Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter
Cetak

Dari Mana Asal Kata "Allah"?

allahTidak jarang orang Kristen menggunakan kata 'Allah' untuk menyebut Tuhannya. Namun secara umum, kata “Allah” lebih identik dengan agama Islam, yaitu panggilan untuk sesembahannya. Sehingga tidak heran, terdapat sebanyak 2,679 kata ‘Allah’ dalam Al-Quran. Lalu, dari manakah sebenarnya asal kata “Allah” ini?

Kata ‘Allah’ Berasal Dari Bahasa Semitik

Nama Allah terdiri dari Al (the, itu) dan Ilah (Deity, God). Artinya: Ilahi yang satu. Kata “Allah” berasal dari bahasa Semitik, yang merujuk kepada Sem, putra nabi Nuh. Bahasa Semitik juga merupakan kelompok bahasa yang terdiri dari bahasa Arab, Amhar, dan Ibrani.

Kata lain dari Allah dalam bahasa Ibrani yang berasal dari bahasa Semitik yaitu: Elohim, El, Elyon dan Eloah. Dalam Alkitab terdapat 2,500 kata 'Elohim', dimulai dari ayat pertama dari Alkitab. “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi” (Taurat, Kitab Kejadian 1:1) – Ingat, kata untuk Allah di sini adalah Elohim! Dan Elohim adalah nama pertama yang diberi bagi Sang Pencipta dalam Kitab Suci.

Pengguna Kata 'Allah' Bagi Sang Pencipta

Awalnya kata Allah digunakan oleh orang-orang kafir di Mekah sebelum Muhammad lahir. Juga orang  Kristen Arab yang hidup sebelum zaman Islam, memakai nama Allah untuk Sang Pencipta. Saat ini orang Kristen Arab, Yahudi, Roma Katolik Malta, Kristen Indonesia dan Malaysia memakai kata “Allah” bagi Pencipta.

Namun akhir-akhir ini kita banyak mendengar perdebatan mengenai siapakah yang berhak menggunakan nama Allah. Hal ini membawa kita pada masalah terpenting. Yaitu: Bagaimanakah kita sebagai orang berdosa dapat datang dan berhadapan dengan Sang Pencipta?

Jelas siapa saja dapat menggunakan nama 'Allah' untuk Sang Pencipta. Tapi, tidak semua orang dapat mendekati 'Allah' karena dosa!

Amal Perbuatan Tidak Dapat Menyelamatkan

Umat Muslim percaya amal dan ibadah dapat “mendekatkan” mereka pada Allah. Jelas hal ini mustahil. Bahkan Muhammad sendiri berkata, “Tidak seorang pun di antara kalian yang akan diselamatkan oleh amal perbuatannya. . . . . . . Aku juga tidak, hanya saja Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadaku akan tetapi tetaplah kalian berusaha berbuat dan berkata yang benar” (Hadits Shohih Bukhori Jilid 8, nomor 470).

Orang beragama mendiskusikan bagaimana asal-usul kata Allah. Namun mereka tidak tahu bagaimana “mendekati Allah” atau tidak yakin mereka dapat “mendekati” Allah. Sungguh aneh bukan!

Isa Al-Masih Membuka Jalan Kepada Allah

Hanya ada satu cara untuk dapat sampai kepada Allah. Yaitu melalui anugerah dari Allah lewat pengorbanan Isa Al-Masih. Isa Al-Masih adalah “Domba” Allah yang datang ke dunia untuk membersihkan hati manusia dari dosa. Sehingga dengan hati yang bersih, manusia dapat mendekati Allah yang Al-Quddus. Kitab Suci berkata, “Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:29).

Inilah janji yang diberikan Isa Al-Masih kepada setiap orang yang mau percaya kepada-Nya. "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

[Staff Isa dan Islam – Mungkin Saudara ingin membaca kesaksian mengenai orang Muslim yang datang pada Allah melalui Isa Al-Masih.]

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Add comment

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Komentar hanya diperbolehkan menjawab salah satu dari 3 pertanyaan fokus yang dimuat di bagian akhir artikel. Kecuali beberapa artikel yang tidak memuat 3 pertanyaan fokus.
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments  

# Bagas 2013-02-20 12:53
*
Mengenai hadits yang anda post di atas, bukankah itu senada dengan kepercayaan anda mengenai Sola Gratia?
# Staff Isa dan Islam 2013-02-21 22:04
~
Saudara Bagas,

Berarti saudara percaya bahwa yang dapat menyelamat seseorang bukanlah amal dan ibadah, melainkan hanya kasih karunia Allah?

Bila demikian, setujukah saudara dengan isi dari ayat ini: “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Injil, Surat Efesus 2:8-9)?
~
SO
# Hendra 2013-02-20 17:30
*
Alangkah anehnya Tuhan Kristen menyamakan manusia dengan binatang domba dengan ayat-ayatnya.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-24 08:17
~
Saudara Hendra,

Salah satu 'nama' yang diberikan kepada Tuhan Yesus adalah 'Gembala.' Artinya, Yesus Kristus adalah 'Gembala' yang akan menuntun umat-Nya dari kegelapan dosa kepada terang kemuliaan Allah.

Kitab Suci menuliskan, “Akulah [Yesus Kristus] gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:11; 14).

Kata 'domba' pada ayat di atas hanya arti kiasan. Bukan berarti Yesus melihat umat-Nya sama seperti domba dalam arti sesungguhnya.
~
SO
# aboebakarabu 2013-02-20 18:54
*
Umat Muslim percaya amal dan ibadah dapat “mendekatkan” mereka pada Allah. Jelas hal ini mustahil. Bahkan Muhammad sendiri berkata: "Tidak seorang pun di antara kalian yang akan diselamatkan oleh amal perbuatannya. . . . . . . Aku juga tidak, hanya saja Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadaku akan tetapi tetaplah kalian berusaha berbuat dan berkata yang benar” (Hadits Shohih Bukhori Jilid 8, nomor 470).

Hanya ada satu cara untuk dapat sampai kepada Allah. Yaitu melalui anugerah dari Allah lewat pengorbanan Isa Al-Masih

Bagaimana nasib mereka dihari penghakiman nanti, padahal mereka beramal dan berbuat kebaikan Adakah tempat surga buat mereka?

Mohon pencerahannya!
# Staff Isa dan Islam 2013-02-24 08:17
~
Saudara Aboebakarabu,

Dari ayat di atas sudah jelas dikatakan bahwa amal dan ibadah tidak dapat menyelamatkan seseorang. Dengan kata lain, Allah tidak dapat 'disogok' dengan amal ibadah kita, agar Dia mau membukakan pintu sorga bagi kita.

Orang Kristen yang sudah menerima keselamatan dari Isa Al-Masih, mereka diwajibkan untuk melakukan amal dan ibadah. Namun motifasi mereka melakukan hal tersebut bukan untuk mendapatkan keselamatan sorgawi, tetapi lebih kepada ungkapan rasa syukur, atas keselamatan yang telah diterima dari Isa Al-Masih.

Itulah sebabnya Isa berkata, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah" (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:3). Artinya, seseorang yang telah menerima keselamatan dari Isa Al-Masih, dia harus meninggalkan kehidupannya yang lama, yang penuh dengan dosa. Dan sekarang oleh pertolongan Tuhan, ia menjadi manusia yang baru, yang telah diampuni dosanya.
~
SO
# Hulondhalangi 2013-02-20 19:09
*
Allah dalam Islam tidak beranak dan diperanakan. Sedangkan Allah dalam Kristen memiliki anak dan anak itu adalah Allah sendiri. Aneh pencipta jadi ciptaan.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-24 08:18
~
Saudara Hulondhalangi,

Untuk mendapatkan penjelasan atas komentar saudara di atas, kami sarankan saudara membaca artikel kami yang menjelaskan bahwa orang Kristen mempercayai Allah tidak mempunyai anak biologis.

Silakan klik pada link ini: http://tinyurl.com/b53xf54.
~
SO
# The answer 2013-02-21 07:28
*
To Sdr Aboebakarabu,

Manusia sebagai pendosa dan najis, sedangkan Allah adalah Maha Kudus dan Suci. Banyak usaha yang dilakukan manusia untuk datang kepada Allah melalui kesalehan; ilmu pengetahuan dan perbuatan baik. Apakah bisa? Tidak jawabannya, Mengapa? Banyak orang-orang saleh/tokoh agama juga nabi melanggar firman Allah padahal mereka memahami.

Kecanggihan ilmu pengetahuan dan kecerdasan otak manusia tidak mampu menggantikan kuasa Allah. (contoh: Jepang canggih mengatasi gempa bumi ternyata diluluh lantakkan oleh tsunami dan gempa bumi). Perbuatan baik pun sekarang dijadikan kendaraan politik dan dilakukan dengan hati yang tidak tulus; mencari pahala dan simpati.

Dalam konsep Kristen, bukan kita yang mencari tetapi Allah yang mencari kita melalui Yesus. Dengan pertobatan yang sesungguhnya, anugerah keselamatan-Nya diberikan kepada manusia yang najis, kotor dan bau. Kasih Allah memeluk dan menguduskan kita.
# sarianto 2013-02-21 11:58
*
Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun." (Keluaran 3:15)

Injil saja berkata Allah itu sebutan turun temurun!
# Staff Isa dan Islam 2013-02-26 08:53
~
Jauh sebelum kehadiran agama Islam, orang Arab yang beragama Kristen sudah menggunakan kata "Allah" ketika mereka berdoa kepada el, elohim, eloah. Bahkan tulisan-tulisan Kristen dalam bahasa Arab pada masa itu sudah menggunakan kata "Allah" sebagai padankata untuk el, elohim, eloah.

Sekarang ini, kata "Allah" tetap digunakan dalam Alkitab bahasa Arab, baik terjemahan lama (Arabic Bible) maupun terjemahan yang baru (Today's Arabic Version). Dari dahulu sampai sekarang, orang Kristen di Mesir, Libanon, Iraq, Indonesia, Malaysia, Brunai, Singapura dan diberbagai negara di Asia serta Afrika yang dipengaruhi oleh bangsa Arab tetap menggunakan kata tersebut.

Yang penting dalam menggunakan suatu nama adalah 'siapakah yang kita maksudkan dengan menyebut nama. Alkitab menyatakan bahwa nama "Allah" untuk menyebut Pencipta Alam Semesta dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus.

"Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan," (Injil, 2 Korintus 1:3).
~
SL
# aboebakarabu 2013-02-21 17:00
*
To. The Answer,

Terimakasih atas penjelasannya. Bukannya saya setuju dengan ateis, tetapi saya melihat justru orang yang tidak beragama (ateis) lebih kelihatan "beriman" daripada orang mengakunya beragama padahal perbuatannya sangat jauh dari ajarannya. Apakah salah bila orang berbuat baik dan perbuatan mulia lainnya sampai harus masuk neraka?

Mohon pencerahannya.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-24 18:51
~
Saudara Aboebakarabu,

Tentu tidak ada yang melarang seseorang untuk melakukan perbuatan mulia. Tapi, melakukan perbuatan mulia tidak berarti serta-merta orang tersebut pasti masuk sorga.

Secara sederhananya begini, sorga disebut juga sebagai Kerajaan Allah. Orang-orang yang akan dimasukkan Allah ke dalam Kerajaan-Nya tentulah orang-orang yang menyembah Dia, orang-orang yang mengenal Dia, dan orang-orang yang mengakui Dia sebagai Pencipta dan Sang Pemilik.

Orang-orang Atheis adalah mereka yang tidak percaya akan adanya Tuhan. Nah, menurut saudara, apakah Tuhan akan memasukkan orang yang demikian ke dalam Kerajaan-Nya?

Menurut Kitab Suci, hanya orang-orang yang melakukan kehendak Allah-lah yang akan masuk dalam Kerajaan-Nya. “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga” (Injil, Rasul Besar Matius 7:21).
~
SO
# Harry 2013-02-21 22:04
*
Kepastian keselamatan ada pada Yesus Kristus sebagaimana disebutkan di dalam Yohanes 14:6. Saya sendiri kurang memahami bagaimana dengan orang yang tidak mempercayainya.

Ada pula keyakinan yang menyatakan bahwa mereka yang melakukan kebaikan maka akan masuk ke dalam surga. Saya pribadi tidak sepakat dengan hal ini. Motivasi kebaikan yang dibangun oleh orang-orang ini adalah karena keselamatan yang ada itu (seolah-olah TUHAN bisa dirayu oleh kebaikan).

Saya lebih meyakini kepada pemahaman bahwa sekalipun TUHAN tidak menyiapkan surga, saya akan tetap menyembahnya sebagai TUHAN karena memang sudah seharusnya demikianlah kita berbuat kepada-Nya.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-26 09:10
~
Perbuatan baik merupakan suatu tindakan yang diharapkan setiap orang. Karena tindakan ini sangat menyentuh hati banyak orang, maka tidak mengherankan jika perbuatan baik dijadikan kelompok tertentu sebagai alat untuk memperoleh hidup kekal.

Namun Alkitab tidak sependapat dengan keyakinan seperti ini. Alkitab tidak membenarkan dan mengajarkan pekerjaan baik sebagai sarana untuk memperoleh hidup kekal.

“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” (Injil, Surat Efesus 2:8-9) Ayat ini memberikan sanggahan kuat bahwa manusia bisa menyelamatkan dirinya sendiri.

Selanjutnya Injil, Surat Efesus 2:10 menjelaskan lebih lanjut, “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.”

Ini menegaskan bahwa setiap orang setelah diselamatkan ia harus melakukan perbuatan baik dan harus menjadi bagian dari kehidupannya. Perbuatan baik bukan untuk menyelamatkanny a tetapi sebagai bukti bahwa ia sungguh-sungguh percaya pada Isa Al-Masih.

~
SL
# Harry 2013-02-21 22:06
*
Mengenai perbuatan baik, saya percaya orang-orang yang telah diselamatkan di dalam Yesus Kristus melakukannya atas dasar syukur kepada-Nya. Jadi, bukan untuk mendapatkan keselamatan maka kita berbuat baik, tetapi karena telah diselamatkan (atas rasa syukur) maka berbuat baik.

Segala puji bagi Allah di tempat yang maha tinggi!
# Staff Isa dan Islam 2013-02-26 08:34
~
Saudara Harry,

Kami setuju dengan komentar saudara.

Keselamatan bukan kita dapatkan karena kita berbuat baik, berbuat baik merupakan ucapan syukur atas keselamatan yang telah di berikan oleh Allah melalui Isa Al-Masih.

"...Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya..." (Injil, Surat Titus 3:5)

~
SL
# The answer 2013-02-21 22:16
*
To Sdr Aboebakarabu,

Iman adalah ketaatan manusia kepada kedaulatan dan kuasa Allah untuk sesuatu yang belum terjadi dan di luar pengertian logika manusia. Di Alkitab banyak disampaikan kehidupan keimanan, misalnya Abraham yang mengikuti perintah Allah meninggalkan negeri, sanak saudara dan rumah bapanya ke negeri lain yang tidak diketahuinya (kejadian 12); demikian juga ketaatan Abraham pada saat diminta mengorbankan anaknya (Kejadian 22); contoh lainnya adalah Nuh dan bahteranya (kejadian 6).

Orang beragama belum tentu beriman apalagi penganut paham ateis. Apakah ateis percaya surga dan neraka? Dan Apakah ateis masuk surga atau neraka? Jawabannya ada pada Matius 10: 32-33 "Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan BapaKu yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan BapaKu yang di sorga"
# Haydar ali 2013-02-22 00:09
*
Dalam konsep Kristen, bukan kita yang mencari tetapi Allah yang mencari kita melalui Yesus, apakah Allah itu barang dagangan?

Tuhan diatur manusia, ini sama hal-nya dengan Allah disuruh menyembah manusia. Kebutuhan kita semua dicukupi oleh Dia, bagaimana mungkin malah Dia yang disuruh cari kita?

Itulah akibat paham Agama yang hanya mengandalkan logika
# Staff Isa dan Islam 2013-02-26 09:46
~
Di luar Kekristenan, orang mencari Allah dengan tujuan yg tidak jelas. Lagipula mengapa Allah dicari? Allah tidak pernah hilang! Justru manusia yang terhilang. Oleh sebab itu Allah berusaha mencari dan menyelamatkan manusia yang telang terhilang dari hadapan-Nya akibat dosa.

Dalam masa Perjanjian Lama, Allah berusaha untuk menyelamatkan manusia secara langsung. Terbukti pada saat manusia pertama jatuh dalam dosa, Allah sendirilah yang bertindah mencari manusia di Taman Eden. Allah sendiri juga yang menyediakan pakaian dari kulit binatang sebagai tanda rancangan keselamatan manusia melalui korban darah

Inilah anugrah Allah yang sangat luar biasa bagi kita, bukan kita yang mencari Allah untuk keselamatan hidup kita manusia, tetapi Allah yang mencari dan menyelamatkan kita! Kebenaran ini ditegaskan oleh Isa Al-Masih, Dia mengatakan, “Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang terhilang.” (Injil, Rasul Lukas 19:10)

~
SL
# copas 2013-02-22 02:22
*
Dalam Kristen, Tuhan yang mencari manusia = penggembala (Tuhan Yesus) mencari domba (manusia).Kalau begitu adanya, susah banget Tuhan (penggembala) mencari manusia (domba), kalau tidak tentunya semua manusia didunia ini harusnya sudah jadi Kristen.Yang terjadi, justru domba (manusia=mision aris) yang turun-tangan dengan segala cara untuk membantu penggembala mencari dombanya.

Itu artinya juga, Tuhan Yesus tak berdaya karena membutuhkan manusia.Tapi dalam Islam, manusialah yang butuh dan mencari Allah. Karena walaupun semua mahluk hidup didunia ini berpaling dan tidak sujud terhadapNya, semua itu tak akan mengurangi sedikitpun Kekuasaan Allah Yang Maha Perkasa.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-26 08:17
~
Saudara Copas,

Mungkin selama ini saudara berpikir bahwa Allah membutuhkan manusia itu adalah suatu kehinaan. Sebenarnya ini pandangan yang keliru. Justru kebalikannya, kalau Allah membutuhkan kita itu adalah suatu kemuliaan.

Allah membutuhkan kita itu bukan karena motivasi jasmani, seperti kita membutuhkan makanan, mengenyangkan perut kita. Kalau model kebutuhan Allah seperti ini memang merupakan kehinaan. Tapi model kebutuhan Allah adalah untuk dikasihi.

Kasih merupakan sifat dasar Tuhan. Karena begitu besar kasih Allah pada manusia, maka tinggal bersama dengan manusia di surga merupakan kebutuhan bagi Allah. Kalaupun Allah lebih membutuhkan kita, daripada kita membutuhkan Allah. Semata hanya karena kasih Allah kepada manusia terlalu besar.

"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16)
~
SL
# The answer 2013-02-22 07:23
*
To Sdr Haydar Ali dan Sdr Copas,

Allah yang berinisiatif mencari manusia, bukan manusia memerintah Allah mencari kita. Apakah saudara-saudara mengenal kisah Babelonia? Dimana dibuat menara setingi-tinggin ya untuk mendekati Allah, tetapi dihancurkan Allah karena Dia tidak berkenan dan mereka diserakkan-Nya dengan saling tidak mengerti karena bahasa yang dikacaukan oleh Allah. Ini adalah salah satu contoh manusia mencari Allah.

Tetapi apabila Allah yang berinisiatif mencari manusia, maka jawabannya ada di Lukas 5:27-32. Perhatikan ayat 31-32 "Lalu jawab Yesus kepada mereka, kataNya: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit"; Aku datang bukan untk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat"

Inilah berita anugerah keselamatan bagi saya orang berdosa yang mencari Allah. Karena saya sadar bahwa saya kotor najis dan pendosa, sedangkan Allah adalah Maha Kudus dan Suci.
# banu 2013-02-22 10:25
*
Tidaklah salah beramal dan berbuat kebaikan, yang penting adalah jangan beranggapan bahwa amal dan kebaikan itulah sebagai penentu kita diterima di sisi-Nya sehingga kita bermegah diri, karena hal itu adalah karunia dari Tuhan dan yang penting kita harus percaya bahwa Yesuslah Sang Juruselamat.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-26 08:31
~
Saudara Banu,

Memang benar bahwa tidak dapat berbuat baik untuk menyenangkan hati Allah, karena kebaikan dan ibadah kita hanyalah kain kotor di hadapan Allah.

"Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor;" (Kitab, Nabi Yesaya 64:6)

Selain itu kita hanya dapat menjadi benar di mata Allah oleh karya Isa Al-Masih di kayu salib. "Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman . . . " (Injil, Surat Roma 5:1).

Artinya Allah menyatakan bahwa kita seorang yang berdosa dijadikan orang yang benar karena pengorbanan Isa Al-Masih. Dia melakukan pembenaran ini dengan menaruh, dan mengenakan kebenaran Isa Al-Masih kepada kita orang berdosa. Hal ini hanya terjadi karena iman. Yakni, ketika kita percaya kepada Dia sebagai Juruselamat.
~
SL
# banu 2013-02-22 10:34
*
Sangat setuju dengan pendapat sdr Harry. Saya kira pendapat saudara Harry sudah dapat menjawab semua pertanyaan kita.
# katolik sejati 2013-02-22 19:36
*
Yesus Kristus adalah Allah sendiri. Dia rela turun dari surga dan merendahkah diri-Nya dengan wafat di kayu salib. Hal itu menandakan bahwa Allah sungguh mengasihi umat-Nya. Itu juga terbukti ketika manusia pertama jatuh ke dalam dosa.

Kejadian 3:9 “Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?" Hal itu menjadi bukti nyata bahwa Allah sungguh mengasihi manusia, walau manusia tak taat kepada Allah Bapa.

Semoga Allah Bapa yang maha kuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal. Amien.

