Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter
Cetak

Apakah Yang Dimaksud Dengan “Anak Allah”?

Anak AllahApakah Alkitab mengajarkan bahwa Allah itu memperanakkan Isa, dengan kata lain Isa adalah hasil hubungan biologis/seksual? Inilah pengertian banyak orang yang belum mempelajari dan mengerti ajaran Alkitab. Sebenarnya dalam pandangan orang Kristen dan Alkitab ajaran demikian adalah fitnah terbesar!

Alkitab tidak pernah mengajarkan bahwa Allah menghampiri seorang perempuan dan dari hubungan biologis itu si perempuan melahirkan Isa Anak Allah. Tidak ada seorang Kristenpun yang mengajarkan ajaran ini yang begitu merendahkan dan menghujat Allah.

Anak Allah, menurut ajaran Alkitab dan pada pandangan orang Kristen, selalu dalam arti kiasan atau figuratif. Bukankah istilah “anak” sering juga dipakai sebagai kiasan dalam budaya dan bahasa Indonesia? Bukankah bila pertanyaan-pertanyaan berikut diajukan, maka jawabannya pasti akan selalu berbunyi “TIDAK”!

Apakah kapal pernah memperanakkan anak kapal? Apakah bukit pernah memperanakkan anak bukit? Apakah kalimat pernah memperanakkan anak kalimat? Apakah tangga pernah memperanakkan anak tangga? Apakah sungai pernah memperanakkan anak sungai? Apakah kota Jakarta pernah memperanakkan anak kota Jakarta? Apakah desa pernah memperanakkan anak desa?

Di dalam Alkitab, Isa sebagai Anak Allah artinya sama dengan Firman Allah atau Kalimat Allah. KeberadaanNya sebagai Anak Allah sama sekali tidaklah dibatasi oleh kelahiranNya di Bethlehem dan kematianNya di Bukit Golgota. Anak Allah itu sudah ada sebelum alam semesta diciptakan, Anak Allah itu kekal di dalam ke-Esaan Allah Yang Maha Esa dan Maha Kuasa.

Isa Al-Masih disebut Anak Allah karena Ia dengan sempurna menyatakan Allah kepada manusia. Ialah Kalimat Allah dan dengan sempurna menjelaskan kehendak dan sifat Allah kepada manusia. Sebagai Anak dan Kalimat Allah, Isa menyatakan kasih dan kesucian dan keselamatan dari Allah kepada manusia.

Wahyu Allah dalam Alkitab terdapat dalam Ibrani 1:1-3 menerangkan kebenaran ini: “Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan AnakNya (Isa), yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta. Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan FirmanNya yang penuh kekuasaan”.

Alkitab menjelaskan kebenaran ini lagi dalam Injil Yohanes 1:1-2,14 demikian: “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman (Isa) itu adalah Allah … Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan yang telah diberikan kepadaNya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh dengan kasih karunia dan kebenaran”.


Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Add comment

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Komentar hanya diperbolehkan menjawab salah satu dari 3 pertanyaan fokus yang dimuat di bagian akhir artikel. Kecuali beberapa artikel yang tidak memuat 3 pertanyaan fokus.
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments  

# tomzky 2010-05-18 02:38
*
Memang benar pernyataan anda, bahwa kapal tidak akan pernah memperanakkan anak kapal. Tapi perlu diingat bahwa anak sekolah juga tidak bisa disamakan dengan sekolah.

Begitu pula kepercayaan anda tentang Trinitas: Allah Bapa, Allah Putra, dan Roh Kudus, yang merupakan satu kesatuan.

Ambil contoh: Apakah api plus asap rokok bisa disamakan dengan rokok? Begitu pula apa bisa disamakan dengan tembakau? Masing-masing berdiri sendiri: asap, api dan tembakau.
# Staff Isa dan Islam 2010-06-03 08:33
~
Benar Saudara Tomzky, kami merasa yakin kalau sekarang Saudara sudah mengerti bahwa istilah "anak" tidak selalu harus berarti adalah "anak yang dihasilkan sebagai suatu hasil keturunan, ataupun karena suatu hubungan seorang pria dan wanita."

Oleh sebab itu, maka frasa "Anak Allah" bisa menunjukkan arti bahwa Ia adalah utusan atau wakil Allah yang sejati di dalam dunia ini. Dengan melihat pada diri Isa Al-Masih, maka manusia telah melihat diri Allah, dan dengan menerima Isa Al-Masih, berarti manusia telah menerima undangan keselamatan dari Allah sendiri.

Al-Quran memberi kesan bahwa seolah-olah orang Kristen mempercayai bahwa Allah mempunyai hubungan biologis dengan seorang perempuan, dan menghasilkan seorang anak Allah. Hal ini tidak benar.

Kami katakan bahwa dalam hal ini, penulis Al-Quran telah salah paham.
~
CA
# avanho 2010-05-26 19:26
*
To pengasuh situs ini:

Saya bingung dengan pemahaman yang dangkal tentang ke-Tuhanan yang ditulis di atas. Analogi yang keliru, dan cenderung memaksakan pendapat. Bagaimana saya bisa menerima pendapat anda?

Bukan maksud saya untuk tidak menerima pendapat anda, tapi sangat sulit untuk membaurkan Isa Al-Masih sebagai kepanjangan Allah dengan cara pandang bapak/ibu.
# Staff Isa dan Islam 2010-06-03 08:49
~
Sdr. Avanho, penulis bertujuan menunjukkan satu hal, yaitu bahwa kata “Anak Allah” dipakai sebagai kata kiasan, seperti orang Indonesia mengatakan “anak Jakarta.” Dengan kata lain, Alkitab tidak mengajarkan bahwa Allah mempunyai hubungan biologis dengan seorang perempuan dan melahirkan anak. Apakah ini terlalu sulit bagi Saudara?

Orang Islam mengakui bahwa Isa Al-Masih dilahirkan oleh seorang perawan. Dengan kata lain, Isa tidak mempunyai ayah jasmani. Alkitab dan Al-Quran memberi nama “Kalimat Allah” kepada Isa Al-Masih. Mengapa demikian? Apakah Kalimat Allah dapat dipisahkan dari Allah? Tidak mungkin bukan? Ini menunjukkan bahwa Kalimat Allah adalah satu dengan Allah.

Kitab Suci mengajarkan bahwa Kalimat Allah telah menjelma menjadi manusia. Apakah ini sulit diterima dengan nalar? Memang! Apakah anak berumur enam tahun sulit menerima konsep aljabar dengan nalar? Memang! Kita, apabila mencoba mengerti semua mengenai pribadi Allah, dapat dibandingkan seperti anak kecil ini. Namun ini adalah apa yang dinyatakan oleh Allah di dalam firman-Nya di dalam Al-Kitab dan Al-Quran.
~
SO
# Islamuddin 2010-06-30 08:45
*
Isa Al-Masih lahir tanpa seorang ayah (tidak melalui proses hubungan biologis dengan ibu-Nya), lalu disebut sebagai Firman dan menjelma ke dunia sebagai Tuhan. Saya sependapat, bahwa Isa Putra Maryam bukan 'anak' hasil hubungan biologis Tuhan dengan Maryam.

Kalau Nabi Adam lebih mantap lagi, tidak ada ayah juga tidak ada ibu.

Satu keuntungan bagi saya dan yang pasti ini adalah petunjuk Allah pada saya, bahwa dengan adanya blog / situs anda ini, saya justru semakin yakin dengan Islam.

Islam lebih meyakinkan saya bahwa Islam adalah yang terbenar.
# Staff Isa dan Islam 2010-07-01 06:00
~
Jelas Adam tidak dilahirkan, ia diciptakan. Adam berasal dari seonggok debu tanah, sementara Isa adalah berasal dari Roh Allah. Apakah ini menampakkan bahwa Adam lebih dari Isa Al-Masih? Adam tidak dapat dilahirkan, karena tidak ada manusia lain di bumi saat itu. Mustahil ia dilahirkan. Tetapi pada saat Isa Al-Masih dilahirkan, sudah ada jutaan laki-laki dan perempuan. Ia dapat dilahirkan dengan hubungan biologis antara laki-laki dan perempuan, sama seperti cara Muhammad dilahirkan, seperti manusia biasa pada umumnya. Tapi mengapa Allah tidak membawa Isa Al-Masih ke dalam dunia dengan cara yang sama? Apakah Saudara berniat memungkiri bahwa Ia adalah Kalimat Allah, yang kekal adanya, dan sudah ada sebelum Ia menjelma menjadi manusia? Jika Saudara memingkiri hal ini, berarti Saudara mengatakan bahwa Kalimat Allah adalah bersifat tidak kekal.

Menurut kepercayaan Saudara, agama Islam adalah yang paling benar. Saudara perlu tahu bahwa ada banyak hal dalam agama Islam yang membingungkan orang. Kami senang bahwa Saudara rela mempelajari Injil dan ajaran Isa Al-Masih. Kami juga terus mempelajari agama Islam untuk memperdalam pengertian kami.
~
CA
# Staff Isa dan Islam 2010-07-17 01:52
~
Pedoman wajib untuk memasukkan comment-comment:

(1) Tidak boleh memakai lebih dari satu kotak.
(2) Pertanyaan / masukan harus berhubungan erat dengan uraian diatas.
(3) Sebaiknya satu atau dua pertanyaan dimasukan dalam satu comment.
(4) Masukan harus selalu sopan dan jangan agresif.
(5) Masukan tidak boleh memuat banyak bahasa lain, misalnya Bahasa Arab.
(6) Masukan harus dalam Bahasa Indonesia yang lazim dimengerti semua orang.
(7) Jangan memakai singkatan-singk atan, misalnya yg, dlm, sdh, tdk, dlsbgnya.
(8) Huruf besar tidak boleh dipakai untuk menekankan sesuatu.

