Sungguhkah Al-Quran Mengajarkan Allah Adalah ar-Rahmani r-Rahim?

“Sungguhkah Al-Quran mengajarkan Allah adalah ar-Rahmani r-Rahim?” Bila pertanyaan ini disampaikan kepada orang Islam, tentu mereka menjawab “Betul, Al-Quran mengajarkan Allah bersifat ar-Rahmani r-Rahim.”
Al-Quran memang mengajarkan Allah adalah ar-Rahmani r-Rahim, Maha Pemurah dan Penyayang. Terbukti Rahman dan Rahim adalah nama kedua dan ketiga bagi Allah dalam Asma’ul Husna. Juga disebut dua kali dalam Al-Fatihah, pada ayat pertama dan ketiga. Bila seorang Mukmin mengucapkan Al-Fatihah tujuh belas kali sehari, maka dia telah mengucapkan kata “ar-Rahmani r-Rahim” sebanyak 34 kali.
Namun ada baiknya kita mempelajari dengan teliti, apakah Al-Quran sungguh menggambarkan Allah sebagai oknum yang “ar-Rahmani r-Rahim”.
Sebutan Untuk Non-Muslim di Al-Quran
Al-Quran menggambarkan non-Muslim sebagai: “makhluk yang paling buruk” (Qs 98:6) dan “Binatang yang paling buruk” (Qs 8:55). Ada beberapa ayat lainnya dalam Al-Quran yang menggambarkan non-Muslim sama seperti binatang. Diantaranya Qs 2:65 dan Qs Qs 5:60.
Pada hadits Bukhari 54:524 dan Sahih Muslim 7135, 7136, nabi umat Muslim mengatakan orang Yahudi dikutuk dan diubah menjadi sesuatu menyerupai tikus. Sementara Ayatollah Khomeini – yang mempelajari agama Islam seumur hidupnya – mengatakan kedudukan non-Islam adalah: diantara tahi dan keringat seekor unta yang memakan sesuatu yang tidak sehat.
Tentu setiap manusia adalah ciptaan Allah. Mungkinkah Allah yang r-Rahmani dan r-Rahim akan memberikan sebutan sedemikian jeleknya bagi ciptaan-Nya? Sungguhkah ucapan seperti ini menggambarkan Allah sebagai oknum Pemurah dan Penyayang?
Al-Quran: Allah Tidak Menyukai Orang Kafir
“Dendam” adalah salah satu sifat buruk manusia. Sayangnya, Al-Quran sepertinya menggambarkan Allah juga sebagai “pendendam”. “....Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang ingkar” (Qs 30:45). Hal serupa juga terdapat dalam Qs 2:98 dan Qs 22:38.
Lebih lanjut Al-Quran berkata, Allah menghalangi orang-orang kafir untuk bertobat “Kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk (bagi)-nya.” (Qs 32:13). Bahkan Allah sengaja meletakkan tutupan di atas hati, sumbatan di telinga, dan belenggu di leher agar mereka terhindar dari pertobatan (Lihatlah Qs. 17:46; Qs 18:57; Qs 36:7-10; Qs 45:23).
Mungkinkah Allah yang r-Rahman r-Rahim akan menutup hati ciptaan-Nya dari bertobat?
Al-Quran: Allah Penyebab Orang Kafir Berdosa
Gambaran lain yang terdapat dalam Al-Quran tentang Allah adalah, kebencian-Nya terhadap orang kafir. Dialah menyebabkan mereka berdosa dan menghukumnya. Hal ini dilakukan Allah dengan cara “mengirim syaitan-syaitan kepada orang-orang kafir untuk menghasut mereka berbuat ma’siat” (Qs 19:83). Allah juga “Melakukan tipu-daya pada orang kafir” (Qs 3:45). Alasan Allah melakukan ini adalah untuk, “... menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya...” (Qs 16:93).
Mungkinkah Allah yang ar-Rahman r-Rahim penyebab manusia berdosa dan menghukum mereka?
Al-Quran: Allah Mendorong Pengikut-Nya Memerangi Orang Kafir
Hampir 19% ayat Al-Quran bicara bagaimana menguasai orang lain. Ada 109 ayat yang memerintahkan umat Muslim berperang melawan kafir. Diantaranya, Qs 9:5, 29 “Allah memerintahkan untuk memerangi orang musyrikin di mana saja mereka dijumpai”.
Selain itu, terdapat juga ayat yang memerintahkan umat Muslim untuk menggetarkan hati musuh (Qs 8:60); menangkap dan membunuh musuh-musuh tertentu (Qs 33:60-62); memenggal leher musuh-musuh yang tidak mau tunduk, dan memancung tiap-tiap ujung jari mereka (Qs 8:12-13).
Bahkan orang Islam yang tidak ikut berperang melawan orang kafir tidak akan dihargai Allah, sebagaimana mereka yang berjihad (Qs. 4:95).
Mungkinkah Allah yang ar-Rahman r-Rahim akan memerintahkan umat-Nya berperang dan membunuh orang lain?
Isa Al-Masih Menggambarkan Allah ar-Rahman r-Rahim
Dalam Injil Lukas 15, Isa Al-Masih menyebut orang yang tidak mengikuti petunjuk Allah sebagai “domba yang hilang”, “dirham yang hilang”, dan “anak yang hilang”.
Jelas sebutan-sebutan tersebut jauh lebih menghargai dan mencintai orang berdosa, dibanding sebutan yang diberikan Allah dalam Al-Quran. Hal ini membuktikan bahwa Isa Al-Masih bersifat ar-Rahmani r-Rahim.
Isa Al-Masih menekankan bahwa Allah sangat mengasihi manusia, baik yang beriman maupun tidak. Untuk itulah Dia datang ke dunia. Menyelamat manusia dari dosa. Karena Allah mengasihi manusia. “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus [Isa Al-Masih] telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” (Injil, Surat Roma 5:8).
Lebih lanjut Isa Al-Masih mengajarkan, “Jangan kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu . . . Kasihlah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. . . .dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga. . . .” (Injil, Rasul Besar Matius 5:38-48).
[Staff Isa dan Islam – Isa Al-Masih sungguh menggambarkan Allah yang ar-Rahman r-Rahim. Bahkan sifat ar-Rahman r-Rahim terlihat jelas dalam diri Isa Al-Masih. Kita perlu menerima Dia sebagai Juruselamat pribadi, agar kita dapat menikmati hubungan pribadi dengan Allah yang ar-Rahman r-Rahim]
Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.
Add comment
Pedoman wajib untuk memasukkan komentar:
1. Tidak boleh memakai lebih dari satu kolom komentar.
2. Pertanyaan/masukan harus berhubungan dengan uraian diatas.
3. Sebaiknya satu atau dua pertanyaan dalam satu kolom komentar.
4. Hanya menggunakan bahasa Indonesia yang umum dan dimengerti semua orang.
5. Tidak memakai singkatan-singkatan, misalnya yg, dlm, sdh, tdk, dlsbgnya.
6. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
7. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: masukan@idionline.info.
Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.
Wassalam,
Staf, Isa dan Islam
Tweet Terbaru



Dialog Agama - Isa dan Islam
Comments
Apakah sebenarnya maksud situs ini? Membaca tulisan ini saya jadi ingat ada kutipan dari seorang pendeta besar di barat sana yang mengatakan "Saya tidak mungkin menjadi penghuni gereja sekaligus menjadi orang yang pintar". Saya rasa artikel ini menguatkan pendapat dari pendeta tersebut!!
Sekalipun saya awam dalam agama, tapi jika melihat kutipan yang dipakai disini jelas hanya untuk pembenaran! Sebutan untuk orang non-muslim dengan binatang atau nama buruk lainnya yang di tulis disini hanya sepenggal (harusnya seluruh ayat dikutip) karena Islam sangat menghormati non-muslim.
Tanpa saya baca pun saya yakin, isi ayat yang dikutip tersebut secara kesuluruhan yang dimaksud adalah kaum kafirin yang memerangi Islam dan memang harus diperangi.
Seperti yang telah kami jelaskan di halaman awal, tujuan situs ini adalah membantu umat beragama untuk memahami dengan benar Pribadi Isa Al-Masih, sesuai dengan yang tertulis dalam Al-Quran dan Alkitab.
Benarkah ayat yang kami kutip hanya sebagai pembenaran? Mari kita bandingkan:
Tulisan kami: binatan g yang paling buruk (Qs.8:55) menunjuk kepada orang-orang non-muslim. Ayat lengkapnya: "Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir, karena mereka itu tidak beriman" g> (QS. 8:55). Kata binatang pada ayat ini menunjuk kepada orang-orang kafir. Siapakah orang-orang kafir itu? Al-Quran dan juga umat Muslim memberikan kata “kafir” kepada orang-orang non-muslim.
Bukankah kedua tulisan tersebut menunjukkan arti yang sama?
Siapapun saja berperang akibat agamanya salah besar. Isa Al-Masih tidak pernah memerangi orang lain dan Ia perlu menjadi teladan baik untuk orang Islam maupun untuk orang Kristen!
~
SO/CA
Jika anda keberatan disebut makhluk paling jelek, masuk saja Islam.
Allah itu Rohman Rohim, contohnya kamu sekarang masih enak-enak menikmati kekayaan-Nya. Allah berfirman dalam hadis qudsi "Seandainya dunia ini ada harganya seberat sayap semut kecil niscaya orang-orang kafir tidak akan diberi nikmat oleh Allah". Jelas Allah tidak menyukai orang-orang musyrik kecuali dia bertobat kepada Allah."
Islam cinta damai. Coba lihat orang kafir yang hidup di negeri Muslim pasti mereka baik-baik saja. Tapi lihat orang Islam yang hidup di negeri (mayoritas) kafir pasti terbelenggu dan dibantai habis-habisan.
Bukan Allah penyebab dosa orang-orang kafir, tapi orang kafir itu sendiri. Sudah jelas Allah memberikan dua jalan kepada setiap makhlukNya, yaitu surga atau neraka. Kita tinggal memilih.
Saudara, dalam artikel disebutkan bahwa Allah dengan sengaja menyesatkan siapa saja yang dikehendaki-Nya (Qs. 16:93, 4:88, 143), Allah mengirim syaitan-syaitan untuk menghasut orang kafir (Qs. 19:83), dan Allah juga memakai tipu-daya pada orang kafir (Qs. 3:54). Argumentasi ialah masak Allah yang disebut ar-Rahmani r-Rahim akan bertindak demikian.
Kami harap orang Islam mencintai damai. Namun harus ditanya mengapa gereja-gereja di Indonesia dibakar? Mengapa ada pengeboman dimana-mana? Mengapa orang Ahmadiyah dihasut? Memang kami yakin kebanyakan orang Islam suka damai. Pertanyaan ialah masak Allah yang ar-Rahmani r-Rahim mendorong kita untuk berperang.
Mesjid megah diperbolehkan untuk berdiri di dekat WTC yang menjadi korban teror mereka yang mengaku Islam, namun kita mendengar bahwa banyak tempat ibadah agama lain dibongkar, dibakar, dan para penganutnya tidak diperbolehkan untuk beribadah.
Kami merasa Saudara mencintai damai namun kita perlu bertanya mengapa ada begitu banyak kekerasaan dalam nama agama. Jelas Isa Al-Masih menentang semua kekerasan seperti kita saksikan dalam dunia kita.
CA
To Abd Razak: Saya hidup di Indonesia. Jika anda bicara sebaiknya sertakan bukti akurat.
Jika manusia berbuat jahat dia melakukannya berdasarkan keinginannya sendiri atau karena perintah kitab-Nya??
Saya sering melihat berita. Demo disertai pengrusakan, kekerasan dan teroris yang dilakukan mayoritas Muslim dengan menyerukan Allah hu akbar dalam pelaksanaannya.
TKW-TKW yang diperkosa / dianiaya di Arab dan Malaysia.
Jika di Amerika kehidupan moral bobrok, itu bukan ajaran Injil.
Saudara Nana, hal-hal tersebut dilakukan oleh oknum-oknum yang menebeng agama sebagai tunggangan.
Saya percaya jikalau Saudara Abd.Razak mengaku sebagai Muslim yang cinta damai,
niscaya dia juga akan mengutuki mereka yang melakukan kekerasan dengan memakai nama Islam.
Para pengikut Isa Al-Masih yang sejati mengamalkan perdamaian (Injil, Surah Matius 5:9).
Para pengikut Isa Al-Masih dituntut untuk mengasihi sesama dan bahkan kepada musuh sekalipun (Injil, Surah Matius 5:44).
Para pengikut Isa Al-Masih dituntut untuk berdoa bagi orang-orang yang bahkan menganiaya mereka (Injil, Surah Matius 5:44).
~
CA
Yang membedakan manusia dengan binatang adalah karena manusia berakal dan binatang tidak. Manusia mempunyai budipekerti, binatang tidak.
Untuk apa Tuhan menguji hamba-Nya dengan petunjuk jika manusia tidak berakal dan punya iman, langsung saja semua masuk surga atau neraka.
Gambaran binatang karena kelakuan kaum kafir tidak manusiawi. Islam adalah revolusi peradaban manusia. Lebih baik mengamputasi penyakit berbahaya daripada membiarkan menyebar.
Yang membedakan manusia dengan binatang adalah bahwa manusia 'sanggup' meresponi, mengenal dan beriman kepada Allah Sang Pencipta, sementara binatang tidak.
Adalah benar bahwa manusia berakal, namun manusia bisa memiliki iman bukan karena ia berakal. Manusia bisa percaya kepada Allah, semata adalah karena anugerah Allah kepada-Nya.
Saudara mengatakan bahwa kelakuan kaum kafir tidak manusiawi, oleh sebab itu mereka disamakan dengan binatang. Apakah itu salah satu sifat Allah yang Maha Pengasih, yakni untuk mencela manusia?
Islamkah "Revolusi Peradaban Manusia"? Kami mengundang Saudara membaca karangan pada situs www.isadanislam.com yang berjudul, "Benark ah Al-Quaran Sebagai Kitab Penyempurna?"
Lagi kalau sungguh ingin belajar tentang "Revolusi Peradaban Manusia" sebaiknya Saudar membaca "Khotbah di Bukit" oleh Isa Al-Masih (Injil, Rasul Besar Matius fasal 5-7.
CA
Islam dengan Al Qur'an mengajarakan: "Perangilah orang orang yang memerangi mu, dan janganlah kamu melampaui batas, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang orang yang melampau batas" QS Albaqarah 190
Kristen dengan Alkitabnya mengajarkan: "Beginilah, firman Tuhan semesta alam, Aku akan membalas apa yang dilakukan orang Amalek kpd orang Israel karena orang Amalek menghalang halangi mereka ketika orang Israel pergi dari Mesir. Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya dan janganlah ada belas kasihan kepadanya, Bunuhlah semuanya, laki laki maupun perempuan, kanak kanak, maupun anak anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai" 1 Sam 15:2 dan 3
Dengan demikian jelaslah bahwa Islam dan Kristen sama-sama mengajarkan teroris dan kekerasan.
Nama situs ini ialah "Isa dan Islam." Memang dalam Perjanjian Lama (Taurat, Zabur dan Kitab Nabi-nabi) ada kejadian dimana negara berperang lawan negara. Situs ini berfokus pada ajaran Isa Al-Masih. Isa Al-Masih menekankan dengan keras bahwa umatnya tidak boleh dan malahan salah kalau memakai kekerasan dalam agama.
Para pengikut Isa Al-Masih diajarkan untuk memiliki kasih kepada semua orang, termasuk kepada musuh.
"Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu." (Injil, Rasul Besar Matius 5:44).
"Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka..." (Injil, Lukas 6:35).
Kalimat yang Saudara kutip bukanlah instruksi untuk para pengikut Isa Al-Masih. Itu adalah kutipan zaman ketika umat Israel berjalan keluar dari tanah Mesir untuk kembali ke tanah air mereka. Orang Amalek bukannya menolong, melainkan terus menghalangi perjalanan bangsa Israel dan menyerang mereka.
~
CA
Jika Allah membenci orang-orang kafir itu wajar, karena mereka selalu menentang, menolak kebenaran, selalu memusuhi dan memerangi Islam serta sering melampaui batas.
Yesus juga menyebut orang-orang yang menentang Roh Kudus dengan sebutan "ular beludak" (Injil Matius 12:34).
Ayat Al-Quran tentang membunuh orang-orang kafir. Itu semua ada sebabnya, yaitu karena kaum Muslimin telah diperangi.
Peperangan dalam Islam ada aturannya, yaitu dilarang membunuh wanita, anak, orangtua dan hewan.
Sdr. Fidyan mengatakan pantas kalau Allah membenci orang-orang kafir. Tetapi Isa Al-Masih, Kalimat Allah, tidak membenci orang kafir. Ia mengasihi mereka. Apakah Isa Al-Masih salah menurut hemat Saudara.
Isa Al-Masih mengatakan satu orang "ular beludak" karena sifatnya. Ia tidak menamakan semua orang kafir binatang karena mereka tidak percaya.
Semua perang, atas nama agama, salah. Nama agama dijelekkan di dunia karena orang agama membela kekerasan dalam agama. Sayang!
~
CA
Jika Isa-Almasih di tengah-tengah kita, maka saya akan bertanya padanya: Akankah diri-Mu menunjukan jalan yang lurus? Padahal kita sedang dalam perpecahan.
Saudara, Isa Al-Masih sudah menunjukkan jalan yang lurus. Pertama Ia memperkenalkan diri-Nya sebagai "Jalan" (Lihatlah Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).
Kedua, cara hidup yang revolusi terdapat dalam Injil, Rasul Besar Matius pasal 5-7. Disini Saudara akan melihat bagaimana hamba Allah perlu hidup dalam dunia rusak ini.
~
JG
Lihatlah: Orang kafir yang sudah masuk Islam. Carilah mereka. Seperti apa mereka sebelum dan sesudah: Umar bin Khatab, hindun, umayah dan jaman sekarang (modern)baik di indonesia maupun di luar.
Kenapa setelah masuk Islam mereka menjadi lebih baik(keluar dari kegelapan)? Tanyakan saja kepada mereka tentang kebenaran yang hakiki.
Karena mereka menemukan kebenaran dan nur illahi. Dan cari mereka yang murtad (keluar)Islam. Kenapa dan bagaimana sebelum dan sesudah?
Orang agama sering pindah agama, seiring untuk alasan-alasan yang berbeda-beda. Buat kami, soal pindah agama tidak penting. Yang penting apakah seorang diselamatkan dari dosa? Apakah ia bertemu dengan Sang Juruselamat? Inilah hal terpenting.
Kalau Saudara ingin tahu cara hidup orang-orang yang meninggalkan Islam kiranya Saudara membaca bagian "Kesaksian" pada website ini. Disana Saudara akan melihat kesaksian orang-orang yang merasa sangat diberkati karena mereka berkenalan dengan Isa Al-Masih, Juruselamat dunia.
~
JG
Ayat-ayat kekerasan dalam Alkitab:
"Hai pedang, bangkitlah terhadap gembala-Ku, terhadap orang yang paling karib kepada-Ku!" demikianlah firman TUHAN semesta alam. "Bunuhlah gembala, sehingga domba-domba tercerai-berai! Aku akan mengenakan tangan-Ku terhadap yang lemah." (Zakaria 13:7).
Tetapi bunuhlah dia. Pertama-tama tanganmu sendirilah yang bergerak untuk membunuh dia, kemudian seluruh rakyat. (Ulangan 13:9).
Tuhan telah membuka tempat perlengkapan-Ny a dan mengeluarkan senjata-senjata geram-Nya. (Yeremia 50:25).
Marilah mendatanginya dari segala jurusan, bukalah lumbung-lumbung nya, onggokkanlah isinya bertimbun-timbu n dan tumpaslah itu, janganlah ada tinggalkan sisanya. (Yeremia 50:26).
Bunuhlah segala lembunya, biarlah rebah semuanya untuk dibantai! Celakalah mereka, sebab waktunya sudah tiba, saat penghukuman atas mereka! (Yeremia 50:27).
Saudara Cahaya, situs ini ialah "Isa dan Islam." Kita dapat membahas Perjanjian Lama (Taurat, Zabur dan Kitab Nabi-nabi). Fokus situs ini ialah pada ajaran Isa Al-Masih dibandingkan dengan ajaran Islam. Isa Al-Masih tidak mendukung perang dan kekerasan! Kelihatan perang dan kekerasan didukung Al-Quran.
Sudahkah Saudara memiliki kepastian akan keselamatan? Inilah pertanyaan terpenting bagi Saudara.
Kami mengundang Saudara untuk merenungkan artikel kami, mengenai Isa Al-Masih sebagai satu-satunya jalan keselamatan menuju sorga, di: isadanislam.com /jalan-keselama tan .
~
CA
Matius 10:34, Yesus pernah berkata kepada orang-orang: "Jangan kamu sangka Aku datang untuk membawa damai di atas bumi. Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang."
Matius 18:6, "Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut."
Lukas 12:52-53, Untuk dari sekarang akan ada lima dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga.
Rasul Besar Matius pasal 18 menuliskan bahwa jikalau ada orang yang menyesatkan anak-anak kecil, adalah lebih baik baginya kalau ia mati. Apakah ada yang salah dalam kalimat perumpamaan ini?
Lagi-lagi, ini bukan seruan untuk membunuh seseorang. Melainkan ini adalah berupa seruan agar kita jangan menyesatkan anak-anak, melainkan mengajar mereka dengan baik.
Kemudian, ayat-ayat berikutnya yang Saudara kutip sebagaimana tertera dalam Matius 10:34 dan Lukas 12:51-52 adalah merupakan ramalan, bahwa apabila kita memutuskan untuk menjadi pengikut Isa Al-Masih, maka akan banyak orang yang akan menjadi musuh kita, bahkan anggota keluarga kita yang terdekat sekalipun, akan bisa melakukan kekerasan terhadap kita.
Jika hari ini Saudara setelah mengerti akan kebenaran, dan kemudian memutuskan untuk menjadi pengikut Isa Al-Masih, maka sesungguhnya ramalan ayat-ayat ini akan menjadi nyata bagi Saudara. Saudara kemungkinan besar akan dihina, dilecehkan, diusir, dan bahkan memperoleh penganiayaan di dalam keluarga dan masyarakat.
Tetapi justru hal-hal yang sama, yang sudah dialami banyak orang, tidak melemahkan iman mereka. Tetapi penganiayaan itu justru meng-amin-kan bahwa perkataan-perka taan ayat-ayat suci yang Saudara sertakan ini adalah nyata.
~
CA
Matius 10:35, "Sebab Aku datang untuk menetapkan seorang laki-laki yang bertentangan dari ayahnya, dan anak perempuan melawan ibunya, dan menantu perempuan melawan ibunya dihukum."
Lukas 14:26, "Jika ada orang yang datang kepada-Ku, dan kebencian tidak ayahnya, dan ibunya, dan istri, dan anak-anak, dan saudara-saudara , dan sister, ya, dan kehidupan sendiri juga, ia tidak dapat menjadi murid Saya."
Lukas 12:49-51, "Aku datang untuk mengirim api di bumi, dan apakah jadinya saya, jika itu sudah menyala? Tapi Aku punya baptisan yang harus dibaptis, dan bagaimana susahnya Aku sampai itu tercapai. Kamu menyangka bahwa Aku datang untuk membawa damai di bumi? Aku berkata kepadamu, tidak..."
Lukas 19:27, "Tetapi musuh-musuh-Ku itu, yang tidak akan bahwa Aku harus memerintah atas mereka, bawa kemari, dan bunuh mereka di depan-Ku."
Saudara Cahaya,
Ayat-ayat berikutnya yang Saudara kutip semuanya adalah merupakan ramalan, bahwa apabila kita memutuskan untuk menjadi pengikut Isa Al-Masih, maka akan banyak orang yang akan menjadi musuh kita, bahkan anggota keluarga kita yang terdekat sekalipun, akan bisa melakukan kekerasan terhadap kita.
Jika kita membaca beberapa ayat ke bawah, maka Saudara akan menjadi jelas akan artinya.
Tetapi justru hal-hal yang sama, yang sudah dialami banyak orang, tidak melemahkan iman mereka. Tetapi penganiayaan itu justru meng-amin-kan bahwa perkataan-perka taan ayat-ayat suci yang Saudara sertakan ini adalah nyata.
Kata 'benci' dalam Lukas 14:26, kata aslinya adalah 'miseo', yang artinya kurang mengasihi. Terjemahan dalam bahasa Indonesia sering diserang oleh orang-orang, padahal sungguh bukan begitu artinya.
Lukas sebagai murid Isa Al-Masih mencatat bahwa walaupun semuanya ini terjadi, kita tetap harus lebih mengasihi Allah, daripada seluruh isi keluarga kita.
Lukas 19 adalah berisi cerita perumpamaan tentang seorang raja. Lagi-lagi ini bukan himbauan, atau seruan untuk melakukan kekerasan, melainkan adalah cerita.
~
CA
Anda masih hidup itulah rahman Allah. Tetapi jangan harap selama anda masih kafir untuk dapat rahman-Nya. Karena sejak dahulu Allah selalu menghukum/azab orang-orang kafir.
Kalau tidak ada rahman Allah orang kafir pasti mendapat azab lagi. Setelah nabi Muhammad, Allah tidak akan meng-azab manusia karena Muhammad "kekasih" Allah
Saudara Parmin, rahman Allah dinyatakan pada penyaliban Isa Al-Masih. Setiap orang walaupun ia orang Islam atau kafir atau Kristen dapat menerima pengampunan dosa dan hidup yang kekal karena penyaliban Kalimat Allah. Perhatikanlah ayat indah ini:
Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesal ahan kita -- oleh kasih karunia kamu diselamatkan. (Injil, Surat Efesus 2:4-5).
Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah dan Juruselamat dunia. Apabila kita menerima Dia sebagai Juruselamat baru kita semua menikmati Allah yang ar-Rahmani r-Rahim.
~
JG
Lalu apa gunanya Allah menciptakan surga dan neraka jika semua orang, baik yang berdosa atau tidak semua di ampuni, apalagi jika kita mati oleh kesalahan/dosa yang kita lakukan.
Jika kita tidak sempat bertobat maka nerakalah tempat kita kembali.
Saudara Sholawat,
Neraka akan menjadi tidak ada artinya bila saudara mau menerima Keselamatan yang ditawarkan Isa Al-Masih.
Yang menjadi pertanyaanya adalah: Sudahkah saudara menerima Isa Al-Masih sebagai Juruselamat saudara? Sudahkan saudara sepenuhnya menyerahkan ke dalam tangan-Nya setiap dosa-dosa saudara untuk diampuni?
Bila saudara belum melakukannya, maka neraka akan menjadi berguna.
Bila saudara rindu untuk menerima keselamatan dari Isa Al-Masih, Penjelasan kami pada artikel ini dapat membimbing saudara: http://tinyurl.com/3cvhqy3.
Kiranya Allah memberikan hidayahnya bagi saudara.
~
SO
Kalau begitu kenapa Allah membuat neraka dan surga? Bukankah neraka adalah seburuk-buruk tempat kembali? Berarti ke-rahman dan ke-rahiman Yesus juga harusnya dipertanyakan.
Saudara Zulyantara,
Mengapa ada neraka? karena ada dosa. Allah tidak pernah membuat dosa. Dosa ada akibat ketidaktaatan manusia pada Allah. Karena itu konsekuensi dari dosa adalah neraka. Surga adalah tempat bagi orang yang telah dibersihkan dari dosanya.
Allah tidak ingin manusia mengalami siksa neraka. Bukti kasih Allah bagi manusia dibuktikan dengan kesediaan Allah menyelamatkan manusia dari siksa neraka melalui pengorbanan-Nya . Allah berkorban dengan jalan menjadi sama dengan manusia, bahkan menderita dan mati disalib hanya untuk membersihkan aib najis manusia.
Dengan jalan itu maka manusia beroleh kesempatan untuk menerima pengampunan dan beroleh keyakinan akan menerima kehormatan di sorga. Sedangkan manusia yang tidak mau menerima jalan ini, maka baginya adalah siksa neraka selamanya.
Dialah Isa Al-Masih yang memberikan jalan yang benar bagi manusia. Isa Al-Masih berkata:"Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Allah. (Injil, Raul Besar Yohanes 14:6).
~
NN
Keselamatan menurut Yesus adalah orang yang melakukan kehendak Allah. Apakah anda sudah mengikuti kehendak Allah atau kehendak Paulus?
Yesus hanyalah seorang utusan tidak lebih atau sama dengan Tuhan. Dimana pengakuan Yesus bahwa diri-Nya adalah Tuhan? Tidak ada satu ayat pun dalam Alkitab.
Sia-sia lah orang yang menyebut Yesus adalah Tuhan, sebab Yesus tidak pernah mengakui-Nya. Barang siapa yang mengatakan Yesus adalah Tuhan itu adalah suatu kejahatan yang besar terhadap Yesus.
Perhatikanlah ayat ini, “Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.” (Injil, Rasul Besar Yohanes 13:13).
Ayat di atas adalah ucapan Isa Al-Masih. Bila Dia bukan Tuhan, tentu Dia tidak akan mengatakan demikian.
Dan inilah pengakuan Kepala Pasukan yang pemimpin penyaliban Yesus setelah mereka selesai menyalibkan-Nya , “Kepala pasukan dan prajurit-prajur itnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: "Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah." (Injil, Rasul Besar Matius 27:54).
“Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah." Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!" (Injil, Rasul Besar Yohanes 20:27-28).
Bila saudara membaca Alkitab dengan baik dan seksama, maka saudara akan banyak menemukan ayat yang menjelaskan ke-Tuhan-an Yesus. Maka, pengakuan kami akan ke-Tuhan-an Yesus bukanlah suatu kejahatan besar dihadapan-Nya seperti yang saudara katakan.
~
SO
Anda tidak fair setiap saya memberi sanggahan selalu dihapus. Mengapa?
Saudara Mifrosh,
Setiap pembaca memang kami beri hak untuk memberi komentar pada setiap artikel yang dibaca. Namun, kami juga memberi beberapa aturan yang harus dipatuhi oleh setiap orang yang memberi komentar.
Bagi komentar yang tidak memenuhi aturan yang telah ditentukan, maka staf kami akan secara otomatis menghapusnya.
Maka, bila saudara ingin komentar saudara tidak kami hapus, silakan saudara memberi komentar yang sesuai dengan aturan yang telah kami tentukan.
~
SO
RSS feed for comments to this post