Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter

Mengapa Orang Kristen Memanggil Allah Sebagai “Bapa”?

Allah Sebagai Bapa Istilah "Bapa" menunjukkan hubungan Tuhan dengan dunia. Terutama hubungan-Nya dengan orang-orang yang menyerahkan diri kepada-Nya. Seperti "Bapa," Dia adalah pencipta, penanggung-jawab, penjaga dan pemberi.

Di sini “Bapa” diartikan dalam bahasa kiasan, bukan arti biologis. Dalam cara yang manapun, Allah bukanlah seorang ayah dalam arti biologis kepada siapa pun.

Allah Adalah Bapa Yang Sempurna

Allah adalah Bapa yang tidak pernah berubah. Segala yang dilakukan-Nya untuk kebaikan anak-anak-Nya. “Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran” (Injil, Surat Yakobus 1:17).

Allah juga adalah Bapa yang setia. Dia tidak pernah mengubah atau ingkar pada janji-Nya. Sebagai anak-anak-Nya, kita dapat bergantung sepenuhnya pada-Nya. “. . . . Allah yang setia, dengan tiada kecurangan, adil dan benar Dia” (Taurat, Kitab Ulangan 32:4).

Tuhan juga mengajar kita layaknya seorang bapa. Dia rindu kita menjadi orang benar seperti halnya Dia. “Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah ; sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa” (Kitab Ayub 5:17).

Demikianlah Alkitab menjelaskan tentang sifat dan Pribadi Allah. Sayangnya, umat Muslim cenderung mengartikan hubungan Allah sebagai Bapa dengan umat-Nya dalam arti literal (arti sebenarnya), bukan harafiah (arti kiasan).

Sebagai “Hamba” atau “Abdi” Allah?

Islam tidak mengenal hubungan Tuhan dengan umat-Nya, layaknya hubungan bapa dan anak. Islam menginterpretasikan hubungan Tuhan dengan umat-Nya, layaknya hubungan majikan dan abdinya. Itulah sebabnya Islam menyukai nama: Abdullah atau Abdul yang artinya adalah hamba Allah.

Terdapat beberapa ayat Al-Quran yang mendukung konsep, umat Islam sebagai hamba Allah, “Dan Dialah yang berkuasa atas sekalian hamba-hamba-Nya” (Qs 6:18); “Katakanlah: ‘Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu’” (Qs 39:10); “Katakanlah: ‘Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus ada dari rahmat Allah’” (Qs 39:53).

Umat Islam menyukai sebutan sebagai hamba Allah. Tetapi umat Kristen lebih senang disebut sebagai anak-anak Allah.

Diangkat dari Perbudakan Dosa Menjadi Anak Allah

Kitab Injil menjelaskan, ketika seseorang menerima Isa al-Masih sebagai penyelamatnya, maka Tuhan serentak menjadi bapanya. Dia diadopsi menjadi bagian dari keluarga surgawi. “Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah” (Injil, Surat Galatia 4:7)

Dengan suka cita orang Kristen melayani Tuhan sebagai abdi. Namun Allah tidak pernah melihatnya sebagai abdi. Melainkan seperti anak-anak-Nya sendiri, laki-laki dan perempuan.

Warisan Sebagai Anak-Anak Allah?

Sebagai anak-anak Allah, kita mewarisi hadiah yang baik dan sempurna! Kenyataan kedudukan sebagai anak Allah sangat istimewa bagi pengikut Isa Al-Masih. Mereka telah diadopsi menjadi anak Allah dan berhak sebagai ahli waris surgawi. “Bapa-Ku, yang telah memberikan mereka [pengikut Isa] kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun yang tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:29).

Tuhan Rindu Menjadi Bapa Anda!

Allah Bapa rindu mengadopsi anda menjadi keluarga-Nya! Dia mencintai anda dan mengirim Isa Al-Masih ke dunia untuk membuka jalan. Sehingga Dia bisa berada dalam sebuah hubungan, yaitu sebagai Bapa anda sampai kekekalan.

Isa Al-Masih memungkinkan hal ini terjadi dengan mengorbankan diri-Nya bagi anda. Inilah bukti kasih Allah bagi setiap kita. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya [Kiasan untuk Kalimat Allah, Isa Al-Masih] yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).

[Staf Isa dan Islam – Apakah saudara rindu mempelajari bagaimana menjadi anak Allah? Silakan membaca artikel yang kami siapkan mengenai topik ini.]

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Berhubung banyak komentar yang masih belum kami balas, untuk sementara komentar tidak diterima.

Comments  

# Taufik 2010-07-13 15:15
*
Maksud kiasan itu seperti apa? Apa Bapa itu Tuhan-mu? Roh Kudus itu siapa? Putra Bapa? Yesus? Jadi berapa orang Tuhan-mu?

Kalau Dia jamak, artinya Tuhan-mu lebih dari satu. Dan itu tidak sesuai dengan statement yang anda berikan di artikel lain.
# Staff Isa dan Islam 2010-07-17 01:36
~
Saudara Taufik, tujuan utama uraian di atas adalah menjawab mengapa orang Kristen memanggil Allah “Bapa”. Isa Al-Masih mengajar pengikut-Nya memakai istilah ini. Orang yang menerima Isa Al-Masih sebagai Juruselamat menjadi “anak Allah.” “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya” (Injil, Rasul Yohanes 1:12) Sebagai “anak-anak Allah,” orang percaya berhak memanggil Allah “Bapa.”

Jikalau Saudara mempunyai banyak pertanyaan mengenai Allah Tri-Tunggal, Saudara bisa berpindah ke bagian Tanya Jawabp ada situs kami, dan membuka artikel: Tau hid Islam dan Kristen.

Saudara akan mendapati banyak uraian tentang Allah Tri-Tunggal, yang mungkin akan menolong Saudara.
~
JG
# Staff Isa dan Islam 2010-07-17 01:40
~
Pedoman wajib untuk memasukkan comment-comment:

(1) Tidak boleh memakai lebih dari satu kotak.
(2) Pertanyaan / masukan harus berhubungan erat dengan uraian diatas.
(3) Sebaiknya satu atau dua pertanyaan dimasukan dalam satu comment.
(4) Masukan harus selalu sopan dan jangan agresif.
(5) Masukan tidak boleh memuat banyak bahasa lain, misalnya Bahasa Arab.
(6) Masukan harus dalam Bahasa Indonesia yang lazim dimengerti semua orang.
(7) Jangan memakai singkatan-singk atan, misalnya yg, dlm, sdh, tdk, dlsbgnya.
(8) Huruf besar tidak boleh dipakai untuk menekankan sesuatu.

Kami mempersilahkan Saudara mengemail untuk pertanyaan / comment yang majemuk. Kami senang menjawabnya.

Kiranya petunjuk-petunj uk diatas akan kita perhatikan.

Wassalam,
Jason Gilead
Staff, Isa dan Islam
# turob djuhani 2010-08-20 15:24
*
Jika demikian, anak Allah itu sangat banyak jumlahnya.

Bukan Yesus saja, tapi seluruh orang Kristen yang masih hidup, maupun yang sudah meninggal.
# Staff Isa dan Islam 2010-08-21 05:33
~
Sdr. Turob, bukan setiap orang Kristen dapat memanggil Allah sebagai Bapanya. Banyak orang Kristen yang adalah “Kristen Keturunan.” Mereka masuk agama Kristen karena orang tuanya Kristen, dan bukan karena ia beriman kepada Isa Al-Masih. Orang ini bukan orang Kristen yang sungguh, yang telah memiliki Allah sebagai Bapa-nya.

Hanya orang Kristen yang telah “lahir baru” dan menerima Isa Al-Masih sebagai Juruselamat pribadi, yang dapat memanggil Allah sebagai Bapanya.

Kami persilahkan Saudara memperhatikan ayat suci ini: "Semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya pada nama-Nya.” “Jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah, ...tidak dapat masuk kerajaan Allah." (Injil, Rasul Yohanes 1:12; 3:3, 5).
~
JG
# Ryan 2012-03-13 18:27
*
Quoting Taufik:
*
Maksud kiasan itu seperti apa? Apa Bapa itu Tuhan-mu? Roh Kudus itu siapa? Putra Bapa? Yesus? Jadi berapa orang Tuhan-mu?

Kalau Dia jamak, artinya Tuhan-mu lebih dari satu. Dan itu tidak sesuai dengan statement yang anda berikan di artikel lain.


Kami hanya mempercayai 1 Tuhan, Allah Tritunggal. Bapa, bukan secara biologis, melainkan bahwa Isa Al-Masih adalah 1 dari 3 oknum dalam Tuhan. Allah adalah pencipta, Roh kudus adalah Penghibur, dan Isa adalah Penyelamat dan Penolong. Semua menjadi 1 dalam Tuhan yang kami percaya, Allah Tritunggal.
# Staff Isa dan Islam 2012-03-14 11:05
~
Saudara Ryan,

Terimakasih untuk penjelasan yang telah saudara berikan. Semoga penjelasan saudara dapat menjadi pencerahan bagi saudara Taufik atas pertanyaannya.
~
SO
# Bagas 2012-12-11 11:05
*
Admin yang baik,

Jika Yesus adalah sang Anak, siapakah sang Bapa?
# Staff Isa dan Islam 2012-12-13 12:32
~
Saudara Bagas yang baik,

Sebelum kami menjawab pertanyaan saudara, hal pertama yang ingin kami sampaikan bahwa kata “anak” yang ditujukan bagi Yesus bukan “anak” dalam arti sesungguhnya. Tetapi “anak” dalam arti figuratif/kiasa n. Sama halnya seperti: Anak pribumi, ibu pertiwi, daun pintu dll.

Yesus disebut sebagai Anak Allah, karena Ia dengan sempurna menyatakan Allah kepada manusia. Juga menjelaskan kehendak dan sifat Allah kepada manusia dan menyatakan kasih, kesucian, dan keselamatan dari Allah bagi manusia.

Namun Yesus dan Allah bukanlah dua pribadi yang berbeda. Dia adalah Kalimat Allah yang tidak terbatas sebagaimana halnya Allah. Datang ke dunia dalam wujud manusia dan dikenal dengan nama Yesus Kristus/Isa Al-Masih.

“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1; 14)
~
SO
# al 2012-12-11 11:53
*
Sebenarnya ini hanya beda konsep pemahaman saja, bila Kristen mengenal hubungan Tuhan dengan umat-Nya layaknya Bapak dan Anak, maka hubungan umat Islam dengan Allah layaknya “kekasih.”

Bicara tentang kekasih identik dengan cinta dan saling berkasih sayang. Mereka mencintai Allah, dan Allah mencintai mereka, “Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai Allah.” (QS 5:54) “Katakanlah jika kalian mencintai Allah maka ikutilah aku (Muhammad) maka Allah SWT pasti akan mencintai kalian.” (QS. 3:31). Siapa yang mendapat kecintaan Allah, ia akan mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Bila Islam menginterpretas ikan hubungan Tuhan dengan umat-Nya, layaknya hubungan hamba dengan abdinya, maka Kristen layaknya seperti Gembala dengan domba-dombanya.
# Staff Isa dan Islam 2013-01-13 16:14
~
Saudara Al,

Menurut yang kami pelajari, tidak ada cinta kasih yang lebih besar dari cinta kasih yang diberikan Tuhan orang Kristen kepada umat-Nya. Misalnya tentang keselamatan sorgawi. Tuhan umat Muslim menyerahkan sepenuhnya masalah keselamatan sorgawi kepada umat-Nya. Seakan Dia tidak perduli bagaimana nasib mereka di akhir zaman.

Bahkan Dia berkata, “Dan tidak ada seorangpun daripadamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan” (Qs 19:71).

Bandingkan bagaimana Tuhan yang disembah oleh orang Kristen rela merendahkan diri-Nya demi menyebabkan umat ciptaa-Nya, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).

Pengorbanan Kalimatullah, yaitu Isa Al-Masih di kayu salib adalah bukti bahwa Allah begitu mengasihi manusia. Dan tidak menginginkan mereka binasa karena dosa.

Adalah lebih baik hubungan Gembala dengan dombanya, daripada tuan dengan budaknya. Firman Allah berkata, “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:11).

“Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku”
(Injil, Rasul Besar Yohanes 10:14).
~
SO
# libertus 2012-12-16 19:19
*
Dalam konsep memanggil Tuhan dengan sebutan Bapa adalah hal yang pantas dilakukan. Karena kita adalah anak-anak terang dan kita diselamatkan dari kegelapan oleh Bapa yang baik.
# believer 2012-12-24 11:51
*
Inilah salah satu tanda bahwa seseorang diurapi Roh Kudus yaitu memanggil Allah dengan sebutan "Bapa".
# Abdullah 2013-01-21 19:52
*
Staf Isa dan Islam,

Baca ini:
Sahut Yesus : Aku Yesus anak Maryam . . . Meminta supaya penghormatan dan pemuliaan tidak diberikan melainkan kepada Allah . . .
Akan tetapi, ketika aku diambil Allah dari dunia, Setan akan membangunkan sekali lagi percobaan yang terkutuk ini, yaitu ia akan membawa orang yang tidak takut kepada Tuhan mempercayai bahwa aku Allah dan anak Allah. . . (Barnabas: 96)

". . .Tatkala orang sudah memanggil aku Allah dan anak Allah sedang aku di dunia tidak demikian. . “ (Barnabas:220)

". . .Maka sebab itu dikotorilah perkataanku dan ajaranku. . ." (Barnabas:96)

"Dan ini akan tinggal tetap hingga datang Muhammad, utusan Allah, yang jika ia datang membukakan penipuan ini kepada orang-orang beriman kepada hukum-hukum Tuhan. " (Barnabas:220)

Fakta kebenaran!
# Staff Isa dan Islam 2013-01-24 13:59
~
Dalam sebuah persidangan, biasanya baik terdakwa maupun pelapor selalu diminta mengajukan saksi. Setiap saksi diminta mengemukakan fakta yang mereka ketahui sehubungan dengan perkara tersebut. Dari setiap informasi yang disampaikan oleh para saksi, hakim akan menyimpulkan manakah fakta yang benar dan mana fakta yang salah.

Setiap orang dapat memberi kesaksian. Tetapi tidak setiap kesaksian adalah fakta kebenaran!

Saudara Abdullah, apa yang dikatakan dalam Injil Barbanas seperti yang saudara kutip di atas bukanlah fakta kebenaran. Bukan hanya kami orang Kristen yang menolak fakta tersebut sebagai fakta kebenaran, tetapi ajaran Islam juga mengatakan bahwa fakta yang disampaikan Barnabas bukanlah fakta kebenaran!

Fakta kebenaran adalah, bahwa Isa Al-Masih, Kalimatullah yang datang ke dunia dalam rupa manusia. Adalah satu-satunya Jalan Kebenaran dan Hidup. Hanya Dia yang dapat memberi jaminan keselamatan bagi setiap manusia termasuk saudara Abdullah.
~
SO
# Heru Budiarto 2013-01-24 07:37
*
Allah Bapa menyebut kita anak-anak Allah, menunjukankan bertapa indahnya hubungan antara Bapa dan anak. Sehingga dengan keakraban yang begitu mesra kita bisa berbicara secara terbuka kepada Allah seperti seorang anak meminta sesuatu kepada bapanya.

Ini yang membedakan Allah kita dengan Allah saudara-saudara Muslim. Semoga menjadi pemahaman yang benar tentang Allah.
# Bagas 2013-01-26 11:52
*
“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1; 14)

Siapakah Bapa dalam ayat itu?
# Staff Isa dan Islam 2013-01-29 10:42
~
Bapa dalam ayat tersebut adalah Allah. Tuhan Pencipta alam semesta!
~
SO
# Bagas 2013-01-30 09:25
*
Quoting Staff Isa dan Islam:
~
Bapa dalam ayat tersebut adalah Allah. Tuhan Pencipta alam semesta!
~
SO

Kalau begitu Allah sudah ada tanpa harus ada Yesus benar bukan?
# Staff Isa dan Islam 2013-01-31 16:18
~
Allah dan Kalimat-Nya (Yesus) adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Sebagaimana saudara Bagas dengan suara saudara sendiri tentu tidak dapat dipisahkan. Karena bila suara saudara tidak ada, maka ada sesuatu yang salah yang perlu diperbaiki bukan?

Demikianlah antara Allah dan Yesus. Kitab suci menuliskan bahwa Allah dan Yesus adalah kekal adanya. "Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa" (Injil, Kitab Wahyu 1:8)

"Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir" (Injil, Kitab Wahyu 22:13)

“Aku dan Bapa adalah satu" (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30).
~
SO
# yns84 2013-01-31 08:40
*
Panggilan BAPA merupakan gambaran betapa Allah mengasihi kita selayaknya seorang ayah kepda anaknya. Bukankah memang Dia Maha Pengasih.

Sebelum zaman Yesus, manusia hidup di bawah hukum, sehingga orang melakukan kehendak Tuhan karena takut dihukum. Tapi setelah zaman Yesus orang dibawah kasih karunia, jadi mereka melakukan kehendak Tuhan karena memang mau sebagai ekspresi cinta kepada Bapa.

jadi, setelah Yesus jangan ada manusia yang mau membawa lagi ke zaman hidup dibawah hukum seperti banyak yang kita temui di zaman ini. Terimakasih.
# Bagas 2013-02-01 09:51
*
Admin yang baik.

Terimakasih sebelumnya, tapi anda memposting ayat Wahyu padahal itu sudah terlepas dari Injil, eliminasi saja ya.

Kedua, "Aku dan Bapa adalah satu" satu apa? Coba diposting satu perikop, saya akan dengan senang hati membacanya.

Kenyataannya Kehadiran Allah tanpa Yesus, dan Kehadiran Roh Kudus tanpa Allah dan Yesus pun pernah terjadi. Ingat kejadian burung merpati.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-27 16:19
~
Saudara Bagas,

Pertama: Bila saudara membaca Alkitab, maka saudara akan melihat bahwa Kitab Wahyu adalah bagian dari Alkitab. Jadi tidak perlu ada eliminasi. Saran kami, silakan membaca kembali artikel-artikel atau buku-buku yang membahas tentang Injil/Alkitab, sehingga saudara mempunyai pengetahuan yang benar.

Kedua: Saat ini banyak terdapat Alkitab online. Daripada kami harus memposting hanya satu perikp saja di sini, akan lebih baik bila saudara membaca langsung. Menurut kami itu jauh lebih jelas bagi saudara dibanding hanya membaca satu perikop.

