Sholat, Kiblat, Dan Konsep "Rumah Allah" Yang Membingungkan

Sholat Menggunakan Bahasa Arab Mekah

Pada dasarnya agama Islam mengakui Allah itu Esa, Maha Kuasa, Maha Hadir dan Kekal.

Ajaran Islam mewajibkan penganutnya sholat lima kali sehari semalam dalam bahasa Arab. Hal ini menggambarkan seolah-olah Allah hanya mengerti bahasa Arab saja. Di sisi lain Islam juga percaya Allah Maha Tahu, bersifat universal, milik semua bangsa, serta tidak terbatas pada satu bahasa. Lalu, mengapa sholat harus mutlak menggunakan bahasa Arab? 

Ajaran Islam yang pokok  adalah “Tauhid.”  Pengakuannya: “Tiada Tuhan selain Allah dan hanya kepada Dialah kita wajib sembah sujud dan meminta pertolongan” (QS.1 Al-Fatihah 5).  Apakah kiblat dan konsep “Rumah Allah” sesuai dengan konsep Tauhid?

Latar Belakang Kiblat ke Mekah

Arah kiblat ditentukan ketika Muhammad dan rekan-rekannya hijrah ke Medinah. Di situ banyak bangsa Yahudi mempunyai pengaruh besar di bidang pemerintahan, ekonomi dan sosial budaya. Mereka juga sangat fanatik beragama. Setiap hari mereka sembahyang dengan kiblat ke Yerusalem.  Karena berada di negeri orang Muhammad menetapkan kiblat sholat ke Yerusalem. Akhirnya dia berhasil mengusir bangsa Yahudi dari Medinah dengan kekuatan pedang. Dengan alasan mendapat wahyu dari Allah, kiblat sholat yang awalnya ke Yerusalem diganti menjadi ke arah Mekkah karena di sana ada ”Baithollah / Rumah Allah.”  Baithollah sekarang dikenal sebagai “Kaabah dan Batu Hitamnya.” (QS. 2 Al-Baqarah 142-145; 149-150).

Arah Kiblat di Indonesia

Umat Muslim di Indonesia yang ingin melakukan sholat harus menghadap ke barat, karena menurut letak geografis Indonesia diyakini bahwa Mekah atau Kaabah ada di sebelah barat Indonesia. Namun baru-baru ini sebuah ormas Islam yaitu Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan sebuah fatwa baru mengenai pergeseran arah kiblat di Indonesia yang semula menghadap ke barat menjadi arah barat laut.

Mengapa Menyembah Ke Arah Batu Hitam?

Umat Islam minimal lima kali sehari mengucapkan “Tauhid.”  Tetapi mereka juga ruku dan sujud menyembah Allah ke arah Batu Hitam di Mekah.  Benarkah Allah bertempat tinggal di Kaabah (Baitullah / Rumah Allah)?  Bukankah ini menggambarkan orang sujud ke Batu Hitam? Allah yang Esa, Maha Kuasa, yang Roh, Tidak ada persamaanNya dan Kekal tentulah tidak tinggal di Baitullah. Juga tidak mungkin Batu Hitam ini mempunyai arti penting bagi Allah. Tapi, hal ini memberi kesan sepertinya Batu Hitam disembah.

Allah Mempunyai Rumah di Mekah?

Umat Islam mengakui bahwa Allah itu pada satu titik yang bersamaan ada di mana-mana di setiap sudut, penjuru dimensi dunia dan alam semesta ini.  Itu betul!   Namun “sepertinya” minimal lima kali dalam sehari semalam Allah hanya berada di Mekkah dalam Kabah.  Betulkah Allah pencipta langit dan bumi beserta segala isinya mempunyai rumah atau bait di dunia, khususnya di Mekkah?  Mungkinkah Allah berada di Baithollah lima kali sehari pada waktu-waktu khusus yaitu subuh, lohor, asyar, maghrib dan isya?

Mencium Batu Hitam Saat Ibadah Haji

Islam dengan tegas melarang pengikutnya menyembah patung dan berhala.  Hal itu berarti syirik/menduakan Allah.  Ini bertentangan dengan inti syahadad “Lailahailallah.”  Yang menjadi pertanyaan, apakah berjuta-juta umat Islam dalam melaksanakan ibadah haji dengan ruku dan sujud menyembah Kabah bukan berarti syirik?  Mereka mencium Batu Hitam yang ada di dalamnya.  Pada waktu yang sama mereka juga mengucapkan doanya “Allahuma labaik bismillahilahu akbar.”  Artinya: “Kami memenuhi panggilanmu ya Allah!”  Hal ini dilakukan  sebanyak tujuh kali berturut-turut.  Kitab Suci dengan jelas melarang tindakan seperti ini.

Membingungkan

Kami yakin pemikir-pemikir Islam mempunyai jawabannya, walaupun itu membingungkan. Kami tahu umat Islam berpegang teguh pada konsep Tauhid.  Kami juga memuji mereka yang konsisten melakukan sholat. Jelas jutaan orang Islam ingin hidup berkenan pada Allah.  Namun hal-hal yang disebutkan di atas sulit dimengerti oleh umat Kristen karena tidak mendapat dukungan dalam Kitab Suci.

Kiblat dan Ruku Tidak Perlu

Alkitab mengajarkan Allah tidak mempunyai rumah di dunia.  Langit adalah takhta-Nya dan bumi adalah tumpuan kaki-Nya (Injil, Kisah Para Rasul 7:48-50).  Allah dalam satu detik yang bersamaan ada dimana-mana.  Dia selalu ada di setiap milimeter di muka bumi dan jagad raya ini.  Itulah sebabnya bila berdoa atau bersolat kepada Allah tidak memerlukan kiblat, berdoa dapat ke arah mana saja. Dimana kita berdoa, disitu ada Allah. Selain itu gerakan-gerakan jasmani (ruku, sujud, berdiri dst.) tidak diperlukan.  Demikian juga halnya dengan doa yang dilafalkan dengan suara-suara yang berirama.  Yang terutama, berdoalah dengan roh dan kebenaran karena Allah itu Roh adanya. (Injil, Rasul Besar Yohanes 4:21-24)

Yang lebih indah lagi Roh Allah ingin bertempat tinggal di dalam diri tiap orang yang menerima Isa Al-Masih sebagai Juruselamat: Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah . . . ? (Injil, Surat I Korintus 6:19)  Tubuh kita dapat menjadi “Rumah Roh Allah.”


Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Comments  

 
# Staff Isa dan Islam 2010-07-24 06:11
~
Pedoman wajib untuk memasukkan comment-comment:

(1) Tidak boleh memakai lebih dari satu kotak.
(2) Pertanyaan / masukan harus berhubungan erat dengan uraian diatas.
(3) Sebaiknya satu atau dua pertanyaan dimasukan dalam satu comment.
(4) Masukan harus selalu sopan dan jangan agresif.
(5) Masukan tidak boleh memuat banyak bahasa lain, misalnya Bahasa Arab.
(6) Masukan harus dalam Bahasa Indonesia yang lazim dimengerti semua orang.
(7) Jangan memakai singkatan-singkatan, misalnya yg, dlm, sdh, tdk, dlsbgnya.
(8) Huruf besar tidak boleh dipakai untuk menekankan sesuatu.

Kami mempersilahkan Saudara mengemail masukan@idionli ne.info untuk pertanyaan / comment yang majemuk. Kami senang menjawabnya.

Kiranya petunjuk-petunjuk diatas akan kita perhatikan.

Wassalam,
Jason Gilead
Staff, Isa dan Islam
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-07-24 06:15
~
TOPIK URAIAN UNTUK COMMENT:

..........................SHOLAT, KIBLAT DAN KONSEP “RUMAH ALLAH"..........................


Kami senang menerima comments yang langsung menyetujui dan/atau menantang intisari uraian di atas. Informasi yang memperkaya pengertian tentang topik di atas juga diterima dengan senang hati.

Comment-comment lain yang tidak berhubungan langsung dengan topik di atas akan dihapus.

Di tempat ini kami ingin menjalankan satu diskusi mengenai topik ini saja.

Wassalam,
Staff, Isa dan Islam
 
 
# chumaidi 2010-07-29 08:07
*
Dari uraian di atas, saya yakin semua itu benar bagi anda. Namun perlu diingat bahwa keyakinan dan kepercayaan itu ada pada diri kita masing-masing. Saya orang yang tidak begitu pintar dalam hal agama. Namun yang penting, "Bagimu agamamu dan bagiku agamaku sendiri."

Kita boleh mencari pengikut, namun jangan menyalahkan satu dan lainnya. Marilah kita meyakini kepercayaan kita masing-masing, dan penafsiran itupun juga berdasarkan penafsiran kita masing-masing. Sekali lagi dalam Al Qur'an disebutkan: "Lakum Diinukum Waliadiin," yaitu bagimu agamamu dan bagiku agamaku sendiri.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-07-30 23:33
~
Kami senang menerima comment Sdr. Chumaidi. Terima kasih.

Sebetulnya sangat bermanfaat kalau kita yang beragama mempertimbangka n konsep-konsep dalam akidah kita. Buat orang bukan Islam, sholat berbahasa Arab dengan arah kiblat ke Mekkah sangat membingungkan. Apalagi masalah mencium Batu Hitam. Kesannya pada orang bukan Islam adalah bahwa umat Islam menyembah Kabah.

Lain halnya dengan orang Kristen. Tidak ada bahasa khusus untuk sholat. Tidak boleh mencium benda sakti atau menyembah ke satu arah tertentu.

Orang Kristen juga tidak boleh menyembah salib. Pada salib, Isa Al-Masih menderita untuk menyelamatkan kita dari dosa. Tetapi kita dilarang menyembah benda itu.