Kami mempersilahkan Saudara mengemail untuk pertanyaan / comment yang majemuk. Kami senang menjawabnya.

Kiranya petunjuk-petunj uk diatas akan kita perhatikan.

Wassalam,
Jason Gilead
Staff, Isa dan Islam
# nats 2010-08-20 23:31
*
(1) Allah itu Esa. Konsep Trinitas sesuai dengan yang Saudara kemukakan tentang keesaan-Nya, sangat membingungkan.

(2) Apakah Allah yang maha segalanya, yang dapat menciptakan langit dan bumi serta isinya, mau tunduk patuh dan merendahkan diri untuk disalib, hanya untuk menebus dosa mahluknya?

(3) Kalau mau, Allah dengan firman-Nya bisa langsung membuat pengampunan. Ia tidak harus berkorban dan mati. Logika siapa yang menerima teori seperti ini?
# Staff Isa dan Islam 2010-08-28 00:05
~
(1) Kami tidak mengatakan bahwa konsep Trinitas gampang dimengerti. Yang pasti adalah bahwa ada banyak kelemahan dengan konsep Tauhid. Uraian “Kelemahan-kele mahan Konsep Tauhid” pada situs ini akan menolong Saudara. Silahkan Saudara merenungkan artikel berikut: www.isadanislam.com/tanya--jawab/tauhid-islam-a-kristen/163-kelemahan-kelemahan-konsep-tauhid.

Allah bersifat supra-natural, yang artinya melebihi kita umat manusia, sehingga sulit untuk dipahami manusia.

(2) Karena kasih-Nya buat kita, umat manusia, Kalimat Allah rela menahan derita, untuk menyelamatkan kita. Kasih Allah bagi kita terlalu sangat besar. Orang yang menerima teori ini mengerti betapa besar kasih Allah bagi mahluk ciptaan-Nya. Jadi bagi kami, kalimat 'hanya untuk menebus dosa umat-Nya' bukan saja merendahkan umat manusia, tetapi sekaligus juga merendahkan Sang Pencipta.

(3) Allah adalah Maha Adil, oleh sebab itu Ia harus menghukum setiap dosa, sekecil apapun. Namun karena Allah mengasihi kita manusia, Ia tidak mau menghukum manusia di neraka selama-lamanya, Ia menyediakan Jalan Keselamatan. Silahkan renungkan: www.isadanislam.com/jalan-keselamatan.

Kalimat Allah, yang kekal adanya dalam diri Isa Al-Masih, bersedia menerima hukuman dosa ganti Saudara. Kalau Saudara ingin diselamatkan, Saudara harus menerima Dia sebagai Juruselamat. Dengan demikian Saudara tidak perlu dihukum untuk dosa-dosa Saudara.
~
JG
# HAMBA ALLAH 2010-11-15 22:18
*
Beda pendapat dan keyakinan itu sudah fitrahnya manusia. Bukankah Allah memuliakan manusia lebih dari semua makhluk ciptaan-Nya dengan diberi akal dan pikiran?

Seharusnya akal dan pikiran itu digunakan untuk mengingat Allah atas segala kebesaran-Nya di alam semesta ini, bukan untuk berdebat tentang siapa yang benar.
# Staff Isa dan Islam 2011-01-06 11:55
~
Saudaraku, kita yang diberikan akal oleh Allah, justru harus memakai akal kita untuk lebih mengenal siapa Allah yang kita sembah...

Kami hadir bukan untuk berdebat, melainkan untuk memperkenalkan Allah sejati yang kami percayai dan yang kami sembah, serta untuk membagikan rahmat-Nya atas kami.

Kita harus berani memikirkan bahwa: Apakah Allah yang sedang saya sembah sekarang adalah benar merupakan Allah yang sejati?

Kita tidak boleh menjadi acuh tak acuh terhadap agama dan kepercayaan kita, karena itu menyangkut keselamatan kekal menuju sorga atau sebaliknya akan beroleh ganjaran kekal yang berupa neraka. Sedemikian pula kita tidak boleh begitu saja menyerahkan hal keselamatan ini pada lingkungan, ataupun terserah saja, karena saya sudah dilahirkan dalam keluarga sedemikian, maka saya ikut saja. Hal ini tidaklah bijaksana.

Biarlah kita berani bertanya pada Allah itu sendiri, agar Allah yang benar itu berkenan membukakan jalan-Nya yang benar kepada kita.

Untuk boleh mengenal jalan keselamatan kekal menuju sorga yang kami bagikan, silahkan Saudara merenungkan: isadanislam.com/jalan-keselamatan
~
CA
# HanyaDebuSemesta 2010-12-25 12:50
*
Saya salut dengan keteguhan dan keyakinan Kristiani. Saya yakin umat Kristiani sangat mencintai Tuhan.

Tapi saya heran, mengapa umat Kristen lebih menuhankan wakil Allah / makhluk Allah, dan tidak langsung kepada Pencipta / Pemilik segala sesuatu?

Allah memerintahkan shalat, zakat, puasa, pengajaran akan Allah yang Esa dan kewajiban memerangi hawa nafsu / setan.

Setan diciptakan untuk menguji ketaatan manusia kepada Allah dari sejak nabi Adam hingga kiamat kelak nanti.
# Staff Isa dan Islam 2011-01-06 11:41
~
Saudaraku, terima kasih untuk komentar Saudara yang positif atas kami.

Umat Nasrani percaya bahwa Allah Pencipta langit dan bumi, berkenan menjelma menjadi manusia, dan sekaligus menjadi Utusan bagi diri-Nya sendiri.

Walau dalam wujud seorang manusia, Dia yang adalah Allah, tidaklah menanggalkan Ke-Allah-an-Nya , atau dalam artian Dia bukanlah tidak lagi menjadi Allah... Dia tetap adalah Allah, walau sedang memakai wujud manusia. Dia tetap Sang Pencipta.

Ketika Allah turun ke dalam dunia untuk bercakap-cakap dengan Nabi Musa, bukan berarti sorga menjadi kosong bukan? Ataupun serta merta Dia menjadi bukan Allah lagi, karena telah turun ke bumi?

Oleh sebab itu, kami tetap menyembah Allah yang menjelma menjadi manusia itu, yakni Isa Al-Masih, yang sekaligus tetap menjadi Pencipta alam semesta ini.
~
CA
# Burhan 2011-01-04 23:28
*
Islam percaya kepada Isa Al-Masih dan kitab suci Injil, yaitu Injil yang beredar saat Isa Al-Masih masih hidup.

Sedangkan Injil yang ada saat ini sudah banyak yang direkayasa.
# Staff Isa dan Islam 2011-01-12 22:48
~
Saudara Burhan, kitab suci Injil yang bagaimanakah yang beredar pada saat Isa Al-Masih hidup di dunia? Pada saat Isa Al-Masih hidup di dunia, Injil belum ditulis. Ajaran akan Injil masih disampaikan secara lisan.

Saudara mengatakan bahwa banyak Injil yang telah direkayasa. Injil mana yang masih asli, dan Injil mana yang sudah direkayasa? Setahu kami, semua Injil yang beredar adalah sama.

Saudara mengatakan bahwa Injil yang benar beredar pada masa kehidupan Isa Al-Masih. Bagaimana dengan Injil yang ada pada masa Nabi Saudara hidup, yang mana semua pengikut Nabi Saudara diperintahkan untuk mengimani Injil tersebut?

Jika Saudara belum membaca Injil, mengapa mengambil kesimpulan secara sembrono mengatakan bahwa Injil sudah direkayasa? Dapatkah Saudara   menyebutkan sec ara spesifik “ayat yang telah diubah tersebut”? Untuk apa orang Kristen mau mengubah Kitab Sucinya? Kapan mereka mengubahnya?

Jika benar tuduhan Saudara bahwa Injil telah direkayasa oleh seseorang, maka orang tersebut pasti akan mendapat hukuman dari Allah.
"Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perka taan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-mala petaka yang tertulis di dalam kitab ini.”(Injil, Surat Wahyu 22:18)
~
SL
# Tasya 2011-02-26 12:47
*
Saya terus terang bingung dengan penjelasan Staff Isa dan Islam tentang “Anak Allah”,

Jawaban berulang kali dikatakan dalam situs ini, Isa “Anak Allah” itu “Kalimat Allah”. Tetapi setelah saya baca berulang-ulang terjawab sudah, jawaban ini datang dari Staff Isa dan Islam sendiri, berikut kutipan sesuai aslinya.

# Staff Isa dan Islam 2010-06-03 08:33
~
......

Oleh sebab itu, maka frasa "Anak Allah" bisa menunjukkan arti bahwa Ia adalah utusan atau wakil Allah yang sejati di dalam dunia ini. Dengan melihat pada diri Isa Al-Masih, maka manusia telah melihat diri Allah, dan dengan menerima Isa Al-Masih, berarti manusia telah menerima undangan keselamatan dari Allah sendiri.

Baca jawaban untuk Saudara Tomzky di halaman ini.
# Staff Isa dan Islam 2011-03-03 16:10
~
Baiklah Saudara Tasya, kami akan menjelaskan lagi tentang frasa "Anak Allah" kepada Saudara.

Kata 'anak' sesungguhnya tidak selalu har us berarti anak yang dilahirkan karena hubungan seorang pria dan wanita. Misalnya anak Jakarta berarti: 'Yang berasal dari Jakarta'.

Demikian pula 'Anak Allah' berarti Isa Al-Masih adalah berasal dari Allah (Qs 4:171). Umat Kristiani tidak pernah beranggapan bahwa Allah berhubungan dengan Maryam, kemudian melahirkan Isa Al-Masih. Ini adalah salah paham umat Muslim selama ini.

Seorang anak mewarisi sifat-sifat orang tuanya. Sedemikian pula karena Isa Al-Masih berasal dari Allah, Ia mewarisi sifat-sifat Allah.

Ia tahu tentang hari kiamat. Ia disebut sebagai 'yang terkemuka' di bumi dan di sorga. Ia menciptakan dan memberikan kehidupan. Ia mewakili Allah di dalam segala perbuatan-Nya dan pengajaran-Nya ketika berada di dunia.

Injil, Sura Kolose 1:15 "Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan.."
Injil, Sura Kolose 2:9 "Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan.."

Manusia tidak akan sanggup melihat Allah dalam wujud Allah yang adalah Roh, tetapi manusia ketika melihat Isa Al-Masih, berarti manusia sudah melihat Allah yang berkenan menampakkan diri-Nya kepada manusia, di dalam wujud manusia itu sendiri.

Allah itu kemudian berbelas kasih atas manusia, dan memberikan kepastian jalan keselamatan menuju sorga, sebagaimana kami mengajak Saudara untuk boleh merenungkannya dalam: isadanislam.com/jalan-keselamatan.
~
CA
# Baul Ibrahim 2011-03-29 10:24
*
9.31] Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putra Allah" dan orang Nasrani berkata: "Al-Masih itu Putra Allah".

Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?

9.31] Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka memperTuhankan) Al-Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
# Staff Isa dan Islam 2011-04-09 16:23
~
Saudara Baul Ibrahim, kitab Saudara melakukan kesalahan yang teramat fatal ketika mengatakan bahwa menurut orang Yahudi, Uzair adalah putra Allah.

Saudara boleh mengecek seluruh kitab suci umat Yahudi dan menanyakan kepada orang Yahudi di seluruh dunia. Nama “Uzair” bahkan tidak pernah dikenal, dan dalam sejarah umat Yahudi, tidak pernah ada orang yang dianggap sebagai putra Allah.

Kitab Saudara juga melakukan kesalahan fatal ketika mengatakan bahwa umat Kristiani telah menjadikan Isa Al-Masih sebagai Tuhan.

Isa Al-Masih bukan manusia yang kemudian dijadikan menjadi Tuhan. Isa Al-Masih adalah Tuhan yang kemudian berkenan menjadi manusia.

Dia datang untuk menanggung hukuman atas dosa yang telah manusia perbuat. Semua manusia adalah harus masuk ke dalam neraka karena dosa-dosa mereka (Qs 19:71).

Dan bahkan nabi Saudara pun mengatakan bahwa neraka adalah tujuan semua orang, dan bahkan dia sendiri tidak akan bisa selamat walau telah mengamalkan semua perintah Allah (Hadis Shahih Bukhori 1261).

Injil mengatakan bahwa hanya Isa Al-Masih lah yang bisa membawa kita ke sorga. Kami mengundang Saudara untuk boleh merenungkan artikel kami mengenai jalan yang lurus menuju sorga di dalam: isadanislam.com/jalan-keselamatan.

CA
# Ismail 2011-05-05 07:36
*
Bisa ditunjukkan kepada saya, ayat dalam Alkitab bahwa Isa Al-Masih mengklaim bahwa diri-Nya adalah Allah?
# Staff Isa dan Islam 2011-05-11 13:50
~
Saudara Ismail, apakah Presiden SBY pernah berkata dengan lantang kepada rakyat seperti ini: "Hai rakyat, saya adalah Presiden-mu!"?

Namun demi memuaskan Saudara, kami akan menyertakan ayat-ayat di mana Isa Al-Masih menyatakan bahwa diri-Nya adalah Tuhan.

Sebagai contoh:

Isa Al-Masih berkata: "Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak (Allah) Bapa-Ku yang di sorga" (Injil, Rasul Besar Matius 7:21).

Isa Al-Masih berkata: "Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?" (Injil, Rasul Lukas 6:46).

Masih banyak ayat lain dalah Al-Kitab yang menyatakan dengan jelas bahwa Isa Al-Masih adalah Tuhan. Isa Al-Masih juga pernah menyatakan bahwa Dia adalah Tuhan atas hari di mana kita beribadah kepada Allah (Injil, Rasul Besar Matius 12:8).
~
CA
# CosmicBoy 2011-05-13 17:13
*
Konsep Anak Allah haruslah diartikan sesuai dengan konteks pada zamannya.

Anak Allah ialah ungkapan untuk mengambarkan hubungan atau pertalian yang tak terpisahkan dan tak terceraikan antara Allah dan Kalam-Nya.

Karena itu para pengikut Isa Al-Masih abad pertama menggunakan ungkapan Bapa dan Anak yang notabene sangat mengena dan sangat sesuai untuk mengungkapkan hubungan antara Isa Al-Masih dan Allah (Bapa) di sorga.

Sama seperti Allah dan Kalam-Nya, yang tidak terpisahkan dan tidak terceraikan, sebaliknya satu atau esa adanya, demikian juga hubungan (Allah) Bapa dan Anak.

Istilah Anak dipakai karena Anak sehakikat dengan Bapa, dan Anak juga adalah gambaran dari Bapa. Anak mirip Bapa, terutamanya Anak tak terpisahkan dan tak terceraikan dari hakikat Bapa, demikianlah Allah dan Kalam-Nya.

Jadi adalah salah untuk menganggap bahwa Allah bersetubuh dengan Maryam lalu melahirkan seorang anak yang kemudian disebut sebagai Anak Allah.

Ajaran di atas ini ditolak sama sekali oleh kami sebagai pengikut-pengik ut Isa Al-Masih. Bahkan bagi kami, hal ini adalah hujatan.
# Staff Isa dan Islam 2011-06-08 14:58
~
Kami mengucapkan terima kasih untuk tanggapan dari Saudara CosmicBoy, yang menurut kami adalah sangat tepat.

Perhatikanlah ayat berikut. Isa Al-Masih berkata: "Aku dan Bapa adalah satu." Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Isa. (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30-31)

Ayat ini mengungkapkan kepada kita bahwa bangsa Yahudi marah kepada Isa Al-Masih karena Isa Al-Masih mengaku sebagai Anak Allah. Dan dengan demikian, Isa Al-Masih menyamakan diri-Nya dengan Allah.

Anak Allah berarti bahwa Dia adalah Allah itu sendiri. Jadi, bangsa Yahudi marah dan hendak membunuh Isa Al-Masih karena mereka tidak ingin Allah dipersekutukan dengan siapapun. Ini adalah dengan alasan yang persis sama dengan umat Islam.

Jawab orang-orang Yahudi itu: "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah." (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:33).

Sungguh dibutuhkan anugerah dan rahmat dari Allah, sehingga kita mampu mengerti dan memahami kebenaran ini.
~
CA
# anbu 2011-05-14 12:51
*
Satu hal yang harus kita ketahui, Allah bisa menjadi manusia tapi manusia tidak bisa menjadi Allah.

Jika Yahudi Al-Masih sebagai Juru Selamat yang akan datang, maka umat Kristiani mempercayai bahwa Al-Masih itu sudah datang. Dan Al-Masih atau Juru Selamat itu adalah Isa Al-Masih.

Istilah dosa turunan berarti bahwa semua keturunan Adam mewarisi status keberdosaan dari Adam, dan turut dihukum dengan dikeluarkan dari taman Allah.

Namun ada rencana yang lebih indah dari itu, yakni bahwa Isa Al-Masih telah datang untuk menebus anda, saya dan Saudara.
# Staff Isa dan Islam 2011-06-08 15:04
~
Saudara Anbu, kami mengucapkan terima kasih untuk komentar yang telah Saudara tuliskan di atas. Kiranya semua pengunjung website ini dapat membaca tulisan Saudara dan menemukan hidayah dari Allah bagi mereka.

CA
# rhan 2011-05-15 05:36
*
Apakah Isa Al-Masih sudah meninggal?
# Staff Isa dan Islam 2011-06-08 15:07
~
Saudara Rhan, tentu saja Isa Al-Masih sudah mati, bahkan Ia telah dikuburkan. Namun dicatat pula bahwa Isa Al-Masih kemudian bangkit mengalahkan kematian, dan sudah kembali naik ke sorga. Semua hal ini tercatat dengan rapi di dalam Kitab Suci.

Demikian pula Al-Quran mencatat bahwa Isa Al-Masih juga telah mati dan saat ini pula, Isa Al-Masih sudah berada di sorga, dan nanti Ia akan datang sebagai Hakim untuk menghakimi semua dosa-dosa manusia (Hadis shahih Bukhari 1090).

Qs 3:55 Ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat."

CA
# itoy 2011-06-14 15:43
*
Semakin banyak membaca artikel yang di ungkapkan staff Isa dan Islam, semakin jelas dan semakin yakin saya bahwa Injil saat ini sudah tidak murni lagi. Karena penjelasan-penj elasannya yang tidak berdasarkan ilmu dan hanya pembenaran yang dipaksakan.
# Staff Isa dan Islam 2011-06-16 02:30
~
Saudara Itoy,

Kalau Saudara memang benar-benar mau menundukkan diri kepada Allah yang sejati dan tunduk kepada kebenaran dari Allah, maka Saudara akan mengetahui bahwa kami selalu menjawab dengan mengatasnamakan kebenaran dan tidak mau menjawab secara asal dan bersifat pembenaran yang dipaksakan.

Kami berharap agar Saudara berkenan mengubah cara berpikir dan cobalah untuk mau tunduk kepada kebenaran.

Tunduklah pada Firman Allah, maka kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu. (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:32).
~
CA
# Aldi 2011-06-22 16:25
*
Anak Allah, sungguh pemahaman yang sulit dimengerti dan kenapa Anak Allah bisa menjadi Tuhan?

Islam tidak menjadikan Nabi Muhammad sebagai Tuhan Muhammad, walau dalam banyak ayat Al-Quran yang diucapkan Nabi Muhammad mengadung kata "Kami" seperti :

95:4. sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.
# Staff Isa dan Islam 2011-07-29 10:06
~
Anak Allah tidak pernah dijadikan Tuhan. Sebab Isa Al-Masih yang disebut Anak Allah adalah Tuhan sejak sebelum Ia menjelma menjadi manusia, bahkan jauh sebelum Taurat dan Kitab Nabi-nabi meramalkan kedatangan-Nya ribuan tahun sebelumnya.

Muhammad berbeda dengan Isa Al-Masih. Baik dari kelahiran, dosa, dan keselamatan. Kedua pribadi ini jauh berbeda. Muhammad jelas adalah manusia biasa, sebab selain dia berdosa, dia juga tidak dapat menjamin keselamatannya sendiri termasuk pengikutnya.

Namun tidak demikian halnya dengan Isa Al-Masih, Dia bukan manusia biasa. Sebab Dia tidak berdosa, Dia terkemuka di dunia dan di akhirat. Dan lebih dari itu, Dia telah menjamin Keselamatan seluruh umat manusia.

Siapakah yang layak disebut terkemuka di dunia dan di akhirat, serta yang dapat menjamin keselamatan selain Allah?

Kitab Suci berkata, “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia [Isa Al-Masih], sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." (Injil, Kisah Para Rasul 4:12).
~
SO
# umar 2011-08-23 22:20
Al Qur'an surat At Taubah : 30

Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah". Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka, bagaimana mereka sampai berpaling?

dari ayat di atas jelas menegaskan bahwa Allah akan melaknat siapa saja yang menyatakan bahwa Isa Al Masih adalah anak Allah.. karena ucapan Allah mempunyai anak sangat merendahkan derajat Allah Tuhan Penguasa Langit dan bumi.
# Staff Isa dan Islam 2011-09-06 09:20
~
Alkitab tidak mengajarkan adanya hubungan orangtua-anak antara Allah dan Isa Al-Masih. Pemahaman seperti itu sebenarnya penghinaan bagi umat Kristen maupun umat Muslim. Istilah Anak Allah artinya menunjukkan relasi antara keduanya dan sifat keallahan yang dimiliki keduanya.

Allah yang mahakuasa tidak pernah merasa terhina ketika harus berinkarnasi menjadi manusia Isa Al-Masih. Bahkan Allah sangat berkenan akan hal ini, sehingga ketika Isa Al-Masih dibaptis terdengar suara dari sorga yang mengatakan: ”Inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan.” (Injil, Rasul Besar Matius 3:17)
~
SL
# fulan 2011-12-07 12:22
*
Apa dasarnya pernyataan anda bahwa Isa Al-Masih bukan anak Tuhan tetapi adalah Tuhan itu sendiri?

Padahal dalam Injil, Rasul Besar Matius 3:17 yang saya kutip diatas sangat jelas menyatakan bahwa Tuhan sangat mengasihi "AnakNya" dan "berkenan kepadanya".... untuk apa Tuhan "berkenan" dan "mengasihi" diri sendiri?
# Staff Isa dan Islam 2011-12-13 13:54
~
Salam saudara Fulan,

Istilah Anak Allah yang menunjuk Isa Al-Masih adalah sebuah gelar sinonim dengan gelar khas lainya yaitu Mesias. Bangsa Yahudi menantikan datang-Nya Mesias yang juga disebut Anak Allah. Istilah Mesias dan Anak Allah tersebut datang dari Allah sebagai identitas penyelamat, dan istilah itu diberitahukan jauh sebelum Isa Al-Masih datang. Maka saat Isa Al-Masih datang Ia dipanggil Anak Allah, sebagai penggenapan dari janji Allah datangnya juruselamat.

Perhatikan ayat ini, "Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Al-Masih, Tuhan, di kota Daud." (Injil, Rasul Besar Lukas 2:10-11).

Istilah Al-Masih dalam bahasa aslinya sama dengan Mesias, juruselamat. Istilah ini hanya dimiliki oleh penyelamat yang disebut "Anak Allah" dialah Isa Al-Masih.

Jadi jelas bahwa istilah anak Allah/anak Tuhan bukan menunjuk bahwa ada 2 pribadi antara Tuhan dan anak-Nya, melainkan suatu gelar dari Allah sendiri. Dan ayat diatas harus saudara lihat sesuai konteksnya, bahwa saat itu kedudukan Allah adalah sebagai Firman yang menjadi manusia yang sedang ada di dunia ini, Dialah Isa Al-Masih.

Dalam kitab saudara ditulis “...bahwa Isa Al-Masih adalah Roh Allah dan Kalimat Allah (Firman Allah)” (Qs 4:171)
~
NN
# grandma 2012-01-11 20:57
*
Yesus tidak suka dipanggil Tuhan:

Matius 7:21, "Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga".

7:22, Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: "Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?"

7:23, Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: "Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Bertobatlah sebelum Yesus menghalau di hari penghakiman kelak.
# Staff Isa dan Islam 2012-01-12 17:53
~
Saudara Grandma,

Sepertinya saudara telah berulang kali mengutip di atas, dan kami pun berulang kali menjelaskan pada saudara maksud dari ayat tersebut. Rupanya saudara masih tidak mengerti. Kami sarankan, bila saudara membaca kitab suci Injil, berdoalah terlebih dahulu, minta hikmat dan pengertian dari Allah atas ayat yang saudara baca.

Ayat di atas ditujukan Yesus kepada orang-orang yang melakukan ibadah keagamaanya dengan munafik. Mereka memang berdoa, berpuasa, dan melakukan setiap perintah Allah. Namun motivasi mereka melakukan itu bukanlah untuk memuliakan Allah, tetapi untuk diri mereka sendiri. Agar orang lain melihat bahwa dia adalah orang yang agamawi.

Di hadapan Allah, orang-orang seperti ini tidak mempunyai tempat di sorga. Mereka akan dienyahkan ke dalam siksaan kekal api neraka.

Itulah maksud dari ayat di atas. Bagaimana dengan saudara, apakah ibadah yang saudara lakukan untuk memuliakan Allah atau ada motivasi lain?

Lebih lanjut, silakan saudara membaca penjelasan kami pada artikel yang terdapat di url ini: http://tinyurl.com/75d34n9.
~
SO
# Izmy Azhary 2012-01-24 17:10
*
Kejadian 6:

1. Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan,

2. Maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perem puan itu, siapa saja yang disukai mereka.

Kira-kira anak Allah apa yang dimaksud? Pada ayat ini jelas sekali dalam konsep Alkitab Allah itu punya anak dan anak-Nya kawin dengan anak manusia dan akhirnya melahirkan anak-anak gagah perkasa.
# Staff Isa dan Islam 2012-01-27 13:15
~
Saudara Izmy,
Adalah aib yang tidak dapat diterima dengan akal jika Allah berhubungan dengan manusia dan memiliki anak. Allah itu suci, Ia tidak dipernakan dan tidak memperanakan.

Sedangkan yang dimaksud dengan “anak-anak Allah” yaitu anak cucu Adam dari keturunan yang beribadah kepada Tuhan Allah. Dan yang dimaksud dengan “anak-anak permpuan manusia” yaitu anak cucu Adam yang meninggalkan peribadahan kepada Allah yang benar.

Sejak Adam dan Hawa makan buah terlarang, seluruh keturunannya ikut menjadi najis. Dan perbuatanya aib semata dimata Allah. Dengan apakah manusia dapat dibersihkan dari kenajisan dosa-dosanya? Dengan apakah manusia kembali menerima kehormatannya sebagai mahkluk termulia?

Hanya Allah yang menciptakan manusia yang dapat membersihkan manusia dari segala kenajisannya. Itu sebab-Nya Allah datang ke dunia. Ia mengorbankan diri-Nya. Dan dengan darah-Nya yang suci, Ia membasuh kita bersih dari segala kenajisan dan aib kitalah yang ditanggung-Nya.
~
NN
# Maria 2012-03-04 21:27
*
Mau nanya dong:

1. Kalau bener Yesus datang untuk menebus dosa manusia, artinya orang-orang yang menyiksa Yesus dan menyalib Yesus dapat pahala dong dan merupakan orang-orang pilihan Tuhan, karena ditunjuk Tuhan (Bapa) untuk menyalib Anak-Nya (Yesus) untuk menebus dosa umat manusia. Tapi kok malah orang-orang itu akhirnya dihukum?

2. Apa maksud dari Konsili Nicea?. Kalau tidak salah Yesus diangkat menjadi Tuhan berdasarkan keputusan dari konsili Nicea itu. sebelumnya Yesus ya Yesus (hanya seorang Nabi).

Mohon jawabannya ya. Terima kasih.
# Staff Isa dan Islam 2012-03-05 21:21
~
1. Saudara benar, Yesus datang untuk menebus dosa manusia lewat kematian-Nya di kayu salib. Sehingga, syarat seseorang untuk mendapatkan keselamatan adalah menerima Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat. Bagaimana dengan orang-orang yang menyalibkan Yesus? Kematian Yesus bukanlah kehendak mereka, melainkan kehendak Allah. Sebaliknya, dalam kasus ini mereka tidak mengakui bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan Allah.

2. Konsili Nicea tidak ada hubungan dengan ke-Tuhan-an Yesus. Tidak ada masa dimana Yesus mulai menjadi Tuhan. Siapakah manusia, sehingga dia layak mengangkat manusia lain menjadi Tuhan bagi dirinya sendiri?

Isa Al-Masih adalah Tuhan yang kekal. Dia tidak mempunyai permulaan dan akhir. Inilah pengakuan Isa Al-Masih adalah hal itu, “Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir” (Injil, Kitab Wahyu 22:13).

“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1-2).
~
SO
# purwa 2012-07-09 05:42
*
Tuhan umat Kristen penuh kasih, Allah SWT Maha Pengasih dan Penyanyang.
# Staff Isa dan Islam 2012-07-11 10:46
~
Saudara Purwa,

Benar sekali Tuhan penuh kasih dan penyayang. Bagaimana kita dapat mengetahui dan membuktikan bahwa Allah benar Maha Kasih dan Penyayang?

Artikel berikut ini akan menolong saudara untuk mengetahuinya, jadi silakan baca dan renungkan di url ini http://tinyurl.com/7jhv9om

Kiranya Saudara juga dapat mengalami kasih dan kemurahan Allah yang dinyatakan dalam Isa Al-Masih.
~
DA
# arry 2012-07-11 23:23
*
Semakin didalami semakin nyata kesalahan konsep ketuhanan Kristen.

Agama Kristen menganggap kalau Tuhan itu terdiri dari 3 unsur. Yaitu Yesus, Bapa & Roh yang mereka namakan Trinitas. Akan tetapi konsep Trinitas itu sendiri tidak ada dalam Kitab Injil.
Jadi itu hanyalah pemikiran manusia yang menyimpang dari konsep ke Esa an Allah.

Coba Anda tunjukkan ayat Injil mengenai Trinitas. Kalau tidak ada, kenapa saudara berani melakukan hal itu. Nabi Isa Al-Masih pasti sangat sedih dan merasa bersalah karena ulah perbuatan umat-Nya terdahulu yang sampai sekarang masih ada yang mengikutinya.
# Staff Isa dan Islam 2012-07-24 09:22
~
Saudara Arry,

Alkitab mengajarkan bahwa Allah itu Esa, juga mengajarkan bahwa Isa Al-Masih dan Roh Kudus adalah Pribadi Ilahi. Istilah 'Trinitas' digunakan untuk menjelaskan ketritunggalan Allah, yaitu Allah yang terdiri dari tiga Pribadi yang berada bersama dalam kekekalan. Bukan berarti ada tiga Allah.

Dalam bahasa Ibrani kata “Elohim” adalah dalam bentuk jamak, di Taurat, Kitab Kejadian 1:1. Juga Taurat, Kitab Kejadian 1:26; 3:22; 11:7 dan Kitab, Nabi Yesaya 6:8, kata jamak “kita” yang digunakan. Kata “Elohim” dan kata ganti “kita” adalah dalam bentuk jamak- jelas lebih dari dua – dan menunjuk pada tiga (Bapa, Anak, Roh Kudus).

Dari ayat-ayat di atas saya kira sangat jelas bahwa Kitab Suci Allah mengajarkan bahwa Allah Esa dan juga menyatakan bahwa ada tiga pribadi di dalam diri Allah yang esa.
Dalam kursus dijelaskan panjang-lebar mengapa konsep Allah tri-tunggal.

Artikel-artikel yang menjelaskan tentang Trinitas dapat saudara baca pada link ini: http://tinyurl.com/dy8j2nk.
~
DA
# ferguson 2012-07-29 16:14
*
Orang Kristen itu identik dengan 3 in 1. Bapa, Anak dan Roh Kudus.
# Staff Isa dan Islam 2012-08-01 16:59
~
Konsep Allah Tritunggal tidak dapat dimengerti sepenuhnya oleh akal manusia. Sebab Allah Yang Tak Terbatas hanya dapat diterima memalui iman. Itulah tandanya Allah kita itu Maha Agung. Jika Allah kita ini mudah dimengerti oleh otak kita, maka mungkin kitalah yang lebih besar dari Allah yang demikian itu.

Walau Allah yang Esa terdiri dari tiga oknum, yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus, tetapi ketiga oknum tersebut adalah satu kesatuan yang tidak dapat berdiri sendiri satu sama lain. Dan ketiga oknum tersebut mempunyai kedudukan yang setara.

Dengan kata lain, Allah Bapa tidak lebih tinggi dari Allah Anak. Demikian juga dengan Allah Anak tidak lebih tinggi daripada Allah Roh Kudus.
~
SO
# niesha 2012-10-08 13:48
*
Sebenarnya yang ditulis pada Injil itu sudah benar atau masih ada kesalahan? Jika benar, kenapa Tuhan itu dikatakan Anak Tuhan? Bukankah Tuhan tidak beranak dan tidak pula diperanakkan?
# Staff Isa dan Islam 2012-10-09 07:51
~
Saudara Niesha,

Injil maupun Taurat atau yang biasa dikenal dengan sebuat Alkitab adalah firman Allah. Al-Quran juga setuju akan hal ini. Bahkan Al-Quran sendiri mengatakan dalam Injil dan Taurat ada petunjuk dan cahaya bagi orang bertakwa.

“Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa” (Qs 5:46).

Tentang “Anak Allah/Anak Tuhan”, kata 'anak' dalam kalimat tersebut bukanlah anak dalam arti biologis, melainkan hanya arti kiasan. Seperti: anak pribumi, anak emas, ibu jari dll.

Mengapa Isa/Yesus disebut Anak Allah? karena Ia dengan sempurna menyatakan Allah kepada manusia. Dia adalah Kalimat Allah dan dengan sempurna menjelaskan kehendak dan sifat Allah kepada manusia. Sebagai Anak dan Kalimat Allah, Isa Al-Masih menyatakan kasih dan kesucian dan keselamatan dari Allah kepada manusia.

Perhatikanlah ayat ini: “Sesungguhnya Al Masih, ’Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya” (Qs 4:171)”

“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1).

Demikian penjelasan kami, bila kurang jelas silakan menghubungi staf kami lewat email: .
~
SO
# wardo sipa 2012-12-29 18:31
*
Sepertinya forum ini berusaha memperkenalkan dan mengenal siapa Allahnya. Hanya ada satu cara mengenal Allah. yaitu 1 Yoh 2:3-4 "Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perint ah-Nya. Barangsi apa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran".

Jadi turutilah perintah Allah termasuk menuruti Hukum Taurat yang ke empat "ingat dan kuduskanlah hari Sabat". Bukan menguduskan hari Minggu. Jika tidak mau menguduskan hari Sabat, menurut ayat di atas berrati tidak menuruti perintah Allah. Orang yang tidak menuruti perintah Allah berarti tidak mengenal Allah atau dia adalah pendusta.
# Staff Isa dan Islam 2013-01-03 21:10
~
Kami setuju dengan pendapat saudara. Sebagai orang yang mengaku mengenal Tuhan-nya, harus melakukan apa yang diperintahkan Tuhan yang dia sembah.

Pertanyaan kami, apakah saudara sudah benar-benar menguduskan hari Sabat? Dalam Kitab suci dikatakan “Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu” (Taurat, Kitab Keluaran 20:8-10).

Bila memang saudara lebih memilih hidup dibawah Hukum Taurat daripada hukum Kasih dari Isa Al-Masih, maka seharusnya pada hari Sabat (menurut saudara Sabtu), saudara tidak boleh melakukan pekerjaan apapun seperti yang dijelaskan pada ayat di atas.

Silakan mengoreksi diri sendiri, apakah saudara sudah benar-benar melakukan perintah Allah sesuai dengan ayat di atas?

Inilah perkataan Isa Al-Masih mengenai Hukum Taurat, "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi” (Injil, Rasul Besar Matius 7:12).

Juga ayat berikut: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini" (Injil, Rasul Markus 12:30-31).
~
SO
# daniel 2012-12-31 13:14
*
Dasar kebenarannya darimana anak bisa jadi Tuhan? Eksistensi anak adalah sebagai orang (manusia), eksistensi Tuhan adalah sebagai Tuhan (esa yang berdiri sendiri).

Pencipta jangan dijadikan ciptaan, ciptaan jangan dijadikan Pencipta. Tidak logis! Kiasan itu hanya sebagai kata rekayasa saja untuk memperkuat pendapat anda yang jelas-jelas salah.
# Staff Isa dan Islam 2013-01-03 21:10
~
Saudara Daniel,

Pada artikel di atas, dan juga penjelasan-penj elasan kami pada komentar-koment ar sebelum saudara, kami telah menjelaskan apa yang dimaksud “Anak Allah”.

Untuk itu, silakan saudara membaca kembali artikel di atas dengan teliti, juga penjelasan kami pada komentar-koment ar di atas.

Bila masih ada yang kurang jelas, silakan langsung mengenal staf kami di: . Mereka akan menjelaskan kembali secara detail kepada saudara, hingga saudara benar-benar mengerti arti dari “Anak Allah” itu.
~
SO
# sugies 2013-02-28 16:45
*
Saya orang Islam, dan saya benar-benar salut dengan staff Isa dan Islam. Sekarang saya baru tahu kalau selama ini saya salah beranggapan tentang Kalimat Allah.

Hilangkan perasaan egosi dan fanatis, Insyaallah ini adalah pelajaran yang sangat baik buat orang Islam juga orang Kristen. (Ingat, yang berhak mengatakan salah dan benar hanya Allah) . Lakukan apa yang Anda yakini, dan yakinlah kalo dengan apa yang anda lakukan.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-02 09:01
~
Saudara Sugies,

Terimakasih untuk apresiasi yang saudara berikan atas artikel kami di atas. Kami senang, walau seorang Muslim saudara akhirnya dapat mengerti apa yang dimaksud dengan Kalimat Allah itu.

Sebagaimana saudara tidak mengimani Allah yang mempunyai anak, demikian juga kami tidak pernah mengimani bahwa Allah telah mempunyai anak biologis dari seorang wanita. Dan kami juga tidak pernah menyembah anak dari Allah.

Untuk menambah wawasan saudara mengenai maksud dari “Kalimat Allah,” saudara dapat membaca artikel serupa pada link ini: http://tinyurl.com/chkg2ac.
~
SO
# kashmir 2013-03-30 19:24
*
“Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Matius 27:46).

Dari ayat ini dapatlah dianalisa bahwa: Jika Yesus itu Tuhan, Tuhan mana lagi yang dia panggil? Jika Yesus Tuhan, siapa yg berani mencabut nyawa Tuhan? Jika Yesus dipersiapkan oleh Tuhan untuk mati di kayu salib dalam rangka untuk menebus dosa, tentu tidak perlu dia harus berteriak-teria k minta tolong kepada Tuhan, dia harus ikhlash.

Jika di dalam diri Yesus ada Tuhan, mengapa dia masih memanggil-mangg il Tuhan lagi? Ini membuktikan Yesus dan Tuhan tidaklah menyatu. Jika Yesus Tuhan, ketika dia mati selama 3 hari 3 malam, siapa yang mengendalikan alam semesta ini? Setiap yang berseru memanggil Tuhan, pasti bukan Tuhan. Yesus berseru memanggil-mangg il Tuhannya, berarti Yesus bukan Tuhan!
# Staff Isa dan Islam 2013-04-02 09:01
~
Saudara Kashmir,

Pertannyaan yang saudara ajukan sungguh banyak sekali. Karena keterbatasan tempat, kami akan menjelaskan maksud dari ayat tersebut terlebih dahulu.

Ketika Yesus ada di dunia, Dia tidak pernah memanggil Allah, bahkan ketika disiksa pun Dia tidak pernah minta pertolongan kepada Allah. Tetapi ucapan yang Dia sampaikan di salib, adalah ungkapan kesedihan Yesus, yang menjadi satu kebiasaan bagi bangsa Israel ketika mereka mengalami kesengsaraan atau kematian. “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?" (Kitab Mazmur 22:2).

Ketika Yesus disalib, kesengsaraan yang dialami-Nya, bukan karena Dia menyesal. Kitab Suci Allah berkata “Upah dosa adalah maut, tetapi karunia Allah adalah hidup yang kekal” (Injil, Surat Roma 6:23). Yesus mati bukan karena kesalahan-Nya, tetapi menggatikan manusia di sayu salib.

Memang sulit menerima bahwa Anak Allah mati tersalib, tetapi itulah inti berita dalam Alkitab.
~
SO
# pengikut Kristus 2013-04-30 18:36
*
Quoting Ismail:
*
Bisa ditunjukkan kepada saya, ayat dalam Alkitab bahwa Isa Al-Masih mengklaim bahwa diri-Nya adalah Allah?

Jawabannya adalah ada! Saudara bisa membuka di Yohanes 13:13. Beginilah bunyinya, "Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan."

Sudah sangat jelas bukan? Bahwa Yesus adalah Tuhan. Itu kan bukti yang saudara minta. Sekarang percayalah pada Yesus Kristus.
# priyayicilik 2013-05-31 11:33
*
Jika demikian Isa adalah anak Allah, sudah pasti saya sebagai manusia biasa akan iri, dan tidak akan menyembah Allah, Anak, dan Bapanya. Karena saya anggap Allah telah pilih kasih terhadap Isa. Atau jika diperbolehkan, saya akan mengajukan permohonan untuk menjadi anak angkat-Nya atau saudara kembar Isa juga ga masalah.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-25 15:25
~
Saudara Priyayicilik,

Di artikel di atas telah dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan kata “Anak Allah” di sini bukan berarti anak biologis. Kata “Anak Allah” di sini adalah anak dalam arti kiasan. Contoh, kata “anak kunci,” apa menurut saudara kunci dapat melahirkan dan mempunyai anak?

Bila memang saudara rindu menjadi anak Allah, saudara tidak perlu iri kepada Isa. Allah pun bisa mengangkat saudara menjadi anak-Nya. Saudara mau tahu bagaimana caranya? Perhatikan ayat berikut:

“Jikalau kamu tahu, bahwa Ia adalah benar, kamu harus tahu juga, bahwa setiap orang, yang berbuat kebenaran, lahir dari pada-Nya. Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia” (Injil, Surat 1 Yohanes 2:29-3:1).

Jika saudara bersedia hidup dalam kebenaran firman Allah, dan menerima anugerah keselamatan yang diberikan Allah melalui Isa Al-Masih, maka Allah akan menerima saudara sebagai anak-Nya.
~
SO
# dion 2013-06-23 20:31
*
Syalom,

Konsep Tritunggal memang sulit bagi orang awam yang tidak mengerti, tapi kalau sudah mengerti sungguh indah rencana Tuhan untuk kita.

Pada zaman dahulu manusia tidak taat akan Tuhan, tapi Allah sangat sabar pada manusia. Setelah itu diberilah hukum-hukum Taurat. Manusia dibentuk untuk mengenal Allah dengan baik, dengan ajaran yang mudah, tapi keras kepada manusia, supaya manusia dibentuk keimanannya. Seperti anak SD tidak bisa menerima pelajaran anak SMA.

Setelah manusia paham semua maksud Allah, barulah manusia diajarkan dengan pelajaran yang lebih tinggi. Itulah Tritunggal, yaitu Bapa, Anak (Yesus), Roh Kudus. Artinya: Allah Sang Pencipta, Allah Sang Firman (Kalimatullah), Allah Sang Pembimbing. Bukan Allah itu tiga, tapi menjabarkan kebesaran Allah.

Inilah kuasa Allah. Kalau sulit dimengerti, cukup satu yang dimengerti, yaitu Allah telah merendahkan diri-Nya menjadi manusia yaitu, Yesus Kristus. Keselamatan hanya daripada Dia.
# kiky 2013-10-04 00:42
*
Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari Al-Quran ketika (Al-Quran) itu disampaikan kepada mereka (mereka itu pasti akan celaka) dan sesungguhnya (Al-Quran ) itu adalah kitab yang mulia.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-04 16:27
~
Saudara Kiky,

Terimakasih untuk komentar saudara di atas. Menurut saudara orang-orang yang mengingkari Al-Quran pasti celaka, karena Al-Quran adalah kitab yang mulia.

Sehubungan dengan pernyataan saudara di atas, kami ingin mengajukan satu pertanyaan.

Dalam Qs 5:46 dikatakan: “Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israel) dengan Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.”

Menurut ayat di atas, Petunjuk, Cahaya dan Kebenaran Allah terdapat dalam Kitab Injil dan Taurat. Dan Islam mengajarkan agar umat Muslim mengimani Injil dan Taurat sebagai kitab dari Allah.

Yang ingin kami tanyakan adalah: Apakah Sdr. Kiky sudah mencari Petunjuk, Cahaya dan Kebenaran Allah yang terdapat dalam Kitab Injil dan Taurat sebagaimana yang dikatakan pada Qs 5:46 di atas? Tentu sebagai seorang Muslim saudara tidak dapat mengingkari perkataan Al-Quran, bukan? Karena orang-orang yang mengingkari Al-Quran pasti celaka.
~
SO
# abdullah 2013-10-22 23:01
~
Tetapi arti anak disini bukan kiasan sebagai mana artikel anda.Sebab Isa lahir dari rahim manusia yaitu Maria. Oleh karena itu Maria disebut bunda Tuhan, bukan begitu kepercayaan anda. Saya berkesimpulan bahwa Tuhan apabila menurunkan anak-Nya, maka dia meminjam rahim manusia, bukan begitu? mengapa Isa? mengapa dari manusia?mengapa dari ras Yahudi?kenapa Tuhan tidak menampakkan diri-Nya sendiri?dan kepercayaan anda ini banyak dianut oleh kepercayaan sebelum datangnya Yesus Kristus, Kepercayaan Yunani kuno, India, dsb. Bagaimana anda menanggapi anak-anak Tuhan lainnya diberbagai bangsa tersebut? apakah masih bersaudara dengan Yesus?dan apakah Tuhan akan mengutus anak Tuhan lainnya setelah mangkatnya Yesus?
# Staff Isa dan Islam 2013-11-05 16:39
~
Saudara Abdulah,

Sekalipun Isa Al-Masih lahir dari rahim manusia, tetapi bukan berarti Isa menjadi anak manusia biasa seperti manusia lainnya. Isa Al-Masih bukan berasal dari benih Maria. Maria hanyalah perantara yang dipakai Allah untuk Ia datang ke dunia. Jika Allah yang begitu suci dan mulia menampakan diri secara langsung kepada manusia, maka kita pasti mati, seperti yang dialami bangsa Israel saat Allah hendak menampakan diri, haanya Musa yang dapat melihat kemuliaan Allah, “ Kemudian TUHAN berfirman kepada Musa: "Turunlah, peringatkanlah kepada bangsa itu, supaya mereka jangan menembus mendapatkan TUHAN hendak melihat-lihat; sebab tentulah banyak dari mereka akan binasa” (Taurat, Kitab Keluaran 19:21).

Sebutan Anak Allah yang menunjuk Isa Al-Masih adalah sebuah gelar sinonim dengan gelar khas lainya yaitu Mesias. Bangsa Yahudi menantikan datang-Nya Mesias yang juga disebut Anak Allah. Istilah Mesias dan Anak Allah tersebut datang dari Allah sebagai identitas penyelamat, dan istilah itu diberitahukan jauh sebelum Isa Al-Masih datang.

Maka saat Isa Al-Masih datang Ia dipanggil Anak Allah, sebagai penggenapan dari janji Allah datangnya juruselamat. Perhatikan ayat ini,"Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Al-Masih, Tuhan, di kota Daud" (Injil, Rasul Besar Lukas 2:10-11). Istilah Al-Masih dalam bahasa aslinya sama dengan Mesias, juruselamat. Istilah ini hanya dimiliki oleh penyelamat yang disebut "Anak Allah", Dialah Isa Al-Masih.
~
NN
# abdul aziz alaydrus 2013-10-31 09:09
~
Staff isa dan islam,

Yang bilang Anak Allah adalah khiasan menyimpulkannya dari mana? di kitab Injil ada ayat yang menceritakan Yesus dicobai setan, terus kalau Yesus Tuhan mengapa setan mencobainya? Kalau Yesus Tuhan pasti langsung hajar tuh setan bukannya malah dinasehatin untuk takut kepada Allah yang maha esa.

Kalian mesti berfikirlah dengan benar. Anak SD saja tahu kalau cerita seperti ayat itu adalah cerita tentang manusia yang di cobai setan. Masa kalah sama anak SD sih?
# Staff Isa dan Islam 2013-11-05 19:08
~
Saudara Abdul,

Kami tahu betul riwayat Isa Al-Masih dicobai Iblis. Injil mencatat riwayat tersebut dan seluruh umat Isa Al-Masih sudah pernah membaca selesai riwayat itu dan masih membacanya hingga saat ini. Lalu mengapa riwayat tersebut tidak dihapus saja oleh umat Isa Al-Masih jika benar seperti pikiran saudara bahwa riwayat tersebut membuktikan Isa Al-Masih bukan Tuhan.

Nyatanya bahwa riwayat itu adalah sebagian kecil dari begitu besarnya kasih Isa Al-Masih yang rela menjadi sama dengan manusia, bahkan harus dicobai Iblis. Saran kami saudara harus membaca terlebih dahulu seluruh isi Injil barulah saudara mengerti cara dan tujuan Isa Al-Masih menjadi manusia dan alasannya mengapa Iblis berhadapan dengan Dia.
~
Noni
# cari tahu 2014-01-01 15:54
~
Apakah kapal pernah memperanakkan anak kapal? Apakah bukit pernah memperanakkan anak bukit? Apakah kalimat pernah memperanakkan anak kalimat? Apakah tangga pernah memperanakkan anak tangga? Apakah sungai pernah memperanakkan anak sungai?

Apakah kapal = anak kapal, bukit = anak bukit, kalimat = anak kalimat, tangga = anak tangga, dan sungai dengan anak = sungai.

Yang saya tanyakan apakah sama Allah = Anak Allah. Kalau anda menganalogikan seperti yang di atas jelas kapal bukanlah anak kapal, bukit bukanlah anak bukit dan sungai bukanlah anak sungai.

Dan sangat jelas bahwa Allah bukanlah Anak Allah. Allah dan Anak Allah adalah dua oknum berbeda.
# Staff Isa dan Islam 2014-01-09 12:04
~
Saudara Cari Tahu,

Tentu saja analogi saudara tidak akan dapat menjelaskan makna dari “Anak Allah”. Umat Islam salah paham karena mengira Kristen percaya Allah diperanakan dan memperanakan, padahal tidak seperti itu. Gelar Isa Al-Masih “Anak Allah” bukan berarti Allah memperanakan. Makna dari “Anak Allah” disini menunjuk kepada tujuan ilahi atas keadiran-Nya di dunia yaitu menebus manusia dari jerat dosa.

Apakah Allah dan Anak Allah adalah dua oknum berbeda. Jawabnya benar mereka berbeda, tapi benar juga bahwa mereka sama, artinya satu. Mereka berbeda dalam hal tertentu sebab Allah itu Tritunggal yang Esa. Dan merekapun satu. Isa Al-Masih berkata “Aku dan Bapa [Allah] adalah satu” (Injil Yohanes 10:30).

Bahkan Isa Al-Masih mengaku “Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa [Allah]; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa [Allah] itu kepada kami.” (Injil Yohanes 14:9).

Dan jangan kaget jika Isa Al-Masih adalah yang terkemuka di dunia dan akhirat sebagaimana Allah yang terkemuka di dunia dan akhirat.
~
Noni
# rachelia 2014-01-07 11:43
~
"Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam". Katakanlah: "Maka siapakah [gerangan] yang dapat menghalang-hala ngi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya?" Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya . Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu" (Qs 5:17).

Tata bahasa Tuhan tidak bisa disamakan dengan tata bahasa Indonesia. Dari zaman dulu sampai Muhammad, Allah berbicara melalui para nabi-Nya, tidak ada yang disampaikan oleh para nabi kecuali firman Allah pada umatnya. Posisi Isa adalah Nabi.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-11 16:00
~
Saudara Rachelia,

Allah berkomunikasi dengan manusia, tentu dengan bahasa yang dipahami manusia. Hal ini terkait juga dengan penggunaan tata bahasa. Dan Allah telah berkenan menjadi manusia dalam Pribadi Isa Al-Masih (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1, 14). Nah, bila saudara ingin mengetahui posisi Isa Al-Masih sesungguhnya, silakan klik ini http://tinyurl.com/8abrx5t
~
Solihin
# Mitra 2014-01-23 21:37
~
Sdr. Admin,

Untuk topik Anak Allah ini menurut saya agak sulit didiskusikan, karena topiknya sangat berdimensi kepercayaan (keyakinan/iman ) internal yang secara mutlak orientasi pembahasan akan dititikberatkan pada jiwa seseorang atau lazimnya disebut “qalbu”. Hati merupakan pusat dari satu keyakinan. Secara umum iman berarti percaya, yaitu membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan tindakan (perbuatan). Bicara iman tentu bicara tentang keyakinan.

Sedangkan pengertian menurut bahasa yang sifatnya semantik dan sangat universal lebih banyak mengandung unsur logika dan akal manusia. Komentar saya kali ini adalah semoga umat Kristen dapat menjalankan apa yang mereka percayai dan yakini dengan sebaik-baik dan bermanfaat bagi kehidupannya.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-11 16:07
~
Saudara Mitra,

Terimakasih untuk doa saudara. Dan kami senang membaca tulisan saudara. Ada yang terbersit ketika membaca pendapat saudara. Memang topik ini berdimensi kepercayaan. Dan isu yang berkembang tentang topik ini pun seputar kepercayaan. Karena atas dasar kepercayaan itu, maka timbul perbedaan dnegan istilah Anak Allah. Artikel di atas adalah bentuk pelurusan dari pemahaman yang keliru dengan istilah Anak Allah.

Kami berharap setelah saudara membaca artikel di atas tidak memiliki pendapat yang tidak benar berkenaan dengan istilah Anak Allah. Terimakasih.
~
Solihin
# yesus bukanlah Isa a 2014-01-24 21:05
~
Anda bilang, "Oleh sebab itu, maka frasa "Anak Allah" bisa menunjukkan arti bahwa Ia adalah utusan atau wakil Allah yang sejati di dalam dunia ini. Dengan melihat pada diri Isa Al-Masih, maka manusia telah melihat diri Allah, dan dengan menerima Isa Al-Masih, berarti manusia telah menerima undangan keselamatan dari Allah sendiri."

Kalau begitu sesuai dengan definisi rasul (utusan) bukan Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-11 16:19
~
Saudara Yesus bukanlah Isa,

Isa Al-Masih adalah Firman Allah yang menjadi manusia (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1, 14). Dan Isa Al-Masih pernah bersabda, "Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini" (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:23). Tentu dari hal ini kita dapat melihat perbedaan yang nyata bahwa Isa Al-Masih tidak memahami diri-Nya sebagai utusan, tetapi lebih dari sekedar utusan. Tentang hal ini, silakan kunjungi link ini http://tinyurl.com/8abrx5t
~
Solihin
# das 2014-01-25 20:45
~
Admin,

Mohon penjelasannya. Apakah Yesus sedang menuhankan dirinya?

"Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?" Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia" (Injil, Rasul Besar Matius 12:28, 29, 32).

Mengapa ahli Taurat berkata kepada Yesus: Dia itu esa? Kalau memang Yesus Tuhan, seharusnya pemanggilannya: "Tepat sekali guru, benar katamu itu, bahwa Kamu esa?
# Staff Isa dan Islam 2014-06-11 20:23
~
Saudara Das,

Barangkali yang saudara sampaikan bisa saja dilakukan. Tetapi perlu diingat bahwa Isa Al-Masih menekankan tentang keesaan Allah. Bila Ia menyatakan demikian -- seperti yang saudara sampaikan --, maka orang-orang pada masa itu akan berpikir bahwa Isa Al-Masih menekankan politeisme. Tentu ini tidak dikehendaki Isa Al-Masih. Walaupun demikian, tanpa perlu klaim seperti itu Isa Al-Masih telah menunjukkan sifat dan tindakan-Nya bahwa Ia adalah Allah. Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# moh zain sutrisno 2014-02-04 00:29
~
Anda membuat saya bingung, admin! Di dalam jawaban saudara anda menyebutkan Isa Al-Masih adalah Anak Allah dan tahu tentang hari kiamat. Jika benar demikian, mengapa dalam kitab Markus 13:32 ditulis, "Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaik at di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa saja."

Mana yang benar, staf Isa dan Islam ataukah kitab Markus 13:22?
# Staff Isa dan Islam 2014-06-12 18:15
~
Saudara Moh Zain,

Terimakasih untuk komentar saudara. Kami dapat mengerti rasa bingung saudara. Tetapi jangan kuatir! Kami memiliki artikel yang membahas tentang hal itu. Silakan mengunjungi link ini http://tinyurl.com/lxsdvqd
~
Solihin
# mae herawati 2014-02-20 14:33
~
Al-Quran adalah kitab terakhir kitabnya orang-orang di akhir zaman dan penyempurna kitab-kitab sebelumnya. Jadi, tidak akan ada kitab lagi karena kita umat akhir zaman, bahkan di dalam kitab Injil telah dituliskan tentang nabi Muhammad dan kita semua harus mengikuti aturan yang ada di dalam kitab Al-Quran.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-12 18:37
~
Saudara Mae,

Kami senang saudara memberikan komentar pada artikel ini. Bila saudara tertarik mendiskusikan tentang Al-Quran, maka silakan mengunjungi link ini http://tinyurl.com/68qrm5t. Oh ya, kami ingin mengetahui pandangan saudara tentang artikel di atas. Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# Togel 2014-03-05 13:30
~
Yang perlu digarisbawahi di sini apakah Isa dengan Yesus anda itu satu individu ataukah beda individu?
# Staff Isa dan Islam 2014-06-12 18:42
~
Saudara Togel,

Kami akan sangat senang bila komentar yang diberikan sesuai dengan artikel di atas. Tetapi bila saudara ingin mendiskusikan tentang hal itu, kami pikir artikel yang ada di link ini http://tinyurl.com/4nbwul7 akan cocok menjadi tempat diskusi. SIlakan mengunjunginya.
~
Solihin
# Dr Ady Lesmana MPd 2014-04-19 01:37
~
Saudara Mae,

Dimana Injil menuliskan tentang Muhammad? Saya rasa anda salah dalam hal itu. Tak satupun dari Injil menyebut Muhammad. Saya tidak sepaham dengan anda. Untuk orang Kristiani Yesus adalah Alfa dan Omega. Namun, percayalah bahwa andapun akan selamat apabila menjalankan hukum kasih, perintah dan larangannya serta memenuhi hati anda dengan kerinduan akan Tuhan. Tak jadi soal anda percaya pada nabi siapa, hanya memang hal itu tidaklah mudah saudaraku.
# indra dwi j 2014-05-10 20:40
~
Katakanlah Muhammad bahwa engkau hanyalah seorang nabi dan rasul yang berlalu sebelumnya para nabi dan rasul dan engkau tidak akan menyekutukan Allah dengan segala sesuatu apapun. Maaf ayatnya kurang lebih demikian. Jadi, intinya ini akan berimbas sebuah kepercayaan yang jelas dan terjaga keasliannya sampai generasi manapun bahwa Allah intinya tidak ada kata Bapa, Anak, Roh Kudus. Dan katakanlah bahwa Allah adalah zat yang tidak terlampaui dan tidak terbatas.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-12 18:48
~
Saudara Indra,

Pengikut Isa Al-Masih memiliki satu keyakinan dalam menyembah Allah yang esa. Tetapi kata 'esa' di sini tidak seperti yang dipahami teman-teman Muslim. Barangkali untuk lebih mengetahui hal ini, silakan mengunjungi link http://tinyurl.com/d2k6hcw
~
Solihin
# sadarla 2014-05-17 11:05
~
Yesus itu adalah Tuhan. Dia memang lahir sebagai manusia d dunia, tapi Ketuhanannya masih melekat dalam diri-Nya. Kita lihat buktinya Dia membangkitkan orang yang mati hidup kembali, berjalan di atas air, meredakan topan, menghidupkan kembali tentara Israel yang mati dan tinggal tulang belulang, membelah sungai nil menjadi 2, dan masih banyak mujizat lainnya. Bahkan dirinya mati di kayu salib bisa hidup kembali.

Sekalipun orang arkeolog menemukan kain kafan seumuran wafat Yesus. Tapi tidak ditemukan tulang belulang/atau jasadnya, bukan? Itulah bukti kalau Yesus itu Tuhan karena sifatnya kekal. Bukan seperti Muhammad yang memang manusia biasa yang harus mati. Ingatlah bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (creatio ex nihilo).
# Freind 2014-05-23 05:13
~
Isa Al-Masih atau Yesus Kristus adalah Anak Allah bukan Allah yang maha esa. Namun, orang Yahudi menuduh Yesus dengan menyatakan bahwa Yesus mengaku sama dengan Alllah kedudukannya (Yohanes 5:18; 10:30-33). Faktanya Yesus hanya mengaku sebagai "Anak Allah" dan Allah sebagai Bapaknya memiliki kedudukan yang lebih tinggi dibanding Yesus sang Anak (Yohanes 14:28).

Dan Yesus menganggap Bapaknya sebagai "Allahku dan Allahmu" (Yohanes 20:17). Ironisnya, Kristen Tritunggal menyatakan bahwa Yesus adalah Allah atau Tuhan yang sejajar kedudukannya dengan Allah yang mahakuasa. Namun, Yesus menolak hal itu karena bagi Yesus Allah adalah Bapaknya bukan diri-Nya (Matius 7:21).
# Staff Isa dan Islam 2014-06-12 18:59
~
Saudara Freind,

Dalam satu kesempatan Isa Al-Masih pernah bersabda kepada orang-orang Yahudi, "Aku dan Bapa adalah satu" (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30). Ini untuk menunjukkan bahwa Ia adalah Allah. Namun, agar saudara memiliki pengertian yang benar tentang Allah Tritunggal, maka silakan saudara mengunjungi link ini http://tinyurl.com/d2k6hcw
~
Solihin
# firman 2014-06-08 09:17
~
Apakah kalian tidak berpikir sehat berlogika kritis? Jika di rumahmu banyak tikus, jika kamu mau mengusir tikus mengapa harus jadi tikus dulu? Bukankah jadi manusia lebih baik dan lebih pintar daripada tikus? Untuk apa kamu menyamar menyerupai tikus? Bukankah menyerupai tikus akan membuat dirimu jadi bodoh malahan akan gagal mengusir tikus?

Apakah Tuhan kalau mau mengurus manusia harus turun menyerupai manusia? Bukankah jadi Tuhan akan lebih pintar, lebih kuasa daripada manusia? Apakah dokter hewan menyuntik hewan harus menyamar jadi hewan?
# Staff Isa dan Islam 2014-06-12 19:04
~
Saudara Firman,

Kami menghargai analogi yang saudara gunakan. Tetapi menurut kami, analogi itu sangat kurang tepat untuk menggambarkan kasih Isa Al-Masih yang mau menjadi manusia untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Dan akan sangat menyenangkan mendiskusikan hal ini pada artikel yang tepat. Kami pikir artikel yang terdapat pada link ini http://tinyurl.com/6wf9w8k sangat cocok.
~
Solihin
# firman 2014-06-26 18:28
~
Blok http://tinyurl.com/6wf9w8k yang anda rekomendasikan sama sekali tidak menjawab pernyataan dan pertanyaan saya. Telah jelas penjelmaan hingga penyaliban adalah hal yang bertentangan dengan nurani, moral, merendahkan, dan mengotori kesucian Tuhan. Untuk melogiskan keyakinannya, apologi yang digunakan adalah alasan kasih model Tuhan Kristen yang rela mati untuk penebusan dosa manusia adalah merupakan hal yang tertolak oleh nurani, moral, dan logika. "Hanya satu cara yang dapat melogiskan penjelmaan Tuhan ala Kristen yaitu dogma buta".
# Staff Isa dan Islam 2014-06-29 22:32
~
Saudara Firman,

Kami menangkap kesan bahwa komentar saudara sebelumnya mengarah kepada keselamatan. Demikian juga komentar saudara saat ini. Tentu kami memberikan link yang berkaitan dengan keselamata. Tetapi bila saudara merasa belum puas, kami memiliki artikel lainnya. Silakan saudara mengunjungi link http://tinyurl.com/8abrx5t. Sebab komentar saudara tidak berhubungan dengan artikel di atas. Sehingga kami tidak dapat menanggapi lebih lanjut mengenai hal itu.
~
Solihin
# Staff Isa dan Islam 2014-09-01 16:42
~
Saudara Tabib Afi dan Semua Pengunjung Situs, 

Terimakasih untuk kesediaan saudara mengunjungi dan memberikan komentar pada situs kami. Tentu kami menghargai hal itu. Kami tidak ingin membuang waktu saudara dalam sebuah diskusi yang tidak sesuai dengan topik di atas. Tentu sangat baik bila kita mendalami setiap artikel sesuai topiknya, bukan? Karena itu, kami terpaksa menghapus setiap komentar yang tidak sesuai dan melebihi satu kolom. Kiranya saudara memaklumi hal ini. 

Bila saudara memiliki pertanyaan atau tanggapan di luar dari topik ini, silakan kirimkan email saudara ke:
~
Solihin
isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer

Isa Islam Dan Kaum Wanita

Click gambar di samping untuk artikel - artikel untuk wanita Muslim


 

www.isaislamdankaumwanita.com