Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter

Bagaimana Allah Dapat Mati?

Buku TerbakarKebenaran yang paling mendasar dari agama Kristen adalah, fakta bahwa Allah mati bagi manusia. Kebenaran ini membuat orang Islam tersinggung. Bahkan, kebenaran ini menjadi batu sandungan bagi manusia selama ribuan tahun.

Orang Islam menolak untuk menerima kematian Allah.  Pada hal, bila mereka mengenal Allah seperti diuraikan dalam Injil, mereka akan mengerti apa yang dimaksudkan dengan kematian Allah. Pengertian para Mukmin tentang kuasa dan kasih Allah berbeda dengan yang terdapat dalam Alkitab.

Isa Al-Masih adalah Allah yang Dibungkus oleh Daging

Untuk mengerti bagaimana Allah dapat mati, kita harus mengerti Pribadi Isa Al-Masih (Yesus Kristus). Jika Isa hanya manusia biasa seperti yang dipercaya orang Islam, maka Allah tidak mati.

Kita harus menyangkal firman Allah jika percaya hal ini. Menurut Injil, Isa adalah Allah yang dibungkus oleh daging. Injil mengatakan, “…Firman (Isa) itu bersama-sama dengan Allah dan Firman (Isa) itu adalah Allah...” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1).

Berarti, Isa Al-Masih adalah Firman Allah yang kekal.

Apakah Firman Allah yang Kekal Dapat Dimusnahkan?

Orang Islam percaya Al-Quran adalah Firman Allah yang kekal. Mereka percaya, setiap kalimat dalam Al-Quran adalah kekal dan tidak dapat dimusnahkan. Sebab firman tersebut selalu bersama Allah. Jika demikian halnya, maka Al-Quran tidak dapat dihancurkan.

Bagaimana jika rumah seorang Muslim terbakar habis, dan di dalamnya ada Al-Quran. Tentu seisi rumah beserta Al-Quran akan ikut habis terbakar bukan? Maka, sesungguhnya Al-Quran tidak kekal karena dapat dihancurkan.

Al-Quran Adalah Kertas dan Tinta

Orang Islam mengerti bahwa Al-Quran yang terbakar dalam rumah itu, hanyalah ungkapan secara fisik dari firman Allah. Al-Quran yang terbakar adalah firman Allah yang ilahi, dalam bentuk fisik kertas dan tinta.

Firman Allah adalah kekal, tetapi firman ini memakai bentuk kertas dan tinta yang dapat dihancurkan.

Isa Al-Masih, Firman Allah yang Kekal, Mati di Kayu Salib

Dengan cara yang sama, Isa Al-Masih adalah Firman Allah yang kekal. Dia memakai bentuk fisik tubuh manusia (bukan kertas dan tinta). Tubuh manusia, seperti kita ketahui, dapat mati. Namun ini tidak berarti Firman Allah yang kekal, akan musnah pada saat penyaliban terjadi.

Setelah kematian tubuh-Nya yang fana, Isa Al-Masih bangkit kembali. Di dalam tubuh-Nya yang kekal, Dia naik ke surga kembali pada Allah Bapa. Isa berkata setelah bangkit dari kematian-Nya, “…Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.” (Injil, Rasul Besar Yohanes 20:17).

Firman: Dalam Bentuk Kertas dan Tinta; Firman: Dalam Bentuk Tubuh Manusia

Bila orang Islam percaya Al-Quran terdiri dari kertas dan tinta, yang dapat dihancurkan tanpa memusnahkan firman Allah yang kekal, mengapa begitu sulit menerima kematian Firman Allah yang sejati? Seharusnya hal ini tidak membuat mereka tersinggung, melainkan bersukacita. Sebab Allah mengunjungi manusia.

Firman Allah yang kekal dalam wujud manusia, mengijinkan diri-Nya dihancurkan. Itulah sebabnya, orang percaya dapat hidup dalam kebangkitan-Nya. Isa Al-Masih berkata, “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati” (Injil, Rasul Besar Yohanes 11:25).

Percayakah Anda Pada Firman Allah Yang Kekal?

Orang Islam percaya setiap ayat Al-Quran adalah firman Allah yang kekal. Orang Kristen percaya Isa Al-Masih adalah Firman Allah yang kekal. Firman kekal umat Muslim memakai bentuk kertas dan tinta, diproduksi massal dengan mesin cetak. Firman ini secara tidak sengaja, dapat dimusnahkan oleh api atau rusak tenggelam akibat banjir.

Firman Allah yang sejati datang dalam wujud manusia. Dia lahir dari seorang perawan. Hidup tanpa dosa. Mati bagi dosa manusia. Bangkit dari kematian dan naik kembali ke surga. Dia memberi hidup kekal bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya dan karya-Nya.

Pada Firman Allah kekal yang manakah saudara akan percaya?

[Isa dan Islam – Rindukah Saudara Pembaca mengalami keselamatan dan hidup kekal? Kami mengundang Saudara menyelidiki konsep keselamatan dari dosa lebih mendalam. Jika Saudara berdoa dengan hati tulus, maka Roh Allah akan memimpin Saudara. Jika ada pertanyaan, kiranya Saudara mengemail: Staff, Isa dan Islam.]

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Berhubung banyak komentar yang masih belum kami balas, untuk sementara komentar tidak diterima.

Comments  

# s4leh 2012-02-20 10:06
*
Isa Al-Masih adalah Allah yang dibungkus oleh daging.

Yesus dan Bapa duduk bersamaan di surga, apakah mereka ini satu atau dua bentuk yang berbeda?.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-25 11:25
~
Saudara Saleh,

Kemampuan nalar manusia tidak akan mungkin dapat menyelami kesatuan Allah dan Isa Al-Masih. Namun kita dapat tertolong dengan memahaminya dari perkataan Isa Al-Masih “Aku dan Bapa (Allah) adalah satu” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30). Jadi jelas bahwa Allah dan Isa Al-Masih adalah Tuhan yang Esa.

Yang terutama yang harus saudara pahami ialah alasan mengapa Isa Al-Masih mau menjadi manusia. Dan alasan-Nya jelas, yaitu kasih.

Karena manusia telah najis oleh aib dosanya maka Isa Al-Masih datang untuk membersihkan manusia dari hal itu, sehingga setiap orang yang menerima dan percaya kepada Isa Al-Masih tidak binasa di neraka melainkan beroleh hidup yang kekal.
~
NN
# Eagle John 2012-02-21 00:42
*
Quoting s4leh:
*
Isa Al-Masih adalah Allah yang dibungkus oleh daging.

Yesus dan Bapa duduk bersamaan di surga, apakah mereka ini satu atau dua bentuk yang berbeda?


Apakah anda telah mengenal bentuk Tuhan? Jika anda bisa memberi tahu bentuk Tuhan, maka pasti bisa saya katakan ada berapa bentuk.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-25 11:24
~
Saudara Eagle,

Allah itu Roh, sebagaimana Isa Al-Masih menjelaskan: “Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." (Injil, Rasul Besar Yohanes 4:24.

Kemampuan nalar manusia tidak akan mungkin dapat menyelami kesatuan Allah dan Isa Al-Masih. Namun kita dapat tertolong dengan memahaminya dari perkataan Isa Al-Masih “Aku dan Bapa (Allah) adalah satu” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30).

Yang terutama yang harus saudara pahami ialah alasan mengapa Isa Al-Masih mau menjadi manusia. Alasan-Nya jelas, yaitu kasih.

Karena manusia telah najis oleh aib dosanya maka Isa Al-Masih datang untuk membersihkan manusia dari hal itu, sehingga setiap orang yang menerima dan percaya kepada Isa Al-Masih tidak binasa di neraka melainkan beroleh hidup yang kekal.
~
NN
# yanto 2012-02-21 12:58
*
Bila Allah mati, siapa yang mengendalikan alam ini, bumi, langit dan semua mahluk?
# Staff Isa dan Islam 2012-02-24 11:07
~
Allah adalah Mahakuasa. Tidak ada manusia yang sanggup melihat Allah SWT karena Dia sangat tidak terbatas sedangkan manusia terbatas. Allah dapat menjadi apapun, termasu k menjadi manusia, tetapi manusia tidak dapat menjadi Allah. 

Isa Al-Masih adalah Allah yang menjadi manusia, Ia disalibkan, wafat, tetapi Dia bangkit kembali untuk membersihkan manusia dari dosa najisnya. Sekalipun Isa Al-Masih wafat, namun ingat Dia tetaplah Allah yang memiliki kuasa yang tak terbatas. Allah tetap menjadi penguasa semesta sekalipun Dia menjadi manusia karena pada hakekatnya Dia tetaplah Allah yang tidak mungkin terpisah dari semua ciptaan-Nya.

Allah adalah Maha hadir. Allah dapat berada dimana-mana dalam waktu yang bersamaan. Karena Allah tidak terbatas oleh apapun juga.

Isa Al-Masih bergelar "terkemuka di dunia dan akhirat"
 dan  Isa juga adalah "kalimat" Allah.

Lihat penjelasan Isa Al-Masih tentang siapa diri-Nya , "Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa" (Injil, Kitab Wahyu 1:8). Isa Al-Masih adalah yang awal dan akhir. Dia adalah Firman Allah yang ada dan yang akan datang.
~
NN
# nimbrung 2012-02-22 02:02
*
Konsep Tuhan dalam Islam dan Kristen memang jauh berbeda.

Konsep Tuhan dalam Kristen sulit dicerna oleh akal sehat karena itu merupaka dogma gereja yang harus diterima (1 + 1 + 1 harus samadengan 1).

Tuhan dalam Islam adalah Dzat (bukan zat) yang Maha Agung yang tidak dapat disetarakan dengan apapun, karena semua yang ada di jagad raya ini adalah ciptaan-Nya.

Jadi, bagaimana mungkin anda mengatakan kalau Allah inkarnasi pada diri Yesus hanya untuk menebus dosa manusia? Padahal Allah Maha Pengasih dan Pengampun.

Dalam Islam, tidak pernah ada yang sanggup melihat wujud Allah, bahkan Nabi dan Rasul utusan-Nya pun tak pernah mampu untuk melihat/diperli hatkan akan kedahsyatan wujud Allah sebelum akhir zaman nanti.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-28 16:37
 ~
Manusia tidak akan pernah dapat memahami Allah dengan logika, sehingga Allah pun tidak dapat ditafsirkan dengan logika manusia yang terbatas. Allah itu Esa, tetapi keesaan Allah bukan ditafsirkan dengan bilangan, bahwa Esa=satu dan satu=Esa. Allah memiliki pribadi dalam satu kesatuan yaitu Allah, Firman-Nya (Isa Al-Masih) dan Roh-nya. Ketiganya adalah satu kesatuan yang utuh, tidak terpisah-pisah.
 
Jika Saudara mengatakan bahwa bagaimana mungkin Allah yang Esa dapat melakukan hal itu, berarti saudara meragukan ke-Mahakuasaan Allah SWT. Allah dapat melakukan apapun sesuai kehendak-Nya.

Tidak ada manusia yang sanggup untuk melihat Allah. Sedangkan dalam dunia ini ada banyak yang disebut tuhan dan allah. Jika Tuhan tidak memperkenalkan diri-Nya maka malanglah nasib manusia, karena manusia rentan salah. Maka tidak adil bila Allah menghukum manusia karena salah sembah. Tetapi Allah penguasa alam semesta adalah Esa dan sempurna maha bijak. Dia tahu manusia cendrung salah dan terbatas pada indra. Manusia pasti salah memilih allah jika  tidak Allah sendiri memperkenalkan diri-Nya. Itu sebabnya Allah datang ke dunia dalam rupa Isa Al-Masih supaya manusia mengenal Allah yang benar.
~
NN
# hamba ALLAH 2012-02-22 03:19
*
Allah Maha Esa, Maha Wujud, Maha hidup kekal terus menerus mengurus mahluk-Nya, Allah Maha Menghancurkan dan Maha Menghidupkan, Allah Maha Mengetahui, Maha Terpuji, Allah Maha Besar dari langit dan bumi beserta seluruh isinya!
# Staff Isa dan Islam 2012-02-29 12:26
~
Ada ayat dalam Firman Tuhan demikian "Kata Isa Al-Masih: "Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah." (Injil Rasul Besar Lukas 18:27)

Kebanyakan umat Muslim dipengaruhi oleh doktrin yang membatasi kemahakuasaan Allah.

Menurut pengikut Isa Al-Masih, Mahakuasa berarti Allah berhak untuk melakukan apapun sesuai kehendak-Nya, bahkan yang mustahil menurut manusia. Sedangkan Mahakuasa menurut umat Islam adalah di mana Allah menjadi Mahakuasa bila tidak menjadi sesuatu yang mustahil bagi manusia. Kalau begitu kekuasaan Allah adalah kekuasaan yang masih bisa terjangkau oleh umat Muslim.
~
NN
# abuzar 2012-02-22 10:18
*
Firman: Dalam Bentuk Kertas dan Tinta; Firman: Dalam Bentuk Tubuh Manusia.

Bagi umat Islam Allah ya Allah. Allah itu berdiri sendiri. Tidak seperti Isa Al-Masih yang berinkarnasi menjadi manusia, Allah itu bukan firman dan bukan daging.

Walaupun Al-Quran hangus dimakan api, hanyut dibawa banjir namun ayat-ayatnya akan abadi sampai akhir zaman.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-23 16:51
~
Sebagaimana orang Islam percaya Allah berdiri sendiri (kekal), demikian juga halnya dengan orang Kristen. Mereka percaya Allah itu Kekal juga Esa.

Lalu bagaimana dengan inkarnasi yang Allah lakukan dalam tubuh jasmani Isa Al-Masih? Jawabannya: Semua itu Allah lakukan semata-mata karena Dia mengasihi manusia. Dia tidak ingin manusia mati binasa karena dosa.

Allah tidak ingin manusia ciptaan-Nya harus dilemparkan ke dalam siksaan kekal api neraka, karena dosa-dosa yang telah mereka lakukan. Itulah sebabnya Allah berinisiatif mengutus Kalimat-Nya, yaitu Isa Al-Masih untuk datang ke dunia membawa Terang dan Kebenaran bagi setiap orang.

Tujuannya: “Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:15).
~
SO
# Guest 2012-02-22 20:48
*
Saya hanya ingin menambahkan kepada saudara-saudara saya yang belum percaya dan tidak percaya dengan Tuhan Yesus.

Bukan manusia yang memilih Tuhan, tetapi Dialah yang memilih manusia menjadi anak-Nya. Jadi, jika anda bukan orang "pilihan" Tuhan, mau dijelaskan sampai kapanpun hati anda tidak akan bisa terbuka untuk-Nya.

Karena Alkitab berbeda dengan buku-buku lain di dunia ini. Jika buku itu dipelajari dulu baru diimani, maka Alkitab harus diimani dulu baru dipelajari.

Syalom.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-23 16:50
~
Saudara Guest,

Terimakasih untuk penjelasan yang telah saudara berikan. Kiranya apa yang saudara jelaskan dapat menjadi pencerahan bagi saudara-saaudar a yang mengunjungi situs ini, khususnya bagi mereka yang belum menerima Kebenaran dan Anugerah dari Allah.
~
SO
# Guest 2012-02-23 12:25
*
Dengan cara yang sama, Isa Al-Masih adalah Firman Allah yang kekal. Dia memakai bentuk fisik tubuh manusia (bukan kertas dan tinta). Tubuh manusia, seperti kita ketahui, dapat mati. Namun ini tidak berarti Firman Allah yang kekal, akan musnah pada saat penyaliban terjadi.

Padahal berdasarkan logika saja sudah terlihat bahwa secara tidak sadar anda mengakui bahwa antara Al-Quran dan Allah itu berbeda. Dan anda menganalogikan bahwa Isa adalah Al-Quran berarti Isa Al-Masih adalah bukan Allah karena Al-Quran juga bukan Allah.

Kalau memang Isa Al-Masih/Yesus adalah seperti Al-Quran, lalu kenapa yang disembah dan diminta pertolongan adalah Isa Al-Masih/Yesus?
Karena tidak ada orang Islam di dunia ini yang minta pertolongan dan menyembah kepada Al-Quran.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-29 11:55
~
Al-Quran dan Allah jelas berbeda.

Tentu kami tidak menganalogikan bahwa Al-Quran dan Isa Al-Masih adalah sama. Perhatikanlah baik-baik artikel di atas. Di situ kami menjelaskan bahwa arti kata 'Firman' yang ditujukan kepada Al-Quran jelas berbeda dengan arti kata 'Firman' yang ditujukan bagi Isa Al-Masih.

Salah satu perbedaannya adalah kekekalan keduanya. 'Al-Quran' hanya sebuah buku yang terbuat dari bahan baku kertas dan tinta. Sedangkan Isa Al-Masih adalah Firman Allah yang kekal. Tidak terbuat dari 'sesuatu' bahan baku. Dia kekal bahkan sudah ada sebelum dunia dijadikan, dan sebelum Al-Quran ada.

Karena Isa Al-Masih adalah Firman Allah yang kekal, juga merupakan bagian dari oknum Allah yang Esa. Maka Isa Al-Masih adalah Allah itu sendiri. Sebab oknum Allah yang Esa tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain.

Mungkin sulit bagi saudara atau saudara Muslim lainnya mencerna hal ini dengan logika saudara. Namun satu hal yang ingin kami sampaikan, bahwa Allah tidak dapat dimengerti oleh akal manusia. Allah hanya dapat dimengerti melalui iman.
~
SO
# Guest 2012-02-27 17:13
*
Saya begitu kagum dengan komentar-koment ar yang tuan-tuan semua katakan. Saya akui, saya hanya hamba yang lemah. Ilmu yang hanya sekelumit cuma, tidak seperti tuan SII.

Begitu pun, saya ingin kepastian. Apakah setelah disalib, Rasul Isa itu mati? lalu diangkat ke langit/ surga dan kembali kepada Allah? dan bersatu kembali dengan Allah?.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-29 11:54
~
Saudara Arjuna,

Terimakasih untuk apresiasi saudara atas situs kami.

Tentang kepastian yang saudara tanyakan, perhatikanlah ayat berikut: Injil, Rasul Matius 27:50 bicara tentang kematian Isa Al-Masih. “Isa berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya”

Dan Injil, Rasul Matius 28:5-6 bicara tentang kebangkitan Isa Al-Masih dari kematian-Nya “Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perem puan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring”.

Terakhir tentang kenaikan Isa Al-Masih ke sorga. Kitab suci Injil menjelaskan, setelah Isa Al-Masih bangkit dari kematian-Nya, Dia masih tinggal di dunia selama empat puluh hari. Setelah empat puluh hari, barulah Dia naik ke sorga. “Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga” (Injil, Rasul Lukas 24:51).
~
SO
# Guest 2012-02-27 17:19
*
Saudara Muslim sekalian, anda mengimani Allah adalah serba bisa (Maha). Jadi apapun yang terlogika dan yang tidak terlogika adalah kepunyaan Allah, tapi kenapa anda sekalian memaksakan dengan logika? Sehingga secara langsung anda juga meragukan kemampuan Allah, seperti yang tergambar pada Yesus.

Sederhana saja, anda berani bicara tanpa pernah menyadarinya kalau anda meragukan kekuatan Allah. Di satu sisi anda menyebutnya Dzat, tapi di satu sisi melogikakannya. Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-28 17:02
~
Saudara Harry,

Terimakasih atas komentar saudara. Kami setuju dengan pendapat saudara, bahwa kemaha-besaran Allah tidaklah dapat diselami dengan menggunakan akal dan logika manusia.

Allah hanya dapat dipahami dengan iman.
~
SO
# Guest 2012-02-27 18:58
*
Kalau yang dibicarakan adalah Allah yang dapat mati maka, ini pasti ada hubungannya dengan Allah Tritunggal. Yang percaya juga bahwa Yesus adalah Allah 100% tetapi juga manusia 100%.

Mohon diberi jawaban mengenai pertanyaan: Tiga hari sebelum Yesus dibangkitkan, Ia berada di mana?

Terimakasih sebelumnya.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-28 17:00
~
Perhatikanlah ayat ini dengan seksama “Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh,dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara.” (Injil, Surat 1 Petrus 3:18-19).

Perhatikanlah kalimat “Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh” pada ayat di atas. Itulah yang dilakukan Yesus selama tiga hari sebelum kebangkitan-Nya dari antara orang mati.

Selama tiga hari Yesus berada dalam dunia orang mati (Hades). Yaitu merupakan tempat sementara di mana orang-orang yang telah mati diletakkan, sementara menantikan hari kebangkitan. (Lebih jelas tetang hades saudara dapat membaca dalam Injil, Kitab Wahyu 20:11-15).
~
SO
# Guest 2012-02-28 09:10
*
Salam sejahtera untuk kalian semua. Setelah sekian lama, akhirnya saya ditemukan dengan diskusi yang hebat ini. Saya akui saya beriman dengan kekuasaan Allah yang Maha Kuasa. Tidak pernah sesekali umat Islam meragukan kekuasaan dan kekuatan Allah.

~Arjuna~
# Staff Isa dan Islam 2012-02-28 16:59
~
Selamat bergabung saudara Arjuna di situs kami. Semoga saudara mendapatkan satu pencerahan baru lewat situs ini.

Bukan hanya orang Islam yang tidak meragukan kekuasaan dan kekuatan Allah. Pengikut Isa Al-Masih pun tidak pernah meragukan kekuasaan dan kekuatan Allah. Bahkan, bila tidak terlalu berlebihan, sepertinya pengikut Isa Al-Masih lebih mempercayai kekuasaan dan kekuatan Allah. Mengapa? Sebab pengikut Isa Al-Masih percaya bahwa Allah dapat melakukan dan menjadi apapun, sesuai yang Dia mau, termasuk menjadi manusia sekalipun.

Apakah saudara Arjuna percaya akan kekuasaan dan kekuatan Allah yang demikian?.
~
SO
# Guest 2012-02-28 09:11
*
Allah itu mampu untuk mencipta segalanya, namun sudah pasti Dzat Allah itu tidak akan sesekali menyamai sifat makhluk-Nya, termasuk juga kejadian manusia.

Logika yang kami maksudkan di sini adalah sesuatu hal yang tidak bertentangan dengan kekuasaan Allah. Umat Kristian mengakui ketuhanan Allah. Justru kalian mengangkat Yesus menjadi Tuhan dalam fizikal manusia, tetapi kenapa tidak Allah yang lebih dominan disembah.

Bukankah bermakna kalian sendiri yang meragukan kekuasaan Allah?

~ Arjuna~
# Staff Isa dan Islam 2012-02-28 16:57
~
Saudara Arjuna,

Sekali lagi kami jelaskan bagi saudara dan umat Muslim lainnya, orang Kristen tidak pernah mengangkat Yesus menjadi Tuhan. Adalah satu penghujatan bagi Allah, bila umat-Nya mengangkat 'tuhan' lain bagi mereka.

Mengapa orang Kristen menyembah Yesus? Jawabannya: Karena Yesus adalah Tuhan yang menjelma menjadi manusia. Inilah kata kitab suci tentang hal itu, “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. irman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1-2;14).

Antara Yesus dan Allah, keduanya tidak ada yang lebih dominan. Tetapi sama-sama doniman. Sebab keduanya setara. Jadi, bila kami menyembah Yesus, sama artinya kami menyembah Allah. Sebaliknya, orang Kristen yang menyembah Allah, sama saja dengan menyembah Yesus.
~
SO
# dariusherlambang 2012-02-28 12:24
*
Harapan sebutir debu pada Firman Yang Hidup

Firman-Mu adalah terang bagi jalan hidupku, takkan goyah langkahku dalam perlindungan-Mu . Karena aku milik-Mu yang berharga dimata-Mu, sesuai rencana-Mu, Engkau menyertaiku.

Kasih-Mu tak berkesudahan, Keagungan-Mu kekal selamanya. Meskipun dunia membenciku karena-Mu, bahkan Merendahkan-Mu di hadapanku, penghakiman-Mu melekat tetap, hingga akhir zaman tiba.

Berbahagialah orang yang percaya pada Firman Yang Hidup, Dia tak pernah memaksakan kehendak-Nya apalagi hanya kepada debu yang kembali kepada debu.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-29 15:56
~
Saudara Darius Herlambang,

Terimakasih untuk tanggapan yang telah saudara berikan.

Kiranya Tuhan selalu memberkati saudara.
~
SO
# Jack 2012-02-28 18:53
*
Isa Al-Masih itu "Firman Allah" atau "Allah sendiri"?

Kalau Isa Al-Masih adalah Firman Allah, berarti Isa Al-Masih bukan Allah. Sama dengan orang Islam mempercayai Al-Quran bukan Allah.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-29 15:56
~
Satu hal yang perlu saudara ketahui, arti kata 'firman' untuk Al-Quran berbeda dengan arti kata 'Firman' yang dimaksud Isa Al-Masih. Di mana letak perbedaannya? Silakan saudara membaca lebih teliti lagi penjelasan kami pada artikel di atas.

Isa Al-Masih Firman Allah atau Allah sendiri? Kedua-duanya benar. Isa Al-Masih adalah Firman Allah dan Dia adalah Allah itu sendiri.

Analoginya: Saudara Jack adalah satu. Tetapi terdiri atas tiga bagian, yaitu: tubuh, jiwa dan raga. Apakah salah satu dari oknum tersebut dapat dipisahkan? Tentu tidak bisa! Karena bila salah satu dihilangkan, maka saudara Jack tidak dapat disebut sebagai manusia. Sebab manusia harus memiliki ketiga oknum tersebut.

Demikian juga Allah. Firman Allah [Isa Al-Masih] tidak dapat dipisahkan dari Allah. Firman Allah [Isa Al-Masih] adalah kekal sebagaimana Allah itu sendiri adalah kekal.
~
SO
# nimbrung 2012-02-28 23:09
*
To: Staff IDI,

Setahu saya apa yang "dikatakan" oleh Allah disebut firman, sedangkan kalau nabi/rasul disebut sabda. Lalu, mengapa bisa-bisanya ditafsirkan kalau Firman itu salah satu 'oknum' dari kesatuan Allah yang menjelma menjadi manusia dalam diri Yesus (Anak tunggal Allah)? Dalam Kristen, apa ada perbedaan antara nabi dan rasul?

Kalau Yesus = Allah, kenapa tidak pernah disebut Allah Yesus, tapi Tuhan Yesus?

Kalau Yesus = Allah, berarti semua murid-Nya menyandang gelar rabi/rasul yang pastinya juga memiliki mukjizat. Apa mukjizat para murid Yesus?

Apakah "Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus" bisa dibalik-balik menjadi semisal "Roh Kudus, Anak dan Allah Bapa"?

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-29 15:54
~
Isa Al-Masih disebut sebagai Firman/Kalimat Allah bukan atas dasar tafsiran, tetapi kitab suci yang mengatakan demikian. Perhatikanlah ayat berikut:

“Ingatlah, ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)” (Qs 3:45).

Ayat di atas mengatakan bahwa 'Kalimat' yang datang dari Allah itu namanya Isa Al-Masih.

Perhatikan juga kesaksian Injil berikut:

“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1;4).

Injil mengatakan bahwa Isa Al-Masih pada mulanya adalah Firman. Lagi ditekankan bahwa Firman itu adalah Allah.
~
SO
# Budy 2012-02-29 08:57
*
Apakah benar, bahwa Yesus dalah 100% Allah dan 100% manusia? Bagaimana dapat membuktikannya?

Musa adalah manusia biasa, tetapi ia dapat membelah laut. Yosua juga manusia biasa dapat menghentikan matahari diatas Gibeon. Meskipun demikian mereka tetap manusia dan bukan Allah.

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2012-03-06 13:43
~
Firman Allah dengan jelas menyatakan siapa Yesus/Isa Al-Masih. Isa Al-Masih tidak sama seperti Musa dan manusia lainnya karena Ia tidak diciptakan. Isa ada karena Firman. Karena itulah Isa disebut "Kalimatullah" (Qs 3:45), seperti tertulis dalam Injil,"Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1). Isa Al-Masih adalah firman Allah yang menjadi manusia,"Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya,"(Injil, Rasul Besar Yohanes 1:14).

Isa Al-Masih menyatakan otoritasnya atas hal-hal yang hanya dapat dilakukan oleh Allah, seperti pengampunan dosa. Seperti tertulis,"Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!" (Injil, Rasul Besar Markus 2:5 ).. Siapakah yang berkuasa mengampuni dosa selain Allah?

Ada tertulis, "Maka ketahuliah ya (Muhammad), bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan, melainkan Allah dan mohonlah ampunan (kepada-Nya) bagi dosamu dan bagi dosa-dosa orang Mu'min." (Qs 47:19). Jika kita perhatikan ayat ini berarti semua manusia, entah dia nabi atau rasul ternyata sudah ada dibawah kuasa dosa, kecuali Isa Al-Masih.

Semua manusia berdosa sedangkan Isa Al-Masih tidak berdosa, lihat Hadist Shahih Bukhari jilid 3 halaman 208 ayat 1493 "semua anak Adam yang lahir sudah disentuh setan, kecuali Isa putera Maryam" adakah yang suci selain Allah.

Kalau begitu siapa itu Isa Al-Masih sebenarnya sehingga disebutkan sebagai satu-satunya pribadi yang suci. Bukankah Yang Suci hanya Allah saja?
~
NN
# dariusherlambang 2012-02-29 09:29
*
To: Budy,

Kita dapat membuktikannya dengan yakin dan percaya dalam iman. Firman Tuhan menjadi manusia sempurna, Dia dapat berkata-kata disaat ada di dunia, sekarang kita hanya dapat membaca apa yang dikatakan-Nya dalam Injil.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-29 15:53
~
Saudara Darius,

Terimakasih untuk jawaban saudara atas komentar dari saudara Budy. Semoga penjelasan dari saudara dapat menjadi satu pencerahan bagi saudara Budy.
~
SO
# Budy 2012-02-29 14:13
*
Dalam memahami Alkitab memang tidak mudah.

Dulu ada karunia untuk membedakan roh, kalau ada sesuatu yang disampaikan maka orang yang memiliki karunia untuk membedakan roh langsung dapat tahu, apakah yang disampaikan itu suatu kebenaran atau tidak.

Tetapi dengan dihentikannya karunia-karunia dan hanya tertinggal harapan, iman dan kasih. Maka kita harus hati-hati dalam memahami Alkitab, sebab Alkitab juga sudah memberi peringatan.
# Staff Isa dan Islam 2012-03-03 16:30
~
Saudara Budy,

Isi Alkitab tidak sama dengan isi buku-buku lain pada umumnya. Di mana setiap kata dapat kita artikan dengan pikiran/logika kita sendiri. 'Buku' hanyalah karya tulis dari seseorang, di mana isinya merupakan buah pikiran dari si Penulis.

Berbeda halnya dengan Alkitab. Alkitab merupakan firman Allah yang ditujukan bagi setiap manusia. Untuk itu, dalam memahami isi Alkitab, kita perlu terlebih dahulu berdoa dan meminta pimpinan dari Allah, agar Allah memberi kita hikmat dalam mengartikan setiap firman-Nya.

Namun terkadang memang tidak sedikit manusia yang mengartikan firman Allah sesuai dengan kebutuhan mereka. Umumnya, orang-orang seperti ini akan meninggalkan Allah, sebab setiap firman Allah tidak sesuai dengan pikiran dan logikanya.

“Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” (Injil, Rasul Matius 5:44).

Dari contoh ayat di atas, secara logika bukankah hal mustahil mendoakan musuh? Tapi firman Allah mengatakan, memang itulah yang harus kamu lakukan, mendoakan musuhmu.
~
SO
# Budy 2012-03-01 08:18
*
To: Darius,

Terima kasih untuk jawaban yang Saudara berikan. Memang benar kalau dikatakan bahwa sekarang kita dapat tahu ajaran-ajaran Yesus dari Alkitab. Apakah Yesus mengajarkan bahwa Dia adalah Allah sendiri dan bukan Anak Allah?

Injil, Rasul Besar Yohanes 10:36, masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?
# Staff Isa dan Islam 2012-03-02 16:56
~
Saudara Budy,

Dalam hal ini saudara harus mengerti terlebih dahulu apa arti dari kata 'Anak Allah'. Bagi orang Kristen, kata 'Anak Allah' hanyalah kata kiasan/figurati f. Kekristenan tidak pernah mengajarkan bahwa Allah mempunyai anak biologis.

Apakah Yesus pernah mengaku bahwa Dia adalah Allah? Inilah perkataan Yesus tentang itu. “Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan” (Injil, Rasul Besar Yohanes 13:13).

Apakah Yesus pernah mengajarkan bahwa Dia adalah Tuhan? Bila saudara membaca Injil, saudara akan melihat bagaimana Yesus melakukan pekerjaan-peker jaan yang hanya dapat dilakukan Allah. Diantaranya: Mengampuni dosa seseorang (Injil, Rasul Lukas 7:48). Menghidupkan kembali orang yang sudah mati bahkan sudah berbau (Injil, Rasul Besar Yohanes 11:43).
~
SO
# dariusherlambang 2012-03-01 09:21
*
To: Saudara Budy,

Tuhan memiliki cara-Nya sendiri dalam memahamkan pernyataan-Nya kepada manusia, sama seperti Injil (Kabar keselamatan di dalam Kristus) memahamkan kita bukan usaha kita manusia memahami Injil. Apa yang diusahakan manusia untuk memahami-Nya sungguh berbeda dari keinginan Tuhan.

Demikian Saudara Budy, Tuhan memberkati.
# Staff Isa dan Islam 2012-03-03 16:30
~
Saudara Darius,

Terimakasih untuk tanggapan yang sudah saudara berikan atas komentar yang disampaikan oleh saudara Budy.

Kami setuju dengan pendapat saudara, bahwa Allah memiliki cara-Nya sendiri dalam menjelaskan kepada kita tentang firman-Nya.

Semoga tanggapan yang saudara berikan dapat menambah pemahaman saudara Budy tentang keselamatan dan juga Firman Allah.
~
SO
# auralius 2012-03-01 12:48
*
Sebagai orang awam, memang sangat sulit mencerna "firman menjadi manusia". Terlalu sulit untuk dipahami, hanya orang yang diberikan penglihatan oleh Allah sendiri untuk dapat memahaminya.

Apakah setelah menjadi manusia lalu mati, Firman itu kembali menjadi jati diri-Nya? Menjadi Firman kembali, bukan dalam wujud daging?
# Staff Isa dan Islam 2012-03-02 16:55
~
Saudara Auralius,

Allah itu adalah Allah yang Maha Sempurna, Maha Pengasih. Sifat-sifat Allah yang demikian tidak dapat dicerna manusia bila hanya mengandalkan akal pikiran atau logika.

Sifat-sifat Allah hanya dapat dipahami dengan iman. Demikian juga dengan 'Firman Allah menjadi manusia' yang dikenal dengan nama Isa Al-Masih. Saudara tidak akan dapat memahaminya tanpa pertolongan dari Allah.

Bila memang saudara rindu untuk memahami atau mengerti tentang karya Penebusan yang dilakukan Allah melalui Firman-Nya [Isa Al-Masih], ada baiknya saudara mengetahui lebih lagi tentang Pribadi Isa Al-Masih.

Silakan saudara menyelidiki dengan cermat dua link berikut: http://tinyurl.com/4xhnjyf dan http://tinyurl.com/3cvhqy3.

Sebelum saudara mempelajarinya, berdoalah dan mintalah tuntunan dari Allah. Semoga dengan mempelajari dua link di atas, saudara mendapat berkah dari Allah.
~
SO
# dariusherlambang 2012-03-01 12:58
*
To: Auralius,

Tuhanlah yang memampukan kita mengenal diri-Nya dalam iman dan kebenaran. Siapapun yang beriman kepada Tuhan tentu dimampukan untuk mengenal-Nya.

Demikian saudara Auralius, Tuhan memberkati.
# Staff Isa dan Islam 2012-03-02 16:54
~
Terimakasih saudara Darius atas jawaban yang saudara berikan. Semoga dapat membantu saudara Auralius untuk mengenal lebih lagi tentang keberadaan Allah dan kasih-Nya yang begitu besar bagi manusia.
~
SO
# dariusherlambang 2012-03-01 13:30
*
To: Staf IDI,

Terimakasih diperbolehkan belajar di situs ini untuk memperkaya pengetahuan akan pengenalan kepada Firman yang hidup, Juruselamat saya di dunia dan di surga.

Tuhan memberkati kita semua.
# Staff Isa dan Islam 2012-03-02 16:53
~
Sama-sama saudara Darius,

Kami senang bila situs kami dapat bermanfaat bagi saudara dan dapat menambah pengetahuan saudara akan kebenaran Firman Allah yang hidup.

Bila ada kesempatan, silakan juga mengunjungi dua situs kami lainnya, yaitu: www.isadanalquran.com dan www.isadanalfatihah.com.

Semoga dua situs kami lainnya juga bermanfaat bagi saudara.
~
SO
# rachmadfajar 2012-03-01 15:06
*
Apakah Isa Al-Masih adalah Allah?

Bagaimana dengan kalimat di atas: Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara -Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu" (Injil, Rasul Besar Yohanes 20:17).

Apakah Isa Al-Masih pergi kepada diri-Nya sendiri?
# Staff Isa dan Islam 2012-03-06 14:04
~
Konteks ayat yang saudara kutip adalah percakapan Isa Al-Masih dengan Maria, saat Isa bangkit pada hari ketiga setelah penyalibannya. Saat itu Maria tidak menyadari bahwa yang dihadapannya adalah Isa Al-Masih, karena Maria berpikir bahwa Isa telah meninggal.

Karena itu Isa Al-Masih mejelaskan pada Maria bahwa Ia telah bangkit dan akan kembali ke sorga, ke tahtanya sebagai Allah.

Ingat bahwa Allah Maha kuasa, sekalipun Allah menjadi manusia, namun bukan berarti tahta Allah kosong. Allah Maha hadir, Ia dapat berada dimana-mana dalam waktu yang bersamaan sekalipun.

Walaupun Allah menjadi mansia, namun pada haklekatnya Ia tetaplah Allah. Isa Al-Masih dan Allah adalah satu, seperti perkataan Isa Al-Masih “Aku dan Bapa adalah satu." (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30).
~
NN
# dariusherlambang 2012-03-01 17:01
*
To: Saudara Budy,

Memang sungguh sulit mencerna ke-Ilahian Isa/Yesus dengan standar pemikiran kedagingan sehingga yang terjadi hanyalah perdebatan, namun sebagai orang percaya tentu mengerti perbedaan penciptaan dari Adam, manusia dan Isa/Yesus terlepas dari apapun istilahnya untuk menyamakan hal itu.

Sungguh saya bahagia lahir dan percaya kepada Firman yang hidup, sebab Dia mengajarkan untuk tidak menyombongkan kedagingan kita. Iblis pun tak paham sehingga mencobai Isa/Yesus dalam kemanusiaan-Nya , tapi apakah hasilnya?

Apalagi saya yang hanya sebutir debu tentu sangat mengharapkan kasih karunia Tuhan agar dapat selamat, bagaimana caranya? Firman yang hiduplah yang dapat menuntun kita.

Demikian Saudara Budy, Tuhan memberkati.
# Staff Isa dan Islam 2012-03-03 16:30
~
Terimakasih untuk tanggapan yang sudah saudara berikan atas komentar yang disampaikan oleh saudara Budy.

Saudara benar, ke-Ilahian Isa Al-Masih hanya dapat dipahami melalui hikmat dari Allah dan iman kepada Allah. Keterbatasan akal manusia tidak akan pernah mampu memahami kebesaran Allah.
~
SO
# auralius 2012-03-01 19:55
*
Rasanya terlalu sulit untuk membuka hati kepada Isa Al-Masih, karena jika saya berdoa, jika saya meminta, jika saya berharap, apakah layak saya meminta kepada "sesama manusia"?

Apakah Isa Al-Masih dapat mengabulkan doa kita, sedangkan Dia sendiri adalah manusia? Ataukah jika saya percaya pada Yesus nanti, saya tetap berdoa pada Allah, bukan pada Yesus?

Bagaimana ini, kepada siapa saya harus fokus nanti? Allah (Roh) atau Allah (manusia)?
# Staff Isa dan Islam 2012-03-03 16:31
~
Memang lebih dari dua ribu tahun lalu, ada satu Pribadi bernama Isa Al-Masih lahir ke dunia. Bayi Isa Al-Masih lahir dari seorang perawan bernama Maryam.

Namun, Injil dan Al-Quran mencatat, Maryam mengandung Isa Al-Masih dari Roh/Kallam Allah (Qs 3:45). Artinya, Isa Al-Masih berasal dari Allah. Dia tidak sama seperti manusia umumnya.

Apakah Isa Al-Masih dapat mengabulkan doa kita? Iya. Dia dapat mengambulkan doa saya dan doa saudara. Sebab Isa Al-Masih adalah 100% Allah! [Lebih jelasnya, silakan saudara membaca artikel pada url ini: http://tinyurl.com/6pmh4mg.

Inilah janji Isa Al-Masih bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya” (Injil, Rasul Besar Yohanes 15:7).
~
SO
Video Isa Dan Islam

Click gambar di atas untuk video-video terbaru kami

www.videoisadanislam.com

isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer