Mobile Version | Standard Version | iPhone Version
Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter Ikuti Isa dan Islam RSS Feed

"Tunjukilah kami jalan yang lurus ... " (Al Fatihah 6)

Sabda Isa kepadanya, "Akulah jalan ... " (Injil, Rasul Yahya 14:6)

Cetak

Kristen Sejak Bayi Tetapi Takut Akan Maut

on .

KemenyanSaya berasal dari keluarga yang memeluk agama Kristen. Tetapi kekristenan kami sebatas beragama saja. Menurut kami, kekristenan hanya sebatas beribadah di gereja setiap hari minggu dan merayakan perayaan-perayaan lainnya. Seperti Natal, Paskah, upacara baptisan, perjamuan Tuhan, pemberkatan nikah dan pemakaman orang mati.

Kedua orang tua saya selalu mendorong saya mengikuti ibadah di gereja. Saya dibaptis ketika masih bayi. Setelah menginjak remaja saya mengikuti “angkat sidi” (pengakuan percaya secara pribadi). Semua ini sesuai aturan gereja kami.

Keluarga dan Masyarakat Sinkretisme

Walau kami memeluk agama Kristen, tetapi ayah saya juga menganut kepercayaan asli Jawa (kejawen). Ayah saya lebih percaya kepada dukun dan hal-hal mistik. Dia sering menyuruh saya meminta pertolongan dari dukun Tujuannya supaya saya sehat dan pandai di sekolah.

Lingkungan di sekitar kami juga sering berjudi, mabuk, dan pergi ke dukun. Mereka juga suka kawin cerai dan berpindah agama. Kondisi ini membuat saya takut. Saya mulai menyadari bahwa dosa sangat mengerikan. Bagaimana nasib saya nanti bila meninggal?

Jalan KeselamatanKursus “Jalan Keselamatan”

Setelah lulus SMA, saya meninggalkan lingkungan saya. Di tahun 1998 saya masuk perguruan tinggi di sebuah kota yang jauh dari keluarga. Di kota ini saya mulai banyak berdoa kepada Isa Al-Masih dan membaca Alkitab.

Saya juga mempunyai teman, seorang pengikut Isa Al-Masih. Dia banyak membimbing saya. Ia mengenalkan saya kepada saudaranya dan memberi sebuah kursus tertulis bernama “Jalan Keselamatan”. Kursus ini terdiri dari lima pasal yang harus saya pelajari. Isinya menjelaskan rencana keselamatan Allah bagi manusia.

Menemukan Hidup Kekal Dalam Isa Al-Masih

Ketika mengerjakan kursus itu, mata hati saya terbuka. Tuhan menolong saya mengerti bagaimana diselamatkan dari dosa. Saya sujud pada Isa Al-Masih dan mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya meminta pengampunan dari Isa Al-Masih. Isa Al-Masih diundang masuk dalam hati saya. Ia diterima sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Kini saya telah menemukan apa yang saya cari. Ternyata pengampunan dan keselamatan ada dalam Seorang Pribadi bernama Isa Al-Masih. Ketika dengan iman saya datang kepada-Nya, Dia memberikan saya hidup kekal untuk selamanya.

(Sri Widari, Semarang)


[Staff Isa dan Islam – Bila Pembaca rindu mengalami damai sejahtera dan bebas dari rasa takut akan maut, kami mengundang Pembaca untuk mendoakan “Doa Keselamatan” seperti yang didoakan Ibu Sri Widari.)


Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Berhubung banyak komentar yang masih belum kami balas, untuk sementara komentar tidak diterima.