Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter
Cetak

Mencintai yang Hidup (Isa) atau yang Mati (Muhammad)?

Baru-baru ini saya mendengar ceramah dari pakar agama tentang keperluan mencintai pendiri agamanya. Memang biasanya penganut agama menghargai pendiri agamanya. Tetapi menurut pembicara, pendiri agama yang perlu dicintai tersebut telah meninggal ratusan tahun yang lalu.

Orang Mati

Pertanyaan saya, "Apakah Pendiri Agama yang sudah mati dapat menerima cinta dari kita yang hidup?" Bagaimana pandangan Saudara pembaca?

Dalam Injil, pengikut Isa Al-Masih, Kalimah Allah, disuruh mencintai Dia. Ada ayat Allah yang mengatakan bahwa walaupun kita belum pernah melihat Dia, namun kita mengasihiNya (Injil, I Petrus 1:8). Hal ini mudah dimengerti karena Nabi Besar Isa Al-Masih sedang hidup dan berada di surga. Ayat Allah jelas: "... terangkatlah Ia [Isa ke surga] disaksikan oleh mereka [rasul-rasul], dan awan menutupNya dari pandangan mereka" (Kisah Para Rasul 1:9-10). Hal ini juga ditekankan dalam Sura (4) An Nisaa', Ayat 158: "... tetapi Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya."

Isa Al-Masih hidup, malah berjanji untuk selalu menyertai kaum-Nya dalam segala percobaannya sampai ke ujung bumi. Dalam pribadi Roh Allah Ia berjalan bersama-sama kita, Ia berbicara sama kita dan malah menjadikan kita "bait"Nya karena berdiam di dalam kita. Demikian, Ia dapat menerima cinta dan kasih kita karena Ia hidup. Jangan berusaha mencintai yang sudah mati. Cintailah Dia yang hidup!

Bagaimana saya dapat menyatakan cinta saya kepada Kalimah Allah? Pertama, dengan menerima Ia sebagai Juruselamat saya (Injil, Rasul Yahya 1:12). Jelas jikalau saya menolak Kalimah yang datang dari Allah, saya menyatakan bahwa saya tidak mencintai Dia. Bagaimana cara menerima Kalimah Allah yang hidup. Jikalau Saudara sungguh ingin menerima Dia, kiranya doa singkat di bawah ini, dengan sungguh-sungguh dan penuh khusyuk didoakan:

"Kepada Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, saya mengucapkan syukur karena Kalimah Allah, yaitu Isa Al-Masih, menjelma menjadi manusia dan akhirnya disalibkan dan bangkit dari antara orang mati untuk saya. Saya mengaku dosa-dosa saya dan mohon agar Isa Al-Masih menjadi Juruselamat pribadi saya sekarang ini. Amin."

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Berhubung banyak komentar yang masih belum kami balas, untuk sementara komentar tidak diterima.

Comments  

# ben 2011-02-27 19:13
*
Setiap Muslim yang beriman memuliakan seluruh Nabi dan Rasul (yang wajib di imani ada 25 Nabi/Rasul) yaitu sejak nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Daud, Isa, dan Muhammad) karena semuanya adalah Nabi utusan Allah.

Kecintaan Muslim kepada nabi terakhir tidak sampai menjadikannya sebagai sesembahan dan menganggapnya jelmaan Tuhan atau Tuhan itu sendiri, sebagaimana keyakinan dalam ajaran Kristen yang sampai menjadikan Isa Al-Masih sebagai Tuhan, atau Putra Tuhan, atau Jelmaan Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2011-03-12 16:45
~
Saudara Ben, kami pengikut Isa Al-Masih, tidak pernah menjadikan Isa Al-Masih sebagai Tuhan.

Isa Al-Masih memang adalah Kalimat Allah. Ia adalah Roh Allah yang kemudian menjelma menjadi manusia. Bukan manusia yang menjadi Tuhan, melainkan Tuhan yang menjadi manusia.

Melalui tanggapan kali ini, kami hendak memberikan satu ayat saja buat Saudara:

Qs 3:45 "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan Kalimat daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat, dan termasuk orang-orang yang didekatkan."

Ayat ini mengatakan bahwa Isa Al-Masih adalah yang terkemuka di dunia dan di akhirat. Mengapa Isa Al-Masih dikatakan sebagai yang terkemuka di dunia dan akhirat? Bukankah yang boleh disebut sebagai yang terkemuka di akhirat, hanya Allah saja?

Mengapa ayat ini terkesan seperti menyamakan Isa dengan Allah? Ataukah memang Isa Al-Masih boleh menyaingi Allah sebagai yang terkemuka di akhirat?

Bolehkah Saudara menjelaskan ayat ini kepada kami?
~
CA
# rahman 2011-03-02 11:43
*
Saya ucapkan terima kasih buat forum ini.

Namun alangkah baiknya staff Isa Dan Islam lebih mendalami lagi pandangan Islam yang utuh tentang ketauhidan dan tentang Muhammad agar lebih berisi.

Terimakasih!
# Staff Isa dan Islam 2011-03-12 17:01
~
Saudara Rahman, apakah ada yang tidak Saudara setujui dari artikel kami di atas, sehingga Saudara bisa memiliki pendapat bahwa kami kurang memahami tentang agama?

Kami berharap agar Saudara bisa memberitahukann ya kepada kami, untuk boleh kami perhatikan. Sedemikian pula kami berharap, agar Saudara juga boleh memberi perhatian pada apa yang kami tulis di website ini. Terima Kasih.
~
CA
# arina 2011-03-25 09:11
*
Saya merasa diforum ini terlalu menonjolkan tentang agama Kristen itu sendiri.

Saya sangat senang dengan adanya forum ini, karena kita lebih bisa menghargai tentang adanya agama atau kepercayaan yang berbeda-beda.

Didalam Islam kita memang sangat mencintai Rasul Allah yang telah tiada, rasa hormat dan sayang semua umat Rasul dapat disampaikan dengan membaca Shalawat nabi akan selalu sampai pada Rasul Allah yaitu Muhammad.
# Staff Isa dan Islam 2011-04-09 16:01
~
Saudara Arina, website ini menyajikan siapakah Isa Al-Masih yang sesungguhnya berdasarkan keutuhan wahyu Allah dalam Taurat, Zabur, Kitab Nabi-Nabi, dan Injil.

Kami juga merasa sangat senang untuk boleh berdialog dengan Saudara.

Kiranya Saudara dapat memahami bahwa Shalawat nabi berarti mendoakan keselamatan nabi. Dan mendoakan keselamatan seseorang harusnya dilakukan sebelum orang tersebut meninggal. Karena setelah meninggal, sudah tiada kesempatan baginya untuk bertobat, dan selamat ataukah tidak selamat, tempatnya apakah di sorga atau neraka, tentunya sudah ditetapkan.

CA
# nunu 2011-03-26 18:09
*
Mengapa membandingkan Yesus yang dianggap Tuhan oleh umat Kristiani dengan segala kemahakuasaan-N ya yang tak berdaya di salib dengan Muhammad yang hanya manusia biasa?
# Staff Isa dan Islam 2011-04-09 16:06
~
Saudara Nunu, Isa Al-Masih tidaklah dianggap sebagai Tuhan oleh kami pengikut Isa Al-Masih. Dia memang adalah Tuhan, sejak sebelum Dia datang ke dalam dunia.

Allah di sorga sendiri mengklaim Isa adalah Anak Allah, sebagai berikut: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia." (Injil, Rasul Besar Matius 17:5).

Anak Allah berarti Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah yang menjelma menjadi manusia. Isa Al-Masih adalah tanda dari Allah kepada manusia. Isa AL-Masih adalah wakil Allah yang seutuhnya bagi umat manusia.

CA
# faith4Gaza 2011-03-28 19:03
*
Isa Al-Masih adalah salah satu nabi yang wajib setiap Muslim imani dan hormati.

Sebagai Muslim, tentu kami lebih menghormati Muhammad sebagai nabi dan rasul terakhir yang membawa agama Islam ke bumi ini atas perintah Allah.

Muslim pun sangat mencintai Isa Al-Masih, karena Beliaulah yang akan kembali turun ke bumi atas perintah Allah dan akan menghancurkan semua salib di akhir zaman kelak, dan meluruskan umat Yahudi dan kristen untuk memeluk Islam.

Kami Muslim pun paham dan mengerti, kelebihan Isa Al-Masih dibandingkan nabi dan rasul yang lain.

Allah pun berfirman dalam beberapa surat di Al-Quran. Tapi tetap saja, Muhammad yang paling mulia, karena beliau Hatamannabiyun, penutup jaman para nabi, sekaligus nabi terakhir untuk umat terakhir di bumi.

Aku bersaksi, tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi Muhammad Rasul Allah. Dan aku bersaksi Isa Al-Masih nabi Allah, abdi Allah. Dan aku bersaksi Musa adalah nabi Allah, abdi Allah.
# Staff Isa dan Islam 2011-04-09 15:58
~
Saudara, Isa Al-Masih akan datang kembali sebagai seorang Hakim Yang Adil. (Hadits Shahih Bukhari 1090).

Isa akan menghakimi puluhan, bahkan ratusan milyar manusia yang pernah hidup di dunia ini. Seorang Hakim haruslah Maha Tahu (Ia harus mengetahui isi hati setiap manusia, mengetahui setiap apa yang pernah mereka ucapkan dan apa yang pernah mereka lakukan), harus Maha Adil dalam mengadili setiap perkara, dan harus tidak punya potensi bisa salah walau hanya sedikitpun saja, tidak bisa berbuat salah (Maha Suci). Sebab Allah tidak mungkin menyerahkan penghakiman hari kiamat pada seseorang yang punya potensi bersalah walau sedikitpun.

Isa juga haruslah Maha Kuasa karena Ia harus menghakimi ratusan milayar manusia dalam waktu yang sangat singkat. Jikalau Saudara diminta untuk menghitung uang seratus milyar dalam pecahan kepingan satu rupiah, kira-kira Bapak butuh waktu berapa lama sebagai seorang "manusia" ?

Isa Al-Masih diberi kuasa menghakimi, dan bukan sekedar menghitung uang. Oleh sebah itu Isa harus Maha Tahu, Maha Adil, Maha Suci, dan Maha Kuasa.

Maha Tahu, Maha Adil, Maha Suci, dan Maha Kuasa adalah nama khusus buat Allah saja. Dan adalah syirik, jika kita memberikan nama itu untuk makhluk selain Tuhan Allah itu sendiri.

Kami mengundang Saudara untuk boleh merenungkan artikel kami di:
isadanislam.com/jalan-keselamatan.

CA
# chivas 2011-03-29 13:04
*
Saya mengimani Yesus bisa membangkitkan orang mati, saya juga percaya akan muzizat Yesus menyembuhkan orang buta dan penyakit kusta.

Tetapi saya sangat tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, karena dalam alkitab sendiri Yesus hanya disebut sebagai Anak Manusia.

Sebagai bangsa Indonesia, saya tidak punya alasan untuk bisa mencintai Yesus, seperti yang disebutkan dalam Injil Matius 10:5-6 menerangkan:

5. Maka kedua belas orang inilah disuruhkan oleh Yesus dengan pesannya
demikian: "Janganlah kamu pergi ke negeri orang kafir (selain bangsa
Yahudi/Israel) dan jangan kamu masuk ke negeri orang Samaria.
6. melainkan pergilah kamu kepada segala domba kaum Israel yang sesat itu".

Ayat itu menerangkan bahwa bangsa Indonesia tidak akan mendapat kasih Yesus.
# Staff Isa dan Islam 2011-04-10 00:13
~
Salam Saudara Chivas,

Sesungguhnya Isa Al-Masih juga disebut sebagai Anak Allah oleh Allah sendiri: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia." (Injil, Rasul Besar Matius 17:5). Juga dalam banyak ayat lainnya, misalnya lagi dalam Injil, Matius 3:17.

Dalam banyak ayat, Isa Al-Masih disebut sebagai Anak Allah oleh malaikat (Injil, Lukas 1:32; 35 - "Sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.")

Isa Al-Masih disebut sebagai Anak Allah oleh para nabi, seperti Nabi Ilyas (Kitab Nabi Ilyas 7:14; 9:5), oleh Nabi Yahya (Injil, Yohanes 1:34), dan oleh banyak orang lainnya seperti tertera jelas di dalam Kitab Suci.

Anak Allah bukan berarti Allah punya istri dan kemudian memiliki anak. Ini konsep yang salah. Anak Allah berarti Isa Al-Masih adalah berasal dari Allah. Ia adalah Kalimat dari Allah. (Qs 3:45, 4:171).

Anak Allah juga berarti bahwa Isa Al-Masih adalah ‘tanda’ dari Allah bagi manusia (Qs 19:21; 21:91). Wakil Allah bagi manusia.

Inilah konsep Anak Allah yang benar. Bukan Allah yang beranak dan diperanakkan seperti yang dituduhkan dalam Qs 112:3.

Isa Al-Masih juga bukan hanya bagi bani Israil, silahkan Saudara simak artikel berikut: tinyurl.com/42ewdkd.

CA
# AllahuAkbar 2011-07-09 10:41
*
Kenapa Tuhan anda menjelma menjadi manusia setelah ribuan tahun, tidak dari Nabi-Nabi sebelum Isa Al-Masih? Kan supaya tidak repot lagi mengurusi yang non-Kristen, bahkan mungkin tidak perlu lagi membuat neraka karena mungkin saat ini semua orang sudah memeluk agama kalian.

Enak beragama Kristen karena sudah pasti "masuk surga" tanpa mampir dulu di neraka.
Nabi Muhammad juga menyampaikan Firman Allah, tapi kan tidak dianggap kalau Beliau adalah Tuhan.

Ingat: Yang mati di dunia ini hanya jazad, tapi roh tidak pernah mati. Itu yang terjadi bagi yang namanya manusia termasuk Nabi Muhammad.
Kenyataannya, yang disembah oleh Kristen kan Salib dengan tubuh Yesus yang tergolek tanpa nyawa?
Apa ada doktrin 'dosa-turunan'y ang harus ditebus oleh Tuhan sendiri dalam kitab Injil?
# Staff Isa dan Islam 2011-07-15 23:30
~
Tahukah seberapa banyak amal yang saudara kumpul untuk mengimbangi berat najis dosa saudara.

Lihatlah nabi Adam, bukankah hanya karena makan buah kuldi maka beliau terlempar dari Firdaus. Kelihatannya dosa beliau sederhana sekali, tetapi apakah sesederhana itu? setelah terlempar dari Firdaus rupanya Adam masih hidup di dunia sekian ratus tahun lagi dan telah berbuat banyak amal kebaikan.

Maka bandingkan dengan dosanya yang hanya makan buah kuldi, seharusnya Adam sudah layak kembali ke firdaus karena dosa hanya makan buah kuldi. Tapi rupanya Allah tetap tidak bisa menerima Adam, karena dosa dimata Allah serius, dosa kecil atau dosa besar sama saja tidak layak dihadapannya. Lalu amal baik juga tidak dapat menghapuskan dosa itu, sebab jika amal baik menghapuskan dosa maka sejak dahulu Adam kembali ke firdaus Perhatikan Injil, surat Roma 6:23 "Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Isa Al-Masih, Tuhan kita."

Karena amal baik tersebut tidak mungkin menghapuskan dosa najis manusia maka Allah menjanjikan keselamatan kepada Adam dan Hawa ketika mereka hendak diusir dari taman itu, lihat dalam Taurat, Kitab Kejadian 3:15 "Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau (Dajjal) dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya." siapakah yang disebut keturunan perempuan atau bin perempuan itu? Dialah Isa Al-Masih yang lahir dari seorang perawan Maryam, lihat dalam Qs 3:45.
~
NN
# zainal 2011-07-19 14:16
*
Kalau Isa Al-Masih Anak Tuhan maka Nabi Adam anak Tuhan juga?
# Staff Isa dan Islam 2011-07-25 15:36
~
Isa Al-Masih disebut Anak Allah karena Ia dengan sempurna menyatakan Allah kepada manusia. Dia adalah Kalimat Allah dan dengan sempurna menjelaskan kehendak dan sifat Allah kepada manusia. Sebagai Anak dan Kalimat Allah, Isa Al-Masih menyatakan kasih dan kesucian dan keselamatan dari Allah kepada manusia.

Perhatikanlah ayat berikut, “Sesungguhnya Al Masih, ’Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya.” (Qs 4:171)

“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. ” (Injil, Rasul Yohanes 1:1; 14)

Sehingga, tujuan Dia datang ke dunia adalah untuk membawa keselamatan bagi mereka yang percaya kepada-Nya.

Jelas Adam dan Isa Al-Masih adalah berbeda. Sebab mereka datang ke dunia dengan tujuan dan maksud yang berbeda.
~
SO
# lucky 2011-07-20 00:27
*
Terima kasih, hanya sayangnya pertanyaan tidak seluruhnya terjawab.

1. Manusia masing-masing menanggung dosanya sendiri-sendiri selama hidup didunia, masak harus menanggung dosa Nabi Adam? Teori macam apa pula itu?

2. Amal kebajikan dan ibadah bisa menghapuskan dosa.
Kalau melihat surat Roma diatas itu sama artinya kalau Tuhan itu tidak punya sifat Maha Pengampun.

Wassalam.
# Staff Isa dan Islam 2011-07-22 21:57
~
Saudara Lucky,

Tahukah seberapa banyak amal yang saudara kumpul untuk mengimbangi berat najis dosa saudara. Lihatlah nabi Adam, bukankah hanya karena makan buah kuldi maka beliau terlempar dari Firdaus. Kelihatannya dosa beliau sederhana sekali, tetapi apakah sesederhana itu? setelah terlempar dari Firdaus rupanya Adam masih hidup di dunia sekian ratus tahun lagi.

Jika amal saleh menyelamatkan maka seharusnya Adam sudah layak kembali ke firdaus karena amal salehnya sudah begitu banyak ia buat semasa hidup dibandingkan dosanya makan buah kuldi tersebut.

Tapi rupanya amal saleh itu tidak membuat Adam segera dipindahkan ke sorga. Allah tetap tidak bisa menerima Adam, karena dosa maka amal saleh manusia tetap najis bagi Allah. Perhatikan Injil, surat Roma 6:23 Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Isa Al-Masih, Tuhan kita."
~
NN
# endi 2011-08-22 22:58
*
Mencintai yang Hidup (Isa) atau yang Mati (Muhammad)?

Apakah Pendiri Agama yang sudah mati dapat menerima cinta dari kita yang hidup?" Bagaimana pandangan Saudara pembaca?


Salam sejahtera staff Isa Dan Islam, menurut pandangan saya pribadi, secara logika bisa tidak bisa juga ya. Mengapa? karena intinya hidup dan mati itu adalah suatu keyakinan seseorang.

Apakah setelah mati ada kehidupan? dan bagaimana kehidupan setelah mati?.
# Staff Isa dan Islam 2011-08-26 20:13
~
Saudara Endi,

Kehidupan sesudah kematian itu ada sebagaimana dijelaskan oleh Firman Allah yaitu Alkitab. Isa Al-Masih satu-satunya yang dapat menjelaskan dengan nyata mengenai kehidupan setelah mati karena Dia datang dari Sorga dan kembali ke sorga, Anas Bin Malik 72 menjelaskan Isa Al-Masih adalah Roh Allah dan Kalimat Allah. Tidak mungkin Roh Allah dan Kalimat Allah baru ada saat Isa Al-Masih di dunia dengan kata lain bagian sorga hanya dapat dipahami oleh Isa Al-Masih, beginilah Isa Al-Masih menjelaskan:

Bahwa kehidupan sorga itu sudah pasti kehidupan yang terbaik sedangkan diluar sorga yaitu neraka tempat terburuk, Isa Al-Masih berkata tantang neraka Injil, Rasul Besar Lukas 13:28 “Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi, apabila kamu akan melihat Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi di dalam Kerajaan Allah, tetapi kamu sendiri dicampakkan ke luar.”

Bagaimana cara menuju sorga? Isa Al-Masih menjelaskan dalam Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6 “Kata Isa Al-Masih kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa (Allah), kalau tidak melalui Aku.”
~
NN
# kiai ndak waraz 2011-09-07 06:48
*
1. Apakah Isa Al-Masih dan Muhammad itu pendiri agama?

2. Apakah Isa Al-Masih sekarang masih hidup?
# Staff Isa dan Islam 2011-09-07 11:48
~
Saudara Kiai,

1. Isa Al-Masih datang ke dunia bukan atas misi suatu agama tertentu. Demikian juga nabi-nabi yang datang sebelumnya, mereka tidak ada yang datang ke dunia dengan membawa misi suatu agama.

Tujuan Isa Al-Masih datang ke dunia hanya satu. Yaitu melepaskan manusia dari ikatan belenggu dosa, dan memberi hidup kekal kepada mereka.

Perhatikanlah perkataan Isa Al-Masih berikut ini, "Isa bersabda: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Isa berkata, bahwa Dia adalah sang "Jalan". Melalui Dia orang dapat belajar mengenai "Kebenaran" tentang Allah dan menemukan "Hidup" bersama Allah.

Dan inilah kesaksian kitab suci mengenai diri-Nya, “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia [Isa Al-Masih], sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." (Injil, Kisah Para Rasul 4:12)

Sedangkan Muhammad, dia adalah orang yang mendirikan agama Islam.

2. Saudara betul, Isa Al-Masih saat ini masih hidup. Dan inilah kesaksian Al-Quran tentang hal itu, “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali". (Qs 19:33).

"(Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta...menjadi kan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat...". (Qs 3:55).

Demikianlah, kedua ayat di atas telah menjelaskan bahwa Isa Al-Masih benar-benar telah lahir ke dunia, wafat, dan akhirnya bangkit dari antara orang mati dan naik ke sorga.
~
SO
# Julius 2011-09-13 14:23
*
Saya berdoa buat saudara Ben dan rekan-rekan, agar Isa Al-Masih yang hidup menyatakan diri-Nya kepada saudara-saudara.

Terima kasih.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-02 13:54
~
Saudara Julius,

Terimakasih untuk komentar yang telah saudara berikan. Sebagai orang percaya dan yang telah lebih dahulu menerima keselamatan dari Isa Al-Masih, memang sudah seharusnyalah kita mendoakan mereka yang belum mengenal Dia.

Sebab Keselamatan yang dibawa oleh Isa Al-Masih bukan hanya bagi kita, tetapi bagi seluruh umat manusia.

“Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya." (Injil, Rasul Besar Matius 24:14).
~
SO
# kupu7hr 2012-01-16 10:59
*
Salam,

Mungkinkah seorang yang mengikuti ajaran Al-Quran, tapi tidak mengakui Muhammad sebagai nabi, akan masuk surga?.
# Staff Isa dan Islam 2012-01-17 17:35
~
Saudara Kupu,

Syarat seseorang dapat masuk sorga adalah “memiliki jaminan keselamatan”. Dan jaminan itu hanya ada pada Isa Al-Masih. Hanya melalui Dia saudara dapat belajar mengenai kebenaran dan hidup bersama Allah. Dia-lah jalan menuru surga Allah.

Inilah perkataan Dia tentang hal itu, "Isa bersabda: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Bagaimana cara mendapatkan jaminan keselamatan tersebut? Penjelasan kami pada url ini dapat membantu saudara. Silakan klik di sini: http://tinyurl.com/3cvhqy3.
~
SO
# kupu7hr 2012-01-24 14:02
*
Staff Isa dan Islam,

Coba simak pertanyaan saya dulu dan coba compare dengan pengakuan iman Kristen di Yohanes 14:6 dan Yohanes 3:36, serta syahadat Islam yang selalu diucapkan bahwa Muhammad adalah Nabi.

Jadi apakah dengan tidak mengaku Muhammad adalah Nabi, maka orang yang bersangkutan akan masuk surga? Dengan kata lain ada kesejajaran antara claim Muhammad dengan Isa Al-Masih dan secara tidak langsung Muhammad pun adalah Allah yang wajib diakui oleh seluruh pengikut-Nya.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-03 15:33
~
Al-Quran menjelaskan bahwa setiap manusia, termasuk Muhammad, berdosa. Ia membutuhkan pengampunan dari Allah (Qs 48:2). Sedangkan Isa Al-Masih adalah suci. Dia adalah Kalimat Allah, satu-satunya Pribadi yang suci. Dan, kata “suci” itu hanya ditujukan bagi-Nya (Qs 19:19).

Sebagai utusan Allah, Muhammad hanya memberikan petunjuk jalan menuju sorga (Qs 42:52). Sedangkan Isa Al-Masih adalah jalan ke sorga itu sendri (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Muhammad bukan Allah, ia mengaku hanya sebagai utusan-Nya. Oleh sebab itu ia tidak dapat menyelamatkan pengikutnya, justru ia sendiri minta didokan agar selamat. Hal ini berbeda dengan Isa Al-Masih yang mengatakan bahwa barangsiapa telah melihat-Nya, ia telah melihat Allah (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:9). Karena Isa Al-Masih adalah Allah maka Dia dapat menyelamatkan manusia.
~
SL
# Mencari Benar 2012-02-16 09:08
*
Memang, harus saya akui kita sebagai manusia mempunyai pikiran yang sangat terbatas oleh ruang dan waktu. Konsep Tuhan tidaklah bisa kita pahami jika kita berpikir dengan pikiran terbatas ini, Ke-Tuhanan tidak terbatas ruang dan waktu, hal ini bersifat metafisik.

