Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter

Kesaksian Wanita Kristen Menikahi Pria Muslim

klub malamMenikah beda agama sangat rentan akan konflik. Tapi, tidak sedikit pasangan muda yang melakukannya. Berikut adalah kesaksian seorang wanita Kristen menikahi pria Muslim. Melalui kesaksiannya kita akan mengerti apakah pernikahan beda agama baik atau tidak.

Bertemu Pria Muslim di Klub Malam

Saya lahir dari keluarga Kristen. Tapi saya tidak mendapat pendidikan agama yang cukup. Ibu saya tidak pernah bercerita tentang kegiatannya di gereja. Namun satu hal yang saya ketahui, ketika ia mulai rutin mengikuti kegiatan di gereja, ada satu perubahan besar dalam hidupnya.

Pertama kali saya bertemu dengan Mohammed, suami saya, di klub malam. Satu tahun lamanya kami berpacaran dan akhirnya menikah. Selama berpacaran, kami tidak pernah membicarakan soal agama.

Waktu Mohammed melamar saya, ia berkata ingin menikahi saya dan membesarkan anak-anaknya menurut Islam. Saya menerima lamarannya karena saya sangat mencintai dia.

Perdebatan Pertama tentang Islam

Ketika saya mengandung anak pertama kami, suami saya memulai perdebatan tentang Islam. Saya mulai memiliki banyak pertanyaan. Saya belajar bahasa Arab. Membaca Al-Quran dan buku-buku tentang Nabi Islam. Enam tahun kemudian, saya mualaf.

Saya sholat lima waktu secara rutin. Berpuasa setiap Ramadhan dan waktu-waktu tertentu. Saya mulai berhijab dan mengikuti kelas mengaji setiap Jumat. Saya bahkan membangun mesjid di dalam rumah baru kami.

Taat Beribadah Tapi Tidak ada Damai Sejahtera

Walau saya taat beribadah, tapi dalam hati saya merasakan seperti ada sesuatu yang terhilang. Tidak ada damai atau suka cita. Seperti ada sesuatu yang salah di rumah. Setiap kali kami bersama, kami selalu bertengkar.

Kami sempat tinggal selama satu bulan di rumah mertua saya karena saat itu kami sedang membangun rumah. Hubungan saya dengan mertua kurang baik. Kami juga sering bertengkar.

gerejaDiundang ke Gereja Oleh Tetangga Kristen

Keluarga saya mulai menentang kami. Situasi sangat tegang. Mertua saya semakin sering berteriak kepada saya. Begitu banyak kebencian dan kebingungan selama ini. Tapi saya tahu Allah tidak memiliki sifat-sifat demikian.

Rumah kami pun selesai. Kami sekeluarga pindah ke rumah baru kami. Setelah satu minggu tinggal di rumah baru kami, seorang tetangga mengundang saya untuk pergi ke gereja. Hari Minggu malam berikutnya, saya dan anak-anak pergi ke gereja. Suami saya mengijinkan jika hal itu membuat saya merasa lebih baik. "Tetapi jangan pindah agama," katanya.

Allah Berbicara Kepada Saya Lewat Firman-Nya

Malam itu di gereja, belum sampai di pintu, saya sudah mulai menangis. Saya tidak ingat apa yang ada dalam hati saya malam itu, tetapi Allah sedang berbicara kepada saya.

Beberapa hari kemudian, saya membaca Alkitab. Ayat pertama yang saya baca berbunyi, "Hal itu kulakukan supaya hati mereka terhibur dan mereka bersatu dalam kasih, sehingga mereka menjadi kaya dalam pengertian akan kebenaran dan menjadi sungguh-sungguh yakin. Dengan demikian, mereka akan mengetahui rahasia Allah, yaitu Al Masih itu sendiri” (Injil, Surat Kolose 2:2).

Inilah yang saya cari-cari selama ini! Saya sudah menemukannya sekarang. Saya tidak akan melepaskannya lagi. Sejak saat itu, saya mempercayakan hidup saya kepada Isa Al-Masih. Ia sudah mengubah tujuan hidup saya keseluruhan.

[Staf Isa dan Islam – Untuk  masukan atau pertanyaan mengenai artikel ini, silakan mengirim email kepada Staff Isa dan Islam.]

Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Apakah saudara setuju dengan pernikahan beda agama? Jelaskan alasan saudara!
  2. Sebutkanlah dampak dari pernikahan beda agama!
  3. Setujukah saudara bila seseorang pindah agama karena alasan pernikahan? Jelaskan alasan saudara!

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Add comment

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments  

# dodik 2017-09-11 17:03
~
Jualan tulisan kw sih, tak ori ya tak laku.
# Staff Isa dan Islam 2017-09-21 19:22
~
Sudara Dodik,

Silahkan dicermati, artikel di atas adalah kisah nyata yang dialami oleh seorang wanita Kristen yang menikah dengan pria Muslim. Tentunya pernikahan beda agama akan menghasilkan perdebatan bahkan dapat berujung kepada kehancuran keluarga. Bagaimana pandangan saudara mengenai hal ini? Berharap tidak keberatan menanggapinya, terimakasih.
~
Purnama
# Hendy Gunawan 2017-09-12 23:26
~
To All Muslim,

Banyak orang Kristen menjadi mualaf karena mereka tidak sungguh-sungguh datang dan bergaul erat dengan Yesus. Kalau mereka bergaul dan intim dengan Yesus, mereka tidak akan tersesat. Bersyukur wanita ini mendapatkan kasih karunia dari Allah sehingga dia dibukakan mata rohaninya.
# Staff Isa dan Islam 2017-09-21 19:36
~
Saudara Hendy,

Memang benar yang saudara sampaikan, banyak orang yang beragama Kristen menjadi mualaf karena masalahnya mereka tidak mengenal Isa Al-Masih dengan benar melalui Firman-Nya. Kesaksian wanita Kristen yang menjadi mualaf serta pengalamannya kiranya dapat menjadi pembelajaran bagi setiap pengunjung forum ini bahwa pernikahan beda agama akan membawa dampak perdebatan maupun merusak hubungan antar sesama yang mengakibatkan kehilangan damai dalam pernikahan.
~
Purnama
# hantu gentayangan 2017-09-13 07:37
~
Bergaul erat dengan Yesus?
Jangan begitu doang, Mesti bergaul erat dengan Tuhan Trinitas! Tuhan Yesus hanya 1/3 pribadi Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2017-09-21 19:54
~
Saudara Hantu gentayangan,

Hal utama seseorang dapat menjadi mualaf dikarenakan hubungannya dengan Tuhan tidak erat, hal ini terbukti melalui kesaksian wanita Kristen yang menikah dengan pria Muslim mengutamakan cinta tanpa berdasarkan kebenaran Firman Allah. Dan hasilnya pernikahan beda agama dapat berdampak negatif bagi hubungan antara suami dan istri maupun seluruh keluarga, kami berharap kesaksian yang ditulis artikel di atas dapat menjadi pembelajaran oleh saudara. Bagaimana saudara?
~
Purnama
# susi 2017-09-21 23:35
~
Yah kemarin komennya dihapus
komen lagi ah, kok jadi sepi? Sudah tak laku ya tulisannya?
# Staff Isa dan Islam 2017-09-22 18:05
~
Saudara Susi,

Kami berterimakasih sudah berkomentar di forum ini, tetapi kami mohon maaf komentar saudara kami hapus karena komentar saudara tidak menjawab pertanyaan kami. Jika tidak keberatan silahkan membaca artikel di atas setelah itu menjawab pertanyaan kami.

1. Apakah saudara setuju dengan pernikahan beda agama? Jelaskan alasan saudara!

2. Sebutkanlah dampak dari pernikahan beda agama!

3. Setujukah saudara bila seseorang pindah agama karena alasan pernikahan? Jelaskan alasan saudara!
~
Purnama