Ketiga: Kehadiran mereka bertiga, adalah bukti bahwa baik Allah, Yesus, dan Roh Kudus adalah tiga oknum dalam satu kesatuan. Silakan pelajari lagi artikel yang membaca tentang Tri-Tunggal Allah.
~
SO
# Hulondhalangi 2013-02-22 16:13
*
Konsep ketuhanan kristen itu membingungkan, kalo Bapa berarti Tuhan itu Pria. Tuhan juga bisa dikalahkan oleh Yakub (moyangnya Yesus). Bahkan Tuhan berbicara dengan Abraham di tenda. Tidak masuk akal. Hanya Islam agama yang paling masuk akal selebihnya dongeng.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-27 16:20
~
Saudara Hulondhalangi,

Pada artikel di atas sudah dijelaskan mengapa orang Kristen memanggil sesembahannya dengan sebutan 'Bapa'. Silakan saudara membaca kembali artikel tersebut dengan cermat. Karena di sana jawaban atas pertanyaan saudara sudah tersedia.

Kami tidak heran saudara mengatakan Islam agama yang masuk akal. Sebab umumnya umat Muslim melihat Tuhan mereka hanya sebatas akal/logika manusia saja. Jelas berbeda dengan sesembahan orang Kristen. Kami menyembah Tuhan yang Agung, Tuhan yang tidak dibatasi oleh akal dan logika manusia.
~
SO
# air bening 2013-05-19 12:24
*
Bukan karena kasih-Nya kepada manusia, tapi kasih-Nya kepada-Nya. Yang terkemuka di dunia dan akhirat, ya betul, tapi bukan sebagai Tuhan. Ia sudah ada sebelum Ia ada, ya bener, tapi tidak diperanakan.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-20 10:51
~
Maaf saudara Air Bening, kami kurang mengerti dengan komentar saudara di atas.

Apakah maksud saudara menuliskan “Bukan karena kasih-Nya kepada manusia, tapi kasih-Nya kepada-Nya?”

Menurut saudara, apakah ada manusia yang layak disebut terkemuka di dunia dan di akhirat dalam waktu yang bersamaan? Dan apakah saudara mengerti arti kalimat “Ia sudah ada sebelum Ia ada” yang saudara tulis di atas?

Hanya Allah saja yang berkuasa atas akhirat. Jadi, bila saudara mengaminkan Yesus terkemuka di akhirat, maka saudara juga seharusnya mengaminkan bahwa Dia adalah Tuhan!

“Ia sudah ada sebelum Ia ada” arti kalimat ini menyatakan bahwa Yesus kekal adanya. Sebab tidak ada masa dimana Dia mulai ada. Sebab, sebelum Dia menjadi manusia, Dia sudah ada dalam kekekalan.

Saran kami, silakan saudara mempelajari lebih lagi tentang Pribadi Yesus. Artikel pada link ini bisa membantu saudara: http://tinyurl.com/899uaqm.
~
SO
# Haydar 2014-03-14 14:44
~
Salam,

Kalau begitu pertanyaan saya, apakah sosok Isa adalah anak Tuhan secara 'biologis' atau anak dalam hal yang diberkahi oleh Tuhan?
# Staff Isa dan Islam 2014-06-20 22:59
~
Saudara Haydar,

Kami memiliki artikel yang membahas hal itu secara khusus. Kami mempersilakan saudara mengunjungi link http://tinyurl.com/cv9lkk9. Terimakasih.
~
Solihin
# beepee 2014-06-20 12:07
~
Orang Islam memang disebut sebagai hamba Allah. Bukan berarti kita disebut sebagai budak Allah. Sebaliknya kita hidup di dunia ini, tidak merasa seperti diperbudakan malah orang Muslim sendiri juga meminta pertolongan, rezeki,kepada Allah. Memang kedekatan orang Islam dengan Allah tidak seperti bapak dan anak, melainkan pencipta dengan yang diciptakan.

Dengan begitu orang Muslim mempunyai hormat, kasih sayang, takut yang tinggi, karena kami sebagai manusia tidak sama dengan Tuhan. Kami hidup di dunia ini masih membutuhkan pertolongan Allah. Allah tidak memerlukan kita, karena kita sendiri yang memerlukan Dia, Dia bisa hidup tanpa manusia karena Dia yang maha esa, Pencipta dan maha besar.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-20 23:05
~
Saudara Beepee,

Mempunyai hubungan yang dekat dengan Allah, bukan berarti hilang rasa hormat dan kasih sayang, bukan? Sama halnya saudara dengan orang tua. Hubungan yang dekat dengan orang tua, apakah menjadikan saudara tidak hormat dan sayang pada orang tua saudara? Tentu ini pandangan yang perlu ditinjau kembali, bukan?

Karena itu, Isa Al-Masih memanggil Bapa, karena Bapa sayang pada manusia dan menghendaki manusia diselamatkan. Dan Isa Al-Masih adalah penggenapan kasih Bapa itu. Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# Yotam 2014-06-24 19:29
~
Ajaran Alkitab dan Al-Quran itu sama. Tetapi ajaran umat Trinitarian (Tritunggal) beda dengan Al-Quran karena ajaran tersebut bukanlah ajaran Alkitab dan itu bisa saya buktikan!
# Staff Isa dan Islam 2014-06-25 05:45
~
Saudara Yotam,

Sangat tepat bila diskusi tentang hal itu dilakukan di link ini http://tinyurl.com/6uh4jag. Kita dapat berdiskusi di sana. Terimakasih.
~
Solihin
# Pecinta Damai 2014-06-29 07:19
~
Maaf admin, tolong diganti header web ini yang menuliskan: "Tunjukilah kami jalan yang lurus ... " (Al Fatihah 6). Sabda Isa kepadanya, "Akulah jalan ... " (Injil, Rasul Yahya 14:6).

Itu sama saja seperti kita pura-pura mencari kesalahan orang lain, padahal kita yang mengganti artinya. Kedua ayat di atas memang ada, tapi itu terpotong. Jangan membuat malu kaum Kristen. Kita tidak diajarkan berbuat jahat seperti itu.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-30 06:15
~
Saudara Pecinta Damai,

Terimakasih untuk masukan saudara. Kami mencoba memahami maksud saudara. Tetapi itu bukan upaya mencari kesalahan orang lain, tetapi menunjukkan bahwa jalan itu adalah Isa Al-Masih. Apakah memberitahukan dan membagikan sesuatu yang kita ketahui adalah kejahatan? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# firman 2014-08-23 11:02
~
Staf IDI berkata: "Tuhan umat Muslim menyerahkan sepenuhnya masalah keselamatan sorgawi kepada umat-Nya. Seakan Dia tidak peduli bagaimana nasib mereka di akhir zaman."

Pernyataan dan konsep keselamatan Kristen kacau. Pertanyaannya: Kalau Tuhan anda mau peduli umat, mengapa masih banyak perampokan, pembunuhan, peperangan, korupsi? Mengapa Tuhan anda tidak peduli tidak mau merubahnya dengan keadaan yang lebih baik?
# Staff Isa dan Islam 2014-08-24 22:40
~
Saudara Firman,

Persoalan mendasar manusia adalah dosa. Sehingga "kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata" (Taurat, Kejadian 6:5). Tetapi karena Allah peduli dan mengasihi manusia, maka Ia sendiri datang ke dunia dalam Pribadi Isa Al-Masih (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1, 14). Ia datang untuk menyelamatkan manusia dari dosa.

Karena itulah, setiap orang yang telah diselamatkan mendapatkan jaminan keselamatan sehingga berhak untuk memanggil Allah dengan sebutan Bapa. Hal ini ingin menunjukkan kedekatan Allah dengan manusia. Bagaimana dengan Allah dalam Al-Quran? Apakah kepeduliaan Allah dalam Al-Quran?
~
Solihin
# Isa 2014-09-22 13:51
~
Selain menyebut Tuhan dengan istilah "Bapa". Saya juga dengar ada orang Kristen menyebut Tuhan dengan istilah "Tuhan Allah" atau Allah" atau "Bapa Allah". Bisa dijelaskan kenapa demikian?
# Staff Isa dan Islam 2014-09-25 08:11
~
Saudara Isa,

Terimakasih untuk pertanyaan saudara. Sesungguhnya, sebutan itu adalah sama artinya. Ditujukan kepada Bapa. Ini adalah satu sebutan yang sangat dekat. Karena Allah menginginkan kita dekat dengan-Nya. Dan karena Dia adalah Bapa, maka kita dapat datang kepada-Nya tanpa ada rintangan apapun. Dan Isa Al-Masih adalah Bapa itu sendiri. Sebab Isa Al-Masih bersabda, "Aku dan Bapa adalah satu" (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30).

Pertanyaannya adalah apakah saudara memiliki hubungan yang dekat dengan Allah? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# hardyaksa waradana 2014-10-30 14:45
~
Mengapa di ajaran anda bahwa Allah (Allah Bapa) itu memiliki anak? Saya kira Tuhan itu tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.
# Staff Isa dan Islam 2014-10-31 00:06
~
Saudara Hardyaksa,

Terimakasih untuk tanggapan dan pertanyaan saudara. Kami setuju dengan saudara bahwa Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan. Tetapi agar hal ini lebih jelas, silakan saudara mengunjungi link ini http://tinyurl.com/b53xf54
~
Solihin
# sutres 2015-01-02 22:16
tolong pencerahanya,..
berarti jesus adalah manusianya atau daging, rohnya atau nyawanya adalah allah itu sendiri berarti ada 2 objek daging dan roh atau nyawa,apa benar,.....?
jikalau benar, apabila roh allah keluar dari jesus /daging, seketika itu, apakah jesus/daging masih bisa hidup dan berbicara,atau seketika itu jesus mati dan menjadi mayat....?
# setiawan 1001 2015-01-21 16:23
~
Jika Nabi Isa A.S menyuruh kaumnya menyembah kepada Allah, kenapa kaum Nasrani menyembah Nabi Isa A.S? Tolong dijawab.
# setiawan 1001 2015-01-21 16:36
Jika nabi isa a.s menyuruh kaumnya menyembah kepada allah kenapa kaum nasrani menyembah nabi isa a.s tolong di jawab
# Staff Isa dan Islam 2015-04-11 17:05
~
Saudara Setiawan 1001,

Terimakasih atas pertanyaan saudara. Umat Isa Al-Masih menyembah Tuhan sang pencipta dan juru penyelamat manusia. Dialah Isa Al-Masih. Itu sebabnya Ia pantas disembah. Memang betul Isa Al-Masih mengajarkan umat manusia menyembah Allah, sebab tidak mungkin Ia mengajarkan manusia menyembah selain Allah. Dan Isa Al-Masih menerima kalau diri-Nya disembah sebagai Tuhan.

Berikut ini salah satu ayat yang membuktikan bahwa Isa Al-Masih disembah dan Ia menerima kalau diri-Nya disembah: “Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.” (Injil, Rasul Besar Matius 28:9).

NN
~
# moche 2015-02-10 00:19
~
Adminnya tidak fair, kalau anda menyampaikan kebenaran caranya yang benar juga dong, bukannya kalau memotong ayat itu tida boleh. Artinya kalau dipotong arti dan maknanya berbeda dong. Saya setuju dengan @pecinta damai sepertinya lebih paham atau adminnya pura pura tidak paham.
# Staff Isa dan Islam 2015-04-13 22:58
~
Saudara Moche,

Kami berterimakasih atas masukan dari saudara, namun tolong dijelaskan ayat mana yang kami potong dan seperti apa seharusnya makna yang sebenarnya dari ayat tersebut. Kami merasa telah berusaha sebisa mungkin agar ayat-ayat yang kami pakai tidak keluar dari makna asli. Dalam konteks artikel diatas, ayat yang kami pakai mendukung konsep Islam bahwa umat adalah hamba. Konsep hamba tersebut sangat berbeda dengan ajaran Injil dimana Allah sebagai Bapa dan umatnya sebagai anak-anak Allah. Landasan hubungan Bapa dan anak adalah kasih mengasihi. Demikianlah hubungan yang baik antara manusia dengan Pencipta-Nya.

NN
~
# arif budiman 2015-04-03 15:36
~
Tuhan kok punya anak, Tuhan itu tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.
Masa Tuhan sama dengan manusia, makhluknya.
Tuhan itu berbeda dengan ciptaan-Nya. Apakah sama tukang membuat meja sama dengan mejanya ?
Semoga Allah memberikan hidayah kepada orang-orang Kristen dan menjadi muallaf, istiqomah dalam Islam, dan mati dalam keadaan memeluk agama Islam, amin.
# Staff Isa dan Islam 2015-05-04 10:55
~
Saudara arif,

Kami memahami pemahaman saudara. Memang benar bahwa Tuhan tidak beranak dan tidak diperanakan. Umat Muslim seringkali salah dalam memahami arti Allah sebagai”Bapa” dan istilah “Anak Allah”.

Kedua istilah tersebut bukanlah dalam arti sesungguhnya atau arti biologis. Istilah “Bapa “ menunjukan kedekatan hubungan Allah dengan manusia seperti bapa dan anak-anaknya. Sedangkan istilah “Anak Allah” merupakan salah satu gelar yang dimiliki Isa Al-Masih.

Kiranya saudara lebih memahami dan tidak salah mengeti lagi.
~
Noni
# hamba Allah 2015-04-25 16:57
salam saudara admin, anda mencoba menerjemah ayat dalam kitab quran:
“Dan tidak ada seorangpun daripadamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan” (Qs 19:71).

ayat ini ditunjukan kepada orang kafir, musyrik dan munafik...
dia allah maha pemurah, maha penyayang dan maha pengampun. lantas jika dia tidak mempedulikan umat manusia, kenapa dia menurunkan petunjuk berupa kitabnya.
jika dia tidak memperhatikan kami, kami yang muslim mengetehui bahwa allah tidak mendzolimi manusia sedikitpun dan tidak merugikan, setiap kejahatan yang dibuat manusia akan dibalas setimpal dan setiap kebaikan yang dikerjakan oleh manusia karena ikhlas hanya karena allah akan dibalas 10 kali lipat.
# hamba Allah 2015-04-25 20:37
dan satu lagi admin, rupanya anda masih amatir dalam menerjemahkan isi al-Qur'an.

Al-fatihah: 6, 7
"Tunjukilah kami jalan yang lurus"
"(yaitu) jalan orang-orang yang telah engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat

maksud dari jalan yang lurus adalah jalan yang benar yang dapat mensejahterakan hidup dunia dan akhirat.
dan lanjutan ayat 7.
maksud dari mereka yang dimurkai adalah mereka yang menentang ajaran islam.
dan mereka yang sesat adalah mereka yang sengaja mengambil jalan lain selain ajaran islam...
harap dimengerti saudara admin.
harap dimengerti. semua nabi, maupun isa dan muhammad menyuruh manusia untuk menyembah allah.
# hamba allah 2015-04-27 07:23
~
Saya mendapat sedikit kebingungan dalam penjelasan anda.
Disini "Bapa" diartikan dalam bahasa kiasan, bukan arti biologis. Dalam cara yang manapun, Allah bukanlah seorang ayah dalam arti biologis kepada siapapun.

Umat Islam menyukai sebutan sebagai hamba Allah. Tetapi umat Kristen lebih senang disebut sebagai anak-anak Allah.
Kata "anak-anak" disini berarti banyak, lalu
"Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah" (Injil, galatia 4:7)

Jika ayat tadi ditunjukan kepada anak Tuhan yaitu Yesus, masih ada kata "ahli-ahli" yang berarti banyak sedangkan Yesus itu hanya 1. Jika ditunjukan kepada orang Kristen berarti anak Tuhan "dalam arti kiasan" ada banyak.
# Staff Isa dan Islam 2015-05-04 10:28
~
Saudara Hamba allah,

Sebelumnyta saudara harus memisahkan istilah “Anak Allah” yang adalah Isa Al-Masih dan “anak-anak Allah”. Saudara keliru dalam memahami arti “ Bapa” dan “anak-anak Allah”. “Bapa “ menunjukan bahwa hubungan antara Allah dan umat-Nya sangat dekat dan akrab seperti seorang bapa terhadap anaknya. Allah disebut “Bapa” dan manusia disebut “anak-anak Allah”. Artinya kita manusia memiliki hubungan dengan Allah seperti Bapa dengan anak-anaknya.

Jika kita “hamba” maka kita memiliki kedudukan lebih rendah dari “Sang tuan” bukan?Jika seperti ini hubungan Allah dan manusia, maka Allah sangat jauh dan ada batasan antara Allah dan manusia, seperti hamba dan tuannya.
~
Noni
# hamba allah 2015-04-27 07:35
Lanjutan dari yang tadi.

lalu penjelasan anda bahwa dengan suka cita orang kristen melayani tuhan sebagai abdi. Namun allah tidak pernah melihatnya sebagai abdi. Melainkan seperti anak-anak-nya sendiri, laki-laki dan perempuan.
kata "anak-anak-nya" berarti bahwa anak tuhan dalam arti kiasan sangat banyak yaitu orang kristen.

lalu, penjelasan dari ayat ini:
" karena begitu besr kasih allah di dunia ini, sehingga ia telah mengaruniakan anak-nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadanya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" (injil, rasul besar yohanes 3:16)
Dalam ayat ini menjelaskan bahwa anak tuhan itu tunggal atau hanya satu, dan ini berlawanan dengan injil, surat galatia 4:7.
# Staff Isa dan Islam 2015-05-04 10:40
~
Saudara Hamba allah,

Saudara harus lebih teliti lagi dalam mempelajari ayat-ayat Alkitab, mari kita selidiki bersama

“Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah” (Injil, Surat Galatia 4:7). Ayat ini menjelaskan bahwa orang yang percaya pada Isa disebut “anak”, sebagai anak maka orang percaya ini disebut juga ahli-ahli waris Allah.

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16). Ayat ini menjelaskan bahwa Allah telah menjadi manusia dalam Isa Al-Masih yang disebut “ Anak-Nya” atau “Anak Allah”. Istilah “Anak Allah” disini, bukan anak secara biologis, melainkan salah satu gelar yang diberikan pada Isa Al-Masih.

Jadi jelas kedua ayat di atas memiliki makna yang sangat berbeda.
~
Noni
# hamba allah 2015-04-27 10:50
~
Anda pernah menjelaskan bahwa "Aku dan Bapa adalah satu" (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30).
Lalu bagaimana anda bisa menjelaskan ini:
"Kata Yesus kepada mereka: "Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?" Jawab orang-orang Yahudi itu: "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah." (Injil, Rasul Besar Yohanes 10: 32-33)
# Staff Isa dan Islam 2015-05-04 10:45
~
Saudara Hamba allah,

Isa Al-Masih dan Bapa adalah satu. Saat isa Al-Masih ada di dunia Isa sering mengatakan istilah-istilah yang kadang seperti menyatakan bahwa Isa dan Bapa terpisah. Namun bukan berarti Isa dan Bapa terpisah. Dalam konteks ayat di atas Isa ingin menjelaskan bahwa apa yang Isa lakukan berasal dari Bapa, karena Isa dan Bapa adalah satu.
~
Noni
isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer

Isa Islam Dan Kaum Wanita

Click gambar di samping untuk artikel - artikel untuk wanita Muslim


 

www.isaislamdankaumwanita.com