Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter
Cetak

Apa Pendapat Orang Islam Tentang Agama Islam dan Kristen?

suratDi bawah ini adalah email dari pengikut Islam di Indonesia yang melihat perbedaan antara ajaran Islam dan ajaran Kristen. Sebenarnya kami kurang senang dengan sikap keras dalam email ini, namun karena merasa isinya menjelaskan beberapa perbedaan antara Injil Isa Al-Masih dan agama Islam akhirnya kami tetap memuat email ini. Semoga pembaca menyadari bahwa kami tidak bertujuan menyakiti hati siapapun dengan memuat email ini pada situs ini. Dibawah ini juga David Eran memberikan jawaban kepada si penulis. Sebaiknya pembaca dapat terlebih dahulu membaca email dari penulis sbb:

Pernyataan Utama:

Yesus Kristus menurut Alkitab tidak sama dengan Isa menurut Al-Quran. Mengapa? Al-Quran diturunkan kepada Muhammad 625 tahun setelah Yesus Kristus. Al-Quran tersusun tidak sistematis, maksud sistematis adalah tulisan pada bab dan pasal-pasalnya tidak sistematis, atau saling terkait, susunan dari Nabi Pertama yang terdapat dalam Al-Quran sampai terakhir tidak sistematis, seolah-olah tulisan itu hanya kutipan belaka dari tulisan-tulisan yang ditemukan seseorang.

Sedangkan Alkitab mulai dari awal penciptaan sampai akhir tulisan hari kiamat tersambung sedemikian rupa dan mudah diikuti. Al-Quran menulis nama-nama para nabi yang sama persis dengan Alkitab, misalnya dari Adam, Musa, Nuh, Ibrahim, Ishak, Yahya, dll. Mengapa Muhammad bisa menerima Al-Quran langsung dari Allah dengan tulisan ditemukannya nabi-nabi yang sama persis dengan Alkitab? Siapakah yang mengatakan Islam sudah ada sejak Adam? Sementara Yesus Kristus Lahir tahun 1 Masehi dan Muhammad lahir 625 tahun Masehi. Apakah Muhammad yang mengatakan bahwa Islam telah ada sebelum Adam?

Isa menurut Al-Quran tidak sama dengan Yesus Kristus menurut Alkitab. Hal ini harus dipisahkan secara jelas. Secara total  berbeda.

Di dalam Islam tidak ada kasih, karena kasih menurut Islam berbeda dengan kasih menurut Kristen. Umat Islam mendoakan Muhammad agar dapat diterima Allah di tempat yang layak di sisiNya. Dalam hal ini Muhammad sangat beruntung sekali, sementara mungkin mereka yang mendoakannya justru lupa untuk mendoakan diri mereka sendiri agar dapat ditempatkan di tempat yang layak.

Hal-hal di ataslah yang membuat saya (penulis) berani mengatakan bahwa Isa Al-Masih menurut Islam tidak sama dengan Yesus Kristus sebagai Tuhan dalam Alkitab. Jadi saya merasa tidak perlu lagi dibahas dalam hal ini. Bahkan Allah Islam tidak sama dengan Allah Kristen, dalam arti Allah yang disembah Islam dan dipanggil melalui pembesar suara dengan Allahuaqbar tidak sama dengan Allah umat Kristen yang dipanggil Allah Bapa di surga. Karena itu: Isa Al-Masih menurut Islam tidak sama dengan Yesus Kristus menurut Kristen. Tidak, sama sekali lagi tidak sama. Bahkan jauh berbeda dengan perbedaan tanpa batas. Atau tidak ada kaitannya atau hubungannya sama sekali.

Jawaban dari David Eran:

Istilah "tidak sama" anda pakai tujuh kali. Pada umumnya kami setuju dengan Pernyataan Utama anda. Sudah jelas selain mempelajari agama Islam dan Al-Quran, rupanya anda juga sudah meneliti Alkitab dan ajaran agama Kristen. Kami salut atas kerajinan anda. Mudah-mudahan anda tidak tersinggung karena kami sebagai orang Kristen juga mempelajari Al-Quran dan suka membahas tentang Isa Al-Masih (yang memang dalam Injil dikenal sebagai "Yesus Kristus") yang disebut di dalam Al-Quran kurang lebih 90 kali.

Kami setuju bahwa Al-Quran jauh berbeda dari Alkitab dalam hal 'tidak tersusun secara sistematis'. Setiap orang yang membaca dua kitab ini akan segera melihat perbedaan tersebut. Kami setuju juga dengan keraguan anda terhadap pernyataan bahwa Al-Quran diterima langsung dari Allah pada hal isinya ada banyak bertentangan dengan wahyu Tuhan yang lebih dahulu, yaitu dengan Taurat, Zabur dan Injil.

Perbedaan ajaran Islam dan Kristen

Kami tidak membantah pernyataan anda bahwa "Kasih menurut Islam berbeda dari kasih menurut Kristen." Memang berita Injil pada intinya adalah berita Kasih Allah yang dinyatakan melalui kedatangan dan kematian Isa Al-Masih. Dan Injil tidak mengenal 'jihad' sama sekali, malah sebaliknya perintah dan teladan Isa Al-Masih adalah saling mengasihi bahkan sampai musuhpun dikasihi!

Kami setuju juga akan keanehan nabi Islam minta didoakan. Sedangkan Isa Al-Masih tidak perlu didoakan. Isa Al-Masih sudah di surga (Al-Quran pun mengakui ini, lihat Sura 3:55).

Ya, tepat sekali tanggapan anda bahwa "Allah yang disembah Islam tidak sama dengan Allah Kristen yang dipanggil Allah Bapa di surga." Kami kagum akan pengertian anda yang begitu dalam.

Kami setuju bahwa pada dasarnya Isa Al-Masih dalam Alkitab tidak sama dengan Isa Al-Masih menurut Al-Quran. Tetapi kami melihat dalam Al-Quran ada juga ucapan yang benar tentang Isa Al-Masih. Seperti Sura 3 ayat 45 perihal Isa Al-Masih putera Maryam seorang terkemuka di dunia dan di akhirat, atau Sura 5 ayat 110 perihal Isa Al-Masih menyembuhkan orang buta dan bahkan membangkitkan orang mati dari kubur, atau Sura 19 ayat 19 bahwa Maryam akan melahirkan "seorang anak laki-laki yang suci," atau ayat 33 yang menyebutkan bukan saja kelahiran Isa Al-Masih tetapi juga tentang kematianNya dan kebangkitanNya Ia hidup kembali.

Kebenaran dalam Isa Al-Masih

Bukankah meski ditulis di buku mana saja, kebenaran tetaplah kebenaran? Karena itu maaf kalau kami meragukan kalimat anda yang terakhir bahwa, "tidak ada kaitannya atau hubungannya sama sekali antara Al-Quran dan Alkitab." Memang meskipun berbeda jauh, tetapi masih ada faedahnya mempelajari titik persamaan dan mencari kebenaran yang kekal.

Yang terpenting di sini, kebenaran utama tentang Isa Al-Masih ialah bahwa kedatanganNya, pengajaranNya, kematianNya (di kayu salib), kebangkitanNya, dan pengangkatanNya ke surga menjawab persoalan dosa manusia. Seperti Allah menebus "anak itu (yaitu anak Ibrahim) dengan seekor sembelihan yang besar" (yaitu seekor sembelihan yang disembelih ganti anaknya - Sura 37:102-107), demikian juga dalam cerita Injil yang jauh lebih indah, Allah mengatur ada Seorang penebus (dari dosa) yang turun dari surga dan menjadi pengganti hukuman dosa anda dan saya. Demikian Firman Allah, "Lihatlah Anak domba Allah (Isa Al-Masih), yang menghapus dosa dunia (Injil, Rasul Yohanes 1:29)" dan "Dia (Isa Al-Masih) yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah (Injil, 2 Korintus 5:21)."

Bila anda ingin membahas tema ini lebih lanjut, dengan senang hati kami akan menerima tanggapan anda. Berita di atas adalah berita terpenting di dunia ini. Kami berharap anda juga dapat mengalami indahnya keselamatan ini. Mungkin anda mempunyai pertanyaan. Silakan disampaikan kepada kami. Terima kasih!

Hormat kami,

David Eran

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Add comment

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Komentar hanya diperbolehkan menjawab salah satu dari 3 pertanyaan fokus yang dimuat di bagian akhir artikel. Kecuali beberapa artikel yang tidak memuat 3 pertanyaan fokus.
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments  

# Mikha 2011-05-09 01:25
*
Memang Islam beda dengan Kristen. Isa menurut Al-Quran beda dengan Yesus dalam Injil.

Isi Al-Quran dalam hal sejarah harusnya sama dengan kitab-kitab sebelumnya, karena alquran sebagai penyempurna kitab-kitab sebelumnya, tapi kitab Injil sudah tidak murni, ada rekayasa, ada sisipan, tidak sesuai aslinya, dan tidak masuk akal.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-02 10:06
~
Saudara Mikha, kami meragukan bahwa Al-Quran bukanlah Firman Allah justru karena isi Al-Quran sangat berlawanan dengan Wahyu-Wahyu Allah yang sebelumnya, di dalam Taurat, Zabur, Kitab Nabi-Nabi, dan Injil.

Jikalau Al-Quran adalah Firman Allah, pastilah Al-Quran tidak akan bertentangan dengan kitab-kitab Firman Allah yang sebelumnya bukan?

Kitab-kitab Taurat, Zabur, Kitab Nabi-Nabi, dan Injil sama sekali tidak pernah berubah karena dijaga oleh Allah yang tidak akan membiarkan Firman-Nya dipalsukan (Qs 6:34,115).

Al-Quran sendiri menyatakan bahwa dalam Taurat dan Injil ada terang (Qs 5:43-47). Ini membuktikan bahwa Injil pada masa Muhammmad masih murni. Jadi, dari mana asal pendapat Saudara bahwa Injil sudah dipalsukan? Saat itu saja Injil sudah tersebar di seluruh dunia, sehingga tidak mungkin untuk dikumpulkan dan dibakar semuanya, dan kemudian dibuatkan yang palsu.

Nabi Saudara diperintahkan Allah untuk menanyakan kepada mereka yang membaca kitab-kitab sebelumnya (Qs 10:94; 16:43-44), jika ia berada dalam kebimbangan. Mengapakah Saudara justru mengatakan bahwa Taurat dan Injil justru telah dipalsukan? Sudahkah Saudara melakukan perintah Allah yang satu ini?

Jika kami boleh tahu, kapan dan bagaimana cara Injil itu bisa dipalsukan? Kira-kira sajalah.
~
CA
# mikha 2011-06-12 22:33
*
1. Al-Quran sebagai alat untuk membuktikan kitab-kitab sebelumnya benar atau tidak karena dalam hal sejarah tidak boleh ada perbedaan.

2. Disamping itu kaidah "Lex Posteriori Derogat Lex Priori." Hukum yang datang belakangan mengalahkan hukum yang datang terdahulu. Berarti Al-Qran mengalahkan kitab-kitab sebelumnya, termasuk Injil.

3 .Dalam Injil banyak ayat yang bertentangan dengan Ilmu Pengetahuan, banyak ramalan yang tidak terbukti, banyak ayat yang tidak masuk akal, ini bukti Injil bukan firman Allah.
# Staff Isa dan Islam 2011-06-23 02:51
~
Saudara Mikha, ungkapan Lex Posteriori Derogat Lex Priori ini hanya berlaku buat kalimat atau perkataan manusia. Bagi Allah, kalimat ungkapan ini pasti tidak berlaku.

Sebab apakah Firman Allah bisa kadaluarsa? Apakah Firman Allah perlu diperbaiki?

Kalau kalimat manusia, memang harus diperbaiki. Karena zaman demi zaman seiring berlalunya waktu, pasti ada makna kalimat manusia yang salah. Tetapi apakah Firman Allah bisa salah sehingga perlu dikoreksi oleh Firman yang datang selanjutnya?

Al-Quran sendiri tidak pernah mengatakan bahwa ia mengoreksi Firman Allah yang sebelumnya.

Kata 'membenarkan' berarti bahwa Al-Quran menyatakan bahwa Firman Allah sebelumnya adalah benar. "Saya membenarkan kata-katamu." Kalimat ini berarti bahwa saya menyatakan bahwa kata-kata Saudara adalah benar.

Sementara itu, bagi kami kitab Saudara lah yang justru bukan Firman Allah. Sebab jika dikatakan firman yang datang lebih kemudian, pastilah tidak mungkin bertentangan dengan Firman Allah sebelumnya yang sudah terbukti berasal dari Allah, yakni Taurat, Zabur, Kitab Nabi-Nabi, dan Injil. Adalah mustahil Firman Allah saling bertentangan.

Dalam Injil tidak ada pertentangan. Yang ada hanyalah orang yang tidak mengerti ketika membaca Kitab Suci, dan kemudian mengatakan bahwa ini dan itu bertentangan.
~
CA
# chairiah 2011-06-16 18:04
*
"Kami telah menurunkan Kitab Al-Qur'an kepadamu yang mengandung kebenaran. Membenarkan Kitab yang ada terlebih dahulu, yaitu Taurat dan Injil dan sebagai pengawas dan pemelihara terhadap Kitab yang lain itu. Karena itu adililah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah kamu turuti hawa nafsu mereka yang akan membelokkan dari kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antaramu, Kami telah berikan pola syaria't dan jalan hidup yang benar" (Qs 5:48)

Sudah dijelaskan bahwa "Kami telah menurunkan Kitab Al-Qur'an kepadamu yang mengandung kebenaran."

Dan satu hal lagi, Allah mengatakan bahwa manusia adalah makhluk Allah yang paling mulia dibandingkan makhluk-Nya yang lain, tapi kenapa Yesus mengatakan bahwa manusia adalah domba? Apakah bisa disamakan manusia dengan hewan?
# Staff Isa dan Islam 2011-06-23 03:05
~
Saudara Chairiah, bagi kami adalah benar bahwa Al-Quran itu mengandung kebenaran, tetapi Al-Quran itu bukanlah kebenaran itu sendiri. Pada kitab Saudara ada hal-hal yang benar namun juga ada hal-hal yang salah.

Kemudian ketika dikatakan bahwa manusia adalah seperti domba. Itu bukan berarti manusia adalah domba. Domba adalah seekor binatang yang harus dipandu ketika mau makan dan mau minum. Seekor domba tidak bisa mengenal jalan pulang menuju kandangnya sendiri.

Itulah sebabnya Isa Al-Masih mengatakan bahwa manusia adalah sama seperti domba karena manusia tidak tahu bagaimana jalan pulang menuju sorga, dan harus dipandu oleh Isa Al-Masih sebagai satu-satunya pribadi yang datang dari sorga ke dunia.

Kitab Suci berkata bahwa Isa Al-Masih adalah Gembala yang baik, dan kita adalah sebagai domba-domba-Nya yang dituntun setiap hari untuk makin setia dengan Allah, dan kelak kita akan dituntun-Nya masuk ke dalam sorga.

Isa Al-Masih berkata: "Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya. .. Tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal (di sorga) kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku" (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:11, 26-28).
~
CA
# chairiah 2011-07-01 13:44
*
Menurut saya apa yang dikatakan Saudara Aneh itu benar, bisakah anda membuat ayat yang sama seperti Al-Quran jika memang Al-Quran itu bukan Firman Allah?

Saya sering membaca artikel tentang mualaf dan kebanyakan yang masuk Islam itu adalah pendeta dan penginjil. Mereka bilang kalau Kitab antara gereja yang satu dengan gereja yang lain berbeda-berbeda . Makanya mereka ragu dengan agama mereka.

Jelas bahwa Injil telah dipalsukan. Coba anda lihat isi Al-Quran yang ada di daerah anda dengan daerah lain. Pasti isinya tetap sama dan tidak ada yang berbeda-berbeda .

Apakah di Injil ada kisah bagaimana tentang hari kiamat? Bagaimana kejadiannya?

Siapa saja yang pantas masuk sorga? Bagaimana suasana di sorga?
Nabi apa yang dapat memberikan syafaatNya kepada umatNya? Adakah itu di Kitab Injil?
Bagaimana keadaan di sorga? Kalau ada, tuliskanlah!
# Staff Isa dan Islam 2011-07-22 15:47
~
Benarkah Al-Quran 100% adalah firman Allah?

Bagaimana dengan Sura 6:114, “Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah, padahal Dialah yang menurunkan kitab …” Bukankah ini ucapan Muhammad dan bukan ucapan Allah?

Apakah sungguh Allah bersumpah demi bintang-bintang dan demi malam dan demi subuh (Sura 81:15-18)? Bukankah ini ucapan manusia?
~
SO
# Ism. 2011-07-06 07:50
*
Staf Isa dan Islam,

Mengapa tidak ada jawaban dari saudara sejauh ini? Apakah benar bahwa Kitab yang saudara imani selama ini masih belum lengkap? Sebab itu Allah telah menurunkan Kitab orang-orang Islam yaitu Al-Quran sebagai pelengkap Kitab-kitab sebelumnya, yaitu Kitab Taurat dan Injil.

Mengapa saudara tidak percaya Al-Quran yang di sampaikan oleh Allah ke Nabi Muhamad dengan perantaraan Malaikat Jibril? Bukan hanya Nabi Muhamad Nabi Islam kami, Isa Al-Masih juga Nabi Islam kami.

Harap saudara memahaminya.
# Staff Isa dan Islam 2011-07-06 13:21
~
Kami percaya bahwa Allah adalah Maha Sempurna. Sehingga setiap perintah atau kitab atau pengajaran yang Dia berikan selalu sempurna, dan tidak perlu ada revisi atau penyempurnaan. Demikian halnya dengan Kitab Suci yang diimani oleh pengikut Isa Al-Masih. Sehingga mereka tidak memerlukan kitab lain atau nabi lain sebagai penyempurna bagi mereka.

Perhatikanlah ayat berikut: “Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israel) dengan Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.” (Qs 5:46)

Ayat di atas mengatakan bahwa dalam Taurat dan Injil (kitab suci umat Kristen) ada petunjuk dan cahaya. Mungkinkah petunjuk dan cahaya dari Allah itu sudah tidak ada lagi sehingga perlu mencarinya pada kitab lain?

Isa Al-Masih telah datang ke dunia untuk membawa “Jalan Lurus”. Sehingga pengikut-Nya tidak memerlukan nabi lain.
~
SO
# Ism. 2011-07-06 15:19
*
Saudara staff Isa dan Islam,

Memang benar pendapat saudara bahwa Allah Maha Sempurna, akan tetapi Kitab Injil yang diwarisi oleh Isa Al-Masih belum sempurna.

Itulah sebabnya Allah memberitakan ayat yang saudara sertakan yaitu Qs 5:46 dari Al-Quran akan kitab-kitab yang saudara imani mengandung cahaya penerangan.

Cahaya penerangan yang di maksudkan oleh Allah sebenarnya merujuk akan kedatangan nabi baru yang merupakan kabar gembira buat sekalian manusia, termasuk orang-orang Kristen.

Janganlah saudara hendak menafikan nama nabi baru ini ada terdapat di dalam Kitab Injil saudara.
# Staff Isa dan Islam 2011-07-25 16:04
~
Saudara Ism,

Perhatikanlah ayat berikut: “Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israel) dengan Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.” (Qs 5:46)

“Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu”
(Qs 10:94)

Ayat di atas mengatakan bahwa dalam Taurat dan Injil (kitab suci umat Kristen) ada petunjuk dan cahaya. Juga Al-Quran meminta pada Muhammad agar bertanya pada orang-orang yang membaca kitab sebelumnya (Kitab suci umat Kristen) bila dia ada dalam keragu-raguan.

Bila benar Al-Quran dan Muhammad sebagai kitab dan nabi penyempurna, mengapa dia harus bertanya pada orang-orang yang membaca kitab yang sebelumnya. Dan. mungkinkah petunjuk dan cahaya dari Allah itu sudah tidak ada lagi sehingga perlu mencarinya pada kitab lain?

Isa Al-Masih telah datang ke dunia untuk membawa “Jalan Lurus”. Bagaimana mungkin pengikut-Nya akan mengikuti nabi lain yang tidak dapat membawa mereka pada “Jalan Lurus”?
~
SO
# lucky 2011-08-02 05:06
*
Semua nabi Allah adalah satu yaitu dinul Islam, karena agama yang diridhai Allah hanya satu yaitu Islam (Qs 3:19).

Nabi Ibrahim adalah Muslim (Qs 3:67), Nabi Yakub seorang Muslim (Qs 2:132-133), Nabi Luth juga Muslim (Qs 51:36), Nabi Yusuf pun Muslim (Qs 10:101), Nabi Sulaiman juga seorang Muslim (Qs 27:31).

Konsekuensinya, siapapun orang yang mencari agama lain selain Islam, maka pasti tidak akan diterima oleh Allah (Qs 3:85). Karena Allah telah menjamin bahwa ajaran Islam telah sempurna (Qs 5:3).

Ajaran Islam adil, menyatakan sorga bagi yang beriman dan azab neraka bagi yang kufu.
# Staff Isa dan Islam 2011-08-04 09:28
~
Saudara Lucky,

Bagaimana mungkin saudara begitu yakin mengatakan bahwa semua nabi beragama Islam. Bukankah Islam adalah agama yang dibawa oleh Muhammad, lebih dari 600 tahun setelah zaman Isa Al-Masih?

Syarat seseorang dapat masuk sorga atau tidak, bukan ditentukan 'agama'nya apa. Sebab 'agama' tidak dapat memberikan jaminan keselamatan sorgawi.

Bila keselamatan manusia ditentukan oleh amal ibadahnya, adakah seseorang yang dapat mengusahakan keselamatannya sendiri dengan kekuatannya? Jelas tidak ada!

Bahkan Muhammad, menjelang kematiannya berkata, “Muhammad berkata, “demi Allah, walaupun saya seorang rasul Allah, saya tidak tahu apa yang akan Allah lakukan terhadap saya.” (Qs 5:266) Bila Muhammad yakin akan keselamatannya, tentu dia tidak akan mengatakan demikian.

Firman Allah berkata, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” (Injil, Surat Efesus 2:8-9)

“Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.” (Injil, Surat Roma 10:9)
~
SO
# JTP 2011-08-19 15:51
*
Aneh tapi nyata! Semua nabi sebelum ada agama Islam adalah beragama Islam? Bagaimana mungkin? Muhammad sendiri dengan keislamannya ragu sama Tuhannya apakah dia diselamatkan atau tidak.

Makanya seluruh dunia diperintahkan mendoakan dia, ini baru disebut nabi lucu.

Sejarahnya seperti ini: Muhammad adalah seorang pedagang bermodalkan harta seorang janda kaya, jadi supaya dia dipercaya orang, dia membuat dirinya seolah-olah menerima wahyu, padahal dia menyalin-ulang kitab Taurat dan Injil dengan disisipkan pendapat untuk menguntungkan dirinya sehingga semua orang datang padanya.

Injil tidak pernah memerintahkan membunuh, tapi Islam memerintahkanny a. Injil mengajarkan beristri satu (jangan nafsu), tapi Islam/nabi Muhammad mempunyai beristri banyak dengan kedok membantu fakir miskin dan janda terlantar.

Jika memang demikian, mengapa dia harus kawin dengan janda kaya?.
# lucky 2011-10-16 12:34
*
To: Saudara JTP,

"Serulah kepada jalan Rabb-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik. Dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Rabb-mu lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk." (Qs 16:25)

Tidak boleh berdebat jika pada akhirnya saling menghina satu sama lain. Agama bukanlah alasan bagi kita untuk saling menjatuhkan, sebab setiap manusai pasti memandang baik apa yang dia imani

Umat Islam tidak berhak memaksa manusia untuk masuk Islam.
# Staff Isa dan Islam 2011-10-21 16:08
~
Saudara Lucky, saya sependapat dengan saudara. Karena tidak ada gunanya jika kita berdebat dan saling menghina satu sama lain.

Persoalan agama adalah pilihan. Dan Allah tidak mungkin memberikan banyak pilihan sehingga manusia saling menyakiti. Maka Allah rela menjadi manusia supaya manusia dibebaskan dari belenggu dosa, hukuman neraka dan supaya manusia tidak tertipu oleh tawaran lain. Dengan cara inilah manusia dapat bersatu damai dan menerima rakhmat-Nya.

Allah menjadi manusia. Ia digelari Isa Al-Masih yang berarti “Yang diurapi”. Satu-satunya yang diurapi untuk menyelamatkan umat manusia. Terimalah Isa Al-Masih bukan karena satu diantara pilihan lainnya. Tetapi karena hanya Isa Al-Masih yang mendamaikan manusia dengan Allah yaitu diri-Nya dan mendamaikan manusia dengan sesamannya.
~
NN
# Frans 2011-10-16 17:52
*
Saudaraku kaum Muslim, jika sekiranya mata rohani anda terbuka dan tidak menolak kata hati nurani anda, anda pasti percaya Isa Al-Masih adalah jalan kebenaran dan yang lurus (Al-Quran juga berkata demikian).

