Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Tweeter

Siapakah yang Dapat Memberi Syafaat Bagi Manusia?

Syafaat bagi mansuiaSaudara Karno dengan tegas berpegang tentang nabi Islam, 'hanya beliau yang dapat memberikan syafaat kepada umat manusia karena itu kelebihan yang Allah berikan kepadanya.'

Di mana ada ayat demikian? Bukankah yang dikatakan tentang nabi Islam dalam Sura 46:9 "Katakanlah: Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadap aku dan tidak pula terhadapmu..." Membaca ayat ini jelas beliau tidak tahu masa depannya sendiri, juga ia tidak tahu apa yang akan Allah perbuat terhadap para pengikutnya. Ia sendiri tidak punya keyakinan keselamatan dan juga tidak dapat menjamin keselamatan mereka yang mengikuti ajarannya. Bukankah Sura 33:56 memberikan pesan "Hai orang-orang yang beriman, bersyalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah penghormatan kepadanya."? Terjemahan Arbery dalam bahasa Inggris berbunyi, "O believers, do you also bless him and pray him peace." Benarkah rasul ini yang belum yakin akan keselamatannya sendiri dan yang perlu di 'syalawat'i bisa mempunyai kuasa untuk 'memberikan syafaat kepada umat manusia'?

Ini lain sekali dari Isa Al-Masih yang turun dari sorga dan kembali ke sorga. Firman Allah tentang Isa Al-Masih ialah: "Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.” (Injil, Surat Ibrani 7:25) "Sebab Imam Besar yang demikianlah yang kita perlukan: yaitu yang saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa dan lebih tinggi dari pada tingkat-tingkat sorga.” (Injil, Surat Ibrani 7:26)

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Add comment

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Komentar hanya diperbolehkan menjawab salah satu dari 3 pertanyaan fokus yang dimuat di bagian akhir artikel. Kecuali beberapa artikel yang tidak memuat 3 pertanyaan fokus.
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments  

# Mikha 2011-05-09 00:52
*
Muhammad memang bukan rasul pertama dan tidak memngetahui hal-hal yang gaib, ia hanya mengetahui kalau diberitahu Allah karena ia bukan Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2011-05-19 03:52
~
Terima Kasih Saudara Mikha,

Memang ada perbedaan kualitas antara Isa Al-Masih dengan Muhammad. Muhammad hanyalah seorang manusia, sementara Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah yang berkenan untuk menjelma menjadi manusia.

Oleh sebab itu, Isa Al-Masih dapat memberikan jaminan keselamatan kepada umat-Nya, sebab sorga adalah milik-Nya.

Kami mengajak Saudara untuk dapat merenungkan: isadanislam.com/jalan-keselamatan. Kiranya Saudara menemukan hidayah yang sejati dari Allah.

CA
# mikha 2011-06-12 22:36
*
Adalah hal yang tidak masuk akal manusia menyembah kepada manusia, apalagi manusia yang disembah tidak mempunyai daya untuk membela diri saat disiksa oleh manusia lainnya.
# Staff Isa dan Islam 2011-07-27 09:35
~
Saudara Mikha,

Misi kedatangan Kalimat Allah ke dunia menjadi manusia Isa Al-Masih adalah menyelamatkan manusia berdosa. Isa Al-Masih inilah yang memberikan identitas kepada kekristenan, dan sekaligus membedakan umat Kristen dengan agama atau kepercayaan yang lain. Isa Al-Masih membuat kepercayaan Kristen menjadi istimewa dan unik, sebab umat Kristen percaya kepada satu pribadi yang memiliki dua sifat dasar: Allah dan manusia.

Dalam Alkitab terdapat banyak bukti yang menyatakan bahwa Isa Al-Masih adalah manusia, dan karenanya Dia diberi gelar Anak Manusia. Namun juga ada banyak bukti dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Isa Al-Masih adalah Tuhan, TUHAN, YHVH , dan Isa Al-Masih disebut sebagai Allah.

Maka, ayat-ayat yang menyatakan kemanusiaan Isa Al-Masih tidak boleh digunakan untuk menyerang keberadaan Isa Al-Masih sebagai Tuhan. Demikian pula sebaliknya, ayat-ayat yang menyatakan Ke-Allahan Isa Al-Masih tidak boleh digunakan untuk menyerang keberadaan Isa Al-Masih sebagai Manusia.
~
SL
# Tikva 2011-08-01 09:33
*
Saya ingin bertanya bagi semua suadara-saudara saya yang Muslim, pertanyaannya:

1. Tolong anda buktikan siapakah sebenarnya anak yang di persembahkan Nabi Ibrahim (tolong berikan referensinya dari Kitab Suci)

2. Apakah di dalam Al-Quran, Muhammad mengatakan dia adalah jalan dan kebenaran dan hidup? (berikan referensinya)

3. Mengapa setiap umat Islam selalu membaca shalawat?

4. Tolong anda jelaskan terdapat di surat mana di Al-Quran yang menjelaskan bahwa, kenapa di dalam Al-Quran harus terdapat Kitab Injil dan Zabur (Alkitab)?

Terima kasih.

Note: Saya tidak butuh jawaban argumentasi yang tanpa dasar, tetapi harus dengan bukti jelas.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-02 13:57
~
Saudara Tikva,

Tentu bukanlah hal mudah bagai saudara-saudara kita umat Muslim menjawab pertanyaan saudara. Sebab Al-Quran tidak pernah mencatat dengan jelas siapa yang dikurbankan Ibrahim. Namun memang mereka bersikeras mengatakan yang dipersembahan itu adalah Ismail, bukan Ishak.

Sementara Alkitab dengan jelas mengatakan Ibrahim mempersembahkan Ishak. Sebab dari awal memang Allah telah mempersiapkan Ishak sebagai tanda Perjanjian-Nya dengan Ibrahim.

Muhammad juga tidak pernah mengatakan dia adalah jalan, kebenaran, dan hidup. Sebaliknya, Muhammad sendiri tidak tahu bagaimana nasib keselamatannya. Dan mungkin, itulah salah satu alasannya, mengapa seluruh umat Muslim harus menaikkan shalawat baginya.

“Muhammad berkata, “demi Allah, walaupun saya seorang rasul Allah, saya tidak tahu apa yang akan Allah lakukan terhadap saya.” (Qs 5:266).
~
SO
# endi 2011-08-22 23:09
*
Siapakah yang dapat memberi syafaat bagi manusia?

Salam sejahtera staff Isa dan Islam, sebelumnya saya mau bertanya, apa inti dari syafaat.
# Staff Isa dan Islam 2011-08-30 17:29
~
Saudara Endi,

Inti dari Syafaat adalah perantara dari doa permohonan. Syafaat dipanjatkan sebagai perantara kepada Tuhan. Syafaat juga melambangkan keberadaan manusia yang sesungguhnya butuh perantara antara Allah dan manusia. Karena manusia telah jatuh ke dalam dosa, “Karena semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah” ( Injil, surat Roma 3:23). Kondisi ini adalah keadaan terburuk dalam kehidupan manusia, namun sayang banyak manusia tidak menyadarinya.

Oleh karena itu harus ada perantara atau juru syafaat sejati antara Allah dengan manusia. Namun tidak ada yang layak karena tidak mungkin manusia menjadi perantara manusia kepada Allah karena semua manusia telah berdosa. Namun dibutukan yang seperti manusia untuk menjadi perantara tersebut. Hanya saja manusia tersebut harus suci tidak berdosa. Siapakah Dia yang layak?