Memang setiap orang mesti berpegang pada agamanya sendiri. Tetapi pantas juga kalau setiap orang melakukan penilaian atas agamanya sendiri. Mungkin dalam agamanya, ada hal-hal yang tidak benar.
 
 
# Harya Bratasena 2010-07-29 11:27
*
Sedikit kritik untuk Anda, staf Isa dan Islam. Arti dari ayat ke -5 Al-Fatihah adalah: Hanya kepada-Mu kami mengabdi dan hanya kepada-Mu kami menyembah.

Tanggapan saya atas post Anda adalah ngawur dan tidak jelas.

1. Tidak pernah sekalipun umat Islam menyembah Kabah.

2. Tidak ada sekalipun Batu Hitam disembah.

3. Allah yang mempunyai jagad ini, jadi seluruh dunia ini adalah rumah Allah.

4. Yang Anda jadikan rujukan semuanya adalah dalil dari Kitab Anda (Injil).

Jadi kami menolak semua dalil yang Anda berikan untuk menyanggah konsep sholat dan kiblat kami.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-07-31 00:01
~
Sdr. Harya Bratasena, seperti yang kami katakan dalam uraian di atas, kami yakin orang-orang Islam tidak bertujuan menyembah Kabah dan Batu Hitam pada waktu sholat berkiblat ke Mekkah.

Namun, dengan kiblat ke arah Mekkah, orang-orang akan berpikir bahwa Allah bertempat tinggal di Mekkah. Secara akidah mereka percaya Allah berada di mana-mana, namun secara hati percaya Allah hanya ada di Mekkah.

Hal yang mirip juga terjadi pada orang Kristen. Walaupun diajari terus-menerus bahwa Allah tidak bertempat tinggal di dalam gereja, namun sebagian mereka cenderung merasa gereja adalah tempat suci.

Menurut ajaran Alkitab, tidak ada bahasa khusus untuk sholat, tidak ada arah khusus untuk menyembah Allah, tidak ada “Rumah Allah” di bumi, tidak ada benda yang boleh disembah cium. Isa Al-Masih berkata dalam Injil: “…penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian." (Injil, Rasul Allah Yohanes 4:23)
~
JG
 
 
# Taufik Ali 2010-08-23 20:43
*
Tentang Isa al Masih Allah berfirman: "(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: "Hai 'Isa putra Maryam, ingatlah ni'mat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa . . . . . Dan ingatlah di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan ijin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. (Qs 5:110)

Saudara Taufik Ali memberitahu bahwa informasi dalam Qs 5:110 tidak ada dalam Alkitab. Isa dan Islam memberi jawab di bawah ini.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-08-27 07:15
~
Keterangan tentang Isa Al-Masih berbicara dalam buaian terdapat dalam injil palsu, dengan judul bahasa Arab: “ Injil Al-Tufuliyyah” atau bahasa Inggris: “The Gospel of the Infancy.” Injil palsu ini dikarang sekitar tahun 500-600 Masehi, yaitu jauh sesudah masa hidup Isa Al-Masih.

Injil, Rasul Besar Yohanes 2:11 mengatakan bahwa mujizat pertama Isa Al-Masih dikerjakan pada waktu Ia sudah dewasa. Dengan demikian Isa Al-Masih tidak pernah berbicara ketika dalam buaian dan tidak pernah membentuk burung dari tanah yang dapat terbang. Pendiri agama Islam mendapatkan informasi ini dari Injil palsu yang beredar di tanah Arab, sekitar abad ke lima dan abad ke enam.

Saksi mata Isa Al-Masih yang hidup bersama dengan Dia serta ibu-Nya sendiri, yakni Rasul Yohanes, tidak melihat atau mengatakan ada mujizat semacam ini. Ini adalah fakta sejarah. Apakah lebih baik kita mempercayai saksi mata kehidupan Isa Al-Masih atau tulisan yang dikarang 500-600 tahun kemudian?

JG
 
 
# Muslim 2010-07-31 19:39
*
Dikatakan bahwa arah kiblat itu "membingungkan."

Padahal umat islam sendiri tidak merasa bingung akan hal ini sebab kemana pun kita menghadap: Barat, Timur, Utara, Selatan, maka itu pun milik Allah.

Justru yang saya lihat, yang bingung itu yang menulis artikel ini.

Dikatakan lagi bahwa umat Islam menyembah batu hitam dan seakan-akan itu adalah rumah Allah.

Umat Islam ketika shalat, terlebih ketika sujud, yang diucapkan adalah "Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi" bukan "Maha Suci Kabah Yang Maha Tinggi".

Jadi jelas, yang bingung itu adalah penulis artikel.

"Yang terutama, berdoalah dengan roh dan kebenaran karena Allah itu Roh adanya. (Injil, Rasul Besar Yohanes 4:21-24)"

Bila Roh itu adalah Allah, maka seperti ini kalimatnya: "Berdoalah dengan Allah dan ..."
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-08-01 07:11
~
Kata “membingungkan” dipakai, karena bagi "orang bukan Islam", tata cara berdoa harus menghadap satu arah dan kebiasaan mencium Batu Hitam adalah tidak rasional. Kami tidak mengatakan salah. Itu terserah pada orang. Kami hanya mengatakan bahwa karena Allah secara khusus tidak bertempat tinggal di Mekkah, mengapa sholat harus berkiblat ke sana?

Kalau Saudara membaca uraian dengan jelas, Saudara akan melihat bahwa uraian tidak mengatakan bahwa orang Islam menyembah Kabah dan Batu Hitam. Uraian ini hanya mengatakan ibadat yang merangkum dan mencium Batu Hitam serta sholat yang diarahkan ke Mekkah adalah sulit dimengerti oleh orang lain.

Buat orang Kristen yang tidak disuruh untuk bersholat menghadap ke satu arah tertentu, mencium Batu Hitam atau benda-benda apapun, dan memakai bahasa asing dalam sholat, maka semua ini membingungkan. Untuk orang Islam yang sudah biasa, mungkin tidak merasa apa-apa. Uraian di atas hanya mengatakan bahwa untuk orang bukan Islam, cara beribadat ini jelas membingungkan.

Berdoa dengan roh” dalam ayat di atas berarti berdoa dari hati, tanpa bingung sebelumnya mengenai kewajiban arah doa ataupun harus dengan pemakaian bahasa khusus. Inilah doa yang diterima Allah.
~
JG
 
 
# Hasila 2010-08-01 00:13
*
Solat menggunakan bahasa Arab bukan berarti Tuhan tidak paham bahasa lain.

Tetapi Tuhan telah tahu bahwa manusia suka mengubah maksud ajaran-Nya. Ini akan gampang terjadi apabila kitab Allah ditukar ke bahasa lain.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-08-01 07:40
~
Kami setuju bahwa Allah mengerti dan mendengar semua bahasa.

Kami yakin kalau bersholat dalam bahasa sendiri, manfaatnya lebih besar karena bahasa sungguh dimengerti. Kalau tidak, orang hanya mengucapkan kata-kata dan tidak mengerti arti yang mendalam dari kata-kata itu.

Kita melihat hal yang sama di rumah tangga. Sering suami isteri, walaupun pandai memakai bahasa Indonesia, tetap saja lebih menyukai untuk bertukar pikiran dengan memakai bahasa suku. Kalau saja demikian dalam situasi rumah tangga, apalagi dalam keadaan bersholat dan menyembah Allah. Seharusnya hubungan kita dengan Allah lebih baik daripada hubungan dengan sesama manusia bukan?

Walaupun umat Kristen bersholat dan berdoa dalam ibu bahasa, ini sama sekali tidak ada hubungan dengan mengubah ajaran Alkitab. Semua ajaran umat Kristen didasarkan pada apa yang diuraikan dalam bahasa asli Alkitab.

Menerjemahkan sesuatu ke dalam bahasa lain, tidak berarti mengubah artinya. Kalau benar demikian, berarti tidak ada satu kalimat, surat atau buku pun di dunia, yang boleh diterjemahkan, supaya isinya masih dapat dipercaya. Masakan Saudara berpandangan demikian?
~
JG
 
 
# askar sasmita 2010-08-06 17:32
*
(1) Sayang sekali, anda banyak menunjukkan kekeliruan. Nabi Muhammad tidak pernah berkiblat ke Yerusalem. Ia berkiblat ke arah Kutub Utara sebagaimana Kabah dulunya adalah kutub utara Bumi.

(2) Anda tahu arti Kabah? Pasti tidak tahu kan? Ini saya beritahu. Kabah artinya 'mata Bumi', tempat di mana Bumi berputar. Kaum Muslimin shalat menghadap Kabah, bukan menyembah bangunan itu atau Hajar Aswad. Kami menyembah kepada pemilik kekuatan yang memutarkan Bumi dan semua benda-benda angkasa sehingga berjalan sebagaimana mestinya. Tidak ada yang mempunyai kekuatan sebesar itu selain Allah.

(3) Saya sarankan jangan membuat pernyataan hanya berdasarkan dugaan, tanpa pengetahuan yang mumpuni.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-08-06 23:11
~
(1) Kelihatannya ada beberapa pandangan tentang masalah kiblat. Kami senang mendengar pandangan Saudara bahwa Kaabah dulu di Kutub Utara. Namun apakah semua orang Islam setuju dengan pandangan Saudara? Atau justru Saudara sedang mempopulerkan ajaran baru, bahwa dahulu arah kiblat adalah Kutub Utara?

(2) Kalau Saudara membaca uraian kami dengan hati-hati, Saudara akan melihat bahwa kami tidak mengatakan bahwa orang Islam menyembah Kaabah atau Hajar Aswad. Kami mengatakan bahwa kiblat ke jurusan Mekkah, tidak cocok dengan ajaran Injil. Allah berada di mana-mana. Ke mana pun kita menghadap, di situlah wajah Allah (Qs 2:115). Allah sesungguhnya tidak mematok arah sholat sebagai keharusan bagi semua orang. Nabi Saudara sholat menghadap Kaabah karena itulah yang disukai olehnya. "Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidilharam (Qs 2:144)."

(3) Kami selalu senang untuk belajar mengenai agama Islam. Juga kami senang memperbaiki uraian kami, apabila terbukti bahwa isinya salah. Satu hal yang saya belajar ialah bahwa orang Islam mempunyai bermacam-macam interpretasi yang berbeda. Sebagai contoh, saya tidak yakin semua orang Islam percaya bahwa Kaabah pertama adalah di Kutub Utara.

(4) Sebetulnya diskusi semacam ini tidak banyak menolong kita. Yang terpenting ialah supaya kita dilindungi dari murka Allah. Penyaliban Isa Al-Masih adalah kunci untuk menghindari murka Allah. Apabila kita menerima Dia sebagai Juruselamat, kita aman selama-lamanya.
~
JG
 
 
# melkisedek 2010-08-08 12:10
*
Comment Sdr. Melkisedek tidak berfokus pada intisari uraian, yaitu Sholat, Hajar Aswad dan Kaabah, namun kami merasa pantas dijawab. Kami hanya menerima satu kotak per comment, bukan tiga. Maka kami menyingkatkan tiga kotak Saudara menjadi satu. Di bawah ini adalah beberapa comment Saudara.

(1) Saya pernah membaca di Injil bahwa Yesus beribadah di sinagog, sementara kalian di gereja. Siapa yang menyuruhnya?

(2) Kalian seenaknya membuat tata cara ibadah sendiri termasuk membuat gereja, sementara Yesus ibadahnya ke sinagog.

(3) Saya yakin ibadah anda tidak sama antara sesama Kristen. Itulah makanya anggota Kristen tidak bisa sembarangan masuk ke gereja yang bukan golongannya.

(4) Kalian senang membuat wajah Yesus seenak dengkul kalian sendiri dan akibatnya wajah Yesus sekarang berbeda-beda.

(5) Tahukah anda bahwa istilah "Alkitab" tidak ada di Bibel. "Alkitab" berasal dari bahasa Arab, yang berarti "buku.” Apakah pantas memberi judul kepada Kitab Suci dengan istilah "Alkitab" atau "buku"? Inilah bukti bahwa menggunakan bahasa asing akan menghilangkan kesucian ibadah, karena agama anda tidak menggunakan bahasa asli Yesus.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-08-10 07:41
~
(1) Isa Al-Masih pernah beribadah dalam Bait Allah dan sinagoge. Ia tidak pernah menyuruh pengikut-Nya sembahyang di sinagoge. Isa Al-Masih mengatakan bahwa Ia akan membangun gereja-Nya. (Injil, Matius 16:18)

(2) Isa Al-Masih tidak pernah memberi tata cara ibadat yang harus diikuti. Kata “gereja” berasal dari bahasa Yunani yang berarti “perkumpulan”. Gereja tidak berarti gedungnya. Para pengikut-Nya boleh berkumpul di mana saja, walaupun di bawah pohon.

(3) "Cara" beribadah tidak perlu sama. Saya beribadat dalam bermacam-macam gereja. Ibadah yang betul berfokus pada meluapkan isi hati pada Allah, mendengar kabar keselamatan akibat penyaliban Juruselamat, dan memuji Allah karena segala kebaikan-Nya. Allah memperhatikan isi hati orang yang beribadah, bukan "cara" ia beribadah.

(4) Tidak seorang pun yang mengetahui wajah Isa Al-Masih. Dengan demikian semua lukisan wajah Isa Al-Masih adalah salah. Ini tidak penting. Hal-hal yang bersifat jasmani adalah kurang penting. Yang paling penting adalah apakah orang-orang menerima keselamatan yang disediakan Allah melalui pengorbanan Isa Al-Masih.

(5) Orang Kristen punya banyak nama untuk wahyu Allah: Kitab Suci, Alkitab, Firman Allah, Wahyu Allah. Yang penting bukan nama yang dipakai, tetapi apakah Firman Allah dibaca, dihayati, ditaati.
~
JG
 
 
# Taufik Ali 2010-08-23 19:58
*
(1) Injil yang diturunkan Allah, Tuhan seluruh umat manusia kepada Nabi Isa adalah dalam bahasa Ibrani (bukan bahasa Yunani). Bagaimana anda tahu bahwa Isa "mengatakan" padahal Kitab Injil yang menjadi rujukan anda, bukan Injil yang berasal dari Isa?

(2) Bukankah Injil yang sekarang ini karangan Paulus?

(3) Anda bilang kenapa Islam menggunakan bahasa Arab, padahal setiap saat anda mengutip nama Tuhan kami, Allah, yang merupakan bahasa Arab. Mengapa anda tidak menggunakan kalimat Bapa atau semacamnya?

(4) Kalau tidak ada seorangpun yang tahu wajah Yesus, mengapa wajahnya ada di semua gereja? Wajah siapakah yang anda percayai sebagai wajah Yesus itu?
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-08-26 07:05
~
(1) Isa Al-Masih berbicara dalam Bahasa Aramaic. Allah mengurapi rasul-rasul-Nya dengan Roh Allah supaya mereka menuliskan wahyu Allah tanpa salah. Allah Maha Besar dan Ia memelihara firman-Nya. Kitab Injil yang dipakai pada masa ini, adalah sama dengan Injil yang diwahyukan-Nya pada zaman Isa dan rasul-rasul-Nya, dan sama dengan Injil yang diperintahkan dalam kitab Saudara untuk diimani.

(2) Allah mengurapi Rasul Paulus dengan Roh-Nya, supaya ia dapat menulis beberapa surat dalam Perjanjian Baru. Seluruh Perjanjian Lama, demikian pula seluruh Perjanjian Baru adalah Wahyu Allah. Seluruh Wahyu Allah adalah satu ide tentang Isa Al-Masih dan bukan hanya tulisan Paulus.

(3) Semua bahasa dimiliki oleh Allah. Dari dulu umat Kristen di Indonesia memakai nama Allah untuk Sang Pencipta. Allah bukanlah suatu nama. Allah adalah sebutan bagi Sang Pencipta yang sudah dipakai secara luas bahkan sebelum zaman Islam. Tetapi boleh juga memanggil Allah dengan sebutan Bapa. Allah menjadi Bapa rohani bagi semua orang yang menerima Isa Al-Masih sebagai Penyelamat-Nya.

(4) Orang Kristen tidak dilarang membuat gambar wajah seseorang, termasuk rekaan wajah Isa Al-Masih. Tidak setiap gereja memasang wajah yang dikatakan sebagai wajah Isa Al-Masih. Tidak seorangpun tahu bentuk asli wajah Isa Al-Masih.

Kalau Saudara mengunjungi gereja-gereja, Saudara akan melihat bahwa tidak ada gambar Yesus dalam setiap gereja. Yang ada dalam gereja adalah salib. Salib adalah lambang keselamatan dari hukuman neraka. Pada salib, Allah menyatakan kasih-Nya kepada kita.

JG
 
 
# soepandinata 2010-08-13 01:42
*
(1) Kami umat Muslim sholat menghadap Kiblat, karena itu perintah Allah dalam Qur’an.

(2) Konsep kami adalah Tauhid, yang tidak ada urusan dengan agama anda yang meyakini Yesus adalah Tuhan dan menjadi Allah. Untuk apa anda mengajari kami?

(3) Kami umat Islam tidak bingung. Dan tentu saja anda bingung, karena Islam itu bukan agama anda.

(4) Apakah anda mengerti hukum sunah dan wajib dalam Islam yang bukan agama anda? Anda mempersamakan menyembah dengan mencium.

(5) Adakah ada sholat dalam Kristen? Apakah ada benda sakti yang seperti patung wanita menggendong anaknya?
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-08-14 08:32
~
(1) Kami mengerti bahwa berkiblat ke Mekkah adalah perintah di Al-Quran. Kami katakan bahwa perintah berkiblat ke Mekkah adalah seakan-akan memberi kesan bahwa Allah tinggal di Mekkah.

(2) Saudara perlu ingat bahwa umat Kristen percaya kepada Allah Maha Esa “yang beroknum tiga.” Kami merasa ada kelemahan-kelemahan dalam konsep Tauhid yang perlu dihadapi.

(3) Memang umat Islam tidak bingung mengenai berkiblat, konsep “Rumah Allah”, dan Batu Hitam. Namun untuk satu agama yang bersifat universal, mengapa perlu mengharuskan pemakaian bahasa Arab? Untuk satu agama yang membenci berhala, mengapa mengajarkan ataupun mencontohkan kepada umat untuk mencium batu hitam? Buat orang bukan Islam yang mempelajari agama Islam, hal-hal ini membingungkan.

(4) Mencium Batu Hitam “memberi kesan” sepertinya Batu Hitam itu disembah, atau setidaknya diagungkan dan dimuliakan.

(5) “Sholat” kalau diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris, adalah “worship” atau “ritual prayer, yaitu ibadah. Orang Kristen sejati tidak pernah berlutut ke benda sakti apapun, dan tidak mengakui adanya benda-benda sakti.
~
JG
 
 
# Taufik Ali 2010-08-23 19:49
*
1) Kalau anda bingung tentang ritual ibadah kami (umrah & haji), maka untuk apa anda pikirkan? Lakukanlah saja ibadah anda sendiri karena kami pun tidak pernah usil dengan tata cara ritual agama anda.

2) Mencium batu hitam bagi anda terkesan ingin mengatakan bahwa kami menyembah batu. Itu karena anda memang tidak memahaminya. Kami pun tidak merasa perlu membuat anda paham.

3) Shalat adalah shalat. Kalau anda tidak mau berlutut kepada Tuhan yang menciptakan anda, itu membuktikan bahwa kaum anda adalah makhluk yang sombong.

4) Kalau Allah tidak mengerti semua bahasa, bagaimana Dia bisa tahu kalau dengan bahasa anda, anda bergunjing dan memfitnah, seperti yang sedang anda lakukan setiap saat di situs ini?
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-08-26 06:37
~
1) Kami ingin mengerti ritual ibadah orang Islam. Buat kami sebagian ritual agama Islam adalah baik, namun sebagian lain kelihatan justru melawan konsep penyembahan hanya terhadap Allah yang Maha Esa.

2) Apakah Saudara "dapat" menjelaskan makna tindakan mencium Batu Hitam kepada kami? Terima Kasih.

3) Kami menyembah Allah tanpa terikat dengan waktu, tempat, dan arah menyembah. Apakah karena saya bersholat tanpa memakai bahasa Arab, ataupun karena saya tidak menghadap ka'abah, berarti saya adalah makhluk yang sombong? Saya kira tidak demikian.

4) Kami hati-hati dengan pemilihan kata. Kalau Saudara dapat menunjukkan kalimat kami yang kasar atau memberi kesan memfitnah, kami akan menhaluskkannya . Kami ingin menghindari kesan memfitnah.

5) Yang terpenting adalah keselamatan jiwa. Alangkah baiknya jika kita boleh bertanya pada diri kita sendiri. Apakah saya yakin akan masuk sorga sesudah meninggal dunia?

JG
 
 
# Aslama 2010-08-28 20:14
*
“Demi bintang ketika terbenam, kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru, dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya), yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat.” (Qs. 53:1-5)

Wahai Staf website ini, jika Anda memang bersikeras pada pandangan-pandangan Anda, silakanlah Anda berdebat besok di hari kiamat dengan Allah, Tuhan Semesta Alam.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-08-31 07:51
~
Saudara Aslama, mengapa Saudara yakin kalau yang menentang Allah itu pasti adalah kami, dan bukan Saudara? Mengapakah Saudara justru yang bersikeras tidak berusaha melembutkan hati dan merenungkan apa yang kami tulis? Jika Saudara tidak setuju dengan kami, Saudara tentu saja boleh menjawab dengan kesalahan apa yang kami perbuat. Namun jika apa yang kami katakan adalah benar, mengapa justru Saudara yang bersikeras?

Saudara yang berpegang teguh pada Qs 53:1-5, perlu membaca dua ayat berikut ini juga dimana Al-Quran menekankan bahwa Injil adalah wahyu Allah dan tidak seorangpun dapat mengubah kalimat-kalimat Allah.

"Dan kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat." (Qs 5:46).

"Tak ada seorangpun yang dapat merobah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebahagian dari berita rasul-rasul itu." (Qs 6:34).

Pandangan kami mengenai Isa Al-Masih terdapat dalam Injil, yang didukung penuh oleh ayat-ayat diatas. Intisari berita Injil adalah Kasih Allah, yang dinyatakan dalam pengorbanan Isa Al-Masih untuk dosa-dosa dunia. Kiranya kita tidak menolak kasih Allah ini yang ditujukan buat kita.

JG & CA
 
 
# Ismu Sultan 2010-09-04 18:38
*
Perselisihan terjadi kalau kita memandang sesuatu, hanya dari satu sisi saja. Dan itupun hanya dugaan, bukan kepastian yang logika. Pahamilah dahulu Tuhan itu apa? Apakah kata benda, kata kerja, kata sifat, atau sebutan. Dan Allah itu apa pula?

"Jangan kamu katakan benar sebelum kamu tahu kesalahannya."
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-09-10 23:45
~
Saudara Ismu, pendapat Saudara ini jugalah yang kami harapkan bisa dipertimbangkan oleh semua Saudara kita yang adalah umat Muslim.

Kami sendiri sudah berusaha mempertimbangka n dengan hati-hati kepercayaan orang Islam dan Kristen. Dan karena Injil diwahyukan Allah dan memuat penjelasan komplit mengenai jalan keselamatan, maka kami berfokus pada Injil.

Jikalau Saudara dapat menunjukkan penjelasan kami yang hanya merupakan ‘dugaan’ atau sesuatu yang tidak ber-‘logika’, maka silahkan ajukan kepada kami. Kami akan mempertimbangka nnya ulang dengan seksama.

Namun sayang, sering ada tuduhan bahwa kami tidak rasional, hanya karena orang tidak suka apa yang diajar dalam Injil Allah dan dikemukakan pada situs ini.

Yang jelas, Isa Al-Masih adalah Juru Damai. Ia menyediakan jalan supaya semua orang dapat diperdamaikan dengan Allah dan menerima keyakinan keselamatan kekal.

Kami mengundang Saudara merenungkan: www.isadanislam.com/jalan-keselamatan

JG
 
 
# As rakhman 2010-12-11 02:14
*
Anda mengatakan bahwa Allah ada di mana-mana, bahkan di setiap milimeter alam semesta. Pada saat yang sama, Anda juga mengatakan bahwa Roh Allah ingin berada (yangartinya belum) dalam hati orang yang menerima Isa. Apa arti dari pernyataan tersebut?

Kemudian Roh Kudus yang berasal dari Allah, Ini Roh Allah atau Roh Kudus? Bukankah Roh Kudus sama dengan Allah?
 
 
# Staff Isa dan Islam 2010-12-14 09:53
~
Adalah benar Allah ada di mana-mana. Ini adalah sifat Allah yang sulit dipahami oleh manusia.

Silahkan simak ilustrasi berikut ini: Udara ada di mana-mana, termasuk di sekitar tubuh kita dan juga di dalam tubuh kita. Udara pasti mengandung oksigen. Namun, orang dalam keadaan sakit, tetap membutuhkan tabung udara / oksigen untuk membantu dia bernafas atau dia akan mati. Bukankah udara ada di mana-mana? Mengapa diperlukan lagi tabung udara secara khusus?

Saya mengerti bahwa tentunya perumpamaan ini tidak bisa menjelaskan tentang Allah secara tuntas, karena sesungguhnya manusia dengan pikiran yang terbatas, tidak mungkin mengerti secara tuntas tentang diri Allah.

Roh Allah adalah benar seperti yang Saudara katakan, Ia adalah Roh Kudus, yang berada di dalam hati orang-orang yang menerima Isa Al-Masih.

Ini berarti Allah secara efektif mau masuk dan berintervensi di dalam hidup Saudara. Roh Allah berkehendak untuk mengubah hati kita yang keras dan merubah hidup kita. Tanpa Roh Allah yang berdiam di dalam hati kita, maka kita pasti akan 'mati' di dalam dosa. Namun dengan Roh Allah di dalam kita, maka kita akan mengerti indahnya keselamatan di dalam diri Isa Al-Masih, dan kita akan memperoleh keselamatan tersebut.
~
CA
 
 
# newbia 2011-01-03 13:39
*
Sungguh anda tidak mengetahui indahnya Islam. Coba anda sebutkan, ada tidak agama yang beribadah dalam sehari 5 kali, mengarah ke arah yang sama, pada waktu yang bersamaan, dan juga dengan bahasa yang sama, di mana pun dia berada?

Jika tidak diberikan tata cara seperti itu, saya rasa hanya dengan berkumpul di toilet umum untuk mengagungkan nama Tuhan, dan dengan bahasa yang tidak sopan, juga disebut ibadah.

Anda tidak tahu bahwa hajar aswad itu benar-benar harum, bahkan lebih harum dari bunga mawar atau kasturi. Oleh sebab itu, rasullullah Muhammad mencium batu tersebut, yang akhirnya diikuti oleh para pengikutnya. Namun, karena orang-orang tidak tahu, seperti anda, maka interpretasinya berbeda.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-02-09 23:34
~
Saudara Newbia, terima kasih untuk tanggapan yang telah Saudara berikan.

Saudara menganggap sholat 5x sehari adalah indah. Apakah Saudara juga akan berpendapat sama jikalau sholat itu diperintahkan untuk dilakukan sebanyak 10 atau 20x setiap hari? Allah yang disembah rasul Saudara bahkan pada mulanya memerintahkan agar sholat dilakukan 50x dalam sehari.

Jika Saudara punya keluhan ataupun doa kepada Allah, apakah lebih baik disampaikan dalam bahasa yang Saudara mengerti secara baik, atau dalam bahasa yang Saudara cuma mengerti sebahagian?

Kalau seseorang melakukan sholat dengan hati yang suci murni, namun menghadap arah yang salah, apakah sholat itu diterima Allah? Para ahli agama tampaknya tidak sepakat.

Saudaraku, inilah kali pertama kami mendengar bahwa rasul Saudara mencium batu hajar aswad adalah hanya karena batu itu wangi.

CA
 
 
# newbia 2011-02-26 07:16
*
To. Staf Isa Dan Islam, mari kita bicara fakta. Faktanya, perintah sholat disampaikan kepada umat Muhammad adalah 5x sehari, hanya yang beriman saja yang akan melaksanakannya , bukan yang mengaku Islam, bahkan ada beberapa manusia yang karena rasa cintanya begitu besar kepada Tuhannya menambah bilangan sholatnya dalam sehari.

Kita diajarkan untuk berdoa, bermunajat dengan segala bahasa dan mengingat serta memuji Allah sepanjang waktu, bahkan kita juga diajarkan untuk mengucap bismillah sebelum memulai sesuatu dan alhamdulillah saat mengakhirinya, tetapi mengerjakan sholat adalah yang membedakan saya dengan anda.

Untuk segala urusan, kebenaran hanya milik Allah, tetapi karena telah datang ilmu kepada kita, maka bukankah kita termasuk manusia yang kufur nikmat jika mengingkarinya?
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-03-10 02:31
~
Saudara Newbia, pertama sekali, sholat diperintahkan agar dilakukan umat sebanyak 50x dalam sehari.

Dari Anas bin Malik ra. "Telah difardhukan kepada Nabi SAW shalat pada malam beliau diisra`kan 50 shalat. Kemudian dikurangi hingga tinggal 5 shalat saja. Lalu diserukan, "Wahai Muhammad, perkataan itu tidak akan tergantikan. Dan dengan lima shalat ini sama bagi mu dengan 50 kali shalat." (HR Ahmad, An-Nasai dan dishahihkan oleh At-Tirmizy).

Namun menurut cerita, Nabi Saudara menganggap bahwa 50x itu adalah terlalu banyak. Oleh sebab itu, Nabi Saudara kembali menghadap, dan diadakanlah beberapa kali negosiasi dengan Allah hingga akhirnya menjadi hanya 5x. Dan 5x kali itu dianggap cukup untuk menggantikan yang 50x.

Mungkin bagi Nabi Saudara, sholat cukup 5x sehari, dan beliau tidak sependapat dengan Saudara Newbia yang berkata 'sepanjang waktu'.

Adalah benar kebenaran adalah milik Allah yang sejati. Oleh sebab itu, kami mengajak Saudara untuk boleh menyelidiki apa yang kami sampaikan di sini. Terima Kasih.
~
CA
 
 
# parmin abadi 2011-03-24 23:30
*
Ibadah Muslim sudah ada aturannya dalam Al-Quran dan Hadist. Tapi jika ibadah orang Kristen bagaimana, apakah Yesus dulu menari dan menyanyi, atau bagaimana? disini saya yang bingung.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-04-07 12:16
~
Umat Kristen tidak mempermasalahka n tata cara beribadah. Menurut kami, penyembahan kepada Allah tidak harus dilakukan dengan gerakan tubuh yang harus dan wajib, pada waktu dan tempat tertentu.

Tidak ada ketentuan harus memakai pakaian tertentu dan tidak ada mantra tertentu yang harus diulang-ulang pada saat berdoa. Tepatnya, tidak ada syariat yang mengikat tentang tata-cara penyembahan dan pengucapan doa.

Isa Al-Masih sendiri mengajarkan kepada para pengikutNya untuk menyembah Allah dalam roh dan kebenaran. Menyembah dalam roh adalah menyembah dengan seluruh keberadaan kita, bukan hanya dengan tubuh jasmani saja. Menyembah dalam roh hanya bisa dilakukan bila kita sudah mengalami pembaruan secara rohani. Menyembah dalam kebenaran hanya bisa dilakukan bila kita hidup dalam ketaatan kepada Firman Allah.

"Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian." (Injil, Rasul Besar Yohanes 4:23)

SL
 
 
# parmin abadi 2011-03-24 23:46
*
Sebenarnya staff web ini sudah membenarkan Al-Quran, tetapi belum mendapat hidayah, karena hanya sebagian yaitu ayat-ayat tentang Isa Al-Masih.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-04-13 14:46
~
Saudara Parmin,

Tujuan utma situs ini adalah untuk boleh menjelaskan siapakah Isa Al-Masih yang sesungguhnya berdasarkan keseluruhan Firman Allah yang diwahyukan kepada umat manusia, yakni dalah Taurat, Zabur, Kitab Nabi-Nabi, dan Injil.

Dan dalam website ini, kami menyertakan pula ayat-ayat dalam kitab Saudara yang mengisyaratkan hal yang sama dengan wahyu-wahyu dari Allah tersebut. MEnurut kitab Saudara, Isa Al-Masih adalah orang yang terkemuka, bukan hanya di bumi, melainkan juga di sorga.

Kami berupaya menjelaskan pula makna kandungan ayat-ayat mengenai Isa Al-Masih ini.

Kami mengundang pula Saudara untuk boleh merenungkan siapakah Isa Al-MAsih yang sesungguhnya dalam: isadanislam.com/jalan-keselamatan.

Kiranya Saudara mendapatkan berkah dari Allah melalui pernyataan Wahyu-Nya.

CA
 
 
# ummi 2011-04-11 12:40
*
Anda lucu karena menyampaikan sesuatu hanya separuh-separuh. Dalam shalat itu sudah perintah dan harus bahasa Arab. Itu menunjukkan bahwa Islam itu murni.

Kalau berdoa setelah selesai shalat, maka Islam memperbolehkan dalam segala bahasa. Kalau berbeda-beda, jadilah seperti agamamu yang di tiap daerah berbeda.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-04-13 14:51
~
Saudara Ummi, terima kasih untuk tanggapan Saudara.

Dalam website ini, kami berupaya untuk boleh menyajikan selengkapnya tentang Isa Al-Masih, dan juga bagaimana tanggapan kami sebagai umat non-Islam dalam menanggapi dan mengerti tentang Islam itu sendiri.

Jikalau ada yang salah atau tidak benar dalam artikel kami, tentu saja Saudara boleh berkomentar dan ataupun menyatakannya kepada kami untuk boleh menjadi acuan dan masukan bagi kami.

Para pengikut Isa Al-Masih di setiap negara dan tempat adalah sama. Kami beriman hanya kepada Isa Al-Masih sebagai satu-satunya jalan, keselamatan, dan hidup (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Dan kami meyakini bahwa keselamatan hanya bisa dicapai melalui penebusan yang dilakukan oleh Isa Al-Masih.

Kami mengundang Saudara untuk boleh merenungkan tentang siapakah Isa Al-Masih dalam: isadanislam.com/jalan-keselamatan.

Kiranya Saudara mendapatkan berkah yang sejati dari Allah.

CA
 
 
# ummi 2011-04-13 15:10
*
Siapa bilang setiap pengikut Injil sama. Saya yakin 100 tahun ke depan kitab Injil anda sudah berubah dengan konsep-konsep yang baru karena penyesuaian zaman. Betapa banyak Injil dalam segala bahasa.

Al-Quran tetap dalam bahasa Arab, tidak ada Al-Quran bahasa daerah.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-04-25 10:46
~
Saudara Ummi, kami berpendapat bahwa Saudara telah menuduh tanpa bukti dan tanpa rasio. Injil tidak pernah berubah dari awal hingga sekarang. Bahkan Injil yang kami miliki sekarang, masih sama persis dengan kitab Injil yang disimpan di museum-museum di Eropa, tertanggal abad 3-4 Masehi.

KItab Injil dalam bahasa aslinya tetap ada. Dan terjemahan dibuat dengan tujuan agar semua umat Allah boleh memiliki kesempatan untuk bisa membaca dan mengerti arti Firman Allah. Firman Allah tidak boleh didoninasi dan dimengerti oleh kaum terpelajar saja.

Kami menilai bahwa Firman Allah adalah diperuntukkan bagi semua orang, dan bukan hanya bagi kaum agamawi dan terpelajar yang mampu mengerti bahasa asli saja.

CA
 
 
# kacau 2011-04-28 01:34
*
Di Indonesia, Injil cetakan di bawah tahun 70 dan di atas tahun 80 sudah ada perbedaan. Pada cetakan lama kata 'babi' masih tercetak, tetapi di cetakan yg baru ditambahin dengan babi hutan/celeng.

Bahasa Al-Quran yangg digunakan 15 abad yang lalu sampai sekarang tidak ada yang berubah.

Kiblat jelas maksudnya. Artinya di manapun kita berada, tidak perlu pusing-pusing cari mesjid karena bahasanya sama. Berbeda dengan umat Kristiani yang banyak aliran dan bahasa yang dipakai di dalam gereja.

Kalau anda katakan bahwa tata cara ibadah Kristiani tidak diatur, saya juga yakin bahwa pendapat anda pasti tidak disetujui umat kristiani yang lain.

Karena tidak diatur, maka muncullah ibadah palsu seperti Sinterklas, pohon natal, perbedaan penentuan hari kelahiran yesus, ke gereja hari minggu atau sabtu, juga terpengaruh budaya Yunani, dan wajah Yesus yang berbeda-beda.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-05-04 17:00
~
Saudara Kacau, adalah tidak mungkin Injil itu bisa dipalsukan oleh manusia.

"Tak ada seorang pun yang dapat merubah kalimat-kalimat Allah." (Qs 6:34)

"Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu, sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah-rubah kalimat-kalimat-Nya." (Qs 6:115)

Kalau Saudara mampu menunjukkannya, silahkan Saudara mengutip Al-Kitab bahasa asli, dan memaparkannya di sini. Kami merasa yakin tidak ada satu bagian dari Al-Kitab pun yang telah dirubah, sehingga makna Firman Allah akhirnya menjadi berubah.

Bagi pengikut Isa Al-Masih, yang paling penting adalah ibadah secara rohaniah. Sikap badan dan tata cara serta bahasa yang dipakai adalah menjadi hal yang sekunder. Yang penting adalah sikap hati kita. Allah mengerti segala bahasa dan bukan hanya bahasa Arab.

Sementara hal-hal yang Saudara sebutkan, yakni persoalan Sinterklas, pohon natal, penentuan hari, kebudayaan, ataupun wajah siapapun, ini tidak dianggap sebagai bagian dari ibadah kristiani.

Ibadah Kristiani adalah berkaitan tentang bagaimana kita memiliki relasi atau hubungan yang langsung dan indah serta akrab dengan Allah setiap hari, setiap saat.

Ibadah yang sejati adalah bahwa kita telah diperdamaikan dengan Allah, dan telah memiliki jaminan hidup selama-lamanya bersama Allah di sorga.

Kami mengajak Saudara untuk boleh turut memiliki jaminan keselamatan tersebut, melalui Isa Al-Masih sebagai jalan keselamatan, di dalam: isadanislam.com/jalan-keselamatan.

CA
 
 
# andragaris 2011-06-12 22:09
*
Jika anda baca Alkitab anda, tertera kata Petra (bukit batu), dimana Yesus akan mendirikan kerajaan-Nya. Apa dan di mana Petra itu? Petra adalah tempat di mana domba Nebayot dan Kedar digembalakan. Siapa Nebayot dan Kedar? Tak lain adalah keturunan Ismail yang bermukim di lembah Bakka (Mekkah).

Tempat ibadah (Mispha)yang pertama kali di buat oleh manusia itu adalah daerah Kabah oleh Nabi Adam ketika turun ke bumi. Nabi Ibrahim sebagai bapak dari agama Tauhid membangunnya kembali dengan anaknya Ismail dan menjadi kiblat bagi agama Allah. Mengapa dari batu? Karena batu adalah elemen alam yang paling kuat dan tahan terhadap cuaca. Setiap Mispha yang dibuat oleh manusia untuk tempat berkiblatnya manusia kepada Penciptanya adalah sebuah batu. Coba anda baca kisah Jacob dan Sulaiman. Kiblat adalah arah yang universal bagi setiap manusia muslim yang tinggal di belahan bumi manapun.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-06-20 10:37
~
Saudara Andragaris, paragraf pertama dari tulisan Saudara di atas sesungguhnya hanya klaim sepihak yang tidak ada buktinya dalam sejarah.

Menurut Ensiklopedia Britannica and Ensiklopedia Islamica, masyarakat Arab tidak mencatat sejarah mereka sendiri sebelum zaman Islam. Muslim dengan yakin menyebut zaman itu sebagai zaman jahiliyah yang penuh nista dan kegelapan.

Mungkin tiada satupun suku bangsa di dunia yang terang-terangan menghapus sejarahnya sendiri selama 2.500 tahun, dengan secara sistematis menghancurkan segala yang berhubungan dengan masa lalu. Masyarakat Arab telah menghapus segala kenangan era sebelum Islam dalam benak mereka. Jadi segala sejarah sebelum pra Islam adalah tidak jelas menurut masyarakat Islam.

Namun sejarah dan arkeologi mencatatnya secara lain. Bangunan mirip Kabah ternyata bukan hanya Kabah saja. Arkeologi menemukan cukup banyak penemuan bangunan yang serupa yang merupakan tempat pemujaan berhala. Semua ini bisa dibuktikan dan dikunjungi langsung. Semua bangunan mirip Kabah ternyata adalah makam Kaisar-Kaisar Persia dan sebagian lain merupakan kuil dewa bulan. Simbol Bulan dan Bintang sendiri sudah dipakai kaum pagan sebelum diadopsi Islam.
~
CA
 
 
# Mulya 2011-06-15 23:59
*
Saya merasa terkesan dengan isi artikel ini. Agar saya bisa yakin dengan isi artikel ini, ada beberapa pertanyaan yang ingin saya tanyakan.

Kepada siapakah anda belajar tentang Islam dan memahami ayat-ayat Al-Quran tersebut? Berapa lamakah anda belajar tentang Islam?

Siapakah Muhammad SAW itu menurut umat nasrani? Apakah umat nasrani mengakui akan keberadaan Muhammad SAW yang begitu diagungkan oleh umat Islam?

Apa dasar anda mengatakan Injil sekarang yang diimani oleh umat nasrani itu masih asli? Bagaimana anda yakin isi ayat Qs 6:34 itu di tujukan untuk Injil?

Bagaimana logikanya, Tuhan yang tidak diakui oleh umat lain menjamin kitab umat itu untuk tidak pernah dan bisa diubah-ubah?
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-06-20 11:07
~
Saudara Mulya, terima kasih untuk tanggapan dari Saudara. Kami mengundang agar Saudara boleh terus mengunjungi kami di sini.

Saya belajar tentang Islam sejak saya berusia 12an tahun. Persis di belakang rumah saya (tidak lebih dari 15-20 meter), ada sebuah mesjid yang besar dan ramai serta selalu dikunjungi oleh ustad terkenal. Saya sendiri dari rumah saya, bisa dengan jelas mendengar semua khutbah yang disampaikan. Dan sejak kecil saya tertarik untuk membeli dan mempelajari buku-buku tentang Islam. Saya juga hampir setiap hari mendengar khotbah Islami di radio ketika saya duduk di bangku SMP. Jadi boleh dikatakan bahwa saya mungkin telah belajar Islam jauh lebih banyak daripada yang pernah saya ketahui.

Umat Nasrani sama sekali tidak mengenal Muhammad di dalam kepercayaan mereka.

Injil adalah Firman Allah, tidak mungkin dapat dipalsukan. Tidak pernah ada kisah mengenai orang yang memalsukan Injil, pemusnahan Injil yang asli, ataupun kisah-kisah lainnya dalam sejarah.

Qs 6:34 sedang berbicara tentang Kitab-Kitab Allah yang sebelumnya. Ayat ini berbicara tentang berita dari rasul-rasul sebelum Muhammad yang menerima Kitab Suci dari Allah. Kalau boleh kami bertanya kepada Saudara, Kitab-Kitab apakah yang dimaksud di sini jika bukan Taurat dan Injil?

Kami sangat menyayangkan ungkapan Saudara yang berkata bahwa Injil adalah kitab umat lain. Saudara kiranya boleh kembali beriman kepada 6 Pokok Iman Islam. Salah satunya adalah beriman kepada Kitab-Kitab Suci. Dan ini termasuk Taurat, Zabur, Kitab Nabi-Nabi lainnya, dan Injil.

CA
 
 
# Abu Syarif 2011-06-20 10:49
*
Umat Kristen merubah Yesaya 42:11
Bukit Batu(Bukit Sela)diedit menjadi Kota Sela; dan ada pula yang mengeditnya menjadi Petra.

(KJV) Let the wilderness and the cities thereof lift up their voice, the villages that Kedar doth inhabit: let the inhabitants of the rock sing, let them shout from the top of the mountains.

Bandingkan dengan:

(GNB) Let the desert and its towns praise God; let the people of Kedar praise him! Let those who live in the city of Sela shout for joy from the tops of the mountains!

(BIS) Hendaklah padang gurun dan kota-kotanya memuji Tuhan, baiklah penduduk Kedar memuji Dia! Hendaklah penduduk kota Sela bersorak-sorai, dan berseru-seru dari puncak gunung!

(DRB) Let the desert and the cities thereof be exalted: Cedar shall dwell in houses: ye inhabitants of Petra, give praise, they shall cry from the top of the mountains.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-06-30 11:02
~
Saudara Abu Syarif, semua kutipan Saudara justru membuktikan bahwa umat Kristiani berusaha untuk menerjemahkan Al-Kitab dalam bahasa mereka secara lebih tepat.

Bukit Batu, Kota Sela, Petra semua artinya adalah sama.

Demikian pula jikalau dalam berbagai penerjemahan, ada perbedaan kata-kata yang digunakan, semua itu justru menunjukkan bahwa umat Kristiani sangat berhati-hati untuk menerjemahkan Kitab Suci. Umat Nasrani ingin agar penerjemahan bisa lebih tepat dan makin sesuai dengan makna asli Kitab Suci dalam bahasa asli.

Bukankah dalam berbagai penerjemahan atau penafsiran kitab Saudara juga ada banyak perbedaan kata-kata? Apakah ini berarti bahwa mereka saling mengubah Al-Quran?

CA
 
 
# mulya 2011-06-21 02:02
*
Saudara staff yang berbahagia, terima kasih telah menjawab pertanyaan saya.

Dari jawaban pertama, saya ambil kesimpulan bahwa Saudara mengenal Islam hanya dari mendengar dan membaca. Artinya anda masih terlalu jauh dan sangat mentah dalam mengenal Islam.

Jawaban kedua Saudara, berarti Kitab injil yang saudara jadikan pedoman sekarang adalah palsu.

Jawaban ketiga Saudara, menandakan bahwa umat Nasrani suka memalsukan dan mengaburkan sejarah.

Apakah jaminan yang ditulis dalam Qs 6:34 itu menuliskan kata-kata Zabur, Taurat dan Injil?

Kenapa anda menyayangkan ungkapan saya? Saya sangat mengimani Kitab-kitab yang diturunkan kepada Nabi-nabi terdahulu termasuk Injil yang diturunkan kepada Isa Al-Masih.

Tapi bukan Injil yang sekarang anda imani. Karena Injil yang anda imani sekarang adalah buah pikir dari manusia.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-06-30 11:11
~
Saudara Mulya, terima kasih kembali untuk tanggapan dari Saudara.

1. Kami melihat, mendengar dan membaca serta mempelajari secara seksama tentang Islam. Mngapakah Saudara katakan kurang untuk bisa memahami Islam secara utuh?

2. Mengapa Saudara bisa mengambil kesimpulan bahwa Injil adalah palsu dan bahwa umat Nasrani suka memalsukan Firman Allah?

3. Kira-kira kapankah Injil itu dipalsukan? Setelah atau sebelum zaman Muhammad? Kira-kira bagaimanakah caranya, dan oleh siapa?

Apakah sama seperti Utsman yang mengumpulkan semua peninggalan Al-Quran pari para penghafal Quran dan membakarnya habis semua naskah Al-Quran yang asli. Sehingga hanya teringgal miliknya sendiri dan kemudian mushafnya disalin ulang, dan dikirimkan ke semua pihak?

Injil masih tetap asli sampai dengan saat ini.

CA
 
 
# Galaxy 2011-06-23 15:18
*
Bisakah Saudara Mulya memberikan keterangan bagian Injil mana yang dipalsukan dan seharusnya yang asli seperti apa?

Kapan Injil tersebut dipalsukan?
Di mana bisa didapatkan Injil yang asli untuk kami perbandingkan antara yang asli dan yang palsu? Apakah pernah sejarah mencatat pemalsuan Al-Kitab?
 
 
# Abu Syarif 2011-06-23 15:36
*
Itu pertanyaan aneh yang ditujukan kepada Muslim. Harusnya anda tahu Injil asli seperti apa dan di mana boleh didapatkan Injil yang asli.

Ada banyaknya versi Injil dan banyaknya kontroversi dalam Injil. Itu sudah menunjukkan ketidakaslian Injil.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-06-30 11:17
~
Saudara Abu Syarif, Injil yang dibaca oleh umat Kristiani saat ini adalah Injil yang masih asli, dan bisa didapatkan secara luas di mana-mana.

Kontroversi dan perbedaan antar salinan Injil justru membuktikan bahwa umat Nasrani adalah jujur dan tidak berusaha untuk menyamakan naskah-naskah kuno yang masih ada, dalam jumlah yang begitu banyak terpelihara dengan rapi.

Injil hanya satu versi, yang banyak adalah penerjemahan dan tafsiran. Juga tidak ada kontroversi yang tidak bisa dijawab secara tuntas. Semua yang dituduhkan justru merupakan ketidak mengertian manusia ketika membaca Firman Allah, dan ketidak-mauan manusia untuk mau mendengarkan kebenaran setelah diberikan penjelasan.

CA
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-06-30 11:20
~
Saudara Galaxy, kami mengucapkan terima kasih atas tanggapan dan pertanyaan Saudara kepada umat Muslim.

Semoga Saudara-Saudari Muslim kita berani menjawab pertanyaan ini: Kapan kira-kira Injil dipalsukan? Apakah motifnya, dan bagaimanakah kira-kira cara yang dilakukan?

Dalam ribuan kali kami menanyakan pertanyaan ini, tidak satu kalipun Saudara-Saudari kita yang Muslim berani menjawabnya.

Ini karena Injil tidak pernah dipalsukan, dan hingga zaman Muhammad, Injil yang asli tetap beredar. Pada zaman itu, jutaan kopi Al-Kitab sudah tersebar ke seluruh. Bagaimana cara untuk bisa memalsukan semuanya sekaligus?

CA
 
 
# Abu Syarif 2011-07-01 16:33
*
Quoting Staff Isa dan Islam:
~
Namun, dengan kiblat ke arah Mekkah, orang-orang akan berpikir bahwa Allah bertempat tinggal di Mekkah. Secara akidah mereka percaya Allah berada di mana-mana, namun secara hati percaya Allah hanya ada di Mekkah.
JG


Itu hanya opini anda saja sebagai orang Kristen. Tidak ada orang Islam yang berpikir "sebodoh" itu.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-07-29 09:43
~
Sayangnya, memang demikianlah kenyataannya. Sembayang dan sujud hanya pada satu arah tertentu dan waktu-waktu tertentu, jelas memberi arti bahwa Allah ada di tempat itu pada waktu-waktu tertentu pula.

Jika tidak, lalu mengapa harus selalu menghadap pada satu arah saja? Dan menganggap sholat tidak sah bila tidak menghadap ke arah itu.
~
SO
 
 
# mulya 2011-07-26 14:45
*
Terima kasih saudara staff sudah membuka kembali tanggapan pembaca ini.

1.Ilmu Islam itu banyak cabangnya dan tidak hanya bisa menguasainya dengan mendengar, membaca dan melihat. Untuk menguasai ilmu dan sejarah Islam harus dari sumber dan ahlinya.

2.Soal Injil sekarang palsu dan pemimpin Nasrani suka memalsukan Injil, tentu saya berkata berdasarkan penelitian, tanya jawab dengan para ahli Injil itu sendiri dan berdasarkan kajian terhadap isi Injil itu sendiri.

Sudahkah saudara menelusuri sejarah asal usul dari Paulus dan asal usul pelaksanaan ritual ibadah kaum Nasrani? Adakah perintahnya di dalam Injil? Mengapa pemimpin Nasrani mengharamkan umatnya untuk membuka salah satu injil tertua?

3. Injil mulai dipalsukan jauh sebelum Muhammad lahir, karena telah banyak isi Injil diselewengkan maka Allah mengutus Muhammad untuk meluruskannya kembali.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-07-27 14:11
~
1. Dalam mengetahui sebuah sejarah atau suatu ilmu, kita dapat mempelajarinya melalui membaca buku-buku yang berkaitan dengan ilmu tersebut. Dan kami yakin bahwa kami mempunyai wawasan dan pengetahuan yang cukup luas tentang ilmu Islam. Selain kami banyak mempelajari buku-buku yang berkaitan tentang Islam, kami juga hidup bermasyarakat dengan orang Islam.

2. Atas dasar apakah saudara mengatakan bahwa Injil telah dipalsukan? Dapatkah saudara memberikan data-data otentik tentang kapan, di mana, dan siapa nama dari orang yang memalsukan Injil tersebut!

3. Bila benar yang saudara katakan bahwa Injil sudah dipalsukan jauh sebelum zaman Muhammad, lalu mengapa Al-Quran mengatakan: “Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu...” (Qs 10:94) Bukankah yang dimaksud dengan “kitab sebelum kamu” pada ayat di atas menunjuk pada Injil?

“Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israel) dengan Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.” (Qs 5:46)

Ayat di atas mengatakan bahwa dalam Injil ada “petunjuk dan cahaya”. Jika memang Injil sudah dipalsukan sebelum zaman Muhamamd, mengapa ayat di atas masih diturunkan pada Muhammad?
Jelas Injil adalah firman Allah. Dan Allah tidak akan membiarkan firman-Nya dipalsukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung-jawab.
~
SO
 
 
# Mulya 2011-08-02 15:44
*
1. Islam bukan hanya sejarah dan ilmu, Islam itu adalah keyakinan, keimanan, ketakwaan, ilmu yang maha luas yang hingga kini belum ada satu manusiapun yang bisa menguasai Islam dengan sempurna selain Muhammad.

2. Atas dasar kajian dan penelitian sejarah yang ilmiah bersama para ahli-ahli Injil itu sendiri dan pembedahan akan ayat-ayat yang ada dalam Injil tersebut.

Apa yang ada dalam Injil murni ada dalam Al-Quran tapi belum tentu sebaliknya.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-08-04 18:50
~
Jika manusia mau mencari kebenaran dengan sungguh-sungguh pasti akan menemukannya karena Allah yang akan menuntunnya, sekalipun manusia adalah makhluk yang tidak sempurna. Dan sekalipun memiliki jabatan sebagai nabi, namun dia tetaplah manusia biasa yang tidak sempurna. Karena yang dapat menuntun manusia pada kebenaran hanyalah Allah sendiri.

Apa yang disampaikan dalam website ini adalah fakta yang ada, bukan karangan pikiran sendiri.

Dan kami sangat terbuka jika saudara ingin berdiskusi dengan kami.
~
NN
 
 
# Bayu 2011-09-20 13:08
*
Umat Islam sholat secara rohani menghadap kepada Allah, dan adapun kiblat digunakan sebagai arah pemersatu umat.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-09-21 16:32
~
Benarkah kiblat hanya pemersatu umat Muslim? Setahu kami, tidak ada satupun ayat Al-Quran yang menjelaskan demikian. Sebaliknya, dalam ajaran Islam bila sholat tidak berkiblat ke Ka'bah maka sholatnya tidak sah dan tidak akan diterima Allah.

Bukankah hal ini mencerminkan bahwa Allah terbatas akan ruang dan waktu?

Kitab suci berkata, “Tetapi Yang Mahatinggi tidak diam di dalam apa yang dibuat oleh tangan manusia” (Injil, Surat Para Rasul 7:48)

Allah dalam satu detik yang bersamaan ada dimana-mana. Itulah sebabnya bila berdoa atau bersolat kepada Allah tidak memerlukan kiblat, berdoa dapat ke arah mana saja. Dimana kita berdoa, disitu ada Allah.
~
SO
 
 
# syarif musthafa 2011-09-21 17:05
*
Quoting Staff Isa dan Islam:
~
Bukankah hal ini mencerminkan bahwa Allah terbatas akan ruang dan waktu?
SO

Kesimpulan tanpa dasar, itu anggapan anda sebagai orang yang tidak tahu Islam. Muslim boleh berdoa menghadap kemana saja, tapi shalat harus menghadap kiblat. Doa orang Kristen tidak bisa dianalogikan dengan shalat di Islam, karena doa dan shalat berbeda syarat sahnya.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-09-22 16:57
~
Saudara Syarif,

Saudara mengatakan: "tapi shalat harus menghadap kiblat" yaitu Ka'bah tentunya.

Pertanyaan kami: mengapa harus berkiblat ke Ka'bah? ada apa gerangan di Ka'bah sehingga shalat diharuskan menghadap ke sana?
~
SO
 
 
# yesus 2011-10-19 08:45
*
Jika Ka'bah musnah dan tidak ada lagi, ke arah mana Islam akan bersembah sujud?

Jika bulan musnah, bagaimanakah umat Islam dapat menentukan hari raya puasa?

Agama Islam dipengaruhi oleh duniawi dan Kristen tidak dipengaruhi oleh duniawi.
 
 
# LINA 2011-11-10 13:48
*
Masuk akalkah pencipta dan yang diciptakan itu sama? contohnya jika anda membuat sebuah kursi maka kursi itu sama dengan anda. Inilah yang saya maksudkan dengan agama Kristen mengapa Isa Al-Masih yang nyata-nyata seorang hamba Allah yang juga manusia dijadikan Tuhan.

Secara logika apa alasan yang menjadikannya sebagai Tuhan, bukankah pencipta dengan yang diciptakan itu jelas bedanya?
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-11-19 11:55
~
Saudara Lina,

Umat Kristen tidak pernah membuat Isa Al-Masih menjadi Tuhan. Dia adalah sudah Tuhan sejak sebelum Ia menjelma menjadi manusia dan dikenal sebagai Isa putra Maryam. Taurat dan Kitab Nabi-nabi meramalkan kedatangan-Nya sejak ribuan tahun sebelumnya.

Isa Al-Masih tidak pernah diciptakan Allah sebagaimana Allah menciptakan Adam, Hawa dan manusia lain termasuk saudara. Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah (Qs 3:45). Yang datang ke dunia dalam rupa Isa Al-Masih. Tujuan kedatangan-Nya adalah untuk memberikan Keselamatan bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.

Dia harus menjadi manusia, sebab yang akan diselamatkan-Nya adalah manusia. Agar Dia dapat menyampaikannya secara langsung pada manusia.

“sama seperti Anak Manusia (Isa Al-Masih) datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." (Injil, Rasul Besar Matius 20:28)

Untuk lebih jelasnya, silakan saudara membaca penjelasan kami pada url ini, http://tinyurl.com/3oj8p6s.
~
SO
 
 
# ya gusti 2011-11-21 08:34
*
Mungkin tuduhan sebagian saudara Muslim bahwa Injil yang sekarang itu palsu dengan dalih karena tidak sesuai dengan yang tertulis di Al-Quran atau berdasar teori kontroversi yang bertebaran.

Motifnya? ingin meniadakan ramalan datangnya nabi Muhammad?

Adalah hal yang aneh sekiranya, Injil dan kitab lainnya yang dibilang palsu sudah ada jauh sebelum Al-Quran ada, mengapa ada motif usaha menghilangkan eksistensi nabi Muhammad dari Injil, padahal Al-Quran saja belum muncul pada zaman itu.

Bisa saja pertanyaan ini dibalik, bagaimana jika Al-Quran sengaja mengubah Injil yang sudah ada untuk mengeksiskan ramalan-ramalan keberadaan nabi Muhammad?

Demikian tanggapan saya, ini semua untuk kajian antar agama. Maaf kalau sekiranya kurang berkenan.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-11-22 12:53
~
Ungkapan bahwa Injil sudah tidak berlaku atau sudah dipalsukan sudah merupakan hal yang umum. Sebab, pada umumnya umat Muslim mengatakan demikian. Tapi tidak satupun diantara mereka yang dapat membuktikan kebenaran dari pernyataan mereka tersebut.

Sementara Al-Quran mengatakan bahwa dalam Injil dan Taurat ada petunjuk dan cahaya. Sayangnya, umat Muslim mengingkari hal tersebut, dengan mengatakan bahwa Injil dan Taurat sudah tidak berlaku.

“Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israel) dengan Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.” (Qs 5:46)

Ayat di atas menjelaskan dalam Injil terdapat petunjuk dan cahaya bagi orang-orang yang bertakwa. Benarkah petunjuk dan cahaya dari Allah sudah tidak bermanfaat lagi bagi manusia?
~
SO
 
 
# mas galau 2011-11-21 08:39
*
Saya kurang suka memakai istilah agama, karena agama itu mengkotak-kotakkan. Saya lebih suka menggunakan kata iman, iman yang universal kepada Allah Bapa, dan akan Isa Al-masih.

Mari mengambil yang baik dan menyisihkan perbedaan yang ada.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-11-22 12:52
~
Saudara Mas Galau,

Terimakasih atas komentar yang saudara berikan. Kami setuju dengan pendapat saudara. Agama tidak dapat menyelamatkan seseorang. Agama tidak dapat memberikan jaminan sorgawi bagi jemaatnya. Sebab hanya iman yang dapat menyelamatkan seseorang dan itu adalah anugerah dari Allah melalui Isa Al-Masih.

“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah” (Injil, Surat Efesus 2:8).

“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia [Isa Al-Masih], sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." (Injil, Kisah Para Rasul 4:12).
~
SO
 
 
# makmu 2011-11-21 08:41
Quoting LINA:
*
Masuk akalkah pencipta dan yang diciptakan itu sama? contohnya jika anda membuat sebuah kursi maka kursi itu sama dengan anda. Inilah yang saya maksudkan dengan agama Kristen mengapa Isa Al-Masih yang nyata-nyata seorang hamba Allah yang juga manusia dijadikan Tuhan.

Secara logika apa alasan yang menjadikannya sebagai Tuhan, bukankah pencipta dengan yang diciptakan itu jelas bedanya?


Setidaknya logika anda masih terpaut hal-hal duniawi. Allah itu Maha Kuasa kan.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-11-22 12:52
~
Saudara Makmu,

Terimakasih atas komentar yang sudah saudara berikan. Semoga hal ini dapat menjadi pencerahan bagi orang yang membacanya.
~
SO
 
 
# Ibnu Rahmat 2011-11-28 14:36
*
Injil dan Taurat yang diceritakan di dalam Al-Quran adalah kitab-kitab Allah yang sejati yang masih murni, ketika Rasul-Rasul Allah yang bersangkutan masih hidup (Musa dan Isa). Tapi sepeninggal beliau, keaslian kedua kitab Allah itu mulai terkotori tangan jahil manusia. (Konon katanya dimotori oleh pengikut Samiri, sang anti tauhid).

Kitab Allah yang asli pasti berisi tauhid, bahwa tidak ada Ilaah yang disembah kecuali Allah. Nabi Isa dan Musa hanyalah seorang hamba dan utusan Allah.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-11-30 16:01
~
Hampir seluruh umat Muslim mengklaim bahwa Injil sudah tidak murni. Tidak ada alasan yang jelas dari pernyataan tersebut.

Di sisi lain Al-Quran memberi kesaksian tentang Injil: “........Dan Kami telah memberikan kepadanya (Isa Al-Masih) Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.” (Qs 5:46)

Apakah petunjuk dan cahaya dari Allah sudah tidak berlaku sehingga umat Muslim menolaknya?
~
SO
 
 
# dedex 2011-12-28 23:43
*
"Di sisi lain Al-Quran memberi kesaksian tentang Injil: “........Dan Kami telah memberikan kepadanya (Isa Al-Masih) Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.” (Qs 5:46)"

Kami percaya kitab-kitab sebelum Al-Quran, termasuk Injil, Taurat, Zabur. Tapi yang dimaksud kitab Injil yang asli yang menggunakan bahasa Arab sesuai tempat diturunkannya wahyu tersebut.
 
 
# Staff Isa dan Islam 2011-12-30 18:15
~
Injil, Taurat, dan Zabur tidak pernah menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa aslinya. Awal mulanya Injil ditulis, menggunakan bahasa Yunani, sedangkan Taurat dan Zabur menggunakan bahasa Ibrani dan Aramaik.

Namun seiring dengan perkembangan penyebaran berita Injil, Taurat, dan Zabur yang semakin meluas, hingga ke berbagai bangsa, maka diterjemahkanla h kitab-kitab tersebut ke bahasa-bahasa bangsa. Tujuannya, agar setiap suku dan bangsa dapat membaca, mengerti, dan menyelidiki kebenaran yang terdapat dalam kitab tersebut.

Di samping itu, hal ini juga menggenapi Amanat Agung Isa Al-Masih, yang disampaikan-Nya sebelum Dia terangkat naik ke sorga, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku …..” (Injil Rasul Besar Matius 28:19).
~
SO
 
 
# dedex 2012-01-03 20:48
*
Apakah anda mengetahui sejarah Ka'bah di Mekkah? Siapa yang mendirikan, dan siapa yang memerintahkan untuk didirikan? Dan bagaimana sejarah kota Mekkah di bumi? Tahukah saudara akan keajaiban dibalik kota Mekkah dan Ka'bah?
 
 
# Staff Isa dan Islam 2012-01-06 15:18
~
Setiap umat Muslim pasti mempunyai keinginan untuk menyembah Allah di kota suci Mekkah. Hal ini juga yang dialami oleh perempuan Samaria yang hidup pada abad pertama. Ia ingin menyembah Allah di tempat yang suci.

Pada saat perempuan Samaria bertemu Isa Al-Masih, ia menanyakan tentang tempat penyembahan yang benar. Bagi orang Samaria harus menyembah Allah di atas gunung yang suci, sedangkan orang Yahudi harus di kota suci Yerusalem. Ia mempersoalkan tempat-tempat suci, yang merupakan ciri khas ibadah lahiriah.

Tetapi Isa Al-Masih mengatakan bahwa ‘saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang’ bahwa tempat penyembahan tidak lagi dipersoalkan. Yang dipersoalkan adalah menyembah Allah dalam roh dan kebenaran (Injil, Rasul Besar Yohanes 4:24). Dengan kata-kata ini Isa Al-Masih membuang semua ibadah lahiriah, dan menekankan ibadah rohani.
~
SL
 

Berhubung banyak komentar yang masih belum kami balas, untuk sementara komentar tidak diterima.

Ikuti Isa dan Islam di Facebook Ikuti Isa dan Islam di Twitter Ikuti Isa dan Islam di RSS Feed
Mutiara Tersembunyi tentang Isa Al-Masih di Alkitab dan Al-Quran

Tweet Terbaru

isadanislam
isadanislam: Nikmat - Sekarang Saja Atau Di Akhirat Juga? http://t.co/M3tZ0ze0

Rabu, 01 Februari 2012

isadanislam: Islam & Kristen Setuju - Allah Tidak Beranak http://t.co/U2lKs4Xv

Selasa, 31 Januari 2012

isadanislam: Apakah Isa Al-Masih Mengajarkan Perang? http://t.co/pZIqiPBl

Senin, 30 Januari 2012


 
Joomla Templates and Joomla Extensions by ZooTemplate.Com
Hak Cipta © 2012 Dialog Agama - Isa dan Islam. Dilindungi oleh Undang-undang
Joomla! adalah Perangkat Lunak Bebas yang diterbitkan di bawah Lisensi GNU/GPL