Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter

Keselamatan Dalam Islam Dan Kristen

Tanda tanya

Keselamatan merupakan hal yang sangat prioritas bagi setiap manusia. Itulah sebabnya, berbagai cara dilakukan guna mendapatkan 'Keselamatan' tersebut. Ajaran Islam dan Kristen, mempunyai cara pandang berbeda mengenai keselamatan.

'Keselamatan' Menurut Cara Pandang Islam

Dalam Al-Quran, tidak ada satu ayatpun yang memberi jaminan keselamatan. Akibatnya, bila umat Muslim ditanya tentang keselamatan mereka, umumnya akan menjawab dengan kata “mudah-mudahan”. Hal ini diperjelas lagi dengan doa yang selalu mereka panjatkan, “Tunjukilah kami jalan yang lurus” (Qs 1:6)

Setiap Mukmin harus mengusahakan sendiri 'Keselamatan' mereka. Itulah sebabnya, mereka berlomba-lomba melakukan setiap hal yang dapat menghasilkan pahala. Harapan mereka, semakin banyak pahala yang didapat, semakin besar pula kemungkinan mendapat 'tiket keselamatan' ke sorga.

Hal itupun belum menjamin keselamatan mereka. Karena ayat lain dalam Al-Quran berkata, "Dan tidak ada seorang pun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan" (Qs 19:71).

Pertanyaannya: Mampukah manusia yang lemah akan dosa, dapat mengusahakan 'Keselamatan'nya dengan kekuatan sendiri?

'Keselamatan' Menurut Cara Pandang Kristen

Setiap umat beragama percaya, manusia satu-satunya mahkluk ciptaan yang mulia. Diciptakan dengan sempurna oleh Allah. Tetapi manusia juga merupakan mahkluk yang lemah akan dosa. Itulah sebabnya manusia disebut sebagai budak dosa.

Firman Allah berkata, "Dari hati orang timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa napsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan" (Injil, Rasul Markus 7:21-22)

Demikianlah, dosa bukan hanya perbuatan jahat yang dilakukan manusia. Tetapi lebih dari itu, setiap hal yang mereka pikirkan, yang tidak sesuai dengan kebenaran firman Allah, juga merupakan dosa.

Manusia yang telah menjadi budak dosa, jelas tidak mampu melepaskan diri dari ikatan tersebut. Sebesar apapun usaha yang mereka lakukan, mereka akan tetap kembali jatuh dalam kubangan dosa. Untuk itu, manusia memerlukan satu Pribadi yang dapat menolong mereka terlepas dari ikatan dosa yang membelenggu mereka, dan memberikan 'tiket Keselamatan' ke sorga.

Pribadi dari Sorga Datang Memberi Tiket Keselamatan ke Sorga

"Isa bersabda: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Isa Al-Masih adalah “Jalan Kebenaran” Allah dan “Hidup Kekal”. Maka seseorang yang menerima-Nya, berarti menerima Kebenaran Allah dan Hidup Kekal.

Isa Al-Masih juga satu-satunya Pribadi yang dapat memberikan 'tiket Keselamatan' bagi siapa saja yang menginginkannya. “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.” (Injil, Surat Roma 10:9)

Keselamatan Dalam Isa Al-Masih

Demikianlah, setiap pengikut Isa Al-Masih tidak perlu khawatir akan 'Keselamatan' mereka. Juga tidak perlu menunggu hingga penghakiman akhir zaman untuk mengetahui apakah mereka masuk sorga atau tidak. Disinilah terletak keindahan “Keselamatan” yang dibawa Isa Al-Masih.

Kebenaran kepastian akan keselamatan tersebut, dijanjikan Isa Al-Masih pada ayat berikut, “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:27-28).

 

[Staff Isa dan Islam – Kiranya Pembaca dapat menyelidiki lebih dalam tentang Keselamatan dalam Isa Al-Masih]

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Berhubung banyak komentar yang masih belum kami balas, untuk sementara komentar tidak diterima.

Comments  

# al 2011-06-13 10:57
*
Keselamatan adalah yang sering ditawarkan oleh oknum orang Kristen, padahal kalau benar-benar keselamatan itu memang ada, kenapa orang Kristen harus susah payah mempromosikannya?

Bukankah gratis? Pasti seluruh manusia penghuni bumi ini akan mengikutinya.
# Staff Isa dan Islam 2011-06-16 00:41
~
Saudara Al, justru karena keselamatan itu ada, barulah kami bisa mempromosikanny a kepada Saudara. Kalau keselamatan itu tidak ada, apa yang kami mau sampaikan kepada Saudara? Kami bahkan tidak memahami apa yang Saudara tulis.

Keselamatan menuju sorga itu memang adalah gratis. Saudara tidak perlu membayarnya. Cukup hanya dengan percaya kepada Isa Al-Masih, maka Saudara sudah dipastikan mendapatkan keselamatan dari Allah tersebut.

Apakah sesederhana dan segampang ini? Jawabannya adalah: Ya, dan sekaligus tidak. Buktinya adalah bahkan untuk percaya saja, hal ini telah menjadi sulit buat Saudara.

Firman Allah mengatakan dengan jelas bahwa barang siapa percaya kepada Isa Al-Masih, maka ia tidak akan binasa dalam neraka, melainkan ia akan mendapatkan hidup yang kekal bersama-sama dengan Allah di sorga.

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal (Isa Al-Masih), supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).

Keselamatan bukanlah iming-iming. Ini adalah janji Allah yang pasti, bahwa kita akan mendapat tempat yang tinggi di sorga pada hari kiamat nanti (Qs 3:55).
~
CA
# Abu Syarif 2011-06-16 11:54
*
Anda percaya dengan Qs 3:55? Surat itu membuktikan bahwa Isa Al-Masih hanya utusan-Nya.

Jangan pakai Al-Quran untuk membela umat Kristen yang sekarang. Umat Kristen yang sekarang adalah umat Paulus, bukan umat Isa Al-Masih.
# Staff Isa dan Islam 2011-06-17 09:47
~
Saudara Abu Syarif, apakah dalam Qs 3:55 dikatakan bahwa Isa Al-Masih hanya utusan Allah semata-mata dan bahwa Dia bukan Sang Juru Selamat? Jawabannya adalah "Tidak".

Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya." (Qs 3:55).

Qs 3:55 mengatakan bahwa Isa Al-Masih mati dan kemudian diangkat ke sorga. Ayat ini justru membuktikan bahwa pandangan umat Islam yang mengatakan bahwa Isa Al-Masih tidak mati di atas kayu salib, adalah "Salah Total".

Ayat ini juga menambahkan dengan cermat bahwa pengikut Isa Al-Masih akan diberikan tempat yang tinggi di sorga.

Rasul Paulus adalah pengikut Isa Al-Masih. Kami adalah pengikut Isa Al-Masih. Kami dan Rasul Paulus adalah sama-sama pengikut Isa Al-Masih. Rasul Paulus dipakai Allah untuk mencatat beberapa surah Kitab Suci. Dan kami mentaati keseluruhan Wahyu dari Allah, bukan tulisan Paulus. Kami beriman kepada Taurat Musa, Zabur Daud, Kitab yang dicatat Nabi-Nabi, dan Injil tentang kehidupan dan pengajaran Isa Al-Masih kepada murid-murid-Nya.

Sudahkah Saudara beriman dan mentaati keseluruhan Kitab-Kitab Suci dari Allah tersebut?
~
CA
# kumbang 2011-06-22 02:56
*
Staff Isa dan Islam,

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani = Kristen) dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk”
(Qs 98:6)

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk”
(Qs 98:7).

“Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah sorga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya” (Qs 98:8).
# andragaris 2011-06-13 20:40
*
Saya setuju dengan pendapat yang mengatakan bahwa agama atau keyakinan membawa keselamatan pada manusia yang mengimaninya. Jika Tuhan itu adalah Sang Maha pencipta manusia, maka jalan keselamatan dari Sang Pencipta manusia ini adalah hanya satu.

Apa itu yakin dan apa itu iman?

Yakin adalah percaya yang sungguh-sungguh dalam diri manusia yang didasari dari melihat, mendengar, menyaksikan hal hal yang bersesuaian dengan akal logika manusia.

Sedangkan Iman adalah tindakan mengeksekusi keyakinan tadi.

Apakah hanya dengan percaya terhadap sesuatu tanpa proses penelaahan itu merupakan sesuatu yang benar? Mari kita kaji lebih dalam demi mencari arti dan nilai kebenaran dari Tuhan Sang Maha Pencipta.
# Staff Isa dan Islam 2011-06-16 00:47
~
Iman adalah berarti bahwa kita percaya kepada Allah dan percaya kepada semua janji-janji Allah.

Iman adalah berarti bahwa kita menggantungkan pengharapan kita kepada Allah. Bahwa kita memasrahkan diri kepada Allah, dan kita berjanji bahwa kita mau hidup seturut dengan Firman Allah.

Dan Allah menjanjikan keselamatan bagi mereka yang beriman kepada-Nya.

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya (Isa Al-Masih)yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).
~
CA
# Abu Syarif 2011-06-16 12:04
Quoting Staff Isa dan Islam:
~
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal (Isa Al-Masih), supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).
CA

Israel adalah anak Allah: Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman Tuhan: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung (Keluaran 4:22).

Salomo adalah anak Allah: Ia telah berfirman kepadaku: Salomo, anakmu, dialah yang akan mendirikan rumah-Ku dan pelataran-Ku sebab Aku telah memilih dia menjadi anak-Ku dan Aku akan menjadi Bapanya (1 Tawarikh 28:6).

Daud adalah anak Allah: Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku (2 Samuel 7:14).
# Staff Isa dan Islam 2011-06-17 09:59
~
Benar Saudara Abu Syarif, setiap orang yang percaya kepada Juru Selamat Allah di dalam diri Isa Al-Masih telah menjadi anak-anak Allah. Israil (Yaqub), Daud, dan Sulaiman percaya kepada janji kedatangan Juru Selamat, maka mereka disebut sebagai anak-anak Allah.

Namun mengenai gelar Isa Al-Masih sebagai "Anak Allah" memiliki arti khusus yaitu keilahian Isa Al-Masih "Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah (Isa Al-Masih), yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya. " (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:18)

Jadi untuk Isa Al-Masih, istilah tersebut menjelaskan ketuhanan Isa Al-Masih. Sedangkan untuk manusia, istilah tersebut menjelaskan hubungan antara manusia dengan Tuhan, yaitu manusia yang menerima keselamatan dari Isa Al-Masih
~
CA
# Azriady 2011-06-13 21:15
*
Ijinkan saya menambahkan. Pendapat kami umat Islam bahwa keselamatan hanya akan diperoleh dengan taat dan patuh menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan.

Percaya kepada Tuhan saja tidak akan menjamin keselamatan. Saya beri contoh: Tuhan mengharamkan makan racun mengikuti perintahnya maka kita akan selamat. Bandingkan dengan orang yang sudah yakin akan diselamatkan oleh Tuhan walau tau makanan itu beracun tetap saja dimakannya.

Masuk sorga atau neraka adalah urusan Allah, cuma Allah yang tau. Sebagai manusia tidak boleh merasa yakin telah selamat masuk sorga, manusia hanya perlu taat dan patuh pada perintah-Nya.
# Staff Isa dan Islam 2011-06-16 01:01
~
Saudara Azriady dan Saudara Andragaris, kami setuju masuk sorga urusan Allah.

Dan Allah mengatakan keselamatan itu pasti. Banyak ayat yang menyatakan hal ini dalam Firman Allah, contoh kutipan Injil, Yohanes 3:16 kepada Saudara Al dan Andragaris di atas.

Juga perkataan Isa Al-Masih sendiri "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku (Isa Al-Masih). Di rumah Bapa (Allah)-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:1-3)

Pernyataan Isa Al-Masih tersebut adalah pasti seperti Isa Al-Masih itu sendiri adalah pasti. Dan pasti Dia menyucikan orang yang menerima-Nya sebagai Tuhan dan juruselamat.

Bila saudara percaya amal perbuatan baik menyelamatkan manusia maka cobalah selidiki. Ingatlah bahwa Allah itu maha suci maka ukuran masuk sorga adalah suci. Adakah manusia suci?
~
CA
# Abu Syarif 2011-06-16 12:06
*
Itu penjelasan buat orang yang percaya Injil. Kalau orang tidak percaya Injil, tidak bisa dijelaskan dengan cara itu. Karena anda percaya Injil, maka saya akan bantah omongan anda dengan Injil, meskipun saya tidak percaya Injil.
# Staff Isa dan Islam 2011-06-17 10:17
~
Saudara Abu Syarif,

Saudara di atas mengatakan bahwa umat Kristiani tidak boleh merasa yakin pasti akan masuk sorga.