Semua nabi berdosa, kecuali Isa Al-Masih lihat dalam Qs 19:19 dan Isa Al-Masih terkemuka di dunia dan akhirat Qs 3:45. Jadi hanya Isa Al-Masih yang layak.
~
NN
# Yoga 2011-10-31 22:30
*
Kepada Staf Isa dan Islam,

Saya mau tanya, boleh diuraikan nabi-nabi yang berdosa dan dosanya apa? Supaya dapat menjadi bahan referensi.

Terimakasih dan Tuhan memberkati kita semua.
# Staff Isa dan Islam 2011-11-03 17:44
~
Saudara Yoga,

Inilah diantaranya beberapa nabi yang berdosa yang terdapat dalam Al-Quran.

Nabi Adam dan Hawa berdosa(QS 7:23 ) Nabi Nuh, berdosa (QS 11:47 ); Ibrahim berdosa (QS 26:82; 14:41 ); Musa berdosa (QS 28:15-16); Harun berdosa (QS 20:93); Daud berdosa (QS 38:24 ); Sulaiman berdosa (QS 38:32,35 ); Yunus berdosa (QS 21:87 ); Muhammad berdosa (QS 48:2; 47:19).

Saudara dapat mencari dalam Al-Quran, tidak satu-pun ayat yang mencatat bahwa Isa Al-Masih berdosa. Sebaliknya, Al-Quran menulis, "Ia (Jibril) berkata: "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci" (Qs 19:19)

Kata “suci” hanya ditujukan kepada Isa Al-Masih. Kedatangan-Nya disebut ajaib karena Dia satu-satunya yang dilahirkan oleh seorang perawan (QS 21:91; 66:12), juga memiliki Kebesaran (QS 3:45; 4:171) dan disebut “Kalimat-Nya dan roh dari pada-Nya”.
~
SO
# andi 2012-01-04 23:57
*
To saudara Tikva,

Menurut saya pertanyaan nomor 3 dari anda, tidak ada satupun umat Muslim yang bisa menjawabnya. Karena merekapun hanya menuruti apa yang diajarkan tanpa tau mengapa harus mendoakan keselamatan nabinya.

Kita hanya bisa berdoa bagi mereka supaya membuka hati, biar kebenaranlah yang berbicara kepada mereka nanti. Saya percaya jikalau umat Muslim semua mau membuka hati, Tuhan pasti akan bekerja mencari hati yang rindu mencari kebenaran.

Tuhan berkati.
# Staff Isa dan Islam 2012-01-06 15:20
~
Saudara Andi,

Terimakasih atas tanggapan yang sudah saudara berikan. Tentu Allah akan menyatakan kebenarannya pada setiap manusia. Baik dia saat ini beragama Islam, Kristen, atau yang lain. Sebab hal itu telah ditetapkan oleh Allah, bahwa semua bangsa akan mendengar Injil Kerajaan Allah.

“Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya." (Injil, Rasul Besar Matisu 24:14).
~
SO
# yanto 2012-02-21 14:10
*
Saya berdoa langsung kepada Allah Sang Pencipta, karena saya yakin Allah Maha Mendengar.
# Staff Isa dan Islam 2012-02-23 19:10
~
Kami setuju dengan pernyataan saudara Yanto. Memang seharusnyalah kita berdoa langsung kepada Allah, tidak menggunakan perantara.

Allah bukan saja Maha Mendengar. Tapi Dia juga Maha Hadir. Selain berdoa langsung kepada-Nya, kita juga dapat berdoa di mana saja dan kapan saja. Tidak terikat dengan tempat, waktu maupun kiblat.
~
SO
# keeamad 2012-03-21 02:07
*
Yang dapat memberikan syafaat hanya yang ditunjuk oleh Tuhan dan dia tahu bahwa dia telah ditunjuk oleh Tuhan untuk itu. Kalau ada nabi yang masih "minta" didoakan selalu untuk keselamatannya, apa bedanya dia dengan orang biasa? Mengapa orang harus mendoakan nabi itu?
# Staff Isa dan Islam 2012-03-26 16:59
~
Saudara Keeamad,

Itulah permasalahannya . Kalau benar-benar seorang nabi, tentu keselamatannya sudah terjamin. Dan tidak perlu didoakan.

Oleh karena itulah dalam Alkitab tidak ada nast dimana seorang Nabi, seperti Nabi Musa meminta kepada umatnya untuk melakukan doa shalawat bagi dirinya. Apa lagi Isa Al-Masih. Justru, Dia-lah yang mendoakan keselamatan umat-Nya (baca Injil, Rasul Besar Yohanes 17:1-26). Bahkan Isa Al-Masih sendirilah yang memberikan keselamatan itu (baca Injil, Rasul Besar Yohanes 14:1-3).

Bila Sdr Keeamad merindukan untuk memperoleh keselamatan. Saudara kami persilahkan untuk mempelahari halaman pada situs ini: http://tinyurl.com/6ntpehg.
~
DA
# jalan lurus 2012-07-31 06:45
*
Syafaat yang diperoleh melalui ucapan sholawat nabi sejatinya bukanlah untuk Nabi Muhammad itu sendiri, karena dia tidak membutuhkan pertolongan dari umatnya. Dia terpelihara dari dosa, baik dosa sebelum, pada saat hidup dan sesudah dia wafat. Allah SWT sendiri yang menjaminnya, walaupun begitu dia tetap saja beribadah dengan sangat sangat rajin. Orang yang terpelihara dari dosa sudah barang tentu tempatnya di surga.

Umat-umatnyalah yang membutuhkan syafaat dia. Allah SWT memberi fasilitas kepada Nabi Muhammad syafaat untuk menolong umatnya pada hari penghakiman.

Nabi Isa terlahir suci begitu ditulis Al-Quran, namun begitu juga anak-anak yang lain. Apakah saudara admin pernah melihat bayi yang lahir dalam keadaan kotor/berdosa? Anak dari perbuatan dosa (mesum) tetaplah suci, perbuatan orang tuanyalah yang kotor.
# Staff Isa dan Islam 2012-07-31 19:39
~
Saudara 'Jalan Lurus',

Inilah syafaat yang dinaikan oleh Islam bagi Muhammad: “Assalamu Alaika Ayyuhan Nabi” artinya: Semoga keselamatan tercurah kepadamu Hai Nabi (Muhammad).

Perhatikanlah baik-baik isi dari syafaat tersebut. Apakah isi syafaat itu ditujukan bagi Anda atau bagi Muhammad? Jelas-jelas dikatakan “semoga keselamatan tercurah bagi Muhammad” bukan?

Bila memang benar Muhammad dapat menolong umatnya pada hari penghakiman, lalu mengapa Muhammad berkata, “Tebuslah dirimu! Saya tiada dapat menolongmu barang sedikitpun dari siksa Tuhan. Hai bani Abdi Manaf! Saya tiada bisa menolongmu sedikitpun. Hai Abbas anak Abdul Mutholib! Saya tiada bisa menolongmu sedikitpun dari siksa Tuhan. “Hai Safiah, bibi Rasulullah! Saya tiada bisa menolongmu sedikitpun dari siksa Tuhan. Hai Fatimah binti Muhammad! Mintalah kepada saya harta dan saya tiada bisa menolongmu sedikitpun dari siksa Tuhan!” (Hadits Shohih Bukhori Jilid 4, nomor 16).

Al-Quran hanya menyatakan “bayi Isa” saja yang suci ketika lahir. Tidak ada kata “suci” diberikan Al-Quran kepada bayi-bayi lain. Bahkan Muhammad pun mengakui hal tersebut. "Setiap anak yang lahir dijamah iblis sehingga menangis kecuali Isa, anak Maryam” (Bukhari-Anbiya , Bab 44, Tafsir sura3, b.2).
~
SO
# Juli Darma Putra 2012-08-11 14:51
*
Anda menfasirkan ayat Al-Quran sesuka hati anda dan mengada-ada. Statement manapun kalau dipotong-potong pengertiannya bisa diatur sesuai kehendak penulisnya.

