Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter
Cetak

Konsep Tuhan Menurut Islam dan Kristen

Islam
Kristen

Menurut konsep Islam Tuhan adalah Zat yang Maha Tinggi Yang Nyata dan Esa. Ia adalah Pencipta yang Maha Kuasa dan Maha Tahu. Dia abadi yang menentukan takdir dan hakim semesta Alam.

***

Tuhan dikonseptualisasikan sebagai Yang Tunggal dan Maha Kuasa. Menurut Al-Quran ada 99 nama untuk Allah. Nama-nama ini mengingatkan kita akan sifat-sifat Allah. Nama yang paling terkenal dan sering dipakai ialah “Maha Pengasih” (ar-rahman) dan “Maha Penyayang” (ar-rahim)

***

Orang Islam percaya bahwa penciptaan alam semesta dan penguasaannya oleh Allah adalah bukti utama kemurahhatian Allah. Karena Tuhan muncul dimana pun ia tidak harus menjelma dalam bentuk apapun. Dalam Al-Quran tertulis, “Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui” (QS al-An’am 6:103)

Konsep Kristen sama dengan inti paragraph ini. Namun Alkitab mengajar bahwa walaupun Allah menentukan takdir manusia ia masih memberi kebebasan terbatas kepada manusia untuk bertindak menurut kehendaknya sendiri.

***

Menurut Alkitab ada jauh lebih banyak dari 99 nama untuk Allah. Malahan ada ratusan nama yang diberikan untuk menolong kita mengerti siapakah Allah. Alkitab mengemukakan Allah sebagai Maha Pengasih dan Maha Penyayang dan oleh karena itu orang yang sungguh masuk kerajaan-Nya diberi hak memanggil-Nya “Bapa.”

***

Salah satu cara Allah menyatakan kemurahhatian-Nya ialah dalam penciptaan-Nya. Namun Allah melihat manusia juga terbelenggu oleh dosa dan menyatakan kemurahhatian-Nya dalam menyediakan jalan keselamatan dari perbudakan dosa. Dengan penjelmaan Kalimat-Nya, Isa Al-Masih, untuk menjadi Juruselamat orang yang percaya kepada-Nya dapat dilepaskan dari belenggu dosa.

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.



Add comment

Tolong memberi komentar yang tidak melanggar norma-norma. Kami berhak menghapus komentar yang kasar, mengejek, bersifat menyerang, dan tidak berhubungan dengan artikel di atas. Oleh sebab itu, kiranya dapat menggunakan bahasa yang jelas!

Pedoman wajib untuk memasukkan komentar:
1. Tidak boleh memakai lebih dari satu kolom komentar.
2. Pertanyaan/masukan harus berhubungan dengan uraian diatas.
3. Sebaiknya satu atau dua pertanyaan dalam satu kolom komentar.
4. Hanya menggunakan bahasa Indonesia yang umum dan dimengerti semua orang.
5. Tidak memakai singkatan-singkatan, misalnya yg, dlm, sdh, tdk, dlsbgnya.
6. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
7. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.

Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]
Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments  

# Yusianto 2011-02-26 06:34
*
Sebuah perbandingan yang tidak komprehensif, dan terlalu menonjolkan ajaran Kristen.

Dalam Islam Pemuliaan terhadap Isa Al-Masih merupakan hal wajib sebagaimana terhadap Daud, Musa, atau Ibrahim. Berbeda dengan Kristen yang menunjukkan kekurangan Anak Allah yang lain guna menonjolkan Isa A-Masih.

Kristen adalah ajaran yang terbaik pada masanya, tetapi secara alamiah tergerus keasliannya, kehadiran Rasul Paulus yang sangat dominan melebihi murid yang langsung mendapat pengajaran merupakan salah satu dari sekian sebab abrasi kebenaran Kristen. Banyak nubuah diingkari.

Bila menilik sisi benar, semua agama menyampaikan hal tersebut. Tapi tidak ada yang lebih berani dan menginspirasi melebihi Islam. Contoh sederhana adalah tentang menutup aurat.
# Staff Isa dan Islam 2011-03-10 03:06
~
Saudara Yusianto, semua anak-anak Allah yang lain seperti yang disebutkan oleh Saudara, hanyalah manusia biasa sama seperti kita, hanya mungkin mereka lebih saleh dari kita.

Berbeda dengan Isa Al-Masih. Ia adalah Allah sendiri yang kemudian turun ke dalam dunia ciptaan-Nya, menjelma menjadi seorang manusia, dengan tujuan menyelamatkan umat manusia yang telah jatuh dalam dosa, dan jerat mautnya tanpa bisa keluar.

Semua nabi dan rasul yang menulis Kitab Suci, termasuk Rasul Paulus, mereka menulis seturut dengan pewahyuan yang mereka terima dari Allah.

Kekristenan tidaklah mengajarkan bagaimana agar manusia bisa mencapai Allah di sorga, tetapi justru menceritakan bagaimana Allah yang mengasihi manusia itu menjelma dan Dia yang mencari manusia yang terhilang.

Kalau kita mengatakan bahwa kita mencari Allah, maka yang hilang itu adalah Allah. Kalau Allah yang mencari manusia, maka yang hilang itu adalah manusia.

Agama yang sejati bukanlah mengatur mengenai fisik atau jasmani manusia, melainkan lebih condong mengatur kerohanian manusia, dan bagaimana agar rohnya suatu saat bisa bersama-sama dengan Allah di sorga nanti.
~
CA
# ben 2011-02-27 19:06
*
Dalam Islam, kepercayaan bahwa Allah itu Esa dan tidak ada sesuatu ciptaan-Nya yang serupa dengan-Nya. Berbeda dengan kepercayaan Kristiani yang mengimani bahwa Allah adalah "segambar " dengan manusia, bahkan menjelma menjadi salah satu manusia.

Asmaul Husna adalah Nama-nama Allah yang indah. Nama-nama Allah seluruhnya sesuai dengan sifat-Nya yang tidak terbatas. Faham ini berbeda dengan konsep tiga Nama dan tiga Pribadi dalam konsep KeTuhanan Kristiani = Allah, Putra dan Roh Kudus.
# Staff Isa dan Islam 2011-03-10 03:15
~
Saudara Ben, bukan Allah yang segambar dengan manusia. Melainkan manusia-lah yang diciptakan segambar dengan Allah, dalam hal hikmat, kebijaksanaan, ketrampilan, budi pekerti, dan lainnya.

Allah Bapa, Isa Al-Masih, dan Roh Qudus adalah Allah yang esa. Mengenai pembahasan mengenai Allah yang "esa", Saudara kami ajak untuk merenungkan jawaban kami atas tanggapan Saudara Newbia, yang terletak pada bagian bawah halaman ini: tinyurl.com/4fkuzqj.

Kami juga mengajak Saudara untuk boleh merenungkan kepastian keselamatan yang telah kami peroleh di dalam artikel berikut: isadanislam.com/jalan-keselamatan. Kiranya dengan menyelidikinya, Saudara mendapatkan berkah dari Allah yang sejati.
~
CA
# nanangdc 2011-03-02 15:09
*
Allah itu Esa, tidak butuh makan minum, tidak mengantuk dan tidak butuh tidur,

Allah itu awal dan akhir, Allah itu Maha Kuasa terhadap mahluk mustahil kalau Allah Tuhan sang pencipta langit dan bumi itu lemah.

Tuhan itu tidak sama dengan ciptaan-Nya, mustahil bila Tuhan itu sama. Tuhan tidak dilahirkan dan tidak melahirkan,

Bagaimana mungkin Tuhan sang pencipta dapat terlahir dari rahim manusia ciptaan-Nya?.

Mohon pencerahan.
# Staff Isa dan Islam 2011-03-10 03:24
~
Saudara Nanang, mengapa Allah tidak mungkin menyerupai salah satu makhluk ciptaan-Nya?

Pengikut Isa Al-Masih percaya bahwa Allah Pencipta langit dan bumi, berkenan menjelma menjadi manusia dan hidup bersama-sama dengan kita, sekaligus menjadi Utusan bagi diri-Nya sendiri.

Walau dalam wujud seorang manusia, Dia yang adalah Allah, tidaklah menanggalkan Ke-Allah-an-Nya , dalam artian Dia akhirnya tidak lagi menjadi Allah...

Ketika Allah turun ke dalam dunia bercakap-cakap dengan Nabi Musa secara langsung, bukan berarti sorga menjadi kosong bukan? Atau serta merta Dia menjadi bukan Allah lagi, karena telah turun ke bumi? Surah An Nisaa 4:164 "Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung."

Kalau Dia boleh berbicara kepada Musa, katakanlah 30 menit. Mengapakah Dia menjadi tidak boleh hadir ke dalam dunia ini selama beberapa tahun?

Kalau Allah menghendaki, maka tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Kita manusia, juga tidak berhak mengatakan: "Tidak mungkin."

Perhatikanlah bahwa dahulu Allah pun telah pernah memakai rupa manusia.

~
CA
# Amin 2011-03-25 11:29
*
Saudara Yusianto,
Menurut saya, Allah di Al-quran beda dengan Allah di Alkitab.

Allah di Alkitab sering berbicara dengan berbagai bentuk diantaranya dengan Nabi Abraham (dalam bentuk manusia), Nabi Musa (dalam bentuk pedang yang menyala) dan banyak lagi. Allahnya memang tidak sama.
# Staff Isa dan Islam 2011-08-02 09:15
~
Umat Kristen dan umat Muslim tidak memiliki pengertian yang sama tentang Allah.

Umat Kristen percaya bahwa Allah telah menjadi manusia dalam diri Isa Al-Masih. Kepercayaan terhadap Allah yang berinkarnasi ini adalah sangat mendasar mengenai Allah. Umat Kristen mempunyai pandangan yang benar terhadap Allah. Mereka percaya tidak akan bisa ada keselamatan kecuali kalau dosa dibayar lunas.

Hanya dengan menjadi manusia Allah dapat mati untuk dosa kita dan melunasi hutang dosa kita (Roma 5:8; 2 Korintus 5:21).

Sedangkan umat Muslim memandang konsep ini sebagai penghujatan terbesar. Kaum Muslimin tidak pernah dapat menerima pemikiran bahwa Allah mau menjadi manusia untuk mati bagi dosa-dosa dunia ini.
~
SL
# nanangdc 2011-03-27 11:38
*
Andaikata nanti setelah kiamat terjadi, dan Nabi Isa atau yang kalian sebut Yesus, mengelak atau berkata aku bukanlah penebus dari dosa-dosamu, bagaimana?

Apa jadinya anda?
Apakah kalian akan saling menyalahkan satu sama lain, seperti yang dikabarkan oleh Al-Quran?

Soalnya nanti Nabi Isa dan Siti Maryam akan ditanya Benarkah kamu mengaku sebagai Tuhan? Kalau Beliau menjawab tidak Ya Allah, Engkaulah Tuhan Yang Maha Tahu.
# Staff Isa dan Islam 2011-04-09 16:14
~
Saudara Nanang,

Tidak pernah ada kalimat kitab Saudara yang mengabarkan seperti apa yang Saudara tuliskan di atas. Yang ada adalah bahwa semua pengikut Isa Al-Masih dipastikan Allah akan beroleh tempat yang tinggi di sorga.

Ini adalah janji Allah sendiri dalam: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat.” (Qs 3:45)

Sudahkah Saudara menjadi salah satu dari pengikut Isa Al-Masih yang dijnajikan keselamatan oleh Allah tersebut?

Kami mengundang Saudara untuk boleh merenungkan kebenaran ini lebih dalam lagi dalam: isadanislam.com/jalan-keselamatan.

Kiranya dalam mempelajari kebenaran ini, Saudara mendapatkan hikmah dari Allah.

CA
# ben 2011-03-29 00:36
*
Tuhan bukanlah konsep, tapi suatu realita yang nyata dan benar-benar ada dan dapat dirasakan.

Bodohlah manusia bila tidak mengenal Tuhan penciptaNya secara pribadi dan jelas, karena manusia punya roh yang jujur dan mengenal penciptaNya dengan baik.

Jadi ujilah, apakah roh anda jujur?
Tapi daging/pikiran anda menutupi atau menipu anda supaya tidak mengenal Tuhan Penciptamu.

Silahkan koreksi diri anda masing-masing
# Staff Isa dan Islam 2011-04-09 16:13
~
Kami setuju dengan Saudara Ben, bahwa Tuhan bukanlah suatu konsep, melainkan Tuhan adalah realita.

Kami juga setuju pandangan Saudara Ben bahwa kita harus mengenal Tuhan secara pribadi.

Kami juga setuju akan pandangan Saudara Ben, bahwa kita harus menguji iman kita.

Oleh sebab itu, kami mengajak Saudara untuk terus bersama dengan kami di dalam mernungkan dan menguji bersama konsep Allah yang selam ini kita imani, apakah memang benar dan Dia adalah Allah yang sejati.

CA
# Baul Ibrahim 2011-03-29 10:55
*
Membingungkan, katanya Esa tapi tiga. Kalau Esa ya satu bukan tiga!
# Staff Isa dan Islam 2011-04-09 16:49
~
Saudara Baul Ibrahim, sesungguhnya yang tidak mengerti bahasa itu adalah bukan kami. Justru banyak orang Islam telah salah mengerti kata ‘esa’.

Menurut para pakar Islam yang mengerti secara benar, seperti Prof. DR. Quraish Shihab (mantan Menteri Agama dan ketua MUI, pakar tafsir Islam) dan ahli lainnya, kata ‘esa’ berarti suatu kesatuan, united, altogether, atau satu yang adalah terdiri dari kesatuan.

Beliau mengatakan bahwa ketika kata ‘ahad’ atau ‘esa’ diutarakan, maka dalam pikiran orang di Timur Tengah, akan tergambar sesuatu yang tidak dapat diterapkan operasi matematika, sedangkan operasi matematika (tambah/kurang) masih dapat dilakukan pada kata ‘wahid’ atau 'tunggal'.

CA
# Irfan 2011-03-30 14:34
*
Saya sangat setuju dengan saudara Nanang .

Cobalah penulis di website ini berpikir, jangan seperti binatang ternak .
# Staff Isa dan Islam 2011-04-09 18:33
~
Saudara Irfan, apakah ada sesuatu yang salah di dalam tulisan ini? Sudikah Saudara memberitahukann ya kepada kami?

Kami adalah sangat membuka diri untuk mengadakan dialog. Kami juga bukan binatang ternak yang tidak bisa berpikir lagi.

Justru kami mengajak agar Saudara sekalian boleh memakai logika dan akal yang diberikan Allah kepada kita untuk boleh memikirkan akan kebenaran yang sejati.

Jika ternyata iman yang kita percayai selama ini adalah salah, dan kita tetap mempercayai keyakinan yang salah tersebut, bukankah itu baru yang namanya tidak menggunakan akal pikiran?

Seorang manusia yang bukan ternak, layak untuk memakai akalnya untuk menguji segala sesuatu, termasuk masalah iman.

CA
# noor mila 2011-03-30 20:43
*
Saya setuju dengan saudara Budi Ibrahim, bagaimana mungkin Esa tapi ada Tiga?

Seperti kita yang dilahirkan oleh satu ibu, bagaimana bisa menjadi dua atau tiga?

Bagaimana jadinya nanti?
# Staff Isa dan Islam 2011-04-09 18:35
~
Saudara Noor Mila,

Kami mengundang Saudara untuk boleh merenungkan artikel berikut: isadanislam.com/tanya--jawab/kepercayaan-orang-kristen/202-benarkah-orang-kristen-menyembah-tiga-allah.

Kami berdoa kiranya Allah berkenan memberi Saudara pengertian yang benar.

CA
# Yusuf 2011-04-10 11:27
*
Mana bisa Isa Al-Masih itu Allah yang menjelma sebagai Manusia, sedang ia lahir dari rahim seorang wanita yang jelas-jelas wanita itu mengakui Allah Tuhannya.

Kalau Isa Al-Masih itu Allah, mengapa malaikat berkata pada Maryam Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu? Ia (Jibril) berkata: "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci" (Qs 19:19).

Anda mengambil pedoman dari ayat itu bahwa Isa Al-Masih adalah satu-satunya Orang yang tidak berdosa. Jadi kalau anda meyakini ayat itu, mengapa anda berkata Isa Al-Masih itu adalah Allah?
# Staff Isa dan Islam 2011-04-13 16:57
~
Saudara Yusuf,

Qs 19:19 Ia (Jibril) berkata: "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci."

Apakah ini bukan berarti bahwa Isa Al-Masih dikatakan sebagai seorang yang suci?

Apakah yang hendak Saudara sampaikan kepada kami melalui ayat ini?

Mengapa Allah tidak boleh menjadi seorang manusia? Apakah ada yang tidak boleh dilakukan oleh Allah?

Al-Kitab mencatat hal yang mirip dan Malaikat Gabriel setelah menjumpai Maryam, ia juga pergi menjumpai Yusuf, tunangan Maryam, dan berkata sebagai berikut kepadanya: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maryam sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Isa, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." (Injil, Rasul Besar Matius 1:20-21).

Setiap orang yang percaya kepadanya dan menjadi pengikut-Nya akan diselamatkan dari dosa mereka.

Apakah Saudara juga adalah manusia berdosa? Saudara memerlukan Isa Al-Masih. Kami mengundang Saudara untuk boleh merenungkan isadanislam.com/jalan-keselamatan.

CA
# tikva 2011-04-15 16:34
*
Saudara Nanangdc,

1. Apakah sepatutnya Tuhan harus dibela? Tuhan adalah maha kuasa, Tuhan macam apa sich yang harus dibela?

2. Kenapa agama harus dibela? Kalau ada orang yang Saudara anggap telah mencela agama anda, itu berarti urusan yang bersangkutan dengan Tuhan, karena Tuhan adalah maha kuasa dan maha segalanya.

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2011-04-27 11:55
~
Saudara Tikva,

Kami sependapat bahwa memang benar bahwa Allah itu tidak perlu dibela secara membabi buta. Namun seringkali kita harus berani menyatakan pembelaan iman kita kepada orang-orang yang tidak sepaham dengan kita, namun haruslah secara santun.

Kami memandang bahwa kita tentu boleh saja saling menyampaikan argumentasi mengenai kepercayaan masing-masing, namun hendaklah semuanya dikemukakan secara baik, dengan masing-masing menyampaikannya dengan logika yang tertata baik, dan dengan melampirkan ayat-ayat yang berisi ajaran agamanya, maupun ayat yang berkaitan tentang tema yang sedang dibahas.

Kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi kita untuk boleh saling berinteraksi dengan sopan di tempat ini.

Terima Kasih Saudara Tikva,
CA
# atar 2011-04-25 20:08
*
Saya sangat setuju dengan saudara Tikva. Sampai saat ini kami juga masih salut luar biasa. Jawabannya ok dan santun.

Pernyataan Saudara yang akan berjihad, mengecilkan kebesaran Allah. Bagaimana mungkin Allah yang maha kuasa membutuhkan pembelaan dari manusia yang lemah ini? Sungguh suatu pernyataan yang melecehkan kebesaran Allah. Apakah Allah itu lemah sehingga perlu bantuan?

Harap direnungkan.
# Staff Isa dan Islam 2011-04-26 09:41
~
Saudara Atar, kami mengucapkan terima kasih buat komentar positif Saudara.

Melalui website ini kami rindu untuk boleh saling belajar. Kami rindu untuk boleh saling berbagi dan memperkenalkan kebenaran, serta siapakah sesungguhnya Isa Al-Masih.

Jikalau ada dia antara kita yang tidak menyetujui apa yang disampaikan website ini, tentunya kami memberikan ruang buat berinteraksi dengan sopan.
~
CA
# nanangdc 2011-04-26 10:52
*
Bagaimana dengan Yesus yang dianggap kalian sebagai Tuhan maupun Anak Tuhan? Dia lemah, tidak mampu membela diriNya dari orang-orang dan tentara Romawi yang bengis, seperti yang anda saksikan dan anda lihat sewaktu peringatan Paskah. Bagaimana Dia sakitnya disiksa?

Bukankah Tuhan itu Maha Perkasa dan Maha Kuat, yang apabila Dia berfirman, gunung-gunung pun bergetar mendengar Firman-Nya. Tuhan macam apa yang kalian agung-agungkan? Bagaimana Dia mampu menanggung dosa dosa kita?
# Staff Isa dan Islam 2011-04-26 12:22
~
Saudara Nanangdc,

Isa Al-Masih adalah Utusan Allah, Kalimat Allah, dan sekaligus Roh dari Allah. Ini adalah kata-kata yang persis tertera dalam Qs 4:171 tanpa kami rubah makna kata-katanya. Jadi Isa Al-Masih memang adalah berasal dari Allah dan Dia adalah Allah yang menjelma menjadi manusia.

Sebagai Utusan Allah, Isa Al-Masih justru memang datang untuk menanggung hukuman atas dosa yang diperbuat umat manusia. Isa Al-Masih melakukan dengan taat apa yang menjadi tugas-Nya di bumi ini yakni sebagai tebusan bagi banyak orang (Injil, Rasul Besar Matius 20:28 dan Markus 10:45), tebusan bagi umat yang percaya kepada-Nya.

Isa Al-Masih diserah kan Allah ke dalam tangan bangsa-bangsa durhaka sesuai dengan maksud dan rencana Allah (Injil, Kisah Para Rasul 2:23).

Isa Al-Masih memberi kan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:15).

Dia yang sudah tahu detil-detil tugas-Nya, yakni datang ke dunia untuk menderita, namun Ia masih tetap rela datang untuk menanggung semua itu, ini adalah kekuatan dan keberanian yang tiada taranya.

Namun Isa Al-Masih memberi kan nyawa-Nya untuk menerima-Nya kembali (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:17). Dia akhirnya mengalahkan kematian dan bangkit kembali pada hari ketiga.

Kebangkitan-Nya mengalahkan kematian membuktikan bahwa pada diri-Nya ada kekuatan yang sama untuk membawa kita mengatasi ketakutan kita akan kematian. Kelak kita akan bangkit bersama-sama dia untuk menuju sorga yang kekal.

CA
# Aku Moslem 2011-04-26 22:48
*
Kalau memang Isa Al-Masih harus disalib sebagai penebus dosa, bagaimana dengan para penyalib-Nya?

Apakah mereka berdosa atau bahkan jadi pahlawan karena telah menjadikan rencana Allah terjadi?

Bagaimana jika mereka tahu kalau mereka akan berdosa lalu tidak mau melakukan penyaliban itu?

Siapa yang akan menjalankan rencana Allah?
# Staff Isa dan Islam 2011-05-03 17:46
~
Saudara, rencana Allah tentu saja akan terjadi, dengan cara seperti apapun juga, sesuai dengan kehendak Allah. Dia-lah yang berdaulat atas semua ciptaan-Nya. Tidak ada keraguan Saudara mengenai hal ini bukan?

Ketika mereka yang menyalibkan Isa Al-Masih sedang melakukan dosa, apakah mereka dalam keadaan dipaksa oleh Allah untuk melakukan dosa tersebut? Tentu tidak bukan? Mereka menjalankan dosa tersebut atas kehendak mereka sendiri. Oleh sebab itu, mereka tentulah harus dihukum atas dosa-dosa mereka.

Namun perlu diketahui bahwa tidak semua orang yang menyalibkan Isa Al-Masih masuk neraka. Pasukan yang menyalibkan Isa Al-Masih dicatat bertobat tidak lama setelah Isa Al-Masih disalib. Rasul Besar Matius mencatat sebagai berikut: Kepala pasukan dan prajurit-prajur itnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: "Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah." (27:54).

Demikian pula salah satu penjahat besar yang disalib di samping Isa Al-Masih. Ia bertobat beberapa saat sebelum ia meninggal, dan Isa Al-Masih menjawab bahwa pada hari itu juga, penjahat besar itu akan berada di sorga (Injil, Lukas 23:43).

Dengan demikian, Firman Allah menjamin bahwa setiap orang yang percaya kepada Isa Al-Masih akan mendapat jaminan menuju sorga. Kami mengajak Saudara untuk boleh merenungkan: isadanislam.com/jalan-keselamatan.
~
CA
# Aku Moslem 2011-04-26 23:02
*
Tidak benar Allah mentakdirkan semuanya tanpa ada pilihan untuk manusia (Point 1 konsep KeTuhanan di atas).

Jelas Saudara sudah coba memojokkan Islam tentang takdir.

Jadi kita bebas memilih mau jadi Islam atau kafir, jahat atau baik, pemalas atau rajin, dan lain-lain.
# Staff Isa dan Islam 2011-05-05 03:25
~
Allah mempunyai kehendak dan rencana terhadap manusia, tetapi manusia di dalam menggenapi kehendak Allah, tidak pernah dipaksa untuk melakukan apa yang tidak dikehendaki olehnya.

Jadi, rencana Allah atas manusia sama sekali tidak bertentangan dengan kebebasan berkehendak dari manusia itu sendiri.

Allah menghendaki supaya umat manusia dapat diselamatkan tidak binasa dalam neraka (Injil, Surat 2 Petrus 3:9).

Sudahkah Saudara berusaha untuk mewujudkan kehendak Allah tersebut? Jika Saudara merasa belum memiliki kepastian akan keselamatan tersebut, kami mengajak Saudara untuk boleh merenungkan: isadanislam.com/jalan-keselamatan.

Kiranya Saudara dapat menemukan betapa indahnya rencana Allah di dalam hidup kita sebagai umat-Nya.
~
SL/CA
# nanangdc 2011-04-27 08:29
*
Bukankah Roh memang berasal dari Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan?

Makhluk hidup yang bernama manusia itu terdiri dari dua komponen yakni jasad dan roh. Jasad akan kembali ke tanah dan roh akan kembali kepada Sang Pencipta.

Jadi apabila kalian mengatakan Yesus itu adalah Roh dari Tuhan, manusia yang lainpun sama rohnya dari Tuhan, lalu apa istimewanya Yesus?

Bukankah roh kita pun sama-sama dari Tuhan? Mengapa kita harus mengatakan dia adalah Tuhan? Tuhan macam apa pula yang menciptakan dosa dan menebus dosanya sendiri? Dan dengan mengorbankan jasad yang memang rapuh dalam materinya. Sungguh tidak masuk dalam akal pikiran.

Bukankah segala mukjizat Isa Al-Masih itu pun sama dimiliki oleh nabi-nabi yang lain, dan itu semua atas izin dari Tuhan? Lalu mengapa kita harus menyebut Yesus adalah Tuhan?
# Staff Isa dan Islam 2011-05-03 18:18
~
Saudara Nanang, adalah benar bahwa roh kita diciptakan oleh Allah. Oleh sebab itu, maka juga boleh dikatakan bahwa roh kita berasal dari Allah.

Namun Isa Al-Masih adalah berbeda. Ia adalah juga Kalimat Allah yang menjelma menjadi manusia.

Apakah ada waktu di mana Kalimat Allah itu tidak ada? Ataukah ada saatnya di mana Allah tidak bisa berkata-kata atau berkalimat, karena Kalimat Allah itu belum ada? Ingatlah bahwa Isa Al-Masih disebut sebagai Kalimat Allah yang menjelma menjadi manusia. Ia bukan dikisahkan seperti 'kun fa ya kun'.

Apakah kitab Saudara pernah memberi gelar Kalimat Allah ini kepada orang lain?

Saya mengajak Saudara untuk melihat satu ayat Kitab Suci: "Pada mulanya adalah Firman (Kalimat Allah); Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah." (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1).

Ayat Firman Allah di atas menjelaskan bahwa Kalimat Allah adalah Allah itu sendiri.

CA
# Sentra 2011-05-04 10:59
*
Kalau rela disalib, mengapakah Dia berteriak: "Eli..eli lamasabaktani"?
# Staff Isa dan Islam 2011-05-05 01:39
~
Saudara Sentra, seruan di atas sama sekali bukan seruan minta tolong ataupun seruan putus asa.

Seruan tersebut adalah seruan yang meminta agar Allah tetap bersama-sama dengan Isa Al-Masih, walaupun saat itu Isa Al-Masih sedang memikul semua dosa-dosa umat manusia pada diri-Nya sendiri. Ini adalah seruan dari sisi kemanusiaan Isa Al-Masih. Keterpisahan antara Isa Al-Masih dengan Allah di sorga adalah sesuatu yang tidak pernah terjadi satu kali pun sejak kekekalan. Inilah penderitaan terbesar yang harus Isa Al-Masih jalani sebagai korban atas dosa manusia.

Allah adalah Maha Suci yang sangat membenci dosa. Seketika ketika seluruh dosa manusia itu ditaruh dan diletakkan pada diri Isa Al-Masih, maka seolah Allah pada saat itu, membalikkan wajah-Nya membelakangi dan jijik terhadap dosa.

Hal ini justru membuktikan bahwa Isa Al-Masih dan Allah adalah satu dan memiliki relasi yang demikian dekat dan kuat, sehingga tak terpisahkan walau hanya sesaat saja. Isa Al-Masih secara manusia merasakan kesedihan dan kepedihan yang luar biasa kalau dalam sementara waktu hubungan-Nya dengan Allah seolah terputus ketika Allah memalingkan wajah-Nya ketika Ia sedang menanggung hukuman atas dosa-dosa manusia.

CA
# Sentra 2011-05-04 11:17
*
"Pada mulanya adalah Firman (Kalimat Allah); Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah." (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1).

Itu perkataaan dari siapa? Allah, Yesus, Yohanes?

Bandingkan dengan perkataan langsung Yesus: "Inilah hukum yang utama, sembahlah Allah saja satu-satunya Tuhan yang Esa." Satu kalimat lagi: "Aku tidak dapat berbuat apa-apa melainkan hanya menuruti kehendak Bapaku yang mengutus Aku."
# Staff Isa dan Islam 2011-05-05 01:52
~
Saudara Sentra, kalimat dalam ayat di atas adalah Firman Allah, terlepas kalimat ini diinspirasikan Allah kepada siapa, untuk boleh ditulis menjadi sebuah surah atau kitab, untuk menjadi panduan hidup bagi umat manusia.

Ketika kita mempercayai sebuah kitab sebagai Kitab Suci, maka semua tulisan di dalamnya adalah Firman Allah, tanpa terkecuali, di ayat yang manapun.

Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah yang berkenan untuk menjelma menjadi manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, maka Dia juga adalah berlaku sebagai utusan bagi yang mengutus-Nya. Oleh sebab itu, dikatakanlah bahwa Dia hanya melakukan segala sesuatu yang ditugaskan Allah sebagai pihak yang mengutus-Nya.

Dan Isa Al-Masih memang mengajarkan untuk menyembah kepada Allah yang 'esa'. Namun apakah Saudara sudah mengetahui apa makna kata 'esa'?

'Esa' dalam bahasa Indonesia, atau 'ahad' dalam bahasa Arab, memiliki arti sebagai: 'satu' yang terdiri dari satu kesatuan yang tak terpisahkan. Jadi kata 'esa' bukanlah memiliki arti 'satu secara mutlak'.

Ketika kitab Saudara hendak mendeskripsikan makna 'satu secara mutlak', maka kata yang dipakai adalah 'wahid'. Kami bisa memberikan contoh ayat dalam bahasa Arab seberapapun yang Saudara kehendaki untuk dibahas.

CA
# udindagiang 2011-05-04 15:03
*
Bagaimana mungkin Tuhan sang pencipta dapat terlahir dari rahim manusia ciptaan-Nya?.

Apakah tukang bangunan sama dengan hasil karyanya?
# Staff Isa dan Islam 2011-05-05 01:57
~
Saudara Udindagiang,

Mengapa Tuhan sang Pencipta tidak dapat menjelmakan diri-Nya menjadi siapapun yang Dia kehendaki?

Bukankah Dia Maha Kuasa? Jika Dia menghendakinya, apakah ada sesuatu yang tidak bisa Allah lakukan?

Ataukah memang ada sesuatu yang tidak boleh Dia lakukan, sehingga Saudara Udindagiang berhak melakukan protes terhadap keinginan dan rencana dari Allah sang Pencipta tersebut?

CA
# parnosirtu 2011-05-06 11:07
*
Saudaraku, perbedaan prinsip ini tak mungkin akan menjadi satu titik. Jadi mengapa harus diperbincangkan ?
# Staff Isa dan Islam 2011-05-11 10:05
~
Saudara Parnositu, kami hadir untuk memperkenalkan siapakah Isa Al-Masih yang sesungguhnya berdasarkan keutuhan Firman Allah sebagaimana yang telah diwahyukan-Nya dalam Taurat, Zabur, Kitab Nabi-Nabi, dan Injil.

Kami menyadari bahwa selama ini, banyak umat beragama telah salah mengerti terhadap Firman Allah, karena mengklaim bahwa kitab-kitab itu sudah dipalsukan. Padahal tuduhan ini tidaklah benar, karena Allah tidak akan membiarkan kalimat-kalimat dari Allah untuk bisa dipalsukan manusia. Ini adalah janji dan pernyataan Allah dalam Qs 6:34.

Jikalau Saudara juga beriman pada Kitab-Kitab Suci ini, maka tidak akan ada lagi pertentangan dan perbedaan prinsip.

CA
# Rahmat Hidayat 2011-05-14 00:01
*
Jika Isa Al-Masih adalah Tuhan, maka Dia membutuhkan untuk makan, minum, buang air, tidur, dan melakukan hal-hal lainnya.

Begitu banggakah anda mengatakan bahwa Tuhan juga kentut dan buang air besar seperti anda? Mengapa anda menghina Tuhan sebegitu rendahnya?
# Staff Isa dan Islam 2011-06-08 16:05
~
Saudara Rahmat Hidayat, apakah menurut Saudara, kegiatan makan, minum, dan buang air adalah hal yang terlalu jorok atau rendah?

Jika demikian, memang Allah mau melakukan semua hal yang rendah itu, karena Ia begitu menyayangi Saudara Rahmat Hidayat.

Isa Al-Masih tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib (Injil, Surat Filipi 2:6-8).

Karena Allah sungguh mengasihi kita umat manusia, Ia bukan saja rela datang ke dunia, menjadi sama dengan kita. Bahkan Ia rela untuk mati disalibkan. Ini adalah suatu perendahan diri yang luar biasa dari Allah.

Semua ini dilakukan demi kita, agar kita bisa memperoleh tempat yang tinggi sorga pada hari kiamat nanti (Qs 3:55).

CA
# achcell 2011-06-09 10:45
*
Rekan-rekan, Konsep Trinitas yang mengajarkan Bapa, Roh Kudus dan Yesus adalah satu-kesatuan tak terpisahkan, itu adalah bohong sama-sekali.

Tidak berdasarkan Alkitab tapi hanya argumen lemah para staff web ini.
# Staff Isa dan Islam 2011-06-20 14:02
~
Saudara Achcell, konsep Allah Tritunggal adalah sangat banyak dalam Al-Kitab. Kami akan memberikan beberapa contoh kepada Saudara.

Di Kitab Nabi Yesaya 48:16 dan Yesaya 61:1, Allah Anak berbicara dengan menyebut Allah Bapa dan Roh Kudus. Bandingkan dengan Injil dalam Kitab Lukas 4:14-19 untuk melihat bahwa Allah Anak-lah yang sedang berbicara.

Injil oleh Rasul Matius 3:16-17 menceritakan pembabtisan Yesus. Di sini kita melihat bagaimana Allah Roh Kudus turun ke atas Allah Anak, sementara Allah Bapa menyatakan sukacitaNya bagi sang Anak.

Contoh-contoh lain dari 3 pribadi yang berbeda dalam Allah Tritunggal dapat dilihat di Injil, Matius 28:19 dan Surat Kedua Korintus 13:14.

"Mendekatlah kepada-Ku, dengarlah ini: Dari dahulu tidak pernah Aku berkata dengan sembunyi dan pada waktu hal itu terjadi Aku ada di situ." Dan sekarang, Tuhan ALLAH mengutus aku dengan Roh-Nya." (Kitab Nabi Yesaya 48:16).

Sesudah dibaptis, Isa segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari (Allah Bapa di)sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." (Inil, Rasul Besar Matius 3:1617).

CA
# achcell 2011-06-24 11:17
*
Sebenarnya tak ada satupun konsep Trinitas yang jelas, itu hanya penyimpulan sepihak yang rancu dan bertabrakan dengan ayat-ayat lain di Bible.

(Yesaya 61:1)Roh Tuhan Allah ada padaKu, oleh karena Tuhan telah mengurapi Aku; Ia telah mengutus Aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara.

Apakah Roh Allah yang dalam diri Yesaya adalah Allah?

Roh Allah itu cuma Malaikat utusan, bisa datang dan pergi menghampiri nabi-nabi, termasuk Yesus ketika habis mandi.
Matius 3:16-17 membuktikan.
Kalau Roh Allah adalah Allah juga, apa hanya jasadNya yang tertinggal dan berseru dari Sorga ketika RohNya turun ke Yesus seperti merpati?

Ketika Yesus berdoa minta kepada Allah agar mayat Lazarus dihidupkan itu juga bukti bahwa Allah, Roh dan Yesus terpisah.
# Staff Isa dan Islam 2011-07-27 09:28
~
Saudara Achcell,

Istilah Tritunggal memang tidak ada dalam Alkitab, namun Allah dalam Alkitab adalah Allah Tritunggal. Konsep Allah Tritunggal tidak dapat dimengerti sepenuhnya oleh akal manusia. Oleh sebab itu Allah Yang Tak Terbatas hanya dapat diterima memalui iman.

Justru itulah tandanya Allah kita itu Maha Agung. Jika Allah kita ini mudah dimengerti oleh otak kita, maka mungkin kitalah yang lebih besar dari Allah yang demikian itu.

Roh Allah atau Roh Kudus bukan malaikat. Roh Kudus adalah pribadi Allah dalam konsep Tritunggal. Roh Kudus adalah Pribadi penolong yang memimpin kita, dalam bentuk Roh yang dijanjikan oleh Isa Al-Masih sebelum kenaikan-Nya ke sorga (Injil, Sura Kisah Para Rasul 1:6-9).

Menurut ajaran Alkitab, seorang Kristen memiliki Roh Kudus di dalam dirinya. Roh tersebut berfungsi sebagai penolong, pemimpin, penghibur, dan teman yang setia. Roh Kudus menuntun umat Kristiani agar hidup sejalan dengan kehendak Tuhan. Roh Kudus juga merupakan penghubung antara umat Kristiani dengan Allah.

Oleh sebab itu dengan Roh Kudus yang tinggal di dalam kita, maka kita akan mengerti indahnya keselamatan di dalam diri Isa Al-Masih, dan kita telah memperoleh keselamatan tersebut.
~
SL
# Adam 2011-06-16 06:59
*
Seandainya Yesus Tuhan Kita tidak disalibkan, masihkah anda mencintai-Nya?
# izadon 2011-06-16 11:16
*
Ketika kristen mengakui Yesus tidak mati disalib, maka saat itu juga runtuhlah Agama Kristen.

Masalah mencintai Isa Almasih, umat Islam tak pernah ragu mencintai beliau, bahkan kedatangan Nabi Isa bersama Imam Mahdi menjelang hari kiamat selalu dinanti umat Islam. Beliaulah nanti yang akan mengadili bahwa keyakinan kristen yang menuhankan dia adalah salah, maka saat itu "patahlah semua salib" dan "dibunuhlah babi" (takkan ada lagi babi diternakkan).
# Staff Isa dan Islam 2011-06-20 14:09
~
Saudara Izadon, kalimat-kalimat yang Saudara kutip sesungguhnya tidak tercantum dalam Al-Kitab maupun Al-Quran.

Yang akan terjadi justru bahwa semua pengikut Isa Al-Masih akan beroleh tempat yang tinggi hingga pada saat hari kiamat nanti. Pengikut Isa Al-Masih akan beroleh sorga.

Ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat." (Qs 3:55).

Juatru ayat di atas mengatakan bahwa Isa Al-Masih telah mati dan kemudiaan diangkat Allah naik ke sorga. Jadi bukan langsung siangkat tanpa mengalami kematian. Pandangan umat Islam adalah salah total jika kita benar-benar memperhatikan ayat di atas.

CA
# Staff Isa dan Islam 2011-06-20 14:05
~
Saudara Adam, yang terjadi adalah bahwa Isa Al-Masih adalah mati disalibkan. Dan ini merupakan rencana Allah yang tidak mungkin tidak terjadi.

"Isa dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuat an dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu. Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka." (Injil, Kisah Para Rasul 2:22-23).

CA
# itoy 2011-06-16 16:21
*
Wahai Isa putera Mariam, adakah kamu mengatakan kepada manusia, 'Ambillah aku dan ibuku sebagai tuhan-tuhan selain daripada Allah'?" (5:116)

Nabi Isa Al-Masih akan menjawab:

"Kepada Engkau sanjungan! Tiadalah bagiku untukku mengatakan apa yang aku tiada hak dengannya. Jika aku mengatakannya, Engkau mengetahuinya, dengan mengetahui apa yang di dalam jiwaku, dan aku tidak mengetahui apa yang di dalam jiwa Engkau; sesungguhnya Engkaulah yang mengetahui yang ghaib." (5:116)

Jawabannya bersambung lagi:

"Aku hanya mengatakan kepada mereka apa yang Engkau memerintahkan aku dengannya: 'Sembahlah Allah, Pemelihara aku dan Pemelihara kamu.' Dan aku seorang saksi ke atas mereka selama aku di kalangan mereka; tetapi setelah Engkau mematikan aku, Engkau Sendiri adalah penjaga ke atas mereka; Engkau saksi atas segala sesuatu." (5:117)
# Staff Isa dan Islam 2011-06-20 14:14
~
Saudara Itoy, ayat di atas justru membuktikan bahwa kitab Saudara telah salah dengan mengatakan dan menuduh bahwa Maryam telah dijadikan sebagai Tuhan.

Kitab Saudara dalam berbagai kesempatan juga menuduh bahwa Anak Allah berarti adalah sungguh menjijikkan bahwa Allah memiliki hubungan dengan Maryam, dan kemudian menghasilkan Isa Al-Masih.

Umat Nasrani tidak pernah punya konsep seperti ini. Anak Allah berarti bahwa Isa Al-Masih adalah wakil dari Allah, dan bahwa Isa Al-Masih mewakili Allah sepenuhnya dalam perwujudan, tindakan dan segala ucapan-Nya.

Isa Al-Masih adalah "tanda yang besar" dan "rahmat" bagi semesta alam (Qs 21:91, 19:21). Ini adalah makna Anak Allah yang sesungguhnya, bukan anak hasil pernikahan atau suatu hubungan.

CA
# guwe ari 2011-06-22 17:55
*
Hai staff, anda mengerti atau pura-pura tidak mengerti?

Kok diputar balikkan begitu. Kata wakil dengan anak apakah sama? Dan apabila Isa itu wakil Allah, berarti itu adalah dua pribadi yang berbeda.
# Staff Isa dan Islam 2011-06-23 02:45
~
Saudara Guwe Ari, kami sangat mengerti apa yang kami katakan. Justru yang tidak mengerti dan suka memutarbalik adalah bukan kami, melainkan sebagian umat Islam.

Sudah jelas kami sampaikan bahwa menurut kami, Anak Allah bukanlah berarti Allah berhubungan dengan Maryam untuk kemudian melahirkan Isa Al-Masih. Allah sama sekali tidak pernah beranak atau melahirkan anak. Inilah yang sering dituduhkan kitab Saudara pada umat Kristiani.

Sekali lagi kami sampaikan bahwa umat Nasrani sama sekali tidak pernah punya konsep seperti ini. Anak Allah berarti bahwa Isa Al-Masih adalah wakil dari Allah, dan bahwa Isa Al-Masih mewakili Allah sepenuhnya dalam perwujudan, tindakan dan segala ucapan-Nya.

Isa Al-Masih adalah "tanda yang besar" dan "rahmat" bagi semesta alam (Qs 21:91, 19:21). Ini adalah makna Anak Allah yang sesungguhnya bagi umat Kristiani, bukan anak hasil pernikahan atau suatu hubungan.

Isa Al-Masih sendiri memang memiliki dua natur pada diri-Nya. Ia adalah wakil atau utusan Allah, dan sekaligus Ia adalah Kalimat dan Roh Allah itu sendiri yang menjelma menjadi manusia. Pernyataan yang sama seperti iman Kristiani ini diungkapkan juga secara jelas dalam Qs 3:45 dan Qs 4:171.

CA
# guwe ari 2011-06-23 17:39
*
Anda mengatakan:
"Isa Al-Masih sendiri memang memiliki dua natur pada diri-Nya. Ia adalah wakil atau utusan Allah dan sekaligus Ia adalah Kalimat juga Roh Allah itu sendiri yang menjelma menjadi manusia. Pernyataan yang sama seperti iman Kristiani ini diungkapkan juga secara jelas dalam Qs 3:45 dan Qs 4:171."

Itu menunjukkan bahwa Kristen penuh keraguan dan ketidak pastian.

Kalau dalam agama Islam Isa Al-Masih tetap manusia biasa yang diutus Allah dan Isa Al-Masih bukan Allah.

Kenapa umat Kristen berani mengatakan bahwa Allah itu adalah "Roh"? Terus masuk kedalam jasad/menjelma menjadi sosok manusia lagi, sedangkan manusia terdiri dari jasad dan roh.
# Staff Isa dan Islam 2011-08-02 09:26
~
Alkitab menyatakan bahwa Roh Allah berbeda dengan roh manusia. Roh Pencipta berbeda dengan roh ciptaan. Ketika Kalimat Allah menjadi manusia, di dalam pribadi Isa Al-Masih terdapat kodrat Allah dan manusia.

Oleh sebab itu, kalau umat Muslim menyatakan bahwa Isa Al-Masih hanya manusia bukan Allah maka hal itu tidaklah benar. Mengabaikan kodrat Allah dari Isa Al-Masih berarti kita tidak memahami Diri Isa Al-Masih seperti yang telah diwahyukan Allah.

Kodrat manusia-Nya menyebabkan Isa Al-Masih dapat mati di salib, namun ke-Allahan-Nya menyebabkan Dia dapat menebus manusia.
~
SL
# lucky 2011-07-20 11:53
*
Yth. Staf Isa dan Islam.

1. Yang jelas Isa Al-Masih tidak sama dengan Tuhan Yesus karena dalam Injil saja tidak pernah menyebut nama Isa, tapi Yesus(Nama Yunani, seperti Zeus)

2. Isa Al-Masih tidak pernah ke Roma, tapi Yesus pasti pernah ke Roma atau mungkin asalnya dari Roma karena ada Injil Roma.

3. Nama Muhammad tidak diakui oleh Kristen karena tidak ada dalam Injil yang zaman sekarang, tapi hanya ada dalam Injil Barnabas yang dianggap sesat oleh Kristen.

Kesimpulannya: Isa Al-Masih bukan Yesus, karena di Kristen juga tidak pernah menyebut Tuhan Isa.
# Staff Isa dan Islam 2011-07-21 14:06
~
Benarkah Isa Al-Masih tidak sama dengan Yesus Kristus?

Nama lain untuk Isa ialah Yesus. Gelar Al-Masih berasal dari bahasa Ibrani yang artinya adalah “yang diurapi”. Sedangkan “Kristus” merupakan terjemahan “yang di-urapi” ke dalam bahasa Yunani. Dengan demikian, baik Isa Al-Masih maupun Yesus Kristus artinya adalah “yang diurapi”.

