Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter

Mengapa Umat Kristen Beribadah Pada Hari Minggu

Ibadah-MingguApakah ada hari "terbaik" yang dapat digunakan untuk beribadah? Pertanyaan ini sering muncul ketika umat Muslim mempertanyakan, " Mengapa orang Kristen ke gereja hari Minggu? Di Injil tidak ada perintah untuk sembahyang pada hari Minggu! "

Sesungguhnya setiap hari baik sebagai hari ibadah. Allah tidak pernah meninggikan satu hari tertentu di antara hari-hari lainnya. Sehingga, hari apa pun kita beribadah, tidak menjamin ibadah kita diterima atau ditolak Allah.

Al-Quran Mengkuduskan Hari Jumat

Namun sepertinya Islam mempunyai pandangan lain terhadap "hari" untuk beribadah. Satu ayat Al-Quran berkata, "Apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui" (Qs 62: 9).

Demikian juga Muhammad mempertegas ayat di atas melalui sebuah hadist yang ditulis sahabatnya. "Bahwa Rasulullah saw menyebut hari Jumat.  Beliau bersabda: Di hari itu ada saat-saat, di mana bila seorang Muslim salat dan meminta sesuatu tepat pada saat itu, pasti Allah memberinya" (Shahih Muslim No.1406).

Menurut Muhammad, seorang Muslim yang sholat hari Jumat, apapun yang dimintanya Allah pasti memberi. Bagaimana dengan sholat selain hari Jumat, apakah Allah tidak pasti memberi apa yang diminta?

Taurat Memberi Perintah Beribadah Hari Sabtu

Taurat memang memberi satu perintah untuk beribadah pada hari Sabat. "Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat" (Taurat, Kitab Keluaran 20:8). Perintah ini hanya terdapat dalam Taurat, tidak pernah disebut dalam Injil. Selain itu, Isa Al-Masih tidak memberikan perintah untuk beribadah pada hari Sabat.

Bahkan dalam keseharian-Nya, Isa Al-Masih tidak hanya mengajar hari Sabat/Sabtu. Dia mengajar "tiap-tiap hari" (Injil, Rasul Besar Matius 26:55). Kebiasaan Isa Al-Masih tidak terletak pada hari, tetapi pada tindakan-Nya, yaitu mengajar di Bait Allah. Dia tidak memberi pengajaran untuk meninggikan satu hari dari hari lainnya.

Isa Al-Masih Bangkit dari Kematian Hari Minggu

Lalu mengapa orang Kristen beribadah ke gereja pada hari Minggu dan bukan hari lainnya?

Orang Kristen beribadah pada hari Minggu akibat karya Isa Al-Masih. Ia menjadi kurban agung untuk menyelamatkan manusia dari dosa dengan mati di kayu salib. Pada hari ketiga, hari Minggu, Ia bangkit dari kematian (Injil, Rasul Lukas 24:46).  Umat Kristen sedunia merayakan kebangkitan-Nya setiap Hari Minggu!

Secara tidak langsung, sebenarnya umat Muslim sedunia juga merayakan kebangkitan Isa Al-Masih. Dalam bahasa Arab, Hari Minggu disebut "Hari Ahad," hari pertama dalam satu minggu. Mengapa Hari Minggu dirayakan sebagai "Hari Ahad"  di dunia Islam? Hari Minggu dipuji sebagai hari utama dalam minggu, karena pada hari itu Isa Al-Masih bangkit dari antara orang mati.

Jadi, alasan utama Orang Kristen beribadah hari minggu, karena hari Minggu adalah hari kebangkitan Isa Al-Masih. Mereka berkumpul untuk merayakannya. "Setelah hari Sabat lewat, . . . . . pada hari pertama [ahad] minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu" (Injil, Rasul Besar Matius 28:1).

"Keselamatan" Jiwa Lebih Penting  dari "Hari"

Pada hari apa kita berdoa bukanlah hal terpenting. Yang terpenting adalah Allah hadir ketika orang-orang berkumpul bersama dan menyembah Dia. "Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka" (Injil, Rasul Besar Matius 18:20).

Sehingga, di manapun dan kapanpun kita beribadah, kehadiran Allah adalah jauh lebih penting dibanding hari apa kita beribadah.

[Staf Isa dan Islam – Kami mengundang saudara Pembaca untuk mengetahui lebih jauh ajaran Isa Al-Masih, khususnya tentang Keselamatan dan Hidup Kekal.]

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Berhubung banyak komentar yang masih belum kami balas, untuk sementara komentar tidak diterima.

Comments  

# libertus 2012-11-19 09:29
*
Hari apapun adalah baik untuk beribadah, yang terpenting adalah niat dan ketulusan. Jangan beribadah pada hari-hari tertentu saja karena ingin mendapatkan imbalan, sebab itu sama dengan bual.

Peliharalah hatimu agar tidak dibelokkan oleh setan.
# rayyan 2012-11-19 21:04
*
Seperti apakah cara beribadah Yesus? Kenapa para pengajut Kristen Ortodok melakukan ibadah yang hampir mirip sholat, cuma beda kiblat?
# Staff Isa dan Islam 2012-11-20 15:42
~
Beribadah adalah hubungan antara umat dan Sang Pencipta. Yang diutamakan di sini bukanlah bagaimana “cara” yang kita lakukan ketika beribadah. Melainkan bagaimana ketulusan “hati” anda ketika melakukan ibadah tersebut.

Yesus berkata, "Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikung an jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya” (Injil, Rasul Besar Matius 6:5)

"Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya” (Injil, Rasul Besar Matius 6:15)

“Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya” (Injil, Rasul Besar Matius 6:2)

Ibadah yang bagaimanakah yang diajarkan oleh Yesus? Jawabannya: Ibadah yang tidak munafik!

Dapatkah saudara menjelaskan lebih rinci bagaimana pengajut Kristen Ortodok beribadah?
~
SO 
# oldfartjoseph 2012-11-19 23:00
*
Umat Islam mayoritas di Indonesia, seharusnya mereka menjadikan hari Jumat libuat seperti Israel yang libut hari Sabtu. Inilah bentuk salah satu toleransi terbesar umat Islam Indonesia.
# Staff Isa dan Islam 2012-11-20 15:42
~
Hari Jumat tidak dijadikan hari libur bukan karena umat Islam di Indonesia toleransi. Tetapi karena Indonesia adalah negara yang berlandaskan pada Pancasila dan UUD 45.

Kalau Indonesia negara Islam, mungkin apa yang saudara katakan itu bisa saja dapat dibenarkan. Sebab itu, tidak diliburkannya hari Jumat tidak ada hubungannya dengan toleransi umat Islam.
~
SO
# Bagas Marhdika 2012-11-20 18:51
*
Saya ingin bertanya, banyak kata kakak gereja saya mengatakan bahwa orang Kristen beribadah pada hari Minggu (hari ketujuh) karena pada hari itu Tuhan telah menyelesaikan semua apa ciptaan-Nya. Dan itula awal katanya hari Sabat/hari untuk beribadah, sehingga kita beribadah untuk menyenangkan Tuhan. Benarkah itu?
# Staff Isa dan Islam 2012-11-21 16:09
~
Tujuan orang Kristen beribadah adalah untuk memuliakan Tuhan. Bersyukur atas keselamatan yang telah Dia berikan secara cuma-cuma. Tujuan kita beribadah bukan untuk mendapat pahala agar masuk sorga. Seseorang yang telah menerima Yesus secara pribadi dan hidup sesuai dengan kebenaran firman-Nya, maka orang tersebut telah menerima jaminan hidup kekal di sorga.

Perhatikan ayat ini, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).

Mengenai hari Sabat, apa yang saudara jelaskan di atas adalah salah satu diantaranya mengapa orang Kristen beribadah pada hari minggu. Dan alasan lain adalah: Karena karya penyelamatan yang dilakukan Isa Al-Masih. Ia menjadi kurban agung untuk menyelamatkan manusia dari dosa dengan mati di kayu salib. Pada hari ketiga, hari Minggu, Ia bangkit dari kematian (Injil, Rasul Lukas 24:46).  Itulah sebabnya, para pengikut Isa Al-Masih setiap hari Minggu berkumpul di gereja untuk bersyukur dan merayakan kebangkitan tersebut.

Perlu saudara ingat, Yesus tidak pernah mengajarkan kepada pengikut-Nya untuk mengkuduskan satu hari diantara semua hari. Dia mengajar "tiap-tiap hari" (Injil, Rasul Besar Matius 26:55). Sehingga, tiap-tiap hari adalah hari terbaik untuk kita beribadah pada Allah.
~
SO
# arifin 2012-11-21 16:01
*
Dalam Islam, jin dan manusia diciptakan untuk beribadah. Segala kebaikan yang sesuai dengan perintah agama dan diniatkan ikhlas mengharapkan ridho Allah.

Banyak sekali bentuk-betuk ibadah seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad. Muslim sangat menjunjung tinggi contoh dari Nabi Muhammad. Hingga jika ada ibadah yang dilakukan tidak sesuai dengan yang dia ajarkan, maka ibadahnya maka akan tertolak.
# Staff Isa dan Islam 2012-11-22 14:52
~
Setahu kami, bila kita melakukan sesuatu dan mengharapkan imbalan, hal itu disebut pamrih. Bila menurut saudara seseorang beribadah supaya mendapat pahala dari Allah, bukankah itu sama saja dengan pamrih?

Dan apakah tujuan dari mengumpulkan pahala-pahala tersebut? Apakah untuk “menyogok” Tuhan agar kita diperbolehkan masuk dalam sorga-Nya?

Saudara mengatakan “bila ada ibadah yang tidak sesuai dengan yang dicontohkan Muhammad, maka akan ditolak”. Pertanyaan kami, siapakah yang akan menolaknya? Bila saudara mengharapkan pahala dari Allah atas ibadah yang saudara lakukan, bukankah seharusnya saudara mengikuti standard dari Allah dan bukan standard dari Muhammad?

Ijinkan kami memberi pandangan tentang tujuan beribadah. Menurut kami, tujuan beribadah bukanlah untuk mendapat pahala. Tetapi sebagai ungkapan syukur atas kasih karunia yang telah Tuhan berikan bagi kita. Contoh: Ketika bangun pagi saya memuji dan menyembah Allah dengan penuh ucapan syukur karena Dia telah memberi saya lagi satu hari yang baru. Inilah defenisi dari beribadah menurut kami. Bersyukur atas anugerah Allah, bukan agar mendapat pahala.
~
SO 
# sangkala 2012-11-21 20:33
*
Saduran topik diskusi di atas semakin memperjelas kalau Kristen sudah menyimpang dari ajaranYesus yang dalam Injil tercantum jelas kalau Yesus tidak meniadakan hukum Taurat yang diantaranya adalah mengkuduskan hari Sabat (Sabtu) seperti yang hingga saat ini diikuti oleh kaum Adven.
# Staff Isa dan Islam 2012-11-22 14:53
~
“Yang seorang menganggap hari yang satu lebih penting dari pada hari yang lain, tetapi yang lain menganggap semua hari sama saja. Hendaklah setiap orang benar-benar yakin dalam hatinya sendiri” (Injil, Sura Roma 14:5) Ayat ini menjelaskan, bagi orang-orang Kristen memelihara Sabat adalah soal kebebasan rohani, bukanlah perintah Allah. Memelihara Sabat adalah hal yang Allah perintahkan untuk kita tidak saling menghakimi. Memelihara Sabat adalah soal yang setiap orang Kristen perlu yakini secara penuh dalam benak mereka masing-masing.

Isa Al-Masih sendiri membuat mujizat/melakuk an pekerjaan pada hari sabat (Injil, Matius 12:9-15; Markus 3:1-6; Lukas 6:1-11).

“Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan” (Injil, Kisah Para Rasul 2:46-47). Allah ingin kita beribadah setiap hari, bukan hanya pada hari-hari tertentu.

Untuk menghormati kebangkitan Kristus pada hari Minggu, orang Kristen mula-mula memperingati hari Minggu, bukan sebagai “hari Sabat Kristen,” namun sebagai hari khusus untuk beribadah dan untuk memuliakan Yesus Kristus. Itulah sebabnya, sehingga zaman modern ini orang-orang Kristen beribadah pada hari Minggu.

Namun, hari apapun engkau beribadah, tidak menjadi jaminan ibadahmu berkenan di hadapan Allah. Karena Allah tidak pernah meninggikan satu hari diantara hari-hari lainnya.
~
SO
# enri patuli 2012-11-24 04:50
*
Sebagaimana Allah tidak pernah berubah, hukum-Nya pun (10 Hukum Taurat) tidak berubah. Sekali Ia menyuruh berbakti hari Sabat (Keluaran 20:8-11). Itu tetap berlaku sebagaimana 9 hukum yang lain tetap berlaku sampai hari ini.

Yesus/Isa berbakti hari Sabat (Lukas 4:16). Tidak ada satu kalimat-Nya pun dalam Injil yang mengganti hari Sabat. Yang dilakukan Yesus/Isa pada hari Sabat menyangkut kemanusiaan. Memetik gandum (karena murid-murid-Nya lapar), menyembuhkan orang sakit. Itu dilakukan Yesus/Isa untuk menemplak orang Yahudi/Farisi dalam perbaktian mereka yang terlalu fanatik.

Mati-Nya pun menghormati Sabat. Ia mati hari Jumat, beristirahat dalam kubur hari Sabat dan bangkit hari Minggu. Bahkan hari Sabat dirayakan sampai di surga. Perhitungan waktu disurga adalah bulan dan dari Sabat ke Sabat (Yesaya 66:23)
# Staff Isa dan Islam 2012-11-26 15:30
~
“Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya” (Taurat, Kitab Keluaran 20:8-11)

Dari ayat di atas, kami tidak melihat ada perintah Allah untuk berbakti/beriba dah pada hari Sabat. Dan lagi, perhatikanlah ayat di atas. Di katakan “ tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN” Dalam penanggalan hari pertama adalah hari Senin, dan hari ketujuh jatuh pada hari Minggu. Bila menurut hukum Taurat, tidak ada yang salah bukan?

Sebenarnya pernyataan saudara di atas, adalah jawaban dari pertanyaan yang saudara ajukan. Saudara menuliskan bahwa Yesus bangkit dari kematian-Nya pada hari minggu. Nah, itulah yang menjadi alasan utama mengapa orang Kristen berkumpul di gereja hari Minggu dan bukan hari Jumat atau Sabtu. Karena Yesus bangkit hari Minggu, jadi orang-orang Kristen berkumpul untuk merayakan dan mengucap syukur atas kebangkitan tersebut.
~
SO
# Ari 2012-11-25 23:21
*
Saya sendiri Muslim, cuma agak prihatin karena setiap saya mendengar khotbah hari Jumat, si pengkotbah selalu menyerukan beribadahlah agar mendapat pahala. Saya Sangat tidak setuju dengan apa yang dia katakan karena menurut saya ibadah hanya semata-mata untuk mengucapkan syukur tanpa berharap imbalan.

Dan kebanyakan orang tua mengajarkan anaknya beribadah agar masuk surga. Saya sangat prihatin dengan ini.
# Staff Isa dan Islam 2012-11-28 09:54
~
Kekristenan sendiri tidak pernah mengajarkan untuk beribadah agar mendapat pahala. Kekristenan mengajarkan ibadah adalah bentuk ucapan syukur atas kasih karunia Allah yang telah Dia berikan pada kita. Itulah sebabnya orang Kristen tidak pernah bahwa keselamatan terletak pada amal ibadah kita.

Kitab Injil menuliskan, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Injil, Surat Efesus 2:8-9).

Selain itu, Muhammad juga mengatakan bahwa amal ibadah tidak dapat memberi jaminan keselamatan bagi seseorang. “Dari Rasulullah saw. bahwa beliau bersabda: Tidak seorang pun di antara kalian yang akan diselamatkan oleh amal perbuatannya. Seorang lelaki bertanya: Engkau pun tidak, wahai Rasulullah? Rasulullah saw. menjawab: Aku juga tidak, hanya saja Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadaku akan tetapi tetaplah kalian berusaha berbuat dan berkata yang benar” (Hadits Shohih Bukhori Jilid 8, nomor 470).

Dan lagi, menurut kami, ibadah yang dilakukan dengan pamrih, yaitu agar mendapat pahala, bukanlah ibadah yang tulus.
~
SO
# jon 2012-11-29 12:37
*
Dear Hamba Allah,

Saya sulit memahami tentang Yesus yang sebenarnya Nabi Allah yaitu Isa sebagai anak Tuhan. Apalagi Dia bangkit di hati Minggu.

Ketahuilah, Nabi Isa tidak pernah mengakhiri hidup-Nya di kayu salib. Dia diangkat oleh Allah ke tempat yang hanya Allah yang Maha Tahu. Allah mengubah Yudas (murid Nabi Isa/Yesus yang mengkhianati-Ny a) menjadi serupa dengan Yesus, dan dialah yang di kayu salib itu. Hari

Hari Minggu bukan kebangkitan Yesus, tapi karangan orang-orang yang sampai saat ini terus yakin dan mempercayainya sebagai anak Allah.
# Staff Isa dan Islam 2012-11-30 09:05
~
Dear Jon,

Memang sulit memahami bahwa Yesus itu adalah Anak Allah bila saudara sendiri tidak mengenal Pribadi Yesus dengan membaca riwayat-Nya dalam Injil. Satu hal yang perlu kami ingatkan, bahwa kata “anak” dalam kalimat tersebut adalah “anak” dalam arti kiasan. Bukan arti sebenarnya. Yesus bukanlah anak Allah secara biologis.

Tentang kematian Isa Al-Masih, Al-Quran memberi penjelasan membingungkan. Sehingga umat Muslim pun tidak dapat memberi penjelasan yang jelas, apakah mereka percaya Isa Al-Masih mati atau tidak. Qs 4:157 mengatakan 'tidak' pada kematian Isa Al-Masih. Tetapi Qs 3:55 tidak sepenuhnya menolak atau membenarkan.

Orang Islam percaya yang disalib bukanlah Isa, melainkan Yudas. Salah satu murid-Nya yang mengkhianati Dia. Kemana Isa pergi? Menurut cerita Al-Quran, Isa diangkat Allah naik ke sorga. Dengan kata lain, dalam cerita ini telah terjadi pembohongan publik. Mengganti wajah Yudas menjadi Isa. Siapakah pelakunya? Al-Quran mengatakan, Allah!

Mungkinkah Allah telah melakukan pembohongan publik hanya untuk menyelamatkan Isa dari hukum salib? Apakah Allah tidak mempunyai cara lain untuk menyelamatkan Isa, dengan cara yang jujur?.

Saudara Jon, bila memang Isa tidak bangkit pada hari Minggu, lalu hari apakah Isa bangkit?
~
SO
# al 2012-12-03 15:08
*
Pada hari ketiga, hari Minggu, Ia bangkit dari kematian (Injil, Rasul Lukas 24:46). Cuplikan artikel di atas.

Kalau hari ketiga adalah Minggu, berarti hari pertama hari Jumat dong? Sungguh aneh!
# Staff Isa dan Islam 2012-12-06 11:38
~
Saudara Al,

Seandainya saja saudara membaca artikel di atas dengan baik dan hati yang bersih, maka saudara tidak akan mengatakan artikel tersebut aneh.

Yesus disalib pada hari Jumat, dan hari itu menjadi hari pertama Dia berada dalam kubur. Setelah tiga hari berada dalam kubur, Dia pun bangkit dari kematian-Nya dan hari ketiga itu jatuh pada hari Minggu.

Itulah sebabnya mengapa artikel di atas menuliskan “Pada hari ketiga, hari Minggu, Ia bangkit dari kematian (Injil, Rasul Lukas 24:46)”.

Jadi, yang dimaksud hari ketiga di sini adalah lamanya Yesus berada dalam kubur hingga Dia bangkit kembali.

Semoga dengan membaca penjelasan ini saudara menjadi mengerti.
~
SO
# Islam 2012-12-03 20:11
*
Dalam Alkitab ada yang disebut “Sepuluh Perintah Allah”. Yang ingin saya tanyakan, apakah ke sepuluh firman Allah tersebut masih berlaku atau tidak? Oh jelas masih berlaku sampai sekarang.
# Staff Isa dan Islam 2012-12-06 11:39
~
Saudara Islam,

Untuk pertanyaan saudara, kami setuju dengan jawaban yang saudara berikan. Yaitu “Oh jelas masih berlaku sampai sekarang”.

Jadi, sepertinya kami tidak perlu lagi menjawab pertanyaan saudara karena saudara sendiri telah memberi jawabnya.
~
SO
# wardo sipa 2012-12-05 11:06
*
Menurut anda, apakah tidak lebih baik Hukum Taurat yang ke 4 yang memerintah beribadah pada hari Sabat supaya dibuang saja. Atau kata-katanya diganti saja. Misalnya seperti ini "ingat dan kuduskanlah hari Minggu hari pertama, sebab Yesus bangkit pada hari pertama". sebab perayaan kebangkitan jauh lebih penting dari hari sabat". Bagaiamana menurut anda?
# Staff Isa dan Islam 2012-12-06 11:39
~
Saudara Wardo,

Terimakasih atas saran saudara, tapi saudara harus ingat bahwa:

1. Firman Allah tidak dapat dirubah “Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya" (Kitab Nabi Besar Yesaya 40:8)

2. Yesus tidak pernah mengkuduskan satu hari diantara hari-hari lainnya

3. Setiap hari adalah baik untuk beribadah kepada Allah “

4. Dan yang paling utama adalah: Hari apa pun saudara beribadah, itu tidak menjadi jaminan apakah ibadah saudara diterima Allah atau tidak. Dengan kata lain, semua hari adalah baik untuk beribadah.
~
SO
# wardo sipa 2012-12-15 22:20
*
Staff Isa dan Islam yang terhormat,

Untuk beribadah hari apapun tidak masalah. Tapi menurut hukum Taurat yang ke empat kita harus mengingat dan menguduskan hari Sabat. Arti menguduskan adalah mengasingkan atau menyucikannya dari hari-hari yang lain. Kemudian dari mana anda tau kalau hari pertama itu hari Senin. Menurut Alkitab hari Minggu adalah hari pertama (Injil Matius 28 :1).

Saya tidak setuju pendapat anda yang mengatakan bahwa Yesus tidak pernah beribadah pada satu hari tertentu di antara hari lainnya. itu tidak berdasarkan Alkitab. Kenapa? Karena cukup jelas dalam Injil Lukas 4:16 mengatakan bahwa Yesus beribadah setiap hari Sabat.
# Staff Isa dan Islam 2012-12-17 22:01
~
Saudara Wardo yang terhormat,

Perihal pertanyaan saudara, mengapa orang Kristen tidak menguduskan hari Sabat dengan beribadah hari Sabtu. Silakan saudara membaca artikel di atas dan juga penjelasan-penj elasan kami yang lain.

Pada jawaban-jawaban kami di atas, kami telah menjelaskan panjang lebar mengapa orang Kristen beribadah hari Minggu dan bukan Sabtu. Pada jawaban kami di atas, kami sudah menjelaskan apa yang menjadi dasar orang Kristen ke gereja hari Minggu.

Kiranya saudara dapat membaca lagi artikel di atas dengan teliti, juga penjelasan-penj elasan kami atas pertanyaan serupa yang telah dilontarkan penanya sebelumnya.

Maaf bila terpaksa kami meminta saudara membaca jawaban kami sebelumnya. Bukan karena kami tidak ingin menjawab pertanyaan saudara, tetapi karena kami sudah pernah menjawabnya sebelumnya.
~
SO
# anshor 2012-12-27 06:20
*
Tulisan artikel di atas: Menurut Muhammad, seorang Muslim yang sholat hari Jumat, apapun yang dimintanya Allah pasti memberi. Bagaimana dengan sholat selain hari Jumat, apakah Allah tidak pasti memberi apa yang diminta?