Saya akan menjawab pertanyaan anda. Yang akan menolong manusia adalah Allah sendiri. Manusia tidak punya daya apa-apa. Manusia hanya bisa berusaha, dan sebaik-baik penolong adalah Allah sendiri. Sebaik apa pun manusia di dunia kalau tidak dirahmati oleh Allah bisa ke neraka.

Nabi Isa juga tidak bisa memberi syafaat pada manusia, karena malu dikultuskan oleh umatnya menjadi Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2012-08-11 19:34
~
Saudara Juli,

Bila tidak keberatan, dapatkah saudara menjelaskan ayat manakah dari Al-Quran yang kami tafsirkan dengan mengada-ada?

Kami setuju dengan saudara, yang dapat menolong manusia hanya Allah. Amal ibadah seseorang pun tidak dapat menolong manusia untuk masuk sorga. Hanya Allah yang dapat memberi keselamatan bagi manusia sebagai anugerah dari-Nya.

“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Injil, Surat Efesus 2:8).

Jelas Isa Al-Masih dapat memberi syafaat bagi umat-Nya dan kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya. Inilah kata kitab suci tentang hal itu:

"Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka” (Injil, Surat Ibrani 7:25).
~
SO
# Bingung 2012-10-06 16:23
*
Dalam Alkitab terdapat banyak bukti yang menyatakan bahwa Isa Al-Masih adalah manusia, dan karenanya Dia diberi gelar Anak Manusia. Namun juga ada banyak bukti dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Isa Al-Masih adalah Tuhan, YHVH , dan Isa Al-Masih disebut sebagai Allah.

Isa Al-Masih itu benar-benar anak manusia (Maryam). Apabila Isa Al-Masih itu adalah Allah, wajarkah Tuhan dilahirkan oleh masusia?

Manakah yang lebih mulia / tinggi derajatnya, Maryam sebagi manusia atau Allah sebagai Tuhan? Mohon direnungkan dalam-dalam.
# Staff Isa dan Islam 2012-10-13 19:59
*
Isa Al-Masih adalah Tuhan. Isa Al-Masih berkata “Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan” (Injil, Rasul Besar Yohanes 13:13).

Digelari Anak manusia karena Isa Al-Masih mengambil wujud manusia melalui keajaiban proses kelahiran dari perawan. Hanya sesaat Isa Al-Masih menjadi manusia. Yang terutama adalah tujuan-Nya. Isa Al-Masih melewati jalan itu demi menuntun manusia agar mengenal-Nya dan masuk dalam kerajaan sorga-Nya.

Lebih jelasnya mari baca ayat ini: "Pada mulanya adalah Firman... dan Firman itu adalah Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia [Jadi Firman itu bukan ciptaan]...Firm an itu telah menjadi manusia" (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1-14).

Dan itulah rahasia yang terkandung dalam Qs 3:45 menunjukkan siapakah yang terkemuka di dunia dan akhirat selain Allah.

Allah menjadi manusia demi menyelamatkan manusia. Seorang bapak rela menceburkan diri dalam lumpur yang busuk ketika anaknya terjerumus dalam lumpur itu.
~
NN
# muhammad fadhil isa 2012-11-06 13:11
*
Sungguhlah saudara-suadara Kristen, syafaat itu ialah bonus. Dalam bahasa kita dimana para nabi akan memberikan kesaksian ke atas umatnya atas ajaran mereka yang telah umatnya jalankan dengan baik dan benar.

Tidaklah Nabi Muhammad didoakan agar ia selamat dan tidaklah Yesus penyelamat bagi kaum-Nya, melainkan Allah yang Maha Esa lagi Maha Tinggi sebagai penyelamat kita.
# Staff Isa dan Islam 2012-11-14 12:19
~
Saudara Fadhil,

Saudara benar bahwa hanya Allah yang dapat menjadi penyelamat manusia. Tidak ada seorangpun yang dapat memberikan keselamatan, bahkan nabi atau rasul sekalipun

Nabi Muhammad didoakan agar ia selamat karena ia adalah manusia biasa. Tetapi Isa Al-Masih tidak pernah minta didoakan oleh pengikutnya. Karena Isa adalah jalan keselamatan itu sendiri. Melalui Isa Al-Masih manusia beroleh keselamatan. Mengapa Isa Al-Masih dapat memberikan keselamatan?Kar ena Isa adalah Allah yang menyatakan dirinya dalam rupa manusia.

“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia [Isa Al-Masih], sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." (Injil, Kisah Para Rasul 4:12).
~
NN
# AKSEL 2012-11-20 15:38
*
Tidak ada satu manusiapun yang dapat memberi syafaat kecuali Tuhan.
# Staff Isa dan Islam 2012-11-22 21:41
~
Kami setuju dengan pernyataan saudara Aksel. Hanya Allah yang dapat memberi jaminan keselamatan bagi manusia. Dan itulah yang dilakukan oleh Isa Al-Masih. Sebagai Kalimatullah, Dia dapat memberi syafaat bagi orang-orang yang mengikuti Dia.

Isa berkata: “Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:29)

Isa Al-Masih memberi jaminan indah ini kepada murid-murid-Nya : “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. . . . . Aku pergi ke situ [sorga] untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada” (Rasul Besar Yohanes 14:2-3).
~
SO
# AKSEL 2012-11-26 09:41
*
Terimakasih staff,

Saya percaya apa yang dilakukan Isa benar. Itu memang metode yang dilakukan Isa menuju Tuhan sehingga bisa menyatu dengan Tuhan.

Karena dalam diri manusia sudah ada roh suci, bagiamana kita menggalinya kita juga bisa seperti Isa.
# Staff Isa dan Islam 2012-11-28 09:40
~
Saudara Aksel,

Kalau boleh tahu, cara Isa yang manakah yang saudara maksud merupakan metode Isa menuju Tuhan?

Isa Al-Masih jelas berbeda dengan manusia. Dan tidak ada manusia yang bisa seperti Isa bahkan seorang nabi pun tidak bisa. Yang bisa kita lakukan hanyalah meniru cara hidup Isa ketika Dia berada di dunia.

Qs 19:19 dengan jelas mengatakan bahwa Isa adalah suci. Adakah manusia yang bisa suci seperti Isa? Tentu tidak!

Qs 3:45 dikatakan Isa adalah Kalimatullah yang menjelma menjadi manusia. Tidak ada manusia yang menjadi Kalimatullah, karena manusia adalah ciptaan Allah.

Injil, Rasul Besar Matius 9:2 menjelaskan bagaimana Isa mengampuni dosa seseorang. Adakah manusia yang bisa mengampuni dosa sesamanya? Jelas tidak bukan!

Ayat di atas hanyalah beberapa yang menyatakan bahwa manusia tidak bisa seperti Isa!
~
SO
# AKSEL 2012-11-28 10:11
*
Proses atau metode menuju Tuhan dengan tingkah-laku Isa sendiri yang begitu baik, bagitu santun kepada semua umat-Nya, sehingga menjadikan Dia sebagai penyelamat manusia. Apakah itu bukan metode?
# Staff Isa dan Islam 2012-12-20 21:24
~
Saudara Aksel,

Isa Al-Masih disebut sebagai Juruselamat bukan karena tingkah-laku-Ny a yang baik dan santun kepada semua umat-Nya ketika Dia di dunia. Kalau pun Isa ketika di dunia tingkah-laku-Ny a baik dan santun, semua itu adalah wujud dari sifat-Nya yang begitu sangat mengasihi manusia. Itulah sifat Allah yang sebenar-Nya. Dia mengasihi setiap manusia dengan kasih Agape. Kasih yang tidak mengharapkan imbalan.

Isa Al-Masih adalah Sang Juruselamat yang telah dinubuatkan ratusan tahun sebelum kedatangan-Nya ke dunia. Bukan hanya oleh satu orang, tetapi oleh para nabi.

Inilah diantaranya nubuat tentang Isa Al-Masih yang terdapat dalam Alkitab, jauh sebelum Dia menjelma menjadi manusia ke dunia:

“Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai” (Kitab Nabi Besar Yesaya 9:5).

“Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala” (Kitab Nabi Mikha 5:1).

Dua ayat di atas hanya beberapa nubuat dari nabi-nabi sebelumnya tentang kedatangan Isa Al-Masih sebagai Sang Juruselamat. Dia datang membawa jaminan keselamatan bagi siapa saja yang mau menerimanya, termasuk saudara Aksel.

“Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).
~
SO
# Staf Biasa 2013-05-24 15:40
*
Ok. saya akan menuliskan Surah Al-Fatihah/ Pembuka sesuai dengan standart tafsir Dep. Agama RI:

1) Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
2) Segala puji bagiMu Tuhan semesta alam,
3) Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
4) Yang menguasai hari pembalasan,
5) (Hanya) Engkaulah yang (pantas) disembah,
6) Tunjukkan kami jalan yang lurus,
7) (Yaitu) jalan seperti orang-orang yang (telah) Engkau beri (mereka) nikmat, bukan jalan yang Engkau murkai dan bukan pula jalan yang sesat.

Dari tafsir itu jelas, semua yang anda tulis berdasar Al-Qurán untuk mengamini asas Trinitas yang anda yakini adalah salah. Jadi saya kira tulisan yang ada di pojok kanan situs ini sebaiknya dihapuskan, karena itu benar-benar pendustaan Ayat-ayat Al-Qurán. Ayat 6 Fatihah dijelaskan pada ayat ke 7 nya, bukan malah anda sambungkan pada Injil, Rasul Yahya 14:6.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-10 15:01
~
Saudara Staf Biasa,

Terimakasih karena saudara sudah bersedia menuliskan ayat Al-Fatihah secara keseluruhan.

Bila memang demikian adanya, dapatkah saudara menjelaskan apa yang dimaksud dengan “Jalan Lurus” itu? Dan sudahkah saudara menemukan “Jalan Lurus” tersebut?
~
SO
# ogi 2013-06-09 00:56
*
Saudara Staf Biasa,

Kalau anda berpikir jernih, makna dari arti surah Al-Fatiha ayat 7 ialah " ...jalanya orang-orang yang telah diberi nikmat, bukanlah jalanya orang-orang yang dimurkai."

Maknanya adalah, orang yang telah diberi nikmat itu adalah Isa Al-Masih. Karena Dia telah diangkat ke sorga, dan pastinya Dia tidak dimurkai oleh Allah, karena Roh Dia adalah Roh Allah.
# tanah karo simalem 2013-06-10 02:31
*
To staf IDI,

Anda itu semua tidak mengerti makna shalawat yang sebenarnya. Shalawat itu bukan berarti meminta keselamatan agar Muhammad diselamatkan, bukan begitu tentunya.

Shalawat itu ibarat suatu appresiasi, pernyataan salut, juga bisa dikatakan pujian doa. Dimana Muhammad sudah berjasa menegakkan nama Allah kembali di muka bumi yang penuh dengan perjuangan kala itu. Jadi umat Muslim harus berbalas jasa dengan apa? Apakah didiamkan saja atau ya sudahlah. Sebab sebagaimana kita diajarkan berbalas jasa, maka dengan shalawat tentunya adalah satu perbuatan yang baik disamping itu mendapat pahala syafaat (bonus).

Beda dengan Isa dimana Dia tidak didoakan sebab sampai sekarang Nabi Israel tetap tidak mau menyembahnya maupun ajrannya. Jadi tidak ada salut buat dia oleh umatnya, sebab dia saja tidak dapat menyelamatkan dirinya jikalau peristiwa salib itu benar menurut anda.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-10 15:02
~
Saudara Tana Karo,

Kami tidak akan menanggapi penjelasan saudara mengenai shalawat yang diberikan oleh umat Muslim kepada Muhammad. Kami bisa memahami hal tersebut, mengingat umat Muslim sangat mengagungkan Muhammad.

Tapi kami ingin saudara memberi penjelasan, bila tidak keberatan, untuk dua pertanyaan kami di bawah ini:

1. Atas dasar apakah seseorang yang bershalawat kepada Muhammad, lantas orang itu mendapatkan pahala?

2. Qs 33:56 mengatakan “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaik at-Nya bershalawat untuk Nabi (Muhammad). Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam "Penghormatan" kepadanya”
Atas dasar apakah Allah diwajibkan mengucapkan salam penghormatan kepada Muhammad?
~
SO
# pencari Tuhan 2013-06-14 17:40
*
Saya lebih setuju sama Mikha, Isa hanya manusia yang tiada berdaya saat disiksa oleh bangsa Romawi. Sangat tidak masuk akal manusia menyembah manusia.
# Staff Isa dan Islam 2013-06-19 19:43
~
Saudara Pencari Tuhan,

Memang tidak mudah untuk memahami bahwa Isa adalah Tuhan yang menjelma menjadi manusia. Kami maklum bisa saudara mengatakan hal itu aneh.

Tapi bagaimana bila kita mencoba mengenal Isa melalui karya-karya-Nya ketika Dia ada di dunia?

Ketika Isa di dunia, Dia berkuasa mengampuni dosa seseorang, dimana kuasa tersebut tidak satu pun nabi lain yang dapat melakukannya. Alam semesta juga takut kepada Isa, sehingga ketika ada angin ribut setika itu juga reda saat Isa membentaknya. Ia juga berkuasa menyembuhkan setiap sakit-penyakit, bahkan menyembuhkan orang yang kesurupan setan.

Dari karya-karya yang dilakukan oleh Isa di atas, menurut saudara siapakah Isa Al-Masih itu?
~
SO
# salam damai 2013-07-02 05:55
*
Lalu apakah ada kata-kata syafaat dalam kitab anda?

“Siapakah yang dapat memberi syafa‘at di sisi Allah tanpa izin-Nya.” (QS. al-Baqarah (2): 255).

Nabi Muhammad juga tidak kalah hebat dengan nabi Isa :

"Allah mengampuni dosamu (Muhammad) yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmatNya kepadamu dan menunjukimu jalan yang lurus. (Qs 48:2)

Allah memberikan jaminan bahwa Nabi Muhammad yang pertama masuk surga:

Hadis riwayat Anas bin Malik, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: “Aku datang ke pintu surga pada hari kiamat, lalu aku meminta supaya pintu surga dibuka. Penjaga surga bertanya : “Engkau siapa?” Saya menjawab: “Muhammad!” Lalu dia berkata : “Saya diperintahkan, supaya tidak membukakan pintu surga kepada siapapun sebelum engkau”

Dan masih banyak ayat Al-Quran dan hadis yg menyatakan siapa2 saja yg masuk syurga. karena terbatas ga mungkin saya tuliskan semuanya disini.
# Staff Isa dan Islam 2013-07-12 09:49
~
Saudara Salam Damai,

Umat Islam sangat mengagungkan kehebatan nabi Muhammad dan itu adalah hak umat Muslim. Tetapi sehebat apapun, nabi saudara tetaplah manusia biasa.

Isa Al-Masih bukanlah manusia biasa. Ia adalah Kalimat Allah, Roh Allah dan Yang terkemuka di dunia dan akhirat (Qs 3:45 dan Hadis Anas bin Malik 72), mengetahui hari kiamat (Qs 43:61) keunikan ini hanya milik Allah, tidak mungkin manusia. yaitu mengampuni dosa. Siapakah selain Allah yang berhak untuk memberikan pengampunan dosa?

Isa Al-Masih satu-satunya pribadi yang tidak berdosa dan tidak memiliki tabiat dosa, sedangkan nabi saudara adalah manusia biasa yang selama hidupnya tentu sering berbuat dosa.
~
NN
# joeban 2013-10-09 19:39
*
Maha pengasih lagi maha penyayang. Kalau tidak salah itu sebutan buat Yesus.

Bismilahirohman irahim. Dengan menyebut nama Allah maha pengasih lagi maha penyayang. Diuraikan satu satu.
Dalam nama Allah, rohmat (tubuh), dan roh

Kalau tidak salah di kamus Arab yaitu nama pengasih lagi maha penyayang ada di rohmat dan itu ditujukan kepada Dia yang hidup Yesus Kristus yang maha pengasih juga penyayang. Sehingga orang yang beriman kepadaNya tidak binasa melainkan hidup yang kekal. Dari situ saja Muhammad mengakui Isa adalah penyelamat, Muhammad minta didekatkan kepada teman yang tertinggi menjelang ajalnya.

Hanya saja dia banyak memakai kode untuk contoh, teman tertinggi. Dihadist itu pasti Yesus karena Yesus yang terkemuka di dunia dan akhirat. jalan yang lurus itu pasti Yesus.

Bismillahnirohmannirohim ketiganya yang esa. Dijabarin diatas.
# Staff Isa dan Islam 2013-10-14 20:23
~
Saudara Joeban,

Terimakasih atas penjelasan saudara. Memang benar, Isa Al-Masih adalah maha pengasih dan penyayang. Juga Injil menerangankan alasan mengapa Isa Al-Masih ke bumi dengan wujud sama seperti manusia yaitu, karena kasih. Kita harus yakin akan hal ini karena demikianlah kitab-kitab suci menjelaskan.

Bersyukurlah kepada Allah yang telah memberikan keyakinan tersebut begi saudara.
~
NN
# hamba 2013-10-09 23:18
*
Buat admin disini mungkin anda hanya mempercayai apa yang nenek moyangmu dulu ketahui sehingga kau mengikutinya. Mungkin nanti di akhirat tepatnta di padang mahsyar akan terkuak semua kebenaran yang sebenar-benarny a. Bahwa sebenarnya nabi Isa a.s tidak bisa membantu umatnya bahkan nabi Isa merasa malu bertemu umatnya karna telah mempertuhankan dirinya.

Berbeda dengan Rasulullah saw yang akan terus menerus memberikan syafaatnya pada umatnya agar mendapatkan syurganya Allah sampai umatnya yg terakhir sekali yaitu yang pernah mengucapkan laillaha ilallah ...ingat syafaat bukan untuk menyelamatkan nabi saw karna nabi sendiri sudah dapat jaminan dr ALLAH swt..kami bershalawat yaitu mengagungkan nabi muhamad sbg kekasih allah swt,penghormata n kami kepadanya dan sbg tanda kami mencintainya..
# Staff Isa dan Islam 2013-10-14 20:51
~
Saudara Hamba,

Coba saudara renungkan, umat Muslim begitu yakin dengan Muhammad. Apapun yang dilakukan, dipikirkan, diucapkan Muhammad sudah dianggap sebagai kebenaran oleh umat Muslim. Seolah-olah dan memang benar demikian, bahwa umat Muslim menempatkan Muhammad hampir sama dengan Allah.

Namun sayang, gayung tak bersambut. Kepercayaan besar umat Muslim terhadap Muhammad hanya dibalas dengan suatu ketidakpastian. Qs 64:9 "Katakanlah: Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadap aku dan tidak pula terhadapmu..."

Membaca ayat ini jelas beliau tidak tahu masa depannya sendiri, juga ia tidak tahu apa yang akan Allah perbuat terhadap para pengikutnya. Ia sendiri tidak punya keyakinan keselamatan dan juga tidak dapat menjamin keselamatan mereka yang mengikuti ajarannya. Bukankah Sura 33:56 memberikan pesan "Hai orang-orang yang beriman, bersyalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah penghormatan kepadanya."?
~
NN
# marjan 2013-12-17 15:13
~
Yesus bukan Tuhan, hanya utusan Allah.
# Staff Isa dan Islam 2013-12-17 23:18
~
Saudara marjan,

Jika Yesus/ Isa Al-Masih bukan Allah, maka ia tidak akan berkata, “dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:28). Bukankah hanya Allah saja yang berkuasa untuk memberikan hidup kekal?

Perhatikan pernyataan Isa Al-Masih :

“Yesus [Isa Al-Masih] mendekati mereka dan berkata: ‘Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi’” (Injil, Rasul Besar Matius 28:18). Siapakahh yang berkuasa atas bumi dan sorga selain Allah?

“Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun
ia sudah mati”
(Injil, Rasul Besar Yohanes 11:25). Isa Al-Masih berkuasa untuk memberikan hidup, kuasa yang hanya dimiliki oleh Allah.

“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada
Bapa, kalau tidak melalui Aku”
(Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6). Isa Al-Masih adalah satu-satunya jalan agar manusia memperoleh keselamatan di surga.

Teladan hidup-Nya yang sempurna, perkataan dan perbuatan-Nya, telah membuktikan bawa Isa Al-Masih bukan hanya utusan seperti nabi atau rasul lainnya. Isa memiliki kuasa yang hanya layak dimiliki oleh Allah .
~
Noni
# Mitra 2014-01-23 16:15
~
Salam Sdr. Admin,

Syafaat sama dengan manfaat atau kegunaan atau menolak mudarat. "Katakanlah: Hanya hak Allah-lah syafa'at itu semuanya" (Az-Zumar: 44). Rasulullah pada hari Kiamat akan datang kepada Allah untuk memintakan ampun bagi umatnya: "Angkatlah kepalamu, katakanlah niscaya akan didengar apa yang kamu katakan, mintalah niscaya akan diberi apa yang kamu minta, dan berilah syafa'at niscaya akan diterima syafa'at yang kamu berikan itu" (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Abu Hurairah telah bertanya kepada beliau: "Siapakah orang paling beruntung dengan syafa'at engkau?" Beliau menjawab: "Ialah orang yang mengucapkan "Laa ilaha illa Allah" dengan ikhlas dari dalam hatinya" (HR Imam Ahmad dan Al-Bukhari).

Wassalam.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-16 12:35
~
Saudara Mitra,

Ayat yang saudara kutip menegaskan bahwa Allah saja yang memberikan syafaat. Dan Isa Al-Masih dapat memberikan syafaat bagi umat-Nya. Tidakkah ini menjadi renungan buat kita? Bila Isa Al-Masih dapat memberikan syafaat, sedangkan yang dapat memberikan syafaat adalah Allah, maka siapakah Dia sesungguhnya?

Sangat berbeda dengan nabi saudara. Nabi saudara sendiri tidak tahu dengan keselamatannya. Mungkinkah nabi saudara dapat memberikan syafaat bagi pengikutnya? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# hamba_allah 2014-02-27 16:23
~
Ada beberapa kelompok yang disebut oleh Al-Quran Al-Karim sebagai syafi’. Di antaranya adalah para nabi, malaikat, dan kaum mukminin yang saleh. Selain itu amal perbuatan yang baik juga dapat memberikan syafaat kepada pelakunya.

Rasulullah dalam sebuah hadis bersabda, "Di hari kiamat, para nabi, malaikat, dan kaum mukminin memberikan syafaat mereka. Lalu Allah SWT berfirman, “Kini hanya syafaat-Ku yang tersisa.” Selain itu rasulullah juga bersabda, "Para nabi di hari kiamat kelak akan memberikan syafaat mereka, yang lalu disusul oleh para ulama, kemudian para syuhada’ (mereka yang mati di jalan Allah)."
# Staff Isa dan Islam 2014-06-16 12:42
~
Saudara Hamba_Allah,

Nabi saudara mengakui bahwa dia tidak tahu dengan keselamatannya sendiri. Bila orang yang tidak tahu dengan keselamatannya, mungkinkah ia dapat memberikan syafaat bagi pengikutnya? Tentu sangat janggal bila ia dapat memberikan syafaat bagi pengikutnya, bukan?

Sesungguhnya hanya Isa Al-Masih yang dapat memberikan syafaat kepada manusia. Sebab Ia adalah Juruselamat manusia. Karena "keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan" (Injil, Kisah Para Rasul 4:12).
~
Solihin
# syr 2014-03-10 00:10
~
Maksudnya, hanya Allah Yang Maha Mengetahui masa depan setiap mahluk-Nya, bahkan Muhammad atau nabi-nabi yang lain bahkan malaikat sekali pun tidak tahu rahasia langit dan bumi, hanya Allah Penguasa langit dan bumi. Nabi Muhammad, hanya jasad beliau yang mati tapi pada hakikatnya beliau hidup di sisi Allah begitu pun dengan orang-orang yang beriman. Kami, umat Muslim disuruh untuk selalu bersholawat untuk rasul agar mudah dipertemukan/di dekatkan dengan beliau kelak di Padang mahsyar untuk mendapatkan syafaat dari beliau.

Doa yang dipanjatkan untuk beliau akan kembali kepada kami, itulah maksud dan tujuannya. Insya Allah orang yang selalu bershalawat untuk rasulullah, para malaikat juga akan berdoa untuknya.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-16 12:47
~
Saudara Syr,

Kami sangat menghargai klaim saudara walaupun sebuah klaim dituntut dapat menunjukkan bukti dan data yang tertulis dalam Al-Quran yang menyatakan demikian. Sebab yang kami temukan sebaliknya. "...Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu..." (Qs 46:9).

Bila nabi saudara tidak tahu keselamatannya, bagaimana mungkin dia ada di sisi Allah? Tidakkah janggal keyakinan saudara tersebut? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# wido 2014-03-12 17:09
~
Itulah bedanya ajaran Islam dengan Kristen. Islam diajarkan untuk selalu 'memberi` dalam bentuk doa, sedang Kristen diajarkan untuk 'menuntut' keselamatan. Muhamad diajarkan untuk rendah hati dengan mengatakan bahwa beliau tidak tahu bahkan tentang dirinya sendiri. Yesus mengajarkan umatnya tinggi hati dengan mengatakan bahwa umat Kristen pasti masuk sorga.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-16 12:52
~
Saudara Wido,

Ada perbedaan mendasar antara percaya pada janji Allah dengan tinggi hati. Justru sebenarnya orang yang tinggi hati adalah orang yang tidak percaya pada janji Allah. Ia merasa bahwa dengan kemampuannya, ia sanggup menyelamatkan dirinya sendiri tanpa pertolongan Allah. Karena itu, nabi saudara sendiri mengakui bahwa dia tidak tahu keselamatannya dan juga pengikutnya.

Di sini kita ketahui bahwa nabi saudara tidak dapat memberikan syafaat bagi pengikutnya. Hanya Isa Al-Masih yang dapat menyelamatkan manusia dari dosa. Sebab Dia adalah Juruselamat dunia.
~
Solihin
# jumadi 2014-04-11 20:45
~
Staf IDI,

Setelah saya baca artikel di atas dan apa yang dimaksud, setiap nabi diberi hak untuk memberi syafaat kepada umatnya yang melaksanakan ajarannya, tak terkecuali nabi Isa dan nabi Muhammad, tentu dengan izin Allah. Itupun yang menyakini dan melaksanakan ajarannya yang bisa mendapat syafaat alias pertolongan, tapi pertanyaannya apakah umat Kristen sudah melaksanakannya atau sudah menyakini apa yang diucapkan Yesus tentang keesaan Tuhan serta pengakuannya bahwa dia seorang utusan bukan Tuhan?
# Staff Isa dan Islam 2014-06-16 14:46
~
Saudara Jumadi,

Kami pernah membaca ayat berikut ini. "Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu" (Qs 46:9). Tentu nabi yang tidak tahu dengan keselamatannya, pasti tidak dapat memberikan syafaat bagi pengikutnya, bukan? Oleh karena itu, mungkinkah nabi saudara dapat memberikan syafaat bagi pengikutnya?

Sangat berbeda dengan Isa Al-Masih. Dia bersabda, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6). Dengan demikian, Isa Al-Masih dapat memberikan syafaat bagi pengikut-Nya. Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# Ruby 2014-04-26 07:20
~
Kesimpulan pertanyaan saya ada empat:

1. Mana yang lebih tinggi kedudukannya dan wajib untuk diikuti "cara hidupnya"? Yesus Kristus atau Paulus? Kaitannya soal babi dan sunat. Dan apakah Yesus Kristus tidak menjalani hukum Taurat?

2. Apakah Yesus Kristus benar-benar mati di tiang salib? Mengapa beliau kemudian hidup kembali bukan dalam bentuk Roh atau jiwa? Lalu kematian jenis apa yang kemudian disebut "penebusan" oleh umat Nasrani sekarang ini? Tidak mungkin rasanya manusia itu bersandiwara ketika disiksa, jika kemudian dia mengetahui kematian yang sebenarnya bukanlah saat itu.
# Staff Isa dan Islam 2014-06-16 14:50
~
Saudara Ruby,

Terimakasih untuk pendapat saudara. Bila saudara tertarik mendiskusikan tentang babi, silakan mengunjungi link ini http://tinyurl.com/d6ec7cm. Dan bila saudara ingin mengetahui tentang fakta penyaliban, silakan mengunjungi link ini http://tinyurl.com/llvaxey. Terimakasih.
~
Solihin
# Rachmatulloh 2014-06-18 14:23
~
Darimana Isa bisa menyelamatkan kalian? Sedangkan Isa sendiri tidak bisa menyelamatkan diri-Nya sendiri dari tiang salib. Walaupun kami (Muslim) tau bahwa yang disalib bukanlah Isa. Sedangkan di dalam AlKitab sendiri, sudah diramalkan bahwa ada kerajaan baru yang akan membawa kebenaran (Islam). Ayat yang mana lagi yang akan anda dustakan?
# Staff Isa dan Islam 2014-06-19 03:09
~
Salam Sdr. Rachmatulloh,

Kami menyampaikan terimakasih untuk kunjungan saudara. Jika saudara hendak membahas tentang penyaliban silakan kunjungi link kami di http://tinyurl.com/llvaxey. Terimakasih.
~
Salma
# adriansyah 2014-08-11 07:52
~
"Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6)

Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa (Allah) kalau tidak melalui Aku (Isa). Ini adalah perkataan yang sempurna dan masuk akal.
# Staff Isa dan Islam 2014-08-14 07:24
~
Saudara Adriansyah,

Terimakasih untuk komentar saudara. Tentu hanya Isa Al-Masih yang dapat menjamin keselamatan manusia dan mampu memberikan syafaat bagi manusia, bukan? Kiranya komentar saudara bermanfaat bagi pengunjung lainnya.
~
Solihin
# asgab 2014-08-26 20:01
~
Nabi Muhammad.
# Staff Isa dan Islam 2014-09-01 17:11
~
Saudara Asgab,

Bila nabi saudara yang dapat memberi syafaat bagi saudara, maka kita tidak akan membaca perkataan nabi saudara seperti ini.

"...Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan" (Qs 46:9).

Jelas, nabi saudara sendiri pun mengalami persoalan dengan keselamatannya di akhirat yakni tidak tahu dengan keselamatannya sendiri. Tentu ini janggal, bukan? Pemberi syafaat adalah pribadi yang yakin dan tahu pasti keselamatannya di akhirat. Bila nabi saudara tidak tahu keselamatannya, maka kepada siapakah saudara akan berharap lagi? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# yusuf 2014-08-27 17:05
~
Semua nabi dapat memberi syafaat kepada umatnya dan hanya berlaku pada zamannya masing-masing. Sedangkan Muhammad adalah nabi sampai akhir zaman. Seperti telah diisyaratkan dalam hadits: "Seindah- indahnya qurun (Zaman) adalah Qurunku (Zamanku), yang akan berulang setelah ku kelak."
# Staff Isa dan Islam 2014-09-01 17:16
~
Saudara Yusuf,

Kami menghargai pendapat saudara. Tetapi bila merujuk kepada Qs 46:9, maka kita tahu bahwa nabi saudara pun menghadapi persoalan yang sama dengan pengikutnya. Yaitu tidak tahu dengan keselamatannya di akhirat. Bagaimana mungkin nabi saudara menjadi pemberi syafaat bila dia sendiri tidak tahu selamat atau tidak? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# mubalgum 2014-08-28 01:10
~
Tunggu saja kiamat datang. Umat Muhammadlah yang akan masuk sorga. Isa turun ke bumi. Dia akan hidup selama 40 tahun dan Dia menjadi pengikut Muhammad. Nama yang kalian gunakan adalah salah. Al-Masih itu nama untuk Dajjal alkafirun.
# Staff Isa dan Islam 2014-09-01 17:20
~
Saudara Mubalgum,

Sah-sah saja membuat klaim atau pernyataan demikian. Tetapi tentu hal itu perlu dikonfirmasi Al-Quran. Benarkah nabi saudara dapat menjamin pengikutnya masuk sorga? Bila nabi saudara dapat menjamin pengikutnya masuk sorga, tentu dia tidak akan berkata seperti ini.

"...Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan" (Qs 46:9).

Tidakkah jelas bagi kita bahwa nabi saudara pun tidak tahu dan tidak yakin tentang keselamatannya, bukan? Bila nabi saudara tidak tahu selamat atau tidak, maka kepada siapakah saudara menyandarkan pengharapan untuk keselamatan saudara? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# yusuf 2014-09-02 08:53
~
Untuk Solihin dan Staf Yesus,

Menanggapi Qs 46:9. Muhamad bukan rasul pertama tetapi sebagai penutup. Beliau pun tidak mau menilai dirinya dengan menggunakan subyektif tapi agar mereka berpikir dan mempedomani Al-Quran. Oleh karena itu, lihat kelanjutannya. "...Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan" (Qs 46:9).

Artinya Muhammad sebagai pengikut wahyu Allah dan mengingatkan kepada mereka yang membangkangnya. Menurut anda apa jaminanya bagi yang mengikuti wahyu Allah?
Apa jaminannya bagi yang memberi peringatan secara tegas terhadap yang telah menjelaskan? Bagaimana penilaian anda?
# Staff Isa dan Islam 2014-09-04 07:57
~
Saudara Yusuf,

Kami sangat menghargai pendapat saudara. Dan sesungguhnya yang ingin kami tekankan adalah kalimat sebelumnya. Yaitu "Katakanlah: Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadap aku dan tidak pula terhadapmu..." (Qs 46:9). Perhatikan kalimat yang kami garis bawah.

Jelas, nabi saudara tidak tahu dengan keselamatannya dan keselamatan pengikutnya. Mungkinkah nabi saudara dapat memberikan syafaat kepada pengikutnya bila ia sendiri tidak tahu selamat atau tidak? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# yusuf 2014-09-09 09:28
~
Bila anda memotong ayat tersebut, maka wajar saja anda berpendapat demikian. Begitulah akibatnya jika Al-Quran ditanggapi sepotong-sepoto ng. Anda tidak akan memahami Al-Quran jika Al-Quran itu dilihat menggunakan mata satu atau sebelah mata. Tetapi bila anda membaca secara utuh maka jawaban nabi Muhammad secara gamblang ada pada kalimat selanjutnya secara utuh. Bagaimana? Menanggapi Al-Quran dengan sepotong-potong atau seutuhnya?
# Staff Isa dan Islam 2014-09-10 10:13
~
Saudara Yusuf,

Kami sudah membaca ayat itu secara utuh. Bila kita berbicara tentang pemberi syafaat, maka kita tidak menemukan satu jaminan dari nabi saudara karena nabi saudara pun tidak tahu keselamatannya di akhirat. Itulah inti ayat tersebut, bukan? Nah, mungkinkah kita menggantungkan pengharapan kita kepada orang yang bingung dan tidak tahu? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# yusuf 2014-09-11 15:05
~
Untuk Para Staf Yesus,

Bila anda mengerti kaidah bahasa, manakah pokok kalimat, anak kalimat, dan pokok keterangan untuk sebuah kesimpulan pada Qs 46:9? Hadits menegaskan: "Aku adalah manusia yang pertama kali memberi syafaat di dalam sorga dan aku adalah di antara nabi-nabi yang terbanyak pengikutnya" Apakah ada ayat Al-Quran dan hadits yang menyatakan Nabi Muhammad masuk neraka secara tegas? Bagaimana?
# Staff Isa dan Islam 2014-09-11 18:35
~
Saudara Yusuf,

Boleh jadi saudara sangat mengerti kaidah bahasa. Tetapi ayat tersebut menegaskan bahwa nabi saudara tidak tahu tentang keselamatannya di akhirat. Jelas, hadits yang saudara kutip bertentangan dengan Qs 46:9. Selain itu, hadits yang saudara kutip bertentangan dengan Hadits Shahih Bukhari berikut ini.

“Hai kaum Quraisy, tebuslah dirimu! Saya tiada dapat menolongmu barang sedikitpun dari siksa Tuhan. Hai bani Abdi Manaf, saya tiada bisa menolongmu sedikitpun. Hai Abbas anak Abdul Mutholib, saya tiada bisa menolongmu sedikitpun dari siksa Tuhan. Hai Safiah, bibi rasulullah, saya tiada bisa menolongmu sedikitpun dari siksa Tuhan. Hai Fatimah binti Muhammad, mintalah kepada saya harta, saya tiada bisa menolongmu sedikitpun dari siksa Tuhan” (Hadits Shahih Bukhari 1261).

Kami bisa mengerti kegundahan nabi saudara yang tidak tahu keselamatannya di akhirat setelah membaca hadits di atas. Dan menjawab pertanyaan saudara. Jelas, Al-Quran dan hadits tidak menyatakan secara tegas bahwa nabi saudara masuk sorga. Karena itu, kami bisa mengerti bila nabi saudara tidak tahu dan -- penafsiran kami nabi saudara bingung -- dengan keselamatannya. Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# yusuf 2014-09-12 11:02
~
Untuk staf Yesus,

Bila anda memahami bahasa, pasti anda tahu bahwa kesimpulan terletak pada pokok keterangan kalimat dan ditarik pada akhir kalimat. Tiada rumusan bahasa manapun yang mengambil kesimpulan diawal kalimat. Hadits yang anda kutip ditujukan secara umum untuk memilih mau beriman ataukah membangkang?

Jadi yang diberi syafaat rasulullah adalah orang beriman. Sedangkan yang tidak beriman takan pernah bisa tertolong. Begitupun anaknya sendiri Fatimah, itupun jika/apabila yang ia minta hanya sebatas harta. Hadits yang anda kutip tidak bertentangan dengan hadits yang saya kutip, dan hadits tersebut tidak menegaskan Muhammad ada di neraka. Tapi anda hanya salah persepsi akibat tidak memahami bahasa. Bagaimana tanggapan anda?
# Staff Isa dan Islam 2014-09-15 09:11
~
Salam Sdr. Yusuf,

Jika kita melihat kalimat berikutnya, bukankah dikatan bahwa Muhammadlah yang memberikan peringatan dan penjelasan? Apakah yang dijelaskan dan diperingatkan? Bukankah jelas bahwa ia memperingatkan dan menjelaskan bahwa ia tidak mengetahui apa yang akan terjadi terhadap dirinya dan juga para pengikutnya?

Kami kira inilah yang harus saudara selidiki lebih lanjut Kami berharap saudara lebih jeli dalam memberikan tafsiran terhadap ayat demi ayat dalam kitab saudara. Agar saudara tidak memiliki iman yang buta. Tetapi mencari Pribadi yang benar dari sebuah kitab yang benar.
~
Salma
# yusuf 2014-09-15 17:41
~
Untuk Para Staf Yesus,

"...Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yg diwahyukan kpdaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan" (Qs 46:9). Yang diikuti adalah wahyu Al-Quran dan dia pemberi peringatan yang menjelaskan yaitu Allah kepada Muhammad.

Iman yang buta dimulai dari tidak pahamnya konsep bahasa. Oleh sebab itu, saya sering menanyakan apakah anda mengerti rumusan bahasa? Tapi anda tidak mampu menjawab. Melalui pemaparan anda terlihat jelas kebutaan anda mengenai bahasa yang mengandung makna kesadaran. Hadits dan rumusan bahasa telah saya paparkan pada anda. Anda hanya memahami konteks berdasar pemahaman anda. Hidup adalah pilihan, mau obyektif ilmiah ataukah subyektif? Tapi ingat keduanya memiliki tanggung jawab di hadapan Allah. Saya hanya menyampaikan. Terimakasih. Wassalam
# Staff Isa dan Islam 2014-09-18 06:36
~
Saudara Yusuf,

Kami menghargai pengetahuan saudara tentang kaidah bahasa. Walaupun kami meragukannya. Jelas-jelas, nabi saudara menyatakan, "Katakanlah: 'Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu..." (Qs 46:9). Bila saudara mencermati bahasa nabi saudara ini, maka jelas ia tidak tahu keselamatannya.

Bahkan di hadits yang telah kami kutip pun, nabi saudara tidak dapat menjamin keselamatan putrinya dari siksa neraka. Perhatikan, setidaknya frasa 'siksa Tuhan' disebutkan empat kali. Jadi, bukan sekedar meminta harta. Artinya nabi saudara tidak dapat memberikan syafaat bagi saudara sendiri. Selain itu, ini artinya saudara kurang teliti dan tidak cermat membaca teks. Itu pun kalau saudara mengerti kaidah bahasa. Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
# Staff Isa dan Islam 2014-09-18 06:42
~
Saudara Novidiana dan Semua Pengunjung Situs, 

Terimakasih untuk kesediaan saudara mengunjungi dan memberikan komentar pada situs kami. Tentu kami menghargai hal itu. Tetapi kami tidak ingin membuang waktu saudara dalam sebuah diskusi yang tidak sesuai dengan topik di atas. Tentu sangat baik bila kita mendalami setiap artikel sesuai topiknya, bukan? Karena itu, kami terpaksa menghapus setiap komentar yang tidak sesuai dan melebihi satu kolom. Kiranya saudara memaklumi hal ini. 

Bila saudara memiliki pertanyaan atau tanggapan di luar topik ini, silakan kirimkan email ke: atau mengunjungi link ini yang sesuai dengan topik diskusi saudara inginkan http://tinyurl.com/3jmrz7r
~
Solihin
# yusuf 2014-09-18 09:01
~
Saya memahami keraguan anda dalam menyikapi bahasa, sebenarnya bukanlah keraguan tetapi ketidaktahuan. Oleh sebab itu, kuasailah bahasa. Dari cara anda menarik sebuah kesimpulan, anda tidak tahu mana yang disebut kalimat pokok maupun keterangan kalimat.

Kaidah bahasa menurut anda hanyalah sebatas teks. Dalam diskusi ini pembacalah yang dapat menilai, bila yang saya sampaikan tidak bermanfaat untuk anda. Semoga bermanfaat buat para pembaca yang mampu berpikir ilmiah. Dari pemaparan anda, sebenarnya anda ingin menyampaikan bahwa anda dan para staf tidak memiliki standar ilmiah dalam menilai sebuah ilmu.
# Staff Isa dan Islam 2014-09-19 19:22
~
Saudara Yusuf,

Terimakasih untuk usulan saudara. Kami menghargai bahwa saudara lebih menguasai kaidah bahasa. Tetapi apakah saudara sudah mencermati tanggapan kami bahwa nabi saudara tidak dapat memberikan syafaat bagi putrinya dari siksa neraka? Begitu juga yang dinyatakan Qs 46:9. Tentu ini membingungkan, bukan?

Seseorang yang dianggap nabi terakhir, tetapi tidak tahu keselamatannya dan tidak dapat memberi syafaat bagi putrinya, bahkan juga bagi saudara. Pertanyaannya adalah mengapa nabi saudara tidak dapat memberi syafaat bagi putrinya? Bagaimana saudara?
~
Solihin
# Denis 2014-09-29 16:33
Bagaimana bapa Bisa menjelaskan tntang hal ini pak

(Yohanes 5:30)
“Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus aku.”

kalau yesus itu tuhan , bagaimana mungkin dia tidak dapat berbuat apa-apa.
yesus sendiri tidak dapat mengikiuti kehendaknya apa lagi utntuk menyelamatkan manusia. apakah itu pantas??

jadi pak entropeksi dulu pak sebelum mengomentari agama orang , bagaikan perumpamaannya adalah anda menyuruh orang mandi sebab dia kotor padahal anda sendiri yang kotor yg belum mandi.
# Denis 2014-09-29 16:59
Katakanlah: "Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang memberi penjelasan". (QS. 46:9)
1)dari ayat di atas jelas bahwa nabi memang tidak mengetahui Nasibya, tetapi setelah adanya suatu ayat dairi Allah mengabarkan sang nabi bahwa dia di jamin keselamatannya .Baru Pula Dia Mengetahuinya.
# Denis 2014-09-29 17:02
Sambungan
2)Kenapa Nabi Tidak Dapat Menjamin Putrinya sedangkan sahab sahabtnya di jamin masuk surga. Kaena memang sudah kehendak Allah
QS. 9:100
"Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah redha kepada mereka dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar." – (QS.9:100)
isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer

Isa Islam Dan Kaum Wanita

Click gambar di samping untuk artikel - artikel untuk wanita Muslim


 

www.isaislamdankaumwanita.com