Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter
Cetak

Kesaksian Fatimah

Wanita BerkerudungSaya mempunyai kerinduan untuk bersaksi kepada orang-orang bahwa saya telah meninggalkan Islam. Hal itu masih sulit untuk saya lakukan. Itulah sebabnya saya mencoba membagikan kesaksian saya melalui tulisan ini.

Membaca Al-Quran dan Hadist Membuat Kecewa

Saya tinggal di negara Islam. Lahir dan dikelilingi orang-orang Islam. Selama tiga puluh tahun saya hidup bahagia sebagai Muslim, dan menjalankan agama dengan sungguh-sungguh. Suatu hari saya mulai mempelajari agama Islam lebih dalam. Inilah awal yang mengubah iman Islam saya. Saya membutuhkan waktu sembilan tahun untuk menyadari bahwa agama Islam tidak mungkin berasal dari Allah.

Keabsahan untuk menyerang dan perbudakan dalam Islam adalah awal dimana saya mulai mencari tentang kebenaran. Saya mulai membaca ulang Al-Quran dalam bahasa Arab dan Inggris, juga hadits dan tafsiran serta biografi Muhammad. Tujuannya untuk mengetahui apa yang sebenarnya diijinkan dan dilarang Allah.

Saya sungguh kecewa! Semakin saya membaca, semakin saya menjauh dari Islam. Sayapun berdoa dengan taqwa. Berseru di atas sajadah, memohon agar Allah memberi petunjuk. Pada titik ini, saya masih percaya Al-Quran berasal dari Allah.

Ritual Agama Islam Yang Ruwet

Beribadah tidak dapat menenangkan diri saya. Saya juga tidak dapat lagi menikmati Ramadhan. Pada hal umat Muslim percaya sholat dapat menenangkan jiwa dan mereka juga menikmati Ramadhan.

Seorang Muslim kenalan saya sependapat dengan saya, Islam tidak semudah yang dikatakan orang.  Ritualnya ruwet sekali. Bahkan dapat membuat frustasi. Seperti, berwudhu akan dianggap batal bila kita buang angin. Sehingga harus diulang lagi. Buang angin saat sholat, maka wudhu dan sholatnya harus diulang dari awal. Seseorang yang sudah menikah, selesai bersetubuh harus mandi sesegera mungkin dengan ritual tersendiri. Jika tidak, dianggap tidak “bersih” untuk sholat berikutnya.

Perempuan yang sedang menstruasi tidak boleh menyentuh Al-Quran. Saudara lelaki dan ayahnya pun tidak boleh tahu kalau dia sedang menstruasi. Bahkan ketika dia tidak berpuasa (di bulan Ramadan), dia harus tetap bangun pagi untuk sahur.  Demikian kaum pria di keluarganya tidak tahu kalau dia sedang menstruasi.

Tidak Tertarik dan Takut Naik Haji

KaabahSaya terus berdoa, berpuasa dan berzakat. Tapi satu hal yang tidak ingin saya lakukan adalah pergi naik Haji. Saya pernah ikut Umrah walaupun tidak terlalu menyenangkan. Saya tidak menyangkal bahwa perasaan saya sangat senang ketika akhirnya bisa melihat dan menyentuh Ka'bah. Ini impian setiap orang Muslim. Namun saya menemukan hampir semua ritual Umrah sia-sia dan aneh. Bahkan saya tidak mengerti mengapa harus mengelilingi Ka'bah tujuh kali. Mengapa harus saling dorong hanya untuk mencium sebuah batu yang penuh dengan kuman dari setiap orang.

Ketakutan untuk naik haji berawal ketika seorang kerabat saya ikut terbakar pada kejadian kebakaran tahun 1977. Dua tahun kemudian dia meninggal karena komplikasi. Tahun 2003 teman saya meninggal karena terinjak-injak ketika naik Haji. Kecelakaan memang bisa terjadi di mana dan kapan saja. Tapi ketika naik Haji, kita berangkat untuk beribadah kepada Allah.  Kita berharap pengalaman tersebut, atau paling tidak ibadah kita, akan diberkati - bukan terpanggang atau terinjak sampai mati.

Mengapa Allah Membunuh Orang yang Menyembah-Nya?

Selama bertahun-tahun, ada satu pemikiran yang terus mengganggu saya: Mengapa Allah membunuh orang-orang yang menyembah-Nya? Mengapa Ia begitu kejam jika mereka melakukan hal yang benar? Dari tahun 1970-an hingga tahun 2009, setidaknya ada tujuh musibah akibat saling dorong/injak, tiga kejadian kekerasan, dua kebakaran, dan satu hotel tempat tinggal para peserta haji runtuh. Bukankah ini merupakan pertanda ada yang tidak benar tentang ibadah naik Haji?

Ketika orang-orang Hindu terinjak-injak sampai mati saat mereka ziarah, dengan cepat orang Muslim menyimpulkan karena adanya kutukan dari Allah, sebab mereka menyembah berhala. Bagaimana ketika orang Muslim mati hampir dua tahun sekali dalam musibah terinjak-injak saat melempar batu ke Ka'bah, yang kelihatan seperti menara penyembah berhala?  Mereka dipuji sebagai martir, seperti orang  mati syahid. Sungguh sangat membingungkan.

Titik Balik Iman Kepercayaan Saya dalam Islam

Titik balik saya beralih dari Islam terjadi di suatu musim panas. Saya membaca bagaimana Muhammad suka kerasukan bila dia menerima wahyu. Nenek dari ayah saya mempunyai keahlian untuk menangkap jin. Dia telah menundukkan satu jin yang berasal dari Persia Kuno, berumur ratusan tahun. Dia melakukan ini untuk mengetahui tentang masa depan. Dia ingin hidup senang setelah suaminya tiba-tiba meninggal.

Jin Berbicara kepada Nenek Saya

Ketika nenek saya memanggil jin, tubuhnya menjadi kaku, berkeringat dan kerasukan. Bibirnya komat-kamit.  Yang terdengar hanyalah suara sayup-sayup seorang lelaki berbicara dalam bahasa asing. Ayah saya teringat suara itu seperti “seorang binatang besar yang sedang mengorok.” Lalu nenek saya mulai menulis beberapa kalimat tanpa henti.

Ketika kuasa supranatural ini pergi, nenek saya ambruk. Tenaganya tersedot habis. Tulisannya, walaupun kadang berantakan, seringkali dalam bahasa Arab yang sempurna, dan menjawab semua pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada roh itu. Roh itu dapat memberitahu apa yang terjadi di masa lalu, masa depan, bahkan meramalkan kapan nenek saya akan meninggalkan. Semuanya seringkali akurat.

Muhammad dan Jin yang Menolongnya

Saya mempelajari pengalaman-pengalaman Muhammad dengan jin.  Kelihatan ada persamaan atas kondisi fisik Muhammad ketika dia menyatakan menerima wahyu, dengan kondisi fisik nenek saya ketika roh berbicara melalui dia. Dalam kedua kasus tersebut, memang ada yang dinyatakan dan diwahyukan.  Namun bukan Allah yang berbicara melalui malaikat-malaikat.

Saya berpikir: malaikat-malaikat berbicara kepada semua nabi dan bahkan kadang kepada wanita, tetapi mereka tidak pernah kerasukan. Bahkan ketika berhadapan dengan setan mereka tidak berkeringat dan ambruk. Para nabi punya kuasa mengalahkan roh-roh seperti itu.

Lalu saya membaca satu hadits dimana Muhammad mengatakan bahwa ada jin (qareen; constant companion) beserta dia.  Muhammad menekankan, dengan pertolongan Allah, ia sudah menguasai jin-nya.  Dalam hadits itu Muhammad mengatakan jin tersebut sudah menjadi Muslim (Lihatlah Sahih Muslim: Kitab 39, Hadits 6759).

Saya Terus Mempelajari Agama Islam Lebih Mendalam Lagi

Saya semakin mendalami ajaran Islam.  Orang lain mengatakan saya sedang mengundang setan untuk berbisik ketika saya mempunyai beberapa pertanyaan. Mereka menyarankan saya untuk tidak terlalu banyak membaca. Kebanyakan orang Islam tidak mengerti agama mereka secara rinci. Mereka tidak ingin mengerti supaya pikiran mereka menjadi tenang.

Orang-orang dekat saya mengatakan, saya tidak melakukan hal yang salah. Mereka tahu saya menyembah satu Tuhan. Berdoa lebih dari lima kali sehari. Tidak menipu, berbohong, atau mencuri. Juga tidak menindas siapa pun. Apa lagi yang saya mau? Maka saya mulai mencari kebenaran secara diam-diam.

Terus-menerus Mengucapkan Shalawat Untuk Nabi

Membaca Al QuranSaya menyembah satu Allah lima kali sehari dengan ritual yang melelahkan. Lima kali sehari adzan menegaskan bahwa Muhammad adalah nabi Allah yang harus didoakan berkat baginya. Berdoa agar diberikan tempat terbaik di surga serta kedudukan yang lebih tinggi dari siapa pun.  Dengan demikian Muhammad akan bisa bersyafaat seperti yang dijanjikan Allah!

Lima kali sehari saya duduk di atas sajadah dalam bagian Tasyahud. Hampir setengah dari sholat saya untuk memberkati Muhammad dan ummahnya. Nabi mana yang pernah mengajarkan umatnya untuk memberkati dia tanpa henti-hentinya setiap hari? Saya bisa merasakan ketakutan Muhammad yang tersembunyi di sini.

Jumlah Ayat di Al-Quran Mengejutkan

Iman kepercayaan saya dalam agama Islam sedang rapuh sekali. Saya meminta petunjuk sebagai tanda dari Allah. Hingga satu hari saya menghadiri diskusi agama Islam yang membahas tentang Al-Quran.

Seorang peserta bertanya, ada berapa jumlah ayat Al-Quran. Ada kesimpangsiuran tentang berapa jumlah ayat yang pasti. Pembicara mengatakan sesungguhnya tidak ada yang tahu pasti. Para ahli berbeda pendapat di mana ayat-ayat tertentu berakhir. Juga apakah beberapa ayat tertentu sebenarnya satu ayat atau lebih. Menurut versi mutakhir ada 6.236 ayat tanpa bismillah dan 6.349 ayat termasuk bismillah. Tetapi ada beberapa ahli yang melihat himpunan ayat-ayat tertua. Mereka percaya jumlah ayat yang benar berikut bismillah adalah 6.666!

Pembicara itu belum selesai berbicara ketika bulu kuduk saya berdiri! Saya keluar dari gedung itu. Di rumah, saya banyak menghabiskan waktu mencari informasi di internet tentang Anti-Kristus. Apa yang saya temukan sangatlah penting.

666 Adalah Nomor Untuk Anti-Kristus

Beberapa ayat tentang 666:

“Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.” (Injil, Kitab Wahyu 13:8)

“Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya . . . . Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya [666] pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus [Isa Al-Masih] untuk masa seribu tahun.” (Injil, Kitab Wahyu 20:4)

Saya Meninggalkan Agama Islam

Seorang Muslim harus taat pada Allah dan Muhammad. Mereka harus memberkati Muhammad setiap hari. Seorang nabi datang untuk mengubah keadaan yang jahat dan mereformasi (mengubah) masyarakat. Ada yang mengatakan bahwa serangan, poligami, pernikahan anak yang masih kecil, perbudakan, dan isteri yang dipukuli merupakan adat kebiasaan kuno di Arab. Islam mengijinkan semua ini untuk diteruskan tetapi mencoba untuk mengontrolnya. Tetapi Islam tidak mengubahnya. Ini hanya menunjukkan bahwa apa yang seharusnya dilakukan tidak dilakukan oleh Muhammad.

Jika guru saya ingin saya menulis dengan ballpoint, maka dia tidak boleh menggunakan pensil. Dia seharusnya menjadi teladan yang baik dengan menggunakan ballpoint juga. Dia tidak boleh menyatakan bahwa dia boleh melakukan apa saja seturut kehendaknya hanya karena dia adalah guru.

Dengan melakukan tindakan seperti itu dalam kebiasaannya dan dalam Al-Quran, Muhammad salah. Dia mungkin mencoba untuk membuat garis batasan. Tetapi dia juga mendukung kebiasaan-kebiasaan jahat ini di dalam prosesnya. Apakah dia pikir kebiasaan-kebiasaan ini lama kelamaan akan berakhir, seperti yang dikatakan orang Muslim?

Pesan Kristus adalah Terbaik dan Paling Damai

Akhirnya sayapun memutuskan untuk meninggalkan agama Islam. Tetapi saya tidak secara buta menjadi orang Kristen.  Sebelumnya saya telah mempelajari agama lainnya. Pesan Isa Al-Masih adalah yang terbaik dan paling damai. Dia yang dapat membawa perubahan melalui kasih. Tidak ada yang dapat menandingi Isa Al-Masih, Sang Juru Selamat. Dia tidak memerlukan pujian dari saya karena tindakan-Nya masih terus berbicara dengan kuat. Dia tidak perlu berkat dari saya karena Dialah yang memberikan berkat. Tuhan sungguh adalah Gembalaku!

Orang yang Mengasihi Saya Mendukung Kepercayaan Baru Saya

Saya terus membaca Alkitab setiap hari dan mempelajari agama Kristen. Saya akui bahwa orang-orang yang mengasihi saya sangat mendukung saya, walaupun mereka belum menjadi Kristen. Mereka tahu dan menghargai bagaimana Isa Al-Masih telah membawa damai sejahtera dalam hidup saya. Saya tidak lagi bergadang sepanjang malam untuk terus-menerus membaca ulang Al-Quran dengan perasaan ngeri dan tidak percaya. Saya tidak lagi merasa pahit tentang pengajaran Muhammad karena saya menemukan penghiburan di dalam perkataan Isa Al-Masih. Firman-Nya dengan lembut memberi peringatan kepada kita. Firman-Nya membuat kita rendah hati dan menjadi manusia yang baik hati.

Kita Dapat Mengenal Sang Juruselamat

Sekarang saya sungguh percaya bahwa jika anda dengan segenap hati mencari kebenaran dan membuka hati serta pikiran Anda, Isa Al-Masih akan menemukan Anda.  Bukankah Dia berjanji - “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; Carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” (Injil, Rasul Besar Matius 7:7)?


[Isa dan Islam – Inginkah Saudara Pembaca mengalami keselamatan seperti yang dialami Fatimah? Kami mengundang Saudara menyelidiki konsep keselamatan dari dosa lebih mendalam. Jika Saudara berdoa dengan hati tulus maka Roh Allah akan memimpin Saudara. Jika ada pertanyaan, kiranya Saudara mengemail: Staff, Isa dan Islam.]

Add comment

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Komentar hanya diperbolehkan menjawab salah satu dari 3 pertanyaan fokus yang dimuat di bagian akhir artikel. Kecuali beberapa artikel yang tidak memuat 3 pertanyaan fokus.
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments  

# rini 2011-02-24 09:03
*
Untuk mbak Fatimah, selamat jika anda sudah menemukan Tuhan anda. Tapi jika ini benar kisah nyata dan bukan rekayasa, mengapa tidak menampakkan wajahnya? Bukankah berita gembira harus disampaikan secara terbuka?

Marilah mencari jalan agar Islam dan Kristen bisa sejajar di masyarakat tanpa saling menjatuhkan, mencaci dan menghujat.
# Staff Isa dan Islam 2011-02-27 03:28
~
Saudara Rini, kami menjamin bahwa kesaksian di atas adalah benar, tanpa rekayasa, dan tanpa penambahan hal-hal yang tidak benar.

Bukankah Saudara tahu bahwa jika foto aslinya ditayangkan akan ada dari golongan agama saudara yang akan segera menghabisinya. Karena hal ini sesuai dengan kitab suci saudara: “Maka jika mereka berpaling (murtad dari Islam), tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya…” Qur'an 4:89

Kemudian, jikalau menurut Saudara, ada bagian dari kesaksian yang tidak benar. Tentunya setelah Saudara merenungkannya dengan seksama, kami persilahkan Saudara untuk memberitahukan yang dianggap tidak benar kepada kami. Kami sungguh akan sangat senang berdiskusi dengan Saudara.

Saudara ini telah menemukan kepastian keselamatan yang membuatnya menerima damai yang kekal. Jikalau Saudara belum memiliki kedamaian dalam hati, kami persilahkan Saudara untuk merenungkan: isadanislam.com/jalan-keselamatan.

Kami berdoa agar Saudara mendapatkan rahmat dari Allah.
~
CA/U
# pono 2011-02-24 12:53
*
Kasihan mbak Fatimah. Kesaksian anda mencerminkan orang bodoh dan putus asa.

Allah bahkan Islam tidak akan rugi karena mbak Fatimah telah meninggalkan Islam.

Jalankanlah ajaran barumu dengan baik.
# Staff Isa dan Islam 2011-02-27 03:38
~
Saudara Pono, menurut Saudara, bagian manakah dalam kesaksian di atas yang mencerminkan kebodohan? Mengenai keputus-asaan, kami menyadari memang dia merasa putus asa terhadap kepercayaan lamanya.

Menurut kami, jikalau kita mendapatkan sesuatu hal yang baru dan itu sungguh baik bagi kita, maka adalah layak bagi kita untuk turut membagikan kabar baik itu kepada orang lain.

Apakah Saudara selalu menyimpan kabar baik hanya untuk diri sendiri? Kami merasa ini bukan penistaan terhadap kepercayaan lamanya. Dia berbicara atas dasar kebenaran, dan bukan kebohongan. Jikalau ada hal-hal yang tidak benar, silakan menghubungi kami.

Melalui kesaksian ini, Saudari di atas berniat membagikan kabar sukacita-nya bagi orang lain. Jika Saudara juga rindu mendapatkan keselamatan dan kedamaian kekal, kami mengundang Saudara untuk boleh merenungkan: isadanislam.com/jalan-keselamatan.

Kami turut berdoa kiranya rahmat Allah berkenan dicurahkan-Nya atas Saudara Pono.
~
CA
# Aliskandar 2011-02-24 19:50
*
Kalau non-Islam masuk Islam, biasanya melalui penelaahan mendalam. Lihatlah Irenne Handono, Syamsul Arifin Nababan, dan sebagainya.

Tapi kalau dari Islam masuk ke agama non-Islam, biasanya karena kebodohannya terhadap Syari'at Islam itu sendiri, seperti mbak Fatimah. 
# Staff Isa dan Islam 2011-02-27 03:48
~
Saudara Aliskandar, terima kasih atas tanggapan Saudara.

Sungguh, kami sering mendapatkan tuduhan seperti ini dari banyak orang. Namun kami hendak mengatakan bahwa tuduhan ini dilontarkan akibat kurangnya data dan fakta dari pihak yang mengatakannya.

Adalah sangat banyak orang dengan posisi terhormat dan yang berasal dari kaum cendekiawan, yang akhirnya menetapkan langkah untuk beriman kepada Isa Al-Masih. Jumlahnya tak terhitung. Mereka bahkan tidak peduli walaupun nyawa sebagai taruhannya. Tentunya Saudara mengetahui bahwa dalam agama Saudara, murtad hukumannya berarti kematian.

Saya sudah mendengar ceramah Syamsul Arifin Nababan. Ternyata banyak hal yang ia tidak tahu tentang Alkitab.
~
CA/U
# latifah 2011-02-25 00:26
*
Subhanallah, rukun Islam ke-5 "pergi haji jika kamu mampu." Artinya Allah tidak memaksakan yang merasa tidak mampu. Waktu, jasmani, materi dan iman.

Di atas anda mengatakan "Nabi mana yang pernah mengajarkan bangsanya untuk memberkati dia tanpa henti-hentinya setiap hari?" Jawabannya adalah nabi Muhammad. Nabi sudah mengetahui bahwa nanti menjelang hari kiamat, akan banyak umatnya yang makin melupakan Tuhan dan rasulnya.

Maka dalam shalat, banyak-banyakla h mengingat Tuhan dan rasulnya agar kamu terhindar dari godaan setan yang terkutuk, terperangkap, sesat dan mati dalam keadaan kafir. 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-02-27 04:02
~
Saudara Latifah,

Mungkinkah agama yang benar menggolongkan manusia ke dalam kategori mampu dan tidak mampu?. Apakah Saudara sendiri suka digolongkan sebagai kaum yang tidak mampu?

Menurut kami, nabi yang sejati akan mendoakan umatnya. Bukan meminta umatnya untuk mendoakan keselamatan baginya, apalagi setiap hari dan setiap saat.

Adalah benar untuk selalu mengingatkan diri kita pada Tuhan dan perintah-Nya. Tetapi apakah benar mendoakan keselamatan bagi seseorang yang telah lama mati?. Menurut agama Saudara apakah doa/shalawat tersebut berpengaruh pada orang yang kita doakan, sehingga orang berdosa yang di hukum di neraka segera pindah ke sorga oleh karena doa Saudara?

Tujuan kami bukan supaya menjerumuskan para pembaca website ini. Tetapi kami berbagi pengalaman dan iman. Kami merindukan agar setiap orang yang membaca website ini, beroleh rahmat dari Allah. Sungguh, ini adalah kesungguhan doa kami bagi kita semua.
~
CA
# Prihatin 2011-02-26 13:14
*
Jika kita mau berubah, kita harus menelaah setiap apa yang disampaikan.

Orang bijaksana tidak akan menghina didikan, tapi seringkali kesombongan kita yang membuat kita pongah.
  
# Staff Isa dan Islam 2011-02-27 04:15
~
Saudara Prihatin, kami sangat setuju dengan apa yang Saudara sampaikan. Namun adakalanya ada berbagai orang yang cenderung menyampahkan kebenaran, walaupun kebenaran itu sempat didengar olehnya. Hal itu dilakukan tanpa sebelumnya dia mencoba untuk memahami dan merenungkan.

Kami merasa bahwa Allah menciptakan manusia dengan kemampuan berpikir. Dan di dalam pikiran kita, kita justru harus memikirkan tentang Allah.

Allah tidak akan marah jikalau kita melakukan pengujian atas-Nya. Sebab oleh pengujian itu, iman kita akan menjadi iman teruji. Hanya iman yang lolos ujian, yang boleh mengaku bahwa ia memiliki iman yang sungguh dan sejati.
~
CA
 
# yusoff 2011-02-27 16:33
*
Setelah saya baca kesaksian Fatimah, menurut hemat saya, ia bukan seorang Islam yang sebenarnya.

Katanya dia mendalami Islam. Siapa gurunya itu? Apapun tidak mengherankan tentang orang yang murtad dari dulu hingga sekarang. Seorang alim bernama Balam Bauro zaman Nabi Musa pun boleh murtad.

Jika memang dia sudah pindah agama, mengapa masih menggunakan nama Islam? Mengapa tidak mengganti namanya dengan nama non-Islam.
# Staff Isa dan Islam 2011-02-28 01:25
~
Saudara Yusoff, siapakah Balam Bauro yang Saudara maksudkan? Di mana kami dapat baca tentang Balam ini? Apakah Balam ini adalah Bileam yang tercatat di dalam Taurat? Kalau benar itu Bileam, maka Bileam itu orang babel yang kafir dan bukan pengikut Nabi Musa.

Ya, Saudara benar. Ini adalah pengalaman Saudara Fatimah menemukan kebenaran sejati dan kepastian keselamatan dunia akhirat.

Nabi Saudara sebelum dan sesudah memeluk Islam, tetap memakai nama yang sama. Mengapa Saudari Fatimah ini harus mengubah namanya?

Jikal Saudara mau mengerti kebenaran yang sejati demi memperoleh jaminan keselamatan dunia dan akhirat, maka kami mengundang Saudara untuk merenungkan: isadanislam.com /jalan-keselama tan.

Kami berdoa kiranya Saudara mendapatkan rahmat dari Allah.
~
CA/U
# erni wahyuni 2011-02-27 22:35
*
Saya adalah penganut Islam, memakai jilbab, orang-tuaku juga sudah naik haji.

Buat Fatimah yang pernah mendoakan Muhammad, sama saja anda tidak ikhlas mendoakan orang tua anda sendiri. Tidak ada ketakutan pada Muhammad apabila anda tidak mendoakannya.
# Staff Isa dan Islam 2011-02-28 01:48
~
Apakah Saudara juga mau mengatakan bahwa shalawat itu juga adalah sesuatu yang boleh ditinggalkan?

Peran pembela dengan terdakwa jelas berbeda. Seorang nabi adalah pembela yang membela dan menuntun umatnya (sebagai terdakwa) dari siksa neraka kepada jalan keselamatan. Tetapi jika ada pembela yang justru membutuhkan pembelaan dari umatnya, maka dapat dipastikan pembela itu sebenarnya tidak tahu bagaimana membela umatnya dari siksa neraka.

Dalam Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6 Isa Al-Masih menjamin keselamatan setiap pengikut-Nya. Sebab Isa Al-Masih datang ke dunia, mati, dan dibangkitkan pada hari ketiga untuk membela dan menyelamatkan manusia yang percaya kepada-Nya dari kutuk dosa dan hukuman kekal di neraka.

Siapakah yang berhak menjamin selain Allah?. Isa Al-Masih memberikan jaminan pasti!.
~
CA/NN
# Staff Isa dan Islam 2011-02-28 18:58
~
TOPIK URAIAN UNTUK COMMENT:

.................................................Kesaksian Fatimah...................................................


Kami senang menerima comments (tanggapan) yang langsung menyetujui dan / atau menolak intisari uraian kesaksian di atas. Informasi yang memperkaya pengertian tentang topik di atas juga diterima dengan senang hati.

Comment-comment lain yang tidak berhubungan langsung dengan topik di atas akan dihapus.

Di tempat ini kami ingin menjalankan satu diskusi mengenai topik ini saja.
~
SO
# dodi novi 2011-03-24 15:41
*
Semua agama/keyakinan di dunia ini benar adanya menurut keyakinan masing-masing. Kita tidak perlu memperdebatkan masalah Fatimah, karena sudah menjadi pilihannya yang diyakininya.

Yang terpenting jangan merasa paling benar. Kita masih belajar, kecuali kalau kita sudah mati. Hanya sesudah mati kita tahu mana yang paling benar.
# Staff Isa dan Islam 2011-04-09 18:22
~
Saudara Dodi Novi,

Saya setuju akan pandangan Saudara bahwa kita masih tetap harus haus untuk belajar.

Namun untuk keselamatan, kami terpaksa harus tidak setuju dengan Saudara. Sebab tidak mungkin kita baru mau belajar sesudah kita mati. Ini namanya nasi sudah menjadi bubur. Sebab berdasarkan Kitab Suci, keselamatan hanya bisa didapatkan di dalam Isa Al-Masih.

"Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia (Isa Al-Masih), sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." (Injil, Kisah Para Rasul 4:12).

Sudahkah Saudara mendapatkan keselamatan tersebut? Kami mengundang Saudara untuk boleh merenungkan: isadanislam.com /jalan-keselama tan. Kiranya Allah berkenan memberikan berkah-Nya kepada Saudara.
~
CA/U
# UHIBBULLAH 2011-03-26 19:34
*
Kasihan sekali Fatimah, anda adalah orang yang murtad. Allah tidak memberikan petunjuk-Nya kepada Fatimah. Maka nikmat yang mana yang engkau dustai?
 
# Staff Isa dan Islam 2011-04-07 12:31
~
Saudara Uhibbullah,

Kami justru mau memberitahukan kepada Saudara, bahwa dia yang memberikan kesaksian ini justru telah mendapat nikmat yang tiada tara dari Allah. Dia pun telah memperolah jaminan keselamatan menuju sorga yang dijanjikan oleh Allah sendiri kepada pengikut Isa Al-Masih.

"Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat.” (Qs 3:55)

Sudahkah juga Saudara Uhibbullah mendapatkan kedamaian? Fatimah sudah memilikinya karena telah mendapatkan jaminan keselamatan di dalam mengikuti Isa Al-Masih.

Kami mengundang Saudara untuk boleh merenungkan kebenaran ini lebih dalam lagi dalam: isadanislam.com/jalan-keselamatan

Kiranya dalam mempelajari kebenaran ini, Saudara mendapatkan hikmah dari Allah.
~
CA
# M.Yosef 2011-03-28 23:42
*
Saya meninggalkan agama Nasrani dan masuk Islam karena konsep keTuhanannya tidak jelas, tidak utuh dan tidak bulat.

Kalau dalam Nasrani/Kristen , malah Tuhan seperti manusia yang beranak dan diperanakkan. Ada Tuhan Bapa, Tuhan Yesus yang katanya satu-satunya putera Tuhan. Betul-betul menghina Tuhan!

Saya sudah tau artikel yang ditulis Fatimah tersebut. Ini adalah bagian dari ekspansi idiologi kaum Nasrani yang kehabisan akal ingin menyesatkan kaum Muslimin.

Renungkanlah surat Al-Ikhlas itu baik-baik ya Fatimah. Bila anda mencari keesaan Tuhan di dalam Nasrani, maka sampai kiamat pun tak akan dapat!

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2011-04-09 16:11
~
Saudara Yosef, jikalau Saudara pernah menjadi pengikut Isa Al-Masih, maka Saudara jelas tahu bahwa Allah itu tidak pernah disebutkan beranak. Oleh sebab itu, kami tidak percaya bahwa Saudara pernah menjadi pengikut Isa Al-Masih.

Kitab Saudara menuduh bahwa kami memper-Tuhan-ka n Maryam. Juga menuduh bahwa Maryam adalah istri Allah. Ini adalah kesalahan data dan fakta yang dahsyat.

Kami juga tidak mengerti mengapa Saudara mengalamatkan surat Al-Ikhlas kepada kami, karena Allah kami bukan Allah yang beranak, ataupun Allah yang diperanakkan. Surat Al-Ikhlas seharusnya ditujukan kepada orang Arab zaman Muhammad yang menyembah Al Aqabah, Al Wusta dan Al Ula. Yang mana sampai saat ini, sewaktu umat Muslim naik haji selalu melempari tiga illah ini dengan batu batu.

Anak Allah bukan berarti Allah beranak. Anak Allah berarti bahwa Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah yang telah menjelma menjadi manusia (Qs 3:45; 4:171).

Anak Allah juga berarti bahwa Isa Al-Masih adalah ‘tanda’ dari Allah bagi manusia (Qs 19:21; 21:91).

Dan bahwa setiap orang yang menjadi pengikut-Nya, akan beroleh tempat yang tinggi di sorga (Qs 3:55). Ini adalah janji Allah yang pasti ditepati.
~
CA/U
# yusoff 2011-03-30 13:30
*
Nama masih dikekalkan Fatimah. Nama adalah doa. Apabila orang panggil nama kamu itu Fatimah supaya kamu menjadi orang yang bernama Fatimah, anak Nabi Muhammad.

Kamu kenalkah anak Nabi Muhammad yang bernama Fatimah itu? Dia adalah orang yang kuat ibadahnya kepada Allah, banyak sedekahnya kepada orang-orang miskin, taat kepada suaminya.

Ibadahnya kita berbanding terbalik, macam langit dengan bumi. Apakah kamu sudah menukar agama dengan ciri-ciri seperti dia?
# Staff Isa dan Islam 2011-04-09 18:17
~
Saudara Yusoff,

Kami pernah mendengar bahwa nabi Saudara pernah berkata sebagai berikut:

Hai Fatimah binti Muhammad.. Mintalah kepada saya harta, dan saya tiada bisa menolongmu sedikitpun dari siksa Tuhan!" (Hadis Shohih Bukhori 1261).

Hadis di atas mengatakan bahwa nabi Saudara lebih memilih memberikan harta-Nya kepada Fatimah, daripada Fatimah menanyakan kepada dirinya tentang keselamatan.

Fatimah dalam kitab Saudara belum mendapatkan kedamaian dan kepastian keselamatan. Sedangkan Saudara Fatimah yang memberikan kesaksian di atas jauh lebih berbahagia dibandingkan Fatimah yang Saudara sebutkan.

Jika Saudara rindu untuk memiliki juga kedamaian seperti Saudara Fatimah, kami mengundang Saudara untuk boleh merenungkan: isadanislam.com/jalan-keselamatan.

Kiranya Allah berkenan membukakan jalan-Nya kepada Saudara.
~
CA
# halyn 2011-04-11 09:31
*
Untuk menjadi Muslim memang berat. Sorga itu mahal, sehingga nabi Adam dan Hawa hanya dengan memakan buah kholdi sudah dibuang ke bumi oleh Allah. Sehingga anak cucunya harus beribadah dan mencari nafkah dengan susah payah untuk menebus kembalinya roh kita ke sorga lagi.

Orang model Fatimah harus belajar mensinkronkan akli dan naklinya lagi. Akli/akal berfikir berdasar data yang paling benar dan Al-Quran-lah data terbenar. Orang bodoh masuk neraka karena Allah katakan itu di Al-Quran. Dan Fatimah ini saya yakin tidak tamat membaca Alkitab, baik itu Al-Quran maupun Injil karena kemampuan aklinya membandingkan Islam dan Kristen menyedihkan.
 
# Staff Isa dan Islam 2011-04-13 13:43
~
Saudara bersikeras mengatakan bahwa kitab Saudara adalah pasti kebenaran. Dan memakainya sebagai standar ukuran segala sesuatu tanpa pengecekan secara kritis. Inilah yang disebut melanggar akli dan nakli.

Seharusnya sebelum kita beriman kepadanya, lakukanlah pengecekan dahulu secara menyeluruh. Untuk menguji apakah benar kitab Saudara adalah kebenaran. Dan apakah kebenaran itu berlaku global. Dalam artian kebenaran yang tidak bertentangan baik di segala tempat dan golongan.

Dia meragukan kekerasan yang tercantum jelas dalam kitab Saudara. Dan dia meragukan juga bahwa dosanya tidak mungkin akan diampuni baik sekarang maupun nanti diakhirat. Menurut kami, dasar akli dan nakli Saudara Fatimah adalah sudah sangat jelas.

Secara jelas kitab suci hanya menjamin kepastian di dalam Isa Al-Masih.
Kata Isa kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada (Allah) Bapa, kalau tidak melalui Aku.“ (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).
~
CA/U
# seiko 2011-04-11 21:55
*
Sudah tidak asing lagi bagi saya membaca artikel seperti Saudari Fatimah. Sepertinya tidak ada lagi pembahasan dari non-Islam yang selalu menjelek-jeleka n Islam, seperti saudara.

Apa maksud saudara mem-postingkan artikel murahan semacam ini? Mohon dengan jiwa besar saudara jangan bersembunyi dalam kebenaran Islam, baik judul tema, nama, maupun terhadap artikel lainnya.

Anda jangan membuai kami yang Muslim dengan sebutan "saudara". Bagi kami yang Muslim, saudara adalah yang sama mau menyebut kalimah "Shahadat", dan Al-Quran pedomannya.

Semoga saudara mau mengulang kembali kalimat Shahadat kembali dan bertobat karena telah memfitnah kami yang Muslim.
# Staff Isa dan Islam 2011-04-13 13:51
~
Saudara Seiko, bagi kami memanggil Saudara tidak harus satu iman. Saudara tidak seharusnya memaksakan pendapat Saudara kepada kami bukan?

Kami akan menghapus kesaksian ini jika Saudara berkenan menginformasika n kepada kami bahwa ada yang salah atau tidak benar pada kesaksian di atas.

Kesaksian di atas jelas bukan artikel murahan melainkan sesuatu yang sangat bernilai. Lihatlah, Saudara ini telah menemukan sesuatu yang bernilai kekal, yakni keselamatan jiwanya.

Bagaimana dengan Saudara? Apakah Saudara juga telah menyakini seluruh dosa saudara diampuni saat ini dan juga sudah sewaktu di akhirat nanti, saudara yakin pula dosa saudara juga akan diampuni oleh Allah?

Kami mengajak Saudara untuk boleh merenungkan hal keselamatan ini dalam: isadanislam.com/jalan-keselamatan.
~
CA/U
# Dimaz 2011-04-15 10:17
*
Yth. Mbak Fatimah,

Kunci dari Islam adalah keikhlasan. Coba terapkan dalam semua aspek kehidupan anda.

Saya yakin agama apapun akan menjurus pada satu keyakinan Tuhan: Allah.
# Staff Isa dan Islam 2011-04-25 11:40
~
Saudara Dimaz,

Adalah perlu dibedakan, apa yang dinamakan dengan 'keikhlasan' dan apa yang disebut sebagai 'kepasrahan'. Ikhlas dan pasrah adalah dua hal yang berbeda.

Saudari Fatimah di atas memilih tidak mau bersikap 'pasrah' mengenai hal-hal sorgawi. Jikalau ia salah pilih, maka neraka menanti.

Seharusnya kita semua layak bersikap bijak, sama seperti Saudari Fatimah di atas. Menyangkut masalah keselamatan dunia akhirat, kita tidak boleh bersikap ikut-ikutan. Kita harus jeli dan bijaksana. Allah tidak akan marah kalau kita benar-benar rindu untuk mencari kebenaran.

Kami mengajak Saudara untuk boleh merenungkan: isadanislam.com /jalan-keselama tan. Kiranya Saudara mendapat berkah dari Allah.
~
CA
# dina 2011-08-05 11:21
*
Fatimah tidak mendapat hidayah dari Allah.
# Staff Isa dan Islam 2011-08-08 15:19
~
Saudara Dina,

Fatimah awalnya seorang wanita soleh dan taat pada agama Islam. Tinggal di negara Islam. Lahir dari keluarga Islam. Semakin dia mendalami agama Islam juga memperlajari Al-Quran, maka semakin dia mengerti ajaran Islam sebenarnya. Dan hal itu membuat iman Islam-nya menjadi goyah.

Sungguh aneh bukan? Seorang Muslim yang taat, merasa imannya goyah ketika dia mendalami ajaran agama dan kitab sucinya. Dapat disimpulkan, dia menemukan “sesuatu” yang tidak baik, yang tidak berasal dari Allah, pada saat dia mendalami agama lamanya tersebut. Sehingga akhirnya dia memutuskan untuk meninggalkannya.

Firman Allah berkata, “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; Carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” (Injil, Rasul Besar Matius 7:7).

Inilah hidayah dari Allah. Pada saat dia mencari “Jalan” Allah, Allah menunjukkan Jalan itu kepada Fatimah.

Bagaimana dengan saudara, apakah saudara telah menemukannya? Kami mengajak Saudara untuk boleh merenungkan: isadanislam.com/jalan-keselamatan.

Kiranya Saudara mendapat berkah dari Allah.
~
SO
# chi 2011-08-06 15:08
*
Saya tahu kenapa Saudari Fatimah murtad. Biasalah dia malas shalat, puasa, sedekah dan pakai jilbab. Mungkin dia merasa terkekang dengan jilbab. Lagi mungkin ia tidak mau menundukkan pandangannya.

Saudara Fatima sudah dikalahkan oleh nafsu, sehingga agama yang dianggap simpel dan memuaskan nafsunya yaitu agamanya yang sekarang.

Dengan agama barunya dia bisa pakai model baju sepuasnya, rok mini, ngegosip sepanjang hari, tidak takut akan kewajiban ibadah, bebas pacaran, tertawa terbahak-bahak, minum minuman yang dia sukai. Lagipula ibadahnya cuma seminggu sekali dan hanya bernyanyi saja.
# Staff Isa dan Islam 2011-08-08 15:46
~
Saudara Chi,

Pada kesaksian di atas dikatakan bahwa Fatimah awalnya adalah seorang wanita soleh dan taat pada agama Islam, rajin mendalami agama Islam juga memperlajari Al-Quran. Hal ini telah menunjukkan bahwa dia tidak mungkin malas shalat, puasa, sedekah, bahkan menggunakan jilbab, sebab dia tinggal di negara dan keluarga Islam.

Pada kesaksian di atas, Fatima mengatakan bahwa semakin dia mendalami, dia semakin mengerti ajaran Islam yang sebenarnya. Dan hal itu membuat iman Islam-nya menjadi goyah.

Sungguh aneh bukan? Seorang Muslim yang taat, merasa imannya goyah ketika dia mendalami ajaran agama dan kitab sucinya. Dapat disimpulkan, dia menemukan “sesuatu” yang tidak baik pada ajaran tersebut. Ajaran yang tidak berasal dari Allah. Dan ajaran itu ditemukannya pada saat dia mendalaminya. Maka akhirnya dia memutuskan untuk meninggalkan agama Islam.

Sedangkan tentang pakaian mini, bebas pacaran dll yang saudara jabarkan di atas bukan ajaran Isa Almasih dan bahkan dalam kehidupan sehari-hari, tidak sedikit ditemukan umat Muslim yang berperangai demikian bukan?

Firman Allah berkata, “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; Carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” (Injil, Rasul Besar Matius 7:7).

Inilah hidayah dari Allah. Pada saat Fatima mencari “Jalan” Allah, Allah menunjukkan Jalan itu kepada Fatimah.

Kami mengajak Saudara untuk boleh merenungkan: isadanislam.com/jalan-keselamatan.

Kiranya Saudara mendapat berkah dari Allah.
~
SO/U
 
# jenny 2011-09-14 17:15
*
Luar biasa! Fatimah menemukan jalan keselamatan. Benar adanya bahwa Isa Al-Masih satu-satunya jalan kebenaran dan hidup.

Menjadi orang yang percaya akan Kristus adalah anugerah. Bukan kita yang memilih Dia tetapi Dia yang memilih kita.

Oleh karena itu, jika Fatimah telah menemukan jalan kebenaran dan hidup, berarti Fatimah adalah orang yang sangat berbahagia.
# Staff Isa dan Islam 2011-11-04 17:26
~
Saudara Jenny,

Terimakasih atas komentar yang saudara berikan. Terimakasih juga atas apresiasi dan kunjungan saudara pada situs kami. Semoga artikel-artikel yang terdapat dalam situs ini dapat menjadi berkat bagi saudara.
~
SO
# if 2011-09-15 16:02
*
“Saya menyembah satu Allah lima kali sehari, tetapi ritual sangatlah melelahkan. Sebanyak lima kali sehari, adzan menegaskan bahwa Muhammad adalah nabi Allah.”

Apakah seperti ini yang disebut oleh staff Isa dan Islam sebagai wanita soleh dan taat?
 
# Staff Isa dan Islam 2011-09-16 11:49
~
Saudara If,

Silakan saudara baca kembali kesaksian di atas dengan cermat, Fatimah tinggal di negara, keluarga, dan lingkungan serba Islam. Dan selama tiga puluh tahun dia taat akan ajaran Islam.

Namun kasih karunia Allah telah menyelamatkan dia dari pencariannya tentang Allah yang hidup. Allah yang benar-benar dapat memberi dia kepastian keselamatan. Allah yang dapat memberi dia damai sejahtera. Dan semua itu dia temukan dalam diri Isa Al-Masih.

Dengan imannya Fatima telah mengetahui bahwa, "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah" (Injil, Surat Efesus 2:8)

Amal ibadah dan berbagai ritual ibadah tidak dapat menjamin seseeorang akan kepastian pengampunan dosanya dan kepastian keselamatan di sorga. Sebab keselamatan hanya ada dalam Isa Al-Masih!
~
SO/U
# abdul aziz alaydrus 2011-12-01 13:15
*
Islam itu tidaklah berat seperti yang di tuliskan Fatimah. Yang membuat berat adalah Fatimah sendiri. Soal wudhu yang batal karena buang angin itu wajar dan syah dalam ketentuan berhadapan dengan Allah yang suci.
# Staff Isa dan Islam 2011-12-03 11:23
~
Saudara Abdul,

Mungkin bagi saudara aturan-aturan tersebut bukanlah hal yang sulit. Namun Fatima meninggalkan Islam alasan satu-satunya bukan di aturan-aturan tersebut. Melainkan karena Fatima telah menemukan kebenaran sejati yang selama ini dia cari.

Kebenaran sejati itu berhubungan dengan kepastian akan pengampunan dosa dan kepastian akan keselamatan di sorga bagi mereka yang percaya dan menerima Isa Al-Masih dalam hatinya.

"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu" (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:31-32)
~
SO/U
# jimmy_johanes 2011-12-01 17:48
*
Didasari dari kesaksian di atas, dia tidak dengan mudah meninggalkan Islam dan dengan tidak mudah pula percaya kepada Yesus. Dia melalui proses yang tidak mudah.

Jadi jangan kita hakimi dia dengan kata-kata "bodoh", "imannya dangkal" atau dengan ucapan-ucapan yang menyalahkan.
# Staff Isa dan Islam 2011-12-03 11:22
~
Terimakasih saudara Jimmy atas komentar saudara. Kami setuju dengan saudara. Bila kita membaca kesaksian di atas, Fatima telah menjelaskan bahwa dia tidak secara langsung menjadi pengikut Isa Al-Masih begitu dia menemukan “sesuatu” yang tidak benar di agamanya yang lama.

Sebelum menjadi pengikut Isa Al-Masih, Fatima telah terlebih dahulu mempelajari agama lainnya. Tetapi sepertinya dia hanya menemukan kebenaran itu dalam Isa Al-Masih. Salah seseorang yang telah menemukan kebenaran, lalu mengikuti kebenaran itu?
~
SO
# sunan 2011-12-05 11:50
*
Allah menghendaki bagi hamba-Nya yang dikunci dan dibuka hatinya.

Mbak Fatimah, semoga anda diberikan Allah pintu hidayah-Nya. Kalau tidak, berarti anda orang yang celaka. Allah selalu membuka pintu rahmat-Nya, janganlah berputus asa dari rahmat Allah dan janganlah jadi orang yang merugi.
# Staff Isa dan Islam 2011-12-06 16:14
~
Saudara Sunan,

Fatima telah menemukan hidayah dari Allah. Itulah sebab dia meninggalkan agamanya yang lama menjadi pengikut Isa Al-Masih. Dengan hidayah dari Allah, Fatima telah menemukan petunjuk dan cahaya dalam Injil sesuai dengan apa yang tertulis dalam Al-Quran.

“Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israel) dengan Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.” (Qs 5:46)

Bagaimana dengan saudara, apakah saudara telah menemukan petunjuk dan cahaya itu?
~
SO
# Iman 2011-12-05 22:01
*
Quoting kholiq:
Setelah baca kesaksian di atas aku rasa saudara Fatimah bukan seorang Islam yang taat. Sekarang dia sudah menemukan keimanan yang baru.

Adalah dosa untuk mencobai Allah dengan sengaja mendatangkan mara-bahaya atas diri sendiri. Bukankah Yesus Kristus sendiri tidak mau menjatuhkan diri-Nya dari bubungan Bait Allah, meskipun Dia tahu bahwa hal itu tidak akan berakibat apa-apa bagi-Nya?
# Staff Isa dan Islam 2011-12-08 09:49
~
Sdr.Iman

Sebagai wanita Muslim, Fatimah, adalah seorang yang taat. Dia tinggal di negara syariat Islam dan keluarga Islam taat selama 33 tahun. Bagaimana mungkin Sdr. Iman mengatakan ia muslim yang tidak taat?
Namun ketaatannya bukan ketaatan yang tidak beralasan tetapi disertai keterbukaan terhadap petunjuk Allah.

Kalau Fatimah mencobai Allah, pastilah Allah tidak memberikan petunjuk khusus kepada dia. Tetapi Allah yang Maha Penyanyang itu telah memilih Fatimah untuk diselamatkan.

Sebagaimana bagi setiap pengikut-Nya demikian pula halnya dengan Fatimah, bahwa Isa Al-Masih telah memilih dia. Fatimah dipilih untuk diselamatkan. Sebab tidak mungkin manusia diselamatkan jika tidak dipilih oleh Isa Al-Masih. Isa Al-Masih berfirman “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu...” (Menurut Injil Rasul Besar Yohanes 5:16)

Isa Al-Masih berkata demikian karena Dia memiliki otoritas sebagaimana dalam Qs 3:45 menjelaskan bahwa Isa Al-Masih adalah Yang terkemuka di dunia dan akhirat.

Bagi Saudara yang belum dipilih mengenal Isa Al-Masih, sebaiknya mengambil waktu sholat tahajut untuk memohon Allah memberi petunjuk tentang jalan yang benar itu.
~
NN/U
# Kerubim 2011-12-22 11:38
*
Kisah Fatimah di atas sama seperti yang dialami teman sekampus saya. Sekarang dia telah menerima Isa Almasih sebagai Juruselamat pribadinya dan sudah pula dibaptis.

Semoga terang Allah senantiasa beserta kalian.
# Staff Isa dan Islam 2011-12-29 14:59
~
Firman Allah berkata: "Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka" (Injil, Kitab Wahyu 7:9)

Akan bermunculan Fatimah-Fatimah lain, bukan hanya dari negara Islam, tetapi dari seluruh bangsa.
~
SO/U
# obrey 2011-12-28 15:43
*
Sungguh ironis mbak Fatimah, mungkin memang itu jalan untuk anda, seharusnya anda menelaah lebih dalam lagi dan cukup dengan melihat kitabnya saja, apakah al-Quran ada pembaharuan tiap tahunnya, edisi tahun ini ayat tahun ini dan orang yang menulisnya, dari jaman dulu samapai sekarang. Ayat Al-Quran tidak pernah berubah sedikitpun, satu huruf saja apa lagi satu ayat, itu sudah membuktikan bahwa Al-Quran bukan buatan manusia, yang tiap tahunnya berubah.

Orang yang kitabnya berubah-ubah, menandakan kitabnya adalah buatan manusia yang ingin menjadi lebih baik menurut versinya, bukan versi yang dibuat oleh Tuhan-nya. Sungguh bodoh orang yang percaya dengan kitab yang dibuat manusia.
# Staff Isa dan Islam 2011-12-29 14:59
~
Saudara Obrey,

Memang sungguh ironis, seorang Muslimah yang taat akhirnya mengambil satu langkah berani, meninggalkan agama lamanya. Tentu mengambil keputusan untuk meninggalkan agama lamanya bukanlah hal yang mudah bagi Fatimah.

Tapi hikmat dan hidayah dari Allah, telah membuat Fatimah menemukan kebenaran sejati yang selama ini dia cari. Di kepercayaannya yang baru, Fatimah telah menemukan damai sejahtera.

Bagi Fatimah, keselamatan bukan dijamin oleh kitab suci yang mempertahankan keaslian bahasanya. Tetapi keselamatan hanya ada dalam Isa Al-Masih.

Bagaimana dengan keselamatan saudara?.
~
SO
# martha lim 2012-01-17 12:24
*
Saudara Fatimah yang terkasih, saudara telah menempuh jalan yang benar dengan menjadi pengikut Yesus. Berjalanlah dalam terang-Nya.

Melalui kesaksian saudara nama Yesus dipermuliakan. Tuhan Yesus memberkati.
# Staff Isa dan Islam 2012-01-17 17:34
~
Saudara Martha,

Terimakasih atas apresiasi yang sudah saudara berikan. Kiranya kesaksian dari saudara Fatimah di atas dapat menguatkan iman saudara terhadap Isa Al-Masih, bahwa Dia adalah satu-satunya Jalan Keselamatan.

“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." (Injil, Kisah Para Rasul 4:12).
~
SO
# Lala nabila 2012-02-14 23:43
*
Dampak memahami agama dengan dirinya sendiri tanpa adanya pendamping/guru /ustad/habib untuk memagarinya, yang ada cuma kebingungan yang teramat sangat.

Orang non-Muslim pun jika ingin kuat mendalami agamanya masing-masing juga butuh imam-imam mereka.

Kesalahan fatal dalam memahami agama, melalaikan tahap-tahap menuju ilmu yang bermanfaat, dimana keputus-asaan pasti akan menumbuhkan rasa marah dan benci.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-15 19:39
~
Mengapa dalam mempelajari agama memerlukan seseorang untuk 'memagarinya'? 'Memagari' dalam hal apakah yang saudara maksud?

Tidak salah memang dalam mempelajari agama dan kitab suci didampingi seseorang yang lebih mengerti. Tetapi, selain mendapat pengajaran dari orang lain, mempelajari kitab suci juga dapat dilakukan sendiri dengan menyelidiki kitab suci.

Itulah sebabnya Alkitab diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Supaya setiap orang dapat membaca, mengerti, menyelidiki, mempelajari, dan akhirnya mereka paham apa sebenarnya maksud Tuhan menyampaikan wahyu-wahyu-Nya .

Hal ini memberi petunjuk bahwa Allah tidak hanya memberi wahyuNya untuk dipahami oleh para ulama saja, tetapi juga dapat dipahami langsung oleh masyarakat awam juga.

Seseorang yang hanya dapat menerima begitu saja ajaran agamanya tanpa dapat menyelidiki, sama saja dengan mempunyai iman buta. Saudara Fatimah tidak ingin mempunyai iman buta, sehingga dia berusaha untuk mempelajari ajaran agama lamanya. Dan hal itu membuat dia menemukan Kebenaran sejati yang hanya ada pada Isa Al-Masih.

Bagaimana dengan saudara, apakah saudara memiliki iman buta saat ini?
~
SO/U
# syaifal 2012-02-16 11:05
*
Jika Fatimah memang benar-benar seorang muslimah yang taat, tidak mungkin anda mengeluhkan untuk beribadah kepada Allah, yang menurut anda sulit sekali.

Jika Islam bukan agama dari sisi Allah sungguh akan terdapat banyak kesalahan di Al-Quran dan jika Kristen adalah agama yang benar, bukankah begitu banyak sekali kesalahan juga keganjilan di dalam Alkitab?
# Staff Isa dan Islam 2012-02-21 16:26
~
Saudara Syafail,

Fatimah meninggalkan agama lamanya, yaitu Islam, setelah dia mempelajarinya terlebih dahulu, dan menemukan kejanggalan-kej anggalan dalam Al-Quran dan ajaran Islam. Di mana kejanggalan-kej anggalan tersebut tidak mencerminkan bahwa Al-Quran adalah benar wahyu dari Allah.

Inilah kontradiksi yang terdapat dalam Al-Quran. Menurut Qs 2:62, “setiap orang, baik Yahudi, Nasrani dan Shabiin, bila mereka benar-benar beriman kepada Allah, maka mereka akan mendapat pahala dan tidak ada kekhawatiran”.

Sementara Qs 3:85 “berkata, orang yang mencari agama selain Islam, di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.

Lantas mana yang benar? Boleh memeluk agama apa saja seperti yang dikatakan Qs 2:62 atau hanya Islam saja seperti isi Qs 3:85? Dan masih banyak terdapat ayat-ayat yang kontradiksi dalam Al-Quran.

Saudara mengatakan dalam Alkitab banyak ayat yang salah, dapatkah saudara memberi contohnya?
~
SO
# Shinta 2012-03-12 10:37
*
Kesaksian ini hanyalah rekayasa misionaris, sangat mustahila Fatimah berpindah ke Kristen hanya karena masalah sepele, seperti masalah bersuci. Kalau memang itu kendalanya, berarti Fatimah ini adalah wanita yang malas dan jorok, mustahil karena masalah itu (seperti halnya menstruasi) dia berpindah ke Kristen, karena Alkitab lebih ekstrim lagi dalam hal wanita yang menstruasi, pasti lebih berat lagi.

Mengapa Fatimah tidak pindah ke agama yang lain saja, biar tidak repot dalam amal agama tersebut, sedangkan saya saja pindah dari Kristen ke Islam. Kepada para pembaca, sekali lagi saya tekankan bahwa ini adalah rekayasa, bisa jadi kesaksian ini di tulis oleh staff Isa dan Islam.
# Staff Isa dan Islam 2012-03-14 10:51
~
Saudara Shinta,

Atas alasan apa saudara mengatakan kesaksian ini adalah rekayasa dan penipuan?

Apakah saudari Shinta berpikir kami mengikuti ajaran taqiyyah atau “penipuan suci”. Dalam taqiyyah, seorang Muslim diizinkan berbohong atau mengatakan sesuatu untuk menipu orang non Muslim lainnya.

Isa Al-Masih tidak pernah mengajarkan pengikut-Nya untuk berbohong dengan alasan apapun. " Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat" (Rasul Besar Matius 5:37).

Dalam kesaksiannya, masalah menstruasi hanyalah salah satu dari sekian banyak alasan Fatimah meninggalkan Islam. Alasan lainnya seperti tanda tanya besar mengenai berbagai ritual agama yang ruwet, Muhammad dan jin jinnya, kewajiban mendoakan Muhammad, dan diskriminasi terhadap wanita.

Tetapi dari semua alasan tersebut, yang terpenting adalah Fatimah telah diberikan hidayah oleh Allah untuk menerima Sang Juruselamat, yang memberi jaminan keselamatan abadi baginya. Kini Fatimah menemukan damai dan sukacita yang tidak dia temukan sebelumnya.

“Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.” (Injil, Surat Roma 10:9).

Saudara Shinta, beragama Kristen bukan berarti mendapatkan keselamatan di Sorga. Tetapi menerima Yesus di dalam hatilah yang menjadi jaminannya. Sudahkah saudara menemukan jaminan keselamatan sorgawi?
~
SO/U
# ex-cross 2012-04-10 16:32
*
Thaharah (bersuci) diwajibkan kepada umat Islam sebelum beribadah menghadap Allah Yang Maha Suci (Al-Quddus). Karena Allah Yang Maha Suci itu sangat mencintai hamba-Nya yang mensucikan diri.

Bersuci adalah persiapan menghadap Allah, karena dalam keadaan suci, maka ibadah kepada Allah dapat dilakukan dengan khusyuk dan sempurna.

Jika Fatimah merasa ruwet dan frustasi mengamalkan syariat thaharah, maka bisa dipastikan bahwa murtadin Kristen ini adalah wanita yang jorok dan primitif yang tidak suka dengan kebersihan. Apakah ini alasan Fatimah pindah ke Kristen, supaya bebas ibadah dalam kondisi tak suci.
# Staff Isa dan Islam 2012-04-11 20:00
~
Kebersihan secara jasmani memang penting. Bahkan sebuah pribahasa berbunyi “Dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang sehat pula”.

Pertanyaannya: Manakah yang lebih penting, membersihkan tubuh atau hati? Apakah seorang yang datang menghadap Allah dengan tubuh yang bersih, habis mandi, menggunakan pakaian yang bersih, tetapi dihatinya ada kenajisan. Hatinya menyimpan dendam, Hatinya ada rasa cemburu, iri hati, dengki, munafik. Akankah Allah menerima ibadah orang yang seperti ini?

Kesucian hati, jauh lebih penting di hadapan Allah dari pada kesucian jasmani.
~
SO
# fair 2012-04-10 16:47
*
Admin tidak fair kirimanku di banned.

Di Alkitab jelas ada aturan haid, karena dirasa tidak sesuai dengan perkembangan zaman, maka ayat tersebut diabaikan.

Pelajari Al-Quran dan Alkitab dengan benar. Jangan suka memotong surat/ayat. Seperti surat Al Fatihah ayat 6 tersebut di atas/banner.

Menafsirkan Al-Quran tidaklah mudah bukan hanya sekedar kontekstual, Insya Allah Al-Quran mengikuti perkembangan zaman.
# Staff Isa dan Islam 2012-04-11 19:59
~
Bila saudara tidak ingin komentar saudara dibanned, silakan memberi komentar sesuai dengan aturan yang telah diberikan.

Kiranya saudara dapat berbagi informasi dengan kami, tentang aturan haid dalam Alkitab yang saudara katakan telah dibuang.

Terimakasih atas saran saudara. Tentu kami selalu ingin mempelajari Al-Quran dan Alkitab dengan benar. Dan tidak ada salahnya juga bila saudara menyisihkan waktu untuk mempelajari Al-Quran dan Alkitab dengan benar bukan?

Kami setuju dengan saudara, Al-Quran tidak mudah untuk ditafsirkan. Itulah sebabnya, ada banyak penafsiran-pena fsiran yang berbeda dari kalangan Islam sendiri. Setujukah saudara bila Al-Quran ditulis dalam bahasa Indonesia, sehingga mempermudah kita orang Indonesia untuk mempelajarinya?
~
SO/U
# aneh 2012-04-10 17:01
*
Lima kali sehari adzan menegaskan bahwa Muhammad adalah nabi Allah yang harus didoakan berkat baginya.

Keterangan Fatima di atas tidaklah benar. Sebab adzan untuk memanggil orang salat.

Semoga Fatimah ditunjukkan jalan yang lurus, jalan yang diridhoi Allah SWT. Amin.
# Staff Isa dan Islam 2012-04-11 19:59
~
Saya rasa apa yang dikatakan saudari Fatima di atas tidak seluruhnya salah seperti yang saudara Aneh katakan. Bukankah memang setiap Muslim diminta untuk mendoakan Muhammad melalui doa shalawat yang dipanjatkan?

Bila Muhammad saja yang sudah wafat masih didoakan supaya ia mendapat berkat keselamatan, bagaimana dengan pengikutnya, siapa yang akan mendoakan mereka?
~
SO
# Abu Nailah 2012-04-11 17:37
*
Artikel ini menunjukkan rendahnya pemahaman akan Islam. Wajar bila Fatima murtad. Saya sendiri sangat heran bila ada sebagian umat Muslim yang berpengalaman seperti itu. Pola pemikiran Islam di atas bersumber dari non-Muslim yang memang benar-benar tidak mengetahui Islam sama sekali. Dan ini berbeda ketika mereka benar-benar mempelajari bagaimana Islam itu sebenarnya. Dia akan tahu bahwa konsep agama Islam bukan seperti yang uraikan di atas.

Islam mempunyai metode di dalam memahami agamanya yang tidak pernah ditemui di agama manapun, kcuali hanya ada di dalam Islam. Bila Anda tidak setuju, itu hak anda. Silahkan bagi anda yang suka dengan kisah tersebut.
# Staff Isa dan Islam 2012-04-11 19:58
~
Memang pastilah Saudara sulit untuk memahami bila ada seorang Muslim yang taat meninggalkan agamanya dan menjadi pengikut Isa Almasih. Biasanya orang Islam lain akan secara otomatis memberi penilaian negatif dan mengatakan pemahaman agamanya rendah. Atau mengatakan kesaksian yang diberikan hanya rekayasa.

Pada hal bila ingin jujur, tidak sedikit orang-orang yang meninggalkan Islam adalah mereka yang benar-benar telah mempelajari Islam dengan baik. Bahkan juga ada diantara mereka dulunya Muslim yang radikal.

Pertanyaannya: Mengapa mereka yang sudah mendalami agama Islam dan yang bertaat pada syariah Islam yang justru meninggalkan Islam?
~
SO/U
# nisa nur azizah 2012-04-29 17:39
*
Rasa-rasanya orang banyak telah mempelajari banyak agama dan akhirnya memilih Islam. Bagi yang membaca, opini/sesuatu yang seperti fakta, ada baiknya dicari sumber benarnya. Karena saya banyak menemukan beberapa fakta salah yang dikemukakan orang yang tidak tahu Islam, sehingga seolah-olah terlihat seperti fakta dan membuat opini publik yang salah. Tidak usah menjelek-jeleka n Islam. Kelak setelah kehidupan berakhir, kita akan tahu jawabannya.
# Staff Isa dan Islam 2012-04-30 11:17
~
Saudara Nisa,

Bila ada isi kesaksian Fatimah yang salah, kiranya saudara dapat memberitahu secara spesifik bagian mana yang salah, supaya kami dapat memberi klarifikasi atau setidaknya meminta maaf karena kami telah memberi informasi yang salah.
~
SO/U
# sity 2012-05-14 00:24
*
Kadang keyakinan itu tidak bisa dibandingkan, jika saudari Fatimah sudah menemukan keyakinan yang benar, maka saya hanya mengucap syukur. Saya tidak menyalahkan dan membenarkan karena dalam Al-Quran juga menjelaskan "agamamu adalah agamamu, dan agama ku adalah agama ku", toh kebenaran sesungguhnya akan diungkap saat sangkakala tertiup nanti.

Untuk saat ini kita hanya meyakini, ntah benar ntah salah itu hanya Allah yang tahu. Semoga saudari Fatimah dibukakan terus petunjuk akan keyakinan yang haqiqi.
# Staff Isa dan Islam 2012-05-22 11:28
~
Kami setuju dengan saudara Sity,

Keyakinan adalah hak seseorang untuk mencarinya. Andaikan seluruh umat Muslim di negara ini berpandangan seperti saudara Sity, tentu setiap orang tidak akan merasa khawatir untuk menentukan imannya sendiri dan dapat melakukan kegiatan agamanya tanpa rasa takut.

Menurut kami bila kita menunggu hingga hari kiamat untuk mengetahui kebenaran yang haqiqi, maka hal itu sudah sangat terlambat. Sebab bila Pengadilan Allah telah ditegakkan, sudah tidak ada waktu lagi untuk bertobat.

Sebab itu, selagi kita mempunyai waktu dan kesempatan ada baiknya untuk kita mencari hidayah dari Allah dan segera menemukan kebenaran yang haqiqi.
~
SO/U
# Daniel van Price 2012-06-23 09:16
*
Saya bingung, mengapa umat Islam tidak mau mengakui bahwa agama Islam memang demikian adanya. Pada hal benar, jika Muslim yang sudah membaca Al-Quran dan hadist dari awal hingga selesai, pasti tidak ada yang namanya konsep: kasih dan anugerah! Yang ada hanyalah hukuman dan hukuman, pembunuhan, jihad, jin, setan, al latta al uzza minnat, mata jahat, dll.

Apakah kitab suci yang benar seperti itu?
# Staff Isa dan Islam 2012-07-05 20:17
~
Saudara Daniel van Price,

Semua itu telah dialami oleh Fatimah, karena ia menemukan kejanggalan-kej anggalan di dalam apa yang dipelajarinya. Tetapi ia dengan segenap hati mau mencari kebenaran dan membuka hati serta pikirannya, maka ia menemukan kebenaran itu di dalam Isa Al-Masih.

Allah tidak akan marah jikalau kita melakukan pengujian atas-Nya. Sebab oleh pengujian itu, iman kita akan menjadi iman teruji. Hanya iman yang lolos ujian, yang boleh mengaku bahwa ia memiliki iman yang sungguh dan sejati.

Kini ia telah menemukan Juruselamat yang menjamin keselamatan sorgawinya yang membuatnya menerima damai yang kekal. Tentunya akan muncul Fatimah-Fatimah lain yang juga boleh mengalami damai yang kekal.
~
DA
# RealJesus 2012-06-29 15:25
*
Web ini sangat bagus. Sedikti saran dari saya, agama adalah sebuah pencarian bukan warisan. Agama itu hubungan antara manusia dengan penciptanya. Untuk tahu mana yang benar secara obyektif, jadilah orang atheis dulu, kosongkan imanmu (netral), rendahkan hatimu untuk menerima semua ajaran-ajaran agama secara utuh! Dan peluklah keyakinan pilihanmu yang kau anggap paling benar secara utuh.
# Staff Isa dan Islam 2012-07-05 20:17
~
Saudara RealJesus,

Terimakasih atas penilaian saudara atas web ini, semoga menjadi berkat bagi saudara dan banyak orang.

Benar, keyakinan adalah hak seseorang untuk mencari dan memilihnya. Dan perlu saudara ketahui, ada banyak orang beragama Kristen, namun belum tentu diselamatkan. Sebab yang diselamatkan hanyalah orang Kristen yang lahir baru di dalam iman percaya kepada Isa Al-Masih sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Kami juga sependapat dengan saudara, bahwa untuk mencari kebenaran kita perlu merendahkan diri. Tetapi dengan datang dan mohon kepada Allah, karena Allah sendiri yang akan menyatakan kepada saudara. Jadi tidak perlu menjadi ateis.
~
DA
# Vicky 2012-08-03 22:55
*
Hikmat bagi Allah adalah kebodohan bagi manusia, dan kebodohan bagi manusia adalah hikmat bagi Allah.

Jadi saudara-saudara sebagai seorang Kristen, saya sangat bersukacita atas kemenangan iman saudari Fatimah. Bagi manusia dia bodoh, tetapi itulah fakta dari Hikmat Allah yang boleh ia alami.

“Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil” (Injil, Surat 1 Korintus 1:21).
# Immanuel 2012-10-11 09:42
*
Beginilah orang-orang yang belajar agama hanya pada tuntunan Syariat. Wahai Saudaraku Muslim, pembelajaran ilmu kalian bukan harga mati hanya pada sholat dan membaca Al-Quran. Masih panjang ilmu laduni yang harus kalian timba dalam agamamu. Dimana kalian bisa menemukan "dirimu" jika kamu menolak segala perbedaan di dunia ini. Hewan, jin dan tumbuhan salah satu contohnya.

Begitu juga agama lain di dunia ini. Belajarlah sampai tahap makrifatullah dan biarkan kalian temukan ketenangan karena "Muhammad" akan membawamu ke tempat yang selama ini kalian cari.

Saudaraku staff Isa dan Islam, terimakasih untuk semua pembelajaran dan paham-paham yang diberikan, semua akan secara pribadi saya hormati. Pertentangan ini tidak akan ada akhirnya jika anda lanjutkan, berarti semakin menunjukkan sikap saudara yang mencari pembenaran sedangkan Isa Al-Masih pun sangat menghormati agama lain. Biarlah hati yang menentukan agama karena Tuhan tidak menyukai perselisihan.
# Staff Isa dan Islam 2012-10-15 20:05
~
Saudara Immanuel, kami sependapat dengan Saudara, agar kita saling menghormati agama lain.
Kami juga tidak membenarkan ataupun beruhasa mencari kebenaran diri sendiri.

Namun kalau kebenaran Allah sudah dinyatakan, sebagaimana kisah nyata yang dialami oleh Fatimah maka tidak ada seorang pun yang dapat membelenggu kebenaran itu.

Dalam Kitab Suci, sebagai umat beragama orang-orang Yahudi membanggakan kemerdekaan mereka. Bukan kemerdekaan sebagai bangsa, tetapi juga kemerdekaan sebagai perorangan. Mereka berkata: "Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun."

Namun kenyataannya, dalam lubuk jiwa mereka masih ada kehausan, tangisan, kekuatiran dan ketakutan. Mereka merindukan ketenangan dan damai sejahtera yang sesungguhnya. Oleh sebab itu
Isa Al-Masih bersabda: "Jikalau Anak itu memerdekakan kamu barulah kamu merdeka dengan sesungguhnya!" (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:36).
~
SL
# Pramono 2013-02-21 14:16
*
Terimakasih atas share pengalamanya. Saya jadi tahu mana yang benar dan mana yang kurang benar. Saya semakin yakin menjadi seorang Musilm.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-21 21:56
~
Saudara Pramono,

Terimakasih atas komentar yang sudah saudara tuliskan. Jika tidak keberatan, dapatkah saudara Pramono berbagi pengalaman dengan kami, apa yang membuat saudara semakin yakin menjadi seorang Muslim setelah membaca kesaksian dari saudari Fatimah di atas?
~
SO
# Gaevin Dragenfodt 2013-03-02 06:08
*
Untuk Fatimah, semoga Yesus senantiasa besertamu dan semakin menguatkan imanmu kepada-Nya.

Komen secara umum: Saya bingung dalam pengamatan Saya tentang beberapa 'gelar' Agama Islam. Sering disebut agama yang disempurnakan/p aling sempurna, bahkan di negara-negara maju disebut 'the religion of peace'. Bahkan Ayah Saya yang seorang Muslim sampai sekarang pun tidak pernah menemukan ajaran cinta kasih yang merupakan sumber perdamaian (peace) dalam Al-Qur'an.

Ditambah lagi dengan sikap sebagian besar commenters Muslim di sini yang bersikap menghakimi keputusan Fatimah. Di manakah letak penyempurnaan agama dalam Islam apabila perilaku penganutnya seperti ini? Lagipula, hubungan manusia dengan Tuhannya hanya bisa diukur dengan keyakinan (faith), bukan nalar (logic).
# kunang kunang 2013-03-11 03:07
*
Saya dahulu beragama Buddah, setelah saya mendalami agama Kristen, saya semakin percaya dengan ajaran Tuhan Yesus yang penuh dengan kasih. Seandainya saudari Fatimah mendapatkan kedamaian dan keselamatan dalam Kristus, mengapa umat Muslim yang lain mesti menghujatnya? Justru dia yang akan masuk surga karena tiada nama lain di kolong langit, selain nama Tuhan Yesus untuk ke surga.

Mbak Fatimah, saya mendukungmu. Tuhan Yesus memberkati.
# Putra 2013-04-07 16:30
*
Saudara Fatimah,

Statement anda mengenai Islam sungguh menyesatkan, mungkinkah anda adalah seorang missionaris yang berkedok. Ketahuilah bahwa Islam adalah agama rahmatan lil alamin. Bahwa anda adalah orang yang beragama Nasrani.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-09 15:09
~
Saudara Putra,

Dapatkah saudara menjelaskan statement yang manakah dari kesaksian di atas yang menyesatkan?

Kesaksian di atas adalah kesaksian dari seorang wanita Muslim yang menemukan keselamatan sorgawinya dalam Isa Al-Masih. Dia menemukan anugerah tersebut setelah mempelajari Al-Quran, dan nabi umat Muslim.

Di akhir kesaksiannya dia mengatakan, sudah menemukan kebenaran yang selama ini dia cari. Dan kebenaran itu dia dapat dalam Isa Al-Masih. “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; Carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” (Injil, Rasul Besar Matius 7:7).

Bagaimana dengan saudara, apakah saudara Putra tidak rindu mempunyai jaminan keselamatan yang benar?
~
SO
# mesias 2013-04-27 21:32
*
Inti dari tujuan kehidupan spiritual manusia di muka bumi ini cuma satu yaitu: "keselamatan yang kekal".

Di dunia banyak agama. Tapi tidak ada satupun pemimpin dari agama tersebut sanggup memberi jaminan dan jalan pasti menuju ke sorga. Baik Sidarta Gautama, Muhammad, Konghucu, Mahatma Gandhi, dan masih banyak lagi. Karena mereka semua manusia biasa seperti kita yang bisa mati. Tetapi ada satu Pribadi yang pernah turun ke dunia, mati dan bangkit kembali.

Al-Quran bertanya “tunjukan kami jalan yang lurus itu/sirotolmust akimku..”

Alkitab menjawab: Yohanes 14:6 “Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”
# moh aries 2013-05-07 21:01
*
Allah menciptakan iblis dan jin adalah satu bangsa yang menyesatkan manusia. Lalu menurut anda wahyu itu dari jin? Terus kenapa jin takut dengan ayat Al-Quran? Jika yang diwahyukan Muhammad adalah jin lalu bagaimana dengan wahyu-wahyu yang di turunkan pada nabi-nabi yang lain seperti Isa Al-Masih?

Isa adalah manusia. Tuhan tidak ada yang seperti manusia, manusia tidak ada yang sama dengan Tuhan. Contoh kecil, manusia membuat suatu benda (robot, komputer, gedung rumah, bahkan patung yang berbentuk persis dengan manusia). Yang menciptakan pasti tidak sama dengan ciptaanya.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-14 13:49
~
Saudara Moh Aries,

Wahyu yang diterima Muhammad berbeda dengan wahyu yang diberikan kepada para nabi terdahulu, dan sangat berbeda dengan ajaran Isa Al-Masih yang juga Isa Al-Masih wahyukan kepada rasul-rasul.

Alkitab dan Al-Quran berbeda dalam beberapa hal. Penyaliban dan kebangkitan Yesus dipandang orang Kristen sebagai fakta sejarah. Al-Quran menyatakan bahwa kejadian-kejadi an tersebut tidak pernah terjadi. Al-Quran mengajarkan bahwa kita bisa masuk Firdaus jika kita menjalankan rukun Islam. Tetapi, Injil mengajarkan bahwa jalan satu-satunya menuju surga adalah dengan percaya kepada Isa Al-Masih.

Kedua kitab tersebut bisa saja salah, tapi yang jelas keduanya tidak mungkin benar karena klaim mereka saling bertentangan. Setiap orang perlu mempelajari lebih lanjut dan membaca kedua kitab ini agar dapat menentukan kitab mana yang benar.

Para nabi terdahulu berbicara langsung dengan Allah sedangkan Muhammad tidak. Para nabi terdahulu mendengar suara Allah disertai melihat malaikat-malaka t-Nya langsung dan menyaksikan perkara-perkara ajaib yang terjadi.

Kesaksian para nabi terdahulu sama, sekalipun mereka hidup dizaman dan tempat yang berbeda. Kesaksian dan Firman yang diterima para nabi tersebut dikumpulkan dalam satu kitab yaitu Alkitab/Injil.

Jadi apakah wahyu yang diterima Muhammad benar-benar dari Allah?
~
NN
# Jakfari 2013-06-07 23:42
*
1. Saya tidak akan memakai nama beliau di atas, karena nama itu terlalu agung untuk dicela karena perbuatan seseorang atau rekayasa seseorang.

2. Mengapa Allah membunuh orang yang menyembah-Nya? Apakah anda juga bisa mengatakan hal yang sama dengan bagaimana Yesus disalib? Kenapa Yesus yang harus disalib? Kenapa Allah membunuh anak-Nya?

3. Anda ceroboh ketika mengatakan ada Muslim yang mati terinjak-injak saat melempar Ka'bah. Ini yang menyebabkan artikel ini direkayasa karena ritual mana yang ada melempar Ka'bah? Padahal beliau yang menjadi tokoh di sini adalah mantan Muslim yang juga belajar Islam katanya?

4. Kalaulah Nabi Muhammad salah ketika bisa menguasai jin,bagaimana dengan Nabi Sulaiman? Atau kalaulah Yesus tidak bisa menguasai jin,bagaimana Dia bisa lebih hebat dari nenek si tokoh di atas?

5. Kecerobohan anda ada lagi dipoint salawat. Karena Muslim tidak pernah memakai kata didoakan berkat. Doa berkat dan memberkati hanya dalam keyakinan anda bukan keyakinan Muslim.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-12 17:28
~
Saudara Jakfari,

1. Maaf, kami kurang mengerti. Nama siapakah yang saudara maksud di sini terlalu agung untuk dicela? Karena menurut kami, di sini kami tidak bermaksud untuk mencela siapapun. Ini adalah murni sebuah kesaksian dari seorang Muslim, yang akhirnya menjadi pengikut Isa Al-Masih.

2. Kematian orang-orang yang terjadi ketika naik haji seperti yang dijelaskan dalam kesaksian di atas, jelas berbeda dengan kematian Yesus di kayu salib. Kematian Yesus tidak pernah sia-sia seperti orang-orang yang mati karena naik haji.

Salah satu tujuan Kalimatullah datang ke dunia adalah memang untuk mati di kayu salib guna menebus manusia dari perbudakan dosa. Dan hal ini sudah dinyatakan Allah lewat para nabi-Nya jauh sebelum kedatangan Kalimatullah ke dunia. “Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah” (Kitab Nabi Besar Yesaya 53:3-4).

3. Apakah saudara ingin menyangkal ritual melempar Ka'bah yang dilakukan ketika seseorang naik haji?

4. Isa Al-Masih bukan hanya dapat menguasai iblis. Tetapi iblis, setan, dan kroni-kroninya takluk kepada Isa Al-Masih. Lalu, bagaimana dengan nabi saudara?

5. Jadi, menurut saudara apakah yang dimaksud dengan shalawat itu sendiri?
~
SO
# suryanto 2013-06-12 06:38
*
Aku percaya Yesus adalah Tuhan.
# Jakfari 2013-06-14 07:05
*
1. Nama yang anda gunakan adalah nama anak Nabi Muhammad, dan tidak pantas menurut saya untuk digunakan dalam perekayasaan artikel ini.

2. Bagaimana bisa anda mengatakan orang yang meninggal ketika melaksanakan ibadah menjadi sia-sia? Dalil mana yang anda pakai? Kalaulah dalam mengerjakan suatu ibadah yang salah satunya adalah haji kemudian meninggal anda sebut sia-sia, maka lebih sia-sia penyaliban Yesus hanya untuk menebus dosa orang lain? Karena dalam Al-Quran jelas bahwa "orang lain tidak bisa memikul dosa orang lain (Qs. 17:15)" Logika saja, bagaimana bisa anda yang melakukan dosa tetapi di tanggung oleh orang lain?

3. Jelas Nabi Muhammad mengusai semua hal karena dia adalah penutup dan penyempurna para nabi dan Rasul. Kalau Yesus bisa menguasai syaitan, untuk apa Dia menebus dosa umat-Nya?

4. Saya menyangkal dengan keras sebutkan ritual mana Ka'bah dilempar?

5. Salawat adalah salam penghormatan yang ada keberkahan didalamnya ketika dilakukan bukan keberkatan.
# Staff Isa dan Islam 2013-07-03 22:26
~
Saudara Jakfari,

1. Apakah salah jika seseorang mempunyai nama yang sama dengan nama anak Muhammad? Bagaimana dengan orang yang bernama Muhammad? Dan setahu kami juga sangat banyak orang yang bernama Fatimah atau Muhammad. Dan lagi, artikel ini bukan rekayasa tetapi kejadian yang sebenarnya.

2. Justru menurut kami, ketika ada seseorang yang berkorban demi orang lain, bukankah itu suatu perbuatan sungguh mulia?

3. Dalam menunaikan ibadah haji, seseorang diwajibkan mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali. Selain itu juga mencium batu hitam yang disebut Al-Hajr al-Aswad. Mereka juga diharuskan berlari bolak-balik antara bukit As-Safa dan Al-Marwa. Sebagai ritual, mereka juga harus melemparkan tujuh batu pada tiga tiang (jamarat). Tiap tiang diyakini merupakan setan. Apakah ritual ini menurut saudara salah?

4. Apakah menurut saudara Muhammad adalah Allah sehingga dia menguasai semua hal? Jadi sebenarnya yang menduakan Allah di sini siapa? Orang Kristen atau saudara?

5. Silakan saudara menanggapi tentang shalawat pada artikel ini: http://tinyurl.com/6qocrxb.
~
SO
# justine 2013-07-03 09:26
*
Staf Isa dan Islam,

1) Kesaksian yang menyentuh.

2) Ibu Fatimah tak perlu ganti nama. Sebab Fatima juga merupakan nama baptis.

3) Setiap orang memiliki kesaksian iman yang sangat luar biasa.

4) Lanjutkan karya rekan-rekan staf Isa dan Islam. Sang Pencipta memberkati kita semua.
# Asyraffi Ramdhani 2013-07-03 15:56
*
Itu adalah ujian dari Allah untuk umat-Nya, untuk menaikan derajatnya. Karena selama ia diuji ia selalu pasrah dan berserah diri kepada Allah dan ia ikhlas menerima itu. Dan insyaallah di dalam itu semua ada hikmahnya dan Allah pasti merencanakan hal yang indah untuk kita.

Berarti mbak Fatimah bukan orang yang bertakwa.
# Staff Isa dan Islam 2013-07-03 22:27
~
Saudara Asyraffi,

Justru menurut kami mbak Fatimah adalah orang yang sangat beruntung karena mendapatkan kemurahan Allah. Allah telah menuntun dia untuk menemukan jalan lurus yang selama ini dia naikkan dalam doa-doanya. Seperti juga saudara, bukankah selalu menaikkan doa agar ditunjukkan jalan yang lurus?

Kini mbak Fatimah telah mendapatkan jawaban tersebut di dalam Isa Al-Masih. Sehingga dia tidak perlu lagi khawatir akan keselamatan akheratnya. Isa Al-Masih bersabda, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. . . .” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Sungguh indah bukan bila seseorang telah menemukan Jalan Lurus yang dicarinya?
~
SO
# Jakfari 2013-07-10 02:43
*
Baik mari kita lanjutkan,

1. Boleh, tetapi tidak pantas ketika digunakan untuk sebuah perekayasaan,ak an saya buka buktinya disini InsyaAllah.

2. Sangat baik berkorban dalam arti membantu dan menolong orang lain, semua agama memiliki hal tersebut. Yang tidak masuk akal adalah mengorbankan diri atas dosa orang lain?apa anda mau mengorbankan nyawa anda untuk menebus dosa yang dilakukan saudara anda?

3. Saya tidak menyangkal ritual ini, tetapi artikel diatas ini saya katakan rekayasa karena kesalahan anda. saya kutip "Bagaimana ketika orang Muslim mati hampir dua tahun sekali dalam musibah terinjak-injak saat melempar batu ke Ka'bah, yang kelihatan seperti menara penyembah berhala?". Anda lihat?melempar batu ke ka'bah?semua muslim tahu ini tidak ada.

4. Qs. 72: 26-27, menjelaskan bahwa hanya Allah yang mengetahui hal yang ghaib tapi Allah beritahukan kepada Rasulullah. Ini dalil bahwa Rasulullah tahu semua hal tapi beliau bukan tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2013-07-19 12:17
~
Saudara jakfari,

Kami menjamin kesaksian itu nyata. Pengalaman dalam ritual dan kebiasaan-kebia saan Islam yang dialami saudara Fatimah itu juga dikerjakan oleh seluruh muslimin dan muslimat. Fatimah di kasihi Tuhan sehingga wanita ini haus akan kebenaran. Allah mengizinkan dia membuktikan sendiri akan kebenaran. Dan setelah pencarian itu, Allah membuka pintu kebenaran.

Bagaimana bila saudara mengambil sikap seperti contoh kesaksian ini. Mulailah bertanya kepada Allah. Mulailah menyelidiki Islam. Kiranya Allah memberikan rahmat-Nya kepada saudara.
~
NN
# kensi 2013-08-12 15:55
*
Kelemahan iman dan kurangnya ilmu pengetahuanlah yang membuatnya gundah. Namun, jika akhirnya dia memilih keluar dari Islam itu adalah urusannya dengan Allah. Semoga hidayah kembali untuk Fatimah.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-14 17:28
~
Saudara Kensi,

Terimakasih untuk tanggapan yang saudara berikan, berbeda dengan tanggapan yang umumnya diberikan oleh umat Muslim, bila melihat ada orang yang meninggalkan agama Islam. Saudara dapat legowo ketika membaca kesaksian Sdr. Fatimah di atas yang telah meninggalkan agama lamanya.

Kami setuju dengan saudara, bahwa iman dan kepercayaan berurusan dengan Allah. Kami percaya hal itu pulalah yang dialami sdr. Fatimah ketika dia memutuskan untuk menjadi pengikut Isa. Dia percaya, bahwa Allah yang disembahnya sekarang adalah Allah yang dapat memberikan sukacita dan damai sejahtera, yang tidak didapat di agama sebelumnya.

Mungkin itu juga alasan Sdr. Fatimah menutup kesaksiannya dengan mengutip ayat dari Kitab Suci Injil, “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; Carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” (Injil, Rasul Besar Matius 7:7).

Ketika dia memutuskan untuk mencari, dia menemukan kebenaran yang selama ini tidak didapatkannya.
~
SO
# zheg@r 2013-08-13 00:21
*
Untuk Fatimah,

Hidup bagaikan garis lurus, tidak tak pernah kembali ke masa lalu. Hidup bukan bulatan bola yang tiada ujung dan tiada pangkal. Hidup ini merangkak terus, semakin mendekat ke titik terakhir, setiap langkah, hilanglah jatah menikmati hidup nikmat di dunia.

Pesan nabi tentang mati, jangan takut mati karena pasti terjadi. Setiap insan pasti mati, hanya soal waktu. Janganlah minta mati datang kepadamu, dan janganlah kau berbuat menyebabkan mati. Tiga rahasia Illahi yang berkaitan dengan hidup manusia: kelahiran, pernikahan, dan kematian. Penuhi hidup dengan cinta, ingatkan diri saat untuk berpisah. Tegakkan sholat lima waktu dan ingatkan diri saat disholatkan. Jangan takut mati, meski kau sembunyi, dia menghampiri, takutlah pada kehidupan sesudah kau mati. Renungkanlah itu.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-14 17:28
~
Terimakasih Sdr. Zhegar untuk pesan yang sudah saudara sampaikan untuk Sdr. Fatimah.

Bagaimana pendapat Sdr. Zhegar atas keputusan Sdr. Fatimah di atas, meninggalkan agama Islam dan menjadi pengikut Isa Al-Masih?

Karena dari kesaksiannya, kami melihat bahwa Sdr. Fatimah sangat bersukacita dengan iman barunya. Dia juga mendapatkan kelegaan serta kebenaran yang selama ini dicarinya. Kami juga percaya Sdr. Fatimah tidak takut mati, karena dia sudah mempunyai jaminan keselamatan di akherat.
~
SO
# dodol 2013-08-13 14:30
*
Dari kesaksian di atas, terkesan bahwa dia adalah seorang Muslimah yang mungkin orang Persia, yang berada di negara dan dia sedang menyembunyikan identiasnya. Mungkin demi keamanan dirinya.

Memang kesaksian tersebut terkesan memojokkan iman kaum Muslimin, tetapi coba kita pikirkan, bukankah para mualaf yang tadinya Kristen pun juga memojokkan iman Kristen yang dia anut sebelumnya?

Dan para mualaf dengan bebas men-sharing-kan pengalaman iman mereka melalui media massa. Kalau Fatimah berani men-sharing-kan pengalaman imannya, saya yakin riwayatnya akan tamat. Lepas dari benar salah kesaksiannya. Sebaiknya kita menghargai pilihan seseorang akan iman yang dianutnya dan kebebasan untuk beralih keyakinan sesuai dengan suara hatinya.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-14 17:29
~
Saudara Dodol,

Kami setuju dengan pendapat saudara. Setiap orang berhak untuk menentukan iman mana yang harus dia pilih.

Sedikit saja klarifikasi dari kami, kesaksian di atas adalah benar adanya. Kesaksian ini bukan rekayasa. Kami memang tidak memberikan sepenuhnya identitas Sdr. Fatimah, karena kami ingin menjaga keamanan dirinya. Sebab sebagaimana yang saudara ketahui, bukanlah hal yang mudah ketika diketemukan ada seorang Muslim meninggalkan Islam. Bukan hanya disiksa, tetapi mereka bisa terancam kehilangan nyawa.
~
SO
# Staff Isa dan Islam 2013-08-15 16:26
~
Kepada saudara-saudara yang ingin memberi komentar, saran kami silakan memberi komentar yang berhubungan dengan artikel di atas. Juga silakan memperhatikan aturan yang telah ditetapkan.

Bila saudara ingin menanyakan topik di luar artikel ini, silakan bergabung pada artikel yang berhubungan. Atau saudara juga dapat mengemail staf kami di: .

Demikian, kiranya dapat maklum.
~
SO
# christian 2013-08-15 23:05
*
Tuhan ku gembalaku.
# Evan 2013-08-17 08:06
*
Untuk staff Isa dan Islam,

Saya adalah orang Kristen, dan saya membaca setiap balasan komen saudara/i kepada orang-orang yang melontarkan sanggahan. Menurut saya cara saudara/i menanggapi sanggahan tersebut memang sudah menggunakan bahasa yang sopan, tapi masih sedikit mengandung arogan, lebih lah rendah hati. Bila perlu saat mereka menghina kita tidak perlu menjawab, cukup berdoa dan mau memaafkan mereka, bukankah itu ajaran Tuhan kita Yesus Kristus?

Bukankah Yesus berkata, "Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat" (Matius 5:11)

Tuhan Yesus memberkati kita semua.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-18 17:44
~
Saudara Evan,

Terimakasih untuk masukan/nasehat dari saudara. Tentu kami dengan senang hati menerimanya.

Sejauh yang kami tahu, kami tidak pernah memberi sanggahan yang arogan. Kami juga tidak pernah membalas menghina, komentar yang ditujukan untuk menghina. Tapi memang, komentar yang isinya bertujuan menghina, kami selalu menghapusnya secara otomatis. Apakah menurut saudara itu salah?

Tapi, bila saudara menemukan jawaban kami yang arogan dan menghina, kiranya saudara berkenan untuk menunjukkannya. Tentu kami dapat dengan rendah hati mengubahnya atau minta maaf kepada orang tersebut, bila memang terbukti kami arogan dan menghina.
~
SO
# ad_acha 2013-08-17 16:09
*
Untuk mendekatkan diri pada sang Khalik mungkin sulit. Tapi tidak mungkin Tuhan memerintahkan ummat-Nya untuk mengenal diri-Nya sedangkan ummat-Nya tidak mampu. Dan ini berlaku pada semua agama.

Saran saya dan ini berlaku untuk semua agama, apa ciptaan Tuhan yang paling gampang diingat dan paling susah pembuatannya? (nyawa/ruh) atau secara lahiriahnya, ingatan, hati dan perasaan. Jangan mempersulit diri dengan bahasa-bahasa orang lain (ahli tafsir) yang membingungkan.

Dan apabila Sdr. Fatimah ingin mengkaji ulang isi dari Al-Quran atau kitab apapun, kajilah secara batiniah. Karena Alkitab termasuk Al-Quran hanya petunjuk kebenaran dan bukanlah kebenaran yang hakiki. Kitab yang sebenarnya ada dalam diri kita.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-18 17:45
~
Saudara Ad_acha,

Dari kesaksian yang ditulis oleh Sdr. Fatimah di atas, kami menyimpulkan bahwa sebelum Sdr. Fatimah memutuskan untuk meninggalkan agama Islam, dia sudah terlebih dahulu mempelajari Al-Quran dan ajaran Islam. Justru keinginan untuk meninggalkan agama Islam timbul setelah dia mempelajari Al-Quran.

Lalu, mengapa dia harus mengkaji kembali Al-Quran bila dia telah menemukan petunjuk yang dia cari-cari?

Salah satu ayat Al-Quran berkata, “Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa” (Qs 5:46).

Menurut Al-Quran, Injil dan Taurat adalah petunjuk dan cahaya bagi orang-orang bertakwa. Dan Sdr. Fatimah telah menemukan cahaya yang dia cari dalam Kitab Suci Injil dan Taurat. Bagaimana dengan Sdr. Ad_acha?
~
SO
# Bonifasia 2013-08-18 20:25
*
Tuhan Yesus memberkati mbak Fatima. Memang benar menerima Dia sebagai juruselamat adalah pilihan terbaik, dan kita tidak akan merugi karenanya. Haleluyah.
# Abu Kotham 2013-08-21 11:56
*
To : Ad_acha

Jikalau Al-Quran itu benar dari Tuhan, mengapa ditulis Maryam (Ibunda Isa Al-Masih) adalah anak dari Imran yang notabene adalah ayah dari Harun dan Musa?
# Jakfari 2013-08-31 11:40
*
Maaf, pertanyaan saya belum anda jawab. Anda hanya memberikan pernyataan tentang artikel ini benar tanpa rekayasa dan sebagainya tanpa melihat inti pertanyaan saya.

Mohon dilihat kembali, karena saat anda memberikan pernyataan anda setelah saya memberikan pertanyaan, secara tiba-tiba artikel ini tidak bisa dikomentari. Ketika mencari kebenaran, mari sama-sama melihat inti dari masalah artikel ini. Saya tunggu jawaban saudara. Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2013-09-03 22:14
~
Salah satu sifat manusia adalah terlalu sering melihat suatu hal dari sisi negatifnya. Ketika komentar tiba-tiba kami tutup, serta-merta umat Muslim memberi komentar negatif. Admin tidak bisa menjawab pertanyaan orang Islam, atau admin berusaha menyembunyikan kebenaran.

Pada hal, sudah sangat jelas di bawah setiap artikel kami memberi keterangan mengapa kolom komentar kami tutup.

Menurut kami apa yang saudara tanyakan sudah kami jawab dengan cukup jelas. Tapi, bila memang di antara semua penjelasan kami atas pertanyaan-pert anyaan saudara ada yang masih kurang jelas, kiranya saudara menuliskan pertanyaan manakah itu. Kami akan berusaha menjawabnya semampu kami.
~
SO
# noni 2013-09-04 10:53
*
Untuk kesaksian Ibu Fatimah saya ingin bertanya mengenai jumlah ayat dalam Al-Quran sebanyak 6.666 ayat. Karena kalau saya jumlahkan ayat yang terdapat dalam surat Al Fatihah hingga surat An Naas seharusnya ayatnya berjumlah 6.236.. Apa mungkin penjumlahan saya salah? Dapatkah pengurus IDI menjabarkan jumlah ayat yang terdapat dalam setiap surat dalam Al-Quran? Untuk menemukan total ayat 6.666 seperti yang ibu Fatimah katakan? Dan di surat apa sajakah perbedaannya dan mengapa bisa berbeda? Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2013-09-11 10:30
~
Saudara Noni

Tahukah saudara bahwa Al-Quran memiliki beberapa versi? Dan jumlah ayat yang saudara sebutkan adalah Al-Quran versi lainnya. Namun versi yang diakui oleh seluruh dunia adalah versi Al-Quran yang memiliki ayat berjumlah 6.666.
~
NN
# yahya siregar 2013-09-05 22:07
*
Wah seperti cerita dongeng atau Fatimah karangan staff admin saja? Fatimah masuk Katolik atau Protestan ya?
# Staff Isa dan Islam 2013-09-07 21:54
~
Saudara Yahya Siregar,

Kesaksian di atas adalah benar adanya. Bukan rekayasa atau karangan kami. Apalah untungnya bagi kami untuk merekayasa kisah hidup seseorang?

Sungguh aneh, bila ada seorang Muslim meninggalkan agama Islam, pasti orang-orang Islam akan menghina dan mengejek. Mereka memandang sangat hina orang yang meninggalkan agama Islam. Tapi bila ada orang masuk agama Islam, maka berita itu akan dibesar-besarkan.

Ada apa sebenarnya dengan agama Islam sehingga tidak dapat menghargai keputusan yang diambil seseorang?

Bukankah salah satu ayat yang diajarkan kitab suci umat Muslim adalah “Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku” (Qs 109:6). Untuk apa ayat ini tertulis dalam Al-Quran bila orang Islam tidak dapat memberi kebebasan bagi seseorang untuk memilih agamanya?
~
SO
# bagas 2013-09-06 07:45
*
Lalu apa yang dimaksud dengan sang juruselamat?
Apakah nanti anda tahu kalau anda akan masuk surga atau tidak?
Islam juga tidak mengajarkan kalo beribadah harus begadang͵ini sudah jelas menjatuhkan͵dan mengirim doa kepada nabi itu wajib͵apakah anda tidak mendoakan leluhur anda?
# Staff Isa dan Islam 2013-09-11 10:14
~
Sudara Bagas

Juruselamat berarti yang memiliki otoritas untuk menyelamatkan. Isa Al-Masih disebut Juruselamat karena Dialah satu-satunya yang dapat menyelamatkan manusia dari hukuman kekal di neraka akibat dosa manusia.

Karena Isa Al-Masih yang menjamin keselamatan saya maka saya sudah memiliki jaminan kepastian untuk masuk surga.

Isa Al- Masih memiliki kuasa untuk memberikan hidup kekal. Isa berkata, “ dan Aku [Isa Al-Masih] memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku” (Injil Rasul Besar Yohanes 10:28).

Dan karena Isa Al-Masih adalah Juruselamat maka Ia tidak perlu didoakan. Itulah perbedaannya dengan nabi saudara yang hingga saat ini terus didoakan keselamatannya. Karena ia sendiri pun tidak dapat menjamin keselamatannya, apalagi keelamatan pengikutnya.
~
NN
# just jo 2013-09-06 10:40
*
Salam sejahtera assalamualaikum saudara semua,

Hendaknya kita semua bisa berfikir lebih dewasa dalam menyikapi forum komentar ini. Setiap agama manapun tidak ada yang salah, tujuan dari semua agama hanyalah beribadah kepada sang Pencipta. Hanya saja cara beribadahnya saja yang beda. Tujuan kita semua sama

Dan masalah Sdri Fatimah sendiri biarlah jangan menjadi perdebatan yang hanya menimbulkan perselisihan di antara umat beragama. Mari kita saling menghormati kebebasan hak memeluk agama tiap-tiap individu. Karena tidak ada ajaran agama yg mengizinkan perselisihan, kebencian, apalagi saling menjelekan dengan agama lain. Apapun keputusan yang telah dibuat Sdri Fatimah mungkin itu yang terbaik menurut keyakinannya. Tuhan memberkati kita.
# Jakfari 2013-09-06 22:04
*
Ketika anda mengatakan selalu melihat sisi negatif, secara tidak langsung anda mengatakan bahwa apa yang anda lakukan semuanya positif? Tentu ada alasan kenapa kemarin secara tiba-tiba kolom komentar tidak bisa diakses bukan?

Dan nuansa artikel anda juga terkesan provokasi serta penuh rekayasa. Saya sudah tulis pertanyaan serta pernyataan sekaligus jawaban atas jawaban dan pernyataan anda sebelumnya yang terputus. Mari kita selesaikan, kalau anda memang merasa benar tentang artikel ini, buktikan dengan kebenaran. Saya melihatnya rekayasa karena ada alasan yang sudah saya pertanyakan sejak awal saya memposting komentar saya. Terimakasih
# Staff Isa dan Islam 2013-09-07 21:55
~
Saudara Jakfari,

Kami sudah menjelaskan mengapa kolom komentar terkadang kami tutup. Apakah saudara akan percaya dengan alasan yang kami berikan? Itu hak saudara. Kami tidak akan memaksa saudara untuk mempercayainya. Kami hanya mengatakan apa yang sebenarnya.

Demikian juga dengan kesaksian di atas. Bukan rekayasa atau kebohongan. Tetapi itulah kisah sebenarnya dari seseorang yang menyebut dirinya bernama Fatimah.

Apakah saudara percaya dengan kesaksian di atas? Itu terserah saudara. Tidak ada yang harus kami buktikan agar saudara percaya. Lewat forum ini kami hanya menyampaikan sebuah kebenaran. Masalah orang yang membacanya percaya atau tidak, bukan tugas kami membuat mereka percaya. Biarlah Roh Allah yang bekerja dalam diri mereka, sehingga mereka dapat melihat mana yang benar dan mana yang salah.
~
SO
# abil 2013-09-07 06:12
*
aku rasa Sdri Fatimah ini orangnya gampang menyerah, akhirnya ia mencari yang enteng-enteng. Mendapatkan surga memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kemudian tidak mungkin jin menganjurkan kebaikan.

Juruselamat apakah anda jamin setiap penganut Kristen selamat dan masuk sorga?
# Staff Isa dan Islam 2013-09-07 21:55
~
Saudara Abil,

Menurut kami justru Sdr. Fatimah telah berusaha keras sebelum akhirnya dia mengambil keputusan untuk menjadi pengikut Isa Al-Masih. Bahkan dia mengatakan sudah menjadi seorang Muslimah yang taat selama 30 thn.

Keputusan dia meninggalkan Islam justru timbul ketika dia mempelajari Al-Quran, melihat bagaimana ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, juga sepak terjang Muhammad.

Melihat latar-belakang keluarganya adalah Islam fanatik, tentu tidak mudah bagi Fatimah untuk meninggalkan agama lamanya dan menjadi pengikut Isa. Tetapi kebenaran dan keyakinan akan kebenaran yang dia dapat dalam ajaran Isa Al-Masih, memampukan dia mengambil keputusan.

Inilah jaminan yang diberikan oleh Isa bagi orang-orang yang mengkuti-Nya, “Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa” (Qs 5:46).

Dalam Kitab Suci Injil dikatakan, "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup" (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:12).
~
SO
# dau 2013-09-10 22:34
*
Staf Isa dan Islam,

Kelihatannya saudara kurang memahami pertanyaan Jakfari tentang melempar Ka'bah. Yàng dimaksudkan adalah melempar jumrah, bukan melempar Ka'bah. Hal tersebut menyebabkan Jakfari meragukan kebenaran kesaksian tersebut, karena tidak ada pelemparan Ka'bah dalam ritual haji. Yang ada pelemparan jumrah.
# Staff Isa dan Islam 2013-09-14 22:45
~
Saudara Dau,

Kami memahami dengan benar apa yang ditanyakan oleh Sdr. Jakfari. Dia menolak kesaksian di atas karena menggunakan nama Fatimah, yang kebetulan sama dengan anak Muhammad. Sdr. Jakfari juga menuduh kami melakukan hal yang tidak benar karena kolom komentar kami tutup. Juga mengatakan artikel di atas sebagai provokasi dan penuh rekayasa.

Sedangkan tentang melempar jumrah atau melempar Ka'bah, Sdr. Jakfari juga tidak pernah menyinggung soal itu.

Terlepas dari kesalahan Sdr. Fatimah dalam memberi informasi antara melempar Ka'bah atau jumrah. Menurut kami ritual naik haji tidak dapat diterima sebagai kebenaran dan ajaran dari Allah. Sebab, bagaimana mungkin setan dapat diusir hanya dengan melemparinya dengan batu?
~
SO
# putra tunggal 2013-09-11 00:31
*
Sekiranya jika memang anda benar akan kesaksian dari Fatimah, kami pun ingin mengusut pernyataan dari Fatimah dengan percakapan, bukan memberikan pendapat. Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2013-09-14 22:45
~
Saudara Putra Tunggal,

Kami sangat heran dengan saudara, apa hak saudara ingin mengusut kesaksian di atas? Bukankah setiap orang berhak untuk menentukan agama mana yang harus dia pilih? Bukankah dalam kitab suci saudara dituliskan setiap orang berhak atas agama yang dipilihnya?

Silakan renungkan ayat ini, “Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku” (Qs 109:6).
~
SO
# jakfari 2013-09-12 05:05
*
Sdr. Dau,

Saya meragukan antara tidak faham atau tidak memiliki alasan lain. Maaf, kalau memang ini kesaksian dari seorang yang mantan Islam, yang sudah pernah umroh pula kata artikel ini membuat kesalahan fatal dalam kesaksiannya?

Saya kutip "Bagaimana ketika orang Muslim mati hampir dua tahun sekali dalam musibah terinjak-injak saat melempar batu ke Ka'bah, yang kelihatan seperti menara penyembah berhala?  Mereka dipuji sebagai martir, seperti orang  mati syahid. Sungguh sangat membingunkan". Melempar batu ke Ka'bah? Ini dalil mutlak saya mengatakan artikel ini rekayasa.

Silahkan bantah kalau memang penulis artikel ini benar. Tetapi kalau memang anda tidak bisa membuktikan kebeneran ini berbesar hatilah meminta maaf dan mengakui kesalahan anda.

Kebenaran itu tidak ada celah, baik secara dalil kitab suci maupun akal. Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2013-09-14 22:46
~
Saudara Jakfari,

Bila memang saudara mengetahui kesaksian di atas ada kesalahan, mengapa saudara tidak mengatakannya sejak awal? Kami curiga, jangan-jangan saudara juga tidak mengerti sebelumnya bahwa yang dimaksud adalah melempar jumrah dan bukan Ka'bah.

Sejak awal kami sudah meminta saudara menjelaskan mana dari kesaksian tersebut yang tidak benar. Namun saudara tidak pernah dengan jelas mengatakannya. Dan sekarang tiba-tiba saudara meminta pertanggung-jaw aban atas kebenaran kesaksian tersebut, seolah-olah saudara mengetahui kebenarannya.

Sekali lagi kami tegaskan, tidak ada yang perlu kami buktikan kepada saudara. Satu hal yang ingin kami sampaikan, bahwa kesaksian di atas bukan rekayasa walaupun ada kesalahan tulis dari melempar jumrah menjadi melempar Ka'bah.
~
SO
# penny patricia 2013-09-19 13:41
*
Solat itu akan terasa nikmat bagi orang yang taqwa. Solat itu pembeda antara kaum muslimin dan kaum Kafirin. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Yang pertama kali ditanyakan kepada seorang hamba pada hari kiamat adalah perhatian kepada shalatnyaa. ” (HR Ath Thabrani, shahih).

Allah tidak pernah mengutuk orang yang berhaji sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya.” (Ali Imran: 96-97)

Coba tunjukan ayat Al-Quran mana yang menyatakan bahwa Allah mengutuk orang yang berhaji.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-02 10:43
~
Saudara Penny Patricia,

Keganjilan ibadah haji tidak hanya pada peristiwa-peris tiwa tragis yang selalu terjadi dari tahun ketahun pada pelaksanaan ibadah haji, melainkan juga terjadi dalam kehidupan orang-orang yang beribadah haji.

Ibadah haji adalah salah satu kewajiban yang utama dalam Islam. Bahkan calon haji disebut sebagai tamu-tamu Allah. Dengan menjalankan ibadah haji berarti menyempurnakan keislaman dan menjumpai Allah. Seharusnya dampak rohani ibadah tersebut akan mengubah seorang Islam menjadi berakhlak mulia, suci dan pengasih. Tapi pada kenyataannya, tidak ada dampak rohani apapun selain kebanggaan. Kesaksian para haji seringkali hanya tentang hal-hal mistis yang dibuat-buat.

Isa Al-Masih mengajarkan suatu kebenaran batiniah bukan ritual-ritual lahiriah. Kebenaran batiniah akan berdampak baik daripada ritual lahiriah yang tidak berdampak baik, malah mengakibatkan perpecahan.
~
NN
# jakfari 2013-10-03 10:07
*
Alhamdulillah sudah terbuka kembali kolom komentarnya. Saya akan lanjutkan diskusi kita ini.

1. Dari awal pertanyaan saya, saya sudah bertanya bahwa ritual mana yang Ka'bah jadi sasaran lempar? Ingat, pengakuan ini anda katakan dilakukan oleh orang yang pernah umrah, bagaimana mungkin dia bisa salah membedakan mana Ka'bah dan mana jumrah?

2. Kalau anda mengatakan salah ketik atau penulisan, itu juga terasa janggal. Selain lokasi yang berbeda antara Ka'bah dan jumrah, konteks tulisan anda masih di Ka'bah.

3. Saya mengatakan rekayasa karena hal tersebut. Bagaimana kalau ada artikel yang mengaku Nasrani masuk Islam, kemudian dia mengatakan peristiwa kejadian di Yohanes 6:1-14 itu 5 ikan 2 roti? Bisa anda terima kesalahan ketiknya?

4. Diskusi ini saya mulai karena saya melihat ada yang janggal. Kalau anda salah, akui dan minta maaf. Itu lebih baik daripada anda menutupi kembali dengan kebohongan lain. Saya tunggu pernyataan saudara.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-03 14:36
~
Saudara Jakfari,

Dari awal saudara memang sudah menolak kesaksian di atas. Tapi alasan yang saudara beri bukan karena kesalahan ketika dia mengatakan Ka'bah dimana seharusnya adalah jumrah. Saudara menolak karena yang memberi kesaksian menggunakan nama Fatimah. Nama yang sama dengan anak Muhammad. Karena menurut saudara nama Fatimah terlalu agung untuk dicela.

Kata “jumrah” sendiri baru muncul di forum ini ketika Sdr. Dau memberi koreksi. Dan kami sudah mengakui hal tersebut sebagai kesalahan dari Sdr. Fatimah yang memberi kesaksiannya. Bukankah hal yang lumrah bila seseorang melakukan kesalahan?

Sdr. Jakfari, mungkin bagi sebagian orang bisa menghalalkan berbagai cara untuk mencapai tujuannya. Mungkin ada orang-orang Kristen yang ingin menyebarkan agama Kristen dengan cara yang licik. Mungkin juga ada orang Islam yang menggunakan cara licik untuk mengislamkan seseorang. Tapi dengan tegas kami katakan, kami pemilik situs ini tidak pernah membuat satu kebohongan. Termasuk kesaksian di atas.

Setiap kesaksian yang ada di situs ini, kami terima dari orang yang mengalaminya. Tentu kami tidak sembarang terima, tetapi terlebih dahulu memeriksa kebenarannya. Apakah saudara mau percaya atau tidak? Itu kembali kepada diri saudara sendiri.
~
SO
# Syalom 2013-10-04 21:01
*
Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat, Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk kedalam kerajaanNya di sorga.
# jakfari 2013-10-05 13:12
*
Maaf, apa ada yang salah dengan komentar saya sehingga harus dihapus? Setau saya, saya tidak melanggar aturan yang telah anda tetapkan?

1. Pertanyaan saya dari awal saya tekankan rekayasa artilel dikarenakan masalah pelemparan Ka'bah.

2. Tidak ada Muslim yang tidak tahu pelemparan jumrah, karena tidak ada pelemparan Ka'bah. Ini hal dasar, bagaimana mungkin si pemberi kesaksian salah fatal.

3. Saudara Dau memberitahukan kepada anda, bukan saya.

4. Anda membongkar kesalahan anda sendiri ketika anda menjawab pertanyaan saya pertama kali di artikel ini dengan mengatakan bahwa apakah saya menolak ritual Ka'bah dilempar? Tetapi di bawah anda mengatakan penulisan yang salah.

5. Diskusi yang jujur, anda bertanggung-jaw ab atas tiap postingan. Jangan karena ada sesuatu yang benar dan tidak bisa anda bantah kemudian anda hapus. Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-05 22:50
~
Saudara Jakfari,

Maaf, kami tidak ingin berdebat dengan saudara. Sedari awal kami sudah menjelaskan kepada saudara bahwa kesaksian di atas bukan rekayasa kami. Masalah saudara percaya atau tidak, itu hak saudara. Kami heran mengapa saudara begitu memaksakan kehendak saudara dengan mengatakan kesaksian tersebut adalah rekayasa kami.

Mengenai kesalahan yang disebutkan oleh Sdr. Dau, kami sudah mengakuinya. Dan letak kesalahan bukan ketika kami menuliskan kesaksian tersebut. Karena ketika kami menerima kesaksian itu dari si pemiliknya, demikianlah dia menuliskannya.

Semoga penjelasan kami ini cukup memuaskan hati saudara.
~
SO
# jakfari 2013-10-15 00:00
*
Maaf, bisa anda jelaskan kenapa komentar saya dihapus kembali? Ini yang kedua kalinya saudara menghapus tanpa alasan yang jelas. Saya punya copyan komentar saya yang tidak melanggar peraturan yang saudara buat. Boleh saya tau kenapa komentar saya dihapus secara sepihak?

Di sini masalahnya bukan mau percaya atau tidak, tetapi menuntut saudara yang dikomentar lain di atas mengatakan kalau ada rekayasa tolong disampaikan dan saudara akan meminta maaf akan hal tersebut jika terbukti.

Jadi, apakah salah ketika anda bisa mempertanggung- jawabkannya terlebih dahulu satu masalah ini? Nanti saya akan ke topik saudara lainnya. Saya dari awal mengajak saudara untuk berdiskusi, bukan berdebat. Dan saya hanya ingin menunjukkan pada saudara dimana letak perekayasaan ini.

Mudah-mudahan diskusi ini bisa berlanjut, tanpa ada penghapusan dan penutupan komentar lagi. Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-22 10:42
~
Saudara Jakfari,

Kami menghapus komentar saudara karena kami menganggap topik yang saudara pertanyakan sudah kami jawab dengan sangat jelas sekali. Dan kami tidak ingin saudara hanya berputar-putar di topik tersebut. Bila saudara kurang jelas, silakan membaca kembali penjelasan-penj elasan kami di atas.

Terimakasih!
~
SO
# maun 2013-10-22 03:37
*
Saya ingin bertanya, menurut anda Isa Al-Masih itu manusia apa Tuhan?
# Staff Isa dan Islam 2013-10-22 10:46
~
Saudara Maun,

Bila saudara ingin mengetahui siapakah sebenarnya Isa Al-Masih itu, silakan saudara membaca penjelasan kami pada artikel ini: http://tinyurl.com/8abrx5t.

Artikel di atas sedang membahas tentang kesaksian dari Sdr. Fatimah. Nah, bila saudara ingin memberi komentar di sini, silakan memberi komentar yang berhubungan dengan topik kesaksian di atas.

Tetapi bila ada topik lain yang ingin saudara tanyakan, silakan menulis pertanyaan tersebut di artikel yang sesuai.

Demikian, kiranya saudara maklum.
~
SO
# Staff Isa dan Islam 2013-10-22 10:46
~
Saudara Aldiyatna,

Kami berterimakasih atas kesediaan saudara mengunjungi situs kami juga memberikan komentar. Namun maaf, dengan terpaksa kami harus menghapus komentar-koment ar saudara karena tidak sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan.

Saran kami, sebelum saudara memberi komentar, kiranya saudara dapat membaca aturan yang telah kami taruh di bawah setiap artikel yang ada. Untuk lebih jelasnya, dibawah ini kami tuliskan kembali aturan tersebut.

Pedoman wajib untuk memasukkan komentar:
1. Tidak boleh memakai lebih dari satu kolom komentar.
2. Pertanyaan/masu kan harus berhubungan dengan uraian diatas.
3. Sebaiknya satu atau dua pertanyaan dalam satu kolom komentar.
4. Hanya menggunakan bahasa Indonesia yang umum dan dimengerti semua orang.
5. Tidak memakai singkatan-singk atan, misalnya yg, dlm, sdh, tdk, dlsbgnya.
6. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
7. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.

Untuk pertanyaan/masu kan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .
Kiranya petunjuk-petunj uk di atas dapat kita perhatikan.

Demikian, kiranya saudara dapat maklum.
~
SO
# angga 2013-10-22 12:55
*
Dear Saudara Fatimah,

Jalan yang anda pilih sudah benar, Tuhan Yesus selalu memberkati saudara.

Dosen agama saya pernah berkata bahwa banyak kejanggalan yang ada di agama Islam, saya juga penasaran untuk tahu bagaimana kebenarannya. Dosen saya berkata ada 1 ayat dalam Al-Quran yang tidak boleh disebutkan dan dibaca, justru dalam ayat tersebut tertulis bahwa Tuhan itu ada Isa Al-Masih (Yesus kristus). Apakah benar?

Sekiranya jika ada yang tahu ayat itu atau saya salah bicara mohon dikoreksi, terimakasih. Tuhan Yesus memberkati
# jakfari 2013-10-29 03:49
~
Dihapus kembali ya. Baiklah, sebaiknya anda tidak menggunakan kata dialog kalau anda memang ingin berdialog. Kita sama-sama mempelajari perbandingan agama, karena saya melihat beberapa ayat dari Al-Quran yang anda petik.

Dalam dialog, sebaiknya ada komunikasi dari dua belah pihak sampai terjadi suatu kesimpulan yang terbaik baik dari sisi dalil atau bukti berdasar kitab suci dan rujukan lain beserta akal yang baik. Kalau anda hanya menghapus dengan alasan berputar-putar dan sebagainya, maka itu bukanlah dialog yang bagus.

Di atas anda menggunakan dialog kemudian memberikan artikel mengenai kesaksian. Anda ingin membuktikan bahwa agama anda benar berdasarkan kesaksian tersebut. Guna dialog adalah memberikan keterangan yang seimbang mengenai satu masalah yang anda angkat.

Kalau ini juga anda hapus, berarti anda hanya ingin komunikasi satu arah saja. Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-31 12:15
~
Saudara Jakfari,

Jujur, dari komentar saudara ini kami melihat saudara adalah seorang yang berpendidikan. Namun sayangnya saudara sulit menerima penjelasan kami tentang kebenaran dari kesaksian di atas.

Kami memang beberapa kali menghapus komentar saudara. Dan menurut kami, kami sudah memberi alasan yang sejelas-jelasny a. Tidak berputar-putar. Hanya mungkin saudara sulit memahami penjelasan kami.

Saudara berulang-kali mengatakan kesaksian Sdr. Fatimah di atas hanya rekayasa kami. Kami katakan tidak! Kesaksian itu bukan rekayasa kami. Lalu saudara “mengaminkan” komentar dari Sdr. Dau tentang kesalahan dari isi kesaksian tersebut, dimana yang benar adalah “jumrah” tetapi di kesaksian ditulis “Ka'bah.”

Kami pun sudah mengakui kesalahan itu. Dan kesalahan itu terjadi bukan karena kami salah tulis, tetapi memang demikianlah tertulis ketika kami menerima kesaksian tersebut dari nara sumbernya. Tetapi saudara tidak mau menerima penjelasan kami. Saudara memaksa agar kami mengakui kesaksian di atas adalah rekayasa kami, dan kesalahan itu adalah kesalahan kami dan bukan pada orang yang menuliskan sumber kesaksian tersebut.

Berulang kali kami mengatakan kepada saudara, apakah saudara mau mengakui kesaksian ini sebagai kebenaran atau tidak, berpulang kepada saudara. Kami tidak memaksa. Tetapi saudara terus memaksakan pendapat saudara agar kami mengakui kesaksian itu adalah rekayasa kami. Bagaimana mungkin saudara memaksa agar kami mengakui sesuatu yang tidak kami lakukan?

Sdr. Jakfari, bila komentar saudara hanya menuntut penjelasan keabsahan dari kesaksian di atas, maaf kami tidak punya waktu untuk selalu menjawabnya. Dan maaf bila kami menghapus komentar saudara. Karena masih banyak komentar lain yang lebih penting untuk kami jawab dan tangani.

Demikian kiranya saudara maklum.
~
Saodah
# Staff Isa dan Islam 2013-11-02 09:53
~
Saudara Muslim Sejati,

Kami berterimakasih atas kesediaan saudara mengunjungi situs kami juga memberikan komentar. Namun maaf, dengan terpaksa kami harus menghapus komentar-koment ar saudara karena tidak sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan.

Saran kami, sebelum saudara memberi komentar, kiranya saudara dapat membaca aturan yang telah kami taruh di bawah setiap artikel yang ada. Untuk lebih jelasnya, dibawah ini kami tuliskan kembali aturan tersebut.

Pedoman wajib untuk memasukkan komentar:
1. Tidak boleh memakai lebih dari satu kolom komentar.
2. Pertanyaan/masu kan harus berhubungan dengan uraian diatas.
3. Sebaiknya satu atau dua pertanyaan dalam satu kolom komentar.
4. Hanya menggunakan bahasa Indonesia yang umum dan dimengerti semua orang.
5. Tidak memakai singkatan-singk atan, misalnya yg, dlm, sdh, tdk, dlsbgnya.
6. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
7. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.

Untuk pertanyaan/masu kan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .
Kiranya petunjuk-petunj uk di atas dapat kita perhatikan.

Demikian, kiranya saudara dapat maklum.
~
SO
# naibaho 2013-11-08 09:47
~
Puji Tuhan bahwa ada sarana komunikasi yang membuat pencerahan. Saya simpati dengan penyampaian yang dilakukan oleh admin IDI. Tapi jangan dilupakan kalimat dalam Alkitab bahwa berbahagialah orang yang lemah lembut karena dialah memiliki bumi. Tetap solit dan Tuhan Yesus berkati.
# kazao 2013-12-04 17:24
~
To Aliskandar,

Terbalik kali mas. Selama ini orang-orang Islam yang masuk Kristen justru orang-orang Islam yang fasih terhadap Al-Quran dan keagamaanya.

Justru orang Kristen yang masuk Islam itu kebanyakan yang bodoh dalam kekeristenannya . Seperti Anjelina Sondakh, korupsi habis-habisan. Uli Arta yang ngebet kawin akhirnya murtad dari Kristen. Bella Saphira yang nafsu harta akhirnya murtad.

Jadi, cobalah Anda teliti lagi Mas Aliskandar sebelum bicara.
# Al-Islam 2013-12-16 19:19
~
Anda mengatakan kalau Isa ibnu Maryam adalah Allah? Saya benar-benar prihatin akan ketaqwaan dan keimanan anda. Anda sudah dipengaruhi oleh kebodohan anda sendiri.
# Staff Isa dan Islam 2013-12-26 22:05
~
Saudara Al-Islam,

Memang tidak mudah untuk memahami bahwa Isa adalah Tuhan yang menjelma menjadi manusia. Kami maklum bisa saudara mengatakan hal itu aneh.

Tapi bagaimana bila kita mencoba mengenal Isa melalui karya-karya-Nya ketika Dia ada di dunia? Perhatikan karya Isa Al-Masih berikut ini:

1. Ketika Isa di dunia, Dia berkuasa mengampuni dosa seseorang, dimana kuasa tersebut tidak satu pun nabi lain yang dapat melakukannya. “Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni" (Injil, Rasul Lukas 7:48).

2. Alam semesta juga takut kepada Isa, sehingga ketika ada angin ribut seketika itu juga reda ketika Isa membentaknya.

“Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur. Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali” (Injil, Rasul Besar Matius 8:24; 26)

3. Selain itu, Isa juga berkuasa menyembuhkan setiap sakit-penyakit, bahkan menyembuhkan orang yang kesurupan setan. Dan menghidupkan kembali Lazarus yang sudah terbaring dalam kubur selama tiga hari.

Nah, dari karya-karya Isa di atas, menurut Sdr. Kanciljinak siapakah sebenarnya Isa Al-Masih itu?
~
Saodah
# Hanya lewat 2013-12-18 19:06
~
Tentang kutipan ini "Islam tidak semudah yang dikatakan orang. Ritualnya ruwet sekali. Bahkan dapat membuat frustasi"

Seperti rengekan anak SD saja. Jika kita ikhlas dalam beribadah maka perasaan itu tidak akan ada. Beribadah dalam Islam itu memang ruwet bagi yang tidak mengerti tentang agama Islam. Tapi buat yang mengerti tentang Islam akan baik-baik saja, dan dalam Islam memang ada tingkatan atau level dalam beribadah sesuai dengan kemampuan.

Dan satu lagi kutipan ini "Beribadah tidak dapat menenangkan diri saya" Itu dikarenakan diri anda tidak ada iman, ikhlas dan tidak mengerti akan agama Islam.
# Staff Isa dan Islam 2013-12-27 09:58
~
Saudara Hanya lewat,

Iman berbeda dengan tunduk atau taat. Ketika seseorang dipaksa untuk tunduk pada aturan yang ada, wajar bila dia merasa berat. Islam adalah agama yang di dalamnya sarat akan aturan-aturan. Dimana sebagai Muslim yang taat, harus tunduk pada aturan. Sehingga, wajar saja bila ada yang merasa ibadah tersebut tidak mendatangkan damai sejahtera dan tidak dapat menenangkan diri.

Kami justru salut melihat Sdr. Fatima di atas. Dia mau menghidupkan imannya dengan mempelajari apa yang diimani. Dia tidak puas dengan iman buta, yang hanya menerima tanpa memahami. Dan hasilnya, dia menemukan kebenaran dari Allah. Kebenaran yang dapat memberinya damai sejahtera, baik di sorga maupun di akherat karena dia sudah mempunyai jaminan. Sungguh indah bukan?

“Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup" (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:12)
~
Saodah
# Andika 2014-01-10 23:49
~
Saya Andika, orang Kristiani. Kalau komentar saya, saya menanggapi teman-teman yang berkomentar, bukankah setiap manusia memiliki hak? Kita negara hukum, bukan negara agama.

Di Indonesia ada 5 agama besar. Jika Saudari Fatimah telah memilih, kenapa kita musti "koar-koar"? Bukankah dia telah memakai haknya, yaitu memeluk agama? Terimakasih.
# ryan 2014-01-11 15:36
~
Biasa saja sih seseorang yang tidak terlalu penting seperti Mbak Fatimah ini menyia-nyiakan agamanya.

Saya saja yang Kristen tapi dulu sangat bahagia dengan agama Islam, hidup lebih teratur daripada agama anda. Sekarang semua tidak mencerminkan yang baik. Sungguh Islam adalah cetek sekali, kasihan.
# Staff Isa dan Islam 2014-01-12 10:53
~
Saudara Ryan,

Sungguh kami heran membaca komentar saudara di atas. Sepertinya saudara kurang suka dengan keputusan Mbak Fatimah yang meninggal agama Islam dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.

Bila dulu memang Sdr. Ryan sangat bahagia dengan agama Islam, mengapa saudara meninggalkan agama Islam dan menjadi Kristen? Bukankah lebih baik saudara kembali ke agama yang membuat saudara bahagia?

Sdr. Ryan, iman adalah hak seseorang. Demikian juga dengan Mbak Fatimah di atas. Adalah hak dia untuk meninggal Islam dan menjadi pengikut Al-Masih, karena dia merasakan kedamaian setelah menjadi pengikut Al-Masih, dibanding ketika dia masih menjadi seorang Muslim.

Bukankah kita seharusnya mendukung keputusan seseorang yang akan mendatangkan kebaikan dalam hidupnya?
~
Saodah
# athaillah 2014-01-23 23:25
~
Bagimana saya bisa mengkonfirmasi kepada Fatimah. Apakah ada kontak personnya, sehingga bisa di konfirmasi kebenarannya.

Bagaimana pendapat anda tentang Irene Handoko, seorang mantan misionaris Kristen yang masuk Islam.
# Staff Isa dan Islam 2014-01-30 14:39
~
Saudara Athaillah,

Tentu apa yang dilakukan oleh Fatimah tidaklah hal yang mudah. Sebab, HR. Bukhari dan Ashabus Sunan berkata “Siapa yang merubah agamanya, maka bunuhlah.” Bagaimana menurut saudara dengan perkataan di atas?

Sangat berbeda dengan ajaran Isa Al-Masih. Sekalipun Irene Handoko telah meninggalkan imannya, tidak ada ayat dalam Alkitab yang memerintahkan untuk membunuh atau menganiaya.
~
Salma
# dadisofyan 2014-01-26 14:22
~
Saya mau bertanya, dalam Kristen siapa Tuhannya? Ada berapa Tuhannya Kristen? Siapa nabinya Kristen dan ada berapa nabinya?

Siapa Tuhan Allah? Siapa Roh Kudus? Siapa Maryam? Siapa Isa Al-Masih? Tolong jelaskan kalau memang anda mengetahui?
# Staff Isa dan Islam 2014-01-30 14:45
~
Dadi Sofyan,

Umat Nasrani hanya memercayai satu Tuhan, sebab jika percaya lebih dari satu Tuhan tentu itu bukanlah umat Nasrani.

Dalam Alkitab tercatat ada banyak nabi-nabi utusan Allah, seperti Nabi Adam, Nabi Daud, Nabi Yahya, Nabi Ibrahim, Nabi Musa dan masih banyaki lagi (silakan saudara membaca Alkitab).

Ada satu artikel yang sangat menarik tentang Pribadi Isa Al-Masih. Kami mempersilakan saudara mengunjunginya di situs http://preview.tinyurl.com/9efcel4
~
Salma
# Thomas vergianto 2014-02-04 02:36
~
Menurut saya agama apa saja baik. Tidak ada agama yang tidak baik, asalkan kita menjalankan dengan baik pula. Intinya antara Islam dan Kristen itu memiliki satu Tuhan yang sama yaitu Allah.

Mba Fatimah benar dengan memilih agama sesuai keyakinan hatinya. Jika keluar dari Islam murtad, kenapa Allah menurunkan agama, selain Islam? Bukankah agama Kristen juga agama yang diturunkan oleh Allah.

Menurut saya, kita sebagai keturunan Adam harus saling menghormati agama lain karena agama itu diturunkan oleh Allah. Allah selalu benar di mata saya.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-04 08:21
~
Saudara Thomas Vergianto,

Allah tidak pernah menurunkan agama Kristen. Nama 'Kristen' adalah pemberian masyarakat pada waktu itu kepada para pengikut Isa Al-Masih (Injil, Kisah Para Rasul 11:26). Dan agama tidak dapat menyelamatkan manusia. Hanya Isa Al-Masih yang dapat menyelamatkan manusia (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6). Karena itu, sangat perlu untuk mempelajari semua kitab yang ada untuk mengetahui kebenaran dan janji Allah untuk menyelamatkan manusia dari dosa.
~
Salma
# sunardi 2014-02-06 11:15
~
Terimakasih telah berbagi pengalaman dan pengetahuan buat saudara Fatimah. Dalam hal ini, tidak mesti ada yang di persalahkan karena menyangkut keyakinan seseorang. Dan mengenai saudara Fatimah keluar dari agama Islam dan menganut agama Isa Al-Masih, hal itulah yang sudah mengjadi pilihan anda. Hal itu tidak dapat dipersalahkan, karena mengenai keyakinan. Harapan saya pribadi semoga pilihan anda ini tepat, amin.
# Pastur666 2014-02-07 16:32
~
Semoga Allah Segera memberi hidayah kepadamu saudara Fatimah.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-03 23:26
~
salam Pastur,

Kami sangat yakin bahwa Tuhan telah memberikan hidayah kepada saudara Fatimah. Pergulatan batin yang ia alami perihal keyakinan sebelumnya tentu membawa dia menemukan jalan kebenaran itu. Rutinitas keagamaan terkadang mengekang seseorang untuk dapat mengungkapkan syukur tanpa harus menjadi sebuah kewajiban.

Kami yakin bukan hanya Fatimah, saudara pun jika hidup dalam rutinitas keagamaan, maka segeralah menyadari dan mulai belajar bahwa hidup untuk bersyukur bukan sebuah kewajibab atau rutinitas semata.

Isa Al-Masih sangat tahu bahwa kita lelah melakukan ritual-ritual tersebut, shalat, berpuasa, mengerjakan amal agar mendapat pahala yang sebagainya. Oleh sebab itu Dia berkata "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu" (Injil, Rasul Besat Matius 11:28).
~
Salma
# kebenaran 2014-02-09 04:59
~
Tidak ada Tuhan selain Allah. Dan tidak mungkin seorang anak yang dilahirkan dari perut seorang manusia bisa menjadi Islam? Sebelum Yesus lahir, langit dan bumi beserta isinya sudah ada. Kalau Yesus Tuhan brarti siapa yang menciptakan itu semua? Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-03 23:47
~
Salam Kebenaran,

Sebagai manusia yang terbatas terkadang kita berpikir tentang dengan batasan-batasan yang kita buat. Tetapi apakah Allah yang kuasa dapat terjangkau dengan pikirankita yang terbatas? Jika demikian, Dia bukan Allah bukan?

Allah Pribadi maha kuasa, apapun dapat dilakukan-Nya tanpa batas secara supranatural. Dia mampu menjadi manusia dalam Pribadi Isa Al-Masih. Isa Al-Masih telah ada sebelum dunia dijadikan. Isa Al-Masih berkata "Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada" (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:58). Dia adalah Alfa dan Omega, yang awal dan yang akhir.
~
Salma
# Muhammad Rifky Rusdi 2014-02-10 15:13
~
Mengapa komentar saya dihapus? Apakah kometar saya tentang kak Fatimah yang kurang bagus, atau ada hal yang lain? Kak Fatimah adalah orang yang mengenal Islam 100%, mengapa dia malah mengisahkan tentang pelemparan Ka'bah? Semua umat Muslim tahu kalau ttidak ada kegiatan pelemparan Ka'bah, yang ada malah pelemparan Jumroh. Mengapa bisa dia salah kisah?

Di sini diceritakan kalau kak Fatimah khusyu sholatnya, mengapa dia malah tergangu tentang batal atau tidaknya Sholat? Saya pernah sholat, di saat mau mengucapkan salam saya kentut, saya yidak keberatan mengulanginya.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-03 23:58
~
Salam Sdr. Muhammad Rifky,

Memang benar Ka'bah dilempar dengan batu kerikil kecil. Orang Mukmim berpendapat salah satunya melempar setan/jin atau sejenisnya. Tetapi dari manakah diadopsi hal tersbut? Secara logika apakah setan dapat dilempar dengan batu-batu kecil tersebut?

Menjaga kekhusukan bahkan kesucian saat sembahyang tidaklah salah, tetapi manakah yang lebih penting menjaga kesucian hati dan pikiran atau hanya sebatas fisik saja?

Perihal komentar saudara dihapus, tentu ada hal-hal yang kurang diindahkan. Misalkan menggunakan kolom komentar lebih dari satu atau menggunakan bahasa yang kasar.
~
Salma
# Roni Wijayanto 2014-02-12 01:22
~
Sesungguhnya, wahai para manusia. Kita ini diciptakan oleh Tuhan hanya untuk beribadah kepada-Nya. Hidup di dunia hanyalah ujian. Harta, anak, kedudukan, jabatan semua itu adalah ujian kita. Mengapa Allah Swt memerintahkan kita untuk sholat lima waktu? Semata-mata untuk mengingat, mensyukuri, meminta ampunan kepada-Nya. Bahwa kita ini hanyalah butiran debu yang mudah terhempas.

Kehidupan yang nyata adalah nanti di akhirat. Dengan membawa bekal iman. Ibadah semasa di dunia bisa masuk di surga. Lalu mengapa kita harus shalawat kepada nabi?Nabi adalah kekasih Allah. Nabi bukan Tuhan, nabi Muhammad tidak wajib disembah. Kita ini bukan apa-apa di mata Allah, bukan saudara, bukan pula kekasih-Nya. Kita hanya hamba Allah. Dengan sholawat kepada nabi, doa kita, ibadah kita akan sampai kepada Allah karena kita memuji Kekasih-Nya.
# Non Kristen 2014-02-17 14:32
~
Satu hal buat para kaum Kristen. Ada kitab yang masih belum dihapus oleh para pendahulunya pengikut Kristen (sesepuh). Bahwa di ayat terakhirnya Injil itu terdapat kalimat: Kitab ini masih belum sempurna, karena kitab yang sempurna adalah kitab yang dibawa oleh Nabi Muhammad yaitu Kitab Al-Quran.

Kalimat itulah yang disobek oleh para petinggi Kristen pada zaman dahulu. Tetapi cuma Paulus yang dari Itali yang tahu tentang kitab tersebut. Oleh karena itu, dia pindah agama dan memundurkan diri dari jabatannya itu. Apakah kau ingin mempertahankan agamamu seperti halnya mereka yang berusaha untuk menghilangkan bukti?
# Staff Isa dan Islam 2014-05-22 18:13
~
Saudara Non Kristen,

Kami sangat senang bila saudara dapat menyebutkan sumber saudara. Tentu saudara memiliki bukti tentang hal ini, bukan? Sebab bila tidak demikian, maka saudara dapat dianggap hanya berasumsi. Tetapi apakah saudara sudah membaca kesaksian di atas? Tentu menarik menelusuri penyebab ia meninggalkan Islam. Bagaimanan menurut saudara?
~
Solihin
# kansudahkubilang 2014-03-07 04:13
~
Kesaksian di atas ada tertulis kata "kasih". Isa membawa dua hukum penting yaitu kasihilah Tuhan Allahmu dan kasihilah sesamamu manusia seperti kamu. Penjabaran arti kata kasih dalam sehari-hari seperti apa? Mengapa kita harus mengasihi Allah? Bukankah kita seharusnya menyembah Allah? Kalau dengan menyembah Allah itu menunjukan kita mengasihi Allah, mengapa kita tidak menyembah manusia juga untuk menunjukkan kasih kita terhadap sesama manusia?
# Staff Isa dan Islam 2014-05-22 18:50
~
Saudara Kan Sudah Kubilang,

Ada perbedaan mendasar antara mengasihi dan menyembah. Saudara dapat menyembah tetapi tidak mengasihi yang saudara sembah. Sehingga tidak jarang orang beribadah hanya agar dilihat orang, bukan? Tetapi mengasihi, kita masuk ke dalam sebuah pemahaman yang lebih dalam. Bila kita mengasihi yang kita sembah, maka dengan rendah hati dan tulus kita menyembah-Nya.

Demikian juga dalam hubungan dengan sesama. Kasih menjadi dasar dalam membina sebuah hubungan. Bukan berarti kita menyembahnya. Tetapi hubungan yang kita buat dan jalin berdasarkan ketulusan dan kemurnian. Pertanyaannya adalah apakah yang menjadi dasar saudara menyembah? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# Bintang Muhamad 2014-03-29 22:12
~
Jika ini itu sudah diruwetkan (diatur), bukankah menjadikan agama ini terlihat sempurna? Kami diajarkan untuk selalu mengingat Allah. Saya rasa aneh jika anda sudah beribadah sedemikian rupa tetapi tidak mendapat hidayah dan malah murtad. Cerita anda terlalu mengada-ada, tidak masuk akal.

Semoga mbak diberi hidayah dari Allah.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-22 19:01
~
Saudara Bintang Muhamad,

Setiap orang mempunyai pengalaman rohani yang berbeda-beda. Tentu kita perlu menghargai pengalaman Fatimah. Yang perlu diperhatikan adalah dasar atau awal yang membuat ia semakin mendalami Al-Quran. Dan betapa kecewanya ia setelah mempelajari Al-Quran dan hadits. Dan keputusan untuk percaya pada Isa Al-Masih. Kami kira itu adalah cerita Fatimah. Bagaimana cerita saudara?
~
Solihin
# mahendra 2014-04-03 12:06
~
Selamat buat mbak Fatimah yang telah menumukan Tuhan yang baru. Kalau soal Tuhan itu urusan pribadinya masing masing. Dan pada dasarnya semua agama itu baik. Yang tidak, kadang mempraktekannya yang kurang benar. Salam damai buat semua agama.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-22 19:07
~
Saudara Mahendra,

Kami setuju dengan saudara bahwa soal Tuhan adalah urusan pribadi masing-masing. Artinya pengalaman rohani seperti itu bersifat subyektif, tetapi kita perlu memiliki sikap yang obyektif. Dan kami kira saudara telah menunjukkan sikap obyektif itu. Bila saudara mencermati kesaksian di atas, bagaimana pendapat saudara tentang pengalaman Fatimah tersebut?
~
Solihin
# Denmassa 2014-04-15 21:10
~
Salut dan acung jempol misi Fatimah dengan memperkenalkan/ berniat menginjilkan orang Muslim melalui kemampuan mendalami Islam (Al-Quran). Meskipun beberapa ayat atau mencari kelemahan Muhammad untuk dijadikan acuan dalam melemahkan iman kaum Muslim. Semoga sahabat Muslim lebih paham kalau memang ada gerakan menginjilkan Muslim melalui ayat-ayat Al-Quran dan seakan-akan mereka memang dari Muslim padahal tidak sama sekali.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-22 21:52
~
Saudara Denmassa,

Membagikan pengalaman pribadi kepada orang lain, tentu tidak salah, bukan? Kesaksian yang dialami Fatimah merupakan salah satu cerita dari orang-orang yang menemukan kebenaran di dalam Isa Al-Masih. Tentu kita perlu memerhatikan kesaksian ini dengan baik dan teliti. Sebab "keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam" Isa Al-Masih (Injil, Kisah Para Rasul 4:12).
~
Solihin
# Henny Hermawan 2014-04-20 23:49
~
Pengalaman hidup saya sama seperti Fatimah di atas. Saya dulu adalah Muslim. Tapi orang tua saya Kristen. Mereka tidak memarahi saya karena agama. Tidak seperti Muslim yang akan malah membunuh anaknya. Dari sini saya bingung dan berdoa kepada Allah untuk petunjuknya. Akhirnya saya memutuskan untuk membandingkan antara ajaran Islam dengan Kristen.

Hasilnya ajaran Kristen adalah yang paling masuk akal. Dan pada hari itu juga, saya merasa sangat bersukacita, penuh gairah. Saya merasa berkat Allah Bapa selalu bersama saya. Dan yang paling dasyat ialah saya merasa bahwa saya diselamatkan oleh Tuhan Yesus. Pelajari agamamu sedalam-dalamny a.
# staff juga 2014-04-21 20:19
~
Memang makin banyak penganut Islam di dunia ini. Wajar sekali apabila ada propaganda semacam ini. Tiap hari ada 68.000 orang beralih ke Islam.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-22 22:02
~
Saudara Staf Juga,

Kesaksian di atas bukan menekankan agama, tetapi Isa Al-Masih. Sebab Isa Al-Masih datang ke dunia bukan membawa agama, tetapi untuk menyelamatkan manusia dari dosa "dengan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang" (Injil, Rasul Besar Matius 20:28). Bukankah yang dibutuhkan manusia adalah keselamatan di akhirat, dan bukan agama? Tentu ini perlu mendapatkan perhatian kita bersama.

Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# agus 2014-04-23 00:20
~
Sungguh Tuhan Yesus, hanya Engkau yang hidup dan layak disembah. Biarkan seluruh lidah memuji-Mu. Ampuni orang-orang yang tidak mengenal Engkau.
# Yuda Muallaf 2014-04-24 11:19
~
Saudara Staff Admin,

Ketika kita ingin memahami makna/tafsir, kita tidak bisa hanya menggunakan satu ayat/hadits saja. Antara satu ayat dengan ayat yang lainnya itu saling menguatkan dan menjelaskan. Dan juga hadits dan ayat itu saling berkesinambunga n serta penggunaan harakat atau tajwid itu pun juga ada ketentuannya masing-masing.

Contoh, seperti bahasa Inggris (bahasa yang banyak dipelajari). Di sana ada penggunaan -ing, -er, simple, past tenses, dan lain-lain. Itu untuk ketentuan kata dan kalimat. Dan itu pun berlaku juga pada bahasa Arab. Sungguh saya menemukan ketidaktepatan anda ketika menafsirkan beberapa ayat Al-Quran. Namun, saya senang karena anda secara tidak langsung juga membacanya, dan saya harap anda akan memahaminya dengan baik.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-22 22:14
~
Saudara Yuda Muallaf,

Kami setuju dengan saudara untuk memerhatikan keseluruhan ayat. Tetapi kalau boleh tahu, bagian mana pada kesaksian di atas yang kami tafsirkan serampangan?

Penekanan kesaksian di atas adalah keselamatann dalam Isa Al-Masih. Sebab itu yang dibutuhkan manusia, bukan? Hanya setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda. Dan uniknya, Fatimah menemukan kebenaran setelah mempelajari Al-Quran, hadits dan membandingkanny a dengan ajaran Isa Al-Masih. Bagaimana dengan saudara?
~
Solihin
# Conas 2014-05-03 19:49
~
Shalom,

Saya Conas memberi kesaksian. Saya dahulu Muslim. Saya masuk Kristen pada tanggal 26 Desember 2013.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-22 22:19
~
Saudara Conas,

Tentu sangat menarik kesaksian saudara. Kalau boleh tahu, apa yang membuat saudara percaya pada Isa Al-Masih? Tentu ini menarik untuk diketahui. Bagaimana saudara?
~
Solihin
# fatih 2014-05-18 06:41
~
Benar-benar petunjuk itu datang hanya kepada orang yang dikehendaki dan kesesatan juga datang kepada orang yang dikehendaki. Banyak orang Islam tapi KTP saja. Karena Islam itu batal kalau meninggalkan sholat berikutnya, tapi tidak ada Kristen KTP karena Kristen tidak ada syariatnya, karena akan sia-sia Yesus dikorbankan. Mungkin memang sebaiknya anda jadi Kristen. Kalau Islam juga mungkin KTP, mengaji juga tidak bisa seperti misionaris yang mengaku dai ketangkap polisi.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-22 22:26
~
Saudara Fatih,

Kami setuju dengan saudara bahwa petunjuk datang kepada orang-orang yang dikehendaki. Selain itu, menurut kami, petunjuk datang kepada orang-orang yang mencari kebenaran. Dan Fatimah adalah salah satunya. Tetapi kami tidak setuju bahwa kesesatan datang kepada orang yang dikehendaki. Seakan-akan Allah secara sengaja menyesatkan manusia.

Tetapi bila berbicara hal ini, maka kami pernah membaca ayat berikut. "Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya . Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan" (Qs. 16:93).

Tidakkah ganjil bila Allah secara sengaja menyesatkan manusia? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# Sugiartopusing 2014-05-21 22:50
~
Puji Tuhan! Saudari Fatimah telah menemukan jalan keselamatan dalam Tuhan Yesus. Amin.
# Veco 2014-05-22 10:06
~
Cerita yang aneh penuh rekayasa. Sumbernya dapat dari mana?
# Staff Isa dan Islam 2014-05-22 22:33
~
Saudara Veco,

Alangkah lebih baik bila saudara memeriksa kembali setiap uraian yang disampaikan Fatimah dalam kesaksiannya. Benarkah itu atau tidak? Tentu itu jauh lebih baik dibandingkan membuat tuduhan yang tidak berdasar. Sebab yang disampaikan Fatimah adalah tentang Isa Al-Masih dan keselamatan yang diberikan-Nya. Tentu semua orang, termasuk saudara, ingin diselamatkan, bukan? Jika demikian, mengapa berdalih dengan membuat tuduhan? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# Girys 2014-05-29 22:30
~
Ini adalah kebodohan. Janganlah anda cerna dalam pikiran anda bahwa kata yang dibuat oleh staf web ini adalah suatu hal yang memancing untuk kerusakan kaidah ajaran. Agama Islam agama yang haq, agama yang diridhai Allah. Hal yang paling bodoh dari cerita di atas adalah mengapa Allah membunuh umat-Nya saat shalat? Mengapa? Saya akan berikan jawaban kepada anda wahai orang Kristus yang punya website.

Hal ini karena Allah telah memberikan keisitimewaan kepadanya dengan mati saat menyembahnya yaitu mati Qhusnul Qhatimah, Mati yang di rahmati Allah. Saya tidak percaya dengan perkataan di atas karena kata-kata di atas adalah rekayasa agar merusak kaidah Islam agama yang haq.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-30 16:07
~
Salam Girys,

Menarik sekali, benarkah kematian tersebut yang dirahmati Allah? Ketika mereka menyembah Allah mereka saling mendorong bahkan jika ada yang terjatuh pasti akan diinjak oleh orang yang ada dibelakangnya. Apakah benar itu yang dirahmati Allah? Apakah Allah mau mencari korban ketika umat menyambah-Nya?

Setidaknya inilah yang perlu kita pikirkan kembali. Bukankah ini sebuah tuntutan yang kejam?
~
Salma
# Rheva 2014-06-02 20:13
~
Yakinlah dan percaya tentang Kristus Yesus, maka engkau akan berada di dalam kerajaannya (sorga). Sesungguhnya tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa (Allah), kalau tidak melalui Aku (Yesus). Aku hanya bisa berdoa, seperti yang dikatakan Tuhan Yesus. Bapa ampunilah mereka (umat yang tidak percaya kepadamu) karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.
# jamal 2014-06-02 21:37
~
Bukannya aku berpihak. Sesunguhnya yang dikatakan Fatimah adalah bukti nyata dari banyaknya bukti yang ada yang telah kupelajari.

Contohnya, tentang orang yang kita cintai atau orang yang mencintai kamu selalu menerima kamu apa adanya dan sebaliknya. Di matanya kamu selalu yang tercantik/terta mpan walaupun mungkin kamu merasa itu semua kebohongan. Tetapi mengapa seorang Muslim diperbolehkan menikah lebih dari satu? Ketika seorang perempuan tidak bisa memberikan dia (pria) keturunan dan ketika seorang perempuan tidak bisa melayani kita (pria), apakah wanita hanya budak atau pelampiasan nafsu menurut pengajaran kitab suci Al-Quran? Kalau memang bukan, mengapa demikian?
# Umatti Muhammad Saw 2014-06-08 14:05
~
Itu merupakan bukan tuntutan namun itu adalah kesalahan manusianya sendiri yang berbuat tidak baik dalam melakukan ibadah haji. Rasulullah berkata:

“Haji yang mabrur tidak ada balasan baginya kecuali syurga" (HR. Bukhari dan Muslim).
# Staff Isa dan Islam 2014-06-09 07:19
~
Saudara Umatti,

Kami tertarik untuk menanggapi bunyi hadits tersebut. Benarkah seorang haji dijamin pasti masuk sorga? Bagaimana pendapat saudara dengan ayat berikut ini? "Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan" (Qs 19:71). Bukankah ritual haji menjadi tidak berguna sebab semua umat Islam pasti mendatangi neraka? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# sandy 2014-06-27 16:47
~
Kasihan juga mba Fatimah. Kalau dia mau belajar sama yang lebih mengerti Islam, mungkin tidak bakal seperti itu. Sudah jelas bahwa jalan yang lurus sudah ada dalam Qs 3:51 "Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus".

Di mana kisah tentang Nabi Isa AS atau Isa Al-Masih. Isa Al-Masih adalah petunjuk dari Allah secara jelas bahwa agama selanjutnya adalah Isa Al-Masih yakni Islam. Sebelum adanya Yesus atau Isa, Allah lebih dahulu ada. Maka Tuhan yang sesungguhnya ialah Allah.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-28 16:35
~
Salam Sdr. Sandy,

Kami menyampaikan terimakasih untuk pemaparan saudara. Dan maaf, kami hanya membahas komentar yang sesuai dengan topik artikel.

Ayat yang saudara paparkan adalah bahwa hanya Tuhanlah satu-satunya jalan yang lurus. Pernahkah saudara menemukan bahwa Allah dalam Al-Quran memberikan kepastian keselamatan? Itulah yang membuat Fatimah akhirnya hendak mendapatkan kepastian keselamatan, bukan?

Sebab hanya Isa Al-Masih lah yang dapat menjaminnya, sebab Dia adalah Jalan dan kebenaran dan kehidupan. "Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan"(Injil, Surat Roma 10:9).
~
Salma
# Pengamat 2014-06-28 10:16
~
Waktu kecil saya sering memandang Gereja Immanuel di Gambir, karena saya tinggal di Wisma Wiperti yang ada di depannya. Bulu kuduk saya sering merinding melihat gereja tersebut dan salib berwarna biru yang ada di situ. Kengerian itu terjawab. Itulah agama tempat manusia-manusia yang arwahnya gentayangan tidak dapat kembali kepada Tuhan karena menuhankan Kristus.

Tahun 2013 patung Kristus terbesar di dunia yang ada di Braziliad di sambar petir. Mengapa Tuhan menghancurkan profilenya sendiri? Saya juga baca kisah pengurus HKBP di Jakarta yang baku hantam karena memperebutkan gereja. Inikah agama kedamaian? Anda lihat makam-makam orang Kristen, suasananya menyeramkan begitu juga gereja. Dalam banyak kasus, mereka yang kerasukan, semuanya dimasuki oleh arwah orang-orang yang beragama Kristen. Ini jadi cukup jadi bukti bahwa ajaran Yesus itu adalah kuasa kegelapan.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-28 20:02
~
Salam Sdr. Pengamat,

Kami sangat maklum apa yang saudara pikirkan dan yang saudara nilai tentang agama. Jika berbicara soal okultisme, Islam adalah agama yang masih memercayai okultisme, sebab ada Islam kebatinan, bukan? Tetapi apapun agamanya, tentu semua sebagai alat agar manusia dapat mengenal Pribadi Allah. Melalui cara-cara yang dilakukan, semuanya menganggap diri benar.

Tetapi, rutinitas keagamaan semakin membuat kita jauh dari Allah, sebab kita melakukannya hanya karena legalisme semata. Barangkali itulah yang dialami oleh Fatimah. Tetapi dalam kepenatan itu, membuat kita terus bertanya, apakah Allah berkenan atas ibadah kita yang hanya mencari nama saja?

Isa Al-Masih pernah berkata "Marilah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu..." Satu ajakan yang begitu indah yang ditawarkan oleh Isa Al-Masih. Apakah kita mau meresponnya?
~
Salma
# wododo 2014-06-28 10:47
~
Rupanya Kristen seneng yang gaib-gaib ya?
# Staff Isa dan Islam 2014-06-29 12:40
~
Salam Sdr. Widodo,

Kami kurang memahami maksud dari komentar saudara. Jika saudara tidak keberatan, barangkali saudara dapat memaparkan maksud pernyataan saudara. Terimakasih.
~
Salma
# dykka 2014-08-08 06:07
~
Sungguh beda antara Kristen dan Islam. Kristen agama yang penuh kasih sayang. Sedangkan Islam agama yang keras. Misalnya, orang yang mencuri. Haruskah di potong tangannya? Manusia tidak berhak atas hidup seseorang. Cuma di Islam yang mengajarkan orang yang bersalah harus dibunuh. Padahal Allah mengajarkan janganlah engkau membunuh sesamamu manusia. Kalau orang yang salah, tidak harus dibunuh atau dicambuk atau dipotong tangannya. Buat apa ada polisi? Buat apa ada hukum?
# Staff Isa dan Islam 2014-08-15 11:25
~
Saudara Dykka,

Terimakasih untuk komentar saudara. Kita perlu memerhatikan sabda Isa Al-Masih untuk mengasihi Allah dengan segenap jiwa dan mengasihi sesama manusia seperti mengasihi diri kita sendiri (Injil, Rasul Markus 12:30, 31). Karena itu, kam pikir kasih Isa Al-Masih yang mendasari Fatimah mengambil keputusan untuk mengikuti Isa Al-Masih.
~
Solihin
# Riki 2014-08-10 10:29
~
Astagfirullah,

Kami di sini orang Mukmin meyakini bahwa Islamlah agama yang diridoi oleh Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.

Bagi Fatimah yang murtad. Kasihan sekali kamu disepertikan domba yang tersesat. Maka diharamkanlah sorga bagi orang-orang kafir, murtad, dan syirik. Anda bakal kekal di dalalamnya neraka.

Alasan kaum Mukmin bershalawat kepada Nabi Muhammad adalah Nabi Muhammad akan memimpin kami di akhirat nanti dan memohon syafaat kepada Allah untuk umat-umat-Nya agar masuk sorga. Hanya kanjeng Nabi Muhammad yang bisa menolong kami nanti umat Islam di hadapan Allah.
# Staff Isa dan Islam 2014-08-15 11:35
~
Saudara Riki,

Kami menghargai keyakinan saudara. Tetapi menurut kami, keyakinan itu harus disertai dengan data yang tepat. Bila saudara meyakini bahwa nabi saudara yang dapat menolong saudara, maka hal itu bertentangan dengan perkataan nabi saudara sendiri.

"Katakanlah: 'Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan'" (Qs 46:9).

Setidaknya dari perkataan di atas, kita mendapatkan beberapa hal. Pertama, nabi saudara tidak tahu keselamatannya di akhirat. Kedua, nabi saudara juga tidak tahu keselamatan pengikutnya apalagi menolongnya. Ketiga, nabi saudara hanya pemberi peringatan, bukan penolong.

Pertanyaannya adalah apakah saudara yakin dan pasti masuk sorga dengan pertolongan nabi saudara? Bagaimana pandangan saudara tentang ayat di atas?
~
Solihin
# Galau 2014-08-20 15:18
~
Aduh Fatimah, kamu memeluk agama yang jelas-jelas mengajarkan Tuhannya ada satu saja bingung, bagaimana kamu bisa memahami Tuhan 3 in 1? Kamu memahami Al-Quran yang sudah sangat mudah dipahami saja susah, apalagi kamu memahami Alkitab yang isinya kegalaun Tuhan.

Yohanes pasal 10:30, menerangkan bahwa Allah dan Yesus (Isa) bersatu, yaitu, “Aku dan Bapa adalah satu”. Sedangkan, pada Matius pasal 27:46 menjelaskan bahwa Yesus dan Allah berpisah, yaitu, “Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring, “Eli, Eli, lama sabakhtani?” ‘Artinya, “Tuhanku, Tuhanku, mengapa Engkau meninggalkan aku?” Silakan cari pembenaran atas ini?
# Staff Isa dan Islam 2014-08-23 17:38
~
Salam Sdr. Galau,

Apa yang menjadi kegundahan Fatimah tentang shalawat (nabi meminta didoakan, dan tidak yakin atas keselamatan). Naik haji yang seakan saat ini sudah menjadi hal yang diuatamakan. Bukankah ini sebuah pemaksaan? Apakah dengan naik haji, seseorang sudah dijamin keimanannya? Bukankah akan membuat orang yang tidak mamu merasa iri?

Dan lagi, ada seberapa banyak umat Muslim yang hanya menjalankan ritual agama untuk mencari pahala, dengan kata lain niat dalam hati tidak murni, bukan? Bagaimana menurut saudara?
~
Salma
# sansuranti 2014-08-21 20:29
~
Memalukan, kelihatan sekali hasil rekayasa. Indentik dengan kesaksian Yusuf Roni dan akhirnya membeberkan tipuan tersebut, karena jadi muallaf. Umat Kristen dalam menyebarkannya menghalalkan segala cara, termasuk artikel di atas yang penuh dusta seprti yang diajarkan oleh Paulus.
# Staff Isa dan Islam 2014-08-23 17:44
~
Salam Sdr. Sansuranti,

Kami menyampaikan terimakasih untuk komentar saudara. Hanya saja apakah yang memalukan menurut saudara?

Isa Al-Masih tidak pernah mengajarkan hal yang dusta. Injil, Rasul Besar Matius 5:37 "Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat".

Bagaimana dengan ajaran Islam, benarkah diperbolehkan berbohong/berdu sta asalkan demi kebaikan?
~
Salma
isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer

Isa Islam Dan Kaum Wanita

Click gambar di samping untuk artikel - artikel untuk wanita Muslim


 

www.isaislamdankaumwanita.com