Dalam Al-Quran, selain Qs 3:55, kami tidak menemukan ayat yang menyatakan kepastian masuk sorga.

Kami menjelaskan dari Injil karena dalam Isa Al-Masih keselamatan itu diberikan bagi pengikut Isa Al-Masih.

Bersyukur jika Saudara mau membaca Injil secara lengkap sebab dalam Injil ada petunjuk dan terang (Qs 5:43-46; Qs 5:68).

Jika Saudara mau mencari kebenaran dalam Injil, maka Saudara akan mendapatkan Firman Allah yang sejati.
~
CA
# Azriady 2011-06-13 21:34
*
Kami Muslim beribadah bukan untuk mencari keselamatan, karena keselamatan itu urusan Allah semata. Lalu untuk apa kami beribadah? Orang yang beribadah karena takut pada Allah adalah ibadah kaum budak.

Orang yang beribadah untuk memperbanyak pahala adalah ibadah para pedagang yang mengharap keuntungan. Orang yang beribadah hanya perlu percaya pada Tuhan saja adalah ibadah kaum pemalas.

Kami Muslim beribadah dengan ikhlas hati hanya ingin dekat pada Allah dan ingin dicintai Allah. Selalu memohon petunjuknya karena manusia tak ada yang bisa luput dari dosa.
# Staff Isa dan Islam 2011-06-16 01:13
~
Saudara Azriady, kami setuju beberapa pernyataan Saudara di atas.

Kami umat Kristiani bukan beribadah untuk mencari keselamatan atau untuk menyucikan diri tetapi sebagai salah satu wujud ucapan syukur atas keselamatan yang diberikan Isa Al-Masih.

Seperti ayat ini "Kita mengasihi karena Allah terlebih dahulu mengasihi kita. (Injil, Rasul Besar I Yohanes 4:19)

Sebab dikatakan "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal (Isa Al-Masih), supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).
~
CA
# Abu Syarif 2011-06-14 10:51
*
Apakah Yesus adalah Juruselamat bagi pengikut-Nya yang hidup pada zaman-Nya, atau juga Juruselamat bagi para pengikut setelah-Nya?

Jawab salah satu dari pilihan tersebut. Yang paling manis dari keduanya adalah pahit.

jika anda menjawab bahwa Yesus adalah Juruselamat bagi pengikut-Nya di zaman-Nya saja, maka ini adalah sebuah kezaliman yang menimpa orang-orang yang beriman kepada-Nya setelah-Nya.

Jika anda menjawab bahwa Dia juga Juruselamat pula bagi para pengikut setelah-Nya, maka sungguh Yesus telah membantu kezaliman, kemaksiatan dan permusuhan serta mendorong untuk membunuh, mencuri, korupsi dan maksiat lainnya, karena setiap pelaku kejahatan akan bebas dari dosa hanya dengan sekedar pengakuannya terhadap pelanggaran dosa tersebut. Dan dia langsung akan mendapatkan ampunan, dan hidup dengan kehidupan yang kekal.

Sumber masalah anda adalah di Injil yang telah dirusak oleh Yahudi, sehingga banyak yang aneh dan kontradiksi.
# Staff Isa dan Islam 2011-06-16 01:35
~
Saudara Abu Syarif,

Isa Al-Masih adalah Juru Selamat bagi manusia di segala zaman, baik sebelum maupun setelah Isa Al-Masih.

Gelar "Al-Masih" tersebut ialah "Yang diurapi" untuk menyelamatkan seluruh umat manusia sebelum dan sesudah Isa Al-Masih. Dan Isa satu-satunya Al-Masih.

Isa Al-Masih mengajarkan kasih mengasihi dan berbuat baik kepada semua orang, bahkan kepada musuh sekalipun kita wajib mendoakan dia (Injil, Rasul Besar Matius 5:44).

Salah satu pengajaran-Nya dikenal luas sebagai "Golden Rule" (Hukum Yang Paling Mulia di dunia), yakni:"Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka."(Injil, Rasul Besar Matius 7:12). Artinya adalah bahwa sebelum orang berbuat baik kepadamu, berbuat baiklah terlebih dulu kepada semua orang.

Semua orang yang beriman kepada Isa Al-Masih tentulah mentaati perintah-Nya sebagai ungkapan syukur karena telah diselamatkan oleh-Nya.
~
CA
# Abu Syarif 2011-06-16 11:47
*
Yesus menebus dosa manusia di jaman Adam, jaman Ibrahim, jaman Musa? Sebutkan dalilnya di Injil! Mereka belum kenal dengan Yesus.

"Semua orang yang percaya dan beriman kepada Isa Al-Masih akan diselamatkan", anda sendiri juga plin-plan pasti diselamatkan atau akan diselamatkan?

Kalau semua manusia sejak lahir menanggung dosa, bagaimana dengan manusia yang meninggal masih bayi atau kanak-kanak atau anaknya Muslim atau anaknya Kristen, dosanya diampuni? Sebutkan dalilnya di Injil.

Umat Kristen ada yang beriman, tapi juga melakukan maksiat sampai matinya. Dia akan diampuni atau pasti diampuni?

Semua harus dijawab dengan dalil. Karena agama adalah dalil, bukan akal-akalan.
# Staff Isa dan Islam 2011-06-17 09:17
~
Saudara Abu Syarif, Isa Al-Masih menebus dosa seluruh umat manusia dan janji tentang kedatangan-Nya sudah diberitahukan sejak zaman Adam jatuh dalam dosa makan buah terlarang

Allah berkata: "Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau (iblis) dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya." (Taurat Musa, Kitab Kejadian 3:15).

Ingat, keturunan perempuan (bin perempuan) bukan keturunan laki-laki, Dialah Isa Al-Masih lahir dari perawan Maryam.

Janji Allah ini terus didengungkan oleh nabi-nabi kepada keturunan demi keturunan.

Kita beriman kepada Isa Al-Masih yang sudah datang. Mereka beriman kepada Isa Al-Masih yang akan datang. Yang menyelamatkan umat manusia adalah iman kepada Janji Allah akan kedatangan Juru Selamat, yakni: Isa Al-Masih.

Tidak semua "Kristen" adalah pengikut Isa Al-Masih karena ada Kristen berdasarkan keturunan, mereka juga membutuhkan keselamatan dari Isa Al-Masih.
~
CA
# Ikhsan 2011-06-14 18:19
*
Ini penggalan dari artikel diatas.

Keselamatan menurut cara pandang Islam: Dalam Al-Quran, tidak ada satu ayatpun yang memberi jaminan keselamatan. Akibatnya, bila umat Muslim ditanya tentang keselamatan mereka, umumnya akan menjawab dengan kata “mudah- mudahan”.

Hal ini diperjelas lagi dengan doa yang selalu mereka panjatkan, “Tunjukilah kami jalan yang lurus” (Qs. 1:6)

Coba disimak, akibatnya bila umat Muslim ditanya tentang keselamatan mereka, umumnya akan menjawab dengan kata “mudah- mudahan”.

Ya, kami selalu mengucapkan itu, mudah-mudahan jika Allah menghendakiNya( Insya Allah).

Yesus juga mengajarkan mengucap Insya Allah. Dalam Kitab Yakobus 4:15, "Sebenarnya kamu harus berkata: Jika Tuhan menghendakiNya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu."

Wassalam.
# Staff Isa dan Islam 2011-06-16 01:40
~
Saudara Ikhsan, untuk urusan keselamatan dunia dan akhirat, tidak pernah ada kata 'mudah-mudahan" bagi pengikut Isa Al-Masih.

Ada banyak orang beragama Kristen namun belum tentu diselamatkan sebab yang diselamatkan hanyalah orang Kristen yang lahir baru di dalam iman percaya kepada Isa Al-Masih sebagai Tuhan dan juruselamat.

Kami mengundang Saudara untuk boleh merenungkan: isadanislam.com/jalan-keselamatan. Kiranya Saudara menemukan hidayah yang sejati dari Allah yang benar.

Kitab Yakobus adalah kitab yang ditulis oleh saudara kandung jasmani Isa Al-Masih, yang bernama Yakobus, salah satu Rasul Besar Allah yang diberi Wahyu Allah untuk menuliskan kitab Yakobus.
~
CA
# al 2011-06-15 10:06
*
“Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.” (Injil, Surat Roma 10:9).

Ayat itu adalah surat yang dibuat oleh Paulus lalu dikirimkan kepada orang-orang kota Roma.

Orang Kristen percaya begitu saja bahkan teramat sangat percaya bahwa ayat itu Firman Tuhan. Sungguh kasihan umat Kristen. Mereka berakal tapi tidak menggunakan akalnya, mereka terlena oleh tipu daya Paulus.
# Staff Isa dan Islam 2011-06-17 10:28
~
Saudara Al, Rasul Paulus adalah pengikut Isa Al-Masih yang sejati. Dia adalah pengikut Isa Al-Masih yang setia sampai akhir, bahkan dalam segala penderitaan dan penganiayaan. Bahkan ia pernah dilempar batu sampai hampir mati.

Pada diri Rasul Paulus dan contoh pada setiap kehidupannya, sama sekali tidak mungkin bisa muncul ide bahwa dia hendak membohongi banyak orang. Dengan mengikut Isa Al-Masih, dia tidak pernah mendapatkan keuntungan, dan sebaliknya terlalu banyak penderitaan yang harus dia tanggung.

Paulus adalah salah satu Rasul Besar Allah yang diberi Wahyu dari Allah sehingga memampukannya berbicara atas nama Allah, seperti dijelaskan dalam ayat ini "Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah. (Injil,surat 2 Petrus 1:20-21)
~
CA
# Azriady 2011-06-15 21:28
*
Menurut umat Kristen dosa Adam yang diwariskan ke anak cucunya adalah kecenderungan berbuat dosa.

Kenapa Adam disalahkan atas perbuatan dosa umat sedunia?

Adam lahir suci sebelum berbuat dosa demikian pula anak cucunya. Namun Adam juga diciptakan memiliki nafsu.

Tapi ia juga diberi akal untuk membedakan benar dan salah yang artinya ia juga juga memiliki kecenderungan berbuat dosa.

Lalu dari mana asal dosa itu? Dari hasutan Iblis yang tidak senang manusia menjadi ahli sorga, jadi jangan salahkan Adam atas dosa dunia. Hikmah kisah Adam agar manusia jangan mengikuti hawa nafsu berbuat dosa oleh hasutan Iblis.

Lantas dosa apa kenapa Yesus harus disalib? Umat Kristen seakan-akan sangat senang melihat Yesus disalib dan membenarkan perbuatan jahat Yahudi.
# Staff Isa dan Islam 2011-06-17 11:18
~
Saudara Azriady, Adam mampu membedakan yang benar dan salah. Tetap setia kepada Allah atau melawan Allah. Adam masih bebas untuk mau melakukan kebenaran atau dosa.

Namun manusia sekarang tidak mampu membedakan yang benar dan yang salah. Manusia sekarang terus-menerus berdosa sebab telah terikat dosa.

Inilah perbedaan status manusia sebelum dan setelah jatuh dalam dosa.

Manusia terikat dalam dosa dan tidak mampu berbuat baik sesuai dengan standar Allah. Berbuat baik juga tidak bisa menutupi dosa. Cobalah menumpuk ikan segar sebanyak-banyak nya pada ikan yang sudah busuk.

Oleh sebab itu semua manusia butuh Juru Selamat dari Allah.

Isa Al-Masih tidak berdosa. Ia dihukum karena dosa-dosa kita. "Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian." (Kitab Nabi Yesaya 53:4-6).

Kami mengundang Saudara untuk boleh merenungkan: isadanislam.com/jalan-keselamatan. Kiranya Saudara menemukan hidayah yang sejati dari Allah.
~
CA
# andragaris 2011-06-16 22:34
*
Jika seorang beriman kepada Isa Al-Masih, berarti dia wajib melakukan perintah Isa Al-Masih

Perkataan Yesus: "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku (Yesus) datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. (Matius 5:17)


Perkataan Paulus: Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorangpun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat. (Galatia 2:16).

Beriman kepada Isa Almasih ataukah Paulus? Karena dua ayat ini kontradiktif satu dengan yang lain.
# Staff Isa dan Islam 2011-06-17 11:37
~
Saudara Andragaris, kedua ayat ini sama sekali tidak kontradiktif.

Rasul Paulus tidak mengajarkan agar Hukum Taurat tidak dituruti. Ia menjelaskan bahwa Hukum Taurat bukan yang menyelamatkan manusia.

Hukum Taurat justru menyatakan bahwa manusia berdosa. "Justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa." (Injil, Surat Roma 3:20). Oleh Hukum Taurat justru manusia menjadi tahu dosa.

Apakah ada orang yang bisa melakukan Hukum Taurat dengan sempurna? Tidak ada.

Tentu saja jikalau Saudara bisa melakukannya maka Saudara ke sorga dengan kekuatan sendiri. Namun, apakah Saudara tidak pernah jatuh dalam dosa barang satu kali pun?

Itulah sebabnya kenapa dikatakan bahwa Hukum Taurat justru membuat manusia tidak dapat berdalih lagi, bahwa dia adalah manusia berdosa.

Jadi bagaimana supaya bisa selamat? yaitu hanya dengan beriman kepada Isa Al-Masih yang telah dihukum ganti kita atas dosa-dosa yang telah kita perbuat.

Rasul Paulus mengatakan dengan jelas bahwa:"Tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorangpun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat.(Injil, Surat Galatia 2:16).
~
CA
# azizah 2011-06-17 08:07
*
Dalam hal keselamatan, Paulus menyampaikan bahwa dia sudah diselamatkan bukan karena melakukan Hukum Taurat, tetapi karena beriman pada Isa Al-Masih.

Yang tidak mau terima keselamatan ya terserah. Alkitab juga mencatat orang seperti itu adalah: bermata tapi tak melihat, punya telinga tapi tidak mendengar, karena hati yang sudah mengeras seperti batu dan sudah mati rasa.

Manusia yang telah terikat dosa adalah bagaikan orang mati yang tidak akan bisa berespon sama sekali, kecuali diperbaharui dalam Tuhan Yesus.
# Staff Isa dan Islam 2011-06-23 03:20
~
Terimakasih Saudara Azizah untuk tanggapan yang sudah Saudara berikan. Kami sangat menghargainya.
~
CA
# Abu Syarif 2011-06-17 10:12
*
Sesungguhnya keyakinan kaum Muslimin tentang Isa Al-Masih adalah berdasarkan kepada al-Quran dan Sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Kami mengimani bahwa Isa Al-Masih adalah utusan Allah, menyeru mereka kepada Allah agar mentauhidkan dan menyembah-Nya (Al-Shaff 6). Jadi Isa Al-Masih bukan Tuhan atau sesembahan dan bukan putra Allah seperti yang diklaim oleh orang-orang Nasrani (Al-Maaidah 72; At-Taubah 30; Maryam 30).

Kami beriman bahwa Isa Al-Masih belum mati, tidak dibunuh oleh orang Yahudi musuh-musuhnya. Akan tetapi Ia diselamatkan oleh Allah dari kejaran mereka dan mengangkatNya ke langit dalam keadaan hidup (An-Nisaa’ 156-158).
# Staff Isa dan Islam 2011-06-23 03:28
~
Saudara Abu Syarif, menurut kami, Saudara telah salah mengutip beberapa ayat Al-Quran yang sama sekali tidak mengandung perkataan yang mendukung pendapat Saudara.

Misalnya dalam Maryam 30 sama sekali tidak mengandung perkataan bahwa Isa Al-Masih bukan Allah ataupun Putra Allah.

Perlu kami tambahkan bahwa dugaan kitab Saudara bahwa kata 'anak' berarti adalah sungguh menjijikkan Allah telah berhubungan dengan Maryam dan menghasilkan anak bernama Isa Al-Masih.. Ini adalah sama sekali bukan konsep yang benar dari iman Kristiani. Bagi umat Kristiani, Allah tidak pernah beranak atau melahirkan anak.

Berikutnya, An-Nisaa 156-158 adalah salah dengan mengatakan bahwa Isa Al-Masih belum mati, namun langsung terangkat ke sorga. Silakan Saudara menyimak ayat berikut: Ketika Allah berfirman, "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku..." (Qs 3:55).

Bukankah dengan sangat jelas dikatakan bahwa urutannya adalah Isa Al-Masih mati dan kemudian diangkat ke sorga?
~
CA
# Ikhsan 2011-06-17 10:22
*
Kitab Yakobus adalah kitab yang ditulis oleh saudara kandung jasmani Isa Al-Masih, yang bernama Yakobus.

"Kitab Yakobus tidak memuat ucapan ataupun kutipan langsung perkataan Isa Al-Masih."

Membingungkan: Terus kenapa Kitab Yakobus tetap tertulis di Injil?
# Staff Isa dan Islam 2011-10-20 22:08
~
Kitab Yakobus tetap terdapat dalam Kitab Injil karena Kitab Yakobus adalah Firman Allah.

Firman Allah itu ditulis dengan perantaraan tangan manusia. Allah memakai tangan para nabi dan para rasul untuk menuliskan wahyu-Nya kepada manusia.

“Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.” (Injil, Surat 2 Peterus 1:20-21).

Bahkan Isa Al-Masih menjanjikan akan mengirimkan Roh Kudus untuk memberi wahyu kepada murid-murid-Nya . “Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:26).

Dan Firman Allah itu sekarang kita kenal sebagai: Kitab-Kitab Taurat, Kitab Nabi-Nabi, Zabur, dan Injil.

Kami mengundang agar Saudara terus meluangkan waktu merenungkan Firman Allah bersama-sama dengan kami melalui website ini.
~
CA
# Ikhsan 2011-06-17 10:45
*
Iman (percaya) melahirkan penyaksian mata hati (musyahadah) terhadap keTuhanan Allah pada setiap pandangan kepada segala perkara.

Allah berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman! Tetapkanlah iman kamu kepada Allah dan Rasul-Nya." (Ayat 136 Surah An-Nisaa’)

Sabda Rasulullah: “Allah tidak menerima iman tanpa amal perbuatan dan tidak pula menerima amal perbuatan tanpa iman.” [HR. Ath-Thabrani]

Sangat jelas, dalam Islam percaya saja tidaklah cukup bahkan sia-sia. Iman tanpa amal perbuatan adalah sia-sia.

Sekarang saya tanya, perintah Yesus mana yang anda semua kerjakan?
# bella 2011-06-17 13:43
*
Efesus 2:8-9 -- "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri."

Roma 3:20,28 -- "Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.”

Galatia 2:16 -- "Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat."

Yohanes 3:16 -- “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”
# Staff Isa dan Islam 2011-06-23 03:59
~
Terima kasih Saudara Bella untuk ayat-ayat Firman Tuhan yang telah Saudara sertakan di sini.
~
CA
# abu syarif 2011-06-18 10:33
*
Semua orang Islam dijamin masuk surga, tetapi tidak ada yang menjamin masuk surga secara langsung. Dalil dan penjelasan terlalu panjang untuk saya tulis di sini.
# Staff Isa dan Islam 2011-06-23 04:08
~
Saudara Abu Syarif, kami menduga bahwa pendapat Saudara mungkin ada benarnya. Umat Islam juga berpendapat sama dengan kami bahwa setiap dosa harus dihukum, sekecil apapun dosa itu.

Oleh sebab itu, sebagian umat Islam berpendapat bahwa kaum muslimin akan beroleh sorga setelah mereka menyelesaikan dahulu hukuman mereka di dalam neraka, selama puluhan, atau ratusan dan bahkan ribuan tahun. Ini tergantung seberapa berat dosa yang dilakukan.

Yang menjadi pertanyaan adalah: Apakah benar kita bisa dilepaskan dari neraka nantinya? Berapa lama kita harus dihukum di dalam neraka? Apakah kita sanggup menanggung hukuman selama itu?

Oleh sebab itu, Kitab Suci berkata bahwa di dalam Isa Al-Masih tidak ada lagi hukuman.

"Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus (Isa Al-Masih)" (Injil, Surat Roma 8:1).
~
CA
# kumbang 2011-06-18 11:00
*
Ketika mengutip surat Al-Fatihah soal keselamatan manusia, staff Isa dan Islam tidak sembarang mengutip, karena saya yakin mereka paham Al-Quran. Namun, sayang hanya mengutip ayat 6, tanpa diikuti ayat 7 yang merupakan ayat terakhir.

Cobalah Saudara mengutip juga ayat ke-7, supaya lengkap dalam menjawab keselamatan manusia.
Video Isa Dan Islam

Click gambar di atas untuk video-video terbaru kami

www.videoisadanislam.com

isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer