Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter

Budak Allah Islam Atau Anak Allah Kristen, Mana Lebih Baik

perbudakanJika diminta memilih, seseorang pasti akan memilih sebagai anak yang dikasih bapaknya, daripada sebagai budak. Mengapa?

Hak-hak Seorang Budak

Secara umum, seorang hamba tidak punya hak dasar. Mereka seperti properti. Pemilik boleh membeli atau menjual budaknya kapan saja.

Juga, budak tidak mendapat warisan sama sekali. Pemilik boleh memperlakukan hamba dengan kekerasan dan kebencian. Hamba hanya bekerja, makan, dan tidur.

Kebanyakan hamba dan pemilik tidak punya hubungan yang baik. Alasannya, karena kepatuhan adalah dasar untuk hubungan di antara mereka. Jika budak mematuhi perintah-perintahnya, pemilik senang. Jika tidak, pemilik akan marah.

Hubungan pemilik dan hamba tidak didasarkan kepercayaan atau kasih. Hamba menyerah kepada pemiliknya bukan karena dia mengasihi pemiliknya, atau ingin yang baik untuk pemiliknya. Hamba mematuhi perintah-perintah karena takut hukuman dari pemiliknya.

Hak-hak Anak

Sebaliknya, anak-anak memiliki banyak hak. Anak-anak adalah anggota keluarga dan pasti mendapatkan warisan dari orang-tuanya.

Kasih dan kepercayaan adalah dasar untuk hubungan antara ayah dan anak. Biasanya anak mematuhi perintah-perintah ayahnya karena mengasihi ayahnya dan ingin membahagiakannya. Dia melakukan itu bukan karena merasa takut kepada ayahnya.

Anak mematuhi perintah-perintah bukan agar ayahnya mengasihinya. Tapi karena Bapaknya sudah mengasihinya. Bapak akan menghukum anaknya, tapi itu terjadi karena Bapak ingin yang terbaik untuk anak tersebut.

Ayah AnakBudak Allah atau Anak Allah Dalam Islam dan Kristen

Dalam Islam, hubungan antara Allah dan manusia, seperti relasi tuan dan hamba. Allah selalu menyebut orang Muslim hamba.

Al-Quran menuliskan, “Dan bahwasanya tatkala hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (mengerjakan ibadat), hampir saja jin-jin itu desak mendesak mengerumuninya” (Qs 72:19). “Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya” (Qs 25:1).

Dalam agama Kristen, relasi Allah dan umat-Nya seperti relasi Bapa dan anak. Allah mengasihi manusia tanpa batas dan tanpa syarat. Allah selalu ingin yang terbaik untuk anak-anak-Nya. Kebenaran ini hanya karena Isa Al-Masih. Karena “. . . Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya [Isa Al-Masih/Kalimatullah] sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita” (Injil, Surat 1 Yohanes 4:9-10). Supaya  “ . . . semua orang yang menerima-Nya [Isa Al-Masih] diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah . . .” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:12-13).

Berkat menjadi anak Allah ialah “ . . . menjadi ahli waris Kerajaan [sorga] yang telah dijanjikan-Nya kepada barangsiapa yang mengasihi Dia”(Injil, Surat Yakobus 2:5).

Pilihah Yang Terbaik Bagi Diri Anda!

Menjadi budak Allah atau anak Allah yang Anda inginkan? Jika ingin mengalami kasih Allah dan jaminan sorga-Nya, Anda harus percaya kepada Isa Al-Masih.

[Staf Isa dan Islam - Untuk informasi lebih lanjut, silakan mendaftar untuk menerima secara cuma-cuma Buletin Mingguan "Isa dan Al-Fatihah."]

Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Menurut Saudara mengapa menjadi anak Allah lebih baik bahkan terbaik?
  2. Manakah yang Saudara pilih, hamba Allah yang dinilai ketaatannya, atau anak Allah yang beroleh kasih dan jaminan sorga dari Allah? Mengapa?
  3. Mengapa Isa berkuasa menghapus dosa-dosa manusia dan menjadikan kita anak-anak Allah?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Add comment

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments  

# ismail 2016-10-10 18:28
~
To: Yang masih Islam,

Masalahnya hamba Allah yang mana dulu, kalau Alloh swt maka pasti hamba tapi bertindak sebagai penguasa. Tapi kalau hamba Allah yang sesungguhnya maka benar-benar sebagai seorang hamba. Sebab Alloh swt, adalah fiktif tidsk pernah menyatakan dirinya. Dia bisa-bisanya Muhammad saja.

Wahai yang masih Islam, saya telah lama sudah membuktikan Qs 5:51 adalah karangan Muhammad semata, untuk memuluskan tujuannya. Muhammad melarang pengkutnya untuk tidak memilih pemimpin dari Yahudi dan Nasrani, kita bersukur karena Muslim yang memperkenalkan ayat ini. Sehingga publik bisa menganalisa, mengapa Tuhan tidak adil terhadap Yahudi dan Nasrani? Kalau begitu Hindu dan Budah boleh? Sadarlah.
# Staff Isa dan Islam 2016-10-11 22:08
~
Saudara Ismail,

Menjadi anak-anak Allah merupakan rahmat terindah yang diberikan Allah kepada pengikut Isa Al-Masih. Dengan menerima rahmat ini, maka kita memiliki relasi yang baru dengan Allah. Kami berharap pengunjung situs ini mencermati artikel di atas.
~
Solihin
# Alif 2016-10-10 20:09
~
Tidak menarik, gitu-gitu saja topiknya.
# Staff Isa dan Islam 2016-10-11 22:08
~
Saudara Alif,

Topik di atas memberikan gambaran kepada kita bagaimana perbedaan menjadi seorang anak dengan menjadi seorang hamba. Anak memiliki keistimewaan karena mendapatkan hak waris dan memiliki relasi yang dekat dengan bapa. Sedangkan budak tidak memiliki hak apapun. Hidupnya bergantung dan tidak memiliki relasi dengan tuannya. Tidakkah ini menyedihkan?

Karena itu, kami berpendapat bahwa topik ini sangat menarik mengingat Muslim menganggap dirinya adalah hamba, sedangkan pengikut Isa Al-Masih adalah anak. Pertanyaannya adalah apakah saudara senang menjadi seorang anak atau seorang budak? Mengapa?
~
Solihin
# Samson 2016-10-10 20:10
~
Menurut Saudara mengapa menjadi anak Allah lebih baik bahkan terbaik?

- Gelar "Anak Allah" hanya untuk Sang Mesias Yesus Kristus. Tidak ada gelar "Anak Allah" kepada manusia keturunan Adam/malaikat. Tapi Gelar bagi yang percaya kepada-Nya adalah anak-anak Allah. "Maka anak-anak Allah melihat..." (Kitab, Taurat Kejadian 6:2). "Kamulah anak-anak TUHAN, Allahmu..." (Kitab Taurat, Ulangan 14:1). "....datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datanglah juga Iblis" (Kitab Ayub 1:6). "...kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa..." (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:14). "Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah..." (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:18). "...sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal..." (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).

Bung Mail,
Kalau begitu Hindu dan Budha boleh?
- Pemikiran yang bagus bung Mail. Muslim, coba kasih pendapatnya!
# Staff Isa dan Islam 2016-10-11 22:08
~
Saudara Samson,

Tepat sekali yang saudara sampaikan bahwa pengikut Isa Al-Masih memiliki keistimewaan karena menjadi anak-anak Allah. Keistimewaan ini diperoleh karena Isa Al-Masih telah menyelamatkan manusia dari dosa dan pengikut Isa Al-Masih memercayai-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat. Kiranya artikel di atas akan memberikan pencerahan kepada pengunjung situs ini.
~
Solihin
# rizal 2016-10-10 20:17
~
Solihin,
Mengapa Isa berkuasa menghapus dosa-dosa manusia dan menjadikan kita anak-anak Allah?
-
Kalau Isa datang ke dunia ini untuk menghapus dosa lalu kenapa Nabi Isa masih menghakimi semua manusia termasuk orang Kristen? Injil, Rasul Besar Matius16:27. Ini berarti Yesus datang bukan untuk menghapus dosa tapi membimbing kaumnya dari perbuatan dosa sebab dosa tidak dapat diwariskan Yehzekiel 18:19-21.

Dalam Qs 5:18 bagi orang-orang yang berkata bahwa Yahudi dan Nasrani adalah anak-anak Allah, maka Allah akan mengazab mereka karena dosa-dosa mereka. Makanya tidak heran Allah mengutus Yesus di akhir zaman untuk bersaksi dan berkata kepada orang Nasrani dengan menyebut pembuat kejahatan Injil, Rasul Besar Matius 7:21-23. Menghukum mereka atas dosa-dosanya Injil, Rasul Besar Matius 16:27.
# Staff Isa dan Islam 2016-10-11 22:09
~
Saudara Rizal,

Kami suka sekali dengan pertanyaan saudara. Saudara perlu mengerti konteks Injil, Rasul Besar Matius 16:27 dengan benar. Isa Al-Masih telah datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Tetapi kelak, Isa Al-Masih akan datang kembali untuk menghakimi dan menghukum orang yang tidak percaya kepada Isa Al-Masih, termasuk menghakimi nabi-nabi palsu (Injil, Rasul Besar 7:21-23).

Karena itu, pengikut Isa Al-Masih diberikan keistimewaan karena dijadikan anak-anak Allah. Ini menandakan bahwa pengikut Isa Al-Masih memiliki relasi yang dekat dengan Bapa. Bagaimana dengan saudara? Mengapa saudara senang menjadi seorang budak Allah yang tidak memiliki keistimewaan apapun? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# Fanya 2016-10-10 20:19
~
Ismail,

Para pakar Alkitab sudah lama membuktikan bahwa Alkitab hasil karangan manusia. Tentang Qs 5:51 itu adalah bukti kasih sayang Allah kepada hambanya. Contoh kecil lihat saja website ini beserta para kroninya yang selalu menghujat Islam tanpa henti.
# Staff Isa dan Islam 2016-10-11 22:09
~
Saudara Fanya,

Menarik juga membaca tulisan saudara. Menghujat berarti mencaci dan memfitnah. Artikel di atas memberikan gambaran mengenai menjadi seorang anak dan menjadi seorang budak. Saudara tidak akan menemukan kalimat yang menghina, mencaci, bahkan memfitnah Islam dalam artikel di atas. Namun, kami perlu mengkonfirmasi hal ini kepada saudara.

Bagian mana dari artikel di atas yang menghujat Islam? Kami memohon saudara menunjukkan kalimat yang menghujat Islam. Terimakasih saudara.
~
Solihin
# ismail 2016-10-10 20:29
~
To: Fanya,

Islam tidak perlu dihina, karena sudah menghina dirinya sendiri, seperti yang kita saksikan sekarang di DKI. Qs 5:51, dipakai untuk mengganjal pemimpin Yahudi atau Nasrani. Bagi orang yang pakai akalnya, ayat ini buatan Muhammad, bukan dari Tuhan sang maha tau.

Tuhan kok rasis, tidak adil, kenapa Hindu Budah tidak disebut? Pasti karena Muhammad tidak tau ada Hindu atau Budah, karena dia hanya berada di seputar arabia. Konyol, semakin tidak bisa disembunyikan Islam yang sebenarnya.
# Staff Isa dan Islam 2016-10-11 22:09
~
Saudara Ismail,

Setiap orang yang membaca artikel di atas akan setuju bahwa artikel tersebut tidak menghujat, melainkan mengungkapkan perbedaan Islam dan Kristen dalam hal relasi dengan Allah. Adalah naïf menggambarkan perbedaan Islam dan Kristen sebagai hujatan. Kami berharap saudara Fanya dapat bersikap lebih dewasa.
~
Solihin
# Samson 2016-10-10 20:37
~
Bung Rizal,

Apa kabarnya saudara Rizal? Kalau Isa datang ke dunia ini untuk menghapus dosa lalu kenapa Nabi Isa masih menghakimi semua manusia termasuk orang Kristen Injil, Rasul Besar Matius16:27.
- Iman tanpa perbuatan itu adalah Hampa bung Rizal.

Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbu atan dan oleh perbuatan-perbu atan itu iman menjadi sempurna. (Injil, Surat Yakobus 2:22). "Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbu atan adalah mati" (Yakobus 2:26). Bagaimana anda menunjukkan iman anda kalau tidak melalui perbuatan?

Bila iman anda tidak sejalan dengan perbuatan anda itu namanya iman kosong. Seperti iblis bung, beriman kosong. Percaya sama Allah tapi perbuatannya jauh dari Allah.
# Staff Isa dan Islam 2016-10-11 22:09
~
Saudara Samson,

Setiap orang yang beriman kepada Allah pasti akan memercayai Isa Al-Masih sebagai Juruselamat. Ini akan memberikan kesempatan dan keistimewaan kepada pengikut Isa Al-Masih memiliki relasi yang lebih dekat, yakni menjadi anak-anak Allah. Terimakasih saudara Samson untuk tanggapan saudara.
~
Solihin
# rizal 2016-10-10 21:00
~
Samson,
Alhamdulillah baik sodaraku. Anda berkata iman tanpa perbuatan adalah mati.
-
Saya sangat sependapat dengan anda, bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati, tapi kenapa saya sering dikirim email oleh staff IDI bahkan di artikel sebelumnya staf IDI pernah membuat artikel yang mengatakan "amal ibadah itu tidak membuat manusia masuk ke dalam surga". Padahal iman tanpa perbuatan adalah mati, dimana itu pedoman bagi umat Muslim makanya komen saya sebelumnya mengatakan kalau Yesus itu datang bukan untuk menebus dosa manusia tapi Yesus datang untuk membimbing manusia dari perbuatan dosa. Gimana pendapat anda sodaraku?
# Staff Isa dan Islam 2016-10-11 22:10
~
Saudara Rizal,

Seseorang diselamatkan karena rahmat Allah, bukan karena amal perbuatan. Wujud syukur atas keselamatan yang diberikan Allah, maka orang tersebut melakukan perbuatan baik agar banyak orang akan kagum dan mengagungkan Tuhan. Selain itu, memperoleh rahmat Allah memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk menjadi anak-anak Allah sehingga memiliki relasi yang dekat dengan Allah.

Pertanyaannya adalah mengapa saudara senang menjadi seorang budak Allah yang tidak memiliki keistimewaan apapun? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# Fanya 2016-10-10 21:02
~
Ismail,

Kenapa website ini selalu menghujat Islam dan tidak pernah menyinggung Hindu Buddha? Islam salah apa sama website ini? Yang menyulut perang salib, yang perang dunia, yang bantai jutaan manusia Palestina tidak berdosa, yang korupsi triliunan rupiah. Yang bantai Muslim Poso, Ambon yang menjajah Indonesia, yang membuat industri pornografi mereka itu agamanya apa?

Coba saja tengok komedi lawakan di Barat, Yesus dijadikan bahan lawakan dan hujatan oleh pengikutnya sendiri, miris! Statemen Ahok "Kalau Tuhan ngaco gue lawan juga"! Ini membuktikan bahwa Ahok mampu melawan Yesus. Saya heran kenapa para penghujat dan para penantang Yesus justru berasal dari pengikutnya sendiri, miris!
# Staff Isa dan Islam 2016-10-11 22:10
~
Saudara Fanya,

Memberikan pernyataan bahwa website ini menghujat perlu dibuktikan, bukan memfitnah. Sebab artikel di atas tidak menghina Islam. Kami berharap saudara lebih bijak dan dewasa dalam memberikan pernyataan. Bukankah saudara adalah orang beragama?

Kami bertanya kepada saudara. Apakah saudara sudah membaca artikel di atas? Mengapa saudara senang menjadi budak atau hamba Allah? Bukankah menjadi anak-anak Allah lebih istimewa? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# rizal 2016-10-10 21:15
~
Samson,
Dalam Qs 5:18 bagi orang-orang yang berkata bahwa Yahudi dan Nasrani adalah anak-anak Allah, maka Allah akan mengazab mereka karena dosa-dosa mereka.
-
Di sinilah Muhammad bung tidak mengerti arti anak-anak Allah.
-
Saya tau arti anak Allah itu apa, anak Allah itu menurut kitab Injil, Surat Roma 8:14 ialah anak yang dibimbing roh Allah. Jadi semua orang yang dibimbing oleh Roh Allah disebut anak Allah, seperti Nabi Daud disebut juga anak Allah, Nabi Isa juga disebut anak Allah. Saya juga tau, tentu Nabi Muhammad juga tau apa arti anak Allah.
# Staff Isa dan Islam 2016-10-11 22:10
~
Saudara Rizal,

Menjadi anak-anak Allah merupakan keistimewaan yang diperoleh pengikut Isa Al-Masih karena memercayai Isa Al-Masih sebagai Tuhan dan Juruselamat. Keistimewaan ini memberikan kesempatan kepada pengikut Isa Al-Masih memiliki relasi yang dekat dengan Allah. Karena itu, menjadi anak-anak Allah merupakan rahmat yang tak terhingga.

Kami perlu meluruskan bahwa Daud tidak pernah disebut sebagai anak Allah. Hanya Isa Al-Masih yang memiliki gelar Anak Allah. Namun, agar hal ini lebih jelas bagi kita, maka kami bertanya kepada saudara. Tertulis dimanakah dalam kitab nabi bahwa Daud adalah anak Allah? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# Samson 2016-10-10 21:21
~
Rizal,
Staf IDI pernah membuat artikel yang mengatakan "amal ibadah itu tidak membuat manusia masuk ke dalam surga" padahal iman tanpa perbuatan adalah mati.
- Ya benar bung. Hukum yang pertama di muka bumi ini sesuai Alkitab adalah Hukum Taurat. Tidak ada satu ayat pun di Kitab Taurat yang mengatakan bahwa amal ibadah bisa menghapus dosa. Iman yang bagaimana? "... sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu." (Yohanes 8:24).

Kami beriman bukan untuk dapat pahala, melainkan bersyukur karena sudah diselamatkan. Percaya bagi orang yang tulus dengan percaya bagi orang munafik beda jauh bung.
# Staff Isa dan Islam 2016-10-11 22:11
~
Saudara Samson,

Injil, Rasul Besar Yohanes 8:24 merupakan penegasan yang disampaikan Isa Al-Masih berkenaan dengan keselamatan manusia. Memercayai dan menerima Isa Al-Masih sebagai Tuhan dan Juruselamat akan memberikan keistimewaan kepada manusia untuk menjadi anak-anak Allah. Kesempatan ini perlu dipertimbangkan oleh setiap orang. Terimakasih saudara Samson untuk tanggapan saudara.
~
Solihin
# jajang mulyana 2016-10-10 22:45
~
Yesus anak Allah, ialah salah satu pintu menuju arah penyembahan Paganis. Bagaimana kepercayaan kuno seperti mitologi Yunani/Hindu yang memiliki konsep yang sama, bahkan sebelum adanya kekristenan. Hamba Tuhan merupakan ciri dari milah Ibrahim yang mana ia selalu melaksanakan perintah-perint ah Tuhannya.

Oleh karena itu setiap nabi mengajarkan kepada umatnya bahwa Allah adalah"robbul aalamiin" yang mana kata "robbi" menunjuk pada kata (Tuan), Tuan alam atau yang empunya alam semesta. Maka layakah Tuhan beranak? Yang benar itu manusia berjiwa Paganis tidak menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran, melainkan jasad materialis yang bersifat fana. Injil, Rasyl Besar Yohanes 4:23-24 penyembah yang benar akan menyembah Allah dalam roh dan kebenaran. Ingat kata "ibadat" dalam bahasa Arab berasal dari kata "ab' (budak/hamba).
# Staff Isa dan Islam 2016-10-11 22:11
~
Saudara Jajang,

Terminologi anak dan hamba memiliki perbedaan yang signifikan. Anak memiliki keistimewaan dan mendapatkan hak waris, selain relasi yang dekat dengan bapa. Sedangkan budak atau hamba tidak memiliki keistimewaan apapun, bahkan tidak memiliki relasi dan cenderung terpisah jauh dari kata ‘kedekatan’.

Karena itu, menjadi anak-anak Allah lebih indah dibandingkan menjadi hamba. Pertanyaannya adalah mengapa saudara senang menjadi budak atau hamba Allah? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# Samson 2016-10-10 23:21
~
Jajang Mulyana,
Yesus anak Allah, ialah salah satu pintu menuju arah penyembahan Paganis. Bagaimana kepercayaan kuno seperti mitologi Yunani/Hindu yang memiliki konsep yang sama, bahkan sebelum adanya kekristenan.

- Biasa anda tunjukkan di Al-Quran ayatnya yang mengatakan bahwa Nasrani mengadopsi mitologi Yunani / Hindu?
- Bila SWT tidak pernah ngomong gitu bagaimana anda bisa percaya? Apa menurut anda keliling kabah, cium batu hitam, lempar lempar jumroh bukan Pagan ya?
# Staff Isa dan Islam 2016-10-11 22:11
~
Saudara Samson,

Pertanyaan yang bagus sekali. Allah telah berkenan mendatangi manusia agar manusia menjadi anak-anak-Nya sehingga memiliki relasi yang dekat dengan Allah. Ini bukan konsep atau mitologi Yunani, melainkan kehendak Allah. Kami berharap saudara Jajang merenungkan ini.
~
Solihin
# Ahong 2016-10-10 23:35
~
Beberapa pengertian 'anak' menurut Wikipedia: Anak (jamak: anak-anak) adalah seorang lelaki atau perempuan yang belum dewasa atau belum mengalami masa pubertas. Anak juga merupakan keturunan kedua, di mana kata "anak" merujuk pada lawan dari orang tua, orang dewasa adalah anak dari orang tua mereka, meskipun mereka telah dewasa. Walaupun begitu istilah ini juga sering merujuk pada perkembangan mental seseorang, walaupun usianya secara biologis dan kronologis seseorang sudah termasuk dewasa namun apabila perkembangan mentalnya ataukah urutan umurnya maka seseorang dapat saja diasosiasikan dengan istilah "anak".
# Staff Isa dan Islam 2016-10-11 22:11
~
Saudara Ahong,

Kami berterimakasih saudara telah mengutip definisi anak menurut Wikipedia. Kalau boleh tahu, apa hubungan definisi Wikipedia dengan artikel di atas? Bagaimana saudara?

Menjadi anak-anak Allah merupakan keistimewaan yang dimiliki setiap orang yang mau percaya pada Isa Al-Masih sebagai Tuhan dan Juruselamat. Sebab mereka telah menerima keselamatan dari Isa Al-Masih. Menjadi budak atau hamba Allah merupakan beban karena diikat dengan banyaknya aturan dan tidak memiliki relasi yang dekat dengan Allah. Bukankah ini memberatkan saudara? Pertanyaannya adalah mengapa saudara memilih menjadi budak atau hamba Allah?
~
Solihin
# W H Gufran 2016-10-11 00:16
*****
1. Maha Suci Allah dari memiliki seorang anak. Allah menilai manusia dari amal amalnya. Semakin baik amal seseorang semakin sayang Allah padanya.

2. Allah Maha Melihat, Allah maha Adil, Allah maha pemberi balasan. Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Tidak usah khawatir, Muliakanlah nama-Nya. Allah maha menghargai.

3. Tidak mungkin Isa berkuasa menghapus dosa-dosa saya, kalau tidak saya sendiri yang bertobat. Allah menilai manusia dari amal amalnya. Semakin baik amal seseorang semakin sayang Allah padanya. Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Maha suci Allah dengan segala Firmannya ( Al- Quran ).
# Staff Isa dan Islam 2016-10-11 22:12
*****
Saudara Gufran,

1. Adalah hak Allah untuk menjadikan manusia sebagai anak-anak-Nya. Siapakah yang dapat melarang Allah untuk menjadikan manusia sebagai anak-anak-Nya? Karena itu, menjadi anak-anak Allah tidak didasarkan pada amal. Sebab hakekat manusia berdosa sehingga kecenderungan hatinya selalu berbuat jahat. Kami yakin bahwa dosa saudara lebih banyak dibandingkan amal saudara, bukan? Bagaimana saudara?

2. Kami senang saudara menyebutkan salah satu sifat Allah, yakni adil. Keadilan Allah ditegakkan dengan menghukum setiap orang yang berdosa. Satu dosa saja sangat serius bagi Allah, apalagi saudara yang memiliki banyak dosa. Pasti akan mendapatkan hukuman dari Allah. Bagaimana mungkin saudara bisa selamat?

3. Adalah hak saudara untuk menerima dan percaya pada Isa Al-Masih atau tidak. Namun, Isa Al-Masih berkuasa mengampuni manusia yang berdosa (Injil, Rasul Besar Matius 9:6). Bila Isa Al-Masih yang memberikan jaminan pasti masuk sorga tidak dipercaya, maka kepada siapa saudara akan memperoleh pertolongan yang pasti? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# Heri 2016-10-11 05:49
~
Isa Al-masih: "Allah adalah Roh, barangsiapa menyembah Dia, harus menyembahNya dalam roh dan kebenaran."

"Tetapi semua orang yang menerima-Nya (Anak Allah sama dengan Allah menjadi manusia). Diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya di dalam nama-Nya (Isa Al-Masih/Jesus Christ/Yeshua Hamasikhah). Orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah."
Anak Allah artinya Allah menjadi manusia, saat Allah datang menjadi manusia apakah surga kosong? Tidak! Allah adalah Roh, saat bersaman waktu Dia bisa di tiap malam di bumi ini.

Isa Al-Masih menyebut diri-Nya dan Bapa adalah satu, barangsiapa melihat Dia berarti sudah melihat Bapa. Sebelum Abraham lahir Isa Al-Masih sudah ada. Mengapa kita harus menerima Isa Al-Masih? Tentu, karena dalam perjalanan hidup kita butuh teman yang maha tinggi, karena dapat hadir dalam kehidupan setiap manusia, supaya kita tidak tersesat karena ditipu si pendusta setan
# Staff Isa dan Islam 2016-10-11 22:12
~
Saudara Heri,

Penjelasan yang baik sekali. Kami berharap ini akan memberikan pencerahan kepada pengunjung situs ini bahwa menjadi anak-anak Allah lebih indah dibandingkan menjadi budak. Sebab hanya dengan menjadi anak-anak Allah, manusia memiliki relasi yang dekat dengan Allah. Terimakasih untuk penjelasan saudara.
~
Solihin
# rizal 2016-10-11 07:19
~
Samson,

Iman yang bagaimana? "...sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu." (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:24).
-
Saya sependapat dengan pernyataan Isa dan atas dan saya sudah baca ayat tersebut secara menyeluruh, jadi jika kita tidak percaya kepada Isa sebagai utusan Tuhan maka orang tersebut akan mati dalam dosanya. Bukankah orang Muslim juga diwajibkan percaya kepada semua nabi termasuk Nabi Isa Qs 4:138. Berarti apa yang dilakukan orang Muslim sama seperti apa yang diperintahkan Yesus,
seperti kata anda "iman tanpa ibadah adalah mati".
# Staff Isa dan Islam 2016-10-11 22:12
~
Saudara Rizal,

Kami senang bila saudara telah membaca seluruh ayat itu. Tetapi apakah saudara sudah membaca seluruh perikop dari ayat itu? Isa Al-Masih berfirman bahwa Dia dari atas, sedangkan manusia dari bawah (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:23). Ini menandakan bahwa Isa Al-Masih adalah Allah. Karena itu, percaya pada Isa Al-Masih sebagai Tuhan dan Juruselamat akan menjadikan manusia anak-anak Allah.

Apakah saudara mau menjadi anak-anak Allah? Saudara perlu mempertimbangka n ini sembari merenungkan dan menjawab pertanyaan kami. Mengapa saudara senang menjadi budak atau hamba Allah? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# Pengikut Yesus 2016-10-11 08:14
~
Iman yang bagaimana? "...sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu." (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:24).
Repons: Kalau saudara percaya Yesus, maka ikutilah Yesus bung dengan melaksanakan Hukum Taurat, karena Yesus turun bukan untuk menghapusnya, melainkan untuk menggenapinya. Itulah yang akan membuatmu selamat!
# Staff Isa dan Islam 2016-10-13 18:24
~
Saudara Pengikut,

Membaca Injil merupakan satu hal, tetapi memahami adalah hal lain. Membaca tanpa memahami akan membuat saudara memiliki pengertian yang keliru. Memang Isa Al-Masih datang bukan untuk menghapus Taurat, melainkan menggenapinya. Pertanyaannya adalah apakah saudara memaham kata ‘menggenapinya’ ?

Menggenapi berarti memenuhi atau menepati semua yang tertulis dalam Taurat. Hukum Taurat menuliskan tentang pendamaian dengan darah (Taurat, Imamat 17:11). Isa Al-Masih telah menggenapi hal ini (Injil, Rasul Besar Matius 20:28). Itulah sebabnya, setiap orang yang percaya pada Isa Al-Masih menjadi anak-anak Allah. Pertanyaannya adalah apakah saudara menjadi anak-anak Allah atau hamba Allah? Mengapa?
~
Solihin
# lucunya kristen 2016-10-11 09:39
~
Penulis artikel ini seperti penjual obat dipinggir jalan saja yang berkoar-koar obatnya yang paling manjur di dunia ini. Menyalahkan agama lain menggunakan parameter keyakinannya sendiri. Orang lain juga bisa menyalahkan agama anda sebagai agama yg salah dan sesat dengan parameter keyakinan orang tersebut.

Jadi meskipun anda menulis panjang lebar menyalahkan agama orang lain, apa hebatnya bila kemudian disaat yang sama keyakinan anda juga disalahakan dan dinilai sesat oleh orang lain? Anda seperti menuding dengan satu jari dan empat jari lainnya menuding balik ke diri anda sendiri.
# Staff Isa dan Islam 2016-10-13 18:24
~
Saudara Lucunya,

Menarik membaca tulisan saudara. Agar kami tidak berasumsi, maka kalau boleh tahu bagian mana dari artikel di atas yang menyalahkan agama Islam? Mohon penjelasan saudara.

Ini penting agar menghindarkan kita dari fitnah. Sebab fitnah akan membuat seseorang berdosa. Tentu saudara tidak ingin menambah daftar dosa saudara, bukan? Artikel di atas mencoba memperbandingka n antara menjadi anak-anak Allah dengan menjadi budak atau hamba Allah. Istilah ini muncul berdasarkan sebutan yang disematkan oleh pemeluk agama itu sendiri. Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# Wedus 2016-10-11 11:11
*****
Topiknya bagus,

1. Menjadi anak Allah tidaklah sebaik dan terbaik menjadi hambah Allah swt. Inilah kehebatan Allah swt dengan mengatakan manusia hanyalah hambah. Karena seorang hambah tugasnya hanya mentaati Tuhanya tidak bisa mendekte tidak bisa menuntut apapun. Ketika maut menjemput hanyalah berserah pada yg punya nyawa inilah ajaran yang benar. Jika posisi sebagai anak maka anak berhak menuntut kepada bapak, menuntut tidak mati, menuntut hidup nyaman di dunia dan menuntut segalanya. Sebutan anak adalah arti dari kurangnya kedewasaan dan akalnya.

2. Sesuai jawaban no.1 pastilah memilih hamba Allah. Karena anak tidak akan bisa menjadi dewasa pemikiranya.

3. Pengampunan dosa oleh Isa hanyalah kata-kata ambigue.
# Staff Isa dan Islam 2016-10-13 18:24
*****
Saudara Wedus,

Kami senang membaca tulisan saudara. Ijinkan kami menanggapinya.
1. Kami berharap saudara mengerti dengan apa yang saudara tulis. Menurut kami, - maaf sebelumnya – pendapat di atas merupakan hasil logika jungkir balik. Bila saudara jujur, maka akan jauh lebih baik menjadi seorang anak dibandingkan seorang budak. Pertanyaannya adalah apakah hamba tidak memiliki keinginan menuntut? Benarkah ini? Mohon saudara mengkaji kembali.

2. Maaf saudara, ini pun hasil logika jungkir balik. Bagaimana mungkin saudara dapat menyimpulkan anak tidak akan bisa menjadi dewasa? Kami yakin banyak anak akan protes kepada saudara.

3. Membaca dan memahami firman Isa Al-Masih akan membuat kita menyadari bahwa pengampunan Isa Al-Masih adalah nyata dan fakta. Isa Al-Masih berfirman, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6). Pertanyaannya adalah apakah alloh saudara menjanjikan dosa saudara pasti dihapuskan? Mengapa?
~
Solihin