Dengan demikian, baik Isa Al-Masih, maupun Yesus Kristus adalah satu pribadi yang sama.

Isa / Yesus tinggal dan melayani orang-orang di wilayah Galilea. Bahasa percakapan sehari-hari masyarakat Ibrani Galilea adalah bahasa Aram dialek Palestina. Paling penting untuk disadari, pribadi yang ditunjuk baik dengan nama Isa Al-Masih maupun Yesus Kristus adalah juruselamat bagi setiap manusia yang percaya kepadaNya.

“Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." (Injil, Rasul Besar Matius 1:21)

Bagaimana dengan Muhammad, silakan melihat penjelasan kami pada, klik di sini: http://tinyurl.com/3cm2nxr
~
SL
# membuka pikiran 2011-07-25 16:59
*
Seruan tersebut adalah seruan yang meminta agar Allah tetap bersama-sama dengan Isa Al-Masih, walaupun saat itu Isa Al-Masih sedang memikul semua dosa-dosa umat manusia pada diri-Nya sendiri. Ini adalah seruan dari sisi kemanusiaan Isa Al-Masih.

Keterpisahan antara Isa Al-Masih dengan Allah di sorga adalah sesuatu yang tidak pernah terjadi satu kali pun sejak kekekalan. Inilah penderitaan terbesar yang harus Isa Al-Masih jalani sebagai korban atas dosa manusia.

Saya tidak paham dengan seruan sisi kemanusiaan, Isa Al-Masih adalah manusia dan isa Al-Masih adalah Tuhan, sangat sulit untuk dipahami, seperti halnya orang yang kesurupan oleh jin dan setan.
# Staff Isa dan Islam 2011-08-02 09:24
~
Perlu diketahui bahwa di dalam pribadi Isa Al-Masih terdapat kodrat Allah dan manusia. Kemanusiaan Isa Al-Masih tidak sama dengan ke-Allah-Nya yang adalah Roh. Kodrat kemanusian-Nya dapat menderita bahkan mati namun kodrat Allah-Nya tidak.

Oleh sebab itu, ketika menanggung dosa manusia di salib, Isa Al-Masih sangat menderita. Dia tidak takut dengan penderitaan jasmani tetapi penderitaan rohani yaitu “terpisah” dari Allah. Karena Isa Al-Masih tidak berdosa harus menanggung hukuman dosa.

Kematian bukan akhir dari eksistensi. Kematian hanyalah pemisahan roh dari tubuh seseorang. Setelah Isa Al-Masih berseru di atas kayu salib, "Ya Bapa, kedalam tanganMu Kuserahkan nyawaKu."(InjilLukas 23:46), Dia memang mati. Namun Isa Al-Masih tidak kehilangan eksistensiNya. Dia adalah Allah yang kekal.
~
SL
# julfikar 2011-07-27 06:30
*
Perbandingan yang tidak logis dan tidak memeiliki dasar(dalil), anda hanya mencari pembenaran yang mirip antara Islam dan Kristen, tanpa dalil dari Injil yang anda yakini.

Mengapa harus berbeda konsep keyakinan 2 agama kalau memang keduanya "benar" menurut anda? Untuk apa Allah menciptakan agama yang berbeda-beda jika pada akhirnya membuat manusia memilih-milih mana yang enak meurutnya?

Pertanyaan logis, kalau anda mengakui kebenaran Al-Quran berarti apakah anda mengakui Muhammad sebagai utusan Allah? kKlau iya lantas apa pendapat anda mengenai ayat Al-Quran tentang Islam sebagai satu-satunya agama yang diridhai oleh Allah?
# Staff Isa dan Islam 2011-07-29 09:08
~
Kami menjelaskan tentang Isa Al-Masih yang sesuai ajaran Alkitab, sebagai satu-satunya kebenaran Allah. Dan Alkitab menuliskannya secara sistematis. Oleh sebab itu kami tidak perlu mencari pembenaran dari siapapun.

Kalaupun kami mengutip Al-Quran maka hanya pada bagian yang sama dengan Alkitab. Perlu diketahui, Alkitab tidak pernah menuduh bahwa akan ada nabi palsu yang bernama Muhammad tetapi Alkitab juga tidak pernah menubuatkan adanya nabi dari kalangan Ismael atau bangsa Arab.
~
SL
# domba sesat 2011-08-07 12:28
*
Yesus dinobatkan sebagai Tuhan terjadi 300an tahun setelah peristiwa penyaliban.
Roma tempat Yesus dinobatkan sebagai Tuhan.

Sejarah tidak mungkin bohong.
# Staff Isa dan Islam 2011-08-11 14:53
~
Saudara Domba sesat,

Tidak ada yang pernah menobatkan Yesus atau Isa Al-Masih menjadi Tuhan. Siapakah manusia sehingga dia layak menobatkan manusia menjadi Tuhan?

Manusia menjadi Tuhan? Jelas itu hal yang mustahil!!

Tetapi Tuhan menjadi manusia? Jelas itu bukan hal yang mustahil bagi Dia. Sebab Allah adalah Maha Kuasa, Dia berkuasa menjadi apa saja yang diinginkan-Nya. Bila Allah terbatas akan sesuatu, berarti Dia bukanlah Allah Yang Maha Kuasa.

Satu hal yang perlu saudara ketahui, justru dengan Allah menjadi manusia, Dia menyatakan diri-Nya kepada manusia. Menjelaskan kehendak dan sifat -Nya kepada manusia. Sehingga kita boleh tahu, mengerti dan mengenal-Nya meskipun dengan terbatas.

Jadi, Janganlah membatasi kuasa Allah dengan akal dan logika kita, sebab kita hanyalah ciptaan-Nya.
~
SO
# rino 2011-08-11 18:01
*
Allah itu Maha Kuasa, jika Allah berkehendak maka segala sesuatu pasti bisa terjadi. Maryam melahirkan Isa Al-Masih juga atas kuasa Allah. Tapi mengapa Isa Al-Masih malah disebut sebagai Tuhan, padahal Dia adalah ciptaan Allah?

Apa karena Isa Al-Masih lahir tanpa ayah sehingga Isa Al-Masih disebut Anak Tuhan? Lalu bagaimana dengan Adam yang tercipta tanpa ayah dan ibu? Apakah Adam juga disebut Tuhan?

Mengapa di Kristen ada tiga Tuhan: Tuhan Bapa, Tuhan Anak, Tuhan Roh Kudus?
# AL 2011-08-12 14:53
*
Sayang sekali pembahasannya parsial, sedikit tambahan:

1. Untuk poin pertama, dalam Islam Allah juga memberikan manusia kewenangan untuk berusaha dalam 'kemampuannya', contoh seperti pada Qs. Ar-Ra'd (13:11) di situ disebutkan tentang hubungan kuasa Tuhan dan kewajiban manusia untuk berusaha.

2. Poin nomor 2 tentang 99 nama Allah atau Asmaul Husna, sesungguhnya adalah sebuah manifestasi kekuasaan-Nya dan dapat dijadikan acuan pelajaran bagi Umat Manusia.

3. Poin ketiga di sini penulis hanya membahas ketidakmampuan indera manusia untuk menjangkau Allah, tapi penulis lupa dengan ayat "Sesungguhnya Allah lebih dekat dari urat lehermu sendiri". Karena sejatinya Islam mengajarkan interaksi langsung dengan Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-03 11:28
~
Saudara Al,

1. Bukankah sekeras apapun usaha manusia tidak dapat menyucikan hatinya dan menyelamatkan dirinya dari hukuman neraka. “Sesungguhnya barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, maka sesungguhnya baginya neraka Jahannam. Ia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup.” (Qs 20:74)

2. Benarkah dapat dijadikan acuan? Kiranya Saudara dapat membaca dan merenungkan artikel ini http://tinyurl.com/32gbpbf

3. Bagaimana mungkin kita yang berdosa, najis dapat menjangkau Allah yang suci. Namun Isa Al-Masih yang adalah Kalimat Allah dapat menyucikan hati kita.

“betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbu atan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.” (Injil, Surat Ibrani 9:14)
~
DA
# komar 2011-08-15 01:42
*
Satu lagi bedanya Allah orang Muslim tidak punya kuasa sehingga umat-Nya harus mati-matian membela Allahnya.

Ciri umat Islam: gampang emosi bila disinggung agamanya karena bingung cari referensi dari Kitabnya, hadits yang palsu dan asli tidak jelas, siap mati dan membunuh orang dengan teriakan Allahuakbar.
# Staff Isa dan Islam 2011-08-17 19:45
~
Tindakan membela simbol-simbol agama dan Tuhan justru menunjukkan kedangkalan iman seseorang. Karena hal itu sebenarnya menunjukkan bahwa ia tidak memahami kedaulatan Tuhan dan kemahakuasaan-Nya.

Para murid pada peristiwa menjelang penyaliban Isa Al-Masih pernah berpikir bahwa Isa Al-Masih perlu dibela. Tetapi Isa Al-Masih berkata kepada mereka: “Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya,.. Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku? “(Injil, Rasul Besar Matius 26:52,53)

Isa Al-Masih adalah Tuhan yang sejati. Dia tidak memerlukan pembelaan dari manusia. Justru Dia yang menuntut setiap orang untuk bersandar sepenuhnya kepada-Nya.

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”
(Injil, Rasul Besar Matius 1:28)
~
SL
# rino 2011-08-16 04:20
*
To: Komar,

Hanya orang yang tidak beriman yang tidak membela Tuhannya.
# Staff Isa dan Islam 2011-08-17 20:41
~
Saudara Rino,

Siapakah saudara sehingga saudara mampu membela Tuhan saudara? Selemah itukah Tuhan yang saudara sembah sehingga dia membutuhkan pembelaan saudara?

Saudara Rino, umat Kristen menyembah Allah Yang Maha Kuasa. Sehingga Dia tidak membutuhkan pembelaan dari siapapun, baik dari manusia maupun malaikat-Nya. Karena Dia adalah Allah Yang Akbar!

Karena ke-Maha Kuasaan-Nya itulah, Dia dapat memberikan anugerah keselamatan bagi manusia, termasuk saudara Rino.

"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri." (Injil, Surat Efesus 2:8-9)
~
SO
# atara kareba 2011-09-12 21:37
*
Pernahkan saudara Muslim melihat setan? Tidak pernahkan, tapi mengapa orang yang membunuh disebut kesetanan? Karena roh setan ada padanya.

Lalu, mengapa Yesus disebut Tuhan? Karena Roh Tuhan ada pada-Nya sehingga Dia bisa membuat keajaiban (Allah itu Roh).

Memahami Tuhan jangan pernah hanya mengandalkan akal pikiranmu. Memahami Tuhan harus dengan iman dan doa.
# Staff Isa dan Islam 2011-09-16 11:52
~
"Ingatlah, ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)." (Qs 3:45)

"Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah."
(Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1)
~
SO
# radig 2011-09-20 12:53
*
To: Atara,

Manusia yang kerasukan setan hanya sementara saja berwatak setan bukan berarti menjadi setan, demikian juga Yesus dan anda yang katanya dalam dirinya berdiam roh Allah juga bukan berarti menjadi Allah.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-02 10:16
~
Saudara Radig,

Perhatikanlah ayat berikut, “Sesungguhnya Al Masih, ’Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya” (Qs 4:171).

Ayat ini menjelaskan bahwa Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah atau Firman Allah, yang datang ke dunia dalam wujud manusia. Dengan kata lain, dalam diri Isa Al-Masih, ada Roh dari Allah yang bersifat Ilahi. Dan Roh itulah yang disebut Kalimat/Firman Allah.

Itulah sebabnya, mengapa Isa Al-Masih dikatakan sebagai manifestasi dari Allah. Karena memang Dia adalah Allah itu sendiri yang menjelma menjadi manusia dan datang ke dunia.

Tujuannya: Untuk memberi keselamatan dan hidup kekal bagi seluruh manusia, termasuk saudara Radig, itupun bila saudara mau percaya dan menerima-Nya sebagai satu-satunya Juruselamat.

“supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:15).
~
SO
# ki atma 2011-09-20 15:02
*
Tuhan yang kalian sembah itu adalah kepercayaan, jadi secara tidak langsung yang kalian agung-agungkan hanya sebatas kepercayaan, maka bisa dibilang bahwa kalian adalah penyembah kepercayaan, itulah yang dimaksud dengan menyembah berhala.
# Staff Isa dan Islam 2011-09-21 18:23
~
Saudara Ki Atma,

Apakah jika kita memiliki kepercayaan terhadap sesuatu, berarti kita menyembah berhala? Kepercayaan adalah sesuatu yang kita imani dan yakini sebagai suatu kebenaran.

Kedatangan Isa Al-Masih ke dunia ini adalah suatu kisah yang nyata yang dicatat dalam kitab Taurat, Zabur, Injil, bahkan dalam kitab saudara sendiri. Kisah hidup Isa Al-Masih pun tercatat dalam sejarah kehidupan manusia.

Allah yang kami sembah bukan hanya sekedar Allah yang kami percayai, tapi yang kami sembah adalah Allah yang hidup. Yang dapat dikenal oleh manusia, bukan hanya sebatas kepercayaan. Karena Allah telah menyatakan diri-Nya kepada manusia untuk memberikan jalan keselamatan.

Apa yang kami percayai adalah sesuatu yang nyata dan telah terbukti keberadaannya. Karena memang Allah telah menyatakan diri-Nya agar dapat dikenal oleh umat-Nya.

“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya.. (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1; 14).
~
NN
# rino 2011-09-20 16:52
*
To. Staff,

Perhatikanlah ayat berikut, “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.”

Jika Firman itu Allah berarti yang bertemu dengan Maryam adalah Allah, maka malaikat tidak diperlukan karena Firman/Allah telah bertemu langsung dengan Maryam.

Tapi jika firman adalah perkataan Allah dan bukan Allah sendiri, melainkan ucapan/pesan, maka malaikat sangat dibutuhkan karena salah satu tugas malaikat adalah menyampaikan Firman/perkataa n Allah. Sebab manusia tidak akan sanggup untuk melihat Allah seperti kisah Nabi Musa.

Jadi apa saudara staff masih menganggap Firman itu Allah sendiri?
# Staff Isa dan Islam 2011-09-21 16:21
~
Saudara Rino benar, malaikat hanya bertugas untuk menyampaikan pesan Allah. Demikian juga dalam hal ini, malaikat hanya diperintahkan Allah untuk menemui Maryam, dan mengatakan kepadanya bahwa dia akan mengandung.

Perhatikanlah ayat ini, “Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.” (Injil, Rasul Lukas 1:34-35)

Apa yang mengakibatkan Maryam hamil? Apakah karena perkataan malaikat? Jelas tidak!

Maryam mengandung setelah Roh Kudus/Roh Allah/Kalimat Allah turun atasnya. Apakah itu sesuatu yang mustahil? Jelas tidak! “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” (Injil, Rasul Lukas 1:37).

Saya mengundang saudara untuk mengikuti kursus online gratis tentang Isa Al-Masih. Agar pengertian saudara tentang Isa Al-Masih sebagai Kalimat Allah semakin kaya. Silakan klik url ini, http://www.isadanislamstudi.com/.
~
SO
# rino 2011-09-20 17:01
*
Saudara Ki Atma, apakah anda percaya kepada Tuhan? Jika anda meragukan kepercayaan suatu agama sebagai penyembahan terhadap berhala maka jelaskan kepada kami konsep ketuhanan yang anda anut/pahami biar pemahaman kami semakin terbuka.

Islam percaya terhadap satu Tuhan dan Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.
# Staff Isa dan Islam 2011-09-22 21:25
~
Saudara Rino,

Sungguh Allah itu Esa, Allah itu suci sempurna dan maha bijaksana lagi pemurah dan penyayang. Tidak satupun yang layak disetarakan dengan Dia.

Dengan demikian kita tahu bahwa dengan sendirinya manusia terpisah jauh dari Allah karena Allah itu maha suci. Jarak antara Allah dan manusia telah dipisahkan oleh jurang neraka yang bekerja dalam maut atas kuasa dosa. Oleh karena itulah Allah menjadi manusia supaya manusia dekat dan mengenal Dia bahkan mengikuti jalan-Nya.

Isa Al-Masih adalah Allah yang menjadi manusia. Isa Al-Masih berkata dalam Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30 “Aku (Isa Al-Masih) dan Bapa (Allah ) adalah satu.” Tidak mungkin Isa Al-Masih berdusta karena bagaimana mungkin orang berdusta dapat mengajarkan kebaikan, mengadakan mukjizat, membangkitkan orang mati, bahkan naik ke sorga.
~
NN
# nureen rafi 2011-09-21 14:56
*
Saudara staff dan umat Kristen keliru dengan maksud meniup roh Allah ketika mencipta Isa Al-Masih. Mereka tidak mengerti bahwa roh Allah itu berarti roh sebagai makhluk/ciptaan Allah sebagaimana ciptaan lain-lainnya yang hidup ada roh milik Allah.

Makluk hidup memerlukan roh untuk hidup. Allah maha Kuasa tidak perlu roh atau apa-apa untuk hidup. Allah berdiri dengan sendiri. Bagaimana dzatNya itu tidak dikabarkan kepada manusia dalam wahyu? karena Tuhan itu terlalu unggul tidak dapat dicapai oleh akal. Jika Tuhan dikatakan menjelma itu juga bukan Tuhan karena sudah sama dengan maklukNya.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-03 11:29
~
Saudara Nureen Rafi,

Adalah benar bahwa roh kita diciptakan oleh Allah. Alkitab menyatakan bahwa Roh Allah berbeda dengan roh manusia. Roh Pencipta berbeda dengan roh ciptaan.

Dan Isa Al-Masih adalah juga Kalimat Allah yang menjelma menjadi manusia. Ia bukan dikisahkan seperti 'kun fa ya kun'.

Apakah kitab Saudara pernah memberi gelar Kalimat Allah ini kepada orang lain?

Kiranya Saudara dapat melihat dan merenungkan ayat Kitab Suci, berikut ini: "Pada mulanya adalah Firman (Kalimat Allah); Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Firman itu menjadi manusia" (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1,14).

Ayat Firman Allah di atas menjelaskan bahwa Kalimat Allah adalah Allah itu sendiri yang berkenan menjadi manusia.
~
DA
# rino 2011-09-21 19:32
*
Setuju dengan pendapat Rafi.

Saudara staff, misal ada seorang pengrajin kursi yang menciptakan kursi dan meja. Pengrajin adalah pencipta dan kursi adalah ciptaannya, sampai kapanpun kursi tidak akan berubah menjadi pengrajin dan sebaliknya tidak mungkin pengrajin mau menjadi kursi karena pada dasarnya mereka berbeda, yang satu manusia dan yang satu kayu.

Begitu juga dengan Tuhan, tidak mungkin Tuhan berubah menjadi manusia karena Tuhan adalah Dzat yang maha sempurna sedangkan manusia tidak sempurna.
# Staff Isa dan Islam 2011-09-22 15:52
~
Saudara Rino,

Pengrajin kursi dan Tuhan jelas merupakan dua oknum yang berbeda. Walaupun mungkin dua-duanya bisa dikatakan sebagai pencipta. Allah sebagai Sang Maha Pencipta dan manusia pencipta kursi.

Manusia adalah makhluk terbatas, jelas dia tidak bisa menjadi "sesuatu" selain menjadi manusia itu sendiri. Bahkan diapun tidak dapat mengubah dirinya menjadi manusia lain.

Namun tidak demikian halnya dengan Allah. Allah Maha Sempurna, Dia tidak tebatas dengan ruang dan waktu. Dia tidak memmpunyai kelemahan seperti manusia. Dia sanggup menjadi apa saja yang Dia mau. "Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." (Injil, Rasul Lukas 1:37)
~
SO
# FIRMAN HADI PRASETYA 2011-10-19 08:59
*
Umat Muslim memang mengimani Kitab-kitab Allah, para nabi dan rasul. Tapi tidak mengimani Yesus adalah Tuhan, melainkan utusan Allah.
# Staff Isa dan Islam 2011-10-20 18:11
~
Saudara Firman,

Bila memang umat Muslim mengimani kitab-kitab Allah, berarti umat Muslim juga mengimani Taurat dan Injil.

Salah satu pernyataan Al-Quran tentang Injil dan Taurat adalah, “Kami iringkan Isa Al-Masih Putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya ada petunjuk dan cahaya yang menerangi, dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.” (Qs. 5:46).

Bila seorang Muslim benar-benar percaya pada kitab-kitab Allah, seharusnya dia juga mencari-tahu, “Apakah yang dimaksud dengan petunjuk dan cahaya yang terdapat dalam Isa Al-Masih”?.

"Isa bersabda: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Isa Al-Masih adalah “Petunjuk/Jalan ". Melalui Dia orang dapat belajar mengenai "Cahaya/Kebenar an" tentang Allah.

Sudahkah saudara menemukan petunjuk dan cahaya tersebut? Jika belum, mungkin artikel yang terdapat pada url ini dapat membantu saudara, http://tinyurl.com/3cvhqy3.
~
SO
# abu fatih 2011-10-19 11:53
*
Maaf sebelumnya untuk penulis artikel ini.

Berbicara tentang agama dan ke-Tuhan-an bukanlah dengan slogan baik dan buruk, melainkan benar atau salah.

Isa Al-Masih sendiri tidak pernah mengatakan dirinya Allah.
# Staff Isa dan Islam 2011-10-20 18:10
~
Haruskah seorang Presiden berdiri di tengah-tengah kota sambil berteriak “hai rakyatku, akulah presiden kalian, maka hormatilah aku”! Itu adalah hal yang konyol, dan tidak perlu dilakukan. Sebab dari apa yang diperbuat oleh Presiden tersebut, rakyatnya akan tahu bahwa dia benar Presiden mereka.

Seseorang dapat diketahui dari hal yang dikerjakannya.

Demikian halnya dengan Isa Al-Masih. Dia tidak perlu memberi pengumuman agar pengikut-Nya percaya bahwa Dia adalah Allah yang menjelma menjadi manusia. Dari hal yang dikerjakan-Nya, pengikut-Nya tahu bahwa Dia bukan hanya sekedar manusia biasa.

Perhatianlah ayat berikut, “Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" (Injil, Rasul Matius 16:16) Bila Isa Al-Masih bukanlah Kalimat Allah, tentu Dia akan menolak sebutan yang diberikan oleh murid-Nya Simon Petrus.

“Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni." (Injil, Rasul Matius 9:2) Adakah manusia yang dapat mengampuni dosa seseorang selain Allah?

Saudara Abu Fatih, bila saudara rindu untuk mengetahui lebih lagi tentang Isa Al-Masih, silakan kunjungi url ini, http://tinyurl.com/4xhnjyf.
~
SO
# achmad 2011-10-26 21:05
*
Surat Al-Ikhlas:
1. Katakanlah, "Dialah Allah, Yang Maha Esa,
2. Allah tempat meminta segala sesuatu,
3. Tidak beranak dan tidak pula diperanakkan,
4. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia".

Definisi singkat dan mutlak tentang Allah yang Maha Esa dan telah tercantum dalam Pancasila sila pertama 'KeTuhanan Yang Maha Esa'.
# Staff Isa dan Islam 2011-10-27 17:03
~
Saudara Achmad,

Apa yang saudara katakan di atas adalah benar, bahwa Allah adalah Esa. Bukan dua, tiga, atau lebih. Allah juga tidak beranak dan tidak diperanakkan. Juga tidak ada yang setara dengan-Nya.

Namun perlu saudara ingat, selain Allah adalah Esa, Allah juga Maha Kuasa. Dia kuasa melakukan apapun yang Dia mau. Dia juga kuasa menjadi apapun yang Dia. Seorang manusia menjadi Allah, jelas hal yang mustahil. Tapi Allah menjadi manusia, dapatkah saudara menghalanginya?

Qs 3:45 mengatakan bahwa Isa Al-Masih adalah seorang “Terkemuka di Dunia dan di Akhirat”. Injil, menulis, “Aku (Isa Al-Masih) adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir." (Injil, Kitab Wahyu 22:13)

Adakah manusia yang layak disebut sebagai “Terkemuka di dunia dan di akhirat” selain Allah? Adakah manusia yang layak disebut sebagai Alfa dan Omega selain Allah?

Jelas Isa Al-Masih tidak setara dengan Allah, sebab Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah. Allah itu sendiri! Dia harus rela melepaskan ke-Ilahian-Nya, menjadi manusia, agar dapat memberikan keselamatan sorgawi bagi siapa saja yang percaya kepada-Nya.
~
SO
# zifo 2011-11-15 12:46
*
Isa Al-Masih bukan Tuhan, melainkan seorang manusia yang lahir lewat rahim Siti Maryam. Jadi tidak logislah kalau manusia menyembah manusia.
# Staff Isa dan Islam 2011-11-16 16:16
~
Umat Kristen tidak pernah membuat Isa Al-Masih menjadi Tuhan. Dia adalah sudah Tuhan sejak sebelum Ia menjelma menjadi manusia dan dikenal sebagai Isa putra Maryam. Taurat dan Kitab Nabi-nabi meramalkan kedatangan-Nya sejak ribuan tahun sebelumnya.

“Pada mulanya adalah Firman (Kalimat Allah); Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Firman itu telah menjadi manusia,” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1,14)

Misi kedatangan Kalimat Allah ke dunia menjadi manusia Isa Al-Masih adalah menyelamatkan manusia berdosa. “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran.” (Injil, Surat 1 Petrus 2:24)
~
SO
# kusnandar 2011-11-22 17:50
*
Saya belum paham dialog ini, karena masing-masing saling ngotot. Kita hanya memberikan masukan dan menerima masukan, bukan berarti masukan itu harus diterima, tetapi hanya sebagai informasi saja.
# Staff Isa dan Islam 2011-11-24 13:44
~
Saudara Kusnandar,

Kami setuju dengan saudara, bahwa tujuan dialog ini bukan untuk saling menjatuhkan, menghina, atau menghujat satu sama lain. Tujuan dialog ini adalah untuk memberitakan satu kebenaran tentang Pribadi Isa Al-Masih, sesuai dengan perkataan Al-Quran, Taurat, Kitab Nabi-Nabi, dan Injil.

Namun sayangnya, beberapa orang yang bergabung dalam dialog ini terkadang tidak dapat menerima kebenaran tersebut, karena tidak sesuai dengan pola pikir mereka. Bahkan mereka lupa, bahwa Allah adalah Maha Kuasa. Dia tidak terbatas ruang dan waktu. Dan yang jelas, Dia mampu menjadi apapun sesuai dengan yang Dia mau.

Al-Quran berkata, “....sesungguhn ya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat...” (Qs 3:45)

“Pada mulanya adalah Firman; Firman (Isa Al-Masih) itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1)

“Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.” (Kitab Nabi Yesaya 9:5)
~
SO
# chacha 2011-11-24 15:55
*
Saya hanya ingin menyampaikan bahwa Allah dalam Islam dan Kristen itu jelas berbeda. Begitupun dengan istilah Isa Al-Masih dan Yesus Kristus itu berbeda. Injil atau Alkitab sama sekali tidak pernah menjelaskan Isa Al-Masih di dalam setiap ayat-ayatnya.

Dan umumnya umat Kristiani sendiri telah menodai Alkitabnya sendiri. Salah satunya adalah larangan mengkonsumsi daging babi yang memang diharamkan. Dan itu tertulis di Alkitab secara jelas. Tetapi hampir semua orang Kristen dan Katholik melanggarnya dan bahkan gemar mengkonsumsi daging haram tersebut. Tetapi ada beberapa aliran dari Nasrani yang tidak mengkonsumsi daging babi yaitu Kristen Advent dan Katholik Ortodoks. Demikianlah untuk direnungi bila anda mengaku Kristen sejati. Wassalam.
# Staff Isa dan Islam 2011-11-29 14:26
~
Saudara Chacha benar, Allah dalam Islam dan Kristen jelas berbeda. Hal ini dapat saudara lihat pada pengajaran yang dianut oleh umat Muslim dan Kristen, di mana kedua ajaran tersebut mempunyai perbedaan yang cukup signifikan, walaupun memang ada beberapa diantaranya yang sama.

Isa Al-Masih dan Yesus Kristus bukanlah pribadi yang berbeda. Nama ini dimiliki oleh satu Pribadi yang sama. Nama lain untuk Isa ialah Yesus. Gelar Al-Masih berasal dari bahasa Ibrani yang artinya adalah “yang diurapi”. Sedangkan “Kristus” merupakan terjemahan “yang di-urapi” ke dalam bahasa Yunani. Dengan demikian, baik Isa Al-Masih maupun Yesus Kristus artinya adalah “yang diurapi”. Maka Isa Al-Masih dan Yesus Kristus adalah sama!

Menanggapi komentar saudara mengenai mengkonsumsi babi, silakan saudara membaca penjelasan kami pada artikel ini: http://tinyurl.com/77r9jm5.
~
SO
# Muhammad Azis 2011-12-05 13:05
*
Setelah saya simak semua percakapan ini baik-baik, dan setelah saya renungkan, saya sangat setuju dengan yang diungkapkan yang membuat website ini, dan sangat terbuka jelas pikiran saya sekarang.

Saya akan menerima Isa Al-Masih sebagai Tuhan dalam hidupku karena Muhammad hanya nabi.

Saya sering merenung kenapa saya setiap hari melakukan Sholat Isa, kenapa saya musti berdoa kepada Isa? Ternyata inilah jawaban dari semua doa sya.

Terimakasih. Wassalam
# Staff Isa dan Islam 2012-02-02 10:16
~
Saudara Muhammad Azis,

Kami bersyukur bila ternyata isi website kami dapat menjadi berkat bagi saudara, dan dapat membukakan pikiran saudara hingga akhirnya memutuskan untuk menerima Isa Al-Masih sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi saudara.

Untuk memperdalam iman saudara akan Isa Al-Masih, pelajarilah tentang Keselamatan berikut: http://tinyurl.com/3cvhqy3 saudara juga dapat membaca kesaksian dari teman-teman Muslim yang telah memutuskan menerima Isa Al-Masih sebagai Juruselamat mereka, http://tinyurl.com/63a4fxl.
~
SO
# Amy Rahmaditha 2011-12-06 18:18
*
Menurut buku yang saya baca, Allah itu tidak beranak dan diperanakan, dan Isa adalah nabi atau utusan Allah SWT. Dan menurut agama Islam kita tidak boleh menyembah selain diri-Nya.
# Staff Isa dan Islam 2011-12-09 13:00
~
Ajaran agama yang mengatakan bahwa Allah orang Kristen beranak adalah ajaran yang menyesatkan. Di dalam Alkitab tidak ada satu pun ayat yang menyatakan bahwa Allah mempunyai istri kemudian mempunyai anak.

Isa Al-Masih bukan hanya seorang nabi atau utusan Allah saja, melainkan Ia adalah Kalimat Allah dan Roh Allah (Qs 4:171). Dia adalah pribadi tanpa dosa, yang terkemuka (nomor satu) di dunia dan akhirat (Qs 3:45).

Pribadi yang nomor satu di akhirat, pasti nomor satu di sorga karena Dia pemilik sorga. Sedangkan pemilik sorga itu pasti Allah dan hanya Allah yang layak disembah. Oleh sebab itu sebagai pribadi yang nomor satu di akhirat Isa Al-Masih layak disembah.
~
SL
# Amy Rahmaditha 2011-12-06 18:24
*
Isa tidak mati disalib, Ia diangkat ke langit dan akan muncul ketika hari kiamat tiba (melawan dajjal) . Yang disalib itu adalah muridnya yang berkhianat, ia diubah menjadi seperti nabi Isa kemudian disalib.

Dalam sejarah nabi Isa, Dia sudah hidup berpuluh-puluh tahun mengajarkan agama Islam dan kitabnya yaitu Injil. Namun nabi Isa hanya mendapat beberapa pengikut (11 orang kalau tidak salah ya??).
# Staff Isa dan Islam 2011-12-09 13:04
~
Pemahaman orang Kristen terhadap fakta kematian Isa Al-Masih di kayu salib tidaklah didasarkan atas penafsiran rumit pada sebuah ayat kitab suci. Nalar mereka dapat menemukan secara langsung fakta-fakta tentang kematian Isa Al-Masih melalui ayat-ayat dalam Alkitab.

Al-Quran mengatakan bahwa Isa Al-Masih sanggup berbuat mujizat termasuk membangkitkan orang mati (Qs 3:49). Oleh sebab itu, jika Isa Al-Masih menolak untuk disalibkan, tidak perlu Dia harus disamarkan bukankah Dia sanggup melindungi diri-Nya sendiri?

Isa Al-Masih bukan orang Arab, Dia tidak menyebarkan agama Islam dan tidak menulis kitab Injil. Isa Al-Masih dari sorga turun ke dunia bukan hanya untuk menyelamatkan sebelas murid-Nya, melainkan setiap orang berdosa yang percaya kepada-Nya.
~
SL
# peace 2011-12-07 00:14
*
Selamat untuk Sdr M. Azis, kiranya Kasih dan Anugerah dari Allah Bapa, Yesus Kristus dan Roh Kudus senantiasa menyertai Saudara dalam memperoleh kehidupan sejati.

Salam
# Staff Isa dan Islam 2012-02-02 10:17
Saudara Peace,

Terimakasih untuk komentar yang telah saudara berikan.

Adalah tugas kita orang percaya untuk memberitakan kebenaran firman Allah. Agar setiap orang memperoleh keselamatan kekal dalam Isa Al-Masih, dan terhindar dari kebinasaan.

“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." (Injil, Kitab Para Rasul 4:12).
~
SO
# Gembala Tobat 2011-12-15 21:36
*
Setelah saya simak semua percakapan ini baik-baik, dan setelah saya renungkan, saya sangat tidak setuju dengan yang diungkapkan yang membuat website ini, dan sangat terbuka pikiran saya sekarang.

Saya akan menerima Allah sebagai Tuhan dan Muhammad sebagai Nabi.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-03 11:30
~
Saudara Gembala Tobat,

Mungkin Saudara dapat memberitahukan kepada kami, bagian/ungkapan yang membuat Saudara tidak setuju. Sehingga kita boleh saling mendiskusikan bersama.

Kami rindu agar Saudara juga boleh memiliki jalan keselamatan menuju sorga sebagaimana yang telah diperoleh setiap pengikut Isa Al-Masih yang sejati.

Kami mengundang Saudara untuk boleh merenungkan: isadanislam.com /jalan-keselama tan. Kiranya Allah berkenan menganugerahkan hidayah-Nya yang sejati bagi kita semua.
~
DA
# vienny 2011-12-22 15:32
*
Agama Kristen sudah sangat dikaburkan oleh banyaknya kepentingan. Terlalu banyak penafsiran. Allah itu satu, Esa. Saya dahulu Kristen, sangat taat, hingga hidayah itu datang. Yesus itu jalan. Jalan kepada Allah. Sembah Allah, bukan jalan.
# Staff Isa dan Islam 2012-01-05 10:30
~
Saudara Vienny,

Isa Al-Masih dengan gamblang menetapkan ketetapan abadi bahwa hanya dirinya jalan kepada Allah, lihat dalam Injil “Kata Isa Al-Masih kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa (Allah), kalau tidak melalui Aku (Isa Al-Masih).” (Injil Rasul Besar Yohanes 14:6). Dengan kata lain, diluar Isa Al-Masih tidak ada pengantara manusia kepada Allah.

Siapa sebenarnya Isa Al-Masih, dan jika Isa Al-Masih Tuhan apakah itu berarti Allah tidak Esa?

Alkitab menjelaskan bahwa Allah itu Esa, “Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus (Isa Al-Masih),”(Inj il, Surat 1 Timotius 2:5). Dengan kata lain bahwa Allah dan Isa Al-Masih satu adanya, seperti perkataan Isa Al-Masih “Aku (Isa Al-Masih) dan Bapa (Allah) adalah satu” (injil, Rasul Besar Yohanes 10:30). Maka tidak heran jika tercatat dalam kitab Saudara yang mengatakan bahwa Isa Al-Masih Yang terkemuka di dunia bahkan di akhirat (Qs 3:45).

Allah menjadi manusia Isa Al-Masih karena manusia berdosa. Dan hanya Allah yang menjadi manusia yang dapat menyelamatkan manusia dari hukuman dosa. Dengan penjelmaan tersebut manusia dapat mengenal Allah dan bersyukur serta memuji kebesaran kasih Allah.
~
NN
# domba nyasar 2011-12-28 22:17
*
Kristen saat ini sudah menyimpang dari ajaran kitab Injil.

Di Injil tidak ada perkataan Yesus kalau diri-Nya adalah Tuhan yang patut disembah.
Yang ada, justru Yesus yang rajin bersujud menyembah pada Tuhan Yang Maha Esa.
# Staff Isa dan Islam 2012-01-04 14:04
~
Yesus (Isa Al-Masih) tidak pernah berkata "Aku adalah Tuhan, sembahlah aku.". Misalkan ada seseorang datang kepada Saudara dan berkata "saya adalah Tuhan, sembahlah saya." Akankah Saudara mempercayai dia dan menyembahnya? Reaksi langsung dari  semua penganut monoteisme pada orang yang seperti ini adalah menyebutnya sebagai penipu dan penghujat. Yesus mengetahui reaksi alam seperti ini seperti  juga orang lain dan Dia melihat tidak ada alasan untuk menyatakan diri-Nya dengan cara bodoh seperti itu. Tapi Yesus menyatakan keberadaan diri-Nya dengan cara tidak langsung.

Yesus berkata "..Barangsiapa telah melihat Aku, Ia telah melihat Bapa..percayala h kepada-Ku bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku..." (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:9-11).

"Aku dan Bapa adalah satu." (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30).


Yesus mengharapkan orang-orang disekitar-Nya dapat mengenali sifat keilahian-Nya dari perkataan-Nya (yang hanya dapat dikatakan oleh Tuhan sendiri) dan dari perbuatan-perbu atan-Nya. Yesus memberi bukti yang cukup untuk menyatakan otoritas-Nya sebagai Tuhan. Setiap orang dapat membuat pernyataan bahwa dirinya adalah Tuhan, tapi hanya Tuhan sendiri yang dapat memberi bukti atas pernyataan-Nya.
~
NN
# andi 2012-01-04 00:43
*
To saudara Vienny,

Memang benar kita harus menyembah Allah, bukan menyembah jalan. Yesus berkata "Akulah jalan kebenaran dan hidup". Artinya, Dia mau menunjukkan bahwa kalau mau selamat sampai kepada Allah di sorga, jalannya hanya melalui Dia. Kita harus mengikuti ajaran-Nya.

Kalau menyembah yah tetap kepada Allah, tidak ada yang mengatakan kita menyembah kepada jalan.

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2012-01-09 19:17
~
Sebagai Juruselamat, Isa Al-Masih akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa, kekuasaan iblis, dunia yang jahat, ketakutan dan hukuman kekal di neraka.
Namun tidak ada seorangpun yang dapat memiliki Isa Al-Masih sebagai Juruselamat tanpa tunduk kepada ke-Tuhanan-Nya.

Pada saat kelahiran Isa Al-Masih, malaikat Gabriel menyebut bahwa Isa Al-Masih sebagai Juruselamat dan Tuhan. “Hari ini telah lahir bagimu, Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan di kota Daud.” (Injil, Rasul Lukas 2:11)
~
SL
# mady bingung 2012-01-19 10:29
*
1) Mengapa Muhammad tidak seperti Isa Al-Masih yang langsung terangkat ke sorga tanpa kematian?

2) Mengapa bukan Muhammad tapi Isa Al-Masih yang menjadi hakim terakhir?

3) Bagaimana dengan orang-orang yang lahir dan mati sebelum Yesus, karena mereka belum melihat Yesus (percaya pada-Nya, selamat)?

4) Bagaimanakah kisah Yesus ketika masa muda (Alkitab kosong)?

5) Jika Allah Maha penyayang, mengapa Allah menciptakan sampai lebih dari 5 agama, jelas membingungkan kita untuk beriman pada-Nya?

6) Yang sangat membingungkan saya, mengapa Allah menciptakan manusia? Apakah Allah kesepian hidup di sorga sendirian?
# Staff Isa dan Islam 2012-02-03 11:30
~
1. Isa Al-Masih langsung terangkat ke sorga, sebab Dia berasal dari sorga. Itulah sebabnya, setelah kebangkitan-Nya dari kematian, Dia naik kembali ke sorga. Berbeda dengan Muhammad, dia berasal dari debu dan tanah sama seperti umumnya manusia. Sehingga, saat dia mati, dia dikuburkan. Dan hingga kinipun dia masih dalam kubur menanti hingga hari penghakiman tiba.

2. Karena Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah, yang adalah satu dengan Allah. Dan hanya Allah yang menjadi Hakim terakhir. Demikian yang dinyatakan dalam Al-Quran dan Hadits. “Isa akan menjadi Hakim yang adil" ( HSM 127, HSB 1090). “Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya” (Qs.95:8)

3. Setiap orang akan diselamatkan oleh iman. Iman kepada Allah dalam Isa Al-Masih. Yang menyelamatkan umat manusia adalah iman kepada Janji Allah akan kedatangan Juru Selamat, yakni: Isa Al-Masih. Maka, setiap orang yang percaya kepada Isa Al-Masih pasti dan sesungguhnya sudah diselamatkan.

4. Bacalah Injil, Rasul Lukas 2:51-52. Dia hidup dalam asuhan Maria dan Yusuf. Dia bertambah besar, bertambah hikmad-Nya dan makin dikasihi Allah dan manusia.

5. Allah tidak menciptakan agama. Semua nabi yang datang ke dunia, mulai dari zaman nabi Adam hingga Isa Al-Masih tidak ada yang datang dengan visi sebuah “agama”. Semua nabi tersebut datang dengan tujuan memberitakan jalan Allah. Agar manusia kembali pada jalan Allah.

6. Allah menciptakan manusia karena kehendak-Nya. “sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan." (Injil, Surat Wahyu 4:11).
~
DA/SO
# junita sitohang 2012-03-20 21:53
*
Terpujilah Allah yang melampaui pikiran dan akal manusia.

Aku suka sekali dengan website ini. Aku bangga menjadi umat Kristen, aku bangga mempunyai Allah Yesus Kristus.

Terimakasih untuk umat Allah yang mempunyai website ini.
# Staff Isa dan Islam 2012-03-22 14:07
~
Saudara Junita,

Terimakasih juga untuk kesediaan saudara mengunjungi situs kami, juga atas apresiasi yang saudara berikan.

Bila ada waktu, saudara dapat mengunjungi dua situs kami lainnya. Yaitu: www.isadanalquran.com dan www.isadanalfatiha.com. Semoga dua situs kami lainnya juga dapat bermanfaat bagi saudara.
~
SO
# emzi 2012-04-11 03:11
*
Untuk apa kita membandingkan agama ini kalau kita meyakini kebesaran Allah SWT. Kalau Allah mau, kenapa manusia tidak diciptakan dalam satu wadah agama. Rasanya tidak adil kalau kita saling menghakimi dengan mengatas-namaka n kebenaran.
# Staff Isa dan Islam 2012-04-12 12:15
~
Saudara Emzi,

Seperti yang sudah kami katakan di halaman awal situs ini, bahwa tujuan dari situs ini adalah menolong umat beragama memahami lebih jelas lagi tentang siapakah Isa Al-Masih menurut ajaran Al-Quran dan Alkitab. Karena umumnya orang Kristen tidak mengetahui apa yang dikatakan Al-Quran tentang Isa Al-Masih. Begitu juga sebaliknya dengan orang Islam, banyak diantara mereka tidak mengetahui apa yang dikatakan Al-Quran, Hadith, dan para cendekiawan Muslim tentang Isa Al-Masih.

Dengan demikian kami rasa kita tidak perlu memperdebatkan antara agama Islam dan agama Kristen maupun agama lainnya.
~
SO
# dawni 2012-04-24 00:06
*
Semua orang meyakini bahwa Tuhan adalah yang menciptakan langit dan bumi. Pada konsep ini maka tidak ada perdebatan. Tapi ketika Isa lahir di dunia terjadi perbedaan yang mendasar konsep Tuhan antara Muslim dan Kristen.

Pertanyaannya adalah apakah Isa pernah berkata; "Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah aku!" "Akulah yang menciptakan langit dan bumi dan apa-apa yang ada diantara keduanya"?

Jika Isa tidak pernah berkata seperti tersebut di atas artinya Isa atau Yesus Kristus bukanlah Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2012-04-24 14:22
~
Saudara Dawni,

Kami setuju dengan konsep yang saudara ajukan. Jelas Tuhan adalah pencipta langit dan bumi. Selain itu, Tuhan juga kekal. Dia adalah Alfa dan Omega. Yang terawal dan yang terakhir.

Menjawab pertanyaan saudara di atas.

1. Perhatikanlah ayat berikut, “Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan” (Injil, Rasul Besar Yohanes 13:13)

2. Perhatikan juga ayat ini, “Aku [Yesus Kristus] adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir" (Injil, Kitab Wahyu 22:13)

Yesus, mengakui kepada murid-murid-Nya bahwa Dia adalah Tuhan. Persis seperti murid-murid-Nya memanggil Dia. Yesus juga mengaku bahwa Dia adalah Alfa dan Omega. Yang Awal dan Yang Akhir.

Dua pengakuan di atas adalah sebagian dari bukti ke-Tuhan-an Yesus Kristus yang terdapat dalam Injil.
~
SO
# wira 2012-05-02 12:26
*
Saya sudah sedikit banyak membaca tentang perbandingan agama. Terus terang saja saya tertarik dengan Islam dan Budha. Kalau Kristen terlalu mengada-ada. Allah, Yesus dan Roh Kudus satu.

Bagaimana tiga person menjadi satu? Apapun penjelasan tentang itu sangat membingungkan. Satu ya satu, tidak ada 3 sama dengan satu.
# Staff Isa dan Islam 2012-05-04 10:20
~
Saudara Wira,

Kami dapat memaklumi pandangan saudara tersebut. Karena saya juga dulu berpikir demikian. Walau saya dari kecil sudah Kristen turunan, tetapi saya tidak bisa memahami Allah satu tetapi terdiri tiga oknum. Sungguh tidak masuk akal.

Tetapi, setelah saya mempelajari Alkitab dengan seksama dan meminta pertolongan serta hikmat dari Roh Kudus, akhirnya saya mengerti dengan iman saya bahwa benar Allah itu Esa terdiri dari tiga oknum Kesatuan. Dimana ketiga oknum tersebut adalah setara dan tidak dapat dipisahkan satu dengan lain.

Saudara Wira, Allah yang Maha Besar tentu tidak dapat dicerna dengan sempurna oleh pikiran manusia yang terbatas. Bila Allah dapat dimengerti secara sempurna oleh logika manusia, berarti Allah terbatas. Sebatas logika manusia. Atau mungkin manusia lebih besar dibanding Allah.

Kebesaran Allah hanya dapat dimengerti dengan iman, bukan dengan akal atau logika manusia. "Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat” (Injil, Surat Ibrani 11:1).
~
SO
# Yesus My Lord 2012-05-27 21:37
*
Memang beda dengan Muhammad, kalau memang dia nabi yang benar dikasihi Tuhan, mengapa dia rela mengorbankan banyak nyawa manusia yang mungkin juga tidak berdosa untuk memenuhi keinginannya. Apakah semua itu dapat kita sebut egois? Bila dia benar nabi yang benar, mengapa Muhammad tidak meminta kepada Tuhan untuk membunuh orang yang berdosa saja, dan hanya membunuh dosanya saja dengan pedang imannya, bukan dengan membunuh rohani dan jasmaninnya.

Dimana letak kehebatan Muhammad dengan semua itu? Apakah saudara yang Muslim selalu membenarkan seseorang untuk dibunuh apabila dia berdosa, karena tidak mematuhi ataupun percaya terhadap Rasulnya? Itu semua adalah benar suatu perbuatan keji, maka benar apa yang diucapkan Tuhan, "Mereka hanya mencintaiku hanya dimulutnya saja dan apa yang mereka ucapkan seakan-akan itu adalah ucapanKu".
# subatauh 2012-05-29 23:39
*
Staf IDI,

Allah menurut Islam: Semua manusia bodoh tidak tahu siapa Tuhan, Tuhan itu sendirilah yang memberi tahu manusia siapa Dia beserta sifat-sifat-Nya.

Allah Satu, Allah Maha Besar, Maha Kuasa, Maha Pengasih, tidak serupa dengan yang baru, tidak ada awal, tidak akhir, tidak sekutu-Nya, dst.

Manusia tidak mampu melihat Allah. Nabi Musa ingin melihat Allah, Allah kabulkan permintaan tersebut dengan memperlihatkan cahaya-Nya, akibatnya bukit Tursina Hancur dan Nabi Musa pingsan.
# Staff Isa dan Islam 2012-05-30 15:42
~
Saudara Subatauh,

Kami setuju dengan sifat-sifat Allah yang saudara sampaikan. Dapatkah saudara menjelaskan lebih rinci pengertian sifat Allah yang Maha Pengasih menurut kepercayaan saudara?

Manusia pertama yang ciptakan Allah, Adam dan Hawa, awalnya hidup penuh dengan kemuliaan Allah. Mereka tinggal bersama Allah di Taman Firdaus, juga dapat berbicara dengan Allah. Tidak ada pemisah antara mereka dengan Allah.

Hingga satu hari, mereka berdosa, Allah murka dan mengusir mereka. Akibatnya mereka harus hidup di dunia dan mengusahakan sendiri kebutuhan mereka. Dan sejak saat itu, manusia menjadi budak dosa.

“Sebab upah dosa ialah maut” (Injil, Surat Roma 6:23) Artinya: setiap orang berdosa harus binasa. Namun Allah Maha Pengasih, Dia tidak rela manusia ciptaan-Nya mati binasa dalam dosa. Siapakah yang dapat menyatukan manusia berdosa dengan Allah yang Mulia? Tidak ada! Hanya Allah yang dapat melakukannya. Untuk itulah Isa Al-Masih datang ke dunia dan mati di kayu salib. Untuk mendamaikan manusia dengan Allah.

“Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).
~
SO
# subatauh 2012-05-30 20:02
*
Staf Isa dan Islam,

1) Yang ingin saya jelaskan kepada anda adalah Allah tidak serupa dengan yang baru. Artinya tidak mungkin Allah berwujud manusia apalagi lahir dari "kemaluan Maryam"

Karena kena cahaya Allah saja bukit Tursina Hancur, dan Nabi Musa Pingsan. Dimana logikanya Allah (Isa) dilahirkan manusia?

2) Mungkin anda perlu saya kasih tahu juga, di dalam Islam tidak ada Agama bagi orang yang tidak berakal. Jadi semua hukum-hukum Allah apa saja bisa ditanya dan pasti masuk akal.
# Staff Isa dan Islam 2012-05-31 10:34
~
Saudara Subatauh,

1. Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Bila Allah berkehendak, apapun yang tidak terpikirkan oleh manusia, atau tidak masuk akal, bagi Tuhan hal itu bisa terjadi, bila Dia mau. Lihatlah, seorang perawan saja bisa mengandung dan melahirkan. Tidak masuk akal bukan? Kuasa Tuhan tidak dapat dibatasi oleh akal manusia. “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil" (Injil, Rasul Lukas 1:37)

2. Sekali lagi kami katakan, di sinilah letak perbedaan Allah yang kita sembah. Tuhan yang kami sembah adalah Tuhan yang dapat melakukan hal apapun. Dia tidak dibatasi oleh logika manusia. Tuhan Maha Kuasa, Dia kuasa membuat yang tidak ada menjadi ada. Yang mustahil menjadi kenyataan.

Bagaimana dengan Allah yang saudara sembah? Dari penjelasan saudara di atas dapat kami ambil kesimpulan, bahwa Allah yang saudara sembah adalah Allah yang terbatas pada logika manusia. Dia hanya kuasa melakukan hal-hal yang dapat dijangkau oleh logika manusia.
~
SO
# petualang 2012-06-17 10:33
*
Staf Isa dan Islam,

Dalam Islam Allah memiliki nama-nama yang indah yang dikenal dengan Asmaul Husna. Ada 99 nama (domain) Allah yang juga mewakili sifat dan perbuatan-Nya. Uniknya kesemua nama, sifat dan perbuatan-Nya itu berjalan secara harmonis dan bersinergi dalam satu waktu.

Anda menyampaikan bahwa dalam Kristen ada lebih dari 99 nama untuk Tuhan. Saya percaya jika saya minta anda menyebutkan 50 nama Tuhan yang terdapat dalam Alkitab pasti tidak bisa anda jawab.

Persoalan besar konsep ketuhanan dalam Kristen, antara sifat yang satu dengan sifat lainnya saling bertentangan bahkan saling meniadakan. Hal ini bisa anda kaji saat berbicara tentang kasih Tuhan, maka pada saat yang sama sifat Adil dan atau sifat lainnya dilanggar oleh Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2012-06-19 19:35
~
Allah yang Maha Adil telah menetapkan bahwa upah dari dosa adalah maut. Setiap orang yang melanggar kebenaran Allah harus dihukum. Inilah salah satu bentuk keadilan Allah.

Seorang ayah yang menghukum anaknya karena melakukan kesalahan, bukan berarti dia membenci anaknya. Hukuman tersebut bertujuan untuk mendidik anak agar dia tidak melakukan kesalahan yang sama.

Demikian juga halnya dengan Allah Bapa. Sebagai Allah yang Adil, Dia harus menghukum setiap orang yang melanggar kebenaran-Nya. Di saat yang bersamaan Allah yang Maha Kasih juga tidak ingin manusia ciptaan-Nya binasa dalam kekekalan karena dosa-dosa mereka. Untuk itu, harus ada yang menggantikan hukuman tersebut.

Di sinilah Allah menyatakan Kasih-Nya. Dia mengutus Kalimat-Nya datang ke dunia untuk menggantikan manusia menjalankan hukuman dari Allah. Isa Al-Masih, Kalimat Allah, wafat di kayu salib untuk mendamaikan Allah dengan manusia.

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 6:47).
~
SO
# petualang 2012-06-22 07:22
*
Staff IDI,

Saya sepakat dengan anda bahwa Allah harus menghukum manusia yang melanggar perintah-Nya. Itu adalah sifat Adil-Nya namun disamping adil Allah juga punya sifat Rahman (sayang) dan Penerima taubat. Jika manusia berdosa itu kemudian sadar/insaf dan mau bertobat maka dengan sifat-Nya yang Rahim dan Pengampun Allah bisa saja menerima taubatnya dan mengampuninya. Tampa harus mengorbankan orang lain.

Penebusan dosa oleh Yesus menghilangkan sifat Pengampun dan Pendidik. Tidak ada unsur pendidikan karakter dalam konsep penebusan dosa oleh Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2012-06-22 19:10
~
Saudara Petualang,

Apa yang saudara katakan di atas bisa juga dibenarkan. Allah mempunyai sifat sayang dan penerima taubat. Masalahnya adalah, adakah manusia yang luput dari dosa? Hari ini saudara Petualang minta ampun pada Allah atas kesalahan yang saudara lakukan. Katakanlah saudara telah menipu seseorang. Lalu saudara datang pada Allah dan Allah mengampuni saudara.

Bagaimana dengan besok, apakah saudara yakin besok tidak akan melakukan dosa? Bila setiap hari saudara melakukan dosa dan datang pada Allah untuk minta pengampunan, dan kembali pula saudara melakukan dosa, apakah menurut saudara hal itu mendidik?

Seseorang yang telah benar-benar menerima Keselamatan dan penebusan dari Isa Al-Masih, mereka akan menjauhi kehidupan yang tidak berkenan di hadapan Allah. Bukan semata-mata karena takut dosa, tetapi lebih dari pada itu, merupakan ungkapan syukur mereka atas anugerah keselamatan yang telah diberikan Allah.

Keselamatan adalah anugerah Allah, bukan usaha manusia melalui amal ibadah!

“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah”
(Injil, Surat Efesus 2:8).
~
SO
# petualang 2012-07-03 22:45
*
Staff Isa dan Islam,

Perbandingan yang anda kemukakan atas komentar saya menunjukkan anda belum paham tentang sifat Allah atau mungkin juga anda paham tetapi sifatnya parsial, disamping anda tidak paham atau sengaja, anda pura-pura tidak tahu tentang hakikat taubat yang sebenarnya.

Harus bisa anda bedakan antara tobat yang pura-pura dan tobat yang sebenarnya.

Penebusan dosa secara sepihak menunjukkan betapa besarnya kasih Tuhan. Tetapi dipihak lain ajaran penebusan dosa menunjukkan ketidak-adilan Tuhan disamping tidak adanya pendidikan karakter manusia untuk bertanggung jawab.
# Staff Isa dan Islam 2012-07-09 20:04
~
Saudara Petualang,

Seperti yang kami jelaskan di bawah, jika hari ini saudara bersalah kemudian minta ampun dan diampuni. Lalu besok dan seterusnya bersalah lagi dan diampuni.

Sekarang coba pikirkan dimana keadilan Allah, apakah dapat disebut adil jika membiarkan dosa tidak dihukum? Di negara kita saja jika ada pelanggaran hukum orang pasti dihukum, hakim tidak akan mengampuni begitu saja pelanggar hukum.

Lagi, jika pelanggaran diampuni begitu saja apakah di sini mendidik karakter? Jelas tidak. Seorang guru yang menjumpai muridnya tidak mengerjakan tugas sekolah, jelas akan memberi sanksi/hukuman kepada muridnya. Salah satu tujuannya adalah untuk mendidik karakter siswa untuk bertanggung-jawab.

Demikian dengan Allah, dosa harus dihukum. Apa Allah tidak mengasihi? Justru karena kasih-Nya, Allah datang ke dunia dalam diri Anak/Kalimat-Ny a (Isa Al-Masih). Untuk membayar harga dosa kita, dengan menghukum dosa artinya keadilan Allah dinyatakan. Demikianlah kasih dan keadilan Allah dinyatakan.
~
DA
# petualang 2012-07-13 21:03
*
Staff IDI,

Bagaimana jika kasus itu ada di agama anda ? Saya pikir anda melupakan satu lagi sifat Allah yaitu Maha Mengetahui. Allah mengetahui siapa yang bersungguh-sung guh meminta ampun dan siapa yang pura-pura.

Apakah menurut anda Allah akan mengampuni orang yang pura-pura insaf? Ingat, dalam Islam semua sifat-sifat Allah selaras dan harmonis, tidak saling meniadakan.

Penebusan dosa seringkali anda kaitkan dengan sifat kasih Tuhan. Sepihak bisa saya terima. Tapi dari sisi keadilan, sangat tidak adil. Bagaimana mungkin, manusia yang berdosa, Tuhan yang dihukum Disebut adil itu, jika yang dihukum adalah yang bersalah. Dan siapa yang bersalah dialah yang bertanggung jawab. Itulah pendidikan karakter. Semua itu ada dalam Islam.
# Staff Isa dan Islam 2012-07-24 09:18
~
Saudara Petualang,

Memang Allah maha mengetahui, tentu saja Ia tahu siapa yang sungguh minta ampun dan yang berpura-pura.

Allah tidak mengampuni dosa manusia begitu saja. Setiap dosa harus dihukum, sekecil apapun. Jikalau Allah tidak menghukum dosa, maka Dia bukan Allah yang Adil.

Namun oleh karena kasih-Nya, hukuman atas dosa itu ditanggung oleh diri Allah sendiri, yang berkenan menjelma menjadi manusia. Dan akhirnya Dia menderita siksa dan aniaya, bahkan mati untuk menebus saya dan saudara, jika saudara berkenan menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat.

“Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah” (Injil, Surat 1 Petrus 3:18).

Jika kita menanggung dosa kita sendiri, kita akan menderita selamanya di dalam neraka dan tidak dapat menyelamatkan diri.
~
DA
# Oiy 2012-07-27 10:04
*
Asosiasinya tidak pas. Jelas tidak Percaya kalau manusia mengaku Tuhan terus menyuruh manusia lain untuk menyembahnya, 100% saya tidak mau. Tapi kalau Tuhan mengaku Tuhan ya wajar 100% saya mau menyembahnya. Yesus tidak mengaku sebagai Tuhan, ya wajar karena memang bukan Tuhan.

Mungkin agak pas begini: misalnya seorang Ayah kepada anaknya, "Akulah ayahmu, hormatilah aku". Saya kira wajar karena memang sesuai faktanya. Ya faktanya di Alkitab Yesus tidak mengaku sebagai Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2012-07-28 15:59
~
Saudara Oiy,

Kami setuju dengan pendapat saudara. Jelas tidak mungkin ada manusia yang mengaku Tuhan, lalu meminta manusia lain untuk menyembahnya. Adalah hal mustahil bila manusia bisa menjadi Tuhan.

Bagaimana bila Tuhan menjadi manusia, apakah saudara Oiy percaya hal itu bisa terjadi?

Bagi kami sah-sah saja bila Tuhan mau menjadi manusia. Sebab bagi Dia tidak ada yang mustahil. Dia bisa menjadi apa saja yang Dia mau. Itulah bentuk ke-Maha Besaran Allah.

Saudara Oiy, kami ingin bertanya kepada saudara, apakah ada waktu dimana ayah saudara memperkenalkan diri sebagai ayah kepada saudara? Kami rasa sungguh aneh bila ada seorang ayah memperkenalkan diri sebagai “ayah” kepada anaknya. Sebab, tanpa dikenalkan sebagai ayah pun, si anak akan secara otomatis mengenal bahwa itulah ayahnya. Orang yang mengasihi dia, mengasuhnya, dan membesarkannya sejak si anak lahir ke dunia ini. Dengan kata lain, seorang anak akan mengenal ayahnya dari apa yang dilakukannya. Tidak perlu lagi pengakuan dari sang ayah.

Memang ada kejadian-kejadi an khusus dimana ayah memperkenalkan diri kepada anaknya. Sepertinya, karena orang tua bercerai sehingga anak tidak tumbuh bersama ayahnya. Atau mungkin karena satu dan lain hal, ayah tidak tinggal bersama si anak sejak lahir hingga si anak besar.

Saudara Oiy, renungkanlah ayat ini: “Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan” (Injil, Rasul Besar Yohanes 13:13).
~
SO
# akunawal 2012-07-29 05:55
*
Yang nomor satu tidak benar, manusia juga diwajibkan berikhtiar. Jadi dengan adanya perbedaan, lantas apa yang akan diharapkan?
# Staff Isa dan Islam 2012-07-30 14:45
~
Halo saudara Akunawal,

Maaf, maksud saudara nomor satu yang mana ya? Dan manusia diwajibkan berikhtiar untuk apa?

Kiranya saudara dapat lebih menjelaskannya agar kami dapat menanggapi dan orang lain yang membacanya pun menjadi mengerti.
~
SO
# Oiy 2012-07-30 09:09
*
Tuhan adalah Tuhan dan manusia adalah manusia.

Kalau Tuhan menjadi manusia (Yesus), tidak apa-apa kan saya memanggil Tuhan Allah kepada Yesus? Tapi Tuhan Yesusnya telah mati, tidak mungkin lagi kan saya manggil Tuhan Yesus?

Juga Roh Kudus, sebagai perantara Tuhan Allah (Bapa) dengan Tuhan Yesus akhirnya tidak perlu juga kan saya memanggil Tuhan Roh Kudus karena tugasnya telah berakhir?

Saya memanggil Tuhan Allah saja. Toh Tuhan Allah adalah penyebab pertama adanya Yesus (manusia) termasuk adanya alam semesta ini, bukan?
# Staff Isa dan Islam 2012-08-02 16:34
~
Saudara Oiy, semisal ayah saudara bernama Baba. Setelah ayah saudara meninggal apakah saudara akan menyebut Baba atau Ayah?

Saudara Oiy, semua manusia akan celaka dan binasa kekal jika Allah tidak datang ke dunia menjadi manusia. Karena tidak ada yang dapat menyelamatkan dirinya sendiri.

Kematian Isa Al-Masih membayar harga untuk menebus kita, yang adalah dasar keselamatan.

Perlu saudara ketahui bahwa Ia tidak terus berbaring mati di kubur, tetapi Ia bangkit. Kebangkitan-Nya adalah kemenangan sempurna yang memberikan jaminan pengampunan dari dosa & kepastian memperoleh hidup kekal kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya!

Kemudian Ia naik ke sorga, menyediakan tempat untuk kita di sorga (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:2-3). Tetapi Ia tidak meninggalkan kita begitu saja, Ia mengutus Roh Kudus untuk diam di dalam kita (Injil, Basul Besar Yohanes 14:16-17).

Bapa, Isa Al-Masih (Kalimat Allah) dan Roh Kudus adalah satu, yang kekal.
~
DA
# win 2012-07-30 22:48
*
Cintailah sesamamu manusia seperti kamu mencintai dirimu sendiri?
# Petualang 2012-08-02 21:40
*
Sekarang coba anda renungkan situasinya. Manusia telah berdosa kepada Allah, maka sudah sepantasnya manusia yang bertanggung-jaw ab kepada Allah dan menerima balasan dari Allah sebagai konsekwensinya.

Situasi menurut Islam: Jika manusia itu benar-benar menyadari kesalahannya dan benar-benar bertobat kepada Allah, maka dengan sifat kasihnya yang besar, Allah akan menerima taubatnya dan mengampuninya. Akan tetapi jika tidak mau bertobat ia mendapat siksa. Dalam kasus ini, sifat Allah yang Maha Kasih, Adil dan Pendidik Maha Kuasa, Maha berkehendak, dan sifat lainnya terjalin secara harmonis dan sinergi.

Situasi menurut Kristen: Karena sifat kasih-Nya, maka Tuhan sendiri yang harus menanggung derita akibat dosa manusia. Tuhan menjelma jadi manusia dan harus tersiksa hingga mati ditangan manusia untuk menebus dosa manusia. Dalam kasus seperti ini tidak ada sifat mendidik dan Adil.
# Staff Isa dan Islam 2012-08-07 13:30
~
Saudara Petualang,

Apakah hakim akan membiarkan begitu saja pelaku kejahatan dan tidak dihukum, karena terdakwa sudah mengakui kesalahannya, minta ampun, dan berjanji tidak mengulangi lagi? tidak, tetap harus dihukum.

Demikian Allah adalah Hakim manusia dan Dia mewajibkan agar setiap dosa manusia dihukum.

Lalu siapa yang mampu menanggung dosanya sendiri? Tidak ada, pasti manusia akan binasa kekal di dalam neraka.

Tetapi, Allah mau supaya kita semua selamat. Karena kasih-Nya Allah sendiri datang ke dunia menjadi manusia yaitu Isa Al-Masih, untuk menanggung hukuman yang harus kita terima. Di situlah keadilan Allah dinyatakan dengan menghukum dosa. Bukankah ini pelajaran buat kita? Sehingga dengan kasih-Nya kita dapat mengasihi Dia dengan hidup seturut kehendak-Nya.

Nah, apakah Allah dapat disebut adil jika membiarkan dosa begitu saja, tidak dihukum?
~
DA
# Hamba Allah 2012-08-03 08:31
*
Yang namanya Tuhan pasti Maha Kuasa atas segala sesuatu, termasuk menciptakan manusia tanpa ayah.

Allah berfirman dalam Al-Quran yang maksudnya bahwa perumpamaan penciptaan Nabi Isa Al-Masih (Yesus) seperti perumpamaan penciptaan Nabi Adam. Allah berkuasa menciptakan manusia tanpa ayah dan tanpa ibu seperti Nabi Adam, tentu Allah berkuasa pula menciptakan manusia tanpa ayah seperti Nabi Isa.
# Staff Isa dan Islam 2012-08-04 10:27
~
Saudara Hamba Allah,

Hal pertama yang perlu saudara pahami adalah, bahwa Adam dan Isa jelas benar-benar berbeda.

Adam diciptakan Allah tanpa ada ayah dan ibu, karena memang dia adalah manusia pertama. Bila dia diciptakan dengan ayah dan ibu, berarti dia bukan manusia pertama. Mungkin ketiga setelah ayah dan ibunya.

Bagaimana dengan Isa? Isa Al-Masih tidak pernah 'diciptakan'. Baik Al-Qurna maupun Injil tidak pernah mengatakan bahwa Isa adalah ciptaan Allah.

“Firman [Isa Al-Masih] itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:14).

“Ingatlah, ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)” (Qs 3:45).
~
SO
# Petualang 2012-08-04 20:10
*
1. Menurut Al-Quran, Isa Al-Masih diciptakan. Anda sudah sering membaca ayatnya, tapi karena mata dan hati anda sudah tertutup, maka anda sengaja pura-pura tidak tahu. Allah berfirman dalam Al-Quran yang maksudnya bahwa perumpamaan penciptaan Nabi Isa Al-Masih (Yesus) seperti perumpamaan penciptaan Nabi Adam.

2. Jika firman Tuhan berubah jadi bumi, apakah bumi itu kemudian bisa disebut Tuhan?
# Staff Isa dan Islam 2012-08-08 15:28
~
Isa Al-Masih bukanlah diciptakan oleh Allah. Isa Al-Masih adalah Allah yang telah menjadi manusia.

Justru Isa Al-Masih inilah yang menopang hasil ciptaan-Nya dengan firman-Nya. “Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan” (Injil, Surat Ibrani 1:3)

Al-Quran juga mengatakan firman Tuhan tidak dapat berubah, "Sempurnalah firman Allahmu dalam kebenaran dan keadilan. Adalah sia-sia sajalah yang dapat mengubah kata-kata-Nya" (Qs 6:34).
~
SL 
# Oiy 2012-08-06 17:11
*
Staf IDI,

Bapa, Isa Al-Masih (Kalimat Allah) dan Roh Kudus adalah satu, yang kekal.

Kalau memang Yesus kekal, mengapa Dia bisa mati?

Apa bedanya jiwa dengan roh?
# Staff Isa dan Islam 2012-08-09 16:26
~
Saudara Oiy, perlu untuk diketahui bahwa Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah yang berkenan untuk menjadi manusia. Oleh sebab itu, Ia adalah sekaligus Allah dan juga manusia.

Isa Al-Masih adalah 100% manusia sehingga Dia bisa mati, jadi tubuh jasmani yang dikenakan saja yang mati. Tetapi Isa Al-Masih adalah 100% Allah sehingga kematian-Nya cukup untuk membayar/mengga ntikan hukuman dosa seluruh dunia.

Penjelasan selengkapnya dapat saudara baca di url ini http://tinyurl.com/8xz6g59

Jiwa berfungsi untuk mengenal diri sendiri dan orang lain, sedangkan roh manusia berfungsi untuk mengenal dan menyembah Allah, menyatakan salah/benar.
~
DA
# Ahmad 2012-08-06 21:33
*
Saudaraku,

Saya coba memberi tanggapan diskusi ini dengan logika saja. Jika tentang Allah yang Esa saja dipandang tidak logis, apalagi jika Allah beroknum 3, itu lebih tidak logis lagi.

