Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter

Doa Islam Dan Kristen - Mana Diperhatikan Allah?

tidak mendengarDoa adalah setiap permohonan, harapan, permintaan dan, pujian yang kita naikkan kepada Tuhan. Baik hal-hal yang berhubungan dengan diri kita sendiri, keluarga, ataupun orang-orang yang kita kasihi. Setiap orang tentu menginginkan doa-doa yang dinaikkannya, mendapat jawaban dari Allah.

Saya bersyukur memiliki orang tua yang mengajari saya sedari kecil berdoa. Sehingga bagi keluarga kami, berdoa bukanlah hal asing atau sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Tapi, apakah Allah mendengar doa saya?

Allah Mendengar Setiap Doa

Kami percaya Allah mendengar setiap doa yang dipanjatkan umat-Nya, “ Karena Ia [Allah] mengetahui rahasia hati! ” (Kitab Mazmur 44:22). Demikian juga Al-Quran berkata, “ Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya” (Qs 50:16).

Keberadaan Allah yang demikian dekat, seharusnya menjadi jaminan bahwa Dia pasti mendengar setiap doa umat-Nya. Sehingga, ketika kita bertanya “ Apakah Allah mendengar doa saya? ” Kita dapat menjawab” Iya, tentu! Karena Dia adalah Allah Maha Mendengar.

Dosa Memisahkan Allah Dengan Manusia

Ketika Allah tidak kunjung menjawab doa kita, tidak jarang kita bertanya, “ Apakah Allah mendengar doaku atau doa-doa itu hanya sampai pada langit-langit kamarku? ” Kita lupa, bahwa dosa telah memisahkan kita dari Allah. “Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu” (Kitab Nabi Besar Yesaya 59:2)

Namun Allah berfirman, "Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka Tuhan mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya. Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya (Kitab Mazmur 34:18-19).

Hanya orang yang datang kepada-Nya dengan patah hati dan jiwa remuk, yang akan diperhatikan doanya.

Doa Orang Jahat Didengar, Doa Orang Baik Ditolak

Dalam Kitab Suci Injil, Isa Al-Masih memberi satu perumpamaan bagaimana seorang yang agamawi (orang Farisi red) dan seorang pemungut cukai (Pegawai Pajak red) berdoa. Orang Farisi itu dalam doanya menyebutkan setiap kebaikannya dan ketaatannya beribadah. Dia ingin agar Allah melihatnya sebagai orang yang benar dan taat beribadah.

Bagaimana dengan pegawai pajak itu? Injil menuliskan, “ Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini ” (Injil, Rasul Lukas 18:13)

Dilanjutkan pada ayat berikutnya, “ Aku [Isa Al-Masih] berkata kepadamu: Orang ini [pemungut cukai] pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan" (Injil, Rasul Lukas 18:14).

Ketika kita berdoa, Allah ingin kita datang kepadanya dengan jiwa yang remuk. Mengakui di hadapan Allah setiap dosa-dosa yang kita lakukan. Sehingga dengan demikian, Allah akan membenarkan kita di hadapan-Nya, dan Dia-pun memperhatikan setiap doa kita.

Allah Melihat Hati, Bukan Ritual!

Salah satu doa yang sering dan wajib dinaikkan umat Muslim adalah "Tunjukilah kami jalan yang lurus (Ihdina s-sirat al-mustaqim)" (Qs 1:6). Juga ayat sebelumnya mengatakan, "Hanya kepada Engkau kami mohon dan hanya kepada Engkau kami minta pertolongan" (Qs 1:5). Tidak salah memang bila setiap umat beragama meminta “ tanda ” jalan lurus kepada Allah. Karena jelas setiap orang ingin mempunyai “ jaminan ” keselamatan sorgawi. Dan pertolongan untuk mendapatkan jaminan itu hanya ada pada Allah.

Haruskah “ pertanyaan ” tersebut selalu ditanyakan kepada Allah? Apakah Allah tidak pernah menunjukkan “ Jalan Lurus ” itu dan memberi pertolongan atas “ jaminan ” keselamatan sorgawi yang diminta? Bukankah ayat Al-Quran berkata, “ Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo'a apabila ia memohon kepada-Ku. . . . ” (Qs 2:186)?

Bila Allah berjanji untuk selalu mengabulkan doa umat-Nya, mengapa doa umat Muslim yang terdapat dalam Qs 1:5-6 tidak dijawab? Inikah yang dimaksud bahwa Allah lebih melihat jauh ke dalam hati seseorang daripada ritual-ritual ketika berdoa?

Mintalah Isa Al-Masih Membersihkan Hati Anda!

Membersihkan tubuh jasmani ketika hendak menghadap Allah memang boleh, tetapi kebersihan hati jauh lebih penting, “ Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat ” (Injil, Rasul Besar Matius 15:19).

Darah Anak Domba Allah, yaitu Isa Al-Masih, yang tumpah di kayu salib berkuasa untuk membersihkan hati setiap orang dari “sampah” yang menghalangi doanya. Dalam Buku Allah kita membaca, “ Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya ” (Injil Allah, Surat Roma 3:15).

[Staf Isa dan Islam – Rindukah saudara mempunyai hati yang bersih dari “sampah” dosa yang menghalangi doa-doa saudara? Terimalah pembersihan hati yang telah disediakan Isa Al-Masih.]

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Add comment

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Komentar hanya diperbolehkan menjawab salah satu dari 3 pertanyaan fokus yang dimuat di bagian akhir artikel. Kecuali beberapa artikel yang tidak memuat 3 pertanyaan fokus.
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments  

# Aku Budak Kristian 2013-02-11 21:01
*
Memang benar, jika kita meminta sesuatu kepada Allah melalui Anak-Nya Yesus. Memang doa-doa saya telah dikabulkan. Ketika saya dalam kesusahan dan memohon pertolongan kepada Bapa, Dia menolong saya. Bila tidak ada yang ingin Anda minta untuk diri anda sendiri, berdoalah kepada Allah Bapa untuk menyelesaikan seluruh dunia ini.

Tidak rugi jika kita mendoakan kesejahteraan orang lain. Walau dia seorang Musli, Kristen, Budha, Hindu, atau ajaran lain. Karena anda tidak akan berdosa bila melakukan hal itu, tetapi akan mendapat pahala. Ingat, doa yang yang mendoakan kesejahteraan orang lain, lebih baik daripada tidak mendoakan sama sekali. Amin.
# Yusuf endra 2013-02-12 03:47
*
Mujizat bacaan doa ayat suci Al-Quran adalah mengabulkan segala keinginan juga ruqyah untuk pengobatan dan mengusir setan kafir.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-13 22:46
~
Sebagaimana yang telah dijelaskan pada tulisan di atas, bahwa doa adalah setiap permohonan, harapan, permintaan, dan pujian yang kita naikkan ke Tuhan.

Memang doa juga dapat mengusir roh-roh jahat. Tetapi kita hanya dapat melakukannya bila ada kuasa dari Allah atas setiap doa yang kita naikkan. Menurut kitab suci, doa yang didengar Allah bukanlah doa yang dinaikkan oleh hati yang masih hitam oleh dosa. Melainkan, doa yang dinaikkan dengan hati yang sudah dibersihkan oleh Darah Anak Domba Allah, yaitu Isa Al-Masih.

“Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu” (Kitab Nabi Besar Yesaya 59:2).

"Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya" (Injil Allah, Surat Roma 3:15).
~
SO
# Gilblatar 2013-02-12 13:34
*
"Tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu (jalan) orang-orang yang Engkau beri nikmat atas mereka. Bukan (jalan) orang-orang yang Kau murkai dan bukan (jalan) orang-orang yang sesat"

Dalam ayat itu disebutkan jalan yang lurus itu bukan jalan orang-orang yang dimurkai Allah (Yahudi). Yahudi dimurkai Allah karena sering membuat keonaran dan kerusakan di muka bumi. Arti selanjutnya, jalan yang lurus itu bukan jalan orang yang tersesat (Nasrani). Nashrani dianggap tersesat, karena mempertuhankan Yesus sosok manusia, mengganggap Allah punya anak, membuat patung, lukisan yang kemudian dianggap suci.

Jadi hendaklah membaca ayat itu harus dihubungkan dengan ayat sebelum dan atau sesudahnya biar tercipta sinkronisasi. Semoga mencerahkan.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-13 22:47
~
Maaf saudara Gilblatar, tulisan saudara dalam bahasa Arab kami hapus. Sebelumnya terimakasih atas penjelasan yang saudara berikan.

Maaf, kami kurang mengerti bagaimana saudara menafsirkan ayat di atas, sehingga tiba pada satu kesimpulan bahwa orang-orang yang dimurkai Allah adalah orang Yahudi dan Nasrani. Dan lagi, artikel di atas tidak membahas tentang Yahudi dan Nasrani, melainkan mengapa umat Muslim selalu meminta kepada Allah untuk ditunjukkan jalan yang lurus.

Bila memang jalan yang lurus itu adalah agama Islam, mengapa ketika umat Muslim ditanya tentang keselamatan sorgawinya, mereka selalu menjawab “mudah-mudahan/ semoga masuk sorga.” Kami tidak perlu umat Muslim menjawab “Iya, saya pasti masuk sorga.”

Mungkin saudara Gilblatar bisa menjelaskan hal ini. Karena menurut kami, setiap orang membutuhkan kepastian akan keselamatan sorgawinya.

Kami mau berbagi satu ayat dari Kitab Suci Injil, “Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”
(Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).
~
SO
# jamil 2013-02-12 16:13
*
Artikel di atas kok lucu, apa lagi bagian "Bila Allah berjanji untuk selalu mengabulkan doa umat-Nya, mengapa doa umat Muslim yang terdapat dalam Qs 1:5-6 tidak dijawab?"

Siapa bilang tidak dijawab? Atas dasar apa Admin mengatakan demikian?
# Staff Isa dan Islam 2013-02-13 22:48
~
Maaf saudara Jamil, kami menulis kalimat seperti di atas bukan tanpa sebab. Tetapi karena memang orang Muslim sendiri tidak yakin akan keselamatan sorgawinya. Terbukti ketika mereka ditanya, apakah yakin masuk sorga, mereka selalu menjawab “mudah-mudahan. ” Bukankah kata “mudah-mudahan” sama dengan belum pasti?

Bila memang tulisan di atas tidak benar, dapatkah saudara Jamil menjelaskan mengapa setiap sholat umat Muslim harus menanyakan jalan lurus kepada Allah? Apakah karena memang Allah tidak menjawab, atau karena tidak yakin?
~
SO
# aboebakarabu 2013-02-12 18:17
*
Kalau memang benar Allah lebih mendengar doa orang Kristen. Apa bukti yang kongkrit yang bisa kita lihat di dunia ini? Mohon penjelasan agar yang lain lebih mengerti.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-13 22:49
~
Saudara Aboebakarabu,

Seperti yang sudah kami jelaskan pada komentar di atas, bahwa agama tidak menentukan apakah doa didengar Allah atau tidak. Kondisi hati seseoranglah yang menentukan apakah Allah mengindahkan doanya atau tidak.

Memang setiap hal yang kita doakan tidak selalu langsung dijawab Allah. Dia Allah yang Maha Tahu lebih tahu kapan Dia harus menjawab doa kita. Karena Dia adalah Allah yang “membuat segala sesuatu indah pada waktunya” (Kitab Pengkotbah 3:11).

Tetapi firman Allah berkata, “Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya” (Injil, Surat Yakobus 5:16) yang terpenting bukanlah kapan Allah menjawab doa kita, tetapi apakah Allah mendengar doa kita. Dan syarat doa yang didengar Allah, adalah doa yang disampaikan dari hati yang sudah bersih dari noda dosa.

“Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu” (Kitab Nabi Besar Yesaya 59:2).
~
SO
# Kafirisasi 2013-02-12 19:51
*
Gantilah topik bahasan ini karena tidak relevan dan menimbulkan kekacauan. Jawaban doa adalah otoritas Allah, jalan pikiran Allah tidak terselami oleh manusia yang serba terbatas, waktu Tuhan berbeda dengan manusia. Tuhan tahu apa yang terbaik untuk umat Nya pada waktu yang tepat. Doa orang benar yang akan didengarkan oleh Allah.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-13 22:50
~
Kami setuju dengan saudara Kafirisasi, bahwa jawaban doa adalah otoritas Allah. Tetapi menurut kami kita juga perlu mencari tahu mengapa doa-doa kita tidak kunjung dijawab Allah. Dan menurut Kitab Suci, penyebab doa tidak dijawab Allah adalah dosa di hati yang masih tersimpan.

Seperti dikatakan, “Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu” (Kitab Nabi Besar Yesaya 59:2).

Segala dosa kejahatan inilah yang perlu kita buang agar Allah – setidaknya – mendengar doa-doa kita. Bagaimanakah cara membersihkan hati dari noda dosa? “Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya” (Injil Allah, Surat Roma 3:15). Isa Al-Masih adalah satu-satunya Pribadi yang dapat membersihkan hati saudara dari noda dosa yang menghalangi doa-doa saudara.
~
SO
# logika 2013-02-12 20:30
*
Logikanya saja deh, Islam menghadap langsung kedepan Allah melalui ibadah wajib Salat 5 x sehari, belum lagi salat-salat Sunnah yang bisa tak terhitung dalam sehari, ditambah sekali seminggu setiap hari Jumat salat berjamaah, yang tentu semuanya disertai doa.

Bandingkan dengan: Kristen, yang ibadah wajibnya cuma sekali seminggu, tidak ada kewajiban ibadah harian. Soal doa dijawab atau tidak, itu diluar jangkauan perkiraan manusia, hanya Tuhan yang maha tahu.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-13 22:51
~
Saudara Logika,

Menurut kami di sini yang ditekankan bukanlah berapa kali kita beribadah. Sebab, apa gunanya kita beribadah lima atau sepuluh kali dalam sehari bila doa kita tidak di dengar Allah?

Terkadang umat beragama terkurung dalam aturan-aturan dan tradisi-tradisi keagamaannya. Sehingga terlupakan hal-hal rohani yang seharusnya lebih penting untuk diperhatikan daripada hal-hal jasmani.

Demikian juga dalam hal berdoa. Memang tidak ada salahnya berdoa dengan aturan-aturan yang sudah ditetapkan, tetapi semua itu bukan hal yang utama. Bagaimana kondisi hati kita ketika berdoa, itulah yang diperhatikan Allah.

Dikatakan, “Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat” (Injil, Rasul Besar Matius 15:19).

Apakah doa saudara belum dijawab Allah? Mintalah pengampunan dari Allah atas dosa-dosa yang masih tersimpan di hati, agar semua itu tidak menghalangi doa-doa yang saudara naikkan.
~
SO
# cita 2013-02-13 13:41
*
Tanpa ikut membahas topik dalam artikel, perkenankan untuk saudaraku Aboebakarabu, mohon maaf jika boleh saya sedikit berbagi tanpa memihak salah satu agama tertentu.

Saya menonton acara tv tiap hari Sabtu pukul setengah dua siang. Di akhir acara, pembawa acara mengajak doa bersama dan saya mengikutinya. Semua doa terkabul, mujizat terjadi. Doa saya dikabulkan Tuhan, yaitu saya mendapat pekerjaan persis seperti yang saya mohon kepada Tuhan Yesus.

Ternyata doa dikabulkan apabila kita menjadi org "benar" yaitu: hati kita tulus, penuh kasih terhadap semua. Jadi pertama-pertama kita harus membersihkan hati dari segala macam kebencian, amarah, kesombongan, serakah, iri dengki, hujat, kekhawatiran, kepahitan, dll.

“TUHAN itu jauh dari pada orang fasik, tetapi doa orang benar didengar-Nya” (Kitab Amsal Salomo 15:29)

Saya yakin Tuhan tak terbatas agama, Dia mendengar tiap doa, dan doa orang benar sangat besar kuasanya. Demikian saudaraku, ada baiknya ikut nonton jam setengah dua di globaltv tiap hari sabtu dan alami mujizatmu.
# aboebakarabu 2013-02-13 19:34
*
Saudaraku Sita,

Terimakasih penjelasannya. Namun saya mengharapkan jawaban secara globalnya, seperti apa bukti nyata yang bisa kita lihat bahwa memang doa orang Kristen itu lebih "didengar" oleh Allah. Bukankah umat lain juga bisa berkata seperti yang saudara katakan tentang mujizat?
Terimakasih saudaraku!
# Staff Isa dan Islam 2013-02-14 14:26
~
Saudara Aboebakarabu,

Bila saudara ingin tahu bagaimana kesaksian dari orang-orang yang doanya dijawab oleh Isa Al-Masih, silakan saudara membaca kesaksian mereka pada link ini: http://tinyurl.com/bpo5dtv.
~
SO
# cita 2013-02-13 21:39
*
To: Aboebakarabu

Terimakasih saudaraku, saya pribadi tidak setuju doa orang Kristen lebih "didengar" Allah, sebab banyak orang mengaku Kristen tapi hidupnya tidak taat pada ajaran Isa, tidak menjauhi dosa, tidak hidup kudus, tidak puasa. Kenajisan hati itulah yang membuat doa kita terhalang.

Menurut saya, Allah mendengar doa siapapun yang mau hidup kudus sesuai ajaran Isa Al-Masih dan tekun dalam doa puasa. Mengenai mujizat sebagai jawaban doa, saya senang bisa berbagi bahwa masih ada hamba-hamba Tuhan yang hidup kudus dan tekun dalam doa puasa sehingga mereka beroleh berbagai macam karunia, misalnya karunia penyembuhan, nubuatan, bahasa roh, dll.

Ada banyak sekali hamba Tuhan yang jika mendoakan maka akan terjadi mujizat, bahkan orang mati pun dibangkitkan oleh kuasa doa dalam nama Yesus Kristus/Yahushu a HaMaschiah.

Saya sungguh rindu saudara meluangkan waktu menonton acara mujizat di global TV hari Sabtu pukul stengah-dua. Hanya setengah jam, namun benar-benar ada jawaban doa melalui urapan Roh Kudus, yaitu Roh Al-Masih.
Video Isa Dan Islam

Click gambar di atas untuk video-video terbaru kami

www.videoisadanislam.com

isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer