Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter

Mengapa Orang Kristen Memanggil Allah Sebagai “Bapa”?

Allah Sebagai Bapa Istilah "Bapa" menunjukkan hubungan Tuhan dengan dunia. Terutama hubungan-Nya dengan orang-orang yang menyerahkan diri kepada-Nya. Seperti "Bapa," Dia adalah pencipta, penanggung-jawab, penjaga dan pemberi.

Di sini “Bapa” diartikan dalam bahasa kiasan, bukan arti biologis. Dalam cara yang manapun, Allah bukanlah seorang ayah dalam arti biologis kepada siapa pun.

Allah Adalah Bapa Yang Sempurna

Allah adalah Bapa yang tidak pernah berubah. Segala yang dilakukan-Nya untuk kebaikan anak-anak-Nya. “Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran” (Injil, Surat Yakobus 1:17).

Allah juga adalah Bapa yang setia. Dia tidak pernah mengubah atau ingkar pada janji-Nya. Sebagai anak-anak-Nya, kita dapat bergantung sepenuhnya pada-Nya. “. . . . Allah yang setia, dengan tiada kecurangan, adil dan benar Dia” (Taurat, Kitab Ulangan 32:4).

Tuhan juga mengajar kita layaknya seorang bapa. Dia rindu kita menjadi orang benar seperti halnya Dia. “Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah ; sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa” (Kitab Ayub 5:17).

Demikianlah Alkitab menjelaskan tentang sifat dan Pribadi Allah. Sayangnya, umat Muslim cenderung mengartikan hubungan Allah sebagai Bapa dengan umat-Nya dalam arti literal (arti sebenarnya), bukan harafiah (arti kiasan).

Sebagai “Hamba” atau “Abdi” Allah?

Islam tidak mengenal hubungan Tuhan dengan umat-Nya, layaknya hubungan bapa dan anak. Islam menginterpretasikan hubungan Tuhan dengan umat-Nya, layaknya hubungan majikan dan abdinya. Itulah sebabnya Islam menyukai nama: Abdullah atau Abdul yang artinya adalah hamba Allah.

Terdapat beberapa ayat Al-Quran yang mendukung konsep, umat Islam sebagai hamba Allah, “Dan Dialah yang berkuasa atas sekalian hamba-hamba-Nya” (Qs 6:18); “Katakanlah: ‘Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu’” (Qs 39:10); “Katakanlah: ‘Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus ada dari rahmat Allah’” (Qs 39:53).

Umat Islam menyukai sebutan sebagai hamba Allah. Tetapi umat Kristen lebih senang disebut sebagai anak-anak Allah.

Diangkat dari Perbudakan Dosa Menjadi Anak Allah

Kitab Injil menjelaskan, ketika seseorang menerima Isa al-Masih sebagai penyelamatnya, maka Tuhan serentak menjadi bapanya. Dia diadopsi menjadi bagian dari keluarga surgawi. “Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah” (Injil, Surat Galatia 4:7)

Dengan suka cita orang Kristen melayani Tuhan sebagai abdi. Namun Allah tidak pernah melihatnya sebagai abdi. Melainkan seperti anak-anak-Nya sendiri, laki-laki dan perempuan.

Warisan Sebagai Anak-Anak Allah?

Sebagai anak-anak Allah, kita mewarisi hadiah yang baik dan sempurna! Kenyataan kedudukan sebagai anak Allah sangat istimewa bagi pengikut Isa Al-Masih. Mereka telah diadopsi menjadi anak Allah dan berhak sebagai ahli waris surgawi. “Bapa-Ku, yang telah memberikan mereka [pengikut Isa] kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun yang tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:29).

Tuhan Rindu Menjadi Bapa Anda!

Allah Bapa rindu mengadopsi anda menjadi keluarga-Nya! Dia mencintai anda dan mengirim Isa Al-Masih ke dunia untuk membuka jalan. Sehingga Dia bisa berada dalam sebuah hubungan, yaitu sebagai Bapa anda sampai kekekalan.

Isa Al-Masih memungkinkan hal ini terjadi dengan mengorbankan diri-Nya bagi anda. Inilah bukti kasih Allah bagi setiap kita. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya [Kiasan untuk Kalimat Allah, Isa Al-Masih] yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).

[Staf Isa dan Islam – Apakah saudara rindu mempelajari bagaimana menjadi anak Allah? Silakan membaca artikel yang kami siapkan mengenai topik ini.]

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Berhubung banyak komentar yang masih belum kami balas, untuk sementara komentar tidak diterima.

Comments  

# Taufik 2010-07-13 15:15
*
Maksud kiasan itu seperti apa? Apa Bapa itu Tuhan-mu? Roh Kudus itu siapa? Putra Bapa? Yesus? Jadi berapa orang Tuhan-mu?

Kalau Dia jamak, artinya Tuhan-mu lebih dari satu. Dan itu tidak sesuai dengan statement yang anda berikan di artikel lain.
# Staff Isa dan Islam 2010-07-17 01:36
~
Saudara Taufik, tujuan utama uraian di atas adalah menjawab mengapa orang Kristen memanggil Allah “Bapa”. Isa Al-Masih mengajar pengikut-Nya memakai istilah ini. Orang yang menerima Isa Al-Masih sebagai Juruselamat menjadi “anak Allah.” “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya” (Injil, Rasul Yohanes 1:12) Sebagai “anak-anak Allah,” orang percaya berhak memanggil Allah “Bapa.”

Jikalau Saudara mempunyai banyak pertanyaan mengenai Allah Tri-Tunggal, Saudara bisa berpindah ke bagian Tanya Jawabp ada situs kami, dan membuka artikel: Tau hid Islam dan Kristen.

Saudara akan mendapati banyak uraian tentang Allah Tri-Tunggal, yang mungkin akan menolong Saudara.
~
JG
# turob djuhani 2010-08-20 15:24
*
Jika demikian, anak Allah itu sangat banyak jumlahnya.

Bukan Yesus saja, tapi seluruh orang Kristen yang masih hidup, maupun yang sudah meninggal.
# Ryan 2012-03-13 18:27
*
Quoting Taufik:
*
Maksud kiasan itu seperti apa? Apa Bapa itu Tuhan-mu? Roh Kudus itu siapa? Putra Bapa? Yesus? Jadi berapa orang Tuhan-mu?

Kalau Dia jamak, artinya Tuhan-mu lebih dari satu. Dan itu tidak sesuai dengan statement yang anda berikan di artikel lain.


Kami hanya mempercayai 1 Tuhan, Allah Tritunggal. Bapa, bukan secara biologis, melainkan bahwa Isa Al-Masih adalah 1 dari 3 oknum dalam Tuhan. Allah adalah pencipta, Roh kudus adalah Penghibur, dan Isa adalah Penyelamat dan Penolong. Semua menjadi 1 dalam Tuhan yang kami percaya, Allah Tritunggal.
# Staff Isa dan Islam 2012-03-14 11:05
~
Saudara Ryan,

Terimakasih untuk penjelasan yang telah saudara berikan. Semoga penjelasan saudara dapat menjadi pencerahan bagi saudara Taufik atas pertanyaannya.
~
SO
# Bagas 2012-12-11 11:05
*
Admin yang baik,

Jika Yesus adalah sang Anak, siapakah sang Bapa?
# Staff Isa dan Islam 2012-12-13 12:32
~
Saudara Bagas yang baik,

Sebelum kami menjawab pertanyaan saudara, hal pertama yang ingin kami sampaikan bahwa kata “anak” yang ditujukan bagi Yesus bukan “anak” dalam arti sesungguhnya. Tetapi “anak” dalam arti figuratif/kiasa n. Sama halnya seperti: Anak pribumi, ibu pertiwi, daun pintu dll.

Yesus disebut sebagai Anak Allah, karena Ia dengan sempurna menyatakan Allah kepada manusia. Juga menjelaskan kehendak dan sifat Allah kepada manusia dan menyatakan kasih, kesucian, dan keselamatan dari Allah bagi manusia.

Namun Yesus dan Allah bukanlah dua pribadi yang berbeda. Dia adalah Kalimat Allah yang tidak terbatas sebagaimana halnya Allah. Datang ke dunia dalam wujud manusia dan dikenal dengan nama Yesus Kristus/Isa Al-Masih.

“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1; 14)
~
SO
# al 2012-12-11 11:53
*
Sebenarnya ini hanya beda konsep pemahaman saja, bila Kristen mengenal hubungan Tuhan dengan umat-Nya layaknya Bapak dan Anak, maka hubungan umat Islam dengan Allah layaknya “kekasih.”

Bicara tentang kekasih identik dengan cinta dan saling berkasih sayang. Mereka mencintai Allah, dan Allah mencintai mereka, “Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai Allah.” (QS 5:54) “Katakanlah jika kalian mencintai Allah maka ikutilah aku (Muhammad) maka Allah SWT pasti akan mencintai kalian.” (QS. 3:31). Siapa yang mendapat kecintaan Allah, ia akan mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Bila Islam menginterpretas ikan hubungan Tuhan dengan umat-Nya, layaknya hubungan hamba dengan abdinya, maka Kristen layaknya seperti Gembala dengan domba-dombanya.
# Staff Isa dan Islam 2013-01-13 16:14
~
Saudara Al,

Menurut yang kami pelajari, tidak ada cinta kasih yang lebih besar dari cinta kasih yang diberikan Tuhan orang Kristen kepada umat-Nya. Misalnya tentang keselamatan sorgawi. Tuhan umat Muslim menyerahkan sepenuhnya masalah keselamatan sorgawi kepada umat-Nya. Seakan Dia tidak perduli bagaimana nasib mereka di akhir zaman.

Bahkan Dia berkata, “Dan tidak ada seorangpun daripadamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan” (Qs 19:71).

Bandingkan bagaimana Tuhan yang disembah oleh orang Kristen rela merendahkan diri-Nya demi menyebabkan umat ciptaa-Nya, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).

Pengorbanan Kalimatullah, yaitu Isa Al-Masih di kayu salib adalah bukti bahwa Allah begitu mengasihi manusia. Dan tidak menginginkan mereka binasa karena dosa.

Adalah lebih baik hubungan Gembala dengan dombanya, daripada tuan dengan budaknya. Firman Allah berkata, “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:11).

“Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku”
(Injil, Rasul Besar Yohanes 10:14).
~
SO
# libertus 2012-12-16 19:19
*
Dalam konsep memanggil Tuhan dengan sebutan Bapa adalah hal yang pantas dilakukan. Karena kita adalah anak-anak terang dan kita diselamatkan dari kegelapan oleh Bapa yang baik.
# believer 2012-12-24 11:51
*
Inilah salah satu tanda bahwa seseorang diurapi Roh Kudus yaitu memanggil Allah dengan sebutan "Bapa".
# Abdullah 2013-01-21 19:52
*
Staf Isa dan Islam,

Baca ini:
Sahut Yesus : Aku Yesus anak Maryam . . . Meminta supaya penghormatan dan pemuliaan tidak diberikan melainkan kepada Allah . . .
Akan tetapi, ketika aku diambil Allah dari dunia, Setan akan membangunkan sekali lagi percobaan yang terkutuk ini, yaitu ia akan membawa orang yang tidak takut kepada Tuhan mempercayai bahwa aku Allah dan anak Allah. . . (Barnabas: 96)

". . .Tatkala orang sudah memanggil aku Allah dan anak Allah sedang aku di dunia tidak demikian. . “ (Barnabas:220)

". . .Maka sebab itu dikotorilah perkataanku dan ajaranku. . ." (Barnabas:96)

"Dan ini akan tinggal tetap hingga datang Muhammad, utusan Allah, yang jika ia datang membukakan penipuan ini kepada orang-orang beriman kepada hukum-hukum Tuhan. " (Barnabas:220)

Fakta kebenaran!
# Staff Isa dan Islam 2013-01-24 13:59
~
Dalam sebuah persidangan, biasanya baik terdakwa maupun pelapor selalu diminta mengajukan saksi. Setiap saksi diminta mengemukakan fakta yang mereka ketahui sehubungan dengan perkara tersebut. Dari setiap informasi yang disampaikan oleh para saksi, hakim akan menyimpulkan manakah fakta yang benar dan mana fakta yang salah.

Setiap orang dapat memberi kesaksian. Tetapi tidak setiap kesaksian adalah fakta kebenaran!

Saudara Abdullah, apa yang dikatakan dalam Injil Barbanas seperti yang saudara kutip di atas bukanlah fakta kebenaran. Bukan hanya kami orang Kristen yang menolak fakta tersebut sebagai fakta kebenaran, tetapi ajaran Islam juga mengatakan bahwa fakta yang disampaikan Barnabas bukanlah fakta kebenaran!

Fakta kebenaran adalah, bahwa Isa Al-Masih, Kalimatullah yang datang ke dunia dalam rupa manusia. Adalah satu-satunya Jalan Kebenaran dan Hidup. Hanya Dia yang dapat memberi jaminan keselamatan bagi setiap manusia termasuk saudara Abdullah.
~
SO
# Heru Budiarto 2013-01-24 07:37
*
Allah Bapa menyebut kita anak-anak Allah, menunjukankan bertapa indahnya hubungan antara Bapa dan anak. Sehingga dengan keakraban yang begitu mesra kita bisa berbicara secara terbuka kepada Allah seperti seorang anak meminta sesuatu kepada bapanya.

Ini yang membedakan Allah kita dengan Allah saudara-saudara Muslim. Semoga menjadi pemahaman yang benar tentang Allah.
# Bagas 2013-01-26 11:52
*
“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1; 14)

Siapakah Bapa dalam ayat itu?
# Staff Isa dan Islam 2013-01-29 10:42
~
Bapa dalam ayat tersebut adalah Allah. Tuhan Pencipta alam semesta!
~
SO