Tidak ada yang lain sekalipun dia mengaku rasul dan datang setelah Isa, karena Isa adalah Firman/Kalimat Allah itu sendiri.
# Staff Isa dan Islam 2011-10-21 16:07
~
Saudara Frans,

Saya sependapat dengan saudara. Juga perhatikan perkataan dalam Hadis Anas Bin Malik 72 dikatakan bahwa Isa Al-Masih adalah Roh Allah dan Kalimat Allah. Dengan demikian jelaslah bahwa Roh dan Kalimat Allah itu hakekatnya adalah Allah itu sendiri.
~
NN
# Frans 2011-10-16 19:02
*
Mengapa banyak agama dan aliran kepercayaan di dunia ini? Ini terjadi karena ulah si iblis dengan tipu dayanya. Iblis mengaku kepada banyak kaum, bahasa dan bangsa di dunia ini bahwa dia adalah Allah dan memang demikianlah rencananya dari semula. Mirisnya banyak yang percaya sehingga banyak bermunculan agama-agama yang menimbulkan pertentangan dan perselisihan.

Saya percaya Allah Yang Maha Esa tidak menginginkan ini, Allah tidak ingin manusia berbeda dan berselisih dalam mengenal diri-Nya, karena Dia adalah Allah yang tertib dan sempurna.
# Staff Isa dan Islam 2011-10-21 16:11
~
Saudara Frans, benar pendapat saudara. Allah tidak menginginkan kerusakan terjadi dalam hubungan manusia dengan sesamanya dan dengan mahkluk ciptaan lainnya. Sebab Allah sungguh Maha bijaksana dan Maha kasih.

Agama gagal dalam upaya menyatukan seluruh umat manusia. Agama gagal karena agama adalah hasil buah pemikiran manusia yang didalamnya telah diisi oleh kepentingan manusia, sementara manusia sudah kotor oleh dosa.

Jadi hanya Allah, bukan agama yang dapat menyatukan manusia. Maka Allah membuat jalan supaya manusia satu dan beroleh rahkmat-Nya di dunia dan akhirat. Dialah yang disebut Jalan Allah. Allah menjadi manusia yaitu Isa Al-Masih. Dia berkata dalam Injil, Yohanes 14:6 “Kata Isa Al-Masih kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa (Allah), kalau tidak melalui Aku (Isa Al-Masih).”
~
NN
# lucky 2011-10-17 00:08
*
Islam beriman kepada Isa Al-Masih sebagai Nabi dan Rasul Allah seperti halnya Nabi dan Rasul-Nya yang lain.
# Staff Isa dan Islam 2011-10-21 16:13
~

Saudara Lucky, tidak cukup hanya beriman kepada Isa Al-Masih sebagai nabi tetapi saudara harus meminta ampunan pada Isa Al-Masih atas dosa-dosa saudara. Supaya Dia menyucikan hati nurani saudara dan menuntun saudara kepada kebenaran Allah yang sesungguhnya.

Perhatikan ayat dalam Injil, surat Roma 6:23 “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Isa Al-Masih, Tuhan kita.”
~
NN
# siska 2011-10-31 16:19
*
Allah dan manusia beda. Allah tetap Allah yang Esa. Isa Al-Masih adalah manusia.

Mohon pengampunan kepada Allah bukan Isa Al-Masih yang adalah manusia.
# Staff Isa dan Islam 2011-11-11 16:32
~
Kami setuju dengan pendapat saudara, Allah dan manusia beda. Bagaimana dengan Isa Al-Masih? Dia memang manusia. Karena Dia pernah hidup di dunia dan bergaul dengan banyak manusia. Dia pun melakukan hal-hal yang umumnya dilakukan oleh manusia.

Namun, baik Al-Quran maupun Injil memberi kesaksian bahwa Dia lebih dari sekedar manusia biasa. Hanya Isa Al-Masih yang merupakan Kalimat Allah yang disebut terkemuka di dunia dan di akhirat (Qs 3:45) Adakah manusia yang layak disebut terkemuka di dunia dan di akhirat selain Allah?

Hanya Isa Al-Masih yang disebut suci (19:19). Jelas sifat suci hanya ada pada Allah. Tidak ada manusia yang disebut suci termasuk nabi sekalipun.

Beberapa ayat di atas adalah sebagian kesaksian Al-Quran yang menyatakan bahwa Isa Al-Masih lebih dari sekedar nabi.

Dan inilah kesaksian Isa Al-Masih atas diri-Nya sendiri, “Aku (Isa Al-Masih) adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir." (Injil, Wahyu 22:13). Hanya Allah yang mempunyai sifat kekal. Yang Awal dan Yang Akhir.
~
SO
# Yoga 2011-10-31 22:08
*
Saudara Siska, dalam Hadis Anas Bin Malik 72 jelas dikatakan bahwa Isa Al-Masih adalah Roh Allah.

Jadi jelas-jelas bahwa Isa Al-Masih adalah Tuhan. Dan hanya pada-Nya kita mohon ampun atas semua dosa yang kita lakukan, agar kita layak jadi pewaris tahta Kerajaan sorgawi.
# Staff Isa dan Islam 2011-11-11 16:33
~
Saudara Yoga,

Terimakasih atas komentar yang telah saudara berikan. Kiranya penjelasan dari saudara dapat memberi pencerahan bagi saudara Siska.
~
SO
# DG 2011-11-03 14:32
*
Apa itu roh? Kalau setiap roh ada pada setiap manusia, berarti semua manusia adalah Tuhan.

Lalu, apa yang membedakan antara roh manusia dan nabi?
# Staff Isa dan Islam 2011-11-16 15:02
~
Saudara DG,

Tubuh manusia terdiri dari jiwa, roh, dan daging. Ketiga bagian ini adalah satu-kesatuan yang tidak dapat terpisahkan.

Roh manusia dan roh nabi adalah sama. Sebab nabi adalah manusia. Mereka diciptakan Tuhan dengan cara yang sama, yaitu lahir dari seorang wanita akibat dari adanya hubungan biologis antara pria dan wanita (selain nabi Adam dan Hawa tentunya).

Maka, tidak ada perbedaan antara roh manusia dan roh nabi.
~
SO
# Sarah 2011-12-06 14:37
*
Memang tidak mudah membuka hati untuk yang lain sekali pun kebenaran jika sudah memegang kuat keyakinan sendiri.
# Staff Isa dan Islam 2011-12-10 15:01
~
Firman Allah berkata, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri”. (Injil, Surat Efesus 2:8-9)

“Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.....” (Injil, Rasul Besar Yohanes 15:16)

Keselamatan adalah anugerah Allah. Bukan usaha manusia. Keselamatan itu diberikan melalui Isa Al-Masih. Bila Allah telah memilih orang-orang yang akan diselamatkan-Ny a, maka orang tersebut tidak akan dapat mengingkarinya.
~
SO
# bayu 2011-12-14 12:12
*
Mohon ijin untuk diberikan penjelasan. Siapakah sebenarnya Yesus itu?

Bagaimana dengan pernyataan iman sebagai berikut: “…. Aku percaya akan satu Allah, Bapa yang Maha Kuasa. Pencipta langit dan bumi dan segala sesuatu yang kelihatan dan tak kelihatan. Dan akan Tuhan Yesus Kristus, Putra Allah yang Tunggal,……Pada hari ketiga Ia bangkit, menurut Kitab Suci. Ia naik ke sorga, duduk di sisi kanan Bapa……”

Jika Yesus itu Tuhan, maka kalimat yang menyatakan bahwa waktu Dia naik ke sorga dan duduk di kanan Bapa, maka siapakah Bapa yang dimaksud pada waktu kejadian itu?

Selanjutnya apakah akhirnya Bapa melebur dengan Yesus saat Dia telah sampai dalam Sorga?
# Staff Isa dan Islam 2011-12-15 09:42
~
Saudara Bayu,

Memang bukan hal yang mudah untuk mengetahui dengan jelas akan Allah yang Esa. Sebab Allah yang Esa itu terdiri dari tiga oknum yang merupakan satu kesatuan. Yaitu Allah Bapa, Allah Anak (Isa Al-Masih), dan Allah Roh Kudus.

Allah Bapa dan Allah Roh Kudus adalah Roh adanya. Sedangkan Allah Anak memiliki tubuh, tubuh manusia inilah yang disebut dengan Isa Al-Masih.

Tentang duduk disebelah kanan Allah Bapa, Isa Al-Masih sendiri telah mengatakan hal ini kepada pengikut-Nya sebelum Dia mati, bangkit dan naik ke sorga.

"….. Akan tetapi, Aku (Isa Al-Masih) berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit.' " (Injil Rasul Besar Matius 26:64).

Duduk di sebelah kanan Allah maksudnya, bahwa Isa Al-Masih ditinggikan atas segalanya. Diberi kuasa atas segalanya. Juga Dia menjadi Imam Besar di hadapan Allah Bapa dan Pembela untuk orang yang percaya kepada-Nya. Juga Dia akan kembali ke bumi untuk memerintah dan menghakimi manusia. Dia yang tertinggi dan berkuasa untuk selamanya.
~
SO
# bayu 2011-12-15 13:45
*
Memang agak membingungkan tapi saya coba untuk mencerna. Jadi saat Yesus (Allah Anak/ Allah dalam wujud Fisik/manusia) naik ke sorga duduk di kanan Bapa, maka yang dimaksud Bapa adalah Allah Bapa (yang sifatnya Roh). Jadi pada saat itu Ada Roh dan Wujud Roh yang duduk berdampingan.

Jika Roh dan wujud Roh satu adanya, maka saat di Sorga, saat wujud Roh (Yesus) tidak lagi berhadapan langsung dengan manusia maka Roh dan wujud Roh (Yesus) akan melebur menjadi satu, sehingga menjadi Roh Tunggal / Allah Esa.

Apakah begitu? Mohon koreksinya.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-03 15:35
~
"Duduk di sebelah kanan" adalah suatu ungkapan alegoris. Kata "kanan" sering digunakan oleh orang-orang Yahudi sebagai simbol kekuasaan. Ungkapan "di sebelah kanan" melambangkan kebaikan atau kemuliaan.

Masyarakat kita juga sering menggunakan istilah "Tangan Kanan" yang artinya orang kepercayaan. Misalnya dalam kalimat “dia itu tangan-kanan pemilik perusahaan ini”, artinya dia itu adalah orang kepercayaan.

Karena Allah adalah Roh (Injil, Rasul Besar Yohanes 4:24) dengan wujud multidimensi dan Maha Hadir, dan bukan sosok fisik seperti manusia. Maka ungkapan "Isa Al-Masih duduk di sebelah kanan Allah" bukan berarti ada dua person, yaitu Allah dan Isa Al-Masih'. Melainkan satu pribadi yaitu Isa Al-Masih sebagai pemegang otoritas ke-Allahan sejati.
~
SL
# Jandreas Manalu 2011-12-16 07:17
*
Apakah benar Alkitab yang di Al-Quran sama dengan Al-Quran di Kristen?

Saya adalah orang Kristen.
# Staff Isa dan Islam 2011-12-19 10:23
~
Saudara Jandreas,

Alkitab adalah kitab suci umat Kristiani. Sering juga disebut dengan Istilah Injil, khususnya di kalangan umat Muslim. Alkitab sendiri terbagi atas dua bagian. Yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

Inti dari Perjanjian Lama adalah, janji Allah atas bangsa Israel yang disampaikan-Nya melalui Musa. Semua kitab dalam “Perjanjian Lama” menyinggung janji tersebut. Sedangkan Perjanjian Baru adalah penggenapan dari “Janji Allah” tersebut.

Maka, tidak ada istilah Alkitab dalam Al-Quran ataupun Alkitab di Kristen. Sebab Alkitab hanya ada satu. Yang berisi janji-janji Allah bagi umat percaya.

Lebih jelasnya mengenai Alkitab, silakan saudara membaca artikel pada url ini: http://tinyurl.com/7gyxbbz.
~
SO
# ahmad 2011-12-19 22:28
*
Quoting Jandreas Manalu:
*
Apakah benar Alkitab yang di Al-Quran sama dengan Al-Quran di Kristen?

Saya adalah orang Kristen.

Tentu saja beda isi Alkitab dengan isi Al-Quran, tapi bagi saya Al-Quran yang benar karena Al-Quran Kitab penutup bagi semua Kitab.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-02 14:01
~
Umat Muslim percaya Al-Quran sebagai kitab penutup. Kadang juga mereka mengatakan Al-Quran sebagai kitab penyempurna. Namun sepertinya mereka kurang menyadari mengapa justru 75% isi Al-Quran bersumber dari Alkitab.

Dan juga sepertinya mereka tidak menyadari isi Al-Quran yang mengatakan, “Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.” (Qs 5:46).

Bila memang Al-Quran adalah benar kitab penutup dari Allah, lalu mengapa Allah harus mengatakan justru dalam Injil dan Taurat ada petunjuk dan cahaya. Mengapa petunjuk dan cahaya itu tidak disebut terdapat dalam Al-Quran? Atau mungkin petunjuk dan cahaya Allah sudah kadaluar sehingga perlu pembaharuan?.
~
SO
# Phya 2012-02-16 10:03
*
Menurut saya Al-Quran ialah Kitab penyempurna, tidak ada seorangpun yang bisa mengubah isi dari Al-Quran dan Muhammad ialah nabi terakhir. Allah ialah Tuhan Yang Maha Esa.

Agama Islam percaya dengan keberadaan Isa Al-Masih karena Dia termasuk manusia pilihan sama halnya dengan Muhammad.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-21 16:18
~
1. Bila memang benar Al-Quran sebagai kitab penyempurna, ajaran manakah yang disempurnakan Al-Quran dari kitab-kitab sebelumnya? Monogami menjadi poligami atau kasih menjadi jihad dapat disebut sebagai penyempurna? Bila tidak keberatan, kiranya saudara dapat menyebutkan salah satu ajaran yang disempurnakan itu.

2. Muhammad nabi terakhir? Siapakah yang mengangkat dia sebagai nabi terakhir? Adakah nabi lain mengatakan demikian? Bukankah dia sendiri yang mengatakan bahwa dia adalah nabi terakhir?

3. Iya. Kami setuju dengan saudara. Allah itu Esa.

4. Isa Al-Masih memang akan datang untuk kali kedua. Pada akhir zaman Dia akan datang sebagai Hakim yang Adil. Menghakimi semua manusia termasuk saudara. Dan menetapkan diantara mereka, siapa yang layak masuk sorga dan siapa yang harus dilemparkan ke dalam api neraka.

5. Isa Al-Masih tidak sama dengan Muhammad. Muhammad adalah manusia biasa yang berdosa, sama seperti saudara. Namun tidak dengan Isa Al-Masih. Dia adalah Kalimat Allah yang menjelma menjadi manusia, datang ke dunia dan disebut Isa Al-Masih (Qs 3:45).
~
SO
# Victoria Tunggono 2012-04-27 23:36
*
Perlu diperhatikan bahwa Al-Masih adalah bahasa Arab bagi M'sheekha (bahasa Aram, yaitu bahasa yang digunakan Yesus sendiri) dan Christ (bahasa Yunani) atau Kristus, dalam bahasa Indonesia.

Dan Yesus, Yeshua (Yahudi), Eashoa' (Aram), Isa (Arab), dan Iesous (Yunani) adalah berbagai terjemahan nama Jesus dalam berbagai bahasa.

Jadi Isa Al-Masih adalah Yesus Kristus.
# Staff Isa dan Islam 2012-04-28 13:17
~
Saudara Victoria,

Terimakasih atas ilmu yang sudah saudara bagikan dalam komentar saudara di atas. Semoga ilmu yang saudara bagikan bermanfaat bagi saudara-saudara lain yang mengunjungi forum ini.
~
SO
# dawni 2012-05-02 20:23
*
1. Apakah agama Kristen itu ada?

2. Apakah Tuhan Yesus pernah menyuruh anda mengikuti agama Kristen?

3. Di surat dan ayat berapa dalam Alkitab menyebutkannya?
# Staff Isa dan Islam 2012-05-04 10:15
~
Saudara Dawni,

1. Agama Kristen benar ada. Bahkan di Indonesia Kristen adalah agama terbesar kedua setelah Islam. Tentu saudara tahu akan akan itu bukan?

2. Tuhan Yesus memang tidak pernah memberi perintah tersebut. Sebab, Dia datang ke dunia bukan membawa misi sebuah “agama”. Baik agama Kristen maupun agama lainnya. Dia datang ke dunia membawa Kabar Baik. Yaitu Keselamatan dan Hidup Kekal bagi siapa saja yang mau menerimanya termasuk saudara Dawni.

Itulah sebabnya Kitab Suci Injil menulis, “supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:15)

Dengan kata lain, yang dibawa Isa Al-Masih adalah jaminan masuk sorga, bukan agama.

3. “Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen” (Injil, Surat Para Rasul 11:26).

“Kristen” artinya pengikut Isa Al-Masih. Kala itu, sebutan ini diberi untuk membedakan pengikut Isa dengan yang bukan pengikut Isa. Namun, sejak saat itu setiap pengikut Isa Al-Masih akhirnya disebut sebagai Kristen hingga saat ini.
~
SO
# rizzal 2012-05-08 07:39
*
Pertanyaan ini tidak akan habis dijawab sampai akhir zaman, anda harus sadari itu. Mencari kesempurnaan dalam berkeyakinan tidak akan bisa dicapai dengan cara menilai keyakinan pihak lain yang beda keyakinan dengan anda. Jadi cukup dalami dan patuhi keyakinan anda sendiri tanpa menganggu keyakinan orang lain.
# Staff Isa dan Islam 2012-05-11 17:00
~
Tapi menurut kami tidak ada salahnya untuk kita berdiskusi dan bertukar informasi tentang kepercayaan tersebut. Dengan catatan, dalam diskusi kita lebih mengedepankan sopan santun dan saling menghargai pendapat satu sama lain.

Itulah tujuan kami membuat situs dan forum ini, jadi maaf bila kami mengatakan bahwa saudara salah telah menilai kami bermaksud dengan sengaja mengganggu keyakinan orang lain lewat forum ini.
~
SO
# iqbal 2012-05-15 16:30
*
Dalam dialog ini banyak menyinggung tentang nabi Muhammad didoakan biar selamat.

Tapi dalam Islam bukan begitu pemahamannya, umat Islam bukan mendoakan nabi Muhammad untuk selamat, akan tetapi disuruh dalam Islam untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad. Jadi bershalawat itu bukan doa.
# Staff Isa dan Islam 2012-05-21 12:20
~
Saudara Iqbal,

Terimakasih atas penjelasan saudara di atas.

Ada satu pertanyaan dari kami, jika memang bershalawat bukan untuk mendoakan keselamatan Muhammad, lalu apa tujuan umat Islam disuruh bershalawat bagi Muhammad?

Tentu segala sesuatu yang diperintahkan untuk dilakukan ada maksud dan tujuannya. Demikian juga tentang hal bershalawat bagi Muhammad, tentu ada maksud dan tujuannya. Dapatkah saudara menjelaskannya?
~
SO
# Jesus My Lord 2012-05-28 00:36
*
Dengan adanya website ini maka semua tuduhan Al-Quran terhadap Yesus Kristus dan Injil adalah salah besar.

Kita lihat Nabi Musa pada zamannya diturunkan sebuah nubuat yang berupa 10 (sepuluh) Perintah Allah, apakah dalam Islam ada ditekankan kepada umatnya untuk menuruti itu?

Benarkah semua nabi adalah orang Islam? Hingga akhir hayatnya saja nabi anda tidak ada menekankan umatnya atas nubuat ini. Sebab Yesus Kristus pernah dan selalu menekankan akan nubuat itu. Percayalah, di dalam nama-Nya engkau akan diselamatkan. Tuhan memberkati.
# ericka 2012-07-01 19:50
*
Yesus berkata sebelum Dia memberikan nyawanya-Nya bahwa sudah selesai. Artinya Dialah Alfa dan Omega (yang Awal dan yang Akhir). Karena Dia masih hidup hingga saat ini maka tidak mungkin ada nabi lagi sesudah Dia, apalagi bukan keturunan Yahudi tapi dari keturunan Kedar Nebayot Arab.

Orang yang mengakui nabi setelah Yesus Kristus adalah nabi palsu. Jadi tidak perlu diperdebatkan lagi.
# Staff Isa dan Islam 2012-07-05 09:32
~
Saudara Ericka,

Memang tidak mudah bagi orang Kristen menjelaskan siapakah Muhammad sebenarnya. Bukankah orang Kristen tidak dapat memberi penilaian kepada Muhammad tanpa alasan. Bila saudara ingin mengetahui fakta-fakta tentang Muhammad dan ajarannya, saudara dapat membaca pada url ini
http://tinyurl.com/cj969my.

Rencana Allah dalam menyelamatkan manusia yang berdosa adalah, Allah sendiri datang ke dunia menjadi manusia yang dikenal dengan nama Isa Al-Masih. Dengan dihukum sebagai ganti kita. Ini sudah digenapi. Maka, umat Kristen tidak memerlukan nabi lain.
~
DA
# Hamba Allah 2012-07-17 15:15
*
Yang namanya Tuhan pasti Maha Kuasa atas segala sesuatunya termasuk menciptakan manusia tanpa ayah. Allah berfirman dalam Al-Quran yang maksudnya bahwa perumpamaan penciptaan Nabi Isa Al-Masih (Yesus) seperti perumpamaan penciptaan Nabi Adam.

Allah berkuasa menciptakan manusia tanpa ayah dan tanpa ibu seperti Nabi Adam, tentu Allah berkuasa pula menciptakan manusia tanpa ayah seperti Nabi Isa. Bahkan Allah berkuasa pula menciptakan manusia tanpa ibu seperti Nabi Syits (anak bungsu Nabi Adam yang diciptakan Allah dari benih Nabi Adam saja tanpa dilahirkan oleh Siti Hawa / Eva).

Pakailah akal yang diberikan oleh Allah kepadamu karena Allah akan marah kepada orang yang tidak mau menggunakan akal dan fikirannya. Takutlah kamu akan azab Allah berupa api neraka di akhirat kelak. Sesungguhnya Allah mengharamkan surga bagi orang-orang yang mempersekutukan -Nya dengan sesuatu.
# Staff Isa dan Islam 2012-07-20 09:16
~
Saudara Hamba Allah,

Isa Al-Masih berasal dari Roh Allah. Adam berasal dari debu tanah. Isa adalah Kalimat Allah, jelas Kalimat Allah tidak diciptakan, Kalimat Allah adalah kekal dan satu dengan Allah. Adam tidak pernah disebut sebagai Kalimat Allah. Adam tentu saja lahir tanpa ayah dan ibu, karena dia adalah manusia pertama. Bagaimana kedua hal ini bisa dibandingkan?

Allah ingin pengikut-Nya menjauhi dosa karena mereka mengasihi Dia. Bacalah hukum pertama dan terutama dalam Alkitab: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap akal budimu.” (Injil, Rasul Besar Matius 22:37)
Sayang sekali jika seumur hidup seseorang hanya menjauhi dosa karena dorongan takut dibakar dalam api neraka. Saudara dapat membaca pada tautan ini.

Namun yang indah, Allah dalam Injil berjanji bahwa setiap orang yang menerima Isa Al-Masih sebagai Juruselamat pasti ke sorga. Silakan baca dan renungkan di url ini yang akan menolong Saudara http://tinyurl.com/6ntpehg
~
DA
# Juli Darma Putra 2012-08-11 15:10
*
Yang anda utarakan tentang Islam itu salah besar. Umat Islam itu saling mendoakan, baik yang masih hidup maupun yang meninggal. Maksud saya orang hidup mendoakan orang yang sudah meninggal bukan sebaliknya.

Agama Islam mengajarkan bagimu agamamu dan bagiku agamaku. Hidup adalah pilihan. Pilihan yang selalu berpasangan senang dan susah. Kalau tidak mau susah tinggallah di surga. Tapi sebelum sampai ke surga anda harus menyeberangi jembatan sirotul mustakim. Kalau tidak bisa, pilihannya neraka.
# Staff Isa dan Islam 2012-08-11 19:38
~
Saudara Juli,

Sepertinya saudara baru bergabung di forum ini. Untuk itu kami mengucapkan selamat bergabung. Semoga ada manfaat yang saudara dapat dari dialog di forum ini.

Oh iya, saudara juga dapat berdialog langsung dengan staf kami. Saudara dapat mengemail mereka di: . Mereka akan melayani saudara dengan baik.

Tentang komentar saudara di atas, kami setuju bahwa hidup selalu ada dua pilihan. Dan kami merasa penasaran dengan kalimat saudara “ Tapi sebelum sampai ke surga anda harus menyeberangi jembatan sirotul mustakim”

Kalau saya tidak salah, katanya jembatan itu sangat kecil sekali, sebanding dengan rambut dibelah tujuh. Dapatkah saudara Juli membantu menjelaskan, dengan cara apakah kita menyeberangi jembatan tersebut? Dan adakah syarat yang harus dipenuh agar seseorang dapat lolos hingga ke seberang?
~
SO
# John Alexander 2012-10-11 09:35
*
Buat staff IDI,

Saran saja, sebaiknya tidak menggunakan istilah Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus dalam menjelaskan ke-Tritunggal-a n Allah. Karena itu mengesankan jumlah Allah lebih dari satu, hal yang asing bagi non-Kristiani. Sebaiknya dalam menjelaskannya menggunakan Sang Bapa, Sang Anak dan Roh Kudus sebagai ke-Tritunggal-a n Allah.

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2012-10-15 20:02
~
Terimakasih atas saran saudara yang berkaitan dengan nama-nama pribadi dalam Allah Tritunggal.

Umat Muslim pada umumnya berargumen bahwa ajaran Tritunggal pada dasarnya adalah salah satu bentuk dari ajaran Kristen yang tidak masuk akal.

Tritunggal tidak pernah dinyatakan atau diajarkan secara eksplisit oleh Yesus sendiri, karena Yesus mengajarkan: ”Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa” (Injil, Rasul Markus 12:29)

Oleh sebab itu, agar umat Muslim tidak menafsirkan bahwa Allah umat Kristen itu ada tiga maka artikel-artikel pada situs “Isa dan Islam” tentang Allah Tritunggal menggunakan nama Allah Bapa, Kalimat Allah (Isa Al-Masih) dan Roh Allah.
~
SL
# M. Petrus 2012-10-21 16:43
*
Pembahasan masalah agama tidak akan pernah habis-habisnya. Di sini tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah, semuanya telah terperangkap oleh apa yang disebut dengan "agama". Jika memang seseorang tidak memeluk / mempercayai suatu agama beserta nabinya (semisal Islam, Kristen) tidak akan mendapatkan jaminan di tempat "surga", terus bagaimanakah nasib para nenek moyang pendahulunya sebelum para nabi itu "ditahbiskan"? Berarti mereka semua tidak ada yang masuk surga?

Masalah masuk surga atau masuk kemana pun setelah kematian kita, amal perbuatan kitalah yang menentukan. Tidak ada campur tangan dari "wahyu" manapun. Hukum alam sangat adil. Tuhan hanya sebagai "penonton", tidak pernah menghukum, menghancurkan, membahagiakan kita yang notabene adalah "ciptaan-Nya". Segala sesuatu balik kepada perbuatan kita.
# Staff Isa dan Islam 2012-10-22 19:41
~
Saudara Petrus,

“Agama” jelas tidak dapat menyelamatkan seseorang. Memeluk agama tertentu tidak dapat menjamin yang bersangkutan masuk sorga. Demikian halnya dengan amal perbuatan, tidak dapat memberi jaminan seseorang dapat masuk sorga. Sebab Keselamatan sorgawi dari Allah adalah anugerah Allah, bukan hasil usaha manusia.

“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Injil, Surat Efesus 2:8-9).

Bila anda ingin memperoleh jaminan keselamatan, terimalah anugerah dari Allah. Anugerah itu terdapat dalam Isa Al-Masih.

Firman Allah berkata, “Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya [Isa Al-Masih] beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:15).
~
SO
# M. Petrus 2012-10-28 16:42
*
Tuhan Allah tidak pernah memaksa kita. Bila kita tidak menyakini Tuhan Allah, berarti tidak mendapatkan jaminan di surga. Tuhan Allah itu tidak "pencemburu". Sebenarnya Anda sekalianlah yang membuat-buat Tuhan Allah "Pencemburu".

Tuhan Allah bukan juga suka "menguji" hamba-Nya. Tuhan Allah bukanlah sesuatu yang jahil ataupun iseng yang suka menguji. Tuhan Allah itu hanya memperhatikan saja, ibarat "penonton yang baik", siapa yang menanam dialah yang memetik.

Yang menanam kebencian, kejahatan akan beroleh dosa, sedang mereka yang cinta kasih kepada sesama akan beroleh amal kebajikan.
# Staff Isa dan Islam 2012-10-30 20:36
~
Saudara Petrus,

Perhatikanlah ayat ini: “Sebab janganlah engkau sujud menyembah kepada allah lain, karena TUHAN, yang nama-Nya Cemburuan, adalah Allah yang cemburu” (Taurat, Kitab Keluaran 34:14).

Menurut saudara, apakah Tuhan Allah akan tinggal diam bila saudara menyembah allah lain selain Dia?

Tuhan Allah menguji umat-Nya bukan karena Dia iseng atau kurang kerjaan. Sebaliknya, justru Allah sangat mengasihi umat-Nya. Berharap, melalui ujian yang ada dapat semakin membentuk iman umat-Nya semakin kuat dan semakin dewasa.

Perhatikanlah ayat ini, “Pencobaan-penc obaan yang kamu alami ialah pencobaan-penco baan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya” (Injil, Surat 1 Korintus 10:13)
~
SO
# fandhy 2012-11-05 21:01
*
Saudaraku Kristiani,

Yesus Kristus dengan Isa Al-Masih berbeda. Jangan anda samakan. Karena menurut Qs 19:23, Isa Al-Masih dilahirkan dibawah pohon kurma. Sedangkan Injil Lukas 2:6-7, Yesus dilahirkan di kandang hewan.

Apakah anda mau mengatakan Alkitab anda bohong? Memang Islam dan Kristen agama samawi, tapi dibatasi kitab sucinya masing-masing. Maka mari kita renungkan bersama supaya tercipta kerukunan beragama.
# Staff Isa dan Islam 2012-11-09 09:07
~
Saudara Fandhy,

Tentang tempat di mana Yesus dilahirkan, memang Al-Quran dan Alkitab mempunyai pandangan yang berbeda. Tetapi perbedaan pendapat tersebut tidak dapat menjadi tolok-ukur untuk mengatakan bahwa Yesus dan Isa adalah dua pribadi yang berbeda.

Nama lain untuk Isa ialah Yesus. Gelar Al-Masih berasal dari bahasa Ibrani yang artinya adalah “yang diurapi”. Sedangkan “Kristus” merupakan terjemahan “yang di-urapi” ke dalam bahasa Yunani.

Dengan demikian, baik Isa Al-Masih maupun Yesus Kristus artinya adalah “yang diurapi”. Dengan kata lain, Yesus Kristus dan Isa Al-Masih adalah Pribadi yang sama.

Untuk memperkuat argumen ini, saudara dapat melihat beberapa persamaan dalam Al-Quran dan Alkitab tentang Pribadi Yesus Kristus/Isa Al-Masih.
~
SO
# gunn 2012-11-20 07:04
*
Islam agama yang sah disisi Allah. “Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab[189] kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya” (Qs 3:19).

Tidak ada keselamatan selain dalam Islam. “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi” (Qs 3:85)..
# Staff Isa dan Islam 2012-11-27 14:58
~
Benarkah ayat di atas? Apakah dengan memeluk agama Islam seseorang dijamin pasti masuk sorga?

Lalu apa maksud dari ayat ini: “Dan tidak ada seorangpun daripadamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan” (Qs 19:71)?

Dan mengapa sebelum meninggal Nabi Muhammad mengucapkan kalimat ini: “Ya Allah! Ampunilah saya! Kasihanilah saya dan hubungkanlah saya dengan Teman Yang Maha Tinggi …” (Sahih Bukhari Vol. 5 Book 59 No. 715). Dan juga Al-Quran menuliskan “Supaya Allah memberi ampunan kepadamu (Muhammad) terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang . . . . ” (Qs 48:2).

Logikanya, bila keselamatan ada dalam agama Islam, maka seharusnya Nabi Muhammad sebagai pembawa agama Islam sudah terjamin keselamatan sorgawinya. Dia tidak perlu khawatir lagi bukan? Tetapi mengapa justru dia meminta pengampunan dari Allah dan Al-Quran juga memerintahkan dia minta ampun atas dosa-dosanya?
~
SO
# M. Petrus 2012-11-25 14:19
*
Menurut saudara staf: "Inilah yang kami imani, bahwa Keselamatan atau jaminan masuk sorga hanya ada di dalam Isa Al-Masih. Bukan pada hal lain, termasuk amal dan perbuatan atau agama tertentu".

Ingatlah satu hal saudara staf, amal dan perbuatan kitalah yang kelak menentukan kehidupan kita yang akan datang, itu adalah absolut alias mutlak. Tidak ada jaminan lagi diluar sana. Apa yang kita tanam itulah yang kita petik. Tanam ubi panen ubi, tanam jati panen jati. Tak mungkinlah tanam ubi panen jati. Itu sudah hukum alam yang sangat universal, orang bodohpun tau itu. Jadi tidak ada jaminan keselamatan dalam agama apapun.
# Staff Isa dan Islam 2012-11-27 14:59
~
Kami setuju dengan perumpamaan yang saudara Petrus sampaikan. Tanam ubi panen ubi. Tanam jati panen jati. Ini memang hukum alam yang tidak bisa dirubah.

Bagaimana dengan amal ibadah? Amal ibadah berbeda dengan ubi yang ditanam. Demikian juga keselamatan berbeda dengan ubi yang dipanen. Keselamatan bukanlah hasil dari amal ibadah yang kita lakukan, melainkan pemberitan Allah. Inilah perbedaan antara keselamatan dengan perumpamaan yang saudara sebutkan di atas.

Dan lagi, nabi saudara sendiri mengatakan bahwa amal ibadah tidak dapat memberi jaminan keselamatan bagi seseorang. Inilah perkataannya tentang hal itu, “Dari Rasulullah saw. bahwa beliau bersabda: Tidak seorang pun di antara kalian yang akan diselamatkan oleh amal perbuatannya. Seorang lelaki bertanya: Engkau pun tidak, wahai Rasulullah? Rasulullah saw. menjawab: Aku juga tidak, hanya saja Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadaku akan tetapi tetaplah kalian berusaha berbuat dan berkata yang benar” (Hadits Shohih Bukhori Jilid 8, nomor 470).

Dengan kata lain, amal ibadah tidak dapat menjamin keselamatan seseorang. ”Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Injil, Surat Efesus 2:8-9).
~
SO
# kacuk 2013-01-31 16:53
*
Syalom, selamat sore staf Isa dan Islam yang terhormat,

Saya mengutip kutipan dari staf "Seorang yang memeluk agama Kristen, belum tentu dia mengerti betul iman Kekristenan dan juga Injil. Itulah sebabnya, sebagai pengikut Isa Al-Masih diwajibkan untuk membaca dan pembelajari isi Alkitab"

Ada tertulis Kitab Kejadian 3:6-7. Maaf kalau saya tidak menulis ayat ini. Mohon penjelasannya:

1. Buah apa yang dimaksud?

2. Bisa dijelaskan buah itu sperti apa bentuknya.

3. Apakah buah seperti itu masih ada, pernah melihat staf yang terhormat, apa staf percaya dengan Injil kog belum pernah melihat buahnya?

Terimakasih, maaf kalau ada kata-kata yang menyinggung.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-01 12:12
~
Saudara Kacuk,

Alkitab tidak menjelaskan secara detail buah apa yang dimaksud dalam ayat tersebut. Tetapi kami percaya bahwa yang ditekankan pada kisah itu bukan soal jenis buah yang dimakan oleh Adan dan Hawa. Tetapi bagaimana manusia itu akhirnya jatuh dalam dosa karena mereka lebih mementingkan nafsunya daripada menaati perintah Allah.

Dan kejadian seperti ini masih berlanjut dalam kehidupan manusia zaman sekarang. Tidak jarang manusia jatuh dalam dosa karena memakan “buah” yang salah. Seperti “buah” korupsi, “buah” pembunuhan, dan “buah-buah” kejahatan lainnya.

Nah, bagaimana caranya agar kita tidak memakan “buah” yang salah? Firman Allah berkata, “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung” (Kitab Nabi Yosua)
~
SO
# Terang 2013-02-21 03:57
*
Pandangan sesuai topik:

1. Al-Quran adalah penyempuran dari kitab terdahulu. Pertanyaan: Apa yang disempurnakan dari kitab sebelumnya?

2. Islam adalah satu-satunya jalan ke sorga. Pertanyaan: Mungkinkah kita diselamatkan apabila Muhammad sendiri memohon pengampunan?

3. Islam dan Kristen percaya Isa diangkat ke sorga. Pertanyaan: Isa langsung naik kesurga dan Muhammad menunggu akhir jaman diadili oleh Isa, jadi siapakah yang harus ditinggikan. Yang mengadili atau yang diadili?

4. Menurut Islam, Isa Al-Masih juga memeluk agama Islam. Pertanyaan: Apakah ada sifat dan perilaku Muhammad menyerupai sifat Isa Al-Masih?

5. Islam berkata bahwa umat Kristen mempunyai 3 Tuhan. Pertanyaan: Adakah umat Kristen berkata, kalau mereka mempunyai tiga Tuhan?
# dreadz 2013-02-21 21:06
*
1. Keyakinan umat Islam, semua agama terdahulu adalah untuk umat di masanya, sementara Islam sampai akhir jaman.

2. Al-Quran yang menjamin, maka umat Islam yakin.

3. Tidak ada ayat Al-Quran yang menyatakan Isa langsung diangkat ke surga

4. Pelajari dulu apa arti Islam, tidak ada hubungannya dengan pertanyaanmu

5. Silakan jelaskan konsep Trinitas kepada semua orang non-Kristen apa mereka bisa mengerti?
# Staff Isa dan Islam 2013-03-05 21:46
~
Saudara Dreadz,

1. Jawaban saudara untuk point ini tidak menjawab pertanyaan dari Saudara Terang. Menurut kami, Islam tidak membawa penyempurnaan, sebaliknya Muhammad membawa kembali umatnya kepada ajaran yang dianut oleh orang-orang yang tidak mengenal Tuhan dimana sebelum Isa datang. Contohnya: Ajaran monogami yang diajarkan Isa, dirubah menjadi poligami.

2. Tolong saudara berikan satu ayat dari Al-Quran yang memberi jaminan bahwa Muhammad pasti masuk sorga.

3. Dapatkah saudara menjelaskan apa maksud dari ayat ini: “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku (Isa Al-Masih), pada hari aku dilahirkan, pada hari aku (Isa Al-Masih) meninggal dan pada hari aku (Isa Al-Masih) dibangkitkan hidup kembali” (Qs 19:33)

4. Agama Islam adalah agama yang dibawa oleh Muhammad, kira-kira setelah enam ratus ratus Isa kembali naik ke sorga. Menurut saudara, apakah masuk akal bila Isa juga seorang yang memeluk agama Islam?

5. Untuk mengetahui konsep Tritunggal, silakan saudara membaca pada link ini: http://tinyurl.com/7y5qolz.
~
SO
# Gaevin Dragenfodt 2013-03-03 01:43
*
To: Dreadz

1. Penyempurnaan agama oleh Islam.
Pertanyaan: Kasih menjadi Jihad? Monogami menjadi Poligami? Al-Quran mengajarkan umat Islam meyakini Taurat dan Injil. Dan Al-Quran mengajarkan Muhammad untuk bertanya pada para pembaca kitab sebelumnya apabila dalam keraguan.

Apabila Taurat dan Injil belum sempurna, untuk apa lagi masih perlu dipercayai? Apakah Firman Allah tidak sempurna sehingga perlu disempurnakan? Bukankah Allah Maha Sempurna?

2. Al-Quran menjamin keselamatan Umat Islam.
Pertanyaan: Ayat manakah ini? Mungkinkah Umat Islam terjamin keselamatannya oleh Al-Quran sementara pembawa Agama Islam sendiri (Muhammad) meragukan keselamatannya? Apakah saat kita diadili nanti kita bisa membawa Al-Quran ke akhirat sebagai jaminan untuk masuk surga?

3. Tidak ada ayat dalam Al-Quran yang menyatakan Yesus diangkat/naik ke surga.
Pertanyaan: Jika tidak diangkat ke surga, berarti Yesus telah mati. Di manakah Ia sekarang? Bukankah jika bukan di surga berarti Ia di neraka? Mungkinkah itu? Apa pendapat Anda tentang ayat Al-Quran berikut ini: “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali" (Qs 19:33)? Apakah Isa mati atau telah bangkit? Jika telah bangkit, di manakah Ia sekarang jika tidak diangkat ke surga?
# Gaevin Dragenfodt 2013-03-03 02:01
*
To: Dreadz

Dalam Hadits Shahih Muslim no. 127 dan Hadits Shahih Bukhari no. 1090 (lampiran ke-2), dikatakan: Dari Abu Hurairah r.a., katanya Rasulullah s.a.w, bersabda: “Demi Allah yang jiwaku di tanganNya, sesungguhnya telah dekat masanya ‘Isa anak Maryam akan turun di tengah-tengah kamu. Dia akan menjadi hakim yang adil..."

Siapakah yang berhak menjadi hakim atas manusia? Bukankah hanya Allah sendiri? Berdasarkan hadits ini, bukankah Muhammad mengakui Yesus adalah sama dengan Allah yang adalah hakim atas umat manusia?

Tidak ada hubungan antara perbedaan perilaku Yesus dan Muhammad.
Pertanyaan: Apabila benar Muhammad adalah nabi yang terakhir yang membawa ajaran sempurna, bagaimana mungkin perilakunya begitu berbeda dengan Yesus yang datang sebelum dia? Apakah ini berarti ajaran yang Muhammad sampaikan berbeda dengan ajaran Yesus? Bila ya, maka ajaran siapakah yang dibawa Muhammad itu sehingga bertentangan dengan ajaran nabi-nabi sebelum dia?

Umat non-Kristen tidak mungkin bisa mengerti konsep Trinitas.
Pertanyaan: Bukankah Umat Islam sendiri mengakui bahwa Yesus adalah Kalam/Kalimat/F irman Allah? Apakah Firman Allah itu bukan Allah sendiri? Bukankah Umat islam mengakui bahwa Yesus juga adalah Rohullulah/Roh Allah? Apakah Roh Allah itu bukan Allah sendiri? Sementara dalam konsep Trinitas, Allah adalah Allah Bapa, Allah Firman, dan Allah Roh. Bagaimana mungkin ini sulit dimengerti sementara Umat Islam sendiri mengakui benar adanya konsep ini?
# Staff Isa dan Islam 2013-03-20 08:29
~
Saudara Dreadz,

Kami mengucapkan terimakasih atas kesediaan saudara mengunjungi situs kami dan memberi komentar di artikel kami. Namun maaf, kami terpaksa menghapus komentar-koment ar saudara karena melanggar aturan yang telah kami tetap.

Saran kami, dalam memberi komentar ikutilah ketentuan yang sudah ada. Yaitu:
1. Tidak boleh memakai lebih dari satu kolom komentar.
2. Pertanyaan/masu kan harus berhubungan dengan uraian diatas.
3. Sebaiknya satu atau dua pertanyaan dalam satu kolom komentar.
4. Hanya menggunakan bahasa Indonesia yang umum dan dimengerti semua orang.
5. Tidak memakai singkatan-singk atan, misalnya yg, dlm, sdh, tdk, dlsbgnya.
6. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
7. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.

Untuk pertanyaan/masu kan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .
Kiranya petunjuk-petunj uk di atas dapat kita perhatikan.
~
SO
# dreadz 2013-03-21 23:11
*
Ok, karena jawaban saya dianggap melanggar peraturan, maka terpaksa saya jawab 5 pertanyaan diatas dengan satu persatu.

Pertanyaan 1: Menurut kami, Islam tidak membawa penyempurnaan, dan seterusnya.

Nah ini adalah pendapat orang Kristen mengenai ajaran Islam, padahal topik artikel diatas adalah: Apa Pendapat Orang Islam Tentang Agama Islam dan Kristen? sehingga harusnya orang Islam yang menjawab.

Maka pendapat kaum Islam adalah Islam membawa penyempurnaan, contoh yang anda kemukakan tidak prinsip dan bisa saya debat. Tetapi yang paling prinsip adalah penyempurnaan konsep ketuhanan Yang maha Esa.

Semua nabi, mulai Nabi Adam, Musa dan seterusnya mengimani bahwa Tuhan itu Esa tidak terdiri lebih dari 1 unsur. tetapi itu dirubah oleh Kristen yang mengatakan esa itu unity (terdiri dari tiga unsur), jelas itu konsep yang sangat berbeda dengan nabi-nabi sebelumnya, maka konsep itu yang disempurnakan oleh Islam.

Pertanyaan 2-5 akan saya jawab kalau sudah diijinkan oleh admin.
# Staff Isa dan Islam 2013-03-26 11:57
~
Saudara Dreadz,

Sumber kekeliruan umat Muslim memaknai Allah Tritunggal ialah Muhammad. Dia mengira Tritunggal adalah tiga ilah yang saling eksklusif dan hal itu dianggapnya tidak mungkin karena ilah-ilah itu akan saling berkelahi dengan melibatkan ciptaan, buktinya:

“Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu” (Qs 23:91).

Sama dengan kesalahan beliau menilai Yahudi dan Nasrani menyembah tiga Tuhan eksklusif. Nabi saudara tidak mampu melihat cakupan konsep rohaniah dari kesatuan Elohim, satu substansi ilahi dalam tiga pribadi yang inklusif, yang tidak mungkin saling berkelahi.
~
NN
# dreadz 2013-03-28 00:41
*
Staff admin, anda silakan saja menilai bahwa Nabi Muhammad keliru dalam memaknai Allah Tritunggal, karena anda memang tidak mempercayai Nabi Muhammad sebagai nabi, jadi anda boleh mengatakan apa saja.

Tapi sebaliknya sebagai umat Islam, saya benar menyatakan kalau Al-Quran itu memang penyempurna agama-agama terdahulu. Konsep ketuhanan sejak nabi adam tidak pernah menyebut Tritunggal dan mulai berubah dari Yahudi dan Kristen sehingga kemudian diluruskan menjadi Tuhan yang Esa oleh Al-Quran.

Nah ada 2 pendapat yang sangat berbeda, mana yang dipakai? Kalau anda obyektif dan fair, maka anda akan memuat pendapat saya sebagai umat muslim, karena apa? Karena judul artikel diatas adalah: Apa Pendapat Orang Islam Tentang Agama Islam dan Kristen?

Masak pendapat orang Islam anda koreksi? Kan artikelnya judulnya seperti itu. Sekarang boleh saya jawab soal yg ke 2?
# Staff Isa dan Islam 2013-04-04 07:38
~
Saudara Dreadz,

Konsep Tritunggal sudah dicatat dalam Firman-Nya sejak penciptaan semesta hingga dalam peristiwa nabi Adam, Ibrahim, Musa dan seterusnya. Lihat ayat penciptaan ini:

Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi" (Taurat Kitab Kejadian 1:26)

Jika Al-Quran sebagai kitab penyempurna seharusnya ia sejalan dengan Alkitab. Namun, kita menemukan banyak sekali perbedaan didalamnya.

Alkitab dan Al-Quran berbeda dalam beberapa hal. Penyaliban dan kebangkitan Yesus dipandang orang Kristen sebagai fakta sejarah. Al-Quran menyatakan bahwa kejadian-kejadi an tersebut tidak pernah terjadi.

Al-Quran mengajarkan bahwa kita bisa masuk Firdaus jika kita menjalankan Rukun Islam. Tetapi, Injil mengajarkan bahwa jalan satu-satunya menuju Surga adalah dengan percaya kepada Yesus, bukan dengan mengumpulkan amal. “Yesus menjawab, "Akulah jalan, dan kebenaran dan hidup. Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa [Allah], kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).
~
NN
# ilovemuhammad 2013-04-01 01:00
*
Assalamualaikum,

Salam damai

Pendapat saya selaku orang Islam, agama Islam adalah agama yang mengajarkan saya tentang arti kehidupan bersosial. Mau itu hidup senang, sedih, semua adalah cobaan penuh tantangan.

Dan kalau agama Kristen, agama yang enak ya, contohnya sorga sudah dijamin, dosa sudah ditebus, bisa suci seperti lahir kembali.Tetapi malah aneh, kenapa masih mau hidup ya, padahalkan sudah tidak ada dosa, enakan masuk sorga langsung malah kekal abadi.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-04 07:42
~
Waalaikumsalam saudara ilovemuhammad,

Keselamatan pengikut Isa Al-Masih dijamin Tuhan melalui korban Isa Al-Masih yang telah membersihkan dosa. “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus" (Injil, Surat Roma 3:23-24).

Demikian pula hidup dan mati para pengikut Isa Al-Masih ditentukan berdasarkan rahmat Allah semata. Pada waktu hidup, umat-Nya tersebut menikmati berkah-berkah Isa Al-Masih dan Roh Isa Al-Masih menyertai memberikan kekuatan dan penghiburan. Dan pada waktu menghadap khalik, umat-Nya itu bersukacita sebab akan bertemu dengan Tuhan dan juruselamat-Nya .

Bagaimana dengan umat Islam, dari hukum-hukumnya tampak bahwa mereka berjuang sendiri menghadapi persoalan di dunia dan akhirat. Tanpa Allah yang mendampingi dan menjamin.
~
NN
# dorce 2013-04-04 16:14
*
Saudara Lucky,

Setiap manusia bertanggung-jaw ab atas amalnya masing-masing. Dosa manusia tidak bisa dipikul maupun diwariskan kepada orang lain (Qs 53:38-39; 6:164; 17:15; 31:33; 36:54; 2:123;286) Lucunya, kok Agama bukan jalan menuju sorga?

Begini saudaraku Muslim pertanyaannya adalah kehidupan kedua hanya ada neraka dan surga bukan Nah, sorga itu tempatnya Allah yang maha suci. Artinya Allah tidak akan mengijinkan satu titik dosapun bisa masuk dalam kerajaan-Nya.

Sebaik-baiknya anda, apakah anda tidak berdosa? Al-Quran pun mengakui semua manusia berdosa. Jadi kesimpulannya, apapun agamamu tidak akan membuat kamu menjadi suci dan masuk surga! Oleh karena itu dibutuhkan satu aksi yang bisa membuat kamu jadi bersih. Itul yang diperbuat Isa, yaitu mati untuk menebus dosa kita yang percaya. Makanya yang tidak beriman dan percaya Isa Al-Masih sebagai juruselamatnya, pasti berakhir di neraka karena dosanya tetap ada.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-09 19:39
~
Firman Allah dalam Kitab Suci-Nya mengatakan, “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan" (Injil, Kisah Para Rasul 4:12).

Demikianlah, keselamatan sorgawi hanya ada pada Isa Al-Masih, bukan pada agama atau nabi lain!
~
SO
# dreadz 2013-04-06 17:04
*
Sdr admin,

Maaf jawaban anda: Taurat Kitab Kejadian 1:26 adalah konsep tritunggal, saya tidak paham apa hubungannya, tapi itu terserah anda kalau meyakininya.

Saya akan jawab untuk no. 2. Tidak ada satu ayat pun yang secara eksplisit menyatakan bahwa Nabi Muhammad dijamin masuk sorga, dan bila anda perhatikan semua nabi Allah juga tidak tertulis pada akhirnya dijamin masuk surga dalam Al-Quran.

Terus apakah berarti semua nabi Allah akan masuk neraka? Kenapa ini penting bagi umat Kristen? Karena ketiga Tuhan umat Kristen semua ada di surga, sehingga masuk surga sebagai tujuan?

Bagi kami, masuk surga hanyalah sebuah hadiah bukan tujuan utama. Karena Tuhan kami, Allah SWT tidak ada di sorga seperti Tuhan anda. Dalam Al-Quran semua umat yang beriman dijamin masuk sorga.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-09 19:40
~
Saudara Dreadz,

Inilah letak perbedaan antara iman kekristenan dengan iman orang Islam. Memang, orang Kristen memang bahwa kehidupan kekal di sorga adalah hal terpenting. Dan kami baru tahu bahwa dalam Islam sorga bukanlah hal terpenting. Itu adalah kepercayaan saudara, dan kami menghargainya.

Perbedaan Islam dan Kristen tidak terletak dari cara pandang sorga yang berbeda. Tetapi Tuhan yang disembah juga adalah Tuhan yang berbeda. Tuhan sesembahan orang Kristen, adalah Tuhan yang maha suci. Kesucian Allah tidak dapat mentoleransi dosa.

Firman Allah berkata, “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (Injil, Surat Roma 6:23) Inilah hukum dan keadilan Allah.
~
SO
# dreadz 2013-04-10 07:28
*
Kalau sudah tahu beda, kenapa admin membahas Islam dari sudut pandang Kristen? Saya pikir kalau untuk mencerahkan atau memperkuat iman kaum Kristen, tidak tepat juga. Karena pendapat anda mengenai hukum-hukum Islam juga tidak tepat, masalahnya sumber penafsiran hanya menurut anda bukan dari sumber orang Islam sendiri. Sehingga bisa-bisa menyesatkan kaum Kristen sendiri. Kalau untuk menginformasika n ke orang Islam ya tambah keliru.

Contoh, pertanyaan no 3 yang anda ajukan, itu sudah menunjukkan ketidakpahaman anda mengenai Al-Quran. Saya akan jelaskan kalau diijinkan. Semoga tidak diedit, karena akan mengaburkan makna dari jawaban saya (yang sudah saya perpendek sekali).
# Staff Isa dan Islam 2013-04-12 22:34
~
Saudara Dreadz,

Ada baiknya kita membahas topik ini satu demi satu. Tidak melebar ke hal-hal lain sementara yang dibahas belum jelas. Jadi, sebelum saudara menjelaskan no 3, bagaimana dengan pertanyaan no 2? Menurut saudara tidak ada ayat dalam Al-Quran yang menyatakan Muhammad dijamin masuk sorga, dan bagi agama Islam sorga bukanlah hal terpenting.

Jadi, setujukah saudara bila kami katakan saat ini Muhammad dan orang Islam tidak mempunyai jaminan keselamatan sorgawi, sebagaimana halnya dengan orang Kristen?
~
SO
# dorce 2013-04-10 11:24
*
Yang menjadi permasalahan umat Islam adalah, mereka terbius dengan ayat-ayat yang dikarang Muhammad, yang seolah-olah berasal dari Allah. Sehingga mereka membela mati-matian ayat tersebut, meskipun hati kecilnya mengakui bahwa ayat itu memang tidak mungkin berasal dari Allah.

Kita semua harus menyadari bahwa itulah kehebatan seorang Muhammad. Muslim selalu dininabobokan dengan ayat yang katanya dari Allah. Contohnya tentang kenabiannya, ayat-ayat perang, poligami dll. Saya melihat memang sangat kuat doktrin yang dimasukkan Muhammad, sehingga pengikutnya menjadi buta akan kebenaran yang sejati, dan tidak dapat membedakan mana yang benar-benar firman Allah (yang dicomot dari kitab-kitab sebelumnya) dan mana yang ayat karangan Muhammad dan para sahabatnya. Demi membangun kerajaan Islam di dunia, ibaratnya pengikutnya tidak diberi ruang untuk mengkritisi ayat Al-Quran karena ada ayat-ayat ancaman juga dalam Al-Quran.
# dreadz 2013-04-13 01:43
*
Saya jadi agak heran dengan pendapat admin yang mengatakan supaya pembahasan jangan melebar. Coba anda lihat lagi pertanyaan no.2 dan lihat lagi jawaban saya, bukankah itu sudah jelas? Tapi karena admin belum puas, maka sekarang anda bertanya lain lagi dengan menyimpulkan tidak ada jaminan surga untuk orang Islam.

Dalam Al-Quran semua umat yang beriman dijamin masuk surga (QS 22:14, 9:72), Iman yg bagaimana? Iman yang islam (QS 3:19, 3:85). Sudah sangat jelas sebenarnya tapi terserah kalau anda masih meragukan, mungkin karena merasa belum eksplisit. Kalau masalah Eksplisit, silakan dibandingkan dengan ketuhanan Yesus dimana saya tidak pernah tahu ada ayat Injil yang eksplisit berbunyi Yesus berkata "Akulah Tuhan maka sembahlah aku". Anda bisa jawab dengan menunjukkan ayat-ayat lain tapi tetap tidak Se-eksplisit dalam Al Qur'an (QS 20:14 ). Nah bisa saya jawab no.3?
# Staff Isa dan Islam 2013-04-23 10:26
~
Saudara Dreadz,

Maaf, kami tidak ingin berdebat dengan saudara. Silakan saudara membaca komentar-koment ar saudara sebelumnya untuk melihat apakah komentar-koment ar yang saudara berikan fokus ke topik atau melebar ke topik lain.

Pertanyaan kami no 2 adalah: Tolong saudara berikan satu ayat dari Al-Quran yang memberi jaminan bahwa Muhammad pasti masuk sorga!

Silakan menjawab pertanyaan di atas dengan singkat dan jelas diikuti ayat Al-Quran untuk membenarkan penjelasan saudara.
~
SO
# dreadz 2013-04-26 17:43
*
Sudah saya jawab sebenarnya di atas, tapi kalau anda ingin jawaban yang singkat untuk pertanyaan no.2 yaitu: "Tolong saudara berikan satu ayat dari Al-Quran yang memberi jaminan bahwa Muhammad pasti masuk sorga!"

Maka Jawabannya: Tidak ada satu ayatpun yang menyatakan ada jaminan Nabi Muhammad pasti masuk surga, juga tidak ada satu nama pun yang dijamin dalam Al-Quran pasti masuk surga.

Nah sekarang bisa saya jawab No.3?
# Staff Isa dan Islam 2013-04-29 18:11
~
Saudara Dreadz,

Mari kita diskusi dengan tenang, agar kita dapat memberikan penjelasan-penj elasan yang dapat membuka wawasan, bukan semakin bingung.

Terimakasih karena saudara sudah bersedia menjawab dengan jelas pertanyaan kami no. 2. Dimana menurut saudara, tidak ada dalam Al-Quran jaminan bagi Muhammad dan orang Islam masuk sorga.

Mengapa jawaban saudara ini bertentangan dengan pernyataan saudara sebelumnya? Yaitu: “2. Al-Quran yang menjamin, maka umat Islam yakin.”

Manakah yang benar, ada jaminan atau tidak ada jaminan? Bila tidak ada jaminan dalam Al-Quran, untuk apa kita mengimaninya? Bukankah jauh lebih baik mengimani wahyu Allah yang didalamnya ada jaminan masuk sorga?
~
SO
# leon 2013-04-30 18:00
*
To: Dreadz,

Hai Dreadz yang baik, sebenarnya pernyataan anda sedikit agak membingungkan. Anda bilang semua orang beriman akan masuk surga, tetapi di lain sisi anda juga berkata bahwa tidak ada jaminan, bahkan nabi anda pun untuk masuk surga. Jadi artinya bahwa nabi anda tidak mempunya iman sama sekali untuk bisa masuk surga? Kalau beriman, kenapa harus ragu dan bertanya akan masuk surga atau tidak?

Sangat kontras bedanya ketika kita bandingkan dengan iman kekristenan, bahwa setiap orang yang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan akan hidup bukan hanya di dunia ini, tetapi juga untuk hidup yang akan datang, yaitu hidup kekal. Di sini sangat jelas berkata bahwa sudah pasti akan mendapat hidup kekal. Semoga anda bisa mengerti.

Kami berharap anda bukan berpatokan pada "agama" karena agama bukan penyelamat, tapi hanya sekedar "alat" untuk memahami Sang Penyelamat. Tapi terimalah Tuhan Yesus sebai Pribadi yang akan membawa anda kepada kehidupan.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-01 16:39
~
Kitab Suci Allah menuliskan, “Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?" (Injil, Rasul Besar Yohanes 11:25).

Yesus adalah satu-satunya Pribadi yang dapat memberi jaminan hidup kekal sorgawi. Tidak pada agama atau nabi Allah yang lain!
~
SO
# dreadz 2013-05-03 23:11
*
(Ini saya kirim komentar saya lagi, mudah-mudahan tidak dihapus lagi)
Coba lihat pertanyaan saudara, anda bertanya nama orang (Nabi Muhammad) bukan umat Islam betul? Silakan anda lihat agama apa yang diridhoi di sisinya (QS 3:19) dan diterima Allah (QS 3:85) dan jaminan umatnya (tentu saja termasuk nabinya) silakan lihat (QS 9:72; QS 22:14).

Jadi Al Quran menjamin orang-orang yang punya kreteria tersebut masuk surga. Sangat jelas sekali sebenarnya, bahkan lebih jelas daripada pernyataan bahwa Yesus adalah Tuhan tapi ada satupun dari ayat injil yang menyatakan itu. Nah boleh saya jawab no.3?
# Staff Isa dan Islam 2013-05-20 19:45
~
Saudara Dreadz,

Dari komentar-koment ar saudara sebelumnya, maaf kalau terpaksa kami menyimpulkan bahwa sebenarnya saudara sendiri tidak paham dengan ajaran agama saudara. Terbukti dengan jawaban-jawaban saudara yang saling kontradiksi.

Di kolom lain, saudara mengatakan “Al-Quran yang menjamin keselamatan umat Islam, maka umat Islam yakin” Tapi, ketika kami meminta saudara untuk menunjukkan ayatnya, saudara mengatakan “tidak ada dalam Al-Quran jaminan bagi Muhammad dan orang Islam masuk sorga”

Kalau untuk satu pertanyaan saja saudara tidak bisa menjelaskannya, bagaimana saudara bisa menjelaskan pertanyaan berikut?

Jadi, saran kami ada baiknya saudara mempelajari terlebih dahulu ajaran agama saudara, sebelum saudara memberi komentar negatif tentang ajaran dan kitab suci umat lain.
~
SO
# Putra 2013-05-20 01:43
*
Mengenai pertanyaan sdr Dreadz no 3. Tidak ada ayat dalam Al-Quran yang menyatakan Yesus diangkat/naik ke surga

Dijawab oleh sdr admin: di (Qs 19:33) "kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan.. dibangkitkan hidup kembali" Maksud dari bangkit di sini bukan bangkit arti harafiah bangun dari mati kemudian hidup selayaknya manusia biasa.

Mengenai tidak adanya ayat explisit dalam Injil yang memberitahukan tentang "Akulah Tuhan, Sembahlah Aku (Yesus)" memang secara explisit Yesus tidak menyuruh orang menyembah Dia, namun Yesus berkata bahwa "Aku dan Bapa adalah satu" (Yohanes 10:30) Dan kalau saudara lihat di ayat tersebut Yesus hanya menyebut Dia dan Bapa (Allah) adalah satu, sehingga tidak perlu Dia berkata "sembahlah aku" karena sudah jelas pernyataan Yesus.

Untuk lebih jelasnya bisa dibaca jalan ceritanya di Yohanes 10:1-42. Di sana diceritakan dengan lengkap Yesus menyatakan diri-Nya sebagai Bapa hingga akhirnya orang percaya.
# dreadz180 2013-05-24 21:08
*
Sdr Admin, silakan dibaca jawaban saya. Saya tidak pernah menulis: “tidak ada dalam Al-Quran jaminan bagi Muhammad dan orang Islam masuk sorga” Seperti yang anda tulis, kenapa anda mefitnah saya?

Saya dengan jelas mengatakan bahwa dalam Al Quran tidak ada ayat yang menyebut nabi muhammad atau nama siapapun dijamin masuk surga. Yang dijamin masuk surga adalah orang Islam, bukan berdasarkan nama. Tapi berdasarkan perbuatan dan keyakinan seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya.

Maaf bila anda saja tidak memahami penjelasan sederhana ini bagaimana anda memahami Al-Quran?
# Staff Isa dan Islam 2013-05-28 17:24
~
Saudara Dreadz,

Kami tidak memfitnah saudara. Kami hanya mengikuti penjelasan saudara. Silakan saudara membaca kembali komentar-koment ar saudara di atas. Di sana saudara menuliskan:

# dreadz 2013-04-26 17:43
*
Sudah saya jawab sebenarnya di atas, tapi kalau anda ingin jawaban yang singkat untuk pertanyaan no.2 yaitu: "Tolong saudara berikan satu ayat dari Al-Quran yang memberi jaminan bahwa Muhammad pasti masuk sorga!"

Maka Jawabannya: Tidak ada satu ayatpun yang menyatakan ada jaminan Nabi Muhammad pasti masuk surga, juga tidak ada satu nama pun yang dijamin dalam Al-Quran pasti masuk surga.

Nah sekarang bisa saya jawab No.3?


Apakah saudara ingin menghilangkan bukti dengan mengganti nama saudara menjadi #dreadz180? Itu adalah hak saudara.
~
SO
# dreadz 2013-05-28 22:49
*
Maaf tadi tertulis dreadz180 karena email saya .

Ok kita lihat tulisan saya: Maka Jawabannya: Tidak ada satu ayatpun yang menyatakan ada jaminan Nabi Muhammad pasti masuk surga, juga tidak ada satu nama pun yang dijamin dalam Al-Quran pasti masuk surga.

Tapi anda tulis: Tapi, ketika kami meminta saudara untuk menunjukkan ayatnya, saudara mengatakan “tidak ada dalam Al-Quran jaminan bagi Muhammad dan orang Islam masuk sorga”

Nah lihat saudara admin, saya mempersoalkan nama. Sekali lagi nama. Sementara anda menulis orang Islam!

Siapa yang merubah bukti, saudara admin? Saya hanya mengatakan tidak ada satu nama pun yang dijamin masuk surga, tapi anda mengatakan orang Islam.

Karena yang dijamin masuk surga di Al-Quran bukan berdasar nama, tapi keyakinan dan perbuatan. Silakan ditanggapi dengan obyektif.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-03 17:14
~
Saudara Dreadz,

Terimakasih karena saudara sudah mengakui kehilafan saudara. Dan letak permasalahannya , karena saudara hilaf dalam menuliskan nama.

Mungkin saudara dalam memberi komentar tidak memperhatikan komentar-koment ar sebelumnya. Ketika kami memberi tanggapan, saudara secara otomatis memberi bantahan. Alhasil, saudara lupa apa yang sebelumnya pernah saudara sampaikan.

Karena keterbatasan tempat, tidak mungkin kami merunut ulang diskusi ini mulai dari awal saudara bergabung memberi komentar.

Bila memang saudara ingin membuktikan apakah benar kami telah merubah bukti, kami persilakan saudara membaca ulang diskusi ini mulai dari awal. Silakan mulai membaca dari saudara menjawab komentar dari saudara # Terang 2013-02-21 03:57.

Silakan baca dengan teliti dan cermati dengan baik-baik. Apakah benar ada yang merubah bukti, atau ada yang tidak konsisten dengan pernyataannya?
~
SO
# Putra 2013-05-29 07:58
*
To: Dreadz,

Maaf sebelumnya, silahkan saudara meredakan emosi. Emosi merupakan buah dari setan, apakah saudara meyakininya?

saya bantu menjelaskan maksud kalimat: "Tidak ada satu ayatpun yang menyatakan ada jaminan Nabi Muhammad pasti masuk surga, juga tidak ada satu nama pun yang dijamin dalam Al-Quran pasti masuk surga"

Ini memang benar adanya, namun ini tidak berlaku bagi Allah sendiri bukan?

Memang akan sulit untuk memahami kebesaran Tuhan bahwa Yesus adalah Allah itu sendiri, yang datang untuk lebih dekat dengan manusia. Hal ini tidak akan pernah bisa dipahami dengan akal dan logika. Dan bahkan sewaktu Yesus menceritakan hal ini, Dia pun dilempari batu oleh orang Yahudi. Karena dianggap menghujat Allah (silahkan saudara pahami di Injil Yohanes 10 tentang Gembala yang baik)

Pahamilah kebesaran Allah jangan dengan akal dan logika manusia. Namun gunakanlah iman, karena Allah maha besar.
# dreadz 2013-06-03 21:10
*
Saya baca semua komentar saya dan tak satupun dari komentar saya yang menyatakan bahwa orang Islam tidak dijamin masuk surga.

Pertanyaan dari #sdr.Terang adalah apakah umat Islam diselamatkan?Ja waban saya (singkatnya) : Pasti karena ada ayat Al-Qurannya.

Lalu Admin bertanya, ayat apa yang menjamin Nabi Muhammad? Komentar saya terdahulu adalah: "Tidak ada satu ayatpun yang menyatakan ada jaminan Nabi Muhammad pasti masuk surga, juga tidak ada satu nama pun yang dijamin dalam Al-Quran pasti masuk surga"

Kemudian saya jelaskan lagi di komentar sesudahnya: "Coba lihat pertanyaan saudara, anda bertanya nama orang (Nabi Muhammad) bukan umat Islam betul?" Jadi sederhananya pernyataan saya, kalau anda tanya nama yg dijamin masuk surga tidak ada, tapi kalau umat ada.

Sdr admin, maaf kenapa anda tidak berani mengakui kalau anda salah dalam menangkap pernyataan saya, sementara #sdr. Putra saja paham kalau anda salah dalam menangkap pernyataan saya?
# Staff Isa dan Islam 2013-06-04 13:25
~
Saudara Dreadz,

Terimakasih untuk itikad baik saudara me-review ulang komentar-koment ar saudara sebelumnya. Kami sangat menghargainya. Walaupun kami sendiri belum menemukan jawaban yang pasti atas pernyataan saudara sendiri.

Bila membaca penjelasan saudara di atas, sebenarnya saya bisa saja bertanya, apakah Nabi Muhammad bukan orang Islam? Tapi saya tidak ingin diskusi ini berlarut-larut dan saling menyalahkan.

Baiklah, dari hasil diskusi tersebut, tolong saudara memberi kesimpulan yang singkat tentang jaminan kepastian selamat di akherat yang terdapat dalam Al-Quran.

Maaf, saya rasa belum waktunya kita beranjak ke point berikutnya. Karena point tentang keselamatan kita belum mendapatkan kata sepakat. Saya harap saudara tidak keberatan untuk memberi penjelasan.
~
SO
# dreadz 2013-06-07 23:08
*
Sdr admin ada yang perlu diluruskan. Anda di sini bukan sebagai juri yang mengadili Islam, karena anda belum punya pemahaman yang baik terhadap Islam dan terlebih anda bukan orang Islam. Jadi bukan kewajiban saya atau orang Islam untuk membuat anda sepakat dengan kami, karena kami pun tidak akan sepakat dengan anda mengenai kebenaran Kristen.

Jadi saya di sini hanya memberikan pemahaman yang lebih benar mengenai Islam. Kepastian selamat di akhirat adalah konsep Kristen. Konsep kami kalau anda ingin tahu secara singkat adalah dalam Qs 3:85 “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi” Ancamannya bisa dilihat sampai ayat 87-88.

Jadi dari ayat ini sebenarnya jawaban pertanyaan no 2 sudah jelas, orang-orang bukan Islam akan mendapat siksa (tidak selamat) di akhirat.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-12 17:31
~
Saudara Dreadz,

Kami sangat menghargai setiap waktu dan penjelasan yang saudara berikan. Kami juga menyadari bahwa kami di sini bukan sebagai juri untuk mengadili saudara. Jelas itu bukan hak kami. Penghakiman adalah hak Allah, siapakah manusia sehingga dia dapat menghakimi sesamanya?

Di sini kita diskusi untuk membicarakan hal-hal yang kita tidak mengerti. Ketika seorang Muslim tidak mengerti dengan ajaran kekristen atau penjelasan dari orang Kristen, mereka bertanya. Dan kewajiban kami untuk menjelaskan, demikian juga sebaliknya.

Kami bertanya, karena dari penjelasan-penj elasan yang saudara berikan, kami belum menemukan jawabannya. Sebagai contoh: Menurut saudara tidak ada konsep kepastian selamat di akhirat menurut agama Islam. Tetapi saudara memberi ayat Qs 3:85 yang mengatakan bahwa orang-orang yang tidak memeluk agama Islam akan rugi di akhirat.

Dengan kata lain, hanya orang-orang yang beragama Islam yang selamat di akhirat. Bila hal ini benar, mengapa dalam Al-Quran dituliskan: “Dan tidak ada seorangpun daripadamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan” (Qs 19:71).

Apakah maksud ayat ini dengan ayat yang saudara kutip di atas? Siapakah yang dimaksud yang akan mendatangi neraka pada ayat tersebut?
~
SO
# ujang 2013-06-08 23:39
*
Quoting dreadz:
*
Kepastian selamat di akhirat adalah konsep kristen, konsep kami kalau anda ingin tahu secara singkat adalah dalam QS Al Imran ayat 85 : Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. *

Ini adalah kebenaran. Surga dan neraka adalah konsekuensi hidup di dunia atas perbuatan manusia. Allah Maha Adil, barangsiapa berbuat kebaikan akan mendapatkan surga, dan berlaku sebaliknya. Islam tidak memberikan jaminan surga dengan tujuan agar semua umat Islam berlomba dalam kebaikan. Bukan mendidik menjadi manusia pasif yang bergantung pada jaminan seseorang akan datangnya surga.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-12 17:31
~
Saudara Ujang,

Terimakasih untuk penjelasan saudara di atas. Dari penjelasan saudara di atas kami mengambil kesimpulan bahwa sorga terletak pada kebaikan atau amal yang dilakukan seseorang. Benar demikian?

Kalau kami tidak salah, Islam mengajarkan ketika hari penghakiman Allah tiba, maka setiap orang akan ditimbang pahala dan dosanya. Bila pahala lebih berat, maka dia ke sorga pun demikian sebaliknya.

Menurut saudara Ujang, mungkinkah pahala seseorang lebih berat dari dosa yang dilakukannya? Ingat, bicara tentang dosa, di hadapan Allah semua dosa adalah sama. Allah tidak membedakan antara dosa besar maupun dosa kecil.

Perhatikan ayat ini: “Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat” (Injil, Rasul Besar Matius 15:19)
~
SO
# Putra 2013-06-10 21:59
*
To: Ujang,

"Islam tidak memberikan jaminan surga dengan tujuan agar semua umat Islam berlomba dalam kebaikan"

Maaf sebelumnya, kalimat di atas menjadi terasa seperti yang juara dalam lomba tersebut adalah yang masuk surga. Mungkin lebih tepatnya adalah berbuat dalam kebaikan, karena bila kita menaruh kata "berlomba" maka terkesan orang tersebut berbuat baik karena ada pamrihnya untuk menjadi juara. Karena sekarang ini banyak orang berlomba berbuat baik karena ada pamrihnya. Misal: Partai A memberikan bantuan pangan kepada orang tidak mampu untuk menarik simpati rakyat. Tentu maksud anda tidak demikian bukan? Akan lebih baik bila kita berbuat kebaikan dengan ikhlas dan tanpa pamrih, karena Allah-lah yang akan melihat kebaikan yang kita lakukan.

Isa memberikan jaminan keselamatan bukan berarti sebagai pengikut-Nya duduk diam lantas masuk surga. Beriman kepada Isa berarti mengikuti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya dan ajaran utama yang diajarkan Isa adalah Kasih.
# dreadz 2013-06-12 07:29
*
To: Putra,

Mungkin perlu saya jelaskan di sini. Dalam Islam: berlombalah dalam kebaikan memang diperintah Allah. Sehingga kalau anda menyebut pamrih, ya pamrihnya kepada Allah.

Qs 4:146 “...tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah..” Jadi berlomba-lomba di sini, mencari sebanyak-banyak nya kebaikan karena Allah, bukan karena lainnya. Karena tidak ada jaminan masuk surga hanya beragama Islam, tanpa upaya.

Kalau Kristen menjamin, tapi umatnya masih disuruh beribadah karena belum pasti selamat, berarti namanya bukan jaminan. Kalau jaminan berarti yang penting percaya pasti masuk surga, begitu kan?
Terus umat Kristen beribadah juga pamrihnya bisa ke surga bersama Yesus, pamrih juga kan?

Jadi saya pikir kalau pamrihnya ke Tuhan, itu tidak masalah, malah dianjurkan. Sehingga sebutannya bukan pamrih tapi tujuan.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-12 17:32
~
Saudara Dreadz,

Maaf, kami selalu bingung membaca penjelasan saudara. Sepertinya saudara tidak pernah konsisten dalam memberikan jawaban.

Pada kolom sebelumnya saudara mengatakan jaminan di akhirat adalah memeluk agama Islam. Saudara mengutip ayat dari Qs 3:85 untuk menguatkan pernyataan saudara tersebut. Tetapi sekarang saudara menuliskan “Karena tidak ada jaminan masuk surga hanya beragama Islam, tanpa upaya”

Jadi sebenarnya menurut saudara jaminan keselamatan di akhirat: Agama Islam atau Pahala?

Jelas tujuan orang Kristen dan Islam beribadah serta berbuat kebaikan berbeda. Orang Islam beribadah dan berbuat kebaikan tujuannya jelas. Agar dapat pahala dan bisa masuk sorga.

Tujuan orang Kristen beribadah dan berbuat kebaikan adalah bentuk ucapan syukur mereka kepada Tuhan atas keselamatan yang sudah diberikan melalui Yesus Kristus. Cukup jelas bukan perbedannya?

“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri”
(Injil, Surat Efesus 2:8-9)
~
SO
# dreadz 2013-06-12 23:22
*
Sdr Admin, harusnya anda tidak perlu bingung, bagaimana saya dengan 1000 karakter bisa menjelaskan dengan panjang lebar?

Tapi supaya lebih paham, maka saya beri resumelah:

1. Qs 3:85, menyatakan bahwa agama selain Islam, dan akan masuk neraka (Qs 3:87-88), artinya jelas kan kalau ingin selamat maka syarat utamanya adalah beragama Islam.

2. Apakah semua umat Islam akan masuk surga? Nah itu adalah hak preogratif Allah. Dalam Qs 18:17, Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah mendapat petunjuk; barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.

3. Dalam Al-Quran tidak ada satu ayatpun yang menyatakan ibadah untuk mendapat pahala dan masuk surga. Qs 4:146: ..berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah..

4. Kalau mengerjakan bukan karena Allah, dalam Islam namanya riya’ Qs 107:6.

Justru saya yang bingung dengan anda
# Staff Isa dan Islam 2013-06-13 11:00
~
Terimakasih untuk kesediaan saudara kembali menjelaskan. Dengan seperti ini membuat, bukan hanya kami, tetapi orang lain yang membacanya menjadi mudah mengerti.

Dari uraian saudara di atas, kami mencoba mengambil kesimpulan: Seseorang yang mau masuk sorga harus memeluk agama Islam. Tapi hal itu pun belum menjadi jaminan. Karena Allah dengan hak preogratif-Nya akan memilih siapa yang akan diselamatkan-Ny a dan siapa yang akan disesatkan-Nya.

Mengenai ibadah, tidak bertujuan untuk mendapat pahala dan masuk sorga. Tapi dikerjakan karena Allah.

Apakah kesimpulan kami di atas benar? Tolong dikoreksi kalau ada yang salah.
~
SO
# dreadz 2013-06-13 20:58
*
Staf Admin, secara singkat bisa disimpulkan seperti itu. Nah bisa saya jawab no 3?

Juga sesuai dengan tema di atas, pendapat orang Islam terhadap agama Islam dan agama Kristen, Tolong jawab pertanyaan saya.

1. Apakah yang diselamatkan itu adalah orang yang percaya Yesus sebagai juru selamat saja atau Tuhan sebagai juru selamat?

2. Apakah ada ayat Injil yang memuat kalimat seperti itu?

3. Apakah pasti diselamatkan?
# Staff Isa dan Islam 2013-06-19 19:42
~
Saudara Dreadz,

Terimakasih untuk jawaban yang saudara berikan. Berarti, saya dan saudara mempunyai kesimpulan yang sama tentang keselamatan dalam agama Islam.

Pertanyaan saya: Apabila saya memutuskan menjadi seorang Muslim, apa jaminan yang saya dapatkan? Bukankah “agama Islam” yang saya anut tidak akan menjamin saya masuk sorga? Sebab bisa saja Allah dengan hak preogratif-Nya memilih saya untuk disesatkan.

Sedangkan pahala yang sudah saya kumpulkan lewat amal ibadah saya pun tidak dapat membuat saya masuk sorga.

Lalu, mengapa saya harus memilih agama Islam bila akhirnya harus binasa di neraka?
~
SO
# ujang 2013-06-14 22:28
*
To: Staf Isa dan Islam,

"Di hadapan Allah semua dosa adalah sama. Allah tidak membedakan antara dosa besar maupun dosa kecil"

Saya hanya ingin menjelaskan bahwa Islam mengenal dosa besar dan dosa kecil. Dosa terbesar dalam Islam adalah menyekutukan Allah. Adanya klasifikasi dosa menunjukkan sebuah keadilan. Contohnya kita tidak bisa menyamakan dosa pembunuhan dengan dosa pencurian.

Hukum dalam Islam ini diadopsi di seluruh dunia, tidak ada negara di dunia yang isi kitab hukumnya tidak mengklasifikasi hukuman untuk setiap kesalahan beda kesalahan, beda juga jenis hukumannya.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-19 19:43
~
Saudara Ujang,

Terimakasih untuk penjelasan saudara di atas. Saudara benar, dalam agama Islam memang dikenal dosa kecil dan dosa besar.

Perhatikan ayat ini: “Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu” (Taurat, Kitab Kejadian 3:17).

Awalnya Adam dan Hawa tinggal dengan enak di Taman Firdaus. Apa yang mereka butuhkan semua tersedia. Mereka tidak perlu bersusah payah kerja agar dapat makan. Semua telah disediakan Allah bagi mereka.

Adam dan Hawa hanya memakan satu buah. Lihat apa yang terjadi. Allah bukan hanya mengusir mereka dari Taman Firdaus, tetapi Allah juga memberi hukuman lain. Dan hukuman itu dirasakan oleh anak cucu Adam hingga saat ini dan seumur dunia ini.

Bukankah hal ini menandakan bahwa Allah tidak membedakan dosa? Sekali lagi kami katakan, di hadapan Allah, semua dosa sama. Dan Kitab suci Allah mengatakan “Sebab upah dosa ialah maut” (Injil, Surat Roma 6:23).
~
SO
# dreadz 2013-06-20 17:12
*
Admin,

Yang menarik anda selalu mengaitkan dengan tuntutan jaminan dan kepastian masuk surga, sementara kita adalah hamba yang sangat tergantung pada penciptanya.

Maka silakan saja anda menuntut Tuhan anda untuk memberikan jaminan masuk surga. Yang namanya jaminan, maka berbuat apapun selama dijamin, pasti masuk surga. Tidak hanya Kristen, banyak sekte keagamaan yang menjanjikan masuk surga bagi pengikutnya, bahkan mereka rela bunuh diri karenanya.

Bagi saya beragama harus dengan akal sehat, bisa membedakan mana yang benar-benar masuk akal dan yang janji-janji kosong.

Saya memilih Islam, karena bagi saya konsep beragamanya yang paling masuk akal, sehingga saya bisa menjadi hamba yang benar-benar tunduk kepada penciptanya dan ikhlas beribadah karenanya. Apalagi dalam Islam sudah jelas dinyatakan bahwa agama selain Islam pasti mendapat siksa. Jadi untuk apa saya memilih agama lain kalau akan mendapat siksa kelak?
# Staff Isa dan Islam 2013-06-24 22:38
~
Saudara Dreadz,

Tujuan dari umat beragama adalah sorga. Jelas setiap umat beragama berharap bila hari penghakiman tiba, mereka ditetapkan sebagai orang-orang yang berhak masuk sorga. Tentu saudara pun demikian, bukan?

Mungkin saudara bisa bersikap pasrah dan menunggu nasib sampai hari penghakiman tiba. Kalau masuk sorga ya alhamdulillah, dan kalau masuk neraka, ya pasrah saja. Jelas kami tidak dapat mengimani yang demikian. Bukankah sungguh indah ketika kita telah mempunyai jaminan keselamatan sorgawi?

Tentang jaminan ini kami tidak perlu menuntut kepada Tuhan, karena Dia sendiri telah menyediakannya. Sabda Isa, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan" (Injil, Kisah Para Rasul 4:12).

Janji Allah di atas bukanlah janji omong kosong.

Saudara menuliskan “Apalagi dalam Islam sudah jelas dinyatakan bahwa agama selain Islam pasti mendapat siksa” Bukankah saudara sendiri mengatakan bahwa Allah dengan hak preogratif-Nya dapat menyesatkan siapa saja yang Dia mau? Bagaimana bila (maaf) ternyata Allah memilih saudara untuk disesatkan?
~
SO
# Ujang 2013-06-24 11:40
*
Admin,

Allah mengenal dosa besar dan dosa kecil, dalam Islam, dosa yang paling besar adalah menyekutukan-Ny a dan menyembah kepada selain pada-Nya. Mengenai jaminan pengampunan, di dalam Islam ada istilah taubat. Barang siapa melakukan taubat dengan tidak mengulangi kesalahannya lagi, maka akan dihitung sebagai amal baik dan jaminan surga di akhirat kelak.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-24 22:39
~
Saudara Ujang, maaf komentar saudara kami edit. Mari kita focus kepada dosa. Jangan melebar sampai ke hal hukum dunia karena tidak ada hubungannya.

Di komentar saudara sebelumnya, saudara menuliskan "Di hadapan Allah semua dosa adalah sama. Allah tidak membedakan antara dosa besar maupun dosa kecil" Jadi sebenarnya mana yang saudara percaya. Allah membedakan dosa besar dan kecil, atau Allah memandangnya sama?

Benarkah dengan taubat sudah dijamin masuk sorga? Bila seseorang bertobat dari dosa mencuri, tetapi dia masih menyimpan benci kepada seseorang, apakah orang tersebut dapat dianggap bertobat dan masuk sorga?

Perhatikan ayat ini: “Sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan” (Injil, Rasul Markus 7:21)
~
SO
# ujang 2013-06-27 19:05
*
Staff Isa dan Islam

Saya tidak pernah menyatakan dosa itu sama di mata Allah. Saya hanya meng-quote pernyataan saudara. dan menjelaskan pandangan saya bahwa dosa itu berbeda dan memiliki klasifikasi.

Quote :
"Benarkah dengan taubat sudah dijamin masuk sorga? Bila seseorang bertobat dari dosa mencuri, tetapi dia masih menyimpan benci kepada seseorang, apakah orang tersebut dapat dianggap bertobat dan masuk sorga?"

itu menandakan belum bertaubat secara nasuha. kembali saya tekankan bahwa taubat yang sebenar benarnya adalah tidak mengulangi kesalahan yang sama. jika dia melakukan kesalahan lain maka dosa lain timbul dan tidak ada jaminan masuk surga. sangat sulit bagi manusia untuk tehindar dari dosa di dunia, hanya orang munafik yang menganggap dirinya sendiri suci dan dijamin masuk surga

Silakan anda edit comment saya karena itu wewenang anda untuk menjaga pembaca dari KEBENARAN yang disampaikan.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-29 14:04
~
Saudara Ujang,

Komentar saudara di atas sama sekali tidak kami edit. Supaya saudara dapat melihat kronologis komentar saudara dan penjelasan kami.

Sebenarnya penjelasan dan pertanyaan kami sebelumnya, menurut kami sudah sangat jelas dan juga bahasanya sangat sederhana sekali. Tapi kami heran, kog saudara kurang memahami maksud kami.

Saudara mengatakan: Seorang yang sudah bertaubat, dapat masuk sorga. Dan saudara mengatakan seseorang yang disebut “taubat” apabila dia tidak mengulangi kesalahan yang sama. Betul?

Perhatikan: Katakanlah si A tadinya dia seorang pencuri. Lalu suatu hari dia bertobat dan tidak akan pernah mencuri lagi. Dengan kata lain si A sudah bertaubat dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama, yaitu mencuri. Apakah si A ini sudah dijamin pasti masuk sorga? Menurut kami tidak sama sekali.

Mengapa? Karena si A hanya bertobat dari dosa mencuri. Bagaimana dengan dosa lain?

Menurut kami, sorga bukanlah sesuatu yang dapat dibeli dengan hanya sekedar pertobatan. Karena keselamatan sorgawi adalah anugerah Allah dalam diri Isa Al-Masih, bukan usaha manusia. “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Injil, Surat Efesus 2:8-9)
~
SO
# dreadz 2013-06-29 01:03
*
Admin,

Kayaknya anda belum membaca atau memahami komentar saya dengan baik, malah anda memberi pernyataan yang berbeda.

1. Saya tidak besikap pasrah menunggu penghakiman, justru untuk mendapatkan keridhoan Allah, saya mencari agama yang benar dan tidak memberi janji kosong dan itu saya dapatkan di Islam

2. Anda berkali-kali menyatakan jaminan sorgawi dengan percaya Yesus, karena sudah dijamin apakah orang Kristen bisa berbuat semaunya termasuk berbuat dosa? Mereka tetap akan masuk surga selama percaya Yesus. Apa benar seperti itu? Kalau benar, maka jaminan sorgawi tersebut sama sekali tidak indah, tidak ada keadilan didalamnya. Sementara bila tidak seperti itu, berarti bukan jaminan namanya.
Mana yang anda maksud?

3. Semua orang bisa disesatkan oleh Allah dan semua orang bisa diberi hidayah oleh Allah. Dalam Al-Quran cara memperoleh hidayah diberi panduannya. Terserah kita minta disesatkan atau minta hidayah? Allah maha adil.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-29 14:04
~
Maaf saudara Dreadz,

Justru kami memahami dengan baik setiap penjelasan saudara, dan kami mengikuti alur dari penjelasan saudara. Tapi, saudara sendiri yang tidak dapat memberi penjelasan kepada kami tentang jaminan keselamatan sorgawi yang saya tanyakan bila saya menjadi seorang Muslim. Kenapa sekarang saudara kembali mengajukan pertanyaan dengan menyerang kekristenan?

Kami tidak mengatakan saudara bersikap pasrah menunggu penghakiman Tuhan, justru saudara sendirilah yang mengatakan hal tersebut lewat penjelasan saudara. Silakan baca kembali dari awal diskusi kita dengan teliti.

Pada point 3 di atas, saudara kembali mengulang “semua orang bisa disesatkan Allah, dan semua orang bisa diberi hidayah oleh Allah.” Menurut kami ini adalah pilihan berganda yang diberikan Allah dalam Al-Quran, dimana tidak seorang Muslim pun yang dapat menentukan mana yang benar. Bagaimana bila Allah menetapkan untuk menyesatkan semua orang Islam?

Saudara Dreadz, sekali lagi kami sampaikan, bahwa janji keselamatan yang diberikan oleh Yesus Kristus bukanlah janji-janji kosong. Saudara dapat membaca kesaksian dari orang-orang Islam yang akhirnya memilih untuk mengikut Yesus Kristus. Kesaksian tersebut dapat saudara baca pada link ini: http://tinyurl.com/bpo5dtv.
~
SO
# Ujang 2013-06-30 09:49
*
Admin,

"Saudara Ujang, maaf komentar saudara kami edit. Mari kita focus kepada dosa. Jangan melebar sampai ke hal hukum dunia karena tidak ada hubungannya."

Ketidak konsistenan terlihat dari pernyataan saudara. Anda tidak mengedit satu comment tapi mengedit comment lain.

Saya tidak pernah menyatakan saya bingung dengan pernyataan saudara justru saya sangat berterima kasih dengan penjelasan saudara yang sederhana sehingga saya mudah memahami keseluruhan pesan yang ingin saudara sampaikan.

Mengenai taubat, silakan saudara baca kembali pernyataan saya. Untuk kasus yang saudara sampaikan sudah saya jelaskan sebelumnya.

Saya dapat berkesimpulan bahwa ilmu Islam anda sangat parsial sehingga membuat saya tersenyum sendiri membaca sanggahan-sangg ahan saudara di setiap sub topik tanya jawab. Terimakasih atas respon saudara atas pertanyaan-pert anyaan saya.

Ujang.
# Staff Isa dan Islam 2013-07-02 20:07
~
Saudara Ujang,

Terimakasih atas penilaian saudara terhadap situs ini dan juga pengetahuan kami tentang Islam.

Semua diskusi kita tercantum di sini dengan jelas. Dengan bahasa yang sangat sederhana. Kami hanya mengikuti penjelasan saudara, dan ternyata saudara bingung sendiri dengan apa yang saudara jelaskan. Dan akhirnya, seperti umumnya teman Muslim kalau mereka sudah tidak bisa menjawab, mereka malah menuliskan kalimat yang kurang enak dibaca.

Adalah hak saudara untuk memberi penilaian kepada kami. Satu pesan kami, silakan tanyakan kepada diri saudara sendiri, sejauh mana saudara memahami kitab suci saudara. Buka mata rohani saudara, dan terimalah kebenaran dari Sang Khalik, selama saudara mempunyai waktu.

Terimakasih sudah bersedia menyisihkan waktu untuk berdiskusi di forum ini.
~
SO
# dreadz 2013-06-30 21:50
*
Admin, saya akan lebih sederhanakan supaya anda paham:

1. Dalam Al-Quran semua yang beragama non-Islam PASTI masuk neraka

2. Jadi jaminan masuk surga HARUS orang Islam

3. Allah adalah Maha Berkehendak, apabila Dia menghendaki maka apapun bisa terjadi.

Pertanyaan saya, kalau Yesus berkehendak apakah tidak mampu membuat orang tersesat? Seandainya Yesus menghendaki orang Islam tidak tersesat sehingga menjadi Kristen, apakah Yesus mampu? Kalau mampu kenapa tidak dilakukan? Berarti Yesus tidak menghendaki, artinya Dia menyesatkan. Kalau hanya memberi petunjuk, tetapi orang Islam tidak mengambilnya sehingga tersesat, maka bukankah petunjukknya tidak meyakinkan sehingga tidak dipercaya, atau justru petunjuknya kalah dengan petunjuknya setan?

4. Janji Yesus mengenai keselamatan. Singkat saja jelaskan apa yang disebut jaminan. Apakah hanya dengan percaya Yesus, maka walaupun Dia hidup penuh dosa tetap masuk surga? Atau bagaimana?
# Staff Isa dan Islam 2013-07-02 20:07
~
Saudara Dreadz, terimakasih untuk penjelasan saudara.

Silakan perhatikan, bukankah point 1 dan 2 bertentangan dengan point 3? Di sinilah letak permasalahannya , yang saudara sendiri tidak dapat menjelaskan.

Di point 1 saudara menuliskan kata PASTI dan di point ke 2 kata HARUS. Kedua kata ini memberi satu penekanan bahwa dalam Islam seseorang pasti masuk sorga. 100%!

TAPI, bila Allah berkehendak. Mengapa harus ada kata TAPI bila sudah PASTI 100%?
~
SO
# Hansen 2013-08-13 16:07
*
Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia, berbahagialah kita yang diundang ke Perjamuannya. Ya Tuhan, saya tidak pantas, tetapi bersabdalah saja maka saya akan sembuh. Amen.
# dreadz 2013-08-14 21:13
*
Admin,

Saudara kalau baca komentar harus lebih teliti sehingga tidak mengambil kesimpulan yang keliru. Tidak ada yang bertentangan, anda yang salah menyimpulkan.

Saya beri ilustrasi angka, supaya lebih sederhana dan anda bisa paham. Bila penduduk dunia adalah 100.000 orang, dimana 45.000 orang adalah non-Muslim dan 55.000 orang adalah Muslim. Maka:

1. 45.000 non-Muslim pasti masuk neraka.

2. Harus orang Islam. Lihat, saya tidak menulis 'semua' orang Islam, tapi 'harus' orang Islam.

3. Allah memberi petunjuk kepada yang dikehendaki-Nya . Jadi 45.000 non-Muslim tidak mendapat petunjuk, dan untuk orang Muslim tidak semua mendapat petunjuk.

Misal: Orang Muslim yang ibadahnya tidak karena Allah, yang munafik dll. Selama mereka tidak segera bertaubat maka Allah pun tidak mengampuni. Terus apakah anda tidak bisa menjawab pertanyaan saya?
# Staff Isa dan Islam 2013-08-15 18:57
~
Saudara Dreadz, terimakasih untuk penjelasan dan ilustrasi saudara di atas.

Saya copy ayat yang sebelumnya saudara sampaikan kepada kami, “Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya (Qs 16:93).

Di ayat ini hanya dikatakan “Allah dapat menyesatkan siapa saja yang Dia mau.” Di sana tidak ada penjelasan tentang siapakah yang Allah sesatkan itu. Hanya dikatakan berpatokan pada keinginan Allah. Bisa jadi, Allah memilih orang yang beragama Islam untuk disesatkan bukan?

Nah, bagaimana mungkin saudara berkata bahwa orang Islam masuk sorga dan non-Muslim masuk neraka?

Sedangkan ayat Al-Quran mengatakan, “Dan tidak ada seorangpun daripadamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan” (Qs 19:71).
~
SO
# dreadz 2013-08-15 21:28
*
Admin,

Anda bilang, “.. Bisa jadi, Allah memilih orang yang beragama Islam untuk disesatkan bukan? Nah, bagaimana mungkin saudara berkata bahwa orang Islam masuk sorga dan non-Muslim masuk neraka?...”

Silakan baca lagi jawaban saya di atas, saya bilang “Jadi 45.000 non-Muslim tidak mendapat petunjuk, dan untuk orang Muslim tidak semua mendapat petunjuk.”

Sudah jelaskan, yang tidak mendapat petunjuk bisa dari umat non Islam dan Islam, tetapi bedanya kalau non-Islam semuanya tidak mendapat petunjuk, sementara umat Islam tidak semuanya (hanya Muslim yang riya, munafik dll).

Bagaimana mungkin saya bilang semua orang non-Muslim masuk neraka? Dasarnya adalah: Qs 3:85, agama yang diterima Allah hanya Islam, dan bagi orang yang non-Islam balasannya adalah neraka (Qs 3:87-88).

Qs 19:71 bahkan menjelaskan posisi umat Kristen dengan posisi umat Islam, silakan dilanjutkan bacanya ke Qs 19:72. Terus apa anda memang tidak bisa menjawab pertanyaan saya?
# Staff Isa dan Islam 2013-08-22 16:59
~
Saudara Dreadz,

Kami belum melihat korelasi antara ilustrasi yang saudara berikan dengan ayat Qs 16:93. Dalam ilustrasi yang saudara beri, ada penetapan orang-orang yang diberi petunjuk dan yang tidak diberi petunjuk. Sudah jelas objek yang akan diberi dan tidak diberi.

Sedangkan Qs 16:93 tidak ada penetapan “objek” yang akan diberi maupun tidak diberi. Lalu, atas dasar apa saudara menafsirkan ayat Qs 16:93 seperti pada ilustrasi saudara di atas?

Bila memang agama yang diterima Allah hanya agama Islam, dapatkah saudara menjelaskan mengapa akhirnya Allah “menciptakan” satu agama. Sementara kepada para nabi sebelumnya, Allah sama sekali tidak pernah bicara tentang agama.

Bahkan Isa Al-Masih sendiri tidak pernah mengatakan agama dapat menyelamatkan seseorang di hadapan Allah. Karena keselamatan adalah anugerah Allah, bukan karena agama. “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Injil, Surat Efesus 2:8-9)
~
SO
# BERPIKIR CERDAS 2013-08-18 22:21
*
Kenapa semua nabi Allah beragama Islam? Karena Islam menurut bahasa, artinya; selamat. Sedangkan dalam istilah syaria Islam berserah diri, tunduk patuh, dengan kesadaraan yang tinggi tanpa paksaan.

Makna dalam arti kata selamat, maka Islam adalah jalan hidup satu-satunya yang paling selamat mengantarkan manusia sampai tujuan akhirnya. Yaitu kehidupan akhirat.

Jadi karena semua nabi tunduk dan patuh pada Sang Pencipta, maka mereka adalah Muslim dan beragama Islam.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-22 16:59
~
Saudara Berpikir Cerdas,

Memang sah-sah saja saudara menghubungkan arti dari kata “Islam” dengan kehidupan kerohanian nabi-nabi Allah. Dan mengklaim mereka beragama Islam. Tapi satu hal yang perlu saudara ingat, tidak satupun wahyu Sang Khalik yang menyatakan para nabi-Nya beragama Islam.

Bila saudara benar-benar berpikir secara cerdas, sebenarnya masalahnya sangat sederhana. Islam adalah agama yang dibawa Muhammad. Muhammad lahir kira-kira 600 tahun setelah Isa Al-Masih diangkat ke sorga. Isa Al-Masih adalah nabi ke-24 yang diyakini umat Muslim.

Bila jarak antara nabi ke-24 dan ke-25 ada rentang waktu 600 tahun, dapatkah saudara bayangkan berapa ribu tahun rentang waktu antara Muhammad dan Adam?

Lalu, bagaimana mungkin Adam dapat dikatakan beragama Islam, sementara Islam baru ada setelah ribuan bahkan mungkin ratusan ribu tahun dia meninggal?
~
SO
# dreadz 2013-08-29 00:45
*
Admin,

Saya heran anda masih berdebat kenapa semua nabi adalah beragama Islam, sedangkan ciri-ciri agama Islam sederhana yaitu Mengakui bahwa tidak ada Tuhan selain Allah.

Kalau anda menyatakan bahwa pada nabi-nabi sebelumnya Allah tidak pernah bicara tentang agama, atas dasar apa anda menyatakan hal tersebut? Apakah atas dasar kitab suci anda? Jelas berbeda, Kita sangat percaya bahwa isi Injil yang ada sudah tidak sesuai dengan Firman Allah, maka jangan dijadikan parameter untuk membahas Al-Quran.

Seperti timba yang sudah berisi air kotor digunakan untuk mengambil air bersih, maka air bersihnya tidak terlihat karena tertutup oleh kotoran air sebelumnya. Kira-kira seperti itulah kalau Injil digunakan sebagai parameter menguji kebenaran Al-Quran. Kebenaran Al-Quran tidak terlihat karena tertutup oleh kesalahan-kesal ahan dalam Injil.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-31 11:22
~
Saudara Dreadz,

Benarkah ciri-ciri agama Islam hanya mengakui bahwa tidak ada Tuhan selain Allah?

Bagaimana dengan ajaran Islam lainnya yang bertentangan dengan ajaran Alkitab? Akankah saudara mengabaikannya? Contoh: Ajaran poligami Muhammad, diskriminasi wanita, jihad, naik haji, kiblat, Isra Miraj dll.

Cobalah saudara berpikir dengan logika dan pelajarilah sejarah agama Islam. Kapan terbentuknya agama Islam, apa kitab sucinya dan siapa yang membawanya. Jangan saudara memaksakan kehendak agar Islam diterima sebagai agama dari Allah.

Juga silakan saudara mempelajari kitab-kitab Allah. Allah tidak pernah sekalipun berbicara tentang agama dan Islam selain di Al-Quran.

Jadi, siapa sebenarnya yang masih memperdebatkan agama Islam. Kami atau saudara?
~
SO
# rian 2013-08-30 13:54
*
Jelas berbeda. Al-Quran di seluruh belahan dunia manapun bacaannya tetap sama. Sementara Kitab-kitab yang lain di belahan dunia itu beda.

Contoh: “Atos”nya di bahasa Jawa sama “atos”nya di bahasa Sunda artinya sudah berbeda.

Sementara Al-Quran mau di Arab, di Sunda, di Jawa bacaannya tetap sama. Itulah istimewanya Al-Quran yang jelas-jelas dijaga kemurniannya. Tidak ada versi Jawa tidak ada versi Sunda tidak ada versi Batak tidak versi Inggris, dll.

Wassalam.
# Staff Isa dan Islam 2013-09-03 14:54
~
Saudara Rian,

Terimakasih untuk penjelasan saudara di atas. Bila saudara diminta memilih atas dua pilihan di bawah ini, manakah yang akan saudara pilih:

1. Mempertahankan satu bahasa, agar jika seluruh dunia membacanya, mereka membaca dalam bahasa yang sama, tetapi tidak mengerti artinya. Atau,

2. Menterjemahkann ya ke dalam semua bahasa yang ada di dunia. Agar ketika mereka membacanya, mereka tahu isinya, walaupun bahasa yang digunakan ketika membaca berbeda-beda.

Saudara Rian, wahyu Allah tidak cukup sekedar dibaca. Tetapi juga perlu dimengerti. Agar melalui firman tersebut saudara dapat mengetahui apa yang Allah kehendaki dalam hidup saudara.

Renungkanlah firman Allah berikut ini, “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung” (Kitab Nabi Yosua 1:8).
~
SO
# rio 2013-08-30 14:22
*
Ya jelas berbeda Islam dengan Kristen. Kenapa? Karena dalam agama anda Tuhan itu Trinitas. Sedangkan pada kepercayaan kami Tuhan itu satu atau esa. Ingat, kata esa bukan berarti satu kesatuan, tapi esa ya satu saja bukan Trinitas atau Tritunggal.

Perhatikan sabda Yesus dalam Alkitab berikut ini: “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus” (Injil Yohanes 17:3).
# Staff Isa dan Islam 2013-09-03 14:54
~
Saudara Rio,

Orang Muslim percaya bahwa orang Kristen adalah politheis dan menuduh mereka menyembah tiga allah: Bapa, Yesus, dan Roh Kudus. Tuduhan ini menunjukkan kesalah-pengert ian mereka tentang apa yang dipercayai orang Kristen. Tidak ada satu orang Kristen pun yang percaya kepada tiga allah.

Kata “Tritunggal” mengacu kepada kepercayaan bahwa Allah berwujud sebagai kesatuan dari tiga pribadi yang berbeda: Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Bapa, Anak, dan Roh Kudus masing-masing memiliki sifat-sifat yang hanya Allah saja bisa miliki.

Salah satu alasan orang Yahudi menyalibkan Yesus, karena Dia menyamakan diri-Nya dengan Allah. “Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah” (Injil, Rasul Besar Yohanes 5:18).

Untuk mengetahui lebih jelas, apakah benar orang Kristen menyembah tiga Allah, silakan saudara membaca penjelasan kami pada artikel ini: http://tinyurl.com/brb44tj.
~
SO
# dreadz 2013-09-07 00:21
*
@Staff Isadanislam,

Anda mengatakan ajaran Islam bertentangan dengan ajaran Alkitab, anda benar sekali. Karena bagi umat Islam ajaran Alkitab sudah bukan seperti yang diperintahkan oleh Allah, sehingga apabila anda sulit menerima bahwa semua nabi adalah Islam tentu saja, karena paremeternya berbeda.

Yang lucu adalah anda juga mempermasalahka n poligami, pertanyaannya apakah ada nabi dalam injil yang berpoligami? Berarti sebelum Yesus, nabi juga ada yang poligami kenapa Yesus merubah aturan yang dulu dibolehkan?

Oh ya mengomentari jawaban anda pada sdr rio: "Tidak ada satu orang Kristen pun yang percaya kepada tiga allah."
Anda salah besar, teman saya sendiri menyatakan dirinya kristen polytheis, sebab dia tidak bisa menerima bahwa Allah berwujud sebagai kesatuan dari tiga pribadi yang berbeda.

Terlepas pendapatnya benar atau salah, tapi itu adalah fakta bahwa ada orang kristen yang percaya ada 3 allah.
# Staff Isa dan Islam 2013-09-13 11:45
~
Saudara Dreadz

Apa yang kami terima dan kami imani semuanya berasal dari apa yang dikatakan Firman Allah. Karena Firman Allah tidak pernah mengatakan bahwa semua nabi adalah Islam. Bagaimana mungkin nabi Musa, Abraham beragama Islam sedangkan Islam baru lahir ribuan tahun setelah para nabi tersebut meninggal.

Umat Kristen sama sekali tidak menyembah tiga Allah, karena Alkitab mengajarkan untuk menyembah Allah yang Esa. Namun pengertian Esa yang dimaksud tidak sama dengan pengertian umat Muslim Jadi jika ada umat Nasrani yang menyembah tiga Allah (politeis), berarti orang tersebut tidak mengikuti dan belum memahami ajaran Firman Allah.
~
NN
# ferryshan 2013-09-11 20:54
*
Admin,

Satu saja pertanyaan saya, seandainya saya masuk Kristen, Kristen mana yang harus saya ikuti? Katholik Roma, Anglikan, Protestan atau Anabaptis? Ini agama yang berbeda, masing-masing mengaku paling benar (jangan dijawab seperti NU dan Muhammadiyah, kalau ini organisasi bukan agama)

Kalau anda sarankan Katolik, aliran mana yang harus saya ambil?
1. Katholik Roma
2. Katholik Orthodox Timur
3. Katholik Orthodox Oriental dll

Kalau anda sarankan Protestan, aliran mana yang harus saya ambil?
1. Aliran Lutheran
2. Aliran Calvinis
3. Aliran Baptis
4. Aliran Methodis
5. Aliran Pentakostal
6. Aliran Kharismatik
7. Aliran Injili (Evangelical)
8. Aliran Adventis
9. Aliran Saksi Yehova dst

Anda minta percaya pada Kristen, tapi kalau salah masuk bukan peroleh hidup kekal tapi hidup menyesal.
# Staff Isa dan Islam 2013-09-16 11:10
~
Saudara Ferryshan,

Masuk Kristen tanpa adanya pertobatan dan menerima Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat adalah hal sia-sia. Karena yang akan menjamin keselamatan akherat saudara, bukan agama Kristen. Tetapi Yesus Kristus lewat pengorbanan-Nya di kayu salib.

Jadi, bila memang saudara ingin menjadi pengikut Kristus, hal pertama yang perlu saudara pikirkan bukan ke gereja mana saudara akan bergabung. Melainkan, menanyakan pada diri saudara sendiri, apakah saudara sudah siap menjadi pengikut Kristus? Apakah saudara percaya bahwa Dia sanggup menanggung beban dosa saudara dan memberi kehidupan kekal pada saudara?

Bila saudara percaya Yesus Kristus dapat melakukannya, ikutilah lima langkah berikut ini: http://tinyurl.com/agr4w99.

Kiranya saudara berkenan merenungkan wahyu Allah ini: “Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih; di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa” (Injil, Surat Kolose 1:13-14).
~
SO
# ferryshan 2013-09-17 08:27
*
Terimakasih untuk komentarnya,

Dalam ber-agama hal yang paling dasar kita harus tahu siapa yang kita sembah, sebelum bicara yang lain. Menurut saya Trinitas adalah ajaran yang rumit dan membingungkan, sehingga The Encyclopedia Americana menyatakan, “Beyond the grasp of human reason” (Trinitas itu di luar jangkauan akal manusia).

Padahal Allah itu bukan Tuhan yang menghendaki kekacauan (I Korintus 14:33). Maka tidak mungkin Allah mencetuskan doktrin mengenai diri-Nya sendiri dengan begitu membingungkan, hingga para sarjana dan ilmuwan pun tidak mampu menjelaskannya.

Semua orang Kristen yang saya temui tidak mampu menjelaskan Trinitas secara gamblang pada orang awam seperti saya. Orang Kristen pasti mengatakan "masuk Kristen dulu, terima Yesus dulu, baru nanti percaya Yesus dengan iman." Serumit itukah untuk menjelaskan konsep ketuhanan dalam Kristen? Belum lagi kita bicara Kristen yang menolak ketuhanan Yesus dan lain sebagainya.
# Staff Isa dan Islam 2013-09-17 15:31
~
Saudara Ferryshan,

Kami mengakui doktrin Trinitas tidak mudah untuk dipahami oleh akal manusia. Karena Trinitas menggambarkan Pribadi Allah. Bila saudara dapat memahami Pribadi Allah sepenuhnya, maaf bila terpaksa kami katakan bahwa allah yang saudara sembah adalah allah yang terbatas. Dia hanya sebatas logika saudara.

Perhatikanlah ayat ini, “Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu” (Kitab Nabi Yesaya 55:9). Siapakah manusia yang dapat memahami jalan dan rancangan Allah yang begitu tinggi?

Kami tidak heran ketika teman Kristen saudara tidak dapat menjelaskan konsep Trinitas dengan gamblang. Karena memang sejatinya konsep Trinitas tidak dapat diukur dengan logika manusia. Tapi, ketika dalam diri saudara ada Roh Kudus, maka Roh Kudus itulah yang akan membantu saudara untuk memahami Pribadi Allah yang Tritunggal itu.

Bila memang saudara ingin mengerti arti dari konsep Tritunggal Allah, mungkin artikel ini dapat membantu saudara: http://tinyurl.com/7y5qolz.
~
SO
# dreadz 2013-09-20 00:19
*
Saya akui anda memang luar biasa, anda tahu dan sadar bahwa doktrin Trinitas tidak mudah dipahami akal manusia. Bahkan anda jelas mengatakan bahwa konsep Trinitas tidak dapat diukur dengan logika manusia! Tetapi dengan semangat anda tetap menjelaskan arti Trinitas itu sendiri, baik dari artikel tentang trinitas maupun dari jawaban-jawaban saudara.

Luar biasa kontradiksi, di satu sisi anda menjelaskan bahwa konsep Trinitas tidak bisa dipahami dengan logika manusia, di sisi lain anda tetap menjelaskannya, berharap logika orang yang membacanya bisa mengerti.

Oh ya apakah anda tahu arti konsep? Istilah konsep berasal dari bahasa latin conceptum, artinya sesuatu yang dipahami. Nah, kalau anda mengatakan konsep Trinitas tidak bisa dipahami maka anda tidak tahu apa arti konsep itu sendiri. Berarti kontradiksi kuadrat!
# Staff Isa dan Islam 2013-10-02 14:13
~
Saudara Dreadz,

Seperti yang sudah kami sampaikan di atas, bahwa apa yang kami imani semuanya berasal dari apa yang dikatakan oleh firman Allah. Dari firman Allah itu pula kami mengetahui bahwa kebesaran dan rahasia Ilahi tidak dapat diukur oleh logika manusia. Demikian juga dengan Pribadi Allah.

Kalaupun kami mencoba menjelaskan kepada saudara, kami menjelaskannya sesuai dengan apa yang kami baca dalam Alkitab. Dan untuk membuktikan hal tersebut, kami mengutip beberapa ayat dari Alkitab. Sayangnya, saudara menolak penjelasan kami dengan berkata bahwa firman tersebut sudah tidak asli.

Jadi, menurut kami tidak ada yang kontradiksi dalam penjelasan kami mengenai Trinitas. Tapi, bagi mereka yang tidak memahami Pribadi Allah, atau mereka yang mencoba memahami Pribadi Allah dengan logika, bukan dengan iman, maka apa yang terlihat dalam Alkitab sepertinya kontradiksi.

Dan sekali lagi, kami tidak pernah memaksakan agar saudara menerima konsep Pribadi Allah yang Tri-Tunggal tersebut. Lewat artikel dan komentar ini, kami hanya mencoba menjelaskannya. Masalah percaya atau tidak, terserah kepada mereka yang membacanya.
~
SO
# ferryshan 2013-09-20 09:10
*
Terimakasih anda sudah berjiwa besar mengakui doktrin Trinitas tidak mudah untuk dipahami oleh akal manusia, saya sudah baca artikel tinyurl.com/7y5 qolz, yang tidak menjelaskan apa-apa.

1. Jika Yesus adalah Firman Allah yang menjelma menjadi manusia, mengapa Allah masih berfirman kepada Yesus?

2. Jika Roh Kudus adalah Roh Allah sendiri (dua oknum yang sama), mengapa Injil memposisikan keduanya sebagai oknum yang berbeda satu sama lainnya? Allah mengutus Roh Kudus (Yohanes 14:26)

Tuhan dalam pandangan setiap agama berbeda-beda. Tidak salah jika orang mengatakan Tuhan itu Esa, Tiga, Tujuh bahkan Seratus kalau itu yang diyakininya, anda tidak perlu memaksakan penjelasan yang tiga itu satu, yang seratus juga satu. Orang Yahudi yang anda klaim kitabnya ada pada anda, pun tidak mengakui ketuhanan Yesus.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-02 14:13
~
Saudara Ferryshan,

Sebelum kami menjawab pertanyaan saudara di atas, kami ingin terlebih dahulu bertanya kepada saudara.

Apakah jawaban kami atas pertanyaan-pert anyaan saudara sebelumnya sudah cukup jelas bagi saudara?

Ada baiknya saudara tidak hanya sekedar melempar pertanyaan, dan kami menjawab. Kami ingin saudara juga dapat memahami setiap jawaban yang kami berikan. Sehingga saudara mempunyai pandangan yang benar tentang ajaran kekristenan.

Saran kami, mari kita focus terlebih dahulu kepada pertanyaan saudara sebelumnya, sebelum kita beranjak ke pertanyaan saudara di atas.

Demikian, kiranya saudara maklum adanya.
~
SO
# ferryshan 2013-10-05 14:09
*
Saudara staf,

Saya tidak sekedar melempar pertanyaan, semua itu saling terkait. 1. Soal aliran gereja 2. Soal Tuhan yang akan disembah. Jawaban anda sudah jelas, tapi sikap anda dan seluruh orang Kristen yang belum jelas. Anda suruh kami percaya, meng-imani, mengikuti dan meneladani Yesus, tapi orang Kristen tidak satupun yang melakukannya (kecuali aliran tertentu).

1. Yesus tidak kawin, kenapa anda kawin?
2. Yesus mati pake kafan, kenapa anda pake jas?
3. Yesus perintahkan ibadah hari Sabtu, kenapa anda hari Minggu?
Sebenarnya yang anda imani Yesus yang mana?
# Staff Isa dan Islam 2013-10-07 21:46
~
Saudara Ferryshan,

Kami dapat memahami mengapa saudara mengatakan kami tidak meneladani Yesus. Hal ini disebabkan saudara memandang ajaran Kekristenan sama seperti Islam. Saudara menyamakan antara ajaran Yesus dengan ajaran Muhammad.

Dalam Islam, Muhammad adalah sosok yang harus diikuti. Baik ada tertulis ataupun tidak ada dalam Al-Quran, umat Muslim selalu mengikuti apa yang dilakukan Muhammad. Tuntunan hidup umat Muslim ada dua, yaitu Al-Quran dan perkataan Muhammad (hadist).

Orang Kristen mengimani setiap perkataan Yesus. Orang Kristen wajib melakukan apa yang diperintahkan Yesus. Yesus tidak pernah menekankan agar pengikut-Nya lebih memperhatikan hal-hal duniawi. Seperti: Tidak boleh menikah, mati harus dikafani, harus disunat dll.

Inilah yang perlu diperhatikan dan dilakukan oleh seseorang yang mengikuti Yesus, “Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan” (Injil, Surat 1 Timotius 6:11).

Kiranya saudara dapat merenungkan ayat ini, “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya" (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:21).
~
SO
# dodik 2013-10-06 22:45
*
Staff Isadanislam,

Ada baiknya anda belajar membedakan apa yang disebut akal dan apa yang disebut logika, jadi anda tidak salah dalam memahami komentar saya.

Pada saat anda menjelaskan ayat-ayat dalam Alkitab, yang membuat kami sulit menerima adalah secara akal, ayat tentang konsep ketuhanan di Kristen itu sulit diterima, beda dengan konsep ketuhanan agama lain, seperti Hindu (kebetulan saya punya teman Hindu), secara konsep masih bisa diterima akal.

Jadi yang dominan adalah tidak masuk akal ketimbang tidak asli. Pada saat anda menjelaskan tentang konsep trinitas, bukankah anda menjelaskan sesuai logika anda? Maka pada saat anda mengatakan konsep trinitas tidak dapat diukur dengan logika manusia, inilah kontradiksinya.
Karena apa yang disebut konsep adalah apa yang bisa dipahami.

Anda mungkin tidak memaksa saya menerima konsep trinitas, tetapi saya lebih merasa anda memaksakan diri menafsirkan ajaran agama orang lain dengan semaunya.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-16 22:47
~
Saudara Dodik,

Beberapa kali saudara mengatakan tentang akal, logika dan konsep. Tampaknya ketiga hal itu penting bagi saudara. Memang benar manusia adalah makhluk akali namun saudara lupa bahwa akal, logika dan “konsep ketuhanan” dalam diri manusia tidak sempurna.

Tuhan yang menurut saudara mudah diterima akal dan logika justru yang harus dicurigai kesempurnaanya. Tuhan dalam Isa Al-Masih maha sempurna sehingga tidak terbendungi dengan akal manusia. Itu sebabnya Ia datang menjadi manusia sebab dengan cara itulah akal dan logika manusia bertemu dengan Allah yang maha sempurna itu.
~
NN
# ferryshan 2013-10-10 13:07
*
Dari diskusi kita, anda sarankan saya untuk tidak ikut gereja, tapi ikut Yesus. Namun ketika saya tanya, kenapa anda tidak total ikut Yesus, ternyata anda ambil setengah dan membuang yang lain dari Yesus.

Anda bilang "Orang Kristen mengimani setiap perkataan dan wajib melakukan apa yang diperintahkan Yesus", tapi semua yang saya tanyakan orang Kristen tidak melakukannya (mengingkari).

Jika orang Kristen tidak setia dan benar dalam perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara besar (Lukas 16:10).

Bagaimana anda dapat meyakinkan saya, kalau anda sendiri tidak patuh dengan Injil dan Tuhan Yesus. Mari, jadilah pengikut Yesus yang setia dan benar dengan mengikuti perilaku dan contoh hidup-Nya, bukannya ditentang dan dilawan. Selamatkan diri anda.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-12 17:29
~
Saudara Ferryshan,

Seperti yang kami jelaskan sebelumnya, orang Kristen mengimani setiap perkataan Yesus. Orang Kristen wajib melakukan apa yang diperintahkan Yesus. Yesus tidak pernah menekankan agar pengikut-Nya lebih memperhatikan hal-hal duniawi. Seperti: Tidak boleh menikah, mati harus dikafani, harus disunat dll.

Saudara bertanya kepada kami:
1. Yesus tidak kawin, kenapa anda kawin?
2. Yesus mati pake kafan, kenapa anda pake jas?
3. Yesus perintahkan ibadah hari Sabtu, kenapa anda hari Minggu?

Yesus tidak pernah memerintahkan kepada pengikut-Nya untuk tidak menikah. Yesus juga tidak pernah mengatakan kalau meninggal harus pakai kafa. Juga Yesus tidak pernah memerintahkan agar pengikut-Nya ibadah hari Sabtu.

Bila saudara pernah menemukan dalam Kitab Suci Injil perkataan Yesus mengenai hal tersebut, kiranya saudara dapat berbagi informasi di sini.

Lalu, bagian manakah dari perintah Tuhan Yesus yang kami tidak patuh?
~
SO
# ferryshan 2013-10-16 11:53
*
Seperti biasa jawaban anda penuh kepura-puraan. Tentu anda lebih paham Injil daripada saya, tapi baiklah.

Kira-kira ada 144 ayat di perjanjian lama tentang Sabat (sabtu) dan 57 Ayat di perjanjian baru, saya menemukan ayat paling keras pada Keluaran 31:14 "haruslah kamu pelihara hari Sabat (sabtu), sebab itulah hari kudus bagimu, siapa yang melanggar kekudusan hari Sabat itu, pastilah ia dihukum mati, sebab setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari itu, orang itu harus dilenyapkan dari antara bangsanya.

Adakah ayat hari kudus adalah minggu?

Kelakuan umat kristen pas banget dengan Matius 15:8 bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. 15:9 "Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia."

Bertobatlah saudaraku, tidak perlu masuk Islam kalau memang tidak mau, tapi setidaknya turuti saja aturan dalam kitab kalian, ikuti Yesus.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-18 10:20
~
Saudara Ferryshan,

Konteks ayat-ayat yang saudara pakai tidak berkaitan sama sekali sehingga wajar pengertiannya jadi jauh menyimpang. Adapun mengenai hari peribadatan di hari minggu diambil dari hari di saat Isa Al-Masih bangkit dari kubur.

Keutamaan Isa Al-Masih adalah mutlak, dan hukum sabat tunduk pada rahmat Isa Al-Masih. Yang Allah kehendaki bukan mentaati hari sabat karena hari sabat hanya petunjuk sampai titik penggenapan. Yang Allah kehendaki ialah mentaati jalan penggenapan keselamatan yang disediakan Isa Al-Masih.

Isa Al-Masih berkata: "Karena Anak Manusia [Isa Al-Masih] adalah Tuhan atas hari Sabat" (Injil, Rasul Besar Matius 12:8).
~
NN
# ben jo 2013-10-17 22:51
*
Dalam suatu blog saya pernah menganalogikan ke Esa an Tuhan, Allah kita: "Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub" menurut kacamata iman terhadap dzat Allah yang memiliki Asma Allah/sifat2All ah/Al-Asmaul Husna (99 nama yg terbaik Allah), dalam memahami Allah Al-Wahidnya pengikut Kristus:

Bapa = Al-Qidam
Anak/Firman = Al-Kalam
Ruhul Quddu = Al-Qudrat

Ketiganya yang Al-wahid adalah Allah yang Al-Quddus. “Ya Allah, ya Ar Rahman, ya Ar Rahim, ya Al Malik sesungguhnya Engkau bukan empat ya Al Khalik, dan sesungguhnya pula Engkau bukan bertambah jadi lima ya Rabb, tapi semua tertuju hanya kepada-Mu satu-satunya Dzat yang Dzul-Jalal-Wal- Ikram ya Al Lathiif, demi As Salam hanya pada-Mu kami berseru ya Al Hafidz, amin ya Rabbal Al-Amin.

Bapa ya Allah itu sendiri, Anak ya Allah itu sendiri, Roh Kudus ya Allah itu sendiri. Jadi Allah pengikut Kristus bukan ada 3, atau 3 dalam 1, atau 1 dalam 3, tapi benar-benar 1.
# ben jo 2013-10-17 22:59
*
To: Ferryshan,

Sabat bagi manusia ya hari Sabtu. Sabat bagi Allah ya masa kehidupan yang kita jalani saat ini dari generasi ke generasi sejak Adam sampai datangnya Kristus kedua kali = Kiamat
1. Masa penciptaan
2. Masa Sabat.
3. Masa akhir/kiamat

Pernyataan Yesus Kristus :
1. Yesus Kristus adalah Firman Allah yang Al-Hayyu, Alfa dan Omega (Al-Awal dan Al-Akhir) yang Al-Baaqil
2. Bahwa Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat Az-Zahir
3. Di akhir zaman Anak Domba Allah adalah Hakim yang adil (Al-Hakim yang Al-'adl)
# ferryshan 2013-10-22 11:48
*
1. Ayat mana yang saya sebutkan tidak berkaitan? Sangat jelas Yesus mengkuduskan hari Sabat bukan hari Minggu.

2. Anda katakan minggu diambil dari kebangkitan Yesus, apa mungkin Yesus yang belum mati mengajarkan ibadah pada hari yang Dia sendiripun tidak tahu? Seluruh ajaran Yesus dijungkir-balik kan oleh gereja, dan parahnya anda dan seluruh umat Kristen mengamininya hingga hari ini.

5:17 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Mari, saya ajak anda berfikir jernih dan terbuka, buang semua ego dan iman buta, itulah langkah awal kita menerima kebenaran. Salam.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-22 19:32
~
Saudara Ferryshan,

1. Tolong saudara sebutkan ayat dari Injil yang merupakan perkataan Yesus agar pengikut-Nya beribadah hari Sabtu.

2. Tolong saudara jelaskan arti/makna dari perkataan Yesus seperti pada ayat yang saudara kutip di atas.

3. Tentu kami setuju untuk berdiskusi dengan berpikir jernih. Bila memang saudara ingin mempelajari Injil dengan pikiran jernih, silakan saudara membaca Injil mulai dari awal hingga akhir secara berurutan. Jangan lompat-lompat atau jangan hanya mencari ayat-ayat tertentu yang dapat digunakan untuk menyerang Kekristenan.
~
SO
# ben jo 2013-10-22 22:22
*
Ferryshan,

Yesus menguduskan hari Sabat maksudnya menguduskan Masa Sabat sekarang ini. Hari ke-7 inilah disebut Masa Sabat, masa Allah memberkati sekaligus menguduskannya. Masa Sabat diadakan oleh Tuhan untuk kita jalani sekarang ini dari dekade ke dekade turun temurun sampai akhir zaman (Masa Kiamat).

Sabat adalah Anugerah Tuhan untuk kita jalani dengan ucapan syukur. Inilah masa kita untuk memuji dan memuliakan Allah atas rahmad-Nya kepada kita. Jangan kita kotori masa Sabat yang dikuduskan oleh Tuhan ini. Yesus Kristus adalah Tuhan atas hari Sabat (Masa Sabat).

Kejadian 2:3 “Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.”

Markus 2:27-28 “Lalu kata Yesus kepada mereka: "Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat."
# mami dee 2013-10-24 15:28
*
Hanya berdasarkan pengalaman pribadi, agama adalah kotak yang di buat manusia untuk mengelompokan satu kaum, saya jelas tak beragama (karena saya tidak mau hidup dalam kotak yang dibuat manusia ), namun saya memiliki faith, tidak perlu repot repot berdebat, mencari kebenaran adalah dengan berdoa dengan cara apapun yang anda bisa, mintalah Tuhan yang sejati, bukan hantu.

Dan lihat apa yang akan anda dapati kemudian, tidak main main. Ini memang terjadi dan sangat nyata.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-29 11:37
~
Saudara Mami Dee,

Ada benarnya pendapat saudara mengenai agama. Agama memang buatan manusia untuk mengatur kehidupan mereka. Tetapi dalam pelaksanaanya justru manusia yang mengatur agama. Jadi agama bukan solusi. Masalahnya manusia sudah dirasuki oleh berbagai nafsu. Dan hanya Tuhan solusi yang dapat memperbaiki keadaan manusia.

Saudara memiliki iman kepada Tuhan dan mempunyai tata cara berdoa kepada Tuhan menurut keyakinan saudara namun itu tidak cukup. Sebab saudara tidak akan pernah tahu apakah Tuhan yang saudara maksud adalah Tuhan yang benar. Bisa saja saudara terjebak dalam konsep Tuhan yang saudara buat sendiri. Dan melalui proses seperti inilah lahirnya kelak suatu agama. Jadi jika saudara memang tidak butuh agama, sebaiknya saudara membutuhkan Tuhan yang benar.

Seperti tujuan Allah ke dunia adalah untuk menolong orang yang mencari Tuhan. Dialah Isa Al-Masih Allah yang menjadi manusia. Ia datang bukan untuk membuat satu agama baru menyaingi agama-agama dunia yang sudah ada. Ia datang untuk mengampuni dan menerima manusia di sorga-Nya.
~
NN
# ferryshan 2013-10-29 08:11
~
Maaf baru bisa koment lagi.
Sudah amat sangat jelas & gamblang dari sekian ayat tentang pengkudusan hari sabat. Tidak perlu interprestasi macam-macam, bahkan ayat yang paling keras pun telah saya sebutkan, tapi sebanyak apapun ayat yang saya ajukan (tidak hanya soal sabat), anda pasti menolak dengan berbagai alasan. Pembenaran untuk apa yang anda dan gereja yakini sekarang, meski bertentangan dengan ajaran Yesus.
Kenapa anda tutup mata? Tidak perlu jadi teolog/ pastor /pendeta untuk mengartikan ayat tersurat.

Itulah kenapa pertanyaan awal saya adalah "gereja mana yang harus saya pilih jika masuk Kristen"? Sebab ajaran gereja mengalahkan ajaran Yesus. 1000 gereja, 1000 perbedaan ajaran Yesus.

Lebih baik kita sudahi diskusi kita, sebelum menjadi debat kusir. Puji Tuhan dari 4 keluarga adik saya, tinggal 1 keluarga yang belum Islam (ikut suami).
Salam damai.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-30 20:43
~
Saudara Ferryshan,

Siapapun dapat mengutip ayat Firman Allah, namun saudara keliru dalam memahami makna ayat tersebut. Sehingga tentu kami menolak pendapat saudara.

Ajaran Isa Al-Masih dapat kita lihat melalui Firman Allah yaitu Alkitab. Semuanya telah tertulis dengan sangat jelas. Jadi saudara tidak perlu bingung dan memusingkan akan masuk gereja mana dan mengikuti ajaran yang mana? Ikutilah ajaran Isa Al-Masih yang ada dalam Firman Allah yaitu Alkitab, maka itu akan menuntun saudara menemukan kebenaran dan jalan keselamatan.
~
NN
# alqamar1453 2013-11-04 20:02
~
Izinkan saya berbagi ide. Pertama saya inginkan admin membenarkan hal ini:

Manusia dilahirkan dari agama yang berbeda-beda (agama yang mengakui bahwa ada Tuhan), dan hanya ada satu agama yang benar.

Bagaimana manusia mencari agama yang benar itu? Yaitu manusia harus menggunakan akal karena akal lah rahmat yang diberikan Tuhan bisa menentukan mana yang baik dan buruk yang benar dan tidak benar.

Bisa diterima kan admin?
# Staff Isa dan Islam 2013-11-07 17:45
~
Saudara Alqamar,

Kami setuju dengan komentar saudara bahwa manusia dilahirkan dari agama yang berbeda-beda.

Tapi maaf, kami kurang setuju bila saudara mengatakan hanya satu agama yang benar. Menurut kami semua agama mengajarkan yang benar. Yang perlu dipertanyakan adalah ajaran dalam Kitab Suci yang terdapat dalam agama tersebut. Karena iman yang lahir akibat membaca isi kitab suci itulah yang dapat menyelamatkan seseorang. Bukan agamanya!

Saya mengutip satu ayat dari Al-Quran, “Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israel) dengan Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa” (Qs 5:46).

Sebagaimana menurut Al-Quran, dalam Injil dan Taurat ada petunjuk, cahaya, dan pengajaran bagi orang bertakwa. Demikian juga Alkitab mengatakan “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung” (Kitab Nabi Yoshua 1:8).
~
Saodah
# ferryshan 2013-11-05 20:17
~
Baik, kalau saya dianggap keliru dalam memahami makna ayat, sehingga anda menolak pendapat saya, tolong artikan, ayat Keluaran 31:14 "haruslah kamu pelihara hari Sabat, sebab itulah hari kudus bagimu, siapa yang melanggar kekudusan hari Sabat itu, pastilah ia dihukum mati, sebab setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari itu, orang itu harus dilenyapkan dari antara bangsanya"

Sekarang saya paham pikiran saudara tentang Kristen, terlihat jawaban anda pada mami dee, "anda katakan agama berasal dari manusia". Yah anda jujur, memang sejak diangkatnya Nabi Isa seluruh ajaran Kristen yang ada berasal dari manusia, tidak lagi sebagai agama samawi.

Lebih baik anda hentikan membandingkan agama karangan manusia dengan agama dari Allah. Salam.
# Staff Isa dan Islam 2013-11-07 17:46
~
Saudara Ferryshan,

Menurut kami saudara terlalu dini mengambil kesimpulan hanya berdasarkan apa yang saudara dengar. Bila saudara benar-benar ingin memahami Kekristenan, bacalah Alkitab. Untuk menolong saudara, mulailah dari membaca Injil Matius hingga Kitab Wahyu.

Memang kami mengimani bahwa agama adalah buatan manusia. Itulah sebabnya kami tidak pernah mengimani bahwa agama dapat menyelamatkan seseorang. Dengan kata lain, seorang yang mengakui beragama Kristen tidak serta-merta menjamin keselamatannya di akhirat.

“Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6)

“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan" (Injil, Kisah Para Rasul 4:12)

Yang dapat menjamin keselamatan akherat setiap orang adalah Isa Al-Masih. Bukan agama!

Mengapa orang Kristen beribadah hari Minggu dan bukan hari Sabtu? Saudara dapat menemukan jawaban dari kami di artikel ini: http://tinyurl.com/c24eac7.
~
Saodah
# Eddie 2013-11-14 02:02
***
Pertanyaan sering:
1. Tuhan kok meninggal, berarti Isa bukan Tuhan?
2. Tuhan kok wujudnya manusia, sama dengan ciptaan-Nya, mana bisa sama antara ciptaan dengan Tuhan ?

Ini jawabnya:
1.Isa adalah Tuhan. Isa meninggal karena menebus dosa manusia. Ini analogi cantik: seorang sopir menabrakkan truknya baik sengaja atau tidak, maka dia harus menanggung ongkos perbaikan truk, tapi gaji dia tidak cukup untuk itu. Jadi dia meminta maaf ke tuannya. Si Tuan memaafkan tapi ongkos perbaikan tetap harus ada yang menanggung, maka si Tuan berkata: "OK saya maafkan, dan saya yang akan menanggung dan menebus ongkosnya karena kamu tidak akan kuat menebusnya". Karena itulah Isa wafat untuk menanggung dan menebus dosa kita karena kasih-Nya kepada kita. Dia wafat, bangkit dan akan datang kembali.

2. Isa adalah Tuhan. Tuhan Maha Tidak Terbatas, jadi tidak bisa dibatasi, misal dibatasi menghadap ke arah tertentu jika ingin menyembahNya. Tuhan bisa hadir di mana saja.
# muslim selamanya 2013-11-26 21:07
~
Islam adalah ajaran terbaik yang dibawakan oleh Nabi Muhammad. Islam adalah ajaran terbenar yang dibawakan Nabi Muhammad dan agama termulia di sisi Allah.
# Staff Isa dan Islam 2013-11-27 15:44
~
Saudara Muslim Selamanya,

Saudara benar, Islam adalah ajaran terbaik yang dibawah Muhammad. Sebab hanya Muhammad yang mengajarkan agama Islam. Hanya Muhammad yang mengaku sebagai nabi yang diutus Allah untuk menyebarkan agama Islam.

Ketahuilah saudara, Allah tidak pernah menciptakan sebuah agama. Sehingga sulit dipercaya bahwa Islam agama termulia di sisi Allah, karena tidak ada agama yang termulia di sisi-Nya!

Satu hal yang perlu saudara ketahui, dengan memeluk agama tertentu (Islam sekalipun) tidak akan pernah dapat menjamin saudara dapat masuk sorga. Karena kunci sorga tidak terletak pada agama. Melainkan pada penebusan yang telah dilakukan oleh Kalimat Allah.

Renungkanlah ayat ini, “Sabda Isa, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).
~
Saodah
# theresia 2013-12-18 22:04
~
Secara logika manusia, memang tidak mudah untuk dapat memahami ketuhanan Yesus yang merupakan manusia dan jaminan keselamatan yang diberikan-Nya. Saya pribadi sebagai seorang Kristen, memerlukan waktu dan proses untuk benar-benar memahami dan meyakini penuh bahwa Yesus adalah Tuhan. Diperlukan campur tangan Tuhan yang membuka hati dan pikiran. Karena kalau mengandalkan kepintaran dan logika kita semata sebagai manusia, akan sia-sia.

Siapapun tanpa terkecuali pastilah menginginkan surga, saya yakin itu. Tuhan memberi jalan dengan melalui Yesus Kristus, dan itu adalah jaminan yang sangat pasti asal kita benar-benar percaya kepada-Nya dan memiliki iman yang benar dalam hidup kita.

Semoga Tuhan membuka pikiran teman-teman yang belum percaya, dan melunakkan hati yang dikeraskan karena Dia mengasihi semua manusia tanpa terkecuali.
# jack lamsu 2014-01-01 19:51
~
Kalau mau kenal siapa Yesus Kristus Sang Mesias itu, baca saja Injil. Karena di Injil semua perkataan Yesus terpapar dengan jelas. Siapa Dia, apa tujuan-Nya datang ke dunia, ke mana Dia pergi, apa ajaran-Nya. Semua lengkap, lebih lengkap dari Al-Quran dan sangat berbeba dengan Al-Quran.

Dengan membaca Injil, anda akan tahu dengan jelas, mana firman Tuhan yang benar (Injil) dalam Alkitab atau di dalam Al-Quran.
# sandy 2014-01-02 13:03
~
Aku ingin berkomentar mengenai artikel di atas. Jika memang ajaran Al-Quran menyimpang menurut sisi umat Kristiani, apa saja ayat-ayat yang menyimpang itu?

Islamlah yang memperbaiki ajaran-ajaran menyimpang di dalam Alkitab, yang jelas tidak ada satu ayat pun yang harus di Al-Quran itu menyimpang. Kalau untuk megoreksi dan memperbaiki ajaran sebelumnya memang banyak, saya akui itu.
# Staff Isa dan Islam 2014-01-04 11:06
~
Saudara Sandy,

Bila memang benar Al-Quran atau Islam menyempurnakan ajaran yang menyimpang dalam Alkitab, mengapa justru Al-Quran menuliskan: “Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa” (Qs 5:46)

Ayat di atas menjelaskan dalam Injil terdapat petunjuk dan cahaya bagi orang-orang yang bertakwa. Benarkah petunjuk dan cahaya dari Allah sudah tidak bermanfaat lagi bagi manusia sehingga perlu disempurnakan?

Ayat lain berkata, “Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu...” (Qs 10:94)

Menurut Sdr Sandy, bukankah kedua ayat ini tidak cukup menjadi bukti bahwa ajaran dalam Alkitab tidak ada yang menyimpang dan membutuhkan perbaikan?
~
Saodah
# rachelia 2014-01-02 15:23
~
Hanya ingin menginformasika n yang orang Kristen tidak tahu tentang agama Islam.

Di awal web dikatakan "pada saat pendirian agama Islam," saya ingin meluruskan bahwa agama Islam tidak didirikan oleh siapapun termasuk Nabi Muhammad. Islam adalah tauhid mengesakan Allah SWT, sejak Nabi Adam sampai Nabi Muhammad.
# Staff Isa dan Islam 2014-01-04 11:05
~
Saudara Rachelia,

Terimakasih untuk informasi yang sudah saudara sampaikan.

Pertanyaan kami: Benarkah Islam bukan agama yang didirikan oleh Muhammad? Sepertinya Sdr. Rachelia perlu belajar banyak lagi tentang agama saudara ini.

Agama Islam baru ada setelah Muhammad memproklamirkan diri sebagai nabi. Tidak seorang pun yang mengenal agama Islam sebelum zaman kenabian Muhammad. Tidak ada satu sumber pun yang mengatakan bahwa sejak zaman Nabi Adam agama Islam sudah ada. Kalau Sdr. Rachelia pernah membaca sumber yang mengatakan demikian, kiranya saudara tidak keberatan untuk berbagi di forum ini.

Terimakasih!
~
Saodah
# bagus 2014-01-11 09:56
~
Tolong artikan, ayat Keluaran 31:14 "Haruslah kamu pelihara hari Sabat, sebab itulah hari kudus bagimu, siapa yang melanggar kekudusan hari Sabat itu, pastilah ia dihukum mati, sebab setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari itu, orang itu harus dilenyapkan dari antara bangsanya"

Bisa jelaskan Sdr. Admin?
# Staff Isa dan Islam 2014-02-19 10:28
~
Saudara Bagus,

Sebelumnya kami sudah pernah menjelaskan pertanyaan saudara di atas. Bila saudara ingin mengetahui apa maksud dari ayat tersebut, silakan membaca penjelasan kami pada artikel yang terdapat di link ini http://tinyurl.com/c24eac7.

Terimakasih!
~
Saodah
# Mitra 2014-01-23 17:50
~
Sdr. Admin,

Al-Quran tidak menyebut tentang Yesus Kristus, Al-Quran menyebutkan: "Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi” (Qs 19:30)

"Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali" (Qs 30:33)

"Itulah Isa putra Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-banta han tentang kebenarannya" (Qs 19:34)

Muhammad tidak minta didoakan, berdoa itu perintah Allah, berdoa bagi ayah-ibu dan keluarganya serta bagi seluruh kaum Muslimin, terutama kepada Muhammad. Berbeda dengan Al-Masih, Dia dipercaya sebagai Tuhan, untuk apa didoakan?
# Staff Isa dan Islam 2014-02-19 11:47
~
Saudara Mitra,

Memang benar dalam Al-Quran tidak menyebut Yesus Kristus, melainkan Isa Al-Masih. Tapi bukan berarti Yesus Kristus dan Isa Al-Masih dua pribadi yang berbeda.

Nama lain untuk Isa ialah Yesus. Gelar Al-Masih berasal dari bahasa Ibrani. Artinya “yang diurapi”. Sedangkan “Kristus” merupakan terjemahan “yang di-urapi” ke dalam bahasa Yunani. Dengan demikian, baik Isa Al-Masih maupun Yesus Kristus artinya adalah “yang diurapi”.

Katakanlah memang Muhammad tidak pernah minta didoakan, melainkan Allah yang memerintahkan umat Muslim, agar mendoakan dia.

Dapatkah Sdr. Mitra menjelaskan mengapa Muhammad perlu didoakan? Bila Muhammad saja masih membutuhkan doa saudara, bagaimana dengan saudara?

Saudara benar, Al-Masih tidak membutuhkan doa. Sebaliknya, Dia-lah yang akan memberi syafaat bagi pengikut-Nya. Bila ada yang bisa memberi syafaat, mengapa harus mengikuti yang masih membutuhkan doa?
~
Saodah
# shacidiva 2014-02-21 12:12
~
Alkitab induk Al-Quran (Qs 43:4). Islam menyembah Tuhan negeri Mekah. Kristen menyembah Tuhan Yesus dari Israel. Isi Al-Quran menyangkali semua keyakinan Kristen. Alkitab tidak pernah mengenal Al-Quran dan tidak mengakui Muhammad sebagai nabi karena masa kenabian sudah tidak ada. Nabi terakhir adalah Yohanes Pembaptis yang mempersiapkan kedatangan Yesus Juruselamat
# Ramdhani 2014-02-23 23:58
~
"Katakanlah (hai orang-orang mukmin): 'Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya'" (Qs 2:136).

Itulah Islam, yang disampaikan oleh Muhammad untuk meluruskan kesalahan pemahaman atas praktik-praktik agama yang ada pada saat itu, termasuk Yahudi dan Kristen. Muhammad adalah penutup para nabi dan hanyalah pemberi peringatan dan kabar gembira.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-24 08:12
~
Saudara Ramdhani,

Kami menerka-nerka apa yang diluruskan Muhammad terhadap pemahaman Yahudi dan Kristen? Bila Muhammad meminta didoakan pengikutnya, sementara orang Yahudi dan Kristen tidak melakukan itu kepada nabi mereka, kesalahan pemahaman apa yang dimiliki Yahudi dan Kristen?

Alangkah lebih baik bila saudara menyebutkannya agar kita dapat mendiskusikanny a.
~
Salma
# Chris 2014-02-24 00:11
~
Agama Islam sudah banyak buktinya. Seperti Nabi Musa bisa membelah laut menjadi dua, Nabi Muhammad bisa mengeluarkan madu di jempolnya, Nabi Nuh bisa membuat perahu. Itulah bukti Islam. Nah, sedangkan Kristen apa buktinya?
# Staff Isa dan Islam 2014-02-24 08:22
~
Saudara Chris,

Nabi Musa membelah laut menjadi dua bukanlah bukti Islam, tetapi bukti Allah atas orang Israel. Bila Muhammad bisa mengeluarkan madu dari jempolnya, tertulis dimanakah hal itu dalam Al-Quran?

Injil memberikan bukti yang sangat banyak mengenai mujizat Isa Al-Masih sebab Dia adalah Tuhan. Silakan kunjungi link ini http://tinyurl.com/8abrx5t. Tetapi mujizat paling luar biasa adalah keselamatan dari-Nya. Sebab manusia memperoleh itu hanya karena rahmat semata.
~
Salma
# Paulus 2014-02-24 13:15
~
Kembalilah kepada ajaran Isa yang sebenarnya. Islam agama sempurna apabila anda mengikuti Isa.

Salam.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-04 13:42
~
Saudara Paulus,

Menarik sekali pendapat dan tulisan saudara. Kalau boleh tahu, apakah saudara tahu ajaran Islam sebenarnya? Isa Al-Masih tidak pernah mewartakan Islam. Kami tidak tahu dasar pemikiran dan tulisan saudara saat menuliskan 'Islam agama sempurna apabila mengikuti Isa'.
~
Salma
# mulus 2014-03-02 20:59
~
Assalamualaikum dan salam sejahtera untuk staf Isa dan Islam,

Sekedar masukan saja, silakan dicek surat Al Baqarah ayat 62 dan surat Al Mukminun ayat 52-54. Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-04 13:48
~
Salam Saudara Mulus,

Kami telah membaca sura tersebut. Kalau boleh tahu, apa yang hendak saudara sampaikan dengan ayat-ayat itu?
~
Salma
# alyssa 2014-03-03 05:07
~
Kalau memang Injil benar, kenapa Galileo Galilei dihukum mati oleh gereja Kristen karena mengungkapkan teori bumi itu bulat dan bertentangan dengan Alkitab Kristen yang menyatakan bumi itu datar atau persegi? Padahal di Al-Quran telah dijelaskan bumi itu bulat. Saya juga pembaca tafsir Al-Quran dan senang mencari tahu tentang agama lain, karena saya tidak ingin memeluk agama tapi ikut-ikutan.

Dari Al-Quran yang saya baca dan banyak literatur Islam agama yang tegas membela kebenaran dan membagi kasih sayang. Tentang anda mengatakan Islam tidak ada kasih sayang saya sangat menentang. Nabi Muhammad pernah memberi minum anjing yang hampir mati kehausan, Nabi Muhammad pernah ditampar dan tidak membalas, bahkan tetap baik pada orang-orang yang jahat padanya.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-04 14:31
~
Saudara Alyssa,

Injil tidak mengajarkan untuk menghukum mati orang. Itu adalah pendapat gereja pada masa itu. Dan kami tidak setuju dengan hal itu. Sesungguhnya Injil menjelaskan bahwa bumi itu bulat. “Dia yang bertakhta di atas bulatan bumi yang penduduknya seperti belalang; Dia yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman!” (Kitab nabi-nabi, Yesaya 40:22). Kalau boleh tahu, tertulis dalam sura dan ayat dalam Al-Quran bahwa bumi bulat?

Tetapi kami pernah membaca satu riwayat berikut ini. Muhammad berkata, “Siapapun yang mengganti agama Islamnya, maka bunuhlah dia” (Hadith as-Bukhari, Vol.9, Bk.84, No. 57). Bagaimana tanggapan saudara atas sikap Muhammad ini?
~
Salma
# shacidiva 2014-03-04 08:44
~
Akitab itu sudah lengkap dan sempurna. Tidak perlu ada nabi lagi apa lagi dari keturunan Ismail. Karena Ismail itu sudah dinubuatkan sebagai keledai liar, senang mencari musuh dan bunuh-bunuh.
# sarjana tolol loggia 2014-03-17 22:02
~
Taurat, Zabur, Injil diturunkan pada zaman nabi masing-masing. Dan telah mengalami perubahan, kerusakan, dan banyak terjadi penyimpangan oleh campur tangan manusia pada masa itu. Karena belum dijaga kemurniannya oleh Allah.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-26 23:17
~
Saudara Sarjana Tolol Loggia,

Kami berterimakasih karena saudara berkenan mengunjungi dan memberikan komentar pada situs kami. Tetapi maaf, komentar saudara tidak berhubungan dengan artikel di atas. Bila saudara ingin melanjutkan diskusi dengan topik tersebut, kami mempersilakan saudara mengunjungi link ini http://tinyurl.com/6uh4jag
~
Salma
# damai 2014-03-26 03:13
~
Menurut saya kitab suci itu semua buatan manusia. Dan menyembah sama yaitu Sang Pencipta. Jadi, janganlah kita menganggap agama yang berbeda dengan kita itu salah. Karena itu rahasia Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2014-03-26 23:22
~
Saudara Damai,

Kami berterimakasih karena saudara berkenan mengunjungi dan memberikan komentar pada situs kami. Tetapi maaf, komentar saudara tidak berhubungan dengan artikel di atas. Kami mempersilakan saudara mengunjungi link ini http://tinyurl.com/6uh4jag untuk mengetahui lebih lanjut tentang kitab suci.
~
Salma
# shacidiva 2014-03-27 11:44
~
Saya setuju kalau Isa dan Yesus itu beda karena Yesus itu Tuhan/Alhah sedangkan Isa itu hanya utusan/nabi. Isa tidak disalib, Yesus disalib. Yesus tidak kawin, Isa kawin. Isa tidak menyelamatkan. Yesus penyelamat.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-02 08:05
~
Saudara Shacidiva,

Memang benar informasi yang disampaikan Al-Quran berbeda dengan wahyu yang tertulis dalam Injil tentang Isa Al-Masih. Tetapi sesungguhnya Isa Al-Masih atau Yesus Kristus adalah sosok Pribadi yang sama. Tentu ini yang perlu diselidiki kebenarannya, bukan? Karena tidak mungkin keduanya benar dan tidak mungkin keduanya salah, bukan?

Nah, bagaimana setelah saudara membaca artikel di atas? Tentu ada perbedaan ajaran Islam dan Kristen, bukan? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# mihammad 2014-03-29 14:07
~
Saya setuju Muhammad nabi palsu. Lihat Matius 7:15, "Waspadalah terhadap nabi nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.'' Jelas-jelas dikatakan waspada terhadap nabi palsu berarti Tuhan tahu akan ada nabi yang mengajarkan pengajaran sesat.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-02 17:21
~
Saudara Mihammad,

Terimakasih karena saudara sudah meluangkan waktu memberikan komentar pada situs kami. Bagaimana bila saudara mengunjungi link ini http://tinyurl.com/cj969my untuk mendalami tentang Muhammad? Sebab komentar saudara sangat tepat bila diberikan di sana.

Oh ya, kalau boleh tahu, bagaimana tanggapan saudara sendiri dengan artikel di atas? Tentu saudara sudah membacanya, bukan?
~
Solihin
# Muhammad Aidil 2014-03-30 09:13
~
Injil dan Bible adalah berbeda. Setelah ketahuan oleh pendeta sebelum Islam yaitu setelah Isa diangkat ke langit maka Yahudi atau bani Israel telahpun mengetahui adanya rasul terakhir dan maksum akan lahir diberi nama Muhammad. Akan tetapi tidak pula berketurunan bani Israel sebagaimana nabi-nabi sebelumnya (kecuali Ibrahim). Lalu mereka menjadi benci dan sedaya upaya memesongkan Injil untuk mengikut akal dan pikiran manusia.

Apakah kitab agama boleh ditulis oleh manusia? Tentu sekali tidak. Kitab yang telah terpesong tidak digelar agama Allah. Benar Allah telah menurunkan Injil tetapi tidak Bible. Bible berasal dari perkataan Greek yaitu Biblos. Apakah Allah mengagungkan bangsa yang dipanggil Greek? Injil itu diturunkan pada bani Israel bukan pada bani Greek.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-02 17:31
~
Saudara Muhammad Aidil,

Terimakasih saudara telah memberikan komentar di artikel ini. Barangkali lebih tepat bila komentar saudara berada di artikel yang terdapat pada link http://tinyurl.com/8f7wac5 ini. Tentu pemahaman saudara tentang Injil menjadi lebih baik setelah membaca artikel tersebut. Kalau boleh tahu, bagaimana tanggapan saudara dengan artikel di atas?
~
Solihin
# RIO 2014-04-05 20:29
~
To: Admin,

Aku salut kalau kitab Injil disusun rapi dan mungkin setiap paragrafnya tidak ada yang teledor, tapi sayangnya itu bukan tulisan dari Tuhan melainkan manusia itu sendiri yang selalu dibongkar pasang ayat-ayatnya. Maklum aku mantan orang dalam. Yesus memang hadir duluan, tapi sayangnya dia tidak bawa Alkitabnya.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-02 21:22
~
Saudara Rio,

Terimakasih atas kunjungan dan komentar saudara. Tentu akan lebih baik bila komentar saudara berada pada artikel yang tepat. Bagaimana bila saudara mengunjungi link ini http://tinyurl.com/8f7wac5?

Oh ya, bagaimana tanggapan saudara tentang artikel di atas? Tentu saudara sudah membacanya, bukan?
~
Solihin
# shaciiva 2014-04-12 09:29
~
Umat Islam menginginkan bahwa Tuhan Islam dan Kristen itu sama, tetapi tentu itu sangat mustahil, karena Tuhan Kristen itu ialah Yesus yang tidak bisa dimengerti oleh umat Iislam karena di luar jangkauan akal/rasio umat Islam. Al-Quran menampilkan pemahaman yang bertentangan/be rtolak belakang dengan ajaran Kristen.

Kalau kita telusuri asal muasalnya, maka jelas beda karena Islam adalah keyakinan dari keturunan Ismael sedangkan Kristen dari Ishak.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-02 23:23
~
Saudara Shacidiva,

Tentu Allah berada di luar jangkauan akal atau rasio manusia, bukan? Bila Allah ada dalam nalar atau rasio manusia, maka Dia bukan Allah. Justru manusia yang telah menjadi Allah. Memang banyak hal dari sifat dan tindakan Isa Al-Masih yang diluar akal manusia. Ini yang membuktikan bahwa Dia sangat istimewa dan unik serta melebihi manusia dan nabi. Jika demikian, bisakah kita menyebut-Nya Yang Ilahi? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# Komarullah 2014-04-20 04:36
~
"Keselamatan dan hidup kekal bagi siapa saja yang mau menerimanya." Satu-satunya cara ialah anda harus mati dulu, lalu bangkit kembali untuk memberikan pernyataan kebenaran atas hal ini.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-02 23:25
~
Saudara Komarullah,

Allah telah memberikan firman-Nya kepada manusia untuk mengetahui yang adikodrati, termasuk tentang keselamatan. Bila Allah tidak memberikan kepastian keselamatan pada manusia, maka kita perlu mempertanyakan allah seperti itu. Tentang hal ini, silakan klik ini http://tinyurl.com/6wf9w8k untuk mengetahui lebih lanjut.
~
Solihin
# Astri 2014-05-04 08:32
~
Pada dasarnya tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan. Semuanya memiliki satu tujuan agar manusia senantiasa berbuat baik dan terus berdoa.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-16 16:37
~
Saudara Astri,

Agama adalah sistem kepercayaan yang dibuat manusia. Banyak ragam dan corak dari agama. Tetapi pada dasarnya, tujuan agama adalah untuk menemukan kehendak Allah atas hidup manusia. Menurut kami, setelah mempelajari Injil dan buku-buku lainnya, kami menemukan hanya Isa Al-Masih yang mengajarkan dan menerapkan kasih yang agung.

Kasih Isa Al-Masih dibuktikan dengan "memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang" (Injil, Rasul Besar Matius 20:28). Sebagaimana sabda Isa Al-Masih, "Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabat nya" (Injil, Rasul Besar Yohanes 15:13). Tidakkah ini menakjubkan? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# alfa 2014-05-15 12:55
~
Al-Quran sendiri menyatakan bahwa dalam Taurat dan Injil ada terang (Qs 5:43-47). Ini membuktikan bahwa Injil pada masa Muhammad masih murni. Jadi, dari mana asal pendapat saudara bahwa Injil sudah dipalsukan? Saat itu saja Injil sudah tersebar di seluruh dunia, sehingga tidak mungkin untuk dikumpulkan dan dibakar semuanya, dan kemudian dibuatkan yang palsu. Kata ada terang bukan berarti seluruhnya terang bahkan bisa jadi banyak yang tidak terang.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-16 16:41
~
Saudara Alfa,

Terimakasih karena saudara telah meluangkan waktu untuk memberikan komentar pada situs kami. Kami sangat menghargai hal itu. Dan kami mengerti bahwa terkadang ada informasi-infor masi keliru yang membuat kita tergoda untuk menjawabnya, tetapi kami harap saudara tetap fokus pada topik ini.

Oh ya, kami memiliki artikel yang berhubungan dengan Injil palsu, barangkali ini akan sangat membantu. Bagaimana bila saudara mengunjungi link ini http://tinyurl.com/dygnn2j dan berdiskusi di sana?
~
Solihin
# anggara 2014-05-16 03:44
~
Saudara staf,

Saya mau menyampaikan bahwa nabi Isa itu hanya untuk kaumnya, sedangkan nabi Muhammad untuk semua manusia dan jin.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-16 16:45
~
Saudara Anggara,

Sangat menakjubkan membaca bahwa nabi saudara untuk manusia dan jin. Berarti nabi saudara menguasai dua dunia. Tetapi kami menghargai klaim itu walaupun itu menuntut pembuktian. Nah, barangkali pendapat saudara ini sangat tepat bila berdiskusi di link ini http://tinyurl.com/cqvgxdo. Bagaimana bila berdiskusi di sana?
~
Solihin
# omega 2014-05-17 18:03
~
Di dalam Alkitab sudah tertulis bahwa Yesus jalan keselamatan bukan Muhammad. Kalau orang tidak ada keyakinan tentang Yesus segera bertobat, pintu tobat masih terbuka. Kenali Yesus lebih dekat, maka di situ anda akan paham siapa sebenarnya Dia. Yang jadi soal bagi saya adalah kenapa Islam setiap azan harus menggunakan pembesar suara? Mengapa? Apakah semua umat Islam pekak atau lupa bila mau sembayang?
# Anton 2014-06-05 02:24
~
Saya tidak suka debat, dari pada debat mending nonton youtube saja. Di situ banyak penjelasan. Mudah-mudahan bermanfaat buat semua.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-05 06:55
~
Saudara Anton,

Mendiskusikan tentang satu topik tidak selalu dikatakan berdebat. Debat adalah pembahasan dan pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing. Dalam hal ini, kami menerima satu pendapat bila itu benar dan disertai dengan bukti-bukti yang jelas. Karena itu, forum ini bukan forum debat melainkan forum diskusi untuk membagikan Isa Al-Masih.

Isa Al-Masih adalah kebenaran. Sebab Dia bersabda, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6). Pertanyaannya, maukah saudara untuk mempelajari kebenaran Isa Al-Masih? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# budi 2014-06-19 18:54
~
Salam Sejahtera bagi kita sekalian,

Saya ingin bertanya bagaimana derajat Yesus Kristus atau Isa Al-Masih dalam Islam? Lalu apakah Yesus atau Isa Al-Masih memiliiki peran lebih baik dan percaya yang Dia percaya? Lalu saya minta tolong apakah perbedaan Muhammad dan Isa Al-Masih? Lalu kenapa Allah lebih memilih Muhammad dalam Al-Quran?

Lalu jelas Yesus mengatakan bahwa Dia adalah Alpha Omega, apakah ini pertanda Yesus/Isa berbeda?

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-20 20:19
~
Saudara Budi,

Karena banyaknya pertanyaan saudara, tentu kami tidak dapat menjawab semua. Selain itu, pertanyaan saudara tidak berhubungan dengan artikel di atas. Tetapi bila saudara ingin mengetahui perbedaan Isa Al-Masih dengan Muhammad, silakan klik http://tinyurl.com/b99cvlg. Terimakasih.
~
Solihin
# gic 2014-08-05 16:12
~
Agama adalah usaha yang mulia dari manusia yang telah jatuh dalam dosa.
# Staff Isa dan Islam 2014-08-05 21:04
~
Saudara Gic,

Terimakasih untuk komentar saudara. Memang benar bahwa agama adalah usaha manusia untuk mengerti dan mengenal Tuhan. Tetapi agama tidak dapat menyelamatkan manusia dari dosa. Agama hanya sarana, tetapi bukan jalan keselamatan. Sebab jalan keselamatan hanya ada dalam Isa Al-Masih (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).
~
Solihin
# Kasih 2014-08-06 08:33
~
Permisi, saya ingin mencari tahu atas rasa penasaran saya tentang mengapa Yesus dituhankan oleh umat Kristen? Apakah karena pengorbanan diri-Nya untuk dibunuh? Jika ya, lalu mengapa Habil dan Iskak yang juga diyakini rela mengorbankan dirinya untuk dibunuh tidak dianggap sebagai Tuhan? Ataukah karena bisa menghidupkan orang mati? Lalu bagaimana dengan Elia, Elisa, atau yang lain? Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2014-08-06 13:01
~
Salam Sdr. Kasih,

Kami menyampaikan terimakasih untuk pertanyaan saudara yang begitu baik. Sangat jelas tidak ada yang menuhankan Isa Al-Masih. Bukan karena Dia rela mengorbankan diri lantas dijadikan Tuhan.

Isa Al-Masih adalah Tuhan yang merelakan diri mengambil rupa dalam bentuk tubuh manusia. Ini adalah sebuah kebenaran dan fakta yang ada. Sebab ada banyak tuduhan yang diberikan oleh umat Muslm bahwa Isa Al-Masih aalah manusia yang dijadikan Tuhan. Menurut saudara mampukah manusia menjadi Tuhan?
~
Salma
# anonim 2014-08-11 03:16
~
Min,

Ada yang ini saya tanyakan. Di Indonesia sudah banyak orang Kristen dan Islam. Mereka berdua menikah berbeda agama. Menurut admin, apakah sebenarnya itu dibolehkan?
# Staff Isa dan Islam 2014-08-16 08:39
~
Saudara Anonim,

Kami sangat senang dengan dan berterimakasih atas pertanyaan saudara. Pertanyaan itu baik sekali dan barangkali mewakili orang-orang yang penasaran ingin mengetahui jawaban terhadap banyaknya pernikahan yang berbeda agama. Tetapi kami perlu meminta maaf, karena tidak dapat menanggapi hal itu lebih lanjut karena tidak sesuai dengan topik di atas.

Tetapi saudara tidak perlu berkecil hati. Karena kami tetap siap membantu saudara dalam menjawab pertanyaan tersebut. Kami mempersilakan saudara mengirimkan pertanyaan itu atau pertanyaan lainnya di
~
Solihin
# Yohanna 2014-08-18 10:21
~
Mengenal Allah yang esa yang satu itu memang benar antara Kristen maupun Islam, semua sama-sama mengakui-Nya. Dan tentang Isa Al-Masih di keduanya benar. Dia adalah Jalan yang lurus dan kebenaran tapi dengan tidak mengakui sisi kemanusiaan-Nya , maka semua berbeda jauh pemahamannya. Hingga timbul paradigma sendiri yang hanya untuk memuaskan pendengaran diri sendiri saja.

Keselamatan Allah dalam pribadi sebagai manusia yaitu Yesus Kristus itu gratis bagi orang percaya. Mungkin bagian banyak orang yang tidak percaya. Inilah yang dianggap diselewengkan dan dipalsukan karena tidak sejalan dengan pikiran manusia yang rasional.
# Staff Isa dan Islam 2014-08-18 13:37
~
Saudara Yohanna,

Terimakasih untuk komentar saudara. Kiranya komentar saudara menjadi bahan perenungan bagi semua pengunjung situs ini.
~
Solihin
# NoName 2014-08-20 01:08
~
"Wahai ahli kitab! janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, (Janganlah kamu mengatakan Nabi Isa a.s. itu Tuhanmu, sebagaimana di katakan oleh orang nasrani) dan jangan lah kamu mengataan terhadap Allah kecuali yang benar. Sungguh, Al-Masih Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) Kalimat-Nya yang di sampaikannya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. maka berimanlah kepada Allah dan rosul-rosul-Nya dan janganlah kamu mengatakan, (Tuhan itu) tiga," berhentilah (dari ucapan itu). (itu) lebih baik bagi mu. Sesungguh nya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Allah akan memasukkan mereka kedalam rahmat dan karunia dari Nya (Surga), dan menunjukkan mereka jalan yang lurus kepada-Nya" (Qs 4:171).
# Staff Isa dan Islam 2014-08-22 09:23
~
Saudara No Name,

Terimakasih untuk kutipan ayat yang saudara berikan. Kalau boleh tahu, apa yang hendak saudara sampaikan dari ayat itu?
~
Solihin
# Roger 2014-08-22 08:04
~
Demikian pemahaman saya. Contohnya: seorang manusia berpangkat maharaja. Dan bila mana seorang manusia itu diasingkan/dipi sahkan dari pangkatnya, siapa/apa yang lebih kuat dan berkuasa seorang manusia atau pangkat maharaja? Sudah semestinya manusia lebih kuat dan berkuasa karena pangkat cuma pangkat. Pangkat tidak berkuasa sendiri melainkan ada yang mengerjakannya. Tetapi, bila mana seorang manusia bergabung/bersa ma-samanya dengan pangkat maharaja hanya lebih tinggi dari segala raja.

Demikian Yesus meninggalkan takhta kerajaan sorga turun ke dunia karena kasih-Nya yang sangat besar pada semua umat manusia. Bila mana Ia naik ke sorga bersama takhta-Nya demikian kemuliaan yaitu takhta sorga bersama-sama-Ny a.
# Staff Isa dan Islam 2014-08-22 14:19
~
Saudara Roger,

Terimakasih untuk komentar saudara. Sebuah pemahaman yang baik. Kiranya ini berguna bagi pengunjung situs ini.
~
Solihin
# Staff Isa dan Islam 2014-08-23 21:48
~
Salam Sdr. Para Pengunjung Situs IDI,

Kami berterimakasih atas partisipasi saudara dalam memberikan komentar di situs kami. Dengan berat hati kami memberitahukan bahwa setiap komentar yang tidak sesuai dengan topik artikel di atas akan kami hapus.

Adapu komentar yang kami tanggapi adalah jika memberikan pemaparan sasuai dengan topik di atas. Untuk perhatiannya, kami ucapkan terimakasih.
~
Salma
# asgab 2014-08-26 20:07
~
Agama bukan pendapat tapi keyakinan. Jelas? Kamu tahu tidak dengan pertanyaan yang kamu ajukan?
# Staff Isa dan Islam 2014-09-01 16:59
~
Saudara Asgab,

Kami setuju dengan saudara bahwa agama adalah keyakinan. Tetapi kita dapat memberikan pendapat tentang agama, bukan? Apakah saudara tidak pernah memberikan pendapat tentang agama orang lain? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# farid 2014-08-29 18:41
~
Injil adalah kitab Allah. Begitu pula dengan Al-Quran. Yang terpenting adalah menegakkan amar ma'ruf nahi munkar (menegakkan kebaikan dan menjauhi keburukan). Kita sebagai makhluk ciptaan Allah tidak perlu menghina agama manapun. Karena dapat memicu pertengkaran dan Allah tidak akan menunjukkan mana jalan yang benar jika kita saling menghina, satu sama lain.
# Staff Isa dan Islam 2014-09-01 17:04
~
Saudara Farid,

Terimakasih untuk komentar saudara yang baik sekali. Kami setuju dengan saudara untuk tidak menghina agama lain. Walaupun demikian, langkah terbaik untuk mengerti agama lain adalah mempelajari kitab sucinya supaya kita tahu apa kandungan dan ajaran yang dibawanya. Tentu saudara setuju dengan kami, bukan? Bagaimana saudara?
~
Solihin
isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer

Isa Islam Dan Kaum Wanita

Click gambar di samping untuk artikel - artikel untuk wanita Muslim


 

www.isaislamdankaumwanita.com