Mobile Version | Standard Version | iPhone Version
Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter Ikuti Isa dan Islam RSS Feed

"Tunjukilah kami jalan yang lurus ... " (Al Fatihah 6)

Sabda Isa kepadanya, "Akulah jalan ... " (Injil, Rasul Yahya 14:6)

Cetak

Lebih baik Hidup sebagai "Anak" ataukah "Hamba" Allah?

on .

Umat beragama di seluruh dunia bangga menyebut dirinya "hamba" atau "abdi" Allah. Sebutan ini sungguh menggambarkan hubungan ciptaan Allah dengan sang Pencipta. Sebutan lain yang juga dipakai dalam Kitab Suci untuk menjelaskan hubungan orang dengan Allah ialah "anak." Baik konsep "abdi" maupun "anak" dikemukakan dalam perumpamaan yang diceriterakan Nabi Besar, Isa Al-Masih sbb:

Ayah & Anak

Anak yang terhilang

Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki. Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka. Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya. Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat. Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya. Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.

Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan [abdi, hamba] bapa.

Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.

Orang dibelenggu

Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dan marilah kita makan dan bersukacita. Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersuka-ria (Injil, Lukas 15:11-24).

 

Kembalinya anak yang hilang

Pada waktu anak yang hilang ini tiba di rumah ia bersedia menjadi seorang upahan [seorang abdi] saja di rumah ayahnya. Tetapi bapa sungguh mencintainya dan langsung mengangkatnya lagi sebagai anak yang sesungguhnya. Nabi Besar Isa Al-Masih mempergunakan ceritera ini untuk mengajar kita bahwa Allah Bapa di sorga ingin menjadikan kita, bukan abdiNya, tetapi anakNya.

Mungkin Saudara merasa tidak pantas mengharapkan lebih daripada menjadi "abdi Allah" (Abdullah). Tetapi jikalau kita menerima Isa Al-Masih sebagai Juruselamat, selagi kita hidup atau dalam surga kemudian, kita akan diterima sebagai "anak" Allah yang sesungguhnya. Seorang "abdi" memang mempunyai hubungan dengan tuannya tetapi lain sekali daripada "anak"nya. Allah ingin agar Saudara atau saya, apalagi semua orang di dunia menjadi "anak"Nya. Bukankah Saudara ingin menjadi "anak-angkat" Allah? Allah tidak ingin kita rindu menjadi abdiNya toh! Ia ingin mengangkat kita menjadi anakNya!

Kiranya Saudara dapat merenungkan ayat Allah dari Injil berikut ini:

Tetapi semua orang yang menerimaNya (Isa Al-Masih sebagai Juruselamat) diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya [Isa Al-Masih] (Injil, Rasul Yohanes 1:12).

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Berhubung banyak komentar yang masih belum kami balas, untuk sementara komentar tidak diterima.