Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter

Apakah Muhammad Dapat Membela Umatnya (Shalawat)?

Muhammad membela Umatnya Keluarga kami bukan Muslim, tetapi saya bersekolah di SD Al-Falah. Salah satu sekolah khusus Muslim di daerah kami. Enam tahun lamanya saya menimba ilmu di sekolah ini. Hanya sekitar 1% siswanya non-Muslim.

Walau non-Muslim, kami diwajibkan mengikuti pelajaran agama Islam. Satu hari guru agama menjelaskan, ketika seorang Muslim meninggal dan dimasukkan ke liang lahat, maka akan datang malaikat mengajukan beberapa pertanyaan. Bila tidak dapat menjawab pertanyaan dari Malaikat, maka yang bersangkutan akan mengalami siksaan.

Saat itu, saya sangat takut mendengar kematian. Saya berusaha menghafal daftar pertanyaan yang menurut guru kami akan ditanyakan malaikat kelak bila meninggal.

Takut Menghadapi Kematian

Kematian adalah sesuatu yang pasti. Setiap mahkluk hidup, suatu saat akan tiba pada kematian. Sayangnya, tidak sedikit umat beragama yang takut menghadapi kematian.

Adakah nabi umat Muslim juga mempunyai perasaan yang sama, sebagaimana ketakutan yang dirasakan oleh umat beragama umumnya tentang kematian? Itukah sebabnya Al-Quran menulis ayat berikut? "Aku bukanlah rasul yang pertama diantara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu…"(Qs 46: 9).

Ketakutan nabi umat Muslim semakin terlihat jelas, dengan doa shalawat yang dibutuhkannya. “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” (Qs 33:56).

Milyaran umat Muslim di dunia diwajibkan mengucapkan "Assalamu ’alaika ayyuhan Nabi" (semoga keselamatan tercurah kepadamu hai Nabi) setiap sholat. Mengapa? Apakah karena nabi mereka belum selamat?

Orang Percaya Tidak Takut Mati

Saat duduk dibangku SD dan mendengar pengajaran dari guru agama, ada ketakutan dalam diri saya akan kematian. Namun setelah saya mengalami jamahan dari Tuhan dan menerima keselamatan serta hidup kekal dalam Isa Al-Masih, ketakutan itu hilang.

Sekarang saya dan milyaran umat percaya di dunia, tidak takut akan kematian. Sebab kami telah menerima hidup kekal dari Isa Al-Masih. “Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus [Isa Al-Masih] telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus [Isa Al-Masih] akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia” (Injil, Surat 1 Tesalonika 4:14).

Pemberi Jaminan Keselamatan

Sebagai manusia berdosa, wajar bila ada ketakutan akan kematian. Sebab firman Allah berkata, “upah dosa adalah maut” (Injil, Surat Roma 6:23). Maka setiap dosa, besar kecil harus mendapat ganjarannya.

Dengan apakah dosa dapat diampuni? Apakah amal ibadah cukup ampuh untuk menghapus setiap dosa? Apakah Allah bersedia “disogok” dengan amal ibadah, agar Dia bersedia mengampuni dosa-dosa kita? Jawababnya 'Tidak!' Amal ibadah tidak cukup ampuh untuk menghapus setiap dosa.

Hanya ada satu Penolong yang mampu memberi keselamatan bagi setiap orang. Penolong itu adalah Kalimat Allah. Dia berasal dari Allah, Dia adalah suci, sama halnya dengan Allah. Itulah sebabnya, Dia mampu mengampuni setiap dosa dan membawa setiap orang yang mau mempercayai-Nya kepada Allah.

Injil Allah berkata, “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia [Isa Al-Masih], sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan" (Injil, Surat Para Rasul 4:12).

Hanya Isa Al-Masih Pemberi Syafaat

Hanya Isa Al-Masih satu-satunya Pribadi yang dapat memberi jaminan keselamatan. Dia satu-satunya yang dapat membela umat-Nya. Dia tidak membutuhkan doa shalawat dari siapapun. Sebaliknya, Dia akan memberi syafaat bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.

Melalui Dia, setiap orang akan menerima Kebenaran dari Allah, Hidup kekal dari Allah, dan sampai pada Allah. Isa bersabda: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Pertanyaan untuk kita renungkan: Bila ada satu Pribadi yang dapat menjamin keselamatan sorgawi kita, apakah kita akan lebih mengikuti pribadi lain yang keselamatannya sendiripun belum pasti?

 

[Staff Isa dan Islam – Bagi saudara yang rindu menerima Keselamatan, artikel Tentang Keselamatan ini akan membantu saudara mendapatkannya. Inilah Kesaksian dari orang-orang yang sudah menerima Keselamatan dari Isa Al-Masih.]

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Add comment

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Komentar hanya diperbolehkan menjawab salah satu dari 3 pertanyaan fokus yang dimuat di bagian akhir artikel. Kecuali beberapa artikel yang tidak memuat 3 pertanyaan fokus.
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments  

# Akang 2011-02-26 00:05
*
Lalu, bagaimana mungkin seorang nabi yang belum sanggup menyelamatkan dirinya dan masih harus didoakan, dapat menyelamatkan pengikutnya?

Bukankah ini kalimat penyerangan? Mengapa staf IDI tidak konsisten dengan peraturannya sendiri?

(4) Masukan harus selalu sopan dan jangan agresif. Kami akan menghapus setiap comment yang tidak sopan dan bersifat menyerang.
# Staff Isa dan Islam 2011-03-10 03:39
~
Saudaraku, kami tidaklah bermaksud menyerang. Kami bermaksud untuk saling berdiskusi dengan hormat dan sopan.

Tentang kalimat yang saudara pertanyaan, menurut kami itu bukanlah sebuah penyerangan. Melainkan memang demikianlah adanya. Muhammad sendiri mengakui dia berdosa dan membutuhkan belas kasih Allah agar dia bisa masuk sorga.

Dengan kata lain, Muhammad tidak yakin akan keselamatan sorgawinya. Inilah pengakuan Muhammad akan hal itu, “Ya Allah! Ampunilah saya! Kasihanilah saya dan hubungkanlah saya dengan Teman Yang Maha Tinggi …” (Sahih Bukhari Vol. 5 Book 59 No. 715).

Kerinduan kami akan membagikan kepastian keselamatan menuju sorga yang telah kami miliki kepada Saudara. . Saudara juga kami undang untuk boleh merenungkan isadanislam.com/jalan-keselamatan.

Kiranya Saudara mendapatkan berkah dari Allah.
~
CA/SO
# abdul fatah 2011-02-27 10:37
*
Kita sesama umat Muslim dianjurkan saling mendoakan, bila bertemu ucapkan salam artinya saling mendoakan!!

Shalawat itu menambah pahala, karena kita mendoakan nabi, karena kita dan nabi sama-sama Islam. Orang Islam yang sering bershalawat akan mendapat pertolongan di hari akhir nanti dari Muhammad.

Orang yang mengingat Allah dan nabinya dijamin masuk surga.
# Staff Isa dan Islam 2011-03-10 03:44
~
Saudara Abdul Fatah,

Dengan ber-shalawat, berarti kita mendoakan keselamatan Muhammad. Pertanyaanya: Mengapa umat Muslim mendoakan dia? Apakah karena nabi Saudara sendiri belum mendapatkan keselamatan itu?

Jika sudah, mengapa kita harus terus-menerus dan senantiasa berdoa agar dia bisa beroleh keselamatan tersebut?
~
CA
# Taufik 2011-02-27 19:39
*
Seorang Muslim harus mendoakan Muslim yang lain.

Contoh: kepada orang lain: Assalamua'alaik um Warahmatullah

Kepada seorang nabi: Assalamualika ayyuhannabiyu warahmatullah

Jika seorang mengucapkan salam, tentu harus dijawab, wa'alaikum salam warahmatullah. (Apa jadinya jika seorang nabi membalas salam kita?) Ini adalah doa.
# Staff Isa dan Islam 2011-03-10 03:55
~
Saudara Taufik, tentu saja doa untuk memohon keselamatan (shalawat) dan ucapan salam adalah dua hal yang berbeda.

Dalam tulisan ini, kami menyoroti perintah Nabi umat Islam kepada umatnya agar berdoa bagi keselamatannya setiap hari. Sehubungan doa shalawat yang harus dinaikkan setiap hari oleh umat Muslim di seluruh dunia, maka timbul beberapa pertanyaan. Untuk apakah shalawat nabi itu? Mengapa diperintahkan agar didoakan setiap hari? Apakah karena nabi tersebut belum memperoleh keselamatan sehingga harus didoakan setiap saat?
~
CA/SO
# parmin abadi 2011-03-24 17:36
*
Orang Muslim diperintahkan oleh Allah untuk bershalawat, begitupun malaikat dan semua mahluk juga bershalawat karena Muhammad adalah manusia dan mahluk utama dunia akhirat. Itulah bedanya dengan agama lain.

Dalam Islam semua ibadah adalah perintah Allah (Al-Quran) dan perintah rasul (hadist/sunah), tidak ada Muslim yang berbuat sesuatu tanpa dasar Al-Quran dan hadist serta sahabat rasul.
# Staff Isa dan Islam 2011-04-09 17:17
~
Saudara mengatakan Muhammad manusia dan mahluk utama dunia akhirat. Sayangnya, Al-Quran mengatakan hal yang berbeda dengan saudara. Menurut Al-Quran, yang terutama di dunia dan di akhirat bukan Muhammad, melainkan Isa Al-Masih (Qs 3:45).

Bershalawat berarti memohon supaya Allah memberi rahmat, kemuliaan, keselamatan untuk seseorang. Dengan kata lain, doa shalawat adalah permohonan kepada Allah SWT, untuk menganugerahkan keselamatan atau hidup kekal di sorga kepada Nabi Saudara.

Masalahnya kalau Nabi Saudara masih perlu didoakan tentang keselamatannya, lalu bagaimana dengan para pengikutnya?

Hal ini sangat berbeda dengan Isa Al-Masih, justru Dia sering mendoakan keselamatan para pengikut-Nya. Bahkan Isa Al-Masih sendiri yang memberi keselamatan bagi manusia agar dapat masuk ke sorga karena Dia adalah pemilik sorga.
~
SL/SO
# arina 2011-03-25 09:35
*
Muhammad itu sudah pasti akan masuk sorga, karena saat Muhammad meninggalpun Malaikat Jibril ada disampingnya dan meminta ijin kalau waktu dia sudah tiba dan tugas malaikat pencabut nyawa sudah harus dilaksanakan.

Sebelum Muhammad meninggal, dia masih menyebut ummati, ummati, ummati, atau umatku, umatku, umatku.

Sampai akhir hayatpun dia masih saja memikirkan umatnya, dan dia pernah berdoa kepada Allah bahwa dosa umatnya akan dia tanggung, serta berdoa agar umatnya mendapatkan syafaat dari Allah.

Shalawat adalah bukti bahwa kita masih ingat dan menyayangi nabi Muhammad.

Penilaian yang lebih objektif atas jawaban dan pertanyaan harusnya tidak boleh memojokkan agama apapun, karena ini suatu forum diskusi.

Saya seorang Muslim dan saya tetap menghormati agama lain.
# Staff Isa dan Islam 2011-04-09 17:19
~
Saudara Arina,

Katakanlah apa yang saudara katakan itu benar. Namun pertanyaan yang belum terjawab adalah: Bila sudah pasti masuk sorga, mengapa umat Islam disuruh untuk mendoakan keselamatannya? Bukankah ini adalah dua hal yang sangat kontras berbeda. Di satu sisi katanya sudah selamat, tapi di sisi lain diminta mendoakan agar mendapat keselamatan.

Simaklah hadist berikut: “Bersumber dari Abu Huraira, beliau Rasulullah berkata: “Mendekatlah dan berusahalah benar! Ketahuilah, bahwa setiap orang diantara kalian tidak bakal selamat karena amalnya.” Para sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, tidak juga engkau?” Rasulullah bersabda: “Tidak juga aku, kecuali bila Allah melimpahiku dengan rahmat dan karunia dari-Nya.” (Hadis Shahih Muslim)
~
CA/SO
# nunu 2011-03-26 17:57
*
Coba cek arti syafaat!

Syafaat untuk nabi beda dengan syafaat untuk umat.
# Staff Isa dan Islam 2011-04-09 17:22
~
Bershalawat berarti memohon supaya Allah memberi rahmat, kemuliaan, keselamatan untuk seseorang.

Dengan kata lain, doa shalawat adalah permohonan kepada Allah SWT, untuk menganugerahkan keselamatan atau hidup kekal di sorga kepada Nabi Saudara.
~
CA
# aingtea 2011-05-04 01:59
*
Bershalawat itu adalah perintah dari Allah. Meskipun umat Islam tidak bershalawat, Nabi Muhammad tetap akan masuk surga.
# Staff Isa dan Islam 2011-05-11 13:24
~
Saudara Aingtea,

Marilah kita kembali kepada pokok persoalan. Shalawat itu artinya apa? Mendoakan keselamatan Muhammad bukan? Mengapa Muhammad harus didoakan keselamatannya?
~
CA
# aingtea 2011-05-04 02:06
*
"Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada (Allah) Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Ayat ini jangan ditafsirkan bahwa Yesus adalah Tuhan.

(Injil, Rasul Besar Yohanes 17:3) “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar dan mengenal Yesus Kristus yang Engkau utus.”

Jadi Yesus itu adalah utusan, bukan Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2011-05-11 13:30
~
Saudara Aingtea,

Kami tidak pernah memakai ayat Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6 itu untuk menunjukkan bahwa Isa Al-Masih adalah Tuhan. Ada ratusan ayat Kitab Suci yang menyatakan secara jelas bahwa Isa Al-Masih memang adalah Tuhan.

Adalah memang benar Isa Al-Masih adalah utusan Allah. Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah yang menjadi manusia, Ia adalah Utusan Allah, Ia adalah Roh dari Allah. Ketiga gelar ini diberikan Qs 4:171 kepada Isa Al-Masih.

Isa Al-Masih adalah Utusan Allah di dalam dunia ini, sebagai perwujudan, dan penjelmaan dari Allah itu sendiri.
~
CA
# BAHLUL 2011-05-25 10:06
*
Adalah salah bagi seseorang yang memper-Tuhankan manusia. Muhammad adalah manusia yang 'diutus' Tuhan. Allah adalah Tuhan.

Sesama Mukmin wajib saling mendoakan. Termasuk mendoakan Muhammad.
# Staff Isa dan Islam 2011-06-08 16:37
~
Saudara Bahlul,

Perlu diingat bahwa umat Kristiani sama sekali tidak pernah memper-Tuhan-ka n seorang manusia.

Isa Al-Masih bukanlah manusia yang kemudian dijadikan Tuhan. Justru Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah yang kemudian berkenan menjelma menjadi manusia (Qs 3:45, Qs 4:171). Untuk lebih jelasnya, silakan saudara membaca penjelasan tentang ke-Tuhan-an Isa Al-Masih pada artikel ini: http://tinyurl.com/8abrx5t.

Lalu, untuk apakah Saudara mendoakan keselamatan Muhammad? Apakah karena dia belum selamat? Doa seperti apakah yang Saudara kemukakan bagi Muhammad?

Hanya dengan kembali beriman kepada keseluruhan berita Firman Allah, barulah kita dapat mengerti akan kebenaran. Oleh sebab itu kami mengajak Saudara untuk boleh kembali beriman kepada keutuhan pewahyuan Firman Allah di dalam Taurat, Kitab Nabi-Nabi, Zabur, dan Injil.
~
CA/SO
# yusoff 2011-06-17 23:59
*
Shalawat berasal dari bahasa Arab. Maksud yang hampir mirip istilah solawat ialah memuji sebagai tanda berakhlak kepadanya, bukan mendoakan keselamatannya seperti yang kamu sangka.
# Staff Isa dan Islam 2011-06-22 11:06
*
Saudara Yusoff,

Kami mengutip arti kata yang dikenal luas semua orang. Jadi ini bukanlah sangkaan kami belaka.

Bershalawat artinya memohon supaya Allah memberi rahmat, kemuliaan dan keselamatan bagi seseorang. (Catatan Kaki No. 1230-31, Qs 33:56, “Al-Quran Departemen Agama RI,” tahun 1978).

Dengan kata lain, doa shalawat adalah permohonan kepada Allah, untuk menganugerahkan keselamatan atau hidup kekal di sorga kepada Nabi Saudara.

Jadi, kata 'shalawat' sama sekali tidak memiliki arti seperti yang Saudara katakan. Saudara dapat memperhatikan sendiri apa isi dari doa shalawat yang didoakan umat Islam. Artinya memang mendoakan keselamatan nabi bukan?

Simaklah ayat berikut. Berdasarkan ayat ini, nabi Saudara berkata bahwa dirinya belum selamat.

“Bersumber dari Abu Huraira, beliau Rasulullah berkata: “Mendekatlah dan berusahalah benar! Ketahuilah, bahwa setiap orang diantara kalian tidak bakal selamat karena amalnya.” Para sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, tidak juga engkau?” Rasulullah bersabda: “Tidak juga aku, kecuali bila Allah melimpahiku dengan rahmat dan karunia dari-Nya.” (Hadis Shahih Muslim).
~
CA/SO
# lucky 2011-07-20 10:47
*
Quoting Staff Isa dan Islam:
*
"Bersumber dari Abu Huraira, beliau Rasulullah berkata: "Mendekatlah dan berusahalah benar! Ketahuilah, bahwa setiap orang diantara kalian tidak bakal selamat karena amalnya." Para sahabat bertanya: "Ya Rasulullah, tidak juga engkau?" Rasulullah bersabda: "Tidak juga aku, kecuali bila Allah melimpahiku dengan rahmat dan karunia dari-Nya." (Hadis Shahih Muslim).
~
CA


1. Orang bodoh sekalipun bisa mengerti dengan hadis diatas, yaitu untuk meyakinkan umat manusia bahwa Muhammad adalah manusia juga. Karena bisa saja orang-orang akan jadi musyrik dengan menganggap dia sebagai Tuhan seperti yang terjadi pada umat Nabi sebelumnya (Yesus).

2. Amal harus disertai dengan ibadah agar diridhai oleh Allah.

3. Muhammad sudah dijamin masuk surga oleh Allah, tapi dia tak pernah putus shalat dan berdoa.
# Staff Isa dan Islam 2011-07-21 14:08
~
Sekitar dua ribu tahun lalu berita keselamatan telah disampaikan kepada umat Yerusalem. Ketika itu Rasul Petrus membuat pernyataan luar biasa yang masih bergema hingga sekarang. "Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia (Isa Al-Masih), sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan" (Injil, Kisah Para Rasul 4:12).

Sama seperti dulu, sekarang pun orang-orang ingin masuk sorga melalui agama. Mereka beranggapan bisa masuk sorga tanpa mempercayai Isa Al-Masih sebagai satu-satunya jalan. Namun Isa Al-Masih sendiri mengatakan: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Jika benar Muhammad sudah dijamin masuk sorga, lalu mengapa Allah, Malaikat dan seluruh umat Muslim di dunia harus mendoakan keselamatanya?

Hanya ada satu jalan ke sorga dan mereka yang mengikuti jalan itu dijamin sampai ke sana. Namun tidak semua orang mengikuti jalan itu. Bagaimana dengan Saudara?
~
SL/SO
# mikael 2011-07-26 06:40
*
Staf IDI,

Shalawat adalah bahasa Arab. Tahukah saudara arti shalawat? Mohon jangan hanya mengutip dari terjemahan departemen agama saja.

Selain itu perhatikan Qs 4:14 "Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad), niscaya Allah memasukkannya kedalam syurga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar."

Ayat ini mengatakan berarti Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) yang punya kunci sorga. Kalau Muhammad punya kunci sorga, apakah yang punya kunci sorga tidak bisa masuk sorga?
# Staff Isa dan Islam 2011-08-01 11:10
~
Bila memang benar Muhammad yang punya kunci sorga, mengapa saat ini justru Isa Al-Masih yang berada di sorga, sedangkan Muhammad di kuburkan di Madina. Dan Isa Al-Masih juga disebut satu-satunya "Terkemuka di dunia dan di akhirat".
Bila Muhammad yang punya kunci sorga, mengapa Isa Al-Masih yang disebut sebagai “Imam Mahdi”. Yang akan mengadili setiap orang dan menentukan siapa yang berhak masuk sorga.

Lalu, apa pula arti ucapan Muhammad berikut ini, "Muhammad berkata, "demi Allah, walaupun saya seorang rasul Allah, saya tidak tahu apa yang akan Allah lakukan terhadap saya." (Qs 46:9).

Bukankah ini salah satu bentuk kekhawatiran Muhammad akan dosa-dosanya? Bila benar dia memang kunci sorga, tidak seharusnya dia khawatir, bukankah kunci sorga ada padanya?.

Simaklah sabda Isa ini: "Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu." (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:2).
~
SO
# lucky 2011-08-02 23:21
*
Shalawat atas nabi yang diserukan Allah dan Malaikat-Nya, maka itu akan berarti penghormatan dari Allah dan Malaikat-Nya atas Nabi Muhammad (atau nabi lainnya).

Ungkapan shalawat kaum Muslimat atas Muhammad maupun nabi lainnya adalah setara dengan apa yang ada dalam Alkitab.

(Injil, Rasul Besar Matius 21:9) "Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya: "Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana ditempat yang maha tinggi!"

Kalau dicerna, mengapa orang banyak itu mendoakan Yesus yang jelas-jelas adalah “Anak Tuhan”? Apakah Yesus belum tentu mendapat rahmat dari Tuhan semesta alam sehingga harus didoakan oleh orang banyak?
# Staff Isa dan Islam 2011-08-05 14:24
~
Konteks Injil, Rasul Besar Matius 21 :9 "Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!" merupakan suatu bentuk penyambutan terhadap Isa Al-Masih saat Dia tiba di Yerusalem dan merupakan penggenapan dari apa yang sudah dinubuatkan oleh para nabi dalam kitab sebelumnya yaitu Zabur.

Mazmur (Zabur) 118:26: "Diberkatilah dia yang datang dalam nama TUHAN! Kami memberkati kamu dari dalam rumah TUHAN."

Semua kisah Isa Al-Masih selama di dunia ini adalah penggenapan dari kitab-kitab sebelumnya, yang memberitakan kedatangan Isa Al-Masih jauh sebelum Ia datang. Firman Allah tidak pernah salah dan tidak pernah palsu karena semua kebenaran Firman Allah berasal dari Allah SWT.
~
NN
# Diksy 2011-11-01 11:13
*
Shalawat bukan doa. Shalawat dilakukan sendiri oleh Allah kepada Muhammad. Qs 33:56, "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaik at-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya"

Jelas di situ "Allah bershalawat kepada nabi" Dan ini tidak mungkin diartikan sebagai doa karena doa itu dari makhluk pada Allah. Jadi jika Allah bershalawat, maka tidak mungkin Allah berdoa.

Shalawat adalah ucapan salam dan penghormatan. Perintah Allah pada umat Muslim. Shalawat nabi-pun dianjurkan oleh kitab dan para nabi terdahulu.
# Staff Isa dan Islam 2011-11-11 16:34
~
Saudara mengatakan bahwa “shalawat” adalah ucapan salam dan penghormatan. Pertanyaannya: Mengapa Allah harus memberikan salam dan penghormatan kepada Muhammad?

Penghormatan umumnya diberikan seorang bawahan atau orang yang lebih rendah kepada atasan atau orang yang lebih tinggi/dihormat i. Bila shalawat diartikan sebagai salam dan penghormatan dari Allah kepada Muhammad, apakah menurut saudara kedudukan Muhammad lebih tinggi dibanding Allah?

Bila benar para nabi terdahulu dianjurkan shalawat nabi, kiranya saudara dapat memberi kutipan ayat yang memerintahkan demikian.
~
SO
# umat muhammad 2011-12-20 11:18
*
Apakah Muhammad dapat membela umatnya (Shalawat)?

Dalam Agama Islam diajarkan mendoakan orang lain dan memberi salam, akan kembali kepada diri sendiri. Begitu juga sebaliknya mendoakan keburukan akan kembali kepada diri sendiri.

Adalah hal yang sangat wajar memberikan salam dan bershalawat kepada nabi Muhammad. Karena akan memberikan efek kebalikan kepada diri sendiri. Kita mendoakan dan memberikan salam kepada orang yang dikasihi dan diberi keselamatan oleh Allah, tujuannya dengan harapan apa yang diberikan kepada beliau juga bisa kita peroleh. Walau tak sebanyak yang beliau dapatkan.
# Staff Isa dan Islam 2011-12-20 17:21
~
Saudara Umat Muhammad,

Kami setuju dengan saudara, bahwa kita harus memberi salam kepada sesama. Tetapi hal ber-shalawat nabi tidaklah sama seperti memberi salam kepada sesama.

Setiap umat Muslim diwajibkan mengucapkan "Assalamu Alaika Ayyuhan Nabi" artinya: Semoga keselamatan tercurah kepadamu Hai Nabi (Muhammad). Ungkapan tersebut jelas bukan sekedar salam, tetapi lebih kepada mendoakan Muhammad agar dia mendapatkan keselamatan.

Pertanyaanya adalah: Mengapa seluruh umat Muslim diwajibkan untuk mendoakan keselamatan Muhammad, apakah dia saat ini belum selamat?.

Bila tujuan mendoakan Muhammad agar mendapatkan keselamatan, mengapa doa tersebut tidak langsung ditujukan kepada Allah. Bukankah hanya Allah yang berhak memberi jaminan keselamatan bagi seseorang? Dan Al-Quran pun memerintahkan Muhammad untuk meminta pengampunan pada Allah terhadap dosa-dosanya.

"Maka ketahuliah ya (Muhammad) . . . . . mohonlah ampunan (kepada-Nya) bagi dosamu dan bagi dosa-dosa orang Mu'min” (Qs 47:19).
~
SO
# dedex 2011-12-28 22:28
*
"Pertanyaanya adalah: Mengapa seluruh umat Muslim diwajibkan untuk mendoakan keselamatan Muhammad, apakah dia saat ini belum selamat?"
~

Menurut saya persepsi anda kurang tepat. Sekarang saya mau bertanya, misal umat Kristen melakukan ziarah ke makam saudaranya, apakah umat tersebut hanya akan menangis di atas makam atau akan mendoakannya?.

Untuk apa umat tersebut mendoakan saudaranya yang sudah tiada? Bukankah umat Nasrani yakin pasti saudaranya akan masuk surga?.
# Staff Isa dan Islam 2011-12-29 15:42
~
Seorang Kristen yang berziarah berdoa ke makam saudaranya, tidaklah sama dengan orang Islam yang berdoa bagi Muhammad. Sebab Injil tidak pernah mewajibkan seorang Kristen harus berziarah dan berdoa di makan saudaranya.

Berbeda halnya dengan Muhammad. Segenap umat Muslim di dunia ini, diwajibkan untuk mendoakan dia lima kali sehari. Lebih fantastis lagi, Allah dan malaikat-Nya pun wajib mendoakannya.

Maka, hal berziarah dan berdoa di makan yang dilakukan oleh orang Kristen, tidak dapat disamakan dengan doa-doa yang disampaikan umat Islam, Allah, dan Malaikat-Nya bagi Muhammad.

Saudara betul, orang Kristen yang benar-benar telah menerima Keselamatan dari Isa Al-Masih, yakin masuk sorga. Tidak ada keraguan bagi mereka. Tidak ada kata “mudah-mudahan” bagi mereka. Sebab semua sudah pasti dan sudah dijamin oleh Isa Al-Masih.

"Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." (Injil, Kisah Para Rasul 4:12).
~
SO
# domba nyasar 2011-12-28 23:14
*
Hadits nabi: Rasulullah bersabda: Barang siapa membaca shalawat untukku satu kali, maka Allah akan bershalawat (memberikan rahmat) untuknya 10 kali. Siapa yang membaca shalawat untukku 10 kali maka Allah bershalawat (memberikan rahmat) 100 kali. Siapa yang membaca shalawat untukku 100 kali maka Allah akan menulis di antara kedua matanya kebebasan dari munafik (orang kafir berpura-pura Islam padahal hatinya tidak), akan dibebaskan dari api neraka, dan ditempatkan nanti di hari kiamat dengan kelompok orang yang mati syahid.
# Staff Isa dan Islam 2011-12-29 15:42
~
Saudara Domba,

Membaca kutipan hadits yang saudara cantumkan di atas, kami mengambil kesimpulan bahwa seseorang masuk sorga atau neraka ditentukan seberapa banyak dia berdoa shalawat bagi Muhammad. Benarkah Muhammad dapat menentukan seseorang layak masuk sorga atau neraka?.

Sepertinya ucapan Muhammad ini bertentangan dengan isi Al-Quran dalam Qs 19:71, "Dan tidak ada seorangpun daripadamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan".

Mana yang benar, ditetapkan Allah setiap orang masuk neraka atau Muhammad memberi jaminan masuk sorga bagi yang mendoakannya. Dan lagi, bukankah Muhammad sendiri tidak tahu akan keselamatan? "Muhammad berkata, "demi Allah, walaupun saya seorang rasul Allah, saya tidak tahu apa yang akan Allah lakukan terhadap saya." (Qs 46:9).
~
SO
# dedex 2012-01-03 23:31
*
Staf Isa dan Islam,

Wajib dan tidak wajib adalah urusan belakangan. Siapa bilang hal ini tidak sama? Tentu ada persamaan, jika anda meragukan akan keselamatan Nabi Muhammad, saya pun berhak meragukan keselamatan pengikut Yesus, yang menurut anda pasti masuk surga.

Pertanyaan saya, jika benar umat Kristian pasti masuk surga, lalu untuk apa seseorang itu mendoakan saudaranya yang sudah meninggal?.
# Staff Isa dan Islam 2012-01-06 15:48
~
Nabi Muhammad sendiri mengaku bahwa ia tidak mengetahui tentang nasibnya. "Aku bukanlah rasul yang pertama diantara rasul rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak pula terhadapmu…" (Qs.46:9). Oleh sebab itu ia membutuhkan shalawat (doa) dari para umatnya.

Saudara berhak untuk meragukan keselamatan orang Kristen. Tetapi tidak bagi kami, sebab Isa Al-Masih sendiri yang berjanji akan memberi hidup kekal bagi orang yang percaya kepada-Nya.

Isa bersabda: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. " (Injil, Rasul Besar Yohanes 11:25-26).

Orang Kristen tidak pernah berdoa untuk saudaranya yang telah meninggal dunia dalam Isa Al-Masih. Karena mereka percaya, bahwa Isa Al-Masih akan membangkitkan dan akan mengumpulkan mereka bersama-sama dengan Dia dalam sorga (Injil, Surat 1 Tesalonika 4:14).
~
SL
# andi 2012-01-04 00:03
*
To saudara Dedex,

Siapa yang mengatakan umat Kristiani pasti masuk sorga? Hanya umat Kristiani yang benar-benar telah menerima Isa Al-Masih dalam hidupnya yang pasti masuk sorga.

Dan mendoakan saudara yang meninggal pun bukan supaya dia selamat, tetapi hanya ucapan syukur saja kepada Tuhan, bahwa dia sudah bersama-sama dengan Tuhan sekarang.

Untuk apa kami mendoakan keselamatan saudara kami, toh kalo dia selama hidupnya belum menerima Isa Al-Masih sudah pasti tidak akan selamat.
# Staff Isa dan Islam 2012-01-06 15:53
~
Kami sependapat dengan Saudara Andi,

Alkitab mengajarkan bahwa roh orang mati tidak dapat bertemu dengan orang hidup. Oleh sebab itu orang Kristen tidak perlu berdoa untuk orang yang sudah meninggal.

Ketika seseorang meninggal, rohnya langsung kembali kepada Allah Pencipta, "Dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakanny a." (Kitab Pengkhotbah 12:7).

Sedangkan keselamatan adalah anugerah dari Allah dalam Isa Al-Masih, yang diterima dengan iman ketika seseorang masih hidup. "Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal" (Injil, Surat 1 Yohanes 5:13).
~
SL
# Anonym 2012-01-04 20:15
Quoting dedex:
*
Staf Isa dan Islam,

Wajib dan tidak wajib adalah urusan belakangan. Siapa bilang hal ini tidak sama ?
tentu ada persamaan, jika anda meragukan akan keselamatan nabi Muhammad, saya pun berhak meragukan keselamatan pengikut Yesus, yang menurut anda pasti masuk surga.

Pertanyaan saya, jika benar umat Kristian pasti masuk surga, lalu untuk apa seseorang itu mendoakan saudaranya yang sudah meninggal?.


Bantu jawab aja, dalam Kristen tidak ada doa untuk orang yang sudah mati, karena kita yakin dia sudah ada di surga. Ziarah makam, syukuran, semata cuma tradisi dan mengenang almarhum/almarh umah agar kebaikannya tidak hilang dari ingatan.
# Staff Isa dan Islam 2012-01-06 14:54
~
Saudara Anonym,

Terimakasih sudah membantu memberikan jawaban. Kami setuju dengan pernyataan saudara.

Tidak satupun ayat dalam Injil yang memerintahkan pengikut Isa Al-Masih berdoa bagi orang-orang yang sudah mati. Isa Al-Masih hanya memberikan satu kali kesempatan bagi seseorang untuk menerima anugerah keselamatan. Yaitu, saat orang tersebut masih hidup. Setelah dia meninggal, maka kesempatan itu sudah tidak ada lagi.

"Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!" (Injil, Rasul Markus 1:15).
~
SO
# wilia 2012-01-11 21:16
*
Shalawat bukan doa.
# Staff Isa dan Islam 2012-01-12 17:52
~
Saudara Wilia,

Bila menurut saudara sholawat nabi bukanlah doa, lalu apakah arti shalawat nabi yang selalu disampaikan oleh seluruh umat Muslim di dunia ketika mereka sholat?.
~
SO
# Adry 2012-01-17 11:23
*
Baik, saya akan menjawab pertanyaan saudara mengenai untuk apa Tuhan bershalawat?

Tanda kutib Nabi bukan hanya Nabi Muhammad saja, tapi bisa saja seluruh Nabi termasuk Nabi Isa. Saya beri contoh, ada seorang siswa mendapat prestasi, apa salah guru memberi selamat kepadanya “Selamat ya atas juara 1” padahal ilmu siswa juga dari guru tersebut, 1 lagi ucapan atasan kebawahan “Selamat Pagi Pak” Apa berarti belum selamat yang diberi ucapan?.
# Staff Isa dan Islam 2012-01-17 17:33
~
Saudara Adry,

Terimakasih atas jawaban yang sudah saudara berikan. Sayangnya, jawaban tersebut masih belum dapat menjelaskan: Mengapa Allah perlu bershalawat.

Kami ingin menekankan lagi, hanya Al-Quran yang mengajarkan Allah bershalawat. Dan shalawat itu hanya ditujukan kepada nabi Muhammad, bukan nabi lain.

Saudara betul, seorang atasan memang tidak salah memberi pujian kepada bawahannya. Dan juga tidak salah mengucapkan “selamat pagi” pada seseorang. Tetapi, apakah seorang atasan harus wajib selalu mengucapkan pujian kepada bawahan yang sama, untuk selama-lamanya walaupun orang tersebut sudah meninggal?.

Jelas ucapan “pujian” yang diberikan seorang atasan kepada bawahannya berbeda dengan shalawat yang wajib disampaikan Allah kepada Muhammad.
~
SO
# Adry 2012-01-19 09:35
*
Bagi saya itu sudah menjawab pertanyaannya. Apa anda tahu Allah itu bershalawat selama-selamany a? Memang anda juga saudaranya Tuhan bisa tahu apa yang dilakukan Tuhan?

Di ayat tersebut tidak menyebutkan Allah itu selamanya bershalawat dan tidak pula disebutkan khusus Muhammad saja. Apa ayatnya menjelaskan demikian? Jika memang versi anda pujian beda dengan shalawat, kami juga bersikukuh shalawat berbeda dengan doa.

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-24 16:32
~
Saudara Adry,

Perhatikanlah ayat Al-Quran berikut ini: "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaik at-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya" (Qs 33:56).

Memang pada ayat di atas tidak ada kata “selamanya”, juga tidak ada batasan waktu sampai kapan Allah, Malaikat-Nya dan orang Islam mendoakan Muhammad.

Pertanyaannya: Menurut saudara, apakah ayat Al-Quran di atas ada batas masa berlakunya? Bukankah umat Muslim percaya masa berlaku Al-Quran kekal? Dengan demikian, bukankah Allah, Malaikat-Nya dan orang Islam selamanya akan bershalawat bagi Muhammad?.

Bila memang shalawat tidak hanya bagi Muhammad, apakah saudara pernah bershalawat bagi nabi lain, selain bagi Muhammad?
~
SO
# Pani Aswin 2012-01-19 23:51
*
Masalah shalawat adalah ucapan selamat. Selamat kepada Muhammad bukanlah doa.
# Staff Isa dan Islam 2012-01-27 13:13
~
Saudara Pani,

Bila ucapan selamat bukanlah doa. Lalu, apa tujuan saudara dan umat Muslim bershalawat bagi Muhammad? Dengan kata lain, mengapa orang Islam selalu mengucapkan "Assalamu’alaik a ayyuhan Nabi" artinya "Semoga keselamatan tercurah kepadamu hai Nabi." Apakah karena Muhammad belum selamat?

Atau mungkinkah perintah bagi orang Islam untuk bershalawat karena ucapan Muhammad berikut ini? "Katakanlah: "Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan." (Qs 46:9).
~
NN/SO
# andi 2012-01-25 01:32
*
To: Saudara Pani Aswin,

Kalau shalawat itu ucapan selamat, lalu atas dasar apa ucapan selamat itu diberikan?

Saya pikir bukan ucapan selamat, tapi lebih kepada mendoakan moga-moga Muhammad selamat.
# Staff Isa dan Islam 2012-01-26 17:17
~
Isi dari shalawat nabi adalah doa keselamatan bagi nabi yang diagungkan umat Islam. Dalam solawat yang dilantunkan dalam bentuk nyanyian tersebut dimohonkan keselamatan atas nabi. Mengapa demikian, karena nabi tidak tahu kepastian keselamatannya bahkan pengikutnya.

Katakanlah: "Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan." (Qs 46:9).

Ada tertulis "Hai orang-orang yang artinya kalau dari Allah berarti memberi rahmat; dari malaikat berarti memintakan ampunan dan kalau dari orang mu’min berarti berdoa supaya diberi rahmat…." (Qs 33:56). Pertimbangkanla h kalimat yang sering diucapkan orang mu’min: "Assalamu’alaik a ayyuhan Nabi" artinya "Semoga keselamatan tercurah kepadamu hai Nabi."
~
NN
# johan 2012-02-21 01:26
*
Bershalawat adalah memberi salam, bukan mendoakan. coba lihat hadits di bawah ini, Muhammad sudah dijamin surga.

"Rasulullah Saw bersabda: "Aku kesayangan Allah (dan tidak congkak). Aku membawa panji "pujian" pada hari kiamat, di bawahnya Adam dan yang sesudahnya (dan tidak congkak). Aku yang pertama pemberi syafa'at dan yang diterima syafaatnya pada hari kiamat (dan tidak congkak). Aku yang pertama menggerakkan pintu surga dan Allah membukanya untukku dan aku dimasukkan-Nya bersama-sama orang-orang beriman yang fakir (dan tidak congkak). Dan akulah paling mulia dari kalangan terdahulu dan terbelakang di sisi Allah (dan tidak congkak)." (HR. Tirmidzi)
# Staff Isa dan Islam 2012-02-21 16:24
~
Benarkah Muhammad sudah dijamin masuk sorga?

Hadist adalah kumpulan perkataan Muhammad. Memang bagi umat Muslim hadist adalah buku 'suci' kedua setelah Al-Quran. Tetapi apakah hadist dapat dikatakan sebagai ketetapan dari Allah? Sepertinya Mustahil!

Pada hadist di atas, tidak ada sabda dari Allah bahwa Muhammad sudah dijamin masuk sorga. Hadist di atas hanyalah ucapan Muhammad, yang ditulis kembali oleh seorang sabahatnya. Di mana, dia mengaku akan menjadi orang pertama yang menggerakkan pintu sorga.

Pertanyaan: Adakah dalam Al-Quran ayat dari Allah yang mengatakan demikian? Adakah perkataan Allah bahwa Muhammad dan pengikut-pengik utnya pasti akan masuk sorga? Sepertinya hanya isapan jempol semata. Sebaliknya, Al-Quran menulis:

“Dan tidak ada seorangpun daripadamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan” (Qs 19:71).
~
SO
# Adry 2012-02-21 09:47
*
Saudara Johan saya setuju 100% dengan pendapat anda dan saya yakin umat Muslim bershalawat kepada Nabi Muhammad sebagai bukti rasa cinta kita kepadanya. Dan cara kita menghormatinya yang telah membawa kita ke zaman terang benderang dan hanya dengan izin Allah seorang manusia bisa masuk surga serta syafaat dari Muhammad yang bisa menolong kita diakhirat nanti.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-21 16:20
~
Umat Muslim selalu mengatakan bahwa sholawat hanyalah sebatas bukti cinta dan penghormatan bagi Muhammad. Bukan doa keselamatannya. Namun sayangnya, apa yang dijelaskan tersebut berbeda dengan apa yang selalu mereka ucapkan "Assalamu ’alaika ayyuhan Nabi" (semoga keselamatan tercurah kepadamu hai Nabi).

Umat Muslim juga percaya, shalawat yang mereka naikkan bagi Muhammad dapat menolong merea di akhirat kelak. Sayangnya pengharapan tersebut bertolak-belaka ng dengan pengakuan Muhammad akan nasibnya. "Aku (Muhammad) bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu...” (Qs 46:9).

Menurut Muhammad, dia tidak mengetahui apa yang akan diperbuat Allah terhadap dirinya. Bila demikian adanya, masihkah dia bisa memberi pertolongan bagi pengikutnya?

Yang dapat memberi pertolongan bagi saudara hanya Isa Al-Masih. Datanglah pada-Nya dan terimalah Keselamatan yang ditawarkan-Nya!

Isa bersabda, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).
~
SO
# johan 2012-02-21 19:49
*
Benar, Muhammad sudah dijamin masuk sorga karena dia adalah rasul. Coba anda baca Qs 68:1-5, Qs 43:43, Qs 48:1-3.

Shalawat punya banyak makna, diantaranya: kemuliaan, kesejahteraan dan lain-lain. Seandainya seluruh umat Islam tidak bershalawat kepadanya, dia tetap masuk surga dan tidak akan mengurangi kemuliaannya dihadapan Allah. Jika umat Islam tidak mau bershalawat kepadanya, justru merekalah yang rugi.

Dari Anas bin Malik ra, ia berkata; Rasulullah bersabda: "Barang siapa yang bershalawat kepadaku satu kali saja, niscaya Allah akan memberikan sepuluh kesejahteraan kepadanya dan dihapuskan darinya sepuluh kesalahan dan diangkat baginya sepuluh derajat." (HR Bukhari, Nasa`i, Ibnu Hibban dan Hakim).
# Staff Isa dan Islam 2012-02-23 16:46
~
Saudara Johan,

Kami sudah membaca ayat-ayat yang saudara referensikan, di sana isinya adalah:
Qs 68:1-5 menjelaskan bahwa Muhammad bukan orang gila
Qs 43:43 mengatakan supaya berpegang teguh pada agama yang dipegang
Qs 48:1-3 bicara tentang pertolongan Allah memimpin ke jalan yang lurus
Dengan kata lain, ayat di atas tidak ada bicara tentang “jaminan kepastian” Muhammad akan masuk sorga.

Hadist di atas hanyalah ucapan Muhammad, bukan perkataan Allah. Siapakah manusia sehingga dia dapat mengatur Allah kepada siapa Dia berkenan memberikan kesejahteraan dan mengangkat derajat seseorang?.

Hanya Allah yang berhak menentukan kepada siapa nikmat-Nya diberikan. Tidak ada seorang manusia pun yang layak mengatur Allah akan hal itu.
~
SO
# Mimi Syifa 2012-02-29 09:59
*
Kekeliruan fatal mengartikan Shalawat berarti doa keselamatan. Shalawat itu salam penghormatan, terimakasih dan penghargaan kepada nabi-nabi.

Semua nabi itu dijamin masuk surga, sehingga untuk apa mereka didoakan? Ucapan ini adalah salam penghormatan atas jasa mereka.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-29 15:52
~
Saudara Mimi,

Pada forum ini kami sudah menjelaskan panjang lebar tentang shalawat. Dan saudara-saudara umat Muslim pun tetap bersikukuh memberi bantahan, dengan berpedoman bahwa shalawat hanya salam penghormatan.

Sayangnya, penjelasan-penj elasan yang mereka sampaikan belum cukup untuk menjelaskan bahwa shalawat hanya sekedar penghormatan. Bila memang shalawat hanya sebatas penghormatan, atas dasar apa Allah harus menghormati Muhammad? Dan mengapa hanya Muhammad? Mengapa bukan Isa Al-Masih yang diyakini sebagai orang termulia di dunia maupun di akhirat?.

Saudara Mimi, adakah dalam Al-Quran tertulis bahwa semua nabi dijamin masuk sorga? Tidak ada jaminan masuk sorga bagi seseorang yang berdosa, sebelum orang tersebut mendapat pengampunan dari Allah. Demikian halnya dengan nabi saudara. Hanya dengan pengampunan dari Allah saja baru dia bisa masuk sorga. Sebab dia juga berdosa sama seperti manusia lainnya.

"Maka ketahuliah ya (Muhammad) . . . . . mohonlah ampunan (kepada-Nya) bagi dosamu dan bagi dosa-dosa orang Mu'min” (Qs 47:19).
~
SO
# al 2012-03-02 10:54
*
"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaik at-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya" (Qs 33:56).

Perintah Allah dalam ayat ini ditujukan khusus kepada orang-orang yang beriman saja, bagi yang menolak perintah dan merasa tidak beriman harap abaikan saja ayat ini, hendaklah kita saling menghargai, ayat ini bukan pemaksaan kepada semua manusia.
# Staff Isa dan Islam 2012-03-02 16:45
~
Saudara Al,

Bukan bermaksud untuk membantah pernyataan saudara, tetapi menurut kami tidak ada salahnya kita mencari tahu maksud/arti setiap firman yang disampaikan Allah. Bukankah hal ini yang sering dilakukan oleh umat Muslim terhadap Alkitab?

Bila kita mempelajari firman Allah, bukan berarti kita meragukan perkataan Allah. Tetapi supaya kita mengerti dengan betul apakah 'firman' itu benar berasal dari Allah, sehingga kita tidak beriman secara buta.

Benar apa yang saudara katakan, kita harus saling menghargai sebagai umat beragama. Semoga teman-teman yang bergabung dalam forum ini setuju dengan saran saudara. Sehingga, melalui forum ini kita dapat berdiskusi dengan lebih baik dan saling menghargai.
~
SO
# azman 2012-03-05 12:09
*
Saudara staf IDI,

Nabi Muhammad tidak pernah berdosa. Bahkan dia sendiri terpelihara dari dosa. Dan sekiranya dia melakukan sedikit kesilapan, Allah akan menegurnya.

Saudara harus faham makna kesilapan dan dosa. Secara tidak langsung shalawat ini juga merupakan salah satu mujizat dan anugerah yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad yang tidak ada pada rasul-rasul yang lain.

Sebagaimana mujizat Nabi Muhammad membela bulan shalawat juga merupakan ucapan penghormatan kepada kekasih Allah. Dan dengan ucapan shalawat kepada rasul kami yang merupakan mujizat ini, Allah dengan rahmat kasih sayang kepada hamba-Nya akan mengampuni dosanya karena kecintaan-Nya kepada kekasih dan juga rasul-Nya. Kelebihan shalawat akan dapat kita temukan di akhirat nanti, walau tidak dapat dilihat dengan mata di dunia ini.

Sesungguhnya orang-orang yang takut (melanggar hukum) Tuhannya semasa mereka tidak dilihat orang dan semasa mereka tidak melihat azab Tuhan, mereka beroleh keampunan dan pahala yang besar. MULK:12
# Staff Isa dan Islam 2012-03-05 21:18
~
Saudara Azman,

Benarkah Muhammad tidak pernah berdosa? Perhatikanlah kutipan ayat berikut “supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang...” (Qs 48:2). “....mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mu’min...” (Qs 47:19).

Dua kutipan ayat di atas adalah kesaksian Al-Quran, kalau Muhammad berdosa.

Pada Sura Al-Ahzab 33:56 tafsiran Al-Quran Departemen Agama RI tahun 1978, catatan kaki No.1230 berbunyi: Bershalawat jika dari Allah artinya memberi rahmat, jika dari malaikat-malaik at artinya meminta ampunan (dosa?), jika dari umat Islam/Mukmin artinya berdoa supaya kepada Nabi Muhammad diberi rahmat (dan kemuliaan) seperti misalnya “Allahu-Ma Shalliala Muhammad”. No.1231 - Dengan mengucapkan perkataan seperti “Assalamu Alaika Ayyuhan Nabi” artinya: Semoga keselamatan tercurah kepadamu Hai Nabi (Muhammad).

Kesimpulannya: Shalawat bukankah mujizat seperti yang saudara ketakan. Seharusnya pertanyaan yang muncul di benak saudara adalah: Mengapa hanya nabi saudara yang didoakan, apakah memang benar dia belum selamat?.
~
SO
# alxito 2012-03-06 13:27
*
Menurut saya, penjelasan staff IDI sudah benar, karena Muhammad tidak mengajarkan tentang kebenaran. Muhammad takut karena sebenarnya sudah berdosa dan dia ingin didoakan agar bisa diampuni.
# Staff Isa dan Islam 2012-04-03 13:23
~
Semua manusia telah berdosa, tidak satupun manusia yang luput dari dosa.

Menurut Al-Quran, hanya ada satu pribadi yang tidak pernah berdosa, sejak dia masih bayi hingga kembali ke sorga, Pribadi tersebut tidak pernah berdosa. Dia adalah Isa Al-Masih!

“Ia (Jibril) berkata: "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci" (Qs 19:19)
~
SO
# Baladewa 2012-03-07 17:38
*
Untuk para staf,

Orang Muslim itu bershalawat bukan mendoakan Nabi Muhammad.

1. Bershalawat perintah dari Allah.

2. Nabi Muhammad sudah mendapatkan jaminan dari Allah masuk sorga

3. Bagaimana dengan para staf ini, siapa yang akan menjamin kalian di surga kelak, sementara kalian tidak pernah tahu ajaran Nabi Isa yang sebenarnya.

Sebaik apapun yang kalian lakukan itu, tidak akan ada artinya di mata Allah, kebaikan itu akan terbang ibarat debu tertiup angin. Semoga Allah membukakan hati dan pikiran kalian, agar kalian keluar dari kesesatan ini.
# Staff Isa dan Islam 2012-03-09 19:44
~
Saudara Baladewa,

1. Bila shalawat yang dinaikkan orang Mukmin dan para malaikat Allah, adalah merupakan perintah Allah, mungkin itu dapat dibenarkan. Tetapi bagaimana dengan shalawat dari Allah. Siapakah yang memerintahkan Allah untuk melakukan itu? Apakah Allah memerintahkan diri-Nya sendiri untuk memberi doa shalawat bagi Muhammad?

2. Kiranya saudara dapat memberi satu ayat dalam Al-Quran yang merupakan jaminan dari Allah, bahwa Muhammad pasti masuk sorga.

3. Inilah jaminan keselamatan bagi pengikut Isa Al-Masih, “Isa bersabda "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Ayat di atas menjelaskan, seseorang yang rindu mendapatkan jalan kebenaran dan sampai kepada Allah, hanya melalui Isa Al-Masih. Dan mereka yang percaya kepada-Nya tidak akan binasa dalam api neraka. “Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:15).

Lalu, bagaimana dengan keselamatan sorgawi saudara. Siapakah yang menjaminnya?.
~
SO
# laskar Kristus 2012-03-13 00:19
*
Muhamad sudah mati, untuk apa didoakan, masih banyak tetangga dan saudara kita yang perlu kita doakan.

Muhamad sama dengan orang lain yang sudah mati, sedang menunggu penghakiman dari Isa Al-Masih sebagai Imam Mahdi. Dan kitab suci dengan jelas mengatakan bahwa Dia saat ini ada di sorga.
# Staff Isa dan Islam 2012-03-13 17:07
~
Memang sudah seharusnyalah orang mati tidak perlu didoakan. Sebab, adalah lebih baik mendoakan orang-orang yang masih hidup, dibading mereka yang sudah mati.

Namun, sepertinya hal ini tidak berlaku bagi nabi umat Muslim. Sebab, seluruh umat Muslim di dunia diwajibkan mendoakannya selagi mereka berada di dunia.

Satu pertanyaan yang masih belum terjawab, untuk apakah umat Muslim mendoakan nabi mereka setiap saat?.
~
SO
# alayboz 2012-03-14 01:07
*
[quote name="abdul fatah"] Kita sesama umat Muslim dianjurkan saling mendoakan, bila bertemu ucapkan salam artinya saling mendoaka

To Abdull,

Menurut hemat saya kalau salam dan salawat itu jauh sekali perbedaannya. Salam itu menyapa, mungkin sudah lama tidak bertemu. Tetapi salawat itu berarti berdoa, memohon agar yang bersangkutan diberi tempat yang layak di sisi Tuhan.

Sekarang mungkin sudah tidak ada lagi yang mana biasanya setiap sore saat azan maghrib di televisi itu selalu diazankan salawat untuk nabi yang mana memohon agar Allah memberikan tempat yang terpuji untuk nabi, keluarga serta para sahabatnya yang telah Tuhan janjikan.

Menurut saudara apakah maksud dari doa-doa tersebut? Dan mengapa sekarang tidak pernah dikumandangkan lagi di televisi. Ada apa ini?.
# mat eus 2012-03-14 10:27
*
To Staf Isa dan Islam,

Sholawat adalah salam penghormatan. Allah memuliakan utusan-Nya. Tidak hanya itu, salam penghormatan dari umat Nabi Muhammad akan sampai kepadanya. Sedangkan ganjaran kebaikan 10 X lipat akan diberikan pada umatnya yang memberi sholawat. Dengan sholawat itu Nabi Muhammad akan mengenal umatnya di akhirat nanti. Serta akan membelanya di hadapan Allah di akhirat nanti.

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaik at-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” (Qs 33:56).
# Staff Isa dan Islam 2012-03-14 11:03
~
Saudara Mat Eus,

Bila memang shalawat hanya untuk memuliakan Muhammad, mengapa Allah harus melakukannya dengan cara bershalawat? Bukankah Allah cukup mengangkat dia sebagai nabi yang mulia. Mengapa justru Isa Al-Masih yang disebut sebagai orang termulia di dunia dan di akhirat.

Ganjaran apakah yang saudara maksud akan diberi Muhammad 10 x lipat? Apakah 'ganjaran' yang saudara maksud adalah pahala?. Muhammad hanya manusia biasa, dia juga orang berdosa sama seperti saudara dan saya. Setahu saya, hanya Allah yang mampu memberi pahala bagi seseorang. Manusia berdosa tidak mempunyai kemampuan untuk melakukan itu.

Sebab, bagaimana mungkin manusia berdosa dapat memberi pahala bagi manusia lain, sedangkan keselamatannya sendiri dia tidak bisa menjamin? Dan, bagaimana mungkin orang yang sudah mati dapat mengenal orang yang masih hidup?.
~
SO
# joeliana 2012-03-28 12:44
*
Shalawat itu seperti rengekan seorang anak kecil yang meminta es krim kepada ayah atau ibu. Itulah cara Muslim mengambil hati nabinya, agar saat hari pembalasan Nabi Muhammad memberikan syafaatnya untuk umatnya.

Kalau kita mau sesuatu dari orang tua kita, kita akan meminta dengan cara yang baik. Kadang-kadang menolong mengangkat barang, membersihkan rumah, mencuci baju dsb. Baru sekiranya ayah dan ibu kita luluh, kita minta apa yang kita mau.

Begitulah adat meminta terhadap orang yang lebih mulia daripada kita. Bukan dengan menghardiknya, memukulnya dan berkata "berikan apa yang aku mau!" itu namanya perampokan.
# Staff Isa dan Islam 2012-04-03 13:21
~
Saudara Joeliana,

Terimakasih atas penjelasan saudara. Kami setuju dengan pernyataan saudara, dalam meminta sesuatu kepada orang lain, kita harus memintanya dengan sopan. Mungkin sedikit merayu seperti yang saudara jelaskan di atas.

Dari penjelasan saudara di atas, kesimpulan kami: Shalawat disampaikan untuk membujuk Muhammad. Supaya pada hari penghakiman, dia memberi syafa'atnya bagi mereka yang mendoakannya. Betul bukan demikian?

Pertanyaan saya: syafa'at yang bagaimanakah yang akan diberikan Muhammad bagi umatnya? Apakah keselamatan?

Mungkinkah Muhammad dapat memberi jaminan keselamatan bagi umatnya, sementara dia sendiri belum yakin akan keselamatannya?

Sebuah ilustrasi: Seseorang ingin pergi ke sorga, tetapi dia tidak tahu jalan ke sorga. Dia belum pernah ke sorga. Menurut saudara, apakah sebaiknya dia bertanya pada orang yang berasal dari sorga dan tahu jalan ke sorga. Atau orang yang sama sekali belum pernah ke sorga?
~
SO
# Kristo 2012-04-18 19:51
*
Jika memahami ayat dalam Qs 33:56 kita menjadi bingung, siapa sebenarnya yg berfirman?

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaik at-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”

Bukankah yang berfirman (Allah) sepantasnya menggunakan kata ganti orang pertama, misalnya Aku?
# solihin 2012-04-30 00:19
*
Quoting johan 2012-02-21 01:26:
Bershalawat adalah memberi salam, bukan mendoakan. coba lihat hadits di bawah ini, Muhammad sudah dijamin surga. "Rasulullah Saw bersabda: "Aku kesayangan Allah (dan tidak congkak). Aku membawa panji "pujian" pada hari kiamat, di bawahnya Adam dan yang sesudahnya (dan tidak congkak). Aku yang pertama pemberi syafa'at dan yang diterima syafaatnya pada hari kiamat (dan tidak congkak)....

To: Johan,
"Rasulullah Saw bersabda: itu kan perkataan rasul dan bukan Allah SWT berfirman.

Jadi rasul sendiri yang pede mengatakan bahwa dia akan masuk surga. Sementara Allah berfirman: “Dan tidak ada seorangpun daripadamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan” (Qs 19:71).

“Sesungguhnya barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, maka sesungguhnya baginya neraka Jahanam. Ia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup”
(Qs 20:74).
# lince 2012-05-01 14:27
*
Kenapa umat Muslim bersyalawat untuk Nabi Muhammad? Sementara untuk nabi lain tidak, apakah karena Nabi Muhammad ragu akan keselamatannya? Apakah umat Muslim bersyalawat juga untuk dirinya?

Terimakasih!
# Staff Isa dan Islam 2012-05-07 09:14
~
Saudara Lince,

Orang-orang Islam mempunyai pengertian berbeda dalam menginpretasika n doa shalawat nabi Muhammad. Ada yang berkata tujuan shalawat tersebut sebagai penghormatan bagi Muhammad. Ada juga yang mengatakan agar Muhammad dapat membela mereka di akhir zaman nanti.

Namun bila dilihat dari isi doa yang disampaikan, dapat diartikan bahwa doa shalawat adalah mendoakan keselamatan Muhammad. “Assalamu Alaika Ayyuhan Nabi” artinya: Semoga keselamatan tercurah kepadamu Hai Nabi (Muhammad)”

Sungguh berbeda dengan Isa Al-Masih. Baik Al-Quran maupun Injil tidak pernah memerintahkan supaya Isa Al-Masih didoakan oleh pengikut-Nya. Sebaliknya, justru Isa Al-Masih-lah yang berdoa bagi keselamatan umat-Nya seperti firman Allah yang terulis dalam Injil, Rasul Besar Yohanes 17:1-26; Isa Al-Masih sendirilah yang memberikan keselamatan sorgawi itu.

"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup" (Injil, Rasul Besar Yohanes 5:24).
~
SO
# basri 2012-06-08 00:21
*
Ijinkan saya untuk meluruskan pemikiran saudara admin.

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaik at-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (Qs.Al-Ahzab:56)

Perlu dipahami bahwa makna pengucapan shalawat itu bukanlah doa, tapi pemberian “ucapan penghormatan kepada nabi”.

Pada ayat di atas Allah serta malaikat-malaik at-Nya bershalawat kepada Nabi Muhammad. Nah, Kalau itu adalah doa jadi Allah berdoa kepada siapa?

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2012-06-08 11:40
~
Salah satu ucapan yang disampaikan orang Islam dalam shalawat mereka bagi muhammad adalah: “Assalamu Alaika Ayyuhan Nabi” artinya: Semoga keselamatan tercurah kepadamu Hai Nabi (Muhammad).

Menurut saudara Basri, apakah makna kalimat tersebut bukan doa?

Mengapa umat Muslim diperintahkan untuk meminta supaya keselamatan tercurah bagi Muhammad, apakah karena dia belum selamat?

Saudara Basri mengatakan, makna shalawat adalah ucapan penghormatan Allah bagi Muhammad. Pertanyaan kami, mengapa Allah harus memberi penghormatan bagi Muhammad? Tentu segala sesuatu ada sebab atau asal-usulnya. Demikian juga dengan penghormatan yang Allah berikan bagi Muhammad tentu ada alasannya. Dapatkah saudara Basri menjelaskan alasan tersebut?
~
SO
# Tari Ngotna 2012-06-30 00:20
*
Kesimpulan saya setelah membaca sejak awal tanggapan-demi- tanggapan antara saudara-saudara Muslim dan staf IDI adalah:

1. Staf IDI sangat sabar memberi tanggapan kepada para Muslim dengan jawaban yang sama dan berulang-ulang.

2. Para Muslim yang menjelaskan makna shalawat umat untuk nabi dan shalawat Allah SWT untuk nabi, tak satu pun memenuhi harapan akal sehat dan pikiran logis.

Saran saya: Para Muslim yang telah memberi jawaban tidak perlu lagi mencari sumber lain, tetapi "lempar handuk putih" saja. Memang tak jelas jawaban untuk pertanyaan 'Atas dasar apa Allah SWT memberikan salam penghormatan kepada Muhammad'.

Kalau masih bersikeras memberi jawaban yang tak jelas, maka akan semakin jelas bahwa shalawat Allah SWT untuk Muhammad memang ide Muhammad saja.

Mohon maaf jika opini saya tidak berkenan di hati.
# Adi 2012-08-07 15:42
*
Masalah shalawat nabi adalah urusan Allah kepada hamba-hamba-Nya , kepada para malaikat, dan umat Nabi Muhammad. Bukan berarti Nabi belum selamat, karena semua dosa Nabi sudah diampuni oleh Allah. Tapi maksudnya Allah memberikan penghormatan dan apresiasi yang sangat tinggi kepada Nabi-Nya karena dia adalah nabi terakhir dan terbesar dari nabi-nabi sebelumnya.

Juga karena Nabi Muhammad diutus kepada semua umat manusia, sedangkan nabi terdahulu hanya diutus kepada umatnya masing-masing. Contoh Nabi Isa hanya diutus untuk Bani Israil saja seperti dalil dalam Injil yang sangat tegas menyatakan bahwa Yesus disuruh Allah hanya untuk bangsa Israel saja.

“Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria. ” “Melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel (hanya kepada bangsa Yahudi)” (Injil Matius 10: 5-6)
# Staff Isa dan Islam 2012-08-27 16:36
~
Orang-orang Muslim biasanya akan menjawab bahwa tujuan shalawat adalah bentuk penghargaan kepada nabi Muhammad. Tetapi mereka tidak pernah mencari-tahu apakah benar tujuan shalawat tersebut hanya sebagai bentuk penghormatan, ataukah ada tujuan lain? Mungkin karena Muhammad tidak yakin akan keselamatannya, misalnya.

Muhammad tidak ada bedanya dengan manusia lain. Sebagaimana watak manusia sebagai mahkluk pendosa, demikian juga halnya dengan Muhammad. Bahkan dia sendiri menyadari bahwa dia tidak luput dari dosa. Sehingga dia membutuhkan kasih karunia Allah demi keselamatannya.

“Ya Allah! Ampunilah saya! Kasihanilah saya dan hubungkanlah saya dengan Teman Yang Maha Tinggi …” (Sahih Bukhari Vol. 5 Book 59 No. 715).

"Maka ketahuliah ya (Muhammad) . . . . . mohonlah ampunan (kepada-Nya) bagi dosamu dan bagi dosa-dosa orang Mu'min” (Qs 47:19).

Sulit untuk mengakui bahwa Muhammad diutus bagi semua manusia. Karena pada kenyataanya, Islam lebih condong sebagai agama bangsa Arab. Al-Quran yang hanya boleh ditulis dalam bahasa Arab, sholat yang hanya boleh dilakukan dalam bahasa Arab, dan kewajiban untuk mengunjungi tanah Arab bagi seluruh umat Muslim, adalah bukti bahwa Muhammad tidak diutus bagi seluruh umat manusia.

Tidak demikian halnya dengan Isa Al-Masih. Al-Quran mengatakan Dia adalah ”Tanda” bagi seluruh manusia. Untuk mengetahui lebih jelas tentang ajaran Isa Al-Masih yang universal, silakan klik pada link ini: http://tinyurl.com/cqvgxdo.
~
SO
# muna 2012-10-12 10:25
*
Untuk memahami ajaran Islam harus dengan ilmu berfikir. Apa arti solu alaihi taslima (solawat nabi)? Solu adalah hubungan. Jadi kita disuruh menghubungkan terus kepada Allah agar kita selamat.

Nabi Muhammad menghubungkan umatnya kepada Allah, jadi terus-menerus kita disuruh hubungan dengan Allah dan mengajak sesama orang yang beriman terus-menerus menghubungkan diri kepada Alah. Jadi kita tidak akan putus nyambung terus dengan aliran yang disebut jalan yang lurus.
# Staff Isa dan Islam 2012-10-19 08:22
~
Saudara Muna,

Tentu manusia selalu berusaha berhubungan dengan Allah, seperti yang saudara katakan agar kita selamat. Nabi saudara sebagai penghubung antara manusia dengan Allah, namun apakah nabi saudara sendiri sudah mendapatkan jaminan kepastian bahwa ia selamat?

Mari kita lihat dalam Qs 46:9. Katakanlah: "Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan."

Ayat di atas menjelaskan bahwa nabi Muhammad juga tidak bisa menjamin keselamatannya bahkan dia tidak tahu keadaanya kelak. Isa Al-Masih dalam Qs 43:61 berkata bahwa diri-Nya jalan yang lurus dan taatlah kepada Aku [Isa Al-Masih].

Itu berarti Isa tahu jalan ke akhirat yaitu sorga-Nya, bahkan Isa adalah jalan keselamatan itu sendiri. Isa memberikan jaminan keselamatan bagi seluruh umat manusia yang mau percaya pada-Nya. Jadi siapakah selain Allah yang dapat menjamin keselamatan kita?
~
NN
# johanes 2012-10-12 11:12
*
Qs 33:56 “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaik at-Nya bershalawat untuk Nabi”

Justru Allah yang harus kita puji dan agungkan, malaikat-malaik at dan kita manusia sebagai ciptaan-Nya harus bersyukur, memuji-muji, mengagung-agung kan Allah. Nabi yang dishalawatkan oleh Allah dan malaikat-malaka t-Nya berarti nabi di atas Allah.
# Staff Isa dan Islam 2012-10-19 08:22
~

Saudara Johanes,

Ada firman Tuhan yang berkata “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi” (Taurat, Kitab Kejadian 1:1). Tuhanlah yang menjadikan alam semesta beserta isinya.

Hanya kepada Tuhan Allah saja pujian itu. Manusia, nabi sekalipun tidak pantas menerima kehormatan lebih tinggi dari Allah.

Isa Al-Masih adalah Tuhan tetapi Dia merendahkan diri dan mengambil rupa sebagai hamba supaya manusia meneladani kerendahan hati Allah.

“Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia” (Injil, surat Filipi 2:5-7).
~
NN
# Amanda 2012-10-25 10:34
*
Yang saya tahu begini, seluruh Nabi yang membawa ajaran masing-masing akan memberikan syafaatnya di akhirat nanti. Nabi Musa akan memberikan syafaat pada yang mengimani ajaran Taurat dengan benar. Nabi Isa pun akan memberikan syafaat pada yang mengimani ajaran Injil dengan benar, dan Nabi Muhammad pun akan memberikan syafaat pada yang mengimani ajaran Al-Quran, yang Allah turunkan sebelumnya.

Syahadat yaitu beriman pada Allah dan Nabi Muhammad. Dan persoalan syahadat ini sudah tidak bisa diganggu gugat lagi. Core utama Islam itu Al-Quran diimani kami para Muslim sebagai pedoman penyempurna dari seluruh kitab yang pernah ada.
# Staff Isa dan Islam 2012-11-14 10:43
~
Saudara Amanda,

Mari kita belajar bersama dari teks Firman yang ada. Dalam Taurat, Musa tidak pernah menjamin umatnya selamat di akhirat oleh syafaat Musa. Tetapi Musa menyadari bahwa dirinya hanyalah nabi Tuhan yang tidak berhak menentukan keselamatan manusia.

Muhammad tidak bersyafaat untuk menjamin umatnya selamat diakhirat. Justru beliau meminta umatnya bersyafaat untuknya agar beliau diterima diakhirat. Demikian juga dengan pengikutnya, tidak ada jaminan

Katakanlah: "Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan”(Qs 46:9).

Tetapi Isa Al-Masih memberikan jaminan pasti keselamatan di dunia dan akhirat bagi umat-Nya. Isa Al-Masih berkata “Kata Isa Al-Masih kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa [Allah], kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6). Kemudian, “supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya [Isa Al-Masih] beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:15).
~
NN
# Harun 2012-11-14 22:45
*
Lukas 11:2-4, “Bapa dikuduskanlah namaMu….dan ampunilah kami dan atas dosa kami”.

Menurut penjelasan logika anda tadi bahwa yang namanya doa adalah pengharapan atas sesuatu yang belum terjadi agar terjadi.

Ada dua kecacatan Allah menurut logika anda di hadapan ayat ini: Pertama: Bapa sebelum didoakan belum kudus. Yang kedua, Yesus berdoa supaya diampuni dosanya. Berarti Yesus berdosa.
# Staff Isa dan Islam 2012-11-21 11:30
~
Saudara Harun,

Yang dimaksud penggalan kalimat doa “Bapa dikuduskanlah nama-Mu” bukan berarti Bapa [Allah] belum kudus. Kafirlah yang mengatakan Allah itu tidak suci. Tidak ada satupun ayat dalam Alkitab mengatakan Allah tidak suci. Kalimat itu adalah pujian pengagungan kepada Allah. “dikuduskanlah nama-Mu” berarti nama itu dimuliakan, dihormati oleh umat-Nya dan dimuliakan, dihormati di dunia dan akhirat.

Isa Al-Masih tidak berdosa. Alkitab dan Al-Quran dan hadis sepakat mengenai hal itu.
Qs 19:19: "Ia (Jibril) berkata: sesungguhnya aku ini hanyalan utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki (Isa Al-Masih) yang suci" Dalam Injil : “Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelem ahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia (Isa Al-Masih) telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa” (Injil, surat Ibrani 4:15). dan hadis : "semua anak Adam yang lahir sudah disentuh setan, kecuali Isa putera Maryam" (Bukhari jilid 3 ayat 1493).

Sedangkan doa yang diajarkan Isa Al-Masih kepada murid-murid-Nya dalam Lukas 11:2-4 adalah mengenai cara berdoa yang diajarkan-Nya bagi pengikut-Nya. Bukan berarti Isa Al-Masih juga berdoa memohon ampun atas dosa, sebab Dia suci tidak berdosa.
~
NN
# Suparmin 2012-12-05 09:33
*
Quoting Harun:
*
Lukas 11:2-4, “Bapa dikuduskanlah namaMu….dan ampunilah kami dan atas dosa kami”.

Menurut penjelasan logika anda tadi bahwa yang namanya doa adalah pengharapan atas sesuatu yang belum terjadi agar terjadi. Ada dua kecacatan Allah menurut logika anda di hadapan ayat ini: 1. Bapa sebelum didoakan belum kudus. Yang kedua, Yesus berdoa supaya diampuni dosanya. Berarti Yesus berdosa.


Saudara Harun,

Yang saudara sebutkan merupakan doa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus untuk dilakukan oleh kita sebagai manusia. "dikuduskanlah nama-Mu" merupakan bentuk pernyataan bahwa manusia mengetahui bahwa Bapa si surga adalah Kudus. Sedangkan untuk “diampunilah dosa kami” merupakan bentuk doa yang harus didoakan oleh manusia kepada Allah.
# rizal 2012-12-13 22:32
*
Dalam Islam kita diajarkan bahwa setiap Muslim itu bersaudara dan diwajibkan kita saling menasehati dalam kebaikan dan saling mendoakan. Tujuannya untuk menumbuhkan ukhwa dan cinta kepada sesama Muslim.

Demikian juga bersholawat ke atas nabi, berarti kita berusaha untuk mendekatkan diri kepada beliau yang menjadi penghulu para nabi dan sekaligus nabi akhir zaman yang membawa petunjuk kepada seluruh umat manusia, bukan kepada kaum tertentu saja seperti para pendahulunya.

Bersholawat ke atas nabi juga sebagai jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Sebagai contoh dalam kehidupan sehari-hari yaitu mengucapkan "salam" yang mempunyai arti mendoakan kebaikan. Seperti yang diajarkan dalam Islam ketika kita berjumpa seseorang hendaknya mengucap salam dan menjawabnya. Begitu juga ketika kita membaca sholawat atas nabi, Allah dan para malaikat juga akan menjawabnya dengan sholawat atas kita.
# Staff Isa dan Islam 2012-12-28 13:51
~
Saudara Rizal,

Kami setuju dengan pendapat saudara bahwa sesama manusia kita wajib saling menasehati dan saling mendoakan. Sebab, setiap manusia membutuhkan doa untuk keselamatan mereka, baik di dunia maupun di akhirat.

Benarkah Muhammad membawa petunjuk bagi seluruh umat manusia? Sepertinya pendapat ini kurang benar, karena setahu kami petunjuk yang dibawa Muhammad hanya bagi orang Islam. Dan Al-Quran sendiri mengatakan Isa Al-Masih-lah yang menjadi tanda/petunjuk bagi setiap orang/semua manusia.

“Jibril berkata: "Demikianlah, Tuhanmu berfirman: ’Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya (Isa Al-Masih) suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan" (Qs 19:21).

Coba saudara baca dengan teliti komentar saudara di atas. Saudara mengibaratkan sholawat bagaikan doa. Berarti setiap umat Muslim diwajibkan mendoakan Muhammad lewat sholawat yang disampaikan?

Saudara mengatakan “ketika kita membaca sholawat atas nabi, Allah dan para malaikat juga akan menjawabnya.” Menurut saudara Rizal, manakah yang lebih tinggi, Muhammad atau Allah? Mengapa sholawat anda harus Allah yang menjawabnya, bukankah sholawat anda ditujukan kepada Muhammad?

Menurut kami, logikanya, siapa yang diberi salam, maka dialah yang wajib membalas salam tersebut, bukan orang lain!
~
SO
# Ardhiana Nur Hakim 2012-12-29 12:50
*
Kami sebagai Muslim bershalawat kepada Nabi Muhammad untuk menghargai jasanya karena perjuangannya, kesabarannya, dan komitmennya terhadap Islam. Nabi Muhammad sudah dijamin masuk surga. Mengapa dia harus dishalawatkan? Agar Muhammad mengingat orang-orang Muslim yang bershalawat kepadanya, lalu dia memberi syafaat (keselamatan) di akhirat nanti kepada orang yang bershalawat kepadanya.
# Staff Isa dan Islam 2013-01-04 16:38
~
Benarkah Muhammad sudah dijamin masuk sorga? Adakah ayat Al-Quran yang mengatakan demikian? Lalu apa maksud dari ayat ini menurut saudara: “Ya Allah! Ampunilah saya! Kasihanilah saya dan hubungkanlah saya dengan Teman Yang Maha Tinggi …” (Sahih Bukhari Vol. 5 Book 59 No. 715). Menjelang kematiannya, Muhammad meminta pengampunan kepada Allah. Hal ini membuktikan bahwa Muhammad membutuhkan kasih karunia dari Allah untuk keselamatannya.

Ayat serupa dalam Al-Quran, "Maka ketahuliah ya (Muhammad) . . . . . mohonlah ampunan (kepada-Nya) bagi dosamu dan bagi dosa-dosa orang Mu'min” (Qs 47:19). Sama seperti pengakuan Muhammad pada hadist di atas, Al-Quran juga memerintahkan Muhammad untuk meminta pengampunan dari Allah.

Dengan kata lain, baik Muhammad maupun saudara Ardhiana membutuhkan kasih karunia Allah agar dapat masuk sorga. Bila dia sendiri saja tidak yakin akan keselamatan sorgawinya, bagaimana mungkin dia dapat memberi keselamatan bagi orang lain?

Maka benarlah firman Allah yang berkata, "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Injil, Surat Efesus 2:8-9).
~
SO
# joel 2013-01-27 09:30
*
Yang saya tahu itu sebagai rasa terimakasih/syu kur terhadap Muhammad yang telah berjasa atas manusia. Maka hanyalah doa yagn bisa diberikan kepadanya meskipun dia sendiri telah dijamin masuk sorga. Kalau di dunia, mungkin kita beri sesuatu/hadiah. Lalu bagaimana dengan Tuhan Yesus, hanya karena sebuah buah dimakan Adam lalu dia dikutuk, disalib, dibunuh, untuk penebusan dosa.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-01 11:54
~
Saudara Joel, bukan sekedar buah tetapi lebih. Adam dan Hawa melanggar karena ketidaktaatan dan nafsu sombong ingin menyamai Allah. Sebab Iblis menjanjikan janji palsu, katanya “jika engkau makan buah ini maka engkau akan seperti Allah...” (Taurat, Kejadian 3:5).

Allah itu suci itu sebabnya Ia tidak dapat bersama dengan manusia yang berdosa. Allah itu adil maka Ia menghukum Adam dan Hawa yang berdosa.

Bayangkanlah jika Allah membiarkan dosa dan tidak menghukum, akan seperti apa jadinya dunia ini. Di Indonesia hukum tidak ditaati akibatnya negara ini miskin. Korupsi merajalela, terjadi pemerkosaan dan pembunuhan yang semakin menjadi-jadi, dan-lain sebagainya. Begitulah jadinya.

Tetapi Allah memberikan jalan kepada kita untuk dibebaskan dari penghakiman dan hukuman. “Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran [Adam] semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran [pengorbanan Isa Al-Masih] semua orang beroleh pembenaran untuk hidup” (Injil, surat Roma 5:18).

Isa Al-Masih membebaskan dan menyelamatkan manusia dari siksa neraka dengan jalan mengorbankan diri-Nya.
~
NN
# RAM 2013-01-27 11:49
*
Hal yang sangat lucu dan tidak adil menurut saya. Umat Islam senantiasa mendoakan Nabi Muhammad. Tetapi nabi lain tidak didoakan, apakah karena semua nabi/rasul lain yang datang sebelum Muhammad sudah sehingga tidak perlu didoakan?

Isa Alaihi Salam atau umat Kristen mengenal Yesus Kristus itu, masih satu garis keturunan dengan Nabi Muhammad. Karena ujung pangkal utama adalah nabi Adam. Selalu kami panjatkan pujian atas mereka, agar diberi safaat oleh Allah yang kelak para nabi ini bisa membela umatnya kelak.

Nah ada pertanyaan, bila ada satu Pribadi yang dapat menjamin keselamatan sorgawi kita, apakah kita akan lebih mengikuti pribadi lain yang keselamatannya sendiripun belum pasti?
# agusta 2013-02-06 19:57
*
Menurut saya yang punya hak untuk mengampuni dosa manusia hanyalah Allah semata. Pengampunan dosa manusia adalah hak prerogatif Allah. Tidak ada seorang nabipun dapat menolong manusia dihari pembalasan. Seorang rasul hanyalah bertugas menyampaikan wahyu-Nya melalui kitab-kitab-Nya . Akan bersyukur sekali andai seorang manusia yang berbuat dosa tapi diampuni dosanya karena ada manusia lain yang menghapus dosanya. Dan terasa tidak adil bagi manusia lainnya yang tidak berbuat dosa.

Kalau memang ada nabi yang bisa menjamin manusia masuk surga dengan menghapus dosanya, kita berbuat dosa saja lebih dulu sebanyak-banyak nya (korupsi, menipu, dan berbagai kejahatan lainnya) untuk mencapai kejayaan duniawi baru setelah itu minta diampuni dosanya.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-12 22:18
~
Benar saudara Agusta, mengampuni dosa manusia adalah hak Allah. Dan ini jugalah yang dilakukan oleh Isa ketika Dia di dunia. Mengampuni dosa seseorang. “Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni" (Injil, Rasul Besar Matius 9:2).

Dalam Kitab Suci Allah berkata, “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (Injil, Surat Roma 6:23). Setiap dosa sudah ditetapkan Allah ada konsekuensinya. Dalam artian, seseorang yang telah menerima keselamatan dari Isa Al-Masih, bukan berarti dosa-dosanya begitu saja diampuni.

Lihatlah apa yang dikatakan Yesus ketika seorang pemungut cukai (petugas pajak) bertobat, “Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini” (Injil, Rasul Lukas 19:8-9).

Pemungut cukai sama dengan petugas pajak. Dan ketika Zakheus memutuskan untuk menerima keselamatan dari Isa, dia harus menghibahkan setengah dari hartanya, juga harus mengembalikan empat kali lipat dari apa yang pernah dia korupsi.

Demikianlah, seseorang yang telah menerima keselamatan dari Isa Al-Masih, harus meninggalkan hidupnya yang lama dan menjadi manusia baru yang hidup sesuai kebenaran firman Tuhan.
~
SO
# Nurissca 2013-02-11 22:41
*
Perhatikan apa kata Injil sbb: Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu” (Injil Matius 22:37)

Secara logika, untuk apa kita mengasihi Allah? Apakah Allah perlu dikasihani? Mestinya Allah yang mengasihi kita, bukan kita yang mengasihi Dia kan? Kalau Allah saja harus dikasihi, tentu lebih pantas seorang nabi dikasihi, karena nabi hanyalah seorang manusia biasa.

Yesus juga ajarkan bahwa hukum kedua yaitu kasihilah sesama manusia: “Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Injil Matius 22:39)

Yesus ajarkan bahwa hukum kedua, kasihilah sesamamu manusia. Nah Muhammad itu manusia, berarti dia perlu dikasihi, apalagi jasanya yang begitu besar terhadap umat manusia.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-12 22:18
~
Saudara Nurissca,

Menurut saudara, apakah seorang anak boleh mengasihi ayahnya? Menurut kami bukan hanya boleh, tetapi harus!

Bila ayah di dunia saja harus kita kasihi, terlebih lagi dengan Bapa di sorga. Dia yang telah memberi nafas kehidupan kepada kita, apakah kita tidak boleh mengasihi-Nya?

Inilah perbedaan hubungan antara Tuhan yang disembah oleh orang Kristen, dengan Tuhan yang disembah oleh orang Islam. Dalam ajaran Kristen, hubungan Tuhan dengan manusia layaknya hubungan Bapa dengan anak-Nya.

Mengasihi dan mengasihani adalah dua kata yang berbeda. “Mengasihi” sama dengan mencintai. Apakah salah bila seorang umat mencintai Tuhannya? Sedangkan “mengasihani” adalah lebih kepada iba. Bukan cinta.

Saya rasa umat non-Islam tidak pernah melarang orang Islam mengasihi nabinya. Tapi, yang dipertanyakan adalah “mengapa orang Islam harus mendoakan Muhammad?”
~
SO
# Nurissca 2013-02-11 22:43
*
Dalam Alkitab disebutkan bahwa menyambut Yesus, berarti sama dengan menyambut Tuhannya Yesus, yaitu Allah swt. “Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar” (Injil Matius 10:41)

Yesus bersaksi bahwa dengan mengasihi atau menyambut seorang nabi, sama dengan menyambut Allah, dan dia akan menerima upah sebagai orang benar. Nah dengan mengasihi nabi Muhammad berarti sama saja kita telah mengasihi Allah.

Jika menyambut Yesus sama dengan menyambut Allah, maka menyambut nabi Muhammad juga sama dengan menyambut Allah. Maksudnya dengan menyambut dan menghormati serta menghargai nabi Muhammad, sama saja menyambut dan menghargai serta menghormati kepada Allah swt. Karena Muhammad adalah orang benar, maka dengan menyambut nabi Muhammad sebagai orang benar, maka kita akan menerima upah sebagai orang benar.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-14 16:02
~
Saudara Nurissca,

Maaf, saudara telah salah dalam memahami ayat di atas. Sebelum menjelaskan ayat yang saudara kutip, mari kita baca ayat sebelumnya. Dikatakan, “Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku” (Injil, Rasul Besar Matius 10:40).

Dilanjutkan, “Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar” (Injil, Rasul Besar Matius 10:41).

Ayat di atas tidak ada hubungannya dengan Muhammad. Yesus mengucapkan ayat tersebut untuk meneguhkan orang-orang yang mengikuti Dia, supaya mereka tidak takut dan khawatir.
~
SO
# Nurissca 2013-02-14 22:49
*
Muhammad sudah pasti selamat. Namun bagi kami yang hidup di saat ini dan menjadikan dia teladan tentunya harus menjaga nama baiknya. Itulah sebabnya kami bershalawat. Kami memohon kepada Allah SWT agar dia diberi kesejahteraan saat ini dan dapat terhindar dari fitnah orang-orang yang menentang dan membenci ajaran yang dibawanya.

Tidakkah saat ini banyak goncangan untuk Muhammad?
1. Pernah diadakan suatu seni gambar mengenai wajah dan tubuh Muhammad. Maka kami berdoa kepada Allah dengan bersholawat agar Muhammad tetap diberikan sejahtera dan terhindar dari fitnah tersebut.

2. Pernah ada rencana untuk membuat film tentang Muhammad. Film itu direncanakan akan menampilkan seseorang yang akan berperan sebagai Muhammad. Kami umat Islam menentang hal tersebut dan berdoa kepada Allah dengan kalimat sholawat, agar Muhammad tetap sejahtera dan terhindar dari fitnah tersebut.

Itulah arti, maksud dan tujuan shalawat kami kepada nabi.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-26 21:38
~
Saudara Nurrisca,

Nabi saudara sendiri tidak dapat menjamin dirinya selamat kelak.

Dalam Kitab Suci saudara tertulis, Katakanlah: "Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan" (Qs 46:9).

Nabi saudara tidak yakin akan keselamatannya, sebab diapun seorang berdosa sama seperti kita. "Maka ketahuliah ya (Muhammad), bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan, melainkan Allah dan mohonlah ampunan (kepada-Nya) bagi dosamu dan bagi dosa-dosa orang Mu'min" (Qs 47:19).

Bagaimana dengan Isa Al-Masih, apakah Dia suci? "Ia (Jibril) berkata: sesungguhnya aku ini hanyalan utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki (Isa Al-Masih) yang suci” (Qs 19:19).

Dan lihat Hadist Shahih Bukhari jilid 3 halaman 208 ayat 1493, "semua anak Adam yang lahir sudah disentuh setan, kecuali Isa putera Maryam"

Adakah yang suci selain Allah. Kalau begitu siapakah Isa Al-Masih sehingga disebutkan sebagai satu-satunya pribadi yang suci. Bukankah Yang Suci hanya Allah saja?
~
NN
 
# Melvian 2013-02-17 05:49
*
Kalau menurut saya Muhammad tidak masuk surga, karena salah satu dosa terbesarnya adalah perzinahan.

Di Alkitab juga tertulis, Nabi Daud tidak masuk ke surga, istrinya banyak.

Baca Kisah Para Rasul 2:29-40.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-26 22:22
~
Saudara Melvian,

Allah membenci dosa. Raja Daud adalah seorang manusia biasa yang berdosa sama seperti kita para pengikut Isa Al-Masih. Tetapi karena pengikut Isa Al-Masih berharap akan pengampunan dosa dari Isa Al-Masih yang adalah Tuhan, maka kita diselamatkan. Isa Al-Masih membawa umat-Nya masuk sorga.

Bagaimana dengan Raja Daud. Beliau memang telah berdosa dan Allah menghukumnya semasa ia hidup memerintah sebagai raja. Tetapi ingat, Daud adalah seorang yang rendah hati. Ia mengaku dosanya dan memohon ampunan dari Allah. “Lalu berkatalah Daud kepada Natan: "Aku sudah berdosa kepada TUHAN." Dan Natan berkata kepada Daud: "TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati” (Kitab Nabi 2 Samuel 12:13).

Artinya ia bersandar pada Allah dan menantikan janji keselamatan dari Allah. Maka Isa Al-Masih memberikan ampunan kepadanya. Itu sebabnya nama Daud tetap tercatat dalam Firman Tuhan hingga saat ini.
~
NN
# Ikhsan 2013-05-04 11:32
*
Kepada Staf Isadanislam,

Salah satu rukun shalat adalah membaca shalawat. Shalawat itu ditujukan untuk Nabi Muhammad, bisa diartikan sebagai doa untuknya dan juga penghormatan dan penghargaan karena telah membawa kita dari jaman jahiliyah ke jaman terang benderang.

Bukan berarti bahwa Nabi Muhammad tidak dijamin masuk surga, tetapi merupakan bentuk syukur dan kerendahan hati.

Contoh, jika Si Fulan mati Khusnul khotimah sesuai doanya setiap hari. Apakah keluarganya tidak mendoakannya lagi? Tentu saja tidak, keluarganya pasti terus mendoakannya walaupun dia mati dengan menyebut nama Allah.

Perihal shalawat juga akan berdampak pada diri kita dengan Insya Allah akan diberi syafaat oleh Muhammad. Karena itu orang yang tak mau bershalawat disebut orang paling kikir.

Itulah maksud dari ayat Al-Quran Qs 33:56. Sedangkan Allah dan malaikat bershalawat kepada Muhammad, masa kita tidak.

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-30 23:44
~
Saudara Iksan,

Berdasarkan tulisan saudara berarti Allah dan malaikatpun harus bersalawat untuk nabi saudara. Itu berarti bagi Allah berlaku juga hukumnya bahwa jika Allah tidak bersalawat untuk nabi saudara berarti Allah juga kikir.

Dalam perintah salawat bagi Nabi Muhammad terucap doa bermohon atas keselamatannya. Pengertiannya sudah jelas bahwa dia harus ditopang dengan doa para Mukmin. Justru penafsiran ulang yang menyangkali hal itu malah memperlihatkan keragu-raguan dan kebingungannya.
~
NN
# sederhana 2013-05-24 14:52
*
Kepada saudara Muslim,

Bukankah sudah jelas dalam Al-Quran bahwa Kalimatullah itu adalah Isa Al-Masih? Bukankah sudah jelas bahwa yang termuka di dunia akhirat itu adalah Isa Al-Masih? Bukankah sudah jelas bahwa dalam Al-Quran adanya kedatangan Isa Al-Masih, dan dalam Haidst Bukhori bahkan diterangkan bahwa Isa Al-Masih adalah Hakim yang adil.

Kalau sudah jelas, mengapa harus mencari orang yang belum tentu diselamatkan, dan sampai sekarang masih disyalawatkan? Milyaran manusia mengucapkan dua kalimat shahadat sebagi iman mereka, dan melakukan syalawat nabi. Padahal jelas dalam Al-Quran tidak ada oknum yang paling mulia di dunia dan akhirat kecuali Isa Al-Masih putra Maryam.

Alkitab mengatakan "Akulah kebenaran dan hidup. Tidak ada yang sampai kepada BAPA tanpa melalui Aku."

Tidak ada nama di bawah kolong langit ini yang olehnya mampu menyelamatkan anda dan saya kalau, bukan melallui Yesus Kristus.
# Fauzan 2013-05-25 17:36
*
Sesungguhnya Nabi Muhammad sudah pasti akan masuk surga, dan namanya pun telah tertulis di pintu masuk surga.

Sedangkan ucapan shalawat itu bukan untuk menyelamatkan Nabi Muhammad. Tetapi agar kita mendapatkan safaatnya, dan sesungguhnya nabi tidak pernah meminta umat bershalawat kepadanya. Melainkan Allah yang memerintahkan sebagai untuk penghormatan dan agar kita mendapat syafaatnya di hari akhir.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-28 16:32
~
Saudara Fauzan,

Surga adalah tempat orang-orang yang sudah dibersihkan dari dosa. Allah tidak mentolerir dosa masuk ke sorga-Nya. Saudara mengatakan Muhammad pasti masuk sorga dan namanya sudah tertulis di pintu masuk sorga? Bila benar, tolong tuliskan ayat Al-Quran yang mengatakan demikian.

Perhatikan ayat ini: "Maka ketahuliah ya (Muhammad) mohonlah ampunan (kepada-Nya) bagi dosamu dan bagi dosa-dosa orang Mu'min” (Qs 47:19) Bagaimana mungkin orang berdosa masuk sorga? Dan bagaimana mungkin orang yang belum di sorga dapat memasukkan orang berdosa lainnya ke sorga?

Bandingkan dengan ayat ini: “Isa bersabda, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6). Dengan jelas Isa Al-Masih mengatakan, bahwa hanya Dia satu-satunya yang dapat membawa seseorang masuk ke sorga. Karena Dia suci, tidak berdosa seperti nabi-nabi lain.
~
SO
# Novian 2013-05-27 17:19
*
Keselamatan adalah kasih karunia/anugrah atau bahasa mudahnya hadiah yang bagi siapa yang percaya pada Jalan Keselamatan dan Hidup. Usaha apapun tidak ada yang bisa menyelamatkan! Itu yang saya pegang.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda yakin selamat apabila Anda mati hari ini?
# Staff Isa dan Islam 2013-05-28 16:34
~
Saudara Novian,

Terimakasih untuk komentar saudara di atas. Jelas keselamatan dan hidup kekal adalah anugerah Allah. Bukan hasil usaha manusia.

Dalam Kitab Suci dituliskan, "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri"

Siapakah manusia, sehingga dia dapat bermegah diri atas keselamatannya sendiri?
~
SO
# sederhana 2013-05-31 18:42
*
Sulit sekali berpartisipasi dalam diskusi ini, masuknya ampun sulitnya.

Bagaimana nabi mau meyelamatkan umat sedang dia sendiri masih didoakan oleh milyaran umatnya?

Juga, bagaimana dengan shalawat yang wajib disampaikan, bukan hanya oleh pengikutnya. Tetapi Allah dan malaikat-Nya pun wajib bershalawat kepada nabi untuk memberi penghormatan.

Mengapa Tuhan hormat sekali dengan Muhammad, apakah Muhammad kedudukannya lebih tinggi dari Tuhan?
# Staff Isa dan Islam 2013-06-01 20:14
~
Saudara Sederhana,

Maaf bila saudara mengalami kendala untuk masuk ke forum ini. Kami sudah memeriksa dan sepertinya tidak ada kendala. Juga teman-teman lain tidak ada yang mengeluh.

Tapi kami berterimakasih karena saudara tetap berusaha untuk bisa bergabung dalam forum ini, walaupun sedikit mengalami kendala. Juga, terimakasih untuk komentar yang saudara berikan. Semoga saudara diberkati melalui diskusi forum ini.
~
SO
# salam damai 2013-07-02 04:43
*
Shalawat bukan doa. Mengapa shalawat bukan doa? Apa buktinya? Harus ada buktinya dong!
Shalawat dilakukan sendiri oleh Allah pada Muhammad.

Qs 33:56 “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaik at-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”

Jelas di situ "Allah bershalawat pada Nabi Muhammad”, dan ini tidak mungkin diartikan sebagai doa karena doa itu dari makhluk pada Allah. Jadi jika Allah bershalawat, maka tidak mungkin Allah berdoa. Kalau shalawat diartikan doa, lalu Allah berdoa pada siapa? Allah tidak berdoa pada tuhan lain, yang benar, Allah itu menerima doa dari makhluk ciptaan-Nya.
# Staff Isa dan Islam 2013-07-02 16:37
~
Saudara Salam Damai,

Terimakasih untuk penjelasan saudara. Pertanyaan kami:

1. Apakah maksud dan tujuan shalawat yang Allah berikan kepada Muhammad?

2. Sesuai dengan isi Qs 33:56 dikatakan Allah memberi salam penghormatan kepada Muhammad. Mengapa Allah harus memberi penghormatan kepada ciptaan-Nya? Bukankah yang seharusnya Allah menerima penghormatan dari ciptaan-Nya?

3. Di antara nabi-nabi Allah, mengapa hanya kepada Muhammad Allah bershalawat? Bukankah Allah dalam Al-Quran mengatakan bahwa Isa-lah yang terkemuka di antara seluruh nabi Allah? Bukankah seharusnya Isa-lah yang berhak menerima penghormatan dari Allah?
~
SO
# Imam Madina 2013-07-02 14:07
*
Selain mengharapkan syafaat dari Muhammad, ada cara lain umat Islam masuk syurga, yaitu dengan berbagi pahala

"Kami hubungkan anak cucu mereka dgn mereka & Kami tidak mengurangi sedikit pun dari pahala mereka" ) Allah SWT memberikan karunia, kemurahan, anugerahNya kepada semua makhluk-Nya, bahwa jika orang mukmin diikuti oleh keturunan mereka, maka mereka akan dipertemukan dgn nenek moyang mereka di suatu tempat, meskipun amal perbuatan mereka tidak sampai pada amal perbuatan nenek moyang mereka, agar nenek moyang mereka itu merasa senang dgn kehadiran anak-anaknya di sisi mereka, di tempat kediaman mereka. Mereka dikumpulkan dgn cara yang paling baik, yakni orang yang mempunyai amal yang kurang, akan ditinggikan derajatnya melalui orang yang amalnya sudah sempurna dan hal itu sama sekali tidak menjadikan amalannya berkurang dan kedudukannya menurun sehingga terjadi kesamaan antara orang ini dengan orang yang tinggi derajatnya itu" (Qs 52:21)
# Staff Isa dan Islam 2013-07-17 22:31
~
Saudara Imam Madina,

Orang yang amalnya kurang berarti adalah orang yang berat dosanya lebih banyak daripada amal. Seberapa besar ukuran dosa tersebut, itu relatif dan setiap pribadi berbeda. Jika dalam timbangan dunia hitungannya kilogram, mungkin ada manusia memiliki amal hampir 1 Kg, tetapi dosanya 1 Kg lebih sedikit. Maka orang inilah yang disebut amalnya kurang.

Apa kata Al-Quran mengenai amal yang kurang. Di dalam Qs 99:8 dikatakan bahwa dosa terkecil sekalipun diperhitungkan. Sedangkan di dalam Qs 20:74 “Sesungguhnya barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, maka sesungguhnya baginya neraka Jahannam. Ia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup."

Berarti kesimpulanya bahwa orang yang amalnya kurang berarti adalah orang yang masih membawa dosa dan pasti ke neraka. Lagipula, adakah umat muslim yang tahu ukuran amal dan ukuran dosanya?
~
NN
# Staff Isa dan Islam 2013-07-02 16:36
~
Saudara Imam Madina,

Sebelumnya terimakasih atas penjelasan yang sudah saudara tuliskan. Tapi maaf karena terpaksa komentar-koment ar tersebut kami hapus. Silakan memperhatikan ketentuan dalam memberi komentar yang tercantumkan di bawah artikel.

Di sini kita sedang membahas apakah Muhammad dapat membela umatnya, sebagaimana diakui sebagian besar umat Muslim, bahwa ketika mereka menaikkan doa shalawat bagi Muhammad, maka Muhammad akan memberi syafaat kepada mereka.

Bagaimana pendapat saudara? Silakan memberi penjelasan yang singat dan jelas. Terimakasih.
~
SO
# pisok 2013-07-07 02:13
*
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaik at-Nya bershalawat untuk nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” (Qs 33:56)

Banyak yang mengatakan kalau shalawat bukan doa tapi salam. Kalau itu memang salam, kenapa dalam ayat tidak ditulis "hai orang yang beriman beri salam hormatlah kamu dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya"?

Aneh bukan? Mengapa harus ditulis berbeda-beda? Saya jadi penasaran, dalam ayat itu bahasa Arabnya apa?

Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. berkata : “Membaca selawat untuk nabi itu bisa menghapuskan dosa-dosa, seperti air dingin memadamkan api, dan salam kepada nabi itu lebih utama dari pada memerdekakan budak”. Nabi saw, bersabda: “Barangsiapa membaca selawat untuk ku satu kali, maka dia menjadi tidak berdosa walaupun sebesar atom dan biji sawi.”

Melihat kutipan dari khalifah Islam pertama tersebut, berarti hanya dengan membaca shalawat 1 kali pun orang bisa suci. Tidak berdosa walaupun sebesar atom dan biji sesawi? Aan itu adalah sabda Nabi Muhammmad.
# Staff Isa dan Islam 2013-07-21 19:43
~
Saudara Pisok,

Terimakasih untuk komentar saudara di atas.

Mengenai kutipan dari khalifah Islam yang saudara kutip di atas, menurut saudara apakah hal itu benar? Sungguhkah hanya dengan membaca shalawat bagi Muhammad maka seseorang dapat tiba-tiba suci dari dosa?

Kami sangat tidak setuju dengan kutipan atau pun sabda nabi tersebut. Karena menurut kami hanya Allah yang dapat menghapus atau mengampuni dosa seseorang. Jelas manusia berdosa (Muhammad juga berdosa) tidak dapat mengampuni dosa sesamanya. Sebab, siapakah manusia sehingga dia layak mengampuni dosa orang lain?

Dalam Kitab Suci Injil dikatakan, "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Injil, Surat Efesus 2:8-9).
~
SO
# akmal 2013-07-09 04:11
*
Saudaraku telah banyak perdebatan yang dilakukan oleh kalian semua. Namun untuk hal ini saya ingin mengingatkan kalian semua bahwa di agama anda ada jaminan masuk surga dan di agama kami ada juga jaminan masuk surga. Dan agama lainpun menjamin umatnya masuk surga, namun saudaraku agama manapun di dunia ini termasuk agama saudara sebenarnya tidak ada yang tahu apakah jaminan masuk surga itu benar atau palsu, karena belum ada satu orangpun yang telah mati masuk surga kemudian hidup kembali dan memberitakannya kepada kita. Jadi sebenarnya jaminan seperti yang saudara katakan itu juga kita tidak tahu, semua kembali pada kepercayaan kita masing masing.
# Staff Isa dan Islam 2013-07-17 21:10
~
Saudara Akmal,

Sunggguh malang nasib manusia jika selama hidupnya tidak tahu pasti bagaimana caranya agar dapat masuk surga dan bertemu dengan sang Penciptanya. Allah telah sangat jelas menyatakan dalam firman-Nya jalan untuk manusia dapat mencapai surga. Apakah saudara mempercayai Firman Allah?

Isa Al-Masih berkata, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”(Injil. Rasul Besar Yohanes 14:6). Dengan jelas Isa Al-Masih menyatakan bahwa Ia adalah jalan dan kebenaran. Isa Al-Masih adalah jalan keselamatan yang Allah berikan agar manusia dapat terbebas dari hukumam kekal di neraka dan mencapai surga-Nya.

Jadi saudaraku, Isa Al-Masih dapat memberikan jaminan surga karena Ia adalah Allah. Hanya Allah yang memiliki otoritas untuk membawa manusia ke surga-Nya, bukan?
~
NN
# freeman 2013-08-15 00:43
*
Lalu siapakah Iisa (Imam mahdi) dan Muhammad?

Diskusi ini akan bermanfaat sekali buat kehidupan batiniah seseorang yang dalam pencarian juruselamatnya kelak saat setelah ajal menjemputnya.

Tidak ada pilihan lain kecuali masing-masing pribadi sepakat untuk melepaskan status agamanya dulu. Jadi langsung saja saya mulai dengan pertanyaan simpel sekali.

Apakah agama yang kita anut itu benar-benar pilihan diri sendiri atau agama keturunan? Maukah kita belajar agama lain sebagai ilmu pengetahuan pembanding.

Kebenaran itu akan terungkap jika ada faktor pembanding sebagai tolok ukurnya. Tanpa kita sadari pikiran kita selama ini tidak mampu keluar dari lingkaran teori-teori keagamaan. Saya yakin kita semua mampu melakukannya untuk sedikit membuka jalan bagi pikiran yg lebih demokratis. Demokrasi menuju keselamatan akan membuat kita menjadi pribadi dewasa yg mampu menghargai pilihan-pilihan lainnya. to be continue
# Staff Isa dan Islam 2013-08-20 11:59
~
Saudara Freeman,

Terimakasih atas saran saudara. Kita berharap ada banyak orang yang berpikiran sama dengan saudara. Kami setuju bahwa hanya dengan keterbukaan adalah awal dari penemuan kebenaran. Tanpa itu maka manusia terjebak dalam ruang gelap fanatisme mematikan.

Berharap saudarapun sudah menemukan kebenaran. Ada satu pernyataan Isa Al-Masih yang perlu direnungkan si pencari kebenaran, “Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa [Allah], kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Percayakah saudara bahwa Isa Al-Masih adalah kebenaran itu?
~
NN
# Wintoro 2013-08-16 04:15
*
Sebenarnya umat nasrani itu Tuhannya, Yesus atau Allah? Membingungkan.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-18 20:51
~
Saudara Wintoro,

Yesus dan Allah adalah satu. Perhatikan perkataan Yesus ini, “Aku dan Bapa adalah satu" (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30).

Yesus adalah Kalimat/Firman Allah yang datang ke dunia dalam wujud manusia. Ketika di dunia, Dia disebut dengan nama Yesus.

Jadi, ketika orang Nasrani menyembah Allah, mereka juga menyembah Yesus. Demikian sebaliknya, ketika mereka memanggil Yesus, maka secara otomatis mereka juga memanggil Allah. Karena Yesus dan Allah Bapa adalah satu.
~
SO
# freeman 2013-08-16 21:04
*
Mencari Sang Juruselamat bukanlah hal gampang. Ada banyak perkara yang susah dimengerti, termasuk siapakah Allah dan Isa serta Muhammad.

Untuk masuk ke dunia itu, kita harus rela melepaskan embel-embel keagamaan yang melekat berpuluhan tahun lamanya pada diri kita, dan mau mempelajari "agama" sebagai ilmu pengetahuan secara perlahan-lahan.

Pelajarilah kitab-kitab suci yang ada lalu diperbandingkan . Yang masuk akal silahkan diterima, yang belum masuk akal silahkan cari tahu terus, jangan putus asa. Karena ini masalah keselamatan after the death.

Namun bagi saya pribadi, konsep Tritunggal Allah sulit untuk dijelaskan. Kecuali bagi mereka yang telah merasakan pembaharuan hidup dalam ruh. Merekapun hanya bisa merasakan, tapi susah untuk mereka jelaskan. Itulah keajaibannya. Konsep ini sangat berlawanan dengan objek yang ada dalam batu Ka'bah.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-17 19:41
~
Maaf Sdr Jeffry,

Komentar saudara terpaksa kami hapus karena melanggar ketentuan yang telah kami buat. Saran kami, bila saudara ingin memberi komentar, silakan mengikuti aturan berikut ini:

1. Tidak boleh memakai lebih dari satu kolom komentar.
2. Pertanyaan/masu kan harus berhubungan dengan uraian diatas.
3. Sebaiknya satu atau dua pertanyaan dalam satu kolom komentar.
4. Hanya menggunakan bahasa Indonesia yang umum dan dimengerti semua orang.
5. Tidak memakai singkatan-singk atan, misalnya yg, dlm, sdh, tdk, dlsbgnya.
6. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
7. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.

Untuk pertanyaan/masu kan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .
~
SO
# imanriadi 2013-08-19 00:09
*
Solawat adalah suatu bentuk penghormatan dan merupakan salah satu cerminan dari baiknya etika kita umat Islam kepada nabinya. Kenapa kita harus menghormati nabi? Karna “nabi adalah orang yang telah berjasa pada kita” (dia berjasa karena, dia sudah membawakan Islam kepada kita) dan sebagai orang yang tau rasa terimakasih; maka wajar jika kita berterimakasih kembali kepadanya.

Adapun, kenapa bentuk rasa terimakasih kita kepadanya cuma dengan bersolawat? Itu karena dia sudah meninggal dunia. Maka hanya solawat sajalah yang pantas saya berikan kepadanya. Adapun sekarang tanpa kita bersolawat kepadanya pun, dia sudah pasti dijamin selamat oleh Allah. Solawat adalah bukan doa.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-26 14:02
~
Saudara Imanriadi,

Terimakasih untuk penjelasan saudara di atas. Pertama, kami ingin menyampaikan kepada saudara bahwa orang Kristen tidak pernah diperintahkan untuk bersolawat.

Menurut saudara, sholawat adalah ungkapan terimakasih kepada nabi (Muhammad) karena dia sudah berjasa membawa agama Islam. Pertanyaan kami:

1. Bukankah umat Muslim percaya bahwa Islam adalah agama yang sudah ada sejak zaman Nabi Adam? Jika hal itu benar, berarti bukan Muhammad yang membawa agama Islam, bukan? Maka seharusnya Muhammad tidak berhak menerima ucapan terimakasih itu.

2. Bagaimana ucapan terimakasih kita bermanfaat bagi orang yang sudah meninggal? Bukankah dunia orang yang sudah meninggal berbeda dengan orang yang masih hidup?

3. Tidak ada pernyataan dari Al-Quran yang mengatakan bahwa Muhammad sudah pasti dijamin selamat oleh Allah.

Sebaliknya, Al-Quran memerintahkan agar Muhammad meminta pengampunan atas dosanya kepada Allah. "Maka ketahuliah ya (Muhammad) . . . . . mohonlah ampunan (kepada-Nya) bagi dosamu dan bagi dosa-dosa orang Mu'min” (Qs 47:19).
~
SO
# MUHAMMAD RUSDY 2013-08-28 17:35
*
Maaf ya sebelumnya, kita jangan terpancing dan jangan memojokan agama tertentu, katanya saling menghormati, kita diskusi baik-baik.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-31 14:58
~
Saudara Muhammad Rusdy,

Terimakasih atas masukan saudara. Kami setuju dengan saudara. Mari kita bersama-sama untuk diskusi dengan mengedepankan rasa santun. Tidak untuk bermaksud memojokan agama tertentu.
~
SO
# OliZa 2013-08-30 09:30
*
Setelah saya baca seluruh komentar di atas, sungguh sangat menguatkan iman saya dan tahu tentang kebenaran sesungguhnya.

1. Staf IDI bertanya dengan baik, tetapi kenapa umat Muslim tidak bisa menjawab?

2. Umat Muslim bertanya, dan staf IDI menjawab. Bukan dengan logika semata, tetapi dengan bukti dan fakta baik dalam Alkitab maupun Al-Quran.

3. Saya merasa ragu, apakah kepercayaan yang dipercayai umat Muslim saat ini, memang karena kepercayaan mereka, atau karena doktrin yang sudah ditanamkan sejak kecil?

4. Dalam mengartikan shalawat umat Muslim memberi pengertian yang berbeda-beda. Ada yang berkata sebagai penghormatan, doa, ucapan terimakasih, juga rengekan. Manakah yang benar? Atau mungkin masih ada arti lain lagi?

Kata Yesus, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Staf IDI, Tuhan memberkati!
# apsintus 2013-09-20 06:55
*
Ada tertulis di Al-Quran bahwa kamu sekalian tidak lain pasti masuk neraka, nanti baru dipilih mana yang dipindah ke sorga.

Apakah manusia yang sudah masuk neraka bisa ke luar darinya? Ada tertulis, jalan yang disangka lurus, ternyata berujung maut.
# Staff Isa dan Islam 2013-09-30 16:31
~
Saudara Apsintus,

Sorga dan neraka sifatnya kekal. Seseorang yang sudah masuk ke neraka tidak akan mempunyai kesempatan lagi untuk masuk sorga. Orang-orang yang sudah di neraka, tidak akan diberi kesempatan untuk bertobat atau dipilih untuk masuk sorga.

Demikian sebaliknya, orang yang sudah di sorga tidak akan dipindah lagi ke neraka. Maka dari itu, selagi hidup dan selagi ada kesempatan, pergunakanlah hal itu sebaik-baiknya agar saudara tidak menyesal nantinya.

Ijinkan kami berbagi satu ayat, “Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup" (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:12)
~
SO
# priawan1 2013-10-03 04:01
*
Terimakasih atas penjelasan staf Isa dan Islam,

Saya sebagai pengikut Yesus Kristus, tidak pernah ragu sedikitpun tentang ayat ini, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Bila kita mengukuti ajaran Yesus Kristus dengan benar, sunguh-sunguh dan taat, kita sudah di jamin 100000000000000 % ikut dengan Dia di sorga. Bagi agama Kristen KTP, hari penghakiman sudah dekat, jadi cepatlah bertobat. Terimakasih.
# Akbar 2013-11-05 23:57
~
Sebelumnya maaf saya akan berkomentar:
bahwasanya Tuhan itu 1 yaitu Allah SWT tiada Tuhan melainkan Dia. Dan Nabi atau Rasul Allah itu ialah Muhammad ialah teladan kami. Dia yang akan memberikan syfa'at kepada umatnya , karena begitu cinta dan sayangnya Muhammad pada umaatnya, hanya atas syafaatnya kita bisa masuk surga.

Asalkan pernah mengucapkan 2 kalimat syhadat, asyhadualla ila hailaallah , wa'asyhaduanna muhammadar rasulullah.

Nabi Isa itu sama seperti kita yaitu manusia dan juga sama seperti nabi lainnya. Jadi, Nabi Isa itu bukan Tuhan, melainkan nabi biasa.

Masak manusia mau menyambah manusia? Tidak mungkinkan.
# Staff Isa dan Islam 2013-11-06 23:10
~
Saudara Akbar,

Menurut Anda “hanya melalui syafaat Muhammad manusia bisa masuk sorga” dimana dalilnya?

Muhammad sendiri masih binggung dengan nasibnya, ia berkata "Aku bukanlah rasul yang pertama diantara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu…"(Qs 46: 9). Dan semakin jelas kegamangannya dalam ayat ini “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaik at-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” (Qs 33:56).

Muhammad tidak dapat menyelamatkan siapapun termasuk dirinya dan Muhammad tidak pernah menanggungjawab i keselamatan umatnya supaya masuk sorga. Melainkan Muhammad meminta umatnya menolong dia supaya diterima di sorga. Dan inipun tidak mungkin. Sebab yang menolongnyapun butuh pertolongan. Isa Al-Masihlah satu-satunya yang dapat menolong sebab dari sorgalah asalnya.
~
Noni
# mr.nunusaku 2013-11-08 07:52
*
Sudah tersedia keselamatanku melalui Isa Anak Maryam, Yesus. Dia telah memberikan jaminan visa masuk kesurga.
# botasupal 2013-11-12 09:05
~
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaik at-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” (Qs 33:56).

Apakah Allah dan malaikat-Nya bershalawat juga untuk Nabi?
# Staff Isa dan Islam 2013-11-21 08:16
~
Saudara Botasupal,

Dari ayat di atas dengan sangat jelas dikatakan bahwa “Allah dan malaika” bershalawat untuk Muhammad. Jadi, menurut kami adalah benar bahwa Allah dan malaikat bershalawat untuk Muhammad.

Bagaimana menurut saudara, apakah menurut saudara Allah pantas bershalawat bagi seorang manusia?
~
Saodah
# jojo 2013-11-28 00:38
~
Untuk umat non Muslim,

Syarat masuk surga cuma satu yaitu mengucap dua kalimat syahadat..laill ahaillah muhammaddarosul lah.
# Staff Isa dan Islam 2013-11-29 11:44
~
Saudara Jojo,

Sebagai seorang Muslim adakah jaminannya bahwa saudara masuk sorga?

Sebenarnya tidak ada satu manusiapun yang bisa menjamin sorga. Seorang yang saleh berharap dengan kesalehannya itu ia menerima imbalan sorga, inipun tidak pantas di sorga. Seorang pezinah yang tidak bertaubat berharap juga menikmati sorga persis setalah dosanya disucikan di neraka.

Sorga adalah ciptaan, umat Islam membayangkan sorga itu seperti tempat menyenangkan dimana puncak kepuasaan segala sesuatu ada di sorga. Jelas pandangan seperti ini tipu daya dari Iblis.

Jika saudara ingin sorga itu berarti saudara bukan merindukan pencipta sorga. Sorga adalah ciptaan dan Allah adalah peciptannya. Firman Allah memberitahukan tentang sorga dan jalan ke sorga. Dalam Injil, sorga adalah tempat suci dimana kerinduan untuk mengenal Allah dan menyembah Allah dengan nyata terjadi di sorga. Injil menggambarkan sorga bukan tempat pemuasaan badani. Lihatlah Isa Al-Masih yang adalah jalan ke sorga satu-satunya. Ia menjamin sorga dengan seluruh hidupnya yang Ia korbankan.

Apakah Muhammad melakukan sesuatu untuk mengampuni dosa-dosa saudara supaya saudara diterima di sorga?
~
Noni
# sandy 2013-11-28 16:28
~
Yth Staff IDI,

Saya seorang Muslim yang butuh penjelasan mengenai 2 agama dalam diskusi ini.
1. “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaik at-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yg beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” (Qs 33:56). Adakah di dalamnya tertulis hanya Muhammad SAW yang disalawatkan? Karena hanya tertulis nabi, sedangkan jumlah nabi ada banyak (bagi Umat Islam termasuk Isa AS atau Yesus).
2. Benarkan Yesus pernah berkata akan menjamin seluruh manusia masuk ke dalam surga (dari mulutnya)? Apa nama suratnya dan ayat berapa?
3. Bagaimana menurut anda bila saya mengatakan Yesus bukanlah Tuhan, namun dia adalah utusan Tuhan sama seperti halnya Muhammad (pembawa pesan dari Tuhan untuk Manusia )? Karena Tuhan yang sesungguhnya tidaklah mungkin nampak dalam nyata karena akhirat maupun surga tidaklah nyata?

Tks
# Staff Isa dan Islam 2013-12-04 09:25
~
Saudara sandy,

1. Sekalipun tidak tertulis nama Nabi Muhammad, namun seluruh umat Muslim pun tahu bahwa shalawat tersebut ditujukan kepada Muhammad, nabi yang paling diagungkan umat Muslim.
2. Isa Al-Masih berkata, “dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:28). Isa Al-Masih berkuasa untuk memberikan jaminan hidup kekal. Artinya Ia dapat memberikan jaminan untuk masuk surga. Adakah nabi lain yang berani berkata seperti yang Isa Al-Masih katakan? Bukankah yang dapat memberikan hidup kekal hanya Allah? Dan masih banyak ayat lain yang menyatakan bahwa Isa Al-Masih yang dapat memberikan jaminan keselamatan.
3. Saudara atau siapapun juga dapat mengatakan bahwa Isa Al-Masih bukan Tuhan. Tetapi saudara tidak dapat menyangkali Firman Allah yang menyatakan bahwa Isa Al-Masih adalah Allah..
~
Noni
# Andri Sulistyo 2013-11-29 09:14
~
Saya memberi acungan jempol kepada staff, karena anda sangat konsisten dengan apa yang anda tulis. Dan penjelasan anda sangat-sangat masuk akal dan yang terutama anda punya pegangan (ayat-ayat pendukung yang menurut saya sangat kuat).

Dan menurut saya bagi mereka yang menjawab, mereka terkadang kurang kuat dalam memberi argumen. Dan menjawab pertanyaan anda karena mereka tidak memiliki ayat-ayat pendukung yang kuat.

Jadi mereka menjawab dengan bertele-tele, membelok kemana-mana dan tidak bisa menjawab secara tepat, karena tidak kuat dalam dukungan ayat dalam menjawab pertanyaan anda. (khususnya pertanyaan "Untuk apakah shalawat nabi itu? Mengapa diperintahkan agar didoakan setiap hari? Apakah karena nabi tersebut belum memperoleh keselamatan sehingga harus didoakan setiap saat?")

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2013-12-03 12:27
~
Saudara Andri Sulistyo,

Terimakasih untuk penilaian yang saudara berikan. Penilaian saudara adalah masukan yang baik untuk kami, agar kami bisa selalu memberi yang terbaik ketika memberi jawaban.

Kami juga berharap artikel dan penjelasan-penj elasan kami dapat memberi satu pencerahan dan menambah wawasan saudara. Tuhan memberkati.
~
Saodah
# Allahisonly1God 2013-11-29 10:22
~
Bershalawat itu maknanya banyak, tidak terbatas kepada doa semata. Karena itu di dalam Al-Quran Al-Karim kita menemukan adanya ayat yang menceritakan bahwa Allah SWT dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi SAW. Dan untuk itu umatnya pun diperintahkan untuk bershalawat kepada beliau juga.

"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaik at-Nya bershalawat untuk Nabi . Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya"(QS. Al-Ahzab : 56).

Allah SWT bershalawat kepada Nabi SAW ? Apakah maknanya Allah berdoa kepada nabi ? Tentu saja bukan. Makna Allah SWT bershalawat kepada nabi adalah bahwa Allah SWT memberinya rahmat. Dan makna para malaikat bershalawat kepada nabi adalah memintakan ampunan. Sedangkan bila shalawat itu dari orang mukmin maka maknanya adalah doa supaya beliau diberi rahmat dan kasih sayang.
# Staff Isa dan Islam 2013-12-04 21:25
~
Saudara Allahisonly1God,

Tujuan bersalawat adalah untuk mendoakan Nabi Muammad. Lalu mengapa hingga Muhammad meninggal, para pengikutnya masih tetap mendoakannya? Ini menunjukan bahwa Muhammad masih membutuhkan doa dari para pengikutnya. Lalu bagaimana mungkin seseorang dapat memberikan keselamatan bagi pengikutnya, sedangkan ia sendiri masih perlu didoakan oleh para pengikutnya?
~
Noni
# sandy 2013-11-29 10:27
~
Arti Salawat secara umum :
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaik at-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang2 yang beriman, bershalawatlah kamu utk Nabi & ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”. Perkataan ini bukan dari Muhammad namun dari Tuhan karena tujuannya untuk para nabi seluruhnya yang pernah diutus Tuhan ke bumi guna menjembatani antar manusia dan Tuhan.
Apa itu Salawat? Salawat adalah salam yang disertai dgn doa. Dan doa di dalamnya adalah ucapan syukur karena berkat merekalah ( para nabi ) kita dapat mengenal & tahu cara dekat dengan Tuhan meski belum dapat melihat. Kita belum dapat melihat Tuhan yang sesungguhnya karena kita masih di dunia. Mengapa? Krn segala sesuatu yang hidup di dunia bukanlah Tuhan melainkan ciptaan-Nya.
Bila kita kembali melihat peristiwa Musa ketika dia menerima perintah Tuhan, bisakah anda bayangkan kehancuran dunia bila Tuhan menampakkan diri-Nya ? Tuhan merubah wujud menjadi manusia hanya ada dalam film bangsa Yahudi. Sedang Yahudi-lah yang menyalib Isa.
# Staff Isa dan Islam 2013-12-04 21:26
~
Saudara sandy,

Saudara mengatakan tujuan bershalawat adalah untuk mendoakan para nabi, termasuk Muhammad. Karena itu hingga saat ini umat Muslim selalu menaikan doa tersebut. Umat Muslim dalam doanya selalu mengucapkan "Assalamu ’alaika ayyuhan Nabi" (semoga keselamatan tercurah kepadamu hai Nabi). Ini menunjukan bahwa sekalipun nabi, Muhammad tetaplah manusia biasa yang masih perlu didoakan, termasuk mendoakan keselamatannya.

Namun Isa Al-Masih bukan manusia biasa, sehingga Ia tidak perlu didoakan. Isa Al-Masih tidak perlu didoakan keselamatan-Nya karena Ia sendiri yang memberikan jaminan keselamatan bagi manusia. Isa Al-Masih adalah jalan keselamatan itu (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).
~
Noni
# fauzi 2013-12-03 13:32
~
Bab 39 Barnabas turki: ''Terpujilah nama-Mu yang kudus, ya Allah Tuhan kita... Tiada Tuhan Selain Allah dan dan Muhammad adalah utusan-Nya''.

Nabi Isa juga bershalawat kepada Nabi Muhammad.

Bab 41 Barnabas turki: "Atas perintah Allah, Mikael mengusir Adam dan Hawa dari surga, kemudian Adam keluar dan berbalik melihat tulisan pada pintu surga 'Tiada Tuhan Selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah...''
# Staff Isa dan Islam 2013-12-09 11:00
~
Saudara Fauzi,

Apakah saudara tidak tahu bahwa Seorang Guru Besar Islam pun menolak Injil Barnabas sebagai wahyu dari Allah? Bila ingin mendapat pengakuan bahwa nabi saudara benar adalah nabi yang diutus Allah, kiranya saudara tidak menggunakan wahyu palsu.

Lebih jelasnya silakan saudara membaca penjelasan tentang Injil Barnabas di artikel ini: http://tinyurl.com/psjkhyz.
~
Saodah
# botasupal 2013-12-03 14:17
~
Coba perhatikan ayat ini : Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaik at-Nya bershalawat untuk Nabi.
Jika arti Salawat adalah salam yang disertai dengan doa. Dan doa di dalamnya adalah ucapan syukur, karena berkat merekalah ( Para nabi ) kita dapat mengenal & tahu cara dekat dengan Tuhan meski belum dapat melihat.
Maka ayat itu menjadi :
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaik at-Nya mengucapkan salam yang disertai dengan doa. Dan doa di dalamnya adalah ucapan syukur karena berkat merekalah ( Para nabi ) kita dapat mengenal & tahu cara dekat dengan Tuhan meski belum dapat melihat, bukan begitu?
# Staff Isa dan Islam 2013-12-11 20:13
~
Saudara botasupal,

Umat Muslim selalu berdoa untuk Nabi Muhammad, apakah di dalam doa tersebut hanya doa ucapan syukur? Apakah umat Muslim tidak mendoakan keselamatan Nabi Muhammad, sebagai nabi yang sangat diagungkan umat Muslim?
~
Noni
# islam agamaku 2013-12-04 20:52
~
Sebenarnya Tuhan itu yang mengampuni dosa atau menanggung dosa? Kalau misalnya Tuhanmu menanggung dosa semua umat Kristen makanya pantesan aja di luar negeri seks bebas, minum-minum alkohol. Mereka kan gak takut dosa, soalnya sudah ada yang nanggung. Lalu adakah di Tuhanmu bilang proses penciptaan manusia, proses penciptaan alam semesta ini juga. Allah SWT Tuhanku jauh lebih besar kuasanya karena Allah SWT di hari kiamat nanti akan menggenggam alam semesta ini dengan tangan kanannya dan disitu kalian semua wahai manusia yang sesat akan takut karena selama ini mereka semua tidak menyembah Allah SWT yang telah menciptakan alam semesta dan seisinya. Surga yang begitu terdapat nikmat di dalamnya dan neraka yang apinya yang sangat panas.
# Staff Isa dan Islam 2013-12-11 19:28
~
Saudara islam agamaku,

Kerusakan moral manusia telah ada sejak manusia pertama jatuh dalam dosa. Sejak saat itu manusia cenderung untuk berbuat jahat dan melakukan hal yang tidak berkenan bagi Allah. Karena manusia membawa tabiat dosa. Apakah yang melakukan perbuatan yang saudara sebutkan hanya orang di luar negeri saja? Bukankah di negeri kita pun ada banyak orang yang melakukan hal tersebut?Ini menunjukkan tabiat dosa yang dimiliki setiap manusia.

Tanpa penebusan dosa yang dilakukan Isa Al-Masih, maka manusia harus menerima hukuman akibat dosa tersebut, karena upah dosa ialah maut (Injil, Surat Roma 6:23).

“demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia” (Injil, Surat Ibrani 9:28).

Allah yang kami sembah adalah Allah yang dapat kami kenal, karena Ia berkenan menyatakan diri-Nya dalam Isa Al-Masih. Allah yang sangat mengasihi manusia. Dan wujud nyata kasih-Nya adalah dengan memberikan anugerah keselamatan agar manusia tidak dihukum dalam siksa neraka. Dialah Isa Al-Masih
~
Noni
# teuku fachriansyah 2013-12-05 09:35
~
Agamaku agamaku, dan agamamu adalah agamamu. Keselamatan itu adalah hak prerogatif Sang Pencipta, tidak perlu memperdebatkan soal keyakinan dengan mencela keyakinan orang lain/ Jika engkau merasa benar dengan keyakinanmu bukan berarti engkau punya hak menghakimi keyakinan orang lain, Jadi berhentilah menyebarkan keyakinanmu di atas keyakinan orang lain.
# Staff Isa dan Islam 2013-12-11 19:29
~
Saudara teuku fachriansyah,

Adalah perintah Firman Allah yang kami imani untuk menyampaikan kabar keselamatan dalam Isa Al-Masih. Seperti ada terrtulis, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman" (Injil, Rasul Besar Matius 28:19-20).

Kami hanya ingin membagikan keselamatan yang telah kami terima, tanpa memaksa orang lain untuk menerima apa yang kami sampaikan. Tetapi kami tetap harus menyampaikan kebenaran yang terdapat dalam Firman Allah. Bahwa Isa Al-Masih yang adalah Allah telah memberikan jaminan keselamatan dan hidup kekal bagi umat manusia.

Apakah saudara telah mendapatkan jaminan keselamatan?

“dan Aku [Isa Al-Masih] memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:28).
~
Noni
# Saepi 2013-12-10 17:43
~
HIdup kekal itu sesudah mati, jadi dunia ini hanya sementara. Suatu saat akan hilang. Jadi sebelum umatmu di kemudian hari masuk Islam hendaklah kamu masuk Islam, agar kamu terhindar dari siksa kubur dan seterusnya. Kalau kamu ga mau aku hanya menyarankan saja Allahlah Tuhan yang satu tak beranak dan tak dianakkan. Hanya Allahlah pemilik alam raya ini. Jadi tobatlah sebelum ajal memanggilmu. Maha benar Allah dengan segala Firman-Nya, masuklah ke agama Islam.
# Staff Isa dan Islam 2013-12-12 20:45
~
Saudara Saepi,

Apakah jika kami masuk Islam, maka dapat menjamin kami untuk masuk surga? Apa yang telah kami terima saat ini adalah keselamtan yang telah Allah berikan, tentunya bagi umat-Nya yang mau menerima keselamatan itu.

Allah yang menjadi manusia dalam Isa Al-Masih untuk memberikan penebusan dosa, agar kita tidak dihukum dalam siksa neraka yang kekal. Isa Al-Masih memiliki kuasa untuk memberikan jaminnan hidup kekal di surga,

“dan Aku [Isa Al-Masih] memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:28).

Apakah Muhammad dapat memberikan jaminan hidup kekal bagi pengikutnya?
~
Noni
# Maruli Hutagalung 2013-12-11 07:19
~
Puji Tuhan, saya akhirnya menemukan website yang betul-betul membuka wawasan keimanan saya terhadap Yesus.

Terima kasih buat staf Isa dan Islam. Tuhan Yesus memberkati pekerjaan anda semua.
# indie 2013-12-12 13:39
~
Coba deh ditelaah lagi buat saudara Muslim, jika benar Nabi Muhammad masuk sorga, harusnya kata-kata dalam shalawat bukan "semoga," tapi benarlah atau pastilah. Karena kata “semoga” itu merujuk pada ketidak-pastian atau belum pasti.
# wiki 2013-12-18 19:31
~
Yesus juga merasakan takut akan kematian. Injil Rasul Lukas 22:44 “Ia (Yesus) sangat ketakutan dan makin bersungguh-sung guh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.”
# Staff Isa dan Islam 2014-01-07 15:40
~
Jika dipandang dari sudut kemanusiaan tentu kematian adalah sesuatu yang menakutkan, bukan? Menjadi sebuah pertanyaan apakah benar Isa Al-Masih mengalami ketakutan akan kematian? Tentu jawabannya Ya.

Allah yang suci dan kudus tentu tidak mengalami kematian sebab hanya manusia berdosa yang mengalami kematian. Qs.19:19 menerangkan bahwa Isa Al-Masih adalah suci yang berarti tanpa dosa. Ketakutan yang dialami Isa Al-Masih menjelaskan kepada kita bahwa bagaimana mungkin Pribadi yang suci harus bersatu dengan dosa dalam hal ini kematian?

Itulah bukti tindakan yang dilakukan Allah bahwa Dia begitu mengasihi manusia sampai harus memberikan nyawa-Nya sebagai tebusan banyak orang.

“Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang" (Injil, Rasul Markus 10:45).
~
Salma
# Dewi 2013-12-19 06:36
~
Apakah shalawat selalu bermakna doa. Jika Tuhan yang menciptakan alam semesta ini saja sudah mendoakan dirinya, apakah masih dikatakan tidak selamat? Tentu jawabannya adalah dirinya selamat.

Ini jaminan atas keselamatan Muhammad di dunia dan di akhirat. “Itulah syurga yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa” (Qs. 19:63).

Yesus sendiri berdoa memohon ampunan, yang tentunya diri-Nya belum selamat juga. Injil, Rasul Lukas 11:4 “Dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kami pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan."

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2014-01-07 15:42
~
Apa yang tertulis dalam Injil, Rasul Lukas 11:4 adalah sebuah doa yang diajarkan oleh Isa Al-Masih kepada murid-murid-Nya .

Ini adalah sebuah doa yang sangat indah yang diajarkan Isa Al-Masih kepada umat-Nya bahwa memberikan pengampunan kepada orang yang bersalah kepada kita adalah hal yang utama. Adakah ajaran di luar Isa Al-Masih yang berkata demikian?

Sungguh doa yang sangat indah, bukan?
~
Salma
# chris 2014-01-15 20:38
~
To: Saudara Dewi,

Saya tidak mengerti. Tadi anda berkata Tuhan berdoa. Doa pada siapa? Suatu hal yang aneh...
# nur wakhid 2014-01-24 12:48
~
Muhammad adalah kekasih Allah. Kita umat Muslim membaca shalawat adalah cinta kepada rasul.
# Staff Isa dan Islam 2014-01-28 22:18
~
Saudara Nur Wakhid,

Benarkah membaca shalawat sebagai cinta kepada Muhammad atau mendoakan agar Muhammad selamat di akhirat? Bagaimana saudara menjelaskan “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaik at-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” (Qs 33:56)?

Mungkinkah Allah mendoakan Muhammad untuk keselamatannya? Tidakkah ini membingungkan?
~
Salma
# Joshua Generations 2014-01-24 16:15
~
“Ya Allah! Ampunilah saya! Kasihanilah saya dan hubungkanlah saya dengan Teman Yang Maha Tinggi …” (Sahih Bukhari Vol. 5 Book 59 No. 715).

Jadi, jelas Muhammad juga memohon ampun kepada Allah supaya mengasihaninya dan kepada "Teman Yang Maha Tinggi" yang adalah Isa Al-Masih yang merupakan perantaraan Allah melalui Pribadi Isa Almasih.
# alibaba 2014-01-24 16:39
~
To: Elang Gunung,

Saya menjawab, "iya" sesederhana itu. Tidak perlu harus ibadah sehari lima kali, dengan peraturan-perat uran yang jika tidak sengaja melanggar, maka tidak diterima ibadahnya. Tidak perlu jauh-jauh pergi ke tanah Arab untuk mencari Tuhan, karena Tuhan tidak dibatasi tempat, ruang dan waktu.

Saya katakan lagi, berbuat baik, amal, ibadah bukan untuk mendapatkan pahala. Itu bentuk ucapan syukur kepada Allah karena sudah memberi rahmat-Nya yaitu Yesus Kristus yang telah menderita di kayu salib dan menggantikan dosa kita. Dan Tuhan tidak butuh sogokan amal ibadah kita, Dia hanya butuh pengakuan kita.

Dan lagi, bukankah nabi anda sendiri yang mengatakan keselamatan tidak bergantung kepada amalnya, tetapi rahmat Allah?
# Staff Isa dan Islam 2014-01-28 22:12
~
Saudara Alibaba,

Terimakasih untuk pemaparan yang saudara berikan. Hanya bolehkah kami bertanya, barangkali saudara salah memasukan komentar dalam artikel ini. Mohon diperiksa dan silahkan memasukan komentar saudara pada artikel yang saudara maksudkan.

Terimakasi.
~
Salma
# hamba allah 2014-01-25 17:46
~
Untuk Chris,

Yang dimaksud Dewi adalah bahwa Yesus saja berdoa. Ada dalam Injil Markus 1:35, “Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia (Yesus) bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.”

Matius 26:36, “Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya  : 'Duduklah di sini, sementara aku pergi ke sana untuk berdoa'."

Bila anda bilang tidak masuk akal, jelas tidak masuk akal, maka jelaslah Yesus punya Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2014-01-28 22:23
~
Salam Hamba Allah,

Salah satu yang ingin disampaikan dalam artikel di atas adalah Muhammad meminta didoakan untuk keselamatannya (Qs. 33:56). Sangat berbeda dengan konteks ayat Injil yang saudara kutip. Isa Al-Masih berdoa untuk memberikan teladan kepada para pengikut-Nya.

Pertanyaannya adalah mengapa Allah harus bershalawat kepada Muhammad? Seolah-olah Muhammad lebih tinggi kedudukannya dibandingkan Allah, bukan?
~
Salma
# INDA 2014-01-26 02:07
~
Islam yang benar adalah dari Ibrahm, Islam Ibrahim. Namun kitabnya telah dimodifikasi oleh orang-orang setelah kepergian nabinya (Ibrahim).

Muncul Isa, memperbaiki ajaran yang telah rusak tersebut. Namun seperti nabi sebelumnya, Alkitab pun kehilangan keasliannya setelah kepergian Isa. Dan kemudian muncullah Muhammad sebagai penyempurna ajaran. Nabi terakhir dari semua nabi.

Anda semua harus belajar lagi tentang tanda-tanda yang disampaikan Taurat dan Injil mengenai akan datangnya nabi terakhir, penyempurna akhlaq dari ajaran-ajaran sebelumnya.

Bukankah sudah jelas dalam Taurat maupun Injil tentang akan datangnya nabi terakhir, yaitu Muhammad?
# Staff Isa dan Islam 2014-01-28 16:52
~
Saudara Inda,

Terimakasih untuk komentar saudara di atas. Bila tidak keberatan, dapatkah Sdr. Inda menjelaskan apa yang dimaksud dengan “Islam Ibrahim? Karena kami baru pertama kali mendengar istilah ini.

Baik Taurat, Zabur, Kitab Para Nabi, maupun Injil tidak pernah mengatakan Isa Al-Masih datang ke dunia untuk memperbaiki kitab-kitab sebelumnya yang sudah rusak. Sebaliknya, Kitab Suci Injil dengan jelas mengatakan, tujuan Isa Al-Masih datang ke dunia adalah untuk menawarkan jaminan keselamatan bagi setiap orang, “supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:15).

Isa Al-Masih, Taurat, maupun Injil tidak pernah sama sekali mengatakan akan ada nabi terakhir bernama Muhammad. Sebaliknya Isa dalam Injil berkata "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas” (Injil, Rasul Besar Matius 7:15).
~
Saodah
# aris 2014-01-26 08:20
~
Hai staf,

Solawat itu penghormatan. Tidak ubahnya Yesus yang anda hormati. Anda pernah bertanya kepadea saya, apa yang membuat saya damai dan nyaman berpegang kepada Al-Quran. Karean Al-Quran isinya begitu lengkap. Dari aturan masuk rumah, aturan sex suami istri, kejadian manusia. Inipun diakui ilmuan bahwa isi Al-Quran itu.
# Staff Isa dan Islam 2014-01-28 16:53
~
Saudara Aris,

Menurut kami penghormatan yang diberikan oleh umat Muslim kepada Muhammad melalui setiap shalawat yang dinaikkan, tentu sangat berbeda dengan penghormatan umat Kristen kepada Yesus.

Seluruh umat Muslim di dunia selalu mengucapkan "Assalamu ’alaika ayyuhan Nabi" (semoga keselamatan tercurah kepadamu hai Nabi)” Sedangkan orang Kristen tidak pernah mengucapkan kalimat yang demikian kepada Isa Al-Masih. Orang Kristen tidak perlu mendoakan agar keselamatan tercurah kepada Isa Al-Masih, karena Dia adalah Sumber Keselamatan itu sendiri.

Itulah sebabnya Isa berkata, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).
~
Saodah
# alibaba 2014-02-04 05:07
~
To: Salma,

Sebelumnya saya meminta maaf atas kekeliruan saya karena saya salah alamat. Dan admin boleh menghapus komentar saya diatas karena saya sudah mengcopy dan memberikan jawaban di artikel yang bersangkutan dan menjawab pertanyaan dari sdr. Elang Gunung. Terimakasih.
# Isa dalam Islam 2014-02-04 08:15
~
To: Staff IDI,

Pernahkah anda bertemu Isa dan beliau menjanjikannya langsung kepada anda bahwa beliau akan kembali ke muka bumi untuk menyelamatkan anda tanpa melalui Alkitab/Injil?
# Staff Isa dan Islam 2014-02-05 09:11
~
Saudara Isa dalam Islam,

Isa Al-Masih telah bersabda, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6). Ini adalah janji Isa Al-Masih kepada setiap orang yang percaya pada-Nya supaya diselamatkan. Bila Isa Al-Masih telah berjanji demikian, mungkinkah kita meragukan-Nya? Bukankah Isa Al-Masih “mengatakan perkataan yang benar” (Qs. 19:34)?
~
Salma
# hamba Allah 2014-02-05 01:23
~
Kalimat Allah yang menjadi manusia, Ia adalah Utusan Allah, Ia adalah Roh dari Allah. Ketiga gelar ini diberikan Qs 4:171 kepada Isa Al-Masih. Anda baca Al Qur'an punya siapa?

Malah yang saya baca di Al Qur'an kok malah, "Hai ahli kitab, janganlah kamu keterlaluan dalam menanggapi agamamu dan janganlah kamu mengatakan itikad terhadap Allah kecuali dengan dalil-dalil yang benar. Sesungguhnya Al Masih putra Maryam itu adalah rasul Allah dan terjadinya dengan kalimat cipta yang disampaikan kepada Maryam dengan perantaraan ruh sesuai dengan perintah-Nya. Maka berimanlah kepada Allah dan rasul-Nya dan jangan kamu beritikad Trinitas, hentikanlah itikad yang demikian."
# Staff Isa dan Islam 2014-02-05 09:13
~
Saudara Hamba Allah,

Kami mengutip dari terjemahan yang benar. Ijinkanlah kami mengutip sura tersebut secara lengkap.

“Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "tiga", berhentilah. lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara” (Qs. 4:171).

Apakah ada kata 'Trinitas' dalam bahasa aslinya dalam Qs. 4:171?
~
Salma
# Isa dalam Islam 2014-02-05 14:26
~
To: Staff IDI,

Hanya dari tulisan yang dibilang firman Tuhan saja anda percaya akan hal itu. Bahwasanya Isa Al-Masih akan datang sebagai Juruselamat. Yakinkah anda bahwa itu sebenar-benarny a firman Tuhan bukan hasil dari pengembangan karangan anak manusia yang terdahulu?
# Staff Isa dan Islam 2014-02-20 19:58
~
Saudara Isa Dalam Islam,

Bila saudara meragukannya, kami senang bila saudara membuktikan hal itu. Bila saudara meragukan perkataan Isa Al-Masih, maka saudara meragukan perkataan Al-Quran dalam Qs 19:34.

Apakah ini yang sedang terjadi pada saudara?
~
Salma
# no name 2014-02-05 15:44
~
Apa bedanya tiga dan Trinitas yang inti tafsirannya jangan engkau samakan saya (Allah) dengan tiga/Trinitas sebuah perwujudan dari Allah?

"Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara."
# Staff Isa dan Islam 2014-02-20 20:13
~
Saudara No Name,

Kami berterimakasih atas kesediaan saudara memberikan komentar pada situs kami. Tetapi maaf, kami tidak dapat menanggapi komentar saudara sebab komentar tidak sesuai dengan isi artikel di atas.

Bila saudara ingin mendiskusikan hal ini, silakan saudara mengunjungi link ini http://tinyurl.com/7y5qolz
~
Salma
# aep 2014-02-06 13:35
*****
Yang dimaksud dengan shalawat dari malaikat adalah lafal apa saja yang mengandung doa seperti rahmat, ampunan dan ridha. Sedang makna shalawat dari kita adalah memohon shalawat dari Allah untuk beliau, baik untuk naiknya derajat beliau - karena tambahan derajat itu tanpa batas - atau agar kita mendapatkan pahala dari shalawat itu atau untuk kesempurnaan si pemohon (pembaca shalawat) dan penghormatan pada orang yang dimohonkan shalawat (yakni Nabi Muhammad).
# Staff Isa dan Islam 2014-02-20 21:24
*****
Saudara Aep,

Ini yang menjadi pertanyaan. Mengapa malaikat harus bershalawat (berdoa) untuk Muhammad? Bukan hanya itu saja, Allah pun bershalawat untuk Muhammad. Tidakkah ini membingungkan?

Bukankah shalawat adalah memohon keselamatan dari Allah? Mengapa Allah melakukan itu?
~
Salma
# I Belong To Jesus 2014-02-11 21:55
~
Jika Isa Al-Masih adalah manusia biasa atau nabi atau rasul yang dikatakan saudara Muslim kita, pasti Isa Al-Masih tidak akan datang kedua kali ke dunia. Karena sifat manusia tidak kekal alias mati. Seperti halnya Nabi Adam sampai Muhammad tidak kekal, kecuali Isa Al-Masih.

Tetapi inilah sifat Allah yang ada dalam pribadi Isa Al-Masih yaitu kekal hingga akan datang kembali menjadi Hakim Yang Adil. Karena Dia memang Tuhan. Amin.
# Isa dalam Islam 2014-02-12 06:04
~
Staff IDI,

"Itulah Isa putra Maryam,yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-banta han tentang kebenarannya" (Qs 19:34).

Itu menceritakan kisah Isa yang seperti nabi lainnya menyampaikan wahyu Allah. Sedangkan kaum-Nya meragukan-Nya. Tetapi apa yang anda sebutkan tentang sabda Al-Masih itu tidak bisa dibenarkan oleh Qs 19:34.

Dan penjelasan anda itu tidak menjawab pertanyaan saya tentang apakah anda pernah bertemu muka denga Al-Masih sehingga anda begitu percaya akan Al-Masih?

To: I Belong

Tidak ada yang tidak mungkin bagi-Nya. Dalam Islam disebutkan Isa akan kembali di akhir zaman dan akan hidup selama 40 tahun lalu meninggal sebelum bumi hancur ketika kiamat berakhir. Oh, bisa mati juga? Ternyata manusia juga.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-20 21:43
~
Saudara Isa Dalam Islam,

Kami menghargai tulisan saudara. Dan kalau boleh tahu, adakah nabi lain yang disebutkan demikian, seperti Isa Al-Masih? Mohon kiranya saudara menunjukkan buktinya dari Al-Quran.

Pun bila saudara meragukan perkataan Isa Al-Masih, adakah perkataan Muhammad yang dapat menjamin saudara pasti selamat masuk sorga?
~
Salma
# Bedjo 2014-02-13 09:32
~
1. Sebenarnya jawaban dari saudara-saudara Muslimku sudah cukup memberi jawaban atas pertanyaan ini. Dan shalawat bukan untuk nabi Muhammad saja. Coba buka dan terjemahan Qs. 37:109, 120, 130; Kemudian Qs.19:15, 30- 34.

2. Kami orang Islam jika mendengar atau menulis nama Nabi Isa, Musa, Ibrahim, Daud, dan lain sebagainya, selalu bershalawat “Allahumma shalli ‘alaih” atau “Alaihissalam” yang berarti mendoakan shalawat dan keselamatan kepada nabi yang bersangkutan.

3. Doa shalawat dan salam juga berlaku kepada para sahabat dan hamba-hamba Allah yang saleh. Shalawat dan salam kepada golongan ini hanya terbatas doa tarahhum dan taraddha, dengan ungkapan doa “rahimahullah” dan “radhiyallahu ‘anhu.” Semoga jawaban ini bisa dimengerti.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-20 21:54
~
Saudara Bedjo,

Menurut kami, ayat-ayat yang saudara kutip sangat berbeda dengan Qs 33:56. "...bershalawat lah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” berbeda dengan "Kesejahteraan dilimpahkan atas...".

Harap saudara dapat membedakannya. Dan pada prakteknya, bukankah lebih cenderung bershalawat kepada Muhammad dibandingkan kepada nabi lainnya, bukan?
~
Salma
# m. saudi 2014-02-20 11:37
~
Itulah kehebatan Islam, mau menjelaskan bagaimana kita setelah mati. Ada pertanyaan, pertanggungjawa ban, dan konsekuensi. Tidak pandang bulu, sekalipun itu kyai. Salah tetap salah. Benar tetap benar.

Itu agar kita semakin yakin, teguh, taat dalam menjalani agama. Penyelamat yang ada itu adalah tingkat ketaatan kita pada Allah, yang berbentuk pahala kebaikan. Bukan oleh Juruselamat. Dan nabi hanya menyaksikan dan memohon keselamatan umatnya, bukan membebaskan dari hukuman.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-20 22:18
~
Saudara M. Saudi,

Semua manusia pasti akan mempertanggungj awabkan seluruh perbuatan-Nya kepada Allah. Persoalannya adalah adakah pribadi yang dapat menjamin manusia diselamatkan?

Injil menulis, "... semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah" (Injil, Surat Roma 3:23). Artinya tidak ada manusia yang taat. Sebab satu dosa saja sangat serius bagi Allah.

Apakah saudara sanggup menaati seluruh perintah Allah tanpa melanggar satu pun? Bila saudara tidak sanggup menaati semua perintah Allah, apa yang menjadi jaminan saudara agar diselamatkan?
~
Salma
# mukhnan 2014-02-20 16:36
~
Agamamu adalah agamamu, agamaku adalah agamaku. Tuhan tidak beranak dan tidak pula diperanakan. Sudah jelas firman Allah dalam Al-Quran membantah yang dipercaya umat Kristen selama ini. Masak anak Maryam yang hanya seorang manusia dibilang Tuhan. Mati dibunuh lagi. Bagaimana umat-Nya mau selamat jika Tuhan yang diakui saja bisa dibunuh oleh manusia?

Nabi Isa akan turun lagi ke dunia karena membuktikan kepada manusia yang mengakui dia Tuhan untuk menjelaskan bahwa Dia bukan Tuhan. Berpikirlah secara jernih wahai orang-orang yang mengaku jelas masuk surga. Hanya Allah yang tahu kita masuk sorga atau neraka. Karena sorga itu kepunyaan Dia dan telah dijanjikan kepada orang-orang yang beriman kepada-Nya.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-20 23:16
~
Saudara Mukhnan,

Itulah sebabnya, tidak ada shalawat untuk Isa Al-Masih. Sebab Isa Al-Masih merelakan nyawa-Nya "menjadi tebusan bagi banyak orang" (Injil, Rasul Besar Matius 20:28).

Dan Isa Al-Masih telah mengalahkan kematian dengan bangkit dari antara orang mati. Bukankah hanya Allah yang dapat mengalahkan kematian?

Karena itu, Isa Al-Masih menjamin pengikut-Nya masuk sorga, bukan meminta untuk dishalawatkan pengikut-Nya. Bagaimana dengan Muhammad? Dan bagaimana dengan keselamatan saudara sendiri?
~
Salma
# awynk 2014-02-21 16:52
~
"Tunjukilah kami jalan yang lurus ... " (Al Fatihah 6). Sabda Isa kepadanya, "Akulah jalan ... " (Injil, Rasul Yahya 14:6)

Semua rasul hanya pembawa petunjuk ke jalan yang lurus melalui wahyu, bukan membawa jaminan atau tebusan atas umat-umatnya yang telah melakukan dosa

Jika anda mengimani surat Al Fatihah ayat 6, lantas bagaimana dengan surat Al Ikhlas yang artinya:

"Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia."
# Staff Isa dan Islam 2014-02-25 15:12
~
Saudara Awynk,

Bukankah kutipan ayat dari Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6 sangat jelas? Kata 'Akulah' menunjuk pada identitas dan Pribadi Isa Al-Masih. Berarti hanya Isa Al-Masih yang dapat memberikan jaminan keselamatan kepada manusia.

Nah, tidak ada pengikut Isa Al-Masih yang memercayai bahwa Allah mempunyai anak secara biologis. Dan pengikut Isa Al-Masih memercayai bahwa Allah adalah esa.
~
Salma
# uswatun hasanah 2014-02-24 15:54
~
Di atas terdapat ayat “Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus [Isa Al-Masih] telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus [Isa Al-Masih] akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia” (Injil, Surat 1 Tesalonika 4:14).

Kalau dipikir-pikir sama saja Allah yang akan mengumpulkan mereka yang telah meninggal dengan dia (Isa/Yesus). Nah, berarti jika Allah mengumpulkan orang yang sudah mati sama saja dia itu Tuhan. Kalau begitu Yesus itu siapa?
# Staff Isa dan Islam 2014-02-25 15:19
~
Saudara Uswatun Hasanah,

Isa Al-Masih adalah Allah. Sebab Isa Al-Masih bersabda, "Aku dan Bapa adalah satu" (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30). Satu di sini adalah hakikat-Nya yaitu Allah.

Karena itu, hanya Isa Al-Masih yang memberikan jaminan keselamatan kepada para pengikut-Nya. Bagaimana dengan Muhammad? Apakah Muhammad dapat membela umat-Nya?
~
Salma
# ARYO 2014-02-25 07:45
~
Saya keturunan ke-47 dari Nabi Muhammad yang anda anggap belum selamat dari kata-kata anda dibawah ini. Tolong dihapus sebelum saya dituntut sebagai penistaan agama Islam.

Milyaran umat Muslim di dunia diwajibkan mengucapkan "Assalamu ’alaika ayyuhan Nabi" (semoga keselamatan tercurah kepadamu hai Nabi) setiap sholat. Mengapa? Apakah karena nabi mereka belum "selamat"?
# Staff Isa dan Islam 2014-02-25 17:16
~
Saudara Aryo,

Tampaknya tulisan saudara kurang lengkap. Mengapa umat Muslim bershalawat kepada Muhammad setiap sholat? Ini tidak saudara jawab.

Tentu saja Al-Quran sendiri yang memberitahu bahwa Muhammad belum pasti selamat. Karena itu, kata yang digunakan adalah 'semoga'. Dan Al-Quran menegaskan ini.

"...Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu..." (Qs 46:9).

Bagaimana tanggapan saudara atas ayat di atas?
~
Salma
# Hamba Allah 2014-02-25 10:12
~
At-Taubah, "Sesungguhnya telah datang kepada kamu seorang Rasul dari golongan kamu sendiri (iaitu Nabi Muhammad s.a.w) yang menjadi sangat berat kepadanya sebarang kesusahan yang ditanggung oleh kamu, yang sangat tamak (inginkan) kebaikan bagi kamu dan dia pula menumpahkan perasaan belas serta kasih sayangnya kepada orang-orang yang beriman. Kemudian jika mereka berpaling ingkar, maka katakanlah (wahai Muhammad):
Cukuplah bagiku Allah (yang menolong dan memeliharaku), tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; kepadaNya aku berserah diri dan Dialah yang mempunyai Arasy yang besar"
(Qs 9:128-129).

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-25 17:19
~
Saudara Hamba Allah,

Kami berterimakasih untuk kutipan ayat di atas. Kalau boleh tahu, apa yang hendak saudara sampaikan dengan kutipan ayat di atas?
~
Salma
# Yahdi 2014-02-25 17:55
~
"Tidak ada seorang Muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama Muslim) tanpa sepengetahuanny a, melainkan malaikat akan berkata, 'Dan bagimu juga kebaikan yang sama'” (HR. Muslim no. 4912).

Jadi setiap umat berdoa itu, maka ia akan didoakan balik oleh malaikat. Kitab saudara mengatakan, bahwa nabi Isa adalah jalan menuju Allah. Dalam Yohanes 16 juga jelas nabi Isa berkata, Aku datang dari Allah (bukan mengatakan, "Aku adalah Allah"). Tapi mengapa saudara menganggab Nabi Isa Tuhan yang harus disembah dan menyatukannya dengan Allah.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-08 10:09
~
Saudara Yahdi,

Kami menghargai hadits di atas. Tetapi otoritas hadits tentu di bawah Al-Quran, bukan? Hadits diyakini bukan wahyu Allah, tetapi perkataan nabi saudara. Bagaimana mungkin saudara menjadikan hadits sebagai pegangan, sedangkan Al-Quran dengan jelas menuliskan, “Katakanlah: 'Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu...'” (Qs 46:9).

Jadi, bagaimana saudara tahu bahwa saudara pasti akan masuk sorga? Mengapa bisa demikian? Bila saudara ingin mengetahui tentang Ketuhanan Isa Al-Masih, silakan mengunjungi link ini http://tinyurl.com/9lqzv3d
~
Solihin
# awynk 2014-02-25 19:10
~
Apa perbedaan dan persamaan dari Injil dan Al-Quran?
# Staff Isa dan Islam 2014-04-08 10:16
~
Saudara Awynk,

Pertanyaan saudara ini akan sangat menarik bila saudara berkenan mengunjungi link http://tinyurl.com/ooxugeg. Artikel tersebut barangkali dapat membantu saudara dan kita dapat berdiskusi di sana dengan leluasa.
~
Solihin
# Hamba Allah 2014-02-25 19:43
~
Saudara Salma,

Dalam ayat tersebut jelas bahwa rasulullah Muhammad menanggung segala kesusahan dan sangat menginginkan kebaikan bagi umatnya. Dan beliau juga menumpahkan kasih sayangnya kepada umatnya. Saya rasa ayat itu sudah menjawab tema artikel saudara di atas.

Saran saya anda harus memahami dulu komentar yang ada bukan terus tanya, karena saya rasa jelas sudah maksud saya menyertakan ayat tersebut di komentar saya sebelumnya.

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-08 10:26
~
Saudara Hamba Allah,

Barangkali saudara perlu memberikan latar belakang ayat tersebut. Bagaimana kronologis ayat itu sehingga turun? Dan dimana ayat itu turun di Medinah atau di Mekkah? Ini akan menjadi bahan yang menarik untuk didiskusikan dan menjadi renungan saudara. Selain itu, sesungguhnya itu tidak menjawab artikel di atas.

Maksud artikel di atas adalah membela umat nabi saudara di akhirat. Sungguh berbeda dengan Isa Al-Masih yang menjadi penjamin bagi para pengikut-Nya di akhirat. Karena itu, Isa Al-Masih bersabda, “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:2).
~
Solihin
# mike 2014-03-02 20:05
~
Shalawat bukan doa. Shalawat dilakukan sendiri oleh Allah kepada Muhammad. Qs 33:56, "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaik at-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya."

Jelas di situ "Allah bershalawat kepada nabi". Dan ini tidak mungkin diartikan sebagai doa karena doa itu dari makhluk pada Allah. Jadi jika Allah bershalawat, maka tidak mungkin Allah berdoa. Umat Muslim mempunyai pandangan berbeda berkenaan shalwat. Ada yang kata doa, salam dan juga penghormatan.

Coba bayangkan siapakah yang lebih utama disini, Allah atau Muhammad?
# Bedjo 2014-03-03 15:12
~
Salma,

Secara bahasa, shalawat merupakan bentuk jamak dari salla atau shalat yang berarti doa, keberkahan, kemuliaan, kesejahteraan, ibadah atau doa. Sedangkan menurut istilah adalah pujian kepada para nabi. Para ulama kami yang paham betul tentang bahasa Arab sudah sepakat akan hal ini.

Dan saya rasa persoalan ini adalah hal yang sudah usang tapi masih diungkit-ungkit oleh non Muslim. Kalaupun memang shalawat ini bermasalah seperti yang anda permasalahkan, pasti para ulama kami banyak yang akan meninggalkan hal ini. Terimakasih sebelumnya mbak Salma.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-08 10:49
~
Saudara Bedjo,

Sesungguhnya ini bukan persoalan usang. Ini sangat relevan untuk didiskusikan. Sebab berjuta-juta umat bahkan milyaran orang menggantungkan nasibnya pada nabi saudara. Mereka berpikir dengan bershalawat akan mendatangkan kebaikan bagi mereka di akhirat. Tidakkah ini sangat relevan?

Bagaimana mungkin seorang nabi minta untuk didoakan? Bagaimana dengan pengikutnya? Siapa yang akan mendoakan mereka?

Sangat berbeda dengan Isa Al-Masih. Dia tidak memerlukan doa dari pengikut-Nya. Justru Dia menjadi Juru syafaat bagi pengikut-Nya. Tentang hal ini, silakan saudara mengunjungi link ini http://tinyurl.com/crjrjk7
~
Solihin
# Arie 2014-03-04 13:20
~
Kami bershalawat kepada Semua nabi karena merupakan perintah dari Allah SWT yaitu, "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaik at-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya" (Qs 33:56).

Karena semua nabi mempunya gelar A.S, kecuali nabi Muhammad mempunya gelar SAW (Shallallahu `alaihi Wa Sallam). Muhammad merupakan nabi akhir zaman Yang diutus oleh Allah.

Tidakkah saudara mengetahui arti A.S? yaitu : "Alaihis Salam" yang bermakna semoga keselamatan dilimpahkan kepadanya. Ungkapan ini biasanya diberikan kepada para nabi dan rasul termasuk juga para malaikat. Allah berfirman: "Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul." (Qs 37:181).
# Staff Isa dan Islam 2014-04-09 11:24
~
Salam Sdr. Arie,

Seorang nabi diutus Allah kepada umat-Nya untuk memperkenalkan Pribadi Allah yang maha kuasa dan yang memberi atau menyediakan keselamatan. Nabi-nabi Allah tidak satupun meminta untuk didoakan bagi dirinya. Menjadi hal yang perlu dipikirkan, mengapa hanya Muhammad yang meminta untuk didoakan?

Bukankah seseorang yang meminta didoakan berarti tidak memiliki keyakinan atas keselamatan dirinya?
~
Salma
# hebroni 2014-03-06 15:56
~
Dalam Al baqarah Allah dan malaikat bersholawat kepada nabi. "Wahai orang-orang yang beriman bershalawatlah kalian kepada nabi. Saudara hanya menukil hadist itu saja, ada kisah suatu hari istri nabi menanyakan tentang begitu rajinya ibadah nabi dan istighffarnya. Padahal engkau sudah dijamin masuk surga, apa jawab nabi?

Apakah aku tidak boleh bersyukur atas nikmat yang diberikan kepadaku dan mendoakan umatku? Sholawatnya Tuhan, malaikat dan umat itu ada tingkatanya sendiri. Tolong dicari sendiri jawabnya ya.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-09 11:46
~
Salam sdr. Hebroni,

Tidak dapat dipungkiri sekalipun umat Muslim selalu berkata bahwa nabi bershalawat untuk umatnya, tetapi faktanya umat Muslimlah yang lebih aktif untuk bershalawat bagi Muhammad, bukan begitu?

Kami sangat senang jika saudara memberikan ayat dalam Al-Quran bahwa Muhammad memiliki kepastian dan jaminan menikmati surga. Benarkah ini perkataan Muhammad? "Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak terhadapmu...” (Qs 46:9).

Baik Muhammad maupun umat Muslim, bukankah tidak memiliki jaminan akan hari depan?
~
Salma
# Hery 2014-03-08 11:54
~
Sekitar dua ribu tahun lalu berita keselamatan telah disampaikan kepada umat Yerusalem. Ketika itu Rasul Petrus membuat pernyataan luar biasa yang masih bergema hingga sekarang. "Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia (Isa Al-Masih), sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan" (Injil, Kisah Para Rasul 4:12).

Dari manakah ayat ini berasal? Adakah pernyataan Yesus sendiri tentang hal ini atau hanya perkataan Paulus?
# Staff Isa dan Islam 2014-04-09 11:58
~
Salam Sdr Hery,

Khotbah Rasul Petrus adalah khotbah tentang Pribadi Isa Al-Masih. Ayat tersebut mengacu pada Isa Al-Masih sang penjamin keselamatan bagi seluruh umat manusia. Rasul Paulus atau semua penulis Alkitab bukanlah perkataan manusia, tetapi mereka dipimpin oleh roh kudus, yaitu Roh Allah yang sama.

Hal ini terbukti dari pesan yang disampaikan dari Kitab Kejadian sampai Wahyu, beritanya ialah Isa Al-Masih sang pemberi hidup. "....Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal" (Injil, Rasul Besar Yohanes 4:14).
~
Salma
# Hamba allah 2014-03-13 22:37
~
Sesungguhnya tidak ada yang mewajibkan kita harus bersalawat kepada nabi, tergantung kitanya sendiiri. Jika anda ingin diselamatkan kelak apa yang harus anda lakukan di dunia ini selain bersalawat kepadanya. Sesungguhnya nabi Muhammad sudah berada di surga, ia itu ahli surga. Jadi apakah salah kita meminta pertolongan kepada ahli surga, agar masuk surga juga di suatu hari kelak.

Salam sejahtera buat kita semua.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-09 14:40
~
Salam Sdr. Hamba Allah,

Dari pernyataan yang saudara paparkan terlihat bahwa saudara bershalawat agar kelak ada yang menshalawatkan pula bagi saudara, begitu?

Menarik sekali pemaparan saudara bahwa Muhammad adalah ahli sorga? Apakah boleh kami meminta fakta tersebut? Seperti yang dikatakan oleh Isa Al-Masih "Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi" (Injil, Rasul Besar Matius 28:18).
~
Salma
# zheget 2014-03-15 08:48
~
"Tunjukilah kami jalan yang lurus, bukan jalannya orang-orang yang Engkau murkai (Yahudi) dan bukan pula jalannya orang-orang yang sesat (Kristen)..."

Sesungguhnya orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah suka dan senang terhadapmu sampai kalian mengikuti agama mereka. Jadi segala tipu muslihat dilancarkan oleh kaum Nasrani dan Yahudi.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-09 15:35
~
Salam Sdr. Zheget,

Kami sangat senang jika saudara memberikan bukti dan penjelasan tentang tipu muslihat apa yang terlah dilakukan oleh orang Yahudi dan umat Nasrani.
~
Salma
# gunawan 2014-04-08 02:13
~
Saya seorang Nasrani yang yakin dengan Tuhan Yesus, dan memang tidak ada keraguan untuk mengikuti ajarannya. Jika non-Nasrani ketahui dan menurut saya harus diketahui bahwa cara berdoa umat Nasrani dan Islam sangat jauh berbeda. Apa fungsi umat Islam berdoa sujud ke arah terbitnya mata hari yaitu ke arah Arab, dan apa fungsi berdoa dengan berteriak. Berbeda dengan Nasrani berdoa,bahwa Yesus katakan jika bisa kuncilah pintu kamarmu dan berdoalah (berdoa dengan khusuk dan tidak di ketahui orang lain).

Terimakasih.
# zak 2014-04-14 05:44
~
Mungkin pernyataan yang ingin anda berikan adalah Nabi Muhammad adalah manusia biasa mana mungkin bisa memberikan pertolongan. Anda bilang Allah SWTlah yang menyuruh umat Muslim untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad seperti artikel di atas. Jadi, pada ajaran Islam kita bukan hanya percaya kepada pertolongan Nabi Muhammad lalu kita masuk sorga. Seperti Injil yang hanya harus percaya kepada Isa dan langsung masuk sorga.

Tapi kita diajarkan untuk menjadi lebih taat kepada perintah Allah SWT karena orang yang ditolong nanti adalah orang yang mengikuti perintah-Nya. Jadi, lebih masuk akal kita akan mendapat pertolongan dari manusia yang Allah menyuruh kita bersalawat kepadanya dibanding kita hanya harus percaya kepada Isa dan tidak melakukan apapun untuk masuk sorga.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-15 09:11
~
Saudara Zak,

Analogi yang saudara sampaikan terkesan benar, tetapi sesungguhnya analogi itu pun mengandung persoalan. Persoalannya adalah nabi saudara yang saudara beri shalawat adalah nabi yang tidak tahu akan keselamatannya sendiri. “Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak terhadapmu” (Qs 46:9). Bagaimana mungkin nabi saudara dapat menolong saudara? Bagaimana saudara menjelaskan ini?

Sangat berbeda dengan Isa Al-Masih. Isa Al-Masih adalah “jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui” Isa Al-Masih (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:2). Karena itulah, Isa Al-Masih "pergi ke situ untuk menyediakan tempat” bagi setiap orang yang percaya pada Isa Al-Masih.
~
Solihin
# priyo 2014-04-14 11:33
~
Nabi Muhammad hanyalah manusia biasa dan juga pasti akan merasakan mati seperti nabi-nabi sebelumnya. Beliau sebelum meninggal yang dipikirannya hanya kepada umatnya. Setelah beliau tidak ada kepada malaikat Jibril. Tetapi Jibril mengatakan bahwa umatmu akan selamat di akhirat selama mereka berjalan dalam Al-Quran dan hadist.

Shalawat nabi itu adalah bentuk rasa syukur dan penghargaan manusia kepada Nabi Muhammad. Malaikat pun dan Allah bershalawat padanya karena beliau adalah manusia yang mempunyai akhlaq yang baik. Walaupun Nabi Muhammad dipastikan masuk sorga, akan tetapi beliau tetap beribadah pada Sang Pencipta alam semesta.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-15 09:12
~
Saudara Priyo,

Kami sungguh tertarik dengan pernyataan saudara yang menyatakan umat Islam akan selamat di akhirat selama mereka berjalan dalam Al-Quran dan hadits. Bagaimana bila saudara menunjukkan bukti itu dalam Al-Quran? Tertulis dalam sura dan ayat berapa mengenai hal itu?

Yang membuat kami heran adalah Allah pun bershalawat untuk nabi saudara. Bukankah shalawat adalah memohon keselamatan dari Allah? Mengapa Allah bershalawat? Kepada siapa Allah memohon keselamatann nabi saudara? Ini sangat janggal, menurut kami. Kami harap saudara dapat mengkaji kembali tulisan saudara dan mempelajari Al-Quran bukan dari orang lain, tetapi melalui penyelidikan sendiri.
~
Solihin
# Adi Tobing 2014-04-23 09:02
~
Saya umat Kristen. Saya ingin memaparkan arti nama dari Isa Al-Masih yang langsung dinamai Allah sendiri. Al-Masih dalam bahasa Ibrani adalah Mesias. Dan Mesias berarti pemberi keselamatan. Sedangkan Muhammad SAW dinubuatkan Isa sebagai Ahmad pada awalnya, memiliki arti semoga keselamatan tercurahkan padanya. Ini memiliki arti yang signifikan yang membuat kesimpulan Isa Al-Masih "Pemberi Selamat" sedangkan Muhammad SAW "peminta tolong atau selamat"

Yang menjadi pertanyaan, Al-Quran jelas mengatakan Isa adalah yang terkemuka di dunia dan akhirat. Kenapa sangat sedikit pengisahan-Nya di Al-Quran? Dan mengapa mengisahkan paling banyak Nabi Muhammad yang sudah jelas tidak mengetahui keselamatannya sendiri?
# Umat Muhammad 2014-04-25 15:33
~
1. Sholawat kepada nabi sdalah salam. Salam di sini bukanlah murni mendoakan, tapi memuliakan, menghargai, menghormati karena telah memperjuangkan kebenaran Allah. Allah yang memberi penghargaan itu, karena itu Allah bershalawat dan memerintahkan malaikat dan manusia untuk beshalawat pula kepada nabi.

2. Jaminan keselamata dari Yesus yang saudarah staf yakini, apakah saudara benar yakin? Kiranya jaminan tersebut bisa dibuktikan, pasti semua orang akan percaya. Bagaimana tidak, walaupun orang jahat hanya asal percaya pada Yesus sebagai Juruselamat sudah dijamin selamat. Tapi secara logika saja sulit untuk diyakini

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-06 15:06
~
Salam Sdr. Umat Muhammad,

Kami menyampaikan terimakasih untuk pemaparan saudara.

Nabi-nabi sebelum Muhammad semuanya memperjuangkan kebenaran Allah, tetapi tidak satu pun dari nabi-nabi tersebut minta didoakan. Nabi tersebut memang sudah mendapat mandat langsung dari Allah, misalkan nabi Daud, Musa, Ibrahim dan lainnya.

Semua manusia di dunia ini adalah berdosa, bukan? Sebab tidak satu manusiapun di dunia ini yang luput dari dosa. Oleh sebab itu, Isa Al-Masih datang ke dunia ini untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang. "Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang" (Injil, Rasul Lukas 19:10).
~
Salma
# zak 2014-05-02 07:43
~
Syafaat hakikatnya adalah doa, atau memerantarai orang lain untuk mendapatkan kebaikan dan menolak keburukan. Atau dengan kata lain syafa’at adalah memintakan kepada Allah di akhirat untuk kepentingan orang lain. Dengan demikian meminta syafaat berarti meminta doa, sehingga permasalahan syafaat ialah sama dengan doa.

Lalu apakah salah jika Nabi Muhammad saw mendoakan umatnya? Lalu Saudara mengatakan apakah Nabi Muhammad saw pantas? Saya menjawab sebagai umat Islam yang telah banyak mendapatkan bukti kebenaran dari Al-Quran dan Islam ya. Karena ialah yang memberi penjelasan yang sangat jelas dan memberikan peringatan yang sangat jelas.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-06 15:21
~
Salam Sdr. Zak,

Tentu perlu seorang nabi mendoakan umatnya. Tetapi jelas ketika mereka masih hidup, bukan? Apakah ada doa dinaikkan oleh orang yang sudah mati?

yang menjadi pertanyaan adalah, mengapa Allah dan malaikat harus berdoa untuk nabi saudara? Apakah itu pantas? (Qs 33:56).
~
Salma
# Pricillia Giantini 2014-05-04 14:34
~
Ya sudah intinya kita harus saling rukun antar umat beragama. Menghargai kepercayaan masing-masing yang telah dianut saja dan hidup damai.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-06 16:06
~
Salam Sdr. Pricillia Giatntini,

Kami sepakat dengan saudara bahwa kita perlu menghargai kepercayaan orang lain. Tetapi tentu kami tidak salah bukan jika bertanya mengapa nabi umat Muslim perlu dishalawati?
~
Salma
# indra prakarsa 2014-06-04 10:59
~
Saya sungguh terkesan dengan artikel di atas, saya mau bertanya apakah dosa yang saya dapatkan karena sampai detik ini istri saya berbeda keyakinan dengan saya? Dan saya tidak pernah berniat untuk menyalibkan Yesus ke dua kalinya.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-06 16:12
~
Salam Sdr. Indra Prakarsa,

Kami menyampaikan terimakasih untuk pertanyaan saudara.

Kami senang berdiskusi dengan saudara, dan tentu jika dalam kolom ini kita melakukan diskusi sulit untuk dijelaskan. Sebab dalam memberikan tanggapan harus sesuai dengan topik artikel.

Jika saudara hendak menanyakan hal-hal pribadi dengan kami, kami mempersilakan saudara mengemail kami di di . Kami menunggu email dari saudara. Tuhan memberkahi saudara dan keluarga.
~
Salma
# broo 2014-06-06 09:05
~
Berdebat dengan orang Kristen tidak ada gunanya. Sulit walau dijelaskan karena tidak mendapat hidayah dai Allah, dia tidak tahu siapa yang sebenarnya Yesus itu. Begini saja yang jelas nabi Isa nanti turun ke bumi mengikuti agama Nabi Muhammad saw yaitu Islam.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-06 16:33
~
Salam Broo,

Kami menyampaikan terimakasih untuk komentar saudara.

Tentu kami tidak hendak mengajak saudara berdebat tetapi bagaimana kita dapat berdiskusi dengan saudara perhal Isa Al-Masih yang benar.

Tentu Muhammad mengenal siapa Isa Al-Masih, sebab dalam Al-Quran, Muhammad memberikan ruang dan mencatat keistimewaan dari Isa Al-Masih, tetapi sangat disayangkan Muhammad pulalah yang menyangkali Isa Al-Masih yang adalah Tuhan. Bagaimana menurut saudara?
~
Salma
# Roy 2014-06-24 15:45
~
Solawat artinya bukan doa. Secara arti bahasa Arab, shalawat masih berhubungan kata dengan kata 'silah' yang artinya 'berhubungan'. Biasa digunakan dalam kalimat 'silaturahmi' yang artinya 'saling berhubungan dengan kasih sayang'. Doa dalam bahasa Arab yaitu Doa yang masih berhubungan kata dengan doa yang artinya mengajak. Di attahiyat akhir pada shalat, (bahkan shalatpun masih berhubungan kata dengan kata shalawat, yang artinya kurang lebih berhungan dengan sang khaliq).

Di situ disebutkan bahwa "Assalamualaika ayyuhannabiyu, yang arti satu persatunya 'keselamatan atas nabi (nabi dalam terjemahan bahasa Arab berarti sang pembawa berita', lihat Al-Quran ada surat yang berjudul 'annaba' yang artinya berita besar. Nabi dan naba masih berhubungan kata, maka nabi bisa di artikan sebagai sang pembawa berita besar dan arti dari Rasul adalah sang pembawa surat. Di Arab tukang pos pun di namakan rasul, karena dia pembawa surat, ingat belum ada kata Muhaammad situ, baru 'nabi' .

Di sambung dengan Assalamu alaina wala ibadi lahi solihin. Artinya terjemahannya satu persatunya, sebuah keselamatan atas kami dan atas hamba ilahi (artinya Tuhan Ku, Eli dalam bahasa Aramaik). Dan di lanjut "allahumma sholli ala Muhammad (Wahai Allah 'sambung kan lah aku ada akhiran i , yang berarti dalam bahasa Arab artinya kepunyaan ku seperti halnya ini yang artinya sesungguhnya aku) atau hubungkanlah aku atas Muhammad.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-25 05:26
~
Salam Sdr. Roy,

Kami menyampaikan terimakasih untuk pemaparan saudara yang begitu baik.

Dari pemaparan saudara tiak dapat terlepas bahwa setiap umat bahkan Allah pun diperintahkan untuk bershalawat bagi Muhammad. Lalu mengapa hanya Muhammad? Tidak kepada nabi yang lain? Sementara Muhammad adalah manusia berdosa, pantaskah Allah berdoa baginya?

Tetapi jika pun demikian, memang sangat terlihat bahwa Muhammad tidak mengetahui nasib dari dirinya, tidak ada keyakinan atas keselamatan jiwanya, sehingga ia meminta didoakan, bukankah demikian saudara?
~
Salma
# Satu 2014-08-11 18:30
~
Saudara,

Nabi Muhammad adalah nabi akhir zaman, dan setiap nabi mempunyai umatnya. Seperti kamu yang masih berada di zaman Isa, Di dalam kitab Injil asal Gospel Of Barnabas yang pernah dibaca oleh pop benedict XVI di musium angkara, terdapat notice bahawa di akhir zaman, akan ada seorang nabi akhir zaman bernama Muhammad. Adakah anda penganut Christian tahu perkara ini?
# Staff Isa dan Islam 2014-08-13 11:01
~
Saudara Satu,

Terimakasih untuk pemaparannya. Artikel di atas membahas tentang apakah Muhammad dapat membela umat yang percaya kepadanya?

Jika saudara hendak membahas tentang nubuatan Muhammad sebagai nabi akhir zaman, barangkali saudara dapat mengunjungi link kami di http://preview.tinyurl.com/d6bzxac.
~
Salma
# windu triat Mojo 2014-08-19 23:09
~
Bahkan Allah memberikan jaminan bahwa Nabi Muhammad yang pertama masuk surga:

Hadits riwayat Anas bin Malik, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: 'Aku datang ke pintu surga pada hari kiamat, lalu aku meminta supaya pintu surga dibuka. Penjaga surga bertanya: Engkau siapa? Saya menjawab: Muhammad! Lalu dia berkata : Saya diperintahkan, supaya tidak membukakan pintu surga kepada siapapun sebelum engkau.'”
# Staff Isa dan Islam 2014-08-19 23:41
~
Saudara Windu,

Setiap pernyataan hadits perlu dikonfirmasi kepada Al-Quran. Karena Al-Quran adalah kitab utama bagi umat Islam. Apa kata Al-Quran tentang keselamatan nabi saudara?

"Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan" (Qs 46:9).

Jelas, klaim nabi saudara dijamin selamat bertentangan dengan ayat Al-Quran di atas. Bagaimana saudara menjelaskan hal ini?
~
Solihin
# Roger 2014-08-21 14:13
~
Dari Anas bin Malik ra, ia berkata; Rasulullah bersabda: "Barang siapa yang bershalawat kepadaku satu kali saja, niscaya Allah akan memberikan sepuluh kesejahteraan kepadanya dan dihapuskan darinya sepuluh kesalahan dan diangkat baginya sepuluh derajat" (HR Bukhari, Nasa`i, Ibnu Hibban dan Hakim). pelik: bershalawat pada Muhamaad sekali, Allah membalaskannya 10 kali. Jadi sekiranya berdoa terus kepada Allah sebanyak 10 kali hanya baru bersamaan dengan 1 shalawat pada Muhammad.
# Staff Isa dan Islam 2014-08-24 14:32
~
Salam Sdr. Roger,

Kami menyampaikan terimakasih untuk pemaparan saudara.
Benarkah setiap umat bahkan Allah pun diperintahkan untuk bershalawat bagi Muhammad. Lalu mengapa hanya Muhammad? Tidak kepada nabi yang lain? Sementara Muhammad adalah manusia berdosa, pantaskah Allah berdoa baginya?

Tetapi jika pun demikian, memang sangat terlihat bahwa Muhammad tidak mengetahui nasib dari dirinya, tidak ada keyakinan atas keselamatan jiwanya, sehingga ia meminta didoakan, bukankah demikian saudara?
# yusuf 2014-09-10 16:08
~
Muhammad berkata: “Aku adalah manusia yang pertama kali memberi Syafa’at di dalam Surga dan aku adalah diantara Nabi-nabi yang terbanyak pengikutnya” (HR. Muslim).
# Staff Isa dan Islam 2014-09-11 22:28
~
Saudara Yusuf,

Kami sangat menghargai tulisan saudara. Tetapi kami mendapati informasi berbeda yang tertulis dalam Al-Quran dan hadits. "Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu..." (Qs 46:9). Jelas, nabi saudara tidak tahu dengan nasibnya di akhirat. Bagaimana mungkin nabi saudara dapat membela umatnya?

Belum lagi hadits berikut ini. "Hai kaum Quraisy, tebuslah dirimu! Saya tiada dapat menolongmu barang sedikitpun dari siksa Tuhan. Hai bani Abdi Manaf, saya tiada bisa menolongmu sedikitpun. Hai Abbas anak Abdul Mutholib, saya tiada bisa menolongmu sedikitpun dari siksa Tuhan. Hai Safiah, bibi rasulullah, saya tiada bisa menolongmu sedikitpun dari siksa Tuhan. Hai Fatimah binti Muhammad, mintalah kepada saya harta, saya tiada bisa menolongmu sedikitpun dari siksa Tuhan” (Hadits Shahih Bukhari 1261). Jelas, nabi saudara tidak dapat membela umatnya, bukan? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# badri 2014-09-13 12:15
~
Al-Masih adalah makhluk, bukan Tuhan. Di antara semua makhluk yang termulia adalah Nabi Muhammad meskipun dibanding dengan Nabi Adam yang tidak lahir dari seorang ibu. Coba renungkan dengan jujur terhadap nurani sendiri. Al-Masih pun tahu dan mengakui akan hal itu (coba pelajari dan tampilkan referensi yang lebih lengkap tentang topik yang anda sampaikan agar seimbang jawabannya).
# Staff Isa dan Islam 2014-09-15 14:50
~
Saudara Badri,

Kami sangat menghargai keyakinan saudara. Tetapi jelas nabi saudara menyatakan, "Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu..." (Qs 46:9). Bila nabi saudara tidak tahu keselamatannya, maka bagaimana mungkin dia dapat memberikan syafaat bagi saudara?

Dan kalau boleh tahu, tertulis dalam Injil pasal dan ayat berapa yang menyatakan bahwa Isa Al-Masih menganggap nabi saudara termulia? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# henri kurniawan 2014-09-14 21:41
~
Pertanyaan anda sudah kami jelaskan berkali kali. Dan jangan mengulang-ulang pertanyaan mengenai keselamatan. Sekarang saya tanya, anda non Muslim, tapi kenapa anda sekolah di tempat Muslim? Apakah anda mendapat tugas dari gereja untuk memutarbalikkan fakta?
# Staff Isa dan Islam 2014-09-15 18:10
~
Saudara Henri,

Terimakasih untuk komentar saudara. Membaca tulisan saudara, kami berpikir, pertanyaan dan jawaban mana yang sudah dijawab berkali-kali. Sangat baik bila saudara menjelaskan secara konkret sehingga kami tidak menduga-duga.

Sesungguhnya, negara ini heterogen. Tidak satu agama saja. Tidak satu suku saja. Dengan demikian, kita dapat bersekolah di mana saja, bukan? Kami kira saudara perlu bijak menanggapi perbedaan yang ada.
~
Solihin
# Staff Isa dan Islam 2014-09-19 18:57
~
Saudara Badri dan Semua Pengunjung Situs, 

Terimakasih untuk kesediaan saudara mengunjungi dan memberikan komentar pada situs kami. Tentu kami menghargai hal itu. Tetapi kami tidak ingin membuang waktu saudara dalam sebuah diskusi yang tidak sesuai dengan topik di atas. Tentu sangat baik bila kita mendalami setiap artikel sesuai topiknya, bukan? Karena itu, kami terpaksa menghapus setiap komentar yang tidak sesuai dan melebihi satu kolom. Kiranya saudara memaklumi hal ini. 

Bila saudara memiliki pertanyaan atau tanggapan di luar topik ini, silakan kirimkan email ke:
~
Solihin
# Isa dan Islam 2014-09-28 18:11
Allah memberikan jaminan bahwa Nabi Muhammad akan masuk surga (Qs 48:2) dan juga Allah Telah Mengampuni Dosa dosa yang terdahulu dan yang akan datang.pertanya anya? knpa muhammad yang sudah dijamin surga oleh allah masih beribadah & tekun menjalani perintahnya...j awabanya karena muhammad seorang yang mulia berakhalkul karimah sehingga Allah & para malaikatnya sngat kagum dan memberi hormat kepadanya ( hormat dalam Arti memuliyakan bukan bukan sebagai atasan dan bawahan ). tentang surat ini:"Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu..." (Qs 46:9)..membukti kan bahwa Muhammad tidak mau mendahului apa yang di berikan Allah nanti,itu adalah hak Allah.
isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer

Isa Islam Dan Kaum Wanita

Click gambar di samping untuk artikel - artikel untuk wanita Muslim


 

www.isaislamdankaumwanita.com