Kesaksian Fatimah

Wanita BerkerudungSaya mempunyai kerinduan untuk bersaksi kepada orang-orang bahwa saya telah meninggalkan Islam. Hal itu masih sulit untuk saya lakukan. Itulah sebabnya saya mencoba membagikan kesaksian saya melalui tulisan ini.

Membaca Al-Quran dan Hadist Membuat Kecewa

Saya tinggal di negara Islam. Lahir dan dikelilingi orang-orang Islam. Selama tiga puluh tahun saya hidup bahagia sebagai Muslim, dan menjalankan agama dengan sungguh-sungguh. Suatu hari saya mulai mempelajari agama Islam lebih dalam. Inilah awal yang mengubah iman Islam saya. Saya membutuhkan waktu sembilan tahun untuk menyadari bahwa agama Islam tidak mungkin berasal dari Allah.

Keabsahan untuk menyerang dan perbudakan dalam Islam adalah awal dimana saya mulai mencari tentang kebenaran. Saya mulai membaca ulang Al-Quran dalam bahasa Arab dan Inggris, juga hadits dan tafsiran serta biografi Muhammad. Tujuannya untuk mengetahui apa yang sebenarnya diijinkan dan dilarang Allah.

Saya sungguh kecewa! Semakin saya membaca, semakin saya menjauh dari Islam. Sayapun berdoa dengan taqwa. Berseru di atas sajadah, memohon agar Allah memberi petunjuk. Pada titik ini, saya masih percaya Al-Quran berasal dari Allah.

Ritual Agama Islam Yang Ruwet

Beribadah tidak dapat menenangkan diri saya. Saya juga tidak dapat lagi menikmati Ramadhan. Pada hal umat Muslim percaya sholat dapat menenangkan jiwa dan mereka juga menikmati Ramadhan.

Seorang Muslim kenalan saya sependapat dengan saya, Islam tidak semudah yang dikatakan orang.  Ritualnya ruwet sekali. Bahkan dapat membuat frustasi. Seperti, berwudhu akan dianggap batal bila kita buang angin. Sehingga harus diulang lagi. Buang angin saat sholat, maka wudhu dan sholatnya harus diulang dari awal. Seseorang yang sudah menikah, selesai bersetubuh harus mandi sesegera mungkin dengan ritual tersendiri. Jika tidak, dianggap tidak “bersih” untuk sholat berikutnya.

Perempuan yang sedang menstruasi tidak boleh menyentuh Al-Quran. Saudara lelaki dan ayahnya pun tidak boleh tahu kalau dia sedang menstruasi. Bahkan ketika dia tidak berpuasa (di bulan Ramadan), dia harus tetap bangun pagi untuk sahur.  Demikian kaum pria di keluarganya tidak tahu kalau dia sedang menstruasi.

Tidak Tertarik dan Takut Naik Haji

KaabahSaya terus berdoa, berpuasa dan berzakat. Tapi satu hal yang tidak ingin saya lakukan adalah pergi naik Haji. Saya pernah ikut Umrah walaupun tidak terlalu menyenangkan. Saya tidak menyangkal bahwa perasaan saya sangat senang ketika akhirnya bisa melihat dan menyentuh Ka'bah. Ini impian setiap orang Muslim. Namun saya menemukan hampir semua ritual Umrah sia-sia dan aneh. Bahkan saya tidak mengerti mengapa harus mengelilingi Ka'bah tujuh kali. Mengapa harus saling dorong hanya untuk mencium sebuah batu yang penuh dengan kuman dari setiap orang.

Ketakutan untuk naik haji berawal ketika seorang kerabat saya ikut terbakar pada kejadian kebakaran tahun 1977. Dua tahun kemudian dia meninggal karena komplikasi. Tahun 2003 teman saya meninggal karena terinjak-injak ketika naik Haji. Kecelakaan memang bisa terjadi di mana dan kapan saja. Tapi ketika naik Haji, kita berangkat untuk beribadah kepada Allah.  Kita berharap pengalaman tersebut, atau paling tidak ibadah kita, akan diberkati - bukan terpanggang atau terinjak sampai mati.

Mengapa Allah Membunuh Orang yang Menyembah-Nya?

Selama bertahun-tahun, ada satu pemikiran yang terus mengganggu saya: Mengapa Allah membunuh orang-orang yang menyembah-Nya? Mengapa Ia begitu kejam jika mereka melakukan hal yang benar? Dari tahun 1970-an hingga tahun 2009, setidaknya ada tujuh musibah akibat saling dorong/injak, tiga kejadian kekerasan, dua kebakaran, dan satu hotel tempat tinggal para peserta haji runtuh. Bukankah ini merupakan pertanda ada yang tidak benar tentang ibadah naik Haji?

Ketika orang-orang Hindu terinjak-injak sampai mati saat mereka ziarah, dengan cepat orang Muslim menyimpulkan karena adanya kutukan dari Allah, sebab mereka menyembah berhala. Bagaimana ketika orang Muslim mati hampir dua tahun sekali dalam musibah terinjak-injak saat melempar batu ke Ka'bah, yang kelihatan seperti menara penyembah berhala?  Mereka dipuji sebagai martir, seperti orang  mati syahid. Sungguh sangat membingungkan.

Titik Balik Iman Kepercayaan Saya dalam Islam

Titik balik saya beralih dari Islam terjadi di suatu musim panas. Saya membaca bagaimana Muhammad suka kerasukan bila dia menerima wahyu. Nenek dari ayah saya mempunyai keahlian untuk menangkap jin. Dia telah menundukkan satu jin yang berasal dari Persia Kuno, berumur ratusan tahun. Dia melakukan ini untuk mengetahui tentang masa depan. Dia ingin hidup senang setelah suaminya tiba-tiba meninggal.

Jin Berbicara kepada Nenek Saya

Ketika nenek saya memanggil jin, tubuhnya menjadi kaku, berkeringat dan kerasukan. Bibirnya komat-kamit.  Yang terdengar hanyalah suara sayup-sayup seorang lelaki berbicara dalam bahasa asing. Ayah saya teringat suara itu seperti “seorang binatang besar yang sedang mengorok.” Lalu nenek saya mulai menulis beberapa kalimat tanpa henti.

Ketika kuasa supranatural ini pergi, nenek saya ambruk. Tenaganya tersedot habis. Tulisannya, walaupun kadang berantakan, seringkali dalam bahasa Arab yang sempurna, dan menjawab semua pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada roh itu. Roh itu dapat memberitahu apa yang terjadi di masa lalu, masa depan, bahkan meramalkan kapan nenek saya akan meninggalkan. Semuanya seringkali akurat.

Muhammad dan Jin yang Menolongnya

Saya mempelajari pengalaman-pengalaman Muhammad dengan jin.  Kelihatan ada persamaan atas kondisi fisik Muhammad ketika dia menyatakan menerima wahyu, dengan kondisi fisik nenek saya ketika roh berbicara melalui dia. Dalam kedua kasus tersebut, memang ada yang dinyatakan dan diwahyukan.  Namun bukan Allah yang berbicara melalui malaikat-malaikat.

Saya berpikir: malaikat-malaikat berbicara kepada semua nabi dan bahkan kadang kepada wanita, tetapi mereka tidak pernah kerasukan. Bahkan ketika berhadapan dengan setan mereka tidak berkeringat dan ambruk. Para nabi punya kuasa mengalahkan roh-roh seperti itu.

Lalu saya membaca satu hadits dimana Muhammad mengatakan bahwa ada jin (qareen; constant companion) beserta dia.  Muhammad menekankan, dengan pertolongan Allah, ia sudah menguasai jin-nya.  Dalam hadits itu Muhammad mengatakan jin tersebut sudah menjadi Muslim (Lihatlah Sahih Muslim: Kitab 39, Hadits 6759).

Saya Terus Mempelajari Agama Islam Lebih Mendalam Lagi

Saya semakin mendalami ajaran Islam.  Orang lain mengatakan saya sedang mengundang setan untuk berbisik ketika saya mempunyai beberapa pertanyaan. Mereka menyarankan saya untuk tidak terlalu banyak membaca. Kebanyakan orang Islam tidak mengerti agama mereka secara rinci. Mereka tidak ingin mengerti supaya pikiran mereka menjadi tenang.

