Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter
Cetak

Mengapa Orang Kristen Memanggil Allah Sebagai “Bapa”?

Allah Sebagai Bapa Istilah "Bapa" menunjukkan hubungan Tuhan dengan dunia. Terutama hubungan-Nya dengan orang-orang yang menyerahkan diri kepada-Nya. Seperti "Bapa," Dia adalah pencipta, penanggung-jawab, penjaga dan pemberi.

Di sini “Bapa” diartikan dalam bahasa kiasan, bukan arti biologis. Dalam cara yang manapun, Allah bukanlah seorang ayah dalam arti biologis kepada siapa pun.

Allah Adalah Bapa Yang Sempurna

Allah adalah Bapa yang tidak pernah berubah. Segala yang dilakukan-Nya untuk kebaikan anak-anak-Nya. “Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran” (Injil, Surat Yakobus 1:17).

Allah juga adalah Bapa yang setia. Dia tidak pernah mengubah atau ingkar pada janji-Nya. Sebagai anak-anak-Nya, kita dapat bergantung sepenuhnya pada-Nya. “. . . . Allah yang setia, dengan tiada kecurangan, adil dan benar Dia” (Taurat, Kitab Ulangan 32:4).

Tuhan juga mengajar kita layaknya seorang bapa. Dia rindu kita menjadi orang benar seperti halnya Dia. “Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah ; sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa” (Kitab Ayub 5:17).

Demikianlah Alkitab menjelaskan tentang sifat dan Pribadi Allah. Sayangnya, umat Muslim cenderung mengartikan hubungan Allah sebagai Bapa dengan umat-Nya dalam arti literal (arti sebenarnya), bukan harafiah (arti kiasan).

Sebagai “Hamba” atau “Abdi” Allah?

Islam tidak mengenal hubungan Tuhan dengan umat-Nya, layaknya hubungan bapa dan anak. Islam menginterpretasikan hubungan Tuhan dengan umat-Nya, layaknya hubungan majikan dan abdinya. Itulah sebabnya Islam menyukai nama: Abdullah atau Abdul yang artinya adalah hamba Allah.

Terdapat beberapa ayat Al-Quran yang mendukung konsep, umat Islam sebagai hamba Allah, “Dan Dialah yang berkuasa atas sekalian hamba-hamba-Nya” (Qs 6:18); “Katakanlah: ‘Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu’” (Qs 39:10); “Katakanlah: ‘Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus ada dari rahmat Allah’” (Qs 39:53).

Umat Islam menyukai sebutan sebagai hamba Allah. Tetapi umat Kristen lebih senang disebut sebagai anak-anak Allah.

Diangkat dari Perbudakan Dosa Menjadi Anak Allah

Kitab Injil menjelaskan, ketika seseorang menerima Isa al-Masih sebagai penyelamatnya, maka Tuhan serentak menjadi bapanya. Dia diadopsi menjadi bagian dari keluarga surgawi. “Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah” (Injil, Surat Galatia 4:7)

Dengan suka cita orang Kristen melayani Tuhan sebagai abdi. Namun Allah tidak pernah melihatnya sebagai abdi. Melainkan seperti anak-anak-Nya sendiri, laki-laki dan perempuan.

Warisan Sebagai Anak-Anak Allah?

Sebagai anak-anak Allah, kita mewarisi hadiah yang baik dan sempurna! Kenyataan kedudukan sebagai anak Allah sangat istimewa bagi pengikut Isa Al-Masih. Mereka telah diadopsi menjadi anak Allah dan berhak sebagai ahli waris surgawi. “Bapa-Ku, yang telah memberikan mereka [pengikut Isa] kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun yang tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:29).

Tuhan Rindu Menjadi Bapa Anda!

Allah Bapa rindu mengadopsi anda menjadi keluarga-Nya! Dia mencintai anda dan mengirim Isa Al-Masih ke dunia untuk membuka jalan. Sehingga Dia bisa berada dalam sebuah hubungan, yaitu sebagai Bapa anda sampai kekekalan.

Isa Al-Masih memungkinkan hal ini terjadi dengan mengorbankan diri-Nya bagi anda. Inilah bukti kasih Allah bagi setiap kita. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya [Kiasan untuk Kalimat Allah, Isa Al-Masih] yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).

[Staf Isa dan Islam – Apakah saudara rindu mempelajari bagaimana menjadi anak Allah? Silakan membaca artikel yang kami siapkan mengenai topik ini.]

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Add comment

Tolong memberi komentar yang tidak melanggar norma-norma. Kami berhak menghapus komentar yang kasar, mengejek, bersifat menyerang, dan tidak berhubungan dengan artikel di atas. Oleh sebab itu, kiranya dapat menggunakan bahasa yang jelas!

Pedoman wajib untuk memasukkan komentar:
1. Tidak boleh memakai lebih dari satu kolom komentar.
2. Pertanyaan/masukan harus berhubungan dengan uraian diatas.
3. Sebaiknya satu atau dua pertanyaan dalam satu kolom komentar.
4. Hanya menggunakan bahasa Indonesia yang umum dan dimengerti semua orang.
5. Tidak memakai singkatan-singkatan, misalnya yg, dlm, sdh, tdk, dlsbgnya.
6. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
7. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.

Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]
Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments  

# Taufik 2010-07-13 15:15
*
Maksud kiasan itu seperti apa? Apa Bapa itu Tuhan-mu? Roh Kudus itu siapa? Putra Bapa? Yesus? Jadi berapa orang Tuhan-mu?

Kalau Dia jamak, artinya Tuhan-mu lebih dari satu. Dan itu tidak sesuai dengan statement yang anda berikan di artikel lain.
# Staff Isa dan Islam 2010-07-17 01:36
~
Saudara Taufik, tujuan utama uraian di atas adalah menjawab mengapa orang Kristen memanggil Allah “Bapa”. Isa Al-Masih mengajar pengikut-Nya memakai istilah ini. Orang yang menerima Isa Al-Masih sebagai Juruselamat menjadi “anak Allah.” “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya” (Injil, Rasul Yohanes 1:12) Sebagai “anak-anak Allah,” orang percaya berhak memanggil Allah “Bapa.”

Jikalau Saudara mempunyai banyak pertanyaan mengenai Allah Tri-Tunggal, Saudara bisa berpindah ke bagian Tanya Jawabp ada situs kami, dan membuka artikel: Tau hid Islam dan Kristen.

Saudara akan mendapati banyak uraian tentang Allah Tri-Tunggal, yang mungkin akan menolong Saudara.
~
JG
# Staff Isa dan Islam 2010-07-17 01:40
~
Pedoman wajib untuk memasukkan comment-comment:

(1) Tidak boleh memakai lebih dari satu kotak.
(2) Pertanyaan / masukan harus berhubungan erat dengan uraian diatas.
(3) Sebaiknya satu atau dua pertanyaan dimasukan dalam satu comment.
(4) Masukan harus selalu sopan dan jangan agresif.
(5) Masukan tidak boleh memuat banyak bahasa lain, misalnya Bahasa Arab.
(6) Masukan harus dalam Bahasa Indonesia yang lazim dimengerti semua orang.
(7) Jangan memakai singkatan-singk atan, misalnya yg, dlm, sdh, tdk, dlsbgnya.
(8) Huruf besar tidak boleh dipakai untuk menekankan sesuatu.

Kami mempersilahkan Saudara mengemail untuk pertanyaan / comment yang majemuk. Kami senang menjawabnya.

Kiranya petunjuk-petunj uk diatas akan kita perhatikan.

Wassalam,
Jason Gilead
Staff, Isa dan Islam
# turob djuhani 2010-08-20 15:24
*
Jika demikian, anak Allah itu sangat banyak jumlahnya.

Bukan Yesus saja, tapi seluruh orang Kristen yang masih hidup, maupun yang sudah meninggal.
# Staff Isa dan Islam 2010-08-21 05:33
~
Sdr. Turob, bukan setiap orang Kristen dapat memanggil Allah sebagai Bapanya. Banyak orang Kristen yang adalah “Kristen Keturunan.” Mereka masuk agama Kristen karena orang tuanya Kristen, dan bukan karena ia beriman kepada Isa Al-Masih. Orang ini bukan orang Kristen yang sungguh, yang telah memiliki Allah sebagai Bapa-nya.

Hanya orang Kristen yang telah “lahir baru” dan menerima Isa Al-Masih sebagai Juruselamat pribadi, yang dapat memanggil Allah sebagai Bapanya.

