Benarkah Isa Al-Masih Adalah Tuhan?

SurgaPengunjung situs Isa dan Islam sering menanyakan, “Mengapa orang Kristen memanggil Isa Al-Masih, “Tuhan”?  Jawabannya: Orang percaya menyembah Isa Al-Masih sebagai Tuhan karena ini yang diajarkan dalam Taurat, Zabur, Kitab Nabi-Nabi dan Injil.

Kami melihat beberapa ayat di Al-Quran yang juga menunjukkan kepada keilahian Isa Al-Masih.

AL-QURAN DAN KETUHANAN ISA AL-MASIH

Jika orang Kristen membaca Al-Quran, mereka akan menemukan istilah-istilah yang menjelaskan bahwa Isa Al-Masih jauh lebih dari seorang nabi biasa. Diantaranya:

(1) Isa Al-Masih adalah “seorang anak laki-laki yang suci.” (Qs 19:19).  Pernyataan ini didukung dalam Injil (Kisah Para Rasul 4:30).  Jika kita menyelidiki Al-Quran maupun Alkitab, kita akan melihat bahwa semua nabi lain pernah berdosa. Isa Al-Masih adalah satu-satunya nabi yang tidak pernah berdosa.  Dan HANYA Allah yang tidak berdosa!!  Kesimpulannya: Isa Al-Masih adalah Tuhan karena Ia juga tidak pernah berdosa.

(2) Isa Al-Masih diberi gelar “Kalimat Allah.” (Qs 3:35, 39; Injil, Rasul Yohanes 1:1) Jelas “Kalimat Allah” tidak mempunyai permulaan.  Jika ada permulaan, maka ada masa dimana Allah tidak berkalimat. Itu mustahil!!  Karena Isa Al-Masih adalah “Kalimat Allah” maka Ia juga Allah.

(3) Isa Al-Masih adalah “terkemuka di dunia dan di akhirat.” (Qs 3:5; Injil, Surat Filipi 2:9-11).  Di sini kita melihat bahwa Ia lebih dari semua nabi yang pernah hidup.  Juga, Dia lebih dari semua malaikat.  Walaupun hal ini tidak membuktikan bahwa Isa Al-Masih adalah Tuhan, tapi jelas memberi Dia kedudukan di atas semua mahluk di dunia dan di sorga.

(4) Isa Al-Masih merupakan “Tiupan Roh dari Allah.” (Qs 4:171; Injil, Surat Filipi 1:19).  Kita tahu bahwa Roh Allah kekal adanya. Jika Isa Al-Masih adalah tiupan dari Roh Allah, Ia juga kekal adanya. Maka: Isa Al-Masih adalah juga Tuhan.

(5) Isa Al-Masih disebut “rahmat dari Kami [Allah].” (Qs 19:21; Injil, Lukas 2:34; Injil, Surat Ibrani 2:17; Injil, Surat Titus 3:5).  Jelas hanya Allah yang mempunyai rahmat. Jika Isa Al-Masih disebut ‘rahmat’ berarti Dia juga Tuhan.

PENGAKUAN ISA AL-MASIH TENTANG KEILAHIAN-NYA

(1) Akulah Akuadalah nama yang Allah berikan untuk diri-Nya di Taurat (Taurat Musa, Keluaran 3:14).  Isa Al-Masih juga memakai nama ini untuk diri-Nya sendiri, Aku telah Ada.” (Injil, Yohanes 8:58)

(2)Anak Manusia,” adalah sebutan untuk Tuhan yang disembah oleh segala bangsa. (Kitab Nabi, Daniel 7:13-14)  Isa Al-Masih membenarkan tuduhan Imam Besar bahwa Ia sendiri adalah Anak Manusia itu. (Injil, Matius. 26:62-65)  

(3) Mesias, Anak Allah yang hidup.” Saat Rasul Petrus mengakui-Nya sebagai Mesias, Anak Allah yang hidup, Isa Al-Masih memuji dia dengan mengatakan bahwa Allah sudah mengilhamkan pengertian itu kepadanya. (Injil, Matius 16:15-17)

(4) Ya Tuhanku, ya Allahku.” Saat Rasul Tomas memanggil Isa Al-Masih dengan dua sebutan ini, Isa Al-Masih mengiyakannya. (Injil, Rasul Yohanes 20:28)

PENJELASAN LAIN DALAM INJIL

(1) Firman (Kalam, Kalimat) adalah Allah.  Jelas dalam ayat ini bahwa “Kalimat Allah” tidak berbeda dari Allah. (Injil, Yohanes 1:1)

(2) Isa Al-Masih mengatakan bahwa ia adalah kebenaran, hidup, jalan.” Ia tidak mengatakan “mempunyai” kebenaran (walaupun itu betul).  Tapi, Dia “adalah” kebenaran.  Kebenaran jelas kekal adanya, tanpa permulaan. Kalau demikian Isa Al-Masih tidak mempunyai permulaan. (Injil, Yohanes 14:6)

(3) Ia dipanggil Tuhan berulang kali dalam Injil, seperti dalam Surat Filipi 1:2, Surat Kolose 1:15-19)

NUBUATAN KITAB NABI-NABI BAHWA ISA AL-MASIH ADALAH TUHAN

(1) Nabi Yesaya meramalkan bahwa seorang anak akan dilahirkan dan akan diberi nama: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang kekal, Raja Damai.  Nubuat ini terdapat dalam Kitab Nabi-Nabi, Yesaya 9:5-6

(2) Nabi Mikha meramalkan bahwa akan datang dari kota Betlehem seorang yang akan memerintah.  Permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.  Artinya Raja yang akan datang kekal adanya.  Nubuat ini mengenai kedatangan Isa Al-Masih dan memuat kenyataan bahwa Isa Al-Masih, seperti Allah, kekal adanya. (Kitab Nabi-nabi, Mikha 5:1)

KESIMPULAN

Cukup banyak ayat dalam Kitab Suci yang menyatakan Keilahian Isa Al-Masih. Orang Kristen menjunjung tinggi Kitab Suci, yaitu Taurat, Zabur, Nabi-nabi dan Injil. Dan percaya apa yang tertulis dalam kitab-kitab ini diilhamkan Allah. Kitab Suci berulang kali menekankan bahwa Isa Al-Masih, Kalimat Allah, adalah Tuhan.

Yang sangat indah, kasih Allah yang besar tercurah pada kita. Isa Al-Masih disalib untuk menyelamatkan kita dari hukuman dosa yang kekal.  Untuk menyelidiki keselamatan lebih mendalam bacalah seksi pada situs ini mengenai keselamatan.


Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Comments  

 
# Joannes Afif Idroes 2010-08-09 10:26
*
Ya, demikianlah ayat Kitab Suci Injil terbitan dan terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia, Jakarta. Dalam Bible Inggris, Isa / Yesus itu diberi gelar sebagai Lord. Lord dalam pengertian umum tidak sama dengan God dalam bahasa Inggris.

Dalam bahasa Melayu Lama disebut 'Tuan'. Mengapa jadi disebut 'Tuhan', yang dimengerti sebagai kata 'Tuhan' itu adalah Allah. Itulah yang saya mengerti. Terimakasih.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-08-10 09:34
~
Saudara memakai terjemahan Inggris. Mari kita lihat apakah benar yang Saudara kemukakan.

Kisah Para Rasul / Act 20:28, "Take heed therefore unto yourselves, and to all the flock, over the which the Holy Ghost hath made you overseers, to feed the church of God, which he hath purchased with his own blood."

Dikatakan di sini bahwa gereja Tuhan (God) dibeli-Nya dengan darah-Nya sendiri. Siapakah yang menebus jemaat dengan darah-Nya? Jawabannya adalah: God atau Tuhan dalam bahasa Indonesia, dan jelas bahwa Dia adalah Isa Al-Masih bukan? Ataukah Saudara punya jawaban lain atas ayat ini?

Injil, Rasul Besar Matius 3:3 adalah paralel dengan Kitab Nabi Besar Yesaya 40:3 “Persiapkan jalan untuk Tuhan.” Perhatikanlah bahwa dalam Kitab Nabi Besar Yesaya, kata 'Tuhan' ditulis sebagai YHWH. Ini berarti Allah itu sendiri.

Saat Rasul Thomas sadar tentang identitas Isa Al-Masih, ia memanggil Isa sebagai: “Ya Tuhanku dan Allahku.” (Injil, Rasul Besar Yohanes 24:28). Di sini Yesus dipanggil sebagai “Tuhan” dan “Allah” sekaligus.

Dalam Injil, Surat Yudas kita membaca, “. . . satu-satunya Penguasa dan Tuhan Kita, Yesus Kristus.” (Injil Surat Yudas, 1:4). Dalam bahasa Inggris, dipakai kata 'God'.
~
JG
 
 
# gadaffi 2010-08-12 02:12
*
Al-Quran telah menyatakan akan ke-Ilahian Isa Al-Masih. Tetapi Al-Quran juga menyatakan Aku (Isa Al-Masih) bukan untuk disembah. Sembahlah Allah yang agung.

Di sini kita akan mengerti bahwasanya Allah itu seperti raja dan Tuhan itu presiden.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-08-18 06:44
~
Yang kami maksudkan dengan ‘keilahian’ adalah, bahwa Isa Al-Masih adalah Tuhan. Dalam Al-Quran tidak secara jelas dikatakan Isa Al-Masih adalah Tuhan. Tetapi ada secara tersirat.

Namun Al-Quran memberi nama “Kalimat Allah” kepada Isa Al-Masih. Istilah “Kalimat Allah” jelas menekankan bahwa Isa Al-Masih kekal adanya. Karena Dia kekal, maka Dia adalah Allah. Allah adalah Esa, bukan dua atau tiga. Jelas hal itu mustahil. Oleh karena itu kita melihat bahwa Allah adalah “beroknum tiga” namun juga satu, atau “Esa.”

Tiga oknum ini semua sama dan memang Esa. Jelas hal ini sulit dimengerti, tapi satu hal yang harus kita mengerti, bahwa Allah adalah supra-rasional. Di atas akal manusia. Namun tidak bertentangan dengan akal atau irrasional.

Seperti murid kelas 1 SD yang tidak dapat mengerti ilmu matamatika SMA, demikian juga kita tidak dapat mengerti semua rahasia Allah yang MahaTinggi.
~
JG
 
 
# Abu Hafidz 2010-08-21 02:36
*
Situs anda tidak membantu ke arah pemahaman mengenai Tuhan Yang Esa, tetapi lebih menyesatkan ajaran Al-Quran dan amat mengelirukan pengikut-pengikut ajaran Islam.

Yang jelasnya, anda mau menarik dan mengajak pengikut Islam mengakui konsep 'Trinitas' yang telah diciptakan oleh Saul di Nicea semasa pemerintahan Maharaja Konstantin di sekitar 325A.D.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-08-22 06:18
~
Kami sedikit bingung dari mana Saudara Abu Hafidz mendapat ide bahwa konsep 'Trinitas' diciptakan di Nicea.

Menurut kami, janganlah kita sembarangan menuduh. Itu adalah dosa besar.

Persoalannya hanya satu saja – Apakah Isa Al-Masih adalah Tuhan atau bukan? Kalau bukan, maka 'Trinitas' tidak bisa didukung. Namun menurut Alkitab, jelas Isa Al-Masih adalah Tuhan.

Dalil utama untuk ke-Tuhanan Isa Al-Masih adalah nyata karena baik Al-Quran (Qs. 3:35, 39), maupun Alkitab (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1) memberi Isa Al-Masih nama “Kalimat Allah".

Jelas “Kalimat Allah” sama kekalnya dengan Allah, dan adalah satu dengan Allah. Oleh karena Isa Al-Masih adalah Tuhan, maka otomatis konsep Tri-tunggal perlu dibahas.

Kami ingin agar orang Islam memikirkan tentang keselamatan jiwa. Umumnya umat Muslim rindu hidup berkenan pada Allah. Namun, walaupun sudah sholat dan beramal dengan setia, mereka tetap merasa ada keragu-raguan akan keselamatan kekal. Tentu semua penganut agama di dunia memerlukan Juruselamat.

Isa Al-Masih dapat memberi damai kepada setiap orang yang menerima Dia sebagai Juruselamat. “. . . kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.” (Injil, Surat Roma 5:1).
~
JG/SO
 
 
# Taufik Ali 2010-08-22 22:12
*
Saya sepaham dengan Sdr. Abu Hafidz.

Maksud tujuan anda memang hanya ingin merekrut orang-orang yang sudah beragama, khususnya Islam, dengan cara memutar-balikkan tafsir Al-Quran menurut selera anda sendiri.

Surat Al-Fatihah sudah jelas menyatakan: "Bukannya jalannya orang-orang yang Engkau murkai....dan bukan pula jalannya orang yang sesat...." Siapa yang dimurkai-Nya dan siapa pula yang sesat? Yang pasti bukan Islam!

Tolong berikan saya 1 (satu) ayat saja dalam Injil bahwa Isa mengatakan "Akulah Tuhanmu..maka sembahlah aku!"
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-08-23 17:47
~
Sdr Taufik & Sdr Abu Hafidz,

Tidak ada 'agama' yang dapat menyelamatkan manusia, 'agama' Kristen-pun tidak! Lalu, untuk apa kami merekrut khususnya orang Muslim untuk menjadi Kristen seperti yang Saudara katakan?

Pada artikel di atas, kami sudah mengutip beberapa ayat dari Al-Quran dan Injil yang mendukung ke-Tuhan-an Isa Al-Masih. Silakan saudara membaca artikel tersebut dengan seksama. Bila ada yang kurang jelas, silakan mengirim email ke: masukan@idionli ne.info. Dengan senang hati, staf kami akan menjawab setiap pertanyaan saudara.

Namun sebelumnya, perhatikanlah ayat berikut “Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!" Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." (Injil, Rasul Besar Yohanes 20:28-29)

Bila Yesus bukanlah Tuhan, tentu Dia akan menegor murid-Nya yang memanggil Dia dengan sebutan Tuhan dan Allah.
~
SO
 
 
# hanim 2010-08-23 15:02
*
Tuhan adalah Maha Kuasa, Maha Esa, dan Maha Pencipta.

Yang selalu menjadi pertanyaan saya: Isa Al-Masih adalah Tuhan, padahal secara wujud Dia seperti manusia. Sebelum Dia ada, sudah ada manusia yang hidup. Lalu siapakah yang menciptakan manusia sebelum Isa ada? Soalnya, Ia datang belakangan.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-08-24 06:48
~
Langit, bumi, dan segala isinya, termasuk manusia diciptakan hanya oleh Allah.

Ribuan tahun sesudah penciptaan manusia, Allah berkenan menjelma menjadi manusia di dalam diri Isa bin Maryam atau Isa Al-Masih. Ia datang dengan satu tujuan, yakni untuk menyelamatkan manusia dari belenggu dosa. Isa Al-Masih datang untuk menanggung hukuman sebagai ganti manusia yang seharusnya dihukum. Ia disalibkan, mati, dan dikuburkan. Namun kemudian Ia bangkit dari antara orang mati dan naik kembali ke sorga.

Sekarang kita ditawarkan keselamatan yang telah dimenangkan di atas kayu salib tersebut. Semoga Saudara beroleh rahmat dari Allah untuk boleh mengerti dan menerima keselamatan ini.

Untuk keterangan lebih mendalam bacalah artikel kami mengenai Jalan Keselamatan, atau merenungkan kesaksian-kesaksian orang lain yang sudah menerima keselamatan kekal dari Isa Al-Masih.
~
JG
 
 
# shiddiq 2010-08-29 12:26
*
Orang-orang Yahudi berkata bahwa Yesus adalah anak tidak sah dari Maryam karena Ia tidak dapat menunjukkan seorang ayah. Dan orang-orang Kristen dengan alasan yang sama, membuatnya menjadi Tuhan dan anak keturunan Tuhan.

Hanya cukup satu ayat saja untuk menolak kebohongan ini: "Wahai ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan kepada Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al-Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) Roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan, (Tuhan itu) tiga, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai pemelihara." (Qs. 4:171).
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-08-31 08:19
~
Sdr. Shiddiq, ijinkanlah kami memberi beberapa tanggapan:

(1) Orang Kristen tidak pernah membuat Isa Al-Masih menjadi Tuhan. Dia adalah sudah Tuhan sejak sebelum Ia menjelma menjadi manusia dan dikenal sebagai Isa putra Maryam. Taurat dan Kitab Nabi-nabi meramalkan kedatangan-Nya sejak ribuan tahun sebelumnya.

(2) Orang Kristen tidak pernah percaya bahwa Isa Al-Masih adalah anak keturunan Tuhan. Ini adalah salah satu kesalahan pengertian dari pihak Islam yang walaupun sudah berkali-kali dikoreksi oleh umat Kristiani, namun umat Islam tetap ngotot menuduhkan hal yang sama.

Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan. Tetapi Allah, kalau Ia mau, Ia tentu saja boleh menjelma menjadi manusia.

(3) Qs 4:171 adalah salah jikalau ia mengatakan bahwa orang Kristen percaya pada tiga Allah. Kitab Suci mengajarkan Allah adalah Allah Yang Esa. Ia beroknum tiga, bukan tiga Allah.

(4) Penterjemah Al-Quran lebih baik jangan memasukkan kata-kata dalam tanda kurung, misalnya (yang diciptakan dengan). Qs. 4:171 tidak mengatakan Isa Al-Masih diciptakan.

(5) Sudah jelas Isa Al-Masih adalah lebih dari sekedar "utusan Allah." Ia suci adanya, lahir dari perawan dan mati tersalib untuk dosa dunia. Ia utusan Allah dan jauh lebih dari utusan Allah. Ia Juruselamat Dunia.
~
JG
 
 
# hanim 2010-09-04 15:09
*
(1) Jika dikatakan Allah Yang Maha Esa itu beroknum tiga, lalu dimana letak ke-Esa-an Allah?

(2) Dalam Qs. 4:171 memang tidak secara langsung menyebutkan kalau Isa Al-Masih diciptakan (yang mana dalam penciptaan terdapat proses pembuahan). Isa Al-Masih diciptakan melalui Kalimat Allah, yakni "Kun fayakun". Jika Allah berkehendak, maka jadilah Ia.

(3) Apakah perlu Isa Al-Masih disalib? Kenapa mati disalib untuk dosa dunia?
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-09-08 06:18
~
(1) Saudara Hanim mempunyai jiwa dan tubuh yang jelas berbeda satu dari yang lainnya. Namun Saudara masih satu orang. Adanya jiwa bukan embel-embel pada keesaan Saudara. Demikian juga Allah Maha Esa yang beroknum tiga. Jelas hal ini sulit dimengerti, sebab Allah jauh melebihi manusia. Untuk mengerti kelemahan-kelemahan dalam konsep Tauhid bacalah karangan di xr.com/lt57

(2) Adalah jelas bahwa Kalimat Allah tidak diciptakan. Dia kekal adanya. Firman Allah berbunyi: "Pada mulanya adalah Firman [Kalimat, Kalam]; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1). Injil menjelaskan bahwa Kalimat Allah yang kekal adanya menjelma menjadi manusia melalui proses kelahiran.

(3) Allah Maha Suci dan tidak mungkin mengijinkan satu orang berdosa masuk sorga. Dosa yang belum dihukum tidak akan masuk sorga. Dosa manusia terlalu banyak, termasuk dosa dalam pikiran dan hati, sehingga tidak mungkin satu manusia dapat masuk sorga. Setiap dosa harus dihukum di neraka selama-lamanya. Hanya Kalimat Allah yang suci adanya dapat dihukum ganti manusia. Ini sebabnya Ia mati tersalib buat kita.
~
JG
 
 
# dede 2010-12-13 12:03
*
Pernyataan dari staff IDI: adalah salah dengan mengatakan bahwa orang Kristen percaya pada tiga Allah. Kitab Suci mengajarkan bahwa Allah Maha Esa yang beroknum tiga. Bukan tiga Allah.

Apakah yang dimaksud dengan oknum? Apakah tiga nama tapi esa?

Contoh : Dede, Dedi, Didi adalah 3 orang yang berbeda, tapi mereka 1.

Membingungkan, bukannya oknum itu adalah orang yang sama.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-12-17 16:00
~
Saudaraku, kami pengikut Isa Al-Masih percaya akan ke-Esa-an Allah yang terdiri dari 3 oknum, yakni Tri-Tunggal. Konsep Tri-Tunggal ini walaupun susah dimengerti, namun sesungguhnya tidak bertentangan dengan logika.

Jika selama ini saudara menghitung dengan memakai metode "penjumlahan" secara matematis, tentu saja saudara akan bingung. Mengapa harus memakai metode matematika untuk menghitung Allah? Mengapa pula Allah mesti dihitung? Jikalaupun saudara hendak memakai metode matematika, mengapa buka metode "perkalian" ataupun metode "pemangkatan" yang dipakai, sehingga hasilnya tetap menunjukkan 'satu'?
 
Allah jugalah yang menciptakan akal manusia, jadi Allah tidak takluk kepada akal manusia. Kata "Esa" sendiri berasal dari kata "Echad", yang berarti "United", "Altogether" = kesatuan yang tak terpisahkan. Dua papan digabung jadi satu, dipakai kata Echad dan suami isteri adalah satu, memakai kata Echad.
Jadi arti Esa adalah bukan "satu" yang mutlak, melainkan "satu" yang adalah "kesatuan".
 
Silakan saudara cek sendiri dari Kamus Bahasa Ibrani, di mana bahasa Ibrani adalah bahasa asli dari Taurat dan Zabur, yang diimani Islam sebagai Kitab Suci yang berasal dari Allah.
~
CA
 
 
# hayati 2010-12-26 13:16
*
Berapa tahun setelah Yesus mati, Dia diangkat menjadi Tuhan? Seperti cerita film saja. Tuhan datang, kemudian ditolak kaum-Nya, meninggal disalib lalu menebus dosa.

Jika memang Isa adalah Tuhan, mengapa harus menebus dosa yang pada akhirnya Dia sendiri yang akan mengampuninya?
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-01-06 11:32
~
Saudaraku, Isa Al-Masih tidak pernah diangkat menjadi Tuhan oleh siapapun.

Isa Al-Masih adalah Tuhan, yang kemudian berkenan menjadi manusia. Bukan seperti tuduhan yang beredar, bahwa Dia adalah manusia yang akhirnya dijadikan Tuhan.

Jika Allah Pencipta langit dan bumi berkenan hadir ke dalam alam ciptaan-Nya, mengapa kita harus melarang-Nya?

Tuhan tidak mengampuni dosa manusia begitu saja. Setiap dosa harus dihukum, sekecil apapun. Jikalau Allah tidak menghukum dosa, maka Dia bukan Allah yang Adil.

Namun oleh karena kasih-Nya, hukuman atas dosa itu ditanggung oleh diri Allah sendiri, yang berkenan menjelma menjadi manusia. Dan akhirnya Dia menderita siksa dan aniaya, bahkan mati untuk menebus dosa saya dan saudara, jika saudara berkenan menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Sudahkah saudara merenungkan hal ini? Saya mengajak saudara untuk boleh merenungkan artikel dalam: isadanislam.com/jalan-keselamatan
~
CA
 
 
# Ali bin Musleman 2011-02-24 12:03
*
Tidak ada satupun pernyataan/pengakuan Isa/Yesus adalah Tuhan/Allah selagi hidup-Nya.

Pernyataan bahwa Dia adalah Tuhan didasari atas mujizat-mujizat yang dilakukan-Nya yang terdapat dalam Injil.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-03-10 01:17
~
Saudara Ali,

Terdapat cukup banyak ayat dalam Kitab Suci, yang membuktikan Isa Al-Masih adalah Allah, termasuk pernyataan langsung dari Isa Al-Masih.

Salah satu contohnya terdapat dalam Injil, Rasul Besar Yohanes 13:13 "Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat. Sebab memang Akulah Guru dan Tuhan." Isa Al-Masih sendiri menyatakan bahwa Dia adalah Tuhan.

Pada ayat lainnya, Isa Al-Masih mengatakan, “Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup sampai selama-lamanya, dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.” (Injil, Surat Wahyu 1:17-18).

Melalui pernyataan-Nya ini, Isa Al-Masih menyatakan dengan jelas bahwa Dia adalah Allah.

Bukti utama Isa Al-Masih adalah Allah, bila kematian-Nya tidak cukup membayar hukuman dosa manusia. Sebab, hanya allah yang dapat menanggung dosa manusia. Kematian dan kebangkitan-Nya membuktikan kemenangan-Nya atas dosa dan upah dosa yang adalah 'kematian' itu. Ini adalah mujizat paling besar yang dilakukan Isa Al-Masih.
~
SL/SO
 
 
# Ali bin Musleman 2011-02-24 13:01
*
Kalaulah Yesus memang Tuhan seperti yang diyakini orang Kristen, dan penebus dosa, mengapa ketika akan disalib Yesus berteriak; 'Elli Elli lamasabagtani (Tuhan, Tuhan mengapa Engkau meninggalkan aku).

Masa Tuhan minta tolong ke Allah, ini menunjukkan bahwa Dia bukan Tuhan/Allah.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-03-11 16:28
~
Saudara Ali, Isa Al-Masih tidak pernah minta tolong kepada Allah untuk dilepaskan dari kayu salib.

Isa mati bukan karena ada seseorang yang mampu mencabut nyawa-Nya, melainkan Dia menyerahkan nyawa-Nya sendiri. “Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali." (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:17-18).

Yang tidak diinginkan Isa Al-Masih terjadi adalah, Dia akan menjadi 'terpisah' dengan hadirat Allah Bapa di sorga, ketika Ia sedang menanggung seluruh dosa manusia. Ini adalah sesuatu yang tidak pernah terjadi satu kali pun sejak kekekalan. Inilah penderitaan terbesar yang harus Isa Al-Masih jalani sebagai korban atas dosa manusia. Dia rela “dipisahkan” dari Allah Bapa untuk sementara waktu, bagi keselamatan umat manusia.
~
SL
 
 
# hadi 2011-02-27 00:40
*
Sdr. Admin yang baik, izinkan saya mengemukakan pendapat.

Saya pikir, kita semestinya mengembalikan ini kepada 'keimanan'. karena, hanya keimanan yang bisa menjawab semua teka-teki ini.

Saya tertarik untuk menantang anda menunjukkan kepada saya satu ayat saja di Injil yang menuturkan perkataan Al-Masih sendiri bahwa ia menyatakan, "Aku adalah Allah atau putra Allah, maka sembahlah Aku!"

Mohon pencerahannya. Terimakasih.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-03-12 17:13
~
Saudara Hadi, terimakasih untuk tanggapan saudara yang begitu baik atas kami.

Isa Al-Masih dengan jelas selalu memproklamirkan diri-Nya adalah Allah. Ambil sebagai contoh pengakuan Isa Al-Masih dalam Injil, Rasul Yohanes 10:30, “Aku dan (Allah) Bapa adalah satu.”

Pengakuan Isa Al-Masih, “Aku dan (Allah) Bapa adalah satu", dari segi kaidah bahasa Yunani, menyatakan Isa Al-Masih dan (Allah) Bapa memiliki satu Dzat, satu Hakekat, yaitu Allah.

Konteks kata 'satu' untuk ayat di atas menunjukkan pernyataan Isa Al-Masih bahwa Dia adalah Allah, yang "satu" dan memiliki hakekat yang sama dengan (Allah) Bapa.

Ayat di atas lebih lanjut dipertegas dalam ayat berikut: "Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat (Allah) Bapa." (Injil, Rasul Yohanes 14:9).
~
SL
 
 
# hadi 2011-02-28 16:31
*
Mengapa orang Kristen mengartikan Kalam itu Allah? bukankah sudah jelas bahwa Kalam itu artinya kalimat?.

Terimakasih, maaf atas kekurangannya.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-03-12 17:03
~
Saudara Hadi,

Isa Al-Masih dengan jelas selalu memproklamirkan diri-Nya adalah Allah. Ambil sebagai contoh pengakuan Isa Al-Masih dalam Injil, Rasul Yohanes 10:30, “Aku dan (Allah) Bapa adalah satu.”

Ayat di atas lebih lanjut dipertegas dalam ayat: "Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat (Allah) Bapa." (Injil, Rasul Yohanes 14:9).

Isa Al-Masih adalah Kalam Allah, yang berarti Firman Allah.

Di dalam Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1 dan 14, mengatakan bahwa Firman Allah itu adalah Allah dan Firman itu telah menjadi manusia.

Allah mengutus Isa Al-Masih ke dunia sebagai penggenapan pesan / janji Allah yang telah diberikan Allah sepanjang masa, bahwa seorang Penolong / Juru Selamat akan datang. Dia disebut sebagai Mesias atau Masih, yang berarti Keselamatan dari Allah itu sendiri.
~
SL
 
 
# Gurobah amin 2011-03-01 17:00
*
Yang jelas Tuhan Allah tidak pernah berniat menebus dosa kesalahan Adam sesaat setelah Adam melanggar larangan Allah, tidak ada bukti firman Allah di kitab Kejadian akan hal itu.

Tolong tunjukkan bukti kalau ada!
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-03-12 17:08
~
Taurat, Kitab Kejadian pasal 3 menceritakan tentang tragedi kejatuhan manusia ke dalam ketidak-taatan, pemberontakan dan dosa.

Allah dapat saja langsung menghancurkan manusia dan membuang seluruh ciptaan-Nya. Tetapi Dia tidak berbuat demikian. Dia memilih untuk menebus dan memulihkan mereka.

Nubuat pertama tentang Penebus yang akan datang melalui keturunan wanita, terdapat dalam Taurat, Kitab Kejadian 3:15 ”Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."

Nubuat penebusan ini digenapi di dalam diri Isa Al-Masih, yang lahir meminjam rahim dari perawan Maria. Isa Al-Masih kemudian mati disalib, untuk menanggung dosa manusia.
~
SL
 
 
# aingtea 2011-05-04 02:38
*
Bagaimana dengan ayat Injil dibawah ini:
“Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” (Injil, Surat Galatia 3:13).
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-05-11 12:38
~
Saudara Aingtea,

Berikut kami kutip ayat lengkapnya bagi saudara: Al-Masih telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!" (Injil, Surat Galatia 3:13).

Ayat ini menerangkan dengan sejelas-jelasnya bahwa barangsiapa yang tidak patuh pada hukum Taurat (berbohong, berzinah, membunuh, iri hati, dan lain sebagainya), maka ia berada dalam kutuk dosa, dan harus dihukum.

Tetapi Isa Al-Masih yang suci (Qs 19:19) bersedia menanggung kutuk itu bagi kita. Isa Al-Masih bersedia menjadi orang yang terkutuk di atas tiang salib, menjalani hukuman sebagai ganti kita yang berdosa.

Kami mengajak saudara untuk boleh merenungkan: isadanislam.com/jalan-keselamatan. Kiranya saudara mendapatkan hidayah yang sejati dari Allah.
~
CA
 
 
# aingtea 2011-05-04 02:43
*
Injil, Rasul Besar Yohanes 17:23 “Aku di dalam mereka, dan Engkau di dalam Aku; supaya mereka itu sempurna di dalam persekutuan.”

Siapakah mereka itu, bukankan arti "mereka" adalah 12 murid Yesus? Berarti Tuhan bersatu juga dengan 12 murid, dan jadilah 15 Tunggal donk.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-05-11 12:47
~
Saudara Aingtea,

Ayat di atas harus dibaca secara lengkap sampai ayat 24. Berikut kami mengutipnya bagi saudara:

"Ya (Allah) Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan." (Injil, Rasul Besar Yohanes 17:24).

Jadi maksud ayat yang saudara sertakan adalah, Tuhan dan Isa Al-Masih akan selalu menyertai murid-murid Isa Al-Masih, dimanapun mereka berada.

Bukankah ini sesuatu yang sungguh luar biasa, bila Tuhan selalu bersama-sama dengan kita? Tuhan yang mengasihi kita, Tuhan yang memelihara kita.

Ayat 24 ini menjelaskan pula, sebelum dunia beserta segala isinya diciptakan, Isa Al-Masih sudah ada bersama-sama dengan Allah di sorga.

Isa Al-Masih bersama dengan Allah di sorga adalah Allah yang esa. Saudara mungkin belum mengerti akan kata 'esa', sehingga saudara merasa ayat di atas adalah sukar.

Kata 'esa' tidak pernah berarti 'satu secara mutlak'. Di dalam keseluruhan Kitab Suci, kata 'esa' berarti: 'satu' yang terdiri dari satu kesatuan yang tak terpisahkan.
~
CA
 
 
# nur 2011-05-07 10:55
*
Qs 22:73 “Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.”

Artinya tidak ada oknum lain yang bisa menciptakan, selain Allah.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-05-11 12:53
~
Saudara Nur, adalah memang benar bahwa hanya Allah yang dapat menciptakan segala sesuatu. Isa Al-Masih dapat pula menciptakan, dan sesungguhnya segala sesuatu, apapun di dunia ini, adalah ciptaan Isa Al-Masih.

"Karena di dalam (oleh) Dialah (Isa Al-Masih), telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia." (Injil, Surat Kolose 1:16).

Isa Al-Masih adalah pencipta segala sesuatu. Ini berarti bahwa Isa Al-Masih adalah Allah.
~
CA
 
 
# aingtea 2011-05-07 11:47
*
Hai Nur,

Anda mengutip ayat Al-Quran jangan setengah-setengah. Dalam Qs 3:49 Isa Al-Masih berkata bahwa Dia menciptakan burung adalah sebagai mukjizat dan itu juga seizin Allah.

Jadi jelas, sebelum menjadikan burung itu hidup Dia berdoa agar Allah mengijinkan dan membantu-Nya untuk menjadikan burung itu hidup.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-05-11 12:59
~
Saudara Aingtea,

Tentu saja semua hal yang terjadi di dunia ini, haruslah seizin Allah. Tanpa izin Allah, tidak ada sesuatu apapun yang bisa terjadi.

Namun ketika Isa Al-Masih dikisahkan mencipta, tidak dikatakan bahwa Isa Al-Masih harus terlebih dahulu berdoa. Jelas ini adalah khayalan orang-orang tertentu.

Bahkan dikisahkan dalam Qs 3:49 secara jelas, bahwa Isa Al-Masih meniupkan nafas atau roh ke dalam ciptaan-Nya itu, dan ciptaan itu menjadi hidup. Hal ini persis sama ketika Allah menciptakan Adam. Setelah Adam terbentuk dari tanah, maka Allah meniupkan nafas atau roh-Nya ke dalam Adam, maka Adam menjadi hidup.

Sungguh sebuah kisah yang mirip bukan? Sebuah kisah penciptaan makhluk hidup, yang hanya Allah saja yang bisa melakukannya.
~
CA
 
 
# aingtea 2011-05-23 23:41
*
Kalau ada yang mirip mukanya Yesus, apakah itu akan disebut Yesus juga?

Apakah kalau saudara mempercayai mujizat Nabi Musa, berarti Musa lantas dijadikan sebagai Tuhan juga?
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-06-03 16:09
~
Saudara Aingtea,

Tentu saja tidak mungkin orang yang mirip wajahnya dengan Isa Al-Masih, akan disebut Isa juga.

Kami tidak pernah menyatakan mempercayai Isa Al-Masih sebagai Tuhan, hanya karena Ia melakukan mukjizat.

Kami mempercayai-Nya sebagai Tuhan, karena Allah-lah yang telah menyatakan demikian melalui Firman-Nya dalam kitab-kitab Taurat, Nabi-Nabi, Zabur, dan Injil.

Dikatakan dengan jelas bahwa dalam Injil ada petunjuk dan terang (Qs 5:43-46; Qs 5:68), juga berkah yang dapat menjawab keraguan dan pertanyaan Muhammad (Qs 10:94; Qs 16:43-44).

Petunjuk dan terang dalam Injil mengungkapkan bahwa “Isa Al-Masih adalah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang bisa sampai kepada Allah di sorga kalau tidak melalui Isa Al-Masih”(Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).
~
CA
 
 
# aingtea 2011-05-23 23:57
*
"Ya (Allah) Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan." (Injil, Rasul Besar Yohanes 17:24).

Ayat di atas disebutkan: "Agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan." Engkau di sana adalah siapa?
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-06-03 16:16
~
Saudara Aingtea,

kata "Engkau" di sini menunjuk pada Allah yang berada di sorga.

Ketika dikatakan, Allah telah datang ke tempat di mana Musa berada, dan berbicara dengan Musa secara langsung (Qs 4:164), apakah saat itu tahta sorga telah menjadi kosong karena Allah telah datang menjumpai Musa? Tidak demikian bukan?

Mengapa Allah harus dihitung? Apakah Allah bisa dihitung? Bukankah Allah tidak bersifat fisik sehingga bisa dihitung?
~
CA
 
 
# aingtea 2011-05-24 00:21
*
Injil, Rasul Besar Yohanes 17:3 “Dan inilah cara memperoleh hidup kekal itu -- dengan mengenal Engkau, satu-satunya Allah Yang Benar, dan Yesus Kristus, yang telah Engkau utus ke dunia.”

Yesus Kristus itu adalah Utusan, bukan Tuhan.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-06-03 16:20
~
Saudara Aingtea,

Isa Al-Masih adalah utusan Allah, yang sekaligus adalah Kalimat dan Roh dari Allah (Qs 3:45).

Jadi Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah, Ia adalah Roh Allah yang telah menjelma menjadi manusia, yang sekaligus adalah utusan bagi diri-Nya sendiri yang adalah Allah.
~
CA
 
 
# aingtea 2011-06-08 20:24
*
Anda berkata "Petunjuk dan terang dalam Injil mengungkapkan bahwa Isa Al-Masih adalah jalan dan kebenaran dan hidup.

Tidak ada seorangpun yang bisa sampai kepada Allah di sorga kalau tidak melalui Isa Al-Masih (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6)

Iya, pasti tidak akan umat itu sampai ke sisi Allah kalau tidak melalui Isa Al-Masih, tidak mengikuti ajaran-Nya, tidak menyebutkan Tuhan itu TriTunggal karena Isa Al-Masih/Yesus berkata dalam Injil bahwa Tuhan yang patut disembah adalah satu yaitu Allah dan Yesus sebagai utusan-Nya bukan Tuhan.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-08-01 11:33
~
“Tritunggal” atau “Trinitas” adalah “Allah yang Esa yang terdiri dari tiga Pribadi yang berada bersama dalam kekekalan.”

Istilah Tritunggal digunakan untuk menjelaskan ketritunggalan Allah, yaitu Allah yang terdiri dari tiga Pribadi yang berada bersama dalam kekekalan. Haruslah dimengerti bahwa ini tidak berarti ada tiga Allah. Tritunggal berarti satu Allah yang terdiri dari tiga Pribadi.

Isa Al-Masih adalah Allah dan manusia. Dia senantiasa adalah Allah, namun Dia tidak menjadi manusia sampai Dia dikandung di dalam diri Maria. Isa Al-Masih menjadi manusia sehingga Dia dapat mengidentifikas ikan diri dengan kita dalam kelemahan-kelemahan kita (Injil, Surat Ibrani 2:17).

Dan yang lebih penting adalah, Dia dapat mati di salib untuk memikul dosa kita. “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran,” (Injil, Surat 1 Petrus 2:24)
~
SL
 
 
# junanta 2011-06-09 14:01
*
Sebagai contoh tentang Trinitas: telur terdiri dari kuning telur, putih telur dan kulit telur.

Apakah telur itu ada 3 (tiga)? Tentu tidakkan. Telur tetap 1 (satu).

Tuhan Yesus memberkati.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-08-01 11:31
~
Konsep Allah Tritunggal tidak dapat dimengerti sepenuhnya oleh akal manusia. Sebab Allah Yang Tak Terbatas hanya dapat diterima melalui iman, bukan oleh akal manusia yang terbatas.

Inilah tandanya bahwa Allah kita itu Maha Agung. Jika Allah kita ini mudah dimengerti oleh otak kita, maka mungkin kitalah yang lebih besar dari Allah yang demikian itu.

Jelas tidak ada ilustrasi yang sesuai untuk menggambarkan ke-Tritunggal-an Allah. Sebab Allah Maha Besar. Dan Dia jauh lebih Agung daripada manusia.

Namun, seseorang yang telah menerima Keselamatan dan Hidup Kekal dari Isa Al-Masih, dengan iman mereka, mereka dapat mengerti bahwa Allah Yang Esa adalah Allah yang terdiri dari tiga Oknum tapi satu Pribadi.

“....Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." (Injil, Rasul Yohanes 20:29)
~
SO
 
 
# Kristian 2011-06-24 04:16
*
Jika anda berani mengambil referensi Al-Quran sebagai dalil anda, maka anda pun pasti tahu dan yakin ayat ini:

Berkata Isa: “Sesungguhnya Aku ini hamba Allah, Dia memberiku Alkitab (Injil) dan Dia menjadikan Aku seorang Nabi. Dia menjadikan Aku seorang yang diberkati di mana saja Aku berada dan Dia memerintahkan kepadaku(mendir ikan)shalat dan(menunaikan) zakat selama aku hidup; Dan berbakti kepada ibuKu dan Dia tidak menjadikan Aku seorang yang sombong lagi celaka.” (Qs. 19:30-32).

“Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: Jadilah, maka jadilah ia.” (Qs. 19:35).
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-08-01 11:30
~
Shalat dan zakat adalah ajaran Muhammad, bukan ajaran Isa Al-Masih! Ajaran Muhammad dan Isa mempunyai tujuan yang berbeda saat memberi dan berdoa.

Muhammad mengajarkan sholat dan zakat, tujuannya: agar mendapat pahala dan dapat masuk sorga. Sedangkan ajaran Isa, "Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.” (Injil, Rasul Besar Matius 6:5)

“Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. “
Injil, Rasul Besar Matius 6:3)

Seorang yang telah menerima Keselamatan dari Isa Al-Masih, motifasi mereka berdoa dan bersedekah karena Kasih yang telah mereka terima dari Allah, bukan semata-mata agar mendapat pahala.

Isa Al-Masih bukanlah anak biologis Allah. Melainkan Kalimat Allah yang dengan sempurna menyatakan Allah kepada manusia. Menjelaskan kehendak dan sifat Allah kepada manusia. Menyatakan kasih, kesucian dan keselamatan dari Allah kepada manusia. Itulah sebabnya Dia disebut Anak Allah.
~
SO
 
 
# andrea 2011-07-01 22:38
*
Hanya Allah saja yang tau tentang kiamat, tapi ternyata ada selain Allah yang tau tentang kiamat itu, "dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat,(Isa berkata)dan ikutlah Aku, inilah jalan yang lurus" (Qs.43:61)

Nyata bukan? Jalan yang lurus?
Bukankah itu yang anda minta setiap shalat, 5 kali dalam sehari, 17 kali setiap shalat, Al-Fatihah?

"Ihdinaashshiraa thalmustaqiim...."
Artinya tunjukkanlah jalan lurusmu.
Apakah anda orang yang bingung? Tanya jalan lurus, ditunjukkan jalan lurus itu, tapi anda ragu dan menganggap jalan itu salah.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-07-25 16:29
~
"Isa bersabda: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Isa adalah sang "Jalan". Melalui Dia orang dapat belajar mengenai "Kebenaran" tentang Allah dan menemukan "Hidup" bersama Allah.
~
SO
 
 
# Sultan Heru 2011-07-27 07:54
*
Baiklah kali ini saya percaya dengan pernyataan anda dan semoga Allah mengampuni dosa saya ini.

Saya percaya bahwa Yesus adalah Jalan yang Lurus, jadi saya setia mengikuti ajaran Yesus. Apa saja ajaran Yesus itu?

Yesus menyembah Allah/Elloh dalam dialeg Ibrani. Maka pada saat oknum yang disalib berteriak "Elli, Elli Lama Sabakhtani", artinya "TuhanKu, TuhanKu kenapa Engkau meninggalkan Aku?"

Tuhan siapakah yang disebut? Kalau Dia Tuhan, kenapa harus berteriak ketakutan untuk disalib? Bukankah Injil, Surat Galatia 3:13 berkata “Terkutuklah yang mati di kayu salib?"

Tuhan itu Esa (monotheisme), bukan Trinitas. Nabi Yesaya yang anda sebut mengesakan Allah (Kitab Nabi Besar Yesaya 43:10-11; 44:6; 45:5-6; 46:9).

Yesus mengesakan Allah (Injil, Rasul Markus 12:29, Injil, Rasu Besar Yohanes 5:30, Injil, Rasu Besar Yohanes 17:3).

Apakah Injil yang anda pegang sama dengan Injil yang dikabarkan Yesus?

Syalom.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-07-29 09:06
~
Isa Al-Masih tidak pernah memanggil Bapa dengan panggilan "Allah". Ia mengalami penderitaan dan kesakitan serta mengutip seperti yang diungkapkan oleh pemazmur. Zabur, Kitab Mazmur 22:2 di atas sering diucapkan sebagai doa oleh kalangan Yahudi tatkala mereka mengalami penderitaan.

"Eli, Eli, lama sabakhtani?” itu menyerukan kepahitan yang dialami Isa Al-Masih. Ia harus terpisah dari Bapa karena Ia harus menanggung dosa manusia. Kalau Isa menanggung hukuman dosa, maka Dia harus mengalami keterpisahan (dan kematian). Keterpisahan itulah yang menyakitkan hati-Nya.

Tritunggal adalah wahyu tertinggi yang Allah nyatakan tentang diri-Nya kepada umat-Nya. Ajaran ini adalah puncak dari semua wahyu Allah. Kebenaran di atas mendapat dukungan yang jelas dari Alkitab. Allah baru dapat dikenal secara sempurna melalui penyataan diri Isa Al-Masih yang adalah Allah juga (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1; 18).
~
SL
 
 
# lucky 2011-08-02 04:27
*
Dalam Injil yang dikarang oleh Markus pasal 10:17-19 dikisahkan seseorang bertanya kepada Yesus:
“Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”

Jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorang pun yang baik selain dari pada Allah saja. Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!”

Ajaran Yesus tentang keselamatan tersebut sangat jelas, gamblang dan tidak memerlukan penafsiran bahwa untuk mencapai keselamatan seseorang harus mentaati hukum Taurat.

Yesus sama sekali tidak menyinggung apalagi mengajarkan secara nyata, bahwa keselamatan dapat dicapai dengan meyakini Yesus sebagai korban penebus dosa yang menyerahkan nyawa-Nya dan mati di tiang salib.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-08-04 12:31
~
Ayat yang saudara kutip di atas adalah percakapan antara Yesus dengan seorang kaya. Konteks ayat tersebut adalah seorang kaya yang memiliki banyak harta namun sangat berat untuk melepaskan hartanya. Coba saudara lihat di ayat selanjutnya

“Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku. Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya.“ Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka: "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah." (Injil Rasul Besar Markus 10:21-23)

Yesus sangat tahu isi hati semua orang, termasuk orang kaya tersebut yang masih terikat dengan hidup duniawinya. Isa dalam menyampaikan perkataan-Nya, selalu sesuai dengan konteks peristiwa yang sedang terjadi.

Dengan jelas Yesus berkata bahwa Dialah jalan keselamatan, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Injil Rasul Besar Yohanes 14:6).
~
NN
 
 
# Sultan Heru 2011-08-08 08:28
*
Al Maidah; 72: “Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.”

Kalau anda meyakini kebenaran pada Al-Quran, mengapa anda tidak menulis ayat ini? Kami umat Islam sudah meyakini jalan keselamatan adalah mengikuti nabi Muhammad. Mengikuti Isa Al-Masih yang meng-Esakan Allah, bertakwa kepada Allah.

Injil, Rasul Besar Yohanes 17:3; “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.”

Apakah yang diutus = yang mengutus?
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-08-10 10:07
~
Kami tidak harus menggunakan semua ayat-ayat dalam Al-Quran. Sebagai wahyu Allah, Alkitab sudah lebih dari cukup sebagai dasar kebenaran. Kalaupun kami mengutip Al-Quran, maka hanya pada bagian yang mencantumkan hal-hal yang sama dengan Alkitab.

Isa Al-Masih bukan hanya utusan, tetapi Dia adalah Sang Firman yang menjadi manusia datang ke dunia untuk melakukan misi penyelamatan bagi umat manusia. Hal ini sama sekali tidak mengecilkan hakekat Isa Al-Masih sebagai Allah.

“Barang siapa telah melihat Aku, ia telah melihat Allah.”(Injil, Rasul Besar Yohanes 14:10).
~
SL
 
 
# ayu 2011-08-11 15:13
*
Quoting aingtea:
*
Coba buktikan ayat yang gamblang dalam Injil bahwa Yesus berkata, Aku ini Tuhan maka sembahlah Aku.


@Aingtea, Yesus berkata dalam Injil, Rasul Besar Yohanes 5:43-47:
"Aku datang dalam nama Bapa-Ku dan kamu tidak menerima Aku; jikalau orang lain datang atas namanya sendiri, kamu akan menerima dia. Bagaimanakah kamu dapat percaya, kamu yang menerima hormat seorang dari yang lain dan yang tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang Esa?"
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-08-12 15:33
~
"Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai." (Kitab Nabi Besar 9:5)

Perhatikan ayat yang saya garis bawahi di atas, Isa Al-Masih disebut dalam Kitab Yesaya sebagai "Allah Yang Perkasa".

Sabda Isa "Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir." (Injil, Kitab Wahyu 22:13)

Siapakah yang layak disebut sebagai Alfa dan Omega selain Allah itu sendiri?

"Lalu Isa berkata kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni." (Injil, Rasul Lukas 7:48)

Siapakah yang layak mengampuni dosa seseorang selain Allah?

Beberapa kutipan ayat di atas, hanya sebagian dari bukti-bukti pada Injil, bahwa Isa Al-Masih adalah Allah yang datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia dari ikatan belenggu dosa.
~
SO
 
 
# ayu 2011-08-11 15:30
*
Yesus berkata dalam Injil, Rasul Besar Yohanes 6:38-40:
"Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu setiap orang,yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal dan supaya Aku membangkitkanny a pada akhir zaman."

Semoga saudara-saudaraku memperoleh berkah dari Tuhan Yesus, dan dapat percaya pada-Nya sehingga kita kelak bertemu di surga, Amin.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2012-01-31 14:06
~
Saudara Ayu,
Teruslah doakan saudara-saudara kita yang belum beroleh keselamatan dan pembersihan dari aib yang menajiskan manusia. Sebab sesungguhnya manusia telah menjadi najis dan tidak satu manusiapun layak dihadapan Allah yang Maha suci.

Ayat yang saudara kutip tersebut adalah perkataan Isa Al-Masih yang menjelaskan tentang diri-Nya. Isa Al-Masih menyebut diri-Nya adalah Utusan, Anak dan Allah adalah Bapa-Nya. Tentu saudara dari umat Muslim sulit memahami ayat ini. Namun perhatikanlah penjelasan singkat ini:

Hanya dengan Allah menjadi “utusan dan Anak manusia yang taat pada perintah” barulah manusia dapat belajar arti kerendahan hati, kebajikan, ketaatan, kesucian, kuasa/otoritas, pengorbanan dan kasih yang besar. Semua itu dapat dikerjakan secara bersamaan hanya oleh Allah. Dan Isa Al-Masih juga menjelaskan diri-Nya: “Aku (Isa Al-Masih) dan Bapa (Allah) adalah satu” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30).
~
NN
 
 
# lucky 2011-08-11 19:38
*
Quoting ayu:

Dan Yesus berkata dalam Injil, Rasul Besar Yohanes 6: 38-40 ".....melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal dan supaya Aku membangkitkanny a pada akhir zaman."


To Ayu, ayat di atas jelas-jelas tercantum "...Dia yang telah mengutus aku", sebanyak dua kali. Mengapa Tuhan harus mengutus Diri-Nya sendiri?
 
 
# Staff Isa dan Islam 2012-01-31 14:17
~
Hanya dengan Allah menjadi “utusan dan Anak manusia yang taat pada perintah” barulah manusia dapat belajar arti kerendahan hati, kebajikan, ketaatan, kesucian, kuasa/otoritas, pengorbanan dan kasih yang besar. Semua itu dapat dikerjakan secara bersamaan hanya oleh Allah. Dan Isa Al-Masih juga menjelaskan diri-Nya: “Aku (Isa Al-Masih) dan Bapa (Allah) adalah satu” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30).
~
NN
 
 
# ayu 2011-08-12 12:54
*
To Ayu, ayat di atas jelas-jelas tercantum "...Dia yang telah mengutus aku", sebanyak dua kali. Mengapa Tuhan harus mengutus Diri-Nya sendiri?

Hai Lucky, sebab Tuhan sendiri yang berjanji untuk menjadi Juru Selamat. Tertulis dalam Kitab Nabi Besar Yesaya 43:11 "Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku."

Kitab Nabi Besar Yesaya 43:3 "sebab Akulah Tuhan, Allahmu, Yang Mahakudus, Allah Israel, Juruselamatmu. Aku menebus engkau dengan Mesir dan memberikan Etiopia dan syeba sebagai gantimu."

Janji-Nya ini digenapi dalam diri Tuhan Yesus Kristus sebagai Juru Selamat umat manusia.

Dan di Injil, Kisah Para Rasul 16:31 Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat,engkau dan seisi rumahmu"

Injil, Surat 1 Yohanes 4:14 "Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruslamat dunia"
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-08-12 15:40
~
"Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." (Injil, Kisah Para Rasul 4:12).

Sudahkah saudara menerima keselamatan itu? Bila belum, artikel pada url ini dapat membantu saudara, http://tinyurl.com/3oj8p6s.
~
SO
 
 
# lucky 2011-08-13 00:17
*
Quoting ayu:
Hai Lucky, sebab Tuhan sendiri yang berjanji untuk menjadi Juru Selamat. Tertulis dalam Kitab Nabi Yesaya 43:11 "Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku."

Kitab Nabi Yesaya 43:3 "sebab Akulah Tuhan, Allahmu, Yang Mahakudus, Allah Israel, Juruselamatmu. Aku menebus engkau dengan Mesir dan memberikan Etiopia dan syeba sebagai gantimu."

Janji-Nya ini di genapi dalam diri Tuhan Yesus Kristus sebagai Juru Selamat umat manusia

Injil, Surat 1 Yohanes 4:14 "Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruslamat dunia"

To: Ayu, kata "Juru Selamat" ada empat kali, bagaimana mungkin Juru selamat tidak bisa Menyelamatkan diri-Nya sendiri di kayu salib?

"Allah Israel" kan tidak termasuk Allah-nya Ayu.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2012-01-30 14:29
~
Saudara Lucky,

Dalam hal apakah saudara mengataka “bagaimana mungkin Juru selamat tidak bisa Menyelamatkan diri-Nya sendiri di kayu salib?”.

Kematian Isa Al-Masih adalah bagian dari rencana Allah untuk menyelamatkan manusia. Dan hal itu telah dinubuatkan Allah jauh sebelum Kalimat Allah menjelma menjadi manusia dalam diri Isa Al-Masih. Bukan hal yang sulit bagi Isa Al-Masih untuk terhindar dari hukuman salib. Masalahnya, bila penyaliban itu gagalkan, sama saja dengan gagalnya rencana Allah. Allah macam apakah yang tidak menggenapi rencana-Nya?.

Satu hal yang perlu saudara ketahui, bahwa kematian Isa Al-Masih di sayu salib, hanyalah untuk memberikan kehidupan kekal bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. Termasuk saudara Lucky.

Injil, Rasul Besar Yohanes 11:25 berkata, “Akulah (Isa Al-Masih) kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati”.
~
SO
 
 
# ayu 2011-08-16 14:52
*
To: Lucky, Allah Israel adalah Allah-ku juga. Israel adalah umat pilihan Allah. Walaupun mereka keras kepala sampai sekarang (bangsa Yahudi) tetapi sejak dahulu Allah sudah menetapkan Israel sebagai umat pilihan-Nya. Oleh sebab itu apa pun yang terjadi dengan Israel, umat Kristiani tidak boleh mengutuki Israel.

Kalau Tuhan mau, tentu saja Dia bisa melepaskan diri dari kayu salib. Tapi karena komitmen Allah untuk menebus dosa manusia dengan darah-Nya, hal itu tidak dilakukan-Nya sebagai karya Agung penebusan. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-08-18 20:13
~
Orang Muslim memang memandang kematian Isa Al-Masih dapat merendahkan sifat Allah. Sebab Dia tidak sanggup menolong rasul-Nya dari hukuman tiang salib. Benarkah demikian?

Jelas pandangan ini sangat keliru. Sebab kematian Isa Al-Masih di salib, bukan karena kelalaian atau ketidak-mampuan Allah menyelamatkan Dia, tetapi karena itulah rencana Allah. Hanya dengan kematian Isa Al-Masih di kayu salib, maka Karya Agung Penyelamatan Allah dapat digenapi. Sehingga melalui kematian Isa Al-Masih, setiap manusia dapat didamaikan dengan Allah.

Sehingga Isa Al-Masih dapat bersabda, “Akulah (Isa Al-Masih) kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati”. (Injil, Rasul Besar Yohanes 11:25)

Hanya seseorang yang telah menerima Keselamatan dan Hidup Kekal dari Isa Al-Masih, yang akan dapat mengerti penebusan yang telah dilakukan Isa Al-Masih di kayu salib.
~
SO
 
 
# salahasuhan 2011-08-23 07:45
*
a. Injil, Rasul Besar Yohanes 17:3 “Inilah hidup yang kekal, yaitu supaya mereka mengenal Engkau, Allah yang Esa dan Yesus Kristus yang telah Engkau suruhkan itu.”

b. Zabur, Kitab Ulangan 4:35 “Maka kepadamulah ia itu ditunjuk, supaya olehmu bahwa Tuhan itulah Allah dan kecuali Tuhan yang Esa tiadalah yang lain lagi.”

c. Injil, Rasul Markus 12:29 “Maka jawab Yesus kepadanya, hukum yang terutama ialah: Dengarlah olehmu hai Israil, adapun Allah Tuhan kita, ialah Tuhan yang Esa.”

d. Zabur, Kitab Ulangan 6:4 “Dengarlah, hai orang Israil: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu Esa.”

Ayat-ayat di atas menyebutkan Tuhan adalah Esa dan menyebut Yesus adalah Pesuruh Allah (Utusan/Rasul), bukan Tuhan.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-09-05 10:02
~
Berdasarkan ayat-ayat di atas seringkali umat Muslim menyimpulkan bahwa Isa Al-Masih itu bukan Tuhan karena Dia diutus.

Pada bagian lain Isa Al-Masih sendiri mengaku, “ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada” (Injil, Rasul Besar Yohanes 17:5) yang artinya 'Bapa lebih besar dari Aku'. Bagaimana penjelasannya?

Ketika Isa Al-Masih datang ke dunia dalam wujud manusia, Dia berada dalam batasan-batasan inkarnasi sehingga posisi Bapa saat itu adalah lebih besar.

Namun ketika Isa Al-Masih naik ke sorga maka Dia yang adalah Allah itu sendiri kembali dalam pada eksistensi-Nya yang hakiki.
~
SL
 
 
# ayu 2011-08-23 13:38
*
To: Salahasuhan, disarankan anda ikut sekolah theologia sehingga mengerti keseluruhan tentang Alkitab antara perjanjian lama dan perjanjian baru. Sehingga hidup anda di dunia tidak sia-sia karena dapat menemukan keselamatan yang anda cari.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-08-29 14:11
~
Pada umumnya manusia menolak jalan keselamatan yang telah disediakan Allah. Mereka dengan mengatas-namakan agama, mencari keselamatan dengan cara berbuat baik, amal ibadah maupun dengan kesalehannya. Itupun pada ujungnya belum tentu selamat, hanya mudah-mudahan selamat.

Melalui Injil, umat Kristen mempunyai keyakinan bahwa keselamatannya merupakan suatu kepastian, bukan mudah-mudahan. Injil memberi kesaksian bahwa setiap orang yang sungguh-sungguh beriman kepada Isa Al-Masih, saat ini telah memperoleh hidup kekal.

“Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup. Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.” (Injil, Surat 1 Yohanes 5:11-13).
~
SL
 
 
# Zimzionist 2011-08-24 01:48
*
To: Ayu, seandainya anda sudah membaca ayat-ayat yang saya tulis tentu jawaban anda bukan seperti itu. Itu jawaban mengaku bahwa benar Injil itu banyak yang keliru.

Ada 70 ayat di Injil yang menjelaskan bahwa Isa Al-Masih adalah anak manusia dan hanya 13 ayat yang menjelaskan tentang Anak dan Bapa. Dari sini saja sudah jelas bahwa isi Injil kacau balau.

Logika akal sehat, kalau Yesus Tuhan masa Dia salah hitung?
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-08-26 07:13
~
Saudara Zimzionist,

Betul hanya Isa Al-Masih yang melihat Allah. Abraham dan Yakub tidak melihat Allah secara langsung sebagaimana Isa Al-Masih. Abraham dan Yakub melihat Allah melalui perantara, bukan wujud Allah sesungguhnya.

Mengenai kota yang dimaksud adalah sama, namun sebutannya saja berbeda. Sama dengan pulau Sumatera dengan pulau Andalas. Sama tapi beda nama.

Israel dijuluki anak sulung, namun setelah Israel (Yakub) meninggal maka Efraim anak dari Yusuf ditetapkan Tuhan yang mewakili Israel. Nama Efraim sering dipakai untuk menunjuk Israel.

Mengenai kesaksian Isa Al-Masih. Dua kisah yang saudara pertanyakan itu berbeda kisah dan konteks. Yohanes 5 mengkisahkan pernyataan Isa Al-Masih mengenai kesaksian tentang diri-Nya yang datang bukan dari diri-Nya saja, karena ada juga kesaksian mengenai diri-Nya dari orang lain, perhatikan Yohanes 5:32. Sedangkan konteks Yohanes 8 yaitu mengenai kecaman Isa Al-Masih atas kritikan pemuka Yahudi yang mencoba mencari-cari kesalahan Isa Al-Masih.
~
NN
 
 
# Lusimin 2011-09-03 22:04
*
Salah satu hal yang membatalkan keilahian Yesus adalah bahwa Yesus tidak rela dirinya dihinakan dengan cara dibantai dan tubuhnya digantungkan di tiang salib.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-09-06 14:39
~
Saudara Lusimin,

Sungguh satu pemahaman yang salah. Baik dalam Injil maupun Al-Quran tidak ada satu ayatpun yang menjelaskan bahwa Isa Al-Masih/Yesus tidak rela menjalani hukuman yang ditimpakan pada-Nya termasuk disalib.

Justru sebaliknya, dengan rela Dia menanggung penderitaan yang ditimpakan pada-Nya. Bila Dia mau, bukan hal yang sulit bagi-Nya untuk keluar dari penderitaan tersebut. Perhatikanlah ucapan-Nya berikut, “Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku?” (Injil, Rasul Besar Matius 26:53)

Isa Al-Masih tidak melakukan hal tersebut, sebab untuk itulah Dia datang ke dunia. Menderita dan mati di kayu salib sebagai 'Kurban' tebusan bagi seluruh dosa-dosa manusia. Sebab hanya dengan kematian-Nya di kayu saliblah, manusia berdosa dapat didamaikan dengan Allah.

Kitab Suci berkata, “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia [Isa Al-Masih], sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." (Injil, Kisah Para Rasul 4:12)

Untuk lebih jelas, silakan saudara membaca penjelasan kami pada artikel di ulr ini, http://tinyurl.com/3vnykw5.
~
SO
 
 
# adi 2011-10-16 11:43
*
Jika benar Isa Al-Masih adalah Tuhan, mengapa Dia repot-repot turun ke bumi, disalib dan menderita hanya untuk mengampuni dosa manusia, bukankah Dia cukup memerintahkan malaikat-Nya saja, bukankah Dia Maha Kuasa?
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-10-21 16:01
~
Saudara Adi,

Hanya Allah saja yang sanggup menghapuskan dosa manusia dan memberikan teladan bagaimana hidup yang sepatutnya menurut perkenanan Allah. Maka, Allah datang ke dunia mengambil rupa manusia, Dialah Isa Al-Masih.

Sifat Allah adalah kasih dan ingin dikenal dan disembah umat manusia.

Jika Allah tidak menebus dosa manusia dengan jalan menjadi manusia, maka celakalah manusia di dalam neraka selamanya. Celakalah manusia karena tidak akan mungkin mengenal Penciptanya. Celakalah manusia karena tidak akan memiliki pengharapan pasti.

Perikasalah diri saudara, sudahkah saudara menerima keselamatan oleh Isa Al-Masih. Sebab jika tidak, saudara tidak akan pernah tahu persis siapa pencipta saudara. Saudara hidup tanpa pengharapan pasti akan jaminan dan keselamatan di dunia dan akhirat.

Dalam kita saudara Qs 3:45 jelas mengatakan “Isa Al-Masih satu-satunya Yang Terkemuka di dunia dan Akhirat”. Dan dalam Injil, Kisah Para Rasul 4:12 “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia (Isa Al-Masih), sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."
~
NN
 
 
# Jalil 2011-10-17 00:34
*
Jika benar Isa Al-Masih adalah Allah yang menjelma, mengapa kita harus bertuhan pada jelmaan-Nya?

Lalu, jika benar penyaliban Isa Al-Masih sebagai penebusan dosa seluruh umat manusia, maka kita bebas berbuat apa saja seperti binatang dan tidak perlu bertobat karena dosa kita sudah ditanggung oleh Isa Al-Masih!
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-10-21 16:00
~
Saudara Jalil,

Isa Al-Masih menjelaskan diri-Nya dalam Inji, Rasul Besar Yohanes 10:30 “Aku (Isa Al-Masih) dan Bapa (Allah) adalah satu” Sebab Allah dan Isa Al-Masih satu adanya maka menyembah Isa Al-Masih Tuhan tidak ada bedanya dengan menyembah kepada Allah.

Dosa adalah dosa. Tidak ada dosa besar atau kecil. Setiap dosa tidak berkenan di mata Allah. Dan faktanya seluruh umat manusia tidak ada yang tidak pernah berbuat dosa. Jadi tidak ada manusia yang berkenan di mata Allah. Termasuk amal perbuatan baiknya, sudah tercemar oleh dosa karena hakekat manusia sudah berdosa.

Hanya Allah saja yang sanggup menghapuskan dosa tersebut dan memberikan teladan bagaimana hidup yang sepatutnya menurut perkenanan Allah. Maka, Allah datang ke dunia mengambil rupa manusia, Dia-lah Isa Al-Masih.

Isa Al-Masih menghapuskan dosa manusia bukan supaya manusia bebas melakukan dosa, tetapi Ia datang ke dunia, mati, bangkit pada hari ketiga untuk menebus manusia dari siksa neraka dan dari belenggu dosa yang memperbudak. Maka setiap pengikut Isa Al-Masih tidak lagi diperbudak oleh nafsu dosa.
~
NN
 
 
# lucky 2011-10-17 19:29
*
Saudaraku umat Kristus, renungkanlah bahwa sesungguhnya kalian telah menghujat Allah dengan menurunkan derajat-Nya sebagai manusia dalam diri Yesus.

Sebenarnya Islam yang benar-benar mengikuti ajaran Kristus sejati, yaitu menyembah hanya kepada Allah Yang Maha Esa seperti yang dilakukan oleh Yesus dan semua Nabi/Rasul utusan Allah.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-11-11 13:49
~
Saudara Lucky,

Siapakah manusia sehingga dia berani menurunkan derajat Allah? Jelas tidak ada seorangpun manusia yang berhak menurunkan derajat seseorang, apa lagi derajat Allah. Hanya Allah yang berhak menurunkan derajat manusia.

Bila memang benar Islam adalah pengikut Kristus, sudah seharusnyalah mereka mengikuti semua ajaran Kristus, bukan sebagian. Selain itu, mereka juga harus dapat mengerti apa yang menjadi tujuan Kristus datang ke dunia.

Kristus berkata, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Kristus adalah sang "Jalan". Melalui Dia orang dapat belajar mengenai "Kebenaran" tentang Allah dan menemukan "Hidup" bersama Allah.

Sudahkah saudara menemukan Jalan Kebenaran dan Hidup dalam Kristus? Artikel ini dapat membantu saudara bagaimana untuk menemukannya, http://tinyurl.com/86c6zc2.
~
SO
 
 
# ki atma 2011-10-20 10:06
*
Alkitab mencatat beberapa kemustahilan berkaitan dengan dugaan ke-Tuhanan Yesus, misalnya: Yesus sujud menyembah kepada Allah (Injil, Rasul Besar Matius 26:39 dan Injil, Rasul Markus 14:35-36).

Selain itu ketika disalib, Yesus berteriak memohon pertolongan kepada Allah (Injil, Rasul Besar Matius 27:46 dan Injil, Rasul Markus 15:34, teks ini sebenarnya dikarang dari Mazmur 22:2-6).

Yesus juga tidak mengetahui kapan datangnya hari kiamat (Injil, Rasul Markus 13:31-32). Bahkan, Yesus menyuruh umat-Nya untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah (Injil, Rasul Besar Matius 6:9-13).

Tindakan/sifat-sifat Yesus tersebut sangat mustahil dimiliki oleh Tuhan, tetapi tindakan/sifat-sifat tersebut hanya mungkin dimiliki oleh mahluk-mahluk-Nya yang sudah semestinya menjadi hamba-hamba-Nya.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-11-30 22:37
~
Umat Kristen percaya pada satu pribadi Isa Al-Masih yang mempunyai dua sifat dasar Allah dan manusia.

Isa Al-Masih inilah yang memberikan identitas kepada kekristenan dan sekaligus membedakan umat Kristen dengan agama yang lain.

Dalam Alkitab ada banyak ayat-ayat yang menyatakan keilahian dan kemanusiaan Isa Al-Masih. Maka, kita tidak dapat menggunakan ayat-ayat yang menyatakan kemanusiaan Isa Al-Masih, untuk menyerang keberadaan keilahian Isa Al-Masih.
~
SL
 
 
# Noname 2011-11-23 16:42
*
Setelah saya membaca di atas ada ayat yang mendukung Yesus adalah Tuhan. Tapi juga ada ayat yang mendukung Yesus bukan Tuhan atau Allah.

Tuhan Allah ~> Tuhan Jesus ~> Tuhan Rohkudus = Trinitas!!

Manusia dimanakah?
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-11-24 13:32
~
Saudara Noname,

Allah dalam Alkitab adalah Allah Tritunggal. Konsep Allah Tritunggal tidak dapat dimengerti sepenuhnya oleh akal manusia. Oleh sebab itu Allah Yang Tak Terbatas hanya dapat diterima memalui iman.

Justru itulah tandanya Allah Maha Agung. Jika Allah mudah dimengerti oleh otak manusia, maka mungkin manusialah yang lebih besar dari Allah.

Roh Kudus adalah pribadi Allah dalam konsep Tritunggal. Roh Kudus adalah Pribadi penolong yang memimpin kita, dalam bentuk Roh yang dijanjikan oleh Isa Al-Masih sebelum kenaikan-Nya ke sorga (Injil, Sura Kisah Para Rasul 1:6-9).

Menurut ajaran Alkitab, seorang Kristen memiliki Roh Kudus di dalam dirinya. Roh tersebut berfungsi sebagai penolong, pemimpin, penghibur, dan teman yang setia. Roh Kudus menuntun umat Kristiani agar hidup sejalan dengan kehendak Tuhan. Roh Kudus juga merupakan penghubung antara umat Kristiani dengan Allah.

Oleh sebab itu dengan Roh Kudus yang tinggal di dalam kita, maka kita akan mengerti indahnya keselamatan di dalam diri Isa Al-Masih, dan kita telah memperoleh keselamatan tersebut.
~
SO
 
 
# grandma 2011-12-16 00:34
*
Ayat-ayat terjemahan Al-Quran yang menyebut "Rahmat dari Kami, Kalimat Allah, yang terkemuka di dunia dan akhirat, tiupan Ruh dari Allah, Anak lelaki yang suci" ini kalian katakan bukti Isa Al-Masih itu Tuhan?

Pernyataan yang belum kokoh dan tidak membuktikan Isa Al-Masih itu Tuhan, karena ungkapan itu bisa ditafsirkan sebaliknya.

Carilah ayat Al-Quran yang benar-benar menyebut Isa Al-Masih adalah Tuhan dan Tuhan adalah Isa Al-Masih!
 
 
# Staff Isa dan Islam 2012-01-30 14:30
~
Saudara Grandma,

Bila kata “Rahmat dari Kami, Kalimat Allah, yang terkemuka di dunia dan akhirat, tiupan Ruh dari Allah, Anak lelaki yang suci" belum cukup sebagai bukti bahwa Isa Al-Masih bukan manusia biasa, lalu menurut saudara, adakah manusia yang layak disebut demikian?

Jelas tidak ada bukan!

Bahkan nabi saudara saja, yang menurut umat Muslim adalah nabi penyempurna, membawa ajaran sempurna, membawa kitab penyempurna, hanya disebut sebagai orang yang mulia di dunia. Bukan yang termulia di dunia.

Inilah pengakuan Isa Al-Masih adalah diri-Nya sendiri, “Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.” (Injil, Rasul Besar Yohanes 13:13)
~
SO
 

Berhubung banyak komentar yang masih belum kami balas, untuk sementara komentar tidak diterima.

Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Twitter Ikuti Isa dan Islam di RSS Feed
Mutiara Tersembunyi tentang Isa Al-Masih di Alkitab dan Al-Quran

Tweet Terbaru

isadanislam
isadanislam: Nikmat - Sekarang Saja Atau Di Akhirat Juga? http://t.co/M3tZ0ze0

Rabu, 01 Februari 2012

isadanislam: Islam & Kristen Setuju - Allah Tidak Beranak http://t.co/U2lKs4Xv

Selasa, 31 Januari 2012

isadanislam: Apakah Isa Al-Masih Mengajarkan Perang? http://t.co/pZIqiPBl

Senin, 30 Januari 2012


 
Joomla Templates and Joomla Extensions by ZooTemplate.Com
Hak Cipta © 2012 Dialog Agama - Isa dan Islam. Dilindungi oleh Undang-undang
Joomla! adalah Perangkat Lunak Bebas yang diterbitkan di bawah Lisensi GNU/GPL