Orang-orang dekat saya mengatakan, saya tidak melakukan hal yang salah. Mereka tahu saya menyembah satu Tuhan. Berdoa lebih dari lima kali sehari. Tidak menipu, berbohong, atau mencuri. Juga tidak menindas siapa pun. Apa lagi yang saya mau? Maka saya mulai mencari kebenaran secara diam-diam.

Terus-menerus Mengucapkan Shalawat Untuk Nabi

Membaca Al QuranSaya menyembah satu Allah lima kali sehari dengan ritual yang melelahkan. Lima kali sehari adzan menegaskan bahwa Muhammad adalah nabi Allah yang harus didoakan berkat baginya. Berdoa agar diberikan tempat terbaik di surga serta kedudukan yang lebih tinggi dari siapa pun.  Dengan demikian Muhammad akan bisa bersyafaat seperti yang dijanjikan Allah!

Lima kali sehari saya duduk di atas sajadah dalam bagian Tasyahud. Hampir setengah dari sholat saya untuk memberkati Muhammad dan ummahnya. Nabi mana yang pernah mengajarkan umatnya untuk memberkati dia tanpa henti-hentinya setiap hari? Saya bisa merasakan ketakutan Muhammad yang tersembunyi di sini.

Jumlah Ayat di Al-Quran Mengejutkan

Iman kepercayaan saya dalam agama Islam sedang rapuh sekali. Saya meminta petunjuk sebagai tanda dari Allah. Hingga satu hari saya menghadiri diskusi agama Islam yang membahas tentang Al-Quran.

Seorang peserta bertanya, ada berapa jumlah ayat Al-Quran. Ada kesimpangsiuran tentang berapa jumlah ayat yang pasti. Pembicara mengatakan sesungguhnya tidak ada yang tahu pasti. Para ahli berbeda pendapat di mana ayat-ayat tertentu berakhir. Juga apakah beberapa ayat tertentu sebenarnya satu ayat atau lebih. Menurut versi mutakhir ada 6.236 ayat tanpa bismillah dan 6.349 ayat termasuk bismillah. Tetapi ada beberapa ahli yang melihat himpunan ayat-ayat tertua. Mereka percaya jumlah ayat yang benar berikut bismillah adalah 6.666!

Pembicara itu belum selesai berbicara ketika bulu kuduk saya berdiri! Saya keluar dari gedung itu. Di rumah, saya banyak menghabiskan waktu mencari informasi di internet tentang Anti-Kristus. Apa yang saya temukan sangatlah penting.

666 Adalah Nomor Untuk Anti-Kristus

Beberapa ayat tentang 666:

“Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.” (Injil, Kitab Wahyu 13:8)

“Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya . . . . Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya [666] pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus [Isa Al-Masih] untuk masa seribu tahun.” (Injil, Kitab Wahyu 20:4)

Saya Meninggalkan Agama Islam

Seorang Muslim harus taat pada Allah dan Muhammad. Mereka harus memberkati Muhammad setiap hari. Seorang nabi datang untuk mengubah keadaan yang jahat dan mereformasi (mengubah) masyarakat. Ada yang mengatakan bahwa serangan, poligami, pernikahan anak yang masih kecil, perbudakan, dan isteri yang dipukuli merupakan adat kebiasaan kuno di Arab. Islam mengijinkan semua ini untuk diteruskan tetapi mencoba untuk mengontrolnya. Tetapi Islam tidak mengubahnya. Ini hanya menunjukkan bahwa apa yang seharusnya dilakukan tidak dilakukan oleh Muhammad.

Jika guru saya ingin saya menulis dengan ballpoint, maka dia tidak boleh menggunakan pensil. Dia seharusnya menjadi teladan yang baik dengan menggunakan ballpoint juga. Dia tidak boleh menyatakan bahwa dia boleh melakukan apa saja seturut kehendaknya hanya karena dia adalah guru.

Dengan melakukan tindakan seperti itu dalam kebiasaannya dan dalam Al-Quran, Muhammad salah. Dia mungkin mencoba untuk membuat garis batasan. Tetapi dia juga mendukung kebiasaan-kebiasaan jahat ini di dalam prosesnya. Apakah dia pikir kebiasaan-kebiasaan ini lama kelamaan akan berakhir, seperti yang dikatakan orang Muslim?

Pesan Kristus adalah Terbaik dan Paling Damai

Akhirnya sayapun memutuskan untuk meninggalkan agama Islam. Tetapi saya tidak secara buta menjadi orang Kristen.  Sebelumnya saya telah mempelajari agama lainnya. Pesan Isa Al-Masih adalah yang terbaik dan paling damai. Dia yang dapat membawa perubahan melalui kasih. Tidak ada yang dapat menandingi Isa Al-Masih, Sang Juru Selamat. Dia tidak memerlukan pujian dari saya karena tindakan-Nya masih terus berbicara dengan kuat. Dia tidak perlu berkat dari saya karena Dialah yang memberikan berkat. Tuhan sungguh adalah Gembalaku!

Orang yang Mengasihi Saya Mendukung Kepercayaan Baru Saya

Saya terus membaca Alkitab setiap hari dan mempelajari agama Kristen. Saya akui bahwa orang-orang yang mengasihi saya sangat mendukung saya, walaupun mereka belum menjadi Kristen. Mereka tahu dan menghargai bagaimana Isa Al-Masih telah membawa damai sejahtera dalam hidup saya. Saya tidak lagi bergadang sepanjang malam untuk terus-menerus membaca ulang Al-Quran dengan perasaan ngeri dan tidak percaya. Saya tidak lagi merasa pahit tentang pengajaran Muhammad karena saya menemukan penghiburan di dalam perkataan Isa Al-Masih. Firman-Nya dengan lembut memberi peringatan kepada kita. Firman-Nya membuat kita rendah hati dan menjadi manusia yang baik hati.

Kita Dapat Mengenal Sang Juruselamat

Sekarang saya sungguh percaya bahwa jika anda dengan segenap hati mencari kebenaran dan membuka hati serta pikiran Anda, Isa Al-Masih akan menemukan Anda.  Bukankah Dia berjanji - “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; Carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” (Injil, Rasul Besar Matius 7:7)?


[Isa dan Islam – Inginkah Saudara Pembaca mengalami keselamatan seperti yang dialami Fatimah? Kami mengundang Saudara menyelidiki konsep keselamatan dari dosa lebih mendalam. Jika Saudara berdoa dengan hati tulus maka Roh Allah akan memimpin Saudara. Jika ada pertanyaan, kiranya Saudara mengemail: Staff, Isa dan Islam.]


Comments   

 
# rini 2011-02-24 09:03
*
Untuk mbak Fatimah, selamat jika anda sudah menemukan Tuhan anda. Tapi jika ini benar kisah nyata dan bukan rekayasa, mengapa tidak menampakkan wajahnya? Bukankah berita gembira harus disampaikan secara terbuka?

Marilah mencari jalan agar Islam dan Kristen bisa sejajar di masyarakat tanpa saling menjatuhkan, mencaci dan menghujat.
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-02-27 03:28
~
Saudara Rini, kami menjamin bahwa kesaksian di atas adalah benar, tanpa rekayasa, dan tanpa penambahan hal-hal yang tidak benar.

Bukankah Saudara tahu bahwa jika foto aslinya ditayangkan akan ada banyak orang dari kelompok agama tertentu yang akan segera menghabisinya, dengan tuduhan penodaan agama, walaupun ia hanya bersaksi demi kebenaran.

Kemudian, jikalau menurut Saudara, ada bagian dari kesaksian yang tidak benar. Tentunya setelah Saudara merenungkannya dengan seksama, kami persilahkan Saudara untuk memberitahukan yang dianggap tidak benar kepada kami. Kami sungguh akan sangat senang berdiskusi dengan Saudara.

Saudara ini telah menemukan kepastian keselamatan yang membuatnya menerima damai yang kekal. Jikalau Saudara belum memiliki kedamaian dalam hati, kami persilahkan Saudara untuk merenungkan: isadanislam.com/jalan-keselamatan.

Kami berdoa agar Saudara mendapatkan rahmat dari Allah.
~
CA
Quote
 
 
# pono 2011-02-24 12:53
*
Kasihan mbak Fatimah. Kesaksian anda mencerminkan orang bodoh dan putus asa.

Allah bahkan Islam tidak akan rugi karena mbak Fatimah telah meninggalkan Islam.

Jalankanlah ajaran barumu dengan baik.
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-02-27 03:38
~
Saudara Pono, menurut Saudara, bagian manakah dalam kesaksian di atas yang mencerminkan kebodohan? Mengenai keputus-asaan, kami menyadari memang dia merasa putus asa terhadap kepercayaan lamanya.

Menurut kami, jikalau kita mendapatkan sesuatu hal yang baru dan itu sungguh baik bagi kita, maka adalah layak bagi kita untuk turut membagikan kabar baik itu kepada orang lain.

Apakah Saudara selalu menyimpan kabar baik hanya untuk diri sendiri? Kami merasa ini bukan penistaan terhadap kepercayaan lamanya. Dia berbicara atas dasar kebenaran, dan bukan kebohongan. Jikalau ada hal-hal yang tidak benar, silakan menghubungi kami.

Melalui kesaksian ini, Saudari di atas berniat membagikan kabar sukacita-nya bagi orang lain. Jika Saudara juga rindu mendapatkan keselamatan dan kedamaian kekal, kami mengundang Saudara untuk boleh merenungkan: isadanislam.com/jalan-keselamatan.

Kami turut berdoa kiranya rahmat Allah berkenan dicurahkan-Nya atas Saudara Pono.
~
CA
Quote
 
 
# Aliskandar 2011-02-24 19:50
*
Kalau non-Islam masuk Islam, biasanya melalui penelaahan mendalam. Lihatlah Irenne Handono, Syamsul Arifin Nababan, dan sebagainya.

Tapi kalau dari Islam masuk ke agama non-Islam, biasanya karena kebodohannya terhadap Syari'at Islam itu sendiri, seperti mbak Fatimah. 
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-02-27 03:48
~
Saudara Aliskandar, terima kasih atas tanggapan Saudara.

Sungguh, kami sering mendapatkan tuduhan seperti ini dari banyak orang. Namun kami hendak mengatakan bahwa tuduhan ini dilontarkan akibat kurangnya data dan fakta dari pihak yang mengatakannya.

Adalah sangat banyak orang dengan posisi terhormat dan yang berasal dari kaum cendekiawan, yang akhirnya menetapkan langkah untuk beriman kepada Isa Al-Masih. Jumlahnya tak terhitung. Mereka bahkan tidak peduli walaupun nyawa sebagai taruhannya. Tentunya Saudara mengetahui bahwa dalam agama Saudara, murtad hukumannya berarti kematian.

Mengenai kisah Irene Handoko, kiranya Saudara berkenan untuk membagikannya kepada kami. Kami merasa kita boleh menjalin satu diskusi yang saling membangun. Silakan Saudara menuliskannya dalam email bagi kami. Kami akan dengan sukacita berbagi dengan Saudara.
~
CA
Quote
 
 
# latifah 2011-02-25 00:26
*
Subhanallah, rukun Islam ke-5 "pergi haji jika kamu mampu." Artinya Allah tidak memaksakan yang merasa tidak mampu. Waktu, jasmani, materi dan iman.

Di atas anda mengatakan "Nabi mana yang pernah mengajarkan bangsanya untuk memberkati dia tanpa henti-hentinya setiap hari?" Jawabannya adalah nabi Muhammad. Nabi sudah mengetahui bahwa nanti menjelang hari kiamat, akan banyak umatnya yang makin melupakan Tuhan dan rasulnya.

Maka dalam shalat, banyak-banyakla h mengingat Tuhan dan rasulnya agar kamu terhindar dari godaan setan yang terkutuk, terperangkap, sesat dan mati dalam keadaan kafir. 
 
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-02-27 04:02
~
Saudara Latifah,

Mungkinkah agama yang benar menggolongkan manusia ke dalam kategori mampu dan tidak mampu?. Apakah Saudara sendiri suka digolongkan sebagai kaum yang tidak mampu?

Menurut kami, nabi yang sejati akan mendoakan umatnya. Bukan meminta umatnya untuk mendoakan keselamatan baginya, apalagi setiap hari dan setiap saat.

Adalah benar untuk selalu mengingatkan diri kita pada Tuhan dan perintah-Nya. Tetapi apakah benar mendoakan keselamatan bagi seseorang yang telah lama mati?. Menurut agama Saudara apakah doa/shalawat tersebut berpengaruh pada orang yang kita doakan, sehingga orang berdosa yang di hukum di neraka segera pindah ke sorga oleh karena doa Saudara?

Tujuan kami bukan supaya menjerumuskan para pembaca website ini. Tetapi kami berbagi pengalaman dan iman. Kami merindukan agar setiap orang yang membaca website ini, beroleh rahmat dari Allah. Sungguh, ini adalah kesungguhan doa kami bagi kita semua.
~
CA
Quote
 
 
# Akang 2011-02-25 22:48
*
Kenapa hal seperti ini dipostingkan? Bukankah moderator Isa Dan Islam ingin menyajikan kata yang sopan dan mencari kesamaan dan berangkulan?

Pada dasarnya Tuhanku, Tuhanmu, Tuhan kita semua sama. Mari kita kenali diri kita masing-masing. 
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-02-27 04:08
~
Saudaraku, apakah dalam artikel ini ada yang kurang sopan? Jikalau ada, kami undang Saudara untuk boleh memberitahukann ya kepada kami. Kami segera akan melakukan pemeriksaan ulang.

Kesaksian di atas adalah benar berdasarkan fakta dan realita. Serta yang paling penting, orangnya ada dan bukan rekayasa. Melalui kesaksiannya, dia hendak berbagi sukacita, karena dia telah beroleh kepastian keselamatan dan kedamaian kekal di dalam hati, yang dimulai sejak sekarang dan untuk selamanya.

Jika Saudara hendak juga mengenal dan memiliki apa yang dimaksudkan olehnya, kami persilakan Saudara untuk merenungkan: isadanislam.com/jalan-keselamatan.

Kiranya Saudara menerima rahmat dari Allah.
~
CA 
Quote
 
 
# Prihatin 2011-02-26 13:14
*
Jika kita mau berubah, kita harus menelaah setiap apa yang disampaikan.

Orang bijaksana tidak akan menghina didikan, tapi seringkali kesombongan kita yang membuat kita pongah.
  
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-02-27 04:15
~
Saudara Prihatin, kami sangat setuju dengan apa yang Saudara sampaikan. Namun adakalanya ada berbagai orang yang cenderung menyampahkan kebenaran, walaupun kebenaran itu sempat didengar olehnya. Hal itu dilakukan tanpa sebelumnya dia mencoba untuk memahami dan merenungkan.

Kami merasa bahwa Allah menciptakan manusia dengan kemampuan berpikir. Dan di dalam pikiran kita, kita justru harus memikirkan tentang Allah.

Allah tidak akan marah jikalau kita melakukan pengujian atas-Nya. Sebab oleh pengujian itu, iman kita akan menjadi iman teruji. Hanya iman yang lolos ujian, yang boleh mengaku bahwa ia memiliki iman yang sungguh dan sejati.
~
CA
 
Quote
 
 
# samsul 2011-02-26 22:21
*
Sepertinya kesaksian di atas sarat dengan rekayasa.

Jika seseorang mengkaji Islam dengan mendalam, mustahil dia akan murtad, kecuali mengkajinya tanpa guru yang memiliki kemampuan. Hasilnya ada pada langkah yang tidak benar.


Islam dan Kristen tidak akan bisa bersama dalam Tauhid.
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-02-27 04:23
~
Saudara Samsul yang kami kasihi, kami hendak mengatakan bahwa kesaksian di atas adalah benar, tanpa rekayasa, dan tanpa penambahan apapun. Dan yang terpenting adalah bahwa orang yang memberi kesaksian adalah ada dan nyata.

Dalam website ini, kami mengajak Saudara untuk merenungkan keutuhan Wahyu Allah di dalam Taurat, Zabur, Kitab Nabi-Nabi, dan Injil.

Saudara yang suka mengkaji agama secara mendalam, kami undang untuk dapat berdiskusi bersama. Kami rindu bahwa melalui website ini, kita semua mendapatkan berkah dan rahmat dari Allah yang sejati.

Kami para pengikut Isa Al-Masih, adalah penyembah Allah Yang Esa. Sungguh, konsep pemahaman tentang 'Anak' Allah yang sering dibicarakan umat Muslim tentang kami, adalah kurang benar adanya. Dengan ini, kami mengundang Saudara untuk boleh membaca tanggapan kami kepada Saudara Hendra di bagian atas 'comment' dari halaman ini: tinyurl.com/4fk uzqj. Terima Kasih.
~
CA
Quote
 
 
# yusoff 2011-02-27 16:33
*
Setelah saya baca kesaksian Fatimah, menurut hemat saya, ia bukan seorang Islam yang sebenarnya.

Katanya dia mendalami Islam. Siapa gurunya itu? Apapun tidak mengherankan tentang orang yang murtad dari dulu hingga sekarang. Seorang alim bernama Balam Bauro zaman Nabi Musa pun boleh murtad.

Jika memang dia sudah pindah agama, mengapa masih menggunakan nama Islam? Mengapa tidak mengganti namanya dengan nama non-Islam.
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-02-28 01:25
~
Saudara Yusoff, siapakah Balam Bauro yang Saudara maksudkan? Di mana kami dapat baca tentang Balam ini? Apakah Balam ini adalah Bileam yang tercatat di dalam Taurat, Kitab Nabi-Nabi dan Injil?

Ya, Saudara benar. Ini adalah pengalaman Saudara Fatimah menemukan kebenaran sejati dan kepastian keselamatan dunia akhirat.

Nabi Saudara sebelum dan sesudah memeluk Islam, tetap memakai nama yang sama. Mengapa Saudari Fatimah ini harus mengubah namanya?

Jikal Saudara mau mengerti kebenaran yang sejati demi memperoleh jaminan keselamatan dunia dan akhirat, maka kami mengundang Saudara untuk merenungkan: isadanislam.com /jalan-keselama tan.

Kami berdoa kiranya Saudara mendapatkan rahmat dari Allah.
~
CA
Quote
 
 
# erni wahyuni 2011-02-27 22:35
*
Saya adalah penganut Islam, memakai jilbab, orang-tuaku juga sudah naik haji.

Buat Fatimah yang pernah mendoakan Muhammad, sama saja anda tidak ikhlas mendoakan orang tua anda sendiri. Tidak ada ketakutan pada Muhammad apabila anda tidak mendoakannya.
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-02-28 01:48
~
Apakah Saudara juga mau mengatakan bahwa shalawat itu juga adalah sesuatu yang boleh ditinggalkan?

Peran pembela dengan terdakwa jelas berbeda. Seorang nabi adalah pembela yang membela dan menuntun umatnya (sebagai terdakwa) dari siksa neraka kepada jalan keselamatan. Tetapi jika ada pembela yang justru membutuhkan pembelaan dari umatnya, maka dapat dipastikan pembela itu sebenarnya tidak tahu bagaimana membela umatnya dari siksa neraka.

Dalam Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6 Isa Al-Masih menjamin keselamatan setiap pengikut-Nya. Sebab Isa Al-Masih datang ke dunia, mati, dan dibangkitkan pada hari ketiga untuk membela dan menyelamatkan manusia yang percaya kepada-Nya dari kutuk dosa dan hukuman kekal di neraka.

Siapakah yang berhak menjamin selain Allah?. Isa Al-Masih memberikan jaminan pasti!.
~
CA/NN
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-02-28 18:58
#
TOPIK URAIAN UNTUK COMMENT:

.................................................Kesaksian Fatimah...................................................


Kami senang menerima comments (tanggapan) yang langsung menyetujui dan / atau menolak intisari uraian kesaksian di atas. Informasi yang memperkaya pengertian tentang topik di atas juga diterima dengan senang hati.

Comment-comment lain yang tidak berhubungan langsung dengan topik di atas akan dihapus.

Di tempat ini kami ingin menjalankan satu diskusi mengenai topik ini saja.

Wassalam,
Staff, Isa dan Islam
Quote
 
 
# dodi novi 2011-03-24 15:41
*
Semua agama/keyakinan di dunia ini benar adanya menurut keyakinan masing-masing. Kita tidak perlu memperdebatkan masalah Fatimah, karena sudah menjadi pilihannya yang diyakininya.

Yang terpenting jangan merasa paling benar. Kita masih belajar, kecuali kalau kita sudah mati. Hanya sesudah mati kita tahu mana yang paling benar.
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-04-09 18:22
~
Saudara Dodi Novi,

Saya setuju akan pandangan Saudara bahwa kita masih tetap harus haus untuk belajar.

Namun untuk keselamatan, kami terpaksa harus tidak setuju dengan Saudara. Sebab berdasarkan Kitab Suci, keselamatan hanya bisa didapatkan di dalam Isa Al-Masih.

"Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia (Isa Al-Masih), sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." (Injil, Kisah Para Rasul 4:12).

Sudahkah Saudara mendapatkan keselamatan tersebut? Kami mengundang Saudara untuk boleh merenungkan: isadanislam.com /jalan-keselama tan. Kiranya Allah berkenan memberikan berkah-Nya kepada Saudara.
~
CA
Quote
 
 
# Heriyanto 2011-03-25 00:47
*
Perbedaan antara Islam dan Kristen sudah jelas. Bagi Orang Muslim, melaksanakan ibadah itu bukan hanya ritualnya saja tapi diaplikasikan dalam kehidupan pergaulan bermasyarakat.
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-04-09 18:26
~
Saudara Heriyanto,

Perbedaan yang paling hakiki dari Islam dan Kristen adalah tentang status Isa Al-Masih.

Umat Muslim mengimani Isa Al-Masih sebatas nabi. Kami pengikut Isa Al-Masih, oleh bimbingan Roh kudus dan Firman Allah mempercayai-Nya , karena Dia adalah Juruselamat dunia yaitu Allah Pencipta yang menjelma menjadi manusia.

Dia datang untuk memberitakan kebenaran yang sejati kepada manusia. Kemudian mati dihukum menggantikan manusia atas keberdosaannya. Dan tidak hanya mati, tetapi Isa Al-Masih juga bangkit dari kematian-Nya.

Sudahkah Saudara mengenal siapakah Isa Al-Masih yang sesungguhnya tersebut? Kami mengundang Saudara untuk boleh merenungkan: isadanislam.com /jalan-keselama tan. Kiranya Allah berkenan memberikan berkah-Nya kepada Saudara.
~
CA
 
Quote
 
 
# UHIBBULLAH 2011-03-26 19:34
*
Kasihan sekali Fatimah, anda adalah orang yang murtad. Allah tidak memberikan petunjuk-Nya kepada Fatimah. Maka nikmat yang mana yang engkau dustai?
 
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-04-07 12:31
~
Saudara Uhibbullah,

Kami justru mau memberitahukan kepada Saudara, bahwa dia yang memberikan kesaksian ini justru telah mendapat nikmat yang tiada tara dari Allah. Dia pun telah memperolah jaminan keselamatan menuju sorga yang dijanjikan oleh Allah sendiri kepada pengikut Isa Al-Masih.

"Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat.” (Qs 3:55)

Sudahkah juga Saudara Uhibbullah mendapatkan kedamaian? Fatimah sudah memilikinya karena telah mendapatkan jaminan keselamatan di dalam mengikuti Isa Al-Masih.

Kami mengundang Saudara untuk boleh merenungkan kebenaran ini lebih dalam lagi dalam: isadanislam.com/jalan-keselamatan

Kiranya dalam mempelajari kebenaran ini, Saudara mendapatkan hikmah dari Allah.
~
CA
Quote
 
 
# Asfala Safilin 2011-03-28 01:42
*
Selamat menempuh Agama baru ya Fatimah.

Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada Fatimah atas pemikiran-pemik iran anda.

Allah Maha adil. Allah Maha pemurah. Allah Maha pemberi pilihan.

Tapi ingat Allah tidak pernah jahat atau kejam seperti yang diceritakan di postingan di atas, kuncinya: ada sebab ada akibat.

Wassalam.
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-04-09 15:41
~
Saudara Asfala, bolehkah Saudara menjelaskan apa yang Saudara maksud sebagai “ada sebab, ada akibat”?

Memang selayaknyalah Saudara Fatimah beroleh ucapan selamat. Dia telah menemukan jalan keselamatan menuju sorga. Isa Al-Masih adalah siratul mustaqim yang ia nanti-nantikan selama ini. Dan dia telah menemukannya.