Kami persilahkan Saudara memperhatikan ayat suci ini: "Semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya pada nama-Nya.” “Jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah, ...tidak dapat masuk kerajaan Allah." (Injil, Rasul Yohanes 1:12; 3:3, 5).
~
JG
# Ryan 2012-03-13 18:27
*
Quoting Taufik:
*
Maksud kiasan itu seperti apa? Apa Bapa itu Tuhan-mu? Roh Kudus itu siapa? Putra Bapa? Yesus? Jadi berapa orang Tuhan-mu?

Kalau Dia jamak, artinya Tuhan-mu lebih dari satu. Dan itu tidak sesuai dengan statement yang anda berikan di artikel lain.


Kami hanya mempercayai 1 Tuhan, Allah Tritunggal. Bapa, bukan secara biologis, melainkan bahwa Isa Al-Masih adalah 1 dari 3 oknum dalam Tuhan. Allah adalah pencipta, Roh kudus adalah Penghibur, dan Isa adalah Penyelamat dan Penolong. Semua menjadi 1 dalam Tuhan yang kami percaya, Allah Tritunggal.
# Staff Isa dan Islam 2012-03-14 11:05
~
Saudara Ryan,

Terimakasih untuk penjelasan yang telah saudara berikan. Semoga penjelasan saudara dapat menjadi pencerahan bagi saudara Taufik atas pertanyaannya.
~
SO
# Bagas 2012-12-11 11:05
*
Admin yang baik,

Jika Yesus adalah sang Anak, siapakah sang Bapa?
# Staff Isa dan Islam 2012-12-13 12:32
~
Saudara Bagas yang baik,

Sebelum kami menjawab pertanyaan saudara, hal pertama yang ingin kami sampaikan bahwa kata “anak” yang ditujukan bagi Yesus bukan “anak” dalam arti sesungguhnya. Tetapi “anak” dalam arti figuratif/kiasa n. Sama halnya seperti: Anak pribumi, ibu pertiwi, daun pintu dll.

Yesus disebut sebagai Anak Allah, karena Ia dengan sempurna menyatakan Allah kepada manusia. Juga menjelaskan kehendak dan sifat Allah kepada manusia dan menyatakan kasih, kesucian, dan keselamatan dari Allah bagi manusia.

Namun Yesus dan Allah bukanlah dua pribadi yang berbeda. Dia adalah Kalimat Allah yang tidak terbatas sebagaimana halnya Allah. Datang ke dunia dalam wujud manusia dan dikenal dengan nama Yesus Kristus/Isa Al-Masih.

“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1; 14)
~
SO
# al 2012-12-11 11:53
*
Sebenarnya ini hanya beda konsep pemahaman saja, bila Kristen mengenal hubungan Tuhan dengan umat-Nya layaknya Bapak dan Anak, maka hubungan umat Islam dengan Allah layaknya “kekasih.”

Bicara tentang kekasih identik dengan cinta dan saling berkasih sayang. Mereka mencintai Allah, dan Allah mencintai mereka, “Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai Allah.” (QS 5:54) “Katakanlah jika kalian mencintai Allah maka ikutilah aku (Muhammad) maka Allah SWT pasti akan mencintai kalian.” (QS. 3:31). Siapa yang mendapat kecintaan Allah, ia akan mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Bila Islam menginterpretas ikan hubungan Tuhan dengan umat-Nya, layaknya hubungan hamba dengan abdinya, maka Kristen layaknya seperti Gembala dengan domba-dombanya.
# Staff Isa dan Islam 2013-01-13 16:14
~
Saudara Al,

Menurut yang kami pelajari, tidak ada cinta kasih yang lebih besar dari cinta kasih yang diberikan Tuhan orang Kristen kepada umat-Nya. Misalnya tentang keselamatan sorgawi. Tuhan umat Muslim menyerahkan sepenuhnya masalah keselamatan sorgawi kepada umat-Nya. Seakan Dia tidak perduli bagaimana nasib mereka di akhir zaman.

Bahkan Dia berkata, “Dan tidak ada seorangpun daripadamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan” (Qs 19:71).

Bandingkan bagaimana Tuhan yang disembah oleh orang Kristen rela merendahkan diri-Nya demi menyebabkan umat ciptaa-Nya, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).

Pengorbanan Kalimatullah, yaitu Isa Al-Masih di kayu salib adalah bukti bahwa Allah begitu mengasihi manusia. Dan tidak menginginkan mereka binasa karena dosa.

Adalah lebih baik hubungan Gembala dengan dombanya, daripada tuan dengan budaknya. Firman Allah berkata, “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:11).

“Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku”
(Injil, Rasul Besar Yohanes 10:14).
~
SO
# libertus 2012-12-16 19:19
*
Dalam konsep memanggil Tuhan dengan sebutan Bapa adalah hal yang pantas dilakukan. Karena kita adalah anak-anak terang dan kita diselamatkan dari kegelapan oleh Bapa yang baik.
# believer 2012-12-24 11:51
*
Inilah salah satu tanda bahwa seseorang diurapi Roh Kudus yaitu memanggil Allah dengan sebutan "Bapa".
# Abdullah 2013-01-21 19:52
*
Staf Isa dan Islam,

Baca ini:
Sahut Yesus : Aku Yesus anak Maryam . . . Meminta supaya penghormatan dan pemuliaan tidak diberikan melainkan kepada Allah . . .
Akan tetapi, ketika aku diambil Allah dari dunia, Setan akan membangunkan sekali lagi percobaan yang terkutuk ini, yaitu ia akan membawa orang yang tidak takut kepada Tuhan mempercayai bahwa aku Allah dan anak Allah. . . (Barnabas: 96)

". . .Tatkala orang sudah memanggil aku Allah dan anak Allah sedang aku di dunia tidak demikian. . “ (Barnabas:220)

". . .Maka sebab itu dikotorilah perkataanku dan ajaranku. . ." (Barnabas:96)

"Dan ini akan tinggal tetap hingga datang Muhammad, utusan Allah, yang jika ia datang membukakan penipuan ini kepada orang-orang beriman kepada hukum-hukum Tuhan. " (Barnabas:220)

Fakta kebenaran!
# Staff Isa dan Islam 2013-01-24 13:59
~
Dalam sebuah persidangan, biasanya baik terdakwa maupun pelapor selalu diminta mengajukan saksi. Setiap saksi diminta mengemukakan fakta yang mereka ketahui sehubungan dengan perkara tersebut. Dari setiap informasi yang disampaikan oleh para saksi, hakim akan menyimpulkan manakah fakta yang benar dan mana fakta yang salah.

Setiap orang dapat memberi kesaksian. Tetapi tidak setiap kesaksian adalah fakta kebenaran!

Saudara Abdullah, apa yang dikatakan dalam Injil Barbanas seperti yang saudara kutip di atas bukanlah fakta kebenaran. Bukan hanya kami orang Kristen yang menolak fakta tersebut sebagai fakta kebenaran, tetapi ajaran Islam juga mengatakan bahwa fakta yang disampaikan Barnabas bukanlah fakta kebenaran!

Fakta kebenaran adalah, bahwa Isa Al-Masih, Kalimatullah yang datang ke dunia dalam rupa manusia. Adalah satu-satunya Jalan Kebenaran dan Hidup. Hanya Dia yang dapat memberi jaminan keselamatan bagi setiap manusia termasuk saudara Abdullah.
~
SO
# Heru Budiarto 2013-01-24 07:37
*
Allah Bapa menyebut kita anak-anak Allah, menunjukankan bertapa indahnya hubungan antara Bapa dan anak. Sehingga dengan keakraban yang begitu mesra kita bisa berbicara secara terbuka kepada Allah seperti seorang anak meminta sesuatu kepada bapanya.

Ini yang membedakan Allah kita dengan Allah saudara-saudara Muslim. Semoga menjadi pemahaman yang benar tentang Allah.
# Bagas 2013-01-26 11:52
*
“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1; 14)

Siapakah Bapa dalam ayat itu?
# Staff Isa dan Islam 2013-01-29 10:42
~
Bapa dalam ayat tersebut adalah Allah. Tuhan Pencipta alam semesta!
~
SO
# Bagas 2013-01-30 09:25
*
Quoting Staff Isa dan Islam:
~
Bapa dalam ayat tersebut adalah Allah. Tuhan Pencipta alam semesta!
~
SO

Kalau begitu Allah sudah ada tanpa harus ada Yesus benar bukan?
# Staff Isa dan Islam 2013-01-31 16:18
~
Allah dan Kalimat-Nya (Yesus) adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Sebagaimana saudara Bagas dengan suara saudara sendiri tentu tidak dapat dipisahkan. Karena bila suara saudara tidak ada, maka ada sesuatu yang salah yang perlu diperbaiki bukan?

Demikianlah antara Allah dan Yesus. Kitab suci menuliskan bahwa Allah dan Yesus adalah kekal adanya. "Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa" (Injil, Kitab Wahyu 1:8)

"Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir" (Injil, Kitab Wahyu 22:13)

“Aku dan Bapa adalah satu" (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30).
~
SO
# yns84 2013-01-31 08:40
*
Panggilan BAPA merupakan gambaran betapa Allah mengasihi kita selayaknya seorang ayah kepda anaknya. Bukankah memang Dia Maha Pengasih.

Sebelum zaman Yesus, manusia hidup di bawah hukum, sehingga orang melakukan kehendak Tuhan karena takut dihukum. Tapi setelah zaman Yesus orang dibawah kasih karunia, jadi mereka melakukan kehendak Tuhan karena memang mau sebagai ekspresi cinta kepada Bapa.

jadi, setelah Yesus jangan ada manusia yang mau membawa lagi ke zaman hidup dibawah hukum seperti banyak yang kita temui di zaman ini. Terimakasih.
# Bagas 2013-02-01 09:51
*
Admin yang baik.

Terimakasih sebelumnya, tapi anda memposting ayat Wahyu padahal itu sudah terlepas dari Injil, eliminasi saja ya.

Kedua, "Aku dan Bapa adalah satu" satu apa? Coba diposting satu perikop, saya akan dengan senang hati membacanya.

Kenyataannya Kehadiran Allah tanpa Yesus, dan Kehadiran Roh Kudus tanpa Allah dan Yesus pun pernah terjadi. Ingat kejadian burung merpati.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-27 16:19
~
Saudara Bagas,

Pertama: Bila saudara membaca Alkitab, maka saudara akan melihat bahwa Kitab Wahyu adalah bagian dari Alkitab. Jadi tidak perlu ada eliminasi. Saran kami, silakan membaca kembali artikel-artikel atau buku-buku yang membahas tentang Injil/Alkitab, sehingga saudara mempunyai pengetahuan yang benar.

Kedua: Saat ini banyak terdapat Alkitab online. Daripada kami harus memposting hanya satu perikp saja di sini, akan lebih baik bila saudara membaca langsung. Menurut kami itu jauh lebih jelas bagi saudara dibanding hanya membaca satu perikop.

Ketiga: Kehadiran mereka bertiga, adalah bukti bahwa baik Allah, Yesus, dan Roh Kudus adalah tiga oknum dalam satu kesatuan. Silakan pelajari lagi artikel yang membaca tentang Tri-Tunggal Allah.
~
SO
# Hulondhalangi 2013-02-22 16:13
*
Konsep ketuhanan kristen itu membingungkan, kalo Bapa berarti Tuhan itu Pria. Tuhan juga bisa dikalahkan oleh Yakub (moyangnya Yesus). Bahkan Tuhan berbicara dengan Abraham di tenda. Tidak masuk akal. Hanya Islam agama yang paling masuk akal selebihnya dongeng.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-27 16:20
~
Saudara Hulondhalangi,

Pada artikel di atas sudah dijelaskan mengapa orang Kristen memanggil sesembahannya dengan sebutan 'Bapa'. Silakan saudara membaca kembali artikel tersebut dengan cermat. Karena di sana jawaban atas pertanyaan saudara sudah tersedia.

Kami tidak heran saudara mengatakan Islam agama yang masuk akal. Sebab umumnya umat Muslim melihat Tuhan mereka hanya sebatas akal/logika manusia saja. Jelas berbeda dengan sesembahan orang Kristen. Kami menyembah Tuhan yang Agung, Tuhan yang tidak dibatasi oleh akal dan logika manusia.
~
SO
# air bening 2013-05-19 12:24
*
Bukan karena kasih-Nya kepada manusia, tapi kasih-Nya kepada-Nya. Yang terkemuka di dunia dan akhirat, ya betul, tapi bukan sebagai Tuhan. Ia sudah ada sebelum Ia ada, ya bener, tapi tidak diperanakan.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-20 10:51
~
Maaf saudara Air Bening, kami kurang mengerti dengan komentar saudara di atas.

Apakah maksud saudara menuliskan “Bukan karena kasih-Nya kepada manusia, tapi kasih-Nya kepada-Nya?”

Menurut saudara, apakah ada manusia yang layak disebut terkemuka di dunia dan di akhirat dalam waktu yang bersamaan? Dan apakah saudara mengerti arti kalimat “Ia sudah ada sebelum Ia ada” yang saudara tulis di atas?

Hanya Allah saja yang berkuasa atas akhirat. Jadi, bila saudara mengaminkan Yesus terkemuka di akhirat, maka saudara juga seharusnya mengaminkan bahwa Dia adalah Tuhan!

“Ia sudah ada sebelum Ia ada” arti kalimat ini menyatakan bahwa Yesus kekal adanya. Sebab tidak ada masa dimana Dia mulai ada. Sebab, sebelum Dia menjadi manusia, Dia sudah ada dalam kekekalan.

Saran kami, silakan saudara mempelajari lebih lagi tentang Pribadi Yesus. Artikel pada link ini bisa membantu saudara: http://tinyurl.com/899uaqm.
~
SO
# Ipar Paulus 2014-02-24 14:21
Kembalilah kepada Ajaran Isa AS yang sebenarnya..
islam agama sempurna apabila anda mengikuti Isa AS..

Lupakan cerita Paulus yang hanya dongeng...
ketemu Roh..bla..bla.. terus percaya..Hebat sekali si Paulus ini Mendongeng...Da sar Jaman Dulu Penyembah Berhala
Jadilah Agama kristen yg sekarang..

Kemblilah kepada Isa AS Niscaya Kamu Ketemu Islam

salam..
# Haydar 2014-03-14 14:44
Salam.

Kalau begitu pertanyaan saya, apakah sosok Isa (as) adalah anak Tuhan secara 'biologis' atau anak dalam hal Yang Diberkahi oleh Tuhan ?

Kalau anak 'biologis' apa buktinya ? manusia saja ada tes DNA.
Kalau Yang Diberkahi berarti sama dengan konsep Islam akan Isa (as) yang merupakan Rasul, bukan ?

Konsep hamba dalam agama Islam . dri apa yng saya pahami, adalah sesuai dengan nama agama kami, Islam. yang artinya penyerahan diri. Dimana loyalitas kepada Tuhan adalah harga mati.
# Haydar 2014-03-14 14:48
Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,

(19:30)

Dari ayat itu saja, maka dapat disimpulkan JIKA DALAM ALKITAB ALLAH MENGGUNAKAN KATA 'ANAK-ANAK' UNTUK merujuk ke pengertian HAMBA. DAN DALAM AL-QUR'AN MENGGUNAKAN KATA 'HAMBA' UNTUK merujuk kepengertian ANAK2NYA.

saya punya asumsi :
1. Kesalahan penerjemahan Al-Kitab dari bahasa asalnya.
yang seharusnya diterjemahkan hamba menjadi anak. misal, dimalaysia kata 'BUDAK' itu berarti 'anak' di Indonesia.
2. Berbeda penekanan.
Dalam agama Kristen yang ditekankan adalah kasih sayang Tuhan pada umat-Nya (bani Israil bukan selainnya).
Sementara dalam Islam yang ditekankan adalah kesetiaan pada Tuhan.
# Haydar 2014-03-14 14:50
Orang yang dikasihi sayang oleh Tuhan belum tentu dia sayang sama Tuhan.
Tapi orang yang setia sama Tuhan pasti dikasih sayangi oleh TUHAN. Karena Tuhan tidak lah kejam sehingga mengabaikan kesetiaan hamba-Nya.

maaf bila ada kata2 yg menyinggung. ini semua pemahaman saya.
# Haydar 2014-03-14 15:01
2:29 Jikalau kamu tahu, bahwa Ia adalah benar, k kamu harus tahu juga, bahwa setiap orang, yang berbuat kebenaran, lahir dari pada-Nya.

Dari Injil sendiri, ada persyaratan khusus siapa yang pants disebut 'anak-anak Allah' (dalam pengertian harfiahnya). salah satunya berbuat yang benar. Artinya tidak semua orang kristiani diakui sebagai anak-anak Allah. TAPI SETIAP orang yang berbuat baik dan benar adalah anak-anak Allah.

dan jika dikatakan kepada Umat Islam bahwa kita tidak bisa disebut anak-anak Allah karena tidak mengakui Isa (as) tentu salah. karena umat Islam mengakui Isa tapi sebagai seorang Rasul Allah. kedudukan Isa (as) dalam agama Islam tidak bisa diragukan lagi kemuliaannya.
isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer

Isa Islam Dan Kaum Wanita

Click gambar di samping untuk artikel - artikel untuk wanita Muslim


 

www.isaislamdankaumwanita.com