Kalau anda hanya mengetahui permukaannya saja, jangan pernah mencemooh atau menghina agama Islam. Lantas apa jawaban dari pertanyaan di atas, anda secara tidak langsung telah merendahkan agama Islam. Perlu diketahui, ajaran Islam itu lebih baik daripada ajaran agama manapun.
# Staff Isa dan Islam 2012-12-28 10:32
~
Saudara Anshor,

Menurut kami pertanyaan di atas wajar-wajar saja. Tidak ada unsur penghinaan atau mencemooh.

Mengapa saudara tidak bisa menjawab pertanyaan di atas? Dan mengapa saudara justru menuduh kami mencemooh dan menghina agama saudara yang jelas-jelas kami tidak melakukannya.
~
SO
# wardo sipa 2012-12-29 17:45
*
Saudara staf Isa dan Islam,

Saya sudah membaca artikel saudara yang di atas. Saya dapati di dalamnya anda memutar-balikan isi Alkitab. Anda mengutip ayat tentang memelihara dan menguduskan hari ketujuh dalam Keluaran 20:8, di sisi lain anda melawannya dengan mengatakan tidak mengakuinya sebagai perintah Allah.

Tuhan menyuruh anda menginjil dengan berlandaskan Alkitab, bukan dengan memakai pikiran anda sendiri sehingga membuat orang lain tersesat. Jadi bilamana anda belum meyakini kebenaran akan Hukum ke empat itu, sebagai Firman yang wajib dituruti, lebih baik jangan anda buat di artikel. Adalah lebih baik anda menulis artikel yang sudah anda imani.
# Staff Isa dan Islam 2013-01-08 12:31
~
Saudara Wardo Sipa,

Kami yakin umat Kristen pertama sembahyang pada hari Minggu. Saudara yakin mereka bersembahyang pada hari Sabtu. Baiklah! Kami di IDI tidak ingin buang waktu lagi mendiskusikan hal ini. Hari apa yang terbaik untuk beribadah bukan hal yang terpenting. Yang jauh lebih penting ialah membagikan Injil pada orang Muslim sekitar kita.

Demikian kami ingin mendorong saudara untuk memberitakan Injil (Penyaliban dan kebangkitan Yesus untuk keselamatan jiwa) kepada orang-orang yang tinggal sekitar saudara. Tugas ini penting dan berat dan saudara sebagai orang Kristen jelas mempunyai beban dan tanggung-jawab. Semoga Tuhan akan menguatkan dan memberkati saudara dalam usaha penginjilan ini.

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman" (Injil, Rasul Besar Matius 28:19-20).
~
SO
# olan 2012-12-29 19:08
*
Saya sudah membaca dari tulisan di atas, mengatakan umat Kristen beribadah hari Minggu karena kebangkitan Isa Al-Masih. Memang hari tersebut pantas dirayakan, akan tetapi tidak ada satupun ayat di Alkitab dan Tuhan sendiri tidak berkata bahwa hari Minggu pantas disucikan. Hari Sabtulah yang harus disucikan.
# Staff Isa dan Islam 2013-01-08 12:31
~
Setiap hari di hadapan Tuhan adalah sama, karena Dia menciptakan semua hari adalah baik adanya. Maka menurut kami setiap hari adalah baik untuk beribadah pada Allah. Bukan hanya hari Minggu atau Sabtu.

“Hari” tertentu tidak menjamin apakah ibadah kita diterima Tuhan atau tidak. Yang menjamin ibadah kita berkenan di hadapan Allah adalah kondisi hati kita. Seseorang yang menyembah Tuhan-Nya pada hari Sabtu atau Jumat, dengan hati yang masih dikotori oleh dosa, jelas Tuhan akan menolak ibadah-Nya.

"Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka Tuhan mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya. Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya" (Mazmur 34:18-19).

Hanya doa orang-orang yang benar-benar mencari Allah yang didengarkan Allah.
~
SO
Video Isa Dan Islam

Click gambar di atas untuk video-video terbaru kami

www.videoisadanislam.com

isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer