Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter

Siapakah yang Dapat Memberi Syafaat Bagi Manusia?

Syafaat bagi mansuiaSaudara Karno dengan tegas berpegang tentang nabi Islam, 'hanya beliau yang dapat memberikan syafaat kepada umat manusia karena itu kelebihan yang Allah berikan kepadanya.'

Di mana ada ayat demikian? Bukankah yang dikatakan tentang nabi Islam dalam Sura 46:9 "Katakanlah: Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadap aku dan tidak pula terhadapmu..." Membaca ayat ini jelas beliau tidak tahu masa depannya sendiri, juga ia tidak tahu apa yang akan Allah perbuat terhadap para pengikutnya. Ia sendiri tidak punya keyakinan keselamatan dan juga tidak dapat menjamin keselamatan mereka yang mengikuti ajarannya. Bukankah Sura 33:56 memberikan pesan "Hai orang-orang yang beriman, bersyalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah penghormatan kepadanya."? Terjemahan Arbery dalam bahasa Inggris berbunyi, "O believers, do you also bless him and pray him peace." Benarkah rasul ini yang belum yakin akan keselamatannya sendiri dan yang perlu di 'syalawat'i bisa mempunyai kuasa untuk 'memberikan syafaat kepada umat manusia'?

Ini lain sekali dari Isa Al-Masih yang turun dari sorga dan kembali ke sorga. Firman Allah tentang Isa Al-Masih ialah: "Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.” (Injil, Surat Ibrani 7:25) "Sebab Imam Besar yang demikianlah yang kita perlukan: yaitu yang saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa dan lebih tinggi dari pada tingkat-tingkat sorga.” (Injil, Surat Ibrani 7:26)

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Berhubung banyak komentar yang masih belum kami balas, untuk sementara komentar tidak diterima.

Comments  

# Mikha 2011-05-09 00:52
*
Muhammad memang bukan rasul pertama dan tidak memngetahui hal-hal yang gaib, ia hanya mengetahui kalau diberitahu Allah karena ia bukan Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2011-05-19 03:52
~
Terima Kasih Saudara Mikha,

Memang ada perbedaan kualitas antara Isa Al-Masih dengan Muhammad. Muhammad hanyalah seorang manusia, sementara Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah yang berkenan untuk menjelma menjadi manusia.

Oleh sebab itu, Isa Al-Masih dapat memberikan jaminan keselamatan kepada umat-Nya, sebab sorga adalah milik-Nya.

Kami mengajak Saudara untuk dapat merenungkan: isadanislam.com/jalan-keselamatan. Kiranya Saudara menemukan hidayah yang sejati dari Allah.

CA
# mikha 2011-06-12 22:36
*
Adalah hal yang tidak masuk akal manusia menyembah kepada manusia, apalagi manusia yang disembah tidak mempunyai daya untuk membela diri saat disiksa oleh manusia lainnya.
# Staff Isa dan Islam 2011-07-27 09:35
~
Saudara Mikha,

Misi kedatangan Kalimat Allah ke dunia menjadi manusia Isa Al-Masih adalah menyelamatkan manusia berdosa. Isa Al-Masih inilah yang memberikan identitas kepada kekristenan, dan sekaligus membedakan umat Kristen dengan agama atau kepercayaan yang lain. Isa Al-Masih membuat kepercayaan Kristen menjadi istimewa dan unik, sebab umat Kristen percaya kepada satu pribadi yang memiliki dua sifat dasar: Allah dan manusia.

Dalam Alkitab terdapat banyak bukti yang menyatakan bahwa Isa Al-Masih adalah manusia, dan karenanya Dia diberi gelar Anak Manusia. Namun juga ada banyak bukti dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Isa Al-Masih adalah Tuhan, TUHAN, YHVH , dan Isa Al-Masih disebut sebagai Allah.

Maka, ayat-ayat yang menyatakan kemanusiaan Isa Al-Masih tidak boleh digunakan untuk menyerang keberadaan Isa Al-Masih sebagai Tuhan. Demikian pula sebaliknya, ayat-ayat yang menyatakan Ke-Allahan Isa Al-Masih tidak boleh digunakan untuk menyerang keberadaan Isa Al-Masih sebagai Manusia.
~
SL
# Tikva 2011-08-01 09:33
*
Saya ingin bertanya bagi semua suadara-saudara saya yang Muslim, pertanyaannya:

1. Tolong anda buktikan siapakah sebenarnya anak yang di persembahkan Nabi Ibrahim (tolong berikan referensinya dari Kitab Suci)

2. Apakah di dalam Al-Quran, Muhammad mengatakan dia adalah jalan dan kebenaran dan hidup? (berikan referensinya)

3. Mengapa setiap umat Islam selalu membaca shalawat?

4. Tolong anda jelaskan terdapat di surat mana di Al-Quran yang menjelaskan bahwa, kenapa di dalam Al-Quran harus terdapat Kitab Injil dan Zabur (Alkitab)?

Terima kasih.

Note: Saya tidak butuh jawaban argumentasi yang tanpa dasar, tetapi harus dengan bukti jelas.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-02 13:57
~
Saudara Tikva,

Tentu bukanlah hal mudah bagai saudara-saudara kita umat Muslim menjawab pertanyaan saudara. Sebab Al-Quran tidak pernah mencatat dengan jelas siapa yang dikurbankan Ibrahim. Namun memang mereka bersikeras mengatakan yang dipersembahan itu adalah Ismail, bukan Ishak.

Sementara Alkitab dengan jelas mengatakan Ibrahim mempersembahkan Ishak. Sebab dari awal memang Allah telah mempersiapkan Ishak sebagai tanda Perjanjian-Nya dengan Ibrahim.

Muhammad juga tidak pernah mengatakan dia adalah jalan, kebenaran, dan hidup. Sebaliknya, Muhammad sendiri tidak tahu bagaimana nasib keselamatannya. Dan mungkin, itulah salah satu alasannya, mengapa seluruh umat Muslim harus menaikkan shalawat baginya.

“Muhammad berkata, “demi Allah, walaupun saya seorang rasul Allah, saya tidak tahu apa yang akan Allah lakukan terhadap saya.” (Qs 5:266).
~
SO
# endi 2011-08-22 23:09
*
Siapakah yang dapat memberi syafaat bagi manusia?

Salam sejahtera staff Isa dan Islam, sebelumnya saya mau bertanya, apa inti dari syafaat.
# Staff Isa dan Islam 2011-08-30 17:29
~
Saudara Endi,

Inti dari Syafaat adalah perantara dari doa permohonan. Syafaat dipanjatkan sebagai perantara kepada Tuhan. Syafaat juga melambangkan keberadaan manusia yang sesungguhnya butuh perantara antara Allah dan manusia. Karena manusia telah jatuh ke dalam dosa, “Karena semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah” ( Injil, surat Roma 3:23). Kondisi ini adalah keadaan terburuk dalam kehidupan manusia, namun sayang banyak manusia tidak menyadarinya.

Oleh karena itu harus ada perantara atau juru syafaat sejati antara Allah dengan manusia. Namun tidak ada yang layak karena tidak mungkin manusia menjadi perantara manusia kepada Allah karena semua manusia telah berdosa. Namun dibutukan yang seperti manusia untuk menjadi perantara tersebut. Hanya saja manusia tersebut harus suci tidak berdosa. Siapakah Dia yang layak?

Semua nabi berdosa, kecuali Isa Al-Masih lihat dalam Qs 19:19 dan Isa Al-Masih terkemuka di dunia dan akhirat Qs 3:45. Jadi hanya Isa Al-Masih yang layak.
~
NN
# Yoga 2011-10-31 22:30
*
Kepada Staf Isa dan Islam,

Saya mau tanya, boleh diuraikan nabi-nabi yang berdosa dan dosanya apa? Supaya dapat menjadi bahan referensi.

Terimakasih dan Tuhan memberkati kita semua.
# Staff Isa dan Islam 2011-11-03 17:44
~
Saudara Yoga,

Inilah diantaranya beberapa nabi yang berdosa yang terdapat dalam Al-Quran.

Nabi Adam dan Hawa berdosa(QS 7:23 ) Nabi Nuh, berdosa (QS 11:47 ); Ibrahim berdosa (QS 26:82; 14:41 ); Musa berdosa (QS 28:15-16); Harun berdosa (QS 20:93); Daud berdosa (QS 38:24 ); Sulaiman berdosa (QS 38:32,35 ); Yunus berdosa (QS 21:87 ); Muhammad berdosa (QS 48:2; 47:19).

Saudara dapat mencari dalam Al-Quran, tidak satu-pun ayat yang mencatat bahwa Isa Al-Masih berdosa. Sebaliknya, Al-Quran menulis, "Ia (Jibril) berkata: "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci" (Qs 19:19)

Kata “suci” hanya ditujukan kepada Isa Al-Masih. Kedatangan-Nya disebut ajaib karena Dia satu-satunya yang dilahirkan oleh seorang perawan (QS 21:91; 66:12), juga memiliki Kebesaran (QS 3:45; 4:171) dan disebut “Kalimat-Nya dan roh dari pada-Nya”.
~
SO
# andi 2012-01-04 23:57
*
To saudara Tikva,

Menurut saya pertanyaan nomor 3 dari anda, tidak ada satupun umat Muslim yang bisa menjawabnya. Karena merekapun hanya menuruti apa yang diajarkan tanpa tau mengapa harus mendoakan keselamatan nabinya.

Kita hanya bisa berdoa bagi mereka supaya membuka hati, biar kebenaranlah yang berbicara kepada mereka nanti. Saya percaya jikalau umat Muslim semua mau membuka hati, Tuhan pasti akan bekerja mencari hati yang rindu mencari kebenaran.

Tuhan berkati.
# Staff Isa dan Islam 2012-01-06 15:20
~
Saudara Andi,

Terimakasih atas tanggapan yang sudah saudara berikan. Tentu Allah akan menyatakan kebenarannya pada setiap manusia. Baik dia saat ini beragama Islam, Kristen, atau yang lain. Sebab hal itu telah ditetapkan oleh Allah, bahwa semua bangsa akan mendengar Injil Kerajaan Allah.

“Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya." (Injil, Rasul Besar Matisu 24:14).
~
SO
# yanto 2012-02-21 14:10
*
Saya berdoa langsung kepada Allah Sang Pencipta, karena saya yakin Allah Maha Mendengar.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-23 19:10
~
Kami setuju dengan pernyataan saudara Yanto. Memang seharusnyalah kita berdoa langsung kepada Allah, tidak menggunakan perantara.

Allah bukan saja Maha Mendengar. Tapi Dia juga Maha Hadir. Selain berdoa langsung kepada-Nya, kita juga dapat berdoa di mana saja dan kapan saja. Tidak terikat dengan tempat, waktu maupun kiblat.
~
SO
# keeamad 2012-03-21 02:07
*
Yang dapat memberikan syafaat hanya yang ditunjuk oleh Tuhan dan dia tahu bahwa dia telah ditunjuk oleh Tuhan untuk itu. Kalau ada nabi yang masih "minta" didoakan selalu untuk keselamatannya, apa bedanya dia dengan orang biasa? Mengapa orang harus mendoakan nabi itu?
# Staff Isa dan Islam 2012-03-26 16:59
~
Saudara Keeamad,

Itulah permasalahannya . Kalau benar-benar seorang nabi, tentu keselamatannya sudah terjamin. Dan tidak perlu didoakan.

Oleh karena itulah dalam Alkitab tidak ada nast dimana seorang Nabi, seperti Nabi Musa meminta kepada umatnya untuk melakukan doa shalawat bagi dirinya. Apa lagi Isa Al-Masih. Justru, Dia-lah yang mendoakan keselamatan umat-Nya (baca Injil, Rasul Besar Yohanes 17:1-26). Bahkan Isa Al-Masih sendirilah yang memberikan keselamatan itu (baca Injil, Rasul Besar Yohanes 14:1-3).

Bila Sdr Keeamad merindukan untuk memperoleh keselamatan. Saudara kami persilahkan untuk mempelahari halaman pada situs ini: http://tinyurl.com/6ntpehg.
~
DA
# jalan lurus 2012-07-31 06:45
*
Syafaat yang diperoleh melalui ucapan sholawat nabi sejatinya bukanlah untuk Nabi Muhammad itu sendiri, karena dia tidak membutuhkan pertolongan dari umatnya. Dia terpelihara dari dosa, baik dosa sebelum, pada saat hidup dan sesudah dia wafat. Allah SWT sendiri yang menjaminnya, walaupun begitu dia tetap saja beribadah dengan sangat sangat rajin. Orang yang terpelihara dari dosa sudah barang tentu tempatnya di surga.

Umat-umatnyalah yang membutuhkan syafaat dia. Allah SWT memberi fasilitas kepada Nabi Muhammad syafaat untuk menolong umatnya pada hari penghakiman.

Nabi Isa terlahir suci begitu ditulis Al-Quran, namun begitu juga anak-anak yang lain. Apakah saudara admin pernah melihat bayi yang lahir dalam keadaan kotor/berdosa? Anak dari perbuatan dosa (mesum) tetaplah suci, perbuatan orang tuanyalah yang kotor.
# Staff Isa dan Islam 2012-07-31 19:39
~
Saudara 'Jalan Lurus',

Inilah syafaat yang dinaikan oleh Islam bagi Muhammad: “Assalamu Alaika Ayyuhan Nabi” artinya: Semoga keselamatan tercurah kepadamu Hai Nabi (Muhammad).

Perhatikanlah baik-baik isi dari syafaat tersebut. Apakah isi syafaat itu ditujukan bagi Anda atau bagi Muhammad? Jelas-jelas dikatakan “semoga keselamatan tercurah bagi Muhammad” bukan?

Bila memang benar Muhammad dapat menolong umatnya pada hari penghakiman, lalu mengapa Muhammad berkata, “Tebuslah dirimu! Saya tiada dapat menolongmu barang sedikitpun dari siksa Tuhan. Hai bani Abdi Manaf! Saya tiada bisa menolongmu sedikitpun. Hai Abbas anak Abdul Mutholib! Saya tiada bisa menolongmu sedikitpun dari siksa Tuhan. “Hai Safiah, bibi Rasulullah! Saya tiada bisa menolongmu sedikitpun dari siksa Tuhan. Hai Fatimah binti Muhammad! Mintalah kepada saya harta dan saya tiada bisa menolongmu sedikitpun dari siksa Tuhan!” (Hadits Shohih Bukhori Jilid 4, nomor 16).

Al-Quran hanya menyatakan “bayi Isa” saja yang suci ketika lahir. Tidak ada kata “suci” diberikan Al-Quran kepada bayi-bayi lain. Bahkan Muhammad pun mengakui hal tersebut. "Setiap anak yang lahir dijamah iblis sehingga menangis kecuali Isa, anak Maryam” (Bukhari-Anbiya , Bab 44, Tafsir sura3, b.2).
~
SO
# Juli Darma Putra 2012-08-11 14:51
*
Anda menfasirkan ayat Al-Quran sesuka hati anda dan mengada-ada. Statement manapun kalau dipotong-potong pengertiannya bisa diatur sesuai kehendak penulisnya.

Saya akan menjawab pertanyaan anda. Yang akan menolong manusia adalah Allah sendiri. Manusia tidak punya daya apa-apa. Manusia hanya bisa berusaha, dan sebaik-baik penolong adalah Allah sendiri. Sebaik apa pun manusia di dunia kalau tidak dirahmati oleh Allah bisa ke neraka.

Nabi Isa juga tidak bisa memberi syafaat pada manusia, karena malu dikultuskan oleh umatnya menjadi Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2012-08-11 19:34
~
Saudara Juli,

Bila tidak keberatan, dapatkah saudara menjelaskan ayat manakah dari Al-Quran yang kami tafsirkan dengan mengada-ada?

Kami setuju dengan saudara, yang dapat menolong manusia hanya Allah. Amal ibadah seseorang pun tidak dapat menolong manusia untuk masuk sorga. Hanya Allah yang dapat memberi keselamatan bagi manusia sebagai anugerah dari-Nya.

“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Injil, Surat Efesus 2:8).

Jelas Isa Al-Masih dapat memberi syafaat bagi umat-Nya dan kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya. Inilah kata kitab suci tentang hal itu:

"Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka” (Injil, Surat Ibrani 7:25).
~
SO
# Bingung 2012-10-06 16:23
*
Dalam Alkitab terdapat banyak bukti yang menyatakan bahwa Isa Al-Masih adalah manusia, dan karenanya Dia diberi gelar Anak Manusia. Namun juga ada banyak bukti dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Isa Al-Masih adalah Tuhan, YHVH , dan Isa Al-Masih disebut sebagai Allah.

Isa Al-Masih itu benar-benar anak manusia (Maryam). Apabila Isa Al-Masih itu adalah Allah, wajarkah Tuhan dilahirkan oleh masusia?

Manakah yang lebih mulia / tinggi derajatnya, Maryam sebagi manusia atau Allah sebagai Tuhan? Mohon direnungkan dalam-dalam.
# Staff Isa dan Islam 2012-10-13 19:59
*
Isa Al-Masih adalah Tuhan. Isa Al-Masih berkata “Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan” (Injil, Rasul Besar Yohanes 13:13).

Digelari Anak manusia karena Isa Al-Masih mengambil wujud manusia melalui keajaiban proses kelahiran dari perawan. Hanya sesaat Isa Al-Masih menjadi manusia. Yang terutama adalah tujuan-Nya. Isa Al-Masih melewati jalan itu demi menuntun manusia agar mengenal-Nya dan masuk dalam kerajaan sorga-Nya.

Lebih jelasnya mari baca ayat ini: "Pada mulanya adalah Firman... dan Firman itu adalah Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia [Jadi Firman itu bukan ciptaan]...Firm an itu telah menjadi manusia" (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1-14).

Dan itulah rahasia yang terkandung dalam Qs 3:45 menunjukkan siapakah yang terkemuka di dunia dan akhirat selain Allah.

Allah menjadi manusia demi menyelamatkan manusia. Seorang bapak rela menceburkan diri dalam lumpur yang busuk ketika anaknya terjerumus dalam lumpur itu.
~
NN
# muhammad fadhil isa 2012-11-06 13:11
*
Sungguhlah saudara-suadara Kristen, syafaat itu ialah bonus. Dalam bahasa kita dimana para nabi akan memberikan kesaksian ke atas umatnya atas ajaran mereka yang telah umatnya jalankan dengan baik dan benar.

Tidaklah Nabi Muhammad didoakan agar ia selamat dan tidaklah Yesus penyelamat bagi kaum-Nya, melainkan Allah yang Maha Esa lagi Maha Tinggi sebagai penyelamat kita.
# Staff Isa dan Islam 2012-11-14 12:19
~
Saudara Fadhil,

Saudara benar bahwa hanya Allah yang dapat menjadi penyelamat manusia. Tidak ada seorangpun yang dapat memberikan keselamatan, bahkan nabi atau rasul sekalipun

Nabi Muhammad didoakan agar ia selamat karena ia adalah manusia biasa. Tetapi Isa Al-Masih tidak pernah minta didoakan oleh pengikutnya. Karena Isa adalah jalan keselamatan itu sendiri. Melalui Isa Al-Masih manusia beroleh keselamatan. Mengapa Isa Al-Masih dapat memberikan keselamatan?Kar ena Isa adalah Allah yang menyatakan dirinya dalam rupa manusia.

“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia [Isa Al-Masih], sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." (Injil, Kisah Para Rasul 4:12).
~
NN
# AKSEL 2012-11-20 15:38
*
Tidak ada satu manusiapun yang dapat memberi syafaat kecuali Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2012-11-22 21:41
~
Kami setuju dengan pernyataan saudara Aksel. Hanya Allah yang dapat memberi jaminan keselamatan bagi manusia. Dan itulah yang dilakukan oleh Isa Al-Masih. Sebagai Kalimatullah, Dia dapat memberi syafaat bagi orang-orang yang mengikuti Dia.

Isa berkata: “Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:29)

Isa Al-Masih memberi jaminan indah ini kepada murid-murid-Nya : “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. . . . . Aku pergi ke situ [sorga] untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada” (Rasul Besar Yohanes 14:2-3).
~
SO
# AKSEL 2012-11-26 09:41
*
Terimakasih staff,

Saya percaya apa yang dilakukan Isa benar. Itu memang metode yang dilakukan Isa menuju Tuhan sehingga bisa menyatu dengan Tuhan.

Karena dalam diri manusia sudah ada roh suci, bagiamana kita menggalinya kita juga bisa seperti Isa.
# Staff Isa dan Islam 2012-11-28 09:40
~
Saudara Aksel,

Kalau boleh tahu, cara Isa yang manakah yang saudara maksud merupakan metode Isa menuju Tuhan?

Isa Al-Masih jelas berbeda dengan manusia. Dan tidak ada manusia yang bisa seperti Isa bahkan seorang nabi pun tidak bisa. Yang bisa kita lakukan hanyalah meniru cara hidup Isa ketika Dia berada di dunia.

Qs 19:19 dengan jelas mengatakan bahwa Isa adalah suci. Adakah manusia yang bisa suci seperti Isa? Tentu tidak!

Qs 3:45 dikatakan Isa adalah Kalimatullah yang menjelma menjadi manusia. Tidak ada manusia yang menjadi Kalimatullah, karena manusia adalah ciptaan Allah.

Injil, Rasul Besar Matius 9:2 menjelaskan bagaimana Isa mengampuni dosa seseorang. Adakah manusia yang bisa mengampuni dosa sesamanya? Jelas tidak bukan!

Ayat di atas hanyalah beberapa yang menyatakan bahwa manusia tidak bisa seperti Isa!
~
SO
# AKSEL 2012-11-28 10:11
*
Proses atau metode menuju Tuhan dengan tingkah-laku Isa sendiri yang begitu baik, bagitu santun kepada semua umat-Nya, sehingga menjadikan Dia sebagai penyelamat manusia. Apakah itu bukan metode?
# Staff Isa dan Islam 2012-12-20 21:24
~
Saudara Aksel,

Isa Al-Masih disebut sebagai Juruselamat bukan karena tingkah-laku-Ny a yang baik dan santun kepada semua umat-Nya ketika Dia di dunia. Kalau pun Isa ketika di dunia tingkah-laku-Ny a baik dan santun, semua itu adalah wujud dari sifat-Nya yang begitu sangat mengasihi manusia. Itulah sifat Allah yang sebenar-Nya. Dia mengasihi setiap manusia dengan kasih Agape. Kasih yang tidak mengharapkan imbalan.

Isa Al-Masih adalah Sang Juruselamat yang telah dinubuatkan ratusan tahun sebelum kedatangan-Nya ke dunia. Bukan hanya oleh satu orang, tetapi oleh para nabi.

Inilah diantaranya nubuat tentang Isa Al-Masih yang terdapat dalam Alkitab, jauh sebelum Dia menjelma menjadi manusia ke dunia:

“Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai” (Kitab Nabi Besar Yesaya 9:5).

“Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala” (Kitab Nabi Mikha 5:1).

Dua ayat di atas hanya beberapa nubuat dari nabi-nabi sebelumnya tentang kedatangan Isa Al-Masih sebagai Sang Juruselamat. Dia datang membawa jaminan keselamatan bagi siapa saja yang mau menerimanya, termasuk saudara Aksel.

“Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).
~
SO
# Staf Biasa 2013-05-24 15:40
*
Ok. saya akan menuliskan Surah Al-Fatihah/ Pembuka sesuai dengan standart tafsir Dep. Agama RI:

1) Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
2) Segala puji bagiMu Tuhan semesta alam,
3) Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
4) Yang menguasai hari pembalasan,
5) (Hanya) Engkaulah yang (pantas) disembah,
6) Tunjukkan kami jalan yang lurus,
7) (Yaitu) jalan seperti orang-orang yang (telah) Engkau beri (mereka) nikmat, bukan jalan yang Engkau murkai dan bukan pula jalan yang sesat.

Dari tafsir itu jelas, semua yang anda tulis berdasar Al-Qurán untuk mengamini asas Trinitas yang anda yakini adalah salah. Jadi saya kira tulisan yang ada di pojok kanan situs ini sebaiknya dihapuskan, karena itu benar-benar pendustaan Ayat-ayat Al-Qurán. Ayat 6 Fatihah dijelaskan pada ayat ke 7 nya, bukan malah anda sambungkan pada Injil, Rasul Yahya 14:6.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-10 15:01
~
Saudara Staf Biasa,

Terimakasih karena saudara sudah bersedia menuliskan ayat Al-Fatihah secara keseluruhan.

Bila memang demikian adanya, dapatkah saudara menjelaskan apa yang dimaksud dengan “Jalan Lurus” itu? Dan sudahkah saudara menemukan “Jalan Lurus” tersebut?
~
SO
# ogi 2013-06-09 00:56
*
Saudara Staf Biasa,

Kalau anda berpikir jernih, makna dari arti surah Al-Fatiha ayat 7 ialah " ...jalanya orang-orang yang telah diberi nikmat, bukanlah jalanya orang-orang yang dimurkai."

Maknanya adalah, orang yang telah diberi nikmat itu adalah Isa Al-Masih. Karena Dia telah diangkat ke sorga, dan pastinya Dia tidak dimurkai oleh Allah, karena Roh Dia adalah Roh Allah.
# tanah karo simalem 2013-06-10 02:31
*
To staf IDI,

Anda itu semua tidak mengerti makna shalawat yang sebenarnya. Shalawat itu bukan berarti meminta keselamatan agar Muhammad diselamatkan, bukan begitu tentunya.

Shalawat itu ibarat suatu appresiasi, pernyataan salut, juga bisa dikatakan pujian doa. Dimana Muhammad sudah berjasa menegakkan nama Allah kembali di muka bumi yang penuh dengan perjuangan kala itu. Jadi umat Muslim harus berbalas jasa dengan apa? Apakah didiamkan saja atau ya sudahlah. Sebab sebagaimana kita diajarkan berbalas jasa, maka dengan shalawat tentunya adalah satu perbuatan yang baik disamping itu mendapat pahala syafaat (bonus).

Beda dengan Isa dimana Dia tidak didoakan sebab sampai sekarang Nabi Israel tetap tidak mau menyembahnya maupun ajrannya. Jadi tidak ada salut buat dia oleh umatnya, sebab dia saja tidak dapat menyelamatkan dirinya jikalau peristiwa salib itu benar menurut anda.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-10 15:02
~
Saudara Tana Karo,

Kami tidak akan menanggapi penjelasan saudara mengenai shalawat yang diberikan oleh umat Muslim kepada Muhammad. Kami bisa memahami hal tersebut, mengingat umat Muslim sangat mengagungkan Muhammad.

Tapi kami ingin saudara memberi penjelasan, bila tidak keberatan, untuk dua pertanyaan kami di bawah ini:

1. Atas dasar apakah seseorang yang bershalawat kepada Muhammad, lantas orang itu mendapatkan pahala?

2. Qs 33:56 mengatakan “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaik at-Nya bershalawat untuk Nabi (Muhammad). Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam "Penghormatan" kepadanya”
Atas dasar apakah Allah diwajibkan mengucapkan salam penghormatan kepada Muhammad?
~
SO
# pencari Tuhan 2013-06-14 17:40
*
Saya lebih setuju sama Mikha, Isa hanya manusia yang tiada berdaya saat disiksa oleh bangsa Romawi. Sangat tidak masuk akal manusia menyembah manusia.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-19 19:43
~
Saudara Pencari Tuhan,

Memang tidak mudah untuk memahami bahwa Isa adalah Tuhan yang menjelma menjadi manusia. Kami maklum bisa saudara mengatakan hal itu aneh.

Tapi bagaimana bila kita mencoba mengenal Isa melalui karya-karya-Nya ketika Dia ada di dunia?

Ketika Isa di dunia, Dia berkuasa mengampuni dosa seseorang, dimana kuasa tersebut tidak satu pun nabi lain yang dapat melakukannya. Alam semesta juga takut kepada Isa, sehingga ketika ada angin ribut setika itu juga reda saat Isa membentaknya. Ia juga berkuasa menyembuhkan setiap sakit-penyakit, bahkan menyembuhkan orang yang kesurupan setan.

Dari karya-karya yang dilakukan oleh Isa di atas, menurut saudara siapakah Isa Al-Masih itu?
~
SO
# salam damai 2013-07-02 05:55
*
Lalu apakah ada kata-kata syafaat dalam kitab anda?

“Siapakah yang dapat memberi syafa‘at di sisi Allah tanpa izin-Nya.” (QS. al-Baqarah (2): 255).

Nabi Muhammad juga tidak kalah hebat dengan nabi Isa :

"Allah mengampuni dosamu (Muhammad) yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmatNya kepadamu dan menunjukimu jalan yang lurus. (Qs 48:2)

Allah memberikan jaminan bahwa Nabi Muhammad yang pertama masuk surga:

Hadis riwayat Anas bin Malik, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: “Aku datang ke pintu surga pada hari kiamat, lalu aku meminta supaya pintu surga dibuka. Penjaga surga bertanya : “Engkau siapa?” Saya menjawab: “Muhammad!” Lalu dia berkata : “Saya diperintahkan, supaya tidak membukakan pintu surga kepada siapapun sebelum engkau”

Dan masih banyak ayat Al-Quran dan hadis yg menyatakan siapa2 saja yg masuk syurga. karena terbatas ga mungkin saya tuliskan semuanya disini.
# Staff Isa dan Islam 2013-07-12 09:49
~
Saudara Salam Damai,

Umat Islam sangat mengagungkan kehebatan nabi Muhammad dan itu adalah hak umat Muslim. Tetapi sehebat apapun, nabi saudara tetaplah manusia biasa.

Isa Al-Masih bukanlah manusia biasa. Ia adalah Kalimat Allah, Roh Allah dan Yang terkemuka di dunia dan akhirat (Qs 3:45 dan Hadis Anas bin Malik 72), mengetahui hari kiamat (Qs 43:61) keunikan ini hanya milik Allah, tidak mungkin manusia. yaitu mengampuni dosa. Siapakah selain Allah yang berhak untuk memberikan pengampunan dosa?

Isa Al-Masih satu-satunya pribadi yang tidak berdosa dan tidak memiliki tabiat dosa, sedangkan nabi saudara adalah manusia biasa yang selama hidupnya tentu sering berbuat dosa.
~
NN
# joeban 2013-10-09 19:39
*
Maha pengasih lagi maha penyayang. Kalau tidak salah itu sebutan buat Yesus.

Bismilahirohman irahim. Dengan menyebut nama Allah maha pengasih lagi maha penyayang. Diuraikan satu satu.
Dalam nama Allah, rohmat (tubuh), dan roh

Kalau tidak salah di kamus Arab yaitu nama pengasih lagi maha penyayang ada di rohmat dan itu ditujukan kepada Dia yang hidup Yesus Kristus yang maha pengasih juga penyayang. Sehingga orang yang beriman kepadaNya tidak binasa melainkan hidup yang kekal. Dari situ saja Muhammad mengakui Isa adalah penyelamat, Muhammad minta didekatkan kepada teman yang tertinggi menjelang ajalnya.

Hanya saja dia banyak memakai kode untuk contoh, teman tertinggi. Dihadist itu pasti Yesus karena Yesus yang terkemuka di dunia dan akhirat. jalan yang lurus itu pasti Yesus.

Bismillahnirohmannirohim ketiganya yang esa. Dijabarin diatas.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-14 20:23
~
Saudara Joeban,

Terimakasih atas penjelasan saudara. Memang benar, Isa Al-Masih adalah maha pengasih dan penyayang. Juga Injil menerangankan alasan mengapa Isa Al-Masih ke bumi dengan wujud sama seperti manusia yaitu, karena kasih. Kita harus yakin akan hal ini karena demikianlah kitab-kitab suci menjelaskan.

Bersyukurlah kepada Allah yang telah memberikan keyakinan tersebut begi saudara.
~
NN
# hamba 2013-10-09 23:18
*
Buat admin disini mungkin anda hanya mempercayai apa yang nenek moyangmu dulu ketahui sehingga kau mengikutinya. Mungkin nanti di akhirat tepatnta di padang mahsyar akan terkuak semua kebenaran yang sebenar-benarny a. Bahwa sebenarnya nabi Isa a.s tidak bisa membantu umatnya bahkan nabi Isa merasa malu bertemu umatnya karna telah mempertuhankan dirinya.

Berbeda dengan Rasulullah saw yang akan terus menerus memberikan syafaatnya pada umatnya agar mendapatkan syurganya Allah sampai umatnya yg terakhir sekali yaitu yang pernah mengucapkan laillaha ilallah ...ingat syafaat bukan untuk menyelamatkan nabi saw karna nabi sendiri sudah dapat jaminan dr ALLAH swt..kami bershalawat yaitu mengagungkan nabi muhamad sbg kekasih allah swt,penghormata n kami kepadanya dan sbg tanda kami mencintainya..
# Staff Isa dan Islam 2013-10-14 20:51
~
Saudara Hamba,

Coba saudara renungkan, umat Muslim begitu yakin dengan Muhammad. Apapun yang dilakukan, dipikirkan, diucapkan Muhammad sudah dianggap sebagai kebenaran oleh umat Muslim. Seolah-olah dan memang benar demikian, bahwa umat Muslim menempatkan Muhammad hampir sama dengan Allah.

Namun sayang, gayung tak bersambut. Kepercayaan besar umat Muslim terhadap Muhammad hanya dibalas dengan suatu ketidakpastian. Qs 64:9 "Katakanlah: Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadap aku dan tidak pula terhadapmu..."

Membaca ayat ini jelas beliau tidak tahu masa depannya sendiri, juga ia tidak tahu apa yang akan Allah perbuat terhadap para pengikutnya. Ia sendiri tidak punya keyakinan keselamatan dan juga tidak dapat menjamin keselamatan mereka yang mengikuti ajarannya. Bukankah Sura 33:56 memberikan pesan "Hai orang-orang yang beriman, bersyalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah penghormatan kepadanya."?
~
NN
# marjan 2013-12-17 15:13
~
Yesus bukan Tuhan, hanya utusan Allah.
# Staff Isa dan Islam 2013-12-17 23:18
~
Saudara marjan,

Jika Yesus/ Isa Al-Masih bukan Allah, maka ia tidak akan berkata, “dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:28). Bukankah hanya Allah saja yang berkuasa untuk memberikan hidup kekal?

Perhatikan pernyataan Isa Al-Masih :

“Yesus [Isa Al-Masih] mendekati mereka dan berkata: ‘Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi’” (Injil, Rasul Besar Matius 28:18). Siapakahh yang berkuasa atas bumi dan sorga selain Allah?

“Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun
ia sudah mati”
(Injil, Rasul Besar Yohanes 11:25). Isa Al-Masih berkuasa untuk memberikan hidup, kuasa yang hanya dimiliki oleh Allah.

“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada
Bapa, kalau tidak melalui Aku”
(Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6). Isa Al-Masih adalah satu-satunya jalan agar manusia memperoleh keselamatan di surga.

Teladan hidup-Nya yang sempurna, perkataan dan perbuatan-Nya, telah membuktikan bawa Isa Al-Masih bukan hanya utusan seperti nabi atau rasul lainnya. Isa memiliki kuasa yang hanya layak dimiliki oleh Allah .
~
Noni
# Mitra 2014-01-23 16:15
~
Salam Sdr. Admin,

Syafaat sama dengan manfaat atau kegunaan atau menolak mudarat. "Katakanlah: Hanya hak Allah-lah syafa'at itu semuanya" (Az-Zumar: 44). Rasulullah pada hari Kiamat akan datang kepada Allah untuk memintakan ampun bagi umatnya: "Angkatlah kepalamu, katakanlah niscaya akan didengar apa yang kamu katakan, mintalah niscaya akan diberi apa yang kamu minta, dan berilah syafa'at niscaya akan diterima syafa'at yang kamu berikan itu" (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Abu Hurairah telah bertanya kepada beliau: "Siapakah orang paling beruntung dengan syafa'at engkau?" Beliau menjawab: "Ialah orang yang mengucapkan "Laa ilaha illa Allah" dengan ikhlas dari dalam hatinya" (HR Imam Ahmad dan Al-Bukhari).

Wassalam.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-16 12:35
~
Saudara Mitra,

Ayat yang saudara kutip menegaskan bahwa Allah saja yang memberikan syafaat. Dan Isa Al-Masih dapat memberikan syafaat bagi umat-Nya. Tidakkah ini menjadi renungan buat kita? Bila Isa Al-Masih dapat memberikan syafaat, sedangkan yang dapat memberikan syafaat adalah Allah, maka siapakah Dia sesungguhnya?

Sangat berbeda dengan nabi saudara. Nabi saudara sendiri tidak tahu dengan keselamatannya. Mungkinkah nabi saudara dapat memberikan syafaat bagi pengikutnya? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# hamba_allah 2014-02-27 16:23
~
Ada beberapa kelompok yang disebut oleh Al-Quran Al-Karim sebagai syafi’. Di antaranya adalah para nabi, malaikat, dan kaum mukminin yang saleh. Selain itu amal perbuatan yang baik juga dapat memberikan syafaat kepada pelakunya.

Rasulullah dalam sebuah hadis bersabda, "Di hari kiamat, para nabi, malaikat, dan kaum mukminin memberikan syafaat mereka. Lalu Allah SWT berfirman, “Kini hanya syafaat-Ku yang tersisa.” Selain itu rasulullah juga bersabda, "Para nabi di hari kiamat kelak akan memberikan syafaat mereka, yang lalu disusul oleh para ulama, kemudian para syuhada’ (mereka yang mati di jalan Allah)."
# Staff Isa dan Islam 2014-06-16 12:42
~
Saudara Hamba_Allah,

Nabi saudara mengakui bahwa dia tidak tahu dengan keselamatannya sendiri. Bila orang yang tidak tahu dengan keselamatannya, mungkinkah ia dapat memberikan syafaat bagi pengikutnya? Tentu sangat janggal bila ia dapat memberikan syafaat bagi pengikutnya, bukan?

Sesungguhnya hanya Isa Al-Masih yang dapat memberikan syafaat kepada manusia. Sebab Ia adalah Juruselamat manusia. Karena "keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan" (Injil, Kisah Para Rasul 4:12).
~
Solihin
# syr 2014-03-10 00:10
~
Maksudnya, hanya Allah Yang Maha Mengetahui masa depan setiap mahluk-Nya, bahkan Muhammad atau nabi-nabi yang lain bahkan malaikat sekali pun tidak tahu rahasia langit dan bumi, hanya Allah Penguasa langit dan bumi. Nabi Muhammad, hanya jasad beliau yang mati tapi pada hakikatnya beliau hidup di sisi Allah begitu pun dengan orang-orang yang beriman. Kami, umat Muslim disuruh untuk selalu bersholawat untuk rasul agar mudah dipertemukan/di dekatkan dengan beliau kelak di Padang mahsyar untuk mendapatkan syafaat dari beliau.

Doa yang dipanjatkan untuk beliau akan kembali kepada kami, itulah maksud dan tujuannya. Insya Allah orang yang selalu bershalawat untuk rasulullah, para malaikat juga akan berdoa untuknya.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-16 12:47
~
Saudara Syr,

Kami sangat menghargai klaim saudara walaupun sebuah klaim dituntut dapat menunjukkan bukti dan data yang tertulis dalam Al-Quran yang menyatakan demikian. Sebab yang kami temukan sebaliknya. "...Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu..." (Qs 46:9).

Bila nabi saudara tidak tahu keselamatannya, bagaimana mungkin dia ada di sisi Allah? Tidakkah janggal keyakinan saudara tersebut? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# wido 2014-03-12 17:09
~
Itulah bedanya ajaran Islam dengan Kristen. Islam diajarkan untuk selalu 'memberi` dalam bentuk doa, sedang Kristen diajarkan untuk 'menuntut' keselamatan. Muhamad diajarkan untuk rendah hati dengan mengatakan bahwa beliau tidak tahu bahkan tentang dirinya sendiri. Yesus mengajarkan umatnya tinggi hati dengan mengatakan bahwa umat Kristen pasti masuk sorga.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-16 12:52
~
Saudara Wido,

Ada perbedaan mendasar antara percaya pada janji Allah dengan tinggi hati. Justru sebenarnya orang yang tinggi hati adalah orang yang tidak percaya pada janji Allah. Ia merasa bahwa dengan kemampuannya, ia sanggup menyelamatkan dirinya sendiri tanpa pertolongan Allah. Karena itu, nabi saudara sendiri mengakui bahwa dia tidak tahu keselamatannya dan juga pengikutnya.

Di sini kita ketahui bahwa nabi saudara tidak dapat memberikan syafaat bagi pengikutnya. Hanya Isa Al-Masih yang dapat menyelamatkan manusia dari dosa. Sebab Dia adalah Juruselamat dunia.
~
Solihin
# jumadi 2014-04-11 20:45
~
Staf IDI,

Setelah saya baca artikel di atas dan apa yang dimaksud, setiap nabi diberi hak untuk memberi syafaat kepada umatnya yang melaksanakan ajarannya, tak terkecuali nabi Isa dan nabi Muhammad, tentu dengan izin Allah. Itupun yang menyakini dan melaksanakan ajarannya yang bisa mendapat syafaat alias pertolongan, tapi pertanyaannya apakah umat Kristen sudah melaksanakannya atau sudah menyakini apa yang diucapkan Yesus tentang keesaan Tuhan serta pengakuannya bahwa dia seorang utusan bukan Tuhan?
# Staff Isa dan Islam 2014-06-16 14:46
~
Saudara Jumadi,

Kami pernah membaca ayat berikut ini. "Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu" (Qs 46:9). Tentu nabi yang tidak tahu dengan keselamatannya, pasti tidak dapat memberikan syafaat bagi pengikutnya, bukan? Oleh karena itu, mungkinkah nabi saudara dapat memberikan syafaat bagi pengikutnya?

Sangat berbeda dengan Isa Al-Masih. Dia bersabda, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6). Dengan demikian, Isa Al-Masih dapat memberikan syafaat bagi pengikut-Nya. Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# Ruby 2014-04-26 07:20
~
Kesimpulan pertanyaan saya ada empat:

1. Mana yang lebih tinggi kedudukannya dan wajib untuk diikuti "cara hidupnya"? Yesus Kristus atau Paulus? Kaitannya soal babi dan sunat. Dan apakah Yesus Kristus tidak menjalani hukum Taurat?

2. Apakah Yesus Kristus benar-benar mati di tiang salib? Mengapa beliau kemudian hidup kembali bukan dalam bentuk Roh atau jiwa? Lalu kematian jenis apa yang kemudian disebut "penebusan" oleh umat Nasrani sekarang ini? Tidak mungkin rasanya manusia itu bersandiwara ketika disiksa, jika kemudian dia mengetahui kematian yang sebenarnya bukanlah saat itu.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-16 14:50
~
Saudara Ruby,

Terimakasih untuk pendapat saudara. Bila saudara tertarik mendiskusikan tentang babi, silakan mengunjungi link ini http://tinyurl.com/d6ec7cm. Dan bila saudara ingin mengetahui tentang fakta penyaliban, silakan mengunjungi link ini http://tinyurl.com/llvaxey. Terimakasih.
~
Solihin
# Rachmatulloh 2014-06-18 14:23
~
Darimana Isa bisa menyelamatkan kalian? Sedangkan Isa sendiri tidak bisa menyelamatkan diri-Nya sendiri dari tiang salib. Walaupun kami (Muslim) tau bahwa yang disalib bukanlah Isa. Sedangkan di dalam AlKitab sendiri, sudah diramalkan bahwa ada kerajaan baru yang akan membawa kebenaran (Islam). Ayat yang mana lagi yang akan anda dustakan?
# Staff Isa dan Islam 2014-06-19 03:09
~
Salam Sdr. Rachmatulloh,

Kami menyampaikan terimakasih untuk kunjungan saudara. Jika saudara hendak membahas tentang penyaliban silakan kunjungi link kami di http://tinyurl.com/llvaxey. Terimakasih.
~
Salma
# adriansyah 2014-08-11 07:52
~
"Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6)

Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa (Allah) kalau tidak melalui Aku (Isa). Ini adalah perkataan yang sempurna dan masuk akal.
# Staff Isa dan Islam 2014-08-14 07:24
~
Saudara Adriansyah,

Terimakasih untuk komentar saudara. Tentu hanya Isa Al-Masih yang dapat menjamin keselamatan manusia dan mampu memberikan syafaat bagi manusia, bukan? Kiranya komentar saudara bermanfaat bagi pengunjung lainnya.
~
Solihin
# asgab 2014-08-26 20:01
~
Nabi Muhammad.
# Staff Isa dan Islam 2014-09-01 17:11
~
Saudara Asgab,

Bila nabi saudara yang dapat memberi syafaat bagi saudara, maka kita tidak akan membaca perkataan nabi saudara seperti ini.

"...Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan" (Qs 46:9).

Jelas, nabi saudara sendiri pun mengalami persoalan dengan keselamatannya di akhirat yakni tidak tahu dengan keselamatannya sendiri. Tentu ini janggal, bukan? Pemberi syafaat adalah pribadi yang yakin dan tahu pasti keselamatannya di akhirat. Bila nabi saudara tidak tahu keselamatannya, maka kepada siapakah saudara akan berharap lagi? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# yusuf 2014-08-27 17:05
~
Semua nabi dapat memberi syafaat kepada umatnya dan hanya berlaku pada zamannya masing-masing. Sedangkan Muhammad adalah nabi sampai akhir zaman. Seperti telah diisyaratkan dalam hadits: "Seindah- indahnya qurun (Zaman) adalah Qurunku (Zamanku), yang akan berulang setelah ku kelak."
# Staff Isa dan Islam 2014-09-01 17:16
~
Saudara Yusuf,

Kami menghargai pendapat saudara. Tetapi bila merujuk kepada Qs 46:9, maka kita tahu bahwa nabi saudara pun menghadapi persoalan yang sama dengan pengikutnya. Yaitu tidak tahu dengan keselamatannya di akhirat. Bagaimana mungkin nabi saudara menjadi pemberi syafaat bila dia sendiri tidak tahu selamat atau tidak? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# mubalgum 2014-08-28 01:10
~
Tunggu saja kiamat datang. Umat Muhammadlah yang akan masuk sorga. Isa turun ke bumi. Dia akan hidup selama 40 tahun dan Dia menjadi pengikut Muhammad. Nama yang kalian gunakan adalah salah. Al-Masih itu nama untuk Dajjal alkafirun.
# Staff Isa dan Islam 2014-09-01 17:20
~
Saudara Mubalgum,

Sah-sah saja membuat klaim atau pernyataan demikian. Tetapi tentu hal itu perlu dikonfirmasi Al-Quran. Benarkah nabi saudara dapat menjamin pengikutnya masuk sorga? Bila nabi saudara dapat menjamin pengikutnya masuk sorga, tentu dia tidak akan berkata seperti ini.

"...Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan" (Qs 46:9).

Tidakkah jelas bagi kita bahwa nabi saudara pun tidak tahu dan tidak yakin tentang keselamatannya, bukan? Bila nabi saudara tidak tahu selamat atau tidak, maka kepada siapakah saudara menyandarkan pengharapan untuk keselamatan saudara? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# yusuf 2014-09-02 08:53
~
Untuk Solihin dan Staf Yesus,

Menanggapi Qs 46:9. Muhamad bukan rasul pertama tetapi sebagai penutup. Beliau pun tidak mau menilai dirinya dengan menggunakan subyektif tapi agar mereka berpikir dan mempedomani Al-Quran. Oleh karena itu, lihat kelanjutannya. "...Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan" (Qs 46:9).

Artinya Muhammad sebagai pengikut wahyu Allah dan mengingatkan kepada mereka yang membangkangnya. Menurut anda apa jaminanya bagi yang mengikuti wahyu Allah?
Apa jaminannya bagi yang memberi peringatan secara tegas terhadap yang telah menjelaskan? Bagaimana penilaian anda?
# Staff Isa dan Islam 2014-09-04 07:57
~
Saudara Yusuf,

Kami sangat menghargai pendapat saudara. Dan sesungguhnya yang ingin kami tekankan adalah kalimat sebelumnya. Yaitu "Katakanlah: Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadap aku dan tidak pula terhadapmu..." (Qs 46:9). Perhatikan kalimat yang kami garis bawah.

Jelas, nabi saudara tidak tahu dengan keselamatannya dan keselamatan pengikutnya. Mungkinkah nabi saudara dapat memberikan syafaat kepada pengikutnya bila ia sendiri tidak tahu selamat atau tidak? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# yusuf 2014-09-09 09:28
~
Bila anda memotong ayat tersebut, maka wajar saja anda berpendapat demikian. Begitulah akibatnya jika Al-Quran ditanggapi sepotong-sepoto ng. Anda tidak akan memahami Al-Quran jika Al-Quran itu dilihat menggunakan mata satu atau sebelah mata. Tetapi bila anda membaca secara utuh maka jawaban nabi Muhammad secara gamblang ada pada kalimat selanjutnya secara utuh. Bagaimana? Menanggapi Al-Quran dengan sepotong-potong atau seutuhnya?
# Staff Isa dan Islam 2014-09-10 10:13
~
Saudara Yusuf,

Kami sudah membaca ayat itu secara utuh. Bila kita berbicara tentang pemberi syafaat, maka kita tidak menemukan satu jaminan dari nabi saudara karena nabi saudara pun tidak tahu keselamatannya di akhirat. Itulah inti ayat tersebut, bukan? Nah, mungkinkah kita menggantungkan pengharapan kita kepada orang yang bingung dan tidak tahu? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# yusuf 2014-09-11 15:05
~
Untuk Para Staf Yesus,

Bila anda mengerti kaidah bahasa, manakah pokok kalimat, anak kalimat, dan pokok keterangan untuk sebuah kesimpulan pada Qs 46:9? Hadits menegaskan: "Aku adalah manusia yang pertama kali memberi syafaat di dalam sorga dan aku adalah di antara nabi-nabi yang terbanyak pengikutnya" Apakah ada ayat Al-Quran dan hadits yang menyatakan Nabi Muhammad masuk neraka secara tegas? Bagaimana?
# Staff Isa dan Islam 2014-09-11 18:35
~
Saudara Yusuf,

Boleh jadi saudara sangat mengerti kaidah bahasa. Tetapi ayat tersebut menegaskan bahwa nabi saudara tidak tahu tentang keselamatannya di akhirat. Jelas, hadits yang saudara kutip bertentangan dengan Qs 46:9. Selain itu, hadits yang saudara kutip bertentangan dengan Hadits Shahih Bukhari berikut ini.

“Hai kaum Quraisy, tebuslah dirimu! Saya tiada dapat menolongmu barang sedikitpun dari siksa Tuhan. Hai bani Abdi Manaf, saya tiada bisa menolongmu sedikitpun. Hai Abbas anak Abdul Mutholib, saya tiada bisa menolongmu sedikitpun dari siksa Tuhan. Hai Safiah, bibi rasulullah, saya tiada bisa menolongmu sedikitpun dari siksa Tuhan. Hai Fatimah binti Muhammad, mintalah kepada saya harta, saya tiada bisa menolongmu sedikitpun dari siksa Tuhan” (Hadits Shahih Bukhari 1261).

Kami bisa mengerti kegundahan nabi saudara yang tidak tahu keselamatannya di akhirat setelah membaca hadits di atas. Dan menjawab pertanyaan saudara. Jelas, Al-Quran dan hadits tidak menyatakan secara tegas bahwa nabi saudara masuk sorga. Karena itu, kami bisa mengerti bila nabi saudara tidak tahu dan -- penafsiran kami nabi saudara bingung -- dengan keselamatannya. Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# yusuf 2014-09-12 11:02
~
Untuk staf Yesus,

Bila anda memahami bahasa, pasti anda tahu bahwa kesimpulan terletak pada pokok keterangan kalimat dan ditarik pada akhir kalimat. Tiada rumusan bahasa manapun yang mengambil kesimpulan diawal kalimat. Hadits yang anda kutip ditujukan secara umum untuk memilih mau beriman ataukah membangkang?

Jadi yang diberi syafaat rasulullah adalah orang beriman. Sedangkan yang tidak beriman takan pernah bisa tertolong. Begitupun anaknya sendiri Fatimah, itupun jika/apabila yang ia minta hanya sebatas harta. Hadits yang anda kutip tidak bertentangan dengan hadits yang saya kutip, dan hadits tersebut tidak menegaskan Muhammad ada di neraka. Tapi anda hanya salah persepsi akibat tidak memahami bahasa. Bagaimana tanggapan anda?
# Staff Isa dan Islam 2014-09-15 09:11
~
Salam Sdr. Yusuf,

Jika kita melihat kalimat berikutnya, bukankah dikatan bahwa Muhammadlah yang memberikan peringatan dan penjelasan? Apakah yang dijelaskan dan diperingatkan? Bukankah jelas bahwa ia memperingatkan dan menjelaskan bahwa ia tidak mengetahui apa yang akan terjadi terhadap dirinya dan juga para pengikutnya?

Kami kira inilah yang harus saudara selidiki lebih lanjut Kami berharap saudara lebih jeli dalam memberikan tafsiran terhadap ayat demi ayat dalam kitab saudara. Agar saudara tidak memiliki iman yang buta. Tetapi mencari Pribadi yang benar dari sebuah kitab yang benar.
~
Salma
# yusuf 2014-09-15 17:41
~
Untuk Para Staf Yesus,

"...Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yg diwahyukan kpdaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan" (Qs 46:9). Yang diikuti adalah wahyu Al-Quran dan dia pemberi peringatan yang menjelaskan yaitu Allah kepada Muhammad.

Iman yang buta dimulai dari tidak pahamnya konsep bahasa. Oleh sebab itu, saya sering menanyakan apakah anda mengerti rumusan bahasa? Tapi anda tidak mampu menjawab. Melalui pemaparan anda terlihat jelas kebutaan anda mengenai bahasa yang mengandung makna kesadaran. Hadits dan rumusan bahasa telah saya paparkan pada anda. Anda hanya memahami konteks berdasar pemahaman anda. Hidup adalah pilihan, mau obyektif ilmiah ataukah subyektif? Tapi ingat keduanya memiliki tanggung jawab di hadapan Allah. Saya hanya menyampaikan. Terimakasih. Wassalam
# Staff Isa dan Islam 2014-09-18 06:36
~
Saudara Yusuf,

Kami menghargai pengetahuan saudara tentang kaidah bahasa. Walaupun kami meragukannya. Jelas-jelas, nabi saudara menyatakan, "Katakanlah: 'Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu..." (Qs 46:9). Bila saudara mencermati bahasa nabi saudara ini, maka jelas ia tidak tahu keselamatannya.

Bahkan di hadits yang telah kami kutip pun, nabi saudara tidak dapat menjamin keselamatan putrinya dari siksa neraka. Perhatikan, setidaknya frasa 'siksa Tuhan' disebutkan empat kali. Jadi, bukan sekedar meminta harta. Artinya nabi saudara tidak dapat memberikan syafaat bagi saudara sendiri. Selain itu, ini artinya saudara kurang teliti dan tidak cermat membaca teks. Itu pun kalau saudara mengerti kaidah bahasa. Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# Staff Isa dan Islam 2014-09-18 06:42
~
Saudara Novidiana dan Semua Pengunjung Situs, 

Terimakasih untuk kesediaan saudara mengunjungi dan memberikan komentar pada situs kami. Tentu kami menghargai hal itu. Tetapi kami tidak ingin membuang waktu saudara dalam sebuah diskusi yang tidak sesuai dengan topik di atas. Tentu sangat baik bila kita mendalami setiap artikel sesuai topiknya, bukan? Karena itu, kami terpaksa menghapus setiap komentar yang tidak sesuai dan melebihi satu kolom. Kiranya saudara memaklumi hal ini. 

Bila saudara memiliki pertanyaan atau tanggapan di luar topik ini, silakan kirimkan email ke: atau mengunjungi link ini yang sesuai dengan topik diskusi saudara inginkan http://tinyurl.com/3jmrz7r
~
Solihin
# yusuf 2014-09-18 09:01
~
Saya memahami keraguan anda dalam menyikapi bahasa, sebenarnya bukanlah keraguan tetapi ketidaktahuan. Oleh sebab itu, kuasailah bahasa. Dari cara anda menarik sebuah kesimpulan, anda tidak tahu mana yang disebut kalimat pokok maupun keterangan kalimat.

Kaidah bahasa menurut anda hanyalah sebatas teks. Dalam diskusi ini pembacalah yang dapat menilai, bila yang saya sampaikan tidak bermanfaat untuk anda. Semoga bermanfaat buat para pembaca yang mampu berpikir ilmiah. Dari pemaparan anda, sebenarnya anda ingin menyampaikan bahwa anda dan para staf tidak memiliki standar ilmiah dalam menilai sebuah ilmu.
# Staff Isa dan Islam 2014-09-19 19:22
~
Saudara Yusuf,

Terimakasih untuk usulan saudara. Kami menghargai bahwa saudara lebih menguasai kaidah bahasa. Tetapi apakah saudara sudah mencermati tanggapan kami bahwa nabi saudara tidak dapat memberikan syafaat bagi putrinya dari siksa neraka? Begitu juga yang dinyatakan Qs 46:9. Tentu ini membingungkan, bukan?

Seseorang yang dianggap nabi terakhir, tetapi tidak tahu keselamatannya dan tidak dapat memberi syafaat bagi putrinya, bahkan juga bagi saudara. Pertanyaannya adalah mengapa nabi saudara tidak dapat memberi syafaat bagi putrinya? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# Staff Isa dan Islam 2014-10-01 17:01
~
Saudara Denis dan Semua Pengunjung Situs, 

Terimakasih untuk kesediaan saudara mengunjungi dan memberikan komentar pada situs kami. Tentu kami menghargai hal itu. Kami tidak ingin membuang waktu saudara dalam sebuah diskusi yang tidak sesuai dengan topik di atas. Tentu sangat baik bila kita mendalami setiap artikel sesuai topiknya, bukan? Karena itu, kami terpaksa menghapus setiap komentar yang tidak sesuai dan melebihi satu kolom. Kiranya saudara memaklumi hal ini. 

Bila saudara memiliki pertanyaan atau tanggapan di luar topik ini, silakan kirimkan email ke:
~
Solihin
# byznty 2014-10-30 10:15
~
Terjebak dengan shalawat. Shalawa dengan doa sangat berbeda jauh. Shalawat hanya ungkapan "salut" kepada nabi. Bahkan dalam doa bapa kami terdapat bait "dikuduskanlah nama-Mu" kalau ini dianggap doa berarti Tuhan anda belum suci karena harus meminta umatnya untuk mengkuduskan namanya. Tentulah bait tersebut sama artinya "salut". Salut akan kekudusan Tuhan. Sama halnya kami salut akan kenabian Muhammad.
# Staff Isa dan Islam 2014-11-03 10:56
~
Saudara Byznty,

Kami sangat senang dengan definisi yang diberikan Depag tentang shalawat. Bershalawat artinya memohon supaya Allah memberi rahmat, kemuliaan dan keselamatan bagi seseorang (Catatan Kaki No. 1230-31, Qs. 33:56, “Al-Quran Departemen Agama RI,” tahun 1978). Jelas, ini bukan salut. Tetapi adanya ketidakpastian dalam diri nabi saudara tentang keselamatannya, bukan? Dengan demikian, nabi saudara tidak dapat memberi syafaat bagi manusia karena ia pun tidak tahu keselamatannya di akhirat (Qs 46:9). Bagaimana saudara?
~
Solihin
# irvan 2015-01-05 01:13
~
Semua rasul yang logisnya adalah harus manusia, karena dia akan menjadi teladan yang bisa diikuti oleh sesama spesiesnya. Misalnya, seekor kera mengajarkan ikan untuk memanjat pohon kelapa, pikiran normal kita pasti akan menjawab tidak bisa. Kalau rasul itu manusia, kodratnya dia juga tidak akan bisa mengetahui masa yang akan datang, kalau manusia tahu apa akibat yang akan dilakukan masa yang akan datang, dia tidak akan berpikir, berencana, analitik dan lain-lain sebagai kodrat manusia. Sangat wajar kalau nabi Muhammad tidak tahu masa yang akan datang kecuali hanya yang diwahyukan Allah.
# Staff Isa dan Islam 2015-03-25 15:57
~
Saudara Ivan,

Kami menghargai pendapat saudara. Namun, artikel di atas tidak membahas tentang tahu atau tidaknya nabi saudara tentang masa depan, melainkan apakah nabi saudara dapat memberikan syafaat kepada saudara. Sebab hingga saat ini nabi saudara masih didoakan. Jika demikian, siapakah yang akan mendoakan saudara? Sebab nabi saudara didoakan oleh saudara? Bagaimana?
~
Solihin
# Es Cendol 2015-01-13 09:23
~
Shalawat merupakan suatu tanda bahwa seseorang sangat membutuhkan keselamatan sehingga untuk itulah seseorang mengharapkan orang lain menaikkan sholawat baginya. Itu wajar. Akan tetapi menjadi tidak wajar bagi seorang nabi yang dijunjung tinggi yang seharusnya memberikan sholawat kepada umatnya tetapi sebaliknya malah justru mengharapkan dan meminta sholawat dari umatnya. Dalam hal ini sholawat nabi justru menegaskan sisi keragu-raguan akan kenabiannya dan suatu keragu-raguan bahwa dia adalah nabi.
# Staff Isa dan Islam 2015-03-25 16:01
~
Saudara Es Cendol,

Kami setuju saudara dengan kejanggalan yang ada. Sudah seharusnya seorang pemimpin apalagi orang yang menganggap dirinya nabi memerhatikan kepentingan umatnya, bukan kepentingan dirinya sendiri. Terimakasih untuk tanggapan saudara.
~
Solihin
# Arasy 2015-03-24 10:33
~
Tidak ada satupun manusia yang selamat dari siksa Tuhan. Tidak ada satupun nabi yang dapat memberi syafaat kepada umatnya kecuali atas kehendak Allah. Jika Allah mengizinkan Muhammad sebagai pemberi syafaat (penolong) kepada yang memberi syafaat (umatnya) maka barulah Muhammad dapat menolong umatnya. Jadi, shalawat yang dibacakan oleh umat Muslim haruslah dengan dasar yang ikhlas, hanya untuk mengharapkan ridho Allah, bukan untuk umatnya diselamatkan oleh Muhammad, karena ini termasuk syirik.

Jadi jangan pikir, jika Muslim tersebut bershalawat, dan Muhammad dapat menyelamatkanny a. Karena shalawat kita belum tentu diterima oleh Allah. Hanya Allah yang mengetahui perkara yang ghaib-ghaib. Tolong saudara cermati agama kami secara baik, jangan asal bicara bila tidak mengerti Islam.
# Staff Isa dan Islam 2015-03-25 16:05
~
Saudara Arasy,

Menulis: Jadi, shalawat yang dibacakan oleh umat Muslim haruslah dengan dasar yang ikhlas, hanya untuk mengharapkan ridho Allah, bukan untuk umatnya diselamatkan oleh Muhammad, karena ini termasuk syirik.