To staf IDI, Semoga Roh Kudus beserta kalian untuk selalu menyatakan kebenaran bahwa Yesus adalah Allah itu sendiri. Tuhan memberkati.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-24 18:53
~
Saudara Katolik Sejati,

Terimakasih sudah bergabung di forum ini. Terimakasih juga untuk penjelasan yang sudah saudara berikan. Semoga apa yang sudah saudara tuliskan, dapat menjadi satu pencerahan bagi teman-teman lain yang membacanya.
~
SO
# copas 2013-02-22 22:20
*
Quoting katolik sejati:
ALLAH mencari adam. Kejadian 3: 9 ini isi ny Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?" Itu menjadi bukti nyata bahwa ALLAH sungguh mengasihi manusia walau manusia tak taat kepada ALLAH BAPA.


Lucu sekali, mengapa Allah mencari Adam yang sembunyi ("Dimanakah engkau?). Mengapa Adam dan Eva bisa-bisanya sembunyi dari Allah? Yang namanya Allah (pastinya) Maha Mengetahui dan tak ada satu mahlukpun yang bisa luput dari 'pengamatan' Allah.

Apalagi, kata di Injil, Adam dan Eva (yang bersembunyi karena malu) saat mendengar suara "langkah kaki" Allah. Apakah Allah itu sama dengan manusia yang punya kaki? Sungguh tidak masuk akal.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-24 18:54
~
Saudara Copas,

Sebelum kami menanggapi komentar saudara di atas, sekali lagi kami ingin mengingatkan saudara, bahwa kebesaran Allah tidak dapat diselami hanya dengan mengandalkan akal manusia. Dia perlu dimengerti dengan iman!

Alkitab mencatat bahwa pada awalnya hubungan manusia dengan Allah adalah baik. Manusia dapat tinggal bersama-sama dengan Allah di taman yang sama, dan juga manusia dapat bercakap-cakap dengan Allah. Jadi, saudara tidak perlu heran ketika Alkitab mengatakan bahwa manusia itu mendengar suara langkah Tuhan.

Mengapa Tuhan yang mencari manusia? Jawabannya: Karena Tuhan tidak ingin manusia binasa karena dosa. Sebagaimanapun berontaknya manusia, Allah selalu memaafkan dan mencari agar mereka mau kembali kepada terang-Nya. Itulah bukti kebesaran kasih Allah.
~
SO
# mantan nasrani 2013-02-22 22:49
*
Quoting katolik sejati:
YESUS KRISTUS adalah ALLAH sendiri. DIA rela turun dari surga juga merendah kah diri NYA dengan wafat di kayu salib itu menandakan bahwa ALLAH sungguh mengasihi umat NYA. Itu juga terbukti ketika manusia pertama jetuh ke daam dosa, ALLAH mencari adam. Kejadian 3: 9 ini isi ny Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?" Itu menjadi bukti nyata bahwa ALLAH sungguh mengasihi manusia walau manusia tak taat kepada ALLAH BAPA.
Benar sekali, Allah mengasihi umat-Nya. Makanya Allah Maha Pengasih dan Penyayang serta Maha Pengampun, sehingga Nabi Adam yang bertobat dari dosa juga telah diampuni oleh-Nya. Bukan slogan "upah dosa adalah maut" karena kenyataannya Nabi Adam hanya dikeluarkan dari taman Eden.

Jadi Allah punya kekuatan dan kekuasaan yang tak terbatas untuk mengampuni dosa umat-Nya bila sungguh-sungguh bertobat tanpa diperlukan korban!
# Staff Isa dan Islam 2013-02-24 18:55
~
Saudara Mantan Nasrani,

Salah besar bila saudara beranggapan Allah begitu saja mengampuni dosa Adam dan Hawa tanpa memberi hukuman.

Inilah hukuman yang diberikan Allah kepada Adam, “Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu" (Taurat, Kitab Kejadian 3:17-19).

Ketika Adam belum melanggar perintah Allah, dia tinggal menikmati kemuliaan yang Allah berikan. Tidak perlu bekerja untuk memenuhi kebutuhannya, karena Allah telah menyediakan semuanya. Tetapi, ketika dia melakukan dosa, semua 'fasilitas' yang Allah berikan hilang, dan dia harus berusaha sendiri memenuhi kebutuhannya. Itulah upah dari dosa yang dia lakukan.

Jadi, ayat yang mengatakan "upah dosa adalah maut" bukan hanya sekedar slogan seperti perkiraan saudara.
~
SO
# kafirisasi 2013-02-23 07:46
*
To Sdr copas,

Allah mencari Adam. Kejadian 3:9 “Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?" Itu menjadi bukti nyata bahwa Allah sungguh mengasihi manusia walau manusia tak taat kepada Allah Bapa.

Firman Allah dinyatakan dan diterima para nabi karena Allah mendatangi mereka (mis: Keluaran 3: Allah menemui Musa di Gn Horeb berupa nyala api semak yang tidak terbakar). Manusia diberi hati; akal - budi dan dimampukan memilih sapaan Allah. Apakah kita mau menyambut-Nya dan mencari kerajaan-Nya atau mengeraskan hati apabila ada ketukan lembut di hati?

Ciri-ciri suara Roh Kudus di hati: lembut; ada damai sejatera dan sukacita serta menimbukan kasih; kedamaian bagi sesamanya. Mau merasakan lawatan-Nya? Jagalah hati, taat; selami kehendak-Nya melalui firman-Nya di kitab suci; dan jalin komunikasi intim dengan Allah lewat doa.
Beritakan kebenaran-Nya dengan santun dan kasih.
# The answer 2013-02-23 08:18
*
To Sdr copas,
Quoting copas:
Emangnya Allah itu sama dengan manusia yang punya kaki ???
Pikir dong....masuk di-akalkah itu ???
Kejadian 1: Allah menciptakan manusia seturut dengan gambar dan rupa-Nya..... (manusia adalah makhluk yang termulia dan tertinggi dari semua ciptaan Allah).

Kejadian 2:7: Tuhan Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya, demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Jagalah kekudusan hati karena ada hembusan nafas-Nya... Jangan kotori hati dengan dendam; dengki; akar kepahitan; kebencian; syirik; roh keserakahan dan kuasa gelap. Lawanlah roh-roh kegelapan dengan (Efesus 6): Berdirilah tegap, berikat-pinggan g kan kebenaran dan berbaju-zirahka n keadilan, berkasutkan kerelaan; berperisai iman berketopong keselamatan dan pedang Roh yaitu firman Allah dalam segala doa dan permohonan.
# Kafirisasi 2013-02-23 08:44
*
Quoting mantan nasrani:

Bukan slogan "upah dosa adalah maut" karena kenyataannya Nabi Adam hanya dikeluarkan dari taman Eden.

Jadi Allah punya Kekuatan dan Kekuasaan yang tak
tak terbatas untuk mengampuni dosa umatNya bila sungguh2 bertobat tanpa diperlukan korban !
Maaf Sdr Mantan Nasarani,

Takutlah kepada Allah dan jangan sepelekan Dia dengan kata "hanya dikeluarkan dari taman Eden", jangan sepelekan azab dan hukuman-Nya juga jangan sia-siakan Anugerah Keselamatan-Nya .
# malaysia 2013-02-23 10:19
*
Bilangan 23:19 , "Allah bukanlah manusia dan bukan anak manusia".
Hosea 11:9, "sebab AKU ini ALLAH dan bukan manusia"

Bukti Yesus bukan Tuhan. Apa komen anda tentang ayat itu?
# Staff Isa dan Islam 2013-02-26 08:21
~
Umat Kristen percaya hanya ada satu Allah yang sejati. Isa Al-Masih sendiri mengatakan: “ … Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.” (Injil, Rasul Markus 12:29-30).

Kitab Suci, juga mengajarkan: “Tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa … yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.” (Injil, Surat 1 Korintus 8:4-6)

Dan para pengikut Isa Al-Masih mula-mula lebih cenderung menggunakan istilah “Allah” untuk Dia yang disebut oleh Isa Al-Masih sebagai “BapaKu dan Bapamu" (Inji, Rasul Besar Yohanes 20:17) dan gelar “Tuhan” untuk Isa Al-Masih. Gelar ini mengindikasikan bahwa Isa Al-Masih adalah Tuhan dan Allah.
~
SL
# moer 2013-02-23 11:34
*
To: Malaysia,

Alkitab tidak hanya mencatat yang baik-baik saja. Ini membukti bahwa Alkitab mencatat sejarah apa adanya, tidak diubah, tidak dipilih yang baik-baik saja.

Perlu anda ketahui konsep Alkitab tidak sama dengan konsep Al-Quran yang diyakini oleh umatnya sebagai ucapan Allah melalui Jibril dan diteruskan kepada Muhammad.
# Bagas 2013-02-23 13:21
*
Admin SO,

Terimakasih sebelumya. "Senada" bukan berarti sama persis. Dalam Islam memang keselamatan hanya datang dari Allah, sekiranya apa yang kita usahakan tidak cukup di mata Allah, maka sama saja kita tidak selamat. Kira-kira apa sih yang membuat amal dan ibadah kita cukup di mata Allah? Apakah anda tidak penasaran mengapa nabi Muhammad tetap memerintahkan kita untuk beribadah dan beramal baik?

Tentunya ikhlas kuncinya, jika kita beribadah karena mengharap keselamatan/sur ga, sama saja itu pamrih. Ibadah dalam Islam adalah bentuk rasa patuh, dan rasa syukur kepada Allah, bukan demi mencari surga.

Sedangkan dalam iman Kristen kalau kita membahas Sola Gratia tak akan lepas dari Sola Vide yaitu Percaya, Iman saja cukup untuk menyelamatkan. dengan dasar Sola Vide maka bertebaranlah para Kristen KTP yang beriman, namun polah tingkahnya masih liar. “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu..." Iman saja cukup
# Staff Isa dan Islam 2013-02-26 08:27
~
Pada umumnya umat beragama keberatan terhadap doktrin "diselamatkan karena iman." Karena mereka memaknai bahwa orang Kristen hanya perlu iman untuk diselamatkan dan tidak perlu berbuat baik, sehingga ia bebas berbuat dosa.

Sebenar keberatan seperti ini sudah ada pada jaman gereja mula-mula. Orang Kristen diselamatkan bukan untuk tujuan melakukan yang cemar, namun melakukan yang kudus. Orang Kristen tidak menggunakan kasih karunia Allah untuk berbuat dosa.

"Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus." (Injil, Surat1 Tesalonika. 4:7).

Perbuatan baik tidak dapat digabungkan dengan iman kita untuk memperoleh keselamatan dan pengampunan dosa, namun sebaliknya, perbuatan baik merupakan dampak alami dari keadaan orang yang sudah diselamatkan. Orang berbuat baik bukan untuk menjadi Kristen, namun karena sudah menjadi kristen, orang harus berbuat baik.
~
SL
# Harry 2013-02-23 13:39
*
Tidak ada satu orang pun yang benar. Demikian pula orang yang disebut sebagai nabi. Mereka juga manusia sama seperti kita. Di dalam dirinya terdapat keinginan-keing inan daging. Itulah yang ditunjukkan di dalam Alkitab bahwa sekalipun ia dikatakan sebagai nabi, bukan berarti ia terlepas dari kuasa dosa. Marilah kita melihat ayat berikut ini:

Seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak” (Roma 3:10)

Saya akan tunjukkan sedikit bahwa para nabi pun adalah manusia biasa yang melakukan hal yang bertentangan dengan Firman Tuhan (FT)
1. Adam; FT dilanggar: jangan memakan buah pohon pengetahuan (Kejadian 2:16-17)
2. Musa: FT dilanggar: berbicara kepada batu agar mengeluarkan air (Bilangan 20:2-13)
3. Daud; membiarkan Uria ditewaskan oleh pedang dan mengambil isterinya (2 Samuel 12:1-25)
4. Salomo; mengambil banyak isteri dan pergi kepada allah-allah lain (1 Raja-Raja 11:4)

Kemuliaan bagi Allah di tempat yang maha tinggi!
# Kafirisasi 2013-02-23 14:12
*
Sdr Bagas,

1. Beriman berbeda dengan beragama. Orang beragama belum tentu beriman. Iman adalah dimensi ketaatan dan percaya sepenuhnya akan kedaulatan kuasa Allah. Tidak dapat dijelaskan dengan logika. Matius 17: 19-21: Murid-murid Yesus bertanya kepadaNya: "Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu? Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana- maka gunung itu akan pindah, dan tak akan ada yang mustahil bagimu"

2. Apa yang membuat amal ibadah kita cukup di mata Allah? Efesus 2:8 "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu; jangan ada orang yang memegahkan diri"
# Bagas 2013-02-23 14:53
*
Sdr Kafirisasi,

Sepanjang no 1 dan 2 yg anda jelaskan, saya hanya menangkap bahwa hanya dengan iman saja, percaya saja cukup. Hanya dengan percaya maka murid dapat mengusir setan, hanya dengan iman maka terjadi keselamatan. Benar begitu? Meski tanpa usaha, orang Kristen dapat mendapatkan keselamatan? Tolong konfirmasi ini.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-26 15:29
~
Saudara Bagas,

Dikatakan, “Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbu atan adalah mati” (Injil, Surat Yakobus 2:26).

Seorang yang telah menerima keselamatan dari Yesus, harus melakukan pertobatan. Yaitu meninggalkan kehidupan yang penuh dosa kepada pola kehidupan yang baru. Inilah bukti nyata dari langkah menerima keselamatan dari Yesus. “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” (Injil, Surat 2 Korintus 5:17).

Jadi, iman saja tidak cukup. Tetapi harus diiringi dengan pertobatan melalui perbuatan-perbu atan atau kehidupan sehari-hari sesuai dengan kebenaran firman Tuhan.
~
SO
# Kafirisasi 2013-02-23 15:32
*
Sdr Bagas,

Apakah kekuatan kita sebagai manusia apabila kita tidak memiliki iman? Mengandalkan diri sendiri? Atau mengandalkan manusia lain? Atau mengandalkan teknologi? Semuanya akan mengecewakan.

Dengan iman kita memiliki pengharapan sebab ada kekuatan yang lebih besar dari apa pun yang dapat menopang hidup kita. Tuhan ajaib dan besar kuasa-Nya. Kita akan mengalami pengalaman rohani yang luar biasa karena iman percaya.
# Bagas 2013-02-23 15:37
*
Sdr Kafirisasi,

Anda belum mengonfirmasi, apakah tanpa usaha seorang Kristen bisa selamat? Ingat usaha di sini yg saya manksud adalah ibadah, perbuatan baik, usaha menunjukkan kecintaan kita kepada Tuhan, wujud rasa syukur dll. Silahkan dikonfirmasi.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-26 15:29
~
Saudara Bagas,

Seperti yang telah kami jelaskan di atas, bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati. Tetapi, perbuatan (amal dan ibadah) yang dilakukan oleh orang Kristen jelas mempunyai motifasi yang berbeda dengan yang dilakukan oleh umat Islam.

Orang Islam beramal dan beribadah tujuannya agar mendapat pahala. Berharap, pahala tersebut cukup menghantar mereka ke sorga.

Sedangkan bagi orang Kristen, tujuan beramal dan beribadah adalah ungkapan syukur atas keselamatan dan kasih karunia yang telah diberikan Allah. Untuk membalas kasih Allah tersebut, jelas kita tidak bisa membalasnya kepada Allah. Tetapi kita bisa melakukan hal tersebut kepada sesama.

Jadi, orang Kristen percaya keselamatan bukan hasil usaha manusia, tapi kasih karunia dari Tuhan. “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Injil, Surat Efesus 2:8-9).
~
SO
# Kafirisasi 2013-02-23 18:08
*
Sdr Bagas,

1. Untuk mendapatkan keselamatan ada pada Yohanes 3:5-6 "Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging. adalah daging dan apa yang dilahirkan dari Roh adalah roh"

Jelas perlu usaha untuk mendapatkan keselamatan yaitu pertobatan yang seseungguhnya dan lahir baru. Perbuatan baik adalah salah satu buah pertobatan.

2. Ibadah perlu dan penting.
# badarul Tamam 2013-02-23 21:26
*
Asal nama Allah bukan dari bahasa simetik atau bahasa apapun yang digunakan manusia, sebab adanya Allah sebelum alam apalagi manusia ada jadi bukan manusia / bahasa yang memberi nama Allah tapi Allahlah yang menciptakan manusia / bahasa manusia.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-26 10:39
~
Setiap agama pasti menyatakan “Tuhan kami satu dan mahakuasa” Semuanya memang menganggap (walau samasekali tidak terbukti) sebagai "yang mahakuasa." Sehingga Dia harus disembah agar manusia mendapatkan berkat dunia akhirat dan terhindar dari petaka.

Namun Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa Allah itu suatu pribadi; Dia cerdas, penuh kasih, adil, setia, kekal, kreatif, dan berada dalam interaksi yang dinamis dengan ciptaan-Nya. Ciri-ciri Allah dapat dirangkum ke dalam dua kelompok: ciri-ciri umum dan ciri-ciri moral.

Allah menurut ciri-ciri-Nya yang umum bersifat unik, kekal, tidak berubah, mahakuasa, mahatahu, mahahadir, roh, dan suatu pribadi. Sedangkan ciri-ciri moral Allah mencakup kekudusan, keadilan, kasih, dan kebesaran-Nya.

Kekristenan mengajarkan bahwa Allah berdaulat, Dia menopang dan memerintah alam raya. Dan Ia menjelma menjadi manusia dalam pribadi Isa Al-Masih.

"...pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan." (Injil, Surat Ibrani 1:2-3)

~
SL
# Dayak 2013-02-28 18:24
*
Al-Quran berkata bahwa Isa itu suci/soleh dan orang-orng yang mengikuti Dia di atas orang kafir.

Sekarang pertanyaanya siapakah Isa itu kalau Dia suci? Apakah ada manusia yyang suci selain Yahweh?
# iswara 2013-03-01 15:11
*
Saudara Bagas,

Sebenarnya penjelasan dari saudara admin sudah cukup jelas, anda saja yang tidak paham. Saya sedikit rangkum saja penjelasan dan makna ayat-ayat yang di kutib saudara admin.

Pada dasarnya kita harus mengenal dulu Allah dan sifat yang ada pada diri Yesus, (kalau alam semesta dan seluruh isinnya adalah perwujudan Allah), tetapi sifat Allah ada pada diri Yesus saja, kita sebagai manusia harus mengenal, percaya dan beriman kepada Yesus kalau kita benar-benar ingin mengenal Allah. Karena tidak bisa kita pungkiri kalau satu-satunya (misteri) Yesuslah yang mempunyai sifat itu, yang ada dan tercatat dalam sejarah manusia . Jadi Yesus satu satunya Jalan ( jembatan antara manusia dan Allah.

Masalah perbuatan atau amal ibadah jangan diperhitungkan dulu, karena itu menurut kehendak budi, akal dan keberanian kita untuk melanggar jika kelakuan kita buruk di dunia dan itu pun detik itu juga kita menerima upah dari segala perbuatan kita. Kehendak, budi, dan akal tidak bisa dipakai untuk pegangan hidup. Akal sering tidak jujur, dengki, suka memaksa, jahat, sombong, bahkan membuat manusia tidak berharga sama sekali di hadapan Allah, dan jauh dari sifat Allah yang ada pada Diri Yesus.

Budi juga kadang mengajak mencuri. Ketika sembayang ingin dipuji, dilihat. Semua itu jauh dari sifat Allah.

Jadi pilihan A dan B saya tidak setuju semua tanpa mengenal sifat Allah yang ada pada diri Yesus.
# iswara 2013-03-01 15:56
*
Saudara Bagas,

Mat 7:21 “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga” (Garis bawahi tulisan "Melakukan")

Anda mengutip ayat Matius apakah anda tahu kehendak Bapa? Ibadah/perbuata n baik tau apa?

Padahal kehendak Bapa yang dimaksud untuk mengenal sifat Allah yang ada pada diri Yesus. Percaya Yesus adalah Anak Allah (bukan anak hubungan biologis). Anda jangan terjebak perkataan dalam Al-Quran dan penjelasan dari ustad anda ketika Allah kog mempunyai anak.

Kalau anda berfikiran seperti itu anda malah justru yang musrik. Yang dimaksud anak di sini bukan anak semata-mata hubungan biologis antara Allah dan manusia.
# kencana ungu 2013-03-01 18:45
*
Sejak kapan orang Kristen menyembah Allah. Setau aku Allah bukan Allah dan lagi yang kalian sembah bukankah Yesus? Kalau Yesus sudah pasti Dia menyembah Allah. Tapi kalau Kristen?
# Staff Isa dan Islam 2013-03-08 13:53
~
Saudara Kencana Ungu,

'Allah' hanyalah nama untuk memanggil Sang Pencipta. Siapa pun bisa menggunakan nama ini untuk memanggil sesembahannya. Baik orang Kristen, Islam, bahkan orang Hindu sekali pun tidak masalah, bila memang mereka mau menggunakannya.

Orang Kristen mempunyai beberapa 'nama' panggilan untuk sesembahan mereka. Terkadang mereka memanggil dengan sebutan Bapa, Tuhan, Allah, Abba dll. Dengan apa pun mereka memanggil sesembahan mereka, namun satu hal yang pasti. Mereka tahu siapa yang mereka panggil/sembah. Yaitu Tuhan Sang Pencipta alam semesta.

Inilah yang dikatakan Sang Pencipta, ketika Dia memperkenalkan diri-Nya kepada orang Israel, “Akulah TUHAN, Allahmu, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, supaya Aku menjadi Allah bagimu; Akulah TUHAN, Allahmu" (Taurat, Kitab Bilangan 15:41).
~
SO
# Gaevin Dragenfodt 2013-03-02 05:15
*
Kencana Ungu,

Kalau Anda baca daftar komen dari atas, Anda akan temukan penjelasan tentang konsep Trinitas dan bahwa Yesus adalah Firman Allah yang menjelma menjadi manusia. Yesus sendiri adalah pribadi Allah. Jadi, istilah 'mempertuhankan ' yang Anda sebutkan tidaklah valid. Karena Yesus Kristus adalah Tuhan.
# iswara 2013-03-02 10:05
*
Mas Bagas, cobalah anda mengenal Pribadi Yesus. Anda membaca Injil Perjanjian Baru, jangan mencari kesalahan penulisan (semisal anda menemukan point-point kesalahan penulisan, anda urungkan dulu simpan). Tetapi point-point pada sifat-sifat Yesus dan nubuat-nubuat yang diucapkan-Nya yang tercatat di Injil, mungkin lebih banyak lagi ajaran, nubuat, perbuatan-perbu atan Yesus yang di luar akal dan pikiran manusia yang tidak tercatat di Injil (Perjanjian Baru), bilang saja itu hanya sebagian kecil. Tetapi apa yang diperbuat Yesus, mustahil manusia 1% pun menjalankannya, (1 saja manusia mustahil untuk menjalankannya)

Jadi, sangat susah untuk memahami misteri Ilahira, (Hakikat tentang Kehidupan) dan (Pribadi Yesus).

Mengapa saya mengajak anda untuk mengenal Yesus? karena sifat-sifat Allah ada pada diri Yesus tidak ada yang lain selain Yesus.
# Gaevin Dragenfodt 2013-03-02 15:06
*
Quoting minta penjelasan:
Saudara Aboebakarabu,
... lah yg katanya harus melalui YESUS gmn??

terus nasib orang2 yg lahir sebelum YESUS ada gmn? apa pasti masuk neraka?? kan katanya harus melalui YESUS...

Mengenai harus melalui Yesus, ini, Mas: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Tentang orang-orang sebelum kelahiran Yesus, Saya hanya bisa berpendapat: hanya Allah yang Maha Mengetahui dan di samping itu, Ia Maha Kasih dan Maha Pengampun. Jadi menurut hemat Saya, kita tidak akan bisa tahu secara pasti apa yang terjadi pada orang-orang sebelum kelahiran Yesus (apakah masuk surga atau neraka).

Yang pasti, Yesus menebus dosa seluruh umat manusia saat Dia wafat di kayu salib. Semoga kesimpulannya bisa Anda tarik sendiri.
# iswara 2013-03-02 15:14
*
[quote name="minta penjelasan"]Sau daraAboebakarabu,
Kepada saudara minta penjelasan:

Anda pahami ayat di bawah ini: Yohanes 8:56-58 “Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita." Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: "Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada"

Kerajaan Allah itu datang tanpa tanda-tanda, tetapi berita keselamatan apa yang disampaikan Yesus kepada manusia tentang penebusan dosa (asal) itu bagi seluruh ciptaan-Nya sesudah Masehi atau sebelum Yesus lahir, karena Allah sendiri yang menebus dosa itu dan menggantikan manusia terlepas dari kutukan dosa (asal).
# Staff Isa dan Islam 2013-03-04 22:06
*
Tolong memberikan komentar yang tidak melanggar norma-norma. Kami berhak menghapus komentar yang kasar, mengejek dan bersifat menyerang termasuk komentar yang tidak ada hubungannya dengan artikel di atas. Silakan menggunakan bahasa yang jelas dan tidak menggunakan singkatan!

PEDOMAN MEMASUKKAN KOMENTAR:

(1) Tidak boleh memakai lebih dari satu kotak.
(2) Pertanyaan / masukan harus berhubungan erat dengan uraian.
(3) Sebaiknya satu atau paling dua pertanyaan / konsep dimasukan dalam satu comment.
(4) Masukan harus selalu sopan dan jangan agresif.
(5) Masukan tidak boleh memuat banyak bahasa lain, misalnya Bahasa Arab.
(6) Masukan harus dalam Bahasa Indonesia yang lazim dimengerti semua orang.
(7) Masukan tidak boleh memakai singkatan-singk atan, misalnya yg, dlm, sdh,dlsbgnya.
(8) Huruf besar tidak boleh dipakai untuk menekankan sesuatu.
(9) Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.

Kami mempersilakan Saudara mengemail untuk pertanyaan / comment yang majemuk. Kami senang menjawabnya.

Wassalam,
Staff, Isa dan Islam
# Luna Loukaky 2013-03-19 16:28
*
Saya kurang sependapat. Allah tidak beranak dan tidak pula diperanakan.

Mengapa Isa harus dianggap Tuhan, bukankah kita tahu kalau Isa adalah manusia biasa yang lahir dari rahim seorang ibu?

Hanya ajaran agama Islam yang dapat menyebut nama Allah SWT, Allah maha besar, tidak Tuhan selain Allah.
# Staff Isa dan Islam 2013-03-21 08:54
~
Saudara Luna,

Kami setuju dengan saudara bahwa Allah tidak beranak dan tidak diperanakan dalam artian biologis. Dalam ajaran Kekristenan pun tidak pernah mengajarkan bahwa Tuhan telah melakukan hubungan biologis dengan seorang wanita hingga menghasilkan anak. Orang Kristen mengimani bahwa Allah itu kekal adanya!

Mungkin saudara akan bertanya, mengapa orang Kristen menyebut Isa anak Allah? Sebutan Anak Allah yang ditujukan kepada Isa hanyalah dalam arti figuratif/kiasa n. Lebih jelas, silakan membaca penjelasan kami pada link ini: http://tinyurl.com/b53xf54.

Orang Kristen tidak pernah menganggap Isa sebagai Tuhan. Karena memang sejak semula Dia adalah Tuhan yang bersemayam dalam keilahian-Nya. Ketika Dia memutuskan datang ke dunia untuk menyatakan diri-Nya kepada ciptaan-Nya, maka Dia harus terlebih dahulu membungkus keilahian-Nya dengan daging manusia. Apakah masul akal? Memang sulit diterima oleh akal. Bagaimana mungkin Tuhan menjadi manusia?

Tapi itulah yang terjadi! Allah yang maha berkehendak, dapat menjadi apa saja sesuai kehendak-Nya bukan?

“Aku [Isa Al-Masih] adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir" (Injil, Kitab Wahyu 22:13). Bukankah hanya Allah saja yang dapat disebut kekal?
~
SO
# Mustamar.Sutan 2013-03-24 02:13
*
"Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Disini ternyata tafsir harfiah melalui aku berarti melalui pribadi Yesus? Inilah pangkal balanya tersesatnya domba-domba bani Israil, sehingga ia tega menyalib Yesus? Padahal arti yang sebenarnya melalui pengamalan ajaran yang dibawa Yesus, sebab Yesus sendiri sudah tinggalkan "bapa" disaat disalib bukan?
# Staff Isa dan Islam 2013-03-29 21:17
~
Saudara Sutan,

Seluruh riwayat-Nya, semasa Isa Al-Masih menjadi manusia adalah merupakan penggenapan dari nubuatan para nabi Allah sebelumnya. Termasuk perkataan-Nya “Allahku-allahk u mengapa engkau meninggalkan aku” Raja Daudlah yang menubuatkan sebelumnya perkataan Isa Al-Masih tersebut.

“Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Rusa di kala fajar. Mazmur Daud. Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku” (Kitab Mazmur 22:1).

Isa Al-Masih satu dengan Allah dan tidak akan mungkin terpisah. Isa Al-Masih berkata “Aku dan Bapa [Allah] adalah satu” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30).
~
NN
# Ahmad Hamir 2013-03-29 21:56
*
Demi Allah yang jiwaku di tangannya, telah dekat masanya Isa Putra Maryam akan turun ke tengah - tengah kamu. Menjadi hakim yang adil, dihancurkannya salib dan dibunuhnya babi (hadits Muslim 127)
# Staff Isa dan Islam 2013-04-25 21:59
~
Saudara Ahmad Hamir, terimakasih untuk kutipan hadist yang sudah saudara berikan di atas.

Setahu kami Muhammad hanya seorang manusia. Dia tidak dapat mengetahui apa yang akan terjadi dikemudian hari. Pertanyaan kami: Atas dasar apakah Muhammad menubuatkan bahwa kedatangan Isa Al-Masih kali kedua untuk menghancurkan salib dan membunuh babi?

Menurut saudara, apakah pantas seorang terkemuka di dunia dan di akhirat datang ke dunia hanya untuk sekedar membunuh babi dan menghancurkan salib? Apakah tidak ada pekerjaan lain yang lebih penting dari itu yang dapat dilakukan-Nya?

Pada kedatangan-Nya kali kedua, Dia akan datang sebagai Hakim yang adil, untuk menghakimi seluruh manusia. Pada saat itulah Kerajaan Allah akan mencapai puncak penggenapannya di atas muka bumi. Dia akan berdiri di hadapan seluruh manusia sebagai Hakim untuk mengadili mereka. Pada pengadilan ini, orang-orang akan menerima ketetapan hukuman kekal atas dosa-dosa mereka.

Dan bagi mereka yang mempunyai jaminan keselamatan, akan masuk bersama Isa Al-Masih dalam Kerajaan Allah. Kitab Suci Allah menuliskan, “Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat ” (Injil, Surat 2 Korintus 5:10)

Lebih jelasnya, silakan membaca artikel ini: http://tinyurl.com/d8hdrs5.
~
SO
# si gundul 2013-05-26 01:26
*
Staf IDI dan kawan-kawan,

Kami mau berbagi satu ayat dari Kitab Suci Injil, “Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Kenapa ini anda jadikan jawaban Alfatihah ayat 6? Sangat tidak relevan, ayat 6 sudah dijawab pada ayat ke-7.

Kemudian saya akan berbagi sedikit terkait penisbahan anda terhadap ketuhanan Isa, yaitu dalam pemisahan antara hikmah/ hadits dan wahyu yang diturunkan kepada Nabi Isa.

Hadits? Menurut Al-Quran Nabi Isa juga termasuk rasul yang diberi-Nya hikmah. Kalian pernah mendengar Hadits Qudsi? Definisi Hadits ini adalah ragam khusus dari Hadits yang diriwayatkan dari nabi yang dia sandarkan kepada Allah. Akibat adanya penyandaran tersebut, Hadits ragam ini mempunyai sifat kekudusan (suci), tetapi firman ini tidak menjadi bagian yang harus dimasukkan ke dalam ayat kitab.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-30 18:03
~
Saudara Si Gundul,

Jika benar Alfatiha ayat ke-6 sudah terjawab maka tidak perlu lagi umat Muslim meminta akan jalan yang lurus. Sedangkan ayat yang ke-7 jelas bukan jawaban atas ayat sebelumnya. Ayat ke-7 hanya mengisyaratkan adanya jalan yang lain selain jalan yang diminta di ayat ke-6.

"(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (Surat Alfatiha:7)

Sedangkan Qs 43:61 memberitahukan kepada kita secara eksplisit Isa Al-Masih adalah jalan yang lurus .

“Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus”
~
NN
# Alvi 2013-05-26 13:29
*
Qs. 4:171 :“ Isa Al-Masih utusan Allah, Kalam Allah dan Roh Allah. Di Al-Quran saja di tulis adanya 3 wujud dalam 1 oknum. jadi tritunggal ada dalalm Al-Quran.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-30 21:11
~
Saudara Alvi,

Memang benar bahwa Isa Al-Masih adalah Kalam/Kalimat dan Roh Allah, tapi Ia juga lebih dari sekedar utusan Allah.

Isa Al-Masih adalah Firman Allah yang menjadi manusia untuk memberikan jalan agar manusia terbebas dari kebinasaan kekal di neraka akibat dosa. Seperti tertulis dalam Injil, “ Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya.. .” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1,14).

Karena hanya Allah saja yang sanggup untuk menyelamatakan manusia ciptaan-Nya
~
NN
# nono 2013-06-07 05:08
*
Islam dan Allah sudah ada sejak nabi Adam. Para nabi berikutnya hanya meluruskan kembali penyelewengan ajaran Islam dan nama Allah sejak nabi Adam menjadi berbagai agama kafir. Penyimpangan dari nama Allah dan ajaran Islam menjadi berbagai agama kafir oleh setan di tiap jamannya.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-10 15:01
~
Saudara Nono,

Memang umat Muslim selalu beranggapan bahwa agama Islam sudah ada sejak zaman Nabi Adam. Kalau pun mungkin dalam Al-Quran hal ini tertulis, sebagai orang yang bijak seharusnya saudara menyimak lagi ajaran tersebut. Apakah menurut saudara masuk akal bila agama Islam sudah ada sejak jaman Nabi Adam?

Ketahuilah saudara Nono, Allah tidak pernah menciptakan satu agama. Baik Islam, Kristen ataupun agama lain. Agama hanyalah buatan manusia, dan Islam adalah agama yang disebarkan oleh Muhammad.

Jadi, bagaimana mungkin Nabi Adam seorang yang beragama Islam bila pada zaman itu agama belum dikenal? Bahkan agama Islam lahir setelah ribuan tahun Nabi Adam meninggal.

Silakan saudara merenungkan kembali komentar saudara di atas, apakah hal itu masuk akal atau tidak.
~
SO
# tanah karo simalem 2013-06-10 02:58
*
To: Harry,

Matius 10: 32-33 "Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga”

Menurut anda maksudnya menyangkal bahwa dia Tuhan begitu? Berarti ada dua Tuhan saat itu yang menghakimi. Bagaimana ada dua hakim, jadi apa kalau begitu?

Akan tetapi kalau menyangkal dia Tuhan dan hanya menjadi utusan nabi maka saya percaya, dan saya akan mengakuinya.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-21 21:03
~
Saudara Tanah Karo Simalem,

Isa Al-Masih seringkali mengajar dengan perumpamaan-per umpamaan. Untuk memahami setiap perkataan atau pernyataan-Nya sebaiknya saudara membaca Injil keseluruhan.

Sampai saat riwayat yang tercatat dalam Injil Matius 10:32-33 Isa Al-Masih belum terang-terangan memberitahukan siapa Dia sebenarnya. Tetapi dari otoritas-Nya dalam mengampuni dosa manusia, klaim tentang diri-Nya, menunjukan bahwa Dia ilahi.

Pada saat yang tepat, akhirnya Isa Al-Masih menjelaskan siapa Dia sebenarnya. Perhatikan percakapan Isa Al-Masih dengan Filipus dibawah ini:

“Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa [Allah] itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami." Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa [Allah]; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa [Allah]itu kepada kami” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:8-9).
~
NN
# Staff Isa dan Islam 2013-07-02 16:38
~
Saudara Sandy,

Maaf bila terpaksa komentar-koment ar saudara kami hapus. Di sini kita sedang membahas tentang "Darimana asal kata Allah." Jadi silakan saudara memberi komentar yang sesuai dengan topik artikel di atas.

Bila saudara ingin mempertanyakan tentang Isa Al-Masih, silakan membaca penjelasan kami pada link ini: http://www.isadanislam.com/isa-al-masih/.
~
SO
# mh 2013-07-09 03:12
*
Salah satu jawaban anda begini:

"Menurut Kitab Suci, hanya orang-orang yang melakukan kehendak Allah-lah yang akan masuk dalam Kerajaan-Nya.

“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga” (Injil, Rasul Besar Matius 7:21)."

Saya ingin masuk sorga. Saya ingin melakukan kehendak Bapa. Tapi saya tidak tahu, kehendak Bapa itu apa saja sih?
Bisa tolong jelaskan?
# Staff Isa dan Islam 2013-07-17 23:36
~
Saudara Mh,

Ada tertulis dalam Injil seperti ini: “Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkanny a pada akhir zaman" (Injil, Rasul Besar Yohanes 6:40).

Kehendak Bapa yaitu supaya manusia percaya kepada Isa Al-Masih. Orang yang percaya akan beroleh selamat di sorga. Al-Quran pun setuju bahwa pengikut Isa Al-Masih dimuliakan selamanya (Qs 3:51).

Apakah saudara percaya bahwa keselamatan saudara hanya ada di dalam Isa Al-Masih?
~
NN
# Hanz 2013-08-29 22:59
*
Dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada seluruh pengunjung yang berkomentar. Nampaknya terdapat ketidak-sesuaia n dengan topik yang diangkat, sehingga keluar dari pembahasan yaitu tentang penggunaan nama “Allah”.

Harap perhatikan topik atau jika hendak berkomentar yang tidak sesuai pembahasan, kiranya baik buat saudara untuk mencari topik yang lebih tepat.

Staff IDI sudah dengan gamblang memberikan judul serta garis besar sebagai point-point untuk pembahasan.

Semoga masukan ini dapat diterima baik.

Wassalam!
# Staff Isa dan Islam 2013-08-31 14:57
~
Saudara Hanz,

Terimakasih atas masukan yang saudara berikan. Semoga teman-teman lain dapat memperhatikanny a, sehingga mereka dapat memberi komentar yang sesuai dengan topik pembahasan. Dengan demikian, diskusi di forum ini akan bermanfaat.
~
SO
# Marcel Walukow 2013-10-16 19:12
*
Staff Isadanislam,

Saya ingin bertanya, apa arti dari dari nama-nama Allah, Elohim, Elyon, El. Sampai sekarang, saya masih bingung bagaimana saya mencari arti kata tersebut. Mohon bantuanya ya, terimakasih.

Tuhan Yesus memberkati.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-24 21:26
~
Saudara Marcel Walukow,

Alkitab Perjanjian Lama ditulis dalam bahasa Ibrani, sedangkan bagian Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani. Berdasarkan kedua naskah asli itu, kita tahu bahwa sebutan Allah dalam Alkitab bahasa Indonesia berasal dari dua kata yang berbeda yaitu Elohim dalam naskah asli Perjanjian Lama, dan Theos dalam naskah asli Perjanjian Baru. Lalu nama YHWH dalam Perjanjian Lama bahasa Ibrani diterjemahkan ke dalam Perjanjian Lama bahasa Indonesia sebagai Tuhan atau kadang-kadang Allah. Dan semua nama itu adalah penyataan umum dari-Nya mengenai diri-Nya yaitu Sang pencipta semesta.

Allah mengizinkan manusia memberi nama atas diri-Nya. Tetapi nama itu harus ditujukan untuk-Nya semata sebab hanya Dia satu-satunya Allah, Elohim, El-Elyon dan nama lainnya. Arti kata Elohim hanya dipahami sebagai Yang Kuat. Abharam memanggil-Nya El atau Elyon yang berarti satu-satunya yang ilahi dan yang berkuasa.

Ada begitu banyak nama bagi sang pencipta. Namun hanya melalui Isa Al-Masih manusia dapat mengenal Allah yang benar, Elohim yang benar atau Elyon yang benar. Sebab isa Al-Masih adalah penyataan khusus dari Allah.
~
NN
# yemeye 2013-11-12 10:45
~
Tidak ada satu kata yang meyebut tepat nama Tuhan, baik kitab manapun di bumi. semua dalam kitab memuat kata pengertian tentang Tuhan namun namanya tetap suci dan bersih, jika semua ingin berkeras satu sama lain berkehendak mau bersatu dengan Tuhan. Wajib menyucikan diri dengan perkataan dari mulut. Kunci surga ada pada Yesus dan aku. Taatilah langkah pertama dalam mengucapkan kata. Sebab Tuhan yang pertama harus keluar dari mulut dan tersimpan di lidah-lidah mulut sampai kapanpun selain tidur. Nah aku telah memberitahukan namanya supaya kamu mengenalnya satu untuk selamanya.
# Staff Isa dan Islam 2013-11-22 21:01
~
Saudara Yemeve,

Izinkan kami menegaskan satu point penting dari komentar saudara.

Bahwa Allah memberikan manusia beragam bahasa yang dari bahasa-bahasa itu terdapat banyak istilah tentang Allah yaitu Sang Pencipta. Namun manusia tidak akan mengenal Allah Pencipta yang benar dari istilah tetapi dari pribadi Allah itu sendiri. Itu sebabnya Ia turun dan menjadi sama dengan manusia. Dialah Isa Al-Masih. Dengan mengenal Isa Al-Masih maka manusia telah mengenal Allah.

“Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa [Allah]; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa [Allah] itu kepada kami” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:9).
~
Noni
# rich 2013-11-27 16:26
~
Siapapun namanya Tuhan yang kami sembah tidaklah persoalan bagi kami. Yang terpenting adalah pengajaran yang benar yang diberikan, untuk diteladani oleh umat manusia. Sudah menunjukan itulah wujud dari keberadaan Tuhan yang benar. Tuhan yang benar-benar adalah Tuhan. Amin
# Staff Isa dan Islam 2013-11-29 11:56
~
Saudara Rich,

Jelas siapa saja dapat menggunakan nama 'Allah' untuk Sang Pencipta ataupun nama lainya seperti Tuhan, Gusti, Elohim, God dll. Tapi, tidak semua orang dapat mendekati 'Allah' karena dosa!

Jika Allah tidak menjadi manusia maka: Manusia hanya mengenal Allah dalam tataran konsep belaka, tidak ada solusi mengatasi dosa dan tidak ada jalan pengharapan untuk manusia yang sudah terjerat dalam pengukuman maut.

Bersyukur Allah telah datang ke dunia menjadi manusia dan menyelamatkanya “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (Injil, Surat Roma 6:23).
~
Noni
# awam 2013-12-16 20:18
~
“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Injil, Surat Efesus 2:8-9)

Dari ayat di atas sudah jelas dikatakan bahwa amal dan ibadah tidak dapat menyelamatkan seseorang. Kitab Suci Allah menuliskan, “Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat” (Injil, Surat 2 Korintus 5:10)

Sungguh membingungkan apa yang dijelaskan admin sedari awal.
# Staff Isa dan Islam 2013-12-27 11:41
~
Saudara Awam,

Bagian manakah dari kedua ayat tersebut yang membuat saudara bingung? Bila tidak keberatan, kiranya saudara dapat memberitahu bagian manakah yang kurang jelas. Mungkin kami atau teman-teman lain dapat membantu menjelaskan untuk saudara.

Terimakasih.
~
Saodah
# yesus 2014-01-16 02:52
~
Mengenai keterangan Muhammad SAW /Isa Al-Masih, perlu anda ketahui adalah ayat Injil Rasul Besar Yohanes 1:29 s/d 14:6 sampai saat ini tidaklah murni. Banyak sekali ciptaan & cetakan yang berubah melalui tangan manusia. Celakalah mereka yang telah mengubah isi dari isi Injil tersebut & rasul besar yang anda maksud adalah Paulus Katolik Roma yang sampai saat ini anda puja, terutama umat Katolik. Paulus penyebar fitnah tentang Nabi Isa/Yesus sehingga dia disalib. Tidakkah kalian ingat itu semua? Bahkan smpai saat ini anda malah bersekutu dengan rasul besar/ Paulus tersebut. Tidak habis mengerti. dimanakah jalan fikiran anda wahai umat Kristiani yang sangat pintar dibelahan dunia ini, trutama di Eropa. Anda pintar & jenius dalam segala hal ilmu tehnologi, tapi tidak dalam hal ini.
# Staff Isa dan Islam 2014-01-16 22:30
~
Saudara yesus,

Saudara sangat keliru dan pemahaman saudara sangat dangkal sekali mengenai ajaran Kristen.

Banyak umat Muslim yang mengatakan bahwa ayat-ayat dalam Injil telah diubah oleh tangan manusia dan menyalahkan Rasul Paulus, padahal sama seperti saudara, umat Muslim pun tidak mengenal siapa Rasul Paulus.

Pertama kali Alkitab dinyatakan salah yaitu oleh nabi saudara ketika umat Yahudi dan Nasrani tidak mengakui kenabian beliau. Beliau sendiri tidak dapat menunjukan mana yang asli dan mana yang tidak.

Lalu pertanyaanya mengapa ada rujukan Allah dalam Kitab suci saudara supaya percaya kepada kitab Taurat dan Injil. Allah memerintakan Muhammad mencari pertolongan dari mereka yang membaca Alkitab untuk menghilangkan segala macam keraguan (Yunus 10:94)

Bukankah Al-Quran memerintahkan umat Muslim beriman kepada Alkitab? “Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaik at-Nya, kitab-kitab-Nya , rasul-rasul-Nya , dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya” (Qs 4:136).

Jika Injil yang sekarang tidak murni, dapatkah saudara menunjukan mana Injil yang asli? Lalu apakah berarti Allah tidak sanggup untuk menjaga agar Firman-Nya tetap murni?
~
Noni
# yesus 2014-01-16 03:09
~
1.Menurut Kristen : Yesus = Tuhan. Murid bertanya kepada Yesus kapankah hari kiamat tiba,.Yesus menjawab hanya (Tuhan) yang tahu. Menurut Islam : tidak seorangpun (nabi/mlaikat) akan tahu kapan kiamat tiba kecuali Dia (Allah SWT). Apakah pantas Yesus disebut Tuhan?
2. Yesus disunat, sampai saat ini umat Kristen diseluruh dunia 90% tidak disunat. Kasarnya anda lihat film-film blue Eropa, tidak satupun mereka disunat,.
3. Islam : begitu mereka akil balik pada saat umur 12 tahun & mimpi basah, mereka wajib sunat.
4. Dengan dua hal ini saja apakah anda (Kristen) pantas mengatakan kalau Yesus itu adalah Tuhan dan anda adalah pengikut setia Yesus sedangkan anda tidak disunat & menjalani ajaran-Nya. ck ck ck
# Staff Isa dan Islam 2014-01-21 20:08
~
Saudara Yesus,

Sebaiknya saudara memberikan tanggapan artikel diatas bukan diluarnya. Jika saudara ingin tahu kekuasaan Isa Al-Masih dan pengetahuanya akan hari kiamat silakan berikan tanggapannya di http://tinyurl.com/d8hdrs5.
~
Noni
# chambali 2014-01-22 17:29
~
“(Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya" (Qs.3 :55).
# Staff Isa dan Islam 2014-02-11 08:07
~
Saudara Chambali,

Menarik sekali ayat yang saudara kutip. Bolehkah kami tahu, apa yang hendak saudara sampaikan dengan ayat itu?

Menurut kami, ayat di atas menjelaskan tentang kematian dan kebangkitan Isa Al-Masih dari kematian. Tidak mengherankan bila Al-Quran mencatat hal ini. Sebab nabi Yahya pun telah memberikan kesaksian, “Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:29).

Hanya Isa Al-Masih yang dapat mendekatkan manusia dengan Allah melalui pengorbanan-Nya di kayu salib dan melalui kebangkitan-Nya dari antara orang mati. Bukankah ini kabar gembira bahwa manusia dapat dekat dengan Allah melalui Isa Al-Masih?
~
Salma
# Mitra 2014-01-23 17:30
~
Sdr. Admin,

Kesimpulan anda salah. Dalam Islam hanya iman dan taqwa seseoranglah yang diwujudkan dalam bentuk amal saleh yang mampu menyelamatkan orang tersebut di yaumil akhir.

"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangs a dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." QS 49:13

Secara harfiah Allah berarti yang disembah. Dan Islam tidak mempermasalahka n kalau kata 'Allah' dipakai sebagai nama panggilan Tuhan mereka. Karena memang Allah pemilik alam semesta.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-11 08:10
~
Saudara Mitra,

Kami setuju dengan saudara bahwa umat Islam diajarkan bahwa amal saleh yang mampu menyelamatkan. Pertanyaannya adalah adakah orang yang saleh dan tidak pernah melakukan dosa satu kali pun? Dan adakah orang yang dapat melakukan seluruh perintah Allah tanpa mengabaikan satu pun?

Sebab Allah sangat serius dengan dosa. Dan tidak boleh ada satu dosa pun di sorga. Injil menuliskan, “ Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Injil, Surat Efesus 2:8-9).

Uniknya Muhammad menyadari hal ini dengan berkata, “Dari Jabir r.a katanya dia mendengar Nabi Saw. bersabda: "Bukan amal seseorang yang memasukkannya ke Surga atau melepaskannya dari neraka, termasuk juga aku, tetapi ialah semata-mata rahmat Allah Swt. belaka” (HSM 2412-2414).
~
Salma
# muhammad 2014-02-03 20:50
~
Bisakah anda menceritakan awal terciptanya Alkitab anda? Dan apakah Alkitab berisi ribuan pasal atau ayat itu ditulis oleh manusia hanya menggunakan akal pikiran manusia seperti halnya pengarang novel yang sudah tahu awal dan akhir? Dan jika saya bertanya Tuhan anda ada dimana, maka anda jawab dimanakah Dia?
# Staff Isa dan Islam 2014-02-11 08:14
~
Saudara Muhammad,

Allah memiliki sebutan dan gelar maha kuasa dan maha hadir. Adakah Allah dibatasi ruang dan waktu? Bila saudara bertanya demikian, seolah-olah Allah hanya berada pada satu tempat. Padahal Ia ada dimana-mana. Mazmur Daud menuliskan hal ini, “Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau” (kitab Mazmur 139:8).

Silakan saudara mengunjungi link berikut untuk mengetahui tentang Alkitab http://tinyurl.com/6vtcw9d
~
Salma
# allafa 2014-02-08 22:25
~
Syalom,

Apakah Isa (Yesus) Sang Juruselamat akan kembali ke dunia ini? Dimanakah Ia sekarang? Umat manusia di dunia sedang menantikan? Tolong tanyakan pada Tuhan anda tentang keberadaan-Nya.
# Staff Isa dan Islam 2014-02-11 08:13
~
Saudara Allafa,

Kami berterimakasih saudara berkenan memberikan komentar pada situs ini. Barangkali akan lebih tepat bila saudara mengunjungi dan memberikan komentar pada link berikut ini http://tinyurl.com/d8hdrs5
~
Salma
# Jarwo 2014-02-10 23:55
*
Sura 3:54 dalam bahasa Arab adalah Wa Makaru wa makara Allah wa Allah Amkaru ul Makireen.

Demikianlah kalimat tentang Allah “menjadi penipu yang terhebat”. Khairul makiriin juga digunakan untuk menjelaskan tentang Allah dalam Qs. 8:30 dan Qs. 10:21. Qs. 10:21 mengatakan Allah adalah yang tercepat dalam siasat perencanaan atau penipuan. Ini sedikitnya adalah nama Allah yang sah - Asmaul Husna yang keseratus - tapi yang tidak dipublikasikan Islam.

Referensi lain tentang siasat penipuan atau rekayasa sembunyi-sembun yi atau perbuatan kotor Allah ada dalam Qs. 7:99; 27:50; 13:42; 14:46; 43:79; 7:100; 4:142; 86:15-16 yang mengakui adanya timbal balik tipu-menipu yang sebenar-benarny a.

“Sesungguhnya orang kafir itu melakukan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarny a. Dan Akupun melakukan tipu daya dengan sebenar-benarny a.”
# Yunaedy Sitorus 2014-03-01 01:59
~
Yang membuat bahasa Arab, Amhar, dan Ibrani itu siapa? Manusia atau Allah? Aneh setiap pertanyaan yang menyudutkan anda selalu anda limpahkan ke link lain. Kalau anda tidak sanggup menjawab jangan sekali-kali membuat artikel apalagi pakai tanya jawab.

Dimana disebut kalau Allah itu Sem, putra nabi Nuh tunjukkan sama saya. Jika ini penafsiran anda maka ketahuilah anda akan menjadi penghuni dasar neraka.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-13 15:57
~
Saudara Yunaedy Sitorus,

Tampaknya saudara tidak membaca dengan teliti artikel di atas. Maksud dari kata “Allah” berasal dari bahasa Semitik, yang merujuk kepada Sem, putra nabi Nuh adalah bahasa Semitik muncul dari anak nabi Nuh yaitu Sem, bukan Allah itu Sem. Saudara keliru memahaminya.

Barangkali yang perlu kita renungkan adalah bagaimana cara saudara mendekati Allah?
~
Solihin
# Priagung prakoso 2014-03-02 00:11
~
Bayangkan agama itu undang-undang, pemerintah itu Tuhan sama dengan Allah, dan nabi itu amandemen (perubahan undang-undang). Jadi, bila pemerintah menyebut UU tentang UMK 2010 1 juta kemudian diganti UU tentang UMK 2013 2 juta, maka bila ditanya mana UU tentang UMK yang benar? Jelas orang menjawab UMK 2013.

Sekarang kembali ke agama. Allah menurunkan agama melalui nabi dan rasul Allah. Jadi, kalau ditanya mana agama yang benar? Jelas agama (Islam) yang dibawa nabi terakhir (Muhammad).
# Staff Isa dan Islam 2014-05-13 16:03
~
Saudara Priagung Prakoso,

Analogi yang saudara gunakan sangat tendensius. Menurut kami, Allah tidak menurunkan agama. Apakah Allah menurunkan agama untuk nabi Adam? Apakah Allah juga menurunkan agama untuk nabi Musa? Barangkali saudara perlu meninjau kembali pernyataan itu. Tetapi bila saudara ingin berdiskusi lebih lanjut mengenai hal ini, bagaimana bila saudara mengunjungi link ini http://tinyurl.com/82hxuh4? Kita akan leluasa berdiskusi di sana.
~
Solihin
# dochan 2014-03-04 15:16
~
Amal ibadah memang belum tentu menyelamatkan, karena Tuhan yang akan menilai. Namun, bagaimana dapat dekat dan mengenal Tuhan bila tidak beramal dan beribadah?
# Staff Isa dan Islam 2014-05-13 21:29
~
Saudara Dochan,

Kami teringat satu hadits yang pernah dibaca. "Dari Jabir r.a katanya dia mendengar Nabi Saw. bersabda: "Bukan amal seseorang yang memasukkannya ke Surga atau melepaskannya dari neraka, termasuk juga aku, tetapi ialah semata-mata rahmat Allah Swt. belaka" (HSM 2412-2414).

Ternyata amal tidak menjamin manusia masuk sorga. Tidakkah kita mulai berpikir? Bila amal saja tidak bisa menyelamatkan, maka dengan cara apa kita dapat dekat dan mengenal Tuhan? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# syr 2014-03-10 00:00
~
Maksud dari hadits di atas adalah agar kita terhindar daripada kemunafikan. Jadi, semuanya harus dilakukan dengan seimbang. Muhammad dan nabi-nabi lain merupakan mahluk Allah yang terpilih, yang dirahmati Allah. Amal dan perbuatan baiklah yang akan dihisab oleh Allah. Ada orang yang baik hati tapi tidak beribadah dan ada orang yang rajin beribadah tapi selalu berbuat fasik. Wallahua'lam, itu semua hak prerogatif Allah Yang Mahaadil.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-13 21:34
~
Saudara Syr,

Sangat jelas bahwa amal dan perbuatan baik tidak akan menjamin manusia masuk sorga. Bukankah riwayat hadits di atas telah menjelaskan? Setidaknya kita harus mulai berpikir. Bila amal dan perbuatan tidak menjamin manusia masuk sorga, maka bagaimana cara kita dekat dan mengenal Allah? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# Muhammad Erik 2014-03-12 20:06
~
Persoalan ketidakotentika n Alkitab semakin nampak ketika umat Kristen di Indonesia menyebut "Alah" padahal tulisan dalam Alkitab mereka jelas tertulis Allah (double L). Apakah anda tidak bisa membaca double L atau sengaja. Nama Tuhan adalah masalah besar dalam Kekristenan. Yesus sendiri bukan nama orang Yerusalem. Akhiran us, lebih banyak digunakan oleh penduduk Romawi seperti Agustinus, Benediktus hingga Paulus dan Zebedeus.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-13 21:38
~
Saudara Muhammad Erik,

Kami tidak tahu dasar saudara menyatakan demikian. Sebab umat Kristen menyebut Allah dengan sebutan Allah sebagaimana tulisannya. Karena itu, barangkali lebih bijak bila saudara menyelidiki lebih dulu sebelum memberikan satu pernyataan agar hal itu tidak dianggap asumsi. Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# Wiley 2014-03-25 11:24
~
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Ada sekte Nasrani "Yahwehisme" yang begitu radikal berusaha menghapus istilah "Allah" dalam Alkitab LAI dan menganggap umat Kristen yang masih menyebut Allah sama dengan menyembah berhala. Apakah perbuatan mereka itu dapat dibenarkan?

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-13 21:43
~
Saudara Wiley,

Alkitab adalah dasar untuk mengenal kebenaran, termasuk di dalamnya penggunaan nama Allah. Adanya pemikiran mengubah nama Allah merupakan ketidakmengerti an tentang Alkitab. Menurut kami, artikel di atas telah membantu kita untuk mengerti asal mula penggunaan nama Allah. Ada baiknya bila kita mempelajari hal ini sungguh-sungguh . Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# orang bodoh 2014-04-06 10:10
~
Allah dalam Islam adalah ''nama'' sedangkan Allah dalam Kristen adalah ''kata''. Semoga anda dapat memahami perbedaan dari ''kata'' dan ''nama'. Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-13 21:48
~
Saudara Orang Bodoh,

Kami yakin saudara sudah membaca artikel di atas. Bahwa Allah adalah sebutan untuk Sang Pencipta. Jadi, Allah bukanlah nama, melainkan satu gelar semata yang menunjukkan adanya Sang Pencipta dunia. Tetapi kita bersyukur bahwa Allah secara khusus telah memperkenalkan nama-Nya kepada manusia yakni Isa Al-Masih (Injil, Rasul Besar Matius 1:21). Tidakkah ini menjadi satu renungkan bagi kita? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# ANNICAH NUR MELATI 2014-04-19 15:53
~
Allah berfirman bahwa Kristen sama Islam sangat jauh.
# Pengamat 2014-05-09 12:52
~
Iman dan amal itu adalah dua sisi dari mata uang yang sama. Begitu juga keselamatan dan perbuatan. Itulah yang disebut sabar dan syukur. Hanya bicara iman dan keselamatan tanpa amal dan perbuatan itu yang dinamakan kepalsuan.
# Staff Isa dan Islam 2014-05-13 21:52
~
Saudara Pengamat,

Kiranya hadits berikut dapat menjadi pertimbangan saudara. "Dari Jabir r.a katanya dia mendengar Nabi Saw. bersabda: "Bukan amal seseorang yang memasukkannya ke Surga atau melepaskannya dari neraka, termasuk juga aku, tetapi ialah semata-mata rahmat Allah Swt. belaka" (HSM 2412-2414).

Bukankah sangat jelas bahwa amal tidak menjamin manusia diselamatkan? Bila hadits di atas sudah menyatakan demikian, maka bagaimana cara saudara dekat dengan Tuhan dan memperoleh kepastian keselamatan?
~
Solihin
# rose67 2014-05-13 02:08
~
To: Priagung Prakoso,

Ada beberapa hal yang harus anda ketahui: Pertama, Allah tidak pernah menurunkan agama apapun kepada umat manusia, sejak penciptaan Adam hingga zaman sekarang. Kata “agama” adalah sebuah istilah dalam bahasa manusia sendiri untuk menunjuk suatu sistem kepercayaan yang dibuat oleh manusia dalam rangka untuk mengenal Allah.

Jadi, kalau pemahaman kita tentang Allah sama, yaitu Pencipta alam semesta dan segala isinya, maka tidak ada agama apapun yang diturunkan Allah kita, baik yahudi, Kristen, Nasrani, Islam, Hindu, Budha atau yang lain. Kalau sekarang kita mengenal ada banyak agama, itu hanyalah sebutan dari manusia bukan dari Allah.
# Korniansa 2014-05-18 19:37
~
Mengapa di dalam Al-Quran menggunakan sebutan Allah? Bukankah Al-Quran adalah firman Allah secara langsung? Berarti juga harus menggunakan kata yang dipakai oleh kitab-kitab sebelunya, seperti " YHWH, Elohim, Eloah". Tetapi mengapa di Al-Quran tidak ada ditulis seperti itu? Apakah karena pada waktu itu Muhammad sering mendengar orang menyembah Allah, sehingga Muhammad juga ikut-ikutan memanggil sesembahannya dengan sebutan Allah?
# yos 2014-05-20 20:48
~
Mau tanya. Apa Isa pernah menyebut diri-Nya sebagai Kristen. Kalau memang dosa orang Kristen sudah ditebus dosanya, berarti kalau berdoa orang Kristen tidak perlu meminta ampun. Atau kenapa harus bersusah payah pergi ke gereja? Bukankah dosa sudah ditebus?
# Staff Isa dan Islam 2014-06-16 15:14
~
Saudara Yos,

Terimakasih untuk pendapat saudara. Dan menurut kami, sangat menyenangkan bila berdiskusi pada artikel yang tepat. Bila saudara ingin mendiskusikan tentang hal itu, barangkali artikel yang membahas tentang agama cocok untuk tempat berdiskusi. Silakan saudara mengunjungi link ini http://tinyurl.com/cm8psjb
~
Solihin
# Andi 2014-05-22 16:46
~
Shalom Saudaraku,

Apakah perempuan Islam hanya diciptakan Allah Islam untuk laki-laki Islam. Begitu pula perempuan Kristen diciptakan Allah Kristen hanya untuk laki-laki Kristen? Bukankah dalam hukum kasih disebutkan "kasihanilah sesamamu manusia seperti engkau mengasihi dirimu sendiri" tanpa ada penyebutan "hanya bagi umat Kristen".

Mohon pencerahannya. Terimakasih. Shalom.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-16 15:18
~
Saudara Andi,

Kami memiliki artikel yang membahas tentang keluarga. Bagaimana bila saudara mengunjungi link ini http://tinyurl.com/9ycfull? Terimakasih.
~
Solihin
# takurs 2014-06-17 20:43
~
Saya ingin memberi tanggapan. Dengan cara apa manusia bisa masuk surga? Bukankah dengan perbuatan dia (amal ibadah)? Kalau begitu untuk apa manusia hidup? Apa tujuan manusia hidup?
# Staff Isa dan Islam 2014-06-18 11:12
~
Saudara Takurs,

Kami memiliki artikel yang membahas tentang hal itu. Barangkali artikel yang terdapat pada link ini http://tinyurl.com/6wf9w8k dapat membantu saudara. Silakan mengunjunginya. Terimakasih.
~
Solihin
# akhsan 2014-06-18 00:58
~
Kang,

Penjelasan dari kata Allah (kalimat Arab) juga malah tidak karuan. Sumber dari mana, kang? Akang yang mendefinisikan?
# Hafr 2014-06-24 06:39
~
Semua punya pemahaman masing-masing. Tidak usah mencoba mempercampuradu kkan suatu pemahaman antara A dan B. Mengambil hadist Bukhari aja asal, tidak dijelaskan kajiannya. Alquran diturunkan dalam satu bahasa, kalau Injil setiap daerah kali beda-beda.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-25 05:22
~
Saudara Hafr,

Terimakasih saudara telah memberikan komentar pada artikel ini. Kami memiliki artikel yang membahas tentang Injil secara khusus, silakan klik http://tinyurl.com/8f7wac5
~
Solihin
# stefanus 2014-08-14 16:03
~
Aku tidak sependapat dengan nama Allah karena cara beribadah orang Kristen dan agama lain tidak sama. Contohnya, agama Islam. Kalau beribadah harus menggunakan satu bahasa. Sedangkan agama Kristen harus menggunakan bahasa masing masing.

Karena itu, saya merasa Alkitab sudah teracuni. Saya lebih suka menggunakan kata "Bapa" ketimbang Allah. Karena di dalam Doa Bapa kami dan pembaptisan tidak menggunakan kata Allah. Satu lagi, di dalam Kitab Suci Alkitab berkata jangan engkau melebihi atau mengurangi isi di dalam kitab ini.
# Staff Isa dan Islam 2014-08-17 14:12
~
Saudara Stefanus,

Menggunakan kata "Bapa" dalam beribadah adalah baik. Tetapi tidak salah juga bila menggunakan kata "Allah". Yang perlu dipahami di sini adalah asal mula kata "Allah". Dan yang penting di sini Alkitab tidak pernah melarang penggunaan kata "Allah" untuk menyebut diri-Nya.

Dan secara khusus, Allah telah memperkenalkan diri-Nya dalam Pribadi Isa Al-Masih. Sehingga murid-murid pada waktu itu dapat melihat, merasakan, dan meraba Allah yang sejati. Tentu manusia bangga dikunjungi Allah yang sejati, bukan? Dan yang patut kita syukuri adalah Isa Al-Masih datang untuk menyelamatkan manusia dari dosa.
~
Solihin
# ari shanie 2014-09-01 10:38
~
Good Post
# Staff Isa dan Islam 2014-09-02 06:45
~
Saudara Ari,

Terimakasih untuk komentar saudara. Tetapi kalau boleh meminta, kiranya saudara dapat memasukkan komentar dalam bahasa Indonesia. Tentu saudara setuju, bukan?
~
Solihin
isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer

Isa Islam Dan Kaum Wanita

Click gambar di samping untuk artikel - artikel untuk wanita Muslim


 

www.isaislamdankaumwanita.com