Jika 3 oknum itu berpribadi satu, bukanlah lebih elok 1 oknum dengan 1 pribadi? Dia Allah, ya Allah itu sendiri. Tidak perlu Allah jadi Bapa, Allah jadi Anak dan Allah jadi Roh Kudus.

Tetapi, jika Allah yang Esa itu terdiri atas 3 pribadi yang berbeda, timbul pertanyaan: Siapa di antara 3 oknum itu yang maha kuasa, Bapa, Anak, atau Roh Kudus? Kalau Bapa yang maha kuasa, mengapa hanya karena dosa manusia mesti berubah menjadi Anak yang kekuasaannya berada di bawah Bapa? Kalau Anak yang maha kuasa, mengapa bisa seperti itu? Kalau 3 oknum itu punya kekuasaan yang sama, mengapa mesti dipilah-pilah menjadi 3 oknum?
# Staff Isa dan Islam 2012-08-10 16:37
~
Saudara Ahmad,

Allah Esa beroknum tiga, kami tidak mengatakan ini mudah dimengerti. Tetapi kami merasa ini cukup logis. Dalam kursus http://www.isadanislamstudi.com/ dijelaskan panjang lebar mengapa konsep Allah Tri-tunggal sungguh masuk akal.

Yang menjadi permasalah di sini ialah Isa Al-Masih disebut dalam Al-Quran sebagai “Kalimat Allah.” Pertanyaannya ialah mana yang lebih dulu, Allah atau Kalimat-Nya? Kalau kita mengatakan Allah lebih dulu sebelum Kalimat Allah berarti ada masa pada waktu Allah bisu, tak dapat berbicara.

Allah maha kuasa namun juga maha adil, sehingga setiap dosa harus dihukum. Maka melalui pengorbanan Isa Al-Masih keadilan Allah dinyataknan dengan menghukum dosa.

Ketiga-Nya memiliki kuasa yang sama. Ini adalah relasi internal dan tidak mengurangi atau membatalkan keillahian dari setiap Pribadi dalam Tritunggal. Ini mungkin adalah bagian dari Allah yang tidak terbatas yang tidak dapat dimengerti oleh pikiran kita yang terbatas.

Untuk itu marilah kita memikirkan “Keselamatan”, yang dapat menolong kita. Silakan baca dan renungkan Jalan Keselamatan di url ini: http://tinyurl.com/6ntpehg
~
DA
# Slash Abdullah 2012-08-15 11:01
*
Jika keyakinanku adalah seperti 1+1=2 (benar) maka saya tidak butuh pengakuan siapapun. Tidak butuh debat, dan tidak membuat situs seperti ini (karena sudah jelas benar) meskipun saya sendiri yang meyakini itu dan orang sedunia tidak.

Jika keyakinanku dan orang sedunia sperti 1+1=4 (meyakini benar) maka saya akan mencari-cari sampai ketemu orang yang meyakini 1+1=2 dan akan mendebatnya dan membuat situs seperti ini, hingga saya dapat pengakuan dari dia bahwa 1+1=4 (karena ada satu titik kecil di hati saya yang meragukan bahwa 1+1=4).
# Staff Isa dan Islam 2012-08-15 16:19
~
Saudara Slash Abdullah,

Maaf, kami kurang mengerti dengan komentar saudara di atas. Kiranya saudara bersedia untuk menjelaskannya dengan bahasa yang sederhana. Sehingga kami dapat menanggapinya dan orang lain yang membaca juga mengerti maksud saudara.

Terimakasih!
~
SO
# iza mulia 2012-08-22 00:10
*
Anda selalu memakai Kitab Injil sebagai acuan membenarkan Isa adalah Tuhan. Sedangkan di dunia ini tidak ada bukti sejarah bahwa Isa menulis Alkitab dimasa hidup-Nya. Tidak ada Alkitab pada masa Isa sebelum disalib.

Orang Nasrani yahudi bisa menemukan fosil mumi benda bersejarah dengan umur ribuan hingga jutaan tahun, tapi mengapa Injil tidak ada.
# Staff Isa dan Islam 2012-08-22 15:54
~
Saudara Iza Mulia,

Tentu kami akan menggunakan Alkitab atau Injil sebagai acuan kami. Karena Alkitab atau Injil adalah ajaran Isa Al-Masih.

Saudara benar, Isa Al-Masih bukanlah penulis Injil. Saya rasa demikian juga halnya Al-Quran. Al-Quran bukan ditulis oleh Muhammad. Bukankah dalam hal ini Injil dan Al-Quran sama saja?

Karena topik pertanyaan saudara di atas bicara tentang Injil, maka kami sarankan saudara membaca artikel tentang Injil di link ini: http://tinyurl.com/7byrbwh. Saudara juga dapat memberi tanggapan atau pertanyaan pada topik tersebut.
~
SO
# Live 4 Jesus 2012-10-25 07:20
*
Mungkinkah Allah yang disembah Islam adalah Allah yang sesungguhnya?

Allah dalam Al-Quran menerangkan bahwa, yang disembah Islam tidak sama dengan yang disembah Israel Tuhannya Abraham, Ishak, Yakub, atau yang bertemu dengan Musa), sebab ayat ini jelas sekali menyatakan perbedaan yang disembah.

QS 109 Katakanlah: "Hai orang-orang yang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. 4 Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku".

Tapi Al-Quran mengatakan bahwa pengikut Isa ditinggikan di atas orang-orang kafir. "... dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu (Isa) di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat..." (Qs 3:55)

Lalu siapa yang sebenarnya yang kafir?
# Lambert 2012-11-07 07:02
*
Salam,

Pada mulanya kita lahir tanpa mengetahui apa-apa, terlebih lagi tentang agama. Lalu orang tu akita memperkenalkan agama yang dianuatnya kepada kita. Lalu kita menjadi remaja dan bertambahlah pula wawasan tentang keimanan kita.

Pertanyaan saya:
1. Najiskah saudara masuk dan duduk berdiskusi bersama umat Kristiani, baik ke tempat ibadah/lingkung annya? (Jangan takut itu akan merubah keimanan saudara, sebab 4 tahun saya membantu remaja Masjid dan Masjinya, namun tidak merubah keimana saya, malah menambah tentang kepedulian saya kepada umat Muslim.

2. Apa itu dosa menurut kalian umat Muslim, dan dapatkah manusia membuat ketentuan akan dosa/kenajisan? Karena di dalam Kristen hanya satu kenajisan, yaitu yang keluar dari mulut/kata-kata yang merugikan sesamamu.

3. Mengapa pada momen-moment hari khusus, pahala manusia dapat menjadi 80 thn, 1000 bulan dan lainnya. Apabila dia membunuh, mencuri, berzinah, dll. Sedangkan dia mati di umur 30 tahun, apakah dosanya diampuni?

Salamkasih.
# Ahmad Subli 2012-11-18 09:31
*
Sungguh berdosa orang Muslim yang tidak menyakini Isa. Dalam Islam Nabi Isa adalah salah satu utusan Allah, dan salah satu Nabi yang percayai dan tentunya diberikan karunia yang lebih dari manusia lainnya.

Namun sungguh sesat orang yang mengatakan Nabi Isa adalah Allah karena Nabi Isa adalah utusan dan Dia bukan Allah.
# Staff Isa dan Islam 2012-11-19 17:00
~
Menerima dan mengakui Isa Al-Masih sebagai Tuhan yang menjelma menjadi manusia tidaklah mudah. Secara logika, jelas sangat mustahil. Tetapi bagi Allah yang Maha Besar, tidak ada yang mustahil. Menjadi manusia dan tinggal diantara manusia, adalah hal mudah bagi-Nya.

Sayangnya tidak sedikit manusia yang tidak pernah berpikir, apa yang menjadi tujuan Allah menjelma menjadi manusia. Mereka tidak pernah melihat Kasih Allah yang begitu besar bagi mereka lewat penjelmaan-Nya.

Alasan satu-satunya Allah menjelma menjadi manusia dan dikenal dengan nama Isa Al-Masih adalah, Allah sangat mengasihi manusia. Dia tidak ingin manusia binasa karena dosa yang mereka lakukan. Terkadang manusia begitu sombong, mengira dapat mengusahakan sendiri keselamatan sorgawinya, dimana semua itu hanyalah omong kosong belaka. Tidak ada mansuia yang dapat mengusahakan sendiri keselamatan sorgawinya, termasuk mereka yang patuh melakukan aturan-aturan agamanya.

Firman Allah berkata, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Injil, Surat Efesus 2:8-9)

Masihkah saudara mengeraskan hati dan menolak kasih yang Allah berikan?
~
SO
# someone 2012-11-19 13:37
*
Dear all,

Dialog itu memang merupakan musyawarah, sangat baik untuk dilakukan. Setiap agama mempunyai pengetahuan dan keyakinan masih-masing. Jikalau membandingkan ataupun berdebat tidak kunjung habis. Seorang Kristiani akan teguh menyatakan kebenaran yang ia ketahui. Dan seorang Muslim akan tetap teguh pada kebenaran yang mereka yakini pula. Suatu keyakinan tidak dapat digambarkan dengan kata-kata ataupun logika. Kita merasakan suatu sensasi yang berbeda. Tuhan memang maha mengetahui dan berkehendak.

Untuk staf, sangatlah tidak berperasaan jika tujuan untuk membandingkan, dan pada setiap tulisan memojokkan Islam. Saran saya alangkah lebih baik untuk hanya menulis statement tanpa harus membela salah satu pihak. Dengan demikian judul Isa dan Islam layak dijadikan judul. Namun jika seperti ini lebih sesuai Isa pandangan Kristiani. Maaf jika kata-kata saya menyinggung.
# Staff Isa dan Islam 2012-11-19 17:01
~
Saudara Someone, terimakasih atas saran saudara.

Pada kalimat pertama saudara menulis "Dialog itu memang merupakan musyawarah" Kami setuju akan hal itu, sebab memang itulah tujuan dari situs ini. Berdialog, bagaimana pandangan Al-Quran dan Injil tentang Pribadi Isa Al-Masih.

Apakah saudara merasa terpojok dengan setiap penjelasan dari kami mengenai ajaran Islam? Bila memang demikian adanya, berarti ada sesuatu yang perlu diperbaiki dari kepercayaan saudara. Sebab, setiap artikel dan penjelasan yang kami sampaikan, adalah hal-hal yang kami baca dan pelajari. Bukan semata-mata prediksi atau tafsiran kami.

Kami juga minta maaf bila ada artikel-artikel atau jawaban-jawaban dari kami yang kurang berkenan di hati saudara.
~
SO
# someone 2012-11-20 14:57
*
Dear Admin,

Apakah admin tidak mempunyai perasaan untuk mengatakah hal demikian? Di sini saya layaknya saudara admin yang mengasihi kalian dengan agama saya. Tidak ada perasaan terpojok ataupun yang lain, saya percaya kekuasaan Tuhan tidak dapat dibandingkan ataupun diungkapkan begitu saja karena saya bukanlah Tuhan yang mengerti segala kelebihannya.

Dan anda tidak dapat menemukan jawaban apapun jikalau hanya membaca dan mempelajari tapi tidak menjiwai, meyakininya. Hal mendasar yang perlu admin ketahui adalah, sebarkanlah agama yg admin yakini tapi hargailah agama orang lain.

Mohon Admin mengkoreksi setiap kata yang telah dilontarkan, begitu banyak yang tersingung sehingga mereka mengungkapkaan emosinya. jikalau saya membuat blog sama seperti ini hanya saja berisi hal yang menyalahkan agama anda, hal serupa (tersinggung) akan terjadi. Tidakkah itu manusiawi. Terimakasih atas jawabannya. Mohon maaf jika kata-kata saya ada yang menyinggung admin.
# Staff Isa dan Islam 2012-11-26 15:09
~
Dear Someone,

Maaf, kami kurang mengerti dengan komentar saudara di atas. Adakah kalimat atau pernyataan kami yang menyinggung hingga saudara berkata demikian? Bila ada perkataan kami yang kurang berkenan, mohon dimaafkan. Dan juga kiranya saudara dapat memberitahu pernyataan manakah yang kami sampaikan yang telah menyinggung perasaan saudara.

Saudara Someone, bicara tentang agama terkadang memang membuat emosi kita memuncak. Tetapi, bagi seseorang yang benar-benar ingin mempelajari kebenaran agamanya, diskusi tentang agama jelas adalah hal baik. Jika orang lain menemukan sesuatu yang salah dalam agama kita, mengapa kita harus marah? Bukankah seharusnya yang salah harus diperbaiki agar menjadi baik?

Dan lagi, bila saudara benar-benar yakin Islam adalah agama dari Allah, mengapa saudara harus membelanya? Bukankah sudah semestinya apa yang diberikan Allah adalah selalu baik? Bila kita memandang pemberitan Allah adalah baik, tidak seharusnya kita tersinggung pada pendapat orang lain. Bukankah demikian?
~
SO
# Fariza 2012-12-02 22:07
*
Membandingkan Tuhan di Al-Quran dan di Alkitab?

Menurut saya, Tuhan (Allah) di Al-Quran itu Allah yang jahat, suka menyuruh orang membunuh yang tidak seagama, dan merendahkan perempuan. Sedangkan di Alkitab, Tuhan itu penyayang, setia, menepati janji-Nya, dan memuliakan perempuan. Perempuan bukan sebagai budak seperti di Islam.

Satu saran saja dari saya, mungkin staf bisa membandingkan mengenai posisi wanita di Al-Quran dan Hadist sama Alkitab
# Staff Isa dan Islam 2012-12-04 16:15
~
Saudara Fariza,

Terimakasih atas saran saudara. Kami sudah mempunyai artikel seperti yang saudara sarankan. Saudara dapat membacanya di situs kami khusus tentang wanita. Yaitu: www.isaislamdankaumwanita.com.

Silakan saudara berkunjung ke sana dan dapat melihat artikel-artikel kami yang menyoroti tentang wanita dari sudut pandang Muhammad dan Isa Al-Masih.
~
SO
# AKSEL 2012-12-03 18:17
*
Tuhan menciptakan yang baik dan yang buruk. Tapi Tuhan lebih membela yang baik. Tidak ada cara yang khusus untuk menuju Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2012-12-13 12:38
~
Maaf, kami tidak setuju dengan pernyataan saudara Aksel, yang mengatakan Tuhan menciptakan yang baik dan yang buruk. Menurut kami, Tuhan tidak pernah menciptakan yang buruk, Dia selalu menciptakan yang baik. Hanya manusia saja yang membuat yang baik itu menjadi buruk. Perhatikanlah ayat ini: “Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik” (Taurat, Kitab Kejadian 1:31).

Awalnya manusia juga diciptakan Allah sempurna. “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka” (Taurat, Kitab Kejadian 1:27).

Tapi karena manusia tidak taat pada perintah Allah, maka manusia jatuh dalam dosa dan sejak saat itu manusia hidup dalam keburukan/dosa.

Jadi, dengan kata lain, keburukan adalah pilihan yang diciptakan oleh manusia sendiri akibat keserakahan mereka sendiri.

Bila memang tidak ada cara yang khusus menuju Tuhan, lalu menurut saudara Aksel, bagaimana cara saudara untuk dapat menuju Tuhan?
~
SO
# Kristianto 2012-12-16 05:20
*
Menurut umat Muslim Tuhan itu esa, tidak tampak, tidak bisa diraba dan tidak dapat dibayangkan bagai mana wujud-Nya. Tetapi Tuhan maha tahu, Tuhan mengetahui apa yang dilakukan oleh umat ciptaa-Nya.

Menurut umat Nasrani, Tuhan nyata, tampak, dan bisa dilihat, hal itu dapat dibuktikan dari patung-patung dan gambar yang menunjukkan bahwa Isa itu bisa dilihat wujud aslinya.

Pertanyaannya: Mengapa konsep Tuhan berbeda antara kedua umat di atas? Padahal sesungguhnya Allah itu satu, tidak beranak dan tidak diperanakkan, maha kekal sampai akhir zaman.
# Staff Isa dan Islam 2013-01-13 16:09
~
Saudara Kristianto,

Tuhan yang diimani oleh umat Kristen bukanlah Tuhan yang terbuat dari patung-patung atau gambar-gambar. Kitab Suci Injil menuliskan, “Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran" (Injil, Rasul Besar Yohanes 4:24).

Sejak manusia berada di dunia, banyak cara yang dilakukan Allah untuk menyampaikan maksud hati Allah kepada manusia. Dengan mengirim nabi-nabi Allah ataupun melalui mujizat-mujizat yang dilakukan Allah. Tetapi mata hati manusia telah terlanjur ditutupi oleh dosa, sehingga mereka tidak bisa melihat kasih Allah.

Tidak ada jalan lain, Allah sendiri harus datang ke dunia agar Dia dapat menyampaikan langsung kepada manusia bagaimana Dia sangat mengasihi manusia dan tidak menginginkan mereka binasa karena dosa. Dan Allah yang datang ke dunia dalam wujud manusia itu dikenal dengan nama Isa Al-Masih.

Itulah konsep Tuhan yang diimani oleh umat Kristen. Allah yang sangat mengasihi manusia sehingga Dia mau meninggalkan Tahta-Nya, turun ke dunia memberi jaminan keselamatan kepada siapa saja yang mau menerimanya.

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).
~
SO
# diani 2013-02-01 01:42
*
Saya tidak percaya dengan konsep Trinitas. Saya lebih percaya Isa adalah nabi.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-05 14:40
~
Saudara Diani,

Tentu kami sangat menghargai keputusan saudara. Dan kami tidak akan memaksakan saudara untuk mempercayai konsep Trinitas ataupun mempercayai Isa sebagai Tuhan.

Tetapi, tidak ada salahnya saudara melihat dan membaca ayat-ayat Kitab Suci yang menjelaskan tentang Konsep Trinitas itu sendiri dan penjelasan Kitab Suci tentang siapakah sebenarnya Isa Al-Masih.

Tuduhan umat Muslim yang mengatakan orang Kristen menyembah tiga Allah adalah sebuah kesalahan. Umat Kristen menyembah Allah yang Esa! Kata “Tritunggal” mengacu kepada kepercayaan bahwa Allah berwujud sebagai kesatuan dari tiga pribadi yang berbeda: Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Dimana ketiganya memiliki sifat yang hanya Allah saja miliki.

Mengenai Pribadi Isa Al-Masih, dalam Injil dicatat bagaimana Dia memproklamirkan diri-Nya sebagai satu-satunya jalan kebenaran. “Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Sebagai bukti dari ucapan Isa ini, dapat dibaca dalam Injil bagaimana Dia memberi jaminan sorga bagi seseorang yang mempercayai-Nya . “Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus" (Injil, Rasul Lukas 23:43).

Dan klaim demikian tidak pernah diberikan oleh nabi-nabi lain. Inilah salah satu kelebihan Isa dibanding nabi lain, sehingga Dia layak disebut bukan hanya sebagai nabi. Lebih dari itu, Dia adalah Kalimatullah yang datang ke dunia dalam rupa manusia.
~
SO
# alca 2013-02-02 17:18
*
Saya rasa di dalam Kitab Injil tidak ada yang menyatakan pasti bahwa Yesus pernah berkata bahwa Akulah Tuhan dan sembahlah aku. Tapi kalau menurut saudara ada tolong diberitahukan di bagian mana. Terimakasih!
# Staff Isa dan Islam 2013-02-05 14:41
~
Saudara Alca,

Memang Yesus tidak pernah mengatakan secara langsung “Akulah Tuhan, maka sembahlah Aku.” Tapi, bukan berarti Alkitab tidak mencatat bahwa Yesus menyatakan diri-Nya sebagai Tuhan. Yesus ingin orang mengenal keilahian-Nya, ewat klaim yang Dia sampaikan, juga perbuatan-Nya.

Perhatikan ayat ini, “Kata Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati” (Injil, Rasul Besar Yohanes 11:25). Siapakah yang dapat memberi kehidupan selain Allah itu sendiri? Dalam hal ini, Yesus ingin orang-orang tahu bahwa Dia adalah Sumber Kehidupan.

Lihat juga mujizat yang dilakukan oleh Yesus. “Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!" (Injil, Rasul Markus 2:5). Bukankah hak mengampuni dosa seseorang adalah hak Allah saja?

“Orang banyak yang bersama-sama dengan Dia ketika Ia memanggil Lazarus keluar dari kubur dan membangkitkanny a dari antara orang mati, memberi kesaksian tentang Dia” (Injil, Rasul Besar Yohanes 12:17) Karena Yesus adalah Sumber Kehidupan, maka Dia kuasa menghidupkan orang yang sudah meninggal.

Inilah beberapa bukti keilahian Yesus dalam Kitab Suci Injil.
~
SO
# dedi 2013-02-09 11:26
*
Nabi Isa pun berkata: "Tuhan Allah kita" Maknanya adalah Tuhanmu dan Tuhanku. Nabi Isa pun ber-Tuhan.

Nabi Isa bukan Tuhan. Jika memang Dia Tuhan, tentu Dia akan berkata, "Dengarlah hai orang Israel, Tuhan Allah ialah aku, Tuhan itu 3 tapi 1" Tapi Nabi Isa tidak pernah mengatakan demikian.

Ucapan Nabi Isa ini sama dengan ucapan nabi Musa: "Dengarlah, hai orang Israil: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa" (Ulangan 6:4).
# Staff Isa dan Islam 2013-02-13 16:03
~
Saudara Dedi,

Isa Al-Masih tidak pernah mengatakan secara langsung bahwa Dia adalah Tuhan. Isa mengharapkan orang-orang mengenali sifat keilahian-Nya dari perkataan-Nya (yang hanya dapat dikatakan oleh Tuhan sendiri) dan dari perbuatan-perbu atan-Nya. Isa Al-Masih memberi bukti yang cukup untuk menyatakan otoritas-Nya sebagai Tuhan. 

Isa Al-Masih dengan gamblang menetapkan ketetapan abadi bahwa hanya dirinya jalan kepada Allah, lihat “Kata Isa Al-Masih kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa [Allah], kalau tidak melalui Aku [Isa Al-Masih]” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Siapa sebenarnya Isa Al-Masih, dan jika Isa Al-Masih Tuhan apakah itu berarti Allah tidak Esa?

Alkitab menjelaskan bahwa Allah itu Esa, "Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus [Isa Al-Masih]” (Injil, Surat 1Timotius 2:5).

Dengan kata lain bahwa Allah dan Isa Al-Masih satu adanya, seperti perkataan Isa Al-Masih, “Aku (Isa Al-Masih) dan Bapa (Allah) adalah satu” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30).
~
NN
# Devan 2013-02-11 01:21
*
Aku percaya dan mengimani bahwa Nabi Isa (Yesus) adalah utusan Allah dan bukan Tuhan yang patut disembah. Karena yang patut disembah adalah Allah SWT, bukan Yesus Kristus ataupun Roh Kudus.

Nabi Isa adalah juruselamat, yaitu mengajak umatnya untuk menyembah Allah, bukan dirinya.Dalam Islam (yang paling benar), Nabi Isa (Yesus) dibangkitkan kembali oleh Allah untuk memberikan saksi kepada kaum yang menyembahNya agar kembali ke jalan yang benar, yaitu menyembah Allah, bukan diriNya, karena Ia hanyalah manusia biasa, yang tak luput dari dosa, yang sangat kemanusiawian.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-14 22:25
~
Saudara Devan,

Saudara benar bahwa hanya Allah yang layak disembah. Tetapi jika Isa Al-Masih hanyalah manusia biasa seperti nabi yang lain, dapatkah saudara menyebutkan dosa apa yang pernah dibuat Isa Al-Masih?

Lihat Hadist Shahih Bukhari jilid 3 halaman 208 ayat 1493 "semua anak Adam yang lahir sudah disentuh setan, kecuali Isa putera Maryam". Adakah yang suci selain Allah.

Dalam Injil tertulis: "Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Isa Al-Masih, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelem ahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa" (Injil, Surat Ibrani 4:14-15) . Isa Al-Masih tidak berdosa.
 
Ada tertulis:"Maka ketahuliah ya (Muhammad), bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan, melainkan Allah dan mohonlah ampunan (kepada-Nya) bagi dosamu dan bagi dosa-dosa orang Mu'min" (Qs 47:19). Jika kita perhatikan ayat ini berarti semua manusia, entah dia nabi atau rasul ternyata sudah ada dibawah kuasa dosa, kecuali Isa Al-Masih.
~
NN
# teo 2013-02-13 10:43
*
Mohon pencerahan tentang: Hanya dengan menjadi manusia Allah dapat mati untuk dosa kita dan melunasi hutang dosa kita (Roma 5:8; 2 Korintus 5:21).
# Staff Isa dan Islam 2013-02-18 08:39
~
Saudara Teo,

Untuk mengerti bagaimana Allah dapat mati, kita harus mengerti Pribadi Isa Al-Masih (Yesus Kristus). Jika Isa hanya manusia biasa seperti yang dipercaya umat Muslim, maka Isa Al-Masih dapat mati sedangkan Allah tidak mati.

Menurut Injil, Isa Al-Masih adalah Allah-manusia. Isa Al-Masih adalah Allah yang dibungkus oleh daging. Injil mengatakan, “…Firman (Isa) itu bersama-sama dengan Allah dan Firman (Isa) itu adalah Allah...” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1). Berarti, Isa Al-Masih adalah Firman Allah yang kekal atau Isa Al-Masih adalah Allah itu sendiri.

Dengan cara yang sama, Isa Al-Masih adalah Allah yang kekal. Dia memakai bentuk fisik tubuh manusia. Tubuh manusia, seperti kita ketahui, dapat mati. Namun ini tidak berarti Allah yang kekal, akan musnah pada saat penyaliban terjadi.

Setelah kematian tubuh-Nya yang fana, Isa Al-Masih bangkit kembali. Di dalam tubuh-Nya yang kekal, Dia naik ke surga kembali pada Allah Bapa. Isa berkata setelah bangkit dari kematian-Nya, “…Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.” (Injil, Rasul Besar Yohanes 20:17)
~
SL
# Proud to be Muslimah 2013-04-01 18:57
*
Berarti kalau begitu, semua umat manusia bebas melakukan dosa, karena dosa mereka telah ditebus dengan disalibnya Anak Allah?

Dan apakah masuk akal jika Allah yang Maha Kuasa membiarkan Anak-Nya disalib oleh manusia-manusia yang kekuatannya tidak sebanding dengan kekuatan Allah? Seolah-olah kekuatan Allah tidak ada apa-apanya dibanding manusia?

Jangan pernah melontarkan alasan bahwa Allah bisa melakukan apapun sesuai kehendak-Nya. Allah tidak mungkin merencanakan sesuatu yang tidak bisa diterima oleh nalar hamba-Nya.

Sesungguhnya Nabi Isa yang kalian anggap anak Allah yang telah disalib itu adalah Yudas yang disamakan rupanya dengan Nabi Isa.

Oh ya, saya tersentuh dengan potongan ayat Al-Quran yang maknanya : "Tidak ada di dalam hati dua cinta, sebagaimana tidak ada dalam wujud ini dua Tuhan"
# Staff Isa dan Islam 2013-04-04 07:17
~
Saudara Proud,

Bagaimana saudara menjelaskan ayat dalam Qs 3:55 “(Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai `Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya".

Jelas kitab suci saudara menjelaskan Isa Al-Masih meninggal.

Jika Allah maha kuasa dan suci maka mengapa harus berdusta dengan cara menyamarkan Isa Al-Masih. Hal ini tentunya bertentangan dengan sifat Allah yang suci. Dan apakah Allah itu tidak berkuasa membinasakan musuh-musuh Isa Al-Masih kala itu tanpa harus mengorbankan nyawa orang lain dengan cara menyamarkan serupa dengan Isa Al-Masih.
~
NN
# Akal sehat 2013-04-12 20:31
*
Kalau (Kristen) percaya bahwa TUHAN menjelma menjadi Anak Manusia yang kelak menjadi sesembahan umat Kristen, mengapa harus menggunakan tubuh Maria sebagai medianya? Bukankah akan lebih spektakuler dan gempita jika tiba-tiba turun dari langit dan mendadak dewasa di tengah kerumunan masyarakat?

Jika itu terjadi (dan pasti mustahil terjadi) maka itulah yang lebih layak di sebut 'Tuhan".

Yesus jelas bukan TUHAN melainkan beliau sebagai utusan-NYA untuk menyampaikan kabar gembira tentang surga jika kehidupan di isi dengan kebajikan dan beliau mencoba untuk menegakkan hukum Taurat. Tidak mengubahnya walau senoktahpun kecuali menggenapinya. Artinya, beliau dan Musa berasal dari TUHAN yang sama, yakni yang mengutus mereka sebagai penyelamat (Rasul) manusia yang beriman.

Kesimpulannya berhentilah untuk menyembah Yesus sebagai Tuhan, namun tempatkan beliau sebagai Rasul yang dimuliakan-NYA dan memuliakan-NYA.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-16 18:55
~
Saudara Akal Sehat,

Bisakah saudara memahami hal ini:

Allah menjadikan dunia ini selama enam masa. Mengapa Allah tidak langsung saja menjadikan sekaligus, bukankah Dia maha kuasa. Allah mengutus Firman-Nya dan para nabi-Nya, bahkan para nabi-Nya mati teraniaya dan ditolak mentah-mentah oleh umat. Kenapa tidak Allah sendiri saja yang menampakan diri dengan gemuruh dan petir yang sambar menyambar kan lebih efektif untuk mempertobatkan manusia.

Demikian juga proses Allah menjadi manusia melalui rahim perawan, demi ungkapan rahmat-Nya yang ajaib bagi manusia, kita tidak dapat memahami sepenuhnya.

Artikel ini mengenai konsep Allah dalam Islam dan Kristen. Ada perbedaan besar antara Kristen dan Islam. Konsep Allah dalam Kristen adalah Allah adalah juruselamat. Allah Kristen menyertai umat-Nya bagai Bapa dengan anak. Dan sebagai Bapa, tentu Ia menyelamatkan umat-Nya. Sedangkan Allah dalam Islam, Ia membiarkan setiap umatnya menjalani hidup ini seorang diri tanpa kepastian.
~
NN
# Brokolilanang Bima k 2013-05-19 12:53
*
Tidak ada yang tahu siapa yang benar kecuali dia mendapat ilham langsung dari ilahi robbi. Tuhan memang tak tergapai oleh pandangan, namun bisa dirasa lewat sholat, dzikir serta doa..Adapun Allah lebih dari yang kita pikirkan.

Jangan bilang 99 saja namun lebih dari yang kita bayangkan. Dia tidak beranak, tidak pula diperanakkan. Dia ada satu zat tidak lebih dari satu. Demikian dari saya. Wassalam.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-22 19:13
~
Saudara Brokolilanang,

Jika Allah lebih dari yang saudara bayangkan, berarti saudara membayangkan Allah atau saudara tidak dapat membayangkan Allah sama sekali. Bukankah itu berarti sama dengan saudara tidak mengetahui dan tidak mengenal Allah?

Ada pepatah, tidak kenal maka tidak sayang. Itu sebabnya Allah di dalam Alkitab memperkenalkan diri-Nya kepada manusia supaya manusia mengenal Allah dan akhirnya mengasihi atau sayang terhadap perintah-perint ah Allah.

Setelah sekian lama saudara sebagai Muslim, apakah saudara mengenal Allah?
~
NN
# Husein 2013-05-21 11:01
*
Jikalau Isa Anak Tuhan berarti Tuhan telah berhubungan intim dengan Maria?

Sungguh hina Tuhan jikalau melakukan hal yang demikian.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-24 11:26
~
Saudara Husein,

Terkutuklah manusia yang mengira Allah bersetubuh dengan Maria. Alkitab dan Al-Quran tidak pernah menyatakan hal seperti itu. Apakah saudara percaya bahwa Allah bersetubuh dengan Maria?

Allah telah berjanji kepada Adam dan Hawa mengenai datangnya seorang “keturunan perempuan/bin perempuan” yang akan meremukan kepala setan/Dajjal dan menghapuskan aib najis dosa manusia.

Dialah Isa Al-Masih yang disebut keturunan perempuan, Anak Allah, Al-Masih, Mesias, Kristus, Juruselamat, Raja damai, Tabib yang ajaib, Allah yang perkasa, (Kitab Nabi Yesaya 9:5), Kalimattulloh, Rohulloh, dan Yang terkemuka di dunia dan akhirat. Masih ada banyak gelar atau sebutan yang dicatat dalam Firman Allah untuk Isa Al-Masih, salah satunya gelar “Anak Allah”.

Kembali ke topik utama, bagaimana tanggapan saudara mengenai konsep Tuhan yang menyelamatkan dalam Kristen?
~
NN
# DJajang 2013-05-22 12:21
*
"Sedangkan Allah dalam Islam, Ia membiarkan setiap umatnya menjalani hidup ini seorang diri tanpa kepastian"

Kesimpulan yang apatis. Allah telah memberikan tuntunan yang pasti bagi umat yang berpedoman pada Al-Quran dan Al Hadist. Surga dan neraka adalah konsekuensi pasti dari Allah untuk umat-umat-Nya atas apa yang mereka perbuat.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-27 12:12
~
Saudara Djajang,

Bagaimana pengalaman keislaman saudara, apakah saudara merasakan hubungan yang dekat dengan Allah?

Allah memang telah memberikan tuntunan bagi umat-Nya melalui Kitab-Nya. Tetapi apakah dalam agama saudara Allah memberikan jaminan kepastian untuk manusia beroleh keselamatan? Jika mencapai keselamatan ke surga diukur dengan perbuatan, apakah semua manusia tahu bahwa amal perbuatanya sudah cukup untuk membawanya ke surga?

Disini kita dapat lihat bahwa dalam agama saudara tidak ada kepastian keselamatan,bah kan nabi saudara pun, yaitu Muhammad tidak tahu pasti tentang nasibnya dan hingga sekarang ia masih didoakan oleh para pengikutnya.

Muhammad berkata, "Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan" (Qs 46:9).

Apakah saudara sendiri pun sudah tahu pasti mengenai keselamatan saudara?
~
NN
# Salman 2013-06-01 14:53
*
Saya telah membaca semua penjelasan anda, saya mengambil kesimpulan bahwa Tuhan Yesus kalian turun dengan nama Isa Al-Masih untuk menebus dosa umat seluruh dunia. Tidak peduli dengan dosa yang dilakukan dari masing masing kalian, dan hanya dengan mempercayainya sebagai Tuhan kalian akan menuju sorga-Nya.

Pantas seluruh dunia lebih memilih Kristen karena kebebasannya.

Sangat berbeda dengan Islam yang dimana setiap perbuatan akan diminta pertanggung-jaw abannya. Saya bersyukur dengan adanya penjelasan dari anda semakin menguatkan iman saya kepada Allah.

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-09 21:57
~
Saudara Salman,

Ini bukan tentang Kristen dan Islam tetapi ini tentang jalan Allah. Manakah jalan Allah yang sebenarnya. Tidak mungkin kedua-duanya benar dari Allah sebab keduanya berbeda.

Saudara benar bahwa dalam Nasrani, justru Allah yang berkorban karena kasih-Nya bagi umat manusia supaya manusia menjadi umat-Nya, mentaati perintah-Nya dan terlepas dari hukuman neraka yang nyata.

Sedangkan Islam mengajarkan umatnya memperbanyak amal ibadah agar timbangan dosa lebih ringan. Tetapi faktanya tidak satupun umat Islam yang yakin dapat menjalani perintah ini. Dan kenyataan bahwa amal ibadah Muslim tidak pula menjamin mereka dilalukan dari siksa neraka. Ada ketidakpastian yang membingungkan di sini.

Bersumber dari Abu Huraira, Muhammad berkata “Mendekatlah dan berusahalah benar! Ketahuilah bahwa setiaporang diantara kalian tidak bakal selamat karena amalnya. Para sahabat bertanya “Ya Rasullah, tidak juga engkau? Rasullulah berkata: “Tidak juga aku, kecuali Allah melimpahiku dengan rahmat dan karunia-Nya” (Hadis Sohih Muslim KH. Adib Basri Mustafa Hal. 819 No 76).
~
NN
# Staff Isa dan Islam 2013-06-06 21:23
~
Saudara Tanah Karo Simalem,

Maaf sebelumnya karena komentar saudara kami hapus. Saran kami, silakan saudara memberi pertanyaan yang singkat dan jelas, agar kami atau teman lain dapat dengan mudah untuk menjelaskan atau menjawabnya.

Jika saudara ingin memberi pertanyaan yang di luar konteks artikel, silakan langsung mengirimkannya lewat email ke staf kami di: .
~
SO
# komentar 2013-06-08 01:20
*
Ya, memang yang namanya Tuhan sulit dipahami, apalagi semuanya tinggal mau percaya Al-Quran apa Alkitab. Pastinya masing-masing punya pemahaman sendiri. Tentu pemahaman yang berbeda adalah hal yang masuk akal. Jadi untuk apa susah-susah. Yang penting tidak usah memaksakan pemahaman.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-23 18:22
~
Kami setuju dengan pernyataan saudara di atas. Karena Allah Maha Besar, maka siapakah manusia sehingga dia dapat memahami Allah dengan sempurna? Jelas tidak satu pun manusia yang dapat memahami kebesaran dan kuasa Allah.

Firman Allah berkata, “Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu” (Kitab Nabi Yesaya 55:9).
~
SO
# rohman 2013-08-14 18:31
*
Yesus bukan Tuhan. Yesus adalah salah satu dari 5 nabi yang berkedudukan tinggi di sisi Allah. Kami sangat menghormati Nabi Isa putra Maryam itu, bahkan sampai ditulis di kitab suci agama kami.

Yesus hanya sebagai penyampai kabar gembira bahwa ada jalan keselamatan dari Allah. Sama seperti utusan-utusan lainnya yang pernah mengabarkan hal serupa.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-15 16:27
~
Saudara Rohma,

Terimakasih untuk komentar saudara di atas. Ketika Yesus di dunia, Dia memang 'tampak' seperti bukan Tuhan. Karena Dia memiliki ciri-ciri umumnya manusia. Benarkah Yesus bukan Tuhan?

Kami setuju dengan pernyataan saudara, bahwa Yesus datang ke dunia untuk menyampaikan kabar gembira tentang jalan keselamatan.

Perhatikan ayat ini, “Ia [Maryam] akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka" (Injil, Rasul Besar Matius 1:21).

Wahyu Allah dalam kitab suci Injil menyatakan bahwa Yesus akan menyelamatkan umat manusia dari dosa. Dengan kata lain, Yesus adalah satu-satunya “Jalan Keselamatan” yang dapat membawa setiap manusia kepada Allah.

Inilah pengakuan Yesus akan hal itu, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Menurut saudara, adakah manusia yang layak menjamin keselamatan manusia lainnya?
~
SO
# prio 2013-09-06 21:00
*
Maaf tidak ada esensi dari tulisan itu, begini saja. Ketika anda mengenal perasaan cinta, maka itulah sifat Tuhan yang rahman yang ditiupkan ke dalam hati manusia. Cinta itu akan membawa anda mengenal Tuhan secara hakiki. Namun ketika anda mengenal cinta itu sebagai wujud, maka anda mengenal Tuhan sebatas penglihatan.Tuh an memiliki maksud dengan penciptaan langit dan bumi untuk diri-Nya yakni agar seluruh sifat-sifat-Nya dapat dikenali karenanya manusia diberi akal pikiran. Tidak semata-mata menciptakan manusia, penebus dosa, dan surga.
# Staff Isa dan Islam 2013-09-16 18:53
~
Saudara Prio,

Anda lupa bahwa manusia berdosa. Cinta yang ada dalam diri manusia sudah tidak murni karena dosa. Lihatlah, adakah manusia yang suci. Tidak ada. Dan karena ketidaksucianny a, dosa menjadii tirai pemisah antara Allah dengan manusia. Maka Allah menjadi manusia karena kasih-Nya yang besar kepada manusia. Dalam keadaanya sebagai manusia, Ia menebus dosa dan menyucikan manusia dari aib najis dosa. Supaya manusia kembali ke asal ketika ia diciptakan kudus.

Memang orang Islam menyebutnya Allah dalam konsep Kristen. Dan Islam punya konsep sendiri yang jauh berbeda. Jadi mana yang harus kita percayai. Pilihan anda sangat bergantung pada kepekaan akan suara Allah dan kehausan akan Allah yang benar.
~
NN
# jarwo 2013-09-12 23:20
*
Untuk Rohman,

Kalau anda benar meyakini bahwa Yesus/Isa adalah lima nabi tertinggi seperti yang anda ucapkan, kenapa anda menuruti ajaran Muhammad saja?

Faktanya anda sendiri tidak menuruti ajaran Yesus, berarti anda bisa dikatakan menyangkal Yesus yang notabene lima nabi yang tertinggi seperti yang anda ucapkan. Ironisnya, ajaran Muhammad sangat bertentangan dengan ajaran Yesus dan saudara admin sudah menjelaskannya di tema yang lain.
# Staff Isa dan Islam 2013-09-27 21:35
~
Saudara Jarwo,

Terimakasih atas penjelasan saudara. Umat Muslim mengakui bahwa Isa Al-Masih adalah salah satu nabi yang sangat dimuliakan. Tetapi Isa Al-Masih bukan hanya nabi seperti para nabi lainnya yang adalah manusia biasa. Isa Al-Masih disebut terkemuka di dunia dan akhirat ( Qs 3:45). Tidak ada nama selain Isa Al-Masih yang disebut terkemuka di dunia dan akhirat.

Isa Al-Masih satu-satunya yang suci (Qs 19:19).. Adakah nabi lain yang suci tidak berdosa selain Isa Al-Masih?
Isa Al-Masih satu-satunya Imam Mahdi (Hadis Ibnu Majah-Al Asya'ah 191). Adakah Imam Mahdi pada hari kiamat nanti selain Isa Al-Masih?

Isa Al-Masih adalah Roh Allah dan Kalimat Allah, lihat hadis Anas bin Malik 72. Adakah tokoh lain yang disebut Roh Allah dan Kalimat Allah selain Isa Al-Masih.

Dan hanya Isa Al-Masih yang berani berkata, "Akulah [Isa Al-Masih] jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa [Allah], kalau tidak melalui Aku" (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6). Jadi kedudukan Isa A-Masih jauh lebih tinggi dari nabi lainnya karena Ia adalah Allah.
~
NN
# anonim 2013-09-19 05:25
*
Dari konsep awalnya saja anda sudah salah tentang Islam. Anda harus belajar lagi tentang qada dan qadar. Sedangkan untuk nama Allah, yang 99 adalah wajib (sangat umum). Jika disebutkan satu persatu nama-nama Allah yang lain secara khusus maka jumlahnya tidak akan terhingga.

Selain itu anda juga harus pikirkan. Bahasa yang digunakan dalam injil sudah berubah-ubah. Ada yang dalam bahasa Indonesia, ada yang dalam bahasa Inggris dan lain sebagainya. Tentu saja maksud dan artinya juga bisa ikut berubah. Saat kita membaca satu kalimat saja, makna dari setiap orang yang membacanya bisa berbeda-beda. Jadi tolong dipikirkan lagi sebelum menulis.
# Staff Isa dan Islam 2013-09-27 21:37
~
Saudara Anonim,

Maaf menurut saudara manakah konsep kami yang salah mengenai Islam? Bisakah saudara menjelaskannya lebih lanjut?

Saudaraku Alkitab ditulis dalam bahasa Ibrani, Aram dan Yunani. Apakah kita hanya dapat memperoleh manfaat dari Alkitab jika kita berbahasa Ibrani, Yunani dan Aram?Tentu saja tidak. Karena itu Alkitab diterjemahkan dalam berbagai bahasa. Tujuan penerjemahan adalah untuk membuat pesan Allah dapat dipahami semua orang.

Jadi Alkitab dalam bahasa Jawa, Sunda, Aceh isinya tetap sama, tidak ada yang beda dan tidak ada yang berubah, hanya berbeda bahasa. Saudara dapat mengatakan satu hal dalam dua atau lima bahasa namun apakah yang dimaksud artinya jadi berbeda ? Tentu tidak bukan.

Jika saudara ingin membahas topik mengenai apakah ada yang berubah dalam Injil silakan saudara lihat di http://tinyurl.com/d5hzcj2
~
NN
# Staff Isa dan Islam 2013-09-30 22:02
~
Saudara Dicky Chandra,

Maaf terpaksa komentar saudara kami hapus, karena tidak sesuai dengan aturan yang sudah ditentukan.

Saran kami, bila saudara ingin memberi komentar, agar tidak melanggar aturan berikut ini:

(1) Tidak boleh memakai lebih dari satu kotak.
(2) Pertanyaan / masukan harus berhubungan erat dengan uraian.
(3) Sebaiknya satu atau paling dua pertanyaan / konsep dimasukan dalam satu comment.
(4) Masukan harus selalu sopan dan jangan agresif.
(5) Masukan tidak boleh memuat banyak bahasa lain, misalnya Bahasa Arab.
(6) Masukan harus dalam Bahasa Indonesia yang lazim dimengerti semua orang.
(7) Masukan tidak boleh memakai singkatan-singk atan, misalnya yg, dlm, sdh,dlsbgnya.
(8) Huruf besar tidak boleh dipakai untuk menekankan sesuatu.
(9) Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.

Demikian, kiranya saudara maklum adanya.
~
SO
# Adhin Busro 2013-10-07 23:14
*
Admin berbicara dengan santun dan lembut, namun pada hakikatnya lebih keras daripada batu, demikian juga rekan Muslim berkomentar sama. Semua memaksakan kebenaran yang menurutnya sudah hakiki dan sejati. Kekeras hati yang dibalut dengan kesantunan.

Sesantun apapun kita, sepandai apapun kita tetaplah manusia yang tidak bisa menjamin kebenaran kecuali hanyalah prasangkanya saja. Tidak ada yang menjamin admin dan komentator masuk surga kecuali sudah mati. Untuk itu marilah bersama-sama berharap semoga Tuhan Yang Kuasa bermurah hati menuntun kita dalam kebenaran sesuai Kehendak-Nya.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-08 16:11
~
Saudara Adhin Busro,

Terimakasih atas penilaian saudara terhadap kami. Kami menganggap penilaian tersebut sebagai masukan bagi kami.

Bagi sebagian orang keselamatan sorgawi adalah sesuatu yang tidak pasti. Sehingga ketika ditanya, apakah anda yakin masuk sorga? Jawaban yang diberi adalah “mudah-mudahan Tuhan bermurah hati.”

Bagaimana bila Tuhan tidak bermurah hati? Apakah anda pasrah saja selamanya binasa dalam neraka?

Sdr. Adhin, untuk memastikan keselamatan sorgawi tidak perlu menunggu sampai mati. Karena semua akan menjadi sia-sia. Sebab itu, selagi hidup dan ada kesempatan, mengapa kita tidak menggunakan kesempatan tersebut untuk mendapatkan jaminan dan kepastian?

Keyakinan kami akan keselamatan sorgawi bukan bentuk dari kekerasan hati kami atau prasangka kami. Keyakinan itu kami temukan dalam kitab suci. Dan ketika kami memutuskan menerima “jaminan” itu, kami dapat merasakan kuasanya.

“Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan” (Injil, Surat Roma 10:9-10).
~
SO
# netral 2013-11-21 19:44
~
Agama itu kepercayaan, agama itu keyakinan. Tidak ada yang salah dalam setiap agama. semua sama-sama menyembah Tuhan namun dengan cara mereka masing-masing.
# Staff Isa dan Islam 2013-11-25 21:06
~
Saudara netral,

Agama adalah produk buatan manusia. Agama dibuat sebagai jembatan agar manusia dapat mengenal Penciptanya. Keterbatasan manusia seringkali membuat manusia tidak mampu memahami kehendak Allah. Apa yang dilakukan manusia melalui agama belum tentu merupakan kebenaran yang berasal dari Allah.

Namun ada satu pribadi yang menyatakan bahwa Ia adalah satu-satunya jalan kebenaran. Isa Al-Masih berkata, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6). Artinya Ia adalah satu-satunya jalan yang menuntun manusia kepada kebenaran dan kehidupan (kehidupan kekal di surga).

Isa Al=Masih berkuasa untuk memberikan hidup kekal bagi semua manusia, “dan Aku [Isa Al-Masih] memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:28).
~
Noni
# amirudin. 2013-12-05 05:08
~
Jalani apa yang anda yakini dengan baik, bukan untuk berdebat dengan dalih mencari titik persamaan dll. Keyakinan adalah suatu yang hakiki, tekadang satu agamapun umatnya banyak beda pendapat. Pengetahuan saya tentang agama sangat kurang, cuma satu pertanyaan saya apa yang diinginkan Allah pada kita? Bila Allah ingin kita selamat dunia dan akhirat, bukankah Allah punya kuasa untuk melakukannya. Jangankan satu orang, seluruh mahluk yang ada di bumi ini dapat dengan mudah lebih mudah dari kedipan mata. Tuhan tidak perlu bersusah payah apalagi sampai berkorban.
# Staff Isa dan Islam 2013-12-09 21:42
~
Saudara amirudin,

Karena Allah memiliki kuasa untuk menyelamatkan ciptaan-Nya, maka Allah memberikan jalan keselamatan agar manusia selamat. Tetapi jalan inilah yang tidak dapat diterima oleh manusia karena beranggapan tidak sesuai dengan logika manusia. Mengapa Allah harus berkorban untuk dosa yang manusia lakukan? Jawabannya karena Allah tahu bahwa manusia tidak akan mampu menyelamatkan dirinya sekalipun berusaha dengan amal dan perbuatan. Karena semuanya sia-sia.

Hanya Allah yang dapat menyelamatkan ciptaan-Nya dan jalan yang Allah pilih adalha menjadi manusia, berkorban di kayu salib untuk memberikan penebusan dosa. Dialah Isa Al-Masih. Inilah jalan yang Allah pilih sekalipun bagi manusia tidak dapat diterima oleh logika.

“Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib” (Injil, Surat Filipi 2:5-8).

~
Noni
# Staff Isa dan Islam 2013-12-06 11:01
~
Saudara Saunerre,

Kami berterimakasih atas kesediaan saudara mengunjungi situs kami juga memberikan komentar. Namun maaf, dengan terpaksa kami harus menghapus komentar-koment ar saudara karena tidak sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan.

Saran kami, sebelum saudara memberi komentar, kiranya saudara dapat membaca aturan yang telah kami taruh di bawah setiap artikel yang ada. Untuk lebih jelasnya, dibawah ini kami tuliskan kembali aturan tersebut.

Pedoman wajib untuk memasukkan komentar:
1. Tidak boleh memakai lebih dari satu kolom komentar.
2. Pertanyaan/masu kan harus berhubungan dengan uraian diatas.
3. Sebaiknya satu atau dua pertanyaan dalam satu kolom komentar.
4. Hanya menggunakan bahasa Indonesia yang umum dan dimengerti semua orang.
5. Tidak memakai singkatan-singk atan, misalnya yg, dlm, sdh, tdk, dlsbgnya.
6. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
7. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.

Untuk pertanyaan/masu kan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .
Kiranya petunjuk-petunj uk di atas dapat kita perhatikan.

Demikian, kiranya saudara dapat maklum.
~
SO
# Bismillah 2014-01-07 11:40
~
Bisa tolong jelaskan kalimat ini “Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"?

Jika Mesias atau Isa itu adalah anak Allah dan Dia sendiri adalah Allah yang dikatakan menjelma sebagai manusia, apa berarti Isa adalah anak atau Bapak dari dirinya sendiri? Jujur, semua sel otak saya tidak dapat memahaminya karena sungguh aneh sekali.
# Staff Isa dan Islam 2014-01-09 10:11
~
Saudara Bismillah,

Kami maklum mengapa sel otak saudara tidak dapat memahaminya. Sebab, adakah manusia yang dapat memahami kebesaran dan rancangan Allah? Bila saudara dapat memahami kebesaran Allah, maka Allah tidak lebih besar dari saudara.

Isa disebut “Anak” Allah, artinya bukan anak biologis. Kata “anak” di sini hanyalah kata kiasan yang menggambarkan kedekatan hubungan antara Allah dengan Kalimatullah, yaitu Isa Al-Masih.

Isa disebut Anak Allah karena Dia dengan sempurnah menyatakan kasih Allah, menjelaskan kehendak dan sifat Allah kepada manusia. Sebagai Anak dan Kalimatullah, Dia menyatakan kasih dan kesucian serta keselamatan dari Allah kepada manusia.

Semoga penjelasan ini dapat membantu saudara untuk memahami arti “Anak Allah” yang sebenarnya.
~
Saodah
# dhani ramadhan 2014-01-08 05:42
~
Apakah staff Isa dan Islam percaya dengan kata-kata keselamatan yang anda ketik hampir di seluruh artikel situs ini?

Jika anda percaya dengan pandangan anda tentang keselamatan anda atau dosa yang sudah ditanggung oleh sang "Mesias" berarti sudah dijamin akan hidup di sorga setelah anda mati? Mohon dijawab.
# Staff Isa dan Islam 2014-01-09 10:12
~
Saudara Dhani,

Benar apa yang saudara katakan. Kami percaya 100% tentang keselamatan yang kami ketik hampir di seluruh artikel di situs ini. Bila kami tidak percaya, tentu kami tidak akan berkata demikian, bukan?

Karena kami sudah percaya akan keselamatan kami, maka kami pun percaya bila kelak kami meninggal, kami akan masuk sorga. Hal itu sudah pasti, karena itulah janji yang diberikan oleh Sang Mesias.

Dia berkata, “Di rumah Bapa-Ku [sorga] banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ [sorga] untuk menyediakan tempat bagimu” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:2).

Janji keselamatan yang disampaikan Yesus adalah janji yang pasti. Bukan mudah-mudahan!

Nah, bagaimana dengan Sdr. Dhani sendiri, yakinkah saudara bila meninggal akan masuk sorga?
~
Saodah
# dhani ramadhan 2014-01-09 16:34
~
Salam sejahtera staff Isa,

Kami umat Muslim mempunyai pandangan yang sangat berlawanan dengan pandangan anda. Semua manusia pasti akan bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri sekecil apapun perbuatan buruk itu.

Tuhan menciptakan ciptaannya "manusia" dengan berbagai macam kelebihan dari makhluk lainnya yang mempunyai akal dan perasaan. Oleh sebab, dalam Islam manusia harus menyembah-Nya dan berbuat kebaikan. Hasil baik (pahala) buruk (dosa).
# Staff Isa dan Islam 2014-01-28 14:10
~
Saudara Dhani Ramadhan,

Dosa yang dilakukan oleh manusia tentu menjadi tanggung jawab manusia itu sendiri. Permasalahannya adalah dosa yang membelenggu manusia tidak dapat terlepaskan dengan usaha apapun yang kita lakukan. Jadi, bagaimanakah agar kita terbebas dari belenggu dosa?

“Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” (Injil, Surat Roma 6:23).

Dosa yang melekat dalam diri manusia berupahkan maut atau kematian. Inilah kenyataan yang harus kita terima. Tetapi kasih Isa Al-Masih dengan memberikan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi dosa manusia menjadikan kita memiliki hidup yang kekal.

Kami mempersilakan Dhani untuk mengunjungi url yang terkait dengan apa yang saudara paparkan di http://preview.tinyurl.com/nh9x9vf
~
Salma
# dhani ramadhan 2014-01-09 16:55
menurut kami umat islam, semua manusia akan menanggung terlebih dahulu dosa-dosa mereka hingga yang tersisa hanyalah hasil perbuatan baiknya(pahala) yang akan membuka pintu sorga itu.
Dan berkata orang-orang yang masuk terdahulu di antara mereka kepada orang-orang yang masuk kemudian: "Kamu tidak mempunyai kelebihan sedikitpun atas kami, maka rasakanlah siksaan karena perbuatan yang telah kamu lakukan". (7: 39)
Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan. (7: 40)
# Jarwo 2014-01-22 22:19
~
Untuk Dhani Ramadhan,

Sepertinya anda salah tema di sini. Di sini kita membicarakan konsep Tuhan menurut pandangan Islam dan Kristen. Bukan membicarakan karya keselamatan. Jadi konsep Tuhan menurut versi Kristen adalah Tuhan yang disembah oleh bangsa Israel (YHWH) bukan oleh bangsa Arab.

Karena Bangsa Arab, Tuhan mereka adalah Allah. Dan kata Allah, dipakai untuk ketuhanan bangsa Arab pagan. Untuk meyebut al ata, al uzza dan al manat termasuk 360 berhala di Mekkah. YHWH menurut versi Injil sama oknumnya dengan "Aku adalah Aku" dan "Alfa - Omega" dan kedua indentitas tersebut disandang oleh sang Kalam sendiri yakni Yesuah Al Mesiakh. Wujud dari Allah yang hidup bukan Allah Arab pagan yang mati.
# Staff Isa dan Islam 2014-01-28 14:23
~
Saudara Jarwo,

Kami menyampaikan terimakasih untuk pemaparan yang telah saudara berikan. Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah yang berarti Allah sendiri telah menjelma menjadi manusia sempurna, bahkan yang pernah tinggal di dunia ini (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1,14).

Al-Quran pun mengakui hal tersebut Qs.3:45 “(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)."

Sangat disayangkan banyak umat Islam tidak mengakui hal tersebut.
~
Salma
# Muhammad Rifky Rusdi 2014-01-26 18:42
~
Assalamu Alikum Wr. Wb

Kepada staff Isa dan Islam,

Ini Adalah Web Isa Dan Islam. Tapi dalam hal ini ada beberapa yang tidak seimbang.
1. Di dalam web ini 80 persennya adalah pelajaran tentang Kristen, 20 persennya adalah Islam.
2. Aku pernah membaca web Isa dan Islam kesaksian, anehnya di web itu tidak ada kesaksian tentang umat Kristen masuk Islam, Malah umat Islam masuk Kristen.
3. Ada web tentang Isa dan Islam.
4. Ada web tentang Isa dan Al-Fatihah.
5. Ada web tentang Isa dan Al-Qur'an.
6. Kalo bisa web tentang Isa dan Allah SWT buat juga.
Saya jamin umat Kristen akan masuk Islam.
# Staff Isa dan Islam 2014-01-28 14:28
~
Saudara Muhammad Fifky Rusdi,

Apa yang kami tuliskan dalam web ini tentu sebuah kesaksian yang nyata. Bagaimana seseorang berjumpa secara pribadi dengan Isa Al-Masih. Oleh sebab itu web ini hadir untuk memperkenalkan Pribadi Isa Al-Masih yang benar.

Kami menyampaikan terimakasih untuk masukan yang saudara berikan dalam membuat web yang lain.

Saudara Muhammad, jika dalam Isa Al-Masih umat Nasrani sudah mendapat jaminan keselamatan maka perlukah keselamatan lain di luar Isa Al-Masih?
~
Salma
# Jarwo 2014-02-07 23:39
~
Untuk Muhammad Rifky,

Tapi untunglah ada blog-blog semacam ini agar orang-orang seperti saudara Rifky bisa belajar secara maksimal. Islam tidak selalu identik dengan tasauf, aqidah, as sunnah, fiqih, dan sebagainya. Tapi saudara harus banyak belajar dan mengidentifikas i kitab dan hadits saudara secara komprehensif berikut hal-hal yang mendasari semuanya itu.

Dan anda harus mempelajari sejarah-sejarah pra Islam berikut sosio kultural kebudayaan Arab pagan yang berjalan bersama-sama dengan kebudayaan Hindu waktu itu. Anda akan tahu Islam yang asli itu bagaimana dan kalau anda mau belajar tentang Kristologi berkiblatlah ke Kristen Timur tengah, bukan berkiblat ke Eropa karena ulama-ulama saudara tahunya Kristen adalah agama penjajah, agama Belanda tapi Kekristenan sejatinya berasal dari Timur Tengah, jauh 600 tahun sebelum Islam itu ada.
# daud we 2014-02-12 11:58
~
Salam semua,

Allah itu maha mulia, maha agung, maha suci. Pada-Nya tidak ada yang buruk. Sakit, lapar, haus, takut, kuatir, tidak ada pada-Nya. Ketika manusia memberitahukan bahwa dirinya sedang sakit, lapar, haus, takut, kuatir dan sebagainya, maka Dia tidak pernah merasakan. Karena itu, Dia datang menjadi manusia dan barulah Dia bisa merasakan seperti apa yang dirasakan manusia.

Penderitaan dan persoalan manusia dimulai sejak dari kandungan sampai mati. Itu sebabnya, Dia datang ke dalam dunia melalui proses sejak kandungan sampai mati, sehingga seluruh penderitaan manusia dari sejak kandungan sampai mati, Dia dapat mengerti dan memahaminya. Dia datang menjadi manusia, dengan wujud manusia, bahasa manusia karena hendak menyelamatkan manusia. Seluruh keadaan manusia, Dia mengerti.
# Jhon 2014-02-23 12:55
~
Salam Sejahtera Staf Isa dan Islam,

Setelah saya tertarik dengan website ini dan membaca berbagai macam artikel dan komentar saudara yang ada disini. Dari materi situs ini 30% Islam, 70% Kristen. Saya rasa ini tidak pantas disebut "dialog agama" karena kebanyakan memuat materi yang menyudutkan Islam. Lebih tepatnya ini berdakwah. Awalnya tertarik tapi saya jadi buang waktu gara-gara situs ini

Terimakasih. Semoga dosa anda semua diampuni.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-24 05:59
~
Salam Saudara John,

Kami senang dan berterimakasih karena saudara telah berkenan mengunjungi dan membaca artikel pada situs kami.

Kami hanya mencoba memaparkan Pribadi Isa Al-Masih secara benar ditinjau dari Injil dan Al-Quran. Dan karena riwayat Isa Al-Masih lebih lengkap dalam Injil, maka porsi yang kami gunakan lebih banyak dalam Injil. Tetapi kami selalu berusaha untuk tidak menyudutkan Islam.

Bila saudara menganggap kami menyudutkan Islam, kiranya saudara berkenan menunjukkannya kepada kami bagian manakah itu? Kami bersedia mendiskusikan hal itu dengan saudara.
~
Salma
# arius 2014-02-25 22:58
~
Tolong baca. Gunakan akal, bukan nafsu.

Dialah Allah yang maha esa. Allah adalah Tuhan semesta alam. Segala sesuatu bergantung padanya. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Tidak ada sesuatupun yang setara dengan Dia.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-24 06:06
~
Saudara Arius,

Pada dasarnya kami sangat setuju dengan saudara. Tentu konsep ini yang diikuti pengikut Isa Al-Masih. Sebab Isa Al-Masih bersabda, "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa" (Injil, Rasul Besar Markus 12:29).

Tetapi barangkali ada perbedaan konsep tentang keesaan Allah yang perlu saudara ketahui. Nah, kami harap saudara berkenan mengunjungi link ini http://tinyurl.com/d2k6hcw untuk mengetahuinya.
~
Salma
# Adhin 2014-03-03 14:41
~
Islam hanya mengenal Allah (Tuhan Bapa dalam Kristen), sementara Yesus hanyalah manusia utusan Tuhan. Sedangkan Kristen menganggap Trinitas adalah dogma yang wajib diimani tanpa pertanyaan demi keselamatan. Tiga personal merupakan satu kesatuan Tuhan.

Satu tujuan dari dibuatnya web ini yaitu mengajak umat Islam untuk masuk Kristen (apakah Katolik atau Protestan saya tidak tahu keyakinan admin). Misi dari intelektual Kristen untuk masuk sorga sebagai hak bagi yang beriman dengan Yesus. Walaupun jika kita bertaruh, "Silakan bunuh dirimu sendiri, toh akan masuk sorga dan hilanglah kesedihan hidup di dunia". Saya sangsi ia bersedia.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-24 06:15
~
Saudara Adhin,

Kami tidak sedang berusaha menyebarkan satu faham atau agama tertentu. Kami hanya mencoba menyampaikan Pribadi Isa Al-Masih secara benar kepada semua kalangan, termasuk Nasrani.

Barangkali akan lebih baik bila saudara mengerti tentang konsep keesaan Allah dari pengikut Isa Al-Masih. Bagaimana bila saudara mengunjungi link ini http://tinyurl.com/d2k6hcw untuk mengetahuinya?
~
Salma
# shacidiva 2014-03-14 15:08
~
Jihad menurut Islam ialah dengan mengorbankan orang lain. Sedangkan jihad menurut Kristen ialah mengorbankan diri sendiri demi keselamatan orang lain. Seperti yang dilakukan oleh Yesus. Dan umatnya tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi dengan kebaikan, mengampuni musuh, dan lain-lain. Seperti yang sudah dilakukan umat Islam terhadap Kristen dengan begitu semena-mena. Tetapi yang terpuruk ternyata Islam itu sendiri. Yang paling banyak mati setiap hari adalah umat Islam sendiri.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-24 06:25
~
Saudara Shacidiva,

Kami berterimakasih karena saudara bersedia mengunjungi dan memberikan komentar pada situs kami. Menurut kami, komentar saudara tidak berhubungan dengan artikel di atas.

Bila saudara tidak keberatan, bagaimana bila saudara mengunjungi link ini http://tinyurl.com/d8jhjfv yang membahas tentang jihad? Kami harap saudara memaklumi.
~
Salma
# capila 2014-03-19 07:24
~
Salam kepada Noni, Salma, dan Staff IDI lainnya,

Menurut saya, informasi konsep Ketuhanan yang dipaparkan di atas diambil dari kitab suci. Karena kita semua tidak menerima langsung dari pembawa ajaran tersebut. Jadi menurut saya, yang perlu dibahas itu bagaimana cara anda menemukan Tuhan, kemudian cara mengenal Tuhan. Itu yang perlu, baru membahas konsep Ketuhanan menurut agama.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-24 06:36
~
Salam Saudara Capila,

Menarik sekali tulisan saudara. Kami teringat satu ayat suci Injil berikut ini. Berharap kita bisa sama-sama mempelajarinya. "Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya..." (Injil, Surat Ibrani 1:1-2).

Menurut kami, kita perlu mempelajari kitab-kitab yang diberikan kepada para nabi itu untuk menemukan Tuhan. Dan sesungguhnya, Tuhanlah yang berinisiatif untuk menemukan dan memperkenalkan diri-Nya kepada manusia.
~
Salma
# Abel 2014-04-03 21:12
~
Menurut saya, Tuhan itu satu. Tetapi bagaimana kita menjabarkannya atau mengartikannya saja yang berbeda-beda. Apakah itu benar? Mohon pengertiannya. Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-03 22:42
~
Salam Sdr. Abel,

Kami sepakat dengan saudara bahwa Tuhan itu satu. Dia penguasa langit dan bumi. Isa Al-Masih pernah berakata "Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi" (Injil, Rasul Besar Matius 28:18).

Isa Al-Masih lah pemilik dan penguasa atas sorga dan bumi. Dia juga menyediakan keselamatan bagi manusia yang memercayakan hidupnya kepada-Nya. Apakah saudara juga rindu hidup dalam terang-Nya?
~
Salma.
# Fauzan 2014-04-12 09:23
~
Salam staf isa dan islam,

Saya ingin bertanya, pengetahuan saya kurang tentang ajaran Isa Al-Masih. Bisa dijelaskan dalam kitab apa dan ayat berapa tentang Isa Al-Masih menyebutkan diri-Nya sebagai Tuhan yang menjelma sebagai manusia?

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-13 13:34
~
Salam Sdr. Fauzan,

Secara implisit memang benar bahwa Isa Al-Masih tidak pernah mengatakan diri-Nya Tuhan. Hanya segala tindakan dan perbuatan-Nya membuktikan bahwa Dia Tuhan. Seperti yang pernah Ia katakan dalam Injil, Rasul Besar Yohanes 13:13 "Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan".
~
Salma
# Agus Susanto 2014-04-20 10:48
~
Anda di sini mengajak berdialog, tapi anda menggiring semua dialog mengarah ke Kristen. Dari semua jawaban atas komentar di sini, bisa terlihat dengan jelas bahwa fundamental anda adalah Kristen. Apapun yang dikomentarkan di sini, tentu jawabannya tidak akan netral, karena semua konsep Isa Al-Masih yang anda paparkan adalah dari sisi Kristen.

Jika anda juga menilik dari sisi Al-Quran, berarti sebenarnya anda juga mempercayai Al-Quran. Dan mengakui bahwa ada Muhammad SAW yang membawa Al-Quran. Padahal orang Kristen tidak mengimani Al-Quran. Anda hanya mencampuradukka n ajaran di sini dengan ujung-ujungnya adalah menyetir konsep pemahaman kepemahaman Kristiani.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-21 20:43
~
Salam Sdr. Agus Susanto,

Tentu kami menghargai pendapat dari umat Islam tentang pandangannya tentang Isa Al-Masih. Tetapi, sangat disayangkan bahwa pengenalan umat Islam tentang Isa Al-Masih sangat keliru yang dipaparkan dalam Al-Quran. Oleh sebab itu kami hendak memaparkan Isa Al-Masih yang benar sesuai dengan fakta yang ada.

Sangat jelas fakta yang menceritakan tentang kebenaran Isa Al-Masih sesuai dengan yang tertulis dalam Alkitab. Jika pun dalam Al-Quran memuat tentang Isa Al-Masih kami sangat menghargainya, sebab secara kebetulan hanya Al-Quran lah yang mencatatnya sekalipun banyak hal yang perlu diluruskan.
~
Salma
# Anang maruf 2014-04-21 18:17
~
"Bagimu agamamu bagiku agamaku" cukup jelas saudara, anda tidak dapat membandingkan agama satu dengan lainya. Jelas sangat berbeda, sama saja coba mencampur air dan api. Hitler bersabda sesuatu kebohongan bila diucapkan berkali-kali seperti terasa akan sesuatu yang benar. Kita tidak tahu mana yang benar dan salah hanya Allah yang mengetahui.

Salam damai tetap saling menghormati.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-21 21:00
~
Salam damai kembali Sdr. Anang Maruf,

Tentu kebenaran hanya milik Pribadi Allah. Ada banyak yang mengaku diri benar tetapi kebenaran mutlak hanya ada pada Allah. Kalau tidak salah, bukankah Al-Quran mengakui bahwa Isa Al-Masih adalah Pribadi yang benar? Dia suci yang berarti tanpa dan tiada dosa, bukan? (Qs 19:19, 19:34).

Dalam Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6 pun Isa Al-Masih berkata "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku". Tentu tidak ada seorang manusia pun yang berani berkata dirinya sang kebenaran selaind ari pada Allah sendiri, bukan?

Isa Al-Masih adalah kebanaran dan kehidupan, Dia tidak berdosa. Bukankah hanya Allah yang tidak berdosa?
~
Salma
isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer

Isa Islam Dan Kaum Wanita

Click gambar di samping untuk artikel - artikel untuk wanita Muslim


 

www.isaislamdankaumwanita.com