Apakah pernyataan di atas ingin menekankan bahwa nabi saudara yang harus diperhatikan? Mengapa pengikutnya yang mendoakan nabi saudara? Bukankah seharusnya pemimpin yang mendoakan pengikutnya? Bagaimana nabi saudara dapat mendoakan pengikutnya bila ia pun meminta untuk didoakan? Bagaimana saudara menjelaskan hal ini?
~
Solihin
# rayhan 2015-04-25 20:06
~
Salam,

Jika Isa Al-Masih itu Tuhan orang Kristen tapi kenapa alur cerita kehidupannya mirip dengan dewa krisna yang dia menjelma menjadi manusia?
# Staff Isa dan Islam 2015-07-26 06:50
~
Saudara Rayhan,

Banyak orang bertanya dan meragukan tentang Ketuhanan Isa Al-Masih. Hal ini muncul karena tidak pernah mempelajari dengan sungguh-sungguh Injil yang menuliskan seluruh sifat, perbuatan, dan karya Isa Al-Masih untuk menyelamatkan manusia. Oleh sebab itu, ada baiknya bila saudara mengunjungi link ini http://tinyurl.com/8abrx5t untuk mengetahui ketuhanan Isa Al-Masih. Terimakasih.
~
Solihin
# Oiy 2015-06-24 08:29
~
Staf IDI,

Dari artikel di atas:
1. Harus hidup menurut ajaran komandannya (Muhammad/Yesus).
2. Muhammad dan Yesus sama-sama sebagai perantara. Lihat kalimatnya yang anda kutip. Injil, Surat Ibrani 7:25, "...semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.” Artinya Yesus menjabat sebagai Utusan Allah/Rasul begitu pula dengan Muhammad sebagai rasul.
# Staff Isa dan Islam 2015-07-26 18:57
~
Saudara Oiy,

Kami kira hak saudara untuk mengikuti teladan nabi saudara. Namun, persoalannya bukan saja pada mengikuti teladan, tetapi apakah orang yang saudara teladani itu dapat memberikan syafaat bagi saudara. Sebab Al-Quran menjelaskan bahwa nabi saudara tidak tahu keselamatannya (Qs 46:9). Bukankah ini rancu dan janggal? Seseorang yang menganggap dirinya nabi tetapi tidak tahu keselamatannya.

Sungguh berbeda dengan Isa Al-Masih. Ia bukan saja Perantara, tetapi Dia adalah Pemberi keselamatan itu. Oleh sebab itu, Isa Al-Masih berfirman, "Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga Ia menganugerahkan Sang Anak yang tunggal itu, supaya setiap orang yang percaya kepada Sang Anak tidak binasa, melainkan memperoleh hidup yang kekal" (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16, KSI).
~
Solihin
# aisyah gadis cilik 2015-07-01 11:10
~
To: Oiy,

Saya setuju dengan anda, kalau kita harus mengikuti teladan dari masing-masing junjungan kita. Oleh karena Muslim menjunjung tinggi nabi makanya kita harus mengikuti tingkah laku beliau sebagai contoh hidup, seperti:

1. Mempunyai istri 12 orang walau di Al-Quran hanya boleh maks. 4 orang.
2. 27 kalli menjadi panglima perang
3. Boleh melakukan seks dengan para budak
4. Menikahi perempuan berusia 6 tahun
5. Memelihara janggut
6. Memakai celana panjang seperempat
7. Tidak disunat, dll
# Staff Isa dan Islam 2015-07-26 19:00
~
Saudara Aisyah Gadis Cilik,

Mengikuti teladan nabi adalah hak setiap orang. Namun, yang perlu dipikirkan apakah nabi tersebut dapat memberikan syafaat kepada pengikutnya atau ia meminta diberikan syafaat. Ini jelas perbedaan yang mendasar. Oleh sebab itu, kita perlu merenungkan hal ini. Bila nabi saja meminta didoakan, bagaimana dengan pengikutnya? Terimakasih untuk tanggapan saudara. Semoga memberikan pencerahan.
~
Solihin
# Oiy 2015-07-27 11:58
~
Staf IDI/Aisyah Gadis Cilik,

Nabi itu manusia, keselamatan/sya faat itu hak prerogatif Tuhan. Allah memerintahkan untuk mencontoh nabinya maka semoga keselamatan/sya faat diberikan Tuhan bukan oleh nabi.

Aisyah GC: Itu hanya rasa kebencian anda saja terhadap Islam. Ajaran Islam sama dengan ajaran Yesus.
# Staff Isa dan Islam 2015-07-28 00:14
~
Saudara Oiy,

Kami setuju dengan saudara bahwa nabi saudara adalah manusia. Oleh sebab itu, nabi saudara tidak dapat memberikan syafaat kepada pengikutnya. Justru nabi saudara meminta disyafaatkan oleh pengikutnya, sesuatu yang janggal sekali. Bukankah nabi saudara menganggap dirinya nabi? Sudah seharusnya ia memberikan syafaat kepada pengikutnya. Tetapi Al-Quran menyatakan sebaliknya. Nabi saudara tidak tahu tentang keselamatannya (Qs 46:9). Bukankah ini sangat janggal? Kami berharap saudara merenungkan hal ini.
~
Solihin
# Oiy 2015-07-30 16:26
~
Staf IDI,

Mungkin Anda yang janggal. Katanya setuju Nabi Muhammad itu manusia tapi anda memaksa agar Muhammad sebagai nabi bisa memberikan syafaat, bagaimana? Bukankah yang punya syafaat/keselam atan adalah Tuhan, bukannya Muhammad? Menurut anda Yesus dapat memberikan syafaat/Keselam atan, wajar! Karena menurut anda Yesus adalah Tuhan, bukan? Jadi, apanya yang janggal?
# Staff Isa dan Islam 2015-08-01 16:13
~
Saudara Oiy,

Kami senang saudara bertanya demikian. Ini berarti saudara sedang merenungkan tanggapan kami. Kejanggalan yang kami maksud adalah seorang yang menganggap dirinya nabi meminta untuk didoakan oleh pengikutnya. Tidakkah ini janggal? Bukankah ini sebuah sikap yang egois? Mengapa nabi saudara meminta didoakan? Apakah karena nabi saudara bingung dan tidak tahu keselamatannya? Bagaimana dengan nasib saudara? Siapa yang akan mendoakan saudara bila saudara mendoakan nabi saudara?
~
Solihin
# Tauhid 2015-08-14 03:36
~
﴾ Al Baqarah:119 ﴿ “Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungan jawab) tentang penghuni-penghu ni neraka” ﴾ Ash Shaaffat:37 ﴿ “Sebenarnya dia (Muhammad) telah datang membawa kebenaran dan membenarkan rasul-rasul (sebelumnya).”
# Staff Isa dan Islam 2015-08-18 23:03
~
Saudara Tauhid,

Seharusnya Muhammad memperoleh suatu kepastian dari Allah tentang nasibnya kelak. Sebab apa gunanya dirinya dipilih sebagai pilihan Allah namun ia tidak yakin akan apa yang akan terjadi dengan dirinya kelak, silakan baca lagi Sura 46:9. Dan lagi sura 33:56 menimbulkan pertanyaan, benarkah rasul ini yang belum yakin akan keselamatannya sendiri dan yang perlu di 'syalawat'i bisa mempunyai kuasa untuk 'memberikan syafaat kepada umat manusia'?

Sedangkan Isa Al-Masih datang dari sorga, pasti Dia tahu jalan dan jaminan untuk masuk sorga. Isa Al-Masih mengasihi saudara.
~
Noni
# Oiy 2015-08-14 09:30
~
@Staf IDI/Solihin,

Maria, Ibunya Tuhan anda di dalam Alkitab mengatakan Juruselamat beliau adalah Allah bukan Yesus. (Lukas 1:47). Kebenaran menurut anda hanyalah karangan belaka, bukan?
# Staff Isa dan Islam 2015-08-18 23:26
~
Saudara Oiy,

Sedikit lagi saudara sampai kepada kebenaran. Sebab pernyataan saudara itu baik sekali. Allah adalah juruselamat, itu tepat sekali. Perhatikan ayat berikut ini “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud” (Injil, Rasul Besar Lukas 2:11). Malaikat menjelaskan juruselamat adalah Isa Al-Masih.

Apakah Allah dan Isa Al-Masih keduanya adalah juruselamat? Ya, sebab Isa Al-Masih berkata “Aku dan Bapa (Allah) adalah satu” (Injil Rasul Besar Yohanes 10:30). Lagipula, Maria tidak pernah berkata bahwa Isa Al-Masih bukan juruselamatku.
~
Noni
# Oiy 2015-08-20 09:25
~
Staf IDI/Noni,

Karena Maria yakin yang mempunyai keselamatan bukan Yesus tetapi Allah. Yesus menjadi juru selamat karena Allah memberikan tugas pekerjaan kepada-Nya. Sehingga perintah Yesus adalah perintah Allah juga. Analoginya, presiden memberi tugas pekerjaan kepada mentrinya, maka perintah menterinya adalah perintah presiden juga. Sehingga kalimat Aku dan Bapa satu adalah dalam hal tugas pekerjaaan bukan satu subjek. Lihat ayat sebelumnya di Yohanes 10:25.
# Staff Isa dan Islam 2015-08-23 20:12
~
Saudara Oiy,

Kami hargai penafsiran saudara. Kacamata saudara tentu berbeda dengan kacamata orang Yahudi saat zaman Isa Al-Masih. Seandainya sama maka pastilah orang Yahudi, imam-imam, ahli taurat, orang farisi dan saduki tidak akan membenci Isa Al-Masih sedemikian rupa. Saya yakin, seandainya saudara hidup di zaman Isa Al-Masih maka pernyataan-Nya bahwa Dia satu dengan Allah juga akan membuat saudara tersinggung. Sebab kalimat itu artinya Dia sama dengan Allah. Apakah ada alasan lain yang membuat Ia dibenci?

"Sabda Isa kepadanya, "Hai Filipus, sudah sekian lama Aku bersama-sama dengan engkau, tetapi engkau tidak juga mengenal Aku? Orang yang melihat Aku berarti sudah melihat Sang Bapa. Jadi, bagaimana kamu dapat berkata, 'Tunjukkanlah Sang Bapa kepada kami'?" (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:9).
~
Noni
# anto 2015-08-25 14:25
~
Janji Allah kepada hambanya :

“Barangsiapa yang menyangka bahwa Allah sekali-kali tiada menolongnya (Muhammad) di dunia dan akhirat, maka hendaklah ia merentangkan tali ke langit, kemudian hendaklah ia melaluinya, kemudian hendaklah ia pikirkan apakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya “(Qs. 22 :15).
# Staff Isa dan Islam 2015-08-27 19:33
~
Saudara Anto,

Mohon saudara memperjelas bagaimana pandangan saudara dan maksud saudara terhadap ayat yang saudara kutip agar kami tidak salah memahami maksud saudara.
~
Noni
# Oiy 2015-09-03 07:49
~
Staf IDI/Noni,

Yesus dibuat pusing karena murid-murid-Nya idiot semua. Sudah sekian lama dan berkali-kali diajari tapi tidak ngerti-ngerti. Lihat konteks ucapan Yesus pada Yohanes 10:25, 37, 38. Yesus dengan Bapa adalah satu karena Yesus mengerjakan pekerjaan-peker jaan Bapa yang ditugaskan kepada-Nya. Jika tidak mengerjakan pekerjaan Bapa/Allah, maka kamu tidak usah percaya kepada Yesus (Yohanes 10:37).

Jadi Yesus dan Bapa adalah dua hal yang berbeda dan ada saatnya aktivitas Yesus bukan merupakan pekerjaan Bapa/Allah. Seperti makan, mandi, buang air besar, ngobrol-ngobrol , beraktivitas layaknya kita beraktivitas dll yang tidak ada hubungannya dengan wahyu Allah.
# Staff Isa dan Islam 2015-09-04 19:12
~
Saudara Oiy,

Saudara dapat lihat manusia yang ada saat ini. Mereka sudah tahu ajaran agama, mana yang benar mana yang salah. Tetapi apa yang mereka lakukan? Mereka tetap saja berbuat dosa dan mengikuti hawa nafsu duniawi. Ada banyak kasus pembunuhan, pencurian, pemerkosaan. Anak membunuh ayah, ayah menganiaya anaknya. Apakah mereka tidak tahu ajaran agamanya yang melarang semua yang mereka lakukan? Tentu saja mereka tahu ajaran agama mereka.

Selama 3.5 tahun para murid bersama-sama Isa, mendengarkan ajaran Isa. Namun mereka belum sungguh-sungguh memahaminya. Tetapi saat Isa kembali ke surga, Isa memberikan roh-Nya untuk menyertai para murid. Itulah Roh Kudus. Sejak saat itu para murid mengalami pertumbuhan iman yang luar biasa. Iman mereka semakin kuat sekalipun mengalami banyak penganiayaan. Mereka terus memberitakan ajaran Isa hingga akhir hidup mereka. Bahkan mereka mati sebagai martir.

Mari kita lihat ayat yang saudara kutip:

“Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-peker jaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku,
tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-peker jaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa"
(Injil, Rasul Besar Yohanes 10:37-38).

Isa berkata seperti itu karena pada saat itu ada orang-orang Yahudi yang menuduh Isa telah menyamakan diri-Nya dengan Allah. Karena itu Isa menegaskan bahwa apa yang ia lakukan merupakan pekerjaan yang berasal dari Bapa. Artinya Isa di dalam bapa dan Bapa di dalam Isa. Isa dan Bapa adalah satu.
~
Noni
# Oiy 2015-09-08 11:24
~
Staf IDI/Noni,

Ya itu, seperti yang saya katakan "Karena pekerjaan Bapa". Coba renungkan:

1. Tidak mengerjakan pekerjaan Bapa. Tidak usah percaya (Tidak usah percaya bahwa Yesus dan Tuhan adalah satu).

2. Mengerjakan pekerjaan Bapak, maka kamu boleh percaya bahwa Yesus dan Tuhan adalah satu. Karena perintah Yesus adalah perintah Tuhan juga. Perintah Menteri adalah perintah Presiden juga. Pekerjaan Presiden sebagian diberikan kepada menterinya. Keduanya tidak ada perbedaan dalam hal tanggung jawab tugas pekerjaan dan sama-sama untuk kesejahteraan rakyatnya.
# Staff Isa dan Islam 2015-09-08 21:29
~
Saudara Oiy,

Membandingkan Allah dengan Presiden dan para menterinya hanya merupakan suatu gambaran semu. Sebab Tuhan itu maha kudus yang tidak mungkin dapat digambarkan dengan birokrasi pemerintahan manusia. Sebab jika Isa Al-Masih hanya sebatas menteri maka tidak pantas Ia yang terutama dari segala nama yang dapat disebut. Seharusnya Ibrahim, Muhammad dan nabi lainnyapun sejajar dengan Isa Al-Masih.

Tetapi mengapa Al-Quran hanya menyebut Isa Al-Masih sebagai yang terkemuka di dunia dan akhirat? Dan mengapa pula zaman atau sejarah manusia dihitung berdasarkan keberadaan Isa Al-Masih? Sungguh Dia satu dengan Allah. “Aku dan Bapa adalah satu” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30).
~
Noni
# Oiy 2015-09-08 11:35
~
Staf IDI/Noni,

Terkait dengan tuduhan Yahudi adalah fitnah terhadap Yesus karena Yahudi menghendaki Yesus mati. Salah atau tidak bersalah tetap Yesus harus mati. Dibuktikan di pengadilan bahwa pengadilan memvonis Yesus tidak bersalah. Yesus mengaku sebagai Allah atau anak Allah atau menyamakan diri dengan Allah adalah fitnah Yahudi terhadap Yesus dan bukan vonis pengadilan.
# Staff Isa dan Islam 2015-09-08 21:31
~
Saudara Oiy,

Saudara sedang membalikan fakta. Sebab tertulis bahwa Isa Al-Masih mengaku Anak Allah maka Ia dibenci dan dianiaya. Sebab pengertian “Anak Allah” menurut janji para nabi kepada keturunan Ibrahim adalah Mesias, Allah juruselamat. Sementara yang mereka tahu Isa Al-Masih hanya anak si tukang kayu. Coba perhatikan dialog ini:

“…Imam Besar itu bertanya kepada-Nya sekali lagi, katanya: "Apakah Engkau Mesias, Anak dari Yang Terpuji?" Jawab Yesus: "Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di tengah-tengah awan-awan di langit." Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: "Untuk apa kita perlu saksi lagi? Kamu sudah mendengar hujat-Nya terhadap Allah. Bagaimana pendapat kamu?" Lalu dengan suara bulat mereka memutuskan, bahwa Dia harus dihukum mati.” (Injil, Rasul Besar Markus 14:61-64).

Semoga saudara paham.
~
Noni
# Oiy 2015-09-10 11:10
~
Staf IDI/Noni,

Begitulah Injil anda dan Al-Quran mengatakan bahwa Yesus adalah utusan Allah. Ibrahim, Musa, Muhammad dan nabi lainnyapun sejajar dengan Isa Al-Masih. Mereka adalah para utusan Allah (Laanufariku baina ahadim mirrosulih). Terkemuka di dunia dan di akhirat tidak berarti Yesus menggantikan posisi Tuhan.

Benar Yesus mengaku sebagai "Mesias" yang menandai akan kedatangan Nabi itu (Ulangan 18:18). Anak Allah adalah orang-orang yang taat kepada Allah. Maka Injil anda juga mengatakan bahwa kita juga bisa jadi anak-anak Allah (Yohanes 1:12). Agar Yesus bisa dihukum mati maka kata "anak Allah" diartikan sebagai anak biologis seperti halnya Kristen yang mengartikan anak Allah secara sebenarnya bukan dalam arti Utusan Allah/Nabi/Rasu l.
# Staff Isa dan Islam 2015-09-12 19:15
~
Saudara Oiy,

Bila Ibrahim, Musa dan Muhammad sejajar dengan Isa mengapa yang dapat memberikan jaminan keselamatan hanya Isa (Injil, Rasul Besar Yohanes14:6), yang dapat memberikan hidup kekal hanya Isa (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:28, 11:25), pribadi yang suci tanpa dosa hanya Isa? Dan hanya Isa Al-Masih yang berasal dari Firman (Injil, rasul besar Yohanes 1:1).

Istilah Anak Allah” berbeda dengan istilah “anak-anak Allah” seperti yang saudara jelaskan. Istilah “Anak Allah” menunjuk suatu gelar yang menyatakan keilahian isa Al-Masih. Gelar “Anak Allah” ini sangat dikenal di kalangan bangsa Yahudi. Saat mereka mendengar istilah “Anak Allah”, bangsa Yahudi sudah tahu bahwa itu adalah gelar yang menunjukkan keilahian.
~
Noni
# Oiy 2015-09-15 08:39
~
Staf IDI/Noni,

Yang menjamin keselamatan adalah Allah bukan Isa Al-Masih, karena yang punya keselamatan hanyalah Allah.

Anda sudah mengerti bahwa memang istilah anak Allah adalah hal yang biasa saat itu dan pengertiannya adalah yang mempunyai sifat-sifat keilahian. Lihat sifat-sifat Allah diantaranya adalah Ar-rahmaan dan Ar-rohiim. Maka kita harus punya sifat-sifat keilahian seperti itu yaitu sifat-sifat yang pengasih dan penyayang.

Jika anda mengartikan anak Allah dalam arti sebenarnya dan bukan dalam arti sifat-sifat keilahian maka jelas bertentangan dengan adat Yahudi saat itu dan itulah yang diinginkan oleh Yahudi sebagai sebuah strategi agar Yesus bisa dihukum mati (Inilah fitnah Yahudi terhadap Yesus)
# Staff Isa dan Islam 2015-09-16 20:21
~
Saudara Oiy,

Saudara tidak dapat mengartikan istilah Anak Allah dengan pemahaman saudara sendiri. Istilah Anak Allah memiliki pengertian khusus dalam Alkitab.

Anak Allah yang menunjuk Isa Al-Masih adalah sebuah gelar sinonim dengan gelar khas lainya yaitu Mesias. Bangsa Yahudi menantikan datang-Nya Mesias yang juga disebut Anak Allah. Istilah Mesias dan Anak Allah tersebut datang dari Allah sebagai identitas penyelamat, dan istilah itu diberitahukan jauh sebelum Isa Al-Masih datang. Maka saat Isa Al-Masih datang Ia dipanggil Anak Allah, sebagai penggenapan dari janji Allah datangnya juruselamat.

Perhatikan dalam Injil, "Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Al-Masih, Tuhan, di kota Daud" (Injil, Rasul Besar Lukas 2:10-1). Istilah Al-Masih dalam bahasa aslinya sama dengan Mesias, juruselamat. Istilah ini hanya dimiliki oleh penyelamat yang disebut "Anak Allah" dialah Isa Al-Masih.
~
Noni
# Oiy 2015-09-17 11:55
~
Staf IDI/Noni,

Bicara anak Allah kok ayat yang dikutip Tuhan?
# Staff Isa dan Islam 2015-09-20 15:33
~
Saudara Oiy,

Kami memohon maaf tidak dapat melanjutkan diskusi tentang Anak Allah di artikel ini. Sebab artikel ini tidak membahas Anak Allah secara khusus. Silakan klik ini http://tinyurl.com/cv9lkk9 untuk melanjutkan diskusi. Terimakasih untuk pengertian saudara.
~
Solihin
# Oiy 2015-09-22 13:55
~
Staf IDI/Solihin,

Jawaban Anda memancing pertanyaan lain yang tiada henti, karena jawaban-jawaban anda yang tak pasti. Bagaimana bisa sesuai topik, karena jawaban-jawaban anda sendiri sudah keluar dari topik pertanyaan?
# Staff Isa dan Islam 2015-09-25 13:40
~
Saudara Oiy,

Kami selalu berusaha fokus dengan topik yang ada. Bukankah ini ketentuan kami? Karena itu, kami mengajak saudara untuk fokus dengan topik di atas dan tidak mengarah ke topik lain. Terimakasih.
~
Solihin
# Mahmud 2015-09-30 20:45
~
Matius 7:21. Tak ada yang masuk surga kecuali menuhankan hanya Allah. Matius 7:21à “Bukan setiap orang yang berseru kepadaku Tuhan, Tuhan!" Akan masuk kerajaan sorga. Melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa/Allah-ku disorga.” Jadi, yang memasukan seseorang ke surga hanya Allah, sedangkan Nabi Muhammad dan Yesus hanya berwenang mendoakan/memoh onkan syafaat bagi umatnya.

Siapakah Allah itu? Apakah Yesus? Coba renungkan ayat sbb: Injil – Keluaran 33:20, “Dan Tuhan berfirman: Engkau tidak tahan me-mandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku yang dapat hidup.” Faktanya Yesus bisa dilihat, berarti dia beda dengan Tuhan Allah.
# Staff Isa dan Islam 2015-10-01 21:22
~
Saudara Mahmud,

Benarkah nabi saudara dapat memohonkan syafaat bagi umat-Nya? Bukankah nabi saudara menyatakan, "Katakanlah: Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadap aku dan tidak pula terhadapmu..." (Qs 46:9)? Bukankah ini menjelaskan bahwa nabi saudara tidak dapat memberikan syafaat kepada umatnya? Bila nabi saudara saja tidak tahu keselamatannya, bagaimana mungkin ia dapat memberikan syafaat?
~
Solihin
# laga 2015-10-02 08:04
~
Muhammad saja minta didoakan! Isa Al-Masih tidak perlu didoakan karena ia yakin seyakin-yakinny a masuk surga dan tahu jalan keselamatannya sendiri. Isa tidak mau menyusah-nyusah kan umat, capek-capek membebani umat Isa minta didoakan tidak perlu.
# Staff Isa dan Islam 2015-10-05 15:04
~
Saudara Laga,

Sesungguhnya Isa Al-Masih adalah Pemberi keselamatan itu sendiri. Sebab Isa Al-Masih adalah jalan dan kebenaran dan hidup (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6). Terimakasih untuk tanggapan saudara.
~
Solihin
# Oiy 2015-10-20 09:30
~
Staf IDI/Solihin,

Minta didoakan? Selamat? Ah..itu anda saja yang bicara. Buktinya, lihat saja faktanya:

1. Muhammad yang dibilang anda tidak tahu keselamatannya dan minta didoakan, mati dengan wajar
2. Yesus yang dibilang anda memberikan keselamatan, ternyata mati tidak wajar, dibunuh ditiang salib oleh Yahudi. Anda menutup-nutupi kematian Yesus yang tidak wajar tersebut dengan mengatakan, "Yesus rela mati di tiang salib demi menebus dosa manusia"
# Staff Isa dan Islam 2015-10-23 23:39
~
Saudara Oiy,

Kami mengerti pendapat saudara di atas. Namun, faktanya Al-Quran menegaskan bahwa nabi saudara tidak tahu keselamatannya. Tentu ini janggal, bukan? Seorang yang menganggap dirinya nabi meminta untuk didoakan oleh pengikutnya. Tidakkah ini janggal? Bukankah ini sebuah sikap yang egois? Mengapa nabi saudara meminta didoakan? Apakah karena nabi saudara bingung dan tidak tahu keselamatannya? Bagaimana dengan nasib saudara? Siapa yang akan mendoakan saudara bila saudara mendoakan nabi saudara?
~
Solihin
# sarah 2015-10-27 06:15
~
Rasulullah memang tidak bisa menjamin keselamatan umatnya. Karena umatnyalah yang menentukan nasibnya sendiri. Beliau hanya menyampaikan apa yang disampaikan Allah.
Dan itulah kelebihan rasulullah SAW. Saking rendah hatinya, ia mengatakan bahwa ia sendiri tidak tahu akan nasibnya. Tapi saya yakin, pastinya dia menempati tempat yang semestinya disisi Allah. Karena dia telah menegakkan agama yang diridhoi Allah.
# Staff Isa dan Islam 2015-10-27 20:13
~
Saudara Sarah,

Muhammad tentu tidak dapat menjamin keselamtan pengikutnya, karena ia hanyalah nabi utusan Allah dan manusia biasa. Namun Isa Al-Masih dapat menjamin keselamatan seluruh umat manusia karena Isa bukan nabi biasa seperti nabi lainnya.

Isa berkata, “Dan Aku [Isa Al-Masih] memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku" (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:28).

Isa memiliki kuasa untuk memberikan hidup kekal bagi manusia. Siapakah nabi lain yang memiliki kuasa seperti Isa? Isa memiliki kuasa yang hanya layak dimiliki oleh Allah. Sebab Isa adalah Allah.
~
Noni
# Oiy 2015-10-30 09:59
~
Staf IDI/Solihin,

Itu hanya fakta menurut pemahaman anda saja yang salah. Camkan. Kata-kata bisa anda putar-putar, tafsir bisa dipintir-plinti r. Tapi fakta sejarah siapa yang dapat membantah?

Milyaran mata memandang, Muhammad seperti Musa meninggal dengan wajar. Tapi menurut anda Isa Al-Masih mati ditiang salib.
# Staff Isa dan Islam 2015-11-06 16:17
~
Saudara Oiy,

Jika saudara menyatakan fakta sejarah tidak bisa dibantah, seharusnya saudara menerima fakta penyaliban Isa. Karena silakan saudara lihat saudara dunia. Penyaliban Isa tercatat dalam sejarah sebagai bagian dari sejarah dunia.
~
Noni
# Oiy 2015-11-09 13:14
~
Staf IDI/Noni,

Bicara keselamatan, kalau Yesus mati dibunuh ditiang salib adalah fakta sejarah. Itu artinya keyakinan anda bahwa Yesus menjamin keselamatan adalah bohong belaka, tidak masuk akal karena Yesus sendiri celaka, mati tidak wajar dibunuh ditiang salib, bukan? Bagaimana mungkin bisa menjamin keselamatan umatnya kalau diri-Nya sendiri celaka?

Yesus adalah nabi kami, dan kami yakin bahwa nabi utusan Allah ini pasti dijamin keselamatannya oleh yang megutusnya yaitu Allah SWT, tidak mati dengan tidak wajar dibunuh oleh tangan-tangan manusia kotor.
# Staff Isa dan Islam 2015-11-17 16:08
~
Saudara Oiy,

Saudara perlu membaca Injil dengan benar. Isa memang disalibkan dan mati. Namun inilah cara yang dipilih Allah agar manusia belajar kerendahan hati. Allah saja mau merendahkan diri-Nya menjadi manusia, disalibkan dan mati. Karena itu manusia hendaknya menanggalkan kesombongannya dan belajar rendah hati.

Tidak berhenti di situ, Isa memang mati tapi kemudian Isa hidup kembali dan naik ke surga. Sekarang Isa ada di surga, karena itu Isa dapat menjamin keselamatan manusia, karena Ia sendiri sudah ada di surga.
~
Noni
# Oiy 2015-11-17 18:30
~
Untuk Staf IDI / Noni,

Hal itu menurut kaca mata Anda, dan wajar saja bila Anda mengagung-agung kan Tuhan Anda walau mengalami kekalahan di dunia. Seperti halnya suporter sepak bola yang selalu mengidolakan timnya walaupun mengalami kekalahan.
# Staff Isa dan Islam 2015-11-27 08:18
~
Sdr. Oiy,

Anda perlu melihat catatan sejarah dunia. Tachitus dan Josephus, sejarawan non-Kristen abad 1M mencatat fakta bahwa Yesus mati disalibkan di bawah pemerintahan Romawi. Tercatat pula tubuh Yesus bangkit dari kubur, tiga hari setelah kematian-Nya (saksi mata: tentara penjaga kubur Yesus), menampakkan diri kepada 500-an orang pengikut-Nya, dan naik ke sorga disaksikan banyak murid.

Jelaslah kebangkitan dan kenaikan Yesus ke sorga menjadi bukti jaminan keselamatan umat-Nya karena Ia sudah menang atas maut.

Sebaliknya, bagaimana akhir hidup nabi Anda? Ia meninggal beberapa tahun setelah efek racun mematikan dari seorang wanita Yahudi yang ingin membuktikan kenabiannya. Bukankah nabi sejati seharusnya tahu sebelum ia diracun? Jadi, bagaimana mungkin ia dapat memberikan syafaat bagi pengikutnya, apalagi menunjukkan jalan keselamaatan kekal?
~
Yuli
# Oiy 2015-11-27 16:02
~
Untuk Staf IDI / Yuli,

Cerita panjang lebar ujung-ujungnya Yesus mati dibunuh di tiang salib, bukan? Itu artinya Yesus celaka, bukan? Artinya Yesus mati tidak wajar, bukan? Jauh dari kata selamat, bukan?

Terserah anda, mau cerita madu atau racun, faktanya Muhammad selamat menyelesaikan tugasnya di dunia dan mati dengan wajar.

Dijamin, orang awam sekalipun akan mengerti yang mana yang selamat dan yang mana yang celaka. Orang awam pun akan mengikuti nabi yang selamat daripada mengikuti Tuhan yang celaka, kecuali orang tsb sedang mabuk.
# Staff Isa dan Islam 2015-12-16 13:33
~
Sdr. Oiy,

Kami setuju bahwa dari fakta-fakta yang terpapar baik dari kasus Yesus atau Muhammad, orang yang sehat akal akan memilih mengikuti nabi yang selamat, yaitu yang mati disalibkan dalam kehinaan untuk menanggung hukuman dosa kita, dan membuktikan kebenaran dan kemenangan-Nya dengan bangkit dari kubur, kemudian naik kembali ke sorga dengan disertai banyak saksi mata. Lebih lagi, baik Alkitab maupun kitab Anda juga mencatat Yesus/Isa akan kembali datang di akhir zaman untuk mengalahkan Dajjal dan menjadi Hakim Yang Adil.

Sedangkan Muhammad, apakah mati akibat diracun untuk membuktikan kenabiannya, adalah wajar di mata umum? Bukankah jika ia sungguh nabi Allah, tentu Allah mencegahnya makan makanan beracun itu? Lebih lagi, literatur manapun tidak mencatat bila Muhammad bangkit dari kematian, apalagi naik ke sorga dan akan datang di akhir zaman seperti Yesus/Isa. Maka, tidak ada satu fakta pun yang menguatkan bila nabi Anda selamat. Jika demikian, mampukah orang yang belum tentu selamat dapat memberi syafaat bagi pengikutnya?
~
Yuli
# ozil 2015-12-03 19:14
~
Dasarnya dalam Al-Qur’an ayat berikut:

"Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: “Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)” (Qs 61:6).

Dalam bagian ini ada tiga bahasan:
1. Nabi Isa As (Yesus) adalah nabi hanya untuk kamu Yahudi, tidak untuk seluruh manusia
2. Membenarkan Taurat
3. Bernubuat akan datang nabi sesudahnya, yaitu Nabi Muhammad SAW.
# Staff Isa dan Islam 2015-12-16 13:52
~
Sdr. Ozil,

Tentu Anda tahu bahwa Al-Quran dibawa Muhammad, nabi Anda, bukan? Adalah wajar bila untuk mempromosikan diri, seseorang membuat iklan yang mengukuhkan eksistensi dirinya. Namun, iklan yang demikian patut dipertanyakan kebenarannya, bukan? Untuk memeriksa kebenarannya, perhatikan pertanyaan penting ini: "Selain di Al-Quran, adakah nubuat tentang kedatangan Muhammad dalam kitab-kitab sebelumnya seperti Taurat dan Injil?"] Jawabannya jelas: Tidak Ada!

Berbeda dengan Yesus, 1450 tahun sebelum kedatangan-Nya, nabi Musa sudah menubuatkan kehadiran Yesus dalam Taurat, kitab Ulangan 18:18. Nabi-nabi setelah Musa pun juga menubuatkan hal yang sama hingga 400 tahun sebelum Yesus benar-benar lahir ke dunia. Maka, fakta yang demikian tentu dapat dipercaya karena disertai bukti akurat dari penggenapan nubuat.

Perlu Anda tahu bahwa Al-Quran ditulis tujuh abad setelah Yesus naik ke sorga. Maka, tentu pernyataan Qs 61:6 tidak pernah mendapatkan konfirmasi benar tidaknya dari saksi mata yang masih hidup saat menyaksikan Yesus berbicara seperti itu, bukan? Muhammad saja belum tercipta saat itu.
~
Yuli
# ozil 2015-12-03 19:16
~
Nabi Isa As (Yesus) memang datang hanya untuk kaum Yahudi:

"... Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel" (Injil Matius 10: 5-6).

"Jawab Yesus, “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel“ (Injil Matius 15:24)
# Staff Isa dan Islam 2015-12-16 14:20
~
Sdr. Ozil,

Bijaklah dalam membaca naskah, jangan memotong ayat hingga kehilangan konteksnya. Alkitab berbeda dengan Al-Quran, kitab Anda yang hanya berisi potongan ayat yang tidak bersambungan satu dengan lainnya.

Ohya, kami juga sudah meralat alamat ayat Injil yang Anda salah menulisnya. Ke depan, lebih telitilah agar tidak membingungkan para pembaca.

Dua ayat yang Anda kutip perlu dibaca secara lengkap:

- Injil Matius 10, baca: ayat 1 s/d 15 => ayat 5-6 berbicara tentang efektifitas pelayanan. Dalam waktu singkat, tentu tidak semua sasaran bisa dicapai, bukan? Untuk saat itu, Yesus memprioritaskan pelayanan 12 murid-Nya kepada orang Israel saja supaya efektif. Tapi, sebelum Yesus naik ke sorga, Ia memerintahkan murid-murid-Nya : "...pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku..." (Injil, Rasul Besar Matius 28:19).

- Injil Matius 15, baca: ayat 21 s/d 28 => ayat 24 menyatakan prioritas pelayanan Yesus untuk waktu singkat (hanya 3,5 tahun) supaya efektif, yakni berawal bagi umat Israel. Tapi, pernyataan Yesus ini juga berguna untuk menguji kesungguhan iman si perempuan Kanaan yang minta pertolongan Yesus. Nah, di ayat 28 Yesus bermujizat menyembuhkan anak si perempuan Kanaan ini karena imannya benar-benar teruji. Jika Yesus hanya diutus bagi umat Israel, tentu perempuan Kanaan ini tidak mendapat mujizat Yesus, bukan?
~
Yuli
# ozil 2015-12-03 19:34
~
Pengakuan Yesus bahwa Dia bukan Tuhan:

“Yesus mendekati mereka dan berkata, “KepadaKu telah Diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi” ( Injil Matius 28:18)

Jika Yesus cuma diberikan kuasa, tentulah ada yang lebih Maha Kuasa, yang memberikan kuasa tsb kepada Yesus.

“Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar…” (Injil Yohannes 5:30).

“… Aku mengusir setan dengan kuasa Allah…” (Injil Lukas 11:20).
# Staff Isa dan Islam 2015-12-16 14:42
~
Sdr. Ozil,

Untuk Injil Matius 28:18, mengapa Anda tidak meneruskan pengutipannya hingga ayat 19? Justru di sanalah inti ketuhanan Yesus. Perhatikan ulang kata "segala kuasa di sorga dan di bumi". JIka Yesus bukan Tuhan, apakah Allah Bapa bersedia memberikan kuasa tsb kepada Yesus? Bukankah seperti yang Anda yakini, Allah tidak mungkin dipersekutukan dengan yang bukan Allah? Maka jelas bahwa Yesus adalah bagian tidak terpisahkan dari Allah Bapa-Nya. Ayat 19 lebih jelas lagi. Baptisan diberikan atas nama Allah Tritunggal, yaitu Bapa, Anak (Yesus), dan Roh Kudus.

Untuk Injil Yohanes 5:30 masih dimaknai dalam kerangka Allah Tritunggal. Baik Bapa, Yesus, dan Roh Kudus adalah satu hakikat yang kekal, yaitu Allah. Maka Yesus tidak mungkin bertindak atas kehendak sendiri, melainkan kehendak Allah Tritungal dimana Yesus adalah bagian dari Ketritunggalan Allah.

Sedangkan Injil Lukas 11:20, adakah yang salah dengan sabda Yesus? Bukankah Dia adalah bagian dari Allah Tritunggal sehingga Ia mengusir setan dengan kuasa Allah?
~
Yuli
Video Isa Dan Islam

Click gambar di atas untuk video-video terbaru kami

www.videoisadanislam.com

isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer