Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter

Benarkah Orang Kristen Menyembah Tiga Allah?

TrinitasDalam diskusi yang dilakukan oleh orang Islam dan Kristen, sering terjadi perdebatan sengit. Terutama bila topik yang dibicarakan mengenai Ketuhanan orang Kristen. Orang Islam mengklaim, hanya mereka yang percaya pada Allah Yang Esa, sedangkan orang Kristen percaya pada tiga Allah. Benarkah demikian?

Orang Kristen Percaya Allah Adalah Esa

Injil, Rasul Markus 12:29, berkata, “Jawab Isa Al-Masih: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Ayat ini menjelaskan bahwa orang Kristen juga percaya pada Allah yang Esa. “Esa” berarti “satu” atau “satu-satunya”. Dengan demikian, pendapat yang mengatakan bahwa orang Kristen menyembah tiga Allah adalah keliru.

Menyembah kepada Allah yang Esa telah dikenal dari sejak zaman nabi terdahulu. Allah yang disembah oleh Nabi Ibrahim, Ishak dan Yakub adalah Allah yang sama seperti yang diajarkan oleh Isa Al-Masih dalam Injil Rasul Besar Matius 22:32, “Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub. Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup."

Ke-Esa-an Allah Dinyatakan Secara Ajaib

Dalam kitab Taurat, Ke-Esa-an Allah dinyatakan dengan memakai kata ganti jamak, yaitu “Kita”. Demikian firman Allah semesta: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita." (Taurat, Kitab Kejadian 1:26).

Allah telah menciptakan manusia segambar dengan-Nya. Sehingga keadaan diri manusia menggambarkan Allah yang Esa. Manusia adalah pribadi tunggal, tetapi terdiri dari tiga bagian: tubuh, jiwa, dan roh. Ketika manusia meninggal, jiwa dan roh meninggalkan tubuh. Walaupun dalam tubuh manusia terdapat tiga bagian, tetapi ketiga bagian tersebut merupakan satu diri. Demikianlah ayat di atas menggambarkan bahwa makna ke-Esa-an Allah melebihi pengertian manusia.

Allah Yang Esa Dalam Tiga Bagian

Sebagaimana manusia yang tunggal terdiri dari tiga bagian, demikian juga Allah. Allah Bapa, Kalimat Allah (Isa Al-Masih) dan Ruh Allah menyatu sebagai Allah Yang Maha Esa, dan ketiga bagian ini mempunyai esensi yang sama.

Umat Islam sering salah paham dengan keyakinan orang Kristen. Banyak di antara mereka berpendapat bahwa Allah telah berhubungan seksual (kawin) dengan Siti Maryam dan memperanakkan Isa Al-Masih. Jelas pemahaman ini salah dan menyimpang dari ajaran Injil! Allah Yang Maha Esa tidak memiliki keingian untuk berhubungan seksual seperti manusia. Allah adalah suci dan berbentuk Roh (tidak kasat mata). Sedangkan manusia bersifat daging dan tercampur dosa.

Kalimat Allah, Isa Al-Masih

Menurut orang Islam, Isa Al-Masih sama seperti nabi-nabi lain yang Allah utus. Hal ini berbeda dengan pernyataan Injil, Rasul Besar Yohanes 5:18, “Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.” Ayat di atas mengatakan bahwa Isa Al-Masih sama dengan Allah.

Kalimat Allah dalam diri Isa diberi gelar sebagai “Al-Masih” karena Dia adalah seseorang yang dipilih, ditetapkan secara khusus untuk melaksanakan tugas mulia yang diperintahkan Allah Bapa. Tugas itu ialah memberitakan Kabar Baik (Injil) dari Allah kepada manusia, serta mengundang mereka bertobat dari dosa dan memperoleh keselamatan.

Peran sebagai wakil Allah di bumi untuk menyelamatkan manusia dapat dilakukan oleh Isa Al-Masih karena keberadaan-Nya sebagai manusia. Dia adalah penjelmaan Allah sendiri dan mempunyai hubungan dengan Allah Bapa. Dia juga merupakan penyataan diri Allah pribadi dalam bentuk manusia sekaligus Yang Ilahi. Demikian Firman Allah semesta, “....Baik Aku, maupun Bapa-Ku tidak kamu kenal. Jikalau sekiranya kamu mengenal Aku, kamu mengenal juga Bapa-Ku." (Injil Rasul Besar Yohanes 8:19)

Keselamatan Dalam Isa Al-Masih

Demikianlah Allah dengan segala kerelaan-Nya telah datang ke dunia, menjelma menjadi manusia, dan menyatakan diri-Nya sebagai Isa Al-Masih. Kapasitas-Nya sebagai manusia namun berkemuliaan ke-Allah-an, dapat berkarya dengan nyata dalam kehidupan di bumi. Di sini ia bersabda secara langsung, mengajar, memberi teladan, dan berkarya bagi penebusan umat manusia dari dosa agar terhindar dari hukuman neraka. “Supaya dalam nama Isa Al-Masih bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi” (Injil, Surat Filipi 2:10). “Yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.” (Injil, Surat I Timotius 2:4).


[Staff Isa dan Islam]

  • Kami mempersilahkan Saudara juga membaca artikel mengenai ketauhidan. Dengan membaca artikel tentang tauhid Allah, akan menolong Saudara untuk lebih mengerti isi artikel ini mengenai ketri-tunggalan Allah.

  • Kiranya Saudara pembaca bersedia membaca kesaksian dari orang-orang yang telah mengalami keselamatan seperti penjelasan di atas. Silahkan mengklik pada URL berikut ini:

  • Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Add comment

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Komentar hanya diperbolehkan menjawab salah satu dari 3 pertanyaan fokus yang dimuat di bagian akhir artikel. Kecuali beberapa artikel yang tidak memuat 3 pertanyaan fokus.
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments  

# Hendra R. Sijabat 2011-02-24 21:02
*
Jika ada orang Islam yang mengatakan bahwa Allah bersetubuh dengan Maryam yang kemudian melahirkan Isa Al Masih, maka itu adalah pernyataan bodoh.

Al-Quran dengan jelas mengatakan bahwa Isa Al-Masih berasal dari Roh yang dikirimkan Allah melalui malaikat Jibril kepada Siti Maryam.

Tentang ke-esaan Allah yang menjadi salah satu rukun iman umat Islam bersumber dari pernyataan Allah sendiri, dinyatakan dalam Surat Al Ikhlas "Lam yalid walam yuulad", Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan. Itu bukan pernyataan ustaz, kiyai atau nabi Muhammad, tapi pernyataan Allah sendiri.

Maka jika orang-orang Islam meyakini bahwa Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan, mohon agar saudara-saudara ku umat Kristen tidak alergi, karena yang kami katakan adalah apa yang dinyatakan oleh Allah yang menciptakan kami dan saudara-saudara ku sekalian.
# Staff Isa dan Islam 2011-02-27 02:29
~
Saudara Hendra, justru dalam artikel, kami mengatakan bahwa kami sangat tidak setuju akan hal ini.

Sura Al-Maaidah 5:116 Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?"

Ayat ini menunjukkan komposisi yang salah dari iman umat Nasrani karena sesungguhnya umat Nasrani tidak pernah menyembah Allah, Maryam, dan Isa Al-Masih, sebagai bagian Tri-Tunggal.

Kata 'Anak' Allah sama sekali tidak berarti anak yang diperanakkan sebagai suatu hasil hubungan seorang pria dan wanita. Kata 'anak' adalah mengatakan bahwa Isa Al-Masih adalah 'tanda' dari Allah, yang melalui Dia, Allah menyatakan diri-Nya kepada manusia secara utuh. Isa Al-Masih adalah wakil Allah secara sepenuhnya.

Qs 19:21 Jibril berkata: "Demikianlah. Tuhanmu berfirman: "Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tand a bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan."
~
CA
# kholiq 2011-02-26 09:06
*
Jika saudara memang pengikut Isa Al-Masih, maka saudara seharusnya jadi seorang Muslim, karena Isa Al-Masih hanya menyembah satu Tuhan saja.
# Staff Isa dan Islam 2011-02-27 02:37
~
Saudara Kholiq, kami adalah benar-benar pengikut Isa Al-Masih. Kami mengimani Isa Al-Masih sesuai dengan kebenaran wahyu Allah yang disampaikan sepanjang sejarah umat manusia, yakni Taurat, Zabur, Kitab Nabi-Nabi, dan Injil. Kitab Saudara mengatakan bahwa kepada Isa Al-Masih diberikan Taurat, Zabur, Kitab Nabi-Nabi, dan Injil. Oleh sebab itu, untuk memiliki pengertian yang utuh tentang Isa Al-Masih, maka kami turut mengundang Saudara untuk boleh mempelajari kitab-kitab tersebut (Qs 3:48).

Dalam Kitab Saudara sekali pun, Isa Al-Masih juga bukanlah sekedar hanya Nabi. Kami mengundang Saudara untuk boleh mempelajari lebih komplet mengenai Isa Al-Masih. Isa Al-Masih sesungguhnya adalah jauh lebih agung daripada siapapun di dunia dan di akhirat (Qs 3:45).

Saudara kami undang untuk dapat merenungkan tentang Isa Al-Masih sebagai jalan keselamatan di dalam: isadanislam.com/jalan-keselamatan.

Kiranya olehnya, Saudara mendapat rahmat dari Allah.
~
CA
# Rosa 2011-02-26 15:51
*
Sdr. Hendra percaya surat Al-Iklas itu firman Allah yang artinya Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan, semoga saudara mengamalkannya.

Jika Isa Al-Masih bisa hidup karena Roh yang dikirim oleh Allah, itu sangat betul sekali, kita manusia ciptaan-Nya, bisa hidup di dunia karena roh dari Allah. Jika roh itu diambil, maka manusia mati.

Nabi Isa dan kita manusia biasa sama-sama bisa hidup ke dunia karena roh dari Allah. Sudah berapa miliar roh-roh yang Allah ciptakan sehingga manusia yang masih hidup karena roh. Jadi sesama manusia tidak mentuhankan manusia lain yg bisa hidup kedua karena roh dari Allah
# Staff Isa dan Islam 2011-02-27 02:51
~
Saudara Rosa, apakah ada 'orang lain' dalam kitab Saudara, yang disebut sebagai Kalimat Allah, dan sekaligus sebagai Ia yang adalah Roh dari Allah itu sendiri? Jikalau ada, apakah Saudara boleh menunjukkannya kepada kami?

Sungguh, Isa Al-Masih disebutkan sebagai Rasulullah, Kalimatullah, dan Rohullah sekaligus. Qs 4:171 "...Sesungguhny a Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan Kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan Roh dari-Nya..."

Saudara kami undang untuk boleh membacanya sendiri dalam kitab Saudara. Kami sama sekali tidak berdalih, karena pengertian 'Anak' Allah bagi kami adalah bukan seperti yang dipikirkan umat Muslim. Silahkan simak tanggapan kami kepada Saudara Hendra di atas.
~
CA
# abdul fatah 2011-02-26 23:35
*
Dalam Islam, Allah SWT tidak pernah menjelma menjadi manusia! Allah pasti akan mengutus para malaikat-Nya ataupun para rosul-Nya.

Injil yang ada saat ini bukanlah Injil yang di turunkan Allah SWT.
# Staff Isa dan Islam 2011-02-27 03:11
~
Saudara Abdul Fatah, sesungguhnya Allah pernah menjelma dalam rupa manusia yang berbicara dengan Nabi Musa secara langsung.

Sura 4:164 Dan (kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung.

Jadi tidak seperti ungkapan Saudara, bahwa Allah hanya selalu memakai para malaikat ataupun para rasul saja, melainkan Allah turun tangan sendiri.

Injil yang beredar pada zaman ini adalah Injil yang sama seperti zaman Isa Al-Masih dan para murid-Nya. Juga persis sama dengan Injil yang beredar pada zaman nabi Saudara, di mana semua Muslim diperintahkan untuk mengikuti dan mengamalkannya. Injil dalam salinan yang jauh lebih tua daripada zaman Islam masih tersimpan rapi di museum-museum, dan Saudara boleh melangkahkan kaki ke sana untuk melihatnya.

Untuk keselamatan manusia dari dosa, sungguh Allah telah turun tangan sendiri. Untuk mengenal lebih lanjut mengenai hal ini, Saudara kami undang untuk merenungkan: isadanislam.com/jalan-keselamatan.

Kami rindu agar Saudara mendapatkan rahmat dari Allah dalam tulisan di atas.
~
CA
# kholiq 2011-02-27 05:56
*
Memang di Al-Quran tidak ada manusia yang lahir tanpa bapak kecuali Isa Al-Masih, tapi di Kitab saudara ada manusia yang di lahirkan tanpa silsilah dan hidupnya tanpa akhir.

Jadi, siapakah yang lebih hebat diantara mereka?
# Staff Isa dan Islam 2011-02-28 00:11
~
Saudara Kholiq, bolehkah kami mengetahui siapakah yang Saudara maksudkan?
~
CA
# Ewin 2011-02-27 10:12
*
Nabi Adam lebih layak disebut jadi kalimat Allah, karena dia manusia pertama yang dilahirkan tanpa ayah dan ibu. Berbeda dengan Nabi Isa yang hanya lahir tanpa ayah dan lahirnya ribuan tahun kemudian setelah manusia berkembang biak.

Nabi Adam ataupun Nabi Isa dan kita semua adalah manusia biasa ciptaan Allah. Tidak adil kalau memper-Tuhan-ka n salah satunya. Allah melaknak kita yang ber-Tuhan kepada selain Allah yang Esa, apalagi kepada ciptaan-Nya.
# Staff Isa dan Islam 2011-02-28 00:27
~
Benarkah demikian, Saudara Erwin? Kalau demikian menurut Saudara, berarti Al-Quran harus diamandemen. Dan dengan demikian, maka menurut Saudara, Al-Quran itu salah, karena harusnya yang disebut sebagai Kalimat Allah adalah Adam, dan bukan Isa Al-Masih.

Tetapi kita melihat bahwa bukan demikian, kan? Hanya Isa Al-Masih yang disebut sebagai Kalimat Allah. Hanya Isa Al-Masih yang disebut sebagai yang terkemuka di bumi dan di sorga (Qs 3:45). Isa Al-Masih jelas bukanlah manusia biasa, ataupun hanya sekedar seorang nabi.

Isa Al-Masih disebutkan sebagai Rasulullah, Kalimatullah, dan Rohullah sekaligus.
Qs 4:171 "...Sesungguhny a Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan Kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan Roh dari-Nya..." Bagaimana tanggapan Saudara tentang ayat ini?

Qs 31:33 "Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat."
Qs 33:63 "Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah."
Qs 43:61 "Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat."

Kitab Suci bahkan mengatakan bahwa Dia tahu kapan tibanya hari kiamat, yang sesungguhnya hanya Allah yang mengetahuinya. Bagaimana tanggapan Saudara terhadap ayat di atas?

Jikalau boleh kami tahu, apa sebabnya Saudara Erwin menganggap Dia hanyalah manusia biasa saja? Kenapa Saudara tidak mau kembali kepada kalimat-kalimat kebenaran?
~
CA
# Taufik 2011-02-27 18:15
*
“....Baik Aku, maupun Bapa-Ku tidak kamu kenal. Jikalau sekiranya kamu mengenal Aku, kamu mengenal juga Bapa-Ku." (Injil Rasul Besar Yohanes 8:19)

Pernyataan itu apakah menandakan Bapa dengan Isa itu sama wujud dan sifatnya, atau cuma sama sifat beda wujud? karena setiap langkah Isa tidak lepas dari Firman Allah.

Seperti nabi Muhammad, Al-Quran tidak pernah mengatakan bahwa Muhammad adalah Tuhan atau wakil Tuhan, tetapi hanya pesuruh Tuhan.

Mohon penjelasannya. Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2011-02-28 00:39
~
Saudara Taufik, kalau boleh kami tahu, di bagian manakah pernah disebutkan bahwa Muhammad adalah seperti Al-Quran berjalan, dan setiap langkahnya adalah kebaikan?

Namun adalah memang benar, Muhammad pasti tidak akan disebut atau bahkan tidak mungkin diberi gelar yang lebih tinggi daripada Isa Al-Masih. Mengapa? Karena Muhammad jelas hanya manusia biasa.

Bagian Kitab Suci yang Saudara kutip adalah bagian di mana Isa Al-Masih sedang menyatakan diri-Nya sebagai Anak Allah. Kata 'anak' di sini bukan berarti diperanakkan karena hubungan pria-wanita sebagaimana disalahpahami oleh banyak umat Muslim. Anak berarti Dia-lah yang berasal dari Allah, dan Dia-lah yang bertindak mewakili Allah yang tidak kelihatan itu. Dia adalah 'tanda' bagi manusia sebagai rahmat dari Allah (Qs 19:21). Dia adalah 'tanda' Allah yang besar dan agung bagi seisi bumi (Qs 21:91). Inilah arti "Anak Allah" yang sebenarnya.
~
CA
# erni wahyuni 2011-02-27 22:10
*
Rasul Besar Yohanes 5:18, “Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.”

Ayat di atas mengatakan bahwa Isa Al-Masih sama dengan Allah. Bagaimana mungkin Isa Al-Masih bisa menyamakan diri-Nya dengan Allah sedangkan di ayat Injil yang lainnya Isa Al-Masih berdoa pada bapa di surga.

Menurut anda apakah anda dan anak anda merupakan satu tubuh dan bisa bercampur? Saya rasa penjelasan di atas saling mematahkan pendapatnya apalagi mengenai konsep ketuhanannya.

Mohon penjelasannya.
# Staff Isa dan Islam 2011-02-28 01:01
~
Saudara Erni, Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah. Isa Al-Masih adalah Roh dari Allah. Ini secara jelas dituliskan secara gamblang dalam Qs 4:171.

Dan dalam bagian Kitab Suci yang Saudara kutip, dikatakan bahwa Isa Al-Masih sedang menyamakan diri-Nya dengan Allah. Kenapa Dia berani bertindak sedemikian? Karena jelas bahwa Dia adalah Allah itu sendiri.

Ketika Musa berbicara dengan Allah secara langsung bertatapan muka, seperti yang dikisahkan dalam Kitab Suci, apakah saat itu sorga sedang kosong? Apakah Allah bisa dibatasi oleh waktu dan ruang?

Kalau Allah sedang berada di bumi, apakah saat itu berarti bahwa Allah tidak bisa juga sedang ada di tahta Allah di sorga?
~
CA
# newbia 2011-02-28 10:13
*
Injil, Rasul Markus 12:29, berkata, “Jawab Isa Al-Masih: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa”

Pada ayat di atas Isa Al-Masih mengakui bahwa Dia bertuhan bukan Tuhan itu sendiri.

Pertanyaan saya: Ayat manakah dalam Bible yang mengatakan bahwa Allah Yang Esa Dalam Tiga Bagian?
# Staff Isa dan Islam 2011-03-01 14:35
~
Salam Saudara Newbia, jelaslah bahwa pencipta langit dan bumi adalah Allah Yang esa. Dan Isa Al-Masih adalah Kalimatullah, dan / atau Roh dari-Nya (Qs 4:171).

Esa di dalam bahasa aslinya memakai kata 'echad', atau 'ekhad'. Dalam bahasa Arab disebut sebagai 'ahad'.

Echad / ekhad berarti: satu, (yang terdiri dari) satu kesatuan; atau: altogether, united.

"Denqarlah hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa." (Injil, Markus 12:29), atau ayat yang paralel dengannya: "Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa (echad)!" (Taurat, Ulangan 6:4).

Ayat di atas sungguh mirip dengan Sura Al-Ikhlas ayat 1: “Kul Hua Allahu Ahad.” "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa (ahad)." (Qs 112:1).

Sementara untuk pengertian satu yang mutlak, atau dalam artian 'tunggal', sesungguhnya dalam bahasa asli, ada satu kata lagi yang bisa dipakai, yakni: 'yachid', atau 'wahid' dalam bahasa Arab. Mengapa bukan kata ini yang dipakai? Bahasa Sansekerta sendiri untuk arti 'tunggal', atau 'satu secara mutlak', bukan dipakai 'esa', melainkan 'eka'.

Saya akan mencantumkan satu ayat buat Saudara: Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan, bahkan dari orang-orang musyrik. Masing- masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya daripada siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. (Q.S. 2:96).

Kata 'masing-masing mereka' memakai kata 'ahaduhum', yang artinya 'tiap-tiap (satu-satu) orang dari (kesatuan/kumpu lan) mereka.

Akhir kata, biarlah Saudara tidak membuang keseluruhan Wahyu Allah, yakni Taurat, Zabur, Kitab Nabi-Nabi, dan Injil, karena ingin mengamalkan satu kitab saja, sebab: Orang-orang yang beriman kepada Allah dan para rasul-Nya dan tidak membeda-bedakan seorang / ahadim pun di antara mereka, kelak Allah akan memberikan kepada mereka pahalanya. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Qs 4:152).

Jadi Saudara mengimani Allah yang esa, atau Allah yang tunggal? Apakah Saudara pernah mendengar istilah Allah yang tunggal?
~
CA
# TanahPermai 2011-02-28 12:53
*
To, Sdr Erni Wahyuni.

Menjawab pertanyaan anda: sama seperti Bapa, demikian pula Anak. Anak adalah cerminan Bapa. Anak diberi kuasa atas apa yang Bapa miliki.
# rosa 2011-02-28 13:30
*
Biarlah hanya orang Kristen yang men-Tuhan-kan Isa Al-Masih. Dalam Islam sudah jelas menyembah Tuhan selain Allah adalah dosa besar.
# Staff Isa dan Islam 2011-03-01 15:44
~
Saudara Rosa, kami mengucapkan terima kasih karena Saudara telah memberikan tanggapan lagi kepada kami. Namun bolehkah kami bertanya apakah Saudara sudah membaca dan merenungkan jawaban kami yang di atas?

Jikalau ada yang belum Saudara mengerti, silahkan memberitahu kami. Kami akan sangat senang untuk menjawabnya.

Mengenai umat Muslim yang mengikuti perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, apakah Saudara mengetahui bahwa semua perbuatan itu tidak bisa menjamin Saudara untuk mendapatkan keselamatan?

“Hai kaum Quraisy, tebuslah dirimu! Saya tiada dapat menolongmu barang sedikitpun dari siksa Tuhan. Hai bani Abdi Manaf, saya tiada bisa menolongmu sedikitpun. Hai Abbas anak Abdul Mutholib, saya tiada bisa menolongmu sedikitpun dari siksa Tuhan. Hai Safiah, bibi rasulullah, saya tiada bisa menolongmu sedikitpun dari siksa Tuhan. Hai Fatimah binti Muhammad, mintalah kepada saya harta, saya tiada bisa menolongmu sedikitpun dari siksa Tuhan.”
(Hadits Shohih Bukhori 1261).

Bersumber dari Abu Huraira, beliau Rasulullah berkata: “Mendekatlah dan berusahalah benar! Ketahuilah, bahwa setiap orang di antara kalian tidak bakal selamat karena amalnya.” Para sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, tidak juga engkau?” Rasulullah bersabda: “Tidak juga aku, kecuali bila Allah melimpahiku dengan rahmat dan karunia dari-Nya.” (Hadits Shohih Muslim, oleh KH.Adib Basri Mustafa, hal.819 no.76).

Jikalau Saudara merindukan Jalan yang lurus yang menuju pada keselamatan tersebut, kami mengundang Saudara untuk merenungkan: isadanislam.com/jalan-keselamatan.
~
CA
# TanahPermai 2011-02-28 13:45
*
Quoting rosa:
biar lah para pengikut paulus yg men Tuhan kan Yesus.Dalam Islam sudah jelas menyembah tuhan selain Allah dosa besar, alias balasannya neraka. semoga umat islam tetap kejalan lurus, mengikuti perintah Allah dan menjauhi larangannya. kita berdoa langsung pada Allah tak perlu perantara


Karena dosa, hubungan manusia dengan Allah terputus. Isa sebagai pendamai / perantara antara Allah dan manusia.

Kalaupun Ia sebagai manusia, saya tetap mempercayai usaha-Nya untuk menyelamatkan umat manusia. Tidak ada kasih yang lebih besar selain Dia, yang rela mengorbankan nyawa-Nya bagi kita.

Isa membuktikan Kasih-Nya pada Saudara dan saya.
# Staff Isa dan Islam 2011-08-01 11:17
~
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkanny a oleh Dia.” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16-17)

"Isa bersabda: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Isa adalah sang "Jalan". Melalui Dia orang dapat belajar mengenai "Kebenaran" tentang Allah dan menemukan "Hidup" bersama Allah.
~
SO
# cumi 2011-03-01 01:47
*
Kalau Yesus sudah menghapus dosa umat-Nya, kenapa pengikut-Nya masih saja beribadah untuk mendapatkan sorga di alam setelah kematian kita? Bukankah semua dosa telah tertebus oleh Isa Al-Masih atau Yesus?
# Staff Isa dan Islam 2011-03-01 16:39
~
Saudara Cumi, inilah perbedaan antara pengikut Isa Al-MAsih dengan umat Muslim. Untuk lebih jelas, silahkan merenungkan artikel kami yang berjudul "Wortel untuk Raja, Sholat untuk diri sendiri", di halaman ini: tinyurl.com/63e2pnb.

Kami para pengikut Isa Al-Masih sudah diberikan keselamatan oleh Allah (Qs 3:55). Kami beribadah karena kami mencintai Allah. Kami melakukan semua amal dan perintah-Nya karena kami mengucap syukur kepada Allah, karena telah diberikan keselamatan melalui Isa Al-Masih.

"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal (Anak = tanda / wakil Allah), supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).
~
CA
# achmad usman 2011-03-01 10:01
*
Qs 3:45 "Isa Al-Masih diciptakan dengan kalimat Allah/kalimat-N ya...dst..dst.."

Maksud kalimat Allah/kalimat-N ya adalah, Jibril (utusan Allah) membenarkan kedatangan seorang nabi yang diciptakan dengan kalimat "kun" (jadilah) tampa bapak yaitu nabi Isa. Baca Qs 16:40 (tentang "kun" jadilah).

Allah menciptakan nabi Isa sama seperti Allah menciptakan nabi Adam (atas kuasanya) diluar kehendak manusia "kun" jadilah.

Dalan Al-Quran terdapat cukup banyak ayat yang merupakan existensi Isa Al-Masih dimata Allah.
# Staff Isa dan Islam 2011-03-01 16:56
~
Saudara Achmad Usman, sangat jelas terlihat bahwa Isa Al-Masih dengan Adam adalah sangat berbeda. Adam diciptakan dari debu tanah, sedangkan Isa Al-Masih adalah Roh dari-Nya (Qs 4:171).

Ketika membaca Kitab Saudara, kami merasa akan lebih bijaksana jika Saudara mengabaikan kalimat di dalam tanda kurung. Kalimat dalam tanda kurung adalah penambahan yang dilakukan manusia. Justru inilah yang dinamakan mengubah atau memalsukan perkataan Allah. Mengapa? Karena sudah mengubah artinya. Isa Al-Masih tidak disebutkan sebagai 'yang diciptakan dengan Kalimat Allah', tetapi bahwa: "Ia adalah Kalimat Allah dan Roh dari-Nya."

Namun kami menyadari bahwa Kitab Saudara banyak memuat kesalahpahaman dan pertentangan antar ayat dengan ayat, khususnya jika menyangkut identitas Isa Al-Masih. Oleh sebab itu, kami mengajak Saudara untuk menguji apa yang kami sampaikan kepada Saudara, dengan pemahaman yang selama ini Saudara dapatkan dari orang lain.

Kiranya dengan kerendah-hatian Saudara membaca dan merenungkan, serta menguji kebenaran yang kami sajikan, Saudara beroleh rahmat dari Allah.
~
CA
# Bagas 2011-03-01 12:13
*
Semua nabi dan rasul sejak Adam hingga Isa dan Muhammad semua adalah pribadi yang mulia. Namun mereka tetaplah pesuruh Allah yang Esa.

Itulah inti dari Islam, keyakinan tauhid (tiada Tuhan selain Allah).

"Tetapi yang sebenarnya, Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (Qs An-Nisaa 4:158)

“Hai Isa, sesungguhnya aku mutawaffiika dan mengangkat kamu kepada-Ku” (Qs Ali Imran 3:55).

Makna mutawaffika adalah mewafatkan.
# Staff Isa dan Islam 2011-03-01 17:17
~
Benar, Isa Al-Masih telah wafat, dan telah naik ke sorga. Dan di antara saat kematian dan kenaikan-Nya ke sorga, Ia telah mengalami kebangkitan, mengalahkan kuasa dosa, yaitu maut.

Kita pengikut Isa Al-Masih, tidak lagi takut akan kematian, karena sudah dijanjikan Allah, bahwa kelak kita akan turut bersama-sama dengan Dia di sorga (Qs 3:55).

Isa bukanlah sekedar nabi. Dia jauh di atas itu. Dia Maha Tahu semua hal, Dia tahu hari kiamat. Kita semua mengerti bahwa yang berhak mengadili dunia hanyalah Allah. Tetapi Kitab Suci berkata bahwa nanti Isa Al-Masih -lah yang akan menghakimi dunia beserta segala isinya. Isa Al-Masih juga disebutkan sebagai yang terkemuka di bumi dan di sorga (Qs 3:45). Terkemuka di sorga? Menjadi saingan Allah?

Bukankah tidak ada yang boleh disamakan dengan Allah? Dan syirik-lah orang yang mempersekutukan manusia dengan Allah? Justru tidak demikian, kita tidak pernah menyamakan seorang manusia dengan Allah.

Yang terjadi adalah sebaliknya. Allah-lah yang berkenan untuk datang dan menyamakan diri-Nya sebagai manusia. Dia justru ingin datang ke tengah-tengah dunia, dan bersekutu dengan manusia.

Apakah hal ini tidak boleh? Tentu saja tidak boleh. Oleh karena itu, manusia menyalibkan-Nya dan membunuh-Nya. Dia mati di atas kayu salib. Namun Ia justru memakai kejahatan manusia ini untuk memberikan kebaikan pada umat manusia. Oleh kematian-Nya yang tidak berdosa, Ia telah menanggung hukuman atas dosa-dosa manusia. Dialah sembelihan yang agung / besar tersebut (Qs 37:107 - "Dan Kami tebus anak itu dengan 'seekor' sembelihan yang besar."). Inilah penebusan dosa.
~
CA
# rosa 2011-03-01 15:26
*
Jika Yesus benar adalah Tuhan, mengapa Dia berdoa kepada Tuhan, apakah Bapa di surga Pemimpinnya, dan Yesus sebagai bawahan Tuhan?

Isa di bumi, dan Dia menyebut Bapa di surga, berarti ada 2 orang, yaitu Yesus dan Bapa di surga.

Saat Yesus mau disalib, mengapa Dia memanggil Tuhan?

Siapa yang percaya Yesus maka Dia akan selamat? Bagaimana dengan nabi Adam, Nuh, Abraham, Musa, Daud, Solomon, hingga keturunananya, mereka tidak mengenal Yesus, apakah mereka tidak akan selamat?
# Staff Isa dan Islam 2011-03-06 07:47
~
Saudara Rosa, kami sungguh berterima kasih kepada Saudara, yang begitu sering memberikan komentar pada artikel-artikel kami. Apakah Saudara juga meluangkan waktu untuk membaca jawaban kami? Kami mendapati sungguh banyak pertanyaan yang Saudara tanyakan berulang-ulang, di halaman yang berlainan.

Isa Al-Masih benar adalah Allah yang menjelma menjadi manusia. Namun apakah saat itu, sorga menjadi kosong karena Allah telah datang ke dalam dunia ini? Tidak bukan?

Kami hendak memberikan juga sebuah pertanyaan buat Saudara. Ketika Allah datang dan berbicara secara langsung dengan Nabi Musa, katakanlah 20-30 menit, apakah saat itu sorga menjadi kosong? Qs 4:164 "Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung."

Ya, setiap orang yang percaya kepada Isa Al-Masih akan diselamatkan. Orang-orang saleh pada zaman dahulu, mempercayai Isa Al-Masih yang dinubuatkan di dalam keseluruhan wahyu Allah dalam Taurat, Zabur, dan Kitab Nabi-Nabi.

Jauh sebelum Ia datang ke dalam dunia, Isa Al-Masih telah dijanjikan oleh Allah sendiri, sebagai pembebas dan Juru Selamat. Pada zaman itu, Juru Selamat dikenal dengan sebutan Mesias, atau Masih dalam bahasa Arab. Sementara nama Isa berati: Keselamatan dari Allah.

Siapa yang percaya kepada Janji Allah walaupun belum dilihatnya, maka ia beroleh "keselamatan dari Allah". Injil, Kitab Ibrani 11:13 "Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya.."
~
CA
# rahman 2011-03-01 18:49
*
Sesungguhnya Islam tidak menolak Isa putra Maryam "kalimullah" namun Islam tidak bisa menerima Isa sebagai Allah ataupun disamakan dengan Allah walaupun Allah meninggikan-Nya di dunia dan di akhirat, dan Islam cukup menganggap Isa adalah nabi.

Sudah jelas dalam QS :4;171 "Wahai Ahli kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu (maksudnya : jgnlah kamu mengatakan nabi Isa itu Allah, seperti yg dikatakan oleh org Nasrani). dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali benar. sesungguhnya Isa putra maryam itu adalah utusan Allah dan yang diciptakan dengan kalimatnya"

Jika Isa disamakan dengan Allah, kenapa Allah tidak pernah secara tegas menyebutkan Isa adalah sama dengan Allah? Dan apakah ada dalam Injil, Yesus pernah berfirman: Akulah Tuhan, maka sembalah Aku""

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2011-03-06 07:58
~
Saudara Rahman, Qs 4:171 mengatakan bahwa Isa Al-Masih adalah utusan Allah, Kalimatullah, dan Roh dari Allah. Perhatikanlah bahwa di ayat ini tidak ada kata-kata: "yang diciptakan dengan". Saudara ataupun orang yang menerjemahkan kitab yang Saudara baca, telah memberikan penambahan yang tidak berasal dari Allah.

Isa Al-Masih pernah dan sering mengajarkan bahwa Ia adalah Allah. Lagi-lagi Saudara mendapatkan informasi yang tidak benar, dari orang yang tidak bertanggung jawab.

Dalam Injil, Isa Al-Masih berkata secara langsung, "Aku dan (Allah) Bapa adalah satu." Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Isa. Kata Isa kepada mereka: "Banyak pekerjaan baik yang berasal dari (Allah) Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?" Jawab orang-orang Yahudi itu: "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah" (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30-33).

Kami memerlukan kejujuran Saudara. Apakah dalam ayat di atas, Isa Al-Masih sungguh berkata bahwa Dia adalah Allah? Tentu saja, oleh sebab itu, orang Yahudi hendak melempari-Nya dengan batu.
~
CA
# irna rama 2011-03-02 07:58
*
Jika Isa adalah benar Tuhan, mengapa dia tidak mampu menyelamatkan dirinya saat mau disalib? Mengapa juga dia harus lahir dari rahim seorang Maryam?

Apa yang dikatakan Muhammad adalah benar, tidak satupun yang bisa selamat tanpa Rahmat dari Allah, termasuk Dia.

Bukankah Allah sangat benci jika ada manusia yang menyembah selain diri-Nya? Lalu, mengapa anda meyakini Yesus adalah Tuhan kedua? Sedangkan Isa sendiri mengatakan bahwa Tuhan yang dia sembah adalah Allah yang esa.
# Staff Isa dan Islam 2011-03-06 08:14
~
Saudara Irna Rama, Isa Al-Masih justru datang ke dalam dunia ini untuk disalib dan menanggung hukuman yang seharusnya diterima kita, manusia yang berdosa. Dia tidak berniat menghindar dari salib.

Isa Al-Masih berkata: "Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? (Allah) Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, seba b untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini." (Injil, Rasul Besar Yohanes 12:27).

Benar, Allah sangat membenci manusia menyembah selain hanya kepada Allah sendiri. Isa bukan Allah yang kedua. Esa artinya: satu, yang terdiri dari satu kesatuan. Bahasa Arabnya adalah ahad. Ayat-ayat dalam Al-Quran yang memakai kata 'ahad', mempunyai arti yang sama, yakni "satu, dari antara kumpulan/kesatu an." Tidak ada arti yang lain.

Kami akan mencantumkan satu ayat buat Saudara: "Masing -masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya daripada siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan." (Qs 2:96).

Kata 'masing-masing mereka' memakai kata 'ahaduhum', yang artinya 'tiap-tiap (satu-satu) orang dari (kesatuan/kumpu lan) mereka.

Bandingkan dengan Qs 112:1 “Kul Hua Allahu Ahad.” "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa (ahad)."
~
CA
# irna rama 2011-03-02 08:07
*
Kalau Isa penebus dosa, berarti manusia bebas melakukan apa yang mereka mau, karena nanti akan dihapus juga dosanya. Apakah anda mau menanggung hal yang tidak anda lakukan? Tentu tidak?

Sungguh tidak masuk akal, ciptaan Tuhan disamakan dgn penciptanya, hal ini yang membuat saya sangan ragu dengan Injil yang sekarang, apakah itu Injil zaman Nabi Isa atau sudah ada campur tangan manusia.
# Staff Isa dan Islam 2011-03-06 08:32
~
Saudara, justru Isa Al-Masih datang, untuk membebaskan para pengikut-Nya dari dosa. Ini berarti setiap pengikut Isa Al-Masih yang sejati, harus menjauhkan diri dari dosa. Perbuatan baik bukan untuk menyelamatkan manusia. Tetapi kita melakukan perbuatan baik, dan menjauhkan diri kita dari perbuatan tercela, karena kita mengasihi Allah.

Sebagai contoh: Setiap pagi, mama kita menimba air di sumur. Kita mengetahui bahwa mama kita begitu bersusah payah bagi kita satu keluarga. Apakah kemudian kita menjadi menghambur-hamb urkan air itu, karena bukan kita yang bersusah payah menimbanya? Tidak, kita membalas kebaikan mama kita dengan mengasihinya, dan berbuat yang terbaik demi keluarga.

Isa Al-Masih mati untuk menanggung hukuman yang seharusnya ditanggung setiap manusia yang berdosa. Kematian-Nya telah memberikan pengampunan bagi kita.

Kami merindukan agar Saudara dapat mengenal Isa Al-Masih yang sesungguhnya dan mendapatkan kepastian keselamatan. Kami mengundang Saudara untuk boleh merenungkan: isadanislam.com/jalan-keselamatan.

Saya tentu saja tidak mau menanggung apa yang tidak saya lakukan. Tetapi Allah berbeda. Allah adalah Maha Pengasih. Demi manusia yang dikasihi-Nya, Allah rela menjelma menjadi manusia, dan datang ke dalam dunia ciptaan-Nya.
~
CA
# mbuh 2011-03-02 16:00
*
Yang pasti agama yang diridhoi Allah adalah Islam.

Jelas dalam Al-Quran dikatakan bahwa Allah itu esa dalam dzat-Nya, esa dalam Sifat-Nya, dan esa dalam perbuatan-Nya.
# Staff Isa dan Islam 2011-03-06 09:12
~
Apakah agama Saudara adalah benar-benar agama yang diridhoi? Agama yang benar adalah bagaikan emas yang tidak takut pemurnian oleh api. Kami mengajak Saudara untuk berani menguji iman dan agama Saudara di dalam website ini, untuk membuktikan 'kebenaran' yang selama ini Saudara agungkan.

Kita tentunya tidak ingin menjadi 'katak dalam tempurung', bukan? Kita seyogianya harus berani maju dan mengerti lebih banyak, daripada apa yang hanya dikatakan oleh segelintir orang. Mari kita uji, dan mari kita buka mata lebih lebar. Biarlah kita berani berinteraksi pada kebenaran yang kami sajikan.
~
CA
# achmad usman 2011-03-02 20:20
*
Anda mengatakan: "Ia adalah Kalimat Allah dan Roh dariNya".

Pertanyaan saya: Pada surat dan ayat berapa dalam Al-Quran yang mengatakan demikian?

Jika ada dalam Al-Quran yang mengatakan demikian, saya, Achmad Usman bersedia pindah ke agama yang anda anut.
# Staff Isa dan Islam 2011-03-06 09:15
~
Qs 4:171 "Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan Roh dari-Nya."
~
CA
# achmad usman 2011-03-02 20:45
*
Anda katakan Isa Al-Masih adalah Roh dariNya Qs 4:171.

Inilah terjemahan yang benar, "Wahai ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu (maksudnya, janganlah kamu mengatakan Nabi Isa itu Allah) dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar, sesungguhnya Al-Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan yang diciptakan dengan kalimat-Nya (membenarkan kedatangan Nabi yang diciptakan dengan kalimat "Kun" jadilah tanpa bapak yaitu Isa) yang disampaikan-Nya kepada Maryam."

Dan dengan tiupan Roh dariNya (tiupan dari Allah karena perintah Allah), maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan Tuhan itu tiga, berhentilah dari ucapan itu, itu lebih baik bagimu, sesungguhnya Allah Tuhan yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai Anak, segala yang dilangit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya, cukuplah Allah sebagai pemelihara".
# Staff Isa dan Islam 2011-03-06 09:18
~
Saudara jelas-jelas mengungkapkan hal yang tidak benar.

Saudara menyertakan "tafsiran" di dalam ayat yang Saudara tulis. Tidak mengutip apa adanya ayat tersebut.

Tidak pernah ada kata-kata "yang diciptakan dengan" dan kata-kata "dengan tiupan" pada kitab Saudara.

Saudara menambah-nambah i Al-Quran. Tidak bolehlah seorang manusia menambah-nambah i kitab yang dianggap suci bagi dirinya. Tidak layak sama sekali.
~
CA
# alip 2011-03-26 00:16
*
Isa Al-Masih sesungguhnya adalah jauh lebih agung daripada siapapun di dunia dan di akhirat (Qs 3:45), ayat ini benar-benar memutar balikkan fakta!

Perasaan tidak ada kata "jauh lebih agung dari siapa pun", hanya "Seorang terkemuka di dunia dan di akhirat serta termasuk Orang-orang yang didekatkan"

1) Nanti di akhir zaman Isa Al-Masih akan turun ke bumi untuk membunuh dajjal, Ia datang di waktu subuh dan melaksanakan sholat subuh sebagai ma'mum (pengikut) dengan imamNya Al Mahdi (keturunan Nabi Muhammad).

2) Di Islam seluruh nabi dan rasul diberi tambahan AS (AlaihiSalam), kecuali nabi Muhammad dengan SAW (Salallahu Alaihi Wassalam).
# Staff Isa dan Islam 2011-04-07 12:36
~
Saudara Alip,

Kalau begitu, apakah yang dimaksud sebagai 'terkemuka di dunia' dan 'terkemuka di akhirat' ?
Apakah ada orang yang boleh dikatakan 'terkemuka di akhirat' selain Allah sendiri?
Bagaimana pendapat Saudara?

Dalam kitab Saudara, kami tidak mendapati orang lain yang diberi kemuliaan yang lebih tinggi daripada Isa Al-Masih.

Isa Al-Masih diberi sebutan sebagai Roh dari Allah, Kalimatullah, Terkemuka di dunia dan akhirat, Kebenaran (Al-Haq), Tahu akan hari kiamat yang hanya Allah yang tahu, Hakim yang Adil, Berkuasa memberikan hidup, satu-satunya yang suci, dan lain sebagainya.

Apakah ini bukan berarti Isa Al-Masih adalah jauh lebih agung dan lebih tinggi dari siapapun?

CA
# Aulia Akbar 2011-03-28 01:03
*
Isa Al-Masih disebutkan sebagai Rasulullah, Kalimatullah, dan Rohullah sekaligus.

Qs 4:171 "...Sesungguhny a Isa Al-Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan Kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan Roh dari-Nya..."

Bagaimana tanggapan saudara tentang ayat ini?

(Jawab) :Insya Allah Saya akan memberikan pemahaman kepada anda tentang ayat yang tidak anda pahami ini sebagai renungan buat anda dan para staff anda dan semoga anda semua kembali ke jalan yang lurus.

Maksud ayat di atas adalah Allah menyatakan bahwa Isa adalah seorang utusan (Rasulullah), dijadikan melalui kalimatNya yaitu "Kun" dan kalimat ini disampaikan kepada Maryam sehingga terbentuklah janin atas kuasa Allah.

Setelah itu diberikan lah Isa itu Roh dari Allah sebagai mana manusia lain yang juga mendapatkan Roh dari Allah".
# Staff Isa dan Islam 2011-04-08 09:24
~
Saudara Aulia Akbar, ayat ini tidak mengatakan bahwa Isa itu dijadikan atau diciptakan oleh Allah. Apakah boleh, Saudara menambah-nambah i kitab yang Saudara akui sebagai Firman Allah?

Isa Al-Masih adalah Roh Allah yang menjelma menjadi manusia. Bukan Roh Allah yang ditiupkan kepada manusia.

Isa Al-Masih adalah Kalimat-Nya, bukan dijadikan dari Kalimat-Nya. Tidak ada kata “kun” di sini.

Isa Al-Masih adalah Roh dari-Nya. Isa Al-Masih jelas tidak sama seperti orang lain yang diberikan Roh dari-Nya.

Bacalah ayat ini sekali lagi secara seksama, dengan berdoa dahulu meminta berkah kepada Allah yang sejati. Buang dahulu semua pengertian yang salah, yang menambah-nambah i Firman Allah. Kiranya Saudara mendapatkan berkah dari Allah.
~
CA
# Aulia Akbar 2011-03-28 01:06
*
Staf IDI,

Qs 43:61 "Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat."

Jawab: Pemahaman ayat ini adalah bahwa Isa pada saat itu mengabarkan tentang akan datangnya hari kiamat kepada umat yang selalu berselisih. Ayat ini di terangkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad

Jangan memotong-motong ayat ini, selain itu ini bukan Qs 43:61 melainkan Qs. 43:60.

Jika anda membaca Qs. Az Zukhruf ini keseluruhan maka anda akan memahami bagaimana kondisi yang di sampaikan oleh Al-Quran terhadap nabi nabi terdahulu termasuk nabi Isa AlaihisSalam.
# Staff Isa dan Islam 2011-04-08 09:26
~
Saudara Aulia Akbar, coba buka lagi kitab Saudara. Janganlah protes dahulu, karena sesungguhnya Saudara bahkan belum membuka kitab Saudara sehingga mengatakan penomoran ayat dari kami adalah salah.

Isa Al-Masih bukan mengabarkan tentang akan datangnya hari kiamat. Mohon Saudara jangan mengubah isi ayat sesuka hati. Kita kembali kepada bunyi ayat tersebut: “Isa memberikan pengetahuan tentang hari kiamat.” Bukan Isa memberitakan tentang kiamat. Artinya melenceng terlalu jauh.

CA
# CosmicBoy 2011-05-13 16:57
*
Isa/Yesus bukan Allah lain selain Allah yg Esa.

Isa/Yesus ialah Kalam-Nya Allah, qadim dan qidam, makanya tidak diciptakan. Siapa yang tidak diciptakan kecuali Allah, bukan?

Menyakini bahwa Kalam-Nya tidak diciptakan, tidak membuat kita mempersekutukan Allah malah menguatkan pemahaman kita tentang keesaan Allah.

Sebagian umat menyangka Kristen menuhankan Isa, karena berpikir bahwa Isa hanya seorang manusia. Pendapat ini salah sama sekali.

Isa yang sebenarnya ialah Kalam-Nya Allah yang menjelma dalam bentuk rupa manusia. Sebagai manusia (sambil tetap memeliharaan diri-Nya dari kodrat/sifat2 manusia) Isa berperan sebagai seorang Raja, Imam, dan Nabi.

Hendaklah kita tidak menyakini Isa hanya sebagian saja, atau Isa yang kurang lengkap dan kurang sempurna keberadaan-Nya, sehingga memiliki pemahaman yang setengah-seteng ah tentang Isa.

Sebaliknya kami umat Kristiani menyakni Isa / Yesus selengkap. Yesus yang ditulis secara jujur oleh para sahabat-Nya, Yesus yang tak didistorsi iaitu Kalam-Nya yang menjelma dalam rupa manusia.

Hayatilah kebenaran ini.
# Staff Isa dan Islam 2011-06-08 16:52
~
Saudara CosmicBoy, kami mengucapkan terima kasih untuk kalimat-kalimat yang telah Saudara bagikan di atas. Kiranya pengunjung website ini dapat pula merenungkan makna dari kalimat-kalimat tersebut.

CA
# Abu Syarif 2011-05-15 20:58
*
Yesus mengatakan bahwa yang menyembah Dia adalah iblis. Ada di Matius 4:10 "Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"
# Staff Isa dan Islam 2011-06-08 16:56
~
Saudara Abu Syarif, Isa Al-Masih mengajarkan bahwa pada Allah saja kita harus berbakti dan menyembah.

Isa Al-Masih pada kesempatan lain juga menyatakan bahwa Dia (Isa Al-Masih) dan Allah (Bapa) adalah satu (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30). Ini berarti bahwa Isa Al-Masih adalah Allah.

Jadi adalah benar jikalau kita tunduk dan menyembah kepada Isa Al-Masih.
~
CA
# edward 2011-05-24 22:23
*
Tuhan itu tiga atau satu?
# Staff Isa dan Islam 2011-06-08 16:44
~
Umat Kristiani mempercayai “Allah yang Esa", yang terdiri dari tiga pribadi yang berada bersama dalam kekekalan.”

Hal ini bukan berarti ada tiga Allah melainkan satu Allah, yang terdiri dari tiga pribadi.

Setiap pribadi dalam Tritunggal adalah Allah. Allah Bapa adalah Allah (Injil, Rasul Besar Yohanes 6:27); Kalimat Allah (Isa Al-Masih) adalah Allah (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1, 14); dan Roh Allah adalah Allah (Injil, Surat Kisah Para Rasul 5:3-4).
~
SL
# Buyung 2011-06-22 17:42
*
Bagaimana mungkin tiga Pribadi dapat hidup/bersama dalam satu tubuh(Allah)?

Tiga pribadi saudara kandung kakak beradik saja tak bisa rukun dalam serumah, apalagi dalam satu tubuh?

Tiap 'pribadi' jelas mempunyai watak dan tabiat, diantaranya pasti ada tarik ulur kepentingan.

Allah memiliki tiga kepribadian, teori yang sungguh luar biasa.
# Staff Isa dan Islam 2011-08-01 11:22
~
Konsep Allah Tritunggal tidak dapat dimengerti sepenuhnya oleh akal manusia. Sebab Allah Yang Tak Terbatas hanya dapat diterima memalui iman, bukan oleh akal manusia yang terbatas.

Inilah tandanya bahwa Allah kita itu Maha Agung. Jika Allah kita ini mudah dimengerti oleh otak kita, maka mungkin kitalah yang lebih besar dari Allah yang demikian itu.

Jelas tidak ada ilustrasi yang sesuai untuk menggambarkan ke-Tritunggal-a n Allah. Sebab Allah Maha Besar. Dan Dia jauh lebih Agung daripada manusia.

Namun, seseorang yang telah menerima Keselamatan dan Hidup Kekal dari Isa Al-Masih, dengan iman mereka, mereka dapat mengerti bahwa Allah Yang Esa adalah Allah yang terdiri dari tiga Oknum tapi satu Pribadi.

“....Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." (Injil, Rasul Yohanes 20:29)
~
SO
# CosmicBoy 2011-05-27 21:30
*
@edward,

Tuhan itu satu, 'pribadi'-Nya tiga. Mau tau ketuhanan-Nya ya yang SATU itu. Mau tau 'pribadi'-Nya ya yang tiga itu.
# Staff Isa dan Islam 2011-06-08 16:48
~
Terima kasih Saudara CosmicBoy untuk komentar yang telah Saudara berikan.

CA
# swara 2011-06-17 19:01
*
Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia." (Qs Al-Ikhlas)
# Staff Isa dan Islam 2011-06-23 01:29
~
Allah adalah Allah yang esa. Al-Quran satu pandangan dengan Al-Kitab ketika menyebut tentang Allah yang esa. Yang salah adalah penafsiran sebagian umat Islam.

Kata 'esa' atau 'ahad' dalam kitab Saudara tidak pernah mengandung pengertian sebagai 'satu secara mutlak'. Esa tidak sama dengan 'tunggal'.

Mengutip pernyataan Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab, yang adalah Menteri Agama Indonesia ke-15, mantan ketua umum, dan sekarang penasehat MUI:

"Ahad yang diterjemahkan dengan kata Esa terambil dari akar kata wahdat yang berarti "kesatuan"."
~
CA
# cahaya 2011-08-07 14:22
*
"Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah" (Markus 16:19) Dari ayat itu saja ada 2 (dua) orang yang duduk bersebelahan (Yesus dan Allah).

Kalau Yesus = Allah = Satu, seharusnya ayatnya seperti ini: "Yesus terangkat ke surga, duduk disinggasana-Ny a dan menjadi Allah kembali setelah selama ini menyamar menjadi manusia(Yesus)d i bumi."
# Staff Isa dan Islam 2011-08-10 09:58
~
Ungkapan "Isa Al-Masih duduk di sebelah kanan Allah" bukan berarti ada dua allah, atau diartikan 'ada dua person yaitu Allah dan Isa Al-Masih'. Ayat-ayat yang mengandung ungkapan seperti ini sering dipakai sebagai penyerangan kepada iman Kristiani bahwa, iman Kristiani adalah politeisme.

Duduk di sebelah kanan" adalah suatu ungkapan alegoris. Kata "kanan" sering digunakan oleh orang-orang Yahudi sebagai simbol kekuasaan. Ungkapan "disebelah kanan" artinya diam dalam Kerajaan Sorga. Maka "Duduk di sebelah kanan Allah" dalam ayat-ayat diatas adalah lambang dari kekuasaan Isa Al-Masih sebagai pemegang otoritas keallahan sejati.

Isa Al-Masih adalah ‘Allah-Manusia’ . Ia tidak pernah bertindak kadang-kadang dalam ke-Allahan-Nya saja, dan kadang-kadang dalam kemanusiaan-Nya saja, melainkan selalu bertindak sebagai satu kesatuan pribadi yang tunggal.
~
SL
# cahaya 2011-08-08 21:49
*
Coment dari admin:

Menjadi bahan perenungan kita adalah mengapa Isa Al-Masih duduk di sebelah kanan Allah? Bukankah manusia tidak layak dan tidak tahan berhadapan muka dengan Allah? Jika Isa Al-Masih dapat duduk di sebelah Allah, siapakah sesungguhnya Isa Al-Masih? Dengan kata lain, di mana Allah berada, di situ Isa Al-Masih berada.

Padahal Yesus sudah teriak dengan nyaring waktu disalib: Tuhan, Tuhan kenapa Kau tinggalkan Aku? (Markus 15:34). Dan Tuhan tidak peduli dengan teriakan Yesus. Jadi pernyataan admin dimana ada Allah, disitu ada Yesus, sudah terbantahkan dengan ayat Kitabnya sendiri.
# Staff Isa dan Islam 2011-08-12 13:09
~
Alkitab mengatakan bahwa tidak seorangpun pernah melihat Allah kecuali Isa Al-Masih (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:18). Isa Al-Masih adalah Allah dalam wujud manusia sehingga ketika orang-orang melihat Isa Al-Masih, mereka melihat Allah. Jadi, Allah dapat “dilihat” dan banyak orang telah “melihat” Allah

Namun pada saat yang sama, manusia dalam kondisi berdosa tidak dapat melihat Allah dalam segala kemuliaan dan kekudusan-Nya. Karena jika Allah benar-benar menyatakan diri kepada-nya secara penuh, maka mereka akan habis binasa.

Arti “meninggalkanKu ” dalam teriakan Isa Al-Masih adalah membiarkan (apa adanya) tanpa melakukan tindakan lebih lanjut. Jadi jelas, Bapa tidak pergi, melainkan Dia masih ada di sana menyertai Isa Al-Masih. Walaupun Bapa tidak melakukan sesuatu untuk Isa Al-Masih, namun Isa Al-Masih mengalami kemenangan terhadap kuasa dosa .

"Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku, Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya."(Injil, Rasul Besar Yohanes 8:29)
~
SL
# SangPemikir 2011-08-10 10:37
*
"(Yesus sendiri berkata ) …..Aku tidak bisa berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku" (Yohanes 5:30)

Yesus tidak bisa berbuat apa-apa atas diri-Nya sendiri, artinya Dia bukan Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2011-08-13 10:43
~
Yang memiliki otoritas atas segala sesuatu hanyalah Allah saja. Yesus datang ke dunia ini sebagai manusia, tetapi Dia tetap memiliki otoritas sebagai Allah karena Yesus adalah Allah. Dalam ayat di atas Yesus ingin menyatakan otoritas mutlak dari Allah, bahwa hanya kehendak Allah yang memiliki kuasa.

Alam semesta ini memiliki satu penguasa tunggal yang Esa yaitu Allah SWT. Hanya Allah SWT terkemuka di dunia akhirat. Qs 3:45 dijelaskan :"Ketika malaikat berkata hai Maryam sesungguhnya Allah SWT menggembirakan kamu dengan Kalimat dari-Nya, nama-Nya Al-Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan akhirat...". Isa Al-Masih bergelar  "terk emuka di dunia dan akhirat" 

Mengapa Isa Al-Masih terkemuka di dunia dan akhirat, sedangkan posisi itu hanya miliki Allah semata apa mungkin Dia menggeser posisi Allah SWT? Tentu tidak, karena memang Dia adalah Allah SWT yang menjelma menjadi manusia untuk menyelamatkan umat-Nya.

Yesus berkata "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati." (Injil Rasul Besar Yohanes 11:25). Perkataan seperti ini disebut hujatan jika bukan diucapkan oleh Tuhan.
 
Yesus berkata "..Barangsiapa telah melihat Aku, Ia telah melihat Bapa..percayala h kepada-Ku bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku..." (Injil Rasul Besar Yohanes 14:9).
Dan dalam Yohanes 10:30 Yesus berkata " Aku dan Bapa adalah satu."

Yesus mengharapkan orang-orang disekitar-Nya dapat mengenali sifat keilahian-Nya dari perkataan-Nya (yang hanya dapat dikatakan oleh Tuhan sendiri) dan dari perbuatan-perbu atan-Nya. Yesus memberi bukti yang cukup untuk menyatakan otoritas-Nya sebagai Tuhan. Setiap orang dapat membuat pernyataan bahwa dirinya adalah Tuhan, tapi hanya Tuhan sendiri yang dapat memberi bukti atas pernyataan-Nya.
~
NN
# grandma 2012-01-11 20:33
*
Yesus berkata "..Barangsiapa telah melihat Aku, Ia telah melihat Bapa..percayala h kepada-Ku bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku..." (Injil Rasul Besar Yohanes 14:9).

Bagi kami umat Islam tidak melihat ini sebagai pengertian Yesus itu Tuhan. Barang siapa melihat Yesus akan melihat betapa hebat kekuasaan Allah menciptakan manusia istimewa tanpa ayah. Oleh karena itu, percayalah bahwa antara Yesus dan Tuhan itu sangat dekat hubungannya, tapi bukan berarti satu pribadi.

Jangan sampai Yesus berkata: "Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"
# Staff Isa dan Islam 2012-01-17 10:17
~
Saudara Grandma,

Perkataan Isa Al-Masih : “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (Injil Maitus 7:23) menunjukan otoritas Isa Al-Masih sebagai Yang kuasa. Betapa tidak, perhatikanlah kalimat tersebut yang mengandung otoritas Isa Al-Masih.

Terlihat jelas dalam kalimat tersebut bahwa kepada Isa Al-Masih manusia memberikan pertanggungjawa ban hidupnya. Bukankah Allah yang berhak menghakimi manusia?

Ada tertulis "Demi Allah yang jiwaku ditangan-Nya, sesungguhnya telah dekat masanya Isa putera Maryam mempunyai gelar sebagai Hakim Yang Adil"(hadis Shahih Muslim no 127). Dan menurut kitab suci saudara salah satu gelar Allah adalah Al Fattaah (Hakim yang Agung). Juga dikatakan "Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya? (Al-Quran Departemen Agama 1989, hal 89. Qs 95:8)

Kesimpulannya, Isa Al-Masih adalah hakim yang menghakimi dunia sebagaimana Allah adalah hakim tersebut. Jadi tepatlah bahwa Isa Al-Masih adalah Allah yang menjadi manusia untuk menyelamatkan manusia.
~
NN
# Patriot 2012-01-18 00:08
*
Wow luar biasa..!

Terimaksih atas pencerahannya yang bagus sekali dan saya selalu mengikuti tanya-jawab di setiap artikel.

Mudah-mudahan bisa dibuatkan PDFnya sehingga bisa dibaca secara offline, jika ada tambahan bisa di update.

Terimakasih, Jbu.
# Staff Isa dan Islam 2012-01-19 15:14
~
Saudara Patriot,

Terimakasih atas apresiasi yang sudah saudara berikan atas situs kami.

Kami akan mempertimbangka n saran saudara untuk membuat PDF dari artikel serta tanya-jawab yang ada di situs ini. Namun sementara ini kami harap saudara tidak menemukan kendala dalam mengakses situs kami dan membaca konten-konten yang ada.
~
SO
# Yosua 2012-08-13 17:04
*
Filipi 2 5 – 11 "Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diriNya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepadaNya nama diatas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan, bagi kemuliaan Allah, Bapa!"
# Staff Isa dan Islam 2012-08-15 16:17
~
Saudara Yosua,

Terimakasih atas kutipan ayat yang saudara berikan. Semoga menjadi pencerahan bagi setiap orang yang membacanya.
~
SO
# boby putra 2012-08-15 11:37
*
Pertanyaan dari saya, jikalau Yesus itu penebus dosa seluruh manusia, lalu apakah Ia juga mengampuni dosa orang Islam, Budha, Hindu, Konghucu bahkan tak beragama sekalipun?

Mengapa Ia tidak diturunkan sebelum Adam & Hawa diusir Allah dari surga untuk mengampuni dosa mereka berdua?

#Saran: Mohon ditambahkan lagi karakter di kotak komen ini, kasian jika ada yang mau tanya banyak.
# Staff Isa dan Islam 2012-08-15 16:17
~
Saudara Boby,

Firman Allah dalam kitab suci berkata, “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan" (Injil, Kisah Para Rasul 4:12).

Dengan jelas ayat di atas mengatakan bahwa keselamatan yang dibawa oleh Isa Al-Masih berlaku bagi seluruh manusia.

Baik dia yang beragama Islam, Hindu, Budha bahkan Atheis sekalipun. Jika dia mau menerima Isa Al-masih sebagai satu-satunya juruselamat pribadi bagi dirinya, maka orang tersebut berhak menerima pengampunan dan hidup kekal. Karena keselamatan dan hidup kekal hanya ada dalam Isa Al-Masih, bukan dalam sebuah “agama”.

Tentang saran saudara, kami telah menyediakan sarana lain yang dapat dipakai untuk berdiskusi untuk pertanyaan-pert anyaan diluar topik artikel. Atau juga bagi mereka yang mempunyai banyak pertanyaan. Silakan langsung menghubungi staf kami lewat email di: .
~
SO
# boby putra 2012-08-15 18:10
*
Menyambung pertanyaan saya tadi siang. Saya maklumi jika anda sedikit mengedit pertanyaan saya tapi saya kurang puas dengan jawaban anda.

Jika memang betul Isa Al-Masih mengampuni dosa semua orang yg percaya pada-Nya, lalu menurut agama anda (maaf) untuk apa kita hidup di dunia? dan masih pentingkah menyembah Tuhan? Toh kita sudah diampuni dosanya oleh Dia bukan? Dan mengapa dia tidak turun sebelum Adam dan Hawa diusir dari surga karna rayuan iblis? kan enak sluruh manusia jadi penghuni surga semuanya?
# Staff Isa dan Islam 2012-08-23 09:02
~
Saudara Boby,

Kami maklum bisa saudara merasa tidak puas karena komentar saudara kami edit. Tentang pernyataan saudara di atas jawaban kami adalah:

1. Taurat, Kitab Ulangan 6:5 menuliskan “Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu” Allah ingin menerima pujian dan penyembahan dari umat-Nya. Itulah tujuan kita berada di dunia. Dan tujuan ini telah Allah tetapkan jauh sebelum manusia diciptakan.

2. Pujian dan penyembahan yang diberikan pada Allah, bukan supaya kita mendapat pahala dan masuk sorga. Tetapi lebih karena kita mengasihi Dia. Sebagaimana Dia telah terlebih dahulu mengasihi kita, yang dinyatakan-Nya langsung melalui pribadi Isa Al-Masih.

“Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya" (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:21)
~
SO
# Yayawila 2012-10-05 18:53
*
Situs ini memberikan pemahaman yang bagus tentang Tuhan Yesus, semoga semua orang yang mengunjungi situs ini bisa mendapat pencerahan tentang Tuhan Yesus. Amin
# ilham ramadhan 2012-12-30 23:54
*
Memangnya anda punya keselamatan akhirat? Siapa yang mengambil agama selain Islam, baginya tidak ada guna dan pasti merugi di akhirat.
# Staff Isa dan Islam 2013-01-04 15:14
~
Saudara Ilham,

Bila memang orang yang tidak mengambil agama Islam akan merugi, kami ada satu pertanyaan untuk saudara. Bila saudara meninggal saat ini, apakah saudara sudah yakin pasti masuk sorga?

Jangan terburu-buru menjawab pertanyaan tersebut. Pikirkan dan renungkanlah terlebih dahulu, dan jawablah dengan hati yang jujur. Karena jawaban tersebut akan saudara tujukan kepada diri saudara sendiri, bukan kepada kami.

Terimakasih!
~
SO
# wardo sipa 2013-01-07 11:10
*
Dalam Injil banyak kita temukan tentang kisah penolakan orang akan KeTuhanan Yesus. Bahkan lebih banyak yang menolak-Nya. Diantaranya: orang Farisi, Saduki, Yahudi dan ahli Taurat. Jadi tidak heran sampai zaman kita sekarang inipun sampai kepada kedatangan-Nya nanti, lebih banyak yang menolak Dia.

Biasanya ciri-ciri yang menolak Yesus sebagai Tuhan pada zaman Yesus tidak berbeda dengan ciri-ciri orang yang menolak-Nya pada zaman ini. Yaitu: Orang fanatik, lebih mencintai organisasi agamanya daripada nyawa manusia, suka menghakimi, susah diajar, menutup pintu hatinya rapat-rapat terhadap kebenaran, munafik, menganggap diri lebih suci dari yang lain, bersandar kepada pengertiannya sendiri, dan lebih menyukai tradisi, dan lebih mencintai ajaran manusia.
# asep 2013-01-13 23:43
*
Yesus adalah utusan Tuhan (Yesus tidak meminta dirinya untuk disembah dan dipuja). Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel" (Matius 10:5-6)
# Staff Isa dan Islam 2013-01-15 11:51
~
Memang Yesus tidak pernah mengatakan “Akulah Allah, sembahlah Aku”. Karena hal itu akan mengundang permusuhan. Misalnya, bila saudara berkata “aku adalah Allah” pasti orang lain akan marah karena saudara menghujat Allah.

Yesus ingin orang-orang mengetahui identitas-Nya melalui perbuatan dan perkataan-Nya. Yaitu perbuatan yang hanya dapat dilakukan oleh Allah saja. Seperti, Yesus berkata, “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati” (Injil, Rasul Besar Yohanes 11:25) Yesus membuat persyaratan untuk mendapatkan hidup yang kekal berdasarkan iman/percaya kepada Dia.

Tentang ayat yang saudara kutip dari Injil Matius, dijelaskan di sana Yesus mengutus murid-murid-Nya ke orang-orang Israel. Hal itu benar. Mengapa? Karena Israel adalah bangsa pilihan Allah dan misi utama dari Yesus untuk menyelamatkan mereka. Tapi, misi Yesus tidak berhenti di situ, tetapi juga bangsa-bangsa lain. Keselamatan yang dibawa Isa berlaku bagi setiap orang dan semua bangsa.

Lihatlah, sebelum Yesus naik ke soga, Dia memberi Amanat Agung kepada murid-murid-Nya , “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku” (Injil, Rasul Besar Matius 28:19).

Perhatikan juga ayat ini: “Jibril berkata: "Demikianlah, Tuhanmu berfirman: ’Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya (Isa Al-Masih) suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan." (Qs 19:21) Ayat ini tidak mengatakan “suatu tanda bagi bangsa Israel saja” melainkan bagi seluruh manusia.

Lebih jelasnya silakan membaca artikel pada link ini: http://tinyurl.com/cqvgxdo.
~
SO
# moer 2013-02-11 23:55
*
Teman-teman ijinkan saya ikut nimbrung ya. Untuk teman-teman umat Kristen mohon dikoreksi apabila apa yang saya tulis kurang tepat.

Yesus adalah Firman yang telah menjadi manusia.

“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan”
(Injil, Yohanes 1:1; 3)

Jadi, Yesus itu adalah Firman Allah yang tentunya tidak bisa dipisahkan dari Allah itu sendiri. Dan Firman itu adalah bagian dari Allah yang eksistensinya sudah ada sejak dunia belum dijadikan. Dan Firman itu turut dalam proses penciptaan langit dan bumi. Firman Allah melekat pada pribadi Allah dan menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari Allah.

Bagaimana mungkin kami dikatakan menyembah tiga Allah ketika yang kami lakukan hanyalah menjadi pengikut Yesus yang adalah Firman Allah itu sendiri?
# cowok gaul 2013-04-01 13:55
*
Mau tanya saja, kalau kamu berdoa mintanya ke Tuhan yang mana Allah atau Yesus? Dan kalau kamu berdoa meminta sesuatu kepada Yesus apakah Allah tidak marah?
# Staff Isa dan Islam 2013-04-01 16:29
~
Yesus berkata, "Aku dan Bapa adalah satu" (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30). Karena Yesus dan Bapa adalah satu, apakah kita dapat membeda-bedakan harus kepada siapa meminta dalam doa?

Bukankah meminta kepada Tuhan Allah sama saja dengan meminta kepada Tuhan Yesus karena kedua-duanya adalah satu?

Untuk mengetahui lebih dalam mengenai "Siapakah Yesus, dan juga tentang kematian-Nya" silakan saudara membaca penjelasan kami pada artikel ini: http://www.isadanislam.com/isa-al-masih/.
~
SO
# hakkuallah 2013-04-04 17:52
*
Staf Isa dan Islam,

Sebetulnya bukan salah paham, anda hanya ada dua pilihan, Isa sebagai Tuhan atau melakukan perbuatan syirik.

Semua Al-Quran sudah jelaskan dan lengkap. Kalau dia sudah mengkultuskan seseorang, berarti dia telah melakukan perbuatan syirik kepada Allah SWT. Seseorang telah melakukan dan mengagung-agung kan Nabi Isa, tanpa didasari dari Allah. Apakah itu tidak mengandung syirik?

Begitu juga Nabi Muhammad, melarang umatnya mengagung-agung kan dirinya melampau batas. Maka itulah Allah dan rasul-Nya memberikan tuntunan kepada kita, bagaimana cara menghormati Muhammad. Coba kalau tidak ada tuntunan dari Allah dan rasul-Nya, pasti akan berantakkan.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-07 18:08
~
Saudara Hakkuallah,

Dari dua pilihan yang saudara berikan, kami memilih pilihan pertama: Isa adalah Tuhan! Mengapa kami dengan begitu yakin mengatakan bahwa Isa adalah Tuhan? Jawabannya: Orang percaya menyembah Isa Al-Masih sebagai Tuhan karena ini yang diajarkan dalam Taurat, Zabur, Kitab Nabi-Nabi dan Injil.

Kedatangan Isa Al-Masih ke dunia sudah dinubuatkan ratusan tahun sebelum kedatangan-Nya. Nabi Yesaya dalam nubuatannya menyebut Isa sebagai “Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang kekal, Raja Damai” (Kitab Nabi Besar Yesaya 9:5-6)

Nabi Mikha menubuatkan bahwa akan datang dari kota Betlehem seorang yang akan memerintah. Per mulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.  Artinya Raja yang akan datang kekal adanya. Nubuat ini mengenai kedatangan Isa Al-Masih dan memuat kenyataan bahwa Isa Al-Masih, seperti Allah, kekal adanya. (Kitab Nabi Mikha 5:1)

Ketika Yesus sudah lahir, malaikat Allah memberitakan kelahiran-Nya kepada para gembala. “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud” (Injil, Rasul Lukas 2:11)

Beberapa ayat di atas adalah sebagian kecil firman Allah dalam Kitab Suci, yang menyatakan ketuhanan Isa Al-Masih. Selengkapnya saudara dapat membaca pada artikel ini: http://tinyurl.com/8abrx5t.
~
SO
# umar 2013-04-05 21:59
*
Dari isi Injil Markus 12:29-34, Yesus menyuruh ahli Taurat untuk menyembah Allah, bukan Yesus. Dari perkataan ahli Taurat, Yesus hanyalah Guru Besar/Pembawa kabar gembira/Kalimat Allah. Logikanya seperti alat komunikasi. Dari tanggapan Yesus dapat dilihat bahwa Allah yang memiliki kerajaan langit, bukannya Yesus.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-07 18:08
~
Saudara Umar,

Bagi Yesus bukanlah hal yang sulit untuk mengatakan “Akulah Tuhan, sembahlah Aku!”

Yesus tidak melakukannya bukan karena Dia takut, atau tidak yakin akan ketuhanan-Nya. Tapi Yesus berharap berharap orang-orang akan mengenali identitas-Nya yang sebenarnya melalui perkataan serta perbuatan-Nya. Bagi Yesus untuk keluar dan mengatakan, “Aku adalah Allah,” tidak menambah subtansi kepada pertanyaan tentang identitas Dia yang sebenarnya. Identitas Dia diperlihatkan melalui bukti yang Dia berikan, bukan melalui klaim yang dibuat oleh siapa pun.

Yesus berkata, “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati” (Injil, Rasul Besar Yohanes 11:25). Yesus membuat persyaratan untuk mendapatkan hidup yang kekal berdasarkan iman/percaya kepada Dia.
~
SO
# umar 2013-04-29 21:41
*
Quoting Staff Isa dan Islam:
~
Bagi Yesus bukanlah hal yang sulit untuk mengatakan “Akulah Tuhan, sembahlah Aku!”

Identitas Dia diperlihatkan melalui bukti yang Dia berikan, bukan melalui klaim yang dibuat oleh siapa pun.

Kalau Yesus tidak pernah mengatakan bahwa Dia Tuhan, lalu siapa yang mengklaim bahwa Dia adalah Tuhan? Berarti yang mengklaim bahwa Dia Tuhan adalah manusia. Bukan hal yang mustahil bagi Tuhan juga untuk memberikan mukjizat besar untuk anak manusia.

“Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya" (Yohanes 11:22)
# Staff Isa dan Islam 2013-05-01 16:43
~
Saudara Umar, sebelum kami menjawab pertanyaan saudara, kami ingin terlebih dahulu bertanya kepada saudara. Sudahkan saudara membaca jawaban yang kami berikan seluruhnya? Saran kami ada baiknya saudara membaca lagi dengan seksama jawaban tersebut. Karena di sana sudah dijelaskan hal yang saudara tanyakan.

Seperti yang sudah kami katakan sebelumnya, secara langsung memang Yesus tidak pernah mengatakan “Akulah Tuhan, sembahlah Aku!” Namun bukan berarti tidak ada ayat-ayat atau perkataan Yesus yang menyatakan bahwa Dia adalah Tuhan. Dalam pembuktian tentang kebenaran siapakah sebenarnya Yesus, sebuah klaim secara harafiah tidaklah penting. Yang terpenting adalah bukti yang jelas bahwa Yesus adalah Allah.

Perhatikan ayat ini: "Yesus berkata, “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati” (Injil, Rasul Besar Yohanes 11: 25)

Ayat di atas adalah salah satu bukti kekuasaan Yesus. Hidup kekal yang ditawarkan Yesus, tergantung akan iman seseorang kepada-Nya. Jelas hal ini hanya dapat dilakukan Allah saja. Bila dilakukan selain oleh Allah, maka hal itu adalah sebuah penghujatan.

Jadi, orang Kristen tidak pernah mengklaim manusia sebagai Tuhan. Sebab Yesus adalah Tuhan yang menjelma menjadi manusia. Lebih jelasnya silakan membaca pada artikel ini: http://tinyurl.com/cgrffm4.
~
SO
# Waode 2013-04-30 00:41
*
Saya sangat kagum atas apa yang ditulis oleh staff Isa dan Islam. Karena dalam jawaban yang anda uraikan, menurut pandangan saya anda adalah seorang yang berbudi pekerti yang luhur.

Akan tetapi alangkah baiknya anda atau siapapun jika menjawab dengan sanggahan surah dalam Al-Quran ataupun Alkitab sebaiknya tulis secara lengkap surah tersebut karena di sini ada dua kepercayaan yang berbeda dimana satu sama lain tidaklah tahu secara lengkap surah yang dijelaskan agar tidak terjadi perubahan makna ataupun kesimpangsiuran.

Karena makna akan sangat berbeda seperti Qs 3:45 menurut staff Isa dan Islam "Isa Al-Masih seseungguhnya lebih agung dari pada siapapun di dunia dan akhirat"
# Staff Isa dan Islam 2013-05-03 10:26
~
Saudara Waode,

Terimakasih atas sarannya. Kami menghargai masukan yang saudara berikan. Tetapi kami berusaha mencantumkan ayat dengan jelas dan tidak ada yang disembunyikan.

Mengenai Qs 3:45 dengan jelas diyatakan bahwa Isa Al-Masih seorang yang terkemuka di dunia dan akhirat. Tidak ada pribadi lain yang disebutkan dalam Al-Quran sebagai seorang yang “terkemuka di dunia dan akhirat”. Apakah saudara memiliki pengertian lain mengenai makna ayat tersebut?

Isa Al-Masih disebutkan terkemuka di dunia dan akhirat dan Ia memiliki otoritas yang hanya dimiliki oleh Allah.
~
NN
# Ikhsan 2013-04-30 15:22
*
Kepada Staf IDI

Apa maksudnya: “Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub. Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup" Injil Rasul Besar Matius 22:32.

Apakah orang mati tidak lagi bertuhan atau tidak lagi menjadi makhluk ciptaan Allah?

Mohon penjelasannya.

Terima Kasih
# Staff Isa dan Islam 2013-05-03 10:32
~
Saudara Ikhsan,

Terimakasih atas kepercayaan saudara kepada kami. Untuk memahami ayat tersebut saudara harus membaca juga ayat sebelumnya.

Tertulis seperti ini “Pada hari itu datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya:... Tetapi tentang kebangkitan orang-orang mati tidakkah kamu baca apa yang difirmankan Allah, ketika Ia bersabda: Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub? Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup" (Injil, Rasul Besar Matius 22:23, 31-32).

Isa Al-Masih berfirman dalam ayat itu untuk menjelaskan kepada orang Saduki yang tidak percaya adanya kehidupan setelah kematian bahwa kebangkitan setelah kematian itu ada. Abraham, Ishak, dan Yakub sudah mati secara fisik namun di sana di tempat kehidupan setelah kematian fisik, roh mereka hidup. Begitu juga dengan orang mati lainya, mereka hidup di tempat yang disediakan bagi mereka.

Jadi Isa Al-Masih mengajarkan kepada orang Saduki mengenai kehidupan setelah mati itu ada, itu sebabnya Allah bukanlah Tuhan untuk orang mati tetapi untuk orang hidup.
~
NN
# Waode 2013-05-04 03:02
*
Saya pikir anda adalah orang yang bijaksana dalam menanggapi komentar seseorang.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-18 16:43
~
Maaf saudara Waode, kami kurang mengerti maksud dari komentar saudara di atas. Apakah ada penjelasan dari kami yang kurang berkenan di hati saudara?
~
SO
# Putra 2013-06-08 23:56
*
To: Umar,

“Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati”
(Injil, Yohanes 11:25). Apakah ada rasul yang lain yang berani berkata dan memberikan janji demikian selain Allah itu sendiri?

Injil Matius 21:19, Yesus bukannya tidak tahu bahwa pohon tersebut tidak berbuah, namun Yesus ingin memberikan pelajaran tentang "Buah" dari manusia. Untuk lebih memahaminya bisa dibaca Matius 21:1-46.

Injil Matius 27:46, merupakan pernyataan Yesus dari sisi-Nya sebagai manusia, yang mengajarkan supaya dalam penderitaan harusnya manusia berdoa dalam ketulusannya.

Allah Tri-Tunggal bisa dilihat dan dipahami oleh kacamata iman, dan kedatangan-Nya sudah diramalkan di Alkitab sebelum-Nya datang.

Contoh:
- Mana yang anda imani: Bumi diciptakan dengan cara "kun faya kun" atau berbagai teori pembentukan bumi?

- Mana yang anda imani: Adam dan Hawa merupakan manusia pertama ataukah monyet yang berevolusi menjadi manusia?
# Umar 2013-06-13 14:23
*
To: Putra,

Disebut dalam rukun iman adalah kepada kitab-kitab dan rasul-rasul Allah. Jika kita beriman kepada kitab dan para rasul Allah dan mengerjakan apa yang diperintahkan Allah dari ajaran rasul Allah, dia dibangkitkan setelah mati dan diberi tempat di sorga Allah.

Lihat Yeremia pasal 24, siapa yang diibaratkan sebagai pohon ara? Seluruh bangsa atau bangsa Israel? Lihat juga Matius 7:15-23, siapa yang diibaratkan sebagai nabi palsu? Buah ara dan anggur sebagai perumpamaan bangsa Israel? atau siapa? dan siapa yang akan diusir oleh Yesus, orang yang bertakwa kepada Bapa (Allah) atau yang menyebut Yesus Tuhan? Anda sendiri yang mengatakan Yesus adalah manusia. Dari kacamata iman tanda-tanda kekuasaan Allah dapat dilihat:

- siapa yang di suruh berdoa, Tuhan atau manusia? Kenapa Yesus sebagai Tuhan berdoa?
- katanya hanya Tuhan mengetahui kapan kiamat? Kenapa Yesus sebagai Tuhan/jilmaan Allah tidak tahu kapan kiamat? Pernyataan Yesus (Matius 24:29-36)
# Staff Isa dan Islam 2013-06-19 19:40
~
Saudara Umar,

Dari penjelasan saudara di atas kami ingin mengajukan pertanyaan:

1. Bila memang saudara beriman kepada kitab-kitab Allah, apakah saudara mengimani isi Kitab Suci Injil, Zabur, Taurat, dan Kitab Nabi-Nabi? Tentu saudara setuju bahwa kitab-kitab ini adalah juga kita Allah, bukan?

2. Benarkah orang-orang yang mengerjakan perintah Allah dan rasul-Nya pada hari kiamat dibangkitkan dan langsung masuk sorga tanpa dihakimi terlebih dahulu?

3. Kiranya saudara dapat menjawab pertanyaan di atas terlebih dahulu, sebelum kami menjawab pertanyaan-pert anyaan saudara.
~
SO
# AZ 2013-06-17 16:52
*
Berarti Isa Al-Masih menyembah Allah? Lalu mengapa orang Kristen tidak menyembah apa yang disembah Isa Al-Masih, yaitu Allah?
# Staff Isa dan Islam 2013-06-19 19:40
~
Saudara AZ,

Tentu orang Kristen menyembah Allah. Kami tidak menyembah patung atau manusia.

Saudara benar, ketika Isa Al-Masih ada di dunia, Dia juga berdoa kepada Allah Bapa. Apakah itu salah? Menurut kami tidak. Sebab berdoa adalah cara berkomunikasi dengan Allah. Sehingga tidak ada yang aneh ketika Isa Al-Masih berkomunikasi dengan Allah Bapa.

Ijinkan kami berbagi satu ayat: Sabda Isa, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).
~
SO
# Putra 2013-06-19 18:53
*
To: Umar,

Sebelumnya terimakasih telah membaca Alkitab.

- Yeremia 24 berasal dari Alkitab, dan ini menceritakan tentang bangsa waktu itu, sedangkan Yesus datang untuk menggenapi seluruh kitab suci yang ada, sehingga silahkan membaca Injil maka anda akan menemukan Yesus untuk seluruh bangsa.

- Nabi palsu disini yang jelas bukan Yesus dan bukan nabi sebelum Yesus, karena Yesus-lah yang bersabda demikian

- Yesus berdoa bukan berarti Allah berdoa untuk Allah, melainkan Allah dalam pribadi sebagai manusia mengajarkan kepada manusia bagaimana caranya berdoa, sama halnya dengan Yesus menyembah Allah dan pengikut Isa pun menyembah Allah yang maha Esa

- Memang akan sulit untuk mengerti tentang Trinitas terutama bagi saudara yang kurang mendalami Yesus itu sendiri. Mengapa Yesus? karena semua telah ternubuatkan diseluruh alkitab jauh sebelum Yesus datang didunia dan bahkan Allah sendiripun tanpa perantara yang bersabda.
# nisa 2013-08-15 23:34
*
Di Alkitab orang Nasrani sekarang ada penjelasan tentang Nabi Muhammad atau nabi akhir zaman tidak?
# Staff Isa dan Islam 2013-08-17 20:33
~
Saudara Nisa,

Kami sering menerima pertanyaan yang sama dari teman-teman Muslim lainnya. Dan jawaban kami, di Alkitab tidak pernah ada penjelasan tentang Nabi Muhammad maupun nabi akhir zaman.

Mengapa? Karena pengikut Isa Al-Masih tidak membutuhkan seorang nabi untuk membawa mereka mendapatkan anugerah Allah. Karena Isa Al-Masih sendiri telah menganugerahkan jaminan keselamatan bagi setiap orang yang mau mengikuti Dia, dan itu sudah cukup.

Isa bersabda, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).
~
SO
# Adhin Busro 2013-10-07 23:34
*
Staff IDI sepertinya percaya kepada Al-Quran karena mengambil ayat sebagai dalil, terlepas dari tujuannya untuk menggiring pembaca membenarkan pendapatnya. Terlepas juga dari isi hatinya yang sebenarnya tidak akan pernah benar-benar sekalipun percaya kepada Al Qur'an, namun tetap memanfaatkannya demi sebuah misi Kristus.

Jikalau benar dalam hal ini ada dualisme hati yang tidak tulus menyampaikan kebenaran Kristus. Tujuan menghalalkan segala cara. Tapi tidak apalah, toh Kristus tahu tujuan suci admin untuk dombanya yang tersesat.

Jika admin tulus hati, maka bolehlah seharusnya ia percaya dalam iman kepada Zabur, Taurat, Injil dan Al Qur'an sebagai kitab agama samawi yang diberikan kepada utusannya yang berbeda-beda suku dan bangsa.

Tetapi karena admin berucap santun dalam kerasnya hati mempertahankan kebenarannya sendiri, saya kira beliau akan mengambil sebagian dan membuang sebagian yang lain demi sebuah kesuksesan misi Kristus.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-10 11:06
~
Saudara Adhin Busro,

Kitab Suci yang kami imani adalah Alkitab, yang telah ada ribuan tahun sebelum adanya Al-Quran. Alkitab adalah Firman Allah yang diberikan untuk seluruh umat manusia,bukan hanya bangsa tertentu saja. Kitab saudara sendiri menyatakan untuk beriman kepada kitab-kitab terdahulu yaitu Taurat, Zabur dan juga Injil.

“ Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka, dan katakanlah: "Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri" (Qs 29:46).

Apakah saudara sendiri mengimani Taurat, Zabur dan Injil sebagai kebenaran dan Firman Allah?
~
NN
# abdullah 2013-10-23 22:03
*
Esa tetapi mempunyai tiga kepribadian, ketika Yesus Kristus turun ke dunia seperti yang anda katakan, apakah dari satu yang esa mempunyai 3 kepribadian itu berkurang 1/3 kepribadiannya, sebab yang satu turun ke dunia, lantas ketika kepribadian itu naik apakah bergabung lagi menjadi 1, atau 1 oknum dengan 3 pribadi?

Sungguh membingungkan, berarti anda tetap menyembah 3 tuhan, sebab eksistensi satu dengan lainnya bisa berpisah, turun, naik dan bersatu lagi, yang satu bisa berinteraksi dengan manusia, dan yang dua tetap dilangit, bahkan Tuhan yang satu dapat memohon dengan Tuhan yang lain, contohnya jelas di kitab anda sendiri Matius 27:46, berkata Yesus: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?"

Bagaimana anda menjelaskan?
# Staff Isa dan Islam 2013-10-29 10:23
~
Saudara Abdullah,

Maaf, bukan tiga kepribadian. Anda salah jika mengira Allah punya tiga kepribadian. Dalam ilmu psikologi makna kepribadian ganda cendrung bagi orang yang punya masalah dalam kepribadian.

Allah Kristen itu esa eksistensinya, tak terhitung presensinya, dan tak terhitung juga penampilannya. Berdasarkan Alkitab, Penampilan Allah yang tak terhitung jumlahnya tadi dikelompokkan ke dalam tiga kelompok yakni penampilan sebagai Allah Bapa, Sang Anak dan Roh Kudus.

Ada namanya gelombang elektromagnetik . Gelombang elektromagnetik ini memberikan pengertian bahwa: Eksistensi gelombang hanya ada 1 atau tunggal, presensi gelombang tidak terhitung jumlahnya, presentasi gelombang ada 5 buah. Obyek pengetahuan yang diobservasi hanya satu yaitu TVRI. Observasi dilakukan untuk beberapa konteks yakni: eksistensi, presensi, dan presentasi. Konteks eksistensi tidak sama dengan konteks presensi dan konteks presentasi.

Dengan wawasan gelombang elektromagnetik ini diketahui bahwa sesuatu yang bereksistensi tunggal, presensi dan presentasinya tidak harus tunggal. Allah yang disembah Abraham memang hanya ada satu atau Maha Esa namun perlu dipahami bahwa Maha Esa di sini hanya dalam konteks eksistensi Allah.
~
NN
# Siddiq 2013-10-25 05:25
*
Kitab injilnya asli tidak, semua kitab telah disempurnakan dalam Al-Quran.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-29 10:32
~
Saudara Siddiq,

Terimakasih atas komentar saudara. Tetapi harap maklum jika kami tidak menjawab pertanyaan saudara yang keluar dari topik artikel di atas. Jika saudara tertarik dengan topik mengenai keaslian Injil silakan saudara kunjungi http://tinyurl.com/dygnn2j
~
NN
# Staff Isa dan Islam 2014-01-04 11:07
~
Tolong memberikan komentar yang tidak melanggar norma-norma. Kami berhak menghapus komentar yang kasar, mengejek dan bersifat menyerang termasuk komentar yang tidak ada hubungannya dengan artikel di atas. Silakan menggunakan bahasa yang jelas dan tidak menggunakan singkatan!

PEDOMAN MEMASUKKAN KOMENTAR:

(1) Tidak boleh memakai lebih dari satu kotak.
(2) Pertanyaan / masukan harus berhubungan erat dengan uraian.
(3) Sebaiknya satu atau paling dua pertanyaan / konsep dimasukan dalam satu comment.
(4) Masukan harus selalu sopan dan jangan agresif.
(5) Masukan tidak boleh memuat banyak bahasa lain, misalnya Bahasa Arab.
(6) Masukan harus dalam Bahasa Indonesia yang lazim dimengerti semua orang.
(7) Masukan tidak boleh memakai singkatan-singk atan, misalnya yg, dlm, sdh,dlsbgnya.
(8) Huruf besar tidak boleh dipakai untuk menekankan sesuatu.
(9) Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.

Kami mempersilakan Saudara mengemail untuk pertanyaan / comment yang majemuk. Kami senang menjawabnya.

Wassalam,
Staff, Isa dan Islam
# Paulus Muhammad 2014-01-25 00:54
~
Saya seorang yang percaya dan mengimani bahwa tidak ada illah lain kecuali Allah. Untuk itu saya percaya kepada karya Allah dalam Isa Al-Masih sebagai Tuhan dan Juru Selamat saya pribadi. Jadi saya tidak akan memperkosa ke- Esa-an Allah, saya tidak menyembah tig Allah seperti yang saudara Muslim pertanyakan. Gbu.
# Sepupu Paulus 2014-02-24 14:10
~
Kembalilah kepada ajaran Isa yang sebenarnya. Islam agama sempurna apabila anda mengikuti Isa. Lupakan cerita Paulus yang hanya dongeng, ketemu Roh terus percaya. Hebat sekali Paulus ini mendongeng, dasar jaman dulu penyembah berhala. Jadilah agama Kristen yang sekarang. Kemblilah kepada Isa niscaya kamu ketemu Islam

Salam.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-07 18:21
~
Salam Sdr. Sepupu Paulus,

Baik Isa Al-Masih maupun Rasul-Nya yakni Paulus, tidak pernah mengajarkan untuk menyembah illah lain selain Allah. tidak ada ajaran siapapun yang dilakukan oleh umat Nasrani selain ajaran Isa Al-Masih. Rasul Paulus sepenuhnya taat pada ajaran Isa Al-Masih.

Jika Islam agama penyempurna seharunya pesan atau ajaran yang disi'arkan adala ajaran Isa Al-Masih. Adakah Islam menaati ajaran Isa Al-Masih?
~
Salma
# Huda 2014-03-29 01:02
~
Saya tidak akan menghujat, saya hanya mengingatkan agar umat Kristen mempelajari kembali konsep Trinitas. Dalam konsep Trinitas tidak ada pernyataan bahwa Bapa = Anak = Roh Kudus, tapi, Bapa tidak sama dengan Anak, Bapa tidak sama dengan Roh Kudus. Bapa sama dengan Allah, Anak tidak sama dengan Bapa, Anak tidak sama dengan Roh Kudus.

Anak sama dengan Allah. Roh Kudus tidak sama dengan Bapa dan Roh Kudus tidak sama dengan Anak. Roh Kudus sama dengan Allah. Jadi jelas ada tiga (tiga) Allah.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-07 18:35
~
Salam Sdr. Huda,

Allah itu satu, sebab orang Kristen tidak pernah menyembah Allah lebih dari satu. Kalimat syahadat orang Israel yang juga menjadi kalimat syahadat umat Nasrani. Kitab Taurat Ulangan 6:4 “Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!”

Umat Muslim sering menuduh bahwa konsep Trinitas mengajarkan Allah tiga. Allah esa yang terdiri dari tiga pelaku: yakni Bapa, Anak dan Roh Kudus. Apakah ketiganya tiga? Jelas tidak. tiga pelaku dalam satu Pribadi menjadi satu kesatuan.
~
Salma
# jalan benar 2014-03-30 09:15
~
Hati-hati menggunakan dan memanggil dan mengagungkan nama Allah. Mungkin ini penyebab sulitnya terjadi kebangunan rohani orang Kristen, karena memanggil nama yang bukan dimaksudkannya. Mengapa kita tidak memanggil nama Tuhan kita yaitu YHWH? Bukankah "Allah" nama dewa?
# Staff Isa dan Islam 2014-04-07 18:45
~
Salam Sdr. Jalan Benar,

Kami menyampaikan terimakasih untuk masukan yang saudara berikan. Barangkali ada banyak pemahaman tentang sebutan Allah. Ada tiga tulisan berbeda nama Allah dalam Alkitab. Sedikit akan kami gambarkan tentang Pribadi Allah, atau barangkali saudara dapat juga mencari refersensi lain.

1. Allah = elohim (huruf A-nya besar ), hal ini mengacu pada penguasa atau pemilik.
2. Tuhan = adonai (huruf T-nya besar), adalah Pribadi yang kuat dan berkuasa.
3. ALLAH/TUHAN = YHWH, adalah nama Pribadi Allah itu sendiri.

Siapapun sebutan yang kita gunakan, asalkan kita tahu kepada siapa kita menyembah dan percaya tentu itu bukan menjadi soal yang sulit, bukan?
~
Salma
# Huda 2014-03-31 07:43
~
To: Jalan Benar,

Bagaimana anda tahu bahwa jalan yang anda pilih benar. Islam hanya mengajak pada penyerahan diri. Cukup mengakui adanya Tuhan tanpa membuat perempumaan bagi-Nya, menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Bahkan Muhammad sendiri tidak membawa ajaran baru, melainkan memurnikan ajaran-ajaran terdahulu. Sujud, khitan, puasa, kurban, sedekah, jihad (berperang di jalan Tuhan), berziarah ke mezbah dan mengelilinginya , semua itu tercantum dalam kitab saudara. Tidakkah anda membacanya?
# Staff Isa dan Islam 2014-04-07 19:09
~
Salam Sdr. Huda,

Sedikit agak menggelitik dari pemaparan saudara, bahwa Muhammad membawa ajaran baru seperti yang saudara paparkan. Dalam ajaran Isa Al-Masih tidak ada ajaran jihad?

Menurut saudara dari manakah ajaran tersebut. Isa Al-Masih mengajarkan hukum kasih. "Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu" (Injil, Rasul Besar Matius 5:44).
~
Salma
# Nadya 2014-03-31 08:07
~
Kata 'Al' dalam bahasa arab memiliki makna 'kemahaan' yang artinya sangat luas. Allah artinya Maha AIlah. Dan kata 'Maha' itu diluar jangkauan manusia. Ajaran Islam hanya mengajak untuk berserah diri sebagaimana yang dikatakan saudara Huda.

Allah sebagai Dewa Bulan hanyalah anggapan orang musyrik Mekah kepada Tuhan Semsta Alam sebagaimana Kristen menganggap Yesus adalah Allah. Seseorang dianggap musyrik jika ia membuat perumpamaan bagi Tuhan. Dalam hal ini Al-Quran juga sudah menyinggungnya.

Allah adalah nama Tuhan Semesta Alam dalam bahasa Arab. Sedangkan YHWH adalah nama-Nya di luar Arab. Dan lagi dalam kitab-kitab lain juga dikatakan bahwa Yang Maha Kuasa memiliki banyak nama sesuai bahasa suatu kaum..
# Nadya 2014-03-31 08:42
~
Saya rasa ada banyak sandiwara di situs ini. Ada orang-orang yang mengaku Muslim di sini bukanlah orang Muslim. Saya melihat "Pedoman wajib untuk memasukkan komentar" membatasi suara umat Muslim. Namun, di sisi lain ada orang yang mengatasnamakan Muslim bisa berkomentar sangat panjang.

Saya sudah sering komentar lebih dari satu kolom dan dihapus. Dengan singkatan, dihapus. Di sini tidak ada fasilitas penebalan huruf dan quote, tapi mengapa ada komentar pembaca yang bisa mem-bold huruf dan menampilkan quote? Ada banyak sandiwara disitus ini.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-07 19:26
~
Salam Nadya,

Kami tidak pernah mengenal siapapun yang berkomentar dalam situs ini. Dan kami tidak pernah melakukan sandiwara. Jadi tuduhan saudara tidak beralasan.

Kami menghapus komentar baik dari umat Nasrani dan Muslim yang tidak berhubungan dengan topik dan melanggar aturan-aturan yang tidak sesuai. kami harap saudara tidak berburuk sangka.

Isa Al-Masih mengajarkan "Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat" (Injil, Rasul Besar Matius 5:37).

~
Salma
# Agus 2014-03-31 08:58
~
Yesus juga menganut paham Tauhid. Yesus berkata, baptislah dengan nama Bapa, Anak dan Roh Kudus. Artinya, percaya akan Allah (Bapa), Yesus yang diutus-Nya (Yesus), dan utusan yang akan datang (Roh Kudus).

Yesus tidak pernah mengatakan dirinya Allah. Ia hanya mengaku sebagai Anak. Dan dalam AlKitab kata 'Anak Allah' bukan hanya mengacu pada Yesus saja.

Kristen selalu memakai dalil sabda Yesus, "Aku di dalam Bapa, Bapa di dalam Aku" sebagai pengakuan Yesus sebagai Allah. Padahal dugaan itu sangat lemah. Dilihat dari sudut pandang Islam, itu hanya pernyataan tentang keterikatan Tuhan dan makhluk yang sangat erat, dekat.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-07 19:57
~
Salam Sdr. Agus,

Umat Muslim selalu mempertanyakan tentang Pribadi Isa Al-Masih yang bukan Tuhan. Al-Quran sendiri mengakui bahwa Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah, yakni Allah yang menjelma menjadi manusia sempurna tanpa menghilangkan keilahian-Nya.

Bukankah semua perbuatan yang dilakukan Isa Al-Masih membuktikan kemahakuasaan-N ya. Satu hal yang tidak luput dari manusia adalah hakekat dosa. Isa Al-Masih satu-satunya Pribadi yang suci/ kudus. Adakah manusia tanpa dosa?

"Seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak" (Injil, Surat Roma 3:10).
~
Salma
# Hersad 2014-03-31 09:01
~
Saya membenarkan ucapan Bung Agus. "Aku di dalam Bapa, Bapa di dalam Aku" menunjukkan bahwa Tuhan sangat dekat dengan makhluk-Nya. Sebagaimana dalam Al-Quran dikatakan "Jika umatmu bertanya tentang Aku, katakanlah bahwasannya AKu dekat" (Al Baqarah).
# Staff Isa dan Islam 2014-04-07 20:08
~
Salam Sdr. Hersad,

Al-Quran mengakui bahwa Isa Al-Masih adalah Roh Allah (Qs 21:91; Qs 66:12). Bukan kah Roh Allah adalah Allah sendiri? Ke-Allahan Isa Al-Masih telah terbukti dengan Pribadi-Nya tanpa dosa.

Ia adalah manusia sejati dan juga Roh Allah sejati, dilahirkan murni dan kudus. Setan tidak mampu mempengaruhi-Ny a, sehingga Ia melakukan dosa. Isa Al-Masih menjalani kehidupan-Nya tanpa melakukan perbuatan dosa maupun berdosa di dalam pikiran-Nya. Ia adalah Allah yang mengambil bentuk tubuh manusia (Qs 4:171).

Bagaimanakah gambaran Allah dalam Al-Quran? Adakah Allah memberikan jaminan keselamatan, atau adakah Allah bagi umat Islam. Kami harap saudara dapat membuktikannya, kami sangat senang untuk hal tersebut.
~
Salma
# BENTO 2014-04-07 15:40
~
Dari ayat ini Qs 43:61 menerangkan bahwa cuma Isa yang tahu hari kiamat. Sedangan Qs 31:34 menerangkan bahwa cuma Allah yang tahu hari kiamat. Anak yang suci menurut surah Maryam 19:19 juga mengetahui betul tentang hari kiamat. Lalu sebenarnya siapa itu Isa sehingga Ia pun tahu hari kiamat?
# jalan keselamatan 2014-04-21 13:53
~
Tak satupun ayat di Alkitab yang menyatakan Tuhan itu ada tiga. Hanya ada satu Tuhan dalam Alkitab, yaitu Tuhan Allah. Tapi kenapa orang Kristen menyembah tiga Tuhan?
# Staff Isa dan Islam 2014-06-16 23:11
~
Saudara Jalan Keselamatan,

Kami pikir artikel di atas telah gamblang menjelaskan bahwa orang Kristen tidak menyembah tiga Allah, tetapi menyembah Allah yang esa. Tentu pemahaman ini berbeda dengan pendapat saudara, bukan? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# Charny 2014-04-24 16:27
~
Kalau memang orang Kristiani menuhankan Allah Isa Al-Masih,
pertanyaanku: Lalu siapa itu Yesus Kristus? Padahal anda di atas mengatakan Tuhan itu hanya satu. Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-16 23:16
~
Saudara Charny,

Kami mengerti bila saudara belum mengerti hal ini. Tetapi sesungguhnya, Isa Al-Masih bersabda, "Aku dan Bapa adalah satu" (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30). Satu di sini adalah hakikat-Nya yaitu Allah. Tentang hal ini, silakan saudara mengunjungi link ini http://tinyurl.com/d2k6hcw untuk mengetahui lebih lanjut.
~
Solihin
# berpikir sehat 2014-04-26 09:55
~
Salah paham Islam menimbulkan fitnah seolah-olah Kristen menyembah tiga Tuhan padahal Kristen menyembah Satu Tuhan Maha Esa. Kristen percaya Satu Tuhan Yang Esa memiliki tiga pribadi/hakekat ! Dalam Islam Allah tidak bisa diserupakan/dis amakan dengan apapun.

Pertanyaan saya:

1. Apakah Satu-Nya Dzat Allah yang esa bisa diukur sama persis dengan satunya makhluk?

2. Lalu bagaimana caranya Muslim mengukur dengan tepat Dzat Allah sehingga melarang Dzat Allah yang esa untuk memiliki tiga pribadi/hakekat?

3. Tolong bisakah sebutkan ayat dalam Al-Quran yang spesifik melarang Satu Tuhan Yang Maha Esa untuk memiliki tiga pribadi/hakekat?

Moga-moga para Muslimin/Muslim ah sanggup berpikir sehat!
# Hamba Allah 2014-05-10 00:43
~
Jika Bapa, Anak dan Roh kudus adalah tiga pribadi namun tetap kesatuan. Jika Anak mati berarti bapak dan roh kudus juga mati? Lalu siapa yang menghidupkan? Jawabmu pasti Bapa? Karena Firman dalam Alkitab Yesus berkata aku dan bapakku adalah satu.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-16 23:25
~
Saudara Hamba Allah,

Kami mengerti bila saudara belum memahami hal ini. Tentu tidak mudah mengerti hal ini. Sebab bila kita dapat menalar Allah, maka Dia bukan lagi Allah. Sesungguhnya kita yang menjadi Allah. Tetapi bukan berarti bahwa Allah tidak dapat dijelaskan. Walaupun penjelasan kita tentu tidak sempurna untuk menggambarkan Allah.

Kita tahu bahwa Allah mahakuasa dan konsisten. Dan dengan kemahakuasaan-N ya, Dia dapat menjadi manusia dalam Pribadi Isa Al-Masih untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Tentang hal ini, silakan saudara mengunjungi link http://tinyurl.com/d2k6hcw ini untuk mengetahui lebih lanjut.
~
Solihin
# Adhin 2014-05-19 14:34
~
Admin yang baik,

Masalah keimanan Kristen adalah dogma. Juga dalam hal ini Trinitas. Terima saja, imani saja jangan banyak pertanyaan. Jangan dipikirkan tetapi telan saja dalam iman. Inilah yang membuat banyak penganut Kristen memberontak.

Mungkin anda akan menyangkal? Pasti. Semua bisa anda sangkal dengan segala cara, dalil, sangkaan dan sebagainya. Yang penting tujuannya tercapai yakni memurtadkan orang Islam. Atau dalam bahasa santunnya, mengembalikan domba yang tersesat. Kalau begitu niat anda tidak tulus, karena tujuan menghalalkan segala cara. Silakan dijawab.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-16 23:38
~
Saudara Adhin,

Membagikan pemahaman yang kami miliki tentang Isa Al-Masih, tentu tidak salah, bukan? Dan kami juga tidak memaksakan seseorang untuk memeluk satu keyakinan tertentu. Tetapi barangkali ada yang perlu kami luruskan dengan pandangan yang berkembang di kalangan umat lain tentang pengikut Isa Al-Masih yang dianggap menyembah tiga Allah. Tentu meluruskan sesuatu tidak salah, bukan? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# wahyu bs 2014-05-25 21:39
~
To: Berpikir Sehat,

Allah berbeda dengan makhluknya. Ingat itulah sifat Allah yang Maha mulia, Maha suci. Jadi, adalah tidak akan masuk akal kami sebagai Muslim bahwa untuk mengampuni umat manusia dari dosa warisan yang merupakan kesalahan Adam dan Hawa sampai Allah harus menjelma menjadi Yesus dan mati di kayu salib.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-16 23:41
~
Saudara Wahyu,

Kami memiliki artikel yang membahas tentang hal di atas. Barangkali artikel yang terdapat pada link ini http://tinyurl.com/nh9x9vf dapat membantu saudara. Karena itu, silakan mengunjunginya. Terimakasih.
~
Solihin
# Hamba Allah 2014-05-30 23:17
~
Iman? Hanya percaya begitu saja? Yesus tidak pernah ingin disembah dan tidak ada kata sembahlah Aku, mengapa? Karena saudara tidak membaca Alkitab, tidak mempelajari sendiri. Saudara hanya percaya terhadap doktrin gereja! KKata yang paling tepat ialah, Yesus hanya menyeru kepada Allah yang esa. Saudara telah dibutakan oleh doktrin-doktrin yang dibuat oleh manusia, kalau mau tahu tentang kebenaran agama dari kitabnya bukan dari katanya pendeta katanya romo atau katanya pastor katanya paus dan kata- katanya lainnya cari dari sumber yang hakiki.

Siapa yang kurang paham? Manusia ya manusia, Allah tetaplah Allah bukan campur aduk antara keduanya. Tidak ada manusia menuhankan dirinya tapi Tuhanlah yang harus disembah oleh Allah. Jika Allah tidak bisa dinalar mengapa agama saudara begitu berani menalar bahwa Allah menjelma menjadi manusia? Kita lihat awal penciptaan manusia, dari Adam ditiupkannya Roh ciptaan Allah sama halnya penciptaan manusia dirahim manusia diberi nyawa dengan roh ciptaan Allah.

Begini logikanya, kalau Adam tidak turun ke bumi dan membuat keturunan dengan Hawa, apakah Yesus yang manusia sebagai Tuhan ini akan lahir? Tidak pernah. Ketika Allah belum menurunkan mereka berdua ke bumi, Adam dan Hawa adalah manusia yang abadi di sorga yang diciptakan Allah tanpa perantara rahim perempuan.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-19 01:58
~
Salam Sdr. Hamba Allah,

Esa bukanlah bilangan matematis angka satu yang mutlak. Kalau boleh berbagi. Esa adalah satu kesatuan sebagaimana disampaikan Prof. Dr. Quraish Shihab. Beliau mengatakan, “Ahad yang diterjemahkan dengan kata 'esa' terambil dari kata 'wahdat' yang berarti 'kesatuan'.

Nah, Allah yang esa ini berkenan menjadi manusia dalam Pribadi Isa Al-Masih untuk menyelamatkan manusia dari dosa (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1, 14). Hal ini menjadi semakin jelas ketika Isa Al-Masih berkata, “Aku dan Bapa adalah satu” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30).

Bahkan Al-Quran pun mengatakan bahsa Isa Al-Masiha dalah Kalimat Allah yang berarti Allah sendiri telah menjadi manusia sempurna, bukan? Jika Al-Quran bersaksi demikian, mengapa umat Islam menolak keras bahwa Allah pernah menjelma menjadi manusia dalam Pribadi Isa Al-Masih?
~
Salma
# Hamba Allah 2014-06-22 14:17
~
Wahdat al- wujud lengkapnya tidak bisa anda mengambil hanya dari salah satu kata. Ilmu kamu apa sudah sampai ke situ berani-beraniny a mengambil perkataan itu? Masih tetap dengan ayat Yohanes 10:30. Kita lihat jika Yesus selama 3 hari mati logika kita dimanakah Yesus dan Bapa? Lalu siapa yang akan mengatur alam ini jika Bapa saja mati bersama Yesus?

Kalian menjadikan dalil ini sebagai doktrin bahwa Yesus Tuhan tapi kalian tidak berpikiran logika. Indahnya hikmah Allah adalah dibalik kisah Maria. Dia seorang perawan banyak fitnah yang ditujukan kepada dia sehingga Allah memberi mukjizat kepada Nabi Isa untuk berbicara kepada kaum yang memfitnah bahwa Maryam tidak berzinah. Itu semua mukjizat atas ijin Allah bukan berarti Allah ada dalam Yesus dan Allah berkata-kata.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-24 16:36
~
Saudara Hamba Allah,

Saudara tidak perlu kuatir dengan kondisi alam semesta. Peristiwa dua ribu tahun lalu, saat Isa Al-Masih ada dalam perut bumi, bumi tetap dalam peredarannya dan tidak ada tabrakan antar galaxy, bukan? Kami kira hal itu hanya sebagai upaya untuk mengingkari kemahakuasaan Allah. Jelas, Isa Al-Masih telah menyatakan keistimewaan-Ny a dibandingkan siapapun di dunia ini. Nah, bila Isa Al-Masih adalah suci -- dan hanya Allah yang suci -- maka siapakah Dia sesungguhnya? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# Staff Isa dan Islam 2014-06-28 19:52
~
Salam Sdr. Fajar,

Kami berterimakasih atas kesediaan saudara mengunjungi situs kami juga memberikan komentar. Namun maaf, dengan terpaksa kami harus menghapus komentar-koment ar saudara karena tidak sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan.

Adapun ketentuan dalam memberikan komentar pada situs ini antara lain:

Pedoman wajib untuk memasukkan komentar:
1. Tidak boleh memakai lebih dari satu kolom komentar.
2. Pertanyaan/masu kan harus berhubungan dengan uraian diatas.
3. Sebaiknya satu atau dua pertanyaan dalam satu kolom komentar.
4. Hanya menggunakan bahasa Indonesia yang umum dan dimengerti semua orang.
5. Tidak memakai singkatan-singk atan, misalnya yg, dlm, sdh, tdk, dlsbgnya.
6. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
7. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.

Untuk pertanyaan/masu kan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .
Kiranya petunjuk-petunj uk di atas dapat kita perhatikan.

Demikian, kiranya saudara dapat maklum.
~
Salma
# Hamba Allah 2014-06-29 17:48
~
Begitu ya? Tidak perlu khawatir kalau sang pencipta saja mati bagaimana alam semesta harusnya sudah hancur? Bukankah Bapa dan Yesus satu? Nah, kalau Yesus memang berada di dalam perut bumi dan Dia mati telah dinyatakan dalam Injil dan baru dibangkitkan setelah 3 hari kematian, sekali lagi Bapa dan Yesus mereka satu, ketika mengalami mati maka Bapa dan Yesus mati? Benar? Apa yang dilakukan kedua pribadi ini ketika keduanya saja mati? Tuhan dengan 2 pribadi ini telah mati selama 3 hari. Apa itu yang disebut Tuhan yang Maha kekal? Seperti itukah Tuhanmu?
# Staff Isa dan Islam 2014-06-30 06:22
~
Saudara Hamba Allah,

Menilai Allah dari perspektif manusia yang terbatas, maka yang timbul adalah pemahaman yang keliru. Seharusnya kita menilai dari perspektif Allah yang mahakuasa. Bapa dan Isa Al-Masih adalah satu berbicara tentang hakikat-Nya adalah Allah. Tentu ini tidak dapat diabaikan. Bukan berarti Bapa mati, yang mati adalah tubuh jasmani Isa Al-Masih. Tetapi hakikat-Nya (Allah) tidak pernah mati. Nah, untuk memahami hal ini lebih jelas, silakan saudara mengunjungi link http://tinyurl.com/d2k6hcw
~
Solihin
# perempuan 2014-08-06 09:16
~
Langsung tidak berarti harus hadir menjelma sebagai manusia. Allah itu Maha Besar, Maha Mulia. Dia tidak perlu menjelma menjadi mahluk hina bernama manusia, hanya untuk bicara pada hamba-Nya. Allah bicara langsung hanya memperdengarkan suara (Qs 7:143).

Berkatalah Musa: "Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau". Tuhan berfirman: Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku". Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: "Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang ertama-tama beriman".
# Staff Isa dan Islam 2014-08-06 10:21
~
Salam Sdr. Perempuan,

Kami mengerti keberatan saudara perihal Allah mengambil rupa dalam bentuk tubuh manusia. Sebab jelas tidak dapat dimengerti mengapa Allah mau menjadi manusia, bukan? Tetapi perkenankan kami bertanya? Saudara mengatakan bahwa Allah besar, jika Dia maha besar tentu Dia juga Allah yang maha kuasa, bukan? Jika benar Allah maha kuasa, sanggupkah Dia menjadi manusia?

Ketika Dia menjadi manusia, lantas bukan berarti Allah lebih dari satu. Dia tetap esa dalam keberadaan-Nya dan hakikatnya.
~
Salma
# robert 2014-09-10 23:52
~
Saudara Robert,

Tanggapan anda tentang ayat ini? Yahya 17:3 menyebutkan: "inilah hidup yang kekal, yaitu supaya mereka mengenal engkau, Allah yang esa, dan Yesus Kristus yang telah engkau suruhkan itu" Jadi, Yesus Kristus itu pesuruh Allah?

Dan juga ayat ini. Matius 27:46. Ayat tersebut menyebutkan: "Maka sekira-kira pukul tiga itu berserulah Yesus dengan suara yang nyaring katanya: 'Eli, Eli lama sabakhtani" artinya: "Ya Tuhan, apakah sebabnya Engkau meninggalkan aku" Tidak mengerti. Katanya Yesus adalah Tuhan, tapi koq Yesus bicara begitu.
# Staff Isa dan Islam 2014-09-11 15:03
~
Saudara Robert,

Sangat baik bila saudara membaca keseluruhan perikop itu agar saudara mengerti dengan benar konteksnya. Sebab Injil, Rasul Besar Yohanes 17:5 menyatakan, "Dan sekarang, ya Bapa, permuliakanlah Aku di hadirat-Mu sendiri dengan kemuliaan yang sudah ada pada-Ku di hadirat-Mu sebelum ada dunia ini."

Perhatikan! Isa Al-Masih meminta Bapa (Allah) supaya mempermuliakan Isa Al-Masih. Kemudian Isa Al-Masih telah memiliki kemuliaan sebelum dunia ada. Tentu ini menjadi satu pertanyaan, bukan? Mengapa Isa Al-Masih sudah memiliki kemuliaan sebelum dunia ada? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# hamba allah 2014-09-11 22:19
~
Sesungguhnya Al-Masih, Isa putra Maryam Itu adalah utusan Allah dan (yang terjadi dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam dan (dengan tiupan) roh daripada-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan Janganlah kamu mengatakan: (Tuhan Itu) tiga." (An Nisaa: 171) sudah jelaskah?
# Staff Isa dan Islam 2014-09-11 23:02
~
Salam Sdr. Hamba Allah,

Kami sangat memahami jika saudara sulit untuk menerima tetang Pribadi Allah yang rela mengambil rupa dalam bentuk tubuh manusia.

Isa Al-Masih pernah berkata “....Baik Aku, maupun Bapa-Ku tidak kamu kenal. Jikalau sekiranya kamu mengenal Aku, kamu mengenal juga Bapa-Ku." (Injil Rasul Besar Yohanes 8:19). Ayat ini hendak menegaskan, jika umat manusia tidak mengenal Allah dengan benar tentu ia juga tidak akan mengenal Isa Al-Masih.

Sebab Isa Al-Masih datang ke dunia sudah diramalkan ratusan tahun sebelum Ia menggenapinya. Jadi jelas, bahwa tidak ada Tuhan lebih dari satu. tuhan itu esa dan Dialah Tuhan yang datang dalam Pribadi Isa Al-Masih untuk memberikan nyawa-Nya sebagai ganti keberdosaan manusia.
~
Salma
# hamba allah 2014-09-12 10:40
~
Al-Quran telah menegaskan kufurnya doktrin Trinitas dan mengancam para penganutnya dengan azab yang pedih. "Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, Padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih" (Qs 5:73).
# Staff Isa dan Islam 2014-09-13 10:34
~
Salam Sdr. Hamba Tuhan,

Saudara Hamba Allah, apakah saudara tahu latar belakang penulisan ayat tersebut?

Dan lagi, tuduhan umat Muslim itu salah jika ditujukan kepada para pengikut Isa Al-Masih. umat Nasrani hanya percaya kepada Allah yang esa.
~
Salma
# hamba allah 2014-09-13 22:41
~
Baiklah, saya mengerti sekarang. Namun, saya ingin tanya kenapa perlu adanya penyaliban "Tuhan" untuk menghapus keberdosaan manusia?
# Staff Isa dan Islam 2014-09-17 10:25
~
Saudara Hamba Allah,

Kami kira topik yang saudara tanyakan tidak sesuai dengan artikel di atas. Bila saudara ingin mendiskusikan hal itu, ada baiknya bila saudara mengunjungi link ini http://tinyurl.com/bs83yhy. Terimakasih.
~
Solihin
# Staff Isa dan Islam 2014-09-23 20:28
~
Saudara Hamba Allah dan Semua Pengunjung Situs, 

Terimakasih untuk kesediaan saudara mengunjungi dan memberikan komentar pada situs kami. Tentu kami menghargai hal itu. Kami tidak ingin membuang waktu saudara dalam sebuah diskusi yang tidak sesuai dengan topik di atas. Tentu sangat baik bila kita mendalami setiap artikel sesuai topiknya, bukan?

Karena itu, kami terpaksa menghapus setiap komentar yang tidak sesuai dan melebihi satu kolom. Kiranya saudara memaklumi hal ini. Bila saudara memiliki pertanyaan atau tanggapan di luar topik ini, silakan kirimkan email ke:
~
Solihin
isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer

Isa Islam Dan Kaum Wanita

Click gambar di samping untuk artikel - artikel untuk wanita Muslim


 

www.isaislamdankaumwanita.com