Kita hanya bisa meminta kepada-Nya untuk mengerti akan hal-hal ini.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-24 11:04
~
Allah itu Maha. Mahakuasa, Maha sempurna dll. Allah dapat melakukan apapun juga, karena Dia tidak terbatas. Dia Allah, bukan manusia, sehingga kita tidak dapat memahami Allah dari kacamata manusia.

Dalam dunia ini ada banyak yang disebut tuhan dan allah. Jika Tuhan tidak memperkenalkan diri-Nya maka malanglah nasib manusia, karena manusia rentan salah. Jika Tuhan tidak memperkenalkan diri-Nya maka tidak adil bila Allah menghukum manusia karena salah sembah. Tetapi Allah penguasa alam semesta adalah Esa dan sempurna maha bijak. Dia tahu manusia cendrung salah dan terbatas pada indra. Manusia pasti salah memilih allah jika  tidak Allah sendiri memperkenalkan diri-Nya. Itu sebabnya Allah datang ke dunia dalam rupa Isa Al-Masih supaya manusia mengenal Allah yang benar.

Dalam Isa Al-Masih kita dapat mengenal Allah. Allah menjadi manusia agar kita mengerti bahwa hanya Allah saja yang dapat membersihkan manusia dari dosa najisnya. Karena itu Allah rela mengorbankan diri-Nya dan kemuliaan-Nya untuk menyelamatkan manusia.

”... yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.” (Injil, Surat Filipi 2:5-8).
~
NN
# yanto 2012-02-21 13:24
*
Mengapa harus membandingkan Isa Al-Masih dengan Muhammad?
# Staff Isa dan Islam 2012-02-28 17:07
~
Sebenarnya tidak ada maksud kami untuk membandingkan. Namun kami hanya ingin menyampaikan fakta yang ada mengenai Isa Al-Masih dan Muhammad.

Muhammad adalah nabi, namun ia tetap manusia biasa yang tak luput dari kesalahan dan dosa. Namun Isa Al-Masih bukan manusia biasa karena Isa tidak diciptakan. Ia berasal dari Firman Allah. Karena itulah Isa disebut "Kalimatullah" (Qs 3:45), seperti tertulis dalan Injil,
" Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. " (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1).

Disebutkan dalam kitab saudara, "Maka ketahuliah ya (Muhammad), bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan, melainkan Allah dan mohonlah ampunan (kepada-Nya) bagi dosamu dan bagi dosa-dosa orang Mu'min." (Qs 47:19). Jika kita perhatikan ayat ini berarti semua manusia, entah dia nabi atau rasul ternyata sudah ada dibawah kuasa dosa, kecuali Isa Al-Masih. Malaikat berkata, "Ia (Jibril) berkata: sesungguhnya aku ini hanyalan utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki (Isa Al-Masih) yang suci" (Qs 19:19).

Semua manusia berdosa sedangkan Isa Al-Masih tidak berdosa, lihat Hadist Shahih Bukhari jilid 3 halaman 208 ayat 1493 "semua anak Adam yang lahir sudah disentuh setan, kecuali Isa putera Maryam" adakah yang suci selain Allah.

Kalau begitu siapa itu Isa Al-Masih sebenarnya sehingga disebutkan sebagai satu-satunya pribadi yang suci. Bukankah Yang Suci hanya Allah saja?
~
NN
# azman 2012-03-02 01:23
*
Dimanakah kesahihan tentang ayat yang mengatakan (bermaksud) kalimat-Nya merupakan seorang anak? Ayat tersebut hanya menjelaskan malaikat telah memberitahukan kepada Maryam bahwa dia akan dikaruniakan seorang Anak yang terjadi menurut kehendak Allah dan Dia adalah seorang yang soleh dan mengabdikan diri kepada Allah.

Tentulah ini tidak bermaksud bahwa "Isa itu Tuhan Allah", sebab jelas di dalam ayat di atas bahwa "Isa adalah ciptaan Allah"!
# Staff Isa dan Islam 2012-03-07 11:05
~
Dalam kitab saudara ditulis :"Hai Maryam sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat yang datang dari pada-Nya, namanya Al-Masih, Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan akhirat..." (Qs 3:45).

Isa Al-Masih dikatakan kalimat (Firman) Allah. Mengenai Kalimat-Nya tidak pernah terpisah dari sang pengucap kalimat tersebut, karena merupakan satu kesatuan dengan si pengucap. Demikian juga dengan Kalimat Allah (Isa Almasih) adalah satu kesatuan dengan Allah. Kalimat dan Pribadi-Nya tidak mungkin dipisahkan.

Isa Al-Masih tidak diciptakan, karena Ia berasal dari Firman Allah. Isa ada karena Firman. Karena itulah Isa disebut "Kalimatullah" (Qs 3:45), seperti tertulis :" Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. "(Injil, Rasul Besar Yohanes 1:10. Isa Al-Masih adalah firman Allah yang menjadi manusia,
"Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya," (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:14).
~
NN
# keeamad 2012-03-21 01:10
*
Saya mengikuti yang benar. Tapi tidak ada ya?

Saya yakin bahwa hakikat yang hidup itu adalah “cahaya” atau “terang”, ini bisa dicontohkan dari, “Nyalakan lampu agar kamar terang".

Dan konsekuensinya, mati adalah gelap. Dari sesuatu yang terang (dan jelas), orang akan mudah melihat atau mengetahui mana yang benar dan mana yang salah. Sementara dalam kegelapan, orang sulit untuk melihat atau mengetahui sesuatu.

Maka dari cara pikir itu, saya pilih yang Hidup, karena yang Hidup itu adalah Terang.
Hanya iblis yang bersembunyi dalam “kegelapan gua” selalu menghindari terang. Malah semakin mereka diberi terang, semakin jauhlah mereka bersembunyi di dalam kegelapan gua.
# Staff Isa dan Islam 2012-03-26 21:59
~
Alkitab menyatakan bahwa hidup yang benar dan sejati hanya terdapat di dalam Isa Al-Masih. Hidup-Nya adalah terang bagi semua orang, karena hanya melalui Dia kebenaran, sifat, dan kuasa Allah dapat kita alami.
Terang Isa Al-Masih itu bersinar di dalam dunia yang jahat dan berdosa yang dikuasai oleh Iblis. Walaupun sebagian besar di antara kita belum menerima terang atau hidup-Nya, namun kegelapan itu tidak dapat mengalahkan-Nya.

“Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:4,5).
~
SL
# Muhammad Fadhil 2012-04-23 19:28
*
Salam sejahtera bagi umat Kristiani.

Saya mencintai keduanya karena baik Nabi Isa maupun Nabi Muhammad adalah utusan Allah.

Perkara hidup atau mati, Allah berfirman: "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam sorga, maka sungguh ia telah beruntung..." (Qs. Ali 'Imran 185).

Ketahuilah, Allah berfirman dalam Sura (4) An Nisaa', Ayat 158: "... tetapi Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya." bukan berarti saat ini Isa Al-Masih berada di sorga, tapi Dia akan turun ke bumi untuk menjadi hakim yang adil bagi manusia dengan berdasarkan Al-Quran dan akan mematahkan salib serta membunuh babi; ia akan menghapuskan jizyah (pajak yang diambil dari non-Muslim yang berada di dalam perlindungan pemerintahan Muslim), namun demikian Nabi 'Isa tetap akan wafat dan hanya Allah saja yang Maha Hidup lagi kekal abadi.
# Staff Isa dan Islam 2012-04-24 15:02
~
Saudara Muhammad Fadhil,

Bagaimana pendapat saudara tentang ayat ini, “Dan tidak ada seorangpun daripadamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan” (Qs 19:71)

Bila saat ini Isa tidak berada di sorga, lalu di manakah Isa berada? Kemanakah Allah mengangkat Isa?.

Saudara betul, pada akhir zaman Isa akan datang ke dunia untuk kali ke dua. Pada saat itu, Dia akan mengadili setiap manusia. Dan menetapkan siapakah yang layak masuk sorga dan siapa yang harus dibuang ke neraka jahanam. Dengan demikian, tujuan Isa datang ke dunia bukan untuk mematahkan salib dan memusnahkan babi seperti yang saudara sampaikan.

Lebih lanjut tentang kematian dan kebangkitan Isa Al-Masih, silakan saudara membaca artikel ini: http://tinyurl.com/c2quvd8.
~
SO
# simon nasu 2012-07-09 23:17
*
Saya setuju. Dapatkah kita mencintai yang telah mati dan yang belum jelas apakah masuk sorga atau tidak! Mari cintailah Isa Al-Masih / Yesus Kristus yang hidup di surga.
# Taryono 2012-07-24 10:30
*
Saya mengakui Nabi Muhammad dan Nabi Isa sebagai nabi saya.

Tapi bagi saya Nabi Isa tidak pernah mengakui sebagai Anak Tuhan atau Tuhan. Keduanya adalah penyelamat kami kaum Muslimin dan kaum Nasrani. Bukan penyelamat Kristen ataupun Katolik. Nasrani adalah umatnya Nabi Isa sebelum Islam.
# Staff Isa dan Islam 2012-07-27 11:08
~
Saudara Taryono,

Terimakasih untuk komentar saudara. Maaf kami merevisi sedikit kalimat saudara agar dapat lebih mudah dimengerti oleh pembaca lain.

Saudara Taryono mengatakan mengimani Muhammad dan Isa sebagai nabi. Maaf, kami ingin mengajukan satu pertanyaan bagi saudara. Bagaimana mungkin saudara dapat mengimani dua nabi yang jelas-jelas ajaran keduanya bertolak-belakang?

Contoh sederhana: Isa mengajarkan monogami. Muhammad mengajarkan poligami. Lalu menurut saudara Taryono, yang mana yang harus saudara ikuti? Teladan Isa atau Muhammad? Jelas dalam hal ini saudara harus memilih, tidak mungkin saudara percaya kedua-duanya bukan?

Jelas Isa Al-Masih berbeda dengan Muhammad. Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah. Dialah satu-satunya yang dapat membawa saudara kembali pada kemuliaan Allah dan menyediakan Jalan Keselamatan dan hidup kekal bagi saudara, bila saudara mau percaya kepada-Nya.

“Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus” (Injil, Rasul Besar Yohanes 17:3).
~
SO
# toyib 2012-08-08 15:36
*
Dikutib dalam kitab Al-Quran Qs 61:6, “Dan ingatlah ketika Isa putra Maryam berkata, "Wahai Bani Israil sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu, yang membenarkan kitab yang turun sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan seorang rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Muhammad"

Jelaslah bahwa pendapat saya yang benar dan lurus. Itu adalah nabi besar kami Muhammad.
# Staff Isa dan Islam 2012-08-11 19:36
~
Menurut KBI, klaim berbeda dengan nubuat. Nubuat adalah sebuah ramalan yang disampaikan oleh seorang nabi mengenai hal yang akan terjadi dikemudian hari. Sedangkan klaim adalah tuntutan pengakuan atas suatu fakta bahwa seseorang berhak atas sesuatu. Biasanya klaim ini disampaikan oleh yang bersangkutan. Bukan orang lain.

Bila memang benar Isa menubuatkan Muhammad sebagai nabi setelah Dia, bukankah seharusnya nubuat tersebut disampaikan oleh Isa jauh sebelum Muhammad ada? Dan bukankah seharusnya nubuat itu ada di kitab-kitab sebelum Al-Quran?

Ayat di atas jelas tidak dapat disebut sebagai nubuat kenabian Muhammad. Melainkan klaim yang dilakukan Al-Quran atas kenabian Muhammad.

Dengan kata lain, sulit untuk mengakui bahwa memang Isa Al-Masih pernah menubuatkan nabi setelah Dia, sebab pada kitab-kitab sebelum Al-Quran nubuat tersebut tidak ada.
~
SO
# Taryono 2012-08-10 15:19
*
Dalam ilmu tauhid Muslim, selain Allah Sang Pencipta ada makhluk sebagai ciptaan. Jadi Kalam Allah juga sebagai makhluk, bukan Pencipta yang menjelma menjadi ciptaan.

Saya anggap logika anda yang menganggap Pencipta menjelma jadi ciptaan adalah penyesatan. Itulah mengapa Allah menurunkan Al-Quran untuk meluruskan kembali apa yang sudah ahli kitab sesatkan.
# Staff Isa dan Islam 2012-08-11 19:36
~
Saudara Taryono,

Menurut saudara, siapakah yang lebih sesat. Orang yang percaya bahwa Allah Maha Besar sehingga Dia mampu menjadi apa pun yang Dia mau. Atau orang yang membatasi Allah dengan logikanya?

Saudara Taryono, bagaimana mungkin saudara bisa mengatakan dan percaya bahwa Allah itu Akbar, sedangkan saudara tidak percaya Dia bisa melakukan apa yang dikehendakinya?

Ada baiknya saudara mengenal Allah lebih lagi. Dia bukan sekedar Dzat yang hanya mendengarkan sholat-sholat saudara. Tetapi Dia adalah Allah yang sanggup melakukan apapun yang Dia mau. Dia tidak terbatas pada logika manusia.

Bila Allah ingin menjelma menjadi manusia, siapakah anda sehingga anda mengatakan itu mustahil?
~
SO
# Juli Darma Putra 2012-08-11 14:30
*
Mungkin bisa dianalogikan, kalau orang tua anda meninggal apakah anda berhenti mencintainya?

Surga itu gaib. Anda memperdebatkan sesuatu yang gaib, untuk mempercayainya tergantung keyakinan masing-masing.

Tidak ada yang tahu kondisi terkini Nabi Isa dan Nabi Muhammad. Itu urusan Allah. Menurut keyakinan umat Islam Nabi Muhammad juga sekarang di surga, para syuhada yang kelihatannya meninggal juga di surga. Hal ini tidak bisa diperdebatkan karena tidak bisa dibuktikan secara ilmiah.

Kalau anda melontarkan ayat dari Injil itu cocok untuk umat Kristen, di luar itu pasti bingung dengan ayat tersebut dan terdengar aneh.
# Staff Isa dan Islam 2012-08-16 16:35
~
Saudara Juli Darma Putra, benar seseorang yang kita cintai pasti kita kenang. Namun setelah ia mati apakah ia dapat menerima cinta kita?

Betapa gelap masa depan kita jika harapan tentang sorga hanya merupakan angan-angan dan tipuan! Tapi kita bisa tahu kebenaran itu dari Firman Tuhan dan kita bisa yakin bahwa sorga itu ada, nyata.

Alkitab memberitahukan kita bahwa sorga adalah takhta Allah (Kitab, Nabi Yesaya 66:1; Injil, Surat Kisah Para Rasul 7:48-49; Injil, Rasul Besar Matius 5:34-35).

Mengenai keselamatan, dalam Hadits Shohih Muslim, oleh KH. Adib Basri Mustafa hal.819 no.76, nabi saudara tidak tahu. Bagaimana nasib pengikutnya, rasulnya saja masih belum mempunyai kepastian keselamatan (masuk sorga/kembali kepada Allah)?

Namun, Isa Al-Masih justru menjamin keselamatan pengikutnya. Ia sekarang ada di sorga. Isa Al-Masih berkata: “Aku pergi ke situ (sorga) untuk menyediakan tempat bagimu” (Injil, Rasul Yohanes 14:2). Artinya pengikut-Nya akan kembali dan tinggal bersama-sama dengan Allah untuk selamanya di sorga. Iman yang menyelamatkan adalah percaya hanya kepada Isa Al-Masih untuk memperoleh hidup kekal.

Saudaraku, bukankan jelas bahwa Injil adalah petunjuk dan terang (Qs 5:43-46; Qs 5:68), juga berkah yang dapat menjawab keraguan dan pertanyaan Muhammad (Qs 10:94; Qs 16:43-44). Jadi, bagaimana mungkin aneh bagi anda?
~
DA
# taufik 2012-11-06 01:08
*
Maaf sebelumnya saya hanya ingin menjawab pertanyaan bapak/Ibu/kakak.

Isa Al-Masih dalam agama Islam adalah seorang nabi, dan semua nabi dalam agama Islam dimuliakan. Mengapa ayat ini terkesan seperti menyamakan Isa dengan Allah?

Allah dan Nabi Isa tidaklah sama. Nabi Isa adalah utusan, dan Allah adalah Tuhan kami (Muslim). Dalam ayat itu tertulis "seorang terkemuka" karena memang semua nabi (termasuk Nabi Isa) dan rasul-Nya juga termasuk "seorang terkemuka".

Seharusnya anda berfikir kenapa di sana tidak tertulis "seorang yang paling terkemuka", karena "seorang yang paling terkemuka" hanyalah Allah semata. "Seorang terkemuka" dengan "seorang yang paling terkemuka" tidaklah sama. Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2012-11-09 11:19
~
Saudara Taufik,

Dalam Qs 47:19 "Maka ketahuliah ya (Muhammad), bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan, melainkan Allah dan mohonlah ampunan (kepada-Nya) bagi dosamu dan bagi dosa-dosa orang Mu'min." Jika kita perhatikan ayat ini berarti semua manusia, entah dia nabi atau rasul ternyata sudah ada dibawah kuasa dosa, kecuali Isa Al-Masih. Di ayat lain dikatakan: "Ia (Jibril) berkata: sesungguhnya aku ini hanyalan utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki (Isa Al-Masih) yang suci" (Qs 19:19).

Kalau begitu siapa itu Isa Al-Masih sebenarnya sehingga disebutkan sebagai satu-satunya pribadi yang suci. Bukankah Yang Suci hanya Allah saja?

Isa Al-Masih dikatakan seorang yang terkemuka di dunia dan akgirat. Bukankah awalan TER- dalam kata terkemuka sudah menjelaskan makna paling. Jadi seperti yang saudara sebutkan bahwa hanya Allah saja yang memiliki posisi terkemuka di dunia dan akhirat. Dan Isa Al-Masih memiliki posisi itu.

Isa Al-Masih dalam Qs 3:45 dan Anas Bin Malik 72 adalah "Kalimat Allah" dan "Roh Allah" adakah nabi-nabi yang disebut juga "Kalimat Allah" dan "Roh Allah". Tidak ada. Jadi jelaslah Isa Al-Masih tidak sama dengan nabi manapun sebab Isa Al-Masih bukan nabi atau utusan.
~
NN
# muhammad fadhil isa 2012-11-06 13:36
*
Saudara Admin,

Sungguh setiap benda dan apapun itu, manusia, hewan, malaikat, setan, bahkan nabi dan rasul sekalipun adalah Kalimat Allah dan sungguh diantara semuanya adalah Allah ingin membedakan mana yang Muslim yaitu berserah kepada-Nya atau kafir atau membangkang dan menjauh dari jalan-Nya.

Seandainya Yesus atau nabi Isa lahir dengan ayah, apakah saudara masih percaya bahwa Yesus adalah Tuhan atau anak Tuhan atau Roh yang maha maksum di atas sorga?
# Staff Isa dan Islam 2012-11-09 10:57
~
Saudaraku Fadhil,

Mengenai riwayat Isa Al-Masih tidak bisa kita buat berandai-andai. Jika Isa Al-Masih lahir karena hubungan normal suami istri maka batallah kitab suci saudara, hadis dan Alkitab.

Ada baiknya kita menyelidiki mengapa Isa Al-Masih berbeda dengan manusia yang lahir karena hubungan suami istri dan berbeda dari Adam dan Hawa yang terlahir dewasa penuh.

Hal ini dijelaskan oleh  Injil Rasul Besar Yohanes 1:1-3, "Kalam (Kalimat) telah ada dari mulanya. Kalam itu bersama-sama dengan Allah SWT dan Kalam itu adalah Allah SWT. Sejak semula Kalam itu bersama-sama dengan Allah SWT. Segala sesuatu dijadikan oleh-Nya dan dari segala yang ada tidak ada sesuatu pun yang dijadikan tanpa Dia (Kalam)."

Kemudian dipertegas dalam  Injil Rasul Besar Yohanes 1:4, "Kalam itu telah menjadi manusia lalu tinggal diantara kita...”.Isa Al-Masih adalah kalam (Kalimat) Allah.
~
NN
# Lambert 2012-11-07 15:37
*
Sdr. Taufik,

1. Karena memang Yesus adalah Roh Allah yang menjelma menjadi manusia.

2. Adakah dalam kitab saudara menuliskan tentang seorang terkemuka di dunia & akhirat untuk Muhammad?

Saya rasa semua sudah dijelaskan oleh tim IDI di atas.

Sdr. M Fadhil Isa perhatikanlah ayat ini,

"Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia." (Injil, Rasul Besar Matius 17:5).

"Isa bersabda: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Jadi bagaimana mungkin kami umat Nasrani harus berserah kepada Muhammad, dan pertanyaan anda itu tidak masuk akal, sebab Dia telah dinubuatkan oleh nabi-nabi sebelumnya.

Inti dari ini adalah untuk bertukar-pikira n bukan untuk berdebat.
# Lambert 2012-11-07 18:17
*
Sdr. Fadhil Isa,

Diundang siapakah Paus MUI/FPI dan itukan menurut saudara saja yang debat selalu menang, dan alangkah lebih baik saudara juga mendalaminya, baik kitab-kitab sebelum kitab saudara sebab banyak Muslim yang melihat sudut pandang iman Kristen hanya dari mitos dan logika.

Ada tertulis: “Kami iringi (pula) dengan Isa putra Maryam, dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang” (Qs 57:27).

Bacalah dan temukan arti dalam diri saudara.
# AKSEL 2012-12-03 18:09
*
Bagaimana kalau saya lebih mencintai diri saya sendiri? Tapi tetap saya berterimah kasih pada leluhur saya yaitu semua nabi dan rasul.
# Staff Isa dan Islam 2012-12-20 21:31
~
Saudara Aksel,

Menurut saudara, apakah leluhur saudara dan semua nabi dapat memberi keselamatan sorgawi pada diri saudara? Memang adalah baik kita mencintai diri sendiri dan berterimakasih pada para leluruh (bukan menyembahnya).

Namun, hal yang paling penting saudara pikirkan selagi saudara masih mempunyai kesempatan adalah perihal keselamatan sorgawi saudara. Dan itu tidak dapat saudara dapatkan hanya dengan mencintai diri sendiri, dan berterimakasih kepada leluhur saudara serat para nabi/rasul.

Kitab suci berkata, “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan" (Injil, Kisah Para Rasul 4:12).

Apakah saudara tidak rindu mempunyai jaminan keselamatan?
~
SO
# Markeso 2013-02-08 23:46
*
Tuhan yang hidup itu tidak pernah mati dan tidak akan mati. Dia kekal.
# Staff Isa dan Islam 2013-02-21 21:58
~
Saudara Markeso,

Kami setuju dengan pernyataan saudara. Tuhan tidak akan pernah mati. Dia adalah kekal, dan sumber segala hidup. “Sebab pada-Mu ada sumber hayat, di dalam terang-Mu kami melihat terang” (Kitab Mazmur 36:9).

Aya serupa dalam Kitab Suci juga dituliskan, "Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa" (Injil, Kitab Wahyu 1:8)
~
SO
# syahrial 2013-02-21 07:53
*
Saudaraku, apakah engkau tidak berpikir dari apa yang anda tulis, “Isa bersabda: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui aku”

Berati Isa bukan Tuhan, karena melalui Isa-lah kaum-Nya sampai kepada Bapa (Tuhan).
# Staff Isa dan Islam 2013-02-21 22:00
~
Saudara Syahrial,

Bila saudara membaca Alkitab, saudara akan menemukan cukup banyak bukti yang menjelaskan bahwa Isa adalah Kalimatullah yang menjelma menjadi manusia. Dan ucapan-Nya di atas adalah salah satu bukti dalam Alkitab bahwa Isa bukanlah sekedar nabi.

Menurut saudara, adakah manusia yang layak membaca manusia berdosa lainnya kepada Tuhan (sorga)? Jelas tidak ada! Hanya Tuhan-lah yang dapat membawa manusia ke sorga-Nya. Karena keselamatan sorgawi adalah anugerah Allah dalam Isa Al-Masih yang diberikan-Nya kepada manusia secara cuma-cuma.

“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri”
(Injil, Surat Efesus 2:8-9).

Perhatikan ayat ini, “Jibril berkata: "Demikianlah, Tuhanmu berfirman: ’Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya (Isa Al-Masih) suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan." (Qs 19:21)

Ayat di atas tidak mengatakan “suatu tanda bagi bangsa Israel saja” melainkan bagi seluruh manusia.
~
SO
# egiirpan 2013-03-18 22:42
*
Saya sebagai orang Muslim mempercayai bahwa Isa masih hidup. Menurut agama Kristen siapakah sebenarnya yang disalib itu?
# Staff Isa dan Islam 2013-03-20 11:56
~
Saudara Egi Irpan,

Kami setuju dengan pendapat saudara yang mengatakan bahwa Isa masih hidup. Memang demikianlah adanya, karena kitab suci saudara pun mengatakan demikian. “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku (Isa Al-Masih), pada hari aku dilahirkan, pada hari aku (Isa Al-Masih) meninggal dan pada hari aku (Isa Al-Masih) dibangkitkan hidup kembali” (Qs 19:33).

Siapakah yang disalib? Jawabannya: Isa Al-Masih! Kitab suci Injil dengan jelas mengatakan demikian. “Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus di situ . . . ” (Injil, Rasul Lukas 23:33).

Tetapi karya yang dilakukan Isa Al-Masih tidak berakhir sampai pada kematian-Nya disalib. Sebagaimana Al-Quran percaya Dia bangkit dan hidup kembali, demikian juga Kitab Suci Allah mencatat, “Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perem puan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring” (Injil, Rasul Besar Matius 28:5-6).

Kebangkitan Isa Al-Masih dari kematian-Nya adalah bukti, bahwa maut tidak dapat mengalahkan-Nya . Maut tidak dapat mengambil nyawa-Nya dari Dia. Inilah bukti bahwa Isa Al-Masih adalah benar-benar Allah yang menjadi manusia. Sebab, adakah manusia yang bisa mengalahkan maut selain Tuhan itu sendiri?
~
SO
# Chandra 2013-03-21 11:05
*
Saya pernah beberapa kali mengikuti ibadah gereja dan ada pembicara seorang pemimpin pondok pesantren terkenal di Semarang. Dia lulusan doktor Amerika dan telah menjadi penasihat spiritual Presiden.

Yang ingin saya tanyakan: Aliran Islam apakah dia ini? Dia mengatakan bahwa orang Kristen itu saudara orang Muslim dan dia mengakui akan kedatangan Yesus (Isa Al-Masih) kedua kali. Sehingga menurut saya, dia adalah orang Islam bahkan sebagai Ustadz yang modern dan terbuka sekali karena mengajarkan kebenaran. Bahwa sejatinya penganut Islam suka tidak suka, mau tidak mau harus menyadari ayat-ayat Al-Quran jelas-jelas nyata mengakui Isa Al-Masih akan datang kedua kali dan Dia-lah Yesus Kristus yang disembah penganut Kristen.

Alangkah indahnya jika ada pemimpin Islam seperti itu di Indonesia, pasti mereka takut akan Tuhan.
# egiirpan 2013-03-21 21:40
*
Kalau begitu, dimanakah salib Isa Al-Masih yang benar-benar asli? Kalau Isa Al-Masih dibangkitkan kembali, mungkin sekarang sudah ada kuburannya?
# Staff Isa dan Islam 2013-03-22 21:36
~
Saudara Eri Irpan.

Kami bingung mengapa saudara menanyakan salib Isa Al-Masih yang asli. Sebab, ada atau tidaknya salib itu sekarang, tidak mengubah substansi Isa sebagai Kalimatullah yang datang ke dunia dalam rupa manusia.

Isa Al-Masih tidak dibandingkan dari kematian-Nya, melainkan Dia bangkit (perhatikan kedua makna kata tersebut). Karena Dia sudah bangkit dan saat ini ada di sorga, jadi menurut kami Dia tidak memerlukan kuburan, bukan?
~
SO
# reinaldy 2013-03-21 22:02
*
Perlu dicatat bahwa Nabi Muhammad tidak menciptakan agama Islam, dia hanya menyampaikan agama Islam, kami menghormatinya tapi tidak menyembahnya.

Tolong berikan saya satu ayat saja dalam Injil yang menyatakan bahwa Isa Al-Masih mengatakan bahwa dirinya adalah Tuhan!

Qs 3:45 "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan Kalimat daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat, dan termasuk orang-orang yang didekatkan"

"seorang terkemuka", berarti dia orang(manusia) bukan Tuhan.

"Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia" (Injil, Rasul Besar Matius 17:5).

dari kalimat ini sudah jelas sekali Isa Al-Masih bukan tuhan, ia hanyalah anak yang dikasihi tuhan..

Anda sangat memaksa dalam menafsirkan ayat-ayat, memaksa agar tafsiran nya selalu mengartikan Isa Al-Masih adalah tuhan, padahal ayat-ayat itu sudah sangat jelas sekali menyatakan Isa Al-Masih bukan Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2013-03-26 12:15
~
Saudara Reinaldy,

Muhammad sering mencontoh pola Musa untuk melihat seperti apakah rasul Allah itu. Musa adalah mediator antara Allah dan umat-Nya, dan memerintah mereka sebagai hakim mereka. Oleh karenanya Muhammad menganggap dirinya dan Isa Al-Masih memiliki otoritas yang sama seperti yang dimiliki Musa.

Namun ini bukan apa yang dimengerti Isa Al-Masih tentang diri-Nya. Isa Al-Masih jelas-jelas melihat diri-Nya lebih dari sekedar rasul Allah. Perhatikanlah pernyataan-pern yataan yang dibuat Isa Al-Masih tentang diri-Nya:

Isa Al-Masih berkata “Aku dan Bapa [Allah] adalah satu” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30).

Dan Ia tegaskan lagi “Kata Isa Al-Masih kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa [Allah]; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa [Allah] itu kepada kami” ( Injil, Rasul Besar Yohanes 14:9).
~
NN
# Rush 2013-05-08 12:12
*
Isa Al-Masih berkata “Aku dan Bapa [Allah] adalah satu” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30).

Dapatkah anda menjelaskan pengertian satu dalam perkataan Isa Al-Masih tersebut ? sementara anda mengatakan Isa Al-Masih bukan Tuhan.

Apakah menurut anda Isa Al-Masih itu Allah atau Tuhan atau seorang manusia yang berjuluk nabi sebagai Rasulallah ?
# Staff Isa dan Islam 2013-05-14 07:50
~
Saudara Rush,

Isa Al-Masih bukanlah manusia biasa ataupun nabi seperti nabi lainnya.

Isa Al-Masih tidak diciptakan, karena Ia berasal dari Firman Allah. Isa ada karena Firman. Karena itulah Isa disebut "Kalimatullah" (Qs 3:45), seperti tertulis dalan Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1 " Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. “


Isa Al-Masih tidak diciptakan. Dia adalah Allah yang menjadi manusia, merendahkan dirinya disalibkan, untuk menyelamatkan manusia dari hukuman neraka. Karena hanya Allah saja yang sanggup untuk menyelamatkan ciptaan-Nya.

Isa Al-Masih adalah firman Allah yang menjadi manusia, Injil, Rasul Besar Yohanes 1:14 "Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya,"

Isa Al-Masih datang untuk memeberikan keselamatan bagi manusia. Injil, Surat Kisah Para Rasul 4:12 " Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia (Isa Al-Masih), sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

Isa Al-Masih dalam Qs 3:45 dan Anas Bin Malik 72 adalah "Kalimat Allah" dan "Roh Allah" adakah nabi-nabi yang disebut juga "Kalimat Allah" dan "Roh Allah"? Tidak ada. Jadi jelaslah Isa Al-Masih tidak sama dengan nabi manapun.

Al Sayyid Abdul Karim al Djabali berkata Roh kudus itu tidak diciptakan. Dan apa yang tidak diciptakan adalah kekal, dan yang kekal adalah Allah sendiri." (Madjallat Kullyyat al Adab, 1934) Dialah Isa Al-Masih, Roh dan Kalimat Allah. Hakekatnya Allah sendiri.
~
NN
# jomet 2013-05-09 17:50
*
Disinilah letak kesalahan besar ajaran anda, anda tidak mencintai orang yang sudah mati. Kalau dipikir-pikir ajaran agama anda itu tidak mengharuskan punya turunan /anak. Buat apa anda punya anak kalau hanya untuk menyusahkan anda, toh anda mati, si anak pun tak akan pernah mencintai anda yang sudah mati apalagi mendoakan anda.

Sekarang anda punya anak tujuannya untuk apa kalau pikiran atau ajaran agama yang anda ikuti seperti itu, tidak mempedulikan orang yang sudah mati?

Dapatkah anda menyebutkan perintah dari Isa Al-Masih alias Yesus yang wajib dilaksanakan umat-Nya Apakah ada dasarnya anda sembahyang pada hari Minggu?
# Staff Isa dan Islam 2013-05-14 18:39
~
Saudara Jomet,

Bukankah lebih baik jika kita beriman kepada pribadi yang nyata-nyata ia hidup dan dapat membawa kita kepada keselamatan? Ataukah beriman kepada pribadi yang ia sendiri pun tidak tahu pasti akan keselamatannya dan hingga saat ini masih terus didoakan agar ia selamat?

Isa Al-Masih memberikan jaminan keselamatan bagi semua manusia, karena Ia adalah pribadi Allah itu sendiri yang menjelma dalam wujud manusia. Isa Al-Masih dalam Qs 3:45 dan Anas Bin Malik 72 adalah "Kalimat Allah" dan "Roh Allah"

“ Ia [Isa Al-Masih] adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia” (Injil, Surat Kolose 1:15-16).
~
NN
# antikristus 2013-05-22 01:36
*
Salam sejahtera untuk para staff Isa Dan Islam dan para umat Kristiani semuanya.

Saya ingin mengajukan sebuah pertanyaan: Anda mengatakan bahwasanya Isa/Yesus datang ke dunia bukan membawa misi agama tertentu. Jadi kalau misalnya Yesus tidak membawa misi agama, darimana saudara tahu bahwasanya agama yang dibawa Nabi Isa adalah Kristen atau Nasrani? Sementara Dia sendiri tidak membawa misi agama seperti Nabi Muhammad yang membawa agama Islam. Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-23 13:53
~
Saudara Antikristus,

Bukan hanya Yesus/Isa datang ke dunia tidak membawa misi agama. Bahkan, ketika nab-nabi sebelumnya diutus Tuhan, mereka tidak diutus untuk menyebarkan satu agama tertentu. Sebab Allah tidak menciptakan sebuah agama. Agama adalah ciptaan manusia, yang dibuat sebagai pedoman untuk mendekatkan diri pada Sang Khalik.

Kami tidak pernah mengatakan Yesus beragama Kristen. Kami juga tidak pernah mengatakan Yesus membawa agama Kristen atau Nasrani. Juga, Yesus bukan seorang Muslim seperti yang diyakini oleh beberapa orang Islam.

Awalnya Nasrani bukanlah sebuah agama. Nasrani artinya pengikut Yesus dari Nazareth, kota kelahiran Yesus. Itulah sebabnya, terkadang pengikut Yesus disebut Nasrani. Kemudian pengikut Yesus disebut Kristen. Artinya: Pengikut Kristus. Sebenarnya sebutan ini bertujuan untuk membedakan orang-orang pengikut Yesus dengan non-pengikut Yesus.

Dalam Injil dituliskan “Mereka [maksudnya murid-murid Yesus] tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen” (Injil, Kisah Para Rasul 11:26)

Dan hingga saat ini, pengikut Yesus disebut Kristen atau beragama Kristen.

Bila saudara membaca dalam Alkitab, saudara tidak akan menemukan ayat yang menjelaskan bahwa Allah mengutus nabi-Nya untuk menyebarkan satu agama tertentu. Dan lagi, yang dapat menyelamat seseorang dari neraka bukanlah agama. Artinya: Dengan memeluk satu agama tertentu, tidak dapat menjamin saudara masuk sorga.

Itulah sebabnya Yesus berkata, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6). Di sini Yesus menyatakan, Dia adalah satu-satu “Jalan” ke sorga. Karena jalan ke sorga bukanlah agama.
~
SO
# rio 2013-05-22 01:45
*
Dan anda katakan juga bahwasannya semua manusia itu berdosa. Tapi mengapa anda katakan bahwasanya Isa atau Yesus tidak berdosa?

Yang namanya manusia, ya tetap manusia. Seperti batu walaupun dikatakan suci, berkhasiat, mujarab, tetaplah batu. Dan anda juga memungkiri bahwa nabi atau rasul selain Isa tidak suci.
# Staff Isa dan Islam 2013-05-23 13:54
~
Saudara Rio,

Apakah saudara pernah melihat manusia suci dan tidak pernah berdosa? Ingat, dosa di sini bukan hanya kesalahan atau perbuatan yang dilakukan yang dapat merugikan orang lain. Seperti: Mencuri, membunuh, dll.

Kitab Suci Injil mengatakan: "Dari hati orang timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa napsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan" (Injil, Rasul Markus 7:21-22).

Ketika hal-hal di atas masih baru terlintas dipikiran saudarapun, saudara telah berdosa di hadapan Allah.

Bagaimana dengan Isa Al-Masih? Ketika Dia berada di dunia, Dia memang 100% adalah manusia. Tetapi dalam wujud-Nya sebagai manusia, juga terdapat keilahian Allah. Sebab Dia adalah Kalimat Allah yang datang ke dunia dalam wujud manusia. Sehingga, Kitab Suci mengatakan Dia adalah suci.

Apakah saudara pernah membaca ayat dalam Alkitab atau Al-Quran yang menyatakan Yesus berdosa? Jelas tidak ada!

Juga, apakah saudara pernah membaca dalam Alkitab atau Al-Quran yang mengatakan bahwa nabi/rasul suci dan tidak pernah melakukan dosa? Jelas tidak ada! Bahkan, Muhammad pun beberapa ayat Al-Quran mengatakan dia seorang manusia yang berdosa.
~
SO
# rio 2013-05-23 16:31
*
Berarti walaupun saya sekarang memeluk agama Nasrani berarti tidak ada jaminan saya untuk masuk sorga?
# Staff Isa dan Islam 2013-05-27 20:03
~
Saudara Rio,

Dalam Kitab Suci orang Kristen tidak ada ayat yang mengatakan “bila engkau memeluk agama Kristen, maka engkau masuk sorga.” Jadi, bila seseorang ingin masuk sorga, tidak cukup hanya sekedar menjadi Kristen.

Dalam iman kekristenan diajarkan bahwa keselamatan diperoleh karena kasih karunia Tuhan melalui iman kepada Yesus Kristus. Tapi, kehidupan kekristenan tidak berhenti sampai di situ saja. Sebagai wujud dari pengakuan bahwa Yesus adalah Juruselamat, seseorang harus menyerahkan hidup sepenuhnya dalam kehendak-Nya. Dengan kata lain, hidup sesuai kebenaran firman Allah. Inilah yang disebut buah dari pertobatan.

“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang”
(Injil, Surat 2 Korintus 5:17).

Bagaimana dengan orang Kristen yang hidupnya tidak sesuai dengan firman Tuhan atau masih berdosa? Firman Allah mengatakan “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (Injil, Surat Roma 6:23).

Seseorang yang ingin mendapatkan hidup kekal, pertama yang harus dilakukan adalah menerima dan mengimani Yesus Kristus sebagai satu-satunya Juruselamat dalam dirinya. Setelah itu, hidup dalam pertobatan atau hidup sesuai kebenaran firman Allah.
~
SO
# Novian 2013-05-27 17:27
*
Saudara Rio coba dibaca lagi Alkitabnya, supaya saudara tidak bingung.

Saran saya, sebaiknya baca lagi siapa Isa Al-Masih itu. Di Al-Quran dan Injil dikatakan Dia tidak berdosa
# zaeni 2013-06-01 16:18
*
Kami umat Islam beriman kepada Injil yg dibawa Isa. Jika Injil mengatakan Ruh yang ditiupkan ke dalam rahim Maryam adalah Ruh Allah aku setuju. Jika di dalam Injil dikatakan Isa adalah Anak Allah aku juga percaya, karena pada hakekatnya tidak ada yang bisa menciptakan Ruh kecuali Allah, tidak ada yang bisa menciptakan anak manusia di dunia ini kecuali Allah.

Sehingga Isa mengatakan bahwasanya Roh di dalam tubuh-Nya adalah Ruh Allah itu benar karena Isa sendiri tidak merasa memiliki apa yang telah Allah ciptakan untuk-Nya. Maryam pun demikian dia tidak merasa memiliki anak yang dilahirkannya karena itu adalah ciptaan Allah.

Tetapi untuk mempercayai Isa jelmaan Allah maaf aku tidak setuju, untuk menghapus dosa umat manusia Allah tidak perlu menjelma dan turun ke bumi, Allah adalah maha berkehendak, kita cukup dengan berdoa dan memohon ampun maka Allah akan menghapus semua dosa kita.

Isa di turunkan ke bumi hanya sebagai manusia untusan Allah untuk menyampaikan ajaran-Nya melalui Injil.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-09 21:50
~
Saudara Zaeni,

Anas Bin Malik 72 menyatakan hal serupa bahwa Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah dan Roh Allah.

Kalimat adalah Allah dalam hakikat-Nya dan Ia adalah tidak lain dari satu pribadi ilahi. Kalimat adalah pribadi Ilahi. Roh Kudus adalah Roh Allah, dan Roh Allah tidak diciptakan. Roh Kudus artinya Roh Yang dikuduskan atau nama Allah yang akbar. Roh kudus itu tidak diciptakan. Dan apa yang tidak diciptakan adalah kekal, dan yang kekal adalah Allah sendiri.
~
NN
# zaeni 2013-06-17 16:13
*
Anas Bin Malik 72 menyatakan hal serupa bahwa Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah dan Roh Allah. Saya setuju, tetapi tidak setuju dengan penafsiran anda.

Yang dimaksud Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah adalah Dialah utusan yang menyampaikan ajaran Allah. Terus yang dimaksud Roh Allah ya karena memang roh-Nya yang ada pada diri Isa itu ciptaan Allah. Dan roh manusia itu hanya milik Allah. Mengenai Roh kudus, setiap roh manusia itu suci, karena pada hakekatnya semua roh pada saat baru diciptakan itu suci.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-18 16:45
~
Saudara Zaeni,

Bila yang dimaksud “Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah” karena Dia utusan yang menyampaikan ajaran Allah, mengapa hanya Isa Al-Masih disebut Kalimat Allah? Mengapa Muhammad tidak disebut Kalimat Allah? Bukankah Muhammad juga menyampaikan ajaran Allah. Bahkan menurut orang Islam ajaran yang paling sempurna?

Bila dikatakann “Roh Allah” artinya adalah Roh kepunyaan Allah. Apakah roh yang ada dalam diri anda bukan kepunyaan anda, tetapi kepunyaan orang lain? Jelas tidak bukan?

Jadi, bila saudara mengatakan bahwa Roh yang ada dalam diri Isa Al-Masih adalah Roh Allah, berarti dalam diri manusia Isa terdapat Roh Allah. Dengan kata lain, Isa Al-Masih adalah Roh Allah yang dibungkus dengan daging manusia dan dikenal dengan nama Isa Al-Masih. Inilah yang disebut dengan Tri-tunggal Allah.
~
SO
# zaeni 2013-06-19 13:47
*
Itulah kesalahan kaum anda dalam menafsirkan kitab anda, tentang Ruh Allah yang ada dalam diri Isa, seperti halnya ruh yang ada dalam diri saya pun sama ruh Allah, dan bukan milik saya, orang lain juga bukan milik siapa-siapa karena Allah lah yang menciptakan, kalau nabi muhamad solaallaihi wasalam, jelas juga dikatakan sebagai penyampai pesan Allah untuk manusia, disebut sempurna karena Al-Quran sudah mencakup semua ajaran yang telah dibawa para nabi sebelumnya.

Jika Roh yang ada dalam diri Isa Al-Masih adalah Roh Allah, berarti dalam diri manusia Isa terdapat Roh Allah. Dengan kata lain, di dalam Isa ada Roh Allah yang dibungkus dengan daging manusia dan dikenal dengan nama Isa Al-Masih. Artinya Isa adalah manusia seperti hal nya di dalam diri anda juga terdapat ruh Allah, karena bukan siapa-siapa yang telah menciptakan ruh anda kecuali Allah, saya bertanya kepada anda apakah ada yang bisa menciptakan ruh manusia kecuali Allah, semua yang ada di dalam diri kita adalah milik Allah yang di titipkan dan tetap milik-Nya.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-24 09:42
~
Saudara Zaeni,

Roh Allah dan roh manusia jelas berbeda. Roh Allah adalah Allah itu sendiri sebab Allah itu adalah Roh. Sedangkan manusia diberikan roh yang menghidupkan yaitu roh manusia tersebut. Roh manusia itulah yang kelak akan di hakimi Allah yang adalah Roh. Sedangkan tubuh daging manusia kembali menjadi tanah.

“Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran" (Injil, Rasul Besar Yohanes 4:24).

Demikian juga dengan Isa Al-Masih. Ia adalah Allah yaitu Roh Allah. Adakah manusia yang memiliki kuasa seperti Isa Al-Masih?
~
NN
# zaeni 2013-06-26 19:50
*
“Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran"

Sekali lagi kaum anda salah menafsirkan ayat dari Kitab yg anda pegang. Dari ayat itu yang dimaksud adalah "Allah itu ghoib dan barang siapa menyembah Dia, harus mengimani hal yang ghoib dan kebenarannya.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-27 13:04
~
Saudara Zaeni,

Silakan baca sekali lagi ayatnya “Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran" (Injil, Rasul Besar Yohanes 4:24).

Di sana sudah sangat jelas dikatakan bahwa Allah adalah Roh, bukan ghoib. Jadi sebenarnya siapa yang suka menafsirkan kitab orang lain seenaknya, kami atau saudara?

Bila memang saudara menyembah Allah yang ghoib, silakan saudara menyembahnya. Kami tidak menyembah Allah yang ghoib. Kami menyembah Tuhan yang nyata, Tuhan yang hidup.
~
SO
# faiz 2013-08-20 17:10
*
Kalau menganggap Muhammad (mati) dan Isa Al-Masih hidup adalah salah. Keduanya sama-sama hidup, dan sama-sama terangkat ke langit. Dan bahkan di Al-Quran lebih terinci tentang peristiwa Isra Miraj.

Di Injil tidak menjelaskan demikian karena masa Isa Al-Masih penyebaran / informasi tentang ketuhanan yang benar tersebut tidak lama, hanya beberapa tahun. Dan dilanjutkan oleh rasul/utusan Muhammad sebagai utusan yang terakhir. Artinya tidak ada wahyu atau kitab suci lagi dari Allah yang diturunkan ke bumi.

Yang terpenting apakah kita sudah ada jaminan untuk masuk dalam jaminan para rasul tersebut ke surga? Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2013-08-26 13:57
~
Saudara Faiz,

Umat Muslim percaya bahwa Muhammad mati bahkan kuburannya pun ada. Terbukti, seluruh umat Muslim dari penjuru dunia datang untuk berziarah ke makam tersebut.

Sedangkan Isa Al-Masih, walau Dia mengalami kematian, tetapi dihari ketiga Dia bangkit dan hidup kembali. “Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perem puan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring” (Injil, Rasul Besar Matius 28:5-6).

Sedangkan salah satu ayat Al-Quran menuliska, “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku (Isa Al-Masih), pada hari aku dilahirkan, pada hari aku (Isa Al-Masih) meninggal dan pada hari aku (Isa Al-Masih) dibangkitkan hidup kembali” (Qs 19:33).

Kami senang dengan pertanyaan saudara “apakah kita sudah ada jaminan masuk sorga”?

Tentu kami sudah mempunyai jaminan untuk masuk sorga, inilah jaminan yang diberikan oleh Isa Al-Masih, "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati” (Injil, Rasul Besar Yohanes 11:25).

Bagaimana dengan Sdr. Faiz, apakah saudara sudah mempunyai jaminan untuk masuk sorga?
~
SO
# zoff 2013-09-03 14:42
*
Semoga iman saudara-saudari kita Muslim lebih terbuka dengan Isa Al-Masih. Karena Nabi Muhammad hanya ciptaan-Nya.

Semoga Admin selalu dilimpahi Roh Kebenaran dari-Nya. Seperti Tuhan pernah bersabda "Akulah jalan kebenaran dan hidup". Salam.
# addy 2013-11-07 18:18
~
Kepada Staff Isa dan Islam,

Dari yang saya baca semua tanggapan mengenai Isa, admin mengutip surat dalam Al Quran: Qs 3:45 "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan Kalimat daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat, dan termasuk orang-orang yang didekatkan."

Sesungguhnya disini staff Isa dan Isam sudah mulai meyakini bahwa apa yang di tulis dalam Al-Quran itu benar dan tiada kesalahan didalamnya. Untuk itulah Nabi Muhammad datang untuk meluruskan kitab kitab ajaran sebelumnya, dan mengajarkan bahwa Allah itu Tuhan Yang Maha Esa.

Menurut anda siapakah yang berbicara dalam Qs 3:45 ini ? apakah Muhammad atau Allah (firman)?
# Staff Isa dan Islam 2013-11-12 10:11
~
Saudara Addy,

Qs 3:45 bukan kata-kata Muhammd dan juga bukan perkataan Allah. Hanya mahluk bernama“Namus” (Penulis dan penafsir Islam menamainya “Jibril”), dialah yang menyampaikan Qs 3:45 dan bahkan seluruh isi Al-Quran. Mahkluk ini mengatasnamakan utusan Allah dan membisikan ayat per ayat ketelinga Muhammad. Memang Muhammad percaya dan menjadi bergantung kepada mahluk ini namun siapa sebenarnya makhluk ini dan benarkah dia adalah utusan Allah. Ada banyak keganjilan daripada kepastian apakah dia utusan Sang pencipta.

Muhammad telah mati dan “Namus” tersebutpun tidak pernah lagi muncul. Isa Al-Masih telah mati namun bangkit dan hidup di sorga. Isa Al-Masih tidak menerima ayat dari siapapun. Isa Al-Masih datang dan berkarya di bumi tanpa bimbingan ataupun pendampingan dari mahkluk apapun. Isa Al-Masih befirman dan melakukan segala perkara ajaib dari dalam diri-Nya.
~
Noni
# addy 2013-11-07 18:22
~
Kembali staff Isa dan Islam mengutip salah satu surah dalam Al Quran: Sedangkan salah satu ayat Al-Quran menuliskan, “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku (Isa Al-Masih), pada hari aku dilahirkan, pada hari aku (Isa Al-Masih) meninggal dan pada hari aku (Isa Al-Masih) dibangkitkan hidup kembali” (Qs 19:33).

Siapakah yang berbicara dalam Qs 19:33 dalam Al -Quran ini ? Adakah kiranya staff Isa dan Islam setelah membaca Al-Quran menemukan bacaan yang menghujat dan menjelek-jeleka n Isa putra maryam (Yesus)?

Sesungguhnya Al-Quran itu membawa kabar yang benar bagi kita semua saudaraku.
# Staff Isa dan Islam 2013-11-12 10:26
~
Saudara Addy,

Ada mutiara tersembunyi di Al-Quran yang tidak diketahui oleh banyak orang Islam yaitu tentang Isa Al-Masih. Tidak hanya dalam Al-Quran tetapi di dalam setiap keyakinan milik agama manapun ada mutiara tersembunyi mengenai karya keselamatan yang Allah janjikan. Maksud kami bukan berarti ada banyak kebenaran. Tetap bahwa kebenaran itu satu yaitu kebenaran Allah.

Dari mana kita tahu kebenaran Allah itu, tentu dari Allah sumbernya. Dan Allah telah menyatakan diri kepada manusia dalam rupa manusia yaitu Isa Al-Masih. Maka dari itu pelajarilah dengan jujur kehidupan Isa Al-Masih. Isa Al-Masih berkata “Akulah...keben aran...”(Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).
~
Noni
# ricky 2013-11-11 20:27
~
Salam damai buat kalian semua. Tuhan Jesus memberkati. Berbagailah bagi orang-orang yang percaya akan Dia.

Dia bertanya kami menjawab dengan bukti yang nyata. Hingga terus-menerus seperti itu. Namun setelah kami bertanya, dia menghilang karena bingung harus menjawab apa. Timbul lagi pertanyaan, staf pun menjawab dengan bukti-bukti. Setelah bertanya dia menghilang lagi.

Belajarlah mnerima bukti nyata, ambil kesimpulan sebelum bertanya.
# gigili 2013-11-12 14:18
~
Kalian pengikut Isa Al-Masih? Apakah itu tidak sama seperti Kristen? Terus, apa bedanya?
# Staff Isa dan Islam 2013-11-21 08:13
~
Saudara Gigili,

Pengikut Isa Al-Masih sudah pasti Kristen/Nasrani . Tetapi Kristen/Nasrani belum tentu pengikut Isa Al-Masih. Sebab, pengikut Isa Al-Masih adalah mereka yang hidupnya sesuai dengan ajaran Isa Al-Masih yang terdapat dalam Injil.

Sedangkan orang Kristen, belum tentu semuanya mengikuti ajaran Isa Al-Masih. Sebab tidak jarang orang Kristen masih ada yang hidup jauh dari ajaran Isa Al-Masih. “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan , penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya” (Injil, Surat Galatia 5:22-24).
~
Saodah
# hendra 2013-12-04 22:54
~
Minta maaf, sekedar bertanya.
# Staff Isa dan Islam 2013-12-09 11:04
~
Saudara Hendra,

Terimakasih sudah bersedia bergabung di forum ini. Apakah yang ingin saudara tanyakan? Jika saudara ingin bertanya secara pribadi, dapat mengemail kami di: .

Atau saudara juga dapat mencoba mencari jawaban dari pertanyaan saudara di beberapa artikel kami yang terdapat di website ini. Terimakasih.
~
Saodah
# ryan 2013-12-19 13:12
~
Saya mencintai Yesus Kristus dan mencintai Nabi Muhammad. Keduanya adalah manusia yang pernah ada di dunia ini dan mengajarkan kebijaksanaan, kebaikan dan menunjukan kepada jalan kebenaran yaitu jalan Allah.

Mengapa saya harus membandingkan antara keduanya? Karena keduanya takkan mungkin bisa disamakan. Saya mengutip firman dalam Al-Quran yang saya percayai sebagai firman Tuhan apa yang harus saya katakan: kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, ishaq, Yakub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nyalah kami menyerahkan diri.
# Staff Isa dan Islam 2013-12-26 17:16
~
Saudara Ryan,

Bila saudara berpikiran demikian, maaf bila kami mengatakan saudara tidak berpendirian. Sebab, bagaimana mungkin saudara mencintai dan mengikuti dua pribadi yang memberi pengajaran yang berbeda?

Yesus mengajarkan keselamatan sorgawi adalah anugerah Allah lewat pengorbanan-Nya di kayu salib. Sedangkan Muhammad mengajarkan keselamatan sorgawi tergantung dari amal ibadah saudara. Lalu, yang mana yang akan saudara imani. Anugerah atau usaha sendiri?

Muhammad tidak pernah mengajarkan Jalan Lurus. Dia hanya menunjukan mana jalan yang lurus itu. Sedangkan Yesus, Dia sendiri berkata: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Jadi Sdr. Rya, sudah waktunya bagi saudara untuk menentukan pilihan. Mengikuti Dia yang dapat menjamin keselamatan saudara, atau yang hanya memberi janji?
~
Saodah
# Akwila 2014-01-21 14:47
~
Salam damai,

Sebenarnya untuk membandingkan dan mencari kebenaran dari antara agama-agama yang sudah ada di muka bumi, kita harus melepaskan semua doktrin dan pengajaran yang sudah mendarah daging di jiwa kita serta meminta bimbingan dari Sang Pencipta segala sesuatu. Barulah kita dapat menilai semua pengajaran yang telah ada dan memilih yang benar.

Kalau kita mau mencari kebenaran tapi masih memegang kokoh iman sekarang, semuanya akan sia-sia. Karena yang mendarah daging itu membuat kita tidak obyektif dan terkadang jadi keras kepala, jika ajaran di luar sebenarnya adalah kebenaran yang hakiki. Bagi orang-orang yang tidak dalam proses pencarian kebenaran, bukti sebanyak apapun yang disampaikan tidak akan mengubah pola pikir yang ada. Menurut saya, sebaiknya kita memberi kesempatan untuk diri kita dalam menemukan kebenaran. Amin.
# Mitra 2014-01-23 15:23
*
Sdr. Admin,

Pertanyaan ini memang agak sulit, apalagi kalau menggunakan kata bersayap (samar). Tapi sebagai pribadi umat Islam jawaban adalah Muhammad Rasulullah adalah manusia (bukan Tuhan). Sebagai manusia, beliau sudah meninggal, beliau dicintai umatnya (pengikutnya) lebih karena risalah yang dibawanya dan karena kepribadiannya selama beliau hidup, dari sudut iman bukan kepada fisik/jasad.

Sama seperti saya dan yang lainnya yang mencintai orang tua, anak-anak atau keluarga kita, kita cinta mereka ketika hidup dan tetap cinta walau mereka sudah meninggal. Karena mencintai itu adalah dari diri kita sendiri (memberi), bukan dari orang lain (si penerima). Entahlah, kalau ada cara mencinta yang lainnya yang berbeda.

Wassalam
# Staff Isa dan Islam 2014-04-13 14:54
*
Saudara Mitra,

Kami dapat mengerti pemikiran saudara. Dan menurut kami, tentu saudara akan setuju untuk lebih mencintai pribadi yang hidup dari pada yang mati, bukan? Jika demikian, manakah yang saudara akan pilih, mencintai yang hidup atau yang mati?
~
Solihin
# Awan 2014-02-03 18:09
~
Maaf, saya bekerja di sebuah hotel. Ketika saya memasuki sebuah kamar, saya mendapati sebuah Injil yang sudah terlihat tua dan lusuh di atas meja yang terbuka. Ketika itu saya penasaran dan membaca hal yang terbuka tersebut. Ada satu ayat yang sangat mengagumkan bagi saya. Yaitu "Ajaranku, belumlah sempurna umat-Ku, setelah aku akan ada nabi lain untuk menyempurnakannya."

Begitulah intinya. Bisa diterangkan mengenai ayat tersebut?
# Staff Isa dan Islam 2014-04-13 14:55
~
Saudara Awan,

Kami akan senang sekali untuk menjawab pertanyaan saudara tersebut. Tetapi kiranya saudara mau membantu kami menyebutkan secara pasti dan jelas ayat yang saudara maksud. Karena kami mencoba mencarinya, tetapi kami tidak menemukan ayat itu.
~
Solihin
# Zany 2014-02-03 18:11
~
"Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6). Datang kepada Bapa? Siapa yang dimaksud dengan Bapa dalam kalimat ini? Kalau memang Nabi Isa adalah Tuhan, setidaknya kalimat tersebut tertulis 'datang kepada-Ku'.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-13 14:56
~
Saudara Zany,

Menyenangkan sekali bila kita mau mempelajari dan menggali lebih dalam sabda Isa Al-Masih di atas. Siapakah Bapa? Dan siapakah Isa Al-Masih? Ini akan sangat menarik untuk dibahas bila kita membahasnya dalam artikel yang terdapat di link ini http://tinyurl.com/d2k6hcw
~
Solihin
# aku adalah aku 2014-02-14 15:30
~
Sepertinya jawaban yang benar-benar nyata bisa kita ketahui masing-masing setelah kita meninggal dunia nanti. Di situ kita barulah tahu mana ajaran yang benar! Jadi, kalau untuk sekarang ini cukup yakini saja ajaran yang kita yakini masing-masing.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-13 14:57
~
Saudara Aku adalah Aku,

Kita dapat menentukan pilihan tanpa harus menunggu meninggal. Artikel di atas memperhadapkan kita dengan satu pertanyaan mencintai yang hidup atau yang mati. Jelas, ini dapat ditentukan saat kita hidup di dunia ini, bukan? Saat ini kita dapat menggunakan pertimbangan untuk menentukan pilihan.

Isa Al-Masih hidup hingga saat ini dan berada di sorga. Sedangkan nabi saudara mati dan kuburannya pun ada hingga kini. Manakah yang akan kita pilih di antara keduanya, Isa Al-Masih atau nabi saudara?
~
Solihin
# omzell 2014-02-20 06:40
~
Yesus tidak dianggap Tuhan, tapi dia memang Tuhan. Tapi tak satupun di Alkitab yang menyatakan Yesus Tuhan. Dan apa buktinya dia Tuhan? Bisakah Dia menciptakan? Adakah makhluk hidup yang sudah pernah Ia ciptakan? Kalau ada, semilyar persen saya percaya Dia Tuhan.

Umat Islam wajib memuliakan/menc intai semua nabi-nabi Allah, termasuk Yesus. Bila kalian menganggapnya sudah mati, dan bila kalian menganggap orang yang sudah mati itu sudah tidak penting, maka cobalah hapus kenangan kalian kepada orang tua kalian yang sudah mati. Buanglah mereka dari hati kalian. Katakanlah kepada anak-anak kalian bahwa orang tua kalian sudah tidak berguna, dan tidak perlu dikenang apalagi disebut.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-13 14:58
~
Saudara Omzell,

Tentu kita tidak dapat mengabaikan fakta bahwa semua nabi telah mati, kecuali Isa Al-Masih. Isa Al-Masih hidup hingga kini dan Dia ada di sorga. Sementara nabi saudara telah mati. Kenangan terhadap orang mati hanya dapat dilakukan bila mempunyai pengalaman bersama dengan orang itu. Apakah saudara mempunyai pengalaman bersama dengan nabi saudara? Kenangan apa yang saudara miliki bersamanya?
~
Solihin
# ibnu f 2014-02-25 20:43
~
Muhammad dan Isa merupakan dua ikon pendiri agama. Sebenarnya agama hanya untuk penyalur untuk kita menuju sorga. Dan saya rasa antara Kristen dan Islam sama. Yang terpenting sebagai penganutnya kita harus membawa perdamaian agar bisa menuju sorga. Kalau bisa yang namanya peperangan, teroris harus ditiadakan. Karena Allah Mahakasih.
# habib 2014-02-26 19:06
~
Saya kira pengetahuan admin tentang Islam masih kurang. Asal anda tahu, nabi Muhammad, beliau dari lahir sudah dijanjikan masuk sorga, bersih dari dosa. Beliau adalah teladan yang baik. Beliau mencontohkan bagaiman sholat, bagaimana beramal saleh, tapi apakah Yesus memerintahkan dan mencotohkan anda kaum Kristen untuk pergi ke gereja setiap hari Minggu? Apakah Yesus memerintahkan anda untuk menyembah patungnya yang disalib?

Sebenarnya siapa contoh yang harus diteladani oleh orang Kristen? atau Katolik? Saya melihat kebingungan di umat Kristen. Mereka bingung apa yang sebenarnya harus disembah, sehingga mereka menciptakan sendiri Tuhannya ''Yesus''. Di Islam, kami solat menghadapkan kiblat, kami tidak perlu perwujudan dari Allah. Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-13 15:00
~
Saudara Habib,

Membuat kesimpulan tanpa mempelajari dulu riwayat keduanya adalah tindakan dan sikap kurang bijak dan terburu-buru. Pernahkah saudara mempelajari Isa Al-Masih dalam Injil? Pernahkah saudara mempelajari riwayat nabi saudara dari Al-Quran dan hadits?

Bila kita telah mempelajari keduanya, maka kita dapat membuat kesimpulan untuk mencintainya. Isa Al-Masih hidup hingga kini dan Dia memberikan jaminan keselamatan karena Dia bersabda, “Akulah jalan...” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6). Nabi saudara telah mati dan kuburannya pun ada hingga kini serta dia tidak tahu jalan sehingga dia berkata, “...aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak terhadapmu...” (Qs 46:9).

Akhirnya, manakah yang saudara pilih? Isa Al-Masih yang hidup dan menjamin keselamatan atau nabi saudara yang telah mati dan yang tidak tahu jalan?
~
Solihin
# hamba_allah 2014-02-27 16:40
~
Anda percayakah Isa hidup? Jika anda percaya, anda membenarkan isi dalam Al-Quran. Pertanyaan sulit yang anda ulas yang saya lihat masih mampu dijawab oleh ayat-ayat Al-Quran. Pertanyaan anda tersebut mengandung kepentingan dan logika, menurut saya. Saya pernah mendengar apabila hukum yang tertulis belum ada, maka pakailah hukum yang hidup di masyarakat. Jika tidak ditemukan, maka pakailah akal dengan kebijaksanaan.

Umat Muslin tidak pernah mengingkari Isa Al-Masih tidak sama seperti Alkitab mengingkari Nabi Muhammad. Al-Quran mengungkap semua mukjizat, kelahiran, kedatangan di hari akhir, bukankah itu sama dengan apa yang terdapat dalam kitab Injil? Hanya saja menurut saya, perbedaan penafsiran saja, kata 'tidak' hanya tunggal, tetapi bisa menjadi jamak dan artinya bisa lebih.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-13 15:02
~
Saudara Hamba_Allah,

Tentu saja kami percaya Isa Al-Masih hidup. Bukankah artikel di atas menegaskan hal itu? Justru pertanyaan kami adalah manakah yang saudara pilih, mencintai yang hidup atau mencintai yang mati? Saudara mengakui Isa Al-Masih hidup, sedangkan nabi saudara telah mati dan kuburannya ada hingga saat ini. Bagaimana saudara menentukan pilihan? Siapakah di antara keduanya yang saudara pilih? Mencintai Isa Al-Masih yang hidup atau nabi saudara yang mati?
~
Solihin
# Wahana 2014-03-11 12:23
~
Saudara Admin,

Saya mempunyai pertanyaan yang mungkin menjadi pengetahuan saya sebagai Muslim. Apa pandangan anda terhadap Islam? Apa pandangan anda terhadap Nabi Muhammad?

Semoga bermanfaat bagi saya dan lainnya.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-13 15:03
~
Saudara Wahana,

Mengetahui pandangan orang lain terhadap tokoh yang diidolakan memang menjadi hal yang penting bagi seseorang. Dan barangkali itu yang saudara rasakan. Tentu kami sangat senang memberikan pandangan kami mengenai nabi saudara. Dan pandangan itu telah kami tuangkan dalam artikel yang terdapat dalam link ini http://tinyurl.com/cj969my
~
Solihin
# lutfi 2014-03-18 09:39
~
Kami orang Islam mencintai Nabi Muhammad bukan sebagai Tuhan. Nabi Muhammad telah wafat. Dan yang tidak akan pernah mati adalah Allah. Juruselamat kami hanyalah Allah. Nabi Muhammad adalah manusia.
# Staff Isa dan Islam 2014-04-13 15:04
~
Saudara Lutfi,

Kami setuju dengan saudara bahwa nabi saudara telah mati. Sedangkan Isa Al-Masih hidup hingga saat ini bahkan Ia menyediakan tempat di sorga bagi setiap orang yang percaya kepada Isa Al-Masih. Bukankah hanya Allah saja yang dapat hidup selama-lamanya? Nah, bagaimana saudara menentukan pilihan, mencintai Isa Al-Masih yang hidup atau nabi saudara yang telah mati?
~
Solihin
# Riezky Kautsar 2014-04-07 23:49
~
"Kalimaatimminhu" artinya perkataan Allah. Kalimat itu juga bermakna kehendak Allah. Banyak kalimat tersebut di dalam Al-Quran yang bermakna berbeda, seperti kalimatin thayyibathin (Ibrahim:34), kalimatin khabitsatin (Ibrahim :26), kalimatul ulya (At-Taubat :41).

Jika dibaca sampai ayat 51 maka terdapat kesimpulan "Sesungguhnya Allah adalah Rabbku (Tuhanku) dan Rabbmu (Tuhanmu), sebab itu sembahlah Dia, karena ini adalah jalan yang lurus". Siapa yang berucap seperti itu? Isa (ayat 48-49).

Adakah "Tuhan" menyembah "Tuhan" yang lain? "Terkemuka di akhirat" yang bagaimana maksud saudara staf Isa dan Islam?
# Staff Isa dan Islam 2014-04-13 15:05
~
Saudara Riezky Kautsar,

Bagaimana bila saudara mengunjungi link ini http://tinyurl.com/8xrx8pc berkaitan dengan Kalimat Allah? Tentu akan menarik mendiskusikan hal ini di sana, bukan?
~
Solihin
# hendrakristianto 2014-05-05 07:20
~
Maaf sebelumnya, saya tertarik melihat konten-konten yang ada dalam web anda. Saya seorang mualaf. Wajar rasanya mencari kebenaran yang akan membawa kita selamat dunia dan akhirat. Adalah hak kita orang yang masih menyakini adanya kematian dan adanya sang pemilik alam semesta dan Sang Pencipta yang tentunya menciptakan kita sebagai makhluknya.

Saya ingin membagi apa yang saya pikirkan selama ini dan tolong ditanggapi bila mana ada yang salah. Perbandingan yang saya dapat dari isi Alkitab dan Al-Quran ialah jelas di dalam Injil bahwa Yesus itu diciptakan, Dia Anak Allah! Simpelnya, saya mau tanyakan mana kiranya yang lebih baik yang diciptakan atau yang menciptakan untuk dijadikan tujuan?

Terimakasih.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-16 08:24
~
Saudara Hendra,

Dalam penyelidikan dan penulusuran kami dari Injil, tidak pernah kami menemukan bahwa Isa Al-Masih diciptakan. Justru kami menemukan bahwa Dia adalah Allah yang menjadi manusia (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1, 14). Dan Dia datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Karena itu Dia hidup hingga saat ini. Tentu yang menjadi pertanyaan adalah bila Ia adalah ciptaan, tentu Dia tidak abadi, bukan?

Karena itu, kami ingin bertanya kepada saudara. Bolehkah kami tahu, tertulis dimanakah bahwa Isa Al-Masih adalah ciptaan?
~
Solihin
# edwin 2014-05-14 19:17
~
Terimakasih buat staf IDI. Semakin dikuatkan.
# trubusmakaryo 2014-05-16 18:55
~
Kalau ibu dan bapakmu mati, apakah akan hilang rasa cinta kalian padanya? Tentu tidak akan. Begitu juga rasa cinta kita pada nabi. Dan orang tidak bisa dikatakan cinta nabi bila dalam kehidupan dia selalu enggan bersikap baik dan benar.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-16 08:58
~
Saudara Trubus,

Bila seseorang memiliki hubungan yang baik dan dekat dengan orang tua pasti akan mencintai. Tetapi hanya sebatas itu saja. Tidak lebih. Karena orang tua tidak dapat membalas cinta kita bila mereka sudah meninggal, bukan? Hanya pribadi yang hidup yang dapat membalas cinta kita, bukan? Nah, Isa Al-Masih adalah Pribadi yang hidup. Tentu cinta kita seharusnya ditujukan pada-Nya, dan bukan pada orang yang sudah mati, bukan? Kita dapat menunjukkan cinta kita pada-Nya dengan percaya dan menerima-Nya sebagai Juruselamat. Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# Andra 2014-05-17 02:29
~
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Menyimak dan membaca hanyalah perdebatan yang tiada akhir, dan tidak akan ada berkahnya. Karena kata-kata bisa dimainkan. Dan ujung-ujungnya saling menyalahkan karena perbedaan pendapat dan keyakinan. Tidak ada yang salah dari sebuah ajaran agama, karena intinya kita menjadi pribadi yang baik. Menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, itu saja sudah cukup. Di dunia ini tidak ada Juruselamat melainkan kita menanggungnya sendiri-sendiri , sebagai pertanggungjawa ban kita nanti di hadapan Allah.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-16 09:07
~
Saudara Andra,

Kami tertarik dengan pernyataan saudara bahwa tidak ada yang salah dari sebuah ajaran agama. Tentu ini perlu ditinjau kembali. Sebab bila dihubungkan dengan mencintai yang hidup atau yang mati, maka kita perlu memerhatikan bahwa adalah lebih baik mencintai yang hidup. Dan karena Isa Al-Masih hidup, maka kita dapat menyatakannya dengan menerima dan percaya Dia. Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# muslimah 2014-06-17 15:14
~
To: Staff,

Apakah yang dimaksud Roh Allah?
# Staff Isa dan Islam 2014-06-18 10:16
~
Saudara Muslimah,

Kami memiliki artikel yang berhubungan dengan pertanyaan saudara. Bagaimana bila saudara mengunjungi artikel tersebut untuk mengetahuinya? Silakan klik ini http://tinyurl.com/8hj5f7a
~
Solihin
# muslimah 2014-06-19 23:34
~
To: Sdr. Andra,

Assalamualaikum wr wb,

Apakah anda Muslim? Tolong berhati-hati dalam berkomentar. Jangan sampai pernyataan kita bertentangan dengan keimanan kita. Tidak semua agama baik, tidak semua agama benar. Hanya islamlah agama yang baik dan benar. Sesuai dengan firman Allah dalam surat Al Maidah ayat 3 bahwa Allah telah menyempurnakan Islam dan meridhoi Islam sebagai agama yang disampaikan oleh rasululloh.

Dan buat saudaraku semua umat Muslim,

Hati-hati terhadap syubhat yang dilancarkan oleh musuh-musuh Islam. Jangan sampai terpancing sehingga mengeluarkan perkataan yang dapat mengeluarkan kita dari Islam (murtad tanpa sadar). Selamat menjalankan ibadah puasa. Semoga semakin meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita pada Allah. Amin.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-20 21:44
~
Saudara Muslimah,

Kami memiliki artikel yang membahas tentang agama. Tentu saudara ingin mengetahui benarkah semua agama sama. Kiranya link ini http://tinyurl.com/82hxuh4 dapat membantu saudara memiliki pemahaman yang benar. Terimakasih.
~
Solihin
# Muhammad bin abdulla 2014-06-25 12:17
~
Ir. Soekarno bukanlah Bapak kemerdekaan Indonesia. Kita dikibuli semua. Ir. Soekarno Bapak perbudakan Indonesia. Kerana masih ada perbudakan huruf, angka, simbol, patung gambar, buku tebal, lambang bendera, wang bilangan, Kita semua tertipu, kemerdekaan itu semua karangan manusia. Mengapa kita sujud kepada karangan manusia? Hancurkan itu semua Allah huakbar. Dan Allah bukanlah tulisan yang baru saja ditulis bukanlah ucapan, Dia sudah ada sebelum segala sesuatu. Dia yang menjadikan manusia bisa bicara.

Dan kabar baiknya Muhammad bin Abdullah nabi dan rasul umat Islam tidak mati. Itu hanya menurut sangkaan buku-buku yang tidak akurat kebenarannya.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-27 11:10
~
Salam Sdr. Muhammad,

Kami sangat menghargai pemaparan saudara. Kami sepakat bahwa sebelum bumi ada Allah ada.

Kami teringat apa yang dikatakan oleh Isa Al-Masih dalam Injil, Rasul Besar Yohanes 8:58 "Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada."

Hal ini menandakan bahwa Isa Al-Masih sudah ada sebelum dunia ini pun ada. Tentu Dia masih hidup, bukan? Jika ada Pribadi yang hidup dan memiliki hidup "Akulah (Isa Al-Masih) jalan dan kebenaran dan hidup..." maka bukankah itu membuktikan bahwa Dia memiliki kuasa atas hidup manusia?
~
Salma
# Asima 2014-06-27 00:12
~
Shaloom,

Apakah semua nabi menyatakan agamanya? Seperti Nabi Muhammad SAW menyatakan Islam? Dan kenapa hanya lewat Nabi Muhammad SAW diperintahkanny a untuk sholat dan puasa (wajib)? Kenapa tidak oleh nabi yang lainnya? Sebab terkadang ada yang berbanding terbalik oleh setiap pernyataan yang berada di Alkitab dan Al-Quran.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-27 15:37
~
Salam Sdr. Asima,

Ada banyak aturan-aturan keagamaan Muslim diadopsi dari orang Yahudi. Salah satunya kebiasaan puasa.

Kami kurang memahami apa yang saudara maksud tentang berbanding terbailk pernyataan dalam Alkitab dan Al-Quran. Dapatkah saudara menjelaskan apa yang saudara maksudkan. Terimakasih.
~
Salma
isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer

Isa Islam Dan Kaum Wanita

Click gambar di samping untuk artikel - artikel untuk wanita Muslim


 

www.isaislamdankaumwanita.com