Yesus Dan Muhammad

Yesus Dan Muhammad[Bersama ini IDI memberi ringkasan buku berjudulYesus dan Muhammad.Sub-judul ialahPerbedaan yang Mendasar dan Kesamaan yang Mengejutkan.Pengarangnya: Mark A. Gabriel, Ph.D., Guru Besar Sejarah Islam yang Terkemuka di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.]

Isa Al-Masih dan Muhammad adalah dua tokoh paling berpengaruh yang pernah hidup. Kini pengikut Isa Al-Masih telah mencapai lebih dari dua milyar. Dan Islam ada sekitar 1,3 milyar. Tidak tertutup kemungkinan jumlah tersebut akan terus meningkat.

Siapakah Isa Al-Masih dan Muhammad

Bagi umat Kristen, Isa Al-Masih adalah acuan standard spiritualitas dan moralitas termulia. Bahkan dipercaya sebagai satu-satunya jalan keselamatan menuju sorga. Demikian juga umat Muslim, diyakini tidak ada nabi yang dapat disejajarkan dengan Muhammad.

Isa Al-Masih menyatakan diri-Nya adalah Mesias yang dijanjikan. Allah adalah satu dengan-Nya. Aku (Isa Al-Masih) dan Bapa adalah satu (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30). Bahkan Ia meminta kepada semua orang mengikuti ajaran-Nya sehingga memiliki hidup yang kekal.

Muhammad menyatakan diri sebagai nabi terakhir yang diutus Allah. Dia meminta para penyembah berhala untuk meninggalkan berhalanya. Dan bagi Yahudi dan Kristen agar meninggalkan agama ”korup” dan menerima Islam.

Teladan Hidup dan Ajaran Isa Al-Masih

Isa Al-Masih dan murid-murid tidak pernah menyerang balik orang-orang yang menolak dan menentang mereka. Dengan kasih mereka mengajarkan Kerajaaan Allah dan prinsip kebajikan dari Kerajaan Allah tersebut.

Jawab Isa Al-Masih kepadanya:Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri’” (Injil, Rasul Besar Matius 22:37-39).

Isa Al-Masih juga menunjukan kuasa mujizat-Nya. Dan Isa Al-Masih menjawab mereka:Pergilah, dan katakanlah kepada [Nabi] Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik’” (Injil, Rasul Lukas 7:22).

Teladan Hidup dan Ajaran Muhammad

Muhammad mengajarkan bahwa misinya adalah untuk menyebarkan Islam melalui perang suci. Dia memberikan otoritas kepada pengikutnya untuk menyerang orang kafir dan merampas kepunyaannya.

Hai nabi, kobarkanlah semangat para mukmin itu untuk berperang. Jika ada duapuluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antaramu, mereka dapat mengalahkan seribu dari orang-orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti(Qs 8:65) Lihat juga Qs 8:12; Qs 9:5, 14, 23.

Ajaran Isa Al-Masih menitik-beratkan pada kebenaran secara batiniah. Bukan lahiriah. Sedangkan Muhammad pada perkara lahiriah dan legalistik.

Muhammad menikah dengan sebelas wanita semasa hidupnya. Dia menghabiskan energi cukup banyak untuk mengatur istri-istrinya. Kontras, kita tidak menemukan catatan Isa Al-Masih pernah menikah. Ia menghabiskan waktu-Nya dengan para murid-Nya.

Kematian Muhammad dikarenakan sakit keras yang melandanya. Para kerabat Muhammad melanjutkan perjuangannya menyebarkan Islam. Mereka meneladani seluruh ajaran dan perbuatannya.

Sedangkan Isa Al-Masih mati disalib. Isa Al-Masih mengajarkan bahwa kematian-Nya sudah direncanakan-Nya untuk menebus manusia dari perbudakan dosa. Setelah itu Isa Al-Masih bangkit dan kemudian naik ke sorga. Ini disaksikan oleh banyak orang. Isa Al-Masih berpesan bahwa Ia akan mengirimkan Roh-Nya yang akan menolong para murid bersaksi tentang diri-Nya.

Kesimpulan

Terlepas dari pro dan kontra atas penilaian terhadap kedua tokoh di atas, terlihat jelas perbedaan yang signifikan. Muhammad adalah manusia biasa, sedangkan Isa Al-Masih bersifat ilahi (Lihat juga Qs 3:45 yang menjelaskan, Isa Al-Masih yang terkemuka di dunia dan akhirat). Maka tidak heran jika Isa Al-Masih memberikan jaminan pasti keselamatan di sorga.

Kata Isa Al-Masih kepadanya:Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa (Allah), kalau tidak melalui Aku’” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).


[Edisi online bukuYesus dan Muhammadterdapat di: http://buktidansaksi.com/files/Resources/books_free_download/Yesus%20dan%20Muhammad.pdf . Disini Saudara sempat membaca seluruhnya.]


[Pengarang ringkisan ini – Noni]


Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Comments   

 
# tawangalun 2011-12-28 06:01
*
Memang nabi Muhammad manusia biasa dan di mata Kristen mukjizatnya pas-pasan. Tidak seperti Yesus yang sarat mukjizat, tapi lihat hasilnya:

1. Nabi Muhammad berhasil menyatukan Jazirah Arab yang tadinya hanya terdiri kabilah-kabilah saling berperang. Nabi Muhammad diakui bangsanya bahkan dijadikan Raja.

2. Yesus tidak diakui bangsanya, muridnya saja berkianat. Bahkan saat ditangkap murid-murid pada lari kocar-kacir. Petrus bahkan menyangkal tidak kenal.

3. Sahabat Nabi Muhammad dalam perang Uhud rela menjadi tameng hidup bagi nabinya.
Jadi Yesus dan Muhammad ibarat, Direktur Yesus sudah digaji besar tapi kinerjanya kurang.
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2012-02-08 09:56
~
Kerajaan Isa Al-Masih "bukan dari dunia ini". Kerajaan tersebut tidak berasal dari dunia ini, dan juga tidak berusaha untuk mengambil alih sistem dunia ini. Isa Al-Masih tidak datang untuk mendirikan suatu pemerintahan politis-religiu s atau bercita-cita untuk menjadi penguasa dunia.

Kerajaan Isa Al-Masih, yaitu Kerajaan Allah, meliputi kepemimpinan, kuasa, dan kegiatan rohani. Yaitu orang-orang yang menerima Isa Al-Masih sebagai Juruselamat dan menaati Firman kebenaran-Nya. Kerajaan Allah adalah "kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus" Kerajaan Allah melawan kekuatan-kekuat an Iblis dengan perlengkapan rohani.
~
SL
Quote
 
 
# Synda 2011-12-29 00:18
*
Tidak ada cela sedikitpun pada pribadi Isa Al-Masih.
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-12-29 15:43
~
Saudara Synda betul, Isa Al-Masih tidak sedikitpun bercela. Bahkan Isa Al-Masih satu-satunya yang diberi Al-Quran predit sebagai manusia yang suci.

“Ia (Jibril) berkata: "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci" (Qs 19:19).
~
SO
Quote
 
 
# wito 2011-12-29 05:04
*
"Bersama ini IDI memberi ringkasan buku berjudul ”Yesus dan Muhammad.” Sub-judul ialah ”Perbedaan yang Mendasar dan Kesamaan yang Mengejutkan.” Pengarangnya: Mark A. Gabriel, Ph.D., Guru Besar Sejarah Islam yang Terkemuka di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir."

Saya sudah cek buku tersebut. Ternyata informasi yang diberikan keliru.

Dari nama pengarangnya sudah kelihatan siapa Dia. Dia adalah orang yang sudah Murtad (hal viii). Dia sudah dipecat dari Al Azhar sehingga bukan guru besar lagi di sana. Lihatlah sampul depannya ada kata Former (bekas).

Kalau sudah Murtad pastilah informasi yang diberikan sangat bias karena dari prespektif Kristen ajaran Paulus.
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-12-29 15:43
~
Saudara Wito,

Dapatkah saudara menunjukkan informasi mana yang keliru?

Apakah menurut saudara, seseorang yang keluar dari agama Islam tidak mempunyai hak untuk mengutarakan hal-hal yang dia ketahui tentang Islam?. Mungkin saudara benar, bahwa Mark A. Gabriel hanya “bekas” Guru Besar Sejarah Islam.

Namun satu hal yang perlu saudara ketahui, dia pernah menjadi Guru Besar Sejarah Islam. Artinya, pengertian dia tentang agama Islam dan sejarah agama Islam mungkin jauh lebih baik dibanding saudara.

Saudara telah menghakimi seseorang secara sepihak. Tanpa terlebih dahulu mencari-tahu kebenarannya, saudara telah memastikan bahwa informasi yang diberikan oleh mantan Guru Besar Sejarah Islam itu adalah informasi yang sangat bias, hanya karena dia meninggalkan agama Islam.

Atas dasar apakah saudara mengatakan demikian? Apakah saudara tidak setuju dengan fakta-fakta yang dia jelaskan mengenai nabi saudara?.
~
SO
Quote
 
 
# baworsapanyana 2012-01-03 10:50
*
Yang jelas dan tidak terbantahkan bahwa Muhammad dan Isa keduanya adalah makhluk manusia (ciptaan Tuhan) dengan predikat nabi, bukan Tuhan atau anak Tuhan.
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2012-01-06 14:51
~
Abu Abdillah, Ja’far al-Shaddiq, mengatakan : “Sesungguhnya Allah telah menciptakan Muhammad dan keturunannya dari tanah Arsy.”

Namun Kitab Suci mengatakan bahwa Isa al-Masih adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi (Injil, Surat Kolose 1:15,16).

Sebagai gambar /foto Allah, Isa Al-Masih lahir dari Allah. Dia bukan makhluk ciptaan yang diadopsi menjadi Anak Allah. Dia adalah Allah, bersama-sama Allah Bapa-Nya telah menciptakan segala yang ada di bumi maupun di sorga.
~
SL
Quote
 
 
# Isha 2012-01-03 16:07
*
Sangat betul apa yang dikatakan Baworsapanyana. Dan keduanya adalah teokratis, karena Yesus dan Muhammad sama-sama mewartakan Kerajaan Allah yang hanya bisa wujud bila menerapkan hukum dari Allah.

Sayangnya Yesus dikalahkan oleh kaumnya sendiri yang bersekutu dengan penjajah. Karena itu Yesus tidak sempat jadi Raja atau sebagai Mesias.

Memang takdir adalah mengikat. Dan suratan takdir pula sehingga terwujudlah Kerajaan Allah dari Arabia yaitu agama Islam, yang tetap memberi tempat bagi Yesus sebagai Mesiah yaitu Isa Al-Masih yang akan turun dalam masa pemerintahan Imam Mahdi, untuk melenyapkan al-Masih ad-Dajjal (Tuhan palsu/ antikristus).
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2012-01-06 14:54
~
Kerajaan Isa Al-Masih "bukan dari dunia ini" (Injil, Rasul Besar Yohanes 18:36). Kerajaan-Nya tidak berasal dari dunia ini, dan juga tidak berusaha untuk mengambil alih sistem dunia ini. Dia tidak datang untuk mendirikan suatu pemerintahan teokratis yang politis-religiu s. Dan Dia tidak bercita-cita untuk menjadi penguasa dunia.

Isa Al-Masih menyatakan bahwa seandainya itu yang dimaksudkan oleh-Nya maka hamba-hamba-Nya akan melawan. Karena memang kerajaan-Nya tidak demikian sifatnya. Para pengikut-Nya tidak mengangkat senjata untuk memberikan peluang bagi Isa Al-Masih untuk memajukan maksud-Nya di dunia.

Mereka tidak bersekutu dengan partai politik atau golongan sosial atau organisasi sekular untuk mendirikan Kerajaan Allah. Daripada menggunakan senjata duniawi (Injil, Surat 2 Korintus 10:4), para pengikut Isa Al-Masih dipersenjatai hanya dengan perlengkapan perang rohani (Injil, Surat Efesus 6:10-18).
~
SL
Quote
 
 
# natan 2012-01-04 15:17
*
[quote name="Isha"] "Karena itu Yesus tidak sempat jadi Raja"

Kerajaan Isa Al-Masih memang bukan di dunia tapi di surga.

Saya sarankan supaya saudara membaca kitab Taurat, Zabur dan Injil. Supaya anda mengerti dengan baik tentang Isa Al-Masih.
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2012-01-06 15:22
~
Saudara Natan,

Terimakasih untuk tanggapan yang saudara berikan. Semoga menjadi pembelajaran bagi setiap orang yang membacanya.
~
SO
Quote
 
 
# azriady 2012-01-04 20:33
*
Karena umat Yahudi telah melanggar 10 perjanjian Allah, maka kerajaan Allah akan diambil dan diberikan kepada bangsa yang akan memberi buah pada kerajaan itu. Bahkan hari suci sabat atau sabtu diubah ke hari minggu.

Perjanjian awal dan perjanjian baru diganti oleh perjanjian terakhir turun kepada bangsa Arab.
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2012-01-06 15:21
~
Saudara Azriady,

Menurut saudara, apakah yang dimaksud dengan kerajaan Allah itu? Dan kepada bangsa mana kerajaan Allah itu akan diberikan?

Perjanjian awal Allah adalah janji Allah atas bangsa Israel yang disampaikan-Nya melalui Musa. Saudara dapat membaca hal ini dalam Taurat, Kitab Keluaran mulai pasal 1. Apakah isi janji itu? Allah berjanji akan mendatangkan seorang Raja yang Agung dan masa depan yang indah.

Inilah nubuat tentang hal itu, “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.” (Kitab Nabi Besar Yesaya 9:5)

Sedangkan perjanjian baru, menuturkan bagaimana Allah menggenapi janji-Nya tentang Raja yang baru itu. "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" --yang berarti: Allah menyertai kita.” (Injil, Rasul Besar Matius 1:23).

Kerajaan yang dibawah Isa Al-Masih, bukanlah kerajaan duniawi, melainkan kerajaan sorgawi. “Jawab Yesus: "Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini." (Injil, Rasul Besar Yohanes 18:36).
~
SO
Quote
 
 
# muller situmorang 2012-01-09 23:48
*
Kita jangan saling menyalahkan agama satu sama lain.
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2012-02-03 11:23
~
Saudara Muller Situmorang,

Terimakasih atas nasehat saudara. Tentu tujuan kami membuat situs dan forum ini bukan untuk saling menyalahkan agama satu sama lain.

Harapan kami, lewat forum ini kita dapat saling berbagi informasi dan belajar kebenaran firman Allah sesuai dengan yang disampaikan kitab suci.

Tentu kami mengharapkan argumen-argumen yang dilandasi oleh kebenaran firman Allah, sehingga informasi tersebut dapat dipertanggung-jawabkan.
~
SO
Quote
 
 
# kumbang 2012-01-10 01:13
*
Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku´ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud.

Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanam nya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (Qs 48:29).
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2012-01-12 17:27
~
Isi ayat yang saudara kutip sangat membingungkan. Sebab dengan jelas pada ayat tersebut dikatakan, Allah dengan sengaja menjengkelkan hati orang-orang kafir. Bukankah orang kafir juga termasuk ciptaan Allah, lalu mengapa Allah harus menjengkelkan hati mereka?

Dan ayat tersebut secara tidak langsung telah bertentangan dengan sifat Allah yang “ar-Rahmani r-Rahim” yang artinya Allah Maha Pemurah dan Maha Penyayang.

Bila benar Allah bersifat “ar-Rahmani r-Rahim” tentu hal itu juga berlaku bagi semua manusia ciptaan-Nya, bukan?

Jelas Allah yang digambarkan pada ayat yang saudara kutip berbeda dengan Allah yang digambarkan dalam Injil. Yaitu Allah Maha Pengasih.

“Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus [Isa Al-Masih] telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” (Injil, Surat Roma 5:8).

Allah manakah yang ingin anda sembah?
~
SO
Quote
 
 
# Isha Merdeka 2012-01-10 23:35
*
Komentar saudara Kumbang sangat sesuai dengan gambaran Kerajaan Allah dalam Markus 4:31-32, yang dilanjutkan dengan nubuat Yesus dalam Matius 21:43:
"Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu."

Kerajaan Allah adalah agama Islam sebagai wujud Kerajaan Allah yang telah diambil dari bangsa Yahudi dan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah kerajaan itu, yakni ketaatan para pemeluknya dalam menjalankan perintah-perint ah Allah untuk berbuat kebaikan (lihat: Matius 21:43 di atas).
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2012-01-11 20:20
~
Saudara Isha,

Atas dasar apakah saudara mendefinisikan bahwa Kerajaan Allah adalah agama Islam?

Perhatikanlah ayat berikut ini, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Injil, Rasul Besar Matius 6:33).

Apakah yang dimaksud dengan “Kerajan Allah” pada ayat di atas? Kerajaan Allah tidaklah sama seperti kerajaan yang ada di dunia. Kerajaan Allah adalah kerajaan sorgawi.

Bila saudara membaca Injil, Yesus sering menggunakan perumpamaan-per umpamaan untuk menggambarkan tentang keselamatan dan kerajaan Allah. Dan salah satu dari perumpamaan tersebut adalah tentang penggarap-pengg arap kebun anggur, di mana salah satu ayatnya adalah yang saudara kutip di atas.

Sebab itu, kami sarankan saudara dapat memahami ayat tersebut dengan baik, sehingga saudara tidak salah mengerti.
~
SO
Quote
 
 
# manau 2012-01-12 13:47
*
Yang mengajarkan Islam kan manusia sedangkan yang mengajarkan Kristen diakui oleh Allah sendiri melebihi manusia, jadi tinggal pilih mau percaya yang mana? Yang diakui oleh Allah atau manusia yang punya banyak isteri?
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2012-02-08 09:58
~
Kebutuhan manusia yang esensi bukan memeluk agama Kristen atauapun Islam melainkan keselamatan dari hukuman kekal di neraka. Manusia membutuhkan seorang Juruselamat yang dapat menjamin mereka untuk memperoleh hidup kekal di sorga.

Dan untuk memperoleh hidup kekal ini, manusia perlu menyadari bahwa dirinya adalah orang berdosa dan membuka hati serta menerima Isa Al-Masih sebagai Juruselamat pribadi.

”Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).
~
SL
Quote
 
 
# Isha Merdeka 2012-01-17 09:52
*
Suatu keadaan yang sangat ditolak oleh Kristen, meskipun sebenarnya sangat diharapkan dalam Eskatologi Spekulatif Kristiani: kerajaan seribu tahun.

Eskatologi Spekulatif, karena tidak ada tafsir tunggal atau bahkan hanya sebagai pengalihan dari kegagalan Yesus menjadi Mesias Israel (Injil Matius 10:5-7; 11:12) yang berakibat gagalnya Kerajaan Allah terbit dari Yerusalem menurut Kitab Nabi Zakaria 14:9 dan Kitab Nabi Yesaya 24:23, sehingga Yesus bernubuat bahwa Kerajaan Allah akan terbit dari bangsa Arab (Injil Matius 21:43).
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2012-01-27 13:09
~
Saudara Isha,
Coba saudara periksa lagi, sebab Injil Matius 21:43 tidak menyebutkan bangsa Arab. Dan tidak menyebutkan bangsa manapun, tetapi bangsa manapun yang mau menghasilkan buah kerajaan Allah.

Isa Al-Masih tidak gagal menjadi Mesias Israel, dan Kerajaan seribu tahun akan terwujud kelak pada kedatangan-Nya di dunia yang kedua kali.

Isa Al-Masih bukan mesias hanya bagi Israel tetapi bagi seluruh bangsa. Tercatat seperti ini: “ Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. (Injil, Rasul Besar 2:10-11)
~
NN
Quote
 
 
# kiddytoys 2012-01-17 13:52
*
Sudah dijelaskan bahwa kerajaan Yesus bukan dari dunia ini. Melainkan yang percaya kepada-Nya diselamatkan. Berjalan dengan iman.
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2012-02-08 10:00
~
Kitab suci menyatakan bahwa kerajaan Allah bukan soal perkara jasmani melainkan kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus (Injil, Surat Roma 14:17).

Oleh sebab itu, agar kita mampu melakukan kehendak Allah dan menjalankan hidup benar dihadapan-Nya, maka kita harus beriman kepada Allah yang telah memberikan kasih karunia melalui Isa Al-Masih.

“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” (Injil, Surat Efesus 2:8-9).
~
SL
Quote
 
 
# Isha Merdeka 2012-01-18 23:39
*
To: Kiddytoys dan staff IDI,
Sebelum dan pada zaman Yesus pun sudah ada Kerajaan Allah, "karena itu ...carilah Kerajaan Allah...(Injil Matius 6:33), "dimana Kerajaan Allah ada diantara kamu" (Lukas 17:21).

Bisa menjadi warga-Nya bila mengikuti perintah Allah melalui Yesus saat itu karena apa guna punya iman, tapi tak punya perbuatan? "Manusia dibenarkan karena perbuatan-perbu atannya dan bukan hanya karena iman" (Yakobus 5:14;24).

Tapi karena bangsa Yahudi suka membantah bahkan akhirnya "membunuh" Yesus, maka kembali ke Matius 21:43.
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2012-01-20 11:27
~
Firman Tuhan mengajarkan bahwa kita dibenarkan karena iman bukan karena perbuatan. Namun, dari perbuatannyalah iman itu terlihat. Seperti ada tertulis: “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” (Injil, surat Efesus 2:8-9).

Abraham dibenarkan karena iman, sebab pada zaman Abraham keselamatan dari Allah yang menyatakan diri dengan menjadi manusia yaitu Isa Al-Masih belum digenapi. Barulah beberapa ribu tahun kemudian hal itu digenapi. Itu sebabnya Abraham disebut bapa orang beriman.
~
NN
Quote
 
 
# Isha Merdeka 2012-01-25 12:05
*
To: Staff IDI,
Ya, Abraham memang dibenarkan karena iman, yaitu keimanan pada Tuhan yang benar, Tuhan yang tidak pernah disalibkan. Tuhan yang mewajibkan Abraham beserta keturunannya maupun pengikutnya agar mematuhi hukum-hukum Tuhan, termasuk khatan yang sangat penting agar Tuhan yang disembah Abraham menerima keimanan kita (Kejadian 17:7). Oleh sebab itu, Abraham juga dibenarkan karena perbuatan.

Jadi tidak ada dikotomi antara keimanan yang merupakan rahmat karunia dari Tuhan dengan pentingnya amal perbuatan yang diperintahkan oleh Tuhan. Dan keimanan yang terpenting adalah hanya menyembah Tuhan yang disembah oleh Abraham, yang juga disembah oleh Musa, Yesus dan Muhammad.
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2012-01-27 13:07
~
Saudara Isha,
Setiap manusia pernah berbuat aib yang telah menajiskan dirinya dihadapan Allah, termasuk para nabi.

Seandainya saudara hendak menghidangkan segelas air kepada tamu dan tidak disengaja ada sepotong kecil kotoran cicak masuk kedalam gelas tersebut, maka tentulah saudara segera mengantikannya dengan air dan gelas yang baru.

Demikian juga dihadapan Allah. Sekalipun saudara banyak amal, jika ada sedikit saja dosa, itu telah menajiskan dan saudara tidak layak dihadapan Allah sebab Allah maha suci. Manusia saja tahu memberikan yang bersih dan layak kepada tamunya apa lagi Allah, Dia tentu tidak terima dosa sekecil apapun dihadapan-Nya.

Jadi, adakah manusia yang tidak najis sedikitpun sehingga layak dibenarkan Allah karena perbuatan-Nya? Maka karena itulah Allah memberikan jalan yang tidak mungkin bagi manusia menjadi mungkin bagi Allah yaitu menyucikan manusia melalui pengorbanan-Nya sehingga manusia dibenarkan dan beroleh kehormatan.
~
NN
Quote
 
 
# Adi 2012-01-25 18:31
*
Saudaraku Isha Merdeka yang terkasih,

Abraham memang belum/tidak pernah menyembah Tuhan yang disalib. Marilah belajar sejarah, Abraham ada jauh sebelum Yesus dilahirkan di dunia. Abraham/Ibrahim menurunkan Ishak dan Ismail, dimana keduanya adalah cikal bakal bagi agama Yahudi, Kristen dan Islam. Jadi disebutlah Abraham sebagai Bapa orang beriman, karena keturunan-ketur unan-Nya menjadi orang-orang beriman.

Agama harus diimani, tapi iman jika tanpa perbuatan tentunya tidak akan ada hasilnya.

Pertanyaannya adalah:
1. Kepada siapa kita beriman?
2. Kepada siapa kita melakukan praktek keimanan kita?
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2012-02-08 10:05
~
Orang-orang yang hidup dalam perjanjian lama beriman kepada Allah. Mereka percaya bahwa Allah suatu hari kelak akan membereskan masalah dosa mereka melalui kematian Isa Al-Masih di kayu salib.

Sedangkan orang yang hidup pada jaman sekarang, agar diselamatkan mereka harus memandang ke belakang, percaya bahwa Isa Al-Masih sudah membereskan dosa kita di Kalvari (Injil, Surat Ibrani 9:28).

Jadi baik orang pada jaman dahulu maupun sekarang, keselamatan mereka didasarkan pada kematian Isal Al-Masih. Iman mereka adalah persyaratan untuk keselamatan, dan obyek dari imannya adalah Allah.
~
SL
Quote
 
 
# Adi 2012-01-25 18:38
*
To: Saudaraku Isha Merdeka,

Perbedaaannya jelas sekali,
Isa Al-Masih mengatakan bahwa sesamamu adalah semua orang, tak perduli siapakah orang itu, darimana, beragama apa dan lain-lain.

Muhammad: sesamamu adalah para Mukmin, sesamamu adalah orang yang sudah Islam.

Kita pasti percaya bahwa Allah adalah Maha pemurah, Maha penyayang dan yang pasti Allah adalah pencipta dan penguasa alam semesta. Dengan begitu kita semua setuju dan yakin bahwa matahari dan bulan pasti ciptaan Allah.

Dengan keyakinan tersebut adakah yang membedakan matahari bagi kaum Nasrani maupun kaum Mukmin? Apakah selama ini ada banyak matahari atau banyak bulan?
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2012-02-08 10:09
~
Kitab suci mengatakan bahwa Allah itu mengasihi semua orang. Allah mengasihi orang Kristen maupun orang bukan Kristen. Allah mengasihi semua orang secara setara dalam pengertian Dia bermurah hati kepada semua orang.

Namun Allah mengasihi orang Kristen dengan cara yang berbeda dari orang bukan Kristen. Allah mengasihi orang Kristen dalam pengertian bahwa mereka mendapatkan anugrah keselamatan kekal di sorga. Hal ini terjadi, karena orang Kristen percaya dan menerima Isa Al-Masih sebagai Juruselamat.

“Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:12).
~
SL
Quote
 
 
# Isha Merdeka 2012-01-26 00:41
*
To: Saudara Adi,

Bisa saja inilah jawabannya:

Yesus:
Lukas 19:27, "Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku."

Matius 15:26, "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."

Muhammad:
"Janganlah kalian berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan." (Qs. 28:77).

"Mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah yang paling baik akhlaknya”. (HR Abu Daud 3682; Tirmidzi 1162).
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2012-02-08 10:13
~
Perumpamaan dalam Lukas 19:11-27 ini adalah perumpamaan tentang talenta. Dari perumpamaaan ini diperoleh pengertian bahwa hamba yang setia dan rajin akan menerima pahala sedangkan yang malas akan menerima hukuman.

Ayat 27 haruslah dibaca sebagai perkataan raja dari perumpamaan itu, kemungkinan yang dimaksud adalah raja Arkhelaus. Karena ia telah memulai pemerintahannya dengan menyuruh membunuh 3000 orang bangsa Yahudi yang menentangnya.

Injil Rasul Besar Matius 15:24-26, Seringkali diklaim umat Muslim sebagai suatu pernyataan Isa Al-Masih yang rasialis. Padahal justru sebaliknya ada pengajaran yang sangat berharga bisa dipetik dari kisah itu. Masyarakat pada saat itu memiliki pola pikir bahwa orang Yahudi adalah umat pilihan Allah, sedangkan bangsa lain tidak berhak menerima berkat Allah. Bangsa lain dianggap lebih rendah dari bangsa Yahudi.
~
SL
Quote
 
 
# david 2012-01-26 07:50
*
Inilah pendapat saya: Tidak ada orang waras yang mau mengikuti ajaran Muhammad.

Sebagai contoh: daripada berzinah, maka suami diijinkan poligami. Agama manapun mengajarkan untuk bisa menahan hawa nafsu, baik laki-laki maupun wanita.

Tidak ada agama yang menyediakan cara yang legal untuk menyalurkan hawa nafsu selain agama Islam. Dari sini saja sudah kelihatan manipulasinya.
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2012-02-08 10:16
~
Isa Al-Masih tidak hanya melarang orang Kristen berzinah, bahkan Dia mengatakan setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya , berarti mereka sudah berzinah dengan dia dalam hatinya (Injil, Rasul Besar Matius 5:28).

Yang disalahkan oleh Isa Al-Masih tidak hanya perbuatan zinah, melainkan “akar” dari perzinahan itu. Yaitu munculnya pikiran atau keinginan yang tidak senonoh yang ada pada diri seseorang. Suatu keinginan amoral yang akan dilaksanakan jika ada kesempatan.

Keinginan dalam hati akan hubungan seksual yang haram pada seseorang, bila muncul secara mendadak kemudian direnungkan tetapi tidak dilawan adalah dosa.
~
SL
Quote
 
 
# Claudia 2012-02-07 10:36
*
Perbedaan yang signifikan juga: ajaran Islam memusuhi, menjauhi, bahkan berbuat keras terhadap orang-orang kafir dan tersesat.

Sedangkan Isa Al-Masih datang ke dunia bukan hanya untuk yang sehat, melainkan justru datang untuk yang sakit (tersesat dari jalan Allah).

Kasih-Nya sungguh besar dan sempurna. Kita bisa saja saling lempar Firman Allah, tapi ada baiknya kita renungkan dulu yang kita bahas hingga benar-benar dimengerti dengan segala kerendahan hati dan pikiran yang jernih.
Quote
 
 
# Staff Isa dan Islam 2012-02-09 16:36
~
Terimakasih saudara Claudia untuk komentar saudara.

Kami setuju dengan pendapat saudara, bahwa Isa Al-Masih datang ke dunia untuk mencari orang-orang yang sesat, yaitu orang-orang yang belum menemukan keselamatan pribadi. Supaya dalam Isa Al-Masih mereka dapat dibenarkan.

“Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:31-32).

Demikianlah, bagi setiap orang yang membutuhkan kebenaran, mereka bisa mendapatkannya melalui Isa Al-Masih.
~
SO
Quote
 
 
# satyaa pemalas 2012-02-21 21:20
*
Kontras, kita tidak menemukan catatan Isa Al-Masih pernah menikah (saya kutip di atas).

Saya tahu betul, Yesus adalah mempelai laki-laki dan umatnya adalah mempelai perempuan, dan pesta pernikahan akan diadakan pada akhir zaman nanti.

Bagaimana anda menjelaskan ini?
Quote
 
 
# Guest 2012-02-23 09:44
*
Staff Isa dan Islam, saya sangat diberkati melalui eBook Jesus and Muhammad karangan Mark A. Gabriel, Ph.D. yang saya download dari website ini.

Buku tersebut mengandung banyak sekali informasi penting dan menarik untuk disimak oleh siapapun, khususnya umat Islam dan Nasrani. Jika para pembaca ingin menambah wawasan mengenai idola yang dipuja selama ini, sebaiknya segera membaca buku ini.

Tuhan memberkati Staff Isa dan Islam dan kiranya website ini terus menjadi saluran informasi akan kebenaran yang sejati dalam Kristus Yesus.
Quote
 

Add comment

Tolong memberi komentar yang tidak melanggar norma-norma. Kami berhak menghapus komentar yang kasar, mengejek, bersifat menyerang, dan tidak berhubungan dengan artikel di atas. Oleh sebab itu, kiranya dapat menggunakan bahasa yang jelas!

Pedoman wajib untuk memasukkan komentar:
1. Tidak boleh memakai lebih dari satu kolom komentar.
2. Pertanyaan/masukan harus berhubungan dengan uraian diatas.
3. Sebaiknya satu atau dua pertanyaan dalam satu kolom komentar.
4. Hanya menggunakan bahasa Indonesia yang umum dan dimengerti semua orang.
5. Tidak memakai singkatan-singkatan, misalnya yg, dlm, sdh, tdk, dlsbgnya.
6. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
7. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.

Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: masukan@idionline.info.
Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam


Security code
Refresh

Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Twitter Ikuti Isa dan Islam di RSS Feed
Mutiara Tersembunyi tentang Isa Al-Masih di Alkitab dan Al-Quran

Tweet Terbaru

isadanislam
isadanislam: Dialog Agama - Isa dan Al-Fatihah - Senangkah Allah Dengan Pujian Paksaan? http://t.co/Wmy8BK0V

Kamis, 23 Februari 2012

isadanislam: Bagaimana Menghindari Disebut "Fasik"? http://t.co/kzLghsKY

Rabu, 22 Februari 2012


 
Joomla Templates and Joomla Extensions by ZooTemplate.Com
Hak Cipta © 2012 Dialog Agama - Isa dan Islam. Dilindungi oleh Undang-undang
Joomla! adalah Perangkat Lunak Bebas yang diterbitkan di bawah Lisensi GNU/GPL