Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter

Apakah Yang Dimaksud Dengan “Anak Allah”?

Anak AllahApakah Alkitab mengajarkan bahwa Allah itu memperanakkan Isa, dengan kata lain Isa adalah hasil hubungan biologis/seksual? Inilah pengertian banyak orang yang belum mempelajari dan mengerti ajaran Alkitab. Sebenarnya dalam pandangan orang Kristen dan Alkitab ajaran demikian adalah fitnah terbesar!

Alkitab tidak pernah mengajarkan bahwa Allah menghampiri seorang perempuan dan dari hubungan biologis itu si perempuan melahirkan Isa Anak Allah. Tidak ada seorang Kristenpun yang mengajarkan ajaran ini yang begitu merendahkan dan menghujat Allah.

Anak Allah, menurut ajaran Alkitab dan pada pandangan orang Kristen, selalu dalam arti kiasan atau figuratif. Bukankah istilah “anak” sering juga dipakai sebagai kiasan dalam budaya dan bahasa Indonesia? Bukankah bila pertanyaan-pertanyaan berikut diajukan, maka jawabannya pasti akan selalu berbunyi “TIDAK”!

Apakah kapal pernah memperanakkan anak kapal? Apakah bukit pernah memperanakkan anak bukit? Apakah kalimat pernah memperanakkan anak kalimat? Apakah tangga pernah memperanakkan anak tangga? Apakah sungai pernah memperanakkan anak sungai? Apakah kota Jakarta pernah memperanakkan anak kota Jakarta? Apakah desa pernah memperanakkan anak desa?

Di dalam Alkitab, Isa sebagai Anak Allah artinya sama dengan Firman Allah atau Kalimat Allah. KeberadaanNya sebagai Anak Allah sama sekali tidaklah dibatasi oleh kelahiranNya di Bethlehem dan kematianNya di Bukit Golgota. Anak Allah itu sudah ada sebelum alam semesta diciptakan, Anak Allah itu kekal di dalam ke-Esaan Allah Yang Maha Esa dan Maha Kuasa.

Isa Al-Masih disebut Anak Allah karena Ia dengan sempurna menyatakan Allah kepada manusia. Ialah Kalimat Allah dan dengan sempurna menjelaskan kehendak dan sifat Allah kepada manusia. Sebagai Anak dan Kalimat Allah, Isa menyatakan kasih dan kesucian dan keselamatan dari Allah kepada manusia.

Wahyu Allah dalam Alkitab terdapat dalam Ibrani 1:1-3 menerangkan kebenaran ini: “Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan AnakNya (Isa), yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta. Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan FirmanNya yang penuh kekuasaan”.

Alkitab menjelaskan kebenaran ini lagi dalam Injil Yohanes 1:1-2,14 demikian: “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman (Isa) itu adalah Allah … Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan yang telah diberikan kepadaNya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh dengan kasih karunia dan kebenaran”.

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Berhubung banyak komentar yang masih belum kami balas, untuk sementara komentar tidak diterima.

Comments  

# tomzky 2010-05-18 02:38
*
Memang benar pernyataan anda, bahwa kapal tidak akan pernah memperanakkan anak kapal. Tapi perlu diingat bahwa anak sekolah juga tidak bisa disamakan dengan sekolah.

Begitu pula kepercayaan anda tentang Trinitas: Allah Bapa, Allah Putra, dan Roh Kudus, yang merupakan satu kesatuan.

Ambil contoh: Apakah api plus asap rokok bisa disamakan dengan rokok? Begitu pula apa bisa disamakan dengan tembakau? Masing-masing berdiri sendiri: asap, api dan tembakau.
# Staff Isa dan Islam 2010-06-03 08:33
~
Benar Saudara Tomzky, kami merasa yakin kalau sekarang Saudara sudah mengerti bahwa istilah "anak" tidak selalu harus berarti adalah "anak yang dihasilkan sebagai suatu hasil keturunan, ataupun karena suatu hubungan seorang pria dan wanita."

Oleh sebab itu, maka frasa "Anak Allah" bisa menunjukkan arti bahwa Ia adalah utusan atau wakil Allah yang sejati di dalam dunia ini. Dengan melihat pada diri Isa Al-Masih, maka manusia telah melihat diri Allah, dan dengan menerima Isa Al-Masih, berarti manusia telah menerima undangan keselamatan dari Allah sendiri.

Al-Quran memberi kesan bahwa seolah-olah orang Kristen mempercayai bahwa Allah mempunyai hubungan biologis dengan seorang perempuan, dan menghasilkan seorang anak Allah. Hal ini tidak benar.

Kami katakan bahwa dalam hal ini, penulis Al-Quran telah salah paham.
~
CA
# avanho 2010-05-26 19:26
*
To pengasuh situs ini:

Saya bingung dengan pemahaman yang dangkal tentang ke-Tuhanan yang ditulis di atas. Analogi yang keliru, dan cenderung memaksakan pendapat. Bagaimana saya bisa menerima pendapat anda?

Bukan maksud saya untuk tidak menerima pendapat anda, tapi sangat sulit untuk membaurkan Isa Al-Masih sebagai kepanjangan Allah dengan cara pandang bapak/ibu.
# Staff Isa dan Islam 2010-06-03 08:49
~
Sdr. Avanho, penulis bertujuan menunjukkan satu hal, yaitu bahwa kata “Anak Allah” dipakai sebagai kata kiasan, seperti orang Indonesia mengatakan “anak Jakarta.” Dengan kata lain, Alkitab tidak mengajarkan bahwa Allah mempunyai hubungan biologis dengan seorang perempuan dan melahirkan anak. Apakah ini terlalu sulit bagi Saudara?

Orang Islam mengakui bahwa Isa Al-Masih dilahirkan oleh seorang perawan. Dengan kata lain, Isa tidak mempunyai ayah jasmani. Alkitab dan Al-Quran memberi nama “Kalimat Allah” kepada Isa Al-Masih. Mengapa demikian? Apakah Kalimat Allah dapat dipisahkan dari Allah? Tidak mungkin bukan? Ini menunjukkan bahwa Kalimat Allah adalah satu dengan Allah.

Kitab Suci mengajarkan bahwa Kalimat Allah telah menjelma menjadi manusia. Apakah ini sulit diterima dengan nalar? Memang! Apakah anak berumur enam tahun sulit menerima konsep aljabar dengan nalar? Memang! Kita, apabila mencoba mengerti semua mengenai pribadi Allah, dapat dibandingkan seperti anak kecil ini. Namun ini adalah apa yang dinyatakan oleh Allah di dalam firman-Nya di dalam Al-Kitab dan Al-Quran.
~
SO
# Islamuddin 2010-06-30 08:45
*
Isa Al-Masih lahir tanpa seorang ayah (tidak melalui proses hubungan biologis dengan ibu-Nya), lalu disebut sebagai Firman dan menjelma ke dunia sebagai Tuhan. Saya sependapat, bahwa Isa Putra Maryam bukan 'anak' hasil hubungan biologis Tuhan dengan Maryam.

Kalau Nabi Adam lebih mantap lagi, tidak ada ayah juga tidak ada ibu.

Satu keuntungan bagi saya dan yang pasti ini adalah petunjuk Allah pada saya, bahwa dengan adanya blog / situs anda ini, saya justru semakin yakin dengan Islam.

Islam lebih meyakinkan saya bahwa Islam adalah yang terbenar.
# Staff Isa dan Islam 2010-07-01 06:00
~
Jelas Adam tidak dilahirkan, ia diciptakan. Adam berasal dari seonggok debu tanah, sementara Isa adalah berasal dari Roh Allah. Apakah ini menampakkan bahwa Adam lebih dari Isa Al-Masih? Adam tidak dapat dilahirkan, karena tidak ada manusia lain di bumi saat itu. Mustahil ia dilahirkan. Tetapi pada saat Isa Al-Masih dilahirkan, sudah ada jutaan laki-laki dan perempuan. Ia dapat dilahirkan dengan hubungan biologis antara laki-laki dan perempuan, sama seperti cara Muhammad dilahirkan, seperti manusia biasa pada umumnya. Tapi mengapa Allah tidak membawa Isa Al-Masih ke dalam dunia dengan cara yang sama? Apakah Saudara berniat memungkiri bahwa Ia adalah Kalimat Allah, yang kekal adanya, dan sudah ada sebelum Ia menjelma menjadi manusia? Jika Saudara memingkiri hal ini, berarti Saudara mengatakan bahwa Kalimat Allah adalah bersifat tidak kekal.

Menurut kepercayaan Saudara, agama Islam adalah yang paling benar. Saudara perlu tahu bahwa ada banyak hal dalam agama Islam yang membingungkan orang. Kami senang bahwa Saudara rela mempelajari Injil dan ajaran Isa Al-Masih. Kami juga terus mempelajari agama Islam untuk memperdalam pengertian kami.
~
CA
# Staff Isa dan Islam 2010-07-17 01:52
~
Pedoman wajib untuk memasukkan comment-comment:

(1) Tidak boleh memakai lebih dari satu kotak.
(2) Pertanyaan / masukan harus berhubungan erat dengan uraian diatas.
(3) Sebaiknya satu atau dua pertanyaan dimasukan dalam satu comment.
(4) Masukan harus selalu sopan dan jangan agresif.
(5) Masukan tidak boleh memuat banyak bahasa lain, misalnya Bahasa Arab.
(6) Masukan harus dalam Bahasa Indonesia yang lazim dimengerti semua orang.
(7) Jangan memakai singkatan-singk atan, misalnya yg, dlm, sdh, tdk, dlsbgnya.
(8) Huruf besar tidak boleh dipakai untuk menekankan sesuatu.

Kami mempersilahkan Saudara mengemail untuk pertanyaan / comment yang majemuk. Kami senang menjawabnya.

Kiranya petunjuk-petunj uk diatas akan kita perhatikan.

Wassalam,
Jason Gilead
Staff, Isa dan Islam
# nats 2010-08-20 23:31
*
(1) Allah itu Esa. Konsep Trinitas sesuai dengan yang Saudara kemukakan tentang keesaan-Nya, sangat membingungkan.

(2) Apakah Allah yang maha segalanya, yang dapat menciptakan langit dan bumi serta isinya, mau tunduk patuh dan merendahkan diri untuk disalib, hanya untuk menebus dosa mahluknya?

(3) Kalau mau, Allah dengan firman-Nya bisa langsung membuat pengampunan. Ia tidak harus berkorban dan mati. Logika siapa yang menerima teori seperti ini?
# Staff Isa dan Islam 2010-08-28 00:05
~
(1) Kami tidak mengatakan bahwa konsep Trinitas gampang dimengerti. Yang pasti adalah bahwa ada banyak kelemahan dengan konsep Tauhid. Uraian “Kelemahan-kele mahan Konsep Tauhid” pada situs ini akan menolong Saudara. Silahkan Saudara merenungkan artikel berikut: www.isadanislam.com/tanya--jawab/tauhid-islam-a-kristen/163-kelemahan-kelemahan-konsep-tauhid.

Allah bersifat supra-natural, yang artinya melebihi kita umat manusia, sehingga sulit untuk dipahami manusia.

(2) Karena kasih-Nya buat kita, umat manusia, Kalimat Allah rela menahan derita, untuk menyelamatkan kita. Kasih Allah bagi kita terlalu sangat besar. Orang yang menerima teori ini mengerti betapa besar kasih Allah bagi mahluk ciptaan-Nya. Jadi bagi kami, kalimat 'hanya untuk menebus dosa umat-Nya' bukan saja merendahkan umat manusia, tetapi sekaligus juga merendahkan Sang Pencipta.

(3) Allah adalah Maha Adil, oleh sebab itu Ia harus menghukum setiap dosa, sekecil apapun. Namun karena Allah mengasihi kita manusia, Ia tidak mau menghukum manusia di neraka selama-lamanya, Ia menyediakan Jalan Keselamatan. Silahkan renungkan: www.isadanislam.com/jalan-keselamatan.

Kalimat Allah, yang kekal adanya dalam diri Isa Al-Masih, bersedia menerima hukuman dosa ganti Saudara. Kalau Saudara ingin diselamatkan, Saudara harus menerima Dia sebagai Juruselamat. Dengan demikian Saudara tidak perlu dihukum untuk dosa-dosa Saudara.
~
JG
# HAMBA ALLAH 2010-11-15 22:18
*
Beda pendapat dan keyakinan itu sudah fitrahnya manusia. Bukankah Allah memuliakan manusia lebih dari semua makhluk ciptaan-Nya dengan diberi akal dan pikiran?

Seharusnya akal dan pikiran itu digunakan untuk mengingat Allah atas segala kebesaran-Nya di alam semesta ini, bukan untuk berdebat tentang siapa yang benar.
# Staff Isa dan Islam 2011-01-06 11:55
~
Saudaraku, kita yang diberikan akal oleh Allah, justru harus memakai akal kita untuk lebih mengenal siapa Allah yang kita sembah...

Kami hadir bukan untuk berdebat, melainkan untuk memperkenalkan Allah sejati yang kami percayai dan yang kami sembah, serta untuk membagikan rahmat-Nya atas kami.

Kita harus berani memikirkan bahwa: Apakah Allah yang sedang saya sembah sekarang adalah benar merupakan Allah yang sejati?

Kita tidak boleh menjadi acuh tak acuh terhadap agama dan kepercayaan kita, karena itu menyangkut keselamatan kekal menuju sorga atau sebaliknya akan beroleh ganjaran kekal yang berupa neraka. Sedemikian pula kita tidak boleh begitu saja menyerahkan hal keselamatan ini pada lingkungan, ataupun terserah saja, karena saya sudah dilahirkan dalam keluarga sedemikian, maka saya ikut saja. Hal ini tidaklah bijaksana.

Biarlah kita berani bertanya pada Allah itu sendiri, agar Allah yang benar itu berkenan membukakan jalan-Nya yang benar kepada kita.

Untuk boleh mengenal jalan keselamatan kekal menuju sorga yang kami bagikan, silahkan Saudara merenungkan: isadanislam.com/jalan-keselamatan
~
CA
# HanyaDebuSemesta 2010-12-25 12:50
*
Saya salut dengan keteguhan dan keyakinan Kristiani. Saya yakin umat Kristiani sangat mencintai Tuhan.

Tapi saya heran, mengapa umat Kristen lebih menuhankan wakil Allah / makhluk Allah, dan tidak langsung kepada Pencipta / Pemilik segala sesuatu?

Allah memerintahkan shalat, zakat, puasa, pengajaran akan Allah yang Esa dan kewajiban memerangi hawa nafsu / setan.

Setan diciptakan untuk menguji ketaatan manusia kepada Allah dari sejak nabi Adam hingga kiamat kelak nanti.
# Staff Isa dan Islam 2011-01-06 11:41
~
Saudaraku, terima kasih untuk komentar Saudara yang positif atas kami.

Umat Nasrani percaya bahwa Allah Pencipta langit dan bumi, berkenan menjelma menjadi manusia, dan sekaligus menjadi Utusan bagi diri-Nya sendiri.

Walau dalam wujud seorang manusia, Dia yang adalah Allah, tidaklah menanggalkan Ke-Allah-an-Nya , atau dalam artian Dia bukanlah tidak lagi menjadi Allah... Dia tetap adalah Allah, walau sedang memakai wujud manusia. Dia tetap Sang Pencipta.

Ketika Allah turun ke dalam dunia untuk bercakap-cakap dengan Nabi Musa, bukan berarti sorga menjadi kosong bukan? Ataupun serta merta Dia menjadi bukan Allah lagi, karena telah turun ke bumi?

Oleh sebab itu, kami tetap menyembah Allah yang menjelma menjadi manusia itu, yakni Isa Al-Masih, yang sekaligus tetap menjadi Pencipta alam semesta ini.
~
CA
# Burhan 2011-01-04 23:28
*
Islam percaya kepada Isa Al-Masih dan kitab suci Injil, yaitu Injil yang beredar saat Isa Al-Masih masih hidup.

Sedangkan Injil yang ada saat ini sudah banyak yang direkayasa.
# Tasya 2011-02-26 12:47
*
Saya terus terang bingung dengan penjelasan Staff Isa dan Islam tentang “Anak Allah”,

Jawaban berulang kali dikatakan dalam situs ini, Isa “Anak Allah” itu “Kalimat Allah”. Tetapi setelah saya baca berulang-ulang terjawab sudah, jawaban ini datang dari Staff Isa dan Islam sendiri, berikut kutipan sesuai aslinya.

# Staff Isa dan Islam 2010-06-03 08:33
~
......

Oleh sebab itu, maka frasa "Anak Allah" bisa menunjukkan arti bahwa Ia adalah utusan atau wakil Allah yang sejati di dalam dunia ini. Dengan melihat pada diri Isa Al-Masih, maka manusia telah melihat diri Allah, dan dengan menerima Isa Al-Masih, berarti manusia telah menerima undangan keselamatan dari Allah sendiri.

Baca jawaban untuk Saudara Tomzky di halaman ini.
# Baul Ibrahim 2011-03-29 10:24
*
9.31] Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putra Allah" dan orang Nasrani berkata: "Al-Masih itu Putra Allah".

Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?

9.31] Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka memperTuhankan) Al-Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
# Ismail 2011-05-05 07:36
*
Bisa ditunjukkan kepada saya, ayat dalam Alkitab bahwa Isa Al-Masih mengklaim bahwa diri-Nya adalah Allah?
# Staff Isa dan Islam 2011-05-11 13:50
~
Saudara Ismail, apakah Presiden SBY pernah berkata dengan lantang kepada rakyat seperti ini: "Hai rakyat, saya adalah Presiden-mu!"?

Namun demi memuaskan Saudara, kami akan menyertakan ayat-ayat di mana Isa Al-Masih menyatakan bahwa diri-Nya adalah Tuhan.

Sebagai contoh:

Isa Al-Masih berkata: "Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak (Allah) Bapa-Ku yang di sorga" (Injil, Rasul Besar Matius 7:21).

Isa Al-Masih berkata: "Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?" (Injil, Rasul Lukas 6:46).

Masih banyak ayat lain dalah Al-Kitab yang menyatakan dengan jelas bahwa Isa Al-Masih adalah Tuhan. Isa Al-Masih juga pernah menyatakan bahwa Dia adalah Tuhan atas hari di mana kita beribadah kepada Allah (Injil, Rasul Besar Matius 12:8).
~
CA
# CosmicBoy 2011-05-13 17:13
*
Konsep Anak Allah haruslah diartikan sesuai dengan konteks pada zamannya.

Anak Allah ialah ungkapan untuk mengambarkan hubungan atau pertalian yang tak terpisahkan dan tak terceraikan antara Allah dan Kalam-Nya.

Karena itu para pengikut Isa Al-Masih abad pertama menggunakan ungkapan Bapa dan Anak yang notabene sangat mengena dan sangat sesuai untuk mengungkapkan hubungan antara Isa Al-Masih dan Allah (Bapa) di sorga.

Sama seperti Allah dan Kalam-Nya, yang tidak terpisahkan dan tidak terceraikan, sebaliknya satu atau esa adanya, demikian juga hubungan (Allah) Bapa dan Anak.

Istilah Anak dipakai karena Anak sehakikat dengan Bapa, dan Anak juga adalah gambaran dari Bapa. Anak mirip Bapa, terutamanya Anak tak terpisahkan dan tak terceraikan dari hakikat Bapa, demikianlah Allah dan Kalam-Nya.

Jadi adalah salah untuk menganggap bahwa Allah bersetubuh dengan Maryam lalu melahirkan seorang anak yang kemudian disebut sebagai Anak Allah.

Ajaran di atas ini ditolak sama sekali oleh kami sebagai pengikut-pengik ut Isa Al-Masih. Bahkan bagi kami, hal ini adalah hujatan.
# Staff Isa dan Islam 2011-06-08 14:58
~
Kami mengucapkan terima kasih untuk tanggapan dari Saudara CosmicBoy, yang menurut kami adalah sangat tepat.

Perhatikanlah ayat berikut. Isa Al-Masih berkata: "Aku dan Bapa adalah satu." Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Isa. (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30-31)

Ayat ini mengungkapkan kepada kita bahwa bangsa Yahudi marah kepada Isa Al-Masih karena Isa Al-Masih mengaku sebagai Anak Allah. Dan dengan demikian, Isa Al-Masih menyamakan diri-Nya dengan Allah.

Anak Allah berarti bahwa Dia adalah Allah itu sendiri. Jadi, bangsa Yahudi marah dan hendak membunuh Isa Al-Masih karena mereka tidak ingin Allah dipersekutukan dengan siapapun. Ini adalah dengan alasan yang persis sama dengan umat Islam.

Jawab orang-orang Yahudi itu: "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah." (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:33).

Sungguh dibutuhkan anugerah dan rahmat dari Allah, sehingga kita mampu mengerti dan memahami kebenaran ini.
~
CA