Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter

Dari Mana Asal Kata "Allah"?

allahTidak jarang orang Kristen menggunakan kata 'Allah' untuk menyebut Tuhannya. Namun secara umum, kata “Allah” lebih identik dengan agama Islam, yaitu panggilan untuk sesembahannya. Sehingga tidak heran, terdapat sebanyak 2,679 kata ‘Allah’ dalam Al-Quran. Lalu, dari manakah sebenarnya asal kata “Allah” ini?

Kata ‘Allah’ Berasal Dari Bahasa Semitik

Nama Allah terdiri dari Al (the, itu) dan Ilah (Deity, God). Artinya: Ilahi yang satu. Kata “Allah” berasal dari bahasa Semitik, yang merujuk kepada Sem, putra nabi Nuh. Bahasa Semitik juga merupakan kelompok bahasa yang terdiri dari bahasa Arab, Amhar, dan Ibrani.

Kata lain dari Allah dalam bahasa Ibrani yang berasal dari bahasa Semitik yaitu: Elohim, El, Elyon dan Eloah. Dalam Alkitab terdapat 2,500 kata 'Elohim', dimulai dari ayat pertama dari Alkitab. “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi” (Taurat, Kitab Kejadian 1:1) – Ingat, kata untuk Allah di sini adalah Elohim! Dan Elohim adalah nama pertama yang diberi bagi Sang Pencipta dalam Kitab Suci.

Pengguna Kata 'Allah' Bagi Sang Pencipta

Awalnya kata Allah digunakan oleh orang-orang kafir di Mekah sebelum Muhammad lahir. Juga orang  Kristen Arab yang hidup sebelum zaman Islam, memakai nama Allah untuk Sang Pencipta. Saat ini orang Kristen Arab, Yahudi, Roma Katolik Malta, Kristen Indonesia dan Malaysia memakai kata “Allah” bagi Pencipta.

Namun akhir-akhir ini kita banyak mendengar perdebatan mengenai siapakah yang berhak menggunakan nama Allah. Hal ini membawa kita pada masalah terpenting. Yaitu: Bagaimanakah kita sebagai orang berdosa dapat datang dan berhadapan dengan Sang Pencipta?

Jelas siapa saja dapat menggunakan nama 'Allah' untuk Sang Pencipta. Tapi, tidak semua orang dapat mendekati 'Allah' karena dosa!

Amal Perbuatan Tidak Dapat Menyelamatkan

Umat Muslim percaya amal dan ibadah dapat “mendekatkan” mereka pada Allah. Jelas hal ini mustahil. Bahkan Muhammad sendiri berkata, “Tidak seorang pun di antara kalian yang akan diselamatkan oleh amal perbuatannya. . . . . . . Aku juga tidak, hanya saja Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadaku akan tetapi tetaplah kalian berusaha berbuat dan berkata yang benar” (Hadits Shohih Bukhori Jilid 8, nomor 470).

Orang beragama mendiskusikan bagaimana asal-usul kata Allah. Namun mereka tidak tahu bagaimana “mendekati Allah” atau tidak yakin mereka dapat “mendekati” Allah. Sungguh aneh bukan!

Isa Al-Masih Membuka Jalan Kepada Allah

Hanya ada satu cara untuk dapat sampai kepada Allah. Yaitu melalui anugerah dari Allah lewat pengorbanan Isa Al-Masih. Isa Al-Masih adalah “Domba” Allah yang datang ke dunia untuk membersihkan hati manusia dari dosa. Sehingga dengan hati yang bersih, manusia dapat mendekati Allah yang Al-Quddus. Kitab Suci berkata, “Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:29).

Inilah janji yang diberikan Isa Al-Masih kepada setiap orang yang mau percaya kepada-Nya. "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

[Staff Isa dan Islam – Mungkin Saudara ingin membaca kesaksian mengenai orang Muslim yang datang pada Allah melalui Isa Al-Masih.]

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Berhubung banyak komentar yang masih belum kami balas, untuk sementara komentar tidak diterima.

