Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter
Cetak

Bagaimana Allah Dapat Mati?

Buku TerbakarKebenaran yang paling mendasar dari agama Kristen adalah, fakta bahwa Allah mati bagi manusia. Kebenaran ini membuat orang Islam tersinggung. Bahkan, kebenaran ini menjadi batu sandungan bagi manusia selama ribuan tahun.

Orang Islam menolak untuk menerima kematian Allah.  Pada hal, bila mereka mengenal Allah seperti diuraikan dalam Injil, mereka akan mengerti apa yang dimaksudkan dengan kematian Allah. Pengertian para Mukmin tentang kuasa dan kasih Allah berbeda dengan yang terdapat dalam Alkitab.

Isa Al-Masih adalah Allah yang Dibungkus oleh Daging

Untuk mengerti bagaimana Allah dapat mati, kita harus mengerti Pribadi Isa Al-Masih (Yesus Kristus). Jika Isa hanya manusia biasa seperti yang dipercaya orang Islam, maka Allah tidak mati.

Kita harus menyangkal firman Allah jika percaya hal ini. Menurut Injil, Isa adalah Allah yang dibungkus oleh daging. Injil mengatakan, “…Firman (Isa) itu bersama-sama dengan Allah dan Firman (Isa) itu adalah Allah...” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1).

Berarti, Isa Al-Masih adalah Firman Allah yang kekal.

Apakah Firman Allah yang Kekal Dapat Dimusnahkan?

Orang Islam percaya Al-Quran adalah Firman Allah yang kekal. Mereka percaya, setiap kalimat dalam Al-Quran adalah kekal dan tidak dapat dimusnahkan. Sebab firman tersebut selalu bersama Allah. Jika demikian halnya, maka Al-Quran tidak dapat dihancurkan.

Bagaimana jika rumah seorang Muslim terbakar habis, dan di dalamnya ada Al-Quran. Tentu seisi rumah beserta Al-Quran akan ikut habis terbakar bukan? Maka, sesungguhnya Al-Quran tidak kekal karena dapat dihancurkan.

Al-Quran Adalah Kertas dan Tinta

Orang Islam mengerti bahwa Al-Quran yang terbakar dalam rumah itu, hanyalah ungkapan secara fisik dari firman Allah. Al-Quran yang terbakar adalah firman Allah yang ilahi, dalam bentuk fisik kertas dan tinta.

Firman Allah adalah kekal, tetapi firman ini memakai bentuk kertas dan tinta yang dapat dihancurkan.

Isa Al-Masih, Firman Allah yang Kekal, Mati di Kayu Salib

Dengan cara yang sama, Isa Al-Masih adalah Firman Allah yang kekal. Dia memakai bentuk fisik tubuh manusia (bukan kertas dan tinta). Tubuh manusia, seperti kita ketahui, dapat mati. Namun ini tidak berarti Firman Allah yang kekal, akan musnah pada saat penyaliban terjadi.

Setelah kematian tubuh-Nya yang fana, Isa Al-Masih bangkit kembali. Di dalam tubuh-Nya yang kekal, Dia naik ke surga kembali pada Allah Bapa. Isa berkata setelah bangkit dari kematian-Nya, “…Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.” (Injil, Rasul Besar Yohanes 20:17).

Firman: Dalam Bentuk Kertas dan Tinta; Firman: Dalam Bentuk Tubuh Manusia

Bila orang Islam percaya Al-Quran terdiri dari kertas dan tinta, yang dapat dihancurkan tanpa memusnahkan firman Allah yang kekal, mengapa begitu sulit menerima kematian Firman Allah yang sejati? Seharusnya hal ini tidak membuat mereka tersinggung, melainkan bersukacita. Sebab Allah mengunjungi manusia.

Firman Allah yang kekal dalam wujud manusia, mengijinkan diri-Nya dihancurkan. Itulah sebabnya, orang percaya dapat hidup dalam kebangkitan-Nya. Isa Al-Masih berkata, “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati” (Injil, Rasul Besar Yohanes 11:25).

Percayakah Anda Pada Firman Allah Yang Kekal?

Orang Islam percaya setiap ayat Al-Quran adalah firman Allah yang kekal. Orang Kristen percaya Isa Al-Masih adalah Firman Allah yang kekal. Firman kekal umat Muslim memakai bentuk kertas dan tinta, diproduksi massal dengan mesin cetak. Firman ini secara tidak sengaja, dapat dimusnahkan oleh api atau rusak tenggelam akibat banjir.

Firman Allah yang sejati datang dalam wujud manusia. Dia lahir dari seorang perawan. Hidup tanpa dosa. Mati bagi dosa manusia. Bangkit dari kematian dan naik kembali ke surga. Dia memberi hidup kekal bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya dan karya-Nya.

Pada Firman Allah kekal yang manakah saudara akan percaya?

[Isa dan Islam – Rindukah Saudara Pembaca mengalami keselamatan dan hidup kekal? Kami mengundang Saudara menyelidiki konsep keselamatan dari dosa lebih mendalam. Jika Saudara berdoa dengan hati tulus, maka Roh Allah akan memimpin Saudara. Jika ada pertanyaan, kiranya Saudara mengemail: Staff, Isa dan Islam.]

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Berhubung banyak komentar yang masih belum kami balas, untuk sementara komentar tidak diterima.

Comments  

# s4leh 2012-02-20 10:06
*
Isa Al-Masih adalah Allah yang dibungkus oleh daging.

Yesus dan Bapa duduk bersamaan di surga, apakah mereka ini satu atau dua bentuk yang berbeda?.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-25 11:25
~
Saudara Saleh,

Kemampuan nalar manusia tidak akan mungkin dapat menyelami kesatuan Allah dan Isa Al-Masih. Namun kita dapat tertolong dengan memahaminya dari perkataan Isa Al-Masih “Aku dan Bapa (Allah) adalah satu” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30). Jadi jelas bahwa Allah dan Isa Al-Masih adalah Tuhan yang Esa.

Yang terutama yang harus saudara pahami ialah alasan mengapa Isa Al-Masih mau menjadi manusia. Dan alasan-Nya jelas, yaitu kasih.

Karena manusia telah najis oleh aib dosanya maka Isa Al-Masih datang untuk membersihkan manusia dari hal itu, sehingga setiap orang yang menerima dan percaya kepada Isa Al-Masih tidak binasa di neraka melainkan beroleh hidup yang kekal.
~
NN
# Eagle John 2012-02-21 00:42
*
Quoting s4leh:
*
Isa Al-Masih adalah Allah yang dibungkus oleh daging.

Yesus dan Bapa duduk bersamaan di surga, apakah mereka ini satu atau dua bentuk yang berbeda?


Apakah anda telah mengenal bentuk Tuhan? Jika anda bisa memberi tahu bentuk Tuhan, maka pasti bisa saya katakan ada berapa bentuk.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-25 11:24
~
Saudara Eagle,

Allah itu Roh, sebagaimana Isa Al-Masih menjelaskan: “Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." (Injil, Rasul Besar Yohanes 4:24.

Kemampuan nalar manusia tidak akan mungkin dapat menyelami kesatuan Allah dan Isa Al-Masih. Namun kita dapat tertolong dengan memahaminya dari perkataan Isa Al-Masih “Aku dan Bapa (Allah) adalah satu” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30).

Yang terutama yang harus saudara pahami ialah alasan mengapa Isa Al-Masih mau menjadi manusia. Alasan-Nya jelas, yaitu kasih.

Karena manusia telah najis oleh aib dosanya maka Isa Al-Masih datang untuk membersihkan manusia dari hal itu, sehingga setiap orang yang menerima dan percaya kepada Isa Al-Masih tidak binasa di neraka melainkan beroleh hidup yang kekal.
~
NN
# yanto 2012-02-21 12:58
*
Bila Allah mati, siapa yang mengendalikan alam ini, bumi, langit dan semua mahluk?
# Staff Isa dan Islam 2012-02-24 11:07
~
Allah adalah Mahakuasa. Tidak ada manusia yang sanggup melihat Allah SWT karena Dia sangat tidak terbatas sedangkan manusia terbatas. Allah dapat menjadi apapun, termasu k menjadi manusia, tetapi manusia tidak dapat menjadi Allah. 

Isa Al-Masih adalah Allah yang menjadi manusia, Ia disalibkan, wafat, tetapi Dia bangkit kembali untuk membersihkan manusia dari dosa najisnya. Sekalipun Isa Al-Masih wafat, namun ingat Dia tetaplah Allah yang memiliki kuasa yang tak terbatas. Allah tetap menjadi penguasa semesta sekalipun Dia menjadi manusia karena pada hakekatnya Dia tetaplah Allah yang tidak mungkin terpisah dari semua ciptaan-Nya.

Allah adalah Maha hadir. Allah dapat berada dimana-mana dalam waktu yang bersamaan. Karena Allah tidak terbatas oleh apapun juga.

Isa Al-Masih bergelar "terkemuka di dunia dan akhirat"
 dan  Isa juga adalah "kalimat" Allah.

Lihat penjelasan Isa Al-Masih tentang siapa diri-Nya , "Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa" (Injil, Kitab Wahyu 1:8). Isa Al-Masih adalah yang awal dan akhir. Dia adalah Firman Allah yang ada dan yang akan datang.
~
NN
# nimbrung 2012-02-22 02:02
*
Konsep Tuhan dalam Islam dan Kristen memang jauh berbeda.

Konsep Tuhan dalam Kristen sulit dicerna oleh akal sehat karena itu merupaka dogma gereja yang harus diterima (1 + 1 + 1 harus samadengan 1).

Tuhan dalam Islam adalah Dzat (bukan zat) yang Maha Agung yang tidak dapat disetarakan dengan apapun, karena semua yang ada di jagad raya ini adalah ciptaan-Nya.

Jadi, bagaimana mungkin anda mengatakan kalau Allah inkarnasi pada diri Yesus hanya untuk menebus dosa manusia? Padahal Allah Maha Pengasih dan Pengampun.

Dalam Islam, tidak pernah ada yang sanggup melihat wujud Allah, bahkan Nabi dan Rasul utusan-Nya pun tak pernah mampu untuk melihat/diperli hatkan akan kedahsyatan wujud Allah sebelum akhir zaman nanti.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-28 16:37
 ~
Manusia tidak akan pernah dapat memahami Allah dengan logika, sehingga Allah pun tidak dapat ditafsirkan dengan logika manusia yang terbatas. Allah itu Esa, tetapi keesaan Allah bukan ditafsirkan dengan bilangan, bahwa Esa=satu dan satu=Esa. Allah memiliki pribadi dalam satu kesatuan yaitu Allah, Firman-Nya (Isa Al-Masih) dan Roh-nya. Ketiganya adalah satu kesatuan yang utuh, tidak terpisah-pisah.
 
Jika Saudara mengatakan bahwa bagaimana mungkin Allah yang Esa dapat melakukan hal itu, berarti saudara meragukan ke-Mahakuasaan Allah SWT. Allah dapat melakukan apapun sesuai kehendak-Nya.

Tidak ada manusia yang sanggup untuk melihat Allah. Sedangkan dalam dunia ini ada banyak yang disebut tuhan dan allah. Jika Tuhan tidak memperkenalkan diri-Nya maka malanglah nasib manusia, karena manusia rentan salah. Maka tidak adil bila Allah menghukum manusia karena salah sembah. Tetapi Allah penguasa alam semesta adalah Esa dan sempurna maha bijak. Dia tahu manusia cendrung salah dan terbatas pada indra. Manusia pasti salah memilih allah jika  tidak Allah sendiri memperkenalkan diri-Nya. Itu sebabnya Allah datang ke dunia dalam rupa Isa Al-Masih supaya manusia mengenal Allah yang benar.
~
NN
# hamba ALLAH 2012-02-22 03:19
*
Allah Maha Esa, Maha Wujud, Maha hidup kekal terus menerus mengurus mahluk-Nya, Allah Maha Menghancurkan dan Maha Menghidupkan, Allah Maha Mengetahui, Maha Terpuji, Allah Maha Besar dari langit dan bumi beserta seluruh isinya!
# Staff Isa dan Islam 2012-02-29 12:26
~
Ada ayat dalam Firman Tuhan demikian "Kata Isa Al-Masih: "Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah." (Injil Rasul Besar Lukas 18:27)

Kebanyakan umat Muslim dipengaruhi oleh doktrin yang membatasi kemahakuasaan Allah.

Menurut pengikut Isa Al-Masih, Mahakuasa berarti Allah berhak untuk melakukan apapun sesuai kehendak-Nya, bahkan yang mustahil menurut manusia. Sedangkan Mahakuasa menurut umat Islam adalah di mana Allah menjadi Mahakuasa bila tidak menjadi sesuatu yang mustahil bagi manusia. Kalau begitu kekuasaan Allah adalah kekuasaan yang masih bisa terjangkau oleh umat Muslim.
~
NN
# abuzar 2012-02-22 10:18
*
Firman: Dalam Bentuk Kertas dan Tinta; Firman: Dalam Bentuk Tubuh Manusia.

Bagi umat Islam Allah ya Allah. Allah itu berdiri sendiri. Tidak seperti Isa Al-Masih yang berinkarnasi menjadi manusia, Allah itu bukan firman dan bukan daging.

Walaupun Al-Quran hangus dimakan api, hanyut dibawa banjir namun ayat-ayatnya akan abadi sampai akhir zaman.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-23 16:51
~
Sebagaimana orang Islam percaya Allah berdiri sendiri (kekal), demikian juga halnya dengan orang Kristen. Mereka percaya Allah itu Kekal juga Esa.

Lalu bagaimana dengan inkarnasi yang Allah lakukan dalam tubuh jasmani Isa Al-Masih? Jawabannya: Semua itu Allah lakukan semata-mata karena Dia mengasihi manusia. Dia tidak ingin manusia mati binasa karena dosa.

Allah tidak ingin manusia ciptaan-Nya harus dilemparkan ke dalam siksaan kekal api neraka, karena dosa-dosa yang telah mereka lakukan. Itulah sebabnya Allah berinisiatif mengutus Kalimat-Nya, yaitu Isa Al-Masih untuk datang ke dunia membawa Terang dan Kebenaran bagi setiap orang.

Tujuannya: “Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:15).
~
SO
# Guest 2012-02-22 20:48
*
Saya hanya ingin menambahkan kepada saudara-saudara saya yang belum percaya dan tidak percaya dengan Tuhan Yesus.

Bukan manusia yang memilih Tuhan, tetapi Dialah yang memilih manusia menjadi anak-Nya. Jadi, jika anda bukan orang "pilihan" Tuhan, mau dijelaskan sampai kapanpun hati anda tidak akan bisa terbuka untuk-Nya.

Karena Alkitab berbeda dengan buku-buku lain di dunia ini. Jika buku itu dipelajari dulu baru diimani, maka Alkitab harus diimani dulu baru dipelajari.

Syalom.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-23 16:50
~
Saudara Guest,

Terimakasih untuk penjelasan yang telah saudara berikan. Kiranya apa yang saudara jelaskan dapat menjadi pencerahan bagi saudara-saaudar a yang mengunjungi situs ini, khususnya bagi mereka yang belum menerima Kebenaran dan Anugerah dari Allah.
~
SO
# Guest 2012-02-23 12:25
*
Dengan cara yang sama, Isa Al-Masih adalah Firman Allah yang kekal. Dia memakai bentuk fisik tubuh manusia (bukan kertas dan tinta). Tubuh manusia, seperti kita ketahui, dapat mati. Namun ini tidak berarti Firman Allah yang kekal, akan musnah pada saat penyaliban terjadi.

Padahal berdasarkan logika saja sudah terlihat bahwa secara tidak sadar anda mengakui bahwa antara Al-Quran dan Allah itu berbeda. Dan anda menganalogikan bahwa Isa adalah Al-Quran berarti Isa Al-Masih adalah bukan Allah karena Al-Quran juga bukan Allah.

Kalau memang Isa Al-Masih/Yesus adalah seperti Al-Quran, lalu kenapa yang disembah dan diminta pertolongan adalah Isa Al-Masih/Yesus?
Karena tidak ada orang Islam di dunia ini yang minta pertolongan dan menyembah kepada Al-Quran.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-29 11:55
~
Al-Quran dan Allah jelas berbeda.

Tentu kami tidak menganalogikan bahwa Al-Quran dan Isa Al-Masih adalah sama. Perhatikanlah baik-baik artikel di atas. Di situ kami menjelaskan bahwa arti kata 'Firman' yang ditujukan kepada Al-Quran jelas berbeda dengan arti kata 'Firman' yang ditujukan bagi Isa Al-Masih.

Salah satu perbedaannya adalah kekekalan keduanya. 'Al-Quran' hanya sebuah buku yang terbuat dari bahan baku kertas dan tinta. Sedangkan Isa Al-Masih adalah Firman Allah yang kekal. Tidak terbuat dari 'sesuatu' bahan baku. Dia kekal bahkan sudah ada sebelum dunia dijadikan, dan sebelum Al-Quran ada.

Karena Isa Al-Masih adalah Firman Allah yang kekal, juga merupakan bagian dari oknum Allah yang Esa. Maka Isa Al-Masih adalah Allah itu sendiri. Sebab oknum Allah yang Esa tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain.

Mungkin sulit bagi saudara atau saudara Muslim lainnya mencerna hal ini dengan logika saudara. Namun satu hal yang ingin kami sampaikan, bahwa Allah tidak dapat dimengerti oleh akal manusia. Allah hanya dapat dimengerti melalui iman.
~
SO
# Guest 2012-02-27 17:13
*
Saya begitu kagum dengan komentar-koment ar yang tuan-tuan semua katakan. Saya akui, saya hanya hamba yang lemah. Ilmu yang hanya sekelumit cuma, tidak seperti tuan SII.

Begitu pun, saya ingin kepastian. Apakah setelah disalib, Rasul Isa itu mati? lalu diangkat ke langit/ surga dan kembali kepada Allah? dan bersatu kembali dengan Allah?.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-29 11:54
~
Saudara Arjuna,

Terimakasih untuk apresiasi saudara atas situs kami.

Tentang kepastian yang saudara tanyakan, perhatikanlah ayat berikut: Injil, Rasul Matius 27:50 bicara tentang kematian Isa Al-Masih. “Isa berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya”

Dan Injil, Rasul Matius 28:5-6 bicara tentang kebangkitan Isa Al-Masih dari kematian-Nya “Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perem puan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring”.

Terakhir tentang kenaikan Isa Al-Masih ke sorga. Kitab suci Injil menjelaskan, setelah Isa Al-Masih bangkit dari kematian-Nya, Dia masih tinggal di dunia selama empat puluh hari. Setelah empat puluh hari, barulah Dia naik ke sorga. “Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga” (Injil, Rasul Lukas 24:51).
~
SO
# Guest 2012-02-27 17:19
*
Saudara Muslim sekalian, anda mengimani Allah adalah serba bisa (Maha). Jadi apapun yang terlogika dan yang tidak terlogika adalah kepunyaan Allah, tapi kenapa anda sekalian memaksakan dengan logika? Sehingga secara langsung anda juga meragukan kemampuan Allah, seperti yang tergambar pada Yesus.

Sederhana saja, anda berani bicara tanpa pernah menyadarinya kalau anda meragukan kekuatan Allah. Di satu sisi anda menyebutnya Dzat, tapi di satu sisi melogikakannya. Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-28 17:02
~
Saudara Harry,

Terimakasih atas komentar saudara. Kami setuju dengan pendapat saudara, bahwa kemaha-besaran Allah tidaklah dapat diselami dengan menggunakan akal dan logika manusia.

Allah hanya dapat dipahami dengan iman.
~
SO
# Guest 2012-02-27 18:58
*
Kalau yang dibicarakan adalah Allah yang dapat mati maka, ini pasti ada hubungannya dengan Allah Tritunggal. Yang percaya juga bahwa Yesus adalah Allah 100% tetapi juga manusia 100%.

Mohon diberi jawaban mengenai pertanyaan: Tiga hari sebelum Yesus dibangkitkan, Ia berada di mana?

Terimakasih sebelumnya.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-28 17:00
~
Perhatikanlah ayat ini dengan seksama “Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh,dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara.” (Injil, Surat 1 Petrus 3:18-19).

Perhatikanlah kalimat “Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh” pada ayat di atas. Itulah yang dilakukan Yesus selama tiga hari sebelum kebangkitan-Nya dari antara orang mati.

Selama tiga hari Yesus berada dalam dunia orang mati (Hades). Yaitu merupakan tempat sementara di mana orang-orang yang telah mati diletakkan, sementara menantikan hari kebangkitan. (Lebih jelas tetang hades saudara dapat membaca dalam Injil, Kitab Wahyu 20:11-15).
~
SO
# Guest 2012-02-28 09:10
*
Salam sejahtera untuk kalian semua. Setelah sekian lama, akhirnya saya ditemukan dengan diskusi yang hebat ini. Saya akui saya beriman dengan kekuasaan Allah yang Maha Kuasa. Tidak pernah sesekali umat Islam meragukan kekuasaan dan kekuatan Allah.

~Arjuna~
# Staff Isa dan Islam 2012-02-28 16:59
~
Selamat bergabung saudara Arjuna di situs kami. Semoga saudara mendapatkan satu pencerahan baru lewat situs ini.

Bukan hanya orang Islam yang tidak meragukan kekuasaan dan kekuatan Allah. Pengikut Isa Al-Masih pun tidak pernah meragukan kekuasaan dan kekuatan Allah. Bahkan, bila tidak terlalu berlebihan, sepertinya pengikut Isa Al-Masih lebih mempercayai kekuasaan dan kekuatan Allah. Mengapa? Sebab pengikut Isa Al-Masih percaya bahwa Allah dapat melakukan dan menjadi apapun, sesuai yang Dia mau, termasuk menjadi manusia sekalipun.

Apakah saudara Arjuna percaya akan kekuasaan dan kekuatan Allah yang demikian?.
~
SO
# Guest 2012-02-28 09:11
*
Allah itu mampu untuk mencipta segalanya, namun sudah pasti Dzat Allah itu tidak akan sesekali menyamai sifat makhluk-Nya, termasuk juga kejadian manusia.

Logika yang kami maksudkan di sini adalah sesuatu hal yang tidak bertentangan dengan kekuasaan Allah. Umat Kristian mengakui ketuhanan Allah. Justru kalian mengangkat Yesus menjadi Tuhan dalam fizikal manusia, tetapi kenapa tidak Allah yang lebih dominan disembah.

Bukankah bermakna kalian sendiri yang meragukan kekuasaan Allah?

~ Arjuna~
# Staff Isa dan Islam 2012-02-28 16:57
~
Saudara Arjuna,

Sekali lagi kami jelaskan bagi saudara dan umat Muslim lainnya, orang Kristen tidak pernah mengangkat Yesus menjadi Tuhan. Adalah satu penghujatan bagi Allah, bila umat-Nya mengangkat 'tuhan' lain bagi mereka.

Mengapa orang Kristen menyembah Yesus? Jawabannya: Karena Yesus adalah Tuhan yang menjelma menjadi manusia. Inilah kata kitab suci tentang hal itu, “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. irman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1-2;14).

Antara Yesus dan Allah, keduanya tidak ada yang lebih dominan. Tetapi sama-sama doniman. Sebab keduanya setara. Jadi, bila kami menyembah Yesus, sama artinya kami menyembah Allah. Sebaliknya, orang Kristen yang menyembah Allah, sama saja dengan menyembah Yesus.
~
SO
# dariusherlambang 2012-02-28 12:24
*
Harapan sebutir debu pada Firman Yang Hidup

Firman-Mu adalah terang bagi jalan hidupku, takkan goyah langkahku dalam perlindungan-Mu . Karena aku milik-Mu yang berharga dimata-Mu, sesuai rencana-Mu, Engkau menyertaiku.

Kasih-Mu tak berkesudahan, Keagungan-Mu kekal selamanya. Meskipun dunia membenciku karena-Mu, bahkan Merendahkan-Mu di hadapanku, penghakiman-Mu melekat tetap, hingga akhir zaman tiba.

Berbahagialah orang yang percaya pada Firman Yang Hidup, Dia tak pernah memaksakan kehendak-Nya apalagi hanya kepada debu yang kembali kepada debu.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-29 15:56
~
Saudara Darius Herlambang,

Terimakasih untuk tanggapan yang telah saudara berikan.

Kiranya Tuhan selalu memberkati saudara.
~
SO
# Jack 2012-02-28 18:53
*
Isa Al-Masih itu "Firman Allah" atau "Allah sendiri"?

Kalau Isa Al-Masih adalah Firman Allah, berarti Isa Al-Masih bukan Allah. Sama dengan orang Islam mempercayai Al-Quran bukan Allah.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-29 15:56
~
Satu hal yang perlu saudara ketahui, arti kata 'firman' untuk Al-Quran berbeda dengan arti kata 'Firman' yang dimaksud Isa Al-Masih. Di mana letak perbedaannya? Silakan saudara membaca lebih teliti lagi penjelasan kami pada artikel di atas.

Isa Al-Masih Firman Allah atau Allah sendiri? Kedua-duanya benar. Isa Al-Masih adalah Firman Allah dan Dia adalah Allah itu sendiri.

Analoginya: Saudara Jack adalah satu. Tetapi terdiri atas tiga bagian, yaitu: tubuh, jiwa dan raga. Apakah salah satu dari oknum tersebut dapat dipisahkan? Tentu tidak bisa! Karena bila salah satu dihilangkan, maka saudara Jack tidak dapat disebut sebagai manusia. Sebab manusia harus memiliki ketiga oknum tersebut.

Demikian juga Allah. Firman Allah [Isa Al-Masih] tidak dapat dipisahkan dari Allah. Firman Allah [Isa Al-Masih] adalah kekal sebagaimana Allah itu sendiri adalah kekal.
~
SO
# nimbrung 2012-02-28 23:09
*
To: Staff IDI,

Setahu saya apa yang "dikatakan" oleh Allah disebut firman, sedangkan kalau nabi/rasul disebut sabda. Lalu, mengapa bisa-bisanya ditafsirkan kalau Firman itu salah satu 'oknum' dari kesatuan Allah yang menjelma menjadi manusia dalam diri Yesus (Anak tunggal Allah)? Dalam Kristen, apa ada perbedaan antara nabi dan rasul?

Kalau Yesus = Allah, kenapa tidak pernah disebut Allah Yesus, tapi Tuhan Yesus?

Kalau Yesus = Allah, berarti semua murid-Nya menyandang gelar rabi/rasul yang pastinya juga memiliki mukjizat. Apa mukjizat para murid Yesus?

Apakah "Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus" bisa dibalik-balik menjadi semisal "Roh Kudus, Anak dan Allah Bapa"?

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-29 15:54
~
Isa Al-Masih disebut sebagai Firman/Kalimat Allah bukan atas dasar tafsiran, tetapi kitab suci yang mengatakan demikian. Perhatikanlah ayat berikut:

“Ingatlah, ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)” (Qs 3:45).

Ayat di atas mengatakan bahwa 'Kalimat' yang datang dari Allah itu namanya Isa Al-Masih.

Perhatikan juga kesaksian Injil berikut:

“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1;4).

Injil mengatakan bahwa Isa Al-Masih pada mulanya adalah Firman. Lagi ditekankan bahwa Firman itu adalah Allah.
~
SO
# Budy 2012-02-29 08:57
*
Apakah benar, bahwa Yesus dalah 100% Allah dan 100% manusia? Bagaimana dapat membuktikannya?

Musa adalah manusia biasa, tetapi ia dapat membelah laut. Yosua juga manusia biasa dapat menghentikan matahari diatas Gibeon. Meskipun demikian mereka tetap manusia dan bukan Allah.

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2012-03-06 13:43
~
Firman Allah dengan jelas menyatakan siapa Yesus/Isa Al-Masih. Isa Al-Masih tidak sama seperti Musa dan manusia lainnya karena Ia tidak diciptakan. Isa ada karena Firman. Karena itulah Isa disebut "Kalimatullah" (Qs 3:45), seperti tertulis dalam Injil,"Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1). Isa Al-Masih adalah firman Allah yang menjadi manusia,"Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya,"(Injil, Rasul Besar Yohanes 1:14).

Isa Al-Masih menyatakan otoritasnya atas hal-hal yang hanya dapat dilakukan oleh Allah, seperti pengampunan dosa. Seperti tertulis,"Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!" (Injil, Rasul Besar Markus 2:5 ).. Siapakah yang berkuasa mengampuni dosa selain Allah?

Ada tertulis, "Maka ketahuliah ya (Muhammad), bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan, melainkan Allah dan mohonlah ampunan (kepada-Nya) bagi dosamu dan bagi dosa-dosa orang Mu'min." (Qs 47:19). Jika kita perhatikan ayat ini berarti semua manusia, entah dia nabi atau rasul ternyata sudah ada dibawah kuasa dosa, kecuali Isa Al-Masih.

Semua manusia berdosa sedangkan Isa Al-Masih tidak berdosa, lihat Hadist Shahih Bukhari jilid 3 halaman 208 ayat 1493 "semua anak Adam yang lahir sudah disentuh setan, kecuali Isa putera Maryam" adakah yang suci selain Allah.

Kalau begitu siapa itu Isa Al-Masih sebenarnya sehingga disebutkan sebagai satu-satunya pribadi yang suci. Bukankah Yang Suci hanya Allah saja?
~
NN
# dariusherlambang 2012-02-29 09:29
*
To: Budy,

Kita dapat membuktikannya dengan yakin dan percaya dalam iman. Firman Tuhan menjadi manusia sempurna, Dia dapat berkata-kata disaat ada di dunia, sekarang kita hanya dapat membaca apa yang dikatakan-Nya dalam Injil.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-29 15:53
~
Saudara Darius,

Terimakasih untuk jawaban saudara atas komentar dari saudara Budy. Semoga penjelasan dari saudara dapat menjadi satu pencerahan bagi saudara Budy.
~
SO
# Budy 2012-02-29 14:13
*
Dalam memahami Alkitab memang tidak mudah.

Dulu ada karunia untuk membedakan roh, kalau ada sesuatu yang disampaikan maka orang yang memiliki karunia untuk membedakan roh langsung dapat tahu, apakah yang disampaikan itu suatu kebenaran atau tidak.

Tetapi dengan dihentikannya karunia-karunia dan hanya tertinggal harapan, iman dan kasih. Maka kita harus hati-hati dalam memahami Alkitab, sebab Alkitab juga sudah memberi peringatan.
# Staff Isa dan Islam 2012-03-03 16:30
~
Saudara Budy,

Isi Alkitab tidak sama dengan isi buku-buku lain pada umumnya. Di mana setiap kata dapat kita artikan dengan pikiran/logika kita sendiri. 'Buku' hanyalah karya tulis dari seseorang, di mana isinya merupakan buah pikiran dari si Penulis.

Berbeda halnya dengan Alkitab. Alkitab merupakan firman Allah yang ditujukan bagi setiap manusia. Untuk itu, dalam memahami isi Alkitab, kita perlu terlebih dahulu berdoa dan meminta pimpinan dari Allah, agar Allah memberi kita hikmat dalam mengartikan setiap firman-Nya.

Namun terkadang memang tidak sedikit manusia yang mengartikan firman Allah sesuai dengan kebutuhan mereka. Umumnya, orang-orang seperti ini akan meninggalkan Allah, sebab setiap firman Allah tidak sesuai dengan pikiran dan logikanya.

“Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” (Injil, Rasul Matius 5:44).

Dari contoh ayat di atas, secara logika bukankah hal mustahil mendoakan musuh? Tapi firman Allah mengatakan, memang itulah yang harus kamu lakukan, mendoakan musuhmu.
~
SO
# Budy 2012-03-01 08:18
*
To: Darius,

Terima kasih untuk jawaban yang Saudara berikan. Memang benar kalau dikatakan bahwa sekarang kita dapat tahu ajaran-ajaran Yesus dari Alkitab. Apakah Yesus mengajarkan bahwa Dia adalah Allah sendiri dan bukan Anak Allah?

Injil, Rasul Besar Yohanes 10:36, masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?
# Staff Isa dan Islam 2012-03-02 16:56
~
Saudara Budy,

Dalam hal ini saudara harus mengerti terlebih dahulu apa arti dari kata 'Anak Allah'. Bagi orang Kristen, kata 'Anak Allah' hanyalah kata kiasan/figurati f. Kekristenan tidak pernah mengajarkan bahwa Allah mempunyai anak biologis.

Apakah Yesus pernah mengaku bahwa Dia adalah Allah? Inilah perkataan Yesus tentang itu. “Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan” (Injil, Rasul Besar Yohanes 13:13).

Apakah Yesus pernah mengajarkan bahwa Dia adalah Tuhan? Bila saudara membaca Injil, saudara akan melihat bagaimana Yesus melakukan pekerjaan-peker jaan yang hanya dapat dilakukan Allah. Diantaranya: Mengampuni dosa seseorang (Injil, Rasul Lukas 7:48). Menghidupkan kembali orang yang sudah mati bahkan sudah berbau (Injil, Rasul Besar Yohanes 11:43).
~
SO
# dariusherlambang 2012-03-01 09:21
*
To: Saudara Budy,

Tuhan memiliki cara-Nya sendiri dalam memahamkan pernyataan-Nya kepada manusia, sama seperti Injil (Kabar keselamatan di dalam Kristus) memahamkan kita bukan usaha kita manusia memahami Injil. Apa yang diusahakan manusia untuk memahami-Nya sungguh berbeda dari keinginan Tuhan.

Demikian Saudara Budy, Tuhan memberkati.
# Staff Isa dan Islam 2012-03-03 16:30
~
Saudara Darius,

Terimakasih untuk tanggapan yang sudah saudara berikan atas komentar yang disampaikan oleh saudara Budy.

Kami setuju dengan pendapat saudara, bahwa Allah memiliki cara-Nya sendiri dalam menjelaskan kepada kita tentang firman-Nya.

Semoga tanggapan yang saudara berikan dapat menambah pemahaman saudara Budy tentang keselamatan dan juga Firman Allah.
~
SO
# auralius 2012-03-01 12:48
*
Sebagai orang awam, memang sangat sulit mencerna "firman menjadi manusia". Terlalu sulit untuk dipahami, hanya orang yang diberikan penglihatan oleh Allah sendiri untuk dapat memahaminya.

Apakah setelah menjadi manusia lalu mati, Firman itu kembali menjadi jati diri-Nya? Menjadi Firman kembali, bukan dalam wujud daging?
# Staff Isa dan Islam 2012-03-02 16:55
~
Saudara Auralius,

Allah itu adalah Allah yang Maha Sempurna, Maha Pengasih. Sifat-sifat Allah yang demikian tidak dapat dicerna manusia bila hanya mengandalkan akal pikiran atau logika.

Sifat-sifat Allah hanya dapat dipahami dengan iman. Demikian juga dengan 'Firman Allah menjadi manusia' yang dikenal dengan nama Isa Al-Masih. Saudara tidak akan dapat memahaminya tanpa pertolongan dari Allah.

Bila memang saudara rindu untuk memahami atau mengerti tentang karya Penebusan yang dilakukan Allah melalui Firman-Nya [Isa Al-Masih], ada baiknya saudara mengetahui lebih lagi tentang Pribadi Isa Al-Masih.

Silakan saudara menyelidiki dengan cermat dua link berikut: http://tinyurl.com/4xhnjyf dan http://tinyurl.com/3cvhqy3.

Sebelum saudara mempelajarinya, berdoalah dan mintalah tuntunan dari Allah. Semoga dengan mempelajari dua link di atas, saudara mendapat berkah dari Allah.
~
SO
# dariusherlambang 2012-03-01 12:58
*
To: Auralius,

Tuhanlah yang memampukan kita mengenal diri-Nya dalam iman dan kebenaran. Siapapun yang beriman kepada Tuhan tentu dimampukan untuk mengenal-Nya.

Demikian saudara Auralius, Tuhan memberkati.
# Staff Isa dan Islam 2012-03-02 16:54
~
Terimakasih saudara Darius atas jawaban yang saudara berikan. Semoga dapat membantu saudara Auralius untuk mengenal lebih lagi tentang keberadaan Allah dan kasih-Nya yang begitu besar bagi manusia.
~
SO
# dariusherlambang 2012-03-01 13:30
*
To: Staf IDI,

Terimakasih diperbolehkan belajar di situs ini untuk memperkaya pengetahuan akan pengenalan kepada Firman yang hidup, Juruselamat saya di dunia dan di surga.

Tuhan memberkati kita semua.
# Staff Isa dan Islam 2012-03-02 16:53
~
Sama-sama saudara Darius,

Kami senang bila situs kami dapat bermanfaat bagi saudara dan dapat menambah pengetahuan saudara akan kebenaran Firman Allah yang hidup.

Bila ada kesempatan, silakan juga mengunjungi dua situs kami lainnya, yaitu: www.isadanalquran.com dan www.isadanalfatihah.com.

Semoga dua situs kami lainnya juga bermanfaat bagi saudara.
~
SO
# rachmadfajar 2012-03-01 15:06
*
Apakah Isa Al-Masih adalah Allah?

Bagaimana dengan kalimat di atas: Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara -Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu" (Injil, Rasul Besar Yohanes 20:17).

Apakah Isa Al-Masih pergi kepada diri-Nya sendiri?
# Staff Isa dan Islam 2012-03-06 14:04
~
Konteks ayat yang saudara kutip adalah percakapan Isa Al-Masih dengan Maria, saat Isa bangkit pada hari ketiga setelah penyalibannya. Saat itu Maria tidak menyadari bahwa yang dihadapannya adalah Isa Al-Masih, karena Maria berpikir bahwa Isa telah meninggal.

Karena itu Isa Al-Masih mejelaskan pada Maria bahwa Ia telah bangkit dan akan kembali ke sorga, ke tahtanya sebagai Allah.

Ingat bahwa Allah Maha kuasa, sekalipun Allah menjadi manusia, namun bukan berarti tahta Allah kosong. Allah Maha hadir, Ia dapat berada dimana-mana dalam waktu yang bersamaan sekalipun.

Walaupun Allah menjadi mansia, namun pada haklekatnya Ia tetaplah Allah. Isa Al-Masih dan Allah adalah satu, seperti perkataan Isa Al-Masih “Aku dan Bapa adalah satu." (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30).
~
NN
# dariusherlambang 2012-03-01 17:01
*
To: Saudara Budy,

Memang sungguh sulit mencerna ke-Ilahian Isa/Yesus dengan standar pemikiran kedagingan sehingga yang terjadi hanyalah perdebatan, namun sebagai orang percaya tentu mengerti perbedaan penciptaan dari Adam, manusia dan Isa/Yesus terlepas dari apapun istilahnya untuk menyamakan hal itu.

Sungguh saya bahagia lahir dan percaya kepada Firman yang hidup, sebab Dia mengajarkan untuk tidak menyombongkan kedagingan kita. Iblis pun tak paham sehingga mencobai Isa/Yesus dalam kemanusiaan-Nya , tapi apakah hasilnya?

Apalagi saya yang hanya sebutir debu tentu sangat mengharapkan kasih karunia Tuhan agar dapat selamat, bagaimana caranya? Firman yang hiduplah yang dapat menuntun kita.

Demikian Saudara Budy, Tuhan memberkati.
# Staff Isa dan Islam 2012-03-03 16:30
~
Terimakasih untuk tanggapan yang sudah saudara berikan atas komentar yang disampaikan oleh saudara Budy.

Saudara benar, ke-Ilahian Isa Al-Masih hanya dapat dipahami melalui hikmat dari Allah dan iman kepada Allah. Keterbatasan akal manusia tidak akan pernah mampu memahami kebesaran Allah.
~
SO
# auralius 2012-03-01 19:55
*
Rasanya terlalu sulit untuk membuka hati kepada Isa Al-Masih, karena jika saya berdoa, jika saya meminta, jika saya berharap, apakah layak saya meminta kepada "sesama manusia"?

Apakah Isa Al-Masih dapat mengabulkan doa kita, sedangkan Dia sendiri adalah manusia? Ataukah jika saya percaya pada Yesus nanti, saya tetap berdoa pada Allah, bukan pada Yesus?

Bagaimana ini, kepada siapa saya harus fokus nanti? Allah (Roh) atau Allah (manusia)?
# Staff Isa dan Islam 2012-03-03 16:31
~
Memang lebih dari dua ribu tahun lalu, ada satu Pribadi bernama Isa Al-Masih lahir ke dunia. Bayi Isa Al-Masih lahir dari seorang perawan bernama Maryam.

Namun, Injil dan Al-Quran mencatat, Maryam mengandung Isa Al-Masih dari Roh/Kallam Allah (Qs 3:45). Artinya, Isa Al-Masih berasal dari Allah. Dia tidak sama seperti manusia umumnya.

Apakah Isa Al-Masih dapat mengabulkan doa kita? Iya. Dia dapat mengambulkan doa saya dan doa saudara. Sebab Isa Al-Masih adalah 100% Allah! [Lebih jelasnya, silakan saudara membaca artikel pada url ini: http://tinyurl.com/6pmh4mg.

Inilah janji Isa Al-Masih bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya” (Injil, Rasul Besar Yohanes 15:7).
~
SO
# satria 2012-03-06 10:54
*
To: Saudara Nimbrung,

Mengapa harus ditambah? Tuhan itu Esa, seharusnya dikali: 1 x 1 x 1 = 1. Karena tidak ada yang lain selain Yesus, Dia ada sebelum dunia ada (Alfa dan Omega), yang awal dan yang akhir.

Sedangkan Dzat (zat padat, zat cair, dll) itu adalah ciptaan bukan? Sedangkan Roh (Tuhan) itu pencipta.
# sammy 2012-03-28 17:16
*
Saya pikir umat Kristen ini memalukan, masa Allah bisa mati.

Masa Allah dibungkus daging. Kalau tubuhnya yang fana mati maka Allahnya kemana?

Alkitab mengatakan, bahwa Ia bangkit pada hari ketiga.Sebelum dibangkitkan Allah ada dimana?

Saya bingung.
# Staff Isa dan Islam 2012-03-30 15:55
~
Dari uraian artikel ini, sebenarnya sudah dijelaskan bahwa Allah itui kekal, artinya tidak bisa mati. Tubuh manusia yang dikenakan Kalimat Allah itulah yang mati. Kematian tubuh manusia yang dikenakan Kalimat Allah tidak dapat memusnahkan Kalimat Allah.

Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah yang kekal, maha kuasa dan maha hadir. Dia berasal dari sorga menjelma menjadi manusia. Sebelum kebangkitan-Nya , tubuh manusia-Nya yang mati berada dalam kubur. Namun setelah tiga hari Dia bangkit dari antara orang mati dan kembali ke sorga.

“....bahwa Kristus (Isa Al-Masih), sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia”
(Injil, Surat Roma 6:9).
~
SL
# adhi 2012-04-11 18:31
*
"Isa Al-Masih adalah Allah yang Dibungkus oleh Daging"

Kok bisa ya Allah dibungkus daging....bagai mana mengatur matahari pasti dia kepanasan, bagaimana dia ketergantungan untuk makan dan minum.....pasti ini bukan Allah yang disembah ummat Islam.

Untuk mengerti bagaimana Allah dapat mati, kita harus mengerti Pribadi Isa Al-Masih (Yesus Kristus). Jika Isa hanya manusia biasa seperti yang dipercaya orang Islam, maka Allah tidak mati.

Kita harus menyangkal firman Allah jika percaya hal ini. Menurut Injil, Isa adalah Allah yang dibungkus oleh daging. Injil mengatakan, “…Firman (Isa) itu bersama-sama dengan Allah dan Firman (Isa) itu adalah Allah...” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1).

Allah orang Islam menciptakan malaikat maut, menciptakan alam maut, jadi cukup diperintah Allah wahai maut kamu sekarang saya hilangkan, maka semua manusia akan hidup abadi demikian juga tumbuh-tumbuhan , hewan dan segala yang bernyawa.
# Staff Isa dan Islam 2012-04-13 10:17
~
Saudara Adhi,

Untuk mengerti kebesaran Allah tidaklah semuda yang saudara bayangkan. Memang tidak sulit bagi Allah untuk menghilangkan maut. Atau membuat semua yang ada di dunia ini menjadi abadi seperti yang saudara bayangkan. Tapi jagat raya beserta isinya, termasuk saudara Adhi adalah ciptaan Allah. Milik Allah. Sehingga Allah yang lebih berhak atas apa yang akan diperbuat-Nya.

Saudara Adhi, keterbatasan pola pikir kita tidak akan sanggup menyelami kebesaran Allah. Bila dengan keterbatasan kita, kita dapat mengerti dengan benar rencana Allah, maka Allah sama dengan manusia. Terbatas! Bukan Allah yang Maha Kuasa.
~
SO
# Haydar Ali 2012-04-12 21:22
*
Sifat Allah dalam Islam adalah salah satunya Yang Maha Kekal. Dia satu. Dia tidak beranak dan diperanakan. Tidak menyerupai dan membuat rupa Dia seperti makhluk-Nya. Dia Dzat yang tidak dapat ditembus (diartikan) dengan logika manusia. Logika yang anda pakai sifatnya materialistis semua.

Al Quran itu tidak kekal mudah terbakar, saya jawab iya, karena dia adalah benda yang mudah terbakar. Tapi sifat Al-Quran tidak akan mudah terbakar karena hampir sebagian umat Islam penghafal Al-Quran.
# Staff Isa dan Islam 2012-04-13 10:16
~
Kami setuju dengan saudara Haydar. Allah adalah Maha Kekal. Karena Dia kekal, maka jelas Dia tidak diperanakan dan juga tidak mempunyai anak. Terkutuklah ajaran yang mengajarkan bahwa Allah birahi pada wanita lalu menghasilkan seorang anak biologis.

Satu pertanyaan kami untuk saudara Haydar, apakah menurut saudara Al-Quran juga kekal?
~
SO
# Haydar Ali 2012-04-13 22:32
*
To Staff Isa dan Islam,

Saya sebagai Muslim menyatakan dengan tegas, sifat-sifat Al-Quran adalah kekal karena ajaran serta petunjuknya, sebagaimana kami mempercayai Allah itu kekal dan benda ciptaan-Nya adalah tidak kekal.
# Staff Isa dan Islam 2012-04-17 15:19
~
Saudara Haydar,

Bila saudara percaya bahwa Al-Quran mempunyai sifat kekal, berarti saudara melihat bahwa Al-Quran setara dengan Allah. Karena keduanya mempunyai sifat kekal.

Saudara Haydar dan orang Muslim lainya mengatakan orang Kristen mempunyai Allah lebih dari satu. Melihat penjelasan saudara Haydar di atas, maka dapat dikatakan bahwa Islam juga mempunyai Tuhan lebih dari satu. Yaitu Allah dan Al-Quran. Mengapa? Karena Islam percaya bahwa Al-Quran mempunyai sifat kekal seperti penjelasan saudara Haydar di atas.

Bukankah hanya Allah yang layak mempunyai sifat kekal?
~
SO
# GUEST 2012-05-08 18:15
*
Shalom staff,

Untuk jawaban atas pertanyaan: Tiga hari sebelum kebangkitan Yesus dari mematian-Nya, Ia ada dimana. Staff memberi jawaban dengan 1 Petrus 3:18-19. Mohon dibaca dengan benar. Petrus mengatakan, bahwa Yesus dibangkitkan menurut Roh dan di dalam Roh itu juga, setelah Ia dibangkitkan, Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang ada di dalam penjara.

Setelah Ia dibangkitkan Ia memberitakan dan bukan selama tiga hari sebelum Ia dibangkitkan, Ia memberitakan. Kalau sebelum dibangkitkan, maka berarti Ia sudah bangkit sebelum tiga hari dan ini menyalahi Alkitab yang mengatakan, bahwa Ia dibangkitkan pada hari ketiga.

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2012-05-11 17:10
~
Terimakasih saudara Guest atas penjelasannya di atas.

Ada beberapa pendapat atau tafsiran tentang apa yang dilakukan oleh Yesus selama Dia tiga hari dalam kubur sebelum kebangkitan-Nya.

Dan inilah salah satu tafsiran tentang tujuan Yesus mati:

1. Memberitakan Injil bagi orang mati (1 Petrus 4:6)

2. Kristus turun ke bumi paling bawah untuk bertemu penguasa alam maut. Dan menyatakan bahwa maut telah dikalahkan dalam kebangkitan Yesus dan kunci kerajaan maut ada di tangan-Nya. (Bacalah Wahyu 1:17-18)
~
SO
# dreadz 2012-05-31 23:37
*
Terus terang saya dapat banyak pemahaman baru dari artikel dan komentar-koment ar yang ada, di mana dalam ke-Tuhanan (Trinitas yang sangat rumit) maka harus mengimani dulu untuk dapat memahaminya. Sementara kitab lain umumnya dipelajari dulu sampai paham sehingga timbul keimanan.

Sebenarnya kalau berpijak dari situ, dialog perbandingan seperti situs ini tidak akan menemui titik temu. Bagaimana mungkin anda mengkritisi Al-Quran, dengan metode yang lain dengan metode anda dalam mempelajari Injil? Jelas saja apa yang anda pahami berbeda 180 derajat dengan umat Muslim, maka bagi umat Muslim argumentasi anda dalam mengkritisi Al-Quran menjadi bahan tertawaan karena sangat lemah. (Sebaliknya, anda juga beranggapan begitu kalau orang Islam melakukan hal yang sama bukan?)

Kalau mau mengkritisi, bagi saya adalah bukan isi Kitabnya, tapi kritisi bagaimana penyusunan kitab Injil dan Al-Quran, mana yang benar-benar dapat dipertanggungja wabkan secara ilmiah?
# Staff Isa dan Islam 2012-06-01 14:08
~
Saudara Dreadz,

Pertama, tentu kami berterimakasih bila memang situs kami memberi dampak positif bagi saudara. Sebab itulah kerinduan kami, agar situs kami diterima oleh semua kalangan. Baik orang Islam maupun Kristen dan kalangan lainnya.

Kedua, terimakasih juga atas saran saudara. Namun perlu saudara ketahui, tujuan situs ini bukan untuk mengkritisi Al-Quran. Situs ini dibuat sebagai sarana diskusi tentang Pribadi Isa Al-Masih menurut Al-Quran dan juga Injil. Dan tentu dalam diskusi ini tidak ada paksaan untuk orang lain harus menerima statemen yang kita berikan. Setiap diskusi harus dilakukan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai moralitas dan sopan santun.

Semoga dengan penjelasan kami ini saudara dapat mengerti maksud dan tujuan dari situs ini. Dan kiranya saudara dapat memakluminya.
~
SO
# Azbycx 2012-06-18 00:35
*
Shalom...!

Sdr. Staf IDI, saya terkagum sekali dengan diskusi pada website anda ini. Banyak pertanyaan dilontarkan, namun jawaban anda sangat Alkitabiah sekali.

Saya pribadi ingin bertanya (bukan mencobai anda). Benarkah siklus kehidupan manusia dalam nubuatan karya Penyelamatan Allah bagi manusia di dunia ini hanyalah panggung sandiwara?

Namun, sebelum anda menjawab pertanyaan saya di atas, bagaimana jawaban anda dengan: Siapakah yang menciptakan Iblis?

Jika Tuhan Allah, apa landasan jawaban anda? Begitupun sebaliknya.

Gbu.
# Staff Isa dan Islam 2012-06-18 15:14
~
Saudara Azbycx,

Terimakasih atas apresiasi saudara terhadap situs kami. Firman Tuhan berkata, “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus” (Injil, Surat Roma 10:17). Demikianlah, setiap kebenaran harus dilandasi oleh kebenaran firman Allah.

Saudara Azbycx, kami ingatkan kembali, pertanyaan saudara di atas tidak sesuai dengan topik artikel. Kami sarankan silakan saudara mengemail langsung pada staf kami di .

Tujuan dari kolom komentar ini dibuat agar setiap orang yang membaca artikel dapat langsung memberi komentarnya tentang artikel tersebut. Sedangkan pertanyaan diluar dari artikel, dapat langsung mengirimkan pertanyaan kepada staf kami melalui email: .

Kiranya saudara dapat maklum!
~
SO
# Jeffrey 2012-07-04 17:51
*
Sebenarnya cuma ingin menyatakan keheranan saya. Bukankah lebih baik memiliki Allah yang perkasa, Omnipotent atau Maha Sanggup?

Tapi mereka hanya mempermasalahka n hal-hal konyol yang seharusnya selesai dalam waktu singkat, kalau mereka ingin memakai logika sedikit saja.

Apakah mereka takut pada Allah yang berada dalam diri Yesus/Isa itu?
# IWONDER 2012-07-26 07:16
*
Yth staff,

Dalam tulisan Staff 3-3-2012. Staf mengatakan bahwa Allah memiliki caranya sendiri dalam menjelaskan kepada kita tentang firman-Nya.

Pertanyaan: Bagaimana caranya dan bagaimana Allah kiranya, menjelaskan ayat yang tertulis dalam Roma 6:7 “Sebab orang yang telah mati telah bebas dari dosa”

Apakah orang yang berdosa terhadap Roh Kudus, dan menginjak-nginj ak Putra Allah, seperti beberapa Farisi, apakah mereka setelah mati kemudian bebas dari dosa? Atau akan dihukum di api neraka?
# Staff Isa dan Islam 2012-07-30 19:43
~
Saudara Iwonder,

Yang dimaksud dengan “mati” bukan mati secara jasmani, tetapi terhadap dosa. Baca ayat sebelumnya, “Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?” (Injil, Surat Roma 6:2). Bagaimana dosa kita dapat dimatikan, tidak berkuasa lagi? Dengan kata lain kita tidak terus-menerus melakukan dosa. Berikut penjelasnya dari firman Allah.

“Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa” (Injil, Surat Roma 5:8)

Artinya dosa-dosa orang yang percaya kepada Isa Al-Masih sudah dimatikan, dikubur ketika Isa Al-Masih mati di atas kayu salib.
~
DA
# jalan lurus 2012-08-09 22:51
*
Menurut umat Kristen:
Isa = Allah = 1 dzat

Pertanyaan:
1. Siapa yang mengurus dan mengawasi alam semesta ini pada saat Isa masih bayi? Apakah diwakilkan?

2. Siapa yang mencabut nyawa Isa? Malaikat mautkah? Bukankah Ia ciptaan Isa/Allah? Bagaimana mungkin ciptaan mematikan Pencipta?
# Staff Isa dan Islam 2012-08-16 17:02
~
Saudara Jalan Lurus,

Perlu untuk diketahui bahwa komentar/pertan yaan yang tidak berhubungan dengan topik kami hapus. Tetapi jangan khawatir, komentar tersebut tidak kami hapus begitu saja. Kami memberi tanggapan atas apa yang disampaikan lewat email.

Kembali pada pertanyaan di atas.

1. Ketika Allah turun ke dalam dunia untuk bercakap-cakap dengan Nabi Musa, bukan berarti sorga menjadi kosong bukan? Ataupun serta merta Dia menjadi bukan Allah lagi, karena telah turun ke bumi?

2. Saudara Jalan Lurus, Isa Al-Masih mati bukan karena dicabut nyawa-Nya. Tetapi Ia sendirilah yang telah menyerahkan nyawa-Nya bagi kita: "Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita." ( Injil, Surat 1 Yohanes 3:16).

Isa Al-Masih sangat rela untuk menderita ganti kita. Adakah Saudara juga rela menyambut uluran tangan-Nya, untuk mau percaya kepada-Nya?

Kami mengundang Saudara untuk boleh merenungkan siapakah Isa Al-Masih yang sesungguhnya dalam artikel: http://tinyurl.com/6ntpehg
~
DA
# Julidarmaputra 2012-08-14 06:09
*
Inilah kesesatan kalian. Allah itu Maha Besar, Maha Tinggi dan Maha Segalanya. Allah itu tidak bisa diserupakan dengan apapun.

Kalau anda mengatakan Allah menjelam menjadi manusia, itu sama saja dengan menghina Tuhan.

Tuhan itu tunggal, Maha Agung dan tidak ada kembaran-Nya. Jangankan Tuhan, manusia saja tidak suka disamakan dengan manusia lainnya.

Bagaimana perasaan anda, jika disamakan dengan orang yang anda anggap lebih lebih rendah daripada anda? Apa lagi Tuhan?
# Staff Isa dan Islam 2012-08-15 16:22
~
Saudara Juli,

Menurut saudara, manakah yang lebih sesat. Mengakui kebesaran Allah atau meragukan kebesaran-Nya sehingga mengatakan Dia tidak mungkin bisa menjadi apa saja yang Dia mau?

Saudara sendiri telah menulis di atas bahwa Allah Maha Segalanya. Segalanya artinya semua. Seluruhnya. Tidak ada yang dapat menghalanginya. Tidak ada yang dapat membatasinya. Bila menurut saudara mustahil Allah menjadi manusia, berarti Allah di mata saudara bukan Maha Segalanya. Karena Dia masih terbatas.

Saudara Juli, pelajarilah sifat Allah dengan kerendahan hati saudara. Akuilah bahwa saudara sangat terbatas. Sampai kapanpun saudara tidak akan bisa mengenal sifar-sifat Allah dengan sempurna. Karena Dia jauh lebih besar dan sempurna dibanding saudara.

Saudara hanya perlu mengenal Allah dengan iman saudara. Bukan dengan pikiran atau logika saudara.

Saudara Juli, salah satu kesombongan manusia adalah, mengira dirinya lebih tinggi dibanding manusia lain. Mengira manusia lain lebih rendah dibanding dirinya. Ketahuilah, di mata Allah tidak ada manusia yang lebih tinggi atau lebih rendah. Semua sama. Semua sama-sama berharga di mata Allah, karena semua manusia adalah ciptaan Allah.

Bertobatlah selama saudara diberi kesempatan oleh Allah.
~
SO
# tanah liat 2012-08-15 02:53
*
Saya heran dengan orang Muslim yang mengaku Allah Maha Kuasa tapi tidak memperbolehkan dan meragukan Allah jadi manusia.

Allah itu Maha Kuasa, Dia mau jadi apapun Dia pasti bisa dan tak ada seseorangpun yang mapu menghalangi-Nya .
# wawan 2012-10-06 15:49
*
Sebagaimana diketahui bahwa Allah tidak berwujud, tidak menyerupai siapapun. Tidak berubah dari satu wujud ke wujud yang lain. Apabila Allah itu dapat berubah, maka Dia bukanlah Tuhan.

Allah tidak pernah mengalami inkarnasi sebagaimana yang dibayangkan umat Kristen.
# Staff Isa dan Islam 2012-10-13 20:00
~
Jelas Allah memiliki wujud. Wujud Allah adalah Roh “Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran” (Injil, Rasul Besar Yohanes 4:24). Memang tidak ada manusia yang mampu melihat Allah karena manusia telah berdosa.

Dan karena rahmat Allah, maka Allah ingin manusia mengenal-Nya lebih dekat. Sehingga Allah rela menjadi manusia. Jika dunia ini adalah perpustakaan maka Allah akan mengambil rupa sebagai buku agar mudah dikenal. Tapi karena dunia diisi manusia, maka Allah menjadi manusia agar mudah dipahami manusia.

Ada tertulis "Pada mulanya adalah Firman... dan Firman itu adalah Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia [Jadi Firman itu bukan ciptaan]...Firm an itu telah menjadi manusia" (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1-14). Dan itulah rahasia yang terkandung dalam Qs 3:45 menunjukkan siapakah yang terkemuka di dunia dan akhirat selain Allah

Bagi Islam, Allah yang sempurna adalah Allah yang tidak mampu melakukan apa yang tidak bisa dilakukan umat-Nya. Namun bagi pengikut Isa Al-Masih, Allah adalah Allah yang mampu melakukan apa yang tidak mampu bagi umat-Nya.
~
NN
# Aulia 2012-10-06 16:11
*
To Staf IDI,

Semua manusia berdosa sedangkan Isa Al-Masih tidak berdosa. Lihat Hadist Shahih Bukhari jilid 3 halaman 208 ayat 1493 "semua anak Adam yang lahir sudah disentuh setan, kecuali Isa putera Maryam" adakah yang suci selain Allah.

Bersyukurlah anda atas pernyataan Hadist Shasih Bukhari. Apakah ada dalam Alkitab anda yang menyatakan bahwa Isa Al-Masih tidak disentuh setan? Yang ada adalah bahwa Yesus dibawa Iblis lalu ditaruh diatas bait Allah (Matius 4:5). Ini berarti Yesus juga telah disentuh setan/iblis.
# Staff Isa dan Islam 2012-10-13 20:01
~
Saudara benar, hadis tersebut memang menguak rahasia Isa Al-Masih, karena Isa Al-Masih satu-satunya yang suci dan tidak dapat disentuh setan. Tidak berbeda dengan Injil Matius 4. Memang Isa Al-Masih dicobai Iblis tiga kali. Dan ternyata Iblis tidak sedikitpun berkuasa atas Isa Al-Masih.

Siapakah Isa Al-Masih sehingga Dia satu-satunya yang suci tidak berdosa bahkan setan/Iblis tidak berkuasa atas Dia? Kita tahu bahwa hanya Allah yang suci dan hanya kepada Allah-lah Iblis takluk.

Kekuasaan Isa Al-Masih dijelaskan juga dalam Qs 3:45 sebagai yang terkemuka di dunia dan akhirat.

Rahasia ini besar. Isa Al-Masih mulia dan berkuasa.
~
NN
# laky 2012-10-26 01:17
*
Apa bedanya kalau begitu dengan roh saya yang dibungkus daging? Bukankah roh saya juga bagian dari Allah? (Tauhid)
# Staff Isa dan Islam 2012-11-09 11:01
~
Saudara Laky,

Manusia terdiri atas tubuh, jiwa dan roh. Mengenai roh manusia, adalah manusia itu sendiri. Kelak tubuh daging manusia akan kembali menjadi tanah tetapi roh manusia menghadap takhta pengadilan Allah untuk mempertanggung- jawabkan setiap perbuatannya semasa dalam tubuh daging.

Allah yang menjadikan roh manusia adalah Maha besar dan suci abadi tetapi roh manusia lemah dan sudah tercemar oleh dosa.

Faktanya roh manusia mudah menuruti keinginan nafsu duniawi yang kotor. Apakah Allah juga ambil bagian dalam hal itu. Jadi roh manusia bukan bagian dari Allah.
~
NN
# datuk 2012-11-05 15:31
*
Sungguh celakalah orang yang mengatakan Isa adalah Allah, Isa putera Allah, Isa adalah Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2012-11-09 11:06
~
Salam Datuk,

Kafirlah yang mengatakan Isa Al-Masih Allah, jika Isa Al-Masih adalah manusia dan bukan Tuhan.

Siapakah Isa Al-Masih?

Isa Al-Masih berkata “Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan”
(Injil, Rasul Besar Yohanes 13:13).

Sedangkan dalam Qs 3:45 Isa Al-Masih disebut sebagai yang terkemuka di dunia dan akhirat. Padahal kita tahu hanya Allah yang terkemuka di dunia dan akhirat.

Dan kuasa-Nya melebihi kuasa atas alam, para malaikat dan setan-setan. Ia juga mengampuni dosa. Memberikan kehidupan bagi yang sudah mati. Menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada. Begitu juga ajaran-Nya. Pengajaran-Nya mengenai kasih dan pengampunan adalah yang terbaik bagi kehidupan manusia.

Isa Al-Masih memiliki kuasa yang hanya dimiliki oleh Allah karena Isa adalah Allah. Jika saudara tertarik dengan topik ini klik juga http://tinyurl.com/c8ow7th
~
NN
# van 2012-11-07 00:33
*
Firman adalah bagian dari ke-Esaan Allah, yang ikut serta dalam penciptaan langit dan bumi.

Jadi menurut saya pribadi, bukanlah suatu kemustahilan bagi Allah yang Maha Hadir, untuk menyatakan diri melalui sang Firman, dan mengangkat/memb eri kuasa kepada Firman dalam rupa manusia tersebut, sebagai wakil Allah yang dinyatakan bagi manusia di bumi dan surga. Inilah yang menjadi bukti bahwa Isa memiliki gelar terkemuka di bumi dan akhirat, dan diberi kuasa sepenuhnya untuk sorga dan bumi.

Jadi kesimpulannya, Isa As adalah pribadi yang berbeda yang melakukan ke-Hendak-Allah dalam ke-Esaan-Nya.

Logikanya seperti ini, ibarat tangan yang melakukan kehendak kepala (otak) dalam satu tubuh, demikianlah dengan Isa (Firman) yang melakukan kehendak Allah dalam ke-Esaan-Nya.

Untuk menyempurnakan argumen ini, anda harus menggunakan rumus: Allah Maha Hadir, berdasarkan sifat Maha Kuasa, dan Maha Tahu-Nya.

Tuhanku, Isa memberkati kita semua. Amin.
# Taufik 2012-12-02 20:20
*
Ini perihal keyakinan iman Kristen seperti yang tertulis dalam Injil, Surat Roma 8:33-37: “Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita? Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan." Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita” Amin.
# Staff Isa dan Islam 2012-12-04 16:16
~
Saudara Taufik,

Terimakasih untuk kutipan ayat yang saudara berikan. Adakah yang ingin saudara tanyakan dari ayat tersebut?
~
SO
# mencari kebenaran 2012-12-30 21:46
*
Salam sejahtera bagi saudara-saudara ku yang berkeyakinan Nasrani. Jujur, saya salut dengan adanya situs seperti ini, yang bertujuan untuk mencari kebenaran bersama tanpa harus bertikai.

1. Umat Muslim percaya, bahwa Allah Maha Esa dan Maha Berkehendak. Allah itu bebas berkehendak apa saja, tapi umat Muslim juga percaya, bahwa Allah itu Maha Tinggi, Mulia, dan suci. Oleh karena itu, kami ragu bila Allah itu mau berkehendak menjadi manusia. makan, dan minum, bahkan menghasilkan sisa metabolisme dari tubuh. Dan kami percaya bahwa Allah itu suci dari noda dan hadas.

2. Allah bebas berkehendak apa saja semau-Nya, tapi manusia punya batas untuk melogikakan-Nya . Yang tidak mungkin adalah: Allah tidak mungkin berkehendak jahat, berkehendak hina, ataupun kotor. apalagi berkehendak mati.

Terimakasih, salam damai bagi kita semua.
# Staff Isa dan Islam 2013-01-04 15:13
~
Saudara Mencari Kebenaran,

Pertama-tama, kami berterimakasih atas apresiasi saudara terhadap situs kami. Juga terimakasih untuk waktu yang saudara luangkan untuk mengunjungi dan memberi komentar di situs kami. Baiklah, kami akan mencoba menanggapi komentar saudara.

1. Dari komentar di atas, kami melihat saudara membuat dua pernyataan yang bertolak-belaka ng. Saudara berkata Allah Maha Berkehendak. Tapi saudara ragu akan kuasa Allah. Saudara mencoba membatasi Allah dengan pikiran dan logika manusia saudara. Bila dikatakan Allah Maha Berkehendak, bukankah itu berarti bahwa Dia bisa menjadi apa saja yang Dia mau, termasuk menjadi manusia?

Memang umumnya umat Muslim tidak dapat menerima bahwa Allah bisa menjelma menjadi manusia. Ingatlah akan sifat Allah yang Maha Kasih. Itulah satu-satunya alasan Allah datang ke dunia dalam rupa manusia dan dikenal dengan nama Isa Al-Masih. Allah tahu setiap manusia tidak ada yang dapat mengusahakan sendiri keselamatannya. Mereka membutuhkan Sang Juruselamat. Itulah sebabnya Allah mengambil inisiatif untuk datang ke dunia, menjadi manusia, “supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:15)

2. Kami setuju, manusia mempunyai batas untuk melogikakan kuasa Allah. Itulah sebabnya jangan mengerti Allah dengan logika. Allah hanya dapat dimengerti oleh iman.
~
SO
# mencari kebenaran 2013-01-05 13:29
*
Terimakasih atas jawaban saudara staff Isa dan Islam, saya ingin bertanya kembali:

1. Manusia adalah mahkluk yang dikaruniai akal dan nafsu, pertanyaan saya, bila benar Allah menjelma sebagai manusia apakah Allah juga memiliki nafsu seperti manusia? Misalnya nafsu kepada lawan jenis.

2. Jika memang Allah sempat mati, bagaimana kondisi jenasah-Nya saat itu? Apakah tetap suci dan tidak mengalami pembusukan seperti manusia pada umumnya?

3. Bagaimana jika manusia itu percaya kepada-Nya, tapi karena nafsu, manusia tetap melakukan tindakan kejahatan. Apakah janji kekekalan masih berlaku?
# Staff Isa dan Islam 2013-01-05 16:19
~
Sama-sama saudara Mencari Kebenaran. Kami akan mencoba lagi untuk menjawab pertanyaan saudara.

1. Perasaan adalah hal lain yang dimiliki oleh manusia diantara makhluk lain. Dari perasaan tersebut timbullah rasa sayang, sedih, gembira dll. Namun pertanyaannya: Sejauh mana saudara dapat mengendalikan perasaan tersebut? Bila Allah tidak mempunyai rasa kasih sayang, bagaimana mungkin Dia mempunyai empati terhadap manusia sampai harus datang ke dunia? Justru karena cinta itulah Allah rela menjadi manusia. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya [Isa Al-Masih] yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16)

2. Kitab Suci menuliskan, “Ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah, batu yang memang sangat besar itu sudah terguling. Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih duduk di sebelah kanan. Merekapun sangat terkejut, tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: "Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia” (Injil, Rasul Markus 16:4-6).

Kami dapat menyimpulkan, jasad Isa Al-Masih tidak mengalami pembusukan. Buktinya, orang-orang yang masuk ke dalam kubur Isa Al-Masih dan juga malaikat yang mereka temui tidak merasa bau.

3. Tidak! Ketika seseorang memutuskan untuk menerima Isa Al-Masih dan percaya kepada-Nya sebagai Juruselamat, maka orang tersebut harus meninggalkan kebiasaannya hidup dalam dosa. Isa berkata, “Berjaga-jagala h dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah" (Injil, Rasul Besar Matius 26:14)

Ayat lain dalam Kitab Suci berkata, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna” (Injil, Surat Roma 12:2).

Seseorang yang telah memutuskan menjadi pengikut Isa Al-Masih, harus hidup sesuai dengan kebenaran firman Allah. Bukan hawa nafsu.
~
SO
# Putranto Bhakti P. 2013-01-25 22:58
*
Umat Islam percaya apabila seorang yang benar-benar sholeh, yang mulia, jenazahnya akan tetap utuh, dan bagian tubuhnya lainnya tetap berkembang, seperti kuku, rambut, gigi, dll. Dan memang terbukti Banyak daerah yang bermunculan seperti itu di kalangan umat Islam.

Pertanyaannya: Bagaimana Anda menyikapi perihal tersebut? Dalam hal ini Anda mewakili umat Kristen. Dan, adakah hal tersebut yang dialami oleh umat Kristen yang taat?
# Staff Isa dan Islam 2013-02-01 11:28
~
Saudara Bhakti,

Adalah kodrat manusia bahwa jasadnya akan kembali menjadi tanah. Tidak mungkin manusia melawan kodrat Tuhan. Lagipula tidak ada bukti bahwa tubuh seorang yang saleh dari umat Islam pasti akan utuh.

Kalaupun ada kejadian seperti itu hanyalah rekayasa atau dilebih-lebihka n. Bangsa Mesir pernah membuat balsam pengawet jasad manusia. Jadi tidak aneh jika ada jasad lama tetapi masih utuh. Bukankah ada banyak tokoh Islam yang saleh, apakah jasad mereka juga utuh.

Setiap umat Islam akan menghadap penghakiman Tuhan dalam tubuh roh bukan tubuh daging. Bagaimana nasib roh muslim yang saleh, apakah sejahtera dalam surga atau menderita dalam siksa neraka. Inilah yang terpenting. Mari periksa dalam hadis:

Bersumber dari Jabir, beliau berkata: “Aku mendengar nabi saw bersabda “ Tak seorangpun diantara kalian dimasukan oleh amalnya ke dalam sorga dan tidak pula diselamatkan dari neraka begitu pula aku, kecuali dengan rahmat Allah” (Hadis Sohih Muslim KH. Adib Basri Mustafa Hal. 819 No 77).

Jadi jelas amal saleh manusia, bahkan nabi saudarapun tidak mendapat keselamatan kecuali karena rahmat Allah. Siapakah rahmat Allah itu? Dalam Qs 19:20-21 Isa Al-Masih disebut Rahmat Allah. Isa Al-Masih rahmat yang Allah sediakan bagi keselamatan manusia.
~
NN
# azriady 2013-03-31 19:10
*
Firman artinya perkataan, sebuah kata yang menjelma menjadi manusia. Apa Allah punya mulut untuk berkata? Apa Allah punya alat pencipta bunyi, seperti pita suara milik manusia? Allah berkata lalu sebuah kata tercipta lalu kata tersebut berubah menjadi janin dalam rahim manusia.

Menurutku itu bukanlah jelmaan tapi ciptaan, Yesus tidak langsung turun dari langit tapi dilahirkan. Untuk bisa dilahirkan Allah harus menciptakan janin dalam rahim manusia lalu meniupkan roh suci agar bisa hidup. Jika anda berkata manusia terdiri atas tubuh, jiwa dan roh sama seperti Tuhan terdiri atas Allah, Yesus dan Roh. Itu artinya anda menyamakan manusia dengan Tuhan.

Untuk apa Yesus mati padahal tiap manusia juga pasti akan mati. Menebus dosa warisan Adam? Darimana Adam mendapat dosa? Dari bujukan Iblis. Kenapa bukan membasmi Iblis, berapa kalipun Yesus harus mati jika Iblis masih hidup tetap tidak dapat menyelamatkan manusia dari bujukan Iblis untuk berbuat dosa.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-06 07:03
~
Saudara Azriady,

Saya mengamati bila dunia ini adalah perpustakaan maka Allah akan memberikan dalam bentuk buku tentang diri-Nya agar dunia mengenalnya. Dan karena dunia ini dipenuhi manusia maka bentuk manusialah yang paling muda dipahami oleh manusia untuk mengenal-Nya. Bagaimanakah bentuk manusia yang Allah maksudkan agar manusia mengenal-Nya?

Pada saat Isa Al-Masih disalib dan mengalami kematian, disitulah terlihat sifat Tuhan yang maha kasih lagi maha penyayang. Ia rela seperti itu demi manusia anak-anak ciptaan-Nya yang telah jatuh dalam aib najis dan jerat Iblis si pemangsa.

Dan pengorbanan yang Isa Al-Masih lakukan hanya satu kali untuk menebus dosa manusia, “demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia” (Injil, Surat Ibr 9:28).
~
NN
# dorce 2013-04-04 14:28
*
Yesus adalah benar 100% Allah dan 100% manusia. Buktinya Dia tidak berdosa (Yohanes 8,46; 2 Korintus 5:21). Semua manusia berdos, hanya Allah saja yang tidak berdosa. Yesus juga berkuasa menjamin manusia masuk sorga. “Sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus" (Injil Lukas 23:43)

Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada (Allah) Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6) Dalam Al-Quran ditulis “Ini adalah jalan yang lurus” (Qs 43:64). Siapakah manusia yg bisa menjamin keselamatan seperti ini? Jawabannya: Hanya Allah yang bisa!

Yesus juga berkuasa untuk menghakimi: Injil Yohanes 5:27 “Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.”

Dalam Al-Quran dikatakan “Namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat…” (Qs 3:45). Manusia tentu saja boleh dikatakan sebagai yang terkemuka di dunia. Tetapi tidak boleh dikatakan sebagai yang terkemuka di akhirat, atau di sorga dan neraka, karena yang boleh dinyatakan sebagai terkemuka di sorga hanya Allah itu sendiri. Menyamakan seorang manusia dengan Allah berarti adalah sirik.
# Staff Isa dan Islam 2013-04-04 16:20
~
Saudara Dorce,

Terimakasih atas penjelasan-penj elasan yang sudah saudara berikan. Maaf terpaksa komentar saudara kami edit, agar pembaca lain lebih mudah mengerti apa yang saudara tulis. Dan juga terpaksa kami menghapus sebagian komentar saudara karena terlalu panjang.

Kiranya saudara dapat maklum, dan juga tolong memperhatikan ketentuan dalam memberi komentar yang sudah kami buat.
~
SO
# Azriady 2013-05-01 00:43
*
Wujud Allah tidaklah serupa apapun termasuk manusia, Jika ada Tuhan berwujud manusia maka dia bukanlah Allah. Tiada Allah yang lain selain Allah. Kuasa yang diberikan Allah kepada Yesus semua atas izin dari Allah. Jika benar Allah menjelma menjadi manusia, maka wujud manusia itu bukanlah Tuhan. Jika Allah menjelma menjadi hewan, maka wujud hewan itu pun bukan Tuhan. Terserah bagaimana logika anda tentang Tuhan, Allah tidaklah serupa dengan makhluknya. Untuk bisa mengenal Allah tidak perlu berwujud manusia, lihatlah melalui kuasa ciptaannya maka anda akan menyadari bahwa Tuhan itu ada.

Yesus berkata "Aku dan Bapa adalah satu". Kenapa tidak berkata "Aku adalah Bapa"? Kata "dan" menjelaskan bahwa mereka berbeda. Kata "satu" bukan berarti satu pribadi melainkan sejalan dalam satu tujuan. "Agar mereka menjadi satu sama seperti kita adalah satu", apa para murid semuanya menjadi satu pribadi?
# Staff Isa dan Islam 2013-05-02 22:15
~
Saudara Azriady,

Peraturan dari mana bahwa jika yang berwujud manusia bukan Tuhan. Tidakkah ada tertulis dalam kitab suci istilah “Allah mendengar”, “Allah melihat perbuatan manusia”, “Suara Allah”, “Perkataan Allah”, “tangan Allah” dan lain sebagainya. Hal ini menggambarkan wujud Allah yang sebenarnya.

Allah dapat berwujud menjadi apapun juga sesuai kehendak-Nya dan saudara tidak dapat membatasi Allah. Bukankah Allah tidak dapat dibatasi oleh apapun juga?

Bagaimana saudara dapat menjelaskan bahwa Isa Al-Masih yang terkemuka di dunia dan akhirat (Qs 3:45), bukankah hanya Allah yang terkemuka di dunia dan akhirat?
~
NN
# Azriady 2013-05-14 01:17
*
Allah maha melihat apa itu berarti Allah memiliki mata? Jangan samakan Allah dengan manusia yang membutuhkan mata untuk dapat melihat tapi juga bukan berarti Allah tidak sempurna tanpa mata. Tangan Allah, Firman Allah, itu semua berupa metafora karena sebenarnya Allah tidaklah serupa dengan manusia.

Wujud Allah tidaklah bisa diserupakan dengan apapun. Memang benar Allah maha kuasa bisa menjelma jadi apapun, tapi jelmaannya bukanlah Tuhan yang sejati. Jika Allah menjelma menjadi hewan, apakah hewan tersebut akan dipanggil Tuhan atau dewa? Hewan adalah makhluk rendah, maka demikian pula manusia.

Jangan mensederajatkan manusia dengan Tuhan yang maha sempurna. Jika Yesus adalah jelmaan Tuhan maka dia bukanlah Tuhan yang sejati. Jika Tuhan turun kedunia maka tak ada manusia yang sanggup melihatnya. Tuhan bukan ada diatas langit tapi ada dimanapun, tak perlu berwujud manusia untuk menyelamatkan manusia karena Tuhan maha kuasa.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-15 19:57
~
Saudara Azriady,

Ada cerita tentang Borobudur. Teman saya tinggal di Mesir. Dia tidak bisa melihat atau mengenal Borobudur secara langsung karena keterbatasan waktu dan kondisi, tapi dia ingin sekali mengenal Borobudur.

Teman saya di Mesir (suatu ruang dalam 3 dimensi). Borobudur di Indonesia (juga suatu ruang dalam dimensi 3). Mustahil mengenal langsung Borobudur karena keterbatasan tadi, meskipun sama-sama dalam ruang 3 dimensi. Jadi, untuk mengenal dibutuhkan suatu transformasi wujud Borobudur agar teman saya dapat mengenal Borobudur dengan baik.

Akhirnya, saya kirimkan foto Borobudur lengkap (tampak depan, samping,atas, disertai keterangan skala). Melalui foto itu, teman saya dapat mengenal Borobudur tanpa harus datang langsung karena keterbatasannya.

Tuhan ada dalam dimensi tak terbatas. Manusia ada dalam dimensi terbatas (ruang 3 dimensi). Sesuatu yang sifatnya terbatas tidak mungkin dapat mengenal yang tidak terbatas, kecuali ada transformasi wujud tak terbatas tersebut ke dalam dimensi terbatas. Tuhan pasti memiliki transformasi dalam ruang 3 dimensi agar manusia dapat mengenal-Nya dan belajar langsung untuk memahami dan kemudian menjadikan sifat-sifat-Nya dalam diri manusia.
~
NN
# hasby 2013-05-19 13:19
*
Jika Yesus itu Allah mengapa, Yesus berdoa? (Yohanes 11 :14, Matius 14:19).

Yesus sendiri mengatakan bahwa Dia hanyalah utusan, bukan Allah itu sendiri ( Yohanes 5:30, Yohanes 17:3) Yesus lebih kecil dari Tuhan (Yohanes 10:29). Tuhan lebih besar dari Yesus (Yohanes 14:28 )

Dan masih banyak lagi isi Alkitab yang mengatakan Yesus bukanlah Allah itu sndiri.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-19 22:33
~
Saudara Hasby,

Berdoa adalah saat dimana kita berkomunikasi dengan Allah. Yesus ketika Dia berada di dunia, Dia juga perlu melakukan komunikasi dengan Allah Bapa. Apakah ini membuktikan bahwa Yesus bukan Tuhan? Jelas tidak!

Sebab, ketika Yesus berada di dunia, walau Dia benar 100% adalah manusia, tetapi Dia juga tetap 100% adalah Tuhan. Itu sebabnya ketika Dia masih di dunia, Dia berkuasa melakukan hal-hal yang hanya Tuhan saja dapat lakukan. Contohnya: Mengampuni dosa seseorang atau membangkitkan kembali orang yang sudah meninggal.

Benarkah Yesus hanya sekedar utusan Allah? Melalui perkataan-perka taan-Nya, dan juga klaim yang Dia sampaikan atas diri-Nya, secara tidak langsung telah menjelaskan bahwa Yesus lebih dari sekedar nabi atau utusan. Perhatikanlah ayat ini:

“Yesus mendekati mereka dan berkata: ‘Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi” (Injil, Rasul Besar Matius 28:18)

Hanya Allah yang berkuasa atas sorga. Lalu, mengapa Yesus mengatakan bahwa Dia juga mempunyai kuasa di sorga? Apakah ini artinya Yesus lebih dari sekedar utusan Allah?

“Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati” (Injil, Rasul Besar Yohanes 11:25)

Allah adalah sumber kehidupan. Yesus mengatakan Dia adalah sumber kehidupan. Berarti Allah dan Yesus sama-sama sumber kehidupan. Siapakah Yesus sehingga Dia bisa menjadi sumber kehidupan?
~
SO
# daya 2013-05-19 14:38
*
Siapa pertama kali yang diciptakan Tuhan: Yesus, Adam, atau Isa Al-Masih?
# Staff Isa dan Islam 2013-05-19 22:34
~
Saudara Daya,

Menurut Kitab Suci Injil, manusia pertama yang diciptakan Tuhan adalah Adam. Dan kami percaya bahwa Al-Quran juga sepakat bahwa manusia pertama adalah Adam.

Sedangkan Yesus atau Isa Al-Masih bukan manusia ciptaan Allah. Dia adalah Kalimat Allah yang datang ke dunia dalam wujud manusia, dan dikenal dengan nama Yesus Kristus atau Isa Al-Masih dalam Al-Quran.

Perhatikan ayat ini: “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:14)

Sementara Al-Quran mengatakan “Ingatlah, ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)” (Qs 3:45).
~
SO
# ahmad 2013-06-02 09:56
*
Aku dan Bapa adalah satu bukan berarti Yesus itu Allah. Satu disini berarti satu dalam tujuan. Yesus membawa misi dari Allah. Makanya mereka satu karena Yesus tidak mungkin mengajarkan yang berbeda dari yang diperintahkan Allah.

Yesus adalah Kalimat Allah dalam artian Allah menaruh firman di diri Yesus. Yesus itu nabi yang padanya dititipkan firman oleh Allah untuk disampaikan ke manusia. Itu lebih mudah dipahami dari pada memaksakan percaya kalau Allah menjadi manusia dalam diri Yesus.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-09 22:00
~
Saudara Ahmad,

Isa Al-Masih menyatakan diri-Nya satu dengan Allah menunjukan kesatuan hakekat bukan kesatuan misi. Bahkan Isa Al-Masih menyatakan lebih tegas lagi kesatuan hakikat tersebut. “Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa [Allah]; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa [Allah] itu kepada kami” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:9).

Kitab Ali Imran menyebut Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah dan Rohullah. Dan Anas Bin Malik 72 menyatakan hal serupa bahwa Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah dan Roh Allah.

Kalimat adalah Allah dalam hakikat-Nya dan Ia adalah tidak lain dari satu pribadi ilahi. Kalimat adalah pribadi Ilahi. Roh Kudus adalah Roh Allah, dan Roh Allah tidak diciptakan. Roh Kudus artinya Roh Yang dikuduskan atau nama Allah yang akbar. Roh kudus itu tidak diciptakan. Dan apa yang tidak diciptakan adalah kekal, dan yang kekal adalah Allah sendiri.

Sebab tidak mungkin Kalimat Allah dan Roh Allah termasuk ciptaan, Dialah Isa Al-Masih.
~
NN
# adriansyah 2013-06-05 17:32
*
Adam diciptakan tanpa dilahirkan. Isa terlahirkan. Apa Tuhan dilahirkan manusia?
# Staff Isa dan Islam 2013-06-12 20:33
~
Saudara Adriansyah,

Kelahiran-Nya alami tetapi keberadaan-Nya dalam rahim Maria adalah perkara ilahi. Adam diciptakan dari tanah dan menjalani hidup kemudian mati secara alami seperti kita. Tetapi Isa Al-Masih menjadi manusia sekalipun Ia ilahi. Sebab Ia tidak diciptakan. Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1 berkata bahwa oleh Isa Al-Masih segala sesuatu tercipta, termasuk Adam.

Kematian-Nya alami, kebangkitan-Nya ilahi. Kenaikan-Nya ke sorga ilahi dan kedatangan-Nya kelak dihari kiamat juga ilahi.

Fakta keilahian-Nya itu mengajarkan kepada kita ketakterbatasan -Nya sehingga Ia menjadi sama dengan manusia.

“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah...Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya.. .”(Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1,14).
~
NN
# katolik sejati 2013-06-19 10:12
*
Untuk staff IDI, jujur situs ini sungguh bagus. Karena dengan situs ini secara tidak langsung menambah bahkan semakin menguat kan iman ku di agama Katolik. Juga semakin mengenal siapakah Isa Al-Masih.

Tapi aku juga mau memberi masukan ke para staff IDI. Bukankah lebih efektif jika kita "menginjili" teman sesama Kristen / Katolik yang imannya masih berantakan dan belum begitu kenal siapa Yesus Kristus? Daripada mengurusi islam yang susah untuk menerima kebenaran. Masih banyak kan orang yang beragama Kristen / Katolik tapi mereka hanya KTP Kristen / Katolik nya. Soal Islam, biarlah Roh Kudus Allah yang memanggil dan membimbing mereka untuk menemukan jalan lurus menuju hidup yang kekal. Tapi yang pasti bukan karena amal dan ibadah. Karena Allah tidak bisa " disuap " dengan amal atau pun ibadah. Yesus memberkati.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-22 07:41
~
Saudara Katolik Sejati,

Terimakasih untuk apresiasi yang saudara berikan. Dan mengenai pertanyaan saudara di atas, memang apa yang saudara katakan itu tidak salah. Tapi, bukan berarti kami juga menyetujuinya.

Perhatikan firman Allah ini: “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi" (Kisah Para Rasul 1:8) Inilah Amanat Agung Tuhan Yesus bagi orang percaya. Memberitakan Injil bukan hanya di Yerusalem (keluarga) dan Yudea (orang-orang yang dekat dengan kita) saja. Tapi juga sampai ke Samaria (non-Kristen) bahkan sampai ke ujung bumi.

Ayat di atas tidak memberi pilihan: Yerusalem, atau Yudea, atau Samaria, atau ujung bumi. Melainkan menggunakan kata “dan” yang artinya seluruh tempat tersebut harus diberitakan Injil secara bersamaan.

Saudara benar, memang tidak mudah untuk memberikan Injil kepada orang-orang non-Kristen. Tetapi, untuk itulah kita dipanggil Allah. Tugas kita adalah memberikan Injil, dan sisanya kita serahkan pada otoritas Allah.
~
SO
# panji herlambang 2013-06-22 01:25
*
Shalom staf IDI,

Haleluya, situs ini luar biasa karena menumbuhkan iman yang layu menjadi hidup. Yesus Kristus tidak bisa disangkal lagi kalau Dia bukanlah Allah. Dan banyak sekali ayat-ayat di Al-Qurna yang memperkuat status Isa Al-Masih adalah Allah.

Diibaratkan seperti semut dan manusia, manusia pastilah sangat susah mengatur semut yang berjalan di daerah berbahaya seperti di air, kalaupun bisa pasti peringatanya tidak efektif. Nah alangkah baiknya manusia menjelma menjadi semut yang mengerti bahasa semut dan dengan mudah memberitahu semut mana yang daerah berbahaya atau tidak.

Begitupun Allah menjelma ke dalam pribadi Isa Al-Masih supaya Dia memberi tahu kebenaran dan jalan surga kepada manusia.


Berbahagialah orang yang percaya pada Firman Yang Hidup, Dia tak pernah memaksakan kehendak-Nya apalagi hanya kepada debu yang kembali kepada debu.
# katolik sejati 2013-06-23 22:14
*
Staff IDI,

Anda memang benar bahwa tugas kita untuk memberitakan Injil ke seluruh dunia. Tapi bagaimana cara yang efektif untuk memberitakannya ? Apalagi yang non pengikut Isa Al-Masih. Mereka menyangkal dan tak mau menerima kuasa Allah yang sungguh besar, termasuk ketika Dia mau menjelma menjadi manusia untuk menebus dosa manusia. Karena Allah sungguh baik hati dan tak ingin semua manusia binasa karena dosa.

Semoga situs ini makin berkembang untuk mewartakan kebenaran yang hanya ada dalam diri Yesus Kristus. Hanya Dia-lah satunya jalan untuk menuju kehidupan yang kekal. Kata-Nya "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6)
# Staff Isa dan Islam 2013-06-25 15:24
~
Saudara Katolik Sejati,

Dalam pemberitaan Injil, tidak ada formula khusus yang dipakai oleh para Pemberita Injil. Karena satu metode penginjilan tidak dapat dipakai di setiap daerah. Maksudnya, Metode A yang berhasil dipakai di daerah A, belum tentu berhasil di daerah B. Demikian juga, cara kita memberitakan Injil kepada si A belum tentu dapat diterima oleh si B.

Hal yang dapat kita lakukan adalah bergantung sepenuhnya pada Allah. Mari kita lakukan apa yang menjadi bagian kita, dan biar Tuhan yang menyelesaikanny a. Firman Tuhan yang disampaikan tidak akan pernah kembali dengan sia-sia.

“Demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya” (Kitab Nabi Yesaya 55:11).

Tetaplah tukun dalam pekabaran Injil, karena Dia akan memperhitungkan segala jerih lelahmu.
~
SO
# Jaga 2013-08-14 23:01
*
Maaf sebelumnya, saya sangat antusias dengan forum ini, tolong ditampilkan.

Yang saya tahu, sifat mutlak Tuhan itu adalah maha hidup. Tapi kenapa Tuhan anda mati? Jika Yesus/Isa adalah Tuhan, kenapa Dia langsung membaur dengan mahkluk ciptaan-Nya untuk memberi kasih, bukankah Tuhan kalian punya rasul utusan-Nya? Apa guna rasul jika Dia langsung bicara dengan kalian, tolong kasihanilah nabi Allah, Isa atas umat-Nya yang salah pemahaman.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-17 18:38
~
Saudara Jaga, terimakasih respon saudara terhadap forum ini. Semoga ada manfaat yang saudara dapat dari bergabung di situs ini.

Saudara benar, Tuhan memang maha hidup. Bila Tuhan mati, maka Dia tidak layak disebut Tuhan.

Ketika Isa Al-Masih wafat di kayu salib, yang mati adalah tubuh jasmani Isa Al-Masih. Dengan kata lain yang mati adalah Isa sebagai manusia, bukan Kalimatullah yang sifatnya adalah kekal. Itulah sebabnya, setelah kematian-Nya, Isa bangkit kembali.

Kalimatullah yang kekal dalam wujud manusia, mengijinkan diri-Nya dihancurkan. Itulah sebabnya, orang percaya dapat hidup dalam kebangkitan-Nya . Isa Al-Masih berkata, “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati” (Injil, Rasul Besar Yohanes 11:25).

Sebelum Kalimatullah datang ke dunia, Allah telah memakai para nabi-Nya untuk menyampaikan isi hati Tuhan kepada manusia. Tetapi, hati manusia yang telah berdosa, semakin jauh jatuh dalam dosa. Akibatnya, mereka tidak dapat menerima kebenaran yang disampaikan Allah melalui para nabi-Nya.

Itulah sebab Allah berinisiatif untuk mendatangkan sendiri Kalimat-Nya ke dunia, tinggal bersama-sama dengan manusia, untuk menyatakan kasih-Nya kepada manusia. “Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:15).
~
SO
# Kiel~ 2013-10-24 03:06
~
Maaf sebelumnya, sulit memang untuk menerima Injil bagi teman-teman Muslim. Itu karena mereka berpikir bahwa Injil telah diubah/diganti/revisi.

Jika Anda membaca kitab suci anda sendiri coba lihat, hanya Yesus Kristus yang diberi gelar Al-Masih, dan yang terkemuka di dunia dan akhirat. Saya rasa sudah jelas pernyataan kitab suci anda ini, yang menyatakan Yesus Kristus itu Tuhan.
# Mitra 2014-01-23 16:47
*
Salam Sdr. Admin,

Saya tidak tersinggung Kristen mengatakan Allah mati. Agar jelas saya mau bertanya beberapa hal:

1. Allah yang mana yang mati?

2. Siapa yang mematikan Allah? Mati sendiri karena dosa? Atau mati karena ada yang mengatur kematian? “…Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.” Allah mati atau pergi?

3. Pada saat Allah mati siapa yang mengatur kehidupan (dunia akhirat). Padahal dikatakan “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati” Allah mati.

4. Firman Allah dalam Al-Quran kekal karena ada dalam diri Allah dan ada di dalam keyakinan umat Islam. Al-Quran bukan buku yang dicetak dijual di toko.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-27 18:36
*
Saudara Mitra,

Terimakasih untuk pertanyaan saudara. Ijinkanlah kami menanggapi.

1. Artikel di atas telah menjelaskan bahwa Isa Al-Masih adalah Allah yang menjadi manusia. Dan yang mati adalah tubuh jasmani Isa Al-Masih. Tetapi hakikat Ketuhanan-Nya tidak mati.

2. Isa Al-Masih datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia dengan "memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang" (Injil, Rasul Besar Matius 20:28). Artinya tidak ada yang mematikan Isa Al-Masih, tetapi Isa Al-Masih sendiri yang "menyerahkan nyawa-Nya" (Injil, Rasul Besar Matius 27:50).

3. Alam semesta tetap berjalan dengan baik tanpa ada tabrakan pada gugus bintang atau antar planet saat Isa Al-Masih dikuburkan tiga hari. Bapa yang mengatur semuanya. Silakan mengunjungi link ini http://tinyurl.com/d2k6hcw

4. Jika saudara berpendapat firman Allah kekal. Demikian juga dengan Isa Al-Masih. Dia kekal. Sebab Isa Al-Masih adalah firman Allah. "Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita..." (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1, 14).
~
Salma
# QSA 2014-02-02 22:38
~
Tuhan itu siapa? Yesus, Isa, atau Allah? Apakah mereka sama? Jika berbeda, mengapa Tuhan Anda banyak sekali? Bukankah Tuhan itu esa? Jika Yesus itu Tuhan, berarti Anda menyembah dari jenis anda sendiri?
# Staff Isa dan Islam 2014-02-27 18:41
~
Saudara QSA,

Terimakasih atas pertanyaan saudara. Kami pikir artikel ini akan menjawab semua pertanyaan saudara. Silakan mengunjuni link ini tinyurl.com/d2k6hcw
~
Salma
# Bersedia Belajar 2014-02-13 16:16
~
Yesus Kristus adalah Firman Allah Yang Hidup yang mengambil rupa sebagai manusia. Hal ini tidak bisa dimengerti oleh logika manusia yang terbatas. "Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani" (1 Korintus 2:14).

Terimakasih untuk pengelola website ini. Lakukanlah dengan semangat kasih, lemah lembut, dan hormat, (1 Petrus 3:15; 1 Timotius 6:20-21; 2 Timotius 2:14; 1 Timotius 4:1; 2 Timotius 4:2-5).
# m. saudi 2014-02-20 14:29
~
Allah adalah satu. Tidak beranak maupun diperanakkan. Tidak ada itu Tuhan Bapa, Anak Bapa, Roh kudus, dan lain-lain. Tuhan itu yang menciptakan dan mematikan seluruh makhluk-Nya. Kalau Isa Al-Masih itu makhluk, kenapa disebut Tuhan?
# Staff Isa dan Islam 2014-02-27 20:08
~
Saudara M. Saudi,

Kami berterimakasih atas komentar saudara. Silakan saudara mengunjungi link ini http://tinyurl.com/9efcel4 untuk mengetahui jawabannya.
~
Salma
# akidah 2014-02-27 14:29
~
Subhannallah,

Maaf, benar sangat menyinggung. Saya Muslim dilarang menghayal atau berimajinasi tentang bentuk Allah. Allah adalah Dzat yang berbeda dengan manusia. Banyak bukti membenarkan Yesus bukan Tuhan.

Ketika “Tuhan” Tersambar Petir. Patung Yesus terbakar, tersambar petir, Tuhan Yesus seharusnya petir tahu siapa yang mengendalikanya .

Yesus Pemimpin umat Israel, “Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-ali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena daripadamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umatKu Israel” (Matius 2:6).
# Staff Isa dan Islam 2014-02-27 20:32
~
Saudara Akidah,

Kami tidak sedang meminta saudara menghayal atau berimajinasi tentang bentuk Allah. Sebab kitab suci Injil telah menjelaskan ini.

Dan bila saudara ingin mengetahui tentang Isa Al-Masih adalah Tuhan, silakan mengunjungi link ini http://tinyurl.com/ckctglf dan http://tinyurl.com/8abrx5t
~
Salma
# agamis 2014-02-27 14:30
~
Yesus dinubuatkan Tuhan untuk menjadi seorang pemimpin yang akan menggembalakan umatnya Israel. Setiap yang dinubuatkan Tuhan, pasti bukan Tuhan. Yesus dinubuatkan Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan. Setiap yang dijadikan penggembala bagi umat Israel, pasti bukan Tuhan. Yesus dijadikan penggembala bagi Israel, berarti Yesus bukan Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-14 13:05
~
Salam Sdr. Agamis,

Injil, Rasul Besar Matius 1:21 "...karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." Isa AL-Masih datang ke dunia sebagai pembebas dari belenggu dosa. Dia datang bukan saja kepada orang Israel tetapi kepda semua umat manusia, termasuk saudara.

Dapatkah manusia membebaskan manusia dari belenggu dosa, jika bukan Allah sendiri?
Salma
# hamba_allah 2014-02-27 14:31
~
Yesus dibaptis oleh Yohanes, “Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibabtis olehnya” (Injil, Rasul Besar Matius 3:13). Kalau Yesus itu Tuhan, mestinya Yesus yang membaptis Yohanes, bukan sebaliknya. Setiap orang baru memasuki wilayah suatu agama, pintu pertama yang harus dia lewati yaitu “pembabtisan”, yang kalau dalah Islam “Bersyahadat”. Jika Yesus itu Tuhan, tentu tidak perlu Tuhan harus dibabtis.
Setiap yang dibabtis, pasti bukan Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-14 13:32
~
Salam Sdr. Hamba Allah,

Apa yang saudara katakan memanglah benar, seharusnya Isa Al-Masihlah yang membabtis. Itu pun dikatakan oleh nabi Yohanes "Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?" (Injil, Rasul Besar Matius 3:14).

Tetapi jawab Isa Al-Masih perihal pernyataan nabi Yohanes "Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya" (ayat 15).

Semuanya haruslah terjadi sesuai dengan yag sudah diramalkan. Bukankah hal itu sangat membuktikan bahwa Dia adalah kegenapan dari segala yang sudah diramalkan?
~
Salma
# jawab 2014-02-27 14:52
~
To: Staff IDI,

Jika Allah bisa berubah menjadi manusia mengapa Dia tidak menyebarkan agama. Bahkan Dia memilih menciptakan para nabi terdahulu untuk menyebarkan ajaran agama yang isinya dan tujuanyasatu yakni menyembah kepada Allah. Saya hanya menggagumi saudara, karena saudara berusaha mencari kebenaran akan adanya ketuhanan secara akal logika. Apakah saudara percaya kepada jin?
# Staff Isa dan Islam 2014-04-14 13:42
~
Salam Sdr. Jawab,

Seharusnya saudara membaca Alkitab agar saudara mengetahui asal muasal dari mana jin itu? Apakah dalam kitab saudara tidak menjelaskannya? Bagaimana mungkin kita saudara dapat dikatakan penyempurna jika asal jin saja tidak diberitahukan. Sangat sayang sekali.

"Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!"
(Kitab nabi Yahya 14:14). Saudara dapat membaca secara lengkap perihal jin/iblis ini. Dia adalah malaikat yang hendak menyamai Allah.
~
Salma
# Udhien Sumardha 2014-03-06 16:37
~
Syarat agama bisa diterima manusia terletak pada seberapa jauh konsep sebuah agama dapat dinalar, dicerna, dijelaskan secara logis dan make sense. Dalam Islam, setiap kata dalam Al-Quran dibedah makna etimologinya dan struktur bahasa dan pengertiannya (analisis hermentika), dikaji asbabul nuzulnya (historiografin ya).

Metode ini berkembang dalam tafsir. Tidak ada huruf, kata atau kalimat yang tidak dikejar basis epistemogi dan ontologinya, sehingga semuanya menjadi celar cut secara logika dan etika dasar.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-14 14:54
~
Salam Sdr. Udhien S,

Agama adalah buatan manusia untuk mengnal Pribadi pemilik alas semesta. tentu Allah tidak pernah membuat satu agama apapun. Hany saja tidak dapat dipungkiri bahwa dalam sebauh agama tentu ada ajaran yang berasal dari Allah, sesuai dengan kitab suci yang diberikan kepapa manusia. Ada ajaran dalam sebuah kitab suci yang di dalamnya kebetulan mengandung unsur-unsur kebenaran. Semuanya itu baik dalam pemandangan Allah.

Tetapi tentu kita harus jeli menilai agama manakah yang benar-benar sesuai dengan ajaran Allah. Al-Quran dipandang sebagai kitab yang bersal dari Allah, hanya sangat disayangkan ajaran-ajaran dalam AL-Quran sangat jauh dari ajaran Allah.

Allah dengan sempurna memberikan ajaran etika moral yang tinggi dalam Injil, tetapi tidak demikian dalam Al-Quran.
~
Salma
# syr 2014-03-09 23:46
~
Koreksi, maksud Al-Quran kekal di sini bukan wujud atau fisiknya tapi isinya. Jutaan bahkan miliaran Muslim yang ada di dunia setiap tahunnya belasan ribu umatnya hafal Al-Quran dan inilah yang dinamakan kekal. Berbeda dengan kitab suci anda yang memiliki perubahan entah sudah berapa kali sehingga hilang kemurniannya. Al-Quran dijamin oleh Allah akan terus ada dan tidak ada sedikit pun perubahan di dalamnya hingga akhir zaman. Subhanallah.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-14 14:59
~
Salam Syr,

Benar apa yang saudara paparkan, barangkali ada banyak orang-orang yang menghafal ayat-ayat dalam Al-Quran, apakah itu seluruh Al-Quran yang terdiri dari lebih dari 114 sura? Apakah mereka menghafal bersama dengan artinya dan tanda baca didalamnya? Mengertikah mereka arti dari ayat-ayat yang dihafalan?

Barangkali ini yang perlu kami ketahui.
~
Salma
# nick nurutami 2014-03-10 22:28
~
Konsep penebusan dosa sudah ada di Perjanjian Lama, dengan korban hewan. Sedangkan konsep di Perjanjian Baru melalui Yesus. Allah adalah Roh yang suci /kudus (tidak berdosa) atau Roh yang Kudus atau Roh Kudus. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Dia merendahkan Diri-Nya sebagai manusia dengan nama Yesus. Dia datang untuk menyelamatkan manusia.

Pada pra keberadaan-Nya sebagai manusia, Ia disebut Anak Allah. sedangkan keberadaan-Nya sebagai manusia di sebut Anak Manusia. Allah maha hadir, itulah sifat kuasa-Nya. Sebagai tubuh manusia, Ia mati tersalib namun tidak selamanya mati. Dia bangkit degnag kemuliaan-Nya dan naik ke sorga disaksikan banyak orang.
# Muhammad Erik 2014-03-12 20:16
~
Tuhan jika menjelma jadi manusia maka akan kehilangan sifat kekalnya, karena pasti akan butuh makan minum dan akan mati. Agama mestilah mudah dipahami tidak ribet. Tuhan memberi kita akal, gunakan akal saudara memahami agama. Jika ada Tuhan Bapa, ada Tuhan anak, nanti ada lagi Tuhan cucu, Tuhan mantu dst.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-14 15:29
~
Salam Sdr. Muhammad Erik,

Kami sangat setuju sekali, seharusnya agama bukanlah menjadi satu hal yang ribet. Agama tidak dapat menyelamatkan saudara, bukan? Apakah segala ritual yang saudara kerjakan mampu menghantar saudara menuju kepada sorga kekal? perlu berapa amal dan ibadah yang harus dicapai? Sungguh Allah sangat kejam, membiarkan umagt Muslim mencari cara sendiri menuju sorga. Ribet, bukan?

Allah, adalah Pribadi yang kekal. Dia datang ke dunia menjadi manusia dalam Pribadi Isa Al-Masih tanpa kehilangan sifat keilahian-Nya. Selama Dia di dunia, Dia tidak pernah berbuat dosa. Adakah manusia yang berdosa.

“Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya” (Injil, Surat 1 Petrus 2:22).
~
Salma
# wiwiek 2014-04-12 15:55
~
Al-Quran itu adalah firman Allah yang terdapat di alam semesta, karena ia bicara tentang alam dan sejarah alam semesta. Kalau pun saudara memusnahkannya, firman tersebut tetap ada di alam semesta. Yesus adalah firman, firman Tuhan lenyap bersama kematian Yesus.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-14 15:35
~
Salam Sdr. Wiwiek,

Itulah perbedaan Al-Quran dan Alkitab. Jika Al-Quran hanya memuat tentang sejarah alam semesta, tentu ada banyak buku-buku di dunia ini yang juga menulis hal yang sama. Sejarah-sejarah terjadinya dunia.

Alkitab, selain memuat tentang awal mula terjadinya alam semesta, di dalamnya memberikan sebuah janji keselamatan yang menjadi fokus akhir hidup manusia. Manusia hidup di dunia, tentu memiliki tujuan yakni akhirat, bukan? Alkitab memeberikan petunjuk bahwa hanya dalam Isa Al-Masih ada jalan dan kebenaran dan kehidupan.

Injil, Surat Kisah Para Rasul 4:12 mengatakan "Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." Hanya Isa Al-masih lah jalan keselamatan itu. Jika saudara hendak diselamatkan mana datanglah kepada-Nya. Saudara dapat membuktikannya.
~
Salma
# widodo 2014-04-14 09:12
~
Umat Kristen menyatakan Yesus itu 100 persen Tuhan dan100 persen manusia. Umat Kristen menyembah manusia?
# Staff Isa dan Islam 2014-04-14 15:41
~
Salam Sdr. Widodo,

Mengertikah saudara maksud dari pernyataan saudara. Nah, baiklah akan kami paparkan dan kiranya saudara memahaminya. Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah yang berarti Allah sendiri telah menjelma menjadi manusia (Qs 3:45). Dia menjadi manusia dan tentu memiliki rasa lapar, haus, sedih seperti manusia.

Isa Al-Masih tidak kehilangan esensinya sebagai Allah, Dia tidak berdosa. Bahkan tidak satu buktipun yang dapat mencatat bahwa Isa Al-Masih pernah berbuat dasa. “Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya” (Injil, Surat 1 Petrus 2:22).

Kami yakin, saudara pun sepakat dengan kami bahwa tidak ada satu manusia di dunia ini yang tidak berdosa, bukan? Tetapi Isa Al-Masih tidak berbuat dosa. Itulah maksud bahwa Dia sekalipun manusia seutuhnya tetapi sifat ilahi-Nya tidak lekang dari Pribadi-Nya.
~
Salma
# usil 2014-04-14 09:25
~
Untuk umat Kristen. Coba menggunakan nalar saudara untuk mengenal Yesus dari Alkitab.Tanpa Alkitab saudara tidak akan pernah mengenal Yesus. Berarti Yesus tidak kekal, karena existensinya tergantung Alkitab. Sekiranya Alkitab semua dimusnahkan atau tidak pernah ditulis murid Yesus, maka saudara tidak akan pernah mengenal Yesus. Karena Ia tidak dimakamkan.

Al-Quran adalah firman Tuhan yang ada dialam di semesta. Kalau Al-Quran saudara musnahkan, ia tetap exis di alam semesta. Muhammad exis tanpa Al-Quran, karena ia dimakamkan.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-14 15:54
~
Salam Sdr. Usil,

Boleh kami bertanya, harusnya nalar siapa yang perlu dipakai. Isa Al-Masih tidak memiliki makam, dengan kata lain Dia saat ini masih hidup. Muhammad memiliki makam jadi dia sudah mati, bukan?

Sangat jelas orang yang mati tidak bisa berbicara apalagi mewahyukan sebuah kitab? Isa Al-Masih saat ini masih hidup, Dia bisa memakai siapa saja untuk menuliskan wahyu-Nya yakni ALkitab yang akan kekal selama-lamanya. Seperti yang Dia katakan "Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu" (Injil, Rasul Besar Matius 24:35).
~
Salma
# wiwiek 2014-04-14 09:36
~
Kalau memang Kristen adalah representasi dari ajaran moral, mengapa tidak menjadikan Firaun sebagai etalase ajarannya. Firaun adalah simol kejahatan moral terbesar dalam sejarah umat manusia. Al-Quran menjadikannya sebagai etalase ajaran-nya, dan membuka fakta sejarah melalui ayatnya (Surat Yunus). Jasadnya akan diselamatkan Tuhan sebagai pelajaran bagi umat manusia.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-14 20:50
~
Salam Sdr. Wiwiek,

Ada banyak tokoh-tokoh dalam Alkitab yang melakukan hal yang kejam selain dari Firaun. Tidak saja Firaun tetapi kejahatan manusia berdosalah yang menjadi alasan Allah datang ke dunia.

Isa Al-Masih datang untuk menjadi tebusan bagi manusia. "Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang" (Injil, Rasul Besar Matius 20:28).
~
Salma
# priyo 2014-04-14 13:16
~
Firman Tuhan dalam Al-Quran adalah pembimbing bagi umat manusia untuk di jalan yang benar. Jadi, bila dibakar, kebakarlah. Kalau Injil itu apa? Kalau sudah ada Yesus buat apa ada Injil? Selanjutnya Isa Al-Masih lahir dari siapa?
# Staff Isa dan Islam 2014-05-13 22:05
~
Saudara Priyo,

Injil adalah kabar baik tentang keselamatan dalam Isa Al-Masih. Saudara dapat mengetahui hal ini lebih lanjut di link ini http://tinyurl.com/8f7wac5. Karena itu, setelah Isa Al-Masih terangkat ke sorga, maka berita keselamatan itu perlu dituliskan. Itulah Injil. Nah, bila memerhatikan hal ini, bagaimana pandangan saudara tentang artikel di atas?
~
Solihin
# rose67 2014-05-13 01:51
~
To: Priyo,

Setelah membaca tulisan anda, saya ingin menyampaikan beberapa hal berikut: Pertama, maksudnya “Al-Quran adalah pembimbing manusia di jalan yang benar” itu apa? Apakah itu berarti semua ayat dalam Al-Quran dapat membimbing umatnya kepada keselamatan atau bagaimana?

Jangan menelan mentah-mentah apa yang disampaikan kepada anda karena keselamatan anda adalah tanggung jawab anda pribadi. Allah sudah menyediakan keselamatan buat anda tapi keputusan ada di tangan anda sendiri mau menerima atau menolak. Jangan nanti menyesal di belakang hari.
# Teguh Murtazam 2014-05-17 03:45
~
Penjelasan saudara admin terhadap pertanyaan saudara S4leh tidak dapat dipegang sama sekali. Anda menerapkan standard ganda dalam jaddal (debat). Ayat yang disampaikan saudara S4leh adalah fakta bagaimna anda berdalih dengan tidak mau menjelaskan. Ini benar-benar jawab yang tidak masuk akal. Adapun apa yang anda sampaikan di artikel tersebut adalah bentuk penghinaan kepada Allah dengan menyamakannya sama dengan makhluk, dalam Islam Al-Quran itu kalam Allah, bukan Allah.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-16 15:06
~
Saudara Teguh,

Kami tidak dapat mengabaikan fakta yang tertulis dalam Injil. Bila Firman Allah menjadi manusia, sesungguhnya itu adalah fakta (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1, 14). Dan itu bukan penghinaan. Justru kami menghina Allah yang telah berfirman bahwa Firman Allah menjadi manusia. Tidakkah ini jauh lebih jahat, bukan?

Saudara Teguh, kita bersyukur karena Allah datang ke dunia dalam Pribadi Isa Al-Masih untuk menyelamatkan manusia dari dosa dengan "memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang" (Injil, Rasul Besar Matius 20:28). Tentu keselamatan yang diperlukan manusia, bukan? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# akhsan 2014-06-18 00:23
~
Kang, maksud kekal itu apa Al-Qurannya (kitabnya kekal) atau keaslian isinya? Kalau anda bakar, yang pasti akan terbakar dan habislah. Injil juga sama. Kertas namanya juga. Ada ayat Al-Quran yang berisikan arti: “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya” (Al-Hijr: 9).

Nah, yang dimaksud orang Islam ialah itu kang, bukan maksud dibakar, digiling mesin, atau alat penghancur Al-Quran tidak hancur, bukan begitu. Allah memberikan kalimat ayat yang di atas tadi adalah untuk menjaga keaslian isi Al-Quran agar tidak diubah-ubah secara publik dan semua umat Muslim memercayainya. Jadi, intinya menjaga keaslian isi dari Al-Quran tersebut, kang!
# Staff Isa dan Islam 2014-06-20 08:35
~
Saudara Akhsan,

Kami yakin saudara sudah membaca artikel di atas. Tentu maksud tulisan di atas bukan kekal dalam arti menjaga keaslian Al-Quran. Karena tidak mungkin ada orang yang mau mengubahnya? Dan untuk tujuan apa mereka mengubahnya? Tentu alasan itu perlu direnungkan. Jelas, bahwa kekal di sini berdasarkan keyakinan umat Islam sendiri. Bahwa ayat-ayat Al-Quran kekal bersama Allah.

Demikian juga dengan kalimat Allah yang menjadi manusia yakni Isa Al-Masih. Isa Al-Masih kekal. Hanya tubuh jasmani saja yang mengalami hancur untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Sehingga kita mengetahui bahwa Isa Al-Masih bangkit dari kematian yang menandakan firman Allah kekal. Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# wahyu BS 2014-06-19 20:18
~
To: Admin IDI yang baik,

Kalian itu saya lihat sangat terpelajar, mau membaca Al-Quran juga, walaupun beda keyakinan. Saya sebenarnya tahu kalian itu masih belum diberi hidayah oleh Allah. Tentunya kita punya kesamaan sebagai hamba Allah yang sama-sama mempunyai nabi yang diutus dan risalah Ketuhanan yang dibawanya yang tidak ada perselisihan yakni menyembah dan beribadah hanya kepada Allah Yang maha esa, maha penyayang dan maha pengasih.

Pasti sampai di sini admin IDI setuju. Apakah admin IDI tidak perhatikan semua nabi selain Yesus, tiba tiba ada perubahan dengan ajaran Tritunggal? Pasti ada sesuatu yang salah, karena Allah adalah Dzat Yang Maha Besar. Jadi, tidak perlu dan tidak akan mengorbankan dirinya sendiri untuk mengampuni hambanya, kita hanya setitik debu di hadapan-Nya.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-20 08:42
~
Saudara Wahyu BS,

Kami setuju dengan saudara tentang menyembah Allah yang esa. Karena semua pengikut Isa Al-Masih menyembah Allah yang esa. Tetapi mari kita berpikir sejenak dan menyamakan pandangan. Bahwa terdapat perbedaan pengertian kata 'esa' yang dipahami pengikut Isa Al-Masih dengan umat Islam. Tentu ini yang perlu dipelajari dan ditelusuri. Karena itu, silakan klik link http://tinyurl.com/d2k6hcw
~
Solihin
# Price Zuo 2014-06-20 16:17
~
Kalau Yesus adalah jalan keselamatan satu-satunya, bagaimana dengan umat yang hidup sebelum Yesus? Apakah mereka semua tidak ada yang selamat?
# Staff Isa dan Islam 2014-06-20 20:33
~
Saudara Price,

Pertanyaan yang baik sekali. Kami sangat tertarik untuk menjawabnya. Tetapi karena pertanyaan saudara tidak berhubungan dengan artikel di atas, ada baiknya saudara mengunjungi link ini http://tinyurl.com/6wf9w8k dan kita dapat berdiskusi di sana. Terimakasih.
~
Solihin
# wahyu bs 2014-06-22 20:41
~
To: Admin IDI yang baik,

Cobalah kalian pahami sedikit saja. Apabila Allah itu esa, maka tidak ada sekutu baginya, tidak ada yang sebanding dengannya. Jadi, satu tapi ada 3 oknum yang berbeda. Ketika Yesus lahir diperkuat Roh Kudus. Itulah bentuk yang kedua. Yang ketiga itu ketika Dia berkorban sebagai manusia untuk hambanya yang penuh dosa warisan. Berarti bentuk yang satu itu manusia betul. Begitu, kan? Bentuk yang pertama lagi adalah yang berada di surga sebagai Bapa?

Kalian itu rumit sekali cara kerja Tuhan menurut kalian. Jika Tuhan benar-benar maha segalanya pasti sangat tidak masuk diakal umtuk menebus dosa hamba-Nya harus dirinya yang berubah/menyama r/turun tangan. Jauh lebih masuk akal konsep pertaubatan dan permohonan ampun Muslim karena kita hanyalah hamba Allah.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-24 16:52
~
Saudara Wahyu,

Kami memiliki artikel yang membahas tentang topik yang saudara singgung. Silakan klik ini http://tinyurl.com/d2k6hcw. Terimakasih.
~
Solihin
# fajar 2014-06-28 21:37
~
Mengapa Tuhan dibungkus daging, apa mungkin dalam satu tubuh terdapat dua roh? Berarti Tuhan sama seperti ciptaannya. Saya jadi bingung? Kalau Yesus saat disalib sempat menolak, katanya anak Tuhan, harusnya ditolong. katanya Tritunggal, tapi mencari kemana Eli. Bagaimana?
# Staff Isa dan Islam 2014-06-29 17:30
~
Salam Sdr. Fajar,

Kami sangat memahami kebingungan saudara. Sebab bagi umat Muslim Allah tidak dapat disamakan dengan apapun. Saudara, menurut saudara, jika Allah hendak menjadi manusia sama seperti manusia, apakah ada yang melarang? Dan mampukah Allah melakukannya? Jika saudara menyangkalinya, kami yakin saudara tidak percaya Allah maha sanggup melakukan apapun yang Dia kehendaki, bukan? Bagaimana menurut saudara?
~
Salma
isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer

Isa Islam Dan Kaum Wanita

Click gambar di samping untuk artikel - artikel untuk wanita Muslim


 

www.isaislamdankaumwanita.com