Kata Isa kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada (Allah) Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6)
~
CA
Quote
 
 
# M.Yosef 2011-03-28 23:42
*
Saya meninggalkan agama Nasrani dan masuk Islam karena konsep keTuhanannya tidak jelas, tidak utuh dan tidak bulat.

Kalau dalam Nasrani/Kristen , malah Tuhan seperti manusia yang beranak dan diperanakkan. Ada Tuhan Bapa, Tuhan Yesus yang katanya satu-satunya putera Tuhan. Betul-betul menghina Tuhan!

Saya sudah tau artikel yang ditulis Fatimah tersebut. Ini adalah bagian dari ekspansi idiologi kaum Nasrani yang kehabisan akal ingin menyesatkan kaum Muslimin.

Renungkanlah surat Al-Ikhlas itu baik-baik ya Fatimah. Bila anda mencari keesaan Tuhan di dalam Nasrani, maka sampai kiamat pun tak akan dapat!

Terima kasih.
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-04-09 16:11
~
Saudara Yosef, jikalau Saudara pernah menjadi pengikut Isa Al-Masih, maka Saudara jelas tahu bahwa Allah itu tidak pernah disebutkan beranak. Oleh sebab itu, kami tidak percaya bahwa Saudara pernah menjadi pengikut Isa Al-Masih.

Kitab Saudara menuduh bahwa kami memper-Tuhan-ka n Maryam. Juga menuduh bahwa Maryam adalah istri Allah. Ini adalah kesalahan data dan fakta yang dahsyat.

Kami juga tidak mengerti mengapa Saudara mengalamatkan surat Al-Ikhlas kepada kami, karena Allah kami bukan Allah yang beranak, ataupun Allah yang diperanakkan.

Anak Allah bukan berarti Allah beranak. Anak Allah berarti bahwa Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah yang telah menjelma menjadi manusia (Qs 3:45; 4:171).

Anak Allah juga berarti bahwa Isa Al-Masih adalah ‘tanda’ dari Allah bagi manusia (Qs 19:21; 21:91).

Dan bahwa setiap orang yang menjadi pengikut-Nya, akan beroleh tempat yang tinggi di sorga (Qs 3:55). Ini adalah janji Allah yang pasti ditepati.
~
CA
Quote
 
 
# yusoff 2011-03-30 13:30
*
Nama masih dikekalkan Fatimah. Nama adalah doa. Apabila orang panggil nama kamu itu Fatimah supaya kamu menjadi orang yang bernama Fatimah, anak Nabi SAW.

Kamu kenalkah anak Nabi yang bernama Fatimah itu? Dia adalah orang yang kuat ibadahnya kepada Allah, banyak sedekahnya kepada orang-orang miskin, taat kepada suaminya.

Ibadahnya kita berbanding terbalik, macam langit dengan bumi.

Apakah kamu sudah menukar agama dengan ciri-ciri seperti dia?
 
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-04-09 18:17
~
Saudara Yusoff,

Kami pernah mendengar bahwa nabi Saudara pernah berkata sebagai berikut:

Hai Fatimah binti Muhammad.. Mintalah kepada saya harta, dan saya tiada bisa menolongmu sedikitpun dari siksa Tuhan!" (Hadis Shohih Bukhori 1261).

Hadis di atas mengatakan bahwa nabi Saudara lebih memilih memberikan harta-Nya kepada Fatimah, daripada Fatimah menanyakan kepada dirinya tentang keselamatan.

Fatimah dalam kitab Saudara belum mendapatkan kedamaian dan kepastian keselamatan. Sedangkan Saudara Fatimah yang memberikan kesaksian di atas jauh lebih berbahagia dibandingkan Fatimah yang Saudara sebutkan.

Jika Saudara rindu untuk memiliki juga kedamaian seperti Saudara Fatimah, kami mengundang Saudara untuk boleh merenungkan: isadanislam.com/jalan-keselamatan.

Kiranya Allah berkenan membukakan jalan-Nya kepada Saudara.
~
CA
Quote
 
 
# yusoff 2011-04-10 16:56
*
Sampai sekarangpun, ulama Islam tak berhenti menulis sejarah nabi. Kamu mengambil sumber yang mana.

Islam tak ada kompromi tentang iman dan taat perintah Allah. Barang siapa yang kuat imannya dan mantap amalnya dia-lah yang paling beruntung dapat dekat dengan rahmat Allah.
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-04-13 17:25
~
Saudara Yusoff,

Perhatikanlah hadist berikut ini, "Hai Fatimah binti Muhammad...Mint alah kepada saya harta, dan saya tiada bisa menolongmu sedikitpun dari siksa Tuhan!" (Hadis Shohih Bukhori 1261).

Kami mengutip kalimat ini dari Hadis Shahih Bukhori. Satu hadis yang oleh umat Muslim sudah dijamin keasliannya.

Kalau putri Muhammad yang Saudara sebut sebagai seorang yang terbukti amat saleh saja, belum terjamin keselamatannya, bagaimana dengan kita?

Kami mengundang Saudara untuk boleh merenungkan: isadanislam.com/jalan-keselamatan.

Kiranya Saudara mendapatkan berkah dan anugerah yang sejati dari Allah.
~
CA
Quote
 
 
# halyn 2011-04-11 09:31
*
Untuk menjadi Muslim memang berat. Sorga itu mahal, sehingga nabi Adam dan Hawa hanya dengan memakan buah kholdi sudah dibuang ke bumi oleh Allah. Sehingga anak cucunya harus beribadah dan mencari nafkah dengan susah payah untuk menebus kembalinya roh kita ke sorga lagi.

Orang model Fatimah harus belajar mensinkronkan akli dan naklinya lagi. Akli/akal berfikir berdasar data yang paling benar dan Al-Quran-lah data terbenar. Orang bodoh masuk neraka karena Allah katakan itu di Al-Quran. Dan Fatimah ini saya yakin tidak tamat membaca Alkitab, baik itu Al-Quran maupun Injil karena kemampuan aklinya membandingkan Islam dan Kristen menyedihkan.
 
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-04-13 13:43
~
Saudara bersikeras mengatakan bahwa kitab Saudara adalah pasti kebenaran. Dan memakainya sebagai standar ukuran segala sesuatu tanpa pengecekan secara kritis. Inilah yang disebut melanggar akli dan nakli.

Seharusnya sebelum kita beriman kepadanya, lakukanlah pengecekan dahulu secara menyeluruh. Untuk menguji apakah benar kitab Saudara adalah kebenaran. Dan apakah kebenaran itu berlaku global. Dalam artian kebenaran yang tidak bertentangan baik di segala tempat dan golongan.

Dia meragukan kekerasan yang tercantum jelas dalam kitab Saudara. Dan dia meragukan adanya keselamatan dalam agamanya yang terdahulu. Menurut kami, dasar akli dan nakli Saudara Fatimah adalah sudah sangat jelas.

Secara jelas kitab suci hanya menjamin kepastian di dalam Isa Al-Masih.
Kata Isa kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada (Allah) Bapa, kalau tidak melalui Aku.“ (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).
~
CA
Quote
 
 
# seiko 2011-04-11 21:55
*
Sudah tidak asing lagi bagi saya membaca artikel seperti Saudari Fatimah. Sepertinya tidak ada lagi pembahasan dari non-Islam yang selalu menjelek-jeleka n Islam, seperti saudara.

Apa maksud saudara mem-postingkan artikel murahan semacam ini? Mohon dengan jiwa besar saudara jangan bersembunyi dalam kebenaran Islam, baik judul tema, nama, maupun terhadap artikel lainnya.

Anda jangan membuai kami yang Muslim dengan sebutan "saudara". Bagi kami yang Muslim, saudara adalah yang sama mau menyebut kalimah "Shahadat", dan Al-Quran pedomannya.

Semoga saudara mau mengulang kembali kalimat Shahadat kembali dan bertobat karena telah memfitnah kami yang Muslim.
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-04-13 13:51
~
Saudara Seiko, bagi kami memanggil Saudara tidak harus satu iman. Saudara tidak seharusnya memaksakan pendapat Saudara kepada kami bukan?

Kami akan menghapus kesaksian ini jika Saudara berkenan menginformasika n kepada kami bahwa ada yang salah atau tidak benar pada kesaksian di atas.

Kesaksian di atas jelas bukan artikel murahan melainkan sesuatu yang sangat bernilai. Lihatlah, Saudara ini telah menemukan sesuatu yang bernilai kekal, yakni keselamatan jiwanya.

Bagaimana dengan Saudara? Apakah Saudara juga telah menemukan keselamatan menuju sorga tersebut?

Kami mengajak Saudara untuk boleh merenungkan hal keselamatan ini dalam: isadanislam.com/jalan-keselamatan.
~
CA
Quote
 
 
# Dimaz 2011-04-15 10:17
*
Yth. Mbak Fatimah,

Kunci dari Islam adalah keikhlasan. Coba terapkan dalam semua aspek kehidupan anda.

Saya yakin agama apapun akan menjurus pada satu keyakinan Tuhan: Allah.
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-04-25 11:40
~
Saudara Dimaz,

Adalah perlu dibedakan, apa yang dinamakan dengan 'keikhlasan' dan apa yang disebut sebagai 'kepasrahan'. Ikhlas dan pasrah adalah dua hal yang berbeda.

Saudari Fatimah di atas memilih tidak mau bersikap 'pasrah' mengenai hal-hal sorgawi. Jikalau ia salah pilih, maka neraka menanti.

Seharusnya kita semua layak bersikap bijak, sama seperti Saudari Fatimah di atas. Menyangkut masalah keselamatan dunia akhirat, kita tidak boleh bersikap ikut-ikutan. Kita harus jeli dan bijaksana. Allah tidak akan marah kalau kita benar-benar rindu untuk mencari kebenaran.

Kami mengajak Saudara untuk boleh merenungkan: isadanislam.com /jalan-keselama tan. Kiranya Saudara mendapat berkah dari Allah.
~
CA
Quote
 
 
# dina 2011-08-05 11:21
*
Fatimah tidak mendapat hidayah dari Allah.
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-08-08 15:19
~
Saudara Dina,

Fatimah awalnya seorang wanita soleh dan taat pada agama Islam. Tinggal di negara Islam. Lahir dari keluarga Islam. Semakin dia mendalami agama Islam juga memperlajari Al-Quran, maka semakin dia mengerti ajaran Islam sebenarnya. Dan hal itu membuat iman Islam-nya menjadi goyah.

Sungguh aneh bukan? Seorang Muslim yang taat, merasa imannya goyah ketika dia mendalami ajaran agama dan kitab sucinya. Dapat disimpulkan, dia menemukan “sesuatu” yang tidak baik, yang tidak berasal dari Allah, pada saat dia mendalami agama lamanya tersebut. Sehingga akhirnya dia memutuskan untuk meninggalkannya.

Firman Allah berkata, “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; Carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” (Injil, Rasul Besar Matius 7:7).

Inilah hidayah dari Allah. Pada saat dia mencari “Jalan” Allah, Allah menunjukkan Jalan itu kepada Fatimah.

Bagaimana dengan saudara, apakah saudara telah menemukannya? Kami mengajak Saudara untuk boleh merenungkan: isadanislam.com/jalan-keselamatan.

Kiranya Saudara mendapat berkah dari Allah.
~
SO
Quote
 
 
# chi 2011-08-06 15:08
*
Saya tahu kenapa Saudari Fatimah murtad. Biasalah dia malas shalat, puasa, sedekah dan pakai jilbab. Mungkin dia merasa terkekang dengan jilbab. Lagi mungkin ia tidak mau menundukkan pandangannya.

Saudara Fatima sudah dikalahkan oleh nafsu, sehingga agama yang dianggap simpel dan memuaskan nafsunya yaitu agamanya yang sekarang.

Dengan agama barunya dia bisa pakai model baju sepuasnya, rok mini, ngegosip sepanjang hari, tidak takut akan kewajiban ibadah, bebas pacaran, tertawa terbahak-bahak, minum minuman yang dia sukai. Lagipula ibadahnya cuma seminggu sekali dan hanya bernyanyi saja.
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-08-08 15:46
~
Saudara Chi,

Pada kesaksian di atas dikatakan bahwa Fatimah awalnya adalah seorang wanita soleh dan taat pada agama Islam, rajin mendalami agama Islam juga memperlajari Al-Quran. Hal ini telah menunjukkan bahwa dia tidak mungkin malas shalat, puasa, sedekah, bahkan menggunakan jilbab, sebab dia tinggal di negara dan keluarga Islam.

Pada kesaksian di atas, Fatima mengatakan bahwa semakin dia mendalami, dia semakin mengerti ajaran Islam yang sebenarnya. Dan hal itu membuat iman Islam-nya menjadi goyah.

Sungguh aneh bukan? Seorang Muslim yang taat, merasa imannya goyah ketika dia mendalami ajaran agama dan kitab sucinya. Dapat disimpulkan, dia menemukan “sesuatu” yang tidak baik pada ajaran tersebut. Ajaran yang tidak berasal dari Allah. Dan ajaran itu ditemukannya pada saat dia mendalaminya. Maka akhirnya dia memutuskan untuk meninggalkan agama Islam.

Sedangkan tentang pakaian mini, bebas pacaran dll yang saudara jabarkan di atas, dalam kehidupan sehari-hari, tidak sedikit ditemukan umat Muslim yang berperangai demikian bukan?

Firman Allah berkata, “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; Carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” (Injil, Rasul Besar Matius 7:7).

Inilah hidayah dari Allah. Pada saat Fatima mencari “Jalan” Allah, Allah menunjukkan Jalan itu kepada Fatimah.

Kami mengajak Saudara untuk boleh merenungkan: isadanislam.com/jalan-keselamatan.

Kiranya Saudara mendapat berkah dari Allah.
~
SO
 
Quote
 
 
# jenny 2011-09-14 17:15
*
Luar biasa! Fatimah menemukan jalan keselamatan. Benar adanya bahwa Isa Al-Masih satu-satunya jalan kebenaran dan hidup.

Menjadi orang yang percaya akan Kristus adalah anugerah. Bukan kita yang memilih Dia tetapi Dia yang memilih kita.

Oleh karena itu, jika Fatimah telah menemukan jalan kebenaran dan hidup, berarti Fatimah adalah orang yang sangat berbahagia.
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-11-04 17:26
~
Saudara Jenny,

Terimakasih atas komentar yang saudara berikan. Terimakasih juga atas apresiasi dan kunjungan saudara pada situs kami. Semoga artikel-artikel yang terdapat dalam situs ini dapat menjadi berkat bagi saudara.
~
SO
Quote
 
 
# if 2011-09-15 16:02
*
“Saya menyembah satu Allah lima kali sehari, tetapi ritual sangatlah melelahkan. Sebanyak lima kali sehari, adzan menegaskan bahwa Muhammad adalah nabi Allah.”

Apakah seperti ini yang disebut oleh staff Isa dan Islam sebagai wanita soleh dan taat?
 
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-09-16 11:49
~
Saudara If,

Silakan saudara baca kembali kesaksian di atas dengan cermat, Fatimah tinggal di negara, keluarga, dan lingkungan serba Islam. Dan selama tiga puluh tahun dia taat akan ajaran Islam.

Namun kasih karunia Allah telah menyelamatkan dia dari pencariannya tentang Allah yang hidup. Allah yang benar-benar dapat memberi dia kepastian keselamatan. Allah yang dapat memberi dia damai sejahtera. Dan semua itu dia temukan dalam diri Isa Al-Masih.

Dengan imannya Fatima telah mengetahui bahwa, "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah" (Injil, Surat Efesus 2:8)

Amal ibadah dan ritual-ritual beribadah tidak dapat menyelamatkan seseorang. Sebab keselamatan hanya ada dalam Isa Al-Masih!
~
SO
Quote
 
 
# abdul aziz alaydrus 2011-12-01 13:15
*
Islam itu tidaklah berat seperti yang di tuliskan Fatimah. Yang membuat berat adalah Fatimah sendiri. Soal wudhu yang batal karena buang angin itu wajar dan syah dalam ketentuan berhadapan dengan Allah yang suci.
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-12-03 11:23
~
Saudara Abdul,

Mungkin bagi saudara aturan-aturan tersebut bukanlah hal yang sulit. Namun Fatima meninggalkan Islam alasan satu-satunya bukan di aturan-aturan tersebut. Melainkan karena Fatima telah menemukan kebenaran sejati yang selama ini dia cari. Dan itu hanya dia temukan dalam Isa Al-Masih.

"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:31-32)
~
SO
Quote
 
 
# jimmy_johanes 2011-12-01 17:48
*
Didasari dari kesaksian diatas, dia tidak dengan mudah meninggalkan Islam dan dengan tidak mudah pula percaya kepada Yesus. Dia melalui proses yang tidak mudah.

Jadi jangan kita hakimi dia dengan kata-kata "bodoh", "imannya dangkal" atau dengan ucapan-ucapan yang menyalahkan.
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-12-03 11:22
~
Terimakasih saudara Jimmy atas komentar saudara. Kami setuju dengan saudara. Bila kita membaca kesaksian di atas, Fatima telah menjelaskan bahwa dia tidak secara langsung menjadi pengikut Isa Al-Masih begitu dia menemukan “sesuatu” yang tidak benar di agamanya yang lama.

Sebelum menjadi pengikut Isa Al-Masih, Fatima telah terlebih dahulu mempelajari agama lainnya. Tetapi sepertinya dia hanya menemukan kebenaran itu dalam Isa Al-Masih. Salah seseorang yang telah menemukan kebenaran, lalu mengikuti kebenaran itu?
~
SO
Quote
 
 
# sunan 2011-12-05 11:50
*
Allah menghendaki bagi hamba-Nya yang dikunci dan dibuka hatinya.

Mbak Fatimah, semoga anda diberikan Allah pintu hidayah-Nya. Kalau tidak, berarti anda orang yang celaka. Allah selalu membuka pintu rahmat-Nya, janganlah berputus asa dari rahmat Allah dan janganlah jadi orang yang merugi.
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-12-06 16:14
~
Saudara Sunan,

Fatima telah menemukan hidayah dari Allah. Itulah sebab dia meninggalkan agamanya yang lama menjadi pengikut Isa Al-Masih. Dengan hidayah dari Allah, Fatima telah menemukan petunjuk dan cahaya dalam Injil sesuai dengan apa yang tertulis dalam Al-Quran.

“Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israel) dengan Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.” (Qs 5:46)

Bagaimana dengan saudara, apakah saudara telah menemukan petunjuk dan cahaya itu?
~
SO
Quote
 
 
# kholiq 2011-12-05 15:34
*
Setelah baca kesaksian di atas aku rasa saudara Fatimah bukan seorang Islam yang taat. Sekarang dia sudah menemukan keimanan yang baru.
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-12-06 16:07
~
Saudara Kholiq,

Atas dasar apa saudara mengatakan bahwa Fatima bukan seorang Islam yang taat? Apakah karena dia meninggalkan agama Islam?

Fatima justru bersyukur dengan keimanannya yang baru. Lewat kesaksiannya dia berkata bahwa dia telah menemukan Keselamatan sejati yang selama ini dia cari. Dia telah mendapatkan damai sejahtera dari Isa Al-Masih. Dia juga tidak perlu lagi harus mendoakan keselamatan nabinya.

Dia juga tidak perlu ragu lagi akan keselamatan, sebab orang yang sungguh menerima Isa Al-Masih sebagai Penyelamat, tidak merasa ragu akan keselamatanya. Orang tersebut pasti masuk sorga.
Isa berkata: “Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:29)
~
SO
Quote
 
 
# joni gundul 2011-12-05 20:59
*
Saya suka sekali artikel ini, sebab menambah imanku pada Yesus Kristus. Terimakasih staf IDI. Selamat hari Natal Tuhan berkati.
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-12-13 15:25
~
Saudara Joni,

Terimakasih atas apresiasi yang sudah saudara berikan atas situs kami. Bila saudara ada kesempatan, silakan juga mengunjungi situs kami lainnya, yaitu: www.isadanalquran.com dan www.isadanalfatihah/.com.

Semoga dua situs kami lainnya dapat menjadi berkat bagi saudara.

Selamat hari Natal juga. Tuhan memberkati saudara.
~
SO
Quote
 
 
# Iman 2011-12-05 22:01
*
Quoting kholiq:
Setelah baca kesaksian di atas aku rasa saudara Fatimah bukan seorang Islam yang taat. Sekarang dia sudah menemukan keimanan yang baru.

Adalah dosa untuk mencobai Allah dengan sengaja mendatangkan mara-bahaya atas diri sendiri. Bukankah Yesus Kristus sendiri tidak mau menjatuhkan diri-Nya dari bubungan Bait Allah, meskipun Dia tahu bahwa hal itu tidak akan berakibat apa-apa bagi-Nya?
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-12-08 09:49
~
Sdr.Iman

Sebagai wanita Muslim, Fatimah, adalah seorang yang taat. Namun ketaatannya bukan ketaatan yang tidak beralasan tetapi disertai keterbukaan terhadap petunjuk Allah.

Sebagaimana bagi setiap pengikut-Nya demikian pula halnya dengan Fatimah, bahwa Isa Al-Masih telah memilih dia. Fatimah dipilih untuk diselamatkan. Sebab tidak mungkin manusia diselamatkan jika tidak dipilih oleh Isa Al-Masih. Lihat perkataan Isa Al-Masih dalam Injil, Rasul Besar Yohanes 5:16 “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu...”

Isa Al-Masih berkata demikian karena Dia memiliki otoritas sebagaimana dalam Qs 3:45 menjelaskan bahwa Isa Al-Masih adalah Yang terkemuka di dunia dan akhirat.

Bagi Saudara yang belum mengenal Isa Al-Masih saya sarankan untuk mencari tahu siapa Dia sebenarnya.
~
NN
Quote
 
 
# netral zoulez 2011-12-13 03:43
*
Selamat buat Fatimah yang menemukan agama barunya.

Allah Maha Besar, Maha Mengetahui. Semoga jalan yang anda ambil dapat menenangkan pikiran dan hati anda. Serta menjawab semua pertanyaan anda selama ini.
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-12-13 15:23
~
Saudara Netral Zoulez,

Tentu saudari Fatimah akan sangat senang menerima ucapan selamat dari saudara. Saudara benar, saat ini Fatimah telah menemukan jawaban yang selama ini dia cari. Dan dalam kesaksiannya dia mengatakan bahwa dia telah mendapatkan damai sejahtera dari Isa Al-Masih, dan menemukan jawaban dari setiap pertanyaan-pert anyaan yang dia cari selama ini.

Dalam Isa Al-Masih, dia telah menerima jaminan keselamatan dan hidup kekal.

Bagaimana dengan saudara? Sudahkah saudara juga mendapatkan jaminan tersebut?
~
SO
Quote
 
 
# chin 2011-12-15 23:05
*
Adakah manusia yang benar-benar suci tidak berdosa sama sekali di dunia ini? Jawabannya tidak. Sebaik apapun seorang manusia di dunia ini tidak akan dapat menemukan jalan menuju Tuhan Allah tanpa melalui Isa Al-Masih (Yesus Kristus).

Karena Isa Al-Masih adalah Juru selamat bagi manusia berdosa, Dia datang bukan untuk menyelamatkan orang Kristen saja tetapi umat manusia. Jangan terus melihat perbedaan antar dua agama, kita sama-sama diciptakan oleh Tuhan dan sama-sama dikasihi oleh Tuhan, terimalah keselamatan yang datang daripada-Nya. Semoga bermanfaat.

Gbu.
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-12-20 17:32
~
Saudara Chin,

Kami sependapat dengan komentar yang saudara berikan.

Memang demikianlah tujuan Isa Al-Masih (Yesus Kristus) datang ke dunia. Untuk mendamaikan manusia dengan Allah, dan menjadi "Jalan" agar manusia dapat sampai pada kemuliaan Allah.

Itulah sebabnya Isa Al-Masih berkata: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).
~
SO
Quote
 
 
# Chris George 2011-12-20 16:24
*
Jalan keselamatan telah dipilih Fatimah. Dialah domba yang walaupun bukan dari kawanan, namun telah menemukan Jalan Kebenaran dan Hidup yaitu "YESUS".

Hiduplah dalam damai dan kasih Tuhan, GBU!

Chris.
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2012-02-02 14:05
~
Saudara Chris,

Terimakasih untuk komentar yang telah saudara berikan atas kesaksian yang telah disampaikan oleh saudara Fatimah.

Semoga kesaksian dari saudara Fatimah ini dapat membukakan mata rohani mereka yang belum menemukan Hidup Kekal dan Jalan Kebenaran yang sebenarnya. Sehingga merekapun mempunyai pengalaman rohani yang indah seperti yang dialami oleh saudara Fatimah.
~
SO
Quote
 
 
# Kerubim 2011-12-22 11:38
*
Kisah Fatimah di atas sama seperti yang dialami teman sekampus saya. Sekarang dia telah dibabtis dan masuk Kristen.

Semoga terang Allah senantiasa beserta kalian.
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-12-29 14:59
~
Firman Allah berkata, “Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya." (Injil, Rasul Besar Matius 24:14).

Akan bermunculan Fatimah-Fatimah lain, bukan hanya dari negara Islam, tetapi dari seluruh bangsa.
~
SO
Quote
 
 
# obrey 2011-12-28 15:43
*
Sungguh ironis mbak Fatimah, mungkin memang itu jalan untuk anda, seharusnya anda menelaah lebih dalam lagi dan cukup dengan melihat kitabnya saja, apakah al-Quran ada pembaharuan tiap tahunnya, edisi tahun ini ayat tahun ini dan orang yang menulisnya, dari jaman dulu samapai sekarang. Ayat Al-Quran tidak pernah berubah sedikitpun, satu huruf saja apa lagi satu ayat, itu sudah membuktikan bahwa Al-Quran bukan buatan manusia, yang tiap tahunnya berubah.

Orang yang kitabnya berubah-ubah, menandakan kitabnya adalah buatan manusia yang ingin menjadi lebih baik menurut versinya, bukan versi yang dibuat oleh Tuhan-nya. Sungguh bodoh orang yang percaya dengan kitab yang dibuat manusia.
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-12-29 14:59
~
Saudara Obrey,

Memang sungguh ironis, seorang Muslimah yang taat akhirnya mengambil satu langkah berani, meninggalkan agama lamanya. Tentu mengambil keputusan untuk meninggalkan agama lamanya bukanlah hal yang mudah bagi Fatimah.

Tapi hikmat dan hidayah dari Allah, telah membuat Fatimah menemukan kebenaran sejati yang selama ini dia cari. Di kepercayaannya yang baru, Fatimah telah menemukan damai sejahtera.

Bagi Fatimah, keselamatan bukan dijamin oleh kitab suci yang mempertahankan keaslian bahasanya. Tetapi keselamatan hanya ada dalam Isa Al-Masih.

Bagaimana dengan keselamatan saudara?.
~
SO
Quote
 
 
# martha lim 2012-01-17 12:24
*
Saudara Fatimah yang terkasih, saudara telah menempuh jalan yang benar dengan menjadi pengikut Yesus. Berjalanlah dalam terang-Nya.

Melalui kesaksian saudara nama Yesus dipermuliakan. Tuhan Yesus memberkati.
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2012-01-17 17:34
~
Saudara Martha,

Terimakasih atas apresiasi yang sudah saudara berikan. Kiranya kesaksian dari saudara Fatimah di atas dapat menguatkan iman saudara terhadap Isa Al-Masih, bahwa Dia adalah satu-satunya Jalan Keselamatan.

“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." (Injil, Kisah Para Rasul 4:12).
~
SO
Quote
 
 
# Lala nabila 2012-02-14 23:43
*
Dampak memahami agama dengan dirinya sendiri tanpa adanya pendamping/guru /ustad/habib untuk memagarinya, yang ada cuma kebingungan yang teramat sangat.

Orang non-Muslim pun jika ingin kuat mendalami agamanya masing-masing juga butuh imam-imam mereka.

Kesalahan fatal dalam memahami agama, melalaikan tahap-tahap menuju ilmu yang bermanfaat, dimana keputus-asaan pasti akan menumbuhkan rasa marah dan benci.
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2012-02-15 19:39
~
Mengapa dalam mempelajari agama memerlukan seseorang untuk 'memagarinya'? 'Memagari' dalam hal apakah yang saudara maksud?

Tidak salah memang dalam mempelajari agama dan kitab suci didampingi seseorang yang lebih mengerti. Tetapi, selain mendapat pengajaran dari orang lain, mempelajari kitab suci juga dapat dilakukan sendiri dengan menyelidiki kitab suci.

Itulah sebabnya Alkitab diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Supaya setiap orang dapat membaca, mengerti, menyelidiki, mempelajari, dan akhirnya mereka paham apa sebenarnya maksud Tuhan menyampaikan wahyu-wahyu-Nya.

Seseorang yang hanya dapat menerima begitu saja ajaran agamanya tanpa dapat menyelidiki, sama saja dengan mempunyai iman buta. Saudara Fatimah tidak ingin mempunyai iman buta, sehingga dia berusaha untuk mempelajari ajaran agama lamanya. Dan hal itu membuat dia menemukan Kebenaran sejati yang hanya ada pada Isa Al-Masih.

Bagaimana dengan saudara, apakah saudara memiliki iman buta saat ini?
~
SO
Quote
 
 
# syaifal 2012-02-16 11:05
*
Jika Fatimah memang benar-benar seorang muslimah yang taat, tidak mungkin anda mengeluhkan untuk beribadah kepada Allah, yang menurut anda sulit sekali.

Jika Islam bukan agama dari sisi Allah sungguh akan terdapat banyak kesalahan di Al-Quran dan jika Kristen adalah agama yang benar, bukankah begitu banyak sekali kesalahan juga keganjilan di dalam Alkitab?
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2012-02-21 16:26
~
Saudara Syafail,

Fatimah meninggalkan agama lamanya, yaitu Islam, setelah dia mempelajarinya terlebih dahulu, dan menemukan kejanggalan-kej anggalan dalam Al-Quran dan ajaran Islam. Di mana kejanggalan-kej anggalan tersebut tidak mencerminkan bahwa Al-Quran adalah benar wahyu dari Allah.

Inilah kontradiksi yang terdapat dalam Al-Quran. Menurut Qs 2:62, “setiap orang, baik Yahudi, Nasrani dan Shabiin, bila mereka benar-benar beriman kepada Allah, maka mereka akan mendapat pahala dan tidak ada kekhawatiran”.

Sementara Qs 3:85 “berkata, orang yang mencari agama selain Islam, di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.

Lantas mana yang benar? Boleh memeluk agama apa saja seperti yang dikatakan Qs 2:62 atau hanya Islam saja seperti isi Qs 3:85? Dan masih banyak terdapat ayat-ayat yang kontradiksi dalam Al-Quran.

Saudara mengatakan dalam Alkitab banyak ayat yang salah, dapatkah saudara memberi contohnya?
~
SO
Quote
 

Add comment

Tolong memberi komentar yang tidak melanggar norma-norma. Kami berhak menghapus komentar yang kasar, mengejek, bersifat menyerang, dan tidak berhubungan dengan artikel di atas. Oleh sebab itu, kiranya dapat menggunakan bahasa yang jelas!

Pedoman wajib untuk memasukkan komentar:
1. Tidak boleh memakai lebih dari satu kolom komentar.
2. Pertanyaan/masukan harus berhubungan dengan uraian diatas.
3. Sebaiknya satu atau dua pertanyaan dalam satu kolom komentar.
4. Hanya menggunakan bahasa Indonesia yang umum dan dimengerti semua orang.
5. Tidak memakai singkatan-singkatan, misalnya yg, dlm, sdh, tdk, dlsbgnya.
6. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
7. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.

Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: masukan@idionline.info.
Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam


Security code
Refresh

Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Twitter Ikuti Isa dan Islam di RSS Feed
Mutiara Tersembunyi tentang Isa Al-Masih di Alkitab dan Al-Quran

Tweet Terbaru

isadanislam
isadanislam: Dialog Agama - Isa dan Al-Fatihah - Senangkah Allah Dengan Pujian Paksaan? http://t.co/Wmy8BK0V

Kamis, 23 Februari 2012

isadanislam: Bagaimana Menghindari Disebut "Fasik"? http://t.co/kzLghsKY

Rabu, 22 Februari 2012


 
Joomla Templates and Joomla Extensions by ZooTemplate.Com
Hak Cipta © 2012 Dialog Agama - Isa dan Islam. Dilindungi oleh Undang-undang
Joomla! adalah Perangkat Lunak Bebas yang diterbitkan di bawah Lisensi GNU/GPL