Comments  

# Bagas 2013-02-20 12:53
*
Mengenai hadits yang anda post di atas, bukankah itu senada dengan kepercayaan anda mengenai Sola Gratia?
# Staff Isa dan Islam 2013-02-21 22:04
~
Saudara Bagas,

Berarti saudara percaya bahwa yang dapat menyelamat seseorang bukanlah amal dan ibadah, melainkan hanya kasih karunia Allah?

Bila demikian, setujukah saudara dengan isi dari ayat ini: “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Injil, Surat Efesus 2:8-9)?
~
SO
# Hendra 2013-02-20 17:30
*
Alangkah anehnya Tuhan Kristen menyamakan manusia dengan binatang domba dengan ayat-ayatnya.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-24 08:17
~
Saudara Hendra,

Salah satu 'nama' yang diberikan kepada Tuhan Yesus adalah 'Gembala.' Artinya, Yesus Kristus adalah 'Gembala' yang akan menuntun umat-Nya dari kegelapan dosa kepada terang kemuliaan Allah.

Kitab Suci menuliskan, “Akulah [Yesus Kristus] gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:11; 14).

Kata 'domba' pada ayat di atas hanya arti kiasan. Bukan berarti Yesus melihat umat-Nya sama seperti domba dalam arti sesungguhnya.
~
SO
# aboebakarabu 2013-02-20 18:54
*
Umat Muslim percaya amal dan ibadah dapat “mendekatkan” mereka pada Allah. Jelas hal ini mustahil. Bahkan Muhammad sendiri berkata: "Tidak seorang pun di antara kalian yang akan diselamatkan oleh amal perbuatannya. . . . . . . Aku juga tidak, hanya saja Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadaku akan tetapi tetaplah kalian berusaha berbuat dan berkata yang benar” (Hadits Shohih Bukhori Jilid 8, nomor 470).

Hanya ada satu cara untuk dapat sampai kepada Allah. Yaitu melalui anugerah dari Allah lewat pengorbanan Isa Al-Masih

Bagaimana nasib mereka dihari penghakiman nanti, padahal mereka beramal dan berbuat kebaikan Adakah tempat surga buat mereka?

Mohon pencerahannya!
# Staff Isa dan Islam 2013-02-24 08:17
~
Saudara Aboebakarabu,

Dari ayat di atas sudah jelas dikatakan bahwa amal dan ibadah tidak dapat menyelamatkan seseorang. Dengan kata lain, Allah tidak dapat 'disogok' dengan amal ibadah kita, agar Dia mau membukakan pintu sorga bagi kita.

Orang Kristen yang sudah menerima keselamatan dari Isa Al-Masih, mereka diwajibkan untuk melakukan amal dan ibadah. Namun motifasi mereka melakukan hal tersebut bukan untuk mendapatkan keselamatan sorgawi, tetapi lebih kepada ungkapan rasa syukur, atas keselamatan yang telah diterima dari Isa Al-Masih.

Itulah sebabnya Isa berkata, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah" (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:3). Artinya, seseorang yang telah menerima keselamatan dari Isa Al-Masih, dia harus meninggalkan kehidupannya yang lama, yang penuh dengan dosa. Dan sekarang oleh pertolongan Tuhan, ia menjadi manusia yang baru, yang telah diampuni dosanya.
~
SO
# Hulondhalangi 2013-02-20 19:09
*
Allah dalam Islam tidak beranak dan diperanakan. Sedangkan Allah dalam Kristen memiliki anak dan anak itu adalah Allah sendiri. Aneh pencipta jadi ciptaan.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-24 08:18
~
Saudara Hulondhalangi,

Untuk mendapatkan penjelasan atas komentar saudara di atas, kami sarankan saudara membaca artikel kami yang menjelaskan bahwa orang Kristen mempercayai Allah tidak mempunyai anak biologis.

Silakan klik pada link ini: http://tinyurl.com/b53xf54.
~
SO
# The answer 2013-02-21 07:28
*
To Sdr Aboebakarabu,

Manusia sebagai pendosa dan najis, sedangkan Allah adalah Maha Kudus dan Suci. Banyak usaha yang dilakukan manusia untuk datang kepada Allah melalui kesalehan; ilmu pengetahuan dan perbuatan baik. Apakah bisa? Tidak jawabannya, Mengapa? Banyak orang-orang saleh/tokoh agama juga nabi melanggar firman Allah padahal mereka memahami.

Kecanggihan ilmu pengetahuan dan kecerdasan otak manusia tidak mampu menggantikan kuasa Allah. (contoh: Jepang canggih mengatasi gempa bumi ternyata diluluh lantakkan oleh tsunami dan gempa bumi). Perbuatan baik pun sekarang dijadikan kendaraan politik dan dilakukan dengan hati yang tidak tulus; mencari pahala dan simpati.

Dalam konsep Kristen, bukan kita yang mencari tetapi Allah yang mencari kita melalui Yesus. Dengan pertobatan yang sesungguhnya, anugerah keselamatan-Nya diberikan kepada manusia yang najis, kotor dan bau. Kasih Allah memeluk dan menguduskan kita.
# sarianto 2013-02-21 11:58
*
Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun." (Keluaran 3:15)

Injil saja berkata Allah itu sebutan turun temurun!
# Staff Isa dan Islam 2013-02-26 08:53
~
Jauh sebelum kehadiran agama Islam, orang Arab yang beragama Kristen sudah menggunakan kata "Allah" ketika mereka berdoa kepada el, elohim, eloah. Bahkan tulisan-tulisan Kristen dalam bahasa Arab pada masa itu sudah menggunakan kata "Allah" sebagai padankata untuk el, elohim, eloah.

Sekarang ini, kata "Allah" tetap digunakan dalam Alkitab bahasa Arab, baik terjemahan lama (Arabic Bible) maupun terjemahan yang baru (Today's Arabic Version). Dari dahulu sampai sekarang, orang Kristen di Mesir, Libanon, Iraq, Indonesia, Malaysia, Brunai, Singapura dan diberbagai negara di Asia serta Afrika yang dipengaruhi oleh bangsa Arab tetap menggunakan kata tersebut.

Yang penting dalam menggunakan suatu nama adalah 'siapakah yang kita maksudkan dengan menyebut nama. Alkitab menyatakan bahwa nama "Allah" untuk menyebut Pencipta Alam Semesta dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus.

"Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan," (Injil, 2 Korintus 1:3).
~
SL
# aboebakarabu 2013-02-21 17:00
*
To. The Answer,

Terimakasih atas penjelasannya. Bukannya saya setuju dengan ateis, tetapi saya melihat justru orang yang tidak beragama (ateis) lebih kelihatan "beriman" daripada orang mengakunya beragama padahal perbuatannya sangat jauh dari ajarannya. Apakah salah bila orang berbuat baik dan perbuatan mulia lainnya sampai harus masuk neraka?

Mohon pencerahannya.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-24 18:51
~
Saudara Aboebakarabu,

Tentu tidak ada yang melarang seseorang untuk melakukan perbuatan mulia. Tapi, melakukan perbuatan mulia tidak berarti serta-merta orang tersebut pasti masuk sorga.

Secara sederhananya begini, sorga disebut juga sebagai Kerajaan Allah. Orang-orang yang akan dimasukkan Allah ke dalam Kerajaan-Nya tentulah orang-orang yang menyembah Dia, orang-orang yang mengenal Dia, dan orang-orang yang mengakui Dia sebagai Pencipta dan Sang Pemilik.

Orang-orang Atheis adalah mereka yang tidak percaya akan adanya Tuhan. Nah, menurut saudara, apakah Tuhan akan memasukkan orang yang demikian ke dalam Kerajaan-Nya?

Menurut Kitab Suci, hanya orang-orang yang melakukan kehendak Allah-lah yang akan masuk dalam Kerajaan-Nya. “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga” (Injil, Rasul Besar Matius 7:21).
~
SO
# Harry 2013-02-21 22:04
*
Kepastian keselamatan ada pada Yesus Kristus sebagaimana disebutkan di dalam Yohanes 14:6. Saya sendiri kurang memahami bagaimana dengan orang yang tidak mempercayainya.

Ada pula keyakinan yang menyatakan bahwa mereka yang melakukan kebaikan maka akan masuk ke dalam surga. Saya pribadi tidak sepakat dengan hal ini. Motivasi kebaikan yang dibangun oleh orang-orang ini adalah karena keselamatan yang ada itu (seolah-olah TUHAN bisa dirayu oleh kebaikan).

Saya lebih meyakini kepada pemahaman bahwa sekalipun TUHAN tidak menyiapkan surga, saya akan tetap menyembahnya sebagai TUHAN karena memang sudah seharusnya demikianlah kita berbuat kepada-Nya.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-26 09:10
~
Perbuatan baik merupakan suatu tindakan yang diharapkan setiap orang. Karena tindakan ini sangat menyentuh hati banyak orang, maka tidak mengherankan jika perbuatan baik dijadikan kelompok tertentu sebagai alat untuk memperoleh hidup kekal.

Namun Alkitab tidak sependapat dengan keyakinan seperti ini. Alkitab tidak membenarkan dan mengajarkan pekerjaan baik sebagai sarana untuk memperoleh hidup kekal.

“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” (Injil, Surat Efesus 2:8-9) Ayat ini memberikan sanggahan kuat bahwa manusia bisa menyelamatkan dirinya sendiri.

Selanjutnya Injil, Surat Efesus 2:10 menjelaskan lebih lanjut, “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.”

Ini menegaskan bahwa setiap orang setelah diselamatkan ia harus melakukan perbuatan baik dan harus menjadi bagian dari kehidupannya. Perbuatan baik bukan untuk menyelamatkanny a tetapi sebagai bukti bahwa ia sungguh-sungguh percaya pada Isa Al-Masih.

~
SL
# Harry 2013-02-21 22:06
*
Mengenai perbuatan baik, saya percaya orang-orang yang telah diselamatkan di dalam Yesus Kristus melakukannya atas dasar syukur kepada-Nya. Jadi, bukan untuk mendapatkan keselamatan maka kita berbuat baik, tetapi karena telah diselamatkan (atas rasa syukur) maka berbuat baik.

Segala puji bagi Allah di tempat yang maha tinggi!
# Staff Isa dan Islam 2013-02-26 08:34
~
Saudara Harry,

Kami setuju dengan komentar saudara.

Keselamatan bukan kita dapatkan karena kita berbuat baik, berbuat baik merupakan ucapan syukur atas keselamatan yang telah di berikan oleh Allah melalui Isa Al-Masih.

"...Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya..." (Injil, Surat Titus 3:5)

~
SL
# The answer 2013-02-21 22:16
*
To Sdr Aboebakarabu,

Iman adalah ketaatan manusia kepada kedaulatan dan kuasa Allah untuk sesuatu yang belum terjadi dan di luar pengertian logika manusia. Di Alkitab banyak disampaikan kehidupan keimanan, misalnya Abraham yang mengikuti perintah Allah meninggalkan negeri, sanak saudara dan rumah bapanya ke negeri lain yang tidak diketahuinya (kejadian 12); demikian juga ketaatan Abraham pada saat diminta mengorbankan anaknya (Kejadian 22); contoh lainnya adalah Nuh dan bahteranya (kejadian 6).

Orang beragama belum tentu beriman apalagi penganut paham ateis. Apakah ateis percaya surga dan neraka? Dan Apakah ateis masuk surga atau neraka? Jawabannya ada pada Matius 10: 32-33 "Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan BapaKu yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan BapaKu yang di sorga"
# Haydar ali 2013-02-22 00:09
*
Dalam konsep Kristen, bukan kita yang mencari tetapi Allah yang mencari kita melalui Yesus, apakah Allah itu barang dagangan?

Tuhan diatur manusia, ini sama hal-nya dengan Allah disuruh menyembah manusia. Kebutuhan kita semua dicukupi oleh Dia, bagaimana mungkin malah Dia yang disuruh cari kita?

Itulah akibat paham Agama yang hanya mengandalkan logika
# Staff Isa dan Islam 2013-02-26 09:46
~
Di luar Kekristenan, orang mencari Allah dengan tujuan yg tidak jelas. Lagipula mengapa Allah dicari? Allah tidak pernah hilang! Justru manusia yang terhilang. Oleh sebab itu Allah berusaha mencari dan menyelamatkan manusia yang telang terhilang dari hadapan-Nya akibat dosa.

Dalam masa Perjanjian Lama, Allah berusaha untuk menyelamatkan manusia secara langsung. Terbukti pada saat manusia pertama jatuh dalam dosa, Allah sendirilah yang bertindah mencari manusia di Taman Eden. Allah sendiri juga yang menyediakan pakaian dari kulit binatang sebagai tanda rancangan keselamatan manusia melalui korban darah

Inilah anugrah Allah yang sangat luar biasa bagi kita, bukan kita yang mencari Allah untuk keselamatan hidup kita manusia, tetapi Allah yang mencari dan menyelamatkan kita! Kebenaran ini ditegaskan oleh Isa Al-Masih, Dia mengatakan, “Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang terhilang.” (Injil, Rasul Lukas 19:10)

~
SL
# copas 2013-02-22 02:22
*
Dalam Kristen, Tuhan yang mencari manusia = penggembala (Tuhan Yesus) mencari domba (manusia).Kalau begitu adanya, susah banget Tuhan (penggembala) mencari manusia (domba), kalau tidak tentunya semua manusia didunia ini harusnya sudah jadi Kristen.Yang terjadi, justru domba (manusia=mision aris) yang turun-tangan dengan segala cara untuk membantu penggembala mencari dombanya.

Itu artinya juga, Tuhan Yesus tak berdaya karena membutuhkan manusia.Tapi dalam Islam, manusialah yang butuh dan mencari Allah. Karena walaupun semua mahluk hidup didunia ini berpaling dan tidak sujud terhadapNya, semua itu tak akan mengurangi sedikitpun Kekuasaan Allah Yang Maha Perkasa.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-26 08:17
~
Saudara Copas,

Mungkin selama ini saudara berpikir bahwa Allah membutuhkan manusia itu adalah suatu kehinaan. Sebenarnya ini pandangan yang keliru. Justru kebalikannya, kalau Allah membutuhkan kita itu adalah suatu kemuliaan.

Allah membutuhkan kita itu bukan karena motivasi jasmani, seperti kita membutuhkan makanan, mengenyangkan perut kita. Kalau model kebutuhan Allah seperti ini memang merupakan kehinaan. Tapi model kebutuhan Allah adalah untuk dikasihi.

Kasih merupakan sifat dasar Tuhan. Karena begitu besar kasih Allah pada manusia, maka tinggal bersama dengan manusia di surga merupakan kebutuhan bagi Allah. Kalaupun Allah lebih membutuhkan kita, daripada kita membutuhkan Allah. Semata hanya karena kasih Allah kepada manusia terlalu besar.

"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16)
~
SL
# The answer 2013-02-22 07:23
*
To Sdr Haydar Ali dan Sdr Copas,

Allah yang berinisiatif mencari manusia, bukan manusia memerintah Allah mencari kita. Apakah saudara-saudara mengenal kisah Babelonia? Dimana dibuat menara setingi-tinggin ya untuk mendekati Allah, tetapi dihancurkan Allah karena Dia tidak berkenan dan mereka diserakkan-Nya dengan saling tidak mengerti karena bahasa yang dikacaukan oleh Allah. Ini adalah salah satu contoh manusia mencari Allah.

Tetapi apabila Allah yang berinisiatif mencari manusia, maka jawabannya ada di Lukas 5:27-32. Perhatikan ayat 31-32 "Lalu jawab Yesus kepada mereka, kataNya: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit"; Aku datang bukan untk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat"

Inilah berita anugerah keselamatan bagi saya orang berdosa yang mencari Allah. Karena saya sadar bahwa saya kotor najis dan pendosa, sedangkan Allah adalah Maha Kudus dan Suci.
# banu 2013-02-22 10:25
*
Tidaklah salah beramal dan berbuat kebaikan, yang penting adalah jangan beranggapan bahwa amal dan kebaikan itulah sebagai penentu kita diterima di sisi-Nya sehingga kita bermegah diri, karena hal itu adalah karunia dari Tuhan dan yang penting kita harus percaya bahwa Yesuslah Sang Juruselamat.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-26 08:31
~
Saudara Banu,

Memang benar bahwa tidak dapat berbuat baik untuk menyenangkan hati Allah, karena kebaikan dan ibadah kita hanyalah kain kotor di hadapan Allah.

"Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor;" (Kitab, Nabi Yesaya 64:6)

Selain itu kita hanya dapat menjadi benar di mata Allah oleh karya Isa Al-Masih di kayu salib. "Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman . . . " (Injil, Surat Roma 5:1).

Artinya Allah menyatakan bahwa kita seorang yang berdosa dijadikan orang yang benar karena pengorbanan Isa Al-Masih. Dia melakukan pembenaran ini dengan menaruh, dan mengenakan kebenaran Isa Al-Masih kepada kita orang berdosa. Hal ini hanya terjadi karena iman. Yakni, ketika kita percaya kepada Dia sebagai Juruselamat.
~
SL
# banu 2013-02-22 10:34
*
Sangat setuju dengan pendapat sdr Harry. Saya kira pendapat saudara Harry sudah dapat menjawab semua pertanyaan kita.
# katolik sejati 2013-02-22 19:36
*
Yesus Kristus adalah Allah sendiri. Dia rela turun dari surga dan merendahkah diri-Nya dengan wafat di kayu salib. Hal itu menandakan bahwa Allah sungguh mengasihi umat-Nya. Itu juga terbukti ketika manusia pertama jatuh ke dalam dosa.

Kejadian 3:9 “Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?" Hal itu menjadi bukti nyata bahwa Allah sungguh mengasihi manusia, walau manusia tak taat kepada Allah Bapa.

Semoga Allah Bapa yang maha kuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal. Amien.

To staf IDI, Semoga Roh Kudus beserta kalian untuk selalu menyatakan kebenaran bahwa Yesus adalah Allah itu sendiri. Tuhan memberkati.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-24 18:53
~
Saudara Katolik Sejati,

Terimakasih sudah bergabung di forum ini. Terimakasih juga untuk penjelasan yang sudah saudara berikan. Semoga apa yang sudah saudara tuliskan, dapat menjadi satu pencerahan bagi teman-teman lain yang membacanya.
~
SO
# copas 2013-02-22 22:20
*
Quoting katolik sejati:
ALLAH mencari adam. Kejadian 3: 9 ini isi ny Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?" Itu menjadi bukti nyata bahwa ALLAH sungguh mengasihi manusia walau manusia tak taat kepada ALLAH BAPA.


Lucu sekali, mengapa Allah mencari Adam yang sembunyi ("Dimanakah engkau?). Mengapa Adam dan Eva bisa-bisanya sembunyi dari Allah? Yang namanya Allah (pastinya) Maha Mengetahui dan tak ada satu mahlukpun yang bisa luput dari 'pengamatan' Allah.

Apalagi, kata di Injil, Adam dan Eva (yang bersembunyi karena malu) saat mendengar suara "langkah kaki" Allah. Apakah Allah itu sama dengan manusia yang punya kaki? Sungguh tidak masuk akal.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-24 18:54
~
Saudara Copas,

Sebelum kami menanggapi komentar saudara di atas, sekali lagi kami ingin mengingatkan saudara, bahwa kebesaran Allah tidak dapat diselami hanya dengan mengandalkan akal manusia. Dia perlu dimengerti dengan iman!

Alkitab mencatat bahwa pada awalnya hubungan manusia dengan Allah adalah baik. Manusia dapat tinggal bersama-sama dengan Allah di taman yang sama, dan juga manusia dapat bercakap-cakap dengan Allah. Jadi, saudara tidak perlu heran ketika Alkitab mengatakan bahwa manusia itu mendengar suara langkah Tuhan.

Mengapa Tuhan yang mencari manusia? Jawabannya: Karena Tuhan tidak ingin manusia binasa karena dosa. Sebagaimanapun berontaknya manusia, Allah selalu memaafkan dan mencari agar mereka mau kembali kepada terang-Nya. Itulah bukti kebesaran kasih Allah.
~
SO
# mantan nasrani 2013-02-22 22:49
*
Quoting katolik sejati:
YESUS KRISTUS adalah ALLAH sendiri. DIA rela turun dari surga juga merendah kah diri NYA dengan wafat di kayu salib itu menandakan bahwa ALLAH sungguh mengasihi umat NYA. Itu juga terbukti ketika manusia pertama jetuh ke daam dosa, ALLAH mencari adam. Kejadian 3: 9 ini isi ny Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?" Itu menjadi bukti nyata bahwa ALLAH sungguh mengasihi manusia walau manusia tak taat kepada ALLAH BAPA.
Benar sekali, Allah mengasihi umat-Nya. Makanya Allah Maha Pengasih dan Penyayang serta Maha Pengampun, sehingga Nabi Adam yang bertobat dari dosa juga telah diampuni oleh-Nya. Bukan slogan "upah dosa adalah maut" karena kenyataannya Nabi Adam hanya dikeluarkan dari taman Eden.

Jadi Allah punya kekuatan dan kekuasaan yang tak terbatas untuk mengampuni dosa umat-Nya bila sungguh-sungguh bertobat tanpa diperlukan korban!
# Staff Isa dan Islam 2013-02-24 18:55
~
Saudara Mantan Nasrani,

Salah besar bila saudara beranggapan Allah begitu saja mengampuni dosa Adam dan Hawa tanpa memberi hukuman.

Inilah hukuman yang diberikan Allah kepada Adam, “Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu" (Taurat, Kitab Kejadian 3:17-19).

Ketika Adam belum melanggar perintah Allah, dia tinggal menikmati kemuliaan yang Allah berikan. Tidak perlu bekerja untuk memenuhi kebutuhannya, karena Allah telah menyediakan semuanya. Tetapi, ketika dia melakukan dosa, semua 'fasilitas' yang Allah berikan hilang, dan dia harus berusaha sendiri memenuhi kebutuhannya. Itulah upah dari dosa yang dia lakukan.

Jadi, ayat yang mengatakan "upah dosa adalah maut" bukan hanya sekedar slogan seperti perkiraan saudara.
~
SO
# kafirisasi 2013-02-23 07:46
*
To Sdr copas,

Allah mencari Adam. Kejadian 3:9 “Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?" Itu menjadi bukti nyata bahwa Allah sungguh mengasihi manusia walau manusia tak taat kepada Allah Bapa.

Firman Allah dinyatakan dan diterima para nabi karena Allah mendatangi mereka (mis: Keluaran 3: Allah menemui Musa di Gn Horeb berupa nyala api semak yang tidak terbakar). Manusia diberi hati; akal - budi dan dimampukan memilih sapaan Allah. Apakah kita mau menyambut-Nya dan mencari kerajaan-Nya atau mengeraskan hati apabila ada ketukan lembut di hati?

Ciri-ciri suara Roh Kudus di hati: lembut; ada damai sejatera dan sukacita serta menimbukan kasih; kedamaian bagi sesamanya. Mau merasakan lawatan-Nya? Jagalah hati, taat; selami kehendak-Nya melalui firman-Nya di kitab suci; dan jalin komunikasi intim dengan Allah lewat doa.
Beritakan kebenaran-Nya dengan santun dan kasih.
# The answer 2013-02-23 08:18
*
To Sdr copas,
Quoting copas:
Emangnya Allah itu sama dengan manusia yang punya kaki ???
Pikir dong....masuk di-akalkah itu ???
Kejadian 1: Allah menciptakan manusia seturut dengan gambar dan rupa-Nya..... (manusia adalah makhluk yang termulia dan tertinggi dari semua ciptaan Allah).

Kejadian 2:7: Tuhan Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya, demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Jagalah kekudusan hati karena ada hembusan nafas-Nya... Jangan kotori hati dengan dendam; dengki; akar kepahitan; kebencian; syirik; roh keserakahan dan kuasa gelap. Lawanlah roh-roh kegelapan dengan (Efesus 6): Berdirilah tegap, berikat-pinggan g kan kebenaran dan berbaju-zirahka n keadilan, berkasutkan kerelaan; berperisai iman berketopong keselamatan dan pedang Roh yaitu firman Allah dalam segala doa dan permohonan.