2012-06-09 22:06
*
Pernyataan anda di atas sungguh aneh, "karena manusia terbatas" Isa terlahir dari rahim seorang Maryam, berarti Isa adalah manusia dan punya batasan. Kelebihan Isa karena Isa seorang nabi dan dilahirkan tanpa ada unsur biologis, tidaklah terlalu spektakuler dibanding penciptaan Nabi Adam.

Lalu kenapa Anda menuhankan Isa yang hanya seorang manusia dan punya batasan seperti manusia lainnya? Memiliki rasa lelah, sedih, lapar dll.
# Staff Isa dan Islam 2012-06-11 20:50
~
Saudara Arinori,

Pertama, saudara harus ketahui bahwa Adam adalah manusia pertama. Karena dia manusia pertama, tentu tidak ada wanita (manusia lain) yang dapat melahirkan dia. Bila dia dilahirkan, berarti dia bukan manusia pertama.

Sedangkan Isa, memang betul Dia manusia. Tetapi, dalam diri-Nya sebagai manusia, terdapat juga keilahian Allah. Isa adalah 100% manusia, yang memiliki rasa lelah, sedih, lapar dll.

Tetapi Dia juga 100% adalah Allah. Allah yang dapat melakukan hal-hal yang tidak dapat dilakukan oleh manusia. Seperti: mengampuni dosa seseorang. “Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni" (Injil, Rasul Lukas 7:48).

Menurut Al-Quran, Dia dapat memberi nafas kehidupan pada sebuah benda yang Dia ciptakan sendiri (Qs 3:49). Dia juga dapat menghidupkan orang yang sudah mati berhari-hari dan sudah berbau (Injil, Rasul Besar Yohanes 11:43).

Pekerjaan di atas hanya dapat dilakukan Allah dan mustahil dilakukan oleh manusia.

Dan hal terpenting adalah, Isa Al-Masih dapat memberi jaminan keselamatan bagi setiap orang yang percaya pada-Nya. “supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:15).
~
SO
# petualang 2012-07-13 21:54
*
Staff IDI Menulis:
Manusia yang serba terbatas tidak akan mampu memahami tentang keberadaan Allah yang Maha Besar dan tidak terselami keberadaanNya, pengetahuan yang terbatas dari manusia tidak akan mampu menjangkau Sang Pencipta.
__

Disitulah fungsi utusan (nabi), untuk menuntun manusia mengetahui hakikat dan sifat-sifat Tuhan dengan benar. Nabi mengajarkan kita bagaimana berpikir yang benar tentang Tuhan, mempermudah kita dalam memahami Tuhan.

Konsep Tuhan dalam Kristen tidak bisa dijelaskan sehingga teman-teman Kristen selalu berlindung dalam keterbatasan manusia. Jika Tri-Tunggal adalah hakikat kebenaran, mestinya Yesus memberi pengajaran akan hal itu. Nyatanya Yesus berkata "hanya Bapa satu-satunya Tuhan yang benar, dan beliau (Yesus) hanya utusan Bapa".
# Staff Isa dan Islam 2012-10-24 13:20
~
Tidak ada seorangpun yang dapat memahami tentang hakekat Allah secara keseluruhan, bahkan nabi pun juga tidak. Justru Nabi Ayub mengatakan dengan jujur bahwa pikirannya tidak mampu memahami hakekat Allah.

“Dapatkah engkau memahami hakekat Allah, menyelami batas-batas kekuasaan Yang Mahakuasa?Tingg inya seperti langit--apa yang dapat kaulakukan? Dalamnya melebihi dunia orang mati--apa yang dapat kauketahui?” (Kitab Nabi Ayub 11:7-8)

Masalah penjelasan dan penjabaran Trinitas memang bukanlah masalah yang seharusnya menjadi konsumsi pikiran manusia. Karena kita sebagai ciptaan bukanlah dirancang untuk dapat melakukan bedah ilmiah mengenai misteri ke-Allahan. Tetapi tidak salah jika kita menelaah, mempelajari, mengimani apa yang telah dinyatakan kepada kita.
~
SL
# galauers 2012-10-05 06:29
*
"Yesus Kristus adalah Allah yang berkenan menjadi manusia. Jadi Yesus Kristus adalah Allah, dan pada saat yang sama Ia juga adalah seorang manusia. Yesus Kristus adalah Allah yang menjelma menjadi manusia."

Yang ingin saya tanyakan: Ketika Isa atau Yesus turun ke dunia dalam wujud manusia untuk menebus dosa umat-Nya, siapakah yang berada di sorga untuk mengawasi umat-Nya di alam semesta yang lain? Apakah singgasana di sorga dalam kekosongan?
# Staff Isa dan Islam 2012-10-24 13:21
~
Tuhan tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, sedangkan manusia dibatasi oleh ruang dan waktu. Tuhan bisa berada di tempat berbeda di waktu yang sama, tetapi manusia tidak .

Istilah "kosong" menandakan suatu ruang dan waktu. Jika sorga kosong ketika Tuhan dalam pribadi Isa Al-Masih turun ke dunia, berarti Tuhan dapat dibatasi dengan ruang dan waktu.

Alkitab menyatakan bahwa sekarang Isa Al-Masih telah kembali ke sorga untuk menyediakan tempat bagi para pengikut-Nya. Namun demikian para pengikut-Nya yang di bumi ini, tetap masih dapat merasakan kehadiran dan penyertaan Isa Al-Masih.

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman"
(Injil, Rasul Besar Matius 28:19-20)
~
SL
# Raisonz 2012-10-18 21:41
*
To: Galauers,

Tentu singgasana sorga tidak mengalami kekosongan. Ini buktinya, Injil Markus 15:34 “Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eloi, Eloi, lama sabakhtani?", yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”

Allahku, Allahku itu berarti menjunjuk ke Allah (Bapa-Nya) jadi masih ada Allah Bapa di sorga. Semoga jawaban ini membantu. Tuhan memberkati.
# Hadi Al Faruq 2013-01-10 23:29
*
Yang menyatakan Tuhan adalah Tri-Tunggal itu berdasarkan filsafat, dan penafsiran yang keliru.

Kristen percaya kepada keyakinan yang mengakar dari Johanes 1.1 ... 1.14 .... : "Pada mulanya adalah firman, dan firman itu bersama Tuhan dan firman itu adalah Tuhan... "

Ini terdapat dalam hymne Injil Johanes tersebut, yang diambil oleh penyalin Injil Johanes dari Filsafat Platoonis, kemudian dimasukan ke dalam pembukaan Injil tersebut.

Hal itu dijelaskan oleh Saint Agustine dalam Buku The Conffesion of Saint Augustine, dan diperjelas oleh Dosen Theology dan Filsafat dari Amerika Burton L Mack dalam bukunya "Who Wrote the New Testament" dengan tegas menyatakan; Mitos Kristus dijadikan bahan baku pembuatan Injil.
# Staff Isa dan Islam 2013-01-11 14:06
~
Orang Islam percaya, Kristen adalah politheis dan menyembah tiga Allah. Jelas pandangan ini salah! Kekristenan tidak pernah mengajarkan bahwa Tuhan lebih dari satu.

Kata “Tritunggal” mengacu kepada kepercayaan bahwa Allah berwujud sebagai kesatuan dari tiga pribadi yang berbeda: Allah Bapa, Allsah Anak [Isa Al-Masih], dan Allah Roh Kudus. Ketiganya masing-masing memiliki sifat-sifat yang hanya Allah saja bisa miliki.

Memang doktrin Allah Tritunggal dikembangkan oleh ahli Teologi seperti Augustine (354-430 Masehi), tetapi doktrin ini tidak ditemukan oleh dia. Doktrin ini muncul dari hasil pembacaan Injil.

Benarkah dalam Injil terdapat doktrin Tritunggal? Saudara akan menemukan jawabannya dengan membaca sendiri Injil secara keseluruhan.
~
SO
# wardo sipa 2013-01-29 23:29
*
Perhatikan ayat ini yang membuktikan Isa adalah Allah:

"Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat" (Qs 43:61) "Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pegetahuan tentang hari Kiamat" (Qs 31:34)

Perhatiakan, hanya Allah yang mengetahui tentang hari kiamat sedangkan nabi Isa mengetahui hari kiamat. Jadi Isa itu adalah Allah yang menjelma (Qs 114:1).

Nabi Isa itu adalah hakim yang adil di hari pembalasan (hari kiamat). Nabi bersabda Hadits Shahih Muslim 127 "Demi Allah yang jiwaku ditangan-Nya sesungguhnya telah dekat masanya Isa anak Maryam akan turun ditengah kamu Dia akan menjadi Hakim yang adil".

Sedangkan Hakim yang adil itu adalah Allah sendiri. Qs 16:124 "Tuhanmu benar-benar akan memberi putusan diantara mereka dihari kiamat"
# Bagas 2013-01-30 09:28
*
To: Wardo,

Kalau membaca Al-Quran jangan satu-satu tapi semuanya. Pasti akan keliatan untuk apa Isa turun, dan alasan mengapa Isa diselamatkan dari penyaliban.
# Staff Isa dan Islam 2013-01-31 16:16
~
Saudara Bagas,

Sebagai seorang Muslim kami percaya saudara sudah pernah membaca semua ayat Al-Quran. Nah, dapatkah saudara menjelaskan, menurut Al-Quran yang saudara baca tersebut untuk apakah Isa Al-Masih datang untuk kedua kalinya ke dunia dan apa alasan Al-Quran Isa disalib?

Kiranya saudara tidak keberatan untuk berbagi ilmu dengan kami.
~
SO
# Bagas 2013-02-01 10:02
*
Admin yang baik,

Kita mengenal bahwa Yesus dianggap sebagai pria, dan Gereja adalah wanita. Karena Kristen mengajarkan Monogami (katanya), kira-kira berapa wanita yang menjadi pasangan Yesus, berapa gereja yang sah?

Di sini topiknya adalah keselamatankan? Bagaimana bisa berkata bahwa kau akan selamat jika temanmu saja mengatakan kau sesat.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-05 14:54
*
Saudara Bagas,

Ingat kisah nabi Nuh. Ketika beliau menghimbau akan keselamatan manusia di zamannya siapa yang percaya? Tidak ada, bahkan ia dikatakan sudah sesat. Betapa tidak, Nuh membuat bahtera di atas gunung. Hanya orang yang rendah hati dan suci hati yang mau membuat bahtera di atas gunung karena mendengar perintah Tuhan. Dialah Nuh. Dan Nuh beserta keluarganya saja yang selamat.

Kebenaran bukan diukur dari jumlah suara dan pendapat kebanyakan orang. Nuh dan keluarganya telah membuktikan bahwa suara terbanyak belum tentu suara kebenaran.

Siapakah yang tersesat. Bukankah umat Islam masih meminta petunjuk jalan yang lurus? Sedangkan umat Isa Al-Masih sudah berada di jalan yang lurus. Isa Al-Masih berkata “Kata Isa Al-Masih kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa [Allah], kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).
~
NN
# Bagas 2013-02-01 10:04
*
Admin yang baik,

Kehadiran Isa kedua kalinya yang utama adalah membunuh dajjal dan menghancurkan salib. Ada tambahan lagi?
# Staff Isa dan Islam 2013-02-05 14:55
~
Saudara Bagas,

Mengenai tujuan Isa Al-Masih datang di hari kiamat adalah suatu perkara yang dahsyat. Menjelang akhir dari semesta ini Isa Al-Masih akan melakukan hal-hal yang ajaib dan mengadili semesta ini. Tidak masuk akal jika puncak masa dunia ini adalah menghancurkan salib apalagi membunuh babi. Isa Al-Masih tidak datang untuk mencari salib-salib dan membakar kayu-kayu salib apalagi mencari-cari babi dan membunuhinya.

Tetapi Isa Al-Masih datang untuk menyelamatkan umat-Nya dan menghakimi orang yang tidak percaya akan rahmat-Nya. Dia menjamin keselamatan umat-Nya. Ada tertulis “supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya [Isa Al-Masih] beroleh hidup yang kekal [di sorga]” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:15).

Salah satu bukti bahwa Dia menjamin keselamatan umat-Nya yaitu kedatangan-Nya dihari kiamat. Bukan Musa atau Muhammad tetapi Isa Al-Masih, kenapa?

Saudara tidak mengenal Isa Al-Masih seperti saudara mencintai Muhammad, lalu siapa yang akan menjamin saudara di hati kiamat itu, sebab yang datang adalah Tuhan milik Nasrani.
~
NN
# Bagas 2013-02-06 10:07
*
Pertama, benar sekali, saya setuju bahwa kebenaran tidak dinilai dari mayoritas atau minoritas. Atau benarkah begitu? Ingat dalam Konsili agung Kristen sering kali diambil voting untuk mengatakan bahwa pendapat ini benar dan itu salah?

Umat Islam minta petunjuk jalan lurus? Yang benar saja, anda hanya mengambil satu surat, yaitu Al Fatiha. Kenyataannya anda sendiri tahu bahwa Al-Fatiha adalah surat pembuka untuk membaca Al-Quran, dan kalau anda melanjutkan membaca Al-Quran, anda akan menemukan jalan yang lurus tersebut. Jangan cuma baca satu surat.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-08 16:37
~
Saudara Bagas,

Mungkin yang saudara maksud adalah konsili diabad ke-3. Sejarah mengatakan: Setelah tahun 312, gereja sangat diprofesionalis asikan: Constantine mengeluarkan dekrit Milan (312) yang menjadikan Kristen sebagai agama negara. Para pendeta ditetapkan untuk meresmikan berbagai upacara keagamaan. Gereja juga harus “selaras dengan raja”. Gereja diberikan kekuatan hukum, dilembagakan dan dilindungi oleh negara.

Sepak terjang “lembaga gereja negara” mulai dari abad ke 3 hingga kurang lebih abad ke 15 bukanlah jalan Injil. Tetapi Allah membangkitkan orang-orang pilihan yang berani menegakan kebenaran. Alkitab diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan dapat diperoleh untuk segala lapisan masyarakat hingga saat ini.

Iblis menyamarkan jalan Allah agar manusia tersesat. Contohnya sepenggal sejarah gereja diatas. Tetapi Allah penuh rahmat dan berkuasa. Jalan Allah yaitu keselamatan tetap disiarkan hingga saat ini.

Jika saudara ingin mengetahui Jalan Allah tersebut klik http://tinyurl.com/837ye8t
~
NN
# Bagas 2013-02-06 10:15
*
Kedua, saudara Admin masa mengambil suatu kalimat secara tekstual dan menganggapnya sebagai kata-kata harfiah? Menghancurkan salib dan membunuh babi artinya membasmi dan menghancurkan ajaran-ajaran sesat. Dan lagi, memang Muhammad tidak menjamin, tapi Allah menjamin.

"Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya" (Qs 2:82)

An Nisaa 122 : Orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan saleh, kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah telah membuat suatu janji yang benar. Dan siapakah yang lebih benar perkataannya dari pada Allah?

“Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal [di sorga]” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:15).

Ayat di atas mengacu kepada siapa, Bapa atau Anak?
# Staff Isa dan Islam 2013-02-08 16:40
~
Saudara Bagas,

Sepertinya ada ketidakharmonis an dalam kitab suci saudara. Dalam ayat-ayat yang saudara kutip diatas sepertinya bertentangan dengan ayat-ayat dibawah ini:

Bersumber dari Abu Huraira, Muhammad berkata “Mendekatlah dan berusahalah benar! Ketahuilah bahwa setiap orang diantara kalian tidak bakal selamat karena amalnya. Para sahabat bertanya “Ya Rasullah, tidak juga engkau? Rasullulah berkata: “Tidak juga aku, kecuali Allah melimpahiku dengan rahmat dan karunia-Nya” (Hadis Sohih Muslim KH. Adib Basri Mustafa Hal. 819 No 76).

Bersumber dari Jabir, beliau berkata: “Aku mendengar nabi saw bersabda “ Tak seorangpun diantara kalian dimasukan oleh amalnya ke dalam sorga dan tidak pula diselamatkan dari neraka begitu pula aku, kecuali dengan rahmat Allah” (Hadis Sohih Muslim KH. Adib Basri Mustafa Hal. 819 No 77).

Bahkan nabi saudara tidak tahu keadaanya kelak apakah mendapat sorga atau neraka. "Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan"(Qs 46:9).

Jika nabi saudara tidak dapat menjamin dirinya mengapa saudara bicara soal jaminan yang pasti?
~
NN
# Alex 2013-02-15 23:32
*
Anda tadi mencontohkan Allah Tritunggal seperti manusia yang mempunyai badan, jiwa, dan roh, tetapi jika ketiganya berpisah pasti manusia mati.

Sama halnya Bapa, Anak, dan Roh Kudus, berpisah sewaktu Firman diutus ke dunia. Berarti Allah mati karena struktur pembentuk diri-Nya terpisah. Ada yang di sorga, ada yang dibumi dan ada yang kelayapan memberi hidayah.
# Staff Isa dan Islam 2013-03-07 14:24
~
Saudara Alex,

Sejujurnya, kami sungguh kasihan membaca komentar saudara di atas. Sepertinya mata rohani saudara sungguh sudah tertutup sehingga sulit untuk melihat kebenaran.

Bagaimana mungkin saudara dapat menyamakan manusia yang tidak kekal dengan Tuhan yang kekal? Penjelasan kami tentang manusia yang mempunyai badan, jiwa, dan roh adalah ilustrasi untuk mempermudah saudara mengerti sedikit tentang apa yang dimaksud dengan Tritunggal. Ingat, ilustrasi itu hanya penggambaran saja. Bukan berarti saudara bisa menyamakan Tuhan dengan manusia yang bisa mati.

Saran kami, mintalah pengampunan kepada Allah. Minta Dia membukakan mata rohani saudara, sehingga saudara dapat melihat kebenaran yang ada. Jangan keraskan hati saudara!
~
SO
# adrians 2013-03-24 21:12
*
Allah adalah batas terakhir dari pemikiran manusia. Manusia tidak dapat memikirkan sesuatu yang melampaui Allah. Berbicara tentang Allah, manusia tidak dapat hanya mengandalkan rasionya, tetapi membutuhkan pembenaran dalam iman. Allah Tritunggal merupakan misteri terbesar dalam agama Kristen. Umat Kristen hanya bisa memahami ini lewat imannya. Maka hargailah iman orang Kristen.
# K 2013-04-27 20:50
*
Al-Quran dan Alkitab mengatakan Tuhan maha Esa. Konsep ini sangat sulit untuk mencerminkan kata esa? Jika anda mengibaratkan seperti manusia tubuh, jiwa, ruh. Manusia tidak perlu menerima informasi dari jiwa dan mewahyukannya kepada tubuh melalui ruh. Karena tubuh, jiwa, ruh adalah satu zat yang sama, yaitu manusia yang utuh atau satu.

Esa bermakna satu. Pada dasarnya Tuhan Bapa, Yesus, dan Roh Kudus adalah satu zat yang sama, iyakan? Tapi kita lihat untuk apa Roh Kudus menyampaikan wahyu kepada Yesus, padahal mereka adalah satu zat yang sama? Secara tidak langsung Tuhan tidaklah esa.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-29 19:07
~
Saudara K,

Bila menurut saudara Tuhan tidak esa, lalu dengan sebutan apakah yang benar? Apakah Tuhan jamak, atau?

Kiranya saudara tidak keberatan memberi penjelasan menurut pandangan saudara.
~
SO
# K 2013-04-30 18:41
*
Pandangan saya sama seperti Al-Quran Qs 4:171, Qs 5:73, bahwa hanya ada satu Tuhan yang maha esa.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-02 07:51
~
Saudara K,

Kami sependapat dengan saudara bahwa Allah itu esa. Demikian halnya kami sebagai orang Kristen, menyembah dan percaya kepada Tuhan yang maha esa.

Kitab Suci Injil menuliskan, "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa” (Injil, Rasul Markus 12:29).
~
SO
# adriansyah 2013-05-14 07:46
*
Kalau memang staff IDI percaya dengan Allah yang Esa, kenapa anda menTuhankan Yesus? Allah ya tetap Allah. Jangan anda menyebut Yesus sebagai Allah.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-14 20:49
~
Saudara Adriansyah,

Kami memang menyembah Allah yang Esa, karena itulah juga yang diajarkan oleh Isa Al-Masih. Tetapi pengertian Esa umat Muslim sangat berbeda tentang keesaan Allah. Kebanyakan umat Muslim salah paham terhadap iman Nasrani padahal kami menyembah Allah yang Esa.

Sekalipun Allah Esa, bukan berarti Allah tidak dapat menyatakan diri dalam wujud lain. Isa Al-Masih adalah Allah yang menyatakan diri-Nya dalam wujud manusia. Kami berikan contoh ilustrasi:

Ada namanya gelombang Elektromagnetik . Gelombang ini memberikan pengertian bahwa : Eksistensi gelombang hanya ada 1 atau tunggal, Presensi gelombang tak terhitung jumlahnya, Presentasi gelombang ada 5 buah.
Observasi dilakukan untuk beberapa konteks yakni : eksistensi, presensi, dan presentasi. Konteks eksistensi tidak sama dengan konteks presensi dan konteks presentasi. Dengan wawasan gelombang elektromagnetik ini diketahui bahwa sesuatu yang bereksistensi tunggal, presensi dan presentasinya tidak harus tunggal.

Allah yang disembah memang hanya ada satu atau Esa namun perlu dipahami bahwa Esa di sini hanya dalam konteks eksistensi Allah. Allah Yang Maha Kuasa itu bisa hadir dimanapun sehingga dalam konteks kehadiran atau presensi Allah jumlahnya ialah tak terhitung. Allah Yang Maha Kuasa juga bisa tampil dalam berbagai penampilan untuk mengerjakan berbagai pekerjaan berbeda sehingga dalam konteks penampilan atau presentasi Allah jumlahnya tak terhitung juga.
~
NN
# Hamba Allah 2013-05-17 08:14
*
1. Yesus "melihat roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya" (Matius 3:16).

Apakah itu dimaksudkan 1 Roh Allah?
# Staff Isa dan Islam 2013-07-19 12:39
~
Hamba Allah,

Firman Allah benar, Roh Allah menampakan diri pada saat pembatisan Isa Al-Masih. Penampakan Roh Allah ini mengawali dimulainya pelayanan Isa Al-Masih. Selain Roh Allah yang menampakan diri, Allah juga berfirman dari langit di saat yang bersamaan. Dan perhatikanlah bahwa kejadian langka yang maha ajaib itu terjadi karena Isa Al-Masih.

Allah itu esa yang dikenal sebagai Allah Bapa, Isa Al-Masih dan Roh. Isa Al-Masih berkata dalam Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30 “ Aku dan Bapa [Allah] adalah satu.”

Mengapa Isa Al-Masih harus datang ke dunia? Karena kasih. Ia menghendaki agar manusia mengenal dan menerima keselamatan dari-Nya melalui pengorbanan-Nya datang ke dunia. Apakah saudara sudah menemukan keselamatan di akhirat?
~
NN
# Putra 2013-06-08 23:10
*
"Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan" (Injil, Matius 3:16 -17)

Peristiwa tersebut merupakan pernyataan Allah langsung tanpa melalui perantara terhadap Yesus.
Allah Maha Besar namun Allah Tri Tunggal bisa dilihat, dipahami, oleh kacamata iman. Dan bilamana saudara membaca Injil maka kesemuanya itu akan lebih jelas, bahkan Allah sendiri-lah yang menyatakan seperti contoh peristiwa di atas.

Sebagai contoh:
- Mana yang anda imani? bumi diciptakan dengan cara "kun faya kun" atau berbagai teori pembentukan bumi?

- Mana yang anda imani? Adam dan Hawa merupakan manusia pertama ataukah monyet yang berevolusi menjadi manusia?
# Islamku 2013-07-08 23:43
*
Saya mau tanyakan mengenai Perjanjian lama Markus pasal 12 ayat 29. "Maka jawab Yesus kepadanya. hukum yang terutama ialah: Dengarlah olehmu hai Israel, adapun Allah Tuhan kita ialah Tuhan yang Esa." dan Ulangan" pasal 4 ayat 35.

Di pasal dan ayat ini menyebutkan: "Maka kepadamulah ia itu ditunjuk, supaya diketahui olehmu bahwa Tuhan itulah Allah, dan kecuali Tuhan yang Esa tiadalah yang lain lagi.

Kenapa pada anda menjalaskan bahwa tuhan itu tritunggal.
kenapa ada kesingpasyiuran . pasal yang lain bilang tuhan itu esa, pasal yang lain lagi tritunggal?

Saya mau tanya. Jika Yesus penebus dosa, kenapa tidak datang lebih awal sebagai anak pertama adam? Kasihan yang generasi dahulu tidak mengenal Yesus, ia membawa dosanya sendiri-sendiri.

Saya kira tidak nabi isa seperti pasal di atas sudah menyebutkan bahwa Allah tuhan yang maha esa dan patut Dia lah yang di sembah.
# Staff Isa dan Islam 2013-07-19 12:58
~
Saudara Islamku,

Kami percaya Firman Allah kami berkata bahwa Allah itu esa. Setiap umat Nasrani sudah membaca dan juga mempercayai bahwa Allah itu esa. Ada tertulis seperti ini: "Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan” ( Injil, Surat 1 Timotius 2:5-6).

Mengapa harus ada Isa Al-Masih di dunia ini? Ini jawabannya: “yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran” (Injil, Surat 1 Timotius 2:4).

Ketika saudara mati saudara pasti masuk dalam penghukuman kekal (bukan sementara) karena dosa-dosa saudara (Qs 43:74), termasuk juga dosa kecil (Qs 99:8). Dan juga dikatakan:

“Sesungguhnya barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, maka sesungguhnya baginya neraka Jahannam. Ia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup” (Qs 20:74).

Menurut saudara mana yang masuk akal, mungkinkan saudara dapat menghapuskan seluruh dosa saudara atau Isa Al-Masih, karena Ia ilahi maka Ia sanggup menghapuskan dosa dan karena itulah Ia pernah ada di dunia.
~
NN
# tuhanku ALLAH 2013-07-08 23:56
*
Menanggapi jawaban Adriansyah. Kenapa Yesus tidak bilang kepada kaum Israel bahwa Dia adalah jelmaan Tuhan?

Jelas-jelas Yesus mengatakannya, "Maka jawab Yesus kepadanya. hukum yang terutama ialah: Dengarlah olehmu hai Israel, adapun Allah Tuhan kita ialah Tuhan yang Esa" (Injil Markus 12:29) Esa dalam artian bahasa adalah satu atau tunggal.

Saya mau tanya, ada 2 pertanyaan: Seandainya Allah itu turun ke bumi melalui roh Yesus tentunya jelmaannya Tuhan. Dan mengapa harus pakai perantara Gabriel sebagai pemberi wahyu?

Kenapa seluruh umat Yesus berani mengurangi, menambah isi Alkitab. Terpancar pada Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru?
# Staff Isa dan Islam 2013-07-21 19:47
~
Saudara Tuhanku Allah,

Jika ada seseorang yang datang pada saudara dan mengatakan”akul ah jelmaan Tuhan, sembahlah aku”, bagaimana reaksi saudara? Tentu saudara tidak akan mempercayainya. Isa Al-Masih sangat tahu reaksi yang akan terjadi seperti iatu. Karena itulah Ia menyatakan keilahian-Nya melalu setiap tindakan-tindak an-Nya dan teladan hidup-Nya yang sempurna. Perbuatan-perbu atan Isa Al-Masih hanya layak dilakukan oleh Allah. Ini membuktikan bahwa Isa Al-Masih benar-benar Allah.

“Ia [Isa Al-Masih] adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia” (Injil, Surat Kolose 1:15-16).

Isa Al-Masih datang ke dunia menjadi manusia dan malaikat Gabriel memberitakan kedatangan-Nya. Apakah saudara mengharapkan Allah datang langsung berhadapa muka dengan manusia? Tentu tidak ada manusia yang sanggup melihat Allah dalam kemuliaan-Nya, karena pastilah manusia mati.

Kedatangan Isa Al-Masih ke dunia menggenapi apa yang ada dalam Firman Allah yang tidak pernah berubah ataupun diubah. Karena tidak ada yang pernah mengubah Alkitab.
~
NN
# wahyu 2013-08-28 23:49
*
Salam keselamatan untuk staf Isa dan Islam,

Bolehkah anda memberikan petunjuk untuk mengenal Isa Al-Masih?
# Staff Isa dan Islam 2013-08-31 11:29
~
Pada mulanya hubungan manusia dengan Allah baik adanya. Karena ketidak-taatann ya, manusia jatuh dalam dosa. Akhirnya manusia terpisah dari Allah. Allah hidup dalam kekekalan sedangkan manusia hidup dalam kebinaan kekal. Dosa telah menjadi jurang yang memisahkan Allah dan manusia.

Berbagai cara diusahan manusia agar dapat kembali kepada Allah. Perbuatan baik, etika, moral, agama, pendidikan semua adalah usaha yang sia-sia.

Kitab Suci Injil menuliskan, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).

Isa Al-Masih adalah satu-satunya “Jalan” yang dapat membawa manusia kembali kepada Allah. Bagi mereka yang mendengar dan percaya, akan menerima hidup kekal, tidak turut dihukum, dan pindah dari maut kepada hidup kekal.

Isa bersabda, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Untuk mengenal lebih jauh Isa Al-Masih, silakan saudara mengikuti tahapan-tahapan yang kami jelaskan pada artikel ini: http://tinyurl.com/agr4w99.
~
SO
# Ciptaan Allah 2013-09-06 20:33
*
Jadi dapat disimpulkan bahwa Isa Al-Masih adalah pembawa berita gembira, yang mengajak manusia ke jalan yang hakiki. Menyembah Allah saja, bukan menyembah Isa (Isa/Yesus adalah pesuruh Allah, bukan anak Allah ataupun kepribadian Allah. Ia hanya manusia pilihan seperti halnya Ibrahim, Nuh dan dll) Jadi sembahlah Allah jangan sembah Yesus.
# Staff Isa dan Islam 2013-09-16 13:56
~
Saudara Ciptaan Allah,

Kami ingin mengajak saudara mengenal Isa melalui karya-karya-Nya berikut ini. Dimana karya tersebut dilakukan Isa ketika Dia masih ada di dunia.

1. Ketika Isa di dunia, Dia berkuasa mengampuni dosa seseorang, dimana kuasa tersebut tidak satu pun nabi lain yang dapat melakukannya. “Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni" (Injil, Rasul Lukas 7:48).

2. Alam semesta juga takut kepada Isa, sehingga ketika ada angin ribut seketika itu juga reda ketika Isa membentaknya.

“Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur. Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali” (Injil, Rasul Besar Matius 8:24; 26)

3. Selain itu, Isa juga berkuasa menyembuhkan setiap sakit-penyakit, bahkan menyembuhkan orang yang kesurupan setan. Dan menghidupkan kembali Lazarus yang sudah terbaring dalam kubur selama tiga hari.

Nah, dari karya-karya Isa di atas, menurut siapakah sebenarnya Isa Al-Masih itu?
~
SO
# abdullah 2013-10-22 23:22
~
Lantas kepada siapa umat nasrani berdoa kepada Tuhannya, kepada Bapa, Anak, atau Roh Kudus? Sebab disini disebut 3 pribadi, sebab salah satu pribadi tersebut sempat turun ke dunia, dan berhubungan dengan ciptaannya sendiri, berarti sempat terjadi 1/3bagian tersebut hilang dan turun kebumi, kemudian naik, dan turun lagi diakhir zaman, bukan begitu kepercayaan saudara, berarti ada 3 kepribadian yang bisa berpisah, apabila bersatu disebut apa?

Jikalau saya melihat konsep Trinitas ini, maka satu kebingungan saya, kepada yang mana saya berdoa, apa yang lain tidak cemburu nantinya, dan ada beberapa masa ternyata manusia bisa langsung bercakap-cakap dengan Tuhannya? Lantas ketika masa itu datang, maka dimana 2 kepribadian lainnya?
# Staff Isa dan Islam 2013-11-26 11:15
~
Saudara Abdullah,

Menurut saudara Tuhan bagi agama Kristen ada tiga karena berdasarkan penhitungan saudara Allah, Isa Al-Masih dan Roh kudus itu tiga. Nah, mari kita tanyakan langsung kepada sumbernya yaitu Alkitab. Tertulis dalam Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30 “Aku dan Bapa [Allah] adalah satu” Isa Al-Masih menyatakan diri-Nya adalah Allah. Kemudian, ketika Filipus meminta kepada Isa Al-Masih supaya Allah menampakan diri, justru Isa Al-Masih menegur dan berkata “jika kamu melihat Aku berarti kamu sudah melihat Allah (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:9).

Roh Kudus adalah Roh Allah yaitu Allah itu sendiri. Injil, Rasul Besar Yohanes 4:24 menjelaskan Allah itu Roh. Dan Isa Al-Masih adalah Roh Allah. Hadis Anas Bin Malik 72 berkata “Sesungguhnya Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah dan Roh Allah.

Jadi kini saudara tahu kepada siapa umat Nasrani berdoa. Saudara dapat mencoba berdoa kepada Isa Al-Masih dan percayalah saudara akan mendapatkan taupiq dan hidayah
~
Noni
# Katolik Sejati 2013-11-21 13:37
~
Pertanyaanku buat Muslim yang bergabung di sini. Aku mau tanya ya. Kalian kenapa menolak Yesus Kristus / Isa Al-Masih sebagai Allah yang menjelma menjadi manusia? Jika Isa Al-Masih / Yesus Kristus adalah manusia biasa yang selama ini diklaim Muslim. Adakah para nabi sebelum Isa Al-Masih / Yesus Kristus yang bisa mengampuni dosa manusia? Jika ada tunjukkan ayatnya. Terserah dari Alkitab atau al-Quran ayatnya.

Pertanyaan terakhirku, pernahkah alloh swt menunjukkan sifat ke-Allah-Nya dengan menunjukkan alloh swt mengampuni dosa manusia? Tunjukkan ayatnya dari Al-Quran.

Tolong dijawab ya semua pertanyaanku. Thanks and Jesus bless.
# vitalis fiser 2013-11-22 11:18
~
ketidak-mengertian teman-teman Muslim tentang Tritunggal karena mereka memulainya dengan pertanyaan keberapaan Allah. Sehingga jawabanya pastilah jumlah Allah yang digugat. Sedangkan orang Kristen berangkat dari sebuah pertanyaan keberadaan Allah. Sehingga jawabanya adalah keberadaan dalam Bapa dalam Anak dan Roh Kudus,

Jika teman-teman Muslim menolak Tritunggal Allah, dapatkah dijelaskan ketika Allah menurunkan wahyu ke Muhammad, Allah memulainya dengan kata kami, bukankah kata kami itu adalah kata yang menerangkan lebih dari satu?

Mohon tanggapanya.
# maria 2013-12-18 05:18
*****
Isa Al-Masih adalah Allah yang berkenan menjadi manusia. Jadi Isa Al-Masih adalah Allah, dan pada saat yang sama Ia juga adalah seorang manusia. Isa Al-Masih adalah Allah yang menjelma menjadi manusia.

Kalau benar Isa Al-Masih adalah Allah, mengapa dalam kesakitan-Nya, Isa Al-Masih berseru kepada Allah di sorga. Sebenarnya ada berapa Allah? Mohon penjelasan.
# Staff Isa dan Islam 2014-01-03 13:43
*****
Saudara Maria,

Ketika Yesus ada di dunia, Dia tidak pernah memanggil Allah, bahkan ketika disiksa pun Dia tidak pernah minta pertolongan kepada Allah. Tetapi ucapan yang Dia sampaikan di salib, adalah ungkapan kesedihan Yesus, yang menjadi satu kebiasaan bagi bangsa Israel ketika mereka mengalami kesengsaraan atau kematian. “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?" (Kitab Mazmur 22:2).

Ketika Yesus disalib, kesengsaraan yang dialami-Nya, bukan karena Dia menyesal. Kitab Suci Allah berkata “Upah dosa adalah maut, tetapi karunia Allah adalah hidup yang kekal” (Injil, Surat Roma 6:23). Yesus mati bukan karena kesalahan-Nya, tetapi menggatikan manusia di Kayu salib.

Memang sulit menerima bahwa Anak Allah mati tersalib, tetapi itulah inti berita dalam Alkitab.
~
Saodah
# Bambang Sri Budiarto 2013-12-31 12:04
~
Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu) (Qs 5:75)
# Staff Isa dan Islam 2014-01-03 13:45
~
Saudara Bambang,

Memang tidak mudah untuk memahami bahwa Isa adalah Tuhan yang menjelma menjadi manusia. Kami maklum bisa saudara mengatakan hal itu aneh.

Tapi bagaimana bila kita mencoba mengenal Isa melalui karya-karya-Nya ketika Dia ada di dunia? Perhatikan karya Isa Al-Masih berikut ini:

1. Ketika Isa di dunia, Dia berkuasa mengampuni dosa seseorang, dimana kuasa tersebut tidak satu pun nabi lain yang dapat melakukannya. “Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni" (Injil, Rasul Lukas 7:48).

2. Alam semesta juga takut kepada Isa, sehingga ketika ada angin ribut seketika itu juga reda ketika Isa membentaknya.

“Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur. Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali” (Injil, Rasul Besar Matius 8:24; 26)

3. Selain itu, Isa juga berkuasa menyembuhkan setiap sakit-penyakit, bahkan menyembuhkan orang yang kesurupan setan. Dan menghidupkan kembali Lazarus yang sudah terbaring dalam kubur selama tiga hari.

Nah, dari karya-karya Isa di atas, menurut Sdr. Bambang siapakah sebenarnya Isa Al-Masih itu?
~
Saodah
# Joshua Generations 2014-01-24 16:00
~
Agar saudara semakin percaya mengapa Allah menjadi manusia dalam Pribadi Isa Almasih, silakan baca di situs di http://renungan-harian-kita.blogspot.in/2007/08/kisah-burung-yg-kedinginan.html. Terimakasih.
# Kang Aryo 2014-04-01 23:40
~
Ketika Yesus di salib, kesengsaraan yang dialami-Nya, bukan karena Dia menyesal. Kitab suci Allah berkata “Upah dosa adalah maut, tetapi karunia Allah adalah hidup yang kekal” (Injil, Surat Roma 6:23). Yesus mati bukan karena kesalahan-Nya, tetapi menggatikan manusia di Kayu salib. Bukakah orang yang digantung di kayu salib itu terkutuk?
# Staff Isa dan Islam 2014-04-30 19:57
~
Salam Sdr. Kang Aryo,

Dalam Injil, Surat Galatia 3:13 mengatakan "Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"

Sebab hanya orang yang berdosalah yang harus dihukum. Apakah Isa Al-Masih ketika mati di kayu salib Dia berdosa? Tidak ada satupun yang dapat membuktikan bahwa Isa Al-Masih berdosa. Dia menggantikan manusia dari kutuk dosa, sehingga melalui diri-Nya semua orang dapat diselamatkan.

"Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran" (Injil, Surat 1 Petrus 2:24).
~
Salma
# Dr Ady Lesmana MPd 2014-04-19 01:32
~
Tri tunggal memang tidak mudah dipahami. Bahwa satu berperan sebagai tiga pribadi/banyak. Misal saya sebagai RT, juga sebagai guru dan sebagai seorang ayah. Ketiga peran ini harus saya jalankan semuanya, sebagai RT, sebagai kepala keluarga, sebagai guru. Setiap peran harus dipisahkan satu sama lain. Ketika sebagai guru saya mengajar di sekolah, ketika sebagai RT saya melayani masyarakat, ketika sebagai kepala keluarga saya melayani kepala keluarga.

Intinya tetap satu. Ketika sebagai guru, kita masih bisa melayani keluarga dan masyarakat dengan segala kemampuan kita membagi waktu atau media teknologi. Dalam ketiga peran itu semua dilaksanakan oleh satu orang. Dan inti dari ketiga peran tadi adalah satu tujuan yaitu: melayani dan membentuk karakter keluarga, masyarakat dan anak bangsa.
isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer

Isa Islam Dan Kaum Wanita

Click gambar di samping untuk artikel - artikel untuk wanita Muslim


 

www.isaislamdankaumwanita.com